Someday 17

Aku tidak tahu apa yang dipikiran Jessica saat ini, bagaimana bisa aku dan Jessica bergabung makan malam bersama Kai dan Krystal? bukankah ini sungguh canggung.

Aku menyederkan tubuhku di sofa, mataku melihat ke arah Jessica yang sedang memilih menu makan malam. Aku tak ingin meluruskan pandanganku ke depan, jangan tanya alasannya kenapa karena Krystal duduk di depanku.

“Aku ingin memesan steak and chesee mushroom sauce, bagaimana denganmu?”

“Aku juga sama denganmu” senyumku pada Jessica.

“Tolong di buat dua” ucap Jessica pada pelayan.

Suasana menjadi sedikit canggung, aku sedikit melirik ke arah Jessica yang santai-santai saja. Aish wanita itu.

“Apa kalian sedang berkencan?” seketika telingaku menjadi sangat tajam ketika Kai bodoh itu bertanya pertanyaan itu pada kami, dan ditambah dengan wajahnya yang ingin sekali ku hajar!

Aku melirik ke arah Jessica, seperti biasa Jessica tersenyum santai. Aku rasa mungkin dia sudah dewasa dan bisa mengerti pertanyaan bodoh itu “Aku dan Amber berteman, dia adalah teman pertamaku di Korea” aku mengangguk dengan ucapan Jessica.

“Ehm begitukah? kalian terlihat begitu cocok, betulakan Krystal?” aku melihat tangan Kai yang merangkul erat pundak Krystal. Aku sedikit meliriknya, sepertinya Krystal sedikit risih. Aku tahu Krystal bukan tipe orang yang suka dengan skinship.

“Aku rasa kalian yang berkencan” aku terdiam saat Jessica berakata seperti itu.

Kai tersenyum mengadap Krystal “Ya, kami berkencan” bangga Kai.

“Tapi… bukankah Krystal masih tunangan Amber” aishhh Jessica tolong hentikan ucapan mu itu!

“Aku tidak peduli, karena Krystal dan wanita itu tak saling mencintai. Lagipula bagaimana bisa yeoja dengan yeoja saling menjalin kasih. Bukankah itu terdengar aneh, dan Krystal tak akan melakukan hal bodoh seperti itu, selama ini Krystal hanya dipaksa untuk bertunangan” senyum sinis Kai.

“Jadi menurutmu… yeoja dan yeoja adalah sesuatu yang salah? aku pikir selama saling mencintai dan menjaga satu sama lain itu tak jadi masalah. Cinta tidak memandang siapa dirimu, cinta itu tak masuk akal. Cinta tak bisa dipaksa kemana kita harus mencintai seseorang, maupun itu yeoja atau namja. Percuma jika yeoja dan namja saling bersama tapi cintanya hanya sepihak, hanya sebuah keterpaksaan karena orang-orang sekitar maupun takut akan cibiran orang. Bila seperti itu aku akan menghadapinya, karena tak ada yang lebih baik selain dirinya di dunia ini. Orang-orang hanya bisa bicara tapi perasaan ini kita yang menjalani, aku harap kau dapat memahami kata-kataku” aku tertegun mendengar kata-kata Jessica, sungguh membuatku terhipnotis akan dirinya.

Krystal hanya diam dengan tatapan dinginya, sedangkan Kai masih merangkul Krystal. Tak lama kemudian makanan mereka dan makan dengan suasana diam. Sesekali Kai bersikap romantis untuk Krystal yang sedikit membuat Amber risih.

 

Makan malam sudah selesai, kami bersiap untuk pergi “Biar aku saja yang bayar, ini traktiranku lain kali kalian yang harus traktir” Jessica mengeluarkan kartu kreditnya.

Kami berempat berjalan keluar, Kai memegang tangan Krystal dan Jessica berdiri dekat di sampingku.

Ntah mengapa aku merasa baik-baik saja saat Jessica disampingku.

Aku membuka pintu mobil untuk Jessica “Aku senang bisa makan malam dengan kalian” senyum Jessica pada Krystal dan Kai tapi hanya Kai saja yang tersenyum lebar sedangkan Krystal hanya senyum seadannya.

“Hati-hati di jalan unnie” sopan Krystal.

“Kau juga, oh iya aku pinjam dulu Ambernya” senyum Jessica yang masuk kedalam mobil, aku hanya tersenyum kepada mereka.

Aku melihat Krystal sudah di tunggu oleh para pengawalnya, setidaknya aku merasa lega bila Krystal pulang bersama pengawalnya.

“Vroomm Vrooomm” mobil melaju meninggalkan Krystal dengan Kai.

Aku membawa mobil Jessica, aku tidak bisa membiarkan wanita yang membawanya. Maksutku aku hanya bersikap gentle saja hehe.

“Aku dengar kau sudah kembali ke perusahaan?”

Aku mengangguk dengan memperhatikan jalan “Aku sudah kembali, tuan Jay Jung yang memintanya karena kau tahu bukan Krystal tak bisa setiap saat datang ke perusahaan”

“Apa kau tidak ingin menemui tuan Jay Jung lagi?” tanyaku tanpa menatap Jessica.

“Aku ingin tapi ntahlah”

Aku menatapnya aneh “Bagaimana bisa seperti itu? apa kau tidak merindukannya? aku yakin tuan Jay Jung merindukanmu, aku melihat beberapa foto dari keluarga besar tuan Jay Jung. Aku melihat kau dan Krystal saat masih kecil dan juga orang tua kalian, begitu terlihat bahagia” senyumku, tapi ntah mengapa Jessica hanya diam. Apakah aku salah bicara? aku rasa Jessica tidak ingin menceritakan keluarganya padaku. Aish tapi aku penasaran!

Hmm lebih baik ku urungkan saja, melihatnya membahas tentang keluarga wajahnya terlihat sedih.

“Aku akan pulang naik taxi, jadi aku akan mengantarmu oke, Tidak ada penolakan. Aku tidak akan membiarkanmu membawa mobil malam-malam” Jessica hanya diam, apa aku sudah merusak moodnya?

Tdiak lama kemudian kami telah sampai, aku menghentikan mobil di parkiran aprtemen Jessica. Aku melepas seatbeltku dan melihat Jessica yang masih terdiam “Apa kau tidak apa-apa?” aku menatapnya dengan penuh khawatir, daritadi Jessica hanya diam.

“Aku hanya merasa bingung, aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat” ucapnya sedikit sedih.

Aku memutar badanku agar bisa melihatnya dengan jelas “Sica dengarkan aku, saat ini kau tidak perlu befikir apapun. Kau tidak perlu merencanakan atau berbuat sesuatu, yang kau butuhkan adalah kepercayaan, dan lepaskan semua beban hidupmu dan lihatlah nanti. Biarkan semuanya berjalan tanpa ada yang perlu kau khawtirkan” Jessica menatapku, bibirnya tersenyum sedikit. Pancaran matanya kembali bersinar.

“Kau sedang mencermahiku? apa kau tidak tahu bahwa aku lebih tua darimu hm”

“Apakah aku harus memanggilmu unnie?”

Jessica menunjukkan wajah kesal “Itu sungguh tak cocok denganmu”

“Hahaha, jadi bisakah kita turun sekarang? orang-orang bisa beranggapan bahwa kita sedang berkencan. Aku takut akan ada Dispatch yang memfoto kita” Jessica memukul lenganku, aku senang moodnya kembali lagi.

 

“Itu taximu” tunjuk Jessica, sebelum naix taxi aku melihat wajahnya memastikan dirinya tak sedih lagi.

“Wae? apa kau masih merindukanku” hahahaha wanita ini!

“Bye-bye” aku melambaikan tanganku, dan masuk ke dalam taxi.

 

“Terima kasih” ucapku pada supir taxi, aku berjalan masuk ke dalam rumah yang mewah ini. Jam menunjukkan pukul 9.48 PM

“Apa Krystal sudah pulang?” tanyaku pada salah satu pelayan.

“Nona muda Jung sudah berada di kamarnya” aku mengangguk dan meninggalkan pelayan tersebut.

“Kau sudah pulang” aku melihat Taeyeon yang datang menghampiriku.

“Ya”

“Kau mau minum?” Taeyeon memberikan sekaleng soda untukku.

“Tentu saja”

Glup Glup Glup waah segarnya!!”

“Minumlah pelan-pelan kau bisa tersedak” aku tersenyum lebar pada Taeyeon. Bagiku Taeyeon sudah seperti kakakku sendiri.

“Akhir-akhir ini kau terlihat begitu sibuk”

“Tidak juga”

“Lalu mengapa kau pulang malam terus?” tatapnya padakku.

Aku diam sebentar “Ntahlah, saat ini aku tidak betah di dalam rumah. Lebih menyenangkkan bila menghabiskan waktu diluar”

“Bersama sahabat-sahabat gilamu itu?”

Aku menggelengkan kepalaku “Tidak, kali ini dengan seorang yeoja cantik hahaha” ucapku dengan kembali meminum soda.

“Jessica?”

“Ahhh nde! Jessica Jung, oh bicara tentang dirinya aku yakin kau mengetahui banyak tentang dirinya” tatapku serius pada Taeyeon.

Taeyeon menghela nafasnya, menatap minuman kaleng di tangan kanannya “Tidak tahu”

“Aish jawaban apa itu! aku yakin kau mengenalnya dengan baik, kau menatapnya dengan berbeda”

Taeyeon menatapku “Itu hanya masa lalu”

“Jadi ceritakan padaku! aku ingin sekali menanyakkan hal banyak kepada Jessica. Aku merasa hubungannya dengan tuan Jay Jung tidak baik, di tambah lagi aku tidak pernah melihat kedua orang tuanya padahal Jessica adalah cucung pertama, bukan? aku melihat sebuah foto di ruangan tuan Jay Jung. Aku melihat kedua wajah orang tua Jessica, tapi sampai detik ini aku tidak pernah melihatnya, apakah mereka berada di luar negeri?”

“Kau bersyukur tidak menanyakkan hal itu pada Jessica” senyum tipis Taeyeon.

“Aku berusaha menahannya, jadi apakah kau mengetahui semua itu?” tanyaku penasaran, sungguh ini menjadi teka-teki bagiku sekarang.

“Seharusnya aku bisa menahanya untuk tetap disini, seharusnya dia tidak pernah pergi dan bertahan disini. Aku merasa kecewa pada diriku sendiri karena aku tak dapat melindungi dirinya” Taeyeon menghela nafasnya.

“Tapi apa dayaku, aku tidak bisa berbuat apa-apa selain melihat dirinya yang pergi. Wajahnya.. aku tak bisa melupakan saat terakhir aku bertemu dengannya. Airmatanya mengalir saat keluar dari rumah ini. Aku tak dapat menahan kekesalanku, aku merasa ini tidak adil. Apa yang salah dengan mereka?”

Aku memandang wajah Taeyeon, wajahnya menjadi sedih saat menceritakan tentang Jessica “Lalu, apa kau begitu dekat dengannya?”

Taeyeon mengangguk “Tentu, kemanapun dia berada aku akan selalu ada di belakangnya. Melindunginya dari apapun, seperti dirimu dengan Krystal” senyum Taeyeon.

“Aish tapi kan itu berbeda! aku terpaksa melakukannya dan kau… kau benar-benar dekat dengan Jessica” sontakku.

“Sudahlah, kau tidur saja”

“Aish apa-apaan! kau belum menceritakan semuanya Kim Taeyeon!”

Taeyeon menatapku tajam “Nanti juga kau akan tahu sendiri, cepat sana bersihkan dirimu dan tidur!”

Aish wanita ini! aku bangun dari duduk dan berjalan menuju kamar “Amber”

Aku menghentikan langkahku, menatap Taeyeon yang masih duduk dengan minuman kalengnya “Tolong jaga Jessica” senyumnya.

 

2 hari kemudian Empire School

Aku melihat Henry yang sedang sibuk menulis dan mempersiapkan beberapa perlatan untuk kemping besok “Apa kau yakin tidak ikut?”

“Tidak, aku ingin dirumah saja. Menikmati hari istirahatku” aku menyenderkan badanku di tempat duduk lapangan basket.

“Aku tahu alasanmu tidak ikut karena Krystal”

“Tidak” jawabku singkat.

“Sudah jujur saja!” aku hanya diam, sebenarnya apa yang dikatakan Henry benar. Aku tidak ingin ikut karena aku menghindari Krystal. Aku dengar bahwa Krystal akan ikut kemping tahunan, aku ingin menghindarinya. Lagipula aku yakin Krystal akan baik-baik saja karena 4 walls dan shinee ada bersamanya, jadi aku tak perlu terlalu khawatir.

Aku juga yakin Krystal ikut kemping tahunan karena aku tak ikut, jika aku ikut maka dia tidak akan ikut. Tentu saja dia menghindarku juga, aku tidak yakin sosok Krystal Jung akan ikut begitu saja pada acara ini.

At home 

“Vrooom Vrooomm” aku melepaskan helmku serta jaketku, aku baru saja pulang makan malam dengan Jessica, ntah mengapa akhir-akhir ini aku begitu dekat denganya dan tak bisa menolak ajakannya, aku bergegas masuk. Akan sangat menyenangkan karena besok aku bisa tidur seharian.

