Basket ball (11)

Hari demi hari aku merasa dekat dengat Krystal Jung, aku sering menganggunya ataupun memberi perhatian padanya ya walaupun dia terkadang dingin kepadaku. Krystal bilang aku sudah ada peningkatan dalam mengerjakan soal matematika, dan Krystal juga bilang kalo aku lebih serius belajar dia yakin aku akan mendapatkan nilai terbaik di kelas. Jujur saat aku mengerjakan rumus-rumus dan soal soal yang tidak jelas itu aku merasa pusing dan penat tetapi saat aku sudah selesai mengerjakan nya dan di koreksi oleh Krystal sepertinya hidup ku kembali normal dan sangat bersemangat hehe tentu saja, saat Krystal mengoreksi jawaban ku aku diam-diam melihatnya hehe dan itu adalah hal yang paling aku sukai dalam pembelajaran bersamanya.

Aku suka saat dia berbicara, aku suka saat dia marah bila aku tidak mengerti, aku suka bila dia sabar menghadapiku, aku suka dia saat tersenyum karena kekonyolan ku,

apakah aku menyukai Krystal Jung? aku tidak mengerti dengan perasaan ku saat ini.

Aku kembali melemparkan bola ke ring basket, dan sesekali lay up dan 3point kalian tahu bukan kalo aku jago dalam basket? aku kembali melihat jam “Mengapa belum datang?” lalu aku kembali mendrible bola dan mencoba memasukan nya.

“Jadi begini kapten kebanggan sekolah? memasukan bola yang begitu dekat saja tidak bisa?”

“Krystal Jung? sejak kapan kau disitu?” aku melihatnya yang sedang memasukan tangan nya di jeansnya “Tidak begitu lama, permainan mu sangat buruk” dia menggelengkan kepalanya “Ya! kau seharusnya berkaca, kau mendribel bola saja tidak bisa?” Aku yang menunjuk arahnya dengan bola basket “Apa kau bilang? Ya! waktu di sekolah itu, aku a-aku belum makan! iya belum makan itu sebabnya aku tidak begitu baik saat bermain!” akupun tersenyum kecil melihatnya “Bukankah kau selalu jelek dalam berolahraga?” akupun mengejeknya dan sepertinya dia mulai kesal.

“Huffh sudahlah Amber Liu aku tidak ingin berdebat denganmu. cepat kita ke ruang belajarmu” Krystal membalikan badanya “Ya Krystal Jung, kalau kau hebat seperti yang kau katakan ayo lawan aku” aku berteriak agar dia mendengarku tetapi dia masih berjalan.

“Ya penyihir! kau pengecut hahaha” aku pun tertawa “Hahahaa” dan tiba-tiba Krystal membalikan badanya dan memberikan aku tatapan yang mematikan “Haiishh mengapa dia menatap ku seperti itu lagi, aku bisa-bisa mati kedinginan. Apa dia itu adalah adik dari Elsa? haish seharusnya bukan Elsa yang menjadi ratu es tetapi Krystal Jung” Krystal semakin dekat mendekatiku dan,

“Kau bisa ulang perkataanmu itu stupid?” ya tuhan aku bisa mati kedinginan ditatap olehnya “Ti-ti tidak ada, tidak ada aku tidak mengucapkan apa-apa princess haha” Akupun tertawa bodoh lalu dia membalikan badanya seperti ingin meninggalkan ku.

“Ehm Krystal” dia menengok dengan tatapan yang sama “Aku tidak ingin belajar, maksutku aku terlalu penat aku butuh sedikit penyegaran otak. Bagaimana kalo kita bermain basket? karena kau sudah mengajariku matematika, maka aku akan mengajarimu basket, bagaimana? lagi pula besok kita ada penilaian olahraga” senyumku padanya dan aku berharap dia mau dengan tawaran ku, dia sedang berfikir sejenak “Bagaimana?” tanya ku padanya “Baiklah” akupun tersenyum “Yes!” Krystal pun meletakan tasnya dan aku memberikan bola basket kepadanya.

“Ayo masukan” suruhku padanya dan “Haishh!” aku melihat ke arahnya, kau tahu? bolanya sama sekali tidak menyentuh ring ataupun papan basket “Apa?” tanya nya singkat aku menggaruk-garuk kepalaku “Kau harus melempar bola dengan power Krys, kau kurang gizi atau bagaimana?” dia kembali menatapku dengan dingin “Maaf aku becanda, ayo kita ulang. Kau harus mengeluarkan powermu dan arahkan bola tepat ke arah ring, kau mengerti?” aku berdiri di samping nya yang menunggu dia melempar bola ke arah ring dan kembali gagal!! aku menggaruk dahiku.

“Baiklah kita coba sekali lagi, kau harus fokus Krys” diapun mengangguk dan tidak masuk lagi “Ya!!” haishhh aku menatapnya.

“Krys fokus, dan pergelangan tangan mu jangan kaku” lalu Krystal mencoba dan kembali gagal “agghh mengapa tidak pernah masuk, dasar bola bodoh!” teriak Krystal “Kau salah dalam melempar bola Krys, seperti ini” secara reflek aku berdiri di belakang Krystal dan mendekatkan badanku dengan nya lalu aku memegang tangan kanannya “Lemaskan tanganmu Krys” bisiku padanya.

“Fokus kepada ringnya” Krystal kembali mengangguk “Kau siap, sekarang lempar bolanya” bisiku padanya dan “DUMM!!” Krystal pun berteriak senang dan tidak sengaja dia memuluk ku? Krystal memeluku! memelukku!! agghh!! aku ingin menjerit aku rasanya ingin menjerit!!! “Sorry” aku melihat ke arah Krystal yang melihat pipinya merah “It’s okay Krys” senyumku padanya.

Aku dan Krystal pun bermain bersama sangat menyenangkan benar-benar menyenangkan, aku bisa melihatnya tertawa bebas.

“Aku lelah bagaimana kalo kita istirahat?” Krystalpun mengangguk dan di duduk di halaman belakang rumahku “Kau tunggu sini, akan ku ambilkan minum”

“Tadaaa ini dia jus spesial untuk Princess” aku melihat raut wajahnya begitu senang “Waahh jus mangga! ya stupid darimana kau tahu aku suka jus mangga?” aku tersenyum melihatnya yang sedang meminum seperti anak kecil “Dulu saat kau sering bermain kerumahku kau suka memesan jus mangga kepada pelayanku itu sebabnya aku tahu” dia masih terus meminum dan menganguk “Daebak!” aku kembali tersenyum dan meminum jusku.

“Am” aku menoleh ke arahnya “Yap princess” aku masih meminum jusku “Aku ingin bertanya sesuatu padamu?” Krystal melihat kearahku “Apa?” Krystal diam sejenak “Mengapa, mengapa dlu saat pertama kali kau kabur melihatku? dan tidak pernah menyapaku dan menganggapku seperti tidak ada?” aku pun batuk mendengar pertanyaan nya dan aku menghela nafas

“Kau mungkin menganggap aku adalah orang yang paling sombong dan angkuh yang pernah ada di dunia” aku menatapnya.

“Kau tahu? saat aku pertama kali bertemu dengan mu aku merasa, ehhm aku merasa sesuatu yang aneh di dalam badanku. seperti berkeringat yang berleihan, detak jantung yang tidak stabil, tangaku ku yang bergemetar, suaraku yang gemetar. itu sebabnya aku tidak ingin berkenalan dengan mu ataupun dekat dengan mu Krys. Tetapi kita menjadi satu sekolah dan satu kelas itu semakin membuat ku ehm bisa dibilang menderita, aku tidak bisa mengontrol diriku bila ada di dekatmu. itu adalah alasan mengapa aku selalu menghindarimu” aku menatap mata Krystal dan dia tersenyum “Stupid” akupun tersenyum “Kau benar, aku benar-benar stupid”

“Jadi, sekarang kau sudah bisa mengontrol dirimu?” aku menggelengkan kepala ku “Menurutku ini semakin parah, detak jantungku benar-benar tidak stabil bila di dekatmu” aku memegang dada ku dan Krystal memukul lengan ku dan tertawa

“Sorry princess, bila selama ini aku menyakitimu aku terlalu pengecut” Krystal mengangguk dan sepertinya pipi nya memerah.

“Am, sepertinya aku harus pulang kau tahu bukan besok kita harus kelas pagi” aku menganguk dan mengantar Krystal kedepan pintu rumahku “Hati-hati princess” dia melambaikan tangan nya kepadaku.

@School

Krystal Pov

Aku melihat Amber yang sedang ingin melempar bola, saat serius dia memang terlihat sangat keren dari biasanya dan “Dumm” Amber berhasil memasukan bola, dan para yeoja berteriak tanpa hentinya dan aku hanya menatapnya dengan jengkel.

“Krystal Jung giliranmu” semua pun bersorak, yap mereka bersorak karena aku memang payah dalam olahraga dan di saat aku masuk ke lapangan Amber seperti membisikan sesuatu kepadaku “Kau pasti bisa” dan dia kembali berjalan, bisikan selalu membuat hatiku melayang dan aku menarik nafas agar bisa menenagkan hatiku dan aku memejam kan mataku mengingat apa yang sudah di ajari Amber olehku dan aku menatap ring “Fokus Krys”.

aku memjamkan mataku dan membuka kembali dan tiba-tiba aku merasakan Amber berada di belakang ku dan memegang tanganku seperti halnya kemarin yang kami lakukan “Fokus kepada ringnya” dan kata-katanya kembali membisikan telingaku dan saat aku mencoba melempar “Dummm!!!” aku meloncat di lapangan dan untuk pertama kalinya aku bisa memasukan bola basket dan aku menoleh ke arah Amber dan Amber memberikan dua jari jempolnya kepadaku dan aku membalas dengan senyuman.

“Am!” aku memanggilnya dan berusaha mengejarnya “iya princess” aku selalu merasakan panas di pipi bila dia memanggilku dengan princess di tambah lagi dengan senyumnya “Ehmm” apa aku harus mengatakan nya? “Ada apa?” aku menatapnya “Terima kasih sudah mengajariku Am, berkat dirimu aku bisa” Amber membalas dengan senyuman, senyuman yang membuat hatiku meleleh. “Sama-sama Krys”

 

Liu’s House

Gambar

 

Just a feeling (10)

Krystal Pov

Aku benar-benar tidak bisa melupakan kejadian kemarin, disaat dia begitu perhatian denganku dan parahnya lagi aku tidak bisa melupakan sorotan matanya dan gilanya lagi aku menyukai senyuman nya. haissh ada apa dengan ku? jelas-jelas aku tidak menyukainya dan aku tidak pernah memikirikan tentang dirinya tetapi sekarang? agghh mengapa anak super sombong itu begitu perhatian dengan ku? apa dia ingin mengerjaiku? atau jangan-jangan kepalanya terbentur oleh benda keras?

