Beautiful Stranger END

Tidak, tidak mungkin. Mengapa semua ini terjadi kepadaku! mengapa ini tidak adil!

Sial nafasku mulai sesak, mataku terasa panas, telapak tanganku berkeringat “Princess, kau tidak apa-apa?” aku menatapnya menyentuh kedua pipinya yang membuatku jauh lebih baik “Amber”

Ku kuatkan hati ini, memberikan senyuman kepada namja yang begitu kucintai. Namja yang membuatku bertahan hidup hingga saat ini “Aku disini” Amber yang kucintai memberikan senyuman nya kepadaku. Akankah aku dapat terus melihat senyumnya? akakah aku dapat merasakan hangat sentuhannya serta merasakan harum aroma tubuhnya.

“Princess ada apa? katakan padaku apa yang terjadi?”

Ku depkapkan tubuhku erat denganya, membiarkan aku jatuh di pelukannya “Aku mencintaimu” sebuah kalimat yang selalu ingin ku ucapkan padanya “Sungguh mencintaimu”

Amber merenggangkan depakan nya menatap lurus mataku yang sungguh membuatku jatuh lebih dalam dikedua matanya “Aku juga mencintaimu Krystal Jung Soojung, begitu mencintaimu”

Aku tersenyum mendengarnya, aku tidak tahu harus sedih atau senang saat mendengarnya “Amber”

“Hmm”

“Boleh aku meminta sesuatu kepadamu” pintaku.

Amber mengecup tanganku “Tentu saja princess”

“Kau harus berjanji kepadaku kalau kau akan tetap hidup dan bahagia selalu”

Amber menatap aneh, matanya menatap dengan curiga “Apa maksutmu? tentu saja aku akan bahagia, aku akan bahagia bersamamu princess. Kita akan hidup bersama selamanya”

Ku pejamkan mata ini menahan rasa sakit didadaku, bukan sakit karena luka tapi sakit karena kata-kata Amber yang sungguh membuatku berat untuk meninggalkanya “Bodoh”

Amber menghela nafasnya, mencium keningku “Aku adalah Amber Liu, Amber Josephine Liu manusia yang paling bodoh di dunia ini. Manusia bodoh yang jatuh cinta kepada seorang Krystal Jung yang bahkan nyawa ini akan kuberikan kepadanya”

Aku terkejut dengan perkataan Amber “Jangan tinggalkan aku Jung Soojung, aku lebih baik mati daripada aku hidup tanpa dirimu”

Krystal mulai meneteskan airmatanya, tak kuasa mendengar apa yang Amber ucapakan padanya “Berjanjilah padaku kau akan hidup bahagia dan memiliki sebuah keluarga yang indah” senyumku.

Amber tertawa kecil “Bagaimana bisa aku bahagia bila sumber kebahagiaanku adalah dirimu”

Krystal melepaskan genggaman Amber “Tak kan kubiarkan itu terjadi kepadamu, kau sudah cukup menderita” Krystal melepaskan genggaman nya dari Amber hingga iya jatuh lemas tak berdaya.

“Princess!” Krystal menjauhi Amber.

“Aku ingin tidur” senyum Krystal bergegas masuk kedalam ruangan.

Krystal terlihat tersiksa tetapi iya harus tetap tersenyum di depan keluarganya “Krystal apa kau tidak apa-apa? wajahmu terlihat pucat?” tanya Yuri yang.

“Aku tidak apa-apa oppa, sudah sana temani Jessica unnie” pintaku padanya yang dibalas senyuman olehnya. Krystal menatap sisi ruangan yang tersenyum lepas bahagia. Ibunya, kakaknya dan teman-temnanya yang selalu ada untuknya.

Aku ingin sekali melihat mereka seperti ini, tetapi ku rasa ini tak akan lama tapi tak apa setidkanya ini sudah cukup membuatku bahagia melihat tawa mereka.

“Krystal ayo gabung!” aku hanya menggelangkan kepalaku “Aku ingin tidur”

Krystal bergegas jalan ke kamarnya membiakan tubuhnya jatuh ketempat tidurnya, Krystal mulai merasakan nafasnya yang terasa tercekik, mulai merasakan jantungnya yang berdepar dengan kencang, mulai merasakan pengheliatan yang kabur “Apakah aku akan mati sekarang? aku mohon lakukan dengan cepat.

Last Day

Hari telah berlalu, baru semalam mereka bersenang-senang karena Krystal lepas dari kutukannya tapi kini telah terbalik, mereka kembali menemukan Krystal dengan wajah yang begitu pucat dengan darah yang mengalir dari hidungnya.

“Jung Soojung bangun! aku mohon bangun” semua merasa panik, tak tahu harus berbuat apa.

“Mengapa ini bisa terjadi? bukankah Krystal sudah terlepas dari kutukan? akankah dia akan tetap mati?”

Suasana menjadi pecah tak terkendali “Aku tidak apa-apa” lirih Krystal. Semua kembali menangis melihat Krystal tak berdaya bahkan jauh lebih buruk.

Jessica menjadi tak karuan menangisi adiknya yang terbaring “Soojung tenanglah, aku akan menemukan obat penawarnya!”

“Unnie” Jessica menatap adiknya “Tidak perlu, biarkan aku seperti ini”

“Tidak, aku akan mencarinya! aku akan mencarinya dan membuatmu hidup kembali!” Jessica berlari keluar kamar Krystal dengan airmata yang begitu deras dipipinya.

Langkah Jessica terhenti saat seseorang memegang tangannya “Lepaskan aku Amber!” kesalnya.

Amber menatap sedih Jessica “Kau ingin kemana Sica?”

Jessica menghela nafasnya “Aku akan mencari obat penawar Soojung! jadi tolong lepaskan aku!!”

Amber masih menahan Jessica “Kau akan cari kemana?”

“Kemana saja, kemana saja Amber asalkan adiku tetap hidup!! lepaskan aku, aku mohon” Jessica jatuh berlutut di depan Amber, tak dapat menguasai emosinya “Aku harus bagaimana Amber?” Amber menatap Jessica dengan senyuman diwajahnya “Sica, apa aku boleh meminta satu saja permintaan kepadamu” Jessica bingung menatap Amber dengan sedikit anggukan.

Amber terus tersenyum “Tolong jaga Krystal untuku” senyum Amber.

“Jaga dia untukku Jessica”

“Amber..” Amber hanya tersenyum dengan memberikan pelukan kepad Jessica “Berjanjilah” Amber berjalan menuju ruangan Krystal, menatap Krystal seperti mayat.

“Bisakah kalian tinggalkan aku dengan Krystal” pinta Amber dengan menatap Krystal.

Ruangan terasa sunyi, Amber melangkahkan kakinya menatap sedih Krystal yeoja yang begitu iya cintai “Kau terlihat jelek” godanya.

“Bangunlah princess, hiduplah bahagia” senyum Amber dengan mengelus rambutnya, memberikan ciuman di kening dan bibirnya “Aku tidak tahan melihatmu seperti ini, melihatmu seperti ini sungguh membuat ku tersiksa”

Krystal sudah tak berdaya bahkan nyawa sudah di ujung tanduk dengan malaikat kematian yang berdiri di sampingnya “Apa kau ingat perkataanku?” genggam tangan Amber.

“Aku mencintaimu dengan seluruh hidupku, bahkan kuberikan nyawa ini hanya untukmu karena aku Amber bodoh ini begitu mecintaimu” senyum Amber dengan memasukan tanganya ke sakunya mencari sesuatu di saku celana nya.

“Hufh seandainya aku memiliki satu hari lagi bersamamu, takakan kupejamkan mata ini hanya untuk melihatmu” Amber mendekatkan dirinya ke tubuh Krystal.

“Tapi aku rasa ini sudah cukup, lebih dari cukup. Aku sunggu berterima kasih kepada Tuhan karena aku bisa mengenalmu bisa mencintaimu” senyum Amber.

Amber memeluk tubuh Krystal dengan begitu erat, mencium wangi tubuhnya yang begitu iya sukai “Kau.. Kau begitu jahat Jung Soojung, kau begitu jahat karena sudah membuatku jatuh cinta. Terima kasih Tuhan, terima kasih kau telah memberikan hadiah terindah dalam hidupku” Amber membuka sebuah tutup botol kecil di tangan kanan nya.

Amber mencium kembali Krystal dengan lembut, Amber tersenyum menatap Krystal yang koma “Terima kasih Tuhan, terima kasih Jung Soojung”

Amber tersenyum “Aku mencintaimu” Amber mulai meneguk sebuah air berwarna biru muda dengan begitu cepat.

Senyum diwajah Amber sudah tak menghiasi wajahnya, lidahnya mulai kaku tapi matanya tetap menatap Krystal tak melapaskan pelukan nya sampai malaikat kematian mencabut nyawa “Saranghae Soojung”

Hanya angin yang berhembus menamani kematian Amber dengan tetap memegang erat tangan Krystal “Kau bebas”

Sang putri membuka kedua matanya, merasa seperti lahir kembali ke dunia “Amber”

“Amber” Krystal membaringkan tubuh Amber di sisinya “Amber, ada apa ini?” Krystal meneteskan airmatanya.

“Amber bangunlah” airmatanya mulai jatuh.

“Amber bangunlah! berhenti bermain-main!” teriaknya.

“Amber!!” suara Krystal membuat kaget Jessica, Yuri dan ibunya.

“Krystal!!” kejut mereka.

“Amber!!”

Jessica menatap Amber yang tak bernyawa dengan airmata diwajahnya “Aku akan memegang janjimu Amber”

“Amber!!!”

Flashback

“Kau adalah obat penawar Princess Soojung anak muda”

“Benarkah?” tanya Amber.

“Kumohon padamu..”

“Kau tak perlu memohon, tanpa memohonpun ku serahkan nyawa ini untuknya” senyum Amber.

End flashback

Sudah satu minggu, satu minggu yang kelabu tanpa dirinya, tanpa senyumnya, suaranya, sikapnya yang bodoh yang selalu membuatku tertawa dan nyaman bila di dekatnya.

Ingin sekali aku memeluknya dan membisikan di telingnya bahwa aku mencintainya tapi kini aku tak dapat menyentuhnya tak dapat memukulnya yang dapat kulakukan adalah memandang fotonya, mengingat kembali kenangan bersamanya dan hanya bisa berdiri di pusara makam nya.

Ku genggam kalung kunci dimana kalung ini adalah simbol kencan pertamaku denganya, tak akan pernah kulupakan kejadian manis itu saat bersamanya.

Terima kasih Amber, aku tahu sebuah ucapan tak cukup untuk membalasnya. Rasanya ingin sekali aku bersamamu saat ini, tapi kau sudah memberikan kehidupanmu kepadaku dan aku akan terus bertahan hidup untukmu Amber.

Ku langkahkan kaki ini mendekati makamnya, ku kalungkan sebuah kalung di makamnya “Kau akan selalu hidup didalam jiwaku, kau akan selalu ada dipikiranku, tawa mu akan selalu terngiang ku telingaku. Jantung serta hati ini adalah milikmu, aku tak bisa ke lain hati selain dirimu”

“Aku mecintaimu”

“Aku mencintaimu Amber Josephine Liu”


End hahaha.

okay Author udah siap cerita baru dan segera Move on dari Beautiful Stranger, Kira kira kalian punya ide gak mengenai next ffnya?

Maaf ya kalo endingnya kurang greget dan kesannya malah aneh dan maksa hahaha, author udah kelamaan gak update dan jujur author udah ilang feelny 😦 maaf bgt ya…

Beautiful Stranger 18

Cuaca hari ini begitu dingin mungkin tak lama lagi salju akan turun, ku tatap luar jendela dengan mengaduk-aduk susu coklat untuk menghangatkan tubuhku yang terasa dingin dengan sejuta tanda tanya di pikiranku.

Ku pangku kepala ini dengan tangan kananku sembari berfikir tentang kejadian semalam saat aku dengan..

Dengan Amber.

Sungguh ini membuatku bingung, berjuta pertanyaan bersarang di kepalaku menanti sebuah jawaban yang pasti dalam hidupku.

Jawaban yang dulu yang ku kira benar belum tentu tepat yang pada akhirnya membuat sebuah ke keliruan.

Jadi..

Apakah Kai benar-benar obat penawarku? bila iya adalah obatku mengapa saat aku bersama Amber semuanya terasa baik-baik saja seperti saat aku tak terkena kutukan kematian ini? kematian yang benar-benar menyakitkan bahkan saat ini aku bisa merasakan bagaimana badan ini terasa begitu sakit serta aliran darahku yang terasa berhenti mengalir.

Sial,mengapa di saat seperti ini kepalaku mulai terasa pusing! tolong malaikat, jangan siksa aku seperti ini. Lebih baik kau langsung membunuhku dari pada menyiksaku seperti ini, sungguh ini begitu menyakitkan! hancurkan saja langsung jantungku dari pada kau menusuknya dengan jarum jarumu yang dingin.

“Krystal”

Aku berusaha membuka mataku serta sedikit menahan sakit di seluruh badanku, mataku sedikit buram tapi aku masih bisa melihatnya “Kai?”

“Krystal, gwenchana?”

Aku berusaha tersenyum menyakinkan diriku baik-baik saja “Aku baik-baik saja kau tidak perlu khawatir” senyumku dengan membalas sentuhan tanganya.

Dan berharap sentuhan nya dapat membuatku baik-baik saja tapi…

Tapi aku tidak kunjung membaik, ada apa ini?

Mengapa saat Amber menyentuhku semua sakit yang kurasakan terasa hilang?

“Krystal?”

Aku menatap kedua matanya, bahkan tatapan matanya saja tak berhasil membuatku membaik atau membuatku sedikit jauh lebih hangat dimana saat Amber menatap kedua mataku.

“Kau akan ku antar pulang oke, kita batalkan kencan kita”

Apakah benar kau obat penawarku?

Kai membawaku keluar cafe dengan menyelimuti badanku dengan jaket miliknya “Mengapa badanmu dingin sekali” tatapnya heran, aku hanya menatapnya dengan senyuman di wajahku, aku tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan nya.

“Baiklah kau istirahat, sebelum pulang kita akan ke toko obat oke” aku hanya mengangguk dan menyenderkan kepalaku di kursi mobil sportnya.

Tak terasa mata ini terpejam untuk beberapa saat hingga rasa sakit ini membangunkan ku kembali untuk menikmati penderitaan yang sedang ku jalani.

Kupikir dengan sedikit tertidur dapat meringkankan rasa ini tetapi aku salah, ternyata tubuhku terasa begitu lemas dan nafasku terasa sesak hingga mau tak mau mulut ini harus membantu pernafasanku yang begitu sesak.

Ku lihat Kai yang tak ada di sampingku, ku lihat arah jendela mobil. Ku tegakan badan ini serta sedikit menyipitkan mataku agar dapat terlihat jelas bayangan yang ku lihat.

Mata ini menangkan sosok namja bertubuh tinggi dengan rambut coklatnya, ya tentu saja  itu Kai dengan memegang sebuah plastik obat miliku tapi siapa namja yang di sampingnya?

Namja yang sedikit membuat wajah Kai menjadi geram.

Ku fokuskan mata ini, berusaha menatap namja yang menjadi lawan bicara Kai.

Namja yang memiliki tubuh kurus dengan hoodie hitam serta sepatu nike hitam yang tentunya tak asing bagiku serta rambut hitamnya dengan sedikit menutup matanya.

“Amber”

Amber…

Amber…

Ku ucap namanya dengan kekuatan yang kumiliki berharap dia bisa mendengarku, bukan untuk diriku.

Tapi untuk hati ini yang jujur begitu merindukan nya, yang begitu menyesal yang telah membuatnya terluka serta mencampakan nya begitu saja.

“Amber”

Jari-jari ku mulai membuka pintu mobil Kai, berusahan dengan sekuat tenaga membawa badanku berdiri tegap.

“Aghh!”

Sial aku terjatuh, tubuhku begitu lemah tak berdaya “Amber”

Author Pov

“Ternyata kau masih hidup, aku kira kau sudah mati”

Amber tersenyum mendengar perkataan Kai “Aku tidak akan mati semudah itu Kai”

Kai menarik sudut bibirnya “Baiklah, selama kau tidak megangguku dengan kekasihku Krystal Jung itu tak masalah bagiku. Malah seharusnya aku bersyukur kalau kau masih hidup jadi kau akan tahu betapa mesranya aku dan dia”

Kai dan Amber saling bertatapan tapi tangan Kai menarik perhatian Amber dengan plastik putih di tanganya.

Amber menatap Kai dengan wajah serius “Apakah Krystal sakit?”

Kai menatapnya dengan tajam “Itu bukan urusanmu”

“Kau hanya perlu menjawab iya atau tidak, itu saja. Jadi aku tanya sekali lagi, apakah Krystal sedang sakit? bukankah dia sudah sembuh?” tanya Amber dengan begitu khawatir.

“Sekali lagi ku tegaskan itu bukan urusanmu!”

Kai melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan Amber tapi dengan sigap tangan Amber mengunci lengan Kai hingga membuatnya berhenti “Jawab pertanyaanku”

Amber menatap dengan begitu tajam “Krystal adalah nyawaku, jika sesuatu terjadinya padanya aku tidak segan-segan membunuhmu Kai”

Kai dan Amber saling melempar tatapan mata dengan tangan yang bersiap memukul satu sama lain.

“Tolong!!”

Terdengar suara teriakan yang membuat keduanya menoleh “Krystal!!” teriak Amber.

Saat ingin berlari Amber mengurungkan niatnya karena Kai berlari lebih cepat darinya, menggendong Krystal masuk ke dalam mobil dengan bergegas meninggalkan Amber di tepi jalan.

Amber menarik nafasnya dengan menatap mobil Kai yang mulai menghilang dari pandangan matanya “Krystal” satu hembusan nafas yang keluar dari bibir Amber yang bernada lirih yang sungguh mengkhawatirkan Krystal.

Jung’s Home

Terilhat yeoja dengan berambut coklat sedang melipat kedua tanganya dengan menatap dingin yang barang siapapun yang melihat akan mati kedinginan.

“Kau apakan adiku!!” teriaknya yang begitu nyaring.

“Sica dengar–”

Jessica menatap tajam namja yang berada di depan nya “Diam kau Kwon Yuri!” tatapnya pada Yuri.

Tatapan nya kembali kepada namja malang yang sedang menundukan kepalanya “Aku tanya sekali lagi padamu. Kau apakan adiku!! mengapa adiku bisa pingsan seperti itu Kim Jongin!!” teriaknya marah.

Kai masih mendudukan kepalanya karena takut terhadap Jessica “Ak-ak-aku..”

“Bicaralah yang lantang! kau ini lelaki bukan?!”

“Sica tenanglah” bujuk Yuri.

“Diam kau Yuri!”

“Aku tidak tahu noona, tiba-tiba badanya terasa begitu dingin dan Krystal selalu memegang kepalanya dan aku segera mengajaknya pulang dan membelikan obat untuknya noona” ucap Kai yang begitu takut.

“Lihat, Kai tidak bersalah mengapa kau begitu..”

Jessica menatap Yuri “Jika kau sekali lagi bicara ku potong lidahmu!” Yuri langsung diam dengan mendudukan kepalanya.

“Kau tahu bukan Soojung memiliki fisik yang lemah? dan kau tahu bukan belum sampai sebulan iya keluar dari rumah sakit tetapi otakmu yang bodoh itu malah mengajaknya berkencan dan ke tempat yang begitu ramai! apa kau tidak memikirkan hal itu!!”

Sementara itu Krystal masih terbaring di kamarnya yang besar dengan wajah yang masih pucat.

Jari-jari manisnya mulai bergerak, kedua bola matanya mulai berputar hingga matanya yang terpejam menjadi terbuka dengan perlahan.

Matanya indahnya terlihat memerah dengan wajah yang pucat “Agh” Krystal berusaha bangun dari tempat tidurnya walaupun kondisi badan yang tidak memungkinkan.

Krystal diam sejenak dengan melirik jam yang berada di kamarnya “7.46 PM”

Krystal memejamkan matanya merasakan sakit di tubuhnya “Aku bisa, aku pasti bisa” Krystal membuka matanya dan bergegas mengambil coat hitamnya yang berada di atas meja riasnya.

Krystal melangkah keluar pintu dengan sembunyi-sembunyi dengan mengintip dari atas tangga melihat kakaknya yang sedang bertengkar dengan kekasihnya.

Krystal memilih jalan lain dengan melewati pintu belakang dan syukurlah aksi Krystal tidak di ketahui dan bergegas masuk ke dalam taxi.

“Terima kasih paman” ucap Krystal dengan membungkuk.

Krystal menatap sebuah gedung besar dengan kerumunan manusia yang memadati tempat berdirinya Krystal.

Krystal menarik nafasnya sedikit merapihkan rambut serta pakaian nya, begitu selsai Krystal mulai melangkah dengan percaya diri dengan pesona nya yang tidak pernah mati.

“Permisi, apa kau boleh menunjukan tanda pengenalmu?”

Krystal menatap namja yang bertubuh besar dengan berpakai jas hitam sedang berdiri di depan nya “Haruskah? aku rasa tidak perlu karena aku adalah tamu special disini” jawabnya dingin.

“Kalau begitu aku butuh namamu” ucap penjaga dengan membawa sebuah papan nama.

Krystal tetap tenang sembari berfikir “Nama?” ucapnya ulang.

“Jung Sooyeon”

Penjaga bertubuh besar menatap Krystal dan “Silahkan” penjaga itu mempersilahkan Krystal masuk.

Krystal mulai berjalan masuk dengan sambutan dentuman musik yang begitu kencang serta lautan manusia yang sedang asik menikmati musik dengan alunan DJ ternama.

Krystal menatap sekeliling mencari sesuatu yang harus iya temukan “Permisi”

“Ne”

“Apa kau tahu dimana Amber Liu?”

“Oh Amber, dia berada di lantai 4” senyumnya.

“Bagaimana agar aku bisa sampai ke lantai 4?”

“Kau tinggal jalan ke arah utara dan kau akan menemukan lift nona”

Krystal menatap arah yang di tujukan “Terima kasih” ucapnya yang langsung bergegas ke arah lift.

“Hei nona cantik mau kemana?”

Krystal terpaksa menghentikan langkahnya, menatap pemuda yang berada tepat di depan nya “Minggir” perintahnya dingin.

“Wooow mengapa kau jutek sekali nona cantik”

“Bagaimana kalau kita minum dulu, aku akan mentraktirmu apapun yang kau mau” ucap namja bertato.

“Tolong minggirlah” ucap Krystal melewati kedua namja tersebut.

“Aghh!” Krystal terjatuh lemas di lantai dengan memegang kepalanya yang mulai terasa sakit.

“Apa kau tidak apa-apa?” Krystal menepis tangan namja yang merayunya.

“Ya!! aku membantumu, mengapa kau malah bersikap sombong seperti itu!”

Krystal bersuaha bangun sedangkan namja itu menggeretu karena sikap Krystal yang kasar.

“Dasar yeoja tak tau di untung!” namja itu mulai bermain kasar kepada Krystal dengan berkeinginan melukai Krystal.

“Tuan jangan!”

“Ya kau siapa!! beraninya kau melarangku!” ucap namja bertubuh besar itu.

“Aku mohon jangan tuan, dia adalah temanku maafkan atas tingkahnya” namja dengan memakai baju pelayan itu membungkuk berkali kali dengan membantu Krystal berdiri.

“Sekali lagi mohon maaf” namja itu membawa Krystal ke sebuah ruangan yang tak seramai dan sepadat tadi.

Iya menyenderkan Krystal ke sebuah sofa “Ayo minumlah agar kau jauh lebih baik”

Krystal mengambil segelas air putih dan meminum nya hingga habis “Ya Tuhan tubuhmu begitu dingin, apa kau sedang demam? mengapa disaat demam seperti ini kau malah ke club bukanya istirahat di rumah saja”

Krystal menatap namja yang tepat di sampingnya “Kau siapa?” tanyanya.

“Aku Key, kau yeoja yang pernah menyelinap masuk ke dalam club ini bukan dan juga kau adalah teman dari Amber yang bodoh itu bukan?”

“Kau kenal Amber?”

Key memasang muka jengkel “Haish tentu saja aku kenal si llama bodoh itu! aku dan dia sudah berteman dari seumur jagung”

Krystal menatap mata Key “Dimana dia? aku ingin bertemu denganya” tatapi serius Krystal.

Key melihat jam yang iya kenakan “Jam segini dia belum datang atau mungkin dia tidak berkerja lagi”

“Apa?” heran Krystal.

“Akhir-akhir ini Amber tidak berkerja, aku tidak tahu mengapa dia menjadi seperti ini aku rasa saat ini dia sedang ada masalah” ucap Key.

Krystal terdiam mendengarnya dia tidak tahu harus mencari Amber kemana “Tapi..”

Key menatap Krystal “Kau coba saja mencarinya di atap, biasanya dia selalu disana untuk menyendiri tapi aku tak tahu pasti coba saja kau lihat” saran Key.

Tak pikir panjang Krystal bangun dari duduknya “Apa kau tidak apa-apa? kau terlihat begitu pucat” Key memegang lengan Krystal yang di balas dengan senyuman olehnya.

“Apa kau yakin?”

Krystal menganggukan kepalanya “Kalau begitu kita lewa lift belakang saja, lift depan terlalu ramai” ajak Key yang segera naik ke dalam lift.

Ting” pintu lift terbuka, Krystal dan Key berjalan menuju pintu keluar.

“Kau naiklah ke atas” perintah Key dengan membukakan pintu untuk Krystal.

“Apa kau yakin kau tidak apa-apa?” tanya sekali lagi Key.

“Aku tidak apa-apa, terima kasih Key” senyum Krystal.

“Sama-sama Krystal” senyum Key dan Krystal menatapnya untuk beberapa saat yang kemudian memutuskan untuk menaiki beberapa tangga hingga iya sampai di atap club besar ini.

“Click” Krystal membuka pintu perlahan dengan angin yang berhembus kencang menerpa dirinya.

Krystal melangkahkan kakinya maju meninggalkan pintu di belakangnya melangkah maju di atas gedung dengan beratapan langit hitam tanpa bintang.

Krystal berdiri menatap kota Seoul yang hidup dengan lampu-lampu yang berkilau “Apa yang harus ku lakukan?”

“Apa yang harus ku lakukan? aku tidak ingin berakhir seperti ini, aku tidak ingin meninggalkan mereka begitu saja”

Krystal hanya terdiam menatap langit dengan airmata di pipinya “Aku lelah, aku lelah” Krystal memejamkan matanya, kakinya bergerak otomatis mendekati pagar pembatas gedung tinggi ini.

Melangkah maju dengan hembusan angin yang menerpa rambutnya yang terurai dengan lembut. Membuka kedua tangan nya membiarkan udara masuk ke dalam pori-pori kulit putihnya.

“Sunyi, tenang dan sepi. Setidaknya sebelum aku mati aku bisa merasakan hal ini yang begitu membuat hati ini lepas tanpa beban” ucapnya dalam hati.

“Kau tidak akan melompot kan?”

Krystal membuka kedua matanya bahkan iya hampir hilang kesimbangan badan nya saat mendengar suara di belakangnya.

“Kalau kau melompat ke bawah aku tidak bisa mengejarmu lagi, kalau kau jatuh ke bawah siapa yang akan mengganti rugi semua keperluanmu? siapa yang akan mengganti semua kebutuhanmu saat kau tinggal denganku? kau tahu kan kau hampir menghabisi semua gajiku hanya karena membelikanmu daging,  kau harus membayar semunya Jung Soojung, dunia ini tidak ada yang gratis” ucap Amber dengan memasukan kedua tanganya di jaket nike miliknya.

Krystal hanya diam masih menatap gelapnya malam tanpa berani memandang Amber yang berada di belakangnya.

Selangkah demi selangkah Amber mulai mendekati Krystal dengan bersandar di besi dengan menatap punggung Krystal “Kau tahu, dulu aku ingin sekali menenggelamkan diriku untuk mengakhiri hidupku yang begitu berat yang sungguh tak mampu lagi aku bebani. Melompat jatuh hingga aku bisa melupakan semua masalahku serta kesendirianku tetapi ada sesuatu yang menyadarkanku bahwa kematian bukanlah jawaban dari semua masalahku hingga kau pada akhirnya..” Amber menarik bibirnya dengan menatap Krystal yang masih berdiri di pinggir gedung.

“Hingga pada akhirnya kau datang dengan dress berwarna putih serta jas hitamku yang melindungi tubuh indahmu, kau datang bagaikana malaikat yang menyelamatkanku dari kematian. Tatapanmu begitu dingin tetapi begitu menghipnotis siapapun yang melihatnya”

“Aku sempat berfikir bahwa kehadiranmu sungguh akan membuat hari hariku menjadi kacau dan berharap kau bisa pergi dari pandanganku tetapi sayang semua terbalik tanpa sadar kehadiranmu sungguh membuat hidupku lebih berwarna dengan canda tawamu yang kau lontarkan padaku princess” Amber mendekati Krystal dengan tenang.

“Dan ini untuk pertama kalinya aku tak lagi mencoba bunuh diri, aku sungguh berterima kasih kepada Tuhan telah mencegahku dari kematian yang sebelumnya selalu ku lakukan jika tidak, aku tidak akan pernah merasakan rasa yang begitu bahagia yaitu saat bersamamu haha aku merasakan benar-benar hidup saat bersamamu”

Krystal hanya diam menahan airmatanya “Hingga pada akhirnya ada sesuatu yang tak pernah ku rasakan sebelumnya dalam hidupku. Aku merasakan jantungku yang berdetak begitu cepat saat menatap matamu, merasakan keringat yang berlebihan saat aku berada di sampingmu, merasakan waktu yang berhenti saat menatap matamu” senyum Amber.

“Aku bingung terhadap apa yang ku rasakan hingga teman-temanku mengatakan Amber, sepertinya kau sedang jatuh cinta. Aku hanya diam dan bertanya pada diriku sendiri apakah benar aku sedang jatuh cinta? jatuh cinta kepada yeoja yang berwajah dingin tapi berhati hangat dan jawabanya adalah…”

“Ya, aku mencintainya sungguh mencintainya. Aku tak bisa hidup tanpa senyumnya aku tak bisa hidup tanpa suaranya aku tak bisa hidup tanpa sentuhan nya dan Tuhan tolong satukan lah aku padanya, buatlah dia menjadi miliku dan kan ku jaga dirinya melebihi diriku sendiri! aku bersumpah Tuhan”

Krystal meneteskan airmatanya “Tetapi, Tuhan tak mengabulkan doaku. Apakah aku tak pantas untuknya? apakah aku tak cukup untuknya? aku bahkan rela mati untuknya, ku serahkan jantungku untuknya karena aku tak sanggup tanpanya” senyum Amber.

