Someday 17

Aku tidak tahu apa yang dipikiran Jessica saat ini, bagaimana bisa aku dan Jessica bergabung makan malam bersama Kai dan Krystal? bukankah ini sungguh canggung.

Aku menyederkan tubuhku di sofa, mataku melihat ke arah Jessica yang sedang memilih menu makan malam. Aku tak ingin meluruskan pandanganku ke depan, jangan tanya alasannya kenapa karena Krystal duduk di depanku.

“Aku ingin memesan steak and chesee mushroom sauce, bagaimana denganmu?”

“Aku juga sama denganmu” senyumku pada Jessica.

“Tolong di buat dua” ucap Jessica pada pelayan.

Suasana menjadi sedikit canggung, aku sedikit melirik ke arah Jessica yang santai-santai saja. Aish wanita itu.

“Apa kalian sedang berkencan?” seketika telingaku menjadi sangat tajam ketika Kai bodoh itu bertanya pertanyaan itu pada kami, dan ditambah dengan wajahnya yang ingin sekali ku hajar!

Aku melirik ke arah Jessica, seperti biasa Jessica tersenyum santai. Aku rasa mungkin dia sudah dewasa dan bisa mengerti pertanyaan bodoh itu “Aku dan Amber berteman, dia adalah teman pertamaku di Korea” aku mengangguk dengan ucapan Jessica.

“Ehm begitukah? kalian terlihat begitu cocok, betulakan Krystal?” aku melihat tangan Kai yang merangkul erat pundak Krystal. Aku sedikit meliriknya, sepertinya Krystal sedikit risih. Aku tahu Krystal bukan tipe orang yang suka dengan skinship.

“Aku rasa kalian yang berkencan” aku terdiam saat Jessica berakata seperti itu.

Kai tersenyum mengadap Krystal “Ya, kami berkencan” bangga Kai.

“Tapi… bukankah Krystal masih tunangan Amber” aishhh Jessica tolong hentikan ucapan mu itu!

“Aku tidak peduli, karena Krystal dan wanita itu tak saling mencintai. Lagipula bagaimana bisa yeoja dengan yeoja saling menjalin kasih. Bukankah itu terdengar aneh, dan Krystal tak akan melakukan hal bodoh seperti itu, selama ini Krystal hanya dipaksa untuk bertunangan” senyum sinis Kai.

“Jadi menurutmu… yeoja dan yeoja adalah sesuatu yang salah? aku pikir selama saling mencintai dan menjaga satu sama lain itu tak jadi masalah. Cinta tidak memandang siapa dirimu, cinta itu tak masuk akal. Cinta tak bisa dipaksa kemana kita harus mencintai seseorang, maupun itu yeoja atau namja. Percuma jika yeoja dan namja saling bersama tapi cintanya hanya sepihak, hanya sebuah keterpaksaan karena orang-orang sekitar maupun takut akan cibiran orang. Bila seperti itu aku akan menghadapinya, karena tak ada yang lebih baik selain dirinya di dunia ini. Orang-orang hanya bisa bicara tapi perasaan ini kita yang menjalani, aku harap kau dapat memahami kata-kataku” aku tertegun mendengar kata-kata Jessica, sungguh membuatku terhipnotis akan dirinya.

Krystal hanya diam dengan tatapan dinginya, sedangkan Kai masih merangkul Krystal. Tak lama kemudian makanan mereka dan makan dengan suasana diam. Sesekali Kai bersikap romantis untuk Krystal yang sedikit membuat Amber risih.

 

Makan malam sudah selesai, kami bersiap untuk pergi “Biar aku saja yang bayar, ini traktiranku lain kali kalian yang harus traktir” Jessica mengeluarkan kartu kreditnya.

Kami berempat berjalan keluar, Kai memegang tangan Krystal dan Jessica berdiri dekat di sampingku.

Ntah mengapa aku merasa baik-baik saja saat Jessica disampingku.

Aku membuka pintu mobil untuk Jessica “Aku senang bisa makan malam dengan kalian” senyum Jessica pada Krystal dan Kai tapi hanya Kai saja yang tersenyum lebar sedangkan Krystal hanya senyum seadannya.

“Hati-hati di jalan unnie” sopan Krystal.

“Kau juga, oh iya aku pinjam dulu Ambernya” senyum Jessica yang masuk kedalam mobil, aku hanya tersenyum kepada mereka.

Aku melihat Krystal sudah di tunggu oleh para pengawalnya, setidaknya aku merasa lega bila Krystal pulang bersama pengawalnya.

“Vroomm Vrooomm” mobil melaju meninggalkan Krystal dengan Kai.

Aku membawa mobil Jessica, aku tidak bisa membiarkan wanita yang membawanya. Maksutku aku hanya bersikap gentle saja hehe.

“Aku dengar kau sudah kembali ke perusahaan?”

Aku mengangguk dengan memperhatikan jalan “Aku sudah kembali, tuan Jay Jung yang memintanya karena kau tahu bukan Krystal tak bisa setiap saat datang ke perusahaan”

“Apa kau tidak ingin menemui tuan Jay Jung lagi?” tanyaku tanpa menatap Jessica.

“Aku ingin tapi ntahlah”

Aku menatapnya aneh “Bagaimana bisa seperti itu? apa kau tidak merindukannya? aku yakin tuan Jay Jung merindukanmu, aku melihat beberapa foto dari keluarga besar tuan Jay Jung. Aku melihat kau dan Krystal saat masih kecil dan juga orang tua kalian, begitu terlihat bahagia” senyumku, tapi ntah mengapa Jessica hanya diam. Apakah aku salah bicara? aku rasa Jessica tidak ingin menceritakan keluarganya padaku. Aish tapi aku penasaran!

Hmm lebih baik ku urungkan saja, melihatnya membahas tentang keluarga wajahnya terlihat sedih.

“Aku akan pulang naik taxi, jadi aku akan mengantarmu oke, Tidak ada penolakan. Aku tidak akan membiarkanmu membawa mobil malam-malam” Jessica hanya diam, apa aku sudah merusak moodnya?

Tdiak lama kemudian kami telah sampai, aku menghentikan mobil di parkiran aprtemen Jessica. Aku melepas seatbeltku dan melihat Jessica yang masih terdiam “Apa kau tidak apa-apa?” aku menatapnya dengan penuh khawatir, daritadi Jessica hanya diam.

“Aku hanya merasa bingung, aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat” ucapnya sedikit sedih.

Aku memutar badanku agar bisa melihatnya dengan jelas “Sica dengarkan aku, saat ini kau tidak perlu befikir apapun. Kau tidak perlu merencanakan atau berbuat sesuatu, yang kau butuhkan adalah kepercayaan, dan lepaskan semua beban hidupmu dan lihatlah nanti. Biarkan semuanya berjalan tanpa ada yang perlu kau khawtirkan” Jessica menatapku, bibirnya tersenyum sedikit. Pancaran matanya kembali bersinar.

“Kau sedang mencermahiku? apa kau tidak tahu bahwa aku lebih tua darimu hm”

“Apakah aku harus memanggilmu unnie?”

Jessica menunjukkan wajah kesal “Itu sungguh tak cocok denganmu”

“Hahaha, jadi bisakah kita turun sekarang? orang-orang bisa beranggapan bahwa kita sedang berkencan. Aku takut akan ada Dispatch yang memfoto kita” Jessica memukul lenganku, aku senang moodnya kembali lagi.

 

“Itu taximu” tunjuk Jessica, sebelum naix taxi aku melihat wajahnya memastikan dirinya tak sedih lagi.

“Wae? apa kau masih merindukanku” hahahaha wanita ini!

“Bye-bye” aku melambaikan tanganku, dan masuk ke dalam taxi.

 

“Terima kasih” ucapku pada supir taxi, aku berjalan masuk ke dalam rumah yang mewah ini. Jam menunjukkan pukul 9.48 PM

“Apa Krystal sudah pulang?” tanyaku pada salah satu pelayan.

“Nona muda Jung sudah berada di kamarnya” aku mengangguk dan meninggalkan pelayan tersebut.

“Kau sudah pulang” aku melihat Taeyeon yang datang menghampiriku.

“Ya”

“Kau mau minum?” Taeyeon memberikan sekaleng soda untukku.

“Tentu saja”

Glup Glup Glup waah segarnya!!”

“Minumlah pelan-pelan kau bisa tersedak” aku tersenyum lebar pada Taeyeon. Bagiku Taeyeon sudah seperti kakakku sendiri.

“Akhir-akhir ini kau terlihat begitu sibuk”

“Tidak juga”

“Lalu mengapa kau pulang malam terus?” tatapnya padakku.

Aku diam sebentar “Ntahlah, saat ini aku tidak betah di dalam rumah. Lebih menyenangkkan bila menghabiskan waktu diluar”

“Bersama sahabat-sahabat gilamu itu?”

Aku menggelengkan kepalaku “Tidak, kali ini dengan seorang yeoja cantik hahaha” ucapku dengan kembali meminum soda.

“Jessica?”

“Ahhh nde! Jessica Jung, oh bicara tentang dirinya aku yakin kau mengetahui banyak tentang dirinya” tatapku serius pada Taeyeon.

Taeyeon menghela nafasnya, menatap minuman kaleng di tangan kanannya “Tidak tahu”

“Aish jawaban apa itu! aku yakin kau mengenalnya dengan baik, kau menatapnya dengan berbeda”

Taeyeon menatapku “Itu hanya masa lalu”

“Jadi ceritakan padaku! aku ingin sekali menanyakkan hal banyak kepada Jessica. Aku merasa hubungannya dengan tuan Jay Jung tidak baik, di tambah lagi aku tidak pernah melihat kedua orang tuanya padahal Jessica adalah cucung pertama, bukan? aku melihat sebuah foto di ruangan tuan Jay Jung. Aku melihat kedua wajah orang tua Jessica, tapi sampai detik ini aku tidak pernah melihatnya, apakah mereka berada di luar negeri?”

“Kau bersyukur tidak menanyakkan hal itu pada Jessica” senyum tipis Taeyeon.

“Aku berusaha menahannya, jadi apakah kau mengetahui semua itu?” tanyaku penasaran, sungguh ini menjadi teka-teki bagiku sekarang.

“Seharusnya aku bisa menahanya untuk tetap disini, seharusnya dia tidak pernah pergi dan bertahan disini. Aku merasa kecewa pada diriku sendiri karena aku tak dapat melindungi dirinya” Taeyeon menghela nafasnya.

“Tapi apa dayaku, aku tidak bisa berbuat apa-apa selain melihat dirinya yang pergi. Wajahnya.. aku tak bisa melupakan saat terakhir aku bertemu dengannya. Airmatanya mengalir saat keluar dari rumah ini. Aku tak dapat menahan kekesalanku, aku merasa ini tidak adil. Apa yang salah dengan mereka?”

Aku memandang wajah Taeyeon, wajahnya menjadi sedih saat menceritakan tentang Jessica “Lalu, apa kau begitu dekat dengannya?”

Taeyeon mengangguk “Tentu, kemanapun dia berada aku akan selalu ada di belakangnya. Melindunginya dari apapun, seperti dirimu dengan Krystal” senyum Taeyeon.

“Aish tapi kan itu berbeda! aku terpaksa melakukannya dan kau… kau benar-benar dekat dengan Jessica” sontakku.

“Sudahlah, kau tidur saja”

“Aish apa-apaan! kau belum menceritakan semuanya Kim Taeyeon!”

Taeyeon menatapku tajam “Nanti juga kau akan tahu sendiri, cepat sana bersihkan dirimu dan tidur!”

Aish wanita ini! aku bangun dari duduk dan berjalan menuju kamar “Amber”

Aku menghentikan langkahku, menatap Taeyeon yang masih duduk dengan minuman kalengnya “Tolong jaga Jessica” senyumnya.

 

2 hari kemudian Empire School

Aku melihat Henry yang sedang sibuk menulis dan mempersiapkan beberapa perlatan untuk kemping besok “Apa kau yakin tidak ikut?”

“Tidak, aku ingin dirumah saja. Menikmati hari istirahatku” aku menyenderkan badanku di tempat duduk lapangan basket.

“Aku tahu alasanmu tidak ikut karena Krystal”

“Tidak” jawabku singkat.

“Sudah jujur saja!” aku hanya diam, sebenarnya apa yang dikatakan Henry benar. Aku tidak ingin ikut karena aku menghindari Krystal. Aku dengar bahwa Krystal akan ikut kemping tahunan, aku ingin menghindarinya. Lagipula aku yakin Krystal akan baik-baik saja karena 4 walls dan shinee ada bersamanya, jadi aku tak perlu terlalu khawatir.

Aku juga yakin Krystal ikut kemping tahunan karena aku tak ikut, jika aku ikut maka dia tidak akan ikut. Tentu saja dia menghindarku juga, aku tidak yakin sosok Krystal Jung akan ikut begitu saja pada acara ini.

At home 

“Vrooom Vrooomm” aku melepaskan helmku serta jaketku, aku baru saja pulang makan malam dengan Jessica, ntah mengapa akhir-akhir ini aku begitu dekat denganya dan tak bisa menolak ajakannya, aku bergegas masuk. Akan sangat menyenangkan karena besok aku bisa tidur seharian.

Saat aku masuk, aku melihat pelayan yang sibuk menyusun beberapa tas serta makanan. Aku rasa semua ini adalah persiapan Krystal untuk kemping besok. Hmmm dia ini mau kemping atau mau pindah planet?? heran sekali.

Aku melihat sekitar, sepertinya tuan Jay Jung tidak ada.

 

Next Day 

“Drrriiingg Drrrriiiinggg!!!!”

Aaaaghhhh!!! aku menjerit gila! ini sudah puluhan kalinya ponselku berdering! ingin sekali ku lempar tapi sayang karena aku baru membelinya.

Aku benar-benar sangat marah, benar-benar marah! aku mencari ponselku yang ternyta tertutup selimut sebelum mengangkat aku melihat jam yang menujukkan pukul 6 pagi.

Ini masih pukul 8 pagi! dan aku masih ingin tidur!!

Aku melihat ponselku, aku melihat 28 panggilan tak terjawab dari Henry. Ada apa ini?

Ponselku kembali berdering dan tak butuh berfikir aku langsung mengangkat  panggilan dari Henry gila ini!

“YAKKK!!! APA KAU TIDAK TAHU AKU SEDANG TIDUR, APA KAU INGIN MATI!!” teriakku kesal.

“Aish mengapa kau marah-marah! aku ada berita buruk!!” Berita buruk?

“Berita buruk apa?! bukankah saat ini kalian sedang bersenang-senang!”

“Aku ingin memberitahu dirimu bahwa Kai ikut dalam kemping tahunan!” mendengar nama orang itu aku menjadi sadar dari kantukku.

“Apa?!! bagaimana bisa, bukankah nama dia tak terdaftar kemarin!”

“Ntahlah, tiba-tiba dia datang bersama anak-anak EXO. Ini akan menjadi bencana besar Amber!” panik Henry.

“Aish aku tidak peduli!”

“Apa kau tidak khawatir dengan Krystal? kita akan berkemah di tengah hutan dan sungai”

“Aku katakan aku tidak peduli padanya! dia bisa menjaga dirinya sendiri, sudahlah aku ingin tidur lagi!” aku mematikan sambungan, melempar ponselku dan kembali berbaring.

Aku mencoba kembali tidur, berusaha memejamkan mataku

1 menit

2 menit

3 menit

“Aaaaagghhh!!” aku mengacak-acak rambutku, aku tak bisa tidur lagi! aku menjadi begitu gelisah dan khawatir, mungkin?

Aku bangun dari tempat tidurku, melangkah keluar kamar. Aku menatap pintu kamarnya, aish untuk apa aku memperdulikannya! lagipula dia bisa menjaga dirinya sendiri terlebih lagi ada sahabat-sahabatnya tapi mendengar nama Kai dan Exo…..

“Aish!!” aku berjalan menelusuri ruangan “Selamat pagi tuan muda Amber” mataku menatap sana sini.

“Apa kau melihat Taetae?”

“Ada apa kau mencariku?”

Aku menghampirinya “Apa kau mengirim pengawal ke kemping tahunan Krystal?”

Taeyeon menatapku aneh “Aku tahu Krystal adalah seorang anak pewaris, tapi aku tahu dimana aku harus mengirim pengawal atau tidak Amber. Kemping sekolah adalah acara sekolahnya, mana mungkin para pengawal menglilinginya selama perkemahan”

Aghh aku menggaruk-garuk kepalaku, benar juga kata Taeyeon! jadi….

Taeyeon tersenyum “Aku akan siapkan mobil, kau bersiap-siaplah dan bawa beberapa baju. Kau tidak bisa membohongi dirimu” aku menatap Taeyeon. Huffhh sial! seharusnya aku saja yang ikut dan Krystal tetap tinggal. Kalau begini aku yang repot, jika ada apa-apa tuan Jay Jung aku memotong leherku.

Dengan cepat aku naik ke atas dan siap-siap untuk pergi menyusul mereka.

 

11.19, aku sudah berada di jalan. Aish mengapa tempatnya begitu jauh! aku menyenderkan kepalaku di kursi mobil, aku sudah membawa beberapa perlengkapan seadannya seperti sepatu, baju, jaket, dll. Aku yakin Henry sudah menyiapkannya jadi aku akan meminta bantuannya saja.

Aku melihat ponselku, jaringannya begitu sedikit. Mengapa kemah harus di ujung dunia seperti ini!

 

Author POV Sedangkan di tempat Kemah….

Semua murid sedang menaruh barang-barangnya di tenda, tenda perempuan dan laki-laki dipisah dengan jarak yang cukup jauh.

Susana perkemahan sangat begitu sejuk karena berada di tengah hutan yang hijau. Suasana begitu tenang dan damai di tambah lagi terdengar suara air yang tak jauh dari perkemahan.

Krystal membaringkan tubuhnya di tempat tidur, Krystal terlihat lelah dan jujur saja tidak ingin ikut “Aku tahu alasannya mengapa kau ikut kemah” goda Luna.

“Aku ingin tidur” Krystal memejamkan matanya pura-pura. Saat ini Krystal satu tenda dengan Sulli, Luna dan Victoria. Seharusnya satu tenda terisi 6/7 orang tapi karena 4 walls adalah anak-anak yang kaya raya maka tenda mereka di pisahkan.

“Sebenarnya aku ingin bergabung dengan teman-teman yang lain” keluh Sulli.

“Kalau kau tidak suka keluar saja” dingin Krystal. Tentu saja mereka ingin bergabung dengan yang lain tapi mereka memaklumi sifat dari Krystal yang tak mudah dekat atau membaur dengan orang lain.

“Haha sudah-sudah, bukankah nanti malam ada acara api unggun. Kita bisa berkumpul dengan yang lainnya” tambah Vic.

“Benar, aku merindukan Minho oppa” senyum Sulli.

“Aish wanita ini” lirik Luna.

“Cepatlah bergegas, setelah ini kita akan ada acara memasak bersama” ucap Vic yang baru saja memberskan barang-barangnnya.

“Baik ketua tim!” semangat Luna dan Sulli. Vic menjadi ketua tim wanita sedangkan Henry Pria.

Jam menunjukkan pukul 4.33, semua murid sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing. Para namja sibuk dengan kayu bakar, kursi, dan perlatan berat lainnya sedangkan para yeoja sedang sibuk memasak dan merpihkan meja untuk makan bersama.

Suasana sore hari semakin indah dan menjadi dingin, membuat Krystal hanya duduk-duduk santai di kursi “Yak princess! bantulah kami” teriak Luna yang sedang memasukan daging ke tusukan.

“Aku malas, aku ingin tidur” Krystal masih memejamkan matanya, udara di tengah hutan seperti ini membuat Krystal ingin terus tidur.

Saat Krystal mulai ingin tertidur, tiba-tiba suaranya mendengar kebisingan, terdengar suara-suara yeoja yang saling berbisik satu sama lain serta sedikit berteriak.

“Aish ada apa ini, mengapa berisik sekali!” ucap Krystal yang masih memejamkan matanya.

“Benarkah? aku kira dia tidak akan datang, kalau begitu aku jadi semangat akan kedatangannya!” murid 1.

“Untung saja dia yeoja, jadi dia satu bagian bersama kita!” murid 2.

“Aku harap dia satu tenda bersamaku!” murid 3

Krystal menjadi kesal, apa yang mereka bicarakan terdengar di telinganya.

“Sepertinya… sepertinya temanmu itu tidak ingin membantu, jadi aku saja yang bantu” Krystal mengerutkan dahinya, suara yang baru saja bicara itu tak asing bagi telinganya.

“Dengan senang hati…. Amber” dengan cepat Krystal membuka matanya, kalimat terakhrir yang diucapkan Luna membuat dirinya sadar 100%

Krystal membuka matanya, matanya berkedip berkali-kali. Memastikan Amber berada di depan matanya bersama murid-murid lain.

Krystal bangun dari tempat duduknya, menatap Amber yang membantu Luna dan murid-murid lain.

“Oh kau sudah bangun” ucap Luna terhadap Krystal yang masih terdiam.

DE2pv9MVYAAhbYO.jpg

“Aku pikir kau tidak akan bangun sampai malam nanti” senyum Luna.

 

Krystal POV

Apa yang dilakukan bodoh itu disini? bukankah dia tidak ikut dalam perkemahan? aish kalau begitu ini sama saja. Kalau tahu seperti ini, lebih baik aku diam dirumah!

Aku melirik kanan dan kiri, semua yeoja disini sedang membicarakan llama bodoh itu dan berharap satu tenda dengannya. hmh jangan harap dia satu tenda denganku!

“Soojung kau mau kemana?” aku melirik ke arah Luna.

“Ke tenda”

“Yang benar saja? apa kau ingin tidur lagi, lagipula di tenda tidak ada siapa-siapa terlebih lagi hari mulai gelap! apa kau ingin pergi sendirian kesana” aku menghela nafasku, yang dikatakan Luna benar juga.

“Amber! kau datang” aku melihat vic unnie yang begitu senang melihat Amber, sebenarnya bukan hanya Vic unnie tapi hampir seluruh yeoja disini kegirangan. Aku pikir mereka akan membenci Amber saat mengethui indetitas sebenarnya.

7.36 PM

Aku hanya duduk, menatap beberapa namja serta llama bodoh itu yang berusaha sedang menghidupkan api unggun. Lebih baik mereka cepat menghidupkan api unggun karena cuaca semakin dingin.

Sedangkan di sisi lain aku melihat murid-murid yeoja yang mempersiapkan makan malam dan aku…. hufh aku terlalu lelah untuk melakukan semua itu.

“Waaaahhh!!” aku terkejut melihat mereka yang berhasil menghidupkan api unggun, waaah begitu indah dan hangat. Aku menggosok-gosokan tanganku, aku sedikit lebih dekat dengan api unggun. Waaah hangatnya…..

Tidak lama kemudian aku melihat mereka yang mulai membakar beberapa daging dan makanan lainnya. Aku benar-benar lapar.

Aku berjalan menuju Vic unnie yang sedang memanggang daging “Unnie, apakah masih lama?” ucapku dengan sedikit aegyo hehe.

“Tunggulah sebentar lagi” aku mengangguk lemas.

10 menit kemudian makanan sudah siap, dengan cepat aku memakan daging yang sudah selesai di panggang “Waaah enak sekali!”

“Makanlah pelan-pelan” aku terkejut saat Kai datang menghampiriku, jujur saja aku tak mengira Kai akan ikut dalam perkemahan ini.

“Apa kau sudah makan?” tanyaku padanya.

“D.O sedang mengambilkannya untukku” senyumnya.

Tak lama kemudian aku melihat rombongan Shinee datang, untung saja jarakku cukup jauh dari mereka yang sedang menyapa Vic unnie dan Sulli. Mereka sedikit mengborol dengan menyatap BBQ, begitu juga dengan si stupid yang asik makan bersama Shinee dan sahaba-sahabatku.

Suasana perkemahan semakin ramai, semua murid sedang menikmati makan malam mereka bersama. Setelah dirasa selesai makan malam, Henry dan Vic meminta kami untuk melingkari api unggun dengan alas duduk yang sudah disiapkan. Aku duduk bersama Luna dan Sulli sedangkan…. apakah aku harus menyebutkannya juga? hufhh sedangkan si bodoh itu duduk bersama sahabat-sahabatnya di sebrang sana, tentu saja Shinee tetap menjadikan Amber sebagai sahabat mereka. Dan di sisi lain EXO duduk tak jauh dariku.

Henry dan Vic unnie berdiri di tengah-tengah, malam ini begitu indah. Malam ini juga begitu terang karena bulan dan bintang yang menerangi kami.

Henry dan Vic unnie mulai membuka acara kami, mereka sedikit menjelaskan rangkaian acara malam ini.

“Malam ini bagi kalian yang ingin bernyanyi kami persilahkan terutama jika salah satu dari kalian ada yang ingin menyatakan cinta, maka ini adalah momen yang tepat!” seru Henry yang dibalas meriah oleh murid-murid kelas 3.

“Hahaha kalian tahu bukan bahwa ini adalah tahun terakhir kita, kalau bukan malam ini lalu kapan lagi! ayo cepat nyanyikan sebuah lagu atau pernyataan cinta pada seseorang yang kalian sukai!” semangat Henry.

“Aku!” semua terkejut saat salah satu anggota Shinee berdiri dengan penuh percaya diri.

Semua menjadi bersorak, namja tampan itu melangkah penuh percaya diri menuju Henry dan Vic “My brother hahahaha!” Henry memeluknya.

“Jadi kau ingin mengatakan sesuatu, Onew?” tanya Vic. Onew mengangguk percaya diri, semua murid menunggu aksi dari Onew.

Aku memperhatikan Onew yang berdiri di tengah-tengah Henry dan Vic unnie, aku rasa malam ini akan menarik “Ehmm pertama-tama kau sangat setuju dengan apa yang dikatakan Henry, aku rasa ini adalah moment yang tepat untuk menyatakan cintaku padanya yang selama 7 tahun ini aku pendam” seluruh murid bersorak gembira dan Onew terlihat malu-malu. Lucu sekali.

“Waah jadi kau menyukainya selama 7 tahun?” tanya ulang Vic unnie.

7 tahun? apakah…….. aku segera melirik Luna unnie.

“Aku.. aku benar-benar menyukai saat pertama kali kami bertemu, dia berbeda dari yeoja lainnya. Aku benar-benar terpesona akan hatinya yang mulia, aku rasa tak semua orang memiliki hati lembut seperti dia. 7 tahun waktu yang sangat lama, aku rasa aku tak dapat menahan perasaanku lagi padanya” Onew melangkahkan kakinya, mendekat ke arah kami…

Aku melihat wajah Luna unnie yang sedikit malu-malu hahaha benar-benar menarik “Park Sunyeong” Onew mengulurkan tangannya kepada Luna, berharap Luna dapat meraih tangannya dan……

“Waaaaaaaaahh” semua murid bersorak melihat Luna yang menerima genggaman Onew. Onew membawanya ke tengah-tengah dan menyatakan perasaanya pada Luna yang terlihat grogi.

“Maukah kau menjadi kekasiku”

“Terima, terima terima!!”

Luna mengangguk pelan, dan mengatakan ingin menjadi kekasih Onew. Henry dan Vic menghampiri mereka “Aigooo pasangan baru yang hangat! mengapa kalian tidak berpelukan!” goda Henry yang membuat semua tertawa.

Stidaknya aku tak terlalu menyesal untuk mengikuti perkemahan tahun ini “Luna unnie selamat!!! akhirnya kau tidak single lagi” godaku yang langsung memeluknya.

“Soojungieee” Luna meletakan tanganku di jantungnya, hahaha jantung berdebar kencang.

“Haha tidak apa unnie! Onew adalah orang yang baik dan kalian adalah pasangan yang cocok” tambah Sulli yang memeluk Luna juga.

Acara kembali berlanjut “Baiklah-baiklah siapa lagi diantara kalian yang ingin menyatakan perasaan!”

“Aku” dan seketika semua bersorak, tak menyangka yeoja cantik setelah 4 walls itu berdiri. Kulit putihnya masih terlihat di dalam kegelapan, dirinya melangkah dengan memainkan rambutnya.

“Aku ingin menyatakan perasaanku”

“Tentu saja! jadi apa yang ingin kau katakan, Irene?” semangat Vic. Seluruh namja menjadi ribut, melihat yeoja idaman mereka berdiri di tengah-tengah.

“Ehmm mungkin ini terdengar gila tapi aku rasa aku tidak dapat menyembunyikan rasa kagumku padanya, atau mungkin rasa sukaku padanya” wajahnya terlihat malu-malu, aku hanya menatapnya dingin. Apa yang akan dia lakukan? bagaimana mungkin yeoja menyatakan cinta pada namja.

“Jadi siapakah namja beruntung yang meluluhkan sosok Irene?” tanya Henry.

Irene tersenyum “Sebenarnya dia bukan namja” seketika semua menjadi ribut. Bukan namja??

“Dia adalah yeoja, yeoja tampan dengan sifat cerianya. Aku mungkin sudah gila, mana mungkin aku bisa menyukai seorang yeoja tapi bila di pikir-pikir yeoja mana yang tak akan menyukai Amber Liu”

Mataku langsung mengarah ke Amber, Amber terlihat terkejut. Sahabat-sahabatnya menepuk pundak Amber dan memeluknya, sedangkan para namja terlihat iri pada Amber begitu juga para Yeoja.

Aku menatap Amber wajahnya terlihat malu-malu. Hish menyebalkan sekali!

Dengan gentle Amber bangun dari duduknya, menghampiri Irene yang terlihat malu-malu “Terima kasih Irene” senyum Amber yang membuat Irene malu-malu.

Aish!!! “Soojung, apa kau tidak apa-apa?” aku menatap dingin Sulli.

“Yak, mengapa kau terlihat seram sekali”

“Aku tidak apa-apa!” ketusku.

Sulli menatapku dengan menyenggolkan bahunya pada bahuku “Apa kau cemburu”

Aku menatapnya lebih tajam “Cemburu? haha kau pikir aku sudah gila”

“Tapi mereka terlihat cocok juga” angguk Luna.

Aish mengapa aku menjadi gelisah! dan juga mengapa mereka lama sekali hah!!

Aku melihat ke arah mereka, aku terkejut ketika Amber menatapku walaupun hanya sebentar.

Dan tiba-tiba…… “WOAAAAHHHH!!!” semua murid bersorak menggoda Irene yang tiba-tiba memeluk Amber.

Apa-apaan ini! mereka pikir dunia ini milik mereka berdua dengan berpelukan di depan orang banyak! “Woaaahh romantis sekali!!” ini lagi Sulli! mengapa dia terlihat begitu senang! aish seharusnya aku tidak usah datang ke acara gila ini!

Tak terasa acara pernytaan perasaan sudah berakhir, kini Henry dan Vic menyuruh kami berdiri dan mereka menghidupkan lagu yang romantis “Kali ini, untuk menikmati kebersamaan kita. Mari kita berdansa! aku yakin kalian sudah bosan dengan musik-musik keras jadi ku putar lagu yang romantis! nikmati malam kalian bersama orang terkasih!” gembira Henry.

“Sebelum kita berdansa bagaimana kita buka acara dansa kita dengan King and Queen tahun ini!!!” ucap Vic senang.

“Byuurrr!!” aku memuntahkan minumanku dan tersedak.

“Uhuk Uhuk Uhuk” 

“Soojungie! Apa kau tidak apa-apa??” khawatir Luna dan Sulli

“Aku tidak apa-apa”

“Mari kita sambut King and Queen kita!!” semua murid menyambut meriah malam ini. Apa-apaan ini.

Amber terlihat di dorong-dorong oleh Shinee “Kalian gila!” ucap Amber.

“Krystal Amber Krystal Amber Krystal Amber” mereka semua menyorak nama Krystal dan Amber.

Aku melihat Amber yang berjalan menuju tengah-tengah dengan kepala yang menunduk gelisah, dan…. “Aish apa-apaan kalian ini!” Luna dan Sulli mendorongku.

“Woowwwww!!!” sorak murid-murid, untung saja ini malam hari jika tidak wajahku dibuat malu oleh rangkaian acara gila ini.

Aku berjalan pelan, aku meliriknya dikit.

Henry sudah memutar lagu, dan mereka mulai berdansa. Luna dengan Onew, Henry dengan Vic dan Sulli dengan Minho.

Aku hanya diam, aku tidak tahu apa yang akan ku lakukan. Aku menatap bawah tak berani menatap lurus. Aku melihat kaki Amber yang ku rasa mendekatiku “Mari kita lakukan” dia mulai bicara. Apakah aku harus menatapnya? bagaimana ini, mengapa aku menjadi bingung.

Langkah kakinya semakin dekat, bahkan aku bisa merasakan aroma tubuh khasnya. Yak! mengapa aku merasa kepanasan.

“Jika tak kita lakukan maka murid-murid akan menganggap kita menghancurkan acara ini”

Aku tak ingin menjawabnya, aku hanya ingin diam. Aku tak sanggup bicara, bibirku seperti terkunci.

Aku memejamkan mataku kuat. Aku merasakan tangan Amber melingkar di pinggangku, aku merasakan hangat nafasnya, tangannya menggengam tanganku.

“Kita lakukan dengan cepat” bisiknya padakku. Aku di buat gila….

Amber mulai menggerakan langkah, aku mengikuti langkah Amber. Suasana semakin hangat, aku terus mengikuti langkah Amber. Tanganya memegang tanganku dengan lembut, tak sedikitpun Amber membiarkan aku jauh dari dirinya. Apa yang dia lakukan!! seharusnya tidak seperti ini.

“Dup dup dup dup!” apa jantungku ini tidak bisa diam! aku takut Amber dapat mendengarnya.

Detik demi detik aku menikmatinya maksutku aku menikmati musiknya..

Dan tak terasa pesta dansa berakhir, aku masih tak berani melihat ke arah Amber. Aku pergi begitu saja tanpa mengucapkan kata sedikitpun, aku tak tahu mengapa aku bersikap seperti ini. Apakah karena aku membencinya atau karena gugup di depannya?

Waktu menujukkan pukul 10.30 malam, aku berjalan menuju tenda bersama Luna dan Sulli untuk istirahat.

 

Amber POV

“YAK!!!” aaaghhh aku langsung menggosok-gosok telingaku dan memukul Jonghyun.

“Aku isa tuli!”

“Kau memang sudah tuli! kami memanggilmu lebih dari 100 kali tapi kau malah diam saja! aku pikir kau sedang kerasukan tapi aku rasa kau sedang memikirkan Krystal” goda Jonghyun dan yang lainnya. Aku rasa mereka sangat senang menggodaku.

“Dasar gila” gerutuku.

“Jadi apa kita akan satu tenda?” tanya Key.

Aku menatap heran “Wah satu tenda? ahaha aku rasa akan menyenangkan! kita akan begadang sampai malam!” seru Taemin.

“Hei hei! apa kalian lupa siapa aku hah?”

“Tidak peduli!” aish dasar namja namja bodoh.

“Kau masih disini?” aku terkejut saat Vic datang.

“Nde” jawabku.

“Kenapa masih disini? ayo cepat ikut aku”

“Mwo?” apa maksutnya.

Vic menatapku tajam “Kau tidak mungkin satu tenda dengan pria-pria tak waras ini” ahahaha aku tertawa mendengarnya “Mereka memang gila”

“Tapi.. aku akan di tenda siapa”

“Tentu saja tendaku” tendanya? tenda Vic? satu tenda dengan Vic berarti………

“Tidak tidak!!”

“Mengapa tidak?” heran Vic.

“Tentu saja tidak, karena ada Krystal di tenda kalian hahaha” goda anak-anak Shinee.

“Apa tidak bisa di tenda lain? bagaimana tenda Irene?” usulku.

“Semua tenda sudah penuh, hanya tendaku yang masih luas! ayo cepat ini sudah malam!” aish mengapa dia galak sekali.

“Ayo cepat Amber susul penyihir cantikmu itu hahaha” aish apa mereka tak bisa berhenti bicara! kalau tidak di tenda Vic aku bisa tidur diluar dengan cuaca yang dingin ini! aaghh mau bagaimana lagi “Arasso” aku mengambil taskku dan berjalan mengikuti Vic.

Saat aku berjalan aku melihat Kai, aku menghentikan langkahku. Mataku sedikit mengerucut. Apa yang dia lakukan malam-malam ini? dan buknkah itu arah menuju sungai? tidak mungkin dia buang air kecil karena disini sudah ada toilet.

“Ada apa?”

“Oh tidak ada apa-apa” senyumku pada Vic kemudian lanjut berjalan.

Akhirnya aku sampai di tenda 4 walls, aku menatap tenda mereka. Tenda macam apa ini? kalau tendanya seperti ini, ini namanya bukan berkemah! dulu di saat sekolah lama ku tenda yang ku buat sangat kecil, satu tenda kecil bisa 7 orang. Kalau sebesar ini bisa muat 10 orang! aish jadi ini perkemahan dan tenda anak-anak orang kaya!

nt1.jpg
“Mau sampai kapan kau berdiri disana?” aku menatap Vic yang tengah berdiri di depan tenda. Aish mau bagaimana lagi! “Baiklah” ucapku dengan melangkah mendekati tenda. Sebelum masuk tenda aku mendengar tawa gembira.

“Hahaha benarkah! lalu ceritakan lagi hal bodohmu itu Jinri!”

Aku melangkah masuk, aku melihat Luna, Sulli dan… penyihir itu. Mereka sedang asik berbincang dengan beberapa minuman hangat.

“Guys, kita kedatangan satu tamu baru di tenda ini” saat Vic bicara, mereka semua menatapku.

“Hyuungg!!” girang Sulli yang bangun dari duduknya dan menghampiriku.

“Koala!” senang Luna.

Sulli memelukku, haha Sulli sudah ku angga seperti adikku sendiri jadi tak masalah jika kami berpelukan, bukan?

“Wah kalau seperti ini kita bisa tidur sampai pagi!” senang Sulli.

“Minho akan marah padakku jika tahu kekasihnya tidak tidur” godakku.

“Jadikan ini rahasia kita berdua” senyum Sulli.

Aku melihat Luna yang tak henti tersenyum “Amber kau bisa menaruh barang-barangmu disana” aku mendengar arahan Vic, saat aku berjalan aku merasakan aura dingin tenda ini. Aku rasa itu adalah aura dari penyihir itu.

Aku meletakan taskku dan mengganti pakaianku dengan yang lebih hangat. Setelah selesai aku berjalan keluar, aku melihat mereka ber4 sedang bermain kartu “Yak kau kalah lagi!” tunjuk Vic ke Luna.

“Tidak! kau hanya salah lihat” elaknya.

“Hyung! bergabunglah dengan kami” ucap Sulli, apakah aku harus bergabung dengan mereka, bersama Krystal? aish seharusnya aku memakai baju yang lebih tebal dari ini.

“Ayo bergabunglah!” ajak Luna dan Vic, sudahlah lagipula aku tidak memikirkan tentang penyihir itu lagi.

Aku berjalan ke arah mereka, mereka tersenyum kepadaku kecuali penyihir dingin itu. Aku mengambil dudukku diantara Vic dan Luna sedangkan Krystal dan Sulli berada di depanku, kami duduk secara melingkar.

“Aku bosan bermain kartu, bagaimana kita bermain yang lain?” ucul Luna.

“Kira-kira apa? apa kau punya ide, Amber?”

Aku menggelengkan kepalaku ke arah Vic “Aku tidak tahu”

Sulli memasang senyuman di wajahnya, sepertinya dia memiliki ide “Bagaimana kalau kita bermain truth or dare!”

“Waaaahh ide brilian!!” saut Luna.

“Aku sangat setuju!” girang Vic.

“Lagipula ini adalah momen penting bagi kita untuk saling jujur atau melakukan hal lainnya!'” ucap Vic.

“Jujur apalagi, semuanya sudah kalian ketahui tentang diriku” tambah Luna.

“Tap ini berbeda! ini akan lebih menarik, kita juga tidak pernah memainkan permainan ini. Sebelum kita melakukan ujian akhir sekolah, tidak ada salahnya kita mengeluarkan isi hati kita masing-masing” senyum Vic.

Krystal terlihat diam “Bagaimana denganmu Soojungie?” tanya Luna.

“Terserah” singkatnnya.

“Lalu kau Amber?”

“Let’s do this” senyumku.

Aku melihat Luna yang bangun dari duduknya, ingin mengambil sesuatu di atas meja pojok. Tak butuh waktu lama Luna datang membawa sebuah botol kosong, Luna mulai duduk di sampingku dan menaruh botol kosong itu di tengah-tengah.

“Apa kalian siap?” Luna menatap kami semua.

Dan…. “Dreettt drett dretttt” botol itu berputar cukup cepat, ntah mengapa aku menjadi deg-degan haha. Aku belum siap menerima pertanyaan tak masuk akal serta perintah gila dari mereka.

“Dreettt dreetttt dreeettttt” semakin lama putaran botol semakin melambat, kami semua menanti kemana berhentinya botol kosong ini berputar. Dan…..

Botol kosong itu berhenti di depan….

“SULLI!!” wajah Sulli terlihat bingung dan sedikit kesal “Aagh mengapa harus aku yang pertama!”

“Lalu siapa yang akan memberikan tantangan?” tanyakku.

“Aku!” ucap Vic

“Choi Jinri, Truth or dare?” tatap Vic tajam.

Sulli menggaruk kepalanya karena bingung “Aaghh aku… Truth saja”

“Baiklah, kalau begitu aku akan memberikanmu pertanyaan yang harus di jawab dengan sujujur-jujurnya” Sulli mengangguk lemas.

“Describe how you orgaism feels?”

“Yak!! pertanyaan apa itu” wajah Sulli memerah.

“Hahaha” kami semua tertawa, mendengar pertanyaan nakal Vic.

“Jawab saja, lagipula kita semua sudah dewasa” santai Vic.

“Huffh baiklah, rasanya seperti….. seperti di atas awan. Kau melupakan segala yang ada di pikiranmu dan rasanya luar biasa saat kau sudah mencapai puncak!”

“Apa kau membayangi Minho oppa?” goda Luna.

Wajah Sulli memerah “Ehmmm sedikit, kau tahu bukan Minho oppa memiliki badanya yang sexy….”

“Dasar mesum hahahaha”

Botol kembali di putar, permainan semakin seru dengan pertanyaan gila mereka, kini botol berhenti di depan Luna.

Sulli menatap Luna “Jangan menatapku seperti itu Jinri!”

“Truth or dare” ucap Sulli.

“Truth!” tegas Luna.

“Ehmm kau ingin melakukan first kissmu dengan Onew oppa, dimana?”

Luna menghela nafas “Yak Jinri! kami bahkan baru berkencan dan belum saja sehari!”

“Jawab saja unnie”

“Ehmm aku ingin melakukannya di taman, aku pikir itu akan romantis” senyum Luna.

Botol kembali di putar,  dan kali ini berhenti di…..

“SOOJUNGIE!!”

Krystal memejamkan matanya dengan mengigit bibir bawahnya “Huffhhh menyebalkan”

Aku tersenyum simpul menatapnya “Baiklah, Truth or dare!!” tantang Vic.

Krystal sedang berfikir, menatap Vic dengan tajam “Aku pilih dare!”

“Ohh ayolah Soojung! apa kau yakin?” ucap Luna.

“Ya, aku tidak ingin mendengar pertanyaan gila kalian” tatapnya dengan menyilangkan lengannya.

“Ehmm baiklah, kalau begitu tutup matamu” pinta Vic. Vic bangun dari duduknya dan mengambil penutup mata yang di pasangkan pada Krystal.

Krystal berdiri dengan mata yang tertutup dengan penutup mata, Vic memintaku, luna dan Sulli untuk berdiri tak jauh dari Krystal.

“Baiklah tantangannya adalah, kau harus memilih satu diantara kami. Ketika kau sudah memilihnya, kau harus memegang kedua pundaknya memastikan kau tidak akan memilih yang lain. Setelah itu….” Vic tersenyum nakal.

“Kau harus mencium orang yang kau pilih!”

“Aishh apa-apaan! aku tidak mau!”

“Mengapa tidak mau? bukankah kita sering mencium satu sama lain” ucap Luna.

“Benar, lagipula ini sudah dalam peraturan permainan Soojung!” tambah Sulli.

Aku hanya bisa diam, bagaimana jika Krystal…

“Baiklah!” ucap Krystal dengan nada sedikit tinggi dengan kembali memakai penutup mata.

Vic, Luna dan Sulli tahu bahwa Krystal akan menerima tantangan seperti ini, karena Krystal tidak suka jika seseorang ada yang menantangnya.

“Jung Soojung, kau sudah tahu rulesnya bukan? jangan sentuh salah satu diantara kami jika kau belum menentukkan. Dan kami berjarak 10 langkah lurus darimu, kami berjejer ke samping. Jadi temukanlah…

Aku mulai berdiri, aku memilih berdiri di pinggir, Sedangkan di sisi kiri ku adalah Vic. Urutannya adalah Luna, Sulli, Vic dan aku.

Mereka bertiga terlihat menikmati permainan ini, sedangkan aku? aish sama sekali tidak, apa yang mereka lakukan benar-benar konyol.

Aku melihat Krystal mulai melangkahkan kakinya, aku menatap kesamping melihat mereka bertiga yang sedang tersenyum.

Selangkah demi selangkah Krystal mendekati kami dengan menghitung langkah kakinya  dan sekarang sudah mencapai langkah ke 10.

Krystal hanya berdiri 1 langkah dari kami, dan ini semakin membuatku gugup. Jantungku berdetak kencang. Aku tidak tahu mengapa aku menjadi gugup, apa karena aku takut Krystal akan datang padakku? tidak, tidak. Disini aku tidak sendiri, masih ada mereka bertiga. Aku harap Krystal tak mengarah ke kepadaku.

Krystal mulai berjalan, langkahnya penuh hati-hati, Luna sedang menahan tawanya ketika Krystal mendekatinya. Vic mencoba diam saat Krystal mulai menggeser langkahnya menuju Vic. Krystal diam sebentar, diam di depan Vic. Aku harap Krystal memilih Vic karena Krystal cukup lama berdiri di depannya.

Dan sial!!

Krystal melangkahkan kakinya ke arahku, “DUP DUP DUP DUP DUP DUP” aku harap Krystal tak mendengar detak jantungku.

“Tap” langkah kaki Krystal berhenti di depanku, aku menatapnya yang diam di depanku.

“Dup dup dup dup!” detak jantungku sekamin kencang, aku menelan salivaku. Aku merasakan tanganku yang berkeringat. Aku berharap Krystal segera pergi dari hadapanku.

Dan….

Huffhh untung saja, Krystal kembali menggeser langkah kakinya. Aku memejamkan mataku dengan mengucapakan rasa bersyukur terhadap Tuhan.

Dan….

“Cup”

“DUP DUP DUP DUP DUP DUP”

Aku merasakan sesuatu di bibirku, rasanya…. rasanya begitu manis dan lembut.

Aku segera membuka matakku dan…..

“APA YANG DIA LAKUKAN!!!!” AKU MENJERIT DALAM HATI.

Wajahku menjadi panas, aku merasakan seluruh darahku naik ke atas kepalaku, sentuhannya membuatku…. Membuatku gila.

“Waaaaahhhh” ucap Luna, Vic dan Sulli.

Krystal segera melepas ciuman singkatnya pada Amber, dan membuka penutup matanya.

Kini Krystal dan Amber saling bertatapan satu sama lain “Aish! mengapa dia menatapku seperti itu!! apa dia tidak tahu apa yang baru saja dia lakukan! apa dia sudah gila!” 

“Bisa kita lanjutkan permainannya kembali?” tatap sinis Krystal kepada sahabat-sahabatnya.

“Tentu saja!” semangat Vic.

“Hahaha tapi lihat Amber, wajahnya begitu merah” goda Luna.

Aku masih diam di tempat, aku menarik nafasku. Aku sedikit melirik ke arah Krystal yang kembali duduk dengan santainya. Aaaaghh penyihir itu! awas saja dia.

“Aku rasa efek ciumanmu sangat luar biasa Soojung, hingga membuat Amber tak sadar diri” ucap Luna yang membuat mereka tertawa kecuali Krystal.

Bahagia sekali mereka menertawakanku, aku segera bergabung bersama mereka dan memulai kembali permainan gila ini.

 

Tak terasa waktu menujukkan pukul 12 malam, semua memutuskan untuk tidur karena jadwal besok pagi cukup padat.

Aku berusaha memejamkan matakku, tapi mata ini tak bisa membawaku ke alam mimpi. Aku hanya membalikan badanku ke kanan dan kiri, belum lagi aku merasa kesal karena Sulli tidur dengan kakinya yang mengenaiku, hufh benar-benar cobaan!

Aku bangun dari tidurku, aku duduk sebentar. Menatap mereka yang tengah tertidur termasuk penyihir itu.

Ku buka selimutku dan berjalan untuk mengambil segelas teh hangat, benar-benar malam yang dingin! aku menggosok-gosokan tanganku agar menjadi hangat.

Ku tuang penuh teh hangat yang baru saja ku buat, aku berjalan menuju tempat duduk depan.

“Waaah dingin sekali, walaupun dingin suasana di tengah hutan seperti ini cukup menyenangkan. Sangat menyatu dengan alam, belum lagi suara sungai yang mengalir. Seharusnya dengan suasana seperti ini aku bisa tidur dengan pulas” aku kembali meminum teh hangatku, susah sekali jika memiliki insom seperti ini.

“Sreekk sreek sreekk” aku mendengar suara berisik, aku bangun dan menaruh gelasku. Aku berjalan menuju sumber suara dan.. “Woah! kau mengagetkanku!”

Aku benar-benar kaget saat melihat Krystal berdiri dengan rambut yang menutupi wajahnya! aku pikir dia hantu! “Apa yang kau lakukan?” aku bertanya padanya, karena dirinya terlihat bingung.

“Aku mencari lampu penerang” lampu penerang?

“Lampu penerang? untuk apa”

Dia menatapku tajam “Bukan urusanmu” haish wanita itu!

“Baiklah!” jawabku ketus, aku meninggalkannya dan kembali ke tempat duduk depan.

Aku kembali duduk dengan teh hangatku, tak lama kemudian aku melihatnya yang berjalan melintasiku “Yak!” sontak aku memanggilnya. Langkahnya terhenti, matanya menatap kembali diriku. Apa dia tak bisa menatapku seperti itu, disini sudah dingin di tambah lagi dengan tatapannya! aku seperti tinggal di kutub saja.

“Kau mau kemana?” tanyakku pensaran, tentu saja tengah malam begini dia mau kemana, apa dia ingin bertemu dengan pujaan hatinya?

“Bukan urusanmu” haish wanita itu! pergilah sana, lagipula aku tidak peduli!

Tapi… aku melihat sekitar, haish hati dan pikiranku sedang bertentangan. Lagipula dia mengatakan ini bukan urusanku dan juga… aku tidak lagi memperdulikannya!

Aku kembali meminum teh hangat, “ahh!!” aku merasa tidak tenang. Aku melangkahkan kakiku, aku melihat sekitar begitu gelap dan aku lihat dia tidak membawa senter lampu. Aish wanita itu, apa dia tidak taku bahaya? jika ada apa-apa bisa gawat!

Dengan segera aku menyusulnya “Hei tunggu!” aku berjalan menuruni beberapa batuan untuk mengejarnya “Krystal!” dia berhenti.

“Kau mau apa” aku melihat sekitar, aku membuka ponselku dan menghidupkan cahaya kameraku “Apa kau tidak lihat ini begitu gelap, terlebih lagi kita berada di tengah hutan. Lihat jalanmu, banyak sekali jalan yang tak rata”

“Pergilah! aku tidak butuh bantuanmu” ketusnya

“Aku tidak akan pergi! aku.. aku akan pergi jika kau sudah bersama Kai. Paling tidak kau tidak berjalan sendiri, di tempat gelap seperti ini” ucapku tanpa melihat matanya. Aku pikir sekarang Krystal sedang memasang wajah yang mengerikan.

“Apa kau takut akan kakek? tenang saja aku tidak akan bilang pada kakek, dan kau akan tetap mendapatkan uangmu”

Aku menghela nafas, hatiku sedikit sakit ketika Krystal berbicara seperti itu “Aku tidak ingin bertengkar Krystal Jung” tatapku lurus padanya.

Aku mendengar langkah kakinya, dengan cepat aku mengikutinya dari belakang. Aku menyenter jalan, jarakku dari Krystal tak jauh.

Kini Krystal menghentikan langkahnya, aku melihat sekitar. Aku melihat sebuah pintu…

“Toilet??!!”

Dan lagi Krystal menatapku “Kau pikir?” tatapnya tajam, sial! aku pikir dia akan menemui Kai! benar-benar bikin malu saja.

Aku duduk diantara bebatuan, malam ini benar-benar dingin “Crek”  Krystal membuka pintunya, dan berjalan begitu saja. Benar-benar wanita itu “Hei tunggu” ucapku yang langsung mengejarnya.

Aku berjalan kembali di belakang Krystal, memberikan cahaya ponselku untuk menerangi jalannya. Jalan di sini tidak terlalu bagus, ntah apa yang aku lakukan saat ini begitu bodoh! aku benar-benar menjadi orang bodoh jika bersama dirinya, aku selalu terbawa suasana jika bersamanya.

“Tap tap tap” Krystal melangkahkan kakinya, sayang kakinya tak berpijak di tempat yang tak berbatuan hingga membuat dirinya tak seimbang “Ah!” Krystal sedikit berteriak.

Dengan sigap, Amber melepaskan ponselnya. Menangkap tubuh Krystal yang akan terjatuh “Bruk!” Krystal dan Amber terjatuh di antara tanah dan bebatuan.

“Aaahh” Amber sedikit meringis dengan mata yang terpejam, sedangkan Krystal masih memejamkan matanya.

“Mengapa aku tidak merasakan sakit?” pikir Krystal.

Krystal membuka matanya pelan, begitu juga Amber. Mata Krystal dan Amber saling bertemu dengan jarak yang begitu dekat, hingga mereka bisa merasakan hangatnya nafas.

Amber hanya diam begitu juga Krystal, posisi mereka masih sama dengan Krystal yang menindih Amber diatas, dan Amber seketika lupa dengan rasa sakitnya.

1

2

3

4

5

6

7

8

….. Krystal dengan cepat bangun dari atas tubuh Amber, Krystal merapihkan pakaiannya serta tangannya yang sedikit kotor. Sedangkan Amber berusaha bangun “Aaaahh!” Amber berusaha bangun, Krystal hanya memperhatikan Amber dan tak membantunya.

Aku menatap kesal Krystal, aku sudah membantunya mengapa dia tidak membantukku! seharusnya dia yang sakit, mengapa jadi aku?

“Apa? mengapa kau menatapku seperti itu” ucapnya dingin.

“Ini semua gara-gara dirimu, penyihir!”

Krystal tersenyum tipis “Aku? aku tidak pernah memintamu untuk menemaniku”

Aku kembali berusaha bangun tapi “Ah!” aku rasa pergelangan kakiku sedikit terkilir.

“Apa kau sedang berpura-pura lagi?” ucap Krystal dengan menatap Amber yang masih duduk di bawah.

Aku menatapnya “Pura-pura?”

“Iya, seperti yang kau lakukan dulu pada saat kau menabrak mobilku. Dan kau meminta ganti rugi untuk bermain game”

Waaah penyihir ini benar-benar! “Aku tidak pura-pura pada saat itu maupun saat ini! apa kau tidak lihat kakiku benar-benar terkilir!”

“Oh benarkah? yasudah” Mataku membesar, Krystal meninggalkanku begitu saja! wanita itu! aku menyesal membantunya!

“Ah!” aku kembali berusaha bangun, rasanya kakiku benar-benar sakit terlebih lagi sikap penyihir itu.

“Ah!” aku kembali lagi terjatuh, aku membuka mataku. Aku sedikit terkejut ketika melihat sebuah tangan yang seakan mengulurkan tangannya padakku. Perlahan aku memperhatikan tangan tersebut ke atas dan….

“Cepat, sebelum aku berubah pikiran” ntah mengapa aku menjadi tersenyum. Ada apa ini?

Aku menatap tangan putihnya, kupegang tangannya erat. Begitu juga dirinya, aku merasakan Krystal menarik tanganku, dia benar-benar membantuku “Ah! apa kau tidak bisa pelan-pelan”

“Cepat bodoh” aish tetap saja dia kasar. Aku memegang tangan Krystal erat, dan kali ini aku tak terjatuh lagi.

“Apa kau bisa berjalan?” tatapnya.

“Aku rasa…. tidak”

Krystal menghela nafasnya, tanganku di taruh nya di pundak. Aku seperti merangku Krystal, untung saja dia lebih pendek dariku.

Krystal melangkahkan kakinya pelan, begitu juga aku dengan memegang ponselku yang menerangi jalan.

Ntah mengapa suasana menjadi canggung, aish! mengapa sekarang menjadi panas. Belum lagi sentuhan tangan Krystal, rasanya aku ingin berlari sekuat-kuatnya!

“Tunggu” Krystal menghentikan langkahnya, aku menyipitkan matakku.

“Aku seperti melihat cahaya kuning” ucapkku

“Aku rasa disana banyak kunang-kunang!” senangku menatapnya.

“Hufh yang benar saja? aku ingin tidur!”

“Ayolah! aku tidak pernah melihat kunang-kunang seumur hidupku, aku rasa akan menyengkan” aku mencoba merayunya, ayolah Krystal…

“Aish! sebentar saja! lagipula kau benar-benar berat!” aku tersenyum lebar.

Aku dan Krystal melangkah ke arah cahaya kuning, dan benar! ini kunang-kunang.

“Waaaahh” kagumkku.

2016-summer-firefly-selects-spoon-and-tamago-1.jpg

Kunang-kunang mulai mengitari kami “Waaaahh!” aku tersenyum lebar, ini pertama kalinya dalam hidupku.

Aku merasa Krystal memegang tanganku erat, aku melirik ke arahnya. Wajahnya sedikit takut “Tidak apa, ini tidak akan mengigit” senyumku.

Aku kembali meliriknya, seharusnya tidak melakukan hal ini. Bukankah aku ingin melupakanmu, bukankah aku begitu membencimu tapi.. tapi rasa sakit yang begitu teramat sakit begitu saja hilang saat aku bersamamu. Bersama seseorang yang telah menghancurkan hatiku, lucu sekali.

“Mengapa kau tersenyum?” aku menatapnya “Kajja, kita kembali” aku dan Krystal kembali ke tenda.

“Aku harap aku tidak dapat bertemu denganmu lagi” aku tersenyum singkat.

“Tenang saja, setelah ini kau tidak akan bertemu denganmu lagi Krys. Kau tidak perlu khawatir” ucapku.

“Aku harap kau bahagia bersama Kai”

“Tentu” singkat Krystal.

 

 

08.30 AM, aku keluar dari tenda dan bergegas untuk sarapan pagi “Darimana saja kalian semalam?” tanya Sulli yang melingkarkan tangannya di lenganku.

“Hanya menemaninya ke toilet” jawabku.

“Benarkah? mengapa lama sekali, aku pikir kalian melakukan sesuatu di luar sana” goda Sulli.

“Hei Ambro!” sapa mereka semua.

“Kenapa dengan jalanmu?” tanya Onew.

“Karena Soojungie, hyung menjadi seperti ini”

Aish wanita ini bicara begitu sembarangan! “Waaahh, apa Krystal main kasar padamu” goda Jonghyun.

“Dasar gila” mereka semua tertawa.

Tak lama kemudian kami mulai sarapan pagi, aku memilih untuk duduk bersama Shinee “Jadi apa yang akan kita lakukan hari ini capten Henry?” tanyakku dengan menyantap sandwich.

Henry membuka kertas “Hari ini kita akan banyak kegiatan bersama, salah satunya bermain arum jeram!” semua menjadi senang.

“A-a-arum jeram?”

“Yap! ini akan menyenangkan!”

Aish mengapa harus arum jeram? mengapa berhubungan dengan air “Ada apa denganmu? apa kau tidak ingin ikut” tanya Key.

“Awas saja jika kau tidak ikut!” tambah Minho.

“Kau akan satu group denganku, Jonghyun, Minho dan Taemin” ucap Henry.

Aku hanya bisa diam, bagaimana ini “Ayoolaah! ini akan menyenangkan”

“Apa kau kecewa karena tidak satu team dengan Krystal?” goda Taemin.

“Kau ini bicara apa” tatapku.

“Lagipula 4 walls ikut” ucap Henry yang melihat kertasnya.

Setelah selesai sarapan, kami berkumpul. Membagi team kami untuk bermain arum jeram, aku bisa melihat mereka semua merasa senang tapi aku? aish sudah kaki sakit, harus bermain air!

Kami mulai berjalan menuju tempat bermain arum jeram, tapi secara tiba-tiba aku menghentikan langkahku. Aku menatap ke arah lain, ingatanku mengingat kejadian semalam saat Kai pergi dari acara api unggun. Aku melihat arah jalan Kai berjalan semalam dan itu menuju arah sungai tempat kami bermain nanti.

“Apa yang dia lakukan?” heranku.

“Apa yang kau lakukan disana! ayo cepat” Henry datang padakku dan membantuku berjalan, tapi mengapa perasaanku tidak enak terhadap Kai.

“Henry”

“Wae?”

“Apa Kai ikut?”

“Kenapa? kau cemburu? lagipula Kai tidak satu team dengan Krystal” tidak satu team dengan Krystal?

“Benarkah?” tanyaku memastikan ucapan Henry.

“Kau tidak perlu cemburu seperti itu” aku menatapnya kesal.

Kini kami telah sampai, beberapa murid telah menaiki boat mereka. Aku melihat beberapa perlengkapan untuk bermain arum jeram. Hufhh setidaknya aku masih bisa memakai pelampung.

Di sisi lain, aku melihat ke arah Krystal. Ntah mengapa aku merasakan Krystal memperhatikanku “Hei pakailah” Minho memberikan pelampung serta helm untukku.

Huffhh ntah apa yang kursakan saat ini begitu membuatku khawatir, aku tidak mengkhawatirkan arum jeram. Aku mengkhawatirkan apa yang telah Kai lakukan semalam.

Aku melihat kembali ke arah 4 walls bersama yang lainnya, ntah mengapa aku berjalan ke arah mereka dan menemui Vic yang mengatur group “Vic, apa kita bisa bertukar perahu karet?” Vic menatapku aneh.

“Tentu saja” senyumnya, aku segera meminta seseorang untuk menukar perahu karet mereka dengan groupku. Dan untung saja Henry tidak mempermasalahkannya.

Aku tengah berdiri di pinggir sungai yang cukup deras, aku memperhatikan Krystal dan yang lainnya mulai menaiki perahu karet, mereka terlihat senang. Aku tahu Krystal sangat menyukai tantangan, aku melihat perahu karet mereka mulai mengarungi sungai.

“Amber, kau siap?” ucap Henry. Aku segera mengikuti Henry dan yang lainnya, kami adalah team terkahir karena Henry merupakan seorang ketua yang bertanggung jawab pada lainnya.

Aku mulai menaiki perahu karet, rasanya begitu menyeramkan “Apakah ini bisa menapung kita semua?” rasanya perahu karet ini seperti ingin tenggelam. Aku duduk di paling belakang, Henry duduk di depan, Minho dan Taemin berada di depanku dan aku hanya sendirian.

 

Author POV

“Ayo kita mulai!!!” perlahan arus sungai membawa perahu karet team terakhir yaitu Amber dan teman-temannya.

“Wohoo!!” mereka semua berteriak dengan semangat, perahu karet team terakhir kini telah sampai di tengah sungai, semaki lama arus semakin kuat.

“Waah!” mereka terus mendayung, sedangkan Amber terlihat takut. Bahkan Amber tak mendayung, Amber terlihat takut dengan permainan ini.

Tubuh Amber mulai basah karena percikan sungai yang deras. Arus semakin kencang, sudah sekian kalinya perahu karet mereka menghantam batu tajam. Amber sedikit khawatir akan benturan tersebut, Amber merasa  ada yang tak beres dengan perahu karet milik timnya.

“Henry!!” teriak Amber.

“Taemin!!” Teriak Amber kembali, Amber melihat sesuatu yang janggal di perahu karetnya.

Hingga pada akhirnya perahu karet team terkahir menghantam tebing dengan kuat yang membuat perahu karet mereka terbalik di antara derai arus sungai “Aaaahhh!!” semua berteriak.

“Byuuurrr” mereka semua tenggelam dalam arus sungai.

“Aaah tolong!” Amber terseret arus air, berkali-kali dirinya tenggelam dalam sungai. Amber berusaha mengendalikan dirinya, tapi itu sulit karena arus yang deras.

“TOLONG!” Amber berusaha sekuat tenaga, tangannya berusaha menggapai apapun di sekitarnya untuk bisa menahan dirinya.

“Aaahh!!” Kepala Amber kembali masuk ke dalam sungai, tubuhnya di tarik lemas dengan aliran sungai yang deras.

Sedangkan di tempat lain

Krystal tersenyum lebar “Waah benar-benar menyenangkan!”

“Kita harus mencobanya lagi!” ujar Suli.

“Tapi.. mengapa team Henry belum sampai juga?” mendengar Vic bicara, membuat Krystal sadar bahwa perahu karet team Henry belum datang.

Krystal berjalan ke tepi sungai “Aku rasa ini sudah melebihi waktu” tambah Luna.

Seketika Krystal menjadi khawatir, Krystal melihat bahwa semua murid-murid sudah berkumpul tetapi team Henry tidak.

“Tolong!!!” seseorang murid berteriak dengan kencang, berlari menuju kerumunan murid dan petugas arum jeram.

Krystal memperhatikan murid tersebut, murid itu terlihat ketakutan serta gugup. Dengan cepat Krystal dan tim arum jeram menghampiri murid tersebut “Ada apa?” tanya tim arum jeram.

Murid itu berusaha menenangkan diri karena nafasnya yang menggebu-gebu “Perahu karet Henry terbalik di tengah arus sungai!!”

“APA?!!!!” Krystal seperti tersambar petir, tubuhnya menjadi lemas.

Dengan sigap tim penyelamat berlari untuk menyelamatkan Henry dan teman-temannya.

Vic ikut berlari “Aku ikut!” Krystal memegang tangan Vic “Kau tunggu saja disini, aku tidak ingin terjadi apa-apa” Vic melepaskan tangan Krystal.

 

Tak lama kemudian suara ribut terdengar, Krystal berjalan menuju kerumunan.

Henry, Taemin, Minho dan Jonghyun datang. Mereka terlihat baik-baik saja, mata Krystal mencari-cari sosok Amber “Dimana Amber?” tanya Krystal yang membuat semuanya diam.

“Jawab aku!!” ucap Krystal emosi.

Henry melangkah mendekati Krystal “Aku dan yang lainnya sudah berusaha mencari Amber, aku rasa Amber tenggelam atau mungkin dia tersangkut. Aku sudah berusaha mencarinya Krystal, kami tidak akan berhenti! Amber adalah sahabatku”

“Apa kau tidak tahu dia tidak bisa berenang! seharusnya kau bisa menjaganya” mata Krystal berkaca-kaca.

Krystal hampir terjatuh “Soojung!” Luna langsung memeluk Krystal.

Wajah Sulli menjadi sedih dan khawatir, Luna memeluk Krystal. Sedangkan yang lain mulai mencari Amber.

Henry dan sahabat-sahabatnya terlihat begitu cemas, mereka tak berhenti mencari ke segala arah “Aish!! seharusnya aku tahu bahwa si bodoh itu tidak bisa berenang!” kesal Henry.

“Sudahlah yang penting saat ini kita menemukan Amber” ucap Onew yang melihat arah bebatuan.

Onew menghentikan langkahnya, matanya menatap tajam sesuatu yang tersangkut di antara bebatuan. Dengan perlahan onew melangkah menuju batu besar itu, satu demi satu bebatuan telah Onew lewati “Amber!!!” teriak Onew. Tanpa pikir panjang Onew menyelamatkan Amber yang tersangkut “Amber!!!” Onew menarik tubuh Amber, menariknya dari sungai “Amber!” Onew menarik tubuh Amber yang sudah tak beradaya.

Dengan cepat Henry dan lainnya menghampiri Onew, membawa Amber ke tim penyelamat.

“Amber bertahanlah! bertahanlah buddy!” ucap Jonghyun yang membawa Amber.

 

Krystal terlihat mondar-mandir, tak hentinya Krystal mengigit bibir bawahnya. Betapa khawatirnya sosok Krystal Jung saat Amber menghilang.

“Itu mereka!” saut Luna.

Krystal menatap Jonghyun yang menggendong Amber, Krystal berlari menuju Amber.

Tim penyelamat dengan cepat datang membantu, tubuh Amber di baringkan. Tangan Krystal terlihat gemetar, matanya mulai berkaca-kaca melihat Amber yang tak sadarkan diri.

Tim penyelamat membuka jaket pelampung Amber, berusaha memompa jantung Amber untuk kembali berdetak.

Luna merangkul erat Krystal, Krystal menatap Amber yang tak sadarkan diri dengan beberapa luka di wajah serta tangannya.

“Ayolah Amber!!” ucap Henry yang memegang tubuh Amber.

Krystal memejamkan matanya, berdoa pada Tuhan agar yeoja yang membuatnya gila ini kembali bernafas “Tuhan, aku masih ingin melihat dirinya. Tolong cabut kata-katakku bahwa aku tidak ingin melihatnya lagi. Aku ingin melihatnya lagi, melihat senyuman di bibirnya. Jangan berikan aku hukuman seperti ini, karena aku tak bisa melawatinya. Tolong Tuhan”

“Uhuk Uhuk!!” mendengar itu, Krystal membuka matanya. Tangan Krystal memegang pipi Amber yang setengah sadar “Amber” mata Krystal tak henti menatap Amber yang mulai bernafas, tangan Krystal memegang lembut pipi Amber yang dingin. Airmata Krystal jatuh di wajah pucat Amber “Dasar bodoh!” ucap pelan Krystal.

“Kita harus segera membawa Amber ke rumah sakit, aku yakin masih banyak air yang belum keluar dan terlebih lagi kondisi Amber yang terluka” ucap tim penyelamat”

Henry dan ketua penyelamat menelfon rumah sakit terdekat, tak butuh lama mereka menunggu Amber segera di bawa ke rumah sakit. Henry, Taemin dan Key ikut membawa Amber ke rumah sakit. Sedangkan yang lain tinggal di perkemahan.

Krystal menundukkan kepalanya, matanya memerah “Dasar bodoh”

“Soojung” Vic duduk disamping Krystal, mengosok-gosok pundak Krystal agar lebih tenang.

“Unnie tahu bukan dia tidak bisa berenang”

Vic mengangguk “Aku tahu”

“tapi.. tapi aku merasa heran. Bukankah arus sungai disini tidak terlalu bahaya bagi pemula? tapi mengapa perahu karet Amber bisa terbalik. Apakah itu aneh?” pikir Vic.

Krystal bangun dari duduknya “Aku ingin pergi ke rumah sakit”

“Soojung!”

Krystal mengambil ponselnya, menelfon seketaris Kim untuk segera menjemputnya.

 

Sedangkan di tempat lain

Wanita paruh baya itu menaruh secangkir teh hangat di mejanya, matanya menatap yeoja cantik yang duduk di depannya “Apa yang sedang kau pikirkan Jessica?”

Yeoja bernama Jessica itu tersenyum “Tidak ada eomma”

“Apa kau sudah membaca beberapa dokumen kemarin?”

“Sudah” senyum Jessica.

Eomma Jessica menatap serius anaknya, sedikit menghela nafas menatap anak satu-satunya tersebut “Aku dengar kau dekat dengan tunangan Krystal”

“Tidak juga”

Wanita elegan yang bernama Kang Ji Hoon mengangguk pelan “Benarkah? sayang sekali jika kau tidak dekat dengannya, kau tahu saat ini yeoja tampan itu sedang mendapatkan posisi penting di perusahaan Jung. Dan lebih menariknya lagi, ternyata dia adalah anak Josh Liu” senyum Kang Ji Hoon yaitu Eomma Jessica dengan mengambil kembali cangkir tehnya.

“Josh Liu?” tanya Jessica.

“Iya Josh Liu, dia adalah pria yang baik tapi sayangnya dia berpihak ke tempat yang salah. Aku harap nasib Amber tidak sama seperti ayahnya”

Jessica menatap eommanya “Apa yang terjadi pada Josh?” tanya penasaran Jessica.

“Sangat rumit, kakekmu itu bisa memutar keadaan. Memang benar kekuasaan bisa mengubah segalanya. Aku merasa heran, bagaimana caranya membuat pria tua itu menderita”

“Eomma!”

Eomma Jessica menarik nafas, tak suka dengan ucapan eomma nya “Kenapa? apa kau masih membelanya, setelah apa yang dia lakukan pada kita Jessica Jung! aku bahkan membenci nama Jung di nama belakangmu”

Jessica hanya diam “Tapi.. bagaimanapun dia adalah kakek…”

“Kakek macam apa yang membuat cucung serta mantunya di buang begitu saja! bahkan setelah kematian ayahmu, pria yang bernama Jay Jung itu tidak ingin melihat kita! Dengan kekuasaan, dia tidak mengizinkan kita untuk tinggal di Korea dan membuang jauh kita ke negeri orang, bagaimana bisa kau membelannya Jessica?!” eomma Jessica menghela nafasnya, mulai bangun dari duduknya. Menatap Jessica yang masih terdiam, kakinya mendekati Jessica, tangannya mengelus lembut rambut blondenya.

“Maafkan eomma yang berteriak di depanmu, Eomma hanya terbawa emosi. Kenangan dulu begitu pahit. Selama ini kita hanya lalui berdua tanpa bantuan siapapun, eomma tidak akan tinggal diam dengan apa yang dia lakukan pada kita, pada ayahmu! jadi untuk itu kita kembali kesini, kita kembali untuk mengambil apa yang seharusnya kau miliki dari dulu. Dulu dia bisa mengusir kita, bisa berbicara semaunya pada kita tapi kali ini tidak, kini kita jauh lebih kuat! Jadi bantulah eomma” Jessica menatap eommanya, dan memeluk eomma nya erat.

“Biane eomma, aku akan melakukannya”

“Drriing drriiing” Kang Ji Hoon mengangkat telfon.

“Bagaimana?” tanya langsung Kang Ji Hoon.

Jessica menatap eommanya “Mwo! bagaimana bisa! apa kau tidak tahu waktunya sebentar lagi, bagaimana bisa hal kecil seperti itu gagal!” geram Kang Ji Hoon.

Jessica menatap penasaran eommanya “Benarkah? lalu bagaimana keadaannya sekarang” Kang Ji Hoon menatap Jessica dan pergi meninggalkannya.

Melihat eommanya yang sedang sibuk di telfon, Jessica memangku tangannya. Menatap luar jendela yang basah karena hujan.

“Kapan dia akan pulang dari kemping sekolah?” tanya Jessica pada dirinya.

Jessica menghela nafasnya, dirinya bangun dan mengambil kunci mobil. Saat sedang keluar Jessica tak sengaja mendengar percakapan eommanya “Rumah sakit Seoul? lalu bagaiamana keadaanya sekarang?” Jessica diam, berdiri di belakang pintu tak jauh dari eommanya.

“Di jaga ketat?? aku tidak mau tahu!”

“Apa yang sedang eomma bicarakan? rumah sakit Seoul? mengapa perasaanku tak enak” pikir Jessica.

 

Seoul Hospital 

Amber dibawa ke ruangan gawat darurat “Mohon tunggu disini” ucap salah satu perawat kepada Henry.

Henry, Taemin dan Key meyenderkan kepalanya ke kursi, berusaha untuk menengakan diri mereka.

“Tap tap tap” suara langakah kaki terdengar di telinga mereka. Langkah kaki yang terdengar buru-buru.

Henry membuka matanya, kini dia berdiri menatap seorang yeoja dengan berpakaian rapih “Jelaskan padaku apa yang terjadi!”

Henry menjelaskan semuanya “Seperti itu seketaris Kim”

“Siapa disini wali dari Amber J Liu?” tanya seorang dokter.

“Saya!” jawab Taeyeon yang segera menghampiri dokter tersebut.

“Bagaimana keadaan dokter, Amber?” cemas Taeyeon.

“Untung saja Amber segera dapat pertolongan pertama, kalau tidak.. Mungkin dia sudah tiada. Tapi… tapi permasalahnnya sekarang ini Amber tidak 100% sadarkan diri, ini akibat dari benturan kuat di kepalanya. Amber membutuhkan waktu untuk sadar sepenuhnya”

“Aku mohon bantuannya” Taeyeon membungkukkan badannya.

Taeyeon menghela nafasnnya, kini Amber dibawa ke ruangan VVIP dengan pengawalan ketat.

“Seketaris Kim”

“Ya” jawab singkat Taeyeon.

“Nona muda Jung meminta kami untuk menjemputnya, bagaimana seketaris Kim?” tanya salah satu pengawal.

“Jangan, biarkan saja nona muda disana. Aku ingin Amber istirahat, tidak ada yang boleh mengganggunya. Dan juga, jangan beritahu keluarganya, aku tidak ingin membuat mereka cemas”

“Baik seketaris Kim”

“Oh satu lagi, tolong perketat penjagaan ruangan Amber” tambah Taeyon.

 

8.26 PM Jessica POV

Ku buka kaca mobilkku, kini aku menatap gedung rumah sakit yang kudengar dari eomma. Ntah angin apa yang membawaku kesini, yang jelas aku sangat gelisah.

Kaki ini melangkah keluar dari mobil, berjalan menelusuri koridor rumah sakit yang sibuk dan ramai. Ku bertanya pada salah satu ruang informasi rumah sakit “Ada yang bisa saya bantu nona?”

“Ya, ehmmm….” bagaimana ini? aku saja tidak tahu mengapa aku harus datang kesini.

“Nona”

“Ohh iya, aku mencari seseorang”

“Seseorang? boleh aku tahu namanya?”

Aish aku mau mencari siapa? “Ehmm aku menerima telfon dari seseorang, orang itu mengatakan ada suatu kejadian yang terjadi pukul 11 pagi tadi dan dilarikan di rumah sakit ini, apakah suster tahu nama-nama orang yang masuk ke rumah sakit di gawat darurat pada pukul 11?”

“Biar saya cek dulu” senyum perawat.

Tak lama kemudian perawat datang, membawa catatan di tangannya “Pada pukul 11, ada beberapa yang masuk yaitu:….” suster tersebut menyebutkan beberapa nama, hingga aku mendengar nama yang begitu membuatku terkejut.

“Mwo!”

Suster itu menatap heran Jessica “Amber J Liu?” ulang Jessica.

“Ne, Amber Josephine Liu. Hari ini dia masuk ke ruangan gawat darurat akibat perahu karet yang dia naiki terbalik”

Jessica menghela nafasanya, wajahnya terlihat begitu khawtir akan keadaan Amber “Lalu dimana dia sekarang?” panik Jessica.

” Amber Liu berada di ruangan VVIP lantai 9″ dengan cepat aku berlari, aku menuju lift menuju ke atas.

Bagaimana ini bisa terjadi! aku memejamkan matakku, teringat senyumnya di wajahku. Aku tak menyangka akan dirinya yang bernasib sial seperti ini.

“Apakah?”

Lift terbuka, aku segera berjalan mencari kamar Amber. Aku menelisiri beberapa koridor hingga akhirnya langkahku terhenti dengan melihat beberapa bodyguard yang sedang berjaga di depan pintu.

Aku yakin itu adalah kamar Amber, aku kembali melangkahkan kakiku “Tap Tap Tap Tap”

“Permisi” langkahku terhenti, matakku menatap salah satu bodyguard Amber.

“Minggir” ucapku singkat.

“Maaf anda siapa?”

Aku tersenyum tipis “Apakah sekarang ini penting tentang siapa diriku!”

“Maaf nona tapi saat ini tuan muda Amber tak bisa bertemu dengan siapapun”

Aku mulai geram “Aku bilang minggir!” aku berusaha jalan tapi lagi bodyguard Amber menghadangku.

“Tidak bisa nona, silahkan pergi”

“Tidak ada yang bisa melarangku!” aku terus memaksa masuk, hingga beberapa bodyguard memegang lenganku.

“Lepaskan!” suara itu…

Mereka mulai melepaskanku, aku menatap yeoja yang sudah lama tak kulihat. Wajahnya terlihat sama saat pertama kali aku melihatnya. Hanya saja, tatapanya jauh lebih kuat dan tajam.

“Seketaris Kim” bodyguard menunduk kepada Taeyeon, Taeyeon melangkah mendekati Jessica.

Aku menatap Taeyeon “Aku ingin bertemu dengan Amber”

Dia menatapku “Hanya sebentar” ucapnya.

“Biarkan dia masuk” seketika bodyguarnya memberikan jalan padakku, sebelum aku membuka pintu kamar, aku menatap Tayeon.

“Krek”

Pintu kubuka, jantungku berdebar begitu kencang. Kakiku melangkah masuk ruangan yang hening ini. Hanya suara monitor detak jantung yang dapat ku dengar, langkah kakiku menjadi lemas, ketika matakku menatap nanar Amber yang terbaring di tempat tidur dengan luka di kepalanya.

Aku memandanginya, memandangi yeoja yang penuh tawa ini seketika lemah tak berdaya dengan luka-luka di wajahnya “Apa yang kau lakukan” aku menatap tangannya yang sedang di infus, ku pegang tangannya yang terasa dingin.

Ku pegang erat tangannya, mata ini tak henti menatap wajahnya “Amber…” ku pejamkan mata ini, dengan tangan Amber yang terus kugenggam.

Tayeon menatap Jessica yang tengah bersama Amber, matanya sedikit mengintip betapa terlukanya hati Jessica.

“Seketaris Kim, jam jenguk sudah habis. Bagaimana?” ucap salah satu bodyguard.

Taeyeon diam sejenak “Biarkan saja” singkat Taeyeon.

Waktu menunjukkan 11 malam, aku keluar dari ruangan Amber “Taeyeon” sebuah nama, sebuah nama yang tak lama ku ucapkan.

“Bisa kita bicara” aku dan Taeyeon berjalan menuju taman atas rumah sakit.

“Minumlah” aku mengambil segelas coffe hangat yang diberika Taeyeon “Terima kasih” senyumku padanya.

Ku hirup coffe hangat ini dengan menatap jalanan kota bersama Taeyeon di sampingku, aku tidak tahu harus bicara apa padanya. Sudah bertahun-tahun aku tak memberikan kabarku padanya, sudah bertahun-tahun aku tak bicara padanya. Rasanya sangat canggung untukku “Bagaimana kabarmu?” aku melirik ke arahnya.

“Baik, bagaimana denganmu?” tanyaku dengan senyum.

“Seperti biasa” senyum baliknya, untuk beberapa saat aku seperti kembali ke masa lalu, masa dimana aku bersama yeoja yang duduk disampingku ini.

Kami diam sesaat hingga Taeyeon mulai lagi bicara “Aku pikir kau tidak akan kembali”

“Bagaimana bisa? bagaimanapun Seoul adalah rumahku” ucapku padanya.

Taeyeon mengangguk “Aku dengar, kau sudah menjadi designer baju terkenal” senyumnya.

Aku mengangguk “Iya”

“Aku senang mendengarnya, kau bisa menggapai mimpimu”

Aku menaruh gelasku dan menatap Taeyeon “Lalu bagaimana denganmu? mengapa kau tak menggapai mimpimu untuk menjadi penyanyi terkenal?”

Dia tersenyum tipis “Aku menunggumu”

Aku terkejut mendengarnya “Apa?”

Taeyeon tak menatapkku, bibirnya masih tersenyum “Aku memiliki dua pilihan, mengejar mimpiku atau… atau tetap berdiri di tempat yang sama. Aku memilih untuk berdiri di tempat yang sama, walaupun umurku terus bertambah, musim terus berganti bahkan setelah semua telah berganti, aku belum bisa untuk pergi kemanapun karena aku menunggu seseorang untuk kembali”

“Taeyeon..” lirihku.