“Ya oppa kau mengagetkan ku!” aku melihat Jong Suk oppa yang berdiri di sampingku “Aku memanggil mu lebih dari lima kali Krystal, ada apa dengan dirirmu? kau memikirkan sesuatu?” aku menggelengkan kepalaku “Ehm tidak ada oppa, aku hanya memikirkan tugas sekolah ku besok” Jong Suk oppa pun mengangguk

“Kau bisa menghentikan pekerjaan mu bila kau memiliki tugas sekolah Krys, aku tidak ingin sekolahmu terbengkalai karena part time mu ini” Jong Suk opp menarik tangan ku dan membiarkan aku duduk di kursi “Kau duduk saja, lalu kerjakan tugasmu. Dan aku belum melihat mu makan, aku akan mengambil makan malam kau mengerti” akupun tersenyum dan mengangguk. beruntung sekali aku mendapatkan pacar yang baik seperti Jong Suk oppa.

Amber Pov

Haish mengapa aku tidak bisa berhenti memikirkan kejadian kemarin, aku benar-benar gila. Mengapa aku bisa seperti itu? aku hanya tidak ingin melihat dia terluka itu saja, tetapi dulu aku tidak terlalu peduli padanya dan aku tidak berani menatap matanya dan berbicara padanya tetapi mengapa sekarang? haissh! dan setiap kali aku di dekatnya detak jantungku selalu tidak beraturan itu sebabnya aku tidak berani menatapnya ataupun dekat dengan nya tetapi kemarin aku menatapnya melihat wajahnya. saat aku melihatnya waktu seperti berhenti dan aku ingin? waktu terus berhenti sehingga aku bisa menatap wajahnya lebih lama lagi

“Ya!!” akupun berdiri “Mengapa aku berfikir seperti itu?”

Iphone ku berdering dan melihat panggilan dari Key “Ada apa” aku menjauhkan telinga ku dari handphone ku “Apa? haissh kalian lupa besok kita ada sekolah? mengapa harus malam-malam begini kita kumpul” akupun menghela nafas dan melihat jam yang menunjukan pukul 7, ku akui akhir-akhir ini aku jarang bermain dengan sahabat-sahabat ku ini selain karena beda kelas aku juga ada tambahan kelas “Baiklah aku akan kesana” aku pun memakai topi dan memakai jaket merahku.

@Minho’s home

“Amber!! kami sudah lama tidak melihat mu, berikan kami hug Am” mereka semua memeluku “Ya , ya sudah cukup! kalian berlebihan sekali!” aku menjauhkan badan mereka dariku dan aku melihat seorang yeoja berpakain kemeja putih dan jeans sedang menatapku dan aku menatap baliknya “Suzy, aku tidak tahu kalo kau ada di sini” Suzy tersenyum “Aku harus menjaga oppa oppa ini” akupun tertawa dan Suzy pun tertawa.

“Hei Ambro, kau tidak kangen dengan kami? kau sama sekali tidak menampakan wajah bahagia saat melihat kami, tetapi mengapa dengan Suzy kau terlihat senang” Minho merangkul ku dan memberikan evil smirk “Sepertinya ada sesuatu disini” Key pun mengeluarkan evil smirk nya dan aku melihat wajah Suzy yang menunduk tersenyum “Ya Ya!! kalian ini!” mereka semua pun tertawa.

Kamipun bersenang-senang bermain kartu, memasak daging, dan bernyanyi-nyanyi. dan di saat aku sedang bernyanyi-nyanyi dengan sahabat-sahabat ku yang bodoh ini aku tidak melihat sosok Suzy “Kemana dia?” akupun mencarinya “Hei Amber, kau mau kemana?” Taemin memanggilku “Aku ingin ke kamar kecil” mereka pun lanjut, aku pun berjalan ke halaman belakang rumah Minho, halaman belakang rumah Minho sangat sejuk dan memiliki banyak pohon dan aku mataku melihat sosok yeoja yang sedang menaruh kakinya di kolam renang dan memainkan air-air itu dengan kakinya “Seperti anak kecil” aku tersenyum.

Author Pov

Di saat Suzy memainkan air tiba-tiba “Boyaa!” Amber mengejutkan Suzy dari belakang “Ya!! Amber kau membuatku kaget” Amberpun tertawa “Tidak lucu” Amber pun masih tersenyum “Boleh aku duduk disini?” Suzy pun mengangguk, dan Amber melepaskan alas kakinya dan memasukan kakinya ke kolam renang, mereka saling diam selama beberapa menit
“Mengapa kau disini aku kira kau sedang bersenang-senang di dalam” tanya Suzy “Aku terlalu bosan di dalam, jadi aku memutuskan untuk mecari udara segar dan tidak tahunya aku menemukan mu disini, kau sendiri sedang apa disini? mengapa tidak di dalam? tanya Amber yang melihat wajah Suzy “Aku hanya ingin sendiri” Amber mengangguk.

“Kau ingin sendiri? baiklah aku pergi” Suzy melihat Amber yang ingin bergegas berdiri dan secara reflek Suzy memegang tangan Amber yang membuat Amber menatapnya “Ja-jangan pergi” Amber menatap Suzy yang sepertinya tersipu malu “Baiklah”
Amber kembali duduk “Mengapa kau tadi ingin pergi? tanya Suzy tanpa melihat wajah Amber “bukan kah kau tadi bilang bahwa dirimu ingin sendiri? jadi aku memutuskan untuk pergi, tetapi karena kau melarangku jadi aku kembali duduk, mungkin kau sudah berubah pikiran tidak ingin sendiri dan ingin ditemani olehku” Amber pun tersenyum dan membuat siapapun yang melihat senyum Amber menjadi terpesona, begitupun dengan Suzy yang terpesona melihat Amber, Suzy pun tersenyum malu.

Suzypun menatap langit-langit “Malam ini bintang nya sangat banyak” Amberpun melihat ke langit-langit “Waah kau benar, bintang nya sangat banyak, aku tidak pernah melihat bintang sebanyak ini” mereka berdua pun melihat ke langit-langit, dan seketika Suzy menatap Amber yang sedang menatap bintang dengan senyuman “Aku akan memberi nama bintang itu”
Suzy menunjuk salah satu bintang lalu dia melihat Amber “Apa namanya?” tanya Amber “Ehmm, namanya adalah AJOL”
Amber mengerutkan dahinya.

“Ajol? nama apa itu?” Suzy menatap Amber “Artinya adalah Amber Josephine Liu” Suzy pun tersenyum manis “Waah kau pintar sekali” lalu kembali menatap bintang itu “Mengapa namaku? mengapa bukan nama orang yang spesial di hatimu? seorang namja mungkin?” tanya Amber yang membuat Suzy menatapnya “Aku tidak memiliki seseorang yang spesial apalagi seorang namja” Amber pun mengangkukan kepalanya.

“Tetapi mana mungkin yeoja seperti tidak memiliki seseorang yang spesial?” Amber masih tidak menyangka bahwa seorang Suzy belum memiliki pacar dan Suzy menggelengkan kepalanya “Tetapi saat ini sepertinya aku sudah memiliki seseorang yang spesial” senyum Suzy “Siapa orang itu? wah dia sangat beruntung sekali” Suzy menatap langit-langit itu, dan Amber kembali menatap langit=langit itu.

“ohh jadi kalian berdua sedang bermesraan” suara mereka berlima mengagetkan Suzy dan Amber “Lihat-lihat wajah mereka berdua merah” dan mereka tertawa “Ya ini tidak seperti apa yang kalian pikirkan!” Amber berusaha menengkan sahabat-sahabatnya yang mulai jahil padanya “Sepertinya tidak akan lama lagi akan ada yang dating, bagaimana ini Minho?” tanya Onew kepada Minho yang sedang melipat tangannya di dadanya “Hemh selama kau tidak menyakiti Suzy, itu tidak masalah” Amberpun menggaruk-garuk dahinya “Berhentilah menggodaku”

@School

Sekolapun terlihat sepi dan tidak terlihat murid-murid yang berkeliaran, tetapi satu yang terlihat yaitu Amber yang sedang berlari dengan sangat kencang, karena dia sudah terlambat. Amber terlambat karena mengahbiskan malamnya dengan para sahabat-sahabatnya, sebelum mengetuk pintu Amber menarik nafasnya dan “Tok Tok” Amber masuk dan membukukan badanya “Maaf aku terlambat” Amber berjalan ke arah tempat duduk “Tunggu” gurunya hanya melihat Amber “Kau terlambat 3menit Miss.Amber, silahkan berdiri di depan kelas” Amber melihat bingung “Apa?”

ini untuk pertama kalinya Amber harus dihukum, biasanya tidak ada yang berani menghukum seorang Amber Liu tetapi kali ini Amber sudah disetarakan oleh murid-murid lainya perintah ini langsung di umumkan oleh ayah Amber sendiri dan Amberpun tidak bisa melawan, Amberpun berdiri di depan kelas dan tiba-tiba “Tok Tok” suara pintu mengetuk “Seperti nya akan ada yang menemaniku di depan kelas ini” senyum evil Amber dan pintu kelas terbuka sambil mengatur nafas yeoja itu mengatakan “Maaf guru aku terlambat” semua mata tertuju kepada murid yang telat dan guru itupun tidak menyangka bahwa yeoja rajin ini telat “Maaf Krystal tetapi kau sudah terlambat 4menit, kau harus berdiri di depan kelas” dan Krystal Amber pun bertatapan mata dan Krystal pun menjajarkan badanya dengan Amber di depan kelas

Amberpun tersenyum bodoh “Hei Krystal Jung, aku tidak menyangka kau bisa telat” bisik Amber kepada Krystal dan Krystal hanya diam tidak membalas “Apa ini berpengaruh dengan kakimu? kalo kakimu masih sakit kau pakai kursi roda saja” Amberpun terkekeh dan lagi lagi Krystal hanya diam dan tidak menanggapi apa yang dikatakan Amber “Hei Krystal Jung, ini untuk pertama kalinya aku dihukum ternyata dihukum menyenangkan juga senyum Amber.

