Beautiful Stranger 15

Hari ke-15 

Hari demi hari sudah ku lewati, ya..

Ku lewati dengan hati yang begitu berat dengan senyum yang kupaksa kan agar aku terlihat baik-baik saja. Benar benar membuatku menderita..

“Driingg Driinng” ini untuk kesekian kalinya ponselku berdering, maafkan aku tidak bisa mengangakat panggilan dari kalian, aku hanya ingin sendiri, menjauhi semuanya.

“Ohh kau lagi?”

“Annyeong haseyo” senyumku dengan wanita paruh baya.

“Kau masih menunggu disini? apa kau tidak lelah nak?”

“Hmm tidak bibi kau tidak perlu khawatir” senyumku.

“Apakah begitu penting sehingga kau harus menunggu selama ini?” tatapnya khawatir.

“Ehmm aku hanya ingin bertanya sesuatu saja bibi”

“Apa kau baik baik saja? wajahmu terlihat pucat nak, apa kau sudah makan?” aku menggigit bibirku, sebenrnya aku belum makan tapi aku harus tetap disini.

“Aku sudah makan, kau tidak perlu khawatir bibi”

“Apa kau yakin? kau jangan berbohong, ayo kita makan dulu di daerah sekitar sini, aku yakin kau pasti sangat lapar” hmm bagaimana ini? tapi erghh perutku.

“Baiklahh” senyumku.

beberapa menit kemudian

“Terima kasih bibi sudah mentraktirku” senyumku padanya tapi ntah kenapa dia malah menatapku diam.

“Ada apa bibi?”

“Mengapa kau begitu mirip dengan keluarga Jung?” aku tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan nya.

“Sudah lupakan, jaga kesehatanmu gadis cantik” aku balas dengan senyuman serta membungkukan tubuhku menunjukan hormat padanya.

“Hati hati bibi” ku lambaikan tangan ini dan kembali ke rumah Jessica unnie.

Untung saja jarak rumah serta  ini cuaca hari ini benar benar sangat menyejukan “Hoahhh” ku renggangkan kedua tanganku menikmati suasana sore hari.

“Aghh!!” sial! kepalaku kembali pusing.

“Aghhh!” ada apa ini, mengapa rasanya begitu sakit bahkan aku tidak sanggup memopang tubuhku.

Sakit, benar benar sakit! kepalaku seperti di pukul dengan benda yang begitu keras.

“Jung Soojung” aku berusaha membuka mata ini tapi terasa sangat berat bhkan terlihat kabur dan tidak jelas.

“Princess Jung Soojung” bisikan itu, bisikan itu membuat sekujur tubuhku menjadi dingin, dan membuat dadaku terasa begitu sesak.

Author Pov

“Aku datang kembali untukmu princess” Krystal terlihat tidak berdaya dnegan memegang lehernya yang begitu sulit untuk bernafas.

“Bagaimana? sangat begitu menderita bukan?” cuaca yang begitu cerah kini berubah menjadi gelap gulita dengan dingin yang begitu menyengat.

“Sayang sekali kau harus menderita seperti ini” malaikat kematian itu berbisik kepada Krystal yang membuat dirinya sangat tersiksa dengan memegang leher serta matanya yang tidak terpejam.

“Kau masih punya 15 hari lagi princess” malaikat kematian itu membelai wajah Krystal hingga Krystal mengalirkan darah segar dari hidungnya.

“Tapi kurasa akhir akhir ini kau terlihat tidak peduli dengan nyawamu” kini tangan sang malaikat kematian mengarah ke detak jantung Krystal.

“Kau ingin ku buat jantung ini tak berdebar lagi? bila itu maumu akan kulakukan dengan gembira hati”

“Tapi sayang, ini buka waktumu” iya melepaskan tanganya yang memiliki kuku yang begitu panjang bak pisau yang sangat tajam yang siap menembus apa saja yang iya mau.

“Aku akan kembali”

“Aku akan kembali lagi padamu princess” senyumnya yang begitu mengerikan.

Krystal masih terlihat tak berdaya, wajahnya begitu pucat dan tubuhnya masih mengigil hebat hingga.

“Krystal?” sesosok yeoja datang menghampiri Krystal yang tergeletak di depan halaman rumahnya.

“Krystal! apa kau tidak apa apa?” yeoja berambut coklat itu menggoyangkan tubuh Krystal yang tidak sadarkan diri.

“Ya Tuhan! tubuhnya benar-benar dingin, bagaimana ini?”

“Aku harus membawanya!” dengan sekuat tenaga yeoja itu mengangkat lengan Krystal dengan mengalungkan nya di pundak yeoja tersebut.

“Bertahanlah” dengan sekuat tenaga iya membawa Krystal menuju mobilnya.

“Jessica ada apa ini?” Jessica terlihat sedang tergesa-gesa.

“Oh my god Sica ada apa ini, kenapa dia?!” Jessica memasukan tubuhnya dengan sangat hati hati.

“Biane ibu, aku harus ke rumah sakit sekarang juga. Aku akan menghubungimu lagi” Jessica meninggalkan ibunya yang masih terkejut sedangkan Jessica segera masuk ke dalam mobil.

Di dalam perjalanan Jessica terlihat sangat khawatir, sesekali iya memantau Krystal yang berada di kursi belakang.

“Erghh”

“Kumohon bertahanlah” Jessica semakin mempercepat roda mobilnya.

Beberapa lama kemudian

“Suster tolong aku” kelima perawat itu mengikuti langkah Jessica.

Jessica segera membuka pintu “Bertahanlah Krystal”

“Kami akan memeriksanya kau tidak perlu khawatir” Jessica hanya terdiam melihat Krystal yang di bawa ke dalam ruangan untuk di periksa.

“Aku harap dia baik-baik saja” Jessica menyandarkan tubuhnya di kursi dan sedikit memijat keningnya.

“Permisi, apakah kau adalah kakak dari pasien tersebut?” tanya sang dokter yang membuat Jessica bingung,

“Y-y-ya, iya dokter aku adalah kakaknya. Bagaimana dengan keadaaan Krystal?”

“Tubuhnya begitu lemah, aku rasa dia membutuhkan istrahat intensif untuk beberapa hari ini, aku takut terjadi hal yang buruk kepadanya karena pasien terlihat memiliki fisik yang begitu lemah”

“Baiklah tidak masalah, lakukan yang terbaik untuknya dok. Aku yang akan bertanggung jawab” tegas Jessica.

“Baiklah ikut kami”

Sementara itu…

“Amber”

Amber terlihat tak bernyawa, bahkan akhir akhir ini dia banyak melamun hingga membuat teman teman nya menjadi begitu khawatir.

“Amber Liu!”

“Hmm” jawabnya singkat.

“Ya! ada apa denganmu hah?! kau benar-benar membuatku khawatir!”

“AKu tidak apa-apa Key, kau tidak perlu berteriak seperti itu” jawabnya tanpa memandang Key yang di sampingnya.

“Lihat! bagaimana kau tidak berteriak padamu jika akhir akhir ini kau banyak melamun! ada apa denganmu? kau bisa bicara padaku, jangan seperti ini!”

“Aku merindukan nya”

“Aku merindukan nya Key”

“Mwo?? apa maksutmu Am? siapa yang kau rindukan?”

“Siapa yang ku rindukan?” senyum Amber.

“Dia adalah yeoja memiliki tatapan dingin, yeoja yang suka mengatur, yeoja yang begitu manja bila iya menginginkan sesuatu”

“Aku merindukan nya Key” Amber menatap Key dengan mata yang merah.

“Aku begitu merindukan nya. Aku merindukan suaranya, aku merindukan sentuhan nya, aku merindukan tawanya. Aku merindukan nya Key, aku merindukan semua yang ada di dirinya!”

“Tapi dia jahat kepadaku” senyum simpul Amber.

“Apakah dia saat ini mempermainkanku? apa salahku hingga iya meninggalkanku? apakah aku orang yang jahat?”