“Tetapi jika itu membuatnya bahagia aku harus belajar melepaskan nya untuk bersama orang lain”

Krystal meneteskan airmatanya tak sanggup mendengar ucapan Amber.

“Princess”

Amber membungkukan badan nya berlutut di hadapan Krystal “Aku mencintaimu”

“Aku sungguh mencintaimu Jung Soojung”

Krystal terdiam dengan matanya yang memerah dengan seketika tubuhnya kembali tak berdaya “Princess” ucap Amber khawatir.

Dan….

Krystal Pov

Kosong, hampa, gelap dan terasa dingin.

“Princess”

Ku terus berlajan mencari suara yang begitu ke kenal hingga kegelapan berubah menjadi setitik cahaya dan cahaya itu adalah “Alish” mataku terbuka lebar, betapa tidak aku terkejut melihat Alish yang berada di depan mataku.

“Alish” aku ingin memeluknya tetapi tidak bisa, mengapa?

Aku menatap Alish “Mengapa aku tak bisa menyentuhmu?”

“Aku tidak tahu princess maafkan aku”

“Tidak apa, aku begitu merindukanmu”

Alish tersenyum, sudah lama sekali aku tak melihat senyumnya “Aku juga merindukanmu princess, aku berharap kau bisa kembali bersama kami”

Kuberikan senyumku padanya “Tentu, tentu kita akan bersama lagi” yakinku padanya.

“Princess”

“Ya”

“Semakin hari tubuhmu akan melemah, dengan sangat perlahan malaikat kematian mengambil semua energi di tubuhmu hingga habis tak tersisa” aku hanya tersenyum mendengar perkataan Alish yang memang benar sedang terjadi padaku saat ini.

“Princess, aku harap kau bisa kembali kepada kami dan memilih untuk hidup”

Aku menatap Alish yang wajahnya sedikit khawatir “Tentu saja Alish lagi pula aku sudah menemukan obat penawarku kau tidak perlu khawatir” senyumku padanya tetapi ntah mengapa wajahnya masih menyimpan keraguan.

“Pastikan dia benar-benar obat penawarmu, dan tetapkan hatimu untuk memilih hidup bukan kematian. Waktumu tinggal dua hari princess, buatlah kepastian”

Author Pov

Waktu menunjukan pukul 9 pagi tapi pagi ini tak secerah pagi pagi sebelumnya, pagi ini terasa begitu gelap seakan awan menunjukan sisi kegelapan nya pada pagi hari.

Jessica yang berdiri menatap jendela dengan sejuta ke khawatiran di dalam dirinya dan Yuri yang tertidur karena semalam suntuk menjaga Krystal dan Jessica.Dan Kai yang memejamkan matanya di samping Yuri.

“Apa yang kau lakukan semalam Soojung? mengapa kau pergi tanpa seizinku dan ibu? apa yang ada di pikiranmu? mengapa kau melakukan semua ini, adakah sebuah rahasia yang tak ingin ku ketahui? aku harus bagaimana, semua dokter menyerah karena penyakitmu yang aneh. Apa yang kau rasakan saat ini?” Jessica menggengam tangan adiknya dengan menaruh di pipinya berharap adiknya lekas sembuh.

Tanpa sadar Krystal mengerutkan dahinya, keringat bercucuran di badannya dan tanganya menjadi gemetar tanpa sebab yang membuat Jessica khawatir “Soojung”

“Tolong” bisik Krystal.

“Tolong aku” Krystal menjadi resah, badanya mulai bergerak tanpa control dari otaknya.

“Soojung, ini aku bangunlah” Jessica mulai terlihat panik.

“Aku tidak ingin mati, aku tidak ingin mati!” Krystal mulai mengeraskan suaranya yang berhasil membuat Yuri dan Kai terbangun.

“Soojung! Yuri bantu aku!!” Yuri bergegas bangun dari tidurnya.

Yuri menatap Krystal heran “Ada apa dengan nya Sica?”

“Aku tidak tahu, cepat panggil dokter!!” teriak Jessica khawatir.

“Aku tidak ingin mati, tolong jangan siksa aku seperti ini! ini begitu  menyakitkan agggghh!!!” Krystal mulai teriak karena sakit di tubuhnya.

“Soojung!!!”

“Eomma”

“Soojung anaku” Krystal kini di dekap ibunya berharap keadaan nya akan membaik tapi sayang Krystal masih meronta hebat

“Obat penawar”

“Aku butuh obat penawar, obat yang akan menyelamatkanku agghhhh!!!” Jessica dan Yuri bingung atas apa yang di ucapkan oleh Krystal.

“Obat penawar?”

“Amber” bisiknya.

“Amber!”

“Aghhh!!!” Krystal merasakan rasa yang teramat sakit.

“Amber?” ulang Sica.

“Cepat panggil Amber!!” perintah Jessica yang langsung di kerjakan oleh Yuri.

Yuri bergegas mencari Amber dengan mobil sportnya, mencari Amber ke segara penjuru kota “Damn! dimana kau Amber!” kesal Yuri.

Hingga akhirnya Yuri berhasil menemukan Amber di sebuah halte bus dengan tas ransel miliknya, tak pikir panjang Yuri mempercepat mobilnya yang hampir saja menabrak mobil lain tapi iya tak peduli, yang iya pedulikan saat ini adalah Krystal.

“Amber!!” teriak Yuri yang berhasil membuat Amber berhenti.

Yuri berlari kencang menghampiri Amber yang hampir saja naik bus menuju Busan “Kau!” Yuri meremas kerah baju Amber yang ingin sekali memukul wajahnya dengan kuat.

“Apa kau gila hah!!!” teriak Yuri kesal.

“Apa kau tidak tahu Krystal membutuhkanmu! apa kau tidak tahu Krystal menyebutkan namamu!” kesal Yuri.

Amber menepis tangan Yuri “Aku tak ingin di sampingnya, aku yang menyebabkan nya seperti itu! aku tidak tahan melihat Krystal seperti itu!”

“Bruk” sebuah pukulan besar mendarat di wajah Amber yang menyebabkan bibirnya sobek.

“Kau pikir kau hebat! kau pikri kau siapa meninggalkan Krystal begitu saja di saat dia membutuhkanmu Amber Liu! Krystal membutuhkanmu!! apa kau tidak dengar perkataanku hah!” teriak Yuri.

“Kau kesal karena Krystal bersama Kai? kau kesal karena Krystal menjadi sakit? bila kau seperti itu, kau pengecut! kau bodoh! aku tahu kau mencintainya, aku tahu! Krystal sangat membutuhkanmu, iya tidak peduli kepada siapapun kecuali dirimu! aku tahu Krystal tak pernah serius dengan Kai aku tahu hatinya tak pernah untuk Kai. Dia hanya melihat ke arahmu Amber! di hatinya hanya ada dirimu jadi tolong, Krystal membutuhkanmu aku tidak tahu apa yang ada dipikiran nya tapi saat ini dia membutuhkanmu” mohon Yuri kepada Amber.

Amber menatap Yuri, Yuri tahu Amber begitu mencintai Krystal dan begitupun sebaliknya “Baiklah”

Yuri dan Amber bergegas kembali ke rumah Krystal, di dalam perjalanan Amber terlihat sedih memikirkan Krystal “Bagaimana bisa aku berfikir seperti ini, pergi meninggalkannya disaat dia membutuhkanku”

“Amber” ucap Yuri.

“Ya”

“Apa kau tahu mengapa Krystal tak kunjung sembuh?”

“Aku tidak tahu, saat pertama kali aku bertemu dengan nya iya baik-baik saja bahkan dirinya tak pernah sakit”

“Apakah Krystal pernah mengatakan sesuatu yang aneh kepadamu seperti mengatakan obat penawar?”

Amber menatap Yuri “Obat penawar?” ulang Amber dengan berfikir sejenak teringat perkataan Krystal pada malam sebelumnya.

“Ya, ya dia pernah mengatakan hal itu padaku tapi aku tidak tahu maksutnya, apa kau tahu?” tanya Amber.

“Aku tidak tahu” jawab Yuri.

Mobil Yuri melesat masuk ke dalam perkarangan rumah Jung’s dengan terburu buru Amber turun dari mobil Yuri mengahampiri Krystal.

“Aghhhhh!!!” suara teriakan Krystal terdengar jelas di kedua telinga Amber.

Amber yang terpaku melihat Krystal yang meronta-ronta kesakitan “Aghhhh aku lebih baik mati aku tidak kuat” Krystal mengeluarkan airmatanya yang tambah membuat hati Amber tersayat begitu perih melihat orang yang iya amat cintai begitu menderita.

Amber melangkahkan kakinya melihat Jessica dan nyonya Jung memeluk Krystal “Amber” ucap Jessica dengan pipi yang basah.

Amber merendahkan tubuhnya dengan duduk di pinggir tempat tidur Krystal, memandangi sang tuan putri dengan begitu mengharukan tak bisa membayangkan betapa sakit yang iya rasakan.

“Princess” ucap lembut Amber.

Tangan Amber mulai bergerak mendekati tangan putih Krystal yang basah karena keringatnya.

“Princess”

“Jung Soojung, aku Amber”

“Aku disini”

Amber menggengam erat tangan Krystal dengan kedua tanganya yang lebih besar dari Krystal.

Jessica, nyonyan Jung, Yuri serta Kai hanya bisa terdiam melihat Krystal yang meronta hebat kini menjadi diam hanya karena sentuhan Amber.

“Bagaimana bisa?” bingung Yuri.

Amber menatap Krystal jari jarinya kini menghapus airmata Krystal dan mulai mengelus wajah Krystal dengan penuh kasih sayang “Jauh lebih baik?” Krystal sedikit menganggukan kepalanya.

Amber tersenyum mendengarnya, Amber mulai menarik tangan Krystal mendekatkan dirinya dengan tubuh Krystal dengan sebuah pelukan.

Pelukan yang teramat sangat kuat, membiarkan kepala Amber jatuh di pundak Krystal dengan mencium rambutnya serta tangan nya yang memeluk erat tubuh Krystal seakan tak ingin melepaskan diri satu dengan nya.

“Apa yang telah kau perbuat Amber?” Jessica menatap wajah Krystal yang seketika berubah menjadi segar kembali, melihat bibirnya yang kembali berwarna merah serta kulitnya tak begitu pucat.

Yuripun berfikir demikian “Ini gila”

“Amber”

Amber membuka matanya mendengar suara Krystal yang kembali seperti dulu, perlahan Amber merenggangkan pelukan nya menatap Krystal yang hanya beberapa inci dari wajahnya.

“Sudah membaik?” senyum Amber.

“Ya” tatap Krystal.

Jari Krystal memegang lembut wajah Amber dengan menyentuh bibir Amber yang sedang tersenyum untuknya.

“Maafkan aku” ucap Krystal menatap lurus mata Amber.

Amber masih tersenyum “Untuk apa?”

“Karena aku tak percaya pada hatiku, karena aku telalu egois hanya mementingkan diriku sendiri. Aku telah menghabiskan waktuku, kalaupun kau bukan penawarnya itu tak masalah bagiku. Bilapun aku harus mati itu tak masalah asalakan aku berada terus di sampingmu sampai aku mati dengan bahagia Amber”

Amber menatap bingung Krystal “Kau ini bicara apa? apa maksutmu? mengapa kau berkata seperti itu? apa maksutmu dengan kematian dan penawar?”

Krystal bangun dari tempat tidurnya menatap Yuri, Kai,Nyonya Jung serta Jessica yang berada di kamarnya.

“Mianhe”

Krystal berdiri dan menatap sekitar “Maafkan aku selama ini tak memberitahu kalian karena kau tak ingin membuat kalian khawatir”

“Apa yang terjadi nak?” tanya nyonya Jung.

“Aku adalah Krystal Jung Soojung, aku adalah putri dari anak tunggal raja Kim Tae Jung di planet J’AdoreA planet dengan sejuta keajaiban”

Krystal melangkah mendekati jendela kamarnya “Aku adalah anak dewa Kim Tae Jung, dewa yang paling kuat yang tak akan pernah terkalahkan. Dewa yang begitu mecintai anak perempuan nya yang setiap malamnya iya harus menceritakan sebuah dongeng untuk setiap malamnya”

“Semua orang mematuhi perintahku, semua orang begitu memujaku, semua orang begitu kagum akan diriku. Selama aku hidup aku tak pernah merasakan air mata, selama aku hidup aku selalu di limpahi dengan kenikmatan yang tiada tara, selama aku hidup aku tak pernah merasakan rasa kesusahan”

Krystal menghela nafasnya “Tapi itu semua tak abadi, pada umurku yang ke 17 aku mendapatkan berita yang buruk yang dimana aku harus turun ke bumi. Iya bumi, tempat yang begitu ku benci karena bumi telah memisahkan aku dengan ibuku, tempat dimana orang orang serakah, egois, jahat dan bertindak semena-mena tinggal di tempat itu sungguh membuatku muak! tapi setidaknya saat aku turun ke bumi aku bisa mencari ibuku”

Senyum Krystal menatap ibunya “Saat aku turun ke bumi sungguh sangat membuatku bingung, apa yang harus ku lakukan? apa yang aku lakukan disini? hingga akhirnya waktu mempertemukan aku dengan sosok namja yang sedang di kejar-kejar oleh beberapa orang bertubuh besar, aku tak bisa membayangkan wajahnya pada saat itu tapi aku yakin namja itu adalah orang yang baik. Dan kemudian aku bertemu lagi dengan namja itu tapi kali ini berbeda namja itu terlihat ingin menenggelamkan dirinya ke sungai Han sunggu perilaku yang bodoh, tapi aku tidak bisa membiarkan nya mati karena dia adalah namja yang baik, namja yang polos yang berhasil ku ancam agar aku bisa ikut dengan nya hahaha namja bodoh yang bernama Amber”

“Aku pikir bumi tak begitu buruk karena saat itu aku bertemu dengan Yuri oppa. Dia adalah namja yang baik, namja yang begitu tulus yang akhirnya mempertemukanku dengan Jessica kakak kandungku serta ibuku yang selama ini begitu ku rindukan serta teman-teman nya yang membuat diriku tak kesepian” tatap Krystal.

Yuri menatap serius Krystal “Lalu apa yang membuatmu datang ke bumi Krystal?”

Krystal terdiam sejenak, sedikit menghela nafasnya agar dirinya bisa jauh lebih tenang “Aku turun ke bumi karena aku mencari sesuatu yang berharga sesuatu yang benar-benar harus ku temukan. Sesuatu yang berharga dalam hidupku, sesuatu yang berbeda saat aku menyentuhnya, sesuatu yang beda saat aku menatap matanya, sesuatu yang beda saat berada di pelukan nya, sesuatu yang hangat yang bisa membuatku kembali hidup”

“Dan…”

“Dan bagaimana jika kau tidak menemukan nya?” tanya Amber menatap Krystal.

Krystal tersenyum mendengarnya “Maka aku akan mati” jawabnya menatap Amber.

Amber tertawa mendengarnya “Kau lucu”

“100 hari, hanya 100 hari malaikat kematian memberikanku waktu untuk menemukan obat penawar tersebut”

“Jika aku tak menemukan nya dalam 100 hari…”

“Maka aku akan mati, malaikat kematian itu tak akan ada hentinya menyiksaku sampai iya berhasil menyeretku ke dalam neraka miliknya”

“Soojung!” teriak Jessica.

“Kau becanda kan! apa kau sadar apa yang kau bicarakan hah?!” ucap Jessica.

“Itu sebabnya aku selalu lemah, itu sebabnya aku selalu merasa sakit di sekujur tubuhku dan itu sebabnya dokter tak bisa menyembuhkan ku karena kematian itu tak akan bisa merubah semuanya”

“Kau tidak boleh mati nak tidak! lebih baik aku yang mati!” teriak nyonya Jung dengan air mata yang berlinang.

“Bagaimana bisa aku melihatmu pergi meninggalkanku di saat aku merasa bahagia seperti ini” ucap nyonya Jung.

Amber menela saliva nya, merasa bingung akan keadaan Krystal “Mengapa kau tidak bicara dari dulu? kalau kau bicara kita bisa mencari obat penawar itu princess!” kesal Amber.

“Karena kau tak pernah bertanya tujuanku Amber” senyum Krystal.

“Lalu, berapa hari lagi yang tersisa?” tanya Amber dengan suara yang gemetar tak sanggup mendengar jawaban dari Krystal.

“Besok adalah hari terakhirku”

Seketika suasana menjadi pecah, Jessica dan ibunya menangis sedangkan Yuri dan Kai tak tahu harus berbuat apa dan Amber…

Amber hanya menatap Krystal, menatap dalam kedua bola matanya.

“Aku adalah obat penawarmu bukan?”

Amber berjalan mendekati Krystal memegang lembut kedua pipi Krystal, merasakan hangat nafas Krystal merasuki kulitnya “Katakan bahwa aku adalah obat penawarmu Soojung” tatap Amber.

“Tolong katakan”

Krystal menganggukan kepalanya yang membuat Amber tersenyum dengan jawaban Krystal “Terima kasih Tuhan” Amber memeluk erat Krystal.

“Apakah itu berarti kau tidak akan mati? benar bukan?” ucap nyonya Jung.

“Ya” jawab singkat Krystal yang setiap sentuhan Amber selalu membuatnya jauh jauh lebih baik.

“Aku tidak akan meninggalkanmu, tidak akan Jung Soojung”

Malam telah tiba, waktu menunjukan pukul 8 malam.

Nyonya Jung memasak daging asap karena Krystal sudah jauh membaik sedangkan Kai memilih mundur dan membiarkan Krystal bahagia bersama Amber.

Sedangkan Yuri dan Jessica.

Yuri membawakan segelas teh hangat untuk Jessica “Terima kasih” ucap Jessica.

Yuri duduk di samping Jessica dengan meneguk segelas teh hangat “Aku kira cerita seperti ini hanya akan ada di dongeng saja ternyata ini benar-benar nyata” tatap Yuri ke langit.

“Aku harap Amber dapat menjaga Krystal dengan baik” ucap Yuri yang tak sadar Jessica menatap ke arahnya.

“Terima kasih Kwon Yuri”

Yuri menatap Jessica “Untuk apa? untuk apa kau mengucapkan hal itu kepada namja seperti ku? aku tak pantas mendapatkan kata-kata itu Sica” tatap Yuri.

“Mengapa kau berkata seperti itu?”

“Karena aku tak mempercayaimu, karena aku terlalu pengecut! aku tenggelam di dalam amarahku tanpa memperdulikanmu”

Yuri menatap Jessica “Maafkan aku Jessica”

Jessica tersenyum mendengar ucapan Yuri.

“Maukah kau menerima permintaan maafku?” pinta Yuri.

“Tentu saja bodoh!” tawa Jessica.

Sementara itu 

Krystal dan Amber saling berpelukan di bawah sinar bulan, Krystal menjadikan dada Amber sebagai alas kepalanya dengan tangan Amber yang melilit tubuhnya.

“Ada yang ingin kau katakan?”

“Tidak ada”

“Mengapa tidak ada?”

“Aku hanya ingin mendengar nafasmu” senyum Amber yang semakin memperat pelukan nya.

“Amber llama”

“Hmm”

“Amber llama”

“Hmm”

Krystal memegang pipi Amber, menatap mata,hidung serta bibirnya “Aku ingin tahu satu hal”

Amber menatap Krystal “Apa itu katakan padaku princess”

“Sejak kapan kau menyukaiku?” Krystal menatap Amber nakal.

“Hmm tidak tahu, tiba-tiba terjadi begitu saja kepadaku” senyum Amber dengan memegang pipi Krystal dengan sedikit mengelus pipi halusnya.

“Mengapa baru sekarang kau berani mengungkapkannya padaku princesss?” tanya Amber.

“Haruskah aku mengatakan nya duluan? lagi pula ini untuk pertama kalinya kau jatuh cinta jadi aku sedikit malu” wajah Krystal menjadi merah.

“Aku mecintaimu Jung Soojung”

Amber menatap mata Krystal “Sungguh mencintaimu”

Krystal tersenyum dengan wajah yang sedikit memerah “Aku juga mencintaimu…”k

“Amber Liu”

Jarak kini tak lagi memisahkan mereka hingga perlahan Amber merasakan nafas Krystal, memejamkan kedua mata mereka dan mulai merasakan bibir Krystal dengan menciumnya dengan lembut.

Krystal memejamkan matanya dan….

“Alish?”

“Princess!”

Alish memeluk tubuh Krystal, Krystal hanya terdiam “Bagaimana bisa kau memeluk ku Alish? bahkan aku bisa menyentuhmu” heran Krystal.

Alish tersenyum “Itu karena princess telah berhasil menemukan obat penawar kematian nya” Alish dan Krystal sangat riang gembira mendengar Krystal telah menemukan obat penawarnya.

“Jadi aku tidak akan mati kan? aku akan tetap hidup kan Alish?”

Alish hanya terdiam “Mengapa kau diam?”

“Aku sudah menemukan obat penawarnya dan aku tidak akan mati bukan?” tanya Krystal.

“Kau sudah menemukan obat penawarnya tapi apa kau lupa satu hal princess?”

Krystal menatap heran “Obat penawar itu sangat berharga bagimu sesuatu yang hidup, obat penawar itu akan menggantikan darahmu yang dingin menjadi hangat, obat penawar itu akan selalu membuatmu baik-baik saja hanya satu sentuhan, obat penawar itu adalah setengah dari ragamu itu sebabnya saat kau memeluknya kau merasa aneh dan berbeda, obat penawar itu akan menggantikan jantungmu yang beku menjadi berfungsi kembali”

Krystal semakin bingung “Obat penawar itu adalah kehidupan, kehidupan baru untukmu!”

“Kehidupan?” ucap ulang Krystal.

“Princess kau berhasil menemukan obat penawarnya tapi kau belum menggunakan nya dan besok adalah hari terakhirmu”

“Apa yang harus ku lakukan Alish? saat ini aku merasa baik-baik saja dan..”

Alish memotong kata -kata Krystal “Dengar Princess! saat ini kau merasa baik-baik saja karena dia adalah sumber kehidupanmu! setengah dari jiwa serta nyawamu! dia adalah sumber kehidupanmu, kau harus mengambil kehidupan nya untukmu!”

“Kau gila!” bentak Krystal.

Krystal terlihat cemas “Princess lihat aku!”

“Kau harus melakukan nya!”

“Kau harus melakukan nya princess”

“Apa yang harus ku lakuan Alish!”

“Kau harus mengambil kehidupan nya”

Alish menatap mata kaca Krystal “Kau…”

“Kau harus membunuhnya”

“Dia harus mati”

“Dia harus mati dan kau akan hidup”

Krystal diam seribu bahasa hanya airmata yang mengalir di matanya “Tidak”

“Dia harus mati!”

“Dia harus mati princess atau tidak….”

“Kau yang akan mati”

“Kau akan mati”

Amber melepaskan ciumannya “Princess, mengapa kau menangis?”

“Maafkan aku, aku tidak bermaksut…”

Krystal memeluk erat Amber begitu erat “Kau tidak akan mati Amber, aku tidak bisa hidup tanpamu!”

“Kau tidak akan mati”

“Tidak akan!”

 

————————————————–

Haduuhh author gak bisa bikin adegan romantis hahahaha

 

Beautiful Stranger 17

Ku hela nafas ini berusaha mengatur sesak di dadaku yang mulai terasa berat “Dasar bodoh” aku terlalu berharap yang hal yang tidak akan mungkin terjadi.

“Huffhh” aku membuka mata ini menatap sekelilingku yang masih ramai dengan aktifitas mereka masing-masing.

Tapi hatiku tetap merasa sepi, merasa hampa. Mungkin ragaku sedang berada disini tetapi pikiran serta jiwaku tak lagi satu dengan ragaku.

Segila inikah aku tanpa dirinya?

Segila inikah aku saat dia tak lagi di sampingku?

Ku angkat kepalaku, menatap langit hitam tanpa bintang yang menyinarinya.

Menatap langit hitam yang mengingatkanku pada wajahnya, iya wajahnya saat pertama kali aku bertemu denganya di sungai Han. Aku masih ingat sekali saat dia memkasa diriku untuk ikut denganku ke rumah, aku masih ingat saat dia memakai gaun putih dengan jas hitamku sebagai penghangat di tubuhnya, aku juga masih ingat jelas bagaimana matanya menatapku tajam saat dia mengancamku haha, sungguh kenangan yang indah.

“Huffhh”

Sedang apa kau saat ini?

Apa kau sudah makan?

Apa kau baik-baik saja?

Apa kau masih suka mimpi buruk?

Ku pejamkan kembali mata ini berusaha melupakan nya yang sudah bersama namja, namja yang menjadi pilihan hatinya.

Namja  yang akan membahagiankanya.

Namja yang akan selalu menggengam tanganya.

Namja yang akan selalu melihat senyuman di bibir mungilnya.

Dan semua itu tidak akan terjadi lagi kepada diriku yang malang ini, yang hanya bisa meratapi kenangan nya saat aku bersama dirinya.

Sungguh mengenaskan.

Yeoja yang ku cintai berakhir dengan namja yang ku benci.

“Hmmhh” senyumku dengan hati yang tersayat.

Jessica Pov

Kemana perginya llama bodoh ini! apa dia harus menyerah begitu saja kepada Soojung?! haishhh aku tahu hatinya benar-benar hancur.

3 hari yang lalu aku melihat Amber yang berdiri di depan pintu kamar Krystal dengan membawa bunga untuk Krystal, tapi langkahnya berhenti saat Krystal mengatakan bahwa dia membutuhkan Kai!

Jung Soojung apa yang ada di pikiranmu?!! mengapa harus lelaki itu? apa kau tidak tahu setiap harinya Amber begitu mengharapkanmu dan begitu menyayangimu?

“Eonni”

Aku menatap ke arah suara dimana Soojung yang baru saja pulang dari kencan nya, ya kencan.

“Kau darimana saja? apa kau tidak tahu ini jam berapa?” tanyaku sedikit kesal.

“Ehm biane, di jalan sangat padat dan..”

“Kau tidak tahu bahwa kau baru saja sembuh? bahkan kau baru saja bangun dari koma mu Soojung dan kau malah pergi denganya?” tatapku sinis.

“Aku merasa tak enak, aku harus berada di dekatnya” aku menatapnya bingung.

“Apa maksutmu?”

Dia hanya diam, aku menatapnya yang sedikit kelelahan “Hmm baiklah kau istrhat sana” perintahku.

“Ne”

Aku menatapnya jalan dengan menaiki tangga rumah kami yang menuju kamarnya, walaupun dokter sudah membolehkan nya pulang tetapi aku merasa Soojung belum sembuh sepenuhnya. Terkadang Soojung terlihat pucat bahkan kerap kali tubuhnya terasa dingin, tapi mengapa dokter mengatakan dia baik-baik saja? apa yang sebenarnya terjadi padamu Soojung?

“Driingg driingg” ponselku.

“Yeoboseyo”

“Dia sudah ada disini noona”

“Baiklah aku segera kesana” aku segera mengambil kunci mobilku serta coat hitamku.

35 menit berlalu dan kini aku telah sampai di tempat yang sudah lama tak kunjungi, aku mulai berjalan masuk dengan menunjukan kartu VVIP ku.

“Annyeong haseyo” bungkuk seorang namja.

“Dimana dia?” tanyaku tutup poin.

“Dia sedang berada di lantai atas noona tapi…” tanpa pikir panjang aku langsung naik ke atas untuk menemui llama bodoh itu!

Ku percepat langkahku tak sabar untuk memukul kepalanya!

Ku pelankan langkahku, ku tarik nafasku dengan melihatnya yang sedang berdiri menatap lampu lampu kota Seoul.

“Ternyata tempat ini adalah benar-benar tempat favoritmu” ucapku dengan melangkah mendekatinya.

“Jessica?” kejutnya melihatku.

“Wae? kau tidak suka aku disini?”

“Tidak bukan begitu hanya saja…”

Plak

Maaf Amber “Ya! mengapa kau memukul kepalaku? ini benar-benar sakit!”

“Itu karena aku sangat kesal kepadamu llama bodoh!” teriaku padanya, dan llama bodoh ini masih mengelus-elus kepalanya.

“Kau kemana saja hah?! kau ini maunya apa? mengapa kau menghilang begitu saja seperti hantu! apa kau tidak tahu aku terus mencarimu!” marahku padanya.

Lihat! dia malah diam dengan memberikan ekspresi llama nya “Jawab aku Amber Liu! jangan diam saja”

Author Pov

Jessica menatap Amber dengan tatapan dingin nya sedangkan Amber hanya bisa menundukan kepalanya karena tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

“Berhentilah”

“Berhentilah mencariku” ucapnya singkat tanpa menatap Jessica.

Jessica menatap bingung Amber dengan apa yang iya ucapkan “Ya! apa maksutmu itu? kau ini kenapa!”

Amber menghela nafasnya, menatap Jessica yang tepat di sampingnya “Apa karena kejadian di rumah sakit itu kau menjadi seperti ini?”

Amber diam sejenak menatap Jessica dengan senyum tipisnya “Pengecut! kau benar-benar pengecut Amber Liu!”

“Iya, lalu kenapa?”

“Kau adalah namja terbodoh yang pernah aku kenal! apa kau akan menyerah begitu saja? apa kau…”

“Sudah cukup! lagi pula dia sudah bahagia dengan namja lain” saut Amber.

“Dia? huh bahkan kau saja enggan menyebut namanya Am. Kau pernah mengatakan kepadaku bahwa kita harus mengungapkan perasaan kepada orang yang kita cintai, berjuang untuknya! tetapi kau tidak membuktikan itu semua, semua ucapan mu adalah palsu! kau pengecut!” kesal Jessica.

