Beautiful Stranger 7

Mengapa aku merasakan ada sesuatu yang aneh, sesuatu yang kuat saat benar-benar di dekatnya.

Apakah ini karena aku tidak bertemu dengan nya?

Ataukah ini hanya perasaanku saja?

“Princess…” aku sedikit mendengar suaranya.

“Ya” aku hanya menatapnya dengan bingung.

“Kau tidak apa-apa? kau terlihat melamun?” aku hanya menggelengkan kepalaku dengan sedikit tersenyum.

Haishh mengapa suasana nya menjadi canggung seperti ini, ayolaah stupid katakanlah sesuatu!

“Ehmm”

Haishh!

“Aku rasa kau sudah tidak apa-apa, aku pergi” aku sedikit memberikan senyuman padanya dan melangkahkan kakiku untuk pergi meninggalkanya.

“Prin-princess…” aku menghentinkan langkahku.

“Princess” kali ini suaranya terdengar lantang, aku membalikan tubuhku dengan melihat sih bodoh itu sedang ingin mengatakan sesuatu.

Aku sengaja diam untuk menunggunya.

1

2

2,5

Haishhh mengapa hanya diam saja!

“Ehmm maafkan aku” pffftt lihat dia.

“Haishh mengapa susah sekali mengatakan nya” aku menaikan alisku.

“Apa?” dengan melipat kedua tanganku.

“Kalau kau tidak ingin bicara apa-apa sebaiknya aku pergi”

Menyebalkan sekali  dia! kalau dia ingin mengatakan sesuatu katakan saja, dia benar-benar bodoh.

“Jangan pergi” Amber menahan lengan kanan Krystal yang membuat Krystal berhenti.

“Jangan pergi lagi” Krystal kembali memutar badanya dengan wajah Amber yang sedikit memerah.

“Apa?” ulang Krystal.

“Aku mohon jangan pergi lagi” mereka berdua saling bertatapan.

“Mengapa?” sebenarnya aku menahan tawa melihat wajahnya seperti ini.

“Hanya saja….”

“Hanya saja aku…” Krystal menaikan alisnya.

“Hanya saja aku benar-benar mengkhwatirkanmu”

“Mengapa? mengapa kau begitu mengkhwatirkanku?”

“Tidak tahu, hanya saja aku ingin terus menjagamu” wajah Amber menjadi merah.

“Aku bisa menjaga diriku sendiri kau tidak perlu khawatir, sudahlah aku ingin pergi. Kau pergilah lalu bersihkan wajahmu itu” belum sempat berjalan kembali lagi lagi lengan nya di tahan oleh Amber.

“Aku merindukanmu” kali ini Amber tidak melepas lengan Krystal.

“Aku merindukanmu, jadi aku mohon jangan pergi dan kembalilah kepadaku” Krystal dan Amber saling bertatapan satu sama lain.

“Please, come back to me princess. I’m promise to protect you with all my heart” sial! mengapa tatapan nya begitu meluluhkan!

“Satu syarat” mata Amber melebar saat mendengarnya.

“Apa, katakan padaku” Amber benar-benar semangat.

“Kau harus menggendongku sampai rumah tanpa berhenti!” perintah Krysta, Amber memberikan senyum yang lebar.

“Ayayay Capten!” Amber segera merendahkan badanya dan menaikan lengan bajunya.

“Naiklah princess” tunjuk Amber ke pundaknya, Krystal menahan senyumnya.

“1 2 3 hop!” Amber mulai berjalan dengan menggendong Krystal di punggungnya.

Sepanjang jalan Amber hanya tersenyum “Sampai kapan kau akan tersenyum bodoh seperti itu?”

Amber menggelengkan kepalanya “Aku tidak tahu”

“Stupid”

“Princess”

“Hmmm” Krystal menaruh dahinya di pundak Amber.

“Kau terlihat sangat lelah, apa yang kau lakukan akhir akhir ini?”

“Banyak” jawab singkat Krystal.

“Benarkah?” tanya Amber.

“Ceritakan padaku apa saja yang kau lakukan?” tanya Amber dengan semangat karena ingin tau apa yang di lakukan Krystal saat iya tidak ada.

“Princess?” Amber masih menatap lurus jalan.

Amber tersenyum saat iya mendengar suara dengkuran kecil “Ternyata kau tertidur ya” senyum Amber.

“Apakah punggungku benar-benar membuatmu nyaman?” Amber kembali melanjutkan jalannya dengan jarak yang cukup jauh.

NEXT DAY

Tidak seperti biasanya Amber bangun di pagi buta untuk menyiapkan sarapan untuk Krystal sedangkan Krystal masih tertidur pulas di kamar Amber, sesekali Amber mengecek kamarnya melihat sang putri yang tengah tertidur pulas.

“Hoaaaammmm” mengapa rasanya badanku mau patah semuaa ergghh apakah aku terlalu berkerja terlalu keras?

“Ternyta aku sudah di kamar ini lagi” senyum Krystal lalu bangkit dari tidurnya, seperti biasa Krystal berjalan ke arah meja makan dan menemukan segelas susu hangat dan roti lapis yang di buat oleh Amber.

“Oh! Yuri!” haish mengapa aku bisa melupakan nya? sebaiknya aku segera menghampirinya, aku tidak ingin membuatnya khwatir karena sudah baik terhadapku.

“Tapi bagaimana dengan servant stupid itu? sudahlah lagi pula dia akan pulang sore hari” Krystal bergegas mandi dan segera pergi berjalan ke tempat Yuri.

Butuh waktu lama untuk Krystal sampai di kediaman Yuri, Krystal melihat ada mobil sport terparkir di depan rumahnya “Apa dia sedang ada tamu?” tak mengurungkan niat Krystal masuk dengan mengetuk pintu terlebih dahulu.

“Apakah dia masih tidur?” Krystal kembali mengetuk dan..

Krek” pintu terbuka.

Siapa dia? mengapa dia melihatku seperti itu?

“Ehemmm” haishh dia ini kenapa? apa aku ini seperti hantu hingga iya tidak sama sekali memjamkan matanya.

“Kai” aku mendengar suara Yuri.

“Yuri oppa!” aku memangil namanya agar iya tahu aku ada disini.

“Hei Krys!” Yuri memeluk Krystal.

“Aku benar-benar mengkhwatirkanmu!” Yuri memegang kedua pundak Krystal.

“Ayo masuk” Krystal masuk ke dalam rumah Yuri dan sementara….

“Ya kau!!” teriak Yuri.

“Mau sampai kapan kau berdiri di situ!”

“Ohh hehe”

“Ohh krystal dia adalah saudaraku, namanya Kim Jongin atau kau bisa memanggilnya dengan Kai dan Kai dia adalah Krystal”

“Hai” sapa Krystal.

“H-h-hai” Krystal melihat heran.

“Haishh kau ini tidak berubah, tidak bisa melihat yeoja cantik saja kau sudah seperti ini” Yuri menggelengkan kepalanya.

“Sudah sana kau siapkan minum untuk kami cepat!” perintah Yuri dan Kai langsung mematuhinya.

“Kau baik-baik saja bukan? aku benar-benar khwatir padamu!” Krystal tersenyum mendengar Yuri yang panik.

“Kau tidak perlu khawatir oppa, aku baik baik saja” senyum Krystal.

“Lalu sekarang kau tinggal dimana?”

“Aku sekarang tinggal bersama…” belum selesai Krystal bicara.

“Hyeong mengapa kau banyak tanya sekali kepadanya?” ketus Kai yang membawakan minuman kepada Krystal dan Yuri.

“Haishh aku hanya khwatir kepadanya”

“Tapi kan sekarang dia baik-baik saja, jadi kau tidak perlu khawatir. Benarkan Krystal?” lirik Kai kepada Krystal.

“Ehmm iyaa” senyum kaku Krystal.

“Tapi kau masih berkerja di tempat Sunny bukan?”

“Ehmm tentu saja, lagipula saat ini aku tidak memiliki pekerjaan”

Mereka terus berbincang satu sama lain, menceritakan hal-hal lucu dan konyol mengenai Kai dan Yuri semasa mereka kecil.

