Someday 11

“Berhenti”

“Ku bilang berhenti!”

Amber menghetikan langkahnya, memutar balik badannya. Menatap Krystal dengan tatapan bingung “Wae?”

“Mengapa kau melakukannya?”

Amber mengerutkan alisnya “Melakukan apa?”

“Tidak usah berpura-pura bodoh. Saat aku bersama Kai kau datang secara tiba-tiba dan berbohong”

Amber terlihat berfikir “Ohh ehmmm, tidak tahu. Aku ingin melakukannya saja”

Krystal menatap curiga “Kau mengikutiku?”

“Hahaha tentu saja tidak! untuk apa aku mengikutimu, melihatmu saja aku malas” cibir Amber.

“Lalu mengapa kau tiba-tiba bisa jatuh dari atas pohon? kau kira aku bodoh sepertimu”

“Hmm itu karena aku suka memanjat pohon, dan kebetulan ada kalian dibawah sana! jadi karena aku terkejut karena suara kalian jadi aku terjatuh!”

Krystal menggelengkan kepalanya “Lalu mengapa kau berbohong pada Kai bahwa kita memiliki tugas?”

“Karena.. ehmm karenaaa, haish sudahlah! aku ingin ke kamar mandi!”

“Ya!! kau mau kemana”

Amber pergi meninggalkan Krystal.

Next day

Seperti biasa Krystal berjalan dikoridor sekolah menuju kelasnya. Saat Krystal berjalan dia merasa seperti ada yang mengikutinya, sesekali dia menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang dan tak menumkan apa-apa.

Next day

Selepas dari kantin, Krystal menuju ruangan kepala sekolah dan lagi-lagi Krystal merasa seperti ada yang mengikutinya kembali Krystal menghentikan langkahnya “Haish mengapa akhir-akhir ini aku merasa aneh?”

d91317648e3e8ce6c33692d73871d77b.jpg

(Seperti ini kira kira hahaha)

Next day

Lagi dan lagi, Krystal merasa disetiap langkahnya seperti ada yang mengawasi, seperti ada sesuatu yang memperhatikannya dari belakang. Krystal terlihat berfikir, dia kembali berjalan menuju lorong dengan langkah yang cepat. Krystal bersembunyi di balik tembok dengan mengambil sapu di ruang kebersihan untuk jaga-jaga tentunya. Langkah kaki seseorang itu mulai terdengar, langkahnya semakin dekat dan Krystal siap- siap memegang gagang sapunya dan …

1

2

3

Sapu mulai dilayangkan oleh Krystal dan pas mengenai bahu dari orang misterius tersebut.

“Aw”

“Aw”

“Aw”

“Rasakan!”

“Rasakan ini kau!!”

Krystal terus memukulnya hingga orang itu jatuh ke lantai.

“Hei hei hentikan ini sakit sekali! Ya Tuha kejam sekali wanita ini”

“Tidak! rasakan ini kau penguntit!” Krystal terus memukul, hingga pada akhirnya orang itu membalikan badannya agar Krystal berhenti memukulnya.

“Kau!”

“Ya Tuhan badanku sakit sekali”

Krystal terlihat kaget “Jadi kau yang selama ini mengikutiku llama bodoh?!”

Amber masih memegang badannya dan mencoba berdiri “Anio! aku tidak mengikutimu, mengapa kau cepat sekali merasa tersanjung!”

“Tidak usah banyak alasan” ucap Krystal dengan masih memegang sapunya.

Amber terlihat gugup “Untuk apa aku mengikutimu? setiap hari tidak sekolah dan dirumah aku melihat wajahmu sudah merasa bosan dan sekarang kau menuduhku karena mengikutimu! aigooo aku ini banyak kerjaan yang harus ku lakukan!” belannya.

Krystal melangkah maju dengan sapu di tangannya sedangkan Amber terlihat takut dan sedikit memundurkan langkahnya.

“Ya kau, berhenti!” ucap Amber untuk menghentikan Krystal yang akan memukulnya

“Aku ti-ti-tidak mengikutimu” geleng Amber.

“Oh ya” Krystal menaikan sapunya.

“Ya Krystal Jung turunkan sapumu, itu adalah sapu kayu dan itu sakit sekali!” takut Amber.

“Lalu cepat mengaku atau tidak…” Krystal siap memukul Amber dan…

“Ya ya ya baiklah, baiklah tunggu sebentar! jangan memukulku dulu, tenanglah sedikit. Haishh mengapa dia ini suka sekali menyiksaku”

“Cepat katakan!”

“Iyaaa, sebenarnya…”

“Sebenarnya” ulang Amber.

“Ehmmm…” Amber lagi.

Tanpa pikir panjang Amber berlari dengan kencang menjauhi Krystal “Ya!! kau llama!!” teriak Krystal.

“Lalalalalala kejar aku penyihir! hahaha” Amber menjulurkan lidahnya mengejek Krystal yang tentu saja membuat Krystal semakin panas.

“Kau!!” teriak Krystal.

“Hahahaha” tawa Amber yang menjauhi Krystal.

“Aaaahhh! aku bisa gila, dia itu sebenarnya manusia atau bukan!” kesal Krystal.

Next day

Krystal kembali berjalan tanpa sahabat-sahabatnya menuju kelas, dan lagi Krystal seperti ada yang mengikuti. Krystal memasang wajah kesal “Apa dia belum puas hah? baiklah kalau ini maumu llama bodoh” Krystal menyiapkan buku tebal ditangannya untuk memukul Amber dengan kuat.

Dan….

“Rasakan ini llama bodoh!” Krystal terus memukul.

“Krystal ini aku” Krystal menghentikan pukulannya karena suara yang dia dengar berbeda.

“Kai?” kejutnya.

“Ada apa denganmu?” bingung Kai.

“Biane. Aku telah memukulmu, aku kira kau adalah llama bodoh itu.

Kai mengerutkan dahinya “Llama bodoh? maksutmu Amber?”

Krystal memilih diam tidak menjawab Krystal “Apa dia melukaimu? apa dia macam-macam denganmu?” tanya Kai.

“Tidak, kau tidak usah khawatir” senyum Krystal.

“Kalau ada apa-apa kau bilang padaku arraso!”

Krystal mengangguk.

“Aku ingin memberi tahu kepadamu bahwa besok ada seleksi tim sekolah untuk pertandingan basket nasional. Aku ingin kau datang untuk mendukungku, kau mau kan?” pinta Kai.

“Tentu” senyum Krystal.

“Baiklah, aku akan bermain dengan baik bila ada kamu” senyum Kai.

“Sampai besok”

“Ya sampai besok” ucap Krystal.

Amber pov

Kalau hari ini aku membuntutinya lagi, aku bisa mati dipukuli olehnya! haishh bagaimana ini? kalau dia terjadi apa-apa bagaimana? tapi ini kan disekolah, aku tidak perlu khawatir tapi bukankah dia memiliki banyak fans, jika ada fans fanatik yang ingin menykitinya bagaimana?? lalu dia terluka, masuk rumah sakit dan tuan Jay Jung akan marah besar padaku! dan aku akan kembali jatuh misikin! aaahh tidak-tidak.

“Ada apa denganmu?”

“Aku merasa gila”

“Hahaha apa kau ada masalah? ceritalah pada kami”

Aku menatap Henry yang berada di sampingku, dan menatap Key, Jonghyun dan Onew yang berada di depanku. Yap mereka adalah teman-teman baruku.

“Kau adalah masalah dengan Krystal?” tanya Key dengan merapihkan rambutnya yang sama sekali tidak boleh berantakan.

“Tidak”

“Jangan berbohong, aku tahu menjadi tunangan Krystal bukanlah hal yang mudah haha. Kau harus banyak bersabar” ucap Onew.

“Tapi aku menyukai wanita seperti Krystal, dia begitu dingin dan membuatku penasaran kepadanya” ucap Jonghyun.

“Dia itu seperti black hole yang siap membuat kita masuk kedalam dunianya tanpa bisa pergi kemanapun, membuat kita menjadi gila dan akhirnya kita akan stuck ditempatnya dengan waktu yang lama!” ucap Henry.

Aku hanya menggelengkan kepalaku, melihat wajah mereka kecuali Key yang sibuk dengan dandannya tentu saja dia adalah diva “Bagaimana bisa kalian menyukai penyihir seperti itu?”

“Penyihir? bagaimana bisa kau menyebut wajah dewinya dengan sebutan penyihir!” bela Jonghyun.

