Someday 15

Diam, menutupi rasa gelisahku.

Aku hanya menatapnya dengan rasa gelisah, matanya masih sendu, tak dapat kulihat wajahnya.

Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu tersenyum lagi?

Aku mendekatinya yang tengah duduk di tepi sungai Han, aku duduk di sampingnya dengan angin yang berhembus menghantam tubuhku.

Aku menoleh ke arahnya, apa yang harus ku perbuat “Princess”

“Maafkan aku” ucapku tulus.

Krystal tak menatapkku, wajahnya cantiknya masih menunduk. Aku bisa mendengar nafasnya yang terisak “Aku tidak ingin kehilangan kakek”

“Kau tidak akan kehilangannya” aku sudah menjelaskan semuanya pada Krystal bahwa tuan Jay terlibat skandal korupsi, yang akhirnya membuat Krystal menangis hingga membuat diriku merasa gila karena tak ingin melihatnya seperti ini.

“Soojung” aku memegang bahunya.

“Aku tidak akan membiarkan ini terjadi, kau tahu bukan tuan Jay telah dijebak oleh seseorang. Aku akan berusaha untuk semua ini”

Saat ini tuan Jay sedang mendapat panggilan dari kepolisian California untuk segera kembali ke Seoul, dalam kasus korupsi yang melibatkan dirinya. Aku dan Taeyeon berusaha untuk memecahkan kasus ini dan meyakinkan bahwa tuan Jay tak bersalah.

“Aku tidak ingin kehilangan kakek, kakek adalah satu-satunya keluarga yang aku punya. Tidak apa aku kehilangan semuanya asal kakek tetap ada untukku. Aku tidak ingin sendiri” tangis Krystal sungguh membuatku kehilangan akal sehat, tak tahan melihatnya menangis, ku dekatkan tubuhhku padanya dengan ku dekap erat tubuhnya, mengelus bahunya membiarkan dia menangis di dadakku. Tangisnnya semakin kuat, ku dekap lagi tubuhnya hingga aku bisa mencium jelas wangi rambutnya.

“Aku berjanji akan membuat semuanya akan kembali baik-baik saja dan juga… dan juga aku tidak akan membiarkanmu sendiri. Aku akan ada untukkmu Soojung” pelukku padanya.

 

 

Waktu menujukkan pukul 4.24 PM, aku membawakkan Krystal makanan karena aku tahu dia belum makan. Aku berjalan cepat untuk kembali ke pinggir sungai Han karena Krystal masih ingin disana.

Aku menatapnya dari jauh, sejujurnya aku merasa sedih karena kejadian ini tapi aku tidak boleh sedih, aku harus terlihat tersenyum “Princess” teriakku dari jauh dengan membawa makanannya untukknya.

Aku kembali duduk disampingnya dengan membuka makanan Seolleongtang serta nasi panas, sedikit ku tiup agar tidak terlalu panas saat di mulut.

“Hufff huffff huffff”

“Makanlah” ku berikan satu suapan padanya tapi Krystal tak memperdulikankku, aku tahu kejadian ini sangat memukullnya tapi bagaimanapun juga Krystal tak boleh terus-terusan seperti ini.

“Princess makanlah, ini daging soup kesukaanmu. Apa kau tidak mau?” Krystal tetap diam tak mengatakan apapun.

“Huffftt, apa kau benar-benar tidak akan makan daging ini? aku dengar sup daging ini paling terkenal! apa kau tahu aku sangat susah mendapatkannya? kau cium aromanya, aigoooo…”

Krystal hanya diam, tapi aku tidak putus asa “Ayolah makan sedikit saja”

“Pergilah”

Aku menghela nafas “Kau ini bicara apa, ayo makan”

“Aku bilang pergi!” Krystal menepis tanganku hingga nasi serta soup menjadi jatuh.

Ku menghela nafas, memandang wajahnya “Aku tahu kau sedang sedih tapi kau tidak boleh seperti ini, apa kau mau jatuh sakit?”

“Aku tidak peduli! pergilah”

“Huffh baiklah kalau itu maumu” aku berdiri, kaki ini berjalan meninggalkan Krystal.

Dia benar-benar keras kepala, aku benar-benar trauma saat Krystal jatuh pingsan karena penyakit anemia yang di deritanya dan aku tidak ingin itu terulang kembali. Tapi saat ini dia benar-benar ingin sendiri, saat ini pasti pikirannya benar-benar kacau. Aku yakin Krystal begitu takut, kau tahu bukan keluarga Jung selalu menjadi sorotan media dan sekarang aku yakin saat ini akan ada banyak orang yang mencela Krystal, apalagi Krystal hidup dengan kemewahaan yang dia punya. Aku juga yakin Krystal tidak akan tahan dengan omongan serta tatapan orang-orang padanya.

Ku hentikan langkah ini, sedikit berfikir sejenak tentang tuan Jay Jung saat pertama kali meminta padaku untuk bertunangan pada krystal, apakah ini waktunya?

Waktu dimana tuan Jay mengatakan bahwa ada seseorang yang menginginkan nya jatuh dan merebut perusahaanya bahkan membayahayakan nyawa Krystal?

Kalau seperti itu, ada seseorang yang sengaja melakukannya, tapi siapa?

“Jadi kau benar-benar meninggalkanku?”

Suaranya membangunkanku dari lamunan “Soojung?” aku terkejut saat melihatnya yang berdiri di belakangku. Kali ini aku bisa melihat wajahnya jelas walaupun masih ada raut kesedihan.

Aku tersenyum padanya dengan mendekati dirinya di sore hari sungai Han “Anio, aku tidak meninggalkanmu, aku hanya memberikanmu waktu untuk sendiri”

“Sama saja”

“Aku tidak akan meninggalkanmu” ucapku dengan memegang kedua pundaknya.

“Bagaimana kalau kita makan sekarang?” ucapku yang di balas anggukkan padanya, kami duduk di tepi sungai Han dan membuka kembali sup daging yang mulai dingin.

“Haish sudah tidak panas lagi, tunggu sebentar aku akan membeli yang baru” Krystal memegang tanganku yang membuatku terkejut, matanya mengisyaratkan bahwa untuk tetap bersamanya.

“Duduk”

“Baiklah, tapi ini sudah tidak panas lagi” dan kemudian Krystal mengambil kotak makan yang kubeli tadi.

Krystal menatap sup daging di tangannya “Aku akan menghabiskannya bila kau disampingku” tatapnya padaku.

“Baiklah”

Krystal mulai menyantap sup dagingnnya, aku merasa senang saat Krystal mulai mengunyah makanannya.

“Buka mulutmu”

“Mwo?”

Aku melihat sendok di tangan Krystal yang mengarah kepadaku “Aku bilang buka mulutmu llama”

“Aaaaaa” ku buka mulut ini dan Krystal menyuapkan makanannya padaku.

Rasanya begitu…… ah sudahlah

“Aku tahu kau belum makan juga, jadi mari kita makan bersama” ucap Krystal tanpa melihat ke arahku. Haha tapi itu lucu, Krystal terlihat malu-malu.

“Wae? kenapa kau menatapku seperti itu” tatapnya dingin.

“Tidak ada” geleng-geleng kepalaku.

Aku dan Krystal menghabiskan makanan bersama dengan menikmati sunset di sungai Han hingga waktu menujukkan pukul 6.43 PM

“Ayo kita pulang”

“Aku tidak mau”

“Kenapa tidak? kita….”

“Aku tidak mau pulang Amber!” aku hanya diam, menatapnya…

“Baiklah, kau ingin kemana?” tanyaku padanya.

“Ntah”

“Kalau begitu kita masuk mobil dulu karena cuaca sangat dingin” ucapku yang disetujui Krystal.

Aku mulai menyalakan mesin mobil dan meninggalkan sungai Han. Kami sudah 1 jam berjalan-jalan tanpa tujuan hingga aku rasa Krystal mulai terasa lelah.

Haruskah aku membawanya ke rumah? aku mengambil ponselku dan mengirimkan pesan kepada eomma.

“Soojung”

“Hmm”

“Kau benar-benar tidak ingin pulang?” tanyaku padanya dengan menghentikan mobil.

“Ya” jawabnnya singkat.

“Hmm kalau begitu, kau akan mengikuti kemana saja?”

“Ya” singkatnya lagi.

“Sekarang sudah malam, kita cari tempat istirahat bagaimana?” tanyakku,

“Ya” huffft wanita ini benar-benar, aku kembali menyalakan mobil.

 

08.16 PM

“Sampai” aku membuka sabuk pengamanku dengan melihat ke arah Krystal yang wajahnya terlihat bingung.

“Dimana ini?” tanyanya melihat sekitar.

“Nanti juga kau tahu” ucapku dengan turun dari mobil, dan seperti biasanya aku membukakkan pintu untuk Krystal sang ice princess hehe.

“Ayo masuk”

“Tapi aku sudah kenyang”

Aku sedikit tertawa, aku tahu Krystal melihat kedai makanan yang sekaligus rumahkku.

“Kita tidak akan makan, sudah ayo masuk saja” ajakku padanya.

“Eommaa”

“Eomma?” aku mendengar suaranya yang mengulang kalimatku.

“Aigoooo kau sudah datang!” aku melihat eommaku yang keluar dari dapur, eomma langsung memelukku dengan erat, aku sangat merindukannya.

“Kau banyak sekali berubah! aaaghh” eomma mengacak-acak rambutkku.

“Dan eomma terlihat makin cantik” godakku.

“Aish bisa saja kau anak nakal hahaha”

Dan seketika eomma ku berhenti tertawa dan matanya berpaling ke arah Krystal, Krystal terlihat sedikit cangungg dan langsung membungkuk serta memperkenalkan dirinya kepada eommaku dengan senyum di wajahnya, eomma langsung menghampiri Krystal dengan tatapan tak percaya.

“Woaah kau cantik sekali” Krystal tersenyum canggung.

“Jadi yeoja cantik ini adalah tunanganmu? aigoooo aku mimpi apa bisa mendapatkan calon mantu sepertimu” seketika pipi Krystal memerah begitu saja dan juga dengan diriku.

“Aish eomma, hentikan” ucapku.

“Bagaimana bisa anak nakal sepertimu mendapatkan gadis seperti ini? kau harus banyak bersyukur dan sering-seringlah ke gereja untuk berterima kasih pada Tuhan” Krystal sedikit tersenyum mendengar ucapan eommaku.

“Krystal kau ingin makan apa? eomma akan menyiapkannya untukkmu!” girang eomma Amber.

“Soojung sudah kenyang, dia hanya butuh istirahat” ucapku.

“Baiklah, kalau begitu aku akan siapkan kamar dengan segera!” senang eomma Amber.

Aku mengajak Krystal untuk masuk ke ruang tamu kami yang begitu kecil, Krystal terlihat melihat kesana kemari “Maaf kalau rumahku membuatmu tak nyaman”

“Anio, aku menyukainya” ucap Krystal melihat beberapa foto.

“Apa kau ingin minum sesuatu Soojung?” tanyaku padanya, seketika perhatian nya teralih kepadaku.

Krystal menatapku “Kau memanggil ku apa?”

“Ehmm Soojung”

Dia hanya diam, apa aku salah? aku hanya suka dengan nama Soojung di bandingkan Krystal “Apa kau tidak suka bila aku memanggilmu Soojung?”

“Hanya orang yang terdekat saja yang bisa memanggilku Soojung” tatapnya.

Jadi aku salah “Biane, aku akan memanggilmu Krystal”

“Tak perlu, kau bisa memanggilku Soojung”

“Benarkah? apa kau yakin” tanyakku.

Kemudian dia asik kembali melihat foto-foto dirumahkku “Baiklah Soojungie” senyumku bangga hahahahhaa.

“Aigoooo ada apa dengan senyuman mu itu”

“Aish eomma!! kau mengagetkanku saja!” aku mengelus dadaku karena terkejut ketika eomma tiba-tiba datang.

 

Author POV

“Nona Krystal kau bisa….”

“Bibi, jangan panggil aku nona. Panggil saja aku Krystal”

“Tapi….” eomma Amber menatap Krystal, dan tatapan Krystal sedikit tak enak “Baiklah Krystal, kau bisa tidur dikamar Amber”

“Kamarku?” kaget Amber.

“Iya kamarmu”

“Tapi eomma…”

“Ayo istirahatlah”

“Ndee” ucap Krystal, Krystal langsung menuju kamar Amber sedangkan ibu Amber kembali ke kedai.

Krystal dan Amber berhenti di depan pintu kamar Amber “Jika kau memerlukan sesuatu bilang saja padaku” ucap Amber.

“Hmm” angguk Krystal.

“Aku tahu kamarku tak senyaman kamarmu, jadi maafkan aku jika kau merasa tak nyaman,  Kalau begitu selamat malam Soojung” ucap Amber.

Krystal masuk kedalam kamar Amber, Krystal berdiri di belakang pintu Amber dengan menatap seisi kamar Amber yang bisa di bilang tak besar.

Tapi ntah mengapa krystal tersenyum, kakinya mulai melangkah menuju tempat tidur Amber.

Krystal duduk di tempat tidur Amber dengan memeluk bantal yang sering di gunakan Amber saat tidur, mata Krystal masih menjelajah ruangan Amber.

“Jadi seperti ini kamarnya?” kamar Amber tak besar, hanya ada satu tempat tidur, meja belajar, lemari pakaian, gitar, skateboard, bola basket, dan beberapa foto lainnya.

Krystal bangun dari duduknya, memegang semua barang-barang Amber. Membuka buku sekolahnya dulu dengan begitu banyak coretan dibandingkan tulisan, melihat beberapa penghargaan yang di dapatkan Amber di bidang olahraga, melihat foto-foto Amber bersama Ailee dan Eric, melihat fotonya bersama keluarganya tercinta, melihat foto Amber yang sedang memakai baju karate dengan di gendong oleh Appanya. Terlihat begitu bahagia hingga terbesit sebuah senyuman di wajah Krystal.

“Kebahagiaan bukan dilihat dari banyak harta atau uangmu tapi dilihat bagaimana kau bahagia dengan orang-orang tercinta dengan kesederhanaan yang ada” senyum Krystal.

“Dreeett dreeett” ponsel Krystal berdering, Krystal mengambil ponselnya yang berada di atas tempat tidur Amber.

“1 message”

Krystal menggeser layar ponselnya

“From : Stupid llama

Apa kau sudah tidur? maaf bila kamarku tidak nyaman”

Krystal tersenyum mendapat pesan dari Amber, dengan segera Krystal membalas pesan Amber.

“Belum, aku tidak bisa tidur karena kamarmu terlalu sempit! kau ingin aku kehabisan oksigen dengan tempat sekecil ini” 

Tentu Krystal hanya menggoda Amber, Krystal bahkan menikmati kamar Amber dengan terus memandang sekitarnya.

“Ting 1 message From: Stupid llama

Benarkah? apa kau mau tuker kamar denganku? aish aku tahu terlalu banyak barang-barang dikamarku yang belum sempat ku bereskan, jika itu membuatmu risih aku bisa memindahkannya sekarang”

Kamar Amber memang sedikit penuh dengan barang-barangnya tapi kamar Amber juga tak terlalu berantakan.

“Tidak perlu, lagipula aku ingin memeriksa kamarmu” senyum Krystal dengan berdiri dari tempat tidur Amber.

“From: Stupid llama

Aish apa yang kau lakukan? jangan sentuh barang-barangku”

“Kenapa, apa kau takut? apa jangan-jangan ada majalah porno di kamarmu” senyum licik Krystal yang menggoda Amber dengan memegang beberapa piala-pialanya.

“Ting from: Stupid llama

Apa kau tidak bisa menyingkirkan pikiran burukmu itu? aku tidak seburuk itu princess, tidurlah ini sudah malam”

Saat membaca pesan Amber mata Krystal menuju kotak besi yang di taruh di sela-sela buku Amber. Kotak itu menarik perhatian Krystal “Apa ini?” Krystal memperhatikan kota tersebut dan melihat sebuah lubang kunci “Apa kotak ini dikunci? aku rasa kota ini menyimpan banyak rahasia” ucap Krystal.

“Ting ponsel Krystal kembali bunyi From: Stupid llama

Apa kau sudah benar-benar tidur?”

Krystal tersenyum “Apa kau mengharapkan aku tidak tidur dan terus mengirim pesan teks padamu hah?” Krystal kembali memandang kotak yang kini di tangannya.

“Mengapa aku begitu penasaran?” bingung krystal.

“Hei stupid, apa isi kotakmu ini?” kirim Krystal berserta kotak yang di tangannya kemudian send pict ke Amber.

Tidak lama Krystal mengirim pesan, ponselnya kembali berdering tapi kali ini bukan deringan pesan masuk melainkan telfon masuk “Mengapa dia menelfonku” kerut alis Krystal.

“Wae?”

“Ya! jangan kau sentuh kotak itu” Kali ini Krystal menjauhkan telinganya dari ponsel.

“Aish mengapa kau teriak-teriak! pabo” ucap Krystal.

“Jangan macam-macam dengan benda itu”

“Wae? apa kau menyimpan bom hah?”

“Taruh di tempatnya sekarang juga”

“Tidak mau, aku ingin tahu apa isinya”

“Aish”  kesal Amber.

“Wah itu kuncinya!” goda Krystal padahal Krystal tak tahu dimana letak kuncinya.

“Ya! Krystal Jung, jangan macam-macam!” panik Amber.

“Baiklah aku akan membukanya” tahan tawa Krystal.

“Duk duk duk” suara langkah kaki terdengar begitu cepat membuat Krystal heran dengan apa yang terjadi.

Hingga pada akhirnya ..

“Dar!” pintu terbuka lebar, membuat Krystal terkejut setengah mati!

“Yak bodoh! apa kau tidak bisa mengetuk pintu! apa kau ingin jantungku copot” kesal Krystal.

Sedangkan Amber menghela nafasnya, kakinya melangkah masuk kedalam kamarnya yang kini ditempati Krystal. Matanya mengarah ke kotak yang di pegang tangan Krystal. Amber menutup pintu kamarnya dan melangkah masuk mendekati Krystal.

“berikan padaku” ucap Amber dengan mengulurkan tangan kanannya.

Krystal menyembunyikan kotak tersebut dibalik badannya “Siro!”

Amber menghela nafasnya “Ayolah Krystal, ini sudah malam. Aku tidak ingin bertengkar denganmu”

“Aku tidak mau! aku ingin tahu apa isi kotak ini”

“Tidak bisa!”

“Wae! apa yang tidak bisa ku lakukan” ucap Krystal. Amber menggaruk-garuk dahinya. Amber tahu bahwa melawan Krystal saat ini sama saja menguras tenaganya.

Amber melaju selangkah mendekati Krystal dengan kamar yang kecil membuat jarak mereka begitu dekat.

Sesekali Krystal menundukkan wajahnya “Mengapa kau menatapku seperti itu” tanya Krystal dengan sedikit mendongak karena Amber lebih tinggi darinya.

“Aku bilang berikan kotak itu atau……”

“Atauuuu” ulang Krystal.

Amber mendekati Krystal dengan mencoba meraih kotak yang berada di belakang pinggangnya, dengan cepat Krystal menghindari Amber membuat Amber kesal “Haha coba saja” goda Krystal.

“Berikan” langkah Amber.

“Tidak” ucap Krystal berhati-hati pada Amber.

“Berikan” ucap Amber untuk mencari cela mendapatkan kotaknya.

“Tidak!” tegas Krytsal, dengan cepat Amber mencoba mengambil tapi kembali gagal membuat Krystal tertawa “Hahahaha pabo” goda Krystal dan Amber semakin agresif karena ejekan Krystal.

Dan lagi Amber mengambil satu langkah mendekati Krystal dengan kedua tangan Amber yang cekatan tapi sayang, langkah Amber terlalu kuat hingga Amber tak bisa menjaga kesimbangan badannya yang membuat badannya terjatuh mengenai tubuh Krystal. Membuat tubuh mereka bertemu satu sama lain karena tak kesimbangan Amber.

“Bruk” beruntunglah Krystal jatuh di atas tempat tidur Amber tapi tidak dengan Amber yang jatuh di atas tubuh Krystal.

“DUG!” Jantung Amber berdetak gila! wajahnya hanya beberapa inci dari wajah Krystal, bahkan hidunga Krystal dan Amber hampir bersentuhan. Amber menelan salivanya, tak tahan melihat bibir tipis Krystal yang sedikit terbuka, membuat gairah mudanya bergejolak tak tahan melihat Krystal yang begitu sempurna di depan matanya. Tak henti-hentinya Amber memuja Krystal di dalam hatinya, matanya begitu indah. Tangan nya begitu lembut hingga Amber sedikit meremas tangan Krystal yang tak lagi memegang kotak rahasia miliknya.

“Ottoke? aku bahkan tak bisa bergerak sama sekali, aku memandang matanya. Melihat lekukan wajahnya yang begitu sempurna di depan mataku. Bagaimana bisa yeoja ini begitu sempurna. Jarak kami begitu dekat hingga aku bisa mencium aroma tubuhnya, aku tidak bisa mengontrol pikiranku. Aku merasakan kedua tangan Amber yang semakin erat memegang kedua tanganku. Tanganya begitu hangat, nafasnya pun juga. Apa yang harus ku lakukan? tubuhnya menindih tubuhku, dada kami bersentuhan. Aku melihat mata Amber yang tak lepas dari mataku.. Bagaimana ini????

“Aish mengapa ribut…..” pintu terbuka.

“Woaaahh!!” eomma Amber menutup matanya, suara eomma Amber menyadarkan Krystal dan Amber ke dunia nyata dengan cepat Amber bangun dari atas tubuh Krystal.

“Biane biane aku tak bermaksut..  aish sudah-sudah” Eomma Amber langsung cepat menutup pintu kamar Amber.

Krystal dan Amber saling salah tingkah, tak  berani menatap satu sama lain hingga wajah mereka begitu merah.

Amber menghela nafas “Be-be-berikan pa-padaku” ucap Amber berdiri menyampingi Krystal yang tengah duduk.

“Ini” ucap Krystal dengan memberikan kota tersebut pada Amber.

Amber telah memegang kotak rahasianya “Kalau begitu tidurlah, selamat malam” ucap Amber yang langsung bergegas meninggalkan kamar Krystal.

Krystal masih diam duduk di pinggir tempat tidur Amber. Matanya tak berkedip, tangannya memegang detak jantung yang masih berdetak cepat “Apa apaan ini?” heran Krystal.

“Aaaaghhhh!!” Krystal menenggelamkan kepalanya di bantal Amber dengan menggerak-gerakan kakinya udara.

“Tidak tidak!!” Krystal memegang kepalanya dengan mengacak rambut hitamnya.

“Ya Jung Soojung, apa kau sudah gila?” Krystal terlihat tak karuan, begitu juga dengan Amber yang berguling-gulingan di tempat tidurnya tak lupa dengan senyum bodohnya yang terlihat dirinya begitu menyeramkan.

“Hahahaha ada apa ini!” Amber terlihat seperti kehilangan akal sehat.

Hingga pada akhirnya pagi tiba dengan pukul 07.30 AM.

“Bangunlah Amber!” ucap Eomma Amber yang memukul pantat Amber agar bangun dari tidurnya.

“Aaahh eomma aku masih mengantuk!” Amber kembali menenggelamkan kepalanya di bantal.

“Bangun! ajak nona Krystal sarapan, mengapa kau ini malas sekali!”

“Haish dia sudah dewasa! dia bisa makan sendiri” keluh Amber.

“Cepat bangun!”

“Aaaagghhh!!” Amber mengacak-acak rambutnya, Amber berjalan keluar kamar menuju toilet untuk membasuh wajah serta menggosok giginya.

Kini Amber berada di depan pintu kamarnya, seketika Amber ingat kejadian kemarin yang membuat pipinya merah “Mau sampai kapan kau berdiri di depan pintu?” ucap Eomma Amber.

Amber menarik lengan Eommanya “Eomma, apa tidak bisa eomma saja yang membangunkan Soojung?” pinta Amber.

Eomma Amber menatapnya “Haish baiklah, ke meja makan sana” Amber tersenyum dan segera menuju meja makan.

Amber menghela nafasnya, sedari tadi tangannya tak bisa diam memainkan sendok makan. Ntah mengapa Amber terlihat gugup “Ayo ayo duduklah” ucap Eomma Amber dengan memberikan tempat duduk kepada Krystal.

Amber menatap Krystal, ini untuk pertama kalinya Amber melihat Krystal yang begitu natural maksutnya Amber selama ini melihat Krystal yang rapih dan sedikit melakukan make-up tapi kali ini Amber terkagum melihat wajah Krystal yang baru saja bangun dari tidurnya dan masih terlihat “Sempurna”

Krystal dan Eomma Amber menatap Amber “Mwo?”

“Anio eomma! hahhaha ayo makan”

“Selamat makan” Amber, Krystal dan Eommanya mulai sarapan pagi. Mata Krystal dan Amber saling tak bertemu karena masih canggung akan kejadian yang baru saja menimpa mereka.

Setelah makan Amber begitu terkejut saat Krystal membantu eomma Amber untuk menyuci piring “Biar aku bantu bibi”

“Aish tidak perlu! biar aku saja”

“Biar aku bantu” senyum Krystal.

Eomma Amber tersenyum hangat “Kita lakukan bersama” sedangkan Amber melihat keduanya dari meja makan.

Amber memangku tangannya melihat kedekatan Krystal dengan eommanya “Kau anak pemalas, ayo bantu kami juga!”

Amber tersenyum dan membantu eomma serta Krystal mencuci piring “Teruskan, eomma harus siap-siap untuk membuka kedai” Eomma Amber meninggalkan mereka berdua. Lagi-lagi suasana menjadi canggung antara Krystal dan Amber. Amber tak tahan dengan situasi canggung seperti ini hingga Amber memutuskan untuk membuka topik terlebih dahulu “Hmm bagaimana tidurmu?” tanya Amber yang mengelap piring.

“Baik” jawab singkat Krystal.

“Haha baguslah” canggung Amber.

Krystal dan Amber sudah selesai mencuci piring, Krystal dan Amber berinisiatif untuk membantu eomma Amber.

“Amber bisakah kau membeli beberapa sayuran di toko depan?”

“Nde!”

“Ajak Krystal”

Amber terdiam sebentar “Baiklah”

Amber menghampiri Krystal yang tengah merapihkan kursi-kursi “Soojung” tegur Amber.

“Hmm” saut Krystal.

“Kau mau menemaniku untuk pergi membeli sayur?” tanya Amber dengan sedikit salah tingkah.

Krystal diam sejenak “Baiklah”

Krystal dan Amber mulai berjalan, Krystal melihat sekitar dengan raut wajah yang begitu menikmati pagi hari ini “Apa kau besar disini?” tanya Krystal yang masih sibuk melihat sekitar dengan burung-burung berkicau.

“Ya, aku besar disini” ucap Amber dengan menatap Krystal “Sepertinya kau menyukai tempat ini?”

Krystal mengangguk “Sangat berbeda bila di Seoul, bosan dengan gedung-gedung tinggi dan kebisingannya”

“Syukurlah kau menyukainnya, aku takut kau tak betah” ucap Amber.

“Oh iya, aku sudah menghubungi Taeyeon kalau kita berada di rumahkku” sambung Amber.

“Mengapa kau memberitahu mereka”

“Aku tidak ingin membuat mereka khawatir dan juga besok kakekmu akan kembali ke Seoul”

Krystal menghentikan langkahnya “Benarkah?”

“Ya, dan juga besok aku akan pergi ke perusahaan. Aku sudah berjanji padamu untuk menyelesaikan ini bukan?”

“Kau tidak perlu repot sejauh ini, lagipula untuk apa kau membantu” ucap Krystal kembali berjalan.

“Karena aku tidak ingin melihatmu sedih” ucap Amber pelan dengan memperhatikan Krystal berjalan.

“Hei stupid! mengapa kau diam saja?” Amber tersenyum dengan berlari mengejar Krystal, untung saja suasana antara mereka berdua sudah kembali cair.

Krystal dan Amber tiba di pasar untuk membeli beberapa sayuran, semua orang menatap Krystal dan Amber. Krystal dan Amber sedang memilih beberapa sayuran yang segar “Wah ada mangga!” mata Krystal membulat saat Amber mengucapkan kata mangga.

“Kau mau?”

“Tentu saja!” mata Krystal berbinar-binar.

“Waah apa istrimu sedang hamil?”

Krystal dan Amber terkejut setengah mati saat seorang ahjumma menghampiri mereka, Krystal dan Amber saling bertatapan “Hahahaha” Amber tertawa canggung.

“Tidak seperti itu ahjumma…”

Ahjumma itu menepuk bahu Amber “Biar aku pilihkan untuk istrimu” senyum Ahjumma dengan Krystal yang berwajah super merah.

Amber menggaruk-garuk kepalanya “Naaaah ini untuk istrimu yang sedang hamil” Ahjumma itu memberikan begitu banyak mangga kepada Amber.

“Tapi ini banyak sekali” kaget Amber.

“Sudah tak apa, lagipula istrimu sedang hamil muda. Dia butuh banyak asupan vitamin! jadi terimalah”

Amber mengeluarkan uang dari saku celanannya “Aish sudah ambil saja! dan jaga istrimu” senyum Ahjumma yang langsung melayani tamu yang lain.

Sedangkan Krystal dan Amber kembali ke situasi yang canggung, Amber menatap takut Krystal “Hahaha princess, sepertinya kita sudah mendapatkan semuanya”

“Hmmm, kalau gitu ayo pulang” Krystal langsung pergi begitu saja tanpa menatap Amber.

“Apa dia marah?” tentu saja Krystal tidak marah hanya saja Krystal sedang berusaha kuat untuk menyembunyikan rasa malunya pada Amber.

“Princess”

“Hmmm”

“Aku tak menyangka kau bisa melakukan semuanya”

“Maksutmu membereskan rumah dan lain-lain” kerut alisnya.

Amber mengangguk takut karena nada bicara Krystal menjadi seram “Kau pikir aku anak manja! aku tahu aku hidup dengan serba ada tapi bukan berarti aku tak bisa melakukan apa-apa. Mencuci piring, ke pasar, bangun pagi, dan merapihkan semuanya aku bisa!”

Amber mengangguk “Kau benar-benar istri idaman” ucap Amber begitu saja dengan memberikan jempol kepada Krystal.

“Mwo!” sontak Krystal menghentikan langkahnya dan menatap Amber.

“Hahahha maksutku, kau benar-benar daebak!” Amber memberikan jempol lagi kepada Krystal dan Krystal memberikan tatapan mengerikan.

Tak lama kemudian Krystal dan Amber sampai, Amber membantu eomma nya di dapur sedangkan Krystal tak boleh berkerja pada eomma Amber dan hanya disuruh duduk. Kedai mulai ramai pengunjung, Krystal tak ingin duduk saja karena eomma Amber begitu baik padanya.

“Bibi, izinkan aku membantumu” mohon Krystal.

“Tapi….”

“Pleasee…”

Eomma Amber tersenyum “Baiklah tapi jika kau lelah, kau tidur saja biarkan Amber yang kerjakan” Krystal tersenyum.

Jujur saja ini pertama kalinya Krystal melakukan hal seperti ini, seperti mencuci sayuran, memberikan pesanan yang begitu melelahkan. Krystal hidup bergelimpah uang, hal seperti ini tidak akan pernah terfikir dalam hidupnya.

“Ini pesananmu tuan”

“Tunggu”

“Ya?”

“Bukankah cucung dari seorang pencuri?” ucap seorang pria, dan teman-temannya kemudian menatap Krystal.

“Haha apa sekarang kau sedang berkerja karena seluruh hartamu akan habis untuk mengganti uang negara?” ucap namja 2.

Namja 3 menatap dengan sinis “Bagaimana rasanya Krystal Jung? menjadi orang rendahan seperti ini, tidak enak bukan?”

“L?” ucap Krystal.

“Kau mengenalnya?” tanya temannya.

“Tentu saja, siapa yang tak kenal Krystal Jung. Seorang yeoja yang bisa berbuat apapun bahkan membuangku begitu saja seperti sampah”

Krystal menatap sinis “Kau pikir kau siapa? kau yang mendekatiku, kau yang berlebihan. Bukan salahku jika aku menolak pria sepertimu”

“Ternyata rasa sombongmu masih seperti dulu, dengar Krystal Jung. Sekarang kau bukan siapa-siapa, kau akan menjadi gelandangan, kau akan sendiri,  atau kau bahkan tidak akan sanggup mengganti uang negara bahkan dengan menjual tubuhmu hahaha” semua tertawa. Krystal menahan air mata, Krystal sadar bahwa saat ini dia tidak bisa melakukan apa-apa.

Tawa yang begitu nyaring kini tak lagi di dengar, mereka menatap seseorang yang berdiri di samping Krystal dengan merangkul erat tubuhnya “Jika sekali lagi aku dengar kata-kata itu dari mulutmu, kujamin kau tidak akan bisa bicara lagi”

“Amber?”

“Pergilah sebelum kuhancurkan lagi wajahmu” dengan cepat L dan rombongannya pergi meninggalkan kedai Amber.

Amber menatap Krystal “Kwaenchana?” Krystal mengangguk.

Amber membawa Krystal keluar dari rumah, Krystal dan Amber menuju sungai Han dan duduk di tepi sungai, Amber datang membawa ice cream mangga kesukaan Krystal “Makanlah” ucap Amber memberikan ice cream mangga pada Krystal.

Amber tersenyum saat Krystal menerima ice creamnya, Amber menghela nafas “Mereka benar-benar bajingan kecil” geram Amber.

“Bagaimana kau tahu mereka?” tanya Krystal.

“Dulu sekolah kami suka ribut dengan mereka, mereka selalu kalah tapi masih saja keras kepala” geleng-geleng Amber.

“Jadi kau preman?”

“Bukan seperti itu, aku hanya membela sekolahku itu saja”

“Apa kau menyesal pindah ke Empire?” tanya Krystal.

Amber tersenyum “Tidak”

“Kenapa? bukankah kau sempat memberontak” tatap Krystal dengan memegang ice creamnya.

“Awalnya aku tak bisa terima tapi saat ini aku begitu bersyukur bisa pindah”

Krystal menatap Amber “Wae? apa karena wanita disana lebih cantik-cantik?” tatap tajam Krystal.

Amber menatap Krystal dengan senyum diwajahnya “Apa kau tidak bisa sehari saja tanpa berfikir buruk padakku?”

“Tidak!”

“Aish, seperti itu”

Krystal mengerutkan alisnya “Seperti itu apa? jelaskan padaku”

“Harus?”

“Tentu saja, pabo”

“Aish tidak tahu aku pusing” elak Amber.

“Seperti itu? baiklah!” Amber menatap Krystal yang suasana hatinya mulai berubah.

“Baiklah-baiklah” Amber menyerah.

“Jadi?”

“Ehmmmm…”

“Aish sudah kalau begitu!”

“Karena aku bisa dekat denganmu!” lantang Amber yang membuat Krystal terkejut.

“Awalnya bagiku itu adalah musibah terbesar dalam hidupku tapi… tapi setelah semua berlalu aku rasa aku begitu beryukur. Walaupun kau sedikit menyeramkan, mengerikan, dingin, jutek, galak, angkuh…”

“PLAK!”

“Aaaaghhhhh! wae!” Amber mengosok-gosok kepalanya yang sakit akibat Krystal.

“Kalau begitu pergilah sana jika aku seperti itu!”

“Hahaha aku hanya bencanda, aku pikir kau seperti itu. Saat pertama kali bertemu denganmu aku merasa begitu kacau, aku tidak tahu kau akan menerimaku dalam hidupmu atau tidak, matamu penuh dengan amarah saat melihatku, wajahmu selalu menujukkan bahwa kau begitu membenciku. Bahkan dulu kau hampir mau membunuhku dengan menabrak sepedaku”

Krystal hanya diam mendengar ucapan Amber.

“Tapi waktu demi waktu aku bisa melakukannya, aku bisa meyakinkanmu bahwa aku tak seburuk yang kau pikirkan. Aku tidak pernah berfikir bahwa aku bisa berbicara padamu, bisa bersamamu seperti saat ini karena yang aku tahu kau begitu membenciku dan…”

“Aku tidak membencimu” ucap Krystal yang membuka suara.

Krystal menatap sungai Han “Aku hanya tak bisa menerima kenyataan pada saat itu, bagaimana bisa aku menerima kenyataan bahwa aku akan bertunangan dengan seseorang yang tak ku kenal sama sekali, bahkan dia adalah seorang yeoja. Saat aku bertemu denganmu aku begitu risih, tak ada ruang untuk dirimu selain membencimu, tapi aku tidak tahu mengapa aku bisa dekat denganmu, padahal aku sangat berhati-hati pada seseorang. Aku bahkan tak mengerti dan paham terhadap diriku, bagaimana bisa aku begitu mempercayaimu sedangkan saat pertama kali aku datang ke sekolahmu ingin rasanya aku mencabik-cabik wajahmu saat kau menabrakku di koridor sekolahmu. Saat aku mendengar nama Amber, hatiku tersontak hebat. Bagaimana bisa orang seperti ini menjadi tunanganku kelak” Krystal menghela nafas.

“Dan untuk pertama kalinya aku begitu membenci kakek karena perjodohan gila ini, sampai pada akhirnya waktu berlalu dan kau selalu ada untukku..” Amber tersenyum mendengarnya.

“Yeoja boyish, berantakan, tukang tidur, menjengkelkan sepertimu membuat presepsi burukku padamu sedikit menghilang” kini Krystal menatap Amber.

“Kau jangan bangga pada kata-kataku tadi, itu hanya kesan saat pertama kali kita bertemu” tatap jengkel Krystal.

“Haha jadi sekarang?”

“Mwo?”

Krystal dan Amber bertatapan di pinggir sungai Han “Bagaimana kalau kita memulai dari awal?”

Krystal hanya diam, Amber mengulurkan tangannya “Hi, namaku Amber Josephine Liu. Kau bisa memanggilku Amber” senyum dorky Amber dengan menujukkan giginya.

Krystal tersenyum melihat tingkah konyol Amber, ntah mengapa Krystal mengikuti permainan Amber “Aku Krystal Jung Soojung, kau harus memanggilku princess”

Amber mengerutkan wajahnya “Tidak adil, mengapa seperti itu?”

“Tentu seperti itu! kau adalah servant dan aku adalah princess”

“Baiklah-baiklah” Krystal dan Amber saling berjabat tangan dengan senyuman di wajah mereka masing-masing.

“Senang berkenalan denganmu Princess”

“Me too Amber” ucap lembut Krystal.

Tak lama kemudian Krystal dan Amber kembali pulang, Amber merasa lega karena Krystal sudah kembali tersenyum.

Saat sampai Krystal dan Amber memutuskan untuk kembali ke Seoul “Apa kau yakin?” tanya Amber.

“Tentu saja, selama kau disampingku” ucap Krystal tanpa melihat Amber.

Amber tersenyum, kemudian mereka berpamitan kepada eomma Amber dengan di bawakan sup daging kesukaan Krystal “Eomma mu begitu baik”

“Sepertiku” ucap Amber dengan menyetir mobil.

Kali ini jalan di guyur hujan dengan suasana malam hari, ntah mengapa Krystal tak lagi melihat jendela samping pintunya. Kepalanya menghadap lurus jalan, dan sesekali menatap Amber yang sedang menyetir mobil.

“Wae?” tanya Amber yang merasa di tatap Krystal.

“Anio” ucap Krystal yang langsung meluruskan padangannya ke arah depan.

“Apa kau kedinginan?” tanya Amber.

“Hmm sedikit” ucap Krystal.

Amber menepi jalan dengan hujan yang membasahi mobil mereka, Amber melepas jaket hitamnya dan memberikan pada Krystal “Pakailah”

Krystal menatap jaket Amber “Bagaimana denganmu?” tanya Krystal yang sedikit khawatir.

“Aku tidak apa, aku tahan terhadap dingin. Kau tak perlu khawatir” senyum Amber, Krystal mulai memakai jaket Amber dengan memakainya erat.

“Sudah merasa hangat?” tatap Amber memastikan Krystal tak lagi kedinginan.

“Hmmm” Krystal mengangguk, Amber kembali menyetir mobilnya menuju Seoul.

 

9.49 PM Jung’s house 

Mobil Amber mulai memasuki perkarangan rumah Jung, semua pelayan bersiap-siap karena Krystal telah pulang.

“Cittt” mobil berhenti tepat di depan pintu, pelayan berjalan dan membuka pintu untuk Krystal.

Krystal keluar dari mobil dengan semua pelayan membungkuk padanya, Amber melihat Krystal yang masuk ke dalam rumah besarnya.

Amber mulai berjalan masuk dengan masih melihat Krystal yang menaiki tangga “Aigooo apa kau masih ingin dekat dengan nona muda Jung” goda Taeyeon denga menyikut lengan Amber.

“Diamlah, aku ingin bicara padamu” ajak Amber ke taman belakang.

Amber membawa dua kaleng soda untuk dirinya dan Taeyeon “Hoaaahhh” Amber dan Taeyeon duduk di taman belakang dengan memandang langit malam.

“Bagaimana perusahaan?” tanya Amber dengan meneguk soda.

Taeyeon menghela nafasnya dengan meremas kaleng soda di tangan kanannya “Keadaan semakin rumit Am, investor mencabut beberapa kerjasama, di tambah lagi tuan Jay sedang dalam masalah. Semua pegawai saat ini sedang cemas terhadap nasib mereka, dan mengenai kasus tuan Jay saat ini sedang di usut”

“Apa kau menemui fakta baru?”

“Belum” keluh Taeyeon.

Amber menepuk pundak Taeyeon “Tenang saja aku akan membantumu, apa kau tidak tahu bahwa aku ini cerdasa, hah?”

Taeyeon menatap sini Amber “Cerdas darimana?”

“Baiklah aku akan membuktikannya padamu” Amber kembali meneguk sodanya.

Taeyeon menatap Amber “Aku pikir nona muda Jung mulai menyukaimu”

“Burrrrr!!”

“Uhuk uhuk uhuk” Amber memukul dadanya yang tersedak.

“Aish kau ini bicara apa!”

“Aku hanya bicara sejujurnya” polos Taeyeon.

“Bukankah kita disini untuk membahas peruhsaan, mengapa jadi aku?”

“Perusahaan membosankan, jadi ceritakan saja tentang dirimu dan nona muda Jung”

Amber menatap jengkel Taeyeon yang mulah menggodanya “Mengapa tidak tentang dirimu saja? mengapa kau begitu setia terhadap keluarga Jung padahal kau masih muda, kau bisa mencari pekerjaan yang lain seperti seorang idol mungkin”

“Sudah memang jalanku disini, aku dibesarkan di lingkungan keluarga Jung. Ayahku adalah mantan kepala pelayan dirumah ini dan tuan Jay mengizinkanku untuk tinggal dirumah ini bersamanya”

“Jadi kau balas budi?” tanya Amber.

“Tidak juga” ucap Taeyeon dengan meneguk soda.

“Lalu? apa jangan-jangan alasannya kau tetap disini karena kau menyukai Krystal?!!” tunjuk Amber ke wajah Taeyeon.

“PLAK!”

“Aaaaaaaaaa!” Amber mengosok-gosok kepalanya.

“Aku sudah menganggap nona muda Jung seperti adikku sendiri”

Amber terlihat berfikir “Jadi kau tahu betul seperti apa keluarga Jung?” tanya Amber tanpa menatap Taeyeon.

“Yap seperti itu, bahkan aku juga mengenal ayahmu. Tuan Josh sangat baik, dia sudah seperti anak sendiri bagi tuan besar Jay”

“Ya aku tahu, tuan Jay pernah menceritakannya padaku dan bagaimana dengan ayah Krystal?” tanya Amber penasaran.

Taeyeon terlihat canggung saat Amber menanyakan hal itu “Hmm tuan Shin Hae menderita kelainan jantung, beliau sangat dekat dengan ayahmu. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama untuk membahas perusahaan, secara tak langsung ayahmu juga sangat berperan terhadap suksesnya Jung corpt” Taeyeon menghela nafasnya dengan meneguk sodanya.

“Bagaimana tuan Shin Hae bisa meninggal?” tanya Amber.

“Tuan besar Jay sangat menyayangi beliau, bahkan tuan Jay melakukan apapun untuk membuat umur Shin Hae panjang. Kau tahu bukan ayahmu mendonorkan jantungnya untuk beliau, tapi tidak berlangsung lama karena tuan Shin Hae….”

Taeyeon terlihat ragu dalam mengatakannya “Wae? ada apa dengannya?”

“Tewas begitu saja”

“Mwo!!” kejut Amber.

“Aku pikir tuan Shin Hae akan hidup normal dengan transplantasi jantung ayahku” tatap Amber.

“Tidak” jawab singkat Taeyeon.

“Sudah sana tidur! ini sudah malam, bukankah kau harus sekolah” usir Taeyeon.

Amber menatap taeyeon dengan tatapan heran “Aku yakin tuan Jay banyak menyimpan rahasia di dalam dirinya” ucap Amber yang mengejutkan Taeyeon.

“Haish mengapa kau memikirkan hal seperti itu? sudah sana tidur”

Amber menuju kamarnya, pikirannya menjadi campur aduk.

“Mengapa tuan Shin Hae mati begitu saja setelah umurnya dapat di perpanjang? apa ada seseorang yang berniat buruk untuk keluarga ini? apakah masalah kekuasaan?” ucap Amber yang duduk di pinggir tempat tidurnya.

“Saat ini keluarga yang tersisa adalah Krystal, jika orang tersebut masih berkeliaran diluar sana maka dengan pasti nyawa Krystal dalam bahaya karena dia adalah satu-satunya pewatis Jung corpt” ucap Amber.

Pagi telah tiba, Krystal menghentikan langkahnya saat ingin masuk kedalam mobil, Amber memperhatikan Krystal “Wae?”

“Tidak”

“Aku akan ada disampingmu, tenang saja” senyum Amber.

“Masuklah kita bisa telat” suruh Amber dan Krystal masuk kedalam mobil mewahnya bersama Amber.

Mobil Krystal serta para pengawalnya masuk kedalam perkarangan Empire School, Krystal terlihat gugup akan sikap orang-orang padanya.

“Hei aku disini” senyum Amber dengan memegang tangan Krystal walaupun hanya sebentar.

Amber segera turun dari mobilnya untuk membukakkan pintu untuk Krystal.

Pintu terbuka dengan senyuman Amber, Krystal sedikit tersenyum dengan melangkah keluar dari mobilnya. Seketika semua orang menatap Krystal dan Amber.

Amber memandang geram murid-murid yang menatap mereka, sedangkan Krystal terlihat bersembunyi di bahu belakang Amber.

Krystal dan Amber mulai berjalan dan seketika “Jung Soojung!!!”

Krystal dan Amber melihat ke arah suara. Vic, Sulli dan Luna berlari menghampiri Krystal dan segera memeluknya.

“Kau darimana saja, pabo!” peluk Luna yang mudah sekali menangis.

“Jangan tinggalkan kami lagi!” peluk Sulli erat.

“Apa kau tidak tahu kami begitu mengkhawatirkanmu!” peluk Vic.

Amber terlihat tersenyum melihat mereka berpelukan, Amber bersyukur karena sahabat-sahabatnya tak meninggalkan Krystal pada kondisi seperti ini dan Amber lega akan itu.

Mereka berempat menangis bersama tanpa memperdulikan orang-orang “Terima kasih” ucap Krystal yang tersentuh akan sahabat-sahabatnya.

“Jangan seperti ini lagi walaupun kau bersama Amber kami tetap khawatir” goda Luna.

“Aish sempat-sempatnya dia menggoda” cibir Amber.

Luna dan Sulli menggandeng tangan Krystal menuju kelas sedangkan Vic berjalan menuju Amber yang berdiri dengan memegang tas ranselnya.

Vic tersenyum pada Amber “Terima kasih” senyum Vic.

Amber tersipu malu “Sudah kewajibanku”

Vic menggandeng tangan Amber di lengannya “Kajja!” Amber dan Vic berjalan bersama menuju kelas.

“Selamat pagi semua” girang Vic yang menggandeng lengan Amber.

Tentu saja hal itu menarik perhatian semua murid termasuk Krystal yang kemudian menatap tajam mereka berdua.

“Aigooo tatapan apa itu Soojungie” goda Vic.

“Anio” Krystal mengalihkan perhatiannya.

Bel berdering, kelas dimulai.

 

Jam menujukkan pukul 12.00 DRRRIIIINNGGGG bel berdering, semua murid menutup buku untuk segera bersiap-siap istirahat.

Krystal memperhatikan Amber yang berjalan melewatinya, tanpa berfikir panjang Krystal bangun dari tempat duduknya yang membuat sahabatnya menjadi heran “Mau kemana?” tanya Luna.

“Toilet” jawab singkat Krystal.

Krystal melihat kiri dan kanan, mencari Amber yang dia cari. Krystal sedikit melangkah cepat dan …

“Llama!” teriak Krystal yang membuat Amber menoleh kearah suara.

Krystal sedikit berlari mengejar Amber yang sedang berdiri dengan memasukan kedua tangannya di saku celana.

“Wae? apa ada sesuatu” tanya Amber.

“Mau kemana kau” tanya Krystal yang sedikit terengah-engah.

“Aku mau ke lapangan Key membawa makanan untuk makan siang kami, wae? kau mau ikut?”

Krystal mengigit bibir bawahnya “Haish kajja!” Amber menarik lengan Krystal begitu saja tanpa persetujuannya terlebih dahulu.

Setelah sampai sisi lapangan, Krystal menarik lengan Amber “Wae?” tanya Amber.

Wajah Krystal sedikit ragu untuk menghampiri mereka, karena Krystal takut akan menjadi bahan ejekan. Amber memegang tangan Krystal “Mereka tidak akan macam-macam denganmu, percayalah” senyum Amber yang bisa meyakinkan Krystal untuk ikut dengannya.

“Aaa! sakit!”

“Apa kau tidak  bisa menunggu Amber sedikit, Jonghyun?” ucap Key.

“Arasso” ucap Jonghyun.

Henry terlihat gelisah karena sudah mulai lapar “Aish mengapa dia lama sekali?” keluh Henry.

“Tunggulah sebentar mungkin dia sedang di toilet” tambah Taemin dengan memainkan ponselnya.

“Woaaaahhh!!!” seketika Onew bangun dari duduknya serta menjadi histeris.

“Ya!!! ada apa denganmu” Minho menendang pantat Onew menggunakan kakinya karena bingung melihat Onew yang tiba-tiba terkejut.

“Palingan dia baru saja melihat mangsa baru” ucap Jonghyun yang sedang membaringkan badannya.

“Hajjajdjahjsaiera” Onew tak dapat berkata apa-apa.

Henry melihatnya kesal dan langsung berdiri disamping Onew “Apa apa! apa yang kau lihat hah?!”

Onew menatap Henry dan memegang kepalanya dan …

“Aaaaghhhh!!!” teriak Henry tak kalah histertis.

Seketika mereka semua menjadi ikut penasaran dan …

“Woaaaahhh!!!”

“Tidak mungkin”

“Daebak!!!”

“Krystalkuuu”

Krystal dan Amber berjalan menghampiri mereka, tentu saja wajah Amber terus tersenyum “Ada apa dengan kalian?” tanya heran Amber, bukannya menatap Amber tatapan mereka hanya fokus pada Krystal.

“Apa kita mimpi?” ucap Minho.

“Jauh lebih cantik jika dari dekat seperti ini” ucap Jonghyun.

“Apa aku sudah di surga?” bodoh Henry.

Amber menghela nafas dengan tangannya yang menggaruk-garuk dahinya “Benar-benar”

“Hei hei hei hei hei sadar sadar sadar! apa kalian ingin membuat Krystal takut hah?” tatap Amber kepada mereka.

Seketika mereka semua tersenyum seperti orang bodoh “Haish memalukan saja”

“Haha kami hanya gugup saja Ambro” ucap Taemin.

“Oh iya Soojung, perkenalkan mereka adalah sahabat-sahabatku”

“Hallo” sapa singkat Krystal.

“Haiiiiii” sapa mereka begitu senang.

Amber kemudian mengenalkan satu satu kepada Krystal hingga akhirnya memutuskan untuk makan bersama Krystal di bawah pohon dekat lapangan basket “Selamat makan!” ucap mereka bebarengan.

Krystal duduk berdekatan dengan Amber, Amber mengambil beberapa makanan untuk Krystal “Makanlah” ucap Amber.

“Makanlah Krystal” ucap Key yang dibalas anggukan oleh Krystal.

Seketika suasana menjadi cair, semua tertawa begitu bahagia termasuk Krystal yang melihat lelucon teman-teman Amber.

“Hahahahahha” Amber mencuri-curi perhatiannya kepada Krystal yang tengah tertawa, ntah mengapa tawa Krystal menjadi energi untuknya.

Krystal semakin tertawa melihat Henry dan Jonghyun berlarian, tentu perhatian Amber hanya untuk Krystal yang duduk disampingnya.

Di pandangnya Krystal, melihat hidungnya, matanya, bibirnya yang tersenyum sungguh membuat damai Amber melebihi apapun dari hidupnya.

“Dup!”  mata Krystal menatap Amber, Krystal tersenyum padanya yang membuat Amber membalas senyumannya tapi…

“Aaaaaghhh!!”

“Hahaha” Krystal tertawa saat Amber di gendong oleh Jonghyun dan menjatuhkannya di rumput yang kemudian dijahili oleh Taemin, Henry, Onew, Minho “Ya ya ya!! lepaskan aku!” ucap Amber.

“Tidak akan!” ucap mereka semua yang membuat Krystal tertawa melihat kelakuan bodoh mereka.

Waktu telah berlalu, waktu menunjukkan pukul 7 malam, Krystal dan Amber telah sampai di kediaman mereka. Krystal dan Amber menuju lantai atas untuk masuk ke kamar mereka masing-masing. Amber memegang gagang pintunya dan …

“Llama”

Amber menatap Krystal yang memanggil namanya “Ya”

“Selamat malam” ucap Krystal yang langsung masuk kekamar untuk menyembunyikan rasa malunya.

Amber tersenyum bodoh “Malam princess”

Pagi telah tiba, Krystal dan Amber tengah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah “Kau sudah mengerjakan PR?” tanya Amber sambil berjalan menuju arah mobil.

“Sudah” jawab Krystal.

“Amber” saut Taeyeon yang mengahampiri Krystal dan Amber, Taeyeon membungkukkan badannya.

“Selamat pagi”

“Ada apa?” tanya Krystal dingin.

“Maaf nona muda Jung, aku ingin bicara pada Amber”

Krystal menatap Amber “Bicaralah disini” perintah Krystal.

“Ehmm hari ini kami sedang menyelidiki masalah tuan besar Jay di perusahaan jadi kami membutuhkan Amber untuk menghandle beberapa urusan”

Krystal menaikan alisnya “Jadi?”

“Jadi Amber akan ikut dengan kami ke perusahaan, sangat mendesak nona muda Jung” bungkuk Taeyeon.

Amber menatap Krystal “Tidak apa, lagipula ada Vic, Luna dan Sulli bukan?”

“Maksutmu?” tatap Krystal.

“Maksutmu aku tak bisa tanpamu? aish pergi sana!” Krystal langsung masuk ke dalam mobil dan mobil Krystal meninggalkan perkarangan rumahnya sedangkan Amber menatap mobil Krystal hingga menghilang dari matanya.

“Ganti bajumu” pinta Taeyeon.

“Apa dia marah?” tanya Amber tanpa melihat Taeyeon.

“Tentu saja hahhaa”

“Aish” kesal Amber.

Amber dan Taeyeon segera berangkat ke perusahaan Jung yang saat ini sedang dalam krisis

 

Sedangkan di tempat lain …

Jung’s Corpt

Suasana ruang rapat begitu ribut, para pemegang jabatan di perusahaan merasa resah karena kasus yang mereka timpa di tambah lagi tuan Jay tak ada sebagai CEO.

“Bagaimana ini, bagaimana nasib kita” ucap salah satu manager.

“Kita harus demo, bisa-bisa karir kita bisa hancur” ucap lainnya.

“Sepertinya kita harus mengganti seseorang yang pantas memegang perusahaan ini, kau tahu bukan sajangnim saat ini sedang terlibat skandal dan cucungnya?” dia tersenyum licik.

“Cucungnya yang manja itu tidak mengerti apa-apa tentang perusahaan” semua menyetujui saran dari Kim Bo Kyung.

Amber dan Taeyeon sampai di perusahaan Jung, mereka bergegas masuk dengan membawa dokumen penting untuk mereka bahas.

Selama rapat Amber di cecar dengan pertanyaan gila, Amber berusaha untuk tidak terpancing emosi pada saat rapat dan mencoba menanggapi dengan kepala dingin. Saat Amber menjelaskan rencana kerja mereka, rencana Amber untuk menarik investor kembali cukup sulit tapi tidak semua menolak rencana Amber dan akan dibahas lagi di rapat berikutanya. Tak semua orang menghormati Amber karena bagi mereka Amber bukanlah siapa-siapa.

Jam menujukkan pukul 7 malam, Amber tengah sibuk di meja kerjanya dengan lengan bajunya yang tergulung serta meja yang begitu banyak dokumen penting.

“Driing driing”  ponsel Amber terus berdering, Amber terlalu fokus dengan pekerjaanya hingga dia hanya fokus terhadap pekerjaannya.

“Tok Tok Tok”  

“Masuk” ucap Amber.

Taeyeon melangkah masuk dengan menggelengkan kepalanya melihat Amber yang tak ada hentinya berkerja, Taeyeon sudah memahami Amber bahwa dia adalah sosok yang pekerja keras “Mau sampai kapan kau bersama dokumen-dokuemen itu? kau butuh istirahat” suruh Taeyeon.

“Apa kau sudah menelfon investor kita yang di Jepang?” tanya Amber tanpa melihat Taeyeon.

“Sudah, aish! apa kau tidak bisa berhenti sebentar?”

“Apa ada hal lain yang ingin kau bicarakan?” sibuk Amber.

Taeyeon menghela nafas “Aku tahu kau begitu sibuk, tapi tidak bisakah kau memperdulikan nona muda Jung!”

Mendengar kata Krystal, Amber mengarahakan pandangannya kepada Taeyeon “Aish giliran nona muda Jung saja kau cepat” cibir Taeyeon.

“Kau tadi bilang apa Tae?” tanya Amber.

“Periksa ponselmu! jangan mengecewakannya!” Taeyeon langsung keluar dari ruangan Amber, dengan cepat Amber mencari ponselnya yang dimana Amber lupa menaruh.

“Aish dimana ponselku!” Amber mengacak-acak mejanya hingga akhrinya ponselnya ketemu.

Amber segera membuka ponselnya dan banyak menerima pesan, tapi semua pesan tak diperdulikan oleh Amber. Matanya mengarah pada Krystal yang menelfonnya 5x.

Dengan cepat Amber menelfon Krystal, tapi sayang telfon Amber tak diangkat oleh Krystal hingga Amber memutuskan untuk mengirim pesan teks padanya.

“To Princess Krystal

Maafkan aku karena tak mengangkat panggilanmu, aku benar-benar sibuk. Apa kau sudah tidur?” Amber mengirim pesan nya.

Amber berdiri memandang jalanan padat dengan memegang ponselnya menunggu balasan dari Krystal. Kini Amber tak peduli lagi dengan dokumen-dokumen yang berserakan dimejanya.

“Aish apa dia marah?” bingung Amber.

Amber membuka kembali ponselnya “To Princess Krystal 

Apa kau benar-benar sudah tidur? jika belum bisakah kau membalas pesanku”

Amber kembali menunggu pesan Krystal “Ting!” ponsel Amber bunyi dengan girang Amber membuka ponselnya dan …..

“Selamat Anda Terpilih sebagai Pemenang undian….”

“Aish apa-apaan ini!” kesal Amber.

Amber menunggu cukup lama hingga dia sudah lelah menunggu dan memutuskan untuk berbaring di sofanya “Ting” ponselnya kembali berdering, ini sudah deringan ke 5 dia menerima pesan teks yang tidak penting membuat Amber malas untuk membuka ponselnya. Tapi Amber tak putus asa, walaupun matanya sudah sayup Amber tetap berusaha untuk meraih ponselnya yang berada di meja sampingnya.

Amber membuka malas ponselnya dan ….

“Waaaahhh dibalas!!” mata Amber langsung terbuka lebar dengan berdiri di atas sofa yang tadinya dia tiduri.

“From Princess Krystal

Belum” jawab singkatnya.

Amber dengan cepat membalas pesan Krystal dengan senyuman di wajahnya “Apa aku boleh menelfonmu?” Amber mengirim pesannya.

Ponsel Amber berdering, Amber menggeser layarnya “From: Princess Krystal 

YA”

Dengan cepat Amber menelfon Krystal, hatinya menjadi dag dig dug “Aish tenanglah Amber!” Amber berjalan kesana kemari untuk menghilangkan rasa gelisahnya.

“Hallo” dub jantung Amber semakin berdebar saat mendengar suara Krystal.

“Ha-ha-hallo princess” gugup Amber.

“Apa” jawabnya singkat.

“Kau sedang apa?” Amber memukul jidatnya, apakah pertanyaannya salah atau tidak.

“Menurutmu?” Amber menelan salivanya karena nada suara Krystal yang mengerikan.

“Ehmm biane, aku sangat sibuk tadi dan…”

“Kalau begitu kerjakan saja pekerjaanmu, bye…”

Belum sempat ngomong panggilan sudah dimatikan “Aish!” Amber mengacak-acak rambutnya.

Amber mencoba menelfon Krystal kembali tapi tak diangkat “Apa dia benar-benar marah? ini akan menjadi masalah besar jika Krystal marah”

Amber kembali duduk di sofanya dengan memegang ponsel miliknya, Amber terlihat berfikir. Amber melihat jam yang berada di ponselnya “07.05” ucapnya.

Amber bergegas keluar dari ruangan untuk menuju parkiran mobil, Amber mulai memacu mobilnya.

10 menit telah berlalu, Amber turun dari mobilnya dengan jas hitam membuat dirinya menjadi pusat perhatian karena ketampanannya.

“Selamat datang” ucap salah satu pelayan.

Amber tersenyum manis “Ne”

Pelayan wanita itu mendekati Amber “Ada yang bisa dibantu tuan?”

Amber melihat sekeliling “Ehmm sesuatu yang indah”

Pelayan itu mengangguk “Bagaimana dengan ini?” tunjuknya.

Amber terlihat terpesona “Baiklah aku ingin ini”

“Untuk kekasihmu?” ucap pelayan dengan merapihkan barang yang dibeli Amber.

Amber tersenyum malu “Ehm sebenarnya untuk tunanganku”

Pelayan itu membulatkan matanya “Waah selamat kalau begitu”

Amber tersenyum dengan salah tingkah “Kau benar-benar lelaki yang romantis” ucapnya dengan memberikannya kepada Amber.

“Haha tidak juga, kalau begitu terima kasih” ucap Amber yang bergegas masuk kedalam mobil menuju Jung’s House.

Tak lama kemudian mobil Amber tiba di perkarangan rumah Jung’s. Pelayan membukakkan pintu untuk Amber dengan tersenyum

“Wae?” tanya Amber dengan memegang sesuatu di tangannya.

“Tidak ada tuan”

Amber masuk kedalam rumah dan memandang lantai atas, jantungnya berdegup kencang. Amber mulai menaiki tangga dengan gugup.

 

Krystal’s bedroom

Krystal terlihat sedang bermalas-malasan di atas tempat tidurnya dengan remote TV di tangan kanannya, jari-jarinya tak henti menekan tombol remote TVnya “Aish mengapa tidak ada yang menarik! membuatku bosan saja!” kesalnya.

Krystal menatap samping tempat tidurnya, melihat ponselnya yang tak lagi berdering “Ini semua gara-gara llama bodoh itu! awas saja dia! tak akan ku beri ampun” kesal Krystal yang kembali menekan tombol TVnya.

“Ting!”

Krystal menatap ponselnya, kini jari-jarinya tak lagi menekan tombol remote TVnya. Krystal menatap sebentar ponselnya “Aish pasti juga dari anak-anak 4 walls atau tidak dari Kai. Tidak penting” cuek Krystal.

“Ting!”  ponselnya kembali menerima pesan masuk, Krystal kembali menatap ponselnya dengan tajam.

“Kalau bukan sesuatu yang penting akan ku buang ponsel ini!” kesal Krystal dengan mengambil ponselnya yang tak jauh dari dirinya.

Saat memegang ponselnya, Krystal terkejut melihat dua pesan masuk dari “Stupid llama” Amber segera menggeser layar ponselnya dan membaca pesan singkat dari Amber.

From: Stupid llama 

Bangun dari tempat tidurmu dan buka pintu kamarmu” Krystal mengerutkan alisnya, tidak tahu apa yang dimaksud Amber.

From: Stupid llama

Ayolah jangan malas bangun”

Krystal menatap pintu kamarnya, sudah 2 jam lebih Krystal tak bangun dari tempat tidurnya dan kini kakinya menyentuh lantai kamar mewahnya. Krystal berjalan menuju pintu dan…

“krek” pintu terbuka.

Mata Krystal membulat, tak percaya dengan apa yang dia lihat. Krystal membungkukkan badanya mengambil bunga yang berada di depan kamarnya.

Krystal mencium bunganya dengan senyuman di wajahnya membuat dirinya merasa begitu senang. Krystal kembali masuk ke dalam kamar dengan menaruh bunga tersebut di kursinya.

ded8b09fe5ebda0c040097a712a136d5.jpg

Krystal tak henti tersenyum dengan memegang sebuah kertas kecil yang bertuliskan “Princess, forgive me :(“

Tentu saja hal ini membuat Krystal tak henti tersenyum “Ting!” Krystal mengambil ponselnya.

“From: Stupid llama

Kau menyukainya? aku yakin kau pasti menyukainya, berhentilah tersenyum bodoh seperti itu”

“Haish! apa dia ada disini?” Krystal langsung bangun dari tempat duduknya dan berjalan keluar kamar. Krystal menoleh kanan dan kiri “Tentu saja dia tak ada disini” ucap Krystal yang ingin kembali masuk ke dalam kamar.

“Kau mencariku?” krystal menoleh, melihat Amber yang berjalan menghampirinya, ntah mengapa Krystal menjadi gugup saat melihat Amber.

“Wae? kenapa kau seperti melihat hantu” kerut wajah Amber.

“Tidak” Krystal tak menatap Amber, kini Amber berdiri tepat di depan Krystal.

“Kau menyukainya?”

“Tidak”

“Tidak?” ulang Amber.

“Bagaimana bisa?”

“Tentu saja bisa!” ucap Krystal.

“Aku kira kau akan menyukainya” keluh Amber dengan menundukkan kepalanya.

Krystal tersenyum melihat Amber yang menjadi cemberut “Kau menertawakanku?”

“Aku tidak menyangka kau akan mengirim langsung, aku kira kau akan sibuk dengan PEKERJAANMU itu” ucap Krystal dengan di akhir kalimat dengan penuh penekanan.

“Bagaimanapun juga kau yang terpenting”

“Benarkah? aku tidak yakin” ucap Krystal menatap Amber.

“Percayalah”

Krystal mengangguk “Baiklah, kalau benar aku yang terpenting kalau begitu hari minggu kau harus menemaniku nonton di bioskop”

“Minggu?”

Krystal menatap sinis “Lihat, sepertinya ada yang lupa dengan kalimat yang baru saja kau lontarkan”

“Aish, tapi kau tahu bukan aku sedang mengurus perusahaan kakekmu dan..

“Dan jika kau tidak bisa maka aku akan bersama KAI!”

Amber terkejut mendengarnya, tentu saja Amber tidak akan membiarkan Krystal bersama Kai “Baiklah baiklah!” cepat Amber.

“Minggu jam 7” ucap Krystal yang langsung meninggalkan Amber sendiri di ruang tengah.

“Aish wanita itu! mengapa juga aku harus menerimanya” keluh Amber.

“Tapi juga aku tidak bisa membiarkan dirinya bersama Kai”

Tak lama kemudian Krystal keluar dari kamar “Apa dia sudah pergi? apa dia tidak tahu aku begitu bosan! ergh”

 

4 Hari kemudian 11.33 AM

Seperti biasa Krystal  berjalan menuju kantin, Krystal berjalan bersama sahabat-sahabatnya. Tentu saja semua mata masih tertuju pada Krystal tapi untungnya Krystal memiliki sahabat-sahabat yang setia, berbicara lain hal Sebenarnya Krystal berbohong pada Amber bahwa Kai mengajaknya menonton  nanti, ntah apa yang ada dipikiran Krystal untuk berbohong pada Amber. 

“Krystal” Krystal dan sahabat-sahabatnya berhenti saat melihat Kai yang sedang berdiri di depan mereka. Krystal dan sahabat-sahabatnya terkejut saat melihat wajah Kai yang terluka, tentu saja beberapa hari ini Kai tidak terlihat di sekolah.

Kai menatap Krystal seakan ingin berbicara padanya, 4 walls meninggalkan Krystal bersama Kai.

Kai dan Krystal sedang duduk di taman sekolah, mereka duduk bersampingan “Ada apa Kai?” ucap Krystal yang memulai obrolan.

Kai hanya diam dengan memegang tangannya terlihat gugup “Kau tidak apa-apa?” tanya Krystal yang khawatir pada Kai, tentu saja krystal khawatir karena baginya Kai adalah seseorang yang dekat dengannya.