“Aku.. aku merasa hancur ketika kau pergi Jessica” Taeyeon menatapku, tatapannya menjadi sedih.

“Hari-hariku begitu membosankan, hari-hariku terasa hampa. aku hanya ditemani oleh kenangan serta bayanganmu.. Hufffhhh bisakah kita membahas yang lain?”

“Maafkan aku.. aku…”

“Aku dengar kau akan buka di Seoul, kapan?” Taeyeon mengalihkan pembicaraan.

“Dua minggu lagi”

Kami diam sejenak “Oh bagaimana Soojung?”

“Nona muda? aku rasa dia masih di tempat kemping, aku tak mengizinkan nya untuk datang. Aku pikir dia harus menyelesaikan dulu kewajibannya disana, aku tahu nona muda Jung khawatir terhadap Amber”

“AKu tidak menyangka wanita tertutup seperti dia bisa luluh pada Amber”

“Begitu juga dengan dirimu” aku menatap Taeyeon “Jujur saja, kau dan nona muda Jung hampir memiliki sifat yang sama. yaitu tak mudah dekat dengan orang baru. Tapi saat aku melihat kau dan Amber, kau terasa mengenal lama dirinya. Aku merasa iri”

Aku menghela nafas “Aku tidak tahu, mungkin karena Amber adalah orang yang baik” senyumku.

Next day 10.00 Am

Aku datang lebih awal, mengganti bunga di ruangannya. Menatap kembali wajah yang masih tertidur pulas “Cepatlah bangun” aku kembali duduk di sampingnya, memegang kembali tangannya.

Author POV

Mobil sedan mewah telah berhenti di depan rumah sakit, para pengawal sibuk membukakkan pintuk untuk Krystal Jung.

Krystal turun dari mobilnya, tangannya membawa bunga yang wangi. Kakinya melangkah masuk dengan kelima pengawal yang berdiri di belakangnya.

“Ting” pintu lift terbuka, Krystal melangkah dengan cepat.

“Selamat pagi nona muda Jung” para pengawal memberikan salam nya pada pewaris Jung’s corpt.

Krystal melangkah ke arah pintu “Maaf sebelumnya nona muda Jung” Krystal menatap tajam “Ada apa?”

“Ada tamu di dalam”

“Tamu?” ulang Krystal.

“Iya”

Krystal menggeser pelan pintu, matanya mencari seseorang yang dibicarakan pengawalnya.

Mata Krystal berkedip, sedikit menghela nafasnya.

 

B0DR696CMAEYkKn.jpg

(Kek begini kurang lebih ekspersinya hahaha)

Krystal memundurkan langkahnya, digigit bibir bawahnya. Tangannya menggengam kuat tangkai bunga yang dia bawa. Kakinya terus melangkah mundur, hingga akhirnya Krystal membalikan badannya “Nona muda Jung?” heran pengawal yang melihat Krystal meninggalkan ruangan.

Krystal melangkah, langkahnya terlihat lesu. Matanya tak bersinar “Soojung” Krystal mengentikan langkahnya.

“Aku pikri kau akan masuk ke dalam” Krystal membalikan badannya, melihat sosok Jessica yang kini berdiri di depan matanya.

“Tap tap tap” langkah kaki Jessica yang mendekati Krystal, kedua mata mereka saling bertatapan.

“Bisa kita bicara sebentar?” ajak Jessica.

Kini Jessica dan Krystal berada di tempat yang jauh lebih tenang, dengan rumput serta pohon-pohon rindang taman rumah sakit “Apa yang ingin kau katakan unnie?” tanya Krystal.

“Aku tidak ingin hal ini terjadi lagi pada Amber”

Krystal menatap Jessica “Kenapa? sepertinya kau sangat peduli padanya”

“Tentu, aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi” Jessica mendekati Krystal dengan menatap matanya “Suatu hari ada seseorang yang akan mengganti posisimu di hati Amber, suatu hari ada seseorang yang mengganganti kenanganmu di hati Amber, suatu hari nanti ada seseorang yang jauh lebih mencintai Amber daripada orang lain. Aku akan membuat Amber sadar akan semuanya, kau telah merebut semuanya Krystal Jung. Seharusnya tempatmu adalah tempatku. Suatu saat nanti, aku akan ada di posisimu.

“Dan.. berhentilah menyakiti Amber, dia telalu berharga untukmu”

Krystal menatap Jessica “Tidak akan kubiarkan”

Jessica tersenyum “Lalu kau serakah? hidup bahagialah bersama lelakimu, karena kau adalah pengecut. Jika kau masih menyukai Amber untuk apa kau repot-repot datang sepagi ini dengan bunga indah di tanganmu. Kau bukanlah Krystal Jung yang ku kenal, tidak akan kubiarkan kau menyakiti hati Amber dengan setelah apa yang kau lakukan padanya”

“Bicaralah sepuasmu, karena itu tidak akan pernah terjadi” tatap Krystal, kemudian Jessica meninggalkan Krystal, Krystal menggengam kuat tangannya. Merasa kesal dengan Jessica.

Krystal kembali ke ruangan Amber, membawa bunga yang dibawa olehnya. Bunga di dekat Amber di ganti oleh Krystal.

Krystal menatap Amber, tangannya mengelus lembut rambut Amber. Sedikit mengelus pipi Amber “Stupid” senyum nanar Krystal.

Krystal menundukkan kepalanya, memejamkan matanya dengan memegang erat tangan Amber. Kata-kata Jessica berputar-putar di telinga Krystal.

“Tidak…” Krystal menatap Amber dengan tangan Amber di pipi Krystal.

“Biane..” Krystal memejamkan matanya, merasakan dingin tangan Amber dipipinya.

Aku tidak tahu apa yang kulakukan, aku merasa bodoh. Aku merasa dipermainkan oleh perasaanku, Amber… apakah aku menyukaimu? aku tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menyukaimu, di sisi lain aku merasa takut. Aku benar-benar tidak mengerti! aku benci diriku sendiri.

Jam terus berganti, tanpa sadar Krystal tertidur dengan memegang tangan Amber “Nona muda Jung” Mata Krystal sedikit bergerak, matanya perlahan terbuka.

“Maaf menggangu anda nona muda Jung” Krystal menatap Taeyeon yang berdiri di belakangnya.

“Ada apa?” tanya Krystal setengah sadar.

“Maaf nona, anda memiliki jadwal rapat sore ini dengan perusahaan Kwon”

Krystal menghela nafasnya “Haruskah aku datang?” ucap Krystal dengan memijit kepalanya.

“Iya nona muda Jung” Krystal mengangguk “Pergilah, aku akan turun 5 menit lagi” Taeyeon membungkuk pada Krystal.

Krystal bangun dari duduknya, menatap jam tangannya yang menunjukkan pukul 3 siang. Mata Krystal kembali menatap Amber, tatapannya seakan tak ingin berpisah darinya.

 “Tap tap tap” Krystal melangkah keluar, semua bodyguard membungkuk ke arah Krystal dan beberapa dari mereka mengikuti Krystal menuju mobilnya.

Taeyeon membuka pintu untuk Krystal, saat Krystal ingin melangkah dirinya melihat Jessica yang baru saja datang dengan supirnya.

Jessica tersenyum pada Krystal “Sepertinya kau sangat sibuk”

Krystal tersenyum tipis “Begitulah” Krystal masuk ke dalam mobil dan Jessica masuk ke dalam rumah sakit untuk menjenguk Amber.

14 hari kemudian, adalah hari yang sama seperti sebelumnya. Amber masih terbaring tak berdaya dalam tidur panjangnya.

Kali ini Taeyeon mengizinkan sahabat-sahabatnya untuk menjenguk Amber, kamar rawat Amber di hiasi hiasan lucu oleh Henry dan kawan-kawan.

“Aku tidak tahu Amber tak bisa berenang, seharusnya aku tidak membiarkannya dan terus memaksanya untuk ikut” ucap Henry menatap Amber.

“Sudahlah, yang penting saat ini adalah bagaiamana Amber bisa sembuh dan bergabung bersama kita” ucap Jonghyun dengan memegang bahu Amber.

“Greeeekk” pintu bergeser, Henry, Jonghyun, Luna dan Vic segera membungkuk untuk memberi salam.

“Annyeong haseyo” Sapa mereka ber-enam.

“Ohh annyeong haseyo” balas Jessica dengan senyuman.

“kalian pasti teman-teman Amber, bukan?”

“Benar noona” senyum Henry.

“Oh iya aku membawakan makanan, makanlah”

“Terima kasih unnie!” mereka semua tersenyum. Jessica berjalan ke arah Amber, menatap matanya yang tengah terpejam.

Luna menatap Jessica “Oh aku tidak tahu jika Krystal memiliki saudara perempuan” ucap Luna.

Jessica tersenyum “Itu karena aku tinggal di luar negeri” balas Jessica.

Tak lama kemudian Jessica dan teman-teman Amber sedikit berbincang “Noona, kau benar-benar berbeda dengan Krystal, kau jauh lebih ramah” puji Henry.

“Karena kalian teman Amber, aku menjadi ramah” senyum Jessica.

“Grreeekkk” pintu kembali bergeser, mereka semua menatap tamu yang datang. Seketika  tak ada tawa serta senyum lagi diantara mereka “Soojung” ucap Luna.

Bukanya menatap Luna, Krystal menatap Jessica yang sedang duduk diantara sahabat-sahabatnya.

“Aku tidak tahu kau akan datang, kau bilang kau akan pergi ke Jepang setelah pulang sekeloh” ucap Luna.

“Jika rapatmu batal karena Amber, kau tidak perlu khawatir soal Amber. Aku akan menjaganya” ucap Jessica.

Krystal melangkah mendekati tempat tidur Amber, Krystal memegang tangan Amber yang masih terasa dingin “Aku ingin melakukannya sendiri”

“Lagipula ini semua salahku, jika Vic unnie tak menukar perahu karetnya dengan Amber. Maka semua ini tak akan terjadi”

Jessica sedikit terkjeut dengan ucapan Krystal “Apa maksutmu?”

Krystal menatap Jessica “Seharusnya saat ini aku yang berbaring di rumah sakit, bukan Amber. Ada seseorang yang ingin membuatku celaka tapi Amber melindungiku” tatap Krystal, mendengar hal itu Jessica menjadi terkejut.

“Aku harap kita bisa menemukan pelakunya” ucap Vic yang disetujui Henry “Tentu saja kita harus menemukannya”

Jessica terlihat diam, Krystal duduk disamping Amber. Jessica menatap Krystal yang peduli pada Amber “Setelah apa yang kau lakukan, mengapa kau menjadi peduli pada Amber” senyum tipis Jessica.

Jessica bangun dari duduknya, melangkah berjalan mendekati Amber “Bagaimana bisa seseorang seperti Amber menjadi rapuh dan mengeluarkan airmata hanya karenamu, apa kau tidak tahu bagaimana saat pertama kali aku bertemu dengannya? Amber menyediri duduk di tengah-tengah keramaian, matanya memerah, matanya penuh dengan kekosongan, aku tidak tahu apa yang telah kau lakukan padanya hingga kau membuatnya seperti itu,  dan sekarang.. sekarang kau peduli padanya? aku tidak mengerti apa maksutmu Krystal” tiba-tiba suasana menjadi panas, Krystal menghela nafasnya.

“Mengapa kau tidak bersama kekasihmu saja, pergilah dan menjauh dari Amber karena semakin Amber di dekatmu itu akan membuatnya lebih menderita. Ini bukan apa-apa, ini baru awal” tatap Jessica.

Krystal melepas genggaman tangan Amber dengan perlahan, Krystal bangun dari duduknya. Matanya menatap Jessica “Ya, aku salah. Aku egois, tapi aku rasa kau tidak bisa bicara seperti itu. Kau tidak tahu apa-apa Jessica unnie”

“Benarkah?” Jessica tersenyum tipis.

“Nona muda Jung”

“Mobil telah siap, kita harus berangkat menuju Jepang” lanjut Taeyeon.

“Aku akan menjaga Amber” ucap Jessica.

Krystal tidak harus berbuat apa-apa, Krystal harus berangkat ke Jepang dan pergi meninggalkan Amber.

Krystal menatap Amber kembali, tangannya megenggam erat tangan Amber. Krystal sedikit menundukkan kepalanya, mendekati wajah Amber. Menatapnya lebih dekat, bibir Krystal mendekati telinga Amber “Maafkan aku, cepatlah bangun karena aku merindukanmu”

Krystal menatap Amber dengan jarak yang begitu dekat, bibirnya mendekati bibir Amber.

“Cup” Krystal memberikan ciuman singkat pada Amber. Tangannya mengelus pipi Amber dengan senyuman di wajahnya.

Krystal melangkah menjauhi Amber, langkahnya terasa berat.

Krystal berjalan menuju pintu, Taeyeon telah membuka pintu untuk Krystal tapi…

“Kry…….” Krystal menghentikan langkahnya.

Amber menggerakan jarinya, detak jantungnya berdetak dengan cepat di monitor detak jantung “Krys……”

Semua menjadi terkejut mendengar lirih suara Amber “Krystal”

Krystal mengeluarkan airmatanya, di genggam erat tangan Amber oleh “Ya, ya aku disini Amber. Aku disini” Krystal mengeluarkan airmatanya.

Vic segera memanggil dokter, Jessica hanya mematung, antara senang dan sedih campur di dalam hatinya.

“Krystal” lirih Amber.

“Aku disini stupid” senyum Krystal dengan airmatanya “Mengapa lama sekali kau bangunnya, dasar bodoh”

Melihat Krystal yang mendekati Amber, Jessica mundur dan pergi keluar ruangan. Jessica melangkah ke luar rumah sakit dan pergi dengan mobil mewahnya.

“Apa kita bisa bertemu?” ucap Jessica dengan menyetir, Jessica menuju ke sebua restoran yang sudah di janjikan sebelumnya.

Jessica turun dan masuk ke dalam restoran, seorang namja telah menunggunya “Apa aku membuatmu menunggu?”

“Tentu saja tidak” senyum namja itu.

“Bagaimana keadaanya?” tanya namja itu.

“Dia sudah sadar” namja itu terlihat kecewa mendengarnya dengan tersenyum tipis di bibirnya.

“Mengapa kau ingin bertemu denganku noona?”

Jessica menatap serius namja yang di depannya “Kau ingin mendapatkan Krystal, bukan?” namja itu terkejut mendengarnya.

“Mari kita berkerja sama, Kai…”

 


Maaf ya kalo updatenya super lama hahaha, author lagi sakit soalnya huhu. Maaf kalau ada salah-salah kata dan penulisan yang kurang jelas.

Selamat membaca readers..

 

 

Someday 16

“Soojung!”

“Soojung!”

Luna,Vic dan Sulli merasa heran dengan Krystal “Ada apa dengan Soojung, apa dia memiliki masalah?”

“Luna, cobalah bicara dengan Soojung. Aku akan menemui Amber” Luna mengangguk.

Vic berjalan untuk menemui Amber “Aku juga merasa aneh terhadap Amber, wajahnya terlihat sedih” ucap Henry yang ditemui Vic.

“Aku yakin Amber dan Krystal sedang dalam masalah” ucap Vic.

“Kalau kau ingin menemui Amber, dia berada di bawah pohon lapangan basket lama. Kami mencoba untuk bicara padanya, tapi kau tahu Amber begitu keras kepala. Aku harap kau bisa membujuknya” Vic mengangguk dan segera pergi menemui Amber.

Vic menghentikan langkahnya, matanya menatap yeoja tampan yang sedang bersender di pohon. Vic melangkah pelan, menatap wajahnya lebih dekat “Apa yang kau lakukan disni?” Amber tersadar bahwa ada seseorang yang memperhatikannya dan itu adalah Vic.

“Tidak ada” ucap Vic yang langsung duduk di samping Amber.

“Ini sudah bel masuk jam pelajaran, masuklah. Kau bisa terlambat” ucap Amber kembali memejamkan matanya.

“Aku tidak mau, sepertinya disini lebih baik” senyum Vic.

Amber menghela nafas “terserah dirimu”

Vic kembali menatap Amber “Katakan padaku”

Amber membuka matanya “Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi”

“Apa maksutmu” senyum tipis Amber.

“Oh ayolaah Amber, aku kenal kau dan Krystal bukan sehari atau dua hari! aku tahu ada sesuatu yang terjadi padamu dan Krystal” serius Vic.

Amber menundukkan kepalanya, Amber mulai menjelaskan semuanya kepada Vic “PLAK!”

“Aaaghhh!!” Amber menggaruk-garuk kepalanya kesakitan “Mengapa kau memukulku?”

“Dasar bodoh! apa kau tidak tahu saat ini kau sedang mempermainkan perasaan Krystal!” ucap Vic dengan nada tinggi.

Amber hanya diam dengan mengelus kepalanya, diam beberapa saat hingga akhirnya Amber berterus terang kepada Vic “Aku tidak pernah berfikir untuk menyukainya, ya walaupun sedikit. Tapi tetap saja aku tidak pernah tahu akan menyukainya seperti ini, aku hanya menjalani tugasku untuk menjaga Krystal selama 1 tahun dengan imbalan yang begitu besar. Aku tidak membayangkan hal ini terjadi, yang selalu kutakutkan adalah jatuh cinta padanya. Karena aku tahu pada akhirnya aku hanya menyakitinya”

Vic menatap Amber “Lalu, apa perasaanmu itu hanya main-main?”

Amber menatap Vic dengan serius “Tentu saja tidak! aku yakin bahwa aku benar-benar menyukainya”

“Lalu apa kau tidak pernah membayangkan resikonya saat Krystal mengetahui semua ini? mengetahui kau hanyalah suruhan kakeknya untuk menjaga Krystal, dengan memanfaatkan hati Krystal?” ucap Vic serius menatap Amber yang disampingnya.

Amber menggelengkan kepalanya “Aku… aku tidak pernah membayangkan hal seperti itu, aku hanya ingin menjaganya, memberikan perhatian kepadanya seperti perintah Jay Jung. Aku pikir aku tidak akan merasakan apapun saat bersamanya, tapi hati ini tidak bisa. Krystal terlalu spesial, dia berbeda. Wajahnya terlihat dingin tetapi hatinya begitu hangat. Aku pikir, aku harus mendapatkan perhatian Krystal agar dia dapat percaya padaku, agar aku lebih mudah untuk tetap bersamanya untuk menjaganya tapi.. hati ini sudah terlewat batas. Hari demi hari Krystal terlihat begitu berbeda, dia bukan lagi Krystal yang kubenci, karena sikapnya yang bossy tapi dia adalah Krystal yang ingin kuperlakukan seperti layahnya tuan putri”

Vic menghela nafas dengan menatap Amber “Saat ini aku dan yang lainnya tak bisa bicara pada Krystal, kau tahu saat ini perasaanya sedang tidak baik. Kami akan bicara padanya saat waktu yang tepat. Aku yakin ini akan memakan waktu yang lama, karena Krystal benar-benar kecewa padamu. Aku tidak tahu apa yang membuat Krystal dan kecewa terhadapmu hingga seperti ini”

Vic menatap serius Amber “Krystal dikelilingi banyak pria, Krystal sudah beberapa kali berkencan dengan namja yang dia inginkan tapi.. tapi aku tidak melihat cinta di dalam hubungannya. Krystal tak pernah jatuh cinta pada pria-priannya, tatapannya selalu kosong, saat bersama pacarnya dulu dan aku yakin itu hanya untuk bersenang-senang tapi… saat Krystal bersamamu, saat Krystal menatapmu itu berbeda.. dan aku yakin tatapannya padamu adalah sebuah hati yang tulus, Hati yang tengah jatuh hati”

“Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, aku yakin saat ini dia tidak ingin melihatku. Aku yakin saat ini Krystal membenciku karena aku mempermainkan hatinya” Amber menghela nafasnya.

“Aku percaya padamu, hanya saja kau harus jujur” Amber mengangguk mendengar ucapan Vic.

“Bisakah kau menjaga Krystal untukku? terutama dari Kai” Vic terkejut dengan ucapan Amber.

“Kai?” ulangnya. “Kenapa Kai? dia adalah namja yang baik” heran Vic.

“Aku tidak tahu, firasatku merasa tidak enak saja. Saat ini Krystal adalah pewaris tunggal, semua saham jatuh di tangannya. Banyak yang ingin menyingkirkan Krystal, itu sebabnya aku menjadi tameng Krystal. Aku tahu Jay Jung menginginkan aku untuk andil dalam perusahaan karena untuk melindungi Krystal. Krystal tak dizinkan untuk terlalu campur tangan dalam perusahaan karena terlalu bahaya. Itu sebabnya lindungilah Krystal jika aku tak bersamanya” senyum Amber.

Vic mengangguk “Lalu saat ini apa yang akan kau lakukan?”

“Ntahlah, aku ingin sekali menjelaskan semuanya pada Krystal, meminta maaf pada dirinya akan kebodohanku” ucap Amber.

“Dan lagipula aku tidak yakin Krystal menyukaiku, seperti yang kau bilang tadi” senyum tipis Amber.

“Mengapa kau bilang seperti itu? aku ini sudah bersahabat dengannya selama 7 tahun”

“Dan selama 7 tahun juga kau tahu bahwa Krystal tidak akan pernah menyukai seorang wanita! dan itu menjijikan baginya. Aku hanya berharap lebih padanya, bagaimanapun juga Krystal ada yeoja normal. Tentu saja dia harus memiliki keluarga dan anak”

“Aish kau ini bicara apa, Krystal tidak seperti itu hanya saja dia hanya sedikit canggung bila bersama seseorang yeoja tampan sepertimu” goda Vic.

“Ayolah Vic jangan mencoba menghiburku, kau tahu bukan Krystal adalah anak dari seorang CEO ternama Asia dan aku hanya kontrak satu tahun bersamanya. Dan pertunangan kami juga dilakukan diam-diam, tidak banyak orang yang tahu tentang profilku. Aku rasa mereka menganggapku seorang namja tulen. Aku yakin setelah semua berakhir Krystal akan bersama namja yang dia cintai, bukan bersamaku”

“Lalu mengapa bila bersamamu? jika kalian saling mencintai itu tidak masalah!” ucap Vic.

“Sudahlah aku tidak ingin memperkeruh suasana, kembalilah ke kelas” suruh Amber dengan kembali memejamkan matanya.

 

At kantin

Semua murid sedang berkumpul untuk makan siang, begitu juga dengan 4 walls dan Shinee. Krystal terlihat makan bersama sahabat-sahabatnya begitu juga Amber. Seperti biasa mereka duduk di tempat duduk biasa, dimana Krystal dan Amber bisa saling tukar pandang, tapi hari ini tidak terjadi. Krystal tak melirik ke arah Amber sedikitpun seperti hari-hari sebelumnya, yang dia lakukan hanya memainkan sendok makan siangnya dengan wajah dinginnya.

Sedangkan Amber mencoba melirik ke arah Krystal “Yak, ada apa denganmu? biasanya kau makan dengan lahap” tatap Henry yang duduk di samping Amber.

Sedangkan di sisi lain Krystal menghela nafas dengan Amber yang masih melirik ke arahnya “Aku sedang tidak ingin makan!” Krystal meletakan sendoknya dengan kasar, segera bangun dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan kantin.

Luna mencoba bangun tapi Vic melarangnya “Biarkan saja, mungkin dia sedang ingin sendiri” ucap Vic dengan menatap Krystal yang pergi meninggalkan kantin.

Amber menatap Krystal yang berjalan keluar dari kantin, melihat Krystal pergi Amber segera bangun dari tempat duduknya dan mengikuti Krystal.

Krystal terlihat berjalan di koridor sekolah dengan wajah dinginnya, dan Amber secara diam-diam mengikuti Krystal dari belakang.

Kini Krystal duduk di taman sekolah dengan menundukkan kepalanya.

“Jung Soojung” lirih Amber yang menatap Krystal dari jauh.

“Biane”

 

Amber mengerucitkan matanya, melihat sosok namja yang mendekati Krystal.

“Kai?” ucap Amber. Matanya masih mengawasi Krystal dan Kai dari kejauhan.

Menatapnya seperti itu membuat Amber menjadi geram, bagaimana tidak. Kai mengelus-elus rambut Krystal membuat Amber mengepalkan tangannya.

Tapi Amber kembali mengingat kesalahannya “Bagaimanapun juga ini salahku” tatap Amber.

 

Amber berjalan menuju kelas, dengan wajah yang tak bersemangat. Tak ada senyum di wajahnya, tak ada kebahagiaan di dalam dirinya “Aku harap kau menjauhi Krystal”

Langkah kaki Amber terhenti saat mendengar suara seseorang yang dia tak sukai. Amber menatapnya kesal “Kau pikir kau siapa?” Amber menyeringai.

“Bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti itu hah?” tatap geram Kai.

“Apa kau tidak tahu kau telah banyak membuat kekacauan! aku harap dengan kejadian ini kau dapat tersadar akan siapa dirimu. Lebih baik kau pulang kerumah ibumu” senyum Kai.

Amber meraih kerah Kai dan memegangnya dengan kuat “Jika terjadi sesuatu pada Krystal, kau orang pertama yang akan kubunuh Kim Jongin!” geram Amber.

“Kau pikir aku tidak tahu kau siapa, aku tahu ayahmu berusaha menurunkan Jay Jung dari perusahaan. Aku tidak tahu rencana busuk apa yang kalian lakukan tapi tak akan ku biarkan!”

Kai terkejut mendengarnya, bibirnya sedikit tersenyum “Lalukan sesukamu Liu, waktumu tak banyak” Kai menepis tangan Amber.

 

“Kriinggggg Kriiingg” 

bel sekolah berdering, semua murid berjalan meninggalkan kelas.

“Soojung!” dengan cepat Krystal meninggalkan kelas, Amber hanya menatapnya pergi “Apa kau belum bicara padanya?” tanya Henry.

Amber hanya diam dengan merapikan tasnnya “Aku pulang duluan” pamit Amber pada Henry.

Amber berjalan menuju lobi sekolah, kakinya terhenti saat Krystal masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan sekolah. Amber menarik tasnya yang hampir merosot, matanya terlihat kecewa dengan acuhnya Krystal pada dirinya.

“Biasanya kami pulang bersama, begitu cepat waktu berlalu dan tak terduga” senyum pahit Amber yang berjalan menuju motornya.

Saat dalam perjalanan, Amber melihat mobil Krystal menuju arah lain “Mau kemana dia?” dengan cepat Amber mengikuti mobil Krystal, karena biasanya Krystal selalu pulang ke rumah jika pulang dari sekolah.

Amber menghentikan motornya, melepaskan helmnya agar matanya dapat melihat jelas.

Amber melangkah lebih dekat, matanya mengrucit. Jantungnya berdebar kencang saat melihat Krystal yang sedang bersama Kai di dalam restoran.

Amber menggeretakan giginya, memegang helmnya dengan kuat. Kakinya berjalan, ntah apa yang membuat Amber menjadi emosi seperti ini. Cemburukah?

Amber mencoba masuk restoran tersebut tapi ke 6 bodyguard Krystal dengan cepat menghalangi Amber.

img_fp20.jpg

Krystal’s bodyguard

Amber tersenyum sinis “Ada apa ini? kalian menghalangi jalanku?” tatap Amber ke pada Bodyguard Krystal.

Amber kembali mencoba masuk tapi lagi di hadang “Aku ingin menemui Krystal, apa kau tidak tahu siapa aku?”

“Maaf tapi nona muda Jung tidak ingin bertemu siapa-siapa”

Amber tersenyum tipis “Minggir”

“Aku bilang minggir!” kesal Amber.

“Hentikan” Amber menatap sisi kanannya.

“Oh sykurlah kau datang, jelaskan pada mereka bahwa aku adalah tunangan Krystal dan aku ingin bertemu Krystal sekarang juga”

“Tidak bisa Amber”

“Mwo?! hahaha lelucon apa ini Kim Taeyeon? aku ingin bertemu dengan Krystal, aku ingin mengatakan padanya bahwa pria yang bersamanya saat ini, adalah pria yang berbahaya!”

Taeyeon menghela nafas “Tidak bisa, ini perintah nona muda Jung. Lagipula kau tidak perlu khawatir, kami sudah menjaga tempat ini dengan ketat”

Amber kembali melihat ke dalam restoran “Amber, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu dengan nona muda Jung tapi dia terlihat begitu sedih. Sepertinya nona muda Jung sedih karena dirimu, nona muda Jung mengatakan bahwa dia tidak ingin melihatmu sedikitpun”

Amber menghela nafas “Tapi kau tahu aku harus menjaganya”

“Aku tahu, tapi aku yakin saat ini nona muda Jung baik-baik saja”

Amber menatap Taeyeon “Baiklah” Amber kembali berjalan menuju motornya dengan kembali menatap restoran tersebut.

 

9.36 PM 

Amber terlihat mondar-mandir di balkon atas, menunggu mobil Krystal yang tak kunjung datang membuat dirinya khawatir. Terutama saat dia tahu Krystal bersama Kai.

“Tapi aku yakin Taeyeon akan menjaganya” tak lama kemudian mobil mewah Krystal masuk ke perkarangan rumah, membuat Amber merasa lega karena Krystal telah kembali.

Amber memutuskan untuk bersembunyi di dekat pintu balkon, melihat Krystal berjalan dengan wajah lelahnya “Biane” lirih Amber.

Krystal kemudian masuk kamarnya “Kau sudah sampai?” ucap Amber yang berdiri di dekat sofa, Krystal menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamarnya. Wajahnya sama sekali tak melihat ke arah Amber.

“Krystal aku minta maaf, aku..”

“Pergilah, aku tidak ingin melihat wajahmu” sinis Krystal langsung membanting pintu.

Sudah 3 hari ini Amber terlihat diam, pikirannya tak lepas dari Krystal. Berbagai cara  sudah Amber lakukan agar Krystal memaafakan dirinya tapi hanya bentakan dan tatapan sini yang di dapat Amber. Bahkan Projek brilian yang di buatnya menjadi berantakan, kini perushaan sedang krisis ditambah lagi Krystal yang kembali cuek dengan perushaan, membuat Amber tak memiliki kekuatan. Amber penuh tekanan, belum lagi Jay Jung yang tak kunjung datang.

 

Jung’s house

Amber terlihat sedang merangkai sebuah pop up book untuk Krystal “Aku harap Krystal suka” senyum Amber dengan membuka pop up book yang telah dia rangkai dengan sebuah mahktoa dan bertuliskan “Forgive me”

Amber bangun dari duduknya, mendengar suara mobil Krystal yang baru saja sampai. Amber menarik nafasnya, berharap Krystal dapat menerima permohonan maafnya.

Kini Amber dapat mendengar suara langkah kaki Krystal.

Dan Krystal menghentikan langkahnya, menatap Amber yang berada tak jauh dari pandangan matanya.

Amber tersenyum tetap Krystal? tidak.

Krystal membuang wajahnya, tak ingin melihat Amber.

“Krystal. Aku….”

Krystal menghentikan ucapan Amber dengan aba-aba tangannya.

“Baiklah, tapi aku ingin memberikanmu ini. Aku harap kau suka” Amber memberikan hasil pop up booknya di meja, Krystal meliriknya dan mengambilnya.

Membuka nya…

Krystal tersenyum tipis, senyumannya mengejek. Tak tahu apa yang terjadi pada Krystal hingga pada akhirnya Krystal merobek pop art tersebut di depan Amber, dan membuangnya begitu saja seperti sampah.

Amber hanya menundukkan kepalanya, Krystal berjalan melewati Amber “Apa yang harus kulakukan agar kau memaafkan aku Krystal Jung?” ucap Amber tanpa melihat Krystal.

Krystal berhenti melangkah “Aku mengaku, aku salah. Aku telah membohongi mu, seandainya ini tak pernah terjadi….”

Belum selesai berbicara Krystal meninggalkan Amber dengan membanting pintunya.

 

Next day

Kini Amber sedang duduk di bangku taman, sudah tiga hari ini Amber tak makan di kantin dan memilih untuk duduk di taman belakang sekolah untuk menghindari Krystal yang masih membencinya dirinya, membenci dirinya seperti saat pertama kali bertemu. Bahkan rasa benci Krystal kali ini melebihi saat mereka pertama bertemu.

Amber menundukkan kepalanya, matanya menatap kanan jalan taman. Matanya membulat saat melihat Krystal yang berjalan di taman sekolah menuju ke arahnya.

Krystal tak menyadari Amber yang tengah duduk di bangku taman dan memutuskan untuk pergi dari taman tersebut “Krystal!” Amber sedikit berlari menghampiri Krystal.

“Krystal tunggu!” Amber berlari kecil.

Usaha Amber membuahkan hasil, Krystal menhentikan langkahnya dengan memunggungi Amber yang berada di belakangnya.

Angin bertiup kencang di tengah taman hijau, Amber menatap belakang punggung Krystal dengan rambut dark brownnya.

“Krystal dengarkan aku.. aku sungguh-sungguh minta maaf. Ini semua salahku, tidak seharusnya aku mempermainkan hatimu, aku tidak tahu akan menjadi seperti ini, membuatmu menjadi sedih”

Krystal melangkahkan kakinya menjauhi Amber “Aku menyukaimu Krystal Jung! aku tidak tahu pada akhirnya aku menyukaimu! anioo, aku bahkan mencintaimu!.

Langkah Krystal terhenti, perlahan Krystal membalikan badannya. Matanya menatap Amber tajam “Cinta?” Krystal tersenyum sinis.

“Apa yang kau harapkan dariku? membalas cintamu? kau pikir aku menyukaimu dengan semua yang ku lakukan padamu, berbuat baik padamu, membiarkan dirimu menyentuh tanganku? kau sama dengan yang lainnya Amber Liu, setelah aku bosan maka aku akan membuangmu, kau pikir aku sedih dengan semua yang kau lakukan padaku? kau salah besar, aku tidak  suka dengan seseorang yang berbohong padaku, dan menjadikan diriku bahan permainan, dan aku tidak ingin melihatmu lagi! aku akan segera menelfon kakek dan menghentikan permainan ini. Aku sudah muak denganmu, jangan harap aku menyukai orang aneh seperti mu Amber Liu, karena aku tidak akan” Krystal pergi meninggalkan Amber dengan rasa amarahnya. 

Amber hanya diam, menundukkan kepalanya. Bibirnya tersenyum dengan ucapan Krystal yang baru saja dia dengar.

 

Jung Corpt Amber POV

Aku berjalan menuju lift dengan beberapa proposal yang akan aku ajukan, saat aku menunggu lift tiba-tiba pandanganku menuju seseorang yang sedang berbicara, aku tidak tahu apa yang menarik perhatianku hingga aku mendekat ke dua orang yang sedang asik berbicara, tapi aku rasa pembicaraanya seperti sembunyi-sembunyi. Aku mengerutkan alisku, melihat Kim Bo Kyung yang berbicara pada seorang wanita.

“Siapa dia?” aku tidak bisa melihat wajahnya, aku melihat Kim Bo Kyung menyerahkan sesuatu pada wanita tersebut,

“Yak!” Aku bukan main terkejut saat Taeyeon mengejutkanku “Apa yang kau lakukan”

“Dasar bodoh, kau ingin membuatku mati hah?!” kesalku pada Taeyeon, dan dia tak merasa bersalah.

“Aku tanya apa yang kau lakukan?”

“Aku…” aku kembali melihat ke dua orang tadi dan seketika menghilang begitu saja.

“Aish sudah lupakan” aku berjalan meninggalkan Taeyeon dan masuk ke dalam lift.

 

“Tuan Amber”

“Ne”

“Anda diminta untuk mengambil cap di ruangan CEO Jay Jung” aku menganggukan kepala, dan dengan segera aku masuk ke ruangannya, aku yakin tak sembarang orang dapat masuk ke ruangan Jay Jung.

Wah sudah lama sekali aku tak masuk ruangan ini, rasanya 6 bulan adalah waktu yang begitu cepat.

Aku segera membuka laci untuk mengambil cap perusahaan, aku tahu Jay Jung benar-benar mempercayakan semua ini padaku, untuk itu aku harus bertahan.

Tunggu dulu, apa ini?

Aku melihat sebuah bingkai di dalam laci. Aku mengambilnya karena penasaran, karena aku pikir itu adalah sebuah bingkai                                                                                                                                                                                                                                                                        Aku membalik bingkai itu, dan melihat.. sebuah foto keluarga?

Yap aku yakin ini adalah foto keluarga, karena aku meliahat Jay Jung duduk bersama istrinya dan aku yakin bahwa yang berdiri di belakang adalah anak-anaknya serta istri berserta cucungnya.

Aku semakin memperhatikan foto yang terlihat bahagia ini, aku melihat Krystal kecil yang di gendong oleh ayahnya.. Oh jadi dia adalah Shin Hae Kyung. Aku mengangguk.

Kalau begitu pria yang satunya siapa? dia terlihat lebih tua dari Shin Hae dan memiliki seorang anak yang cantik dan lucu “Wah wajahnya tak jauh berbeda dengan Krystal”

Oh aku baru mengingat! Jay pernah mengatakan bahwa dia memiliki 2 putra, tapi mengapa aku tak pernah melihatnya?? bahkan aku tak pernah mendengar namanya.

Aku kembali menatap foto nya, aku melihat foto gadis kecil yang di pangku ibunya “Aish mengapa aku melihat anak kecil ini tidak asing?” aish sudahlah lupakan saja. Aku kembali meletakan bingkai foto tersebut dan berjalan keluar ruangan.

 

Waktu menunjukkan pukul 10.55 AM dan aku baru saja tiba “Benar-benar melelahkan” seperti biasa, sebelum masuk aku melihat kamar Krystal. Menatap kamarnya lebih lama, mengapa aku begitu merindukannya sedangkan dia hanya beberapa langkah dariku.

Aku membuka tasku, melihat boneka yang kupegang. Haruskah aku memberikan padanya? semua barang yang kuberikan padanya akan berada di tempat yang sama, yaitu tempat sampah tapi tidak ada salahnya mencoba.

Lagi, aku melangkahkan kakiku mendekati kamar Krystal, menatap pintu kamarnya “Maafkan aku” ucapku.

“Aku merindukankumu”

“Maafkan aku yang bodoh ini Krystal” ucapku. Dan aku yakin dia tidak akan mendengarnya.

Aku menyentuh pintunya dengan telapak tanganku “Selamat malam princess” kemudian aku menaruh boneka yang sudah di bungkus rapih ini dan berjalan kembali menuju kamarku.

Best Teddy Bear Day Shayari For Girlfriend On Valentine Day.jpg

Aku membuka pintu kamarku, menatap kosongnya kamar yang besar ini. Tak ada lagi harum tubuh Krystal, tak ada lagi wajahnya yang tertidur lelap di kasurku, tak ada lagi sosok yang mengganggu saat aku tertidur pulas, tak ada lagi senyumnya saat dirinya mulai memukulku dengan bantal.

Damn! mengapa aku begitu merindukannya! setelah apa yang aku lakukan padanya, apa aku pantas merindukannya? apa aku pantas hah?

“Bodoh!” mengapa hal ini terjadi padaku!

Aku menjatuhkan tubuhku di tempat tidur, membayangkan wajah Krystal yang begitu membenciku, senyum sinisnya saat dia mengatakan bahwa aku banyak berharap padanya.

Aku mengangkat tangan kananku, memperhatikan jemariku yang masih dihiasi cincin ikatan dengan Krystal.

“Hufffhhh”

 

 

06.30, aku terbangun dengan baju yang semalam aku pakai, mataku begitu lelah tapi aku harus sekolah karena ujian akan datang.

Tak lama kemudian aku selesai mandi dan bergegas keluar, saat aku keluar aku melihat boneka yang kuberikan nya sudah tidak ada “Aku yakin Krystal sudah membuangnya” dengan cepat aku kebawah. Aku melihat jam, dan aku yakin Krystal saat ini sedang makan di meja makan, aku menundukan kepalaku. Aku tak berani melihat wajah dinginnya karena itu begitu menyakitkan bagiku. Tatapannya seakan aku begitu menjijikan dan segera enyah darinya.

Aku memejamkan mataku, rasanya sakit melihat Krystal seperti itu. Mengapa aku harus menyukainya saat situasi seperti ini! seharusnya aku lebih sadar bahwa aku benar-benar menyukainya dan berkata jujur pada Krystal.

Sudahlah..

Aku menghidupkan motorku, dan segera memakai helm. Aku tak lagi menunggu Krystal karena semua pengawalnya meminta agar aku tak berangkat bersamanya.

Sebegitu bencikah dirinya kepadaku?

 

Next day 10.57

Aku menunggu Krystal “Mengapa jam segini dia belum pulang? apa dia menginap di rumah Luna?” aku segera mengambil ponselku, dan menelfon Luna.

“Hallo Luna”

“Oh Hai Amber” aku mendengar suaranya yang lelah, apa dia sudah tidur?

“Apa kau sudah tidur?”

“Ne…” Sudah tidur?

“Apa Krystal juga sudah tidur, apa dia menginap di tempatmu?” tanyaku.

“Krystal? Krystal tak bersamaku, dia pulang sudah 1 jam yang lalu”

“MWO?!!” satu jam yang lalu??

“Ada apa Amber?”

“Apa kau yakin, Krystal belum sampai rumah hingga sekarang”

“Apa??? bagaimana bisa, dia sudah pulang satu jam yang lalu! aish kemana anak itu”

“Aku mencoba menghubunginya tapi tidak aktif” ucapku panik.

“Oh aku mengingat sesuatu, sepertinya Krystal cerita padaku bahwa dia sedang merasa bosan dan butuh hiburan, Pada saat itu aku tidak terlalu menanggapinya karena aku pikir dia tidak akan pergi ke club lagi”

“Club??”

“Cobalah pergi ke Octagon Club di daerah Gangnam”

“Baik Luna terima kasih” aku segera menutup telfon.

Dengan cepat aku memakai jaketku dan bergegas pergi dengan motorku menuju Gangnam.

 

“Vroomm Vrooomm” ku hentikan motorku, ku langkahkan kakiku masuk menuju club.

“Hei” aku melihat namja yang bertubuh besar sedang menghadangku.

“Kau pria kecil, apa kau tidak melihat antrian? jika kau tamu VVIP, maka tunjukkan ID mu” aku menatapnya kesal, kau meremehkanku hah?

Aku mengeluarkan isi dompetku dan mengambil beberapa ribu WON dari dompetku “Apa ini cukup?”

Wajahnya yang garang terlihat sedikit lebih santai, aku tahu semua orang menyukai uang “Silahkan masuk tuan” dan aku segera masuk, di dalam begitu gelap dan sangat berisik. Jujur saja ini pertama kalinya aku masuk ke dalam Club malam “Hi pria tampan ingin ku temani?” errgg beberapa wanita ini mencoba mendekatiku, sungguh menggelikan.

Aku mencoba mencari Krystal, tapi sangat sulit. Terlalu ramai disini, orang-orang mengatakan bahwa semakin malam maka akan semakin ramai. Errgh dimana kau Krystal?

Aku mencari ke penjuru arah, dan ….. ketemu!

Aku menghela nafas, sedikit lega melihat dirinya yang sedang duduk dengan gelas di tangannya. Ini untuk pertama kalinya aku melihat Krystal meminum alkohol seperti itu.

Tapi kelegaanku hanya bersifat sementara, ketika aku melihat beberapa namja mendekatinya. Tak pikir panjang aku berjalan ke arahnya.

“Lepaskan!”

“Amber?” Krystal melihatku bingung.

“Aku bilang lepaskan Krystal” kini tatapanku beralih ke namja yang menarik tangan Krystal.

“Hahaha siapa pria kurus ini beb?”

“Aku tunangannya”

“Tunangan? hahahhahaha” aku meremas tanganku, dan menarik tangan Krystal.

“Yak! apa yang kau lakukan?” aku menatap tajam namja itu yang masih memegang tangan Krystal.

“Lepaskan tanganmu sebelum ku hancurkan wajahmu” geramku pada pria brengsek ini.

“Oh kau menantangku?”

“Hentikan!” ucap Krystal yang menatapku sekilas dan berjalan keluar, dengan cepat aku mengikuti Krystal.

“Krystal!!” teriakku, aku segernya menyusulnya.

“Krystal Jung Soojung!” aku memegang lengannya agar dia berhenti berjalan dan berhenti menghindariku.

Kini aku bisa melihat matanya, aku memegang lengannya dengan kuat “Lepaskan!” ancamnya.

“Apa yang kau lakukan?!” aku menatap Krystal, cara berpakaiannya lebih berani. Memakai dress mini hitam.

“Aku bilang lepaskan!!” erangnnya.

“Tidak, sebelum kau pulang ke rumah” paksaku.

Krystal tersenyum tipis “Kau pikir kau siapa bisa mengaturku!” tatapan Krystal benar-benar tajam, begitu menyayat hatikku. Benar, aku bukan siapa-siapa baginya.

Aku melepaskan tangannya dengan pelan “Biane” ucapku tulus.

Krystal menatapku “Harus berapa kali aku katakan, enyahlah dari pandangan matakku! ohh atau jangan-jangan kakek masih menyuruhmu untuk menjagaku agar kau masih bisa mendapatkan uang, begitu?” Krystal mengeluarkan sesuatu dari tasnnya.

Dan…

“Ini!” Krystal melempar sejumlah dan melemparnya tepat di wajah Amber.

“Kau ingin uang bukan? ku berikan padamu, jadi pergilah dari hadapanku!!” geram Krystal yang mencoba pergi dari Amber.

Amber memejamkan matanya, harga dirinya sudah hancur di depan wanita yang dia cintai “Krystal, dengarkan aku!” Amber mencoba meraih tangan Krystal tapi Krystal…

“PLAK!!” Suara tamparan menggema, membuat merah pipi Amber.

Krystal menghela nafasnya, menatap Amber yang memegang pipi kanannya.

Amber tersenyum, bibirnya tersenyum walaupun bergetar. Amber mulai mendongakan kepalanya, menatap Krystal dengan mata merahnya.

Amber masih tersenyum “Aku tidak pernah berfikir untuk menyakiti hatimu, aku tahu aku salah. Aku salah besar karena berbohong padamu. Menjadikanmu sebagai permaianan dalam hidupku tapi…..” Amber menghela nafasnya, menahan sesak nafasnya.

“Tapi aku tidak main-main dengan perasaanku, semakin hari aku semakin jatuh hati padamu. Aku tidak peduli apa yang kau rasakan kepadaku tapi pada saat itu, aku merasa bahagia bila bersamamu. Dosa terbesar dalam hidupku adalah jatuh cinta padamu dengan aku siap menanggung semuanya hingga pada akhirnya aku ingin jujur kepadamu, berkata jujur dari awal sampai akhir. Pada saat itu aku tidak peduli apa yang kau pikirkan, kau rasakan kepadaku. Yang aku tahu, aku harus berkata jujur padamu”

Amber menundukkan kepalanya “Tapi aku terlambat, kau membenciku lebih dari hari kemarin” Amber tersenyum.

“Hingga aku sadar, bahwa tak ada ruang untukku” Amber menatap Krystal.

“Kehilangan rasa cinta, jauh lebih sulit daripada jatuh cinta, kau membuatku merasa hidup dan mati kembali Krystal Jung” mata Amber memerah.

“Kau memintaku untuk pergi darimu, tapi tidak ku lakukan karena aku bertahan dengan perasaan ini, perasaan yang besar untukkmu. Aku harap kau bisa mendengarku, mendengar jeritan hatiku bahwa aku mencintaimu.  Tapi hari ini, hari ini aku akan mencobanya. Mencoba melupakanmu walaupun terasa sangat sulit untuk melupakan senyuman serta suaramu” Amber tersenyum.

“Hufffhh mengapa harus seperti ini hahaha, begitu menyakitkan” Amber tersenyum, perlahan langkah kakinya mundur dari hadapan wanita yang dia puja.

 

Empire School Jam istirahat

Hari ini aku ingin mengucapkan salam perpisahan kepada sahabat-sahabatku, aku tidak akan pernah melupakan mereka. kini aku berjalan menuju kantin, tapi aku menghentikan langkahku. Aku melihat semua murid berjalan tergesa-gesa menuju aula, aku mengerutkan alisku “Ada apa?” karena penasaran aku berjalan mengikuti keramaian dengan kedua tanganku di saku celana.

Aku bisa mendengar suara sorakan murid-murid, menurutku lebih ke sorakan dalam menggoda, aku mendekati mereka. Mataku tak bisa melihat apa-apa.

Tapi ntah mengapa saat aku datang mereka menatapku dengan berbisik, apa yang sebenarnya terjadi? mereka seperti membuka jalan untukku.

Kini langkahku terhenti, mataku menatap pemandangan yang tak kusuka. Ku menelan salivaku, dadaku sesak.

Mataku tak berkedip, aku melihat wajahnya dari samping dengan tangannya yang dipegang oleh namja yang ku benci, Kai.

“Terima terima terima!!!” semua orang bersorak. Aku hanya diam mematung, duniaku runtuh.

“Ohh kita kedatangan tamu” Kini mereka berdua menatapku, Krystal melepaskan tangannya dari Kai tapi Kai merangkul Krystal dengan kuat.

Aku tidak tahu mengapa aku mematung seperti ini “Apa yang kau lakukan!” aku mendengar suara Henry dan sahabat-sahabatku.

“Apa kau sudah gila Kai?!” ucap Jonghyun geram.

“Amber” Key memegang bahuku. Aku hanya diam tak merespon, aku tidak bisa berbuat apa-apa karena Krystal bukan milikku. Aku bahkan tak berani menatap wajahnya, wajah yang dulu selalu ku agung-agungkan.

Jonghyun melangkah maju “Kau benar-benar kelewatan! apa kau tidak tahu Krystal sudah bertunangan dengan Amber?!” marah Jonghyun.

Kai tersenyum licik “Benarkah? aku rasa tidak, oh mereka memang tunangan tapi apakah itu benar-benar tunangan hmmm” ucap Kai yang masih merangkul Krystal.

“Aku rasa, dia tidak masalah bila Krystal bersamaku”

Onew menatap Amber “Amber, lakukan sesuatu” Amber hanya diam.

“Benar bukan? apa kalian tidak tahu selama ini kita telah di bohongi olehnya” tunjuk Kai pada Amber.

“Bagaimana bisa Krystal Jung Soojung bertunangan dengan seorang….. WANITA?” Seketika aula menjadi ribut, semua orang saling berbisik dan memandang Amber dengan tatapan aneh.

Shinee terlihat kaget bukan main “Amber…” ucap Taemin.

Kai menatap Shinee “Dasar bodoh kalian, apa kalian tak menyadari semua itu?! bagaimana bisa Krystal bertunangan dengan seorang wanita?! dan kalian bisa lihat Krystal tak pernah memakai cincin tunangan, karena Krystal di paksa menikah oleh kakeknya! dan wanita aneh itu… jelas saja dia menyukai Krystalku”

Krystal menatap Kai dan kini matanya menatap Amber yang menjadi bahan omongan dan tersudut.

Benar saja, selama ini Amber merahasiakan indetitasnya, dan lagipula mereka tak akan menyangka bahwa Amber adalah seorang yeoja karena dia begitu seperti namja dengan fisiknya yang begitu mendukung. Hal ini dilakukan karena Jay meminta agar gender Amber dirahasiakan karena Korea Selatan masih tabu dalam hal sepert ini. Jay takut itu akan membuat presepsi yang buruk bagi Krystal dan perusahaan.

Dan pada waktu yang sama perusahaan menjadi ribut karena status Amber. Membuat Taeyeon menjadi kelabakan, apalagi saat ini projek Amber sedang dijalankan. Taeyeon berusaha keras untuk membujuk mereka tapi tentu saja di balik semua ini ada seorang provokator. Taeyeon yakin masalah gender tak dimasalahkan dalam perusahaan mengingat mereka semua adalah pengusaha hebat dan pasti memahaminya.

 

 

Aku memejamkan mataku, aku meraskan semua mata menatapku, berbisik ke arahku. Aku mundur selangkah, mataku menjadi panas.

Dadaku merasa pengap, kecewanya hatiku saat orang yang aku cintai hanya diam tak berkata apapun. Aku menatap wajahnya, wajanya tak berubah.

Apa kau puas?

Aku melangkah pergi, berjalan keluar sekolah tanpa memperdulikan siapapun.

 

Krystal menatap Amber yang pergi menjauhi kerumunan, sedangkan Kai masih melingkarkan tangannya di pundak Krystal.

Mata Krystal tak berkedip “Krystal”

“Hmmm?”

“Kau tidak apa-apa?” tanya Kai.

“Aku ingin ke toilet” Krystal melepaskan tangan Kai.

Krystal berjalan menuju belakang sekolah tempat dimana dirinya dan Amber kabur dari sekolah.

Krystal menghentikan langkahnya, matanya menatap cincin yang tergeletak di lantai. Dengan perlahan Krystal mengambilnya dan menatap cincin itu, cincin yang tak asing baginya, tentu saja karena itu adalah cincin milik Amber.

“Apa yang kau lakukan?” Krystal menatap ketiga sahabatnya yang datang menghampiri Krystal.

“Jung Soojung” ucap Sulli.

Krystal hanya diam, kepalanya menunduk “Tak seharusnya kau melakukan semua itu, benar-benar di lewat batas! dan Kai brengsek itu! aku akan membunuhnya!” geram Luna.

 

Kini aku duduk di halte bus, menatap kermumunan jalan yang ramai. Ku terus menghela nafasku, begitu sesak rasanya.

Aku membuang nomor ponselku agar tidak ada yang bisa menghubungiku. Soal Jay Jung, aku rasa aku tidak ingin memikirkan hal itu. Aku sendiri yang akan mencari uang jika Jay Jung mencabut semua kontraknya.

Aku menundukkan kepalaku, melihat jariku yang kini kosong tanpa cincin yang menjadi kenangan indah bagiku. Aku benar-benar menyerah, aku tidak akan bisa mendapatkan dirinya bahkan dalam mimpiku sekalipun.

Sudahlah lupakan saja, biarkan dirinya hidup dihatiku saja.

“Permisi”

“Permisi!”

Aku menghela nafasku, suaranya??

Aku mendongakan kepalaku, huh? “Bukankah kau??”

“Kau lagi?!”

Aku segera berdiri dari dudukku dan menatapnya yang lebih pendek dari ku “Apa kau tersesat lagi hm?”

Dia tersenyum dikit dengan anggukan yang dia berikan padaku “Aku akan mengantarmu, mengapa kau bisa lupa tempat tinggalmu”

Matanya menatapku tajam, sial! mengapa tatapannya seperti Krystal, hanya saja kali ini lebih mengerikan “Aku tidak bodoh! dan aku masih ingat aprtmenku, lagipula aku tidak ingin pulang”

Amber menaikan alis “Tidak ingin pulang, lalu kau ingin kemana? apa kau ingin menemui kekasihmu?” goda Amber.

“Aish mengapa kau menyebalkan sekali!”

“Hahaha maafkan aku Jessica” senyum bodoh Amber.

“Jadi kau mengingat namaku dengan baik?” tentu saja aku mengingatnya dengan baik, karena nama belakangnya terdapat nama JUNG. Apa dia berhubungan dengan keluarga JUNG? tapi…

“Yak! mengapa kau menatapku seperti itu, dasar mesum”

“Aish wanita ini, mengapa kau sama dengan dirinya”

“Dengan siapa maksutmu?” Jessica menaikan alisnya.

“Tidak ada” singkat Amber.

“Jadi kau ingin kemana nona muda?” tanya Amber yang membuat Jessica memandangnya.

“Ke sini” Jessica menunjukkan alamat cafe di daerah Apgujeong, aku mengangguk membacanya.

“Baiklah akan ku antar tapi…”

“Wae?”

“Tapi kali ini aku tidak membawa kendaraan, bagaimana kalau kita naik bus saja?” aku menatapnya, dirinya sedikit terkejut. Melihat penampilannya.. tentu saja Jessica bukanlah anak sembarangan, aku yakin keluarganya sangat kaya melihat gaya serta kulit putih susunya.

“Baiklah”

Aku tidak menyangka dia mau diajak naik bus bersamaku, wah kebetulan sekali bus datang dengan waktu yang tepat!

Dengan segera aku dan Jessica naik ke dalam bus, aku membiarkan Jessica duduk terlebih dahulu di dekat jendela.

Bus mulai melaju pelan, sesekali aku menatap jendela dan tak sengaja menatap wajahnya.

Hmmm ntah mengapa dirinya begitu sama dengan Krystal.

“Aku sangat suka musim semi” aku menatap wajahnya yang melihat pemandangan luar kota Seoul.

“Bunga-bunga mekar dengan indah, sangat terlihat segar di pandang” senyumnya.

“Kau suka bunga apa?” tanyaku padanya, dan seketika tatapan matanya berpaling padakku dan sungguh membuatku sedikit panik!

“Ehhmm aku suka bunga Rose, wae? apa kau ingin membelikannya untukku?” aku menelan salivaku, matanya menatap lurus matakku. Dengan gugup aku mengalihkan mataku “Anio!”

“Ada apa denganmu?”

“Tidak ada” jawabku singkat, aigooo ada apa denganku?

Tidak lama kemudian kami bersiap-siap untuk turun dan menuju cafe yang akan di tuju “Selamat datang!” sapa pelayan cafe La Lee, ini untuk pertama kalinya aku ke cafe ini. Nuansanya sangat nyaman dengan nuansa classic.

Aku mengikuti langkah Jessica yang duduk di sudut cafe. Jessica mulai memilih beberapa cake yang akan dia makan, tentu saja kami berada di cafe yang terkenal dengan cakenya.

“Kau ingin pesan apa?”

“Ehhmm sama denganmu” senyumku yang dibalas anggukan olehnya.

Selang beberapa menit tak ada percakapan diantara kami karena Jessica sibuk dengan ponselnya, hmmm apa dia sedang mengirim pesan teks kepada pacarnya? aish! mengapa aku berfikiran seperti ini!

“Pesanan anda” pelayan restoran telah datang, menaruh cake di masing-masing piring kami. Waaah kelihatannya begitu lezar, pas sekali aku belum makan dari pagi.

Aku menatapnya yang sedang ingin menyantap cake yang berada di depan matanya, haha begitu lucu.

tumblr_mr1v7r0kg71qitdj1o1_500.jpg

Depannya Amber adalah Jessica hehe.

Kami mulai menyantap cake yang telah dipesan “Waah aku benar-benar rindu akan hal ini” senyumnya dengan mengunyah.

“Seoul benar-benar berbeda” ucapnya memandang luar jendela.

Aku menatapnya, banyak sekali pertanyaan yang ingin ku lontarkan padanya “Apa yang kau rindukan?”

Matanya masih menatap luar jendela “Semuanya, semua kenangan indah yang pernah kulewati pada saat itu, ingin sekali rasanya diriku memutar waktu kembali. Aku tak ingin di waktu ini, aku ingin abadi di waktu itu. Di waktu aku dapat tertawa lepas, di waktu aku dapat merasakan kasih sayang serta cinta dan kehangatan. Tak ada kemarahan, tak ada airmata, tak ada dendam, yang ada hanya cinta dan kasih sayang” aku menatapnya, aku merasakan sesuatu yang buruk pada masa lalunya.

“Tapi… tapi aku datang kembali ke Seoul untuk mendapatkan semua yang seharusnya kumiliki. Aku sudah cukup lama berdiam diri” kini matanya melihatku, aku tak tahu apa maksut dari perkataanya.

“Ohh seperti itu, lalu kau selama ini tinggal dimana?”

“Aku tinggal di San Francisco”

“Kau besar disana?”

Jessica mengangguk “Seharusnya tidak tapi.. sudahlah. Bagaimana dengan dirimu.. Amber?”

Wajahnya menatapku, ketika dia menyebut namaku mimik wajahnya terlihat aneh hahaha “Aku? aahh tidak ada yang spesial di dalam hidupku” aku menyederkan tubuhku di sofa.

“Tidak ada yang spesial, benarkah? bukankah saat pertama kali kita bertemu, kau menangis?”

“Aish aku tidak menangis!” aish wanita ini lebih menyebalkan, dia tertawa sedikit. Apa dia tidak tahu bahwa aku seorang yeoja?? bagaimana kalau dia tahu?

“Ehmm aku ingin mengatakan sesuatu padamu”

Dia menatapku serius dengan menaruh cangkir di mejanya “Apa?” tatapnya dingin.

Tapi apakah aku harus mengatakannya? tapi sudahlah, lagipula aku yakin tidak akan bertemu dengan dirinya lagi karena ini hari terakhirku di Seoul “Aku adalah seorang yeoja” ucapku.

Matanya menatapku, tatapan apa itu??! “Itu saja?” datarnya. Apa dia tidak terkejut?

“Aish aku kira ada sesuatu yang lebih mengejutkan” dia kembali mengambil cangkirnya.

“Kau tidak terkejut? maksutku, apa kau tidak merasa…..”

“Merasa aneh? tentu saja tidak, untuk apa? kau tidak perlu khawatir, aku sangat open minded. Ayolaaahh apa tidak ada topik yang lebih menarik lagi?”

Aku sangat lega Jessica bisa menerimaku, hufh tentu saja dia dapat menerima karena dia tinggal di luar negeri.

“Oh iya, apa kau hari ini tidak sekolah? mengapa jam segini kau sudah pulang, apa kau membolos?”

Aku menghela nafasku “Aku berhenti sekolah”

“WHAT?!”

Aku menutup kupingku, ntah mengapa sifatnya begitu sama dengan Krystal, hanya saja suara Jessica seperti suara lumba-lumba yang begitu nyaring “Ada apa denganmu? mengapa kau heboh seperti itu!”

“Tidak juga, hanya saja mengapa kau berhenti begitu saja? apa kau ini anak orang kaya di Korea Selatan, hingga bisa memutuskan begitu saja?”

Huffhh dia tidak tahu dengan siapa aku berurusan “Ceritanya panjang”

“Lalu apa rencanamu? aahh apa kau sedang memberontak kepada orang tuamu? anak orang kaya sepertimu sangat manja” Jessica menggeleng-gelengkan kepalanya.

Aku kembali menghela nafas “Pertama, aku bukan anak orang kaya seperti apa yang kau pikirkan dan yang kedua ceritanya sangat panjang dan yang ketiga aku ingin hidup seperti dulu. Aaaagghh seharusnya aku tidak melakukan semua ini”

“Melakukan apa? apa kau habis membunuh seseorang?” tanyanya datar.

“Aish! seharusnya aku tidak usah mengantarmu, jadi aku bisa langsung pulang dan tidur dengan nyenyak!” tiba-tiba matanya menatapku begitu tajam! JLEB! Sangat menusuk jantungku hingga beku, tatapan apa itu!!

“Hahahaha aku becanda, mengapa kau menanggapinya serius”

“Baguslah” hufffhh aku mengelus dadaku, jantungku berdebar kencang ketika dia menatapku seperti itu, brrrrr sungguh mengerikan!

“Ohh apa kau tinggal bersama orang tuamu disini?” dirinya sedikit diam, apa pertanyaanku melukai hatinya?

“Ehmm iya, aku tinggal bersama ibuku” lalu appanya??? aish sepertinya sangat sensitiv jika bertanya mengenai keluarganya.

“Apa kau memiliki adik atau kakak?”

“Aku anak tunggal” jawabnya singkat. Ehhmm aku ingin sekali bertanya mengenai nama belakangnya, apakah aku harus bertanya?

“Ehmmm apakah kau memiliki hubungan dengan….”

“Drrriingg drrriiiinggg” aku melihat ponselnya yang berdiring, tangannya langsung menggeser layar. Aku melihatnya yang berjalan keluar cafe, aku menatapnya dari luar jendela. Mataku menatap Jessica dengan beberapa orang dengan berpakaian rapih, mereka semua membungkuk kepada Jessica, aku menatap beberapa pria berjas hitam dan…. seorang wanita?? apakah dia ibunya Jessica, aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas tapi sepertinya tak asing…. Saat aku ingin menatap jendela, aku tak tahu Jessica menatapku dari luar jendela, dengan cepat aku mengambil buku menu untuk pura-pura membaca.

Tak lama kemudian Jessica datang, tentu saja aku tahu dia datang karena wangi parfumnya yang begitu khas “Kajja” aku melihatnya yang menaruh uang di meja dan mengajakku pergi meninggalkan cafe ini, dengan segera aku bangun dan mengikutinya dari belakang.

Aku melihat jam yang menunjukkan pukul 5 sore, bagaimana ini? jam 6 aku harus sudah berada di statsiun kereta untuk kembali ke Gangdong-Gu.

“Yak! apa kau tidak bisa berjalan dengan cepat” aku melihatnya yang jaraknya lumayan jauh dari jarakku, haish wanita itu! sejak kapan dia memerintahku seenaknya! dia pikir dia siapa! aish mengapa aku seperti orang bodoh saja.

“Apa kau tidak dengar!” aku menghela nafas, dan memberikan lambayan tanganku padanya, memberika isyarat bahwa aku akan menyusulnya dengan berlari ke arahnya.

“Kita mau kemana?” tanyakku padanya.

“Ikut saja” ucapnya ketus.

“Tapi…..” dia menatapku.

“Apa” tatapnya datar.

“Aku harus pulang ke rumah” jawabku.

Dia menatapku “Lalu?” pertanyaan apa itu? apa dia tidak mengizinkan aku pulang.

“Aku harus segera ke stasiun kereta, kalau tidak aku tidak bisa pulang”

“Oh” aku menatapnya yang langsung berjalan meninggalkanku, aishhh apa maksutnya.

“Yakk!! tunggu aku” aku berlari mengejarnya.

Jessica dan Amber terlihat jalan bersama.

Aish ntah apa yang aku lakukan sekarang? mengapa aku harus mengikutinya, mengapa aku harus bersamanya sedangkan aku harus segera pulang. Untuk apa aku memperdulikannya! lagipula dia bukan siapa-siapa, ayolah Amber jangan terlalu lemah dengan orang lain.

Kini langkahnya berhenti, aku menatapnya yang berada di depanku. Matanya menatap pedagang permen kapas, apakah dia menginginkan permen kapas itu?

Dia terus menatapnya “Apa kau mau?”

Kini matanya menatapku, tanpa menunggu jawaban dari nya aku segera berjalan menuju permen kapas tersebut dan membeli satu untuk dirinya.

“Ini” aku memberikan nya, Jessica hanya menatap “Untukmu, ku belikan untukmu”

“Kenapa?”

“Karena kau terlihat ingin memakannya” ucapku.

Kini Jessica mengambil permen kapas itu dari Amber, dan mulai memakannya. Tergores senyuman di wajah Jessica, tapi ada juga kesedihan di matanya.

“Apa rasanya tidak enak?” tanyaku karena dia hanya diam.

“Tidak, aku menyukainya. Aku sangat menyukainya” tapi mengapa dia terlihat sedih.

“Terima kasih, aku sudah lama tidak memakan permen ini. Terkahir aku makan pada saat aku berumur 7 tahun, aku memakan permen ini bersama ayahku dan sepenjang jalan, aku menyuapi ayahku permen kapas ini. Benar-benar indah” aku menatapnya, aku ingin sekali bertanya padanya tapi aku rasa itu bukan urusanku, dan aku yakin Jessica buka tipe orang yang suka privasinya di ganggu, aish melihatnya seperti ini sungguh tidak tega bila di tinggal sendirian, dirinya terlihat begitu kesepian.

Aku menarik nafasku, matahari mulai tenggelam dan cuaca mulai dingin. Aku menggosok-gosok tanganku. Aku kembali meliriknya, aku melihat Jessica yang hanya memakai kaos polos putih, aishh bagaimana bisa dia bertahan dengan kaos seperti itu.

Aku membuka jaketku “Pakailah” aku memberikan jaketku pada Jessica.saint_laurent_varsity_jacket.jpg

Amber’s Jacket

Jessica menatapku, jujur saja tatapanya begitu menakutkan “Makustku, cuaca Seoul akan dingin bila malam tiba dan aku melihat kau tidak membawa pakaian hangat lainnya jadi aku meminjamkan jaketku padamu” jelasku padanya.

“Tidak ada maksut lain?”

Apa dia sedang mencurigaiku? “Aish”

“Apa kau selalu baik dengan semua orang?”

“Ehmmm tidak tahu, aku hanya ingin melakukan hal yang baik saja” senyumku padanya yang akhirnya jaketku di ambil dan di pakai oleh Jessica, walaupun agar kebesaran sedikit karena tubuhku lebih besar darinya.

 

Author POV

“Mwo? mengapa kau tertawa, apa aku lucu?” tatapnya datar.

“Tidak ada” jawabku cepat.

“Aku rasa, kekasihmu begitu senang memiliki kekasih sepertimu”

“Hahaha kau ini bicara apa? aku tidak memiliki kekasih”

“Benarkah?” tanya Jessica.

“Ya”

“Bukankah kau sudah bertunangan??” Amber terlihat terkejut mendengarnya.

“Aku melihat cincin di jari manismu, bukankah itu artinya kau sudah terikat dengan seseorang, dan….” Jessica melihat tangan Amber “Cincin itu sudah tiada, apa kau bertengkar dengan kekasihmu?”

“Aish wanita ini, ini sangat sulit di jelaskan. Lagipula aku sudah melupakannya. Aku tidak ingin berharap terlalu tinggi” ucap Amber dengan memandang jalan raya.

“Aku juga sudah tidak ingin terlalu berharap, karena semua harapan yang ku mau selalu saja tidak berhasil. Semua yang ku inginkan tidak akan pernah aku dapatkan, sangat menyedihkan. Aku tidak ingin terlalu memikirkan hal itu, untung saja eomma selalu mendukungku dengan baik kalau tidak, mungkin aku tidak akan kembali ke Seoul. Sangat tidak menyenangkan jika kau berharap tinggi tapi tidak sesuai dengan apa yang kau inginkan, lebih baik jalani saja tanpa skenario” ucap Jessica dengan senyuman.

“Apa yang terjadi denganmu?” tatap Amber begitu saja, karena Amber terlalu penasaran dengan Jessica.

Jessica tersenyum tipis “Tidak enak rasanya bila kau tidak di anggap, tidak enak rasanya bila kau dianggap tidak ada. Itu sangat sulit dijelaskan, seperti kau sulit menjelaskan ceritamu”

Amber tersenyum mengangguk “Oke oke, 1 sama Jessica Jung”

“Jadi kau ingin pergi kemana lagi?” tawar Amber.

Jessica terlihat berfikir “Ehmm Namsan Tower?”

“Namsan Tower?”

Jessica mengangguk “Sebulan sekali aku selalu menghabiskan waktu disana bersama orang yang kucintai, dan aku ingin mengingatnya kembali”

Amber segera bangun “Baiklah! ayo kita pergi, lagipula aku tidak ingin berdiam diri saja. Meratapi kesedihan hatiku! Kalau begitu ayo kita bersenang-senang!” girang Amber.

Jessica hanya tersenyum melihat tingkah Amber yang seperti anak kecil “Baiklah, aku akan menelfon supirku untuk menjemput kita”

“Baiklah” ucap Amber.

Tak berapa lama kemudian mobil mewah berwarna hitam tersebut berhenti di depan Jessica dan Amber “Kajja” ucap Jessica.

Kini Jessica dan Amber menuju Namsan Tower, roda mobil melaju cepat hingga tak terasa mereka telah tiba di tempat tujuan.

“Waaahh sudah lama sekali” tatap Jessica melihat Namsan Tower.

Amber melihat Jessica yang terlihat senang, ntah kenapa Amber tersenyum saat melihat kebahagiaan Jessica. Jessica dan Amber melangkah untuk menaiki kereta kabel, melihat pemandangan kota Seoul yang begitu indah.

Amber terus mengikuti Jessica kemanapun kakinya melangkah, menuju musium teddy bear maupun ke love lock “Banyak sekali pasangan disini” ucap Jessica melihat sekitar.

“Apa kau sudah pernah kesini sebelumnya?” tanya Jessica tanpa melihat Amber.

Amber memasukan tangannya di saku celana “Ehmm belum, jujur saja ini adalah pertama kalinya aku ke Namsan Tower”

Mata Jessica membulat dengan menatap Amber yang berada di sampingnya “Benarkah?? aigooo kau ini tinggal di bawah batu ya?”

Amber menatap jengkel “Tidak menyenangkan bagiku” keluh Amber.

“Ehmm bagaimana kalau kita coba love locks?” tatap Jessica.

Dan kali ini mata Amber yang membulat “Mwo??!! yak! tidak, aku tidak mau” Amber terlihat gugup.

Jessica menatap tajam Amber “Mengapa tidak mau? saat aku menonton drama Korea, aku ingin sekali mencobanya!”

“Lakukan saja sendiri” usul Amber.

“Tidak! kau harus mau”

“Kenapa harus aku?” elak Amber.

“Tentu saja kau! apakah aku harus mengajak orang asing disini?”

Amber menghela nafas “Tapi, apa kau tidak lihat maksutku saat kau menonton drama koreamu itu, apa kau tidak memperhatikan mereka saat di lock love? kau… kau lihat mereka. Mereka semua berpasangan, dan lock love adalah gembok cinta”

“Lalu?” datar Jessica.

Amber menggaruk dahinya, melihat Jessica yang keras kepala.

“Aku tidak peduli” dingin Jessica.

“Lagipula aku melakukannya hanya ingin saja, bukan berarti kita saling jatuh cinta. Mengapa kau cepat sekali tersanjung” ejek Jessica yang membuat wajah Amber merah.

“Baiklah baiklah ayo kita lakukan Jessica Jung” ucap Amber.

Jessica tersenyum puas karena Amber menuruti kemauannya.

Matahari mulai terbenam, pemandangan sore hari di Namsan Tower sungguh terlihat indah, rambut Jessica terlihat indah dengan warna blondenya, sedangkan Amber terlihat berjalan untuk menghampiri Jessica di pinggir lock love. Kini Jessica dan Amber sedang menulis di gemboknya masing-masing dengan terbenamnya matahari.

“Selesai!” ucap Jessica, yang kemudian menatap Amber yang masih asik menulis.

Jessica terlihat mendekati Amber, penasaran dengan apa yang dia tulis “Aish! kau tidak boleh mengintip”

Jessica memasang wajah kesal “Lagipula aku pasti akan melihatnya”

“Baiklah ayo kita gembok” ajak Amber.

Jessica dan Amber mulai menggembok, Jessica memperhatikan tulisan di gembok Amber “Tersenyumlah karena aku menyukainya :)” tentu saja itu membuat Jessica tersenyum, dan Amber juga membaca tulisan Jessica “Terima kasih untuk ada bersamaku ^^”

“Selesai” ucap Amber.

“Simpanlah” Amber memberikan kunci itu pada Jessica.

“Aku tidak menyangka kau akan menulis seperti itu” goda Amber.

“Karena hanya kau yang saat ini aku kenal!” Kemudian Jessica berjalan meninggalkan Amber.

“Aish bahkan sifat mereka hampir sama” Amber menggelengkan kepalanya.

Setelah puas berjalan-jalan Jessica menelfon kembali supirnya, sambil menunggu Jessica dan Amber terlihat berjalan di bawah pohon-pohon rindang dengan lampu taman yang indah “Aneh, rasanya sangat aneh. Mengapa aku bisa menghabiskan waktu bersamamu? padahal aku hanya bertemu denganmu sekali, itu rasanya sangat aneh” ucap Jessica menatap lurus jalan.

“Itu karena pesonaku hahahaha” canda Amber.

Jessica menatap Amber “Apa kau tidak takut denganku?”

“Takut kenapa?”

“Kita baru saja kenal, bagaimana tiba-tiba aku membunuhmu atau menghipnotismu?”

Amber tertawa mendengar ucapan Jessica yang konyol “Hahaha, aku percaya kau tidak akan melakukan hal itu. Tapi jika kau ingin melakukannya, lakukan saja. Aku sudah lelah dengan hidup ini”

“Kau harus cerita jika memiliki masalah jika terus kau pendam, kau bisa gila Amber. Aku tahu kau menangis di dalam, kau hanya memasang senyum palsu” Amber menatap Jessica, terkejut dengan ucapan Jessica.

“Aku hanya lelah saja, aku terlalu banyak membuang waktu. Aku selalu meremehkan segala sesuatu, aku hanya mementingkan diriku saja hingga pada akhirnya aku menyesal” senyum pahit Amber.

“Kalau begitu kau harus berjanji pada dirimu untuk menjadi orang yang lebih baik” Kini Amber menghentikan langkahnya, menatap Jessica di bawah lampu taman.

“Aku mencoba, tapi aku tak diberi kesempatan. Aku menyerah… ini untuk pertama kalinya aku menyerah karena aku telah menyakiti hati seseorang”

Jessica memegang bahu Amber “Aku yakin suatu saat dia akan mengerti dan memaafkanmu, tersenyumlah karena aku menyukainya” ucap Jessica kepada Amber yang akhirnya membuat Amber tersenyum “Jadi kau menyukaiku?” goda Amber yang dibalas pukulan kecil oleh Jessica “Ah! sakit sekali”

“Tin tin” suara klakson mobil Jessica telah terdengar.

Supir Jessica membukakkan pintu “Masuklah” ucap Jessica.

“Bagaimana denganmu?” tanya Amber.

“Aku bisa naik taxi, apa kau pikir aku anak TK?”

“Tapi aku bisa….”

“Sudah naik saja!” paksa Jessica.

Sebelum naik mobil Amber menatap Jessica “Aku harap aku bisa bertemu denganmu lagi Jessica” senyum Amber yang kemudian masuk ke mobil Jessica menuju stasiun terdekat.

Jessica melihat mobilnya yang telah menjauh “Kita pasti akan bertemu lagi, Amber Liu”

 

Jessica POV

Jessica berjalan masuk menuju apartemen pribadinya yang baru beberapa minggu dia tunggu “Kau sudah pulang?”

Aku memeluk wanita yang aku cintai ini dengan erat serta memberi ciuman di pipinya “Darimana saja?” eomma menatapku khawatir.

“Aku keliling kota Seoul”

“Benarkah? dengan siapa”

“Rahasia” senyumku pada eomma.

“Aigoo aku pikir kau tidak akan lagi menyukai Seoul”

“Tadinya” ucapku singkat.

Aku bergegas bangun untuk membersihkan badanku “Sica”

“Ne eomma”

“Apa kau sudah membacanya?”

Aku menggelengkan kepalaku, aku belum sempat membaca dokumen yang diberikan tadi sore “Aku akan membacanya dikamar”

“Eomma harap kau dapat mempelajarinya dengan baik, saat ini saham mereka sedang naik tapi eomma dengar penanggung jawab dari projek mereka melepas tanggung jawab begitu saja. Aku harap kau mengerti Jung Sooyeon, aku harap kau tak lupa akan tujuan kita” aku mengangguk mendengar ucapan eomma.

“Aku permisi eomma” bungkukku.

Aku melepaskan jaket milik Amber dan menaruhnya di sofa, aku mengambil air putih dan menaruh amplop coklat itu di mejaku.

Aku menatap jalanan kota Seoul yang ramai “Aku tak menyangka aku akan kembali” senyumku. Jika mengingat kejadian dulu, sungguh aku tak ingin menginjak tanah ini.

Aku berjalan mengambil amplop coklat yang diberikan oleh salah satu orang kepercayaan eommaku disini. Aku membukanya dengan duduk di atas tempat tidur.

Aku membaca beberapa dokumen penting dari perusahaan ternama di Asia. Aku hanya bisa tersenyum saat melihat nama Jay Jung dan Jung Soojung “Bagaimana bisa?” senyumku.

Kini aku mengganti lembaran “Kim Taeyeon” aku tersenyum saat membaca namanya, sungguh aku tidak melupakannya.

Dan berganti lembaran lagi, kini lembaran ini berisi tentang mega projek yang dilakukan Jung Corpt baru-baru ini. Aku membaca detai setiap rinciannya dan…

“Benarkah??” betapa terkejutnya aku melihat ketua penanggung jawab dari mega projek ini.

“Amber Josephine Liu” aku mengedipkan mataku, wajahnya terbayang di benakku.

Tergores senyuman di bibirku “Sepertinya kita akan bertemu lagi”

 

Krystal POV

“Apa ini yang kau sebut makanan!!” kasar Krystal melempar piring ke lantai, semua pelayannya terlihat takut, Krystal segera bangun dari tempat duduknya.

Sudah dua hari ini Krystal terlihat berbeda, sifat dingin serta arogannya kembali ke dalam dirinya dan marah tanpa sebab yang jelas.

“Bagaimana ini? nona muda Jung benar-benar berubah” keluh salah satu pelayan.

Taeyeon menghembuskan nafasnya yang lelah akan tingkah Krystal “Sepertinya, nona muda Jung seperti itu karena Amber”

Taeyeon melirik pelayan yang berbicara tentang Amber “Sepertinya kau harus membujuk Amber kembali seketaris Kim”

“Aku rasa itu akan sulit, aku tidak bisa melacak keberadaan Amber. Aku mencoba datang kerumahnya tapi ibunya saja tidak tahu”

“Lalu apa yang harus kita lakukan? hari ini nona muda Jung sudah memecat 10 pelayan di rumah. Apakah kita harus melapor pada tuab besar?”

“Jangan, aku akan menangani hal ini” ucap Taeyeon.

 

“Dum!!” pintu di banting kuat oleh Krystal.

“Errghhh!!!” apa yang membuatku seperti ini! aku merasa kesal, aku merasa marah! aku merasa ingin berteriak!

Apa aku seperti ini karena…. karena Amber?

“Tidak! untuk apa aku memikirkan pembohong seperti dia!” tapi ntah mengapa pikiranku tak lepas darinya.

Dia yang berbuat salah tapi mengapa aku yang harus menerima hukuman! bahkan sahabat-sahabatku membel si pembual itu! dan shinee… mereka bahkan membenciku.

Apa aku sudah keteraluan? anio! aku melakukan hal yang benar, mereka tahu bahwa Amber telah membohongiku!

“Aaaagghhh!!! aku tidak peduli! aku tidak peduli akan dirinya”

 

Next day 07.10 AM

Aku membuka kamarku, mulai melangkah keluar dari kamar. Langkahku terhenti saat menatap pintu kamarnya. Pintu kamar yang biasanya selalu terbuka untukku “Ergh apa yang kau pikirkan Krystal Jung!” aku berjalan untuk makan pagi.

Hari-hari yang membosankan kembali terulang, hanya ada aku di meja makan besar ini Terasa sangat hampa, aku melirik ke tempat duduk kosong di kanannku. Kosong…..

Setelah ku rasa cukup, aku segera berangkat ke sekolah. Kini mobilku berhenti di lampu merah, mataku menatap jendela luar.

Terbesit bayangan dirinya “Yak Jung Soojung, semangat!!”

Tak ada lagi motor hitam dengan pengendaranya yang biasanya selalu menyemangatiku di pagi hari, tingkah konyolnya yang selalu menarik perhatianku.

Dan aku benci itu…

Aku benci mengingat senyumannya!

 

At Empire School

Aku berjalan masuk, setelah berita mengenai Amber sekolah menjadi begitu heboh. Beberapa orang menghina Amber sebagai pembohong besar, menghina Amber dengan seseorang yang tidak normal, begitu banya berita yang ku dengar semenjak kejadian itu. Bahkan Shinee terlihat syok mendengar berita tersebut.

“Krystal” aku menghentikan langkahku, melihat namja yang menghampiriku. Namja yang diberitakan menjadi kekasihku. tapi aku tidak tahu… apakah aku bisa menerimanya atau tidak.

Aku menatapnya, menatap namja yang begitu dibenci Amber dan namja ini berhasil menyingkirkan Amber dari hidupku. Aneh, rasanya terasa aneh dan mengganjal hatiku.

“Aku pikir aku akan menjemputmu”

Aku menggelengkan kepalaku “Tidak perlu” senyumku seadannya, semua orang menatap kami.

“Bagaimana bila pulang nanti kita menonton, jika kau mau”

“Baiklah” aku menerimanya, aku merasa bosan dan butuh sedikit hiburan. Aku harap aku bisa membuka hati untuk dirinya.

Hmmmm.. aku melihat Luna, vic dan Sulli yang melihatku. Mereka tak menegurku, selalu seperti itu bila aku berasam Kai semenjak adanya Amber. Aku tak tahu mengapa mereka membenci Kai, dulu tak seperti ini.