“Aku harus bagaimana Key? aku tidak sanggup bila harus seperti ini terus, aku bisa gila tanpanya bila tak di sisiku!”

“Aku harus cari kemana Key, Aku harus cari kemana?!”

“Am, tengangkanlah dirimu”

“Tenang? bagaimana bisa Key? aku harus bagaimana?” Amber menatap Key.

“Key”

“Ya”

“Aku butuh daftar tamu VVIP!”

“Daftar tamu? untuk apa?”

“Aku harus mencari mereka, cari daftar mereka” perintah Amber.

“Mereka siapa Am?” bingung Key.

“SNSD”

Dengan cepat Key mencari informasi tentang mereka, tak butuh waktu lama Key menemukan apa yang di butuhkan Amber.

“Bagaimana?”

“Aku menemukannya”

“Ini adalah daftar nama-nama mereka, dan ini ada satu alamat yang mereka tinggalkan” Amber membaca alamat yang Key tunjukan.

“Ya! Amber liu kau mau kemana!” Amber pergi meninggalkan Key pergi keluar Club menuju alamat yang ingin di tuju olehnya.

Amber berjalan cukup jauh hingga menghabiskan waktu 25 menit untuk sampai “Huffhh” Amber menarik nafasnya, menatap sebuah tempat makan yang ramai mobil di depan nya.

Amber melangkah masuk ke dalamnya “Selamat datang!” Amber menatap sosok yeoja yang mungil yang sedang menyambutnya.

“K-k-kau?”

Amber menghampirinya “Dimana teman mu?” tanya Amber.

“Apa maksutmu?” tanya nya heran.

“Aku bilang di mana teman mu yang membawa Krystal!!” semua tamu menoleh ke arah Amber.

“Apa aku harus bertanya sekali lagi padamu?” tatap Amber yang membaut Sunny takut.

“Ada apa ini?” mata Amber menoleh ke arah suara.

“Kau” Amber menghampirinya.

Dengan kasar Amber meraih kerah baju namja itu “Dimana Krystal?!” namja itu hanya diam.

“Aku katakan sekali lagi dimana Krystal?! mengapa kau menyembunyikan nya dariku hah?!”

“Aku tak menyembunyikan nya darimu” Amber tersenyum kecut dan gempalan tanganya mengenai wajah namja itu hingga membutanya hampir terjatuh ke lantai.

“Yuri!” teriak Sunny yang datang membantunya.

“Ya! apa kau sudah gila!”

“Kau tidak perlu ikut campur, kau hanya ingin tahu dimana kau sembunyikan Krystal?! mengapa kau seperti ini hah? jika kau menyukai nya kau tidak perlu seperti ini!” amarah Amber semakin memuncak.

“Krystal tidak bersama Yuri”

“Lalu dimana dia? bukankah temanmu yang membawa Krystal pergi dariku?”

“Lalu mengapa kau membiarkan nya pergi darimu?” Amber menatap kesal.

“Aku tidak ingin bermain-main”

“Aku juga tidak ingin bermain-main denganmu Amber Liu”

“Hentikan Tiffany” Yuri mengusap darah yang membekas di bibirnya.

“Iya, aku yang membawa Krystal saat kita berada di club, aku ingin mengantarnya pulang tapi iya mengatakan bahwa iya tidak ingin pulang. Hingga iya bermalam di rumahku, dan saat aku kembali pulang aku tidak menemukan nya lagi, aku pikir dia pergi untuk mencari sarapan tetapi dia tak kunjung balik” Yuri menghampiri Amber.

“Kau kira aku tak mengkhwatirkan Krystal?”

“Kwon yuri” ucap Amber.

Back to Krystal.

Jessica menatap Krystal yang terbaring di tempat tidur, Jessica menatap seluruh lekukan wajah Krystal.dari mata hingga dagu yang dimilikinya.

“Krystal?” Jessica menatap Krystal dengan begitu dalam.

“Siapa dirimu? siapa dirimu Krystal, mengapa kau ada di rumahku? apa yang kau inginkan dariku?”

“Mengapa, mengapa rasanya begitu tak asing. Aku merasakan begitu dekat denganmu, begitu menyatu kepadamu padahal ini baru kedua kalinya kita bertemu tapi rasa ini benar-benar kuat”

Jessica menatap Krystal yang tertidur “Mengapa saat seperti ini, kau mirip seklai dengan..” 

“Dengan ibuku”

“Apakah, apakah kau Krystal yang…”

Jessica tersenyum tak percaya apa yang dia pikirkan “Tidak mungkin, itu tidak mungkin terjadi. Mana mungkin ada sesosok manusia setengah dewa di dunia ini. Aku rasa aku benar-benar gila”

“Tapi aghh sial, aku tidak bisa berhenti memikirkan nya! lalu siapa dirimu? Krystal…”

Jessica terlihat merengungkan siapa yang ada di hadapan nya ini, “Oh!” Jessica seperti mengingat sesuatu “Amber!”

Amber dan Yuri cs

“Lalu mengapa kau membiarkan nya pergi dan membuatnya sedih, lagi pula mengapa iya merasa lebih nyaman bersama Yuri” ucap Tiffany dengan meninggikan suaranya.

“Dengar, aku tidak pernah membuatnya sedih bahkan aku tidak pernah menyakitinya sedikit pun! aku lebih yang menderita dari pada harus Krystal yang merasakan nya. Kau mengerti? aku pun tidak tahu mengapa dia pergi meninggalkan ku begitu saja” ucap Amber.

“Sudah hentikan, di sini kami semua mengkhwatirkan Krystal dan kami juga tidak tahu dia dimana sekarang” tanggap Yuri.

“Driingg driingg”  Amber langsung mengambil ponsel yang berada di saku nya.

“Hallo”

“Amber, kau dimana?”

“Aku berada di luar, ada apa? mengapa kau menelfon malam malam begini, apa ada sesuatu yang terjadi?” Yuri, Sunny dan Tiffany menyimak pembicaraan Amber.

Amber, aku hanya ingin memberi tahu bahwa aku saat ini bersama Krystal”

“Mwo?! kau bersama Krystal? kau ada dimana sekarang? aku akan segera kesana!” Yuri, Tiffany dan Sunny terkejut saat mendengar nama Krystal.

“Baiklah tunggu Aku!” Amber bergegas pergi.

“Kau mau kemana?” Yuri mencegat jalan nya.

“Aku mendengar nama Krystal, dia ada dimana?” tanya Yuri.

“Itu bukan urusanmu!” Amber mulai berjalan tapi Yuri kembali menghadang.

“Itu urusan ku Amber! bagaimana pun juga Krystal sudah ku anggap sebagai adik!” mereka berdua saling bertatapan.

“Dia ada di rumah sakit” betapa terkejutnya mereka saat mendengar Krystal berada di rumah sakit.

“Baiklah kita akan kesana sekarang!” Yuri dan Amber bergagas pergi menuju rumah sakit.

Tak membutuhkan waktu lama, Yuri dan Amber tiba di rumah sakit pukul 22.30.

Amber lebih berjalan menuju ruangan yang di tuju tanpa memperdulikan Yuri, Amber begitu khwatir kepada Krystal, dengan berlari kecil Amber menelusuri setiap ruangan yang di hiasi cat berwarna putih

“Grek” pintu yang bergagang dingin itu kini di buka pelan oleh Amber dengan jantung yang tak berirama.

“Amber” suara lembut itu memanggil namanya tapi sayang, suara itu di hiraukan begitu saja olehnya. Iya hanya menatap fokus yeoja yang begitu iya sayangi dengan wajah pucat yang iya miliki.

“Princess” sebuah panggilan yang begitu Amber rindukan.

“Mengapa seperti ini? dasar bodoh” tak bisa menahan kuasa, Amber memeluk Krystal yang masih belum sadarkan diri.

“Bogo shipo” Amber memeluk tubuh yang begitu dingin dengan erat hingga aliran darah nya yang hangat bisa membuat tubuh Krystal menjadi jauh lebih baik.

