Someday 12

Jung’s House

Seketaris Kim berdiri menatap Amber yang tengah melempar bola basket “Sudah dua hari kau tidak sekolah”

Amber terlihat sedang asik bermain dengan menghiraukan seketaris Kim yang berbicara padanya “Amber, nona muda akan baik-baik saja. Kau tidak perlu tidak sekolah juga”

Amber menghela nafasnya “Untuk apa aku sekolah bila tidak ada dirinya akan begitu membosankan” ucap Amber tanpa melihat seketaris Kim.

“Tapi…”

Amber menatap seketaris Kim “Aku akan sekolah jika penyihir itu sekolah, arraso!” ucap Amber dengan melempar bolanya kedalam ring.

“Apa penyihir itu sudah meminum obatnya?” tanya Amber dengan bermain basket.

“Nona muda Jung Amber, bukan…”

“Iya iya, apakah Krystal sudah meminum obatnya?” tanya Amber kembali.

“Nona muda akan meminum obat lagi pada pukul 08.00 PM” ucap seketaris Kim.

“Dimana dia sekarang?”

“Dikamarnya”

Amber menghela nafasnya, berjalan ke tepi lapangan untuk mengambil segelas jus jeruk.

“Apa dia selalu seperti itu? selalu mengurung dirinya di kamar? apa sebelum dia bertunangan sepertiku sifatnya seperti ini, Kim?” tanya Amber dengan memegang gelasnya.

“Ehm nona muda Jung sedikit tertutup, dia banyak menghabiskan waktu dikamarnya”

“Haish dasar wanita, apa dia tidak ada aktifitas lain seperti olahraga” ucap Amber.

Seketaris Kim menggelengkan kepalanya “Nona muda Jung tidak menyukai olahraga, nona muda Jung lebih menyukai belanja ataupun jalan bersama teman-temannya”

“Sudah ku duga, anak orang kaya seperti dia lebih suka menghamburkan uang dan bersenang-senang” ucap Amber.

“Ehmm apakah selama ini ada namja yang datang kerumah? maksutku, seperti pacar yang mengantar kerumahnya atau menjemputnya” tanya Amber.

Seketaris Kim beberapa saat diam, wajahnya terlihat berfikir “Ada”

Amber terkejut mendengarnya “Ada? siapa namja itu” tatap Amber kepada Seketaris Kim.

Seketaris Kim tersenyum “Sangat banyak”

“Banyak?!”

“Ya, apa kau tidak tahu nona muda Jung sangat terkenal di kalangan namja? banyak pewaris yang mendekatinya, tapi kau tahu bukan kalau tuan besar Jay Jung melarangnya untuk berpacaran. Tapi setauku, ada namja yang diperbolehkan untuk mendekatinya”

“Siapa dia?”

“Kim Jongin” ucap Kim.

“Kim Jongin, makutmu Kai?!! maksutmu namja yang sedikit hitam itu” jelas Amber.

“Haha iya, lagipula keluarga Kai berkerja sama dengan perusahaan Jung dan aku dengar keluarga Kai begitu dekat dengan tuan besar Jay”

Amber terlihat diam “Lalu apakah mereka menyetujui hubungan Kai dan Krystal?”

“Aku tidak tahu, haha mengapa kau bertanya sebegitu jauh?” senyum seketaris Kim.

“Apa menurutmu sebelum Krystal bertunangan denganku mereka sempat menjalin hubungan?” penasaran Amber.

“Tidak tahu, yang jelas Kai begitu dekat dengan Krystal”

Amber mengangguk “Apakah menurutmu Kai berbahaya?”

“Berbahaya? hmm tidak. Semua orang yang dekat dengan nona muda Jung sudah kami telusuri tentang keluarga mereka dan aku rasa Kai orang yang baik dan tidak memiliki niat buruk” ucap seketaris Kim.

Amber kembali meminum jus jeruknya “Ada apa denganmu?” tanya seketaris Kim sedikit terkekeh.

“Tidak ada, hanya sedikit panas” ucap Amber dengan kembali meminum jus jeruknya.

“Aku lihat bahwa malam ini cuacanya 5 derajat, bagaimana bisa kau bilang panas?” senyum seketaris Kim.

Amber menatap Kim “Apa kau tidak lihat aku habis bermain basket! haish lama-lama kau menjadi menyebalkan”

Seketaris Kim tersenyum “Amber”

“Hmmm”

“Terima kasih sudah menjaga nona muda Jung”

“Sudah kewajibanku”

“Sedang apa kalian berdua?” tiba-tiba Amber dan Kim mendengar suara yang tentunya tak asing bagi mereka. Seketika seketaris Kim membungkuk sebagai tanda hormatnya sedangkan Amber hanya berdiri menatap yeoja yang sedang menghampiri dirinya dengan Kim.

“Nona muda Jung” ucap seketaris Kim, Krystal menyilangkan tangannya menatap mereka berdua.

“Apa kalian sedang membicarakanku?

Amber tersenyum “Ge’er sekali dia” ucap Amber tanpa memandang Krystal.

“Mwo?!”

“Aku bilang kau itu cepat tersanjung, untuk apa aku membicarakanmu. Buang waktu saja”

Krystal terlihat kesal “Ya kau!” tunjuk Krystal.

Seketaris Kim terlihat bingung dan segera meredam amarah nona mudanya “Ah nona muda Jung, sudah waktunya anda minum obat” ucap Kim sopan.

Krystal menatap dingin, moodnya tiba-tiba buruk “Kau saja yang minum obatnya, aku tidak mau!” ucap Krystal marah.

Amber menatap Krystal “Haish kau ini bicara apa! kau yang sakit mengapa Kim yang meminum obatnya! cepat minum obatmu agar kau cepat sembuh”

Krystal menatap Amber jengkel “Apa pedulimu stupid llama”

“Tentu saja aku peduli! kalau aku tidak peduli, untuk apa aku menggendongmu dari lantai atas sampai parkiran, apa kau pikir itu tidak peduli. Apa kau tidak tahu bahwa tubuhmu berat” ucap Amber, Krystal hanya diam tak bicara dengan membuang wajahnya.

“Kim, ambilkan obat untuk nona muda Jung ini” perintah Amber.

“Oh ne!” siap Kim.

“Patulah sedikit, apa kau tidak tahu semua orang mengkhawatirkanmu”

“Jangan memerintahku!” ucap Krystal.

“Aku tidak memerintahmu, aku hanya ingin memberi tahu. Bahwa banyak orang yang peduli padamu”

“Sudahlah! aku tidak butuh ceramahmu” kesal Krystal yang pergi meninggalkan Amber.

“Haish begitu saja marah, hei princess kau mau kemana!” teriak Amber.

“Ke kamar” ucapnya berjalan meninggalkan Amber.

“Ke kamar lagi? apa kau tidak bosan, bagaimana kalau kita bermain basket. Aku akan mengajarimu!” Krystal menghentikan langkahnya.

“Ayolah mari kita bermain sebentar” Krystal membalikan badannya, menatap Amber yang sudah memegang bola.

“Untungnya bagiku apa? aku sangat tidak menyukai olahraga” ucapnya masih dingin.

“Kan aku sudah bilang aku akan mengajarimu, kau hanya perlu berdiri saja dan memegang bola” jelas Amber.

“Itu sangat melelahkan dan aku tidak tertarik!”

“Haish yeoja ini” Amber melangkah sedikit dekat dengan Krystal.

“Begini saja, aku akan mengajarimu selama 5 menit. Lalu aku akan mengujimu sebanyak 5 kali lemparan ke ring. Jika 3 lemparan itu tidak berhasil masuk ke ring basket, maka kau bebas menghukum ku!”

Seketika wajah Krystal sedikit tersenyum dengan menganggukan kepalanya “Baiklah, aku rasa itu menyenangkan”

Amber menghela nafasnya pasrah “Tentu saja dia akan senang jika menyiksakku”

Krystal sudah berdiri di daerah free throw “Ya llama, pali!”

“Lihat, seketika moodnya jadi begitu baik” geleng-geleng Amber melihat Krystal yang begitu semangat.

Amber segera menyusul Krystal dengan bola basket di tangannya, memandang Krystal yang begitu antusias.

“Cepat ajari aku” perintahnya.

Amber memberikan bolanya kepada Krystal “Ini, pegang yang benar” pinta Amber.

Krystal memegang bola basketnya “Lalu” tanya Krystal.

Amber memperaktekan bagaimana dia akan melempar bola “Angkat tanganmu seperti ini” tunjuk Amber.

“Seperti ini?” ikut Krystal.

“Bukan seperti itu, kau harus pegang kuat bolanya, genggam bolanya. Berikan semua tenaga di tangan kananmu”

Krystal mengangakat tangan kanannya, bersiap melempar bola “Perhatikan arah ringnya, bernafaslah lalu shoot!” ucap Amber menunjuk ring basket.

Krystal mengangguk dan bersiap untuk mencoba melempar bola basket sesuai arahan dari Amber “Baiklah”

“Dum dum dum”

Amber menundukan kepalanya “hufhh” jangankan masuk, mengenai ring saja tidak.

