Beautiful Stranger 4

 

x

Kulingkarkan angka 12 dengan spidol berwarna merah untuk menandakan bahwa hari ini adalah hari ke 12 ku di bumi, aku sangat merindukan ayah dan sahabat-sahabatku di sana aku ingin kembali aku ingin sekali pulang dan kembali bersama sama mereka, tapi semua berkata lain aku harus menerima keadaanku sekarang. Hidup di bumi dan mencari sesuatu yang sangat sulit untuk ku temukan akupun tidak tahu apakah aku berhasil menemukan pbat penawar itu atau tidak? aku tidak yakin akan menemukan obat penawar itu.

Lalu apakah aku akan mati? tidak masalah bila pada akhirnya aku akan pergi selamanya tapi setidaknya aku dapat menghabiskan waktu terakhir ku bersama orang-orang yang kusayang, tidak di tempat asing seperti ini yang membuatku semakin terpuruk. Apakah aku harus diam saja menunggu kematian menjemputku? setiap harinya aku selalu takut dan berharap semua ini adalah mimpi tapi tidak, ini adalah kenyataan yang harus ku hadapai.

Aku merasa tidak mampu untuk mencarinya aku terlalu takut untuk memulai bila pada akhirnya aku tidak berhasil menemukan obat penawar itu. Maafkan aku ayah, aku tidak tahu harus berbuat apa? aku benar-benar bingung dengan keadaanku saat ini.

“Aku pulang!” suara Amber membangunkanku dari pikiran yang setiap harinya terus menghantuiku,  kini aku menatap Amber yang sedang melepaskan sepatunya yang terlihat tidak layak di pakai, kini langkah kaki Amber berjalan menuju arah dapur dengan mengambil sebuah botol air putih lalu di tuangkan nya di sebuah gelas bening miliknya.

“Princess apa kau sudah makan?” aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Baiklah aku akan memasak makanan untukmu” aku hanya diam menatap Amber yang sedang menyiapkan bahan seadanya untuk menyiapkan ku makan malam.

“Kau akan pergi malam lagi?” tanyaku pada Amber yang sedang memotong beberapa sayuran.

“Yap” aku hanya mengangguk.

“Princess aku ada berita baik”

“Berita apa?”

“Aku akan gajian haha, kau akan ku traktir makan malam di luar” ucap Amber dengan gembira.

“Benarkah? kau harus mentraktirku daging!”

“Tenang saja kau bisa makan dengan sepuasnya” senyum Amber dengan memberikan jari jempol kananya ke arah Krystal.

“Baiklah awas saja sampai kau bohong!” Amber membalas dengan senyuman dan melanjutkan memotong sayuran.

“Lagi pula kau pasti sudah sangat bosan di rumah”

“Aku benar-benar sangat bosan! aku hampir saja mati kebosanan karena terus diam di rumahmu ini” ucap Krystal.

“Maafkan aku, aku takut kau tersesat dan aku juga takut bila ada seseorang yang jahat padamu itu sebabnya kau tidak boleh keluar rumah tanpa aku di sampingmu. Dunia ini sangat kejam jadi kau harus berhati-hati”

22.00

Aku kembali memperhatikan Amber yang tengah sibuk membereskan isi tasnya “Apa aku boleh ikut denganmu?”

“Kau tidak boleh ikut, disana sangat tidak baik untukmu” ucap Amber yang masih sibuk dengan tasnya.

“Tidak baik? tidak baik bagaimana?”

“Disana banyak sekali manusia yang bisa menganggumu dan juga tempat itu untuk orang dewasa dan apa kau mau telingamu tuli akibat mendengar dentuman musik yang sangat kencang, pokoknya sangat tidak baik jadi kau jangan kesana”

“Lalu bila tidak baik mengapa kau berkerja disana? lagi pula akukan bersamamu jadi kau bisa menjagaku stupid!”

“Haishh kan sudah ku bilang aku berkerja di sana karena upahnya sangat besar jadi mau tidak mau aku harus menerima resikonya dan juga aku disana berkerja bukan untuk bersenang-senang jadi aku tidak  bisa menjagamu di sana” wajah Krystal terlihat kesal.

Amber mengambil jaket merahnya dan topi hitam LA miliknya “Maafkan aku, ini semua demi kebaikanmu bila tempat kerjaku tidak berbahaya mana mungkin aku tidak mengajakmu”

“Kau tidurlah, aku pergi dulu” Amber memakai sepatu nike merah miliknya dan pergi meninggalkan Krystal duduk sendirian dengan wajah yang kesal.

“Eeghh dia kira dia siapa bisa memerintahku seenaknya!” Krystal bergegas bangun dari duduknya dan berjalan menggeser pintu kamar Amber.

“Tidak ada yang bisa melarangku!” Krystal membuka lemari baju Amber mengambil sweater rajut merah untuk iya kenakan, Krystal bergeges memakai sepatu yang sedikit besar untuknya tapi tidak masalah baginya.

Krystal segera berjalan keluar “Kemana arah dia pergi?”

Krystal menengok kanan dan kiri “Kanan saja” Krystal berjalan ke arah kanan yang jalanya sedikit menurun kebawah.

Krystal mempercepat langkahnya agar iya bisa menyusul langkah Amber, sedikit demi sedikit Krystal berhasil mendekati langkah Amber dan mengikuti Amber dengan sangat hati-hati.

“Haishh servant stupid itu mengapa jalanya cepat sekali!”  Langkah Amber terhenti di depan sebuah gedung yang sangat besar dan banyak sekali pengunjung yang datang serta mengantri masuk, Krystal bersembunyi di belakang pohon dengan menatap Amber dari kejauhan yang sedang mengeluarkan sesuatu dari tasnya “Apa yang dia lakukan?”

Amber menunjukan sesuatu kepada bodyguard yang menjaga club besar ini dan dengan mudah Amber masuk ke dalam club “Hmmm bagaimana caranya aku masuk? sepertinya tidak mudah untuk masuk ke tempat itu? haish aku penasaran sekali apa yang dia lakukan disana, apa aku harus menggunakan kekuatanku? tapi terlalu ramai manusia haishh menyebalkan!”

Sementara itu….

“Hei dude!”

“Hei Key” sapa Amber dengan malas.

“Mengapa kau terlihat tidak bersemangat? bukankah besok kita akan gajian seharusnya kau semangat!” ucap Key dengan menepuk bahu Amber.

“Aku merasa lelah hari ini” Key menatap Amber.

“Apa kau tidak apa-apa? wajahmu sedikit pucat dan waahhh….” Key menempelkan telapak tanganya di dahi Amber.

“Badanmu terasa panas! apa kau sedang sakit?” Amber hanya menggelengkan kepalanya.

“Apa kau yakin? tapi wajahmu benar-benar terlihat tidak sehat, jangan paksakan untuk berkerja kau bisa jatuh sakit nantinya”

“Aku tidak apa-apa tenang saja! ayo kita bekerja” ajak Amber.

Krystal Pov

Krystal tidak kehabisan akal untuk bisa menerobos masuk ke dalam club ini, Krystal berjalan ke belakang gedung ini untuk menemukan pintu masuk lain “Oh!” Krystal dengan cepat bersembunyi di dekat tumpukan sampah, Krystal sedikit mengintip orang tersebut apakah masih di sana atau tidak.

“Sepertinya sudah aman” Krystal bergegas jalan dan menuju pintu belakang, di bukanya pelan pintu itu agar tidak terdengar orang “Ruangan apa ini?” Krystal kembali berjalan dengan hati-hati.

“Hei! siapa kamu!!” teriak salah satu staff club. “Haishh” dengan cepat Krystal mengayunkan tangan kanan nya sehingga membuat staff itu terjatuh terkena tumpukan beras-beras yang membuat dia pingsan, Krystal kembali berjalan untuk mencari Amber.

“Haishh mengapa ramai sekali?” Krystal mengigit bibir bawahnya. “Bagaimana caranya aku mencari servant bodoh itu?” Krystal menggaruk kepalanya dan tanpa sengaja matanya melihat sebuah seragam putih abu-abu yang tergantung , dengan cepat Krystal memakai seragam putih abu-abu itu dan memakai nam tag di sebelah kirinya.

Tanpa rasa takut Krystal berjalan melewati dapur dari club ini dengan percaya diri, Krystal segera keluar dari dapur utama club ini. “Waahh tempat apa ini?” ini untuk pertama kalinya aku masuk ke tempat seperti ini, ku langkahkan kakiku dan betapa ramainya manusia yang kulihat dengan menikmati musik yang sangat sangat kencang.

“Jadi seperti ini cara manusia bersenang-senang?” aku terus menatap krumunan manusia yang sedang menari mengkuti irama musik, dan di sisi lain aku melihat sekumpulan anak muda yang sedang minum di meja yang sangat besar dengan di temani wanita-wanita yang berpakain sangat seksi.

“DAAR!” terdengar suara pecahan botol.

“Ada apa dengan manusia-manusia itu?” Krystal menatap kedua namja yang sedang bertengkar di dekatnya.

“Tempat ini benar-benar gila” Krystal menggelengkan kepalanya, Krystal terus mencari-cari sosok Amber dari lantai atas.

“Dimana servant bodoh itu?” Krystal terus mencari-cari.

“Oh! bukankah itu namja yang mengembalikan ponsel Amber? oh aku baru ingat dia adalah teman kerja Amber, apa aku tanya saja kepada dia?” Krystal melangkahkan kakinya.

“Tapi, servnat bodoh itu akan marah bila aku ada disini” Krystal menghentikan langkahnya dan kembali memperhatikan lautan manusia dengan berpangku tangan.

“Oh!!” mata Krystal terbuka lebar saat melihat sosok Amber yang baru saja keluar dari sebuah pintu dengan membawa minuman botol ke meja para pengunjung dengan ramah dan penuh senyuman.

“Jadi seperti ini pekerjaanmu stupid?” mata Krystal tidak lepas dari gerak gerik Amber yang melayani semua tamu di club.

“Amber! bawakan satu minuman ke meja VIP” teriak salah satu manager.

“Baiklah!” Krystal menatap Amber yang sedari tadi tidak pernah berhenti melayani para tamu yang datang “Apa kau tidak lelah? aku tahu kau sangat lelah tapi kau menyembunyikan semua kelelahanmu di balik seyumanmu servant” ucap Krystal yang masih memantau Amber.

Sedangkan Amber masih sibuk dengan para tamu yang terus berdatangan “Hufh” Amber mengelap keringatnya karena lelah “Semangat!” ucap Amber.

“Amber tolong antarkan minuman ini ke meja di ujung sana” Amber mengangguk.

“Sial mengapa mataku terasa panas dan berat” Amber mengedipkan matanya beberapa kali karena Amber mulai terasa tidak enak dengan keadaanya.

“Aucch!!” Amber terkejut saat minuman yang iya bawa terkena baju seseorang.

“Maaf maafkan aku, aku tidak sengaja” Amber membungkukan badanya dan meberikan tisu kepada orang yang iya tabrak.

“Apa kau tidak memiliki mata!! apa kau ini buta!! hah!” teriak namja yang setangah mabuk itu dengan emosi.

“Aku minta aku tidak sengaja” Amber terus meminta maaf.

“Maaf katamu? kau tidak tahu betapa mahalnya aku membeli baju ini! kau tidak akan pernah bisa membeli baju ini!! dasar kau bodoh!!” namja itu meremas kerah Amber.

“Hentikan!” hampir saja namja itu memberikan pukulan kepada Amber.

“Jangan seperti anak kecil lagi pula dia sudah meminta maaf bukan?” ucap yeoja berambut coklat. “Tapi pelayan bodoh seperti dia harus di beri pelajaran!” ucap namja.

“Sudahlah Taylor dia tidak sengaja menabrakmu” namja itu menatap Amber.

“Kali ini kau selamat” ucap namja itu meninggalkan Amber di keramaian.

“Kau tidak apa-apa?” ucap yeoja berambut coklat.

“Aku tidak apa-apa” senyum Amber.

“Baiklah” yeoja itu memutar balik badanya dan berjalan meninggalkan Amber.

“Tunggu” yeoja itu menghentikan langkahnya.

“Ada apa?”

“Terima kasih” ucap Amber dengan senyum.

“Untuk apa?”

“Karena kau sudah menyelamatkanku untuk yang kedua kalinya” yeoja itu tersenyum.

“Aku tidak menyangka akan bertemu dirimu lagi, aku kira kau sudah lupa denganku” Amber menggelengkan kepalanya.

“Tidak, bagaimana bisa aku lupa dengan seseorang yang sudah membantuku” Yeoja itu menatap kaki Amber.

“Bagaimana dengan kakimu?”

“Kakiku?” Amber melihat kakinya

“Kakiku sudah bisa berlari kembali”

“Syukurlah” ucap yeoja.

“Ehmm aku minta maaf karena telah membuat pakaian pacarmu menjadi kotor”

“Dia bukan pacarku” ucap namja itu dengan senyum tipis di wajahnya.

“Oh maaf aku kira kau pacarnya”

“Sebaiknya kau kembali pergi berkeja karena dari tadi managermu memperhatikan kita dari tadi”

“Benarkah?” Amber langsung mengambil nampan yang iya jatuhkan dan merapihkan bajunya.

“Baiklah selamat berkerja”

“Ehmm tunggu” yeoja itu hanya menatap Amber.

“Kau sudah membantuku ehmm bolehkah aku mengetahui namamu?” ucap Amber dengan sedikit takut.

“Aku Jessica, Jessica Jung” senyum Jessica.

“Terima kasih Jessica”

“Sama-sama Amber Liu” ucap Jessica.

“K-k-kau tahu namaku?” Amber menunjuk jarinya ke arah wajahnya.

“Tentu saja, aku membaca dari nam tagmu” senyum Jessica.

“Haha aku lupa” Amber menggaruk kepalanya karena malu dan Jessica pergi meninggalkan Amber.

00.30

“Lain kali kau harus hati-hati, apa kau tidak tahu siapa yang kau tabrak tadi?” Amber hanya menggelengkan kepalanya.

“Dia adalah salah satu pelanggan setia kita!” ucap Key.

“Aku akan pulang lebih awal, aku merasa tidak enak badan”

“Baiklah, kau harus hati-hati dijalan”

“Tenang saja” Amber memakai tas ranselnya.

“Tapi tunggu!” Key mencegat jalan Amber.

“Ada apa?” Amber menatap Key dengan mata yang sayu.

“Ehmmm” Key terlihat berfikir.

“Aku melihat yeoja yang berada di rumahmu itu”

“Apa?!!”

“Iya aku melihatnya!”

“Tidak mungkin, sebaiknya kau periksa matamu sudahlah aku ingin pulang”

“Haishh aku benar-benar melihatnya” teriak Key dan Amber hanya melambaikan tangan.

“Hoaaaammm” Amber berjalan dengan wajah yang sangat lelah dan terlihat sedikit merah.

“Apakah aku benar-benar sakit??” Amber memegang dahinya.

“Hmm aku tidak boleh sakit!” Amber menarik nafasnya.

“Hmm mengapa aku terus memikirkan ucapan Key? apa benar Krystal datang ke club? tapi bagaimana bisa? agh pasti dia hanya mengarang saja!” Amber memasukan kedua tanganya di saku celana hitamnya.

Tidak lama kemudian Amber tiba dirumahnya dan segera menggeser kamar tidurnya dengan pelan “Sepertinya dia sudah tertidur” Amber menutup kembali pintu kamar tidurnya.

PAGI HARI

“KRIINGG” alaram ponsel Amber berbunyi tepat pukul 5.30 pagi, seperti biasanya Amber membuatkan sarapan untuk Krystal lalu bergegas sekolah “Princess aku berangkat!” ucap Amber tanpa membuka pintu kamarnya yang kini menjadi hak milik Krystal. Setelah semua sudah siap Amber mulai berangkat sekolah dengan mata yang masih merah.

Sementara itu…..

“Aghhhh!! aku bisa gila! aku benar-benar gila! aku tidak bisa mengingat dimana rumah servant bodoh itu!” Krystal mengacak-acak rambutnya karena kesal.

“Mengapa jalan ini lagi? ini sudah ke-5 kalinya aku melewati jalan ini! mengapa aku bisa sepikun ini?” agghh sial sekali mengapa aku bisa lupa, dan sekarang sudah pagi semoga saja servant bodoh itu tidak melihat kamarku yang ternyata di alas tidurnya bukan diriku tapi guling yang kuselipkan di selimut.

“Aku harus cepat-cepat pulang tapi bagaimana?” Krystal mengigit bibir bawahnya.

“Baiklah” Krystal menatap dua sisi jalan “Kiri atau kanan?” Krystal memperhatikan kedua jalan yang membuatnya bingung.

“Kiri atau kanan?” Krystal menunjuk dengan jarinya.

“Gruuukkkk~” agghh aku lapar! aku memegang perutku yang mulai terasa lapar.

“Oh kau nona yang waktu itu bukan?” aku menatap seoarang pria paruh baya yang sedang membawa sapu.

“Kau siapa?” tanyaku heran.

“Ah pasti kau tidak mengenalku,aku adalah paman Soo” paman Soo? aku tidak mengenalnya.

“Apa kau sedang lari pagi?”

“Oh ehmmm ya” jawab Krystal sedikit bingung.

“Kau benar-benar luar biasa jarang sekali yeoja cantik seperti mu ingin lari pagi” aku hanya membalasnya dengan senyum seadanya.

“Ehm paman sepertinya aku harus pergi”

“Kau mau kemana?”

“Aku ingin pulang” pria paruh baya itu mendekati krystal.

“Kalau begitu kita bisa pulang bersama” senyumnya kepada Krystal. “Pulang bersama?” tanya Krystal bingung.

“Tentu, bukankah kita tetangga”

“Tetangga?” Krystal semakin bingung.

“Haishh kau pasti lupa ya? aku adalah tetanggamu, kau adalah yeoja yang tinggal bersama Amber bukan?” Krystal membuka lebar matanya saat mendengar nama Amber.

“Ya benar! aku tinggal bersama servant ehmm maksutku Amber” senyum Krystal sedikit.

“Baiklah ayo kita pulang bersama”

“Iya” senyum Krystal.

“Aku sangat suka dengan udara di pagi hari” ucap paman dengan menhirup udara pagi dan Krystal hanya membalas dengan senyuman.

“Ehmm apa kau pacaranya Amber?” Krystal menatap paman yang tepat di sampingnya.

“Tidak tidak” Krystal menggelengkan kepalanya.

“Benarkah? aku kira kau pacarnya, seharusnya seusia dia sudah punya pacar agar ada yang bisa menjaganya tapi dia malah sibuk mencari uang, Amber benar-benar sosok yang sangat pekerja keras” ucap paman.

“Apa paman dekat dengan Amber?” tanya Krystal.