“Hahaha”  sial! aku tidak bisa mengalihkan padanganku dari wajahnya! matanya, hidungnya, dan bibirnya erggghh benar-benar sempurna! sangat sempurna. Apakah dia benar-benar nyata di depanku? menurutku dia seperti layaknya malaikat yang jatuh ke bumi. Mengapa dia begitu mempesona, dia benar-benar membuatku gila!

Bagaiamanapun caranya aku harus mendapatkannya, akan ku jadiakan dia miliku untuk selamanya dan tidak ada yang berhak untuk menyentuhnya. Lihat saja, kau akan menjadi miliku Krystal.

“Oppa, sepertinya aku harus pulang”

“Mengapa buru-buru sekali? kau makan malam saja dulu disini”

“Iya benar!” sahutku.

“Ah tidak perlu, lagipula ada seseorang yang menungguku” seseorang? apakah dia sudah memiliki pacar?

“Hmm baiklah”

“Maaf merepotkan kalian berdua” Krystal membungkuk.

“Kalau kau perlu bantuan bilang kepadaku saja” ucap Yuri yang di balas Krystal dengan senyuman.

“Aku pergi” haishh apakah dia harus pergi begitu saja.

“Tunggu!” Krystal memutar badanya.

“Ya?”

“Ehmm bagaimana kau ku antar pulang? lagipula ini sudah sore dan akan gelap” tawar Kai.

“Tidak perlu, terima kasih atas tawaranmu” Krystal melangkah pergi.

Sial! ini untuk pertama kalinya aku di tolak seorang yeoja! “Sudahlah kau bukan tipennya”

“Apa?” Yuri menaruh tanganya di pundak Kai

“Kau menyukainya bukan?” aku hanya diam mendengar hyeong berkata seperti ini.

“Tapi sepertinya dia tidak menyukaimu hahaha”

“Haishh hyeong!”

“Jangan bermain-main denganya Kai, dia adalah yeoja yang baik dan polos. Jangan kau mainkan hatinya apa kau mengerti?!” Yuri meninnggalkan Kai yang di depan pintu.

Sementara itu….

Bel sekolah berdering panjang yang artinya kegiatan mereka telah selesai “Huaaah akhirnya selesai jugaaa” Amber merenggankan badanya.

“Lelah sekali” keluh Amber.

“Auchh!!” Amber mengelus kepalanya.

“Ya Suzy mengapa kau memukul kepalaku?”

“Kau bilang kau lelah? bukankah kau dari tadi hanya tidur! haishh Amber Liu mengapa kau menjadi malas sekali!” Suzy menggelengkan kepalanya.

“Aku hanya tertidur sebentar, lagipula mata pljaran ini sudah di ulang beribu kali dan aku sudah sangat mengerti” sombong Amber.

“Haishh sudah hentikan. Ayo kita pulang” ajak Suzy.

Suzy dan Amber berjalan di koridor sekolah “Tumben sekali akhir-akhir ini aku tidak melihat si pengacau Kai” ucap Suzy.

“Hmm kau benar” Amber hanya mengganguk dengan memegang kedua tali tas ransel Nike hitam miliknya.

“Setidaknya untuk beberapa hari ini aku tidak pulang dengan wajah yang lebam” senyum Amber.

“Dasar bodoh” ucap Suzy kesal. Suzy sudah capek untuk berdebat dengan Amber mengenai bully yang di lakukan oleh Kai dan para ganknya kepada Amber.

“Okay” Suzy dan Amber sampai di depan lobi sekolah mereka.

“Pulanglah” ucap Amber kepada Suzy yang sudah di jemput oleh bodyguardnya.

“Hmm kau tidak ingin pulang dengaku saja?” pinta Suzy dengan wajah yang memelas.

“Tidak perlu, lagipula aku lebih suka berjalan kaki”

“Kalau begitu aku ingin ikut denganmu saja berjalan kaki”

“Haishh tidak usah, kau mau kakimu yang mulus itu menjadi jelek?” Suzy terlihat sedih.

“Baiklah baiklah, kau hati-hati di jalan” Suzy melambaikan tangannya kepada Amber yang di balas Amber dengan senyumannya.

“Baiklah” Amber hanyalah satu satunya murid yang berjalan keluar sekolah SM tanpa menggunakan kendaraan. Tapi inilah Amber, dia tidak peduli dengan orang orang di sekitarnya yang menggunakan mobil mewah ataupun barang barang branded. Amber hanya ingin menjadi dirinya sendiri.

Amber menghentikan langkah kakinya di depan kedai kue. tangan kanan Amber merogoh kantong celana miliknya.

“Lumayan” Amber menghampiri kedai kue itu.

“Permisi, aku ingin membeli egg tart itu dua” pesanan Amber langsung di kemas.

“Gomaweo” senyum Amber yang membeli egg tart yang memang terkenal enak di kawasan ini.

Beberapa menit kemudian…

Ku geser pintu ini dengan melepaskan sepatuku yang kusam, ku cari sosok yeoja yang akhir akhir ini terus membuatku khawatir “Princess” ku panggil namanya dengan menaruh tas serta jaket merahku.

“Princess, aku membawakan sesuatu untukmu” ku geser pintu kamarku dengan pelan.

“Pffttt” aku menggelengkan kepalaku dengan bernafas lega karena princess sedang tertidur pulas.

Hufhh mengapa kaki ini membawaku untuk mendekatinya yang tengah tertidur! mata ini tidak lepas dari wajahnya, walaupun tidurnya sangat aneh dengan mulut sedikit terbuka tapi tetap saja wajahnya terlihat cantik. Kau bisa lihat hidung, mata dan bibirnya benar-benar sempurna sangat sempurna.

“Haishh Amber apa yang kau pikirkan!”

“Hmmh” apakah suaraku terlalu keras? tapi sepertinya iya lanjut tidur lagi huffh untunglah dia tidak bangun.

Selimutnya? apakah aku harus membenarkan selimutnya yang merosot kebawah? haishh tapi bila tidak ku benarkan dia akan kedinginan.

Amber melangkah lebih dekat ke tempat tidur Krystal dengan merapihkan selimut Krystal yang terlihat setengah tidak menutupi badanya, Amber menyelimuti Krystal dengan hati hati karena takut akan menggangu tidur Krystal.

“Tidur yang nyenyak princess” ku selimutkan selimut ini hingga bagian pundaknya, tapi sial! badan ini tidak bisa bergerak atau bahkan mata ini tidak bisa ke lain arah yang hanya ingin melihat Krystal yang sedang tidur dan wajahnya terlihat semakin cantik bila di lihat dari jarak sedekat ini.

Benar-benar harum, bisa kubilang ini adalah harum strawbery iya strawbery.

Dan bibirnya, ya Tuhan bukanya aku bermaksut berfikir kotor tapi bibirnya benar-benar sexy dan rasanya aku ingin……

“Apa yang sedang kau lakukan Stupid?” ucap Krystal yang masih memejamkan matanya.

“Hoaah!” Amber tersenta kaget yang membuatnya jatuh ke lantai dengan mengelus dada kirinya.

“K-k-kau mengagetkanku!” Amber masih terlihat glagapan sedangkan Krystal mengucek kedua matanya dan sesekali terlihat menguap.

“Lain kali bila aku tidur akan kupastikan pintunya terkunci agar namja sepertimu tidak bisa masuk” ucap Krystal yang masih duduk di tempat tidur Amber.

“Nam-nam-namja sepertiku? ya! maksutmu apa? aku tidak berifikir kotor!”

“Haisshh bagiamanapun kau adalah namja yang cabul” Krystal bangun dari tempat tidur.

“Ya! ya! Princess kau mau kemana! aku tidak cabul! aku hanya ingin merapihkan selimutmu itu saja” teriak Amber.

“Selimut my ass” jawab Krystal dari kejauhan.

Amber bergegas bangun dan menyusul Krystal “Princess aku membawakan sesuatu untukmu”

“Apa?” tanya krystal dengan meneguk segelas air putih.

“Tadaaaa”

“Apa itu?” tanya heran krystal.

“Ini adalah egg tart!” senyum Amber.

“Egg tart?” Amber hanya mengangguk.

“Cobalah ini sangat enak” Amber memberikan jempol kanan nya.