Amber menatap Jessica dengan amarah di wajahnya “Aku harus mengatakan apa? apakah aku harus mengatakan Krystal aku ingin selalu bersamamu atau Krystal maukah kau menjadi miliku sedangkan dia lebih memilih orang lain dari pada diriku? mengucapkan namanya hingga terngiang di telingaku? memeluk tubuhnya di depan mataku?”

Amber tersenyum menatap Jessica “Apalagi yang harus ku katakan Sica? kalaupun ku katakan dia hanya akan membalas dengan senyuman dan mengatakan kalau aku dan Krystal adalah sahabat. Mungkin benar, selama ini hanya perasaanku saja yang berlebihan menanggapi hubunganku dan Krystal adalah hubungan yang special, ya Tuhan aku mengaharapkan yang tidak tidak hahaha”

“Amber”

“Aku yakin Soojung memiliki perasaan yang sama denganmu”

“Buktikan” jawab singkat Amber.

“lihat? tidak bisa bukan? sudahlah Sica tak usah pikirkan diriku. Selama Krystal bahagia aku tidak masalah bilaku terluka, aku hanya ingin dia tersenyum bahagia walaupun tak bersamaku” senyum Amber.

“Amber”

Amber menarik nafas nya “Hoaah malam ini benar-benar sangat dingin, kau pulang sana”

“Bodoh” Jessica meneteskan airmatanya.

“Haish kau malah menangis” Amber menggaruk kepalanya.

“Kau benar-benar bodoh Amber Liu!”

“Inilah aku Sica, aku menjadi manusia bodoh karena ulah adikmu haha”

“Auchhh! sakit!” Amber mengelus tangan nya karena pukulan dari Jessica.

Jessica menatap Amber “Lalu kapan kau akan melihat Soojung?” tanya Jessica yang membuat Amber bingung.

“Aku tidak tahu, aku butuh waktu”

“Soojung belum sepenuhnya sembuh jujur saja aku masih meragukan kesehatanya”

Amber memegang kedua pundak Jessica dan menatap lurus matanya “Krystal akan baik-baik saja bila bersamamu dan ibumu, percayalah. Tolong jaga Krystal untuku Sica” senyum Amber yang di balas pelukan oleh Jessica.

Sementara itu….

Aku tidak tahu apa yang ada di pikiranku saat ini, aku juga tidak tahu mengapa aku mengucapkan namanya begitu saja dari bibir ini “Kai”

Aku tidak dapat berfikir panjang, yang aku pikirkan saat ini adalah dapat bertahan hidup di sisa hidupku.

Aku hanya memikirkan semua perkataan Alish kepadaku. Dan ntah kenapa aku malah memikirkan Kai karena akhir akhir ini dia selalu bersamaku menemaniku setiap hari.

“Obat penawar itu adalah Namja! obat penawar itu begitu hangat hingga iya sangat membenci dingin, obat penawar itu begitu berbeda saat kau menyentuh atau memeluknya, obat penawar itu akan selalu membuatmu baik-baik saja”

Apakah aku merasakan itu semua kepada Kai?

Kai adalah seorang namja.

Kai tidak menyukai dingin.

Saat aku memeluknya aku merasa baik-baik saja.

Tetapi …

Haishh mengapa aku menjadi bingung seperti ini?

Apakah Kai benar-benar obat penawar kematianku? apakah bila aku di dekatnya aku akan terhindar dari kematian?

Kalau begitu aku tidak akan mati bukan?

Kai adalah setengah dari jiwaku jadi dia akan tetap membuatku hidup bukan?

Aku tidak ingin membuat orang orang yang kucintai sedih terutama dirinya.

Krystal melangkahkan kakinya mendekati jendela kamarnya yang berada di lantai 2, menatap luar jendela dengan segala gegundahan hatinya.

“Mengapa malam ini terasa gelap sekali? tak ada satu bintang pun yang terlihat di langit” tatap Krystal.

Ntah kenapa Krystal tersenyum kecil saat memandang langit dari jendela kamarnya “Bodoh” ucap singkat Krystal dimana senyumnya masih terukir di wajah putihnya.

“Mengapa wajahmu selalu hadir di pikiranku?”

“Mengapa senyum bodohmu itu selalu terukir di ingatanku?”

“Mengapa matamu itu selalu terbayang di kepalaku?”

Mata Krystal terus memandang langit hingga tak sadar air mata mengalir di pipinya “Mianhae, jeongmal mianhae”

Sial! dadaku merasa sesak tak sanggup menahan airmata ini karena begitu merindukanmu Amber, aku sungguh merindukanmu.

Maafkan aku karena aku menyakitimu.

Maafkan aku telah membuatmu kecewa.

Aku melakukan semua ini agar aku bisa bertahan hidup, aku tidak ada jalan lain selain Kai yang berada di sampingku.

“Maafkan aku”

“Karena aku begitu merindukanmu, sungguh”

Day-4

“Eonni, eonni bangunlah!” Jessica masih terlihat bersembunyi di dalam selimut pink miliknya sedangkan sang adik sibuk membangunkan kakaknya yang tak kunjung bangun.

“Eonni bangunlah!” paksa Krystal.

Jessica sedikit membuka matanya dengan rambut yang berantakan “Erghh ada apa?” tanyanya lemas.

“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat!” paksa Krystal dengan berusaha menarik selimutnya.

“Aghh ini kan hari libur! aku ingin menghabiskannya dengan tidur!”

“Ini sangat penting! ayo bangunlah! aku akan menunggumu di bawah!”

“Haishh yang benar saja! ini kan hari libur” grutu Jessica yang segera bangun dari hibernasinya.

2 jam berlalu, wajah Krystal mulai terlihat bosan menunggu sang kakak di meja makan “Eomma apakah eonni selalu seperti ini setiap hari?” gerutu Krystal dengan mengaduk-aduk susunya yang mulai dingin.

Ibu Krystal tersenyum menangis mendengar ucapan dari anak bungsunya “Kau tahu bukan eonni mu bila berdandan akan sangat lama apalagi bila dia memilih baju”

Krystal menghela nafasnya “Padahal kan aku hanya mengajaknya keluar sebentar bukan mengajaknya pergi ke mall”

Ibu Krystal menaruh piring dengan berisikan sandwich untuk Krystal “Makanlah dulu selagi menunggu Sica”

“Nee” jawab Krystal malas.

1 jam berlalu

Tap tap tap” suara sepatu berhak tinggi mulai terdengar di telinga Krystal.

“Aku sudah siap” senyum Jessica memandang Krystal yang memangku tanganya.

Memandang Jessica dengan tatapan dingin “Aku menunggumu 3 jam”

Jessica menatap bingung “Lalu?” tanyanya polos.

“Hufhhh sudahlah ayo kita pergi, eomma kami pergi!” teriak Krystal yang menarik tangan Jessica.

“Kalian hati hati!”

“Ne!”

Kebetulan sekali hari ini jalan tidak terlalu padat hingga tak butuh waktu lama untuk sampai tujuan “Kita ini mau kemana Soojung?” tanya Jessica yang melihat Krystal.

Krystal melihat lihat daerah di sekelilingnya berharap tujuan yang iya inginkan tidak salah “Hmmmhh” Krystal melihat jam nya yang menunjukan pukul 11.45

“Ya Jung Soojung”

“Wae?” jawabnya tanpa melihat Jessica.

“Kita ini mau kemana lalu untuk apa kita kesini?” tanya Jessica yang lagi lagi di acuhkan Krystal.

“Ayo kita turun” ajak Krystal yang di turuti oleh Jessica.

Jessica dan Krystal berjalan menuju sebuah tempat yang suka sekali di kunjungi oleh Krystal.

Krystal menggengam tangan Jessica “Ayo kita masuk” senyumnya.

Krystal mulai membuka pintu dan melangkahkan kakinya masuk kedalam, “Aku sungguh merindukan tempat ini” batin Krystal.

Seorang yeoja datang dengan menaymbut tamu yang baru saja datang “Selamat dat–” kalimatnya terputus saat yeoja bertubuh mungil itu melihat Krystal.

Bukan, bukan Krystal yang membuatnya terkejut tetapi yeoja yang di genggam tanganya oleh Krystal.

“Sunny eonni” senyum Krystal.

Sunny masih bingung tak percaya apa yang telah di lihat, matanya tak terpejam menatap sosok yeoja yang dulunya selalu bersama sama menghabiskan waktu bersama dengan sejuta kegilaan yang mereka lakukan.

“K-k-kau”

Jessica tak sanggup lagi berdiri lebih lama lagi hingga iya memutuskan untuk pergi tapi sayang tangan nya terikat oleh genggaman kuat Krystal.

“Berhentilah berlari eonni” ucap Krystal.

“Sunny mengapa kau lama sekal—” yeoja yang baru saja menegur Sunny kini terdiam menatap tatapan yang sama heran dengan Sunny.

Krystal tersenyum menatap yeoja yang membawa keranjang roti dengan sopan Krystal membungkuk “Annyeong haseyo Yoona eonni”

Yoona hanya diam tak merespon Krystal sedangkan Jessica hanya menundukan kepalanya dengan menggengam erat tangan Krystal.

Krystal tau bahwa situasi ini sangat berat mengingat hubungan mereka di selimuti dengan amarah tapi Krystal yakin bahwa mereka masih saling menyayangi satu sama lain.

Tidak tahan dengan situasi ini Jessica melepaskan genggaman Krystal yang membuat Krystal terkejut “Eonni!”

Jessica melangkah keluar pintu.

“Jessica”

Seketika langkahnya terhenti mendengar suara yang sudah lama tak iya dengar, suara yang selalu memberinya semangat, suara yang selalu membuatnya tegar, suara yang iya rindukan.

Namja berkulit putih itu melangkah kan kakinya mendekati Sunny dan Yoona.

Dengan senyuman di bibirnya “Lama tak berjumpa”

Jessica hanya diam tak berani memutar badan nya, memejamkan matanya berharap kejadian ini adalah sebuah mimpi buruk di dalam tidurnya.

“Eonni” Krystal menyentuh pundak Jessica.

Menatap mata Jessica mengisyaratkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Jessica pov

Tuhan.

Apa yang harus ku lakukan?

Apa aku harus keluar dari ruangan ini dan berlari sejauh mungkin?!

Aku tak sanggup dengan semua ini, aku tak sanggup!

Tapi..

Tapi aku tidak mungkin berlari di dalam kesalahan ku, aku tidak bisa seperti ini. Bagaimanapun juga mereka pernah menjadi orang yang begitu ku sayangi.

Ku putar kaki ini, menatap kembali wajah mereka yang sudah bertahun tahun tak ku tatap.

Sedikit menaikan dagu ini agar aku kembali bisa melihat jelas wajah mereka.

“Dup dup dup dup dup” jantung ini rasanya mau meledak saat di hadapkan oleh mereka tepat di kedua mataku.

Ku buka mata ini perlahan, menatap wajah mereka yang membuat hatiku teriris mengingat kenangan indah yang pernah ku habiskan bersama-sama.

Sungguh tak mudah melupakan setiap detiknya waktu bersama mereka.

“Sunny” aku merindukanmu.

“Yoona” aku merindukanmu.

Dan…

“Taeyeon” leader kid yang begitu ku rindukan, senyumnya masih hangat seperti saat pertama kali ku bertemu denganya.

“Selamat datang kembali…”

“Jessica” senyum Taeyeon.

“Ada apa ini?” suara itu?

Aku melihat ke arah sumber suara itu dan…

Tebakan ku benar.

Dia tak berubah, sama sekali tak berubah.

Auhor Pov

“Jessica eonni?” ucap Seohyun terkejut.

“Tidak mungkin” ucap Sooyoung.

“Waw” ucap Hyoyeon.

“….” Tiffany hanya membulatkan matanya.

Taeyeon hanya tersenyum melihat mereka menatap Jessica “Sepertinya kita sudah berkumpul, bisakah aku sebut ini sebagai reunian?”

Mata Jessica terlihat merah, bibirnya mulai bergetar tak sanggup menahan rindu di dalam dadanya.

“Mianhae”ucap Jessica menahan airmata.

Jessica menarik nafasnya berusaha menenangkan dirinya yang mulai guncang “Jeongmal mianhae”

Mereka hanya diam menatap Jessica tidak tahu apa yang akan mereka lakukan.

Mengusirnyakah?

Memarahinyakah?

Membencinyakah?

Atau..

Melupakan semua kejadian yang telah kami lewati.

Kini perasaan mereka campur aduk saat melihat Jessica yang menteskan airmatanya.

“Aku tidak pantas disini, aku akan pergi. Maafkan aku” Jessica mengusap airmatanya menghindari mata dari para sahabatnya dulu, ingin pergi menjauhi mereka sejauh-jauh mungkin!

Bruk

Langkah Jessica terhenti, langkahnya terhenti karena sesuatu yang menghadangnya hingga jatuh ke pelukan namja yang lebih tinggi darinya.

“Mianhae” Jessica meminta maaf karena telah menabrak namja tersebut dengan menatap wajahnya.

Wajahnya yang membuat Jessica menghentikan langkahnya, membuatnya terhipnotis karena karena matanya yang begitu tajam.

“Aku merindukan tatapan itu” ucap Taeyeon yang menatap Jessica dan sahabatnya.

“Maaf, tidak ada yang boleh keluar dari tempat ini” Jessica hanya menatap bingung.

“Mianhae” ucap namja berkulit coklat tersebut.

“Maafkan kami karena kami bukan sahabat yang baik untukmu” Jessica terkejut mendengar perkataan yang yang iya dengar.

“Dan maafkan aku karena pada saat itu aku hanay peduli pada diriku sendiri, aku tidak melihat kesedihan orang lain di sekitarku yang pada saat itu membutuhkan diriku” ucapnya menatap lurus mata Jessica.

“Ini adalah kesalahan yang begitu besar, tapi di dalam kesalahan ini kita dapat belajar apa arti dari persahabatan kita selama ini.Pada saat itu kami egois karena tidak memahami situasimu pada saat itu, yang hanya kami tahu adalah bahwa kau meninggalkan kami begitu saja, melupakan semua kenangan yang telah kita buat. Aku terlalu berfikit negatif akan dirimu hingga membuat sakit diriku sendiri, maafkanlah kami. Maafkan aku Jessica”

Jessica menangis terisak-isak dan tangisan nya membuat Sunny, Hyo, Sooyoung, Yoona, Tiff, Seo ikut menangis melihat sahabatnya yang sudah bertahun tahun tak mereka lihat.

“Selamat datang kembali Jessica” ucap Yuri dengan senyuman di wajahnya.

“Jes-jes-jessica” mereka semua berlarian memeluk Jessica dengan airmata yang terus mengalir deras.

“Aku begitu merindukanmu ice princess”

“Maafkan kami”

“Aku merindukanmu Sica”

“Jessica!!” mereka semua saling berpelukan.

“Terima kasih” ucap Taeyeon menghampiri Krystal yang berdiri di sudut ruangan.

“Kau yang terbaik Krystal” senyum Yuri.

“Terima kasih karena sudah menerima kembali kakakku dan percaya kepadanya” senyum Krystal kepada Yuri dan Taeyeon.

Terpancar senyuman di wajah mereka dengan kembalinya sahabat yang begitu di rindukan Jessica Jung.

“Melihat eonni tersenyum seperti ini sunggu membuatku senang, dengan begini aku bisa tenang” senyum Krystal yang memandang Jessica bersama para sahabat sahabatnya.

Tiada hentinya mereka saling berbincang serta tertawa satu sama lain hingga tak terasa waktu menunjukan pukul 8 malam, Krystal masih duduk terdiam melihat eonni serta para sahabatnya merayakan pesta kecil dengan secara mendadak pada malam ini.

Di dalam canda tawa yang begitu menggema terliat Krystal yang terlihat pucat “Gwaenchanha?”

Krystal memejamkan matanya, kepalanya mulai terasa pusing tetapi sebisa mungkin dia menahan karena tak ingin melihat mereka khawatir “Aku tidak apa-apa Kai” senyum Krystal kepada Kai yang menemaninya.

“Tapi wajahmu begitu pucat Krys dan tubuhmu begitu dingin” tatap Kai dengan memegang dahi Krystal.

Tak pikir panjang Krystal memegang erat tangan Kai “Tetaplah disini” ucap Krystal.

“Aku tidak akan kemana-mana” Kai membalas genggaman Krystal.

“Krys kau mulai berkeringat, aku harus membawamu pulang”

“Kai” Krystal menarik tangan Kai berusahan menghentikan nya.

Krystal terlihat pucat memohon kepada Kai “Jangan beritahu kepada mereka, bisakah kau panggilkanku taxi saja? aku hanya kelelahan” senyum Krystal.

“Aku akan mengantarmu pulang!”

Krystal menggelengkan kepalanya “Kau tidak perlu berlebihan seperti ini aku akan baik-baik saja, lagi pula rumahku dekat percayalah padaku Kai. Aku akan baik-baik saja” senyum Krystal yang berhasil meyakinkan Kai.

Kai mengantar Krystal hingga masuk kedalam taxi “Telfon aku jika kau sudah sampai”

Krystal membalas senyuman dengan pelukan oleh Kai “Aku pergi” senyum Krystal dengan coat hitam panjang miliknya.

Selama di perjalanan Krystal menyederkan kepalanya di jendela karena bayangan matanya mulai terlihat kabur “Nona apa kau tidak apa-apa?”

Krystal memejamkan matanya “Aku tidak apa-apa. Pak bisakah kau mengantarku ke sungai Han?”

“Baiklah”

Tak butuh waktu lama mobil taxi yang Krystal tumpangi telah sampai “Terima kasih paman” senyum Krystal.

“Nona apa kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa, sekali lagi terima kasih” bungkuk Krystal.

Krystal berjalan, melangkah kan kakinya di pinggir sungai Han yang begitu dingin di malam hari.

Berjalan dengan perlahan membiarkan udara dingin masuk ke dalam tubuhnya.

Krystal Pov

Ku tarik nafas ini.

Ku biarkan rasa sakit ini terus menyiksa tubuhku.

Ku buka perlahan mata yang mulai terasa berat ini, berusaha menatap sungai Han yang berada tepat di depan mataku. Berusaha mengingat sesuatu di benak kepala ini.

Ku keluarkan sebuah kalung dari bajuku, iya sebuah kalung dengan berliontin kunci.

Lucu bukan?

Ku simpan kunci ini di dalam tubuhku agar kenangan indah itu akan selalu terukir di dalam pikiran serta perasaanku.

Perasaan bahagia yang tak akan pernah ku lupakan saat bersamanya.

Perasaan yang tak akan pernah ku dapatkan dengan orang lain selain dirinya.

Ku tatap kunci gembok ini, ku genggam dengan kuat hingga teringat saat kenanganku bersamanya.

“Berikan gemboknya” Amber meminta gembok yang ada di tangan Krystal.

Dengan perlahan Krystal memberikan gembok itu ketangan Amber “Baiklah ayo kita pasang” Amber mengajak Krystal untuk memasang gembok itu di pohon.

“Ehmm sebelum kita pasang gembok ini, kita harus menulis pesan di gembok yang akan kita kunci di pohon ini” Krystal mengeluarkan spidol yang diberikan paman tadi dan memberikan kepada Amber.

“Kau jangan mengintip!” ucap Amber dengan mulai menulis pesan di gemboknya setelah selesai iya memberikan spidol itu kepada Krystal.

“Putar badanmu! aku tidak ingin kau mengintip tulisanku!” perintah Krystal yang membuat Amber langsung memutar badanya.

“Baiklah selesai” ucap Krystal.

“Lock Love”  sebuah gembok cinta, betapa bodohnya pada saat itu aku memaksa kepada Amber padahal pada saat itu aku dan dia bukan pasangan.

Iya, bukan pasangan.

Ku buka mata ini, aku tak ingin mengingatnya kembali karena itu membuatku sakit.

Amber.

Kau dimana?

Maafkan aku karena bagitu mengecewakanmu.

Andai kau tahu bahwa sesungguhnya aku lebih mencintaimu dari pada orang lain.

Andai kau tahu aku begitu mengharapkanmu dari pada orang lain.

Tetapi apa dayaku? aku tak bisa.

Aku tak bisa Am.

Aku harus memilih yang lain untuk hidupku..

Author Pov

Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, Krystal bangun dari lamunan nya dan kembali berjalan menelusuri sungai Han.

Saat iya berjalan, matanya menangkap sesuatu yang tak jauh dari dirinya. Dengan sisa tenaga yang Krystal miliki, Krystal melangkah mendekati sosok namja yang berdiri di pinggir sungai Han. Menatap namja bertubuh tinggi dengan jaket hitam miliknya, dengan sepatu nike yang tak asing bagi Krystal serta tas ransel hitam yang selalu dia pakai.

Ntah kenapa bayangan namja itu membuat Krystal tersenyum dengan menggengam kunci di tanganya.

Krystal yang terlihat pucat menghampiri namja yang memunggunginya.

“Apakah kau ingin bunuh diri lagi?”

“Amber Liu?”

Amber Pov

Sejujurnya aku lebih suka tempat ini, begitu tenang dan begitu damai.

Dan…

Tempat dimana pertama kali aku bertemu denganya.

Haish sial!

Kenangan ini terlalu sempurna bila ku lupakan! mengapa kau terus memikirkan nya Am? dia sudah bersama namja lain! dia tidak akan pernah menjadi milikmu!

Bangun!

Bangun dari mimpimu Am!

“Aggghhh!!” aku gila.

Aku mencintainya!

Tidak..

Aku rela mati untuknya!

Sungguh..

Hanya dialah sumber kebahagiaanku.

Hanya dialah cahayaku!

Hanya dialah jantungku!

Bagaimana bisa?

Bagaiamana bisa aku tanpa senyumnya?

Bagaimana bisa aku tanpa sentuhannya?

“Apakah kau ingin bunuh diri lagi?”

Suara itu…

“Amber Liu”

Suara itu, apakah??

“Princess”

Apakah itu kau? apakah ini nyata?

Kau tak pernah tak berhasil menghipnotisku dengan aura mu Krystal Jung.

“Ya” jawabku singkat.

Iya melangkahkan kakinya, aku dapat melihat jelas wajahnya. Matanya yang indah, bibirnya yang tipis, hidungnya yang sempurna.

Tapi, mengapa dia terlihat pucat?

“Lalu, apa yang kali ini akan kau perbuat?”

Tatapan nya…

“Aku akan menenggelami tubuhku di sungai Han” jawabku tanpa lepas dari mata indahnya.

Iya tersenyum mendengarnya, iya senyuman nya!

“Sama seperti dulu?”

Aku menganggukan kepalaku.

“Kalau begitu lakukanlah” ucapnya.

“Kalau aku melakukan nya kembali, akankah kau menyelamatkanku dan bersamaku sama seperti dulu?”

Pertanyaanku membuatnya terdiam, iya terdiam menatapku hingga ku dekatkan langkah kaki ini ke arahnya agar mata ini dapat melihat jelas kembali dirinya yang begitu ku rindukan.

“Bila hal tersebut dapat terulang, aku akan mengulanginya kembali tanpa penyesalan sedikitpun di hidupku princess” senyumku menatap wajahnya, menatap matanya yang begitu lelah, menatap wajahnya yang begitu putih bagaikan salju, menatap bibirnya yang begitu merah.

“Akankah kau menyelamatkanku kembali?”

Jaraku dan Krystal begitu dekat hingga aku bisa leluasa menatap nya.

Ingin sekali ku menyentuhnya.

Ingin sekali ku peluknya dirinya.

Ku tatap dalam matanya, mengapa matanya terpancar kesedihan? apa yang kau rasakan saat ini princess?

Ku gerakan jari-jariku, ingin sekali jari jari ini bermain di wajah cantiknya.

“Ini sudah malam, aku ingin pulang” senyumnya padaku yang perlahan meninggalkanku.

Senyum yang penuh tanda tanya.

Aku yakin ada yang terjadi sesuatu di dirinya

“Ada apa dengan dirimu?” aku menghadang jalan nya, iya kembali menatapku. Jujur aku benci tatapan itu! tatapan kosong, tatapan yang penuh dengan kesedihan.

“Aku tidak apa-apa pergilah!” iya kembali berjalan menjauhiku, tetapi ada sesuatu yang aneh dari dirinya.

“Aku tidak mungkin meninggalkan nya sendiri, ini sudah hampir jam 12 malam”

“Princess tunggu aku!” aku meraih tangan nya tapi mengapa dia menepisnya??

Iya menatapku tajam tapi tatapan nya tak lama “Aghh kepalaku”

“Krystal!” aku berusaha menahan tubuhnya yang hampir saja jatuh ke tanah.

Apa Krystal benar-benar sudah sembuh total? mengapa dia masih sakit seperti ini dan juga tubuhnya begitu dingin.

“Tubuhmu begitu dingin” aku mengambil kedua tanganya, menggosok gosokan tangan nya agar tetap hangat.

Aku bisa merasakan tatapan nya yang sedang menatapku “Llama”

aku menatapnya “Ya princess”

“Ini jam berapa?”

aku melihat arlojiku yang menunjukan pukul “00.10”

“3 hari lagi”

3 hari lagi? apa maksutnya?

“Princess! tubuhmu benar-benar dingin” Krystal hanya diam.

Sungguh tubuhnya begitu dingin, haishh!

Tak pikir panjang aku langsung memeluk tubuhnya, memeluknya dengan erat begitu erat.

Ku jatuhkan dagu ini di pundaknya merasakan aroma tubuhnya yang begitu ku sukai, merasakan kembali sentuhan nya, mersakan kembali hembusan nafasnya.

Waktu seakan berhenti, ku biarkan waktu ini larut dalam perasaan ku terhadap Krystal.

“Bruk” 

“Princess?” aku menatapnya heran yang tiba-tiba mendorong tubuhku untuk melepaskan pelukan nya.

Ah aku lupa bahwa dia sudah memiliki Kai “Mianhae, aku tak bermaksut seperti ini. Aku hanya kwatir kepadamu” tatapku lurus.

“Kau ini siapa?” aku menatapnya bingung.

“Kau ini siapa!”

“Apa maksutmu?” tanyaku bingung.

“Tidak mungkin”

“Ini tidak mungkin”

Aku menatapnya bingung “Apa maksutmu princess?”

“Kau ini siapa”

“Aku tidak mengerti maksutmu”

“Mengapa menjadi seperti ini? mengapa?!” kesal Krystal.

“Princess maafkan aku”

“Tidak, tidak mungkin” elak Krystal.

“Kau tidak mungkin obat penawarku”

“Obat penawar?” ucap Amber.

———————————————————–

sorry banyak typo hahaha

 

 

 

Beautiful Stranger 16

Aku benar-benar terkejut atas tindakan Jessica yang tiba-tiba ingin begitu saja mengakhiri hidupnya, tentu saja aku tidak akan membiarkan itu terjadi kepadanya! aku tidak ingin pengorbanan dia selama ini menjadi sia sia.

“Bagaimana dengan adikmu!!” ku keraskan suaraku agar dia bisa mendengar suaraku dengan jelas.

“Bagaimana dengan adikmu Sica?” aku harap dengan aku mengatakan ini dapat menghentikan niat buruknya, God help me! aku tidak ingin dia mati sia-sia.

“Bagaimana dengan Krystal!” tak ragu aku sebut saja namanya agar dapat menyadarkan dirinya bahwa selama ini yang iya cari dan iya dengar setiap harinya adalah Krystal, yang tepat berada di depan matanya..

“Krystal, Krystal Jung Soojung! itu nama lengkapnya” aku melangkahkan kakiku dengan hati hati berusaha mendekatinya yang masih berdiri bebas.

“Nama yang selalu kau dengar, nama yang selalu kau cari kebenaran nya, nama yang selalu ibumu ucapkan” kini hanya sedikit langkahan kaki untuk mendekatinya.

“Krystal adalah adikmu, apakah kau tega meninggalkan nya begitu saja?”

“Tidak mungkin” aku dapat mendengar suaranya, suara yang terdengar syok setelah apa yang ku katakan.

“Dia adalah adikmu, dia adalah anak dari ibumu” kini aku bersiap-siap di belakangnya, dengan penuh hati hati aku tidak melepaskan pandanganku darinya.

“Sica” ku panggil namanya berharap dia baik-baik saja setelah mendengar semua ini, aku tahu ini tidak mudah di terima olehnya. Aku tahu ini bukan waktu yang tepat untuknya tapi aku harus bagaimana lagi? hanya ini jalan satu satunya agar iya mengurungkan niat buruknya. Agar iya tahu bahwa saat ini adik satu satunya sedang sakit dan begitu membutuhkan nya.

“Sica aku tahu ini sangat sulit untuk di percaya, tapi bila kau jatuh dari gedung ini apa kau tidak tega kepada adikmu? apa kau tidak tega kepada ibumu? kau tahu Krystal sedang sakit, dia membutuhkanmu! kau tidak tahu setiap harinya iya selalu ingin bertemu dengan ibumu. Dia selalu membawa foto ibumu kemanapun dia pergi dan di tambah lagi jika Krystal mengetahui dia memiliki seorang kakak wanita dia pasti bahagia bila mendengarnya. Kau tidak sendiri Sica, masih banyak orang yang akan selalu berdiri di sampingmu!” aku berusaha dengan semampuku agar dapat meluluhkan hatinya.

Aku bisa mendengar desahan tangisnya, semakin dalam iya menangis semakin membuat hatiku teriris, aku tidak menyangka hidup yang iya jalani begitu rumit “Sica”

Ku ulurkan tanganku “Percayalah aku akan selalu ada untukmu kita akan menyelesaikan masalah ini bersama-sama, aku berjanji akan terus di sisimu”

Perlahan Sica mulai membalikan badannya, wajahnya terlihat begitu sedih. Matanya yang indah terlihat begitu merah karena air mata yang di teteskan olehnya.

“Hold my hand” ku tatap matanya, mata yang penuh kesedihan. Tapi aku berjanji ini untuk yang terakhir kalinya kau menderita Sica.

Sebuah sentuhan lembut kini dapat kembali kurasakan, seakan tidak mau membiarkan nya lari dariku segera ku genggam erat tanganya yang sedikit berkeringat. Kini ku genggam kedua tanganya berusaha membawanya turun dari tempat yang bahaya.

“Jangan lakukan ini lagi” tatapku padanya yang di balas dengan pelukan.

Menangislah Sica, mengangislah. Lepaskan semua beban yang ada di pundakmu, lepaskan semua amarah yang tersimpan di dadamu.