Kai berusaha tersenyum dengan bibirnya yang terluka “Tidak apa-apa”

Krystal menatap iba, tentu saja ini bukan untuk pertama kalinya Krystal melihat wajah Kai terluka, Krystal tidak tahu mengapa Kai wajahnya terluka karena Kai tidak ingin cerita, seperti ada yang ditutupi olehnya.

“Apa ada yang memukulimu lagi?” tanya Krystal pelan.

Kai hanya tersenyum “Kenapa kau tidak lapor polisi saja?” tanya Krystal.

“Aku tidak bisa”

“Kenapa tidak bisa? kau terluka parah Kai! aku tidak bisa melihatmu seperti ini”

Kai tersenyum menatap Krystal “Apa sekarang kau sudah memperdulikan aku lagi?”

Krystal menghela nafas “Tentu saja, tentu saja aku peduli padamu Kai” ucap Krystal. Sampai saat ini Krystal maupun sahabat-sahabat Kai tidak tahu mengapa Kai selalu dengan tiba-tiba memiliki bekas luka diwajahnya, Krystal merasa ini bukan suatu pertengkaran terhadap orang lain karena Krystal tahu bahwa exo tidak akan tinggal diam melihat Kai terluka tapi exo pun tidak tahu mengapa Kai seperti  ini.

“Kai, katakanlah yang terjadi padaku apa yang terjadi?”

Kai menyederkan kepalanya di pundak Krystal “Aku hanya lelah” Kai memejamkan matanya.

“Baiklah, aku tidak akan memaksamu” ucap Krystal.

Krystal kembali ke dalam kelas, matanya melihat bangku kosong yang berada di belakangnya “Apa dia tidak masuk lagi?”

“Tidak” ucap Krystal.

Pihak sekolah sudah memberikan izin khusus terhadap Amber, sehingga Amber memiliki izin untuk tidak sekolah.

 

Hari yang ditunggu telah datang waktu menunjukkan pukul 06.30

Krystal sudah mengirim pesan teks kepada Amber bahwa dia akan menunggunya di bioskop.

Sedangkan Amber masih sibuk dengan segala dokumen penting yang akan dia presntasikan besok pagi, tentu hal ini tak kalah penting dengan Krystal karena ini menyangkut paut perusahaan Jung yang tengah krisis.

Amber tak hentinya melihat jam, Amber terlihat berantakan dengan baju serta rambut yang sedikit tak rapih “Amber, aku harap kau tak lupa dengan janjimu” ucap Taeyeon mengingatkan pada Amber.

“Ne” Amber kembali melihat jamnya, Amber mulai bergegas meninggalkan kantor.

“Tuan Amber!” ucap salah satu manager.

“Ada apa?” tanya Amber dengan bergegas pergi.

“Mr. Logan ingin bicara pada anda”

Amber menghentikan kakinya “Mr. Logan? maksutmua investor dari Amerika?” tanya Amber.

“Ya tuan, aku rasa dia tertarik pada projekmu kemarin” dengan cepat Amber mengangkat panggilan kerja, membuat waktu semakin sempit.

Sedangkan di tempat lain Krystal telah tiba terlebih dahulu, Krystal menatap sekitarnya mencari-cari sosok Amber. Krystal menghela nafasnya “Nona muda Jung apa kami harus…”

“Pergilah, aku tidak apa-apa” pinta Krystal.

Para penjaga Krystal membungkukan badannya “Baik nona muda”

Krystal terlihat berdiri menunggu Amber, wajahnya sedikit bosan dan kesal karena Amber tak kunjung datang.

DA1au5yVwAAfsc_.jpg

“Ciiitttt” ban mobil berdecit membuat Krystal melihat ke arah mobil tersebut “Tolong parkirkan, aku terlambat” ucap Amber.

Amber berlari kecil ke arah Krystal, Krystal menatap dingin Amber yang nafasnya terengah-engah “Apa, apa aku terlambat?” tanya Amber dengan nafas yang belum stabil.

“Menurutmu?” dingin Krystal.

“Biane”

Krystal berjalan meninggalkan Amber “Princess!” Amber mengejarnya. Kini mereka sudah masuk gedung bioskop. Amber terlihat sedang memberli minuman dan popcorn untuk mereka.

Krystal dan Amber berjalan menuju teater 1. Krystal dan Amber duduk bersebelahan “Kita mau nonton apa?” tanya Amber dengan mengunyah popcorn.

Krystal menatap datar “Conjuring”

Amber mengangguk dan 3 detik kemudian “WHAT?!”

Krystal menatap aneh Amber “Ada apa denganmu?”

“Kau bilang Conjuring?” kaget Amber.

Krystal mengangguk “Apa tidak ada film lain?” tanya Amber cemas yang membuat Krystal bertanya-tanya, mata Krystal menyipit “Takut hah?” senyumnya devil.

Amber dengan cepat menggelengkan kepalanya “Haha anio! untuk apa aku takut”

Krystal melipat tanganya di dada “Lalu mengapa kau begitu panik?”

Amber terlihat berfikir “Ehmm hanya saja aku sudah pernah menonton film ini!” sangkal Amber.

Krystal mengangguk “Ohh seperti itu”

“Tentu saja! jadi ayo kita pergi”

“PLAK!”

“Aaaghhh!” Amber menggosok-gosok kepalanya.

“Kau kira aku  bodoh? film ini baru tayang perdana, bilang saja kau takut!” ejek Krystal.

“Tidak!” dan lampu gedung teater 1 sudah mulai meredup, wajah Amber seketika berubah dengan suara gedung teater yang mulai mencekam.

Adegan demi adegan mulai menjadi tegang, tumbuh Amber semakin merosot ke bawah karena rasa takutnya “AAAAAGGHHH!!!” Amber menjerti ketakutan karena hantu yang tiba-tiba muncul begitu saja.

Krystal menahan tawannya, Krystal menoleh ke arah kanannya. Melihat Amber yang ketakutan dengan memegang lengan Krystal.

“Mau sampai kapan?” Amber melihat Krystal bingung, dan matanya melihat tangannya yang memegang erat lengan Krystal, dengan cepat Amber melepasnya dan duduk normal kembali.

“Hufffh kenapa film ini tidak pernah pagi!” keluh Amber.

“AAAGHHHHH!!!” Amber kembali menjerit kali ini Amber memeluk Krystal.

Membuat Krystal tak bisa bernafas “Aish lepaskan llama bodoh!”

“Agggh kenapa hantu suster itu begitu seram!” ucap Amber dengan dipelukan Krystal.

Sepanjang film berlangsung Amber tak melepaskan kepalanya dari lengan Krystal membuat Krystal menjadi tak konsen menonton karena ulah Amber. Tak terasa film berakhir, Krystal dan Amber keluar gedung teater dan menunggu mobil mereka datang.

“Lain kali aku tidak ingin menonton denganmu!”

Amber menghela nafasnya “Seharusnya kau bilang padaku akan menonton film horror”

Krystal melipat tangannya di dada “Dasar  pengecut”

Amber menatap tajam “Tidak! hanya saja hantunya begitu seram”

“Ohh seperti itu?” angguk Krystal.

“Tapi lebih menyeramkan dirimu” pelan Amber.

Krystal menatap dingin siap memukul Amber “Apa kau bilang?!”

“Wah itu mobil kita sudah datang hahaha” Amber langsung berlari mengambil mobil dan berhasil kabur dari pukulan Krystal.

Sebelum pulang Krystal dan Amber mereka menyempatkan untuk makan malam.

“Ahjumma pesan 2 porsi tteokbokki”

“Ne Amber-ya ~”

Krystal melihat sekitar membuat Amber memperhatikan Krystal “Aku harap kau tak lupa tempat ini” tatap Amber.

Krystal menatap Amber “Bagaimana aku bisa lupa kalau tempat ini adalah salah satu kenangan buruk bagiku” tentu saja tenda makanan tteokbokki ini tempat pertama kali Krystal dan Amber makan bersama atas permintaan Amber.

Amber menatap Krystal “Kenapa kau menatapku?” sinis Krystal.

“Syukurlah kau sudah terbiasa makan di tempat seperti ini, bukan tempat mewah dan aku lebih bersyukur lagi karena kita bisa makan bersama” senyum Amber.

“Makanan datang” 2 piring telah disiapkan, Krystal dan Amber menyantap makanan bersama.

Amber memperhatikan Krystal dengan senyum diwajanya “Berhentilah menatapku” ucap Krystal tanpa melihat Amber dengan tteokbokki di mulutnya.

Amber menghela nafas “Kau tahu, salah satu hal yang membuatku bahagia adalah bisa melihatmu makan dengan banyak” mendengar perkataan Amber, Krystal melihat ke arahnya “Makanlah llama, tak usah banyak bicara”  Amber mengangguk “Ne Gongjunim” Senyum Amber yang membuat Krystal tersenyum padanya.

“Drriingg Drrriiinggg” Amber melihat ke arah Krystal yang mengambil ponselnya di tas.

“Hallo”

“Oh Kai, ada apa?” seketika Amber menghentikan makannya.

“Apa kau tidak apa-apa? apa ada sesuatu yang terjadi padamu?” Amber menghela nafas melihat wajah Krystal yang terlihat khawatir.

“Oh sepertinya saat ini tidak bisa, kau tahu buka ini sudah malam” Krystal terlihat serius bicara dengan Kai membuat Amber merasa tak lapar lagi dan menaruh sumpitnya.

“Jika kau sakit istirahatlah…. Ehmm benarkah? baiklah kita bicara di tempat biasa saja. Istirahatlah Kai. Selamat malam”

Wajah Amber seketika berubah “Mengapa tiba-tiba dia bertingkah sok manis” cibir Amber dengan meminum segelas air putih.

“Kenapa? kau tidak suka”

“Tidak biasa saja” ucap Amber tanpa melihat Krystal.

“Baguslah, kalau begitu habiskan makananmu”

Amber berdiri dari tempat duduknya “Sudah kenyang” Krystal menatap aneh Amber “Aish llama itu!” setelah membayar Amber pergi begitu saja membuat Krystal mengejarnya.

Krystal merasa heran karena biasanya Amber selalu membukakan pintu untukknya tapi Amber lebih dulu masuk kedalam mobil “Ada apa dengan dirinya” cibir Krystal.

Saat di dalam mobil Krystal dan Amber saling diam membuat Krystal merasa sedikit canggung karena biasanya Amber selalu bicara padanya. Krystal melihat ke arah Amber yang sedang menyetir mobil “Ya llama! ada apa denganmu?”

“Tidak ada” ucapnya singkat.

“Lalu mengapa daritadi kau diam saja?” tanya Krystal.

“Hanya ingin” ucap Amber yang konsen menyetir.

Krystal semakin dalam menatap Amber dengan senyum tipis di wajahnya “Kau cemburu?”

Amber langsung melirik Krystal “Buat apa?”

“Mana tahu” senyum tipis Krystal.

“Untuk apa aku cemburu padamu dengan pangeran kodokmu itu”

“Namanya Kai, bukan pangeran kodok” komplen Krystal.

“Kalau begitu namaku Amber, bukan llama” lirik Amber pada Krystal.

Krystal tersenyum menghadap jendela “Kau benar-benar mirip llama, jadi bukan salahku jika aku memanggilmu llama”

“Jadi kau membelanya?”

“Tentu saja”

Mereka diam beberapa detik “Jadi kau menyukainya?”

Krystal menatap Amber dengan menaikan alisnya “Mengapa kau bertanya seperti itu?”

“Hanya ingin tahu saja, jadi kau menyukainya?” tanya Amber menatap lurus jalan.

“Ehm menurutmu?” goda Krystal.

Amber diam sesaat “Iya”

“Baguslah kalau kau menyadarinya” senyum Krystal.

“Jadi benar? pantas saja kau berubah menjadi sok manis padanya, tapi terhadapku kau begitu kejam! kau bahkan tidak pernah bertanya padaku apakah aku baik-baik saja, apakah aku sakit, apakah aku sudah makan atau belum. Kau benar-benar menyebalkan” selama Amber bicara, Krystal terus menatap Amber “Sudah marah-marahnya?” tanya Krystal.

Krystal menyederkan badannya di kursi dengan menatap jendela “Aku seperti itu karena aku khawatir pada Kai, dia adalah namja yang baik. Aku sudah cukup lama mengenalnya, aku merasa Kai memiliki masalah pribadi yang tak ingin dia ceritakan. Hari ini untuk kesekian kalinya aku melihat wajahnya penuh luka”

Amber tersenyum licik “Mungkin saja dia abis bertengkar dengan orang lain dan dia hanya berbohong padamu untuk mendapatkan perhatianmu”

Krystal menatap Amber “Tidak, karena aku yakin exo akan ada untuk membantunya dan terlebih lagi pasti sudah menjadi berita besar di sekolah. Aku yakin ini adalah masalah keluarga yang tak ingin dia ceritakan” Krystal menghela nafas.

Amber melirik Krystal “Kau begitu mengkhawatirkannya?”

“Tentu saja” lantang Krystal yang membuat Amber semakin kesal.

“Aish”

Tak lama kemudian mereka sampai, mobil telah berhenti di perkarangan rumah Jung. Setelah mobil dimatikan Amber langsung turun tanpa menunggu Krystal, membuat Krystal merasa lucu dengan sikap Amber “Dasar aneh” senyum Krystal yang langsung di bukakkan pintu oleh salah satu pelayan.

Amber langsung menuju ke atas membuat Taeyeon bingung melihatnya “Ada apa dengan anak itu?”

 

9.35 PM Amber’s bedroom

Amber terlihat bermain PS 4, Amber terlihat menekan-nekan tombol stiknya karena Amber sedang bermain game perang-perangan “Ya!! aaaghh mengapa aku kalah lagi! dasar gila, sudah aku tidak ingin bermain lagi!” kesal Amber yang langsung melempar stik PSnya di sofa. Amber bangun dari tempat duduknya, kakinya hanya mondar-mandir dikamar besarnya. Amber terlihat gelisah “Aish! mengapa saat ini aku begitu marah?” heran Amber.

Amber berhenti di depan kaca, menatap dirinya yang berantakan “Ada apa ini? ya ada apa dengan dirimu, kau begitu kacau!” tatap Amber di kaca.

Amber memegang dadanya “Mengapa aku seperti ini, seperti tidak tenang!” Amber berjalan menuju tempat tidur dan mengambil ponselnya.

Amber melihat nomor ponsel Krystal, ntah mengapa dia ingin menelfon Krystal tapi …

“Haha aku pasti sudah gila! kau gila Amber” Amber kembali mengacak-acak rambutnya.

Amber berjalan ke arah pintu kamarnya, tanganya sudah memegang gagang pintu “Huffhh” Amber membuka pintunya dan menutup dengan pelan. Mata Amber menatap pintu kamar yang tak jauh dari pandangan matanya.

“Kalau seperti ini terus aku tidak akan bisa tidur” Amber berjalan, kakinya melangkah pelan menuju pintu kamar yang sempat membuat tangan dan kakinya bengkak.

Amber terus menghela nafasnya, kini jaraknya dengan pintu hanya beberapa jengkal. Amber memejamkan matanya.

Dengan penuh kenekatan dan keberanian, Amber mengetuk pintu kamar Krystal “Tok Tok Tok” Amber melihat jam yang menujukkan pukul 11.16 PM

Amber kembali mengetuk “Princess, apa kau sudah tidur?” Amber kembali mengetuk berharap Krystal belum tertidur.

“Sepertinya sudah” Amber sedikit kecewa.

“Cklek” langkah Amber terhenti saat mendengar pintu kamar terbuka.

Amber membalikan badannya, wajahnya tersenyum melihat Krystal yang membuka pintu dengan wajah datarnya “Ada apa? apa kau tidak bisa lihat ini jam berapa?” dinginnya.

Amber menggaruk-garuk kepalanya “Ah maaf aku mengganggu tidurmu, hanya saja aku tidak bisa tidur” ucap Amber sambil melangkah mendekati Krystal.

Krystal menatap aneh Amber “Lalu urusannya denganku apa?”

“Aku… akuu, aku tidak bisa tidur karena filmu itu! seperti ada yang mengikutiku, seperti ada yang menatapku. Aku merasa takut, aku tidak bisa tidur”

Krystal menghela nafas “Lalu?” tanya Krystal yang masih berdiri di pintunya.

“Kau harus bertanggung jawab”

Krystal melihat Amber serius dengan tatapan dinginnya “Tanggung jawab?” senyumnya tipis.

“Aku tidak bisa tidur sendiri, jadi… jadi….. jadi aku akan tidur di kamarmu”

Seketika Krystal terkejut dengan ucapan Amber “Mwo? apa kau gila hah?”

Amber menggosok telinganya “Itu.. itu semua karenamu! besok pagi aku ada rapat besar dan jika aku tidak tidur maka aku bisa terlambat!”

“Tidur saja dengan yang lain, atau tidak kau tidur saja dengan seketaris Kim!”

“Aish apa kau tidak tahu kalau Tae suka mendengkur keras?! aku tidak akan tahan!”

Krystal menatap Amber “Tidak akan!” Krystal menutup pintu kamarnya tapi dengan cepat Amber menerobos masuk kamar Krystal untuk yang kedua kalinya.

“Ya!! apa yang kau lakukan!” geram Krystal.

Lagi…

Amber sangat terhipnotis dengan kamar Krystal, dari suasana hingga aroma wangi kamar yang begitu khas “Keluar dari kamarku!” tunjuk Krystal ke arah pintu.

Amber menatap Krystal “Tidak! hahaha” Amber kemudian berjalan menuju sofa Krystal dan berbaring diatasnya “Waaah lembut sekali”

Krystal melipat tangannya “Aku tidak ingin bermain-main denganmu, cepat keluar karena aku ingin istirahat!”

Amber memejamkan matanya “Malam ini saja, aku benar-benar lelah”

Krystal terlihat jengkel, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan “Bukankah kau tadi bersikap aneh kepadaku, jadi keluarlah stupid”

Amber menghela nafasnya dengan mata yang masih terpejam “Hmm aku seperti itu karena aku tidak suka mendengar namanya dari bibirmu, membuatku gelisah dan terus memikirkan nya”

Krystal memandang Amber “Jadi alasanmu tidak bisa tidur karena film tadi atau Kai?”

“Sudahlah aku ingin tidur” Amber membalik badannya, sedangkan Krystal mengepal tangannya seakan ingin memukul Amber.

 

 

1.20 AM Krystal’s bedroom

Amber terlihat gelisah, berkali-kali dia memutar badannya tapi tetap saja tak bisa tidur “Errgghhh” Amber menatap langit-langit kamar Krystal dan kini Amber memeringinkan badannya untuk melihat Krystal yang tidur dengan memunggunginya.

Amber tersenyum “Bagaimana bisa aku tidur dengan seperti ini” pelan suara Amber.

 

Krystal POV

Mata ini terpejam tapi tak kunjung tertidur, padahal aku sudah mengantuk. Haish apa karena ada stupid llama itu? apa dia tidak bisa tidur dikamarnya saja dan mengapa aku mengizinkannya untuk tidur dikamarku! erghh bodoh sekali, mengapa akhir-akhir ini aku menjadi bodoh. Tak ada yang bisa masuk kamarku begitu saja kecuali llama bodoh itu.

Hmmm jadi dia cemburu? hahaha lucu sekali, aish apa yang aku katakan ini! ergh Krystal Jung kau harus segera pergi ke dokter. Aku rasa aku sedang tidak baik tapi ntahlah akhir-akhir aku begitu dekat dengannya, paling tidak dia menuruti semua perintahku haha.

Sudahlah aku ingin tidur saja..

 

07.00 AM

“Hoaaaaaaammm” ku sedikit membuka mataku, ntah mengapa mata ini langsung menuju sofa yang di tidur oleh llama bodoh itu.

Huffhh dia sudah pergi, aku begitu penasaran dengan apa yang dia kerjakan di perusahaan kakek.

Haruskah aku mencari tahu? bagaimanapun juga itu adalah perusahaanku dan menjadi tanggung jawabku.

Aku langsung bergegas mandi dan mengganti seragam, aku melangkah menuju meja makan untuk sarapan pagi yang membosankan.

Setelah selesai dengan sarapanku, aku berjalan menuju perkarangan rumah dan melihat seketaris Kim, hm kebetulan sekali “Seketaris Kim” panggilku, dan dengan cepat dia menghampiriku. Tentu saja aku tidak perlu memerintah dalam dua kali.

“Ya nona muda Jung” bungkuknya.

“Aku ingin tahu laporan mengenai perusahaan”

Aku melihatnya, sepertinya dia terkejut dengan permintaanku “Maaf nona?”

“Apa kau tidak dengar? aku malas untuk berbicara dua kali. Aku ingin semua laporan sudah ada siang ini” aku langsung masuk ke dalam mobil tanpa mendengar penjelasan seketaris Kim.

 

Empire School  12.10 PM

Ku lihat beberapa dokumen-dokumen di taman belakang sekolah, satu persatu ku perhatikan. Jangan pikir aku tak mengerti tentang perusahaan karena aku dilahirkan untuk ini hanya saja aku malas.

Aku melihat satu laporan terbaru mengenai projek yang akan dikerjakan oleh Amber, aku tahu Amber sangat berusaha keras untuk membangun perusahaan ini, sama seperti ayahnya dulu.

“Pasti Amber mengalami banyak kesusahaan”

“Krystal” aku menatap ke sumber suara, aku memberikan senyuman padanya dan menutup dokumen perusahaan ini.

“Boleh aku duduk disampingmu?” aku mengangguk.

Aku menatapnya “Bagaimana, apa kau sudah membaik?”

Dia mengangguk “Sudah” senyumnya.

“Syukurlah”

“Ehm aku turun prihatin dengan apa yang menimpamu saat ini Krys”

Aku tersenyum “Tak apa Kai”

“Lalu bagaimana dengan kakekmu?”

Aku mengehela nafas, sedikit berat untuk membahas kakek karena aku begitu merindukannya “Saat ini dia baik-baik saja, kakek akan segera kembali ke Korea untuk menyelesaikan semua ini”

Kai mengangguk “Ayahku mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir”

“Aku harap begitu” aku menatap lurus taman.

“Ehmm Krys, bagaimana bisa Amber menggantikan posisimu?”

Aku menatapnya “Aku tidak tahu, tapi dia tidak menggantikanku Kai. Kakek yang meminta untuk Amber menghandle semua ini. Aku rasa kakek belum yakin dengan diriku”

“Benarkah? aku rasa kau jauh lebih pintar daripada dia, kau tahu bukan dia melakukan hal gila untuk menarik investor kembali. Aku rasa itu akan memperburuk perusahaanmu Krys, belum lagi kasus kakekmu yang masih belum selesai”

Aku menatap Kai serius “Aku percaya dengannya, Amber tak seburuk yang kau kira Kai”

“Kau menyukainya?” Aku terkejut dengan pertanyaan Kai, aku berusaha tersenyum “Haha kau ini bicara apa?”

“Aku tahu kau dan Amber tak saling memiliki rasa satu sama lain tapi, tapi saat ini aku begitu khawatir karena aku rasa kau menyukainya” Aku hanya diam, tak ingin menjawab pertanyaan Kai.

Seketika Kai memegang tanganku yang membuatku menatapnya “Kau masih mempercayaiku kan?” tatapnya dalam.

Aku mengangguk “Kau ini bicara apa, tentu saja!” senyumku.

“Terima kasih Krys”

 

Ke esokan harinya

Aku bangun dari tidurku lebih pagi dari sebelumnya, aku segera mencari pakaian yang pas untukku nanti. Aku segera mandi dan sedikit berdandan.

Aku melihat jam yang menujukkan pukul 08.00

“Tok Tok Tok” 

“Nona muda Jung, apa kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa” jawabku dari dalam.

“Tapi nona muda, ini sudah melebihi jam masuk sekolah. Apa nona hari ini tidak masuk sekolah?”

“Tidak” jawabku hanya singkat dengan merapihkan pakaianku.

Tak lama kemudian aku turun ke bawah, semua pelayan menatapku dengan terkejut “Siapkan mobil” perintahku yang langsung di laksanakan.

Mobil telah siap “Nona muda Jung”

Aku menatap spion dalam mobil “Antar aku ke perusahaan”

Dan mobil mulai berjalan, ntah mengapa aku harus pergi ke perusahaan padahal aku begitu gugup akan mereka tapi.. tapi setelah membaca dokumen kemarin aku tidak bisa membiarkan Amber melakukan hal ini sendiri, aku tahu rasanya bagaimana semua orang menatapmu dengan tatapan tak suka, dan aku rasa hari ini Amber akan menerima semua itu. Aku tidak akan membiarkan nya terjadi.

Tak butuh waktu lama mobilku berhenti di depan lobi perusahaan “Nona muda Jung, kita sudah sampai”

Hufffhh aku menatap gedung milikku dari dalam mobil, sudah berapa lama aku tidak kesini membuatku begitu jantungan! hufffhh kau tidak perlu gugup Krystal, ingat kau adalah Krystal Jung! kau adalah pewaris serta pemilik Jung Corpt dan tak ada satupun yang bisa menghalangi dirimu!

“Baiklah, buka pintunya”

“Baik nona muda”

 

Author POV

Krystal mulai turun dari mobil, Krystal berjalan dengan anggun membuat dirinya begitu mempesona. Semua mata menatap dirinya dengan 9 pengawal yang berdiri di belakangnya.

DBAHjFZU0AAkhUH.jpg

“Oh bukankah dia cucung dari Jay Jung?” pegawai 1

“Lihat dia! ya Tuhan cantik sekali, dia tumbuh sangat sempurnya” pegawai 2

“Wajahnya begitu dingin, tak ada senyuman sama sekali diwajahnya! benar-benar mengerikan, bagaimana bisa kita di pimpin olehnya” pegawai 3

“Benar-benar cantik! tak masalah bagiku untuk kerja disini semumur hidup” pegawai 4

Dan tentu saja kantor menjadi ribut karena kedatangan Krystal ke perusahaan, Krystal berjalan dengan penuh percaya diri tanpa memperdulikan sekelilingnya. Krystal berjalan menuju lift, saat lift terbuka. Lift sudah terisi penuh, dan Krystal berdiri menatap dingin para pegawai yang ada di lift tersebut.

“Ayo cepat keluar, dia adalah cucung presdir Jung” ucap pegawai pelan.

Dan seketika lift yang terisi penuh menjadi kosong “Selamat pagi Nona Krystal” bungkuk salah satu pegawai yang tak dibalas oleh Krystal.

“Wah kejam sekali” ucap pegawai.

Krystal menuju lantai atas, dimana ruangan rapat dimulai.

 

Sedangkan di ruang rapat

Amber terlihat frustasi, dirinya merasa gagal dalam mempresentasikan hasil pemikirannya yang jenius tapi tak bisa dia luapkan karena tekanan yang begitu kuat, Amber terlihat pucat dan gugup. Ruangan kantor menjadi ribut tak karuan “Bisa hancur perusahaan kita bila seperti ini terus!” ucap salah satu manager.

“Kau tidak becus! lebih kau keluar saja sana! rencanamu tidak masuk akal, apa kau sudah gila?!” ucap yang lain.

“Kita butuh CEO yang lebih baik dari ini! kita harus mengganti yang baru!” seketika semua setuju, Taeyeon berusaha untuk menengkan tapi suasana semakin panas karena tentu saja Amber tak memiliki kekuatan, hanya amanah Jay lah yang bisa membuatnya disini.

“BRUK!!” suara pintu terbuka hebat, ruangan yang ricuh kini menjadi hening hanya dalam 1 detik.

Krystal melangkah masuk ruangan dengan tatapan yang begitu dingin, seketika semua para manager, direksi dll berdiri dari tempat duduk mereka dan membungkuk pada Krystal sebagai tanda hormat mereka, termasuk Amber dan Taeyeon yang sangat sangat tak menyangka kedatangan Krystal.

Kini Krystal duduk di kursi Chief Executive Officer. Kursi dengan jabatan tertinggi, Krystal menatap satu-satu para bawahanya, mereka semua takut dengan aura Krystal yang mengingatkan mereka pada Jay Jung kakeknya sendiri.

Krystal kini menatap Amber yang tengah berdiri dengan kertas di tangannya, Krystal menghela nafasnya “Berikan padaku” ucapnya dingin, Amber sedikit bingung tapi untung saja dia langsung sadar dan memberikan kertas itu kepada Krystal.

Krystal membacanya dengan teliti, tangannya kini mengambil pena di sampingnya dan mengoreskan tanda tangan di kertas milik Amber, seketika ruangan kembali ramai atas tindakan Krystal. Setelah selesai tanda tangan Krystal kembali mengangkat kepalanya “Ada yang tidak setuju?” ucapnya dingin, semua menjadi diam.

“Saya rasa ini terlalu beresiko presdir”

Krystal menatap “Lalu apa kita akan diam saja? dan kau, apa kau memiliki rencana yang lebih brilian daripada ini? jika tidak punya kau diam saja” manager tersebut hanya diam.

“Tapi bagaimana dengan persetujuan presdir Jay Jung” ucap salah satu manager.

Krystal menatapnya “Aku rasa itu tidak perlu, aku yang memegang semua ini. Semua atas perintahku. Kalian cukup kerjakan dan jangan banyak bicara. Saya yakin kalian adalah orang yang hebat, jadi kerjakan saja. Jika tidak suka, pergilah” merasa cukup, Krystal bangun dari tempat duduknya.

“Dan satu lagi, tolong hargai orang lain saat seseorang menyempaikan pendapat” dan Terakhir Krystal menatap Amber. Dan Krystal meninggalkan ruangan dengan semua pegawai memberikan hormat kepadanya.

Kini Krystal duduk di ruangan kakeknya, membuka setiap dokumen-dokumen penting perusahaan “Masuklah” ucap Krystal.

“Nona muda Jung” Taeyeon memberikan sebuah dokumen untuk di tanda tangani Krystal.

“Bagaimana ini bisa terjadi?” tatap Krystal.

“Kenapa kau tidak bilang padaku jika perusahaan sedang dalam krisis? kau pikir aku tidak mampu? apa kau tidak tahu aku dibesarkan disini Kim Taeyeon!” Taeyeon hanya diam menunduk.

“Maafkan aku nona muda, hanya saja Tuan besar Jay belum mengizinkan anda untuk menghandle perusahaan..”

“Dan membiarkan Amber yang mengerjkan?” Taeyeon kembali diam.

Krystal bangun dari tempat duduk kakeknya “Aku tidak tahu mengapa kakek selalu berusaha menjauhkanku dari perushaan? dan membiarkan aku bertungan dengan Amber, apa kakek pikir aku tidak bisa melakukannya?”

“Mungkin bukan seperti itu nona muda Jung, hanya saja tuan Jay merasa takut kalau nona muda belum siap untuk semua ini jadi tuan Jay membiarkan Amber untuk mengurus semuanya”

“Aku benar-benar tidak mengerti” ucap Krystal.

“Pergilah” perintah Krystal.

“Baik” bungkuk Taeyeon.

Krystal keluar dari ruangan kakeknya, saat berjalan Krystal melihat ruangan yang baru dia lihat. Krystal mendekati ruangan tersebut “Ini ruangan siapa?” tanya Krystal kepada salah satu pegawai.

“Ini adalah ruangan Amber Liu” Krystal mengangguk.

“Jadi llama ini sudah memiliki ruangan sendiri”

“Cklek” Krystal membuka pintu tanpa mengetuk.

“Ya! mengagetkanku saja!” kejut Amber memegang jantungnya.

Krystal berjalan memasuki ruangan Amber, melihat-lihat ruangannya “Not bad”

“Apa kau tidak bisa mengetuk terlebih dahulu?” jawaban Amber tak dijawab Krystal yang asik melihat-lihat ruangan Amber.

“Bagaimana bisa yeoja tukang tidur, pemalas seperti mu bisa melakukan semua ini”

Amber menatap Krystal dengan beberapa kertas di tangannya “Tentu saja bisa, aku memang malas tapi bukan berarti aku bodoh. Jika aku benar-benar menginginkan sesuatu maka aku akan berkerja dengan keras”

Krystal mengangguk “Aku harap projekmu dapat dikerjakan dengan baik, karena aku sudah mempertaruhkan harga diriku”

Amber menruh semua kertasnya dan menatap Krystal “Percayalah” ucapnya.

“Bagusalah” Krystal duduk di sofa Amber.

“Jadi hari ini kau tidak sekolah?”

Krystal menggelengkan kepalanya “Lalu bagaimana dengan Kai?” pertanyaan Amber mengundang perhatian Krystal.

“Mengapa kau tiba-tiba bertanya tentang dirinya?”

Amber langsung mengambil dokumen yang berada di atas mejanya “Tidak ada”

“Ehmmm kau ingin makan siang denganku?” ajak Amber yang mengalihkan pembicaraan.

“Aku mau jika kau yang traktir”

“Aish bukankah kau yang bosnya”

“Lalu jangan ajaku makan” ucap Krystal.

“Baiklah-baiklah aku yang traktir, kajja”

Krystal dan Amber semakin dekat satu sama lain, mereka tertawa bersama, kadang bertengkar, kadang menyebalkan dan saling mendukung satu sama lain.

 

Setelah selesai makan siang..

“Kau ingin ku antar ke rumah atau?” ucap Amber menyetir mobil.

“Aku ingin ke kembali ke perushaan sebentar”

“Baiklah” Krystal dan Amber kembali ke perusahaan.

“Ting” pintu lift terbuka, Krystal melangkah keluar “Selamat siang Presdir” Krystal menghentikan langkahnya.

“Oh manager Kim”

“Sudah lama tidak bertemu” senyumnya. Krystal mengangguk “Ya seperti itu”

“Saya benar-benar tidak menyangka bahwa nona muda sepertimu akan datang ke perusahaan”

“Tentu saja aku harus datang, saat ini benar-benar dalam keadaan tidak baik. Bagaimana bisa aku diam dan duduk saja, Manager Kim”

“Kedatanganmu benar-benar di waktu yang tepat presdir, kau adalah satu-satunya yang pantas menggantikan presdir Jay Jung, aku yakin kau bisa menghadapi semua ini” ucapnya.

“Tapi aku tidak bisa sendiri, aku butuh orang lain untuk membantukku. Bagaimanapun aku belum memiliki pengalaman apapun paman”

Krystal telah menganggap Kim Bo Kyung sebagai pamannya sendiri karena Kim Bo Kyung berkerja cukup lama di bawah Jay Jung “Kau tidak perlu khawatir, aku akan membantumu”

“Tapi aku rasa tidak banyak yang menyukai Amber” tatap Krystal.

Kim menghela nafas “Amber? oh maksut presdir, orang kepercayaan presdir Jung? aku mendengar banyak tentang dirinya, aku tak menyangka dia mirip sekali dengan Josh Liu. Aku yakin bakatnya akan sama seperti ayahnya, tapi bagaimanapun juga kau harus berhati-hati. Kita tidak tahu mana yang benar-benar di sisi kita atau tidak, jika kau sudah masuk maka akan sangat terasa sulit untuk bernafas. Tapi kurasa Amber adalah anak yang baik dan cerdas, saat pertama kali aku melihatnya datang kesini dia begitu lugu dengan seragam sekolahnya” senyum Kim.

Krystal mengerutkan alisnya “Seragam sekolah?”

Kim menatap Krystal “Iya, saat pertama kali dia datang kesini. Aku rasa itu sudah beberapa bulan yang lalu” senyumnya.

“Beberapa bulan yang lalu? jadi sebelumnya Amber sudah pernah datang ke perusahaan? untuk apa” pikir Krystal.

Manager Kim mengangguk “Jika perlu sesuatu bilang saja padaku” senyumnya.

Manager Kim membungkuk pada Krystal, manager Kim meninggalkan Krystal untuk beberapa langkah sebelum Krystal memanggilnya “Manager Kim”

“Ya presdir” bungkuknya, Krystal berjalan beberapa langkah.

“Aku ingin tahu apa yang terjadi pada Kai” ucap Krystal serius.

“Ehmmm, aku tidak mengerti maksutmu presdir” senyumnya kaku.

“Kai selalu terlihat terluka, bahkan beberapa hari ini dia begitu buruk, apa anda tidak tahu itu?” tanya Krystal.

“Seperti yang presdir tahu, bahwa Kai adalah anak yang keras kepala. Karena percaraianku dengan istriku sifatnya menjadi pemberontak. Aku juga tidak tahu apa yang dia lakukan, aku mencoba menjadi ayah yang baik tapi dia terlalu keras kepala. Maafkan jika anakku merepotkanmu” bungkuknya.

“Tidak, Kai adalah sahabatku. Aku hanya ingin tahu saja” ucap Krystal.

“Syukurlah, tolong jaga Kai. Anak itu selalu berbicara banyak tentang dirimu. Aku rasa dia akan menuruti kata-katamu presdir, jadi kumohon jaga Kai”

Krystal mengangguk dan manager Kim meninggalkan Krystal.

 

Next day

Seperti biasa Krystal sudah sampai di sekolah. Krystal terlihat jalan sendiri di koridor sekolah untuk menuju aula.

“Wah tuan putri jalan sendiri” goda seorang murid.

“Sombong sekali, jangan menjadi yeoja yang sombong. Apa kau tidak takut akan jatuh miskin?” semua tertawa, Krystal hanya diam.

“Apa yang kalian lakukan!” teriak seseorang. Seketika semua murid menjadi diam, ketika mereka datang untuk Krystal.

“Kau tidak apa-apa?”

Krystal tersenyum “Aku tidak apa-apa Henry”

“Jika ada yang menggangu Krystal Jung lagi, kalian berhadapan dengan kami! mengerti!” tegas Minho yang membuat mereka pergi.

“Sudah tidak apa-apa”

“Kami tidak akan membiarkanmu tersakiti!” ucap Key.

“Kami juga tidak mau dimarahi Amber! jika kau terjadi apa-apa maka matilah kita di tangan Amber” ucap Jonghyun yang membuat Krystal tertawa.

Tentu saja, semenjak kejadian ini, Krystal lebih terbuka dan menjalin hubungan baik dengan orang lain. Bahkan Krystal tak menyangka bisa berteman baik dengan sahabat-sahabat Amber yang selalu melindunginya.

Kini Shinee dan 4 walls berjalan menuju aula untuk mendengar pengumuman “Seminggu lagi sekolah kita akan mengadakan pesta tahunan” semua murid bersorak.

“Pesta tahunan?” ulang Krystal.

“Iya pesta tahunan, dan itu sangat menyenangkan” girang Luna.

“Aku benci hal itu” datar Krystal.

“Dan tentu akan ada raja dan ratu pesta tahunan sekolah EMPIRE!” Semua bersorak gila, siapa yang tidak mau menjadi King and Queen di sekolah terkenal sekelas Empire. Tentu saja King and Queen hanya diperuntungkan untuk anak-anak yang memiliki style dan penampilan yang luar biasa, tidak hanya penampilan tetapi reputasi di sekolah juga menentukan mereka.

“Apakah tahun ini aku akan menjadi Queen lagi?” ucap Victoria dengan percaya diri. Yap, Vic menjadi Queen di tahun kemarin sedangkan Luna menjadi Queen di tahun sebelum Vic.

“Kali ini aku akan menjadi Queen” ucap Sulli tak kalah percaya diri.

“Aish kau malah sibuk dengan minumanmu hingga kau mabuk, jadi itu sebabnya kau tidak terpilih” tatap Luna.

“Kali ini tidak akan” balas Sulli.

Krystal menghela nafas dengan nada bosan “Apakah ini penting?”

“Tentu saja” ucap mereka bertiga semangat.

“Ini adalah suatu kebanggan bisa menjadi raja dan ratu sekolah, Krystal Jung!”

“Membuang waktu saja” Krystal tak pernah datang ke acara pesta tahunan sekolah karena menurutnya itu sangat membosankan, belum lagi dia akan menolak ratusan namja yang mengajaknya berpasangan, sungguh sangat merepotkan dirinya.

“Hi semua!” sapa Henry kepada 4 Walls.

“Hi shinee”

“Apa kalian akan ikut?” tanya Minho.

“Tentu saja oppa!” balas Sulli.

“Oppa? heol, aku tidak menyangka kalian akrab begitu cepat”

“Ini diluar dugaanmu Soojung” senyum Sulli.

“Jadi, apakah kau siap tahun ini kita akan menang lagi?” ucap Onew.

“Tentu saja!” Luna dan Onew melakukan High 5. Onew dan Luna menjadi King and Queen tahun lalu, sedangkan Victoria bersama Nichkhun, yang kini Nichkhun sudah kembali ke Thailand.

“Dan bagaimana denganmu Krystal, apa kau ikut?” tanya Key.

Krystal menghembuskan nafasnya “Lebih baik aku tidur dirumah”

“Seperti biasa” ucap Vic.

“Dan bagaimana kalau Amber datang, apa kau akan datang juga?” goda Jonghyun dengan senyum devilnya.

Krystal menatap Jonghyun “T-I-D-A-K” semua tertawa.

“Ting” Krystal membuka ponselnya.

“From: Kim Jongin 

Bisa kita bicara di taman belakang? aku menunggumu”

“Krystal kau mau kemana?” tanya Henry.

“Toilet”

“Mau ku temani?” tanya Vic.

“Tidak usah” tolaknya, Krystal berjalan menuju taman belakang tempat biasa dirinya dan Kai berbicara.

“Kau sudah datang” senyum Kai.

“Ada apa?” tanya Krystal.

Kai tersenyum “Apakah aku memanggilmu hanya untuk hal penting saja? aku merindukanmu, dulu kita saling bertemu tanpa memiliki alasan, apakah sekarang harus ada alasan?”

Krystal menatap Kai “Bukan seperti itu, hanya saja…”

“Akhir-akhir ini kau benar-benar sibuk, apa kau tidak tahu aku merindukanmu?”

Krystal tersenyum “Kau berlebihan” Kai selangkah mau mendekati Krystal, memandangnya lebih dalam.

“Apa kau merindukanku juga?” tanya Kai. Krystal diam sesaat.

“Aku rasa tidak” Krystal dan Kai mendengar suara yang tak asing bagi mereka.

Dirinya tersenyeum dengan kedua tangan di saku celananya “Karena Krystal merindukanku begitu banyak, bukan?” ucap Amber.

Amber melangkah maju mendekati Krystal dan memegang tangannya, Krystal kaget dengan aksi Amber “Teganya kau berbohong hanya untuk bertemu dengan dirinya” tatap Amber dengan senyum. Krystal hanya diam tanpa perlawanan “Kajja”

Kai memegang tangan Krystal, Amber melihat Kai geram “Ada apa?”

“Aku akan bicara lagi denganmu” ucap Kai pada Krystal yang kemudian tanganya dilepas.

Krystal dan Amber jalan berdampingan “Jadi selama aku tidak ada disini, kau terus bersamanya?” tanya Amber dengan tidak menatap Krystal.

“Iya, lalu?”

Amber menghentikan langkahnya “Aish, hanya saja.. hanya saja aku tidak suka!”

Krystal mengerutkan dahinya “Ada apa denganmu? kenapa kau jadi teriak” tatap Krystal aneh.

Amber menggaruk-garuk kepalanya tanpa melihat Krystal “Bukan seperti itu, hanya saja aish! bagaimana ini”

“Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan” senyum devil Krystal.

 “Hahaha tentu saja tidak”

“Lalu mengapa kau panik?”

“Amber!!” Amber menoleh ke arah lapangan basket dan Amber memberikan isyarat kepada sahabat-sahabatnya bahwa dia akan segera kesana.

“Kau cemburu?”

Amber menatap Krystal dengan mata membulat dan pipinya yang sedikit merah, Amber berjalan mundur menjauhi Krystal dengan pelan.

Amber tersenyum melihat Krystal, Krystal menatap Amber dengan tangan menyilang di dadanya. Amber terus berjalan mundur tanpa memutuskan pandangannya terhadap Krystal “Siapa yang tidak menyukai sosok Krystal Jung” teriak Amber yang jaraknya tak lagi dekat dengan Krystal.

Seketika pipi Krystal terasa panas, Krystal menarik nafasnya agar tenang “Itu bukan jawaban!”

Amber menghentikan langkahnya “Kalau begitu kau tahu artinya bukan” senyum Amber yang meninggalkan Krystal dengan berlari ke arah lapangan basket.

“Dup dup dup” jantung Krystal tak karuan “Aish aku benci hal ini!”

“Jung Soojung!” Krystal menoleh ke samping, pandanganya melihat sahabat-sahabatnya yang menghampiri dirinya.

“Kau darimana saja?” tanya Luna “Mengapa dari toilet lama sekali?”

“Ada sedikit masalah” ucap Krystal tanpa menatap mereka.

Vic memandang aneh, tangannya memegang dahi Krystal “Unnie, wae?” heran Krystal.

“Badanmu tidak panas, tapi mengapa pipimu merah” heran Vic.

Krystal memutuskan untuk diam saja “Ayo kita ke lapangan”

“Mengapa harus kesana?”

“Kita lihat Shinee bermain basket dan aku lihat juga ada Amber hyung” jawab Sulli.

“Aku tidak mau, aku ingin ke kelas”

“Ayolah Soojung, mengapa kau tidak menikmati hidup sama sekali? apa kau tidak bosan di kantin ataupun di kelas terus?” Krystal menatap mereka bertiga.

“Huffhhh” akhirnya 4 walls berjalan ke pinggir lapangan basket, seketika lapangan basket ramai dengan kedatangan 4 walls. Tentu saja sampai saat ini kepopuleran mereka tetap nomor satu sekalipun Krystal terlibat masalah.

4 Walls duduk di pinggir lapangan, mereka melihat Shinee yang bermain basket. Shinee melambaikan tangan pada 4 walls “Kami datang” lambai Sulli.

Dan tentu saja mata Krystal dan Amber saling bertemu kembali tapi tidak untuk waktu yang lama karena Amber mulai bermain basket.

“Berikan bolanya padaku” pinta Amber pada Taemin.

Amber berdiri dengan memegang bola, tapi pandanganya menatap Krystal. Bola sudah di tangannya, Amber bersiap-siap memasukan bola tanpa melihat ke ring tapi melihat ke arah Krystal, dengan mengisyaratkan mulutnya “Lihat ini” bibirnya berkata. Amber sudah siap melempar bola dengan menatap Krystal dan sebelum memasuka bola, Amber menyebutkan nama “Krystal Jung”

“Dum” bola masuk dengan sempurna.

Amber tersenyum, sedangkan Krystal berusaha sekuat mungkin untuk tidak tersenyum “Wah Amber luar biasa, aku rasa dia begitu menyukaimu hingga seperti itu hahaha” goda Luna.

“Daebak, hyung!” teriak Sulli pada Amber.

Krystal hanya diam karena dia tidak ingin terlihat gugup.

Jam sekolah berakhir, Krystal terlihat meninggalkan kelas.

“Princess” buru-buru Amber mengejar Krystal.

Amber menatap Krystal yang berjalan disampingnya “Aku tidak tahu kau akan datang ke lapangan basket”

“Itu karena dipaksa” jawabnya tanpa melihat Amber.

“Hmm aku kira karena diriku, hufh sayang sekali” kecewa Amber.

“Bagaimana kalau kita makan malam diluar?” ajak Amber.

“Tidak mood” jawab dingin Krystal.

Amber telihat bingung “Aish apa aku ada salah denganmu” tanya Amber dengan berjalan menatao Krystal.

“Aku pikir kau akan kembali ke perusahaan”

Amber menggelengkan kepalanya “Tentu saja tidak! bagaimanapun juga sekolah nomor 1, dan lagipula aku merindukanmu” senyum Amber.

“Funny”

“Aku tidak memiliki waktu banyak denganmu, jadi ayolah makan malam bersama”

“Kalau begitu tinggalkan pekerjaanmu” dingin Krystal.

“Saat ini sedang ku tinggalkan dan memilihmu. Kau ingat bukan bahwa kau adalah yang nomor 1”

“Nomor 1? tapi kau mengabaikan telfonku selama 5 kali”

Amber menghembuskan nafasnya “Aku benar-benar sedang sibuk pada saat itu, jadi ayolah”

Krystal mengentikan langkahnya dengan menatap Amber “Baiklah jam 7”

Amber langsung senang mendengarnya dan Krystal meninggalkan Amber, tapi Amber heran karena jalan yang di pijak Krystal bukan jalan menuju pintu sekolah “Princess kau mau kemana?” Kejar Amber.

“Menemui seseorang”

“Seseorang? siapa”

“Bukan urusanmu” jawan Krystal yang terus berjalan.

Kemudian Amber menghentikan langkah Krystal dengan berdiri di depannya “Kau ingin bertemu dengan Kai?”

Kini mereka berdua bertatapan “Baguslah jika kau tahu, jadi minggir”

“Tidak!” Amber kembali mencegah Krystal.

“Minggir llama, aku sedang tidak ingin bermain-main”

Amber menghela nafasnya “Jika kau ingin bertemu dengannya, maka aku ikut denganmu”

Krystal menatap Amber aneh “Pergilah”

“Tidak! aku tidak akan pergi, aku tidak akan membiarkanmu sendiri” tatap Amber.

“Dia adalah Kai, dia adalah..”

“Aku tidak peduli! aku tidak peduli dia sahabat, musuh atau bahkan kekasihmu, yang jelas aku tidak akan membiarkanmu sendiri”

“Ada apa dengamu?”

“Kumohon” serius Amber.

Krystal menghela nafas dan menyerah dengan sikap Amber “Baiklah”

Krystal berjalan lebih dulu sedangkan Amber berjalan di belakangnya “Kau tunggu sini” perintah Krystal yang langsung di turuti Amber.

Amber menatap Kai yang duduk di taman belakang, Amber menatap serius.

 

FLASHBACK

“Amber aku mohon kau harus berhati-hati” ucap Taeyeon yang langsung membantu Amber berdiri karena menghindari hantaman benda keras dari atas gedung.

“Ini gila” ucap Amber dengan masih tak percaya.

“Bawa tuan muda ke tempat yang aman!” perintah Taeyeon. Amber langsung dibawa menuju mobil sedangkan Taeyeon menghubungi security serta polisi untuk mengurus masalah ini.

“Apa kau terluka?” tanya Taeyeon yang kini sedang berada di mobil.

“Tidak, hanya saja.. hanya saja aku tak menyangka ini terjadi”

Taeyeon menghela nafas “Mulai sekarang kau harus berhati-hati. Banyak yang menginginkan posisimu. Kau adalah ancaman besar”

Amber tersenyum licik “Ancaman untuk siapa?”

“Aku yakin ada seseorang yang ingin menjatuhkan perusahaan ini dan menyingkirkan semuanya. Dan menurutku ini adalah waktu yang tepat, dimana tuan besar Jay terlibat masalah dan semua akan terancam”

Taeyeon menatap Amber “Aku tidak ingin kau mempercayai siapapun.. Dan yang paling penting adalah tetap di sisi nona muda Jung, karena dia adalah sasaran empuk para predator”

“Aku percaya denganmu, karena aku yakin kau akan menjaga nona muda Jung. Hanya kau yang bisa melindunginya saat ini. Aku, aku tidak bisa melindunginya karena nona muda Jung tidak menyukaiku. Kau tidak memiliki batas untuk dekat dengan dirinya sedangkan aku punya”

Amber tersenyum menatap Taeyeon “Masih sempat saja kau menggodaku”

“Tapi aku serius, jangan percaya siapapun. Aku mohon jaga Jung Soojung” pinta Taeyeon.

“Bawa aku ke Empire School”

“Baik tuan”

END FLASHBACK

 

Amber terus menatap Krystal dan Kai dari kejauhan “Apa yang dia lakukan disana? apa dia sedang memperhatikan kita”

Krystal menatap Amber “Biarkan saja, ada apa kau memanggilku”

Kai kini menatap Krystal “Aku ingin mengajakmu makan malam, bagaimana?” tawar Kai.

Krystal menggigit bibir bawahnya “Ehm aku tidak bisa”

Kai sedikit terkejut “Kenapa? biasanya kau selalu bisa”

“Aku akan makan malam di luar bersama Amber”

Kai tersenyum dengan mengangguk “Jadi kau sudah dekat dengan dirinya?”

“Akhir-akhir ini aku menghabiskan waktu bersamanya, di tambah lagi masalah perusahaan”

“Aku bisa membantumu”

Krystal tersenyum “Tidak apa Kai, kalau begitu aku pulang dulu”

“Kau menyukainya?” Krystal menghentikan langkahnya “Tidak tahu” Krystal kembali berjalan menghampiri Amber.

“Mengapa lama sekali? apa yang kalian bicarakan” tanya Amber dengan berjalan di samping Krystal.

“Kai mengajakku makan malam” jawab Krystal.

“Hahaha sayangnya dia kalah cepat” bangga Amber.

“Jangan terlalu senang, aku adalah tipe orang yang menepati janji. Jika kai mengajakku lebih dulu, maka aku lebih memilih bersamanya!” ucap Krystal dengan menatap Amber kesal.

Krystal dan Amber berjalan menuju mobil “Berikan kunci mobilnya” pinta Amber yang membuat Krystal melihat ke arahnya.

“Masuklah, aku yang akan menyetir” perintah Amber kepada Krystal.

Kedua bodyguard Krystal menghampiri Krystal yang berdiri tak jauh dari mobil “Bagaimana nona muda?”

“Aku pulang bersamanya” jawab Krystal.

“Baik nona muda Jung” Bodyguard Krystal membukakkan pintu untukknya.

“Apa kau tidak suka jika kita pulang bersama seperti ini?” tanya Amber melirik Krystal.

“Kenapa kau melakukan ini?” tanya Krystal menatap jalanan depan.

“Bukankah aku sudah bilang, bahwa aku merindukanmu. Aku ingin punya waktu berdua bersamamu, itu saja”

Krystal menggigit bibir bawahnya “Oh”

“Apa kau tidak merindukankau?” lirik Amber.

“Tidak”

“Aish, jadi ini adalah rindu sepihak saja?”

Krystal tersenyum “Pabo”

“Yes I’m” senyum Amber.

Krystal dan Amber menghabiskan waktu bersama sampai malam, hingga mereka tiba dirumah pukul 10 malam. Krystal bergegas masuk ke kamarnya dan mengucapkan selamat malam pada Amber.

Krystal membaringkan tubuhnya di tempat tidur, pikirannya penuh dengan bayangan Amber.

“Bagaimana bisa, bagaimana bisa? ini benar-benar aneh. Lagi dan lagi, aku merasa bingung dengan perasaanku. Merasa bingung dengan apa yang terjadi padakku. Akhir-akhir ini dia begitu mencuri perhatianku, dan ntah mengapa aku dibuat dag dig dug karenanya. Dan lebih anehnya, jika aku tak bersamanya rasanya ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang ingin terus ku cari dan kutemukan.”

Krystal berdiri, menatap cermin hiasnya. Memegang dadanya yang bedetak kencang “Tiap kali aku bersamamnya, aku merasa aneh seperti… seperti aaaghh! ayolah Krystal, kau tidak mungkin menyukainya!”

“Aku tidak mungkin menyukai llama gila seperti dirinya! ingat, bahwa aku begitu membencinya. Iya aku begitu membencinya, aku membencinya, aku membencinya” Krystal menghela nafas.

“Tapi…. aaaaghhh!!! bagaimana ini” Krystal duduk di meja riasnya, kini mata Krystal menatap kotak kecil yang tak jauh dari matanya.

Krystal memandang kota tersebut, kini tangan nya mengambil kota berwarna merah tua itu. Kotak kecil itu di putar-putar oleh Krystal dengan menatapnya.

“Huffhh” Krystal berusaha menenangkan dirinya.

Kini matanya kembali menatap kotak di tangan kanannya, Tangannya mulai membuka isi kotak kecil tersebut dan ….

Isi kotak tersebut sangat berkilau dan indah, terbesit kenangan Krystal saat pertama kali bertemu Amber kembali membuatnya tersenyum.

Krystal terus menatap cincin tunanganya tersebut “Seperti mimpi saja” ucapnya yang kemudian menutup pelan kotak di tangannya.

“Ntahlah, biar waktu yang menjawabnya” senyum Krystal.

Hari-hari telah berlalu, Krystal dan Amber terlihat semakin dekat dan menghabiskan waktu bersama.

Krystal terlihat lelah saat pulang dari sekolah, kakinya berhenti di depan pintu kamar Amber. Krystal menatap pintu kamar Amber untuk beberapa saat hingga akhirnya Krystal membuka pintu kamar Amber untuk yang kedua kalinya.

Krystal melangkahkan kakinya masuk, menatap sekitar kamar Amber. Krystal berjalan menuju tempat tidur Amber dan berbaring di atasnya.

Krystal memejamkan matanya hingga akhirnya Krystal tidur terlelap di tempat tidur Amber.

 

11.41 PM

Wajah Amber terlihat lelah akan kegiatannya hari ini “Baiklah sampai besok” ucapnya pada Taeyeon.

Amber melangkahkan kakinya menuju kamarnya “Benar-benar hari melelahkan” ucap Amber. Kini langkahnya terhenti, langkahnya terhenti untuk menatap pintu kamar Krystal “Selamat malam princess” senyum Amber.

Amber membuka pintunya dan ….

“Soojung?” kagetnya, Amber melangkah pelan “Apa dia tidur?” Amber menatap Krystal yang tertidur pulas dengan masih menggunakan seragam sekolah.

“Bagaimana bisa dia tidur dengan tak mengganti baju” tatap Amber. Amber memberikan selimut pada Krystal agar tidak kedinginan.

Amber sedikit jongkok agar bisa melihat wajah Krystal secara dekat. Senyuman manis tergores di bibir Amber, tak ada lagi raut lelah di wajahnya, tangannya mengelus rambut Krystal dengan lembut.

 

1.47 AM

Krystal perlahan membuka matanya dengan sedikit merenggangkan tubuhnya. Badannya di miringkan dan terkejut melihat Amber yang tengah tidur pulas di sofa. Melihat Amber tertidur membuat Krystal tersenyum.

“Ehhhmmm” Amber mengucek-ucek matanya.

“Kau sudah bangun?” tanya Amber yang memiringkan badannya agar dapat melihat Krystal.

“Menurutmu?”

“Aish baru saja bangun dari tidur, mengapa kau jutek sekali. Apa kau baru bermimpi buruk?”

“Tidak juga” jawab Krystal yang masih menatap Amber.

Amber bangun dari tempat tidurnya, dan mengambil segelas air putih “Jika kau ingin tidur, alangkah lebih baiknya kau mengganti baju terlebih dahulu. Kau bisa kedingnan memakai baju seperti itu” ucap Amber mengambil air putih.

Krystal bangun dari tidurnya dan duduk di tempat tidur Amber dengan selimut di pahanya “Aku ketiduran”

Amber duduk di dekat Krystal “Minumlah”

Amber mengambil gelas yang berisi air putih, meminumnya sampai habis “Wah kau benar-benar haus ya? apa di dalam mimpimu kau sedang di kejar-kejar?” ucap Amber dengan memegang gelas yang diminum Krystal.

“Tidak” ucap Krystal.

“Lalu apa yang kau mimpikan? aku berharap kau memimpikan aku” senyum Amber.

“itu sih maumu stupid”

“Lalu untuk apa kau tidur dikamarku jika tidak ingin memimpikanku karena merindukanku” goda Amber.

Seketika wajah Krystal sedikit merah “Aku hanya bosan saja, memang kau saja yang bisa masuk kamarku hah”

Amber mengangguk “Baiklah princess, kau bossnya” Amber bangun dari tempat tidurnya.

“Tidurlah, kau bisa terlambat sekolah”

Krystal menatap Amber “Kau besok tidak sekolah lagi?”

Amber kembali duduk di sofanya “Sepertinya tidak, ada investor dari Jepang yang akan datang”

“Baiklah”

“Kalau begitu tidurlah” Krystal menuruti kata Amber, Krystal kembali membaringkan badannya di tempat tidur Amber.

“Mimpi indah Princess”

“Kau juga” ucap Krystal yang memejamkan matanya.

Pagi hari Empire School “Tapi nona”

“Wae? kau melarangku untuk ke perusahaan?” dingin Krystal.

“Lagipula sudah tidak ada mata pelajaran lagi, jadi siapkan mobil untukku”

“Ba-baik nona muda Jung” bungkuk Taeyeon.

Krystal kini menuju perusahaan Jung.

Mobil telah berhenti di depan gedung, bodyguard turun untuk membuka pintu Krystal. Taeyeon menatap Krystal “Awasi nona muda”

“Baik”

Krystal melangkah masuk perusahaan, semua staff mapun yang lainnya memberikan hormat kepada Krystal Jung.

Krystal hanya berjalan saja dengan bodyguard serta Taeyeon di belakangnya. Krystal mulai masuk ruangan kakeknya. Tentunya hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ruangan Jay Jung.

aaaa4606d138ec7457aa195c61e521ed.jpg

Krystal duduk di kursinya dengan membaca beberapa dokumen yang dibawa Taeyeon “Lalu bagaimana projek Amber?”

“Sejauh ini baik-baik saja presdir”

Krystal diam sesaat “Seketaris Kim”

“Ya presdir”

Krystal menatap Taeyeon “Aku ingin tahu mengapa Amber datang ke sini? maksutku sebelum aku mengenal dirinya”

“Ehm aku tidak tahu presdir, saat pertama kali aku bertemu dengan tuan Amber disaat menjemputnya di rumah” ucap Taeyeon.

“Baiklah kalau begitu keluar”

Krystal terlihat membaca serta mendalami tentang perusahaan yang kini dipegangnya “Tok Tok Tok

“Masuklah” perintah Krystal yang masih fokus dengan lembarannya.

“Aku yakin jika Tuan Jay Jung melihatmu seperti ini, dia akan bangga”

Suara tersebut menarik perhatian Krystal “Hallo” senyumnya.

“Apa sikapmu seperti itu pada presdir?”

“Yang benar saja”

“Mwo?”

Amber menghela nafas dan membungkuk pada Krystal yang sedang duduk “Selamat siang presdir Krystal Jung, aku ingin menyarahkan ini. Ini adalah laporan investor kita” Amber memberikan dokumen pada Krystal.

Krystal membacanya dengan seksama “Good job” puji Krystal.

“Apa ada yang ingin kau katakan lagi?” tanya Krystal dengan sikap coolnya.

“Ehmm sebenarnya tujuan utamaku adalah untuk mengajak presdir makan siang, bersamaku” senyum Amber.

“Bagaimana ya?”

“Apa kau sibuk?”

“Tidak juga, kajja”

Amber tersenyum “Baiklah”

Krystal dan Amber berjalan menuju lobi perusahaan “Selamat siang presdir” Krystal dan Amber menghentikan langkahnya “Oh manager Kim”

“Senang bisa melihatmu lagi presdir”

Krystal tersenyum seadanya “Aku juga”

“Aku ingin memberi tahu bahwa projek yang kita lakukan saat ini akan mengalami penurunan dalam waktu dekat” Kim Bo Kyung menjelaskan beberapa masalah perusahaan yang membuat Amber heran padanya.

“Baiklah, masukanmu akan ku terima dan ku pertimbangkan, Terima kasih manager Kim” Krystal dan Amber segera meninggalkan perusahaan.

Mobil Krystal dan Amber sudah meninggalkan perusahaan “Awasi mereka” ucap Taeyeon.

“Baik”

Krystal dan Amber sudah selesai maka siang bersama “Kajja” ajak Amber.

“Aku tidak ingin langsung ke kantor, apa kita tidak bisa jalan-jalan dulu?”

“Baiklah princess” senyum Amber.

Krystal dan Amber berjalan menelusuri jalan dengan melihat beberapa hal yang menarik “Aku sudah lama tidak berjalan kaki” ucap Amber.

“Aku juga, aku jarang sekali keluar seperti ini. Jika aku berjalan di tempat seperti ini maka semua bodyguard kakek akan melindungi, benar-benar meresahkan” keluh Krystal.

“Haha karena kakekmu sangat mencintaimu, princess” senyum Amber.

“Bruk!”

“AW!” Krystal memegang pundaknya.

“Hei hati-hati!” teriak Amber kepada namja yang menabrak Krystal.

“Kau tidak apa-apa?”

Krystal mengangguk

“Jangan jauh dariku, aku akan melindungimu” dan seketika Amber memegang tangan Krystal.

Perbuatan Amber dibilang sangat nekat karena memegang tangan Krystal, tapi Amber bersyukur karena Krystal  tak melawan atau memukulnya “Kalau jalan seperti ini akan terasa lebih aman” senyum Amber. Tanpa sadar wajah keduanya memerah.

Krystal dan Amber terus berjalan dengan tangan yang saling menyatu, membuat mereka menjadi pusat perhatian karena terlihat begitu serasi “Aku rasa semua orang melihat ke arah kita” ucap Krystal dengan sedikit menundukkan kepalanya.

Amber melihat sekitar “Benarkah? hmm aku rasa karena kita telah membuat cemburu mereka” senyum Amber.

DBsQNzQWAAEowVG.jpg

Sepanjang jalan Krystal dan Amber tak melepaskan tangan mereka, Krystal dan Amber terlihat seperti pasangan serasi “Mau jalan sampai kapan?”

“Apa kau sudah lelah?” tanya Amber.

“Ti-tidak juga” ucap pelan Krystal.

Amber tersenyum “Tapi aku rasa kita harus kembali ke perusahaan, aku takut mereka akan mencarimu”

“Baiklah”

Krystal dan Amber kembali ke perusahaan dan menjalankan rutinitas mereka seperti biasa.

Hari demi hari berlalu, Krystal dan Amber terlihat terus bersama. Tak ada jarak lagi diantara mereka berdua “Hi llama!” kejut Krystal dengan membuka pintu kamar Amber.

“Ya!!!” Amber teriak dengan menutup badannya dengan handuk putih.

“Ya!! apa yang kau lakukan!” cemas Amber.

Krystal menatap jengkel Amber “Aish mengapa kau sekarang jadi suka teriak-teriak?”

“Apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu?” wajah Amber terlihat merah dengan rambutnya yang masih basah, belum lagi Krystal yang terus menatap dirinya.

“Mwo, mwo! apa yang kau lakukan! berhenti di tempatmu!” Krystal berjalan mendekati Amber dengan senyum Devilnya.

“Jung Soojung aku memperingatkanmu!” gugup Amber.

“Kenapa? apa ada yang salah” ucap Krystal yang terus menggoda Amber.

“Keluar dari kamarku!”

“Kenapa aku harus keluar?” bingung Krystal.

“Aku ingin memakai baju”

Krystal duduk di sofa Amber dengan duduk manis “Ganti saja”

“Tidak bisa” panik Amber.

Krystal mengerutkan dahinya “Kenapa tidak bisa? bukankah kita sama-sama yeoja” goda Krystal.

Krystal terus menatap Amber dengan tatapan menggoda “Bukalah dan pakai lah pakaianmu”

Melihat Krystal seperti itu sungguh membuat Amber kesal karena malu, tak tahan dengan kondisi yang seperti ini. Amber berjalan mendekati Krystal “Baiklah kalau itu maumu, aku akan mengganti baju di depanmu” kini Amber yang menggoda Krystal.

Krystal menelan salivanya dengan menegakkan duduknya “1…..” Amber mulai menghitung.

“2….” wajah Krystal semakin merah saat Amber bersiap melepas handuknya.

“Tii….”

“Arraso arrasoo!” Krystal buru-buru berdiri dengan wajah yang merah, di sisi lain Amber tersenyum melihat Krystal yang menjadi canggung.

Tidak sampai 1 menit, Amber membuka pintu kamarnya “Masuklah” ucap Amber kepada Krystal yang duduk.

Krystal kembali masuk ke kamar Amber dan langsung merebahkan badannya ke tempat tidur Amber “Aaahhh” senyum Krystal dengan memeluk bantal Amber.

Sedangkan Amber duduk di sofa “Ada apa? mengapa kau tiba-tiba masuk kamarku”

“Ehmm tidak ada” ucap Krystal yang memejamkan matanya.

“Apa kau ingin tidur dikamarku lagi?”

Krystal membuka matanya, badanya di miringkan untuk bisa melihat Amber “Sebenarnya ada yang ingin kuceritakan”

“Apa? katakan padaku” Amber menatap serius.

“Aku bingung apakah aku harus mengikuti pesta tahunan sekolah atau tidak”

“Oh masalah itu, mengapa kau memikirkannya? aku yakin kau pasti tidak akan ikut” Amber menyenderkan tubuhnya di sofa.

“Tadinya, tapi sepertinya aku akan memikirkan ulang karena Kai mengajakku untuk menjadi pasangannya”

Mendengar nama Kai, Amber langsung berdiri dari sofanya “Tidak, tidak dan tidak!”

Krystal juga bangun dari tidurnya dan duduk di atas tempat tidur Amber “Kau ini kenapa? mengapa begitu sensitif sekali dengan Kai, apa dia punya salah denganmu?” bingung Krystal.

“Tidak, hanya saja aku tidak suka dia bersamamu”

“Mengapa seperti itu?”

Wajah Amber terlihat bingung “Aish! memang kapan acaranya dimulai?” tanya Amber.

“2 hari lagi” santai Krystal.

Amber terlihat berfikir “Aku yakin kau tidak akan bisa datang, aahh daripada aku dirumah lebih baik aku menerima ajakan Kai. Lagipula ini adalah tahun terakhir sekolah”

Amber duduk di tempat tidurnya berasama Krystal “Haish di rumah saja! apa kau tidak tahu itu pasti akan ramai. Aku yakin kau tidak akan berlama-lama disana!”

“Kita lihat saja nanti!” Krystal langsung bangun dari tempat tidur Amber dan meninggalkan kamarnya.