“Kau yakin?”

“Haishh aku yakin” Krystal mengambil satu egg tart yang di berikan Amber.

“Ehmmmmm” kedua mata Krystal terbuka lebar.

“Bagaimana?”

“Ini sangat enak stupid” Krystal kembali mengunyah.

“Kubilang juga apa ini benar-benar enak!” Amber membuka egg tart yang sisa satu di tanganya.

“Sudah lama aku tidak memakanmu” Amber menjilat bibirnya hendak memakan egg tart yang tidak jauh dari jarak mulutnya tapi tiba-tiba….

Amber tidak merasakan gigitan egg tart “Ya!!!” Amber membuka matanya “Mana egg…”

“Haishh princess! itu egg tartkuuu”

“Woaaahh enak sekali!!” senyum lebar Krystal.

“Haishh yang benar saja, itu miliku”

“Tapi ini sudah menjadi miliku dan sudah di dalam perutku” Krystal mengelus perutnya.

“Haishh dasar penyihir rakus”

“Apa?!”

“Hahaha tidak ada” Amber memundurkan langkahnya.

“Apa kau ingin mati stupid Amber?” Krystal melangkah mendekati Amber.

“Tidak princess!” Amber segera lari karena takut bila Krystal marah.

“Come back here stupid llama!” Krystal berlari mengejar Amber dengan mengelilingi ruang tamu dengan sedikit kenakalan kecil yang mereka lakukan dengan melempar bantal satu sama lain yang secara tidak sadar membuat mereka semakin dekat.

19.30

Amber dan Krystal duduk di meja yang sama dengan menikmati makan malam dengan sup hangat buatan Amber.

“Bagaiamana enak bukan?” Krystal balas dengan anggukan.

DRINGG DRIINGG” ponsel Amber berdring.

“Hallo” jawab Amber dengan menggunakan tangan kanannya.

“Oh Key ada apa?”

“Apa?? okay okay baiklah aku akan segera kesana” Krystal menatap Amber.

“Princess sepertinya aku harus berangkat sekarang karena perintah bosku” Krystal hanya diam mengaduk-aduk supnya, sedangkan Amber segera mengambil jaket merah tua miliknya dengan memakai topi hitam bertuliskan LA.

“Kau habiskan makanan nya, aku akan segera pulang dan ingat kau jangan kemana-mana okay” Krystal tidak membalas ucapan Amber sama sekali.

Bagaimana bisa dia pergi begitu saja di saat sedang makan malam! haishh aku benar-benar tidak mood! aku tidak ingin sendiri!

“Princess aku pergi”

“Pergilah sana aku tidak peduli!” kutinggikan nadaku agar si bodoh itu tau kalau dia telah merusak moodku!

“Haishh menyebalkan! aku benar-benar bosan apakah dia lebih mementingkan yang lain dari pada aku? dia bilang dia akan melakukan apa saja untuk! awas saja bila dia pulang!” Krystal duduk di sofa tempat biasa Amber tidur.

“Ohh!!”

“Aku lupa kalau aku memiliki perkerjaan di tempat Sunny unnie hishh bagaimana bisa aku melupakanya!” Krystal bergegas ke lemari baju Amber untuk mengambil jaket Amber agar tidak kedinginan.

20 menit kemudian

“Unnie!”

“Yah kau bocah nakal” Sunny unnie mengisyaratkanku agar menemuinya.

“Kau darimana saja? mengapa baru muncul sekarang? kau tidak tahu semua pelanggan mencarimu?” aku tersenyum mendengarnya.

“Maafkan aku unnie aku tertidur hingga malam”

“Ayo kita mulai kerja, ini akan menjadi malam yang panjang”

Aku mulai membantu Sunny unnie untuk melayani tamu yang berdatangan “Ndee! baiklah Ahjussi” aku segera mengantarkan makanan, memberikan menu, mengantarkan makanan dan seterusnya hingga menunjukan pukul 21.30

“Lelah sekali” lenganku rasanya mau copot semua jadi ini rasanya berkerja keras hoaaah benar-benar lelah dan lihat tangaku agghh tidak bisa di gerakan.

“Krystal kau tidak apa?”

“Iya unnie aku tidak apa-apa” Sunny duduk di samping Krystal.

“Kau memang luar biasa dalam waktu 1 jam kau bisa menghabiskan semua dagingku dengan para pelanggan! daebak!” tentu saja itu semua karena pesonaku.

“Oh iya unnie bagaimana dengan para penjahat itu” tanyaku serius karena aku takut mereka akan datang dan membuat ricuh tempat ini lagi.

“Aku sudah melaporkan pada polisi tapi bosnya melarikan diri mungkin untuk akhir akhir ini mereka tidak akan berani datang” senyum Sunny sedangkan Krystal masih sibuk dengan badanya.

“Oh iya Krystal, aku punya sesuatu untukmu” Sunny merogoh kantong celananya.

“Ini untukmu” Krystal terlihat bingung dengan kertas berwarna putih yang di berikan Sunny.

“Ini apa unnie?”

“Ini adalah bonusmu”

“Bonus?” ulang Krystal.

“Iya bonus, dalam waktu 2 hari ini kau berhasil menaikan angka pendapatanku hingga 80% jadi ini bonusmu” senyum Sunny.

“Terimalah dan ini juga adalah salah satu ucapan terima kasihku untukmu karena membantuku menghajar lintah darat itu” ku ambil kertas berawarna putih dan kubuka atasnya.

“Unnie ini banyak sekali!” aku melihat lembaran uang di kertas ini, aku rasa ini terlalu banyak.

“Unnie aku tidak…”

“Kau harus menerimanya, bila tidak kau tidak boleh berkerja disini lagi kau mengerti” aku memeluk Sunny unnie  atas terima kasihku.

“Gomaweo unnie”

Akhirnya aku bisa merasakan jeri payaku sendiri hoaah jadi ini rasanya mendapatkan hasil yang benar-benar kita capai dengan hasil keringat sendiri, benar-benar luar biasa!

“Unnie kau ingin kemana?” tanyaku heran karena melihat Sunny yang berdandan tidak seperti biasanya.

“Ahh aku ingin pergi ke panic pasco” aku menaikan alisku.

“Panic apa unnie?”

“Panic Pasco Krystal, itu adalah club malam” ujar Sunny.

“Club malam?” rasanya aku tidak asing mendengarnya.

“Iya, Panic pasco adalah salah satu club yang paling terkenal” aku mencoba mencerna apa yang dikatakan Sunny unnie, haishh mengapa susah sekali untuk mengingatnya!

“Krystal” aku melihat ke arah Sunny unnie yang memakai baju yang ehmm yang cukup terbuka.

“Apakau aku sudah terlihat cantik?”

“Kau selalu terlihat cantik unnie”

“Benarkah??” aku mengangguk.

“Apa kau akan pergi berkencan?” saat aku bertanya seperti itu tiba-tiba wajahnya memerah.

“Tentu saja tidak” haishh dia malah terlihat mencurigakan.

“Benarkah unnie” godaku.

“Haishh kau ini, aku hanya ingin kumpul dengan teman-temanku” dia kembali dengan cerminnya.

“Apakah Yuri oppa ikut?” tanyaku dengan berpangku tangan.

“Sepertinya tidak, dia sedang sibuk mengurus Kai”

“Kai? ada apa dengan dia?” ntah kenapa aku menayakan hal seperti ini.

“Dia suka membuat ulah bila di sekolah, dia suka berantem, membolos sekolahdan masih banyak lagi tapi tenang saja walaupun seperti itu dia sangat baik dan sopan” senyum Sunny, dan ntah kenapa Sunny unnie menatapku dengan tatapan seperti itu.

“Mengapa kau menayakan hal seperti itu? kau sudah bertemu dengan Kai?” aku menganggukan kepalaku.

“Lalu bagaiamana?” pertanyaan apa itu.

“Biasa saja” Sunny memutar badanya.

“Biasa saja? apa maksutmu biasa saja? dia begitu sexy dan tampan!” haishh wanita ini.

“Tapi dia buka tipeku unnie” jawabku malas.

“Kalau dia bukan saudara Yuri aku bersedia menjadi pacarnya” senyumnya kembali ke cermin.