Lihat dia aigoo tunggu sampai kau tahu siapa idolamu sebenarnya “Mana ada seorang dewi dapat memukul dengan keras, bukankah dewi-dewi dikayangan adalah sosok yang lembut. Bagiku dia seperti petinju kelas berat!”

Aku kembali dengan pikiranku, tugasku sekarang ini adalah bagaimana menjaga penyihir itu agar tidak terjadi apa-apa. Hufhh hampir setiap hari tuan Jay memintaku untuk melihat kondisi cucung kesayangan nya itu! bagaimana ini tidak membuatku tertekan.

“Daripada kau terus memikirkan Krystal lebih baik selepas kita pulang sekolah kita makan malam bersama, aku dengar ada restoran Perancis yang baru buka atau bagaimana kalau kita shooping!” ucap Key.

Yap tentu saja, karena tuan Jay aku bisa makan enak dan belanja sepuasnya. Aku bisa membeli apa saja yang aku mau tanpa pikir dua kali! bajuku tidak seperti dulu, sekarang aku memiliki baju dengan brand-brand terkenal dunia, sepatu, jam tangan, dll dengan harga yang selangit dapat kubeli tanpa takut akan kehabisan uang.

“Aku tidak bisa, sore ini aku ada janji dengan Minho, kalian saja”

“Hm baiklah! kami akan datang, tenang saja Amber!” aku tersenyum mendengarnya.

21.27 PM

“Brroomm brrooommmm”

Kumatikan mesin motorku, menatap pintu rumah mewah yang kini menjadi rumahku. Aku melangkah masuk dengan pelayan rumah yang siap menyambutku.

“Makan malam anda sudah kami siapkan tuan muda”

“Baiklah aku ganti baju dulu” ucapku.

Aku menaiki anak tangga, melangkah menuju kamarku dengan helm yang kupegang. Sebelum masuk kamar, aku menatap pintu kamarnya. Apa dia sudah tidur? hmmm. Sudahlah apa peduliku, aku harus istirahat karena besok adalah hari besar untukku. Hari yang ku tunggu-tunggu dalam sejarah hidupku.

Next day

Hari ini cuacanya lumayan dingin, untung saja aku memakai jaket agar tidak kedinginan saat aku mengendarai motorku.

Aku mengendarai motorku tepat di belakang mobil Krystal, satu mobil dibelakangku dan satu mobil didepan mobil Krystal. Tentu hidupnya benar-benar seperti putri raja, bukan?

Aku melihat lampu lalu lintas di depan, sedikit kupercepat motorku. Lampu lalu lintas kini berwarna merah, motorku kuhentikan tepat disamping mobil sedan Krystal dengan dia yang sedang melamun menatap luar jendela. Ntah apa yang dipikirkan olehnya aku tak mengerti.

Kubuka helmku, dan kusapa dirinya dari luar “Good morning penyihir!” senyumku, hahaha ntah mengapa aku suka sekali menggodanya dan lihat haha tatapnnya padaku, aigooo lucu sekali. Semakin ingin ku menggodanya.

Dia mengalihkan padangannya tapi aku terus menatapnya dari luar, “Hei kau penyihir, apa kau sudah sarapan?” suaraku yang ku keraskan, yang tentu saja dapat didengarnya.

Wajahnya kini berpaling tak menghadap jendela lagi, wajahnya masih ketus. Bagaimana bisa dia menyambut pagi hari dengan wajah seperti itu!

“Apa kau tidak sarapan? mengapa kau tak begitu semangat? semangatlah anak muda! apa kau tidak ingin sepertiku yang selalu semangat setiap hari. Kau harus contoh diriku”

Bukanya mendengarkanku, dia malah memakai earphone nya. Haishh aku kan sedang memberi nasihat padanya.

Kupakai lagi helm hitamku, bersiap kembali membawa motor ini menuju Empire School.

Tak butuh waktu lama, mobil dan motorku masuk ke perkarangan Empire School. Krystal mulai turun dari mobilnya dengan wajah yang sama saat berada di mobil tadi dan aku memakirkan motorku dan bergegas masuk karena hari ini adalah hari istimewa bagiku!

Author POV

Hari ini Empire School sedang tidak ada jam pelajaran karena hari ini adalah hari seleksi cabang olahraga dari seluruh sekolah dengan Empire School sebagai tuan rumahnya dalam menyeleksi calon tim nasional untuk pertandingan tingkat nasional seperti olahraga berenang, golf, berkuda, panah, bulu tangkis, sepak bola dan bola basket.

Murid-murid memenuhi setiap gedung olahraga ataupun lapangan olahraga, tidak semua murid bisa masuk kedalam seleksi tim nasional dari Empire. Tak ada satupun murid berada di kelas karena mereka menantikan siapa yang akan masuk tim nasional.

Sedangkan Krystal sedang berjalan santai di koridor sekolahnya “Krystal”

Krystal menoleh “Kau akan datang kan?”

“Tentu Kai”

“Baiklah”

Kai pergi meninggalkan Krystal dan tak lama kemudian Luna, Vic dan Sull datang.

“Aku rasa Kai menyesal menolakmu, kali ini dia begitu beda padamu” ucap Luna.

Krystal hanya diam tak menjawab “Kau akan ke gedung olahraga bukan?” tanya Sulli.

“Ya”

“Wah daebak! tumben sekali” ucap Vic

“Aku berjanji pada Kai untuk menonton pertandingan basketnya” ucap Krystal.

“Kau ingin menonton Kai? aku kira kau akan menonton pertandingan basketnya Amber” ucap Sulli.

“Amber???”

“Iya Amber, dia masuk ke dalam tim pria. Minho yang menawarkan padanya untuk join kedalam timnya” ucap Sulli.

“Tapi Amber adalah seorang yeoja” bingung Krystal dalam benaknya.

4 Walls bergegas untuk menuju gedung olahraga yang sudah di padati murid-murid.

“Hei! minggir kalian semua, ini adalah kursi untuk 4 walls!” ucap salah satu ketua fans mereka.

Dan segara mungkin para murid-murid pergi dan memberikan space untuk 4 walls duduk.

“Terima kasih” ramah Luna.

Krystal mulai duduk, matanya melihat lapangan basket.

Krystal melihat papan pengumuman bahwa Empire School akan segera bertanding melawan Seoul High School.

“Aku rasa lawan sekolah kita cukup berat” ucap Vic yang berada di samping Krystal.

Para juri serta tim nasional basket Korea Selatan datang untuk melihat langsung talenta yang mereka miliki hari ini. Mereka tim juri akan melihat skill mereka bermain basket.

Sedangkan Amber terlihat begitu gugup karena ini untuk pertama kalinya dia bermain basket di tonton dengan orang yang begitu banyak dan terutama akan dinilai cara bermainnya. Biasanya Amber hanya bermain basket di lapangan biasa ataupun disekolahnya. Amber sudah memiliki skill bermain basket yang baik hanya saja sekolah Amber tidak begitu memperhatikan skill dari Amber terlebih lagi sekolah Amber dulu adalah sekolah yang kecil.

Amber terus menarik nafasnya dan meminum air putih untuk menenagkan dirinya “Hufhh tenanglah! anggap saja aku bermain basket di sekolahku dulu! tenang Amber tenang!”

“Hei Bro,Kwaenchana?” tanya Onew dan disusul lainnya.

“Ah tidak apa-apa haha”

“Lihat wajahmu hahaha kau begitu gugup! tenang saja, kami akan mendukungmu!” rangku Jonghyun.

“Lagi pula aku yakin kau akan bermain bagus karena ada Krystal yang akan menyemangatimu!” riang Henry.

Bukanya senang, Amber malah menjadi panik “Krystal??”

“Mengapa kau semakin panik? bukankah kau harus senang tunanganmu datang untukmu!” ucap Onew.

Bagaimana kalau aku bermain jelek? bagaimana kalau aku tiba-tiba hilang konsentrasi! aghhhh dia pasti akan menertawaiku dan pastinya akan mengejekku!” pikir Amber.

“Bersiap-siaplah!” ucap kapten.

“Oh iya aku ingin memperkenalkan kalian kepada tim baru kita yaitu Amber Liu” ucap kapten basket yang bernama Minho.

Amber memberikan salam kepada tim basket barunya yang baru saja dia temui, yap! Amber baru di rekrut sehari sebelum bertanding. Minho yakin bahwa Amber sudah mahir dalam bermain basket jadi dia mempercayakannya pada Amber terlebih lagi tim mereka kekurangan satu orang.

Saat memberikan salam, Amber melihat seorang namja yang menatapnya dengan sinis.