“Ya Jung Soojung! aish, pergi begitu saja”

 

Di tempat lain

Pria paruh baya itu terlihat duduk dengan sebatang rokok di tangan kanannya “Apa kau berhasil mendekatinya?” tanyanya pada namja yang berdiri di depannya.

“Ya appa, hanya saja Krystal belum memberi jawaban tapi aku yakin bahwa dia tidak akan menolakku”

“Pastikan itu benar Kai” pria itu bangun dari duduknya dan meminum segela wine.

“Rencana kita sudah semakin sempurna, hanya saja masih ada beberapa kendala yang perlu kau dan aku bereskan, apa kau mengerti?”

“Ya appa, aku mengerti”

 

 

 

Malam pesta tahunan 

Semua murid Empire masuk ke dalam gedung mewah yang sudah di sewa mereka, semua murid merangkul pasangan masing-masing, semua terlihat bahagia dengan tawa mereka.

Setiap namja berpakaian dengan begitu rapih, dengan memakai tuxedo maupun suit. Sedangkan para yeoja terlihat begitu menawan dengan dress yang mereka kenakan. Pesta tahunan Empire layaknya seperti medan perang dengan gaya, kecantikan, ketampanan mereka masing-masing untuk mendapatkan gelar raja dan ratu Empire.

4 walls dan Shinee terlihat berbincang bersama, Vic berpasangan dengan Henry, Luna dengan Onew dan tentu saja Sulli dengan Minho “Dimana Krystal?” tanya Jonghyun.

“Sepertinya dia tidak datang” lesu Luna.

“Lalu bagaimana dengan Amber, apa dia akan datang?” tanya Vic pada Jonghyun.

“Aish anak itu, dia akhir-akhir ini sangat sibuk jadi aku rasa dia tidak akan datang” jelas Jonghyun.

Sebelum mereka masuk kedalam gedung, 4 walls dan Shinee melakukan sesi foto. Mereka tersenyum di depan kamera dengan melambaikan tangan bagaikan selebrti Korea.

Sudah selesai melakukan sesi foto, 4 walls dan Shinee mulai masuk ke dalam gedung tapi secara tiba-tiba suara begitu ribut, teriakan para yeoja menjadi bergema membuat 4 walls dan Shinee menoleh ke arah suara “Ada apa? apa ada pencuri” bingung Onew.

“Sepertinya tidak”

Sulli menyipitkan matanya dengan melangkah lebih dekat ke arah kilatan kamera “JUNG SOOJUNG!” kaget Sulli.

Lampu kamera tak hentinya menyinari Krystal yang tengah berdiri dengan anggun

uif1453430562.jpg

380042_171592_1740.jpg

Tak henti-hentinya semua orang memuja-muji sosok Krystal Jung yang begitu sangat luar biasa cantik.

“Apa?!!” kaget Luna.

“Ada apa?” tanya Onew.

“Soojung bersama Kai?” mereka semua melihat ke arah Kai yang menyusul Krystal berfoto, membuat kembali kericuhan pesta tahunan.

“Aku rasa, aku sudah tahu siapa yang akan menjadi King an Queen tahun ini” lemas Henry.

“Kenapa tidak bersama Amber! mengapa temanmu itu bodoh sekali!” marah Vic.

“Dia memang bodoh, kalau saja dia melihat Krystal seperti ini aku yakin dia akan mengeluarkan liur dari mulutnya” tatap Henry ke Krystal.

Krystal dan Kai berjalan menuju 4 walls dan Shinee, Kai memegang tangan Krystal “Hai semua” sapa Krystal dengan senyum paksa.

“Aku kira kau tidak akan datang” ucap Luna.

“Mau bagaimana lagi” Vic memperhatikan wajah Krystal yang sedikit murung “Ada apa dengannya? dia terlihat seperti tidak bahagia” pikir Vic.

 

Krystal POV

Pesta tahunan benar-benar ramai dan meriah, dan tentu saja semua orang menatapku dengan tatapan yang membuatku tak menyukainya. Di tambah lagi dengan moodku yang sedang buruk! aku tidak tahu mengapa aku harus datang ke acara ini, aish sebenarnya aku datang karena…

Karena ingin membuat Amber cemburu kepada Kai dan berhadap llama bodoh itu datang, tapi sampai detik ini dia tak datang! benar-benar menyebalkan!! apa dia itu tidak memiliki perasaan.

“Kenapa kau terlihat begitu murung? daritadi kau sama sekali tidak tersenyum” aku melihat ke arah Vic eomma yang datang menghampiriku.

“Aku tidak apa-apa” saat ini tidak ada yang bisa membuatku tersenyum atau membuat moodku kembali lagi.

“Dimana Kai?”

“Sedang mengambil minum” jawabku datar, benar-benar membosankan.

“Aku tidak menyangka kau akan datang, apa alasanmu bisa datang ke pesta ini Jung Soojung? aku tahu kau memiliki misi lain”

Aku menatap Vic eomma “Ntahlah, mungkin aku sudah gila”

“Haha besenang-senanglah, kau sudah cantik-cantik seperti ini malah terlihat dingin. Ayolah Soojung, ini adalah pesta tahunan terakhir kita. Nikmatilah

Bagaimana bisa aku menikmatinya, jika moodku sedang tidak bagus. Ditambah lai semua orang yang menatapku seakan aku adalah santapan mereka.

Suara alunan musik dimulai dan aku melihat Key yang sedang naik panggung “Hallo semua, bagaimana kabar kalian?”

“Aku harap kalian akan menikmati pesta kali ini! dan seperti yang kalian tahu, inti dari acara ini akan segera dimulai yaitu pemilihan King and Queen Empire School 2017!!”

Seketika semua menjadi heboh kecuali diriku.

“Maka dari itu nikmatilah pesta, dan musik dimulai!”

Alunan musik dimulai, alunannya begitu lembut dengan lampu yang mulai meredup. Semua orang berdansa di lantai dansa dengan pasangannya masing-masing. Aku bisa melihat sahabatku yang sedang menikmati waktunya sedangkan aku? hufh. lebih baik aku pulang saja.

Saat aku sedang membalikan badanku tiba-tiba Kai datang menarik tanganku menuju lantai dansa, aku menatap tangannya tapi rasanya berbeda…

Dan juga, apa Kai mengganti tuxedonya?

Kini kami berhenti di tengah lantai dansa, aku menatapnya aneh. Mengapa Kai memakai topeng?

Tangannya mulai memegang tanganku, tangannya yang lain memegang punggungku. Jarak kami begitu begitu dekat tapi…

Tapi mengapa aku begitu deg-degan. Tidka biasanya aku seperti ini jika bersama Kai. Aku merasa ingin mati, rasanya begitu berbeda.. Sentuhannya begitu lembut membuat hatiku menjadi tenang.

Aku mengikuti langkah kaki Kai menari, alunan lagu semakin romantis di tambah lagi aku bisa merasakan nafas hangat di leherku. Aaaghhhh aku benar-benar gila.

“Bagaimana bisa aku membiarkan yeoja cantik sepertimu bersamanya”

WHAT?!! suaranya!!

Dia tersenyum, topengnya mulai di buka dan ….

“Tak akan kubiarkan dia menyentuhmu karena kau milikku Krystal Jung”

“Amber….”

Dia tersenyum Dia tersenyum Dia tersenyum!!!! aku menatap matanya, Amber begitu sempurna dengan tuxedo hitam yang dia kenakan. Dia begitu..

Tampan.

“Tapi bukankah kau…”

“Sssstt” Amber menempelkan jarinya dibibirku dan jarinya berjalan ke arah pipiku.

“Aku bersamamu” senyumnya, aku tak bisa menahan senyumkku dengan menatapnya.

“Kau terlihat begitu cantik, sangat cantik”

“Terima kasih” ucapku lembut, dan untung saja tidak terlalu terang jadi Amber tak bisa melihat wajahku yang memanas.

Amber kembali mendekap diriku, aku bisa mencium wangi tubuhnya yang begitu khas. Jari kami saling bermain-main, jarinya saling menyatu denganku.

Begitu nyaman.

Sentuhannya membuatku masuk ke dimensi yang dimana hanya aku dan..

Dia…

Kini matanya menatapku, aku tak kuasa untuk menatapnya. Kami berdua tersenyum dengan jarak yang hanya beberapa inci.

Amber semakin menarik tanganya agar aku semakin dekat dengannya.

Jantungku tak karuan, wajahnya begitu dekat. Dia terlihat begitu manis, matanya begitu indah..

Amber, apa yang telah kau lakukan padaku?

Waktu seakan berhenti, aku tak mendengar suara kerumunan ataupun alunan musik. Yang ada dipikiranku saat ini hanyalah Amber..

Amber menatapku, jarak kami semakin dekat hingga aku bisa merasakan hangat hembusan nafasnya.

Bagaimana ini?

Aku gugup..

Aku…..

Aku memejamkan mata, dan …

Amber menciumku!!

Ku ulangi!

Amber menciumku, mencium bibirku!!

Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan. Aku terlalu gugup.

Amber terus mencium bibirku, bukan mencium tapi kali ini Amber melumat bibirku dengan begitu lembut sehingga aku larut dalam ciumannya.

Ntah mengapa aku membalas bibir Amber, rasanya begitu manis.

Hingga pada akhirnya …

“Prok prok prok prok” aku melepas bibir Amber, aku mendengar suara tepuk tangan serta siulan untuk kami. Aku tidak tahu lampu lantai dansa menjadi terang kembali, dan hanya aku dan Amber yang berada di lantai dansa.

Aaahh bagaimana ini! aku begitu malu!

Aku merasakan tangan Amber di daguku “Tidak perlu malu” senyumnya yang membuatku tersenyum.

Semua orang tersenyum melihat Krystal dan Amber, begitu banyak yang iri pada dua pasangan tersebut.

“Sepertinya kita sudah menemukan King anda Queen untuk tahun ini” cuap Key di atas panggung.

“Dan….. selamat untuk pasangan terfenomenal Krystal dan Amber!!!” semua orang tepuk tangan gembira.

“Selamat!!” aku tersenyum, begitu juga Amber. Amber tak melepaskan matanya dariku.

“Eheem eheem dimohon untuk Kryber untuk naik ke atas panggung” ucap Key dengan memegang mahkota.

“Kryber?” ulang Amber.

“Not bad” ucapku.

Aku dan Amber naik ke atas panggung, tentu saja Amber tak melepaskan tangannya dariku.

Setelah menerima penghargaan sebagai King anda Queen, aku dan Amber bergabung dengan 4 walls dan shinee.

“Waah tak kusangka posisi kita direbut” ucap Onew.

“Jika aku dan Soojung datang ke pesta dalam 3 tahun berturut-turut aku yakin kami akan memecahkan rekor sebagai pasangan romantis” senyum Amber.

“Hahahah” semua tertawa, aku kembali melihat tanganku yang terus di genggam erat oleh Amber.

Sedangkan Vic, Luna dan Sulli menatapku dengan tatapan menggoda “Apa?” ucapku pelan.

“Bagaimana rasanya?” aish mereka mulai lagi!

Tak terasa waktu menujukkan pukul 10.30 PM. Aku dan Amber berjalan menuju mobil, aku melihat Amber yang melepaskan blazernya dan memakaikannya padakku “Gomawo” senyumku. Dan seperti biasa Amber akan membukakkan pintu mobil “Silahkan Princess” ucapnya.

Tak lama kemudian mobil meninggalkan tempat, kini suasana canggung kembali muncul diantara kami.

Tapi….

Amber memegang tanganku dan aku membalas genggaman tangannya

0a213f9fa97444572e3d788ee09c151d.jpg

(Ilustrasi hahaha)

Tak terasa kami sudah tiba di rumah, Aku segera turun dari mobil dengan Amber yang membukakkan pintunya. Aku berdiri di depan pintu menunggu Amber untuk masuk ke dalam rumah “Kajja”

“Selamat malam nona muda Jung” sapa seketaris Kim.

Ntah mengapa aku masih merasa canggung atas kejadian di pesta tahunan tadi, aku ingin sekali bertanya mengapa dia tiba-tiba menciumku..

Aish mengingat hal itu sungguh membuat pipiku panas “Princess, kau tidak apa-apa?” aku menatap Amber yang berdiri di sampingku.

“Oh aku tidak apa-apa” senyumku.

“Beristirahatlah”

“Kau juga, selamat malam Am”

 

 

Hari-hari berlalu, semakin hari semakin tak terpisahkan diriku dengan Amber, tapi saat ini Aku tidak tahu status hubunganku dengan dirinya, tapi bukankah kami sudah bertunangan? tapi… aish Jung Soojung! apakah aku menyukainya? tapi yang jelas aku tidak ingin jauh darinya jadi itu artinya apa?

Apakah aku menyukaimu Amber Liu?

Apakah aku telah jatuh hati padamu?

Sepertinya..

Seperti itu.

“Kau tidak apa-apa?” aku menatap Amber yang tengah berkeringat.

“Ini” kuberikan sapu tanganku untukknya.

“Aku tanya apa kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa” jawabku.

“Minumlah” kuberikan sebotol air mineral untukkunya karena aku yakin dia begitu lelah karena bermain basket.

Menemani Amber bermain basket kini sudah menjadi kebiasaan baruku, setiap sore aku menemaninya untuk bermain basket dengan sahabat-sahabatnya.

Sesekali Amber tersenyum padaku dan melambaikan tangannya padaku.

Aku tidak tahu isi hatinya sekarang karena kau tahu, aku tidak berani bertanya. Apakah aku menyukai Amber?? itu adalah pertanyaan terbesar dalam diriku saat ini, apakah aku menyukainya, menyukai Amber sosok yeoja yang dulu begitu ku benci?

 

 

Waktu sudah menujukkan pukul 8 malam sebelum kembali ke rumah, aku dan Amber berjalan-jalan di taman dengan bergandengan tangan.

“Malam ini begitu indah”

“Ya” jawabku singkat.

Kini kami berhenti menatap lampu-lampu kota di atas bukit “Waah indahnya” kagumku.

“Tapi kau jauh lebih indah”

Aku tersenyum mendengarnya, aku rasa aku menyukaimu Amber Liu..

 

 

Next day Amber POV

Aku segera bersiap-siap untuk pergi “Kau mau kemana?”

Aku melihat Krystal yang baru saja bangun dari tempat tidurku “Aku harus pergi, aku memiliki janji, aku segera kembali” senyumku.

“Hmmm” dan Krystal melanjutkan tidurnya.

Aku berjalan menuju mobil dengan mengenakan jaket hitam, dan kemudian aku melaju cepat meninggalkan kediaman Jung.

1 jam kemudian aku telah sampai, ku buka pintu mobil dan menatap sungai Han yang tak jauh dari jangkauan mataku.

“Hoi!!!” aku melihat ke arah suara dan melambaikan tangan kepada mereka, berjalan ke arahnya.

“Mengapa kau lama sekali!”

“Aku hanya telat 5 menit” sangkalku.

“Duduklah” kini mereka berdua menatapku.

“Apa kau tidak  mengajak Krystal?” aku menggelengkan kepalaku “Aish benar-benar tidak menyenangkan” aku tersenyum melihat Eric.

“Kau bilang ada sesuatu yang ingin kau katakan, aku rasa itu sangat penting hingga kau tidak mengajak Krystal” aku menatap Ailee, ucapan dia begitu benar.

Aku menghela nafas, saat ini aku benar-benar membutuhkan mereka “Apa ada sesuatu di antara kalian?” tanya Eric.

“Tidak ada, justru semuanya berjalan dengan lancar” senyumku.

 

Author POV

“Aku menyukainya, kami selalu menghabiskan waktu bersama” Eric dan Ailee terlihat terkejut sekaligus senang mendengarnya.

“Apa kau sudah mengatakan cintamu pada Krystal?” tanya Ailee.

“Belum” jawabku pelan.

“Ya! mengapa belum?! tunggu apalagi” ucap Eric.

Aku tersenyum mendengarnya, aku memiliki alasan mengapa aku belum menyatakan perasaanku pada Krystal atau aku takut untuk jatuh cinta padanya “Amber?” aku melihat Ailee “Katakan, apa yang terjadi”

“Ada sesuatu yang mengganjal hatiku, ada sesuatu hal yang membuatku takut untuk jatuh cinta padanya” ucap Amber.

Amber menghela nafas, kepalanya tertunduk “Aku, aku berbohong padanya”

Eric dan Ailee terkejut “berbohong? maksutmu”

Amber menatap kedua sahabatnya “Kalian tahu bukan aku dijodohkan dengan Krystal karena tuan Jay Jung” mereka mengangguk.

“Sebelum aku dijodohkan dengan Krystal, aku telah membuat perjanjian pada Jay Jung” ucap Amber yang membuat Eric dan Ailee terkejut.

“Perjanjian?” ulang mereka.

“Iya, aku memiliki perjanjian kepada Jay Jung….”

Amber menundukkan kepalanya, rasa berdosa berkecamuk di hatinya “Aku melakukan perjanjian satu tahun kontrak bersama Krystal dan berpura-pura menjadi tunangannya”

“APA?!!” Eric dan Ailee tercengang dengan ucapan Amber “Apa kau sudah gila! mengapa kau tidak mengatakan pada kami?”

“Aku kira semua akan baik-baik saja, aku tak pernah menyangka bahwa aku akan jatuh cinta kepada Krystal karena yang terpenting bagiku adalah bagaimana aku bisa hidup dengan bergelimang harta”

Mereka bertiga diam sejenak “Apakah Krystal mengetahuinya?” tatap Ailee.

“Tidak”

“Dasar bodoh, apa kau tidak tahu bahwa Krystal telah menyukaimu? dan kau tidak jujur padanya” marah Ailee.

“Aku terlalu takut, sebisa mungkin aku tidak jatuh kepadanya! apa kau tidak tahu bagaimana menderita diriku saat melihat wajahnya”

Eric mengampiri Amber dan memegang bahunya “Kalau kau mencintai Krystal maka katakanlah, katakan bahwa kau mencintainya dan jujur pada dirinya. Aku yakin Krystal akan mencoba memahamimu” tatap Eric.

“Lalu, berapa lama lagi kontrakmu habis?”

“4 bulan” singkat Amber.

“Dan setelah itu aku akan berangkat ke Los Angeles” Eric dan Ailee menatap Amber.

“Sekarang pergilah, katakan pada Krystal yang sebenarnya”

Amber menatap Ailee dan Eric “Baiklah, terima kasih” senyum Amber.

“Ting” Amber membuka ponselnya yang berisi pesan dari Krystal “From Princess Soojung

Aku sudah dijalan, aku harap kau tepat waktu bila tidak awas saja!”

Amber tersenyum, tentu saja hari ini adalah hari minggu. Amber mengajak Krystal untuk pergi ke taman sore hari ini, terlebih lagi Amber ingin mengatakan sesuatu pada Krystal Dan juga Amber akan menceritakan semuanya pada Krystal.

“Ting” ponsel Amber kembali menerima pesan singkat, pesan tersebut bukan dari Krystal melainkan dari Jay Jung yang mengatakan bahwa Amber harus menjaga Krystal karena perusahaan sedang kacau.

Amber terbebani dengan semua perintah Jay Jung dan itu membuatnya gila, sedangkan hatinya telah jatuh kepada Krystal, yeoja yang seharusnya tak dia cintai.

 

Sedangkan di tempat lain

Krystal terlihat menawan dengan rambut yang terurai, sepanjang jalan Krystal terlihat tersenyum dengan memegang cincin yang telah dia kenakan, cincin yang selama ini hanya di tatap olehnya, cincin yang selama ini menjadi barang yang dibenci olehnya, tapi situasi kini berubah. Cincin pengikat janji tersebut telah melekat di jari manis seorang Krystal Jung.

“Aku rasa cincin ini sebagai jawaban isi hatiku, ntah mengapa aku ingin begitu memakainya” isi hati Krystal.

“Ting” ponsel Krystal menerima pesan masuk, wajah Krystal tersenyum saat melihat pesan masuk, tapi setelah melihat nomor yang tak dikenal seketika senyumannya memudar. Dengan penasaran Krystal menggeser layar ponselnya dan mulai membaca pesan singkat “From: Unknown

Aku memberikanmu sebuah kejutan, aku yakin kau akan menyukainya. Datanglah ke ruangan terpenting di perusahaan, carilah dan temukan rahasia yang tak kau ketahui”

Krystal menatap layar ponselnya “Apa ada yang ingin bermain-main denganku? tapi… apakah yang dimaksud ruangan kakek?” Krystal melihat jam, sepertinya Krystal masih memiliki waktu”

“Antar aku ke perusahaan”

“Maaf nona?”

Krystal menatap spion mobil “Apa kau tidak dengar?” dinginnya.

“Baik nona muda” dengan segera mobil Krystal memutar balik jalan menuju perusahaan Jung.

Tak lama kemudian Krystal turun dari mobilnya dan menuju ruangan kakeknya. Krystal menatap pintu ruangan Jay Jung, Krystal menghela nafas.

“Cklek” pintu terbuka, Krystal mulai masuk ke ruangan terpenting di perusahaan ini. Matanya menelusuri ruangan. Kakinya melangkah pelan, kakinya menuju meja kerja Jay Jung “Apa aku sedang di permainkan? bodoh sekali kau Krystal” ucapnya.

Tapi masih ada yang mengganjal di hati Krystal, Krystal kembali menelusuri dan kini matanya sedang menelusuri buku-buku yang tertata rapih di rak buku “Aku heran mengapa kakek suka sekali membaca buku” heran Krystal mengambil satu buku di tangannya. Krystal kembali melihat buku lain dan mengambilnya tapi anehnya buku tersebut tak bisa diambil, membuat Krystal menjadi heran. Krystal memegang buku tersebut dan mendorong masuk buku yang terlihat tua tersebut dan seketika rak buku tersebut terbelah menjadi dua, membuat Krystal terkejut.

Kini matanya menarah pada sebuah lemari besi “Apa ini?” bingung Krystal. Tangannya menyentuh lemari kokoh tersebut dan melihat tombol password digital “Aku tidak tahu kakek menyembunyikan hal ini padaku” senyum Krystal, untuk membukanya Krystal membutuhkan kode, Krystal berfikir keras hingga akhirnya dia menemukan ide dengan menggambungkan tanggal ulang tahun ayahnya dengan kakeknya. layar mulai di pencet dan lemari besi terbuka…

Krystal terlihat terkejut, dia tidak tahu bahwa lemari tersebut terbuka “Aku harap kakek tidak marah denganku” ucapp Krystal. Kini matanya menelusuri lemari besi tersebut.

Matanya menangkap beberapa benda. Krystal melihat emas batangan, batu berlian, uang dollar serta beberapa dokumen.

Tangan Krystal mengambil pelan dokumen tersebut, Krystal duduk di sofa dan membaca dokumen-dokumen rahasia tersebut.

Dokumen itu terdiri dari saham kakeknya, dan urusan lainnya yang begitu rahasia. Tapi ada satu dokumen yang membuat Krystal pensaran.

Krystal memegang dokumen tersebut dan membukanya.

Matanya menelisir tajam setiap kalimat.

Kata demi kata Krytsal baca, kini tangannya menjadi gemetar.

Matanya membulat.

Nafasnya tak karuan “Apa ini?”

Matanya menjadi panas.

Di gigit bibir bawahnya untuk menahan amarah serta kesedihan di hatinya.

Krystal tersenyum sedih, matanya terpejam.

 

 

09.40 PM taman

Amber mengosok-gosok tangannya dengan bunga mawar merah di sampingnya “Hufhh dingin sekali, aish mengapa lama sekali?” tak lama kemudian Amber bangun dari tempat duduknya dengan memegang mawar merah di tangannya, tak lupa memberikan senyuman kepada Krystal yang mulai mendekatinya.

Krystal menatap Amber begitupun Amber “Mengapa kau lama sekali? apa kau tidak tahu aku bisa mati kedinginan?”

Krystal hanya diam, membuat Amber sedikit khawatir “Apa kau tidak apa-apa?” tanya Amber.

Krystal tersenyum tipis, mata Amber tak sengaja menatap tangan Krystal yang sudah memakai cincin tunangan mereka. Membuat Amber begitu gembira.

Tapi tidak dengan Krystal “Apa yang ingin kau bicarakan?” serius Krystal.

Amber tersenyum “Aku…” Amber menundukkan kepalanya.

“Aku menyukaimu” senyum Amber.

“Ah sudah lama sekali aku ingin mengatakan ini tapi aku tidak berani, aku…”

“Karena kau mempermainkanku..” tatap Krystal tajam.

Krystal menggigit bibir bawahnya, menggengam tangannya “Apa kau sudah puas? apa kau sudah puas bermain-main denganku? apa kau sudah puas dengan apa yang diberikan kakek selama ini? apalagi yang kau inginkan, uang? mobil? pakaian?” Krystal tersenyum tipis.

“Bodoh, bagaimana bisa aku percaya denganmu. Kau… kau adalah tamengku. Dan setelah semua ini selesai kau akan pergi. Satu tahun? selama itukah? ohh tentu saja kau akan melakukan apapun untuk uang. Kau ingin uang? akan kuberikan semua yang kumiliki padamu Amber Liu, tapi jangan pernah kau muncul di depan wajahku”

“Soojung” Amber memegang tangan Krystal yang hendak pergi tapi “Plak!” sebuah tamparan mengenai wajah Amber, mata Krystal berair. Tanganya melepas cincin yang sempat membuatnya tersenyum, kini cincin tersebut di buangnya “Kau kira aku peduli padamu? kau bukan siapa-siapa bagiku! kau kira aku adalah perempuan gila yang akan jatuh hati pada seorang yeoja? aku.. aku tidak sakit. Aku tidak sakit sepertimu! ini sangat menjijikan! apa kau tahu itu? jangan pernah berharap lebih dariku Amber Liu, dan jangan pernah muncul di hadapanku. Karena aku muak melihatmu!” Krystal berjalan meninggalkan Amber dengan bunga ditangannya.

Amber menundukkan kepalanya “Ini semua salahku, tidak seharusnya aku jatuh hati padamu. Seharusnya aku hanya menjalankan tugasku, tidak lebih tapi.. tapi aku sudah jatuh di pelukanmu Krystal Jung. Maafkan aku bila aku melukaimu, tapi hati ini sungguh tulus kepadamu” ucap Amber yang membuat Krystal menghentikan langkahnya tapi tidak di perdulikan oleh Krystal dan pergi menjauhi Amber seorang.

 

11.01 PM

Amber terlihat berjalan tanpa arah tujuan, sesekali dadanya terasa sesak hingga airmata jatuh di pipinya “Tidak seharusnya aku mempermainkan hatinya, bila pada akhirnya aku meninggalkannya” Amber termenung.

“Maafkan aku Krystal Jung, lagipula kau tidak akan mencintaiku karena aku adalah seorang yeoja sepertimu, seperti yang kau bilang bahwa aku hanya berharap lebih padamu” senyum Amber.

“Krystal membenciku, dia tidak akan kembali padaku. Tidak seperti dulu, jika Krystal terus bersamaku maka akan membuatnya sengsara. Haruskah aku melupakannya?”

Amber menundukkan kepalanya, angin berhembus kencang “Permisi” Amber menadahkan kepalanya, melihat seorang yeoja yang berdiri di depannya.

 

 

“Permisi”

Amber menatap yeoja tersebut, dengan segera Amber berdiri dari duduknya dan menatap yeoja yang sedang membawa koper dan beberapa tas tersebut. Amber menatap wajah yeoja tersebut, mengingatkannya pada seseorang “Permisi”

“Oh ya”

“Apa kau tahu alamat ini” Amber mengambil kertas di tangan yeoja tersebut dan membacanya “Sepertinya kau sudah tersesat jauh nona”

“Hufh sudah kuduga, seharusnya aku tahu bahwa taxi tadi menipuku” kesal yeoja tersebut.

“Aku bisa mengantarmu” yeoja tersebut melihat ke arah Amber dengan tatapan sedikit curiga.

“Aish aku tidak akan membohongimu, kau bisa memegang kartu pelajarku jadi kau bisa mencariku”

Yeoja tersebut menatap Amber dari ujung kaki sampai ujung kepala “Percayalah” ucap Amber.

“Lagipula kalaupun kau bersikeras tidak mau ku antar, aku akan tetap mengantarmu. Aku tidak akan membiarkanmu sendiri, bila ada sesuatu bagaimana?”

Yeoja itu terus menatap Amber “Baiklah”

Amber tersenyum “Biarku bantu” Amber dan yeoja tersebut berjalan untuk menuju mobil “Sepertinya kau bukan orang Korea” tanya Amber.

“Kenapa kau bilang seperti itu?”

“Karena kau bisa tertipu oleh pengendara taxi dan terlebih lagi bahasa Koreamu sedikit tak lancar” yeoja itu tersenyum mendengar ucapan Amber.

“Sudah lebih dari 20 tahun aku tidak kembali, banyak perubahan yang terjadi selama aku tidak ada disini” ucapnya.

“Lalu kau selama ini tinggal dimana?” tanya Amber dengan membawa koper.

Yeoja itu menatap Amber “Apa kau begitu penasaran? ingat, kau hanyalah orang asing”

Amber tersenyum “Lagipula kita tidak akan pernah bertemu lagi”

“Benarkah? kita lihat saja nanti”

Kini Amber dan yeoja tersebut masuk ke dalam mobil dan menuju Galleria Foret Seongdong-gu.

 

“Apa kau habis menangis?”

“Jadi kau penasaran denganku?” tanya Amber dengan mengendari mobil.

“Apa kau baru saja mengakhiri hubunganmu dengan kekasihmu?” Amber hanya diam.

“Cinta itu menyakitkan, kau harus terima semua resikonya”

“Sok tau” ucap Amber.

 

25 menit berlalu, mobil Amber berhnti di depan lobi. Amber dan yeoja itu turun, Amber membantu beberapa barang yeoja tersebut “Kau ini mau pindahan? mengapa banyak sekali” ucap Amber membawa beberapa tas.

Yeoja itu tersenyum “Sepertinya aku akan lama disini”

“Benarkah?” angguk Amber.

Amber menutup bagasi mobilnya dan menatap yeoja berambut blonde tersebut “Masuklah” senyum Amber.

Yeoja tersebut tersenyum “Baiklah orang asing”

Amber membalikan badannya, kakinya melangkah menuju pintu mobil “Hei orang asing!”

Amber menghentikan langkahnya dan menatap yeoja bertubuh mungil tersebut “Sepertinya aku akan merasa bersalah jika aku tidak mengetahui namamu”

Amber tersenyum “Aku Amber, Amber Josephine Liu. Kau bisa memanggilku Amber”

Yeoja tersebut tersenyum “Terima kasih Amber ”

“Sama-sama.. hmmmm” Amber mengerutkan alisnya.

“Jung Sooyeon atau kau bisa memanggilku..

“Jessica Jung”

jessica-jung-harpers-bazaar4.jpg

 


 

Update tan terpanjang! hahaha maaf author lama, karena buat ngerjain ff butuh mood yang bagus hehe.

Selamat membaca, dan maaf kalau masih ada typo yang bertebaran ^^

Someday 14

Krystal POV

Kusenderkan kepalaku dengan menatap luar jendela mobil yang akan mengantarku kembali ke sekolah, kembali ke rutinitasku setelah 2 hari lamanya aku pergi dari dunia yang membosankan ini, aku tidak tahu mengapa 2 hari bersamanya begitu menyenangkan seaakan aku merasa bebas, aku merasa bahagia saat hari-hari bersama llama bodoh itu. Aku tidak tahu apa yang membuatku senang, apakah pulau Jeju ataukah karena bersama dirinya? apakah jika aku bersama orang lain, akan sama bahagianya?

Mobil berhenti, aku rasa ini lampu merah karena aku dapat melihatnya disamping mobilku dengan sepeda motornya. Aku menatapnya dari dalam mobil, dia membuka helmnya dan seperti biasa dia akan menyapaku dengan senyuman noraknya itu. Aku terus menatapnya, menatap bibirnya yang mengatakan sesuatu kepadaku dasar llama gila.

07.48 aku tiba di sekolah, aku mulai berjalan masuk kedalam sekolah dengan tatapan murid-murid yang menatapku dengan penuh gairah serta mereka berbisik ke arahku.

“Soojungie!!” aku menghentikan langkahku, aku menoleh ke arah suara dan melihat Luna unnie yang menghampiriku.

Luna unnie memelukku dan menatapku khawatir “Apa kau tidak apa-apa?”

Aku tersenyum “Aku tidak apa-apa, unnie tak perlu khawatir”

“Apa kau tidak tahu kau kami mengkhawatirkanmu? sukurlah kalau kau tak apa, aku juga yakin Amber pasti menjagamu” goda Luna.

“Haish Unnie kau ini bicara?” ucapku sambil berjalan.

“Tidak perlu, lagipula gosipmu sudah tersebar luas bahwa kau dan Amber menghabiskan waktu bersama di Jeju. Apa kau tidak tahu seketika sekolah menjadi heboh, untung saja tidak ada kerusuhan. Walaupun kalian adalah sepasang kekasih tapi tetap saja popularitas kalian begitu tinggi”

Aku menghentikan jalanku “Unnie, hentikan”

Luna Unnie tersenyum “Ceritakan padaku, apa kalian melakukan sesuatu?”

Aku kembali berjalan “Kau ini bicara apa?” jawabku menatap lurus.

“Haish masa kau tidak tahu maksutku, kalian kan menghabiskan malam bersama apa tidak ada yang terjadi? seperti…” Luna memajukan bibirnya.

Haish ntah apa yang di pikirannya “Aku tidak seperti yang kau pikirkan”

“Jadi kalian tidak kissing?”

Aku menghentikan langkahku karena suara Luna unnie yang terlalu kencang “Ya! unnie kau ini bicara apa? tentu saja tidak, haish sudahlah” aku pergi berjalan lebih cepat karena Luna unnie pikirannya sudah tak beres.

Aku melambatkan jalanku, kepalaku sedikit keatas karena dia jauh lebih tinggi dariku. Kami saling bertatapan hingga akhirnya dia memelukku begitu kuat “Aku mengkhawatirkanmu Krystal, janganlah seperti ini” Aku hanya diam tak berkata apapun. Hingga akhirnya dia melepaskan pelukannya, aku menatap wajahnya yang begitu khwatir kepadaku “Aku tidak apa, kau tak perlu khawatir Kai” senyumku padanya.

“Seharusnya aku berada disampingmu untuk menjagamu, maafkan aku Krystal” aku tersenyum mendengarnya, aku tahu Kai pasti menghawatirkanku karena kami begitu dekat satu sama lain.

“Untuk apa kau minta maaf, lagipula aku tidak apa-apa”

“Mulai sekarang aku akan terus menjagamu”

“Bukankah kau memang terus menjagaku, hanya saja kali ini kau lebih begitu protektif” iya akui semenjak Kai menolak untuk menjadi kekasihku dia berubah menjadi drastis, ntah mengapa perhatiannya menjadi lebih kepadaku tidak seperti sebelumnya.

“Kau tahu bukan aku menyukaimu” aku menatapnya, ini sudah sekian kali Kai mengucapkan hal kata-kata itu kepadaku, tapi.. ntah mengapa perasaanku masih ragu padanya. Aku dan Kai memang dekat tapi aku tak mengerti perasaanku padanya.

“Krystal Jung!” suaranya menarik perhatianku dan Kai. Aku melihatnya yang berjalan ke arahku .

“Apa kau tidak ingin masuk ke kelas?” tatapnya padaku.

Amber memegang lenganku tapi….

“Apa yang kau lakukan? mengapa kau terus meganggu kami” aku menatap Kai yang memegang lengan Amber. Aku melihat Kai begitu marah kepada Amber, tentu ini bukan sekali atau dua kali Amber melakukan hal ini.

Amber menatap Kai dengan senyuman tipisnya “Permisi, apa kau tidak tahu sekarang jam berapa? apa kau ingin membuat Krystal di hukum dari kelasnya hanya karena kau?” tatapan Amber tak kalah mengerikan dari Amber.

“Kajja” Amber menarik lenganku dan berjalan meninggalkan Kai. Amber terus memegang lenganku hingga menarik perhatian banyak murid “Lepaskan!” pintaku tapi dia terus memegang lenganku hingga kami tiba di depan kelas dengan bel yang berbunyi “Jika aku tak menarikmu mungkin kau masih bicara padanya dan terlambat, kau seharusnya terima kasih kepadaku” ucapnya yang lalu meninggalkan ku di depan kelas, Haish dasar llama!

Jam sudah menunjukkan jam 12, kami berjalan menuju kantin “Wah kantin kita kembali ramai lagi” ucap Vic.

“Awas-awas ada 4 walls”

“Minggir-minggir”

“Aku merindukan Krystal, senang sekali bisa melihatnya” ucap murid-murid.

Seperti biasa kami makan di meja biasa, aku menyantap spageti sebagai makan siangku. Saat aku menyantap makan siangku, aku tak sengaja menatap llama itu bersama teman-temannya yang mejanya tak jauh dariku, aku melihatnya yang sedang menerima telfon. Aku lihat bahwa akhir-akhir ini dia menjadi sibuk karena perusahaan yang dia tangani.

Jam pelajaran sudah dimulai dan guru sudah masuk, tapi aku melihat bangku Amber yang masih kosong terlebih lagi tas dan buku-bukunya tak ada di meja, kemana dia? apakah dia pergi ke kantor lagi?

09116338267e79c570d9cde141413522.jpg

(Ekspresi Krystal hehe saat Amber tak ada di bangkunya)

Malam sudah tiba, aku hanya duduk di sofa kamarku dengan memainkan ponsel “Agh aku bosan!” aku berdiri dan keluar dari kamar. Aku menatap pintu kamarnya “Sepertinya stupid llama itu belum pulang, aish ntah apa yang dia kerjakan?”

Aku turun kebawah, aku merasa bosan jadi aku jalan-jalan saja. Aku berjalan ke taman belakang. Menatap lapangan basket tempat favorit llama itu “Hufh ntah apa yang membuatku kesini”

Aku memanggil pelayanku “Ya nona muda Jung”

“Panggil seketaris Kim untung menghadapku” perintahku tanpa melihat pelayan.

“Baik nona muda Jung”

Tak butuh waktu lama “Selamat malam nona muda Jung, adakah yang bisa saya bantu” ucapnya sopan.

“Jelaskan padaku apa yang dilakukan llama itu di perushaan kakek” tanyaku tanpa menatapnya.

“Ehhm aku tidak tahu nona muda Jung, Tuan besar Jay Jung hanya memerintahkanku untuk Amber turut dalam andil urusan perusahaan”

“Aku tidak suka jawaban tidak tahu seketaris Kim. Cepat jelaskan padaku” tanyaku lagi.

“Saya benar-benar tidak tahu nona muda Jung, saya hanya mendapatkan perintah” seketika aku menatap seketaris Kim tapi matanya tak berani menatapku.

“Baiklah jika kau tidak ingin memberitahuku, aku akan mencari tahu sendiri” seketaris Kim hanya diam, aku tahu dia sedang menyimpan sesuatu.

“Lalu mengapa kakek lama sekali di San Francisco? apa yang kakek lakukan disana”

“Tuan besar Jay Jung sedang membangun bisnis barunya dan juga sedang menjalin kerjasama disana, nona muda Jung” aku hanya mengangguk, aku tahu perusahaan kakek memang besar dan investasinya dimana-mana.

“Kau boleh pergi”

“Baik nona muda Jung”

Ntah mengapa aku merasa bingung, kakek menjodohkanku dengan Amber dan Amber sekarang berperan dalam perusahaan kakek. Padahal aku tahu kakek bukanlah orang yang mudah percaya pada siapapun tapi mengapa dengan Amber dia begitu percaya? dan juga Amber masih sekolah dan masih harus banyak belajar, apa kakek tidak mempercayaiku dalam memegang perusahaan? haish bikin pusing saja.

Amber POV

Aku melihat jam yang menujukkan pukul 11.35 PM. Aku berdiri di depan jendela dengan teh hangat di tangan kananku. outside-views-of-Expressive-Office-Interior-in-Luxury-and-Warmth-Design.jpg

(Ruangan kantor Amber)

Ku pejamkan mata ini karena aku merasa begitu penat, aku tidak tahu mengapa aku harus ikut campur dengan semua ini. Apakah tuan Jay mencoba untuk mengetesku agar aku bisa memegang perushaannya di Amerika, nanti? tapi tidak mungkin, tidak mungkin tuan Jay Jung menyerahkan begitu saja perusahaanya di tanganku. Kalaupun dia mengetesku, tidak mungkin aku menjadi Vice president disini yang seharusnya Krystal yang bertanggung jawab. Bukankah ini aneh? apa dia tidak ingin Krystal campur tangan dengan semua ini, tapi bagaimanapun juga Krystal adalah satu-satunya pewaris tunggal Jung’s corpt.

“Aghh!” aku mengacak-acak rambutku, ku taruh gelas ini dan mengambil beberapa dokumen di meja kerjaku. Kepalaku semakin pusing melihat turunnya saham yang memerah diatas 1 persen! belum lagi aku mendengar bahwa adanya berita penyuapan yang terjadi oleh tuan Jay yang merugikan negara, apakah itu benar? apakah tuan Jay masuk kedalam jaringan kotor seperti itu? bahkan bukan hal itu saja, masih banyak yang kudengar mengenai hal yang membuatku tidak percaya saat mendengarnya. Apakah aku harus mencari tahu atau diam saja mengikuti perintahnya?

“Drriingg drriingg” 

Aku mengambil ponselku “TaeTae” aku menggeser layarku.

“Yeoboseyo”

“Kau dimana?”

Aku menghela nafasku, bangun dari tempat duduku dan menatap luar jendela “Masih di kantor”

“Mengapa kau belum pulang juga?”

“Aigoo mengapa kau seperti ibu yang mencari anaknya haha” candaku.

“Aku bertanya, jawab”

“Ada hal yang harus ku tangani Tae, kau tak perlu khawatir. Mungkin aku tidak akan pulang, jadi bisakah kau mengantar sergam sekolahku ke sini? aku akan menunggunya”

“Baiklah, aku akan menyuruh pelayan untuk mengantar sergammu”

“Baiklah kalau begitu”

“Selamat malam”

“Tae!” teriaku agar dia dapat mendengar suaraku sebelum dia matikan.

“Wae?”

“Ehhmmmm…” haruskah aku menanyakannya?

“Ada apa? cepat katakan aku ingin tidur”

Haish anak ini! “Krystal sedang apa?” tanyaku deg-degan.

“Mwo? hahaha aku tak salah dengar” lihat dia malah tertawa!

“Tidak ada yang lucu, cepat jawab”

“Mengapa tak kau tanya sendiri saja? bukankah kalian sudah menghabiskan waktu bersama? mengapa masih saja kaku” tawanya di ujung.

“Sudahlah aku menyesal bertanya padamu!” aku segera menutup telfon dari Tae karena aku menjadi malu.

“Ting” aku melihat ponselku dengan 1 pesan masuk, aku segera membukanya.

“Tanya saja langsung 01xxx-xxxx-xx” ntah mengapa aku menjadi tersenyum saat Tae mengirimkan nomor ponsel Krystal.

Aku tidak tahu mengapa dia selalu ada di kepalaku, bahkan saat ini aku sedang membayangi wajahnya yang tengah tersenyum “Cantik” haish! ada apa ini, aku menelfonya hanya untuk memastikan bahwa dia baik-baik saja! bagaimanapun juga Krystal adalah tanggung jawabku.

“Baiklah” aku langsung mengetik nomor Krystal, tapi apa dia sudah tidur? aku meliat jam yang menujukkan pukul 12.20 AM.

“Aku rasa dia sudah tidur” keluhku.

“Tapi…” aku menatap ponselku, tinggal mengetuk warna hijau di ponselku.

“Tidak ada salahnya untuk mencoba” aku langsung menelfon Krystal yang nomornya telah aku save di ponselku.

Ku taruh ponselku di telingaku, masih nada angkat. Apa dia sudah tidur? ntah mengapa aku berharap dia belum tidur.

“The Number…” hufh tidak di angkat, aku rasa sudah tidur. Aku menaruh ponselku di meja dan berjalan untuk mengambil segelas air putih.

Saat air putih ini sudah masuk kedalam tenggorokanku tiba-tiba ponselku berbunyi yang akhirnya membuatku tersedak hebat.

“Uhuk Uhuk Uhuk!” aku berjalan dengan terbatuk-batuk untuk mengambil ponselku.

“Princess Soojung” 

C9CtR1UV0AADk1o.jpg

Bagaiamana ini, bagaimana ini! aaghh seketika aku menjadi panas dingin “Tenang Amber tenang, tarik nafasmu dalam-dalam” aku menarik nafasku dan menatap layar ponselku yang berdering.

“Yeoboseyo” Suaranya… ku pejamkan mataku.

“Yeoboseyo” sial, mengapa dengan mendengar suaranya saja sungguh membuatku begitu merindukannya.

“Jangan bermain-main denganku atau kau…”

“Princess” ucapku lembut. Aku tersenyum menatap luar jendela kantorku.

“Biane aku menelfonmu semalam ini” ucapku, tapi dia tidak berbicara. Ada apa? aku melihat layar ponselku yang masih menyambung.

“Apa kau sudah tertidur?” tanyaku karena krystal tak kunjung juga menjawabku

“Baiklah kalau kau sudah tertidur aku…”

“Belum”

“Aku belum tertidur, pabo” aku tersenyum mendengarnya.

“Lalu apa yang kau lakukan?”

“Tidak ada”

“Haish aku kira kau memikirkanku” godaku.

“Jangan berharap”

“Tidak ada salahnya bukan?” aku terus menggodanya karena itu adalah hal yang kusuka.

Sudah 1 jam lebih kami berbincang di telfon sungguh tak membuatku bosan hingga aku tak mendengar suara Krystal lagi, aku pikir dia sudah benar-benar tertidur karena jam sudah menujukkan pukul 2 pagi. “Selamat tidur princess, mimpikan aku” senyumku yang mematikan ponselku.

“Hoaaaahh” aku merentangkan tubuhku dan kembali ke meja kerja.

Author POV

“Krriiinggggg” suara alaram membangunkan Amber dari tidurnya “Aaagghh berisik sekali.

Tak lama dari suara alaram kini pintu ruangannya diketuk “Bangunlah Am, kau mau terlambat sekolah?”

Amber membuka matanya pelan-pelan “Sekarang pukul berapa?” tanyanya lesu.

“07.35” Amber terkejut mendengarnya “Haish mengapa kau tidak membangunkanku lebih pagi!” gegas Amber yang langsung mengambil blazer seragamnya “Kau tidak mengganti baju?”

“Tidak ada waktu Tae, aku bisa terlambat”

“Wah sejak kapan kau jadi memperdulikan sekolah? kau ingin tidak terlambat sekolah atau tidak ingin terlambat melihat nona muda Jung?”

Amber menatap Taeyeon yang sedang berdiri memegang beberapa dokumen “Jadi sekarang kau menggodaku huh?”

Amber segera bergegas ke lobi, langkahnya terhenti saat melihat mobil di depan matanya “Apa ini?”

Taeyeon melemparkan kunci mobil kepada Amber “Bawalah, kami tidak bisa menemukan kunci motormu, jadi bawa saja dulu mobil ini” ucap Taeyeon.

Amber berhenti melangkah, matanya berbinar-binar saat melihat mobil yang begitu cantik berada di depan matanya “Apa kau becanda?” ucap Amber tanpa melihat Taeyeon dengan mulut yang masih terbuka.

“Kau harus berterima kasih kepada tuan besar Jung, dia begitu menyukaimu” tepuk pundak Amber.

“Terima kasih” senyum Amber yang langsung masuk mobil dan pergi meninggalkan perusahaan.

Krystal POV

“Silahkan turun nona” aku keluar dari mobilku, aku tak tahu mengapa rasanya begitu sepi, biasanya llama bodoh itu ada disisiku tapi… Sudahlah.

Aku berjalan masuk ke dalam kelas, duduk begitu saja tanpa menyapa sahabat-sahabatku. Moodku sedang tidak bagus, jadi lebih baik jangan ganggu aku.

“Soojung, kau tak apa?” aku hanya diam, menaruh kepalaku di atas meja dengan lengan sebagai alasku. Tak lama kemudian jam sekolah dimulai, apa dia tidak akan sekolah lagi? apa dia pikir ini sekolah miliknya! haish benar-benar menyebalkan!

Waktu telah berlalu, tak terasa bel istirahat berdering “Ayo kita makan” aku segera bangun dan menerima ajakan sahabat-sahabatku untuk ke kantin, sungguh moodku sedang tidak bagus, aku berharap tidak ada yang mencari masalah padaku hari ini.

“Soojung kau ingin pesan apa?” aku merasa tidak lapar tapi.. haish ada apa denganku!

“Apa saja” aku membalikan tubuhku untuk berjalan ke tempat duduk kami tapi….

“Oh my Gosh!!” aku melihat seragamku yang terkena tumpahan kopi hitam.

“Apa kau sudah gila!” marahku pada seorang yeoja yang memakai kacamata besar. Aku bisa merasakan semua mata tertuju kepada kami, seketika suasana kantin menjadi diam karena aku benar-benar marah.

Aku melangkah maju mendekati yeoja aneh ini, aku menatapnya begitu tajam hingga dia tidak berani menatap matakku “Ma-ma-mafkan a-aku Kry-krystal Jung..”

“Kau kira maaf saja sudah cukup?” tatapku tajam padanya, aku kira saat ini dia menangis karena aku bisa melihat airmatanya yang jatuh. Tapi aku tidak peduli, tidak ada orang yang bisa macam-maca denganku!

Author POV

Semua murid menatap Krystal dan yeoja yang baru saja membuat ulah kepadanya, Vic, Luna dan Sulli tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka tahu Krystal dalam keadaan mood yang tidak baik jadi percuma saja untuk menghentikan semua ini karena mereka berjanji tidak akan membully lagi.

Yeoja berkacamata besar itu hanya menunduk di hadapan Krystal dengan airmata yang membasahi pipinya, tak satu orangpun yang membelanya.

Murid 1 : “Ku rasa dia akan mati, kau tahu bukan murid terakhir yang macam-macam dengan krystal bernasib sial”

Murid 2 : “Aku berani bertaruh, yeoja itu tidak akan lama di sekolah ini”

Murid 3 : “Aku pikir mereka tidak akan membully lagi karena mereka jarang berbuat onar tapi aku salah, mereka tetap 4 walls yang dulu. Yang ditakuti semua orang”

Murid 4 : “Sudahlah kita tidak bisa berbuat apa-apa jika mereka sudah bermain dengan mainannya, tidak ada satupun yang bisa melawan mereka terutama Krytsal Jung”

Semua murid hanya menatap dan berbisik”Kau kira maaf saja sudah cukup?” tatap Krystal dingin.

“A-a-aku harus melakukan apa, Krystal Jung?” Krystal tersenyum tipis.

Seketika kantin kembali ribut saat Kai dan group EXOnya masuk kedalam kantin, Kai berjalan menuju Krystal “Ada apa ini?” tatap Kai pada Krystal tapi Krystal tak menjawab dan menatap lurus yeoja yang membuatnya kesal “Oh jadi ada yang bikin masalah dengan kekasihku” ucap Kai yang membuat Krystal kaget.

“Apa kau sudah bosan hidup?” yeoja yang sedang menangis itu menjadi santapan bagi 4 walls maupun EXO.

Kai menatap Krystal “Kau telah membuat Krystalku menjadi marah, apa yang harus kulakukan agar Krystal tak lagi marah?”

Kai menatap yeoja tersebut “Kalau begitu kau harus menerima hukuman” senyum Kai.

“Berlutut” ucap Kai dengan kedua tangannya di saku celana.

“Aku bilang berlutut!” ucapnya semakin tegas membuat yeoja itu menangis dan berlutut di hadapan Krystal.

Semua murid menatap yeoja itu, tidak ada yang bisa mereka lakukan selain menonton pertunjukkan tersebut kecuali…

“Ada apa ini?” Krystal menatap suara yang tak asing baginya, mata Krystal membulat. Yeoja berambut pendek itu berjalan mendekati mereka.

“Apa yang kau lakukan? bangunlah” ucap santai Amber.

“Ini bukan urusanmu” dingin Kai.

Amber tersenyum tipis “Lalu apa urusanmu disini Kim Jongin? bukankah yeoja ini sudah minta maaf kepada Krystal, lalu apa lagi?” tatap Amber tak kalah menyeramkan kepada Kai. Susana kantin semakin panas ketika Kai dan Amber berdebat.

Amber menatap yeoja yang sedang menangis itu, Amber memegang bahunya “Bangunlah, kau tidak perlu melakukan hal ini”

Kai tersenyum tipis “Jika kau bangun kau akan keluar dari sekolah ini” ancam Kai.

“Kau pikir kau siapa?” geram Amber “Bukankah dia sudah minta maaf”

Amber membantunya berdiri “Ini bukan urusanmu” Amber menatap Krystal yang mulai bicara.

Amber menatap yeoja disampingnya “Pergilah, biar aku yang mengurus ini” Kai tersenyum simpul.

“Te-terima kasih Amber” yeoja bernasib sial itu pergi meninggalkan mereka.

“Mau jadi pahlawan?” ejek Kai.

“Kita perlu bicara” Amber memegang lengan Krystal.

“Ya apa yang kau lakukan!” marah Kai karena Amber menarik lengan Krystal.

“Minggir, ini bukan urusanmu” tatap Amber, Amber memegang lengan Krystal tanpa memberontak.

Semua murid menatap Kai, Krystal dan Amber. Murid-murid memberi jalan kepada Krystal dan Amber.

“Brukk” Kai menendang kursi di sampingnya “Awas saja kau nanti” marah Kai.

Krystal dan Amber saling bertatapan satu sama lain di belakang taman sekolah mereka.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Amber dengan menatap Krystal serius.

“Apa maksutmu”

“Hentikanlah, aku tidak suka melihatmu seperti itu dan juga… dan juga aku tahu kau bukan orang seperti itu. Menindas yang lemah dan menjadi sombong dan lagipula yeoja tadi sudah minta maaf padamu, dan lihat.. Bajumu hanya sedikit terkena noda, mengapa kau menjadi berapi-api” ucap Amber.

Krystal membuang matanya dari tatapan Amber “Kau tidak perlu mengaturku dan menceramahiku”

Amber menghela nafasnya “Aku bukan mengaturmu atau yang lainnya hanya saja..”

“Sudah sana pergi! urus saja dirimu sendiri” Amber menaikan alisnya, wajahnya terlihat bingung ketika Krystal tiba-tiba menjadi marah.

“Ya! mengapa kau tiba-tiba mengusirku?” tanya Amber bingung.

“Aku malas melihatmu” jawab Krystal tanpa menatap Amber.

Amber menggelengkan kepalanya “Haish wanita ini, aku tidak memiliki salah tapi dia marah padaku” cibir Amber.

“Apa kau bilang tidak punya salah? Ya kau llama  jelek, apa kau tidak ingat dengan janjimu hah?”

Amber mengedipkan matanya dengan berfikir “Janji?”

“Lihat kau saja lupa! kau punya janji padaku akan memberikan ku ice cream mangga setiap minggunya! dan sekarang mana janjimu! kau malah menghilang begitu saja dan malah sibuk dengan urusanmu itu! kalau tidak bisa menepati, lebih baik tidak usah berjanji!” kesal Krystal.

“Aigoo, jadi kau memendam rasa marah? dan wanita tadi menjadi korbanmu dan sekarang giliran aku yang menjadi korban ocehanmu?”

“SMACK”

“Aaaah!” Amber mengosok-gosok kepalanya yang habis dipukul Krystal.

“Tolong jangan alihkan pembicaraan llama! moodku sedang tidak bagus”

Amber menghela nafasnya “Baiklah kalau begitu kita beli ice creamnya sekarang saja, bagaimana?”

Krystal menatap Amber “Sekarang?”

Amber mengangguk “Lagipula saat ini hanya ice cream mangga yang bisa membuat sisi baikmu kembali lagi” ucap Amber yang masih memegang kepalanya.

“Tidak mau! aku tidak akan meninggalkan sekolah, aku ingin belajar” tolak Krystal.

Amber tersenyum simpul “Apa kau takut?”

Krystal menatap Amber “Mwo?”

Amber tersenyum “Bilang saja kalau takut, tidak perlu banyak alasan”

Krystal tertawa paksa “Haha aku takut? tidak ada yang kutakutkan di dunia ini llama”

“Kalau begitu tunggu apalagi” Amber memegang lengan Krystal dengan segera.

“Ya llama!” Krystal mengikuti Amber menuju belakang sekolah.

Krystal melihat sekitar “Aku tidak tahu dibelakang sekolah ada tempat seperti ini” ucap Krystal yang masih memandang sekitar yang ditumbuhi oleh pohon-pohon serta tanaman liar.

Krystal dan Amber berhenti di dekat pintu gerbang yang terlihat sudah karatan “Ini pintu rahasia” tunjuk Amber.

Amber mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, Amber mendekati gerbang yang terlihat tua itu dengan kunci yang dia punya “Apa yang kau lakukan?” tanya Krystal.

“Membuka gerbang” jawab Amber yang mendorong gerbang.

“Bagaimana bisa? darimana kau tahu?” bingung Krystal.

“Ceritanya panjang”

“Ayo kemari” lanjut Amber yang berjalan melalui semak-semak.

“Hati-hati” ucap Amber dengan memegang tangan Krystal. Dan akhirnya mereka sampai di sebuah jalan.

“Waaahh aku tidak tahu bahwa akan tembus di tempat ini” kaget Krystal.

“Kau tunggu sini”

“Kau mau kemana?!” Amber pergi meninggalkan Krystal “Haish stupid itu malah meninggalkanku!”

1 menit kemudian “Brroommm Brooomm”

Mata Krystal membulat, sedikit terkejut melihat mobil sport hitam yang berhenti di depan matanya.

“Masuklah” ucap Amber dengan membuka kaca mobil. Krystal masih diam beberapa saat.

Krystal melihat Amber yang berada di bangku supir “Ini mobilmu?” tanya Krystal.

Amber tersenyum dengan sedikit anggukan, Krystal menarik nafasnya. Tangannya membuka pintu mobil dengan Amber duduk disampingnya.

“Kau menyukainya?” tanya Amber dengan menghadap Krystal.

“Iya aku menyukainya” jawab krystal tanpa melihat Amber.

“Dan apa kau menyukaiku?” goda Amber dengan senyuman di wajahnya.

“Eerrrrghhhh” Krystal rolled her eyes.

Amber tertawa “Hahaha aku tahu kau akan seperti itu, apa kau siap princess?”

Krystal mengangguk dengan memakai seat belt dan Amber mulai menjalankan mobil sport miliknya yang diberikan oleh Jay Jung.

“Brroomm Broomm” mobil melaju cepat meninggalkan Empire school.

Krystal POV

“Hufftt” aku menatap luar jendela, aku tidak tahu mengapa aku merasa…

Merasa gugup, mungkin?

Apakah karena aku hanya berdua dengan Amber di dalam mobil layaknya sepasang kekasih?

Haishh apa yang kau pikirkan! seharusnya aku menolak ajakannya ini dan memilih untuk tetap di sekolah!

Aku melihat jalan, mau dibawa kemana aku? “Mau kemana kita?” tanyaku padanya yang sedang menyetir mobil dengan sangat keren.

“Nanti juga kau tahu” haish dia tidak perlu tersenyum seperti itu.

Aku kembali menghadap jendela, aku tidak tahu sampai kapan aku menghadap jendela, karena aku merasa gugup jika sedikit saja melihat wajah llama ini.

“Driingg drriingg” aku mengambil ponselku yang berada di tas, aku bisa merasakan Amber sedang memperhatikanku.

“Siapa yang menelfon?” aku menatapnya, tumben sekali Amber bertanya siapa.

Aku melihat layar ponselku dan melihat Luna unnie yang menghubungiku.

“Drriingg driingg” ponselku masih berdering.

“Matikan”

Aku terkejut mendengarnya “Mwo?”

Dia menghela nafasnya “Aku bilang matikan, matikan ponselmu”

Aku mengerutkan dahiku “Untuk apa aku mematikannya?”

“Ini waktumu bersamaku, lagipula kita kan sedang kabur”

Aku hanya menatapnya, apa maksut dari perkataanya itu? apa dia ingin bersamaku?

“Cepat matikan” pintannya.

“Haish mengapa kau cerewet sekali, iya iya aku matikan” llama itu tersenyum puas, dan aku mematikan ponselku. Aku merasa baik-baik saja bila llama ini disampingku jadi sepertinya aku tidak perlu khawatir.

Aku kembali melihat luar jendela, hingga aku merasa mataku begitu berat dan ….

………………

……………..

…………….

Ku berusaha membuka mataku tapi rasanya begitu berat karena angin yang mengenai wajahku membuatku tak ingin membuka mata, terlebih lagi aku bisa merasa suara kicauan burung yang semakin memperdalam rasa kantukku.

Ku perlahan membuka mataku, matakku masih sedikit kabur dan aku mengucek kedua mataku agar dapat memperjelas pengelihatanku.

Saat aku dapat melihat jelas, aku melihat taman yang indah berada di depan mataku “Dimana ini?” aku melihat Amber yang tidak ada disampingku.

Aku membuka pintu dengan menaruh blazer sekolah Amber yang menutupi rok sekolahku. Aku berjalan perlahan, udaranya begitu segar. Aku memperhatikan pemandangan di depanku. Ternyata aku berada di pinggir jalan dengan pemandangan pohon hijau. Begitu indah..

“Sudah bangun” aku mendengar suaranya, dia tersenyum padaku dan menghampiriku dengan kemeja putih polos seragam kami.

Aku menatapnya yang berdiri di sampingku, aku sedikit mendongak karena tentu saja llama ini lebih tinggi daripadaku “Kau ingin membawaku kemana?”

“Ke tempat favoritku”

Tempat favorit? aku kira tempat favoritnya adalah lapangan basket “Kita akan menuju Gangdong-gu”

Aku terkejut saat mendengarnya “Gangdong-gu?”

Amber mengangguk, bukankah Gangdong-gu merupakan tempat tinggalnya. Apa llama ini merindukan tempat tinggalnya? atau mungkin dia merindukan ibu dan adiknya? atau mungkin…

kekasihnya?

“Ada apa denganmu? kau terlihat melamun”

Aku tersenyum paksa “Anio, ehm untuk apa kita ke Gangdong-gu?”

“Hanya ingin saja, aku sudah lama tidak kesana. Aku benar-benar merindukan tempatku”

“Kau merindukan Gangdong-gu atau merindukan seseorang?” aku tidak tahu mengapa aku bertanya seperti ini dan tentu saja reaksi sangat lucu dengan kedua alisnya yang terangkat.

“Haha kau ini bicara apa, aku akan menujukkan beberapa tempat yang sering ku kunjungi saat aku tinggal disana”

“Baiklah”

“Dan juga tempat itu menjadi tempat dengan banyak kenangan” aku melihatnya yang tersenyum manis, ada apa dengan wajahnya?

“Bukankah kau pernah ke Gangdong-gu?”

Aku mengangguk, ya aku pernah kesini saat aku ingin mengetahui sosok apa sebenarnya Amber Liu yang menjadi tunanganku “Ya, dan itu sangat buruk”

“Hahahaha apa kau tidak keberatan kita kembali lagi?”

Aku menggelengkan kepalaku “Tidak apa”

“Apa kau yakin? bukankah kau begitu membenci tempat dimana kita pernah bertemu. Seperti Jeju, ….”

“Jangan sampai aku memintamu untuk kembali pulang” tatapku dingin.

 “Grrrr grrrr” pipikku memerah, aaaghh bikin malu saja. “Hahahhahhaha” haish llama itu malah menertawakanku!

“PLAK!”

“Aaagh kepalaku!” keluhnya dengan memegang kepala.

“Itu karena kau berisik”

“Yang berisik itu cacingmu! mengapa aku?” tunjuk Amber ke arah perut Krystal.

“Kau yang berisik!”

“Ya ya ya ya aku akuuuuu”

Hahaha aku suka saat dia mengalah “Kalau begitu kita cari makan dan membeli ice cream” aku mengangguk. Kami berdua kembali ke mobil, dan mobil segera melaju cepat. Gangdong-gu terletak di sisi Timur kota Seoul.

12-aston-martin-db11-843-photo-667946-s-original.jpg

(Anggep aja Amber yang bawa terus Krystal di sampingnya hehehe)

Mobil Amber melaju cepat dan tak terasa kami telah sampai di sebuah jalan dengan kanan kiri rumah yang terlihat begitu asri dan indah. Tidak ada rumah mewah dan megah di sekitar sini yang ada hanya rumah yang asri dan indah walaupun tak besar tapi tetap mempesona.

Amber menghentikkan mobilnya di depan sebuah kedai yang menjual beberapa makanan tapi yang tertulis bahwa best sellernya adalah ice cream. Apakah harus sejauh ini dia mentraktirku “Kita sampai” aku segera turun.

Amber lebih dulu masuk “Ahjummaaaaa” ucap Amber dengan melihat kanan dan kiri. Aku melihat bahwa tempat ini begitu nyaman. Aku melihat beberapa orang yang mengenakan seragam sedang menyatap ice cream dengan lahap. Aku rasa ini adalah tempat favorit para pelajar.

“Ahjummaa” ucap Amber lagi.

“Selamat dat…..” Ahjumaa yang terlihat tua itu keluar dengan serbet di tangannya. Tanpa pikir panjang Amber membungkuk sebagai hormatnya.

“Ya! kau anak nakal!” Amber hanya tersenyum, sedangkan ahjumma berjalan menghampiri kami dengan tatapan terkejut.

Amber tersenyum dan …

“Plak Plak Plak” aku menahan tawa saat ahjumma ini memukul Amber dengan serbet di tangannya.

“Aw aw aw aw” keluh Amber.

“Kau anak nakal! kau darimana saja hah?! sudah beberapa bulan ini kau tidak terlihat!”

Amber tersenyum dengan mengelus pundaknya yang baru saja dipukul “Haha apa kau merindukanku ahjumma?”

Ahjumma tersebut mengglengkan kepalanya “Omo!” dia mendekati Amber, memegang badannya dan memutar-mutar badan Amber dengan melihatnya dari ujung kaki sampai kepala.

“Aigooo! kau juga sudah berubah, lihat gayamu! rambutmu, dan kulitmu! kau pasti melakukan perwatan yang mahal, apa kau sekarang menjadi anggota mafia? sehingga kau bisa berubah seperti ini”

“Haish mengapa setiap orang berfikir yang tidak-tidak pada diriku” aku tertawa mendengarnya.

Saat aku tertawa ahjumma ini menatapku dengan tatapan yang menurutku sedikit membuatku canggung, tentu saja karena dia menatapku begitu detail hingga aku menjadi risih.

“Aigoooo dan sekarang kau sudah memiliki kekasih” aku menundukkan kepalaku untuk menyembunyikkan rasa malukku.

“Bagaimana bisa anak nakal sepertimu memiliki kekasih secantik nona ini” tunjuknya padaku.

“Namanya Krystal, ahjumma”

“Lihat! bahkan namanya saja begitu indah. Jauh berbeda darimu!”

“Haish sudah sudah, aku ingin memesan ice mangga. Buatkan 2 porsi ahjumma” Amber mendorong ahjumma tersebut masuk kedalam dapur.

“Haish tunggu dulu, aku masih ingin melihat kekasihmu” aku hanya tersenyum.

Dan kemudian Amber kembali datang padaku “Biane, dia memang cerewet. Ayo kita duduk”

Aku dan Amber memilih duduk di dekat jendela, aku melihat tamu semakin ramai “Aku rasa tempat ini sangat terkenal”

“Tentu saja! ini adalah tempat biasaku menghabiskan waktu, jika aku sedang dihukum atau membolos aku akan kesini”

Aku menatapnya yang berada di depanku “Jadi kau memang sudah biasa membolos? tak heran banyak yang berfikiran yang tidak-tidak padamu karena kau pemalas dan tak pernah belajar”

Amber menggaruk-garuk kepalanya “Tapi tidak setiap hari, lagipula sekolah begitu membosankan! tidak ada yang menarik, lagipula aku sekarang sudah berubah, aku tidak pernah membolos lagi semenjak sekolah di Empire”

Aku memangku tanganku dan menatap llama di depanku ini “Jadi sekarang kau sudah rajin sekolah?”

“Yap” angguknya.

“Berarti ada sesuatu yang menarik perhatianmu di sekolah, itu sebabnya kau menjadi rajin, benarkan?” tanyaku padanya yang membuat dirinya menjadi salah tingkah.

“Ehmmm ya seperti itu”

“Jadi apa yang menarik perhatianmu?” tanyaku padanya.

Wajahnya terlihat bingung, matanya tak berani menatap matakku “Apa kau tertarik karena yeoja-yeoja di sekolah kita lebih cantik daripada sekolah lamamu, hah? itu sebabnya kau betah disekolahan jadi kau bisa menggoda mereka” godaku yang membuatnya panik.

Amber menggelengkan kepalanya “Anio! aku tidak pernah menggoda yeoja-yeoja di sekolahan”

Aku menatapnya tajam, jelas-jelas aku melihatnya serta rombongan teman-temannya yang bodoh itu menggoda para wanita di sekolah dan kau mengelaknya llama? “Sudahlah tidak perlu berbohong, aku tahu isi pikiranmu”

“Haish wanita ini, aku tidak menggoda yeoja-yeoja di sekolah! haish ini semua gara-gara Minho dan Henry yang suka mengajakku dan menjadikan ku pancingan mereka”

Tidak lama kemudian pesanan datang “Tadaaaa” aku menatap ahjumma dengan membawa dua porsi ice serut mangga dan tteokbokki yang membuat liurku seakan ingin keluar dari mulutku! aaaghhhh aku tak sabar menyantapnya.