“Ya Amber Krystal apa kalian tidak bisa diam!” teriak guru kepada Amber dan Krystal “Amber yang brisik guru bukan” gurupun memotong pembicaraan Krystal “Bila kalian ribut lagi kalian keluar dari kelas” Krystalpun menatap death glare Amber dan Amber hanya menunduk, Amber menyikut bahu Krystal “Hei coba lihat Min” Amber menunjuk teman nya menggunakan dagunya “Dia terlihat sangat mengantuk dan bosan” Krystal hanya menghela nafas

“Sangat menyenangkan berdiri di depan sini, bisa melihat wajah-wajah mereka” Krystal menatap marah Amber “Ya llama face! apa kau tidak bisa diam?!” semuanya pun menatap Amber dan krystal di depan kelas “Amber Liu Krystal Jung kalian keluar!!”

Krystal pun terlihat kesal dan Amber hanya terkekeh melihatnya, Amber memang sudah terbiasa diusir dari kelas tetapi ini untuk pertama kalinya bagi Krystal “Mengapa dia cepat sekali marah?” Amber pun memutuskan ke kantin dan Krystal pergi ke perpustakaan.

@perpustakaan

“Ya, Soojung sudah ku duga kau ada disini” Krystal melihat Sulli “Ya, kau masih kesal? ahha aku tahu ini pertama kalinya kau terlambat tetapi kau beruntung kau bisa dihukum bareng oleh Amber aku iri padamu” Krystal menggaruk kepalanya “Kau gila Choi Jinri!” tatap Krystal ke Sulli “Haha iya aku gila, aku dibuat gila oleh Amber Liu. kau masih kesal karena telat dan dihukum?” tanya Sulli yang membuat ku berhenti untuk membaca “Aku tidak masalah dihukum karena telat karena itu memang salahku tetapi aku kesal karena Amber llama face stupid itu! haishh!!” Sulli kaget melihat sahabatnya yang meremas buku itu.

“Soojungie tenang” Krystal menatap Sulli “Kau tahu? dia terus menerus berbicara dengan ku dan menyebabkan aku berteriak di depan kelas! haishh benar-benar memalukan dia membuatku kesal!” Sulli membulatkan matanya “Apa?? kau berbicara padanya?? berbicara kepada Amber Liu? aku tidak salah dengar? Ya Soojungie! waaah daebak!” Krystal menghela nafas “Aku tidak tahu mengapa akhir-akhir ini dia bersikap aneh” Sulli mengerutkan dahinya “Aneh? aneh bagaimana maksutmu?”
tanya Sulli penasaran.

“Kau tahu bukan sejak dulu Amber tidak ingin berbicara padaku ataupun menatapku dia menganggap ku seperti tidak ada tetapi sekarang, sekarang sudah terbalik Sulli, dia mulai berbicara padaku dan dia” Krystal mengela nafas “Dia apa? Ya Soojungie! Amber mencium mu! omo!!” teriak Sulli dan Krystal membukam mulut Sulli “Ya!! kau pelankan suaramu! tentu saja tidak” Sulli menengangkan dirinya “Lalu dia apa?” tanya Sulli kembali serius.

“Dia, dia menatapku iya dia menatap mataku, dan dia memberi perhatian kepada diriku” wajah Krystal pun tertunduk
“Aigoo Soojungie apa wajah memerah mengapa kau menunduk?!” evil smirk Sulli “Ya tentu saja tidak! aku hanya heran saja dengan sikapnya yang berubah dengan sangat drastis” Sulli mengangguk dan menaruh tangan nya di dagu “Mungkin Amber menyukaimu?” mata Krystal membulat medengar pernyataan Sulli.

“A-a-apaa?! kau gila! mana mungkin” Sulli kembali berfikir “Buktinya, dia mulai berbicara padamu dan memberi perhatian padamu? mungkin secara diam-diam Amber menyukaimu. aghh aku iri padamu, semua yeoja akan iri padamu” Sulli memeluku “Ya!! apa yang kau katakan, kau tahu bukan kalo aku sudah memiliki Jong Suk oppa?!” Sulli melepaskan pelukan nya “Tetapi aku lebih setuju bila kau dengan Amber” haisshh anak ini “Sudah kita pergi ke ke kantin saja”

Krystal Pov

“Semangat!” aku berjalan menuju pintu kediaman Liu, yap hari ini aku kembali mengajar Amber llama “Oh nona krystal silahkan masuk” aku pun masuk dan di persilahkan langsung ke ruangan belajar Amber dan aku menunggunya di sofa dan tidak berlama dia datang “Maaf menunggu mu lama” haishh senyum itu! aku benci dia tersenyum, dan kami pun mulai belajar.

Selagi menunggu Amber menjawab pertanyaan, aku mengirim pesan teks kepada Jong Suk oppa bahwa aku akan langsung pulang dan tidak makan malam bersamanya aku sudah terlalu banyak merepotkan nya “Ya Krystal Jung!!” akupun menutup telinga ku “Ya! mengapa kau berteriak llama?! haishh stupid!” aku melihat Amber yang memegang kertas jawaban miliknya “Aku memanggil mu lebih lebih lebih dari lima kali tetapi kau malah asik dengan ponselmu!” haishh dia masih berteriak.

“Baiklah-baiklah aku tidak akan bermain ponsel” aku mengalah karena tidak ingin bedebat dengan nya dan akupun mengoreksi jawaban nya “Selama dalam pembelajaran tidak ada yang boleh menggunakan ponsel” akupun melihat ke arah Amber yang sedang melipat tangan nya di dada “Apa?? ya! mengapa seperti itu!” aku berteriak padanya “Haishhh dat girl! kau pun melarangku untuk makan! walapupun aku hampir mati kelaparan karena mu kau tetap tidak akan mengizinkan ku makan! lalu aku tidak akan mengizinkan mu untuk menggunakan ponsel kau mengerti!” aku pun berdiri dan mengepal tangan ku.

“Apa, apa? kau ingin memukul ku?” akupun kembali duduk dan mengoreksi jawaban nya, sial! dari semua soal yang ku beri semua jawaban nya benar dia belajar dengan sangat cepat. “Baiklah belajar hari ini cukup, besok akan kita lanjutkan lagi” dia hanya mengangguk sambil bermain rubik miliknya “Ingat ujian akan segera di mulai” dia kembali mengangguk dan dia pergi dari ruangan ini.

Amber Pov

Aku menjatuhkan badanku di tempat tidur dan memeluk gulingku “Haiishh!” aku mengacak-acak rambutku “Aku penasaran sekali, mengapa dia terus bermain ponsel dan sepertinya dia selalu mengirim pesan teks kepada seseorang dan sesering kali dia tersenyum” akupun berfikir “Apa dia sudah mempunyai pacar? tetapi siapa pacarnya?” aku kembali berfikir dan sepertinya aku mengingat sesuatu “Ah! apa namja yang pernah memeluknya di depan gerbang sekolah? masa iya? aku masih tidak percaya dia mempunyai pacar” aku kembali menjatuhkan badanku di tempat tidur dan memejamkan mataku.

 

Amber’s study room

Gambar

 

 

So into u (9)

Amber Pov

Aku kembali dengan aktifitas ku yang membosankan, yap tentu saja sekolah. Aku berjalan menelusuri koridor sekolah dengan memakai headset dan berjalan dengan santai tanpa menghiraukan mata dan bisikan para yeoja namja yang melihatku.

“Hey Ambro!!” aku melepaskan headsetku “Ya! apa yang kau lakukan?” aku melihat Taemin yang berdiri di depan ku “Aku ingin mengantarmu ke kelas” Amber pun mengela nafas “Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya, kau ada niat apa?” Taemin hanya tersenyum kepadaku “Aku ingin melihat Krystal Jung” bisiknya kepadaku, dan aku hanya menggelengkan kepalaku “Ceritakan padaku, bagaimana kau dan Krystal? kau tidak menyakitinya bukan? kau tidak boleh kasar padanya?”

haishh anak ini mengapa dia malah mengkhawatirkan Krystal dari pada sahabatnya ini, dia tidak tahu bahwa aku di siksa dengan penyihir itu dan aku memutuskan tidak menjawab pertanyaan itu dan akhirnya aku sampai di depan kelas “Kelasmu bukan disini, kau pergi sana” aku pun mengusirnya tetapi Taemin masih mencari-cari dimana Krystal berada “Mengapa dia tidak ada?” tanya Taemin yang masih mencari-cari sosok wanita idaman nya.

“Mungkin dia sudah di lapangan” jawabku sambil tersenyum “Lapangan? maksutmu?” tanya Taemin menatapku “Jam pertama di kelasku adalah olahraga, jadi mungkin dia sudah di lapangan” Taemin memukul lengan ku “Mengapa kau baru bilang, haish tahu begitu aku di lapangan saja kau benar-benar!!” aku pun tertawa dan bel pun berbunyi “Sudah sana kau bisa telat Taemin” aku masih tertawa melihatnya lalu dia pun pergi dan aku menaruh tasku di kelas dan berlari ke lapangan

Yipyieee kali ini adalah mata pelajaran yang paling aku sukai tidak lagi tidak bukan adalah olahraga haha “Amber J Liu! siapakan dirimu untuk berlari” aku pun bangun dari tempat duduk dan menyiapkan diriku selanjutnya untuk berlari lapangan, akupun mengecek tali sepatu ku dan pemanasan sedikit “Apa kalian semua siap??” teriak guruku “I’m ready sir!!” jawabku semangat dengan senyuman “1 2 3” aku pun mulai berlari, setelah berlari 3 lapangan aku pun memimpin dengan waktu yang paling cepat. Akupun mengatur nafasku dan duduk di sisi lapangan dan meminum sebotol air mineral.

“Jung Soojung siapkan dirimu” dengan nafasku yang belum teratur dan keringat yang masih berucucuran aku melihat Krystal yang sedang menuju lapangan lari, dia sedang mengikat rambutnya yang membuat diriku berhenti meminum dan melihatnya sejenak dan aku menggelengkan kepala ku dan kembali meminum air mineral ku “Baiklah apa kalian semua siap? 1 2 3” aku melihat Krystal berlari dengan semangat tetapi sayangnya dia tertinggal, dia boleh jago dalam matematika tetapi dalam olahraga akulah rajanya “Hahaha” aku pun tertawa dan beberapa murid melihat ku “Ada apa?” tanya ku sinis dan aku kembali melihatnya berlari di lapangan “Dia benar-benar payah dalam olahraga” aku melihatnya dalam posisi tiga dari empat murid. “Tunggu” aku melihat sesuatu di sepatunya “Tali sepatunya!” aku baru menyadari bahwa tali sepatunya tidak terikat.