Ku balas pelukan nya dengan membelai rambutnya agar iya sedikit lebih tenang “Kwaenchana”

Aku tidak melepaskan pelukan nya hingga iya berhenti menangis di pelukan ku “Sudah?” tanyaku padanya yang kini berhenti memeluku.

“Aigoo, bahkan saat menangis wajah kalian terlihat sangat mirip” godaku padanya yang di balas dengan pukulan ringan di dadaku. Mereka berdua benar-benar lucu.

“Mengapa kau tidak mengatakan nya?” pertanyaan Jessica membuatku berfikir sejenak.

“Mengapa baru sekarang kau mengatakan nya Am?”

Ku tarik panjang nafasku “Biane Sica, maafkan aku baru sekarang mengatakan nya padamu. Hanya saja aku merasa belum siap mengatakan nya padamu, kau tahu kau selalu membahas soal ibumu dan Krystal. Saat kau membahas itu, kau seperti merasa tidak senang dan kau merasa itu hal yang tidak mungkin terjadi seolah kau muak dengan semua yang kau katakan, itu sebabnya aku belum mengatakan nya kepadamu” aku memegang kedua pundaknya, menatap wajahnya yang begitu sedih.

“Berjanjilah jangan melakukan hal bodoh seperti ini lagi” kini kedua bola matanya menatapku.

“Ne” aku tersenyum mendengarnya.

“Kalau begitu kita kembali ke rumah sakit oke” syukurlah Jessica berhasil ku bujuk.

Kini aku sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit bersama Jessica, hatiku merasa begitu lega karena kini dia berada di sampingku dalam keadaan sehat tanpa luka satupun di tubuhnya. Sesekali aku melirik ke arahnya memastikan dia baik-baik saja tapi rasanya tidak mungkin, aku yakin dia masih belum bisa terima kenyataan yang dia hadapai saat ini tapi setidaknya ini lebih baik dari pada dia harus mengakhiri hidupnya.

“Amber” suaranya membangunkan lamunanku yang sedari tadi menatap ke arahnya.

“Ne” jawabku gugup.

Wajahnya terlihat sedang memikirkan sesuatu “Ada yang ingin kau tanyakan padaku?”

Dia membalasku dengan senyuman kecil di bibirnya, aku tidak tahu mengapa aku begitu senang bisa melihatnya kembali tersenyum.

Aku tersentak kaget saat Jessica memegang tanganku dengan senyuman yang masih menghiasi wajahnya “Terima kasih” kalimat singkat tapi penuh dengan makna.

“Terima kasih untuk segalanya” aku tersenyum mendengarnya dan ku balas genggaman tanganya.

“Kau adalah sahabatku Sica, aku tidak akan membiarkan kau menderita” kami berdua saling tersenyum.

“Ohh jadi selama ini Krystal tinggal bersamamu?”

“Iya selama ini dia tinggal bersamaku Sica tapi akhir akhir ini dia tidak bersamaku lagi, aku tidak tahu dia dimana. Aku kira dia tinggal di rumah Yuri tapi setelah aku bertanya kepada Yuri dia tidak tinggal bersamanya bahkan Yuri mencari Krystal” aku menatap Jessica, apakah aku salah menyebutkan nama Yuri di depan nya pada saat seperti ini?

“Apakah Yuri dekat dengan Krystal?” dari pertanyaan saja sudah bisa ku simpulkan bahwa Jessica masih peduli kepada Yuri.

“Ya, Yuri begitu dekat dengan Krystal bahkan Yuri memberikan pekerjaan kepada Krystal” setelah aku menjawab pertanyaan nya secara tiba tiba dia menjadi diam, apakah dia cemburu?

Aku menarik nafasku “Ya!” aku sedikit meninggikan suaraku.

“Kau tidak sedang becanda bukan?” tanyaku dengan sedikit candaan.

“Apa maksutmu?”

“Haishh, kau saat ini tidak berfikir bahwa Yuri menyukai Krystal bukan?” tanyaku yang membuatnya menjadi diam, haha lucu sekali apa dia sedang cemburu terhadap adiknya sendiri?

“Lihat kau malah diam saja, aigoooo” aku menggelengkan kepalaku.

Wajah Jessica menjadi gugup hingga suaranya terdengar terbatah batah “Y-yya! tentu saja tidak! bagaimana mungkin aku berfikiran seperti itu llama bodoh” haishh dia menatapku dengan death glare!

“Kau jangan menatapku seperti itu, itu membuatku mati kedinginan” aku memeluk tubuhku seakan akan aku akan mati kedinginan akan tatapan matanya.

“Itu semua karena dirimu! jika kau tidak bicara seperti itu kan aku tidak akan mengutukmu menjadi es!” hasihh mengapa dia yang sekarang menggunakan nada tinggi.

“Arasso arasso!” aku kembali menatap jalan, dan seketika aku ingat Krystal. Sekarang sudah pukul 10, apakah dia sudah bangun? aku merogoh saku celanaku untuk mengambil ponsel.

“Ah sial ponselku mati!” aku mengetuk ngetuk ponselku berharap bisa hidup.

“Ada apa?”

“Ponselku mati, aku ingin menelfon Krystal” aku masih mengetuk ngetuk ponselku.

“Kau mau ponselmu rusak? jelas-jelas ponselmu mati karena batrenya habis, kau gunakan ponselku saja untuk menelfon Krystal” aku menghentikan tindakan bodohku dan menunggu Jessica memberikan ponselnya tetapi seketika iya menjadi panik, ada apa denganya?

“Ada apa Sica?”

Jessica menghela nafasnya “Sepertinya ponselku tertinggal di rumah sakit”

“Yasudahlah lagi pula sebentar lagi kita akan sampai” senyumku padanya dan kembali melihat luar jendela yang dengan langit yang begitu cerah.

Sungguh aku tidak sabar bertemu dengan Krystal, aku ingin tahu bagaimana eksprisnya saat iya mengetahui bahwa kakak dan ibunya tepat berada di sisinya,  Krystal tunggu aku.

Tidak butuh lama kami menunggu akhirnya kami sampai di lobi utama rumah sakit Seoul, aku bergegas berjalan melalu lobi utama dengan menggunakan lift menuju lantai atas. Aku menatap Jessica wajahnya sedikit gugup di tambah lagi iya mengigit bibir bawahnya layaknya Krystal.

“Gwenchana” aku menyentuh pundaknya agar iya bisa tenang.

“Huffhh aku merasa gugup”

“Tenang saja, akan ku jelaskan semuanya kepada Krystal okay” senymku padanya.

Ting” tepat di lantai 9 pintu lift terbuka otomatis “Kau siap?” tanyaku pada Jessica yang di balas anggukan olehnya.

Aku dan Jessica melangkah keluar menuju kamar yang terletak tak jauh dari pintu lift.

“923” kini kami tepat berdiri di pintu kamar Krystal, kembali lagi aku melihat Jessica “Ayo masuk”  aku membuka perlahan pintu kamarnya.

Entah mengapa aku merasakan ada sesuatu yang aneh, segera aku masuk lebih dalam ruangan ini mencari Krystal yang tak ku temui di tempat tidurnya.

“Princess” aku mengetuk pintu kamar mandi memastikan ada atau tidaknya dia di dalam.

“Princess apa kau di dalam?” aku kembali mengetuk tetapi sepertinya tidak ada jawaban dari dalam, tak bermaksut lancang aku segera membuka pintu kamar mandi.

Dan benar saja tidak ada Krystal di dalamnya “Kemana dia?” tanyaku heran.

“Dimana Krystal?” aku melihat wajah Jessica yang tak kalah khawatir denganku.

“Kau tunggu disini aku akan bertanya pada suster” segeraku beranjak dari kamar ini dan segera bertanya kepada suster yang tak jauh dari kamar Krystal.

“Suster”

“Ya”

“Apa kau tahu pasien yang beranama Krystal sedang dimana?” suster itu memasang wajah yang bingung.

“Maksut tuan apa?”

Aku menghela nafasku “Pasien yang bernama Krystal tidak ada di dalam kamarnya!” haish aku menjadi emosi, bagaimana bisa seorang suster tidak memeperhatikan pasien nya.

“Suster jawab dimana Krystal!” bentaku yang membuat semuanya menoleh ke arahku.

“Seorang pasien hilang dan kalian tidak mengetahuinya?!” tatapku marah kepada mereka.

“Tuan tenanglah kami akan mencarinya”

“Tenang katamu? dammit!!” aku segera berlari menuruni anak tangga.

“Kemana dia!” aku berlarian kecil menelusuri setiap lorong maupun koridor rumah sakit hingga aku mencari sampai di luar bahkan ke jalan.

“Dimana kau princess” aku menarik nafasku, aku tidak tahu harus mencari kemana? dengan keadaan yang sakit seperti itu sungguh membuatku khwatir! bagaiamana bisa iya kabur dari rumah sakit, apakah aku memiliki salah padanya! sial, aku benci diriku sendiri!

Aku terus mencari ke segala penjuru arah berharap dapat menemukan nya di tengah keramaian yang mengelilingi sekitarku “Dimana kau Krystal?” aku benar-benar merasa frustasi, aku benar benar di buat gila olehnya!

“Aghhh!!” ku lampiaskan kekesalan ini ke sebuah tembok yang tepat di depan mataku, aku merasa kesal aku merasa benci kepada diriku sendiri! nafasku sungguh menggebu gebu seiring dengan amarah di dadaku “Ku mohon jangan seperti ini Krystal”

Ku pejamkan mata ini berusaha menenangkan diriku tapi itu tidak berhasil, terbesit senyuman nya di wajahku. Begitu rupawan, begitu menawan, sangat sempurna dan begitu indah. Tak kuat lagi dengan bayangan itu ku kembali membuka kedua klopak mata ini dengan mata yang begitu merah yang berusaha menahan air di mataku agar tidak terjatuh.

“Toloonggg!!” terdengar suara yang begitu melingking masuk kedalam telingaku yang membuat perhatianku mengarah kepada sumber suara, seketika semua orang berlari ke arah sumber suara. Apa yang terjadi?

Ntah mengapa aku mengikuti langkah kaki orang orang itu, terdengar suara orang yang berbisik bisik tapi sial aku tidak mengetahui apa yang terjadi. Dengan rasa pensaran aku menerobos kerumunan orang yang berada di depanku “Permisi, permisi”

Dan….

Aku berdiri terkejut melihat seorang yeoja yang terbaring pucat dengan seorang paruh bayah yang menopang tubuhnya dengan air mata.

Tak perlu pikir panjang aku langsung menghampiri nya yang terlihat begitu tak beradaya, ku guncangkan sedikit tubuhnya agar iya sadar dari tidur panjangnya “Krystal!” sebuah nama yang selalu membuatku khawatir.

“Krystal bangunlah!! apa yang terjadi denganmu!” tubuhnya begitu dingin, tak ingin semakin parah aku segera mengendongnya “Bertahanlah princess” aku segera membawanya kembali ke rumah sakit dimana iya di rawat.

Aku berlari dengan tenaga yang tersisa di tubuhku membawa Krystal ke ruang UGD untuk mendapatkan pertolongan “Amber! ya Tuhan Krystal apa yang terjadinya denganya?” Jessica terlihat menangis melihat adiknya yang pingsan.

“Tenanglah Sica aku akan membawanya ke ruangan”

Krystal Pov

Begitu tenang, begitu melegakan dengan menghirup udara segar di tengah ladang hijau yang menyelimuti tubuhku. Kurasakan sebuah kedamain yang tak pernah ku dapatkan akhir akhir ini. Ku buka mata ini memandang padang rumput hijau dengan matahari yang begitu hangat. Tapi, tapi tidak lama aku merasakan kedamaian ntah mengapa angin menjadi begitu kuat hingga ladang hijau yang begitu tenang menjadi ribut akan suara angin, tak kalah dengan angin yang begitu ribut langitpun berubah menjadi gelap dengan petir yang begitu menakutkan. Ada apa ini? aku merasa takut, aku berlari kencang untuk menyelamatkan diriku.

“Ah!” kakiku! kakiku terkilir dan arah angin itu semakin mendaktiku dengan petir yang mengiringinya. Aku memjemakan mataku tidak ingin mengethui kejadian apa yang akan menimpahku.

Seketika tubuhku menjadi sakit yang tak ku ketahui apa penybabnya “Ada apa ini?” tanganku merasa dingin bagaikan es yang telah membeku, detak jantungku berdetak dengan cepat, tubuhku lemas hingga  membuatku tersungkur di tanah.

Aku berusaha membuka kedua mata ini, mata ini begitu berat dan begitu panas. Saat mataku terbuka padanganku begitu buram tapi aku masih bisa mengenali bayangan yang ada di sekitarku. Dengan langit yang masih berwarna hitam dengan gemuruh angin yang kuat aku melihat sosok berjubah hitam yang tubuhnya begitu besar “Siapa kau?” tanyaku dengan sisa kekuatanku.

“Kita bertemu lagi princess” suara yang begitu mengerikan hingga membuat bulu ku merinding saat mendengar nada suaranya.

“Akhir akhir ini kau terlihat begitu menderita” aku hanya diam terbujur kaku, aku tidak dapat melakukan apapun.

“Hmmmm, haruskah aku mengambil jantungmu sekarang?” aghhhhhh!! aku tidak bisa berteriak, aku tidak bisa melakukan apa apa kecuali menahan rasa sakit di bagian jantungku. Ini begitu sakit! tolong lepaskan tanganmu dari tubuhku! sungguh ini sangat menyiksaku!

“Bagaimana rasanya? sakit bukan? hahaha, jika kau tidak ingin merasakan sakit yang lebih dalam lagi segera kau temukan obat penawarnmu princess karena kalau tidak, aku tidak segan segan membawamu ke neraka dan merobek seluruh tubuhmu hahahaha”

Aku hanya bisa menatap malaikat kematianku, aku bisa merasakan sakitnya saat jari jarinya yang tajam menyentuh tubuhku. Rasanya begitu sakit.

“Ohh jangan menangis princess, kau masih memiliki waktu untuk menemukan obatmu. Tapi… ntah mengapa aku merasakan bahwa aku….” malaikat kematian mendakti diriku dengan aura yang begitu dingin dan begitu mencengkam.

“Aku akan membawamu pergi hahahha” tawanya yang begitu besar membuat langit pecah hingga memunculkan suara petir yang begitu besar.

“Sampai bertemu 13 hari lagi princess hahahaha”

Tidak, tidak! aku tidak ingin mati.

Author Pov

Krystal terbaring dengan beberapa alat di tubuhnya dengan alat alat yang tersambung langsung ke tubuhnya serta alat pernafasan yang menghiasi wajah cantiknya, dokter mengatakan bahwa iya mengalami koma hingga iya harus masuk ruang intensif.

Harumnya bunga mawar merah mengelilingi ruangan besar ini, tapi sepertinya bunga itu tak sewangi saat pertama kali di petik hingga sesosok yeoja menggantinya dengan bunga yang baru “Hmm” gumamnya dengan senyuman.

Di letakan kembali vas bunga mawar baru itu di samping adiknya yang masih belum sadarkan diri, ingin lebih lama di samping orang yang iya cintai, yeoja berambut coklat itu duduk di samping tempat tidur adiknay dengan memegang lembut tanganya.

“Krystal” di genggam lembut tangan adik satusatunya itu dengan penuh kasih sayang

“Mianhae” yeoja itu meneteskan airmata di tangan adiknya.

“Maafkan aku karena tidak bisa menjagamu, maafkan aku menjadi kakak yang buruk bagimu! aku benar-benar sangat bodoh! bagaimana bisa aku tidak mengenali adiku sendiri? bagaimana bisa aku tidak mengetahui bahwa adiku sedang merasakan kesulitan, bagaimana aku tidak mengetahui pengorbanan mu terhadap hidupmu yang begitu membuatku terluka!” ia menangis dengan tersedak-sedak dengan tangan yang masih menggengam lembut tangan adiknya.

“Aku begitu egois, aku memiliki akal yang pendek hingga aku hampir memutuskan untuk mengakhiri hidupku tanpa adanya masalah yang bagitu besar tapi kau.. kau bertahan hingga sejauh ini, maafkan aku Krystal. Aku bukan kakak yang baik untukmu”

“Jessica”

“Jessica sudahlah jangan menangis, jangan menyalahkan dirimu sendiri” Jessica tetapi menghiraukan suara namja yang tepat berdiri di belakangnya.

“Jessica sudahlah jangan seperti itu”

“Krystal…”

“Krystal Jung..”

“Krystal Jung Soojung, anaku..” wanita paruh baya itu menangis di tubuh Krystal.

“Mengapa disaat seperti ini kita di pertemukan? mengapa di saat kau seperti ini! setiap hari aku selalu memikirkan tentangmu, berharap dapat menyentuh wajahmu, berharap dapat mendengar suaramu sayang” wanita paruh baya itu mengelus pipi Krystal. Jessica dan ibunya menangis dengan penuh airmata.

“Bangunlah nak, kumohon”

Secara perlahan tubuhku Krystal sedikit memberikan reaksi, matanya terpejam mulai menggerakan bola matanya. Jari jemarinya mulai sedikit bergerak walaupun itu terasa sangat susah untuknya.

“Krystal!” Jessica lantas kaget melihat reaksi yang di berikan kepada adiknya.

“Krystal” denyut jantung Krystal berdetak dengan cepat.

“Cepat panggil dokter!” perintah Krystal.

“Krystal anaku”

Tak butuh lama dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Krystal, seisi ruangan terlihat cemas melihat keadaan Krystal.

Dokter mengecek seluruh tubuhnya dengan hati hati “Bagaimana dok?” tanya sang ibu.

“Saat ini dia baik-baik saja, dia hanya mengalami sedikit syok dalam alam sadarnya tapi itu tidak apa-apa. Kami akan mengawasinya terus jadi tak perlu khawatir”

Krystal Pov

Kepalaku terasa pusing, sekujur tubuhku terasa sangat sulit untuk di gerakan tapi aura dingin itu telah menghilang dan tak kurasakan lagi. Kali ini jauh lebih hangat yang sungguh menengangkan jiwaku yang terguncang.

“Krystal” aku dapat mendengar, seseorang menyebutkan namaku tapi aku terlalu sulit untuk membalasnya.

“Krystal” aku berusaha lebih keras untuk membuka mata ini, sedikit demi sedikit usahaku berhasil. Mata ini akhirnya menurut denganku, perlahan aku membuka mata ini tetapi sayang bayangan nya masih terlihat kabur tapi aku bisa melihat ada beberapa orang yang berdiri di sekitarku.

Dimana aku? mengapa ada banyak orang disini?

“Ya Tuhan terima kasih kau telah membalikan anakku”

Mata yang menangkap bayangan buram ini perlahan mulai menampakan visual yang sesungguhnya “Krystal” aku menatap wajahnya, wajahnya begitu merah dengan airmata yang mengalir deras di pipinya.

“Krystal ini aku, ini aku ibumu”

“Ibu?” saat aku mendengarnya ntah mengapa aku seperti mendapatkan kekuatanku kembali.

“Ibu” ucapku sekali lagi meyakinkan bahwa beliau adalah benar-benar ibuku, ibu yang selama ini kucari.

“Iya nak” aku tersenyum mendengarnya lalu ku rasakan sebuah pelukan hangat, apakah ini rasanya di peluk oleh seorang ibu? begitu luar biasa hangat yang iya berikan, aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan hingga membuatku menangis karena sentuhan nya.

“Ibu”

“Iya” kedua telapak tanganya mengelus pipiku.

“Adiku” aku terdiam mendengarnya dan menoleh ke arah suara.

“Adiku” mungkinkah?

“Mianhae aku tidak bisa menjagamu dengan baik” ia memeluku dengan erat, adik? apakah dia kakaku? apakah aku selama ini memiliki kakak?

“Sica unnie” tanyaku bingung.

“Kau adalah adiku Krystal dan aku adalah kakakmu”

Aku tidak tahu harus mengatakan apa, aku tidak tahu harus berbuat apa. Betapa bahagianya hidupku saat mendengar kabar bahagia ini, melihat ibu serta kakaku yang berada di sampingku.

“Ibu, kakak” aku menangis bahagia melihat mereka berdua, aku menangis hingga sulit rasanya bernafas. Aku merasa bahagia dengan kehadiran mereka. Kami bertiga saling melempar senyum.

“Mulai sekarang kita akan hidup bahagia” ucap ibuku yang kubalas dengan senyuman.

“Sepertinya kita harus merayakan semua ini?” suara itu…

“Yuri oppa!” senyumku melihatnya.

“Sudah cukup tidurnya! mulai sekarang kita akan bersenang senang apa kau mengerti” aku tersenyum mendengarnya.

Aku melihat ibuku, Jessica kakaku, Yuri oppa yang berdiri tidak jauh dariku dengan Kai yang ada disampingnya serta Tiffanya yang memberikanku senyuman, mereka semua ada untuku. Aku sungguh berterima kasih.

“Aku senang kau bisa tersenyum kembali Krystal” ucap Kai.

“Ya! Krystal baru saja bangun kau sudah menggodanya! apa kau ingin mati?” hahahaha aku tertawa mendengarnya Yuri oppa benar-benar protec kepadaku.

Tapi….

Ntah mengapa hati ini merasa hampa, seperti ada sesuatu yang hilang dari hatiku.

“Klik” suara pintu terbuka.

Aku segera menengok ke arah pintu dan…

Dia..

Matanya..

Bibirnya..

Rambutnya..

Aku menatap dalam matanya, mata yang sayu karena terlalu lelah berkerja.

Aku menatap bibirnya yang selalu menceritakan hal konyol hingga membuat perutku sakit tak karuan.

Aku menatap rambutnya yang berantakan karena kau tahu dia sangat malas untuk menyisir rambutnya yang hitam itu.

Aku menatap, terus menatap dan menatapnya tanpa seditik pun ku lewati, aku merasakan berat di hatiku, aku merasakan luapan emosi di dadaku, aku merasakan pikiranku yang kembali akan kenangan manis yang terkadang membuatku gila. Ingin rasanya aku berlari, ingin rasanya jari jari ini menyentuh kembali wajahnya, ingin rasanya tangan ini di genggam olehnya saat aku merasa kedinginan.

Author Pov

Suasana seketika menjadi canggung, semua mata tertuju kepada Amber dan Krystal yang saling melempar pandang “Ehem ehem” Yuri mengisyaratkan Amber agar bangun dari lamunan nya.

“Ohh Annyeong haseyo” Amber membungkuk dengan kikuk.

“Yah llama mengapa kau menjadi canggung seperti itu?” Amber menggaruk kepalanya tidak tahu apa yang harus iya katakan.

“Ehmm aku kesini hanya ingin mengantar sesuatu” Amber berjalan menuju arah meja dan menaruh plasti mangga yang iya beli di jalan.

“Aku permisi”

“Ya! ada apa denganmu?” Amber menghentikan langkahnya.

“Llama bodoh, kau ini kenapa? apa kau tidak bahagia melihat adiku bangun dari komanya? mengapa kau sangat aneh seperti ini?” bentak Jessica yang bingung melihat sikap Amber.

“Aku tidak apa-apa aku hanya sedikit tak enak badan” senyum paksa Amber.

“Aku permisi”

“Ya!” Sica ingin mengejarnya tapi Yuri lebih dulu menyusul Amber keluar.

“Haishh ada apa dengan llama itu?” heran Sica.

Krystal hanya diam tak tau harus berbuat apa dan terus menatap kepergian Amber.

Sementara itu Yuri berusaha mengejar Amber “Ya! hentikan langkahmu!” teriak Yuri tapi Amber yang keras kepala tidak memperdulikan nya.

“Amber!!” kesal tak di tanggapai, Yuri menarik bahu Amber dengan kasar.

“Ada apa denganmu hah?!” tatap Yuri marah tapi Amber tak berkutik bahkan iya tak melihat wajah Yuri yang berada di depannya.

“Kau ini kenapa? ada apa denganmu?!” ucap Yuri.

“Ini bukan urusanmu” Amber membalikan badanya tapi Yuri kembali menahan pundaknya.

“Bukan urusanku? jika itu menyankut Krystal maka itu adalah urusanku! ada apa denganmu? mengapa kau bersikap seperti itu kepada Krystal?! apa kau ingin menyakitinya? apa kau ingin menyakitinya dengan sikap seperti itu! kau tahu bukan Krystal koma selama 3 hari, dan aku yakin Krystal lebih mengharapkan kehadirmu dari pada yang lain!” bentak Yuri.

“Aku tidak ingin menyakitinya! itu sebabnya aku tidak ingin berada di sekitarnya, Krystal sudah bangun dari komanya itu sudah cukup bagiku!” tatap Amber.

“Lalu sekarang kau akan pergi meninggalkan nya, begitu? setelah selama ini kau menjaganya, setelah selama ini kau melindunginya? setelah selama ini kau selalu berada di sisinya, ada apa dengamu? mengapa kau seperti ini!”

“Aku seperti ini karena aku tidak ingin melihatnya menderita! aku tidak ingin terus menerus melihatnya menderita karena aku!”

“Karenamu? apa yang kau perbuat? kau tidak berbuat apa-apa, mengapa kau menyudutkan dirimu dengan merasa bahwa kau yang paling bersalah!” tanya Yuri.

“Krystal tidak akan seperti ini kalau aku tidak bersamanya, itu sebabnya iya pergi meninggalkanku”

“Kau gila!” tawa ejek Yuri.

“Jika kau berfikir sepeti itu kau benar-benar bodoh! kau beranggapan bahwa kau adalah penyebab dari semua ini? beranggapan bahwa kau adalah pembawa malapetaka dari setiap kejadian yang di hadapi Krystal?” tatap Yuri.

“Kau bahkan tidak tahu mengapa Krystal meninggalkanmu, bukan? kau tidak boleh berfikir seperti itu! sekarang dengarkan aku, Krystal kini telah sadar dan iya kini bertemu dengan ibu sekaligus kakaknya. Apa kau tidak lihat raut wajahnya yang begitu gembira? jadi tolong, jangan memperkeruh suasana hanya karena tindakan serta sikapmu yang bodoh itu Am!” ucap Yuri marah dan pergi meninggalkan Amber.

Sementara itu…

“Apa kau tidak apa-apa” Krystal terkejut dan hanya mengangguk senyum.

“Kau terlihat melamun, apa ada sesuatu yang menganggumu?” tanyanya khawatir.

“Tidak ada, kau tidak perlu khawatir Kai” senyum Krystal kepada sosok namja yang di sampingnya.

“Aku senang bisa melihatmu tersenyum kembali” ucap Kai yang menatap Krystal.

“Terima kasih Kai”

“Kau tidak perlu berterima kasih Krys, melihatmu seperti ini saja aku sudah senang jadi tolong jaga kesehatanmu” Kai dengan sekietika memegang tangan Krystal, Krystal tersontak kaget atas sikap Kai.

“Maaf” ucap Kai.

“Ehmm mengapa Yuri oppa belum datang?”

“Aku tidak tahu, aku akan mencoba menelfonya” Krystal mengangguk dan Kai meninggalkan Krystal.

“Sepertinya dia menyukaimu”

“Unnie”

“Lihat saja dari tingkah serta pandangan matanya” ucap Jessica yang mengaduk aduk bubur hangat untuk adiknya.

“Tapi aku dan Kai hanya berteman”

“Apa kau yakin?” Krystal mengangguk yakin.

“Hmm baiklah, ayo makan ini aaaa” Krystal menatap sendok yang berisikan bubur hangat, seketika memornya kembali akan ingatan nya bersama Amber saat Amber jatuh sakit.

“Krystal”

“Ne?” bingungnya.

“Sampai kapan kau menatap buburnya? ayo cepat makan” Krystal langsung memasukan suapan pertama bubur hangat dari kakaknya.

“Apakah enak?” Krystal mengangguk.

“Jika kau menganggap Kai hanya sebagai teman lalu bagaimana dengan Amber?”

“Uhukk uhuuukk uhuukk” melihat adiknya yang tersedak Jessica menggambilkan segelas air mineral untuknya.

“Haishh makan lah dengan perlahan”

Krystal menarik panjang nafasnya “Apa kau terkejut atas pertanyaanku tadi?” goda sang kakak.

Krystal menatap Jessica dengan mata yang membulat “Tentu saja tidak unnie! untuk apa aku terkejut?” malu Krystal.

“Hmm baiklah, lalu?”

“Lalu apa?” tanya balik Krystal.

“Bagaimana dengan Amber? apa kau menyukainya?”

Krystal terlihat terdiam mendengar pertanyaan unnienya “Hahaha kau lucu sekali aigooo” Jessica mengacak acak rambut adiknya.

“Unnie rambutku! haishh” di dalam canda tawa mereka, Krystal masih terbesit akan pertanyaan Jessica kepadanya “Amber? sepertinya aku tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata, itu sangat sulit bagiku”

“Krystal”

“Yuri oppa!” senyum lebar Krystal.

“Apa kau sudah membaik?” tanya Yuri yang memegang dahi Krystal.

“Tentu saja oppa, kau tidak perlu khawatir”

Mendengar Krystal berkata seperti itu membuat Yuri mencubit pipi Krystal “Oppa sakit!”

“bagaimana bisa aku tidak khawatir padamu Krys?” tatap Yuri.

“Unnie kau ingin kemana?”

Jessica menghentikan langkahnya “Ehmm aku ingin keluar sebentar” senyumnya.

“Tapi unnie aku ingin bersamamu” pinta Krystal.

“Ehmm sebaiknya aku pergi,  aku dan Kai akan pergi. Jaga kesehatanmu, besok aku akan kembali melihat keadaanmu oke. Cepat sembuh” senyum Yuri.

Yuri melangkah menuju arah pintu dimana Jessica juga bediri di depan pintu, tanpa sengaja mereka berdua saling berpapasan yang membuat keduanya terlihat bingung. Saat Jessica melangkah ke kanan maka Yuri melangkah ke kanan, saat Jessica melangkah ke kiri Yuripun mengikutinya hingga mereka berdua saling bertatapan dari mata ke mata.

“Eheeemm oppa jika kau terlalu bingung untuk lewat pintu kau bisa lewat jendela” goda Krystal yang membuat Yuri menjadi malu.

Karena gugupnya Yuri iya langusng bergegas pergi keluar dari ruangan Krystal “Lucu sekali hahaha” tawa Krystal.

“Mengapa kau tertawa?” tanya Jessica.