“Kai?” benak Amber.

Amber seperti berfikir sejenak “Hmm aku rasa Krystal datang kesini untuk dirinya” pikir Amber.

“Bagaimana bisa dia masuk tim kita begitu saja Minho? kita bahkan tidak tahu bagaimana kemampuanya” cela Kai.

Semua orang menatap Kai, seperti setuju dengan kata-kata Kai.

Minho menatap Amber “Percayalah padaku teman-teman” ucap Minho.

Kembali ke Krystal dan teman-temannya 

Krystal tidak tahu mengapa dia begitu menggebu-gebu untuk melihat pertandingan basket kali ini”Haishh berapa lama lagi aku akan menunggu!” kesalnya.

“Sabar Soojung” ucap Luna.

“Baiklah pertandingan akan segera dimulai!!”

Seketika semua murid menjadi sorak-sorai mendukung tim sekolahnya masing-masing.

Mata Krystal tetap mencari-cari seseorang di tengah keributan penonton.

Semua tim masuk kedalam lapangan “Empire! Empire! Empire!” sorak sorai murid.

Krystal sedikit mendongakkan kepalanya “Waaaaaahhh!!” semua orang berteriak ketika para pemain masuk ke dalam lapangan basket.

“Itu Minho!” girang Sulli.

Tim Empire masuk ke dalam arena basket dengan mengenakan baju basket berwarna merah dan garis hitam.

$_35.jpeg

(Seperti ini kira-kira hehe, BULLS nya diganti EMPIRE)

“Mengapa dia tampan sekali! Minhoooo fighting!” semangat Sulli.

Satu persatu tim Empire masuk.

“Itu Kai” ucap Luna kepada Krystal.

“Ya, itu dia” ucap Krystal yang melihat Kai yang siap-siap masuk lapangan.

“Kaaiii!!” para yeoja meneriaki namanya.

“Wah Kai memang luar biasa, fansnya banyak sekali” geleng-geleng Vic.

Tapi Krystal masih merasa belum puas, hatinya masih terganjal sesuatu sehingga dia masih mencari-cari seseorang di bangku pemain.

“Soojung, kau mencari siapa? Kai ada disebelah sana” tunjuk Luna.

“Oh benarkah? hehe maaf aku tidak begitu melihatnya. Aku kira dia ada disebalah sana” senyum canggung Krystal.

“Itu Amber!!!”

“Aaaah!! Amber!!”

“Mengapa dia tampan sekali!!”

Seketika mereka kembali menjadi ribut ketika Amber masuk lapangan.

“Soojung, apakah itu benar-benar Amber?” bingung Luna.

“Mengapa dia keren sekali” ucap Vic.

“Dan sexy dengan tatto di lengannya” ucap Sulli dengan tak melepas matanya dari Amber.

Krystal menatap Amber, menatap llama bodoh dengan pikirannya yang mengatakan “Tidak mungkin, mengapa dia berbeda sekali. Dia bukan seperti seorang yeoja. Maksutku lihatlah, tubuhnya yang tinggi, lengan yang berotot, ditambah lagi dengan tatto di tangannya! benar-benar di luar pikiranku”

“Apakah Amber tidak bermain?” bingung Luna yang melihat Amber duduk di bangku pemain.

“Sepertinya tidak, mungkin karena dia baru saja join tim basket Empire” ucap Vic.

Krystal masih melihat Amber yang tengah duduk di bangku pemain “Mengapa dia begitu berbeda, melihatnya seperti itu sangat beda dengan llama bodoh yang menyebalkan. Dan aku rasa saat ini dia sangat gugup” pikir Krystal.

Permainan dimulai, semua murid mendukung tim basketnya masing-masing.

Setengah jam permainan basket dimulai, Empire kehilangan skor yang cukup banyak.

“Haishh ada apa dengan mereka? mengapa mainnya buruk sekali?!” kesal Sulli.

“Memang kau mengerti bermain basket?” tanya Luna.

“Tidak, hanya saja mereka bermain dengan egois dan mau menang sendiri. Apa mereka tidak bisa bermain dengan kerjasama! dan lihat Kai, dia hanya ingin bermain sendiri dan mencetak angka sendiri, apa dia kira ini bermain solo!” kesal Sulli.

Tersisa waktu 20 menit dan skor masih 60-72.

“Bagaimana bisa Empire kalah! ini akan sangat memalukan” geram Sulli.

“Sulli tenanglah” ucap Vic.

Di tengah panasnya pertandingan, wasit meniupkan peluit dengan mengangkat papan eletrik untuk mengganti pemain.

Amber berjalan, dia menggengam tangannya. Nafasnya menggebu-gebu.

“Kai di ganti oleh Amber!”

Kai seperti tidak percaya, bagaimana dia bisa diganti karena dia merasa bahwa dia adalah pemain utama.

Amber mulai masuk lapangan dan murid-murid Empire kembali bersorak “Ayo Amber hajar mereka!!!” teriak Henry.

“Tunjukan kekuatanmu teman!!” teriak Onew.

Teriakan mereka membuat perhatian 4 walls dengan melihat mereka secara aneh “Mwo?! kami hanya mendukung teman kami” ucap Henry yang beda satu baris dengan 4 walls.

“Amber”

“Amber”

“Amber”

Wasit meniupkan peluit, Amber mulai menjaga di daerah Empire. Amber berkonsentrasi keras di bawah tekanan yang sungguh membuatnya gugup.

“Ayo Amber! fokus! rebut bolanya dan buat tim ini menang!” 

Amber mulai mendekati lawan, kini dia satu lawan satu dengan lawannya. Amber membentu pertahanan dengan mengikuti gerakan lawannya dengan cepat dan menunggu waktu yang tepat untuk mengambil bola di tangan lawannya.

Dan.

“Aaaaahhh maju Amber!” Amber berhasil merebut bola dari lawan, Amber mendrible bola dengan langkah kakinya yang cepat.

Amber mulai memasuki daerah lawan, tanpa pikir panjang Amber melakukan Lay Up dan.

2 angka untuk Empire “Yeaaaaaa!!!” semua murid kembali bersorak.

Krystal tidak melepaskan matanya dari Amber saat Amber bermain basket dan saat Amber kembali memasukan bola. Krystal sedikit bersorak “Yeaaa!” tapi hanya sekilas saja.

Amber kembali memegang bola, tangannya mendrible bola dengan mata yang hati-hati. Merasa tak bisa masuk kedaerah lawan, Amber melempar bola ke Minho dan Minho mencoba memasukan bola tapi tidak berhasil.

Tim Empire dan Seoul High School berebut bola di daerah free throw, dan untuk saja pemain Empire berhasil merebut bola dan mengoper kepada Amber.

Tangan Amber memegang bola basket dan menatap ke ranjang dengan penuh percaya diri. Amber mulai meloncat dan merentangkan tanganya di udara bersiap melempar bola basket yang berada ditanganya.

Bola basket mulai melayang dengan jarang yang cukup jauh dan…

Bola masuk ke keranjang dengan mulus dan berhasil mendapatkan 3 point.

“Yeaaaaaaaa!!!!” semua bersorak.

“Amber”

“Amber”

“Amber”

“That’s my friend!” bangga Jonghyun.

Waktu tersisa 10 menit sedangkan skor masih 68-72.

Amber kembali menggiring bola dengan berhasil melewati dua pemain di depannya dan kembali berhasil memasukan bola.

“Good job Amber!” Minho memberikan jempol kepada Amber.

Permainan semakin ketat, membuat mereka harus bermain dengan sangat waspada. Bola kembali direbut Empire, Amber berlari lurus menuju gawang dan membentuk formasi melawan.

Bola kembali dimainkan, Minho melempar bola kepada Amber karena Minho di jaga terlalu ketat.

Amber berhasil mendapatkan bola, dengan gerakannya yang cepat Amber berusaha untuk Lay up tapi sayang Amber di dorong oleh lawan hingga membuatnya jatuh.

Para pendukung Empire merasa tidak terima akan perlakuan pemain Seoul School.

“Ya! apa yang dia lakukan!! itu pelanggaran keras!” geram Krystal dengan menunjuk lapangan.

Luna, Vic dan Sulli terihat bingung, menatap Krystal yang marah.

“Ada apa dengannya?” bingung Vic menatap Krystal yang berdiri sedangkan mereka bertiga duduk.

“Sejak kapan dia tertarik pada basket?” bingung Sulli.

“Dia buka tertarik pada basket tapi dia tertarik pada llama nya” bisik Luna pada Sulli.