“Mau aku antar ke kelas?”

“Tidak perlu, aku pergi”

“Baiklah” aku pergi berjalan menuju kelas.

 

Semenjak kejadian Amber, kelas terasa sepi, Tak pernah ada keributan di dalam kelas maupun hukuman saat tertidur di dalam kelas.

Aku menulis acak di kertasku, menulis tulisan tak jelas. Biasanya aku selalu menulis pesan untuk Amber melalui kertas putih ini.

Ntah apa yang kupikirkan, aku selalu memikirkannya tapi aku membencinya!

“Krystal Jung”

“Ne?”

“Apa kau tidak memperhatikanku saat menjelaskan?”

“Ehmm aku sedikit pusing” bohongku.

“Kalau begitu keluarlah dan pergi ke ruang kesehatan” aku segera pergi dan keluar dari kelas.

Aku berjalan.. aku berjalan sendiri di koridor sekolah.

Aku tak merasa waspada, aku tak merasa takut, aku tak merasa dibuntuti tapi ntah mengapa aku menghentikan langkahku, membalikan badanku menatap belakang arahku.

Kosong…

“Aku tidak mengikutimu! mengapa kau cepat sekali tersanjung! aku hanya mengikuti arah angin berhembus!” 

Aku tersenyum, iya aku tersenyum. Mengingat tingkah konyolnya, sekarang aku tahu mengapa kau selalu mengikuti kemana saja. Karena kau di tugaskan untuk menjagaku, melindungiku untuk kepentinganmu.

“Hufffhhh” aku tak perlu sejauh ini memikirkan tentang dirinya.

Tapi aku juga merasa kesal dengan diriku yang tak bisa melupakannya! ada apa denganku!

“I hate myself”

 

08.47 PM at Cinema

Aku menunggu Kai yang sedang membelikan tiket “Ayo” ajaknya.

Aku duduk bersama Kai “Film apa yang kita tonton?” tanyakku.

“Film Insidious” lampu theater mulai padam.

Film mulai berjalan, beberapa menit kemudian orang-orang teriak karena seram. Tapi tidak untukku, teriakan mereka mengingatkanku pada si bodoh itu.

Aku sungguh tidak tahan dengan semua ini “Kai, apa kita bisa pergi?”

“Pergi? tapi…”

“Ku mohon” Kai menatapku.

“Baiklah” senyumnya.

 

“Krystal, apa kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa hanya saja aku merasa lelah”

“Baiklah, kalau begitu istirahatlah. Akan ku antar”

“Tidak perlu, supirku sudah menunggu. Selamat malam Kai” aku langsung pergi meninggalkan Kai.

 

Jung’s house

“Selamat datang nona muda Jung” seperti biasa aku menghiraukan mereka dan berjalan begitu saja.

“Nona muda Jung” aku menghentikan langkahku, menatap orang kepercayaan kakekku ini.

“Ada apa” tanyakku dingin.

“Besok hari akan ada rapat, aku harap nona muda Jung bisa datang ke rapat tersebut” aku menatapnya.

“Ya” aku langsung pergi meninggalkannya, aku tahu tanggung jawabku sebagai seorang CEO dan aku tidak akan membiarkan perusahaanku begitu saja.

 

Jung Corpt

“Kalau seperti ini terus maka perusahaan akan mengalami kerugian besar presdir” aku melihat laporan hasil mingguan yang turun.

“Bagaimana ini presdir?” aku menghela nafas, aku bahkan tidak bisa berfikir saat ini. Begitu banyak tekanan yang kudapat. Aku melihat projek Amber akan membuahkan hasil tapi bagaimanapun juga ini adalah alur pikirknya, aku tak bisa menerka-nerka rencananya.

“Sepertinya presdir kita tak  bisa menjawab, bagaimana nasib perusahaan kita?” semua orang jadi ribut. Aku benci hal ini! errghhh..

“Nona muda Jung, kau tidak apa?” tiba-tiba aku merasa pusing.

“Rapat kali ini kita tunda” ucap Kim Taeyeon segera.

 

“Nona muda Jung kau tidak apa?” aku mengangguk, berdiri dengan segelas airputih.

“Nona muda Jung, kau terlihat pucat”

“Aku tidak apa-apa” erghh sial! ada apa dengan kepalaku.

“Nona muda Jung” kenapa pandanganku menjadi gelap….

“Brukk!” Krystal terjatuh membuat Taeyeon menjadi panik.

“Cepat panggil dokter!!” panik Taeyeon yang langsung membawa Krystal ke ruang kesehatan kantor.

 

 

Errrghh pusing sekali… ku mencoba membuka mata hm…

“Nona muda Jung, kau sudah bangun?” aku melihat Taeyeon yang berdiri di sampingku, Taeyeon membantuku untuk bersandar dengan bantal.

“Aku rasa anemia nona muda Jung sedang kambuh, nona muda Jung harus banyak istirahat dan makanlah dengan banyak”

“Bisa kau tinggalkan aku” perintahku tanpa menatap matanya.

Taeyeon membungkuk untuk Krystal “Baik nona muda Jung, aku menaruh obat di mejamu. Aku permisi” Taeyeon meninggalkan kamar Krystal.

Krystal memejamkan matanya, tersenyum tipis.

Krystal membuka matanya, kakinya mulai turun dengan kaki telanjang. Kaki putihnya melangkah keluar kamar.

Krystal terlihat kurus, wajahnya masih pucat. Kakinya melangkah ke kamar yang tak jauh dari kamarnya.

“Krek” pintu mulai terbuka, kamarnya begitu gelap. Krystal menghidupkan lampu kamar yang sudah lama tak dia singgahi.

“Krek” Krystal menutup pintu kamar, kaki polosnya berjalan menuju tempat tidur yang biasa dia tiduri.

Tubuh Krystal mulai menyatu di dalam alas tidur lembutnya. Matanya mulai di pejamkan dengan memeluk bantal yang memiliki harum khas seseorang.

Seseorang yang meganggu pikirannya, seseorang yang membuat dirinya gelisah, seseorang yang membuat dirinya marah.

Krystal menutup erat matanya, berusaha menghilangkan ingatannya akan kenangan indah yang dia lalui dengan mencoba menghapusnya dengan rapih.

Krystal tersenyum, mengingat dirinya yang selalu memukul Amber dengan bantal, mengingat Amber yang selalu mengalah untuk tidur di sofa. Begitu spesialnya Krystal bagi Amber…

“Pabo….” lirih Krystal.

“Amber pabo….” senyum Krystal dengan memeluk erat bantalnnya.

 

Hari-hari telah berlalu, ujian akan segera tiba dan sudah seminggu ini Amber tak ikut dalam pelajaran.

“Krystal” aku menghentikan langkahku, menatap Henry yang berjalan ke arahku.

“Ya” jawabku singkat, ini adalah percakapan pertamaku dengan salah satu Shinee, semenjak kejadian itu mereka tak sama sekali berbicara padakku, tak seperti dulu.

Henry menghela nafas, menatap Krystal yang dulu dia puja “Mengapa kau tidak memberithau pada kami? mengapa kau tidak memberithau kami dengan semua apa yang terjadi?”

Krystal menatap Henry “Apa maksutmu”

Henry tersenyum tipis “Sebegitu bencikah kau terhadap Amber, hingga kau tak mau tahu tentangnya? aku tidak tahu apa yang Amber perbuat padamu hingga kau mempermalukan Amber di depan umum, tapi yang ku tahu Amber memiliki alasan dan dia adalah orang yang baik. Maaf telah membuang waktumu Krystal Jung” Henry pergi meninggalkan Krystal.

 

3 hari kemudian

Hari ini sangat melelahkan, aku baru saja pulang makan malam dengan Kai. Akhir-akhir ini aku menghabiskan waktu bersama Kai, aku tidak tahu status kami apa, aku hanya menjalaninya saja. Setidaknya aku tidak terlalu kesepian walaupun aku membohongi diirku sendiri.

“Aku melangkah menuju kamarku, aku selalu berhenti di depan kamarnya. Ntah mengapa aku berbuat seperti ini. Apa yang membuatku selalu memikirannya? aku membuka pintu kamarnya, ini sudah ketiga kalinya aku masuk ke dalam kamarnya. Aku pandangi seluruh kamarnya, tak ada yang berubah. Beberapa buku tersusun rapih, piano masih di tempat yang sama. Aku duduk di sofanya, sofa yang biasa dia tiduri.

Sungguh aku membenci diriku! aku benci diriku sendiri.

Ku buka mata ini, tak lagi ku lihat wajahnya. Tak lagi ku dengar suaranya. Aku membencinya tapi ada sesuatu rasa yang lebih besar daripada kebenciaan.

Apa yang harus aku lakukan?

 

Next Day 08.10 AM

“Nona muda Jung” aku terbangun di kamar Amber. Aku mengucek matakku, ini adalah hari minggu. Tidak biasanya pelayan membangunkan tidurku apalagi tidak mengetuk pintu atau seizinku.

“Yak! mengapa kau ada disini” marahku.

“Maaf nona muda Jung, tapi tuan besar sudah menunggu anda daritadi”

Tuan besar? aku langsung terkejut “Maksutmu kakek?!!”

“Ya nona muda” aku langsung segera keluar kamar, dan turun tangga. Aku tak sabar melihat kakek!!

“Kakek!!!” teriakku dari jauh.

“Ohhh cucungku tercantik!!” aku belari ke arahnya, dan memeluknya erat. Ya Tuhan aku benar-benar merindukan kakek!

Aku menatapnya, wajah kakek tidak berubah hanya saja lebih kurus “Mengapa kakek lama sekali! apa kakek tidak tahu aku begitu menderita!”

“Haha maafkan kakek Soojung, kasus ini benar-benar menghabiskan waktu kakek”

“Apa kakek akan pergi lagi?”

“Ehmm untuk saat ini kakek akan bersamamu”

Kakek menjelaskan semua permasalahnya, untuk saat ini kakek sedang dalam proses pengadilan dan itu benar-benar menyita waktunya tapi aku bersyukur kakek baik-baik saja dan aku menetap di Seoul.

“Aku dengar Amber tak ada disini, benarkah itu?”

Aku diam beberapa saat, aku tidak tahu apa yang harus kukatakan “Apa kau bertengkar dengannya?”

 

Author POV

“Kakek seharusnya tidak perlu khawatir akan diriku, aku bisa menjaga diriku” ucapku tanpa menatap kakek.

“Hmmmm jadi kau sudah mengetahuinya”

“Aku tidak suka itu, aku tidak suka kebohongan dan aku akan baik-baik saja”

Kakek Jung menatap Krystal “Jangan salahkan dirinya, salahkan saja kakek. Amber adalah anak yang baik, aku yang memintanya untuk menjagamu”

“Tapi apakah harus seperti itu?? ini benar-benar sudah kelewat batas” marah Krystal.

Kakek Jung menatap tajam cucung kesayangannya itu “Mengapa reaksimu berlebihan seperti itu? seharusnya kau akan baik-baik saja sekalipun Amber membohongimu, sekalipun dia hanya suruhanku. Apa kau menyukai Amber?”

“Kakek bicara apa?”

Kakek Jung tersenyum “Kakek memilih Amber karena dia adalah anak dari sahabat kakek sekaligus salah satu pendiri dari Jung Corpt. Josh Liu adalah salah satu pendiri dari perusahaan ini, dia membantu banyak. Mendengar berita keluarganya jatuh miskin sangat membuatku terpukul, terlebih lagi Amber selalu dipukuli oleh penagih hutang, melindungi keluarganya dengan sekuat tenaga. Dia benar-benar anak yang penuh dengan perjuangan dan kemudian perusahaan kita dalam bahaya, seseorang mengincarku dan kamu Soojung. Amber adalah satu-satunya yang dapat ku percaya. Pada dasarnya Amber tak mau, tapi aku terus membujuknya hingga dia menandatangani kontrak selama 1 tahun untuk menjagmu. Aku yakin yang dilakukan Amber selama ini adalah untuk keluarganya, untuk ibu dan adiknya. Tidak semata mempermainkan perasaanmu”

Krystal hanya diam “Setahun?” ulang Krystal menangkap kata-kata kakeknya.

“Ya, aku rasa setahun cukup untuk menyelesaikan masalah ini”

“Lalu apa yang terjadi bila setahun itu tiba?” tatap Krystal serius.

“Kubiarkan Amber di sisimu untuk menjagamu, kubiarkan Amber di sisimu karena aku tahu Amber bisa melewati semua masalah ini. Aku dengar perusahaan kita naik karena ide jeniusnya, itu luar biasa bagi remaja muda seperti dia, tapi terlalu bahaya karena ada seseorang yang ingin menjatuhkanku dan kau Soojung. Itu sebabnya aku membiarkan Amber mengambil alih perusahaan agar bisa melindungimu, banyak orang yang ingin menjatuhkanmu Soojung, banyak orang yang ingin menyingkirkanmu, aku tidak mungkin menyerahkan perusahaan begitu saja dengan keadaan seperti ini, saat ini situasi begitu mengerikan. Banyak orang yang telah mengkhianati kita dan bila pelaku nya tertangkap maka kau akan menjadi CEO tetap”

Krystal tersenyum tipis “Apakah kakek sedang memanfaatkannya? kalau begitu apakah Amber dalam bahaya juga?”

Jay Jung meminum segelas wine “Aku lakukan untukkmu”

Krystal bangun dari duduknya “Kakek hanya lakukan untuk perusahaan. Aku permisi”

“Jung Soojung” Krystal menghiraukan Jay Jung dan beranjak ke kamarnya.

Krystal duduk terdiam di atas tempat tidurnya, mencerna kembali ucapan Jay Jung “Aku bisa gila”

 

 di tempat lain 

“Aku dengar Jay Jung sudah kembali ke Seoul”

“Ya Kang Ji Hoon” wanita bernama Kang Ji Hoon itu tersenyum dengan minuman di tangannya.

“Ini akan menarik, aku tak sabar melihatnya dalam TV”

“Aku rasa hakim akan kembali melakukan sidang minggu depan, untuk saat ini Jay Jung tidak bisa pergi ke perusahaan ataupun melakukan bisnis yang lainnya. Saat ini hanya Krystal Jung Soojung yang memiliki semua hak kuasa Jung Corpt” ucap pria yang tak dikenal itu.

Kang Ji Hoon tersenyum tipis, menatap jendela apartemen mewahnya “Krystal Jung Soojung” ulangnya.

“Aku tak sabar untuk melihat wajahnya” senyum wanita itu.

 

3 hari kemudian di tempat lain

“Apa kau sudah berhenti sekolah?” ucap Eric terhadap Amber yang sedang berbaring di rumput.

“Sepertinya begitu, aku tidak ingin kembali lagi Seoul”

Eric sedikit terkejut dengan jawaban Amber “Kenapa begitu? apa kau tidak merindukan kekasihmu Krystal Jung?”

Amber tersenyum kecil “Ntahlah, saat ini aku tidak ingin memikirkan hal itu? lagipula dia bukan kekasihku Eric”

“Tapi aku yakin Krystal akan memafaakanmu” tambah Ailee

Amber menatap Ailee dengan tatapan aneh “Tidak mungkin, kau tidak lihat tatapannya”

“Lalu bagaimana teman-temanmu yang berada di Seoul?” tanya Eric.

Amber menghela nafas, Amber tak tahu apa yang shinee pikirkan tentang terungkap dirinya “Aku rasa mereka tak ingin berteman dengan ku lagi” keluh Amber menatap sungai Han

“Jadi kau tidak ingin bertemu kami lagi??” kelima namja itu berdiri di belakang Amber. menatap wajah Amber yang begitu terkejut.

“Ka-kalian” gugup Amber.

“Yak! eksprsi apa itu, kau kira kami hantu!”  canda Jonghyun.

“Dasar bodoh, jika kau ingin meninggalkan kami setidaknya kau izin pada kami! jika kami mengizinkan kau pergi, kau boleh pergi tapi kami tidak akan mengizinkan kau pergi dari kami!” ucap Henry.

“Karena kau adalah bagian dari kami” tambah Onew.

“Kemari kau bodoh!” Minho berlari kecil mengejar Amber.

“Yak! yak apa ini!” seketika shinee memeluk Amber.

“Aaaaghhh aku merindukanmu nona tampan hahahah” seketika semua tertawa sedangkan Amber masih di peluk oleh Shinee.

“Pantas saja kau tidak ingin satu kamar mandi bersama kami! hahahaha” goda Taemin.

“Ak ak ak lepaskan aku Henry!” Henry mengapit kepala Amber di lengannya “Tidak! kau tidak boleh meninggalkan kami!” seketika semua tertawa, melihat mereka bahagia satu sama lain. Melepas kerinduan bersama orang terkasih dapat mengubur rasa sedih Amber yang selama ini dia rasakan.

 

Di balik kebahagiaan Amber dengan para sahabatnya, tanpa sadar seseorang yeoja menatapnya dari kejauhan. Matanya tak lepas dari tawa Amber, matanya menatap jauh sosok yang sudah lama tak dia jumpai.

Matanya tak terpejam, terus menatap Amber seakan waktu benar-benar membunuh waktunya dalam beberapa minggu ini. Melihatnya tertawa, membuat yeoja itu mengulang lagi ingatannya sama bersama Amber yang tengah tertawa lepas.

“Nona muda Jung, apa kita pergi sekarang?”

Krystal memejamkan matanya untuk beberapa saat, menghela panjang nafasnya dengan sekali lagi menatap Amber “Jalan” perintah singkat Krystal.

 

10.42 Amber’s home 

“Ayo kita minum sepuasnya!!” Shinee, Eric dan Ailee menaikan gelas untuk minum bersama di kedai Amber.

“Jangan minum terlalu banyak! kalian masih dibawah umur!” larang ibu Amber.

“Tenang saja bibi, kami hanya minum sedikit saja” senyum Taemin.

“Terima kasih bibi atas makanan dan minumannya” senyum Ailee.

“Aish lagipula kenapa kau tidak pulang? apa kau lupa kau wanita”

“Apa bibi juga lupa amber adalah wanita, aku yakin Amber akan menjagaku!” ucap Ailee yang merangkul lengan Amber.

“Baiklah, ayo kita bersenang-senang!” girang Henry dengan mengangkat gelas.

Kedai malam ini bergitu ramai dengan suara dan tawa sahabat-sahabat Amber. Amber begitu senang melihat sahabatnya dapat berkumpul. Untung saja Eric dan Ailee cepat bersahabat dengan Shinee sehingga tak ada rasa canggung satu sama lain.

Dan lebih bersyukurnya lagi dengan ketulusan persahabatan yang diberikan Shinee pada Amber tanpa melihat Gender.

Henry menatap sahabat sebangkunya itu, menatap Amber yang terkadang melamun.

“Apa kau akan kembali ke Seoul? apa kau tahu sebentar lagi kita akan ada ujian kelulusan!” celetuk Henry.

“Benar! selama seminggu lebih ini kami menutupi absen dan tugasmu!” Jonghyun yang meletakan gelasnya.

“Aish apa yang kalian bicarakan” tatap Amber.

“Tentu saja kami bicarakan tentang dirimu bodoh! apa kau tidak ingin lulus sekolah, dan mengulang?” tambah Onew.

“Tidak tahu, aku disini saja”

Shinee menghela nafas dengan menggelengkan kepala mereka.

“Yak! apa yang kau pikirkan! bagaimanapun masa depanmu begitu penting, lagipula kau hanya mengikuti ujian. Hargai lah teman-temanmu yang sudah menyemangati dirimu yang bodoh ini, Amber Liu!” marah Ailee yang membuat mereka diam.

Tentu saja saat Ailee marah terlihat seram “Aish mengapa jadi marah-marah!” kesal Amber.

“Aku tidak mau, malam ini kau harus kembali ke Seoul!” paksa Ailee.

Amber menatap nanar Ailee “Kau sudah tahu bukan, aku tidak bisa kembali ke Seoul. Aku tidak bisa melanjutkan semua ini. Aku tidak akan kembali ke sana” Amber pergi meninggalkan mejanya.

Mereka melihat Amber yang meninggalkan meja “Mengapa begitu rumit sekali? apa masalahnya begitu besar hingga dia tidak ingin kembali ke Seoul?” ucap Jonghyun. Eric dan Ailee hanya saling tatap, saat ini hanya Ailee dan Eric yang tahu tentang masalah Amber.

 

Next day Jung’s house

Krystal berjalan menuju meja makan, menyapa kakeknya dengan sebuah pelukan “Selamat pagi kakek” senyum Krystal yang masih memeluk kakeknya.

“Pagi cucungku tercantik” balas Jay Jung.

Krystal mengambil duduk di samping kakeknya dengan mengambil beberapa roti dan segelas susu “Aku dengar sebentar lagi kau akan ujian”

Krystal mengangguk “Ya” jawabnya singkat.

“Belajarlah dengan benar Soojung, kau adalah calon pewaris” ucap Jay Jung dengan membaca koran.

Jay Jung menatap Krystal “Apa Amber belum kembali?”

“Aku tidak tahu”

“Amber harus mengikuti ujian kelulusan, kalau tidak dia tidak bisa memimpin perusahaan dan aku juga berhutang budi pada ayahnya” ucap Jay Jung santai.

Krystal menatap kakeknya, ntah mengapa sifat kakeknya menjadi berubah. Seperti mementingkan dirinya sendiri “Kakek”

“Ya Jung Soojung”

“Apa kakek menyayangiku?” tanya Krystal.

“Aigooo kau ini bicara apa? kakek akan melakukan apa saja untukkmu, kau tahu itu kan” tatap Jay Jung kepada cucung kesayangannya.

Jay Jung melihat jam tangannya “Pergilah, kau bisa terlambat”

Krystal bangun dari tempat duduknya dan pergi.

Jay Jung menghela nafasnya “Kim Taeyeon”

“Ya tuan besar”

“Perketat pengawalan cucungku, jika ada sesuatu yang terjadi pada dirinya. Nyawa kalian yang menjadi taruhannya dan juga, cari Amber dan bujuk dia untuk kembali”

Taeyeon membungkukan badannya “Akan saya laksanakan”

 

Amber’s house 17.50 PM

Amber menggaruk-garuk kepalanya, melihat rumahnya yang berantakan karena Shinee, Ailee dan Eric “YAK! apa kalian tidak punya rumah hah?! kalian sudah 1 hari 1 malam di rumahku! rumahku sudah kecil, ditambah lagi dengan adanya kalian bahkan saat ini aku sangat suli bernafas karena kalian” kesal Amber yang tidak diperdulikan mereka.

“Setidaknya kedaimu semakin ramai karena kami” Senyum bangga Henry.

“Kami tidak akan pergi dan tetap disini hingga kau kembali ke Seoul” ucap Taemin yang berbaring di tempat duduk.

“Sudah kubilang aku tidak akan kembali ke Seoul! mengapa kalian keras kepala sekali!”

Jonghyun menatap Amber dengan menaruh majalah yang dia baca “Apa kau tidak ingin kembali karena Krystal?”

Amber menatap Jonghyun “Apa?”

“Benar bukan? kau pengecut, seharusnya kau berani menghadapi masalahmu. Bukan berlari seperti ini” Jonghyun berdiri dari duduknya.

“Kau tidak tahu apa-apa Jonghyun”

“Aku tidak tahu apa-apa tentang dirimu sekarang ini tapi setidaknya selesaikan apa yang harus kau selesaikan Amber” serius Jonghyun.

“Aku tidak akan kembali! apa kalian dengar itu” geram Amber.

“Kau harus kembali Amber Josephine Liu”

Suara tersebut terdengar oleh mereka semua,semua menatap sosok yang datang dengan beberapa bodyguard dengan berpakaian rapih.

“Taeyeon?” Amber menaikan alisnya, bingung melihat Taeyon yang berada di depan matanya.

“Kau harus kembali ke Seoul Amber”

Amber tersenyum tipis “Tidak”

“Kemas barang-barangmu sekarang, karena Jay Jung menunggumu di rumah”

Amber membulatkan matanya “Jay Jung?”

“Apa? kau terkejut, dia sudah kembali”

“Jay Jung?” ucap Onew.

“Dia kakek Krystal, bukan?” tanya Minho.

“Cepat kemasi barangmu” perintah Ailee yang menatap Amber “Kau bisa, kau punya aku, eric dan Shinee dan ingat keluargamu. Kau sudah berjalan terlalu jauh, lakukan apa yang perlu kau selesaikan” Ailee memegang bahu Amber. Amber menatap Shinee yang kini menjadi bagian dari hidupnya, Amber menatap eommanya yang sedang melayani pembeli, Amber menatap seisi rumahnya yang jauh lebih baik.

Henry tersenyum “Kau siap?”

 

11.20 PM Jung’s House

Mobil mewah berwarna hitam itu kini berhenti di depan pintu utama masuk Jung’s house.

Amber menarik nafasnya, menatap rumah yang beberapa minggu ini tak dia singgahi. Seperti biasa, para pelayan memberi salam pada Amber.

Amber menghentikan langkahnya, menatap tangga yang menuju kamar tidurnya “Amber, istirahatlah” senyum Taeyeon yang meninggalkan Amber.

Amber menarik tasnya menuju lantai atas.

Setapak demi setapak Amber pijak.

Amber mematung.

Wajah yang tak lama dia lihat, kini berada di depan matanya.

Amber menatapnya..

Mencium aroma tubuhnya yang tak berubah.

Warna rambutnya masih hitam.

Tatapannya masih dingin seperti pertama kali bertemu.

Tapi rasa ini tak sekuat dulu, jantungnya tak berdebar kencang seperti dulu, rasa kecewa masih bersarang di hati Amber pada.

Krystal Jung.

 

Yeoja yang berawajah dingin itu berdiri di depan pintu kamarnya, menatap yeoja tampan yang tak berubah sama sekali.

Yeoja yang selama ini membuatnya marah.

Yeoja yang selama ini membuatnya tak karuan.

Yeoja yang selama ini membuatnya terus menyalahkan dirinya.

Amber Liu….

 

Amber memutuskan pandangannya dengan Krystal, Amber masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Krystal menatap Amber yang masuk ke dalam kamarnya.

 

Pagi menjelang, matahari besinar indah. Pagi ini sarapan begitu banyak, dan pria tua sudah duduk di kursi meja makan dengan korannya.

Amber membungkuk di depan Jay Jung “Ohhh Josh!” sapanya karena Amber mirip sekali dengan Josh Liu.

Amber hanya tersenyum “Duduklah” perintahnya yang langsung di turuti Amber.

“Sudah lama sekali” ucap Jay Jung.

“Oh dimana cucungku, Taeyeon?”

Tak lama kemudian Krystal turun dengan wajah datarnya “Apa cucungku tidak ingin memberikan kakek tuanya ini sebuah pelukan?”

Mendengar hal itu Krystal memeluk kakeknya dan duduk bersama Jay Jung dan Amber.

“Sarapanlah yang banyak” lalu mereka semua memulai makan paginya.

“Amber, aku harap kau bisa belajar dengan giat karena kau sudah banya tertinggal”

“Maafkan aku” ucap Amber.

“Tidak apa, yang penting kau sudah ada disini” senyum Jay Jung.

“Kakek, sepertinya aku sudah kenyang. Aku berangkat lebih dulu” Krystal bangun dari duduknya.

“Soojung”

“Ya?”

“Berangkatlah bersama Amber” lirik Jay Jung.

“Apa?” kaget Amber.

“Aku bisa berangkat sendiri tuan Jay…”

“Cepat bangun dari tempat dudukmu”

“Tapi kakek…”

“Tidak ada penolakan” ucap Jay Jung.

Mendengar hal itu Krystal berjalan lebih dulu, sedangkan Amber berjalan di belakangnya,

Pelayan membukakan pintu Krystal dan Amber.

Kini mereka satu mobil, tak ada percakapan di dalam mobil. Dua-duanya hanya menatap jendela.

 

Empire School

Krystal dan Amber berjalan terpisah.

Amber berjalan lebih dulu, sedangkan Krystal berjalan di belakang Amber dengan jarak cukup jauh.

Krystal melihat semua orang sedang berbisik menatap Amber, Amber hanya menundukkan kepalanya. Rasa percaya diri Amber tidak sebesar dulu.

Krystal hanya menatap “Bukankah itu Amber?” Krystal melihat Luna yang tiba-tiba datang.

“Ya”

“Akhirnya dia kembali!” girang Luna.

“Amber!!!” Shinee berteriak ke arah Amber, membuat Amber sedikit terkejut.

Shinee memeluk Amber dan menggandeng tangan Amber “Kajja kita jalan bersama!” Amber tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.

“Nanti kita main basket! sudah lama kita tak bermain basket” ujar Shinee yang ramai.

 

 

Amber menjadi bahan pembicaraan semua siswa, kini Amber tengah menikmati makan siangnya di kantin bersama teman-temannya.

Semua orang menatap Amber, pesona serta karismanya masih memikat banyak orang. Masih ada bisikan pujian, masih ada bisikan kagum dan masih ada bisikan betapa tampannya seorang Amber Liu.

“Ahh sayangnya dia wanita, mengapa Amber bisa setampan itu?” murid 1

“Benar, tapi tetap saja dia tampan! aku bahkan sulit untuk berpaling darinya! pantas saja Krystal Jung terpesona padanya, tidak akan ada yang menyangka bahwa dia adalah yeoja” murid 2.

“Jujur saja, Krystal lebih cocok bersama Amber daripada Kai” murid 3.

“Meskipun Amber adalah wanita tapi tetap saja aku menyukainya dan ingin memilikinya!” murid 4.

Satu kantin membicarakan tentang Amber yang sedang makan di meja biasanya.

“Apa kalian dengar? semua orang sedang membicarakan Amber, aku pikir mereka akan menyela tapi mereka tetap memuji Amber” ucap Sulli.

“Aku pikir juga begitu, mungkin karena dia terlalu tampan. Terlebih lagi gaya rambutnya yang baru. Membuatnya terlihat segar” tatap nakal Vic.

“Kalian ini bicara apa” dingin Krystal yang langsung berhenti makan.

“Membicarakan tunanganmu” tunjuk Luna dengan sendok.

“Dia bukan tunanganku!”

“Tetap saja” lanjut Luna makan.

Tidak lama kemudian Krystal bangun dari duduknya “Mau kemana?” tanya Sulli yang melihat Krystal berdiri.

“Menemui Kai” jawabnya.

“Selalus saja” keluh Vic.

“Aku pergi” singkat Krystal, Krystal tahu bahwa sahabat-sahabatnya tak menyukai Kai.

Krystal berjalan menuju taman sekolah belakang untuk menemui Kai “Oh kau datang” senyum Kai.

Krystal tersenyum “Apa kau sudah makan?” tanya Krystal yang duduk di samping Kai.

“Aku sudah, oh iya aku dengar wanita aneh itu mulai sekolah lagi disini. Mengapa bisa dia di izinkan untuk sekolah disini” ungkap Kai dengan kesal.

“Biarkan saja”

Kai menatap Krystal “Apa dia masih satu rumah denganmu?” tanya Kai.

“Ehm sepertinya begitu” singkat Krystal yang melirik-lirik sekitarnya.

Kai menatap aneh Krystal “Ada apa? apa kau mencari sesuatu?”

“Ah tidak ada Kai”

“Bagaimana kalau pulang nanti kita menonton?”

“Sepertinya tidak bisa, malam ini aku akan makan malam dengan kakek” senyum Krystal.

“Kakekmu sudah pulang dari US?”

Krystal hanya mengangguk.

 

07.15 PM Jung’s House

Malam ini seluruh pelayan terlihat sibuk, terutama pelayan dalam urusan masak-memasak. Perintah Jay Jung membuat mereka terlihat sibuk karena pria paruh baya tersebut ingin makan malam special dengan Krystal serta Amber.

Tatanan meja makan dibuat begitu mewah dengan berbagai macam makanan, mungkin terlihat berlebihan mengingat hanya mereka bertiga yang berada di meja makan seperti itu.

Langkah kaki mulai terdengar, suara hentakan sepatu membuat pelayan memberikan hormat pada Amber yang lebih dulu datang ke meja makan.

“Selamat malam tuan muda” sapa pelayan.

“Selamat malam” senyum Amber yang membuat hampir semua pelayan wanita terpesona.

Tidak lama kemudian Jay Jung datang “Wah kau selalu tepat waktu Liu” senyum Jay. Amber segera bangun dari duduknya dan membungkuk kepada Jay Jung.

“Haha duduklah” perintah Jay Jung.

Jay Jung menatap kursi yang masih kosong, kursi yang biasanya Krystal duduki “Benar-benar seperti tuan putri, panggilkan Soojung” perintah Jay yang langsung di kerjakan.

Tak lama Krystal datang, tentu dengan wajah dinginnya yang hanya memberikan senyuman kepada kakeknya tercinta, setelah itu dia akan kembali menjadi dingin.

“Sudah lama aku tidak merasakan makan malam seperti ini” senyum Jay Jung.

“Selama ini aku hanya makan malam sendiri, sangat menyedihkan untuk pria tua sepertiku haha” Krystal dan Amber hanya diam dan tersenyum.

“Mari makan” senyum Jay yang mulai makan”

“Selamat makan” ucap Krystal dan Amber yang mulai mengambil makanan mereka.

“Makanlah yang banyak, tubuhmu begitu kurus Amber” ucap Jay.

Krystal melirik kakeknya yang terlihat baik pada Amber “Amber, aku ingin kau berkonsentrasi untuk mengguluti dunia perusahaan, karena kau memiliki bakat yang luar biasa” saran Jay.

“Aku ku pertimbangkan” senyum Amber.

“Sayang sekali jika talent mu itu tak kau gunakan dengan baik, apalagi kau menaiki angkat pendapatan. Aku harap kau dapat melanjutkan projekmu”

Amber mengangguk “Baik, tuan Jay” senyum Amber.

Krystal melirik ke arah Amber, hanya sebentar “Lalu, kapan kakek akan kembali ke perusahaan?” tanya Krystal.

“Saat ini tak bisa, kau tahu bukan kasus kakek masih di usut oleh pengadilan” Krystal mengangguk.

“Bagaimana kalau kita jangan membicarakan hal ini, bagaimana kalau kita bicara tentang kalian” ucap Jay Jung menatap Krystal dan Amber.

“Mwo?”

“Kenapa kau kabur dari sekolahanmu Amber? apa kau tidak tahu Krystal mengkhawatirkanmu” goda Jay Jung.

“Kakek!” sangkal Krystal.

“Haha dasar anak muda, jika kalian memiliki masalah pecahkanlah dengan kepala dingin” saran Jay Jung.

Mereka bertiga berbicara secara acak, mulai dari sekolah, perusahaan, bahkan hal-hal lucu lainnya yang membuat Krystal sedikit tersenyum “Hahahaha” tawa Jay lucu mendengar lelucon Amber, sedangkan krystal menahan tawannya.

 

“Selamat malam” seketika Jay, Krystal dan Amber berhenti tertawa. Kini mereka fokus kepada suara seorang yeoja yang begitu lembut. Suara yang asing bagi mereka bertiga, hingga menarik perhatian mata mereka untuk melihat siapa sosok tersebut.

Seorang yeoja berparas cantik tengah berdiri dengan anggun. Kulitnya putih, rambutnya blonde, bibirnya tersenyum dengan mata yang indah.

Jessica-Jung-2-600x400.jpg

Yeoja cantik itu membungkukkan badannya sebagai tanda hormatnya “Lama tidak bertemu,…..”

“Kakek” senyum yeoja itu dengan hangat.

Jay Jung terlihat begitu syok, tak ada lagi tawa serta senyuman di wajahnya saat melihat yeoja yang memanggilnya kakek tersebut.

Tak kalah dengan Jay Jung, Krystal terlihat terkejut dengan kedatangan yeoja yang sudah begitu lama tak dia lihat.

Sedangkan Amber mengerutkan alisnya, tak menyangka bahwa dirinya akan bertemu lagi “Jessica?” ucap Amber yang menarik perhatian Krystal.

Krystal menautkan alisnya, merasa heran mengapa Amber mengenal Jessica.

“Apa aku menggangu kakek?” tanya Jessica.

Jay tersenyum “Ohh tidak, tentu saja tidak. Makanlah bersama kami”

Jessica berjalan mendekati meja makan dengan langkah yang elegan “Lama tak bertemu Krystal Jung. Kau tumbuh dengan cantik”

“Kau juga Jessica unnie” senyum Krystal.

Dan kini Jessica menatap yeoja tampan yang tak berhenti menatap dirinya sedari tadi “Sudah kubilang kita akan bertemu lagi Amber” senyum Jessica yang membuat Amber tersenyum “Daebak!” ucap Amber.

Jessica duduk di samping Amber, mata Krystal diam-diam menatap mereka.

Meja makan terasa canggung “Bagaimana keadaanmu Sooyeon?” tanya Jay Jung terlihat serius.

“Aku baik-baik saja kakek, aku merasa senang bisa melihat kakek kembali” senyum Jessica.

Amber merasakan suasana yang berbeda ketika Jessica datang “Ada apa dengan mereka?” dalam hati Amber.

 

Makan malam sudah selesai, Jessica terlihat duduk di taman belakang kediaman Jung. Melihat Jessica yang sendiri membuat Amber ingin menemaninya.

Amber duduk di samping Jessica dengan menatapnya “Wae? mengapa kau menatapku seperti itu hah?”

Amber menghela nafas “Mengapa kau tidak bilang bahwa kau cucung dari tuan Jay Jung!” kesal Amber.

Jessica tak menatap Amber “Aku juga tak pernah berfikir bahwa kau adalah tunangan dari Krystal”

“Jadii wanita yang selama ini kau tangisi adalah Krystal?” goda Jessica.

“Aish! tidak, tentu saja tidak! aku hanya ada masalah dan aku tidak menangis!”

“Baiklah-baiklah” angguk Jessica.

Di sisi lain, Krystal menatap Jessica dengan Amber yang saling becanda satu sama lain. Krystal terlihat begitu serius menatap mereka dari lantai atas.

“Sejak kapan mereka dekat?” ucap Krystal dengan menatap Jessica dan Amber.

 

“Nona Jessica”

“Oh nde”

“Nona Jessica di tunggu tuan besar Jay Jung di ruangannya” sopan pelayan.

Jessica tersenyum “Baik” Jessica segera berdiri dari duduknya.

“Mau ku antar?” tawar Amber “Rumah ini terlalu besar” tambah Amber.

“Tidak perlu. Selamat malam Amber” Jessica meninggalkan Amber yang sendiri.

 

Jay Jung’s room

Jessica melangkah masuk ke dalam ruangan kerja Jay Jung “Selamat malam kakek” bungkuk Jessica memberi salam.

Jay Jung tersenyum di kursinya dengan memegang sebuah cerutu “Duduklah, apa kau ingin minum sesuatu Sooyeon?”

Jessica menggelengkan kepalanya “Tidak perlu”

Jay Jung melangkah mendekati Jessica sembari menghisap cerutu yang di pegangnnya “Bagaiamana kabarmu?”

“Aku baik-baik saja, aku menjalani hidup dengan baik”

Jay Jung mengangguk “Aku dengar kau saat ini sedang menjalani bisnis fashion?”

“Benar, aku adalah CEO dari Blanc and Eclare. Aku sudah membuka beberapa cabang di Asia dan Amerika” senyum Jessica.

Jay Jung mengangguk “Aku sangat bangga mendengarnya, kau bisa menjadi anak yang sukses seperti ini”

“Tentu, aku berkerja dengan keras kakek”

Jay Jung bangun dari duduknya, mengambil gelas yang berisi wine “Ehmm lalu, apa kehadiranmu disini untuk berbisnis?”

Jessica menatap Jay Jung, tatapannya merasa heran “Apa, apa kakek merasa tidak senang akan kehadiranku?”

“Pertanyaan apa itu, tentu saja aku senang! kau adalah cucungku. Namaku masih melekat di namamu”

“Hanya sebuah nama” lirih Jessica.

“Lalu bagaimana kabar kakek selama ini?”

“Ehmmm aku baik-baik saja, semua berjalan dengan lancar”

“Aku senang mendengar kakek baik-baik saja” senyum hangat Jessica.

“Lalu kapan kau akan kembali ke San Francisco?”

Jessica terdiam mendengarnya “Aku belum tahu, aku rasa aku akan cukup lama tinggal disini. Lagipula sudah 10 tahun lebih aku tidak disini, aku merindukan Seoul”

“Lalu saat ini kau tinggal dimana?”

“Aku tinggal di apartemen bersama eomma”

Jay Jung mengangguk “Baiklah”

“Apa kakek masih membenci eomma?” Jessica menghela nafasnya.

Jay Jung menatap Jessica dalam “Ehmm pulanglah ini sudah malam” Jay Jung membelakangi Jessica dengan menatap luar jendela ruangannya.

Jessica bangun dari duduknya, menatap punggung kakeknya “Selamat malam kakek” sopan Jessica yang meninggalkan ruangan.

Jessica berjalan keluar ruangan, banyak hal yang dia pikirkan saat ini. Hatinya bercampur aduk antara sedih dan bahagia.

“Sudah selesai bicaranya?” Jessica sedikit terkejut ketika Amber menyapanya.

Jessica menatap Amber yang datang mendekatinya “Kau mau pulang?” tanya Amber.

“Ya, ini sudah malam” balas Jessica.

“Mau ku antar?” tawar Amber.

“Tidak perlu, lagipula kau harus sekolah bukan” ejek Jessica.

“Aish apa salahnya jika aku sekolah besok? kau menganggapku anak kecil, ingat kita hanya beda 3 tahun”

“Tetap saja kau anak kecil” Jessica dan Amber berhenti di pintu utama rumah, supir Jessica membukakkan pintu untuk Jessica.

“Apa kau akan kesini lagi?”

“Apa kau mengarapkan itu?”

“Aish, aku hanya bertanya. Sudah pulanglah. Ahjussi! tolong bawa mobil pelan-pelan” seyum Amber.

“Dasar” lirik Jessica yang meninggalkan Amber.

“Hati-hati dijalan orang asing” senyum Amber dengan melambaikan tangannya.

Mobil Jessica sudah tak terlihat lagi, Amber mulai masuk ke dalam rumah “Ah!! kau mengagetkanku!” Amber memegang dadanya, dirinya terkejut melihat Tayeon yang berdiri persis di belakang Amber.

“Yak! ada apa denganmu?”

Taeyeon menatap Amber “Bagaimana bisa kau akrab dengan Sica?”

“Tentu saja bisa!” bangga Amber.

“Sica bukanlah seseorang yang mudah berteman pada orang lain, sangat sulit untuk bicara padanya jika bukan orang yang dia kenal” ucap Taeyeon.

Amber menyipitkan matanya kepada Taeyeon “Kau mengenal Jessica? aku rasanya kau mengenalnya”

Taeyeon menatap lurus Amber “Lebih dari yang kau pikirkan” kemudian Taeyeon pergi meninggalkan Amber.

“Aish Taetae apa maksutmu! jelaskan semuanya padaku”

Taeyeon mengacuhkannya dan pergi ke ruangannya “Aish! ada apa dengannya”

 

Next Day Empire School

Jam pelajaran masih berjalan, murid-murid terlihat serius belajar untuk menghadapi ujian akhir sekolah yang 2 bulan lagi akan segera di laksanakan.

Semua terlihat konsentrasi kecuali… tentu saja kecuali Amber yang asik menyoret-nyoret bukunya.

“Benar-benar membosankan” ucap Amber.

“Lebih baik aku kabur saja seperti dulu daripada harus di kelas yang membosankan ini”

“Huffhh menyebalkan, aku saja tidak mengerti apa yang guru itu jelaskan? anio, aku bahkan tidak mengerti dari peratama kali aku masuk sekolah mengenai pelajaran-pelajaran” celotoh Amber ternyata terdengar oleh Krystal yang alhasil membuat Krystal menjadi terganggu dan kesal karena suara Amber.

“Dan aku….” belum selesai Amber bicara tiba-tiba Krystal membanting pena nya di mejad sehingga membuat seluruh perhatian satu kelas termasuk guru. Wajah Krystal terlihat kesal, bahkan Amber merasa bingung dengan apa yang terjadi pada Krystal”

“Krystal Jung, apa ada masalah?” tanya guru.

Krystal menghela nafasnya “Aku tidak bisa berfikir karena manusia bodoh dibelakangku ini tidak bisa diam pak guru”

Mendengar hal itu Amber terkejut “Yak! kau ini bicara apa, aku bahkan hanya diam”

Krystal geram. Kini dia bangun dari duduknya dan menatap Amber dengan dingin. Krystal tak memperdulikan seisi kelas karena Krystal merasa kesal dengan Amber.

Krystal menunjuk Amber “Kau llama bodoh! kau tidak bisa diam! suaramu begitu menggangguku, jika kau tidak ingin sekolah lebih baik berhenti saja! jangan pernah membuat suara yang bising!” geram Krystal

Tak mau kalah dengan Krystal, Amber bangun dari duduknya “Aish dasar penyihir! apa kau tidak lihat tidak ada yang merasa terganggu! mengapa kau berlebihan sekali hah!”

Krystal memajukan langkahnya, menujuk Amber dengan pena nya “Yak kau! aku ku rebus lidahmu agar kau tidak bisa bicara lagi!” kesal Krystal.

“Lakukan saja jika kau bisa!” Amber menjulurkan lidahnya. Suasana semakin panas, bahkan kelas menjad ribut karena pertengkaran Krystal dan Amber yang kembali terulang.

Merasa kesal, Krystal bersiap memukul Amber “Yak yak yak hentikan!” dengan cepat Luna memegang tangam Krystal yang di ikuti oleh Vic dan Sulli.

“Ayo sini pukul aku! dasar penyihir” ejek Amber yang semakin membuat Krystal panas.

“Lepaskan aku, akan kubunuh llama bodoh itu!”

“Soojung tenanglah!”

Henry hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat aksi konyol sahabatnya itu.

“KRYSTAL AMBER! KELUAR DARI KELAS!” marah guru yang akhirnya bisa melerai Krystal dan Amber.

Tak cukup keluar dari kelas, Krystal dan Amber di beri hukuman untuk membersihkan aula sekolah.

Krystal terlihat melipat tangannya di dada, tak ingin tangannya menyentuh kain pel dan ember air.

Sedangkan Amber mulai membersihkan lantai, melihat Krystal yang tak kunjung berkerja membuat Amber menjadi sedikit kesal “Kerjakan hukumanmu”

Krystal menatap Amber sini “Hukumanku? haha” Krystal tertawa sinis.

“Bukankah ini semua gara-gara dirimu!” pekik Krystal.

“Kau saja yang merasa heboh” sangkal Amber.

Krystal menatap Amber dingin “Aku sungguh tak ingin bertemu denganmu lagi, mengapa kau harus datang lagi!”

Amber menaruh kain pelnya dan menatap Krystal yang dia pikir kata-katanya begitu menyakitkan diirnya “Kau pikir aku senang hah? Jika bukan kakekmu, aku tidak akan pernah kembali!” lanjut Amber membersihkan lantai tanpa memperdulikan Krystal.

 

Tak terasa bel pulang sekolah berdering, semua murid keluar kelas dengan cepat. Amber terlihat lelah dengan hukuman yang diberikan plus hukuman Krystal yang di tanggungnya “Kau benar-benar terlihat kacau” tatap Henry.

“Kau pikir saja aku membersihkan satu aula besar, SEN-DI-RI!” sindir Amber.

Amber mulai keluar dari kelas bersama sahabat-sahabatnya “Ada apa? mengapa begitu ramai?” heran Onew yang tiba-tiba melihat kerumunan orang-orang.

“Apa sekolah kita kedatangan artis?” heran Minho.

Sedangkan Amber tidak terlalu mempermasalahkannya karena dirinya terlalu lelah “Hiraukan saja, ayo kita pulang” ajak Amber.

Ketika mereka berjalan beberapa murid sedang berbisik-bisik “Bukankah dia pemilik Black and Eclare?” murid 1.

“Waaah cantik sekali, terlihat mempesona!” murid 2.

“Sepertinya ada kedatang wanita cantik” seru Henry yang semangat.

“Ayo kita lihat!!” Amber hanya menghela nafas.

Saat berjalan menuju luar sekolah, langkahnya terhenti. Mata Amber membesar ketika melihat yeoja yang di bicarakan murid-murid ternyata adalah yeoja yang dia kenal.

“Annyeong!” sapanya, sapanya kepada Amber, yang membuat semua orang menatap Amber. C3-6zQHUcAA1U0E.jpg

Penampakan Jessica di depan sekolah Amber hehe

“Jessica” senyum Amber.

Shinee menatap Amber “Kau mengenalnya?” tanya Taemin yang tak dijawab Amber. Amber berjalan mendekati Jessica.

Amber tersenyum “Aish untuk apa kau kesini?”

“Memangnya tidak boleh?” Jessica menaikan alisnya sebelah.

Tak lama kemudian Krystal dan sahabat-sahabatnya keluar “Ohh Krystal” sapa Jessica dengan melambaikan tangan.

Krystal terkejut dengan kedatangan Jessica di sekolah “Oh bukankah dia Jessica? pemilik Blanc and Eclare??” ucap Sulli.

Tak lama kemudian Kai datang dengan merangkul Krystal “Ada apa?” tanya Kai.

“Tidak ada” jawab singkat Krystal.

Melihat Kai yang merangkul Krystal, membuat Amber menatap keduanya hanya sebentar.

“Krystal, apa kau tidak keberatan jika Amber pulang bersamaku?” tanya Jessica kepada Krystal.

“Tentu saja unnie” senyum Krystal.

“Kajja” ajak Jessica yang kemudian di susul Amber di belakangnya.

“Unnie?” tanya Luna.

Krystal hanya diam menatap Jessica dan Amber.

“Naiklah” Amber menatap mobil Jessica dengan tatapan kagum “Waah aku tak menyangka wanita imut sepertimu memiliki selera mobil yang luar biasa” puji Amber.

DEnw5p4VYAEjhl1.jpg

Jessica’s car

“Tunggu sampai kau melihatku membawanya” senyum tipis Jessica.

“Vrrroooommm Vroooooommm” mobil Jessica melaju meninggalkan halaman sekolah Empire.

Krystal hanya diam, memandang mobil Jessica yang mulai meninggalkan sekolah “Aku tidak tahu jika Amber kenal dengan Jessica” saut Vic.

“Aku tidak peduli” dingin Krystal yang bergegas masuk ke dalam mobil.

 

“Vrrooommm Vrooommm” mobil Jessica melaju cepat di jalanan Seoul “Mau kemana kita?” tanya Amber yang melihat Jessica menyetir.

“Aku lapar, kau harus menemaniku makan malam”

“Ingin makan dimana?”

“Ntahlah, menurutmu? aku sudah lama tidak mencicipi makanan Korea”

Amber menatap nanar Jessica “Aigooo, kau ini seperti dari planet luar saja!” Jessica tersneyum mendengar ucapan Amber.

Tak lama kemudian mobil Jessica berhenti di restoran daerah Gangnam-gu “Selamat datang” sapa pegawai restoran.

Amber mengikuti langkah Jessica untuk ,mengambil tempat duduk, Jessica dan Amber mulai memesan makanan “Wah makanmu banyak juga” tatap Amber.

“Aku lapar” singkat Jessica.

Tak lama kemudian makanan datang, Amber tersenyum melihat Jessica yang makan dengan lahap “Makanlah pelan-pelan, tidak ada yang akan mengambil makananmu”

“Apakah pria tadi kekasih Krystal?” tanya Jessica sambil mengunyah.

Amber sedikit terkejut mendengarnya “Mwo?? ahh, sepertinya begitu. Aku dengar mereka sudah menjalin hubungan” ucap Amber yang memegang sumpit.

“Benarkah? lalu kau membiarkannya?” kini Jessica menatap Amber.

“Apa maksutmu?”

Jessica menaruh sendoknya, dan menatap serius Amber yang duduk di depannya “Bukankah Krystal masih tunanganmu, dan kau membiarkan Krystal bersama pria lain”

Amber tersenyum tipis “Tunangan? hufffhhh, itu hanya status, selebihnya kami tidak lebih dan aku juga tidak peduli lagi padanya” santai Amber yang mulai mengunyah makanannya.

“Benarkah? aku pikir kau jatuh cinta dengan Krystal”

“Uhuk Uhuk” 

Jessica tersenyum “Tuh kan benar”

“Kau ini bicara apa?”

“Rasanya tidak mungkin jika seseorang tak menyukai seorang Krystal Jung, sekalipun seorang yeoja”

Amber memberishkan mulutnya yang kotor “Dengar, Krystal memang di puja banyak orang tapi… tapi aku tidak menyukainya! aku sudah lelah padanya! dan dia itu penyihir kejam”

Jessica mengangguk “Baiklah-baiklah, aku percaya padamu”

Setelah selesai makan Jessica dan Amber bergegas pergi, kali ini mobil mereka melaju di pinggiran sungai Han.

Amber membawa minuman hangat untuk Jessica yang sedang duduk di pinggir sungai “Minumlah” ucap Amber.

“Waaahh aku sudah lama tidak kesini” tatap Jessica melihat indahnya sungai Han di malam hari.

“Aku juga sudah lama tidak kesini bila pada malam hari” senyum Amber.

Amber menatap Jessica “Mengapa kau harus meninggalkan Seoul? mengapa kau harus pindah ke San Francisco jika kau begitu menyukai tempat ini” tatap Amber dengan memgang boba nya.

Jessica mulai meminum teh hangatnya, sedikit menghembuskan nafasnya “Ntahlah, aku tidak tahu mengapa aku harus pergi, seharusnya aku tetap disini. Mempertahankan semuanya, mungkin karena dulu aku terlalu lemah”

Amber tak mengerti maksut dari kata-kata Jessica “Apa ada seseorang yang memaksamu untuk pergi?”

Mendengar hal itu, wajah Jessica terlihat murung “Ntah” jawabnya singkat.

“Aish mengapa tuan Jay Jung membiarkanmu pergi begitu saja! sedangkan kau juga cucungnya” protes Amber.

Jessica tersenyum menghadap Amber “Mengapa kau yang kesal”

“Aku merasa itu tidak adil, kau memiliki rumah di Seoul tapi mengapa kau harus pindah ke San Francisco. Bukankah, itu tidak adil.” protes Amber.

“Sudahlah, tak usah kau pikirkan. Itu sangat rumit” ucap Jessica dengan meminum kembali teh hangatnya.

“Apa kau dekat dengan kakek?” tanya Jessica.

“Ehmm tidak juga, aku dekat dengannya bila ada sesuatu yang ingin dibicarakan, selebihnya tidak, tapi aku rasa tuan Jay Jung adalah pribadi yang baik, dia begitu baik pada semua orang”

Jessica tersenyum tipis “Begitukah”

“Oh mengapa kau tidak tinggal saja di rumah tuan Jay Jung? aku rasa dia akan senang jika semua cucungnya berkumpul”

“Ehmm tidak tahu, aku tidak memikirkan tentang hal itu” Amber mengangguk mendengar penjelasan Jessica.

“Aku dengar bahwa saat ini kau yang memimpin Jung’s corpt, benarkah itu?” tanya Jessica.

Amber terlihat berfikir sejenak “Ehmm sebenarnya bukan aku yang memimpin, aku hanya sebagai tangan kanan saja. Saat ini perusahaan di pimpin oleh Krystal, semua perintah tergantung dari dirinya. Aku hanya membantu dan mejalankannya saja” jelas Amber.

“Lalu apakah Krystal berada tetap di kantor?”

“Tidak, sangat jarang sekali melihat Krystal di perusahaan. Sebenarnya aku juga jarang ke perusahaan karena kau tahu bukan, aku dan Krystal masih sekolah” ucap Amber dengan meminum boba nya.

“Tapi ya begitulah, perusahaan tetap tanggung jawab kami. Di tambah lagi masalah yang menyeret tuan Jay Jung”

Jessica mengangguk “Banyak sekali bebanmu haha” Jessica menepuk pundak Amber.

“Tapi aku senang menjalaninya, ya walaupun sangat menyita pikiranku, waktuku dan kesabaranku mengadapi penyihir itu”

“Penyihir?” heran Jessica.

“Hahaha iya, penyihir. Penyihir yang bersikap semuanya dan manja sikapnya”

“Tapi kau menyayangingnya, bukan?” goda Jessica.

“Kau ini bicara apa, aku melakukan semua ini karena tuan Jay Jung” jujur Amber.

“Karena kakek? jadi kau benar-benar tak menyukai Krystal?”

Amber mengangguk, Jessica semakin bingung “Lalu, mengapa kau mau bertunangan dengan Krystal dan mengurus semua perusahaan?” tanya Jessica heran.

“Ceritanya panjang, lagipula ini semua tak akan lama lagi” senyum lebar Amber.

“Setelah ini selesai, aku akan hidup dengan damai bersama eomma dan adikku” Jessica memilih diam, matanya menatap Amber yang tengah tersenyum.

“Wae? mengapa kau menatapku seperti itu?” Amber mengedipkan matanya.

“Tidak ada, oh… apakah orang rumah tak mencarimu?”

Amber meminum bobannya, dan menaruh di bangku sampingnya “Tidak ada, kau tidak perlu khawatir. Mereka tak memperdulikanku” senyum Amber.

“Bagaimanapun juga ini sudah malam, ayo kita pulang” ajak Jessica.

“Sekarang?” wajah melas Amber.

“Ayo cepat bangun!” tatap Jessica.

Amber bangun dari duduknya, Jessica dan Amber berjalan menuju arah mobil.

 

09.17 PM Jung’s House.

Mobil Jessica mulai masuk perkarangan rumah milik Jung. Jessica menghentikan mobilnya  depan pintu utama, beberapa pelayan siap menyambut Amber.

“Apa kau tidak ingin mampir?” tawar Amber.

“Ini sudah malam, eommaku akan khawatir jika aku pulang malam”

“Seharusnya aku yang mengantarmu, lain kali biar aku saja yang membawa mobil”

Jessica menyipitkan matannya “Ehmm jadi kau ingin mengajakku jalan?”

“Hahaha mungkin, selamat malam Sica”

“Malam Amber” balas Jessica.

Amber berdiri di samping mobil Jessica dengan melambaikan tangan padanya.

Amber tak merasa bahwa ada yang mengawasinya dari kejauhan. Matanya menatap tajam dengan menyilangkan tangannya di dada.

Di lain tempat, seseorang yang memakai jas hitam sedang menatap Amber yang terlihat begitu akrab dengan Jessica. Matanya seperti iri bisa bercengkrma dengan yeoja yang dulu pernah dekat dengannya.

 

Next Day Empire School 

“Selamat siang” sapa guru.

“Hari ini aku akan mengumumkan hal penting bagi kalian, seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebelum ujian berlangsung kita akan mengadakan kemping tahunan!” seketika murid menjadi sorak-sorak.

“Kemping tahunan?” bingung Amber.

“Ini akan menjadi hal yang menyenangkan” ucap Henry pada Amber dengan menepuk bahunya.

“Hei-hei tenang! pengumuman selanjutnya akan ada di pengumuman mading sekolah. Hari ini pendaftaran akan dibuka, pendaftaran di buka selama 3 hari dan satu kelas masing-masing memiliki ketua kelompok satu orang “Aku siap!!” dengan cepat Henry menaikan tangannya “Ahh selalu saja dia” keluh Luna. Sudah tiga tahun Henry menjadi ketua kemping tahunan dan dia terlihat senang menjadi ketua.

“Baiklah Henry, kau bisa datang ke kantor guru. Catat murid-murid yang akan ikut serta bikin kelompok pria dan wanita” perintah guru.

“Apa kau akan ikut lagi?” tanya Luna pada Krystal yang terlihat biasa saja. Tahun kemarin Krystal ikut kemping.

“Ntahlah” singkat Krystal dengan memangku tangannya.

“Driing driingg” Amber membuka ponselnya, setelah membaca pesan Amber merapihkan tasnya.

Amber menatap Amber dengan tatapan yang membosankan “Tugas negara lagi?” Amber hanya mengangguk.

“Lain kali aku tidak ingin punya teman sebangku seperti dirimu” cibir Henry.

“Haha maaf snopy, aku pergi” Amber segera pergi dari kelas, Krystal sedikit meliriknya.

 

Jung’s corpt. 

Amber kembali ke Jung corpt, projek yang sempat terhenti kini di lanjutkan kembali olehnya. Beberapa kendala dia temukan di perusahaan, membuat Amber sedikit pusing akan tugasnya “Aku heran mengapa Jay Jung sajangnim membebankanmu pada tugas seperti ini” tatap pria tua itu.

Amber sedikit terkejut dengan kedatangan pria tersebut yang tak bukan adalah ayah dari Kai “Oh tuan Kim” Amber membungkukkan badannya.

“Apa kau sudah mempersiapkan peresmian gedung baru kita?” tanya Kim.

“Sudah”

“Aku harap dia bisa datang untuk peresmian 3 minggu lagi, bagaimanapun juga saat ini dia adalah seorang CEO, bukan dia memiliki tanggung jawab penuh akan hal ini. Aku harap aku bisa mempercayai CEO kita yang sekarang

Amber menatap tajam Kim, kata-katanya sedikit membuat dirinya kesal “Apa baru saja dia meremehkan Krystal?”

“Tentu Krystal jangnim akan datang”

Kim mengangguk “Aku dengar malam ini Krystal sajangnim akan makan malam bersama anakku, apakah benar? mengapa kau membiarkan pasanganmu makan bersama pria lain? ah aku lupa jika kau adalah wanita tampan. Aku sempat terkecoh denganmu”

Amber terdiam, dengan segera Amber merapihkan beberapa filenya “Aku permisi” Amber membungkuk sopan.

 

08.10 PM

Amber terlihat menyetir mobilnya menuju rumah, Amber menolak tawaran sahabat-sahabatnya untuk bermain basket tapi saat ini Amber sedang tidak mood. Ntah mengapa Amber terlihat begitu banyak melamun.

“Ciiitttt” Amber menghentikan mobilnya, memejamkan matanya dengan sedikit memijat keningnya “Ada apa ini? haish!”

“Mengapa tiba-tiba aku merasa ingin marah, apakah ini semua karena ucapan Kim bo Kyung tadi?”

“Drriingg drriiinggg” ponsel Amber berdering, jujur saja saat ini dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun tapi ntah kenapa deringan telfon itu membuatnya merubah pikiran.

Amber mengambil ponselnya, menatap heran layar ponselnya “Nomor siapa ini?” bingungnya.

“Hallo” ucap Amber.

“Mengapa lama sekali mengangkat telfonku hah!” Amber mengerutkan dahinya, mencerna suara yang tak asing baginya.

“Jessica?!!”

“Wae? suaramu terdengar bahagia”

“Bagaimana kau tahu nomorku?” tanya Amber.

“Apa yang tak bisa ku ketahui, kau dimana?”

“Aku berada di pinggir jalan”

“Temani aku makan”

“Begitu tiba-tiba?” tanya Amber.

“Jemput aku di apartemen, 5 menit lagi kau harus sudah tiba! tuuuttttt tutttt

Amber menatap ponselnya berkali-kali “Aish wanita ini! mengapa semua wanita sama saja! dan.. apa dia sudah gila menyuruhku datang selama 5 menit! aish”

Dengan cepat Amber mengemudikan mobilnya menuju apartemen Jessica.

 

Amber dengan cepat menggas mobilnya memasuki lobi Apartemen dan Jessica sudah menunggu “Yak! kau ini nenek atau siput? mengapa kau lama sekali” geram Jessica.

“Aish yang benar saja! jaraknya sangat jauh dari tempat tinggalmu” protes Amber.

“Cepat aku lapar!” Amber menghela nafas mendengar perintah Jessica.

“Kita mau makan dimana” tanya Amber yang dari tadi memutar-mutar jalan.

“Terserah” Amber menatap kesal Jessica “Jawaban apa itu”

Amber melihat kanan dan kiri, saat ini mereka berada di daerah Gangnam “Ehm bagaimana kalau kita makan steak saja?”

“Ide bagus”

Tak lama kemudian Amber menemukan restoran yang cukup.

Jessica dan Amber turun dari mobil, Amber memaka jaketnya “Kajja” ajak Amber.

“Wah ramai sekali, sepertinya makanan disini sangat enak” ucap Jessica melihat sekitar.

“Apakah ada tempat kosong?” Amber juga melihat sekitar.

Saat menatap sekitar, mata Amber tertuju pada seseorang.

“Dup” hati Amber sedikit sakit. Tangannya sedikit berkeringat, suara keramaian tak lagi terdengar di telingannya, banyaknya orang tak lagi terlihat di matanya.

Amber diam mematung, matanya tak berkedip. Melihat senyum di wajahnya membuat Amber tersayat, melihat dirinya begitu nyaman dengan orang lain selain dirinya.

“Untuk apa aku seperti ini? aku tak peduli padamu lagi Krystal Jung” hati Amber.

“Amber!” Amber menatap pelan Jessica, Jessica menatap Amber dengan tatapan heran. Mata Amber yang ceria berganti dengan kesedihan, dan itu dapat dirasakan Jessica.

“Ada apa denganmu?” lembut Jessica.

“Bisa… bisa kita mencari restoran lain?” senyum paksa Amber.

Melihat Amber yang tiba-tiba sedih membuat Jessica melihat ke arah yang membuat Amber mematung dalam beberapa saat.

Jessica tersenyum tipis “Krystal?”

“Oh dan Kai..”

“Kajja” Jessica menahan lengan Amber dengan kuat dan menariknya.

“Jessica! apa yang kau lakukan!” Jessica terus berjalan.

“Jessica, apa kau sudah gila!” Jessica tak memperdulikan ucapan Amber.

Hingga akhirnya Jessica dan Amber menghentikan langkahnya di samping meja Krystal dengan Kai.

“Annyeonghaseyo” sapa Jessica dengan memegang lengan Amber. Amber tak menatap Krystal maupun Kai yang menatap mereka berdua.

Krystal menatap tangan Jessica yang melingkar di lengan Amber “Maaf aku menggangu kalian, aku lihat tidak ada kursi kosong lagi disini. Bolehkah aku dan Amber bergabung bersama kalian” senyum ramah Jessica.

Wajah Krystal terlihat dingin “Tentu saja” senang Kai.

“Kau tidak keberatan kan Krystal?” tanya Jessica.

Krystal tersenyum kecil “Tidak…”

“Tidak sama sekali”

 

…………………………………………………………………………………………………………………..

Akhirnya update jugaaaa hahahaha…

Maaf kalau author suka update lama karena bingung mau nulis apa hehe soalnya author spontan saja nulisnya, gak pake coret-coretan dan itu sebabnya juga author suka bingung atau lupa sama jalan cerita author sendiri, dan males kalau mau baca dari awal  hahahaa. Itu kelemahan author dan sulit untuk memperbaikinya hahaha.

Masih bingung tujuan Jessica balik ke Seoul dan perasaan antara Krystal dan Amber yang masih memanas semuanya akan di jawab di chap berikutnya. Sebenarnya mau sekalian dengan chap ini tapi terlalu kelamaan hahahaha.

Doakan author mendapatkan ide yang cemerlang.

Chap selanjutnya bakal panjang juga (bakal lama) hahaha becanda, scepat mungkin author jelaskan as fast as i can hehe

Maaf kalau masih ada typo atau kata-kata yang gak nyambung, dan terima kasih atas semua kritik dan saran yang membangun author dan menyemangati author dalam menulis ff someday yang terbilang rumit, jujur aja bingung mau dibawa kemana endingnya hahaha. Mau sad kah atau happy kah? tapi jujur aja author lebih suka sad ending hahaha

Salam K R Y B E R  S H I P P E R ^^

Someday 15

Diam, menutupi rasa gelisahku.

Aku hanya menatapnya dengan rasa gelisah, matanya masih sendu, tak dapat kulihat wajahnya.

Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu tersenyum lagi?

Aku mendekatinya yang tengah duduk di tepi sungai Han, aku duduk di sampingnya dengan angin yang berhembus menghantam tubuhku.

Aku menoleh ke arahnya, apa yang harus ku perbuat “Princess”

“Maafkan aku” ucapku tulus.

Krystal tak menatapkku, wajahnya cantiknya masih menunduk. Aku bisa mendengar nafasnya yang terisak “Aku tidak ingin kehilangan kakek”

“Kau tidak akan kehilangannya” aku sudah menjelaskan semuanya pada Krystal bahwa tuan Jay terlibat skandal korupsi, yang akhirnya membuat Krystal menangis hingga membuat diriku merasa gila karena tak ingin melihatnya seperti ini.

“Soojung” aku memegang bahunya.

“Aku tidak akan membiarkan ini terjadi, kau tahu bukan tuan Jay telah dijebak oleh seseorang. Aku akan berusaha untuk semua ini”

Saat ini tuan Jay sedang mendapat panggilan dari kepolisian California untuk segera kembali ke Seoul, dalam kasus korupsi yang melibatkan dirinya. Aku dan Taeyeon berusaha untuk memecahkan kasus ini dan meyakinkan bahwa tuan Jay tak bersalah.

“Aku tidak ingin kehilangan kakek, kakek adalah satu-satunya keluarga yang aku punya. Tidak apa aku kehilangan semuanya asal kakek tetap ada untukku. Aku tidak ingin sendiri” tangis Krystal sungguh membuatku kehilangan akal sehat, tak tahan melihatnya menangis, ku dekatkan tubuhhku padanya dengan ku dekap erat tubuhnya, mengelus bahunya membiarkan dia menangis di dadakku. Tangisnnya semakin kuat, ku dekap lagi tubuhnya hingga aku bisa mencium jelas wangi rambutnya.

“Aku berjanji akan membuat semuanya akan kembali baik-baik saja dan juga… dan juga aku tidak akan membiarkanmu sendiri. Aku akan ada untukkmu Soojung” pelukku padanya.

 

 

Waktu menujukkan pukul 4.24 PM, aku membawakkan Krystal makanan karena aku tahu dia belum makan. Aku berjalan cepat untuk kembali ke pinggir sungai Han karena Krystal masih ingin disana.

Aku menatapnya dari jauh, sejujurnya aku merasa sedih karena kejadian ini tapi aku tidak boleh sedih, aku harus terlihat tersenyum “Princess” teriakku dari jauh dengan membawa makanannya untukknya.

Aku kembali duduk disampingnya dengan membuka makanan Seolleongtang serta nasi panas, sedikit ku tiup agar tidak terlalu panas saat di mulut.

“Hufff huffff huffff”

“Makanlah” ku berikan satu suapan padanya tapi Krystal tak memperdulikankku, aku tahu kejadian ini sangat memukullnya tapi bagaimanapun juga Krystal tak boleh terus-terusan seperti ini.

“Princess makanlah, ini daging soup kesukaanmu. Apa kau tidak mau?” Krystal tetap diam tak mengatakan apapun.

“Huffftt, apa kau benar-benar tidak akan makan daging ini? aku dengar sup daging ini paling terkenal! apa kau tahu aku sangat susah mendapatkannya? kau cium aromanya, aigoooo…”

Krystal hanya diam, tapi aku tidak putus asa “Ayolah makan sedikit saja”

“Pergilah”

Aku menghela nafas “Kau ini bicara apa, ayo makan”

“Aku bilang pergi!” Krystal menepis tanganku hingga nasi serta soup menjadi jatuh.

Ku menghela nafas, memandang wajahnya “Aku tahu kau sedang sedih tapi kau tidak boleh seperti ini, apa kau mau jatuh sakit?”

“Aku tidak peduli! pergilah”

“Huffh baiklah kalau itu maumu” aku berdiri, kaki ini berjalan meninggalkan Krystal.

Dia benar-benar keras kepala, aku benar-benar trauma saat Krystal jatuh pingsan karena penyakit anemia yang di deritanya dan aku tidak ingin itu terulang kembali. Tapi saat ini dia benar-benar ingin sendiri, saat ini pasti pikirannya benar-benar kacau. Aku yakin Krystal begitu takut, kau tahu bukan keluarga Jung selalu menjadi sorotan media dan sekarang aku yakin saat ini akan ada banyak orang yang mencela Krystal, apalagi Krystal hidup dengan kemewahaan yang dia punya. Aku juga yakin Krystal tidak akan tahan dengan omongan serta tatapan orang-orang padanya.

Ku hentikan langkah ini, sedikit berfikir sejenak tentang tuan Jay Jung saat pertama kali meminta padaku untuk bertunangan pada krystal, apakah ini waktunya?

Waktu dimana tuan Jay mengatakan bahwa ada seseorang yang menginginkan nya jatuh dan merebut perusahaanya bahkan membayahayakan nyawa Krystal?

Kalau seperti itu, ada seseorang yang sengaja melakukannya, tapi siapa?

“Jadi kau benar-benar meninggalkanku?”

Suaranya membangunkanku dari lamunan “Soojung?” aku terkejut saat melihatnya yang berdiri di belakangku. Kali ini aku bisa melihat wajahnya jelas walaupun masih ada raut kesedihan.

Aku tersenyum padanya dengan mendekati dirinya di sore hari sungai Han “Anio, aku tidak meninggalkanmu, aku hanya memberikanmu waktu untuk sendiri”

“Sama saja”

“Aku tidak akan meninggalkanmu” ucapku dengan memegang kedua pundaknya.

“Bagaimana kalau kita makan sekarang?” ucapku yang di balas anggukkan padanya, kami duduk di tepi sungai Han dan membuka kembali sup daging yang mulai dingin.

“Haish sudah tidak panas lagi, tunggu sebentar aku akan membeli yang baru” Krystal memegang tanganku yang membuatku terkejut, matanya mengisyaratkan bahwa untuk tetap bersamanya.

“Duduk”

“Baiklah, tapi ini sudah tidak panas lagi” dan kemudian Krystal mengambil kotak makan yang kubeli tadi.

Krystal menatap sup daging di tangannya “Aku akan menghabiskannya bila kau disampingku” tatapnya padaku.

“Baiklah”

Krystal mulai menyantap sup dagingnnya, aku merasa senang saat Krystal mulai mengunyah makanannya.

“Buka mulutmu”

“Mwo?”

Aku melihat sendok di tangan Krystal yang mengarah kepadaku “Aku bilang buka mulutmu llama”

“Aaaaaa” ku buka mulut ini dan Krystal menyuapkan makanannya padaku.

Rasanya begitu…… ah sudahlah

“Aku tahu kau belum makan juga, jadi mari kita makan bersama” ucap Krystal tanpa melihat ke arahku. Haha tapi itu lucu, Krystal terlihat malu-malu.

“Wae? kenapa kau menatapku seperti itu” tatapnya dingin.

“Tidak ada” geleng-geleng kepalaku.

Aku dan Krystal menghabiskan makanan bersama dengan menikmati sunset di sungai Han hingga waktu menujukkan pukul 6.43 PM

“Ayo kita pulang”

“Aku tidak mau”

“Kenapa tidak? kita….”

“Aku tidak mau pulang Amber!” aku hanya diam, menatapnya…

“Baiklah, kau ingin kemana?” tanyaku padanya.

“Ntah”

“Kalau begitu kita masuk mobil dulu karena cuaca sangat dingin” ucapku yang disetujui Krystal.

Aku mulai menyalakan mesin mobil dan meninggalkan sungai Han. Kami sudah 1 jam berjalan-jalan tanpa tujuan hingga aku rasa Krystal mulai terasa lelah.

Haruskah aku membawanya ke rumah? aku mengambil ponselku dan mengirimkan pesan kepada eomma.

“Soojung”

“Hmm”

“Kau benar-benar tidak ingin pulang?” tanyaku padanya dengan menghentikan mobil.

“Ya” jawabnnya singkat.

“Hmm kalau begitu, kau akan mengikuti kemana saja?”

“Ya” singkatnya lagi.

“Sekarang sudah malam, kita cari tempat istirahat bagaimana?” tanyakku,

“Ya” huffft wanita ini benar-benar, aku kembali menyalakan mobil.

 

08.16 PM

“Sampai” aku membuka sabuk pengamanku dengan melihat ke arah Krystal yang wajahnya terlihat bingung.

“Dimana ini?” tanyanya melihat sekitar.

“Nanti juga kau tahu” ucapku dengan turun dari mobil, dan seperti biasanya aku membukakkan pintu untuk Krystal sang ice princess hehe.

“Ayo masuk”

“Tapi aku sudah kenyang”

Aku sedikit tertawa, aku tahu Krystal melihat kedai makanan yang sekaligus rumahkku.

“Kita tidak akan makan, sudah ayo masuk saja” ajakku padanya.

“Eommaa”

“Eomma?” aku mendengar suaranya yang mengulang kalimatku.

“Aigoooo kau sudah datang!” aku melihat eommaku yang keluar dari dapur, eomma langsung memelukku dengan erat, aku sangat merindukannya.

“Kau banyak sekali berubah! aaaghh” eomma mengacak-acak rambutkku.

“Dan eomma terlihat makin cantik” godakku.

“Aish bisa saja kau anak nakal hahaha”

Dan seketika eomma ku berhenti tertawa dan matanya berpaling ke arah Krystal, Krystal terlihat sedikit cangungg dan langsung membungkuk serta memperkenalkan dirinya kepada eommaku dengan senyum di wajahnya, eomma langsung menghampiri Krystal dengan tatapan tak percaya.

“Woaah kau cantik sekali” Krystal tersenyum canggung.

“Jadi yeoja cantik ini adalah tunanganmu? aigoooo aku mimpi apa bisa mendapatkan calon mantu sepertimu” seketika pipi Krystal memerah begitu saja dan juga dengan diriku.

“Aish eomma, hentikan” ucapku.

“Bagaimana bisa anak nakal sepertimu mendapatkan gadis seperti ini? kau harus banyak bersyukur dan sering-seringlah ke gereja untuk berterima kasih pada Tuhan” Krystal sedikit tersenyum mendengar ucapan eommaku.

“Krystal kau ingin makan apa? eomma akan menyiapkannya untukkmu!” girang eomma Amber.

“Soojung sudah kenyang, dia hanya butuh istirahat” ucapku.

“Baiklah, kalau begitu aku akan siapkan kamar dengan segera!” senang eomma Amber.

Aku mengajak Krystal untuk masuk ke ruang tamu kami yang begitu kecil, Krystal terlihat melihat kesana kemari “Maaf kalau rumahku membuatmu tak nyaman”

“Anio, aku menyukainya” ucap Krystal melihat beberapa foto.

“Apa kau ingin minum sesuatu Soojung?” tanyaku padanya, seketika perhatian nya teralih kepadaku.

Krystal menatapku “Kau memanggil ku apa?”

“Ehmm Soojung”

Dia hanya diam, apa aku salah? aku hanya suka dengan nama Soojung di bandingkan Krystal “Apa kau tidak suka bila aku memanggilmu Soojung?”

“Hanya orang yang terdekat saja yang bisa memanggilku Soojung” tatapnya.

Jadi aku salah “Biane, aku akan memanggilmu Krystal”

“Tak perlu, kau bisa memanggilku Soojung”

“Benarkah? apa kau yakin” tanyakku.

Kemudian dia asik kembali melihat foto-foto dirumahkku “Baiklah Soojungie” senyumku bangga hahahahhaa.

“Aigoooo ada apa dengan senyuman mu itu”

“Aish eomma!! kau mengagetkanku saja!” aku mengelus dadaku karena terkejut ketika eomma tiba-tiba datang.

 

Author POV

“Nona Krystal kau bisa….”

“Bibi, jangan panggil aku nona. Panggil saja aku Krystal”

“Tapi….” eomma Amber menatap Krystal, dan tatapan Krystal sedikit tak enak “Baiklah Krystal, kau bisa tidur dikamar Amber”

“Kamarku?” kaget Amber.

“Iya kamarmu”

“Tapi eomma…”

“Ayo istirahatlah”

“Ndee” ucap Krystal, Krystal langsung menuju kamar Amber sedangkan ibu Amber kembali ke kedai.

Krystal dan Amber berhenti di depan pintu kamar Amber “Jika kau memerlukan sesuatu bilang saja padaku” ucap Amber.

“Hmm” angguk Krystal.

“Aku tahu kamarku tak senyaman kamarmu, jadi maafkan aku jika kau merasa tak nyaman,  Kalau begitu selamat malam Soojung” ucap Amber.

Krystal masuk kedalam kamar Amber, Krystal berdiri di belakang pintu Amber dengan menatap seisi kamar Amber yang bisa di bilang tak besar.

Tapi ntah mengapa krystal tersenyum, kakinya mulai melangkah menuju tempat tidur Amber.

Krystal duduk di tempat tidur Amber dengan memeluk bantal yang sering di gunakan Amber saat tidur, mata Krystal masih menjelajah ruangan Amber.

“Jadi seperti ini kamarnya?” kamar Amber tak besar, hanya ada satu tempat tidur, meja belajar, lemari pakaian, gitar, skateboard, bola basket, dan beberapa foto lainnya.

Krystal bangun dari duduknya, memegang semua barang-barang Amber. Membuka buku sekolahnya dulu dengan begitu banyak coretan dibandingkan tulisan, melihat beberapa penghargaan yang di dapatkan Amber di bidang olahraga, melihat foto-foto Amber bersama Ailee dan Eric, melihat fotonya bersama keluarganya tercinta, melihat foto Amber yang sedang memakai baju karate dengan di gendong oleh Appanya. Terlihat begitu bahagia hingga terbesit sebuah senyuman di wajah Krystal.

“Kebahagiaan bukan dilihat dari banyak harta atau uangmu tapi dilihat bagaimana kau bahagia dengan orang-orang tercinta dengan kesederhanaan yang ada” senyum Krystal.

“Dreeett dreeett” ponsel Krystal berdering, Krystal mengambil ponselnya yang berada di atas tempat tidur Amber.

“1 message”

Krystal menggeser layar ponselnya

“From : Stupid llama

Apa kau sudah tidur? maaf bila kamarku tidak nyaman”

Krystal tersenyum mendapat pesan dari Amber, dengan segera Krystal membalas pesan Amber.

“Belum, aku tidak bisa tidur karena kamarmu terlalu sempit! kau ingin aku kehabisan oksigen dengan tempat sekecil ini” 

Tentu Krystal hanya menggoda Amber, Krystal bahkan menikmati kamar Amber dengan terus memandang sekitarnya.

“Ting 1 message From: Stupid llama

Benarkah? apa kau mau tuker kamar denganku? aish aku tahu terlalu banyak barang-barang dikamarku yang belum sempat ku bereskan, jika itu membuatmu risih aku bisa memindahkannya sekarang”

Kamar Amber memang sedikit penuh dengan barang-barangnya tapi kamar Amber juga tak terlalu berantakan.

“Tidak perlu, lagipula aku ingin memeriksa kamarmu” senyum Krystal dengan berdiri dari tempat tidur Amber.

“From: Stupid llama

Aish apa yang kau lakukan? jangan sentuh barang-barangku”

“Kenapa, apa kau takut? apa jangan-jangan ada majalah porno di kamarmu” senyum licik Krystal yang menggoda Amber dengan memegang beberapa piala-pialanya.

“Ting from: Stupid llama

Apa kau tidak bisa menyingkirkan pikiran burukmu itu? aku tidak seburuk itu princess, tidurlah ini sudah malam”

Saat membaca pesan Amber mata Krystal menuju kotak besi yang di taruh di sela-sela buku Amber. Kotak itu menarik perhatian Krystal “Apa ini?” Krystal memperhatikan kota tersebut dan melihat sebuah lubang kunci “Apa kotak ini dikunci? aku rasa kota ini menyimpan banyak rahasia” ucap Krystal.

“Ting ponsel Krystal kembali bunyi From: Stupid llama

Apa kau sudah benar-benar tidur?”

Krystal tersenyum “Apa kau mengharapkan aku tidak tidur dan terus mengirim pesan teks padamu hah?” Krystal kembali memandang kotak yang kini di tangannya.

“Mengapa aku begitu penasaran?” bingung krystal.

“Hei stupid, apa isi kotakmu ini?” kirim Krystal berserta kotak yang di tangannya kemudian send pict ke Amber.

Tidak lama Krystal mengirim pesan, ponselnya kembali berdering tapi kali ini bukan deringan pesan masuk melainkan telfon masuk “Mengapa dia menelfonku” kerut alis Krystal.