Saat aku masuk, aku melihat pelayan yang sibuk menyusun beberapa tas serta makanan. Aku rasa semua ini adalah persiapan Krystal untuk kemping besok. Hmmm dia ini mau kemping atau mau pindah planet?? heran sekali.

Aku melihat sekitar, sepertinya tuan Jay Jung tidak ada.

 

Next Day 

“Drrriiingg Drrrriiiinggg!!!!”

Aaaaghhhh!!! aku menjerit gila! ini sudah puluhan kalinya ponselku berdering! ingin sekali ku lempar tapi sayang karena aku baru membelinya.

Aku benar-benar sangat marah, benar-benar marah! aku mencari ponselku yang ternyta tertutup selimut sebelum mengangkat aku melihat jam yang menujukkan pukul 6 pagi.

Ini masih pukul 8 pagi! dan aku masih ingin tidur!!

Aku melihat ponselku, aku melihat 28 panggilan tak terjawab dari Henry. Ada apa ini?

Ponselku kembali berdering dan tak butuh berfikir aku langsung mengangkat  panggilan dari Henry gila ini!

“YAKKK!!! APA KAU TIDAK TAHU AKU SEDANG TIDUR, APA KAU INGIN MATI!!” teriakku kesal.

“Aish mengapa kau marah-marah! aku ada berita buruk!!” Berita buruk?

“Berita buruk apa?! bukankah saat ini kalian sedang bersenang-senang!”

“Aku ingin memberitahu dirimu bahwa Kai ikut dalam kemping tahunan!” mendengar nama orang itu aku menjadi sadar dari kantukku.

“Apa?!! bagaimana bisa, bukankah nama dia tak terdaftar kemarin!”

“Ntahlah, tiba-tiba dia datang bersama anak-anak EXO. Ini akan menjadi bencana besar Amber!” panik Henry.

“Aish aku tidak peduli!”

“Apa kau tidak khawatir dengan Krystal? kita akan berkemah di tengah hutan dan sungai”

“Aku katakan aku tidak peduli padanya! dia bisa menjaga dirinya sendiri, sudahlah aku ingin tidur lagi!” aku mematikan sambungan, melempar ponselku dan kembali berbaring.

Aku mencoba kembali tidur, berusaha memejamkan mataku

1 menit

2 menit

3 menit

“Aaaaagghhh!!” aku mengacak-acak rambutku, aku tak bisa tidur lagi! aku menjadi begitu gelisah dan khawatir, mungkin?

Aku bangun dari tempat tidurku, melangkah keluar kamar. Aku menatap pintu kamarnya, aish untuk apa aku memperdulikannya! lagipula dia bisa menjaga dirinya sendiri terlebih lagi ada sahabat-sahabatnya tapi mendengar nama Kai dan Exo…..

“Aish!!” aku berjalan menelusuri ruangan “Selamat pagi tuan muda Amber” mataku menatap sana sini.

“Apa kau melihat Taetae?”

“Ada apa kau mencariku?”

Aku menghampirinya “Apa kau mengirim pengawal ke kemping tahunan Krystal?”

Taeyeon menatapku aneh “Aku tahu Krystal adalah seorang anak pewaris, tapi aku tahu dimana aku harus mengirim pengawal atau tidak Amber. Kemping sekolah adalah acara sekolahnya, mana mungkin para pengawal menglilinginya selama perkemahan”

Aghh aku menggaruk-garuk kepalaku, benar juga kata Taeyeon! jadi….

Taeyeon tersenyum “Aku akan siapkan mobil, kau bersiap-siaplah dan bawa beberapa baju. Kau tidak bisa membohongi dirimu” aku menatap Taeyeon. Huffhh sial! seharusnya aku saja yang ikut dan Krystal tetap tinggal. Kalau begini aku yang repot, jika ada apa-apa tuan Jay Jung aku memotong leherku.

Dengan cepat aku naik ke atas dan siap-siap untuk pergi menyusul mereka.

 

11.19, aku sudah berada di jalan. Aish mengapa tempatnya begitu jauh! aku menyenderkan kepalaku di kursi mobil, aku sudah membawa beberapa perlengkapan seadannya seperti sepatu, baju, jaket, dll. Aku yakin Henry sudah menyiapkannya jadi aku akan meminta bantuannya saja.

Aku melihat ponselku, jaringannya begitu sedikit. Mengapa kemah harus di ujung dunia seperti ini!

 

Author POV Sedangkan di tempat Kemah….

Semua murid sedang menaruh barang-barangnya di tenda, tenda perempuan dan laki-laki dipisah dengan jarak yang cukup jauh.

Susana perkemahan sangat begitu sejuk karena berada di tengah hutan yang hijau. Suasana begitu tenang dan damai di tambah lagi terdengar suara air yang tak jauh dari perkemahan.

Krystal membaringkan tubuhnya di tempat tidur, Krystal terlihat lelah dan jujur saja tidak ingin ikut “Aku tahu alasannya mengapa kau ikut kemah” goda Luna.

“Aku ingin tidur” Krystal memejamkan matanya pura-pura. Saat ini Krystal satu tenda dengan Sulli, Luna dan Victoria. Seharusnya satu tenda terisi 6/7 orang tapi karena 4 walls adalah anak-anak yang kaya raya maka tenda mereka di pisahkan.

“Sebenarnya aku ingin bergabung dengan teman-teman yang lain” keluh Sulli.

“Kalau kau tidak suka keluar saja” dingin Krystal. Tentu saja mereka ingin bergabung dengan yang lain tapi mereka memaklumi sifat dari Krystal yang tak mudah dekat atau membaur dengan orang lain.

“Haha sudah-sudah, bukankah nanti malam ada acara api unggun. Kita bisa berkumpul dengan yang lainnya” tambah Vic.

“Benar, aku merindukan Minho oppa” senyum Sulli.

“Aish wanita ini” lirik Luna.

“Cepatlah bergegas, setelah ini kita akan ada acara memasak bersama” ucap Vic yang baru saja memberskan barang-barangnnya.

“Baik ketua tim!” semangat Luna dan Sulli. Vic menjadi ketua tim wanita sedangkan Henry Pria.

Jam menunjukkan pukul 4.33, semua murid sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing. Para namja sibuk dengan kayu bakar, kursi, dan perlatan berat lainnya sedangkan para yeoja sedang sibuk memasak dan merpihkan meja untuk makan bersama.

Suasana sore hari semakin indah dan menjadi dingin, membuat Krystal hanya duduk-duduk santai di kursi “Yak princess! bantulah kami” teriak Luna yang sedang memasukan daging ke tusukan.

“Aku malas, aku ingin tidur” Krystal masih memejamkan matanya, udara di tengah hutan seperti ini membuat Krystal ingin terus tidur.

Saat Krystal mulai ingin tertidur, tiba-tiba suaranya mendengar kebisingan, terdengar suara-suara yeoja yang saling berbisik satu sama lain serta sedikit berteriak.

“Aish ada apa ini, mengapa berisik sekali!” ucap Krystal yang masih memejamkan matanya.

“Benarkah? aku kira dia tidak akan datang, kalau begitu aku jadi semangat akan kedatangannya!” murid 1.

“Untung saja dia yeoja, jadi dia satu bagian bersama kita!” murid 2.

“Aku harap dia satu tenda bersamaku!” murid 3

Krystal menjadi kesal, apa yang mereka bicarakan terdengar di telinganya.

“Sepertinya… sepertinya temanmu itu tidak ingin membantu, jadi aku saja yang bantu” Krystal mengerutkan dahinya, suara yang baru saja bicara itu tak asing bagi telinganya.

“Dengan senang hati…. Amber” dengan cepat Krystal membuka matanya, kalimat terakhrir yang diucapkan Luna membuat dirinya sadar 100%

Krystal membuka matanya, matanya berkedip berkali-kali. Memastikan Amber berada di depan matanya bersama murid-murid lain.

Krystal bangun dari tempat duduknya, menatap Amber yang membantu Luna dan murid-murid lain.

“Oh kau sudah bangun” ucap Luna terhadap Krystal yang masih terdiam.

DE2pv9MVYAAhbYO.jpg

“Aku pikir kau tidak akan bangun sampai malam nanti” senyum Luna.

 

Krystal POV

Apa yang dilakukan bodoh itu disini? bukankah dia tidak ikut dalam perkemahan? aish kalau begitu ini sama saja. Kalau tahu seperti ini, lebih baik aku diam dirumah!

Aku melirik kanan dan kiri, semua yeoja disini sedang membicarakan llama bodoh itu dan berharap satu tenda dengannya. hmh jangan harap dia satu tenda denganku!

“Soojung kau mau kemana?” aku melirik ke arah Luna.

“Ke tenda”

“Yang benar saja? apa kau ingin tidur lagi, lagipula di tenda tidak ada siapa-siapa terlebih lagi hari mulai gelap! apa kau ingin pergi sendirian kesana” aku menghela nafasku, yang dikatakan Luna benar juga.

“Amber! kau datang” aku melihat vic unnie yang begitu senang melihat Amber, sebenarnya bukan hanya Vic unnie tapi hampir seluruh yeoja disini kegirangan. Aku pikir mereka akan membenci Amber saat mengethui indetitas sebenarnya.

7.36 PM

Aku hanya duduk, menatap beberapa namja serta llama bodoh itu yang berusaha sedang menghidupkan api unggun. Lebih baik mereka cepat menghidupkan api unggun karena cuaca semakin dingin.

Sedangkan di sisi lain aku melihat murid-murid yeoja yang mempersiapkan makan malam dan aku…. hufh aku terlalu lelah untuk melakukan semua itu.

“Waaaahhh!!” aku terkejut melihat mereka yang berhasil menghidupkan api unggun, waaah begitu indah dan hangat. Aku menggosok-gosokan tanganku, aku sedikit lebih dekat dengan api unggun. Waaah hangatnya…..

Tidak lama kemudian aku melihat mereka yang mulai membakar beberapa daging dan makanan lainnya. Aku benar-benar lapar.

Aku berjalan menuju Vic unnie yang sedang memanggang daging “Unnie, apakah masih lama?” ucapku dengan sedikit aegyo hehe.

“Tunggulah sebentar lagi” aku mengangguk lemas.

10 menit kemudian makanan sudah siap, dengan cepat aku memakan daging yang sudah selesai di panggang “Waaah enak sekali!”

“Makanlah pelan-pelan” aku terkejut saat Kai datang menghampiriku, jujur saja aku tak mengira Kai akan ikut dalam perkemahan ini.

“Apa kau sudah makan?” tanyaku padanya.

“D.O sedang mengambilkannya untukku” senyumnya.

Tak lama kemudian aku melihat rombongan Shinee datang, untung saja jarakku cukup jauh dari mereka yang sedang menyapa Vic unnie dan Sulli. Mereka sedikit mengborol dengan menyatap BBQ, begitu juga dengan si stupid yang asik makan bersama Shinee dan sahaba-sahabatku.

Suasana perkemahan semakin ramai, semua murid sedang menikmati makan malam mereka bersama. Setelah dirasa selesai makan malam, Henry dan Vic meminta kami untuk melingkari api unggun dengan alas duduk yang sudah disiapkan. Aku duduk bersama Luna dan Sulli sedangkan…. apakah aku harus menyebutkannya juga? hufhh sedangkan si bodoh itu duduk bersama sahabat-sahabatnya di sebrang sana, tentu saja Shinee tetap menjadikan Amber sebagai sahabat mereka. Dan di sisi lain EXO duduk tak jauh dariku.

Henry dan Vic unnie berdiri di tengah-tengah, malam ini begitu indah. Malam ini juga begitu terang karena bulan dan bintang yang menerangi kami.

Henry dan Vic unnie mulai membuka acara kami, mereka sedikit menjelaskan rangkaian acara malam ini.

“Malam ini bagi kalian yang ingin bernyanyi kami persilahkan terutama jika salah satu dari kalian ada yang ingin menyatakan cinta, maka ini adalah momen yang tepat!” seru Henry yang dibalas meriah oleh murid-murid kelas 3.

“Hahaha kalian tahu bukan bahwa ini adalah tahun terakhir kita, kalau bukan malam ini lalu kapan lagi! ayo cepat nyanyikan sebuah lagu atau pernyataan cinta pada seseorang yang kalian sukai!” semangat Henry.

“Aku!” semua terkejut saat salah satu anggota Shinee berdiri dengan penuh percaya diri.

Semua menjadi bersorak, namja tampan itu melangkah penuh percaya diri menuju Henry dan Vic “My brother hahahaha!” Henry memeluknya.

“Jadi kau ingin mengatakan sesuatu, Onew?” tanya Vic. Onew mengangguk percaya diri, semua murid menunggu aksi dari Onew.

Aku memperhatikan Onew yang berdiri di tengah-tengah Henry dan Vic unnie, aku rasa malam ini akan menarik “Ehmm pertama-tama kau sangat setuju dengan apa yang dikatakan Henry, aku rasa ini adalah moment yang tepat untuk menyatakan cintaku padanya yang selama 7 tahun ini aku pendam” seluruh murid bersorak gembira dan Onew terlihat malu-malu. Lucu sekali.

“Waah jadi kau menyukainya selama 7 tahun?” tanya ulang Vic unnie.

7 tahun? apakah…….. aku segera melirik Luna unnie.