“Iya, aku mulai dekat denganya semenjak iya menjadi tetangga baruku. Dia selalu membantuku berkerja dan dia sangat ramah pada semua orang. Amber benar-benar sosok yang hangat dan baik, tidak jarang banyak yeoja yang mengejarnya. Bila aku seperti Amber mungkin aku sudah memiliki pacar 5 hahaha” Krystal tersenyum mendengarnya.

“Ehmm apakah kau saudaranya?” Krystal menatap paman di sampingnya.

“Ehmm iya” senyum kaku Krystal.

“Kalian terlihat berbeda, menurutku kau lebih cocok menjadi pacarnya dari pada menjadi saudaranya” senyum paman kepada Krystal yang membuat wajah Krystal menjadi merah.

“Baiklah kita sudah sampai” Krystal dan paman Soo menghentikan langkahnya.

“Masuklah”

“Terima kasih paman, aku senang bisa kenal dengan paman” Krystal membungkukan badanya.

“Oh aku lupa memperkenalkan namaku, namaku adalah princess Krystal ehmm maksutku Krystal Jung” Paman Soo tersenyum mendengarnya.

“Kalau kau ada keperluan kau bisa datang kepadaku”

“Iya” senyum Krystal dan paman Soo meninggalkan Krystal di depan pintu rumah Amber.

Amber Pov

Mengapa pandangan ku semakin parah saja dan mataku benar-benar terasa seperti terbakar “Amber apa kau tidak apa-apa? kau terlihat tidak enak badan? apa kau sakit”

“Tidak, aku tidak apa-apa aku hanya butuh sedikit istirahat kau tidak perlu khawtir Suzy” senyumku pada Suzy.

“Apa kau yakin? sebaiknya kau istirahat saja aku akan meminta izin kepada guru”

“Tidak perlu, aku harus mengikuti ujian ini” aku memegang tangan Suzy bermaksud untuk menghentikan langkahnya.

“Hmm baiklah” Suzy kembali duduk yang masih memandang Amber dengan khawatir.

“Am”

“Hmm”

“Apa kau tidak perlu mencari pekerjaan yang baru? pekerjaan yang layak dan tidak memakan waktumu?”

“Aku juga tidak ingin bekerja seperti itu harus pulang pagi setiap harinya tapi mau bagaimana lagi? upah yang mereka berikan cukup banyak kau tahu bukan keadaanku”

“Maafkan aku” aku menatap Suzy dengan heran.

“Mengapa kau meminta maaf?”

“Karena aku tidak bisa membantumu” raut wajah Suzy terlihat sedih.

“Tidak membantuku? kau sudah banyak membantuku Suzy, kau adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki, kau selalu membantuku bila aku dalam kesulitan dan jangan pernah bilang kau tidak pernah membantuku yang pada kenyataanya kau selalu membantuku dalam segala hal” senyum Amber kepada Suzy dengan memegang tangan Suzy.

Aku menatap Suzy dengan heran “Ada apa dengan wajahmu? mengapa sedikit merah? apa kau sedang sakit secara tiba-tiba?” tanyaku heran.

“Apa? ehmm tidak, aku tidak apa-apa ehmm aku pergi ke toliet dulu” tingkahnya selalu membuatku tersenyum, benar-benar lucu.

“Tik Tok Tik Tok” waktu terus berjalan dan tidak terasa jam sekolah berdering mendandakan sekolah berakhir.

“Sial! mengapa kepala ini semakin pusing saja?” aku terus memijat kepalaku agar pusingku dapat sedikit berkurang.

“Amber kau tidak apa-apa? kau benar-benar terlihat tidak sehat” mataku sedikit buram dan mata ini tidak dapat melihat jelas.

“Amber?”

“Aku tidak apa-apa Suzy kau tidak perlu khawatir” senyum Amber dengan membawa tas ranselnya.

“Amber aku akan mengantarmu pulang” ucap Suzy dengan khawatir

“Aku tidak apa-apa kau tidak perlu khawatir lagi pula aku harus ke tempat kerjaku sekarang”

“Apa kau gila?” Suzy menghalangi langkah Amber.

“Dengan tubuhmu yang kurang sehat ini kau masih mau berkerja? kau tidak boleh berkerja! aku akan menelfon managermu untuk meminta izin” Suzy mengambil ponselnya tetapi tangan Amber segara memegang tangan Suzy.

“Tidak perlu, aku akan berkerja sebentar. Lagipula hari ini aku gajian jadi aku harus bekerja” senyum Amber menatap Suzy meyakinkan dirinya baik-baik saja.

Suzy hanya menghela nafasnya menyerah dengan sikap keras kepala Amber “Baiklah, tapi kau akan kuantar ke tempat kerjamu” Amber hanya mengangguk.

Di dalam perjalanan Suzy hanya menatap Amber yang tengah tertidur pulas “Mengapa kau sangat keras kepala sekali Am? aku benar-benar khawatir padamu, aku ingin di saat seperti ini aku bisa terus di sampingmu dan juga menjagamu.  Melihatmu seperti ini sungguh membuatku menderita” jari jemari Suzy mulai mendekati wajah yang tertidur, jari jari itu sudah semakin dekat dengan wajah Amber tetapi Suzy mengurungkan niatnya untuk menyetuh wajah Amber.

“Erghh” Amber mulai membuka matanya.

“Suzy?”

“Kau sudah terbangun? bagaimana tidurmu? apa kau sudah merasa enak?”

“Mengapa pertanyaanmu banyak sekali?” senyum Amber.

“Ehmm aku hanya khawatir”

“Kurasa aku sudah sedikit membaik, aku hanya kurang tidur” ucap Amber.

“Oh sepertinya kita sudah mau sampai” Amber segera memakai tasnya.

“Ehmm paman aku berhenti disini saja” mobil sedan hitam milik Suzy segera menepi di pinggir jalan.

“Suzy terima kasih atas tumpanganmu” Amber kembali tersenyum dan membuka pintu mobil Suzy.

“Am” Suzy meraih tangan Amber.

“Ya?”

“Ehmmmm jaga kesehatanmu” Amber membalas dengan mengangguk dan melambaikan tangan kepada Suzy hingga mobil Suzy tidak terlihat lagi.

“Hufffh” Amber menghela nafasnya dan mulai berjalan ke arah tempat kerjanya, di sejala perjalanan nya Amber melihat ponselnya untuk melihat jam yang menunjukan pukul 05.15 sore hari.

Mengapa tiba-tiba aku memikirkan Krystal? hmm apa yang sedang iya lakukan sekarang ini?

Setelah selesai memikirkan tentang Krystal Amber kembali melanjutkan perjalananya yang tidak jauh, hanya 5 menit berjalan Amber telah sampai di tempat kerjanya.

“Oh Amber Liu” Amber membungkukan badanya ke managernya.

“Ayo duduk” managernya mempersilahkan Amber duduk, manager Amber segera mengeluarkan amplop putih dari laci kananya.

“Ini hasilmu sebulan dan juga uang bonusmu” manager Amber memberikan amplop putih itu kepada Amber.

“Terima kasih” ucap Amber dengan memegang amplop.

“Akhir-akhir ini kau berkerja sangat keras kau harus menjaga kesehatanmu, lihat tubuhmu sudah semakin kurus dan wajahmu mengapa menjadi pucat? apa kau sedang sakit?”

“Oh aku tidak apa-apa pak manager” ucap Amber.

“Ehmm pak manager…”

“Hmm?” Amber meremas kedua tanganya.

“Ehmm bo-bo-bolehkah aku malam ini izin untuk tidak berkerja?” Amber mengucapkan dengan takut.

Sang manager menatap Amber “Amber” tatap manager.

“Y-y-yaa”

“Apa kau tahu malam ini adalah malam minggu” ucap manager tegas.

“Ya aku tahu” Amber menundukan kepalanya, Amber tahu di malam minggu inilah club akan padat.

“Dasar anak muda” manager Amber tersnyum melihat Amber yang wajahnya kecewa.

“Sudah sana pergi! malam ini Jinwoon yang akan menggantikanmu” Amber segera mengangkat kepalanya.

“Jadi aku di perbolehkan izin pak manager?”

“Ya, aku akan mengzinkanmu lagi pula sepertinya kau memiliki kencan?”

“Ah tidak, tidak seperti itu” Amber menggelengkan kepalanya.

“Sudahlah, sewaktu aku seumurmu aku memiliki banyak pacar jadi kau tidak perlu malu. sudah pergilah pacarmu akan marah jika kau datang terlambat dan jangan lupa saat kau kencan nanti belikan dia bunga agar terlihat romantis” senyum manager dan wajah Amber terlihat merah.

“Terima kasih pak” Amber kembali membungkukan badanya dan pergi meninggalkan ruangan managernya.

“Uhuk uhuk” Amber menghela nafasnya karena batuk.

“Huffh” Amber menatap langit yang mulai gelap.

Sementara itu…

Krystal terlihat berpangku tangan menunggu kedatangan Amber “Dimana servant bodoh itu? mengapa lama sekali apa dia tidak tahu aku sangat lapar!” Krystal menengok ke arah jam yang menunjukan pukul 19.10

“Haishh lama sekali!” Krystal bangun dari tempat duduknya dengan melipat kedua tanganya.

“Kalau sepert ini seharusnya dia tidak usah berjanji akan mentraktirku dan mengajaku jalan-jalan! membuatku kesal saja, awas saja bila servant bodoh itu sampai di rumah akan ku pukul dia telah membuatku menunggu” Krystal mondar mandir di ruangan Amber dengan wajah yang kesal.

“Greek” Krystal mendengar suara pintu terbuka.

“Ya kau Amber Liu!! apa kau ingin mati hah! jika kau ingin membuat janji maka tepatilah janjimu jangan membuat seseorang menunggu! apa kau tidak tahu aku tidak makan dari pagi hanya karena kau ingin mentraktirku!” Krystal meninggikan suaranya kepada Amber yang baru saja sampai dengan melepaskan kedua sepatunya.

“Kau tidak lihat aku menunggumu! aku sudah sangat bosan dan lapar, aku tidak akan menunggumu lagi! dan jangan berjanji lagi jika kau tidak bisa menepatinya servant bodoh! aku benar-benar…”

“Maafkan aku telah membuatmu menunggu, aku akan segera ganti baju lalu kita pergi makan” Krystal terdiam melihat wajah Amber yang pucat dan terlihat lemas.

Amber berjalan melewati Krystal untuk mengganti bajunya, Krystal membalikan badanya melihat Amber yang kondisinya sedang tidak baik “Apakah dia baik-baik saja?” Krystal sedikit khawatir.

“Aku sudah selesai ayo kita pergi” ajak Amber.

“Tidak” Amber menatap Krystal yang sedang duduk.

“Kita tidak akan pergi” Amber menatap heran Krystal.

“Apa maksutmu tidak pergi? bukankah kau tadi teriak-teriak kelaparan dan juga aku sudah janji padamu akan mengajakmu jalan-jalan keluar”

“Aku tidak lapar”

“Haishh wanita ini, tadi kau memarahiku dan meneriakiku karena kau kelaparan dan sekarang kau tidak lapar? apa kau sedang mempermainkanku? ayo kita pergi!” Amber meraih tangan Krystal.

“Aku tidak ingin pergi!” Krystal menghempaskan tangan Amber yang membuat Amber terkejut.

“Kenapa? kenapa kau tiba-tiba tidak ingin pergi? berikan aku alasanya”

“Ehmmm” Krystal mengigit bibir bawahnya.

“Ayo cepat kita pergi” Amber kembali mengenggam lengan Krystal dan lagi-lagi Krystal menghempasnya.

“Ya ada apa denganmu! mengapa kau sangat aneh! kau bilang kau bosan di rumah, kau bilang kau hampir mati kelaparan karena aku telah membuatmu menunggu dengan janjiku dan kau bilang…”

“Aku tidak mau pergi karena kau sedang sakit!!” Amber dan Krystal saling bertatapan.

Amber tersenyum simpul “Aku tidak sakit, lihat aku masih bisa berdiri”

“Kau bilang kau tidak sakit? lihat wajahmu! dan..” Krystal memegang tangan Amber.

“Tubuhmu sangat panas dan kau bilang kau tidak sakit? kita tidak akan pergi kemana-mana sebelum kau membaik!” ucap Krystal.

“Haishh aku ini tidak apa-apa! aku tidak Uhuk Uhuk!!” Amber menutup mulutnya karena batuk.

“Dasar keras kepala” Krystal menggelengkan kepalanya.

“Aku hanya batuk ini tidak masalah! ayo kita pergi” ucap Amber dengan lemas.

“Aku akan mengambilkanmu baju hangat tunggulah disini” Amber berjalan dengan memegang kepalanya dan secara tiba-tiba “Bruuk!

“Servant!” teriak Krystal yang segera menghampiri Amber yang terjatuh.

“Servant bodoh! ayo bangun” Krystal menepuk-nepuk pipi Amber yang panas.

“Haishh” Krystal segera membawa Amber ke kamarnya.

Krystal membaringkan tubuh Amber dengan hati-hati lalu di selimutinyalah tubuh Amber dengan selimut yang biasa Krystal pakai, dan Krystal sedikit membenarkan posisi bantal yang dipakai oleh Amber.

Krystal duduk sejenak menatap Amber yang sedang sakit “Stupid” ucap pelan Krystal.

“Dengan keadaanmu yang seperti ini kau masih memaksakan diri hanya untuk makan bersamaku? kau benar-benar bodoh, kau hanya memperparah dirimu saja” Krystal menaruh telapak tanganya di kening Amber.

“Sepertinya dia terkena demam” Krystal menghela nafasnya dan pergi meninggalkan Amber yang sedang tidur.

“Apa yang harus kulakukan?” Krystal mengigit bibir bawahnya yang mulai kelihatan bingung.

“Aha!” Krystal menaikan telunjuk kanan nya.

“Aku ingat bila Sulli sedang sakit Luna sering membuatkan bubur hangat untuk Sulli!” Krystal tersenyum dengan menganggukan kepalanya.

“Tapi…..” lagi-lagi Krystal mengigit bibir bawahnya.

“Bagaimana cara membuatnya??” wajah Krystal seketika menjadi bingung dengan menggaruk dahinya.

Krystal berfikir cukup keras agar dapat membuat bubur untuk Amber “Agghhh! mengapa sulit sekali untuk berfikir” Krystal mengacak-acak rambutnya yang tengah kesal.

“Paman Soo!!” teriak Krystal dengan segera berlari ke pintu rumah Amber bergegas ke rumah paman Soo yang tidak jauh dari rumah Amber.

Hanya beberapa langkah Krystal sudah sampai di rumah yang sederhana “Tok Tok Tok” Krystal menunggu di depan pintu.

Tok Tok Tok” Krystal kembali mengetuk pintu berharap ada seseorang yang mendengar ketukan pintunya.

Krystal merapatkan jaketnya agar suhu dingin tidak masuk ke tubunya karena malam ini begitu dingin “Apa paman Soo tidak ada” Krystal terlihat sedih.

“Huffh” Krystal menghela nafasnya dengan uapan dingin yang keluar dari mulutnya, Krystal membalikan badanya, melangkahkan kakinya menjauhi pintu rumah paman Soo yang tak kunjung di buka.

“Putri Krystal!” Krystal menghentikan langkahnya dan memutar kembali badanya.

“Paman Soo!” wajah Krystal berubah menjadi senang saat melihat paman Soo yang berdiri di depan pintu rumahnya dengan menyuruh Krystal untuk kembali kerumahnya.

“Masuklah nak, maafkan paman karena paman tidak dapat mendengar suaramu dengan jelas”

“Tidak apa paman” senyum Krystal.

“Duduklah, kau ingin minum sesuatu?” tawar paman Soo.

“Tidak perlu paman” tolak Krystal.

“Hmm baiklah, jadi ada angin apa yang membawa putri cantik kerumah paman Soo yang sangat sederhana ini?” senyum paman Soo.

“Ehhm aku hanya ingin menanyakan sesuatu kepada paman”

“Sesuatu? apa yang ingin kau tanyakan?” tanya penasaran paman Soo.

“Ehmm aku ingin bertanya..” paman Soo menatap Krystal dengan penasaran.

“Aku ingin bertanya tentang bagaimana cara membuat bubur paman Soo” ucap Krystal dengan menundukan kepalanya.

“Bubur?” tanya kembali paman Soo.

“Ya” jawab singkat Krystal.

“Kau ingin membuat bubur?” Krystal menganggukan kepalanya.

“Haha itu sangat mudah putri cantik! paman Soo akan mengajarkanmu! ayo kita ke dapur” paman Soo mengajak Krystal untuk ke dapurnya.

“Kita harus siapakan beras dan beberapa sayuran” Paman Soo menjelaskan semua resep dan bahan-bahan kepada Krystal, tak satupun kata-kata paman Soo yang tidak di dengarkan oleh Krystal.

Paman Soo sedang mengaduk rata bubur yang telah di buat sedangkan Krystal masih berusaha keras memotong sayuran, Paman Soo tertawa kecil melihat Krystal yang kesulitan dalam memotong sayuran

“Apa sebelumnya kau tidak pernah memasak?”

“Ehhmm ya” Krystal menjawab dengan malu.

“Haha tidak apa-apa mulai sekarang kau harus belajar memasak agar kelak kau bisa memasakan makanan untuk pacarmu kelak” senyum paman Soo.

“Kau aduk bubur itu dan aku akan memotong sisa sayuran ini oke” Krystal mengangguk malu dan mulai mengaduk bubur yang hampir jadi.

Hanya membutuhkan kurang lebih 20 menit bubur yang telah di buat sudah jadi “Waaahhh” Krystal menghirup aroma bubur yang menyengat hidungnya “Ini pasti enak”

“Tentu saja! kau harus mencobanya”

“Ehmm tidak”

“Tidak?”

“Ohhh ehmmm” Krystal mulai terlihat bingung.

“Jadi bubur ini bukan untukmu?” tanya paman Soo dengan heran dan Krystal hanya diam.

“Jadi bubur ini untuk siapa?” tanya paman Soo.

“Oh…..”

“Apakah bubur ini untuk Amber” ucap paman Soo yang menggonda Krystal.

“Ti-ti-tidak”

“Sudah akui saja, kau tidak bisa berbohong lihat saja wajah cantikmu kini berubah menjadi merah” paman Soo tersenyum melihat Krystal yang salah tingkah.

“Apakah Amber sedang sakit?”

“Ehmm ya” jawab singkat Krystal.

“Anak itu benar-benar berkerja terlalu keras, kau harus menjaganya dengan baik dan bilang kepadanya istirahatlah yang cukup” Krystal hanya mengangguk.

“Cepat berikan bubur ini kepada Amber selagi masih hangat” suruh paman Soo.

“Baiklah paman Soo, terima kasih” Krystal membungkukan badanya lalu tersenyum kepada pama Soo yang telah membantunya.

Krystal bergegas keluar dengan memegang mangkuk plastik, tidak lama Krystal berjalan iya telah sampai di rumah Amber “Huffh dingin sekali di luar” Krystal melepaskan sepatunya dan bergegas masuk ke kamar Amber.