“Mungkin kita harus berdiri lebih dekat lagi”

Krystal menuruti kata Amber, mereka maju tiga langkah lebih dekat “Coba lagi” ucap Amber.

Dan…

Dum dum dum” bola kembali jatuh ketanah tanpa sedikitpun melambung ke atas.

“Haish! keluarkan tenagamu, mengapa kau seperti orang yang tidak bertenaga! jika memarahiku saja kau begitu semangat mengapa seperti ini tidak bisa”

Krystal menatap tajam Amber “Ya! aku sudah mengeluarkan isi tenagaku, dasar kau saja yang mengarahkan tidak benar”

Amber menghiraukan kicauan Krystal dan mengambil bolanya kembali “Coba lagi”

Krystal mengambil bolanya, tangan kanannya bersiap melempar bola “Ingat, lihat ringnya dan masukan dengan benar. Keluarkan isi tenagamu..”

“Haish kau bisa diam tidak! bagaimana bisa aku memasukan bola jika kau ribut seperti burung” geram Krystal.

“Haish wanita ini” cibir Amber “Baiklah-baiklah, cepat kau masukan bolanya!”

Krystal melihat lurus arah ring basket, tangannya sedikit mengira-ngira arah ring dan yakin kali ini akan berhasil dan..

“Dum dum dum” bola kembali jatuh ke tanah membuat Amber mengehela nafasnya.

“Haish aku rasa bolanya yang salah” ucap Krystal.

Amber kembali mengambil bola, tangannya memegang bola basket “Lihat aku” ucapnya. Dengan sekali shoot Amber sudah berhasil memasukan bola “Kau lihat? seperti itu memasukannya”

“Oh” jawab singkat Krystal.

“Ini” Amber kembali memberikan bolanya kepada Krystal.

Krystal mengambil bola yang diberikan Amber, tangan kanannya kembali memegang bola “Lekukan sedikit pergelangan tanganmu” Krystal mencoba mendengar apa perkataan Amber tapi dia tidak mengerti, hingga Amber mau tidak mau memegang pergelangan tangan Krystal “Nah seperti ini!”

“Dan…” Amber berdiri di belakang Krystal, membuat Krystal menjadi deg-degan dengan tindakan Amber.

Tangan Amber dan Krystal bersamaan memegang bola basket, wajah Amber tepat berada di samping wajah Krystal bahkan Krystal bisa merasakan nafas hangat Amber.

Krystal terlihat gugup, dia tak mengerti mengapa dia merasa gugup secara tiba-tiba “Haish ada apa denganku? mengapa aku menjadi deg-degan?!”

Krystal menghela nafasnya berusaha mengatur detak jantungnya “Kwaenchana?” tanya Amber yang melihat Krystal dengan tatapan Aneh.

Dengan reflek Krystal memutar kepalanya ke kanan melihat Amber yang juga menatapnya “Hmm”

“Tik Tok Tik Tok” detik demi detik berlalu, tak ada satupun yang mampu mengalihkan pandangan mereka. Saling menatap satu sama lain, semakin jatuh ke dalam hingga membuat mereka lupa akan semuanya. Tak ada satu katapun yang terlontar dari bibir mereka, hanya mata yang berbicara.

“Wae? bahkan aku tidak mampu mengedipkan mataku. Terlalu indah, terlalu sempurna” pikir Amber.

“Romantis sekali” seketika Krystal dan Amber tersadar akan dunia mereka, Amber langsung menjauhkan badannya dari Krystal dan Krystal membuang wajahnya karena tidak ingin dilihat Amber akan pipinya yang memerah tanpa Krystal ketahui.

“Kau?” Amber mulai tersadar akan suara tersebut.

“Kalian?” begitu juga Krystal.

Mereka bertiga berjalan menghampiri Krystal dan Amber yang berada di tengah lapangan “Wah aku kira kau sakit Soojungie, kalau begini caranya kami tak akan menjengukmu” goda Vic.

“Lagipula sekarang Soojung sudah sehat unnie dan terlebih lagi sudah ada yang menjaganya, kita pulang saja unnie” ucap Sulli.

Seketika wajah Krystal kembali memerah, darahnya kembali naik ke kepala “Ya! kalian bicara apa”

Mereka tertawa “Aku kira dia sedang di dalam selimut karena sakit eh ternyata Soojung sedang bermesraan” senyum Luna.

Amber melirik Krystal, Amber tahu Krystal merasa malu di depan sahabat-sahabatnya “Haish bukan seperti itu, aku ingin mengajak Krystal bermain basket karena dia tidak pernah berolahraga aku pikir dengan berolahraga Krystal akan kembali sembuh, betulkan?” tanya Amber kepada Krystal tapi Krystal memutuskan tak menjawabnya.

Seorang namja melangkah dengan membawa mawar putih di tanganya, kakinya melangkah mendekati mereka yang sedang becanda di lapangan. Matanya terus memandang Krystal hingga Krystal menyadari tatapannya.

“Kai?”

Kai tersenyum dengan menghampiri Krystal tanpa menghiraukan sahabat-sahabat Krystal maupun Amber “Sedang apa namja ini?” pikir Amber yang melihat Kai memberikan bunga pada Krystal.

Kai menatap Krystal “Aku begitu mengkhawatirkanmu”

“Aku tidak apa-apa Kai, lagipula aku sudah membaik kau tidak perlu khawatir”

Kai mengerutkan dahinya “Bagaimana aku tidak khawatir jika orang yang aku sayangi sedang sakit”

“Terima kasih sudah mengkhawatirkanku” senyum Krystal.

Kai melihat bunga ditangannya dan memberikan pada Krystal “Ini bunga untukmu” senyumnya.

“Haha” tawa Amber yang membuat Kai dan Krystal menoleh ke arahnya.

Amber menatap mereka berdua “Wae? apa ada yang salah”

Krystal menatap Amber “Tidak ada yang lucu llama” ucap Krystal.

Amber tersenyum “Tidak ada yang lucu? apa kau tidak salah, tentu saja ini lucu! bagaimana bisa orang sakit di berikan bunga, apa kau akan menyuruh penyihir ini memakan bunga? hahahaha”

“Ha-” Sulli menahan tawanya begitu juga dengan Vic.

Kai menatap jengkel Amber yang mengejeknya “Aku tidak tahu kau ada disini, aku harap kau tidak mengacau dan memberi dampak buruk pada Krystal”

Amber berhenti tertawa, kakinya maju selangkah “Hmm asal kau tahu saja, dimana ada Krystal maka disitu juga ada aku, dan asal kau tahu bahwa aku selalu menjaganya, arraso” ucap Amber.

“Apa mereka sedang merebutkan Soojung?” tanya Luna menatap mereka bertiga.

“Sepertinya begitu” ucap Sulli.

“Kalian pilih siapa?” tanya Vic.

“Aku Amber” pilih Luna.

“Tentu saja aku pilih hyung” tegas Sulli.

“Aku juga” angguk Vic.

Seorang pelayan datang dengan membungkukkan badannya kepada mereka “Nona muda Jung, makan malam sudah siap”

“Makan malam! yeahhh” girang Sulli.

“Ayo kita makan malam” ajak Vic yang menggandeng tangan Krystal.

“Urusan kita belum selesai” ucap Kai.

Amber tersenyum tipis “Kita lihat saja nanti” ucap Amber.

Waktu menujukkan pukul 8 malam, meja makan penuh dengan santapan yang lezat ditambah dengan aroma yang membuat perut mereka lapar “Waaahhh”

Mereka mulai duduk di kursi masing-masing, Krystal duduk di bagian kepala meja makan sedangkan di sisi kanan Amber dan kiri Kai.

Amber Sulli, sedangakan di samping Kai ada Vic dan Luna.

Mereka mulai makan malam dengan sedikit perbincangan “Bagaiamana kabar sekolah? tanya Amber.

“Tentu saja aman tanpamu” ucap Kai tanpa melihat Amber sedangkan Amber menatap jengkel dengan pisau makan ditanganya.

“Akan kubunuh dia nanti” cibir Amber.

Amber POV

Lihat untuk apa dia datang kemari bikin rusuh saja, bukanya dia pulang kerumah dan mengerjakan PR malah datang kesini! apa mengirim pesan teks atau menelfon tidak cukup baginya hah? dasar namja gila, apa dia sedang mencari muka kepada penyihir itu?

Lihat dia! sok perhatian sekali kepada Krystal, mengapa dia menjadi sok perhatian dengan membersihkan mulut Krystal dengan tisu! Krystal itu sudah besar dia bisa melakukannya sendiri!

Agh lama-lama mataku bisa katarak melihatnya yang norak dengan menyuapkan Krystal makanan. Hellooowww Krystal bukan anak bayi! mengapa dia tak urus saja dirinya sendiri.

Ingin sekali kutusuk-tusuk wajahnya dengan pisau ini, apa dia tidak bisa pergi dari rumah ini!

Errrghhhh

“Hyung..”

“Hyung!”

Aku menoleh ke arah Sulli, melihat tatapannya yang aneh kepadaku “Wae? mengapa kau teriak”

“Aku sudah memanggilmu 5x tapi kau tidak mendengar, malah kau terus menatap Kai”

Ku hela nafas ini “Apa kau tidak apa-apa hyung?”