“Aku.. aku benar-benar menyukai saat pertama kali kami bertemu, dia berbeda dari yeoja lainnya. Aku benar-benar terpesona akan hatinya yang mulia, aku rasa tak semua orang memiliki hati lembut seperti dia. 7 tahun waktu yang sangat lama, aku rasa aku tak dapat menahan perasaanku lagi padanya” Onew melangkahkan kakinya, mendekat ke arah kami…

Aku melihat wajah Luna unnie yang sedikit malu-malu hahaha benar-benar menarik “Park Sunyeong” Onew mengulurkan tangannya kepada Luna, berharap Luna dapat meraih tangannya dan……

“Waaaaaaaaahh” semua murid bersorak melihat Luna yang menerima genggaman Onew. Onew membawanya ke tengah-tengah dan menyatakan perasaanya pada Luna yang terlihat grogi.

“Maukah kau menjadi kekasiku”

“Terima, terima terima!!”

Luna mengangguk pelan, dan mengatakan ingin menjadi kekasih Onew. Henry dan Vic menghampiri mereka “Aigooo pasangan baru yang hangat! mengapa kalian tidak berpelukan!” goda Henry yang membuat semua tertawa.

Stidaknya aku tak terlalu menyesal untuk mengikuti perkemahan tahun ini “Luna unnie selamat!!! akhirnya kau tidak single lagi” godaku yang langsung memeluknya.

“Soojungieee” Luna meletakan tanganku di jantungnya, hahaha jantung berdebar kencang.

“Haha tidak apa unnie! Onew adalah orang yang baik dan kalian adalah pasangan yang cocok” tambah Sulli yang memeluk Luna juga.

Acara kembali berlanjut “Baiklah-baiklah siapa lagi diantara kalian yang ingin menyatakan perasaan!”

“Aku” dan seketika semua bersorak, tak menyangka yeoja cantik setelah 4 walls itu berdiri. Kulit putihnya masih terlihat di dalam kegelapan, dirinya melangkah dengan memainkan rambutnya.

“Aku ingin menyatakan perasaanku”

“Tentu saja! jadi apa yang ingin kau katakan, Irene?” semangat Vic. Seluruh namja menjadi ribut, melihat yeoja idaman mereka berdiri di tengah-tengah.

“Ehmm mungkin ini terdengar gila tapi aku rasa aku tidak dapat menyembunyikan rasa kagumku padanya, atau mungkin rasa sukaku padanya” wajahnya terlihat malu-malu, aku hanya menatapnya dingin. Apa yang akan dia lakukan? bagaimana mungkin yeoja menyatakan cinta pada namja.

“Jadi siapakah namja beruntung yang meluluhkan sosok Irene?” tanya Henry.

Irene tersenyum “Sebenarnya dia bukan namja” seketika semua menjadi ribut. Bukan namja??

“Dia adalah yeoja, yeoja tampan dengan sifat cerianya. Aku mungkin sudah gila, mana mungkin aku bisa menyukai seorang yeoja tapi bila di pikir-pikir yeoja mana yang tak akan menyukai Amber Liu”

Mataku langsung mengarah ke Amber, Amber terlihat terkejut. Sahabat-sahabatnya menepuk pundak Amber dan memeluknya, sedangkan para namja terlihat iri pada Amber begitu juga para Yeoja.

Aku menatap Amber wajahnya terlihat malu-malu. Hish menyebalkan sekali!

Dengan gentle Amber bangun dari duduknya, menghampiri Irene yang terlihat malu-malu “Terima kasih Irene” senyum Amber yang membuat Irene malu-malu.

Aish!!! “Soojung, apa kau tidak apa-apa?” aku menatap dingin Sulli.

“Yak, mengapa kau terlihat seram sekali”

“Aku tidak apa-apa!” ketusku.

Sulli menatapku dengan menyenggolkan bahunya pada bahuku “Apa kau cemburu”

Aku menatapnya lebih tajam “Cemburu? haha kau pikir aku sudah gila”

“Tapi mereka terlihat cocok juga” angguk Luna.

Aish mengapa aku menjadi gelisah! dan juga mengapa mereka lama sekali hah!!

Aku melihat ke arah mereka, aku terkejut ketika Amber menatapku walaupun hanya sebentar.

Dan tiba-tiba…… “WOAAAAHHHH!!!” semua murid bersorak menggoda Irene yang tiba-tiba memeluk Amber.

Apa-apaan ini! mereka pikir dunia ini milik mereka berdua dengan berpelukan di depan orang banyak! “Woaaahh romantis sekali!!” ini lagi Sulli! mengapa dia terlihat begitu senang! aish seharusnya aku tidak usah datang ke acara gila ini!

Tak terasa acara pernytaan perasaan sudah berakhir, kini Henry dan Vic menyuruh kami berdiri dan mereka menghidupkan lagu yang romantis “Kali ini, untuk menikmati kebersamaan kita. Mari kita berdansa! aku yakin kalian sudah bosan dengan musik-musik keras jadi ku putar lagu yang romantis! nikmati malam kalian bersama orang terkasih!” gembira Henry.

“Sebelum kita berdansa bagaimana kita buka acara dansa kita dengan King and Queen tahun ini!!!” ucap Vic senang.

“Byuurrr!!” aku memuntahkan minumanku dan tersedak.

“Uhuk Uhuk Uhuk” 

“Soojungie! Apa kau tidak apa-apa??” khawatir Luna dan Sulli

“Aku tidak apa-apa”

“Mari kita sambut King and Queen kita!!” semua murid menyambut meriah malam ini. Apa-apaan ini.

Amber terlihat di dorong-dorong oleh Shinee “Kalian gila!” ucap Amber.

“Krystal Amber Krystal Amber Krystal Amber” mereka semua menyorak nama Krystal dan Amber.

Aku melihat Amber yang berjalan menuju tengah-tengah dengan kepala yang menunduk gelisah, dan…. “Aish apa-apaan kalian ini!” Luna dan Sulli mendorongku.

“Woowwwww!!!” sorak murid-murid, untung saja ini malam hari jika tidak wajahku dibuat malu oleh rangkaian acara gila ini.

Aku berjalan pelan, aku meliriknya dikit.

Henry sudah memutar lagu, dan mereka mulai berdansa. Luna dengan Onew, Henry dengan Vic dan Sulli dengan Minho.

Aku hanya diam, aku tidak tahu apa yang akan ku lakukan. Aku menatap bawah tak berani menatap lurus. Aku melihat kaki Amber yang ku rasa mendekatiku “Mari kita lakukan” dia mulai bicara. Apakah aku harus menatapnya? bagaimana ini, mengapa aku menjadi bingung.

Langkah kakinya semakin dekat, bahkan aku bisa merasakan aroma tubuh khasnya. Yak! mengapa aku merasa kepanasan.

“Jika tak kita lakukan maka murid-murid akan menganggap kita menghancurkan acara ini”

Aku tak ingin menjawabnya, aku hanya ingin diam. Aku tak sanggup bicara, bibirku seperti terkunci.

Aku memejamkan mataku kuat. Aku merasakan tangan Amber melingkar di pinggangku, aku merasakan hangat nafasnya, tangannya menggengam tanganku.

“Kita lakukan dengan cepat” bisiknya padakku. Aku di buat gila….

Amber mulai menggerakan langkah, aku mengikuti langkah Amber. Suasana semakin hangat, aku terus mengikuti langkah Amber. Tanganya memegang tanganku dengan lembut, tak sedikitpun Amber membiarkan aku jauh dari dirinya. Apa yang dia lakukan!! seharusnya tidak seperti ini.

“Dup dup dup dup!” apa jantungku ini tidak bisa diam! aku takut Amber dapat mendengarnya.

Detik demi detik aku menikmatinya maksutku aku menikmati musiknya..

Dan tak terasa pesta dansa berakhir, aku masih tak berani melihat ke arah Amber. Aku pergi begitu saja tanpa mengucapkan kata sedikitpun, aku tak tahu mengapa aku bersikap seperti ini. Apakah karena aku membencinya atau karena gugup di depannya?

Waktu menujukkan pukul 10.30 malam, aku berjalan menuju tenda bersama Luna dan Sulli untuk istirahat.

 

Amber POV

“YAK!!!” aaaghhh aku langsung menggosok-gosok telingaku dan memukul Jonghyun.

“Aku isa tuli!”

“Kau memang sudah tuli! kami memanggilmu lebih dari 100 kali tapi kau malah diam saja! aku pikir kau sedang kerasukan tapi aku rasa kau sedang memikirkan Krystal” goda Jonghyun dan yang lainnya. Aku rasa mereka sangat senang menggodaku.

“Dasar gila” gerutuku.

“Jadi apa kita akan satu tenda?” tanya Key.

Aku menatap heran “Wah satu tenda? ahaha aku rasa akan menyenangkan! kita akan begadang sampai malam!” seru Taemin.

“Hei hei! apa kalian lupa siapa aku hah?”

“Tidak peduli!” aish dasar namja namja bodoh.

“Kau masih disini?” aku terkejut saat Vic datang.

“Nde” jawabku.

“Kenapa masih disini? ayo cepat ikut aku”

“Mwo?” apa maksutnya.

Vic menatapku tajam “Kau tidak mungkin satu tenda dengan pria-pria tak waras ini” ahahaha aku tertawa mendengarnya “Mereka memang gila”

“Tapi.. aku akan di tenda siapa”

“Tentu saja tendaku” tendanya? tenda Vic? satu tenda dengan Vic berarti………

“Tidak tidak!!”

“Mengapa tidak?” heran Vic.

“Tentu saja tidak, karena ada Krystal di tenda kalian hahaha” goda anak-anak Shinee.

“Apa tidak bisa di tenda lain? bagaimana tenda Irene?” usulku.

“Semua tenda sudah penuh, hanya tendaku yang masih luas! ayo cepat ini sudah malam!” aish mengapa dia galak sekali.

“Ayo cepat Amber susul penyihir cantikmu itu hahaha” aish apa mereka tak bisa berhenti bicara! kalau tidak di tenda Vic aku bisa tidur diluar dengan cuaca yang dingin ini! aaghh mau bagaimana lagi “Arasso” aku mengambil taskku dan berjalan mengikuti Vic.

Saat aku berjalan aku melihat Kai, aku menghentikan langkahku. Mataku sedikit mengerucut. Apa yang dia lakukan malam-malam ini? dan buknkah itu arah menuju sungai? tidak mungkin dia buang air kecil karena disini sudah ada toilet.

“Ada apa?”

“Oh tidak ada apa-apa” senyumku pada Vic kemudian lanjut berjalan.

Akhirnya aku sampai di tenda 4 walls, aku menatap tenda mereka. Tenda macam apa ini? kalau tendanya seperti ini, ini namanya bukan berkemah! dulu di saat sekolah lama ku tenda yang ku buat sangat kecil, satu tenda kecil bisa 7 orang. Kalau sebesar ini bisa muat 10 orang! aish jadi ini perkemahan dan tenda anak-anak orang kaya!

nt1.jpg
“Mau sampai kapan kau berdiri disana?” aku menatap Vic yang tengah berdiri di depan tenda. Aish mau bagaimana lagi! “Baiklah” ucapku dengan melangkah mendekati tenda. Sebelum masuk tenda aku mendengar tawa gembira.

“Hahaha benarkah! lalu ceritakan lagi hal bodohmu itu Jinri!”

Aku melangkah masuk, aku melihat Luna, Sulli dan… penyihir itu. Mereka sedang asik berbincang dengan beberapa minuman hangat.

“Guys, kita kedatangan satu tamu baru di tenda ini” saat Vic bicara, mereka semua menatapku.

“Hyuungg!!” girang Sulli yang bangun dari duduknya dan menghampiriku.

“Koala!” senang Luna.

Sulli memelukku, haha Sulli sudah ku angga seperti adikku sendiri jadi tak masalah jika kami berpelukan, bukan?

“Wah kalau seperti ini kita bisa tidur sampai pagi!” senang Sulli.

“Minho akan marah padakku jika tahu kekasihnya tidak tidur” godakku.

“Jadikan ini rahasia kita berdua” senyum Sulli.

Aku melihat Luna yang tak henti tersenyum “Amber kau bisa menaruh barang-barangmu disana” aku mendengar arahan Vic, saat aku berjalan aku merasakan aura dingin tenda ini. Aku rasa itu adalah aura dari penyihir itu.

Aku meletakan taskku dan mengganti pakaianku dengan yang lebih hangat. Setelah selesai aku berjalan keluar, aku melihat mereka ber4 sedang bermain kartu “Yak kau kalah lagi!” tunjuk Vic ke Luna.

“Tidak! kau hanya salah lihat” elaknya.

“Hyung! bergabunglah dengan kami” ucap Sulli, apakah aku harus bergabung dengan mereka, bersama Krystal? aish seharusnya aku memakai baju yang lebih tebal dari ini.

“Ayo bergabunglah!” ajak Luna dan Vic, sudahlah lagipula aku tidak memikirkan tentang penyihir itu lagi.

Aku berjalan ke arah mereka, mereka tersenyum kepadaku kecuali penyihir dingin itu. Aku mengambil dudukku diantara Vic dan Luna sedangkan Krystal dan Sulli berada di depanku, kami duduk secara melingkar.

“Aku bosan bermain kartu, bagaimana kita bermain yang lain?” ucul Luna.