“Yuri oppa benar-benar lucu, aku baru kali ini melihatnya seperti itu, malu malu seperti tadi hahaha” tawa Krystal.

Jessica melangkah maju mendekati adiknya “Apa kau benar-benar dekat dengan Yuri?” tanya Jessica.

“Yap, Yuri oppa benar-benar namja yang baik. Bahkan selama aku kabur dari rumah Amber dia yang memberikan ku tempat tinggal dan pekerjaan di restoran Sunny unnie”

“Sunny?” Krystal mengangguk.

Seketika wajah Jessica berubah menjadi sedih “Unnie, gwenchana?” tanya Krystal.

Jessica sedikit memaksakan senyumnya dan berkata “Gwenchana”

“Oh iya aku akan mengambil beberapa baju di rumah dan juga menjemput ibu, kau tidak apa-apa kan sendiri?”

Krystal menghela nafasnya “Huffh yang benar saja, aku baru saja bangun dari tidur panjangku dan sekarang aku malah di tinggal” cemberut Krystal.

“Aku harus mengambil beberapa barang di rumah” Jessica mengkemas isi tasnya.

“Oh iya, jika kau kesepian aku akan menelfon Amber” mata Krystal membulat saat mendengar nama Amber.

“Tidak perlu unnie”

“Mengapa tidak perlu?”

“Kau tahu bukan Amber sangat sibuk, aku hanya tidak ingin menggangunya” pelan suara Krystal.

Jessica melipat kedua tanganya dan menatap bingung Krystal “Aku begitu banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan padamu”

Krystal menatap kakaknya diam “Tapi nanti saja, kau ingin titip apa?” tawar Jessica.

“Tidak usah unnie”

“Baiklah kalau begitu aku pergi sebentar okay” senyum Jessica yang mencium kening adiknya.

Langkah kaki Jessica perlahan meninggalkan Krystal yang sendiri di kamar, sudah 10 jam iya terbangun dari komanya, kini Krystal mulai merasakan bosan di tepat pukul 8 malam.

“Hmmmhh” Krystal menyandarkan kepalanya di bantal memandang sekitar kamarnya yang begitu kosong.

Merasa bosan Krystal mengambil ponselnya di meja sampingnya, Krystal mulai menghidupkan ponselnya dan begitu terkejutnya saat begitu banyak pesan serta telfon yang iya terima.

Krystal mengusap ponselnya miliknya melihat beberapa pesan yang iya terima

Dari : Stupid llama 

“Princess kau dimana? aku mohon angkat telfonku”

Dari : Stupid llama

“Kau di mana! apa kau tidak tahu aku begitu mengkhawatirkanmu!”

Dari : Stupid llama

“Aku mohon angkat telfonku, kita bisa bicara baik-baik mengapa kau menjadi seperti ini?”

“Kau tidak pernah berubah, kau selalu saja mengkhawatirkanku” senyum Krystal.

Krystal mulai membuka galeri foto di ponsel miliknya, wajahnya terlihat tersenyum lebar dan sedikit tertawa saat iya melihat beberapa fotonya bersama Amber, tetapi di balik senyum nya terdapat kesedihan yang tak bisa di bohongi oleh kedua matanya.

“Stupid”

Foto dimana Krystal dan Amber menghabiskan waktu berdua di pulau Nami, tak satu fotopun di lewati Krystal dengan senyum di bibirnya tapi semakin jauh dia memandang foto itu semakin membuat matanya berkaca-kaca.

“Ada apa ini?” Krystal menarik nafasnya tapi sayang itu tak berhasil membendung air di matanya.

“Mengapa aku seperti ini?

Nafasnya mulai terasa berat, airmatanya mulai mengalir deras “Aku ini kenapa!” kesalnya dengan terus menangis.

Krystal menangis dengan terisak-isak dengan memeluk ponselnya yang berlatar belakang fotonya dengan Amber.

Hari ke-9

Jam sudah menunjukan pukul 9 pagi matahari mulai menyirami sinar hangatnya yang masuk celah celah kecil kamar Krystal.

Sayangnya sinar yang hangat itu tidak bisa membantu sang putri bangun dari tidurnya “Dia belum bangun juga?”

Jessica melirik ke arah adiknya “Dia masih tertidur pulas” senyum Jessica yang membelai lembut adiknya.

“Biarkan dia istirahat” ucap sang ibu dengan merapihkan selimut di sofa.

“Oh” Jessica mengambil ponsel Krystal yang terselip di tanganya.

“Haish anak ini, bagaimana bisa dia tidur dengan memegang ponsel” Jessica menggelengkan kepalanya dengan ponsel Krystal di tanganya.

Merasa penasaran Jessica menatap ponsel adiknya lalu mengusap layar ponsel Krystal dan betapa terkejutnya Jessica saat menemukan foto Amber dan Krystal yang terlihat bahagia.

Melihat foto itu Jessica menatap Krystal yang masih tertidur “Jung Soojung” batin nya yang masih memegang ponsel Krystal.

“Apakah kau merindukan nya? tapi mengapa kau menghindarinya? mengapa kau menjauhinya?”

Jessica Pov

Aku benar-benar terkejut saat melihat foto Soojung bersama Amber, aku melihat begitu banyak kenangan yang mereka habiskan bersama di dalam galeri ini.

Soojung, apakah kau menyukai Amber?

“Apa kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa bu, ehmm sepertinya aku harus pergi?”

“Kau ingin pergi kemana?”

“Ehmm aku ada urusan sebentar bu” aku segera mengambil tas serta kunci mobil.

“Sepagi ini?” aku hanya mengangguk dan memberikan kecupan kepada ibu.

“Dadah ibu”

Saat di dalam perjalanan aku tiada henti menghubungi Amber “Haishh mengapa dia tidak mengangkat telfonku!” aku kesal karena sudah 10 kali lebih Amber tak mengangkat panggilanku.

Baiklah aku langsung kesana saja, aku segera melaju cepat dengan mobil sportku. Tak butuh waktu lama akhirnya aku sampai di sebuah sekolah yang terlihat begitu mewah “Pantas saja dia banting tulang untuk bisa sekolah disini” aku hanya menggelengkan kepalaku membayangakan Amber yang sekolah di tempat kalangan elit ini.

Aku segera masuk ke pintu sekolah “Waaah cantik sekali” aku hanya memandang mereka.

“Noona kau begitu cantik” haishh anak anak ini!

“Tapi dia terlihat seram!”

“Ya!!” haishh anak-anak itu!

“Ohh nona Jessica Jung” sambut sang guru muda.

“Ohh Annyeong haseyo” bungkuku sopan.

“Suatu kehormatan anda bisa mengunjungi sekolah kami” senyumnya yang telihat menggodaku, erghhh!

“Ada yang bisa ku bantu nona Jung?” senyumnya lagi.

“Aku datang kesini untuk mencari seseorang murid” jawabku.

“Murid? apakah dia memiliki kesahalan padamu? atau dia mencuri barangmu atau dia..”

“Bukan!” haish aku jadi naik emosi.

“Aku mencari Amber Liu”

“Amber Liu?” aku mengangguk.

“Ohh dia adalah anak yang paling cerdas di sekolah ini, apakah dia memiliki kesalahan padamu nona Jung? jadi aku bisa menghukumnya dan…”

“Bisakah kau memanggilnya!” tatapku dingin yang seketika membuat guru muda ini menjadi diam.

“Neee, tunggu sebentar nona” wajahnya terlihat pucat, apa seketika dia menjadi sakit.

“Baiklah” aku menunggu dengan duduk di taman sekolah ini, harus ku akui SM school benar-benar luar biasa.

“Hmmm” aku melihat jam yang menunjukan pukul 11, sambil menunggu aku melihat lihat taman sekililing yang begitu indah.

“Teman teman! ada berita besar!” aku menoleh ke seorang murid yang hendak memberitahu teman teman nya akan sesuatu, bukan maksutku untuk menguping tapi suaranya benar-benar besar.

“Ada apa mengapa kau terlihat tergesa gesa?”

“Kai!”

“Ada apa dengan nya? apa dia menyatakan cinta lagi kepada seorang yeoja? haish lebih baik kau tidak usah memberitahu kami!” aku masih memperhatikan mereka.

“Bukan! Amber dan Kai sedang bertengkar!”

“Haish itu sudah biasa, tidak menarik”

“Lagi pula itu hal yang biasa melihat si pencundang itu jadi bahan bullian hahaha”

“Tapi kali ini Amber melawan Kai!” seketika semuanya menjadi kaget.

“Apa kau becanda? mana mungkin pencundang itu berani!” oloknya.

“Ayo cepat!” Aku melihat mereka yang pergi dengan terburu-buru.

“Kai? Amber? apa aku tidak salah dengar?” aku merasa heran, mengapa nama Kai dan Amber di sebutkan? hmmmh aku harus kesana!

Aku berjalan menuju keramaian yang di dominasi oleh para murid-murid “Sial tidak terlihat” aku berusaha menerobos masuk anak anak “Permisi permisi”

Dan….

“Sudah ku bilang jauhi dia”

“Kai?” aku begitu terkejut, sungguh terkejut! aku tidak sanggup berkata apa apa lagi saat Kai menginjak badan Amber dengan kakinya.

“Haha tidak akan” Amber… wajahnya terlihat berdarah, apa yang dia lakukan!

“Aku sudah memperingatkanmu, sekali lagi kau muncul di hadapan nya benar-benar ku hancurkan hidupmu” gretak Kai.

“Hahaha seperti ini caramu? kau benar-benar kekanak kanakan, Krystal tidak akan pernah menyukaimu”

Krystal?

“Ya!” Kai kembali memukul Amber tapi kali ini pukulan Kai di tepis oleh Amber hingga membuat murid murid yang menontonya terkejut begitu pula dengan Amber.

“Sudah ku bilang padamu bukan? untuk yang satu ini aku tidak akan pernah menyerah sekalipun nyawaku menjadi taruhannya” senyum tipis Amber.

“Dasar brengsek!” Kai memukul wajah Amber tapi tak kalah kuat, Amber memukul Kai dua kali di wajahnya.

“Woaaahh!! Amber Amber!” sorak murid-murid.

Aku tidak tahan menlihat semua ini “Hentikan!!!” teriaku yang berhasil menarik perhatian mereka berdua.

“Jess-jessica??”

“Jessica noona??”

“Apa yang kalian berdua lakukan!” teriaku kesal, tidak tahan melihat semua ini aku pergi meninggalkan mereka.

“Jessica tunggu!!” teriak suara Amber yang masih bisa kudengar, kupercepat langkah ini agar iya tidak bisa menghampiriku.

“Jessica! berhentilah”

“Jessica” Amber menggengam lenganku hingga membuat langkahku berhenti.

Ku balikan badan ini, melihat bibirnya yang mengeluarkan darah segar serta pipinya yang lebam di tambah lagi pelipis matanya yang tergores luka.

“Jessica dengarkan aku” aku tidak sanggup berkata apa-apa, melihatnya seperti ini sungguh membuatku menderita.

“Jessica”

“Mengapa kau seperti ini? mengapa?” tanyaku yang sunggguh membuatku menderita.

“Kita bicarakan di tempat lain saja oke”

Kini aku dan Amber duduk di bangku taman dengan kotak obat untuk membersihkan lukanya.

“Aghh! sakit!” aku langsung memukul kepalanya.

“Ya! mengapa kau memukulku?”

“Itu karena kau bodoh! mengapa bisa kau seperti ini hah?! jadi ini alasan nya mengapa hampir setiap hari wajahmu penuh dengan luka?” teriaku kesal.

“Kau sama saja dengan Krystal”

“Mwo?!”

“Haha tidak ada”

Aku menarik nafasku dan melempar sapu tangan ke arahnya “Bersihkan sendiri!” aku benar benar kesal padanya.

“Haha kalian benar benar mirip” aku menatapnya.

“Apa maksutmu? maksutmu aku mirip Soojung?” dia mengangguk, tapi seketika wajahnya menjadi sedih. Ada apa dengan mereka berdua?

“Ada apa dengan wajahmu?” tanyaku padanya.

“Wajahku? aku sedang membersihkan luka luka ini” jawabnya yang membuatku menghela nafas.

“Maksutku mengapa dengan ekspresi wajahmu!”

“Tidak ada” jawabnya singkat.

Author Pov

“Jangan bohong”

“Tidak ada Sica,kau ini keras kepala sekali”

“Lalu jelaskan padaku mengapa kemarin kau pergi begitu saja meninggalkan Soojung?” Amber langsung menghentikan tangannya yang sedang membersihkan luka.

Amber sedikit tersenyum dengan pernyataan Jessica “Itu karena aku sedang terburu-buru, kau tahu bukan kalau aku harus berkerja?”

“Jangan berbohong, bagaimana bisa cinta pertamamu di lupakan begitu saja hanya karena sebuah pekerjaan?” Amber hanya diam.

“Haha kau ini bicara apa?” Amber menggelengkan kepalanya.

“Aku hanya bicara dengan jujur itu saja, tapikau malah membohongi dirimu sendiri” tatap Jessica.

“Aku tak membohongi diriku Sica” tatap balik Amber.

“Kau menyukainya kan?”

Amber menatap heran Jessica “Hah apa yang kau bicarakan?”

“Sudahalah Amber aku tau itu, mengapa kau pergi meninggalakan nya? mengapa kau pergi menjauhinya? mengapa kau…”

“Itu karena aku tidak ingin menyakitinya! aku tidak ingin menyakitinya dan berhenti mengkhawatirkanya”

“Amber, aku tahu kau tidak pernah menyakiti Soojung. Aku tahu kau begitu menjaganya, kau begitu menyanginya”

“Tapi mengapa dia menghindariku? mengapa dia pergi begitu saja?” kesal Amber.

“Itu karena aku memiliki kesalahan padanya itu sebabnya dia seperti itu Sica”

Jessica menghela nafasnya “Amber dengarkan aku, saat ini kondisi Soojung belum 100% stabil, dokter bilang iya bisa saja jatuh pingsan atau mungkin lebih parah dari itu. Jadi aku mohon jangan seperti ini, jangan menghindari Soojung. Bicaralah padanya, dia begitu merindukanmu Am” Amber terlihat diam.

“Mau sampai kapan kau seperti ini? Aku tahu kau begitu khawatir padanya” Jessica dan Amber saling bertatapan.

“Aku hanya tidak ingin melihat Soojung sedih hanya karena merindukan llama bodoh sepertimu” Amber tersenyum mendengarnya.

Sementara itu….

“Hoaaaaaaammmm aku bosaaannnn” Krystal merenggakan tubuhnya.

“Apa aku belum boleh pulang bu?”

“Belum nak, dokter belum mengizinkanmu pulang. Kau harus bersabar okay” Krystal mengangguk dengan mengelus kepalanya di paha ibunya.

“Ibu”

“Ya nak”

“Tidak apa” senyum Krystal.

“Ada apa? apa ada yang ingin kau bicarakan?” elus tangan nyonya Jung di rambut Krystal.

“Aku merasa senang karea akhirnya aku bisa bertemu dengan ibu dan unnie. Hmmmm, sentuhan ibu benar-benar membuatku nyaman” Krystal memejamkan matanya.

“Apa kau suka saat ibu mengelus rambutmu?” Krystal menangguk manja.

“Dulu ayah juga suka melakukan hal ini padaku” seketika raut wajah nyonya Jung berubah.

“Ibu…”

“Ya”

“Kau tahu bahwa ayah begitu mencintaimu, ayah selalu mengatakan bahwa ibu begitu cantik” nyonya Jung tersenyum mendengarnya.

“Benarkah? lalu apalagi yang ayahmu katakan?”

“Ayah mengatakan bahwa dia akan selalu mencintai ibu walaupun jarak dan ruang benar-benar memisahkan ayah dan ibu, sebelum tidur ayah selalu menceritakan tentang ibu bagaimana saat pertama kali bertemu dengan ibu lalu bagaimana pertama kali ayah jatuh cinta dengan ibu haha pokoknya banyak sekali” girang Krystal.

“Aku juga begitu mencintai ayahmu Soojung, begitu mencintai ayahmu. Ibu berharap bisa bersatu dengan nya dan hidup bahagia tapi takdir berkata lain tapi bagaimanapun juga ibu sangat bersyukur bisa mencintai ayahmu apalagi saat ini kau berada di sisi ibu. Kehadiranmu disini sudah cukup bagiku nak” Krystal bangun dari tidurnya lalu menatap sang ibu.

“Ibu, aku tidak akan meninggalkanmu dan akan tetapi disini bersama ibu dan Jessica unnie” Krystal langsung memeluk erat ibunya.

“Luar biasa” Krystal menghentikab pelukan yang iya berikan kepada ibunya karena mendengar suara yang tidak jauh darinya.

Betapa riangnya saat dia melihat “Oppa!!” senyum Krystal.

“Hallo princess” senyum Yuri dengan membawa bunga.

“Annyeong hasimnikka” bungkuk Yuri.

“Yuri?” Yuri membalas dengan senyuman kepada ibu Krystal.

“Ehmm bagaimana keadaanmu Krystal?”

“Aku benar-benar bosan oppa”

“Aigoo lucu sekali”

“Soojung, ibu tinggal sebentar ya”

“Ibu mau kemana?” tanya Krystal.

“Ibu ingin membeli sesuatu untuk kalian” senyumnya.

“Baiklah tapi jangan lama lama” nyonya Jung membalas dengan senyuman.

“Apa kau sudah makan?” tanya Yuri yang duduk di samping Krystal.

“Aku tidak suka makanan disini”

“Tapi kau harus makan Krys, bagaimana bisa kau sembuh jika makan saja kau tidak mau” ucap Yuri.

“Bagaimana kalau kau pesankan sesuatu? mangga mungkin atau daging?” senyum Yuri.

“Apa kau sedang membujukku?” tatap Krystal.

“Drriingg drrinngg” ponsel Krystal berdering.

“Ohh ini dari unnie, Hallo unnie kau dimana? mengapa disaat aku bangun kau tidak ada?” cemberut Krystal.

“Cepatlah pulang aku begitu merindukanmu!” Yuri hanya diam menyimak pembicaraan Krystal dengan kakaknya.

“Ohh ibu sedang membeli sesuatu di luar saat ini aku bersama Yuri oppa” Yuri menatap Krystal tak percaya apa yang di katakan Krystal.

“Hallo unnie”

“Hallo unnie apa kau baik-baik saja? mengapa kau tidak bicara? hmmm baiklah jika kau sedang sibuk tapi kau harus cepat pulang! arasso!” Krystal menutup telfon nya.

“Apakah unnieku selalu sibuk?” tanya Krystal pada dirinya sendiri.

Kemudian Krystal menatap bingung Yuri yang diam “Oppa”

“Ya” jawabnya singkat.

“Apa kau tidak apa-apa?”

Yuri tersenyum “Aku tidak apa-apa, ehm sebaiknya aku pergi” Yuri bangun dari tempat duduknya.

“Ya! kau baru saja datang dan ingin pergi?”

“Aku lupa kalau aku memiliki janji, aku pergi” pamit Yuri.

“Apa karena Jessica unnie kau bersikap sepeti ini?” cetus Krystal.

Mendengar perkataan Krystal membuat Yuri menghentikan langkahnya “Tentu saja tidak, kau ini bicara apa?” senyum Yuri.

“Apa kau masih membenci Sica unnie?” Yuri hanya menatap diam Krystal.

“Jawab aku oppa, apakah seburuk itu unnieku hingga kau enggan melihatnya lagi?”

Yuri tersenyum sedikit “Hentikan Krys aku tidak ingin membahasnya”

“Tapi kau tidak bisa terus terusan seperti ini, mau sampai kapan kau membohongi perasaanmu? mau sampai kapan kau berbohong”

“Krystal hentikan!” bentak Yuri.

“Kau tidak tahu apa-apa Krys! kau tidak tahu apa apa!”

“Tidak tahu apa-apa?” Krystal tersenyum tipis.

“Aku ingin bertanya padamu oppa” tatap Krystal.

“Mengapa, mengapa sampai saat ini kau masih menyimpan album kenanganmu bersama Jessica unnie? mengapa kau masih menyimpan semua barang yang mengingatkanmu padanya? apakah itu yang kau sebut benci? apakah itu yang kau sebut tidak membohongi perasaanmu?” tanya Krystal.

“Kalau aku jadi kau, aku akan mengubur semua kenangan yang ku lewati bersama Jessica unnie” ucap Krystal yang masih membuat Yuri diam.

“Tapi kau… Kau tidak melakukan nya oppa karena kau takut kehilanga nya! karena kau tidak ingin melupakan nya semua kenangan manis bersamanya dan karena kau terlalu mencintainya!” Krystal sedikit emosi karena Yuri yang bersikap keras kepala.

“Kau tidak tahu hatiku sehancur apa saat dia meninggalkanku Krys” tatap Yuri.

“Bagaimana bisa di saat aku benar-benar mencintainya, di saat aku begitu di mabuk asmara olehnya dan secara tiba tiba dia datang bersama namja lain, bagaimana jika saat itu kau berada di posisiku Krys?” teriak Yuri kesal.

“Kau tidak tahu setiap harinya aku berusaha melupakan nya, bahkan airmata ini sudah habis karena terus menangisinya!” Yuri tersenyum tipis.

“Aku adalah orang yang benar-benar bodoh, kau benar-benar bodoh Kwon Yuri. Kau membiarkan hatimu jatuh kepada orang yang salah, kau membiarkan cinta itu terus melayang sedangkan kau tahu itu akan jatuh hingga membuatku sakit!”

“Itulah aku, mecintai Jessica Jung seperti orang yang hilang akal sehatnya! ku ucapakan terima kasih kepada Jessica karena telah membuatku seperti ini” senyum pahit Yuri.

“Oppa, biarkan Sica unnie menjelaskan semuanya padamu” Yuri menatap Krystal.

“Aku yakin Sica unnie memiliki alasan mengapa dia seperti itu, tolong berikan dia kesempatan! aku yakin dia juga mencintaimu seperti kau mencintainya!”

“Hentikan! aku mohon hentikan Krys! aku tidak ingin mendengar nama itu lagi bahkan dari mulutmu” tatap kesal Yuri.

Cukup adu mulut dengan Krystal, Yuri memutuskan untuk pergi meninggalkan nya “Oppa tunggu!” Yuri menghela nafasnya.

Krystal terdiam untuk beberapa detik memastikan apakah pertanyaan yang ingin sekali iya ajukan akan di jawab oleh Yuri atau tidak?

“Apakah kau masih mencintai Jessica?” kalimat itu terlontar dari bibir Krystal yang membuat Yuri tersenyum paksa.

“Cinta? rasa ini sudah mati rasa Krys. Aku bahkan tidak tahu lagi bagaimana rasanya jantung ini berdebar ketika iya ada di depanku, menatapku dengan tatapan nya” Yuri menatap Krystal untuk beberapa saat hingga iya benar-benar memutuskan untuk pergi.

“Click” pintu di buka oleh Yuri, tapi ntah kenapa Yuri hanya diam saat membuka pintu tersebut hingga membuat Krystal heran apa yang membuat oppanya berdiri di depan pintu yang telah di buka olehnya.

“Oppa” Krystal menatap heran Yuri.

“Yuri” Krystal terkejut saat mendengar suara yang tak jauh darinya.

Yuri Pov

Apa yang salah denganku, mengapa aku tidak bisa menggerakan seluruh anggota badanku? bahkan mata ini pun tak bisa berhenti menatap gadis yang pernah membuat hatiku terluka.

“Yuri” aku hanya menatapnya, tak satupun kalimat keluar dari mulutku, aku seperti orang bisu dan lumpuh dengan seketika. Aku bahkan tidak bisa menghindari tatapan matanya yang membuatku tersihir oleh mata tajamnya.

Yuri, tenangkan pikiranmu.

Ingat, dia adalah wanita yang pernah menyakitimu, dia adalah wanita yang membuatmu menderita, dia adalah wanita yang tak layak kau cintai!

Kini perasaan serta pikrianku sedang beradu satu sama lain, aku tidak bisa mengontrol diriku.

“Yuri”

“Tolong, berhentilah menyebut namaku!” sungguh aku tidak bisa menahan diriku lagi hingga aku memtuskan untuk pergi meninggalkannya.

“Yuri tunggu aku!”

Ku percepat langkah ini karena aku muak dengan segala tinggkahnya! aku muak dengan cara dia mempermainkan hatiku! kau pikir aku apa Jessica? kau pikir aku apa?

“Yuri tolong berhentilah dengarkan aku!”

“Yuri aku masih mencintaimu!!”

Apa yang kudengar? apa yang ku dengar barusan, apa aku tidak salah mendengarnya? haha benar-benar lucu, mengapa bisa dia berkata seperti itu?

“Yuri kumohon, aku sungguh mecintaimu”

Ku pejamkan mata ini, menahan rasa perih di hati ini. Kali ini apa yang akan dia lakukan? membuatku kembali melayang lalu mejnatuhkanku hingga hancur?

“Hentikan leluconmu” senyumku tipis.

“Aku sungguh mecintaimu Yuri, rasa ini tidak pernah berubah masih sama saat kita pertama kali bertemu”

Apa kau kali ini sedang bersandiwara? kau tidak perlu mengeluarkan airmata hanya untuk membuatku terhanyut.

“Aku tidak peduli itu”

Author Pov

Jessica dan Yuri saling bertatapan, Yuri menatap Jessica dengan penuh amarah sedangkan Jessica berlinang airmata karena begitu merindukan Yuri di sisinya.

“Aku tidak peduli itu” Yuri membalikan badanya berniat meninggalkan Jessica yang menangis.

“Aku terpaksa melakukan semua ini” suara sendu Jessica yang berhasil kembali membuat Yuri menghentikna langkahnya.

Jessica menarik nafasnya, ingin mengatakan sesuatu yang sudah lama ingin dia katakan “Aku terpaksa melakukan semua ini Kwon Yuri” Jessica melangkahkan kakinya.

“Kau tidak tahu betapa hampanya hidupku tanpamu? kau tidak tahu betapa aku merindukan tawamu? kau tidak tahu betapa rindunya tangan ini akan sentuhanmu? ini sungguh berat bagiku Yuri, begitu berat! aku tahu ini adalah keputusan yang paling bodoh yang pernah aku lakukan tapi pada saat itu aku tidak tahu harus bagaimana lagi” Jessica menteskan airmatanya.

Sedangkan Yuri berdiri dengan menaruh tanganya di saku celana dengan menatap Jessica “Hentikan, aku tidak ingin mendengar itu sekarang”

“Aku tahu ini terlambat Yuri, aku tahu. Aku tahu kau tidak akan pernah menerimaku lagi di hidupmu, aku tahu kau begitu membenciku tapi aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sunggu mencintaimu”

“Mencintaiku??! kau bilang kau mencintaiku? ohh come on Jessica Jung, lelucon apa yang kali ini kau mainkan hah? kau pikir aku bonekamu yang kapan saja bisa kau permainkan? waah kau lucu sekali” cemooh Yuri.

“Lalu kau ingin aku apa? menjadikanku bonekamu lagi? apa kau sudah bosan dengan mainan barumu?”

“Hentikan Yuri! aku tahu aku salah, aku tidak berniat untuk menyakitimu” jelas Jessica.

“Lalu mengapa kau meninggalkanku hah?!! lalu mengapa kau pergi meninggalkanku di saat aku begitu mengharapkanmu! mengapa kau pergi meninggalkanku di saat aku bahagia bersamamu! mengapa Jessica? apa dosaku padamu hingga kau berbuat seperti ini kepadaku?? kau tidak tahu betapa gilanya aku saat kau pergi dengan lelaki lain? kau tidak tahu setiap malamnya aku begitu merindukanmu??! kau tidka tahu semuanya Jessica, kau tidak akan pernah tahu apa yang kurasakan!!” kesal Yuri dengan meneteskan airmatanya.

Yuri menggengam tanganya, berusaha menahan amarah di dadanya “Kau adalah kelemahanku, kau adalah bagian hidupku, aku mati tanpamu Sica. Aku mati tanpamu” Yuri menteskan airmatanya.

“Bagaimana bisa kau pergi dengan lelaki lain? bagaimana bisa kau melupakan segalanya? hentikan semua ini Jessica”

Jessica menatap iba Yuri, Jessica ingin sekali memeluk Yuri dan menggengam tanganya “Yuri, aku melakukan semua ini karena terpaksa. apa kau tahu mengapa di saat bangku sekolah aku selalu bolos di saat jam pelajaran atau tertidur di kelas, apa kau tahu mengapa aku jarang bekumpul dengan kalian? itu buka karena lelaki lain itu karena aku sedang berkerja untuk mencari uang”

Yuri terkejut dengan apa yang Jessica katakan “Di saat itu aku mengalami kesulitan uang, kau tahu bukan saat itu ibuku mengalami deprsi berat hingga keluarga kami tak teurus? kau tahu bukan pada saat itu juga ayahku sedang mengalami masalah ekonomi hingga membuat keluarga kami jatuh misikin di tambah lagi dengan sikap ibuku yang seperti itu? kau tidak tahu bukan aku mengalami masa sulit itu sendirian. Pada saat itu aku merasa takut karena bila aku jujur pada kalian bahwa aku adalah broken home di tambah lagi dengan keluargaku yang mengalami gulung tikar, apakah kalian masih ingin bermain denganku? aku takut bila pada saat itu aku menceritakan nya semua pada kalian, aku takut kalian akan menjauhiku, aku tidak ingin kehilangan kalian apalagi dirimu Yuri”

Yuri hanya diam menyimak semua kata kata yang Jessica utarakan “Saat aku mengalami tekanan dalam ekonomi, akhirnya aku bertemu dengan Taylor. Dia adalah namja yang baik, aku menganggap dia sebagai kakakku karena Taylor selalu membantu keluargaku bahkan dia memberikan kehidupan baru untuk kami di Cina, pada saat itu aku tidak memiliki apa-apa aku tidak tahu harus bagaimana dan pada akhirnya aku memutuskan untuk ikut dengan nya ke Cina untuk kelangsungan hidupku dan ibuku” Jessica menatap Yuri.