“Tidak apa, hanya saja aku sedang ingin menusuk-nusuk wajah seseorang”

Sulli tertawa “Haha, apa kau cemburu?”

Aku menatap Sulli dengan mengerutkan alisku seakan tak percaya dengan apa yang dia katakan padaku, hahaha cemburu “Cemburu? yang benar saja. Untuk apa aku cemburu, ada-ada saja kau Sulli” lanjutku makan.

“Lalu mengapa dari tadi hyung menatap mereka berdua?”

Haish anak ini apakah dia tak bisa berhenti bertanya mengapa berisik sekali “Sudah habiskan saja makananmu” perintahku.

Awas saja namja gila itu macam-macam dengan Krystal, akan kuhabisi dia.

Author POV

Makan malam telah selesai. Amber, Sulli, Luna dan Vic sedang bersantai di dekat kolam ikan dengan bermain-main air sedangkan Krystal dan Kai duduk di kursi taman yang sedikit jauh dari kolam renang.

Sulli dan Vic sedang makan buah di pinggir kolam ikan sedangkan Amber menatap langit, wajahnya terlihat memikirkan sesuatu hingga Luna mendekati Amber.

“Hmm apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Luna kepada Amber.

Amber menoleh ke arah Luna dengan senyuman di wajahnya “Tidak ada” jawabnya singkat.

Luna menatap Amber dengan tatapan tidak percaya “Katakan saja padaku”

“Apa yang harus kukatakan jika dipikiranku benar-benar tidak ada apa-apa” bantah Amber.

Luna mengangguk “Aku kira kau memikirkan Soojungie”

Amber tersenyum mendengar ucapan Luna “Untuk apa aku memikirkan penyihir itu”

Luna terlihat berfikir dengan berpangku tangan “Aku pikir kau menyukainya”

“Menyukai penyihir seperti dia sungguh membuatku tersiksa” jawab Amber dengan meminum boba miliknya.

“Jadi kau tidak menyukai Soojung?” tanya Luna. Amber hanya menggelengkan kepalanya dengan meminum boba.

“Jadi pengrobananmu selama ini untuk apa? aku tidak yakin kau melakukannya begitu saja”

“Mengapa kau cerewet sekali, yang jelas aku tidak akan pernah menyukainya”

“Lalu mengapa kau rela tidak ikut bertanding saat pemilihan tim nasional basket? bukankah diluar sekolah banyak yang menjaga Soojung, kau tidak perlu repot-repot untuk mengantarnya ke rumah sakit hingga bolos sekolah sepeti saat ini. Dan juga kau tak perlu susah payah dihukum saat pelajaran Matematika”

Amber hanya diam untuk beberapa saat “Aku harus melakukannya”

“Untuk apa?”

“Untuk menjaganya, memastikan dirinya baik-baik saja”

“Tanpamu juga Soojung akan baik-baik saja, dan lagipula ada Kai disampingnya”

Amber langsung menatap Luna “Mengapa kau menatapku seperti itu, apa kau tidak suka aku menyebutkan nama Kai?”

“Kau jangan berfikir yang aneh-aneh dulu! maksutku, ehm maksutku kau tahu buka tuan Jay Jung memintaku untuk menjaganya jadi aku tak bisa membiarkan dia dekat dengan siapapun” gugup Amber.

“Sungguh tak bermutu jawabanmu”

Amber kembali meminum bobanya “Tapi aku bersyukur kau berada di sisi Soojung” Amber menatap Luna.

“Aku tahu kau adalah orang yang baik dan aku yakin Soojung juga merasakan hal yang sama”

Amber tersenyum “Merasakan hal yang sama? apa kau tidak tahu setiap harinya hingga detik ini aku dibuat sengsara olehnya? dia tidak akan bahagia jika aku tidak menderita!”

“Tapi kau rela menderita karena Soojung bukan?” tatap Luna.

“Ayolah Amber, kau tidak perlu mengingkarinya. Siapa yang tidak tahan dengan pesona Soojung! apa kau tidak bergairah jika dekat dengan Soojung, kau tahu bukan dia sangat seksi terlebih lagi kalian satu rumah dan kamar kalian saling berdekatan”

“Haish kau ini bicara apa! aku tidak seperti itu, haish mengapa setiap orang berfikiran aku mesum” ucap Amber.

“Siapa yang mesum?” tanya Sulli yang tiba-tiba datang.

Luna menunjuk Amber “Dia, Amber membayangkan Soojung yang bukan-bukan” tunjuk Luna.

“Haish! kau ini bicara apa! tentu saja tidak!” Amber menyangkalnya dengan wajah yang panik.

“Jangan berbohong!” ucap Sulli.

“Haish untuk apa aku berbohong” elak Amber.

“Apa kau yakin?” ucap Vic.

“Yakin!”

“Bersumpah?” pinta Sulli.

“Sumpah”

“Kalau begitu pejamkan matamu” Amber memejamkan matanya.

“Tidak mesum?”

“T.I.D.A.K”

“Yakin?

“Yakin, aku tidak pernah berfikiran seperti itu!” ucap Amber dengan memejamkan matanya.

“Kalau begitu, pakaian dalam yang suka dikenakan Soojung berwarna apa?” tanya Vic dengan nada yang begitu cepat.

“Hitam”

Dengan seketika mata Amber terbuka lebar, menatap mereka bertiga dengan tatapan takut sedangkan Vic, Luna dan Sulli menatap Amber dengan senyuman licik.

Mereka bertiga melangkahkan kakinya mendekati Amber “Kau bilang kau tidak mesum?”

Amber menjadi gugup dengan menggelengkan kepalanya serta tawanya yang terpaksa “Haha aku tidak seperti itu! itu hanya pikiranku sedang tak karuan haish mengapa berlebihan sekali”

“Tak karuan karena membayangkan pakaian dalam Soojung?” senyum Vic.

“Haish kalian salah paham, maksutku bukan seperti itu hahaha” Amber semakin gugup, langkahnya semakin mundur untuk menjauhi sahabat Krystal dengan perlahan.

Mereka bertiga terus memajukan langkahnya dengan senyuman evil di wajah mereka “Amber Liu”

“Kau kena sekarang!”

Wajah Amber semakin ketakutan, menggelengkan kepalanya dengan pikiran yang tidak tidak.

“Andwe andwee”

“BOOMM!!” mereka bertiga mengejutkan Amber dengan selangkah mendekati Amber hingga Amber tersontak kaget membuat tubuhnya kehilangan kesimbangan.

“Byuurrr” suara percikan air kolam mengenai tubuh Amber hingga tubuh Amber basah akibat air kolam ikan.

Suara tawa terdengar begitu riuh di tengah malam yang dingin “Hahahahahha!” tentu saja mereka bertiga tak bisa berhenti tertawa karena berhasil mengerjai Amber yang lugu.

“Hahaha kiyowo” ucap Luna dengan memegang perutnya.

Sedangkan Amber mulai berusaha bangun dari kolam dengan menatap kesal sahabat-sahabat jahil Krystal “Haish tidak Krystal tidak teman-temannya sama saja, sama-sama komplotan penyihir” cibir Amber.

Tak mau kalah, Amber tengah memutar otaknya untuk melakukan balas dendam kepada mereka. “Ah!” Amber berpura-pura kesakitan dengan memegang perutnya, tentu saja akting Amber berhasil membuat mereka khawatir.

Vic, Sull dan Lun menatap Amber dengan khawatir “Ada apa dengannya”

“Ahh perutku, seperti perutku mengenai batu kolam. Sakit sekali”

“Benarkah?” panik Sulli.

Luna mendekati Amber “Kalau begitu cepat naik!” perintah Luna.

Amber menggelengkan kepalanya dengan wajahnya yang kesakitan “Tidak bisa”

Mereka bertiga saling lempar pandang, Luna mengulurkan tangannya “Naiklah, biar aku bantu”

Amber berjalan pelahan mendekati Luna dengan memegang perutnya “Apa kau tidak apa-apa?”

Tangan Luna sudah di genggam Amber dengan erat, seketika wajah Amber yang terlihat melas karena kesakita berubah menjadi wajah yang licik “Kena kau!” ucap Amber dengan menarik Luna untuk jatuh ke kolam ikan yang sama.

“Aaaahh!” suara jeritan Luna yang terkena air kolam.

“Hahahaahhahaha” Amber tertawa puas.

Luna menatap Amber dengan tubuhnya yang basah “Ya! apa yang kau lakukan!”

Vic dan Sulli tertawa yang akhirnya membuat Luna dan Amber saling bertatapan. Mata mereka seperti mengisyaratkan sesuatu

“1”

“2”

“3”

“Byur byur byur” Amber dan Luna memberikan percikan air kepada Vic dan Sulli.

“Rasakan ini rasakan ini” ucap Amber dengan senyuman diwajahnya.

Mereka berempat tak berhenti tertawa hingga Vic dan Sulli memutuskan untuk turun ke kolam dengan bermain air bersama. Suara tawa mereka pecah, membuat seorang yeoja merasa heran dengan apa yang mereka lakukan.