“Bruukkk!!!” Krystal terjatuh di lapangan! akupun bangun dari duduk ku “Krystal!” aku ingin menolongnya tetapi, tetapi kaki ku tertahan aku seperti tidak bisa bergerak aku hanya bisa melihatnya yang sedang memegang kakinya yang terluka dan beberapa teman nya yang menolong dia dan membantu ke unit kesehatan sekolah “Haishh!” ada apa dengan diriku mengapa aku tidak membantu dia?

@amber’s house

“Kau terlalu pengecut Amber, kau benar-benar pengecut” aku menghela nafasku “Tunggu dulu, mengapa aku merasa gelisah melihat dia terluka seperti itu?” akupun menggelengkan kepala ku “Haishh ada apa dengan diriku!” akupun menyandarkan kepalaku di sofa, dan melihat jam “Ini hari senin bukan? ehm bukanya ini adalah jadwal private ku dengan Krystal? mungkin dia tidak bisa datang” aku mengehela nafasku sedikit kecewa “Ya!!” aku pun bangkit dari kursiku “Mengapa aku terlihat kecewa? seharusnya aku senang bahwa penyihir itu tidak mengajarku” akupun mengambil iphone ku “Hei buddy kalian dimana? aku akan menyusul kalian dan kita bersenang-senang haha” akupun menutup telfonku, tetapi tetap saja perasaan ku tidak enak “Tenang Amber tenang” aku mengelus dadaku akupun mengambil kunci mobil dan pergi meninggalkan rumah.

Tidak beberapa jauh dari rumah aku melihat sosok wanita yang sepertinya aku kenal lalu aku memutuskan untuk memberhentikan mobil ku untuk melihatnya lebih jelas, aku bisa melihatnya sedang berjalan yang menurutku sedikit susah untuk berjalan “Krystal Jung?” apa yang dia lakukan? aku melihat jam, dan aku tahu ini waktunya dia untuk mengajarku “Dia gila! kau benar-benar gila Krystal Jung” akupun memutuskan untuk memutar mobilku dan memparkirkan mobilku di pinggir jalan, aku memakai jaketku dan keluar dari mobil. Aku memotong jalan yang di lalui Krystal jadi aku bisa melihatnya dari belakang, dengan perlahan aku mengikutinya, dia sesekali berhenti “Apa kakinya masih sakit? haissh mengapa dia tidak di rumah saja!” aku takut dia terjadi apa-apa itu sebabnya aku mengikutinya dari belakang.

Krystal sebentar lagi akan sampai rumahku, dan aku memutuskan untuk lewat belakang rumahku agar tidak di dahului oleh Krystal, ponsel ku tetinggal di mobil saat aku mengejarnya. aku pun berlari dan memanjat pohon yang menurutku cukup tinggi “Haissh mengapa pohon ini tumbuh dengan cepat!” aku pun menaikinya dan aku bisa melihat Krystal yang sedang berbicara dengan pelayanku “Baiklah Amber Liu, aku harus melompat” aku menarik nafas panjangku dan “Bruuk!” aku pun memegang tangan ku dan bergegas berlari.

“Tunggu!” teriak ku pada Krystal dan pelayanku yang masih di depan pintu, akupun masih mengatur nafasku dan Krystal emlihatku bingung “Master Amber, bukankah anda berada di luar rumah dan” aku pun memotong “Aku, a-aku dirumah saja dari tadi. Kau salah lihat!” jawabku yang terbata-bata.

Author Pov

Baju Amber terlihat sangat kusam, dan sedikit ada daun-daunnya dan rambutnya sedikit berantakan “Kau tidak apa-apa Amber? kau terlihat sangat berantakan” tanya Krystal yang menatap Amber “Ehhm aku habis bermain basket” Krystal hanya mengangguk dan mengeluarkan buku-bukunya “Aku kira kau tidak akan datang” tanya Amber yang membuat Krystal menatapnya tetapi Amber membuang tatapan Krystal “Aku harus melakukan kewajiban sementaraku dan mejalankan amanah Mr.Liu” Amber hanya mengangguk paham.

Saat mereka mulai belajar Amber fokus dengan kaki Krystal “Kenapa kau terus memperhatikan kakiku?” tanya Krystal yang menatap Amber “apa? ah tidak, aku tidak memperhatikan kakimu, aku melihat di lantai itu ada binatang aneh haha” tertawa Amber yang terpaksa dan mereka pun melanjutkan pelajaran nya dan seperti biasa Amber selalu gagal dalam menjawab pertanyaan Krystal, dua jam pun berlalu dan waktu menunjukan pukul delapan.

“Kau belum ada kemajuan Amber” Krystal menggelengkan kepalanya dan Amber hanya menunduk dan keluar dari ruangan karena pelajaran sudah selesai. Krystal pun bergegas turun dari ruangan “Nona Krystal, apa kau tidak apa-apa? mengapa jalanmu seperti itu?” tanya pelayan Amber yang khawatir “Ah ini hanya kecelakaan kecil” jawab Krystal dengan senyum “Auh!” Krystal memengang kakinya karena sakit dan pelayan Amber pun membantu nya berdiri “Nona Krystal yakin bisa berjalan? aku akan menyuruh supir untuk mengantar nona” tanya pelayan Amber yang khawatir akan kondisi kaki Krystal “Tentu saja ini tidak apa-apa, aku masih bisa berjalan” dan lagi-lagi Krystal hampir terjatuh.

“Kalo kau terus memaksakan jalan, pergelangan kakimu akan bertambah parah” suara Amber mengagetkan Krystal dan pelayan nya, Amber pun turun dan menghampiri Krystal dan pelayan nya. Sejenak Amber melihat pergelangan kaki Krystal dan Krystal hanya menunduk “Aku akan mengantarmu pulang” Krystal melihat ke arah Amber dengan kaget “Tidak, tidak perlu aku masih bisa berjalan” jawab Krystal gugup “Aku serius, jika kau terus memaksakan berjalan kakimu akan bertambah parah dan kakimu akan berakhir di rumah sakit dan perawatan. kau mau?” Krystal pun bingung, dan Amber tidak punya pilihan lain “Nana, bantu dia ke mobilku” pelayannya mu membantu Krystal berjalan menuju mobil Amber.

Krystal Pov

Pergelangan kakiku benar-benar sakit, dan kata-kata llama membuat ku takut dan tidak ingin ada perwatan di rumah sakit. aku berjalan dengan di bantu oleh Nana pelayan Amber, aku melihat Amber membukakan pintu mobil untuk ku “Hati-hati” aku mendengar ucapan Amber walaupun dia berbicara dengan nada yang sangat kecil dan itupun hanya sepintas terdengar olehku. Akupun sudah duduk di kursi mobil Amber, Ya Tuhan untuk pertama kalinya aku merasa gugup! apa yang harus aku lakukan. Amberpun menyalakan mesin mobilnya.

Haishh mengapa aku merasa deg-degan terus menerus! aku berusaha untuk mengatur detak jantungku, tetapi tidak bisa! mengapa aku merasa gugup seperti ini! biasanya tidak seperti ini “Kau kenapa, kau terlihat sangat gelisah?” tanya Amber dengan nada datar “tidak apa-apa” jawabku yang tidak kalah datar setelah beberapa menit kami terdiam kembali.

“Kakimu masih sakit?” ada apa dengan dia? mengapa dia menjadi perhatian? “Sedikit” jawabku singkat, aku melihat Amber menuju ke toko obat “Mengapa kita disini” jawabku yang melihat Amber yang sedang melepaskan shitbelt nya “Tunggu” jawab Amber singkat.

Tidak lama aku menunggu aku melihat Amber membawa kotak berwarna putih dan dia membuka kan pintu mobil “Ya ada apa ini??” tanya ku bingung yang tiba-tiba melihat Amber berlutut di samping ku “Putar badanmu” apa yang akan dia lakukan? dengan lambat aku memutar badanku ke arah Amber “Hei apa yang kau lakukan!” aku melihat Amber yang menggulung jeans ku.

“Aku melihat pergelangan kakimu” ntah kenapa aku tidak bisa menggerakan badan ku, dia melepaskan sepatuku dan meihat pergelangan kakiku. Deg Deg jantungku kembali berdetak saat dia memegang pergelangan kakiku dan melihatnya dengan sangat perhatian.

“Aku akan mengganti perbanmu” ada apa dengan dia? mengapa dia bisa sebaik ini? mengapa dia bisa seperhatian ini? Amber please hentikan tindakan mu ini kau bisa, kau bisa membuatkuu haishh! ingat aku punya Jong Suk oppa!

“Selesai” aku masih terpaku melihat apa yang dilakukan Amber dia kembali memakai kan sepatuku “Kau bisa duduk normal kembali” aku pun memutar kembali badanku kedepan dan dengan gentle Amber menutup kembali pintu mobilnya.

Akhirnya, ahirnya yang ku tunggu tunggu! aku sampai di rumah tentunya, aku pun melepaskan shitbelt ku “Terima kasih sudah mengantarku pulang Am” Amber kembali tidak menatapku dan saat aku ingin membuka pintu “Krystal” akupun tertahan, dan demi apapun selama aku mengenalinya baru kali ini dia memanggil namaku tetapi ntah bagaimana aku, aku menyukai cara dia memanggil ku “Ya” jawabku singkat dan melihatnya! iya aku melihatnya, selama bertahun-tahun aku bisa melihat mata Amber kami cukup lama bertatapan dan kau tahu? matanya sangat indah.

“Cepat sembuh, aku tidak ingin kau sakit seperti ini lagi. kalo kau sakit dan tidak menjaga badanmu lagi aku akan mencari guru baru” aku pun tersenyum mendengarnya “Stupid” jawabku singkat dan dia membulatkan matanya “Apa? kau bicara apa?” aku menggelengkan kepala ku “aku tidak bicara apa-apa” jawabku dengan wajah polos.

“Dasar penyihir” aku pun melirikny “Apa katamu llama?” dia hanya menggelengkan kepalanya, haish anak ini. akupun keluar dari mobilnya dan dia membuka jendela “Sampai jumpa besok princess” Amber tersenyum padaku, senyum nya membuat jantungku ku 100kali berdetak lebih cepat dari biasanya dan membuat wajahku memanas.

Ada apa dengan diriku? ada apa denganmu Amber?