“Makanlah yang kenyang” senyum Ahjumma.

“Neeeeee!”

Aku segera mencoba ice mangga yang benar-benar menggiurkan ini dan …

EEEEEMMMMMMMM

“Daebak!” ini adalah ice mangga yang terenak yang pernah ku makan!

“Hahaha enak bukan? aku sudah yakin kau pasti akan menyukainya, makanlah pelan-pelan princess”

Baru kali ini aku menyukai Amber! maksutku, aku menyukainya karena dia memberikan ice mangga yang begitu luar biasa!

Aku terus melahap dan menahan rasa dingin hingga ke kepalaku, tapi aku tak memperdulikannya.

“Haha” aku melihat Amber yang tengah tersenyum dengan sendok di tangannya.

Apa dia menertawakanku? “Wae?” tanyaku dingin.

“Lucu saja, wajahmu berubah 360 derajat ketika kau menyantap makanan terutama mangga. Aaahh andai saja wajahku seperti mangga, apa kau akan menyukaiku?”

Aku menatapnya heran, aku tidak tahu mengapa akhir-akhir llama bodoh ini suka sekali mengatakan hal seperti itu “Wajahmu lebih mirip llama daripada mangga”

“Huffhh” aku menatapnya sebentar dan menyantap kembali mangga serta tteokbokki yang dipesan Amber.

Tak lama kemudian makanan kami habis, dan perutku begitu kenyang dan merasa bahagia hahaha.

“Sudah kenyang?” aku mengangguk dengan senyuman.

“Daebak” ku berikan jempol kepada llama di depanku ini.

“Kajja” aku menatap Amber yang bangun dari bangkunya.

“Mau kemana?” tanyaku padanya tapi dia tak menjawab dan pergi begitu saja! haish anak itu.

Aku berjalan keluar, menunggu Amber di luar karena di dalam ramai dan aku benci keramaian.

“Maaf aku lama” senyumnya.

“Hmm” jawabku malas.

“Ayo kita pergi” Amber membukakan pintu untukku.

“Silahkan princess” aku menatapnya, aku sedikit malu dan … deg deg deg. Haish ntah apa yang terjadi padaku! ini bukan pertama kalinya seseorang membukakkan pintu untukkmu Krystal!

Amber mulai menghidupkan mobilnya untuk pergi meninggalkan kedai yang tidak akan ku lupakan ini.

Aku melihat Amber yang tengah tersenyum menatap sepion mobil, mengapa dia tersenyum? untuk membunuh rasa penasaranku, aku melihat kaca spion mobil dan….

“Ya kau anak nakal!” teriak ahjumma dengan memegang amplop di tangannya.

“Kebiasaan nya tidak pernah berubah, selalu saja pergi tanpa berpamitan! benar-benar tidak berubah dan…” ahujmma itu melihat amplop yang di taruh Amber di meja kasirnya.

Ahjumma itu segera membuka dan …

“Ahjumma, Komawo ^^” tulis Amber serta tak lupa Amber menyelipkan sejumlah uang dengan jumlah yang besar. Ahjumma itu hampir meneteskan airmatanya karena Amber.

“Haish anak nakal itu!” ucap ahjumma dengan melambaikan tangannya kepada mobil yang telah menjauhi kedai milikknya.

Sedangkan di mobil, Krystal terlihat menikmati pemandangan sekitar dengan membuka jendela mobilnya.

Aku tidak tahu stupid ini akan membawaku kemana, tapi yang jelas aku merasa senang. Ini untuk pertama kalinya aku merasa tidak bosan bila berjalan dengan seseorang tapi dengan stupid ini…. hmm entahlah bahkan aku seperti pasrah saja dengan keadaan karena aku merasa nyaman.

Hmm mungkin karena aku terlalu penat belajar jadi aku bahagia seperti ini, ah sudahlah stupid mengatakan bahwa aku tidak boleh memikirkan tentang apapun dan nikmati perjalanan dengannya. senyumku….

“Ciiitttt” mobil berhenti di pinggir sungai yang indah dengan pohon-pohon serta burung-burung yang terbang bebas.

Amber dan Krystal turun dari mobil, Amber berjalan menuju pinggir sungai yang di ikuti oleh Krystal.

Amber berdiri, terbesit senyuman di wajahnya. Kedua tangannya di lebarkan, merasakan angin sejuk yang masuk kedalam tubuh serta pikiriannya.

“Ahh suka sekali disini” ucap Amber tanpa membuka matanya. Krystal berdiri di samping Amber, menyaksikan Amber yang begitu menikmati waktu ini.

Tak kalah dengan Amber, Krystal juga memejamkan matanya. Membiarkan pikirannya melayang bebas tanpa beban di pikirannya, membuat Krystal tersenyum tanpa sepengetahuannya.

Wah rasanya aku seperti melupakan segalanya, yang aku nikmati adalah kebebasan. Tak ada peraturan, tak ada kerumunan orang banyak, tak ada kebisingan dan yang ada hanya ketenangan. Aku menyukainya.

Krystal dan Amber sama-sama membuka mata dengan senyuman di wajah mereka. Waktu menujukkan pukul 4 sore, suasana pinggir sungai semakin indah dengan matahari yang berwarna orange.

“Ini adalah tempat favoritku, Sungai Han. Hampir setiap hari aku kesini maupun itu sendiri atau bersama sahabat-sahabatku. Disini adalah tempatku untuk menenangkan diri, jika aku ada masalah atau sedang sedih aku akan datang kesini” senyum Amber terhadapku. Aku merasa canggung dan aku tak ingin menatapnya lebih lama karena aku tak bisa, hanya tak bisa menahan sesuatu di dalam diriku.

Amber memasukan kedua tanganya di saku celana “Aku merindukan mereka” ucap Amber dengan raut wajah yang sedih.

“Biasanya kami selalu menghabiskan waktu bersama” aku melihat raut wajah Amber yang sedih, aku tahu dia pasti merindukan sahabat-sahabatnya.

“Kalau begitu temuilah mereka”

Amber tersenyum “Tidak perlu, kita bisa pulang kemalaman jika bertemu dengan mereka”

“Jadi kau tidak ingin bertemu dengan kami?”

Aku mendengar suara di belakangku, suara seorang namja yang akhirnya membuatku menoleh ke belakang dan ….

Dan aku melihat seorang namja dan yeoja, hmmm wajahnya tak asing bagiku.

“Eric, Ailee!!” girang Amber. Aku melihat Amber yang seketika wajahnya begitu bahagia, Amber berlari ke arah mereka dan memeluk mereka dengan erat, ergh apakah wanita itu tidak bisa tidak memeluk Amber dengan erat hah? apa tidak bisa dengan berjabat tangan saja?

“Kami merindukanmu!” ucap Ailee.

“Jadi kau tidak ingin bertemu dengan kami lagi, mengapa kau begitu jahat!” ucap Eric.

“Hahaha biane, aku sungguh merindukan kalian” mereka bertiga berpelukan kembali hingga akhirnya, salah satu namja yang bernama Eric menatapku. Tatapannya seperti kaget atau seperti terkejut melihat hantu? ntahlah aku rasa dia begitu aneh dan mengerikan.

“Krystal Jung, the goddess!” ucapnya yang langsung melepas pelukan Amber.

Amber menatap sini dan “PLAK!” 

“Ya! sakit sekali!” keluh Eric.

“Jaga matamu” ucap Amber.

“Kenalkan kami padanya” bisik Eric.

Aku melihat mereka yang mulai mendekatiku “Soojung, kenalkan ini adalah sahabat-sahabat sejatiku”

“Hallo aku Eric” Aku melihat matanya yang seperti ingin memangsaku, dan dia mengulurkan tangannya ingin berjabat tangan denganku.

“Aku Krystal” senyumku canggung dengan kusambut jabat tanganya, tapi hanya 1 detik di bagian jari jariku saja.

“Hi aku Ailee” aku menjabat tangannya, salah satu sahabat wanita llama yang bisa kubilang cukup cantik.

“Krystal”

“Jadi kalian berdua sedang berkencan?” senyum bodoh Eric.

Seketika wajahku memerah “Anio!” jawabku sama dengan Amber.

“Haha lihat wajah kalian berdua, lucu sekali” goda Ailee.

“Aku pikir kalian sudah saling jatuh cinta, apa sama sekali belum ada kemajuan?” haish mulut namja ini, ingin sekali ku siram air keras!

“Jangan bicara yang aneh-aneh, aku disni menemani Krystal untuk makan ice mangga di kedai biasa” aku hanya mengigit bibir bawahku ketika Amber mulai mengklarifikasi kedatangan kami kesini.

“Menemai Krystal dengan membolos sekolah” tatap Ailee menggoda, haish aku bisa gila dengan teman-teman nya ini.

“Sudah sudah cukup! lebih baik kita pergi jalan saja, bagaimana? menyewa sepeda atau bermain skateboard?” ide Amber.

Ailee dan Eric menyetujui “Bagaimana princess?”

“Hah? oh baiklah aku ikut saja” senyumku pada Amber.

“Baiklah kau tunggu disini dengan Ailee, aku akan menyewa sepeda bersama Eric untuk berkeliling disini, okay? kau tidak apa-apa kan jika ku tinggal?”

“Haish aku bukan anak kecil lagipula aku akan bersama Ailee” Amber mengangguk menyetujui Krystal.

“Kajja” Amber dan Eric pergi meninggalkanku dan Ailee.

“Bagaimana kalau kita duduk disana?” Aku melihat sebuah bangku di pinggir sungai.

“Baiklah”

Aku dan Ailee duduk dengan menikmati pemandangan sore hari di pinggir sungai “Aku senang kau terlihat baik-baik saja kepada Amber” aku menatap Ailee.

“Sebenarnya Amber adalah orang yang sedikit pemalu” pemalu? haha pemalu my ass!

“Ehmm kau sudah berapa lama bersahabat dengan llama bodoh itu?” Ailee tertawa.

“Aku, Amber dan Eric dibesarkan di daerah yang sama, bahkan rumah kami berdekatan. Mungkin sudah 8 tahun lebih, jadi aku tahu seperti apa Amber sebenarnya”

Lama juga..

Ailee menghela nafas “Amber adalah orang yang pandai dalam menutupi kesedihannya. Dia akan membuatmu tertawa sekalipun dirinya tak bisa tertawa, dia akan membuat dirimu bahagia meskipun dirinya tak bahagia, dia akan menahan airmata untuk membuatmu bahagia, dia adalah sosok yang akan berdiri disampingmu sekalipun kau akan meninggalkannya, dia akan melakukan apa saja untuk orang lain meskipun orang lain tak memperdulikannya” aku menatap Ailee dengan penuh keseriusan, apakah Amber adalah orang yang seperti itu.

“Dia adalah orang yang sangat tulus, dia akan menjagamu tak peduli dengan apapun. Jadi kau tak perlu khawatir, Amber mungkin anak yang jahil dan menyebalkan tapi itulah yang membuatmu merindukannya” senyum Ailee.

“Aku rasa Amber menyukaimu”

“Mwo?!” sontakku kaget, apa aku tak salah dengar?

“Haha kau ini bicara apa?”

“Mungkin ini terdengar aneh, terdengar tak masuk akal bagaimana yeoja menyukai yeoja. Tapi, tapi mata tak bisa di bohongi Krystal, saat aku menatap Amber matanya tak pernah ingin lepas darimu dan ini untuk pertama kalinya aku melihat Amber seperti itu. Amber tak pernah jatuh cinta, kau tahu Amber hanya sibuk dengan dunianya sendiri seperti bermain game dan basket ataupun hal-hal lainnya. Bahkan jika aku dan Eric ingin bermain dengannya kami harus menunggu atau menunda karena Amber sedang asik dengan dunianya dan tak ingin di ganggu tapi aku rasa, jika Amber di ganggu olehmu dia akan melupakan segalanya dan berlari ke arahmu”

Aku meantap Ailee, aku mencoba mengingat bahwa Amber rela tak ikut turnamen basket karena diriku dan saat aku masuk kamarnya dia berhenti bermain game karena aku mengganggunya, apa itu kebetulan saja?

“HOOOII” aku dan Ailee mendengar teriakan Amber dan Eric, mereka melambaikan tangan kepada kami dari kejauhan.

Aku tersenyum melihat si bodoh itu yang hampir terjatuh karena keisengan Eric “Krystal” aku menatap Ailee, aku menatapnya serius.

“Ya”

“Berjanjilah untuk menjaga Amber” senyum Ailee.

“Anak itu terlihat tegar di luar tapi sebenarnya hatinya begitu rapuh, jadi tolong jaga dia” mohon Ailee.

Aku mengangguk dan tersenyum “Janji” ini untuk pertama kalinya aku mengucap kata janji yang benar-benar tulus ku katakan, bukan hanya sekedar bualan diriku. Aku tidak tahu mengapa aku berjanji kepada Ailee untuk menjaga Amber. Apakah karena aku memang ingin melindunginya? apakah aku ingin tidak ingin Amber terluka hingga aku mengucapkan kata janji pada Ailee?

Ada apa dengan diriku?

“Princess”

“Hah?”

“Haish aku sudah memanggilmu 3x tapi kau tidak merespon, apa ada sesuatu yang mengganjal pikiranmu?” tanya Amber.

“Tidak apa, aku tidak apa-apa” ucapku pada Amber yang duduk diatas sepedanya.

“Ayo naik, kita akan jalan-jalan sore” ajak Amber.

Amber bersama Krystal sedangkan Eric bersama Ailee, mereka bersepeda di sepanjang sungai Gyeongju di sore hari dengan pantulan matahari terhadap sungai yang membuat indah suasana.

Canda tawa menghiasi sore hari mereka, Amber merasa senang melihat Krystal yang tertawa berasama dirinya dan kedua sahabatnya. Krystal begitu lepas dan tak memikirkan apapun selain tawa di senyumnya, hingga akhirnya mereka harus berpisah.

Krystal, Amber, Eric dan Ailee mulai mengucapkan kata perpisahan. Krystal menatap mereka bertiga dengan senyuman “Aaaagghh aku akan begitu merindukanmu” peluk Ailee.

“Haish jangan main peluk saja! apa kau tidak lihat ada tunangannya!” iseng Eric.

Krystal tersenyum “Kwaenchana”

Eric mengacak-acak rambut Amber “Aku akan merindukan mu little rascal!”

Ailee memelukku, dan aku memeluk Ailee balik. Aku tidak tahu mengapa aku begitu nyaman bersama teman-teman stupid ini, aku biasanya tidak mudah dekat dengan seseorang tapi dengan mereka berdua itu terasa berbeda “Aku juga akan merindukanmu Krystal” ucap Ailee.

“Aku juga” ucapku. Kami melepas pelukan dan Eric tiba-tiba melebarkan tangannya seakan ingin memelukku tapi Amber kembali memukul kepalanya.

Hahahaha “Mau mati?” tatap Amber yang membuat Eric takut haha lucu sekali.

“Kau harus sering datang kesini, karena kami akan merindukan kalian” ucap Eric yang kujabat tangannya.

“Kalian juga harus berkunjung ke Seoul, aku akan merasa senang jika kalian dapat berkunjung” ucapku yang dibalas senyuman kepada mereka.

Amber berdiri disampingku “Baiklah kami pamit”

“Kajja” ajak Amber.

Dan lagi Amber membukakkan pintuk untukku, Amber mulai menghidupkan mesin mobil. Sebelum pergi aku membuka kaca mobil untuk sekedar melambaikan tangan kepada sahabat Amber.

“Bye-bye! hati-hati dijalan!” ucap Ailee.

“Krystal, jika Amber macam-macam denganmu bilang saja pada kami, aku dan Ailee tak akan segan-segan untuk memukulnya, arraso!” hahaha aku tertawa mendengarnya.

“Terima kasih, bye” ucapku dan mobil melaju meninggalkan mereka sekaligus meninggalakan Gangdong-gu.

Oh aku lupa bertanya sesuatu “Apa kau tidak ingin ke rumahmu?” tanyaku pada Amber yang serius menyetir.

“Tidak ada waktu princess, lain kali kita akan kembali kesini” senyumnya padaku yang dimana aku sangat membenci dirinya jika tersenyum kepadaku.

“Baiklah”

“Aku menyukaimu”

Seketika seluruh darah di tubuhku naik begitu saja ke kepala yang akhirnya membuat pipiku seperti wajan panas “Mwo?”

“Haha aku menyukaimu bila seperti ini, maksutku kau terlihat bahagia dan lebih banyak tersenyum”

“PLAK!”

“Ya! mengapa kau memukul kepalaku? aish aku bisa gegar otak gara-gara dirimu!”

Aku tidak percaya apa yang dia katakan! apa dia tidak tahu jantungku mau copot saat dia mengatakan hal seperti itu “Lain kali katakanlah dengan jelas!”

“Haish mengapa kau jadi teriak-teriak? apa kau kecewa dengan ucapanku barusan hmmm” lihat llama bodoh ini menggodaku lagi, rasakan ini…

“PLAK!” 

“Aghh hentikan!” Amber mengelus bahunya.

“Mengapa sifat aslinya cepat sekali kembali” bisik Amber.

“Kau ingin mati?” tatapku dingin.

“Hahha aku becanda princess” senyum Amber.

Perjalanan dari Seoul-Gangdong-gu atau sebaliknya memakan waktu 45 menit  “Princess..” ucap Amber.

“Hmmm”

“Apa aku boleh meminta sesuatu”

Aku menatap Amber “Apa itu?”

“Ehm aku ingin ke suatu tempat yang begitu kurindukan” wajah Amber terlihat sendu, ada apa dengan dia. Hmm aku tidak bisa menolaknya bila melihat wajahnya seperti itu.

“Baiklah”

Wajahnya terlihat terkejut “Benarkah??” aku hanya membalas dengan angukkan.

 

Tak lama kemudian mobil Amber menepi di depan toko bunga, aku melihatnya yang sedang melepaskan sabuk pengaman dan menatapku “Tunggu sebentar” apa yang dia lakukan di toko bunga? haish tentu saja membeli bunga tapi untuk siapa? apa untuk kekasihnya??

Aku melihat Amber yang sedang memegang bunga mawar putih di tangan kanannya, Amber mulai masuk mobil dengan senyuman di wajahnya.

Apa jangan-jangan bunga itu untukku??

“Princess”

“Hmmm” mengapa aku jadi deg-deggan seperti ini.

Amber tersenyum kepadaku dengan menatap lurus mataku “Princess…”

“Ya” jawabku.

“Hmm maukah kau…

Damn! mengapa aku jadi gugup.

“Maukah kau memegangi bunga ini?”

WTF!

“What?!!”

Amber menutup telinganya karena suara krystal yang terdengar nyaring “Haish wanita ini” keluh Amber.

“Kau bilang apa!” geram Krystal.

“Aku bilang, bisakah kau memegangi bunga ini sebentar saja? aku takut bila di taruh di belakang akan rusak”

Seketika emosiku menjadi naik, beraninya dia menyuruhku untuk memegangi bunga! “Ini”

Tanpa ku bilang ya, Amber meletakan mawar putih ini di pahaku. Amber melihat jam nya “Kita harus cepat-cepat sebelum gelap” Amber langsung melajukan mobilnya.

Sedangkan wajah Krystal terlihat tidak menyenangkan.

Ingin sekali rasanya ku buang mawar ini! errgg benar-benar menyebalkan.

Aku melihat arah jalan, jalanan terlihat sepi. Apa kekasihnya tinggal di hutan?

Aku semakin heran ketika Amber menghentikan mobilnya di ….

“Kita sampai”

“Pemakaman?” tatapku heran padanya.

Amber hanya membalas dengan anggukkan dan membuka pintukku “Ayo, aku ingin memperkenalkan kau dengan seseorang”

Seseorang? aku segera turun dari mobil dengan mawar putih di tanganku, Aku dan Amber berjalan berdampingan di sebuah pemakaman yang cukup luas dengan rerumputan hijau.

Amber menghentikan langkah kakinya, angin bertiup pelan melantunkan nada-nada indah yang membuat pikiran terjebak dalam kesedihan, kutatap Amber yang sedikit mengoreskan senyuman diwajahnya, matanya tampak sendu wajahnya terlihat lelah.

“Appa, aku datang”

Appa?

Amber menatap mataku “Krystal, biskah kau memberikan mawar itu pada appaku?” pintanya, tanpa pikir panjang aku menaruh bunga mawar ini di atas pusaranya.

“Apa kau tidak ingin memperkenalkan dirimu pada appaku?”

“Oh?” aku tersenyum kaku, aku membukkan badanku dan mulai memperkenalkan diriku pada mendiang ayah Amber “Annyeong Haseyo, namaku Krystal. Aku senang bisa mengunjungimu appa Amber”

Amber tersenyum “Mengapa kau menjadi sok manis di depan appaku?”

“Aku memang manis”

“Oh, sebentar lagi juga sifat penyihirmu akan datang” goda Amber,

“Mwo!”

“Haish, kau ingin memukulku di depan appaku? jahat sekali”

Krystal menatap kesal “Awas saja nanti”

Amber kembali menatap pusara ayahnya “Aku merindukanmu appa, aku datang kesini untukmu memberithu padamu bahwa aku baik-baik saja, appa tidak perlu khawatir akan eomma dan Kyu. Aku tidak akan membiarkan eomma dan Kyu menderita seperti dulu” Amber menghela nafasnya.

“Seperti yang appa lihat, keadaanku saat ini jauh lebih baik. Aku akan melakukan apapun untuk melindungi keluarga kita, appa bisa mempercayaiku. Aku bukan Amber yang dulu, aku akan berubah menjadi Amber yang lebih baik dan dewasa. Aku tidak akan membiarkan eomma menangis lagi, aku tidak akan membiarkan eomma di campakkan lagi, aku tidak akan membiarkan eomma menderita lagi. Aku berjanji, aku berjanji akan membahagiakan eomma dan Kyu”

Krystal terus menatap Amber yang tengah bicara kepada appanya. Apa sesulit itu hidupmu? apa kau selama ini menderita? bagaimana bisa kau menyembunyikan penderitaanmu sedemikian rapih. Benar kata Ailee, kau rapuh.

“Dan juga…”

Apa yang dia lakukan! tangan Amber merangkul tubuhku dengan kuat, telapak tangannya berada di bahuku dan aku bisa merasakan tubuhnya. Apa ini!

“Aku ingin memperkenalkan Krystal dengan ayah, agar ayah tahu alasannya mengapa aku menjadi jauh lebih baik. Mungkin dia terlihat kasar di luar, tapi appa tak perlu khawatir, Krystal bukanlah orang yang seperti itu” Amber menatap matakku, jarak kami begitu dekat. Aku bahkan tak bisa menghindari tatapan matanya, aku tak bisa menghindari harum tubuhnya karena Amber begitu mendekapku kuat.

Amber tersenyum “Terima kasih” senyumnya, perlahan Amber merenggakkan dekapannya dan memegang tanganku “Appa, aku harap appa merestui hubungan kami” Aku menatapnya tajam “Wae? mengapa kau menatapku begitu? bukankah kita memang sepasang kekasih?”

“Haish llama ini!”

Waktu menujukkan pukul 07.46 PM, Amber melaju mobilnya untuk kembali ke Seoul. Di dalam perjalanan kami hanya diam, aku tidak tahu mengapa Amber melakukan hal seperti tadi?

Aish aku merasa bersalah pada Amber karena aku kira dia akan pergi menemui kekasihnya, hmmm…

“Ada apa? kau terlihat gelisah”

“Tidak ada”

“Benarkah?”

“Ya” jawabku singkat.

“Gomawo”

“Untuk apa?” tanyaku.

“Untuk menemaniku, jarang sekali ada yang ingin menemaniku di makam appa selama 1 jam kecuali dirimu Krystal” senyumnya.

“Bahkan Eric dan Ailee tak betah untuk menemaniku, untuk itu aku sangat berterima kasih, hatiku sedikit lega” senyumnya

Aku melihat jari Amber yang masih mengenakan cincin tunangan kami, mengapa dia begitu keras kepala?

“Sampai kapan kau memakai cincin itu?”

“Bukankah hal ini sudah kita bahas? aku tidak akan melepaskannya. Aku tidak peduli kau menyukainya atau tidak, tapi aku tetap memaksa” ucapnya yang fokus pada jalan.

Aku menghela nafas, kusandarkan kepalaku di kursi mobil. Pikiranku benar-benar berantakan. Ada sisi lain dari Amber yang tak ku ketahui, aku selama ini menilainya begitu buruk sehingga tidak ada sisi baik di dalam dirinya. Tapi setelah bersamanya akhir-akhir ini,aku rasa Amber adalah anak yang cukup baik, dia memiliki rasa yang cukup kuat, hatinya begitu lembut, kakinya tak pernah lelah, tangannya tak pernah diam untuk membantu orang lain, senyumnya tak pudar walaupun dia menahan tangis di depan makam ayahnya dengan semua isi curahan hatinya yang kudengar.

Tak lama kemudian kami sampai rumah, semua pelayan keluar dari rumah. Amber menghentikan mobilnya di depan pintu utama. Salah satu pelayan membukakkan pintu untukku dan aku segera turun.

Aku melihat wajah mereka terutama bodyguardku “Nona muda Jung” hormat mereka dengan membungkuk.

“Nona muda Jung kami mencarimu, kami…” tanpa menyelesaikan kata-kata mereka, aku langsung naik ke atas karena aku lelah dan tak ada waktu untuk mendengarkan mereka.

“Nona muda Jung” bungkuk seketaris Kim.

“Aku ingin istirahat” jawabku dingin yang membuat seketaris Kim membungkuk kembali.

“Ya nona muda Jung, silahkan beristirahat”

Aku berjalan ke atas menuju kamarku karena aku merasa butuh memberishkan badan dengan segera.

“Haish aku lupa ponselku tertinggal di tas” aku kembali turun untuk mengambil tasku, aku sebenarnya tidak manja, selagi aku bisa melakukan sendiri, aku akan melakukannya.

Saat aku turun dari tangga aku menghentikan langkahku, mataku fokus kepada Amber dan seketaris Kim yang sedang berbincang tapi.. tapi Amber menundukkan wajahnya, seketaris Kim terlihat seperti marah kepada Amber. Haish beraninya dia!! aku segera turun dengan cepat dan menghampiri mereka dengan tatapan death glare ku.

“Nona muda Jung” mereka berdua kaget akan kehadiranku.

“Ada apa ini?”

“Tidak ada apa-apa nona muda” senyum canggung Taeyeon.

Aku semakin menatapnya hingga dia tak berani menatapku “Jangan berbohong Kim Taeyeon! apa kau sedang memarahi llama bodoh ini karena aku bolos sekolah dan pulang malam?!”

Wajahnya terlihat kaget “Ti-ti-tidak tidak nona muda, bukan seperti” Taeyeon terlihat gugup, begitu gugup hingga tangannya berkeringat karena tatapan Krystal.

“Tidak usah berbohong! lagipula aku yang meminta stupid ini untuk pergi bersamaku! jadi jangan macam-macam, apa kau mengerti!”

Taeyeon mengangguk dengan cepat serta membungkuk.

“Bagus” dan aku kini menatap Amber yang seperti menahan tawa.

“Ada apa? mengapa kau cengar-cengir llama bodoh” tatapku tak kalah dingin.

“Tidak ada princess”

“Masuk ke kamarmu dan bersihkan dirimu! kau terlihat begitu berantakan!” perintaku kepada Amber.

“Ne Gongjunim” Amber segera lari ketakutan sedangkan Taeyeon.

“Kau, ambil tasku di mobil Amber dan bawa ke atas”

“Ba-ba-baik nona muda”

Amber POV

Hoaaahh lelahnya, walaupun lelah aku merasa senang hahaha tidak tahu mengapa. Hari ini begitu menyenangkan, mungkin hari ini adalah hari terbanyakku dalam tersenyum.

“Ya nona muda Jung, silahkan beristirahat” aku melihatnya yang berjalan menuju kamarnya, pasti Krystal begitu lelah. Aku melihat Taeyeon yang menyuruhku untuk menghampirinya, haish aku yakin aku pasti akan habis dengannya!

Aku menghela nafas “Hmmm”

Taeyeon menatapku serius “Haish aku tahu aku salah, hanya saja aku memiliki janji padanya untuk setiap minggu mentraktirnya ice cream, dan kebutulan ada salah satu ice cream mangga yang enak di tempat asalku, itu sebabnya aku membawa Krystal” ucapku tak berani menatap Taeyeon.

“Apa kau tidak tahu bagaimana kami mengkhawatirkan kalian berdua? bagaimana jika terjadi sesuatu Am?”

Aku tidak berani menatap Taeyeon karena aku tahu aku salah. Taeyeon mengelus dahinya “Hanya saja.. hanya saja lain kali kau harus bilang padaku”

“Maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya” tundukku.

Taeyeon tersenyum “Selamat”

Kali ini aku berani menatapnya “Mwo?”

“Aku bilang selamat! hahahahaha”

Haish apa maksut dia! “Mengapa kau tertawa”

“Kau sudah mencairkan gunung es” tawa Taeyeon dan aku masih tidak percaya dengan apa yang dia katakan.

“Jadi kau tidak marah? kau tidak menghukumkku? atau bahkan mengadu kepada Tuan Jay?” takutku.

Taeyeon memukul pundakku “Tentu saja tidak, kau ini berlebihan sekali! lagipula aku tahu kau akan menjaga nona muda Jung dan lagipula aku sudah memasang GPS di mobilmu jadi aku tahu kemana kau dan nona muda Jung berkencan” goda Taeyeon yang membuatku menunduk karena malu, haish benar-benar.

“Ada apa ini?”  Krystal? aku kira dia sudah di kamar dan tidur.

“Tidak ada apa-apa nona muda” mengapa dia terlihat seram sekali, apa ada sesuatu hal yang menganggu moodnya?

“Jangan berbohong Kim Taeyeon! apa kau sedang memarahi llama bodoh ini karena aku bolos sekolah dan pulang malam?!” seketika suhu ruangan begitu begitu dingin di tambah lagi dengan suaranya yang membuat suasana semakin mencekam!

“Ti-ti-tidak tidak nona muda, bukan seperti” hahaha kau benar-benar akan mati Kim Taeyeon. Ini pembalasan karena kau menggodakku.

“Tidak usah berbohong! lagipula aku yang meminta stupid ini untuk pergi bersamaku! jadi jangan macam-macam, apa kau mengerti!” aku menatap Krystal, apa aku tidak salah dengar?

Krystal Jung

Membelaku??

DAEBAK!

Dan lihat wajah Taeyeon hahahahaha. Wajahnya begitu gugup, lihat bahkan bibirnya saja bergetar, apa begitu dinginnya sampai seperti itu hahaha.

“Bagus”

“Ada apa? mengapa kau cengar-cengir llama bodoh”

Haish mengapa dia begitu seram! “Tidak ada princess” jawabku takut.

“Masuk ke kamarmu dan bersihkan dirimu! kau terlihat begitu berantakan!”

“Ne Gongjunim” dengan cepat aku berlari, aku takut nanti aku akan menjadi korban Kegelapan Krystal. Haha poor Taeyeon.

Author POV

Amber menatap langit-langit kamarnya, kembali mengingat kejadian yang beberapa hari ini yang dia alami bersama Krystal.

“Hahaha” Amber tersenyum dan tertawa sendiri tanpa sebab, tubuhnya bolak balik dari ujung tempat tidur ke ujung lainnya. Amber terlihat gelisah, senyumnya masih menempel di wajah llama nya.

“Aigooo Amber, ada apa denganmu!” ucapnya sendiri.

Amber menepuk-nepuk pipinya “Haish jangan berfikir yang tidak-tidak! jangan berharap lebih pada Krystal, apa kau tidak tahu tugasmu adalah menjaganya selama satu tahun! haish tapi….”

“AAAAGHHHH!!” Amber teriak di dalam bantal.

“Tapi mengapa wajahnya terus ada di dalam pikiranku! dan juga mengapa sikapnya menjadi manis. Apa penyihir itu salah minum obat atau apa? aaghhh tenang Amber tenang….”

Hingga pagi menjelang, Amber hanya setengah tidur hingga matanya terlihat hitam. Amber segera bergegas mandi, mengganti bajunya dengan seragam hari ini. Wajahnya terliat kacau dengan menuruni tangga rumah Jung’s.

Amber berjalan bagaikan zombie.

Krystal menatap dari meja makan, Amber mengambil sebuah roti dari meja makan yang di duduki Krystal.

Krystal menghela nafasnya dengan garpu yang di remasnya “Hei kau llama!” ucap Krystal.

Amber membalikan badannya dengan malas “Wae?”

Krystal berdehem “Ehem.. ehmm mau kemana kau?”

“Aku? seperti biasa, aku akan makan sarapanku di halaman depan” ucap Amber malas, dan kembali berjalan.

Krystal kembali menghela nafasnya “Duduklah”

Amber menghentikan langkahnya “Mwo?”

Krystal mengigit bibir bawahnya “Aku bilang duduk”

“Duduk dimana?” tanya Amber.

“Duduk di sini bersamaku, stupid!” kesal Krystal yang membuat Amber tersenyum.

Amber berjalan menuju meja makan, Krystal duduk di kursi utama sedangkan Amber duduk di bagian sisi kanan Krystal.

“Apa kau tidak salah untuk satu meja denganku? apa kau tidak akan kehilangan selera makan?” tanya Amber untuk meyakinkan Krystal bahwa dia tidak salah, tentu saja selama ini Amber selalu tidak pernah satu meja makan bersama Krystal.

“Makanlah sebelum moodku berubah” tatap Krystal.

“Ndeeee!” semangat Amber.

Krystal menatap Amber yang melahap roti serta buah-buahan. Sedikit senyuman di wajah Krystal, dengan meminum jus mangganya.

Jam menujukkan pukul 7 pagi, Krystal dan Amber siap berangkat sekolah. Amber tak mengethui bahwa sedari tadi Krystal memperhatikannya “Apa dia tidak tidur semalaman?” pikir Krystal.

Amber berjalan dengan malas, matanya masih sayup karena tidak tidur semalaman. Krystal memperhatikan Amber yang mulai naik sepeda motornya. Krystal sedikit khawatir melihat Amber yang terlihat buruk “Apa dia bisa membawa motor dengan keadaan seperti itu?”  tatap Krystal.

“Nona muda Jung, mobil sudah siap” ucap pelayan.

Krystal melangkahkan kakinya, pintu mobil telah di buka tapi Krystal masih menatap Amber yang bahkan tidak dapat menopang kepalanya karena kurang tidur.

“Aish!” kesal Krystal.

Krystal menghela nafas “Hei llama!”

Amber membuka matanya pelan, menatap Krystal yang berdiri disamping pintu mobil mewahnya “Hmm”

“Naiklah”

“Mwo?”

“Aish apa kau ini tuli? cepat naik!” ucap Krystal yang langsung masuk ke dalam mobil.

Sedangkan Amber turun dari motornya, para pengawal membungkuk saat Amber berjalan menuju mobil Krystal.

Amber masuk kedalam mobil, kepalanya langsung disenderkan di kursi mobil belakang. Krystal menatap heran “Ya, ada apa denganmu?”

“Hmmm tidak apa-apa, aku hanya sedikit mengantuk saja” ucap Amber dengan memejamkan matanya.

“Apa kau tidak tidur semalaman?” tanya Krystal.

“Hmmm seperti itu”

Krystal menggelengkan kepalanya, kini pandangan nya menatap luar jendela menuju Empire School.

Krystal merasa aneh pada dirinya, bagaimana bisa dia begitu dekat dengan seseorang seperti ini. Bahkan Krystal termasuk orang yang begitu pemilih kepada siapa dia dekat. Tapi dengan Amber?

Krystal bahkan mengizinkan nya untuk makan bersama, pergi bersama, atau lebih tepatnya menghabiskan waktu bersama?

Bahkan Krystal jarang menghabiskan waktu bersama dengan sahabat-sahabatnya, selalu banyak alasan yang Krystal lakukan jika mereka mengajak pergi tapi dengan Amber…

Krystal bahkan bolos dari sekolah.

Krystal termasuk yeoja yang tidak mudah untuk bicara kepada orang lain tapi dengan Amber, Krystal berbincang banyak bersama Amber selama di Jeju.

Krystal tak mudah untuk percaya pada siapapun tapi dengan Amber, Krystal merasa yakin bahwa Amber tak akan menyakiti dirinya.

Amber adalah orang asing bagi Krystal.

Tapi sekarang?

“Errgghhh!” sepanjang jalan pikiran Krystal tak karuan, tak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Pada Krystal yang merupakan sosok pemilih.

“Bukk”

“DUP DUP DUP” Jantung Krystal berdetak kencang, lagi-lagi Amber terjatuh di pundak Krystal dengan mata terpejam.

“Llama ini! aaaghhh!” Krystal terlihat salah tingkah, bibir bawahnya di gigir bertanda dirinya bingung tak tahu harus bagaimana.

“Hmmmm” Amber semakin memperdalam tidurnya, kepala Amber mengenai pipi Krystal membuat Krystal dapat mencium aroma Amber.

Krystal tak bergerak.

Tubunya terlihat kaku, Krystal berusaha mempertahankan posisi duduknya karena tak ingin Amber tak nyaman dalam tidurnya.

“Aaagh Krystal Jung! aku benar-benar mengutuk dirimu!” perasaan serta pikiran Krystal sedang beradu. Disisi lain Krystal merasa bahwa ini tidak benar! tapi di dalam perasaannya Krystal ingin membuat Amber nyaman dalam tidurnya.

“Bagaimana bisa aku membiarkan seseorang yang aku benci tidur di pundakku? bahkan hanya dia satu-satunya orang yang berani tidur di pundakku! dan aku tidak mempermasalahkannya? Sumpah demi apapun ada yang tidak beres terhadap diriku! apakah aku harus pergi ke dokter?!! apakah aku harus terapi?!” pikir Krystal.

“Nona muda Jung”

Krystal bangun dari lamunanya, matanya menatap kaca spion mobilnya “Kita sudah sampai nona muda” ucap sang supir yang takut dengan tatapan Krystal.

“Heol! bahkan aku  tak tahu bahwa kita sudah sampai sekolah!” 

“Apa saya harus membuka pintunya sekarang?” izin supir.

Krystal terlihat diam sebentar, Krystal tak ingin Amber terbangun dengan dirinya yang tidur di pundak Krystal.

“Ya, buka pintunya” perintah Krystal yang langsung dijalankan oleh supirnya.

Pintu telah di buka, Krystal tak membangunkan Amber. Kepala Amber di tegakkan kebelakang dengan pelan. Krystal merpihkan seragam serta rambutnya yang berantkan. Setelah dirasa cukup rapih, Krystal berjalan keluar mobil “Bangunkan dia” perintah Krystal kepada supir.

“Siap nona muda”

Krystal melangkahkan kakinya dan menuju kelas.

am sudah menujukkan pukul 4 sore hari, Krystal terlihat berjalan menuju mobilnya. Langkah Krystal sedikit pelan berharap ada seseorang yang berjalan bersamanya atau sekedar menggodanya.

“Tuk tuk tuk” suara langkah kaki berlari menuju arah Krystal, yeoja berambut pendek berlari ke arah Krystal dengan kemeja putih seragamnya.

“Haih mengapa jalanmu cepat sekali!” ucap Amber dengan menghela nafasnya.

Krystal hanya diam, karena biasanya Amber akan selalu berjalan di belakangnya tapi Amber malah sibuk dengan sahabat-sahabatnya.

“Sudah selesai urusanmu?” ucap Krystal tanpa melihat Amber.

“Kau tahu bukan akhir-akhir ini aku sibuk, aku tidak memiliki waktu bersama mereka jadi sebelum pulang sekolah aku menyempatkan diri untuk bertemu dengan mereka”

“Oh” ucap singkat Krystal.

Krystal dan Amber sudah berada di parkiran, Krystal melangkah menuju arah mobil. Krystal berdiri di samping mobil dengan menatap Amber yang masih berdiri dengan senyuman kakunya “Wae? mengapa kau tidak masuk?” tatap Krystal.

“Ehmm saat aku bertemu dengan mereka tadi, kami berencana untuk makan bersama” takut Amber. Amber tidak tahu apa yang dia takutkan, biasanya Amber yang selalu melawan Krystal.

“Oh baiklah”

“Apa kau marah?”

Krystal memasang wajah dingin “Tidak” pintu mobil di tutup, mobil mewah Krystal melaju meninggalkan sekolah, sedangkan Amber berdiri menatap mobil Krystal yang mulai menjauhi pandangan matanya.

8.01 PM

“Hahahahha” suara tawa pecah saat Amber kumpul bersama teman-teman barunya, Amber terlihat membolak balikan daging yang sedang di panggang sedangkan Henry, Onew, Key, Minho, Taemin, Jonghyun sedang asik minum soju dengan sedikit candaan.

Henry menatap Amber dengan gelas di tangannya “Ya! ada apa dengan wajahmu? kau tampak seperti tidak bahagia” dan mereka semua menatap Amber dengan menyetujui ucapan Henry.

Minho menyikut lengan Amber “Ada apa denganmu, apa aku kau sedang dalam masalah? ceritakan pada kami!” ucap Minho.

Amber menghela nafas “Tidak ada” jawabnnya.

Mata Jonghyun menyipit “Aku rasa dia sedang memikirkan seseorang” gonda Jonghyun.

“Aish kau ini bicara apa” elak Amber.

Henry menggaruk-garuk dagunyya “Apa yang dikatakan Jonghyun benar, ragamu mungkin disini tapi pikiranmu mungkin memikirkan……” mereka semua saling bertatapan.

Dan senyum licik terhadap Amber..

Dan …..

“KRYSTAL JUNG!” saut mereka berbarengan.

“HAHAHAHAHA” tawa mereka bersama kecuali Amber.

“Hahaha ayolah Amber akui saja kau sedang memikirkan Krystal kami!” tawa Onew.

“Dasar gila” ucap Amber tanpa melihat mereka.

“Jadi kau sedang memikirkannya? apa kau merindukannya? ayolah Amber, baru saja 2 jam kau tanpa Krystal mengapa jadi galau seperti ini? bukankah kemarin kalian sudah menghabiskan waktu bersama!” ucap Henry dengan melakukan high 5 kepada mereka.

“Makanlah, jadi mulut kalian tidak bicara sembarangan” Amber memberikan daging satu-satu ke mangkuk mereka ber6.

“Kau tak perlu salah tingkah seperti itu, aku yakin cepat atau lambat kau akan jatuh ke pelukan Krystal. Kali ini kau tak bisa menyangkalnya!” ucap Jonghyun dengan menunjuk Amber dengan sumpit di tangan kanannya.

“Sudah hentikan, wajah Amber sudah merah” ucap Minho.

Mereka mulai makan, sesekali Amber melihat ponselnya, seperti mengharapkan ponselnya berdering.

“Jadi apa yang kau lakukan kemarin bersama krystal? bagaimana mungkin kau kencan pada jam sekolah, apa kau ingin Krystal menjadi anak nakal sepertimu” tatap Taemin.

“Tidak ada, kami hanya makan ice cream dan jalan-jalan di sungai Han” ucap Amber dengan mengunyah dagingnnya.

Key terkejut “Apa?! hanya itu?”

“PLAK”

“YA! ada apa denganmu” kesal Amber terhadap Henry yang tiba-tiba memukul kepalanya.

“Kau ini bodoh atau apa! kau mengajaknya kencan hanya melakukan hal seperti itu saja! dan yang kau ajak kencan itu adalah Krystal Jung, ku ulangi sekali lagi K-R-Y-S-T-A-L J-U-N-G!!” kesal Henry terhadap Amber.

“Itu bukan kencan!”

“Jika kau pergi berdua dan menghabiskan waktu yang lama itu artinya adalah sebuah kencan!” ucap Henry.

“Dengarnkan aku…” ucap Jonghyun dengan menarik kursinya mendekati Amber.

“Kau seharusnya mengajaknya pergi menonton, seperti menonton film romantis atau kau bisa mengajaknya dinner romantis, bisa juga dengan pergi ke taman bermain bersama. Bukan mengajaknya dengan sesuatu yang membosankan!” tegas Jonghyun.

Amber menghela nafasnya “Seperti itu?”

“Tentu saja!” jawab mereka bersama.

“Dreeett dreeeeett” ponsel Amber berdering, dengan cepat Amber mengambil ponselnya yang berada di saku celanannya, wajah Amber terlihat senang saat telfonnya berdering tapi senyum wajahnya memudar saat Taeyeon yang menelfonnya bukan Krystal.

“Haish ku kira siapa” keluh Amber.

“Hallo”

“Kau dimana?”

“Aku di restoran bersama mereka, kenapa?” tak semangat Amber.

“Aku ingin kau ke kantor sekarang juga”

Amber menundukkan kepalanya karena begitu malas mendengar kata kantor “Ini sudah malam, apa tidak bisa besok saja? aku benar-benar lelah Tae” lemas Amber.

“Ini menyangkut masalah tuan Jay”

Seketika Amber yang terduduk lemas langsung tegap “Tuan Jay Jung?”

“Datanglah secepat mungkin!” 

“Baiklah” Amber langsung menutup telfonnya.

“Ada apa? mengapa kau terlihat kaget seperti itu” tanya Taemin.

“Aku harus pergi sekarang”

“Kemana?”

“Jung corpt” ucap Amber dengan memakai jaketnya.

Henry melihat keluar jendela yang sedang hujan “Dengan cuaca seperti ini?” tanyanya yang seketika Amber baru sadar.

“Aku akan memakai taxi”

“Hei bodoh” ucap Jonghyun yang menghentikan Amber.

“Kau ini punya teman! pake mobilku saja” Jonghyun melemparkan kunci mobilnya kepada Amber karena Amber tidak membawa kendaraan.

“Baiklah” senyum Amber yang pergi langsung menuju kantor.

……

Amber tiba di kantor Jung, Amber sedikit berjalan cepat menuju ruangannya. Waktu sudah menujukkan pukul 09.27 PM, Amber masuk kedalam ruangannya.

Saat membuka pintu Amber melihat Taeyeon dan 3 staff yang tak dia kenal “Ada apa?”

“Duduklah” pinta Taeyeon dengan memegang kertas ditangannya.

“Katakan padaku” tatap serius Amber.

Taeyeon memberikan kertas kepada Amber, Amber menerima nya dan membaca secara seksama “Apa ini?”

 

Amber begitu terkejut, matanya melebar dengan jantung yang berdebar cepat. Amber tak percaya dengan apa yang dia lihat “Tidak mungkin” ucap Amber dengan masih membaca secarik kertas di tangannya.

“Tidak mungkin tuan Jay Jung terlibat kasus korupsi Tae!”

“Aku tidak menyangka bahwa tuan Jay benar-benar terlibat dalam penyuapan, apakah akan ada skandal lagi pada dirinya?” pikir Amber.

Taeyeon menghela nafasnya “Aku juga tidak mengerti Am, aku juga tidak percaya bahwa tuan Jay terlibat kasus korupsi dengan Choi soon sil dalam penyalahgunaan kekuasaan untuk mendapakan keuntungan dari mereka”

Amber bangun dari duduknya, Amber membuka laptopnya untuk membuka beberapa data “Aku ingin semua data keuangan kita di rekap dengan lengkap” ucap Amber tegas kepada 3 staffnya.

“Sekarang!” tegas Amber.

“Baik” 3 staff tersebut keluar dari ruangan.

“Kita harus mencari tahu Tae” ucap Amber.

“Aku yakin ada seseorang yang menjebak kita Am, aku tahu seperti apa perusahaan ini. Aku tahu akan tuan Jay yang tidak akan bermain dengan uang kotor. Aku yakin ada seseorang yang ingin menjatuhkan kita dengan melibatkan skandal dengan Choi soon sil” ucap Taeyeon.

Pagi hari

Amber, Taeyeon dan beberapa staff kepercayaan tidak tidur semalaman, mereka mengulas semua data keuangan perusahaan Jung

“Jung corpt benar memberikan investasi kepada mereka, tapi untuk kepentingan negara dan itu sudah terbukti dengan beberapa investasi yang kita berikan” ucap staff.

“Data kita telah bocor”

“Mwo?”

“Ada seseorang yang memanipulasi data keuangan kita selama ini, kau bisa lihat kita mengalami penurunan keuangan yang besar, dan dalam penurunan uang tersebut kita melihat bahwa ada seseorang yang mengunakan uang tersebut dengan penyalahgunaan”

“Penyalahgunaan?”

“Ya, uang tersebut tersalurkan kepada Choi Soon il secara pribadi” ucap staff.

“Aku yakin ini adalah ulang orang dalam” ucap Amber.

Taeyeon menatap Amber “Aku yakin pagi ini berita akan tersebar dengan luas, investor kita mungkin akan menarik beberapa kerjasama serta pegawai pasti akan menutut kepasatian karena kasus ini. Ini adalah masalah besar Am” ucap Taeyeon khawatir.

Sedangkan di Jung’s house

Raut wajah Krystal terlihat sedang tidak baik, Krystal menghabiskan sarapan paginya dengan membosankan seperti hari-hari sebelumnya.

Tak lama Krystal berjalan menuju mobil untuk berangkat ke Empire School.

Tak butuh waktu lama Krystal sampai di sekolah, seperti biasa Krystal selalu menjadi pusat perhatian setiap murid tapi kali ini berbeda, Krystal merasa bingung dengan tatapan mereka yang begitu sini, mereka semua berbisik ke arah Krystal dengan tatapan yang menjijikan. Hal itu membuat Krystal menjadi takut, ntah apa yang terjadi pada saat ini sungguh membuatnya bingung.

“Ada apa ini? ada apa dengan mereka? apa ada yang salah denganku?” pikir Krystal.

Krystal berhenti, menatap semua mata sinis kepada dirinya. Krystal meremas tangan nya kuat, mengigit bibir bawahnya dengan mata yang sedikit menunduk. Krystal mengharapakan ada seseorang yang menolongnya dari hal ini, Krystal berhadap ada seseorang yang membawanya dari lingkaran setan ini karena dia tak sanggup dengan semua mata serta bisikan setiap murid pada dirinya.

“Jadi wanita yang di banggakan ini merupakan darah dari koruptor” mata Krystal membulat ketika seorang murid berani bicara.

Murid itu seperti menghina Krystal “Kekayaanmu adalah hasil uang haram!”

“Seharusnya kau pulang dan tak usah tunjukkan wajahmu anak koruptor!”

“Masih berani kau injak sekolah ini setelah kau makan uang rakyat!”

“Pergi kau dari sini, kau begitu menjijikkan! kau sama saja dengan sampah”

Semua murid memberikan kata kasar kepada Krystal, Krystal tidak tahu bahwa pagi ini adalah pagi terburuk dalam hidupnya. Matanya menahan airmata, sebisa mungkin dia tahan.

“Hentikan”

C_ElHf0VoAI2SPC.jpg

(Tadaaaa Amber datang)

Semua menatap yeoja yang kini berdiri di antara mereka, mereka semua berbisik ke arahnya “Mereka berdua sama saja”

“Amber…” lirih Krystal.

Amber tersenyum, kakinya melangkah mendekati Krystal dan tak memperdulikan orang di sekitarnya.

Amber menghela nafasnya. Kedua tangannya memegang bahu krystal untuk mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.

Amber POV

Ku gas penuh mobil ini agar aku bisa segera tiba di sekolah, aku teringat kata-kata Taeyeon kepadaku …

FLASHBACK

“Amber”

“Hmmm”

“Lindungilah nona muda Jung, berita ini akan membuatnya syok. Teruslah disampingnya sampai badai ini hilang”

END FLASHBACK

“BROOOMMM” kupercepat lagi kecepatan mobilku, aku tidak bisa membayangkan Krystal saat ini. Aku juga yakin murid-murid di sekolah akan mencemoohnya, tidak peduli dia Krystal atau bukan tapi saat ini Krystal sedang terkena masalah dan akan dimanfaatkan oleh orang yang membencinya.

“BROOOM” ku hentikan mobilku tepat di depan gerbang, aku tak peduli satpam meneriakiku, yang aku pedulikan adalah Krystal.

Aku berjalan secepat mungkin saat pada akhirnya aku menemukan dirinya di tengah kerumunan orang banyak, aku menatap jauh wajahnya. Wajahnya begitu murung, matanya memerah, tangannya gugup. Hatinya seperti ingin menjerit tapi tak bisa, aku mendekati dirinya. Aku bisa mendengar semua kata-kata kasar yang diterima Krystal.

“Hentikan”

Kini mata Krystal menatapku, aku bisa merasakan kesedihan medalam dari dirinya. Maafkan aku Krystal…

Aku berjalan mendekatinya, aku memandang wajahnya. Pundaknya tak terlihat tegap seolah dirinya merasa lelah akan saat ini. Kedua tanganku memegang pundak Krystal hingga dirinya menatapku, kuberikan senyuman ku padanya “Aku disini” ucapku padanya.

Aku mengelus rambutnya, untuk memastikan bahwa aku benar-benar ada untukknya “Jangan dengarkan mereka” senyumku lagi.

“Aku akan melindungimu” mata kami saling bertatapan, aku rindu matanya. Ingin sekali ku peluk tubuhnya dan mengatakan semua akan berlalu.

Aku tersenyum, aku memegang tangan Krystal dengan erat

)superthumb.jpg

(Pegangan tangannnya kek begini nih hehhe)

Ku genggam erat tangannya, tak peduli semua orang menatap aku dan Krystal. Terus ku genggam tangannya, hingga Krystal seperti menarik tanganku. Aku segera menatap wajahnya tanpa melepaskan tangannya “Wae?”

Kepalanya menunduk “Ada apa princess” ucapku.

“Aku…” Krystal mengigit bibir bawahnya, aku mengangguk.

“Baiklah” ucapku.

Kami kembali berjalan dengan tangan yang masih mengikat satu sama lain, aku dan Krystal berjalan menuju belakang sekolah. Aku tahu saat ini krystal butuh waktu jadi aku akan membawanya pergi dari sekolah. Lagi, Krystal ku suruh tunggu di gerbang biasa untuk menungguku mengambil mobil.

Tak lama, aku datang. Aku turun dari mobil dengan segera untuk membukakan pintu Krystal.

“BRRROOOM” kini aku dan Krystal kembali meninggalkan sekolah, aku tak tahu harus membawanya kemana tapi tidak akan ku biarkan mereka menyakiti Krystal.

Sesekali aku melihat arahnya, seperti biasa wajahnya selalu menghadap jendela. Tak satu katapun terucap dari bibirnya.

“Princess..”

Krystal tak menjawab.

“Apa kau menginginkan sesuatu?” haish apakah pertanyaanku tidak salah.

……

…..

“Bawa aku pergi”

“Sejauh mungkin”

————————————————————————————————————————————-

 

Late update hahahaa.

Kira-kira author tetep stay di WP atau pindah ke Wattpad ya? tapi author belum tau cara gunaiin wattpad jadi author bakal update di WP sampai someday tamat. Setelah tamat author coba untuk nulis di wattpad hehe..

Maaf typo bertebaran dan terlalu panjang ceritanya.

Terimakasih yang udah setia baca ff author ^^

 

 

 

Someday 13

Pesawat Korean Air tujuan Seoul-Jeju telah mendarat pada pukul 13.10 waktu setempat, rombongan sekolah Empire berjalan untuk mengambil bagasi mereka. 4 walls berjalan dengan begitu elegan dengan kacamata hitam serta tas branded yang mereka pegang.

4 Walls memainkan rambutnya, jari-jari tangan mereka memainkan rambut yang membuat mereka terlihat seksi. Wangi aroma serta gaya berjalan mereka membuat siapapun menjadi gila.

Krystal berjalan paling depan, kakinya melangkah indah menuju tempat pengambilan bagasi.

Krystal menghentikan langkahnya, membalikan tubuhnya. Matanya mencari-cari seseorang.

Tak butuh waktu lama wajah Krystal tersenyum licik, matanya menatap yeoja yang membuatnya kesal pagi ini. Yeoja yang berpakaian rapih itu sedang asik berjalan bersama teman-temannya.

Tawa serta senyuman di yeoja berambut pendek itu telah sirna saat matanya menatap Krystal.

“Kau” tunjuk Krystal Krystal.

“Bawa barang-barangku” ucap dingin Krystal.

“Hufh”

“Kenapa, bukanya kau sudah berjanji?” dingin Krystal.

Yeoja berambut pendek yang bernama Amber itu tersenyum paksa “Hehe tentu saja aku tidak lupa princess”

“Baguslah, bawa semua jangan sampai ada yang tertinggal. Kau mengerti llama?”

“Ne princess” senyum paksa Amber.

Amber berjalan menuju koper Krystal, mata Amber masih melihat sana-sini “Kau tahu yang mana koper Krystal?” tanya Amber kepada seorang murid yang ikut tour bersama mereka.

“Oh kopernya telah dipisahkan oleh para penjaga, kopernya ada disebelah sana” tunjuknya.

Amber tersenyum ramah “Komawo”

Amber berjalan menuju salah satu penjaga “Permisi, aku ingin mengambil koper milik Krystal Jung”

“Oh silahkan” petugas itu menunjukkan 5 koper di hadapan Amber.

Amber melihat 5 koper tersebut “Ehmm ahjussi, yang mana kopernya?” tanya Amber.

Ahjussi itu tesenyum “Semua ini miliknya”

“Mwo?!!!” kejut Amber dengan matanya terbuka lebar.

Amber menatap 5 koper di depannya “Yeoja ini benar-benar! benar-benar membunuhku pelan-pelan”

Sedangkan Krystal berdiri bersama teman-temannya dengan canda tawa di wajah mereka “Hei Soojung lihat” tunjuk Luna dengan dagunya.

Krystal menoleh ke arah yang Luna maksut, wajah Krystal menahan tawa melihat Amber yang membawa 5 koper besar serta tas kecil lainnya yang membuat Amber seperti tenggelam dalam tas serta koper-koper besar milik Krystal.

“Hei mengapa lama sekali! apa kau tidak lihat semua orang menunggu”

Amber menghela nafasnya dan sedikit merenggangkan ototnya “Haish wanita ini, ya! apa kau tidak lihat bawaanmu ini hah? kau ini mau liburan atau mau pindah ke luar angkasa”

Krystal menatap Amber “Ingat janjimu llama, cepat masukan ke dalam bus!” ucap Krystal yang memakai kacamatanya dan pergi meninggalkan Amber dengan segala kesusahannya.

Amber mengangkat satu persatu koper milik Krystal ke dalam bus “Wah kau memang tunangan yang luar biasa jarang sekali ada pasangan seperti kalian” ucap seorang supir.

“Pujianmu tak bisa membantuku ahjussi, penyihir itu benar-benar membuatku gila” ucap Amber dengan mengangkat koper Louis Vuitton milik Krystal.

“Aaggghh! aku bisa gila!” Amber mengacak-acak rambutnya.

“Awas saja penyihir itu”

Setelah selesai, Amber masuk kedalam bus. Amber masuk kedalam bus dan menatap Krystal yang sedang asik minum jus mangga “Penyihir itu! dia sedang asik-asik meminum jus sedangkan aku susah payah membawa semua kopernya!”

Menyadari Amber yang melihat Krystal, Krystal menatap tajam Amber dengan melepas kacamatanya “Apa?”

Amber membuang tatapannya “Tidak ada”

“Amber!” Amber menatap Henry yang memanggilnya.

“Duduk sini” tunjuk Henry di sampingnya.

Amber berjalan ke belakang menuju tempat duduknya bersama Henry “Hufh” Amber kembali menghela nafasnya.

“Ada apa denganmu?” tanya Henry yang menatap Amber.

“Kau abis lari lapangan?” tanya Henry.

“Lebih dari itu!”

“Minumlah”

Amber meminum air mineral yang diberikan Henry padanya “Selamat siang semuanya!” ucap guru.

“Siang”

“Apa semua sudah lengkap?”

“Sudah!”

“Baiklah kita akan berangkat ke penginapan”

Amber menyenderkan kepalanya “Benar-benar melelahkan, sudah bangun pagi, rapat,  berlarian sepanjang bandara untuk mengejar pesawat dan ditambah mengangkat semua koper penyihir gila itu! aaghhh” batin Amber dengan memejamkan matanya.

45 menit berlalu, bus mulai berhenti di depan lobby Kensington Hotel Jeju. Semua murid mulai turun satu persatu “Amber bangunlah, apa kau ingin tidur di bus”

Amber membuka matanya pelan-pelan “Sudah sampai?” tanya Amber dengan mata yang masih merah.

“Menurutmu?” Henry bergegas bangun “Cepatlah”

Amber merenggakan badannya, mengambil tas ransel hitamnya dan berjalan turun dari bus.

“Hoooaaaaammm” Amber menatap sekeliling tempat, Amber mulai berjalan menelusuri Hotel tempatnya menginap.

“Hmmm” Amber mengertukan dahinya.

“Aku rasa tempat ini tidak asing bagiku” Amber melangkahkan kakinya menuju barisan untuk mendapatkan pengarahan dari gurunya.

Amber terus menatap sekeliling “Oh aku tahu!” ingatnya.

“Ini hotel dimana aku dan Krystal bertunangan hahahaha” semua menatap Amber tak terkecuali Krystal yang menatap Amber begitu marah sekaligus malu, bagaimana tidak bila wajah Krystal begitu merah saat Amber mengucapkan begitu keras ditambah lagi semua murid sedang diam mendengarkan perintah guru.

“Hahahahahha” Amber tertawa paksa menatap semua mata termasuk mata Krystal yang membuatnya ingin memotong lidahnya.

“Apa sudah selesai Amber Liu?” ucap guru dengan memegang secarik kertas putih.

“Su-su sudah” ucap Amber dengan wajah merah.

Setelah berbagi kamar Amber dan Krystal mendapatkan hak istimewa yaitu kamar pribadi “Wah jadi ini tempat kau dan Krystal menjalin hubungan?” goda Key.

Amber hanya diam di dalam lift “Not bad” ucap Jonghyun.

“Sudahlah diam” ucap Amber menghiraukan mereka.

Krystal POV

Sedangkan Krystal sudah masuk ke dalam kamarnya “Dasar llama bodoh! aku tidak tahu apa isi kepalanya itu, errgh benar-benar!”

Ku rebahkan badanku, melepaskan lelahku dengan memejamkan mataku.

“Dreet dreett” ku buka mataku, mengambil ponsel yang ada disampingku.

1 pesan masuk

From: Kai

“Krystal apa kau sudah sampai di Jeju? bagaimana perjalanmu? aku harap Amber tak merusak liburan akhir pekanmu bersama yang lainnya. Maafkan aku karena tidak bisa disampingmu. Jaga kesehatanmu Krystal”

Aku mengkunci ponselku, ntah mengapa aku sedang malas untuk membalas pesan. Aku melihat jamku yang menunjukkan pukul 2 siang, aku ingat bahwa jam 3 nanti kami memiliki jadwal untuk berkunjung ke Teddy Bear Museum.

………………………..

25 menit kemudian “Dreeett dreeeettt”

Errghhh siapa sih yang menelfon? ku raba-raba tempat tidurku, terlalu malas untuk membuka mata “Hallo”

“Jung Soojung apa kau masih tidur? apa kau tidak tahu sekarang jam berapa? ayo cepat buka matamu!”

Damn! aku ketiduran, tanpa menjawab mereka aku langsung mematikan telfonku dan bergegas mencuci mukaku “Haish mengapa aku bisa ketiduran” setelah mencuci muka aku langsung meganti bajuku dan bergegas keluar kamar.

“Ting!”

pintu lift terbuka, aku melihat lobi sudah tidak ada orang lagi. Aku berlari keluar dan melihat bus yang sudah siap-siap mau pergi. Dengan cepat aku berlari dan untung saja aku tidak terlambat “Hufh” ku menarik nafasku. Aku mulai mencari bangku untuk duduk karena aku begitu lelah!

Aku melihat tempat duduk sudah terisi tapi satu yang tidak, haish mengapa harus tempat duduk dia yang kosong!

“Soojungie, apa kau tidak duduk?” aku melihat Luna yang duduk bersama Sulli dan Vic bersama Henry. Apa-apa ini? sejak kapan mereka dekat dengan teman-teman llama bodoh itu?

Apa boleh buat! aku tidak mungkin berdiri sepanjang jalan, aku berjalan mendekati tempat duduk kosong itu dengan hati yang kesal.

Dia menatapku “Wae? kenapa kau menatapku seperti itu” tanyaku padanya.

“Tidak ada, hanya saja aku malas duduk bersamamu”

“Kau kira aku tidak! jika aku bisa menyewa mobil maka aku akan menyewanya detik ini juga. Lagipula aku tidak ingin duduk bersamamu! aku lebih baik berdiri sepanjang jalan daripada duduk disamping orang yang menyebalkan sepertimu!”

“Benarkah? baguslah” hasih llama ini! dan aku tidak tahu bus mulai berjalan hingga aku hampir terjatuh tapi..

Aku menatap lengan ku, tangannya memegang lenganku yang hampir terjatuh. Matanya ku tatap sebentar tapi aku tak ingin larut dan segera melepaskannya.

“Ehmm masih tetap ingin berdiri?” aku mengacuhkannya, tanganku memegang pegangan besi agar aku tidak terjatuh.

“Keras kepala” aku melihatnya berdiri dan keluar dari tempat duduknya.

“Duduklah” aku menatapnya.

“Cepat duduk, perjalanan begitu jauh”

Mau tidak mau aku duduk di sampingnya yang dekat dengan jendela sedangkan llama ini duduk di pinggir. Aku menatap luar jendela, aku rasa musim dingin akan tiba.

35 menit kemudian kami telah sampai di museum Teddy Bear, aku melihatnya berjalan menuruni bus dengan wajah yang lelah.

“Ayo kita masuk!” aku segera masuk bersama sahabat-sahabatku.

Aku melangkah masuk kedalam museum yang dikeliling boneka. Ini pertama kalinya aku ke sini “Lucu sekali”

Aku bejalan mengeliling museum dengan camera digital yang aku bawa, aku mengambil beberapa gambar boneka beruang yang lucu-lucu ini untukku.

“Wah lucu sekali” aku mengambil gambar kembali dan langsung melihat hasilnya, tapi ada sesuatu yang menarik perhatianku yaitu…

Amber dan Irene yang sedang asik berbincang dan kameraku menangkap mereka berdua “Hish risih sekali!”

Aku melihat mereka yang sedang asik berbincang “Sejak kapan mereka jadi dekat?” aku yakin stupid llama itu yang mendekati Irene terlebih dahulu, benar-benar modus. Lihat-lihat, aku yakin llama itu berbicara sok manis pada Irene hingga pipinya memerah “Aigooo benar-benar luar biasa llama itu! biar kuberi pelajaran dia”

“Ya llama!” aku datang mengampiri mereka berdua.

Kuberikan kameraku padanya “Ambil gambarku di sana”

“Sekarang?”

“Tahun depan, tentu saja sekarang!” ucapku dingin.

Dia berjalan mendekatiku “Apa kau tidak lihat aku sedang bicara dengan Irene?”

“Oh aku tidak peduli, aku harap kau masih ingat dengan janjiku yaitu menjagaku selama 24 jam selama di Jeju!” kukeraskan suaraku hingga Irene mendengarnya.

Wajah Amber menjadi berubah “Haish ada apa dengan kau? mengapa kuat sekali suaramu”

“Cepat!” aku meninggalkannya dan tersenyum diam-diam hahaaha. Aku kembali berjalan melihat-lihat teddy bear yang lucu-lucu ini.

“Berdirilah disamping boneka itu” aku melihat Amber yang sedang siap-siap memotertku. Dengan reflek aku tersenyum dengan jari peaceku.

“Bagus tidak?” tanyaku padanya.

“Bagus sekali, begitu harmonis”

“Mwo?” aku melihat boneka teddy bear disampingku dan …

Boneka teddy bear dengan tema purbakala, aku melihatnya yang sedang tertawa mengejekku “Diam! tidak lucu”

“Hhahaha sayangnya di museum ini tidak ada boneka penyihir, hmmm sepertinya aku harus mengajukan saran”

Errgghh ingin sekali ku cekik lehernya “Kau ingin mati?”

“Kalau aku mati kau bisa kesepian dan merindukanku begitu banyak”

“Dalam mimpimu, simpan saja dalam mimpimu llama!” aku pergi meninggalkanya.

Tak terasa waktu terus berlalu, setelah dari museum teddy bear kami pergi ke Chocolate museum dan makan malam dan tak terasa jam menunjukkan pukul 09.10 PM.

Aku kembali menatap luar jendela menatap malam pulau Jeju, aku tidak tahu bahwa aku akan kembali ke tempat ini tempat yang begitu aku benci. Aku tidak tahu, terasa aneh bagiku bisa kembali kesini dengan orang yang sama.

Takdir? haruskah kukatakan seperti itu?

“Dup”

Aku merasakan bahuku menjadi berat seperti ada sesuatu di bahu kananku, ku tolehkan kepalaku ke arah bahuku. Bus begitu gelap, hanya lampu jalan remang yang menyinari, untung saja didalam bus gelap kalau tidak semua orang akan melihat Amber yang sedang tertidur pulas di bahku.

Ku ulangi sekali lagi

AMBER!

BAHUKU!

Aaaaghhhhh bagaimana ini?! apa yang harus kulakukan saat ini? sebaiknya aku bangunkan saja..

Tapi tidak tidak!

Lalu? aku harus apa, membiarkanya tertidur di bahuku! aku tidak sanggup melakukannya! aku merasa gugup, jantungku menjadi berdebar kencang! aaghhh ada apa ini.