“Tapi aku tidak menyukainya lagi”

“Kenapa?” tanyaku penasaran.

“Karena ada yang jauh lebih tampan dari padanya” haishh benar-benar!

“Jadi benar bukan kalau kau mempunyai pacar”

“Kami belum pacaran hanya saling kenal satu sama lain, lagi pula dia sangat sibuk” wajahnay berubah sedih.

“Dia pasti pekerja keras” Sunny menganggukan kepalanya.

“Dia berkerja hingga dini hari dan aku dengar dia satu sekolah dengan Kai”

“Benarkah?”

“Iya, hampir semua yeoja menyukainya ya walaupun dia seorang pelayan itu tidak menghalanginya” senyum Sunny dan aku hanya mengangguk.

“Dia benar-benar tampan” matanya berbinar

“Kau terlihat menyeramkan unnie” aku melihatnya dengan menggelengkan kepalaku.

22.00

“Kau yakin tidak ingin ku antar?” ajak Sunny.

“Tidak perlu, lagi pula ini belum terlalu larut malam jadi tidak apa”

“Hmm baiklah, kalau begitu aku pergi dulu” Sunny masuk kedalam mobil sedan hitam milik temanya sedangkan Krystal memasukan kedua tanganya ke jaket Amber, sepertinya jaket Amber tidak cukup melindungi Krystal dari dingin nya malam kota Seoul.

“Mengapa malam ini dingin sekali?” Krystal menggosok-gosok kedua tanganya agar terasa hangat.

Krystal terus berjalan menelusuri heningnya malam dengan hembusan nafas dingin yang iya keluarkan.

Sial, mengapa aku terasa pusing. Aku sedikit memijat keningku, apakah karena malam yang dingin sehingga aku menjadi pusing? atau karena aku tidak menghabiskan makanan ku hingga aku terlalu lelah atau karena aku terlalu…

“Aghhh” aku menghentikan langkahku dengan menyenderkan badanku di dinding.

“Mengapa rasanya semakin pusing?” tangan ini tidak hentinya memijat kepalaku, mengapa semakin parah? bahkan pengheliatanku mulai kabur. ada apa denganku?

“Brukk” Krystal terjatuh.

Sangat pusing, kepala ini seperti mau pecah dan pengelihatanku benar-benar kabur. Aku memegang dadaku yang kini berdetak sangat cepat benar-benar cepat.

Badanku menjadi kaku tidak bisa bergerak sama sekali, sial ada apa denganku? apakah aku akan mati?

“Soojung”

“Jung Soojung” aku berusaha mendengar tetapi pendengaranku seperti mendengar suara lain yang tidak jelas, bahkan kau sangat kesulitan untuk bernafas saat ini.

“Jung Soojung” Krystal terlihat tersiksa dengan tergeletak di pinggir jalan yang dingin.

“Jung Soojung” dengan mata yang kabur, Krystal melihat ada orang yang menghampirinya.

“Siapa dia? mengapa dia terus menyebut namaku? apakah dia malaikat kematianku” pikir Krystal dengan masih memegang dada kirinya karena berdetak sangat kencang.

“Jung Soojung” bisikan asing di telinga Krystal.

“Princess J’adoreA” bisikan itu membuat Krystal semakin melemah dan merintih kesakitan.

“Kau benar, aku adalah malaikat kematianmu” Krystal terlihat sangat pucat dan tubuhnya gemetaran.

“Bagaimana rasanya di ambang kematian?” Krystal semakin sulit bernafas, tubuhnya menjadi dingin benar-benar dingin.

“Kau benar-benar terlihat lemah, aku tidak menyangka anak dari seorang dewa Kim Tae Jung akan menderita seperti ini” malaikat kematian itu menyentuh badan Krystal yang membuat Krystal meringis kesakitan.

“Tapi sayang sekali ini bukan waktumu”

“Kau dengar aku princess Soojung?” Krystal masih terlihat tersiksa.

“Kau memiliki waktu 79 hari lagi, dan pastikan kau telah menemukan obat penawar itu atau tidak….” iya kembali menyentuh Krystal tepat di jantungnya yang membuat Krystal kesakitan dengan menteskan airmatanya menahan rasa sakit yang di buat oleh malaikat kematianya.

“Kau akan mati”

347caeb5d35598f55d1ee43a4a8f3dd4

 

—————————————————————————–

Sorry semua short update 😦

Btw welcome back to IG princess ^^

 

Beautiful Stranger 6

Aiden J

“Waktumu habis princess Soojung”

“Tidak!!”

“Waktumu benar-benar sudah habis” suara itu perlahan mendekati telinganya.

“Kau akan mati” bisik suara misterius itu.

“Tidak!!” tanganya menutup kedua telinganya mencoba untuk tidak mendengar suara yang membuatnya takut.

“Kau akan mati Princess Soojung”

“Aku tidak mau!” tubuhnya mulai terasa lemas sehingga membuatnya menjatuhkan butiran air di pipinya.

Tiba-tiba iya merasakan sentuhan hangat tepat di bahunya, wajahnya terasa hangat dengan tubuh yang penuh keringat. ia mendengar suara yang samar-samar, ia berusaha keras untuk kembali membuka matanya yang terasa susah untuk terbuka.

Badanya kembali di sentuh dengan sentuhan hangat.

Telinganya berusaha untuk menangkap apa yang ia dengar.

Kini kedua matanya mulai menangkap sinar yang menyentuh wajahnya.

“Nona bangunlah”

Krystal membuka pelan kedua matanya “Nona apa kau tidak apa-apa?” iya melihat sekujur tubuh Krystal lemah dan berkeringat.

“Nona apa kau bisa bangun?” tidak ada respon dari Krystal.

“Bertahanlah aku akan membantumu”

Beberapa lama kemudian…

“Erghh” kepalaku terasa pusing, apa yang sedang terjadi padaku? perlahan ku membuka mata ini.

“Dimana ini?” ku tengok kanan dan kiri tempat ini terasa sangat asing bagiku.

“Apakah aku di surga? apakah saat ini aku benar-benar sudah mati?”

“Tapi mengapa seperti ini?” menghilangkan rasa penasaranku, ku berusaha bangun dari tidurku. Ku berjalan di lantai yang dingin dengan kaki yang telanjang.

Perlahan kubuka pintu ini “krek” aku melihat sekeliling, dimana aku? aku melihat beberapa foto yang terpajang , tapi ada satu foto dimana foto itu tidak terlihat jelas.

“Siapa dia?” tanyaku penasaran.

“Kau sudah bangun” senyumya.

“Si-siapa kau?” dia tersenyum dengan mengaduk teh hangat.

“Minumlah teh ini” aku melihat teh itu dengan curiga, apakah aku harus mengambilnya?

“Kau tidak perlu khawatir ini bukan racun, lagipula aku bukan orang jahat” aku menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala tapi kurasa dia benar, wajahnya dan penampilan nya bukan seperti orang jahat.

“Kau pingsan cukup lama” pingsan?? apa maskutnya? apakah aku benar-benar hanya pingsan?

“Minumlah selagi masih hangat, ini adalah teh khasiat dari keluargaku jika kau meminumnya aku jamin kau akan kembali sehat” senyumnya dengan memberikan teh hangat itu kepadaku.

Krystal mengigit bibir bawahnya, tangan kanan nya mulai mengambil secangkir teh hangat yang di berikan namja asing di depan nya.

“Ehmm terima kasih….”

“Yuri, Kwon Yuri” senyumnya.

“Ohh terima kasih Yuri” mengapa dia suka sekali tersenyum.

“Dan kau?” Yuri menaikan alisnya.

“Ehmm aku Krystal” Yuri menganggukan kepalanya.

“Krystal? jadi, Krystal apakah kau memiliki penyakit?” Krystal menggelengkan kepalanya.

“Lalu mengapa kau bisa pingsan?” tanya Yuri dengan memandang Krystal yang berdiri di depan jendela besar halamanya.

“Ehmmm” haishh jadi aku benar benar pingsan? syukurlah aku kira aku sudah mati.

“Untung saja” lega Krystal.

“Apa?” tanya Yuri bingung.