“Taylor begitu baik padaku hingga dia memberikan sebuah brand untuk pekerjaanku sebagai desginer terkenal, Taylor adalah orang yang baik, dia begitu sempurna sangat sempurna tetapi kesempuraan nya tidak bisa meluluhkan hatiku, tidak bisa membuat jantungku berdetak dengan kencang, aku tidak bisa mencintainya seperti aku mecintaimu Kwon Yuri”

“Aku begitu mecintaimu dan itu tidak akan pernah berubah” Jessica san Yuri saling bertatapan satu sama lain.

Tidak tahu apa yang akan mereka lakukan, “Huffhh” Yuri menghembuskan nafasnya tidak percaya apa yang dikatakan Jessica kepadanya.

“Bodoh” ucap Yuri.

Yuri menggengam tanganya seakan menahan sesuatu di dalam dadanya yang ingin iya luapkan “Yuri” Yuri menghindari kontak mata Jessica karena tak sanggup menatapnya.

“Biarkan aku sendiri Sica, biarkan aku sendiri. Aku butuh waktu untuk berfikir” Yuri meninggalkan Jessica dengan air mata di pipinya.

Amber Pov

Hari demi hari berlalu, waktu terasa begitu cepat hingga musim dinginpun tiba. Ku masukan kedua tanganku di saku celana karena dingin yang begitu masuk ke dalam tubuhku, haishh lagipula mengapa aku bisa lupa membawa sarung tangan dan jaket tebal?

Kupercepat langkahku karena tubuhku mulai mengigil karena suhu mencapai -8 derajat. “Brrrrrr benar benar luar biasa udara malam ini”

Kuhentikan langkahku mengatur nafasku yang mulai menggebu-gebu karena langakah kakiku sendiri, ku lihat jam di ponselku yang menunjukan pukul 9.37 PM.

“Sial!” ku hela nafasku merasa kesal karena baru saja bus terakhir pergi meninggalkanku pada 2 menit yang lalu!

Ku sandarkan tubuh ini di bangku tunggu bus, sedikit mengistirahatkan tubuhku dan memejamkan mataku sejenak.

Membiarkan mata ini terpejam dengan hembusan udara malam yang menyelimuti malamku. membiarkan kegelepan malam masuk ke dalam pikiranku, membiarkan kebisingan yang perlahan menjadi sunyi untuk larut dalam pikiranku.

Pikiran yang akhir akhir ini selalu bertentangan dengan egoku, pikiran yang selalu bertentangan dengan hati ini.

Pikiran yang selalu saja di hantui oleh nya.

Selalu senyumnya.

Selalu tawanya.

Selalu matanya.

Selalu suaranya.

Hal-hal kecil yang selalu membuatku gila akan dirinya, dirinya yang selalu menghantuiku. Aku seperti kehilangan setengah dari ragaku, tak bisa hidup tanpa senyumnya.

Gila bukan? iya, dia membuatku gila.
“Dreett dreeett” ku buka mata ini mengambil ponsel di saku celanaku.

“1 Pesan Singkat”

From : Jessica

“Amber kau dimana, tolong balas pesanku ini sangat penting”

Aku hanya menatap pesan dari Jessica, hanya menatapnya tanpa membalas pesanya. Ini sudah kesekian kalinya Jessica mengirimkan pesan kepadaku berharap aku datang untuk menemui adiknya.

“Aku tidak bisa, rasanya begitu sakit” ku pejamkan lagi mata ini mengingat kejadian 3 hari yang lalu dimana kejadian itu sunggu membuat hatiku sakit.

Flashback

Jessica Pov

Jessica menatap sosok namja yang sedang membawakan bunga untuk adiknya “Aku harap kau bisa cepat sembuh” senyumnya pada Krystal.

“Terima kasih Kai” senyum Krystal dengan mencium bunga pemberian Kai.

“Bagaimana keadaanmu?”

“Aku baik-baik saja kau tidak perlu khawatir” senyum Krystal.

“Lalu kapan kau akan pulang? aku ingin sekali mengajakmu jalan Krys”

Akhir-akhir ini Kai selalu menemani Krystal di rumah sakit, Jessica tidak bisa melakukan apa-apa selain membiarkan Kai menemani Krystal karena tak ingin Krystal menjadi kesepian bahkan Kai sering tertidur di rumah sakit karena Krystal tapi ntah mengapa aku tetap tidak menyukainya, aku tidak tahu mengapa? mungkin karena perlakuan nya yang kasar kepada Amber.

Tetapi Amber?

Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran nya? sudah 3 hari dia tidak datang untuk menjenguk Krystal, tidak hanya itu bahkan llama bodoh itu tidak juga mengabariku atau mengirim pesan teks kepadaku atau Krystal.

Apa yang ada di pikiran llama bodoh itu? mengapa dia merasa bersalah karena Krystal menderita?

“Unnie, gwenchana?” aku membalasnya dengan senyuman.

“Mengapa akhir-akhir ini kau terlihat melamun? apa yang sedang kau pikirkan?” tatapnya padaku.

Haruskah aku mengatakan bahwa aku begitu mengkhawatirkanmu dan Amber? “Hanya urusan pekerjaan Soojung, kau tidak perlu khwatir” senyumku meyankinkan nya.

Aku mengambil ponselku kembali mengirim pesan teks kepada Amber berharap dia datang kembali untuk Krystal, datang kembali untuk menjaganya bukan Kai yang terus di sisinya.

“Krystal!”

Aku terkejut saat Kai meneriaki nama Krystal “Soojung!”

“Soojung!”

“Panggil dokter!!” teriaku pada Kai.

“Soojung ada apa denganmu?” aku tidak tahu harus berbuat apa, aku bingung melihat Krystal yang tiba-tiba merasakan kesakitan hingga harus berteriak.

“Aghhhhhh!!!!” ku peluk dirinya dengan airmata di pipiku, berusaha menengkan Krystal yang merasa begitu tersiksa.

“Jessica” aku terus memeluk adiku yang tiada henti teriak seakan dirinya mengalamai siksaan yang begitu luar biasa.

“Jessica, biarkan dokter memeriksa Krystal” tubuhku mulai mejauhi Krystal tapi mata ini masih tidak lepas darinya, Soojung apa yang terjadi padamu “Soojung!!”

“Jessica tenanglah!” aku meronta-ronta, membiarkan genggaman tangan ini melepaskan ku untuk memeluk adiku yang meronta-ronta kesakitan!

“Jessica aku mohon tenanglah!” nafasku terasa sesak, mataku terasa panas, tubuhku terasa lemah tak beradaya.

“Dia akan baik-baik saja, tenanglah” belaiannya membuatku sedikit lebih tenang, ku jatuhkan kepala ini di dadanya bersandar dengan seluruh kesedihanku, terus menangis dan menangis.

“Gwenchana” ucap Yuri

Krystal Pov

“Bangunlah”

“Bangunlah tuan putri”

Bisikan itu terasa dingin hingga tubuh ini menjadi kaku bagaikan es, hanya mata yang dapat ku gerakan melihat sekeliling yang begitu gelap dan dingin.

“Princess”

Aku mencari suara itu tapi tak kutemukan karena semua terasa begitu gelap “Princess Soojung”

Suara itu “Alice!” teriaku.

“Alice kau dimana!” mata ini mencari ke seluruh penjuru arah tapi tak kutemukan sosoknya hanya bayangan hitam yang kulihat serta dingin yang begitu menyengat tubuhku.

“Princess apa kau tidak apa-apa?”

“Alish kau dimana? aku sangat takut Alish”

“Princess tenanglah”

“Alish” rintihku.

“Princess Soojung aku disini selalu ada untukmu”

“Rasanya begitu sakit Alish seperti beribu pisau menancap di tubuhmu”

“Princess aku akan membantumu, kita akan menemukan obat penawarnya”

AKu tersenyum tipis mendengarnya “Sudahlah Alish aku tidak akan bisa menemukan obat penawar itu. Lagipula ini sudah hari ke-7 ku dan aku tidak memiliki harapan untuk hidup”

“Princess kau ini bicara apa! bukankah sudah ku katakan bahwa aku akan membantumu? apa kau sudha lupa dengan janjimu bahwa kau akan pulang ke J’AdoreA dan bertemu dengan ayahmu?”

Kupejamkan mata ini berusaha menahan sesuatu di mataku “Alish kau tahu, saat ini aku sudah merasa bahagia aku merasa bahwa aku adalah makhluk yang begitu bahagia yang pernah ada” senyumku simpul.

“Princess!”

“Ayah, sahabat-sahabatku, J’AdoreA dan…” aku menghela nafasku.

“Dan bumi, Yuri oppa, Taeyeon oppa, Kai, ibu, Jessica unnie kebahagiaanku terasa begitu sempurna Alish, terasa begitu lekat di hatiku saat mereka tertawa bersamaku menghabiskan waktu bersama, menghabiskan waktu bersama dengan orang-orang yang kucintai”

Ku gigit bibir bawah ini, sebegitu kerasanya aku menahan air mata “Terkadang aku berfikir, bahwa kematianku adalah sumber kebahagiaanku. Jika ramalan kematian itu tidak ada mungkin saat ini aku merasa hampa serta kekosongan yang kurasakan di hati ini. Tak ada kebahagiaan serta kasih sayang yang kurasakan, tak ada canda tawa, tak ada air mata, tak ada cinta” senyumku dengan mengusap airmataku.

“Kau tahu Alish, aku ingin berterima kasih kepada malaikat kematian karena telah memberikan ramalan kematian ini kepadaku, memberikan ujian besar ini kepadaku yang pada awalnya aku bersi keras akan menemukan obat penawar dan kembali ke J’AdoreA dan kembali menjadi tuan putri nan kekal abadi disana tetapi kini telah berubah, kini berkat ramalan kematian aku tahu bagaimana rasanya hidup, bagaimana rasanya sedih, bagaimana rasanya air mata yang selalu jatuh di pipi, bagaimana kau tahu apa arti dari sebuah hidup, bagaimana kau tahu arti dari sebuah persahabatan serta cinta dan bagaimana kau tahu jantung ini berdetak seribu kali lebih cepat dari biasanya”

“Dan aku sungguh sungguh sangat berterima kasih karena berkat ramalan kematian ini aku bertemu dengan sosok namja yang memutar balikan hidupku, membuat hari-hariku yang biasanya kini jauh lebh berwarna, membuat jantung ini berdetak cepat, membuat tanganku berkeringat untuk pertama kalinya, membuat bibirku terus tersenyum saat di sisinya. Sosok namja yang tiada hentinya membuatku bahagia, sosok namja yang akan selalu menjagaku, sosok namja yang akan selalu menuruti apa kataku, sosok namja yang membuat hati ini merasakan cinta dan kasih sayang”

“Amber…”

“Terima kasih kematian”

“Terima kasih kau telah mempertemukanku dengan Amber”

“Princess, apa kau lupa dengan semua apa yang ku ucapkan padamu? kau masih ada kesempatan hidup, obat penawar itu ada di sekitarmu! obat penawar itu begitu berharga bagimu! obat penawar itu adalah Namja! obat penawar itu begitu hangat hingga iya sangat membenci dingin, obat penawar itu begitu berbeda saat kau menyentuh atau memeluknya, obat penawar itu akan selalu membuatmu baik-baik saja”

“Obat penawar itu adalah setangah dari jiwamu yang hilang, yang akan melengkapi seluruh jiwa dan ragamu yang mati”

End Krystal

“Tuuttt tuuuttt tuuuuttt

Jessica terus berdoa di samping adiknya, ibunya yang tak berhenti menangis dengan menggengam lembut tangan Krystal, Yuri yang berusaha menengangkan Jessica, Kai yang khawatir akan keselamatan yeoja yang iya sukai.

“Eom-eom-eomaa”

“Soojung”

“Soojung adiku!”

Krystal masih meringis kesakitan “Krystal jangan banyak bergerak, aku akan memanggil dokter” sigap Yuri.

“Soojung” sang ibu memegang erat tangan Krystal.

“Aku tidak apa-apa kalian tidak perlu khwatir” senyum Krystal.

“Ya!! tidak perlu khawatir bagaimana?! jangan seperti ini!” ucap Jessica.

“Unnie, mengapa kau teriak-teriak?” canda Krystal.

Hanya beberapa menit Krystal sadar dan matanya sedikit berputar melihat orang-orang yang di sekelilingnya termasuk “Kai”

“Ya Krystal aku disini” seketika Kai memegang tangan Krystal dengan erat dengan mata Krystal yang terpejam untuk beberapa detik.

Krystal menarik panjang nafasnya dan sejenak untuk merasakan sesuatu di dalam tubuhnya “Kai” ucapnya sekali lagi dengan lembut.

“Bisakah kau memeluku?” ucap Krystal yang membuat kaget Jessica dan ibunya.

“Ten-tentu” Kai sedikit ragu tapi Krystal seperti mengisyaratkan agar Kai memeluknya.

Krystal kembali memejamkan matanya merasakan pelukan yang dirasakan oleh Kai terhadap dirinya dan kembali menatapnya.

“Kai” tangan mereka masih menyatu satu sama lain.

“Aku ingin kau selalu di sampingku”

“Aku ingin kau terus ada untuku”

“Aku mohon”

“Jangan tinggalakan aku”

“Karena kau adalah separuh dari jiwaku”

end flashback

——————————————————-

Maaf semua author sempat menghilang karena author sempet di rawat di RS jadi terbengkalai dah di ff nya 😦

Maaf ya semua ceritanya jadi gak maksimal dan banyak kesalahan.

Terima kasih semua yang selama ini udah baca ff author hehe.

Beautiful Stranger 15

Hari ke-15 

Hari demi hari sudah ku lewati, ya..

Ku lewati dengan hati yang begitu berat dengan senyum yang kupaksa kan agar aku terlihat baik-baik saja. Benar benar membuatku menderita..

“Driingg Driinng” ini untuk kesekian kalinya ponselku berdering, maafkan aku tidak bisa mengangakat panggilan dari kalian, aku hanya ingin sendiri, menjauhi semuanya.

“Ohh kau lagi?”

“Annyeong haseyo” senyumku dengan wanita paruh baya.

“Kau masih menunggu disini? apa kau tidak lelah nak?”

“Hmm tidak bibi kau tidak perlu khawatir” senyumku.

“Apakah begitu penting sehingga kau harus menunggu selama ini?” tatapnya khawatir.

“Ehmm aku hanya ingin bertanya sesuatu saja bibi”

“Apa kau baik baik saja? wajahmu terlihat pucat nak, apa kau sudah makan?” aku menggigit bibirku, sebenrnya aku belum makan tapi aku harus tetap disini.

“Aku sudah makan, kau tidak perlu khawatir bibi”

“Apa kau yakin? kau jangan berbohong, ayo kita makan dulu di daerah sekitar sini, aku yakin kau pasti sangat lapar” hmm bagaimana ini? tapi erghh perutku.

“Baiklahh” senyumku.

beberapa menit kemudian

“Terima kasih bibi sudah mentraktirku” senyumku padanya tapi ntah kenapa dia malah menatapku diam.

“Ada apa bibi?”

“Mengapa kau begitu mirip dengan keluarga Jung?” aku tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan nya.

“Sudah lupakan, jaga kesehatanmu gadis cantik” aku balas dengan senyuman serta membungkukan tubuhku menunjukan hormat padanya.

“Hati hati bibi” ku lambaikan tangan ini dan kembali ke rumah Jessica unnie.

Untung saja jarak rumah serta  ini cuaca hari ini benar benar sangat menyejukan “Hoahhh” ku renggangkan kedua tanganku menikmati suasana sore hari.

“Aghh!!” sial! kepalaku kembali pusing.

“Aghhh!” ada apa ini, mengapa rasanya begitu sakit bahkan aku tidak sanggup memopang tubuhku.

Sakit, benar benar sakit! kepalaku seperti di pukul dengan benda yang begitu keras.

“Jung Soojung” aku berusaha membuka mata ini tapi terasa sangat berat bhkan terlihat kabur dan tidak jelas.

“Princess Jung Soojung” bisikan itu, bisikan itu membuat sekujur tubuhku menjadi dingin, dan membuat dadaku terasa begitu sesak.

Author Pov

“Aku datang kembali untukmu princess” Krystal terlihat tidak berdaya dnegan memegang lehernya yang begitu sulit untuk bernafas.

“Bagaimana? sangat begitu menderita bukan?” cuaca yang begitu cerah kini berubah menjadi gelap gulita dengan dingin yang begitu menyengat.

“Sayang sekali kau harus menderita seperti ini” malaikat kematian itu berbisik kepada Krystal yang membuat dirinya sangat tersiksa dengan memegang leher serta matanya yang tidak terpejam.

“Kau masih punya 15 hari lagi princess” malaikat kematian itu membelai wajah Krystal hingga Krystal mengalirkan darah segar dari hidungnya.

“Tapi kurasa akhir akhir ini kau terlihat tidak peduli dengan nyawamu” kini tangan sang malaikat kematian mengarah ke detak jantung Krystal.

“Kau ingin ku buat jantung ini tak berdebar lagi? bila itu maumu akan kulakukan dengan gembira hati”

“Tapi sayang, ini buka waktumu” iya melepaskan tanganya yang memiliki kuku yang begitu panjang bak pisau yang sangat tajam yang siap menembus apa saja yang iya mau.

“Aku akan kembali”

“Aku akan kembali lagi padamu princess” senyumnya yang begitu mengerikan.

Krystal masih terlihat tak berdaya, wajahnya begitu pucat dan tubuhnya masih mengigil hebat hingga.

“Krystal?” sesosok yeoja datang menghampiri Krystal yang tergeletak di depan halaman rumahnya.

“Krystal! apa kau tidak apa apa?” yeoja berambut coklat itu menggoyangkan tubuh Krystal yang tidak sadarkan diri.

“Ya Tuhan! tubuhnya benar-benar dingin, bagaimana ini?”

“Aku harus membawanya!” dengan sekuat tenaga yeoja itu mengangkat lengan Krystal dengan mengalungkan nya di pundak yeoja tersebut.

“Bertahanlah” dengan sekuat tenaga iya membawa Krystal menuju mobilnya.

“Jessica ada apa ini?” Jessica terlihat sedang tergesa-gesa.

“Oh my god Sica ada apa ini, kenapa dia?!” Jessica memasukan tubuhnya dengan sangat hati hati.

“Biane ibu, aku harus ke rumah sakit sekarang juga. Aku akan menghubungimu lagi” Jessica meninggalkan ibunya yang masih terkejut sedangkan Jessica segera masuk ke dalam mobil.

Di dalam perjalanan Jessica terlihat sangat khawatir, sesekali iya memantau Krystal yang berada di kursi belakang.

“Erghh”

“Kumohon bertahanlah” Jessica semakin mempercepat roda mobilnya.

Beberapa lama kemudian

“Suster tolong aku” kelima perawat itu mengikuti langkah Jessica.

Jessica segera membuka pintu “Bertahanlah Krystal”

“Kami akan memeriksanya kau tidak perlu khawatir” Jessica hanya terdiam melihat Krystal yang di bawa ke dalam ruangan untuk di periksa.

“Aku harap dia baik-baik saja” Jessica menyandarkan tubuhnya di kursi dan sedikit memijat keningnya.

“Permisi, apakah kau adalah kakak dari pasien tersebut?” tanya sang dokter yang membuat Jessica bingung,

“Y-y-ya, iya dokter aku adalah kakaknya. Bagaimana dengan keadaaan Krystal?”

“Tubuhnya begitu lemah, aku rasa dia membutuhkan istrahat intensif untuk beberapa hari ini, aku takut terjadi hal yang buruk kepadanya karena pasien terlihat memiliki fisik yang begitu lemah”

“Baiklah tidak masalah, lakukan yang terbaik untuknya dok. Aku yang akan bertanggung jawab” tegas Jessica.

“Baiklah ikut kami”

Sementara itu…

“Amber”

Amber terlihat tak bernyawa, bahkan akhir akhir ini dia banyak melamun hingga membuat teman teman nya menjadi begitu khawatir.

“Amber Liu!”

“Hmm” jawabnya singkat.

“Ya! ada apa denganmu hah?! kau benar-benar membuatku khawatir!”

“AKu tidak apa-apa Key, kau tidak perlu berteriak seperti itu” jawabnya tanpa memandang Key yang di sampingnya.

“Lihat! bagaimana kau tidak berteriak padamu jika akhir akhir ini kau banyak melamun! ada apa denganmu? kau bisa bicara padaku, jangan seperti ini!”

“Aku merindukan nya”

“Aku merindukan nya Key”

“Mwo?? apa maksutmu Am? siapa yang kau rindukan?”

“Siapa yang ku rindukan?” senyum Amber.

“Dia adalah yeoja memiliki tatapan dingin, yeoja yang suka mengatur, yeoja yang begitu manja bila iya menginginkan sesuatu”

“Aku merindukan nya Key” Amber menatap Key dengan mata yang merah.

“Aku begitu merindukan nya. Aku merindukan suaranya, aku merindukan sentuhan nya, aku merindukan tawanya. Aku merindukan nya Key, aku merindukan semua yang ada di dirinya!”

“Tapi dia jahat kepadaku” senyum simpul Amber.

“Apakah dia saat ini mempermainkanku? apa salahku hingga iya meninggalkanku? apakah aku orang yang jahat?”

“Aku harus bagaimana Key? aku tidak sanggup bila harus seperti ini terus, aku bisa gila tanpanya bila tak di sisiku!”

“Aku harus cari kemana Key, Aku harus cari kemana?!”

“Am, tengangkanlah dirimu”

“Tenang? bagaimana bisa Key? aku harus bagaimana?” Amber menatap Key.

“Key”

“Ya”

“Aku butuh daftar tamu VVIP!”

“Daftar tamu? untuk apa?”

“Aku harus mencari mereka, cari daftar mereka” perintah Amber.

“Mereka siapa Am?” bingung Key.

“SNSD”

Dengan cepat Key mencari informasi tentang mereka, tak butuh waktu lama Key menemukan apa yang di butuhkan Amber.

“Bagaimana?”

“Aku menemukannya”

“Ini adalah daftar nama-nama mereka, dan ini ada satu alamat yang mereka tinggalkan” Amber membaca alamat yang Key tunjukan.

“Ya! Amber liu kau mau kemana!” Amber pergi meninggalkan Key pergi keluar Club menuju alamat yang ingin di tuju olehnya.

Amber berjalan cukup jauh hingga menghabiskan waktu 25 menit untuk sampai “Huffhh” Amber menarik nafasnya, menatap sebuah tempat makan yang ramai mobil di depan nya.

Amber melangkah masuk ke dalamnya “Selamat datang!” Amber menatap sosok yeoja yang mungil yang sedang menyambutnya.

“K-k-kau?”

Amber menghampirinya “Dimana teman mu?” tanya Amber.

“Apa maksutmu?” tanya nya heran.

“Aku bilang di mana teman mu yang membawa Krystal!!” semua tamu menoleh ke arah Amber.

“Apa aku harus bertanya sekali lagi padamu?” tatap Amber yang membaut Sunny takut.

“Ada apa ini?” mata Amber menoleh ke arah suara.

“Kau” Amber menghampirinya.

Dengan kasar Amber meraih kerah baju namja itu “Dimana Krystal?!” namja itu hanya diam.

“Aku katakan sekali lagi dimana Krystal?! mengapa kau menyembunyikan nya dariku hah?!”

“Aku tak menyembunyikan nya darimu” Amber tersenyum kecut dan gempalan tanganya mengenai wajah namja itu hingga membutanya hampir terjatuh ke lantai.

“Yuri!” teriak Sunny yang datang membantunya.

“Ya! apa kau sudah gila!”

“Kau tidak perlu ikut campur, kau hanya ingin tahu dimana kau sembunyikan Krystal?! mengapa kau seperti ini hah? jika kau menyukai nya kau tidak perlu seperti ini!” amarah Amber semakin memuncak.

“Krystal tidak bersama Yuri”

“Lalu dimana dia? bukankah temanmu yang membawa Krystal pergi dariku?”

“Lalu mengapa kau membiarkan nya pergi darimu?” Amber menatap kesal.

“Aku tidak ingin bermain-main”

“Aku juga tidak ingin bermain-main denganmu Amber Liu”

“Hentikan Tiffany” Yuri mengusap darah yang membekas di bibirnya.

“Iya, aku yang membawa Krystal saat kita berada di club, aku ingin mengantarnya pulang tapi iya mengatakan bahwa iya tidak ingin pulang. Hingga iya bermalam di rumahku, dan saat aku kembali pulang aku tidak menemukan nya lagi, aku pikir dia pergi untuk mencari sarapan tetapi dia tak kunjung balik” Yuri menghampiri Amber.

“Kau kira aku tak mengkhwatirkan Krystal?”

“Kwon yuri” ucap Amber.

Back to Krystal.

Jessica menatap Krystal yang terbaring di tempat tidur, Jessica menatap seluruh lekukan wajah Krystal.dari mata hingga dagu yang dimilikinya.

“Krystal?” Jessica menatap Krystal dengan begitu dalam.

“Siapa dirimu? siapa dirimu Krystal, mengapa kau ada di rumahku? apa yang kau inginkan dariku?”

“Mengapa, mengapa rasanya begitu tak asing. Aku merasakan begitu dekat denganmu, begitu menyatu kepadamu padahal ini baru kedua kalinya kita bertemu tapi rasa ini benar-benar kuat”

Jessica menatap Krystal yang tertidur “Mengapa saat seperti ini, kau mirip seklai dengan..” 

“Dengan ibuku”

“Apakah, apakah kau Krystal yang…”

Jessica tersenyum tak percaya apa yang dia pikirkan “Tidak mungkin, itu tidak mungkin terjadi. Mana mungkin ada sesosok manusia setengah dewa di dunia ini. Aku rasa aku benar-benar gila”

“Tapi aghh sial, aku tidak bisa berhenti memikirkan nya! lalu siapa dirimu? Krystal…”

Jessica terlihat merengungkan siapa yang ada di hadapan nya ini, “Oh!” Jessica seperti mengingat sesuatu “Amber!”

Amber dan Yuri cs

“Lalu mengapa kau membiarkan nya pergi dan membuatnya sedih, lagi pula mengapa iya merasa lebih nyaman bersama Yuri” ucap Tiffany dengan meninggikan suaranya.

“Dengar, aku tidak pernah membuatnya sedih bahkan aku tidak pernah menyakitinya sedikit pun! aku lebih yang menderita dari pada harus Krystal yang merasakan nya. Kau mengerti? aku pun tidak tahu mengapa dia pergi meninggalkan ku begitu saja” ucap Amber.

“Sudah hentikan, di sini kami semua mengkhwatirkan Krystal dan kami juga tidak tahu dia dimana sekarang” tanggap Yuri.

“Driingg driingg”  Amber langsung mengambil ponsel yang berada di saku nya.

“Hallo”

“Amber, kau dimana?”

“Aku berada di luar, ada apa? mengapa kau menelfon malam malam begini, apa ada sesuatu yang terjadi?” Yuri, Sunny dan Tiffany menyimak pembicaraan Amber.

Amber, aku hanya ingin memberi tahu bahwa aku saat ini bersama Krystal”

“Mwo?! kau bersama Krystal? kau ada dimana sekarang? aku akan segera kesana!” Yuri, Tiffany dan Sunny terkejut saat mendengar nama Krystal.

“Baiklah tunggu Aku!” Amber bergegas pergi.

“Kau mau kemana?” Yuri mencegat jalan nya.

“Aku mendengar nama Krystal, dia ada dimana?” tanya Yuri.

“Itu bukan urusanmu!” Amber mulai berjalan tapi Yuri kembali menghadang.

“Itu urusan ku Amber! bagaimana pun juga Krystal sudah ku anggap sebagai adik!” mereka berdua saling bertatapan.

“Dia ada di rumah sakit” betapa terkejutnya mereka saat mendengar Krystal berada di rumah sakit.

“Baiklah kita akan kesana sekarang!” Yuri dan Amber bergagas pergi menuju rumah sakit.

Tak membutuhkan waktu lama, Yuri dan Amber tiba di rumah sakit pukul 22.30.

Amber lebih berjalan menuju ruangan yang di tuju tanpa memperdulikan Yuri, Amber begitu khwatir kepada Krystal, dengan berlari kecil Amber menelusuri setiap ruangan yang di hiasi cat berwarna putih

“Grek” pintu yang bergagang dingin itu kini di buka pelan oleh Amber dengan jantung yang tak berirama.

“Amber” suara lembut itu memanggil namanya tapi sayang, suara itu di hiraukan begitu saja olehnya. Iya hanya menatap fokus yeoja yang begitu iya sayangi dengan wajah pucat yang iya miliki.

“Princess” sebuah panggilan yang begitu Amber rindukan.

“Mengapa seperti ini? dasar bodoh” tak bisa menahan kuasa, Amber memeluk Krystal yang masih belum sadarkan diri.

“Bogo shipo” Amber memeluk tubuh yang begitu dingin dengan erat hingga aliran darah nya yang hangat bisa membuat tubuh Krystal menjadi jauh lebih baik.

“Aku disini princess, aku disini” Amber semakin erat memeluk tubuh Krystal seakan tubuh mereka menjadi satu.

Jessica hanya menatap Amber yang begitu meluapkan kasih nya kepada Krystal “Jadi dia wanita yang selama ini kau cintai Amber” senyum Jessica yang mulai meninggalkan Amber dan Krystal.

“Grek” pintu itu di buka oleh Jessica.

Ntah perasaan apa yang Jessica rasakan saat ini, rasa yang begitu lama yang tak iya rasakan, jantung yang kemarin tak begitu cepat berdetak tapi detik ini jantung itu terasa sedang berlari-lari, indra penciuman yang dulu selalu mencium bau khasanya kini bisa kembali iya hirup, matanya yang begitu iya sukai kini bisa kembali iya tatap.

“Sudah berapa lama aku tak merasakan ini?”

“Yuri” sebuah nama yang selalu ku ucapkan dengan air mata yang selalu berlinang di pipiku. Bagaimana tidak, hanya nama itu lah sumber kebahagiaanku.

Jessica dan Yuri saling bertatapan satu sama lain, ntah perasaan apa yang kini di rasakan. Kerinduan kah? atau sebuah kebencian?

“Kau” Yuri senyum tipis, tak percaya apa yang iya lihat.

Yuri mengepalkan tanganya, seketika rasa sakit di dadanya datang dengan luka yang begitu menyakitkan. Kenangan yang buruk kembali menggrayangi Yuri yang di lupakan oleh emosi.

Tak sanggup lagi menatapnya, Yuri pergi meninggalkan Jessica begitu saja.