Aku kembali menoleh kearahnya, melihat rambutnya yang sedikit menutupi matanya yang tertidur pulas. Sepertinya dia lelah sekali, aku menatapnya yang sedang tertidur, jika seperti ini dia terlihat manis..

Haish Jung Soojung apa yang kau pikirkan! apa aku sudah gila, aku menatap kembali luar jendela berusaha untuk mengalihkan pikirkanku yang tak karuan.

Tapi aku masih ingin melihatnya yang sedang tertidur, ada apa denganku! aku membencinya tapi mengapa aku membiarkan nya tidur di bahuku walaupun aku merasakan bahuku yang mulai keram karena menopang kepalanya dan tubuhnya yang menyender di tubuhku. Haish ada apa ini! mengapa aku merasa panas! apa ACnya tidak hidup.

25 menit berlalu dengan posisi yang sama, posisi dimana aku membiarkan Amber tidur di bahuku tanpa tubuhku bergerak sedikitpun. Aku melihat satu persatu murid-murid turun dan bagaimana dengan aku? hanya aku dan Amber yang tersisa di dalam bus.

“Errgghh” aku menoleh ke arahnya, sepertinya dia terbangun! bagaimana ini, bagaimana aku!”

“Hmmmm” dengan reflek aku menutup mataku dan pura-pura tidur.

“Apa sudah sampai?” aku bisa mendengar suara seraknya.

“Hoaaaaamm mengapa tidurku nyenyak sekali” tentu saja nyenyak!

“Oh apakah dia tertidur?” Amber mencoba membangunkanku, apakah aku harus bangun sekarang? tapi sepertinya terlalu cepat.

“Princess bangunlah kita sudah sampai”

Kubuka mataku perlahan “Oh” aku berusaha untuk berakting sebaik mungkin.

“Kita sudah sampai” ucapnya.

“Benarkah? oh baiklah”

Aku mencoba bangun dari tempat duduku tapi “Ah” aku memegang bahu kananku, terasa begitu pegal! aaghh

“Kwaenchana?” aku melihat kedua matanya, tangannya memegang bahuku dengan rasa khawatir.

“Kwaenchana? apa ada yang sakit? katakan padaku” haish mengapa dia berlebihan sekali, lagipula hanya bahuku saja.

Aku memutuskan tatapanku dengan nya “Tidak apa kau tidak perlu khawatir” aku berjalan keluar dari bus dan “Huffhh” mengapa tiba-tiba dingin, aku menggosok-gosok tubuhku karena dingin.

Tak lama kemudian aku tak lagi merasa kedinginan, aku sedikit merasakan hangat “Pakailah, cuaca di Jeju sangat dingin bila malam tiba” aku menatapnya dengan memakaikan blazer hitam miliknya. Rambutku di rapihkan olehnya aku masih menatapnya, aku tidak tahu mengapa aku membiarkannya melakukan hal ini padaku.

Aku terus menatapnya hingga Amber menatapku dengan tatapan yang sama. Kami saling bertatapan satu sama lain, dibawah langit malam, dinginya angin Jeju, lampu lampu indah yang memperjelas wajahnya dihadapanku.

Ada apa ini?

“Ehmm masuklah, ini sudah malam” dia memalingkan wajahnya tapi aku masih menatapnya.

“Wae? apa ada yang salah?”

“Aku hanya ingin menatapmu saja” aku tidak tahu apa yang kubicarakan tadi, yang jelas aku hanya ingin mengatakan apa yang ada di isi kepalaku.

Dia tersenyum “Aku tahu aku tampan ahahaha” Haish mulai lagi dia.

“Sudalah” aku meninggalkanya “Ya! mau kemana? haish kebiasaan sekali dia”

Author POV

Dua hari telah berlalu, hari ini adalah hari terakhir mereka di pulau Jeju. Sebelum pulang Empire School datang mengunjungi Seongsan Sunrise Peak. Seperti biasa Amber selalu membuntuti kemana Krystal berjalan dan tak hentinya bertikai satu sama lain.

Waktu menunjukan pukul 15.00, semua murid-murid bersiap masuk kedalam bus untuk kembali ke Seoul.

Di dalam bus Vic menghampiri Henry dan teman-temannya “Bagaimana?”

“Sudah tenang saja” jempol Henry.

“Baiklah anak-anak ibu akan absen” setelah beberapa nama di sebut “Amber Liu”

“Ada bu dia sedang tertidur” gurupun mengangguk.

“Jung Soojung”

“Ada bu dia sedang sakit gigi jadi tak bisa bicara”

“Baiklah”

4 walls dan rombongan teman Amber tersenyum. Mereka sudah merencakan semua ini, mereka tak tahan melihat Krystal yang selalu bertengkar dan akhirnya mereka sedikit memberi pelajaran kepada mereka berdua.

“apa tidak apa-apa Soojung kita tinggal?” tanya Sulli sedikit khawatir.

“Kau tidak perlu khawatir, Amber akan selalu disampingnya” senyum Luna dan Sulli tersenyum.

Sementara itu…..

“Siapapun tolong aku!” Krystal berusaha menggedor-gedor pintu kamar mandi.

“Dor dor dor” Krystal memukul pintu kamar mandi agar seseorang bisa mendengarnya tapi tak ada satupun yang mendengar.

“Haish bagaimana ini” Krystal mulai cemas ditambah lagi dia bisa ketinggalan bus untuk kembali ke Seoul.

“Tolong! siapapun tolong aku” Krystal mulai pasrah dengan keadaan karena tak satupun orang yang mendengarnya.

“Princess”

Mata Krystal terbuka saat mendengar suara yang tak asing baginya “Amber! Amber aku disini!” jerit Krystal.

“Princess kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa, cepat keluarkan aku dari sini”

“Baiklah, jauhkan badanmu dari pintu. Aku akan mendobraknya” Krystal menuruti kata Amber.

1

2

3

Pintu terbuka..

Mereka saling bertatapan, Krystal berlari kearah Amber dengan memeluknya. Amber tersontak kaget “Aku takut” Krystal memeluk Amber kuat.

“Sudah tidak apa-apa, kau sudah tidak sendiri” ucap Amber.

Krystal melepaskan pelukannya “Kan aku sudah bilang padamu selalu ada disampingku! apa kau lupa kau siapa dan apa janjimu padaku!”

“Biane, aku tadi membantu Key dan yang lainnya” ucap Amber.

“Tapi kenapa kau bisa ada disini?” bingung Amber.

“Aku sedang ingin buang air kecil tapi tiba-tiba pintu kamar mandi tak terbuka dan aku sudah hampir setengah jam teriak dan tak ada satupun orang yang mendengarku” keluh Krystal.

Amber terlihat berfikir “Lalu kau?” tanya balik Krystal.

“Ah Jonghyun menyuruhku untuk mengambil ponselnya yang terjatuh dan tempatny atak jauh dari sini jadi oleh sebab itu aku bisa mendengarmu” mereka berdua saling bertatapan.

“Kenapa bisa seperti itu?” bingung Krystal.

Amber melihat jam nya “Haish! kita terlambat, ayo cepat kita kembali ke bus!” Amber megenggam tangan Krystal dengan erat, mereka berdua berlari bersama dengan tangan yang saling mengikat satu sama lain.

Kini mereka berhenti di tempat bus yang seharusnya menunggu mereka, Krystal dan Amber menarik nafasnya masing-masing. “Bagaimana ini?” resah Krystal.

Amber mencoba berfikir dengan nafas yang tergesa-gesa “Telfon mereka, bilang kalau kau dan aku tertinggal”

“Tapi aku tidak membawa ponsel”

“Mwo?!!”

“Kau saja cepat!”

“Aku juga tidak membawa ponsel, ponselku berada di tas”

“Haish mengapa kau bodoh sekali!”

“Haish wanita ini malah memarahiku”

“Oh bukankah kau memiliki ponsel Jonghyun”

Amber langsung mengambil ponsel Jonghyun yang berada disaku celananya, Amber mencoba menekan layar tapi “Sial ponselnya mati!”

“Mwo?! haish kau benar-benar bodoh!” kesal Krystal.

“Ya! mengapa kau menyalahkanku! kau saja tidak membawa ponselmu bukan?”

Krystal pergi meninggalkan Amber “Princess kau mau kemana?” Amber mengejar Krystal.

“Ahjussi!”

“Apa yang kau lakukan?” bingung Amber.

“Kita naik taxi untuk menyusul ke bandara” gagas Krystal.

Amber memegang lengan Krystal “Percuma, kau tidak tahu sekarang jam berapa?! kita sudah ketinggalan pesawat”

Ya, Krystal dan Amber sudah tertinggal pesawat 15 menit yang lalu. “Bagaimana ini” Krystal terlihat cemas dan Amber memandang nya “Sudah tidak apa-apa” ucap Amber.

Krystal memandang sinis “Tidak apa-apa katamu? apa kau tidak tahu kita tak bisa pulang ke Seoul, apa kau ingin kita terjebak disini”

“Setidaknya kau tidak pulang sendiri! kau seharusnya bersyukur ada aku yang bersamamu!” ucap Amber.

“Bersyukur? apa kau sudah gila, aku lebih baik sendiri daripada harus bersamamu”

Amber tersenyum “Apa kau lupa kejadian barusan? siapa yang tiba-tiba menangis terkunci di kamar mandi sendirian?”

Krystal terdiam “Terkunci saja kau sudah panik dan menangis apalagi kau tersesat di tempat seluas ini, di tempat yang tidak diketahui” ucap Amber.

“Lalu bagaimana?” tanya Krystal bingung.

“Sudahlah tidak perlu khawatir, lagipula para pengawalmu akan mencari kita. Kau tak perlu cemas” Amber melihat jam tangannya “Tunggu saja sejam lagi mereka pasti akan datang”

“Hmm bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu saja? Kajja” ajak Amber yang memegang lengan Krystal.

Krystal dan Amber berjalan, langkah yang mereka pijak tak menentu arahnya. Mereka hanya jalan sesuai dengan keinginan hati mereka mau kemana kaki mereka berpijak.

Kaki mereka berhenti melangkah, Krystal dan Amber berdiri berdampingan memandang pemandangan indah di depan mata mereka “Indah sekali”  kagum Krystal.

p970_d20151110112056.jpg

Krystal dan Amber menikmati pemandangan di depan mata mereka, pemandangan yang jarang sekali mereka lihat. Amber berdiri di samping Krystal dengan jarak yang begitu dekat, Amber bingung dengan perasaanya “Kau jauh lebih indah princess”

Krystal menoleh ke arah Amber “Mwo?” tanya Krystal polos.

“Hah?” bingung Amber.

“Kau bicara apa barusan?”

Angin bertiup kencang, Amber menatap Krystal dengan senyuman diwajahnya “Tidak ada hahaha, ayo kita kembali jalan” Krystal mengikuti perintah Amber dengan berjalan di belakangnya.

Krystal dan Amber menikmati pemandangan yang berada di sekitar mereka hingga lupa dengan waktu yang sudah semakin sore “Ya!”

Amber menghentikan langkahnya dan mentap Krystal yang berada di belakangnya “Wae?”

Krystal berjalan mendekati Amber “Kita mau jalan sampai kapan?”

“Sampai bodyguardmu datang” jawab Amber.

“Haish bagaimana mereka bisa datang jika mereka tidak tahu posisi kita sekarang? dan lihat hari sudah mulai gelap”

“Benar juga” angguk Amber.

“Pabo” ucap Krystal.

Krystal melihat sekelilingnya “Dan lihat! apa kau tahu sekarang kita dimana? kita semakin jauh dari tempat wisata tadi dan tidak tahu dimana”

“Sepertinya kita berjalan terlalu jauh”

“Haish mengapa kau bisa santai begini! apa kau tidak panik” tatap Krystal

Amber menggelengkan kepalanya “Aku suka seperti ini” senyum Amber.

“Seperti apa?”

Amber menatap Krystal “Seperti ini, bersamamu” senyum Amber kepada Krystal.

Dan … “Grrrrrrrr~” Krystal dan Amber saling bertatapan.

Amber menyipitkan matanya dengan senyuman diwajahnya “Waah cacing siapa tuh yang bunyi”

“Diam” tatap dingin Amber yang menahan tawanya.

“Baiklah-baiklah, bagaimana kalau kita berjalan sedikit lagi? sepertinya disana banyak mobil yang lewat. Kita bisa menebeng mereka atau meminjam ponsel mereka” gagas Amber.

“Baiklah” setuju Krystal.

Krystal dan Amber berjalan lagi, waktu sudah menunjukan pukul 6 sore, langit sudah mulai gelap dan jalanan terlihat sepi. Krystal terlihat lesu karena perutnya yang lapar. Krystal menghentikan langkahnya “Lihat! ini semua karena idemu yang bodoh, seharusnya kita diam saja dan tak kemana-mana. Aku yakin mereka pasti akan kembali menyusul kita, kau malah menghancurkan semuanya dengan idemu yang tak berguna itu!” kesal Krystal.

“Kau ini cerewet sekali, semakin banyak kau bicara maka semakin berisik cacing diperutmu itu” ucap Amber dengan menoleh kanan dan kiri.

“Seharusnya aku biarkan saja kau jalan sendiri, dan aku tetap ditempat tadi! ntah setan apa yang merasuki ku hingga aku mengikutimu!” kesal Krystal dengan memegang perutnya yang lapar.

“….Ya llama! apa kau tidak dengar aku bicara? ya!” Amber berjalan meninggalkan Krystal.

“Haish llama itu, Tunggu!” ucap Krystal yang mengikuti Amber.

Langkah Amber terhenti, Amber menundukkan badannya “Annyeong haseyo”

“Oh anak muda”

“Dari tadi aku memperhatikan kakek, apa ada sesuatu yang terjadi?” ucap Amber dengan sopan.

Kakek itu mengelap keringatnya dan menunjuk mesin mobilnya “Mobilku tak bisa berjalan dan tiba-tiba saja mati. Aku tidak tahu kenapa” ucap Kakek tersebut.

Amber melihat mesin mobil tua itu “Boleh aku lihat?”

Kakek itu mengangguk dan memberikan jalan untuk Amber, Amber memperhatikan dengan sekasama dan Krystal hanya memandanginya saja.

Tak lama kemudian “Kakek, bisakah kau menyalakan mobilnya?” ucap Amber berdiri di depan mesin mobil.

“Broomm brroooom” Kakek berambut putih itu tersenyum saat mobilnya kembali menyala.

Amber menutup mesin mobilnya, Amber melihat Krystal yang tertawa tanpa sebab “Wae?”

“Anio” ucap Krystal dengan menahan tawa karena wajah Amber yang hitam dan kotor.

Kakek itu turun dari mobilnya “Anak muda, terima kasih sudah membantuku. Kalau tidak aku bisa seharian disini”

Amber tersenyum “Tidak apa-apa kakek, oh iya apa kakek memiliki ponsel?”

“Ponsel? aahh aku tidak punya. Lagipula aku sudah tua, anak-anakku semua berada diluar kota. Aku tak memerlukan alat seperti itu”

Krystal menghela nafas “Hufh”

“Apa kalian tersesat?” tanya kakek.

“Ehm ne, kami tersesat”

“Kalau begitu kerumahku saja” ajak Kakek.

“Ah tidak apa, kami akan menunggu bus saja” ucap Amber menolak dengan sopan.

“Bus? haha apa kau tidak salah anak muda? bus terakhir yang lewat di desa ini adalah pukul 5 sore dan sekarang sudah jam 6. Kau tidak akan mendapatkan bus hingga besok pagi”

“Mwo? aaghhh”

Kakek itu menatap Krystal “Apakah kalian berdua pasangan?”

Krystal terkejut mendengarnya, saat Krystal ingin bicara tiba-tiba Amber merangkulnya dan “Yap! hahaha kami adalah pasangan. Apa kakek tidak lihat ini” Amber memamerkan cincin yang dia kenakan.

Kakek itu tersenyum “Jadi kalian adalah pasangan yang tersesat, kalau begitu kalian menginap saja dirumahku. Aku tidak akan membiarkan sepasang kekasih yang dimabuk asamara seperti kalian menjadi terlantar seperti ini hahahha” tawa Kakek, dan Krystal menatap tajam Amber.

“Haha benar itu kakek, hahahha”

“Baiklah kalau begitu naiklah mobilku, oh iya tapi sebelumnya siapa namamu anak muda” senyum Kakek.

“Aku adalah Amber Liu dan pasanganku ini adalah Krystal Jung” senyum Amber merangkul Krystal.

“Aku adalah Park Won” senyum Kakek.

“Ayo cepat naik mobil, malam sudah tiba dan akan menjadi dingin”

Mereka bertiga masuk kedalam mobil. Malam sudah tiba, angin mulai dingin.

“Ciiittt” ban mobil berdecit, Krystal dan Amber turun dari mobil “Masuklah” ucap Kakek Won.

“Istriku kita kedatangan tamu” ucap kakek Won dengan senang.

Nenek Won datang “Aigoo pasangan muda” senyumnya.

“Annyeong haseyo” sapa Krystal dan Amber.

“Waah kalian benar-benar serasi sekali, ayo masuklah aku baru saja memasak sup daging”

“Wah pas sekali” senyum Amber menatap Krystal yang berdiri disampingnya.

Krystal dan Amber masuk kedalam rumah yang sederhana tetapi begitu hangat “Ayo duduklah, aku yakin kalian berdua pasti lapar.

Tanpa pikir panjang Krystal langsung duduk, Amber tersenyum melihat Krystal yang langsung duduk tanpa menunggu dirinya.

Krystal memadang seluruh makanan yang tersedia di meja “Waaah” mata Krystal berbinar-binar.

Makanlah dengan pelan-pelan “Siksa hasipsio” ucap Krystal dan Amber.

Krystal dan Amber makan dengan lahap terutama Krystal, Amber sesekali melirik Krystal “Pelan-pelanlah, kau bisa tersedak” ucap Amber yang dihiraukan Krystal.

“Makananya enak sekali” girang Krystal dengan melahap sup daging.

“Haha tentu saja makanan isttriku memang paling enak, habiskanlah” senyum kakek Won.

“Tentu saja” angguk Krystal dengan sup dimulutnya.

“Setelah makan, kami akan menyiapkan kamar untuk kalian berdua. Ehm karena kamar kami cuma ada dua jadi kalian tidur satu kamar”

“Uhuk uhuk uhuk” 

“Soojung, Kwaenchana?”

Krystal terlihat memukul dadanya karena tersedak “Minumlah” Amber memberikan segelas air kepada Krytsal.

“Haish makanlah pelan-pelan”

Krystal menatap kakek dan nenek Won “Tapi aku tidak ingin tidur dengannya” Kakek dan Nenek Won terlihat bingung.

“Mengapa? kalian kan sepasang kekasih bahkan kalian sudah tunangan. Tidak usah malu-malu terhadap kami, aku tahu bagaimana rasanya jatuh cinta seperti di umur kalian. Rasanya berarpi-api”

Wajah Krystal dan Amber menjadi merah “Hahaha tapi kakek…” ucapan Amber dipotong “Sudah tak apa, kami memahaminya. Kalian tunggu sini saja. Biar kami siapkan kamarnya”

Krystal dan Amber terlihat diam satu sama lain “Ottoke” ucap Krystal.

“Kenapa?” tanya Amber.

Krystal memandang sinis “Kenapa katamu? apa kau tidak berfikir bahwa kita akan satu kamar?! satu kamar!”

“Lalu?”

“Lalu? haish! aku tidak ingin satu kamar dengan otak mesum sepertimu!”

“Kau kira aku mau satu kamar dengan penyihir gila sepertimu hah! aku lebih baik tidur di hutan rimba dengan singa-singa dibandingkan tidur denganmu penyihir!”

“Kalau begitu tidurlah sana diluar! tidur sana diluar dan jangan pernah kembali atau terbangun!”

“Ada apa ini?”

Amber langsung tersenyum paksa “Haha tidak apa-apa kakek”

“Oh iya aku dengar kalian membutuhkan ponsel”

“Ne”

“Sayangnya kami tidak memiliki ponsel, tapi kalian bisa menggunkan telfon umum besok pagi. Jaraknya cukup jauh, jadi kalian bisa menggunakan sepeda” senyum kakek Won.

“Terima kasih kakek Won” senyum Krystal.

“Aigooo calon istrimu manis sekali” senyum kakek Won.

“Haha manis apanya? tunggu saja sampai dia berubah menjadi penyihir” tatap Amber kepada Krystal dengan nada nicara yang pelan.

“Akui saja itu llama” balas Krystal.

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.26 PM, kakek dan nenek Won sudah tertidur sedangkan Krystal dan Amber….

“Aaaagggghh!!” Krystal gelisah, daritadi hanya membolak balikan badanya di tempat tidurnya yang kecil.

“Aaaagghhh!!” Amber gelisah, daritadi hanya mengacak-acak rambutnya dengan teh hangat di tangannya.

“Mau sampai kapan aku diluar seperti ini? errgghh begitu dingin” Amber memegang erat gelas tehnya yang hangat.

Amber menatap pintu itu “Haish bagaimana ini! aku tidak mungkin satu kamar dengannya! tapi aku juga tidak mungkin tidur diluar dengan cuaca yang dingin seperti ini”

Amber menggosok-gosok tubuhnya, sesekali Amber meminum teh hangat untuk menghangatkan tubuhnya. Amber menatap perkarangan rumah yang cukup luas di depan matanya. Tidak ada suara bising di telinganya, begitu damai dengan ditemani bintang yang bertaburan di atas langit “Wah malam yang indah, aku belum pernah melihat bintang sebanyak ini” ucap Amber dengan meminum teh hangatnya kembali.

“Kau benar”

“Byyuuurrr~ uhuk uhuk uhuk” Amber memuntahkan teh yang setengah dia telan dan menyebabkan Amber tersedak hingga sedikit memukul dadanya.

“Uhuk uhuk”

“Aigooo” Krystal menggeleng-gelengkan kepalanya dengan berjalan mendekati Amber.

“Ya! kau hampir membuatku mati, apa kau tidak tahu?”

Krystal menatap Amber “Ini bukan pertama kalinya aku membuatmu ingin mati, bukan?”

Amber menatap kesal dengan mengelus-elus dadanya “Ntah setan apa yang merasukimu” ucap Amber pelan.

“Mwo!”

Amber menutup telingnya “Ya Jung Soojung apa kau tidak bisa tidak teriak sehari saja? suaramu begitu nyaring. Apa kau tidak tahu akhir-akhir ini telingaku suka berdenging?”

“Aku tidak akan teriak kalau kau yang tidak memulainya!”

“Memulai apa? apa? kau saja yang terlalu mengambil perasaan” ucap Amber.

“Sudahlah aku tidak ingin bertengkar”

Amber tersenyum menatap Krystal dan pandangannya kini menatap langit. Sesekali Amber melirik Krystal “Wae?” tanya Krystal yang masih menatap bintang-bintang.

Amber terkejut mendengarnya dan langsung mengalihkan pandangannya “Anio” ucap Amber dengan cepat.

“Ehm kau tidak bisa tidur?” tanya Amber.

“Hmmm”

“Kenapa? aku tahu tempat tidurnya tidak senyaman kamarmu, tapi setidaknya kita bersyukur dapat tidur disini bukan dijalan”

Krystal menatap Amber “Bukan itu masalahnya”

Amber menatap Krystal “Lalu?”

Krystal dan Amber saling bertatapan..

……

…..

…..

“Karena apa?” ucap Amber.

Krystal mengalihkan pandanganya “Ti-ti-tidak bisa tidur saja”

Amber menatap heran “Ada apa denganmu?”

“Kenapa kau banyak sekali bertanya! ini sudah malam, aku tidak ingin otakku berfikir terlalu berat hanya karenamu”

“Haish lihat dia, dia mulai menjerit lagi” Amber menggelengkan kepalanya.

Amber memperhatikan Krystal, memperhatikan tangannya yang terlihat kedinganan. Krystal mulai mengigit bibir bawahnya dengan sedikit menggoyangkan tubuhnya karena malam begitu dingin.

“Hufh” Amber bangun dari duduknya.

“Mau kemana kau llama?”

“Tunggu sebentar” ucap Amber dan Krystal menunggu.

Tidak lama kemudian Amber kembali duduk disamping Krystal “Ini” Amber memberikan segelas teh hangat untuk Krystal “Minumlah selagi hangat” senyum Amber.

Krystal mengambil gelas yang diberikan oleh Amber “Minumlah pelan-pelan” Krystal mulai meminum teh yang dibuat oleh Amber.

“Dan…” Amber menyelimuti tubuh Krystal dengan selimut “Di luar sangat dingin, jadi pakailah” ucap Amber dengan merapikan selimut yang dia kenakan kepada Krystal.

Krystal menatap Amber dengan gelas di tangannya “Wae? mengapa kau menatapku seperti itu?” ucap Amber.

“Tidak” Krystal kembali meminum tehnya.

“Apa kau tidak ingin mengucapkan terima kasih?”

“Untuk apa? aku tidak memintamu”

“Hufh ya ya, baiklah princess”

Tidak ada kata-kata keluar dari mulut mereka, hanya kesunyian dan malam yang mereka rasakan. Kedua hati serta pikiran mereka menjadi campur aduk dengan suasana ini, Krystal menatap Amber “Kenapa? mengapa kau seperti orang gelisah”

“Tidak ada” jawab Amber.

“Bohong, cepat katakan padaku”

Amber menelan salivanya, “Ehmmm apa kau masih membenciku seperti saat kita pertama bertemu?” ucap Amber tanpa melihat Krystal.

Krystal tersontak kaget mendengar ucapan Amber, Krystal tak menyangka bahwa Amber akan bertanya hal seperti itu Krystal “Tidak tahu”

Amber menatap Krystal “Tidak tahu? jawaban apa itu”

“Hmm iya aku membencimu, tidak. Aku sangat membencimu. Kau menyebalkan, kau merusak semuanya, kau seperti merusak kehidupanku dengan menjadi tunanganku. Rasanya hati ini begitu ingin meledak, aku ingin teriak tapi tak bisa, aku ingin berlari tapi tak cukup kuat. Aku sungguh membencimu dimana aku harus melihatmu setiap hari bersamaku, aku sungguh membencimu karena kau sok menjadi pahlawan, aku sungguh membencimu karena kau mencampuri semua urusanku, aku membencimu karena kau begitu dekat dengan kakek, aku begitu membencimu karena perhatian yang kau berikan kepadaku”

“Biane” ucap Amber singkat.

“Aku tahu kau begitu membenciku, kau tidak menyukaiku. Tapi aku tidak tahu mengapa aku bisa bertahan denganmu. Bertahan dengan sikapmu yang keras kepala, bertahan dengan sikapmu yang sombong, bertahan dengan sikapmu yang semena-mena, bertahan dengan sikapmu yang dingin dan semua perintah gilamu tapi aku tetap melakukannya untukmu. Aku mungkin adalah orang yang bodoh, bagaimana bisa aku begitu tunduk padamu sedangkan kau tidak memperdulikanku, tidak melihat ke arahku” senyum Amber.

“Tapi tidak apa, mungkin ini sudah jalannya. Aku tidak peduli seberapa besar kau membenciku, aku akan terus disampingmu berdiri untukmu dan menghapus airmatamu” senyum Amber.

Krystal menatap jari Amber “Sampai kapan kau memakainya”

Amber melihat jarinya dengan senyuman di wajahnya “Tidak tahu, mungkin sampai waktu memisahkan kita. Cincin ini menjadi sejarah dalam hidupku, sejarah perjalananku bersamamu, aku ingin suatu saat nanti saat kau tak bersamaku, aku ingin cincin ini menjadi saksi kebersamaanku bersamamu. Saat aku menatap maupun mengenakannya aku akan teringat kepadamu, teringat kemarahanmu, teringat wajah jutekmu” senyum Amber. Krystal hanya menatap Amber, tatapannya begitu dalam.

Krystal menghela nafasnya “Pabo”

“Ya itu aku” senyum Amber.

“Aku memiliki semuanya, apapun yang ku inginkan pasti akan kudapatkan tak peduli sebarapa susah atau semahal apapun. Tak ada kekurangan di dalam hidupku, semua orang memujaku, semua orang mengatakan bahwa Krystal Jung Soojung adalah orang yang sempurna tapi..” Krystal menatap Amber.

“Tapi aku tidak tahu mengapa saat ini aku begitu takut, aku merasa bingung. Pikiranku menjadi berantakan dan aku tidak tahu mengapa aku seperti ini. Aku merasa hal buruk akan terjadi kepadaku, aku.. aku tidak mengapa. Aku sudah cukup kehilangan dan aku tidak ingin hal itu terjadi lagi” ucap Krystal pelan dengan kepala yang tertunduk.

Amber menatap Krystal, wajahnya murung, matanya terlihat sendu, banyak hal yang dipikirkan oleh Krystal, dan Amber dapat membacanya “Kwaenchana” ucap Amber dengan memegang pundak Krystal tanpa perlawanan.

“Dengar, apapun yang terjadi aku akan selalu ada untukmu. Apapun yang terjadi tak peduli seberapa sakitnya aku, tak peduli seberapa menderitanya aku. Aku akan ada untukkmu, Princess” senyum Amber.

Krystal dan Amber saling bertatapan, Amber memberikan senyumannya untuk Krystal. Krystal memberikan jari kelingking kepada Amber “Yakso?” Amber mentapa jari kelilingking Krystal dan melingkarkan jarinya dengan jari Krystal “Yakso” senyum Amber.

“Kalau begitu ikuti kataku” Amber menangguk.

“Aku berjanji akan selalu ada untuk princess Krystal tak peduli apapun masalahnya”

“Aku berjanji akan selalu ada untuk princess Krystal tak peduli apapun masalahnya” ucap ulang Amber.

“Aku berjanji akan melakukan hal apapun untuk princess Krystal” senyum Krystal.

“Aku berjanji akan melakukan hal apapun untuk princess Krystal” ucap Amber.

“Haish mengapa janjimu itu berat sekali! kau ini ingin menyiksaku?”

“Sudah diam saja dan ikuti kataku! apa kau tidak lihat kita dalam perjanjian sakral?” Amber hanya mengangguk pasrah tak berani menentang princessnya.

Krystal dan Amber larut dalam canda tawa mereka, membuat malam yang dingin menjadi hangat karena kebersamaan yang mereka ciptakan “Princess..” Amber menoleh ke arah Krystal, Amber kembali menatapnya menatap wajah Krystal yang tengah tertidur di pundaknya. Terlukis sebuah senyuman di wajah Amber, membiarkan Krystal tertidur dipundaknya dengan lelap. Amber menatap wajah Krystal, menatap matanya yang terpejam menatap hidungnya menatap bibirnya yang tipis sungguh membuat Amber terhipontis akan kecantikan Krystal.

“Hufhh ada apa ini” Amber menghela nafasnya, jantunganya berdetak dengan kencang.

“Haish mengapa tiba-tiba menjadi panas?” Amber mengipas-ngipas wajahnya.

Amber kembali melihat Krystal dan memutuskan untuk membawa Krystal ke kamar. Amber mengangkat tubuh Krystal dengan sangat perlahan karena takut sang putri tebangun dari mimpi indahnya.

“Hufh” Krystal sudah di dekap Amber, semakin jelas wajah Krystal membuat Amber kembali tak karuan.

Amber berjalan perlahan, kakinya masuk kedalam kamar yang tak terlalu lebar namun nyaman. Amber membaringkan Krystal di tempat tidur dengan menutupi tubuhnya dengan selimut agar tidak kedinginan. Amber kembali menatap Krystal, sudah tak terhitung berapa kali Amber terus menatap yeoja yang selalu membuatnya marah tersebut.

“Have a nice dream princess” ucap Amber dengan meninggalkan Krystal.

“Tap” langkah Amber terhenti, jantungnya berdetak dengan cepat. Tanganya merasakan sentuhan lembut yang membuat dirinya merasa begitu nyaman akan sentuhan tersebut. genggaman tangannya semakin kuat, seakan tak ingin melepas tangan Amber untuk pergi meninggalkannya.

“Jangan pergi” suaranya terdengar serak dan lelah membuat Amber membalikan arahnya, menatapnya yang masih memejamkan matanya.

“Jangan pergi, tidurlah bersamaku”

Amber tersenyum, mata Krystal masih terpejam. Amber berdiri cukup lama hingga dia memutuskan untuk berbaring di samping Krystal yang sudah tertidur.

“Ada apa ini? rasanya aku teriak sekencang-kencangnya, rasanya aku berlari sekuat-kuatnya karena perasaanku seperti mau meledak! aaaghhh!! bagaimana ini? aku tidak pernah sedekat ini jika bersamanya, dan sekarang tiba-tiba dia…. dia tidur di sampingku! aku bahka bisa merasakan nafasnya yang begitu hangat! bagaimana bisa aku tidur dengan cara seperti ini!!” Amber terus membuka matanya, pikirannya sedang kacau.

07.14 PM JeJu’s time

Suara burung mulai terdengar ramai, sinar matahari masuk kedalam celah-celah fentilasi kamar membuat Krystal terbangun. Krystal membuka matanya perlahan dan ….

“Amber??? ya Tuhan! bagaimana ini” Krystal berusaha agar tidak panik ketika melihat wajah Amber di depan matanya. Krystal dan Amber tidur berhadapan saling menatap satu sama lain.

Wajah Krystal sekita menjadi merah “Apakah semalaman aku tidur bersamanya? jadi aku tidur bersama Amber? aaaghhhh!!!”

Krystal menatap Amber yeng tengah tertidur, rambutnya sedikit menutupi matanya. Krystal memperhatikan wajah Amber, matanya, dagunya, hidungnya bahkan bibirnya “Ya Krystal Jung apa yang kau pikirkan!!” Krystal memukul-mukul kepalanya.

“Ada apa denganmu?” mata Amber terbuka dengan mata yang masih sayu karena mendengar suara Krystal yang cukup kuat hingga membuatnya terbangun.

Krystal menatap Amber dan Amber menatap Krystal di tempat tidur yang sama dan selimut yang sama “Aaaaaghhh!!!” melihat Amber yang terbangun sontak Krystal menjadi kaget dan …..

“Bruukk!” 

“Aaaagghhh pinggangku!!” Amber mengeluh kesakitan karena Krystal mendangnya hingga jatuh.

Amber mengeluh kesakitan di lantai dan menatap Krystal “Ya! apa kau sudah gila hah?! ada apa denganmu! mengapa kau tiba-tiba mendendangku, kau pikir aku apa hah!” kesal Amber.

Krystal berdiri di atas tempat tidur “Ini semua salahmu!”

“Salahku?! ya kau penyihir! aku baru saja bangun dari tidur dan kau mengatakan aku melakukan kesalahan! kau benar-benar sudah kehilangan akal sehat, dasar penyihir!”

“Apa, kau bilang apa? jadi kau menyalahiku” Krystal mengambil bantal dan memegangnya bersiap untuk memukul Amber.

“Haish! bukan seperti itu, maksutku.. haish wanita ini mengapa kejam sekali! aku yang menjadi korban mengapa aku yang salah”

“Kau bilang penyihir? jadi aku penyihir hah? kejam dan tidak memiliki akal sehat, begitu? baiklah sekarang aku menjadi gila!”

Amber bergegas bangun untuk menghindari pukulan Krystal dengan tangannya yang masih memegang pinggang “Kembali kau llama bodoh!” ucap Krystal yang mengejar Amber dengan bantal tidurnya.

09.00

“Aigoo anak muda, apa kau tidak tidur semalaman? mengapa matamu begitu gelap sekali” ucap kakek Won, Amber tersenyum mendengar ucapan kakek Won karena dia terlalu lelah karena semalaman tidak tidur di tambah lagi Krystal berbuat ulah pada dirinya.

Setelah sarapan dan mandi Krystal Amber berjalan menuju halaman depan “Pakailah sepedanya, jika kalian jalan kaki akan terasa sangat jauh” ucap kakek Won yang memberikan sepeda kepada Amber.

“Terima kasih kakek” ucap Amber yang mulai naik sepeda.

Amber menatap Krystal “Wae? cepat naik” suruh Amber.

Krystal mulai duduk di kursi belakang sepeda “Pegangan, apa kau ingin terjatuh?”

Krystal memegang baju Amber “Kakek kami jalan dulu” pamit Amber yang mulai mengayuh sepeda tua milik kakek Won.

Krystal memegang baju Amber dengan kuat karena dia takut terjatuh “Haish! kau ingin membuat bajuku sobek apa? pegang pinggangku” ucap Amber dengan mengayuh sepeda.

“Pinggamu?” Krystal mengigit bibir bawahnya merasa ragu dengan keputusannya tapi setelah dipikir lagi apa boleh buat.

Krystal melingkarkan tangannya di pinggang Amber membuat Amber tersenyum. Amber dan Krystal menikmati pemandangan sepanjang jalan hingga tak terasa mereka telah sampai di telfon umum.

Amber menghentikan sepedanya “Berhati-hatilah” Krystal turun dari sepeda dan memandang pemandangan di sekitarnya “Indah sekali” senyum Krystal.

Amber memandang Krystal yang menikmati alam sekitar, benar saja bahwa Seoul jauh berbeda dari Jeju yang lebih tenang dan damai.

“Hallo”

“Yeoboseyo”

“Ya! kalian dimana! mengapa kalian tidak mencariku, apa kalian ingin ku pecat hah!” marah Krystal di telfon umum hingga mencuri perhatian banyak orang.

Amber menepuk pundak Krystal “Gongjunim sabarlah, bicara pelan-pelan” ucap Amber.

Krystal menghela nafasnya menahan rasa emosinya “Cepat jemput aku sekarang juga”

“Maaf ini siapa?”

Wajah Krystal berubah kesal “Ya! kalian pikir aku siapa! apa kalian ingin mati”

“Maaf nona muda Jung, kami ingin memastikan saja”

“Apa sekarang sudah paham”

“Sudah nona” takut mereka di sana.

Krystal menjelaskan dimana dia berada kepada para pengawalnya “Baik nona muda Jung, kami akan tiba 5 jam lagi”

“5 Jam lagi?! mengapa lama sekali, aku sudah tidak tahan”

“Maaf nona, saat ini Seoul sedang ada badai jadi untuk sementara penerbangan sedang di cancel” Ucap pengawal Krystal dengan takut.

“Haish aku tidak mau tahu!” Krystal langsung menutup gagang telfon.

Amber menatap Krystal “Bagaimana?” tanya Amber.

Krystal menghela nafas “Mereka akan datang 5 jam lagi” kesal Krystal.

“Oh baiklah” santai Amber.

Krystal menatap heran “Mengapa kau terlihat santai saja?”

Amber berjalan mengambil sepedanya “Setidaknya aku masih memiliki waktu bersamamu” senyum Amber.

“Ayo naik”

Krystal menatap Amber “Kita mau kemana?”

Amber terlihat berfikir “Hmm bagaimana kalau kita melihat air terjut di Cheonjiyeon? tidak jauh dari sini” usul Amber.

“Tidak mau, tidak menarik! aku lebih baik tidur di rumah saja”

“Haish mengapa kau selalu menghabiskan waktumu untuk tidur? lagipula kita sudah disini, apa kau tidak ingin menikmatinya? ayolah princess” bujuk Amber.

Krystal mengigit bibir bawahnya “Hmm baiklah”

Krystal mulai naik sepeda dan melingkarkan kembali tangannya di pinggang Amber “Baiklah, Let’s go!”

10 menit berlalu, Amber menaruh sepedanya dan Krystal menunggu Amber, Krystal memperhatikan Amber dari kejauhan “Ayo masuk” ajak Amber.

“Aku yakin kau pasti akan menyukainya” senyum Amber.

“Benarkah?”

“Yap” angguk Amber.

“Kajja” Amber memegang lengan Krystal mengajaknya masuk kedalam taman wisata air terjun.

“Waaaahhh” mata Krystal terbuka lebar dengan pemandangan di depan matanya.

Amber tersenyum lebar melihat Krystal yang begitu girang melihatnya “Aku bilang juga apa, kau pasti akan menyukainya”

cheonjiyeon-waterfall-jeju-island-south-korea_main.jpgKrystal memejamkan matanya, menikmati percikan air yang terjatuh membuatnya merasa jauh lebih tenang dan melupakan semua kepenatannya.

Amber Pov

Tak berhentiku menatapnya, apakah ini akan menjadi hobi baruku? haha lucu sekali, bagaimana bisa aku seperti ini. Tapi…

Tapi perasaan apa yang kurasakan saat ini? aku hanya bertugas untuk menjaganya, memastikan dirinya baik-baik saja dan tentu saja aku melakukan ini atas uang yang kuterima dari tuan Jay Jung.

Tapi apakah aku melakukan semua ini atas dasar uang? aku bahkan melakukan apa saja untukknya.

Agghh Amber Liu ada apa denganmu! lihat, aku bahkan tidak bisa berhenti menatapnya, aku tidak pernah bosan untuk memandangnya.

Apakah..

Apakah aku menyukainya?

Tidak tidak tidak! itu tidak mungkin.

Ingat Amber Liu, kau lakukan ini hanya untuk uang dan ingat aku memiliki kontrak selama satu tahun untuk semua ini! ayolah Amber, kau hanya melakukan drama. Kau hanya bermain-main. Aku melakukan semua ini hanya untuk uang, uang dan uang!

“Sampai kapan kau menatapku?”

“Mwo?”

Dia membuka matanya, matanya yang indah menatapku dengan alunan air terjun “Pabo”

Haish wanita itu “Hei mau kemana tunggu aku”

Aku berjalan menyusulnya, dia jalan di depanku menatap alam sekitar. Aku ingat saat pertama kali bertemu denganya  di sebuah taman, aku benar-benar tidak percaya bahwa dia tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang indah seperti ini.

“Wah lihat lihat ada banyak ikan!” aku tersenyum melihatnya, seperti anak kecil saja.

Aku berjalan menghampirinya, melihat arah telunjuknya yang menunjuk ikan di sebuah kolam yang begitu jernih.

“Apa kita bisa membawanya? atau membelinya”

Aku menghela nafas, yang benar saja “Tidak bisa, ini punya negara” ucapku padanya.

“Tapi aku bisa membelinya? aku memiliki uang yang banyak, apa kau tidak tahu siapa aku”

“Tidak semua yang kau inginkan dapat di beli dengan uang Princess” sepertinya ucapanku membuatnya kesal, lagi pula yang benar saja?

Haish bagaimana ini, kau harus membuatnya tersenyum lagi. Hanya masalah ikan dia jadi marah “Hmm bagaimana kalau kita membeli ice cream?”

“Ice cream?”

Aku mengangguk “Iya ice cream, kajja” aku memegang kembali lengan tangannya untuk mengajaknya pergi dari sini. Aku tidak tahu mengapa aku memegang lengannya, aku hanya refleks saja.

“Sekarang kau pilih mau ice cream yang mana?” untuk saja moodnya sudah kembali seperti semula, kalau tidak bisa panjang ceritanya.

Aku melirik ke arahnya yang sedang duduk “Mwo? apa kau kurang?”

Dia menggelengkan kepalanya “Aku lapar”

Ternyata dia lapar, aku merogoh saku celanaku. Haish bagaimana ini? duitku tinggal sedikit, aku rasa hanya cukup untuk Krystal saja.

Aku menatapnya kembali yang sedang memegang perutnya “Baiklah ayo kita makan” ajakku.

Haish wanita ini kembali mengangguk dengan wajahnya yang seperti anak kecil “Kajja”

Aku mencari tempat makan terdekat dan aku menemukan kedai makanan khas pulau Jeju.

“Annyeong haseyo” sapa mereka dan aku membungkuk.

Krystal mulai melihat menu makanan “Aku ingin makanan special disini” senyumnya.

“Makanan special kami adalah Jeonbokjuk yang merupakan khas pulau Jeju dengan yang terdiri dari bubur nasi dan abalon”

“Baiklah aku pesan itu, bagaimana denganmu stupid?”

“Hah?” ehmm…

“Aku tidak, aku masih kenyang” senyumku tapi dia menatapku heran.

“Apa kau yakin?”

“Aku benar-benar sudah kenyang, percayalah” senyumku.

“Baiklah”

5 menit berlalu, makanan yang dipesan Krystal sudah disajikan di meja. Wah sepertinya enak sekali..

“Selamat makan” girang Krystal.

“Makanlah pelan-pelan” tatapku padanya yang sedang meniup bubur hangat.

Sepertinya akhir-akhir ini aku merasa diriku aneh, ntah mengapa aku selalu tersenyum. Apa aku sudah gila?

Aku berpangku tangan, menatapnya menyantap bubur sendok demi sesendok. Errghh aku hanya bisa menelan ludah melihatnya memakan bubur hangat.

“Wah enak sekali”

Haish wanita ini, apa dia sedang ingin membuatku iri.

“Ini adalah bubur terenak yang pernah kumakan, nyam nyam”

Aku hanya menghela nafas “Apa kau mau?”

Aku terkejut mendengarnya “Mwo?”

Krystal meletakan sendoknya, dan tangannya menepuk tempat duduk disampingnya “Kemarilah”

“Mwo?” kagetku.

“Aku bilang sini, duduk disampingku”

Haish wanita ini, hmmm “Baiklah” aku segera bangun dan duduk disampingnya.

Dia menatapku, tangannya menggeser mangkuk bubur yang dia makan. Tangannya kini memegang sendok dan memberikannya padaku?”

“Makanlah”

“Haish aku bilang aku sudah kenyang”

Krystal mengambil tangan Amber dan meletakan sendok itu di tangan Amber “Aku tahu kau lapar jadi makanlah”

Tanpa pikir panjang aku langsung menyantap bubur yang masih hangat ini “Woaaaahh” rasanya enak sekali! aku kembali menyuap mulutku dengan sesendok bubur.

“Haish makanlah pelan-pelan, kau ingin mati tersedak?”

“Hehe” aku hanya memberikan senyuman padanya.

Setelah selesai makan, kami melanjutkan perjalanan “Lain kali bilang kalau kau tidak punya uang”

“Aku memiliki uang hanya saja tidak cukup untuk kita berdua”

“Hmm jadi kau rela kelaparan demi diriku?” godanya.

“Anio, aku takut jika kau lapar kau malah berisik dan terus merengek-rengek”

Aku menghindar dari pukulannya hahaha “Lalu sekarang apa?”

“Tidak tahu gelengku”

“Sudahlah ayo kita balik saja, satu jam lagi mereka akan datang menjemput kita” ajaknya.

“Baiklah, tapi kau yang bawa sepedanya ya?”

Krystal terkejut mendengarnya “Mwo? mengapa harus aku”

“Tentu saja kau, aku sudah terlalu lelah untuk memboncengmu. Apa kau kira perjalanan kita tidak jauh?”

“Bukankah kau sudah makan, aku rasa itu cukup untuk mengisi energimu lagi”

Aku menggelengkan kepalaku “Bukankah kau yang makannya paling banyak?”

“Haish!” haha wajahnya terlihat jengkel, haha aku suka ekspersinya saat ini walaupun sedikit seram hehe.

“Ini bawa sepedanya” aku memberikan sepeda ini padanya.

“Cepat bawa” Krystal hanya menatapnya.

“Kenapa hanya di tatap?” tanyaku, lagi-lagi Krystal mengigit bibir bawahnya.

“Ehmm aku tidak bisa mengendarai sepeda” suaranya begitu pelan, aku tidak cukup jelas mendengarnya.

“Apa?” tanyaku ulang.

Dia memandangku dengan sedikit tertunduk “Aku tidak bisa naik sepeda”

“Tidak bisa? yang benar saja” heranku.

Krystal hanya diam, aku ingin tertawa tapi kutahan karena raut wajahnya yang sedikit sedih “Hmm kalau begitu aku akan mengajarimu naik sepeda, bagaimana?”

Kali ini kepala serta matanya melihatku jelas “Benarkah?”

Aku mengangguk “Tentu saja, naiklah” aku mempersilahkan Krystal naik.

Krystal sudah mulai memegang sepeda dan menaruh kakinya di penggoes sepeda, aku melihat wajahnya yang sedikit cemas dan tangannya begitu kuat memegang sepeda “Tidak usah takut, aku tidak akan membiarkanmu terjatuh” senyumku padanya.

“Baiklah, sekarang kau kayuh pelan-pelan dan jaga kesimbangan badanmu” aku berdiri di samping Krystal, memegang stang sepeda serta jok sepedanya untuk menyimbangkan posisinya karena ini pertama kalinya Krystal mengendari sepeda.

Krystal mulai mengayuh, aku memegang kuat sepedanya agar tidak terlalu miring kanan dan kiri “Aaa bagaimana ini, aku takut”

“Tidak apa, terus lah mengayuh sepeda” aku berusaha menyimbangkan agar Krystal tidak terjatuh. Krystal mengayuh sepeda dengan pelan, aku melihat tangannya yang masih sedikit kaku.

“Agh llama bagaimana ini”

“Teru saja, aku kan disampingmu” ucapku padanya.

Sudah 10 menit berlalu, aku melihat Krystal sudah bisa menguasai sedikit, aku menghela nafasku karena aku begitu lelah “Ayo lagi!” aku berjalan ke arahnya.

“Sekarang aku akan memegangimu dari belakang”

“Ya! aku tidak mau, bagaimana kalau aku jatuh!” cemasnya.

“Apa kau tidak percaya padaku?” aku menatapnya.

“Tapi kau janji tidak akan melepaskannya”

“Aku berjanji” aku mulai memegang jok belakang sepeda, Krystal mulai mengayuh sepeda.

“Pertahankan posisinya”

“Sedang ku usahakan”

Aku berusaha sekuat tenaga untuk menyimbangkan sepeda ini, aku tidak ingin membuatnya terjatuh. Aku akui Krystal begitu cepat belajar.

“Waah” aku bisa merasakan bahwa saat ini Krystal sedang bahagia, haha anak manja seperti dia masih saja seperti anak kecil.

Krystal mengayuh sepedanya sedikit lebih cepat “Princess pelan-pelan saja”

“Ndee” aku terus memegangi sepedanya hingga pada akhirnya aku merasakan bahwa aku harus melepasnya. Aku sudah terlalu lelah berlari dan aku yakin bahwa Krystal bisa berjalan lebih cepat.

“Waaaah stupiidd” aku tersenyum mendengarnya.

“Apa kau tidak lelah?”

“Tidak!” aku sedikit berteriak.

“Kau masih di belakangku kan?”

“Masih!” sedikit ku keraskan suaraku.

“Jangan lepaskan aku”

“Tidak akan kulepaskan princess!” aku teriak agar dia bisa mendengarnya.

Tapi saat aku teriak sepedanya sedikit oleng, tanpa pikir panjang aku berlari mengejarnya tapi Krystal bisa mengatasinya “Kau berbohong!”

“Tidak”

“Kau melepaskan sepeda ini, bukan?”

Aku hanya tersenyum “Hahaha”

“Jadi aku bisa naik sepeda” girangnya, aku berlari kecil mengikuti arahnya berjalan, aku merasa lelah tapi aku ingin terus berlari mengejarnya untuk melindunginya sekalipun aku tahu bahwa Krystal bisa tanpa diriku.

Aku menghela nafasku, sedikit mengusap keringat di dahiku. Aku berjalan pelan mengahampiri Krystal yang berdiri di samping sepedanya “Haish mengapa lama sekali kau jalannya? apa kau sudah menua?” haish wanita ini, apa dia tidak tahu aku begitu kelelahan karena dirinya.

Aku melihatnya berjalan “Mau kemana?” tanyaku tapi tak dijawab olehnya dan meninggalkan sepedanya, aku memilih untuk mengikutinya.

Krystal duduk di bangku taman dan aku juga duduk di sampingnya, aku melihat wajahnya yang tersenyum. Aku rasa karena dia puas bermain sepeda “Menyenangkan?”

Dia hanya mengangguk “Lagipula bagaimana bisa kau tidak bisa bermain sepeda? apa yang kau lakukan saat kau masih kecil, apa saat masih kecil kau sudah mulai shooping dan menghabiskan uang?”

Dia menatapku tajam, aish tatapannya sungguh membuatku takut “Haha aku tidak bermaksut berkata seperti itu hanya saja…”

“Ayahku”

Seketika aku menatapnya, senyum diwajahnya memudar dan kesedihan lah yang tampak diwajahnya “Saat aku berulang tahun, ayahku memberikanku sepeda dan berjanji akan mengajariku setiap sore hari, pada saat itu aku begitu bahagia. Aku sangat menanti waktuku bersamanya, setiap hari aku menunggunya untuk pulang kerja dan mengajariku tapi hari itu tak kunjung datang hingga ayahku pergi meningallkanku untuk selamanya” senyum sedih Krystal.

“Itu sebabnya aku tidak bisa naik sepeda dan memutuskan untuk membuang sepeda pemberian ayahku karena dia tidak memenuhi janjinya dan pergi meninggalkanku”

Aku menatapnya yang sedih menceritakan masa kecilnya, aku bisa melihat bahwa Krystal begitu menyayangi ayahnya. Aku bisa melihat luka di matanya sangat mengatakan bahwa ayahnya pergi untuk selamanya “Aku rasa sekarang ayahmu bangga pada dirimu karena saat ini putrinya sudah bisa bermain sepeda dengan begitu baik” dia tersenyum sedikit, walaupun sedikit setidaknya dia tersenyum.

“Dulu ibuku selalu memberikanku boneka dan baju dress tapi ayahku malah membelikanku sebuah robotan besar serta bola untuk bermain bersama dirinya. Hampir setiap akhir pekan aku bermain bola bersamanya hingga ibuku marah mengapa anak perempuan malah bermain bola bukan boneka, tapi ayahku tidak memperdulikannya yang dia pikirkan adalah bagaimana aku bisa tersenyum dan tumbuh dengan sehat hingga pada akhir pekan berikutnya aku tak bermain bola lagi karena ayahku pergi ke tempat yang sangat jauh yang tak mungkin bisa ku jumpai. Itu adalah akhir pekan yang buruk bagiku”

“Aku yakin ayahmu tersenyum melihatmu sekarang” aku menoleh kearahnya dan Krystal memberikan senyuman padaku.

“Apa kau tahu ayahku dan ayahmu bersahabat?”

“Aku tidak begitu banyak mendengar cerita tentang ayahmu tapi kakek selalu membicarakan tentang ayahku dan ayahmu, kakek mengatakan bahwa ayahmu adalah orang yang sangat baik, setia, rela berkorban, dan begitu pintar. Kakek dan ayah sangat percaya pada ayahmu yaitu Josh Liu Aku rasa itu sebabnya kau dijodohkan denganku karena kakek tahu seperti apa ayahmu dan tahu bahwa dirinya tidak akan mengkhianati siapapun”

Aku mengangguk dan berfikir sejenak “Jika…”

“Jika ayahku tidak mengenali keluargamu, bagaimana?”

Krystal menatapku bingung “Akankah kita bisa saling bertemu? akankah kau dan aku bisa bersama seperti ini?” aku tersenyum, aku tidak tahu mengapa aku berbicara seperti ini, hanya saja aku membayangkan bahwa semua ini tidak pernah terjadi dalam diriku.

“Apa kau menyesal?” aku mendengar suaranya yang memecah lamunanku.

Aku menggelengkan kepalaku dengan senyum “Jika aku memiliki pilihan untuk kembali ke masa lalu, aku akan memilih jalan yang sama” senyumku menatap kedua matanya.

“Aku juga” ucapnya dengan mengalihkan matanya dariku, aku terkejut mendengarnya!

“Kau tidak menyesal?” tanyaku ulang.

“Ya walaupun tidak sepenuhnya” haish wanita ini.

“Kau tidak menyesal karena kau bisa menyiksakku kan?” dia tersenyum menghadapku.

“Tumben kau pintar haha” wanita ini!

“Saat ini aku hanya memiliki kakek, hanya dia tempatku bergantung. Mendengar kakek sudah tak sehat seperti dulu begitu membuatku khawatir di tambah lagi perusahaan sedang dalam krisis yang mau tidak mau aku harus menyelamatkannya juga. Aku melakukan semua ini untuk kakek, walaupun aku sangat tersiksa bersama llama bodoh sepertimu”

“Tersiksa? ya! yang yang tersiksa itu aku bukan dirimu! jika aku tahu aku bertunangan dengan wanita berisik sepertimu lebih baik aku tidak menerima permintaan tuan Jay Jung. Sama sekali buka ntipeku”

Aku mersakan udara seketika menjadi dingin dan merasakan merinding “Kau kira kau siapa hah! kalau bukan kakek yang meminta aku tidak akan mau bertunangan dengan yeoja jorok, bau, pemalas, dan aneh sepertimu! apa kau tidak tahu banyak namja yang mengantri untuk menjadi kekasihku?! apa kau tidak tahu saat kau menjadi tunanganku, repotasi ku menjadi turun karena mereka kira seleraku yang rendahan”

Wanita ini benar-benar bagaimana bisa dia merendahkanku begitu saja “Apa kau tidak tahu aku sekarang menjadi populer! semua yeoja mengejarku dan memintaku untuk berkencan dengan mereka! kau seharusnya beruntung Krystal Jung”

Dia menatapku marah “Beruntung? beruntung katamu llama, apa kau tidak tahu aku sedang ketimpahan sial! seharusnya aku bisa mendapatkan tunangan yang tampan dan pintar tidak seperti dirimu!”

“Kau pikir Kai pintar dan tampan!”

Krystal menatapku aneh, aagghhh Amber bodoh! mengapa aku bisa mengucapkan namanya!! bodoh bodoh bodoh.

“Kau bilang Kai? kenapa kau membawa namanya? apa masalahmu dengan Kai?”

Haish wanita ini banyak tanya “Tidak ada” aku mengalihkan pandanganku, aku tidak ingin melihat wajahnya.

“Kau cemburu?” sial dia menggodaku.

“Haha untuk apa! untuk apa aku cemburu dengan namja hitam seperti dirinya! bermain basket saja tidak bisa”

“Tapi Kai bisa membuatku bahagia”

Aku menghela nafas, aku tidak tahu mengapa aku sedih sangat medengarnya “Baguslah, kalau begitu pergi saja sana bersama dirinya”

Krystal tersenyum “Sayangnya Kai tidak disini jadi untuk sementara aku bersamamu saja”

Aku meliriknya “Sudah sana aku tidak ingin bersamamu” ucapku pelan, aku tidak tahu mengapa aku seperti ini.

“Bukankah kau menginginkan bersama Kai, yasudah sana pergilah bersamanya”

Aku mersakan dia mendekatiku “Kau tahu, ucapan dan tingkahmu begitu berbeda. Kau bilang kau tidak cemburu tapi tingkahmu seperti…”

“Sudah cukup” hentiku.

Haish dia menertawakanku “Hahaha baiklah-baiklah, lucu sekali”

“Apa kau menyukai Kai?”

“Hmmm iya aku menyukainya, dia adalah satu-satunya namja yang dekat denganku maksutnya dia adalah namja yang paling lama bertahan denganku dan aku begitu mempercayainya karena dia begitu baik walaupun aku tidak tahu status hubungan kami apakah itu pertemanan atau lebih. Kai adalah namja yang baik, sopan dan menghargai wanita mungkin itu sebabnya aku menyukainya” bertanya hal seperti ini sungguhku sesali! sungguh membuatku sesak saja.

Kami diam untuk sementara waktu dengan memandangi pemandangan bunga indah “Apa kau pernah jatuh cinta?” aku menoleh ke arahnya, pandangannya mengarah kedepan.

“Ehm belum” jawabku pelan.

Jawabanku membuatnya menoleh ke arahku “Benarkah?” aku mengangguk.

“Sekalipun?” aku kembali mengangguk, aku berkata jujur bahwa aku belum pernah merasakan rasanya jatuh cinta jadi aku tidak tahu bagaimana rasanya.

“Baik itu yeoja ataupun namja?” aku kembali mengangguk.

“Daebak!”

“Kenapa memangnya” tanyaku.

“Tidak, hanya penasaran saja”

“Bagaimana denganmu?” tanyaku pada Krystal.

“Aku? haha aku sudah bosan” hmm tentu saja mengingat Krystal merupakan playgirl di sekolah kami.

“Berarti kau sudah sering merasakan jatuh cinta?”

“Hmm tidak juga, terkadang hanya untuk bersenang-senang”

“Jadi kau tidak mencintai dengan tulus” ucapku dan dia hanya diam.

“Apa kau tidak ingin mencari kekasih?” tanya Krystal padaku.

“Kekasih? hmm ntahlah, aku belum memikirkannya” jawabku.

“Jadi kau tertarik dengan yeoja atau namja?” aku menatapnya, pertanyaannya langsung blak-blakan yang membuatku berfikir sejenak, aku tidak ingin membuatnya canggung karena kau tahu Krystal adalah seorang yang homophobic.

“Aku menyukai namja tapi yeoja lebih menarik” senyumku padanya hahaha lihat wajahnya. Tapi yang ku katakan adalah sebuah kejujuran “Aku tahu kau akan menjadi risih kepadaku. Jujur saja aku menyukai namja, aku suka melihat namja tampan tapi menurutku yeoja menarik perhatianku dengan amat dalam, seperti ingin melindunginya, seperti ingin menjaganya dan tak menyakitinya”

“Jadi, apakah ada seorang yeoja yang kau sukai saat ini?” aku menatap matanya, pertanyaan yang diberikan padaku membuatnya ingin segera mengetahui jawaban dari mulutku.

“Ada”

Matanya terbuka lebar “Ada?! siapa” haha mengapa dia seperti girang sekali.

“Hmmm rahasia”

“Mwo? cepat katakan padaku” paksanya.

“Yang jelas bukan dirimu karena aku tahu kau tidak akan menyukaiku” jawabku lesu.

“Apakah yeoja itu Irene?” aku menatapnya.

“Irene? mengapa kau berfikir yeoja itu Irene”

“Tidak, hanya kepikiran saja”

“Aku belum memastikan apakah aku menyukai yeoja itu atau tidak karena aku takut dia tidak membalas cintaku jadi nanti saja kuberi tahu padamu jika hatiku sudah mantap” Krystal hanya diam, aku melihat jam tanganku.

“Princess, sepertinya kita harus pulang”

“Baiklah”

Aku dan Krystal kembali kerumah kakek Won, aku mengendari sepeda dan Krystal memegang pinggangku erat. Aku tidak tahu mengapa aku menyukai sentuhannya “Llama, mengapa kau mengendari sepedanya lama sekali?”

“Aku tidak ingin saat indah seperti ini berakhir” jawabku.

“Tidak ada keributan, tidak ada suara, tidak ada kebisingan, hanya ada aku dan kau Princess” senyumku dengan mengayun sepeda dan Krystal semakin erat memegang pinggangku dan aku mersakan kepalanya yang bersender di punggungku. Sial! aaghhh aku ingin terbang ahahahahha wanita ini benar-benar.

04.36 PM kami tiba di rumah Kakek Won, benar saja setelah kami tiba para pengawal Krystal telah menunggu termasuk Tae. Aku dan Krystal segera pamit kepada kakek dan nenek Won dan mengucapkan terima kasih begitu banyak kepada mereka, setelah pamit kami pergi menuju bandara untuk kembali ke Seoul. Di dalam perjalanan aku menatap luar jendela, menatap pulau Jeju yang akan ku tinggalkan. Pulau yang begitu melukiskan banyak kenangan sedih dan bahagia bersama Krystal, yeoja yang manja yang sedang duduk disampingku melakukan hal yang sama sepertiku, menatap luar jalan. Sepertinya kami berdua tengah larut dalam pikiran masing-masing.  Aku tidak akan melupakan 2 hari yang begitu berkesan untukku bersama dirinya. 2 hari yang membuatku bingung akan perasaanku padanya, perasaan antara suka atau aku yang terlalu larut akan permainanku sendiri. Yang pasti aku ingin terus bersamanya, melihat wajahnya dan menghabiskan waktu bersama. Agahh Amber Liu! ada apa ini, mengapa aku seperti ini. Ingat kau adalah Amber Liu! kau bukan siapa-siapa! ingat alasanmu mengapa kau terus bersama Krystal adalah karena perintah tuan Jay Jung. Tentu saja, otak dan hatiku saling bertolak belakang aaagghhh….

10.45 PM SEOUL JUNG’S HOUSE 

Akhirnya kami sampai, aku dan Krystal berjalan menuju kamar kami masing-masing dan saat aku ingin membuka pintu kamar ….

“Amber”

“Dup” jantungku berdetak hebat, ini untuk pertama kalinya Krystal memanggil namaku.

“Ya princess” ucapku.

Wajah cantiknya memberikan senyuman padaku yang membuat jantungku tak karuan, aku rasa senyumannya kali ini benar-benar membunuhku “Terima kasih” singkat tapi mematikan.

“Sama-sama Soojung” aku mengucapkan nama Koreanya, nama yang begitu ingin ku ucapkan karena aku tahu tak sembarang orang memanggil Krystal dengan nama aslinya dan Krystal tak masalah aku memanggilnya Soojung.

“Aku harap kita bisa bersama lagi seperti hari kemarin” Krystal kemudian masuk ke kamarnya meninggalkanku dengan senyuman bodoh di wajahku.

Apa aku sudah gila?

Apa aku sudah tidak waras?

“Woaaahh mengapa aku kepanasan?” aku mengipas-ngipas badanku.

“Woaaahh mengapa aku menjadi semangat” aku kemudian loncat-loncat serta berlarian tak karuan.

“Hahahaha” aku juga tidak tahu mengapa aku tertawa tapi yang jelas aku bahagia.

Sedangkan Krystal tersenyum di dalam kamarnya, melihat Amber dari celah pintunya yang di buka sedikit, melihat Amber yang berlarian, lompat-lompat seperti orang bodoh.

“Stupid” senyum manis Krystal.

 

 

 

 

Di tempat lain …

“PLAK!” tamparan keras memerah di pipi kanannya, tangannya memegang pipi kanan dengan rasa takut di hatinya “Aku sudah bilang kepadamu berkali-kali untuk tetap disampingnya apapun yang terjadi!”

Namja paruh baya itu mendekatinya dengan marah di matanya “Lihat aku!”

Matanya melihat namja yang dia hormati itu “Jika kau tidak bisa mendapatkannya, maka kita akan mati. Apa kau mengerti, Kai?”

———————————————————————————————-

Someday 12

Jung’s House

Seketaris Kim berdiri menatap Amber yang tengah melempar bola basket “Sudah dua hari kau tidak sekolah”

Amber terlihat sedang asik bermain dengan menghiraukan seketaris Kim yang berbicara padanya “Amber, nona muda akan baik-baik saja. Kau tidak perlu tidak sekolah juga”

Amber menghela nafasnya “Untuk apa aku sekolah bila tidak ada dirinya akan begitu membosankan” ucap Amber tanpa melihat seketaris Kim.

“Tapi…”

Amber menatap seketaris Kim “Aku akan sekolah jika penyihir itu sekolah, arraso!” ucap Amber dengan melempar bolanya kedalam ring.

“Apa penyihir itu sudah meminum obatnya?” tanya Amber dengan bermain basket.

“Nona muda Jung Amber, bukan…”

“Iya iya, apakah Krystal sudah meminum obatnya?” tanya Amber kembali.

“Nona muda akan meminum obat lagi pada pukul 08.00 PM” ucap seketaris Kim.

“Dimana dia sekarang?”

“Dikamarnya”

Amber menghela nafasnya, berjalan ke tepi lapangan untuk mengambil segelas jus jeruk.

“Apa dia selalu seperti itu? selalu mengurung dirinya di kamar? apa sebelum dia bertunangan sepertiku sifatnya seperti ini, Kim?” tanya Amber dengan memegang gelasnya.

“Ehm nona muda Jung sedikit tertutup, dia banyak menghabiskan waktu dikamarnya”

“Haish dasar wanita, apa dia tidak ada aktifitas lain seperti olahraga” ucap Amber.

Seketaris Kim menggelengkan kepalanya “Nona muda Jung tidak menyukai olahraga, nona muda Jung lebih menyukai belanja ataupun jalan bersama teman-temannya”

“Sudah ku duga, anak orang kaya seperti dia lebih suka menghamburkan uang dan bersenang-senang” ucap Amber.

“Ehmm apakah selama ini ada namja yang datang kerumah? maksutku, seperti pacar yang mengantar kerumahnya atau menjemputnya” tanya Amber.

Seketaris Kim beberapa saat diam, wajahnya terlihat berfikir “Ada”

Amber terkejut mendengarnya “Ada? siapa namja itu” tatap Amber kepada Seketaris Kim.

Seketaris Kim tersenyum “Sangat banyak”

“Banyak?!”

“Ya, apa kau tidak tahu nona muda Jung sangat terkenal di kalangan namja? banyak pewaris yang mendekatinya, tapi kau tahu bukan kalau tuan besar Jay Jung melarangnya untuk berpacaran. Tapi setauku, ada namja yang diperbolehkan untuk mendekatinya”

“Siapa dia?”

“Kim Jongin” ucap Kim.

“Kim Jongin, makutmu Kai?!! maksutmu namja yang sedikit hitam itu” jelas Amber.

“Haha iya, lagipula keluarga Kai berkerja sama dengan perusahaan Jung dan aku dengar keluarga Kai begitu dekat dengan tuan besar Jay”

Amber terlihat diam “Lalu apakah mereka menyetujui hubungan Kai dan Krystal?”

“Aku tidak tahu, haha mengapa kau bertanya sebegitu jauh?” senyum seketaris Kim.

“Apa menurutmu sebelum Krystal bertunangan denganku mereka sempat menjalin hubungan?” penasaran Amber.

“Tidak tahu, yang jelas Kai begitu dekat dengan Krystal”

Amber mengangguk “Apakah menurutmu Kai berbahaya?”