“Wae?”

“Ya! jangan kau sentuh kotak itu” Kali ini Krystal menjauhkan telinganya dari ponsel.

“Aish mengapa kau teriak-teriak! pabo” ucap Krystal.

“Jangan macam-macam dengan benda itu”

“Wae? apa kau menyimpan bom hah?”

“Taruh di tempatnya sekarang juga”

“Tidak mau, aku ingin tahu apa isinya”

“Aish”  kesal Amber.

“Wah itu kuncinya!” goda Krystal padahal Krystal tak tahu dimana letak kuncinya.

“Ya! Krystal Jung, jangan macam-macam!” panik Amber.

“Baiklah aku akan membukanya” tahan tawa Krystal.

“Duk duk duk” suara langkah kaki terdengar begitu cepat membuat Krystal heran dengan apa yang terjadi.

Hingga pada akhirnya ..

“Dar!” pintu terbuka lebar, membuat Krystal terkejut setengah mati!

“Yak bodoh! apa kau tidak bisa mengetuk pintu! apa kau ingin jantungku copot” kesal Krystal.

Sedangkan Amber menghela nafasnya, kakinya melangkah masuk kedalam kamarnya yang kini ditempati Krystal. Matanya mengarah ke kotak yang di pegang tangan Krystal. Amber menutup pintu kamarnya dan melangkah masuk mendekati Krystal.

“berikan padaku” ucap Amber dengan mengulurkan tangan kanannya.

Krystal menyembunyikan kotak tersebut dibalik badannya “Siro!”

Amber menghela nafasnya “Ayolah Krystal, ini sudah malam. Aku tidak ingin bertengkar denganmu”

“Aku tidak mau! aku ingin tahu apa isi kotak ini”

“Tidak bisa!”

“Wae! apa yang tidak bisa ku lakukan” ucap Krystal. Amber menggaruk-garuk dahinya. Amber tahu bahwa melawan Krystal saat ini sama saja menguras tenaganya.

Amber melaju selangkah mendekati Krystal dengan kamar yang kecil membuat jarak mereka begitu dekat.

Sesekali Krystal menundukkan wajahnya “Mengapa kau menatapku seperti itu” tanya Krystal dengan sedikit mendongak karena Amber lebih tinggi darinya.

“Aku bilang berikan kotak itu atau……”

“Atauuuu” ulang Krystal.

Amber mendekati Krystal dengan mencoba meraih kotak yang berada di belakang pinggangnya, dengan cepat Krystal menghindari Amber membuat Amber kesal “Haha coba saja” goda Krystal.

“Berikan” langkah Amber.

“Tidak” ucap Krystal berhati-hati pada Amber.

“Berikan” ucap Amber untuk mencari cela mendapatkan kotaknya.

“Tidak!” tegas Krytsal, dengan cepat Amber mencoba mengambil tapi kembali gagal membuat Krystal tertawa “Hahahaha pabo” goda Krystal dan Amber semakin agresif karena ejekan Krystal.

Dan lagi Amber mengambil satu langkah mendekati Krystal dengan kedua tangan Amber yang cekatan tapi sayang, langkah Amber terlalu kuat hingga Amber tak bisa menjaga kesimbangan badannya yang membuat badannya terjatuh mengenai tubuh Krystal. Membuat tubuh mereka bertemu satu sama lain karena tak kesimbangan Amber.

“Bruk” beruntunglah Krystal jatuh di atas tempat tidur Amber tapi tidak dengan Amber yang jatuh di atas tubuh Krystal.

“DUG!” Jantung Amber berdetak gila! wajahnya hanya beberapa inci dari wajah Krystal, bahkan hidunga Krystal dan Amber hampir bersentuhan. Amber menelan salivanya, tak tahan melihat bibir tipis Krystal yang sedikit terbuka, membuat gairah mudanya bergejolak tak tahan melihat Krystal yang begitu sempurna di depan matanya. Tak henti-hentinya Amber memuja Krystal di dalam hatinya, matanya begitu indah. Tangan nya begitu lembut hingga Amber sedikit meremas tangan Krystal yang tak lagi memegang kotak rahasia miliknya.

“Ottoke? aku bahkan tak bisa bergerak sama sekali, aku memandang matanya. Melihat lekukan wajahnya yang begitu sempurna di depan mataku. Bagaimana bisa yeoja ini begitu sempurna. Jarak kami begitu dekat hingga aku bisa mencium aroma tubuhnya, aku tidak bisa mengontrol pikiranku. Aku merasakan kedua tangan Amber yang semakin erat memegang kedua tanganku. Tanganya begitu hangat, nafasnya pun juga. Apa yang harus ku lakukan? tubuhnya menindih tubuhku, dada kami bersentuhan. Aku melihat mata Amber yang tak lepas dari mataku.. Bagaimana ini????

“Aish mengapa ribut…..” pintu terbuka.

“Woaaahh!!” eomma Amber menutup matanya, suara eomma Amber menyadarkan Krystal dan Amber ke dunia nyata dengan cepat Amber bangun dari atas tubuh Krystal.

“Biane biane aku tak bermaksut..  aish sudah-sudah” Eomma Amber langsung cepat menutup pintu kamar Amber.

Krystal dan Amber saling salah tingkah, tak  berani menatap satu sama lain hingga wajah mereka begitu merah.

Amber menghela nafas “Be-be-berikan pa-padaku” ucap Amber berdiri menyampingi Krystal yang tengah duduk.

“Ini” ucap Krystal dengan memberikan kota tersebut pada Amber.

Amber telah memegang kotak rahasianya “Kalau begitu tidurlah, selamat malam” ucap Amber yang langsung bergegas meninggalkan kamar Krystal.

Krystal masih diam duduk di pinggir tempat tidur Amber. Matanya tak berkedip, tangannya memegang detak jantung yang masih berdetak cepat “Apa apaan ini?” heran Krystal.

“Aaaaghhhh!!” Krystal menenggelamkan kepalanya di bantal Amber dengan menggerak-gerakan kakinya udara.

“Tidak tidak!!” Krystal memegang kepalanya dengan mengacak rambut hitamnya.

“Ya Jung Soojung, apa kau sudah gila?” Krystal terlihat tak karuan, begitu juga dengan Amber yang berguling-gulingan di tempat tidurnya tak lupa dengan senyum bodohnya yang terlihat dirinya begitu menyeramkan.

“Hahahaha ada apa ini!” Amber terlihat seperti kehilangan akal sehat.

Hingga pada akhirnya pagi tiba dengan pukul 07.30 AM.

“Bangunlah Amber!” ucap Eomma Amber yang memukul pantat Amber agar bangun dari tidurnya.

“Aaahh eomma aku masih mengantuk!” Amber kembali menenggelamkan kepalanya di bantal.

“Bangun! ajak nona Krystal sarapan, mengapa kau ini malas sekali!”

“Haish dia sudah dewasa! dia bisa makan sendiri” keluh Amber.

“Cepat bangun!”

“Aaaagghhh!!” Amber mengacak-acak rambutnya, Amber berjalan keluar kamar menuju toilet untuk membasuh wajah serta menggosok giginya.

Kini Amber berada di depan pintu kamarnya, seketika Amber ingat kejadian kemarin yang membuat pipinya merah “Mau sampai kapan kau berdiri di depan pintu?” ucap Eomma Amber.

Amber menarik lengan Eommanya “Eomma, apa tidak bisa eomma saja yang membangunkan Soojung?” pinta Amber.

Eomma Amber menatapnya “Haish baiklah, ke meja makan sana” Amber tersenyum dan segera menuju meja makan.

Amber menghela nafasnya, sedari tadi tangannya tak bisa diam memainkan sendok makan. Ntah mengapa Amber terlihat gugup “Ayo ayo duduklah” ucap Eomma Amber dengan memberikan tempat duduk kepada Krystal.

Amber menatap Krystal, ini untuk pertama kalinya Amber melihat Krystal yang begitu natural maksutnya Amber selama ini melihat Krystal yang rapih dan sedikit melakukan make-up tapi kali ini Amber terkagum melihat wajah Krystal yang baru saja bangun dari tidurnya dan masih terlihat “Sempurna”

Krystal dan Eomma Amber menatap Amber “Mwo?”

“Anio eomma! hahhaha ayo makan”

“Selamat makan” Amber, Krystal dan Eommanya mulai sarapan pagi. Mata Krystal dan Amber saling tak bertemu karena masih canggung akan kejadian yang baru saja menimpa mereka.

Setelah makan Amber begitu terkejut saat Krystal membantu eomma Amber untuk menyuci piring “Biar aku bantu bibi”

“Aish tidak perlu! biar aku saja”

“Biar aku bantu” senyum Krystal.

Eomma Amber tersenyum hangat “Kita lakukan bersama” sedangkan Amber melihat keduanya dari meja makan.

Amber memangku tangannya melihat kedekatan Krystal dengan eommanya “Kau anak pemalas, ayo bantu kami juga!”

Amber tersenyum dan membantu eomma serta Krystal mencuci piring “Teruskan, eomma harus siap-siap untuk membuka kedai” Eomma Amber meninggalkan mereka berdua. Lagi-lagi suasana menjadi canggung antara Krystal dan Amber. Amber tak tahan dengan situasi canggung seperti ini hingga Amber memutuskan untuk membuka topik terlebih dahulu “Hmm bagaimana tidurmu?” tanya Amber yang mengelap piring.

“Baik” jawab singkat Krystal.

“Haha baguslah” canggung Amber.

Krystal dan Amber sudah selesai mencuci piring, Krystal dan Amber berinisiatif untuk membantu eomma Amber.

“Amber bisakah kau membeli beberapa sayuran di toko depan?”

“Nde!”

“Ajak Krystal”

Amber terdiam sebentar “Baiklah”

Amber menghampiri Krystal yang tengah merapihkan kursi-kursi “Soojung” tegur Amber.

“Hmm” saut Krystal.

“Kau mau menemaniku untuk pergi membeli sayur?” tanya Amber dengan sedikit salah tingkah.

Krystal diam sejenak “Baiklah”

Krystal dan Amber mulai berjalan, Krystal melihat sekitar dengan raut wajah yang begitu menikmati pagi hari ini “Apa kau besar disini?” tanya Krystal yang masih sibuk melihat sekitar dengan burung-burung berkicau.

“Ya, aku besar disini” ucap Amber dengan menatap Krystal “Sepertinya kau menyukai tempat ini?”

Krystal mengangguk “Sangat berbeda bila di Seoul, bosan dengan gedung-gedung tinggi dan kebisingannya”

“Syukurlah kau menyukainnya, aku takut kau tak betah” ucap Amber.

“Oh iya, aku sudah menghubungi Taeyeon kalau kita berada di rumahkku” sambung Amber.

“Mengapa kau memberitahu mereka”

“Aku tidak ingin membuat mereka khawatir dan juga besok kakekmu akan kembali ke Seoul”

Krystal menghentikan langkahnya “Benarkah?”

“Ya, dan juga besok aku akan pergi ke perusahaan. Aku sudah berjanji padamu untuk menyelesaikan ini bukan?”

“Kau tidak perlu repot sejauh ini, lagipula untuk apa kau membantu” ucap Krystal kembali berjalan.

“Karena aku tidak ingin melihatmu sedih” ucap Amber pelan dengan memperhatikan Krystal berjalan.

“Hei stupid! mengapa kau diam saja?” Amber tersenyum dengan berlari mengejar Krystal, untung saja suasana antara mereka berdua sudah kembali cair.

Krystal dan Amber tiba di pasar untuk membeli beberapa sayuran, semua orang menatap Krystal dan Amber. Krystal dan Amber sedang memilih beberapa sayuran yang segar “Wah ada mangga!” mata Krystal membulat saat Amber mengucapkan kata mangga.

“Kau mau?”

“Tentu saja!” mata Krystal berbinar-binar.

“Waah apa istrimu sedang hamil?”

Krystal dan Amber terkejut setengah mati saat seorang ahjumma menghampiri mereka, Krystal dan Amber saling bertatapan “Hahahaha” Amber tertawa canggung.

“Tidak seperti itu ahjumma…”

Ahjumma itu menepuk bahu Amber “Biar aku pilihkan untuk istrimu” senyum Ahjumma dengan Krystal yang berwajah super merah.

Amber menggaruk-garuk kepalanya “Naaaah ini untuk istrimu yang sedang hamil” Ahjumma itu memberikan begitu banyak mangga kepada Amber.

“Tapi ini banyak sekali” kaget Amber.

“Sudah tak apa, lagipula istrimu sedang hamil muda. Dia butuh banyak asupan vitamin! jadi terimalah”

Amber mengeluarkan uang dari saku celanannya “Aish sudah ambil saja! dan jaga istrimu” senyum Ahjumma yang langsung melayani tamu yang lain.

Sedangkan Krystal dan Amber kembali ke situasi yang canggung, Amber menatap takut Krystal “Hahaha princess, sepertinya kita sudah mendapatkan semuanya”

“Hmmm, kalau gitu ayo pulang” Krystal langsung pergi begitu saja tanpa menatap Amber.

“Apa dia marah?” tentu saja Krystal tidak marah hanya saja Krystal sedang berusaha kuat untuk menyembunyikan rasa malunya pada Amber.

“Princess”

“Hmmm”

“Aku tak menyangka kau bisa melakukan semuanya”

“Maksutmu membereskan rumah dan lain-lain” kerut alisnya.

Amber mengangguk takut karena nada bicara Krystal menjadi seram “Kau pikir aku anak manja! aku tahu aku hidup dengan serba ada tapi bukan berarti aku tak bisa melakukan apa-apa. Mencuci piring, ke pasar, bangun pagi, dan merapihkan semuanya aku bisa!”

Amber mengangguk “Kau benar-benar istri idaman” ucap Amber begitu saja dengan memberikan jempol kepada Krystal.

“Mwo!” sontak Krystal menghentikan langkahnya dan menatap Amber.

“Hahahha maksutku, kau benar-benar daebak!” Amber memberikan jempol lagi kepada Krystal dan Krystal memberikan tatapan mengerikan.

Tak lama kemudian Krystal dan Amber sampai, Amber membantu eomma nya di dapur sedangkan Krystal tak boleh berkerja pada eomma Amber dan hanya disuruh duduk. Kedai mulai ramai pengunjung, Krystal tak ingin duduk saja karena eomma Amber begitu baik padanya.

“Bibi, izinkan aku membantumu” mohon Krystal.

“Tapi….”

“Pleasee…”

Eomma Amber tersenyum “Baiklah tapi jika kau lelah, kau tidur saja biarkan Amber yang kerjakan” Krystal tersenyum.

Jujur saja ini pertama kalinya Krystal melakukan hal seperti ini, seperti mencuci sayuran, memberikan pesanan yang begitu melelahkan. Krystal hidup bergelimpah uang, hal seperti ini tidak akan pernah terfikir dalam hidupnya.

“Ini pesananmu tuan”

“Tunggu”

“Ya?”

“Bukankah cucung dari seorang pencuri?” ucap seorang pria, dan teman-temannya kemudian menatap Krystal.

“Haha apa sekarang kau sedang berkerja karena seluruh hartamu akan habis untuk mengganti uang negara?” ucap namja 2.

Namja 3 menatap dengan sinis “Bagaimana rasanya Krystal Jung? menjadi orang rendahan seperti ini, tidak enak bukan?”

“L?” ucap Krystal.

“Kau mengenalnya?” tanya temannya.

“Tentu saja, siapa yang tak kenal Krystal Jung. Seorang yeoja yang bisa berbuat apapun bahkan membuangku begitu saja seperti sampah”

Krystal menatap sinis “Kau pikir kau siapa? kau yang mendekatiku, kau yang berlebihan. Bukan salahku jika aku menolak pria sepertimu”

“Ternyata rasa sombongmu masih seperti dulu, dengar Krystal Jung. Sekarang kau bukan siapa-siapa, kau akan menjadi gelandangan, kau akan sendiri,  atau kau bahkan tidak akan sanggup mengganti uang negara bahkan dengan menjual tubuhmu hahaha” semua tertawa. Krystal menahan air mata, Krystal sadar bahwa saat ini dia tidak bisa melakukan apa-apa.

Tawa yang begitu nyaring kini tak lagi di dengar, mereka menatap seseorang yang berdiri di samping Krystal dengan merangkul erat tubuhnya “Jika sekali lagi aku dengar kata-kata itu dari mulutmu, kujamin kau tidak akan bisa bicara lagi”

“Amber?”

“Pergilah sebelum kuhancurkan lagi wajahmu” dengan cepat L dan rombongannya pergi meninggalkan kedai Amber.

Amber menatap Krystal “Kwaenchana?” Krystal mengangguk.

Amber membawa Krystal keluar dari rumah, Krystal dan Amber menuju sungai Han dan duduk di tepi sungai, Amber datang membawa ice cream mangga kesukaan Krystal “Makanlah” ucap Amber memberikan ice cream mangga pada Krystal.

Amber tersenyum saat Krystal menerima ice creamnya, Amber menghela nafas “Mereka benar-benar bajingan kecil” geram Amber.

“Bagaimana kau tahu mereka?” tanya Krystal.

“Dulu sekolah kami suka ribut dengan mereka, mereka selalu kalah tapi masih saja keras kepala” geleng-geleng Amber.

“Jadi kau preman?”

“Bukan seperti itu, aku hanya membela sekolahku itu saja”

“Apa kau menyesal pindah ke Empire?” tanya Krystal.

Amber tersenyum “Tidak”

“Kenapa? bukankah kau sempat memberontak” tatap Krystal dengan memegang ice creamnya.

“Awalnya aku tak bisa terima tapi saat ini aku begitu bersyukur bisa pindah”

Krystal menatap Amber “Wae? apa karena wanita disana lebih cantik-cantik?” tatap tajam Krystal.

Amber menatap Krystal dengan senyum diwajahnya “Apa kau tidak bisa sehari saja tanpa berfikir buruk padakku?”

“Tidak!”

“Aish, seperti itu”

Krystal mengerutkan alisnya “Seperti itu apa? jelaskan padaku”

“Harus?”

“Tentu saja, pabo”

“Aish tidak tahu aku pusing” elak Amber.

“Seperti itu? baiklah!” Amber menatap Krystal yang suasana hatinya mulai berubah.

“Baiklah-baiklah” Amber menyerah.

“Jadi?”

“Ehmmmm…”

“Aish sudah kalau begitu!”

“Karena aku bisa dekat denganmu!” lantang Amber yang membuat Krystal terkejut.

“Awalnya bagiku itu adalah musibah terbesar dalam hidupku tapi… tapi setelah semua berlalu aku rasa aku begitu beryukur. Walaupun kau sedikit menyeramkan, mengerikan, dingin, jutek, galak, angkuh…”

“PLAK!”

“Aaaaghhhhh! wae!” Amber mengosok-gosok kepalanya yang sakit akibat Krystal.

“Kalau begitu pergilah sana jika aku seperti itu!”

“Hahaha aku hanya bencanda, aku pikir kau seperti itu. Saat pertama kali bertemu denganmu aku merasa begitu kacau, aku tidak tahu kau akan menerimaku dalam hidupmu atau tidak, matamu penuh dengan amarah saat melihatku, wajahmu selalu menujukkan bahwa kau begitu membenciku. Bahkan dulu kau hampir mau membunuhku dengan menabrak sepedaku”

Krystal hanya diam mendengar ucapan Amber.

“Tapi waktu demi waktu aku bisa melakukannya, aku bisa meyakinkanmu bahwa aku tak seburuk yang kau pikirkan. Aku tidak pernah berfikir bahwa aku bisa berbicara padamu, bisa bersamamu seperti saat ini karena yang aku tahu kau begitu membenciku dan…”

“Aku tidak membencimu” ucap Krystal yang membuka suara.

Krystal menatap sungai Han “Aku hanya tak bisa menerima kenyataan pada saat itu, bagaimana bisa aku menerima kenyataan bahwa aku akan bertunangan dengan seseorang yang tak ku kenal sama sekali, bahkan dia adalah seorang yeoja. Saat aku bertemu denganmu aku begitu risih, tak ada ruang untuk dirimu selain membencimu, tapi aku tidak tahu mengapa aku bisa dekat denganmu, padahal aku sangat berhati-hati pada seseorang. Aku bahkan tak mengerti dan paham terhadap diriku, bagaimana bisa aku begitu mempercayaimu sedangkan saat pertama kali aku datang ke sekolahmu ingin rasanya aku mencabik-cabik wajahmu saat kau menabrakku di koridor sekolahmu. Saat aku mendengar nama Amber, hatiku tersontak hebat. Bagaimana bisa orang seperti ini menjadi tunanganku kelak” Krystal menghela nafas.

“Dan untuk pertama kalinya aku begitu membenci kakek karena perjodohan gila ini, sampai pada akhirnya waktu berlalu dan kau selalu ada untukku..” Amber tersenyum mendengarnya.

“Yeoja boyish, berantakan, tukang tidur, menjengkelkan sepertimu membuat presepsi burukku padamu sedikit menghilang” kini Krystal menatap Amber.

“Kau jangan bangga pada kata-kataku tadi, itu hanya kesan saat pertama kali kita bertemu” tatap jengkel Krystal.

“Haha jadi sekarang?”

“Mwo?”

Krystal dan Amber bertatapan di pinggir sungai Han “Bagaimana kalau kita memulai dari awal?”

Krystal hanya diam, Amber mengulurkan tangannya “Hi, namaku Amber Josephine Liu. Kau bisa memanggilku Amber” senyum dorky Amber dengan menujukkan giginya.

Krystal tersenyum melihat tingkah konyol Amber, ntah mengapa Krystal mengikuti permainan Amber “Aku Krystal Jung Soojung, kau harus memanggilku princess”

Amber mengerutkan wajahnya “Tidak adil, mengapa seperti itu?”

“Tentu seperti itu! kau adalah servant dan aku adalah princess”

“Baiklah-baiklah” Krystal dan Amber saling berjabat tangan dengan senyuman di wajah mereka masing-masing.

“Senang berkenalan denganmu Princess”

“Me too Amber” ucap lembut Krystal.

Tak lama kemudian Krystal dan Amber kembali pulang, Amber merasa lega karena Krystal sudah kembali tersenyum.

Saat sampai Krystal dan Amber memutuskan untuk kembali ke Seoul “Apa kau yakin?” tanya Amber.

“Tentu saja, selama kau disampingku” ucap Krystal tanpa melihat Amber.

Amber tersenyum, kemudian mereka berpamitan kepada eomma Amber dengan di bawakan sup daging kesukaan Krystal “Eomma mu begitu baik”

“Sepertiku” ucap Amber dengan menyetir mobil.

Kali ini jalan di guyur hujan dengan suasana malam hari, ntah mengapa Krystal tak lagi melihat jendela samping pintunya. Kepalanya menghadap lurus jalan, dan sesekali menatap Amber yang sedang menyetir mobil.

“Wae?” tanya Amber yang merasa di tatap Krystal.

“Anio” ucap Krystal yang langsung meluruskan padangannya ke arah depan.

“Apa kau kedinginan?” tanya Amber.

“Hmm sedikit” ucap Krystal.

Amber menepi jalan dengan hujan yang membasahi mobil mereka, Amber melepas jaket hitamnya dan memberikan pada Krystal “Pakailah”

Krystal menatap jaket Amber “Bagaimana denganmu?” tanya Krystal yang sedikit khawatir.

“Aku tidak apa, aku tahan terhadap dingin. Kau tak perlu khawatir” senyum Amber, Krystal mulai memakai jaket Amber dengan memakainya erat.

“Sudah merasa hangat?” tatap Amber memastikan Krystal tak lagi kedinginan.

“Hmmm” Krystal mengangguk, Amber kembali menyetir mobilnya menuju Seoul.

 

9.49 PM Jung’s house 

Mobil Amber mulai memasuki perkarangan rumah Jung, semua pelayan bersiap-siap karena Krystal telah pulang.

“Cittt” mobil berhenti tepat di depan pintu, pelayan berjalan dan membuka pintu untuk Krystal.

Krystal keluar dari mobil dengan semua pelayan membungkuk padanya, Amber melihat Krystal yang masuk ke dalam rumah besarnya.

Amber mulai berjalan masuk dengan masih melihat Krystal yang menaiki tangga “Aigooo apa kau masih ingin dekat dengan nona muda Jung” goda Taeyeon denga menyikut lengan Amber.

“Diamlah, aku ingin bicara padamu” ajak Amber ke taman belakang.

Amber membawa dua kaleng soda untuk dirinya dan Taeyeon “Hoaaahhh” Amber dan Taeyeon duduk di taman belakang dengan memandang langit malam.

“Bagaimana perusahaan?” tanya Amber dengan meneguk soda.

Taeyeon menghela nafasnya dengan meremas kaleng soda di tangan kanannya “Keadaan semakin rumit Am, investor mencabut beberapa kerjasama, di tambah lagi tuan Jay sedang dalam masalah. Semua pegawai saat ini sedang cemas terhadap nasib mereka, dan mengenai kasus tuan Jay saat ini sedang di usut”

“Apa kau menemui fakta baru?”

“Belum” keluh Taeyeon.

Amber menepuk pundak Taeyeon “Tenang saja aku akan membantumu, apa kau tidak tahu bahwa aku ini cerdasa, hah?”

Taeyeon menatap sini Amber “Cerdas darimana?”

“Baiklah aku akan membuktikannya padamu” Amber kembali meneguk sodanya.

Taeyeon menatap Amber “Aku pikir nona muda Jung mulai menyukaimu”

“Burrrrr!!”

“Uhuk uhuk uhuk” Amber memukul dadanya yang tersedak.

“Aish kau ini bicara apa!”

“Aku hanya bicara sejujurnya” polos Taeyeon.

“Bukankah kita disini untuk membahas peruhsaan, mengapa jadi aku?”

“Perusahaan membosankan, jadi ceritakan saja tentang dirimu dan nona muda Jung”

Amber menatap jengkel Taeyeon yang mulah menggodanya “Mengapa tidak tentang dirimu saja? mengapa kau begitu setia terhadap keluarga Jung padahal kau masih muda, kau bisa mencari pekerjaan yang lain seperti seorang idol mungkin”

“Sudah memang jalanku disini, aku dibesarkan di lingkungan keluarga Jung. Ayahku adalah mantan kepala pelayan dirumah ini dan tuan Jay mengizinkanku untuk tinggal dirumah ini bersamanya”

“Jadi kau balas budi?” tanya Amber.

“Tidak juga” ucap Taeyeon dengan meneguk soda.

“Lalu? apa jangan-jangan alasannya kau tetap disini karena kau menyukai Krystal?!!” tunjuk Amber ke wajah Taeyeon.

“PLAK!”

“Aaaaaaaaaa!” Amber mengosok-gosok kepalanya.

“Aku sudah menganggap nona muda Jung seperti adikku sendiri”

Amber terlihat berfikir “Jadi kau tahu betul seperti apa keluarga Jung?” tanya Amber tanpa menatap Taeyeon.

“Yap seperti itu, bahkan aku juga mengenal ayahmu. Tuan Josh sangat baik, dia sudah seperti anak sendiri bagi tuan besar Jay”

“Ya aku tahu, tuan Jay pernah menceritakannya padaku dan bagaimana dengan ayah Krystal?” tanya Amber penasaran.

Taeyeon terlihat canggung saat Amber menanyakan hal itu “Hmm tuan Shin Hae menderita kelainan jantung, beliau sangat dekat dengan ayahmu. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama untuk membahas perusahaan, secara tak langsung ayahmu juga sangat berperan terhadap suksesnya Jung corpt” Taeyeon menghela nafasnya dengan meneguk sodanya.

“Bagaimana tuan Shin Hae bisa meninggal?” tanya Amber.

“Tuan besar Jay sangat menyayangi beliau, bahkan tuan Jay melakukan apapun untuk membuat umur Shin Hae panjang. Kau tahu bukan ayahmu mendonorkan jantungnya untuk beliau, tapi tidak berlangsung lama karena tuan Shin Hae….”

Taeyeon terlihat ragu dalam mengatakannya “Wae? ada apa dengannya?”

“Tewas begitu saja”

“Mwo!!” kejut Amber.

“Aku pikir tuan Shin Hae akan hidup normal dengan transplantasi jantung ayahku” tatap Amber.

“Tidak” jawab singkat Taeyeon.

“Sudah sana tidur! ini sudah malam, bukankah kau harus sekolah” usir Taeyeon.

Amber menatap taeyeon dengan tatapan heran “Aku yakin tuan Jay banyak menyimpan rahasia di dalam dirinya” ucap Amber yang mengejutkan Taeyeon.

“Haish mengapa kau memikirkan hal seperti itu? sudah sana tidur”

Amber menuju kamarnya, pikirannya menjadi campur aduk.

“Mengapa tuan Shin Hae mati begitu saja setelah umurnya dapat di perpanjang? apa ada seseorang yang berniat buruk untuk keluarga ini? apakah masalah kekuasaan?” ucap Amber yang duduk di pinggir tempat tidurnya.

“Saat ini keluarga yang tersisa adalah Krystal, jika orang tersebut masih berkeliaran diluar sana maka dengan pasti nyawa Krystal dalam bahaya karena dia adalah satu-satunya pewatis Jung corpt” ucap Amber.

Pagi telah tiba, Krystal menghentikan langkahnya saat ingin masuk kedalam mobil, Amber memperhatikan Krystal “Wae?”

“Tidak”

“Aku akan ada disampingmu, tenang saja” senyum Amber.

“Masuklah kita bisa telat” suruh Amber dan Krystal masuk kedalam mobil mewahnya bersama Amber.

Mobil Krystal serta para pengawalnya masuk kedalam perkarangan Empire School, Krystal terlihat gugup akan sikap orang-orang padanya.

“Hei aku disini” senyum Amber dengan memegang tangan Krystal walaupun hanya sebentar.

Amber segera turun dari mobilnya untuk membukakkan pintu untuk Krystal.

Pintu terbuka dengan senyuman Amber, Krystal sedikit tersenyum dengan melangkah keluar dari mobilnya. Seketika semua orang menatap Krystal dan Amber.

Amber memandang geram murid-murid yang menatap mereka, sedangkan Krystal terlihat bersembunyi di bahu belakang Amber.

Krystal dan Amber mulai berjalan dan seketika “Jung Soojung!!!”

Krystal dan Amber melihat ke arah suara. Vic, Sulli dan Luna berlari menghampiri Krystal dan segera memeluknya.

“Kau darimana saja, pabo!” peluk Luna yang mudah sekali menangis.

“Jangan tinggalkan kami lagi!” peluk Sulli erat.

“Apa kau tidak tahu kami begitu mengkhawatirkanmu!” peluk Vic.

Amber terlihat tersenyum melihat mereka berpelukan, Amber bersyukur karena sahabat-sahabatnya tak meninggalkan Krystal pada kondisi seperti ini dan Amber lega akan itu.

Mereka berempat menangis bersama tanpa memperdulikan orang-orang “Terima kasih” ucap Krystal yang tersentuh akan sahabat-sahabatnya.

“Jangan seperti ini lagi walaupun kau bersama Amber kami tetap khawatir” goda Luna.

“Aish sempat-sempatnya dia menggoda” cibir Amber.

Luna dan Sulli menggandeng tangan Krystal menuju kelas sedangkan Vic berjalan menuju Amber yang berdiri dengan memegang tas ranselnya.

Vic tersenyum pada Amber “Terima kasih” senyum Vic.

Amber tersipu malu “Sudah kewajibanku”

Vic menggandeng tangan Amber di lengannya “Kajja!” Amber dan Vic berjalan bersama menuju kelas.

“Selamat pagi semua” girang Vic yang menggandeng lengan Amber.

Tentu saja hal itu menarik perhatian semua murid termasuk Krystal yang kemudian menatap tajam mereka berdua.

“Aigooo tatapan apa itu Soojungie” goda Vic.

“Anio” Krystal mengalihkan perhatiannya.

Bel berdering, kelas dimulai.

 

Jam menujukkan pukul 12.00 DRRRIIIINNGGGG bel berdering, semua murid menutup buku untuk segera bersiap-siap istirahat.

Krystal memperhatikan Amber yang berjalan melewatinya, tanpa berfikir panjang Krystal bangun dari tempat duduknya yang membuat sahabatnya menjadi heran “Mau kemana?” tanya Luna.

“Toilet” jawab singkat Krystal.

Krystal melihat kiri dan kanan, mencari Amber yang dia cari. Krystal sedikit melangkah cepat dan …

“Llama!” teriak Krystal yang membuat Amber menoleh kearah suara.

Krystal sedikit berlari mengejar Amber yang sedang berdiri dengan memasukan kedua tangannya di saku celana.

“Wae? apa ada sesuatu” tanya Amber.

“Mau kemana kau” tanya Krystal yang sedikit terengah-engah.

“Aku mau ke lapangan Key membawa makanan untuk makan siang kami, wae? kau mau ikut?”

Krystal mengigit bibir bawahnya “Haish kajja!” Amber menarik lengan Krystal begitu saja tanpa persetujuannya terlebih dahulu.

Setelah sampai sisi lapangan, Krystal menarik lengan Amber “Wae?” tanya Amber.

Wajah Krystal sedikit ragu untuk menghampiri mereka, karena Krystal takut akan menjadi bahan ejekan. Amber memegang tangan Krystal “Mereka tidak akan macam-macam denganmu, percayalah” senyum Amber yang bisa meyakinkan Krystal untuk ikut dengannya.

“Aaa! sakit!”

“Apa kau tidak  bisa menunggu Amber sedikit, Jonghyun?” ucap Key.

“Arasso” ucap Jonghyun.

Henry terlihat gelisah karena sudah mulai lapar “Aish mengapa dia lama sekali?” keluh Henry.

“Tunggulah sebentar mungkin dia sedang di toilet” tambah Taemin dengan memainkan ponselnya.

“Woaaaahhh!!!” seketika Onew bangun dari duduknya serta menjadi histeris.

“Ya!!! ada apa denganmu” Minho menendang pantat Onew menggunakan kakinya karena bingung melihat Onew yang tiba-tiba terkejut.

“Palingan dia baru saja melihat mangsa baru” ucap Jonghyun yang sedang membaringkan badannya.

“Hajjajdjahjsaiera” Onew tak dapat berkata apa-apa.

Henry melihatnya kesal dan langsung berdiri disamping Onew “Apa apa! apa yang kau lihat hah?!”

Onew menatap Henry dan memegang kepalanya dan …

“Aaaaghhhh!!!” teriak Henry tak kalah histertis.

Seketika mereka semua menjadi ikut penasaran dan …

“Woaaaahhh!!!”

“Tidak mungkin”

“Daebak!!!”

“Krystalkuuu”

Krystal dan Amber berjalan menghampiri mereka, tentu saja wajah Amber terus tersenyum “Ada apa dengan kalian?” tanya heran Amber, bukannya menatap Amber tatapan mereka hanya fokus pada Krystal.

“Apa kita mimpi?” ucap Minho.

“Jauh lebih cantik jika dari dekat seperti ini” ucap Jonghyun.

“Apa aku sudah di surga?” bodoh Henry.

Amber menghela nafas dengan tangannya yang menggaruk-garuk dahinya “Benar-benar”

“Hei hei hei hei hei sadar sadar sadar! apa kalian ingin membuat Krystal takut hah?” tatap Amber kepada mereka.

Seketika mereka semua tersenyum seperti orang bodoh “Haish memalukan saja”

“Haha kami hanya gugup saja Ambro” ucap Taemin.

“Oh iya Soojung, perkenalkan mereka adalah sahabat-sahabatku”

“Hallo” sapa singkat Krystal.

“Haiiiiii” sapa mereka begitu senang.

Amber kemudian mengenalkan satu satu kepada Krystal hingga akhirnya memutuskan untuk makan bersama Krystal di bawah pohon dekat lapangan basket “Selamat makan!” ucap mereka bebarengan.

Krystal duduk berdekatan dengan Amber, Amber mengambil beberapa makanan untuk Krystal “Makanlah” ucap Amber.

“Makanlah Krystal” ucap Key yang dibalas anggukan oleh Krystal.

Seketika suasana menjadi cair, semua tertawa begitu bahagia termasuk Krystal yang melihat lelucon teman-teman Amber.

“Hahahahahha” Amber mencuri-curi perhatiannya kepada Krystal yang tengah tertawa, ntah mengapa tawa Krystal menjadi energi untuknya.

Krystal semakin tertawa melihat Henry dan Jonghyun berlarian, tentu perhatian Amber hanya untuk Krystal yang duduk disampingnya.

Di pandangnya Krystal, melihat hidungnya, matanya, bibirnya yang tersenyum sungguh membuat damai Amber melebihi apapun dari hidupnya.

“Dup!”  mata Krystal menatap Amber, Krystal tersenyum padanya yang membuat Amber membalas senyumannya tapi…

“Aaaaaghhh!!”

“Hahaha” Krystal tertawa saat Amber di gendong oleh Jonghyun dan menjatuhkannya di rumput yang kemudian dijahili oleh Taemin, Henry, Onew, Minho “Ya ya ya!! lepaskan aku!” ucap Amber.

“Tidak akan!” ucap mereka semua yang membuat Krystal tertawa melihat kelakuan bodoh mereka.

Waktu telah berlalu, waktu menunjukkan pukul 7 malam, Krystal dan Amber telah sampai di kediaman mereka. Krystal dan Amber menuju lantai atas untuk masuk ke kamar mereka masing-masing. Amber memegang gagang pintunya dan …

“Llama”

Amber menatap Krystal yang memanggil namanya “Ya”

“Selamat malam” ucap Krystal yang langsung masuk kekamar untuk menyembunyikan rasa malunya.

Amber tersenyum bodoh “Malam princess”

Pagi telah tiba, Krystal dan Amber tengah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah “Kau sudah mengerjakan PR?” tanya Amber sambil berjalan menuju arah mobil.

“Sudah” jawab Krystal.

“Amber” saut Taeyeon yang mengahampiri Krystal dan Amber, Taeyeon membungkukkan badannya.

“Selamat pagi”

“Ada apa?” tanya Krystal dingin.

“Maaf nona muda Jung, aku ingin bicara pada Amber”

Krystal menatap Amber “Bicaralah disini” perintah Krystal.

“Ehmm hari ini kami sedang menyelidiki masalah tuan besar Jay di perusahaan jadi kami membutuhkan Amber untuk menghandle beberapa urusan”

Krystal menaikan alisnya “Jadi?”

“Jadi Amber akan ikut dengan kami ke perusahaan, sangat mendesak nona muda Jung” bungkuk Taeyeon.

Amber menatap Krystal “Tidak apa, lagipula ada Vic, Luna dan Sulli bukan?”

“Maksutmu?” tatap Krystal.

“Maksutmu aku tak bisa tanpamu? aish pergi sana!” Krystal langsung masuk ke dalam mobil dan mobil Krystal meninggalkan perkarangan rumahnya sedangkan Amber menatap mobil Krystal hingga menghilang dari matanya.

“Ganti bajumu” pinta Taeyeon.

“Apa dia marah?” tanya Amber tanpa melihat Taeyeon.

“Tentu saja hahhaa”

“Aish” kesal Amber.

Amber dan Taeyeon segera berangkat ke perusahaan Jung yang saat ini sedang dalam krisis

 

Sedangkan di tempat lain …

Jung’s Corpt

Suasana ruang rapat begitu ribut, para pemegang jabatan di perusahaan merasa resah karena kasus yang mereka timpa di tambah lagi tuan Jay tak ada sebagai CEO.

“Bagaimana ini, bagaimana nasib kita” ucap salah satu manager.

“Kita harus demo, bisa-bisa karir kita bisa hancur” ucap lainnya.

“Sepertinya kita harus mengganti seseorang yang pantas memegang perusahaan ini, kau tahu bukan sajangnim saat ini sedang terlibat skandal dan cucungnya?” dia tersenyum licik.

“Cucungnya yang manja itu tidak mengerti apa-apa tentang perusahaan” semua menyetujui saran dari Kim Bo Kyung.

Amber dan Taeyeon sampai di perusahaan Jung, mereka bergegas masuk dengan membawa dokumen penting untuk mereka bahas.

Selama rapat Amber di cecar dengan pertanyaan gila, Amber berusaha untuk tidak terpancing emosi pada saat rapat dan mencoba menanggapi dengan kepala dingin. Saat Amber menjelaskan rencana kerja mereka, rencana Amber untuk menarik investor kembali cukup sulit tapi tidak semua menolak rencana Amber dan akan dibahas lagi di rapat berikutanya. Tak semua orang menghormati Amber karena bagi mereka Amber bukanlah siapa-siapa.

Jam menujukkan pukul 7 malam, Amber tengah sibuk di meja kerjanya dengan lengan bajunya yang tergulung serta meja yang begitu banyak dokumen penting.

“Driing driing”  ponsel Amber terus berdering, Amber terlalu fokus dengan pekerjaanya hingga dia hanya fokus terhadap pekerjaannya.

“Tok Tok Tok”  

“Masuk” ucap Amber.

Taeyeon melangkah masuk dengan menggelengkan kepalanya melihat Amber yang tak ada hentinya berkerja, Taeyeon sudah memahami Amber bahwa dia adalah sosok yang pekerja keras “Mau sampai kapan kau bersama dokumen-dokuemen itu? kau butuh istirahat” suruh Taeyeon.

“Apa kau sudah menelfon investor kita yang di Jepang?” tanya Amber tanpa melihat Taeyeon.

“Sudah, aish! apa kau tidak bisa berhenti sebentar?”

“Apa ada hal lain yang ingin kau bicarakan?” sibuk Amber.

Taeyeon menghela nafas “Aku tahu kau begitu sibuk, tapi tidak bisakah kau memperdulikan nona muda Jung!”

Mendengar kata Krystal, Amber mengarahakan pandangannya kepada Taeyeon “Aish giliran nona muda Jung saja kau cepat” cibir Taeyeon.

“Kau tadi bilang apa Tae?” tanya Amber.

“Periksa ponselmu! jangan mengecewakannya!” Taeyeon langsung keluar dari ruangan Amber, dengan cepat Amber mencari ponselnya yang dimana Amber lupa menaruh.

“Aish dimana ponselku!” Amber mengacak-acak mejanya hingga akhrinya ponselnya ketemu.

Amber segera membuka ponselnya dan banyak menerima pesan, tapi semua pesan tak diperdulikan oleh Amber. Matanya mengarah pada Krystal yang menelfonnya 5x.

Dengan cepat Amber menelfon Krystal, tapi sayang telfon Amber tak diangkat oleh Krystal hingga Amber memutuskan untuk mengirim pesan teks padanya.

“To Princess Krystal

Maafkan aku karena tak mengangkat panggilanmu, aku benar-benar sibuk. Apa kau sudah tidur?” Amber mengirim pesan nya.

Amber berdiri memandang jalanan padat dengan memegang ponselnya menunggu balasan dari Krystal. Kini Amber tak peduli lagi dengan dokumen-dokumen yang berserakan dimejanya.

“Aish apa dia marah?” bingung Amber.

Amber membuka kembali ponselnya “To Princess Krystal 

Apa kau benar-benar sudah tidur? jika belum bisakah kau membalas pesanku”

Amber kembali menunggu pesan Krystal “Ting!” ponsel Amber bunyi dengan girang Amber membuka ponselnya dan …..

“Selamat Anda Terpilih sebagai Pemenang undian….”

“Aish apa-apaan ini!” kesal Amber.

Amber menunggu cukup lama hingga dia sudah lelah menunggu dan memutuskan untuk berbaring di sofanya “Ting” ponselnya kembali berdering, ini sudah deringan ke 5 dia menerima pesan teks yang tidak penting membuat Amber malas untuk membuka ponselnya. Tapi Amber tak putus asa, walaupun matanya sudah sayup Amber tetap berusaha untuk meraih ponselnya yang berada di meja sampingnya.

Amber membuka malas ponselnya dan ….

“Waaaahhh dibalas!!” mata Amber langsung terbuka lebar dengan berdiri di atas sofa yang tadinya dia tiduri.

“From Princess Krystal

Belum” jawab singkatnya.

Amber dengan cepat membalas pesan Krystal dengan senyuman di wajahnya “Apa aku boleh menelfonmu?” Amber mengirim pesannya.

Ponsel Amber berdering, Amber menggeser layarnya “From: Princess Krystal 

YA”

Dengan cepat Amber menelfon Krystal, hatinya menjadi dag dig dug “Aish tenanglah Amber!” Amber berjalan kesana kemari untuk menghilangkan rasa gelisahnya.

“Hallo” dub jantung Amber semakin berdebar saat mendengar suara Krystal.

“Ha-ha-hallo princess” gugup Amber.

“Apa” jawabnya singkat.

“Kau sedang apa?” Amber memukul jidatnya, apakah pertanyaannya salah atau tidak.

“Menurutmu?” Amber menelan salivanya karena nada suara Krystal yang mengerikan.

“Ehmm biane, aku sangat sibuk tadi dan…”

“Kalau begitu kerjakan saja pekerjaanmu, bye…”

Belum sempat ngomong panggilan sudah dimatikan “Aish!” Amber mengacak-acak rambutnya.

Amber mencoba menelfon Krystal kembali tapi tak diangkat “Apa dia benar-benar marah? ini akan menjadi masalah besar jika Krystal marah”

Amber kembali duduk di sofanya dengan memegang ponsel miliknya, Amber terlihat berfikir. Amber melihat jam yang berada di ponselnya “07.05” ucapnya.

Amber bergegas keluar dari ruangan untuk menuju parkiran mobil, Amber mulai memacu mobilnya.

10 menit telah berlalu, Amber turun dari mobilnya dengan jas hitam membuat dirinya menjadi pusat perhatian karena ketampanannya.

“Selamat datang” ucap salah satu pelayan.

Amber tersenyum manis “Ne”

Pelayan wanita itu mendekati Amber “Ada yang bisa dibantu tuan?”

Amber melihat sekeliling “Ehmm sesuatu yang indah”

Pelayan itu mengangguk “Bagaimana dengan ini?” tunjuknya.

Amber terlihat terpesona “Baiklah aku ingin ini”

“Untuk kekasihmu?” ucap pelayan dengan merapihkan barang yang dibeli Amber.

Amber tersenyum malu “Ehm sebenarnya untuk tunanganku”

Pelayan itu membulatkan matanya “Waah selamat kalau begitu”

Amber tersenyum dengan salah tingkah “Kau benar-benar lelaki yang romantis” ucapnya dengan memberikannya kepada Amber.

“Haha tidak juga, kalau begitu terima kasih” ucap Amber yang bergegas masuk kedalam mobil menuju Jung’s House.

Tak lama kemudian mobil Amber tiba di perkarangan rumah Jung’s. Pelayan membukakkan pintu untuk Amber dengan tersenyum

“Wae?” tanya Amber dengan memegang sesuatu di tangannya.

“Tidak ada tuan”

Amber masuk kedalam rumah dan memandang lantai atas, jantungnya berdegup kencang. Amber mulai menaiki tangga dengan gugup.

 

Krystal’s bedroom

Krystal terlihat sedang bermalas-malasan di atas tempat tidurnya dengan remote TV di tangan kanannya, jari-jarinya tak henti menekan tombol remote TVnya “Aish mengapa tidak ada yang menarik! membuatku bosan saja!” kesalnya.

Krystal menatap samping tempat tidurnya, melihat ponselnya yang tak lagi berdering “Ini semua gara-gara llama bodoh itu! awas saja dia! tak akan ku beri ampun” kesal Krystal yang kembali menekan tombol TVnya.

“Ting!”

Krystal menatap ponselnya, kini jari-jarinya tak lagi menekan tombol remote TVnya. Krystal menatap sebentar ponselnya “Aish pasti juga dari anak-anak 4 walls atau tidak dari Kai. Tidak penting” cuek Krystal.

“Ting!”  ponselnya kembali menerima pesan masuk, Krystal kembali menatap ponselnya dengan tajam.

“Kalau bukan sesuatu yang penting akan ku buang ponsel ini!” kesal Krystal dengan mengambil ponselnya yang tak jauh dari dirinya.

Saat memegang ponselnya, Krystal terkejut melihat dua pesan masuk dari “Stupid llama” Amber segera menggeser layar ponselnya dan membaca pesan singkat dari Amber.

From: Stupid llama 

Bangun dari tempat tidurmu dan buka pintu kamarmu” Krystal mengerutkan alisnya, tidak tahu apa yang dimaksud Amber.

From: Stupid llama

Ayolah jangan malas bangun”

Krystal menatap pintu kamarnya, sudah 2 jam lebih Krystal tak bangun dari tempat tidurnya dan kini kakinya menyentuh lantai kamar mewahnya. Krystal berjalan menuju pintu dan…

“krek” pintu terbuka.

Mata Krystal membulat, tak percaya dengan apa yang dia lihat. Krystal membungkukkan badanya mengambil bunga yang berada di depan kamarnya.

Krystal mencium bunganya dengan senyuman di wajahnya membuat dirinya merasa begitu senang. Krystal kembali masuk ke dalam kamar dengan menaruh bunga tersebut di kursinya.

ded8b09fe5ebda0c040097a712a136d5.jpg

Krystal tak henti tersenyum dengan memegang sebuah kertas kecil yang bertuliskan “Princess, forgive me :(“

Tentu saja hal ini membuat Krystal tak henti tersenyum “Ting!” Krystal mengambil ponselnya.

“From: Stupid llama

Kau menyukainya? aku yakin kau pasti menyukainya, berhentilah tersenyum bodoh seperti itu”

“Haish! apa dia ada disini?” Krystal langsung bangun dari tempat duduknya dan berjalan keluar kamar. Krystal menoleh kanan dan kiri “Tentu saja dia tak ada disini” ucap Krystal yang ingin kembali masuk ke dalam kamar.

“Kau mencariku?” krystal menoleh, melihat Amber yang berjalan menghampirinya, ntah mengapa Krystal menjadi gugup saat melihat Amber.

“Wae? kenapa kau seperti melihat hantu” kerut wajah Amber.

“Tidak” Krystal tak menatap Amber, kini Amber berdiri tepat di depan Krystal.

“Kau menyukainya?”

“Tidak”

“Tidak?” ulang Amber.

“Bagaimana bisa?”

“Tentu saja bisa!” ucap Krystal.

“Aku kira kau akan menyukainya” keluh Amber dengan menundukkan kepalanya.

Krystal tersenyum melihat Amber yang menjadi cemberut “Kau menertawakanku?”

“Aku tidak menyangka kau akan mengirim langsung, aku kira kau akan sibuk dengan PEKERJAANMU itu” ucap Krystal dengan di akhir kalimat dengan penuh penekanan.

“Bagaimanapun juga kau yang terpenting”

“Benarkah? aku tidak yakin” ucap Krystal menatap Amber.

“Percayalah”

Krystal mengangguk “Baiklah, kalau benar aku yang terpenting kalau begitu hari minggu kau harus menemaniku nonton di bioskop”

“Minggu?”

Krystal menatap sinis “Lihat, sepertinya ada yang lupa dengan kalimat yang baru saja kau lontarkan”

“Aish, tapi kau tahu bukan aku sedang mengurus perusahaan kakekmu dan..

“Dan jika kau tidak bisa maka aku akan bersama KAI!”

Amber terkejut mendengarnya, tentu saja Amber tidak akan membiarkan Krystal bersama Kai “Baiklah baiklah!” cepat Amber.

“Minggu jam 7” ucap Krystal yang langsung meninggalkan Amber sendiri di ruang tengah.

“Aish wanita itu! mengapa juga aku harus menerimanya” keluh Amber.

“Tapi juga aku tidak bisa membiarkan dirinya bersama Kai”

Tak lama kemudian Krystal keluar dari kamar “Apa dia sudah pergi? apa dia tidak tahu aku begitu bosan! ergh”

 

4 Hari kemudian 11.33 AM

Seperti biasa Krystal  berjalan menuju kantin, Krystal berjalan bersama sahabat-sahabatnya. Tentu saja semua mata masih tertuju pada Krystal tapi untungnya Krystal memiliki sahabat-sahabat yang setia, berbicara lain hal Sebenarnya Krystal berbohong pada Amber bahwa Kai mengajaknya menonton  nanti, ntah apa yang ada dipikiran Krystal untuk berbohong pada Amber. 

“Krystal” Krystal dan sahabat-sahabatnya berhenti saat melihat Kai yang sedang berdiri di depan mereka. Krystal dan sahabat-sahabatnya terkejut saat melihat wajah Kai yang terluka, tentu saja beberapa hari ini Kai tidak terlihat di sekolah.

Kai menatap Krystal seakan ingin berbicara padanya, 4 walls meninggalkan Krystal bersama Kai.

Kai dan Krystal sedang duduk di taman sekolah, mereka duduk bersampingan “Ada apa Kai?” ucap Krystal yang memulai obrolan.

Kai hanya diam dengan memegang tangannya terlihat gugup “Kau tidak apa-apa?” tanya Krystal yang khawatir pada Kai, tentu saja krystal khawatir karena baginya Kai adalah seseorang yang dekat dengannya.

Kai berusaha tersenyum dengan bibirnya yang terluka “Tidak apa-apa”

Krystal menatap iba, tentu saja ini bukan untuk pertama kalinya Krystal melihat wajah Kai terluka, Krystal tidak tahu mengapa Kai wajahnya terluka karena Kai tidak ingin cerita, seperti ada yang ditutupi olehnya.

“Apa ada yang memukulimu lagi?” tanya Krystal pelan.

Kai hanya tersenyum “Kenapa kau tidak lapor polisi saja?” tanya Krystal.

“Aku tidak bisa”

“Kenapa tidak bisa? kau terluka parah Kai! aku tidak bisa melihatmu seperti ini”

Kai tersenyum menatap Krystal “Apa sekarang kau sudah memperdulikan aku lagi?”

Krystal menghela nafas “Tentu saja, tentu saja aku peduli padamu Kai” ucap Krystal. Sampai saat ini Krystal maupun sahabat-sahabat Kai tidak tahu mengapa Kai selalu dengan tiba-tiba memiliki bekas luka diwajahnya, Krystal merasa ini bukan suatu pertengkaran terhadap orang lain karena Krystal tahu bahwa exo tidak akan tinggal diam melihat Kai terluka tapi exo pun tidak tahu mengapa Kai seperti  ini.

“Kai, katakanlah yang terjadi padaku apa yang terjadi?”

Kai menyederkan kepalanya di pundak Krystal “Aku hanya lelah” Kai memejamkan matanya.

“Baiklah, aku tidak akan memaksamu” ucap Krystal.

Krystal kembali ke dalam kelas, matanya melihat bangku kosong yang berada di belakangnya “Apa dia tidak masuk lagi?”

“Tidak” ucap Krystal.

Pihak sekolah sudah memberikan izin khusus terhadap Amber, sehingga Amber memiliki izin untuk tidak sekolah.

 

Hari yang ditunggu telah datang waktu menunjukkan pukul 06.30

Krystal sudah mengirim pesan teks kepada Amber bahwa dia akan menunggunya di bioskop.

Sedangkan Amber masih sibuk dengan segala dokumen penting yang akan dia presntasikan besok pagi, tentu hal ini tak kalah penting dengan Krystal karena ini menyangkut paut perusahaan Jung yang tengah krisis.

Amber tak hentinya melihat jam, Amber terlihat berantakan dengan baju serta rambut yang sedikit tak rapih “Amber, aku harap kau tak lupa dengan janjimu” ucap Taeyeon mengingatkan pada Amber.

“Ne” Amber kembali melihat jamnya, Amber mulai bergegas meninggalkan kantor.

“Tuan Amber!” ucap salah satu manager.

“Ada apa?” tanya Amber dengan bergegas pergi.

“Mr. Logan ingin bicara pada anda”

Amber menghentikan kakinya “Mr. Logan? maksutmua investor dari Amerika?” tanya Amber.

“Ya tuan, aku rasa dia tertarik pada projekmu kemarin” dengan cepat Amber mengangkat panggilan kerja, membuat waktu semakin sempit.

Sedangkan di tempat lain Krystal telah tiba terlebih dahulu, Krystal menatap sekitarnya mencari-cari sosok Amber. Krystal menghela nafasnya “Nona muda Jung apa kami harus…”

“Pergilah, aku tidak apa-apa” pinta Krystal.

Para penjaga Krystal membungkukan badannya “Baik nona muda”

Krystal terlihat berdiri menunggu Amber, wajahnya sedikit bosan dan kesal karena Amber tak kunjung datang.

DA1au5yVwAAfsc_.jpg

“Ciiitttt” ban mobil berdecit membuat Krystal melihat ke arah mobil tersebut “Tolong parkirkan, aku terlambat” ucap Amber.

Amber berlari kecil ke arah Krystal, Krystal menatap dingin Amber yang nafasnya terengah-engah “Apa, apa aku terlambat?” tanya Amber dengan nafas yang belum stabil.

“Menurutmu?” dingin Krystal.

“Biane”

Krystal berjalan meninggalkan Amber “Princess!” Amber mengejarnya. Kini mereka sudah masuk gedung bioskop. Amber terlihat sedang memberli minuman dan popcorn untuk mereka.

Krystal dan Amber berjalan menuju teater 1. Krystal dan Amber duduk bersebelahan “Kita mau nonton apa?” tanya Amber dengan mengunyah popcorn.

Krystal menatap datar “Conjuring”

Amber mengangguk dan 3 detik kemudian “WHAT?!”

Krystal menatap aneh Amber “Ada apa denganmu?”

“Kau bilang Conjuring?” kaget Amber.

Krystal mengangguk “Apa tidak ada film lain?” tanya Amber cemas yang membuat Krystal bertanya-tanya, mata Krystal menyipit “Takut hah?” senyumnya devil.

Amber dengan cepat menggelengkan kepalanya “Haha anio! untuk apa aku takut”

Krystal melipat tanganya di dada “Lalu mengapa kau begitu panik?”

Amber terlihat berfikir “Ehmm hanya saja aku sudah pernah menonton film ini!” sangkal Amber.

Krystal mengangguk “Ohh seperti itu”

“Tentu saja! jadi ayo kita pergi”

“PLAK!”

“Aaaghhh!” Amber menggosok-gosok kepalanya.

“Kau kira aku  bodoh? film ini baru tayang perdana, bilang saja kau takut!” ejek Krystal.

“Tidak!” dan lampu gedung teater 1 sudah mulai meredup, wajah Amber seketika berubah dengan suara gedung teater yang mulai mencekam.

Adegan demi adegan mulai menjadi tegang, tumbuh Amber semakin merosot ke bawah karena rasa takutnya “AAAAAGGHHH!!!” Amber menjerti ketakutan karena hantu yang tiba-tiba muncul begitu saja.

Krystal menahan tawannya, Krystal menoleh ke arah kanannya. Melihat Amber yang ketakutan dengan memegang lengan Krystal.

“Mau sampai kapan?” Amber melihat Krystal bingung, dan matanya melihat tangannya yang memegang erat lengan Krystal, dengan cepat Amber melepasnya dan duduk normal kembali.

“Hufffh kenapa film ini tidak pernah pagi!” keluh Amber.

“AAAGHHHHH!!!” Amber kembali menjerit kali ini Amber memeluk Krystal.

Membuat Krystal tak bisa bernafas “Aish lepaskan llama bodoh!”

“Agggh kenapa hantu suster itu begitu seram!” ucap Amber dengan dipelukan Krystal.

Sepanjang film berlangsung Amber tak melepaskan kepalanya dari lengan Krystal membuat Krystal menjadi tak konsen menonton karena ulah Amber. Tak terasa film berakhir, Krystal dan Amber keluar gedung teater dan menunggu mobil mereka datang.

“Lain kali aku tidak ingin menonton denganmu!”

Amber menghela nafasnya “Seharusnya kau bilang padaku akan menonton film horror”

Krystal melipat tangannya di dada “Dasar  pengecut”

Amber menatap tajam “Tidak! hanya saja hantunya begitu seram”

“Ohh seperti itu?” angguk Krystal.

“Tapi lebih menyeramkan dirimu” pelan Amber.

Krystal menatap dingin siap memukul Amber “Apa kau bilang?!”

“Wah itu mobil kita sudah datang hahaha” Amber langsung berlari mengambil mobil dan berhasil kabur dari pukulan Krystal.

Sebelum pulang Krystal dan Amber mereka menyempatkan untuk makan malam.

“Ahjumma pesan 2 porsi tteokbokki”

“Ne Amber-ya ~”

Krystal melihat sekitar membuat Amber memperhatikan Krystal “Aku harap kau tak lupa tempat ini” tatap Amber.

Krystal menatap Amber “Bagaimana aku bisa lupa kalau tempat ini adalah salah satu kenangan buruk bagiku” tentu saja tenda makanan tteokbokki ini tempat pertama kali Krystal dan Amber makan bersama atas permintaan Amber.

Amber menatap Krystal “Kenapa kau menatapku?” sinis Krystal.

“Syukurlah kau sudah terbiasa makan di tempat seperti ini, bukan tempat mewah dan aku lebih bersyukur lagi karena kita bisa makan bersama” senyum Amber.

“Makanan datang” 2 piring telah disiapkan, Krystal dan Amber menyantap makanan bersama.

Amber memperhatikan Krystal dengan senyum diwajanya “Berhentilah menatapku” ucap Krystal tanpa melihat Amber dengan tteokbokki di mulutnya.

Amber menghela nafas “Kau tahu, salah satu hal yang membuatku bahagia adalah bisa melihatmu makan dengan banyak” mendengar perkataan Amber, Krystal melihat ke arahnya “Makanlah llama, tak usah banyak bicara”  Amber mengangguk “Ne Gongjunim” Senyum Amber yang membuat Krystal tersenyum padanya.

“Drriingg Drrriiinggg” Amber melihat ke arah Krystal yang mengambil ponselnya di tas.

“Hallo”

“Oh Kai, ada apa?” seketika Amber menghentikan makannya.

“Apa kau tidak apa-apa? apa ada sesuatu yang terjadi padamu?” Amber menghela nafas melihat wajah Krystal yang terlihat khawatir.

“Oh sepertinya saat ini tidak bisa, kau tahu buka ini sudah malam” Krystal terlihat serius bicara dengan Kai membuat Amber merasa tak lapar lagi dan menaruh sumpitnya.

“Jika kau sakit istirahatlah…. Ehmm benarkah? baiklah kita bicara di tempat biasa saja. Istirahatlah Kai. Selamat malam”

Wajah Amber seketika berubah “Mengapa tiba-tiba dia bertingkah sok manis” cibir Amber dengan meminum segelas air putih.

“Kenapa? kau tidak suka”

“Tidak biasa saja” ucap Amber tanpa melihat Krystal.

“Baguslah, kalau begitu habiskan makananmu”

Amber berdiri dari tempat duduknya “Sudah kenyang” Krystal menatap aneh Amber “Aish llama itu!” setelah membayar Amber pergi begitu saja membuat Krystal mengejarnya.

Krystal merasa heran karena biasanya Amber selalu membukakan pintu untukknya tapi Amber lebih dulu masuk kedalam mobil “Ada apa dengan dirinya” cibir Krystal.

Saat di dalam mobil Krystal dan Amber saling diam membuat Krystal merasa sedikit canggung karena biasanya Amber selalu bicara padanya. Krystal melihat ke arah Amber yang sedang menyetir mobil “Ya llama! ada apa denganmu?”

“Tidak ada” ucapnya singkat.

“Lalu mengapa daritadi kau diam saja?” tanya Krystal.

“Hanya ingin” ucap Amber yang konsen menyetir.

Krystal semakin dalam menatap Amber dengan senyum tipis di wajahnya “Kau cemburu?”

Amber langsung melirik Krystal “Buat apa?”

“Mana tahu” senyum tipis Krystal.

“Untuk apa aku cemburu padamu dengan pangeran kodokmu itu”

“Namanya Kai, bukan pangeran kodok” komplen Krystal.

“Kalau begitu namaku Amber, bukan llama” lirik Amber pada Krystal.

Krystal tersenyum menghadap jendela “Kau benar-benar mirip llama, jadi bukan salahku jika aku memanggilmu llama”

“Jadi kau membelanya?”

“Tentu saja”

Mereka diam beberapa detik “Jadi kau menyukainya?”

Krystal menatap Amber dengan menaikan alisnya “Mengapa kau bertanya seperti itu?”

“Hanya ingin tahu saja, jadi kau menyukainya?” tanya Amber menatap lurus jalan.

“Ehm menurutmu?” goda Krystal.

Amber diam sesaat “Iya”

“Baguslah kalau kau menyadarinya” senyum Krystal.

“Jadi benar? pantas saja kau berubah menjadi sok manis padanya, tapi terhadapku kau begitu kejam! kau bahkan tidak pernah bertanya padaku apakah aku baik-baik saja, apakah aku sakit, apakah aku sudah makan atau belum. Kau benar-benar menyebalkan” selama Amber bicara, Krystal terus menatap Amber “Sudah marah-marahnya?” tanya Krystal.

Krystal menyederkan badannya di kursi dengan menatap jendela “Aku seperti itu karena aku khawatir pada Kai, dia adalah namja yang baik. Aku sudah cukup lama mengenalnya, aku merasa Kai memiliki masalah pribadi yang tak ingin dia ceritakan. Hari ini untuk kesekian kalinya aku melihat wajahnya penuh luka”

Amber tersenyum licik “Mungkin saja dia abis bertengkar dengan orang lain dan dia hanya berbohong padamu untuk mendapatkan perhatianmu”

Krystal menatap Amber “Tidak, karena aku yakin exo akan ada untuk membantunya dan terlebih lagi pasti sudah menjadi berita besar di sekolah. Aku yakin ini adalah masalah keluarga yang tak ingin dia ceritakan” Krystal menghela nafas.

Amber melirik Krystal “Kau begitu mengkhawatirkannya?”

“Tentu saja” lantang Krystal yang membuat Amber semakin kesal.

“Aish”

Tak lama kemudian mereka sampai, mobil telah berhenti di perkarangan rumah Jung. Setelah mobil dimatikan Amber langsung turun tanpa menunggu Krystal, membuat Krystal merasa lucu dengan sikap Amber “Dasar aneh” senyum Krystal yang langsung di bukakkan pintu oleh salah satu pelayan.

Amber langsung menuju ke atas membuat Taeyeon bingung melihatnya “Ada apa dengan anak itu?”

 

9.35 PM Amber’s bedroom

Amber terlihat bermain PS 4, Amber terlihat menekan-nekan tombol stiknya karena Amber sedang bermain game perang-perangan “Ya!! aaaghh mengapa aku kalah lagi! dasar gila, sudah aku tidak ingin bermain lagi!” kesal Amber yang langsung melempar stik PSnya di sofa. Amber bangun dari tempat duduknya, kakinya hanya mondar-mandir dikamar besarnya. Amber terlihat gelisah “Aish! mengapa saat ini aku begitu marah?” heran Amber.

Amber berhenti di depan kaca, menatap dirinya yang berantakan “Ada apa ini? ya ada apa dengan dirimu, kau begitu kacau!” tatap Amber di kaca.

Amber memegang dadanya “Mengapa aku seperti ini, seperti tidak tenang!” Amber berjalan menuju tempat tidur dan mengambil ponselnya.

Amber melihat nomor ponsel Krystal, ntah mengapa dia ingin menelfon Krystal tapi …

“Haha aku pasti sudah gila! kau gila Amber” Amber kembali mengacak-acak rambutnya.

Amber berjalan ke arah pintu kamarnya, tanganya sudah memegang gagang pintu “Huffhh” Amber membuka pintunya dan menutup dengan pelan. Mata Amber menatap pintu kamar yang tak jauh dari pandangan matanya.

“Kalau seperti ini terus aku tidak akan bisa tidur” Amber berjalan, kakinya melangkah pelan menuju pintu kamar yang sempat membuat tangan dan kakinya bengkak.

Amber terus menghela nafasnya, kini jaraknya dengan pintu hanya beberapa jengkal. Amber memejamkan matanya.

Dengan penuh kenekatan dan keberanian, Amber mengetuk pintu kamar Krystal “Tok Tok Tok” Amber melihat jam yang menujukkan pukul 11.16 PM

Amber kembali mengetuk “Princess, apa kau sudah tidur?” Amber kembali mengetuk berharap Krystal belum tertidur.

“Sepertinya sudah” Amber sedikit kecewa.

“Cklek” langkah Amber terhenti saat mendengar pintu kamar terbuka.

Amber membalikan badannya, wajahnya tersenyum melihat Krystal yang membuka pintu dengan wajah datarnya “Ada apa? apa kau tidak bisa lihat ini jam berapa?” dinginnya.

Amber menggaruk-garuk kepalanya “Ah maaf aku mengganggu tidurmu, hanya saja aku tidak bisa tidur” ucap Amber sambil melangkah mendekati Krystal.

Krystal menatap aneh Amber “Lalu urusannya denganku apa?”

“Aku… akuu, aku tidak bisa tidur karena filmu itu! seperti ada yang mengikutiku, seperti ada yang menatapku. Aku merasa takut, aku tidak bisa tidur”

Krystal menghela nafas “Lalu?” tanya Krystal yang masih berdiri di pintunya.

“Kau harus bertanggung jawab”

Krystal melihat Amber serius dengan tatapan dinginnya “Tanggung jawab?” senyumnya tipis.

“Aku tidak bisa tidur sendiri, jadi… jadi….. jadi aku akan tidur di kamarmu”

Seketika Krystal terkejut dengan ucapan Amber “Mwo? apa kau gila hah?”

Amber menggosok telinganya “Itu.. itu semua karenamu! besok pagi aku ada rapat besar dan jika aku tidak tidur maka aku bisa terlambat!”

“Tidur saja dengan yang lain, atau tidak kau tidur saja dengan seketaris Kim!”

“Aish apa kau tidak tahu kalau Tae suka mendengkur keras?! aku tidak akan tahan!”

Krystal menatap Amber “Tidak akan!” Krystal menutup pintu kamarnya tapi dengan cepat Amber menerobos masuk kamar Krystal untuk yang kedua kalinya.

“Ya!! apa yang kau lakukan!” geram Krystal.

Lagi…

Amber sangat terhipnotis dengan kamar Krystal, dari suasana hingga aroma wangi kamar yang begitu khas “Keluar dari kamarku!” tunjuk Krystal ke arah pintu.

Amber menatap Krystal “Tidak! hahaha” Amber kemudian berjalan menuju sofa Krystal dan berbaring diatasnya “Waaah lembut sekali”

Krystal melipat tangannya “Aku tidak ingin bermain-main denganmu, cepat keluar karena aku ingin istirahat!”

Amber memejamkan matanya “Malam ini saja, aku benar-benar lelah”

Krystal terlihat jengkel, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan “Bukankah kau tadi bersikap aneh kepadaku, jadi keluarlah stupid”

Amber menghela nafasnya dengan mata yang masih terpejam “Hmm aku seperti itu karena aku tidak suka mendengar namanya dari bibirmu, membuatku gelisah dan terus memikirkan nya”

Krystal memandang Amber “Jadi alasanmu tidak bisa tidur karena film tadi atau Kai?”

“Sudahlah aku ingin tidur” Amber membalik badannya, sedangkan Krystal mengepal tangannya seakan ingin memukul Amber.

 

 

1.20 AM Krystal’s bedroom

Amber terlihat gelisah, berkali-kali dia memutar badannya tapi tetap saja tak bisa tidur “Errgghhh” Amber menatap langit-langit kamar Krystal dan kini Amber memeringinkan badannya untuk melihat Krystal yang tidur dengan memunggunginya.

Amber tersenyum “Bagaimana bisa aku tidur dengan seperti ini” pelan suara Amber.

 

Krystal POV

Mata ini terpejam tapi tak kunjung tertidur, padahal aku sudah mengantuk. Haish apa karena ada stupid llama itu? apa dia tidak bisa tidur dikamarnya saja dan mengapa aku mengizinkannya untuk tidur dikamarku! erghh bodoh sekali, mengapa akhir-akhir ini aku menjadi bodoh. Tak ada yang bisa masuk kamarku begitu saja kecuali llama bodoh itu.

Hmmm jadi dia cemburu? hahaha lucu sekali, aish apa yang aku katakan ini! ergh Krystal Jung kau harus segera pergi ke dokter. Aku rasa aku sedang tidak baik tapi ntahlah akhir-akhir aku begitu dekat dengannya, paling tidak dia menuruti semua perintahku haha.

Sudahlah aku ingin tidur saja..

 

07.00 AM

“Hoaaaaaaammm” ku sedikit membuka mataku, ntah mengapa mata ini langsung menuju sofa yang di tidur oleh llama bodoh itu.

Huffhh dia sudah pergi, aku begitu penasaran dengan apa yang dia kerjakan di perusahaan kakek.

Haruskah aku mencari tahu? bagaimanapun juga itu adalah perusahaanku dan menjadi tanggung jawabku.

Aku langsung bergegas mandi dan mengganti seragam, aku melangkah menuju meja makan untuk sarapan pagi yang membosankan.

Setelah selesai dengan sarapanku, aku berjalan menuju perkarangan rumah dan melihat seketaris Kim, hm kebetulan sekali “Seketaris Kim” panggilku, dan dengan cepat dia menghampiriku. Tentu saja aku tidak perlu memerintah dalam dua kali.

“Ya nona muda Jung” bungkuknya.

“Aku ingin tahu laporan mengenai perusahaan”

Aku melihatnya, sepertinya dia terkejut dengan permintaanku “Maaf nona?”

“Apa kau tidak dengar? aku malas untuk berbicara dua kali. Aku ingin semua laporan sudah ada siang ini” aku langsung masuk ke dalam mobil tanpa mendengar penjelasan seketaris Kim.

 

Empire School  12.10 PM

Ku lihat beberapa dokumen-dokumen di taman belakang sekolah, satu persatu ku perhatikan. Jangan pikir aku tak mengerti tentang perusahaan karena aku dilahirkan untuk ini hanya saja aku malas.

Aku melihat satu laporan terbaru mengenai projek yang akan dikerjakan oleh Amber, aku tahu Amber sangat berusaha keras untuk membangun perusahaan ini, sama seperti ayahnya dulu.

“Pasti Amber mengalami banyak kesusahaan”

“Krystal” aku menatap ke sumber suara, aku memberikan senyuman padanya dan menutup dokumen perusahaan ini.

“Boleh aku duduk disampingmu?” aku mengangguk.

Aku menatapnya “Bagaimana, apa kau sudah membaik?”

Dia mengangguk “Sudah” senyumnya.

“Syukurlah”

“Ehm aku turun prihatin dengan apa yang menimpamu saat ini Krys”

Aku tersenyum “Tak apa Kai”

“Lalu bagaimana dengan kakekmu?”

Aku mengehela nafas, sedikit berat untuk membahas kakek karena aku begitu merindukannya “Saat ini dia baik-baik saja, kakek akan segera kembali ke Korea untuk menyelesaikan semua ini”

Kai mengangguk “Ayahku mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir”

“Aku harap begitu” aku menatap lurus taman.

“Ehmm Krys, bagaimana bisa Amber menggantikan posisimu?”

Aku menatapnya “Aku tidak tahu, tapi dia tidak menggantikanku Kai. Kakek yang meminta untuk Amber menghandle semua ini. Aku rasa kakek belum yakin dengan diriku”

“Benarkah? aku rasa kau jauh lebih pintar daripada dia, kau tahu bukan dia melakukan hal gila untuk menarik investor kembali. Aku rasa itu akan memperburuk perusahaanmu Krys, belum lagi kasus kakekmu yang masih belum selesai”

Aku menatap Kai serius “Aku percaya dengannya, Amber tak seburuk yang kau kira Kai”

“Kau menyukainya?” Aku terkejut dengan pertanyaan Kai, aku berusaha tersenyum “Haha kau ini bicara apa?”

“Aku tahu kau dan Amber tak saling memiliki rasa satu sama lain tapi, tapi saat ini aku begitu khawatir karena aku rasa kau menyukainya” Aku hanya diam, tak ingin menjawab pertanyaan Kai.

Seketika Kai memegang tanganku yang membuatku menatapnya “Kau masih mempercayaiku kan?” tatapnya dalam.

Aku mengangguk “Kau ini bicara apa, tentu saja!” senyumku.

“Terima kasih Krys”

 

Ke esokan harinya

Aku bangun dari tidurku lebih pagi dari sebelumnya, aku segera mencari pakaian yang pas untukku nanti. Aku segera mandi dan sedikit berdandan.

Aku melihat jam yang menujukkan pukul 08.00

“Tok Tok Tok” 

“Nona muda Jung, apa kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa” jawabku dari dalam.

“Tapi nona muda, ini sudah melebihi jam masuk sekolah. Apa nona hari ini tidak masuk sekolah?”

“Tidak” jawabku hanya singkat dengan merapihkan pakaianku.

Tak lama kemudian aku turun ke bawah, semua pelayan menatapku dengan terkejut “Siapkan mobil” perintahku yang langsung di laksanakan.

Mobil telah siap “Nona muda Jung”

Aku menatap spion dalam mobil “Antar aku ke perusahaan”

Dan mobil mulai berjalan, ntah mengapa aku harus pergi ke perusahaan padahal aku begitu gugup akan mereka tapi.. tapi setelah membaca dokumen kemarin aku tidak bisa membiarkan Amber melakukan hal ini sendiri, aku tahu rasanya bagaimana semua orang menatapmu dengan tatapan tak suka, dan aku rasa hari ini Amber akan menerima semua itu. Aku tidak akan membiarkan nya terjadi.

Tak butuh waktu lama mobilku berhenti di depan lobi perusahaan “Nona muda Jung, kita sudah sampai”

Hufffhh aku menatap gedung milikku dari dalam mobil, sudah berapa lama aku tidak kesini membuatku begitu jantungan! hufffhh kau tidak perlu gugup Krystal, ingat kau adalah Krystal Jung! kau adalah pewaris serta pemilik Jung Corpt dan tak ada satupun yang bisa menghalangi dirimu!

“Baiklah, buka pintunya”

“Baik nona muda”

 

Author POV

Krystal mulai turun dari mobil, Krystal berjalan dengan anggun membuat dirinya begitu mempesona. Semua mata menatap dirinya dengan 9 pengawal yang berdiri di belakangnya.

DBAHjFZU0AAkhUH.jpg

“Oh bukankah dia cucung dari Jay Jung?” pegawai 1

“Lihat dia! ya Tuhan cantik sekali, dia tumbuh sangat sempurnya” pegawai 2

“Wajahnya begitu dingin, tak ada senyuman sama sekali diwajahnya! benar-benar mengerikan, bagaimana bisa kita di pimpin olehnya” pegawai 3

“Benar-benar cantik! tak masalah bagiku untuk kerja disini semumur hidup” pegawai 4

Dan tentu saja kantor menjadi ribut karena kedatangan Krystal ke perusahaan, Krystal berjalan dengan penuh percaya diri tanpa memperdulikan sekelilingnya. Krystal berjalan menuju lift, saat lift terbuka. Lift sudah terisi penuh, dan Krystal berdiri menatap dingin para pegawai yang ada di lift tersebut.

“Ayo cepat keluar, dia adalah cucung presdir Jung” ucap pegawai pelan.

Dan seketika lift yang terisi penuh menjadi kosong “Selamat pagi Nona Krystal” bungkuk salah satu pegawai yang tak dibalas oleh Krystal.

“Wah kejam sekali” ucap pegawai.

Krystal menuju lantai atas, dimana ruangan rapat dimulai.

 

Sedangkan di ruang rapat

Amber terlihat frustasi, dirinya merasa gagal dalam mempresentasikan hasil pemikirannya yang jenius tapi tak bisa dia luapkan karena tekanan yang begitu kuat, Amber terlihat pucat dan gugup. Ruangan kantor menjadi ribut tak karuan “Bisa hancur perusahaan kita bila seperti ini terus!” ucap salah satu manager.

“Kau tidak becus! lebih kau keluar saja sana! rencanamu tidak masuk akal, apa kau sudah gila?!” ucap yang lain.

“Kita butuh CEO yang lebih baik dari ini! kita harus mengganti yang baru!” seketika semua setuju, Taeyeon berusaha untuk menengkan tapi suasana semakin panas karena tentu saja Amber tak memiliki kekuatan, hanya amanah Jay lah yang bisa membuatnya disini.

“BRUK!!” suara pintu terbuka hebat, ruangan yang ricuh kini menjadi hening hanya dalam 1 detik.

Krystal melangkah masuk ruangan dengan tatapan yang begitu dingin, seketika semua para manager, direksi dll berdiri dari tempat duduk mereka dan membungkuk pada Krystal sebagai tanda hormat mereka, termasuk Amber dan Taeyeon yang sangat sangat tak menyangka kedatangan Krystal.

Kini Krystal duduk di kursi Chief Executive Officer. Kursi dengan jabatan tertinggi, Krystal menatap satu-satu para bawahanya, mereka semua takut dengan aura Krystal yang mengingatkan mereka pada Jay Jung kakeknya sendiri.

Krystal kini menatap Amber yang tengah berdiri dengan kertas di tangannya, Krystal menghela nafasnya “Berikan padaku” ucapnya dingin, Amber sedikit bingung tapi untung saja dia langsung sadar dan memberikan kertas itu kepada Krystal.

Krystal membacanya dengan teliti, tangannya kini mengambil pena di sampingnya dan mengoreskan tanda tangan di kertas milik Amber, seketika ruangan kembali ramai atas tindakan Krystal. Setelah selesai tanda tangan Krystal kembali mengangkat kepalanya “Ada yang tidak setuju?” ucapnya dingin, semua menjadi diam.

“Saya rasa ini terlalu beresiko presdir”

Krystal menatap “Lalu apa kita akan diam saja? dan kau, apa kau memiliki rencana yang lebih brilian daripada ini? jika tidak punya kau diam saja” manager tersebut hanya diam.

“Tapi bagaimana dengan persetujuan presdir Jay Jung” ucap salah satu manager.

Krystal menatapnya “Aku rasa itu tidak perlu, aku yang memegang semua ini. Semua atas perintahku. Kalian cukup kerjakan dan jangan banyak bicara. Saya yakin kalian adalah orang yang hebat, jadi kerjakan saja. Jika tidak suka, pergilah” merasa cukup, Krystal bangun dari tempat duduknya.

“Dan satu lagi, tolong hargai orang lain saat seseorang menyempaikan pendapat” dan Terakhir Krystal menatap Amber. Dan Krystal meninggalkan ruangan dengan semua pegawai memberikan hormat kepadanya.

Kini Krystal duduk di ruangan kakeknya, membuka setiap dokumen-dokumen penting perusahaan “Masuklah” ucap Krystal.

“Nona muda Jung” Taeyeon memberikan sebuah dokumen untuk di tanda tangani Krystal.

“Bagaimana ini bisa terjadi?” tatap Krystal.

“Kenapa kau tidak bilang padaku jika perusahaan sedang dalam krisis? kau pikir aku tidak mampu? apa kau tidak tahu aku dibesarkan disini Kim Taeyeon!” Taeyeon hanya diam menunduk.

“Maafkan aku nona muda, hanya saja Tuan besar Jay belum mengizinkan anda untuk menghandle perusahaan..”

“Dan membiarkan Amber yang mengerjkan?” Taeyeon kembali diam.

Krystal bangun dari tempat duduk kakeknya “Aku tidak tahu mengapa kakek selalu berusaha menjauhkanku dari perushaan? dan membiarkan aku bertungan dengan Amber, apa kakek pikir aku tidak bisa melakukannya?”

“Mungkin bukan seperti itu nona muda Jung, hanya saja tuan Jay merasa takut kalau nona muda belum siap untuk semua ini jadi tuan Jay membiarkan Amber untuk mengurus semuanya”

“Aku benar-benar tidak mengerti” ucap Krystal.

“Pergilah” perintah Krystal.

“Baik” bungkuk Taeyeon.

Krystal keluar dari ruangan kakeknya, saat berjalan Krystal melihat ruangan yang baru dia lihat. Krystal mendekati ruangan tersebut “Ini ruangan siapa?” tanya Krystal kepada salah satu pegawai.

“Ini adalah ruangan Amber Liu” Krystal mengangguk.