“Ehmm maksutku untung saja kau menyelamatkanku, ehmm jika aku lelah aku bisa pingsan” senyum kaku Krystal.

“Kau aneh sekali, bagaimana bisa kau pingsan di pagi buta? apa kau abis dari club? atau kau jangan jangan kabur dari rumah?” Yuri menatap Krystal dengan wajah Krystal yang terlihat bingung.

“Hahaha aku becanda sudah tidak usah di bahas lagi pula itu privasimu, aku sudah menyiapkan makanan untukmu” senyum Yuri.

“Baiklah”

Saat di meja makan Yuri terus memandang Krystal “Haishh mengapa dia terus menatapku? apa jangan jangan dia berniat busuk? atau jangan jangan dia pura pura baik?” batin Krystal.

“Kau memiliki aura yang sama denganya” suara Yuri memecahkan keheningan diantara mereka berdua.

“Apa maksutmu?” tatap Krystal dengan menghentikan makan nya.

“Iya, kau mirip sekali denganya”

“Dengan sypa maksutmu?” Yuri tersenyum.

“Dengan dia, dia yang menyakitiku dan meninggalkanku begitu saja” senyum lirih Yuri.

Yuri berjalan membuka jendela besar halaman rumahnya dengan memandang langit biru cerah “Aku hampir melupakan nya, mungkin bila aku tidak menyelamatkanmu pagi ini, mungkin aku sudah 100% melupkan nya” Krystal menatap bingung tidak tahu apa yang yuri bicarakan.

Yuri menatap Krystal yang jaraknya tidak jauh dari dirinya “Apa takdir sedang mempermainkanku? apa Tuhan sedang memberi ujian kepadaku dengan mempertemukanmu kepadaku? ” lirih Yuri.

“Apakah ini adalah tanda bahwa aku Kwon Yuri tidak akan bisa melupakan ataupun membunuh cinta ini sampai aku mati? jika Tuhan memberikan ujian ini denganku mengapa seperti ini? mengapa sangat sulit untuk di lupakan” Krystal menatap iba Yuri.

“Walaupun aku tidak tahu masalahmu, kau harus tetap tegar. Hidup memang seperti ini, kadang kita harus merelakan orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita atau kita harus iklhas pergi meninggalkan orang yang kita cintai demi kebaikannya” Yuri menatap Krystal dengan wajah Krystal yang tersenyum.

“Sudah sebaiknya kita tidak usah membahas, ehmm omong-omong kau tinggal dimana?” tanya Yuri dengan melihat arlojinya.

“Ini sudah jam 12 siang, apa orang tuamu tidak mengkhawatirkanmu?” tatap Yuri tetapi Krystal hanya diam dan mengigit bibir bawahnya.

“Ehmm aku bukan bermaksut untuk mengusirmu hanya saja aku takut khawatir orang tuamu atau orang di rumahmu menghawatirkan keadaanmu” Yuri menunggu jawaban Krystal yang tengah duduk.

“Tidak, tidak akan ada yang mengkhawatirkanku” senyum sedih krystal.

“Kau tidak perlu khawatir” kini Yuri membalas tatapan iba kepada Krystal.

Krystal bangun dari duduknya “Aku akan pergi, terima kasih kau telah menolongku” Krystal membungkukan badanya, Yuri menatap kepergian Krystal.

“Huffh” aku menengok kanan dan kiri tidak tahu harus kemana, aku benar-benar bingung.

“Baiklah” aku berjalan sesuai apa kata hatiku, akupun tidak tahu harus kemana.

Aku sudah berjalan cukup jauh dan aku rasa kaki ini sudah tidak kuat lagi untuk berjalan “Huffh lelah sekali” aku duduk di depan air mancur yang di penuhi dengan orang-orang ramai.

“Betapa bahagianya mereka” aku berpangku tangan menatap mereka yang sedang tertawa bahagia tapi ntah kenapa aku merasa ingat sesuatu saat aku melihat air mancur yang ada di depan mataku.

“Air mancur itu” tatap Krystal.

“Lampu-lampu itu” Krystal tersenyum menatap sekeliling lalu memejamkan matanya.

“Stupid” senyum Krystal dengan masih memejamkan matanya.

Mengapa aku terus memikirkanmu? tak bisakah kau pergi dari pikiranku? aku tidak ingin lagi kembali padamu aku tidak ingin lagi mengingat mu, aku tidak tahu mengapa aku berusaha untuk menghindarimu tapi saat ini aku benar-benar ingin menjauh darimu.

“Krystal”

“Kau mengagetkanku!” kejut Krystal.

“Hehe maafkan aku, lagi pula kau memejamkan matamu aku kira kau pingsan lagi” tawanya.

“Kau, mengapa kau disini? apa kau mengikutiku hah?” tatap Krystal curiga.

“Sejujurnya, iya.” senyumnya dengan memberikan gigi indahnya.

“Maafkan aku yang sedaritadi menggikutmu itu karena aku khawatir padamu”

“Khawatir padaku? untuk apa” tanya Krystal heran.

“Tidak tahu sudah tidak usah di bahas bagaimana kalau kau ikut denganku? sudah 3 jam lebih aku mengikutimu yang tidak jelas arahnya lebih baik kau ikut denganku apa kau mau?” ajak Yuri dengan senyum.

“Hmm” Krystal masih berfikir.

“Haish kau kelamaan ayo ikut aku” Yuri menarik tangan Krystal menuju mobil Audi R8 hitam miliknya.

Krystal terdiam saat masuk mobil sport milik Yuri, kendaraan nya sangat bagus dan banyak sekali tombolnya aku rasa Yuri benar-benar orang kaya tapi iya terlihat tidak bahagia. Berbanding kebalik dengan Amber yang hanya menggunakan kakinya bila ingin pergi kemana pun tetapi iya terlihat bahagia walaupun hidupnya sangat sederhana.

“Krystal kau tunggu disini sebentar ada yang ingin aku ambil” Yuri menghentikan mobilnya di pinggir jalan gang dan meninggalkan Krystal dalam mobil.

“Baiklah”

Krystal menyenderkan tubuhnya dengan membuka jendela mobil Yuri, iya melihat-lihat sekeliling.

“Mengapa ini terasa tidak asing?” Krystal membuka pintu mobil Yuri dan memutuskan untuk berjalan jalan di daerah sekitar.

“Aneh sekali aku merasa tidak asing di lingkungan ini” Krystal terus berjalan hingga langkah kakinya berhenti di salah satu jalan yang jaraknya tidak jauh dari kedua kakinya.

“Aghhhh!! aku bisa gila! aku benar-benar gila! aku tidak bisa mengingat dimana rumah servant bodoh itu!”  Krystal hanya terdiam melihat dirinya yang sedang kesal tidak menemukan rumah Amber.

Ku langkahkan kaki ini dimana tempat bayangan ku berdiri “Jalan ini”

Aku kembali menelusuri jalan yang dulu selalu membuatku kesal karena tidak bisa menemukan rumah si bodoh itu, kaki ini terus berjalan seakan iya paham kemana arah tujuanku.

Kini kakiku berhenti tepat di depan pintu, pintu yang dimana aku merasa bingung karena ini adalah pintu rumah, lucu sekali…

Lucu saat aku dan dirinya bedebat karena rumah dan kamarnya begitu kecil.

Aku membuka pintu ini dengan perlahan. Gelap, hanya ada sinar matahari yang masuk dari ventilasi rumahnya yang menerangi rumah ini.

“Mengapa berantakan sekali?”

aku yakin saat ini dia sudah berangkat pergi, kenapa aku begitu yakin? yap tentu saja karena sepatu satu satu miliknya tidak ada.

Aku tidak tahu mengapa aku merindukan suasana rumah ini, heran bukan? akupun bingung dengan diriku sendiri mengapa aku begitu merasa dekat denganya walaupun aku hanya bertemu dengan dirinya baru baru ini dan bahkan belum sampai satu hari aku bisa merasakan rindu.

Apa yang aku bicarakan?!! aku tidak ingin kembali ke tempat ini lagi dan tidak ingin mengganggu mereka!

Saat ingin meninggalkan ruangan langkah Krystal terhenti dan matanya menarik sesuatu, Krystal mendekati meja itu.