Krystal, Krystal hanya diam dengan duduk menatap mereka berlima dari kejauhan. Matanya dapat menangkap kebahagiaan sahabat-sahabatnya bersama sosok yeoja yang tidak dia sukai.

Krystal POV

mengapa mereka bisa tertawa lepas bersama llama bodoh itu sedangkan aku begitu membencinya. Sebenarnya tidak begitu membencinya tapi dia begitu menjengkelkan! melihatnya mereka bersama Amber itu sungguh membuatku senang sekaligus sedih. Aku senang karena mereka bisa tertawa lepas sedangkan aku sedih karena tak bisa seperti mereka.

Aku hanya menatap kebahagiaan mereka, cuaca dingin tak lagi mereka rasa karena kehangatan tawa yang mereka ciptakan. AKu tidak tahu mengapa semua orang begitu dekat dengan Amber.

“Krystal”

Aku bangun dari lamunanku, menatap namja yang sudah kukenal lama “Ne” jawabku.

Matanya menatapku “Apa kau tidak apa-apa? aku memanggilmu berkali-kali”

Benarkah? “Ehm tidak apa-apa” senyumku padanya.

Dia menatapku, kini tangannya memegang tanganku, tangannya begitu dingin “Maafkan aku, maafkan aku karena aku….”

Dia selalu mengucapkan hal ini, aku mungkin sedikit kecewa karena dia menolakku permintaanku “Tidak apa Kai, kita masih bisa menjadi teman bukan?”

Seketika wajahnya berubah, tangannya melepaskan jari jemariku “Hanya sekedar teman?”

Aku menghela nafasku, aku tidak mengerti dengan perasaanku. Apakah aku benar-benar menyukainya atau tidak? Kai adalah namja yang baik, dia tampan, berbakat dan  dia selalu ada untukku. Tapi, tapi ada sesuatu yang mengganjal hatiku. Ada sesuatu yang menghalangi perasaanku pada Kai. Sesuatu yang tak biasa, sesuatu yang begitu kuat.

“Sudahlah tak apa, kau istirahat saja” aku merasa kasihan padanya.

“Kau mau aku antar ke kamar?” aku menggelengkan kepalaku “Tidak usah, kau pulanglah ini sudah malam” senyumku padanya.

“Baiklah, kalau begitu selamat malam Krystal Jung” senyumnya padaku dengan mengelus pipi kananku.

07.00 AM.

Aku keluar dari pintu kamarku untuk menuju meja makan “Selamat pagi Soojjunggiee” haishh yeoja ini.

“Ya! lepaskan pelukanmu, nanti seragamku menjadi tak rapih”

Bukanya melepaskan dia malah memeluku dengan erat “Siro! apa kau tidak tahu aku sangat merindukanmu tapi kau malah asik berduaan dengan Kai!” cibirnya.

Aku menghela nafasku dan melepas paksa tangannya “Kalau aku bergabung dengan kalian, aku pastinya masih dikamar dan berbaring di tempat tidur akibat air kolam yang dingin”

“Apa kau tidak tahu itu begitu menyenangkan? aku baru pertama kali bermain air kolam ikan, tidak terlalu buruk” senyumnya padaku.

“Good morning!”

“Hyung!”

“Good morning Sulli, apa kau sudah sarapan?”

Haish liat tingkahnya yang sok manis itu, dan Sulli malah terlihat manja padanya. Apa Sulli terlalu banyak menelan air hingga menjadi seperti itu?

“Kajja, kita sarapan” mereka berjalan meninggalkanku, sungguh menyebalkan.

“Selamat pagi semua!” aku melihat Vic dan Luna yang sudah lebih dulu duduk kursi meja makan. Yap, mereka tidak pulang kerumah masing-masing dan memilih untuk menginap di rumahku dan jujur saja aku merindukan sahabat-sahabatku ini.

jam sudah menunjukkan pukul 7.33 kami harus segera bergegas ke sekolah, aku berjalan menuju arah mobil.

“Ya apa yang kau lakukan?” aku melihat ke arah Vic yang sepertinya sedang berbicara pada llama bodoh itu.

“Apa kau tidak pergi bersama kami?” kali ini mataku mengarah Luna.

“Haha tidak, aku pergi sekolah dengan motorku ini” senyumnya dengan bersiap memakai helm.

Sulli menghampiri Amber “Hyung! berangkatlah dengan kami” haish sejak kapan Sulli menjadi begitu manja dengan llama bodoh itu, bahkan dia memanggil Amber dengan sebutan hyung.

“Haish tidak bisa, aku tidak nyaman kalau naik mobil” Sulli terlihat kecewa dengan penolakan Amber.

“Ayolah sekali saja, kita pergi bersama-sama. Tidak masalah bukan?” haish tentu itu menjadi masalah bagiku!

“Aku tidak masalah” jawab Vic dan Luna haishh.

“Soojung?” kali ini mereka bertiga menatapku, haish tatapan apa itu! dan ntah mengapa mataku menatap mata Amber.

“Baiklah”

Seketika mereka terlihat girang “Soojung, bagaimana kalau tidak usah memakai supir pribadimu. Itu tidak menyenangkan!” aku pikir itu ide yang bagus, jarang sekali aku bisa berangkat sekolah bersama mereka.

“Baiklah kalau begitu naik mobilku saja” aku meminta pada pelayanku untuk menyiapkan mobil pribadiku yang hanya dipakai olehku.

Tak butuh waktu lama mobilku datang

MY16_Range_Rover_Evoque_EXT_LOC113_PR-630x373.jpg

(Krystal’s car)

“Bagaimana kalau Amber saja yang menyetir mobilnya?” mataku melotot ke arah Luna.

“Mwo?! haahha tidak-tidak”

“Ayolah, apa kau tega melihat tunanganmu yang menyetir hah?!” haish Vic unnie, kau itu bicara apa!

“Baiklah biar aku yang bawa mobilnya” aku melihat Amber yang melangkah masuk mobilku. Haish ini untuk pertama kalinnya orang asing menyetir mobilku!

Tak ingin menghabiskan waktu aku segera berjalan menuju mobil, aku membuka pintu mobilku dan …

Aku menatap aneh Luna yang memukul pelan tanganku “Wae? ada apa denganmu?” tanyaku bingung.

“Kau duduk depan Soojung”

“Mwo! tidak!” haish aku tidak mau duduk di depan bersama llama bodoh itu.

Luna terus memaksaku dan mau tidak mau aku harus masuk kedalam mobil karena mereka semua menunggu dalam mobil “Ayo cepat masuk, kau mau kita berlima dihukum?” teriak Sulli.

“Hufh menyebalkan sekali”

Aku masuk kedalam mobil dan langsung memakai shitbelt, aku hanya duduk diam. Ntah mengapa mobil tak kunjung jalan, akhirnya aku melihat ke arah Amber yang sedang membuka jaketnya.

Dia menatapku “Pakai ini”

“Mwo?” bingungku.

“Hufh”

“Ya apa yang kau lakukan!” Amber meletakan jaketnya di pahaku. Iya, pahaku!

Aku menatap tajam matanya “Haish jangan menatapku seperti itu! hanya saja rok mu terlalu pendek”

“Wah ternyata kau tak mesum seperti yang kami pikirkan” celetuk Vic.

“Sepertinya kami salah paham dengan yang berwarna hitam itu” tambah Luna

“Haish kalian ini bicara apa! sudah nanti kita telat” kenapa wajahnya memerah? aneh sekali dan apa yang mereka bicarakan?

Aku menatap jaketnya, aku tak menyangka llama bodoh ini begitu sopan, haish! tidak, tidak! dia tetap saja menyebalkan.

Selama perjalanan aku mendengarkan lagu yang kusuka, aku menyukai lagu-lagu classic seperti Tchaikovsky, Mozart ataupun Franz Liszt, aku tidak terlalu suka lagu rock atau lagu berisik lainnya.

“Ya apa yang kau lakukan!” aku menatap Amber yang mengganti laguku. Aku sedang asik-asik bernanyi dalam hati mengapa dia menggantinya.

“Lagumu membuatku mengantuk”

Aku kembali mengganti laguku, dan kembali menikmatinya tetapi….

“Ya! kau ini kenapa”

“Aku bosan mendengarnya! apa kau tidak punya lagu yang ceria?”

“Kalau kau tidak suka, keluar saja dari mobilku!”

Dia tersenyum simpul “Tidak, kau saja yang keluar”

Ohh llama ini ingin mengajakku ribut hah?

“Ini masih terlalu pagi untuk bertengkar” geleng-geleng Luna.

llama bodoh ini kembali mengganti lagunya yang berisik! bahkan dia menggoyangkan kepalanya “Wowowow”

Aku mengganti lagunya “Haish penyihir ini! aku bisa tertidur mendengar lagumu yang aneh ini”

“Aneh katamu? ya! apa kau tidak dengar lagumu yang berisik itu, hanya teriak -teriak tidak jelas”

“Justru itu seninya!”

Mataku membulat mendengarnya “Seni darimana hah?”

Author POV

Luna, Vic dan Sulli hanya menghela nafas sepanjang perjalanan menuju sekolah “Hufh lain kali kita jalan kaki saja” ucap Luna memandang Krystal dan Amber.