“Aku disini princess, aku disini” Amber semakin erat memeluk tubuh Krystal seakan tubuh mereka menjadi satu.

Jessica hanya menatap Amber yang begitu meluapkan kasih nya kepada Krystal “Jadi dia wanita yang selama ini kau cintai Amber” senyum Jessica yang mulai meninggalkan Amber dan Krystal.

“Grek” pintu itu di buka oleh Jessica.

Ntah perasaan apa yang Jessica rasakan saat ini, rasa yang begitu lama yang tak iya rasakan, jantung yang kemarin tak begitu cepat berdetak tapi detik ini jantung itu terasa sedang berlari-lari, indra penciuman yang dulu selalu mencium bau khasanya kini bisa kembali iya hirup, matanya yang begitu iya sukai kini bisa kembali iya tatap.

“Sudah berapa lama aku tak merasakan ini?”

“Yuri” sebuah nama yang selalu ku ucapkan dengan air mata yang selalu berlinang di pipiku. Bagaimana tidak, hanya nama itu lah sumber kebahagiaanku.

Jessica dan Yuri saling bertatapan satu sama lain, ntah perasaan apa yang kini di rasakan. Kerinduan kah? atau sebuah kebencian?

“Kau” Yuri senyum tipis, tak percaya apa yang iya lihat.

Yuri mengepalkan tanganya, seketika rasa sakit di dadanya datang dengan luka yang begitu menyakitkan. Kenangan yang buruk kembali menggrayangi Yuri yang di lupakan oleh emosi.

Tak sanggup lagi menatapnya, Yuri pergi meninggalkan Jessica begitu saja.

“kau harus mencobanya, aku tahu kau masih menyukainya Sica” kalimat itu terpintas di pikiran Jessica yang membuat hatinya tegerak untuk menyusul Yuri yang mulai jauh dari pandangan matanya.

“Yuri!” Jessica berjalan menelusuri koridor yang begitu panjang, tak tahu harus melangkah kemana. Hanya mengikuti kata hati  serta perasaan nya yang kuat kepada Yuri. Jessica kembali berlari kecil hingga iya keluar dari pintu rumah sakit. Jessica sedikit mengatur nafasnya dengan menengok kanan dan kiri berharap iya masih bisa mengejar Yuri.

“Yuri!” Jessica kembali berlari mengejar Yuri yang mau masuk ke dalam mobilnya.

“Yuri!” Jessica kembali teriak karena Yuri sudah masuk ke dalam mobilnya

“Cliittt” suara ban mobil sport Yuri siap melaju pergi tapi..

“Dup” Jessica menahan mobil Yuri dengan tubuhnya hingga membuatnya terjatuh.

Tak pikir panjang, Yuri langsung keluar dari mobil untuk melihat keadaan Jessica.

“Ya!!”teriak Yuri.

“Apa kau gila?!! apa kau ingin mati hah?!!” teriak Yuri dengan amarah di dadanya.

“Aku hanya ingin bicara padamu Yul” Jessica berusaha bangun dengan luka di lututnya, dapat terlihat jelas karena lampu sorot mobil Yuri yang menarangkan cahaya.

“Apa? apa katamu? bicara denganku? hoaaah kau benar-benar wanita yang luar biasa Jung Sooyeon!” Yuri memutar badan nya untuk kembali masuk kedalam mobil.

“Yuri” Jessica memegang lengan Yuri, yang membuat Yuri sangat terkejut atas sentuhan nya.

“Yuri berikan aku waktu untuk menjelaskan semuanya padamu, aku mohon” Jessica melinangkan air matanya.

“Kumohon Yuri berikan aku kesempatan, aku tidak ingin tersiksa seperti inii terus”

“Apa? apa yang ingin kau katakan, mengapa tak dari dulu kau katakan semuanya? mengapa harus sekarang di saat aku benar-benar melupakanmu! dan sekarang kau datang se enaknya tanpa rasa bersalah di dirimu dan meminta maaf kepadaku?! setelah apa yang kau perbuat padaku hingga aku benar-benar tersiksa setiap harinya!!” bibir Yuri bergetar dan matanya meluapkan kekesalan dengan berkaca-kaca.

“Kau tahu, saat ini aku merasa 100 kali lipat menderita. Kau tahu karena apa? karena kau kembali, karena aku harus melihat wajahmu lagi!! wajah yang dulu setiap harinya selalu memberikan senyuman kepadaku! wajah yang selalu membuatku semangat dalam menjalani semua hidupku,  wajah yang begitu ku rindukan hingga aku harus menangis di dalam mimpiku?!!” Yuri meneteskan airmatanya.

“Dan sekarang kau kembali begitu saja tanpa sadar apa yang telah kau lakukan kepadaku? begitu sulit aku melupakanmu hingga rasanya aku ingin menghabisi diri ini!”

“Apa kau tidak puas menyiksaku? apa kau tidak puas dengan membunuhku pelan-pelan? sangat sakit, begitu sakit nya yang kurasakan di hati ini Jessica”

“Yuri maafkan aku, aku melakukan semua ini karena”

“Cukup, aku tidak ingin mendengar semua ucapan darimu”

“Yuri! dengarkan aku” Yuri masuk ke dalam mobilnya.

“Yuri!” Yuri langsung pergi tanpa memperdulikan Jessica.

“Yuri maafkan aku, sungguh maafkan aku” Jessica menangis terisak-isak.

Hari ke-14

Matahari mulai memancarkan hangatnya ke celah-celah ruangan hingga menyinari wajah Krystal yang membuatnya terbangun dari tidur panjangnya.

“Mengapa rasanya begitu hangat, begitu nyaman hingga rasanya aku ingin kembali tidur lagi. Tapi mengapa hangatnya terasa berbeda dan hmmhh aku dapat mencium bau yang begitu khas dan rasanya begitu dekat dengan ku”

Krystal membuka matanya perlahan “Apa ini?” telunjuk Krystal menyentuh lembut sesuatu yang ada di depanya,tidak cukup menyentuh Krystal mendongakan kepalanya..

“Hoaaahhhh!!! ada apa ini! mengapa dia ada disini?”

Krystal merasakan sentuhan tangan Amber yang melingkari tubuhnya “Apa ini! tidak tidak! aku harus bangun tapi bagaimana? sejak kapan ini terjadi? apakah semalaman ini aku dan Amber, berpelukan dalam tidur..?”

“Erghh” mendengar suara Amber, Krystal kembali pura pura tertidur.

“Hoaah” Amber sedikit merenggangkan tubuhnya.

“Selamat pagi dunia” senyum Amber dengan lebar dan begitu semagat.

Amber menengok ke arah kanan nya dengan senyuman yang luar biasa indahnya “Dia masih tertidur” Amber meletakan tangan nya ke kening Krystal.

“Aku rasa badan nya sudah kembali hangat, hoaahh aku rasa ini karena pelukan ku hahaha”  tawa Amber.

“Ergghh dasar llama bodoh! ingin sekali rasanya saat ini aku memukul kepalamu yang bodoh itu!” batin Krystal.

Amber mulai bangun dari tidurnya, merapikan selimut Krystal yang sedikit berantakan untuk kembali menghangatkan tubuh sang princess “Cepat sembuh Princess Jung” sedikit sentuhan Amber untuk merapikan rambutnya.

“Oh!”

Amber berjalan keluar ruangan “Dia dimana?” mencari cari setiap sudut rumah sakit, tak kunjung menemukan Amber mencoba menelfon nya tapi sial handphone nya tertinggal di kamar.

“Haishh dimana dia?”

Tak putus asa Amber mencari di sekeliling rumah sakit, dengan mengitari taman hingga harus balik ke dalam rumah sakit tapi tak kunjung iya temui.

“Dimana kau” Amber menarik nafasnya dan sejenak berfikir.

“Atap club! iya, dia mengatakan bila dia ada masalah dia akan selalu kesana!” Amber segera menuju club nya dimana dia dan Jessica sering menhabsikan waktu bersama.