“Jadi llama ini sudah memiliki ruangan sendiri”

“Cklek” Krystal membuka pintu tanpa mengetuk.

“Ya! mengagetkanku saja!” kejut Amber memegang jantungnya.

Krystal berjalan memasuki ruangan Amber, melihat-lihat ruangannya “Not bad”

“Apa kau tidak bisa mengetuk terlebih dahulu?” jawaban Amber tak dijawab Krystal yang asik melihat-lihat ruangan Amber.

“Bagaimana bisa yeoja tukang tidur, pemalas seperti mu bisa melakukan semua ini”

Amber menatap Krystal dengan beberapa kertas di tangannya “Tentu saja bisa, aku memang malas tapi bukan berarti aku bodoh. Jika aku benar-benar menginginkan sesuatu maka aku akan berkerja dengan keras”

Krystal mengangguk “Aku harap projekmu dapat dikerjakan dengan baik, karena aku sudah mempertaruhkan harga diriku”

Amber menruh semua kertasnya dan menatap Krystal “Percayalah” ucapnya.

“Bagusalah” Krystal duduk di sofa Amber.

“Jadi hari ini kau tidak sekolah?”

Krystal menggelengkan kepalanya “Lalu bagaimana dengan Kai?” pertanyaan Amber mengundang perhatian Krystal.

“Mengapa kau tiba-tiba bertanya tentang dirinya?”

Amber langsung mengambil dokumen yang berada di atas mejanya “Tidak ada”

“Ehmmm kau ingin makan siang denganku?” ajak Amber yang mengalihkan pembicaraan.

“Aku mau jika kau yang traktir”

“Aish bukankah kau yang bosnya”

“Lalu jangan ajaku makan” ucap Krystal.

“Baiklah-baiklah aku yang traktir, kajja”

Krystal dan Amber semakin dekat satu sama lain, mereka tertawa bersama, kadang bertengkar, kadang menyebalkan dan saling mendukung satu sama lain.

 

Setelah selesai makan siang..

“Kau ingin ku antar ke rumah atau?” ucap Amber menyetir mobil.

“Aku ingin ke kembali ke perushaan sebentar”

“Baiklah” Krystal dan Amber kembali ke perusahaan.

“Ting” pintu lift terbuka, Krystal melangkah keluar “Selamat siang Presdir” Krystal menghentikan langkahnya.

“Oh manager Kim”

“Sudah lama tidak bertemu” senyumnya. Krystal mengangguk “Ya seperti itu”

“Saya benar-benar tidak menyangka bahwa nona muda sepertimu akan datang ke perusahaan”

“Tentu saja aku harus datang, saat ini benar-benar dalam keadaan tidak baik. Bagaimana bisa aku diam dan duduk saja, Manager Kim”

“Kedatanganmu benar-benar di waktu yang tepat presdir, kau adalah satu-satunya yang pantas menggantikan presdir Jay Jung, aku yakin kau bisa menghadapi semua ini” ucapnya.

“Tapi aku tidak bisa sendiri, aku butuh orang lain untuk membantukku. Bagaimanapun aku belum memiliki pengalaman apapun paman”

Krystal telah menganggap Kim Bo Kyung sebagai pamannya sendiri karena Kim Bo Kyung berkerja cukup lama di bawah Jay Jung “Kau tidak perlu khawatir, aku akan membantumu”

“Tapi aku rasa tidak banyak yang menyukai Amber” tatap Krystal.

Kim menghela nafas “Amber? oh maksut presdir, orang kepercayaan presdir Jung? aku mendengar banyak tentang dirinya, aku tak menyangka dia mirip sekali dengan Josh Liu. Aku yakin bakatnya akan sama seperti ayahnya, tapi bagaimanapun juga kau harus berhati-hati. Kita tidak tahu mana yang benar-benar di sisi kita atau tidak, jika kau sudah masuk maka akan sangat terasa sulit untuk bernafas. Tapi kurasa Amber adalah anak yang baik dan cerdas, saat pertama kali aku melihatnya datang kesini dia begitu lugu dengan seragam sekolahnya” senyum Kim.

Krystal mengerutkan alisnya “Seragam sekolah?”

Kim menatap Krystal “Iya, saat pertama kali dia datang kesini. Aku rasa itu sudah beberapa bulan yang lalu” senyumnya.

“Beberapa bulan yang lalu? jadi sebelumnya Amber sudah pernah datang ke perusahaan? untuk apa” pikir Krystal.

Manager Kim mengangguk “Jika perlu sesuatu bilang saja padaku” senyumnya.

Manager Kim membungkuk pada Krystal, manager Kim meninggalkan Krystal untuk beberapa langkah sebelum Krystal memanggilnya “Manager Kim”

“Ya presdir” bungkuknya, Krystal berjalan beberapa langkah.

“Aku ingin tahu apa yang terjadi pada Kai” ucap Krystal serius.

“Ehmmm, aku tidak mengerti maksutmu presdir” senyumnya kaku.

“Kai selalu terlihat terluka, bahkan beberapa hari ini dia begitu buruk, apa anda tidak tahu itu?” tanya Krystal.

“Seperti yang presdir tahu, bahwa Kai adalah anak yang keras kepala. Karena percaraianku dengan istriku sifatnya menjadi pemberontak. Aku juga tidak tahu apa yang dia lakukan, aku mencoba menjadi ayah yang baik tapi dia terlalu keras kepala. Maafkan jika anakku merepotkanmu” bungkuknya.

“Tidak, Kai adalah sahabatku. Aku hanya ingin tahu saja” ucap Krystal.

“Syukurlah, tolong jaga Kai. Anak itu selalu berbicara banyak tentang dirimu. Aku rasa dia akan menuruti kata-katamu presdir, jadi kumohon jaga Kai”

Krystal mengangguk dan manager Kim meninggalkan Krystal.

 

Next day

Seperti biasa Krystal sudah sampai di sekolah. Krystal terlihat jalan sendiri di koridor sekolah untuk menuju aula.

“Wah tuan putri jalan sendiri” goda seorang murid.

“Sombong sekali, jangan menjadi yeoja yang sombong. Apa kau tidak takut akan jatuh miskin?” semua tertawa, Krystal hanya diam.

“Apa yang kalian lakukan!” teriak seseorang. Seketika semua murid menjadi diam, ketika mereka datang untuk Krystal.

“Kau tidak apa-apa?”

Krystal tersenyum “Aku tidak apa-apa Henry”

“Jika ada yang menggangu Krystal Jung lagi, kalian berhadapan dengan kami! mengerti!” tegas Minho yang membuat mereka pergi.

“Sudah tidak apa-apa”

“Kami tidak akan membiarkanmu tersakiti!” ucap Key.

“Kami juga tidak mau dimarahi Amber! jika kau terjadi apa-apa maka matilah kita di tangan Amber” ucap Jonghyun yang membuat Krystal tertawa.

Tentu saja, semenjak kejadian ini, Krystal lebih terbuka dan menjalin hubungan baik dengan orang lain. Bahkan Krystal tak menyangka bisa berteman baik dengan sahabat-sahabat Amber yang selalu melindunginya.

Kini Shinee dan 4 walls berjalan menuju aula untuk mendengar pengumuman “Seminggu lagi sekolah kita akan mengadakan pesta tahunan” semua murid bersorak.

“Pesta tahunan?” ulang Krystal.

“Iya pesta tahunan, dan itu sangat menyenangkan” girang Luna.

“Aku benci hal itu” datar Krystal.

“Dan tentu akan ada raja dan ratu pesta tahunan sekolah EMPIRE!” Semua bersorak gila, siapa yang tidak mau menjadi King and Queen di sekolah terkenal sekelas Empire. Tentu saja King and Queen hanya diperuntungkan untuk anak-anak yang memiliki style dan penampilan yang luar biasa, tidak hanya penampilan tetapi reputasi di sekolah juga menentukan mereka.

“Apakah tahun ini aku akan menjadi Queen lagi?” ucap Victoria dengan percaya diri. Yap, Vic menjadi Queen di tahun kemarin sedangkan Luna menjadi Queen di tahun sebelum Vic.

“Kali ini aku akan menjadi Queen” ucap Sulli tak kalah percaya diri.

“Aish kau malah sibuk dengan minumanmu hingga kau mabuk, jadi itu sebabnya kau tidak terpilih” tatap Luna.

“Kali ini tidak akan” balas Sulli.

Krystal menghela nafas dengan nada bosan “Apakah ini penting?”

“Tentu saja” ucap mereka bertiga semangat.

“Ini adalah suatu kebanggan bisa menjadi raja dan ratu sekolah, Krystal Jung!”

“Membuang waktu saja” Krystal tak pernah datang ke acara pesta tahunan sekolah karena menurutnya itu sangat membosankan, belum lagi dia akan menolak ratusan namja yang mengajaknya berpasangan, sungguh sangat merepotkan dirinya.

“Hi semua!” sapa Henry kepada 4 Walls.

“Hi shinee”

“Apa kalian akan ikut?” tanya Minho.

“Tentu saja oppa!” balas Sulli.

“Oppa? heol, aku tidak menyangka kalian akrab begitu cepat”

“Ini diluar dugaanmu Soojung” senyum Sulli.

“Jadi, apakah kau siap tahun ini kita akan menang lagi?” ucap Onew.

“Tentu saja!” Luna dan Onew melakukan High 5. Onew dan Luna menjadi King and Queen tahun lalu, sedangkan Victoria bersama Nichkhun, yang kini Nichkhun sudah kembali ke Thailand.

“Dan bagaimana denganmu Krystal, apa kau ikut?” tanya Key.

Krystal menghembuskan nafasnya “Lebih baik aku tidur dirumah”

“Seperti biasa” ucap Vic.

“Dan bagaimana kalau Amber datang, apa kau akan datang juga?” goda Jonghyun dengan senyum devilnya.

Krystal menatap Jonghyun “T-I-D-A-K” semua tertawa.

“Ting” Krystal membuka ponselnya.

“From: Kim Jongin 

Bisa kita bicara di taman belakang? aku menunggumu”

“Krystal kau mau kemana?” tanya Henry.

“Toilet”

“Mau ku temani?” tanya Vic.

“Tidak usah” tolaknya, Krystal berjalan menuju taman belakang tempat biasa dirinya dan Kai berbicara.

“Kau sudah datang” senyum Kai.

“Ada apa?” tanya Krystal.

Kai tersenyum “Apakah aku memanggilmu hanya untuk hal penting saja? aku merindukanmu, dulu kita saling bertemu tanpa memiliki alasan, apakah sekarang harus ada alasan?”

Krystal menatap Kai “Bukan seperti itu, hanya saja…”

“Akhir-akhir ini kau benar-benar sibuk, apa kau tidak tahu aku merindukanmu?”

Krystal tersenyum “Kau berlebihan” Kai selangkah mau mendekati Krystal, memandangnya lebih dalam.

“Apa kau merindukanku juga?” tanya Kai. Krystal diam sesaat.

“Aku rasa tidak” Krystal dan Kai mendengar suara yang tak asing bagi mereka.

Dirinya tersenyeum dengan kedua tangan di saku celananya “Karena Krystal merindukanku begitu banyak, bukan?” ucap Amber.

Amber melangkah maju mendekati Krystal dan memegang tangannya, Krystal kaget dengan aksi Amber “Teganya kau berbohong hanya untuk bertemu dengan dirinya” tatap Amber dengan senyum. Krystal hanya diam tanpa perlawanan “Kajja”

Kai memegang tangan Krystal, Amber melihat Kai geram “Ada apa?”

“Aku akan bicara lagi denganmu” ucap Kai pada Krystal yang kemudian tanganya dilepas.

Krystal dan Amber jalan berdampingan “Jadi selama aku tidak ada disini, kau terus bersamanya?” tanya Amber dengan tidak menatap Krystal.

“Iya, lalu?”

Amber menghentikan langkahnya “Aish, hanya saja.. hanya saja aku tidak suka!”

Krystal mengerutkan dahinya “Ada apa denganmu? kenapa kau jadi teriak” tatap Krystal aneh.

Amber menggaruk-garuk kepalanya tanpa melihat Krystal “Bukan seperti itu, hanya saja aish! bagaimana ini”

“Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan” senyum devil Krystal.

 “Hahaha tentu saja tidak”

“Lalu mengapa kau panik?”

“Amber!!” Amber menoleh ke arah lapangan basket dan Amber memberikan isyarat kepada sahabat-sahabatnya bahwa dia akan segera kesana.

“Kau cemburu?”

Amber menatap Krystal dengan mata membulat dan pipinya yang sedikit merah, Amber berjalan mundur menjauhi Krystal dengan pelan.

Amber tersenyum melihat Krystal, Krystal menatap Amber dengan tangan menyilang di dadanya. Amber terus berjalan mundur tanpa memutuskan pandangannya terhadap Krystal “Siapa yang tidak menyukai sosok Krystal Jung” teriak Amber yang jaraknya tak lagi dekat dengan Krystal.

Seketika pipi Krystal terasa panas, Krystal menarik nafasnya agar tenang “Itu bukan jawaban!”

Amber menghentikan langkahnya “Kalau begitu kau tahu artinya bukan” senyum Amber yang meninggalkan Krystal dengan berlari ke arah lapangan basket.

“Dup dup dup” jantung Krystal tak karuan “Aish aku benci hal ini!”

“Jung Soojung!” Krystal menoleh ke samping, pandanganya melihat sahabat-sahabatnya yang menghampiri dirinya.

“Kau darimana saja?” tanya Luna “Mengapa dari toilet lama sekali?”

“Ada sedikit masalah” ucap Krystal tanpa menatap mereka.

Vic memandang aneh, tangannya memegang dahi Krystal “Unnie, wae?” heran Krystal.

“Badanmu tidak panas, tapi mengapa pipimu merah” heran Vic.

Krystal memutuskan untuk diam saja “Ayo kita ke lapangan”

“Mengapa harus kesana?”

“Kita lihat Shinee bermain basket dan aku lihat juga ada Amber hyung” jawab Sulli.

“Aku tidak mau, aku ingin ke kelas”

“Ayolah Soojung, mengapa kau tidak menikmati hidup sama sekali? apa kau tidak bosan di kantin ataupun di kelas terus?” Krystal menatap mereka bertiga.

“Huffhhh” akhirnya 4 walls berjalan ke pinggir lapangan basket, seketika lapangan basket ramai dengan kedatangan 4 walls. Tentu saja sampai saat ini kepopuleran mereka tetap nomor satu sekalipun Krystal terlibat masalah.

4 Walls duduk di pinggir lapangan, mereka melihat Shinee yang bermain basket. Shinee melambaikan tangan pada 4 walls “Kami datang” lambai Sulli.

Dan tentu saja mata Krystal dan Amber saling bertemu kembali tapi tidak untuk waktu yang lama karena Amber mulai bermain basket.

“Berikan bolanya padaku” pinta Amber pada Taemin.

Amber berdiri dengan memegang bola, tapi pandanganya menatap Krystal. Bola sudah di tangannya, Amber bersiap-siap memasukan bola tanpa melihat ke ring tapi melihat ke arah Krystal, dengan mengisyaratkan mulutnya “Lihat ini” bibirnya berkata. Amber sudah siap melempar bola dengan menatap Krystal dan sebelum memasuka bola, Amber menyebutkan nama “Krystal Jung”

“Dum” bola masuk dengan sempurna.

Amber tersenyum, sedangkan Krystal berusaha sekuat mungkin untuk tidak tersenyum “Wah Amber luar biasa, aku rasa dia begitu menyukaimu hingga seperti itu hahaha” goda Luna.

“Daebak, hyung!” teriak Sulli pada Amber.

Krystal hanya diam karena dia tidak ingin terlihat gugup.

Jam sekolah berakhir, Krystal terlihat meninggalkan kelas.

“Princess” buru-buru Amber mengejar Krystal.

Amber menatap Krystal yang berjalan disampingnya “Aku tidak tahu kau akan datang ke lapangan basket”

“Itu karena dipaksa” jawabnya tanpa melihat Amber.

“Hmm aku kira karena diriku, hufh sayang sekali” kecewa Amber.

“Bagaimana kalau kita makan malam diluar?” ajak Amber.

“Tidak mood” jawab dingin Krystal.

Amber telihat bingung “Aish apa aku ada salah denganmu” tanya Amber dengan berjalan menatao Krystal.

“Aku pikir kau akan kembali ke perusahaan”

Amber menggelengkan kepalanya “Tentu saja tidak! bagaimanapun juga sekolah nomor 1, dan lagipula aku merindukanmu” senyum Amber.

“Funny”

“Aku tidak memiliki waktu banyak denganmu, jadi ayolah makan malam bersama”

“Kalau begitu tinggalkan pekerjaanmu” dingin Krystal.

“Saat ini sedang ku tinggalkan dan memilihmu. Kau ingat bukan bahwa kau adalah yang nomor 1”

“Nomor 1? tapi kau mengabaikan telfonku selama 5 kali”

Amber menghembuskan nafasnya “Aku benar-benar sedang sibuk pada saat itu, jadi ayolah”

Krystal mengentikan langkahnya dengan menatap Amber “Baiklah jam 7”

Amber langsung senang mendengarnya dan Krystal meninggalkan Amber, tapi Amber heran karena jalan yang di pijak Krystal bukan jalan menuju pintu sekolah “Princess kau mau kemana?” Kejar Amber.

“Menemui seseorang”

“Seseorang? siapa”

“Bukan urusanmu” jawan Krystal yang terus berjalan.

Kemudian Amber menghentikan langkah Krystal dengan berdiri di depannya “Kau ingin bertemu dengan Kai?”

Kini mereka berdua bertatapan “Baguslah jika kau tahu, jadi minggir”

“Tidak!” Amber kembali mencegah Krystal.

“Minggir llama, aku sedang tidak ingin bermain-main”

Amber menghela nafasnya “Jika kau ingin bertemu dengannya, maka aku ikut denganmu”

Krystal menatap Amber aneh “Pergilah”

“Tidak! aku tidak akan pergi, aku tidak akan membiarkanmu sendiri” tatap Amber.

“Dia adalah Kai, dia adalah..”

“Aku tidak peduli! aku tidak peduli dia sahabat, musuh atau bahkan kekasihmu, yang jelas aku tidak akan membiarkanmu sendiri”

“Ada apa dengamu?”

“Kumohon” serius Amber.

Krystal menghela nafas dan menyerah dengan sikap Amber “Baiklah”

Krystal berjalan lebih dulu sedangkan Amber berjalan di belakangnya “Kau tunggu sini” perintah Krystal yang langsung di turuti Amber.

Amber menatap Kai yang duduk di taman belakang, Amber menatap serius.

 

FLASHBACK

“Amber aku mohon kau harus berhati-hati” ucap Taeyeon yang langsung membantu Amber berdiri karena menghindari hantaman benda keras dari atas gedung.

“Ini gila” ucap Amber dengan masih tak percaya.

“Bawa tuan muda ke tempat yang aman!” perintah Taeyeon. Amber langsung dibawa menuju mobil sedangkan Taeyeon menghubungi security serta polisi untuk mengurus masalah ini.

“Apa kau terluka?” tanya Taeyeon yang kini sedang berada di mobil.

“Tidak, hanya saja.. hanya saja aku tak menyangka ini terjadi”

Taeyeon menghela nafas “Mulai sekarang kau harus berhati-hati. Banyak yang menginginkan posisimu. Kau adalah ancaman besar”

Amber tersenyum licik “Ancaman untuk siapa?”

“Aku yakin ada seseorang yang ingin menjatuhkan perusahaan ini dan menyingkirkan semuanya. Dan menurutku ini adalah waktu yang tepat, dimana tuan besar Jay terlibat masalah dan semua akan terancam”

Taeyeon menatap Amber “Aku tidak ingin kau mempercayai siapapun.. Dan yang paling penting adalah tetap di sisi nona muda Jung, karena dia adalah sasaran empuk para predator”

“Aku percaya denganmu, karena aku yakin kau akan menjaga nona muda Jung. Hanya kau yang bisa melindunginya saat ini. Aku, aku tidak bisa melindunginya karena nona muda Jung tidak menyukaiku. Kau tidak memiliki batas untuk dekat dengan dirinya sedangkan aku punya”

Amber tersenyum menatap Taeyeon “Masih sempat saja kau menggodaku”

“Tapi aku serius, jangan percaya siapapun. Aku mohon jaga Jung Soojung” pinta Taeyeon.

“Bawa aku ke Empire School”

“Baik tuan”

END FLASHBACK

 

Amber terus menatap Krystal dan Kai dari kejauhan “Apa yang dia lakukan disana? apa dia sedang memperhatikan kita”

Krystal menatap Amber “Biarkan saja, ada apa kau memanggilku”

Kai kini menatap Krystal “Aku ingin mengajakmu makan malam, bagaimana?” tawar Kai.

Krystal menggigit bibir bawahnya “Ehm aku tidak bisa”

Kai sedikit terkejut “Kenapa? biasanya kau selalu bisa”

“Aku akan makan malam di luar bersama Amber”

Kai tersenyum dengan mengangguk “Jadi kau sudah dekat dengan dirinya?”

“Akhir-akhir ini aku menghabiskan waktu bersamanya, di tambah lagi masalah perusahaan”

“Aku bisa membantumu”

Krystal tersenyum “Tidak apa Kai, kalau begitu aku pulang dulu”

“Kau menyukainya?” Krystal menghentikan langkahnya “Tidak tahu” Krystal kembali berjalan menghampiri Amber.

“Mengapa lama sekali? apa yang kalian bicarakan” tanya Amber dengan berjalan di samping Krystal.

“Kai mengajakku makan malam” jawab Krystal.

“Hahaha sayangnya dia kalah cepat” bangga Amber.

“Jangan terlalu senang, aku adalah tipe orang yang menepati janji. Jika kai mengajakku lebih dulu, maka aku lebih memilih bersamanya!” ucap Krystal dengan menatap Amber kesal.

Krystal dan Amber berjalan menuju mobil “Berikan kunci mobilnya” pinta Amber yang membuat Krystal melihat ke arahnya.

“Masuklah, aku yang akan menyetir” perintah Amber kepada Krystal.

Kedua bodyguard Krystal menghampiri Krystal yang berdiri tak jauh dari mobil “Bagaimana nona muda?”

“Aku pulang bersamanya” jawab Krystal.

“Baik nona muda Jung” Bodyguard Krystal membukakkan pintu untukknya.

“Apa kau tidak suka jika kita pulang bersama seperti ini?” tanya Amber melirik Krystal.

“Kenapa kau melakukan ini?” tanya Krystal menatap jalanan depan.

“Bukankah aku sudah bilang, bahwa aku merindukanmu. Aku ingin punya waktu berdua bersamamu, itu saja”

Krystal menggigit bibir bawahnya “Oh”

“Apa kau tidak merindukankau?” lirik Amber.

“Tidak”

“Aish, jadi ini adalah rindu sepihak saja?”

Krystal tersenyum “Pabo”

“Yes I’m” senyum Amber.

Krystal dan Amber menghabiskan waktu bersama sampai malam, hingga mereka tiba dirumah pukul 10 malam. Krystal bergegas masuk ke kamarnya dan mengucapkan selamat malam pada Amber.

Krystal membaringkan tubuhnya di tempat tidur, pikirannya penuh dengan bayangan Amber.

“Bagaimana bisa, bagaimana bisa? ini benar-benar aneh. Lagi dan lagi, aku merasa bingung dengan perasaanku. Merasa bingung dengan apa yang terjadi padakku. Akhir-akhir ini dia begitu mencuri perhatianku, dan ntah mengapa aku dibuat dag dig dug karenanya. Dan lebih anehnya, jika aku tak bersamanya rasanya ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang ingin terus ku cari dan kutemukan.”

Krystal berdiri, menatap cermin hiasnya. Memegang dadanya yang bedetak kencang “Tiap kali aku bersamamnya, aku merasa aneh seperti… seperti aaaghh! ayolah Krystal, kau tidak mungkin menyukainya!”

“Aku tidak mungkin menyukai llama gila seperti dirinya! ingat, bahwa aku begitu membencinya. Iya aku begitu membencinya, aku membencinya, aku membencinya” Krystal menghela nafas.

“Tapi…. aaaaghhh!!! bagaimana ini” Krystal duduk di meja riasnya, kini mata Krystal menatap kotak kecil yang tak jauh dari matanya.

Krystal memandang kota tersebut, kini tangan nya mengambil kota berwarna merah tua itu. Kotak kecil itu di putar-putar oleh Krystal dengan menatapnya.

“Huffhh” Krystal berusaha menenangkan dirinya.

Kini matanya kembali menatap kotak di tangan kanannya, Tangannya mulai membuka isi kotak kecil tersebut dan ….

Isi kotak tersebut sangat berkilau dan indah, terbesit kenangan Krystal saat pertama kali bertemu Amber kembali membuatnya tersenyum.

Krystal terus menatap cincin tunanganya tersebut “Seperti mimpi saja” ucapnya yang kemudian menutup pelan kotak di tangannya.

“Ntahlah, biar waktu yang menjawabnya” senyum Krystal.

Hari-hari telah berlalu, Krystal dan Amber terlihat semakin dekat dan menghabiskan waktu bersama.

Krystal terlihat lelah saat pulang dari sekolah, kakinya berhenti di depan pintu kamar Amber. Krystal menatap pintu kamar Amber untuk beberapa saat hingga akhirnya Krystal membuka pintu kamar Amber untuk yang kedua kalinya.

Krystal melangkahkan kakinya masuk, menatap sekitar kamar Amber. Krystal berjalan menuju tempat tidur Amber dan berbaring di atasnya.

Krystal memejamkan matanya hingga akhirnya Krystal tidur terlelap di tempat tidur Amber.

 

11.41 PM

Wajah Amber terlihat lelah akan kegiatannya hari ini “Baiklah sampai besok” ucapnya pada Taeyeon.

Amber melangkahkan kakinya menuju kamarnya “Benar-benar hari melelahkan” ucap Amber. Kini langkahnya terhenti, langkahnya terhenti untuk menatap pintu kamar Krystal “Selamat malam princess” senyum Amber.

Amber membuka pintunya dan ….

“Soojung?” kagetnya, Amber melangkah pelan “Apa dia tidur?” Amber menatap Krystal yang tertidur pulas dengan masih menggunakan seragam sekolah.

“Bagaimana bisa dia tidur dengan tak mengganti baju” tatap Amber. Amber memberikan selimut pada Krystal agar tidak kedinginan.

Amber sedikit jongkok agar bisa melihat wajah Krystal secara dekat. Senyuman manis tergores di bibir Amber, tak ada lagi raut lelah di wajahnya, tangannya mengelus rambut Krystal dengan lembut.

 

1.47 AM

Krystal perlahan membuka matanya dengan sedikit merenggangkan tubuhnya. Badannya di miringkan dan terkejut melihat Amber yang tengah tidur pulas di sofa. Melihat Amber tertidur membuat Krystal tersenyum.

“Ehhhmmm” Amber mengucek-ucek matanya.

“Kau sudah bangun?” tanya Amber yang memiringkan badannya agar dapat melihat Krystal.

“Menurutmu?”

“Aish baru saja bangun dari tidur, mengapa kau jutek sekali. Apa kau baru bermimpi buruk?”

“Tidak juga” jawab Krystal yang masih menatap Amber.

Amber bangun dari tempat tidurnya, dan mengambil segelas air putih “Jika kau ingin tidur, alangkah lebih baiknya kau mengganti baju terlebih dahulu. Kau bisa kedingnan memakai baju seperti itu” ucap Amber mengambil air putih.

Krystal bangun dari tidurnya dan duduk di tempat tidur Amber dengan selimut di pahanya “Aku ketiduran”

Amber duduk di dekat Krystal “Minumlah”

Amber mengambil gelas yang berisi air putih, meminumnya sampai habis “Wah kau benar-benar haus ya? apa di dalam mimpimu kau sedang di kejar-kejar?” ucap Amber dengan memegang gelas yang diminum Krystal.

“Tidak” ucap Krystal.

“Lalu apa yang kau mimpikan? aku berharap kau memimpikan aku” senyum Amber.

“itu sih maumu stupid”

“Lalu untuk apa kau tidur dikamarku jika tidak ingin memimpikanku karena merindukanku” goda Amber.

Seketika wajah Krystal sedikit merah “Aku hanya bosan saja, memang kau saja yang bisa masuk kamarku hah”

Amber mengangguk “Baiklah princess, kau bossnya” Amber bangun dari tempat tidurnya.

“Tidurlah, kau bisa terlambat sekolah”

Krystal menatap Amber “Kau besok tidak sekolah lagi?”

Amber kembali duduk di sofanya “Sepertinya tidak, ada investor dari Jepang yang akan datang”

“Baiklah”

“Kalau begitu tidurlah” Krystal menuruti kata Amber, Krystal kembali membaringkan badannya di tempat tidur Amber.

“Mimpi indah Princess”

“Kau juga” ucap Krystal yang memejamkan matanya.

Pagi hari Empire School “Tapi nona”

“Wae? kau melarangku untuk ke perusahaan?” dingin Krystal.

“Lagipula sudah tidak ada mata pelajaran lagi, jadi siapkan mobil untukku”

“Ba-baik nona muda Jung” bungkuk Taeyeon.

Krystal kini menuju perusahaan Jung.

Mobil telah berhenti di depan gedung, bodyguard turun untuk membuka pintu Krystal. Taeyeon menatap Krystal “Awasi nona muda”

“Baik”

Krystal melangkah masuk perusahaan, semua staff mapun yang lainnya memberikan hormat kepada Krystal Jung.

Krystal hanya berjalan saja dengan bodyguard serta Taeyeon di belakangnya. Krystal mulai masuk ruangan kakeknya. Tentunya hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ruangan Jay Jung.

aaaa4606d138ec7457aa195c61e521ed.jpg

Krystal duduk di kursinya dengan membaca beberapa dokumen yang dibawa Taeyeon “Lalu bagaimana projek Amber?”

“Sejauh ini baik-baik saja presdir”

Krystal diam sesaat “Seketaris Kim”

“Ya presdir”

Krystal menatap Taeyeon “Aku ingin tahu mengapa Amber datang ke sini? maksutku sebelum aku mengenal dirinya”

“Ehm aku tidak tahu presdir, saat pertama kali aku bertemu dengan tuan Amber disaat menjemputnya di rumah” ucap Taeyeon.

“Baiklah kalau begitu keluar”

Krystal terlihat membaca serta mendalami tentang perusahaan yang kini dipegangnya “Tok Tok Tok

“Masuklah” perintah Krystal yang masih fokus dengan lembarannya.

“Aku yakin jika Tuan Jay Jung melihatmu seperti ini, dia akan bangga”

Suara tersebut menarik perhatian Krystal “Hallo” senyumnya.

“Apa sikapmu seperti itu pada presdir?”

“Yang benar saja”

“Mwo?”

Amber menghela nafas dan membungkuk pada Krystal yang sedang duduk “Selamat siang presdir Krystal Jung, aku ingin menyarahkan ini. Ini adalah laporan investor kita” Amber memberikan dokumen pada Krystal.

Krystal membacanya dengan seksama “Good job” puji Krystal.

“Apa ada yang ingin kau katakan lagi?” tanya Krystal dengan sikap coolnya.

“Ehmm sebenarnya tujuan utamaku adalah untuk mengajak presdir makan siang, bersamaku” senyum Amber.

“Bagaimana ya?”

“Apa kau sibuk?”

“Tidak juga, kajja”

Amber tersenyum “Baiklah”

Krystal dan Amber berjalan menuju lobi perusahaan “Selamat siang presdir” Krystal dan Amber menghentikan langkahnya “Oh manager Kim”

“Senang bisa melihatmu lagi presdir”

Krystal tersenyum seadanya “Aku juga”

“Aku ingin memberi tahu bahwa projek yang kita lakukan saat ini akan mengalami penurunan dalam waktu dekat” Kim Bo Kyung menjelaskan beberapa masalah perusahaan yang membuat Amber heran padanya.

“Baiklah, masukanmu akan ku terima dan ku pertimbangkan, Terima kasih manager Kim” Krystal dan Amber segera meninggalkan perusahaan.

Mobil Krystal dan Amber sudah meninggalkan perusahaan “Awasi mereka” ucap Taeyeon.

“Baik”

Krystal dan Amber sudah selesai maka siang bersama “Kajja” ajak Amber.

“Aku tidak ingin langsung ke kantor, apa kita tidak bisa jalan-jalan dulu?”

“Baiklah princess” senyum Amber.

Krystal dan Amber berjalan menelusuri jalan dengan melihat beberapa hal yang menarik “Aku sudah lama tidak berjalan kaki” ucap Amber.

“Aku juga, aku jarang sekali keluar seperti ini. Jika aku berjalan di tempat seperti ini maka semua bodyguard kakek akan melindungi, benar-benar meresahkan” keluh Krystal.

“Haha karena kakekmu sangat mencintaimu, princess” senyum Amber.

“Bruk!”

“AW!” Krystal memegang pundaknya.

“Hei hati-hati!” teriak Amber kepada namja yang menabrak Krystal.

“Kau tidak apa-apa?”

Krystal mengangguk

“Jangan jauh dariku, aku akan melindungimu” dan seketika Amber memegang tangan Krystal.

Perbuatan Amber dibilang sangat nekat karena memegang tangan Krystal, tapi Amber bersyukur karena Krystal  tak melawan atau memukulnya “Kalau jalan seperti ini akan terasa lebih aman” senyum Amber. Tanpa sadar wajah keduanya memerah.

Krystal dan Amber terus berjalan dengan tangan yang saling menyatu, membuat mereka menjadi pusat perhatian karena terlihat begitu serasi “Aku rasa semua orang melihat ke arah kita” ucap Krystal dengan sedikit menundukkan kepalanya.

Amber melihat sekitar “Benarkah? hmm aku rasa karena kita telah membuat cemburu mereka” senyum Amber.

DBsQNzQWAAEowVG.jpg

Sepanjang jalan Krystal dan Amber tak melepaskan tangan mereka, Krystal dan Amber terlihat seperti pasangan serasi “Mau jalan sampai kapan?”

“Apa kau sudah lelah?” tanya Amber.

“Ti-tidak juga” ucap pelan Krystal.

Amber tersenyum “Tapi aku rasa kita harus kembali ke perusahaan, aku takut mereka akan mencarimu”

“Baiklah”

Krystal dan Amber kembali ke perusahaan dan menjalankan rutinitas mereka seperti biasa.

Hari demi hari berlalu, Krystal dan Amber terlihat terus bersama. Tak ada jarak lagi diantara mereka berdua “Hi llama!” kejut Krystal dengan membuka pintu kamar Amber.

“Ya!!!” Amber teriak dengan menutup badannya dengan handuk putih.

“Ya!! apa yang kau lakukan!” cemas Amber.

Krystal menatap jengkel Amber “Aish mengapa kau sekarang jadi suka teriak-teriak?”

“Apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu?” wajah Amber terlihat merah dengan rambutnya yang masih basah, belum lagi Krystal yang terus menatap dirinya.

“Mwo, mwo! apa yang kau lakukan! berhenti di tempatmu!” Krystal berjalan mendekati Amber dengan senyum Devilnya.

“Jung Soojung aku memperingatkanmu!” gugup Amber.

“Kenapa? apa ada yang salah” ucap Krystal yang terus menggoda Amber.

“Keluar dari kamarku!”

“Kenapa aku harus keluar?” bingung Krystal.

“Aku ingin memakai baju”

Krystal duduk di sofa Amber dengan duduk manis “Ganti saja”

“Tidak bisa” panik Amber.

Krystal mengerutkan dahinya “Kenapa tidak bisa? bukankah kita sama-sama yeoja” goda Krystal.

Krystal terus menatap Amber dengan tatapan menggoda “Bukalah dan pakai lah pakaianmu”

Melihat Krystal seperti itu sungguh membuat Amber kesal karena malu, tak tahan dengan kondisi yang seperti ini. Amber berjalan mendekati Krystal “Baiklah kalau itu maumu, aku akan mengganti baju di depanmu” kini Amber yang menggoda Krystal.

Krystal menelan salivanya dengan menegakkan duduknya “1…..” Amber mulai menghitung.

“2….” wajah Krystal semakin merah saat Amber bersiap melepas handuknya.

“Tii….”

“Arraso arrasoo!” Krystal buru-buru berdiri dengan wajah yang merah, di sisi lain Amber tersenyum melihat Krystal yang menjadi canggung.

Tidak sampai 1 menit, Amber membuka pintu kamarnya “Masuklah” ucap Amber kepada Krystal yang duduk.

Krystal kembali masuk ke kamar Amber dan langsung merebahkan badannya ke tempat tidur Amber “Aaahhh” senyum Krystal dengan memeluk bantal Amber.

Sedangkan Amber duduk di sofa “Ada apa? mengapa kau tiba-tiba masuk kamarku”

“Ehmm tidak ada” ucap Krystal yang memejamkan matanya.

“Apa kau ingin tidur dikamarku lagi?”

Krystal membuka matanya, badanya di miringkan untuk bisa melihat Amber “Sebenarnya ada yang ingin kuceritakan”

“Apa? katakan padaku” Amber menatap serius.

“Aku bingung apakah aku harus mengikuti pesta tahunan sekolah atau tidak”

“Oh masalah itu, mengapa kau memikirkannya? aku yakin kau pasti tidak akan ikut” Amber menyenderkan tubuhnya di sofa.

“Tadinya, tapi sepertinya aku akan memikirkan ulang karena Kai mengajakku untuk menjadi pasangannya”

Mendengar nama Kai, Amber langsung berdiri dari sofanya “Tidak, tidak dan tidak!”

Krystal juga bangun dari tidurnya dan duduk di atas tempat tidur Amber “Kau ini kenapa? mengapa begitu sensitif sekali dengan Kai, apa dia punya salah denganmu?” bingung Krystal.

“Tidak, hanya saja aku tidak suka dia bersamamu”

“Mengapa seperti itu?”

Wajah Amber terlihat bingung “Aish! memang kapan acaranya dimulai?” tanya Amber.

“2 hari lagi” santai Krystal.

Amber terlihat berfikir “Aku yakin kau tidak akan bisa datang, aahh daripada aku dirumah lebih baik aku menerima ajakan Kai. Lagipula ini adalah tahun terakhir sekolah”

Amber duduk di tempat tidurnya berasama Krystal “Haish di rumah saja! apa kau tidak tahu itu pasti akan ramai. Aku yakin kau tidak akan berlama-lama disana!”

“Kita lihat saja nanti!” Krystal langsung bangun dari tempat tidur Amber dan meninggalkan kamarnya.

“Ya Jung Soojung! aish, pergi begitu saja”

 

Di tempat lain

Pria paruh baya itu terlihat duduk dengan sebatang rokok di tangan kanannya “Apa kau berhasil mendekatinya?” tanyanya pada namja yang berdiri di depannya.

“Ya appa, hanya saja Krystal belum memberi jawaban tapi aku yakin bahwa dia tidak akan menolakku”

“Pastikan itu benar Kai” pria itu bangun dari duduknya dan meminum segela wine.

“Rencana kita sudah semakin sempurna, hanya saja masih ada beberapa kendala yang perlu kau dan aku bereskan, apa kau mengerti?”

“Ya appa, aku mengerti”

 

 

 

Malam pesta tahunan 

Semua murid Empire masuk ke dalam gedung mewah yang sudah di sewa mereka, semua murid merangkul pasangan masing-masing, semua terlihat bahagia dengan tawa mereka.

Setiap namja berpakaian dengan begitu rapih, dengan memakai tuxedo maupun suit. Sedangkan para yeoja terlihat begitu menawan dengan dress yang mereka kenakan. Pesta tahunan Empire layaknya seperti medan perang dengan gaya, kecantikan, ketampanan mereka masing-masing untuk mendapatkan gelar raja dan ratu Empire.

4 walls dan Shinee terlihat berbincang bersama, Vic berpasangan dengan Henry, Luna dengan Onew dan tentu saja Sulli dengan Minho “Dimana Krystal?” tanya Jonghyun.

“Sepertinya dia tidak datang” lesu Luna.

“Lalu bagaimana dengan Amber, apa dia akan datang?” tanya Vic pada Jonghyun.

“Aish anak itu, dia akhir-akhir ini sangat sibuk jadi aku rasa dia tidak akan datang” jelas Jonghyun.

Sebelum mereka masuk kedalam gedung, 4 walls dan Shinee melakukan sesi foto. Mereka tersenyum di depan kamera dengan melambaikan tangan bagaikan selebrti Korea.

Sudah selesai melakukan sesi foto, 4 walls dan Shinee mulai masuk ke dalam gedung tapi secara tiba-tiba suara begitu ribut, teriakan para yeoja menjadi bergema membuat 4 walls dan Shinee menoleh ke arah suara “Ada apa? apa ada pencuri” bingung Onew.

“Sepertinya tidak”

Sulli menyipitkan matanya dengan melangkah lebih dekat ke arah kilatan kamera “JUNG SOOJUNG!” kaget Sulli.

Lampu kamera tak hentinya menyinari Krystal yang tengah berdiri dengan anggun

uif1453430562.jpg

380042_171592_1740.jpg

Tak henti-hentinya semua orang memuja-muji sosok Krystal Jung yang begitu sangat luar biasa cantik.

“Apa?!!” kaget Luna.

“Ada apa?” tanya Onew.

“Soojung bersama Kai?” mereka semua melihat ke arah Kai yang menyusul Krystal berfoto, membuat kembali kericuhan pesta tahunan.

“Aku rasa, aku sudah tahu siapa yang akan menjadi King an Queen tahun ini” lemas Henry.

“Kenapa tidak bersama Amber! mengapa temanmu itu bodoh sekali!” marah Vic.

“Dia memang bodoh, kalau saja dia melihat Krystal seperti ini aku yakin dia akan mengeluarkan liur dari mulutnya” tatap Henry ke Krystal.

Krystal dan Kai berjalan menuju 4 walls dan Shinee, Kai memegang tangan Krystal “Hai semua” sapa Krystal dengan senyum paksa.

“Aku kira kau tidak akan datang” ucap Luna.

“Mau bagaimana lagi” Vic memperhatikan wajah Krystal yang sedikit murung “Ada apa dengannya? dia terlihat seperti tidak bahagia” pikir Vic.

 

Krystal POV

Pesta tahunan benar-benar ramai dan meriah, dan tentu saja semua orang menatapku dengan tatapan yang membuatku tak menyukainya. Di tambah lagi dengan moodku yang sedang buruk! aku tidak tahu mengapa aku harus datang ke acara ini, aish sebenarnya aku datang karena…

Karena ingin membuat Amber cemburu kepada Kai dan berhadap llama bodoh itu datang, tapi sampai detik ini dia tak datang! benar-benar menyebalkan!! apa dia itu tidak memiliki perasaan.

“Kenapa kau terlihat begitu murung? daritadi kau sama sekali tidak tersenyum” aku melihat ke arah Vic eomma yang datang menghampiriku.

“Aku tidak apa-apa” saat ini tidak ada yang bisa membuatku tersenyum atau membuat moodku kembali lagi.

“Dimana Kai?”

“Sedang mengambil minum” jawabku datar, benar-benar membosankan.

“Aku tidak menyangka kau akan datang, apa alasanmu bisa datang ke pesta ini Jung Soojung? aku tahu kau memiliki misi lain”

Aku menatap Vic eomma “Ntahlah, mungkin aku sudah gila”

“Haha besenang-senanglah, kau sudah cantik-cantik seperti ini malah terlihat dingin. Ayolah Soojung, ini adalah pesta tahunan terakhir kita. Nikmatilah

Bagaimana bisa aku menikmatinya, jika moodku sedang tidak bagus. Ditambah lai semua orang yang menatapku seakan aku adalah santapan mereka.

Suara alunan musik dimulai dan aku melihat Key yang sedang naik panggung “Hallo semua, bagaimana kabar kalian?”

“Aku harap kalian akan menikmati pesta kali ini! dan seperti yang kalian tahu, inti dari acara ini akan segera dimulai yaitu pemilihan King and Queen Empire School 2017!!”

Seketika semua menjadi heboh kecuali diriku.

“Maka dari itu nikmatilah pesta, dan musik dimulai!”

Alunan musik dimulai, alunannya begitu lembut dengan lampu yang mulai meredup. Semua orang berdansa di lantai dansa dengan pasangannya masing-masing. Aku bisa melihat sahabatku yang sedang menikmati waktunya sedangkan aku? hufh. lebih baik aku pulang saja.

Saat aku sedang membalikan badanku tiba-tiba Kai datang menarik tanganku menuju lantai dansa, aku menatap tangannya tapi rasanya berbeda…

Dan juga, apa Kai mengganti tuxedonya?

Kini kami berhenti di tengah lantai dansa, aku menatapnya aneh. Mengapa Kai memakai topeng?

Tangannya mulai memegang tanganku, tangannya yang lain memegang punggungku. Jarak kami begitu begitu dekat tapi…

Tapi mengapa aku begitu deg-degan. Tidka biasanya aku seperti ini jika bersama Kai. Aku merasa ingin mati, rasanya begitu berbeda.. Sentuhannya begitu lembut membuat hatiku menjadi tenang.

Aku mengikuti langkah kaki Kai menari, alunan lagu semakin romantis di tambah lagi aku bisa merasakan nafas hangat di leherku. Aaaghhhh aku benar-benar gila.

“Bagaimana bisa aku membiarkan yeoja cantik sepertimu bersamanya”

WHAT?!! suaranya!!

Dia tersenyum, topengnya mulai di buka dan ….

“Tak akan kubiarkan dia menyentuhmu karena kau milikku Krystal Jung”

“Amber….”

Dia tersenyum Dia tersenyum Dia tersenyum!!!! aku menatap matanya, Amber begitu sempurna dengan tuxedo hitam yang dia kenakan. Dia begitu..

Tampan.

“Tapi bukankah kau…”

“Sssstt” Amber menempelkan jarinya dibibirku dan jarinya berjalan ke arah pipiku.

“Aku bersamamu” senyumnya, aku tak bisa menahan senyumkku dengan menatapnya.

“Kau terlihat begitu cantik, sangat cantik”

“Terima kasih” ucapku lembut, dan untung saja tidak terlalu terang jadi Amber tak bisa melihat wajahku yang memanas.

Amber kembali mendekap diriku, aku bisa mencium wangi tubuhnya yang begitu khas. Jari kami saling bermain-main, jarinya saling menyatu denganku.

Begitu nyaman.

Sentuhannya membuatku masuk ke dimensi yang dimana hanya aku dan..

Dia…

Kini matanya menatapku, aku tak kuasa untuk menatapnya. Kami berdua tersenyum dengan jarak yang hanya beberapa inci.

Amber semakin menarik tanganya agar aku semakin dekat dengannya.

Jantungku tak karuan, wajahnya begitu dekat. Dia terlihat begitu manis, matanya begitu indah..

Amber, apa yang telah kau lakukan padaku?

Waktu seakan berhenti, aku tak mendengar suara kerumunan ataupun alunan musik. Yang ada dipikiranku saat ini hanyalah Amber..

Amber menatapku, jarak kami semakin dekat hingga aku bisa merasakan hangat hembusan nafasnya.

Bagaimana ini?

Aku gugup..

Aku…..

Aku memejamkan mata, dan …

Amber menciumku!!

Ku ulangi!

Amber menciumku, mencium bibirku!!

Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan. Aku terlalu gugup.

Amber terus mencium bibirku, bukan mencium tapi kali ini Amber melumat bibirku dengan begitu lembut sehingga aku larut dalam ciumannya.

Ntah mengapa aku membalas bibir Amber, rasanya begitu manis.

Hingga pada akhirnya …

“Prok prok prok prok” aku melepas bibir Amber, aku mendengar suara tepuk tangan serta siulan untuk kami. Aku tidak tahu lampu lantai dansa menjadi terang kembali, dan hanya aku dan Amber yang berada di lantai dansa.

Aaahh bagaimana ini! aku begitu malu!

Aku merasakan tangan Amber di daguku “Tidak perlu malu” senyumnya yang membuatku tersenyum.

Semua orang tersenyum melihat Krystal dan Amber, begitu banyak yang iri pada dua pasangan tersebut.

“Sepertinya kita sudah menemukan King anda Queen untuk tahun ini” cuap Key di atas panggung.

“Dan….. selamat untuk pasangan terfenomenal Krystal dan Amber!!!” semua orang tepuk tangan gembira.

“Selamat!!” aku tersenyum, begitu juga Amber. Amber tak melepaskan matanya dariku.

“Eheem eheem dimohon untuk Kryber untuk naik ke atas panggung” ucap Key dengan memegang mahkota.

“Kryber?” ulang Amber.

“Not bad” ucapku.

Aku dan Amber naik ke atas panggung, tentu saja Amber tak melepaskan tangannya dariku.

Setelah menerima penghargaan sebagai King anda Queen, aku dan Amber bergabung dengan 4 walls dan shinee.

“Waah tak kusangka posisi kita direbut” ucap Onew.

“Jika aku dan Soojung datang ke pesta dalam 3 tahun berturut-turut aku yakin kami akan memecahkan rekor sebagai pasangan romantis” senyum Amber.

“Hahahah” semua tertawa, aku kembali melihat tanganku yang terus di genggam erat oleh Amber.

Sedangkan Vic, Luna dan Sulli menatapku dengan tatapan menggoda “Apa?” ucapku pelan.

“Bagaimana rasanya?” aish mereka mulai lagi!

Tak terasa waktu menujukkan pukul 10.30 PM. Aku dan Amber berjalan menuju mobil, aku melihat Amber yang melepaskan blazernya dan memakaikannya padakku “Gomawo” senyumku. Dan seperti biasa Amber akan membukakkan pintu mobil “Silahkan Princess” ucapnya.

Tak lama kemudian mobil meninggalkan tempat, kini suasana canggung kembali muncul diantara kami.

Tapi….

Amber memegang tanganku dan aku membalas genggaman tangannya

0a213f9fa97444572e3d788ee09c151d.jpg

(Ilustrasi hahaha)

Tak terasa kami sudah tiba di rumah, Aku segera turun dari mobil dengan Amber yang membukakkan pintunya. Aku berdiri di depan pintu menunggu Amber untuk masuk ke dalam rumah “Kajja”

“Selamat malam nona muda Jung” sapa seketaris Kim.

Ntah mengapa aku masih merasa canggung atas kejadian di pesta tahunan tadi, aku ingin sekali bertanya mengapa dia tiba-tiba menciumku..

Aish mengingat hal itu sungguh membuat pipiku panas “Princess, kau tidak apa-apa?” aku menatap Amber yang berdiri di sampingku.

“Oh aku tidak apa-apa” senyumku.

“Beristirahatlah”

“Kau juga, selamat malam Am”

 

 

Hari-hari berlalu, semakin hari semakin tak terpisahkan diriku dengan Amber, tapi saat ini Aku tidak tahu status hubunganku dengan dirinya, tapi bukankah kami sudah bertunangan? tapi… aish Jung Soojung! apakah aku menyukainya? tapi yang jelas aku tidak ingin jauh darinya jadi itu artinya apa?

Apakah aku menyukaimu Amber Liu?

Apakah aku telah jatuh hati padamu?

Sepertinya..

Seperti itu.

“Kau tidak apa-apa?” aku menatap Amber yang tengah berkeringat.

“Ini” kuberikan sapu tanganku untukknya.

“Aku tanya apa kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa” jawabku.

“Minumlah” kuberikan sebotol air mineral untukkunya karena aku yakin dia begitu lelah karena bermain basket.

Menemani Amber bermain basket kini sudah menjadi kebiasaan baruku, setiap sore aku menemaninya untuk bermain basket dengan sahabat-sahabatnya.

Sesekali Amber tersenyum padaku dan melambaikan tangannya padaku.

Aku tidak tahu isi hatinya sekarang karena kau tahu, aku tidak berani bertanya. Apakah aku menyukai Amber?? itu adalah pertanyaan terbesar dalam diriku saat ini, apakah aku menyukainya, menyukai Amber sosok yeoja yang dulu begitu ku benci?

 

 

Waktu sudah menujukkan pukul 8 malam sebelum kembali ke rumah, aku dan Amber berjalan-jalan di taman dengan bergandengan tangan.

“Malam ini begitu indah”

“Ya” jawabku singkat.

Kini kami berhenti menatap lampu-lampu kota di atas bukit “Waah indahnya” kagumku.

“Tapi kau jauh lebih indah”

Aku tersenyum mendengarnya, aku rasa aku menyukaimu Amber Liu..

 

 

Next day Amber POV

Aku segera bersiap-siap untuk pergi “Kau mau kemana?”

Aku melihat Krystal yang baru saja bangun dari tempat tidurku “Aku harus pergi, aku memiliki janji, aku segera kembali” senyumku.

“Hmmm” dan Krystal melanjutkan tidurnya.

Aku berjalan menuju mobil dengan mengenakan jaket hitam, dan kemudian aku melaju cepat meninggalkan kediaman Jung.

1 jam kemudian aku telah sampai, ku buka pintu mobil dan menatap sungai Han yang tak jauh dari jangkauan mataku.

“Hoi!!!” aku melihat ke arah suara dan melambaikan tangan kepada mereka, berjalan ke arahnya.

“Mengapa kau lama sekali!”

“Aku hanya telat 5 menit” sangkalku.

“Duduklah” kini mereka berdua menatapku.

“Apa kau tidak  mengajak Krystal?” aku menggelengkan kepalaku “Aish benar-benar tidak menyenangkan” aku tersenyum melihat Eric.

“Kau bilang ada sesuatu yang ingin kau katakan, aku rasa itu sangat penting hingga kau tidak mengajak Krystal” aku menatap Ailee, ucapan dia begitu benar.

Aku menghela nafas, saat ini aku benar-benar membutuhkan mereka “Apa ada sesuatu di antara kalian?” tanya Eric.

“Tidak ada, justru semuanya berjalan dengan lancar” senyumku.

 

Author POV

“Aku menyukainya, kami selalu menghabiskan waktu bersama” Eric dan Ailee terlihat terkejut sekaligus senang mendengarnya.

“Apa kau sudah mengatakan cintamu pada Krystal?” tanya Ailee.

“Belum” jawabku pelan.

“Ya! mengapa belum?! tunggu apalagi” ucap Eric.

Aku tersenyum mendengarnya, aku memiliki alasan mengapa aku belum menyatakan perasaanku pada Krystal atau aku takut untuk jatuh cinta padanya “Amber?” aku melihat Ailee “Katakan, apa yang terjadi”

“Ada sesuatu yang mengganjal hatiku, ada sesuatu hal yang membuatku takut untuk jatuh cinta padanya” ucap Amber.

Amber menghela nafas, kepalanya tertunduk “Aku, aku berbohong padanya”

Eric dan Ailee terkejut “berbohong? maksutmu”

Amber menatap kedua sahabatnya “Kalian tahu bukan aku dijodohkan dengan Krystal karena tuan Jay Jung” mereka mengangguk.

“Sebelum aku dijodohkan dengan Krystal, aku telah membuat perjanjian pada Jay Jung” ucap Amber yang membuat Eric dan Ailee terkejut.

“Perjanjian?” ulang mereka.

“Iya, aku memiliki perjanjian kepada Jay Jung….”

Amber menundukkan kepalanya, rasa berdosa berkecamuk di hatinya “Aku melakukan perjanjian satu tahun kontrak bersama Krystal dan berpura-pura menjadi tunangannya”

“APA?!!” Eric dan Ailee tercengang dengan ucapan Amber “Apa kau sudah gila! mengapa kau tidak mengatakan pada kami?”

“Aku kira semua akan baik-baik saja, aku tak pernah menyangka bahwa aku akan jatuh cinta kepada Krystal karena yang terpenting bagiku adalah bagaimana aku bisa hidup dengan bergelimang harta”

Mereka bertiga diam sejenak “Apakah Krystal mengetahuinya?” tatap Ailee.

“Tidak”

“Dasar bodoh, apa kau tidak tahu bahwa Krystal telah menyukaimu? dan kau tidak jujur padanya” marah Ailee.

“Aku terlalu takut, sebisa mungkin aku tidak jatuh kepadanya! apa kau tidak tahu bagaimana menderita diriku saat melihat wajahnya”

Eric mengampiri Amber dan memegang bahunya “Kalau kau mencintai Krystal maka katakanlah, katakan bahwa kau mencintainya dan jujur pada dirinya. Aku yakin Krystal akan mencoba memahamimu” tatap Eric.

“Lalu, berapa lama lagi kontrakmu habis?”

“4 bulan” singkat Amber.

“Dan setelah itu aku akan berangkat ke Los Angeles” Eric dan Ailee menatap Amber.

“Sekarang pergilah, katakan pada Krystal yang sebenarnya”

Amber menatap Ailee dan Eric “Baiklah, terima kasih” senyum Amber.

“Ting” Amber membuka ponselnya yang berisi pesan dari Krystal “From Princess Soojung

Aku sudah dijalan, aku harap kau tepat waktu bila tidak awas saja!”

Amber tersenyum, tentu saja hari ini adalah hari minggu. Amber mengajak Krystal untuk pergi ke taman sore hari ini, terlebih lagi Amber ingin mengatakan sesuatu pada Krystal Dan juga Amber akan menceritakan semuanya pada Krystal.

“Ting” ponsel Amber kembali menerima pesan singkat, pesan tersebut bukan dari Krystal melainkan dari Jay Jung yang mengatakan bahwa Amber harus menjaga Krystal karena perusahaan sedang kacau.

Amber terbebani dengan semua perintah Jay Jung dan itu membuatnya gila, sedangkan hatinya telah jatuh kepada Krystal, yeoja yang seharusnya tak dia cintai.

 

Sedangkan di tempat lain

Krystal terlihat menawan dengan rambut yang terurai, sepanjang jalan Krystal terlihat tersenyum dengan memegang cincin yang telah dia kenakan, cincin yang selama ini hanya di tatap olehnya, cincin yang selama ini menjadi barang yang dibenci olehnya, tapi situasi kini berubah. Cincin pengikat janji tersebut telah melekat di jari manis seorang Krystal Jung.

“Aku rasa cincin ini sebagai jawaban isi hatiku, ntah mengapa aku ingin begitu memakainya” isi hati Krystal.

“Ting” ponsel Krystal menerima pesan masuk, wajah Krystal tersenyum saat melihat pesan masuk, tapi setelah melihat nomor yang tak dikenal seketika senyumannya memudar. Dengan penasaran Krystal menggeser layar ponselnya dan mulai membaca pesan singkat “From: Unknown

Aku memberikanmu sebuah kejutan, aku yakin kau akan menyukainya. Datanglah ke ruangan terpenting di perusahaan, carilah dan temukan rahasia yang tak kau ketahui”

Krystal menatap layar ponselnya “Apa ada yang ingin bermain-main denganku? tapi… apakah yang dimaksud ruangan kakek?” Krystal melihat jam, sepertinya Krystal masih memiliki waktu”

“Antar aku ke perusahaan”

“Maaf nona?”

Krystal menatap spion mobil “Apa kau tidak dengar?” dinginnya.

“Baik nona muda” dengan segera mobil Krystal memutar balik jalan menuju perusahaan Jung.

Tak lama kemudian Krystal turun dari mobilnya dan menuju ruangan kakeknya. Krystal menatap pintu ruangan Jay Jung, Krystal menghela nafas.

“Cklek” pintu terbuka, Krystal mulai masuk ke ruangan terpenting di perusahaan ini. Matanya menelusuri ruangan. Kakinya melangkah pelan, kakinya menuju meja kerja Jay Jung “Apa aku sedang di permainkan? bodoh sekali kau Krystal” ucapnya.

Tapi masih ada yang mengganjal di hati Krystal, Krystal kembali menelusuri dan kini matanya sedang menelusuri buku-buku yang tertata rapih di rak buku “Aku heran mengapa kakek suka sekali membaca buku” heran Krystal mengambil satu buku di tangannya. Krystal kembali melihat buku lain dan mengambilnya tapi anehnya buku tersebut tak bisa diambil, membuat Krystal menjadi heran. Krystal memegang buku tersebut dan mendorong masuk buku yang terlihat tua tersebut dan seketika rak buku tersebut terbelah menjadi dua, membuat Krystal terkejut.

Kini matanya menarah pada sebuah lemari besi “Apa ini?” bingung Krystal. Tangannya menyentuh lemari kokoh tersebut dan melihat tombol password digital “Aku tidak tahu kakek menyembunyikan hal ini padaku” senyum Krystal, untuk membukanya Krystal membutuhkan kode, Krystal berfikir keras hingga akhirnya dia menemukan ide dengan menggambungkan tanggal ulang tahun ayahnya dengan kakeknya. layar mulai di pencet dan lemari besi terbuka…

Krystal terlihat terkejut, dia tidak tahu bahwa lemari tersebut terbuka “Aku harap kakek tidak marah denganku” ucapp Krystal. Kini matanya menelusuri lemari besi tersebut.

Matanya menangkap beberapa benda. Krystal melihat emas batangan, batu berlian, uang dollar serta beberapa dokumen.

Tangan Krystal mengambil pelan dokumen tersebut, Krystal duduk di sofa dan membaca dokumen-dokumen rahasia tersebut.

Dokumen itu terdiri dari saham kakeknya, dan urusan lainnya yang begitu rahasia. Tapi ada satu dokumen yang membuat Krystal pensaran.

Krystal memegang dokumen tersebut dan membukanya.

Matanya menelisir tajam setiap kalimat.

Kata demi kata Krytsal baca, kini tangannya menjadi gemetar.

Matanya membulat.

Nafasnya tak karuan “Apa ini?”

Matanya menjadi panas.

Di gigit bibir bawahnya untuk menahan amarah serta kesedihan di hatinya.

Krystal tersenyum sedih, matanya terpejam.

 

 

09.40 PM taman

Amber mengosok-gosok tangannya dengan bunga mawar merah di sampingnya “Hufhh dingin sekali, aish mengapa lama sekali?” tak lama kemudian Amber bangun dari tempat duduknya dengan memegang mawar merah di tangannya, tak lupa memberikan senyuman kepada Krystal yang mulai mendekatinya.

Krystal menatap Amber begitupun Amber “Mengapa kau lama sekali? apa kau tidak tahu aku bisa mati kedinginan?”

Krystal hanya diam, membuat Amber sedikit khawatir “Apa kau tidak apa-apa?” tanya Amber.

Krystal tersenyum tipis, mata Amber tak sengaja menatap tangan Krystal yang sudah memakai cincin tunangan mereka. Membuat Amber begitu gembira.

Tapi tidak dengan Krystal “Apa yang ingin kau bicarakan?” serius Krystal.

Amber tersenyum “Aku…” Amber menundukkan kepalanya.

“Aku menyukaimu” senyum Amber.

“Ah sudah lama sekali aku ingin mengatakan ini tapi aku tidak berani, aku…”

“Karena kau mempermainkanku..” tatap Krystal tajam.

Krystal menggigit bibir bawahnya, menggengam tangannya “Apa kau sudah puas? apa kau sudah puas bermain-main denganku? apa kau sudah puas dengan apa yang diberikan kakek selama ini? apalagi yang kau inginkan, uang? mobil? pakaian?” Krystal tersenyum tipis.

“Bodoh, bagaimana bisa aku percaya denganmu. Kau… kau adalah tamengku. Dan setelah semua ini selesai kau akan pergi. Satu tahun? selama itukah? ohh tentu saja kau akan melakukan apapun untuk uang. Kau ingin uang? akan kuberikan semua yang kumiliki padamu Amber Liu, tapi jangan pernah kau muncul di depan wajahku”

“Soojung” Amber memegang tangan Krystal yang hendak pergi tapi “Plak!” sebuah tamparan mengenai wajah Amber, mata Krystal berair. Tanganya melepas cincin yang sempat membuatnya tersenyum, kini cincin tersebut di buangnya “Kau kira aku peduli padamu? kau bukan siapa-siapa bagiku! kau kira aku adalah perempuan gila yang akan jatuh hati pada seorang yeoja? aku.. aku tidak sakit. Aku tidak sakit sepertimu! ini sangat menjijikan! apa kau tahu itu? jangan pernah berharap lebih dariku Amber Liu, dan jangan pernah muncul di hadapanku. Karena aku muak melihatmu!” Krystal berjalan meninggalkan Amber dengan bunga ditangannya.

Amber menundukkan kepalanya “Ini semua salahku, tidak seharusnya aku jatuh hati padamu. Seharusnya aku hanya menjalankan tugasku, tidak lebih tapi.. tapi aku sudah jatuh di pelukanmu Krystal Jung. Maafkan aku bila aku melukaimu, tapi hati ini sungguh tulus kepadamu” ucap Amber yang membuat Krystal menghentikan langkahnya tapi tidak di perdulikan oleh Krystal dan pergi menjauhi Amber seorang.

 

11.01 PM

Amber terlihat berjalan tanpa arah tujuan, sesekali dadanya terasa sesak hingga airmata jatuh di pipinya “Tidak seharusnya aku mempermainkan hatinya, bila pada akhirnya aku meninggalkannya” Amber termenung.

“Maafkan aku Krystal Jung, lagipula kau tidak akan mencintaiku karena aku adalah seorang yeoja sepertimu, seperti yang kau bilang bahwa aku hanya berharap lebih padamu” senyum Amber.

“Krystal membenciku, dia tidak akan kembali padaku. Tidak seperti dulu, jika Krystal terus bersamaku maka akan membuatnya sengsara. Haruskah aku melupakannya?”

Amber menundukkan kepalanya, angin berhembus kencang “Permisi” Amber menadahkan kepalanya, melihat seorang yeoja yang berdiri di depannya.

 

 

“Permisi”

Amber menatap yeoja tersebut, dengan segera Amber berdiri dari duduknya dan menatap yeoja yang sedang membawa koper dan beberapa tas tersebut. Amber menatap wajah yeoja tersebut, mengingatkannya pada seseorang “Permisi”

“Oh ya”

“Apa kau tahu alamat ini” Amber mengambil kertas di tangan yeoja tersebut dan membacanya “Sepertinya kau sudah tersesat jauh nona”

“Hufh sudah kuduga, seharusnya aku tahu bahwa taxi tadi menipuku” kesal yeoja tersebut.

“Aku bisa mengantarmu” yeoja tersebut melihat ke arah Amber dengan tatapan sedikit curiga.

“Aish aku tidak akan membohongimu, kau bisa memegang kartu pelajarku jadi kau bisa mencariku”

Yeoja tersebut menatap Amber dari ujung kaki sampai ujung kepala “Percayalah” ucap Amber.

“Lagipula kalaupun kau bersikeras tidak mau ku antar, aku akan tetap mengantarmu. Aku tidak akan membiarkanmu sendiri, bila ada sesuatu bagaimana?”

Yeoja itu terus menatap Amber “Baiklah”

Amber tersenyum “Biarku bantu” Amber dan yeoja tersebut berjalan untuk menuju mobil “Sepertinya kau bukan orang Korea” tanya Amber.

“Kenapa kau bilang seperti itu?”

“Karena kau bisa tertipu oleh pengendara taxi dan terlebih lagi bahasa Koreamu sedikit tak lancar” yeoja itu tersenyum mendengar ucapan Amber.

“Sudah lebih dari 20 tahun aku tidak kembali, banyak perubahan yang terjadi selama aku tidak ada disini” ucapnya.

“Lalu kau selama ini tinggal dimana?” tanya Amber dengan membawa koper.

Yeoja itu menatap Amber “Apa kau begitu penasaran? ingat, kau hanyalah orang asing”

Amber tersenyum “Lagipula kita tidak akan pernah bertemu lagi”

“Benarkah? kita lihat saja nanti”

Kini Amber dan yeoja tersebut masuk ke dalam mobil dan menuju Galleria Foret Seongdong-gu.

 

“Apa kau habis menangis?”

“Jadi kau penasaran denganku?” tanya Amber dengan mengendari mobil.

“Apa kau baru saja mengakhiri hubunganmu dengan kekasihmu?” Amber hanya diam.

“Cinta itu menyakitkan, kau harus terima semua resikonya”

“Sok tau” ucap Amber.

 

25 menit berlalu, mobil Amber berhnti di depan lobi. Amber dan yeoja itu turun, Amber membantu beberapa barang yeoja tersebut “Kau ini mau pindahan? mengapa banyak sekali” ucap Amber membawa beberapa tas.

Yeoja itu tersenyum “Sepertinya aku akan lama disini”

“Benarkah?” angguk Amber.

Amber menutup bagasi mobilnya dan menatap yeoja berambut blonde tersebut “Masuklah” senyum Amber.

Yeoja tersebut tersenyum “Baiklah orang asing”

Amber membalikan badannya, kakinya melangkah menuju pintu mobil “Hei orang asing!”

Amber menghentikan langkahnya dan menatap yeoja bertubuh mungil tersebut “Sepertinya aku akan merasa bersalah jika aku tidak mengetahui namamu”

Amber tersenyum “Aku Amber, Amber Josephine Liu. Kau bisa memanggilku Amber”

Yeoja tersebut tersenyum “Terima kasih Amber ”

“Sama-sama.. hmmmm” Amber mengerutkan alisnya.

“Jung Sooyeon atau kau bisa memanggilku..

“Jessica Jung”

jessica-jung-harpers-bazaar4.jpg

 


 

Update tan terpanjang! hahaha maaf author lama, karena buat ngerjain ff butuh mood yang bagus hehe.

Selamat membaca, dan maaf kalau masih ada typo yang bertebaran ^^

Someday 13

Pesawat Korean Air tujuan Seoul-Jeju telah mendarat pada pukul 13.10 waktu setempat, rombongan sekolah Empire berjalan untuk mengambil bagasi mereka. 4 walls berjalan dengan begitu elegan dengan kacamata hitam serta tas branded yang mereka pegang.

4 Walls memainkan rambutnya, jari-jari tangan mereka memainkan rambut yang membuat mereka terlihat seksi. Wangi aroma serta gaya berjalan mereka membuat siapapun menjadi gila.

Krystal berjalan paling depan, kakinya melangkah indah menuju tempat pengambilan bagasi.

Krystal menghentikan langkahnya, membalikan tubuhnya. Matanya mencari-cari seseorang.

Tak butuh waktu lama wajah Krystal tersenyum licik, matanya menatap yeoja yang membuatnya kesal pagi ini. Yeoja yang berpakaian rapih itu sedang asik berjalan bersama teman-temannya.

Tawa serta senyuman di yeoja berambut pendek itu telah sirna saat matanya menatap Krystal.

“Kau” tunjuk Krystal Krystal.

“Bawa barang-barangku” ucap dingin Krystal.

“Hufh”

“Kenapa, bukanya kau sudah berjanji?” dingin Krystal.

Yeoja berambut pendek yang bernama Amber itu tersenyum paksa “Hehe tentu saja aku tidak lupa princess”

“Baguslah, bawa semua jangan sampai ada yang tertinggal. Kau mengerti llama?”

“Ne princess” senyum paksa Amber.

Amber berjalan menuju koper Krystal, mata Amber masih melihat sana-sini “Kau tahu yang mana koper Krystal?” tanya Amber kepada seorang murid yang ikut tour bersama mereka.

“Oh kopernya telah dipisahkan oleh para penjaga, kopernya ada disebelah sana” tunjuknya.

Amber tersenyum ramah “Komawo”

Amber berjalan menuju salah satu penjaga “Permisi, aku ingin mengambil koper milik Krystal Jung”

“Oh silahkan” petugas itu menunjukkan 5 koper di hadapan Amber.

Amber melihat 5 koper tersebut “Ehmm ahjussi, yang mana kopernya?” tanya Amber.

Ahjussi itu tesenyum “Semua ini miliknya”

“Mwo?!!!” kejut Amber dengan matanya terbuka lebar.

Amber menatap 5 koper di depannya “Yeoja ini benar-benar! benar-benar membunuhku pelan-pelan”

Sedangkan Krystal berdiri bersama teman-temannya dengan canda tawa di wajah mereka “Hei Soojung lihat” tunjuk Luna dengan dagunya.

Krystal menoleh ke arah yang Luna maksut, wajah Krystal menahan tawa melihat Amber yang membawa 5 koper besar serta tas kecil lainnya yang membuat Amber seperti tenggelam dalam tas serta koper-koper besar milik Krystal.

“Hei mengapa lama sekali! apa kau tidak lihat semua orang menunggu”

Amber menghela nafasnya dan sedikit merenggangkan ototnya “Haish wanita ini, ya! apa kau tidak lihat bawaanmu ini hah? kau ini mau liburan atau mau pindah ke luar angkasa”

Krystal menatap Amber “Ingat janjimu llama, cepat masukan ke dalam bus!” ucap Krystal yang memakai kacamatanya dan pergi meninggalkan Amber dengan segala kesusahannya.

Amber mengangkat satu persatu koper milik Krystal ke dalam bus “Wah kau memang tunangan yang luar biasa jarang sekali ada pasangan seperti kalian” ucap seorang supir.

“Pujianmu tak bisa membantuku ahjussi, penyihir itu benar-benar membuatku gila” ucap Amber dengan mengangkat koper Louis Vuitton milik Krystal.

“Aaggghh! aku bisa gila!” Amber mengacak-acak rambutnya.

“Awas saja penyihir itu”

Setelah selesai, Amber masuk kedalam bus. Amber masuk kedalam bus dan menatap Krystal yang sedang asik minum jus mangga “Penyihir itu! dia sedang asik-asik meminum jus sedangkan aku susah payah membawa semua kopernya!”

Menyadari Amber yang melihat Krystal, Krystal menatap tajam Amber dengan melepas kacamatanya “Apa?”

Amber membuang tatapannya “Tidak ada”

“Amber!” Amber menatap Henry yang memanggilnya.

“Duduk sini” tunjuk Henry di sampingnya.

Amber berjalan ke belakang menuju tempat duduknya bersama Henry “Hufh” Amber kembali menghela nafasnya.

“Ada apa denganmu?” tanya Henry yang menatap Amber.

“Kau abis lari lapangan?” tanya Henry.

“Lebih dari itu!”

“Minumlah”

Amber meminum air mineral yang diberikan Henry padanya “Selamat siang semuanya!” ucap guru.

“Siang”

“Apa semua sudah lengkap?”

“Sudah!”

“Baiklah kita akan berangkat ke penginapan”

Amber menyenderkan kepalanya “Benar-benar melelahkan, sudah bangun pagi, rapat,  berlarian sepanjang bandara untuk mengejar pesawat dan ditambah mengangkat semua koper penyihir gila itu! aaghhh” batin Amber dengan memejamkan matanya.

45 menit berlalu, bus mulai berhenti di depan lobby Kensington Hotel Jeju. Semua murid mulai turun satu persatu “Amber bangunlah, apa kau ingin tidur di bus”

Amber membuka matanya pelan-pelan “Sudah sampai?” tanya Amber dengan mata yang masih merah.

“Menurutmu?” Henry bergegas bangun “Cepatlah”

Amber merenggakan badannya, mengambil tas ransel hitamnya dan berjalan turun dari bus.

“Hoooaaaaammm” Amber menatap sekeliling tempat, Amber mulai berjalan menelusuri Hotel tempatnya menginap.

“Hmmm” Amber mengertukan dahinya.

“Aku rasa tempat ini tidak asing bagiku” Amber melangkahkan kakinya menuju barisan untuk mendapatkan pengarahan dari gurunya.

Amber terus menatap sekeliling “Oh aku tahu!” ingatnya.

“Ini hotel dimana aku dan Krystal bertunangan hahahaha” semua menatap Amber tak terkecuali Krystal yang menatap Amber begitu marah sekaligus malu, bagaimana tidak bila wajah Krystal begitu merah saat Amber mengucapkan begitu keras ditambah lagi semua murid sedang diam mendengarkan perintah guru.

“Hahahahahha” Amber tertawa paksa menatap semua mata termasuk mata Krystal yang membuatnya ingin memotong lidahnya.

“Apa sudah selesai Amber Liu?” ucap guru dengan memegang secarik kertas putih.

“Su-su sudah” ucap Amber dengan wajah merah.

Setelah berbagi kamar Amber dan Krystal mendapatkan hak istimewa yaitu kamar pribadi “Wah jadi ini tempat kau dan Krystal menjalin hubungan?” goda Key.

Amber hanya diam di dalam lift “Not bad” ucap Jonghyun.

“Sudahlah diam” ucap Amber menghiraukan mereka.

Krystal POV

Sedangkan Krystal sudah masuk ke dalam kamarnya “Dasar llama bodoh! aku tidak tahu apa isi kepalanya itu, errgh benar-benar!”

Ku rebahkan badanku, melepaskan lelahku dengan memejamkan mataku.

“Dreet dreett” ku buka mataku, mengambil ponsel yang ada disampingku.

1 pesan masuk

From: Kai

“Krystal apa kau sudah sampai di Jeju? bagaimana perjalanmu? aku harap Amber tak merusak liburan akhir pekanmu bersama yang lainnya. Maafkan aku karena tidak bisa disampingmu. Jaga kesehatanmu Krystal”

Aku mengkunci ponselku, ntah mengapa aku sedang malas untuk membalas pesan. Aku melihat jamku yang menunjukkan pukul 2 siang, aku ingat bahwa jam 3 nanti kami memiliki jadwal untuk berkunjung ke Teddy Bear Museum.

………………………..

25 menit kemudian “Dreeett dreeeettt”

Errghhh siapa sih yang menelfon? ku raba-raba tempat tidurku, terlalu malas untuk membuka mata “Hallo”

“Jung Soojung apa kau masih tidur? apa kau tidak tahu sekarang jam berapa? ayo cepat buka matamu!”

Damn! aku ketiduran, tanpa menjawab mereka aku langsung mematikan telfonku dan bergegas mencuci mukaku “Haish mengapa aku bisa ketiduran” setelah mencuci muka aku langsung meganti bajuku dan bergegas keluar kamar.

“Ting!”

pintu lift terbuka, aku melihat lobi sudah tidak ada orang lagi. Aku berlari keluar dan melihat bus yang sudah siap-siap mau pergi. Dengan cepat aku berlari dan untung saja aku tidak terlambat “Hufh” ku menarik nafasku. Aku mulai mencari bangku untuk duduk karena aku begitu lelah!

Aku melihat tempat duduk sudah terisi tapi satu yang tidak, haish mengapa harus tempat duduk dia yang kosong!

“Soojungie, apa kau tidak duduk?” aku melihat Luna yang duduk bersama Sulli dan Vic bersama Henry. Apa-apa ini? sejak kapan mereka dekat dengan teman-teman llama bodoh itu?

Apa boleh buat! aku tidak mungkin berdiri sepanjang jalan, aku berjalan mendekati tempat duduk kosong itu dengan hati yang kesal.

Dia menatapku “Wae? kenapa kau menatapku seperti itu” tanyaku padanya.

“Tidak ada, hanya saja aku malas duduk bersamamu”

“Kau kira aku tidak! jika aku bisa menyewa mobil maka aku akan menyewanya detik ini juga. Lagipula aku tidak ingin duduk bersamamu! aku lebih baik berdiri sepanjang jalan daripada duduk disamping orang yang menyebalkan sepertimu!”

“Benarkah? baguslah” hasih llama ini! dan aku tidak tahu bus mulai berjalan hingga aku hampir terjatuh tapi..

Aku menatap lengan ku, tangannya memegang lenganku yang hampir terjatuh. Matanya ku tatap sebentar tapi aku tak ingin larut dan segera melepaskannya.

“Ehmm masih tetap ingin berdiri?” aku mengacuhkannya, tanganku memegang pegangan besi agar aku tidak terjatuh.

“Keras kepala” aku melihatnya berdiri dan keluar dari tempat duduknya.

“Duduklah” aku menatapnya.

“Cepat duduk, perjalanan begitu jauh”

Mau tidak mau aku duduk di sampingnya yang dekat dengan jendela sedangkan llama ini duduk di pinggir. Aku menatap luar jendela, aku rasa musim dingin akan tiba.

35 menit kemudian kami telah sampai di museum Teddy Bear, aku melihatnya berjalan menuruni bus dengan wajah yang lelah.

“Ayo kita masuk!” aku segera masuk bersama sahabat-sahabatku.

Aku melangkah masuk kedalam museum yang dikeliling boneka. Ini pertama kalinya aku ke sini “Lucu sekali”

Aku bejalan mengeliling museum dengan camera digital yang aku bawa, aku mengambil beberapa gambar boneka beruang yang lucu-lucu ini untukku.

“Wah lucu sekali” aku mengambil gambar kembali dan langsung melihat hasilnya, tapi ada sesuatu yang menarik perhatianku yaitu…

Amber dan Irene yang sedang asik berbincang dan kameraku menangkap mereka berdua “Hish risih sekali!”

Aku melihat mereka yang sedang asik berbincang “Sejak kapan mereka jadi dekat?” aku yakin stupid llama itu yang mendekati Irene terlebih dahulu, benar-benar modus. Lihat-lihat, aku yakin llama itu berbicara sok manis pada Irene hingga pipinya memerah “Aigooo benar-benar luar biasa llama itu! biar kuberi pelajaran dia”

“Ya llama!” aku datang mengampiri mereka berdua.

Kuberikan kameraku padanya “Ambil gambarku di sana”

“Sekarang?”

“Tahun depan, tentu saja sekarang!” ucapku dingin.

Dia berjalan mendekatiku “Apa kau tidak lihat aku sedang bicara dengan Irene?”

“Oh aku tidak peduli, aku harap kau masih ingat dengan janjiku yaitu menjagaku selama 24 jam selama di Jeju!” kukeraskan suaraku hingga Irene mendengarnya.

Wajah Amber menjadi berubah “Haish ada apa dengan kau? mengapa kuat sekali suaramu”

“Cepat!” aku meninggalkannya dan tersenyum diam-diam hahaaha. Aku kembali berjalan melihat-lihat teddy bear yang lucu-lucu ini.

“Berdirilah disamping boneka itu” aku melihat Amber yang sedang siap-siap memotertku. Dengan reflek aku tersenyum dengan jari peaceku.

“Bagus tidak?” tanyaku padanya.

“Bagus sekali, begitu harmonis”

“Mwo?” aku melihat boneka teddy bear disampingku dan …

Boneka teddy bear dengan tema purbakala, aku melihatnya yang sedang tertawa mengejekku “Diam! tidak lucu”

“Hhahaha sayangnya di museum ini tidak ada boneka penyihir, hmmm sepertinya aku harus mengajukan saran”

Errgghh ingin sekali ku cekik lehernya “Kau ingin mati?”

“Kalau aku mati kau bisa kesepian dan merindukanku begitu banyak”

“Dalam mimpimu, simpan saja dalam mimpimu llama!” aku pergi meninggalkanya.

Tak terasa waktu terus berlalu, setelah dari museum teddy bear kami pergi ke Chocolate museum dan makan malam dan tak terasa jam menunjukkan pukul 09.10 PM.

Aku kembali menatap luar jendela menatap malam pulau Jeju, aku tidak tahu bahwa aku akan kembali ke tempat ini tempat yang begitu aku benci. Aku tidak tahu, terasa aneh bagiku bisa kembali kesini dengan orang yang sama.

Takdir? haruskah kukatakan seperti itu?

“Dup”

Aku merasakan bahuku menjadi berat seperti ada sesuatu di bahu kananku, ku tolehkan kepalaku ke arah bahuku. Bus begitu gelap, hanya lampu jalan remang yang menyinari, untung saja didalam bus gelap kalau tidak semua orang akan melihat Amber yang sedang tertidur pulas di bahku.

Ku ulangi sekali lagi

AMBER!

BAHUKU!

Aaaaghhhhh bagaimana ini?! apa yang harus kulakukan saat ini? sebaiknya aku bangunkan saja..

Tapi tidak tidak!

Lalu? aku harus apa, membiarkanya tertidur di bahuku! aku tidak sanggup melakukannya! aku merasa gugup, jantungku menjadi berdebar kencang! aaghhh ada apa ini.

Aku kembali menoleh kearahnya, melihat rambutnya yang sedikit menutupi matanya yang tertidur pulas. Sepertinya dia lelah sekali, aku menatapnya yang sedang tertidur, jika seperti ini dia terlihat manis..