“Berbahaya? hmm tidak. Semua orang yang dekat dengan nona muda Jung sudah kami telusuri tentang keluarga mereka dan aku rasa Kai orang yang baik dan tidak memiliki niat buruk” ucap seketaris Kim.

Amber kembali meminum jus jeruknya “Ada apa denganmu?” tanya seketaris Kim sedikit terkekeh.

“Tidak ada, hanya sedikit panas” ucap Amber dengan kembali meminum jus jeruknya.

“Aku lihat bahwa malam ini cuacanya 5 derajat, bagaimana bisa kau bilang panas?” senyum seketaris Kim.

Amber menatap Kim “Apa kau tidak lihat aku habis bermain basket! haish lama-lama kau menjadi menyebalkan”

Seketaris Kim tersenyum “Amber”

“Hmmm”

“Terima kasih sudah menjaga nona muda Jung”

“Sudah kewajibanku”

“Sedang apa kalian berdua?” tiba-tiba Amber dan Kim mendengar suara yang tentunya tak asing bagi mereka. Seketika seketaris Kim membungkuk sebagai tanda hormatnya sedangkan Amber hanya berdiri menatap yeoja yang sedang menghampiri dirinya dengan Kim.

“Nona muda Jung” ucap seketaris Kim, Krystal menyilangkan tangannya menatap mereka berdua.

“Apa kalian sedang membicarakanku?

Amber tersenyum “Ge’er sekali dia” ucap Amber tanpa memandang Krystal.

“Mwo?!”

“Aku bilang kau itu cepat tersanjung, untuk apa aku membicarakanmu. Buang waktu saja”

Krystal terlihat kesal “Ya kau!” tunjuk Krystal.

Seketaris Kim terlihat bingung dan segera meredam amarah nona mudanya “Ah nona muda Jung, sudah waktunya anda minum obat” ucap Kim sopan.

Krystal menatap dingin, moodnya tiba-tiba buruk “Kau saja yang minum obatnya, aku tidak mau!” ucap Krystal marah.

Amber menatap Krystal “Haish kau ini bicara apa! kau yang sakit mengapa Kim yang meminum obatnya! cepat minum obatmu agar kau cepat sembuh”

Krystal menatap Amber jengkel “Apa pedulimu stupid llama”

“Tentu saja aku peduli! kalau aku tidak peduli, untuk apa aku menggendongmu dari lantai atas sampai parkiran, apa kau pikir itu tidak peduli. Apa kau tidak tahu bahwa tubuhmu berat” ucap Amber, Krystal hanya diam tak bicara dengan membuang wajahnya.

“Kim, ambilkan obat untuk nona muda Jung ini” perintah Amber.

“Oh ne!” siap Kim.

“Patulah sedikit, apa kau tidak tahu semua orang mengkhawatirkanmu”

“Jangan memerintahku!” ucap Krystal.

“Aku tidak memerintahmu, aku hanya ingin memberi tahu. Bahwa banyak orang yang peduli padamu”

“Sudahlah! aku tidak butuh ceramahmu” kesal Krystal yang pergi meninggalkan Amber.

“Haish begitu saja marah, hei princess kau mau kemana!” teriak Amber.

“Ke kamar” ucapnya berjalan meninggalkan Amber.

“Ke kamar lagi? apa kau tidak bosan, bagaimana kalau kita bermain basket. Aku akan mengajarimu!” Krystal menghentikan langkahnya.

“Ayolah mari kita bermain sebentar” Krystal membalikan badannya, menatap Amber yang sudah memegang bola.

“Untungnya bagiku apa? aku sangat tidak menyukai olahraga” ucapnya masih dingin.

“Kan aku sudah bilang aku akan mengajarimu, kau hanya perlu berdiri saja dan memegang bola” jelas Amber.

“Itu sangat melelahkan dan aku tidak tertarik!”

“Haish yeoja ini” Amber melangkah sedikit dekat dengan Krystal.

“Begini saja, aku akan mengajarimu selama 5 menit. Lalu aku akan mengujimu sebanyak 5 kali lemparan ke ring. Jika 3 lemparan itu tidak berhasil masuk ke ring basket, maka kau bebas menghukum ku!”

Seketika wajah Krystal sedikit tersenyum dengan menganggukan kepalanya “Baiklah, aku rasa itu menyenangkan”

Amber menghela nafasnya pasrah “Tentu saja dia akan senang jika menyiksakku”

Krystal sudah berdiri di daerah free throw “Ya llama, pali!”

“Lihat, seketika moodnya jadi begitu baik” geleng-geleng Amber melihat Krystal yang begitu semangat.

Amber segera menyusul Krystal dengan bola basket di tangannya, memandang Krystal yang begitu antusias.

“Cepat ajari aku” perintahnya.

Amber memberikan bolanya kepada Krystal “Ini, pegang yang benar” pinta Amber.

Krystal memegang bola basketnya “Lalu” tanya Krystal.

Amber memperaktekan bagaimana dia akan melempar bola “Angkat tanganmu seperti ini” tunjuk Amber.

“Seperti ini?” ikut Krystal.

“Bukan seperti itu, kau harus pegang kuat bolanya, genggam bolanya. Berikan semua tenaga di tangan kananmu”

Krystal mengangakat tangan kanannya, bersiap melempar bola “Perhatikan arah ringnya, bernafaslah lalu shoot!” ucap Amber menunjuk ring basket.

Krystal mengangguk dan bersiap untuk mencoba melempar bola basket sesuai arahan dari Amber “Baiklah”

“Dum dum dum”

Amber menundukan kepalanya “hufhh” jangankan masuk, mengenai ring saja tidak.

“Mungkin kita harus berdiri lebih dekat lagi”

Krystal menuruti kata Amber, mereka maju tiga langkah lebih dekat “Coba lagi” ucap Amber.

Dan…

Dum dum dum” bola kembali jatuh ketanah tanpa sedikitpun melambung ke atas.

“Haish! keluarkan tenagamu, mengapa kau seperti orang yang tidak bertenaga! jika memarahiku saja kau begitu semangat mengapa seperti ini tidak bisa”

Krystal menatap tajam Amber “Ya! aku sudah mengeluarkan isi tenagaku, dasar kau saja yang mengarahkan tidak benar”

Amber menghiraukan kicauan Krystal dan mengambil bolanya kembali “Coba lagi”

Krystal mengambil bolanya, tangan kanannya bersiap melempar bola “Ingat, lihat ringnya dan masukan dengan benar. Keluarkan isi tenagamu..”

“Haish kau bisa diam tidak! bagaimana bisa aku memasukan bola jika kau ribut seperti burung” geram Krystal.

“Haish wanita ini” cibir Amber “Baiklah-baiklah, cepat kau masukan bolanya!”

Krystal melihat lurus arah ring basket, tangannya sedikit mengira-ngira arah ring dan yakin kali ini akan berhasil dan..

“Dum dum dum” bola kembali jatuh ke tanah membuat Amber mengehela nafasnya.

“Haish aku rasa bolanya yang salah” ucap Krystal.

Amber kembali mengambil bola, tangannya memegang bola basket “Lihat aku” ucapnya. Dengan sekali shoot Amber sudah berhasil memasukan bola “Kau lihat? seperti itu memasukannya”

“Oh” jawab singkat Krystal.

“Ini” Amber kembali memberikan bolanya kepada Krystal.

Krystal mengambil bola yang diberikan Amber, tangan kanannya kembali memegang bola “Lekukan sedikit pergelangan tanganmu” Krystal mencoba mendengar apa perkataan Amber tapi dia tidak mengerti, hingga Amber mau tidak mau memegang pergelangan tangan Krystal “Nah seperti ini!”

“Dan…” Amber berdiri di belakang Krystal, membuat Krystal menjadi deg-degan dengan tindakan Amber.

Tangan Amber dan Krystal bersamaan memegang bola basket, wajah Amber tepat berada di samping wajah Krystal bahkan Krystal bisa merasakan nafas hangat Amber.

Krystal terlihat gugup, dia tak mengerti mengapa dia merasa gugup secara tiba-tiba “Haish ada apa denganku? mengapa aku menjadi deg-degan?!”

Krystal menghela nafasnya berusaha mengatur detak jantungnya “Kwaenchana?” tanya Amber yang melihat Krystal dengan tatapan Aneh.

Dengan reflek Krystal memutar kepalanya ke kanan melihat Amber yang juga menatapnya “Hmm”

“Tik Tok Tik Tok” detik demi detik berlalu, tak ada satupun yang mampu mengalihkan pandangan mereka. Saling menatap satu sama lain, semakin jatuh ke dalam hingga membuat mereka lupa akan semuanya. Tak ada satu katapun yang terlontar dari bibir mereka, hanya mata yang berbicara.

“Wae? bahkan aku tidak mampu mengedipkan mataku. Terlalu indah, terlalu sempurna” pikir Amber.

“Romantis sekali” seketika Krystal dan Amber tersadar akan dunia mereka, Amber langsung menjauhkan badannya dari Krystal dan Krystal membuang wajahnya karena tidak ingin dilihat Amber akan pipinya yang memerah tanpa Krystal ketahui.

“Kau?” Amber mulai tersadar akan suara tersebut.

“Kalian?” begitu juga Krystal.

Mereka bertiga berjalan menghampiri Krystal dan Amber yang berada di tengah lapangan “Wah aku kira kau sakit Soojungie, kalau begini caranya kami tak akan menjengukmu” goda Vic.

“Lagipula sekarang Soojung sudah sehat unnie dan terlebih lagi sudah ada yang menjaganya, kita pulang saja unnie” ucap Sulli.

Seketika wajah Krystal kembali memerah, darahnya kembali naik ke kepala “Ya! kalian bicara apa”

Mereka tertawa “Aku kira dia sedang di dalam selimut karena sakit eh ternyata Soojung sedang bermesraan” senyum Luna.

Amber melirik Krystal, Amber tahu Krystal merasa malu di depan sahabat-sahabatnya “Haish bukan seperti itu, aku ingin mengajak Krystal bermain basket karena dia tidak pernah berolahraga aku pikir dengan berolahraga Krystal akan kembali sembuh, betulkan?” tanya Amber kepada Krystal tapi Krystal memutuskan tak menjawabnya.

Seorang namja melangkah dengan membawa mawar putih di tanganya, kakinya melangkah mendekati mereka yang sedang becanda di lapangan. Matanya terus memandang Krystal hingga Krystal menyadari tatapannya.

“Kai?”

Kai tersenyum dengan menghampiri Krystal tanpa menghiraukan sahabat-sahabat Krystal maupun Amber “Sedang apa namja ini?” pikir Amber yang melihat Kai memberikan bunga pada Krystal.

Kai menatap Krystal “Aku begitu mengkhawatirkanmu”

“Aku tidak apa-apa Kai, lagipula aku sudah membaik kau tidak perlu khawatir”

Kai mengerutkan dahinya “Bagaimana aku tidak khawatir jika orang yang aku sayangi sedang sakit”

“Terima kasih sudah mengkhawatirkanku” senyum Krystal.

Kai melihat bunga ditangannya dan memberikan pada Krystal “Ini bunga untukmu” senyumnya.

“Haha” tawa Amber yang membuat Kai dan Krystal menoleh ke arahnya.

Amber menatap mereka berdua “Wae? apa ada yang salah”

Krystal menatap Amber “Tidak ada yang lucu llama” ucap Krystal.

Amber tersenyum “Tidak ada yang lucu? apa kau tidak salah, tentu saja ini lucu! bagaimana bisa orang sakit di berikan bunga, apa kau akan menyuruh penyihir ini memakan bunga? hahahaha”

“Ha-” Sulli menahan tawanya begitu juga dengan Vic.

Kai menatap jengkel Amber yang mengejeknya “Aku tidak tahu kau ada disini, aku harap kau tidak mengacau dan memberi dampak buruk pada Krystal”

Amber berhenti tertawa, kakinya maju selangkah “Hmm asal kau tahu saja, dimana ada Krystal maka disitu juga ada aku, dan asal kau tahu bahwa aku selalu menjaganya, arraso” ucap Amber.

“Apa mereka sedang merebutkan Soojung?” tanya Luna menatap mereka bertiga.

“Sepertinya begitu” ucap Sulli.

“Kalian pilih siapa?” tanya Vic.

“Aku Amber” pilih Luna.

“Tentu saja aku pilih hyung” tegas Sulli.

“Aku juga” angguk Vic.

Seorang pelayan datang dengan membungkukkan badannya kepada mereka “Nona muda Jung, makan malam sudah siap”

“Makan malam! yeahhh” girang Sulli.

“Ayo kita makan malam” ajak Vic yang menggandeng tangan Krystal.

“Urusan kita belum selesai” ucap Kai.

Amber tersenyum tipis “Kita lihat saja nanti” ucap Amber.

Waktu menujukkan pukul 8 malam, meja makan penuh dengan santapan yang lezat ditambah dengan aroma yang membuat perut mereka lapar “Waaahhh”

Mereka mulai duduk di kursi masing-masing, Krystal duduk di bagian kepala meja makan sedangkan di sisi kanan Amber dan kiri Kai.

Amber Sulli, sedangakan di samping Kai ada Vic dan Luna.

Mereka mulai makan malam dengan sedikit perbincangan “Bagaiamana kabar sekolah? tanya Amber.

“Tentu saja aman tanpamu” ucap Kai tanpa melihat Amber sedangkan Amber menatap jengkel dengan pisau makan ditanganya.

“Akan kubunuh dia nanti” cibir Amber.

Amber POV

Lihat untuk apa dia datang kemari bikin rusuh saja, bukanya dia pulang kerumah dan mengerjakan PR malah datang kesini! apa mengirim pesan teks atau menelfon tidak cukup baginya hah? dasar namja gila, apa dia sedang mencari muka kepada penyihir itu?

Lihat dia! sok perhatian sekali kepada Krystal, mengapa dia menjadi sok perhatian dengan membersihkan mulut Krystal dengan tisu! Krystal itu sudah besar dia bisa melakukannya sendiri!

Agh lama-lama mataku bisa katarak melihatnya yang norak dengan menyuapkan Krystal makanan. Hellooowww Krystal bukan anak bayi! mengapa dia tak urus saja dirinya sendiri.

Ingin sekali kutusuk-tusuk wajahnya dengan pisau ini, apa dia tidak bisa pergi dari rumah ini!

Errrghhhh

“Hyung..”

“Hyung!”

Aku menoleh ke arah Sulli, melihat tatapannya yang aneh kepadaku “Wae? mengapa kau teriak”

“Aku sudah memanggilmu 5x tapi kau tidak mendengar, malah kau terus menatap Kai”

Ku hela nafas ini “Apa kau tidak apa-apa hyung?”

“Tidak apa, hanya saja aku sedang ingin menusuk-nusuk wajah seseorang”

Sulli tertawa “Haha, apa kau cemburu?”

Aku menatap Sulli dengan mengerutkan alisku seakan tak percaya dengan apa yang dia katakan padaku, hahaha cemburu “Cemburu? yang benar saja. Untuk apa aku cemburu, ada-ada saja kau Sulli” lanjutku makan.

“Lalu mengapa dari tadi hyung menatap mereka berdua?”

Haish anak ini apakah dia tak bisa berhenti bertanya mengapa berisik sekali “Sudah habiskan saja makananmu” perintahku.

Awas saja namja gila itu macam-macam dengan Krystal, akan kuhabisi dia.

Author POV

Makan malam telah selesai. Amber, Sulli, Luna dan Vic sedang bersantai di dekat kolam ikan dengan bermain-main air sedangkan Krystal dan Kai duduk di kursi taman yang sedikit jauh dari kolam renang.

Sulli dan Vic sedang makan buah di pinggir kolam ikan sedangkan Amber menatap langit, wajahnya terlihat memikirkan sesuatu hingga Luna mendekati Amber.

“Hmm apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Luna kepada Amber.

Amber menoleh ke arah Luna dengan senyuman di wajahnya “Tidak ada” jawabnya singkat.

Luna menatap Amber dengan tatapan tidak percaya “Katakan saja padaku”

“Apa yang harus kukatakan jika dipikiranku benar-benar tidak ada apa-apa” bantah Amber.

Luna mengangguk “Aku kira kau memikirkan Soojungie”

Amber tersenyum mendengar ucapan Luna “Untuk apa aku memikirkan penyihir itu”

Luna terlihat berfikir dengan berpangku tangan “Aku pikir kau menyukainya”

“Menyukai penyihir seperti dia sungguh membuatku tersiksa” jawab Amber dengan meminum boba miliknya.

“Jadi kau tidak menyukai Soojung?” tanya Luna. Amber hanya menggelengkan kepalanya dengan meminum boba.

“Jadi pengrobananmu selama ini untuk apa? aku tidak yakin kau melakukannya begitu saja”

“Mengapa kau cerewet sekali, yang jelas aku tidak akan pernah menyukainya”

“Lalu mengapa kau rela tidak ikut bertanding saat pemilihan tim nasional basket? bukankah diluar sekolah banyak yang menjaga Soojung, kau tidak perlu repot-repot untuk mengantarnya ke rumah sakit hingga bolos sekolah sepeti saat ini. Dan juga kau tak perlu susah payah dihukum saat pelajaran Matematika”

Amber hanya diam untuk beberapa saat “Aku harus melakukannya”

“Untuk apa?”

“Untuk menjaganya, memastikan dirinya baik-baik saja”

“Tanpamu juga Soojung akan baik-baik saja, dan lagipula ada Kai disampingnya”

Amber langsung menatap Luna “Mengapa kau menatapku seperti itu, apa kau tidak suka aku menyebutkan nama Kai?”

“Kau jangan berfikir yang aneh-aneh dulu! maksutku, ehm maksutku kau tahu buka tuan Jay Jung memintaku untuk menjaganya jadi aku tak bisa membiarkan dia dekat dengan siapapun” gugup Amber.

“Sungguh tak bermutu jawabanmu”

Amber kembali meminum bobanya “Tapi aku bersyukur kau berada di sisi Soojung” Amber menatap Luna.

“Aku tahu kau adalah orang yang baik dan aku yakin Soojung juga merasakan hal yang sama”

Amber tersenyum “Merasakan hal yang sama? apa kau tidak tahu setiap harinya hingga detik ini aku dibuat sengsara olehnya? dia tidak akan bahagia jika aku tidak menderita!”

“Tapi kau rela menderita karena Soojung bukan?” tatap Luna.

“Ayolah Amber, kau tidak perlu mengingkarinya. Siapa yang tidak tahan dengan pesona Soojung! apa kau tidak bergairah jika dekat dengan Soojung, kau tahu bukan dia sangat seksi terlebih lagi kalian satu rumah dan kamar kalian saling berdekatan”

“Haish kau ini bicara apa! aku tidak seperti itu, haish mengapa setiap orang berfikiran aku mesum” ucap Amber.

“Siapa yang mesum?” tanya Sulli yang tiba-tiba datang.

Luna menunjuk Amber “Dia, Amber membayangkan Soojung yang bukan-bukan” tunjuk Luna.

“Haish! kau ini bicara apa! tentu saja tidak!” Amber menyangkalnya dengan wajah yang panik.

“Jangan berbohong!” ucap Sulli.

“Haish untuk apa aku berbohong” elak Amber.

“Apa kau yakin?” ucap Vic.

“Yakin!”

“Bersumpah?” pinta Sulli.

“Sumpah”

“Kalau begitu pejamkan matamu” Amber memejamkan matanya.

“Tidak mesum?”

“T.I.D.A.K”

“Yakin?

“Yakin, aku tidak pernah berfikiran seperti itu!” ucap Amber dengan memejamkan matanya.

“Kalau begitu, pakaian dalam yang suka dikenakan Soojung berwarna apa?” tanya Vic dengan nada yang begitu cepat.

“Hitam”

Dengan seketika mata Amber terbuka lebar, menatap mereka bertiga dengan tatapan takut sedangkan Vic, Luna dan Sulli menatap Amber dengan senyuman licik.

Mereka bertiga melangkahkan kakinya mendekati Amber “Kau bilang kau tidak mesum?”

Amber menjadi gugup dengan menggelengkan kepalanya serta tawanya yang terpaksa “Haha aku tidak seperti itu! itu hanya pikiranku sedang tak karuan haish mengapa berlebihan sekali”

“Tak karuan karena membayangkan pakaian dalam Soojung?” senyum Vic.

“Haish kalian salah paham, maksutku bukan seperti itu hahaha” Amber semakin gugup, langkahnya semakin mundur untuk menjauhi sahabat Krystal dengan perlahan.

Mereka bertiga terus memajukan langkahnya dengan senyuman evil di wajah mereka “Amber Liu”

“Kau kena sekarang!”

Wajah Amber semakin ketakutan, menggelengkan kepalanya dengan pikiran yang tidak tidak.

“Andwe andwee”

“BOOMM!!” mereka bertiga mengejutkan Amber dengan selangkah mendekati Amber hingga Amber tersontak kaget membuat tubuhnya kehilangan kesimbangan.

“Byuurrr” suara percikan air kolam mengenai tubuh Amber hingga tubuh Amber basah akibat air kolam ikan.

Suara tawa terdengar begitu riuh di tengah malam yang dingin “Hahahahahha!” tentu saja mereka bertiga tak bisa berhenti tertawa karena berhasil mengerjai Amber yang lugu.

“Hahaha kiyowo” ucap Luna dengan memegang perutnya.

Sedangkan Amber mulai berusaha bangun dari kolam dengan menatap kesal sahabat-sahabat jahil Krystal “Haish tidak Krystal tidak teman-temannya sama saja, sama-sama komplotan penyihir” cibir Amber.

Tak mau kalah, Amber tengah memutar otaknya untuk melakukan balas dendam kepada mereka. “Ah!” Amber berpura-pura kesakitan dengan memegang perutnya, tentu saja akting Amber berhasil membuat mereka khawatir.

Vic, Sull dan Lun menatap Amber dengan khawatir “Ada apa dengannya”

“Ahh perutku, seperti perutku mengenai batu kolam. Sakit sekali”

“Benarkah?” panik Sulli.

Luna mendekati Amber “Kalau begitu cepat naik!” perintah Luna.

Amber menggelengkan kepalanya dengan wajahnya yang kesakitan “Tidak bisa”

Mereka bertiga saling lempar pandang, Luna mengulurkan tangannya “Naiklah, biar aku bantu”

Amber berjalan pelahan mendekati Luna dengan memegang perutnya “Apa kau tidak apa-apa?”

Tangan Luna sudah di genggam Amber dengan erat, seketika wajah Amber yang terlihat melas karena kesakita berubah menjadi wajah yang licik “Kena kau!” ucap Amber dengan menarik Luna untuk jatuh ke kolam ikan yang sama.

“Aaaahh!” suara jeritan Luna yang terkena air kolam.

“Hahahaahhahaha” Amber tertawa puas.

Luna menatap Amber dengan tubuhnya yang basah “Ya! apa yang kau lakukan!”

Vic dan Sulli tertawa yang akhirnya membuat Luna dan Amber saling bertatapan. Mata mereka seperti mengisyaratkan sesuatu

“1”

“2”

“3”

“Byur byur byur” Amber dan Luna memberikan percikan air kepada Vic dan Sulli.

“Rasakan ini rasakan ini” ucap Amber dengan senyuman diwajahnya.

Mereka berempat tak berhenti tertawa hingga Vic dan Sulli memutuskan untuk turun ke kolam dengan bermain air bersama. Suara tawa mereka pecah, membuat seorang yeoja merasa heran dengan apa yang mereka lakukan.

Krystal, Krystal hanya diam dengan duduk menatap mereka berlima dari kejauhan. Matanya dapat menangkap kebahagiaan sahabat-sahabatnya bersama sosok yeoja yang tidak dia sukai.

Krystal POV

mengapa mereka bisa tertawa lepas bersama llama bodoh itu sedangkan aku begitu membencinya. Sebenarnya tidak begitu membencinya tapi dia begitu menjengkelkan! melihatnya mereka bersama Amber itu sungguh membuatku senang sekaligus sedih. Aku senang karena mereka bisa tertawa lepas sedangkan aku sedih karena tak bisa seperti mereka.

Aku hanya menatap kebahagiaan mereka, cuaca dingin tak lagi mereka rasa karena kehangatan tawa yang mereka ciptakan. AKu tidak tahu mengapa semua orang begitu dekat dengan Amber.

“Krystal”

Aku bangun dari lamunanku, menatap namja yang sudah kukenal lama “Ne” jawabku.

Matanya menatapku “Apa kau tidak apa-apa? aku memanggilmu berkali-kali”

Benarkah? “Ehm tidak apa-apa” senyumku padanya.

Dia menatapku, kini tangannya memegang tanganku, tangannya begitu dingin “Maafkan aku, maafkan aku karena aku….”

Dia selalu mengucapkan hal ini, aku mungkin sedikit kecewa karena dia menolakku permintaanku “Tidak apa Kai, kita masih bisa menjadi teman bukan?”

Seketika wajahnya berubah, tangannya melepaskan jari jemariku “Hanya sekedar teman?”

Aku menghela nafasku, aku tidak mengerti dengan perasaanku. Apakah aku benar-benar menyukainya atau tidak? Kai adalah namja yang baik, dia tampan, berbakat dan  dia selalu ada untukku. Tapi, tapi ada sesuatu yang mengganjal hatiku. Ada sesuatu yang menghalangi perasaanku pada Kai. Sesuatu yang tak biasa, sesuatu yang begitu kuat.

“Sudahlah tak apa, kau istirahat saja” aku merasa kasihan padanya.

“Kau mau aku antar ke kamar?” aku menggelengkan kepalaku “Tidak usah, kau pulanglah ini sudah malam” senyumku padanya.

“Baiklah, kalau begitu selamat malam Krystal Jung” senyumnya padaku dengan mengelus pipi kananku.

07.00 AM.

Aku keluar dari pintu kamarku untuk menuju meja makan “Selamat pagi Soojjunggiee” haishh yeoja ini.

“Ya! lepaskan pelukanmu, nanti seragamku menjadi tak rapih”

Bukanya melepaskan dia malah memeluku dengan erat “Siro! apa kau tidak tahu aku sangat merindukanmu tapi kau malah asik berduaan dengan Kai!” cibirnya.

Aku menghela nafasku dan melepas paksa tangannya “Kalau aku bergabung dengan kalian, aku pastinya masih dikamar dan berbaring di tempat tidur akibat air kolam yang dingin”

“Apa kau tidak tahu itu begitu menyenangkan? aku baru pertama kali bermain air kolam ikan, tidak terlalu buruk” senyumnya padaku.

“Good morning!”

“Hyung!”

“Good morning Sulli, apa kau sudah sarapan?”

Haish liat tingkahnya yang sok manis itu, dan Sulli malah terlihat manja padanya. Apa Sulli terlalu banyak menelan air hingga menjadi seperti itu?

“Kajja, kita sarapan” mereka berjalan meninggalkanku, sungguh menyebalkan.

“Selamat pagi semua!” aku melihat Vic dan Luna yang sudah lebih dulu duduk kursi meja makan. Yap, mereka tidak pulang kerumah masing-masing dan memilih untuk menginap di rumahku dan jujur saja aku merindukan sahabat-sahabatku ini.

jam sudah menunjukkan pukul 7.33 kami harus segera bergegas ke sekolah, aku berjalan menuju arah mobil.

“Ya apa yang kau lakukan?” aku melihat ke arah Vic yang sepertinya sedang berbicara pada llama bodoh itu.

“Apa kau tidak pergi bersama kami?” kali ini mataku mengarah Luna.

“Haha tidak, aku pergi sekolah dengan motorku ini” senyumnya dengan bersiap memakai helm.

Sulli menghampiri Amber “Hyung! berangkatlah dengan kami” haish sejak kapan Sulli menjadi begitu manja dengan llama bodoh itu, bahkan dia memanggil Amber dengan sebutan hyung.

“Haish tidak bisa, aku tidak nyaman kalau naik mobil” Sulli terlihat kecewa dengan penolakan Amber.

“Ayolah sekali saja, kita pergi bersama-sama. Tidak masalah bukan?” haish tentu itu menjadi masalah bagiku!

“Aku tidak masalah” jawab Vic dan Luna haishh.

“Soojung?” kali ini mereka bertiga menatapku, haish tatapan apa itu! dan ntah mengapa mataku menatap mata Amber.

“Baiklah”

Seketika mereka terlihat girang “Soojung, bagaimana kalau tidak usah memakai supir pribadimu. Itu tidak menyenangkan!” aku pikir itu ide yang bagus, jarang sekali aku bisa berangkat sekolah bersama mereka.

“Baiklah kalau begitu naik mobilku saja” aku meminta pada pelayanku untuk menyiapkan mobil pribadiku yang hanya dipakai olehku.

Tak butuh waktu lama mobilku datang

MY16_Range_Rover_Evoque_EXT_LOC113_PR-630x373.jpg

(Krystal’s car)

“Bagaimana kalau Amber saja yang menyetir mobilnya?” mataku melotot ke arah Luna.

“Mwo?! haahha tidak-tidak”

“Ayolah, apa kau tega melihat tunanganmu yang menyetir hah?!” haish Vic unnie, kau itu bicara apa!

“Baiklah biar aku yang bawa mobilnya” aku melihat Amber yang melangkah masuk mobilku. Haish ini untuk pertama kalinnya orang asing menyetir mobilku!

Tak ingin menghabiskan waktu aku segera berjalan menuju mobil, aku membuka pintu mobilku dan …

Aku menatap aneh Luna yang memukul pelan tanganku “Wae? ada apa denganmu?” tanyaku bingung.

“Kau duduk depan Soojung”

“Mwo! tidak!” haish aku tidak mau duduk di depan bersama llama bodoh itu.

Luna terus memaksaku dan mau tidak mau aku harus masuk kedalam mobil karena mereka semua menunggu dalam mobil “Ayo cepat masuk, kau mau kita berlima dihukum?” teriak Sulli.

“Hufh menyebalkan sekali”

Aku masuk kedalam mobil dan langsung memakai shitbelt, aku hanya duduk diam. Ntah mengapa mobil tak kunjung jalan, akhirnya aku melihat ke arah Amber yang sedang membuka jaketnya.

Dia menatapku “Pakai ini”

“Mwo?” bingungku.

“Hufh”

“Ya apa yang kau lakukan!” Amber meletakan jaketnya di pahaku. Iya, pahaku!

Aku menatap tajam matanya “Haish jangan menatapku seperti itu! hanya saja rok mu terlalu pendek”

“Wah ternyata kau tak mesum seperti yang kami pikirkan” celetuk Vic.

“Sepertinya kami salah paham dengan yang berwarna hitam itu” tambah Luna

“Haish kalian ini bicara apa! sudah nanti kita telat” kenapa wajahnya memerah? aneh sekali dan apa yang mereka bicarakan?

Aku menatap jaketnya, aku tak menyangka llama bodoh ini begitu sopan, haish! tidak, tidak! dia tetap saja menyebalkan.

Selama perjalanan aku mendengarkan lagu yang kusuka, aku menyukai lagu-lagu classic seperti Tchaikovsky, Mozart ataupun Franz Liszt, aku tidak terlalu suka lagu rock atau lagu berisik lainnya.

“Ya apa yang kau lakukan!” aku menatap Amber yang mengganti laguku. Aku sedang asik-asik bernanyi dalam hati mengapa dia menggantinya.

“Lagumu membuatku mengantuk”

Aku kembali mengganti laguku, dan kembali menikmatinya tetapi….

“Ya! kau ini kenapa”

“Aku bosan mendengarnya! apa kau tidak punya lagu yang ceria?”

“Kalau kau tidak suka, keluar saja dari mobilku!”

Dia tersenyum simpul “Tidak, kau saja yang keluar”

Ohh llama ini ingin mengajakku ribut hah?

“Ini masih terlalu pagi untuk bertengkar” geleng-geleng Luna.

llama bodoh ini kembali mengganti lagunya yang berisik! bahkan dia menggoyangkan kepalanya “Wowowow”

Aku mengganti lagunya “Haish penyihir ini! aku bisa tertidur mendengar lagumu yang aneh ini”

“Aneh katamu? ya! apa kau tidak dengar lagumu yang berisik itu, hanya teriak -teriak tidak jelas”

“Justru itu seninya!”

Mataku membulat mendengarnya “Seni darimana hah?”

Author POV

Luna, Vic dan Sulli hanya menghela nafas sepanjang perjalanan menuju sekolah “Hufh lain kali kita jalan kaki saja” ucap Luna memandang Krystal dan Amber.

“Benar, mobil ini terasa seperti arena bertanding” ucap Vic,

“Aku menyerah melihatnya” geleng-geleng Sulli.

Sepanjang perjalanan Krystal dan Amber bertengkar tanpa henti. Hingga pada akhirnya Luna, Sulli dan Vic merasa lega karena sudah tiba disekolah.

“Ya Tuhan terima kasih sudah memberikan keselamatan pada kami” sukur Luna.

“Aku tak menyangka kita selama sampai tujuan setelah perang ketiga terjadi” lega Vic.

“Ini adalah pagi terburuk yang pernah ku alami” lesu Sulli.

Sedangkan Krystal langsung keluar mobil tanpa menghiraukan sahabat-sahabatnya maupun Amber.

Amber turun dari mobil, memakai tas ranselnya menatap Krystal yang berjalan lebih dulu “Kalau setiap hari seperti ini, sama saja membunuhku pelan-pelan”

Sekolah kembali ribut karena Krystal sudah kembali ke sekolah, loker Krystal penuh dengan bunga serta hadiah dari fansnya. Seperti biasa Krystal menghiraukan semua pemberian fansnya dan berjalan masuk ke kelas.

Tepat pukul 08.00 AM bel berdering, semua murid sudah berada di kelas masing-masing. “Selamat pagi semua” sapa guru.

“Ibu ingin mengumumkan sesuatu pada kalian” semua murid menaruh perhatian pada guru muda tersebut.

“Minggu ini kita akan belajar di luar kelas” Seketika semua murid menjadi senang, tentu saja belajar di luar kelas selalu menjadi rutinitas bagi sekolah Empire.

“Kita akan kemana bu?” tanya Henry.

Guru muda nan cantik itu tersenyum “Kita akan pergi ke Jeju Island” seketika suara kelas semakin bergemuruh keras, semua murid senang gembira saat mendengarnya tapi tidak dengan Krystal.

“Jeju, apa tidak ada tempat lain hah?? mengapa aku menjadi benci dengan pulau Jeju! erghh menyebalkan sekali” pikir Krystal.

Sedangkan Amber terlihat bahagia bersama teman-teman kelasnya “Kita akan berangkat pada akhir pekan, kita akan dua hari disana. Tugas kalian adalah membuat makalah selama berada di Jeju, jangan lupa kalian juga harus mengumpulkan catatan kalian mengenai pulau Jeju dan sejarah disana”

“Ndee!” semua murid menjawab tapi tidak dengan Krystal.

“Aku harap kalian semua ikut” senyum guru muda itu.

“Amber apa kau ikut?” Amber menatap yeoja berkulit putih itu.

Amber tersenyum padanya “Tentu aku ikut, bagaimana denganmu?”

“Aku ikut jika kau ikut” pernyataan membuat wajah Amber memerah.

Sedangkan Krystal hanya diam mendengarnya.

Bel berdering, murid-murid keluar kelas. Seperti biasa 4 walls pergi ke kantin sedangkan Amber menghabiskan waktunya di lapangan basket bersama sahabat-sahabatnya.

“Jadi apa kau ikut?” tanya Onew.

“Tentu saja” ucap Amber dengan melempar bola basket.

“Haha tentu saja dia akan ikut, karena Krystal juga akan ikut” tambah Henry.

Jonghyun menatap Henry “Tau darimana kau dia akan ikut? setauku Krystal tidak suka dengan acara-acara seperti itu”

“Hanya menebak, lagi pula ini adalah tahun akhir bukan? jadi menurutku tidak mungkin Krystal tidak ikut, apalagi tunangannya ikut hahaha” goda Henry pada Amber.

“Terlebih lagi Irene menanyakan Amber, aku rasa Irene menyukaimu” goda mereka.

“Haish bicara apa kalian”

“Hahaa lihat wajahmu memerah!”

Amber menatap Henry “Sudah diamlah!”

“Baiklah! kalau begitu sepulang sekolah kita akan menyiapkan apa saja yang akan kita bawa!” ucap Key yang disetujui oleh sahabat-sahabatnya.

Sedangkan di tempat lain

“Apa kau ikut Soojung?” tanya Luna dengan menyantap salad buah miliknya.

Krystal hanya diam “Ayolah ikut, lagipula ini adalah tahun terakhir kita bukan? menurutku sayang kalau tidak ikut, setidaknya kita punya kenangan bersama teman sekelas” ucap Sulli.

“Tidak tahu” ucap Krystal malas.

“Ayolah Soojung” rayu mereka.

“Aku tidak suka Jeju!” ketus Krystal.

Mereka bertiga menghela nafas “Apa karena kejadianmu dengan Amber? haish mengapa kau membenci Jeju hanya karena Amber? lagipula Jeju terlalu indah untuk kau benci” ucap Vic.

Jung’s House

Amber baru tiba dari belanja, para pelayan membawa beberapa barang belanjaan untuk dibawa ke kamarnya. Amber duduk sebentar di ruang tamu dengan meminum segelas jus jeruk.

“Selamat malam” bungkuk seketaris Kim.

“Oh kau Tae, duduklah” senyum Amber.

“Kau darimana saja Amber?”

“Abis belanja untuk kebutuhanku di Jeju nanti, apa kau tidak tahu bahwa kami akan ada belajar di luar kelas”

“Ya aku tahu, itu sudah menjadi jadwal rutin” ucap Tae.

Amber menatap atas “Apa dia ikut?” tanya Amber.

“Hm maksutmu nona muda Jung?”

Amber menatap Tae “Yap”

Tae terlihat berfikir sejenak “Aku rasa tidak”

Amber bangun dari senderan kursinya “Mengapa tidak?”

“Nona muda Jung tidak suka dengan hal seperti itu, nona muda Jung lebih memilih dirumah atau belanja dia luar negri”

“Haish anak itu! baiklah aku akan membujuknya”

Mata Tae membulat kaget “Apa kau yakin?”

Amber mengangguk “Lagipula untuk apa dia menghabiskan waktu sendiri, lebih baik dia bersama sahabat-sahabat gilanya itu” ucap Amber dengan menghabiskan jus jeruk miliknya.

Amber bangun dari tempat duduknya “Kalau begitu aku ke kamar dulu”

Amber berjalan menuju kamarnya dan tak sengaja berpapasan dengan Krystal “Oh annyeong gongjunim” senyum dorky Amber yang di tatap aneh oleh Krystal.

Malas bertengkar Krystal menghiraukan Amber untuk turun ke bawah “Apa kau ikut akhir pekan ini?” pertanyaan Amber membuat Krystal menghentikan langkahnya dan membalikan badannya.

“Tidak” jawabnya singkat.

“Mengapa tidak? haish bukankah akan menyenangkan, lagipula sahabat-sahabatmu akan ikut”

“Aku tidak peduli” Krystal kembali membalikan badannya.

“Ayolah Krystal ikutlah, aku tidak bisa tanpamu. Apa kau ingin membuatku menderita dengan merindukanmu?” ucap Amber.

Amber menghela nafasnya “Aku tidak bisa tanpamu walaupun itu hanya satu atau dua jam, jadi ikutlah denganku”

Krystal membalikan badannya menatap Amber yang serius padanya, mereka saling bertatapan “Ayolah gongjunim” senyum Amber.

“Aku akan melakukan apa saja untukmu asal kau ikut, aku akan menjagamu selama 24 jam disana dan tak akan membiarkan fans gilamu mendekatimu” ucap Amber.

“Akan kupirkan” ucap Krystal meninggalakan Amber.

“Kalau begitu aku masih ada harapan! aku harap dia akan ikut, jadi aku bisa tetap mengawasinya” ucap Amber.

Next day 

waktu 12.40 PM, Krystal terlihat berjalan menuju lokernya untuk menaruh beberapa buku ditangannya.

Krystal membuka kode lokernya dan menaruh ketiga buku yang dia bawa, setelah selesai Krystal menutup lokernya dan …

“Ba!”

Krystal terontak kaget, tangannya mengepal dam memukul kepala Amber “Kau mau aku mati hah?!” kesal Krystal.

Amber memberikan senyuman dorkynya kepada Krystal “Hehe bian” Krystal meninggalkan Amber “Haish wanita itu” Amber mengejar Krystal dan berjalan di sampingnya.

Krystal menatap lurus jalan “Aku sedang tidak mood bertengkar denganmu” jawabnya ketus.

“Haish siapa yang ingin bertengkar? aku hanya ingin memastikan bahwa kau akan ikut perjalanan akhir pekan  ini” ucap Amber sambil menatap Krystal yang terus melangkah.

Krystal terus melangkah lurus dengan Amber yang berjalan menyamping menghadapnya “Aku tidak mau”

Wajah Amber terlihat kecewa “Wae? kau bilang semalam akan kau pikirkan” Krystal hanya diam.

“Ayolah Gongjunim” rayu Amber.

“Aku bilang tidak mau” ucap Krystal tanpa memandang Amber.

Amber tak kehabisan cara, Amber mengeluarkan sesuatu dari kantongnya “Ini?” Amber memegang sebuah permen di tangannya dan memberikan kepada Krystal, tapi sayang permen tak cukup menarik perhatian seorang Krystal Jung.

Amber kembali merogoh kantongnya “Kalau ini?” Amber mengeluarkan coklat dan Krystal sedikit meliriknya tapi Krystal tak tertarik.

Amber menggaruk-garuk kepalanya, ini adalah kesempatan terakhir karena untuk mengambil satu lagi makanan yang akan diberikan kepada Krystal “Bagaimana dengan ini?” senyum Amber.

Krystal menghentikan langkahnya dan menatap ice cream rasa mangga di tangan Amber “Jika kau ikut, aku berjanji akan meneraktirmu ice cream setiap minggunya” senyum Amber berharap Krystal menerimanya.

Krystal menatap Amber “Kenapa kau ingin sekali aku ikut? apa fans-fansku membayarmu dengan jumlah yang banyak hingga kau seperti ini”

Amber menghela nafasnya “Apa kau tidak bisa berhenti memikirkan hal seperti itu padaku? tentu saja tidak! aku benar-benar ingin kau ikut, lagipula aku dengar kau tak pernah ikut sama sekali dalam sekolah akhir pekan dan juga ini tahun akhir kita, apa kau akan melewatkannya begitu saja? aku juga sudah berjanji padamu kalau aku akan menjagamu selama 24 jam bila disana”

Krystal menatap tajam Amber tapi Amber sebiasa mungkin bertahan dari tatapan mematikan Krystal “Hmmm” Krystal mengambil ice cream dari tangan Amber dan pergi begitu saja.

“Hei! jawabanmu apa? mengapa kau pergi begitu saja!” teriak Amber.

Jung’s House

Amber terlihat duduk di kursinya dengan ponsel ditangannya, Amber membuka satu pesan masuk yang tentu saja dari tuan Jay.

“Haish tuan Jay benar-benar membuatku gila. Lama-lama dia seperti menerorku. Haish kalau Krystal tidak ikut maka aku juga tidak ikut! yang benar saja, ini adalah kesempatan besar untuk bersenang-senang! aaghhhh

Next day

Hari ini adalah hari pendaftaran terkahir untuk liburan akhir pekan sekolah selama dua hari. Amber dan teman-temannya sudah memeng kartu untuk menukarnya dengan tiket keberangkatan serta indetitas selama di Jeju.

Amber dan teman-temannya sedikit kecewa “Hufh dia tidak ikut” lesu Jonghyun.

“Setidaknya Sulli, Luna dan Vic ikut” senyum Henry.

“Tetap saja tidak lengkap, padahal ini adalah tahun terkahir” mereka semua berkeluh kesah.

Amber mencoba menyemangati para fanboy Krystal “Sudahlah, mengapa begitu saja menjadi sedih setidaknya masih banyak yeoja-yeoja yang cantik”

“Kau sih enak bisa melihat Krystal setiap hari”

Seketika satu aula menjadi ribuat, membuat Amber dan teman-temannya merasa heran “Ada apa ini?” bingung Key.

Murid-murid yang berjajar rapih untuk mendaftar seketika membuka jalan seseorang untuk berjalan. Auranya begitu kuat, setiap langkahnya menjadi perhatian tapi tak ada yang berani untuk menyentuhnya.

“Woaaahhhh!!!” murid-murid itu hanya gila dengan mengaguminya.

Yeoja berwajah dingin itu membawa selembar kertas yang berisikan biodatanya. Mata Amber membulat, hatinya begitu senang ketika yeoja yang selalu membuatnya kesal datang untuk mendaftar.

Panitia penyelenggara menjadi diam saat yeoja itu memberikan kertas kepada mereka “Ini, jangan sampai ada yang terlewatkan” ucapnya dingin.

“Te-te-tentu saja Kry-kry-Krystal Jung” gugupnya.

Krystal tak ingin larut dalam kerumunan tersebut, langkahnya mulai meninggalkan tempat pendaftaran tapi langkahnya terhenti saat melihat wajah yang begitu membuatnya kesal.

Krystal menatap wajahnya, antara kesal dan tak percaya dengan apa yang dilakukan. Tak mau larut dalam keramaian Krystal bergegas pergi.

Amber tersenyum puas, tak menyangka dia berhasil membujuk seorang yang keras kepala.

Jung’s House

Amber POV

Aku menjatuhkan tubuhku diatas tempat tidur, hari ini begitu lelah! hmm setidaknya dua hari lagi aku bisa liburan, benar-benar terasa penat!

Ah ada apa ini, mengapa aku tersenyum tiba-tiba? ada apa denganku? mengapa aku menjadi senyum sendiri saat memikirkann Krystal yang ikut belajar akhir pekan.

Hmm tidak tahulah, aku tak peduli dengan diriku yang penting dia bisa ikut.

“Tok Tok Tok” Aku bangun dari tempat tidurku karena seseorang yang mengtuk pintu kamarku, apa dia tidak tahu aku begitu ngantuk.

“Masuklah”

Pintu terbuka dan ..

“Ada apa malam-malam begitu Tae?” tanyaku dengan kembali merebahkan badanku di kasur empuk.

“Apa aku menganggumu?”

“Lumayan, ada apa? apakah ada sesuatu yang penting” tanyaku dengan memejamkan mata.

“Tuan besar Jay Jung baru saja menelfonku, beliau meminta kau untuk bersiap-siap besok pagi”

Aku membuka mataku “Bersiap-siap untuk apa? apa dia sudah kembali dari US?”

“Tuan Jay masih di US”

“Lalu untuk apa?”

“Kau besok akan pergi ke perusahaan Jung Corp”

Mendengar ucapan Tae aku langsung bangun dari tempat tidurku “Mwo??!! apa maksutmu!”

“Kau besok akan ke perusahaan Jung untuk mengurus beberapa dokumen penting”

Aku menggaruk-garuk kepalaku “Mengapa harus aku, mengapa bukan Krystal si penyihir pemalas itu?!”

Tae bangun dari tempat duduknya “Ini perintah Amber”

“Lalu bagaimana dengan sekolahku?”

Tae tersenyum “Sejak kapan kau memikirkan sekolahmu tuan Amber”

Haish apa-apaan ini!

“Oh iya, aku sudah menyiapkan pakaian untuk kau kenakan, pakai pakaianlah yang rapih” senyum Tae.

Haish mengapa harus aku? bukankah yang punya perusahaan adalah cucungnya! haish menyebalkan sekali, aku tidak mengerti sama sekali tentang perusahaan.

Ah sudahlah, paling tidak besok aku bisa lolos dari mata pelajaran kakek goku.

…. ……. ……..

Aaaagghh mengapa berisik sekali! aaagghhh aku bisa menjadi gila “Bangun Amber, ganti bajumu” haish apa-apaan ini. Aku berusaha sekuat tenaga untuk membuka mataku.

“Ini masih malam Tae, apa kau sudah gila?”

“Ini sudah jam 5 pagi, bersiap-siaplah”

Aggghhh aku paling benci bangun pagi buta! “Dan jangan lupa mandi” aku menatap Tae yang sudah meninggalkan kamarku.

Aku berusaha bangun dari tempat tidurku, mataku masih memerah bahkan nyawaku saja belum kumpul erghh.

2 menit kemudian

Aku keluar dari kamar mandi dan masuk ke ruangan pakaianku. Aku melihat satu set pakaian yang di gantung rapih.

“Hufh”

Author POV

Amber mulai memakai pakaiannya, menatanya dengan rapih. Menatap dirinya di cermin besar dengan sedikit memutar badannya “Wah mengapa aku begitu tampan hahahha” tawanya bangga.

Amber merapihkan rambutnya serta memakai parfum agar terlihat segar “Baiklah aku siap”

Jam menunjukkan pukul 06.00, Amber menatap pintu kamar Krystal “Pasti penyihir itu masih tidur, seharusnya dia yang melakukan hal ini bukan aku, sungguh menyebalkan” gerutu Amber.

Amber turun dari tangga bersiap-siap untuk sarapan, semua pelayan melihat Amber dengan tatapan takjub dan tak percaya. Amber menatap mereka heran “Wae? apa ada yang aneh” tanya Amber.

“Tidak tuan muda, hanya saja kau begitu tampan” puji pelayan.

Amber hanya tersenyum “Aku tahu itu”

Amber terlihat begitu sempurna dengan tampilan serta pakaiannya, Amber benar-benar terlihat seperti anak pewaris kaya raya.

Setelah selesai sarapan dengan roti dan susu, Amber berjalan menuju pintu utama rumah Jung, Amber berdiri dengan salah satu pegawai Jung yang berkewarganegaraan asing.

Wajah Amber terlihat cemas, ini untuk pertama kalinya Amber akan datang ke perusahaan terbesar di Asia, Daniel berusaha menenangkan Amber yang gugup sambil menunggu mobil datang. Semua pelayan berusaha menengakan Amber dan mengatakan kepada Amber bahwa semua akan baik-baik saja

C5w5wDEU8AEVGL8.jpg

(Maaf kalo editannya masih berantakan hehehe maklum masih pemula)

Mobil Amber sudah datang, pelayan membukakan pintu untuknya “Silahkan masuk Tuan muda Amber” Amber melangkah masuk kedalam mobil bersama seketaris Kim.

Selama di perjalanan Amber hanya diam tak bicara, Amber terlihat gugup. Amber tak bisa membayangkan bagaimana dia harus menghadapi ratusan pegawai yang berada di perusahaan Jung terlebih lagi Amber tidak menguasai apa-apa.

“Tenanglah, aku berada disampingmu, kau tak perlu khawatir” ucap Tae berusaha menenangkan Amber yang berada di sampingnya.

Tak lama kemudian Amber telah sampai di depan gedung utama Jung’s Corp. Amber menatap gedung pencakar langit tersebut dengan tatapan takjub.

Seorang pelayan membuka pintu mobil Amber, Amber menghela nafasnya. Kakinya melangkah keluar dengan Seketaris Kim yang berdiri di belakangnya.

Amber melangkah masuk dengan disambut oleh seluruh pegawai, merasa tak enak Amber membungkukan badanya juga sebagai saling menghormati “Annyeong haseyo”

“Annyeong haseyo” bungkuk Amber lagi yang membuat seluruh pegawai menjadi takjub kepada Amber.

Seketaris Kim segera membawa Amber ke lantai atas “Ting” suara pintu lift terbuka dan Amber melangkah keluar menuju ruangan.

“Annyeong haseyo” Bungkuk seorang pria kepada Amber.

“Annyeong haseyo” balas Amber.

“Dia adalah Kim Bo Kyung, dia adalah Manager utama sekaligus penanggung jawab disini. Kau akan sering bertemu dengan beliau” Senyum seketaris Kim.

“Pak Kyung, anda sudah tahu buka siapa Amber?”

“Tentu seketaris Kim”

Seketaris Kim mengangguk “Tuan muda Amber, silahkan ikuti saya” Amber mengikuti Tae untuk masuk kedalam ruangan yang cukup besar.

Ukx5uyj.jpg

(Seketaris Kim Taeyeon)

“Duduklah, kau ingin minum sesuatu?” tawar Tae.

“Susu coklat” ucap Amber dengan menyederkan kepalanya ke sofa.

Setelah memesan, Tae membawa beberapa dokumen “Bacalah” Tae memberikan beberapa dokumen dengan duduk disamping Amber.

“Apa ini?” bingung Amber.

“Kau harus membacanya, jam 10 nanti kita ada rapat”

Amber seketika kaget “Mwo rapat? apa kau sudah gila”

“Ini harus, ini adalah rapat seluruh dewan direksi. Kau akan kukenalkan sebagai tunangan Krystal dan kau akan ikut campur tangan dalam segala hal perusahaan Jung atas perintah Jung Sajanim. Ingat, kau adalah orang yang berpengaruh setelah Jungs” Amber mengacak-acak kepalanya, Amber tak menyangka dia akan masuk kedalam lubang yang dalam.

Di tempat lain Jung’s House

Krystal berhenti di depan mobilnya, matanya menangkap motor Amber yang masih terparkir di teras rumah “Dimana llama bodoh itu?” tanya Krystal.

“Ne?”

Krystal menatap dingin pelayannya “Aku bilang dimana llama bodoh itu?”

Pelayan itu ketakutan “Maksut nona muda adalah tuan muda Amber? ehm tuan muda Amber sudah pergi dari pukul 6 pagi tadi nona muda”

Krystal mengerutkan alisnya “Mwo? pergi kemana dia”

“Tuan muda Amber pergi bersama seketaris Kim menuju Jung’s corp”

“Ke perusahaan? buat apa”

“Maaf aku tidak tahu nona muda Jung”

Krystal terlihat berfikir “Mengapa dia ke perusahaan kakek?”

10.15 PM

Amber berjalan ke atas dengan wajah yang begitu lelah, 10x lebih lelah daripada dia sekolah. Mata Amber sudah merah karena mengantuk dengan jalannya yang malas-malasan.

Amber menghentikan langkahnya, mendengar tawa seorang yang dia kenal “Mengapa kau tertawa, apa ada yang lucu” ketus Amber.

Krystal menutup bukunya dengan duduk di sofa ruang tengah “Kau terlihat buruk sekali”

“Seharusnya kau yang melakukan semua ini, kau yang pewarisnya mengapa aku yang tersiksa” keluh Amber.

Krystal berpangku tangan menatap Amber yang berdiri di depan pintunya “Benarkah, aku tak peduli”

“Haish menyebalkan sekali”

“Lagi pula kau harus melakukannya jika tidak kakek akan marah padamu”

Mendengar kata-kata itu membuat Amber tambah lemas, tentu saja dia harus mengikuti semua perintah Jay Jung karena hidupnya bergantung pada Jay “Sudahlah aku ingin tidur”

Krystal bangun dari tempat duduknya “Hei! apa kau akan datang pada akhir pekan nanti, aku yakin akhir-akhir ini kau akan sibuk”

Amber menatap Krystal “Memang kenapa? apakah kalau aku tidak ikut kau akan sedih dan merindukanku?” senyum Amber.

Krystal tersenyum tipis “Aku tidak ingin membuang waktuku!” Krystal pergi ke kamarnya dan Amber hanya tersenyum “Mana mungkin aku tidak ikut Krystal Jung”

Next day Empire School 02.35

Jam pelajaran sedang dimulai, murid-murid terlihat serius dalam belajarnya tetapi tidak dengan Amber yang hanya berpangku tangan memainkan pena hitamnya “Gongjunim, aku tidak sabar untuk hari esok akhirnya bisa liburan juga” ucap Amber yang duduk dibelakang Krystal.

“Aku harap saat di Jeju kau tak merepotkanku! aku tahu aku sudah berjanji tapi…”

Krystal membalikan badannya, tangannya melempar kertas tepat di wajah Amber “Haish wanita ini mengapa kasar sekali” cibir Amber.

Amber membuka kertas yang dilempar Krystal “Apa kau tidak bisa diam stupid llama?” Amber tersenyum membacanya.

“Tidak bisa, aku benar-benar merasa bosan. Apa kau tidak bosan? oh iya aku sudah menyiapkan list tempat-tempat indah yang akan kita kunjungi bila ada waktu kosong, kau tahu bukan saat acara tunangan kita kemarin kita tak sempat liburan kemana-mana”

Krystal tak lagi menyenderkan tubuhnya di bangku dan menatap papan tulis, Amber menatap cincin yang selalu dia pakai “Aku rasa Jeju menyukai kita, oh iya bagaimana kalau pulang nanti kita membeli kacamata atau membeli sesuatu yang baru. Aku yang traktir kamu, tenang saja gongjunum” senyum Amber.

Krystal kembali melemparkan kertas “Tidak”

“Tok Tok Tok” pelajaran seketika terhenti karena salah satu staf sekolah masuk dan berbicara kepada guru mereka, guru mengangguk-angguk dengan menatap Amber.

“Amber Liu” semua menatap Amber tapi tidak dengan Krystal.

“Ne”

“Segera ke ruangan kepala sekolah” Amber bangun dari tempat duduknya “Dan bawa tasmu juga” Amber terlihat bingung, Amber merapihkan seluruh buku dan alat tulisnya.

Amber berjalan menuju depan kelas, Amber menatap Krystal. Tatapan Krystal seketika menjadi dingin dan tak mau menatap Amber.

Amber segera keluar kelas dan berjalal menuju ruangan, baru setengah berjalan “Tae?”

“Ayo ikut aku” ajak Tae.

“Mau kemana kita?”

“Ke perusahaan, ada rapat yang harus kau datangi” Amber menghela nafasnya, Amber tak tahu harus senang atau sedih karena dia tak belajar.

“Sudahlah, kau hanya cukup mendengarkannya saja. Bukan rapat yang besar, tidak perlu khawatir” ucap Tae.

“Bukannya khawatir hanya saja aku malas” ucap Amber.

Jung’s House 11.02 PM

Amber POV

Ku buka blazerku, sedikit melepas kancing kemeja putihku. Aku merasa lelah, aghhh aku benar-benar bisa gila.

Sedikit ku pijat kepalaku, kakiku menuju kamar tak sabar untuk berbaring di tempat tidurku.

Hmm, langkahku terhenti saat melihat Krystal yang sedang duduk dengan buku di tangannya. Sepertinya dia sedang tidak ingin dikamar, aku berjalan mendekatinya dengan blazer di tanganku “Kau menungguku lagi?” aku sedikit menggodanya, dan ntah mengapa wajahnya memerah. Haha aku suka sekali melihatnya seperti ini

“Jangan berharap terlalu tinggi Amber Liu” aku hanya tersenyum mendengarnya, sudah dua hari ini aku tak bicara padanya dan selalu sekolah setengah hari, aku tidak ada waktu untuk menggodanya.

“Buku apa yang kau baca?” tanyaku padanya. Haish malah diam, Aku tersenyum dan duduk disampingnya “Ya apa yang kau lakukan!”

“Tidak ada, apakah aku tidak boleh duduk disini? disampingmu” hahaha tatapanya lucu sekali.

“Tidak! duduk saja di sofa lain!” ketusnya.

“Tidak mau, aku ingin duduk disini” tatapku padanya.

“Pergilah! kau bau” aku mencium badanku.

“Aku tidak bau, aku wangi, niii” aku mendekatkan tubuhku padanya tapi sialnya penyihir ini memukul kepalaku “Aw!” aku mengosok-gosok kepalaku “Mengapa kau kejam sekali!”

“Itu pantas untukmu” cibirnya yang kemudian bangun dari sofa, haish padahal aku masih ingin menggodanya “Kau mau kemana? mengapa cepat sekali tidurnya” ucapku.

Dan penyihir itu menatapku dengan tatapan yang luar biasa dingin hingga membuatku mengigil “Istirahat, besok bukankah hari akhir pekan sekolah”

What?!!

“Aku harap kau tak lupa, jika kau lupa. Kau tak akan bisa melihat matahari lagi” Krystal menatapku dengan tajam dan pergi begitu saja.

Aaaaghhh sial!! Krystal bisa membunuhku, aku yang mengajaknya tapi aku malah tak bisa! Besok aku ada rapat jam 8 pagi dan tak mungkin dibatalkan! bagaimana ini, aghh mati aku!

Author POV 

Sekolah sudah ramai, semua murid berkumpul di aula besar. Krystal terlihat bersama sahabat-sahabatnya tapi tidak dengan wajah yang senang “Soojungie, apa kau tidak apa-apa?” khawatir Luna.

“Aku hanya sedikit ngantuk” senyum Krystal.

“Oh iya, dimana Amber?” tanya Vic.

“Mati” jawab kesal Krystal.

“Ayo anak-anak bersiaplah!” teriak guru.

Krystal dan yang lainnya bersiap-siap untuk naik bus menuju bandara untuk menuju Jeju, sebelum naik bus mata Krystal melirik sana sini, hatinya terasa kesal!

11.09 PM Gimpo International Airport

Semua rombongan kelas 3 sudah masuk ke dalam pesawat termasuk 4 walls yang sudah duduk di pesawat Korean Air

Krystal terlihat duduk di dekat jendela menatap jendela pesawat “Haish! mengapa aku begitu kesa! ini sudah kesekian kalinya aku tertipu olehnya! kalau tidak bisa pergi mengapa dia berjanji dan membujuku untuk pergi. Kalau seperti ini jadinya lebih baik aku dirumah saja” batin Krystal.

“Mengapa pesawatnya belum berangkat juga?” ucap Luna yang duduk disamping Krystal tapi Krystal menghiraukannya.

Bukan hanya Luna yang komplen, mengapa pesawat terlambat tapi hampir semua penumpang menjadi bingung dan marah. Suara semakin ramai, jadwal penerbangan terlambat 2 menit.

“Wuuuuu!!!” semua penumpang bersorak seperti menyoraki seseorang. Krystal tak memperdulikannya dan masih menatap jendela pesawat.

Seorang yang terlambat itu hanya tersenyum sambil meminta maaf kepada penumpang karena dirinya pesawat menjadi delay, langkah kakinya menuju tempat duduk 11F dengan membawa tas ransel serta tiket di tangannya. Nafasnya menggebu-gebu karena lelah.

Langkahnya berhenti tepat disamping Luna, Luna hanya diam menatap yeoja berambut pendek itu. Yeoja itu tersenyum pada Luna dengan senyuman khasnya.

C51tmqLVMAEcIlY.jpg

(Seperti ini Amber saat telat naik pesawat untuk menyusul Krystal hehe)

“Luna bisakah kita bertukar tempat duduk?” senyumnya pada Luna, dan Luna bangun dari tempat duduknya dan mempersilahkan yeoja itu duduk disamping Krystal. Krystal tidak tahu bahwa teman duduknya sudah berganti orang, yeoja itu menatap Krystal dengan tatapan penyesalan.

Masih tidak menyadari keberadaannya, yeoja itu menoel-noel tubuh Krystal dengan telunjuk “Hei Hei”

Masih tak merespon “Hei Hei, apa yang kau pikirkan”

Krystal terlihat kesal dan kepalanya menghadap yang menoelnya “Lun…..”

“Hai” senyum lebarnya.

“Ya!!!!” tunjuk Krystal ke wajahnya “Sejak kapan kau disini!”

“Ehmmm sudah lama sekali” senyumnya.

“Pergi sana! aku tak mau melihat wajah llama mu itu!” kesal Krystal.

Amber tersenyum “Biane, kau tahu bukan aku benar-benar sibuk tapi sesibuk apapun itu kau tetap yang paling utama bagiku. Apa kau tidak tahu pengorbananku? apa aku tidak tahu aku harus berlari di bandara yang besar ini hanya untukmu” ucap Amber.

“Aku tak merkasut untuk mempermainkanmu, percayalah. Maafkan aku princess” senyum Amber.

Krystal menatap Amber “Dengan satu syarat”

“Apa?”

“Kau harus membawa semua koper-koper serta perlengkapanku”

Amber tersenyum lebar “Siap nona muda princess Krystal Jung” senyum Amber.

Krystal menatap Amber, bibirnya tak terlihat tersenyum tapi hatinya begitu senang karena Amber berada disampingnya.

“Aneh, sungguh aneh. Aku tak paham dengan perasaanku. Kau membuatku marah tapi kau juga yang membuatku gembira” batin Krystal.

Di tempat lain.

San Francisco 11.35 PM 

Terlihat seorang wanita anggun dengan ponsel di telinga kanannya, menelfon dari kejauhan dengan pemandangan indah lewat kaca apartment mewah miliknya “Bagaimana?”

“Sepertinya mereka sudah memulainya” jawab seorang namja dari kejauhan

Yeoja yang terlihat  tua namun masih terlihat menawan itu menarik sudut bibirnya “Benarkah, haruskah aku?”

“Kau tidak akan membiarkan semua ini bukan?” jawab pria misterius.

Yeoja itu tersenyum dengan meminum segelas wine di tangannya “Tentu saja tidak” dengan senyum dibibir merahnya.

“Kalau begitu kapan kita akan memulainya nyonya besar?”

Dia menatap gedung-gedung bertingkat dengan lampu yang indah “Secapatnya”

“Secepatnya aku akan kembali ke Korea”


Hehe maaf updatenya lama.

Someday 11

“Berhenti”

“Ku bilang berhenti!”

Amber menghetikan langkahnya, memutar balik badannya. Menatap Krystal dengan tatapan bingung “Wae?”

“Mengapa kau melakukannya?”

Amber mengerutkan alisnya “Melakukan apa?”

“Tidak usah berpura-pura bodoh. Saat aku bersama Kai kau datang secara tiba-tiba dan berbohong”

Amber terlihat berfikir “Ohh ehmmm, tidak tahu. Aku ingin melakukannya saja”

Krystal menatap curiga “Kau mengikutiku?”

“Hahaha tentu saja tidak! untuk apa aku mengikutimu, melihatmu saja aku malas” cibir Amber.

“Lalu mengapa kau tiba-tiba bisa jatuh dari atas pohon? kau kira aku bodoh sepertimu”

“Hmm itu karena aku suka memanjat pohon, dan kebetulan ada kalian dibawah sana! jadi karena aku terkejut karena suara kalian jadi aku terjatuh!”

Krystal menggelengkan kepalanya “Lalu mengapa kau berbohong pada Kai bahwa kita memiliki tugas?”

“Karena.. ehmm karenaaa, haish sudahlah! aku ingin ke kamar mandi!”

“Ya!! kau mau kemana”

Amber pergi meninggalkan Krystal.

Next day

Seperti biasa Krystal berjalan dikoridor sekolah menuju kelasnya. Saat Krystal berjalan dia merasa seperti ada yang mengikutinya, sesekali dia menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang dan tak menumkan apa-apa.

Next day

Selepas dari kantin, Krystal menuju ruangan kepala sekolah dan lagi-lagi Krystal merasa seperti ada yang mengikutinya kembali Krystal menghentikan langkahnya “Haish mengapa akhir-akhir ini aku merasa aneh?”

d91317648e3e8ce6c33692d73871d77b.jpg

(Seperti ini kira kira hahaha)

Next day

Lagi dan lagi, Krystal merasa disetiap langkahnya seperti ada yang mengawasi, seperti ada sesuatu yang memperhatikannya dari belakang. Krystal terlihat berfikir, dia kembali berjalan menuju lorong dengan langkah yang cepat. Krystal bersembunyi di balik tembok dengan mengambil sapu di ruang kebersihan untuk jaga-jaga tentunya. Langkah kaki seseorang itu mulai terdengar, langkahnya semakin dekat dan Krystal siap- siap memegang gagang sapunya dan …

1

2

3

Sapu mulai dilayangkan oleh Krystal dan pas mengenai bahu dari orang misterius tersebut.

“Aw”

“Aw”

“Aw”

“Rasakan!”

“Rasakan ini kau!!”

Krystal terus memukulnya hingga orang itu jatuh ke lantai.

“Hei hei hentikan ini sakit sekali! Ya Tuha kejam sekali wanita ini”

“Tidak! rasakan ini kau penguntit!” Krystal terus memukul, hingga pada akhirnya orang itu membalikan badannya agar Krystal berhenti memukulnya.

“Kau!”

“Ya Tuhan badanku sakit sekali”

Krystal terlihat kaget “Jadi kau yang selama ini mengikutiku llama bodoh?!”

Amber masih memegang badannya dan mencoba berdiri “Anio! aku tidak mengikutimu, mengapa kau cepat sekali merasa tersanjung!”

“Tidak usah banyak alasan” ucap Krystal dengan masih memegang sapunya.

Amber terlihat gugup “Untuk apa aku mengikutimu? setiap hari tidak sekolah dan dirumah aku melihat wajahmu sudah merasa bosan dan sekarang kau menuduhku karena mengikutimu! aigooo aku ini banyak kerjaan yang harus ku lakukan!” belannya.

Krystal melangkah maju dengan sapu di tangannya sedangkan Amber terlihat takut dan sedikit memundurkan langkahnya.

“Ya kau, berhenti!” ucap Amber untuk menghentikan Krystal yang akan memukulnya

“Aku ti-ti-tidak mengikutimu” geleng Amber.

“Oh ya” Krystal menaikan sapunya.

“Ya Krystal Jung turunkan sapumu, itu adalah sapu kayu dan itu sakit sekali!” takut Amber.

“Lalu cepat mengaku atau tidak…” Krystal siap memukul Amber dan…

“Ya ya ya baiklah, baiklah tunggu sebentar! jangan memukulku dulu, tenanglah sedikit. Haishh mengapa dia ini suka sekali menyiksaku”

“Cepat katakan!”

“Iyaaa, sebenarnya…”

“Sebenarnya” ulang Amber.

“Ehmmm…” Amber lagi.