Amber berdiri di bantu oleh teman setimnya, Amber mendapatkan free throw untuk dua lemparan bola.

Amber berkonsterai di depan keranjang basket, menarik nafas panjangnya dengan menatap tinggi targetnya.

Peluti telah dibunyikan dan Amber mulai memasukan bola.

“Yeeaaa!!” sorak Empire.

Amber kembali berkonsterasi dan kembali memasukan bola dengan mengubah keadaan menjadi 70-72.

Waktu tersisa 1 menit.

“Amber apa kau masih bisa bermain?” tanya Minho khawatir.

“Tenang saja, aku sudah biasa” senyumnya.

Semua murid Empire kembali bersorak untuk mendukung timnya di menit terakhir termasuk 4 walls kecuali Krystal yang terlihat tenang padahal begitu cemas.

Empire dan Seoul school terlihat berebut bola satu sama lain.

Krystal mengigit bibir bawahnya, melihat Amber berhasil menguasi bola dan “Aaaghhh! kenapa kau membiarkan bolanya direbut llama bodoh!” kesal Krystal.

“Ambil bolanya dan masukan ke gawang, berlari yang cepat llama!” kesal Krystal.

waktu tersisa 30 detik, Amber berhasil memegang bola “Ayo cepat llama cepat!” seru Krystal yang kembali membuat ketiga sahabatnya heran.

“Mengapa dia begitu semangat? bukankah tujuannya untuk mendukung Kai?” bingung Vic.

10 detik.

“Tunggu apalagi masukan bolanya llama bodoh!!” ucap Krystal dengan wajahnya yang kesal.

5….

4…

Krystal mengigit bibir bawahnya, menungu Amber melempar bola.

3….

Dan…

Bola berhasil masuk dengan 3 point.

2…

Angka berubah menjadi 73-72.

1…

“Teeeetttttt”

“Yeaaahhh!!!!” sorak Krystal serta seluruh murid Empire dengan girang.

Amber meloncat kegirangan dan teman setimnya datang kepada Amber untuk merayakan kemenangan berkat lemparan 3 pointya.

“Amber”

“Amber”

“Amber

Amber tersenyum lebar dengan tawa yang menghiasi wajahnya.

Krystal menangkap semua senyuman serta tawa dari Amber, memperhatikannya dengan jelas.

Membuatnya sejenak terdiam menatap Amber yang dipeluk oleh rekan setimnya. Krystal tenggelam dalam pikirannya.

Tenggelam dalam pikirannya, hanya senyuman Amber yang dapat dia rasakan. Telinganya terasa tuli, hanyut dalam lamunannya, matanya hanya melihat ke satu tempat.

“Soojungiee”

“Soojungiee!”

Krystal menatap sahabat-sahabatnya dengan wajah yang bingung “Apa yang terjadi padaku?” pikir Krystal.

“Kau tidak apa-apa? kau terlihat melamun” tanya Vic.

“Eergh aku tidak apa-apa” senyumnya canggung.

“Mungkin aku lapar, ayo kita ke kantin” ajak Krystal yang bergegas keluar dari tempat duduk penonton.

Sedangkan Amber berdiri di tengah lapangan dengan sorak sorai kemenangan Empire. Tapi Amber tidak mempedulikannya, Amber melihat ke satu arah.

Melihatnya dari lapangan, melihat wajahnya yang mulai menghilang dari kursi penonton. Mata Amber tidak berkedip hingga wajahnya benar-benar pergi dari pandangannya.

“Amber selamat!”

“Ya terima kasih”

Di kantin

4 walls menikmati makan mereka “Wah aku benar-benar lapar” ucap Krystal dengan mengunyah sushi.

Luna melihat Krystal yang kelaparan dengan mengaduk milkshakenya “Bagaimana kau tidak lapar, kalau sepanjang pertandingan kau begitu semangat mendukung llama mu”

“Uhuuk Uhuuk Uhuuuk” Krystal batuk mendengar ucapan Luna.

Vic segera memberikan air putih kepada Krystal yang sedang tersedak “Minumlah” Krystal langsung mengambil gelas yang penuh ari putiih.

Vic menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Krystal yang tersedak “Unnie, kau ini bicara apa!”

“Kau malah mengelak, bukankah kau yang paling semangat diantara kami”

“Tentu saja aku semangat karena sekolah kita sedang bertanding, bagaimana bisa aku tidak semangat” balas Krystal.

“Tapi mengapa kau semangat saat llama mu bermain basket? saat Kai yang bermain kau hanya duduk saja”

Krystal terlihat bingung “Ehmm itu karena… itu karena”

Luna menatap curiga “Ya unnie jangan menatapku seperti itu! itu karena menit terakhir bermain! iya menit terakhir bermain, makanya aku begitu semangat!”

Luna mengangguk “Ohh seperti ituuu”

“Apa kau tadi melihat Amber bermain basket? dia benar-benar tampan”

“Iya aku melihatnya, bahkan aku merekamnya saat bermain basket!”

“Ahh dia begitu mempesona!”

“Aku dengar dia dekat dengan Henry, Onew, Key dan Jonghyun. Bagaimana kalau kita meminta nomor ponsel Amber kepada mereka”

Krystal berhenti mengunyah, telinganya mendengar sesuatu yang ntah mengapa membuatnya risih. Krystal menoleh kebelakang, melihat 6 yeoja yang sedang membahas Amber.

Krystal memberikan tatapan mematikan kepada mereka yang akhirnya membuat mereka diam dan memutuskan untuk pergi menjauhi meja Krystal.

Vic tersenyum mendengarnya “Ada apa denganmu?”

“Tidak apa, mereka hanya berisik!” lanjut makan Krystal.

“Wah aku rasa Amber akan semakin populer” ucap Sulli.

Krystal tak menjawab dan hanya memakan makannya.

Bel berdering, Murid-murid Empire mulai bergegas pulang sebenarnya ini adalah jam bebas tapi ini adalah bel terakhir Empire untuk pulang, Krystal mulai berjalan  di koridor sekolah sendiri karena ketiga sahabatnya masih mau menonton pertandingan kuda.

Krystal berjalan dengan sedikit menunduk karena dia merasa risih bila ada seseorang yang menatapnya.

“Hi Krystal”

“Krystal hati-hati dijalan”

“Krystal tersenyumlah”

Krystal menghiraukan suara-suara yang membuatnya risih dan tak mau menjawab “Apa mereka itu tidak ada kerjaan lain selain mengangguku?” ucapnya.

Krystal terus berjalan dengan perlahan, Krystal sedikit mendongkkan kepalanya. Matanya melihat kanan dan kiri. Krystal merasa bingung dengan ekspres wajah mereka yang seperti ketakutan, seperti ada sesuatu yang mengancam mereka.

Bahkan mereka terdiam dan ada beberapa yang kabur, Krystal semakin bingung “Ada apa dengan mereka?” Krystal menghentikan langkahnya.

Krystal menatap ketiga namja yang tersenyum takut dengan memegang sepucuk surat yang tentunya untuk Krystal.

“A-aa-aku rasa aku tidak jadi memberikan surat ini” dan seketika mereka kabur.

Krystal mengerutkan alisnya “Apa mereka melihat hantu? apa ada sesuatu yang aneh diwajahku?” bingungnya.

Ntah mengapa Krystal berinisiatif untuk melihat kebelakang, Krystal mulai membalikan badannya dan …

Krystal terekjut saat dia harus melihat senyuman bodoh itu lagi “Kau!”

“Annyeong” ucapnya dengan senyuman yang menurut Krystal sangat menyebalkan.

Krystal melipat tanganya “Kau mengikutiku lagi?”

Amber menggelengkan kepalanya, menaikan tas ranselnya di bahu “Tidak, aku ingin pulang. Apa kau tidak bisa lihat aku sedang memakai tas” tunjuk Amber dengan memamerkan tas Nike hitam di punggungnya

Krystal hanya diam dan kembali berjalan.

Krystal kembali berjalan dengan melihat orang yang diseklilingnya merasa takut, dengan cepat Krystal membalikan badannya karena penuh curiga.

“Apa yang dia lakukan?” pikir Krystal dengan melihat Amber yang mengepal tangannya  seakan ingin memukul ke arah namja-namja yang menggoda Krystal ataupun fansnya yang ingin memberikan hadiah.

“Apa yang kau lakukan!”

Amber menjadi salah tingkah, Amber berpura-pura melakukan pemanasan “Hahaha tidak ada” senyumnya lagi.