“Dasar bodoh” senyum Krystal dengan memandang segelas susu yang biasa Amber sediakan untuknya.

“Aku harus pergi!” Krystal kembali berlarian kecil menuju mobil Yuri.

Dari kejauhan terlihat mini bus yang melaju dengan kecepatan penuh, Krystal masih berlarian kecil menuju mobil Yuri yang berhenti di pinggir jalan.

“Tinnnn Tiinnnnnnn” mobil itu tidak terkendali saat melihat seorang yeoja yang sedang menyebrang ke arahnya.

“Tinnnn Tinnnn” suara klakson itu semakin terdengar jelas melewatinya.

Aku memejamkan mataku karena aku takut bus itu hanya hitungan jengkal dengan tubuhku tapi, tapi aku tidak merasakan sakit, aku tidak merasakan sesuatu yang hangat keluar dari badan atau kepalaku. Tapi justru sebaliknya aku merasakan sesuatu yang begitu hangat.

Aku mencoba membuka mataku dan..

“Apa kau tidak apa-apa?” tatap Yuri khawatir.

“y-y-ya” jawab gugup Krystal yang tengah di peluk oleh Yuri.

“Lain kali kau jangan berlarian seperti ini lagi” Krystal melepas pelukan Yuri.

“Terima kasih” jawab pelan Krystal.

“Sudah tidak apa-apa ayo kita kembali ke mobil” ajak Yuri dimana Krystal mengikuti Yuri dari belakang.

1 jam

Yuri dan Krsytal telah sampai di salah satu restoran milik sahabatnya “Yuri!!” sapa Sunny sahabat Yuri yang menjadi manager restoran sederhana.

“Waah apa yang membuatmu kesini? apa jangan jangan ini razia mendadak?” Sunny menyipitkan matanya.

“Haishh tentu saja tidak!”

“Lalu?” Sunny menatap Yuri tepatnya bukan sepnuhnya Yuri tetapi menatap siapa yang di belakang Yuri.

“Kau? kau bilang kau mencintainya sampai mati tapi sekarang kau membawa wanita lain?!! kau benar-benar playboy

Kwon Yuri!” Yuri memukul kepala Sunny!

“Tentu saja tidak!”

“Sunny dia adalah Krystal dan Krystal dia adalah Sunny sahabatku sekaligus pemilih restoran ini” senyum Yuri.

“Hi Krystal” senyum Krystal yang membuat Sunny hanya diam.

“O-o-ohh hallo aku Sunny” senyum canggung Sunny.

“Kau ingin pesan apa?” tanya Sunny.

“Ehmm apakah disini ada daging?”

“Daging?” jawab sunny dan Yuri yang di balas anggukan oleh Krystal.

Tidak lama kemudian

“Aku tidak menyangka cara dia memakan daging seperti monster” Sunny menggelengkan kepalanya melihat dari kejauhan.

“Dia lucu bukan?” Sunny menatap Yuri.

“Kau menyukainya?” tatap Sunny tajam.

“Tentu saja tidak”

“Hanya saja….”

“Sudahlah aku tahu yang di benakmu”

“Oh iya, kau kekurangan satu pelayan bukan?” Sunny mengangguk.

“Baguslah, aku ingin mulai hari ini dia berkerja di restoran ini” mata Sunny melotot.

“WHAT! apa kau gila? kau tidak lihat dia begitu menyeramkan! dan lagi pula kau yang cerita bukan kalau kau baru kenal dengan nya pagi ini dan sekarang kau akan memperkerjakanya?! apa yang ada di pikiranmu Yul!”

“Haishh mengapa kau teriak! ayo duduk kembali” Sunny kembali duduk.

“Aku merasa simpatik denganya dan Karena…”

“Karena dia mirip dengan Sica?” Yuri menatap Sunny.

“What the hell Yul! aku tidak tahu apa yang kau pikirkan? kemarin kau hampir bunuh diri di rel kereta api dan kemarin nya lagi kau mabuk mabukan hingga membuat ke onaran karena ingin melupakanya! jika kau ingin melupakanya tidak seperti ini yul ini tidak…”

“Hentikan! aku hanya simpatik denganya bukan karena dia! Aku tahu dia tidak memiliki apa apa itu sebabnya aku memberikan pekerjaan padanya dan sepertinya dia tidak memiliki keluarga disini aku merasa kasihan padanya, aku akan menjemputnya nanti malam” Yuri meninggalkan Sunny yang terlihat bingung.

“Haishh namja itu!!”

“Bagaimana dagingnya?”

“sangat enak” senyum lebar Krystal.

“Mulai hari ini kau akan berkerja di kedaiku”

“Apa? kau serius?” Yuri mengangguk.

“Soal kerjaan ataupun upah aku sudah mendiskusikan nya kepada Sunny, jika kau membutuhkan sesuatu telfon saja aku dan satu lagi kau akan ku jemput jam 9 malam”

“Terima kasih Yuri” Krystal tersenyum, akhirnya aku bisa berkerja dan mendapatkan upah itu artinya aku bisa hidup mandiri baiklah aku akan memulai hidup baru.

Setelah selesai makan Sunny memberikan pekerjaan kepada Krystal yaitu dengan mengantarkan makanan kepada pelayan hingga malam hari.

“Huaaahh melelahkan sekali! seumur hidup baru kali aku benar-benar merasa lelah” Krystal merenggangkan anggota tubuhnya.

“Huffh jadi ini rasanya jadi pelayan, lain kali aku tidak akan memerintah pelayanku dengan semena mena lagi”

“Pelayan?” tanya Sunny.

“Yap” jawab singkat Krystal dengan meminum jus mangganya.

“Kau memiliki pelayan?” tanya heran Sunny.

“Iya tentu saja, bahkan jumlahnya bisa ratusan” jawab polos Krystal.

“Waah itu luar biasa” nada Sunny mengejek.

“Kau tidak percaya?” tatap Krystal.

“Untuk apa aku percaya? kalau kau memiliki ratusan pelayan, aku memiliki seribu pelayan” ejek Sunny.

“Haishh kau tidak percaya? kau tidak tahu kalau aku ini adalah seorang tuan putri” kesal Krystal.

“Waah aku takut sekali, kalau kau tuan putri bahwa aku adalah ratunya hahahaa” Krystal menatap Sunny kesal.

“Ya!” Sunny memegang tubuhnya “K-kenapa tiba tiba menjadi dingin sekali disini” Sunny menggigil.

“Itu karena kau membuatku kesal” jawab Krystal dengan menatap lurus Sunny.

“Apa?” haishh kenapa dia tiba-tiba menjadi menyeramkan seperti ini?

“Pelayan pelayan! aku ingin memesan!!” teriak salah satu tamu.

“Haishh brisik sekali! ucap kesal Krystal yang meninggalkan Sunny yang sendiri.

Krystal datang dengan wajah yang kesal “Mengapa lama sekali pelayanan disini” Krystal hanya diam dan langsung memberikan menu kepada sang tamu.

“Ini saja pesananmu? baiklah tunggu sebentar” saat Krystal bergegas pergi tiba tiba tanganya di pegang olehnya.

“Hei kau adalah pelayan disini bukan? apa kau tidak bisa bersikap ramah? padahal kau ini sangat cantik tapi mengapa kau begitu dingin??” ucap lelaki itu dengan menatap genit Krystal.

“Lepaskan tangaku ahjussi”

“Waah kau benar benar sangat cantik, kalau seperti ini jadinya aku bisa makan disini setiap hari denganmu cantik?” goda paman itu.

“Kubilang lepaskan tangku ahjussi sebelum aku marah”

“Waah apa kau bisa marah? itu pasti membuatmu tambah sexy haha”

“JEDARR!” dengan seketika paman genit itu terjatuh di lantai dengan sangat keras dan lagi lagi temperatur di rungan ini menjadi dingin.

“Aghhhhhhh” paman itu mengeluh kesakitan.

“Lenganku patah!!!!!”

“Tuan apa kau tidak apa-apa?” anak buah nya menhampiri bosnya yang sedang tersungkur di lantai.

“Ya kau wanita gila!!” ruangan menjadi ramai karena aksi Krystal.