Ternyta Amber membuahkan hasil, tak di sangka iya berhasil menemukan nya. Amber menatap dari jauh, “Ada apa dengan wajahnya? mengapa pagi pagi begini dia sudah terlihat sedih?”

Amber melangkahkan kakinya mendekati sosok yeoja yang terdiam menatap indahnya kota di pagi hari “Kau dan Krystal memang benar-benar sama” Amber berdiri tepat di samping Jessica dengan menatap jalan di bawahnya.

“Amber?” tatap kejut Jessica.

Amber menoleh ke arah Jessica, menatapnya begitu dalam “Ada apa denganmu?” lirih Amber.

“Aku tidak apa-apa kau tidak usah khwatir” senyum paksa Jessica.

“Kau tau bukan di saat kau berkata seperti itu aku tidak akan pernah percaya kalau kau baik-baik saja” Amber tak melepas pandangan nya.

“Kau dari mana saja semalaman ini? mengapa kau tak kembali ke kamar Krystal?” Jessica memilih diam tak menjawab pertanyaan Amber.

“Aku ingin pergi jauh Am”

“Apa maksutmu Sica?” heran Amber.

“Aku tak ingin ada disini”

“Jessica, aku sudah pernah bilang padamu bukan? kalau kau memiliki masalah kau bisa cerita padaku. Aku akan selalu ada untukmu” tatap serius Amber.

“Kau tak akan pernah mengerti Am!” seketika Jessica menjadi emosi.

“sampai matipun dia tidak akan pernah memaafakanku!” tegas Jessica.

“Yuri” Jessica menatap Amber.

“Jadi dia orangnya?” senyum simpul Amber.

“Lalu sekarang kau mau pergi begitu saja darinya? kau sudah terlalu lama menunggu Sica, kau sudah terlalu lama untuk menutupi semuanya tapi di saat dia depan matamu kau ingin lari begitu saja dan menyerah begitu saja? kau menyayanginya bukan, tidak. Kau bukan menyayangingya tapi kau mencintainya” ucap Amber.

“Jessica” Amber memegang tangan Jessica.

“Aku tahu Yuri begitu membencimu, aku tahu Yuri begitu muak dengan mu tapi di hati kecilnya dia begitu mencintaimu itu sebabnya dia begitu marah kepadamu, karena iya kehilangan belahan jiwanya” Jessica meneteskan airmata.

“Aku tidak bisa Am, aku tidak tahan. Aku sudah terlalu menyakitinya, ini adalah sebuah kesalahan! seharusnya aku tidak usah kembali ke Korea! seharusnya aku tidak pernah untuk mencari Yuri!” Jessica begitu emosi hingga wajahnya memerah.

“Kau tidak tahu bagaimana sakitnya Yuri saat iya ku tinggalkan, dan sekarang dimana iya sudah melupakan ku dan kini dia sudah hidup bahagia, aku malah hadir kembali di depan matanya. Seharusnya itu tidak pernah aku lakukan Am! kau tidak tahu bagaimana sakit yang iya rasakan, aku bisa meraskaan itu dari bola matanya Am.  Seharusnya aku membawa perasaan ini sampai aku mati!”

Jessica melangkah maju mendekati pagar pembatas “Jessica! apa yang kau lakukan!” teriak Amber.

“Aku lelah Am, aku lelah menghadapi ini semua!” Jessica mulai mendekati pinggir gedung yang begitu curam tanpa adanya pengamanan.

“Jessica! apa yang kau lakukan! apa kau sudah gila?! kita bisa mencari jalan lain” teriak Amber yang ingin mendekati Jessica.

“Aku sudah bertahan bertahun tahun untuk semua ini Am! aku lelah! aku ingin mengakhiri semua ini!”

“Jessica!”

“Jika kau maju selangkah, aku akan melompat” ucap Jessica dengan angin yang berhembus kuat.

“Jessica dengarkan aku! kau tidak boleh putus asa seperti ini! masih ada jalan keluar Sica, aku akan membantumu! aku akan di sampingmu! jika kau mati, semua penderitaanmu selama ini adalah sia-sia, semua pengorbanan yang kau lakukan juga sia-sia! apa kau tidak ingin membayarnya dengan sebuah kebahagiaan?”

“Jessica ingat, kau tidak sendiri di dunia ini! masih ada ibumu, masih ada aku!” tegas Amber.

“Berhenti membujuku Am! terima kasih Am, terima kasih selama ini kau menemaniku” Jessica memejamkan matanya, mengangakat kedua tanganya. Membiarkan angin menghempas tubuhnya di gedung yang begitu tinggia.

“Biane” Jessica meneteskan airmatanya.

Jessica mulai melemaskan semua otot di tubuhnya, membiarkan angin membawa tubuhnya jatuh ke tanah dengan kuat.

“Maafkan aku”

“Bagaimana dengan adikmu!!” teriak Amber.

“Bagaimana dengan adikmu Sica?”

“Bagaimana dengan Krystal!” Jessica membuka matanya.

Amber melangkah mendekati Jessica “Krystal, Krystal Jung Soojung! itu nama lengkapnya” Amber menarik nafasnya.

“Nama yang selalu kau dengar, nama yang selalu kau cari kebenaran nya, nama yang selalu ibumu ucapkan” Jessica terdiam tak mampu berkata apa-apa, iya tak percaya apa yang di katakan Amber kepadanya.

“Krystal adalah adikmu, apakah kau tega meninggalkan nya begitu saja?”

“Tidak mungkin”

“Dia adalah adikmu, dia adalah anak dari ibumu”

Sementara itu krystal

Krystal terlihat sedang menikmati sarapan nya seorang diri “Aku benci makanan ini” haishh mengapa aku harus bertemu dengan dia lagi? benar benar menyebalkan! 

“Drinngg driiingg” Krystal menghentikan makan nya karena suara yang menarik perhatian nya.

“Apakah itu suara ponsel?” Krystal mencari cari sumber suaranya.

“Oh itu” Krystal menggapai ponselnya yang berada di sampingnya.

“Apakah ini ponsel Amber?” Krystal memriksa ponselnya itu dengan melihat ponselnya.

“Dringg driingg” ponsel itu kembali berdering.

“Apa ini?” Krystal terkejut saat layar dari ponsel itu mengeluarkan sebuah foto dimana sosok yeoja bersama wanita paruh baya sedang berpelukan dengan senyum di wajah mereka.

Seketika tangan Krystal menjadi gemetar, bahkan tubuhnya drastis menjadi lemas saat apa yang iya lihat. Secara reflek Krystal menggeser warna hijau di layar ponsel tersebut, dengan gugupnya iya mendekati ponsel itu ke telingnya.

“Hallo” Krystal terdiam mendengarnya, Krystal hanya diam tak mampu berakata apa-apa.

“Hallo, Jung Sooyeon kau dimana? mengapa kau tidak ada kabar? mata Krystal berkaca-kaca, jantung nya berdebar hebat! tanganya seketika menjadi dingin.

“Hallo, Jung Sooyeon? cepat pulang , ibu sangat mengkhwatirkanmu” Krystal meneteskan airmatanya.

“Hallo”

“Hallo” bibir Krystal bergetar.

“Hallo”

“Eomma”

“Jung Sooyeon?”

“Eommaaa…”

———————————————————————————————————–

Hoaaaahh pegel! hahahaha..

Advertisements

Beautiful Stranger 14

Hening..

Sebuah keheningan yang terjadi diantara mereka dengan seribu pertanyaan di pikiran mereka. Mengapa,bagaiamana, dan kenapa ini terjadi.

Sebuah kejadian yang tak pernah terfikirankan akan terjadi saat ini detik ini bahkan sang waktu berpihak kepada mereka, dengan berputar putar di antara mereka melempar pandang satu sama lain, tidak tahu kata apa yang akan mereka ucapkan satu sama lain selain hati yang saling merindukan..

“Apa ini, apa ini semua?” seorang namja yang berkulit coklat itu menatap dengan heran.

“Krystal apa ini? apa yang kau lakukan?” tatapnya tajam.