“Benar, mobil ini terasa seperti arena bertanding” ucap Vic,

“Aku menyerah melihatnya” geleng-geleng Sulli.

Sepanjang perjalanan Krystal dan Amber bertengkar tanpa henti. Hingga pada akhirnya Luna, Sulli dan Vic merasa lega karena sudah tiba disekolah.

“Ya Tuhan terima kasih sudah memberikan keselamatan pada kami” sukur Luna.

“Aku tak menyangka kita selama sampai tujuan setelah perang ketiga terjadi” lega Vic.

“Ini adalah pagi terburuk yang pernah ku alami” lesu Sulli.

Sedangkan Krystal langsung keluar mobil tanpa menghiraukan sahabat-sahabatnya maupun Amber.

Amber turun dari mobil, memakai tas ranselnya menatap Krystal yang berjalan lebih dulu “Kalau setiap hari seperti ini, sama saja membunuhku pelan-pelan”

Sekolah kembali ribut karena Krystal sudah kembali ke sekolah, loker Krystal penuh dengan bunga serta hadiah dari fansnya. Seperti biasa Krystal menghiraukan semua pemberian fansnya dan berjalan masuk ke kelas.

Tepat pukul 08.00 AM bel berdering, semua murid sudah berada di kelas masing-masing. “Selamat pagi semua” sapa guru.

“Ibu ingin mengumumkan sesuatu pada kalian” semua murid menaruh perhatian pada guru muda tersebut.

“Minggu ini kita akan belajar di luar kelas” Seketika semua murid menjadi senang, tentu saja belajar di luar kelas selalu menjadi rutinitas bagi sekolah Empire.

“Kita akan kemana bu?” tanya Henry.

Guru muda nan cantik itu tersenyum “Kita akan pergi ke Jeju Island” seketika suara kelas semakin bergemuruh keras, semua murid senang gembira saat mendengarnya tapi tidak dengan Krystal.

“Jeju, apa tidak ada tempat lain hah?? mengapa aku menjadi benci dengan pulau Jeju! erghh menyebalkan sekali” pikir Krystal.

Sedangkan Amber terlihat bahagia bersama teman-teman kelasnya “Kita akan berangkat pada akhir pekan, kita akan dua hari disana. Tugas kalian adalah membuat makalah selama berada di Jeju, jangan lupa kalian juga harus mengumpulkan catatan kalian mengenai pulau Jeju dan sejarah disana”

“Ndee!” semua murid menjawab tapi tidak dengan Krystal.

“Aku harap kalian semua ikut” senyum guru muda itu.

“Amber apa kau ikut?” Amber menatap yeoja berkulit putih itu.

Amber tersenyum padanya “Tentu aku ikut, bagaimana denganmu?”

“Aku ikut jika kau ikut” pernyataan membuat wajah Amber memerah.

Sedangkan Krystal hanya diam mendengarnya.

Bel berdering, murid-murid keluar kelas. Seperti biasa 4 walls pergi ke kantin sedangkan Amber menghabiskan waktunya di lapangan basket bersama sahabat-sahabatnya.

“Jadi apa kau ikut?” tanya Onew.

“Tentu saja” ucap Amber dengan melempar bola basket.

“Haha tentu saja dia akan ikut, karena Krystal juga akan ikut” tambah Henry.

Jonghyun menatap Henry “Tau darimana kau dia akan ikut? setauku Krystal tidak suka dengan acara-acara seperti itu”

“Hanya menebak, lagi pula ini adalah tahun akhir bukan? jadi menurutku tidak mungkin Krystal tidak ikut, apalagi tunangannya ikut hahaha” goda Henry pada Amber.

“Terlebih lagi Irene menanyakan Amber, aku rasa Irene menyukaimu” goda mereka.

“Haish bicara apa kalian”

“Hahaa lihat wajahmu memerah!”

Amber menatap Henry “Sudah diamlah!”

“Baiklah! kalau begitu sepulang sekolah kita akan menyiapkan apa saja yang akan kita bawa!” ucap Key yang disetujui oleh sahabat-sahabatnya.

Sedangkan di tempat lain

“Apa kau ikut Soojung?” tanya Luna dengan menyantap salad buah miliknya.

Krystal hanya diam “Ayolah ikut, lagipula ini adalah tahun terakhir kita bukan? menurutku sayang kalau tidak ikut, setidaknya kita punya kenangan bersama teman sekelas” ucap Sulli.

“Tidak tahu” ucap Krystal malas.

“Ayolah Soojung” rayu mereka.

“Aku tidak suka Jeju!” ketus Krystal.

Mereka bertiga menghela nafas “Apa karena kejadianmu dengan Amber? haish mengapa kau membenci Jeju hanya karena Amber? lagipula Jeju terlalu indah untuk kau benci” ucap Vic.

Jung’s House

Amber baru tiba dari belanja, para pelayan membawa beberapa barang belanjaan untuk dibawa ke kamarnya. Amber duduk sebentar di ruang tamu dengan meminum segelas jus jeruk.

“Selamat malam” bungkuk seketaris Kim.

“Oh kau Tae, duduklah” senyum Amber.

“Kau darimana saja Amber?”

“Abis belanja untuk kebutuhanku di Jeju nanti, apa kau tidak tahu bahwa kami akan ada belajar di luar kelas”

“Ya aku tahu, itu sudah menjadi jadwal rutin” ucap Tae.

Amber menatap atas “Apa dia ikut?” tanya Amber.

“Hm maksutmu nona muda Jung?”

Amber menatap Tae “Yap”

Tae terlihat berfikir sejenak “Aku rasa tidak”

Amber bangun dari senderan kursinya “Mengapa tidak?”

“Nona muda Jung tidak suka dengan hal seperti itu, nona muda Jung lebih memilih dirumah atau belanja dia luar negri”

“Haish anak itu! baiklah aku akan membujuknya”

Mata Tae membulat kaget “Apa kau yakin?”

Amber mengangguk “Lagipula untuk apa dia menghabiskan waktu sendiri, lebih baik dia bersama sahabat-sahabat gilanya itu” ucap Amber dengan menghabiskan jus jeruk miliknya.

Amber bangun dari tempat duduknya “Kalau begitu aku ke kamar dulu”

Amber berjalan menuju kamarnya dan tak sengaja berpapasan dengan Krystal “Oh annyeong gongjunim” senyum dorky Amber yang di tatap aneh oleh Krystal.

Malas bertengkar Krystal menghiraukan Amber untuk turun ke bawah “Apa kau ikut akhir pekan ini?” pertanyaan Amber membuat Krystal menghentikan langkahnya dan membalikan badannya.

“Tidak” jawabnya singkat.

“Mengapa tidak? haish bukankah akan menyenangkan, lagipula sahabat-sahabatmu akan ikut”

“Aku tidak peduli” Krystal kembali membalikan badannya.

“Ayolah Krystal ikutlah, aku tidak bisa tanpamu. Apa kau ingin membuatku menderita dengan merindukanmu?” ucap Amber.

Amber menghela nafasnya “Aku tidak bisa tanpamu walaupun itu hanya satu atau dua jam, jadi ikutlah denganku”

Krystal membalikan badannya menatap Amber yang serius padanya, mereka saling bertatapan “Ayolah gongjunim” senyum Amber.

“Aku akan melakukan apa saja untukmu asal kau ikut, aku akan menjagamu selama 24 jam disana dan tak akan membiarkan fans gilamu mendekatimu” ucap Amber.

“Akan kupirkan” ucap Krystal meninggalakan Amber.

“Kalau begitu aku masih ada harapan! aku harap dia akan ikut, jadi aku bisa tetap mengawasinya” ucap Amber.

Next day 

waktu 12.40 PM, Krystal terlihat berjalan menuju lokernya untuk menaruh beberapa buku ditangannya.

Krystal membuka kode lokernya dan menaruh ketiga buku yang dia bawa, setelah selesai Krystal menutup lokernya dan …

“Ba!”

Krystal terontak kaget, tangannya mengepal dam memukul kepala Amber “Kau mau aku mati hah?!” kesal Krystal.

Amber memberikan senyuman dorkynya kepada Krystal “Hehe bian” Krystal meninggalkan Amber “Haish wanita itu” Amber mengejar Krystal dan berjalan di sampingnya.

Krystal menatap lurus jalan “Aku sedang tidak mood bertengkar denganmu” jawabnya ketus.

“Haish siapa yang ingin bertengkar? aku hanya ingin memastikan bahwa kau akan ikut perjalanan akhir pekan  ini” ucap Amber sambil menatap Krystal yang terus melangkah.

Krystal terus melangkah lurus dengan Amber yang berjalan menyamping menghadapnya “Aku tidak mau”

Wajah Amber terlihat kecewa “Wae? kau bilang semalam akan kau pikirkan” Krystal hanya diam.

“Ayolah Gongjunim” rayu Amber.

“Aku bilang tidak mau” ucap Krystal tanpa memandang Amber.

Amber tak kehabisan cara, Amber mengeluarkan sesuatu dari kantongnya “Ini?” Amber memegang sebuah permen di tangannya dan memberikan kepada Krystal, tapi sayang permen tak cukup menarik perhatian seorang Krystal Jung.