“Kira-kira apa? apa kau punya ide, Amber?”

Aku menggelengkan kepalaku ke arah Vic “Aku tidak tahu”

Sulli memasang senyuman di wajahnya, sepertinya dia memiliki ide “Bagaimana kalau kita bermain truth or dare!”

“Waaaahh ide brilian!!” saut Luna.

“Aku sangat setuju!” girang Vic.

“Lagipula ini adalah momen penting bagi kita untuk saling jujur atau melakukan hal lainnya!'” ucap Vic.

“Jujur apalagi, semuanya sudah kalian ketahui tentang diriku” tambah Luna.

“Tap ini berbeda! ini akan lebih menarik, kita juga tidak pernah memainkan permainan ini. Sebelum kita melakukan ujian akhir sekolah, tidak ada salahnya kita mengeluarkan isi hati kita masing-masing” senyum Vic.

Krystal terlihat diam “Bagaimana denganmu Soojungie?” tanya Luna.

“Terserah” singkatnnya.

“Lalu kau Amber?”

“Let’s do this” senyumku.

Aku melihat Luna yang bangun dari duduknya, ingin mengambil sesuatu di atas meja pojok. Tak butuh waktu lama Luna datang membawa sebuah botol kosong, Luna mulai duduk di sampingku dan menaruh botol kosong itu di tengah-tengah.

“Apa kalian siap?” Luna menatap kami semua.

Dan…. “Dreettt drett dretttt” botol itu berputar cukup cepat, ntah mengapa aku menjadi deg-degan haha. Aku belum siap menerima pertanyaan tak masuk akal serta perintah gila dari mereka.

“Dreettt dreetttt dreeettttt” semakin lama putaran botol semakin melambat, kami semua menanti kemana berhentinya botol kosong ini berputar. Dan…..

Botol kosong itu berhenti di depan….

“SULLI!!” wajah Sulli terlihat bingung dan sedikit kesal “Aagh mengapa harus aku yang pertama!”

“Lalu siapa yang akan memberikan tantangan?” tanyakku.

“Aku!” ucap Vic

“Choi Jinri, Truth or dare?” tatap Vic tajam.

Sulli menggaruk kepalanya karena bingung “Aaghh aku… Truth saja”

“Baiklah, kalau begitu aku akan memberikanmu pertanyaan yang harus di jawab dengan sujujur-jujurnya” Sulli mengangguk lemas.

“Describe how you orgaism feels?”

“Yak!! pertanyaan apa itu” wajah Sulli memerah.

“Hahaha” kami semua tertawa, mendengar pertanyaan nakal Vic.

“Jawab saja, lagipula kita semua sudah dewasa” santai Vic.

“Huffh baiklah, rasanya seperti….. seperti di atas awan. Kau melupakan segala yang ada di pikiranmu dan rasanya luar biasa saat kau sudah mencapai puncak!”

“Apa kau membayangi Minho oppa?” goda Luna.

Wajah Sulli memerah “Ehmmm sedikit, kau tahu bukan Minho oppa memiliki badanya yang sexy….”

“Dasar mesum hahahaha”

Botol kembali di putar, permainan semakin seru dengan pertanyaan gila mereka, kini botol berhenti di depan Luna.

Sulli menatap Luna “Jangan menatapku seperti itu Jinri!”

“Truth or dare” ucap Sulli.

“Truth!” tegas Luna.

“Ehmm kau ingin melakukan first kissmu dengan Onew oppa, dimana?”

Luna menghela nafas “Yak Jinri! kami bahkan baru berkencan dan belum saja sehari!”

“Jawab saja unnie”

“Ehmm aku ingin melakukannya di taman, aku pikir itu akan romantis” senyum Luna.

Botol kembali di putar,  dan kali ini berhenti di…..

“SOOJUNGIE!!”

Krystal memejamkan matanya dengan mengigit bibir bawahnya “Huffhhh menyebalkan”

Aku tersenyum simpul menatapnya “Baiklah, Truth or dare!!” tantang Vic.

Krystal sedang berfikir, menatap Vic dengan tajam “Aku pilih dare!”

“Ohh ayolah Soojung! apa kau yakin?” ucap Luna.

“Ya, aku tidak ingin mendengar pertanyaan gila kalian” tatapnya dengan menyilangkan lengannya.

“Ehmm baiklah, kalau begitu tutup matamu” pinta Vic. Vic bangun dari duduknya dan mengambil penutup mata yang di pasangkan pada Krystal.

Krystal berdiri dengan mata yang tertutup dengan penutup mata, Vic memintaku, luna dan Sulli untuk berdiri tak jauh dari Krystal.

“Baiklah tantangannya adalah, kau harus memilih satu diantara kami. Ketika kau sudah memilihnya, kau harus memegang kedua pundaknya memastikan kau tidak akan memilih yang lain. Setelah itu….” Vic tersenyum nakal.

“Kau harus mencium orang yang kau pilih!”

“Aishh apa-apaan! aku tidak mau!”

“Mengapa tidak mau? bukankah kita sering mencium satu sama lain” ucap Luna.

“Benar, lagipula ini sudah dalam peraturan permainan Soojung!” tambah Sulli.

Aku hanya bisa diam, bagaimana jika Krystal…

“Baiklah!” ucap Krystal dengan nada sedikit tinggi dengan kembali memakai penutup mata.

Vic, Luna dan Sulli tahu bahwa Krystal akan menerima tantangan seperti ini, karena Krystal tidak suka jika seseorang ada yang menantangnya.

“Jung Soojung, kau sudah tahu rulesnya bukan? jangan sentuh salah satu diantara kami jika kau belum menentukkan. Dan kami berjarak 10 langkah lurus darimu, kami berjejer ke samping. Jadi temukanlah…

Aku mulai berdiri, aku memilih berdiri di pinggir, Sedangkan di sisi kiri ku adalah Vic. Urutannya adalah Luna, Sulli, Vic dan aku.

Mereka bertiga terlihat menikmati permainan ini, sedangkan aku? aish sama sekali tidak, apa yang mereka lakukan benar-benar konyol.

Aku melihat Krystal mulai melangkahkan kakinya, aku menatap kesamping melihat mereka bertiga yang sedang tersenyum.

Selangkah demi selangkah Krystal mendekati kami dengan menghitung langkah kakinya  dan sekarang sudah mencapai langkah ke 10.

Krystal hanya berdiri 1 langkah dari kami, dan ini semakin membuatku gugup. Jantungku berdetak kencang. Aku tidak tahu mengapa aku menjadi gugup, apa karena aku takut Krystal akan datang padakku? tidak, tidak. Disini aku tidak sendiri, masih ada mereka bertiga. Aku harap Krystal tak mengarah ke kepadaku.

Krystal mulai berjalan, langkahnya penuh hati-hati, Luna sedang menahan tawanya ketika Krystal mendekatinya. Vic mencoba diam saat Krystal mulai menggeser langkahnya menuju Vic. Krystal diam sebentar, diam di depan Vic. Aku harap Krystal memilih Vic karena Krystal cukup lama berdiri di depannya.

Dan sial!!

Krystal melangkahkan kakinya ke arahku, “DUP DUP DUP DUP DUP DUP” aku harap Krystal tak mendengar detak jantungku.

“Tap” langkah kaki Krystal berhenti di depanku, aku menatapnya yang diam di depanku.

“Dup dup dup dup!” detak jantungku sekamin kencang, aku menelan salivaku. Aku merasakan tanganku yang berkeringat. Aku berharap Krystal segera pergi dari hadapanku.

Dan….

Huffhh untung saja, Krystal kembali menggeser langkah kakinya. Aku memejamkan mataku dengan mengucapakan rasa bersyukur terhadap Tuhan.

Dan….

“Cup”

“DUP DUP DUP DUP DUP DUP”

Aku merasakan sesuatu di bibirku, rasanya…. rasanya begitu manis dan lembut.

Aku segera membuka matakku dan…..

“APA YANG DIA LAKUKAN!!!!” AKU MENJERIT DALAM HATI.

Wajahku menjadi panas, aku merasakan seluruh darahku naik ke atas kepalaku, sentuhannya membuatku…. Membuatku gila.

“Waaaaahhhh” ucap Luna, Vic dan Sulli.

Krystal segera melepas ciuman singkatnya pada Amber, dan membuka penutup matanya.

Kini Krystal dan Amber saling bertatapan satu sama lain “Aish! mengapa dia menatapku seperti itu!! apa dia tidak tahu apa yang baru saja dia lakukan! apa dia sudah gila!” 

“Bisa kita lanjutkan permainannya kembali?” tatap sinis Krystal kepada sahabat-sahabatnya.

“Tentu saja!” semangat Vic.

“Hahaha tapi lihat Amber, wajahnya begitu merah” goda Luna.

Aku masih diam di tempat, aku menarik nafasku. Aku sedikit melirik ke arah Krystal yang kembali duduk dengan santainya. Aaaaghh penyihir itu! awas saja dia.

“Aku rasa efek ciumanmu sangat luar biasa Soojung, hingga membuat Amber tak sadar diri” ucap Luna yang membuat mereka tertawa kecuali Krystal.

Bahagia sekali mereka menertawakanku, aku segera bergabung bersama mereka dan memulai kembali permainan gila ini.

 

Tak terasa waktu menujukkan pukul 12 malam, semua memutuskan untuk tidur karena jadwal besok pagi cukup padat.

Aku berusaha memejamkan matakku, tapi mata ini tak bisa membawaku ke alam mimpi. Aku hanya membalikan badanku ke kanan dan kiri, belum lagi aku merasa kesal karena Sulli tidur dengan kakinya yang mengenaiku, hufh benar-benar cobaan!

Aku bangun dari tidurku, aku duduk sebentar. Menatap mereka yang tengah tertidur termasuk penyihir itu.

Ku buka selimutku dan berjalan untuk mengambil segelas teh hangat, benar-benar malam yang dingin! aku menggosok-gosokan tanganku agar menjadi hangat.

Ku tuang penuh teh hangat yang baru saja ku buat, aku berjalan menuju tempat duduk depan.

“Waaah dingin sekali, walaupun dingin suasana di tengah hutan seperti ini cukup menyenangkan. Sangat menyatu dengan alam, belum lagi suara sungai yang mengalir. Seharusnya dengan suasana seperti ini aku bisa tidur dengan pulas” aku kembali meminum teh hangatku, susah sekali jika memiliki insom seperti ini.

“Sreekk sreek sreekk” aku mendengar suara berisik, aku bangun dan menaruh gelasku. Aku berjalan menuju sumber suara dan.. “Woah! kau mengagetkanku!”

Aku benar-benar kaget saat melihat Krystal berdiri dengan rambut yang menutupi wajahnya! aku pikir dia hantu! “Apa yang kau lakukan?” aku bertanya padanya, karena dirinya terlihat bingung.

“Aku mencari lampu penerang” lampu penerang?

“Lampu penerang? untuk apa”

Dia menatapku tajam “Bukan urusanmu” haish wanita itu!

“Baiklah!” jawabku ketus, aku meninggalkannya dan kembali ke tempat duduk depan.

Aku kembali duduk dengan teh hangatku, tak lama kemudian aku melihatnya yang berjalan melintasiku “Yak!” sontak aku memanggilnya. Langkahnya terhenti, matanya menatap kembali diriku. Apa dia tak bisa menatapku seperti itu, disini sudah dingin di tambah lagi dengan tatapannya! aku seperti tinggal di kutub saja.

“Kau mau kemana?” tanyakku pensaran, tentu saja tengah malam begini dia mau kemana, apa dia ingin bertemu dengan pujaan hatinya?

“Bukan urusanmu” haish wanita itu! pergilah sana, lagipula aku tidak peduli!

Tapi… aku melihat sekitar, haish hati dan pikiranku sedang bertentangan. Lagipula dia mengatakan ini bukan urusanku dan juga… aku tidak lagi memperdulikannya!

Aku kembali meminum teh hangat, “ahh!!” aku merasa tidak tenang. Aku melangkahkan kakiku, aku melihat sekitar begitu gelap dan aku lihat dia tidak membawa senter lampu. Aish wanita itu, apa dia tidak taku bahaya? jika ada apa-apa bisa gawat!

Dengan segera aku menyusulnya “Hei tunggu!” aku berjalan menuruni beberapa batuan untuk mengejarnya “Krystal!” dia berhenti.

“Kau mau apa” aku melihat sekitar, aku membuka ponselku dan menghidupkan cahaya kameraku “Apa kau tidak lihat ini begitu gelap, terlebih lagi kita berada di tengah hutan. Lihat jalanmu, banyak sekali jalan yang tak rata”

“Pergilah! aku tidak butuh bantuanmu” ketusnya

“Aku tidak akan pergi! aku.. aku akan pergi jika kau sudah bersama Kai. Paling tidak kau tidak berjalan sendiri, di tempat gelap seperti ini” ucapku tanpa melihat matanya. Aku pikir sekarang Krystal sedang memasang wajah yang mengerikan.

“Apa kau takut akan kakek? tenang saja aku tidak akan bilang pada kakek, dan kau akan tetap mendapatkan uangmu”

Aku menghela nafas, hatiku sedikit sakit ketika Krystal berbicara seperti itu “Aku tidak ingin bertengkar Krystal Jung” tatapku lurus padanya.