“Yuri oppa biane aku telah membuatmu khawatir, aku disini untuk mencari Amber”

“Ayo kita pulang!” Yuri terlihat tidak senang dengan situasi saat ini, hingga iya menarik paksa Krystal untuk mengikutinya.

“Oppa” lirih Krystal.

“Hentikan” Yuri menghentikan langkahnya, melihat seorang namja yang memegang erat tangan Krystal dengan wajah yang marah.

“Apa seperti ini kau memperlakukan seorang wanita?”

“Amber” Krystal menatap Amber.

Amber dan Yuri saling melempar pandangan mereka “Aku ingin membawa Krystal pulang, aku tidak ingin dia berada disini” tatap Yuri tidak senang.

“Krystal akan pulang bersamamku” genggam tangan Amber dengan menatap wajah Krystal.

“Kau ingin pulang denganku atau dia Krys?” tanya Yuri yang membuat Krystal menoleh ke arahnya tapi tidak waktu lama Krystal terlihat sedang berfikir dan entah kenapa dia memikirkan Jessica yang tepat di belakang Amber.

“Aku akan pulang bersama Yuri oppa Am” Amber tersenyum lirih mendengarnya.

“Apa? apa maksutmu? apa salahku padamu Krystal, kenapa kau lebih memilih dia dari pada aku?” tanya Amber dengan wajah yang tidak suka.

“Aku tidak ingin menggangumu” Krystal mendundukan kepalanya.

“Mengangguku? kau tidak pernah mengganguku kau salah paham”

“Amber..” sentuhan yeoja berambut blonde itu membuat Amber berhenti bertutur kata.

“Biarkanlah, biarkanlah dia pergi bersamanya” Amber terdiam, sedikit demi sedikit iya melonggarkan jari jemarinya meninggalkan jari jari mungil yang dimiliki sang pujaan hati.

Sedangkan di sisi lain Yuri tak sedikitpun menatap wajah Jessica, iya tidak ingin menatap wajahnya kembali iya tidak ingin ingatan nya kembali yang telah iya kubur sedalam dalamnya di lubuk hatinya.

Sedangkan Jessica menahan airmatanya, menahan rasa rindu yang begitu besar, menahan tangan nya yang ingin sekali menyentuh wajah namja yang selama ini iya rindukan.

Amber melepaskan tangan Krystal menatapnya hingga iya menghilang dari pelupuk mata coklatnya bersama namja lain.

“Apa salahku? apa kau tidak tahu aku begitu merindukanmu?”

Krystal dan Yuri 

Krystal dan Yuri di dalam perjalanan “Oppa,gwaenchanha?” Krystal menatap Yuri khawatir.

“Aku tidak apa-apa Krys” senyum Yuri.

“Apa kau yakin? kau terlihat berbeda oppa, kau terlihat sangat marah itu seperti bukan dirimu oppa. Apakah kau marah kepadaku karena aku pergi begitu saja?”

“Tentu saja tidak, kau adalah adiku Krys mana bisa aku marah kepada adiku sendiri” senyum Yuri.

“Lalu mengapa, mengapa kau marah oppa? apa karena Amber?” Yuri menggelengkan kepalanya.

“Lalu?”

“Hmmm kau hari ini begitu banyak sekali pertanyaan, oh iya kau ingin turun dimana?” Krystal diam sejenak.

“Krys?”

“Ohh ehmm aku tidak ingin pulang” Yuri menatap heran.

“Mwo? mengapa, mengapa tak ingin pulang?”

“Bolehkah aku minap di rumah oppa lagi?” Yuri tersenyum mendengarnya.

“Tentu saja boleh tapi kau harus memberi tahu temanmu bahwa kau tidak pulang malam ini nanti dia akan khawatir”

“Tidak perlu”

Yuri langsung membawa Krystal di kediaman nya yang besar “Masuklah” Yuri membereskan kamarnya.

“Krystal malam ini kau tidur disini” tunjuk Yuri.

“Mwo? maksut oppa..” Krystal menatap curiga.

“Haha jangan menatapku seperti itu Krys, malam ini aku tidak tidur di rumah jadi kau akan tidur dikamarku okee, aku harus pergi lagi untuk menyusul mereka jika ada apa apa kau tinggal menghubungiku” senyum Yuri.

“Terima kasih oppa”

Sementara itu Jessica dan Amber.

“Yuri”

“Dia Yuri yang selama ini kau cari bukan?” Jessica menatap Amber.

“Apa maksutmu?”

“Mengapa kau menghindar, mengapa kau bersembunyi di bayanganku Sica? aku tahu isi hatimu, aku tahu itu semua” Amber menatap lurus wajah Jessica yang menahan tangisnya.

“Am….” Jessica tak kuasa menahan tangisnya dan memeluk erat tubuh Amber yang jauh lebih besar darinya.

“Aku tidak bisa, aku tidak bisa. Dia membenciku” Jessica tenggelam di dalam pelukan Amber dengan berlinang air mata.

“Dia bahkan enggan menatapku Am, dia membuang wajahnya dariku” Amber menenangkan Jessica dengan mengelus pundaknya.

“Aku yakin dia tidak membencimu seperti yang kau pikirkan” balas Amber.

“Jessica lihat aku” Amber memegang kedua pundak Jessica.

“Berikan dia waktu, mungkin dia masih syok atau dia merasa belum siap untuk bertemu denganmu Sica. Kau sudah bertahun tahun tidak bertemu dengannya, aku yakin dia juga merindukanmu percayalah padaku” Amber menghapus airmata di pipi Jessica.

“Tapi..” Jessica menatap dengan berbinang air mata.

“Ssttt sudah jangan terlalu di pikirkan itu akan membuatmu sedih, berikan lah Yuri waktu untuk menyadari bahwa kau ada disini, kau ada disini untuk kembali kepadanya” senyum Amber menangkan Jessica.

“Terima kasih, kau benar-benar malaikat penolongku” Jessica kembali memeluk Amber untuk sesaat.

“Ini sudah kewajiban ku sebagai sahabatmu Sica”

“Ehmmm”

“Apa ada lagi yang ingin kau utarakan?” tanya Amber.

“Aku minta maaf”

“Minta maaf untuk apa?” bingung Amber.

“Karena membuat pacarmu cemburu, aku tidak bermaksut mengatakan hal seperti itu kepadamu Am hanya saja pada saat itu aku merasakan kesepian dan membutuhkan seseorang di sampingku, sekali lagi maafkan aku” Amber tersenyum mendengarnya.

“Kau jangan berlebihan seperti ini Sica aku tidak pernah padamu lagi pula dia bukan pacarku juga”

“Aku tahu, dia sudah cerita padaku”

“Cerita padamu? bagaimana bisa” tanya Amber.

“Namanya Krystal bukan? kau beruntung sekali mendapatkan wanita secantik dia, kecantikan nya benar-benar luar biasa tetapi…”

“Tetapi mengapa aku tidak asing denganya aku merasakan ada sesuatu yang begitu dekat denganya tetapi aku baru pertama kali ini bertemu denganya tapi rasanya sangat kuat” heran Jessica.

Amber menatapa Jessica hingga membuat Jessica menjadi tambah bingung “Kau kenapa? kenapa kau melihatku seperti itu Am?” tanyanya bingung.

“Hhaha tidak apa Sica”

“Kau yakin?” tanyanya ulang?

“Ne” jawab singkat Amber.

Back to Krystal 

Krystal terlihat merenung, iya terlihat memikirkan sesuatu di dalam benak pikiran nya membuatnya tidak bisa tidur hingga ia memutuskan untuk bangkit dari tempat tidur berukuran besar dan mulai berjalan mengitar kamar besar milik Yuri.

“Mengapa bisa oppa memiliki kamar sebesar ini? hmmmh” Krystal menatap koleksi mainan Yuri yang terpajang rapi di sebuah lemari kaca yang begitu besar.

“Seperti anak-anak saja” senyum Krystal.