Haish Jung Soojung apa yang kau pikirkan! apa aku sudah gila, aku menatap kembali luar jendela berusaha untuk mengalihkan pikirkanku yang tak karuan.

Tapi aku masih ingin melihatnya yang sedang tertidur, ada apa denganku! aku membencinya tapi mengapa aku membiarkan nya tidur di bahuku walaupun aku merasakan bahuku yang mulai keram karena menopang kepalanya dan tubuhnya yang menyender di tubuhku. Haish ada apa ini! mengapa aku merasa panas! apa ACnya tidak hidup.

25 menit berlalu dengan posisi yang sama, posisi dimana aku membiarkan Amber tidur di bahuku tanpa tubuhku bergerak sedikitpun. Aku melihat satu persatu murid-murid turun dan bagaimana dengan aku? hanya aku dan Amber yang tersisa di dalam bus.

“Errgghh” aku menoleh ke arahnya, sepertinya dia terbangun! bagaimana ini, bagaimana aku!”

“Hmmmm” dengan reflek aku menutup mataku dan pura-pura tidur.

“Apa sudah sampai?” aku bisa mendengar suara seraknya.

“Hoaaaaamm mengapa tidurku nyenyak sekali” tentu saja nyenyak!

“Oh apakah dia tertidur?” Amber mencoba membangunkanku, apakah aku harus bangun sekarang? tapi sepertinya terlalu cepat.

“Princess bangunlah kita sudah sampai”

Kubuka mataku perlahan “Oh” aku berusaha untuk berakting sebaik mungkin.

“Kita sudah sampai” ucapnya.

“Benarkah? oh baiklah”

Aku mencoba bangun dari tempat duduku tapi “Ah” aku memegang bahu kananku, terasa begitu pegal! aaghh

“Kwaenchana?” aku melihat kedua matanya, tangannya memegang bahuku dengan rasa khawatir.

“Kwaenchana? apa ada yang sakit? katakan padaku” haish mengapa dia berlebihan sekali, lagipula hanya bahuku saja.

Aku memutuskan tatapanku dengan nya “Tidak apa kau tidak perlu khawatir” aku berjalan keluar dari bus dan “Huffhh” mengapa tiba-tiba dingin, aku menggosok-gosok tubuhku karena dingin.

Tak lama kemudian aku tak lagi merasa kedinginan, aku sedikit merasakan hangat “Pakailah, cuaca di Jeju sangat dingin bila malam tiba” aku menatapnya dengan memakaikan blazer hitam miliknya. Rambutku di rapihkan olehnya aku masih menatapnya, aku tidak tahu mengapa aku membiarkannya melakukan hal ini padaku.

Aku terus menatapnya hingga Amber menatapku dengan tatapan yang sama. Kami saling bertatapan satu sama lain, dibawah langit malam, dinginya angin Jeju, lampu lampu indah yang memperjelas wajahnya dihadapanku.

Ada apa ini?

“Ehmm masuklah, ini sudah malam” dia memalingkan wajahnya tapi aku masih menatapnya.

“Wae? apa ada yang salah?”

“Aku hanya ingin menatapmu saja” aku tidak tahu apa yang kubicarakan tadi, yang jelas aku hanya ingin mengatakan apa yang ada di isi kepalaku.

Dia tersenyum “Aku tahu aku tampan ahahaha” Haish mulai lagi dia.

“Sudalah” aku meninggalkanya “Ya! mau kemana? haish kebiasaan sekali dia”

Author POV

Dua hari telah berlalu, hari ini adalah hari terakhir mereka di pulau Jeju. Sebelum pulang Empire School datang mengunjungi Seongsan Sunrise Peak. Seperti biasa Amber selalu membuntuti kemana Krystal berjalan dan tak hentinya bertikai satu sama lain.

Waktu menunjukan pukul 15.00, semua murid-murid bersiap masuk kedalam bus untuk kembali ke Seoul.

Di dalam bus Vic menghampiri Henry dan teman-temannya “Bagaimana?”

“Sudah tenang saja” jempol Henry.

“Baiklah anak-anak ibu akan absen” setelah beberapa nama di sebut “Amber Liu”

“Ada bu dia sedang tertidur” gurupun mengangguk.

“Jung Soojung”

“Ada bu dia sedang sakit gigi jadi tak bisa bicara”

“Baiklah”

4 walls dan rombongan teman Amber tersenyum. Mereka sudah merencakan semua ini, mereka tak tahan melihat Krystal yang selalu bertengkar dan akhirnya mereka sedikit memberi pelajaran kepada mereka berdua.

“apa tidak apa-apa Soojung kita tinggal?” tanya Sulli sedikit khawatir.

“Kau tidak perlu khawatir, Amber akan selalu disampingnya” senyum Luna dan Sulli tersenyum.

Sementara itu…..

“Siapapun tolong aku!” Krystal berusaha menggedor-gedor pintu kamar mandi.

“Dor dor dor” Krystal memukul pintu kamar mandi agar seseorang bisa mendengarnya tapi tak ada satupun yang mendengar.

“Haish bagaimana ini” Krystal mulai cemas ditambah lagi dia bisa ketinggalan bus untuk kembali ke Seoul.

“Tolong! siapapun tolong aku” Krystal mulai pasrah dengan keadaan karena tak satupun orang yang mendengarnya.

“Princess”

Mata Krystal terbuka saat mendengar suara yang tak asing baginya “Amber! Amber aku disini!” jerit Krystal.

“Princess kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa, cepat keluarkan aku dari sini”

“Baiklah, jauhkan badanmu dari pintu. Aku akan mendobraknya” Krystal menuruti kata Amber.

1

2

3

Pintu terbuka..

Mereka saling bertatapan, Krystal berlari kearah Amber dengan memeluknya. Amber tersontak kaget “Aku takut” Krystal memeluk Amber kuat.

“Sudah tidak apa-apa, kau sudah tidak sendiri” ucap Amber.

Krystal melepaskan pelukannya “Kan aku sudah bilang padamu selalu ada disampingku! apa kau lupa kau siapa dan apa janjimu padaku!”

“Biane, aku tadi membantu Key dan yang lainnya” ucap Amber.

“Tapi kenapa kau bisa ada disini?” bingung Amber.

“Aku sedang ingin buang air kecil tapi tiba-tiba pintu kamar mandi tak terbuka dan aku sudah hampir setengah jam teriak dan tak ada satupun orang yang mendengarku” keluh Krystal.

Amber terlihat berfikir “Lalu kau?” tanya balik Krystal.

“Ah Jonghyun menyuruhku untuk mengambil ponselnya yang terjatuh dan tempatny atak jauh dari sini jadi oleh sebab itu aku bisa mendengarmu” mereka berdua saling bertatapan.

“Kenapa bisa seperti itu?” bingung Krystal.

Amber melihat jam nya “Haish! kita terlambat, ayo cepat kita kembali ke bus!” Amber megenggam tangan Krystal dengan erat, mereka berdua berlari bersama dengan tangan yang saling mengikat satu sama lain.

Kini mereka berhenti di tempat bus yang seharusnya menunggu mereka, Krystal dan Amber menarik nafasnya masing-masing. “Bagaimana ini?” resah Krystal.

Amber mencoba berfikir dengan nafas yang tergesa-gesa “Telfon mereka, bilang kalau kau dan aku tertinggal”

“Tapi aku tidak membawa ponsel”

“Mwo?!!”

“Kau saja cepat!”

“Aku juga tidak membawa ponsel, ponselku berada di tas”

“Haish mengapa kau bodoh sekali!”

“Haish wanita ini malah memarahiku”

“Oh bukankah kau memiliki ponsel Jonghyun”

Amber langsung mengambil ponsel Jonghyun yang berada disaku celananya, Amber mencoba menekan layar tapi “Sial ponselnya mati!”

“Mwo?! haish kau benar-benar bodoh!” kesal Krystal.

“Ya! mengapa kau menyalahkanku! kau saja tidak membawa ponselmu bukan?”

Krystal pergi meninggalkan Amber “Princess kau mau kemana?” Amber mengejar Krystal.

“Ahjussi!”

“Apa yang kau lakukan?” bingung Amber.

“Kita naik taxi untuk menyusul ke bandara” gagas Krystal.

Amber memegang lengan Krystal “Percuma, kau tidak tahu sekarang jam berapa?! kita sudah ketinggalan pesawat”

Ya, Krystal dan Amber sudah tertinggal pesawat 15 menit yang lalu. “Bagaimana ini” Krystal terlihat cemas dan Amber memandang nya “Sudah tidak apa-apa” ucap Amber.

Krystal memandang sinis “Tidak apa-apa katamu? apa kau tidak tahu kita tak bisa pulang ke Seoul, apa kau ingin kita terjebak disini”

“Setidaknya kau tidak pulang sendiri! kau seharusnya bersyukur ada aku yang bersamamu!” ucap Amber.

“Bersyukur? apa kau sudah gila, aku lebih baik sendiri daripada harus bersamamu”

Amber tersenyum “Apa kau lupa kejadian barusan? siapa yang tiba-tiba menangis terkunci di kamar mandi sendirian?”

Krystal terdiam “Terkunci saja kau sudah panik dan menangis apalagi kau tersesat di tempat seluas ini, di tempat yang tidak diketahui” ucap Amber.

“Lalu bagaimana?” tanya Krystal bingung.

“Sudahlah tidak perlu khawatir, lagipula para pengawalmu akan mencari kita. Kau tak perlu cemas” Amber melihat jam tangannya “Tunggu saja sejam lagi mereka pasti akan datang”

“Hmm bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu saja? Kajja” ajak Amber yang memegang lengan Krystal.

Krystal dan Amber berjalan, langkah yang mereka pijak tak menentu arahnya. Mereka hanya jalan sesuai dengan keinginan hati mereka mau kemana kaki mereka berpijak.

Kaki mereka berhenti melangkah, Krystal dan Amber berdiri berdampingan memandang pemandangan indah di depan mata mereka “Indah sekali”  kagum Krystal.

p970_d20151110112056.jpg

Krystal dan Amber menikmati pemandangan di depan mata mereka, pemandangan yang jarang sekali mereka lihat. Amber berdiri di samping Krystal dengan jarak yang begitu dekat, Amber bingung dengan perasaanya “Kau jauh lebih indah princess”

Krystal menoleh ke arah Amber “Mwo?” tanya Krystal polos.

“Hah?” bingung Amber.

“Kau bicara apa barusan?”

Angin bertiup kencang, Amber menatap Krystal dengan senyuman diwajahnya “Tidak ada hahaha, ayo kita kembali jalan” Krystal mengikuti perintah Amber dengan berjalan di belakangnya.

Krystal dan Amber menikmati pemandangan yang berada di sekitar mereka hingga lupa dengan waktu yang sudah semakin sore “Ya!”

Amber menghentikan langkahnya dan mentap Krystal yang berada di belakangnya “Wae?”

Krystal berjalan mendekati Amber “Kita mau jalan sampai kapan?”

“Sampai bodyguardmu datang” jawab Amber.

“Haish bagaimana mereka bisa datang jika mereka tidak tahu posisi kita sekarang? dan lihat hari sudah mulai gelap”

“Benar juga” angguk Amber.

“Pabo” ucap Krystal.

Krystal melihat sekelilingnya “Dan lihat! apa kau tahu sekarang kita dimana? kita semakin jauh dari tempat wisata tadi dan tidak tahu dimana”

“Sepertinya kita berjalan terlalu jauh”

“Haish mengapa kau bisa santai begini! apa kau tidak panik” tatap Krystal

Amber menggelengkan kepalanya “Aku suka seperti ini” senyum Amber.

“Seperti apa?”

Amber menatap Krystal “Seperti ini, bersamamu” senyum Amber kepada Krystal.

Dan … “Grrrrrrrr~” Krystal dan Amber saling bertatapan.

Amber menyipitkan matanya dengan senyuman diwajahnya “Waah cacing siapa tuh yang bunyi”

“Diam” tatap dingin Amber yang menahan tawanya.

“Baiklah-baiklah, bagaimana kalau kita berjalan sedikit lagi? sepertinya disana banyak mobil yang lewat. Kita bisa menebeng mereka atau meminjam ponsel mereka” gagas Amber.

“Baiklah” setuju Krystal.

Krystal dan Amber berjalan lagi, waktu sudah menunjukan pukul 6 sore, langit sudah mulai gelap dan jalanan terlihat sepi. Krystal terlihat lesu karena perutnya yang lapar. Krystal menghentikan langkahnya “Lihat! ini semua karena idemu yang bodoh, seharusnya kita diam saja dan tak kemana-mana. Aku yakin mereka pasti akan kembali menyusul kita, kau malah menghancurkan semuanya dengan idemu yang tak berguna itu!” kesal Krystal.

“Kau ini cerewet sekali, semakin banyak kau bicara maka semakin berisik cacing diperutmu itu” ucap Amber dengan menoleh kanan dan kiri.

“Seharusnya aku biarkan saja kau jalan sendiri, dan aku tetap ditempat tadi! ntah setan apa yang merasuki ku hingga aku mengikutimu!” kesal Krystal dengan memegang perutnya yang lapar.

“….Ya llama! apa kau tidak dengar aku bicara? ya!” Amber berjalan meninggalkan Krystal.

“Haish llama itu, Tunggu!” ucap Krystal yang mengikuti Amber.

Langkah Amber terhenti, Amber menundukkan badannya “Annyeong haseyo”

“Oh anak muda”

“Dari tadi aku memperhatikan kakek, apa ada sesuatu yang terjadi?” ucap Amber dengan sopan.

Kakek itu mengelap keringatnya dan menunjuk mesin mobilnya “Mobilku tak bisa berjalan dan tiba-tiba saja mati. Aku tidak tahu kenapa” ucap Kakek tersebut.

Amber melihat mesin mobil tua itu “Boleh aku lihat?”

Kakek itu mengangguk dan memberikan jalan untuk Amber, Amber memperhatikan dengan sekasama dan Krystal hanya memandanginya saja.

Tak lama kemudian “Kakek, bisakah kau menyalakan mobilnya?” ucap Amber berdiri di depan mesin mobil.

“Broomm brroooom” Kakek berambut putih itu tersenyum saat mobilnya kembali menyala.

Amber menutup mesin mobilnya, Amber melihat Krystal yang tertawa tanpa sebab “Wae?”

“Anio” ucap Krystal dengan menahan tawa karena wajah Amber yang hitam dan kotor.

Kakek itu turun dari mobilnya “Anak muda, terima kasih sudah membantuku. Kalau tidak aku bisa seharian disini”

Amber tersenyum “Tidak apa-apa kakek, oh iya apa kakek memiliki ponsel?”

“Ponsel? aahh aku tidak punya. Lagipula aku sudah tua, anak-anakku semua berada diluar kota. Aku tak memerlukan alat seperti itu”

Krystal menghela nafas “Hufh”

“Apa kalian tersesat?” tanya kakek.

“Ehm ne, kami tersesat”

“Kalau begitu kerumahku saja” ajak Kakek.

“Ah tidak apa, kami akan menunggu bus saja” ucap Amber menolak dengan sopan.

“Bus? haha apa kau tidak salah anak muda? bus terakhir yang lewat di desa ini adalah pukul 5 sore dan sekarang sudah jam 6. Kau tidak akan mendapatkan bus hingga besok pagi”

“Mwo? aaghhh”

Kakek itu menatap Krystal “Apakah kalian berdua pasangan?”

Krystal terkejut mendengarnya, saat Krystal ingin bicara tiba-tiba Amber merangkulnya dan “Yap! hahaha kami adalah pasangan. Apa kakek tidak lihat ini” Amber memamerkan cincin yang dia kenakan.

Kakek itu tersenyum “Jadi kalian adalah pasangan yang tersesat, kalau begitu kalian menginap saja dirumahku. Aku tidak akan membiarkan sepasang kekasih yang dimabuk asamara seperti kalian menjadi terlantar seperti ini hahahha” tawa Kakek, dan Krystal menatap tajam Amber.

“Haha benar itu kakek, hahahha”

“Baiklah kalau begitu naiklah mobilku, oh iya tapi sebelumnya siapa namamu anak muda” senyum Kakek.

“Aku adalah Amber Liu dan pasanganku ini adalah Krystal Jung” senyum Amber merangkul Krystal.

“Aku adalah Park Won” senyum Kakek.

“Ayo cepat naik mobil, malam sudah tiba dan akan menjadi dingin”

Mereka bertiga masuk kedalam mobil. Malam sudah tiba, angin mulai dingin.

“Ciiittt” ban mobil berdecit, Krystal dan Amber turun dari mobil “Masuklah” ucap Kakek Won.

“Istriku kita kedatangan tamu” ucap kakek Won dengan senang.

Nenek Won datang “Aigoo pasangan muda” senyumnya.

“Annyeong haseyo” sapa Krystal dan Amber.

“Waah kalian benar-benar serasi sekali, ayo masuklah aku baru saja memasak sup daging”

“Wah pas sekali” senyum Amber menatap Krystal yang berdiri disampingnya.

Krystal dan Amber masuk kedalam rumah yang sederhana tetapi begitu hangat “Ayo duduklah, aku yakin kalian berdua pasti lapar.

Tanpa pikir panjang Krystal langsung duduk, Amber tersenyum melihat Krystal yang langsung duduk tanpa menunggu dirinya.

Krystal memadang seluruh makanan yang tersedia di meja “Waaah” mata Krystal berbinar-binar.

Makanlah dengan pelan-pelan “Siksa hasipsio” ucap Krystal dan Amber.

Krystal dan Amber makan dengan lahap terutama Krystal, Amber sesekali melirik Krystal “Pelan-pelanlah, kau bisa tersedak” ucap Amber yang dihiraukan Krystal.

“Makananya enak sekali” girang Krystal dengan melahap sup daging.

“Haha tentu saja makanan isttriku memang paling enak, habiskanlah” senyum kakek Won.

“Tentu saja” angguk Krystal dengan sup dimulutnya.

“Setelah makan, kami akan menyiapkan kamar untuk kalian berdua. Ehm karena kamar kami cuma ada dua jadi kalian tidur satu kamar”

“Uhuk uhuk uhuk” 

“Soojung, Kwaenchana?”

Krystal terlihat memukul dadanya karena tersedak “Minumlah” Amber memberikan segelas air kepada Krytsal.

“Haish makanlah pelan-pelan”

Krystal menatap kakek dan nenek Won “Tapi aku tidak ingin tidur dengannya” Kakek dan Nenek Won terlihat bingung.

“Mengapa? kalian kan sepasang kekasih bahkan kalian sudah tunangan. Tidak usah malu-malu terhadap kami, aku tahu bagaimana rasanya jatuh cinta seperti di umur kalian. Rasanya berarpi-api”

Wajah Krystal dan Amber menjadi merah “Hahaha tapi kakek…” ucapan Amber dipotong “Sudah tak apa, kami memahaminya. Kalian tunggu sini saja. Biar kami siapkan kamarnya”

Krystal dan Amber terlihat diam satu sama lain “Ottoke” ucap Krystal.

“Kenapa?” tanya Amber.

Krystal memandang sinis “Kenapa katamu? apa kau tidak berfikir bahwa kita akan satu kamar?! satu kamar!”

“Lalu?”

“Lalu? haish! aku tidak ingin satu kamar dengan otak mesum sepertimu!”

“Kau kira aku mau satu kamar dengan penyihir gila sepertimu hah! aku lebih baik tidur di hutan rimba dengan singa-singa dibandingkan tidur denganmu penyihir!”

“Kalau begitu tidurlah sana diluar! tidur sana diluar dan jangan pernah kembali atau terbangun!”

“Ada apa ini?”

Amber langsung tersenyum paksa “Haha tidak apa-apa kakek”

“Oh iya aku dengar kalian membutuhkan ponsel”

“Ne”

“Sayangnya kami tidak memiliki ponsel, tapi kalian bisa menggunkan telfon umum besok pagi. Jaraknya cukup jauh, jadi kalian bisa menggunakan sepeda” senyum kakek Won.

“Terima kasih kakek Won” senyum Krystal.

“Aigooo calon istrimu manis sekali” senyum kakek Won.

“Haha manis apanya? tunggu saja sampai dia berubah menjadi penyihir” tatap Amber kepada Krystal dengan nada nicara yang pelan.

“Akui saja itu llama” balas Krystal.

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.26 PM, kakek dan nenek Won sudah tertidur sedangkan Krystal dan Amber….

“Aaaagggghh!!” Krystal gelisah, daritadi hanya membolak balikan badanya di tempat tidurnya yang kecil.

“Aaaagghhh!!” Amber gelisah, daritadi hanya mengacak-acak rambutnya dengan teh hangat di tangannya.

“Mau sampai kapan aku diluar seperti ini? errgghh begitu dingin” Amber memegang erat gelas tehnya yang hangat.

Amber menatap pintu itu “Haish bagaimana ini! aku tidak mungkin satu kamar dengannya! tapi aku juga tidak mungkin tidur diluar dengan cuaca yang dingin seperti ini”

Amber menggosok-gosok tubuhnya, sesekali Amber meminum teh hangat untuk menghangatkan tubuhnya. Amber menatap perkarangan rumah yang cukup luas di depan matanya. Tidak ada suara bising di telinganya, begitu damai dengan ditemani bintang yang bertaburan di atas langit “Wah malam yang indah, aku belum pernah melihat bintang sebanyak ini” ucap Amber dengan meminum teh hangatnya kembali.

“Kau benar”

“Byyuuurrr~ uhuk uhuk uhuk” Amber memuntahkan teh yang setengah dia telan dan menyebabkan Amber tersedak hingga sedikit memukul dadanya.

“Uhuk uhuk”

“Aigooo” Krystal menggeleng-gelengkan kepalanya dengan berjalan mendekati Amber.

“Ya! kau hampir membuatku mati, apa kau tidak tahu?”

Krystal menatap Amber “Ini bukan pertama kalinya aku membuatmu ingin mati, bukan?”

Amber menatap kesal dengan mengelus-elus dadanya “Ntah setan apa yang merasukimu” ucap Amber pelan.

“Mwo!”

Amber menutup telingnya “Ya Jung Soojung apa kau tidak bisa tidak teriak sehari saja? suaramu begitu nyaring. Apa kau tidak tahu akhir-akhir ini telingaku suka berdenging?”

“Aku tidak akan teriak kalau kau yang tidak memulainya!”

“Memulai apa? apa? kau saja yang terlalu mengambil perasaan” ucap Amber.

“Sudahlah aku tidak ingin bertengkar”

Amber tersenyum menatap Krystal dan pandangannya kini menatap langit. Sesekali Amber melirik Krystal “Wae?” tanya Krystal yang masih menatap bintang-bintang.

Amber terkejut mendengarnya dan langsung mengalihkan pandangannya “Anio” ucap Amber dengan cepat.

“Ehm kau tidak bisa tidur?” tanya Amber.

“Hmmm”

“Kenapa? aku tahu tempat tidurnya tidak senyaman kamarmu, tapi setidaknya kita bersyukur dapat tidur disini bukan dijalan”

Krystal menatap Amber “Bukan itu masalahnya”

Amber menatap Krystal “Lalu?”

Krystal dan Amber saling bertatapan..

……

…..

…..

“Karena apa?” ucap Amber.

Krystal mengalihkan pandanganya “Ti-ti-tidak bisa tidur saja”

Amber menatap heran “Ada apa denganmu?”

“Kenapa kau banyak sekali bertanya! ini sudah malam, aku tidak ingin otakku berfikir terlalu berat hanya karenamu”

“Haish lihat dia, dia mulai menjerit lagi” Amber menggelengkan kepalanya.

Amber memperhatikan Krystal, memperhatikan tangannya yang terlihat kedinganan. Krystal mulai mengigit bibir bawahnya dengan sedikit menggoyangkan tubuhnya karena malam begitu dingin.

“Hufh” Amber bangun dari duduknya.

“Mau kemana kau llama?”

“Tunggu sebentar” ucap Amber dan Krystal menunggu.

Tidak lama kemudian Amber kembali duduk disamping Krystal “Ini” Amber memberikan segelas teh hangat untuk Krystal “Minumlah selagi hangat” senyum Amber.

Krystal mengambil gelas yang diberikan oleh Amber “Minumlah pelan-pelan” Krystal mulai meminum teh yang dibuat oleh Amber.

“Dan…” Amber menyelimuti tubuh Krystal dengan selimut “Di luar sangat dingin, jadi pakailah” ucap Amber dengan merapikan selimut yang dia kenakan kepada Krystal.

Krystal menatap Amber dengan gelas di tangannya “Wae? mengapa kau menatapku seperti itu?” ucap Amber.

“Tidak” Krystal kembali meminum tehnya.

“Apa kau tidak ingin mengucapkan terima kasih?”

“Untuk apa? aku tidak memintamu”

“Hufh ya ya, baiklah princess”

Tidak ada kata-kata keluar dari mulut mereka, hanya kesunyian dan malam yang mereka rasakan. Kedua hati serta pikiran mereka menjadi campur aduk dengan suasana ini, Krystal menatap Amber “Kenapa? mengapa kau seperti orang gelisah”

“Tidak ada” jawab Amber.

“Bohong, cepat katakan padaku”

Amber menelan salivanya, “Ehmmm apa kau masih membenciku seperti saat kita pertama bertemu?” ucap Amber tanpa melihat Krystal.

Krystal tersontak kaget mendengar ucapan Amber, Krystal tak menyangka bahwa Amber akan bertanya hal seperti itu Krystal “Tidak tahu”

Amber menatap Krystal “Tidak tahu? jawaban apa itu”

“Hmm iya aku membencimu, tidak. Aku sangat membencimu. Kau menyebalkan, kau merusak semuanya, kau seperti merusak kehidupanku dengan menjadi tunanganku. Rasanya hati ini begitu ingin meledak, aku ingin teriak tapi tak bisa, aku ingin berlari tapi tak cukup kuat. Aku sungguh membencimu dimana aku harus melihatmu setiap hari bersamaku, aku sungguh membencimu karena kau sok menjadi pahlawan, aku sungguh membencimu karena kau mencampuri semua urusanku, aku membencimu karena kau begitu dekat dengan kakek, aku begitu membencimu karena perhatian yang kau berikan kepadaku”

“Biane” ucap Amber singkat.

“Aku tahu kau begitu membenciku, kau tidak menyukaiku. Tapi aku tidak tahu mengapa aku bisa bertahan denganmu. Bertahan dengan sikapmu yang keras kepala, bertahan dengan sikapmu yang sombong, bertahan dengan sikapmu yang semena-mena, bertahan dengan sikapmu yang dingin dan semua perintah gilamu tapi aku tetap melakukannya untukmu. Aku mungkin adalah orang yang bodoh, bagaimana bisa aku begitu tunduk padamu sedangkan kau tidak memperdulikanku, tidak melihat ke arahku” senyum Amber.

“Tapi tidak apa, mungkin ini sudah jalannya. Aku tidak peduli seberapa besar kau membenciku, aku akan terus disampingmu berdiri untukmu dan menghapus airmatamu” senyum Amber.

Krystal menatap jari Amber “Sampai kapan kau memakainya”

Amber melihat jarinya dengan senyuman di wajahnya “Tidak tahu, mungkin sampai waktu memisahkan kita. Cincin ini menjadi sejarah dalam hidupku, sejarah perjalananku bersamamu, aku ingin suatu saat nanti saat kau tak bersamaku, aku ingin cincin ini menjadi saksi kebersamaanku bersamamu. Saat aku menatap maupun mengenakannya aku akan teringat kepadamu, teringat kemarahanmu, teringat wajah jutekmu” senyum Amber. Krystal hanya menatap Amber, tatapannya begitu dalam.

Krystal menghela nafasnya “Pabo”

“Ya itu aku” senyum Amber.

“Aku memiliki semuanya, apapun yang ku inginkan pasti akan kudapatkan tak peduli sebarapa susah atau semahal apapun. Tak ada kekurangan di dalam hidupku, semua orang memujaku, semua orang mengatakan bahwa Krystal Jung Soojung adalah orang yang sempurna tapi..” Krystal menatap Amber.

“Tapi aku tidak tahu mengapa saat ini aku begitu takut, aku merasa bingung. Pikiranku menjadi berantakan dan aku tidak tahu mengapa aku seperti ini. Aku merasa hal buruk akan terjadi kepadaku, aku.. aku tidak mengapa. Aku sudah cukup kehilangan dan aku tidak ingin hal itu terjadi lagi” ucap Krystal pelan dengan kepala yang tertunduk.

Amber menatap Krystal, wajahnya murung, matanya terlihat sendu, banyak hal yang dipikirkan oleh Krystal, dan Amber dapat membacanya “Kwaenchana” ucap Amber dengan memegang pundak Krystal tanpa perlawanan.

“Dengar, apapun yang terjadi aku akan selalu ada untukmu. Apapun yang terjadi tak peduli seberapa sakitnya aku, tak peduli seberapa menderitanya aku. Aku akan ada untukkmu, Princess” senyum Amber.

Krystal dan Amber saling bertatapan, Amber memberikan senyumannya untuk Krystal. Krystal memberikan jari kelingking kepada Amber “Yakso?” Amber mentapa jari kelilingking Krystal dan melingkarkan jarinya dengan jari Krystal “Yakso” senyum Amber.

“Kalau begitu ikuti kataku” Amber menangguk.

“Aku berjanji akan selalu ada untuk princess Krystal tak peduli apapun masalahnya”

“Aku berjanji akan selalu ada untuk princess Krystal tak peduli apapun masalahnya” ucap ulang Amber.

“Aku berjanji akan melakukan hal apapun untuk princess Krystal” senyum Krystal.

“Aku berjanji akan melakukan hal apapun untuk princess Krystal” ucap Amber.

“Haish mengapa janjimu itu berat sekali! kau ini ingin menyiksaku?”

“Sudah diam saja dan ikuti kataku! apa kau tidak lihat kita dalam perjanjian sakral?” Amber hanya mengangguk pasrah tak berani menentang princessnya.

Krystal dan Amber larut dalam canda tawa mereka, membuat malam yang dingin menjadi hangat karena kebersamaan yang mereka ciptakan “Princess..” Amber menoleh ke arah Krystal, Amber kembali menatapnya menatap wajah Krystal yang tengah tertidur di pundaknya. Terlukis sebuah senyuman di wajah Amber, membiarkan Krystal tertidur dipundaknya dengan lelap. Amber menatap wajah Krystal, menatap matanya yang terpejam menatap hidungnya menatap bibirnya yang tipis sungguh membuat Amber terhipontis akan kecantikan Krystal.

“Hufhh ada apa ini” Amber menghela nafasnya, jantunganya berdetak dengan kencang.

“Haish mengapa tiba-tiba menjadi panas?” Amber mengipas-ngipas wajahnya.

Amber kembali melihat Krystal dan memutuskan untuk membawa Krystal ke kamar. Amber mengangkat tubuh Krystal dengan sangat perlahan karena takut sang putri tebangun dari mimpi indahnya.

“Hufh” Krystal sudah di dekap Amber, semakin jelas wajah Krystal membuat Amber kembali tak karuan.

Amber berjalan perlahan, kakinya masuk kedalam kamar yang tak terlalu lebar namun nyaman. Amber membaringkan Krystal di tempat tidur dengan menutupi tubuhnya dengan selimut agar tidak kedinginan. Amber kembali menatap Krystal, sudah tak terhitung berapa kali Amber terus menatap yeoja yang selalu membuatnya marah tersebut.

“Have a nice dream princess” ucap Amber dengan meninggalkan Krystal.

“Tap” langkah Amber terhenti, jantungnya berdetak dengan cepat. Tanganya merasakan sentuhan lembut yang membuat dirinya merasa begitu nyaman akan sentuhan tersebut. genggaman tangannya semakin kuat, seakan tak ingin melepas tangan Amber untuk pergi meninggalkannya.

“Jangan pergi” suaranya terdengar serak dan lelah membuat Amber membalikan arahnya, menatapnya yang masih memejamkan matanya.

“Jangan pergi, tidurlah bersamaku”

Amber tersenyum, mata Krystal masih terpejam. Amber berdiri cukup lama hingga dia memutuskan untuk berbaring di samping Krystal yang sudah tertidur.

“Ada apa ini? rasanya aku teriak sekencang-kencangnya, rasanya aku berlari sekuat-kuatnya karena perasaanku seperti mau meledak! aaaghhh!! bagaimana ini? aku tidak pernah sedekat ini jika bersamanya, dan sekarang tiba-tiba dia…. dia tidur di sampingku! aku bahka bisa merasakan nafasnya yang begitu hangat! bagaimana bisa aku tidur dengan cara seperti ini!!” Amber terus membuka matanya, pikirannya sedang kacau.

07.14 PM JeJu’s time

Suara burung mulai terdengar ramai, sinar matahari masuk kedalam celah-celah fentilasi kamar membuat Krystal terbangun. Krystal membuka matanya perlahan dan ….

“Amber??? ya Tuhan! bagaimana ini” Krystal berusaha agar tidak panik ketika melihat wajah Amber di depan matanya. Krystal dan Amber tidur berhadapan saling menatap satu sama lain.

Wajah Krystal sekita menjadi merah “Apakah semalaman aku tidur bersamanya? jadi aku tidur bersama Amber? aaaghhhh!!!”

Krystal menatap Amber yeng tengah tertidur, rambutnya sedikit menutupi matanya. Krystal memperhatikan wajah Amber, matanya, dagunya, hidungnya bahkan bibirnya “Ya Krystal Jung apa yang kau pikirkan!!” Krystal memukul-mukul kepalanya.

“Ada apa denganmu?” mata Amber terbuka dengan mata yang masih sayu karena mendengar suara Krystal yang cukup kuat hingga membuatnya terbangun.

Krystal menatap Amber dan Amber menatap Krystal di tempat tidur yang sama dan selimut yang sama “Aaaaaghhh!!!” melihat Amber yang terbangun sontak Krystal menjadi kaget dan …..

“Bruukk!” 

“Aaaagghhh pinggangku!!” Amber mengeluh kesakitan karena Krystal mendangnya hingga jatuh.

Amber mengeluh kesakitan di lantai dan menatap Krystal “Ya! apa kau sudah gila hah?! ada apa denganmu! mengapa kau tiba-tiba mendendangku, kau pikir aku apa hah!” kesal Amber.

Krystal berdiri di atas tempat tidur “Ini semua salahmu!”

“Salahku?! ya kau penyihir! aku baru saja bangun dari tidur dan kau mengatakan aku melakukan kesalahan! kau benar-benar sudah kehilangan akal sehat, dasar penyihir!”

“Apa, kau bilang apa? jadi kau menyalahiku” Krystal mengambil bantal dan memegangnya bersiap untuk memukul Amber.

“Haish! bukan seperti itu, maksutku.. haish wanita ini mengapa kejam sekali! aku yang menjadi korban mengapa aku yang salah”

“Kau bilang penyihir? jadi aku penyihir hah? kejam dan tidak memiliki akal sehat, begitu? baiklah sekarang aku menjadi gila!”

Amber bergegas bangun untuk menghindari pukulan Krystal dengan tangannya yang masih memegang pinggang “Kembali kau llama bodoh!” ucap Krystal yang mengejar Amber dengan bantal tidurnya.

09.00

“Aigoo anak muda, apa kau tidak tidur semalaman? mengapa matamu begitu gelap sekali” ucap kakek Won, Amber tersenyum mendengar ucapan kakek Won karena dia terlalu lelah karena semalaman tidak tidur di tambah lagi Krystal berbuat ulah pada dirinya.

Setelah sarapan dan mandi Krystal Amber berjalan menuju halaman depan “Pakailah sepedanya, jika kalian jalan kaki akan terasa sangat jauh” ucap kakek Won yang memberikan sepeda kepada Amber.

“Terima kasih kakek” ucap Amber yang mulai naik sepeda.

Amber menatap Krystal “Wae? cepat naik” suruh Amber.

Krystal mulai duduk di kursi belakang sepeda “Pegangan, apa kau ingin terjatuh?”

Krystal memegang baju Amber “Kakek kami jalan dulu” pamit Amber yang mulai mengayuh sepeda tua milik kakek Won.

Krystal memegang baju Amber dengan kuat karena dia takut terjatuh “Haish! kau ingin membuat bajuku sobek apa? pegang pinggangku” ucap Amber dengan mengayuh sepeda.

“Pinggamu?” Krystal mengigit bibir bawahnya merasa ragu dengan keputusannya tapi setelah dipikir lagi apa boleh buat.

Krystal melingkarkan tangannya di pinggang Amber membuat Amber tersenyum. Amber dan Krystal menikmati pemandangan sepanjang jalan hingga tak terasa mereka telah sampai di telfon umum.

Amber menghentikan sepedanya “Berhati-hatilah” Krystal turun dari sepeda dan memandang pemandangan di sekitarnya “Indah sekali” senyum Krystal.

Amber memandang Krystal yang menikmati alam sekitar, benar saja bahwa Seoul jauh berbeda dari Jeju yang lebih tenang dan damai.

“Hallo”

“Yeoboseyo”

“Ya! kalian dimana! mengapa kalian tidak mencariku, apa kalian ingin ku pecat hah!” marah Krystal di telfon umum hingga mencuri perhatian banyak orang.

Amber menepuk pundak Krystal “Gongjunim sabarlah, bicara pelan-pelan” ucap Amber.

Krystal menghela nafasnya menahan rasa emosinya “Cepat jemput aku sekarang juga”

“Maaf ini siapa?”

Wajah Krystal berubah kesal “Ya! kalian pikir aku siapa! apa kalian ingin mati”

“Maaf nona muda Jung, kami ingin memastikan saja”

“Apa sekarang sudah paham”

“Sudah nona” takut mereka di sana.

Krystal menjelaskan dimana dia berada kepada para pengawalnya “Baik nona muda Jung, kami akan tiba 5 jam lagi”

“5 Jam lagi?! mengapa lama sekali, aku sudah tidak tahan”

“Maaf nona, saat ini Seoul sedang ada badai jadi untuk sementara penerbangan sedang di cancel” Ucap pengawal Krystal dengan takut.

“Haish aku tidak mau tahu!” Krystal langsung menutup gagang telfon.

Amber menatap Krystal “Bagaimana?” tanya Amber.

Krystal menghela nafas “Mereka akan datang 5 jam lagi” kesal Krystal.

“Oh baiklah” santai Amber.

Krystal menatap heran “Mengapa kau terlihat santai saja?”

Amber berjalan mengambil sepedanya “Setidaknya aku masih memiliki waktu bersamamu” senyum Amber.

“Ayo naik”

Krystal menatap Amber “Kita mau kemana?”

Amber terlihat berfikir “Hmm bagaimana kalau kita melihat air terjut di Cheonjiyeon? tidak jauh dari sini” usul Amber.

“Tidak mau, tidak menarik! aku lebih baik tidur di rumah saja”

“Haish mengapa kau selalu menghabiskan waktumu untuk tidur? lagipula kita sudah disini, apa kau tidak ingin menikmatinya? ayolah princess” bujuk Amber.

Krystal mengigit bibir bawahnya “Hmm baiklah”

Krystal mulai naik sepeda dan melingkarkan kembali tangannya di pinggang Amber “Baiklah, Let’s go!”

10 menit berlalu, Amber menaruh sepedanya dan Krystal menunggu Amber, Krystal memperhatikan Amber dari kejauhan “Ayo masuk” ajak Amber.

“Aku yakin kau pasti akan menyukainya” senyum Amber.

“Benarkah?”

“Yap” angguk Amber.

“Kajja” Amber memegang lengan Krystal mengajaknya masuk kedalam taman wisata air terjun.

“Waaaahhh” mata Krystal terbuka lebar dengan pemandangan di depan matanya.

Amber tersenyum lebar melihat Krystal yang begitu girang melihatnya “Aku bilang juga apa, kau pasti akan menyukainya”

cheonjiyeon-waterfall-jeju-island-south-korea_main.jpgKrystal memejamkan matanya, menikmati percikan air yang terjatuh membuatnya merasa jauh lebih tenang dan melupakan semua kepenatannya.

Amber Pov

Tak berhentiku menatapnya, apakah ini akan menjadi hobi baruku? haha lucu sekali, bagaimana bisa aku seperti ini. Tapi…

Tapi perasaan apa yang kurasakan saat ini? aku hanya bertugas untuk menjaganya, memastikan dirinya baik-baik saja dan tentu saja aku melakukan ini atas uang yang kuterima dari tuan Jay Jung.

Tapi apakah aku melakukan semua ini atas dasar uang? aku bahkan melakukan apa saja untukknya.

Agghh Amber Liu ada apa denganmu! lihat, aku bahkan tidak bisa berhenti menatapnya, aku tidak pernah bosan untuk memandangnya.

Apakah..

Apakah aku menyukainya?

Tidak tidak tidak! itu tidak mungkin.

Ingat Amber Liu, kau lakukan ini hanya untuk uang dan ingat aku memiliki kontrak selama satu tahun untuk semua ini! ayolah Amber, kau hanya melakukan drama. Kau hanya bermain-main. Aku melakukan semua ini hanya untuk uang, uang dan uang!

“Sampai kapan kau menatapku?”

“Mwo?”

Dia membuka matanya, matanya yang indah menatapku dengan alunan air terjun “Pabo”

Haish wanita itu “Hei mau kemana tunggu aku”

Aku berjalan menyusulnya, dia jalan di depanku menatap alam sekitar. Aku ingat saat pertama kali bertemu denganya  di sebuah taman, aku benar-benar tidak percaya bahwa dia tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang indah seperti ini.

“Wah lihat lihat ada banyak ikan!” aku tersenyum melihatnya, seperti anak kecil saja.

Aku berjalan menghampirinya, melihat arah telunjuknya yang menunjuk ikan di sebuah kolam yang begitu jernih.

“Apa kita bisa membawanya? atau membelinya”

Aku menghela nafas, yang benar saja “Tidak bisa, ini punya negara” ucapku padanya.

“Tapi aku bisa membelinya? aku memiliki uang yang banyak, apa kau tidak tahu siapa aku”

“Tidak semua yang kau inginkan dapat di beli dengan uang Princess” sepertinya ucapanku membuatnya kesal, lagi pula yang benar saja?

Haish bagaimana ini, kau harus membuatnya tersenyum lagi. Hanya masalah ikan dia jadi marah “Hmm bagaimana kalau kita membeli ice cream?”

“Ice cream?”

Aku mengangguk “Iya ice cream, kajja” aku memegang kembali lengan tangannya untuk mengajaknya pergi dari sini. Aku tidak tahu mengapa aku memegang lengannya, aku hanya refleks saja.

“Sekarang kau pilih mau ice cream yang mana?” untuk saja moodnya sudah kembali seperti semula, kalau tidak bisa panjang ceritanya.

Aku melirik ke arahnya yang sedang duduk “Mwo? apa kau kurang?”

Dia menggelengkan kepalanya “Aku lapar”

Ternyata dia lapar, aku merogoh saku celanaku. Haish bagaimana ini? duitku tinggal sedikit, aku rasa hanya cukup untuk Krystal saja.

Aku menatapnya kembali yang sedang memegang perutnya “Baiklah ayo kita makan” ajakku.

Haish wanita ini kembali mengangguk dengan wajahnya yang seperti anak kecil “Kajja”

Aku mencari tempat makan terdekat dan aku menemukan kedai makanan khas pulau Jeju.

“Annyeong haseyo” sapa mereka dan aku membungkuk.

Krystal mulai melihat menu makanan “Aku ingin makanan special disini” senyumnya.

“Makanan special kami adalah Jeonbokjuk yang merupakan khas pulau Jeju dengan yang terdiri dari bubur nasi dan abalon”

“Baiklah aku pesan itu, bagaimana denganmu stupid?”

“Hah?” ehmm…

“Aku tidak, aku masih kenyang” senyumku tapi dia menatapku heran.

“Apa kau yakin?”

“Aku benar-benar sudah kenyang, percayalah” senyumku.

“Baiklah”

5 menit berlalu, makanan yang dipesan Krystal sudah disajikan di meja. Wah sepertinya enak sekali..

“Selamat makan” girang Krystal.

“Makanlah pelan-pelan” tatapku padanya yang sedang meniup bubur hangat.

Sepertinya akhir-akhir ini aku merasa diriku aneh, ntah mengapa aku selalu tersenyum. Apa aku sudah gila?

Aku berpangku tangan, menatapnya menyantap bubur sendok demi sesendok. Errghh aku hanya bisa menelan ludah melihatnya memakan bubur hangat.

“Wah enak sekali”

Haish wanita ini, apa dia sedang ingin membuatku iri.

“Ini adalah bubur terenak yang pernah kumakan, nyam nyam”

Aku hanya menghela nafas “Apa kau mau?”

Aku terkejut mendengarnya “Mwo?”

Krystal meletakan sendoknya, dan tangannya menepuk tempat duduk disampingnya “Kemarilah”

“Mwo?” kagetku.

“Aku bilang sini, duduk disampingku”

Haish wanita ini, hmmm “Baiklah” aku segera bangun dan duduk disampingnya.

Dia menatapku, tangannya menggeser mangkuk bubur yang dia makan. Tangannya kini memegang sendok dan memberikannya padaku?”

“Makanlah”

“Haish aku bilang aku sudah kenyang”

Krystal mengambil tangan Amber dan meletakan sendok itu di tangan Amber “Aku tahu kau lapar jadi makanlah”

Tanpa pikir panjang aku langsung menyantap bubur yang masih hangat ini “Woaaaahh” rasanya enak sekali! aku kembali menyuap mulutku dengan sesendok bubur.

“Haish makanlah pelan-pelan, kau ingin mati tersedak?”

“Hehe” aku hanya memberikan senyuman padanya.

Setelah selesai makan, kami melanjutkan perjalanan “Lain kali bilang kalau kau tidak punya uang”

“Aku memiliki uang hanya saja tidak cukup untuk kita berdua”

“Hmm jadi kau rela kelaparan demi diriku?” godanya.

“Anio, aku takut jika kau lapar kau malah berisik dan terus merengek-rengek”

Aku menghindar dari pukulannya hahaha “Lalu sekarang apa?”

“Tidak tahu gelengku”

“Sudahlah ayo kita balik saja, satu jam lagi mereka akan datang menjemput kita” ajaknya.

“Baiklah, tapi kau yang bawa sepedanya ya?”

Krystal terkejut mendengarnya “Mwo? mengapa harus aku”

“Tentu saja kau, aku sudah terlalu lelah untuk memboncengmu. Apa kau kira perjalanan kita tidak jauh?”

“Bukankah kau sudah makan, aku rasa itu cukup untuk mengisi energimu lagi”

Aku menggelengkan kepalaku “Bukankah kau yang makannya paling banyak?”

“Haish!” haha wajahnya terlihat jengkel, haha aku suka ekspersinya saat ini walaupun sedikit seram hehe.

“Ini bawa sepedanya” aku memberikan sepeda ini padanya.

“Cepat bawa” Krystal hanya menatapnya.

“Kenapa hanya di tatap?” tanyaku, lagi-lagi Krystal mengigit bibir bawahnya.

“Ehmm aku tidak bisa mengendarai sepeda” suaranya begitu pelan, aku tidak cukup jelas mendengarnya.

“Apa?” tanyaku ulang.

Dia memandangku dengan sedikit tertunduk “Aku tidak bisa naik sepeda”

“Tidak bisa? yang benar saja” heranku.

Krystal hanya diam, aku ingin tertawa tapi kutahan karena raut wajahnya yang sedikit sedih “Hmm kalau begitu aku akan mengajarimu naik sepeda, bagaimana?”

Kali ini kepala serta matanya melihatku jelas “Benarkah?”

Aku mengangguk “Tentu saja, naiklah” aku mempersilahkan Krystal naik.

Krystal sudah mulai memegang sepeda dan menaruh kakinya di penggoes sepeda, aku melihat wajahnya yang sedikit cemas dan tangannya begitu kuat memegang sepeda “Tidak usah takut, aku tidak akan membiarkanmu terjatuh” senyumku padanya.

“Baiklah, sekarang kau kayuh pelan-pelan dan jaga kesimbangan badanmu” aku berdiri di samping Krystal, memegang stang sepeda serta jok sepedanya untuk menyimbangkan posisinya karena ini pertama kalinya Krystal mengendari sepeda.

Krystal mulai mengayuh, aku memegang kuat sepedanya agar tidak terlalu miring kanan dan kiri “Aaa bagaimana ini, aku takut”

“Tidak apa, terus lah mengayuh sepeda” aku berusaha menyimbangkan agar Krystal tidak terjatuh. Krystal mengayuh sepeda dengan pelan, aku melihat tangannya yang masih sedikit kaku.

“Agh llama bagaimana ini”

“Teru saja, aku kan disampingmu” ucapku padanya.

Sudah 10 menit berlalu, aku melihat Krystal sudah bisa menguasai sedikit, aku menghela nafasku karena aku begitu lelah “Ayo lagi!” aku berjalan ke arahnya.

“Sekarang aku akan memegangimu dari belakang”

“Ya! aku tidak mau, bagaimana kalau aku jatuh!” cemasnya.

“Apa kau tidak percaya padaku?” aku menatapnya.

“Tapi kau janji tidak akan melepaskannya”

“Aku berjanji” aku mulai memegang jok belakang sepeda, Krystal mulai mengayuh sepeda.

“Pertahankan posisinya”

“Sedang ku usahakan”

Aku berusaha sekuat tenaga untuk menyimbangkan sepeda ini, aku tidak ingin membuatnya terjatuh. Aku akui Krystal begitu cepat belajar.

“Waah” aku bisa merasakan bahwa saat ini Krystal sedang bahagia, haha anak manja seperti dia masih saja seperti anak kecil.

Krystal mengayuh sepedanya sedikit lebih cepat “Princess pelan-pelan saja”

“Ndee” aku terus memegangi sepedanya hingga pada akhirnya aku merasakan bahwa aku harus melepasnya. Aku sudah terlalu lelah berlari dan aku yakin bahwa Krystal bisa berjalan lebih cepat.

“Waaaah stupiidd” aku tersenyum mendengarnya.

“Apa kau tidak lelah?”

“Tidak!” aku sedikit berteriak.

“Kau masih di belakangku kan?”

“Masih!” sedikit ku keraskan suaraku.

“Jangan lepaskan aku”

“Tidak akan kulepaskan princess!” aku teriak agar dia bisa mendengarnya.

Tapi saat aku teriak sepedanya sedikit oleng, tanpa pikir panjang aku berlari mengejarnya tapi Krystal bisa mengatasinya “Kau berbohong!”

“Tidak”

“Kau melepaskan sepeda ini, bukan?”

Aku hanya tersenyum “Hahaha”

“Jadi aku bisa naik sepeda” girangnya, aku berlari kecil mengikuti arahnya berjalan, aku merasa lelah tapi aku ingin terus berlari mengejarnya untuk melindunginya sekalipun aku tahu bahwa Krystal bisa tanpa diriku.

Aku menghela nafasku, sedikit mengusap keringat di dahiku. Aku berjalan pelan mengahampiri Krystal yang berdiri di samping sepedanya “Haish mengapa lama sekali kau jalannya? apa kau sudah menua?” haish wanita ini, apa dia tidak tahu aku begitu kelelahan karena dirinya.

Aku melihatnya berjalan “Mau kemana?” tanyaku tapi tak dijawab olehnya dan meninggalkan sepedanya, aku memilih untuk mengikutinya.

Krystal duduk di bangku taman dan aku juga duduk di sampingnya, aku melihat wajahnya yang tersenyum. Aku rasa karena dia puas bermain sepeda “Menyenangkan?”

Dia hanya mengangguk “Lagipula bagaimana bisa kau tidak bisa bermain sepeda? apa yang kau lakukan saat kau masih kecil, apa saat masih kecil kau sudah mulai shooping dan menghabiskan uang?”

Dia menatapku tajam, aish tatapannya sungguh membuatku takut “Haha aku tidak bermaksut berkata seperti itu hanya saja…”

“Ayahku”

Seketika aku menatapnya, senyum diwajahnya memudar dan kesedihan lah yang tampak diwajahnya “Saat aku berulang tahun, ayahku memberikanku sepeda dan berjanji akan mengajariku setiap sore hari, pada saat itu aku begitu bahagia. Aku sangat menanti waktuku bersamanya, setiap hari aku menunggunya untuk pulang kerja dan mengajariku tapi hari itu tak kunjung datang hingga ayahku pergi meningallkanku untuk selamanya” senyum sedih Krystal.

“Itu sebabnya aku tidak bisa naik sepeda dan memutuskan untuk membuang sepeda pemberian ayahku karena dia tidak memenuhi janjinya dan pergi meninggalkanku”

Aku menatapnya yang sedih menceritakan masa kecilnya, aku bisa melihat bahwa Krystal begitu menyayangi ayahnya. Aku bisa melihat luka di matanya sangat mengatakan bahwa ayahnya pergi untuk selamanya “Aku rasa sekarang ayahmu bangga pada dirimu karena saat ini putrinya sudah bisa bermain sepeda dengan begitu baik” dia tersenyum sedikit, walaupun sedikit setidaknya dia tersenyum.

“Dulu ibuku selalu memberikanku boneka dan baju dress tapi ayahku malah membelikanku sebuah robotan besar serta bola untuk bermain bersama dirinya. Hampir setiap akhir pekan aku bermain bola bersamanya hingga ibuku marah mengapa anak perempuan malah bermain bola bukan boneka, tapi ayahku tidak memperdulikannya yang dia pikirkan adalah bagaimana aku bisa tersenyum dan tumbuh dengan sehat hingga pada akhir pekan berikutnya aku tak bermain bola lagi karena ayahku pergi ke tempat yang sangat jauh yang tak mungkin bisa ku jumpai. Itu adalah akhir pekan yang buruk bagiku”

“Aku yakin ayahmu tersenyum melihatmu sekarang” aku menoleh kearahnya dan Krystal memberikan senyuman padaku.

“Apa kau tahu ayahku dan ayahmu bersahabat?”

“Aku tidak begitu banyak mendengar cerita tentang ayahmu tapi kakek selalu membicarakan tentang ayahku dan ayahmu, kakek mengatakan bahwa ayahmu adalah orang yang sangat baik, setia, rela berkorban, dan begitu pintar. Kakek dan ayah sangat percaya pada ayahmu yaitu Josh Liu Aku rasa itu sebabnya kau dijodohkan denganku karena kakek tahu seperti apa ayahmu dan tahu bahwa dirinya tidak akan mengkhianati siapapun”

Aku mengangguk dan berfikir sejenak “Jika…”

“Jika ayahku tidak mengenali keluargamu, bagaimana?”

Krystal menatapku bingung “Akankah kita bisa saling bertemu? akankah kau dan aku bisa bersama seperti ini?” aku tersenyum, aku tidak tahu mengapa aku berbicara seperti ini, hanya saja aku membayangkan bahwa semua ini tidak pernah terjadi dalam diriku.

“Apa kau menyesal?” aku mendengar suaranya yang memecah lamunanku.

Aku menggelengkan kepalaku dengan senyum “Jika aku memiliki pilihan untuk kembali ke masa lalu, aku akan memilih jalan yang sama” senyumku menatap kedua matanya.

“Aku juga” ucapnya dengan mengalihkan matanya dariku, aku terkejut mendengarnya!

“Kau tidak menyesal?” tanyaku ulang.

“Ya walaupun tidak sepenuhnya” haish wanita ini.

“Kau tidak menyesal karena kau bisa menyiksakku kan?” dia tersenyum menghadapku.

“Tumben kau pintar haha” wanita ini!

“Saat ini aku hanya memiliki kakek, hanya dia tempatku bergantung. Mendengar kakek sudah tak sehat seperti dulu begitu membuatku khawatir di tambah lagi perusahaan sedang dalam krisis yang mau tidak mau aku harus menyelamatkannya juga. Aku melakukan semua ini untuk kakek, walaupun aku sangat tersiksa bersama llama bodoh sepertimu”

“Tersiksa? ya! yang yang tersiksa itu aku bukan dirimu! jika aku tahu aku bertunangan dengan wanita berisik sepertimu lebih baik aku tidak menerima permintaan tuan Jay Jung. Sama sekali buka ntipeku”

Aku mersakan udara seketika menjadi dingin dan merasakan merinding “Kau kira kau siapa hah! kalau bukan kakek yang meminta aku tidak akan mau bertunangan dengan yeoja jorok, bau, pemalas, dan aneh sepertimu! apa kau tidak tahu banyak namja yang mengantri untuk menjadi kekasihku?! apa kau tidak tahu saat kau menjadi tunanganku, repotasi ku menjadi turun karena mereka kira seleraku yang rendahan”

Wanita ini benar-benar bagaimana bisa dia merendahkanku begitu saja “Apa kau tidak tahu aku sekarang menjadi populer! semua yeoja mengejarku dan memintaku untuk berkencan dengan mereka! kau seharusnya beruntung Krystal Jung”

Dia menatapku marah “Beruntung? beruntung katamu llama, apa kau tidak tahu aku sedang ketimpahan sial! seharusnya aku bisa mendapatkan tunangan yang tampan dan pintar tidak seperti dirimu!”

“Kau pikir Kai pintar dan tampan!”

Krystal menatapku aneh, aagghhh Amber bodoh! mengapa aku bisa mengucapkan namanya!! bodoh bodoh bodoh.

“Kau bilang Kai? kenapa kau membawa namanya? apa masalahmu dengan Kai?”

Haish wanita ini banyak tanya “Tidak ada” aku mengalihkan pandanganku, aku tidak ingin melihat wajahnya.

“Kau cemburu?” sial dia menggodaku.

“Haha untuk apa! untuk apa aku cemburu dengan namja hitam seperti dirinya! bermain basket saja tidak bisa”

“Tapi Kai bisa membuatku bahagia”

Aku menghela nafas, aku tidak tahu mengapa aku sedih sangat medengarnya “Baguslah, kalau begitu pergi saja sana bersama dirinya”

Krystal tersenyum “Sayangnya Kai tidak disini jadi untuk sementara aku bersamamu saja”

Aku meliriknya “Sudah sana aku tidak ingin bersamamu” ucapku pelan, aku tidak tahu mengapa aku seperti ini.

“Bukankah kau menginginkan bersama Kai, yasudah sana pergilah bersamanya”

Aku mersakan dia mendekatiku “Kau tahu, ucapan dan tingkahmu begitu berbeda. Kau bilang kau tidak cemburu tapi tingkahmu seperti…”

“Sudah cukup” hentiku.

Haish dia menertawakanku “Hahaha baiklah-baiklah, lucu sekali”

“Apa kau menyukai Kai?”

“Hmmm iya aku menyukainya, dia adalah satu-satunya namja yang dekat denganku maksutnya dia adalah namja yang paling lama bertahan denganku dan aku begitu mempercayainya karena dia begitu baik walaupun aku tidak tahu status hubungan kami apakah itu pertemanan atau lebih. Kai adalah namja yang baik, sopan dan menghargai wanita mungkin itu sebabnya aku menyukainya” bertanya hal seperti ini sungguhku sesali! sungguh membuatku sesak saja.

Kami diam untuk sementara waktu dengan memandangi pemandangan bunga indah “Apa kau pernah jatuh cinta?” aku menoleh ke arahnya, pandangannya mengarah kedepan.

“Ehm belum” jawabku pelan.

Jawabanku membuatnya menoleh ke arahku “Benarkah?” aku mengangguk.

“Sekalipun?” aku kembali mengangguk, aku berkata jujur bahwa aku belum pernah merasakan rasanya jatuh cinta jadi aku tidak tahu bagaimana rasanya.

“Baik itu yeoja ataupun namja?” aku kembali mengangguk.

“Daebak!”

“Kenapa memangnya” tanyaku.

“Tidak, hanya penasaran saja”

“Bagaimana denganmu?” tanyaku pada Krystal.

“Aku? haha aku sudah bosan” hmm tentu saja mengingat Krystal merupakan playgirl di sekolah kami.

“Berarti kau sudah sering merasakan jatuh cinta?”

“Hmm tidak juga, terkadang hanya untuk bersenang-senang”

“Jadi kau tidak mencintai dengan tulus” ucapku dan dia hanya diam.

“Apa kau tidak ingin mencari kekasih?” tanya Krystal padaku.

“Kekasih? hmm ntahlah, aku belum memikirkannya” jawabku.

“Jadi kau tertarik dengan yeoja atau namja?” aku menatapnya, pertanyaannya langsung blak-blakan yang membuatku berfikir sejenak, aku tidak ingin membuatnya canggung karena kau tahu Krystal adalah seorang yang homophobic.

“Aku menyukai namja tapi yeoja lebih menarik” senyumku padanya hahaha lihat wajahnya. Tapi yang ku katakan adalah sebuah kejujuran “Aku tahu kau akan menjadi risih kepadaku. Jujur saja aku menyukai namja, aku suka melihat namja tampan tapi menurutku yeoja menarik perhatianku dengan amat dalam, seperti ingin melindunginya, seperti ingin menjaganya dan tak menyakitinya”

“Jadi, apakah ada seorang yeoja yang kau sukai saat ini?” aku menatap matanya, pertanyaan yang diberikan padaku membuatnya ingin segera mengetahui jawaban dari mulutku.

“Ada”

Matanya terbuka lebar “Ada?! siapa” haha mengapa dia seperti girang sekali.

“Hmmm rahasia”

“Mwo? cepat katakan padaku” paksanya.

“Yang jelas bukan dirimu karena aku tahu kau tidak akan menyukaiku” jawabku lesu.

“Apakah yeoja itu Irene?” aku menatapnya.

“Irene? mengapa kau berfikir yeoja itu Irene”

“Tidak, hanya kepikiran saja”

“Aku belum memastikan apakah aku menyukai yeoja itu atau tidak karena aku takut dia tidak membalas cintaku jadi nanti saja kuberi tahu padamu jika hatiku sudah mantap” Krystal hanya diam, aku melihat jam tanganku.

“Princess, sepertinya kita harus pulang”

“Baiklah”

Aku dan Krystal kembali kerumah kakek Won, aku mengendari sepeda dan Krystal memegang pinggangku erat. Aku tidak tahu mengapa aku menyukai sentuhannya “Llama, mengapa kau mengendari sepedanya lama sekali?”

“Aku tidak ingin saat indah seperti ini berakhir” jawabku.

“Tidak ada keributan, tidak ada suara, tidak ada kebisingan, hanya ada aku dan kau Princess” senyumku dengan mengayun sepeda dan Krystal semakin erat memegang pinggangku dan aku mersakan kepalanya yang bersender di punggungku. Sial! aaghhh aku ingin terbang ahahahahha wanita ini benar-benar.

04.36 PM kami tiba di rumah Kakek Won, benar saja setelah kami tiba para pengawal Krystal telah menunggu termasuk Tae. Aku dan Krystal segera pamit kepada kakek dan nenek Won dan mengucapkan terima kasih begitu banyak kepada mereka, setelah pamit kami pergi menuju bandara untuk kembali ke Seoul. Di dalam perjalanan aku menatap luar jendela, menatap pulau Jeju yang akan ku tinggalkan. Pulau yang begitu melukiskan banyak kenangan sedih dan bahagia bersama Krystal, yeoja yang manja yang sedang duduk disampingku melakukan hal yang sama sepertiku, menatap luar jalan. Sepertinya kami berdua tengah larut dalam pikiran masing-masing.  Aku tidak akan melupakan 2 hari yang begitu berkesan untukku bersama dirinya. 2 hari yang membuatku bingung akan perasaanku padanya, perasaan antara suka atau aku yang terlalu larut akan permainanku sendiri. Yang pasti aku ingin terus bersamanya, melihat wajahnya dan menghabiskan waktu bersama. Agahh Amber Liu! ada apa ini, mengapa aku seperti ini. Ingat kau adalah Amber Liu! kau bukan siapa-siapa! ingat alasanmu mengapa kau terus bersama Krystal adalah karena perintah tuan Jay Jung. Tentu saja, otak dan hatiku saling bertolak belakang aaagghhh….

10.45 PM SEOUL JUNG’S HOUSE 

Akhirnya kami sampai, aku dan Krystal berjalan menuju kamar kami masing-masing dan saat aku ingin membuka pintu kamar ….

“Amber”

“Dup” jantungku berdetak hebat, ini untuk pertama kalinya Krystal memanggil namaku.

“Ya princess” ucapku.

Wajah cantiknya memberikan senyuman padaku yang membuat jantungku tak karuan, aku rasa senyumannya kali ini benar-benar membunuhku “Terima kasih” singkat tapi mematikan.

“Sama-sama Soojung” aku mengucapkan nama Koreanya, nama yang begitu ingin ku ucapkan karena aku tahu tak sembarang orang memanggil Krystal dengan nama aslinya dan Krystal tak masalah aku memanggilnya Soojung.

“Aku harap kita bisa bersama lagi seperti hari kemarin” Krystal kemudian masuk ke kamarnya meninggalkanku dengan senyuman bodoh di wajahku.

Apa aku sudah gila?

Apa aku sudah tidak waras?

“Woaaahh mengapa aku kepanasan?” aku mengipas-ngipas badanku.

“Woaaahh mengapa aku menjadi semangat” aku kemudian loncat-loncat serta berlarian tak karuan.

“Hahahaha” aku juga tidak tahu mengapa aku tertawa tapi yang jelas aku bahagia.

Sedangkan Krystal tersenyum di dalam kamarnya, melihat Amber dari celah pintunya yang di buka sedikit, melihat Amber yang berlarian, lompat-lompat seperti orang bodoh.

“Stupid” senyum manis Krystal.

 

 

 

 

Di tempat lain …

“PLAK!” tamparan keras memerah di pipi kanannya, tangannya memegang pipi kanan dengan rasa takut di hatinya “Aku sudah bilang kepadamu berkali-kali untuk tetap disampingnya apapun yang terjadi!”

Namja paruh baya itu mendekatinya dengan marah di matanya “Lihat aku!”

Matanya melihat namja yang dia hormati itu “Jika kau tidak bisa mendapatkannya, maka kita akan mati. Apa kau mengerti, Kai?”

———————————————————————————————-

Someday 12

Jung’s House

Seketaris Kim berdiri menatap Amber yang tengah melempar bola basket “Sudah dua hari kau tidak sekolah”

Amber terlihat sedang asik bermain dengan menghiraukan seketaris Kim yang berbicara padanya “Amber, nona muda akan baik-baik saja. Kau tidak perlu tidak sekolah juga”

Amber menghela nafasnya “Untuk apa aku sekolah bila tidak ada dirinya akan begitu membosankan” ucap Amber tanpa melihat seketaris Kim.

“Tapi…”

Amber menatap seketaris Kim “Aku akan sekolah jika penyihir itu sekolah, arraso!” ucap Amber dengan melempar bolanya kedalam ring.

“Apa penyihir itu sudah meminum obatnya?” tanya Amber dengan bermain basket.

“Nona muda Jung Amber, bukan…”

“Iya iya, apakah Krystal sudah meminum obatnya?” tanya Amber kembali.

“Nona muda akan meminum obat lagi pada pukul 08.00 PM” ucap seketaris Kim.

“Dimana dia sekarang?”

“Dikamarnya”

Amber menghela nafasnya, berjalan ke tepi lapangan untuk mengambil segelas jus jeruk.

“Apa dia selalu seperti itu? selalu mengurung dirinya di kamar? apa sebelum dia bertunangan sepertiku sifatnya seperti ini, Kim?” tanya Amber dengan memegang gelasnya.

“Ehm nona muda Jung sedikit tertutup, dia banyak menghabiskan waktu dikamarnya”

“Haish dasar wanita, apa dia tidak ada aktifitas lain seperti olahraga” ucap Amber.

Seketaris Kim menggelengkan kepalanya “Nona muda Jung tidak menyukai olahraga, nona muda Jung lebih menyukai belanja ataupun jalan bersama teman-temannya”

“Sudah ku duga, anak orang kaya seperti dia lebih suka menghamburkan uang dan bersenang-senang” ucap Amber.

“Ehmm apakah selama ini ada namja yang datang kerumah? maksutku, seperti pacar yang mengantar kerumahnya atau menjemputnya” tanya Amber.

Seketaris Kim beberapa saat diam, wajahnya terlihat berfikir “Ada”

Amber terkejut mendengarnya “Ada? siapa namja itu” tatap Amber kepada Seketaris Kim.

Seketaris Kim tersenyum “Sangat banyak”

“Banyak?!”

“Ya, apa kau tidak tahu nona muda Jung sangat terkenal di kalangan namja? banyak pewaris yang mendekatinya, tapi kau tahu bukan kalau tuan besar Jay Jung melarangnya untuk berpacaran. Tapi setauku, ada namja yang diperbolehkan untuk mendekatinya”

“Siapa dia?”

“Kim Jongin” ucap Kim.

“Kim Jongin, makutmu Kai?!! maksutmu namja yang sedikit hitam itu” jelas Amber.

“Haha iya, lagipula keluarga Kai berkerja sama dengan perusahaan Jung dan aku dengar keluarga Kai begitu dekat dengan tuan besar Jay”

Amber terlihat diam “Lalu apakah mereka menyetujui hubungan Kai dan Krystal?”

“Aku tidak tahu, haha mengapa kau bertanya sebegitu jauh?” senyum seketaris Kim.

“Apa menurutmu sebelum Krystal bertunangan denganku mereka sempat menjalin hubungan?” penasaran Amber.

“Tidak tahu, yang jelas Kai begitu dekat dengan Krystal”

Amber mengangguk “Apakah menurutmu Kai berbahaya?”

“Berbahaya? hmm tidak. Semua orang yang dekat dengan nona muda Jung sudah kami telusuri tentang keluarga mereka dan aku rasa Kai orang yang baik dan tidak memiliki niat buruk” ucap seketaris Kim.

Amber kembali meminum jus jeruknya “Ada apa denganmu?” tanya seketaris Kim sedikit terkekeh.

“Tidak ada, hanya sedikit panas” ucap Amber dengan kembali meminum jus jeruknya.

“Aku lihat bahwa malam ini cuacanya 5 derajat, bagaimana bisa kau bilang panas?” senyum seketaris Kim.

Amber menatap Kim “Apa kau tidak lihat aku habis bermain basket! haish lama-lama kau menjadi menyebalkan”

Seketaris Kim tersenyum “Amber”

“Hmmm”

“Terima kasih sudah menjaga nona muda Jung”

“Sudah kewajibanku”

“Sedang apa kalian berdua?” tiba-tiba Amber dan Kim mendengar suara yang tentunya tak asing bagi mereka. Seketika seketaris Kim membungkuk sebagai tanda hormatnya sedangkan Amber hanya berdiri menatap yeoja yang sedang menghampiri dirinya dengan Kim.

“Nona muda Jung” ucap seketaris Kim, Krystal menyilangkan tangannya menatap mereka berdua.

“Apa kalian sedang membicarakanku?

Amber tersenyum “Ge’er sekali dia” ucap Amber tanpa memandang Krystal.

“Mwo?!”

“Aku bilang kau itu cepat tersanjung, untuk apa aku membicarakanmu. Buang waktu saja”

Krystal terlihat kesal “Ya kau!” tunjuk Krystal.

Seketaris Kim terlihat bingung dan segera meredam amarah nona mudanya “Ah nona muda Jung, sudah waktunya anda minum obat” ucap Kim sopan.

Krystal menatap dingin, moodnya tiba-tiba buruk “Kau saja yang minum obatnya, aku tidak mau!” ucap Krystal marah.

Amber menatap Krystal “Haish kau ini bicara apa! kau yang sakit mengapa Kim yang meminum obatnya! cepat minum obatmu agar kau cepat sembuh”

Krystal menatap Amber jengkel “Apa pedulimu stupid llama”

“Tentu saja aku peduli! kalau aku tidak peduli, untuk apa aku menggendongmu dari lantai atas sampai parkiran, apa kau pikir itu tidak peduli. Apa kau tidak tahu bahwa tubuhmu berat” ucap Amber, Krystal hanya diam tak bicara dengan membuang wajahnya.

“Kim, ambilkan obat untuk nona muda Jung ini” perintah Amber.

“Oh ne!” siap Kim.

“Patulah sedikit, apa kau tidak tahu semua orang mengkhawatirkanmu”

“Jangan memerintahku!” ucap Krystal.

“Aku tidak memerintahmu, aku hanya ingin memberi tahu. Bahwa banyak orang yang peduli padamu”

“Sudahlah! aku tidak butuh ceramahmu” kesal Krystal yang pergi meninggalkan Amber.

“Haish begitu saja marah, hei princess kau mau kemana!” teriak Amber.

“Ke kamar” ucapnya berjalan meninggalkan Amber.

“Ke kamar lagi? apa kau tidak bosan, bagaimana kalau kita bermain basket. Aku akan mengajarimu!” Krystal menghentikan langkahnya.

“Ayolah mari kita bermain sebentar” Krystal membalikan badannya, menatap Amber yang sudah memegang bola.

“Untungnya bagiku apa? aku sangat tidak menyukai olahraga” ucapnya masih dingin.

“Kan aku sudah bilang aku akan mengajarimu, kau hanya perlu berdiri saja dan memegang bola” jelas Amber.

“Itu sangat melelahkan dan aku tidak tertarik!”

“Haish yeoja ini” Amber melangkah sedikit dekat dengan Krystal.

“Begini saja, aku akan mengajarimu selama 5 menit. Lalu aku akan mengujimu sebanyak 5 kali lemparan ke ring. Jika 3 lemparan itu tidak berhasil masuk ke ring basket, maka kau bebas menghukum ku!”

Seketika wajah Krystal sedikit tersenyum dengan menganggukan kepalanya “Baiklah, aku rasa itu menyenangkan”

Amber menghela nafasnya pasrah “Tentu saja dia akan senang jika menyiksakku”

Krystal sudah berdiri di daerah free throw “Ya llama, pali!”

“Lihat, seketika moodnya jadi begitu baik” geleng-geleng Amber melihat Krystal yang begitu semangat.

Amber segera menyusul Krystal dengan bola basket di tangannya, memandang Krystal yang begitu antusias.

“Cepat ajari aku” perintahnya.

Amber memberikan bolanya kepada Krystal “Ini, pegang yang benar” pinta Amber.

Krystal memegang bola basketnya “Lalu” tanya Krystal.

Amber memperaktekan bagaimana dia akan melempar bola “Angkat tanganmu seperti ini” tunjuk Amber.

“Seperti ini?” ikut Krystal.

“Bukan seperti itu, kau harus pegang kuat bolanya, genggam bolanya. Berikan semua tenaga di tangan kananmu”

Krystal mengangakat tangan kanannya, bersiap melempar bola “Perhatikan arah ringnya, bernafaslah lalu shoot!” ucap Amber menunjuk ring basket.

Krystal mengangguk dan bersiap untuk mencoba melempar bola basket sesuai arahan dari Amber “Baiklah”

“Dum dum dum”

Amber menundukan kepalanya “hufhh” jangankan masuk, mengenai ring saja tidak.

“Mungkin kita harus berdiri lebih dekat lagi”

Krystal menuruti kata Amber, mereka maju tiga langkah lebih dekat “Coba lagi” ucap Amber.

Dan…

Dum dum dum” bola kembali jatuh ketanah tanpa sedikitpun melambung ke atas.

“Haish! keluarkan tenagamu, mengapa kau seperti orang yang tidak bertenaga! jika memarahiku saja kau begitu semangat mengapa seperti ini tidak bisa”

Krystal menatap tajam Amber “Ya! aku sudah mengeluarkan isi tenagaku, dasar kau saja yang mengarahkan tidak benar”

Amber menghiraukan kicauan Krystal dan mengambil bolanya kembali “Coba lagi”

Krystal mengambil bolanya, tangan kanannya bersiap melempar bola “Ingat, lihat ringnya dan masukan dengan benar. Keluarkan isi tenagamu..”

“Haish kau bisa diam tidak! bagaimana bisa aku memasukan bola jika kau ribut seperti burung” geram Krystal.

“Haish wanita ini” cibir Amber “Baiklah-baiklah, cepat kau masukan bolanya!”

Krystal melihat lurus arah ring basket, tangannya sedikit mengira-ngira arah ring dan yakin kali ini akan berhasil dan..

“Dum dum dum” bola kembali jatuh ke tanah membuat Amber mengehela nafasnya.

“Haish aku rasa bolanya yang salah” ucap Krystal.

Amber kembali mengambil bola, tangannya memegang bola basket “Lihat aku” ucapnya. Dengan sekali shoot Amber sudah berhasil memasukan bola “Kau lihat? seperti itu memasukannya”

“Oh” jawab singkat Krystal.

“Ini” Amber kembali memberikan bolanya kepada Krystal.

Krystal mengambil bola yang diberikan Amber, tangan kanannya kembali memegang bola “Lekukan sedikit pergelangan tanganmu” Krystal mencoba mendengar apa perkataan Amber tapi dia tidak mengerti, hingga Amber mau tidak mau memegang pergelangan tangan Krystal “Nah seperti ini!”

“Dan…” Amber berdiri di belakang Krystal, membuat Krystal menjadi deg-degan dengan tindakan Amber.

Tangan Amber dan Krystal bersamaan memegang bola basket, wajah Amber tepat berada di samping wajah Krystal bahkan Krystal bisa merasakan nafas hangat Amber.

Krystal terlihat gugup, dia tak mengerti mengapa dia merasa gugup secara tiba-tiba “Haish ada apa denganku? mengapa aku menjadi deg-degan?!”

Krystal menghela nafasnya berusaha mengatur detak jantungnya “Kwaenchana?” tanya Amber yang melihat Krystal dengan tatapan Aneh.

Dengan reflek Krystal memutar kepalanya ke kanan melihat Amber yang juga menatapnya “Hmm”

“Tik Tok Tik Tok” detik demi detik berlalu, tak ada satupun yang mampu mengalihkan pandangan mereka. Saling menatap satu sama lain, semakin jatuh ke dalam hingga membuat mereka lupa akan semuanya. Tak ada satu katapun yang terlontar dari bibir mereka, hanya mata yang berbicara.

“Wae? bahkan aku tidak mampu mengedipkan mataku. Terlalu indah, terlalu sempurna” pikir Amber.

“Romantis sekali” seketika Krystal dan Amber tersadar akan dunia mereka, Amber langsung menjauhkan badannya dari Krystal dan Krystal membuang wajahnya karena tidak ingin dilihat Amber akan pipinya yang memerah tanpa Krystal ketahui.

“Kau?” Amber mulai tersadar akan suara tersebut.

“Kalian?” begitu juga Krystal.

Mereka bertiga berjalan menghampiri Krystal dan Amber yang berada di tengah lapangan “Wah aku kira kau sakit Soojungie, kalau begini caranya kami tak akan menjengukmu” goda Vic.

“Lagipula sekarang Soojung sudah sehat unnie dan terlebih lagi sudah ada yang menjaganya, kita pulang saja unnie” ucap Sulli.

Seketika wajah Krystal kembali memerah, darahnya kembali naik ke kepala “Ya! kalian bicara apa”

Mereka tertawa “Aku kira dia sedang di dalam selimut karena sakit eh ternyata Soojung sedang bermesraan” senyum Luna.

Amber melirik Krystal, Amber tahu Krystal merasa malu di depan sahabat-sahabatnya “Haish bukan seperti itu, aku ingin mengajak Krystal bermain basket karena dia tidak pernah berolahraga aku pikir dengan berolahraga Krystal akan kembali sembuh, betulkan?” tanya Amber kepada Krystal tapi Krystal memutuskan tak menjawabnya.

Seorang namja melangkah dengan membawa mawar putih di tanganya, kakinya melangkah mendekati mereka yang sedang becanda di lapangan. Matanya terus memandang Krystal hingga Krystal menyadari tatapannya.

“Kai?”

Kai tersenyum dengan menghampiri Krystal tanpa menghiraukan sahabat-sahabat Krystal maupun Amber “Sedang apa namja ini?” pikir Amber yang melihat Kai memberikan bunga pada Krystal.

Kai menatap Krystal “Aku begitu mengkhawatirkanmu”

“Aku tidak apa-apa Kai, lagipula aku sudah membaik kau tidak perlu khawatir”

Kai mengerutkan dahinya “Bagaimana aku tidak khawatir jika orang yang aku sayangi sedang sakit”

“Terima kasih sudah mengkhawatirkanku” senyum Krystal.

Kai melihat bunga ditangannya dan memberikan pada Krystal “Ini bunga untukmu” senyumnya.

“Haha” tawa Amber yang membuat Kai dan Krystal menoleh ke arahnya.

Amber menatap mereka berdua “Wae? apa ada yang salah”

Krystal menatap Amber “Tidak ada yang lucu llama” ucap Krystal.

Amber tersenyum “Tidak ada yang lucu? apa kau tidak salah, tentu saja ini lucu! bagaimana bisa orang sakit di berikan bunga, apa kau akan menyuruh penyihir ini memakan bunga? hahahaha”

“Ha-” Sulli menahan tawanya begitu juga dengan Vic.

Kai menatap jengkel Amber yang mengejeknya “Aku tidak tahu kau ada disini, aku harap kau tidak mengacau dan memberi dampak buruk pada Krystal”

Amber berhenti tertawa, kakinya maju selangkah “Hmm asal kau tahu saja, dimana ada Krystal maka disitu juga ada aku, dan asal kau tahu bahwa aku selalu menjaganya, arraso” ucap Amber.

“Apa mereka sedang merebutkan Soojung?” tanya Luna menatap mereka bertiga.

“Sepertinya begitu” ucap Sulli.

“Kalian pilih siapa?” tanya Vic.

“Aku Amber” pilih Luna.

“Tentu saja aku pilih hyung” tegas Sulli.

“Aku juga” angguk Vic.

Seorang pelayan datang dengan membungkukkan badannya kepada mereka “Nona muda Jung, makan malam sudah siap”

“Makan malam! yeahhh” girang Sulli.

“Ayo kita makan malam” ajak Vic yang menggandeng tangan Krystal.

“Urusan kita belum selesai” ucap Kai.

Amber tersenyum tipis “Kita lihat saja nanti” ucap Amber.

Waktu menujukkan pukul 8 malam, meja makan penuh dengan santapan yang lezat ditambah dengan aroma yang membuat perut mereka lapar “Waaahhh”

Mereka mulai duduk di kursi masing-masing, Krystal duduk di bagian kepala meja makan sedangkan di sisi kanan Amber dan kiri Kai.

Amber Sulli, sedangakan di samping Kai ada Vic dan Luna.

Mereka mulai makan malam dengan sedikit perbincangan “Bagaiamana kabar sekolah? tanya Amber.

“Tentu saja aman tanpamu” ucap Kai tanpa melihat Amber sedangkan Amber menatap jengkel dengan pisau makan ditanganya.

“Akan kubunuh dia nanti” cibir Amber.

Amber POV

Lihat untuk apa dia datang kemari bikin rusuh saja, bukanya dia pulang kerumah dan mengerjakan PR malah datang kesini! apa mengirim pesan teks atau menelfon tidak cukup baginya hah? dasar namja gila, apa dia sedang mencari muka kepada penyihir itu?

Lihat dia! sok perhatian sekali kepada Krystal, mengapa dia menjadi sok perhatian dengan membersihkan mulut Krystal dengan tisu! Krystal itu sudah besar dia bisa melakukannya sendiri!

Agh lama-lama mataku bisa katarak melihatnya yang norak dengan menyuapkan Krystal makanan. Hellooowww Krystal bukan anak bayi! mengapa dia tak urus saja dirinya sendiri.

Ingin sekali kutusuk-tusuk wajahnya dengan pisau ini, apa dia tidak bisa pergi dari rumah ini!

Errrghhhh

“Hyung..”

“Hyung!”

Aku menoleh ke arah Sulli, melihat tatapannya yang aneh kepadaku “Wae? mengapa kau teriak”

“Aku sudah memanggilmu 5x tapi kau tidak mendengar, malah kau terus menatap Kai”

Ku hela nafas ini “Apa kau tidak apa-apa hyung?”

“Tidak apa, hanya saja aku sedang ingin menusuk-nusuk wajah seseorang”

Sulli tertawa “Haha, apa kau cemburu?”

Aku menatap Sulli dengan mengerutkan alisku seakan tak percaya dengan apa yang dia katakan padaku, hahaha cemburu “Cemburu? yang benar saja. Untuk apa aku cemburu, ada-ada saja kau Sulli” lanjutku makan.