Gambar

Today (8)

Author Pov

@kamarAmber

Sedari tadi Amber hanya bolak-balik di kamarnya dengan sangat gelisah “Bagaimana ini, bagaimana ini, bagaimana ini?” Amber terus memutar pena nya dan terus berfikir “Apa aku harus pura-pura sakit? apa aku harus pura-pura sakit perut? apa aku harus pura-pura sibuk? apa aku harus, apa aku harus, apa aku harus?? aggh!” Amber mengacak-acak rambutnya “Amber Josephine Liu, kau harus tenangkan dirimu. Dia adalah Krystal Jung hanya Krystal Jung” Amber mengela nafasnya “Apa Krystal Jung? tidak, tidak dan tidak! bagaimana ini? aku tidak mau aku tidak mau” Amber menggelengkan kepalanya dan terus memutar pena nya

“Ya!! mengapa kau berdiri di situ!” teriak Amber kepada pelayan nya “Maaf master Amber, sedari tadi aku mengetuk pintu dan Master Amber hanya mondar mandir tidak menjawab jadi aku memutuskan untuk menunggu master diam” jelas pelayan Amber “Lalu mengapa kau di sini?” tanya Amber dengan ketus “Nona Krystal Jung sudah menunggu di bawah” Amber membulatkan matanya dan berteriak “Apa! mengapa dia sini!” teriak Amber dengan gugup “Bukankah dia adalah guru private master? itu sebabnya dia ada disini” jelas pelayan nya ke Amber yang membuat Amber duduk di tempat tidurnya “Ah iya aku lupa, aku lupa. aku akan ke bawah”

@RuangTamuAmber

Krystal hanya duduk dan melihat sekliling melihat rumah Amber yang begitu besar dan mewah “Bagaimana bisa rumah sebesar ini di tinggal hanya dengan beberapa orang? menurutku rumah seperti ini bisa muat 100 orang bahkan lebih” ucap Krystal yang menggelengkan kepalanya dan Krystal pun melihat jam nya dan menunggu Amber datang. “Maaf nona Krystal telah menunggu lama, master Amber sudah menunggu di ruang belajar. mohon ikut saya” dengan senyuman pelayan nya memberitahu ku bahwa Amber telah menunggu di ruang belajar dan aku mengikutinya

@RuangBelajarAmber

Amber terus mengela nafasnya dan memutar-mutar kembali pena nya dengan gugup dan Amber melihat iphone miliknya dan berkaca “Apa aku sudah keren” Amber merapikan bajunya dan rambutnya “Aku bisa aku bisa” Amber mengehela nafas dan suara ketukan pintu pun terdengar dan Amber berpura-pura membaca buku “Masuklah” pintu pun terbuka dan Amber masih pura-pura sibuk membaca buku “Master Amber, nona Krystal Jung sudah disini” Amber masih tetap pura-pura membaca buku dan Krystal masih berdiri melihatnya “Nona Krystal silahkan duduk” pelayan nyapun mempersilahkan Krystal untuk duduk dan Krystal membalas dengan senyuman “Baiklah master Amber dan nona Krystal aku akan meninggalkan kalian, master Amber selamat belajar” pelayan nya pun pergi dan meninggalkan krystal dan amber berdua di ruangan.

“Amber, kau tahu tujuan ku kesini lah adalah untuk  mengajarimu matematika. Dan kau tahu kan bahwa aku disuruh oleh ayahmu untuk mengajarimu ayahmu sangat mempercayaiku, aku tidak ingin membuat Mr.Liu kecewa jadi mohon kerjasama nya Amber aku harap kau bisa belajar dengan baik dan benar” Krystal berbicara dengan Amber dengan nada serius dan Amber masih sibuk dengan membaca buku “Amber kau mendengarkan ku bukan?” tanya Krystal dan Amber hanya menjawab “hmh” Krystal pun menatap Amber dengan berpangku tangan “Amber Liu, aku baru tahu kau bisa membaca buku terbalik?” Amber pun mengedipkan matanya dan tersadar bahwa sedari tadi dia membaca buku terbalik.

“Haishh!” Krystal pun menahan tawanya dengan membukam mulutnya dengan tangan nya “Tidak ada yang lucu” jawab Amber ketus “Baiklah-baiklah, bisa kita mulai belajar Amber?” Krystal pun membuka buku dan Amber hanya mengganguk tanpa melihat wajah Krystal. Sudah 10 menit pembelajaran, Amber terlihat sangat bosan dan sering kali mencoret-coret buku miliknya dan krystal pun selalu menegur Amber bila iya tidak pernah memperhatikan nya.

“Baiklah sudah setengah jam aku mengajarimu Amber, sekarang aku akan mengetesmu. Sekarang kau kerjakan soal yang sudah aku buat ini” Krystal pun memberikan soal kepada Amber yang sedang berpangku tangan karena bosan “Cepat kerjakan” suruh Krystal. Amber pun mulai mengerjakan soal yang telah diberikan Krystal, Amber terlihat sangat bingung.

“Aku sudah selesai, bolehkah aku keluar?” Amber menyerahkan kertasnya dan berdiri “Tidak! duduk kembali Amber!” bentak Krystal dan tentu tatapan dingin Krystal “Haissh wanita ini” Amber pun kembali duduk, Krystal mengoreksi semua jawaban Amber. Krystal pun menghela nafas dan membanting jawaban Amber “Semua jawaban mu salah!” suara keras membuat Amber terbangun dari lamunan nya “Apa? mana mungkin salah!” jawab Amber lagi lagi tanpa melihat wajah Krystal “Tentu saja ini semua salah! aku sudah capek-capek mengajarimu dan semua jawaban mu ini salah! anak playgorup saja bisa menyelsaikan soal ini mengapa kau tidak bisa! dasar stupid!!” bentak Krystal kepada Amber.

“Apa? kau bilang apa? stupid?!” bentak Amber “iya kau stupid! soal semudah ini saja kau tidak bisa mengerjakan nya!” bentak Krystal kepada Amber “kau!!” Amber mengela nafas dan mengambil lagi kertas miliknya dan mengerjakan soal itu lagi tanpa perintah Krystal.

Saat tengah mengerjakan soal, amber mengentikan pekerjaan nya “Aku lapar aku ingin makan” Amber pun berdiri “Duduk kembali Amber!” Amber pun kembali mengela nafasnya “Aku lapar, kalau aku sakit bagaimana?” tanya Amber dengan Krystal “Kau boleh makan bila jawaban mu benar semua” jawab Krystal menunjuk kertas jawaban Amber, dengan pelan Amber mengatakan”Kau penyihir” Krystal melihat Amber “Apa kau bilang?” tanya Krystal dan Amber kembali menulis “Tidak ada”

Sudah 2 jam berlalu “Baiklah jawaban mu lumayan hanya tiga yang salah” Krystal merapikan kertas-kertas milik Amber “Pelajaran kita selesai” Amberpun bergegas berdiri dan pergi meninggalkan Krystal di ruangan sendirian.

“Nona Krystal, apa nona sudah selesai?” tanya pelayan Amber dan Krystal membalas dengan senyuman “Kami sudah menyiapkan makan malam, nona Krystal tidak ingin makan malam bersama?” ajak pelayan Amber “Tidak perlu, aku ada janji dengan temanku” jawab Krystal sopan “Terima kasih sudah mau mengajari master Amber, dan mohon maaf bila master Amber berpilaku tidak baik” Krystal membalas dengan senyum “Tidak apa-apa, aku pergi” Krystal pun berjalan keluar dari kediaman Liu

Krystal Pov

Akupun berjalan keluar dan menunggu Jong Suk oppa di halte bus karena dia akan mengajak ku makan malam, selagi aku menunggu Jong Suk oppa aku berfikir tentang Amber “Mengapa dia tidak pernah berubah? dia selalu saja tidak berani menatap mataku, aneh sekali dan selalu terlihat gugup” pikir Krystal tentang Amber “Apa aku aneh? apa ada sesuatu yang buruk ada pada diriku?” Krystal pun bingung selama dia mengenal Amber dia tidak pernah sekalipun mentap dirinya, sekalipun menatap itupun hanya sebentar “Dar!” aku pun terkejut karena Jong Suk oppa “Ya oppa kau membuat jantung ku ingin copot” Jong Suk oppa pun merangkul ku.

“Bagaimana kesan pertama mengajar?” tanya Jong Suk oppa dengan senyum “Ya seperti itu tidak menyenangkan” Jong Suk oppa melihat wajahku “Bagaimana bisa belajar dengan yeoja cantik seperti dirimu tidak menyenangkan?” Jong Suk oppa membuat ku tersenyum malu.

“Oppa, aku ingin bertanya sesuatu padamu, apakah di wajahku ada sesuatu yang terlihat aneh?” tanyaku yang membuat Jong Suk oppa berhenti berjalan dan menatapku “Kau terlihat tambah cantik” akupun memukul lengan nya “Ya aku serius!” tanya ku padanya “Hahaha tentu tidak ada, mengapa kau bertanya seperti itu?” aku menggelengkan kepala ku “Tidak ada aku hanya ingin bertanya”

Amber Pov

Akupun menjatuhkan badanku di tempat tidur dan menarik nafas panjangku “Baiklah hari pertama sudah ku lewati” Akupun memejamkan mataku dan tiba-tiba terbesit bayangan Krystal yang membuatku terbangun “Apa itu tadi??” dan akupun memegang dada ku yang berdetak “hey hey ada apa ini?” tenang amber tenang, aku pun bergegas ke kamar mandi untuk mencuci wajahku untuk menyegarkan pikiran ku. Dan aku pun menatap diriku di kaca “Ini baru sehari Amber, masih ada hari-hari lainya yang akan membuatmu gila!”

Handphone ku pun berdering “Nomor siapa ini?” baiklah aku akan mengangkatnya “Hallo?” aku mendengar suara berisik dari telfon ini “Hallo apakah ini Amber?” aku mengerutkan dahiku “Iya, ini siapa?” tanya ku penasaran “Syukurlah, ini aku Suzy” aku mendengar suara Suzy yang cukup panik “Ada apa Suzy?” tanyaku kepadanya “Amber, Minho dan key oppa dia sedang mabuk dan terlibat perkelahian kecil dan aku tidak bisa menanganinya sendiri” aku pun panik dan mengambil jaket ku “Kau di mana sekarang? jangan kemana-mana aku akan menyusulmu kau mengerti” akupun bergegas pergi

“Suzy!” teriak ku saat melihatnya dan aku berlari mengahampirinya “Suzy, kau tidak apa-apa? apa kau terluka? bagaimana dengan Minho dan Key?” tanyaku dengan memegang bahunya dan Suzy tidak menjawab dan hanya memandangku “Suzy? kau tidak apa-apa?” Suzy pun menjauh dariku “Aku tidak apa-apa Minho dan Key oppa ada di dalam” Suzy pun memberitahu dimana mereka berdua dan mereka terlihat sedang mabuk di sofa “Mengapa dua manusia ini selalu merepotkan ku!” aku pun mengangkat lengan Minho dengan perlahan dan juga Key, Suzy pun membantu ku memasukan mereka dalam mobil.