“Amber” Krystal menggoyangkan badan Amber.

“Amber bangun”

“Amber stupid bangun” mata Amber sedikit bergerak.

“Hmm”

“Amber aku telah membuatkan bubur hangat untukmu makanlah agar tubuhmu menjadi lebih baik” Krystal membantu Amber bangun dengan menaruh beberapa bantal di dinding agar Amber bisa bersandar karena tubuhnya masih lemas.

“Aku tidak nafsu makan” ucap Amber yang masih memjamkan matanya.

“Kau harus makan agar cepat sembuh”

“Sebentar lagi juga aku akan sembuh kau tidak perlu khawatir”

“Sembuh katamu? kau seharusnya lihat bagaimana dirimu sekarang, mengapa kau sangat keras kepala sekali! sudahlah jika kau tidak ingin sembuh!” Krystal menaruh mangkuk bubur itu di lantai dan bangun dari duduknya untuk pergi meninggalkan Amber karena kesal.

“Princess” Krystal menghentikan langkahnya.

“Aku akan makan jika kau menyuapiku” Krystal membalikan badanya dan melangkah kembali mendekati Amber.

Krystal kembali mengaduk bubur hangat yang iya telah buat, Krystal mengambil sesendok bubur hangat lalu meniupnya sedikit “Ini” Krystal mendekatkan sendok itu ke bibir Amber.

“Buka mulutmu yang lebar stupid! aaaaaaaa” Amber membuka mulutnya dan mulai menelan suapan pertama yang Krytsal berikan.

Krystal kembali memberikan suapan kepada Amber hingga mangkuk bubur yang penuh kini menjadi habis tanpa sisa “Anak pintar” senyum Krystal.

“Sekarang kau boleh tidur kembali” Amber hanya menuruti perkataan Krystal, Krystal kembali membantu Amber untuk merebahkan tubuhnya. Krystal kembali menyelimuti Amber dengan selimut lalu pergi meninggalkan Amber yang mulai tertidur.

22.30

Setelah memberikan bubur, Krystal tertidur di sofa yang biasa Amber tiduri “Errgghhh” Krystal mulai terbangun dari tidur singkatnya.

Krystal mulai bangun dari tidurnya dan bangkit dari sofa untuk melihat kembali keadaan Amber, Krystal melangkahkan kakinya menuju dapur untuk menyiapkan air hangat untuk mengompres Amber agar panasnya cepat turun.

Di geserlah pintu kamar Amber dengan pelan agar tidak membuat Amber terbangun. Krystal melangkahkan kakinya mendekati Amber dan duduk di samping Amber. Krystal mulai memeras sapu tangan yang mulai terasa hangat, dengan perlahan Krystal menaruh di dahi Amber.

Dengan duduk bersilah Krystal terus menatap Amber yang terbaring lemas tak berdaya, Krystal terus menatap wajah Amber hingga membuat Krystal terkejut.

“Ibu” Amber meneteskan airmata di dalam tidurnya.

“Ibu” Krystal terdiam melihat Amber yang menangis di dalam tidurnya.

“Ibu aku merindukanmu” airmata masih mengalir di wajah Amber.

Dengan perlahan jari jari Krystal mengusap halus airmata yang di teteskan oleh Amber, Krystal mengusap pelan airmata Amber. Jari-jari itu terus melekat di wajah Amber, jari-jari itu mulai mengelus pelan pipi Amber yang basah karena airmata yang membahasinya.

“Stupid” senyum paksa Krystal.

“Kau pasti sangat menderita bukan? tetapi kau, kau selalu mencoba tersenyum dan membuat orang di sekitarmu menjadi bahagia” jari-jari Krystal mulai menjauhi wajah Amber.

“Kau benar, di hidup ini  bukan hanya aku saja yang paling menderita bukan hanya aku saja yang memiliki banyak masalah di hidup ini” Krystal menarik nafasnya.

“Kau luar biasa, kau bisa menyembunyikan kesedihanmu kau bisa menahan penderitaan hidupmu dan kau melakukan semua segala cara agar bisa bertahan di dalam situasi masalah yang kau hadapi. Tetapi kau tidak menyerah, kau terus berjuang memberikan senyuman terbaik walaupun di dalam hatimu kau benar-benar lelah akan semuanya tapi, tapi kau memiliki semangat kau memiliki keyakinan bahwa pada akhirnya semua penderitaanmu akan di balas dengan kebahagiaan” Krystal masih menatap wajah Amber yang tertidur.

“Terima kasih Amber, terima kasih kau telah menyadarkanku arti dari semangat menjalani hidup” senyum Krystal.

PAGI HARI

“Aghh tumben sekali tidurku sangat nenyak rasanya malas sekali untuk membuka mata ini” Amber merenggangkan badanya yang mulai terasa membaik, perlahan Amber mulai membuka matanya.

“Sudah pagi” sinar matahari mulai menyinari kamar Amber.

“Agggghhh rasanya aku habis tidur selama 100 tahun” ucap Amber dengan merenggangkan tubuhnya.

“Oh, apa ini?” Amber mengambil sapu tangan yang ada di dahinya.

“Ini?” Amber mencoba bangun dari tempat tidurnya.

“Princess!” Amber segera menutup mulutnya karena suaranya terdengar keras.

“Apa yang dia lakukan?” Amber merasa sangat heran melihat Krystal yang tengah bersandar di dinding kamar Amber dengan mata yang masih terpejam, mata Amber kini melihat baskom kecil berisikan air yang tepat berada di sampingnya.

“Apakah dia?” tidak tahu mengapa Amber tersenyum dengan menatap Krystal yang masih tertidur.

“Terima kasih princess”

“Hoaaaamm” Krystal menguap dan mulai tebangun dari tidurnya.

“Jam berapa ini?” Krystal mulai mengucek kedua matanya untuk dapat melihat lebih jelas.

Krystal mulai duduk di alas tidur milik Amber dengan rambut yang berantakan “Servant!” Krystal menengok kanan dan kiri.

“Mana dia? dan mengapa aku yang tidur disini?” Krystal langsung bangkit dari alas tidur milik Amber.

“Kemana dia? apa servant bodoh itu tidak tahu klo dia masih sakit!” Krystal mulai berjalan ke arah dapur.

“Apa itu?” Krystal mengambil selembar kertas yang berada di atas meja makan.

Selamat pagi princess Krystal, kau pasti saat ini sedang mencariku bukan hehe. Maafkan aku tidak pamit denganmu karena aku tidak ingin membangunkan tidurmu yang nyenak dan kau tidak usah khawatir berkat dirimu kini aku menjadi lebih baik dari sebelumnya. Terima kasih princess Jung Soojung.

Dan satu lagi temui aku di taman dekat rumah pukul 7 malam.

Tertanda : Amber Servant ^^ “

Krystal meletakan surat yang ditulis oleh Amber, Kini kotak besar berawarna coklat menarik perhatian Krystal “Apa isinya?” Krytsal memandangi kotak coklat yang tepat berada di depan matanya.

Krystal membuka kota coklat itu, Krystal terkejut dengan isi yang ada di kotak coklat besar ini. Krystal mulai mengeluarkan isi dari kota tersebut.

“Apa itu?” Krystal mengambil sebuah kertas putih yang berada di dalam kotak.

Pakailah swetaer ini karena udara malam terasa sangat dingin

Krystal kembali tersenyum dengan menatap sweater berwarna cream yang iya pegang “Stupid” senyum Krystal.

Tidak terasa malam telah tiba, Krystal sedang merapikan swetaer yang di berikan oleh Amber untuknya, Krystal mulai memakai sepatu dan bergegas pergi ke taman yang di janjikan oleh Amber.

Hanya butuh 5 menit Krystal telah sampai ke taman yang di hiasi lampu lampu lampu bundar dengan di hiasi air mancur di depan nya, mata Krystal mulai mencari-cari sosok Amber “Dimana servant bodoh itu?”

Krystal mulai terlihat bosan karena tidak kunjung menemukan Amber “Haishh apa dia berbohong kepadaku? aku tidak akan lagi mempercayainya!” kaki Krystal mulai melangkah meninggalkan taman.

“Aku rasa sweater itu sangat cocok untukmu” baru beberapa langkah kini Krystal menghentikan langkahnya.

“Aku kira akan kebesaran untukmu ternyata sangat pas untukmu” Krystal memutar balik badan nya.

Amber melangkah mendekati Krystal yang mulai terlihat kesal “Maafkan aku telah membuatmu menunggu lama” Krystal hanya kesal menatap Amber.

“Aku tahu kau saat ini sangat kesal kepadaku, tapi aku memiliki alasan mengapa aku datang terlambat” ucap Amber.

Krystal menaikan alis kanan nya “Apa yang membuatmu terlambat?” tanya Krystal dengan menatap tajam Amber.

“erhhmmm……” Amber menundukan kepalanya “Ehmmmmmm….”

“Sudahlah aku tidak akan lagi mau menunggumu” Krystal berjalan meninggalkan Amber tapi lagi lagi langkah Krystal terhenti saat Amber memegang lengan Krystal.

“Tunggu” Krystal kembali menatap Amber dan Amber terlihat bingung.

“Ehmm aku terlambat karena..” Amber menelan salivanya dengan tanganya yang mulai berkeringat.

“Karena…. karena aku membelikan ini untukmu” Amber memberikan bunga mawar putih yang iya sembunyikan di balik punggungnya.

“Ehmm… aku harap kau suka dengan bunga ini” senyum gugup Amber dan Krystal menatap bunga yang di berikan oleh Amber.

“Dasar bodoh”

“Apa?” Krystal menatap Amber yang masih memegang bunga.

“Aku lapar, ayo makan!” Krystal tersenyum meninggalkan Amber yang masih berdiri seperti orang bodoh yang sedang memegang bunga.

“Princess! haishh bagaimana dengan bunga ini?!” Amber berlari kecil menyusul langkah Krystal dan Krystal tiada hentinya tersenyum.

“Princess!” Amber berusaha keras mengejar Krystal, disaat Amber sudah berada di sampingnya Krystal berhenti tersenyum dan memasang mimik wajah yang datar.

“Ada apa? haishh lihat dirimu, mengejarku dengan jarak dekat saja kau sudah kelelahan dasar payah!” tatap Krystal kepada Amber yang sedang membungkuk mengatur nafasnya.

“Haishh jalamu sangat cepat sudah lupakan saja! ayo kita cari bus” tanpa mengeluarkan kata-kata Amber langsung menarik lengan Krystal agar mengikutinya.

“Kita mau kemana?” tanya krystal menatap Amber yang sedang melihat arlojinya.

“Sudah ikuti saja aku” tidak lama menunggu bus yang mereka tunggu telah datang dan segera menaikinya.

Amber berdiri di belakang Krystal yang sedang mencari-cari tempat duduk yang kosong, dan tidak butuh memakan waktu Amber menemukan tempat duduk yang kosong “Haish hanya untuk satu orang” gerutu Amber.

“Princess duduklah di kursi itu” tunjuk Amber kepada Krystal, Krystal menuruti perkataan Amber dan segera duduk di samping wanita paruh baya sedangkan Amber berdiri mengglantungkan tangan kanan nya agar tidak terjatuh.

Sesekali Amber melirik Krystal yang sedang melihat lihat jalan dan gedung gedung bertingkat, lampu lampu jalan yang kelap kelip kerap kali mengenai wajah Krystal yang semakin terlihat jelas wajahnya yang begitu senang melihat-lihat indahnya kota malam Seoul.

Amber terus menatap wajah Krystal “Ciittt” bus tiba-tiba mengerem mendadak yang membuat Amber menabrak orang yang di depanya.

“Ma-ma-maafkan aku, aku aku tidak sengaja” senyum takut Amber dan untung saja orang tersebut tidak mempermasalahkanya.

“Dasar stupid” Amber langsung menoleh ke arah Krystal dengan menaikan alis kananya.

“Kalau kau sekali lagi melamun kau bisa terlempar ke kursi supir dasar stupid” Amber hanya menatap jengkel Krystal dan tidak ingin berdebat denganya.

20 menit waktu berlalu kini Krystal dan Amber telah sampai tujuan “Waaah tempat apa ini, dan itu menara apa?” tunjuk Krystal kagum.

“Itu adalah Namsan Tower”

“Namsan Tower?” tatap Krystal kepada Amber yang di balas Amber dengan anggukan kepalanya.

“Apakah kita akan kesana stupid?”

“Yap!” senyum lebar Amber.

“Baiklah ayo! tunggu apa lagi!” Krystal menarik tangan Amber.

Krystal dan Amber mulai menaiki tangga untuk menaiki cable car untuk menuju Namsan Tower “Hati-hati princess” malam ini sangat ramai pengunjung dan Krystal benar-benar sangat semangat, cable car mulai berjalan menelusuri indahnya malam kota Seoul.

“Waaaah ternyta bila di lihat dari atas kota ini jauh lebih indah” kagum Krystal dan Amber berdiri tepat di samping Krystal dengan ikut memandangi indahnya kota malam Seoul.

Setelah puas dengan melihat-lihat kota Seoul dengan cable car, Amber mengajak Krystal berjalan menuju musium Teddy Bear.

“Waah Teddy Bear!” tunjuk Krystal dengan berjalan memeluk boneka Teddy Bear yang tinggi maupun besarnya mengalahi Krystal “Waaah besar sekali dirimu” kagum Krystal.

“Stupid, apa kau bisa mengambilkan gambarku dengan teddy bear ini?” ucap Krystal dengan mengkalungkan tanganya di lengan besar beruang berwarna coklat itu.

“Yaaaa” jawab Amber dengan mengeluarkan ponselnya.

“1…2….3.. Senyum” setelah mengambil foto Krystal dengan teddy bear, Krystal melanjutkan perjalanan nya kembali untuk melihat-lihat musium yang penuh dengan boneka beruang sedangkan Amber seperti buntut Krystal yang hanya mengikutinya dari belakang.

“Mengapa dia seperti anak kecil saja” Amber menggelengkan kepalanya melihat tingkah Krystal.

“Stupid lihat! teddy bearnya sedang memasak, ini mengingatkanku padamu tapi sayang kau tidak selucu teddy bear ini saat memasak makanan untuku!”

“Apakah saat memasak aku harus memakai kostum teddy bear agar terlihat lucu?” jengkel Amber.

“Tidak perlu kau tidak akan pernah terlihat lucu” Krystal meninggalkan Amber.

“Haishh penyihir itu!” Amber meremas kesal tanganya.

Setelah puas mengelilingi musium Teddy Bear kini Amber mengajak Krystal ke tempat yang terkenal di Namsan Tower “Mengapa ramai sekali pasangan disini” gerutu Amber.

“Stupid kenapa di tempat ini banyak sekali gembok? dan juga gembok yang di jual sangat lucu-lucu, bolehkah aku membelinya satu??” Amber menatap Krystal yang sedang merayu dirinya.

“Kita tidak bisa membeli gembok itu”

“Kenapa? kenapa tidak bisa”

“Itu karena…..”

“Pokoknya aku mau beli! aku tidak mau tahu!” Amber hanya menghela nafasnya dan melihat Krystal yang pergi melihat-lihat gembok yang di jual di N tower.

Mata Krystal tidak berkedip saat memilih gembok-gembok lucu yang berada di depan matanya “Ehhmmmm…” Krystal menaruh telunjuknya di bibir merahnya.

“Apakah ada yang bisa saya bantu?”

“Oh aku sedang mencari gembok yang lucu untuku”

“Ehmmm…” penjual itu membantu Krystal memilih gembok yang iya inginkan.

“Bagaiamana dengan ini nona?” Krystal melihat sepasang gembok berwarna biru muda dengan ukiran love yang terpisah, Krystal mengambil sepasang gembok itu dan memperhatikan nya.

“Mengapa gembok ini ada dua paman? aku hanya ingin satu apa ini tidak bisa di pisahkan?” tanya Krystal heran.

“Itu adalah gembok pasangan, kau bisa membukanya bila kau dan pasanganmu membuka nya dengan kunci gembok tersebut”

“Pasangan?” tanya ulang Krystal.

“Iya, apakah kau bersama pasanganmu?” tanya paman itu dengan Krystal yang terlihat bingung.

“Ehmmmm” Krystal mengigit bibir bawahnya dengan masih memegang gembok.

“Haha sepertinya kau pasangan yang baru saja pacaran ya? kau terlihat malu-malu, baiklah sebagai tanda kalian pacaran aku akan memberikan gembok itu gratis untukmu” senyum paman penjual.

“Dan ini” paman itu memberikan dua kunci kepada Krystal.

“Kau simpan kunci itu dengan pasanganmu, gembok itu tidak akan bisa terbuka bila kalian berdua tidak membukanya. Gembok itu sangat spesial dan benar-benar melambangkan hati seseorang” dan secara tiba-tiba wajah Krystal menjadi panas hingga wajahnya sedikit merah.

“Dan jangan lupa untuk menulis pesan di gembok itu” dan terakhir paman itu memberikan spidol untuk Krystal.

“Semoga kau bahagia dengan pasanganmu” senyum ceria sang penjual gembok.

“Terima kasih paman” senyum kecil Krystal karena malu.

Krystal hanya berdiri dengan mengigit bibir bawahnya memandangi sepasang gembok yang memiliki gambar hati yang saling mengikat gembok itu “Princess!” teriak Amber yang membuat Krystal menoleh ke arahnya yang sedang berlari kecil ke arahnya.

“Haishh kau dari mana saja? aku kira kau hilang” Amber terlihat khawatir dan tidak sengaja mata Amber tertuju kepada tangan Krystal.

“Kau benar-benar membeli gemboknya?” tanya Amber dengan heran, Krystal langsung menyembunyikan di belakang punggungnya.

“Tidak!” ucap Krystal.

“Tidak bagaimana? jelas-jelas aku melihat gembok itu sedang kau pegang”

“Aku, aku akan membuangnya” ucap Krystal tanpa menatap Amber.

“Apa? membuangnya?! bagaimana bisa? kita tidak akan membuangnya” Krystal menatap Amber heran.

“Itu karena kita sudah jauh-jauh datang kesini! dan sangat disayangkan bila kita tidak menaruh gembok itu” kalimat terakhir sedikit di kecilkan suaranya oleh Amber.

“Berikan gemboknya” Amber meminta gembok yang ada di tangan Krystal.

Dengan perlahan Krystal memberikan gembok itu ketangan Amber “Baiklah ayo kita pasang” Amber mengajak Krystal untuk memasang gembok itu di pohon.

“Ehmm sebelum kita pasang gembok ini, kita harus menulis pesan di gembok yang akan kita kunci di pohon ini” Krystal mengeluarkan spidol yang diberikan paman tadi dan memberikan kepada Amber.

“Kau jangan mengintip!” ucap Amber dengan mulai menulis pesan di gemboknya setelah selesai iya memberikan spidol itu kepada Krystal.