“Lalu mengapa dari tadi hyung menatap mereka berdua?”

Haish anak ini apakah dia tak bisa berhenti bertanya mengapa berisik sekali “Sudah habiskan saja makananmu” perintahku.

Awas saja namja gila itu macam-macam dengan Krystal, akan kuhabisi dia.

Author POV

Makan malam telah selesai. Amber, Sulli, Luna dan Vic sedang bersantai di dekat kolam ikan dengan bermain-main air sedangkan Krystal dan Kai duduk di kursi taman yang sedikit jauh dari kolam renang.

Sulli dan Vic sedang makan buah di pinggir kolam ikan sedangkan Amber menatap langit, wajahnya terlihat memikirkan sesuatu hingga Luna mendekati Amber.

“Hmm apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Luna kepada Amber.

Amber menoleh ke arah Luna dengan senyuman di wajahnya “Tidak ada” jawabnya singkat.

Luna menatap Amber dengan tatapan tidak percaya “Katakan saja padaku”

“Apa yang harus kukatakan jika dipikiranku benar-benar tidak ada apa-apa” bantah Amber.

Luna mengangguk “Aku kira kau memikirkan Soojungie”

Amber tersenyum mendengar ucapan Luna “Untuk apa aku memikirkan penyihir itu”

Luna terlihat berfikir dengan berpangku tangan “Aku pikir kau menyukainya”

“Menyukai penyihir seperti dia sungguh membuatku tersiksa” jawab Amber dengan meminum boba miliknya.

“Jadi kau tidak menyukai Soojung?” tanya Luna. Amber hanya menggelengkan kepalanya dengan meminum boba.

“Jadi pengrobananmu selama ini untuk apa? aku tidak yakin kau melakukannya begitu saja”

“Mengapa kau cerewet sekali, yang jelas aku tidak akan pernah menyukainya”

“Lalu mengapa kau rela tidak ikut bertanding saat pemilihan tim nasional basket? bukankah diluar sekolah banyak yang menjaga Soojung, kau tidak perlu repot-repot untuk mengantarnya ke rumah sakit hingga bolos sekolah sepeti saat ini. Dan juga kau tak perlu susah payah dihukum saat pelajaran Matematika”

Amber hanya diam untuk beberapa saat “Aku harus melakukannya”

“Untuk apa?”

“Untuk menjaganya, memastikan dirinya baik-baik saja”

“Tanpamu juga Soojung akan baik-baik saja, dan lagipula ada Kai disampingnya”

Amber langsung menatap Luna “Mengapa kau menatapku seperti itu, apa kau tidak suka aku menyebutkan nama Kai?”

“Kau jangan berfikir yang aneh-aneh dulu! maksutku, ehm maksutku kau tahu buka tuan Jay Jung memintaku untuk menjaganya jadi aku tak bisa membiarkan dia dekat dengan siapapun” gugup Amber.

“Sungguh tak bermutu jawabanmu”

Amber kembali meminum bobanya “Tapi aku bersyukur kau berada di sisi Soojung” Amber menatap Luna.

“Aku tahu kau adalah orang yang baik dan aku yakin Soojung juga merasakan hal yang sama”

Amber tersenyum “Merasakan hal yang sama? apa kau tidak tahu setiap harinya hingga detik ini aku dibuat sengsara olehnya? dia tidak akan bahagia jika aku tidak menderita!”

“Tapi kau rela menderita karena Soojung bukan?” tatap Luna.

“Ayolah Amber, kau tidak perlu mengingkarinya. Siapa yang tidak tahan dengan pesona Soojung! apa kau tidak bergairah jika dekat dengan Soojung, kau tahu bukan dia sangat seksi terlebih lagi kalian satu rumah dan kamar kalian saling berdekatan”

“Haish kau ini bicara apa! aku tidak seperti itu, haish mengapa setiap orang berfikiran aku mesum” ucap Amber.

“Siapa yang mesum?” tanya Sulli yang tiba-tiba datang.

Luna menunjuk Amber “Dia, Amber membayangkan Soojung yang bukan-bukan” tunjuk Luna.

“Haish! kau ini bicara apa! tentu saja tidak!” Amber menyangkalnya dengan wajah yang panik.

“Jangan berbohong!” ucap Sulli.

“Haish untuk apa aku berbohong” elak Amber.

“Apa kau yakin?” ucap Vic.

“Yakin!”

“Bersumpah?” pinta Sulli.

“Sumpah”

“Kalau begitu pejamkan matamu” Amber memejamkan matanya.

“Tidak mesum?”

“T.I.D.A.K”

“Yakin?

“Yakin, aku tidak pernah berfikiran seperti itu!” ucap Amber dengan memejamkan matanya.

“Kalau begitu, pakaian dalam yang suka dikenakan Soojung berwarna apa?” tanya Vic dengan nada yang begitu cepat.

“Hitam”

Dengan seketika mata Amber terbuka lebar, menatap mereka bertiga dengan tatapan takut sedangkan Vic, Luna dan Sulli menatap Amber dengan senyuman licik.

Mereka bertiga melangkahkan kakinya mendekati Amber “Kau bilang kau tidak mesum?”

Amber menjadi gugup dengan menggelengkan kepalanya serta tawanya yang terpaksa “Haha aku tidak seperti itu! itu hanya pikiranku sedang tak karuan haish mengapa berlebihan sekali”

“Tak karuan karena membayangkan pakaian dalam Soojung?” senyum Vic.

“Haish kalian salah paham, maksutku bukan seperti itu hahaha” Amber semakin gugup, langkahnya semakin mundur untuk menjauhi sahabat Krystal dengan perlahan.

Mereka bertiga terus memajukan langkahnya dengan senyuman evil di wajah mereka “Amber Liu”

“Kau kena sekarang!”

Wajah Amber semakin ketakutan, menggelengkan kepalanya dengan pikiran yang tidak tidak.

“Andwe andwee”

“BOOMM!!” mereka bertiga mengejutkan Amber dengan selangkah mendekati Amber hingga Amber tersontak kaget membuat tubuhnya kehilangan kesimbangan.

“Byuurrr” suara percikan air kolam mengenai tubuh Amber hingga tubuh Amber basah akibat air kolam ikan.

Suara tawa terdengar begitu riuh di tengah malam yang dingin “Hahahahahha!” tentu saja mereka bertiga tak bisa berhenti tertawa karena berhasil mengerjai Amber yang lugu.

“Hahaha kiyowo” ucap Luna dengan memegang perutnya.

Sedangkan Amber mulai berusaha bangun dari kolam dengan menatap kesal sahabat-sahabat jahil Krystal “Haish tidak Krystal tidak teman-temannya sama saja, sama-sama komplotan penyihir” cibir Amber.

Tak mau kalah, Amber tengah memutar otaknya untuk melakukan balas dendam kepada mereka. “Ah!” Amber berpura-pura kesakitan dengan memegang perutnya, tentu saja akting Amber berhasil membuat mereka khawatir.

Vic, Sull dan Lun menatap Amber dengan khawatir “Ada apa dengannya”

“Ahh perutku, seperti perutku mengenai batu kolam. Sakit sekali”

“Benarkah?” panik Sulli.

Luna mendekati Amber “Kalau begitu cepat naik!” perintah Luna.

Amber menggelengkan kepalanya dengan wajahnya yang kesakitan “Tidak bisa”

Mereka bertiga saling lempar pandang, Luna mengulurkan tangannya “Naiklah, biar aku bantu”

Amber berjalan pelahan mendekati Luna dengan memegang perutnya “Apa kau tidak apa-apa?”

Tangan Luna sudah di genggam Amber dengan erat, seketika wajah Amber yang terlihat melas karena kesakita berubah menjadi wajah yang licik “Kena kau!” ucap Amber dengan menarik Luna untuk jatuh ke kolam ikan yang sama.

“Aaaahh!” suara jeritan Luna yang terkena air kolam.

“Hahahaahhahaha” Amber tertawa puas.

Luna menatap Amber dengan tubuhnya yang basah “Ya! apa yang kau lakukan!”

Vic dan Sulli tertawa yang akhirnya membuat Luna dan Amber saling bertatapan. Mata mereka seperti mengisyaratkan sesuatu

“1”

“2”

“3”

“Byur byur byur” Amber dan Luna memberikan percikan air kepada Vic dan Sulli.

“Rasakan ini rasakan ini” ucap Amber dengan senyuman diwajahnya.

Mereka berempat tak berhenti tertawa hingga Vic dan Sulli memutuskan untuk turun ke kolam dengan bermain air bersama. Suara tawa mereka pecah, membuat seorang yeoja merasa heran dengan apa yang mereka lakukan.

Krystal, Krystal hanya diam dengan duduk menatap mereka berlima dari kejauhan. Matanya dapat menangkap kebahagiaan sahabat-sahabatnya bersama sosok yeoja yang tidak dia sukai.

Krystal POV

mengapa mereka bisa tertawa lepas bersama llama bodoh itu sedangkan aku begitu membencinya. Sebenarnya tidak begitu membencinya tapi dia begitu menjengkelkan! melihatnya mereka bersama Amber itu sungguh membuatku senang sekaligus sedih. Aku senang karena mereka bisa tertawa lepas sedangkan aku sedih karena tak bisa seperti mereka.

Aku hanya menatap kebahagiaan mereka, cuaca dingin tak lagi mereka rasa karena kehangatan tawa yang mereka ciptakan. AKu tidak tahu mengapa semua orang begitu dekat dengan Amber.

“Krystal”

Aku bangun dari lamunanku, menatap namja yang sudah kukenal lama “Ne” jawabku.

Matanya menatapku “Apa kau tidak apa-apa? aku memanggilmu berkali-kali”

Benarkah? “Ehm tidak apa-apa” senyumku padanya.

Dia menatapku, kini tangannya memegang tanganku, tangannya begitu dingin “Maafkan aku, maafkan aku karena aku….”

Dia selalu mengucapkan hal ini, aku mungkin sedikit kecewa karena dia menolakku permintaanku “Tidak apa Kai, kita masih bisa menjadi teman bukan?”

Seketika wajahnya berubah, tangannya melepaskan jari jemariku “Hanya sekedar teman?”

Aku menghela nafasku, aku tidak mengerti dengan perasaanku. Apakah aku benar-benar menyukainya atau tidak? Kai adalah namja yang baik, dia tampan, berbakat dan  dia selalu ada untukku. Tapi, tapi ada sesuatu yang mengganjal hatiku. Ada sesuatu yang menghalangi perasaanku pada Kai. Sesuatu yang tak biasa, sesuatu yang begitu kuat.

“Sudahlah tak apa, kau istirahat saja” aku merasa kasihan padanya.

“Kau mau aku antar ke kamar?” aku menggelengkan kepalaku “Tidak usah, kau pulanglah ini sudah malam” senyumku padanya.

“Baiklah, kalau begitu selamat malam Krystal Jung” senyumnya padaku dengan mengelus pipi kananku.

07.00 AM.

Aku keluar dari pintu kamarku untuk menuju meja makan “Selamat pagi Soojjunggiee” haishh yeoja ini.

“Ya! lepaskan pelukanmu, nanti seragamku menjadi tak rapih”

Bukanya melepaskan dia malah memeluku dengan erat “Siro! apa kau tidak tahu aku sangat merindukanmu tapi kau malah asik berduaan dengan Kai!” cibirnya.

Aku menghela nafasku dan melepas paksa tangannya “Kalau aku bergabung dengan kalian, aku pastinya masih dikamar dan berbaring di tempat tidur akibat air kolam yang dingin”

“Apa kau tidak tahu itu begitu menyenangkan? aku baru pertama kali bermain air kolam ikan, tidak terlalu buruk” senyumnya padaku.

“Good morning!”

“Hyung!”

“Good morning Sulli, apa kau sudah sarapan?”

Haish liat tingkahnya yang sok manis itu, dan Sulli malah terlihat manja padanya. Apa Sulli terlalu banyak menelan air hingga menjadi seperti itu?

“Kajja, kita sarapan” mereka berjalan meninggalkanku, sungguh menyebalkan.

“Selamat pagi semua!” aku melihat Vic dan Luna yang sudah lebih dulu duduk kursi meja makan. Yap, mereka tidak pulang kerumah masing-masing dan memilih untuk menginap di rumahku dan jujur saja aku merindukan sahabat-sahabatku ini.

jam sudah menunjukkan pukul 7.33 kami harus segera bergegas ke sekolah, aku berjalan menuju arah mobil.

“Ya apa yang kau lakukan?” aku melihat ke arah Vic yang sepertinya sedang berbicara pada llama bodoh itu.

“Apa kau tidak pergi bersama kami?” kali ini mataku mengarah Luna.

“Haha tidak, aku pergi sekolah dengan motorku ini” senyumnya dengan bersiap memakai helm.

Sulli menghampiri Amber “Hyung! berangkatlah dengan kami” haish sejak kapan Sulli menjadi begitu manja dengan llama bodoh itu, bahkan dia memanggil Amber dengan sebutan hyung.

“Haish tidak bisa, aku tidak nyaman kalau naik mobil” Sulli terlihat kecewa dengan penolakan Amber.

“Ayolah sekali saja, kita pergi bersama-sama. Tidak masalah bukan?” haish tentu itu menjadi masalah bagiku!

“Aku tidak masalah” jawab Vic dan Luna haishh.

“Soojung?” kali ini mereka bertiga menatapku, haish tatapan apa itu! dan ntah mengapa mataku menatap mata Amber.

“Baiklah”

Seketika mereka terlihat girang “Soojung, bagaimana kalau tidak usah memakai supir pribadimu. Itu tidak menyenangkan!” aku pikir itu ide yang bagus, jarang sekali aku bisa berangkat sekolah bersama mereka.

“Baiklah kalau begitu naik mobilku saja” aku meminta pada pelayanku untuk menyiapkan mobil pribadiku yang hanya dipakai olehku.

Tak butuh waktu lama mobilku datang

MY16_Range_Rover_Evoque_EXT_LOC113_PR-630x373.jpg

(Krystal’s car)

“Bagaimana kalau Amber saja yang menyetir mobilnya?” mataku melotot ke arah Luna.

“Mwo?! haahha tidak-tidak”

“Ayolah, apa kau tega melihat tunanganmu yang menyetir hah?!” haish Vic unnie, kau itu bicara apa!

“Baiklah biar aku yang bawa mobilnya” aku melihat Amber yang melangkah masuk mobilku. Haish ini untuk pertama kalinnya orang asing menyetir mobilku!

Tak ingin menghabiskan waktu aku segera berjalan menuju mobil, aku membuka pintu mobilku dan …

Aku menatap aneh Luna yang memukul pelan tanganku “Wae? ada apa denganmu?” tanyaku bingung.

“Kau duduk depan Soojung”

“Mwo! tidak!” haish aku tidak mau duduk di depan bersama llama bodoh itu.

Luna terus memaksaku dan mau tidak mau aku harus masuk kedalam mobil karena mereka semua menunggu dalam mobil “Ayo cepat masuk, kau mau kita berlima dihukum?” teriak Sulli.

“Hufh menyebalkan sekali”

Aku masuk kedalam mobil dan langsung memakai shitbelt, aku hanya duduk diam. Ntah mengapa mobil tak kunjung jalan, akhirnya aku melihat ke arah Amber yang sedang membuka jaketnya.

Dia menatapku “Pakai ini”

“Mwo?” bingungku.

“Hufh”

“Ya apa yang kau lakukan!” Amber meletakan jaketnya di pahaku. Iya, pahaku!

Aku menatap tajam matanya “Haish jangan menatapku seperti itu! hanya saja rok mu terlalu pendek”

“Wah ternyata kau tak mesum seperti yang kami pikirkan” celetuk Vic.

“Sepertinya kami salah paham dengan yang berwarna hitam itu” tambah Luna

“Haish kalian ini bicara apa! sudah nanti kita telat” kenapa wajahnya memerah? aneh sekali dan apa yang mereka bicarakan?

Aku menatap jaketnya, aku tak menyangka llama bodoh ini begitu sopan, haish! tidak, tidak! dia tetap saja menyebalkan.

Selama perjalanan aku mendengarkan lagu yang kusuka, aku menyukai lagu-lagu classic seperti Tchaikovsky, Mozart ataupun Franz Liszt, aku tidak terlalu suka lagu rock atau lagu berisik lainnya.

“Ya apa yang kau lakukan!” aku menatap Amber yang mengganti laguku. Aku sedang asik-asik bernanyi dalam hati mengapa dia menggantinya.

“Lagumu membuatku mengantuk”

Aku kembali mengganti laguku, dan kembali menikmatinya tetapi….

“Ya! kau ini kenapa”

“Aku bosan mendengarnya! apa kau tidak punya lagu yang ceria?”

“Kalau kau tidak suka, keluar saja dari mobilku!”

Dia tersenyum simpul “Tidak, kau saja yang keluar”

Ohh llama ini ingin mengajakku ribut hah?

“Ini masih terlalu pagi untuk bertengkar” geleng-geleng Luna.

llama bodoh ini kembali mengganti lagunya yang berisik! bahkan dia menggoyangkan kepalanya “Wowowow”

Aku mengganti lagunya “Haish penyihir ini! aku bisa tertidur mendengar lagumu yang aneh ini”

“Aneh katamu? ya! apa kau tidak dengar lagumu yang berisik itu, hanya teriak -teriak tidak jelas”

“Justru itu seninya!”

Mataku membulat mendengarnya “Seni darimana hah?”

Author POV

Luna, Vic dan Sulli hanya menghela nafas sepanjang perjalanan menuju sekolah “Hufh lain kali kita jalan kaki saja” ucap Luna memandang Krystal dan Amber.

“Benar, mobil ini terasa seperti arena bertanding” ucap Vic,

“Aku menyerah melihatnya” geleng-geleng Sulli.

Sepanjang perjalanan Krystal dan Amber bertengkar tanpa henti. Hingga pada akhirnya Luna, Sulli dan Vic merasa lega karena sudah tiba disekolah.

“Ya Tuhan terima kasih sudah memberikan keselamatan pada kami” sukur Luna.

“Aku tak menyangka kita selama sampai tujuan setelah perang ketiga terjadi” lega Vic.

“Ini adalah pagi terburuk yang pernah ku alami” lesu Sulli.

Sedangkan Krystal langsung keluar mobil tanpa menghiraukan sahabat-sahabatnya maupun Amber.

Amber turun dari mobil, memakai tas ranselnya menatap Krystal yang berjalan lebih dulu “Kalau setiap hari seperti ini, sama saja membunuhku pelan-pelan”

Sekolah kembali ribut karena Krystal sudah kembali ke sekolah, loker Krystal penuh dengan bunga serta hadiah dari fansnya. Seperti biasa Krystal menghiraukan semua pemberian fansnya dan berjalan masuk ke kelas.

Tepat pukul 08.00 AM bel berdering, semua murid sudah berada di kelas masing-masing. “Selamat pagi semua” sapa guru.

“Ibu ingin mengumumkan sesuatu pada kalian” semua murid menaruh perhatian pada guru muda tersebut.

“Minggu ini kita akan belajar di luar kelas” Seketika semua murid menjadi senang, tentu saja belajar di luar kelas selalu menjadi rutinitas bagi sekolah Empire.

“Kita akan kemana bu?” tanya Henry.

Guru muda nan cantik itu tersenyum “Kita akan pergi ke Jeju Island” seketika suara kelas semakin bergemuruh keras, semua murid senang gembira saat mendengarnya tapi tidak dengan Krystal.

“Jeju, apa tidak ada tempat lain hah?? mengapa aku menjadi benci dengan pulau Jeju! erghh menyebalkan sekali” pikir Krystal.

Sedangkan Amber terlihat bahagia bersama teman-teman kelasnya “Kita akan berangkat pada akhir pekan, kita akan dua hari disana. Tugas kalian adalah membuat makalah selama berada di Jeju, jangan lupa kalian juga harus mengumpulkan catatan kalian mengenai pulau Jeju dan sejarah disana”

“Ndee!” semua murid menjawab tapi tidak dengan Krystal.

“Aku harap kalian semua ikut” senyum guru muda itu.

“Amber apa kau ikut?” Amber menatap yeoja berkulit putih itu.

Amber tersenyum padanya “Tentu aku ikut, bagaimana denganmu?”

“Aku ikut jika kau ikut” pernyataan membuat wajah Amber memerah.

Sedangkan Krystal hanya diam mendengarnya.

Bel berdering, murid-murid keluar kelas. Seperti biasa 4 walls pergi ke kantin sedangkan Amber menghabiskan waktunya di lapangan basket bersama sahabat-sahabatnya.

“Jadi apa kau ikut?” tanya Onew.

“Tentu saja” ucap Amber dengan melempar bola basket.

“Haha tentu saja dia akan ikut, karena Krystal juga akan ikut” tambah Henry.

Jonghyun menatap Henry “Tau darimana kau dia akan ikut? setauku Krystal tidak suka dengan acara-acara seperti itu”

“Hanya menebak, lagi pula ini adalah tahun akhir bukan? jadi menurutku tidak mungkin Krystal tidak ikut, apalagi tunangannya ikut hahaha” goda Henry pada Amber.

“Terlebih lagi Irene menanyakan Amber, aku rasa Irene menyukaimu” goda mereka.

“Haish bicara apa kalian”

“Hahaa lihat wajahmu memerah!”

Amber menatap Henry “Sudah diamlah!”

“Baiklah! kalau begitu sepulang sekolah kita akan menyiapkan apa saja yang akan kita bawa!” ucap Key yang disetujui oleh sahabat-sahabatnya.

Sedangkan di tempat lain

“Apa kau ikut Soojung?” tanya Luna dengan menyantap salad buah miliknya.

Krystal hanya diam “Ayolah ikut, lagipula ini adalah tahun terakhir kita bukan? menurutku sayang kalau tidak ikut, setidaknya kita punya kenangan bersama teman sekelas” ucap Sulli.

“Tidak tahu” ucap Krystal malas.

“Ayolah Soojung” rayu mereka.

“Aku tidak suka Jeju!” ketus Krystal.

Mereka bertiga menghela nafas “Apa karena kejadianmu dengan Amber? haish mengapa kau membenci Jeju hanya karena Amber? lagipula Jeju terlalu indah untuk kau benci” ucap Vic.

Jung’s House

Amber baru tiba dari belanja, para pelayan membawa beberapa barang belanjaan untuk dibawa ke kamarnya. Amber duduk sebentar di ruang tamu dengan meminum segelas jus jeruk.

“Selamat malam” bungkuk seketaris Kim.

“Oh kau Tae, duduklah” senyum Amber.

“Kau darimana saja Amber?”

“Abis belanja untuk kebutuhanku di Jeju nanti, apa kau tidak tahu bahwa kami akan ada belajar di luar kelas”

“Ya aku tahu, itu sudah menjadi jadwal rutin” ucap Tae.

Amber menatap atas “Apa dia ikut?” tanya Amber.

“Hm maksutmu nona muda Jung?”

Amber menatap Tae “Yap”

Tae terlihat berfikir sejenak “Aku rasa tidak”

Amber bangun dari senderan kursinya “Mengapa tidak?”

“Nona muda Jung tidak suka dengan hal seperti itu, nona muda Jung lebih memilih dirumah atau belanja dia luar negri”

“Haish anak itu! baiklah aku akan membujuknya”

Mata Tae membulat kaget “Apa kau yakin?”

Amber mengangguk “Lagipula untuk apa dia menghabiskan waktu sendiri, lebih baik dia bersama sahabat-sahabat gilanya itu” ucap Amber dengan menghabiskan jus jeruk miliknya.

Amber bangun dari tempat duduknya “Kalau begitu aku ke kamar dulu”

Amber berjalan menuju kamarnya dan tak sengaja berpapasan dengan Krystal “Oh annyeong gongjunim” senyum dorky Amber yang di tatap aneh oleh Krystal.

Malas bertengkar Krystal menghiraukan Amber untuk turun ke bawah “Apa kau ikut akhir pekan ini?” pertanyaan Amber membuat Krystal menghentikan langkahnya dan membalikan badannya.

“Tidak” jawabnya singkat.

“Mengapa tidak? haish bukankah akan menyenangkan, lagipula sahabat-sahabatmu akan ikut”

“Aku tidak peduli” Krystal kembali membalikan badannya.

“Ayolah Krystal ikutlah, aku tidak bisa tanpamu. Apa kau ingin membuatku menderita dengan merindukanmu?” ucap Amber.

Amber menghela nafasnya “Aku tidak bisa tanpamu walaupun itu hanya satu atau dua jam, jadi ikutlah denganku”

Krystal membalikan badannya menatap Amber yang serius padanya, mereka saling bertatapan “Ayolah gongjunim” senyum Amber.

“Aku akan melakukan apa saja untukmu asal kau ikut, aku akan menjagamu selama 24 jam disana dan tak akan membiarkan fans gilamu mendekatimu” ucap Amber.

“Akan kupirkan” ucap Krystal meninggalakan Amber.

“Kalau begitu aku masih ada harapan! aku harap dia akan ikut, jadi aku bisa tetap mengawasinya” ucap Amber.

Next day 

waktu 12.40 PM, Krystal terlihat berjalan menuju lokernya untuk menaruh beberapa buku ditangannya.

Krystal membuka kode lokernya dan menaruh ketiga buku yang dia bawa, setelah selesai Krystal menutup lokernya dan …

“Ba!”

Krystal terontak kaget, tangannya mengepal dam memukul kepala Amber “Kau mau aku mati hah?!” kesal Krystal.

Amber memberikan senyuman dorkynya kepada Krystal “Hehe bian” Krystal meninggalkan Amber “Haish wanita itu” Amber mengejar Krystal dan berjalan di sampingnya.

Krystal menatap lurus jalan “Aku sedang tidak mood bertengkar denganmu” jawabnya ketus.

“Haish siapa yang ingin bertengkar? aku hanya ingin memastikan bahwa kau akan ikut perjalanan akhir pekan  ini” ucap Amber sambil menatap Krystal yang terus melangkah.

Krystal terus melangkah lurus dengan Amber yang berjalan menyamping menghadapnya “Aku tidak mau”

Wajah Amber terlihat kecewa “Wae? kau bilang semalam akan kau pikirkan” Krystal hanya diam.

“Ayolah Gongjunim” rayu Amber.

“Aku bilang tidak mau” ucap Krystal tanpa memandang Amber.

Amber tak kehabisan cara, Amber mengeluarkan sesuatu dari kantongnya “Ini?” Amber memegang sebuah permen di tangannya dan memberikan kepada Krystal, tapi sayang permen tak cukup menarik perhatian seorang Krystal Jung.

Amber kembali merogoh kantongnya “Kalau ini?” Amber mengeluarkan coklat dan Krystal sedikit meliriknya tapi Krystal tak tertarik.

Amber menggaruk-garuk kepalanya, ini adalah kesempatan terakhir karena untuk mengambil satu lagi makanan yang akan diberikan kepada Krystal “Bagaimana dengan ini?” senyum Amber.

Krystal menghentikan langkahnya dan menatap ice cream rasa mangga di tangan Amber “Jika kau ikut, aku berjanji akan meneraktirmu ice cream setiap minggunya” senyum Amber berharap Krystal menerimanya.

Krystal menatap Amber “Kenapa kau ingin sekali aku ikut? apa fans-fansku membayarmu dengan jumlah yang banyak hingga kau seperti ini”

Amber menghela nafasnya “Apa kau tidak bisa berhenti memikirkan hal seperti itu padaku? tentu saja tidak! aku benar-benar ingin kau ikut, lagipula aku dengar kau tak pernah ikut sama sekali dalam sekolah akhir pekan dan juga ini tahun akhir kita, apa kau akan melewatkannya begitu saja? aku juga sudah berjanji padamu kalau aku akan menjagamu selama 24 jam bila disana”

Krystal menatap tajam Amber tapi Amber sebiasa mungkin bertahan dari tatapan mematikan Krystal “Hmmm” Krystal mengambil ice cream dari tangan Amber dan pergi begitu saja.

“Hei! jawabanmu apa? mengapa kau pergi begitu saja!” teriak Amber.

Jung’s House

Amber terlihat duduk di kursinya dengan ponsel ditangannya, Amber membuka satu pesan masuk yang tentu saja dari tuan Jay.

“Haish tuan Jay benar-benar membuatku gila. Lama-lama dia seperti menerorku. Haish kalau Krystal tidak ikut maka aku juga tidak ikut! yang benar saja, ini adalah kesempatan besar untuk bersenang-senang! aaghhhh

Next day

Hari ini adalah hari pendaftaran terkahir untuk liburan akhir pekan sekolah selama dua hari. Amber dan teman-temannya sudah memeng kartu untuk menukarnya dengan tiket keberangkatan serta indetitas selama di Jeju.

Amber dan teman-temannya sedikit kecewa “Hufh dia tidak ikut” lesu Jonghyun.

“Setidaknya Sulli, Luna dan Vic ikut” senyum Henry.

“Tetap saja tidak lengkap, padahal ini adalah tahun terkahir” mereka semua berkeluh kesah.

Amber mencoba menyemangati para fanboy Krystal “Sudahlah, mengapa begitu saja menjadi sedih setidaknya masih banyak yeoja-yeoja yang cantik”

“Kau sih enak bisa melihat Krystal setiap hari”

Seketika satu aula menjadi ribuat, membuat Amber dan teman-temannya merasa heran “Ada apa ini?” bingung Key.

Murid-murid yang berjajar rapih untuk mendaftar seketika membuka jalan seseorang untuk berjalan. Auranya begitu kuat, setiap langkahnya menjadi perhatian tapi tak ada yang berani untuk menyentuhnya.

“Woaaahhhh!!!” murid-murid itu hanya gila dengan mengaguminya.

Yeoja berwajah dingin itu membawa selembar kertas yang berisikan biodatanya. Mata Amber membulat, hatinya begitu senang ketika yeoja yang selalu membuatnya kesal datang untuk mendaftar.

Panitia penyelenggara menjadi diam saat yeoja itu memberikan kertas kepada mereka “Ini, jangan sampai ada yang terlewatkan” ucapnya dingin.

“Te-te-tentu saja Kry-kry-Krystal Jung” gugupnya.

Krystal tak ingin larut dalam kerumunan tersebut, langkahnya mulai meninggalkan tempat pendaftaran tapi langkahnya terhenti saat melihat wajah yang begitu membuatnya kesal.

Krystal menatap wajahnya, antara kesal dan tak percaya dengan apa yang dilakukan. Tak mau larut dalam keramaian Krystal bergegas pergi.

Amber tersenyum puas, tak menyangka dia berhasil membujuk seorang yang keras kepala.

Jung’s House

Amber POV

Aku menjatuhkan tubuhku diatas tempat tidur, hari ini begitu lelah! hmm setidaknya dua hari lagi aku bisa liburan, benar-benar terasa penat!

Ah ada apa ini, mengapa aku tersenyum tiba-tiba? ada apa denganku? mengapa aku menjadi senyum sendiri saat memikirkann Krystal yang ikut belajar akhir pekan.

Hmm tidak tahulah, aku tak peduli dengan diriku yang penting dia bisa ikut.

“Tok Tok Tok” Aku bangun dari tempat tidurku karena seseorang yang mengtuk pintu kamarku, apa dia tidak tahu aku begitu ngantuk.

“Masuklah”

Pintu terbuka dan ..

“Ada apa malam-malam begitu Tae?” tanyaku dengan kembali merebahkan badanku di kasur empuk.

“Apa aku menganggumu?”

“Lumayan, ada apa? apakah ada sesuatu yang penting” tanyaku dengan memejamkan mata.

“Tuan besar Jay Jung baru saja menelfonku, beliau meminta kau untuk bersiap-siap besok pagi”

Aku membuka mataku “Bersiap-siap untuk apa? apa dia sudah kembali dari US?”

“Tuan Jay masih di US”

“Lalu untuk apa?”

“Kau besok akan pergi ke perusahaan Jung Corp”

Mendengar ucapan Tae aku langsung bangun dari tempat tidurku “Mwo??!! apa maksutmu!”

“Kau besok akan ke perusahaan Jung untuk mengurus beberapa dokumen penting”

Aku menggaruk-garuk kepalaku “Mengapa harus aku, mengapa bukan Krystal si penyihir pemalas itu?!”

Tae bangun dari tempat duduknya “Ini perintah Amber”

“Lalu bagaimana dengan sekolahku?”

Tae tersenyum “Sejak kapan kau memikirkan sekolahmu tuan Amber”

Haish apa-apaan ini!

“Oh iya, aku sudah menyiapkan pakaian untuk kau kenakan, pakai pakaianlah yang rapih” senyum Tae.

Haish mengapa harus aku? bukankah yang punya perusahaan adalah cucungnya! haish menyebalkan sekali, aku tidak mengerti sama sekali tentang perusahaan.

Ah sudahlah, paling tidak besok aku bisa lolos dari mata pelajaran kakek goku.

…. ……. ……..

Aaaagghh mengapa berisik sekali! aaagghhh aku bisa menjadi gila “Bangun Amber, ganti bajumu” haish apa-apaan ini. Aku berusaha sekuat tenaga untuk membuka mataku.

“Ini masih malam Tae, apa kau sudah gila?”

“Ini sudah jam 5 pagi, bersiap-siaplah”

Aggghhh aku paling benci bangun pagi buta! “Dan jangan lupa mandi” aku menatap Tae yang sudah meninggalkan kamarku.

Aku berusaha bangun dari tempat tidurku, mataku masih memerah bahkan nyawaku saja belum kumpul erghh.

2 menit kemudian

Aku keluar dari kamar mandi dan masuk ke ruangan pakaianku. Aku melihat satu set pakaian yang di gantung rapih.

“Hufh”

Author POV

Amber mulai memakai pakaiannya, menatanya dengan rapih. Menatap dirinya di cermin besar dengan sedikit memutar badannya “Wah mengapa aku begitu tampan hahahha” tawanya bangga.

Amber merapihkan rambutnya serta memakai parfum agar terlihat segar “Baiklah aku siap”

Jam menunjukkan pukul 06.00, Amber menatap pintu kamar Krystal “Pasti penyihir itu masih tidur, seharusnya dia yang melakukan hal ini bukan aku, sungguh menyebalkan” gerutu Amber.

Amber turun dari tangga bersiap-siap untuk sarapan, semua pelayan melihat Amber dengan tatapan takjub dan tak percaya. Amber menatap mereka heran “Wae? apa ada yang aneh” tanya Amber.

“Tidak tuan muda, hanya saja kau begitu tampan” puji pelayan.

Amber hanya tersenyum “Aku tahu itu”

Amber terlihat begitu sempurna dengan tampilan serta pakaiannya, Amber benar-benar terlihat seperti anak pewaris kaya raya.

Setelah selesai sarapan dengan roti dan susu, Amber berjalan menuju pintu utama rumah Jung, Amber berdiri dengan salah satu pegawai Jung yang berkewarganegaraan asing.

Wajah Amber terlihat cemas, ini untuk pertama kalinya Amber akan datang ke perusahaan terbesar di Asia, Daniel berusaha menenangkan Amber yang gugup sambil menunggu mobil datang. Semua pelayan berusaha menengakan Amber dan mengatakan kepada Amber bahwa semua akan baik-baik saja

C5w5wDEU8AEVGL8.jpg

(Maaf kalo editannya masih berantakan hehehe maklum masih pemula)

Mobil Amber sudah datang, pelayan membukakan pintu untuknya “Silahkan masuk Tuan muda Amber” Amber melangkah masuk kedalam mobil bersama seketaris Kim.

Selama di perjalanan Amber hanya diam tak bicara, Amber terlihat gugup. Amber tak bisa membayangkan bagaimana dia harus menghadapi ratusan pegawai yang berada di perusahaan Jung terlebih lagi Amber tidak menguasai apa-apa.

“Tenanglah, aku berada disampingmu, kau tak perlu khawatir” ucap Tae berusaha menenangkan Amber yang berada di sampingnya.

Tak lama kemudian Amber telah sampai di depan gedung utama Jung’s Corp. Amber menatap gedung pencakar langit tersebut dengan tatapan takjub.

Seorang pelayan membuka pintu mobil Amber, Amber menghela nafasnya. Kakinya melangkah keluar dengan Seketaris Kim yang berdiri di belakangnya.

Amber melangkah masuk dengan disambut oleh seluruh pegawai, merasa tak enak Amber membungkukan badanya juga sebagai saling menghormati “Annyeong haseyo”

“Annyeong haseyo” bungkuk Amber lagi yang membuat seluruh pegawai menjadi takjub kepada Amber.

Seketaris Kim segera membawa Amber ke lantai atas “Ting” suara pintu lift terbuka dan Amber melangkah keluar menuju ruangan.

“Annyeong haseyo” Bungkuk seorang pria kepada Amber.

“Annyeong haseyo” balas Amber.

“Dia adalah Kim Bo Kyung, dia adalah Manager utama sekaligus penanggung jawab disini. Kau akan sering bertemu dengan beliau” Senyum seketaris Kim.

“Pak Kyung, anda sudah tahu buka siapa Amber?”

“Tentu seketaris Kim”

Seketaris Kim mengangguk “Tuan muda Amber, silahkan ikuti saya” Amber mengikuti Tae untuk masuk kedalam ruangan yang cukup besar.

Ukx5uyj.jpg

(Seketaris Kim Taeyeon)

“Duduklah, kau ingin minum sesuatu?” tawar Tae.

“Susu coklat” ucap Amber dengan menyederkan kepalanya ke sofa.

Setelah memesan, Tae membawa beberapa dokumen “Bacalah” Tae memberikan beberapa dokumen dengan duduk disamping Amber.

“Apa ini?” bingung Amber.

“Kau harus membacanya, jam 10 nanti kita ada rapat”

Amber seketika kaget “Mwo rapat? apa kau sudah gila”

“Ini harus, ini adalah rapat seluruh dewan direksi. Kau akan kukenalkan sebagai tunangan Krystal dan kau akan ikut campur tangan dalam segala hal perusahaan Jung atas perintah Jung Sajanim. Ingat, kau adalah orang yang berpengaruh setelah Jungs” Amber mengacak-acak kepalanya, Amber tak menyangka dia akan masuk kedalam lubang yang dalam.

Di tempat lain Jung’s House

Krystal berhenti di depan mobilnya, matanya menangkap motor Amber yang masih terparkir di teras rumah “Dimana llama bodoh itu?” tanya Krystal.

“Ne?”

Krystal menatap dingin pelayannya “Aku bilang dimana llama bodoh itu?”

Pelayan itu ketakutan “Maksut nona muda adalah tuan muda Amber? ehm tuan muda Amber sudah pergi dari pukul 6 pagi tadi nona muda”

Krystal mengerutkan alisnya “Mwo? pergi kemana dia”

“Tuan muda Amber pergi bersama seketaris Kim menuju Jung’s corp”

“Ke perusahaan? buat apa”

“Maaf aku tidak tahu nona muda Jung”

Krystal terlihat berfikir “Mengapa dia ke perusahaan kakek?”

10.15 PM

Amber berjalan ke atas dengan wajah yang begitu lelah, 10x lebih lelah daripada dia sekolah. Mata Amber sudah merah karena mengantuk dengan jalannya yang malas-malasan.

Amber menghentikan langkahnya, mendengar tawa seorang yang dia kenal “Mengapa kau tertawa, apa ada yang lucu” ketus Amber.

Krystal menutup bukunya dengan duduk di sofa ruang tengah “Kau terlihat buruk sekali”

“Seharusnya kau yang melakukan semua ini, kau yang pewarisnya mengapa aku yang tersiksa” keluh Amber.

Krystal berpangku tangan menatap Amber yang berdiri di depan pintunya “Benarkah, aku tak peduli”

“Haish menyebalkan sekali”

“Lagi pula kau harus melakukannya jika tidak kakek akan marah padamu”

Mendengar kata-kata itu membuat Amber tambah lemas, tentu saja dia harus mengikuti semua perintah Jay Jung karena hidupnya bergantung pada Jay “Sudahlah aku ingin tidur”

Krystal bangun dari tempat duduknya “Hei! apa kau akan datang pada akhir pekan nanti, aku yakin akhir-akhir ini kau akan sibuk”

Amber menatap Krystal “Memang kenapa? apakah kalau aku tidak ikut kau akan sedih dan merindukanku?” senyum Amber.

Krystal tersenyum tipis “Aku tidak ingin membuang waktuku!” Krystal pergi ke kamarnya dan Amber hanya tersenyum “Mana mungkin aku tidak ikut Krystal Jung”

Next day Empire School 02.35

Jam pelajaran sedang dimulai, murid-murid terlihat serius dalam belajarnya tetapi tidak dengan Amber yang hanya berpangku tangan memainkan pena hitamnya “Gongjunim, aku tidak sabar untuk hari esok akhirnya bisa liburan juga” ucap Amber yang duduk dibelakang Krystal.

“Aku harap saat di Jeju kau tak merepotkanku! aku tahu aku sudah berjanji tapi…”

Krystal membalikan badannya, tangannya melempar kertas tepat di wajah Amber “Haish wanita ini mengapa kasar sekali” cibir Amber.

Amber membuka kertas yang dilempar Krystal “Apa kau tidak bisa diam stupid llama?” Amber tersenyum membacanya.

“Tidak bisa, aku benar-benar merasa bosan. Apa kau tidak bosan? oh iya aku sudah menyiapkan list tempat-tempat indah yang akan kita kunjungi bila ada waktu kosong, kau tahu bukan saat acara tunangan kita kemarin kita tak sempat liburan kemana-mana”

Krystal tak lagi menyenderkan tubuhnya di bangku dan menatap papan tulis, Amber menatap cincin yang selalu dia pakai “Aku rasa Jeju menyukai kita, oh iya bagaimana kalau pulang nanti kita membeli kacamata atau membeli sesuatu yang baru. Aku yang traktir kamu, tenang saja gongjunum” senyum Amber.

Krystal kembali melemparkan kertas “Tidak”

“Tok Tok Tok” pelajaran seketika terhenti karena salah satu staf sekolah masuk dan berbicara kepada guru mereka, guru mengangguk-angguk dengan menatap Amber.

“Amber Liu” semua menatap Amber tapi tidak dengan Krystal.

“Ne”

“Segera ke ruangan kepala sekolah” Amber bangun dari tempat duduknya “Dan bawa tasmu juga” Amber terlihat bingung, Amber merapihkan seluruh buku dan alat tulisnya.

Amber berjalan menuju depan kelas, Amber menatap Krystal. Tatapan Krystal seketika menjadi dingin dan tak mau menatap Amber.

Amber segera keluar kelas dan berjalal menuju ruangan, baru setengah berjalan “Tae?”

“Ayo ikut aku” ajak Tae.

“Mau kemana kita?”

“Ke perusahaan, ada rapat yang harus kau datangi” Amber menghela nafasnya, Amber tak tahu harus senang atau sedih karena dia tak belajar.

“Sudahlah, kau hanya cukup mendengarkannya saja. Bukan rapat yang besar, tidak perlu khawatir” ucap Tae.

“Bukannya khawatir hanya saja aku malas” ucap Amber.

Jung’s House 11.02 PM

Amber POV

Ku buka blazerku, sedikit melepas kancing kemeja putihku. Aku merasa lelah, aghhh aku benar-benar bisa gila.

Sedikit ku pijat kepalaku, kakiku menuju kamar tak sabar untuk berbaring di tempat tidurku.

Hmm, langkahku terhenti saat melihat Krystal yang sedang duduk dengan buku di tangannya. Sepertinya dia sedang tidak ingin dikamar, aku berjalan mendekatinya dengan blazer di tanganku “Kau menungguku lagi?” aku sedikit menggodanya, dan ntah mengapa wajahnya memerah. Haha aku suka sekali melihatnya seperti ini

“Jangan berharap terlalu tinggi Amber Liu” aku hanya tersenyum mendengarnya, sudah dua hari ini aku tak bicara padanya dan selalu sekolah setengah hari, aku tidak ada waktu untuk menggodanya.

“Buku apa yang kau baca?” tanyaku padanya. Haish malah diam, Aku tersenyum dan duduk disampingnya “Ya apa yang kau lakukan!”

“Tidak ada, apakah aku tidak boleh duduk disini? disampingmu” hahaha tatapanya lucu sekali.

“Tidak! duduk saja di sofa lain!” ketusnya.

“Tidak mau, aku ingin duduk disini” tatapku padanya.

“Pergilah! kau bau” aku mencium badanku.

“Aku tidak bau, aku wangi, niii” aku mendekatkan tubuhku padanya tapi sialnya penyihir ini memukul kepalaku “Aw!” aku mengosok-gosok kepalaku “Mengapa kau kejam sekali!”

“Itu pantas untukmu” cibirnya yang kemudian bangun dari sofa, haish padahal aku masih ingin menggodanya “Kau mau kemana? mengapa cepat sekali tidurnya” ucapku.

Dan penyihir itu menatapku dengan tatapan yang luar biasa dingin hingga membuatku mengigil “Istirahat, besok bukankah hari akhir pekan sekolah”

What?!!

“Aku harap kau tak lupa, jika kau lupa. Kau tak akan bisa melihat matahari lagi” Krystal menatapku dengan tajam dan pergi begitu saja.

Aaaaghhh sial!! Krystal bisa membunuhku, aku yang mengajaknya tapi aku malah tak bisa! Besok aku ada rapat jam 8 pagi dan tak mungkin dibatalkan! bagaimana ini, aghh mati aku!

Author POV 

Sekolah sudah ramai, semua murid berkumpul di aula besar. Krystal terlihat bersama sahabat-sahabatnya tapi tidak dengan wajah yang senang “Soojungie, apa kau tidak apa-apa?” khawatir Luna.

“Aku hanya sedikit ngantuk” senyum Krystal.

“Oh iya, dimana Amber?” tanya Vic.

“Mati” jawab kesal Krystal.

“Ayo anak-anak bersiaplah!” teriak guru.

Krystal dan yang lainnya bersiap-siap untuk naik bus menuju bandara untuk menuju Jeju, sebelum naik bus mata Krystal melirik sana sini, hatinya terasa kesal!

11.09 PM Gimpo International Airport

Semua rombongan kelas 3 sudah masuk ke dalam pesawat termasuk 4 walls yang sudah duduk di pesawat Korean Air

Krystal terlihat duduk di dekat jendela menatap jendela pesawat “Haish! mengapa aku begitu kesa! ini sudah kesekian kalinya aku tertipu olehnya! kalau tidak bisa pergi mengapa dia berjanji dan membujuku untuk pergi. Kalau seperti ini jadinya lebih baik aku dirumah saja” batin Krystal.

“Mengapa pesawatnya belum berangkat juga?” ucap Luna yang duduk disamping Krystal tapi Krystal menghiraukannya.

Bukan hanya Luna yang komplen, mengapa pesawat terlambat tapi hampir semua penumpang menjadi bingung dan marah. Suara semakin ramai, jadwal penerbangan terlambat 2 menit.

“Wuuuuu!!!” semua penumpang bersorak seperti menyoraki seseorang. Krystal tak memperdulikannya dan masih menatap jendela pesawat.

Seorang yang terlambat itu hanya tersenyum sambil meminta maaf kepada penumpang karena dirinya pesawat menjadi delay, langkah kakinya menuju tempat duduk 11F dengan membawa tas ransel serta tiket di tangannya. Nafasnya menggebu-gebu karena lelah.

Langkahnya berhenti tepat disamping Luna, Luna hanya diam menatap yeoja berambut pendek itu. Yeoja itu tersenyum pada Luna dengan senyuman khasnya.

C51tmqLVMAEcIlY.jpg

(Seperti ini Amber saat telat naik pesawat untuk menyusul Krystal hehe)

“Luna bisakah kita bertukar tempat duduk?” senyumnya pada Luna, dan Luna bangun dari tempat duduknya dan mempersilahkan yeoja itu duduk disamping Krystal. Krystal tidak tahu bahwa teman duduknya sudah berganti orang, yeoja itu menatap Krystal dengan tatapan penyesalan.

Masih tidak menyadari keberadaannya, yeoja itu menoel-noel tubuh Krystal dengan telunjuk “Hei Hei”

Masih tak merespon “Hei Hei, apa yang kau pikirkan”

Krystal terlihat kesal dan kepalanya menghadap yang menoelnya “Lun…..”

“Hai” senyum lebarnya.

“Ya!!!!” tunjuk Krystal ke wajahnya “Sejak kapan kau disini!”

“Ehmmm sudah lama sekali” senyumnya.

“Pergi sana! aku tak mau melihat wajah llama mu itu!” kesal Krystal.

Amber tersenyum “Biane, kau tahu bukan aku benar-benar sibuk tapi sesibuk apapun itu kau tetap yang paling utama bagiku. Apa kau tidak tahu pengorbananku? apa aku tidak tahu aku harus berlari di bandara yang besar ini hanya untukmu” ucap Amber.

“Aku tak merkasut untuk mempermainkanmu, percayalah. Maafkan aku princess” senyum Amber.

Krystal menatap Amber “Dengan satu syarat”

“Apa?”

“Kau harus membawa semua koper-koper serta perlengkapanku”

Amber tersenyum lebar “Siap nona muda princess Krystal Jung” senyum Amber.

Krystal menatap Amber, bibirnya tak terlihat tersenyum tapi hatinya begitu senang karena Amber berada disampingnya.

“Aneh, sungguh aneh. Aku tak paham dengan perasaanku. Kau membuatku marah tapi kau juga yang membuatku gembira” batin Krystal.

Di tempat lain.

San Francisco 11.35 PM 

Terlihat seorang wanita anggun dengan ponsel di telinga kanannya, menelfon dari kejauhan dengan pemandangan indah lewat kaca apartment mewah miliknya “Bagaimana?”

“Sepertinya mereka sudah memulainya” jawab seorang namja dari kejauhan

Yeoja yang terlihat  tua namun masih terlihat menawan itu menarik sudut bibirnya “Benarkah, haruskah aku?”

“Kau tidak akan membiarkan semua ini bukan?” jawab pria misterius.

Yeoja itu tersenyum dengan meminum segelas wine di tangannya “Tentu saja tidak” dengan senyum dibibir merahnya.

“Kalau begitu kapan kita akan memulainya nyonya besar?”

Dia menatap gedung-gedung bertingkat dengan lampu yang indah “Secapatnya”

“Secepatnya aku akan kembali ke Korea”


Hehe maaf updatenya lama.

Someday 11

“Berhenti”

“Ku bilang berhenti!”

Amber menghetikan langkahnya, memutar balik badannya. Menatap Krystal dengan tatapan bingung “Wae?”

“Mengapa kau melakukannya?”

Amber mengerutkan alisnya “Melakukan apa?”

“Tidak usah berpura-pura bodoh. Saat aku bersama Kai kau datang secara tiba-tiba dan berbohong”

Amber terlihat berfikir “Ohh ehmmm, tidak tahu. Aku ingin melakukannya saja”

Krystal menatap curiga “Kau mengikutiku?”

“Hahaha tentu saja tidak! untuk apa aku mengikutimu, melihatmu saja aku malas” cibir Amber.

“Lalu mengapa kau tiba-tiba bisa jatuh dari atas pohon? kau kira aku bodoh sepertimu”

“Hmm itu karena aku suka memanjat pohon, dan kebetulan ada kalian dibawah sana! jadi karena aku terkejut karena suara kalian jadi aku terjatuh!”

Krystal menggelengkan kepalanya “Lalu mengapa kau berbohong pada Kai bahwa kita memiliki tugas?”

“Karena.. ehmm karenaaa, haish sudahlah! aku ingin ke kamar mandi!”

“Ya!! kau mau kemana”

Amber pergi meninggalkan Krystal.

Next day

Seperti biasa Krystal berjalan dikoridor sekolah menuju kelasnya. Saat Krystal berjalan dia merasa seperti ada yang mengikutinya, sesekali dia menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang dan tak menumkan apa-apa.

Next day

Selepas dari kantin, Krystal menuju ruangan kepala sekolah dan lagi-lagi Krystal merasa seperti ada yang mengikutinya kembali Krystal menghentikan langkahnya “Haish mengapa akhir-akhir ini aku merasa aneh?”

d91317648e3e8ce6c33692d73871d77b.jpg

(Seperti ini kira kira hahaha)

Next day

Lagi dan lagi, Krystal merasa disetiap langkahnya seperti ada yang mengawasi, seperti ada sesuatu yang memperhatikannya dari belakang. Krystal terlihat berfikir, dia kembali berjalan menuju lorong dengan langkah yang cepat. Krystal bersembunyi di balik tembok dengan mengambil sapu di ruang kebersihan untuk jaga-jaga tentunya. Langkah kaki seseorang itu mulai terdengar, langkahnya semakin dekat dan Krystal siap- siap memegang gagang sapunya dan …

1

2

3

Sapu mulai dilayangkan oleh Krystal dan pas mengenai bahu dari orang misterius tersebut.

“Aw”

“Aw”

“Aw”

“Rasakan!”

“Rasakan ini kau!!”

Krystal terus memukulnya hingga orang itu jatuh ke lantai.

“Hei hei hentikan ini sakit sekali! Ya Tuha kejam sekali wanita ini”

“Tidak! rasakan ini kau penguntit!” Krystal terus memukul, hingga pada akhirnya orang itu membalikan badannya agar Krystal berhenti memukulnya.

“Kau!”

“Ya Tuhan badanku sakit sekali”

Krystal terlihat kaget “Jadi kau yang selama ini mengikutiku llama bodoh?!”

Amber masih memegang badannya dan mencoba berdiri “Anio! aku tidak mengikutimu, mengapa kau cepat sekali merasa tersanjung!”

“Tidak usah banyak alasan” ucap Krystal dengan masih memegang sapunya.

Amber terlihat gugup “Untuk apa aku mengikutimu? setiap hari tidak sekolah dan dirumah aku melihat wajahmu sudah merasa bosan dan sekarang kau menuduhku karena mengikutimu! aigooo aku ini banyak kerjaan yang harus ku lakukan!” belannya.

Krystal melangkah maju dengan sapu di tangannya sedangkan Amber terlihat takut dan sedikit memundurkan langkahnya.

“Ya kau, berhenti!” ucap Amber untuk menghentikan Krystal yang akan memukulnya

“Aku ti-ti-tidak mengikutimu” geleng Amber.

“Oh ya” Krystal menaikan sapunya.

“Ya Krystal Jung turunkan sapumu, itu adalah sapu kayu dan itu sakit sekali!” takut Amber.

“Lalu cepat mengaku atau tidak…” Krystal siap memukul Amber dan…

“Ya ya ya baiklah, baiklah tunggu sebentar! jangan memukulku dulu, tenanglah sedikit. Haishh mengapa dia ini suka sekali menyiksaku”

“Cepat katakan!”

“Iyaaa, sebenarnya…”

“Sebenarnya” ulang Amber.

“Ehmmm…” Amber lagi.

Tanpa pikir panjang Amber berlari dengan kencang menjauhi Krystal “Ya!! kau llama!!” teriak Krystal.

“Lalalalalala kejar aku penyihir! hahaha” Amber menjulurkan lidahnya mengejek Krystal yang tentu saja membuat Krystal semakin panas.

“Kau!!” teriak Krystal.

“Hahahaha” tawa Amber yang menjauhi Krystal.

“Aaaahhh! aku bisa gila, dia itu sebenarnya manusia atau bukan!” kesal Krystal.

Next day

Krystal kembali berjalan tanpa sahabat-sahabatnya menuju kelas, dan lagi Krystal seperti ada yang mengikuti. Krystal memasang wajah kesal “Apa dia belum puas hah? baiklah kalau ini maumu llama bodoh” Krystal menyiapkan buku tebal ditangannya untuk memukul Amber dengan kuat.

Dan….

“Rasakan ini llama bodoh!” Krystal terus memukul.

“Krystal ini aku” Krystal menghentikan pukulannya karena suara yang dia dengar berbeda.

“Kai?” kejutnya.

“Ada apa denganmu?” bingung Kai.

“Biane. Aku telah memukulmu, aku kira kau adalah llama bodoh itu.

Kai mengerutkan dahinya “Llama bodoh? maksutmu Amber?”

Krystal memilih diam tidak menjawab Krystal “Apa dia melukaimu? apa dia macam-macam denganmu?” tanya Kai.

“Tidak, kau tidak usah khawatir” senyum Krystal.

“Kalau ada apa-apa kau bilang padaku arraso!”

Krystal mengangguk.

“Aku ingin memberi tahu kepadamu bahwa besok ada seleksi tim sekolah untuk pertandingan basket nasional. Aku ingin kau datang untuk mendukungku, kau mau kan?” pinta Kai.

“Tentu” senyum Krystal.

“Baiklah, aku akan bermain dengan baik bila ada kamu” senyum Kai.

“Sampai besok”

“Ya sampai besok” ucap Krystal.

Amber pov

Kalau hari ini aku membuntutinya lagi, aku bisa mati dipukuli olehnya! haishh bagaimana ini? kalau dia terjadi apa-apa bagaimana? tapi ini kan disekolah, aku tidak perlu khawatir tapi bukankah dia memiliki banyak fans, jika ada fans fanatik yang ingin menykitinya bagaimana?? lalu dia terluka, masuk rumah sakit dan tuan Jay Jung akan marah besar padaku! dan aku akan kembali jatuh misikin! aaahh tidak-tidak.

“Ada apa denganmu?”

“Aku merasa gila”

“Hahaha apa kau ada masalah? ceritalah pada kami”

Aku menatap Henry yang berada di sampingku, dan menatap Key, Jonghyun dan Onew yang berada di depanku. Yap mereka adalah teman-teman baruku.

“Kau adalah masalah dengan Krystal?” tanya Key dengan merapihkan rambutnya yang sama sekali tidak boleh berantakan.

“Tidak”

“Jangan berbohong, aku tahu menjadi tunangan Krystal bukanlah hal yang mudah haha. Kau harus banyak bersabar” ucap Onew.

“Tapi aku menyukai wanita seperti Krystal, dia begitu dingin dan membuatku penasaran kepadanya” ucap Jonghyun.

“Dia itu seperti black hole yang siap membuat kita masuk kedalam dunianya tanpa bisa pergi kemanapun, membuat kita menjadi gila dan akhirnya kita akan stuck ditempatnya dengan waktu yang lama!” ucap Henry.

Aku hanya menggelengkan kepalaku, melihat wajah mereka kecuali Key yang sibuk dengan dandannya tentu saja dia adalah diva “Bagaimana bisa kalian menyukai penyihir seperti itu?”

“Penyihir? bagaimana bisa kau menyebut wajah dewinya dengan sebutan penyihir!” bela Jonghyun.

Lihat dia aigoo tunggu sampai kau tahu siapa idolamu sebenarnya “Mana ada seorang dewi dapat memukul dengan keras, bukankah dewi-dewi dikayangan adalah sosok yang lembut. Bagiku dia seperti petinju kelas berat!”

Aku kembali dengan pikiranku, tugasku sekarang ini adalah bagaimana menjaga penyihir itu agar tidak terjadi apa-apa. Hufhh hampir setiap hari tuan Jay memintaku untuk melihat kondisi cucung kesayangan nya itu! bagaimana ini tidak membuatku tertekan.

“Daripada kau terus memikirkan Krystal lebih baik selepas kita pulang sekolah kita makan malam bersama, aku dengar ada restoran Perancis yang baru buka atau bagaimana kalau kita shooping!” ucap Key.

Yap tentu saja, karena tuan Jay aku bisa makan enak dan belanja sepuasnya. Aku bisa membeli apa saja yang aku mau tanpa pikir dua kali! bajuku tidak seperti dulu, sekarang aku memiliki baju dengan brand-brand terkenal dunia, sepatu, jam tangan, dll dengan harga yang selangit dapat kubeli tanpa takut akan kehabisan uang.

“Aku tidak bisa, sore ini aku ada janji dengan Minho, kalian saja”

“Hm baiklah! kami akan datang, tenang saja Amber!” aku tersenyum mendengarnya.

21.27 PM

“Brroomm brrooommmm”

Kumatikan mesin motorku, menatap pintu rumah mewah yang kini menjadi rumahku. Aku melangkah masuk dengan pelayan rumah yang siap menyambutku.

“Makan malam anda sudah kami siapkan tuan muda”

“Baiklah aku ganti baju dulu” ucapku.

Aku menaiki anak tangga, melangkah menuju kamarku dengan helm yang kupegang. Sebelum masuk kamar, aku menatap pintu kamarnya. Apa dia sudah tidur? hmmm. Sudahlah apa peduliku, aku harus istirahat karena besok adalah hari besar untukku. Hari yang ku tunggu-tunggu dalam sejarah hidupku.

Next day

Hari ini cuacanya lumayan dingin, untung saja aku memakai jaket agar tidak kedinginan saat aku mengendarai motorku.

Aku mengendarai motorku tepat di belakang mobil Krystal, satu mobil dibelakangku dan satu mobil didepan mobil Krystal. Tentu hidupnya benar-benar seperti putri raja, bukan?

Aku melihat lampu lalu lintas di depan, sedikit kupercepat motorku. Lampu lalu lintas kini berwarna merah, motorku kuhentikan tepat disamping mobil sedan Krystal dengan dia yang sedang melamun menatap luar jendela. Ntah apa yang dipikirkan olehnya aku tak mengerti.

Kubuka helmku, dan kusapa dirinya dari luar “Good morning penyihir!” senyumku, hahaha ntah mengapa aku suka sekali menggodanya dan lihat haha tatapnnya padaku, aigooo lucu sekali. Semakin ingin ku menggodanya.

Dia mengalihkan padangannya tapi aku terus menatapnya dari luar, “Hei kau penyihir, apa kau sudah sarapan?” suaraku yang ku keraskan, yang tentu saja dapat didengarnya.

Wajahnya kini berpaling tak menghadap jendela lagi, wajahnya masih ketus. Bagaimana bisa dia menyambut pagi hari dengan wajah seperti itu!

“Apa kau tidak sarapan? mengapa kau tak begitu semangat? semangatlah anak muda! apa kau tidak ingin sepertiku yang selalu semangat setiap hari. Kau harus contoh diriku”

Bukanya mendengarkanku, dia malah memakai earphone nya. Haishh aku kan sedang memberi nasihat padanya.

Kupakai lagi helm hitamku, bersiap kembali membawa motor ini menuju Empire School.

Tak butuh waktu lama, mobil dan motorku masuk ke perkarangan Empire School. Krystal mulai turun dari mobilnya dengan wajah yang sama saat berada di mobil tadi dan aku memakirkan motorku dan bergegas masuk karena hari ini adalah hari istimewa bagiku!

Author POV

Hari ini Empire School sedang tidak ada jam pelajaran karena hari ini adalah hari seleksi cabang olahraga dari seluruh sekolah dengan Empire School sebagai tuan rumahnya dalam menyeleksi calon tim nasional untuk pertandingan tingkat nasional seperti olahraga berenang, golf, berkuda, panah, bulu tangkis, sepak bola dan bola basket.

Murid-murid memenuhi setiap gedung olahraga ataupun lapangan olahraga, tidak semua murid bisa masuk kedalam seleksi tim nasional dari Empire. Tak ada satupun murid berada di kelas karena mereka menantikan siapa yang akan masuk tim nasional.

Sedangkan Krystal sedang berjalan santai di koridor sekolahnya “Krystal”

Krystal menoleh “Kau akan datang kan?”

“Tentu Kai”

“Baiklah”

Kai pergi meninggalkan Krystal dan tak lama kemudian Luna, Vic dan Sull datang.

“Aku rasa Kai menyesal menolakmu, kali ini dia begitu beda padamu” ucap Luna.

Krystal hanya diam tak menjawab “Kau akan ke gedung olahraga bukan?” tanya Sulli.

“Ya”

“Wah daebak! tumben sekali” ucap Vic

“Aku berjanji pada Kai untuk menonton pertandingan basketnya” ucap Krystal.

“Kau ingin menonton Kai? aku kira kau akan menonton pertandingan basketnya Amber” ucap Sulli.

“Amber???”

“Iya Amber, dia masuk ke dalam tim pria. Minho yang menawarkan padanya untuk join kedalam timnya” ucap Sulli.

“Tapi Amber adalah seorang yeoja” bingung Krystal dalam benaknya.

4 Walls bergegas untuk menuju gedung olahraga yang sudah di padati murid-murid.

“Hei! minggir kalian semua, ini adalah kursi untuk 4 walls!” ucap salah satu ketua fans mereka.

Dan segara mungkin para murid-murid pergi dan memberikan space untuk 4 walls duduk.

“Terima kasih” ramah Luna.

Krystal mulai duduk, matanya melihat lapangan basket.

Krystal melihat papan pengumuman bahwa Empire School akan segera bertanding melawan Seoul High School.

“Aku rasa lawan sekolah kita cukup berat” ucap Vic yang berada di samping Krystal.

Para juri serta tim nasional basket Korea Selatan datang untuk melihat langsung talenta yang mereka miliki hari ini. Mereka tim juri akan melihat skill mereka bermain basket.

Sedangkan Amber terlihat begitu gugup karena ini untuk pertama kalinya dia bermain basket di tonton dengan orang yang begitu banyak dan terutama akan dinilai cara bermainnya. Biasanya Amber hanya bermain basket di lapangan biasa ataupun disekolahnya. Amber sudah memiliki skill bermain basket yang baik hanya saja sekolah Amber tidak begitu memperhatikan skill dari Amber terlebih lagi sekolah Amber dulu adalah sekolah yang kecil.

Amber terus menarik nafasnya dan meminum air putih untuk menenagkan dirinya “Hufhh tenanglah! anggap saja aku bermain basket di sekolahku dulu! tenang Amber tenang!”

“Hei Bro,Kwaenchana?” tanya Onew dan disusul lainnya.

“Ah tidak apa-apa haha”

“Lihat wajahmu hahaha kau begitu gugup! tenang saja, kami akan mendukungmu!” rangku Jonghyun.

“Lagi pula aku yakin kau akan bermain bagus karena ada Krystal yang akan menyemangatimu!” riang Henry.

Bukanya senang, Amber malah menjadi panik “Krystal??”

“Mengapa kau semakin panik? bukankah kau harus senang tunanganmu datang untukmu!” ucap Onew.

Bagaimana kalau aku bermain jelek? bagaimana kalau aku tiba-tiba hilang konsentrasi! aghhhh dia pasti akan menertawaiku dan pastinya akan mengejekku!” pikir Amber.

“Bersiap-siaplah!” ucap kapten.

“Oh iya aku ingin memperkenalkan kalian kepada tim baru kita yaitu Amber Liu” ucap kapten basket yang bernama Minho.

Amber memberikan salam kepada tim basket barunya yang baru saja dia temui, yap! Amber baru di rekrut sehari sebelum bertanding. Minho yakin bahwa Amber sudah mahir dalam bermain basket jadi dia mempercayakannya pada Amber terlebih lagi tim mereka kekurangan satu orang.

Saat memberikan salam, Amber melihat seorang namja yang menatapnya dengan sinis.

“Kai?” benak Amber.

Amber seperti berfikir sejenak “Hmm aku rasa Krystal datang kesini untuk dirinya” pikir Amber.

“Bagaimana bisa dia masuk tim kita begitu saja Minho? kita bahkan tidak tahu bagaimana kemampuanya” cela Kai.

Semua orang menatap Kai, seperti setuju dengan kata-kata Kai.

Minho menatap Amber “Percayalah padaku teman-teman” ucap Minho.

Kembali ke Krystal dan teman-temannya 

Krystal tidak tahu mengapa dia begitu menggebu-gebu untuk melihat pertandingan basket kali ini”Haishh berapa lama lagi aku akan menunggu!” kesalnya.

“Sabar Soojung” ucap Luna.

“Baiklah pertandingan akan segera dimulai!!”

Seketika semua murid menjadi sorak-sorai mendukung tim sekolahnya masing-masing.

Mata Krystal tetap mencari-cari seseorang di tengah keributan penonton.

Semua tim masuk kedalam lapangan “Empire! Empire! Empire!” sorak sorai murid.

Krystal sedikit mendongakkan kepalanya “Waaaaaahhh!!” semua orang berteriak ketika para pemain masuk ke dalam lapangan basket.

“Itu Minho!” girang Sulli.

Tim Empire masuk ke dalam arena basket dengan mengenakan baju basket berwarna merah dan garis hitam.

$_35.jpeg

(Seperti ini kira-kira hehe, BULLS nya diganti EMPIRE)

“Mengapa dia tampan sekali! Minhoooo fighting!” semangat Sulli.

Satu persatu tim Empire masuk.

“Itu Kai” ucap Luna kepada Krystal.

“Ya, itu dia” ucap Krystal yang melihat Kai yang siap-siap masuk lapangan.

“Kaaiii!!” para yeoja meneriaki namanya.

“Wah Kai memang luar biasa, fansnya banyak sekali” geleng-geleng Vic.

Tapi Krystal masih merasa belum puas, hatinya masih terganjal sesuatu sehingga dia masih mencari-cari seseorang di bangku pemain.

“Soojung, kau mencari siapa? Kai ada disebelah sana” tunjuk Luna.

“Oh benarkah? hehe maaf aku tidak begitu melihatnya. Aku kira dia ada disebalah sana” senyum canggung Krystal.

“Itu Amber!!!”

“Aaaah!! Amber!!”

“Mengapa dia tampan sekali!!”

Seketika mereka kembali menjadi ribut ketika Amber masuk lapangan.

“Soojung, apakah itu benar-benar Amber?” bingung Luna.

“Mengapa dia keren sekali” ucap Vic.

“Dan sexy dengan tatto di lengannya” ucap Sulli dengan tak melepas matanya dari Amber.

Krystal menatap Amber, menatap llama bodoh dengan pikirannya yang mengatakan “Tidak mungkin, mengapa dia berbeda sekali. Dia bukan seperti seorang yeoja. Maksutku lihatlah, tubuhnya yang tinggi, lengan yang berotot, ditambah lagi dengan tatto di tangannya! benar-benar di luar pikiranku”

“Apakah Amber tidak bermain?” bingung Luna yang melihat Amber duduk di bangku pemain.

“Sepertinya tidak, mungkin karena dia baru saja join tim basket Empire” ucap Vic.

Krystal masih melihat Amber yang tengah duduk di bangku pemain “Mengapa dia begitu berbeda, melihatnya seperti itu sangat beda dengan llama bodoh yang menyebalkan. Dan aku rasa saat ini dia sangat gugup” pikir Krystal.

Permainan dimulai, semua murid mendukung tim basketnya masing-masing.

Setengah jam permainan basket dimulai, Empire kehilangan skor yang cukup banyak.

“Haishh ada apa dengan mereka? mengapa mainnya buruk sekali?!” kesal Sulli.

“Memang kau mengerti bermain basket?” tanya Luna.

“Tidak, hanya saja mereka bermain dengan egois dan mau menang sendiri. Apa mereka tidak bisa bermain dengan kerjasama! dan lihat Kai, dia hanya ingin bermain sendiri dan mencetak angka sendiri, apa dia kira ini bermain solo!” kesal Sulli.

Tersisa waktu 20 menit dan skor masih 60-72.

“Bagaimana bisa Empire kalah! ini akan sangat memalukan” geram Sulli.

“Sulli tenanglah” ucap Vic.

Di tengah panasnya pertandingan, wasit meniupkan peluit dengan mengangkat papan eletrik untuk mengganti pemain.

Amber berjalan, dia menggengam tangannya. Nafasnya menggebu-gebu.

“Kai di ganti oleh Amber!”

Kai seperti tidak percaya, bagaimana dia bisa diganti karena dia merasa bahwa dia adalah pemain utama.

Amber mulai masuk lapangan dan murid-murid Empire kembali bersorak “Ayo Amber hajar mereka!!!” teriak Henry.

“Tunjukan kekuatanmu teman!!” teriak Onew.

Teriakan mereka membuat perhatian 4 walls dengan melihat mereka secara aneh “Mwo?! kami hanya mendukung teman kami” ucap Henry yang beda satu baris dengan 4 walls.

“Amber”

“Amber”

“Amber”

Wasit meniupkan peluit, Amber mulai menjaga di daerah Empire. Amber berkonsentrasi keras di bawah tekanan yang sungguh membuatnya gugup.

“Ayo Amber! fokus! rebut bolanya dan buat tim ini menang!” 

Amber mulai mendekati lawan, kini dia satu lawan satu dengan lawannya. Amber membentu pertahanan dengan mengikuti gerakan lawannya dengan cepat dan menunggu waktu yang tepat untuk mengambil bola di tangan lawannya.

Dan.

“Aaaaahhh maju Amber!” Amber berhasil merebut bola dari lawan, Amber mendrible bola dengan langkah kakinya yang cepat.

Amber mulai memasuki daerah lawan, tanpa pikir panjang Amber melakukan Lay Up dan.

2 angka untuk Empire “Yeaaaaaa!!!” semua murid kembali bersorak.

Krystal tidak melepaskan matanya dari Amber saat Amber bermain basket dan saat Amber kembali memasukan bola. Krystal sedikit bersorak “Yeaaa!” tapi hanya sekilas saja.

Amber kembali memegang bola, tangannya mendrible bola dengan mata yang hati-hati. Merasa tak bisa masuk kedaerah lawan, Amber melempar bola ke Minho dan Minho mencoba memasukan bola tapi tidak berhasil.

Tim Empire dan Seoul High School berebut bola di daerah free throw, dan untuk saja pemain Empire berhasil merebut bola dan mengoper kepada Amber.

Tangan Amber memegang bola basket dan menatap ke ranjang dengan penuh percaya diri. Amber mulai meloncat dan merentangkan tanganya di udara bersiap melempar bola basket yang berada ditanganya.

Bola basket mulai melayang dengan jarang yang cukup jauh dan…

Bola masuk ke keranjang dengan mulus dan berhasil mendapatkan 3 point.

“Yeaaaaaaaa!!!!” semua bersorak.

“Amber”

“Amber”

“Amber”

“That’s my friend!” bangga Jonghyun.

Waktu tersisa 10 menit sedangkan skor masih 68-72.

Amber kembali menggiring bola dengan berhasil melewati dua pemain di depannya dan kembali berhasil memasukan bola.

“Good job Amber!” Minho memberikan jempol kepada Amber.

Permainan semakin ketat, membuat mereka harus bermain dengan sangat waspada. Bola kembali direbut Empire, Amber berlari lurus menuju gawang dan membentuk formasi melawan.

Bola kembali dimainkan, Minho melempar bola kepada Amber karena Minho di jaga terlalu ketat.

Amber berhasil mendapatkan bola, dengan gerakannya yang cepat Amber berusaha untuk Lay up tapi sayang Amber di dorong oleh lawan hingga membuatnya jatuh.

Para pendukung Empire merasa tidak terima akan perlakuan pemain Seoul School.

“Ya! apa yang dia lakukan!! itu pelanggaran keras!” geram Krystal dengan menunjuk lapangan.

Luna, Vic dan Sulli terihat bingung, menatap Krystal yang marah.

“Ada apa dengannya?” bingung Vic menatap Krystal yang berdiri sedangkan mereka bertiga duduk.

“Sejak kapan dia tertarik pada basket?” bingung Sulli.

“Dia buka tertarik pada basket tapi dia tertarik pada llama nya” bisik Luna pada Sulli.

Amber berdiri di bantu oleh teman setimnya, Amber mendapatkan free throw untuk dua lemparan bola.

Amber berkonsterai di depan keranjang basket, menarik nafas panjangnya dengan menatap tinggi targetnya.

Peluti telah dibunyikan dan Amber mulai memasukan bola.

“Yeeaaa!!” sorak Empire.

Amber kembali berkonsterasi dan kembali memasukan bola dengan mengubah keadaan menjadi 70-72.

Waktu tersisa 1 menit.

“Amber apa kau masih bisa bermain?” tanya Minho khawatir.

“Tenang saja, aku sudah biasa” senyumnya.

Semua murid Empire kembali bersorak untuk mendukung timnya di menit terakhir termasuk 4 walls kecuali Krystal yang terlihat tenang padahal begitu cemas.

Empire dan Seoul school terlihat berebut bola satu sama lain.

Krystal mengigit bibir bawahnya, melihat Amber berhasil menguasi bola dan “Aaaghhh! kenapa kau membiarkan bolanya direbut llama bodoh!” kesal Krystal.

“Ambil bolanya dan masukan ke gawang, berlari yang cepat llama!” kesal Krystal.

waktu tersisa 30 detik, Amber berhasil memegang bola “Ayo cepat llama cepat!” seru Krystal yang kembali membuat ketiga sahabatnya heran.

“Mengapa dia begitu semangat? bukankah tujuannya untuk mendukung Kai?” bingung Vic.

10 detik.

“Tunggu apalagi masukan bolanya llama bodoh!!” ucap Krystal dengan wajahnya yang kesal.

5….

4…

Krystal mengigit bibir bawahnya, menungu Amber melempar bola.

3….

Dan…

Bola berhasil masuk dengan 3 point.

2…

Angka berubah menjadi 73-72.

1…

“Teeeetttttt”

“Yeaaahhh!!!!” sorak Krystal serta seluruh murid Empire dengan girang.

Amber meloncat kegirangan dan teman setimnya datang kepada Amber untuk merayakan kemenangan berkat lemparan 3 pointya.

“Amber”

“Amber”

“Amber

Amber tersenyum lebar dengan tawa yang menghiasi wajahnya.

Krystal menangkap semua senyuman serta tawa dari Amber, memperhatikannya dengan jelas.

Membuatnya sejenak terdiam menatap Amber yang dipeluk oleh rekan setimnya. Krystal tenggelam dalam pikirannya.

Tenggelam dalam pikirannya, hanya senyuman Amber yang dapat dia rasakan. Telinganya terasa tuli, hanyut dalam lamunannya, matanya hanya melihat ke satu tempat.

“Soojungiee”

“Soojungiee!”

Krystal menatap sahabat-sahabatnya dengan wajah yang bingung “Apa yang terjadi padaku?” pikir Krystal.

“Kau tidak apa-apa? kau terlihat melamun” tanya Vic.

“Eergh aku tidak apa-apa” senyumnya canggung.

“Mungkin aku lapar, ayo kita ke kantin” ajak Krystal yang bergegas keluar dari tempat duduk penonton.

Sedangkan Amber berdiri di tengah lapangan dengan sorak sorai kemenangan Empire. Tapi Amber tidak mempedulikannya, Amber melihat ke satu arah.

Melihatnya dari lapangan, melihat wajahnya yang mulai menghilang dari kursi penonton. Mata Amber tidak berkedip hingga wajahnya benar-benar pergi dari pandangannya.

“Amber selamat!”

“Ya terima kasih”

Di kantin

4 walls menikmati makan mereka “Wah aku benar-benar lapar” ucap Krystal dengan mengunyah sushi.

Luna melihat Krystal yang kelaparan dengan mengaduk milkshakenya “Bagaimana kau tidak lapar, kalau sepanjang pertandingan kau begitu semangat mendukung llama mu”

“Uhuuk Uhuuk Uhuuuk” Krystal batuk mendengar ucapan Luna.

Vic segera memberikan air putih kepada Krystal yang sedang tersedak “Minumlah” Krystal langsung mengambil gelas yang penuh ari putiih.

Vic menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Krystal yang tersedak “Unnie, kau ini bicara apa!”

“Kau malah mengelak, bukankah kau yang paling semangat diantara kami”

“Tentu saja aku semangat karena sekolah kita sedang bertanding, bagaimana bisa aku tidak semangat” balas Krystal.

“Tapi mengapa kau semangat saat llama mu bermain basket? saat Kai yang bermain kau hanya duduk saja”

Krystal terlihat bingung “Ehmm itu karena… itu karena”

Luna menatap curiga “Ya unnie jangan menatapku seperti itu! itu karena menit terakhir bermain! iya menit terakhir bermain, makanya aku begitu semangat!”

Luna mengangguk “Ohh seperti ituuu”

“Apa kau tadi melihat Amber bermain basket? dia benar-benar tampan”

“Iya aku melihatnya, bahkan aku merekamnya saat bermain basket!”

“Ahh dia begitu mempesona!”

“Aku dengar dia dekat dengan Henry, Onew, Key dan Jonghyun. Bagaimana kalau kita meminta nomor ponsel Amber kepada mereka”

Krystal berhenti mengunyah, telinganya mendengar sesuatu yang ntah mengapa membuatnya risih. Krystal menoleh kebelakang, melihat 6 yeoja yang sedang membahas Amber.

Krystal memberikan tatapan mematikan kepada mereka yang akhirnya membuat mereka diam dan memutuskan untuk pergi menjauhi meja Krystal.

Vic tersenyum mendengarnya “Ada apa denganmu?”

“Tidak apa, mereka hanya berisik!” lanjut makan Krystal.

“Wah aku rasa Amber akan semakin populer” ucap Sulli.

Krystal tak menjawab dan hanya memakan makannya.

Bel berdering, Murid-murid Empire mulai bergegas pulang sebenarnya ini adalah jam bebas tapi ini adalah bel terakhir Empire untuk pulang, Krystal mulai berjalan  di koridor sekolah sendiri karena ketiga sahabatnya masih mau menonton pertandingan kuda.

Krystal berjalan dengan sedikit menunduk karena dia merasa risih bila ada seseorang yang menatapnya.

“Hi Krystal”

“Krystal hati-hati dijalan”

“Krystal tersenyumlah”

Krystal menghiraukan suara-suara yang membuatnya risih dan tak mau menjawab “Apa mereka itu tidak ada kerjaan lain selain mengangguku?” ucapnya.

Krystal terus berjalan dengan perlahan, Krystal sedikit mendongkkan kepalanya. Matanya melihat kanan dan kiri. Krystal merasa bingung dengan ekspres wajah mereka yang seperti ketakutan, seperti ada sesuatu yang mengancam mereka.

Bahkan mereka terdiam dan ada beberapa yang kabur, Krystal semakin bingung “Ada apa dengan mereka?” Krystal menghentikan langkahnya.

Krystal menatap ketiga namja yang tersenyum takut dengan memegang sepucuk surat yang tentunya untuk Krystal.

“A-aa-aku rasa aku tidak jadi memberikan surat ini” dan seketika mereka kabur.

Krystal mengerutkan alisnya “Apa mereka melihat hantu? apa ada sesuatu yang aneh diwajahku?” bingungnya.

Ntah mengapa Krystal berinisiatif untuk melihat kebelakang, Krystal mulai membalikan badannya dan …

Krystal terekjut saat dia harus melihat senyuman bodoh itu lagi “Kau!”

“Annyeong” ucapnya dengan senyuman yang menurut Krystal sangat menyebalkan.

Krystal melipat tanganya “Kau mengikutiku lagi?”

Amber menggelengkan kepalanya, menaikan tas ranselnya di bahu “Tidak, aku ingin pulang. Apa kau tidak bisa lihat aku sedang memakai tas” tunjuk Amber dengan memamerkan tas Nike hitam di punggungnya

Krystal hanya diam dan kembali berjalan.

Krystal kembali berjalan dengan melihat orang yang diseklilingnya merasa takut, dengan cepat Krystal membalikan badannya karena penuh curiga.

“Apa yang dia lakukan?” pikir Krystal dengan melihat Amber yang mengepal tangannya  seakan ingin memukul ke arah namja-namja yang menggoda Krystal ataupun fansnya yang ingin memberikan hadiah.

“Apa yang kau lakukan!”

Amber menjadi salah tingkah, Amber berpura-pura melakukan pemanasan “Hahaha tidak ada” senyumnya lagi.

“Kau ingin memukulku?”

“Haish bagaimana bisa aku memukulmu”

“Lalu mengapa kau tadi mengepal tanganmu seakan ingin memukul” Krystal mengepal tangannya, seperti apa yang Amber lakukan.

“Haishh aku tidak mungkin memukulmu! kau ini ada-ada saja”

“Lalu apa?”

Amber menggaruk-garuk kepalanya “Cepat katakan!”

“Mengapa kau ini galak sekali”

“Cepat katakan llama atau tidak kau tidak akan mendapatkan makan malam!”

Amber terkejut mendengarnya “Ya! bagaimana bisa! mengapa kau jahat sekali, apa kau tidak tahu aku begitu lapar?” Amber memegang perutnya.