Krystal melangkah dan mulai memegang alat musik yang cukup besar berwarna putih yang terpajang di kamar Yuri.

“Aku tidak mengetahui kalau Yuri oppa menyukai piano” Krystal sedikit menyentuh satu persatu hingga mengeluarkan suara yang indah.

“Kurasa cukup bermain main denganmu” senyum Krystal yang meninggalkan piano putih besar tersebut, kini langkah Krystal menuju sebuah meja yang di hiasi beberapa foto.

Krystal terseyum melihat nya karena di foto itu Yuri dan para unnies nya terlihat bahagia satu sama lain tapi…

Tapi ada satu foto yang tidak di pajang, satu bingkai foto yang di tutup rapat olehnya. Membuat diriku bertanya siapa di balik bingkai itu?

Perlahan kubalik bingkai foto ini dan…

“Dia?” sungguh membuatku terkejut.

“Apakah dia?” seribu pertanyaan tertancap di benaku.

Wajah Yuri oppa terlihat sangat senang, senyum nya benar-benar memancarkan kebahagiaan bersamanya. Apakah dia wanita yang selama ini kau cintai oppa? wanita yang selalu ada di hatimu hingga sekarang?

“Apakah kau benar-benar menyakiti oppaku Jessica?” tatapku melihat Yuri oppa dengan Jessica saling tertawa satu sama lain, ntah kenapa aku merasa bahagia melihat kenangan ini.

Apakah benar kau menyakiti oppaku? apakah benar kau pergi meninggalkan nya begitu saja? tapi aku rasa itu tidak, mata mereka saling memancarkan rasa cinta yang kuat antar satu sama lain.

Aku rasa ada sebuah alasan di balik kepergian Jessica meninggalkanmu oppa, aku yakin dia memiliki sebuah rahasia yang iya simpan sendiri.

“Apa yang harus ku lakukan agar kau kembali tersenyum oppa? kau terlalu baik kepadaku, untuk itu aku akan membawa kembali dia ke kehidupanmu” senyumku menatap kedua sepasang kekasih ini dengan senyuman di wajah mereka.

Hari ke 18

Author Pov

Krystal mulai terbangun dari tidurnya, Krystal terbangun dengan keadaan yang bingung. Iya merasakan ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang tidak biasanya saat iya menyambut matahari pagi.

Krystal menatap sekeliling, semuanya terasa kosong baginya. Tidak ada harum masakan di pagi hari yang terkadang membangunkan nya, tidak ada susu putih hangat yang iya sukai, tidak ada sepucuk surat yang tertulis di meja makan setiap paginya.

“Berbeda, mengapa seperti ini? mengapa rasanya sangat kosong” Krystal duduk untuk merenung dan mengeluarkan sesuatu dari saku celana nya.

Sebuah kunci gembok yang selalu iya bawa kemanapun, iya menatap kunci itu mengingat kejadian dimana iya dan Amber berjalan berdua di malam hari dengan menulis sebuah tulisan di gembok yang mereka buat.

“Lock love” sebuah kunci cinta yang Krysta tidak ketahui bahwa ini adalah gembok sepasang kekasih.

Krystal terus memandang kunci itu mengingat kejadian iya menghabiskan waktu bersama Amber.

“Bisakah aku melupakanmu? melupakan semua kenangan kita saat menghabiskan waktu bersama? melupakan semua kisah yang telah kita rangkai.

“Kau sungguh menyiksaku, kau sungguh menyiksaku Amber” sedih Krystal.

“Bagaimana bisa…”

“Bagaimana bisa aku menjelaskan semuanya kepadamu, menjelaskan apa yang sebenrnya terjadi pada diriku” hati Krystal mulai bergejolak, tak sanggup lagi menahan sakit di dadanya hingga iya melupakan semuanya dengan tangis di wajahnya.

“Bagaimana bisa Am”

Driingg driinggg” ponsel Krystal berdering.

Krystal menarik panjang nafasnya berusaha menengakan dirinya “Hufhh”

“Ne oppa”

“Kau sudah bangun?”

“Aku sudah bangun” jawab Krystal.

“Biane aku tidak pulang malam tadi karena pekerjaanku yang banyak tapi aku akan segera pulang untuk membuat sarapan untukmu”

“Tidak perlu oppa, aku akan makan di luar saja. Aku tidak ingin merepotkanmu”

“Hmm baiklah, jika kau lapar ada bahan makanan di kulkas kau bisa memasaknya sesuka hatimu” ucap Yuri.

“Ne oppa terima kasih”

“Kalau begitu aku tutup telfon nya, bye Krystal” Krystal menutup telfon nya dan seketika iya kembali mengingat Yuri dengan Jessica.

Krystal kembali membuka ponselnya mencari nama yang iya cari “Ketemu!” Krystal langsung menyentuh layar untuk menghubunginya.

“Yeoboseyo”

Siapa ini?

“Oppa ini aku Krystal!”

“Ohh kau ice! ada apa?” riangnya.

“Oppa, apakah kita bisa bertemu?”

Tentu saja bisa!” sautnya gembira.

“Haha baiklah, kau ku tunggu di cafe tempat oppa Yuri biasa oke” Krystal memutuskan sambungan nya.

Setelah bersiap-siap Krystal bergegas pergi dari rumah Yuri dan pergi ke cafe tempat yang sudah di janjikan.

Krystal duduk menunggu dengan memasan jus manggga kesukaan nya, sesekali iya melihat jam yang sudah menunjukan pukul 12.16.

“Mengapa lama sekali” Krystal mengaduk-aduk jusnya yang sudah hampir habis.

Di tengah tengah kebosanan nya akhirnya ornag yang iya tunggu datang “Tae oppa!” Krystal melambaikan tanganya agar Taeyeon bisa melihatnya.

“Oh!” Taeyeon membalas dengan lamabain dan segera menghampiri Krystal yang duduk di pinggir kaca.

“Biane aku terlambat karena Tiffany memintaku untuk mengantarnya ke mall”

“Haha tidak apa oppa, lagi pula aku merepotkanmu”

“Aniooo, kau tidak merepotkanku sama sekali Krys” senyum Taeyeon.

“Lalu, apa yang ingin kau bicarakan? sepertinya sangat penting” tatap Taeyeon.

“Hmm aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu oppa”

“Kau ingin bertanya apa? pasti akan ku jawab” senyum Taeyeon.

“Ehmm aku ingin mengetahui alamat rumah Jessica”  seketika mendengar kata Jessica wajah Taeyeon sedikit berubah.

“Untuk apa?” serius Taeyeon.

“Aku ingin tahu saja oppa”

“Apa kau benar-benar tertarik padanya? kau tertarik padanya apa karena dia mirip sekali denganmu atau kau ingin membuat Yuri kembali padanya?” Krystal dan Taeyeon saling bertatapan, Krystal sejenak terdiam mendengar apa yang di katakan Taeyeon padanya.

“Kau tidak bisa menjawab?” tanya Taeyeon.

“Aku hanya ingin membuat Yuri oppa bahagia” ucap Krystal pelan.

“Dengan cara seperti itu?” tanya Taeyeon.

“Krystal, kau tahu kami semua berusaha menyingkirkan Jessica dari kehidupan Yuri, kami semua berusaha untuk membuang semua kenangan Jessica di benak Yuri dan kami semua berusaha untuk tidak mengingatnya kembali, tapi…” Taeyeon menatap Krystal.

“Tapi kau menginginkan dia kembali pada Yuri?” tatap serius Taeyeon.

“Kau menginginkan dia kembali kepada Yuri yang hampir saja membuat Yuri mati, yang benar saja” senyum simpul Taeyeon.

“Oppa, aku merasakan bahwa Jessica meninggalkan Yuri oppa karena memiliki alasan yang kuat”

“Iya, alasan dimana iya lebih memilih karir serta hartanya dari pada kami yang 7 tahun bersama nya? dan dia pergi begitu saja tanpa memperdulikan Yuri?! kau tidak tahu betapa sakitnya kami, kau tidak tahu betapa hancurnya Yuri saat iya pergi meninggalkan nya? kau tidak akan pernah tahu rasanya Krystal, karena kenapa? karena kau tidak berada di posisi kami” ucap Taeyeon.