“Kau ingin memukulku?”

“Haish bagaimana bisa aku memukulmu”

“Lalu mengapa kau tadi mengepal tanganmu seakan ingin memukul” Krystal mengepal tangannya, seperti apa yang Amber lakukan.

“Haishh aku tidak mungkin memukulmu! kau ini ada-ada saja”

“Lalu apa?”

Amber menggaruk-garuk kepalanya “Cepat katakan!”

“Mengapa kau ini galak sekali”

“Cepat katakan llama atau tidak kau tidak akan mendapatkan makan malam!”

Amber terkejut mendengarnya “Ya! bagaimana bisa! mengapa kau jahat sekali, apa kau tidak tahu aku begitu lapar?” Amber memegang perutnya.

“Seharusnya aku sekarang sedang berada di kantin, tapi karena aku melihatmu pulang dan berjalan sendirian di koridor ini maka aku mengurungkan niatku dan menyusulmu! dan lihat..” tunjuk Amber ke orang-orang.

“Orang-orang itu mengganggu mu! memperhatikanmu dengan wajah yang seram seperti ingin menerkamu. Bagaimana bisa aku membiarkanya, aku tahu mereka menyukaimu tapi kau harus tetap hati-hati. Kau adalah seorang yeoja, dan kau tahu bahwa yeoja sepertimu tidak boleh berjalan sendirian! itu berbahaya”

“Dan aku akan melindungimu dari mereka! arasso”

Amber lalu pergi meninggalkan Krystal yang terlihat bingung, Amber berjalan pergi meninggalkan Krystal “Ya! kau llama bodoh! haish mengapa dia suka sekali melakukan hal seperti ini!”

Krystal berjalan mengejar Amber “Berhenti!”

Amber terus berjalan “Aku bilang berhenti!”

At Jung’s house

Amber Pov

Hari ini lelah sekali! tapi aku merasa puas karena Empire berhasil menang, dan menunggu pertandingan selanjutnya.

ku rebahkan badanku, ku taruh kepalaku diatas bantal yang empuk. Masih membayangkan pertandingan basket tadi siang, tapi selain itu aku memikirkan nya. Memikirnya yang menonton pertandingan basket sampai habis.

Hmm aku tahu seperti apa penyihir itu, penyihir seperti dia tidak akan betah menonton pertandingan basket tapi dia menonton sampai habis. Hmm mungkin dia menonton acara basket tadi karena ada Kai tapi setidaknya aku bermain dengan baik sehingga aku bisa menujukkan padanya bahwa aku memiliki kelebihan dan berhenti untuk memanggilku llama bodoh!

Aish sungguh menyebalkan sekali dia!

Dan juga bagaimana bisa dia berjalan sendirian di koridor! itu sangat bahaya, bagaimana bila ada seoarng fans fanatiknya yang membuatnya celaka atau terluka atau bahkan ada yang menculiknya! dan dia hilang!

Dan pada akhirnya aku akan dimarahi oleh tuan Jay, tidak tidak aku tidak akan dimarahi tapi aku bisa di gantung olehnya dan membuat keluargaku jatuh misikin lagi karena membuat cucungnya celaka!

“Aaaghhh!”

Ternyata menjaganya di dalam sekolah lebih sulit dibandingan di luar sekolah, apa bodyguardnya tidak boleh masuk dan aku bisa bebas dari beban ini!

“Haish sudahlah” aku bangun dari tempat tidurku, perutku merasa lapar padahal aku sudah makan. Kuputuskan untuk turun kebawah mengingat bahwa masih ada cheese cake di lemari es.

Aku bergegas keluar kamar dan membuka pintu, saat aku membuka pintu aku melihatnya yang sedang jalan menuju kamarnya.

Haishh bahkan dia tidak melihat ke arahku, apa aku di anggap hantu?

“Aku kira kau sudah tidur” ucapku.

“Apa kau sudah makan?” tanyaku.

Lihat aku tidak dianggap olehnya “Dasar penyihir” ucapku saat dia ingin masuk kamarnya.

“Apa kau bilang?”

Aku menoleh kearahnya, aku kira dia sudah masuk kedalam kamar “Kau bilang apa llama bodoh?” ucapnya sinis.

Aigooo lihat gadis manja itu, tidak memiliki sopan santun “Tidak ada” jawabku.

“Kau pikir aku tuli?”

“Aku tidak pernah berfikir kau tuli, hanya saja aku berfikir kalau kau itu adalah gadis yang angkuh, galak, sombong dan…”

“Ya!!”

Haish mengapa dia teriak? membuat telingaku sakit “Ya! mengapa kau teriak? kau ingin membuat satu rumah terbangun”

“Apa kau tidak bisa enyah dari sini! aku sudah malas melihatmu”

“Kalau kau malas maka jangan dilihat” ucapku yang sepertinya membuat dirinya jengkel.

“Bagaimana bisa kalau kau selalu muncul di hadapanku, dan melihat wajah llama mu itu”

Haish wanita ini, mengapa aku disamakan dengan hewan? “Llama itu lucu, jadi aku lucu. Kau seharusnya bahagia melihatku”

“Tidak ada llama yang lucu!”

“Ada, aku” tunjuku pada diriku sendiri.

“Kau memanggilku llama. llama = Amber  llama= lucu berarti artinya Amber lucu hahahaha”

Dia hanya memasang wajah datarnya yang membuatku berhenti tertawa “Sudah?”

“Sudah” ucapku.

Lalu dia membalikan badannya, aku rasa dia akan segera masuk kamar “Selamat tidur penyihir” ucapku.

Lalu dia menoleh, menatapku dengan tajam “Haha aku hanya becanda, maksutku selama malam Princess Krystal” senyumku padanya.

Haish galak sekali! bagaimana bisa semua namja tertunduk padanya.

Empire School

“Ambrroooo!!” sapa Henry

Kutaruh tasku dan duduk dengan mataku yang masing mengantuk “Kau tahu bahwa kau saat ini begitu populer!”

Aku hanya memejamkan mata, aku begitu ngantuk dan membiarkan Henry bicara sendiri “Kemarin ada beberapa yeoja cantik yang datang menghampiriku untuk meminta nomor ponselmu dan memberikan beberapa surat untukmu”

“Lalu apa kau memberikannya!” haish bodoh sekali dia ini.

“Tentu saja tidak, kita harus jual mahal!”

“Jika kau memberikan nomor ponselku pada mereka maka kau tahu akibatnya” ancamku.

“Hei Amber” aku melihat Luna yang menghampiriku.

“Hai Luna”

“Apa kau tahu Soojung dimana?”

“Hmm tidak tahu” jawabku.

“Bukankah kalian selalu datang bersama, bagaimana bisa kau tidak tahu?”

“Hmm mungkin saja dia di kamar mandi, kau tunggu saja. Sebentar lagi juga penyihir itu akan datang” ucapku santai.

Kusender tubuhku di kursi, memperhatikan jam dinding yang menunjukkan pukul 07.55

Dimana dia? biasanya dia datang lebih dulu daripada aku, “Haishh”

“Mau kemana kau?”

“Aku mau cari minum sebentar” ucapku pada Henry.

Aku berjalan keluar kelas, mataku melihat kanan dan kiri.

“Haish mana penyihir itu? apa dia tidak tahu sebentar lagi akan masuk kelas!” mataku masih mencarinya dan ..

“Itu dia!” aku berjalan kearahnya, dia sedang berdiri dengan raut wajah yang cemas.

Aku melihat wajahnya yang cemas “Apa yang kau lakukan disini?”

Wajahnya terlihat kaget, apa aku mengagetkannya?

“Apa yang kau lakukan disini?” tatapnya.

“Haish mengapa kau mengcopy ucapanku, seharusnya kau dikelas bukan disini. Apa kau tidak tahu 5 menit lagi jam pelajaran akan dimulai?” tanyaku padanya tapi dia malah cuek saja tidak memperdulikanku.

“Ya penyihir!”

“Wae! mengapa kau ribut sekali, jika kau ingin ke kelas kembali lah sana”

Haishh wanita ini “Apa kau tidak tahu kita ada pelajaran Matematika dan gurunya sangat galak ayo cepat ke kelas!” paksakku.

“Tidak!”

“Kenapa tidak? kau ingin kabur dari sekolah hah! aigoo anak ini nakal sekali”

Dia menatapku dingin “Aku tidak akan ke kelas” dia memanglingkan wajahnya dariku, mengapa dia ini keras kepala sekali.

“Baiklah kalau begitu aku juga tidak akan ke kelas” ucapku.