“Putar badanmu! aku tidak ingin kau mengintip tulisanku!” perintah Krystal yang membuat Amber langsung memutar badanya.

“Baiklah selesai” ucap Krystal.

“Lalu bagaimana kita menguncinya? aku tidak ingin pesan ku terlihat!”

“Aku akan menggemboknya dengan menutup mata, aku juga tidak ingin pesanku terlihat olehmu” gembok itu mulai di taruh di pohon oleh Amber dengan menutup kedua matanya sedangkan Krystal menatap wajah Amber memastikan iya tidak mengintip.

“Baiklah sudah!”

“Haishh!” Krystal langsung menutup mata Amber “Kau tidak boleh melihat pesanya!”

“Aku tidak melihat pesanya! justru kau yang sangat licik! bisa dapat melihat pesanya!” Amber langsung menutup wajah Krystal dengan tanganya dan wajah merekapun di tutupi dengan tangan yang saling berkaitan.

Setelah puas berjalan di Love Lock Amber mengajak Krystal untuk makan, Amber sudah tahu Krystal sudah sangat lapar “Selamat datang!” ucap pelayan restoran.

Krystal dan Amber segera duduk dan memesan makanan, seperti biasa Krystal selalu memasan daging favoritnya “Makanlah dengan pelan-pelan nanti kau tersedak” ucap Amber dengan melihat Krystal yang makan dengan lahap.

“Melihatmu saja rasanya aku sudah kenyang” Amber menggelengkan kepalanya.

“Apa kau kenyang? kalau begitu dagingmu buatku saja!”

“Tidak!” Amber menghelangi garpu milik Krystal yang ingin mengambil daging sapi Amber.

“Tadi kau bilang kau kenyang!”

“Tidak! aku akan menghabiskan nya sekalipun perutku akan meledak” Krystal dan Amber kembali melanjutkan makan.

“Terima kasih bibi”

“Aku harap kau datang kembali dengan pacarmu yang cantik itu” Amber tersenyum canggung saat hendak membayar makanan.

“Hmm wanita itu benar-benar menguras dompetku”

“Stupid! mengapa kau lama sekali” ucap Krystal yang berdiri di depan.

“Ayo kita pulang” ajak Amber menuju halte bus.

Waktu sudah menunjukan pukul 21.30 malam dan untung saja di dalam bus sudah tidak ramai, Krystal dan Amber segera mengambil tempat duduk dimana Krystal duduk di dekat jendela dan Amber dipinggirnya.

Di dalam perjalanan Krystal dan Amber saling diam satu sama lain hingga pada akhirnya “Bruk” Amber terkejut saat kepala Krystal jatuh di pundak kanan nya. Amber menatap Krystal yang rambutnya sedikit menutupi wajahnya, dengan reflek tangan kiri Amber merapihkan rambut Krystal yang terjatuh mengenai wajahnya. Amber sedikit membenarkan posisi duduknya agar Krystal dapat istirahat dengan nyenyak di bahu kananya, Amber tersenyum menatap wajah Krystal yang tertidur pulas di sisinya “Kau benar-benar terlihat lelah princess” senyum Amber.

NEXT DAY

“Amber!” aku menoleh ke arah sumber suara dan melambaikan tanganku.

“Bagaiamana dengan demamu? apa kau masih sakit?” aku hanya menggelengkan kepalaku dengan senyum di wajahku mendandakan aku baik-baik saja.

“Benarkah?” Suzy menempelkan telapak tanganya di dahi Amber.

“Benarkan aku tidak apa-apa?” senyumku pada Suzy.

“Baguslah kalau kau sudah sembuh”

“Ayo kita ke kelas” sampai di kelas aku langsung duduk dan melewati jam jam yang sangat membosankan.

Drriiinggggggg” setelah menunggu berjam-jam akhirnya yang di tunggu-tunggupun tiba.

“Ayo kita pergi makan siang” ajak Suzy, Onew dan Minho.

“Hei llama sepertinya hari ini kau terilhat sangat senang dan wajahmu berseri-seri” tanya Minho.

“Apa jangan jangan kau sedang jatuh cinta?” tatap Onew.

Uhuk Uhuk!” Amber tersedak karena pertanyaan bodoh mereka.

“Ya! kau ini bicara apa? tentu saja tidak!” jawabku dengan nada tinggi.

“Apa kau yakin? hanya saja kau sedikit mencurigakan” tatap Minho curiga.

“Haishh sudah kalian ini bicara apa! jelas-jelas Amber bilang bahwa iya tidak dekat dengan siapapun” bentak Suzy yang membuat Onew dan Minho terdiam.

“Lanjutkan makan kalian!” dan mereka bertiga melanjutkan makanya kembali.

Setelah selesai makan Suzy bergegas pergi ke ruang guru lalu Minho dan Onew memutuskan untuk bermain basket bersama anak-anak lainya sedangkan Amber, Amber lebih memilih membaca buku di perpustakaan dengan anak-anak kutu buku lainya. Onew dan Minho sering kali mengajak Amber untuk bergabung bermain basket dengan anak anak lainya karena mereka tahu bahwa Amber sangat berbakat di bidang olahraga terutama dalam bermain basket tapi sayang Amber selalu menolaknya karena iya merasa tidak pantas untuk bergabung dengan anak anak populer di sekolah ini dan Amber juga tidak ingin mencari masalah dengan Kai bila bermain basket denganya.

“Baiklah buku apalagi yang kali ini akan ku baca?” aku memilih beberapa buku untuk menghabiskan waktu istirahatku, jam demi jam berlalu dan tidak terasa jam pulang sekolah berakhir Amber bergegas pulang ke rumahnya tapi sebelum pulang langkah Amber terhenti saat iya melihat kedai minuman jus segar “Ahjumma! aku ingin memesan jus mangga segar satu!” tidak butuh waktu lama pesanan Amber datang dan kembali berjalan kerumahnya.

“Akhirnya sampai juga” saat ingin membuka pintu rumah tiba-tiba..

Krrinnnggg” ponsel Amber bergetar dan segera melihat siapa yang menghubunginya.

“Suzy?”

“Hallo Suzy”

“Amber kau dimana?! tolong aku!” suara Suzy terdengar ketakutan.

“Suzy kau kenapa? kau ada dimana sekarang?” tanyaku dengan cemas.

“Ada seseorang yang mengikuti dan secara tiba-tiba mobilku tidak bisa menyala kembali Am, Aku sangat takut” ucap Suzy.

“Baiklah sekarang kau tenang, kau berada dimana sekarang?”

“Aku berada di jalan yang sepertinya dekat dengan rumahmu Am tapi aku tidak tahu pasti, di sini sangat gelap dan banyak sekali pepohonan rindang”

“Baiklah aku akan segera kesana, kau jangan keluar dari mobilmu oke!” Amber menaruh tas dan jus mangga di teras rumahnya dan berlari sekuat tenaga untuk menolong Suzy.

Suzy terus bersembunyi di dalam mobilnya dan berusaha untuk tidak mengeluarkan suara, tapi sayang para penjahat itu mulai merusak mobil Suzy hingga membuatnya berteriak minta tolong, satu demi satu sisi kaca mobil mulai di pecahkan oleh kawanan penjahat dengan menggunakan senjata tajam, Suzy tidak bisa menahan ketakutan nya lagi hingga membuat dirinya menangis.

Amber terus berlari tanpa henti hingga langkahnya terhenti saat melihat Suzy di keliling oleh para penjahat “Suzy!!” teriak Amber yang langsung mendorong pria bertubuh besar untuk menjauhinya, tapi sayang tubuh Amber di tarik lalu di pukul oleh teman penjahat bertubuh besar tersebut dengan tiga pukulan keras sekaligus.

“Amber!!” teriak Suzy dengan mengeluarkan airmatanya.

Dengan cepat Amber menepis kepalan tangan yang hampir mengenai matanya, di putarlah tangan pejahat itu oleh Amber dan memberikan pukulan lalu menendang tepat di perutnya tapi sayang penjahat itu tak imbang dengan Amber yang hanya sendiri sehingga membuat Amber kembali terkena pukulan di perutnya hingga membuatnya terjatuh, tetapi pukulan tersebut tidak lantas membuat Amber menyerah Amber mengambil kayu pohon yang tidak jauh dari tanganya lalu di ayunkan kayu itu di kepala penjahat tersebut dengan kuat, Amber memutar badanya dan langsung menendang kuat penjahat yang hampir saja memukul nya dari belakang. Dan jatuh lah semua ketiga penjahat itu lalu dengan cepat pergi meninggalkan Amber dan Suzy.

“Suzy, apa kau tidak apa-apa?” Amber memegang kedua bahu Suzy memastikan dia baik-baik saja, Suzy tidak sanggup berkata apa-apa dia hanya memeluk Amber dengan tangisan yang terisak-isak.

“Mengapa stupid itu belum pulang juga?” Krystal hanya mondar mandir di dalam rumah, dan kemudian memutuskan untuk keluar menghirup udara segar, saat Krystal membuka pintu iya melihat tas Amber dan jus mangga di teras rumahnya.

Krystal mengambil tas dan jus mangga yang Amber tinggalkan “Apa dia sudah pulang? mengapa dia tidak bilang? dan jus mangga ini tidak terasa dingin lagi dan juga tasnya di taruh begitu saja di luar??” Krystal mengerutkan dahinya.

“Dimana dia?” Krystal khawatir dan memutuskan untuk pergi mencarinya, gang demi gang telah di telusuri oleh Krystal hingga iya memutuskan untuk berhenti sejenak untuk mengambil nafasnya karena lelah, saat Krystal berhenti Krystal mendengar teriakan seoarang yeoja yang meminta tolong membuat dia mengikuti suara tersebut. Saat Krystal sampai ke sumber suara langkah Krystal terhenti.

Mengapa tubuh ini terasa sangat lemas, mengapa rasa di dada ini terasa sangat aneh, mengapa jantung ini berdetak sangat kencang, mengapa? mengapa terasa sangat sesak, rasanya aku ingin menjerit tapi rasanya tidak bisa.

Krystal seperti tidak berdaya saat melihat Amber dan Suzy berpelukan di depan matanya, Krystal menatap Suzy yang benar-benar memeluk Amber yang seakan-akan takut akan kehilanganya sedangkan Amber memeluk Suzy seperti ingin terus melindunginya.

Krystal meremas kedua tanganya dan menarik panjang nafasnya yang dingin, dengan perlahan Krystal membalikan badanya dan langkah demi langkah meninggalkan Suzy dan Amber. Krystal terus meremas tanganya seperti menahan sesuatu di dadanya.

Setelah kejadian itu Amber mengantar Suzy kerumahnya, Suzy seperti tidak ingin lepas dari Amber dan terus merasa ketakutan “Terima kasih telah menolong nona Suzy” pelayan itu membungkukan badan kepada Amber.

“Tidak apa-apa, apakah Suzy sudah tidur?” tanya Amber yang berdiri di depan pintu kamar Suzy.

“Nona muda sudah tidur”

“Hmm baiklah kalau begitu aku akan pulang”

“Tunggu, kami akan mengantarmu”

“Tidak perlu aku akan pulang sendiri” Amber menggelengkan kepalanya.

“Tapi bagaimana dengan lukamu?”

“Tidak apa” senyum Amber lalu pergi meninggalkan rumah Suzy dengan wajah yang memar dan seragam nya yang kotor.

Amber melihat ponselnya yang menunjukan pukul 22.25 “Princess!” Amber kembali berlari menuju rumahnya “Haishhh seharusnya aku memberikan dia ponsel agar aku tidak khawtir padanya” gerutu Amber sambil berlari dengan seragam yang berantakan.

“Princess” Amber membuka pintu rumahnya, Amber berjalan ke kamar membuka pintu dengan pelan-pelan tapi iya tidak menemukan Krystal, Amber kembali berjalan ke arah dapur dan belakang rumahnya tapi lagi lagi iya tidak menemukan Krystal.

“Dimana kau princess?”

——————————————————————————————-

Haha rumit ya ceritanya haha tenang-tenang semuanya akan terpecahkan, udah gw putuskan kalo disini Amber sebagai namja hehe…

Sorry klo sekarang updatenya lama, lagi banyak tugas kuliah huhuuhu…

Advertisements

Beautiful Stranger 3

IMG_6936

 

Aku tidak habis fikir bukankah namja ini menginginkan dirinya mati? mengapa dia sekarang memohon kepada diriku untuk tidak membunuh dirinya? benar-benar lucu sekali, dan yang lebih menggelikan nya lagi namja ini mau menuruti semua perintahku.

“Tapi aku belum mengetahui namamu?”

“Aku?”

“Aku adalah Krystal Jung Soojung” aku menarik sudut bibirku. “Krystal Jung Soojung? nama yang indah”

“Tentu saja!” ucapku dengan nada tinggi dan manusia bodoh ini menutup telinganya.

“Haish mengapa kau berteriak? aku tidak tuli Krystal!”

“Apa kau bilang” aku menatapnya dengan tatapan mematikan.

“A-a-apa? apa aku mengucapkan kata yang salah? mengapa kau menatapku seperti itu” wajah bodohnya mulai ketakutan lagi.

“Kau memanggilku dengan Krystal?” aku melangkah mendekat kepada dirinya.

“Apa? ap-ap-apa aku salah? kau menyebutkan namamu adalah Krystal Jung Soojung, ja-jadi ku panggil saja dengan Krystal” dia benar-benar ketakutan haha aku suka sekali menggodanya.

“Dengar ya stupid! tidak ada yang berani memanggilku dengan namaku kecuali orang tuaku jika kau ingin memanggilku, kau harus memanggilku dengan kata Princess!”

“Apa? princess? bagaimana bisa?! haha apa kau sedang becanda”

“Bagaimana bisa, bagaimana bisa? tentu saja bisa! aku adalah putri dari J’adoreA negri dari para dewa dewi! semua menuruti perintahku dan sangat tunduk kepadaku! dan kau…..” aku menunjuk tepat di depan wajahnya.

“Kau adalah pelayanku! mulai detik ini kau harus memangilku dengan Princess! apa kau mengerti!” wajah Amber terlihat ketakutan.

“Tapi..”

“Tidak ada kata tapi! apa kau ingin menentang perintahku? ohh apa jangan-jangan kau inginku buat mati lagi di sungai?” Amber menggelengkan kepalanya dengan ketakutan.

“Baiklah-baiklah aku mengerti! aku mengerti Krys maksutku Princess Krystal!” Krystal tersenyum lebar dan Amber terlihat takut akan Krystal.

“Jadi, dimana rumahmu servant?” ucap Krystal.

“Disana” tunjuk Amber dengan malas.

“Baiklah ayo kita kerumahmu aku ingin berisitirahat” Krystal melangkah terlebih dahulu dan Amber?

“Haishh! mengapa aku harus bertemu dengan orang seperti dia! makin berat saja beban hidupku! apa yang harus kulakukan? mengapa dia harus tinggal di rumahku?”

“Ya!! kau manusia bodoh! mengapa kau disitu saja! ayo cepat kesini!” teriak Krystal yang membuat Amber menggaruk kepala nya karena kesal terhadap sikap Krystal.

“Lihat? dia sekarang memanggilku dengan sebutan manusia bodoh? benar-benar! haishh Tuhan mengapa kau memberikan ku masalah yang sangat besar” Amber mengangkat kepalanya ke atas langit-langit seraya berdoa.

“Ya!! cepat!!”

“Iya aku segera kesana” teriak Amber mengejar langkah Krystal.

“Bagaimana kalau aku bukan orang yang baik, maksutku kita baru saja bertemu bagaimana kalau tiba-tiba aku berbuat jahat kepadamu atau tiba-tiba di saat kau sedang tertidur aku langsung membungkam wajahmu dengan bantal? atau mungkin aku akan memberikanmu racun hingga kau tidak bisa bangun kembali. apa kau tidak takut?” Langkah Amber terhenti saat Krystal menghentikan langkahnya dan mendekati Amber yang sedikit menjauhi Krystal.

“Tuk Tuk Tuk” langkah Krystal mendekati Amber.

“Sebelum kau membunuhku” Krystal kembali mendekati Amber dan menunjuk letak Jantung Amber dengan jari telunjuknya.

“Aku sudah membunuhmu dan merobek-robek jantungmu” Amber menelan salivanya dan seketika badanya menjadi berkeringat karena ketakutan.

“Jangan pernah macam-macam denganku, apa kau mengerti servant?” Amber menganggukan kepalanya.

“Bagus”

Setelah berjalan 15 menit akhirnya mereka sampai di depan gerbang rumah Amber, selagi Amber membuka kunci gerbangnya Krystal melihat sekeliling lingungkan rumah Amber.

“Jadi seperti ini tempat manusia tinggal? mereka tinggal dengan rumah yang berdekatan? bagaimana bisa mereka tinggal dengan jarak yang berdekatan?” ucap Krystal heran.

“Krys ehm maksutku princess Krystal, apa kau akan terus-terusan di luar? ayo cepat masuk”
Krystal mengikuti langkah Amber tepat di belakangnya yang sedang membuka pintu rumahnya yang sederhana.

“Welcome to my home” Amber membuka pintu rumahnya dan membiarkan Krystal berjalan terlebih dahulu untuk masuk kedalam rumahnya.

Krystal menatap sekeliling rumah Amber dengan wajah yang bingung “Stupid, ini rumahmu?” tanya Krystal yang masih memandangi isi rumah Amber.

“Tentu saja!” jawab Amber yang sedang menuangkan air minum ke gelasnya.

“Kalau ini rumahmu? berarti toliletmu seperti apa?”

“Apa maksutmu?” tanya Amber yang sedang meminum segelas air.

“Rumahmu tidak ada apa-apanya di bandingkan toilet kamarku” ucap Krystal yang masih melihat isi rumah Amber.

“BURRR!” Amber mengeluarkan air yang berada di mulutnya karena terkejut apa yang di bicarakan oleh Krystal.

“Bagaimana bisa kau menyamakan rumahku dengan toiletmu!”

“Bahkan aku sangat kesulitan bergerak di rumahmu ini! kau harus membeli rumah yang besar!” ucap Krystal.

“Ini?” Krystal memandang ruangan kecil yang ada di depanya.

“Ini tempat apa?” tunjuk Krystal dengan bingung.

“Itu kamarku” jawab singkat Amber dengan merapikan baju-bajunya.

“Maksutmu kamar tidur?” ucap krystal dengan menunjuk ruang tidur Amber.

“Yap”

“Yang benar saja? ini 45x lipat dari kamarku, apa kau bisa bernafas di ruangan sempit seperti ini?” tanya Krystal dengan menunjuk kamar Amber.

Amber menggaruk-garuk dahinya “Tentu saja, kau tidak lihat aku masih hidup hingga sekarang?” Krystal mengacuhkan nya dan masuk ke kamar Amber dan melihat foto-foto yang terpajang dan lemari bajunya.