“Tapi oppa, aku merasakan ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang mengganjal di hatiku. Aku hanya ingin bertemu dengan nya”

Taeyeon bangun dari tempat duduknya “Aku tidak bisa Krys, kau minta tolong dengan yang lain saja” Taeyeon berjalan meninggalkan Krystal tapi Krystal memegang lengan Taeyeon yang membuat nya berhenti.

“Mau sampai kapan kau berbohong? mau sampai kapan?” tatap Krystal.

“Apa maksutmu?” tanya Taeyeon.

“Kau tahu alasan nya mengapa aku memilih bertanya kepadamu dari pada dengan yang lain?” mereka berdua saling melempar padangan.

“Itu karena kau tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang Jessica katakan pada saat itu, kau tidak sepenuhnya membenci dirinya seperti yang mereka lakukan terhadap Jessica, kau tidak percaya atas Jessica yang lakukan saat ini dan aku yakin sepenuhnya bahwa kau yakin, Jessica masih menyimpan rahasia yang lain terhadap kalian” kini Krystal dan Taeyeon saling bertatapan membuat Taeyeon tidak bisa berkata apa-apa, hanya senyum tipis yang terukir di wajahnya.

Taeyeon melepaska genggaman Krystal “Hufhh anak ini” Taeyeon menggelengkan kepalanya.

“Mana ponselmu?” pinta Taeyon.

“Mwo?” bingung Krystal.

“Cepat mana sebelum aku berubah pikiran” Krystal segera memberikan ponselnya kepada Taeyeon.

Krystal melihat Taeyeon yang sednag mengetik sesuatu di ponselnya “ini”

Krystal menatap layar ponselnya “Aku tidak tahu itu masih alamat rumahnya atau bukan, kau coba saja kesana” mata Krystal berbinar binar senang menadapatkan alamat rumah Jessica.

“Gomawo oppa” Krystal memeluk Taeyeon karena begitu senang.

“Semoga berhasil” senyum Taeyeon memegang kedua pundak Krystal.

Krystal mulai bergegas mencari alamat yang di berikan Taeyon padanya “Nona, ini alamat yang kau tuju” Krystal menatap dari luar jendela, merasa tidak yakin akan tempatnya.

“Ahjussi apa kau yakin ini alamatnya?” tanya Krystal heran.

“Tentu nona”

Krystal kembali menatap rumah yang terlihat tidak berpenghuni “Baiklah Ahjussi terima kasih”

Krystal berdiri di depan rumah yang tidak terawat “Apakah ini benar rumahnya?” Krystal melangkah mendekati pagar rumah yang tidak terkunci, tanpa rasa ragu Krystal melangkah ke pintu utama rumah dan mencoba mengetuk pintu rumah yang sudah di kelilingi rumput rumput liar.

“Permisi” Krystal diam menunggu akan jawaban sang tuan rumah.

“Permisi” Krystal kembali mengetuk.

“Permisi” Krystal mulai terlihat resah.

“Nona apa yang kau lakukan disana?” Krystal terkejut mendengar suara yang datang.

“Ohh annyeong haseyo” Krystal membungkukan badanya.

“Apa bibi pemilik rumah ini?” tanya Krystal.

“Tentu saja bukan nak” wajah Krystal seketika menjadi berubah.

“Aku hanya tetangganya, sudah 3 tahun ini mereka meninggalkan rumah ini dengan begitu saja. Aku dengar mereka semua pindah ke China” jelas bibi tersebut.

“Benarkah?” Krystal menghela nafasnya.

“Tapi, tapi aku pernah melihat anak perempuan nya datang kesini”

“Kau melihatnya? kapan kau melihatnya bibi?” tanya penasaran Krystal.

“Dua hari yang lalu, sepertinya iya membawa bingkai foto di tanganya, sepertinya mereka tidak tinggal di tempat ini lagi”

“Bibi, apa kau tahu alamat rumah baru mereka?”

“Ehmm aku tidak tahu nak, keluarga mereka jarang sekali untuk dekat dengan tetangga tapi sepertinya mereka saat ini ada di Seoul tapi aku tidak tahu dimana” ucap sang bibi.

“Hmm baiklah terima kasih bibi” senyum Krystal dengan membungkuk pergi meninggalkan rumah tersebut.

“Huffh” Krystal terlihat kecewa dna tidak tahu harus berbuat apa.

“Aku harus cari kemana?” Krystal berdiri merenung melihat kembali alamat yang di berikan Taeyeon.

“Aghhh!” seketika Krystal memegang kepalanya.

“Tolong jangan sekarang” Krystal terus memegang kepalanya.

“Krystal” Krystal berusaha melihat seseorang yang menghampirinya.

“Krystal, kwaenchana??”

“Kai?” Krystal terkejut melihat Kai yang kini berdiri di dekatnya.

“Kau tidak apa-apa? kau terlihat tidak baik” Kai menatap Krystal khawatir.

“Aku tidak apa-apa, mungkin aku hanya sedikit kelelahan” jawab Krystal dengan berusaha tersenyum.

“Kalau begitu kau akan ku antar pulang oke” Krystal hanya mengangguk.

Krystal Pov

Pandanganku terasa kabur, aku benar-benar merasa lemas tapi untung saja ada Kai yang segera menolongku.

“Ini”

“Terima kasih” aku mengambil sebotol air putih yang dia berikan kepadaku, setidaknya air ini bisa sedikit membuatku baik.

“Apa kau terus seperti ini?”

“Maksutmu?” tanyaku bingung.

“Maksutku kau selalu terlihat tidak enak badan”

“Aku tidak apa-apa Kai, kau tidak perlu khwatir” senyumku.

Aku menarik nafasku dan kembali meminum air putih “Kau ingin ku antar kemana?”

“Ehmm aku tidak tahu” jawabku menatap luar jendela.

“Tidak tahu? jadi kau saat ini tidak memiliki tujuan?” aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Ehmm Kai”

“Ne”

“Apa kau mengetahui tentang Jessica?” aku menatap Kai yang cukup lama menjawab pertanyaanku, aku rasa mereka semua akan syok bila ku tanya hal ini.

“Tentu saja, tentu saja aku mengetahui Jessica noona. Dia sangat hangat dan baik hati, ya walaupun dia sedikit dingin haha tapi dia benar-benar noona yang baik kepada hyeong ku” jawab Kai dengan menyetir

Hmm jadi Jessica lebih tua dariku “Lalu Kai, apa kau tahu dimana tempat mereka biasa berkumpul bersama?”

“Hmmm aku tahu” angguk Kai.

“Benarkah?”

“Kau mau ku antar kesana?” aku segera mengangguk senang, kau harap bisa menemukan Jessica unnie disana, karena beberapa hari ini dia berada di Seoul aku yakin dia pasti mengunjungi beberapa tempat yang dulu suka iya kunjungi.

“Krystal” aku berusaha membuka mata ini, aghh mata ini terasa berat sekali.

“Krystal kita sudah sampai” aku membuka mata ini dan sedikit menguceknya agar aku bisa melihat dengan jelas.

“Kau tertidur, kau terlihat sangat lelah. Oh iya kita sudah sampai” aku melihat sekeliling, aku segera membuka pintu ini.

Hembusan angin ini benar-benar sangat menyejukan, aku menghirup udara yang begitu segar dengan pepohonan hijau di sekelilingku yang di hiasi dengan danau indah “Ini tempatnya” suara Kai membangunkan dan kubuka kembali mata ini.

“Benar-benar menyejukan hati”

“Ya, itu sebabnya SNSD menjadikan tempat ini sebagai tempat favorite mereka termasuk hyeong dan Jessica noona”

Aku berjalan, mendekati danau yang begitu indah dengan burung burung berkicau yang menambah ketengan di jiwa.

“Krystal”

“Ne”

“Mengapa kau mencari Jessica noona?”