“kau harus mencobanya, aku tahu kau masih menyukainya Sica” kalimat itu terpintas di pikiran Jessica yang membuat hatinya tegerak untuk menyusul Yuri yang mulai jauh dari pandangan matanya.

“Yuri!” Jessica berjalan menelusuri koridor yang begitu panjang, tak tahu harus melangkah kemana. Hanya mengikuti kata hati  serta perasaan nya yang kuat kepada Yuri. Jessica kembali berlari kecil hingga iya keluar dari pintu rumah sakit. Jessica sedikit mengatur nafasnya dengan menengok kanan dan kiri berharap iya masih bisa mengejar Yuri.

“Yuri!” Jessica kembali berlari mengejar Yuri yang mau masuk ke dalam mobilnya.

“Yuri!” Jessica kembali teriak karena Yuri sudah masuk ke dalam mobilnya

“Cliittt” suara ban mobil sport Yuri siap melaju pergi tapi..

“Dup” Jessica menahan mobil Yuri dengan tubuhnya hingga membuatnya terjatuh.

Tak pikir panjang, Yuri langsung keluar dari mobil untuk melihat keadaan Jessica.

“Ya!!”teriak Yuri.

“Apa kau gila?!! apa kau ingin mati hah?!!” teriak Yuri dengan amarah di dadanya.

“Aku hanya ingin bicara padamu Yul” Jessica berusaha bangun dengan luka di lututnya, dapat terlihat jelas karena lampu sorot mobil Yuri yang menarangkan cahaya.

“Apa? apa katamu? bicara denganku? hoaaah kau benar-benar wanita yang luar biasa Jung Sooyeon!” Yuri memutar badan nya untuk kembali masuk kedalam mobil.

“Yuri” Jessica memegang lengan Yuri, yang membuat Yuri sangat terkejut atas sentuhan nya.

“Yuri berikan aku waktu untuk menjelaskan semuanya padamu, aku mohon” Jessica melinangkan air matanya.

“Kumohon Yuri berikan aku kesempatan, aku tidak ingin tersiksa seperti inii terus”

“Apa? apa yang ingin kau katakan, mengapa tak dari dulu kau katakan semuanya? mengapa harus sekarang di saat aku benar-benar melupakanmu! dan sekarang kau datang se enaknya tanpa rasa bersalah di dirimu dan meminta maaf kepadaku?! setelah apa yang kau perbuat padaku hingga aku benar-benar tersiksa setiap harinya!!” bibir Yuri bergetar dan matanya meluapkan kekesalan dengan berkaca-kaca.

“Kau tahu, saat ini aku merasa 100 kali lipat menderita. Kau tahu karena apa? karena kau kembali, karena aku harus melihat wajahmu lagi!! wajah yang dulu setiap harinya selalu memberikan senyuman kepadaku! wajah yang selalu membuatku semangat dalam menjalani semua hidupku,  wajah yang begitu ku rindukan hingga aku harus menangis di dalam mimpiku?!!” Yuri meneteskan airmatanya.

“Dan sekarang kau kembali begitu saja tanpa sadar apa yang telah kau lakukan kepadaku? begitu sulit aku melupakanmu hingga rasanya aku ingin menghabisi diri ini!”

“Apa kau tidak puas menyiksaku? apa kau tidak puas dengan membunuhku pelan-pelan? sangat sakit, begitu sakit nya yang kurasakan di hati ini Jessica”

“Yuri maafkan aku, aku melakukan semua ini karena”

“Cukup, aku tidak ingin mendengar semua ucapan darimu”

“Yuri! dengarkan aku” Yuri masuk ke dalam mobilnya.

“Yuri!” Yuri langsung pergi tanpa memperdulikan Jessica.

“Yuri maafkan aku, sungguh maafkan aku” Jessica menangis terisak-isak.

Hari ke-14

Matahari mulai memancarkan hangatnya ke celah-celah ruangan hingga menyinari wajah Krystal yang membuatnya terbangun dari tidur panjangnya.

“Mengapa rasanya begitu hangat, begitu nyaman hingga rasanya aku ingin kembali tidur lagi. Tapi mengapa hangatnya terasa berbeda dan hmmhh aku dapat mencium bau yang begitu khas dan rasanya begitu dekat dengan ku”

Krystal membuka matanya perlahan “Apa ini?” telunjuk Krystal menyentuh lembut sesuatu yang ada di depanya,tidak cukup menyentuh Krystal mendongakan kepalanya..

“Hoaaahhhh!!! ada apa ini! mengapa dia ada disini?”

Krystal merasakan sentuhan tangan Amber yang melingkari tubuhnya “Apa ini! tidak tidak! aku harus bangun tapi bagaimana? sejak kapan ini terjadi? apakah semalaman ini aku dan Amber, berpelukan dalam tidur..?”

“Erghh” mendengar suara Amber, Krystal kembali pura pura tertidur.

“Hoaah” Amber sedikit merenggangkan tubuhnya.

“Selamat pagi dunia” senyum Amber dengan lebar dan begitu semagat.

Amber menengok ke arah kanan nya dengan senyuman yang luar biasa indahnya “Dia masih tertidur” Amber meletakan tangan nya ke kening Krystal.

“Aku rasa badan nya sudah kembali hangat, hoaahh aku rasa ini karena pelukan ku hahaha”  tawa Amber.

“Ergghh dasar llama bodoh! ingin sekali rasanya saat ini aku memukul kepalamu yang bodoh itu!” batin Krystal.

Amber mulai bangun dari tidurnya, merapikan selimut Krystal yang sedikit berantakan untuk kembali menghangatkan tubuh sang princess “Cepat sembuh Princess Jung” sedikit sentuhan Amber untuk merapikan rambutnya.

“Oh!”

Amber berjalan keluar ruangan “Dia dimana?” mencari cari setiap sudut rumah sakit, tak kunjung menemukan Amber mencoba menelfon nya tapi sial handphone nya tertinggal di kamar.

“Haishh dimana dia?”

Tak putus asa Amber mencari di sekeliling rumah sakit, dengan mengitari taman hingga harus balik ke dalam rumah sakit tapi tak kunjung iya temui.

“Dimana kau” Amber menarik nafasnya dan sejenak berfikir.

“Atap club! iya, dia mengatakan bila dia ada masalah dia akan selalu kesana!” Amber segera menuju club nya dimana dia dan Jessica sering menhabsikan waktu bersama.

Ternyta Amber membuahkan hasil, tak di sangka iya berhasil menemukan nya. Amber menatap dari jauh, “Ada apa dengan wajahnya? mengapa pagi pagi begini dia sudah terlihat sedih?”

Amber melangkahkan kakinya mendekati sosok yeoja yang terdiam menatap indahnya kota di pagi hari “Kau dan Krystal memang benar-benar sama” Amber berdiri tepat di samping Jessica dengan menatap jalan di bawahnya.

“Amber?” tatap kejut Jessica.

Amber menoleh ke arah Jessica, menatapnya begitu dalam “Ada apa denganmu?” lirih Amber.

“Aku tidak apa-apa kau tidak usah khwatir” senyum paksa Jessica.

“Kau tau bukan di saat kau berkata seperti itu aku tidak akan pernah percaya kalau kau baik-baik saja” Amber tak melepas pandangan nya.

“Kau dari mana saja semalaman ini? mengapa kau tak kembali ke kamar Krystal?” Jessica memilih diam tak menjawab pertanyaan Amber.

“Aku ingin pergi jauh Am”

“Apa maksutmu Sica?” heran Amber.

“Aku tak ingin ada disini”

“Jessica, aku sudah pernah bilang padamu bukan? kalau kau memiliki masalah kau bisa cerita padaku. Aku akan selalu ada untukmu” tatap serius Amber.

“Kau tak akan pernah mengerti Am!” seketika Jessica menjadi emosi.

“sampai matipun dia tidak akan pernah memaafakanku!” tegas Jessica.

“Yuri” Jessica menatap Amber.

“Jadi dia orangnya?” senyum simpul Amber.

“Lalu sekarang kau mau pergi begitu saja darinya? kau sudah terlalu lama menunggu Sica, kau sudah terlalu lama untuk menutupi semuanya tapi di saat dia depan matamu kau ingin lari begitu saja dan menyerah begitu saja? kau menyayanginya bukan, tidak. Kau bukan menyayangingya tapi kau mencintainya” ucap Amber.

“Jessica” Amber memegang tangan Jessica.

“Aku tahu Yuri begitu membencimu, aku tahu Yuri begitu muak dengan mu tapi di hati kecilnya dia begitu mencintaimu itu sebabnya dia begitu marah kepadamu, karena iya kehilangan belahan jiwanya” Jessica meneteskan airmata.

“Aku tidak bisa Am, aku tidak tahan. Aku sudah terlalu menyakitinya, ini adalah sebuah kesalahan! seharusnya aku tidak usah kembali ke Korea! seharusnya aku tidak pernah untuk mencari Yuri!” Jessica begitu emosi hingga wajahnya memerah.

“Kau tidak tahu bagaimana sakitnya Yuri saat iya ku tinggalkan, dan sekarang dimana iya sudah melupakan ku dan kini dia sudah hidup bahagia, aku malah hadir kembali di depan matanya. Seharusnya itu tidak pernah aku lakukan Am! kau tidak tahu bagaimana sakit yang iya rasakan, aku bisa meraskaan itu dari bola matanya Am.  Seharusnya aku membawa perasaan ini sampai aku mati!”

Jessica melangkah maju mendekati pagar pembatas “Jessica! apa yang kau lakukan!” teriak Amber.

“Aku lelah Am, aku lelah menghadapi ini semua!” Jessica mulai mendekati pinggir gedung yang begitu curam tanpa adanya pengamanan.

“Jessica! apa yang kau lakukan! apa kau sudah gila?! kita bisa mencari jalan lain” teriak Amber yang ingin mendekati Jessica.

“Aku sudah bertahan bertahun tahun untuk semua ini Am! aku lelah! aku ingin mengakhiri semua ini!”

“Jessica!”

“Jika kau maju selangkah, aku akan melompat” ucap Jessica dengan angin yang berhembus kuat.

“Jessica dengarkan aku! kau tidak boleh putus asa seperti ini! masih ada jalan keluar Sica, aku akan membantumu! aku akan di sampingmu! jika kau mati, semua penderitaanmu selama ini adalah sia-sia, semua pengorbanan yang kau lakukan juga sia-sia! apa kau tidak ingin membayarnya dengan sebuah kebahagiaan?”

“Jessica ingat, kau tidak sendiri di dunia ini! masih ada ibumu, masih ada aku!” tegas Amber.

“Berhenti membujuku Am! terima kasih Am, terima kasih selama ini kau menemaniku” Jessica memejamkan matanya, mengangakat kedua tanganya. Membiarkan angin menghempas tubuhnya di gedung yang begitu tinggia.

“Biane” Jessica meneteskan airmatanya.

Jessica mulai melemaskan semua otot di tubuhnya, membiarkan angin membawa tubuhnya jatuh ke tanah dengan kuat.

“Maafkan aku”

“Bagaimana dengan adikmu!!” teriak Amber.

“Bagaimana dengan adikmu Sica?”

“Bagaimana dengan Krystal!” Jessica membuka matanya.

Amber melangkah mendekati Jessica “Krystal, Krystal Jung Soojung! itu nama lengkapnya” Amber menarik nafasnya.

“Nama yang selalu kau dengar, nama yang selalu kau cari kebenaran nya, nama yang selalu ibumu ucapkan” Jessica terdiam tak mampu berkata apa-apa, iya tak percaya apa yang di katakan Amber kepadanya.

“Krystal adalah adikmu, apakah kau tega meninggalkan nya begitu saja?”

“Tidak mungkin”

“Dia adalah adikmu, dia adalah anak dari ibumu”

Sementara itu krystal

Krystal terlihat sedang menikmati sarapan nya seorang diri “Aku benci makanan ini” haishh mengapa aku harus bertemu dengan dia lagi? benar benar menyebalkan! 

“Drinngg driiingg” Krystal menghentikan makan nya karena suara yang menarik perhatian nya.

“Apakah itu suara ponsel?” Krystal mencari cari sumber suaranya.

“Oh itu” Krystal menggapai ponselnya yang berada di sampingnya.

“Apakah ini ponsel Amber?” Krystal memriksa ponselnya itu dengan melihat ponselnya.

“Dringg driingg” ponsel itu kembali berdering.

“Apa ini?” Krystal terkejut saat layar dari ponsel itu mengeluarkan sebuah foto dimana sosok yeoja bersama wanita paruh baya sedang berpelukan dengan senyum di wajah mereka.

Seketika tangan Krystal menjadi gemetar, bahkan tubuhnya drastis menjadi lemas saat apa yang iya lihat. Secara reflek Krystal menggeser warna hijau di layar ponsel tersebut, dengan gugupnya iya mendekati ponsel itu ke telingnya.

“Hallo” Krystal terdiam mendengarnya, Krystal hanya diam tak mampu berakata apa-apa.

“Hallo, Jung Sooyeon kau dimana? mengapa kau tidak ada kabar? mata Krystal berkaca-kaca, jantung nya berdebar hebat! tanganya seketika menjadi dingin.

“Hallo, Jung Sooyeon? cepat pulang , ibu sangat mengkhwatirkanmu” Krystal meneteskan airmatanya.

“Hallo”

“Hallo” bibir Krystal bergetar.

“Hallo”

“Eomma”

“Jung Sooyeon?”

“Eommaaa…”

———————————————————————————————————–

Hoaaaahh pegel! hahahaha..

Beautiful Stranger 14

Hening..

Sebuah keheningan yang terjadi diantara mereka dengan seribu pertanyaan di pikiran mereka. Mengapa,bagaiamana, dan kenapa ini terjadi.

Sebuah kejadian yang tak pernah terfikirankan akan terjadi saat ini detik ini bahkan sang waktu berpihak kepada mereka, dengan berputar putar di antara mereka melempar pandang satu sama lain, tidak tahu kata apa yang akan mereka ucapkan satu sama lain selain hati yang saling merindukan..

“Apa ini, apa ini semua?” seorang namja yang berkulit coklat itu menatap dengan heran.

“Krystal apa ini? apa yang kau lakukan?” tatapnya tajam.

“Yuri oppa biane aku telah membuatmu khawatir, aku disini untuk mencari Amber”

“Ayo kita pulang!” Yuri terlihat tidak senang dengan situasi saat ini, hingga iya menarik paksa Krystal untuk mengikutinya.

“Oppa” lirih Krystal.

“Hentikan” Yuri menghentikan langkahnya, melihat seorang namja yang memegang erat tangan Krystal dengan wajah yang marah.

“Apa seperti ini kau memperlakukan seorang wanita?”

“Amber” Krystal menatap Amber.

Amber dan Yuri saling melempar pandangan mereka “Aku ingin membawa Krystal pulang, aku tidak ingin dia berada disini” tatap Yuri tidak senang.

“Krystal akan pulang bersamamku” genggam tangan Amber dengan menatap wajah Krystal.

“Kau ingin pulang denganku atau dia Krys?” tanya Yuri yang membuat Krystal menoleh ke arahnya tapi tidak waktu lama Krystal terlihat sedang berfikir dan entah kenapa dia memikirkan Jessica yang tepat di belakang Amber.

“Aku akan pulang bersama Yuri oppa Am” Amber tersenyum lirih mendengarnya.

“Apa? apa maksutmu? apa salahku padamu Krystal, kenapa kau lebih memilih dia dari pada aku?” tanya Amber dengan wajah yang tidak suka.

“Aku tidak ingin menggangumu” Krystal mendundukan kepalanya.

“Mengangguku? kau tidak pernah mengganguku kau salah paham”

“Amber..” sentuhan yeoja berambut blonde itu membuat Amber berhenti bertutur kata.

“Biarkanlah, biarkanlah dia pergi bersamanya” Amber terdiam, sedikit demi sedikit iya melonggarkan jari jemarinya meninggalkan jari jari mungil yang dimiliki sang pujaan hati.

Sedangkan di sisi lain Yuri tak sedikitpun menatap wajah Jessica, iya tidak ingin menatap wajahnya kembali iya tidak ingin ingatan nya kembali yang telah iya kubur sedalam dalamnya di lubuk hatinya.

Sedangkan Jessica menahan airmatanya, menahan rasa rindu yang begitu besar, menahan tangan nya yang ingin sekali menyentuh wajah namja yang selama ini iya rindukan.

Amber melepaskan tangan Krystal menatapnya hingga iya menghilang dari pelupuk mata coklatnya bersama namja lain.

“Apa salahku? apa kau tidak tahu aku begitu merindukanmu?”

Krystal dan Yuri 

Krystal dan Yuri di dalam perjalanan “Oppa,gwaenchanha?” Krystal menatap Yuri khawatir.

“Aku tidak apa-apa Krys” senyum Yuri.

“Apa kau yakin? kau terlihat berbeda oppa, kau terlihat sangat marah itu seperti bukan dirimu oppa. Apakah kau marah kepadaku karena aku pergi begitu saja?”

“Tentu saja tidak, kau adalah adiku Krys mana bisa aku marah kepada adiku sendiri” senyum Yuri.

“Lalu mengapa, mengapa kau marah oppa? apa karena Amber?” Yuri menggelengkan kepalanya.

“Lalu?”

“Hmmm kau hari ini begitu banyak sekali pertanyaan, oh iya kau ingin turun dimana?” Krystal diam sejenak.

“Krys?”

“Ohh ehmm aku tidak ingin pulang” Yuri menatap heran.

“Mwo? mengapa, mengapa tak ingin pulang?”

“Bolehkah aku minap di rumah oppa lagi?” Yuri tersenyum mendengarnya.

“Tentu saja boleh tapi kau harus memberi tahu temanmu bahwa kau tidak pulang malam ini nanti dia akan khawatir”

“Tidak perlu”

Yuri langsung membawa Krystal di kediaman nya yang besar “Masuklah” Yuri membereskan kamarnya.

“Krystal malam ini kau tidur disini” tunjuk Yuri.

“Mwo? maksut oppa..” Krystal menatap curiga.

“Haha jangan menatapku seperti itu Krys, malam ini aku tidak tidur di rumah jadi kau akan tidur dikamarku okee, aku harus pergi lagi untuk menyusul mereka jika ada apa apa kau tinggal menghubungiku” senyum Yuri.

“Terima kasih oppa”

Sementara itu Jessica dan Amber.

“Yuri”

“Dia Yuri yang selama ini kau cari bukan?” Jessica menatap Amber.

“Apa maksutmu?”

“Mengapa kau menghindar, mengapa kau bersembunyi di bayanganku Sica? aku tahu isi hatimu, aku tahu itu semua” Amber menatap lurus wajah Jessica yang menahan tangisnya.

“Am….” Jessica tak kuasa menahan tangisnya dan memeluk erat tubuh Amber yang jauh lebih besar darinya.

“Aku tidak bisa, aku tidak bisa. Dia membenciku” Jessica tenggelam di dalam pelukan Amber dengan berlinang air mata.

“Dia bahkan enggan menatapku Am, dia membuang wajahnya dariku” Amber menenangkan Jessica dengan mengelus pundaknya.

“Aku yakin dia tidak membencimu seperti yang kau pikirkan” balas Amber.

“Jessica lihat aku” Amber memegang kedua pundak Jessica.

“Berikan dia waktu, mungkin dia masih syok atau dia merasa belum siap untuk bertemu denganmu Sica. Kau sudah bertahun tahun tidak bertemu dengannya, aku yakin dia juga merindukanmu percayalah padaku” Amber menghapus airmata di pipi Jessica.

“Tapi..” Jessica menatap dengan berbinang air mata.

“Ssttt sudah jangan terlalu di pikirkan itu akan membuatmu sedih, berikan lah Yuri waktu untuk menyadari bahwa kau ada disini, kau ada disini untuk kembali kepadanya” senyum Amber menangkan Jessica.

“Terima kasih, kau benar-benar malaikat penolongku” Jessica kembali memeluk Amber untuk sesaat.

“Ini sudah kewajiban ku sebagai sahabatmu Sica”

“Ehmmm”

“Apa ada lagi yang ingin kau utarakan?” tanya Amber.

“Aku minta maaf”

“Minta maaf untuk apa?” bingung Amber.

“Karena membuat pacarmu cemburu, aku tidak bermaksut mengatakan hal seperti itu kepadamu Am hanya saja pada saat itu aku merasakan kesepian dan membutuhkan seseorang di sampingku, sekali lagi maafkan aku” Amber tersenyum mendengarnya.

“Kau jangan berlebihan seperti ini Sica aku tidak pernah padamu lagi pula dia bukan pacarku juga”

“Aku tahu, dia sudah cerita padaku”

“Cerita padamu? bagaimana bisa” tanya Amber.

“Namanya Krystal bukan? kau beruntung sekali mendapatkan wanita secantik dia, kecantikan nya benar-benar luar biasa tetapi…”

“Tetapi mengapa aku tidak asing denganya aku merasakan ada sesuatu yang begitu dekat denganya tetapi aku baru pertama kali ini bertemu denganya tapi rasanya sangat kuat” heran Jessica.

Amber menatapa Jessica hingga membuat Jessica menjadi tambah bingung “Kau kenapa? kenapa kau melihatku seperti itu Am?” tanyanya bingung.

“Hhaha tidak apa Sica”

“Kau yakin?” tanyanya ulang?

“Ne” jawab singkat Amber.

Back to Krystal 

Krystal terlihat merenung, iya terlihat memikirkan sesuatu di dalam benak pikiran nya membuatnya tidak bisa tidur hingga ia memutuskan untuk bangkit dari tempat tidur berukuran besar dan mulai berjalan mengitar kamar besar milik Yuri.

“Mengapa bisa oppa memiliki kamar sebesar ini? hmmmh” Krystal menatap koleksi mainan Yuri yang terpajang rapi di sebuah lemari kaca yang begitu besar.

“Seperti anak-anak saja” senyum Krystal.

Krystal melangkah dan mulai memegang alat musik yang cukup besar berwarna putih yang terpajang di kamar Yuri.

“Aku tidak mengetahui kalau Yuri oppa menyukai piano” Krystal sedikit menyentuh satu persatu hingga mengeluarkan suara yang indah.

“Kurasa cukup bermain main denganmu” senyum Krystal yang meninggalkan piano putih besar tersebut, kini langkah Krystal menuju sebuah meja yang di hiasi beberapa foto.

Krystal terseyum melihat nya karena di foto itu Yuri dan para unnies nya terlihat bahagia satu sama lain tapi…

Tapi ada satu foto yang tidak di pajang, satu bingkai foto yang di tutup rapat olehnya. Membuat diriku bertanya siapa di balik bingkai itu?

Perlahan kubalik bingkai foto ini dan…

“Dia?” sungguh membuatku terkejut.

“Apakah dia?” seribu pertanyaan tertancap di benaku.

Wajah Yuri oppa terlihat sangat senang, senyum nya benar-benar memancarkan kebahagiaan bersamanya. Apakah dia wanita yang selama ini kau cintai oppa? wanita yang selalu ada di hatimu hingga sekarang?

“Apakah kau benar-benar menyakiti oppaku Jessica?” tatapku melihat Yuri oppa dengan Jessica saling tertawa satu sama lain, ntah kenapa aku merasa bahagia melihat kenangan ini.

Apakah benar kau menyakiti oppaku? apakah benar kau pergi meninggalkan nya begitu saja? tapi aku rasa itu tidak, mata mereka saling memancarkan rasa cinta yang kuat antar satu sama lain.

Aku rasa ada sebuah alasan di balik kepergian Jessica meninggalkanmu oppa, aku yakin dia memiliki sebuah rahasia yang iya simpan sendiri.

“Apa yang harus ku lakukan agar kau kembali tersenyum oppa? kau terlalu baik kepadaku, untuk itu aku akan membawa kembali dia ke kehidupanmu” senyumku menatap kedua sepasang kekasih ini dengan senyuman di wajah mereka.

Hari ke 18

Author Pov

Krystal mulai terbangun dari tidurnya, Krystal terbangun dengan keadaan yang bingung. Iya merasakan ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang tidak biasanya saat iya menyambut matahari pagi.

Krystal menatap sekeliling, semuanya terasa kosong baginya. Tidak ada harum masakan di pagi hari yang terkadang membangunkan nya, tidak ada susu putih hangat yang iya sukai, tidak ada sepucuk surat yang tertulis di meja makan setiap paginya.

“Berbeda, mengapa seperti ini? mengapa rasanya sangat kosong” Krystal duduk untuk merenung dan mengeluarkan sesuatu dari saku celana nya.

Sebuah kunci gembok yang selalu iya bawa kemanapun, iya menatap kunci itu mengingat kejadian dimana iya dan Amber berjalan berdua di malam hari dengan menulis sebuah tulisan di gembok yang mereka buat.

“Lock love” sebuah kunci cinta yang Krysta tidak ketahui bahwa ini adalah gembok sepasang kekasih.

Krystal terus memandang kunci itu mengingat kejadian iya menghabiskan waktu bersama Amber.

“Bisakah aku melupakanmu? melupakan semua kenangan kita saat menghabiskan waktu bersama? melupakan semua kisah yang telah kita rangkai.

“Kau sungguh menyiksaku, kau sungguh menyiksaku Amber” sedih Krystal.

“Bagaimana bisa…”

“Bagaimana bisa aku menjelaskan semuanya kepadamu, menjelaskan apa yang sebenrnya terjadi pada diriku” hati Krystal mulai bergejolak, tak sanggup lagi menahan sakit di dadanya hingga iya melupakan semuanya dengan tangis di wajahnya.

“Bagaimana bisa Am”

Driingg driinggg” ponsel Krystal berdering.

Krystal menarik panjang nafasnya berusaha menengakan dirinya “Hufhh”

“Ne oppa”

“Kau sudah bangun?”

“Aku sudah bangun” jawab Krystal.

“Biane aku tidak pulang malam tadi karena pekerjaanku yang banyak tapi aku akan segera pulang untuk membuat sarapan untukmu”

“Tidak perlu oppa, aku akan makan di luar saja. Aku tidak ingin merepotkanmu”

“Hmm baiklah, jika kau lapar ada bahan makanan di kulkas kau bisa memasaknya sesuka hatimu” ucap Yuri.

“Ne oppa terima kasih”

“Kalau begitu aku tutup telfon nya, bye Krystal” Krystal menutup telfon nya dan seketika iya kembali mengingat Yuri dengan Jessica.

Krystal kembali membuka ponselnya mencari nama yang iya cari “Ketemu!” Krystal langsung menyentuh layar untuk menghubunginya.

“Yeoboseyo”

Siapa ini?

“Oppa ini aku Krystal!”

“Ohh kau ice! ada apa?” riangnya.

“Oppa, apakah kita bisa bertemu?”

Tentu saja bisa!” sautnya gembira.

“Haha baiklah, kau ku tunggu di cafe tempat oppa Yuri biasa oke” Krystal memutuskan sambungan nya.

Setelah bersiap-siap Krystal bergegas pergi dari rumah Yuri dan pergi ke cafe tempat yang sudah di janjikan.

Krystal duduk menunggu dengan memasan jus manggga kesukaan nya, sesekali iya melihat jam yang sudah menunjukan pukul 12.16.

“Mengapa lama sekali” Krystal mengaduk-aduk jusnya yang sudah hampir habis.

Di tengah tengah kebosanan nya akhirnya ornag yang iya tunggu datang “Tae oppa!” Krystal melambaikan tanganya agar Taeyeon bisa melihatnya.

“Oh!” Taeyeon membalas dengan lamabain dan segera menghampiri Krystal yang duduk di pinggir kaca.

“Biane aku terlambat karena Tiffany memintaku untuk mengantarnya ke mall”

“Haha tidak apa oppa, lagi pula aku merepotkanmu”

“Aniooo, kau tidak merepotkanku sama sekali Krys” senyum Taeyeon.

“Lalu, apa yang ingin kau bicarakan? sepertinya sangat penting” tatap Taeyeon.

“Hmm aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu oppa”

“Kau ingin bertanya apa? pasti akan ku jawab” senyum Taeyeon.

“Ehmm aku ingin mengetahui alamat rumah Jessica”  seketika mendengar kata Jessica wajah Taeyeon sedikit berubah.

“Untuk apa?” serius Taeyeon.

“Aku ingin tahu saja oppa”

“Apa kau benar-benar tertarik padanya? kau tertarik padanya apa karena dia mirip sekali denganmu atau kau ingin membuat Yuri kembali padanya?” Krystal dan Taeyeon saling bertatapan, Krystal sejenak terdiam mendengar apa yang di katakan Taeyeon padanya.

“Kau tidak bisa menjawab?” tanya Taeyeon.

“Aku hanya ingin membuat Yuri oppa bahagia” ucap Krystal pelan.

“Dengan cara seperti itu?” tanya Taeyeon.

“Krystal, kau tahu kami semua berusaha menyingkirkan Jessica dari kehidupan Yuri, kami semua berusaha untuk membuang semua kenangan Jessica di benak Yuri dan kami semua berusaha untuk tidak mengingatnya kembali, tapi…” Taeyeon menatap Krystal.

“Tapi kau menginginkan dia kembali pada Yuri?” tatap serius Taeyeon.

“Kau menginginkan dia kembali kepada Yuri yang hampir saja membuat Yuri mati, yang benar saja” senyum simpul Taeyeon.

“Oppa, aku merasakan bahwa Jessica meninggalkan Yuri oppa karena memiliki alasan yang kuat”

“Iya, alasan dimana iya lebih memilih karir serta hartanya dari pada kami yang 7 tahun bersama nya? dan dia pergi begitu saja tanpa memperdulikan Yuri?! kau tidak tahu betapa sakitnya kami, kau tidak tahu betapa hancurnya Yuri saat iya pergi meninggalkan nya? kau tidak akan pernah tahu rasanya Krystal, karena kenapa? karena kau tidak berada di posisi kami” ucap Taeyeon.

“Tapi oppa, aku merasakan ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang mengganjal di hatiku. Aku hanya ingin bertemu dengan nya”

Taeyeon bangun dari tempat duduknya “Aku tidak bisa Krys, kau minta tolong dengan yang lain saja” Taeyeon berjalan meninggalkan Krystal tapi Krystal memegang lengan Taeyeon yang membuat nya berhenti.

“Mau sampai kapan kau berbohong? mau sampai kapan?” tatap Krystal.