“Apakah bajumu hanya ada 8 pasang? bagaimana bisa bajumu hanya ada 8 pasang? aku bahkan bisa menghabiskan 12x bajuku dalam sehari, dan servant bodoh ini hanya memiliki 8 baju?” Krytsal menggelengkan kepalanya.

Dan kini mata Krystal mencari-cari sesuatu “Hei stupid!” teriak Krystal dari kamar Amber.

“Ada apa lagi? apa lagi yang ingin kau ejek?” tanya Amber yang di luar kamarnya.

“Dimana tempat tidurnya? kau yakin ini kamar tidur?” Krystal kembali melihat sekeliling.

“Mengapa kau banyak sekali bertanya? itu kasurnya” tunjuk Amber ke lantai.

“Ini” tunjuk Krystal dan Amber mengangguk.

“Aku tidak mampu membeli kasur, jadi aku hanya membeli alas tidur tapi kau tenang saja, alas kasur ini cukup hangat dan lembut” Amber merapikan alas tidurnya, Krystal hanya melihat bingung.

“Kau tidur dengan alas tidur seperti ini?” tanya Krystal menatap alas tidur Amber dan Amber mengangguk.

“Mengapa manusia bisa tidur di alas seperti ini? bahkan pelayan kerajaanku saja tidak pernah tidur di alas seperti ini” gumam Krystal dan Amber hanya menggelengkan kepalanya.
Amber melihat ke arah jam yang menunjukan pukul dini hari “Oke princess waktu bertanya sudah selesai, sekarang kau tidur!”

“Kau berani memerintahku?” tatap Krystal.

“Ehmm tidak, hanya saja ini sudah larut malam dan lagi pula besok pagi aku harus sekolah”

“Sekolah? apa itu sekolah?” tanya Krystal yang membuat Amber menyesal mengucapkan kata itu, karena ini akan membuat Krystal terus bertanya.

“Aku akan menjelaskan nya besok pagi, sekarang kita harus istirahat oke”

“Tidak! aku ingin kau jelaskan sekarang servant! cepat apa itu sekolah?” Amber menghela nafasnya.

“Sekolah adalah tempat dimana aku akan menuntut ilmu dan akan menjadi orang yang berhasil dan sukses princess” ucap Amber.

“Hmmm”

“Apa kau mengerti?” tanya Amber.

“Tidak” Krystal menggelengkan kepalanya.

“Haishh, besok akan kujelaskan sekarang kau harus istirahat princess” bujuk Amber.

Krystal menatap alas tempat tidur Amber yang sudah Amber bersihkan “Tenang saja, alasnya sudah kuberishkan dan tidak bau! ini sangat bersih dan steril jadi kau tidak perlu takut” Krytsal hanya menatap Amber.

“Benarkah? bagaimana jika ada kuman? bagaiamana jika ada serangga? apakah tidur di lantai seperti ini akan aman?”

“Tentu saja akan aman percayalah padaku” Amber menatap Krystal.

“Hmm baiklah, tapi jika aku terjadi apa-apa kau akan menanggung akibatnya!” ancam Krystal,Krystal mulai membaringkan tubuhnya di alas tempat tidur Amber.

“Baiklah selamat malam princess Krystal” Amber mematikan lampu kamarnya.

Amber Pov

“Akhirnya dia tidur juga” aku menghela nafasku dan sedikit memijat kepalaku.

Aku berjalan ke arah gudang dengan mengambil selimut yang sedikit kusam dan bantal “Untung saja tidak aku buang” aku sedikit memberishkan selimut dan bantal yang sudah sedikit terkena debu karena kusimpan dalam gudang.
Aku melangkah dengan lelah dan berbaring di sofaku yang sudah kusam dan tentu saja sofa yang sudah berumur ini tidak seempuk dulu “Sial besi-besi sofa tua ini benar-benar menyiksaku”

Aku memejamkan kedua mataku dan berharap apa yang aku hadapi saat ini adalah hanya sebuah mimpi dan aku berharap akan segera di bangunkan dari mimpi buruku ini.

NEXT DAY

“DRRINNNGGGG!!!!!”

Haishh mengapa brisik sekali! aku ingin tidur dan sangat lelah! aku kembali menarik selimut hingga ke ujung kepalaku.

“DRRINNNGG!!!”

“AGGHHH brisik sekali alaram ini!” aku mengambil alaram yang tidak jauh dari jangakau tanganku dan mematikan nya dengan mata yang masih terpejam.

“Kalau begini kan enak, aku bisa tidur kembali” aku kembali menarik selimut.

“KRING KRING!!” aagghh! sekarang apa lagi? aku ingin isitirahat aku sangat lelah!

“KRRINGG KRIIINGG!” haish! aku bangun dari sofaku dan mengambil ponselku ku yang berada di atas meja.

“Hallo?” aku menganakat telfon dengan mata yang masih terpejam, aku benar-benar sangat lelah.

“YA AMBER LIU!! kau dimana! apa kau tidak tahu ini jam berapa?” aku menjauhkan ponselku karena teriakan seorang yeoja, aku berusaha membuka mataku dan melihat siapa yang menelfonku.

“Oh Suzy? ada apa? menelfonku sesubuh ini?” tanyaku dengan nada malas.

“Subuh katamu?? haishh dasar tukang tidur! kau lihat jam dan buka jendela kamarmu Amber! sekarang kau bangun dari tidur panjangmu dan segera mandi karena kau hanya memiliki sisa waktu 20 menit! cepat!” aku langsung membuka mataku dengan lebar dan bergegas melihat jam.

“Damn!” aku segera bangun dan berlari ke kamar mandi, aku segera menyikat gigiku, mencuci muka lalu segera mengambil seragamku yang berada di cucian belakang, hanya 5 menit aku sudah siap dengan seragam sekolahku, aku berlari mengambil tasku dan memakai sepatu dengan tergesa-gesa.

“Haish benar-benar sial!” aku berlari ke luar rumah dengan sekuat tenagaku dengan memegang blazer sekolahku yang berwarna biru tua dengan memakai dasi merah yang masih ku ikat dengan tergesa-gesa.
Kurang lebih dari 8 menit aku sudah sampai di depan gerbang sekolah, aku masih berlari-lari menuju kelasku “Mengapa aku mempunyai halaman sekolah yang sangat luas kalau begini memakan waktu saja!” aku terus berlari.

“YA Amber Liu!!!” teriakan seorang guru dari arah koridor.

“Selamat pagi pak!” aku menyapanya dengan berlarian.

“Akhirnya” aku mengatur nafasku, rasanya aku benar-benar akan mati karena aku sangat susah mengatur nafasku.

“Hufh hufh baiklah, tarik nafas dalam-dalam”

“Keluarkan” huffhh, aku segera merapikan seragamku dan membuka pintu kelas.

“Perimisi” yap sekarang aku merasa semua orang menatapku.

“Amber Liu?” aku menatap guru matematikaku yang super killer.

“Ya pak”

“Kau telat! keluar dari kelasku!” aku segera menutup kembali pintu kelasku dan berjalan menuju taman belakang.

“Huffh” aku merebahkan badanku di bangku taman karena aku benar-benar sangat lelah.

“Sial sekali” aku menatap langit-langit cerah yang terpancar mengenai wajahku dengan daun-daun pohon yang menutupi pancaran sinar matahari yang cerah di pagi hari.
Aku memejamkan mataku tapi ntah kenapa perasaanku seperti ada sesuatu yang aneh “Tapi apa ya?” aku berusaha untuk berfikir “Ehmmmmm”

“Agh aku ingat!” aku terbangun dari bangku taman “Krystal!” aku menepuk dahiku karena baru teringat Krystal yang berada dirumahku sendirian.

“Bagaimana ini? apa aku harus kembali kerumah? tapi mana mungkin?”

“Amber!” aku menoleh ke arah sumber suara dan melihat seserang yang berjalan ke arahku.

“Kau Amber Liu bukan?” aku melihatnya dengan heran.

“Ya, ada apa?” tanyaku kepada yeoja asing.

“Kau di panggil oleh Pak Choi” aku menghela nafasku, aku baru ingat bahwa aku memiliki tunggakan biaya sekolah.

“Baiklah aku akan segera kesana” aku berjalan melangkah ke ruangan pak Choi.

“Tok tok tok”

“Masuklah” aku membuka pintu dan memberi salam kepada guru olahragaku sekaligus wali kelasku.

“Duduk lah Amber” aku mengangguk dan duduk di depanya yang sedang melihat-lihat berkas.

“Amber” aku menatap wajahnya yang sepertinya sedikit kecewa.

“Ya pak guru”

“Aku melihat prestasimu akhir-akhir ini sangat menurun, ada apa denganmu? apa kau memiliki masalah, nilaimu tidak pernah di bawah rata-rata tapi kali ini nilaimu sangat mengecewakanku Am”

“Maafkan aku pak, akhir-akhir ini aku harus berkerja paruh waktu dengan waktu yang sangat padat dan aku tidak memiliki waktu untuk belajar”

“Bagaimanapun juga pendidikanmu nomor 1 Am dan sekarang ini kau sudah menunduduki kelas akhir, jika kau terus terusan seperti ini kau bisa dalam masalah, kau harus membagi waktumu dengan benar Am. Aku tahu kau adalah murid yang sangat cerdas di sekolah ini Am tapi bila terus terusan seperti ini kau bisa di keluarkan dari daftar beasiswa dan kau bisa bisa dikeluarkan dari sekolah ini atau bahkan kau bisa tidak lulus”

“Maafkan aku pak, aku tahu sekarang ini prestasiku sangat mengecewkan karena aku tidak dapat membagi waktu antara berkerja dan pendidikan” aku menghela nafasku.

“Tapi bila aku tidak berkerja bagaimana bisa aku membantu neneku di Busan? bagaimana bisa aku membayar semua urusan urusan sekolah ini? bagaimana bisa aku makan dan minum untuk kehidupanku sehari-hari pak?”

“Aku akan berusaha sekuat tenagaku agar bertahan hingga lulus dan memberi nilai yang memuaskan pak”

“Aku percaya padamu Am, aku tahu bagaimana kondisi keluargamu dan aku juga tahu bagaimana caramu agar bertahan di sekolah ini. Aku hanya tidak ingin mengecewkanmu pada akhir nanti Am” aku tersenyum mendengarnya.

“Tidak usah khawatir pak”

“Dan satu lagi…” aku melihat Pak Choi yang mengeluarkan selembaran kertas yang di taruhnya di depanku.

“Ini, aku sudah melunaskan semua biaya yang belum kau bayar”

“Waah!” aku sangat senang mendengarnya, Pak Choi memang sangat baik terhadapku.

“Jadi kau bisa ikut kembali di pelajaran olahraga dan ini juga adalah hadiahmu karena kau hebat dalam berolahraga” aku mengangguk, akhirnya aku bisa kembali masuk kelas olahraga.
Akhir-akhir ini aku tidak bisa masuk kelas olahraga karena aku tidak memiliki perlatan olahraga seperti stik golf, perlatan kelas hoki atau bahkan dalam kelas berkuda mereka semua selalu membeli alat-alat baru sedangkan diriku? aku harus meminjam sana sini.

“Dan kau bisa membeli buku baru di SM store, aku sudah membayar tunggakan bukumu jadi kau tidak usah khawatir”

“Terima kasih pak terima kasih” aku membungkukan badanku.

“Sekarang kau bisa keluar” aku tersenyum dan keluar dari ruangan.
Untung saja ada pak Choi yang selalu membantuku, bila tidak bagaimana bisa aku melunasi semua keperluan sekolahku yang di mulai dari buku yang harganya bisa membuat rahangku terjatuh lalu harga seragamku yang bisa membuatku bertahan hidup dalam waktu dua bulan, lalu keperluan kelasku yang lainya agghh!

“AMBER!” aku tersenyum mendengar suara yang tidak asing di telingaku.

“Amber! kau dari mana saja? aku mencarimu, mengapa kau bisa terlambat huh? apa kau berkerja hingga pagi hari? bagaimana jika kau sakit?” aku tersenyum mendengarnya.

“Aigooo apa kau benar-benar khawatir kepadaku?” aku mengacak-acak rambutnya.

“Haish! cepat jawab”

“Aku..” apa aku harus menceritakan tentang Krystal kepada Suzy?

“Ehmm semalam aku berkerja hingga larut malam itu sebabnya aku kesiangan dan terlambat”

“Hmm baiklah, jangan sampai kau terlambat bangun lagi! dan jangan berkerja hingga larut malam! kau ini manusia bukan robot” aku hanya mengangguk.

“Baiklah ayo kita ke kantin aku akan mentraktirmu”

Sementara itu…..

“Hoaaammmm” Krystal mengucek-ucek matanya.

“Dimana aku?” Krystal melihat kiri dan kanan.

“Oh aku ingat aku berada di rumah stupid” Krystal mulai bangun dari tidurnya dan melangkah keluar dari kamar Amber.
“Stupid, stupid!” ucap Krystal dengan dengan sedikit menguap.

“Haishh dimana dia?” Krystal mencari sosok Amber tapi tidak iya temukan dan Krystal melihat sofa yang terlihat beratakan karena semalam Amber tidur di sofa tua itu.

“Kemana dia?” Krystal terlihat bingung dan..

“Grrr~~”

“Haishh!” Krystal memegang perutnya karena lapar.

“Aku sangat lapar” Krystal berjalan ke arah dapur tapi iya tidak menemukan apa-apa.

“Bagaimana ini? aku sangat lapar! apa stupid itu tidak membuatkanku makan pagi! awas saja bila iya pulang nanti!” Krystal terlihat kesal.

“Grrr~~”

“Aghhh aku lapar bagaimana ini?” Krystal terus mengelus perutnya yang lapar.

“Biasanya bila aku bangun dari tidur aku sudah disajikan dengan begitu banyak makanan, tapi sekarang satu makananpun saja tidak ada! benar-benar menyebalkan” ucap Krystal.

“Oh” Krystal melihat arah pintu yang terbuka dan melangkah keluar dari rumah Amber.

“Aku akan mencari makan sendiri saja” Krystal berjalan keluar rumah Amber.
Dalam perjalanan nya Krystal selalu menjadi pusat perhatian bukan hanya pakaian yang iya kenakan tetapi juga karena kecantikan wajah yang iya miliki, Setelah cukup lama berjalan akhirnya Krystal menemukan makanan favoritnya.

“Ah akhirnya ketemu juga, sulit sekali aku mencarinya” Krystal segera masuk ke dalam restoran itu dan segera mencari tempat duduk.

“Ahjummaaa aku ingin memesan satu daging penuh!” teriak Krystal.

“Baiklah!” balas bibi pelayan.

“Ini silahkan menikmati” mata Krystal terbuka sangat lebar saat melihat daging asap yang ada di depan wajahnya.

“Mari makan!” ucap Krystal dengan bahagia.

Back to SM school

Mengapa aku terus memikirkan Krystal? apa dia sudah bangun? aku melihat jam yang menunjukan pukul 1, ini sudah pukul 1 dan waktunya makan siang, apakah dia sudah makan? haishh! mengapa aku begitu mengkhawatirkanya?! makan atau tidak makan itu bukan urusanku! lagipula siapa suruh dia ikut denganku? tapi bagaimana jika saat aku pulang nanti dia akan marah kepadaku? atau jangan jangan dia malah akan memakan dagingku? agghhh! tidak tidak tidak! itu sangat mengerikan sekali! Aghh Tuhan mengapa kau harus mempertemukanku dengan penyihir itu.

“Am apa kau tidak apa-apa?”

“Eh? ehmm aku baik-baik saja”

“Benarkah? apa kau yakin?” aku mengangguk kepada Suzy dan Suzy melanjutkan tulisanya.
Mengapa perasaanku tidak enak? mengapa aku terus mengkhatirkanya? “Haishh!” aku segera merapikan bukuku memasukan ya ke dalam tas ransel hitamku.

“Kau mau kemana?” tanya Suzy bingung yang melihat ku berjalan dengan membawa tas.

“Aku sedang tidak enak badan sepertinya aku harus izin pulang, bye Suzy”

“Tap-tapi” aku segera meninggalkan Suzy dan berlari ke luar sekolah.

Sementara itu….

“Nona, kau sudah menghabiskan 4 porsi besar daging dan kau masih ingin menambahnya?” tanya namja asing yang kini sedang melihat Krystal melahap daging.

“Waah kau benar-benar luar biasa” ucap lagi seoarang namja yang meliahat Krystal mengunyah daging.

“ahjumma tambah lagi satu porsi daging!” ucap namja yang berada di samping Krystal.

“Aku baru tahu yeoja cantik sepertimu makanya sangat banyak” ketiga namja itu menggelengkan kepalanya.

“Tapi walaupun kau makan sangat banyak kau masih terlihat sangat cantik”

“Tentu saja!” ucap Krystal dengan mengunyah daging.

“Ayo habiskan aku yang akan membayar semuanya” mereka ber4 bersorak dan namja-namja asing itu menikmati daging bersama Krystal.

Back to Amber
Amber segera membuka pintu rumahnya yang tidak terkunci “Princess!” teriak Amber dengan menyari Krystal dari seluruh penjuru arah tapi sialnya Amber tidak menemukan sosok yang iya cari.

“Haishh dimana penyihir itu?” Amber menggaruk kepalanya.

“Tunggu dulu! apa jangan-jangan iya sudah pergi meninggalkan rumah ini? atau mungkin dia sudah pergi dari bumi ini! hahahaha akhirnya aku bebas! kalau begitu aku sangat senang” wajah Amber terlihat sangat senang karena iya pikir Krystal sudah pergi meninggalkanya, Amber berjalan kembali keluar rumah dan berencana kembali ke sekolah dengan wajah yang berseri-seri.

“Amber”

“Ya ahjussi!” jawab Amber kepada pria paruh baya yang sedang membawa sapu.
“Hei anak muda, mengapa kau sekarang menjadi nakal seperti ini” ucap pria itu yang membuat Amber bingung.

” Apa maksut ahjussi?” wajah Amber terlihat bingung.

“Haishh kau malah pura-pura tidak mengetahui! kau ini masih di bawah umur mengapa kau berani-beraninya membawa masuk seorang yeoja di dalam rumahmu! dasar anak nakal!!”

“Apa??” Amber terkejut.

“Kau tidak bisa mengelak, walaupun aku sudah tua tapi pengheliatanku sangat bagus! yeoja itu keluar dari rumahmu dengan wajah yang marah! aku kau memperlakukan nya dengan kasar! mengapa kau sangat kasar kepada yeoja cantik seperti dia”

“Ahjussi kau melihatnya berjalan ke arah mana?” ucap Amber cemas.

“Aku melihatnya ke arah sana” tunjuknya.

“Baiklah terima kasih!” Amber segera berlari ke arah yang di tunjuk oleh pria tua itu.

Haishh aku harus menemukanya! dimana dia? Amber berjalan menelusuri jalan demi jalan hingga tiba matahari tenggelam Amber tak juga menemukan Krystal “Dimana dia?” Amber mulai kelelahan di tambah lagi cuaca yang sangat dingin yang membuat nafas Amber mengeluarkan uapan dingin dari mulutnya.