“Aku tidak melayani pria tua yang tidak sopan sepertimu!” ucap Krystal.

“Haishh kau tidak tahu siapa dia!”

“Siapa yang peduli?” Krystal memutar badanya dan pergi meninggalkan nya tapi gerak reflek Krystal sangat luar biasa iya bisa merasakan kepalan tangan yang akan mengenai tubuhnya dengan cepat Krystal membalikan badanya dan menggoyangkan tanganya tanpa menyentuh pria itu.

“DUARRR” dua pria terjatuh tanpa di sentuh oleh Krystal.

Kedua pria itu terlihat sangat kesakitan dan yang lainya pergi mundur karena merasa takut “Sebaiknya kita pergi saja” mereka semua kabur, bukan hanya mereka tapi semua tamu pergi meninggalkan restoran tersebut.

Krystal menghela nafasnya berusaha mengontrol amarahnya “Apa yang terjadi padaku?” tanya Krystal kepada dirinya.

“Mengapa aku bisa seperti ini? aku tidak ingin melukai siapapun”

“Siapa dia sebenrnya? mengapa iya bisa memberikan lintah darat itu pukulan tanpa menyentuhnya?” Sunny melihat heran Krystal.

“Ada apa ini?” Yuri datang melihat sekeliling.

“Krystal”

“Krystal” Krysatl terlihat melamun.

“Krystal” Krystal tersadar dan menatap Yuri yang di depanya.

“Apa kau tidak apa-apa?” Krystal mengangguk.

“Apa kau yakin” Krystal tersenyum.

“Baiklah aku kesini untuk menjemputmu, kau duluan ke mobil aku ingin bicara sebentar dengan Sunny” suruh Yuri dan Krystal menurutinya.

“Yull” Sunny menghampiri Yuri sedangkan Krystal berjalan ke arah mobil Yuri.

“Apa kau gila? kau mengirim pesan teks kepadaku dengan kata kata seperti itu?” tanya heran Yuri.

“Haishh aku melihat dengan mata kepalaku sendiri! pertama aku sempat bedebat denganya dan tiba-tiba temperatur di ruangan ini menjadi sangat dingin yang hampir saja membunuhku dan yang kedua kau lihat ini” tunjuk Sunny.

“Meja dan kursi kursi ini hancur karena Krystal” Yuri mengerutkan dahinya.

“Apa maksutmu?”

“Haishh kau tahu bukan lintah darat itu datang kemari dan dia sempat menggoda Krystal dan kau tahu..”

“Krystal terlihat marah dan juga kesal dan seketika para lintah darat itu terhempas jatuh tanpa di sentuh oleh Krystal!” ekspresi Sunny benar-benar serius.

“Hahaha” yuri tertawa.

“Kau gila? apa kau ini minum alkhol lagi hah?” tanya Yuri.

“Haish aku tidak minum Yul percayalah padaku! aku melihat dengan mata kepalaku sendiri! mana mungkin aku berbohong, dan lihat semua bukti itu”

“Huffh sudahlah aku ingin pulang” Sunny memegang pergelangan tangan Yuri.

“Kau percaya padakukan?”

“Aku percaya padamu, setidaknya kau harus berterima kasih kepada Krystal karena berkat dirinya kau tidak akan di tagih lagi oleh mereka hahaha”

“Ya yull! aku tidak berbohong” Yuri hanya melambaikan tanganya kepada Sunny.

Di dalam perjalanan Krystal dan Yuri hanya diam satu sama lain, Yuri sesekali hanya melihat Krystal yang sedang bersandar dengan wajah yang lelah itu sebabnya iya tidak ingin menggangu Krystal.

“Kau baik-baik saja?” tanya Yuri.

“Hmm” Yuri hanya membalas dengan anggukan.

Setelah sampai rumah Yuri menyuruh Kyrstal untuk tidur di ruang utama “Beristrhatlah”

“Tunggu” Krystal menahan pintu yang akan di tutup Yuri.

“Ya”

“Mengapa, mengapa kau sangat perhatian terhadapku? apakah semua orang selalu bersikap seperti ini kepada orang yang baru iya kenal?” tanya Krystal heran.

Yuri diam sejenak “Tidak”

“Lalu? apa kau merasa kasihan kepadaku sehingga kau memberikanku pekerjaan dan juga tempat tinggal?”

“Jawab aku” Yuri hanya diam.

“Baiklah lebih baik aku pergi saja, aku tidak butuh iba darimu” Krystal berjalan melewati Yuri.

“Kau mirip denganya” tiba-tiba suara Yuri menghentikan langkah Krystal.

“Kau mirip sekali denganya” Krystal memutar kembali badanya melihat Yuri yang sedang menundukan kepalanya.

“Saat pertama kali bertemu denganmu aku merasakan kehadiran nya di sisiku kembali, merasakan iya ada di sampingku bukan seperti ini yang pergi meninggalkanku karena ke egoisan nya” Yuri tersenyum.

“Maafkan aku, sungguh aku tidak bisa melupakanya. Aku berfikir mungkin dengan hadirmu disini aku bisa jauh lebih baik” tatap Yuri.

“Apa di kekasihmu?”

“Ya”

“Dia kekasihku, dia orang yang paling aku cintai. Tapi..” Yuri menghela nafasnya.

“Ternyta cintaku tidak cukup kuat untuknya, dia pergi meninggalkanku. Dia bilang dia lebih memilih karirnya dan ingin hidup normal”

“Menjijikan” Yuri mengepal tanganya.

“Untuk kata yang keluar dari mulutnya, iya tidak ingin lagi menjalin hubungan denganku dan memilih namja lain di bandingkan diriku yang bersedia mati untuknya. Lalu aku bertanya pada dirinya ,apakah selama ini aku hanya di permainkan olehnya? apakah selama ini kata cinta yang iya utarakan kepadaku hanyalah sandiwara? apa yang iya lakukan selama 4 tahun bersamaku hanyakah sebuah akting?”

“Kau tau, dia tidak bisa menjawab semuanya dan pergi saja meninggalkanku” mata Yuri memerah.

“Aku merasa Tuhan tidak adil. Apakah aku salah menyukainya? apakah aku salah menjaganya?” Yuri menahan tangisnya.

“Apakah aku salah mencintai Jessica?” Krystal menatap Yuri yang mulai menteskan airmatanya.

NEXT DAY

Krystal kembali ke restoran Sunny dan moodnya kembali bagus “Selamat datang” ucap krystal.

“Baru sehari berkerja saja dia sudah banyak menarik para tamu untuk makan disini, dia benar-benar luar biasa” takjub Sunny dari meja kasir.

Krystal terliat ramah dengan melayani semua tamu yang semuanya 90% adalah namja.

“Unnie!”

“Ya Suzy! sudah lama kau tidak datang kesini” senyum Sunny.

“Maafkan aku karena aku benar-benar sangat sibuk akhir-akhir ini”

“Haish kau ini sibuk apa? apa kau sedang sibuk pacaran?” sunny meyipitkan matanya.

“Ti-ti-tidak” pipi Suzy menjadi merah.

“Lihat wajahmu aigooo apa kau sekarang benar-benar sudah memiliki kekasih?” tanya Sunny pensaran.

“Tidaak, aku belum memiliki pacar”

“Benarkah? lalu bagaimana dengan namja yang wajahnya sangat tampan itu?” Sunny menggoda Suzy.

“Haishh mengapa kau terus menggodaku!” Suzy melihat jam.

“Restoranmu sangat ramai tumben sekali” Suzy melihat para tamu dan seketika matanya menatap seorang yeoja berkulit putih dengan rambut yang tergerai lurus.

“Dia…”

“Tin Tin” suara klaskon.

“Unnie aku harus pergi aku akan kembali ke sekolah bye bye unnie”

“Ya! haish apa kau tidak mau mampir dulu?” tanya Sunny.

Waktu tidak terasa menunjukan pukul 8 malam dan para tamu tiada hentinya datang ke kedai milik Sunny.

“Haish mengapa banyak sekali tamu hari ini” senyum Sunny.

“Aghh aku sangat lelah” keluh Krystal dengan memijat pundaknya.