Tanpa pikir panjang Amber berlari dengan kencang menjauhi Krystal “Ya!! kau llama!!” teriak Krystal.

“Lalalalalala kejar aku penyihir! hahaha” Amber menjulurkan lidahnya mengejek Krystal yang tentu saja membuat Krystal semakin panas.

“Kau!!” teriak Krystal.

“Hahahaha” tawa Amber yang menjauhi Krystal.

“Aaaahhh! aku bisa gila, dia itu sebenarnya manusia atau bukan!” kesal Krystal.

Next day

Krystal kembali berjalan tanpa sahabat-sahabatnya menuju kelas, dan lagi Krystal seperti ada yang mengikuti. Krystal memasang wajah kesal “Apa dia belum puas hah? baiklah kalau ini maumu llama bodoh” Krystal menyiapkan buku tebal ditangannya untuk memukul Amber dengan kuat.

Dan….

“Rasakan ini llama bodoh!” Krystal terus memukul.

“Krystal ini aku” Krystal menghentikan pukulannya karena suara yang dia dengar berbeda.

“Kai?” kejutnya.

“Ada apa denganmu?” bingung Kai.

“Biane. Aku telah memukulmu, aku kira kau adalah llama bodoh itu.

Kai mengerutkan dahinya “Llama bodoh? maksutmu Amber?”

Krystal memilih diam tidak menjawab Krystal “Apa dia melukaimu? apa dia macam-macam denganmu?” tanya Kai.

“Tidak, kau tidak usah khawatir” senyum Krystal.

“Kalau ada apa-apa kau bilang padaku arraso!”

Krystal mengangguk.

“Aku ingin memberi tahu kepadamu bahwa besok ada seleksi tim sekolah untuk pertandingan basket nasional. Aku ingin kau datang untuk mendukungku, kau mau kan?” pinta Kai.

“Tentu” senyum Krystal.

“Baiklah, aku akan bermain dengan baik bila ada kamu” senyum Kai.

“Sampai besok”

“Ya sampai besok” ucap Krystal.

Amber pov

Kalau hari ini aku membuntutinya lagi, aku bisa mati dipukuli olehnya! haishh bagaimana ini? kalau dia terjadi apa-apa bagaimana? tapi ini kan disekolah, aku tidak perlu khawatir tapi bukankah dia memiliki banyak fans, jika ada fans fanatik yang ingin menykitinya bagaimana?? lalu dia terluka, masuk rumah sakit dan tuan Jay Jung akan marah besar padaku! dan aku akan kembali jatuh misikin! aaahh tidak-tidak.

“Ada apa denganmu?”

“Aku merasa gila”

“Hahaha apa kau ada masalah? ceritalah pada kami”

Aku menatap Henry yang berada di sampingku, dan menatap Key, Jonghyun dan Onew yang berada di depanku. Yap mereka adalah teman-teman baruku.

“Kau adalah masalah dengan Krystal?” tanya Key dengan merapihkan rambutnya yang sama sekali tidak boleh berantakan.

“Tidak”

“Jangan berbohong, aku tahu menjadi tunangan Krystal bukanlah hal yang mudah haha. Kau harus banyak bersabar” ucap Onew.

“Tapi aku menyukai wanita seperti Krystal, dia begitu dingin dan membuatku penasaran kepadanya” ucap Jonghyun.

“Dia itu seperti black hole yang siap membuat kita masuk kedalam dunianya tanpa bisa pergi kemanapun, membuat kita menjadi gila dan akhirnya kita akan stuck ditempatnya dengan waktu yang lama!” ucap Henry.

Aku hanya menggelengkan kepalaku, melihat wajah mereka kecuali Key yang sibuk dengan dandannya tentu saja dia adalah diva “Bagaimana bisa kalian menyukai penyihir seperti itu?”

“Penyihir? bagaimana bisa kau menyebut wajah dewinya dengan sebutan penyihir!” bela Jonghyun.

Lihat dia aigoo tunggu sampai kau tahu siapa idolamu sebenarnya “Mana ada seorang dewi dapat memukul dengan keras, bukankah dewi-dewi dikayangan adalah sosok yang lembut. Bagiku dia seperti petinju kelas berat!”

Aku kembali dengan pikiranku, tugasku sekarang ini adalah bagaimana menjaga penyihir itu agar tidak terjadi apa-apa. Hufhh hampir setiap hari tuan Jay memintaku untuk melihat kondisi cucung kesayangan nya itu! bagaimana ini tidak membuatku tertekan.

“Daripada kau terus memikirkan Krystal lebih baik selepas kita pulang sekolah kita makan malam bersama, aku dengar ada restoran Perancis yang baru buka atau bagaimana kalau kita shooping!” ucap Key.

Yap tentu saja, karena tuan Jay aku bisa makan enak dan belanja sepuasnya. Aku bisa membeli apa saja yang aku mau tanpa pikir dua kali! bajuku tidak seperti dulu, sekarang aku memiliki baju dengan brand-brand terkenal dunia, sepatu, jam tangan, dll dengan harga yang selangit dapat kubeli tanpa takut akan kehabisan uang.

“Aku tidak bisa, sore ini aku ada janji dengan Minho, kalian saja”

“Hm baiklah! kami akan datang, tenang saja Amber!” aku tersenyum mendengarnya.

21.27 PM

“Brroomm brrooommmm”

Kumatikan mesin motorku, menatap pintu rumah mewah yang kini menjadi rumahku. Aku melangkah masuk dengan pelayan rumah yang siap menyambutku.

“Makan malam anda sudah kami siapkan tuan muda”

“Baiklah aku ganti baju dulu” ucapku.

Aku menaiki anak tangga, melangkah menuju kamarku dengan helm yang kupegang. Sebelum masuk kamar, aku menatap pintu kamarnya. Apa dia sudah tidur? hmmm. Sudahlah apa peduliku, aku harus istirahat karena besok adalah hari besar untukku. Hari yang ku tunggu-tunggu dalam sejarah hidupku.

Next day

Hari ini cuacanya lumayan dingin, untung saja aku memakai jaket agar tidak kedinginan saat aku mengendarai motorku.

Aku mengendarai motorku tepat di belakang mobil Krystal, satu mobil dibelakangku dan satu mobil didepan mobil Krystal. Tentu hidupnya benar-benar seperti putri raja, bukan?

Aku melihat lampu lalu lintas di depan, sedikit kupercepat motorku. Lampu lalu lintas kini berwarna merah, motorku kuhentikan tepat disamping mobil sedan Krystal dengan dia yang sedang melamun menatap luar jendela. Ntah apa yang dipikirkan olehnya aku tak mengerti.

Kubuka helmku, dan kusapa dirinya dari luar “Good morning penyihir!” senyumku, hahaha ntah mengapa aku suka sekali menggodanya dan lihat haha tatapnnya padaku, aigooo lucu sekali. Semakin ingin ku menggodanya.

Dia mengalihkan padangannya tapi aku terus menatapnya dari luar, “Hei kau penyihir, apa kau sudah sarapan?” suaraku yang ku keraskan, yang tentu saja dapat didengarnya.

Wajahnya kini berpaling tak menghadap jendela lagi, wajahnya masih ketus. Bagaimana bisa dia menyambut pagi hari dengan wajah seperti itu!

“Apa kau tidak sarapan? mengapa kau tak begitu semangat? semangatlah anak muda! apa kau tidak ingin sepertiku yang selalu semangat setiap hari. Kau harus contoh diriku”

Bukanya mendengarkanku, dia malah memakai earphone nya. Haishh aku kan sedang memberi nasihat padanya.

Kupakai lagi helm hitamku, bersiap kembali membawa motor ini menuju Empire School.

Tak butuh waktu lama, mobil dan motorku masuk ke perkarangan Empire School. Krystal mulai turun dari mobilnya dengan wajah yang sama saat berada di mobil tadi dan aku memakirkan motorku dan bergegas masuk karena hari ini adalah hari istimewa bagiku!

Author POV

Hari ini Empire School sedang tidak ada jam pelajaran karena hari ini adalah hari seleksi cabang olahraga dari seluruh sekolah dengan Empire School sebagai tuan rumahnya dalam menyeleksi calon tim nasional untuk pertandingan tingkat nasional seperti olahraga berenang, golf, berkuda, panah, bulu tangkis, sepak bola dan bola basket.

Murid-murid memenuhi setiap gedung olahraga ataupun lapangan olahraga, tidak semua murid bisa masuk kedalam seleksi tim nasional dari Empire. Tak ada satupun murid berada di kelas karena mereka menantikan siapa yang akan masuk tim nasional.

Sedangkan Krystal sedang berjalan santai di koridor sekolahnya “Krystal”

Krystal menoleh “Kau akan datang kan?”

“Tentu Kai”

“Baiklah”

Kai pergi meninggalkan Krystal dan tak lama kemudian Luna, Vic dan Sull datang.

“Aku rasa Kai menyesal menolakmu, kali ini dia begitu beda padamu” ucap Luna.

Krystal hanya diam tak menjawab “Kau akan ke gedung olahraga bukan?” tanya Sulli.

“Ya”

“Wah daebak! tumben sekali” ucap Vic

“Aku berjanji pada Kai untuk menonton pertandingan basketnya” ucap Krystal.

“Kau ingin menonton Kai? aku kira kau akan menonton pertandingan basketnya Amber” ucap Sulli.

“Amber???”

“Iya Amber, dia masuk ke dalam tim pria. Minho yang menawarkan padanya untuk join kedalam timnya” ucap Sulli.

“Tapi Amber adalah seorang yeoja” bingung Krystal dalam benaknya.

4 Walls bergegas untuk menuju gedung olahraga yang sudah di padati murid-murid.

“Hei! minggir kalian semua, ini adalah kursi untuk 4 walls!” ucap salah satu ketua fans mereka.

Dan segara mungkin para murid-murid pergi dan memberikan space untuk 4 walls duduk.

“Terima kasih” ramah Luna.

Krystal mulai duduk, matanya melihat lapangan basket.

Krystal melihat papan pengumuman bahwa Empire School akan segera bertanding melawan Seoul High School.

“Aku rasa lawan sekolah kita cukup berat” ucap Vic yang berada di samping Krystal.

Para juri serta tim nasional basket Korea Selatan datang untuk melihat langsung talenta yang mereka miliki hari ini. Mereka tim juri akan melihat skill mereka bermain basket.

Sedangkan Amber terlihat begitu gugup karena ini untuk pertama kalinya dia bermain basket di tonton dengan orang yang begitu banyak dan terutama akan dinilai cara bermainnya. Biasanya Amber hanya bermain basket di lapangan biasa ataupun disekolahnya. Amber sudah memiliki skill bermain basket yang baik hanya saja sekolah Amber tidak begitu memperhatikan skill dari Amber terlebih lagi sekolah Amber dulu adalah sekolah yang kecil.

Amber terus menarik nafasnya dan meminum air putih untuk menenagkan dirinya “Hufhh tenanglah! anggap saja aku bermain basket di sekolahku dulu! tenang Amber tenang!”

“Hei Bro,Kwaenchana?” tanya Onew dan disusul lainnya.

“Ah tidak apa-apa haha”

“Lihat wajahmu hahaha kau begitu gugup! tenang saja, kami akan mendukungmu!” rangku Jonghyun.

“Lagi pula aku yakin kau akan bermain bagus karena ada Krystal yang akan menyemangatimu!” riang Henry.

Bukanya senang, Amber malah menjadi panik “Krystal??”

“Mengapa kau semakin panik? bukankah kau harus senang tunanganmu datang untukmu!” ucap Onew.

Bagaimana kalau aku bermain jelek? bagaimana kalau aku tiba-tiba hilang konsentrasi! aghhhh dia pasti akan menertawaiku dan pastinya akan mengejekku!” pikir Amber.

“Bersiap-siaplah!” ucap kapten.

“Oh iya aku ingin memperkenalkan kalian kepada tim baru kita yaitu Amber Liu” ucap kapten basket yang bernama Minho.

Amber memberikan salam kepada tim basket barunya yang baru saja dia temui, yap! Amber baru di rekrut sehari sebelum bertanding. Minho yakin bahwa Amber sudah mahir dalam bermain basket jadi dia mempercayakannya pada Amber terlebih lagi tim mereka kekurangan satu orang.

Saat memberikan salam, Amber melihat seorang namja yang menatapnya dengan sinis.

“Kai?” benak Amber.

Amber seperti berfikir sejenak “Hmm aku rasa Krystal datang kesini untuk dirinya” pikir Amber.

“Bagaimana bisa dia masuk tim kita begitu saja Minho? kita bahkan tidak tahu bagaimana kemampuanya” cela Kai.

Semua orang menatap Kai, seperti setuju dengan kata-kata Kai.

Minho menatap Amber “Percayalah padaku teman-teman” ucap Minho.

Kembali ke Krystal dan teman-temannya 

Krystal tidak tahu mengapa dia begitu menggebu-gebu untuk melihat pertandingan basket kali ini”Haishh berapa lama lagi aku akan menunggu!” kesalnya.

“Sabar Soojung” ucap Luna.

“Baiklah pertandingan akan segera dimulai!!”

Seketika semua murid menjadi sorak-sorai mendukung tim sekolahnya masing-masing.

Mata Krystal tetap mencari-cari seseorang di tengah keributan penonton.

Semua tim masuk kedalam lapangan “Empire! Empire! Empire!” sorak sorai murid.

Krystal sedikit mendongakkan kepalanya “Waaaaaahhh!!” semua orang berteriak ketika para pemain masuk ke dalam lapangan basket.

“Itu Minho!” girang Sulli.

Tim Empire masuk ke dalam arena basket dengan mengenakan baju basket berwarna merah dan garis hitam.

$_35.jpeg

(Seperti ini kira-kira hehe, BULLS nya diganti EMPIRE)

“Mengapa dia tampan sekali! Minhoooo fighting!” semangat Sulli.

Satu persatu tim Empire masuk.

“Itu Kai” ucap Luna kepada Krystal.

“Ya, itu dia” ucap Krystal yang melihat Kai yang siap-siap masuk lapangan.

“Kaaiii!!” para yeoja meneriaki namanya.

“Wah Kai memang luar biasa, fansnya banyak sekali” geleng-geleng Vic.

Tapi Krystal masih merasa belum puas, hatinya masih terganjal sesuatu sehingga dia masih mencari-cari seseorang di bangku pemain.

“Soojung, kau mencari siapa? Kai ada disebelah sana” tunjuk Luna.

“Oh benarkah? hehe maaf aku tidak begitu melihatnya. Aku kira dia ada disebalah sana” senyum canggung Krystal.

“Itu Amber!!!”

“Aaaah!! Amber!!”

“Mengapa dia tampan sekali!!”

Seketika mereka kembali menjadi ribut ketika Amber masuk lapangan.

“Soojung, apakah itu benar-benar Amber?” bingung Luna.

“Mengapa dia keren sekali” ucap Vic.

“Dan sexy dengan tatto di lengannya” ucap Sulli dengan tak melepas matanya dari Amber.

Krystal menatap Amber, menatap llama bodoh dengan pikirannya yang mengatakan “Tidak mungkin, mengapa dia berbeda sekali. Dia bukan seperti seorang yeoja. Maksutku lihatlah, tubuhnya yang tinggi, lengan yang berotot, ditambah lagi dengan tatto di tangannya! benar-benar di luar pikiranku”

“Apakah Amber tidak bermain?” bingung Luna yang melihat Amber duduk di bangku pemain.

“Sepertinya tidak, mungkin karena dia baru saja join tim basket Empire” ucap Vic.

Krystal masih melihat Amber yang tengah duduk di bangku pemain “Mengapa dia begitu berbeda, melihatnya seperti itu sangat beda dengan llama bodoh yang menyebalkan. Dan aku rasa saat ini dia sangat gugup” pikir Krystal.

Permainan dimulai, semua murid mendukung tim basketnya masing-masing.

Setengah jam permainan basket dimulai, Empire kehilangan skor yang cukup banyak.

“Haishh ada apa dengan mereka? mengapa mainnya buruk sekali?!” kesal Sulli.

“Memang kau mengerti bermain basket?” tanya Luna.

“Tidak, hanya saja mereka bermain dengan egois dan mau menang sendiri. Apa mereka tidak bisa bermain dengan kerjasama! dan lihat Kai, dia hanya ingin bermain sendiri dan mencetak angka sendiri, apa dia kira ini bermain solo!” kesal Sulli.

Tersisa waktu 20 menit dan skor masih 60-72.

“Bagaimana bisa Empire kalah! ini akan sangat memalukan” geram Sulli.

“Sulli tenanglah” ucap Vic.

Di tengah panasnya pertandingan, wasit meniupkan peluit dengan mengangkat papan eletrik untuk mengganti pemain.

Amber berjalan, dia menggengam tangannya. Nafasnya menggebu-gebu.

“Kai di ganti oleh Amber!”

Kai seperti tidak percaya, bagaimana dia bisa diganti karena dia merasa bahwa dia adalah pemain utama.

Amber mulai masuk lapangan dan murid-murid Empire kembali bersorak “Ayo Amber hajar mereka!!!” teriak Henry.

“Tunjukan kekuatanmu teman!!” teriak Onew.

Teriakan mereka membuat perhatian 4 walls dengan melihat mereka secara aneh “Mwo?! kami hanya mendukung teman kami” ucap Henry yang beda satu baris dengan 4 walls.

“Amber”

“Amber”

“Amber”

Wasit meniupkan peluit, Amber mulai menjaga di daerah Empire. Amber berkonsentrasi keras di bawah tekanan yang sungguh membuatnya gugup.

“Ayo Amber! fokus! rebut bolanya dan buat tim ini menang!” 

Amber mulai mendekati lawan, kini dia satu lawan satu dengan lawannya. Amber membentu pertahanan dengan mengikuti gerakan lawannya dengan cepat dan menunggu waktu yang tepat untuk mengambil bola di tangan lawannya.

Dan.

“Aaaaahhh maju Amber!” Amber berhasil merebut bola dari lawan, Amber mendrible bola dengan langkah kakinya yang cepat.

Amber mulai memasuki daerah lawan, tanpa pikir panjang Amber melakukan Lay Up dan.

2 angka untuk Empire “Yeaaaaaa!!!” semua murid kembali bersorak.

Krystal tidak melepaskan matanya dari Amber saat Amber bermain basket dan saat Amber kembali memasukan bola. Krystal sedikit bersorak “Yeaaa!” tapi hanya sekilas saja.

Amber kembali memegang bola, tangannya mendrible bola dengan mata yang hati-hati. Merasa tak bisa masuk kedaerah lawan, Amber melempar bola ke Minho dan Minho mencoba memasukan bola tapi tidak berhasil.

Tim Empire dan Seoul High School berebut bola di daerah free throw, dan untuk saja pemain Empire berhasil merebut bola dan mengoper kepada Amber.

Tangan Amber memegang bola basket dan menatap ke ranjang dengan penuh percaya diri. Amber mulai meloncat dan merentangkan tanganya di udara bersiap melempar bola basket yang berada ditanganya.

Bola basket mulai melayang dengan jarang yang cukup jauh dan…

Bola masuk ke keranjang dengan mulus dan berhasil mendapatkan 3 point.

“Yeaaaaaaaa!!!!” semua bersorak.

“Amber”

“Amber”

“Amber”

“That’s my friend!” bangga Jonghyun.

Waktu tersisa 10 menit sedangkan skor masih 68-72.

Amber kembali menggiring bola dengan berhasil melewati dua pemain di depannya dan kembali berhasil memasukan bola.

“Good job Amber!” Minho memberikan jempol kepada Amber.

Permainan semakin ketat, membuat mereka harus bermain dengan sangat waspada. Bola kembali direbut Empire, Amber berlari lurus menuju gawang dan membentuk formasi melawan.

Bola kembali dimainkan, Minho melempar bola kepada Amber karena Minho di jaga terlalu ketat.

Amber berhasil mendapatkan bola, dengan gerakannya yang cepat Amber berusaha untuk Lay up tapi sayang Amber di dorong oleh lawan hingga membuatnya jatuh.

Para pendukung Empire merasa tidak terima akan perlakuan pemain Seoul School.

“Ya! apa yang dia lakukan!! itu pelanggaran keras!” geram Krystal dengan menunjuk lapangan.

Luna, Vic dan Sulli terihat bingung, menatap Krystal yang marah.

“Ada apa dengannya?” bingung Vic menatap Krystal yang berdiri sedangkan mereka bertiga duduk.

“Sejak kapan dia tertarik pada basket?” bingung Sulli.

“Dia buka tertarik pada basket tapi dia tertarik pada llama nya” bisik Luna pada Sulli.

Amber berdiri di bantu oleh teman setimnya, Amber mendapatkan free throw untuk dua lemparan bola.

Amber berkonsterai di depan keranjang basket, menarik nafas panjangnya dengan menatap tinggi targetnya.

Peluti telah dibunyikan dan Amber mulai memasukan bola.

“Yeeaaa!!” sorak Empire.

Amber kembali berkonsterasi dan kembali memasukan bola dengan mengubah keadaan menjadi 70-72.

Waktu tersisa 1 menit.

“Amber apa kau masih bisa bermain?” tanya Minho khawatir.

“Tenang saja, aku sudah biasa” senyumnya.

Semua murid Empire kembali bersorak untuk mendukung timnya di menit terakhir termasuk 4 walls kecuali Krystal yang terlihat tenang padahal begitu cemas.

Empire dan Seoul school terlihat berebut bola satu sama lain.

Krystal mengigit bibir bawahnya, melihat Amber berhasil menguasi bola dan “Aaaghhh! kenapa kau membiarkan bolanya direbut llama bodoh!” kesal Krystal.

“Ambil bolanya dan masukan ke gawang, berlari yang cepat llama!” kesal Krystal.

waktu tersisa 30 detik, Amber berhasil memegang bola “Ayo cepat llama cepat!” seru Krystal yang kembali membuat ketiga sahabatnya heran.

“Mengapa dia begitu semangat? bukankah tujuannya untuk mendukung Kai?” bingung Vic.

10 detik.

“Tunggu apalagi masukan bolanya llama bodoh!!” ucap Krystal dengan wajahnya yang kesal.

5….

4…

Krystal mengigit bibir bawahnya, menungu Amber melempar bola.

3….

Dan…

Bola berhasil masuk dengan 3 point.

2…

Angka berubah menjadi 73-72.

1…

“Teeeetttttt”

“Yeaaahhh!!!!” sorak Krystal serta seluruh murid Empire dengan girang.

Amber meloncat kegirangan dan teman setimnya datang kepada Amber untuk merayakan kemenangan berkat lemparan 3 pointya.

“Amber”

“Amber”

“Amber

Amber tersenyum lebar dengan tawa yang menghiasi wajahnya.

Krystal menangkap semua senyuman serta tawa dari Amber, memperhatikannya dengan jelas.

Membuatnya sejenak terdiam menatap Amber yang dipeluk oleh rekan setimnya. Krystal tenggelam dalam pikirannya.

Tenggelam dalam pikirannya, hanya senyuman Amber yang dapat dia rasakan. Telinganya terasa tuli, hanyut dalam lamunannya, matanya hanya melihat ke satu tempat.

“Soojungiee”

“Soojungiee!”

Krystal menatap sahabat-sahabatnya dengan wajah yang bingung “Apa yang terjadi padaku?” pikir Krystal.

“Kau tidak apa-apa? kau terlihat melamun” tanya Vic.

“Eergh aku tidak apa-apa” senyumnya canggung.

“Mungkin aku lapar, ayo kita ke kantin” ajak Krystal yang bergegas keluar dari tempat duduk penonton.

Sedangkan Amber berdiri di tengah lapangan dengan sorak sorai kemenangan Empire. Tapi Amber tidak mempedulikannya, Amber melihat ke satu arah.

Melihatnya dari lapangan, melihat wajahnya yang mulai menghilang dari kursi penonton. Mata Amber tidak berkedip hingga wajahnya benar-benar pergi dari pandangannya.

“Amber selamat!”

“Ya terima kasih”

Di kantin

4 walls menikmati makan mereka “Wah aku benar-benar lapar” ucap Krystal dengan mengunyah sushi.

Luna melihat Krystal yang kelaparan dengan mengaduk milkshakenya “Bagaimana kau tidak lapar, kalau sepanjang pertandingan kau begitu semangat mendukung llama mu”

“Uhuuk Uhuuk Uhuuuk” Krystal batuk mendengar ucapan Luna.

Vic segera memberikan air putih kepada Krystal yang sedang tersedak “Minumlah” Krystal langsung mengambil gelas yang penuh ari putiih.

Vic menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Krystal yang tersedak “Unnie, kau ini bicara apa!”

“Kau malah mengelak, bukankah kau yang paling semangat diantara kami”

“Tentu saja aku semangat karena sekolah kita sedang bertanding, bagaimana bisa aku tidak semangat” balas Krystal.

“Tapi mengapa kau semangat saat llama mu bermain basket? saat Kai yang bermain kau hanya duduk saja”

Krystal terlihat bingung “Ehmm itu karena… itu karena”

Luna menatap curiga “Ya unnie jangan menatapku seperti itu! itu karena menit terakhir bermain! iya menit terakhir bermain, makanya aku begitu semangat!”

Luna mengangguk “Ohh seperti ituuu”

“Apa kau tadi melihat Amber bermain basket? dia benar-benar tampan”

“Iya aku melihatnya, bahkan aku merekamnya saat bermain basket!”

“Ahh dia begitu mempesona!”

“Aku dengar dia dekat dengan Henry, Onew, Key dan Jonghyun. Bagaimana kalau kita meminta nomor ponsel Amber kepada mereka”

Krystal berhenti mengunyah, telinganya mendengar sesuatu yang ntah mengapa membuatnya risih. Krystal menoleh kebelakang, melihat 6 yeoja yang sedang membahas Amber.

Krystal memberikan tatapan mematikan kepada mereka yang akhirnya membuat mereka diam dan memutuskan untuk pergi menjauhi meja Krystal.

Vic tersenyum mendengarnya “Ada apa denganmu?”

“Tidak apa, mereka hanya berisik!” lanjut makan Krystal.

“Wah aku rasa Amber akan semakin populer” ucap Sulli.

Krystal tak menjawab dan hanya memakan makannya.

Bel berdering, Murid-murid Empire mulai bergegas pulang sebenarnya ini adalah jam bebas tapi ini adalah bel terakhir Empire untuk pulang, Krystal mulai berjalan  di koridor sekolah sendiri karena ketiga sahabatnya masih mau menonton pertandingan kuda.

Krystal berjalan dengan sedikit menunduk karena dia merasa risih bila ada seseorang yang menatapnya.

“Hi Krystal”

“Krystal hati-hati dijalan”

“Krystal tersenyumlah”

Krystal menghiraukan suara-suara yang membuatnya risih dan tak mau menjawab “Apa mereka itu tidak ada kerjaan lain selain mengangguku?” ucapnya.

Krystal terus berjalan dengan perlahan, Krystal sedikit mendongkkan kepalanya. Matanya melihat kanan dan kiri. Krystal merasa bingung dengan ekspres wajah mereka yang seperti ketakutan, seperti ada sesuatu yang mengancam mereka.

Bahkan mereka terdiam dan ada beberapa yang kabur, Krystal semakin bingung “Ada apa dengan mereka?” Krystal menghentikan langkahnya.

Krystal menatap ketiga namja yang tersenyum takut dengan memegang sepucuk surat yang tentunya untuk Krystal.

“A-aa-aku rasa aku tidak jadi memberikan surat ini” dan seketika mereka kabur.

Krystal mengerutkan alisnya “Apa mereka melihat hantu? apa ada sesuatu yang aneh diwajahku?” bingungnya.

Ntah mengapa Krystal berinisiatif untuk melihat kebelakang, Krystal mulai membalikan badannya dan …

Krystal terekjut saat dia harus melihat senyuman bodoh itu lagi “Kau!”

“Annyeong” ucapnya dengan senyuman yang menurut Krystal sangat menyebalkan.

Krystal melipat tanganya “Kau mengikutiku lagi?”

Amber menggelengkan kepalanya, menaikan tas ranselnya di bahu “Tidak, aku ingin pulang. Apa kau tidak bisa lihat aku sedang memakai tas” tunjuk Amber dengan memamerkan tas Nike hitam di punggungnya

Krystal hanya diam dan kembali berjalan.

Krystal kembali berjalan dengan melihat orang yang diseklilingnya merasa takut, dengan cepat Krystal membalikan badannya karena penuh curiga.

“Apa yang dia lakukan?” pikir Krystal dengan melihat Amber yang mengepal tangannya  seakan ingin memukul ke arah namja-namja yang menggoda Krystal ataupun fansnya yang ingin memberikan hadiah.

“Apa yang kau lakukan!”

Amber menjadi salah tingkah, Amber berpura-pura melakukan pemanasan “Hahaha tidak ada” senyumnya lagi.

“Kau ingin memukulku?”

“Haish bagaimana bisa aku memukulmu”

“Lalu mengapa kau tadi mengepal tanganmu seakan ingin memukul” Krystal mengepal tangannya, seperti apa yang Amber lakukan.

“Haishh aku tidak mungkin memukulmu! kau ini ada-ada saja”

“Lalu apa?”

Amber menggaruk-garuk kepalanya “Cepat katakan!”

“Mengapa kau ini galak sekali”

“Cepat katakan llama atau tidak kau tidak akan mendapatkan makan malam!”

Amber terkejut mendengarnya “Ya! bagaimana bisa! mengapa kau jahat sekali, apa kau tidak tahu aku begitu lapar?” Amber memegang perutnya.

“Seharusnya aku sekarang sedang berada di kantin, tapi karena aku melihatmu pulang dan berjalan sendirian di koridor ini maka aku mengurungkan niatku dan menyusulmu! dan lihat..” tunjuk Amber ke orang-orang.

“Orang-orang itu mengganggu mu! memperhatikanmu dengan wajah yang seram seperti ingin menerkamu. Bagaimana bisa aku membiarkanya, aku tahu mereka menyukaimu tapi kau harus tetap hati-hati. Kau adalah seorang yeoja, dan kau tahu bahwa yeoja sepertimu tidak boleh berjalan sendirian! itu berbahaya”

“Dan aku akan melindungimu dari mereka! arasso”

Amber lalu pergi meninggalkan Krystal yang terlihat bingung, Amber berjalan pergi meninggalkan Krystal “Ya! kau llama bodoh! haish mengapa dia suka sekali melakukan hal seperti ini!”

Krystal berjalan mengejar Amber “Berhenti!”

Amber terus berjalan “Aku bilang berhenti!”

At Jung’s house

Amber Pov

Hari ini lelah sekali! tapi aku merasa puas karena Empire berhasil menang, dan menunggu pertandingan selanjutnya.

ku rebahkan badanku, ku taruh kepalaku diatas bantal yang empuk. Masih membayangkan pertandingan basket tadi siang, tapi selain itu aku memikirkan nya. Memikirnya yang menonton pertandingan basket sampai habis.

Hmm aku tahu seperti apa penyihir itu, penyihir seperti dia tidak akan betah menonton pertandingan basket tapi dia menonton sampai habis. Hmm mungkin dia menonton acara basket tadi karena ada Kai tapi setidaknya aku bermain dengan baik sehingga aku bisa menujukkan padanya bahwa aku memiliki kelebihan dan berhenti untuk memanggilku llama bodoh!

Aish sungguh menyebalkan sekali dia!

Dan juga bagaimana bisa dia berjalan sendirian di koridor! itu sangat bahaya, bagaimana bila ada seoarng fans fanatiknya yang membuatnya celaka atau terluka atau bahkan ada yang menculiknya! dan dia hilang!

Dan pada akhirnya aku akan dimarahi oleh tuan Jay, tidak tidak aku tidak akan dimarahi tapi aku bisa di gantung olehnya dan membuat keluargaku jatuh misikin lagi karena membuat cucungnya celaka!

“Aaaghhh!”

Ternyata menjaganya di dalam sekolah lebih sulit dibandingan di luar sekolah, apa bodyguardnya tidak boleh masuk dan aku bisa bebas dari beban ini!

“Haish sudahlah” aku bangun dari tempat tidurku, perutku merasa lapar padahal aku sudah makan. Kuputuskan untuk turun kebawah mengingat bahwa masih ada cheese cake di lemari es.

Aku bergegas keluar kamar dan membuka pintu, saat aku membuka pintu aku melihatnya yang sedang jalan menuju kamarnya.

Haishh bahkan dia tidak melihat ke arahku, apa aku di anggap hantu?

“Aku kira kau sudah tidur” ucapku.

“Apa kau sudah makan?” tanyaku.

Lihat aku tidak dianggap olehnya “Dasar penyihir” ucapku saat dia ingin masuk kamarnya.

“Apa kau bilang?”

Aku menoleh kearahnya, aku kira dia sudah masuk kedalam kamar “Kau bilang apa llama bodoh?” ucapnya sinis.

Aigooo lihat gadis manja itu, tidak memiliki sopan santun “Tidak ada” jawabku.

“Kau pikir aku tuli?”

“Aku tidak pernah berfikir kau tuli, hanya saja aku berfikir kalau kau itu adalah gadis yang angkuh, galak, sombong dan…”

“Ya!!”

Haish mengapa dia teriak? membuat telingaku sakit “Ya! mengapa kau teriak? kau ingin membuat satu rumah terbangun”

“Apa kau tidak bisa enyah dari sini! aku sudah malas melihatmu”

“Kalau kau malas maka jangan dilihat” ucapku yang sepertinya membuat dirinya jengkel.

“Bagaimana bisa kalau kau selalu muncul di hadapanku, dan melihat wajah llama mu itu”

Haish wanita ini, mengapa aku disamakan dengan hewan? “Llama itu lucu, jadi aku lucu. Kau seharusnya bahagia melihatku”

“Tidak ada llama yang lucu!”

“Ada, aku” tunjuku pada diriku sendiri.

“Kau memanggilku llama. llama = Amber  llama= lucu berarti artinya Amber lucu hahahaha”

Dia hanya memasang wajah datarnya yang membuatku berhenti tertawa “Sudah?”

“Sudah” ucapku.

Lalu dia membalikan badannya, aku rasa dia akan segera masuk kamar “Selamat tidur penyihir” ucapku.

Lalu dia menoleh, menatapku dengan tajam “Haha aku hanya becanda, maksutku selama malam Princess Krystal” senyumku padanya.

Haish galak sekali! bagaimana bisa semua namja tertunduk padanya.

Empire School

“Ambrroooo!!” sapa Henry

Kutaruh tasku dan duduk dengan mataku yang masing mengantuk “Kau tahu bahwa kau saat ini begitu populer!”

Aku hanya memejamkan mata, aku begitu ngantuk dan membiarkan Henry bicara sendiri “Kemarin ada beberapa yeoja cantik yang datang menghampiriku untuk meminta nomor ponselmu dan memberikan beberapa surat untukmu”

“Lalu apa kau memberikannya!” haish bodoh sekali dia ini.

“Tentu saja tidak, kita harus jual mahal!”

“Jika kau memberikan nomor ponselku pada mereka maka kau tahu akibatnya” ancamku.

“Hei Amber” aku melihat Luna yang menghampiriku.

“Hai Luna”

“Apa kau tahu Soojung dimana?”

“Hmm tidak tahu” jawabku.

“Bukankah kalian selalu datang bersama, bagaimana bisa kau tidak tahu?”

“Hmm mungkin saja dia di kamar mandi, kau tunggu saja. Sebentar lagi juga penyihir itu akan datang” ucapku santai.

Kusender tubuhku di kursi, memperhatikan jam dinding yang menunjukkan pukul 07.55

Dimana dia? biasanya dia datang lebih dulu daripada aku, “Haishh”

“Mau kemana kau?”

“Aku mau cari minum sebentar” ucapku pada Henry.

Aku berjalan keluar kelas, mataku melihat kanan dan kiri.

“Haish mana penyihir itu? apa dia tidak tahu sebentar lagi akan masuk kelas!” mataku masih mencarinya dan ..

“Itu dia!” aku berjalan kearahnya, dia sedang berdiri dengan raut wajah yang cemas.

Aku melihat wajahnya yang cemas “Apa yang kau lakukan disini?”

Wajahnya terlihat kaget, apa aku mengagetkannya?

“Apa yang kau lakukan disini?” tatapnya.

“Haish mengapa kau mengcopy ucapanku, seharusnya kau dikelas bukan disini. Apa kau tidak tahu 5 menit lagi jam pelajaran akan dimulai?” tanyaku padanya tapi dia malah cuek saja tidak memperdulikanku.

“Ya penyihir!”

“Wae! mengapa kau ribut sekali, jika kau ingin ke kelas kembali lah sana”

Haishh wanita ini “Apa kau tidak tahu kita ada pelajaran Matematika dan gurunya sangat galak ayo cepat ke kelas!” paksakku.

“Tidak!”

“Kenapa tidak? kau ingin kabur dari sekolah hah! aigoo anak ini nakal sekali”

Dia menatapku dingin “Aku tidak akan ke kelas” dia memanglingkan wajahnya dariku, mengapa dia ini keras kepala sekali.

“Baiklah kalau begitu aku juga tidak akan ke kelas” ucapku.

“Mwo? sana cepat pergi!”

“Aku tidak akan pergi kalau kau tidak pergi, arraso!”

“percuma saja kembali ke kelas, aku tidak akan bisa mengikuti pelajaran” aku tidak begitu mendengarnya bicara tapi aku mendengar sekilas saja.

“Apa kau bilang? kau tidak bisa ikut pelajaran? ayolaahh kau Krystal Jung! mengapa sekolah ini tidak memperbolehkan kamu untuk belajar”

“Kau tahu bukan yang mengajar adalah Mr.Junho, Mr.Junho sangat akrab dengan kakekku! dia bisa melaporkan kepada kakek dan dia bisa menghukumku  kalau aku tidak ikut pelajarnnya karena tidak mengerjakan PR Matematikanya dan terlebih lagi aku tidak ingin dihukum didepan kelas!”

Ohhhh jadi dia tidak masuk kelas karena tidak mengerjakan PR “Lalu apa yang kau lakukan semalam hingga tak mengerjakan tugasmu hah? apa kau tidak mengerti tugasmu, kau bisa bertanya padaku”

“Diam, aku tidak butuh ceramahmu”

“Lalu apa yang akan kau lakukan, hanya berdiri disini? apa kau ingin bolos, apa kau tak ingin mengikuti pelajaran? apa kau tidak takut dimarahi kakekmu”

Dia hanya diam, kupejamkan mataku sedikit memijat keningku. Ku lihat jam di ponselku “Haish tidak ada waktu, ayo kita ke kelas!”

“Tidak!”

“Ayo ke kelas!”

“Tidak! dan tidak! apa kau tidak mengerti”

Ku hela nafas ini, menatap wajahnya yang marah padaku “Ayo ke kelas”

“Tidak”

Sekarang dia malah pergi dan tentu saja aku tak tinggal diam, ku pegang lengannya hingga membuatnya berhenti dan menatapku heran “Ikut aku”

Aku memegang lengannya “Lepaskan aku!” dia terus memberontak tapi kekuatannya tak cukup untuk melepaskan genggaman tanganku.

“Lepaskan llama bodoh! aku tidak ingin dibuat malu!”

Untung jarak kelas tidak terlalu jauh, aku berhasil membawanya masuk kelas dengan menarik perhatian satu kelas. Tentu saja mereka terkejut saat aku menarik lengan Krystal “Duduk!” perintahku.

“Kau gila! aku akan keluar!” saat Krystal keluar, tentu Mr.Junho masuk ke dalam ruangan.

“Mengapa kau tidak duduk Nona Jung” ucap pria tua yang terkenal galak itu, aku rasa dia seumuran dengan Tuan Jay. Tapi setidaknya tuan Jay jauh lebih baik, tidak sepeti dia. Kau tahu, Mr.Junho mirip sekali dengan kakek Goku! dengan kepalanya yang botak, jenggot putih dan kacamatanya, sungguh mirip.

Aku melihat Krystal yang menatapku begitu tajam, haish! aku benci tatapannya seperti itu!

“Baiklah, sebelum pelajaran kita mulai keluarkan PR kalian” Haish kakek goku itu mengapa buru-buru sekali! dia mulai berkeliling dengan membawa penggaris kayunya.

Aku memandang Krystal yang duduk tepat di depan mataku, ketika semua murid sibuk mengeluarkan buku dia hanya terdiam, aku yakin saat ini dia sedang ketakutan hahahha.

Aku menatap bukukku, buku baru yang baru kutulis semalam. Aku harus melakukannya, kalau tidak Krystal bisa dihukum dan aku…

Aku bisa kena marah tuan Jay karena membiarkan cucungnya berdiri 2 jam di depan kelas! dan pastinya dia tidak akan membiarkanku hidup dengan bergelimang harta lagi! tidak, tidak aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi.

“Huffhh” ku hela nafas ini, melihat kakek goku yang akan menghampiri barisan kami.

Baiklah Amber, bersiaplah.

1

2

3

“Pluk” wah Krystal bukumu terjatuh ahahahaha suaraku cukup keras untuk mengundang perhatian satu kelas kecuali kakek goku yang sedang mengcek PR teman-teman lainnya. Tak pikir panjang, aku bangun dari tempat dudukku dan mengambil bukukku yang kini menjadi milik Krystal.

Aku berdiri di sampingnya dengan memberikan buku kepadanya “Haish bagaimana bisa kau membiarkan bukumu jatuh hahaha kau ini harus berhati-hati, ambilah” senyumku pada Krystal.

Krystal terlihat bingung sekaligus terkejut dengan aksiku “Ambilah, cepat” dengan perlahan Krystal mengambil bukukku dan segara aku duduk di tempatku.

Krystal menolehkan kepalanya tapi tidak melihat ke arahku “Apa yang kau lakukan” bisik Henry.

“Aku harus melakukannya” ucapku.

“Apa kau tidak tahu kalau dia memberi hukuman begitu parah?”

“Sudahlah, aku sudah biasa dengan hukuman kau tenang saja”

Kini kakek goku berada di meja Krystal, sedangkan aku tinggal menunggu eksekusiku saja.

Henry mulai memberikan hasil kerjanya dan …

“Mana tugasmu?”

“Ehmm begini, ehmmm, ehmmm”

“Tass!!”

“Oh my God!!” aku memegang jantungku, bagaimana tidak aku kaget saat dia memukul meja dengan penggaris kayunya.

“Berdiri di depan selama 30 menit, kemudian berlari di luar 10 putaran, bersihkan rumput di taman sekolah dan mengepel koridor lantai A!”

Ya Tuhan! apa di pikir aku ini seorang militer? aku ini seorang pelajar.

“Cepat!”

Aku langsung jalan dan berdiri di depan kelas “Ini akibatnya tak mengerjakan tugas kalian, saya paling tidak suka apabila masih adanya murid yang tidak mengerjakan tugas rumah! apa kalian tahu dari hal kecil seperti itu, itu merupakan tanggung jawab!”

Kakek goku mengoceh sepanjang waktu, aku berdiri di depan kelas yap seperti biasanya. Menurutku aku sudah biasa untuk diberi hukuman, hanya saja hukuman kali ini benar-benar diluar nalarku! tidak heran Henry memberikan peringatan kepadaku.

Semua murid menatap kakek goku, dan tak sengaja aku menatap Krystal. Mata kami saling bertemu tapi dia langsung mengalihkan perhatinnya. Apakah dari tadi dia memperhatikanku.

Aku memandanginya dari depan, melihat wajahnya yang dapat kulihat dengan leluasa, melihat tatapannya yang begitu tajam, hidungnya yang semakin membuat dirinya terlihat menawan di tambah dengan bibir merahnya yang sunggu memperindah dirinya.

Sesekali dia dia melihat ke arahku, aku tahu dia merasa risih karena aku terus memandanginya. Aku tidak tahu mengapa mataku tak bisa lepas darinya, padahal dia adalah yeoja yang menyebalkan dan jutek!

Tapi aku tidak tahu, ada sesuatu yang kuat di dalam dirinya. Sesuatu yang menarik diriku untuk jatuh dalam keindahan wajahnya.

“Haish Amber Liu, aku hanya mengaguminya itu saja”

“Siapa yang kau kagumi Amber?”

“Krystal Jung, kakek goku” senyumku menatap mata Krystal.

Apa? tunggu dulu!

Aku mendengar tawa satu kelas dan seketika “Keluar kau dari kelas!!!!!”

Krystal POV

Mengapa llama bodoh itu melihat ke arahku terus? apa ada sesuatu yang aneh di wajahku? haish sungguh membuatku tak nyaman!

Tapi, dia sudah membantuku. Kalau tidak mungkin aku yang akan menerima seluruh hukuman Mr.Junho

Haish sudahlah aku tidak peduli, apa jangan-jangan dia memiliki rencana yang buruk? aku ingat saat dia malah membawaku kabur ke Jeju dan malah bertunangan dengannya! apa jangan-jangan dia mencoba baik kepadaku dan akan melakukan hal buruk lagi!

Tapi hal buruk apa lagi yang dia lakukan? bukankah kemarin dia sudah melakukan hal yang paling buruk dalam hidupku. Setidaknya aku tidak akan percaya lagi padanya.

Haish! apa perlu aku memakai topeng atau helm agar dia berhenti melihat wajahku! aku kembali melihat ke aranya yang masih melihat ke arahku.

Ntah mengapa aku berusaha untuk mengalihkan perhatianku tetapi matanya, aku tidak sanggup untuk tidak menatap matanya.

Aku melihat ke arahnya, melihat matanya yang hitam. Sial! mengapa seperti ini, bahkan mataku tak ingin berkedip sekalipun.

Matanya seperti berbicara kepadaku bahwa dia baik-baik saja, matanya seakan membuatku dapat merasakan apa yang dia rasakan.

Haish ada apa denganku! bangun Krystal bangun! dia adalah Amber, llama bodoh yang paling kau benci dalam hidupmu!

Kini aku lebih bisa mengontrol pikiranku, aku melihat Mr.Junho mendekati Amber yang masih melihat ke arahku.

“Siapa yang kau kagumi Amber?”

“Krystal Jung, kakek goku”

Aku?? apa aku tak salah dengar?

“Hahahahahha”

Satu kelas tertawa, tetapi aku tidak.

Apa dia memikirkanku? apa aku tidak salah dengar ketika dia mengucap namaku? jadi dari tadi dia memikirkanku? haish ada apa ini!

“Keluar kau dari kelas!!!!!”

Aku melihatnya yang keluar dari kelas, ntah mengapa untuk pertama kali dalam hidupku aku merasa bersalah.

Haish Krystal Jung! ada apa denganmu jangan terlalu berlebihan seperti itu! itu hanya Amber hanya Amber si llama bodoh! dan sekarang tenangkan dirimu, oke!

At Jung’s house

Aku baru saja menyelesaikan makan malamku, aku berjalan menuju kamar. Saat aku berjalan, aku melihat pintu kamarnya. Pintu kamarnya yang tak terlalu jauh dari kamarku.

Aku berjalan ke arah pintu kamarnya, sepertinya dia belum pulang. Aku berjalan ke arah balkon ruangan atas, menatap teras kendaraan dengan berpangku tangan.

Sepertinya dia belum pulang, aku tidak melihat motornya. Aku rasa dia sedang latihan basket untuk pertandingan selanjutnya.

“Haish!” aku memukul kepalaku.

Apa yang aku pikirkan! mengapa aku memikirkannya!

“Broomm broomm”

Aku bisa mendengar suara motornya, aku sedikit menengok ke bawah. llama bodoh itu melepaskan helmnya dan bergegas masuk.

Aku memutuskan untuk tidak masuk kamar, aku sedikit membungkukan badanku di dekat lemari.

Aku mendengar suaranya yang naik ke atas, aku mengintip sedikit. Wajahnya begitu lelah dan seragamnya yang sedikit kotor haish dia itu anak TK atau anak SMA! haish apa mungkin dia seperti itu karena hukuman tadi pagi? sudahlah lagi pula itu salahnya!

Aku kembali melihatnya “Apa yang dia lakukan?” aku menatapnya heran, dia tak masuk kedalam kamarnya. llama bodoh itu seperti mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

“Apa itu?” mengeluarkan sebuah kota kecil. Dia berjalan ke arah kamarku, menatap pintu kamarku cukup lama. Wajahnya sedikit bingung, langkahnya maju mudur, merasa tak yakin dengan apa yang dia berikan. Ekspresi wajahnya tampak bingung, merasa tak yakin dengan apa yang dilakukan.

Dia menghembuskan nafasnya, menaruh kotak kecil itu di depan kamarku. Dia kembali menatap kamarku “Mengapa dia tidur cepat sekali? kalau begitu selamat tidur Krystal Jung” dia tersenyum, aku bisa melihat senyumnya walaupun dari sisi samping wajahnya dengan rambut yang sedikit berantakan membuat dirinya terlihat baik.

“Haishh apa yang aku pikirkan!” sadar Krystal sadar!

Llama bodoh itu masuk kedalam kamarnya, dan aku segera berjalan ke arah kamarku. Menatap kotak kecil yang ternyata kotak kue.

Aku mengambilnya dan masuk kedalam kamar, aku duduk dan membukanya.

“Manggo cake!!” riangku! aaahh aku benar-benar senang.

3f21377c6de597fd99c1257176_original.jpeg

(Penampakan mango cake yang dibeli Amber hehe)

“Apa ini?” aku mengambil sebuah kertas berwarna biru muda yang bertulisakan

“Aku ini pandai Matematika, kau bisa bertanya kepadaku kapan saja. From : your stupid llama”

Ntah mengapa aku tersenyum membacanya, “Haish! ada apa lagi di kepalaku ini! sudahlah aku makan saja”

Hari demi hari ku lewati, mungkin dulu terasa biasa saja tapi ntah mengapa untuk akhir-akhir selalu saja ada hal yang membuatku tertawa, marah, dan kesal!

Akhir-akhir ini aku lebih sering berjalan sendiri di koridor sekolah, ntah mengapa aku suka berjalan sendiri tapi sejujurnya aku tidak sendiri. llama bodoh itu selalu mengikutiku bila aku berjalan sendiri atau dimanapun bila aku sendiri. ntah mengapa aku suka dia mengikutiku. Berjalan dibelakangku dengan mengawasiku agar aku baik-baik saja.

Tentu saja dia bagaikan bodygurdku bila di dalam sekolah, tak ada yang berani mendekatiku karena aku tahu llama bodoh itu memberikan ancaman kepada mereka hahaha dasar llama bodoh. Aku sama sekali tidak tahu apa maksut dan tujuannya seperti itu. aku hanya menikmati permainan nya saja.

Kini aku sampai di kantin, menyapa sahabat-sahabatku dan aku bisa melihatnya yang duduk bersama teman-temannya.

“Itu Amber!”

“Iya, iya aaahh mengapa makin hari dia makin tampan?”

“Aku menyukainya!”

Haish! apa mereka tidak bisa membicarakan hal lain! aku tahu llama bodoh itu menjadi begitu populer!

“Amber oppa saranghae!”

“Hei dia milikku!”

“Aku bahkan menjadikan wajahnya sebagai wallpaperku! begitu mempesona”

“Apa kalian tidak bisa diam!” aku menatap 5 yeoja yang terkejut.

“Maafkan kami Krystal, hanya saja tunanganmu begitu mempesona”

“Mwo?”

“Hehe bian, ayo kita kabur!” mereka berlima langsung kabur.

“Ya! mau kemana kalian! siapa namanya kalian! awas saja nanti!”

4 walls melihatku dengan wajah bingung “Mwo?”

“Jung Soojung apa kau cemburu?”

Cemburu? “Hahaha apa kalian pikir aku gila?” aku kembali melanjutkan makananku. Aku hanya tak suka bila ada seseorang yang membicarakan Amber didekatku, itu saja!

“Oh iya, apa kau tahu bahwa kemarin Irene jalan bersama Amber sehabis dia latihan?” ucap Sulli polos.

Irene? “Irene?”

Sulli mengangguk “Ya Baeirene RV, banyak yang mengatakan mereka jalan berdua. Bahkan Minho oppa mengatakan bahwa Irene menunggu Amber selama latihan basket, bukankah itu romantis sekali?”

Oh seperti itu! haish mengapa aku tiba-tiba menjadi kesal! sangat kesal! aagggh rasanya ingin sekali ku acak-acak wajah llama bodoh itu!

Author Pov

Amber sedang berkumpul dengan teman-temannya di lapangan basket.

“Akhir-akhir ini kau terlihat begitu lelah? apakah latihanya begitu keras?” tanya Onew.

“Dia lelah bukan karena latihan tapi dia lelah karena mengikutinya induknya” ucap Key.

“Induknya?” bingung Onew.

“Hahaha aku jadi membayangkan bahwa Amber adalah anak bebek dan Krystal adalah induknya hahaha” tawa Henry.

“Tidak lucu” singkat Amber.

“Lagi pula untuk apa kau mengikutinya? kau menyusahkan dirimu saja” ucap Key dengan membenarkan rambutnya.

“Aku harus melakukannya karena kalau tidak bisa bahaya” ucap Amber dengan menatap lapangan basket.

“Bahaya apa yang mengancamu? kau ini ada ada saja” canda mereka.

“Haish mereka tidak tahu apa yang sebenarnya!” pikir Amber.

Jonghyun datang dengan membawa minuman kaleng soda untuk mereka “Minumlah”

Amber mulai membuka minuman kalengnya, sebelum meminum Amber menatap Jonghyun “Wae? apa di minuman ini ada racun?” lirik Amber.

“Ani, aku ingin bertanya padamu” tatap Jonghyun.

“Apa, cepat katakan”

“Apa kau dan Krystal saling mencintai?” tanya Jonghyun polos.

“Uhuk uhuk” Amber tersedak saat Jonghyun melempar pertanyaan seperti itu padanya.

“Ya! kau ini bicara apa?”

“Aku hanya heran saja, kalian kan sudah bertunangan sudah pasti kalian saling menyukai, bukan? tapi kau dan Krystal seperti tom and jerry. Kalian tidak pernah berpegangan tangan, atau mencium kening?” tanya Jonghyun yang akhirnya membuat mereka berfikir hal yang sama pada Amber.

“Dan kau selalu memakai cincin tunangan, tetapi Krystal sehari pun aku tak pernah melihatnya” bingung Key.

Henry, Onew, Jonghyun dan Key menatap Amber dengan penuh rasa penasaran “Haish kalian ini! memangnya aku kalian yang harus mengumbar kemesraan! dan juga Krystal tak pernah memakai cincinnya karena dia memiliki alergi!” ucap Amber.

“Apa kau yakin dengan ucapanmu?” tanya Onew.

“Setauku Krystal tak punya alergi terhadap perhiasan” tatap Henry.

“Haish jadi tidak percaya!”

Jonghyun kembali menatap Amber “Dan juga apa kau tidak cemburu melihat Krystal yang selalu bersama Kai?”

Amber menatap Jonghyun “Tidak biasa saja”

“Apa kau tidak takut Kai merebut Krystal darimu” tanya Onew.

“Semua orang menginginkan Kai dan Krystal berpasangan, apa kau tak cemburu akan hal itu? malah saat ini mereka sedang berduaan di taman belakang” ucap Jonghyun.

Amber menatap Jonghyun, Amber terlihat memikirkan sesuatu “Haish jadi aku harus bagaiamana? aku tidak bisa membiarkan Krystal dengan namja lain! maksutku, bagaimana kalau tiba-tiba Kai berbuat jahat pada Krystal dengan berpura-pura baik padanya! aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi, jika ada apa-apa tuan Jung akan marah besar padaku” pikir Amber.

Amber bangun dari duduknya, ke empat temannya menatap Amber “Ada apa denganmu?”

“Ehm aku haus mau cari minum” ucap Amber yang bergegas meninggalkan para sahabatnya, Amber berjalan dengan cukup cepat. Langkah kakinya mengarah ke taman belakang sekolah.

Amber menghentikan langkahnya, matanya sedikit menyipit.

“Itu dia” Amber melangkah dengan pelan.

Matanya menatap Kai dan Krystal yang sedang bercakap “Haish ntah apa yang mereka berdua lakukan, dan lihat penyihir itu! dia bahkan tersenyum dengan namja berbahaya seperti Kai! maskutku, kau tahu Kai hanya memainkan perasaan Krystal. Aku harus menjauhi Krystal dari Kai, kalau tidak ini akan sangat bahaya bagi Krystal kalau dia sampai jatuh kepada orang yang salah, dan pada akhirnya Krystal akan menjadi patah hati lalu malas makan dan tidak ingin sekolah yang pada akhirnya tuan Jung akan marah padaku karena tidak menjaga cucungnya!” 

“Tidak akan kubiarkan!” Amber terlihat berfikir dan menyusun rencana di dalam benaknya.

“Baiklah” Amber berdiri tegap, Amber menghela nafasnya dan

1

2

3

“Kebakaran!”

“Kebakaran!!” Lari Amber menuju Kai dan Krystal.

Suara Amber tentunya mengundang perhatian besar terutama Krystal dan Kai.

“Kebakaran! kebarakan!”

Krystal menatap aneh Amber “Ayo cepat, kita harus segera pergi!”

“Ya! apa kau sudah gila?” tanya Krystal.

“Haish aku tidak ada waktu untuk menjelaskannya! apa kau tidak lihat gedung A berasap” tunjuk Amber.

Amber memegang lengan krystal “Kajja!”

“Apa yang kau lakukan!” cegah Kai.

“Haish namja ini lagi” Keluh Amber, “Aku ingin menyelamtakan Krystal!” Amber menarik lengan Krystal dengan cepat tanpa menghiraukan Kai yang sedang berbicara.

Seluruh mata menuju Krystal dan Amber, Amber menarik lengan Krystal dengan berjalan cepat demi menjauhi Kai.

Krystal mulai berontak dengan tingkah Amber “Lepaskan!” ucap Krystal dengan marah.

“Lepaskan!”

“Aku bilang lepaskan stupid llama!”

Seketika Amber melepas genggamannya, dan menatap Krystal “Sudah” ucap Amber.

“Dasar gila!”

“Yap”

“Apa kau tak tahu apa yang kau lakukan? aku tidak tahu apa yang  dipikiranmu, mengapa kau selalu meganggku? mengapa tak urus saja dirimu sendiri! hentikan hal gilamu ini!” marah Krsytal.

“Haish penyihir ini, apa dia tidak bisa bicara pelan-pelan. Telingaku bisa tuli karenanya” ucap Amber tanpa melihat Krystal.

“Mwo?! kau bilang apa?”

“Tidak ada”geleng Amber.

Wajah Krystal semakin geram “Cepat minta maaf padaku dan Kai atas sikapmu yang tidak sopan itu llama bodoh!”

Amber kaget mendengar ucapan Krystal “Mwo? ahahaha aku harus minta maaf kepada penyihir sepertimu dan pangeran kodokmu itu?! aku lebih baik di kutuk menjadi llama sungguhan dari padaku melakukan hal gila seperti itu!”

“Lalu mengapa kau terus megangguku terutama dengan Kai?” tanya Krystal.

“Umm itu karena, ehmmm..”

“Apa kau cemburu?” ucap Krystal.

Amber menatap Krystal dengan terkejut “Cemburu? hahahha, untuk apa aku cemburu dengan pangeran kodokmu itu, dan lagi pula kau bukan seleraku! gadis manja yang hanya bisa memerintah saja. Datang dan pulang sekolah saja kau di jemput, kau ini akan TK atau anak sekolahan? mandiri lah sedikit nona muda Jung!”

Seketika suasana menjadi begitu dingin, Amber yang tertawa menjadi diam saat melihat tatapan Krystal yang mendekatinya “Ya! apa yang kau lakukan! mundur!” ucap Amber yang ketakutan.

“Kau bilang apa?” dingin Krystal.

“Haha tidak ada sungguh tidak ada, aku hanya bergurau! haish mengapa cepat sekali di ambil hati hahha” canggung Amber.

“Anak Tk, manja, tukang suruh dan penyihir?” Amber menelan salivanya, Krystal begitu menyeramkan membuat Amber sulit bernafas.

“Tunggu sebentar tunggu sebentar” halang Amber dengan tangannya yang membuat Krystal berhenti melangkah.

Amber menghela nafasnya “Baiklah aku salah, aku minta…..”

Dengan cepat Amber kabur dari pandangan Krystal “Ya kau llama bodoh!!” teriak Krystal kesal.

“Hahaha kejar aku anak bayi!” teriak Amber sambil belari meninggalkan Krystal yang sudah mengepal tangannya.

 

 

“Kriiiinggg Kriiinggg”  bel sekolah berdering, semua murid berjalan menuju gerbang sekolah termasuk Krystal dan Amber.

Amber berjalan dengan menyapa para bodyguard Krystal “Wah mau menjemput anak bayi”

Bodyguardnya terlihat bingung “Moodnya sedang buruk, jadi kalian hati-hati” ucap Amber dengan meninggalkan kelima bodyguard Krystal dengan wajah yang takut.

Tak lama kemudian Krystal datang, para bodyguardnya membungkuk pada Krystal tapi Krystal menghiraukannya dan menatap Amber yang sedang menghidupkan mesin motornya.

Krystal menatap geram “Nona muda Jung” sapa salah satu bodyguardnya.

“Broomm brooom broomm” motor Amber melaju meninggalkan sekolah.

“Berikan kunci mobilnya”

“Mwo?”

Krystal menatap dingin “Apa kau tuli?”

“Ta-tapi”

“Cepat!”

Dengan cepat memberikan kunci mobil kepada Krystal, Krystal berjalan menuju mobilnya. Krystal mulai menghidupkan mesin mobilnya.

Para bodyguarnya terlihat panik “Nona muda Jung”

“Nona muda Jung, biarkan kami yang membawa mobilnya”

“Nona muda Jung” panik mereka mencoba membuka mobil sedan hitam.

Krystal, mulai menginjak pedalnya dengan melaju cepat “Nona muda Jung!”

Audi-car-wallpaper-1.jpg

(Mobil yang biasa menjemput Krystal hehe)

Mobil Krystal melaju cepat, kini apa yang di kejarnya telihat di depan matanya. Krystal sedikit menambahkan kecepatan mobilnya.

Kini mobil sedannya berhenti tepat disamping orang yang membuatnya kesal, Krystal membuka kaca mobilnya. Memperhatikan motor hitam dan sosok orang yang menyebalkan baginya.

“Kau llama bodoh!” teriak Krystal yang langsung di respon Amber. Amber membuka helmnya, menatap Krystal dengan terkejut “Waahh sejak kapan anak bayi bisa membawa mobil hahaha daebak!” ejeknya yang semakin membuat Krystal ingin memukulnya.

“Aku tidak ingin bertengkar” ucapnya.

“Baiklah”

“Aku ingin bertaruh denganmu”

“bertaruh denganku? haha apa tidak salah” tawa Amber.

“Tidak, aku ingin bertaruh padamu. Siapa yang duluan sampai di rumah dia akan menang, dan jika salah satu kita ada yang kalah, maka yang kalah harus menuruti permintaan yang menang!  dan yang kalah juga tidak akan mendapatkan makan malam!” ucap Krystal.

Amber mengangguk dengan girang “Aku sangat setuju hahaha, lagipula mana mungkin aku kalah dengan anak bayi sepertimu, tunggu saja kekalahanmu”

Amber kembali memakai helmnya, Krystal menatap lurus jalan.

1

2

3

Ban berdecit, keduanya berjalan dengan cepat. Motor Amber berjalan mendahului Krystal.

Amber tersenyum karena berhasil menyalip mobil Krystal

“Ini akan sangat mudah” ucap Amber dengan menambah kecepatan motornya.

“Jangan senang dulu llama” tak mau kalah dari Amber, Krystal menambah kecepatan mobilnya.

Amber melihat mobil Krystal dari spion motornya yang sudah semakin dekat “Haish!”

Dengan santai Krystal membalap motor Amber. Krystal tersenyum dan kembali menambah kecepatan mobilnya.

Saat menambah kecepatan mobilnya, Krystal tak tahu di depannya ada tikungan yang tajam hingga Krystal menginjak pedal rem mobilnya, untuk menghindari adanya bahaya.

Sedangkan Amber sedikit mengerem, mengimbangkan antara rem dan gas motornya. Alhasil Amber berhasil menyalip mobil Krystal yang berhenti tak jauh dari motornya.

Amber menghentikan motornya, membuka helmnya dan menatap mobil Krystal yang ban nya sedikit keluar asap akibat decitan ban mobilnya.

“Haha kejar aku anak bayi! dasar payah” ejek Amber.

Krystal menjadi geram “Awas kau llama bodoh!” Krystal kembali menginjak pedal gas nya. Krystal dan Amber saling berlapan satu sama lain hingga pada akhirnya mereka sudah mendekati kediaman Jung.

Krystal tersenyum licik, matanya melihat sepion kiri. Krystal membanting stir mobilnya berusaha agar Amber tak menyalip mobilnya. Amber sedikit kehilangan kecepatannya karena mobil Krystal.

Tapi Amber bukanlah sosok yang mudah menyerah, Amber kembali mengegas motornya karena jarak sudah semakin dekat.

Sedangkan Krystal menunggu saat yang tepat untuk menjatuhkan Amber. Kini mereka berdua dapat melihat gerbang rumah yang mulai terbuka.

Amber menambah kecepatannya dan Krystal kembali menghalanginya “Hahha” tawa Krystal.

Mobil Krystal kembali menghadang hingga Amber tak dapat menjaga kesimbangan motornya yang membuat dirinya terjatuh.

Sedangkan mobil Krystal melaju cepat masuk kedalam kediamannya “Wuhuu!! hahahaha” girang Krystal.

Krystal keluar dari mobilnya dengan senyuman bangga, Krystal berdiri disamping mobilnya melihat Amber yang sedang berjalan masuk kedalam rumahnya.

“Ya!!!” teriak Amber kesal dengan bajunya yang kotor.

“Kau licik!” teriak Amber yang berjalan menghampiri Krystal.

Krystal hanya tersenyum bangga dan tidak memperdulikan Amber “Kau benar-benar licik!”

“Licik? apa aku tidak salah dengar, bukankah di dalam taruhan ini tidak ada peraturan? kau kira ini balapan resmi?”

Amber menjadi kesal dengan menatap Krystal “Kau!”

“Apa? sudahlah yang jelas aku menang” senyum Krystal dengan meninggalkan Amber.

“Oh ya” Krystal membalikan badannya menatap Amber dengan memegang helmnya “Persiapkan dirimu, loser dan jangan pernah remehkan aku” senyum bahagia Krystal.

11.47 PM

Krystal tak berhenti tersenyum karena berhasil mengalahkan Amber, dirinya begitu puas karena Amber begitu menyebalkan.

Krystal menaiki anak tangga menuju kamarnya, dengan masih tersenyum.

Tidak tahu mengapa langkahnya terhenti melihat Amber yang sedang berdiri di balkon ruangan atas “Hi loser”

Amber menatap Krystal “Oh kau penyihir licik” ucap Amber yang seketika membuat Krystal kembali kesal.

“Kau masih tidak  bisa terima dengan kekalahanmu llama bodoh? apa kau tidak terima kalah dengan bayi sepertiku, hmm”

“Haish menjengkelkan sekali, mengapa kau begitu kejam! padahal aku sudah baik padamu” ucap Amber.

“Baik? permisi llama bodoh, tapi baik mana yang kau maksud?”

“Aku sudah membantumu dalam pelajaran MTK, bahkan aku yang harus menerima hukuman itu dan apa kau tidak tahu bahwa aku harus mati-matian mengantri untuk mango cakemu itu!”

Krystal mendekati Amber “Tapi aku tidak memintanya, bukankah kau yang mau? mengapa kau menjadi menyalahkanku dan juga aku tidak menyukai mango cakemu itu!”

Amber menaikan alisnya “Kau tidak menyukainya? bahkan Irene saja menyukainya, berarti lidahmu yang aneh”

Krystal menatap Amber “Jadi kau bersama Irene?” tanya Krystal.

“Yap, aku bersamanya kemarin. Wae?”

Krystal membuang mukanya “Tidak ada”

Amber tersenyum “Kau cemburu hah?”

Krystal menatap Amber “Cemburu? hahaha itu hayalanmu saja llama! simpan saja di dalam mimpimu itu, dan jangan berharap menjadi kenyataan!”

“Ckckc lihat, kau bahkan tidak mau mengaku”

Krystal menghela nafasnya “Sudahlah, aku tidak ingin menghabiskan waktuku untuk berdebat denganmu” Krystal meninggalkan Amber.

“Gruuukkk grruuuukk” Krystal menghentikan langkahnya, menahan tawanya dengan kuat.

Wajah Amber menjadi merah dengan memegang perutnya. Krystal kembali melihat Amber “Kasihan sekali, cacing llama kelaparan”

Amber menatap jengkel “Pergilah, cacingku sedang tidak bersahabat”

“Baiklah, aku hanya ingin mengingatkan saja.Bahwa yang kalah harus mengikuti segala segala permintaan yang menang, aku harap kau bisa memahaminya dan juga kau tidak  boleh makan malam” senyum Krystal.

Amber hanya diam, dan Krystal meninggalkan Amber yang kelaparan.

 

 

 

Empire School

Henry, Jonghyun, Key dan Onew terlihat heran yang melihat Amber makan dengan lahap

“Dia seperti tidak makan selama ratusan tahun”

“Mengapa dia seperti monster?”

Amber makan dengan lahap dengan tidak memperdulikan kelima sahabatnya yang dari tadi sudah merasa kenyang hanya karena melihat Amber yang makan.

“Apa di rumah kau tidak makan?”

“Sudah diam aku sudah makan!” ucap Amber dengan melahap dua ayam di tangannya.