Akupun mengantar mereka kembali pulang “Maaf Amber aku merepotkan dirimu, aku benar-benar tidak tahu siapa yang akan aku hubungi jadi aku menghubungimu” aku pun melihat ke arah Suzy “Tidak apa-apa kau tidak perlu minta maaf” aku pun kembali fokus menyetir dan Suzy membalas dengan senyuman.

“Kalau, ka-kalau ada apa-apa kau bisa menghubungi ku” aku merasakah Suzy menatapku cukup lama, apakah aku salah dalam berbicara? jujur ini pertama kalinya aku berbicara seperti ini kepada seseorang
“Baiklah Amber, kau tidak seburuk yang aku pikirkan” Suzy terkekeh “Apa yang kau pikirkan tentang diriku?” tanya ku padanya, sebenarnya banyak yang menilai ku buruk “Kau terlihat dingin” jawab Suzy singkat dan aku tersenyum kecil “Aku terlihat dingin kepada seseorang karena aku tidak mengenali orang tersebut” jawab ku kepada Suzy.

“Aku sudah tahu itu, Minho oppa banyak berbicara tentang dirimu” Suzy tertawa kecil “Ya, mengapa kau tertawa? apa Minho menceritakan cerita yang memalukan?” tanya ku padanya dan dia hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum kepadaku dan aku merasakan pipiku menjadi panas “Aku tidak menyangka akan berbicara banyak dengan seorang Amber Liu” aku menatapnya “Aku juga tidak menyangka seorang Amber Liu bisa bicara banyak dengan seseorang yang baru saja di kenal” aku bisa melihat Suzy tersenyum “Itu karena kau nyaman dengan orang tersebut” akupun memandangnya yang tersenyum kepadaku dan aku kembali fokus ke jalanan.

“Ya! Amber Suzy apa kalian berpacaran? dan Amber jangan permainkan perasaan sepupuku!” teriak Minho yang setengah mabuk dan aku hanya menggelengkan kepalaku “Ya oppa!” aku melihat Suzy, sepertinya pipinya memerah.

 

Reality (7)

Amber hanya mengaduk-aduk makanan nya, dan terus memikirkan private class nya bersama Krystal “Ya Amber, mengapa kau terus mengaduk-aduk makanan mu?” tanya Onew yang melihat Amber yang sedari tadi hanya mengaduk makanan nya “Amber, aku lihat tadi kau pergi ke ruang kepala sekolah? apa kau memiliki masalah lagi? siapa lagi guru yang kau keluarkan?” tanya Key yang sambil menyantap makanan nya, dan Amber hanya melihatnya dan menghela nafas “Hei kau ada masalah? cerita kepada kami, kami siap membantumu buddy” Minho merangkul Amber.

“Aku di beri private class” jawab Amber dengan lemas “Private class? bagaimana bisa??” tanya Jonghyun penasaran “Kalian kan tahu bahwa Amber memiliki nilai yang selalu buruk dan apa kalian semua lupa bahwa sebentar lagi ujian mungkin itu alasan nya mengapa Amber di beri kelas pribadi” jawab Taemin, dan mereka semua pun mengangguk mengerti “Tenang saja Ambro, kita tetap akan bisa bermain dan bersenang-senang tenang saja” senyum Jonghyun kepada Amber dan Amber pun melihat kelima sahabatnya.

“Ini bukan masalah aku tidak bisa bermain atau bukan tetapi, tetapi masalahnya adalah” Amber menghela nafas panjang “Apa apa?” tanya mereka berlima “Masalahnya ada Krystal Jung yang akan menjadi guru private ku” dan mereka berlima pun sangat terkejut dengan perkataan Amber “Oh My Gosh Amber Liu akan face to face dengan Krystal Jung, Amber dengan Krystal Jung? waah itu pasti seru sekali, Kau sangat beruntung Amber, Aku harap kamu tidak lupa dengan kami berlima Ambro” Komen mereka berlima tambah membuat Amber pusing dan mengacak-acak rambutnya.

“Kalian benar-benar tidak membantuku” jawab Amber kepada sahabatnya dan mereka pun tertawa “Oh kami ingat bahwa kau adalah anti sosial” jawab Minho dan di jawab lagi dengan key “Kau harus banyak belajar menghadapi yeoja dengan kami berlima” Key pun tertawa “Lagi pula dia hanya Krystal Jung, kau sudah mengenal nya sejak lama bukan? lalu apa yang kau pusingkan?” tanya Onew kepada Amber “Mungkin Amber terlalu gugup bicara dengan Krystal, Krystal Jung itu sangat cantik apa kalian tidak menyadarinya?” Taemin pun berbicara dengan senyuman di wajahnya “Taemin, kau benar-benar sudah di mabukan oleh Krystal. Tetapi memang benar bila di lihat-lihat Krystal Jung tidak terlalu buruk” jawab Jonghyun.

“Hei Amber, aku ingin bertanya sesuatu. Bagaimana kesan pertama mu bertemu dengan Krystal? tanya Key yang melihat wajah Amber penasaran “Ehmm, aku tidak tahu” jawab Amber dengan bingung dan berusaha berfikir “Bagaimana dengan perasaanmu, apa ada sesuatu yang aneh?” tanya Onew yang menatap dekat Amber “Ehmmm aku tidak tahu pasti rasanya seperti apa, ehmm rasanya aku sangat gugup dan tidak mampu bicara dan ehmm ah aku tidak tahu!” Amber menggelengkan kepalanya “Lalu beri kami alasan mengapa kau sampai saat ini tidak pernah bicara kepada Krystal? kau seperti menganggap bahwa dia tidak nyata?” tanya Jonghyun dengan Amber dan Amber mengerutka dahinya tanda nya sedang berfikir “Aku juga tidak mengerti mengapa sampai saat ini aku tidak pernah berbicara padanya, saat aku melihatnya aku tidak bisa mengatakan apa-apa ah pokoknya aku tidak mengerti!” bentak Amber.

Dan mereka berlima pun mengangguk “Kau menyukainya?” Tunjuk Minho kepada Amber yang membuat Amber terkejut “Ya!! tentu saja tidak! bagaimana bisa aku menyukainya” jawab Amber terbata-bata “Agh sepertinya aku mempunyai saingan” senyum Taemin kepada Amber dan Amber hanya membuang muka.

“Haissh kalian tambah membuatku pusing, aku akan kembali ke kelas” Amber pun bangkit dari kursi kantin dan bergegas pergi “Hei Amber kau harus berani!!” teriak kelima sahabatnya “Amber jangan macam-macam dengan Krystal Jung!!” Teriak Taemin dan Amber terus berjalan tanpa menghiraukan kelima sahabatnya itu.

Krystal Pov

Aku hanya menatap makan malam ku dan tidak menyentuhnya, sepertinya kau benar-benar tidak mood untuk makan “Sampai kapan kau melihat makanan itu? apa kau tidak menyukai nya? akan ku pesankan yang lainya” aku menggelengkan kepalaku “Jangan JongSuk oppa, tidak perlu mengganti aku hanya, aku hanya sedang tidak mood makan” jawabku yang membuat Jong Suk oppa menatap ku dan memegang tangan ku “Kau ada masalah? kau bisa bicara kepadaku” Jong Suk oppa tersenyum padaku “Ehm ini bukan masalah besar, aku hanya dapat tambahan waktu dari sekolah bahwa aku akan mengajar seorang murid bodoh dan sombong di luar jam sekolah” aku menatap Jong Suk oppa dan dia hanya tersenyum “Kau akan menjadi guru pribadi? wah pacarku sangat pintar sekali aku bangga padamu Krystal” aku menunduk untuk menyembunyikan wajah merahku.

“Oppa, bolehkah aku memotong waktu jam kerja di kedai coffe? aku akan kembali kerja seperti biasanya bila tugasku ini sudah selesai” tanya ku dengan suara pelan “Tentu saja, atau tidak kau ambil cuti saja” aku menggelengkan kepala ku “Tidak tidak aku harus tetap berkerja di kedai coffemu, aku akan mengambil seminggu tiga kali untuk mengajar dan sisanya aku akan tetap part time di kedai coffe, kau tahu bukan kalo kedai coffemu akan sepi bila tidak ada wanita cantik seperti ku” Jong Suk oppa mencubit pipiku dengan gemas “Ya oppa kenapa kau mencubitku?” aku mengelus-elus wajahku “Karena pacarku sangat lucu, bila kau lelah kau tidak perlu kerja, jangan terlalu di paksakan okay” aku pun mengangguk dan memulai makan makanan ku.

Amber Pov

Akupun melempar tasku dan melemparkan badanku ke tempat tidur saat aku mencoba memjamkan mata tiba-tiba pelayan ku mengetuk pintu “Masuk saja” dengan malas aku tetap berada di tempat tidur “Permisi nona, makan malam sudah siap” aku pun hanya mengangguk dan malah memeluk guling disaat seperti ini aku tidak nafsu untuk makan “Dan nona Amber, besok nona akan memulai belajar dengan nona Krystal Jung” akupun langsung bangun dari tempat tidur dan melempar gulingku.

“Apa!!” teriak ku kepada pelayanku “Besok itu adalah hari libur dan lagi pula ujian ku masih lama!” teriak ku kembali dengan kesal “Maaf nona ini adalah perintah dari tuan besar” aku memejamkan mataku dan menghela nafas “Aku akan gila aku akan gila aku akan gila” aku pun bergumam “Maaf nona anda bicara apa” aku membuka mataku dan sepertinya aku harus menerima kenyataan bahwa besok hari itu akan datang “Keluar dari kamarku” jawabku dengan dingin “Baik nona”

Image

Private Class (6)

Membosankan, membosankan sangat membosankan yang kubutuhkan sekarang ada bel pulang agh mengapa lama sekali! “Kau Amber Liu! kau sepertinya tidak memperhatikan penjelasan ku” haissh guru ini mengapa dia terus meganggungku “Tidak, aku memperhatikanmu dari tadi” baiklah-baiklah aku terpaksa berbohong “Benarkah? kalau begitu kau pasti mengerti apa yang sudah ku jelaskan? kau kerjakan soal nomor 3 ini” haishh! yang benar saja “Ayo kerjakan di depan” aku menggeser kursi ku dan melangkah maju. haissh lihat angka-angka ini benar-benar membuat ku bertambah pusing apa yang harus aku tulis? apakah aku harus menulis cheat game ku atau aku harus menulis pengeluaran ku setiap harinya? “Sepertinya kau sangat menyukai papan tulis ini, kau terus memandanginya tanpa berani menyentuhnya” aku mengehela nafas dan menutup kembali spidolnya “Aku, aku tidak mengerti soal ini terlalu banyak angka membuatku pusing” aku memberikan spidol ini kepada guru yang membenci ku ini dan aku kembali berjalan ke tempat duduk “Hei! kau mau kemana? siapa yang menyuruhmu duduk?” aku kembali menengok “Apa?” guru itu tersenyum dan melipat kedua tangan nya di dadanya “Kau berdiri di depan kelas sampai bel berdering” agghh benar-benar! baiklah aku mengalah dan berjalan ke depan kelas, aku memasukan kedua tangan ku di saku.