Amber kembali merogoh kantongnya “Kalau ini?” Amber mengeluarkan coklat dan Krystal sedikit meliriknya tapi Krystal tak tertarik.

Amber menggaruk-garuk kepalanya, ini adalah kesempatan terakhir karena untuk mengambil satu lagi makanan yang akan diberikan kepada Krystal “Bagaimana dengan ini?” senyum Amber.

Krystal menghentikan langkahnya dan menatap ice cream rasa mangga di tangan Amber “Jika kau ikut, aku berjanji akan meneraktirmu ice cream setiap minggunya” senyum Amber berharap Krystal menerimanya.

Krystal menatap Amber “Kenapa kau ingin sekali aku ikut? apa fans-fansku membayarmu dengan jumlah yang banyak hingga kau seperti ini”

Amber menghela nafasnya “Apa kau tidak bisa berhenti memikirkan hal seperti itu padaku? tentu saja tidak! aku benar-benar ingin kau ikut, lagipula aku dengar kau tak pernah ikut sama sekali dalam sekolah akhir pekan dan juga ini tahun akhir kita, apa kau akan melewatkannya begitu saja? aku juga sudah berjanji padamu kalau aku akan menjagamu selama 24 jam bila disana”

Krystal menatap tajam Amber tapi Amber sebiasa mungkin bertahan dari tatapan mematikan Krystal “Hmmm” Krystal mengambil ice cream dari tangan Amber dan pergi begitu saja.

“Hei! jawabanmu apa? mengapa kau pergi begitu saja!” teriak Amber.

Jung’s House

Amber terlihat duduk di kursinya dengan ponsel ditangannya, Amber membuka satu pesan masuk yang tentu saja dari tuan Jay.

“Haish tuan Jay benar-benar membuatku gila. Lama-lama dia seperti menerorku. Haish kalau Krystal tidak ikut maka aku juga tidak ikut! yang benar saja, ini adalah kesempatan besar untuk bersenang-senang! aaghhhh

Next day

Hari ini adalah hari pendaftaran terkahir untuk liburan akhir pekan sekolah selama dua hari. Amber dan teman-temannya sudah memeng kartu untuk menukarnya dengan tiket keberangkatan serta indetitas selama di Jeju.

Amber dan teman-temannya sedikit kecewa “Hufh dia tidak ikut” lesu Jonghyun.

“Setidaknya Sulli, Luna dan Vic ikut” senyum Henry.

“Tetap saja tidak lengkap, padahal ini adalah tahun terkahir” mereka semua berkeluh kesah.

Amber mencoba menyemangati para fanboy Krystal “Sudahlah, mengapa begitu saja menjadi sedih setidaknya masih banyak yeoja-yeoja yang cantik”

“Kau sih enak bisa melihat Krystal setiap hari”

Seketika satu aula menjadi ribuat, membuat Amber dan teman-temannya merasa heran “Ada apa ini?” bingung Key.

Murid-murid yang berjajar rapih untuk mendaftar seketika membuka jalan seseorang untuk berjalan. Auranya begitu kuat, setiap langkahnya menjadi perhatian tapi tak ada yang berani untuk menyentuhnya.

“Woaaahhhh!!!” murid-murid itu hanya gila dengan mengaguminya.

Yeoja berwajah dingin itu membawa selembar kertas yang berisikan biodatanya. Mata Amber membulat, hatinya begitu senang ketika yeoja yang selalu membuatnya kesal datang untuk mendaftar.

Panitia penyelenggara menjadi diam saat yeoja itu memberikan kertas kepada mereka “Ini, jangan sampai ada yang terlewatkan” ucapnya dingin.

“Te-te-tentu saja Kry-kry-Krystal Jung” gugupnya.

Krystal tak ingin larut dalam kerumunan tersebut, langkahnya mulai meninggalkan tempat pendaftaran tapi langkahnya terhenti saat melihat wajah yang begitu membuatnya kesal.

Krystal menatap wajahnya, antara kesal dan tak percaya dengan apa yang dilakukan. Tak mau larut dalam keramaian Krystal bergegas pergi.

Amber tersenyum puas, tak menyangka dia berhasil membujuk seorang yang keras kepala.

Jung’s House

Amber POV

Aku menjatuhkan tubuhku diatas tempat tidur, hari ini begitu lelah! hmm setidaknya dua hari lagi aku bisa liburan, benar-benar terasa penat!

Ah ada apa ini, mengapa aku tersenyum tiba-tiba? ada apa denganku? mengapa aku menjadi senyum sendiri saat memikirkann Krystal yang ikut belajar akhir pekan.

Hmm tidak tahulah, aku tak peduli dengan diriku yang penting dia bisa ikut.

“Tok Tok Tok” Aku bangun dari tempat tidurku karena seseorang yang mengtuk pintu kamarku, apa dia tidak tahu aku begitu ngantuk.

“Masuklah”

Pintu terbuka dan ..

“Ada apa malam-malam begitu Tae?” tanyaku dengan kembali merebahkan badanku di kasur empuk.

“Apa aku menganggumu?”

“Lumayan, ada apa? apakah ada sesuatu yang penting” tanyaku dengan memejamkan mata.

“Tuan besar Jay Jung baru saja menelfonku, beliau meminta kau untuk bersiap-siap besok pagi”

Aku membuka mataku “Bersiap-siap untuk apa? apa dia sudah kembali dari US?”

“Tuan Jay masih di US”

“Lalu untuk apa?”

“Kau besok akan pergi ke perusahaan Jung Corp”

Mendengar ucapan Tae aku langsung bangun dari tempat tidurku “Mwo??!! apa maksutmu!”

“Kau besok akan ke perusahaan Jung untuk mengurus beberapa dokumen penting”

Aku menggaruk-garuk kepalaku “Mengapa harus aku, mengapa bukan Krystal si penyihir pemalas itu?!”

Tae bangun dari tempat duduknya “Ini perintah Amber”

“Lalu bagaimana dengan sekolahku?”

Tae tersenyum “Sejak kapan kau memikirkan sekolahmu tuan Amber”

Haish apa-apaan ini!

“Oh iya, aku sudah menyiapkan pakaian untuk kau kenakan, pakai pakaianlah yang rapih” senyum Tae.

Haish mengapa harus aku? bukankah yang punya perusahaan adalah cucungnya! haish menyebalkan sekali, aku tidak mengerti sama sekali tentang perusahaan.

Ah sudahlah, paling tidak besok aku bisa lolos dari mata pelajaran kakek goku.

…. ……. ……..

Aaaagghh mengapa berisik sekali! aaagghhh aku bisa menjadi gila “Bangun Amber, ganti bajumu” haish apa-apaan ini. Aku berusaha sekuat tenaga untuk membuka mataku.

“Ini masih malam Tae, apa kau sudah gila?”

“Ini sudah jam 5 pagi, bersiap-siaplah”

Aggghhh aku paling benci bangun pagi buta! “Dan jangan lupa mandi” aku menatap Tae yang sudah meninggalkan kamarku.

Aku berusaha bangun dari tempat tidurku, mataku masih memerah bahkan nyawaku saja belum kumpul erghh.

2 menit kemudian

Aku keluar dari kamar mandi dan masuk ke ruangan pakaianku. Aku melihat satu set pakaian yang di gantung rapih.

“Hufh”

Author POV

Amber mulai memakai pakaiannya, menatanya dengan rapih. Menatap dirinya di cermin besar dengan sedikit memutar badannya “Wah mengapa aku begitu tampan hahahha” tawanya bangga.

Amber merapihkan rambutnya serta memakai parfum agar terlihat segar “Baiklah aku siap”

Jam menunjukkan pukul 06.00, Amber menatap pintu kamar Krystal “Pasti penyihir itu masih tidur, seharusnya dia yang melakukan hal ini bukan aku, sungguh menyebalkan” gerutu Amber.

Amber turun dari tangga bersiap-siap untuk sarapan, semua pelayan melihat Amber dengan tatapan takjub dan tak percaya. Amber menatap mereka heran “Wae? apa ada yang aneh” tanya Amber.

“Tidak tuan muda, hanya saja kau begitu tampan” puji pelayan.

Amber hanya tersenyum “Aku tahu itu”

Amber terlihat begitu sempurna dengan tampilan serta pakaiannya, Amber benar-benar terlihat seperti anak pewaris kaya raya.

Setelah selesai sarapan dengan roti dan susu, Amber berjalan menuju pintu utama rumah Jung, Amber berdiri dengan salah satu pegawai Jung yang berkewarganegaraan asing.

Wajah Amber terlihat cemas, ini untuk pertama kalinya Amber akan datang ke perusahaan terbesar di Asia, Daniel berusaha menenangkan Amber yang gugup sambil menunggu mobil datang. Semua pelayan berusaha menengakan Amber dan mengatakan kepada Amber bahwa semua akan baik-baik saja

C5w5wDEU8AEVGL8.jpg

(Maaf kalo editannya masih berantakan hehehe maklum masih pemula)

Mobil Amber sudah datang, pelayan membukakan pintu untuknya “Silahkan masuk Tuan muda Amber” Amber melangkah masuk kedalam mobil bersama seketaris Kim.