Amber kembali berlari kecil dengan menembus dingin nya malam Seoul “Haishh mengapa dingin sekali?! apakah akan turun salju?” Amber menggosok-gosok tanganya.

“Dimana dia?” Amber benar-benar khwatir kepada Krystal, ntah mengapa Amber khawatir terhadap yeoja yang baru saja iya kenal dan bahkan Amber tidak menyukainya.

Di saat Amber sedang berisitirhat tiba-tiba matanya menangkap seseorang yang iya cari, yang jarak pandangya tidak jauh dari matanya “Haishh penyihir itu!” Amber sedikit lega melihatnya dan segera menghampirinya.

Tapi langkah Amber berhenti saat ketiga pria mendekatinya, dan wajahnya terlihat sangat gembira “Wanita itu! yang benar saja!” Amber mempercepat langkahnya.

“Princess!” teriak Amber yang membuat Krystal menoleh ke arah belakang.

“Oh stupid!” Krystal terkejut saat melihat Amber yang berjalan ke arahnya.

Amber melangkah mendekati Krystal “Kau darimana saja! apa kau tidak tahu aku mengkhawatirkanmu setengah mati hah! bagaimana jika terjadi apa-apa denganmu! bagaimana jika kau tersesat! bagaimana jika kau tiba-tiba pingsan karena dinginnya malam! bagaimana jika ada penjahat yang mendekatimu!” ucap Amber yang membuat Krystal hanya terdiam menatap Amber.

Amber membuka tas hitamnya dan memberikan baju hangat kepada Krystal “Pakai ini kau bisa mati kedinginan bila kau berpakain seperti itu! dan mulai sekarang jangan pakai baju terbuka seperti itu, itu sangat tidak baik!”

“Cepat pakai” Krystal mengambil sweater rajut berawarna merah yang ada di tangan Amber, dan kemudian Krystal memakainya.

“Untunglah itu terlihat pas denganmu” ucap Amber.

“Kau membelinya?” tanya Krystal.

“Iya”

“Dasar stupid stupid stupid! kau itu adalah manusia bodoh!”

“Ya! mengapa kau berkata seperti itu!”

“Aku seperti ini karena dirimu! jika kau menyiapkan makanan untuku mungkin aku tidak akan keluar rumah dan mencari makan sendiri! itu semua salahmu stupid!” teriak Krystal kepada Amber.

“Maafkan aku, tadi pagi aku kesiangan itu sebabnya aku lupa”

“Maaf katamu? kau tidak tahu betapa laparnya perutku! apa kau sengaja membuatku agar mati kelaparan!”

“Haissh mengapa kau teriak-teriak” ucap Amber dengan melihat sekelilingnya yang mulai memperhatikan tingkah Krystal dan Amber.

“Itu semua karena salahmu! apa kau lupa kau adalah seorang servant dan aku adalah princess!”

“Iya iya ini semua salahku karena telah membuatmu lapar, kalau begitu maafkan lah aku dan jangan marah lalu berteriak seperti ini apa kau tidak lihat semua orang melihat kita?”

“Maaf saja tidak cukup Amber Liu!” Krystal melipat kedua tangan di dadanya.

“Haishh lalu apa? apa yang harus aku lakukan? apa yang harus ku lakukan agar kau mau memaafkanku?” Krystal terlihat berfikir.

“Mengapa dia tersenyum seperti itu? apakah dia merencakan yang aneh-aneh?” pikir Amber.

“Hmm baiklah kau akan ku maafkan tapi kau harus menggendongku hingga sampai rumah” senyum Krystal yang menatap Amber.

“WHAT? sampai rumah? apa kau becanda, kau tidak tahu jaraknya sangat jauh dan lagi pula aku sangat lelah karena mencarimu seharian”

“Jadi kau tidak mau?” senyum Krystal tiba-tiba pudar dengan menatap dingin Amber.

“Aku benci tatapan itu, membuatku sangat mati rasa” pikir Amber.

“Huffh” Amber menghela nafasnya, Amber membungkuk rendahkan tubuhnya “Naiklah” ajak Amber.

Krystal menahan tawa saat melihat Amber yang kini sedang jongkok di depanya “Ayo cepat naik” Krystal mulai memeluk punggung Amber.

“Apa kau siap, pegang yang erat” Krystal kemudian memegang erat.

“Aggghh princess! lehe-leh-leherku!” Amber memegang tangan Krystal yang mengikat leher Amber.

“Ada apa? bukankah kau bilang pegang yang erat?”

“Haishh kau memang harus berpegangan yang erat tapi jangan kau memegang leher ku dengan sangat kuat, kau pegang saja kedua pundaku kau mengerti?” Krystal hanya mengangguk dan kedua tanganya mulai memegang pundak Amber.

” 1 2 3″ Amber menstabilkan tubuhnya “Berat juga” ucap pelan Amber.

“Aku mendengarnya stupid” Krystal dengan nada dingin.

“Haha aku hanya becanda, baiklah let’s go home”

Di dalam perjalanan ke rumah, Amber dan Krystal hanya diam tanpa bicara satu katapun. Dengan perlahan Amber memutar kepalanya ke arah kanan dan Amber tersenyum saat melihat Krystal yang sedang tertidur pulas pundaknya “Mengapa wajahnya terlihat sangat lelah?” senyum Amber.

“Wajahnya terlihat sangat lucu saat sedang tertidur” ucap Amber dengan berjalan menelusuri lampu-lampu jalan rumahnya.

“Tapi bila iya sudah bangun ergghh dia malah terlihat menyeramkan” Amber menggelengkan kepalanya karena membayangkan wajah Krystal yang seram saat marah.

“Sampai juga” Amber membuka pintu dengan mendorongnya dengan lengan kirinya.

Dengan perlahan Amber menurunkan tubuh Krystal yang tengah tertidur pulas, tidak ingin Krystal kedinginan Amber mulai mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Krystal agar hangat.

Amber Pov

Mengapa mataku tidak bisa lepas dari dirinya? yang aku bingungkan adalah mengapa aku sangat peduli pada dirinya? mengapa aku sangat mengkhawatirkanya? sangat aneh.

“DRING”

“Hallo?”

“AMBER KAU DIMANA?!” aku menjauhkan ponselku.

“Haishh aku berada dirumah”

“Di rumah katamu?!! cepat kesini sebelum bos tahu kau telat datang kerja!” aku menepuk dahiku.

“Haishh baiklah!” aku segera mengambil tasku dan memakai jaket, sebelum aku keluar dari rumah kau membuka pelan pintu kamar tidurku “Aku berkerja dulu princess” Amber kembali menutup pintu dengan pelan agar Krystal tidak terbangun dari tidurnya.

Setelah 15 menit berlari Amber tiba di club tempat iya berkerja “Amber!”

“Hei Key” jawab Amber.

“Cepat! kita banyak pelanggan” aku mengangguk dengan membenarkan dasiku.

KEMUDIAN JAM 1 MALAM

Tidak terasa pukul sudah menunjukan pukul satu malam, aku bergegas melepas seragam ku “Kau buru-buru sekali pulangnya”

“Aku harus mengerjakan tugas rumah, aku pergi” aku segera meninggalkan tempat kerja ku.

“Huffh sampai juga” dengan menempuh waktu 15 menit aku telah sampai dirumahku, aku meletakan kedua sepatuku dan melepas jaketku kemudian ke dapur untuk mengambil air putih.

“Ah lelah sekali” aku memutar-mutar lenganku dan sedikit memijat pundaku yang lelah.
Aku berjalan menuju sofaku dan duduk sejenak tapi ntah kenapa aku merasakan ada sesuatu yang sedari tadi memperhatikanku, dan aku merasakan ada sesuatu yang aneh di dekatku. Aku segera mengeluarkan ponselku untuk menghidupkan senter agar dapat melihat apa yang ada di sekitarku dan…

“AAGHHH!!!” aku berlari menjauhi sofa yang biasanya aku tiduri dan mencari lampu ruangan ini.

Setelah aku menghidupkan lampu betapa terkejutnya aku saat melihat “Krystal! ehm maskutku princess Krystal apa, apa yang sedang kau lakukan disitu? apa kau ingin membuatku terkena serangan jantung!”

“Dasar bodoh, seharusnya kau menghidupkan lampumu! bukan nya menyalahiku! jika kau menghidupkan lampu kau pasti akan tahu aku ada disini” aku hanya menghela nafasku karena saat ini aku sangat malas berdebat denganya.

“Tapi mengapa kau tidak bilang??”

“Aku hanya ingin kau menyadari dengan sendirinya bahwa aku dari tadi ada disini!” aku berjalan mendekatinya yang duduk di sofa tua miliku.

“Lalu mengapa kau duduk disini? bukankah kau tadi sudah tidur?” tanyaku padanya.

“Aku terbangun dan bermimpi buruk” wajahnya sedikit tertunduk, ada apa dengan wajahnya? apakah dia habis menangis?

“Aku mencarimu! tapi kau tidak ada! apa kau tidak tahu betapa takutnya diriku saat mimpi buruk itu datang di tidurku! aku benar-benar sangat takut dan mimpi itu sangat terasa nyata bagiku” wajahnya menjadi merah dan nada bicaranya sedikit aneh.

“Princess apa kau tidak apa-apa?” dia tidak menjawab.

“Maafkan aku karena meninggalkanmu, aku memiliki pekerjaan pada malam hari. Aku ingin memberi tahu kepadamu tapi kau sudah tertidur dan aku tidak ingin membangunkanmu” kini aku melangkah dan duduk di sampingnya.

“Aku berjanji mimpi buruk itu tidak akan datang lagi dan tidak akan membuatmu takut seperti ini” Krystal menatapku.

“Benarkah?”

“Iya, aku berjanji”

“Selama aku hidup aku tidak pernah mendapatkan mimpi buruk”

“Mimpi adalah hanya sebuah bunga tidur jadi kau tidak usah khawatir princess” aku memberi senyuman padanya.

“Tetapi hal yang buruk akan terjadi kepadaku servant. Aku takut, aku takut kehilangan ayah dan sahabat-sahabatku”

“Kau tidak akan pernah kehilangan mereka princess, percayalah. Kau harus yakin kepada dirimu dan aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada dirimu” Krystal menatapku dan “DUG” tiba-tiba jantung ini.

“Bagaimana bisa aku percaya pada dirimu huh? kau mengurus dirimu saja tidak bisa! apalagi kau harus menjagaku! Kau bahkan membiarkan diriku kelaparan! haishh menyebalkan, aku tahu manusia itu hanya bisa berbicara tapi pada kenyataanya mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Haishh aku benci manusia”

Haishh wanita ini! yang benar saja! baru saja iya tadi terlihat manis tetapi dengan hitungan detik dia kembali ke wujud aslinya sebagai penyihir!

“Apa! mengapa kau melihatku seperti itu? mulai detik ini kau harus selalu ada di sampingku! bila tidak, kau akan terima akibatnya apa kau mengerti servant?” aku hanya menghela nafas menahan rasa sabar yang terasa amat dalam.

“Ya princess Krystal” jawabku malas.

“Dan besok kita harus bicarakan soal waktumu, kau harus memberi tahu waktumu di saat kau meninggalkanku karena urusanmu tapi bila aku meminta kau datang, kau harus datang detik itu juga dan meninggalkan semua urusanmu apa kau mengerti!” aku hanya diam melihatnya yang mengatur diriku, haishh dia kira dia siapa mengatur-atur diriku! dan haishh wanita itu malah meninggalkan ku seperti llama bodoh.

“Sabar Amber sabar, mengapa kau sangat bodoh sekali! mengapa aku harus meneruti semua perintahnya?! agghhhh kepalaku benar-benar sakit dibuat olehnya”

Pagi hari…

Percaya atau tidak sekarang ini waktu menunjukan pukul 6.30 pagi dengan memasak telur mata sapi dan menyiapkan segelas susu putih hangat.

“Hoaaamm” ini sudah ke-6 kalinya aku menguap “Selesai juga” aku segera merapikan meja makan yang terlihat kecil dan segera mandi. Setelah mandi aku segera mengenakan seragam sekolah, sebelum aku berangkat sekolah aku menuliskan catatan kecil di meja makan.

“Okay selesai” aku segera pergi meninggalkan rumah.

Krystal Pov

Perlahan aku membuka mata ini karena sinar matahari mulai menyinari wajahku “Ehmmm” aku mengucek-ucek kedua mataku, aku sangat lega karena aku tidak lagi bermimpi buruk. Aku segera bangun dari alas tidurku yang selalu menghangatkan tubuhku.

Saat aku membuka pintu, aku tidak menemukan sosok Amber “Apakah dia pergi lagi? mengapa sangat pagi sekali, sebenarnya apa yang iya lakukan pada pagi dan malam hari?”

Aku segera mencuci mukaku dan menggosok gigi setelah selesai aku tidak sengaja melihat isi meja yang sudah di lengkapi dengan segelas susu putih beserta piring yang berisi sandwich. Apakah stupid ini yang membuat semuanya? aku melihat sebuah kertas kecil yang letaknya tidak jauh dari gelas susu.

“Good morning princess selamat menikmati sarapanmu ^^” ntah kenapa aku tersenyum saat membacanya.

“Stupid” aku mulai duduk dan mulai melahap sarapan yang dibuat oleh servant.

“Mengapa mimpi semalam begitu menakutkan? huffh aku harap aku tidak akan memimpikan kematian lagi” aku benar-benar takut pada saat itu, iya aku memimpikan bahwa aku akan mati dan ayah beserta sahabatku menangis di depan jasadku.
Aku melihat tanggal “Ini sudah hari ke 4 tapi aku masih belum tahu harus mencari obat penawar itu dimana, bagaimana ini?”

“Alish apakah kau mendengarkanku? aku butuh bantuanmu bukankah kau akan membantuku untuk mencari obat penawar itu?hufff” aku merebahkan badanku di sofa.

“Bagaimana bisa aku mencarinya? bentuknya saja aku tidak tahu dan aku juga tidak tahu harus mencarinya kemana? apakah pada akhirnya aku akan benar-benar mati?”

“TOK TOK Amber Liu!!” aku mendengar suara seseorang yang berada di luar pintu.

“Amber buka pintunya” aku melangkahkan langkahku mendekati pintu.

“Amber cepat buka pintunya! haish” kemudian aku membuka pintunya.

“Mengapa kau lam….” aku menatapnya dengan bingung.

“Siapa kau?” tanyaku padanya yang masih melihatku dengan mulut yang terbuka, mengapa namja ini menjijikan sekali apakah dia sedang mengences?

“A-a-a-apa?”

“Kau ini siapa?” tanyaku ulang, dia seperti orang bodoh.

“Aku adalah princess Krystal, kau ini siapa? mengapa kau teriak teriak di depan rumah orang sepagi ini? apa kau tidak memiliki sopan santun?” haishh dia malah menatapku dengan heran.

“Haishh mengapa dia sangat galak sekali, aku adalah teman kerja Amber. Aku ingin memberikan ini” dia mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.

“Ini, ponselnya tertinggal saat iya sedang berkerja” aku sedikit menatap benda aneh yang ada di tanganya.

“Tenang saja ini bukan bom, ini benar-benar ponsel Amber” aku menatap wajahnya dan aku mengambil ponsel milik Amber.

“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu”

“Tunggu”

“Ada apa?”

“Kau teman kerja Amber?” dia hanya mengangguk.

“Teman kerja, maskutmu teman kerja yang seperti apa?” tanyaku penasaran.

“Aku adalah teman kerja Amber di club, namaku adalah Key”

“Club?”

“Iya club” aku hanya mengangguk pelan.

“Baiklah bila tidak ada yang ingin kau tanya lagi aku pulang bye” aku membiarkan nya pergi.

Sementara itu..

“Amber!”

“Ada apa?”

“Haish mengapa kau buru-buru sekali pulangnya?” Suzy mengejar langkah Amber.

“Ehmm ada sesuatu yang ingin aku kerjakan itu sebabnya aku harus buru-buru maafkan aku Suzy aku pulang duluan” Amber melambaikan tanganya dengan meninggalkan Suzy.
Amber berjalan dengan tergesa-gesa tapi saat Amber berjalan “Aggh!” Amber terjatuh.

“Oh maafkan aku telah menabrakmu anak miskin haha” Amber memegang kakinya yang terkena mobil Kai dan teman-temanya.

“Kau menggangu jalanku dasar bodoh! hahaha” teriak Kai dari dalam mobil dengan teman-temanya yang ikut menertawai Amber yang terjatuh hingga seragam nya menjadi kotor.

“Ayo Kai kita tidak punya waktu untuk bermain-main denganya” kemudian Kai meninggalkan Amber yang masih memegang kakinya.

“Aghh” Amber masih mengerang kesakitan “Damn! lukanya cukup banyak” Amber melihat kaki sebelah kanan nya terluka karena gesekan kulitnya dengan aspal panas. Amber berusaha berdiri tapi gagal karena kakinya benar-benar sakit.

“Sial!” Amber sangat kesal, di saat Amber sedang terjatuh tiba-tiba mata Amber melihat uluran tangan dari seseorang yang iya tidak kenal “Kau akan meraih tanganku atau kau akan terus-terusan seperti itu?” Amber diam sejenak dengan memandang tangan putih mulus yang berada di depan matanya dan pada akhirnya tangan itu di raih “Pelan-pelan” ucap orang yang membantu Amber, iya memegang tubuh Amber agar tidak terjatuh.

“Lain kali kau harus hati-hati” Amber hanya menatapnya “Kau akan ku antar ke rumah sakit”

“Tidak perlu!” ucap Amber dengan cepat.

“Mengapa tidak perlu? apa kau tidak lihat lukamu sangat parah?”

“Aku tidak apa-apa, aku akan membersihkan luka ini di rumahku saja. terima kasih sudah membantuku” Amber melepaskan genggamannya dan mencoba berjalan tapi “Agh!” Amber kembali terjatuh.
Yeoja asing itu hanya menggelengkan kepalanya dan langkah kakinya kembali mendekati Amber yang terjatuh “Mengapa kau sangat keras kepala sekali?” yeoja asing itu kembali membantu Amber berdiri.

“Kau harus benar-benar ke rumah sakit jika di biarkan maka akan semakin parah” kali ini Amber menyerah dan mengikuti yeoja itu ke rumah sakit.

Setelah sampai di rumah sakit kaki Amber segera di obat dan mendapatkan sedikit jaitan di kakinya, ternyta selain di kakinya Amber mendapatkan luka di lenganya yang iya tidak sadari lukanya cukup parah.

“Hmm aku heran, mengapa seseorang tega menabrakmu seperti ini tanpa ada rasa tanggung jawab” ucap yeoja asing yang kini duduk di samping Amber dengan melihat luka-luka di tubuh Amber.