“Ada yang bisa menyelesaikan soal-soal di depan ini?” aku pun menyeringai, sudah aku tebak tidak ada yang bisa menyelesaikan soal gila yang dibuat olehnya “Saya akan mencoba menyelesaikan nya” hah anak itu lagi, dia selalu sok pintar di kelas ini. akupun melihatnya menyelsaikan soal-soal di papan tulis sangat cepat sekali dia mengerjakan “Waaah jawaban mu benar semua Krystal Jung, kau benar-benar luar biasa” dasar tukang cari muka dan yess! akhirnya yang ku tunggu-tunggu akhirnya datang, yap bel sekolah pun berdering “yes!” aku kembali ke tempat duduk dan mengambil tas ku untuk pulang “Amber Liu” shit! mengapa guru ini tidak puas-puasnya menghukum ku “Ada apa? ini sudah jam pulang sekolah apa aku harus di hukum sampai besok pagi?” tanya ku pada guru yang menyebalkan ini “Kau tahu, kau sangat buruk dalam matematika dan kau jarang memperhatikan ku dalam penjelasan di depan kelas” akupun menghela nafas dan menaikan tas ku “Kalau kau terus menerus seperti ini bisa-bisa kau tidak lulus ujian Amber dan kau tahu bahwa sebentar lagi kita akan ada ujian akhir.

Aku tahu kau adalah pemilik sekolah ini tapi bisakah kau menghargai kami Amber” aku pun mengela nafas dan membuang muka ku ke arah jendela “Kau sudah dewasa kau bukan anak kecil, aku harap kau bisa berubah tidak lagi ke kanak-kanakan” aku pun menatapnya “Apakah sudah selesai menasehatiku? aku harus pulang Mr. Changmin” aku melihat jam ku dan ingin pulang dan bermain game “Baiklah kau boleh pulang” aku melangkah menuju pintu kelas “Dan tunggu Amber” aku menengok nya dan dia berdiri dari kursi “Kau harus banyak dari Krystal Jung”

Krystal POV

Setelah pulang sekolah aku melanjutkan rutnitasku, seperti biasa kedai coffe ini selalu ramai pengunjung setiap harinya tanpa lelah aku terus melayani mereka dan memberikan senyuman. Hari ini Jong Suk oppa sedang tidak ada di kedai karena dia sedang ada urusan di luar kota tetapi walaupun dia tidak ada disini kami selalu berkomunikasi satu sama lain, saat aku sedang mengirim pesan teks kepada Jong Suk oppa aku tidak sengaja melihat mobil itu lagi, yap beberapa hari ini mobil merah itu selalu berhenti di depan kedai coffe kami. Aku tidak bisa melihat terlalu jelas siapa di dalam mobil itu aku pikir dia adalah salah satu pengunjung kedai coffe kami tetapi sepertinya bukan dan beberapa menit kemudian mobil merah itu pergi “Sepertinya dia menyadari bahwa aku melihatnya, apa dia seorang penculik? tetapi mana mungkin seorang penculik membawa mobil semewah itu?” tanpa memperdulikan mobil misterius itu aku kembali berkerja.

“Aku pulang” aku pun menaruh sepatu ku “Wah anaku yang super cantik ini sudah pulang, ayok sini makan bersama” aku terkejut melihat banyak makanan di meja makan dan ini makanan mahal semua “Dari mana ayah dan ibu mendapatkan ini? apakah kalian menghutang lagi?! aku sudah bilang jangan terus berhutang haish!” akupun memarahi ibu dan ayahku “Ya Jung Soojung! siapa bilang kami berhutang, kau tahu ini adalah pemberikan dari keluarga Liu!” aku pun sangat terkejut “Apa keluarga Liu?” akupun menjadi bingung dan duduk di samping ayahku yang sedang melahap ikan laut “Ya, tadi Mr.Liu dan para pengawalnya datang kerumah kita dan memberikan makanan mewah seperti ini” ayahku menyuapiku daging, wah daging ini sangat enak sambil mengunyah aku kembali bicara “Sebenarnya Mr.Liu kesini untuk mencari dirimu Soojungie” jawab ibuku yang membuat ku bingung “Mencariku?” akupun menunjuk diriku sendiri “Iya dia mencarimu tetapi aku bilang kau masih berkerja, dia tidak bilang kepada kami mengapa dia mencarimu tetapi menurutku itu sangat penting” aku kembali berfikir, mengapa Mr.Liu mencari ku? apa dia akan mengeluarkan ku dari sekolah? tetapi bagaimana bisa aku selalu mendapatkan nilai yang baik ah sudahlah Mr. Liu adalah orang yang sangat baik dan bijak mungkin aku kembali melanjutkan makan ku.

Author Pov

Bel isitirhat pun berdering dan semua murid berjalan menuju kantin ataupun perpustakaan tetapi tidak untuk Amber, dia berjalan menuju ruangan kepala sekolah dia tidak tahu mengapa dia di panggil kepala sekolah. Amber pun mengetuk pintu dan masuk ruangan “Oh Amber Liu silahkan masuk dan silahkan duduk” Amberpun duduk “Mengapa aku di panggil?” tanya Amber yang sangat tidak sopan “Amber Josephine Liu, aku sudah melihat banyak laporan dari guru-guru bahwa kau selalu membolos dan tidak pernah memperhatikan guru dan juga nilai matematika mu selalu saja buruk” Amber pun memutar matanya dan bersandar di kursi “Aku tidak perlu belajar, sudah pasti aku akan lulus” Amber pun menyeringai “Kau tidak akan lulus jika nilai mu jelek Amber, dan lagi pula aku sudah memberikan semua berkas nilai mu kepada Mr.Liu” Amber pun terkejut “Apa?” jawab Amber singkat dan tersenyum “Bapak kepala sekolah, ayahku akan tetap meluluskanku sekalipun nilai ku jelek dan jika kau tidak meluluskan ku kau bisa di pecat” gretak Amber kepada kepala sekolah.

“Tapi sayang sekali Amber Liu, ayahmu telah mempercayakan ku dalam hal kelulusan mu dan juga ayahmu memberitahu ku bahwa kau akan di setarakan dengan anak-anak lainya, dalam arti kalo nilai mu jelek kau akan mengulang tahun depan dan kau akan bergabung dengan adik-adik kelasmu apa kau tidak malu?” jawab kepala sekolah yang membuat Amber setengah takut “Dan kau harus berusaha keras agar nilai mu berubah dan bukan hanya nilai mu saja tentu saja etika mu juga akan di nilai, jika kau tidak berubah, maka dengan sangat berat hati kau tidak lulus dan ayahmu menyetujuinya jika kau benar-benar tidak lulus” Amber pun mengacak-acak rambutnya dan memijat dahinya “Tetapi Amber, aku akan membantu mu dalam memperbaiki nilai mu” kepala sekolah berdiri dan melihat ke arah Amber “Bagaimana?” tanya Amber yang menatap mata kepala sekolah dan berharap dia akan membantu Amber dengan nilai-nilai dia yang buruk “Private class” jawab kepala sekolah dengan senyuman dan Amber hanya diam “Private class? maksutmu aku akan ada tambahan kelas?” kepala sekolah mengangguk “Kau benar, kau bisa belajar di luar sekolah” Amber pun masih terdiam “Baiklah, siapa guru yang akan mengajari ku?” tanya Amber dengan lemas “Dia bukan guru, Amber Liu” Amber kembali menatap kepala sekolah “Lalu siapa yang akan mengajariku?” tanya Amber dengan penasaran

“Seorang murid pilihan dari Mr. Liu” Amber menaikan alisnya dan menggaruk kepalanya “Siapa murid itu? apa kau sudah pastikan dia pintar?” kepala sekolah kembali mengagguk “Dia sangat pintar dan berprestasi tentunya” kepala sekolah mendekati Amber “Siapa murid itu?” kepala sekolah tersenyum “Jung Soojung, teman sekelasmu” Amber pun terkejut sangat terkejut dan dia berdiri “Bagaimana bisa?! mengapa harus dia?! aku tidak ingin dia menjadi guruku bagaimana bisa orang sok pintar seperti dia mengajariku! pokoknya aku tidak mau, tidak mau!” teriak Amber yang tidak percaya “Itu adalah pilihan ayahmu Amber, aku tidak bisa menolaknya dan lagi pula Krystal Jung benar-benar pintar” Amber pun menutup wajahnya dengan tangan nya dan masih tidak percaya dan Amber mengambil handphone dari sakunya “Aku akan menelfon ayah” Amber pun memencet tombol handphone nya dan menunggu ayahnya mengangkat telfon dengan cemas.

“Hallo, ayah dimana? aku ingin bicara dengan ayah empat mata” dan ayahnya menjawab dari telfon “Maaf anaku, aku sudah berada di bandara dan akan pergi ke Amerika untuk sementara waktu, ayah tahu mengapa kamu menelfon ku” Amber pun mengelas nafas “Ayah, mengapa harus Krystal Jung? ayah bisa mencari guru yang profesional yang lulusan dari luar negri dan Krystal hanya murid sederhana yang sok pintar!” ayah Amber hanya tertawa.

“Amber, Aku sangat mempercayai Krystal sebagai gurumu. Aku sudah melihat nilai-nilainya dan itu sangat luar biasa dan ayah sangat menyukai anak itu dia sangat ramah, sopan, pintar dan cantik dan kau tidak perlu repot-repot berkenalan dengan nya lagi. Karena kau dan dia sudah saling mengenal bukan? dan kau sekelas dengan dia, jadi kurang apalagi?” Amber hanya terduduk lemas dan tidak percaya apa yang ayahnya biacarakan “Tetapi ayah, dia sangat sibuk dan lagi pula dia pasti tidak setuju” tanya Amber semangat “Aku sudah bicara kepadanya dan dia setuju” Amber pun kembali lemas tak berdaya dan menyenderkan kepalanya di sofa berlapiskan tangan nya “Ayah harus boarding pass, kau harus belajar yang rajin dan ubah sikap mu nak! kau adalah penerus dari Liu group! semangat Amber Liu” ayahnya pun menutup telfon dan Amber masih terdiam dan masih tidak percaya “Mengapa harus dia?”