Aku mendengar langkah kakinya, dengan cepat aku mengikutinya dari belakang. Aku menyenter jalan, jarakku dari Krystal tak jauh.

Kini Krystal menghentikan langkahnya, aku melihat sekitar. Aku melihat sebuah pintu…

“Toilet??!!”

Dan lagi Krystal menatapku “Kau pikir?” tatapnya tajam, sial! aku pikir dia akan menemui Kai! benar-benar bikin malu saja.

Aku duduk diantara bebatuan, malam ini benar-benar dingin “Crek”  Krystal membuka pintunya, dan berjalan begitu saja. Benar-benar wanita itu “Hei tunggu” ucapku yang langsung mengejarnya.

Aku berjalan kembali di belakang Krystal, memberikan cahaya ponselku untuk menerangi jalannya. Jalan di sini tidak terlalu bagus, ntah apa yang aku lakukan saat ini begitu bodoh! aku benar-benar menjadi orang bodoh jika bersama dirinya, aku selalu terbawa suasana jika bersamanya.

“Tap tap tap” Krystal melangkahkan kakinya, sayang kakinya tak berpijak di tempat yang tak berbatuan hingga membuat dirinya tak seimbang “Ah!” Krystal sedikit berteriak.

Dengan sigap, Amber melepaskan ponselnya. Menangkap tubuh Krystal yang akan terjatuh “Bruk!” Krystal dan Amber terjatuh di antara tanah dan bebatuan.

“Aaahh” Amber sedikit meringis dengan mata yang terpejam, sedangkan Krystal masih memejamkan matanya.

“Mengapa aku tidak merasakan sakit?” pikir Krystal.

Krystal membuka matanya pelan, begitu juga Amber. Mata Krystal dan Amber saling bertemu dengan jarak yang begitu dekat, hingga mereka bisa merasakan hangatnya nafas.

Amber hanya diam begitu juga Krystal, posisi mereka masih sama dengan Krystal yang menindih Amber diatas, dan Amber seketika lupa dengan rasa sakitnya.

1

2

3

4

5

6

7

8

….. Krystal dengan cepat bangun dari atas tubuh Amber, Krystal merapihkan pakaiannya serta tangannya yang sedikit kotor. Sedangkan Amber berusaha bangun “Aaaahh!” Amber berusaha bangun, Krystal hanya memperhatikan Amber dan tak membantunya.

Aku menatap kesal Krystal, aku sudah membantunya mengapa dia tidak membantukku! seharusnya dia yang sakit, mengapa jadi aku?

“Apa? mengapa kau menatapku seperti itu” ucapnya dingin.

“Ini semua gara-gara dirimu, penyihir!”

Krystal tersenyum tipis “Aku? aku tidak pernah memintamu untuk menemaniku”

Aku kembali berusaha bangun tapi “Ah!” aku rasa pergelangan kakiku sedikit terkilir.

“Apa kau sedang berpura-pura lagi?” ucap Krystal dengan menatap Amber yang masih duduk di bawah.

Aku menatapnya “Pura-pura?”

“Iya, seperti yang kau lakukan dulu pada saat kau menabrak mobilku. Dan kau meminta ganti rugi untuk bermain game”

Waaah penyihir ini benar-benar! “Aku tidak pura-pura pada saat itu maupun saat ini! apa kau tidak lihat kakiku benar-benar terkilir!”

“Oh benarkah? yasudah” Mataku membesar, Krystal meninggalkanku begitu saja! wanita itu! aku menyesal membantunya!

“Ah!” aku kembali berusaha bangun, rasanya kakiku benar-benar sakit terlebih lagi sikap penyihir itu.

“Ah!” aku kembali lagi terjatuh, aku membuka mataku. Aku sedikit terkejut ketika melihat sebuah tangan yang seakan mengulurkan tangannya padakku. Perlahan aku memperhatikan tangan tersebut ke atas dan….

“Cepat, sebelum aku berubah pikiran” ntah mengapa aku menjadi tersenyum. Ada apa ini?

Aku menatap tangan putihnya, kupegang tangannya erat. Begitu juga dirinya, aku merasakan Krystal menarik tanganku, dia benar-benar membantuku “Ah! apa kau tidak bisa pelan-pelan”

“Cepat bodoh” aish tetap saja dia kasar. Aku memegang tangan Krystal erat, dan kali ini aku tak terjatuh lagi.

“Apa kau bisa berjalan?” tatapnya.

“Aku rasa…. tidak”

Krystal menghela nafasnya, tanganku di taruh nya di pundak. Aku seperti merangku Krystal, untung saja dia lebih pendek dariku.

Krystal melangkahkan kakinya pelan, begitu juga aku dengan memegang ponselku yang menerangi jalan.

Ntah mengapa suasana menjadi canggung, aish! mengapa sekarang menjadi panas. Belum lagi sentuhan tangan Krystal, rasanya aku ingin berlari sekuat-kuatnya!

“Tunggu” Krystal menghentikan langkahnya, aku menyipitkan matakku.

“Aku seperti melihat cahaya kuning” ucapkku

“Aku rasa disana banyak kunang-kunang!” senangku menatapnya.

“Hufh yang benar saja? aku ingin tidur!”

“Ayolah! aku tidak pernah melihat kunang-kunang seumur hidupku, aku rasa akan menyengkan” aku mencoba merayunya, ayolah Krystal…

“Aish! sebentar saja! lagipula kau benar-benar berat!” aku tersenyum lebar.

Aku dan Krystal melangkah ke arah cahaya kuning, dan benar! ini kunang-kunang.

“Waaaahh” kagumkku.

2016-summer-firefly-selects-spoon-and-tamago-1.jpg

Kunang-kunang mulai mengitari kami “Waaaahh!” aku tersenyum lebar, ini pertama kalinya dalam hidupku.

Aku merasa Krystal memegang tanganku erat, aku melirik ke arahnya. Wajahnya sedikit takut “Tidak apa, ini tidak akan mengigit” senyumku.

Aku kembali meliriknya, seharusnya tidak melakukan hal ini. Bukankah aku ingin melupakanmu, bukankah aku begitu membencimu tapi.. tapi rasa sakit yang begitu teramat sakit begitu saja hilang saat aku bersamamu. Bersama seseorang yang telah menghancurkan hatiku, lucu sekali.

“Mengapa kau tersenyum?” aku menatapnya “Kajja, kita kembali” aku dan Krystal kembali ke tenda.

“Aku harap aku tidak dapat bertemu denganmu lagi” aku tersenyum singkat.

“Tenang saja, setelah ini kau tidak akan bertemu denganmu lagi Krys. Kau tidak perlu khawatir” ucapku.

“Aku harap kau bahagia bersama Kai”

“Tentu” singkat Krystal.

 

 

08.30 AM, aku keluar dari tenda dan bergegas untuk sarapan pagi “Darimana saja kalian semalam?” tanya Sulli yang melingkarkan tangannya di lenganku.

“Hanya menemaninya ke toilet” jawabku.

“Benarkah? mengapa lama sekali, aku pikir kalian melakukan sesuatu di luar sana” goda Sulli.

“Hei Ambro!” sapa mereka semua.

“Kenapa dengan jalanmu?” tanya Onew.

“Karena Soojungie, hyung menjadi seperti ini”

Aish wanita ini bicara begitu sembarangan! “Waaahh, apa Krystal main kasar padamu” goda Jonghyun.

“Dasar gila” mereka semua tertawa.

Tak lama kemudian kami mulai sarapan pagi, aku memilih untuk duduk bersama Shinee “Jadi apa yang akan kita lakukan hari ini capten Henry?” tanyakku dengan menyantap sandwich.

Henry membuka kertas “Hari ini kita akan banyak kegiatan bersama, salah satunya bermain arum jeram!” semua menjadi senang.

“A-a-arum jeram?”

“Yap! ini akan menyenangkan!”

Aish mengapa harus arum jeram? mengapa berhubungan dengan air “Ada apa denganmu? apa kau tidak ingin ikut” tanya Key.

“Awas saja jika kau tidak ikut!” tambah Minho.

“Kau akan satu group denganku, Jonghyun, Minho dan Taemin” ucap Henry.

Aku hanya bisa diam, bagaimana ini “Ayoolaah! ini akan menyenangkan”

“Apa kau kecewa karena tidak satu team dengan Krystal?” goda Taemin.

“Kau ini bicara apa” tatapku.

“Lagipula 4 walls ikut” ucap Henry yang melihat kertasnya.

Setelah selesai sarapan, kami berkumpul. Membagi team kami untuk bermain arum jeram, aku bisa melihat mereka semua merasa senang tapi aku? aish sudah kaki sakit, harus bermain air!

Kami mulai berjalan menuju tempat bermain arum jeram, tapi secara tiba-tiba aku menghentikan langkahku. Aku menatap ke arah lain, ingatanku mengingat kejadian semalam saat Kai pergi dari acara api unggun. Aku melihat arah jalan Kai berjalan semalam dan itu menuju arah sungai tempat kami bermain nanti.

“Apa yang dia lakukan?” heranku.

“Apa yang kau lakukan disana! ayo cepat” Henry datang padakku dan membantuku berjalan, tapi mengapa perasaanku tidak enak terhadap Kai.

“Henry”

“Wae?”

“Apa Kai ikut?”

“Kenapa? kau cemburu? lagipula Kai tidak satu team dengan Krystal” tidak satu team dengan Krystal?

“Benarkah?” tanyaku memastikan ucapan Henry.

“Kau tidak perlu cemburu seperti itu” aku menatapnya kesal.

Kini kami telah sampai, beberapa murid telah menaiki boat mereka. Aku melihat beberapa perlengkapan untuk bermain arum jeram. Hufhh setidaknya aku masih bisa memakai pelampung.

Di sisi lain, aku melihat ke arah Krystal. Ntah mengapa aku merasakan Krystal memperhatikanku “Hei pakailah” Minho memberikan pelampung serta helm untukku.

Huffhh ntah apa yang kursakan saat ini begitu membuatku khawatir, aku tidak mengkhawatirkan arum jeram. Aku mengkhawatirkan apa yang telah Kai lakukan semalam.

Aku melihat kembali ke arah 4 walls bersama yang lainnya, ntah mengapa aku berjalan ke arah mereka dan menemui Vic yang mengatur group “Vic, apa kita bisa bertukar perahu karet?” Vic menatapku aneh.

“Tentu saja” senyumnya, aku segera meminta seseorang untuk menukar perahu karet mereka dengan groupku. Dan untung saja Henry tidak mempermasalahkannya.

Aku tengah berdiri di pinggir sungai yang cukup deras, aku memperhatikan Krystal dan yang lainnya mulai menaiki perahu karet, mereka terlihat senang. Aku tahu Krystal sangat menyukai tantangan, aku melihat perahu karet mereka mulai mengarungi sungai.

“Amber, kau siap?” ucap Henry. Aku segera mengikuti Henry dan yang lainnya, kami adalah team terkahir karena Henry merupakan seorang ketua yang bertanggung jawab pada lainnya.

Aku mulai menaiki perahu karet, rasanya begitu menyeramkan “Apakah ini bisa menapung kita semua?” rasanya perahu karet ini seperti ingin tenggelam. Aku duduk di paling belakang, Henry duduk di depan, Minho dan Taemin berada di depanku dan aku hanya sendirian.

 

Author POV

“Ayo kita mulai!!!” perlahan arus sungai membawa perahu karet team terakhir yaitu Amber dan teman-temannya.

“Wohoo!!” mereka semua berteriak dengan semangat, perahu karet team terakhir kini telah sampai di tengah sungai, semaki lama arus semakin kuat.

“Waah!” mereka terus mendayung, sedangkan Amber terlihat takut. Bahkan Amber tak mendayung, Amber terlihat takut dengan permainan ini.

Tubuh Amber mulai basah karena percikan sungai yang deras. Arus semakin kencang, sudah sekian kalinya perahu karet mereka menghantam batu tajam. Amber sedikit khawatir akan benturan tersebut, Amber merasa  ada yang tak beres dengan perahu karet milik timnya.

“Henry!!” teriak Amber.

“Taemin!!” Teriak Amber kembali, Amber melihat sesuatu yang janggal di perahu karetnya.

Hingga pada akhirnya perahu karet team terkahir menghantam tebing dengan kuat yang membuat perahu karet mereka terbalik di antara derai arus sungai “Aaaahhh!!” semua berteriak.

“Byuuurrr” mereka semua tenggelam dalam arus sungai.

“Aaah tolong!” Amber terseret arus air, berkali-kali dirinya tenggelam dalam sungai. Amber berusaha mengendalikan dirinya, tapi itu sulit karena arus yang deras.

“TOLONG!” Amber berusaha sekuat tenaga, tangannya berusaha menggapai apapun di sekitarnya untuk bisa menahan dirinya.

“Aaahh!!” Kepala Amber kembali masuk ke dalam sungai, tubuhnya di tarik lemas dengan aliran sungai yang deras.

Sedangkan di tempat lain

Krystal tersenyum lebar “Waah benar-benar menyenangkan!”

“Kita harus mencobanya lagi!” ujar Suli.

“Tapi.. mengapa team Henry belum sampai juga?” mendengar Vic bicara, membuat Krystal sadar bahwa perahu karet team Henry belum datang.

Krystal berjalan ke tepi sungai “Aku rasa ini sudah melebihi waktu” tambah Luna.