“Mwo? sana cepat pergi!”

“Aku tidak akan pergi kalau kau tidak pergi, arraso!”

“percuma saja kembali ke kelas, aku tidak akan bisa mengikuti pelajaran” aku tidak begitu mendengarnya bicara tapi aku mendengar sekilas saja.

“Apa kau bilang? kau tidak bisa ikut pelajaran? ayolaahh kau Krystal Jung! mengapa sekolah ini tidak memperbolehkan kamu untuk belajar”

“Kau tahu bukan yang mengajar adalah Mr.Junho, Mr.Junho sangat akrab dengan kakekku! dia bisa melaporkan kepada kakek dan dia bisa menghukumku  kalau aku tidak ikut pelajarnnya karena tidak mengerjakan PR Matematikanya dan terlebih lagi aku tidak ingin dihukum didepan kelas!”

Ohhhh jadi dia tidak masuk kelas karena tidak mengerjakan PR “Lalu apa yang kau lakukan semalam hingga tak mengerjakan tugasmu hah? apa kau tidak mengerti tugasmu, kau bisa bertanya padaku”

“Diam, aku tidak butuh ceramahmu”

“Lalu apa yang akan kau lakukan, hanya berdiri disini? apa kau ingin bolos, apa kau tak ingin mengikuti pelajaran? apa kau tidak takut dimarahi kakekmu”

Dia hanya diam, kupejamkan mataku sedikit memijat keningku. Ku lihat jam di ponselku “Haish tidak ada waktu, ayo kita ke kelas!”

“Tidak!”

“Ayo ke kelas!”

“Tidak! dan tidak! apa kau tidak mengerti”

Ku hela nafas ini, menatap wajahnya yang marah padaku “Ayo ke kelas”

“Tidak”

Sekarang dia malah pergi dan tentu saja aku tak tinggal diam, ku pegang lengannya hingga membuatnya berhenti dan menatapku heran “Ikut aku”

Aku memegang lengannya “Lepaskan aku!” dia terus memberontak tapi kekuatannya tak cukup untuk melepaskan genggaman tanganku.

“Lepaskan llama bodoh! aku tidak ingin dibuat malu!”

Untung jarak kelas tidak terlalu jauh, aku berhasil membawanya masuk kelas dengan menarik perhatian satu kelas. Tentu saja mereka terkejut saat aku menarik lengan Krystal “Duduk!” perintahku.

“Kau gila! aku akan keluar!” saat Krystal keluar, tentu Mr.Junho masuk ke dalam ruangan.

“Mengapa kau tidak duduk Nona Jung” ucap pria tua yang terkenal galak itu, aku rasa dia seumuran dengan Tuan Jay. Tapi setidaknya tuan Jay jauh lebih baik, tidak sepeti dia. Kau tahu, Mr.Junho mirip sekali dengan kakek Goku! dengan kepalanya yang botak, jenggot putih dan kacamatanya, sungguh mirip.

Aku melihat Krystal yang menatapku begitu tajam, haish! aku benci tatapannya seperti itu!

“Baiklah, sebelum pelajaran kita mulai keluarkan PR kalian” Haish kakek goku itu mengapa buru-buru sekali! dia mulai berkeliling dengan membawa penggaris kayunya.

Aku memandang Krystal yang duduk tepat di depan mataku, ketika semua murid sibuk mengeluarkan buku dia hanya terdiam, aku yakin saat ini dia sedang ketakutan hahahha.

Aku menatap bukukku, buku baru yang baru kutulis semalam. Aku harus melakukannya, kalau tidak Krystal bisa dihukum dan aku…

Aku bisa kena marah tuan Jay karena membiarkan cucungnya berdiri 2 jam di depan kelas! dan pastinya dia tidak akan membiarkanku hidup dengan bergelimang harta lagi! tidak, tidak aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi.

“Huffhh” ku hela nafas ini, melihat kakek goku yang akan menghampiri barisan kami.

Baiklah Amber, bersiaplah.

1

2

3

“Pluk” wah Krystal bukumu terjatuh ahahahaha suaraku cukup keras untuk mengundang perhatian satu kelas kecuali kakek goku yang sedang mengcek PR teman-teman lainnya. Tak pikir panjang, aku bangun dari tempat dudukku dan mengambil bukukku yang kini menjadi milik Krystal.

Aku berdiri di sampingnya dengan memberikan buku kepadanya “Haish bagaimana bisa kau membiarkan bukumu jatuh hahaha kau ini harus berhati-hati, ambilah” senyumku pada Krystal.

Krystal terlihat bingung sekaligus terkejut dengan aksiku “Ambilah, cepat” dengan perlahan Krystal mengambil bukukku dan segara aku duduk di tempatku.

Krystal menolehkan kepalanya tapi tidak melihat ke arahku “Apa yang kau lakukan” bisik Henry.

“Aku harus melakukannya” ucapku.

“Apa kau tidak tahu kalau dia memberi hukuman begitu parah?”

“Sudahlah, aku sudah biasa dengan hukuman kau tenang saja”

Kini kakek goku berada di meja Krystal, sedangkan aku tinggal menunggu eksekusiku saja.

Henry mulai memberikan hasil kerjanya dan …

“Mana tugasmu?”

“Ehmm begini, ehmmm, ehmmm”

“Tass!!”

“Oh my God!!” aku memegang jantungku, bagaimana tidak aku kaget saat dia memukul meja dengan penggaris kayunya.

“Berdiri di depan selama 30 menit, kemudian berlari di luar 10 putaran, bersihkan rumput di taman sekolah dan mengepel koridor lantai A!”

Ya Tuhan! apa di pikir aku ini seorang militer? aku ini seorang pelajar.

“Cepat!”

Aku langsung jalan dan berdiri di depan kelas “Ini akibatnya tak mengerjakan tugas kalian, saya paling tidak suka apabila masih adanya murid yang tidak mengerjakan tugas rumah! apa kalian tahu dari hal kecil seperti itu, itu merupakan tanggung jawab!”

Kakek goku mengoceh sepanjang waktu, aku berdiri di depan kelas yap seperti biasanya. Menurutku aku sudah biasa untuk diberi hukuman, hanya saja hukuman kali ini benar-benar diluar nalarku! tidak heran Henry memberikan peringatan kepadaku.

Semua murid menatap kakek goku, dan tak sengaja aku menatap Krystal. Mata kami saling bertemu tapi dia langsung mengalihkan perhatinnya. Apakah dari tadi dia memperhatikanku.

Aku memandanginya dari depan, melihat wajahnya yang dapat kulihat dengan leluasa, melihat tatapannya yang begitu tajam, hidungnya yang semakin membuat dirinya terlihat menawan di tambah dengan bibir merahnya yang sunggu memperindah dirinya.

Sesekali dia dia melihat ke arahku, aku tahu dia merasa risih karena aku terus memandanginya. Aku tidak tahu mengapa mataku tak bisa lepas darinya, padahal dia adalah yeoja yang menyebalkan dan jutek!

Tapi aku tidak tahu, ada sesuatu yang kuat di dalam dirinya. Sesuatu yang menarik diriku untuk jatuh dalam keindahan wajahnya.

“Haish Amber Liu, aku hanya mengaguminya itu saja”

“Siapa yang kau kagumi Amber?”

“Krystal Jung, kakek goku” senyumku menatap mata Krystal.

Apa? tunggu dulu!

Aku mendengar tawa satu kelas dan seketika “Keluar kau dari kelas!!!!!”

Krystal POV

Mengapa llama bodoh itu melihat ke arahku terus? apa ada sesuatu yang aneh di wajahku? haish sungguh membuatku tak nyaman!

Tapi, dia sudah membantuku. Kalau tidak mungkin aku yang akan menerima seluruh hukuman Mr.Junho

Haish sudahlah aku tidak peduli, apa jangan-jangan dia memiliki rencana yang buruk? aku ingat saat dia malah membawaku kabur ke Jeju dan malah bertunangan dengannya! apa jangan-jangan dia mencoba baik kepadaku dan akan melakukan hal buruk lagi!

Tapi hal buruk apa lagi yang dia lakukan? bukankah kemarin dia sudah melakukan hal yang paling buruk dalam hidupku. Setidaknya aku tidak akan percaya lagi padanya.

Haish! apa perlu aku memakai topeng atau helm agar dia berhenti melihat wajahku! aku kembali melihat ke aranya yang masih melihat ke arahku.

Ntah mengapa aku berusaha untuk mengalihkan perhatianku tetapi matanya, aku tidak sanggup untuk tidak menatap matanya.