Selama di perjalanan Amber hanya diam tak bicara, Amber terlihat gugup. Amber tak bisa membayangkan bagaimana dia harus menghadapi ratusan pegawai yang berada di perusahaan Jung terlebih lagi Amber tidak menguasai apa-apa.

“Tenanglah, aku berada disampingmu, kau tak perlu khawatir” ucap Tae berusaha menenangkan Amber yang berada di sampingnya.

Tak lama kemudian Amber telah sampai di depan gedung utama Jung’s Corp. Amber menatap gedung pencakar langit tersebut dengan tatapan takjub.

Seorang pelayan membuka pintu mobil Amber, Amber menghela nafasnya. Kakinya melangkah keluar dengan Seketaris Kim yang berdiri di belakangnya.

Amber melangkah masuk dengan disambut oleh seluruh pegawai, merasa tak enak Amber membungkukan badanya juga sebagai saling menghormati “Annyeong haseyo”

“Annyeong haseyo” bungkuk Amber lagi yang membuat seluruh pegawai menjadi takjub kepada Amber.

Seketaris Kim segera membawa Amber ke lantai atas “Ting” suara pintu lift terbuka dan Amber melangkah keluar menuju ruangan.

“Annyeong haseyo” Bungkuk seorang pria kepada Amber.

“Annyeong haseyo” balas Amber.

“Dia adalah Kim Bo Kyung, dia adalah Manager utama sekaligus penanggung jawab disini. Kau akan sering bertemu dengan beliau” Senyum seketaris Kim.

“Pak Kyung, anda sudah tahu buka siapa Amber?”

“Tentu seketaris Kim”

Seketaris Kim mengangguk “Tuan muda Amber, silahkan ikuti saya” Amber mengikuti Tae untuk masuk kedalam ruangan yang cukup besar.

Ukx5uyj.jpg

(Seketaris Kim Taeyeon)

“Duduklah, kau ingin minum sesuatu?” tawar Tae.

“Susu coklat” ucap Amber dengan menyederkan kepalanya ke sofa.

Setelah memesan, Tae membawa beberapa dokumen “Bacalah” Tae memberikan beberapa dokumen dengan duduk disamping Amber.

“Apa ini?” bingung Amber.

“Kau harus membacanya, jam 10 nanti kita ada rapat”

Amber seketika kaget “Mwo rapat? apa kau sudah gila”

“Ini harus, ini adalah rapat seluruh dewan direksi. Kau akan kukenalkan sebagai tunangan Krystal dan kau akan ikut campur tangan dalam segala hal perusahaan Jung atas perintah Jung Sajanim. Ingat, kau adalah orang yang berpengaruh setelah Jungs” Amber mengacak-acak kepalanya, Amber tak menyangka dia akan masuk kedalam lubang yang dalam.

Di tempat lain Jung’s House

Krystal berhenti di depan mobilnya, matanya menangkap motor Amber yang masih terparkir di teras rumah “Dimana llama bodoh itu?” tanya Krystal.

“Ne?”

Krystal menatap dingin pelayannya “Aku bilang dimana llama bodoh itu?”

Pelayan itu ketakutan “Maksut nona muda adalah tuan muda Amber? ehm tuan muda Amber sudah pergi dari pukul 6 pagi tadi nona muda”

Krystal mengerutkan alisnya “Mwo? pergi kemana dia”

“Tuan muda Amber pergi bersama seketaris Kim menuju Jung’s corp”

“Ke perusahaan? buat apa”

“Maaf aku tidak tahu nona muda Jung”

Krystal terlihat berfikir “Mengapa dia ke perusahaan kakek?”

10.15 PM

Amber berjalan ke atas dengan wajah yang begitu lelah, 10x lebih lelah daripada dia sekolah. Mata Amber sudah merah karena mengantuk dengan jalannya yang malas-malasan.

Amber menghentikan langkahnya, mendengar tawa seorang yang dia kenal “Mengapa kau tertawa, apa ada yang lucu” ketus Amber.

Krystal menutup bukunya dengan duduk di sofa ruang tengah “Kau terlihat buruk sekali”

“Seharusnya kau yang melakukan semua ini, kau yang pewarisnya mengapa aku yang tersiksa” keluh Amber.

Krystal berpangku tangan menatap Amber yang berdiri di depan pintunya “Benarkah, aku tak peduli”

“Haish menyebalkan sekali”

“Lagi pula kau harus melakukannya jika tidak kakek akan marah padamu”

Mendengar kata-kata itu membuat Amber tambah lemas, tentu saja dia harus mengikuti semua perintah Jay Jung karena hidupnya bergantung pada Jay “Sudahlah aku ingin tidur”

Krystal bangun dari tempat duduknya “Hei! apa kau akan datang pada akhir pekan nanti, aku yakin akhir-akhir ini kau akan sibuk”

Amber menatap Krystal “Memang kenapa? apakah kalau aku tidak ikut kau akan sedih dan merindukanku?” senyum Amber.

Krystal tersenyum tipis “Aku tidak ingin membuang waktuku!” Krystal pergi ke kamarnya dan Amber hanya tersenyum “Mana mungkin aku tidak ikut Krystal Jung”

Next day Empire School 02.35

Jam pelajaran sedang dimulai, murid-murid terlihat serius dalam belajarnya tetapi tidak dengan Amber yang hanya berpangku tangan memainkan pena hitamnya “Gongjunim, aku tidak sabar untuk hari esok akhirnya bisa liburan juga” ucap Amber yang duduk dibelakang Krystal.

“Aku harap saat di Jeju kau tak merepotkanku! aku tahu aku sudah berjanji tapi…”

Krystal membalikan badannya, tangannya melempar kertas tepat di wajah Amber “Haish wanita ini mengapa kasar sekali” cibir Amber.

Amber membuka kertas yang dilempar Krystal “Apa kau tidak bisa diam stupid llama?” Amber tersenyum membacanya.

“Tidak bisa, aku benar-benar merasa bosan. Apa kau tidak bosan? oh iya aku sudah menyiapkan list tempat-tempat indah yang akan kita kunjungi bila ada waktu kosong, kau tahu bukan saat acara tunangan kita kemarin kita tak sempat liburan kemana-mana”

Krystal tak lagi menyenderkan tubuhnya di bangku dan menatap papan tulis, Amber menatap cincin yang selalu dia pakai “Aku rasa Jeju menyukai kita, oh iya bagaimana kalau pulang nanti kita membeli kacamata atau membeli sesuatu yang baru. Aku yang traktir kamu, tenang saja gongjunum” senyum Amber.

Krystal kembali melemparkan kertas “Tidak”

“Tok Tok Tok” pelajaran seketika terhenti karena salah satu staf sekolah masuk dan berbicara kepada guru mereka, guru mengangguk-angguk dengan menatap Amber.

“Amber Liu” semua menatap Amber tapi tidak dengan Krystal.

“Ne”

“Segera ke ruangan kepala sekolah” Amber bangun dari tempat duduknya “Dan bawa tasmu juga” Amber terlihat bingung, Amber merapihkan seluruh buku dan alat tulisnya.

Amber berjalan menuju depan kelas, Amber menatap Krystal. Tatapan Krystal seketika menjadi dingin dan tak mau menatap Amber.

Amber segera keluar kelas dan berjalal menuju ruangan, baru setengah berjalan “Tae?”

“Ayo ikut aku” ajak Tae.

“Mau kemana kita?”

“Ke perusahaan, ada rapat yang harus kau datangi” Amber menghela nafasnya, Amber tak tahu harus senang atau sedih karena dia tak belajar.

“Sudahlah, kau hanya cukup mendengarkannya saja. Bukan rapat yang besar, tidak perlu khawatir” ucap Tae.

“Bukannya khawatir hanya saja aku malas” ucap Amber.

Jung’s House 11.02 PM

Amber POV

Ku buka blazerku, sedikit melepas kancing kemeja putihku. Aku merasa lelah, aghhh aku benar-benar bisa gila.

Sedikit ku pijat kepalaku, kakiku menuju kamar tak sabar untuk berbaring di tempat tidurku.

Hmm, langkahku terhenti saat melihat Krystal yang sedang duduk dengan buku di tangannya. Sepertinya dia sedang tidak ingin dikamar, aku berjalan mendekatinya dengan blazer di tanganku “Kau menungguku lagi?” aku sedikit menggodanya, dan ntah mengapa wajahnya memerah. Haha aku suka sekali melihatnya seperti ini

“Jangan berharap terlalu tinggi Amber Liu” aku hanya tersenyum mendengarnya, sudah dua hari ini aku tak bicara padanya dan selalu sekolah setengah hari, aku tidak ada waktu untuk menggodanya.

“Buku apa yang kau baca?” tanyaku padanya. Haish malah diam, Aku tersenyum dan duduk disampingnya “Ya apa yang kau lakukan!”

“Tidak ada, apakah aku tidak boleh duduk disini? disampingmu” hahaha tatapanya lucu sekali.

“Tidak! duduk saja di sofa lain!” ketusnya.

“Tidak mau, aku ingin duduk disini” tatapku padanya.

“Pergilah! kau bau” aku mencium badanku.