“Biarkan saja lagipula aku yang salah”

“Apa kau yakin kau salah?” Amber hanya mengganguk.

“Kalau begitu lain kali kau harus hati-hati agar tidak seperti ini lagi” Amber hanya menatap bingung “Bagaimana bisa yeoja yang baru ku kenal begitu perhatian pada diriku?” pikir Amber.

1 jam Amber dalam pengobatanya, kini iya telah selesai dan di izinkan pulang “Permisi”

“Iya ada yang bisa saya bantu”

“Ehm apakah suster melihat yeoja yang tadi bersamaku?” tanya Amber kepada salah satu suster di ruang unit gawar darurat.

“Maksutmu yeoja berambut coklat?” Amber mengangguk.

“Kurang lebih 5 menit yang lalu iya telah meninggalkan rumah sakit ini” ucap suster yang membuat Amber kaget karena yeoja itu pergi meninggalkanya.

“Dia sudah pergi? haishh aku belum mengucapkan terima kasih kepadanya, mengapa dia main pergi saja dan aku juga tidak mengetahui namanya” ucap Amber yang sedikit kecewa.

“Oh princess!” Amber menepuk dahinya dan segera keluar dari rumah sakit.
Setelah 1 jam dalam perjalanan Amber tiba dirumahnya “Princess” Amber menghidupkan lampu rumahnya “Princess dimana kamu?” Amber berjalan mengelilingi isi rumahnya tapi sayang iya tidak menemui sosok yang iya cari “Princess” Amber membuka pintu belakang rumahnya.

“Prin….” kata-kata Amber terputus saat melihat Krystal yang sedang duduk menatap langit-langit “Hufhh aku kira dia hilang lagi” Amber melangkah mendekati Krystal yang sedang duduk.

“Princess maafkan aku karena aku pulang terlambat” ucap Amber tapi Krystal masih menatap langit-langit.

“Karena kakiku sedikit sakit jadi aku memakan waktu untuk sampai di rumah” tetapi Krystal tetap mengacuhkan Amber.

“Apa kau marah padaku?” Amber masih menatap Krystal.

“Princess Krystal”

“Apa kau tidak apa-apa?” Amber sangat bingung dengan tingkah Krystal yang hanya diam menatap langit-langit malam.

“Princess” Amber menatap Krystal.

“Kau benar-benar membuatku bingung” Amber menggelengkan kepalanya

“Baiklah aku masuk saja” dan Amber berjalan meninggalkan Krystal.

“Aku merindukan ayah” ucap Krystal yang membuat langkah Amber terhenti.

“Aku merindukan ayah” Amber memutar kembali badanya dan melihat Krystal yang terlihat sangat sedih.
Amber melangkahkan kakinya mendakti Krystal. Amber menatap Krystal yang sedang menatap langit-langit malam dengan wajah yang sedih. Amber hanya diam duduk di samping Krystal, Amber tidak tahu apa yang harus iya lakukan bila melihat seseorang di dekatnya sedang sedih.

“Biasanya setiap malam ayah selalu datang ke kamarku untuk membacakan dongeng untuku dan juga ayah selalu menemaniku hingga diriku terelelap tidur karena ayah takut bila aku bermimpi buruk” ucap Krystal.

“Ayahmu sangat luar biasa princess pasti dia benar-benar menyayangimu sehingga kau selalu merindukan sosoknya” Krystal tersenyum mendengar ucapan Amber.

“Aku lebih baik kehilangan semua yang kumilki dari pada aku harus kehilangan sosok ayahku, dia sangat berharga bagiku”

“Kau benar-benar beruntung memiliki sosok ayah yang benar-benar menyangimu” ucap Amber.

“Walaupun kau dan ayahmu kini sedang berpisah tapi aku yakin ayahmu pasti merindukanmu juga, pasti iya selalu menjagamu walaupun jarak sangat memisahkan kalian princess” Krystal menoleh kearah Amber yang tepat di sampingnya.

“Itu sebabnya kau tidak boleh mengecewakan ayahmu dan buat dia bangga terhadap dirimu” senyum Amber yang membuat Krystal hanya diam menatap kedua bola mata Amber.
Kedua bola matanya, kedua bola matanya benar-benar indah dan ntah mengapa aku sangat betah menatap matanya seperti ini

“Grrukkk~~~”

“Hmmmppp” aku menatap servant bodoh ini yang membungkam mulutnya.

“Jika kau mengeluarkan suara tawamu, aku akan memotong pita suaramu!” aku menatap nya dengan deathglare sehingga dia sebisa mungkin menahan tawanya.

Haishh benar-benar memalukan! “Princess kau mau kemana?” aku segera bangun dan pergi meninggalkan servant stupid.
“Princess aku akan menyiapkanmu makan malam” suara Amber yang masih bisa kudengar.

“Kau benar-benar lucu” senyum Amber.

Aku hanya duduk menatap layar kecil yang ada di depanku sedangkan Amber sedang memasak makan malam untuku, harus ku akui Amber bodoh itu sangat pintar memasak dan bau masakanya “Hmmm” semakin membuatku lapar.

“Haishh mengapa lama sekali! kau tidak tahu aku lapar? seharusnya kau menyiapkan makan malam dari tadi jadi aku tidak perlu menunggu seperti ini” ucapku kepada Amber yang sedang mengaduk-aduk panci.

“Tunggulah sebentar lagi” aku hanya melipat kedua tanganku dan melihat Amber yang sedang memasak untuku, tetapi aku melihat sesuatu yang aneh di kaki nya “Ada apa dengan kakinya?”

“Ayo duduk dulu disini” Amber menarik kursi kayu dan mempersilahkanku duduk di meja yang sangat kecil ini, Amber segera mengambil piring untuku serta menungakan segelas airputih.

Aku hanya berpangku tangan menunggu hidanganku datang “Tadaaaa” Amber membawa panci dengan bau yang sangat membuat cacingku gelisah.dengan perlahan Amber menungakan semangkuk sup hangat untuku.

“Ayo makanlah selagi hangat” ucap Amber yang kini duduk tepat di depanku.

“Apakah ini aman?” Amber menghela nafasnya.

“Tentu saja! kau tidak perlu takut kepadaku, aku tidak menaruh racun ataupun obat tidur di sup itu walaupun makanan ini sangat sederhana tapi rasanya sangat luar biasa” aku hanya menatap Amber yang terlihat lucu saat menjelaskan bahwa sup yang akan kumakan ini aman, ntah kenapa aku sangat suka saat menggodanya hehe.

“Hmm baiklah akan kumakan” baiklah suapan pertama.

“Hmm bagaimana? enak tidak?” aku menatap Amber yang menunggu jawabanku atas masakanya, matanya sangat mengisyaratkan bahwa makanan yang iya buat sangat enak.

“Kau bilang ini adalah sup?” tunjuk Krystal ke arah mangkuk dengan wajah jengkel dan Amber hanya mengangguk.

“Apa kau mencoba membunuhku dengan sup aneh yang rasanya tidak karuan ini!”

“Haishh yang benar saja?” Amber segera mengambil mangkuk, dan mencoba sup buatanya.

“Ini enak! ini seperti sup yang biasanya ku buat” Amber mengangguk karena supnya yang terasa enak.

“Enak katamu? darimana bisa kau bilang ini enak? dasar stupid” Krystal meninggalkan meja makan.

“Aghhhh wanita ini membuatku gila!!” Amber mengacak-acak rambutnya.
Krystal Pov

Waktu sudah menunjukan pukul 2 malam tapi aku tidak bisa tidur karena perutku sangat lapar! aghh mengapa hidupku begitu tersiksa sampai harus menahan lapar seperti ini.

“Apakah servant bodoh itu sudah tidur?” aku bangun dari alas tidurku dan membuka pintu dengan melangkah sangat pelan menuju dapur “Ah untung saja dia tidak membuang makananya” aku segera mengambil sendok dan mulai melahapnya, jujur saja makanan nya sangat enak aku hanya gengsi dan malu bila mengakui bahwa makanan servant bodoh ini sangat lezat dan aku juga snagat malu bila menghabiskan semua sup yang iya telah buat.

“Kenyang” aku mengusap-usap perutku lalu bergegas kembali ke kamar tapi saat aku ingin berjalan ke kamar, aku melihat kaki Amber yang di balut oleh perban. Aku menghela nafasku dan menghampirinya yang tengah tertidur pulas.

Sedikitku bungkukan tubuhku agar bisa melihat jelas kakinya “Apa yang baru saja iya lakukan hingga kakinya bisa seperti ini?” ku pegang kaki Amber yang terluka dengan telapak tangan kananku, aku menarik nafasku dengan dalam kemudian ku pejamkan mataku beberapa saat.

Dan setelah kubuka mataku luka Amber sudah menghilang “Syukurlah” aku menatap wajah Amber yang sedang tertidur pulas “Lain kali kau harus hati-hati servant” aku menggelengkan kepalaku dan kembali ke kamar tidur Amber.

Next day

“Ingat waktumu hanya 100 hari Krystal hanya 100 hari, bila kau tidak menemukan obat penawar itu maka kau akan mati”

“Aghh!” aku terbangun dari mimpi buruku, jantungku berdetak sangat kencang dan aku berkeringat.

“Aku tidak ingin mati, aku tidak ingin mati” aku terus menghembuskan nafasku dengan menggebu-gebu seperti habis berlarian tanpa henti.

Aku pejamkan mataku dan berusaha kembali menenangkan diriku, tidak butuh waktu lama keadaan tubuhku kembali normal aku bergegas ke dapur dan meminum segelas air putih “Hufh” kini aku merasa lebih baik.

“DRINGG DRIING” bunyi apa itu?

“DRINGG DRINGG” aku mencari ke arah sumber suara yang mengarah ke kamar tidurku.

“DRINGGG DRIINGG” aku menemukan sumber suara tersebut, mengapa benda ini berbunyi?

Aku mengambil benda yang berbunyi ini dan aku melihat tulisan di layar benda ini “Suzy??” apa itu Suzy? aku mematuk matuk layar ini agar berhenti berdering tapi bukan suara deringan lagi yang keluar melainkan suara wanita?”

“Hallo Amber kau dimana?” benda ini mengluarkan suara yang berbeda seperti suara manusia, aku mendekatkan telingaku ke arah benda ini “Hallo hallo Amber! apa kau mendengarkanku”

“Hallo” mengapa dia diam saja?

“Hallo?” aku masih menunggu jawabanya.

“K-k-kau kau siapa?” aku mengerutkan dahiku.

“Aku adalah princess Krystal, kau siapa?”

“Aku, aku adalah Suzy”

“Suzy?”

“Iya, apakah Amber ada?”

“Servant bodoh itu tidak ada disini, dia selalu pergi meninggalkanku setiap paginya dan aku tidak tahu di kemana”

“Oh begitukah” hmm mengapa dia menjawab begitu lama.

“Apa kau teman Amber?” tanyaku padanya.

“Iya, aku teman sekolahnya. Baiklah terima kasih atas informasinya”

“Tung– haishh mengapa suaranya mengilang?” aku mengetuk-ngetuk benda ini tapi tetap saja tidak bunyi lagi.

“Siapa Suzy? apakah dia kekasih servant bodoh itu?” haishh sudahlah untuk apa kupikirkan

Author Pov

“Hmmm” aku terus menatap kakiku dengan sangat heran “Mengapa bekas lukanya hilang? mengapa aku tidak merasakan sakit sama sekali dengan kaki ini? aneh sekali apakah kemarin aku hanya bermimpi sedang tertabrak mobil milik Kai?”

Sudah berjalan 15 menit akhirnya aku sampai di bank, aku segera mengeluarkan dompet beserta kartu ATM ku untuk mentransfer uang bulanan neneku di desa. Setiap bulanya aku harus mengerimkan uang untuk neneku aku bahkan rela tidak makan untuk kelangsungan hidup neneku di desa aku tidak ingin melihat neneku menjadi susah seperti diriku.

Setelah berjalan keluar dari bank aku membuka buku tabunganku “Huffh mengenaskan sekali uang ini hanya cukup untuk satu minggu saja” aku menarik nafas.

“Haishh!” aku menepuk dahiku bahwa aku lupa kini aku tidak hidup sendiri “Penyihir itu aghh! mungkin uang ini akan hanya cukup selama tiga hari! dan dia makan sehari 3x dan aku hanya sehari sekali! agghh kepalaku tiba-tiba sakit memikirkan nya” aku mengusap-usap dahiku “Mengapa kau tidak membiarkanku mati saja Tuhan? bagaimana bisa aku bertahan hidup dengan keadaan seperti ini”

Aku kembali berjalan “Tunggu dulu” aku meraba kantong celanaku “Mana?” aku membuka tasku “Dimana ponselku??” pantas saja ada sesuatu yang hilang di dalam hidupku ternyta dari kemarin kau tidak memegang ponsel, tapi kemana ponselku??

“Apa mungkin?”

8 menit kemudian

“Key!!” aku terus mengetuk pintu rumahnya.

“Key!! buka pintunya” apakah dia masih tidur?

“Key!! buka pintunya!”

“Haishh mengapa kau ribut sekali!!” akhirnya dia membuka pintu rumahnya dengan wajah yang berantakan.

“Dimana ponselku? aku ingat bahwa aku meninggalkan ponselku di lokermu! apa kau menjualnya? mengapa kau tidak membalikanya kepadaku!”

“Haishh dasar kau gila! aku sudah membalikan ponselmu!”

“Apa? tapi, tapi ponselnya tidak ada diriku kau jangan berbohong kepadaku! cepat kembalikan aku ingin menelfon neneku”

“Haishh sudah kubilang sudah ku kembalikan ponselmu! aku memberikan nya kepada yeoja yang ada dirumahmu itu!”

“Apa?? yeoja” ucap Amber.

“Iya yeoja cantik dengan tatapan mata yang mengerikan! aku memberikan ponselmu kepadanya” Amber diam sejenak, Key menatap curiga.

“Siapa yeoja itu? apakah dia pacarmu? dia benar-benar sangat cantik haha” goda Key.

“Ya kau! haishh sudah aku ada urusan penting”

“Amber Liu! kau membangunkan ku sepagi ini lalu kau pergi begitu saja! lihat saja kau akan ku balas!” teriak Key yang di tinggalkan oleh Amber.

Tak lama kemudian Amber kembali kerumahnya, Amber segera melepas sepatu dan menaruh tasnya di kursi “Krystal, maksutku princess Krystal” Amber berjalan menuju dapur dan melihat sarapanya yang iya bikin telah di habiskan oleh Krystal “Baguslah bila iya sudah sarapan”

“OAH!!” Amber hampir terjatuh karena melihat Krystal yang tiba-tiba muncul di belakangnya.

“Haishh mengapa kau mengagetkanku!” Amber mengelus-elus dadanya dan Krystal hanya menatapnya dan berjalan melewati Amber untuk mengambil segelas air putih.

“Kau darimana? mengapa pakaian mu kotor seperti itu?” tanya Amber yang melihat baju Krystal sedikit kotor.

“Mengapa kau sudah pulang? aku kira kau akan pulang sore nanti dan pergi kembali hingga datang kembali kerumah pada tengah malam” ucap Krystal dengan menaruh gelas di meja.

“Aku hari ini tidak sekolah karena aku harus ke bank untuk mentransfer uang untuk neneku” ucap Amber.

“Nenekmu?” tanya krystal

“Iya neneku, dia tinggal di Busan”

“Busan? dimana itu Busan? bisakah kita kesana stupid?” tanya Krystal dengan duduk di sofa.

“Tidak, kalau kita ingin kesana kita memerlukan uang yang banyak lagipula Busan sangat jauh dan aku banyak pekerjaan disini” jelas Amber dengan menatap Krystal.

“Kau belum jawab pertanyaanku, dari mana saja kau hingga pakainmu tertutup oleh debu?” tanya Amber.

“Ehmm, aku dari gudang”

“Gudang?” tanya kembali Amber dan Krystal menganggukan kepalanya.

“Untuk apa kau kesana? disana tempatnya sangat kotor”

“Aku sangat bosan dan tidak tahu harus berbuat jadi aku melihat-lihat gudangmu” ucap Krystal.

“Kalau kau ingin ke gudang kau harus hati-hati ada banyak barang tajam disana kau bisa terluka” ucap Amber.

“Baiklah aku ingin ganti baju” Amber bangkit dari tempat duduknya.

“Servant” langkah Amber berhenti “Ada apa?” tanya Amber.

“Mengapa kau menaruh semua foto keluargamu di gudang??” Amber terdiam saat mendengar pertanyaan Krystal.

“Ehmm tidak apa”

“Tidak apa bagaimana? itu kan foto keluargamu mengapa kau menaruhnya di sembarang tempat? kau ini anak macam apa! mengapa kau melakukan hal seperti itu? kau..”

“Cukup!!” Amber meninggikan suaranya membuat Krystal terdiam melihat Amber.

“Kau tidak perlu tahu urusan pribadiku! urus saja dirimu sendiri! aku sudah lelah dengan semuanya! ditambah lagi dengan dirimu yang sangat menyusahkan ku!” Amber pergi meninggalkan Krystal, Krystal hanya diam tidak dapat berbuat apa-apa, seumur hidupnya iya tidak pernah di bentak seperti ini.

MALAM HARI

Amber membuka pintu rumahnya “Mengapa gelap sekali” Amber menghidupkan lampu dan berjalan ke arah kamarnya membuka pintu kamarnya dengan sangat pelan “Dimana dia?”

“Princess” Amber berjalan ke arah dapur, belakang rumahnya tapi iya tidak menemukan Krystal.

“Kemana dia?” Amber melihat jam yang menunjukan pukul 8 malam “Haishh apa jangan jangan dia marah kepadaku karena aku membentaknya? aghh mengapa akhir-akhir ini aku cepat sekali emosi! aku harus mencarinya” Amber mengambil jaketnya dan pergi mencari Krystal.

“Krystal!!” teriak Amber ke penjuru arah.

“Krystal Jung Soojung!!!” ini sudah puluhan kalinya Amber meneriaki nama Krystal tapi Amber tidak kunjung menemukan sosok Krystal.

“Dimana kau Krystal Jung?” Amber mengatur nafasnya dan kembali mencari Krystal.

“Princess Krystal!” agghhh mengapa aku sangat bodoh sekali! ini mungkin hal yang kecil bagiku tapi untuk dia, dia adalah anak dari seorang raja pasti seumur hidupnya tidak pernah di bentak seperti itu! haishh dia pasti sangat marah sekali.

“Krystal Jung kau dimana? aku benar-benar minta maaf karena telah membentakmu seperti itu” ucap Amber dengan nada yang sangat lelah.

Saat Amber mengatur nafasnya, Amber mengecilkan padangan nya agar dapat melihat jelas “Princess” ucap Amber yang melihat Krystal yang tengah duduk di sebuah halte bus dengan memainkan kedua kakinya seraya menundukan kepalanya

“Syukurlah” Amber bernafas lega dan tanpa pikir panjang Amber berjalan menghampiri Krystal.