Krystal Pov

Aku terus membolak-balik halaman buku ku, aku tidak bisa berkonsentrasi mengapa harus anak sombong itu mengapa?! “aggghh!” aku mengacak-acak rambutku. “Ya Soojung ada apa dengan dirimu” aku melihat Sulli “Aku gila” Sulli menatapku heran “Cerita padaku kalo kau ada maslah aku akan membantumu” aku mengela nafas dan menceritakan semua kepada Sulli bahwa aku akan menjadi guru pribadi Amber “Soojungie aku iri padamu” Sulli mengerutkan wajahnya “Kau tahu Soojung banyak sekali para yeoja yang ingin bicara kepadanya, jangankan bicara dilirik oleh Amber saja itu sudah suatu kebanggan dan sekarang kau akan menjadi guru pribadinya” agh sahabatku ini sangat berlebihan sekali dan dia memeluk ku “Ya Jinri kau sangat berlebihan” aku melepas pelukan nya “Lagipula aku dengan sangat terpaksa menjadi gurunya, kalau bukan karena Mr.Liu yang meminta aku pasti akan menolaknya tetapi aku tidak bisa menolak karena Mr. Liu sudah terlalu baik terhadapku dan kau juga tahu bahwa aku tidak menyukai anak sombong itu” akupun mengela nafas dan Sulli merangkul ku “Sampai kapan kau akan menjadi guru pribadinya?” tanya Sulli “Sampai ujian akhir, aku harap waktu ini akan cepat berlalu” aku pun membalas rangkulan Sulli “ayo kita ke kantin” ajaku kepada Sulli.

Image

New friend (5)

Siapa dia? siapa Namja itu? mengapa di bersama ice jung? apa dia saudaranya? atau kakaknya atau sepupunya? apa dia pacarnya? ah mana mungkin? mana ada namja yang mau dengan ice seperti dia, tanpa sadar Amber terus memikirkan Krystal “Ya Amber Liu, sampe kapan kau mengaduk susu coklatmu?” Amber pun tersadar dari pikiran nya “Apa?” jawab Amber singkat “Sepertinya ada yang kau pikirkan, akhir-akhir ini kau dan Taemin sering melamun. Ya apakah kalian jatuh cinta!” Key menunjuk dengan Taemin “TIDAK!” jawabku dengan Taemin “Pasti ada yang kalian sembunyikan, yeoja mana yang membuat kalian seperti ini. Ayo katakan kepada kami” goda Jonghyun kepada Amber dan Taemin “Aku akan memberitahunya jika waktunya sudah tepat” jawab Taemin dengan senyuman “Waah yeoja mana lagi yang kau permainkan haha?” tanya Onew sambil tertawa menatap Taemin “Aku bukan playboy!” mereka berlima pun tertawa dan tiba-tiba Minho datang dengan seseorang “Hai semua” Mereka berlima melihat Minho “Oh iya ini adalah sepupu ku Suzy, Bae Suzy dia baru datang dari Amerika” mereka tersenyum kepada Suzy “Hallo semua, aku Bae Suzy senang bertemu dengan kalian” Suzy membungkuk dan tersenyum “Waah kau sangat cantik” puji Onew, dan Suzy hanya tersenyum “Oh Suzy mereka berlima adalah sahabat-sahabatku yang sering ku ceritakan padamu, yang bergaya seperti model itu adalah Key, yang berambut pirang itu adalah Jonghyun, yang berwajah mungil itu adalah Onew, yang berambut tebal itu adalah Taemin dan yeoja tampan berambut hitam itu adalah Amber” mereka berlima memberikan salam kepada Suzy “Senang berkenalan dengan mu Suzy” mereka belima serentak mengucapkan salam kepada Suzy yang membuat Suzy tertawa “Kalian sangat kompak”

Mereka bertujuhpun menikmati makan siang mereka bersama, mereka tertawa, bercanda satu sama lain, memberikan lelucon, dan sebagainya dan tak terasa haripun sudah sore “Waah sudah pukul lima, aku ada janji” Onew melihat jam nya “Ah aku juga baru ingat kalo aku ada janji dengan Arisa” Key menepuk dahinya dan mereka berlima pun memiliki alasan masing-masing kecuali Amber yang masih diam melihat tingkah sahabat-sahabatnya “Ya Minho, kalo kau mempunyai janji bagaimana dengan Suzy?” tanya Jonghyun kepada Minho, Minho pun berfikir dan “Ah Amber! bisakah kau mengatar Suzy pulang?” tanya Minho kepada Amber yang membuat Amber terkejut “Apa??!!” Amber pun menatap Minho “Mengapa harus aku? mengapa tidak yang lain, atau mengapa tidak naik taxi?” Jawab Amber dengan tegas “Ya Amber, dari kami berlima hanya kau yang tidak sibuk dan aku tidak mempercayai taxi aku takut dia di sasari! kau mau bertanggung jawab? lagi pula Suzy adalah sepupuku dia bukan orang lain” Amber menghela nafas, ini bukan masalah Suzy orang lain atau bukan masalahnya adalah aku akan canggung selama di perjalanan jika bersama dia. kau ingat bukan kalau aku adalah tipe orang yang canggung bila bertemu dengan orang yang baru aku kenal dan terlebih lagi aku adalah anti sosial “baiklah” jawab Amber singkat.

Dari awal perjalanan sampai setengah perjalanan Suzy dan Amber tidak saling bicara, Suzy hanya menatap jendela dan melihat pemandangan dan Amber hanya fokus menyetir “Sial jalanan macet!” mengapa harus macet? ini akan membuat ku semakin tidak nyaman bersamanya, Amber pun bersandar di jendela dan kembali mengela nafas “Kau tidak apa-apa?” tanya Suzy kepada Amber “Aku tidak apa-apa, aku hanya lelah” jawab Amber singkat “Kalau kau lelah kau bisa pulang dan aku bisa naik taxi” jawab Suzy yang membuat Amber menengok ke arahnya “Ah tidak, maksut ku aku lelah selalu menghadapi situasi seperti ini kau lihat macet dimana-mana, lagi pula kau adalah tanggung jawabku kalo kau ada apa-apa Minho bisa membunuhku” jelas Amber kepada Suzy dan Suzy hanya mengangguk. Sebenarnya aku lelah dengan situasi canggung seperti ini. Setelah 2 jam perjalanan tibalah di rumah Suzy dan Amber menatap Suzy “Dia tertidur? apa aku harus membangunkan nya? dia tertidur sangat pulas” Amber terus menatap Suzy dan tiba tiba Suzy terbangun dan membuat Amber terkejut dan langsung menatap luar jendela “Apa kita sudah sampai?” tanya Suzy yang setengah sadar “Ehm iya kita sudah sampai” jawab Amber gugup “Mengapa kau tidak membangunkan ku?” tanya Suzy yang membuat Amber menggaruk kepala “Ehmm aku, aku errgh tidak ingin membangunkan mu karena kau terlihat lelah” jawab Amber yang membuat Suzy tersenyum “Baiklah Amber aku pulang” Amber mengangguk “Dan terima kasih sudah mengantarku pulang” senyum Suzy kepada Amber.

Saat dalam perjalanan pulang Amber tidak sengaja melewati kedai coffe tempat Krystal berkerja, dan Amber memberhentikan mobilnya tidak jauh dari kedai coffe tempat Krystal berkerja. Amber melihat jam yang sudah mengarahkan pukul 8.57 “Sudah jam segini apakah dia masih berkerja?” Amber yang masih melihat Krystal yang sedang membereskan meja, untuk sejenak Amber tidak melepaskan pandangan nya dari Krystal hingga telfon berdering pun membuat dia tersadar “Hallo? baiklah, baiklah aku akan segera pulang” Amber menutup jendelanya dan meninggalkan kedai coffe.

Amber POV

Sekolah, sekolah dan sekolah yap inilah rutinitas ku setiap harinya, tetapi hari ini aku memutuskan untuk masuk jam pelajaran karena ini ada mata pelajaran yang aku sukai yaitu olahraga! saat ini aku sedang bermain basket, semua orang menyemangati ku yap aku jago dalam olahraga haha. Team pun ku berhenti bermain dan kini saatnya team dari C, aku ke pinggir lapangan dan mengambil handuk serta botol minum dan aku duduk menikmati airputih dan menonton team C yang akan melawan team D. Dan ada seseorang yang membuat ku tertawa dan kau tau dia siapa? tentu saja Krystal Jung, bagaimana aku tidak tertawa. Aku melihat nya sedang menguap di tengah lapangan haha dia menguap seperti kudanil dan lihat mata panda nya dia pasti kurang tidur. Apa dia yakin bisa bermain basket dengan kondisi seperti itu? aku kembali meminum airputih dan “Ya Amber!!” akupun tersedak karena Taemin mengejutkan ku “Kau ingin aku mati!!” teriaku pada Taemin, dan dia hanya tertawa “Apa yang kau lakukan disini? kita tidak memiliki jadwal yang sama bukan?” Taemin hanya menggelengkan kepala “Aku kesini untuk memberi tahu kamu sesuatu” aku menatap Taemin dengan heran “Apa itu?” tanya ku penasaran “Kau tahu bukan percakapan kita kemarin bahwa ada seseorang yeoja yang selalu membuatku tersenyum” aku mengangguk dan tertawa “Haha siapa lagi korban mu itu Taemin, berhentilah untuk mempermainkan perasaan yeoja” Taemin memukul kepalaku “Ya sudah kubilang berapa kali kalo aku bukan playboy” aku kembali tertawa dan aku tahu Taemin adalah bukan seorang playboy aku hanya menggodanya “Baiklah-baiklah kau bukan playboy, lalu siapa yeoja yang membuatmu gila itu?” tanya ku padanya dan dia hanya tersenyum “Dia ada disini” aku menatap heran, dan aku meihat kanan kiri depan belakang dan atas bawah “Kau menyukai ku??” Taemin memukul kepala ku lagi “Tentu saja tidak!” haissh anak ini “Lalu siapa yeoja itu? tunjukan kepadaku!” Taemin menatap ku dan tersenyum lalu dia mengarahkan kepalanya untuk melihat lapangan basket dan Taemin menunjuk seorang yeoja yang membuat mataku terbuka lebar dan hampir tidak percaya “Krystal Jung”

Image