“Hei cepat-cepat! ada sesuatu yang terjadi”

“Benarkah? ayo cepat kita kesana”

Kelima sahabatnya menatap suasana kantin yang tiba-tiba menjadi ramai, murid-murid berjalan menuju keluar kantin “Ada apa ini?” bingung Henry.

Jonghyun bangun dari tempat duduknya “Ada apa ini?” tanya Jonghyun kepada seorang murid.

“Ada yang bikin masalah dengan group EXO”

“Exo?” ucap ulang Jonghyun.

Mendengar hal itu Amber menghetikan kegiatannya, menatap murid-murid yang berjalan menuju keramaian.

“Ya Amber kau mau kemana!” tanya Onew, dan di ikuti oleh sahabat-sahabatnya.

Mereka berenam berjalan menuju tempat keramaian, Amber berusaha menyelinap diantara murid-murid.

“Apa kau tuli?”

“Tapi aku tidak sengaja”

Amber menyipitikan matanya, menerka-nerka orang tersebut “Aku bilang bersihkan!” teriaknya.

“Kai?” ucap Amber.

“Apa kau tidak mendengar kata-kataku hah? cepat bersihkan sepatuku, dasar yeoja berwajah jelek!” yeoja itu menangis, menangis tersendu-sendu dengan mengambil sapu tangan di kantongnya.

“Ini kelewatan!” ucap Amber.

“Amber” Henry memegang lengan Amber “Kalau aku jadi kau, aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti ada yang di otakmu saat ini!”

“Aku tidak peduli, ini sudah kelewatan!”

Henry kembali mencegah”Mereka adalah EXO! mereka itu anak emas, kita tidak bisa berbuat apa-apa! ”

Kai dan Exo tertawa. Yeoja itu sudah berlutut di depan Kai, yeoja itu sudah memegang sapu tangan miliknya untuk memberishkan sepatu Kai.

“Hei!” yeoja itu menengok.

“Bersihkan dengan lidahmu” ucap Kai.

“Mwo?”

“Apa kau tidak dengar!” teriak Kai yang membuat yeoja itu semakin menangis tak karuan. Mau tidak mau yeoja itu harus menuruti perkataan Kai, karena kalau tidak dia akan dalam bahaya besar.

Yeoja itu mulai mendekatkan kepalanya ke sepatu hitam milik Kai dengan air mata yang menetes “Haha” tawa Exo.

“Bangunlah, sedang apa kau ini?”

Kai menatap Amber “Kau?”

“Berdirilah, cepat masuk kedalam kelas. Belajar lah dengan benar” Amber membantu yeoja itu berdiri. Dan seluruh murid berbisik-bisik membicarakan Amber.

“Sudah jangan menangis, kalau kau menangis kau tidak cantik lagi” senyum Amber.

“Sekarang masuklah ke dalam kelas, aku akan mengatasi namja bodoh ini” yeoja itu tersenyum kepada Amber.

Amber menghela nafasnya, melihat sekelilingnya “Sungguh kekanak-kanakan”

“Kau mau apa?”

Amber menatap Kai “Aku ingin menggantikan posisi yeoja tadi”

Kai tersenyum licik “Kalau begitu jilat sepatuku” Kai mengangakat kakinya, meminta Amber untuk membersihkan sepatunya.

Amber tersenyum “Tentu saja” angguk Amber.

“Tapi sebelumnya, aku merasa tenggorokan aku merasa tidak enak” Amber memegang tenggorokannya dan melihat seseorang yang memegang ice cream “Ah!”

Amber menghampiri orang tersebut “Boleh aku minta ice creammu?” tanya Amber.

“Ten-ten-tentu” yeoja itu memberikan ice cream kepada Amber.

Amber mulai menjilat ice cream vanilla tersebut “Wah enak sekali”

Amber berjalan mendekati Kai dan “Ups!”

Kai menatap geram Amber, melihat sepatunya tambah kotor karena tumpahan ice cream.

“Aku tidak sengaja” ucap Amber.

“Kau!!” Kai mengepal tangannya, mencoba memukul Amber tapi Amber berhasil menepisnya.

Tak mau kalah, Amber berusaha memukul Kai dan kena di wajahnya “Yeaah!!” seketika murid-murid sorak sorai, karena selama ini tak ada yang berani melawan mereka, Tentu saja pukulan Amber adalah pukulan yang mewakili mereka.

Kai memegang wajahnya, kembali menyerang Amber dengan mengenai bibir Amber hingga berdarah, Amber menatap Kai “Dasar kau!” Amber menghujani Kai dengan pukulan hingga membuatnya terjatuh.

“Hentikan!!” Kai dan Amber melihat ke arah sumber suara.

Matanya melihat sosok yeoja yang berdiri tak jauh dari mereka, Amber bangun dari tubuh Kai yang baru saja dia pukuli karena merasa kesal.

Amber menatap Krystal, begitu juga dengan Krystal yang menatap Amber. Tapi tatapan Krystal tak lama, “Kwaenchana?” ucap Krystal pada Kai dan membantunya bangun.

Amber tersenyum tipis dengan menarik nafasnya “Pas sekali, sungguh menyenangkan melihat kalian berdua bersama”

“Hentikan semua kegilaanmu, apa kau tidak puas dengan terus meganggu?”

Amber hanya diam, ntah apa yang membuatnya kali in diam.

“Ada apa ini!!” teriak guru.

“Bubar semua!!”

“Krystal tolong bawa Kai ke ruang kesehatan dan kau Amber, ikut aku ke ruangan” ucap guru tersebut.

Tapi Amber hanya diam, matanya menatap Krystal yang membantu Kai. “Amber Liu apa kau dengar?!” Amber hanya tersenyum tipis.

Ruang Kepala Sekolah

“Aku kira kau akan berubah Amber Liu” tatap kepala sekolah kepada Amber yang duduk di depannya.

“Kau selalu mendapatkan catatan buruk, dan sekarang kau mengulang kembali. Tuan Jay menitipkanmu kepadaku agar kau bisa berubah”

“Aku hanya memberikan pelajaran kepada namja breng…”

“Hentikan! jaga sikapmu Amber Liu, kau hanya anak titipan dari Tuan Jay. Kalau bukan tuan Jay yang meminta kau tidak akan bisa sekolah disini. Lagi pula kau bukan siapa-siapa, kau bukan anak orang kaya maupun pewaris kekayaan. Jaga perilakmu Amber Liu!”

Amber keluar dari ruangan kepala sekolah, Amber berjalan sepanjang koridor dan memutuskan untuk tidak masuk kelas. Amber duduk kursi taman, “Aneh sekali, mengapa hatiku seperti ini. Rasanya seperti marah, sedih, ingin meluapkan semuanya tapi tak bisa. Aku merasa hati ini tak enak, seperti tak memiliki gairah. Aku seperti ini bukan karena aku menjadi sok pahlawan, wajahku yang lebam atau kepala sekolah yang memarahiku tapi, tapi aku merasakan hati yang tak karuan karena dirinya, iya karena Krystal. Aku tidak tahu mengapa aku bisa menyebut namanya tapi aku tahu alasan mengapa aku seperti ini adalah karena dia.

At class

Krystal Pov

Bel sudah berdering, gurupun sudah masuk kedalam kelas tapi aku masih belum melihatnya. Mengapa dia begitu lama di ruang kepala sekolah? apa dia dapat hukuman? haish lagi pula mengapa dia menjadi ikut campur!

Aggh aku tidak bisa berhenti membayangkan tatapan matanya padaku, matanya begitu sedih. Bahkan aku bisa merasakannya, aku tidak bermaksud untuk tidak menolongnya, hanya saja jika tidak ku hentikan maka Kai akan terus memukulnya, dan juga aku merasa tak pantas untuk menolongnya karena aku dan Kai adalah orang yang sama. Bagaimana bisa aku menolong Amber yang ingin membela seseorang sedangkan aku adalah orang yang sama kejamnya seperti Kai.

Jung’s House

Aku membuka pintu kamarku, kakiku melangkah mendekati kamarnya yang tak jauh dari kamarku. Sudah 3 hari aku tak berbicara padanya, apakah dia marah padaku? rasanya begitu aneh jika dia tidak megangguku, ntahlah seperti ada sesuatu yang kurindukan walaupun menjengkelkan.

Sudah 4 hari ini juga dia pulang malam, aku dengar dari Sulli dia sedang berlatih keras untuk pemilihan tim nasional dan pemilihan timnya adalah besok. Aku yakin dia begitu kerja keras.

Next day 

Author Pov

Tak seperti biasanya Krystal terlihat bangun pagi dan siap-siap berangkat sekolah, Krystal sudah rapih dengan seragamnya dan membuka pintu kamarnya.

Krystal melangkah keluar dari kamarnya dengan kotak di tangannya, Krystal melangkah dengan matanya yang menatap pintu Amber.

Krystal menatap pintu Amber, menatap nya cukup lama hingga Krystal memutuskan untuk menaruh kotak berwarna putih di depan pintu kamarnya.

Krystal menghela nafasnya, kembali menatap pintu kamarnya hingga dia memutuskan untuk pergi.

Tak lama kemudian Amber membuka pintu kamarnya bersiap untuk pergi, tetapi langkahnya terhenti ketika melihat kotak putih di depan pintu kamarnya.

“Apa ini?” bingung Amber.

Amber mengambil kotak putih itu, menatapnya heran dan memutuskan untuk membukanya.

“Wah!” Amber terkejut ketika isinya adalah “Sandwich!! daebak!!” girang Amber.

“Oh apa ini?” Amber melihat kertas berwarna putih kotak tersebut.

“Makanlah sebelum bertanding dan harus di habiskan karena ini buatanku! Semangat stupid llama ^^”

Ntah mengapa Amber tersenyum lebar, hatinya berbunga-bunga bahagia hanya karena kotak ini “Haish! ada apa denganku”

Empire School

Amber berjalan menuju gedung olahraga dengan senyuman di wajahnya, membuat murid-murid heran dengan tingkah Amber.

Kelima sahabatnya menatap aneh “Ada apa dengannya?”

“Apa dia jadi gila?”

“Beberapa hari yang lalu wajahnya terlihat buruk dan hari ini dia tersenyum seperti orang yang kehilangan akal sehat”

Amber hanya diam, menghiraukan perkataan dari sahabat-sahabatnya.

Henry mendekati Amber, mencoba mengambil kotak yang selalu di pegang Amber “Ya!”

“Ya! mengapa kau galak sekali” Amber langsung menjauhkan kotak makannya tersebut dari Henry.

“Aku cuma ingin tahu itu apa? apa itu kotak makanan? sepertinya itu sangat enak” ucap Henry.

“Tidak!”

“Haish berbagilah, pelit sekali”

Ketika mereka asik berbicara, seorang murid belari dengan cepat menuju Amber.

“Amber!” teriaknya dari kejauhan hingga membuat dirinya menengok.

Amber menatap heran namja yang belari itu “Amber!”

“Ada apa denganmu?” tanya Amber.

“Gawat!”

“Gawat apanya?” tanya Amber.

“Krystal…”

Saat mendengar namanya, hati Amber menjadi gusar “Ada apa dengannya?!”

“Krystal pingsan!”

Amber begitu terkejut mendegarnya hingga dia langsung belari tanpa memikirkan apapun selain Krystal.

Amber belari dengan kotak makan yang dia pegang terjatuh, Amber terus belari.

Kelas begitu ramai, “Amber!” teriak Luna.

Amber diam mematung, melihat wajah Krystal yang begitu pucat. Amber belari ke arah Krystal, memegang kepalanya. Mengangkat tubuhnya yang terasa dingin.

Amber megendong Krystal dengan bridal style menuju mobil Krystal, seketika semua bodyguard Krystal menjadi panik, “Cepat buka pintunya!” perintah Amber.

Amber memasukan Krystal ke dalam mobil, “Cepat bawa ke rumah sakit terdekat!”

“Krystal bertahanlah”

Hospital

Tak butuh lama, Krystal segera dimasukan kedalam ruangan khusus.

Amber duduk di depan ruangan dengan menududkan kepalanya, hatinya begitu cemas. Baru kali ini dirinya melihat Krystal yang begitu lemah.

Amber terlihat mondar-mandir di depan ruangan Krystal dengan seketaris Kim yang berusaha menengakan Amber.

“Keluaraga Jung”

Seketaris Kim dan Amber menemui dokter “Bagaimana dengan Krystal?”

“Aku rasa nona Jung mengalami kelelahan akibat anemia yang di idapnya”

“Anemia?” ucap Amber.

“Ya. Untuk beberapa hari ini, nona Jung harus banya istirahat dan harus menjaga kesehatannya” ucap dokter.

Jung’s House 10.30 PM

Krystal Pov

“Erghhh” mengapa aku begitu lemas, kepalaku sedikit pusing dan tenggorokan ku sedikit sakit.

“Nona muda Jung”

Ku buka mata ini perlahan, “Kau sudah sadar?”

“Seketaris Kim”

“Syukurlah”

“Ada apa ini?” tanyaku padanya.

Seketaris Kim menatapku “Kau pingsan nona muda Jung”

“Pingsan?!!” bagaimana bisa aku pingsan?

“Kau kelelahan, kau pingsan di dalam kelas dan untung saja Amber segera membawamu ke Rumah sakit”

“Apa?! Amber membawaku ke Rumah sakit?!!”

Amber membawaku ke rumah sakit? lalu bagaimana dengan pertandingannya! dasar llama bodoh!

“Dimana dia sekarang?”

“Amber berada di kamarnya nona muda Jung”

Aku bangun dari tempat tidurku “Nona muda Jung, tapi anda harus istirahat”

“Aku hanya ke kamarnya, seketaris Kim”

Aku berjalan menuju kamarnya, haish bagaimana ini? apa aku harus mengetuk kamarnya? dan masuk begitu saja. Tapi aku aaaghhhh bagaimana ini!

Tenanglah Krystal tenang, dia hanya Amber, yap Amber llama!

Author Pov

Dengan berani Krystal membuka pintu kamar Amber “Click”

Krystal membuka kamar Amber, kamar yang tak pernah dia masuki sebelumnya.

“Waaah” ternyata suara Krystal membuat Amber kaget.

“Ya! apa yang kau lakukan di kamarku!” kaget Amber dengan langsung meletakan stik PS4 milikinya.

“Tidak ada, hanya ingin ke kamarmu saja, emang tidak boleh?”

“Tidak boleh! aku tidak mengizinkamu masuk kamarku!”

Krystal mulai berjalan melihat-lihat kamar Amber “Mengapa tidak boleh? aku kan tunanganmu” ntah mengapa ucapan Krystal membuat wajah Amber menjadi memerah.

“Haish terserah dirimu, tapi kau tidak boleh mengacak!” ucap Amber yang di hiraukan Krystaal.

“Wah aku tidak tahu kau suka membaca buku” Krystal memperhatikan rak buku kecil Amber yang terusun rapih.

“Haish jangan disentuh!” Amber mendekati Krystal.

“Mengapa tidak boleh? apa jangan-jangan ada majalah prono?” lirik Krystal curiga.

“Haish jangan menatapku seperti itu! mengapa kau ini selalu berfikir buruk tentangku” bela Amber,

“Karena itu memang dirimu” lanjut Krystal menglilingi kamar Amber.

Krystal tersenyum saat memegang sebuah bingkai foto “Wajahmu lucu saat masih kecil tapi mengapa kau berubah menjadi jelek dan menyebalkan”

Amber hanya menghela nafasnya mencoba untuk sabar.

Kini matanya tertarik pada piano hitam di ujung kamarnya “Kau bisa main piano?”

“Tentu saja, kalau tidak bisa buat apa aku menaruhnya dikamar”

“Kalau begitu mainkan satu lagu untukku!” pinta Krystal.

“Tidak mau, ini sudah malam!” tolak Amber.

“Cepat mainkan! apa kau lupa dengan perjanjian kita. Bahwa siapa yang kalah maka..”

“Arrasso arrasso!”

Krystal tersenyum puas ketika Amber menururi perintahnya “Duduk” perintah Amber kepada Krystal.

Krystal dan Amber duduk bersebelahan dengan Amber yang bersiap memainkan piano miliknya.

Amber mulai memainkan jarinya, alunan lagu mulai terdengar indah di telinga Krystal. Jari-jari Amber bermain dengan indah, Krystal sedikit melirik wajah Amber, rambutnya sedikit menutupi bagaian samping wajahnya tapi Krystal masih bisa sedikit melihat ekspresi wajahnya.

Krystal larut dalam alunan musik yang diberikan Amber padanya, suasana menjadi hangat dan begitu indah.

(Amber mainkan lagu Bruno Mars yang Versace on the floor hehe)

Setelah bermain piano dalam 4 menit Amber mengakhiri pianonya “Bagaiamana baguskan?” ucap Amber dengan melihat ke arah Krystal.

Tak disangka mata mereka bertemu, menatap satu sama lain. Tenggelam dalam pikiran masing-masing. Matanya begitu menghanyutka, begitu damai hanya melihat matanya.

Tak ingin terus larut Amber berhenti menatap Krystal karena dia tak sanggup jatuh lebih dalam “Haish bagaimana menurutmu?”

“Bagus” senyum Krystal yang semakin membuat Amber tak karuan.

“Tentu saja” bangga Amber.

“Biane”

Amber langsung terkejut dengan ucapan Amber “Mwo?”

“Tidak ada” ucap Krystal yang membuang wajahnya.

Amber tersenyum “Kiyowo”

“Apa?” tanya Krystal

“Kau lucu, apa kau tidak tahu itu?”

Krystal hanya diam wajahnya sedikit memerah “Biane stupid llama, karena diriku kau tak bisa…”

“Sssstt sudah tidak usah dibahas, yang terpenting adalah kau saat ini baik-baik saja” senyum Amber meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja

“Apa kau yakin? bukankah kau ingin sekali masuk tim nasional” tatap Krystal.

“Sudahlah, mungkin bukan jalanku. Lagi pula jika aku masuk tim, aku tidak ada waktu lagi untuk meganggumu hahaha”

Krystal memukul lengan Amber “Dasar stupid llama”

“Apa tidak ada panggilan yang lain? seperti pangeran atau apa begitu” komplen Amber.

Krystal terlihat berikir “Bagaimana kalau servant!”

“Servant? yang benar saja, mengapa tidak pangeran atau raja tampan?”

“Itu tidak cocok padamu! lagi pula kau harus menuruti semua perintahku!”

“Hufhh baiklah princess” keluh Amber.

“Mwo?”

Amber menatap Krystal “Ehmm sebenarnya sudah lama aku ingin memanggil princess, hanya saja aku takut kepalamu menjadi besar hahaha”

“Ya!”

“Lihat-lihat belum apa-apa kepalamu sudah keluar tanduk!” ejek Amber dengan kabur menjauhi Krystal.

“Sini kau stupid llama!”

Amber memasang wajah jelek kepada Krystal “Weeee, sini kejar aku penyihir hahaha”

“Kemari kau llama!!”

“Hahahaha”


 

Sorry author updatenya lama, seharusnya minggu kemarin sudah di share tapi pas author publish eh malah gak bisa alhasil jadi pada gak ke save dan harus ngulang lagi dari awal.

 

Someday 10

Amber POV 

“Oaaahhhh” kurebahkan badanku di kasur yang empuk ini. Tidak ada hari yang melelahkan selain sekolah! haish mengapa di dunia ini harus ada sekolah? benar-benar tidak menyenangkan dan begitu membosankan!

Ku ambil ponsel yang berada disaku celanaku untuk mengecek pesan yang masuk 4 pesan masuk” hmmm Ailee, Eric, Eomma dan Tuan Jay Jung. Yap, tuan Jay Jung hampir setiap hari mengirim pesan teks kepadaku atau pun lewat sosial media lainnya.

From : Tuan Jay Jung

“Amber bagaimana sekolahmu? aku harap kau tidak menimbulkan banyak masalah selama disekolah barumu ini dan jangan lupa pesanku untuk menjaga cucungku tercinta. Aku ingin kau selalu ada di sampingnya, aku tahu ini tak mudah tapi tolong jaga dia untukku Amber, hanya kau yang bisa kupercaya. Kuserahkan Soojung kepadamu, jaga dia baik-baik”

Hufhh tentu saja, setiap hari tuan Jay Jung selalu memintaku untuk menjaga Krystal. Aku tahu ini sudah menjadi tanggung jawabku untuk menjaganya tapi apa kalian tidak lihat Krystal selalu dijaga begitu ketat? lagipula siapa yang akan macam-macam dengannya? haish! merepotkan sekali. Jika penyihir itu terjadi apa-apa maka Tuan Jay Jung akan marah padaku dan semua yang kumiliki saat ini akan sirna!

Tidak akan kubiarkan! ingat hanya 1 tahun Amber Liu! setelah itu kau akan mendapatkan perusahaan di California dan tidak akan jatuh miskin lagi!

Aghh tapi masalahnya dia itu penyihir! aku benar-benar tidak tahan padanya, tidak tahan dengan tatapan serta sikapnya yg membuatku mati kedinginan.

“Oh!” tiba-tiba aku ingat bahwa dia sudah 2 hari ini tidak sekolah.

Aku berjalan menuju arah pintu, ku buka pintu kamarku dan sedikit mengintip kearah pintu kamarnya yang tak begitu jauh dari kamarku.

Hmm lihat, pintu kamarnya masih tertutup rapat. Sebenarnya apa yang dia lakukan? apa dia menjadi depersi? apa dia tidak ingin sekolah lagi? haish pemikirannya mengapa sempit sekali!

“Tuan Amber”

“Oah! kau mengagetkanku!” ku elus dada ini karena seorang pelayan mengagetkanku.

“Maaf membuatmu kaget hanya saja aku ingin memberitahu bahwa makan malam sudah siap”

“Hmh baiklah aku akan segera turun”

Aku masih melihat kamarnya “Kalau dia ada apa-apa tuan Jay Jung akan murka padaku!” ah sudahlah aku makan dulu saja.

Seperti biasa meja makan terasa sepi, hanya aku dimeja sebesar ini dengan makanan yang banyak. Hmm rasanya tidak enak makan sendiri begini, biasanya kalau makan malam aku akan bersama eomma atau adiku, walaupun meja makan dirumahku kecil setidaknya begitu hangat. Tidak seperti ini, apa kehidupan orang kaya seperti ini? merasa sepi dan sunyi.

Saat aku mengunyah makanan ada sesuatu yang menarik perhatianku, seorang pelayan wanita setengah baya membawa makanan ke atas.

Kutaruh sendokku, mataku mencari seseorang tapi tak ada “Mana dia?”

“Hei” panggilku kepada salah satu pelayan.

“Ya tuan muda”

“Bisakah kau panggilkan Tae?” pintaku.

“Tae? oh maksut tuan adalah seketaris Kim?”

“Yap”

“Baiklah tunggu sebentar”

Tak berapa lama kemudian Taeyeon datang, haish lihat dia. Apa dia tidak bosan memakai baju rapih terus?

“Selamat malam tuan muda Amber Liu” ckckck mengapa dia begitu sopan sekali!

“Sudahku bilang panggil saja Amber”

“Ah nde” senyumnya.

“Ada yang bisaku bantu”

Sebelum mulai percakapan aku meminum segelas air putih “Duduklah”

“Aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu Tae”

“Tentu saja”

“Mengapa Krystal tidak makan dibawah? mengapa pelayan harus memberikan makanan ke ruangannya? apa dia tidak diajari tata krama bahwa tidak boleh makan dikamar?” kataku sok pintar haha.

“Nona muda Jung saat ini tidak ingin makan di meja makan”

“Apa karena aku? apa dia masih membenciku? aigooo anak itu” ku gelengkan kepalaku.

“Dan kau tahu kan Tae dia sudah 2 hari tidak sekolah, apa kau tidak bisa membujuknya hah?”

“Kami sudah berusaha, tapi nona muda Jung begitu keras kepala sulit untuk membujuknya. Jika ada sesuatu yang tidak dia suka maka dia bisa berhari-hari didalam kamarnya” ucap Taeyeon.

“Hmmm manja sekali penyihir itu. Mau sampai kapan dia di kamar? mau sampai dia menyukaiku? hahaha, sudahlah nanti juga turun sendiri. Aku kekamar, selamat malam Tae”

Taeyeon membungkukan badanya padaku, dan aku merasa ngantuk.

2 hari kemudian

“Benar-benar keras kepala! apa kepala dia itu terbuat dari batu? sudah 4 hari dia tidak keluar dari kamar! haishh, bikin kepalaku sakit saja”

Aku duduk didepan kamarku, menatap pintunya yang ingin sekali ku dobrak dan menyeretnya keluar.

“Hei hei!”

Aku langsung bangun dari duduk sila ku dan memanggil pelayan yang biasa mengantar Krystal makanan “Kau akan memberikan makanan ini padanya bukan?”

“Ya tuan muda Amber”

“Biar aku saja” aku merebut paksa dari tangannya.

“Tapi tuan, nona muda pasti akan marah”

“Ku antar makanan ini, kau yang mengetuk pintunya oke!”

“Tapi..”

“Haish apa kau mau dia tidak keluar kamar! ayo cepat”

“Ya-ya”

Aku dan pelayan wanita paruh baya ini berjalan menuju kamar Krystal, kulihat menu makanannya malam ini.

“Daging” aku rasa dia menyukai daging, karena sudah beberapa hari ini aku melihat pelayan membawa menu yang sama.

Kini kami berhenti tepat di depan kamar Krystal.

Ku hela nafas ini ntah mengapa aku menjadi cemas. Ku langkahkan kakiku tepat hanya dua jengkal dari pintu kamarnya.

Kuberikan isyarat kepada pelayan agar mengetuk kamar Krystal dan memanggilnya.

“Tok tok tok” pintu kamarnya mulai diketuk.

Sial! mengapa aku menjadi deg-degan!

“Nona muda Krystal, makan malamu sudah kami siapkan” ucap pelayan.

Ku hela lagi nafasku, tanganku sedikit gemetar dengan memgang nampan berisi daging dan jus mangga.

Ku pejamkan mata ini, menunggunya membuka pintu kamar.

Dan…

“Ckrek” Krystal memegang gagang pintu dan bersiap membukanya.

Dan…..

Ntah hal bodoh apa yang kulakukan hingga aku memberikan senyuman untuknya dengan mengucapkan “Hai”

Author Pov

“Duuuummmmmm!!!!” pintu dibanting keras oleh Krystal. Membuat Amber menjadi kaget, bagaimana tidak, wajahnya hanya beberpa inci dari pintu kamar Krystal.

Jantung Amber berdebar-debar “Haishh ya!!! apa kau tidak bisa menutup pintu dengan sopan hah?! kau tidak tahu wajah dan telingaku hampir rusak! haishh dasar penyihir!” Amber mengelus elus dadanya. 

“lihat, lihat aku tidak salah bukan memanggilmu penyihir! lihat sikapmu itu, apa kau tidak tahu semua orang mengkhawatirkanmu! apa kau pikir kau tuan putri! kau bukan tuan putri kau itu penyihir!” teriak Amber kesal.

“Tuan Amber sudah-sudah” leray pelayan.

“Ahjumma kau diam saja, aku akan memberi pelajaran kepada penyihir ini” geram Amber dengan menggulung lengan seragamnya.

“Ya!! kalau berani kau keluar! keluar dari kamarmu itu penyihir, apa kau takut denganku hah? kau penyihir keluarlah, berhentilah bersikap seperti anak kecil! kau pikir kau siapa! kau hanyalah penyihir yang egois dan….”

“Ckrek” pintu kembali terbuka dan…

“Byurrrr”

Mata Amber terpejam, merasakan air dingin yang mengenai wajahnya. Krystal menyiram segelas air ke wajah Amber agar dia berhenti bicara.

“Apa yang kau lakukan!” geram Amber.

“Agar kau diam llama bodoh” dingin Krystal.

Krystal mulai kembali memegang gagang pintunya, berencana menutup kembali pintu kamarnya.

Tapi Amber tidak tinggal diam, Amber menyelipkan kakinya di pintu Krystal saat Krystal ingin menutup pintu kamarnya. Sayangnya Krystal menutup begitu keras kamarnya hingga membuat Amber menjerit kesakitan.

“Aaaaaagggghhhhh!!!”

Krystal terkejut, Amber terjatuh lemas dengan memegang kaki kananya.

“Aaaaghhhh kakiku! kakiku putus!!!” teriak Amber yang membuat satu rumah menjadi datang menghampirinya.

“Tuan muda Amber”

“Kakikuuu, kakikuuuu sangat sakit! aku tidak mau kakiku di amputasi!!” teriak Amber kesakitan dan membuat satu rumah cemas.

“Agghh bagaimana ini! aku tidak ingin memakai kaki palsu!!”

“Kakikuuuuuuuu!!”

Tapi tidak untuk Krystal, Krystal hanya memandang nya dengan ekspresi wajah “WTF?!”

Dengan mata yang merah, Amber menatap wajah Krystal “Ini semua gara-gara kau” ucapnya dengan memegang kaki.

“Aku? apa kau sudah gila? jelas-jelas kakimu yang menghalangi pintuku dan aku tidak tahu kakimu ada di pintuku llama bodoh!”

“Lihat lihat! bukanya minta maaf kau malah mengataiku llama bodoh, mengapa kau begitu jahat! kau begitu jahat dan lihat kakiku hampir putus karenamu”

Krystal memasang wajah jengkel “Sudahlah aku tidak ada waktu untuk berdebat dengan orang sepertimu”

Krystal kembali ingin menutup pintu tapi lagi-lagi Amber mencegahnya dengan tangan kanannya. Kali ini pintu yang ditutup tidak begitu keras.

“Aaaaaaggghhh!!!!” Amber kembali berteriak dan membuat Krystal dan semuanya terkejut.

“Kali ini tanganku!!!” teriak Amber memegang tangan kanannya.

“Tangan dan kakiku putus!!!”

Amber beguling-guling kesakitan hingga badannya menyelinap masuk ke kamar Krystal.

“Ya!! apa yang kau lakukan!” teriak Krystal.

Amber terdiam, dia menjadi diam saat masuk ke kamar Krystal dengan terduduk dilantai megenggam tangannya yang cukup sakit.

“Jadi seperti ini kamarnya, hmm baunya begitu menghipnotis. wangi sekali, kamarnya begitu indah. Benar-benar seperti  kamar putri raja” pikir Amber.

luxury-bedroom-photoreal-3d-model-max.jpg

“Keluar dari kamarku llama bodoh!”

Teriakan Krystal membuat Amber kembali ke dunia nyata, dia menghela nafasnya. Amber berusaha untuk berdiri dengan kakinya yang sakit tentu dengan wajahnya yg merah karena menahan sakit.

“Keluar dari kamarku atau kau kupanggil polisi!”

Amber tertawa kecil “Kau ingin panggil polisi? atas dasar apa? apa kau lupa aku tunanganmu, apakah ada dalam peraturan bahwa tunanganya tidak boleh masuk kekamar pasangannya?” ucap Amber.

Krystal semakin geram, kepalanya mulai berasap “Kalian” tunjuk Krystal kepada pelayan-pelayannya.

“Cepat keluarkan llama bodoh ini dari kamarku!!” tegas Krystal.

Krystal menatap bingung, tak ada satupun pelayannya yang patuh “Tinggalkan kami” ucap Amber kepada pelayan.

“What??” Krystal semakin heran karena mereka semua menuruti perintah Amber. Ini semua adalah perintah dari Jay Jung, bahwa perintah Amber harus dituruti bila untuk kebaikan Krystal.

Amber menatap sekeliling kamar Krystal dengan rambut yang sedikit basah, tangan yang merah serta kakinya yang sedikit bengkak.

“Keluar dari kamarku! aku tidak suka bila ada orang lain masuk kedalam kamarku!”

Amber masih terdiam, Amber masih terpesona oleh kamar Krystal.

“Apa kau tuli?”

Amber menghela nafasnya, menatap wajah Krystal “Aku tidak ingin keluar”

Krystal tertawa sini “Mwo? keluarlah, aku tidak ingin bermain-main!”

“Apa kau pikir aku main-main hah? apa kau tidak lihat tanganku! lihat kakiku dan lihat ini bajuku serta rambutku yang kau siram dengan air dingin!” Krystal membuang muka.

“Aku tidak main-main, aku melakukan semua ini agar kau keluar dari kamar! apa kau tidak sadar kau tidak keluar dari kamar selama 4 hari berturut-turut?”

“Apa pedulimu, urus saja dirimu” Ketus Krystal.

“Haishh anak ini, jangan keras kepala. Apa kau tidak tahu teman-temanmu mencarimu! apa kau tidak tahu semua fans-fansmu menayai keberadaanmu! dan apa kau mau kepala sekolah melapor bahwa kau tidak sekolah selama 4 hari kepada tuan Jay Jung? dan terlebih lagi tidak ada yang menutupiku saat aku tertidur di kelas” jelas Amber.

“Keluar dari kamarku!”

“Tidak”

“Keluar!

“Tidak”

“Keluar!

“Tidak, tidak dan tidak sebelum kau berjanji akan pergi ke sekolah besok pagi!”

Krystal menghela nafasnya “Kalau tidak, aku tidak akan keluar dari kamar ini dan tentunya tidur disini” senyum Amber.

“Apa? haishhh!” kesal Krystal.

Krystal terlihat berfikir keras “Agh! kau!”

“Bagaimana? tidak apa-apa jika kau tidak ingin sekolah tapi aku akan tidur disini bersama…”

“Stop!! oke baiklah! aku akan pergi sekolah, puas?!”

Amber tersenyum lebar “Haha baiklah, tapi jika kau berbohong aku akan melakukan hal gila lainnya”

“Aku berjanji, puas”

“Baiklah” Amber keluar dari kamar Krystal dan setelah Amber keluar Krystal segera menutup pintu kamarnya.

“Huffh perjuangan yang begitu keras, kalau tidak seperti ini maka tuan Jay akan marah dan aku akan kehilangan segalanya” ucap Amber.

Next day Krystal Pov

Benar-benar membuatku gila! mengapa aku harus bertemu dengan orang yang menyebalkan seperti dia! bagaimana bisa dia mengancamku dengan tidur dikamar ini, bersamaku, apa itu tidak gila?

Aku bercemin, menatap diriku di kaca “Mengapa kau bernasib sial” ku pejamkan mata ini, tak tahan akan sikapnya.

“Awas saja dia”

Aku segera keluar dari kamar, menuruni anak tangga untuk menuju meja makan tapi langkahku terhenti saat melihatnya di meja makan. Pagi-pagi melihat wajahnya sudah tidak membuatku bergairah dan terlebih lagi aku satu meja dengannya? yang benar saja, aku lebih baik mati kelaparan dari pada satu meja bersamanya.

“Hei!” ntah mengapa langkah kakiku terhenti.

“Aku tahu kau tidak akan makan bersamaku, jadi aku mengalah” kubalikan badan ini.

“Sarapanlah, aku akan makan roti ini di halaman depan saja” llama bodoh itu mengunyah roti yang di pegangnnya. dan…

Ada apa dengan jalannya? dan tangan kanannya di perban? oh aku lupa, dia semalam melakukan hal gila untuk membuatku pergi kesekolah.

“Selamat pagi nona muda Jung” sapa Taeyeon. Aku tak bermaksud untuk mengabaikan kaki tangan ayahku ini, hanya saja aku terlalu malas untuk berbicara di pagi hari.

Setelah selesai makan aku begegas masuk mobil, untung saja aku tidak satu mobil dengannya! setauku dia pergi membawa motornya. Motor saat pertama kali dia kendarai disekolah pada hari pertamanya. Bukan bermaksud untuk mengingatnya hanya saja aku memiliki ingatan yang kuat.

Tak butuh lama aku sampai Empire school, sekolah yang sudah 4 hari tak ku singgahi karena aku malas melihat wajah llama bodoh itu dan marah terhadap kakek!

Aku berjalan masuk, seperti biasa mereka melihatku bagaikan diriku adalah seorang idol, mereka selalu berbisik di dekatku. Hal ini membuatku tidak suka, aku tidak suka saat orang menatapku, aku tidak suka orang berbisik menghadapku, aku tidak suka keramaian dan aku tidak suka mereka!

“Soojunggiiee!!!”

“Oh!”

“Waaaaahhh”

Tanpa pikir panjang aku memeluk mereka semua! aagh aku begitu merindukan mereka

“Ahh aku merindukanmu!!”

“Kau darimana saja! apa kau tahu kami begitu merindukanmu!”

“Jangan seperti ini lagi”

Aku hanya tersenyum mendengarnya, aghh sahabat memang bisa membuat luka pergi “Bianee aku hanya ingin menyendiri”

Kami berpelukan lagi “Ayo kita ke kelas” aku mengangguk tapi tiba-tiba ada seseorang yang menarik perhatian mereka.

Mereka melihatnya, melihat bingung “Amber kenapa? setauku kemarin dia baik-baik saja?” bingung Luna.

“Sudahlah biarkan saja, kajja!” ajaku ke kelas.

Jam pelajaran dimulai, saat ini sedang mata pelajaran bahasa inggris salah satu mata pelajaran wajib sekolah ini. Hmm aku merasa bosan, jujur saja bahasa inggrisku bagus karena aku besar di San Francisco. Jadi untuk apa aku belajar lagi.

“Krookk Krookk Krookkk” suara apa itu? seperti suara dengkuran? sepertinya suara itu tepat di belakangku.

Hmmmmm…

Ku miringkan sedikit badanku, sedikit menggeser bangku ku ke kanan. Suara dengkurannya semakin besar, lihat saja nanti.

“Baiklah anak-anak….”

Kena kau!

“Amber Liu!!” teriak guru dengan memukul penggaris ke meja.

“Aku berjanji akan menjadi anak yang rajin, pintar, sopan, rama tamah dan rajin menabung!!”

Seketika satu kelas tertawa keras, matanya masih sedikit sayu dan ditambah rambutnya yang berantakan.

Hahahhaah dasar stupid!

“Keluar dari kelas!” perintah guru.

“Huffhh arasso” aku menahan tawaku, hahahhahahha sungguh rasanya puas sekali.

Sementara itu Amber

Amber membasuh mukanya, menatap wajahnya di cermin “Haish sungguh memalukan! dia pasti sengaja tak menutupiku saat tidur tadi! awas saja dia”

 

“Krrriiingggggggg!!!”

Yes istirahat! kami bergegas menuju kantin “Wah aku begitu lapar”

Seperti biasa kami makan siang bersama, tertawa bersama dan bergosip hehe.

Ntah mengapa mataku mengarah padanya, yap. Aku tahu dia duduk di kursi tengah bersama teman-teman barunya.

“Soojungie”

“Hmm”

“Apa kau tahu akhir-akhir ini tunanganmu…”

Aku menatap Sulli dingin.

“Haha maksutku Amber, apa kau tidak tahu akhir-akhir ini dia menjadi populer?”

Populer?

“Bagaimana bisa?”

“Saat berada di gedung olahraga dia menujukkan skillnya dalam bermain basket dan itu hebat sekali! dan kau tahu, dia akan masuk tim utama Empire School”

“Tim utama?” aku tidak menyangka.

“Dan juga dia jago taekwondo” tambah Vic.

“Aku tidak peduli” lanjutku makan.

“Apa kau tidak cemburu? kudengar dia sudah memiliki fans club disekolah ini”

“Mwo? llama bodoh seperti dia memiliki fans club?” kejutku! bagaimana bisa! apa mereka semua buta.

“Aku dengar juga begitu, aku dengar anak kelas 1 banyak yang menyukainya” tambah Vic.

Aku kembali menatapnya secara tersembunyi. Haish bagaimana bisa wajah menjengkelkan seperti dia ada yang menyukai!

“Tapi Soojungie, mengapa kau tidak pernah memakai cincin tunangan kalian? Aku selalu melihat Amber memakai cincin di jarinya” polos Sulli.

“Aku tidak mau! kalau kau mau kau pakai saja” lanjutku makan.

“Krystal”

“Kai?”

“Boleh kita bicara sebentar?” aku melihat ketiga sahabatku.

“Hmm baiklah”

Ntah mengapa aku melihat tatapan llama bodoh itu terhadap diriku dan Kai. Sudahlah biarkan saja.

Aku mengikuti arah Kai berjalan dengan menuju taman belakang tempat kami biasanya menghabiskan waktu di bawah pohon rindang.

“Ada apa?”

“Aku mengkhwatirkanmu” tatapnya.

“Aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir” senyumku.

“Aku merindukanmu Krystal, apa kau tidak tahu?” aku tidak menjawab pertanyaannya. Aku tidak tahu apakah aku merindukannya juga atau tidak.

“Krystal” dia melangkah ke arahku, bahkan aku bisa mencium bau badannya. Dia memegang tanganku.

“Apa kau benar-benar mencintai tunanganmu itu?”

“Mengapa kau bertanya seperti itu?”

“Karena kau tidak pernah memakai cincin di jarimu”

Aku hanya diam, tak ingin menjawab pertanyaanya “Aku tahu kau tidak mencintainya”

Kai semakin memegang tanganku dengan erat “Biane karena aku menolakmu”

Kai semakin mendekatkan dirinya kepadaku, aku tidak tahu maksutnya apa tapi sepertinya dia ingin… ingin menciumku. Bagaimana ini? Aku tidak tahu perasaanku saat ini kepadanya tapi aku tidak bisa menerima ciumannya, aku ingin menghindar tapi dia memegangku begitu erat. Aku bingung dengan perasaanku.

Tuhan tolong selamatkan aku!

“Brruuukkkk!!”

Aku mendengar suara, dan untung saja suara itu dapat mengalihkan situasi kami saat ini. Kami sama-sama melihat ke arah sumber suara yang cukup kuat, seperti ada sesuatu yang jatuh.

Dan benar saja…..

“Amber??” What?!! apa yang dia lakukan disini!! datang dari mana dia?!! apa dari tadi dia bersembunyi di atas pohon? tentu saja aku melihat rambutnya yang penuh daun dan ranting.

“Apa yang kau lakukan!” kesal Kai.

Dia bangun dan merapihkan bajunya tentu saja dengan wajah bodohnya “Hahahaha tidak ada! hahahha benar-benar tidak ada”

“Apa kau menguping?” tanya Kai.

“Menguping? bu-bu-buat apa! aku tidak peduli dengan urusan kalian! aku juga memiliki banyak urusan!” aku hanya menatapnya yang begitu berantakan.

“Lalu apa yang kau lakukan, apa yang kau lakukan dari tadi hingga kau jatuh dari pohon kalau bukan menguping dan mengintip!”

“Aigoooo namja ini mengapa dia menggila? ya! aku ke sini karena aku sedang dalam tugas karya ilmiah yaitu meneliti telur burung yang berada di atas pohon! apa kau tidak mengerti? pabo”

Telur burung? dasar bodoh, aku ingin tertawa mendengar buwalannya.

“Kau kira aku bodoh sepertimu hah?”

“Haishh sudah menuduhku sekarang kau bilang aku bodoh!”

llama bodoh ini melangkah maju mendekati kami “Kalau kau tidak percaya tanya saja Krystal!”

Aku? mengapa aku? Kai menatapku bingung.

“Kita punya tugas karya ilmiah mengenai telur burung bukan? kau tidak lupa tugas itu kan?” aku menatapnya bicara.

“Krystal benarkah itu?” tanya Kai

Aku tidak tahu harus jawab apa, tetapi…

“Y-y-ya”

“Haha sudahku bilang aku tidak berbohong! kau malah menuduhku, hati hati bila bicara!”

Kai masih heran dan masih tidak percaya.

“Ayo Krystal kita kerjakan tugas kita, kau tahu bukan guru yang mengajar begitu galak! ayo cepat kita kerjakan”

Aku benar-benar di buat bingung akan situasi saat ini “Ayo! apa kau ingin dihukum?”

“Tidak”

“Jadi ayo kita kerjakan, kita cari pohon lain. Kita cari pohon yang lebih indah” senyumnya.

Ntah mengapa dan tak kusadari aku mengikuti langkahnya.

Aku, aku meninggalkan Kai begitu saja, meninggalkannya seperti dia tak ada.

Dan aku..

Aku mengikuti langkah kaki llama bodoh ini untuk pergi menjauhi Kai.

Mengapa harus Kai yang ku jauhi? mengapa bukan kau? mengapa bukan llama bodoh ini yang selalu membuatku kesal? selalu membuatku ingin mencekiknya.

Aku tidak tahu, aku terus mengikuti langkahnya. Mendengarnya bicara tapi tak bisa ku dengar dengan jelas karena aku terlalu larut dalam pikiranku.

Mengapa aku memilih llama bodoh ini, mengapa aku meninggalkan Kai?

Jangan tanyakan aku alasannya.

Karena aku tidak tahu.

 

————————————————————————

Someday 9

 

Empire School

Bel berdiring, murid-murid mulai masuk gerbang sekolah Empire School

“Hei minggir-minggir mereka datang”

“Itu Krystal, aku dengar dia baru tunangan”

“Benarkah? wah mengapa aku tidak tahu”

“Namja yang beruntung, bagaimana caranya bisa menaklukkan hatinya?”

“Krystal milikku! tidak ada satupun yang boleh menyentuhnya”

Sudah beberapa hari ini semua murid menjadi ribut dan ricuh ketika berita Krystal muncul bahwa dia sudah bertunangan. Banyak namja dan yeoja menjadi patah hati karena Krystal. Krystal, Vic, Sull dan Luna mulai memasuki pintu utama sekolah. Semua mata tertuju kepada mereka ber4.

“Aku langsung masuk kelas saja” pinta Krystal.

Krystal memandang sekitar, Krystal merasa risih dengan tatapan orang-orang padanya, Krystal mulai mempercepat.

“Krystal”

Krystal menatap matanya “Ada apa?”

“Bisa kita bicara sebentar?” ucap Kai.

Krystal mengikuti langkah Kai menuju lorong yang sepi, Kai menghentikan langkahnya dan menatap Krystal yang berada di belakangnya.

Kai menghela nafasnya “Beberapa hari ini kau selalu mengindar dariku, aku menelfon tapi tidak kau angkat aku mengirim pesan singkat juga tak kau balas. Ada apa denganmu?”

“Tidak ada”

Kai menatap Krystal serius “Tidak mungkin, tidak mungkin kau secepat ini tunangan Krystal. Kau hanya main-main kan?”

Krystal menatap Kai “Lalu apa urursanmu?”

“Tentu saja ini menjadi urusanku! kau…”

“Kita hanya sekedar teman bukan? tidak usah berlebihan seperti itu Kai. Bukankah kau bilang kita hanya teman” senyum sinis Krystal.

“Aku tidak bermaksud untuk menolakmu” ucap Kai.

“Lalu apa?” tatap Krystal.

“Hanya saja kau tidak percaya dengan apa yang kau katakan, maksutku kita sudah lama berteman. Sangat kau mengatakan hal seperti itu sedikit membuatku syok. Aku…”

“Sudahlah”

Kai memegang tangan Krystal “Krystal, apa kau tahu saat aku mendengar beritamu itu sungguh membuatku patah hati”

Kai mendekati Krystal “Mungkin cinta datang terlambat, aku baru menyadari perasaan ini saat kau sudah menjadi milik orang lain”

“Krystal aku sadar, aku sadar bahwa saat ini aku benar-benar menyukaimu. Menyukaimu lebih dari seorang teman” tatap Kai serius.

Krystal hanya diam, tidak merespon Kai “Maafkan aku karena telah menolakmu karena aku adalah namja yang bodoh! bagaimana bisa aku menolak yeoja sebaik dirimu Krystal”

Kai semakin mendekati Krystal “Krystal aku menyukaimu, maukah kau…..”

“Waaaaaaahhhhh!!!!!”  Krystal dan Kai menoleh kearah sumber suara.

“Ayo cepat keluar!!!” Semua murid berlarian menuju pintu sekolah.

Krystal dan Kai heran dengan apa yang terjadi saat ini.

Kai menghentikan salah satu murid dengan tangannya “Katakan padaku ada apa ini?”

Yeoja itu menarik nafasnya “Ada anak baru, aku rasa dia adalah seorang chaebol karena gaya dan motor mewahnya, sunggu tampan! sudah ya aku mau lihat dulu!!”

Kai yang biasanya sangat di idamankan para yeoja kini di tinggal begitu saja “Anak baru?”

“Aahhhhhh!!!” semua kembali berteriak seketika sekolah menjadi ramai dan bising.

Rasa penasaran Krystal begitu tinggi, baru kali ini satu sekolah berteriak karena orang lain selain bukan dirinya maupun 4 walls.

Krystal dan Kai melangkahkan kakinya, melangkah ke tempat keramaian.

“Wahhhh tampan sekalii!!”

“Sepertinya dia anak baru!”

Krystal menatap yeoja-yeoja di depannya yang kegirangan, Krystal mencari celah untuk berjalan.

“Minggir!”  Krystal terus menyelinap, menerobos orang-orang yang ada didepannya.

Hingga pada akhirnya Krystal berdiri di barisan paling depan, dengan Kai yang menyusulnya.

Krystal menghela nafasnya. Matanya sedikit menyipit, memperhatikan seseorang yang berada tak jauh didepannya. Memperhatikan dengan seksama, memperhatikan dari atas sampai bawah.

Memperhatikan gayanya yang keren. memakai seragam empire dengan Jaket kulit hitam yang dia kenakan, cincin di jari-jarinya, sepatu nike putih, rambut dark brown dengan tatanan yang rapih dengan motor mewah miliknya semakin membuat yeoja-yeoja berteriak tak karuan.

ecosse-titanium-series-rr-limited-edition_awhXE_48.jpg

(Amber’s motorcycle)

Krystal semakin pensaran, semakin mengira-ngira siapa sosok namja tersebut!

Sosok itu mulai membuka helmnya, rambutnya sedikit berantakan dengan merapihkan sedikit rambutnya. Dia mulai merapihkan pakaiannya.

Dagunya diangkat ke atas, dadanya di busungkan. Wajahnya terlihat jelas, Dan tak butuh waktu lama semua murid terpesona akan dirinya.

“Waaaahhhh”

Tapi tidak dengan Krystal.

Matanya membulat, mulutnya sedikit terbuka. Jantungnya berdebar begitu cepat! matanya tak berkedip sedetikpun. Kakinya terasa lumpuh, terasa lemas dan rasanya ingin jatuh.

Dengan sedikit gelagapan, Krystal memundurkan langkahnya. Semakin mundur hingga tubuhnya dapat ditutupi oleh orang lain.

“Krystal kau tidak apa-apa?” tanya Kai yang bingung melihat Krystal.

Krystal melihat sekeliling, Krystal memutar badannya tak memperdulikan orang yang berada di sekitarnya. Berjalan cukup cepat untuk menjauhi kerumunan murid-murid yang ricuh.

Krystal semakin mempercepat langkahnya karena dia merasa sosok itu berada dibelakangnya.

“Bruukk”  

“Soojungie apa kau tidak apa-apa?” tanya Luna.

“Kau bahkan tidak melihat jalan, kau ini kenapa? kau habis melihat hantu ya?” bingung Sulli.

Sedangkan Luna melihat seseorang yang tak asing baginya. Berjalan dengan senyuman diwajahnya, berjalan layaknya model bintang terkenal dengan yeoja-yeoja yang melihatnya.

Tak kalah dengan Krystal, Luna menjadi syok. Matanya mereka saling bertemu.

“Luna unnie, apa kau tidak apa-apa? haishhh mengapa sekarang semua orang menjadi seperti ini?” heran Sulli.

“Luna unnieee!”

Tak bisa berkata apa-apa, Luna memegang kepala Sulli. Memberikan alasan mengapa Luna dan Krystal menjadi batu.

“Ttt-ttt-tt-iddaak mungkin” ucap Sulli gemetar.

Sosok iu tersenyum “Lama tak bertemu Luna, Sulli dan Victoria”

Mereka bertiga hanya diam, sedangkan Krystal diam-diam berjalan menutupi wajahnya dengan tangannya.

Dia kembali tersenyum melihat tingkah Krystal.

“Lama tak bertemu….”

“……..”

“Tunanganku” senyumnya.

Dan seketika murid-murid menjadi ribut “Tunangan??!!”

“Apa aku tidak salah dengar?”

“Bagaimana bisa?”

“Waahh sial sekali!”

“Jadi dia tunangannya Krystal kita?”

Krystal memejamkan matanya, mengigit bibir bawahnya. Tak sanggup membuka matanya.

“Krrriiingggg” bel berdering.

“Ada apa ini rame-rame, Hei kalian semua cepat masuk kelas!” perintah guru.

Dan dengan cepat Krystal berlari ke kelasnya yang disusul Vic, Luna dan Sulli.

Amber hanya diam, menatap Krystal dari belakang “Haha aku rasa ini akan menarik”

“Kau siapa?”

Amber menatap guru yang berada disampingnya “Kau tidak kenal aku?”

“Haishh kau! kau kurang ajar sekali! siapa namamu hah! dan lihat kau memarkir motormu sembarangan, kau kira sekolah ini milikmu!” teriaknya.

Amber menggosok-gosok telingnya “Haish tidak di sekolah lama tidak di sekolah baru, tetap saja aku diteriaki. Emang aku ini maling?”

“Apa kau berkata apa?” Guru itu menggulung lengan bajunya.

Amber menatap aneh “Sudahlah aku tidak ingin membuang waktu” Amber membungkukan badannya “Annyeong haseyo Amber Liu imnida, aku adalah murid baru”

“Amber liu?” pikir guru.

“Ooooh kau adalah Amber Liu dari Jung Corp?”

Amber menghela nafas “Nde” jawabnya singkat.

Guru tersebut tertawa canggung “Hahahaha mengapa kau tidak bilang hahaha”

“Hufh yang benar saja” keluh Amber.

“Baiklah Amber kau bisa ikut saya”

Amber mengikuti guru tersebut.

Sedangkan di kelas

Krystal terlihat melamun, dia tidak tahu harus berbuat apa “Apa aku harus pindah sekolah? aku tidak ingin melihat wajahnya!” batin Krystal.

“Luna unnie”

“Hmmm” jawab Luna yang menulis.

Sulli sedikit mendekati Luna yang memperhatikan papan tulis “Apakah itu Amber?”

Luna memandang Sulli “Menurutmu?”

“Hmm tentu saja dia, hanya saja.. hanya saja mengapa dia begitu tampan” tatap Sulli dengan mata yang berbinar-binar.

Luna dengan seketika menghentikan kegiatannya “Kau benar, kau tau. Sebenarnya dari tadi aku memikirkanya” bisik Luna.

“Tapi Soojungie tidak menyukainya, padahal dia lucu. Apalagi dengan penampilannya yang sekarang” bisik Sulli.

Luna menoleh arah sampingnya, melihat Krystal yang seperti mayat hidup.

“Kasian sekali Soojungie”

“Tok tok tok”

Guru berhenti menulis dan semua murid melihat arah pintu yang terbuka.

“Maaf aku meganggu waktumu”

“Tidak apa” jawab guru.

“Aku ingin memperkenalkan murid baru untuk kelas ini”

“Murid baru?” pikir Sulli.

“Apa jangan-jangan!” Sulli dan Luna saling bertatapan dan …..

“Annyeong haseyo Amber Liu imnida” bungkuk Amber dengan senyumnya.

Krystal tersenyum jengkel “Bunuh saja aku”

Tampan sekali”

“Wah kita beruntung bisa satu kelas dengganya”

“Hei semua tenang-tenang!” pinta guru.

“Amber kau bisa duduk di belakang Krystal Jung”

“Ne”

Krystal memijat dahinya, kepalanya terasa mau pecah. Sedangkan Amber berjalan menuju bangku baru miliknya.

Amber menaruh tasnya dan menyenderkan tubuhnya di kursi, menatap Krystal dari belakang dengan senyuman di wajahnya.

Sebenarnya Amber tak berhenti tertawa di dalam hatinya.

Krystal POV

Ahhhh!!!!! aku gila! bagaimana bisa aku satu sekolah dengannya! belum lagi sekarang semua orang tahu bahwa dia adalah tunangannku dan terlebih lagi di depan Kai! apa dia sudah gila? ya ya aku lupa bahwa dia memang orang gila!

Lihat wajah bodohnya! apa dia tidak bsia berhenti tersenyum, rasanya ingin sekali ku cabik-cabik wajahnya!

Terlebih lagi dia duduk dibelakangku, apa tidak ada tempat lain di kelas ini! sungguh aku merasa risih.

“Baiklah pelajaran akan kita mulai”

Amber POV

“Hoaaaammm” membosankan sekali, ntah apa yang dibicarakan guru ini. Egh malah perutku lapar!

“Krriiingg krriiingggg” suara bel berdering.

“Yeay!” girangku.

Tapi tunggu dulu mengapa mereka menatapku? apakah suaraku terlalu kencang? “Apa lihat lihat?”

“Ehmm baiklah kita akhiri mata pelajaran hari ini, selamat siang semua”

Ku senderkan tubuh ini, sedikit ku renggangkan otot-ototku “Hoaah lelah sekali”

“Krystal tunggu” ada apa dengannya? ckckc lihat bahkan teman-temannya ditinggal olehnya.

Baiklah ayo kita ke kantin.

Aku berjalan menuju kantin, ntah mengapa semua orang menatapku. Aku tidak merasa risih, hanya saja tatapan mereka ada yang marah dan ada yang berbinar-binar.

“Hmm aku makan apa ya?” pilihku.

“Hei hei lihat itu tunangan Krystal”

“Oh jadi ini orangnya”

Haishh apa mereka membicarakanku? huffhh benar-benar luar biasa.

Makan siangku kali ini adalah hamburger dan kentang goreng, benar-benar seperti orang kaya bukan? aku mengitari kantin ini, harusku bilang bahwa kantin mewah ini cukup besar.

“Ah itu bangku kosong” ku berjalan menuju 4 bangku kosong.

Saat aku ingin duduk seseorang menarik lenganku “Ya! apa yang kau lakukan?” haish siapa orang ini? mengapa orang-orang di sekolah ini aneh-aneh.

“Kau tidak boleh duduk disini”

“Mwo? haha yang benar saja, mengapa aku tidak boleh? bukankah tempat ini kosong?” heranku.

“Haishh pokoknya tidak boleh, tempat duduk itu sudah ada yang menempati”

Menempati? aku kembali melihat, dan masih kosong. Apa namja ini gila “Siapa yang menempati? hantu? haha sudah aku ingin makan”

“Haishh tidak bisa, ayo ikut aku”

Seragamku ditarik olehnya “Yayaya! apa-apaan ini!”

Haish apa-apaan dia ini “Kau ingin ribut denganku!”

Dia menatapku “Ayo duduk, sebentar lagi juga kau tahu mengapa aku tidak mengizinkanmu duduk disana”

Hmm aneh sekali, tapi mau bagaimana lagi perutku sudah lapar.

“Baiklah selamat makan” saat aku ingin memakan hamburger double beef ku, tiba-tiba kantin menjadi ribut. Ku melihat sekeliling, ada apa ini? apa ada kebakaran?

Seketika mataku menatapnya, berjalan bagaikan model dengan wajah dinginnya, mengabaikan orang-orang disekitarnya dengan menatapnya penuh harapan, berharap tatapannya di balas olehnya. Semua murid memberi jalan kepada mereka. Haish memang dia pikir dia siapa!

“Kau lihat bukan? itu yang kumaksud”

Kutatap namja yang disampingku “Sungguh aku masih tidak mengerti”

“Haishh kau ini bodoh sekali, kau lihat kan ke4 yeoja super duper cantik! mereka itu adalah 4 walls!”

4 walls?

“Hmm bagaimana ya menjelaskannya” bingung namja tersebut.

“Jelaskan saja pelan-pelan”

“Baiklah, mereka ada 4 walls. Mereka sangat berkuasa di sekolah ini!” aku melihat wajahnya yang begitu antusias.

“Tak ada satupun yang berani kepada mereka, karena mereka bisa melakukan apa saja, kau tahu kan mereka ber4 adalah anak-anak dengan keluarga yang berpengaruh di Korea Selatan dan terlebih lagi mereka ber4 adalah yeoja yang berwajah seperti dewi dewi kayangan! selain kaya, mereka sangat di idolakan di seluruh Korea Selatan”

Hmmm jadi seperti itu, jadi mereka bagaikan ratu di sekolah ini. “Dan lihat, bangku yang ingin kau duduki tadi adalah bangku mereka. Tidak ada yang berani duduk ditempat  mereka, kalau tidak..”

“Kalau tidak?”

“Kalau tidak mereka dapat masalah”

“Haishh mereka itu preman atau apa?” bingungku.

“Ya mengapa kau berkata seperti itu! bukankah salah satu diantara mereka adalah tunanganmu, mana bisa kau berkata seperti itu!”

ckckckc lihat namja bodoh ini “Kau membela mereka?”

“Tentu saja!”

“Untungnya bagimu apa?”

“Hmm tidak ada, hanya saja aku fans berat mereka! terutama Krystal Jung! aku tahu semua tentangnya, tidak hanya Krystal tapi mereka semua Luna, Vic dan Sulli! tapi karena Krystal sudah ada yang punya, jadi kuputuskan biasku saat ini adalah Victoria” jelasnya.

Aku tatap mereka ber4 dari kejauhan, jujur saja aku tak heran mereka di idolakan “Hei, bagaimana bisa kau menjadi tunangannya Krystal kami?”

Krystal kami? mengapa banyak sekali orang-orang bodoh akhir-akhir ini “Bukankah kau tadi bicara kau tahu banyak tentang Krystal”

“Hmm tentu saja! hanya saja Krystal sedikit tertutup, sedikit sulit mengorek kepribadiannya” ucapnya.

“Jadi kau tahu banyak tentang Krystal?”

“Yap! tak hanya Krystal tapi semua nya!”

Aku mengangguk “Baiklah, apa kau bisa menjelaskan kepadaku tentang sekolah ini termasuk 4 walls”

“Tentu saja! aku akan membantu, oh iya aku lupa memperkenalkan namaku. Namaku adalah Henry, sebenrnya kita ini sebangku hahaha, hanya saja tadi aku telat. Beritamu langsung tersebar luas”

Sebegitunya apa mereka terhadap Krystal “Kurasa aku akan mati jika menyakiti Krystal”

“Haha tentu saja buddy! tapi tenang saja aku akan melindungimu”

Aku menatapnya aneh “Kenapa? bukankah kau fansnya mereka”

“Aku memang fansnya mereka, tapi bagaimanapun aku tidak bisa mendapatkan mereka. Lagi pula aku bukan sasaeng fans, dan juga lihat dirimu! haish aku rasa wajah-wajah sepertimu tidak akan mempermainkan Krystal. Dan aku juga yakin Krystal tidak akan mempermainkankmu seperti dia mempermainkan perasaan namja namja lain”

Namja-namja? “Apakah sebelumnya Krystal memiliki kekasih?” tanyaku.

Henry mengangguk “Krystal tunangnmu itu adalah seorang playgirl, banyak hanti namja yang dia patahkan hanya untuk bersenang-senang”

Hmmm jadi kau adalah seorang player Krystal Jung, “Ayo ku antar keliling” ajak Henry.

Ku berjalan menelusuri sekolah mewah ini bersama teman baruku Henry, “Hei Henry what’s up!”

Aku rasa dia cukup populer di sekolah ini “Hei” dia memang bahuku.

“Kau lihat itu?” tunjuknya mengarah ke sebuah taman, ku sedikit menyipitkan mataku.

“Lihat bukan” aku mengangguk, aku melihat beberapa yeoja-yeoja yang bisa kubilang cantik.

“Mereka adalah Red Velvet, mereka adalah yeoja-yeoja populer setela 4 walls. Mereka adalah Irene, Seulgi, Wendy, Joy dan Yeri. Cantik-cantik bukan? haha mereka adalah anak anak dari pengusaha besar dan pemilik stasiun tv”

Kami kembali berjalan, berhenti di sebuah ruangan “Kau tahu ini ruangan apa?” ku gelengkan kepalaku.

“Ruang fans club!”

What? hahaha ini sekolah atau tempat agensi hiburan? “Yang benar saja!”

“Tentu saja! di ruangan ini tempat kami membicarakan 4 walls dan kelompok lainnya! tapi kebanykan 4 walls. Disini kami berdiskusi mengenai mereka dimulai dari hari ulang tahun mereka, barang kesukaan mereka, dll”

Ku hela nafas ini, tidak percaya apa yang ku dengar “Kau ingin masuk?”

“Kau yakin menyuruhku masuk? apa kau tidak lihat mereka menatap dengan tajam seperti ingin membuangku ke laut” kulihat mereka dari luar jendela yang menatapku sinis.

“Aaah iya, mereka masih terluka karena Krystal. Ayo lanjut lagi”

Kami lanjut berjalan, kali ini kami berhenti di lapangan basket “Mereka adalah namja-namja yang populer di sekolah ini, mereka adalah Exo tapi mereka tak sekaya 4 walls”

Aku menatap mereka yang sedang asik bermain basket “Dan kau lihat namja yang berbadan tinggi itu”

Ku anggungkan kepalaku “Dia adalah Kai, dia adalah namja yang paling dekat dengan Krystal. Banyak yang mengatakan mereka berkencan tapi yang kudengar adalah hmm kalau tidak salah beberapa minggu yang lalu bahwa Krystal menyatakan cinta nya pada Kai”

Aku terkejut mendengarnya “Aku rasa itu tidak mungkin”

“Hmm aku juga tidak tahu, dan Kai menolak cintanya dan sekarang Kai kembali mengejar Krystal”

Ku berfikir sejenak “Kau mengatakan Krystal menyatakan cinta belum lama ini?”

“Yap”

Hmmm aku rasa aku tahu mengapa Krystal berbuat seperti itu.

“Krriiing kriiinggg!”

Bel berunyi, aku dan Henry kembali ke kelas.

Semua murid duduk di bangku nya masing-masing tapi bangku di depanku masih kosong. Kemana dia?

Ohh baru saja ku bicarakan. Aku malas melihatnya, kubuang wajahku untuk tidak bertatapan dengannya.

Author POV

Semua murid mulai keluar dari kelas dengan membawa tasnya masing-masing. Amber terlihat lelah di hari pertamanya sekolah. Sedangkan Krystal berusaha untuk menghindari Amber.

Amber berjalan “Tuan Amber”

“Kau?” mereka memberikan salam kepada Amber.

“Sedang apa kau disini Tae?” bingung Amber.

“Kami disini untuk menjemput nona muda Jung”  ucap Tae.

“Ohh menjemput si penyihir, ckckc menjemput satu orang saja mengapa begitu banyak orang hufh” Tae hanya tersenyum mendengar Amber.

“Baiklah kalau begitu aku pulang duluan”

“Hati-hati tuan Amber”

Amber mulai menaiki helmnya dan mulai menghidupkan mesin. Semua bodyguard membungkuk kepada Amber sebelum motonya melaju cepat.

Tidak lama kemudian, Krystal telihat dengan wajah dinginnya.

“Nona muda Jung” salam Tae.

Krystal menghiraukan Tae dan melaju masuk kedalam mobil mewah miliknya. Taeyeon memberikan isyarat untuk segera berangkat.

Di dalam perjalanan Krystal hanya diam, tetapi ada sesuatu yang aneh “Mengapa kita lewat sini? bukankah kita akan pulang kerumah” tanya Krystal kepada Taeyeon.

“Tentu nona muda Jung, hanya saja kita akan kerumah barumu”

Wajah Krystal menjadi berubah “Mwo? apa maksutmu!”

“Nona muda Jung akan tinggal dirumah baru, semua perlengkapan sudah kami siapkan untukmu”

“Tidak-tidak, untuk apa kau pindah? memang ada apa dengan rumah yang lama?” bingung Krystal.

“Ini perintah dari tuan besar Jay Jung” ucap Taeyeon.

“Perintah kakek?” Krystal tersneyum tipis, perasaanya tidak enak.

“Ya! putar mobilnya!” perintahnya kepada supir.

Supir Krystal hanya menoleh “Ya! ku bilang putar arahnya atau kalian aku pecat!” geram Krystal.

“Maaf nona muda Jung” ucap Taeyon.

Ban mobil berdercit, mobil mewah Krystal kini tengah berhenti di perkarangan yang luas. Semua pelayan sibuk berdiri di depan pintu dengan membukkan pintu mobil Krystal “Selamat datang nona muda Jung” bungkuknya.

Krystal hanya diam tak merespon, kakinya melangkah masuk. Matanya melihat sekeliling, ini untuk pertama kalinya Krystal tahu bahwa kakeknya memiliki rumah.

Krystal mulai masuk, matanya melihat kiri dan kanan. Melihat sekeliling rumah barunya. luxury-house-interior-bedroom-elegant-home-interiors-villas-design.jpg

“Bisa kau jelaskan mengapa aku harus pindah seketaris Kim” tanyanya kepada Taeyeon.

“Maaf nona muda Jung, saya hanya dapat perintah dan….”

Belum menyelsaikan kata-katanya, Krystal melihat sosok orang yang saat ini paling dia tidak sukai! masih mengenakan seragam dengan sepotong roti di tangan kanannya.

Mata Krystal membulat tak percaya dengan apa yang dia lihat.

“Kau sudah datang?” senyum bodohnya.

“Kau”

“Hei Krystal welcome to our house” senyumnya lagi dengan mengunyah roti.

Krystal seperti terkena serangan jantung, “rencana gila apalagi yang kakek perbuat!”

“K-k-k-au bilang our house?”

“Yap, rumah kita”

Krystal memegang kepalanya, pengelihatnya kabur.

“Nona muda Jung kau tidak apa-apa?”

“Satu sekolah”

“Dan satu rumah!!”

“Bunuh saja aku”

 

———————————————————————–