“Maafkan aku” Amber berlutut di hadapan Krystal, Krystal berhenti memainkan kakinya dan menatap Amber yang kini berlutut di depanya.

“Princess maafkan aku, aku tidak bermaksud…” belum selesai bicara Krystal pergi meninggalkan Amber.

“Princess” Amber berjalan mengejar Krystal yang tepat di depanya “Maafkan aku” Krystal terus berjalan menghiraukan perkataan Amber, Krystal sangat kesal terhadap Amber yang mengucapkan kata kasar kepada dirinya.

“Princess tolong maafkan aku” Amber mencoba meraih lengan Krystal tapi Amber malah terhempas jatuh di jalan.

“Aghh” Amber mengerang kesakitan memegang tanganya. Krystal memutar arah dan melihat Amber yang jatuh akibat perbuatanya  yang tidak ingin Amber menyentuh tanganya.

“Mengapa kau terus mengejarku! bukankah kau yang bilang harus urus diriku sendiri! bukankah kau yang bilang kalau aku sangat merepotkan!! mengapa kau terus mengejarku, mengapa!!” Krystal meneteskan airmatanya karena kesal terhadap sikap Amber.

“Kau kira hanya kau saja yang menderita di hidup ini! kau kira hanya kau saja yang paling menyedihkan di hidup ini!! kau kira hanya kau saja yang ingin bertahan hidup!! kau kira hanya kau saja yang memiliki begitu banyak masalah!!” teriak Krystal dengan meneteskan airmata.

“Princess maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membentakmu ataupun memarahimu dan berkata kasar seperti itu” Amber menghela nafasnya.

“Aku terlalu terbawa emosi, aku terlalu terbawa amarah masalahku. Maafkan aku bila kata-kataku menyakitimu, aku tidak bermaksud berkata seperti itu, aku hanya lelah dengan semuanya dan” Amber menundukan kepalanya.

“Aku tidak suka masalah keluarga ku di ungkit kembali, saat kau bercerita mengenai ayahmu aku sangat iri aku benar-benar iri padamu aku juga sangat iri bagaimana sahabat-sahabatmu selalu menemanimu dan selalu membuatmu tersenyum tapi tidak denganku sejak aku kecil ayah dan ibu selalu bertengkar membuatku selalu menangis bila mengingatnya hingga pada akhirnya ayah dan ibu memutuskan untuk bercerai karena ayahku kasar terhadap ibuku, hingga pada suatu hari ibuku harus pergi meninggalkanku selama-lamanya di sini, dan aku harus tinggal bersama ayahku yang pemabuk, penjudi, menghalalkan segala cara agar dapat mendapatkan uang yang banyak untuk memenuhi hasratnya, aku tidak tahan bila iya membawa para gadis kerumah ibuku, aku tidak tahan bagaiaman iya berpesat sabu di rumah ibuku! semenjak saat itu aku pergi meninggalkan ayahku dan tinggal bersama neneku di Busan” Amber menghela nafasnya dengan panjang untuk menahan air matanya.

“Itu sebabnya, itu sebabnya aku menaruh semua foto keluarga di gudang. Aku tidak ingin mengingat kenangan buruk lagi, aku tidak ingin kembali ke masa itu! aku takut, aku takut melihat masa lalu itu kembali di tidurku” Amber menatap Krystal dengan mata yang berkaca-kaca.

“Jadi, maafkanlah aku princess semua yang ku katakan kepadamu adalah bohong, tidak tahu mengapa aku sangat peduli terhadapmu mungkin saat ini hanya kaulah orang yang paling dekat denganku, Terdengar aneh tapi ntah mengapa hatiku berkata seperti itu. Kita baru saling bertemu satu sama lain tapi pada kenyataanya aku benar-benar peduli terhadapmu” Amber melangkahkan kakinya mendekati Krystal yang kini sedikit tenang.

“Jadi maafkanlah servantmu yang bodoh ini princess Krystal” Krystal dan Amber saling bertatapan satu sama lain.

“Sebagai gantinya aku akan membelikan mu coklat! bagaimana?” mata Krystal terbuka lebar saat mendengar kata coklat.

“Baiklah” ucap Krystal menahan rasa senangnya.

Krystal dan Amber berjalan menelusuri malam dengan lampu lampu jalan yang menemani mereka, tanpa sengaja tangan Krystal dan Amber saling menyentuh

“Ehhm” Amber terlihat salah tingkah dan menyembunyikan tanganya di saku jaketnya.

“Ada apa denganmu?” tanya Krystal yang menatap Amber.

“Tidak ada” senyum Amber.

“Mengapa wajamu memerah? apa kau sedang sakit stupid?”

“Tidak aku tidak apa-apa” Amber menggelengkan kepalanya.

Krystal dan Amber kembali berjalan “Stupid”

“Ehmmm”

“Maafkan aku” Amber menghentikan langkahnya dan menatap Krystal yang sedikit menundukan wajahnya dengan mengigit bibir bawahnya.

“Mengapa kau meminta maaf? apa aku tidak salah dengar??”

“Jadi kau tidak suka bila aku meminta maaf?!”

“Tidak, tidak bukan seperti itu! maksutku..”

“Haishh sudah sudah aku menyesal mengatakannya!” Krystal berjalan meninggalkan Amber.

“Apa aku salah lagi? aghh princess tunggu aku!” Amber kembali mengejar Krystal.

Setelah membeli coklat untuk Krystal, Amber memutuskan untuk pulang “Kita mau kemana?” tanya Krystal.

“Tentu saja pulang” jawab Amber, Krystal melihat jam di ponsel Amber “Ini sudah pukul 10, bukankah kau memiliki pekerjaan malam stupid?”

“Iya, tapi terlebih dahulu aku harus mengantarmu pulang princess” jawab Amber menoleh ke arah Krystal.

“Ya!!!” teriak Amber.

“Kenapa kau teriak!”

“Itu ponselku!” tunjuk Amber ke arah tangan krystal.

“Ini? oh iya benda ini di berikan oleh temanmu tapi aku lupa untuk memberitahumu, aku sangat menyukai benda ini”

“Haishh berikan padaku, itu benda yang sangat penting” pinta Amber.

“Tapi aku ingin memilikinya” pinta Krystal.

“Itu adalah merek lama, kau akan kuberikan ponsel yang lebih bagus. Ehmm nanti akan ku belikan kau Iphone okee”

“Apakah itu lebih bagus dari benda ini?”

“Tentu saja! ponsel itu adalah merek lama, bila aku mendapatkan uang kau akan kuberikan ponsel yang jauh lebih bagus” Krystal menatap benda yang di tanganya “Baiklah ini” Krystal menyerahkannya kepada Amber.

Amber segera mengecek pesan masuk dan panggilan masuk “Nenek, Key, Jonghyun, Suzy”

“Suzy” Amber menoleh ke arah Krystal.

“Dia menelfonmu”

“Lalu kau bilang apa kepada Suzy??” panik Amber.

“Aku bilang kau sedang pergi itu saja” jawab Krystal.

“Benarkah? kau tidak bilang yang aneh-aneh bukan??” tanya Amber dengan penasaran.

“Tentu saja tidak, mengapa kau begitu khawatir? apakah dia…” Amber menatap Krystal.

“Dia apa?” tanya Amber.

“Tidak, tidak ada! ayo cepat jalanya servant! aku benar-benar lelah dan mengantuk”

AMBER’S HOME

“Akhirnya sampai juga” ucap Krystal yang langsung duduk di sofa sekaligus tempat tidur Amber.

Krystal menatap Amber yang sedang merapikan tasnya “Stupid” ucap Krystal dengan berpangku tangan.

“Hmm”

“Apa kau tidak lelah?”

“Tidak, aku harus berkerja princess bila tidak bagaimana aku bisa memberi uang kepada neneku dan juga bila aku tidak berkerja bagaimana bisa kita makan dan tinggal” ucap Amber yang masih sibuk mengemas tasnya.

“Aku ingin tahu apa pekerjaanmu? mengapa kau selalu berkerja pada malam hari? apa tidak ada pekerjaan yang lain”

“Pekerjaanku sebagai pelayan club dan upahnya sangat besar, jadi tidak masalah bagiku bila aku harus bekerja pada malam hari dan pulang pada pagi hari” senyum Amber dengan memakai tas ransel Nike hitam miliknya.

“Kau tidurlah ini sudah malam, bukankah kau tadi mengantuk” Krystal masih diam.

“Aku akan pulang cepat kau tidak usah khawatir” senyum Amber yang seakan-akan bisa menebak pertanyaan Krystal.

“Baiklah” Krystal berjalan ke kamar Amber.

“Selamat malam princess”

“Selamat malam servant”

“Ehm princess!” Amber memegang pintu kamar Krystal sebelum di tutup rapat olehnya.

Krystal menunggu Amber berbicara “Ehmm aku hanya ingin mengatakan…” Krystal masih menatap Amber.

“Aku tidak tahu mengapa kau bisa ada di sini di bumi, aku juga tidak tahu masalah yang kau alami saat ini dan aku juga tidak tahu mengapa kau menyelamatkanku dari tindakan bodohku kemarin. Aku tidak perlu tahu alasanya mengapa kau ada disini, aku juga tidak akan memaksa dirimu untuk bercerita tentang masalamu tapi…” Amber menatap Krystal.

“Tapi bila kau sudah lelah dengan keadaan yang kau jalani, bila kau sudah tidak lagi sanggup menampung masalahmu aku siap untuk membantumu dan juga aku siap untuk menjadi pendengar yang baik untukmu, Princess” senyum Amber. Krystal hanya diam mendengar ucapan Amber.

“Baiklah it’s time to sleep nice dream Princess Krystal Jung” Krystal hanya menganggukan kepalanya.

Aku terus memikirkan ucapan Amber, mengapa ucapan nya membuatku tidak bisa tidur! aghhh mengapa saat aku menatap matanya jantung ku menjadi bedebar-debar? sebelumnya aku tidak merasakan hal seperti ini, apakah aku sedang sakit? dari ribuan namja yang mendekatiku mengapa hanya Amber yang membuatku seperti ini? ada apa ini? mengapa seperti ini?

“Tidak tidak!” aku menggelengkan kepalaku “Tapi tunggu dulu? siapa Suzy itu sebnarnya? apa dia benar-benar pacar servant bodoh itu? haishh sudah lupakan saja!”

PAGI HARI

Seperti biasa sebelum berangkat sekolah Amber menyiapkan sarapan untuk Krystal dan seperti biasa juga Krystal selalu bangun siang dan langsung menyantap sarapan yang dibuat oleh Amber

Waktu menunjukan pukul 4 sore Krystal sangat terlihat bosan “Aghh bosan sekali! aku ingin sekali keluar tapi servant bodoh itu terus melarangku keluar!” Krystal masih terus memainkan remot tv tua milik Amber.

“TOK TOK TOK” Krystal menoleh ke arah sumber suara.

“TOK TOK TOK” Krystal bergegas bangun dan membuka pintu.

Dan saat pintu terbuka kedua yeoja ini menatap dengan saling heran “Kau siapa?”

“Kau yang siapa? mengapa kau berada di rumah Amber?”

“Aku adalah princess Krystal” ucap Krystal dan Krystal menatap yeoja di depan nya dengan heran karena menahan tawa.

“Princess?” Krystal menganggukan kepalanya “Lalu kau siapa?” tanya Krystal jutek.

“Aku adalah Bae Suzy, Suzy teman dekat Amber” Krystal menatap Suzy.

“Oh jadi kau yang bernama Suzy” ucap Krystal dengan melipat kedua tanganya.

“Kenapa? ada masalah? aku ingin bertemu Amber”

“Servant bodoh itu tidak ada dirumah” Suzy menatap Krystal.

“Maaf, kau bilang apa? servant bodoh?” senyum jengkel Suzy.

“Kau kira dirimu siapa memanggil Amber seperti itu!”

“Kau kira kau siapa berani bicara keras kepadaku!” Suzy dan Krystal saling emosi.

“Suzy”

“Amber!”

“Sedang apa kau disini?” tanya Amber.

“Bukumu tertinggal di meja aku harus memberikan nya kepadamu karena besok kita akan ada ujian” Krystal hanya menatap Amber dan Suzy saling berbicara.

“Mengapa wajah servant bodoh itu terlihat berbeda bila dengan yeoja gila itu? wajahnya seketika menjadi penuh senyuman”  pikir Krystal.

“Dia siapa?” tanya Suzy.

“Ehmm dia adalah Krystal” senyum Amber kaku.

“Lalu? mengapa dia ada dirumahmu? lalu mengapa dia memanggil dirinya dengan sebutan princess?”

“Dia, dia adalah sepupuku iya sepupuku yang berasal dari Busan. haha dia memang suka becanda harap maklum” ucap Amber dengan grogi.

“Benarkah? mengapa aku tidak pernah tahu?” Suzy menatap curiga.

“Itu karena kau tidak pernah main ke Busan, sudah kau pulanglah ini sudah sore ayo cepat pulang” Amber mendorong paksa tubuh Suzy agar pergi.

“YA! apa kau mengusirku”

“Hati-hati Suzy byeee!!” teriak Amber dan segera masuk kedalam rumah.

“Huffh” Amber menghela nafasnya.

“Princess”

“Princess” Amber membuka kamarnya dan melihat Krystal yang sedang menyelimutkan dirinya.

“Princess apa kau tidak apa-apa?” Krystal tidak menjawab, Amber melangkahkan kakinya mendekati Krystal.

“Apa kau sedang sakit? mengapa kau tidur dengan sangat cepat?” Krystal masih diam.

“Princess”

“Haishh! mengapa kau berisik sekali! kau tidak lihat aku sedang tidur!” Amber terkejut saat mendengar Krystal teriak “Haishh baiklah-baiklah tapi apa kau tidak apa-apa?”

“Hmm baiklah, kau akan ku buatkan bubur” Amber pergi meninggalkan kamar Krystal.

“Menyebalkan!” ucap Krystal.

Beberapa menit kemudian

“Princess buburnya sudah siap ayo kita makan bersama” ajak Amber.

“Kau masih tidur baiklah?”

Amber segera duduk di meja makan tapi tak lama kemudian Amber tersenyum melihat Krystal menghampirinya “Duduklah, aku menyiapkan bubur yang sangat spesial!” senyum Amber tapi Krystal membalas dengan death glare.

Selama makan Krystal dan Amber hanya diam satu sama lain, suasana menjadi sangat canggung.

“Ehmm bagaimana buburnya enak tidak?” lagi lagi Krystal hanya menatap dengan mematikan yang membuat Amber tertunduk.

Amber menatap Krystal heran “Princess mengapa tidak kau habiskan?”

“Habiskan saja sendiri!” ucap Krystal meninggalkan Amber sendiri di meja makan yang kecil.

“Haishh aku salah apa lagi??” setelah selesai mencuci piring Amber memperhatikan Krystal dengan diam-diam “Ada apa dengan dirinya? mengapa iya terlihat menyeramkan?”

Amber memberanikan diri kembali mendekati Krystal “Princess kau sedang menonton apa?” tanya Amber membuka topik.

“Waah aku suka reality show ini benar-benar sangat menghibur hahaha” tawa bodoh Amber.

“Haishh! aku sudah tidak tahan, mengapa kau terus mendiami ku? aku salah apa?” tanya Amber dan Krystal masih menatap layar TV.

“Princess katakan padaku”

“Pikir saja sendiri apa salahmu!”

“Haishh aku tidak melakukan apa-apa mengapa kau menjadi marah?” Amber berfikir sejenak.

“Oh! apakah kau marah gara-gara Suzy?” tanya Amber yang menunggu jawaban Krystal.

“Jadi benar gara-gara Suzy? ah maafkan lah dia, dia memang seperti itu bila bertemu dengan orang yang baru iya kenal terkesan sangat jutek”

“Aku tidak peduli” jawab singkat Krystal.

“Dia adalah sahabatku jadi wajar saja bila iya memiliki kesan buruk terhadapmu”

“Sahabat?”

“Iya Suzy adalah sahabatku dia selalu membantuku” ucap Amber dan seketika suhu ruangan nya kembali normal dan tidak dingin lagi.

“Mengapa cuaca hari ini sangat aneh?” ucap Amber pelan dan Krystal tertawa kecil mendengarnya.

“Jadi princess jangan marah lagi oke”

“Aku tidak akan marah lagi”

“Syukurlah”

“Tapi ada syaratnya”

“Apa?”

“Belikan aku jus mangga cepat! aku sangat haus!!” perintah Krystal.

“Minum air putih jauh lebih sehat princess”

“Aku ingin jus mangga! cepaat servant bodoh! apa kau tidak mendengar ucapanku” perintah Krystal.

“Baiklah”

“5 menit kau harus sudah sampai!” ucap Krystal dengan menatap Amber.

“Yang benar saja?”

“Jadi kau ingin aku marah lagi?”

“Agghh baiklah-baiklah kau tunggu dsini” Amber segera berlari ke luar rumah untuk membeli jus mangga untuk Krystal.

“Sahabat? mengapa aku sedikit lega saat mendengarnya?” senyum krystal.

“Princess” mata Krystal membulat saat mendengar suara yang tak asing di telinganya membua Krystal bangun dari tempat duduknya.

“Alish!!” Krystal mencari-cari sumber suara.

“Alish aku tahu itu kau!”

“Princess apa kau bisa mendengarku?”

“Iya Alish aku bisa mendengarmu, kau ada dimana?”

“Maaf princess aku tidak bisa di sampingmu aku hanya bisa menggunakan suaraku agar bisa berkomunikasi denganmu. Bagaimana keadaamu princess?”

“Aku baik-baik saja, bagaimana keadaan ayah Alish??” tanya Krystal cemas.

“Yang mulia baik-baik saja princess Krystal tidak perlu khawatir” Krystal lega mendengarnya.

“Apa yang harus ku lakukan? sampai sekarang aku tidak bisa menemukan obat penawarnya”

“Obat penawar itu adalah sesuatu yang sangat berharga yang berada di seklilingmu. Maafkan hamba princess, untuk sementara ini hamba hanya mengetahui itu saja, princess sekali lagi maafkan hamba”

“Tidak apa Alish itu sudah cukup membantuku, terima kasih sudah membantuku”

“Ini sudah kewajibanku princess, jaga dirimu baik-baik kami selalu mengawasimu princess kau tidak perlu khawatir dan hamba akan memberitahu secapatnya bila hamba mendapat bayangan tentang obat penawar itu princess”

“Terima kasih Alish” Krystal menjatuhkan tubuhnya di sofa tua milik Amber.

“Sesuatu yang berharga?”

“Sesuatu yang berharga?”

—————————————————————————————————————————————–

Hai semua, maaf banget nih updatenya lama soalnya gw lagi sibuk ngurusin kuliah aggghh! dan juga laptop lagi rada error jadi gak bisa update, maaf ya semua udah menunggu lama…