“Seharusnya aku sekarang sedang berada di kantin, tapi karena aku melihatmu pulang dan berjalan sendirian di koridor ini maka aku mengurungkan niatku dan menyusulmu! dan lihat..” tunjuk Amber ke orang-orang.

“Orang-orang itu mengganggu mu! memperhatikanmu dengan wajah yang seram seperti ingin menerkamu. Bagaimana bisa aku membiarkanya, aku tahu mereka menyukaimu tapi kau harus tetap hati-hati. Kau adalah seorang yeoja, dan kau tahu bahwa yeoja sepertimu tidak boleh berjalan sendirian! itu berbahaya”

“Dan aku akan melindungimu dari mereka! arasso”

Amber lalu pergi meninggalkan Krystal yang terlihat bingung, Amber berjalan pergi meninggalkan Krystal “Ya! kau llama bodoh! haish mengapa dia suka sekali melakukan hal seperti ini!”

Krystal berjalan mengejar Amber “Berhenti!”

Amber terus berjalan “Aku bilang berhenti!”

At Jung’s house

Amber Pov

Hari ini lelah sekali! tapi aku merasa puas karena Empire berhasil menang, dan menunggu pertandingan selanjutnya.

ku rebahkan badanku, ku taruh kepalaku diatas bantal yang empuk. Masih membayangkan pertandingan basket tadi siang, tapi selain itu aku memikirkan nya. Memikirnya yang menonton pertandingan basket sampai habis.

Hmm aku tahu seperti apa penyihir itu, penyihir seperti dia tidak akan betah menonton pertandingan basket tapi dia menonton sampai habis. Hmm mungkin dia menonton acara basket tadi karena ada Kai tapi setidaknya aku bermain dengan baik sehingga aku bisa menujukkan padanya bahwa aku memiliki kelebihan dan berhenti untuk memanggilku llama bodoh!

Aish sungguh menyebalkan sekali dia!

Dan juga bagaimana bisa dia berjalan sendirian di koridor! itu sangat bahaya, bagaimana bila ada seoarng fans fanatiknya yang membuatnya celaka atau terluka atau bahkan ada yang menculiknya! dan dia hilang!

Dan pada akhirnya aku akan dimarahi oleh tuan Jay, tidak tidak aku tidak akan dimarahi tapi aku bisa di gantung olehnya dan membuat keluargaku jatuh misikin lagi karena membuat cucungnya celaka!

“Aaaghhh!”

Ternyata menjaganya di dalam sekolah lebih sulit dibandingan di luar sekolah, apa bodyguardnya tidak boleh masuk dan aku bisa bebas dari beban ini!

“Haish sudahlah” aku bangun dari tempat tidurku, perutku merasa lapar padahal aku sudah makan. Kuputuskan untuk turun kebawah mengingat bahwa masih ada cheese cake di lemari es.

Aku bergegas keluar kamar dan membuka pintu, saat aku membuka pintu aku melihatnya yang sedang jalan menuju kamarnya.

Haishh bahkan dia tidak melihat ke arahku, apa aku di anggap hantu?

“Aku kira kau sudah tidur” ucapku.

“Apa kau sudah makan?” tanyaku.

Lihat aku tidak dianggap olehnya “Dasar penyihir” ucapku saat dia ingin masuk kamarnya.

“Apa kau bilang?”

Aku menoleh kearahnya, aku kira dia sudah masuk kedalam kamar “Kau bilang apa llama bodoh?” ucapnya sinis.

Aigooo lihat gadis manja itu, tidak memiliki sopan santun “Tidak ada” jawabku.

“Kau pikir aku tuli?”

“Aku tidak pernah berfikir kau tuli, hanya saja aku berfikir kalau kau itu adalah gadis yang angkuh, galak, sombong dan…”

“Ya!!”

Haish mengapa dia teriak? membuat telingaku sakit “Ya! mengapa kau teriak? kau ingin membuat satu rumah terbangun”

“Apa kau tidak bisa enyah dari sini! aku sudah malas melihatmu”

“Kalau kau malas maka jangan dilihat” ucapku yang sepertinya membuat dirinya jengkel.

“Bagaimana bisa kalau kau selalu muncul di hadapanku, dan melihat wajah llama mu itu”

Haish wanita ini, mengapa aku disamakan dengan hewan? “Llama itu lucu, jadi aku lucu. Kau seharusnya bahagia melihatku”

“Tidak ada llama yang lucu!”

“Ada, aku” tunjuku pada diriku sendiri.

“Kau memanggilku llama. llama = Amber  llama= lucu berarti artinya Amber lucu hahahaha”

Dia hanya memasang wajah datarnya yang membuatku berhenti tertawa “Sudah?”

“Sudah” ucapku.

Lalu dia membalikan badannya, aku rasa dia akan segera masuk kamar “Selamat tidur penyihir” ucapku.

Lalu dia menoleh, menatapku dengan tajam “Haha aku hanya becanda, maksutku selama malam Princess Krystal” senyumku padanya.

Haish galak sekali! bagaimana bisa semua namja tertunduk padanya.

Empire School

“Ambrroooo!!” sapa Henry

Kutaruh tasku dan duduk dengan mataku yang masing mengantuk “Kau tahu bahwa kau saat ini begitu populer!”

Aku hanya memejamkan mata, aku begitu ngantuk dan membiarkan Henry bicara sendiri “Kemarin ada beberapa yeoja cantik yang datang menghampiriku untuk meminta nomor ponselmu dan memberikan beberapa surat untukmu”

“Lalu apa kau memberikannya!” haish bodoh sekali dia ini.

“Tentu saja tidak, kita harus jual mahal!”

“Jika kau memberikan nomor ponselku pada mereka maka kau tahu akibatnya” ancamku.

“Hei Amber” aku melihat Luna yang menghampiriku.

“Hai Luna”

“Apa kau tahu Soojung dimana?”

“Hmm tidak tahu” jawabku.

“Bukankah kalian selalu datang bersama, bagaimana bisa kau tidak tahu?”

“Hmm mungkin saja dia di kamar mandi, kau tunggu saja. Sebentar lagi juga penyihir itu akan datang” ucapku santai.

Kusender tubuhku di kursi, memperhatikan jam dinding yang menunjukkan pukul 07.55

Dimana dia? biasanya dia datang lebih dulu daripada aku, “Haishh”

“Mau kemana kau?”

“Aku mau cari minum sebentar” ucapku pada Henry.

Aku berjalan keluar kelas, mataku melihat kanan dan kiri.

“Haish mana penyihir itu? apa dia tidak tahu sebentar lagi akan masuk kelas!” mataku masih mencarinya dan ..

“Itu dia!” aku berjalan kearahnya, dia sedang berdiri dengan raut wajah yang cemas.

Aku melihat wajahnya yang cemas “Apa yang kau lakukan disini?”

Wajahnya terlihat kaget, apa aku mengagetkannya?

“Apa yang kau lakukan disini?” tatapnya.

“Haish mengapa kau mengcopy ucapanku, seharusnya kau dikelas bukan disini. Apa kau tidak tahu 5 menit lagi jam pelajaran akan dimulai?” tanyaku padanya tapi dia malah cuek saja tidak memperdulikanku.

“Ya penyihir!”

“Wae! mengapa kau ribut sekali, jika kau ingin ke kelas kembali lah sana”

Haishh wanita ini “Apa kau tidak tahu kita ada pelajaran Matematika dan gurunya sangat galak ayo cepat ke kelas!” paksakku.

“Tidak!”

“Kenapa tidak? kau ingin kabur dari sekolah hah! aigoo anak ini nakal sekali”

Dia menatapku dingin “Aku tidak akan ke kelas” dia memanglingkan wajahnya dariku, mengapa dia ini keras kepala sekali.

“Baiklah kalau begitu aku juga tidak akan ke kelas” ucapku.

“Mwo? sana cepat pergi!”

“Aku tidak akan pergi kalau kau tidak pergi, arraso!”

“percuma saja kembali ke kelas, aku tidak akan bisa mengikuti pelajaran” aku tidak begitu mendengarnya bicara tapi aku mendengar sekilas saja.

“Apa kau bilang? kau tidak bisa ikut pelajaran? ayolaahh kau Krystal Jung! mengapa sekolah ini tidak memperbolehkan kamu untuk belajar”

“Kau tahu bukan yang mengajar adalah Mr.Junho, Mr.Junho sangat akrab dengan kakekku! dia bisa melaporkan kepada kakek dan dia bisa menghukumku  kalau aku tidak ikut pelajarnnya karena tidak mengerjakan PR Matematikanya dan terlebih lagi aku tidak ingin dihukum didepan kelas!”

Ohhhh jadi dia tidak masuk kelas karena tidak mengerjakan PR “Lalu apa yang kau lakukan semalam hingga tak mengerjakan tugasmu hah? apa kau tidak mengerti tugasmu, kau bisa bertanya padaku”

“Diam, aku tidak butuh ceramahmu”

“Lalu apa yang akan kau lakukan, hanya berdiri disini? apa kau ingin bolos, apa kau tak ingin mengikuti pelajaran? apa kau tidak takut dimarahi kakekmu”

Dia hanya diam, kupejamkan mataku sedikit memijat keningku. Ku lihat jam di ponselku “Haish tidak ada waktu, ayo kita ke kelas!”

“Tidak!”

“Ayo ke kelas!”

“Tidak! dan tidak! apa kau tidak mengerti”

Ku hela nafas ini, menatap wajahnya yang marah padaku “Ayo ke kelas”

“Tidak”

Sekarang dia malah pergi dan tentu saja aku tak tinggal diam, ku pegang lengannya hingga membuatnya berhenti dan menatapku heran “Ikut aku”

Aku memegang lengannya “Lepaskan aku!” dia terus memberontak tapi kekuatannya tak cukup untuk melepaskan genggaman tanganku.

“Lepaskan llama bodoh! aku tidak ingin dibuat malu!”

Untung jarak kelas tidak terlalu jauh, aku berhasil membawanya masuk kelas dengan menarik perhatian satu kelas. Tentu saja mereka terkejut saat aku menarik lengan Krystal “Duduk!” perintahku.

“Kau gila! aku akan keluar!” saat Krystal keluar, tentu Mr.Junho masuk ke dalam ruangan.

“Mengapa kau tidak duduk Nona Jung” ucap pria tua yang terkenal galak itu, aku rasa dia seumuran dengan Tuan Jay. Tapi setidaknya tuan Jay jauh lebih baik, tidak sepeti dia. Kau tahu, Mr.Junho mirip sekali dengan kakek Goku! dengan kepalanya yang botak, jenggot putih dan kacamatanya, sungguh mirip.

Aku melihat Krystal yang menatapku begitu tajam, haish! aku benci tatapannya seperti itu!

“Baiklah, sebelum pelajaran kita mulai keluarkan PR kalian” Haish kakek goku itu mengapa buru-buru sekali! dia mulai berkeliling dengan membawa penggaris kayunya.

Aku memandang Krystal yang duduk tepat di depan mataku, ketika semua murid sibuk mengeluarkan buku dia hanya terdiam, aku yakin saat ini dia sedang ketakutan hahahha.

Aku menatap bukukku, buku baru yang baru kutulis semalam. Aku harus melakukannya, kalau tidak Krystal bisa dihukum dan aku…

Aku bisa kena marah tuan Jay karena membiarkan cucungnya berdiri 2 jam di depan kelas! dan pastinya dia tidak akan membiarkanku hidup dengan bergelimang harta lagi! tidak, tidak aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi.

“Huffhh” ku hela nafas ini, melihat kakek goku yang akan menghampiri barisan kami.

Baiklah Amber, bersiaplah.

1

2

3

“Pluk” wah Krystal bukumu terjatuh ahahahaha suaraku cukup keras untuk mengundang perhatian satu kelas kecuali kakek goku yang sedang mengcek PR teman-teman lainnya. Tak pikir panjang, aku bangun dari tempat dudukku dan mengambil bukukku yang kini menjadi milik Krystal.

Aku berdiri di sampingnya dengan memberikan buku kepadanya “Haish bagaimana bisa kau membiarkan bukumu jatuh hahaha kau ini harus berhati-hati, ambilah” senyumku pada Krystal.

Krystal terlihat bingung sekaligus terkejut dengan aksiku “Ambilah, cepat” dengan perlahan Krystal mengambil bukukku dan segara aku duduk di tempatku.

Krystal menolehkan kepalanya tapi tidak melihat ke arahku “Apa yang kau lakukan” bisik Henry.

“Aku harus melakukannya” ucapku.

“Apa kau tidak tahu kalau dia memberi hukuman begitu parah?”

“Sudahlah, aku sudah biasa dengan hukuman kau tenang saja”

Kini kakek goku berada di meja Krystal, sedangkan aku tinggal menunggu eksekusiku saja.

Henry mulai memberikan hasil kerjanya dan …

“Mana tugasmu?”

“Ehmm begini, ehmmm, ehmmm”

“Tass!!”

“Oh my God!!” aku memegang jantungku, bagaimana tidak aku kaget saat dia memukul meja dengan penggaris kayunya.

“Berdiri di depan selama 30 menit, kemudian berlari di luar 10 putaran, bersihkan rumput di taman sekolah dan mengepel koridor lantai A!”

Ya Tuhan! apa di pikir aku ini seorang militer? aku ini seorang pelajar.

“Cepat!”

Aku langsung jalan dan berdiri di depan kelas “Ini akibatnya tak mengerjakan tugas kalian, saya paling tidak suka apabila masih adanya murid yang tidak mengerjakan tugas rumah! apa kalian tahu dari hal kecil seperti itu, itu merupakan tanggung jawab!”

Kakek goku mengoceh sepanjang waktu, aku berdiri di depan kelas yap seperti biasanya. Menurutku aku sudah biasa untuk diberi hukuman, hanya saja hukuman kali ini benar-benar diluar nalarku! tidak heran Henry memberikan peringatan kepadaku.

Semua murid menatap kakek goku, dan tak sengaja aku menatap Krystal. Mata kami saling bertemu tapi dia langsung mengalihkan perhatinnya. Apakah dari tadi dia memperhatikanku.

Aku memandanginya dari depan, melihat wajahnya yang dapat kulihat dengan leluasa, melihat tatapannya yang begitu tajam, hidungnya yang semakin membuat dirinya terlihat menawan di tambah dengan bibir merahnya yang sunggu memperindah dirinya.

Sesekali dia dia melihat ke arahku, aku tahu dia merasa risih karena aku terus memandanginya. Aku tidak tahu mengapa mataku tak bisa lepas darinya, padahal dia adalah yeoja yang menyebalkan dan jutek!

Tapi aku tidak tahu, ada sesuatu yang kuat di dalam dirinya. Sesuatu yang menarik diriku untuk jatuh dalam keindahan wajahnya.

“Haish Amber Liu, aku hanya mengaguminya itu saja”

“Siapa yang kau kagumi Amber?”

“Krystal Jung, kakek goku” senyumku menatap mata Krystal.

Apa? tunggu dulu!

Aku mendengar tawa satu kelas dan seketika “Keluar kau dari kelas!!!!!”

Krystal POV

Mengapa llama bodoh itu melihat ke arahku terus? apa ada sesuatu yang aneh di wajahku? haish sungguh membuatku tak nyaman!

Tapi, dia sudah membantuku. Kalau tidak mungkin aku yang akan menerima seluruh hukuman Mr.Junho

Haish sudahlah aku tidak peduli, apa jangan-jangan dia memiliki rencana yang buruk? aku ingat saat dia malah membawaku kabur ke Jeju dan malah bertunangan dengannya! apa jangan-jangan dia mencoba baik kepadaku dan akan melakukan hal buruk lagi!

Tapi hal buruk apa lagi yang dia lakukan? bukankah kemarin dia sudah melakukan hal yang paling buruk dalam hidupku. Setidaknya aku tidak akan percaya lagi padanya.

Haish! apa perlu aku memakai topeng atau helm agar dia berhenti melihat wajahku! aku kembali melihat ke aranya yang masih melihat ke arahku.

Ntah mengapa aku berusaha untuk mengalihkan perhatianku tetapi matanya, aku tidak sanggup untuk tidak menatap matanya.

Aku melihat ke arahnya, melihat matanya yang hitam. Sial! mengapa seperti ini, bahkan mataku tak ingin berkedip sekalipun.

Matanya seperti berbicara kepadaku bahwa dia baik-baik saja, matanya seakan membuatku dapat merasakan apa yang dia rasakan.

Haish ada apa denganku! bangun Krystal bangun! dia adalah Amber, llama bodoh yang paling kau benci dalam hidupmu!

Kini aku lebih bisa mengontrol pikiranku, aku melihat Mr.Junho mendekati Amber yang masih melihat ke arahku.

“Siapa yang kau kagumi Amber?”

“Krystal Jung, kakek goku”

Aku?? apa aku tak salah dengar?

“Hahahahahha”

Satu kelas tertawa, tetapi aku tidak.

Apa dia memikirkanku? apa aku tidak salah dengar ketika dia mengucap namaku? jadi dari tadi dia memikirkanku? haish ada apa ini!

“Keluar kau dari kelas!!!!!”

Aku melihatnya yang keluar dari kelas, ntah mengapa untuk pertama kali dalam hidupku aku merasa bersalah.

Haish Krystal Jung! ada apa denganmu jangan terlalu berlebihan seperti itu! itu hanya Amber hanya Amber si llama bodoh! dan sekarang tenangkan dirimu, oke!

At Jung’s house

Aku baru saja menyelesaikan makan malamku, aku berjalan menuju kamar. Saat aku berjalan, aku melihat pintu kamarnya. Pintu kamarnya yang tak terlalu jauh dari kamarku.

Aku berjalan ke arah pintu kamarnya, sepertinya dia belum pulang. Aku berjalan ke arah balkon ruangan atas, menatap teras kendaraan dengan berpangku tangan.

Sepertinya dia belum pulang, aku tidak melihat motornya. Aku rasa dia sedang latihan basket untuk pertandingan selanjutnya.

“Haish!” aku memukul kepalaku.

Apa yang aku pikirkan! mengapa aku memikirkannya!

“Broomm broomm”

Aku bisa mendengar suara motornya, aku sedikit menengok ke bawah. llama bodoh itu melepaskan helmnya dan bergegas masuk.

Aku memutuskan untuk tidak masuk kamar, aku sedikit membungkukan badanku di dekat lemari.

Aku mendengar suaranya yang naik ke atas, aku mengintip sedikit. Wajahnya begitu lelah dan seragamnya yang sedikit kotor haish dia itu anak TK atau anak SMA! haish apa mungkin dia seperti itu karena hukuman tadi pagi? sudahlah lagi pula itu salahnya!

Aku kembali melihatnya “Apa yang dia lakukan?” aku menatapnya heran, dia tak masuk kedalam kamarnya. llama bodoh itu seperti mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

“Apa itu?” mengeluarkan sebuah kota kecil. Dia berjalan ke arah kamarku, menatap pintu kamarku cukup lama. Wajahnya sedikit bingung, langkahnya maju mudur, merasa tak yakin dengan apa yang dia berikan. Ekspresi wajahnya tampak bingung, merasa tak yakin dengan apa yang dilakukan.

Dia menghembuskan nafasnya, menaruh kotak kecil itu di depan kamarku. Dia kembali menatap kamarku “Mengapa dia tidur cepat sekali? kalau begitu selamat tidur Krystal Jung” dia tersenyum, aku bisa melihat senyumnya walaupun dari sisi samping wajahnya dengan rambut yang sedikit berantakan membuat dirinya terlihat baik.

“Haishh apa yang aku pikirkan!” sadar Krystal sadar!

Llama bodoh itu masuk kedalam kamarnya, dan aku segera berjalan ke arah kamarku. Menatap kotak kecil yang ternyata kotak kue.

Aku mengambilnya dan masuk kedalam kamar, aku duduk dan membukanya.

“Manggo cake!!” riangku! aaahh aku benar-benar senang.

3f21377c6de597fd99c1257176_original.jpeg

(Penampakan mango cake yang dibeli Amber hehe)

“Apa ini?” aku mengambil sebuah kertas berwarna biru muda yang bertulisakan

“Aku ini pandai Matematika, kau bisa bertanya kepadaku kapan saja. From : your stupid llama”

Ntah mengapa aku tersenyum membacanya, “Haish! ada apa lagi di kepalaku ini! sudahlah aku makan saja”

Hari demi hari ku lewati, mungkin dulu terasa biasa saja tapi ntah mengapa untuk akhir-akhir selalu saja ada hal yang membuatku tertawa, marah, dan kesal!

Akhir-akhir ini aku lebih sering berjalan sendiri di koridor sekolah, ntah mengapa aku suka berjalan sendiri tapi sejujurnya aku tidak sendiri. llama bodoh itu selalu mengikutiku bila aku berjalan sendiri atau dimanapun bila aku sendiri. ntah mengapa aku suka dia mengikutiku. Berjalan dibelakangku dengan mengawasiku agar aku baik-baik saja.

Tentu saja dia bagaikan bodygurdku bila di dalam sekolah, tak ada yang berani mendekatiku karena aku tahu llama bodoh itu memberikan ancaman kepada mereka hahaha dasar llama bodoh. Aku sama sekali tidak tahu apa maksut dan tujuannya seperti itu. aku hanya menikmati permainan nya saja.

Kini aku sampai di kantin, menyapa sahabat-sahabatku dan aku bisa melihatnya yang duduk bersama teman-temannya.

“Itu Amber!”

“Iya, iya aaahh mengapa makin hari dia makin tampan?”

“Aku menyukainya!”

Haish! apa mereka tidak bisa membicarakan hal lain! aku tahu llama bodoh itu menjadi begitu populer!

“Amber oppa saranghae!”

“Hei dia milikku!”

“Aku bahkan menjadikan wajahnya sebagai wallpaperku! begitu mempesona”

“Apa kalian tidak bisa diam!” aku menatap 5 yeoja yang terkejut.

“Maafkan kami Krystal, hanya saja tunanganmu begitu mempesona”

“Mwo?”

“Hehe bian, ayo kita kabur!” mereka berlima langsung kabur.

“Ya! mau kemana kalian! siapa namanya kalian! awas saja nanti!”

4 walls melihatku dengan wajah bingung “Mwo?”

“Jung Soojung apa kau cemburu?”

Cemburu? “Hahaha apa kalian pikir aku gila?” aku kembali melanjutkan makananku. Aku hanya tak suka bila ada seseorang yang membicarakan Amber didekatku, itu saja!

“Oh iya, apa kau tahu bahwa kemarin Irene jalan bersama Amber sehabis dia latihan?” ucap Sulli polos.

Irene? “Irene?”

Sulli mengangguk “Ya Baeirene RV, banyak yang mengatakan mereka jalan berdua. Bahkan Minho oppa mengatakan bahwa Irene menunggu Amber selama latihan basket, bukankah itu romantis sekali?”

Oh seperti itu! haish mengapa aku tiba-tiba menjadi kesal! sangat kesal! aagggh rasanya ingin sekali ku acak-acak wajah llama bodoh itu!

Author Pov

Amber sedang berkumpul dengan teman-temannya di lapangan basket.

“Akhir-akhir ini kau terlihat begitu lelah? apakah latihanya begitu keras?” tanya Onew.

“Dia lelah bukan karena latihan tapi dia lelah karena mengikutinya induknya” ucap Key.

“Induknya?” bingung Onew.

“Hahaha aku jadi membayangkan bahwa Amber adalah anak bebek dan Krystal adalah induknya hahaha” tawa Henry.

“Tidak lucu” singkat Amber.

“Lagi pula untuk apa kau mengikutinya? kau menyusahkan dirimu saja” ucap Key dengan membenarkan rambutnya.

“Aku harus melakukannya karena kalau tidak bisa bahaya” ucap Amber dengan menatap lapangan basket.

“Bahaya apa yang mengancamu? kau ini ada ada saja” canda mereka.

“Haish mereka tidak tahu apa yang sebenarnya!” pikir Amber.

Jonghyun datang dengan membawa minuman kaleng soda untuk mereka “Minumlah”

Amber mulai membuka minuman kalengnya, sebelum meminum Amber menatap Jonghyun “Wae? apa di minuman ini ada racun?” lirik Amber.

“Ani, aku ingin bertanya padamu” tatap Jonghyun.

“Apa, cepat katakan”

“Apa kau dan Krystal saling mencintai?” tanya Jonghyun polos.

“Uhuk uhuk” Amber tersedak saat Jonghyun melempar pertanyaan seperti itu padanya.

“Ya! kau ini bicara apa?”

“Aku hanya heran saja, kalian kan sudah bertunangan sudah pasti kalian saling menyukai, bukan? tapi kau dan Krystal seperti tom and jerry. Kalian tidak pernah berpegangan tangan, atau mencium kening?” tanya Jonghyun yang akhirnya membuat mereka berfikir hal yang sama pada Amber.

“Dan kau selalu memakai cincin tunangan, tetapi Krystal sehari pun aku tak pernah melihatnya” bingung Key.

Henry, Onew, Jonghyun dan Key menatap Amber dengan penuh rasa penasaran “Haish kalian ini! memangnya aku kalian yang harus mengumbar kemesraan! dan juga Krystal tak pernah memakai cincinnya karena dia memiliki alergi!” ucap Amber.

“Apa kau yakin dengan ucapanmu?” tanya Onew.

“Setauku Krystal tak punya alergi terhadap perhiasan” tatap Henry.

“Haish jadi tidak percaya!”

Jonghyun kembali menatap Amber “Dan juga apa kau tidak cemburu melihat Krystal yang selalu bersama Kai?”

Amber menatap Jonghyun “Tidak biasa saja”

“Apa kau tidak takut Kai merebut Krystal darimu” tanya Onew.

“Semua orang menginginkan Kai dan Krystal berpasangan, apa kau tak cemburu akan hal itu? malah saat ini mereka sedang berduaan di taman belakang” ucap Jonghyun.

Amber menatap Jonghyun, Amber terlihat memikirkan sesuatu “Haish jadi aku harus bagaiamana? aku tidak bisa membiarkan Krystal dengan namja lain! maksutku, bagaimana kalau tiba-tiba Kai berbuat jahat pada Krystal dengan berpura-pura baik padanya! aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi, jika ada apa-apa tuan Jung akan marah besar padaku” pikir Amber.

Amber bangun dari duduknya, ke empat temannya menatap Amber “Ada apa denganmu?”

“Ehm aku haus mau cari minum” ucap Amber yang bergegas meninggalkan para sahabatnya, Amber berjalan dengan cukup cepat. Langkah kakinya mengarah ke taman belakang sekolah.

Amber menghentikan langkahnya, matanya sedikit menyipit.

“Itu dia” Amber melangkah dengan pelan.

Matanya menatap Kai dan Krystal yang sedang bercakap “Haish ntah apa yang mereka berdua lakukan, dan lihat penyihir itu! dia bahkan tersenyum dengan namja berbahaya seperti Kai! maskutku, kau tahu Kai hanya memainkan perasaan Krystal. Aku harus menjauhi Krystal dari Kai, kalau tidak ini akan sangat bahaya bagi Krystal kalau dia sampai jatuh kepada orang yang salah, dan pada akhirnya Krystal akan menjadi patah hati lalu malas makan dan tidak ingin sekolah yang pada akhirnya tuan Jung akan marah padaku karena tidak menjaga cucungnya!” 

“Tidak akan kubiarkan!” Amber terlihat berfikir dan menyusun rencana di dalam benaknya.

“Baiklah” Amber berdiri tegap, Amber menghela nafasnya dan

1

2

3

“Kebakaran!”

“Kebakaran!!” Lari Amber menuju Kai dan Krystal.

Suara Amber tentunya mengundang perhatian besar terutama Krystal dan Kai.

“Kebakaran! kebarakan!”

Krystal menatap aneh Amber “Ayo cepat, kita harus segera pergi!”

“Ya! apa kau sudah gila?” tanya Krystal.

“Haish aku tidak ada waktu untuk menjelaskannya! apa kau tidak lihat gedung A berasap” tunjuk Amber.

Amber memegang lengan krystal “Kajja!”

“Apa yang kau lakukan!” cegah Kai.

“Haish namja ini lagi” Keluh Amber, “Aku ingin menyelamtakan Krystal!” Amber menarik lengan Krystal dengan cepat tanpa menghiraukan Kai yang sedang berbicara.

Seluruh mata menuju Krystal dan Amber, Amber menarik lengan Krystal dengan berjalan cepat demi menjauhi Kai.

Krystal mulai berontak dengan tingkah Amber “Lepaskan!” ucap Krystal dengan marah.

“Lepaskan!”

“Aku bilang lepaskan stupid llama!”

Seketika Amber melepas genggamannya, dan menatap Krystal “Sudah” ucap Amber.

“Dasar gila!”

“Yap”

“Apa kau tak tahu apa yang kau lakukan? aku tidak tahu apa yang  dipikiranmu, mengapa kau selalu meganggku? mengapa tak urus saja dirimu sendiri! hentikan hal gilamu ini!” marah Krsytal.

“Haish penyihir ini, apa dia tidak bisa bicara pelan-pelan. Telingaku bisa tuli karenanya” ucap Amber tanpa melihat Krystal.

“Mwo?! kau bilang apa?”

“Tidak ada”geleng Amber.

Wajah Krystal semakin geram “Cepat minta maaf padaku dan Kai atas sikapmu yang tidak sopan itu llama bodoh!”

Amber kaget mendengar ucapan Krystal “Mwo? ahahaha aku harus minta maaf kepada penyihir sepertimu dan pangeran kodokmu itu?! aku lebih baik di kutuk menjadi llama sungguhan dari padaku melakukan hal gila seperti itu!”

“Lalu mengapa kau terus megangguku terutama dengan Kai?” tanya Krystal.

“Umm itu karena, ehmmm..”

“Apa kau cemburu?” ucap Krystal.

Amber menatap Krystal dengan terkejut “Cemburu? hahahha, untuk apa aku cemburu dengan pangeran kodokmu itu, dan lagi pula kau bukan seleraku! gadis manja yang hanya bisa memerintah saja. Datang dan pulang sekolah saja kau di jemput, kau ini akan TK atau anak sekolahan? mandiri lah sedikit nona muda Jung!”

Seketika suasana menjadi begitu dingin, Amber yang tertawa menjadi diam saat melihat tatapan Krystal yang mendekatinya “Ya! apa yang kau lakukan! mundur!” ucap Amber yang ketakutan.

“Kau bilang apa?” dingin Krystal.

“Haha tidak ada sungguh tidak ada, aku hanya bergurau! haish mengapa cepat sekali di ambil hati hahha” canggung Amber.

“Anak Tk, manja, tukang suruh dan penyihir?” Amber menelan salivanya, Krystal begitu menyeramkan membuat Amber sulit bernafas.

“Tunggu sebentar tunggu sebentar” halang Amber dengan tangannya yang membuat Krystal berhenti melangkah.

Amber menghela nafasnya “Baiklah aku salah, aku minta…..”

Dengan cepat Amber kabur dari pandangan Krystal “Ya kau llama bodoh!!” teriak Krystal kesal.

“Hahaha kejar aku anak bayi!” teriak Amber sambil belari meninggalkan Krystal yang sudah mengepal tangannya.

 

 

“Kriiiinggg Kriiinggg”  bel sekolah berdering, semua murid berjalan menuju gerbang sekolah termasuk Krystal dan Amber.

Amber berjalan dengan menyapa para bodyguard Krystal “Wah mau menjemput anak bayi”

Bodyguardnya terlihat bingung “Moodnya sedang buruk, jadi kalian hati-hati” ucap Amber dengan meninggalkan kelima bodyguard Krystal dengan wajah yang takut.

Tak lama kemudian Krystal datang, para bodyguardnya membungkuk pada Krystal tapi Krystal menghiraukannya dan menatap Amber yang sedang menghidupkan mesin motornya.

Krystal menatap geram “Nona muda Jung” sapa salah satu bodyguardnya.

“Broomm brooom broomm” motor Amber melaju meninggalkan sekolah.

“Berikan kunci mobilnya”

“Mwo?”

Krystal menatap dingin “Apa kau tuli?”

“Ta-tapi”

“Cepat!”

Dengan cepat memberikan kunci mobil kepada Krystal, Krystal berjalan menuju mobilnya. Krystal mulai menghidupkan mesin mobilnya.

Para bodyguarnya terlihat panik “Nona muda Jung”

“Nona muda Jung, biarkan kami yang membawa mobilnya”

“Nona muda Jung” panik mereka mencoba membuka mobil sedan hitam.

Krystal, mulai menginjak pedalnya dengan melaju cepat “Nona muda Jung!”

Audi-car-wallpaper-1.jpg

(Mobil yang biasa menjemput Krystal hehe)

Mobil Krystal melaju cepat, kini apa yang di kejarnya telihat di depan matanya. Krystal sedikit menambahkan kecepatan mobilnya.

Kini mobil sedannya berhenti tepat disamping orang yang membuatnya kesal, Krystal membuka kaca mobilnya. Memperhatikan motor hitam dan sosok orang yang menyebalkan baginya.

“Kau llama bodoh!” teriak Krystal yang langsung di respon Amber. Amber membuka helmnya, menatap Krystal dengan terkejut “Waahh sejak kapan anak bayi bisa membawa mobil hahaha daebak!” ejeknya yang semakin membuat Krystal ingin memukulnya.

“Aku tidak ingin bertengkar” ucapnya.

“Baiklah”

“Aku ingin bertaruh denganmu”

“bertaruh denganku? haha apa tidak salah” tawa Amber.

“Tidak, aku ingin bertaruh padamu. Siapa yang duluan sampai di rumah dia akan menang, dan jika salah satu kita ada yang kalah, maka yang kalah harus menuruti permintaan yang menang!  dan yang kalah juga tidak akan mendapatkan makan malam!” ucap Krystal.

Amber mengangguk dengan girang “Aku sangat setuju hahaha, lagipula mana mungkin aku kalah dengan anak bayi sepertimu, tunggu saja kekalahanmu”

Amber kembali memakai helmnya, Krystal menatap lurus jalan.

1

2

3

Ban berdecit, keduanya berjalan dengan cepat. Motor Amber berjalan mendahului Krystal.

Amber tersenyum karena berhasil menyalip mobil Krystal

“Ini akan sangat mudah” ucap Amber dengan menambah kecepatan motornya.

“Jangan senang dulu llama” tak mau kalah dari Amber, Krystal menambah kecepatan mobilnya.

Amber melihat mobil Krystal dari spion motornya yang sudah semakin dekat “Haish!”

Dengan santai Krystal membalap motor Amber. Krystal tersenyum dan kembali menambah kecepatan mobilnya.

Saat menambah kecepatan mobilnya, Krystal tak tahu di depannya ada tikungan yang tajam hingga Krystal menginjak pedal rem mobilnya, untuk menghindari adanya bahaya.

Sedangkan Amber sedikit mengerem, mengimbangkan antara rem dan gas motornya. Alhasil Amber berhasil menyalip mobil Krystal yang berhenti tak jauh dari motornya.

Amber menghentikan motornya, membuka helmnya dan menatap mobil Krystal yang ban nya sedikit keluar asap akibat decitan ban mobilnya.

“Haha kejar aku anak bayi! dasar payah” ejek Amber.

Krystal menjadi geram “Awas kau llama bodoh!” Krystal kembali menginjak pedal gas nya. Krystal dan Amber saling berlapan satu sama lain hingga pada akhirnya mereka sudah mendekati kediaman Jung.

Krystal tersenyum licik, matanya melihat sepion kiri. Krystal membanting stir mobilnya berusaha agar Amber tak menyalip mobilnya. Amber sedikit kehilangan kecepatannya karena mobil Krystal.

Tapi Amber bukanlah sosok yang mudah menyerah, Amber kembali mengegas motornya karena jarak sudah semakin dekat.

Sedangkan Krystal menunggu saat yang tepat untuk menjatuhkan Amber. Kini mereka berdua dapat melihat gerbang rumah yang mulai terbuka.

Amber menambah kecepatannya dan Krystal kembali menghalanginya “Hahha” tawa Krystal.

Mobil Krystal kembali menghadang hingga Amber tak dapat menjaga kesimbangan motornya yang membuat dirinya terjatuh.

Sedangkan mobil Krystal melaju cepat masuk kedalam kediamannya “Wuhuu!! hahahaha” girang Krystal.

Krystal keluar dari mobilnya dengan senyuman bangga, Krystal berdiri disamping mobilnya melihat Amber yang sedang berjalan masuk kedalam rumahnya.

“Ya!!!” teriak Amber kesal dengan bajunya yang kotor.

“Kau licik!” teriak Amber yang berjalan menghampiri Krystal.

Krystal hanya tersenyum bangga dan tidak memperdulikan Amber “Kau benar-benar licik!”

“Licik? apa aku tidak salah dengar, bukankah di dalam taruhan ini tidak ada peraturan? kau kira ini balapan resmi?”

Amber menjadi kesal dengan menatap Krystal “Kau!”

“Apa? sudahlah yang jelas aku menang” senyum Krystal dengan meninggalkan Amber.

“Oh ya” Krystal membalikan badannya menatap Amber dengan memegang helmnya “Persiapkan dirimu, loser dan jangan pernah remehkan aku” senyum bahagia Krystal.

11.47 PM

Krystal tak berhenti tersenyum karena berhasil mengalahkan Amber, dirinya begitu puas karena Amber begitu menyebalkan.

Krystal menaiki anak tangga menuju kamarnya, dengan masih tersenyum.

Tidak tahu mengapa langkahnya terhenti melihat Amber yang sedang berdiri di balkon ruangan atas “Hi loser”

Amber menatap Krystal “Oh kau penyihir licik” ucap Amber yang seketika membuat Krystal kembali kesal.

“Kau masih tidak  bisa terima dengan kekalahanmu llama bodoh? apa kau tidak terima kalah dengan bayi sepertiku, hmm”

“Haish menjengkelkan sekali, mengapa kau begitu kejam! padahal aku sudah baik padamu” ucap Amber.

“Baik? permisi llama bodoh, tapi baik mana yang kau maksud?”

“Aku sudah membantumu dalam pelajaran MTK, bahkan aku yang harus menerima hukuman itu dan apa kau tidak tahu bahwa aku harus mati-matian mengantri untuk mango cakemu itu!”

Krystal mendekati Amber “Tapi aku tidak memintanya, bukankah kau yang mau? mengapa kau menjadi menyalahkanku dan juga aku tidak menyukai mango cakemu itu!”

Amber menaikan alisnya “Kau tidak menyukainya? bahkan Irene saja menyukainya, berarti lidahmu yang aneh”

Krystal menatap Amber “Jadi kau bersama Irene?” tanya Krystal.

“Yap, aku bersamanya kemarin. Wae?”

Krystal membuang mukanya “Tidak ada”

Amber tersenyum “Kau cemburu hah?”

Krystal menatap Amber “Cemburu? hahaha itu hayalanmu saja llama! simpan saja di dalam mimpimu itu, dan jangan berharap menjadi kenyataan!”

“Ckckc lihat, kau bahkan tidak mau mengaku”

Krystal menghela nafasnya “Sudahlah, aku tidak ingin menghabiskan waktuku untuk berdebat denganmu” Krystal meninggalkan Amber.

“Gruuukkk grruuuukk” Krystal menghentikan langkahnya, menahan tawanya dengan kuat.

Wajah Amber menjadi merah dengan memegang perutnya. Krystal kembali melihat Amber “Kasihan sekali, cacing llama kelaparan”

Amber menatap jengkel “Pergilah, cacingku sedang tidak bersahabat”

“Baiklah, aku hanya ingin mengingatkan saja.Bahwa yang kalah harus mengikuti segala segala permintaan yang menang, aku harap kau bisa memahaminya dan juga kau tidak  boleh makan malam” senyum Krystal.

Amber hanya diam, dan Krystal meninggalkan Amber yang kelaparan.

 

 

 

Empire School

Henry, Jonghyun, Key dan Onew terlihat heran yang melihat Amber makan dengan lahap

“Dia seperti tidak makan selama ratusan tahun”

“Mengapa dia seperti monster?”

Amber makan dengan lahap dengan tidak memperdulikan kelima sahabatnya yang dari tadi sudah merasa kenyang hanya karena melihat Amber yang makan.

“Apa di rumah kau tidak makan?”

“Sudah diam aku sudah makan!” ucap Amber dengan melahap dua ayam di tangannya.

“Hei cepat-cepat! ada sesuatu yang terjadi”

“Benarkah? ayo cepat kita kesana”

Kelima sahabatnya menatap suasana kantin yang tiba-tiba menjadi ramai, murid-murid berjalan menuju keluar kantin “Ada apa ini?” bingung Henry.

Jonghyun bangun dari tempat duduknya “Ada apa ini?” tanya Jonghyun kepada seorang murid.

“Ada yang bikin masalah dengan group EXO”

“Exo?” ucap ulang Jonghyun.

Mendengar hal itu Amber menghetikan kegiatannya, menatap murid-murid yang berjalan menuju keramaian.

“Ya Amber kau mau kemana!” tanya Onew, dan di ikuti oleh sahabat-sahabatnya.

Mereka berenam berjalan menuju tempat keramaian, Amber berusaha menyelinap diantara murid-murid.

“Apa kau tuli?”

“Tapi aku tidak sengaja”

Amber menyipitikan matanya, menerka-nerka orang tersebut “Aku bilang bersihkan!” teriaknya.

“Kai?” ucap Amber.

“Apa kau tidak mendengar kata-kataku hah? cepat bersihkan sepatuku, dasar yeoja berwajah jelek!” yeoja itu menangis, menangis tersendu-sendu dengan mengambil sapu tangan di kantongnya.

“Ini kelewatan!” ucap Amber.

“Amber” Henry memegang lengan Amber “Kalau aku jadi kau, aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti ada yang di otakmu saat ini!”

“Aku tidak peduli, ini sudah kelewatan!”

Henry kembali mencegah”Mereka adalah EXO! mereka itu anak emas, kita tidak bisa berbuat apa-apa! ”

Kai dan Exo tertawa. Yeoja itu sudah berlutut di depan Kai, yeoja itu sudah memegang sapu tangan miliknya untuk memberishkan sepatu Kai.

“Hei!” yeoja itu menengok.

“Bersihkan dengan lidahmu” ucap Kai.

“Mwo?”

“Apa kau tidak dengar!” teriak Kai yang membuat yeoja itu semakin menangis tak karuan. Mau tidak mau yeoja itu harus menuruti perkataan Kai, karena kalau tidak dia akan dalam bahaya besar.

Yeoja itu mulai mendekatkan kepalanya ke sepatu hitam milik Kai dengan air mata yang menetes “Haha” tawa Exo.

“Bangunlah, sedang apa kau ini?”

Kai menatap Amber “Kau?”

“Berdirilah, cepat masuk kedalam kelas. Belajar lah dengan benar” Amber membantu yeoja itu berdiri. Dan seluruh murid berbisik-bisik membicarakan Amber.

“Sudah jangan menangis, kalau kau menangis kau tidak cantik lagi” senyum Amber.

“Sekarang masuklah ke dalam kelas, aku akan mengatasi namja bodoh ini” yeoja itu tersenyum kepada Amber.

Amber menghela nafasnya, melihat sekelilingnya “Sungguh kekanak-kanakan”

“Kau mau apa?”

Amber menatap Kai “Aku ingin menggantikan posisi yeoja tadi”

Kai tersenyum licik “Kalau begitu jilat sepatuku” Kai mengangakat kakinya, meminta Amber untuk membersihkan sepatunya.

Amber tersenyum “Tentu saja” angguk Amber.

“Tapi sebelumnya, aku merasa tenggorokan aku merasa tidak enak” Amber memegang tenggorokannya dan melihat seseorang yang memegang ice cream “Ah!”

Amber menghampiri orang tersebut “Boleh aku minta ice creammu?” tanya Amber.

“Ten-ten-tentu” yeoja itu memberikan ice cream kepada Amber.

Amber mulai menjilat ice cream vanilla tersebut “Wah enak sekali”

Amber berjalan mendekati Kai dan “Ups!”

Kai menatap geram Amber, melihat sepatunya tambah kotor karena tumpahan ice cream.

“Aku tidak sengaja” ucap Amber.

“Kau!!” Kai mengepal tangannya, mencoba memukul Amber tapi Amber berhasil menepisnya.

Tak mau kalah, Amber berusaha memukul Kai dan kena di wajahnya “Yeaah!!” seketika murid-murid sorak sorai, karena selama ini tak ada yang berani melawan mereka, Tentu saja pukulan Amber adalah pukulan yang mewakili mereka.

Kai memegang wajahnya, kembali menyerang Amber dengan mengenai bibir Amber hingga berdarah, Amber menatap Kai “Dasar kau!” Amber menghujani Kai dengan pukulan hingga membuatnya terjatuh.

“Hentikan!!” Kai dan Amber melihat ke arah sumber suara.

Matanya melihat sosok yeoja yang berdiri tak jauh dari mereka, Amber bangun dari tubuh Kai yang baru saja dia pukuli karena merasa kesal.

Amber menatap Krystal, begitu juga dengan Krystal yang menatap Amber. Tapi tatapan Krystal tak lama, “Kwaenchana?” ucap Krystal pada Kai dan membantunya bangun.

Amber tersenyum tipis dengan menarik nafasnya “Pas sekali, sungguh menyenangkan melihat kalian berdua bersama”

“Hentikan semua kegilaanmu, apa kau tidak puas dengan terus meganggu?”

Amber hanya diam, ntah apa yang membuatnya kali in diam.

“Ada apa ini!!” teriak guru.

“Bubar semua!!”

“Krystal tolong bawa Kai ke ruang kesehatan dan kau Amber, ikut aku ke ruangan” ucap guru tersebut.

Tapi Amber hanya diam, matanya menatap Krystal yang membantu Kai. “Amber Liu apa kau dengar?!” Amber hanya tersenyum tipis.

Ruang Kepala Sekolah

“Aku kira kau akan berubah Amber Liu” tatap kepala sekolah kepada Amber yang duduk di depannya.

“Kau selalu mendapatkan catatan buruk, dan sekarang kau mengulang kembali. Tuan Jay menitipkanmu kepadaku agar kau bisa berubah”

“Aku hanya memberikan pelajaran kepada namja breng…”

“Hentikan! jaga sikapmu Amber Liu, kau hanya anak titipan dari Tuan Jay. Kalau bukan tuan Jay yang meminta kau tidak akan bisa sekolah disini. Lagi pula kau bukan siapa-siapa, kau bukan anak orang kaya maupun pewaris kekayaan. Jaga perilakmu Amber Liu!”

Amber keluar dari ruangan kepala sekolah, Amber berjalan sepanjang koridor dan memutuskan untuk tidak masuk kelas. Amber duduk kursi taman, “Aneh sekali, mengapa hatiku seperti ini. Rasanya seperti marah, sedih, ingin meluapkan semuanya tapi tak bisa. Aku merasa hati ini tak enak, seperti tak memiliki gairah. Aku seperti ini bukan karena aku menjadi sok pahlawan, wajahku yang lebam atau kepala sekolah yang memarahiku tapi, tapi aku merasakan hati yang tak karuan karena dirinya, iya karena Krystal. Aku tidak tahu mengapa aku bisa menyebut namanya tapi aku tahu alasan mengapa aku seperti ini adalah karena dia.

At class

Krystal Pov

Bel sudah berdering, gurupun sudah masuk kedalam kelas tapi aku masih belum melihatnya. Mengapa dia begitu lama di ruang kepala sekolah? apa dia dapat hukuman? haish lagi pula mengapa dia menjadi ikut campur!

Aggh aku tidak bisa berhenti membayangkan tatapan matanya padaku, matanya begitu sedih. Bahkan aku bisa merasakannya, aku tidak bermaksud untuk tidak menolongnya, hanya saja jika tidak ku hentikan maka Kai akan terus memukulnya, dan juga aku merasa tak pantas untuk menolongnya karena aku dan Kai adalah orang yang sama. Bagaimana bisa aku menolong Amber yang ingin membela seseorang sedangkan aku adalah orang yang sama kejamnya seperti Kai.

Jung’s House

Aku membuka pintu kamarku, kakiku melangkah mendekati kamarnya yang tak jauh dari kamarku. Sudah 3 hari aku tak berbicara padanya, apakah dia marah padaku? rasanya begitu aneh jika dia tidak megangguku, ntahlah seperti ada sesuatu yang kurindukan walaupun menjengkelkan.

Sudah 4 hari ini juga dia pulang malam, aku dengar dari Sulli dia sedang berlatih keras untuk pemilihan tim nasional dan pemilihan timnya adalah besok. Aku yakin dia begitu kerja keras.

Next day 

Author Pov

Tak seperti biasanya Krystal terlihat bangun pagi dan siap-siap berangkat sekolah, Krystal sudah rapih dengan seragamnya dan membuka pintu kamarnya.

Krystal melangkah keluar dari kamarnya dengan kotak di tangannya, Krystal melangkah dengan matanya yang menatap pintu Amber.

Krystal menatap pintu Amber, menatap nya cukup lama hingga Krystal memutuskan untuk menaruh kotak berwarna putih di depan pintu kamarnya.

Krystal menghela nafasnya, kembali menatap pintu kamarnya hingga dia memutuskan untuk pergi.

Tak lama kemudian Amber membuka pintu kamarnya bersiap untuk pergi, tetapi langkahnya terhenti ketika melihat kotak putih di depan pintu kamarnya.

“Apa ini?” bingung Amber.

Amber mengambil kotak putih itu, menatapnya heran dan memutuskan untuk membukanya.

“Wah!” Amber terkejut ketika isinya adalah “Sandwich!! daebak!!” girang Amber.

“Oh apa ini?” Amber melihat kertas berwarna putih kotak tersebut.

“Makanlah sebelum bertanding dan harus di habiskan karena ini buatanku! Semangat stupid llama ^^”

Ntah mengapa Amber tersenyum lebar, hatinya berbunga-bunga bahagia hanya karena kotak ini “Haish! ada apa denganku”

Empire School

Amber berjalan menuju gedung olahraga dengan senyuman di wajahnya, membuat murid-murid heran dengan tingkah Amber.

Kelima sahabatnya menatap aneh “Ada apa dengannya?”

“Apa dia jadi gila?”

“Beberapa hari yang lalu wajahnya terlihat buruk dan hari ini dia tersenyum seperti orang yang kehilangan akal sehat”

Amber hanya diam, menghiraukan perkataan dari sahabat-sahabatnya.

Henry mendekati Amber, mencoba mengambil kotak yang selalu di pegang Amber “Ya!”

“Ya! mengapa kau galak sekali” Amber langsung menjauhkan kotak makannya tersebut dari Henry.

“Aku cuma ingin tahu itu apa? apa itu kotak makanan? sepertinya itu sangat enak” ucap Henry.

“Tidak!”

“Haish berbagilah, pelit sekali”

Ketika mereka asik berbicara, seorang murid belari dengan cepat menuju Amber.

“Amber!” teriaknya dari kejauhan hingga membuat dirinya menengok.

Amber menatap heran namja yang belari itu “Amber!”

“Ada apa denganmu?” tanya Amber.

“Gawat!”

“Gawat apanya?” tanya Amber.

“Krystal…”

Saat mendengar namanya, hati Amber menjadi gusar “Ada apa dengannya?!”

“Krystal pingsan!”

Amber begitu terkejut mendegarnya hingga dia langsung belari tanpa memikirkan apapun selain Krystal.

Amber belari dengan kotak makan yang dia pegang terjatuh, Amber terus belari.

Kelas begitu ramai, “Amber!” teriak Luna.

Amber diam mematung, melihat wajah Krystal yang begitu pucat. Amber belari ke arah Krystal, memegang kepalanya. Mengangkat tubuhnya yang terasa dingin.

Amber megendong Krystal dengan bridal style menuju mobil Krystal, seketika semua bodyguard Krystal menjadi panik, “Cepat buka pintunya!” perintah Amber.

Amber memasukan Krystal ke dalam mobil, “Cepat bawa ke rumah sakit terdekat!”

“Krystal bertahanlah”

Hospital

Tak butuh lama, Krystal segera dimasukan kedalam ruangan khusus.

Amber duduk di depan ruangan dengan menududkan kepalanya, hatinya begitu cemas. Baru kali ini dirinya melihat Krystal yang begitu lemah.

Amber terlihat mondar-mandir di depan ruangan Krystal dengan seketaris Kim yang berusaha menengakan Amber.

“Keluaraga Jung”

Seketaris Kim dan Amber menemui dokter “Bagaimana dengan Krystal?”

“Aku rasa nona Jung mengalami kelelahan akibat anemia yang di idapnya”

“Anemia?” ucap Amber.

“Ya. Untuk beberapa hari ini, nona Jung harus banya istirahat dan harus menjaga kesehatannya” ucap dokter.

Jung’s House 10.30 PM

Krystal Pov

“Erghhh” mengapa aku begitu lemas, kepalaku sedikit pusing dan tenggorokan ku sedikit sakit.

“Nona muda Jung”

Ku buka mata ini perlahan, “Kau sudah sadar?”

“Seketaris Kim”

“Syukurlah”

“Ada apa ini?” tanyaku padanya.

Seketaris Kim menatapku “Kau pingsan nona muda Jung”

“Pingsan?!!” bagaimana bisa aku pingsan?

“Kau kelelahan, kau pingsan di dalam kelas dan untung saja Amber segera membawamu ke Rumah sakit”

“Apa?! Amber membawaku ke Rumah sakit?!!”

Amber membawaku ke rumah sakit? lalu bagaimana dengan pertandingannya! dasar llama bodoh!

“Dimana dia sekarang?”

“Amber berada di kamarnya nona muda Jung”

Aku bangun dari tempat tidurku “Nona muda Jung, tapi anda harus istirahat”

“Aku hanya ke kamarnya, seketaris Kim”

Aku berjalan menuju kamarnya, haish bagaimana ini? apa aku harus mengetuk kamarnya? dan masuk begitu saja. Tapi aku aaaghhhh bagaimana ini!

Tenanglah Krystal tenang, dia hanya Amber, yap Amber llama!

Author Pov

Dengan berani Krystal membuka pintu kamar Amber “Click”

Krystal membuka kamar Amber, kamar yang tak pernah dia masuki sebelumnya.

“Waaah” ternyata suara Krystal membuat Amber kaget.

“Ya! apa yang kau lakukan di kamarku!” kaget Amber dengan langsung meletakan stik PS4 milikinya.

“Tidak ada, hanya ingin ke kamarmu saja, emang tidak boleh?”

“Tidak boleh! aku tidak mengizinkamu masuk kamarku!”

Krystal mulai berjalan melihat-lihat kamar Amber “Mengapa tidak boleh? aku kan tunanganmu” ntah mengapa ucapan Krystal membuat wajah Amber menjadi memerah.

“Haish terserah dirimu, tapi kau tidak boleh mengacak!” ucap Amber yang di hiraukan Krystaal.

“Wah aku tidak tahu kau suka membaca buku” Krystal memperhatikan rak buku kecil Amber yang terusun rapih.

“Haish jangan disentuh!” Amber mendekati Krystal.

“Mengapa tidak boleh? apa jangan-jangan ada majalah prono?” lirik Krystal curiga.

“Haish jangan menatapku seperti itu! mengapa kau ini selalu berfikir buruk tentangku” bela Amber,

“Karena itu memang dirimu” lanjut Krystal menglilingi kamar Amber.

Krystal tersenyum saat memegang sebuah bingkai foto “Wajahmu lucu saat masih kecil tapi mengapa kau berubah menjadi jelek dan menyebalkan”

Amber hanya menghela nafasnya mencoba untuk sabar.

Kini matanya tertarik pada piano hitam di ujung kamarnya “Kau bisa main piano?”

“Tentu saja, kalau tidak bisa buat apa aku menaruhnya dikamar”

“Kalau begitu mainkan satu lagu untukku!” pinta Krystal.

“Tidak mau, ini sudah malam!” tolak Amber.

“Cepat mainkan! apa kau lupa dengan perjanjian kita. Bahwa siapa yang kalah maka..”

“Arrasso arrasso!”

Krystal tersenyum puas ketika Amber menururi perintahnya “Duduk” perintah Amber kepada Krystal.

Krystal dan Amber duduk bersebelahan dengan Amber yang bersiap memainkan piano miliknya.

Amber mulai memainkan jarinya, alunan lagu mulai terdengar indah di telinga Krystal. Jari-jari Amber bermain dengan indah, Krystal sedikit melirik wajah Amber, rambutnya sedikit menutupi bagaian samping wajahnya tapi Krystal masih bisa sedikit melihat ekspresi wajahnya.

Krystal larut dalam alunan musik yang diberikan Amber padanya, suasana menjadi hangat dan begitu indah.

(Amber mainkan lagu Bruno Mars yang Versace on the floor hehe)

Setelah bermain piano dalam 4 menit Amber mengakhiri pianonya “Bagaiamana baguskan?” ucap Amber dengan melihat ke arah Krystal.

Tak disangka mata mereka bertemu, menatap satu sama lain. Tenggelam dalam pikiran masing-masing. Matanya begitu menghanyutka, begitu damai hanya melihat matanya.

Tak ingin terus larut Amber berhenti menatap Krystal karena dia tak sanggup jatuh lebih dalam “Haish bagaimana menurutmu?”

“Bagus” senyum Krystal yang semakin membuat Amber tak karuan.

“Tentu saja” bangga Amber.

“Biane”

Amber langsung terkejut dengan ucapan Amber “Mwo?”

“Tidak ada” ucap Krystal yang membuang wajahnya.

Amber tersenyum “Kiyowo”

“Apa?” tanya Krystal

“Kau lucu, apa kau tidak tahu itu?”

Krystal hanya diam wajahnya sedikit memerah “Biane stupid llama, karena diriku kau tak bisa…”

“Sssstt sudah tidak usah dibahas, yang terpenting adalah kau saat ini baik-baik saja” senyum Amber meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja

“Apa kau yakin? bukankah kau ingin sekali masuk tim nasional” tatap Krystal.

“Sudahlah, mungkin bukan jalanku. Lagi pula jika aku masuk tim, aku tidak ada waktu lagi untuk meganggumu hahaha”

Krystal memukul lengan Amber “Dasar stupid llama”

“Apa tidak ada panggilan yang lain? seperti pangeran atau apa begitu” komplen Amber.

Krystal terlihat berikir “Bagaimana kalau servant!”

“Servant? yang benar saja, mengapa tidak pangeran atau raja tampan?”

“Itu tidak cocok padamu! lagi pula kau harus menuruti semua perintahku!”

“Hufhh baiklah princess” keluh Amber.

“Mwo?”

Amber menatap Krystal “Ehmm sebenarnya sudah lama aku ingin memanggil princess, hanya saja aku takut kepalamu menjadi besar hahaha”

“Ya!”

“Lihat-lihat belum apa-apa kepalamu sudah keluar tanduk!” ejek Amber dengan kabur menjauhi Krystal.

“Sini kau stupid llama!”

Amber memasang wajah jelek kepada Krystal “Weeee, sini kejar aku penyihir hahaha”

“Kemari kau llama!!”

“Hahahaha”


 

Sorry author updatenya lama, seharusnya minggu kemarin sudah di share tapi pas author publish eh malah gak bisa alhasil jadi pada gak ke save dan harus ngulang lagi dari awal.

 

Someday 9

 

Empire School

Bel berdiring, murid-murid mulai masuk gerbang sekolah Empire School

“Hei minggir-minggir mereka datang”

“Itu Krystal, aku dengar dia baru tunangan”

“Benarkah? wah mengapa aku tidak tahu”

“Namja yang beruntung, bagaimana caranya bisa menaklukkan hatinya?”

“Krystal milikku! tidak ada satupun yang boleh menyentuhnya”

Sudah beberapa hari ini semua murid menjadi ribut dan ricuh ketika berita Krystal muncul bahwa dia sudah bertunangan. Banyak namja dan yeoja menjadi patah hati karena Krystal. Krystal, Vic, Sull dan Luna mulai memasuki pintu utama sekolah. Semua mata tertuju kepada mereka ber4.

“Aku langsung masuk kelas saja” pinta Krystal.

Krystal memandang sekitar, Krystal merasa risih dengan tatapan orang-orang padanya, Krystal mulai mempercepat.

“Krystal”

Krystal menatap matanya “Ada apa?”

“Bisa kita bicara sebentar?” ucap Kai.

Krystal mengikuti langkah Kai menuju lorong yang sepi, Kai menghentikan langkahnya dan menatap Krystal yang berada di belakangnya.

Kai menghela nafasnya “Beberapa hari ini kau selalu mengindar dariku, aku menelfon tapi tidak kau angkat aku mengirim pesan singkat juga tak kau balas. Ada apa denganmu?”

“Tidak ada”

Kai menatap Krystal serius “Tidak mungkin, tidak mungkin kau secepat ini tunangan Krystal. Kau hanya main-main kan?”

Krystal menatap Kai “Lalu apa urursanmu?”

“Tentu saja ini menjadi urusanku! kau…”

“Kita hanya sekedar teman bukan? tidak usah berlebihan seperti itu Kai. Bukankah kau bilang kita hanya teman” senyum sinis Krystal.

“Aku tidak bermaksud untuk menolakmu” ucap Kai.

“Lalu apa?” tatap Krystal.

“Hanya saja kau tidak percaya dengan apa yang kau katakan, maksutku kita sudah lama berteman. Sangat kau mengatakan hal seperti itu sedikit membuatku syok. Aku…”

“Sudahlah”

Kai memegang tangan Krystal “Krystal, apa kau tahu saat aku mendengar beritamu itu sungguh membuatku patah hati”

Kai mendekati Krystal “Mungkin cinta datang terlambat, aku baru menyadari perasaan ini saat kau sudah menjadi milik orang lain”

“Krystal aku sadar, aku sadar bahwa saat ini aku benar-benar menyukaimu. Menyukaimu lebih dari seorang teman” tatap Kai serius.

Krystal hanya diam, tidak merespon Kai “Maafkan aku karena telah menolakmu karena aku adalah namja yang bodoh! bagaimana bisa aku menolak yeoja sebaik dirimu Krystal”

Kai semakin mendekati Krystal “Krystal aku menyukaimu, maukah kau…..”

“Waaaaaaahhhhh!!!!!”  Krystal dan Kai menoleh kearah sumber suara.

“Ayo cepat keluar!!!” Semua murid berlarian menuju pintu sekolah.

Krystal dan Kai heran dengan apa yang terjadi saat ini.

Kai menghentikan salah satu murid dengan tangannya “Katakan padaku ada apa ini?”

Yeoja itu menarik nafasnya “Ada anak baru, aku rasa dia adalah seorang chaebol karena gaya dan motor mewahnya, sunggu tampan! sudah ya aku mau lihat dulu!!”

Kai yang biasanya sangat di idamankan para yeoja kini di tinggal begitu saja “Anak baru?”

“Aahhhhhh!!!” semua kembali berteriak seketika sekolah menjadi ramai dan bising.

Rasa penasaran Krystal begitu tinggi, baru kali ini satu sekolah berteriak karena orang lain selain bukan dirinya maupun 4 walls.

Krystal dan Kai melangkahkan kakinya, melangkah ke tempat keramaian.

“Wahhhh tampan sekalii!!”

“Sepertinya dia anak baru!”

Krystal menatap yeoja-yeoja di depannya yang kegirangan, Krystal mencari celah untuk berjalan.

“Minggir!”  Krystal terus menyelinap, menerobos orang-orang yang ada didepannya.

Hingga pada akhirnya Krystal berdiri di barisan paling depan, dengan Kai yang menyusulnya.

Krystal menghela nafasnya. Matanya sedikit menyipit, memperhatikan seseorang yang berada tak jauh didepannya. Memperhatikan dengan seksama, memperhatikan dari atas sampai bawah.

Memperhatikan gayanya yang keren. memakai seragam empire dengan Jaket kulit hitam yang dia kenakan, cincin di jari-jarinya, sepatu nike putih, rambut dark brown dengan tatanan yang rapih dengan motor mewah miliknya semakin membuat yeoja-yeoja berteriak tak karuan.

ecosse-titanium-series-rr-limited-edition_awhXE_48.jpg

(Amber’s motorcycle)

Krystal semakin pensaran, semakin mengira-ngira siapa sosok namja tersebut!

Sosok itu mulai membuka helmnya, rambutnya sedikit berantakan dengan merapihkan sedikit rambutnya. Dia mulai merapihkan pakaiannya.

Dagunya diangkat ke atas, dadanya di busungkan. Wajahnya terlihat jelas, Dan tak butuh waktu lama semua murid terpesona akan dirinya.

“Waaaahhhh”

Tapi tidak dengan Krystal.

Matanya membulat, mulutnya sedikit terbuka. Jantungnya berdebar begitu cepat! matanya tak berkedip sedetikpun. Kakinya terasa lumpuh, terasa lemas dan rasanya ingin jatuh.

Dengan sedikit gelagapan, Krystal memundurkan langkahnya. Semakin mundur hingga tubuhnya dapat ditutupi oleh orang lain.

“Krystal kau tidak apa-apa?” tanya Kai yang bingung melihat Krystal.

Krystal melihat sekeliling, Krystal memutar badannya tak memperdulikan orang yang berada di sekitarnya. Berjalan cukup cepat untuk menjauhi kerumunan murid-murid yang ricuh.

Krystal semakin mempercepat langkahnya karena dia merasa sosok itu berada dibelakangnya.

“Bruukk”  

“Soojungie apa kau tidak apa-apa?” tanya Luna.

“Kau bahkan tidak melihat jalan, kau ini kenapa? kau habis melihat hantu ya?” bingung Sulli.

Sedangkan Luna melihat seseorang yang tak asing baginya. Berjalan dengan senyuman diwajahnya, berjalan layaknya model bintang terkenal dengan yeoja-yeoja yang melihatnya.

Tak kalah dengan Krystal, Luna menjadi syok. Matanya mereka saling bertemu.

“Luna unnie, apa kau tidak apa-apa? haishhh mengapa sekarang semua orang menjadi seperti ini?” heran Sulli.

“Luna unnieee!”

Tak bisa berkata apa-apa, Luna memegang kepala Sulli. Memberikan alasan mengapa Luna dan Krystal menjadi batu.

“Ttt-ttt-tt-iddaak mungkin” ucap Sulli gemetar.

Sosok iu tersenyum “Lama tak bertemu Luna, Sulli dan Victoria”

Mereka bertiga hanya diam, sedangkan Krystal diam-diam berjalan menutupi wajahnya dengan tangannya.

Dia kembali tersenyum melihat tingkah Krystal.

“Lama tak bertemu….”

“……..”

“Tunanganku” senyumnya.

Dan seketika murid-murid menjadi ribut “Tunangan??!!”

“Apa aku tidak salah dengar?”

“Bagaimana bisa?”

“Waahh sial sekali!”

“Jadi dia tunangannya Krystal kita?”

Krystal memejamkan matanya, mengigit bibir bawahnya. Tak sanggup membuka matanya.

“Krrriiingggg” bel berdering.

“Ada apa ini rame-rame, Hei kalian semua cepat masuk kelas!” perintah guru.

Dan dengan cepat Krystal berlari ke kelasnya yang disusul Vic, Luna dan Sulli.

Amber hanya diam, menatap Krystal dari belakang “Haha aku rasa ini akan menarik”

“Kau siapa?”

Amber menatap guru yang berada disampingnya “Kau tidak kenal aku?”

“Haishh kau! kau kurang ajar sekali! siapa namamu hah! dan lihat kau memarkir motormu sembarangan, kau kira sekolah ini milikmu!” teriaknya.

Amber menggosok-gosok telingnya “Haish tidak di sekolah lama tidak di sekolah baru, tetap saja aku diteriaki. Emang aku ini maling?”

“Apa kau berkata apa?” Guru itu menggulung lengan bajunya.

Amber menatap aneh “Sudahlah aku tidak ingin membuang waktu” Amber membungkukan badannya “Annyeong haseyo Amber Liu imnida, aku adalah murid baru”

“Amber liu?” pikir guru.

“Ooooh kau adalah Amber Liu dari Jung Corp?”

Amber menghela nafas “Nde” jawabnya singkat.

Guru tersebut tertawa canggung “Hahahaha mengapa kau tidak bilang hahaha”

“Hufh yang benar saja” keluh Amber.

“Baiklah Amber kau bisa ikut saya”

Amber mengikuti guru tersebut.

Sedangkan di kelas

Krystal terlihat melamun, dia tidak tahu harus berbuat apa “Apa aku harus pindah sekolah? aku tidak ingin melihat wajahnya!” batin Krystal.

“Luna unnie”

“Hmmm” jawab Luna yang menulis.

Sulli sedikit mendekati Luna yang memperhatikan papan tulis “Apakah itu Amber?”

Luna memandang Sulli “Menurutmu?”

“Hmm tentu saja dia, hanya saja.. hanya saja mengapa dia begitu tampan” tatap Sulli dengan mata yang berbinar-binar.

Luna dengan seketika menghentikan kegiatannya “Kau benar, kau tau. Sebenarnya dari tadi aku memikirkanya” bisik Luna.

“Tapi Soojungie tidak menyukainya, padahal dia lucu. Apalagi dengan penampilannya yang sekarang” bisik Sulli.

Luna menoleh arah sampingnya, melihat Krystal yang seperti mayat hidup.

“Kasian sekali Soojungie”

“Tok tok tok”

Guru berhenti menulis dan semua murid melihat arah pintu yang terbuka.

“Maaf aku meganggu waktumu”

“Tidak apa” jawab guru.

“Aku ingin memperkenalkan murid baru untuk kelas ini”

“Murid baru?” pikir Sulli.

“Apa jangan-jangan!” Sulli dan Luna saling bertatapan dan …..

“Annyeong haseyo Amber Liu imnida” bungkuk Amber dengan senyumnya.

Krystal tersenyum jengkel “Bunuh saja aku”

Tampan sekali”

“Wah kita beruntung bisa satu kelas dengganya”

“Hei semua tenang-tenang!” pinta guru.

“Amber kau bisa duduk di belakang Krystal Jung”

“Ne”

Krystal memijat dahinya, kepalanya terasa mau pecah. Sedangkan Amber berjalan menuju bangku baru miliknya.

Amber menaruh tasnya dan menyenderkan tubuhnya di kursi, menatap Krystal dari belakang dengan senyuman di wajahnya.

Sebenarnya Amber tak berhenti tertawa di dalam hatinya.

Krystal POV

Ahhhh!!!!! aku gila! bagaimana bisa aku satu sekolah dengannya! belum lagi sekarang semua orang tahu bahwa dia adalah tunangannku dan terlebih lagi di depan Kai! apa dia sudah gila? ya ya aku lupa bahwa dia memang orang gila!

Lihat wajah bodohnya! apa dia tidak bsia berhenti tersenyum, rasanya ingin sekali ku cabik-cabik wajahnya!

Terlebih lagi dia duduk dibelakangku, apa tidak ada tempat lain di kelas ini! sungguh aku merasa risih.

“Baiklah pelajaran akan kita mulai”

Amber POV

“Hoaaaammm” membosankan sekali, ntah apa yang dibicarakan guru ini. Egh malah perutku lapar!

“Krriiingg krriiingggg” suara bel berdering.

“Yeay!” girangku.

Tapi tunggu dulu mengapa mereka menatapku? apakah suaraku terlalu kencang? “Apa lihat lihat?”

“Ehmm baiklah kita akhiri mata pelajaran hari ini, selamat siang semua”

Ku senderkan tubuh ini, sedikit ku renggangkan otot-ototku “Hoaah lelah sekali”

“Krystal tunggu” ada apa dengannya? ckckc lihat bahkan teman-temannya ditinggal olehnya.

Baiklah ayo kita ke kantin.

Aku berjalan menuju kantin, ntah mengapa semua orang menatapku. Aku tidak merasa risih, hanya saja tatapan mereka ada yang marah dan ada yang berbinar-binar.

“Hmm aku makan apa ya?” pilihku.

“Hei hei lihat itu tunangan Krystal”

“Oh jadi ini orangnya”

Haishh apa mereka membicarakanku? huffhh benar-benar luar biasa.

Makan siangku kali ini adalah hamburger dan kentang goreng, benar-benar seperti orang kaya bukan? aku mengitari kantin ini, harusku bilang bahwa kantin mewah ini cukup besar.

“Ah itu bangku kosong” ku berjalan menuju 4 bangku kosong.

Saat aku ingin duduk seseorang menarik lenganku “Ya! apa yang kau lakukan?” haish siapa orang ini? mengapa orang-orang di sekolah ini aneh-aneh.

“Kau tidak boleh duduk disini”

“Mwo? haha yang benar saja, mengapa aku tidak boleh? bukankah tempat ini kosong?” heranku.

“Haishh pokoknya tidak boleh, tempat duduk itu sudah ada yang menempati”

Menempati? aku kembali melihat, dan masih kosong. Apa namja ini gila “Siapa yang menempati? hantu? haha sudah aku ingin makan”

“Haishh tidak bisa, ayo ikut aku”

Seragamku ditarik olehnya “Yayaya! apa-apaan ini!”

Haish apa-apaan dia ini “Kau ingin ribut denganku!”

Dia menatapku “Ayo duduk, sebentar lagi juga kau tahu mengapa aku tidak mengizinkanmu duduk disana”

Hmm aneh sekali, tapi mau bagaimana lagi perutku sudah lapar.

“Baiklah selamat makan” saat aku ingin memakan hamburger double beef ku, tiba-tiba kantin menjadi ribut. Ku melihat sekeliling, ada apa ini? apa ada kebakaran?

Seketika mataku menatapnya, berjalan bagaikan model dengan wajah dinginnya, mengabaikan orang-orang disekitarnya dengan menatapnya penuh harapan, berharap tatapannya di balas olehnya. Semua murid memberi jalan kepada mereka. Haish memang dia pikir dia siapa!

“Kau lihat bukan? itu yang kumaksud”

Kutatap namja yang disampingku “Sungguh aku masih tidak mengerti”

“Haishh kau ini bodoh sekali, kau lihat kan ke4 yeoja super duper cantik! mereka itu adalah 4 walls!”

4 walls?

“Hmm bagaimana ya menjelaskannya” bingung namja tersebut.

“Jelaskan saja pelan-pelan”

“Baiklah, mereka ada 4 walls. Mereka sangat berkuasa di sekolah ini!” aku melihat wajahnya yang begitu antusias.

“Tak ada satupun yang berani kepada mereka, karena mereka bisa melakukan apa saja, kau tahu kan mereka ber4 adalah anak-anak dengan keluarga yang berpengaruh di Korea Selatan dan terlebih lagi mereka ber4 adalah yeoja yang berwajah seperti dewi dewi kayangan! selain kaya, mereka sangat di idolakan di seluruh Korea Selatan”

Hmmm jadi seperti itu, jadi mereka bagaikan ratu di sekolah ini. “Dan lihat, bangku yang ingin kau duduki tadi adalah bangku mereka. Tidak ada yang berani duduk ditempat  mereka, kalau tidak..”

“Kalau tidak?”

“Kalau tidak mereka dapat masalah”

“Haishh mereka itu preman atau apa?” bingungku.

“Ya mengapa kau berkata seperti itu! bukankah salah satu diantara mereka adalah tunanganmu, mana bisa kau berkata seperti itu!”

ckckckc lihat namja bodoh ini “Kau membela mereka?”

“Tentu saja!”

“Untungnya bagimu apa?”

“Hmm tidak ada, hanya saja aku fans berat mereka! terutama Krystal Jung! aku tahu semua tentangnya, tidak hanya Krystal tapi mereka semua Luna, Vic dan Sulli! tapi karena Krystal sudah ada yang punya, jadi kuputuskan biasku saat ini adalah Victoria” jelasnya.

Aku tatap mereka ber4 dari kejauhan, jujur saja aku tak heran mereka di idolakan “Hei, bagaimana bisa kau menjadi tunangannya Krystal kami?”

Krystal kami? mengapa banyak sekali orang-orang bodoh akhir-akhir ini “Bukankah kau tadi bicara kau tahu banyak tentang Krystal”

“Hmm tentu saja! hanya saja Krystal sedikit tertutup, sedikit sulit mengorek kepribadiannya” ucapnya.

“Jadi kau tahu banyak tentang Krystal?”

“Yap! tak hanya Krystal tapi semua nya!”

Aku mengangguk “Baiklah, apa kau bisa menjelaskan kepadaku tentang sekolah ini termasuk 4 walls”

“Tentu saja! aku akan membantu, oh iya aku lupa memperkenalkan namaku. Namaku adalah Henry, sebenrnya kita ini sebangku hahaha, hanya saja tadi aku telat. Beritamu langsung tersebar luas”

Sebegitunya apa mereka terhadap Krystal “Kurasa aku akan mati jika menyakiti Krystal”

“Haha tentu saja buddy! tapi tenang saja aku akan melindungimu”

Aku menatapnya aneh “Kenapa? bukankah kau fansnya mereka”

“Aku memang fansnya mereka, tapi bagaimanapun aku tidak bisa mendapatkan mereka. Lagi pula aku bukan sasaeng fans, dan juga lihat dirimu! haish aku rasa wajah-wajah sepertimu tidak akan mempermainkan Krystal. Dan aku juga yakin Krystal tidak akan mempermainkankmu seperti dia mempermainkan perasaan namja namja lain”

Namja-namja? “Apakah sebelumnya Krystal memiliki kekasih?” tanyaku.

Henry mengangguk “Krystal tunangnmu itu adalah seorang playgirl, banyak hanti namja yang dia patahkan hanya untuk bersenang-senang”

Hmmm jadi kau adalah seorang player Krystal Jung, “Ayo ku antar keliling” ajak Henry.

Ku berjalan menelusuri sekolah mewah ini bersama teman baruku Henry, “Hei Henry what’s up!”

Aku rasa dia cukup populer di sekolah ini “Hei” dia memang bahuku.

“Kau lihat itu?” tunjuknya mengarah ke sebuah taman, ku sedikit menyipitkan mataku.

“Lihat bukan” aku mengangguk, aku melihat beberapa yeoja-yeoja yang bisa kubilang cantik.

“Mereka adalah Red Velvet, mereka adalah yeoja-yeoja populer setela 4 walls. Mereka adalah Irene, Seulgi, Wendy, Joy dan Yeri. Cantik-cantik bukan? haha mereka adalah anak anak dari pengusaha besar dan pemilik stasiun tv”

Kami kembali berjalan, berhenti di sebuah ruangan “Kau tahu ini ruangan apa?” ku gelengkan kepalaku.

“Ruang fans club!”

What? hahaha ini sekolah atau tempat agensi hiburan? “Yang benar saja!”

“Tentu saja! di ruangan ini tempat kami membicarakan 4 walls dan kelompok lainnya! tapi kebanykan 4 walls. Disini kami berdiskusi mengenai mereka dimulai dari hari ulang tahun mereka, barang kesukaan mereka, dll”

Ku hela nafas ini, tidak percaya apa yang ku dengar “Kau ingin masuk?”

“Kau yakin menyuruhku masuk? apa kau tidak lihat mereka menatap dengan tajam seperti ingin membuangku ke laut” kulihat mereka dari luar jendela yang menatapku sinis.

“Aaah iya, mereka masih terluka karena Krystal. Ayo lanjut lagi”

Kami lanjut berjalan, kali ini kami berhenti di lapangan basket “Mereka adalah namja-namja yang populer di sekolah ini, mereka adalah Exo tapi mereka tak sekaya 4 walls”

Aku menatap mereka yang sedang asik bermain basket “Dan kau lihat namja yang berbadan tinggi itu”

Ku anggungkan kepalaku “Dia adalah Kai, dia adalah namja yang paling dekat dengan Krystal. Banyak yang mengatakan mereka berkencan tapi yang kudengar adalah hmm kalau tidak salah beberapa minggu yang lalu bahwa Krystal menyatakan cinta nya pada Kai”

Aku terkejut mendengarnya “Aku rasa itu tidak mungkin”

“Hmm aku juga tidak tahu, dan Kai menolak cintanya dan sekarang Kai kembali mengejar Krystal”

Ku berfikir sejenak “Kau mengatakan Krystal menyatakan cinta belum lama ini?”

“Yap”

Hmmm aku rasa aku tahu mengapa Krystal berbuat seperti itu.

“Krriiing kriiinggg!”

Bel berunyi, aku dan Henry kembali ke kelas.

Semua murid duduk di bangku nya masing-masing tapi bangku di depanku masih kosong. Kemana dia?

Ohh baru saja ku bicarakan. Aku malas melihatnya, kubuang wajahku untuk tidak bertatapan dengannya.

Author POV

Semua murid mulai keluar dari kelas dengan membawa tasnya masing-masing. Amber terlihat lelah di hari pertamanya sekolah. Sedangkan Krystal berusaha untuk menghindari Amber.

Amber berjalan “Tuan Amber”

“Kau?” mereka memberikan salam kepada Amber.

“Sedang apa kau disini Tae?” bingung Amber.

“Kami disini untuk menjemput nona muda Jung”  ucap Tae.

“Ohh menjemput si penyihir, ckckc menjemput satu orang saja mengapa begitu banyak orang hufh” Tae hanya tersenyum mendengar Amber.

“Baiklah kalau begitu aku pulang duluan”

“Hati-hati tuan Amber”

Amber mulai menaiki helmnya dan mulai menghidupkan mesin. Semua bodyguard membungkuk kepada Amber sebelum motonya melaju cepat.

Tidak lama kemudian, Krystal telihat dengan wajah dinginnya.

“Nona muda Jung” salam Tae.

Krystal menghiraukan Tae dan melaju masuk kedalam mobil mewah miliknya. Taeyeon memberikan isyarat untuk segera berangkat.

Di dalam perjalanan Krystal hanya diam, tetapi ada sesuatu yang aneh “Mengapa kita lewat sini? bukankah kita akan pulang kerumah” tanya Krystal kepada Taeyeon.

“Tentu nona muda Jung, hanya saja kita akan kerumah barumu”

Wajah Krystal menjadi berubah “Mwo? apa maksutmu!”

“Nona muda Jung akan tinggal dirumah baru, semua perlengkapan sudah kami siapkan untukmu”

“Tidak-tidak, untuk apa kau pindah? memang ada apa dengan rumah yang lama?” bingung Krystal.

“Ini perintah dari tuan besar Jay Jung” ucap Taeyeon.

“Perintah kakek?” Krystal tersneyum tipis, perasaanya tidak enak.

“Ya! putar mobilnya!” perintahnya kepada supir.

Supir Krystal hanya menoleh “Ya! ku bilang putar arahnya atau kalian aku pecat!” geram Krystal.

“Maaf nona muda Jung” ucap Taeyon.

Ban mobil berdercit, mobil mewah Krystal kini tengah berhenti di perkarangan yang luas. Semua pelayan sibuk berdiri di depan pintu dengan membukkan pintu mobil Krystal “Selamat datang nona muda Jung” bungkuknya.

Krystal hanya diam tak merespon, kakinya melangkah masuk. Matanya melihat sekeliling, ini untuk pertama kalinya Krystal tahu bahwa kakeknya memiliki rumah.

Krystal mulai masuk, matanya melihat kiri dan kanan. Melihat sekeliling rumah barunya. luxury-house-interior-bedroom-elegant-home-interiors-villas-design.jpg

“Bisa kau jelaskan mengapa aku harus pindah seketaris Kim” tanyanya kepada Taeyeon.

“Maaf nona muda Jung, saya hanya dapat perintah dan….”

Belum menyelsaikan kata-katanya, Krystal melihat sosok orang yang saat ini paling dia tidak sukai! masih mengenakan seragam dengan sepotong roti di tangan kanannya.

Mata Krystal membulat tak percaya dengan apa yang dia lihat.

“Kau sudah datang?” senyum bodohnya.

“Kau”

“Hei Krystal welcome to our house” senyumnya lagi dengan mengunyah roti.

Krystal seperti terkena serangan jantung, “rencana gila apalagi yang kakek perbuat!”

“K-k-k-au bilang our house?”

“Yap, rumah kita”

Krystal memegang kepalanya, pengelihatnya kabur.

“Nona muda Jung kau tidak apa-apa?”

“Satu sekolah”

“Dan satu rumah!!”

“Bunuh saja aku”

 

———————————————————————–