Seketika Krystal menjadi khawatir, Krystal melihat bahwa semua murid-murid sudah berkumpul tetapi team Henry tidak.

“Tolong!!!” seseorang murid berteriak dengan kencang, berlari menuju kerumunan murid dan petugas arum jeram.

Krystal memperhatikan murid tersebut, murid itu terlihat ketakutan serta gugup. Dengan cepat Krystal dan tim arum jeram menghampiri murid tersebut “Ada apa?” tanya tim arum jeram.

Murid itu berusaha menenangkan diri karena nafasnya yang menggebu-gebu “Perahu karet Henry terbalik di tengah arus sungai!!”

“APA?!!!!” Krystal seperti tersambar petir, tubuhnya menjadi lemas.

Dengan sigap tim penyelamat berlari untuk menyelamatkan Henry dan teman-temannya.

Vic ikut berlari “Aku ikut!” Krystal memegang tangan Vic “Kau tunggu saja disini, aku tidak ingin terjadi apa-apa” Vic melepaskan tangan Krystal.

 

Tak lama kemudian suara ribut terdengar, Krystal berjalan menuju kerumunan.

Henry, Taemin, Minho dan Jonghyun datang. Mereka terlihat baik-baik saja, mata Krystal mencari-cari sosok Amber “Dimana Amber?” tanya Krystal yang membuat semuanya diam.

“Jawab aku!!” ucap Krystal emosi.

Henry melangkah mendekati Krystal “Aku dan yang lainnya sudah berusaha mencari Amber, aku rasa Amber tenggelam atau mungkin dia tersangkut. Aku sudah berusaha mencarinya Krystal, kami tidak akan berhenti! Amber adalah sahabatku”

“Apa kau tidak tahu dia tidak bisa berenang! seharusnya kau bisa menjaganya” mata Krystal berkaca-kaca.

Krystal hampir terjatuh “Soojung!” Luna langsung memeluk Krystal.

Wajah Sulli menjadi sedih dan khawatir, Luna memeluk Krystal. Sedangkan yang lain mulai mencari Amber.

Henry dan sahabat-sahabatnya terlihat begitu cemas, mereka tak berhenti mencari ke segala arah “Aish!! seharusnya aku tahu bahwa si bodoh itu tidak bisa berenang!” kesal Henry.

“Sudahlah yang penting saat ini kita menemukan Amber” ucap Onew yang melihat arah bebatuan.

Onew menghentikan langkahnya, matanya menatap tajam sesuatu yang tersangkut di antara bebatuan. Dengan perlahan onew melangkah menuju batu besar itu, satu demi satu bebatuan telah Onew lewati “Amber!!!” teriak Onew. Tanpa pikir panjang Onew menyelamatkan Amber yang tersangkut “Amber!!!” Onew menarik tubuh Amber, menariknya dari sungai “Amber!” Onew menarik tubuh Amber yang sudah tak beradaya.

Dengan cepat Henry dan lainnya menghampiri Onew, membawa Amber ke tim penyelamat.

“Amber bertahanlah! bertahanlah buddy!” ucap Jonghyun yang membawa Amber.

 

Krystal terlihat mondar-mandir, tak hentinya Krystal mengigit bibir bawahnya. Betapa khawatirnya sosok Krystal Jung saat Amber menghilang.

“Itu mereka!” saut Luna.

Krystal menatap Jonghyun yang menggendong Amber, Krystal berlari menuju Amber.

Tim penyelamat dengan cepat datang membantu, tubuh Amber di baringkan. Tangan Krystal terlihat gemetar, matanya mulai berkaca-kaca melihat Amber yang tak sadarkan diri.

Tim penyelamat membuka jaket pelampung Amber, berusaha memompa jantung Amber untuk kembali berdetak.

Luna merangkul erat Krystal, Krystal menatap Amber yang tak sadarkan diri dengan beberapa luka di wajah serta tangannya.

“Ayolah Amber!!” ucap Henry yang memegang tubuh Amber.

Krystal memejamkan matanya, berdoa pada Tuhan agar yeoja yang membuatnya gila ini kembali bernafas “Tuhan, aku masih ingin melihat dirinya. Tolong cabut kata-katakku bahwa aku tidak ingin melihatnya lagi. Aku ingin melihatnya lagi, melihat senyuman di bibirnya. Jangan berikan aku hukuman seperti ini, karena aku tak bisa melawatinya. Tolong Tuhan”

“Uhuk Uhuk!!” mendengar itu, Krystal membuka matanya. Tangan Krystal memegang pipi Amber yang setengah sadar “Amber” mata Krystal tak henti menatap Amber yang mulai bernafas, tangan Krystal memegang lembut pipi Amber yang dingin. Airmata Krystal jatuh di wajah pucat Amber “Dasar bodoh!” ucap pelan Krystal.

“Kita harus segera membawa Amber ke rumah sakit, aku yakin masih banyak air yang belum keluar dan terlebih lagi kondisi Amber yang terluka” ucap tim penyelamat”

Henry dan ketua penyelamat menelfon rumah sakit terdekat, tak butuh lama mereka menunggu Amber segera di bawa ke rumah sakit. Henry, Taemin dan Key ikut membawa Amber ke rumah sakit. Sedangkan yang lain tinggal di perkemahan.

Krystal menundukkan kepalanya, matanya memerah “Dasar bodoh”

“Soojung” Vic duduk disamping Krystal, mengosok-gosok pundak Krystal agar lebih tenang.

“Unnie tahu bukan dia tidak bisa berenang”

Vic mengangguk “Aku tahu”

“tapi.. tapi aku merasa heran. Bukankah arus sungai disini tidak terlalu bahaya bagi pemula? tapi mengapa perahu karet Amber bisa terbalik. Apakah itu aneh?” pikir Vic.

Krystal bangun dari duduknya “Aku ingin pergi ke rumah sakit”

“Soojung!”

Krystal mengambil ponselnya, menelfon seketaris Kim untuk segera menjemputnya.

 

Sedangkan di tempat lain

Wanita paruh baya itu menaruh secangkir teh hangat di mejanya, matanya menatap yeoja cantik yang duduk di depannya “Apa yang sedang kau pikirkan Jessica?”

Yeoja bernama Jessica itu tersenyum “Tidak ada eomma”

“Apa kau sudah membaca beberapa dokumen kemarin?”

“Sudah” senyum Jessica.

Eomma Jessica menatap serius anaknya, sedikit menghela nafas menatap anak satu-satunya tersebut “Aku dengar kau dekat dengan tunangan Krystal”

“Tidak juga”

Wanita elegan yang bernama Kang Ji Hoon mengangguk pelan “Benarkah? sayang sekali jika kau tidak dekat dengannya, kau tahu saat ini yeoja tampan itu sedang mendapatkan posisi penting di perusahaan Jung. Dan lebih menariknya lagi, ternyata dia adalah anak Josh Liu” senyum Kang Ji Hoon yaitu Eomma Jessica dengan mengambil kembali cangkir tehnya.

“Josh Liu?” tanya Jessica.

“Iya Josh Liu, dia adalah pria yang baik tapi sayangnya dia berpihak ke tempat yang salah. Aku harap nasib Amber tidak sama seperti ayahnya”

Jessica menatap eommanya “Apa yang terjadi pada Josh?” tanya penasaran Jessica.

“Sangat rumit, kakekmu itu bisa memutar keadaan. Memang benar kekuasaan bisa mengubah segalanya. Aku merasa heran, bagaimana caranya membuat pria tua itu menderita”

“Eomma!”

Eomma Jessica menarik nafas, tak suka dengan ucapan eomma nya “Kenapa? apa kau masih membelanya, setelah apa yang dia lakukan pada kita Jessica Jung! aku bahkan membenci nama Jung di nama belakangmu”

Jessica hanya diam “Tapi.. bagaimanapun dia adalah kakek…”

“Kakek macam apa yang membuat cucung serta mantunya di buang begitu saja! bahkan setelah kematian ayahmu, pria yang bernama Jay Jung itu tidak ingin melihat kita! Dengan kekuasaan, dia tidak mengizinkan kita untuk tinggal di Korea dan membuang jauh kita ke negeri orang, bagaimana bisa kau membelannya Jessica?!” eomma Jessica menghela nafasnya, mulai bangun dari duduknya. Menatap Jessica yang masih terdiam, kakinya mendekati Jessica, tangannya mengelus lembut rambut blondenya.

“Maafkan eomma yang berteriak di depanmu, Eomma hanya terbawa emosi. Kenangan dulu begitu pahit. Selama ini kita hanya lalui berdua tanpa bantuan siapapun, eomma tidak akan tinggal diam dengan apa yang dia lakukan pada kita, pada ayahmu! jadi untuk itu kita kembali kesini, kita kembali untuk mengambil apa yang seharusnya kau miliki dari dulu. Dulu dia bisa mengusir kita, bisa berbicara semaunya pada kita tapi kali ini tidak, kini kita jauh lebih kuat! Jadi bantulah eomma” Jessica menatap eommanya, dan memeluk eomma nya erat.

“Biane eomma, aku akan melakukannya”

“Drriing drriiing” Kang Ji Hoon mengangkat telfon.

“Bagaimana?” tanya langsung Kang Ji Hoon.

Jessica menatap eommanya “Mwo! bagaimana bisa! apa kau tidak tahu waktunya sebentar lagi, bagaimana bisa hal kecil seperti itu gagal!” geram Kang Ji Hoon.

Jessica menatap penasaran eommanya “Benarkah? lalu bagaimana keadaannya sekarang” Kang Ji Hoon menatap Jessica dan pergi meninggalkannya.

Melihat eommanya yang sedang sibuk di telfon, Jessica memangku tangannya. Menatap luar jendela yang basah karena hujan.

“Kapan dia akan pulang dari kemping sekolah?” tanya Jessica pada dirinya.

Jessica menghela nafasnya, dirinya bangun dan mengambil kunci mobil. Saat sedang keluar Jessica tak sengaja mendengar percakapan eommanya “Rumah sakit Seoul? lalu bagaiamana keadaanya sekarang?” Jessica diam, berdiri di belakang pintu tak jauh dari eommanya.

“Di jaga ketat?? aku tidak mau tahu!”

“Apa yang sedang eomma bicarakan? rumah sakit Seoul? mengapa perasaanku tak enak” pikir Jessica.

 

Seoul Hospital 

Amber dibawa ke ruangan gawat darurat “Mohon tunggu disini” ucap salah satu perawat kepada Henry.

Henry, Taemin dan Key meyenderkan kepalanya ke kursi, berusaha untuk menengakan diri mereka.

“Tap tap tap” suara langakah kaki terdengar di telinga mereka. Langkah kaki yang terdengar buru-buru.

Henry membuka matanya, kini dia berdiri menatap seorang yeoja dengan berpakaian rapih “Jelaskan padaku apa yang terjadi!”

Henry menjelaskan semuanya “Seperti itu seketaris Kim”

“Siapa disini wali dari Amber J Liu?” tanya seorang dokter.

“Saya!” jawab Taeyeon yang segera menghampiri dokter tersebut.

“Bagaimana keadaan dokter, Amber?” cemas Taeyeon.

“Untung saja Amber segera dapat pertolongan pertama, kalau tidak.. Mungkin dia sudah tiada. Tapi… tapi permasalahnnya sekarang ini Amber tidak 100% sadarkan diri, ini akibat dari benturan kuat di kepalanya. Amber membutuhkan waktu untuk sadar sepenuhnya”

“Aku mohon bantuannya” Taeyeon membungkukkan badannya.

Taeyeon menghela nafasnnya, kini Amber dibawa ke ruangan VVIP dengan pengawalan ketat.

“Seketaris Kim”

“Ya” jawab singkat Taeyeon.

“Nona muda Jung meminta kami untuk menjemputnya, bagaimana seketaris Kim?” tanya salah satu pengawal.

“Jangan, biarkan saja nona muda disana. Aku ingin Amber istirahat, tidak ada yang boleh mengganggunya. Dan juga, jangan beritahu keluarganya, aku tidak ingin membuat mereka cemas”

“Baik seketaris Kim”

“Oh satu lagi, tolong perketat penjagaan ruangan Amber” tambah Taeyon.

 

8.26 PM Jessica POV

Ku buka kaca mobilkku, kini aku menatap gedung rumah sakit yang kudengar dari eomma. Ntah angin apa yang membawaku kesini, yang jelas aku sangat gelisah.

Kaki ini melangkah keluar dari mobil, berjalan menelusuri koridor rumah sakit yang sibuk dan ramai. Ku bertanya pada salah satu ruang informasi rumah sakit “Ada yang bisa saya bantu nona?”

“Ya, ehmmm….” bagaimana ini? aku saja tidak tahu mengapa aku harus datang kesini.

“Nona”

“Ohh iya, aku mencari seseorang”

“Seseorang? boleh aku tahu namanya?”

Aish aku mau mencari siapa? “Ehmm aku menerima telfon dari seseorang, orang itu mengatakan ada suatu kejadian yang terjadi pukul 11 pagi tadi dan dilarikan di rumah sakit ini, apakah suster tahu nama-nama orang yang masuk ke rumah sakit di gawat darurat pada pukul 11?”

“Biar saya cek dulu” senyum perawat.