“Aku tidak tahu, hatiku berakata bahwa aku harus menemuinya dan memperbaiki semuanya” jawabku yang tidak mengalihkan padangan ku.

“Krystal”

“Ya” jawabku tanpa melihatnya tapi aku yakin dari tadi Kai memandangiku.

“Apa kau pernah menyukai seseorang?” aku diam sejenak mendengar pertanyaan Kai.

“Aku tidak tahu”

“Tidak tahu bagaimana? itu tandanya kau pernah menyukai seseorang tapi kau masih belum yakin apa kau benar-benar menyukainya atau tidak, bukan?” jawab Kai.

“Kau ingin lari? kau ingin lari dari kenyataan bahwa kau menyukai seseorang tapi kau terlalu takut untuk mengakuinya?”

“Kau tidak tahu tentang diriku Kai, kau tidak tahu apa-apa” aku menatapnya dengan serius, aku tidak tahan dengan kata katanya dan segera pergi meninggalkan nya. Aku tidak ingin setiap ucapan yang iya keluarkan mengingatkanku kepadanya.

“Krystal” kulihat tangan Kai menggengam lenganku.

“Apa kau tidak bisa melihat ke arahku? apa kau tidak bisa melihat sedikit saja kepadaku, mengapa kau selalu mengacuhkanku? apa aku memiliki salah padamu?” aku menatap Kai, aku benar-benar tidak mood untuk beradu mulut dengan nya.

“Aku menyukaimu Krystal, aku benar-benar menyukaimu! apa kau tidak tahu itu, aku di buat gila olehmu. Setiap harinya aku selalu menunggumu di restoran berharap bisa berjumpa denganmu, membuang waktu hanya untuk melihatmu dari kejauhan berharap kau bisa melihat keberadaanku, berharap aku bisa sepenuhnya memilikimu dan menyangimu” aku terkejut dengan apa yang dikatakan Kai kepadaku.

“Ini tidak lucu Kai” aku hanya tersenyum simpul mendengarnya.

“Aku menyukaimu saat kita pertama kali bertemu, aku benar-benar ingin bersamamu Krystal tapi kau tidak pernah memberikanku waktu untuk bersamamu walaupun itu hanya sedetik saja” tatap Kai.

“Maaf Kai, aku..” sial! kepala ini mulai terasa sakit lagi.

“Aku hanya menganggapmu sebagai teman dekat, aku tahu kau orang yang baik  kau adalah namja yang begitu menghargai wanita tapi, tapi hanya sebatas itu aku menggagumi Kai tidak lebih” aku melepaskan genggaman tangan Kai.

“Sungguh aku tidak ingin menyakitimu”

“Berikan aku waktu untukmu membuatmu jatuh ke pelukan ku Krys, aku janji aku akan berubah aku janji tidak akan pernah melakukan hal buruk lagi” Kai mengiba kepada Krystal berharap iya diberikan kesempatan.

“Kai aku…”

“Apa ini semua karena Amber?” aku terkejut mendengarnya.

“Amber?”

“Namja sampah itu? dia tidak berguna Krys, kau tidak akan bahagia bersamanya” ucapnya.

“Apa yang kau katakan?”

“Lihat, aku benar bukan? Suzy dan sekarang kau Krystal hahaha mengapa dia merebut semuanya dariku?! apa yang kau lihat darinya, aku mencintaimu lebih dari namja sampah itu!” Kai terlihat tidak senang.

“Kai!!” ku tinggikan suaraku, begitu kesalnya hati ini mendengar ucapan Kai yang ku dengar.

“Kau tidak pantas mengatakan hal itu. Aku tahu kau jauh lebih baik dari Amber kau jauh lebih sempurna dari Amber, kau memiliki segalanya  tapi..” aku menarik nafasku.

“Tapi hanya dia yang bisa membuat jantungku berdebar dengan cepat. Dengan segala kekurangan yang iya miliki, iya berhasil membuatku menjadi yeoja yang bahagia, iya berhasil membuatku tersenyum walaupun itu hanya sebuah hal kecil, iya membuatku merasakan betapa indahnya dunia di saat kami berjalan bersama” aku menatap Kai.

“Aku tidak peduli betapa hebatnya seseorang, aku tidak peduli betapa tampan nya seseorang itu atau bahkan aku tidak peduli dia kaya atau populer. Yang kubutuhkan adalah hangat serta kasih sayang tulus dari seseorang yang benar-benar mencintaiku, menjagaku sepenuhnya bahkan iya sanggup merelakan semuanya untuk kebahagiaanku. Tidak peduli siapa dirinya serta status yang iya miliki!”

“Dan dia adalah Amber, Amber Liu namja bodoh yang tidak sempurna sepertimu”

“Tapi iya memiliki hati yang lebih dari siapapun yang pernah ku kenal, jadi tolong jangan hina Amber atau menyakitinya di depanku Kai” aku pergi meninggalkan Kai.

Setelah berjalan cukup jauh aku mengistirahatkan tubuh ini “20.01” tidak terasa ini sudah malam.

Aku membuka ponselku melihat ratusan missed call dari Amber serta pesan singkat darinya “Biane stupid” aku mematikan ponsel ini. Aku tahu pasti saat ini dia mengkhwatirkanku, aku tidak bisa membayangkan wajahnya saat iya mulai mencemaskanku pasti lucu sekali.

Aku memandang langit “Ayah, apa kau bisa melihat dan mendengarku?” tatapku ke langit.

“Kau tahu ayah, aku begitu menikmati waktuku di bumi. Disini benar-benar menyenangkan, dan aku memiliki begitu banyak pengalaman suka dan duka. Begitu banyak pelajaran yang ku hadapi dari hidup ini ayah. Tangis, tawa, bahagia, kecewa, bahkan untuk pertama kalinya aku merasakan cinta” senyumku.

“Ayah, aku ingin sekali kembali kesana aku ingin sekali kembali bersama sahabat sahabtku di langit tapi aku juga tidak ingin meninggalkan bumi yang begitu banyak mengajarkanku tentang hidup”

“Aku hanya tidak ingin menyakiti siapapun, aku tidak ingin menyakiti ayah, Alish, atau bahkan aku tidak ingin menyakiti sahabat-sahabatku disini dan terutama aku tidak ingin menyakiti Amber” senyumku lirih.

“Apakah aku harus pergi dari kehidupan mereka? apakah aku harus berlari kencang agar mereka tidak bisa menemukanku?” ku pejamkan mata ini.

“Aku tidak ingin membuat mereka sedih, aku tidak ingin membuat mereka kecewa. Aku tidak ingin membuat mereka sedih karena nyawaku hanya bertahan 17 hari lagi” kubuka mata ini dengan air mata yang mengalir di pipiku.

“Aku memiliki ambisi yang sangat kuat. Sebelum aku jatuh ke bumi, aku sudah berjanji kepada diriku bahwa aku akan menemukan obat penawar itu dan kembali kepada ayah”

“Tapi ayah, bukan maksutku tidak menyayangimu tapi bisakah aku menikmati sisa hariku bersama orang orang yang ku sayangi? menghabiskan sisa waktuku bersama mereka dengan canda tawa bahagia? aku lelah, aku tidak tahu harus mencari kemana obat penawar itu. Aku tidak ingin menghabiskan waktuku hanya karena mencari obat itu! aku tidak ingin menghabiskan waktuku dengan sesuatu yang tidak akan ku temukan!”

“Ayah, aku hanya ingin bersama mereka”

“bersama Amber”

“Maafkan aku”

————————————————————————————————————————

Jadi kira kira Krystal berhasil gak nemuin obat penawarnya?

kalau berhasil kira-kira siapa nih obat penawarnya? hehe yang jelas namja lah ya antara Kai, Yuri dan Amber.

Tapi yakin nih obat penawarnya bakal di temuin?

Dan yakin juga nih kalau obat penawarnya Amber? hahaha

Terus Jessica Yuri gimana? bakal balikan lagi gak nih? hehe..