Aku melihat ke arahnya, melihat matanya yang hitam. Sial! mengapa seperti ini, bahkan mataku tak ingin berkedip sekalipun.

Matanya seperti berbicara kepadaku bahwa dia baik-baik saja, matanya seakan membuatku dapat merasakan apa yang dia rasakan.

Haish ada apa denganku! bangun Krystal bangun! dia adalah Amber, llama bodoh yang paling kau benci dalam hidupmu!

Kini aku lebih bisa mengontrol pikiranku, aku melihat Mr.Junho mendekati Amber yang masih melihat ke arahku.

“Siapa yang kau kagumi Amber?”

“Krystal Jung, kakek goku”

Aku?? apa aku tak salah dengar?

“Hahahahahha”

Satu kelas tertawa, tetapi aku tidak.

Apa dia memikirkanku? apa aku tidak salah dengar ketika dia mengucap namaku? jadi dari tadi dia memikirkanku? haish ada apa ini!

“Keluar kau dari kelas!!!!!”

Aku melihatnya yang keluar dari kelas, ntah mengapa untuk pertama kali dalam hidupku aku merasa bersalah.

Haish Krystal Jung! ada apa denganmu jangan terlalu berlebihan seperti itu! itu hanya Amber hanya Amber si llama bodoh! dan sekarang tenangkan dirimu, oke!

At Jung’s house

Aku baru saja menyelesaikan makan malamku, aku berjalan menuju kamar. Saat aku berjalan, aku melihat pintu kamarnya. Pintu kamarnya yang tak terlalu jauh dari kamarku.

Aku berjalan ke arah pintu kamarnya, sepertinya dia belum pulang. Aku berjalan ke arah balkon ruangan atas, menatap teras kendaraan dengan berpangku tangan.

Sepertinya dia belum pulang, aku tidak melihat motornya. Aku rasa dia sedang latihan basket untuk pertandingan selanjutnya.

“Haish!” aku memukul kepalaku.

Apa yang aku pikirkan! mengapa aku memikirkannya!

“Broomm broomm”

Aku bisa mendengar suara motornya, aku sedikit menengok ke bawah. llama bodoh itu melepaskan helmnya dan bergegas masuk.

Aku memutuskan untuk tidak masuk kamar, aku sedikit membungkukan badanku di dekat lemari.

Aku mendengar suaranya yang naik ke atas, aku mengintip sedikit. Wajahnya begitu lelah dan seragamnya yang sedikit kotor haish dia itu anak TK atau anak SMA! haish apa mungkin dia seperti itu karena hukuman tadi pagi? sudahlah lagi pula itu salahnya!

Aku kembali melihatnya “Apa yang dia lakukan?” aku menatapnya heran, dia tak masuk kedalam kamarnya. llama bodoh itu seperti mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

“Apa itu?” mengeluarkan sebuah kota kecil. Dia berjalan ke arah kamarku, menatap pintu kamarku cukup lama. Wajahnya sedikit bingung, langkahnya maju mudur, merasa tak yakin dengan apa yang dia berikan. Ekspresi wajahnya tampak bingung, merasa tak yakin dengan apa yang dilakukan.

Dia menghembuskan nafasnya, menaruh kotak kecil itu di depan kamarku. Dia kembali menatap kamarku “Mengapa dia tidur cepat sekali? kalau begitu selamat tidur Krystal Jung” dia tersenyum, aku bisa melihat senyumnya walaupun dari sisi samping wajahnya dengan rambut yang sedikit berantakan membuat dirinya terlihat baik.

“Haishh apa yang aku pikirkan!” sadar Krystal sadar!

Llama bodoh itu masuk kedalam kamarnya, dan aku segera berjalan ke arah kamarku. Menatap kotak kecil yang ternyata kotak kue.

Aku mengambilnya dan masuk kedalam kamar, aku duduk dan membukanya.

“Manggo cake!!” riangku! aaahh aku benar-benar senang.

3f21377c6de597fd99c1257176_original.jpeg

(Penampakan mango cake yang dibeli Amber hehe)

“Apa ini?” aku mengambil sebuah kertas berwarna biru muda yang bertulisakan

“Aku ini pandai Matematika, kau bisa bertanya kepadaku kapan saja. From : your stupid llama”

Ntah mengapa aku tersenyum membacanya, “Haish! ada apa lagi di kepalaku ini! sudahlah aku makan saja”

Hari demi hari ku lewati, mungkin dulu terasa biasa saja tapi ntah mengapa untuk akhir-akhir selalu saja ada hal yang membuatku tertawa, marah, dan kesal!

Akhir-akhir ini aku lebih sering berjalan sendiri di koridor sekolah, ntah mengapa aku suka berjalan sendiri tapi sejujurnya aku tidak sendiri. llama bodoh itu selalu mengikutiku bila aku berjalan sendiri atau dimanapun bila aku sendiri. ntah mengapa aku suka dia mengikutiku. Berjalan dibelakangku dengan mengawasiku agar aku baik-baik saja.

Tentu saja dia bagaikan bodygurdku bila di dalam sekolah, tak ada yang berani mendekatiku karena aku tahu llama bodoh itu memberikan ancaman kepada mereka hahaha dasar llama bodoh. Aku sama sekali tidak tahu apa maksut dan tujuannya seperti itu. aku hanya menikmati permainan nya saja.

Kini aku sampai di kantin, menyapa sahabat-sahabatku dan aku bisa melihatnya yang duduk bersama teman-temannya.

“Itu Amber!”

“Iya, iya aaahh mengapa makin hari dia makin tampan?”

“Aku menyukainya!”

Haish! apa mereka tidak bisa membicarakan hal lain! aku tahu llama bodoh itu menjadi begitu populer!

“Amber oppa saranghae!”

“Hei dia milikku!”

“Aku bahkan menjadikan wajahnya sebagai wallpaperku! begitu mempesona”

“Apa kalian tidak bisa diam!” aku menatap 5 yeoja yang terkejut.

“Maafkan kami Krystal, hanya saja tunanganmu begitu mempesona”

“Mwo?”

“Hehe bian, ayo kita kabur!” mereka berlima langsung kabur.

“Ya! mau kemana kalian! siapa namanya kalian! awas saja nanti!”

4 walls melihatku dengan wajah bingung “Mwo?”

“Jung Soojung apa kau cemburu?”

Cemburu? “Hahaha apa kalian pikir aku gila?” aku kembali melanjutkan makananku. Aku hanya tak suka bila ada seseorang yang membicarakan Amber didekatku, itu saja!

“Oh iya, apa kau tahu bahwa kemarin Irene jalan bersama Amber sehabis dia latihan?” ucap Sulli polos.

Irene? “Irene?”

Sulli mengangguk “Ya Baeirene RV, banyak yang mengatakan mereka jalan berdua. Bahkan Minho oppa mengatakan bahwa Irene menunggu Amber selama latihan basket, bukankah itu romantis sekali?”

Oh seperti itu! haish mengapa aku tiba-tiba menjadi kesal! sangat kesal! aagggh rasanya ingin sekali ku acak-acak wajah llama bodoh itu!

Author Pov

Amber sedang berkumpul dengan teman-temannya di lapangan basket.

“Akhir-akhir ini kau terlihat begitu lelah? apakah latihanya begitu keras?” tanya Onew.

“Dia lelah bukan karena latihan tapi dia lelah karena mengikutinya induknya” ucap Key.

“Induknya?” bingung Onew.

“Hahaha aku jadi membayangkan bahwa Amber adalah anak bebek dan Krystal adalah induknya hahaha” tawa Henry.

“Tidak lucu” singkat Amber.

“Lagi pula untuk apa kau mengikutinya? kau menyusahkan dirimu saja” ucap Key dengan membenarkan rambutnya.

“Aku harus melakukannya karena kalau tidak bisa bahaya” ucap Amber dengan menatap lapangan basket.

“Bahaya apa yang mengancamu? kau ini ada ada saja” canda mereka.

“Haish mereka tidak tahu apa yang sebenarnya!” pikir Amber.

Jonghyun datang dengan membawa minuman kaleng soda untuk mereka “Minumlah”

Amber mulai membuka minuman kalengnya, sebelum meminum Amber menatap Jonghyun “Wae? apa di minuman ini ada racun?” lirik Amber.

“Ani, aku ingin bertanya padamu” tatap Jonghyun.

“Apa, cepat katakan”

“Apa kau dan Krystal saling mencintai?” tanya Jonghyun polos.