Tak lama kemudian perawat datang, membawa catatan di tangannya “Pada pukul 11, ada beberapa yang masuk yaitu:….” suster tersebut menyebutkan beberapa nama, hingga aku mendengar nama yang begitu membuatku terkejut.

“Mwo!”

Suster itu menatap heran Jessica “Amber J Liu?” ulang Jessica.

“Ne, Amber Josephine Liu. Hari ini dia masuk ke ruangan gawat darurat akibat perahu karet yang dia naiki terbalik”

Jessica menghela nafasanya, wajahnya terlihat begitu khawtir akan keadaan Amber “Lalu dimana dia sekarang?” panik Jessica.

” Amber Liu berada di ruangan VVIP lantai 9″ dengan cepat aku berlari, aku menuju lift menuju ke atas.

Bagaimana ini bisa terjadi! aku memejamkan matakku, teringat senyumnya di wajahku. Aku tak menyangka akan dirinya yang bernasib sial seperti ini.

“Apakah?”

Lift terbuka, aku segera berjalan mencari kamar Amber. Aku menelisiri beberapa koridor hingga akhirnya langkahku terhenti dengan melihat beberapa bodyguard yang sedang berjaga di depan pintu.

Aku yakin itu adalah kamar Amber, aku kembali melangkahkan kakiku “Tap Tap Tap Tap”

“Permisi” langkahku terhenti, matakku menatap salah satu bodyguard Amber.

“Minggir” ucapku singkat.

“Maaf anda siapa?”

Aku tersenyum tipis “Apakah sekarang ini penting tentang siapa diriku!”

“Maaf nona tapi saat ini tuan muda Amber tak bisa bertemu dengan siapapun”

Aku mulai geram “Aku bilang minggir!” aku berusaha jalan tapi lagi bodyguard Amber menghadangku.

“Tidak bisa nona, silahkan pergi”

“Tidak ada yang bisa melarangku!” aku terus memaksa masuk, hingga beberapa bodyguard memegang lenganku.

“Lepaskan!” suara itu…

Mereka mulai melepaskanku, aku menatap yeoja yang sudah lama tak kulihat. Wajahnya terlihat sama saat pertama kali aku melihatnya. Hanya saja, tatapanya jauh lebih kuat dan tajam.

“Seketaris Kim” bodyguard menunduk kepada Taeyeon, Taeyeon melangkah mendekati Jessica.

Aku menatap Taeyeon “Aku ingin bertemu dengan Amber”

Dia menatapku “Hanya sebentar” ucapnya.

“Biarkan dia masuk” seketika bodyguarnya memberikan jalan padakku, sebelum aku membuka pintu kamar, aku menatap Tayeon.

“Krek”

Pintu kubuka, jantungku berdebar begitu kencang. Kakiku melangkah masuk ruangan yang hening ini. Hanya suara monitor detak jantung yang dapat ku dengar, langkah kakiku menjadi lemas, ketika matakku menatap nanar Amber yang terbaring di tempat tidur dengan luka di kepalanya.

Aku memandanginya, memandangi yeoja yang penuh tawa ini seketika lemah tak berdaya dengan luka-luka di wajahnya “Apa yang kau lakukan” aku menatap tangannya yang sedang di infus, ku pegang tangannya yang terasa dingin.

Ku pegang erat tangannya, mata ini tak henti menatap wajahnya “Amber…” ku pejamkan mata ini, dengan tangan Amber yang terus kugenggam.

Tayeon menatap Jessica yang tengah bersama Amber, matanya sedikit mengintip betapa terlukanya hati Jessica.

“Seketaris Kim, jam jenguk sudah habis. Bagaimana?” ucap salah satu bodyguard.

Taeyeon diam sejenak “Biarkan saja” singkat Taeyeon.

Waktu menunjukkan 11 malam, aku keluar dari ruangan Amber “Taeyeon” sebuah nama, sebuah nama yang tak lama ku ucapkan.

“Bisa kita bicara” aku dan Taeyeon berjalan menuju taman atas rumah sakit.

“Minumlah” aku mengambil segelas coffe hangat yang diberika Taeyeon “Terima kasih” senyumku padanya.

Ku hirup coffe hangat ini dengan menatap jalanan kota bersama Taeyeon di sampingku, aku tidak tahu harus bicara apa padanya. Sudah bertahun-tahun aku tak memberikan kabarku padanya, sudah bertahun-tahun aku tak bicara padanya. Rasanya sangat canggung untukku “Bagaimana kabarmu?” aku melirik ke arahnya.

“Baik, bagaimana denganmu?” tanyaku dengan senyum.

“Seperti biasa” senyum baliknya, untuk beberapa saat aku seperti kembali ke masa lalu, masa dimana aku bersama yeoja yang duduk disampingku ini.

Kami diam sesaat hingga Taeyeon mulai lagi bicara “Aku pikir kau tidak akan kembali”

“Bagaimana bisa? bagaimanapun Seoul adalah rumahku” ucapku padanya.

Taeyeon mengangguk “Aku dengar, kau sudah menjadi designer baju terkenal” senyumnya.

Aku mengangguk “Iya”

“Aku senang mendengarnya, kau bisa menggapai mimpimu”

Aku menaruh gelasku dan menatap Taeyeon “Lalu bagaimana denganmu? mengapa kau tak menggapai mimpimu untuk menjadi penyanyi terkenal?”

Dia tersenyum tipis “Aku menunggumu”

Aku terkejut mendengarnya “Apa?”

Taeyeon tak menatapkku, bibirnya masih tersenyum “Aku memiliki dua pilihan, mengejar mimpiku atau… atau tetap berdiri di tempat yang sama. Aku memilih untuk berdiri di tempat yang sama, walaupun umurku terus bertambah, musim terus berganti bahkan setelah semua telah berganti, aku belum bisa untuk pergi kemanapun karena aku menunggu seseorang untuk kembali”

“Taeyeon..” lirihku.

“Aku.. aku merasa hancur ketika kau pergi Jessica” Taeyeon menatapku, tatapannya menjadi sedih.

“Hari-hariku begitu membosankan, hari-hariku terasa hampa. aku hanya ditemani oleh kenangan serta bayanganmu.. Hufffhhh bisakah kita membahas yang lain?”

“Maafkan aku.. aku…”

“Aku dengar kau akan buka di Seoul, kapan?” Taeyeon mengalihkan pembicaraan.

“Dua minggu lagi”

Kami diam sejenak “Oh bagaimana Soojung?”

“Nona muda? aku rasa dia masih di tempat kemping, aku tak mengizinkan nya untuk datang. Aku pikir dia harus menyelesaikan dulu kewajibannya disana, aku tahu nona muda Jung khawatir terhadap Amber”

“AKu tidak menyangka wanita tertutup seperti dia bisa luluh pada Amber”

“Begitu juga dengan dirimu” aku menatap Taeyeon “Jujur saja, kau dan nona muda Jung hampir memiliki sifat yang sama. yaitu tak mudah dekat dengan orang baru. Tapi saat aku melihat kau dan Amber, kau terasa mengenal lama dirinya. Aku merasa iri”

Aku menghela nafas “Aku tidak tahu, mungkin karena Amber adalah orang yang baik” senyumku.

Next day 10.00 Am

Aku datang lebih awal, mengganti bunga di ruangannya. Menatap kembali wajah yang masih tertidur pulas “Cepatlah bangun” aku kembali duduk di sampingnya, memegang kembali tangannya.

Author POV

Mobil sedan mewah telah berhenti di depan rumah sakit, para pengawal sibuk membukakkan pintuk untuk Krystal Jung.

Krystal turun dari mobilnya, tangannya membawa bunga yang wangi. Kakinya melangkah masuk dengan kelima pengawal yang berdiri di belakangnya.

“Ting” pintu lift terbuka, Krystal melangkah dengan cepat.

“Selamat pagi nona muda Jung” para pengawal memberikan salam nya pada pewaris Jung’s corpt.

Krystal melangkah ke arah pintu “Maaf sebelumnya nona muda Jung” Krystal menatap tajam “Ada apa?”

“Ada tamu di dalam”

“Tamu?” ulang Krystal.

“Iya”

Krystal menggeser pelan pintu, matanya mencari seseorang yang dibicarakan pengawalnya.

Mata Krystal berkedip, sedikit menghela nafasnya.

 

B0DR696CMAEYkKn.jpg

(Kek begini kurang lebih ekspersinya hahaha)

Krystal memundurkan langkahnya, digigit bibir bawahnya. Tangannya menggengam kuat tangkai bunga yang dia bawa. Kakinya terus melangkah mundur, hingga akhirnya Krystal membalikan badannya “Nona muda Jung?” heran pengawal yang melihat Krystal meninggalkan ruangan.

Krystal melangkah, langkahnya terlihat lesu. Matanya tak bersinar “Soojung” Krystal mengentikan langkahnya.

“Aku pikri kau akan masuk ke dalam” Krystal membalikan badannya, melihat sosok Jessica yang kini berdiri di depan matanya.

“Tap tap tap” langkah kaki Jessica yang mendekati Krystal, kedua mata mereka saling bertatapan.

“Bisa kita bicara sebentar?” ajak Jessica.

Kini Jessica dan Krystal berada di tempat yang jauh lebih tenang, dengan rumput serta pohon-pohon rindang taman rumah sakit “Apa yang ingin kau katakan unnie?” tanya Krystal.

“Aku tidak ingin hal ini terjadi lagi pada Amber”

Krystal menatap Jessica “Kenapa? sepertinya kau sangat peduli padanya”

“Tentu, aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi” Jessica mendekati Krystal dengan menatap matanya “Suatu hari ada seseorang yang akan mengganti posisimu di hati Amber, suatu hari ada seseorang yang mengganganti kenanganmu di hati Amber, suatu hari nanti ada seseorang yang jauh lebih mencintai Amber daripada orang lain. Aku akan membuat Amber sadar akan semuanya, kau telah merebut semuanya Krystal Jung. Seharusnya tempatmu adalah tempatku. Suatu saat nanti, aku akan ada di posisimu.

“Dan.. berhentilah menyakiti Amber, dia telalu berharga untukmu”

Krystal menatap Jessica “Tidak akan kubiarkan”

Jessica tersenyum “Lalu kau serakah? hidup bahagialah bersama lelakimu, karena kau adalah pengecut. Jika kau masih menyukai Amber untuk apa kau repot-repot datang sepagi ini dengan bunga indah di tanganmu. Kau bukanlah Krystal Jung yang ku kenal, tidak akan kubiarkan kau menyakiti hati Amber dengan setelah apa yang kau lakukan padanya”

“Bicaralah sepuasmu, karena itu tidak akan pernah terjadi” tatap Krystal, kemudian Jessica meninggalkan Krystal, Krystal menggengam kuat tangannya. Merasa kesal dengan Jessica.

Krystal kembali ke ruangan Amber, membawa bunga yang dibawa olehnya. Bunga di dekat Amber di ganti oleh Krystal.

Krystal menatap Amber, tangannya mengelus lembut rambut Amber. Sedikit mengelus pipi Amber “Stupid” senyum nanar Krystal.

Krystal menundukkan kepalanya, memejamkan matanya dengan memegang erat tangan Amber. Kata-kata Jessica berputar-putar di telinga Krystal.

“Tidak…” Krystal menatap Amber dengan tangan Amber di pipi Krystal.

“Biane..” Krystal memejamkan matanya, merasakan dingin tangan Amber dipipinya.

Aku tidak tahu apa yang kulakukan, aku merasa bodoh. Aku merasa dipermainkan oleh perasaanku, Amber… apakah aku menyukaimu? aku tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menyukaimu, di sisi lain aku merasa takut. Aku benar-benar tidak mengerti! aku benci diriku sendiri.

Jam terus berganti, tanpa sadar Krystal tertidur dengan memegang tangan Amber “Nona muda Jung” Mata Krystal sedikit bergerak, matanya perlahan terbuka.

“Maaf menggangu anda nona muda Jung” Krystal menatap Taeyeon yang berdiri di belakangnya.

“Ada apa?” tanya Krystal setengah sadar.

“Maaf nona, anda memiliki jadwal rapat sore ini dengan perusahaan Kwon”

Krystal menghela nafasnya “Haruskah aku datang?” ucap Krystal dengan memijit kepalanya.

“Iya nona muda Jung” Krystal mengangguk “Pergilah, aku akan turun 5 menit lagi” Taeyeon membungkuk pada Krystal.

Krystal bangun dari duduknya, menatap jam tangannya yang menunjukkan pukul 3 siang. Mata Krystal kembali menatap Amber, tatapannya seakan tak ingin berpisah darinya.

 “Tap tap tap” Krystal melangkah keluar, semua bodyguard membungkuk ke arah Krystal dan beberapa dari mereka mengikuti Krystal menuju mobilnya.

Taeyeon membuka pintu untuk Krystal, saat Krystal ingin melangkah dirinya melihat Jessica yang baru saja datang dengan supirnya.

Jessica tersenyum pada Krystal “Sepertinya kau sangat sibuk”

Krystal tersenyum tipis “Begitulah” Krystal masuk ke dalam mobil dan Jessica masuk ke dalam rumah sakit untuk menjenguk Amber.

14 hari kemudian, adalah hari yang sama seperti sebelumnya. Amber masih terbaring tak berdaya dalam tidur panjangnya.