“Apa maksutmu?” tanya Taeyeon.

“Kau tahu alasan nya mengapa aku memilih bertanya kepadamu dari pada dengan yang lain?” mereka berdua saling melempar padangan.

“Itu karena kau tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang Jessica katakan pada saat itu, kau tidak sepenuhnya membenci dirinya seperti yang mereka lakukan terhadap Jessica, kau tidak percaya atas Jessica yang lakukan saat ini dan aku yakin sepenuhnya bahwa kau yakin, Jessica masih menyimpan rahasia yang lain terhadap kalian” kini Krystal dan Taeyeon saling bertatapan membuat Taeyeon tidak bisa berkata apa-apa, hanya senyum tipis yang terukir di wajahnya.

Taeyeon melepaska genggaman Krystal “Hufhh anak ini” Taeyeon menggelengkan kepalanya.

“Mana ponselmu?” pinta Taeyon.

“Mwo?” bingung Krystal.

“Cepat mana sebelum aku berubah pikiran” Krystal segera memberikan ponselnya kepada Taeyeon.

Krystal melihat Taeyeon yang sednag mengetik sesuatu di ponselnya “ini”

Krystal menatap layar ponselnya “Aku tidak tahu itu masih alamat rumahnya atau bukan, kau coba saja kesana” mata Krystal berbinar binar senang menadapatkan alamat rumah Jessica.

“Gomawo oppa” Krystal memeluk Taeyeon karena begitu senang.

“Semoga berhasil” senyum Taeyeon memegang kedua pundak Krystal.

Krystal mulai bergegas mencari alamat yang di berikan Taeyon padanya “Nona, ini alamat yang kau tuju” Krystal menatap dari luar jendela, merasa tidak yakin akan tempatnya.

“Ahjussi apa kau yakin ini alamatnya?” tanya Krystal heran.

“Tentu nona”

Krystal kembali menatap rumah yang terlihat tidak berpenghuni “Baiklah Ahjussi terima kasih”

Krystal berdiri di depan rumah yang tidak terawat “Apakah ini benar rumahnya?” Krystal melangkah mendekati pagar rumah yang tidak terkunci, tanpa rasa ragu Krystal melangkah ke pintu utama rumah dan mencoba mengetuk pintu rumah yang sudah di kelilingi rumput rumput liar.

“Permisi” Krystal diam menunggu akan jawaban sang tuan rumah.

“Permisi” Krystal kembali mengetuk.

“Permisi” Krystal mulai terlihat resah.

“Nona apa yang kau lakukan disana?” Krystal terkejut mendengar suara yang datang.

“Ohh annyeong haseyo” Krystal membungkukan badanya.

“Apa bibi pemilik rumah ini?” tanya Krystal.

“Tentu saja bukan nak” wajah Krystal seketika menjadi berubah.

“Aku hanya tetangganya, sudah 3 tahun ini mereka meninggalkan rumah ini dengan begitu saja. Aku dengar mereka semua pindah ke China” jelas bibi tersebut.

“Benarkah?” Krystal menghela nafasnya.

“Tapi, tapi aku pernah melihat anak perempuan nya datang kesini”

“Kau melihatnya? kapan kau melihatnya bibi?” tanya penasaran Krystal.

“Dua hari yang lalu, sepertinya iya membawa bingkai foto di tanganya, sepertinya mereka tidak tinggal di tempat ini lagi”

“Bibi, apa kau tahu alamat rumah baru mereka?”

“Ehmm aku tidak tahu nak, keluarga mereka jarang sekali untuk dekat dengan tetangga tapi sepertinya mereka saat ini ada di Seoul tapi aku tidak tahu dimana” ucap sang bibi.

“Hmm baiklah terima kasih bibi” senyum Krystal dengan membungkuk pergi meninggalkan rumah tersebut.

“Huffh” Krystal terlihat kecewa dna tidak tahu harus berbuat apa.

“Aku harus cari kemana?” Krystal berdiri merenung melihat kembali alamat yang di berikan Taeyeon.

“Aghhh!” seketika Krystal memegang kepalanya.

“Tolong jangan sekarang” Krystal terus memegang kepalanya.

“Krystal” Krystal berusaha melihat seseorang yang menghampirinya.

“Krystal, kwaenchana??”

“Kai?” Krystal terkejut melihat Kai yang kini berdiri di dekatnya.

“Kau tidak apa-apa? kau terlihat tidak baik” Kai menatap Krystal khawatir.

“Aku tidak apa-apa, mungkin aku hanya sedikit kelelahan” jawab Krystal dengan berusaha tersenyum.

“Kalau begitu kau akan ku antar pulang oke” Krystal hanya mengangguk.

Krystal Pov

Pandanganku terasa kabur, aku benar-benar merasa lemas tapi untung saja ada Kai yang segera menolongku.

“Ini”

“Terima kasih” aku mengambil sebotol air putih yang dia berikan kepadaku, setidaknya air ini bisa sedikit membuatku baik.

“Apa kau terus seperti ini?”

“Maksutmu?” tanyaku bingung.

“Maksutku kau selalu terlihat tidak enak badan”

“Aku tidak apa-apa Kai, kau tidak perlu khwatir” senyumku.

Aku menarik nafasku dan kembali meminum air putih “Kau ingin ku antar kemana?”

“Ehmm aku tidak tahu” jawabku menatap luar jendela.

“Tidak tahu? jadi kau saat ini tidak memiliki tujuan?” aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Ehmm Kai”

“Ne”

“Apa kau mengetahui tentang Jessica?” aku menatap Kai yang cukup lama menjawab pertanyaanku, aku rasa mereka semua akan syok bila ku tanya hal ini.

“Tentu saja, tentu saja aku mengetahui Jessica noona. Dia sangat hangat dan baik hati, ya walaupun dia sedikit dingin haha tapi dia benar-benar noona yang baik kepada hyeong ku” jawab Kai dengan menyetir

Hmm jadi Jessica lebih tua dariku “Lalu Kai, apa kau tahu dimana tempat mereka biasa berkumpul bersama?”

“Hmmm aku tahu” angguk Kai.

“Benarkah?”

“Kau mau ku antar kesana?” aku segera mengangguk senang, kau harap bisa menemukan Jessica unnie disana, karena beberapa hari ini dia berada di Seoul aku yakin dia pasti mengunjungi beberapa tempat yang dulu suka iya kunjungi.

“Krystal” aku berusaha membuka mata ini, aghh mata ini terasa berat sekali.

“Krystal kita sudah sampai” aku membuka mata ini dan sedikit menguceknya agar aku bisa melihat dengan jelas.

“Kau tertidur, kau terlihat sangat lelah. Oh iya kita sudah sampai” aku melihat sekeliling, aku segera membuka pintu ini.

Hembusan angin ini benar-benar sangat menyejukan, aku menghirup udara yang begitu segar dengan pepohonan hijau di sekelilingku yang di hiasi dengan danau indah “Ini tempatnya” suara Kai membangunkan dan kubuka kembali mata ini.

“Benar-benar menyejukan hati”

“Ya, itu sebabnya SNSD menjadikan tempat ini sebagai tempat favorite mereka termasuk hyeong dan Jessica noona”

Aku berjalan, mendekati danau yang begitu indah dengan burung burung berkicau yang menambah ketengan di jiwa.

“Krystal”

“Ne”

“Mengapa kau mencari Jessica noona?”

“Aku tidak tahu, hatiku berakata bahwa aku harus menemuinya dan memperbaiki semuanya” jawabku yang tidak mengalihkan padangan ku.

“Krystal”

“Ya” jawabku tanpa melihatnya tapi aku yakin dari tadi Kai memandangiku.

“Apa kau pernah menyukai seseorang?” aku diam sejenak mendengar pertanyaan Kai.

“Aku tidak tahu”

“Tidak tahu bagaimana? itu tandanya kau pernah menyukai seseorang tapi kau masih belum yakin apa kau benar-benar menyukainya atau tidak, bukan?” jawab Kai.

“Kau ingin lari? kau ingin lari dari kenyataan bahwa kau menyukai seseorang tapi kau terlalu takut untuk mengakuinya?”

“Kau tidak tahu tentang diriku Kai, kau tidak tahu apa-apa” aku menatapnya dengan serius, aku tidak tahan dengan kata katanya dan segera pergi meninggalkan nya. Aku tidak ingin setiap ucapan yang iya keluarkan mengingatkanku kepadanya.

“Krystal” kulihat tangan Kai menggengam lenganku.

“Apa kau tidak bisa melihat ke arahku? apa kau tidak bisa melihat sedikit saja kepadaku, mengapa kau selalu mengacuhkanku? apa aku memiliki salah padamu?” aku menatap Kai, aku benar-benar tidak mood untuk beradu mulut dengan nya.

“Aku menyukaimu Krystal, aku benar-benar menyukaimu! apa kau tidak tahu itu, aku di buat gila olehmu. Setiap harinya aku selalu menunggumu di restoran berharap bisa berjumpa denganmu, membuang waktu hanya untuk melihatmu dari kejauhan berharap kau bisa melihat keberadaanku, berharap aku bisa sepenuhnya memilikimu dan menyangimu” aku terkejut dengan apa yang dikatakan Kai kepadaku.

“Ini tidak lucu Kai” aku hanya tersenyum simpul mendengarnya.

“Aku menyukaimu saat kita pertama kali bertemu, aku benar-benar ingin bersamamu Krystal tapi kau tidak pernah memberikanku waktu untuk bersamamu walaupun itu hanya sedetik saja” tatap Kai.

“Maaf Kai, aku..” sial! kepala ini mulai terasa sakit lagi.

“Aku hanya menganggapmu sebagai teman dekat, aku tahu kau orang yang baik  kau adalah namja yang begitu menghargai wanita tapi, tapi hanya sebatas itu aku menggagumi Kai tidak lebih” aku melepaskan genggaman tangan Kai.

“Sungguh aku tidak ingin menyakitimu”

“Berikan aku waktu untukmu membuatmu jatuh ke pelukan ku Krys, aku janji aku akan berubah aku janji tidak akan pernah melakukan hal buruk lagi” Kai mengiba kepada Krystal berharap iya diberikan kesempatan.

“Kai aku…”

“Apa ini semua karena Amber?” aku terkejut mendengarnya.

“Amber?”

“Namja sampah itu? dia tidak berguna Krys, kau tidak akan bahagia bersamanya” ucapnya.

“Apa yang kau katakan?”

“Lihat, aku benar bukan? Suzy dan sekarang kau Krystal hahaha mengapa dia merebut semuanya dariku?! apa yang kau lihat darinya, aku mencintaimu lebih dari namja sampah itu!” Kai terlihat tidak senang.

“Kai!!” ku tinggikan suaraku, begitu kesalnya hati ini mendengar ucapan Kai yang ku dengar.

“Kau tidak pantas mengatakan hal itu. Aku tahu kau jauh lebih baik dari Amber kau jauh lebih sempurna dari Amber, kau memiliki segalanya  tapi..” aku menarik nafasku.

“Tapi hanya dia yang bisa membuat jantungku berdebar dengan cepat. Dengan segala kekurangan yang iya miliki, iya berhasil membuatku menjadi yeoja yang bahagia, iya berhasil membuatku tersenyum walaupun itu hanya sebuah hal kecil, iya membuatku merasakan betapa indahnya dunia di saat kami berjalan bersama” aku menatap Kai.

“Aku tidak peduli betapa hebatnya seseorang, aku tidak peduli betapa tampan nya seseorang itu atau bahkan aku tidak peduli dia kaya atau populer. Yang kubutuhkan adalah hangat serta kasih sayang tulus dari seseorang yang benar-benar mencintaiku, menjagaku sepenuhnya bahkan iya sanggup merelakan semuanya untuk kebahagiaanku. Tidak peduli siapa dirinya serta status yang iya miliki!”

“Dan dia adalah Amber, Amber Liu namja bodoh yang tidak sempurna sepertimu”

“Tapi iya memiliki hati yang lebih dari siapapun yang pernah ku kenal, jadi tolong jangan hina Amber atau menyakitinya di depanku Kai” aku pergi meninggalkan Kai.

Setelah berjalan cukup jauh aku mengistirahatkan tubuh ini “20.01” tidak terasa ini sudah malam.

Aku membuka ponselku melihat ratusan missed call dari Amber serta pesan singkat darinya “Biane stupid” aku mematikan ponsel ini. Aku tahu pasti saat ini dia mengkhwatirkanku, aku tidak bisa membayangkan wajahnya saat iya mulai mencemaskanku pasti lucu sekali.

Aku memandang langit “Ayah, apa kau bisa melihat dan mendengarku?” tatapku ke langit.

“Kau tahu ayah, aku begitu menikmati waktuku di bumi. Disini benar-benar menyenangkan, dan aku memiliki begitu banyak pengalaman suka dan duka. Begitu banyak pelajaran yang ku hadapi dari hidup ini ayah. Tangis, tawa, bahagia, kecewa, bahkan untuk pertama kalinya aku merasakan cinta” senyumku.

“Ayah, aku ingin sekali kembali kesana aku ingin sekali kembali bersama sahabat sahabtku di langit tapi aku juga tidak ingin meninggalkan bumi yang begitu banyak mengajarkanku tentang hidup”

“Aku hanya tidak ingin menyakiti siapapun, aku tidak ingin menyakiti ayah, Alish, atau bahkan aku tidak ingin menyakiti sahabat-sahabatku disini dan terutama aku tidak ingin menyakiti Amber” senyumku lirih.

“Apakah aku harus pergi dari kehidupan mereka? apakah aku harus berlari kencang agar mereka tidak bisa menemukanku?” ku pejamkan mata ini.

“Aku tidak ingin membuat mereka sedih, aku tidak ingin membuat mereka kecewa. Aku tidak ingin membuat mereka sedih karena nyawaku hanya bertahan 17 hari lagi” kubuka mata ini dengan air mata yang mengalir di pipiku.

“Aku memiliki ambisi yang sangat kuat. Sebelum aku jatuh ke bumi, aku sudah berjanji kepada diriku bahwa aku akan menemukan obat penawar itu dan kembali kepada ayah”

“Tapi ayah, bukan maksutku tidak menyayangimu tapi bisakah aku menikmati sisa hariku bersama orang orang yang ku sayangi? menghabiskan sisa waktuku bersama mereka dengan canda tawa bahagia? aku lelah, aku tidak tahu harus mencari kemana obat penawar itu. Aku tidak ingin menghabiskan waktuku hanya karena mencari obat itu! aku tidak ingin menghabiskan waktuku dengan sesuatu yang tidak akan ku temukan!”

“Ayah, aku hanya ingin bersama mereka”

“bersama Amber”

“Maafkan aku”

————————————————————————————————————————

Jadi kira kira Krystal berhasil gak nemuin obat penawarnya?

kalau berhasil kira-kira siapa nih obat penawarnya? hehe yang jelas namja lah ya antara Kai, Yuri dan Amber.

Tapi yakin nih obat penawarnya bakal di temuin?

Dan yakin juga nih kalau obat penawarnya Amber? hahaha

Terus Jessica Yuri gimana? bakal balikan lagi gak nih? hehe..

 

 

Beautiful Stranger 13

“huffhhh” hembusan nafas ini menandakan tubuhku yang terasa dingin, hampir 15 menit aku menunggu llama bodoh itu tapi iya tidak kunjung datang.

“Kemana dia?” dan sial, ponselnya jga mengapa tidak aktif?

“Apa dia ingin membunuhku secara diam-diam?” aku terus menggosok kedua tanganku agar terasa hangat, tapi tetap saja udara malam terus menusuk tulang rusuku ini.

“Agh! aku susul saja dia!” aku segera bangkit dari bangku taman ini untuk menyusul si llama bodoh itu dengan mengikuti arah perginya tadi.

“Hufh yang benar saja dengan udara sedingin ini aku harus mencarinya! lihat saja kalau ketemu kau akan ku jadikan daging asap!” aku terus berjalan mengikuti naluriku yang mengatakan bahwa Amber ada di sebrang sana dan benar saja, tidak lama aku berjalan aku melihat llama bodoh itu di dekat mesin minuman tersebut.

“Llam….” dan seketika mulutku terbungkam, mulutku terkunci melihat sosok yeoja yang mendakti llamaku.

“Siapa dia?” aku melangkah sedikit lebih dekat agar bisa melihat jelas siapa sosok yeoja yang membuat llamaku tak berkutik.

Sepertinya mereka berdua saling mengenal, dan…

Aku sedikit menyipitkan mataku agar dapat melihat lebih jelas wajahnya dan ntah mengapa wajahnya mirip seperti..

Seperti ayahku, bentuk wajahnya serta kedua matanya mengapa begitu mirip ayahku? dan sorotan matanya begitu mengingatkanku kepada ayah..

“Siapa dia? siapa yeoja itu?” aku pensaran sekali denganya aku sedikit melangkah maju untuk mengetahui siapa dia dan tentu saja untuk mengakhiri percakapan mereka karena ini sudah malam serta sangat dingin!

Aku menyukaimu Amber” aku menghentikan langkahku ntah mengapa saat aku mendengarnya hatiku terasa berat, suaranya yang begitu lembut membuat telingku merasa terbakar saat iya mengatakan itu kepada Amber.

“Tidak” aku tidak ingin melihatnya, aku tidka ingin melihat apa yang ada di depan mataku saat ini, mengapa..

Mengapa terasa sesak, mengapa rasanya begitu berat aku tidak ingin meliahtnya dengan orang lain. Aku ingin sekali berteriak dan mengatakan hentikan semua ini! tetapi tidak bisa, tidak bisa..

Aku tidak tahan

Aku tidak tahan dengan semua ini..

Hentikan..

Hentikan, Amber..

Henatikan semua ini.

Aku tidak ingin melihatnya lagi

“Amber…”

“Krystal?”

Aku menatap matanya yang coklat itu dengan mataku yang terasa panas serta terasa berair.

Cukup, aku rasa sudah cukup aku tidak ingin melihatnya lagi. Segera ku palingkan pandanganku dan pergi menjauh darinya agar iya tidak melihat air yang jatuh dari kedua bola mataku.

“Krystal!” kupercepat langkah ini agar iya tidak dapat mengjarku.

“Princess tunggu!”

Author Pov

“Princess” Amber menghela nafasnya memutuskan untuk menghentikan langkahnya.

“Itu tidak seperti yang kau bayangkan”

Hari yang ke 19

Amber menatap kamarnya berharap Krystal menyambutnya dengan senyuman pagi tapi sayang Krystal tak kunjung keluar dari kamarnya akibat kejadian semalam yang membuat dirinya salah paham.

“Princess apa kau sudah bangun?” Amber berbicara di depan pintu kamarnya yang kini di miliki oleh Krystal.

“Jika kau lapar aku telah menyiapkan pancake serta susu hangat untukmu, aku akan pulang telat malam ini karena aku harus berkerja” Amber diam sejenak menunggu respon Krystal.

“Princess, jika terjadi apa-apa kau harus segera menelfonku” Amber tetap menunggu respon Krystal tetapi tetap tidak di jawab olehnya.

“Aku pergi” Amber melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumahnya yang sederhana ini.

17.28

Click” suara pintu terbuka dengan seorang yeoja cantik mengenakan kemeja putih yang sedikit besar serta celana hitam yang iya kenakan terasa sangat cocok di tubuhnya.

Krystal bergegas pergi untuk berkerja di kedai Sunny, tidak membutuhkan waktu lama akhirnya iya sampai dengan di sambut oleh teman-teman nya.

“Krystal!!” semuanya memeluk Krystal.

“Kami sangat merindukanmu! apa saat ini kau sudah merasa baikan?” Krystal membalas dengan anggukan.

“Hari ini sebaiknya kau tidak perlu banyak berkerja, aku takut kau akan sakit lagi”

“Kau tidak usah berlebihan oppa, aku akan baik-baik saja percayalah padaku” balas Krystal kepada Yuri.

“Tidak, tidak kau harus tetap istrhat dan tidak boleh kerja” rangkul Yoona.

“Hmm bagaimana kalau kita pergi ke Panic Pasco saja!” seru Taeyeon.

“Waah! itu ide yang sangat bagus! lagi pula kita sudah lama tidak kesana!”

“Baiklah malam ini kita akan kesana!” mereka semua semangat termasuk Krystal yang kini gabung bersama anak-anak yang termasuk hobi clubing.

Di dalam perjalanan mereka membawa 4 mobil skaligus dan tentu saja Krystal bersama Yuri.

“Apa kau baik-baik saja?” tanya Yuri dengan sedikit memandang Krystal yang disampingnya.

“Aku baik-baik saja oppa” senyum Krystal.

“Krystal”

“Ne”

“Namja yang menghampirimu di rumah sakit, apakah aku boleh tahu dia siapa?” pertanyaan Yuri sedikit membuat Krystal berfikir keras.

“Ehmm dia adalah temanku oppa”

“Benarkah? tapi mengapa aku merasakan hal yang berbeda? maksutku bukan seperti teman biasa” goda Yuri.

“Oppa kau ini bicara apa? tentu saja dia temanku” gugup Krystal.

“Benarkah? kau yakin dia hanya temanmu? sayang sekali bila namja setampan dia hanya sebatas pertemanan Krys”

“Dia Amber bukan?” Krystal menatap Yuri.

“Dia adalah Amber Liu” lengkap Yuri.

“Oppa bagaimana kau bisa tau?!”

“Haha tentu saja, bagaimana aku tidak tahu kalau dia adalah pujaan setiap yeoja di panic pasco! termasuk unnies mu! yang tiada hari tanpa hentinya mengatakan hal gila tentang Amber” Krystal hanya diam tercengang mendengar apa yang di katakan Yuri, Krystal mengakui bahwa llama bodohnya itu sangat mempesona.

“Aku tidak menyangka bahwa temanmu itu adalah Amber, kau tahu kami semua kaget termasuk Kai” seketika wajah Yuri berubah.

“Oppa”

“Ne”

“Apakah Amber dan Kai saling berteman?” Yuri menatap Krystal.

“Aku rasa iya” jawab Yuri.

“Aku berharap Amber dan Kai berteman dengan baik, dan aku berharap tidak ada kejadian apapun diantara mereka berdua” pernyataan Yuri membuat Krystal bingung.

“Mengapa kau berkata seperti itu? oppa mengatakan seperit itu seolah-olah akan terjadi sesuatu diantara mereka berdua”

“Tenang saja, aku tidak akan keduanya saling menyakiti satu sama lain” senyum Yuri.

Tidak lama kemudian mereka telah sampai di Panic Pasco, Krystal masih ingat bagaimana iya menyelinap masuk ke dalam gedung yang di jaga super ketat ini, hanya saja saat ini dia masuk dari pintu utama bukan dengan cara menyelinap seperti dulu.

Saat masuk ke dalam club mereka langsung di sambut dengan musik yang begitu keras “Mari kita bersenang senang wuhuuuu” seru Taeyeon menarik tangan Tiffanya untuk ke lantai dansa.

“Apa kau tidak ingin turun?” Krystal mengglengkan kepalanya menolak ajakan Yuri.

“Baiklah kalau begitu kau disini saja jangan kemana mana oke” pinta Yuri yang langsung menyusul teman teman nya di lantai dansa.

Krystal memandang teman-teman nya dengan beberapa minuman non alkhol yang mereka sajikan, tentu saja mereka sengaja menyajikan non alkohol karena Krystal bersama mereka.

Mata Krystal menatap seluruh penjuru arah mencari seseorang yang kebutulan berkerja di tempat ini “Permisi!” Krystal memanggil seorang pelayan.

“Apa ada yang bisa saya bantu?” tanya sang pelayan.

“Ehmm apa kau mengetahui dimana Amber Liu?” tanya Krystal dengan nada yang sedikit keras.

“Ohh mungkin dia berada di Ultra Organic”

“Ultra Organic? dimana itu?”

“Kau bisa naik satu lantai lagi menggunakan lift di sana” tunjuk pelayan.

“Baiklah terima kasih senyum Krystal”

Krystal melihat kembali keadaan teman-teman nay yang terlihat masih happy serta bersenang senang sedangkan dirinya penasaran dengan Amber, apa yang dia lakukan saat ini.

Krystal mulai bangkit dari tempat duduknya dengan bergegas berjalan menuju lift yang di tuju, walaupun memiliki rasa takut tetapi Krystal menghiraukan rasa takutnya dan beberpa kali iya di goda namja untuk menemani mereka berdansa, dan untung saja Krystal berhasil masuk ke dalam lift dan meninggalkan XXL.

Ting” suara lift berbunyi dengan pintu otomatis yang di sambut dengan alunan musik yang bernuansa jazz.

Krystal melangkahkan kakinya, berjalan dengan penuh percaya diri dengan menghiraukan semua orang yang menatap nya dengan kagum.

Bisa di bayangkan bukan seorang manusia setengah malaikat membuat seluruh  perhatian serta aktifitas terhenti karena semua mata tertuju kepadanya dengan wajah yang begitu polos masuk ke dalam sebuah club.

“Apa yang membawamu kesini nona cantik?” goda namja yang terlihat mencegar jalan Krysatl.

“Aku ingin bertemu seseorang” jawabnya dingin.

“Oh benarkah? apa dia kekasihmu?”

“Itu bukan urusanmu” Krystal kembali berjalan tapi langkahnay kembali di cegah oleh namja yang menggodanya tadi.

“Kau sepetinya terburu-buru? santai saja kami tidak akan macam-macam denganmu percayalah” senyum nya dengan wajah yang menggoda.

“Maaf aku tidak ada waktu” Krystal menepis tanganya namja itu.

“Ya! apa kau tidak memiliki sopan santun?”

“Hentikan!” terdengar suara yeoja yang membuat mereka menoleh ke arahnya.

“Hentikan Siwon dia tidak ingin bersamamu”

“Ohh ice princess ada disini” Siwon menepuk tanganya.

“Hei tunggu dulu! mengapa wajah kalian sangat mirip? lucu sekali” Jessica dan Krystal saling melempar pandangan.

“Sudah pergilah sana” usir Jessica kepada Siwon dan kawan-kawanya.

“Apa kau orang baru disini?” tanya Jessica

“Ne” jawab Krystal singkat dengan mata mereka yang saling memandang satu sama lain.

“Mengapa rasanya tidak asing sekali? dan wajahnya begitu mirip denganku”  pikir Jessica Krystal.

“Ehmm iya aku orang baru disini” jawab Krystal.

“Kau sebaiknya harus berhati-hati karena disini banyak namja brengsek yang siap menggoda wanita lugu sepertimu”

“Benarkah? hmm terima kasih” senyum Krystal.

“Jessica” Jessica mengulurkan tanganya.

“Aku adalah Krystal” Jessica sedikit terkejut saat mendengar namanya.

“Kr-kry-krystal??” Krystal mengangguk dengan senyuman.

“Ne”

“Nama yang indah”

“Kau juga” senyum Krystal.

“lalu, apa yang membuatmu datang kesini Krystal?” tanya heran Jessica.

“Aku sedang mencari seseorang tapi kurasa itu tidak penting”

“Tidak penting? apa kau yakin orang itu tidak penting, aku rasa orang itu penting bagimu”

“Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?” tanya Krystal.

“Kalau dia tidak penting bagimu, bagaimana mungkin kau menerobos masuk tempat ini apalagi kau tau tempat ini pasti sangat menyeramkan bagimu” senyum Jessica yang membuat Krystal terpaku melihatnya.

“Kau benar” Krystal mengangguk malu.

“Jadi dia siapa? apakah dia pacarmu?”

Krystal menatap Jessica “Anio”

“Wae? lalu dia siapa? apa dia buka seorang namja?” tanyanya penasaran Jessica.

“Dia adalah temanku seorang namja yang saat ini sedang berkerja di club ini”

“Benarkah? waahh, apa kau yakin sekedar teman? aku rasa tidak” goda Jessica.

“Lihat kau malah jadi malu malu bukan? haha aku yakin sebenarnya kau sangat menyukai dia tetapi kau tidak punya cukup keberanian untuk mengutarakan nya bukan?” Krystal menatap Jessica.

“Lihat tatapanmu sudah bisa menjawab semuanya” tebak Jessica.

“Aku rasa dia menyukai yeoja lain?” tatap Krystal.

“Bagiamana bisa kau megatakan hal itu?”

“Karena aku melihatnya bersama yeoja lain”

“Hmm mungkin saja mereka hanya berteman, kau tidak boleh salah paham dulu” ujar Jessica.

“Tapi mereka berepelukan di depan mataku” sedih Krystal.

“Berperlukan?” Krystal mengangguk.

“Membuat dadaku menjadi sesak” senyum Krystal.

“Itu tandanya kau menyukai dia, apa kau sudah bertanya kepadanya siapa yeoja yang iya peluk itu?” tanya Jessica.

“Belum?”

“Jadi kau tidak bertanya padanya? haishh mengapa seperti itu, kau harus bertanya kepadanya agar semua dapat jelas”

“Apa yang harus ku katakan? apakah aku harus mengatakan hal yang sama kepada dia saat yeoja itu mengatakan kepada dia?” ucap Krystal.

“Apa yang di ucapkan yeoja itu?”

“Dia mengatakan…”

“Aku menyukaimu Amber” Krystal dan Jessica saling bertatapan dengan cukup lama membuat kedua jantung mereka berdebar-debar.

“Krystal” Jessica dan Krystal menengok ke arah yang sama.

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Amber..”

“Jessica?”

“Krystal! Krystal kami mencarimu kau dari……”

“Yuri..”

“Jessica??”

————————————————

hehe sorry semua short update, maaf yang kalau agak rumit dan susah di pahami hehe..

Sebelum cerita ini di mulai author udah nyiapin ending buat nih ff hehe pokoknya bakal seru deh.

Ada yang bisa nebak gak endingnya gimna?

Oh iya ff ini juga gak lama lagi bakal selesai sekitar, author juga lagi sibuk urusan kampus yang gak abis-abis huhuhu.

Dan jangan lupa ya buat kalian semua tetep dukung f(x) sekalipun sekarng mereka f(4) tapi kita harus teteap kasih semangat mereka dan juga terus kasih semangat buat Sulli yang kini udah milih solo karir.

Dan semoga saja comeback f(x) tahun ini lebih di perhatiin sama SM dan termasuk fandom name dan sukur sukur bisa ada solo konser hehe.

thnks semua yang udah setia baca nih ff..