“Kau sudah berkerja sangat keras hari ini, kau sebaiknya istirahat saja biar sisanya aku saja yang mengurus” Senyum Sunny kepada krystal.

“Baiklah aku akan beristrhat sebentar” Sunny kembali melayani para tamu yang datang sedangkan Krystal sedang duduk memejamkan matanya.

Belum lama Krystal memejamkan matanya tiba tiba matanya terbuka lebar karena mendengar suara gaduh “Apa apa?”

Krystal berjalan ke sumber suara dengan tergesa-gesa “Unnie! Krystal menghampiri Sunny yang terjatuh di lantai “Unnie kau tidak apa-apa?”

Krystal menatap sekelilingnya. Meja, kursi semuanya berantakan “Aku tidak apa-apa kau tidak perlu khawatir” Sunny tersenyum meyankinkan Krystal bahwa iya tidak apa-apa.

“Kapan kau akan melunasi semua hutangmu!” suara yang terdengar berat itu menarik perhatian Krystal.

“Haishh aku benar-benar sudah bosan menagih hutangmu tapi tidak pernah kau bayar!” di bantinglah sebuah piring karena terpancing amarah, pria yang bertubuh besar itu menghampiri Sunny.

“Ya! apa yang kau lakukan!” teriak Krystal.

“Kau tidak perlu ikut campur anak busuk, aku memiliki urusan dengan dia bukan denganmu” di doronglah Krystal hingga iya yang kini terjatuh ke lantai hingga tanganya mengnai pecahan beling.

“Kapan kau akan membayar hutangmu! aku sudah lelah memperingatkannya kepadamu!” namja itu menarik kerah baju Sunny hingga iya sedikit terangkat.

“Ya lepaskan dia!!” teriak Krystal yang berusaha untuk membantu Sunny.

“Aku benar-benar bosan, bagaimana semua hutangmu kau bayar dengan nyawamu hah?! ohh tidak bahkan dengan membunuhmu saja tidak cukup bagiku” kini anak buahnya memegang sebuah potongan kayu untuk menyerahkanya kepada namja berbadan besar itu.

“Lepaskan aku!!” Krystal berusaha melepaskan badanya dari ikatan ke 2 preman yang memegang tubuhnya dengan kuat.

Sunny memejamkan matanya dengan darah mengalir di sekitar wajahnya.

Pria itu kini menghempaskan Sunny ke lantai bersiap untuk kembali memukulnya “Pukulan ini akan membuatmu mati jika kau tidak menandatangani surat ini!” namja besar itu memegang sebuah surat yang dimana tercantum nama restoran milik Sunny yang sudah iya dirikan dengan tabungan berserta bantuan dari Yuri sahabatnya.

“Tidak, tidak akan” Namja itu tersenyum kecut saat Sunny menjawabnya.

“Unnie!” teriak Krystal

“Baiklah kalau itu maumu” namja itu mulai menaikan tanganya bersiap memukul Sunny dengan kayu, Sunny kembali memejamkan matanya.

“Unnie!!” Krystal memejamkan matanya dan seketika ruangan kembali dingin benar-benar dingin.

Waktu seakan melambat, pukulan kayu itu tidak sedikitpun mengenai Sunny.

“Agghhh!!” terdengar teriakan dari kedua namja yang terlempar ke meja hingga menjadi terbelah.

Namja itu heran melihat kedua anak buahnya terlempar begitu saja, dan dia juga heran mengapa pukulanya menjadi meleset.

“Terima ini!!” teriak namja itu kepada Sunny.

“Braakkk!!” seketika Namja yang bertubuh besar dengan tatto di lengan nya terjatuh di lantai.

Sunny terkejut melihatnya, iya merasakan Krystal berjalan ke arahnya “Kau tidak apa-apa?” tanya Krystal dengab wajah yang dingin.

“Haishh hajar diaa!!!” teriak namja itu.

Ke 6 anak buahnya mulai berjalan ke arah Sunny dan Krystal untuk menghabisi mereka berdua tapi lagi-lagi ke 6 namja itu terhempas jatuh ke segala arah yang salah satunya mengenai kaca restoran milik Sunny hingga pecah.

“Pergilah!” ucap Krystal kepada namja yang bertubuh besar.

“Ka-kau kau ini siapa?” tanya nya heran.

Belum sempat terjawab terdengarlah suara sirene polisi di depan “Ayo cepat lari!” Krystal hanya diam melihat mereka lari.

“Terima kasih Krystal kau telah menyelamatkanku” Sunny memeluk Krystal.

“Iya unnie aku hanya tidak ingin kau terluka” Sunny tersenyum mendengarnya.

Setelah kejadian itu restoran sederhana milik Sunny di segel polisi “Aku sudah berusaha menelfon Yul tapi iya tidak mengangkatnya, kurasa saat ini dia sedang ada meeting di luar”

“Tidak apa, aku akan berjalan saja”

“Kau yakin, kau tidak ingin ikut dengaku saja?” ajak Sunny khawatir.

“Tidak perlu unnie” senyum Krystal meyakinkan Sunny.

“Baiklah kau harus hati-hati sekali lagi terima kasih Krystal” Krystal membalas dengan senyuman di wajahnya.

Waktu sudah menunjukan pukul 9.30 malam, Krystal berjalan menelusuri jalan dengan keheningan yang menemaninya “Huffhh” Krystal berjalan dengan menundukan kepalanya.

“Haishh Ya!!” suara itu menghentikan langkah Krystal.

Dengan rasa penasaran Krystal berjalan ke arah sumber suara tersebut Krystal melihat seseorang yang sedang di pukuli.

“Apakah aku harus menolongnya? tapi ini bukan urusanku” Krystal membalikan lagi badanya untuk kembali berjalan di jalanya semula.

“Bunuh saja aku” kini bukan hanya kaki Krystal yang berhenti tapi juga jantungnya ikut berhenti saat mendengar suara yang tak asing di telinganya.

“Kau menantangku?! baiklah” Krystal masih belum membalikan badanya dan malah memejamkan matanya, setelah iya mendengar sudah tidak ada lagi suara ia dengan kembali melihat orang yang di pukuli tadi.

Krystal melangkah pelan, melihat dirinya tergeletak di aspal dengan lampu jalan yang menyorotnya. Lampu itu membantu rasa penasaran Krystal kepada orang yang di pukuli oleh ke 4 namja itu.

Krystal menghentikan langkahnya yang tidak jauh dari korban pemukulan itu “Dasar bodoh” suara Krystal terdengar serak.

“Kau adalah orang terbodoh yang pernah aku kenal” Krystal menatap lurus matanya.

“Stupid” Krystal menarik nafas.

“Lihat dirimu mengapa kau tidak melawan mereka? mengapa kau hanya diam saja di pukuli oleh mereka” aku tidak sanggup melihat wajahnya yang penuh dengan luka.

“Aku tidak merasakan sakit jadi untuk apa aku membalasnya”  aku hanya diam tidak tahu harus berbuat apa, aku merasakan sekujur tubuhku kaku saat iya mulai mendekatiku.

“Kumohon” sorot matanya.

“Jangan seperti ini lagi” matanya tidak lepas dariku

“Kau sungguh membuatku menderita”

“Maafkan aku bila aku menyakitimu, kau bisa menghukumku, kau bisa melakukan apa saja terhadap diriku, tapi tolong jangan seperti ini. Jangan membuatku seperti orang yang tidak waras, jangan membuatku terus menunggumu di depan pintu, jangan membuatku terus berlari untuk mencarimu” Semua ucapan yang di utarakan membuatku diam, aku bahkan tidak bisa menjawab apapun.

“Aku sangat merindukanmu” jaraku dengan nya sangat berdekatan.

“Jangan tinggalkan aku…” Amber mulai mendekatkan dirinya dengan memeluk Krystal yang masih mematung.

“Krystal”

Amber apa yang kau lakukan, ada apa denganmu? mengapa kau seperti ini? mengapa kau membuatku bingung.

dan pelukan ini..

Mengapa pelukanmu terasa aneh bagiku.

Pelukan dan sentuhanmu sangat berbeda….

—————————————————————

Hoaahh akhirnya gw update juga hahaha sorry bgt ini updatean terlama gue…