Kali ini Taeyeon mengizinkan sahabat-sahabatnya untuk menjenguk Amber, kamar rawat Amber di hiasi hiasan lucu oleh Henry dan kawan-kawan.

“Aku tidak tahu Amber tak bisa berenang, seharusnya aku tidak membiarkannya dan terus memaksanya untuk ikut” ucap Henry menatap Amber.

“Sudahlah, yang penting saat ini adalah bagaiamana Amber bisa sembuh dan bergabung bersama kita” ucap Jonghyun dengan memegang bahu Amber.

“Greeeekk” pintu bergeser, Henry, Jonghyun, Luna dan Vic segera membungkuk untuk memberi salam.

“Annyeong haseyo” Sapa mereka ber-enam.

“Ohh annyeong haseyo” balas Jessica dengan senyuman.

“kalian pasti teman-teman Amber, bukan?”

“Benar noona” senyum Henry.

“Oh iya aku membawakan makanan, makanlah”

“Terima kasih unnie!” mereka semua tersenyum. Jessica berjalan ke arah Amber, menatap matanya yang tengah terpejam.

Luna menatap Jessica “Oh aku tidak tahu jika Krystal memiliki saudara perempuan” ucap Luna.

Jessica tersenyum “Itu karena aku tinggal di luar negeri” balas Jessica.

Tak lama kemudian Jessica dan teman-teman Amber sedikit berbincang “Noona, kau benar-benar berbeda dengan Krystal, kau jauh lebih ramah” puji Henry.

“Karena kalian teman Amber, aku menjadi ramah” senyum Jessica.

“Grreeekkk” pintu kembali bergeser, mereka semua menatap tamu yang datang. Seketika  tak ada tawa serta senyum lagi diantara mereka “Soojung” ucap Luna.

Bukanya menatap Luna, Krystal menatap Jessica yang sedang duduk diantara sahabat-sahabatnya.

“Aku tidak tahu kau akan datang, kau bilang kau akan pergi ke Jepang setelah pulang sekeloh” ucap Luna.

“Jika rapatmu batal karena Amber, kau tidak perlu khawatir soal Amber. Aku akan menjaganya” ucap Jessica.

Krystal melangkah mendekati tempat tidur Amber, Krystal memegang tangan Amber yang masih terasa dingin “Aku ingin melakukannya sendiri”

“Lagipula ini semua salahku, jika Vic unnie tak menukar perahu karetnya dengan Amber. Maka semua ini tak akan terjadi”

Jessica sedikit terkjeut dengan ucapan Krystal “Apa maksutmu?”

Krystal menatap Jessica “Seharusnya saat ini aku yang berbaring di rumah sakit, bukan Amber. Ada seseorang yang ingin membuatku celaka tapi Amber melindungiku” tatap Krystal, mendengar hal itu Jessica menjadi terkejut.

“Aku harap kita bisa menemukan pelakunya” ucap Vic yang disetujui Henry “Tentu saja kita harus menemukannya”

Jessica terlihat diam, Krystal duduk disamping Amber. Jessica menatap Krystal yang peduli pada Amber “Setelah apa yang kau lakukan, mengapa kau menjadi peduli pada Amber” senyum tipis Jessica.

Jessica bangun dari duduknya, melangkah berjalan mendekati Amber “Bagaimana bisa seseorang seperti Amber menjadi rapuh dan mengeluarkan airmata hanya karenamu, apa kau tidak tahu bagaimana saat pertama kali aku bertemu dengannya? Amber menyediri duduk di tengah-tengah keramaian, matanya memerah, matanya penuh dengan kekosongan, aku tidak tahu apa yang telah kau lakukan padanya hingga kau membuatnya seperti itu,  dan sekarang.. sekarang kau peduli padanya? aku tidak mengerti apa maksutmu Krystal” tiba-tiba suasana menjadi panas, Krystal menghela nafasnya.

“Mengapa kau tidak bersama kekasihmu saja, pergilah dan menjauh dari Amber karena semakin Amber di dekatmu itu akan membuatnya lebih menderita. Ini bukan apa-apa, ini baru awal” tatap Jessica.

Krystal melepas genggaman tangan Amber dengan perlahan, Krystal bangun dari duduknya. Matanya menatap Jessica “Ya, aku salah. Aku egois, tapi aku rasa kau tidak bisa bicara seperti itu. Kau tidak tahu apa-apa Jessica unnie”

“Benarkah?” Jessica tersenyum tipis.

“Nona muda Jung”

“Mobil telah siap, kita harus berangkat menuju Jepang” lanjut Taeyeon.

“Aku akan menjaga Amber” ucap Jessica.

Krystal tidak harus berbuat apa-apa, Krystal harus berangkat ke Jepang dan pergi meninggalkan Amber.

Krystal menatap Amber kembali, tangannya megenggam erat tangan Amber. Krystal sedikit menundukkan kepalanya, mendekati wajah Amber. Menatapnya lebih dekat, bibir Krystal mendekati telinga Amber “Maafkan aku, cepatlah bangun karena aku merindukanmu”

Krystal menatap Amber dengan jarak yang begitu dekat, bibirnya mendekati bibir Amber.

“Cup” Krystal memberikan ciuman singkat pada Amber. Tangannya mengelus pipi Amber dengan senyuman di wajahnya.

Krystal melangkah menjauhi Amber, langkahnya terasa berat.

Krystal berjalan menuju pintu, Taeyeon telah membuka pintu untuk Krystal tapi…

“Kry…….” Krystal menghentikan langkahnya.

Amber menggerakan jarinya, detak jantungnya berdetak dengan cepat di monitor detak jantung “Krys……”

Semua menjadi terkejut mendengar lirih suara Amber “Krystal”

Krystal mengeluarkan airmatanya, di genggam erat tangan Amber oleh “Ya, ya aku disini Amber. Aku disini” Krystal mengeluarkan airmatanya.

Vic segera memanggil dokter, Jessica hanya mematung, antara senang dan sedih campur di dalam hatinya.

“Krystal” lirih Amber.

“Aku disini stupid” senyum Krystal dengan airmatanya “Mengapa lama sekali kau bangunnya, dasar bodoh”

Melihat Krystal yang mendekati Amber, Jessica mundur dan pergi keluar ruangan. Jessica melangkah ke luar rumah sakit dan pergi dengan mobil mewahnya.

“Apa kita bisa bertemu?” ucap Jessica dengan menyetir, Jessica menuju ke sebua restoran yang sudah di janjikan sebelumnya.

Jessica turun dan masuk ke dalam restoran, seorang namja telah menunggunya “Apa aku membuatmu menunggu?”

“Tentu saja tidak” senyum namja itu.

“Bagaimana keadaanya?” tanya namja itu.

“Dia sudah sadar” namja itu terlihat kecewa mendengarnya dengan tersenyum tipis di bibirnya.

“Mengapa kau ingin bertemu denganku noona?”

Jessica menatap serius namja yang di depannya “Kau ingin mendapatkan Krystal, bukan?” namja itu terkejut mendengarnya.

“Mari kita berkerja sama, Kai…”

 


Maaf ya kalo updatenya super lama hahaha, author lagi sakit soalnya huhu. Maaf kalau ada salah-salah kata dan penulisan yang kurang jelas.

Selamat membaca readers..

 

 

Advertisements

48 thoughts on “Someday 17

  1. Kenhendrawan says:

    Woaahh akhirnya amber sadar juga, berkat bisikan dari krystal tuh, jessica mau rencanain apa tuh, huuft badai menerpa kryber nih, eh iya author gws ya maaf gak bisa jenguk langsung hehehe

  2. Kryber3424 says:

    Seruuu banget thor.. bisikan ice princess dpt mmbngunkan prince yg trtidur 😊😊.. kapan krystal nyatain cintanya 😩😩😩penghalang kaijess 😤😤😤

  3. Ga nyesel nunggu ff ini update ya walaupun sebulan sekali, dgn chap yg panjang dan alur yg memukai menambah nilai plusnya, kayanya ikatan batin kryber kuat ya dimana krystal mau dicelakakan tuh amber tau aja terus mungkin cinta sejati kaya gitu kali ya.buktinya amber tenggelam aja si krystal paniknya udh tahap over😂 . Paling suka saat jung sis vs. Itu seperti keduanya ga mau kalah kalo mereka ingin amber kalo gua iri aja gitu kan si amber direbutin 2 cewe cantik😢 Please bikin flashback disaat ayah jessica meninggal terus sama kenapa jess dan eomanya diusir apa masalahnya?

  4. Thor tapi blm puas update lgi dong kok jesicca bsa suka dengan amber😭😭😭buat kryber menjadi suami istri laa
    Semangat thor jangan lama2 ya update nya

  5. reisyanurani says:

    Akhirnyaaa makasih yahh athour nya udh update wkwk. Semakin bagus aja ceritanyaa aaa suka semangat athour semoga sering-sering dapetin Ilham buat nulis ceritanya yahh^^

  6. sonemalia says:

    kok jessica jadi jahat sih >< akhirnya krystal sadar ga tuh kl dia cinta amber?. jaga amber baik2 ya jgn sampe direbut sica T.T

  7. Coffee says:

    Whoaaaaa thor senangnya bacanya amber bisa sadar kembali setelah memdengar suara krystal dan ciuman krystal
    Thor, tolong jangan buat sad ending thor
    Tolong buat amber dan krystal bersama, dan taeyeon bersama jesicca
    Agak kejam sih tapi buat supaya amber kecewa sama jesicca karna jesicca udah buat perjanjian yang jahat sama kau dan mamanya thooor

    Dan kalau bisa updatenya jangan sekali sebulan ya thoor hahaha
    Semangat

  8. livi says:

    Kereeeennnnn 😍😍
    Suka banget lah crita nya,mantab
    Jangan lama’ lah thor update nya,penasaran sama crita nya
    Dtunggu klnjutan nya yaa
    Tq thor

  9. akhirrnya author krystal mrngenggam tangan amber kembali tuk nya..ni mengharu kan pa lg harus dgn da krjadian begini si krystal baru merasakan cinta nya ..tp ku seneng kryber kembali
    dan mengecewakan di akhir jessica ingn bekerjasama dgn kai..ohh knp la dia ini ,, sy tau dia tak ingn amber tersakiti lg tp ku harap ditarik nya lg niat y tuk pisahi kryber

    buat author..sy senang update’an nya luar biasa panjang bikin puas bnget jg tiap part masing” part mulai tunjukin jg jwbn dr penasarannya sy ..fighting author the best karya nya

  10. Rumit. Tapi menyenangkan. Hanya saja, aku menyayangkan, penggambaran suasana hati Krys kurang jelas. Jadi aneh tiba2 dia peduli bgt sama Amber. Paling enggak, ada rasa kesal di hati Krys waktu Amber sama Jessica apalagi sampai makan bersama. Lalu mungkin ada rasa sesak, Krys kehilangan kebiasaan bareng Amber. Kenapa aku bicara kya gini? Bukanya menggurui, hanya saja…
    Melupakan orangnya itu mudah, yang tidak mudah adalah menyesuaikan diri terbiasa tanpa orang itu. Ya mungkin dibanding dengan cerita kegiatan camping, lebih menusuk hati lagi ketika dijelaskan gambaran hati Krystal. Ummbbs sumpah soalnya nih cerita bagus banget, cuma ya ganjel aja sudut pandang Krys kurang jelas. Maaf yah authornim, aku berterimakasih bgt authornim bahkan relain waktu untuk menulis sepanjang ini gak papa lama juga. Maaf yaa kalau kalimat di atas agak gimana gitu. Dan berhenti minta maaf karena telat update, authod post ff kita udah seneng banget kok. Get well soon authornim. Tak apa, sakit itu pengurangan dosa kok. Hahahhaahhaha

  11. sn says:

    Lah malah Jessica kerjasma ama bang kai. Tuh kan krys sayang tapi gengsi ya wkwkwkwkw semoga ya kryber bersama jangan terlalu terjal ah hubungannya

  12. Wkwkwk suka2
    Demi amber 2 ice princcessss berantemm
    Akkakas
    Mls bngt tpi
    Sica mnta bntuan sma si kai
    Psti eomma sica yg mau celakain krystal nyuruh si kai
    Zz

  13. Lala says:

    Sueer keren parah ini cerita, bener bener worth it buat ditunggu walopun lama bener hahaha
    Anw, pengen bgt kryber di akhir cerita jadi. Trus lebih asik lagi kl bumbu jess vs krys dibanyakin hehee, n setuju bgt sm komen diatas yg supaya gambaran isi hati krys diperjelas/ diperdalam
    Tetep semangat thor! Aku tunggu ampe update an slnjutnya 🙂

  14. Nah kan bener2 si amber kenapa2 sekarang kecelakaan 😣😣😣
    Eaaa perebutan tahta cinta dan wanita wkwkwk antara jungsis
    Oh jd si jungsis ini sepupuan ternyata
    Btw itu kenapa kok si eyang jung usir cucu sama mantunya ? Masak gegara bapaknya mati ? Hmm kudu nunggu chap next nih
    SEMANGAAH THORR BUAT NULIS TAPI JANGAN LAMA2 😔😔😔 HAHAHA

  15. sonemalia says:

    please thorrr update dongggggg.
    aku tiap hari bolak balik buka wp ini menantikan updatean author. Sangat sangat kangen sama kryber T.T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s