“Aku tidak bau, aku wangi, niii” aku mendekatkan tubuhku padanya tapi sialnya penyihir ini memukul kepalaku “Aw!” aku mengosok-gosok kepalaku “Mengapa kau kejam sekali!”

“Itu pantas untukmu” cibirnya yang kemudian bangun dari sofa, haish padahal aku masih ingin menggodanya “Kau mau kemana? mengapa cepat sekali tidurnya” ucapku.

Dan penyihir itu menatapku dengan tatapan yang luar biasa dingin hingga membuatku mengigil “Istirahat, besok bukankah hari akhir pekan sekolah”

What?!!

“Aku harap kau tak lupa, jika kau lupa. Kau tak akan bisa melihat matahari lagi” Krystal menatapku dengan tajam dan pergi begitu saja.

Aaaaghhh sial!! Krystal bisa membunuhku, aku yang mengajaknya tapi aku malah tak bisa! Besok aku ada rapat jam 8 pagi dan tak mungkin dibatalkan! bagaimana ini, aghh mati aku!

Author POV 

Sekolah sudah ramai, semua murid berkumpul di aula besar. Krystal terlihat bersama sahabat-sahabatnya tapi tidak dengan wajah yang senang “Soojungie, apa kau tidak apa-apa?” khawatir Luna.

“Aku hanya sedikit ngantuk” senyum Krystal.

“Oh iya, dimana Amber?” tanya Vic.

“Mati” jawab kesal Krystal.

“Ayo anak-anak bersiaplah!” teriak guru.

Krystal dan yang lainnya bersiap-siap untuk naik bus menuju bandara untuk menuju Jeju, sebelum naik bus mata Krystal melirik sana sini, hatinya terasa kesal!

11.09 PM Gimpo International Airport

Semua rombongan kelas 3 sudah masuk ke dalam pesawat termasuk 4 walls yang sudah duduk di pesawat Korean Air

Krystal terlihat duduk di dekat jendela menatap jendela pesawat “Haish! mengapa aku begitu kesa! ini sudah kesekian kalinya aku tertipu olehnya! kalau tidak bisa pergi mengapa dia berjanji dan membujuku untuk pergi. Kalau seperti ini jadinya lebih baik aku dirumah saja” batin Krystal.

“Mengapa pesawatnya belum berangkat juga?” ucap Luna yang duduk disamping Krystal tapi Krystal menghiraukannya.

Bukan hanya Luna yang komplen, mengapa pesawat terlambat tapi hampir semua penumpang menjadi bingung dan marah. Suara semakin ramai, jadwal penerbangan terlambat 2 menit.

“Wuuuuu!!!” semua penumpang bersorak seperti menyoraki seseorang. Krystal tak memperdulikannya dan masih menatap jendela pesawat.

Seorang yang terlambat itu hanya tersenyum sambil meminta maaf kepada penumpang karena dirinya pesawat menjadi delay, langkah kakinya menuju tempat duduk 11F dengan membawa tas ransel serta tiket di tangannya. Nafasnya menggebu-gebu karena lelah.

Langkahnya berhenti tepat disamping Luna, Luna hanya diam menatap yeoja berambut pendek itu. Yeoja itu tersenyum pada Luna dengan senyuman khasnya.

C51tmqLVMAEcIlY.jpg

(Seperti ini Amber saat telat naik pesawat untuk menyusul Krystal hehe)

“Luna bisakah kita bertukar tempat duduk?” senyumnya pada Luna, dan Luna bangun dari tempat duduknya dan mempersilahkan yeoja itu duduk disamping Krystal. Krystal tidak tahu bahwa teman duduknya sudah berganti orang, yeoja itu menatap Krystal dengan tatapan penyesalan.

Masih tidak menyadari keberadaannya, yeoja itu menoel-noel tubuh Krystal dengan telunjuk “Hei Hei”

Masih tak merespon “Hei Hei, apa yang kau pikirkan”

Krystal terlihat kesal dan kepalanya menghadap yang menoelnya “Lun…..”

“Hai” senyum lebarnya.

“Ya!!!!” tunjuk Krystal ke wajahnya “Sejak kapan kau disini!”

“Ehmmm sudah lama sekali” senyumnya.

“Pergi sana! aku tak mau melihat wajah llama mu itu!” kesal Krystal.

Amber tersenyum “Biane, kau tahu bukan aku benar-benar sibuk tapi sesibuk apapun itu kau tetap yang paling utama bagiku. Apa kau tidak tahu pengorbananku? apa aku tidak tahu aku harus berlari di bandara yang besar ini hanya untukmu” ucap Amber.

“Aku tak merkasut untuk mempermainkanmu, percayalah. Maafkan aku princess” senyum Amber.

Krystal menatap Amber “Dengan satu syarat”

“Apa?”

“Kau harus membawa semua koper-koper serta perlengkapanku”

Amber tersenyum lebar “Siap nona muda princess Krystal Jung” senyum Amber.

Krystal menatap Amber, bibirnya tak terlihat tersenyum tapi hatinya begitu senang karena Amber berada disampingnya.

“Aneh, sungguh aneh. Aku tak paham dengan perasaanku. Kau membuatku marah tapi kau juga yang membuatku gembira” batin Krystal.

Di tempat lain.

San Francisco 11.35 PM 

Terlihat seorang wanita anggun dengan ponsel di telinga kanannya, menelfon dari kejauhan dengan pemandangan indah lewat kaca apartment mewah miliknya “Bagaimana?”

“Sepertinya mereka sudah memulainya” jawab seorang namja dari kejauhan

Yeoja yang terlihat  tua namun masih terlihat menawan itu menarik sudut bibirnya “Benarkah, haruskah aku?”

“Kau tidak akan membiarkan semua ini bukan?” jawab pria misterius.

Yeoja itu tersenyum dengan meminum segelas wine di tangannya “Tentu saja tidak” dengan senyum dibibir merahnya.

“Kalau begitu kapan kita akan memulainya nyonya besar?”

Dia menatap gedung-gedung bertingkat dengan lampu yang indah “Secapatnya”

“Secepatnya aku akan kembali ke Korea”


Hehe maaf updatenya lama.

Advertisements

28 thoughts on “Someday 12

  1. Aku selaku menunggu ff ini walau agak lama tapi terbayar jg dgn chap yg panjang ,btw kenapa chapter ini banyak amber pov padahal mau jg kalo krystal pov biar tau gimana perasaan krystal terhadap amber. Tanpa sadar mereka sdh saling menyukai dan apa yg akan terjadi di jeju ?bagaimana hubungan amber dgn irene ? Siapa nyonya besar ? Semuanya masih misteri jadi cuma bisa nebak aja

  2. Hemhem ada yg jatuh cinta niii
    Cie amber tampan vangat di situ thor masah krys ngk terpesona buat irene dekat dengan amber habis itu krystal mati cemburu dee
    Siapa nyonyia besar dan pria misterius tu thor nunggu chap selanjut nya 😊semgat terus update terus😉😉

  3. sn says:

    Tak apalah thor terbayar dengan chapter yang panjang kek gini, setuju ama yang atas pingin liat krystal pov Thor. Buat krystal cemburu kek thor. Amber bener bener ya pengorbanannya. Dan paragraf terakhir itu siapa dah?

  4. zn says:

    Kreeen….!!di tunggu cahpt selanjutnya thor.klo bisa lbih cpet lbh baik,jdi penasaran amber n krystal di pulau jeju…

  5. Yeiyy makin seru karya nya !!!
    krystal cara marah nya dgn ber itu kenapa bikin ku jd senyum” jg ya thor,kryber dah kayak kasus moment lebih tepat nya BBC (benci bilang cinta) kyak’ nya pun uda timbul benih” saling seneng y keberadaan satu sama lain meskipun tidak mengakui y

    pokok y makin ga sabar dgn lnjutn karya mu ini lg thor,fighting ya kryber berlibur bersama 🙌🙌🙌

  6. M says:

    Baru bacaaaaaa, akhirnyaaaa jadiin sweet kryber thor di jeju wkwkwk kira2 siapa karakter barunya ya hmmm cant wait next chap!

    Ps: kalo bisa buat cerita di wp thor wkwkw maapkan daku yg byk permintaan ini 😂😂

  7. Lii says:

    Haduhhh thor T^T tiap baca slalu buat melting arghhhh sweet kryber *(^O^)*
    can’t wait next chap thor :3
    semangat thor!!!!

  8. kenhendrawan says:

    Tuuuh kan krystal lu gak mau kan jauh jauh dari amber… Ckckckck jaim banget dehh..
    Tuh lagi siapa ahjuma ituu???

  9. RandaKim12 says:

    Suka banget moment kryber pas amber ngajarin krystal main basket ☺😃😃,, knp kai hrs datang juga kan jadi sebel jadiny,, apalagi dia sok” an bawain krystal bunga 😡😡

  10. Kyaaa liburan bareng
    Ciee yg udah mulai nunggu si amber tiap malem sampe nunggu dikamarnya hahaha
    Gue berharap ada kejadian apa2 di liburan itu hahaha
    Waduh siapa tuh yg di san fransisco mau balik ke koriya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s