“Uhuk uhuk” Amber tersedak saat Jonghyun melempar pertanyaan seperti itu padanya.

“Ya! kau ini bicara apa?”

“Aku hanya heran saja, kalian kan sudah bertunangan sudah pasti kalian saling menyukai, bukan? tapi kau dan Krystal seperti tom and jerry. Kalian tidak pernah berpegangan tangan, atau mencium kening?” tanya Jonghyun yang akhirnya membuat mereka berfikir hal yang sama pada Amber.

“Dan kau selalu memakai cincin tunangan, tetapi Krystal sehari pun aku tak pernah melihatnya” bingung Key.

Henry, Onew, Jonghyun dan Key menatap Amber dengan penuh rasa penasaran “Haish kalian ini! memangnya aku kalian yang harus mengumbar kemesraan! dan juga Krystal tak pernah memakai cincinnya karena dia memiliki alergi!” ucap Amber.

“Apa kau yakin dengan ucapanmu?” tanya Onew.

“Setauku Krystal tak punya alergi terhadap perhiasan” tatap Henry.

“Haish jadi tidak percaya!”

Jonghyun kembali menatap Amber “Dan juga apa kau tidak cemburu melihat Krystal yang selalu bersama Kai?”

Amber menatap Jonghyun “Tidak biasa saja”

“Apa kau tidak takut Kai merebut Krystal darimu” tanya Onew.

“Semua orang menginginkan Kai dan Krystal berpasangan, apa kau tak cemburu akan hal itu? malah saat ini mereka sedang berduaan di taman belakang” ucap Jonghyun.

Amber menatap Jonghyun, Amber terlihat memikirkan sesuatu “Haish jadi aku harus bagaiamana? aku tidak bisa membiarkan Krystal dengan namja lain! maksutku, bagaimana kalau tiba-tiba Kai berbuat jahat pada Krystal dengan berpura-pura baik padanya! aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi, jika ada apa-apa tuan Jung akan marah besar padaku” pikir Amber.

Amber bangun dari duduknya, ke empat temannya menatap Amber “Ada apa denganmu?”

“Ehm aku haus mau cari minum” ucap Amber yang bergegas meninggalkan para sahabatnya, Amber berjalan dengan cukup cepat. Langkah kakinya mengarah ke taman belakang sekolah.

Amber menghentikan langkahnya, matanya sedikit menyipit.

“Itu dia” Amber melangkah dengan pelan.

Matanya menatap Kai dan Krystal yang sedang bercakap “Haish ntah apa yang mereka berdua lakukan, dan lihat penyihir itu! dia bahkan tersenyum dengan namja berbahaya seperti Kai! maskutku, kau tahu Kai hanya memainkan perasaan Krystal. Aku harus menjauhi Krystal dari Kai, kalau tidak ini akan sangat bahaya bagi Krystal kalau dia sampai jatuh kepada orang yang salah, dan pada akhirnya Krystal akan menjadi patah hati lalu malas makan dan tidak ingin sekolah yang pada akhirnya tuan Jung akan marah padaku karena tidak menjaga cucungnya!” 

“Tidak akan kubiarkan!” Amber terlihat berfikir dan menyusun rencana di dalam benaknya.

“Baiklah” Amber berdiri tegap, Amber menghela nafasnya dan

1

2

3

“Kebakaran!”

“Kebakaran!!” Lari Amber menuju Kai dan Krystal.

Suara Amber tentunya mengundang perhatian besar terutama Krystal dan Kai.

“Kebakaran! kebarakan!”

Krystal menatap aneh Amber “Ayo cepat, kita harus segera pergi!”

“Ya! apa kau sudah gila?” tanya Krystal.

“Haish aku tidak ada waktu untuk menjelaskannya! apa kau tidak lihat gedung A berasap” tunjuk Amber.

Amber memegang lengan krystal “Kajja!”

“Apa yang kau lakukan!” cegah Kai.

“Haish namja ini lagi” Keluh Amber, “Aku ingin menyelamtakan Krystal!” Amber menarik lengan Krystal dengan cepat tanpa menghiraukan Kai yang sedang berbicara.

Seluruh mata menuju Krystal dan Amber, Amber menarik lengan Krystal dengan berjalan cepat demi menjauhi Kai.

Krystal mulai berontak dengan tingkah Amber “Lepaskan!” ucap Krystal dengan marah.

“Lepaskan!”

“Aku bilang lepaskan stupid llama!”

Seketika Amber melepas genggamannya, dan menatap Krystal “Sudah” ucap Amber.

“Dasar gila!”

“Yap”

“Apa kau tak tahu apa yang kau lakukan? aku tidak tahu apa yang  dipikiranmu, mengapa kau selalu meganggku? mengapa tak urus saja dirimu sendiri! hentikan hal gilamu ini!” marah Krsytal.

“Haish penyihir ini, apa dia tidak bisa bicara pelan-pelan. Telingaku bisa tuli karenanya” ucap Amber tanpa melihat Krystal.

“Mwo?! kau bilang apa?”

“Tidak ada”geleng Amber.

Wajah Krystal semakin geram “Cepat minta maaf padaku dan Kai atas sikapmu yang tidak sopan itu llama bodoh!”

Amber kaget mendengar ucapan Krystal “Mwo? ahahaha aku harus minta maaf kepada penyihir sepertimu dan pangeran kodokmu itu?! aku lebih baik di kutuk menjadi llama sungguhan dari padaku melakukan hal gila seperti itu!”

“Lalu mengapa kau terus megangguku terutama dengan Kai?” tanya Krystal.

“Umm itu karena, ehmmm..”

“Apa kau cemburu?” ucap Krystal.

Amber menatap Krystal dengan terkejut “Cemburu? hahahha, untuk apa aku cemburu dengan pangeran kodokmu itu, dan lagi pula kau bukan seleraku! gadis manja yang hanya bisa memerintah saja. Datang dan pulang sekolah saja kau di jemput, kau ini akan TK atau anak sekolahan? mandiri lah sedikit nona muda Jung!”

Seketika suasana menjadi begitu dingin, Amber yang tertawa menjadi diam saat melihat tatapan Krystal yang mendekatinya “Ya! apa yang kau lakukan! mundur!” ucap Amber yang ketakutan.

“Kau bilang apa?” dingin Krystal.

“Haha tidak ada sungguh tidak ada, aku hanya bergurau! haish mengapa cepat sekali di ambil hati hahha” canggung Amber.

“Anak Tk, manja, tukang suruh dan penyihir?” Amber menelan salivanya, Krystal begitu menyeramkan membuat Amber sulit bernafas.

“Tunggu sebentar tunggu sebentar” halang Amber dengan tangannya yang membuat Krystal berhenti melangkah.

Amber menghela nafasnya “Baiklah aku salah, aku minta…..”

Dengan cepat Amber kabur dari pandangan Krystal “Ya kau llama bodoh!!” teriak Krystal kesal.

“Hahaha kejar aku anak bayi!” teriak Amber sambil belari meninggalkan Krystal yang sudah mengepal tangannya.

 

 

“Kriiiinggg Kriiinggg”  bel sekolah berdering, semua murid berjalan menuju gerbang sekolah termasuk Krystal dan Amber.

Amber berjalan dengan menyapa para bodyguard Krystal “Wah mau menjemput anak bayi”

Bodyguardnya terlihat bingung “Moodnya sedang buruk, jadi kalian hati-hati” ucap Amber dengan meninggalkan kelima bodyguard Krystal dengan wajah yang takut.

Tak lama kemudian Krystal datang, para bodyguardnya membungkuk pada Krystal tapi Krystal menghiraukannya dan menatap Amber yang sedang menghidupkan mesin motornya.

Krystal menatap geram “Nona muda Jung” sapa salah satu bodyguardnya.

“Broomm brooom broomm” motor Amber melaju meninggalkan sekolah.

“Berikan kunci mobilnya”

“Mwo?”

Krystal menatap dingin “Apa kau tuli?”

“Ta-tapi”

“Cepat!”

Dengan cepat memberikan kunci mobil kepada Krystal, Krystal berjalan menuju mobilnya. Krystal mulai menghidupkan mesin mobilnya.

Para bodyguarnya terlihat panik “Nona muda Jung”

“Nona muda Jung, biarkan kami yang membawa mobilnya”

“Nona muda Jung” panik mereka mencoba membuka mobil sedan hitam.

Krystal, mulai menginjak pedalnya dengan melaju cepat “Nona muda Jung!”

Audi-car-wallpaper-1.jpg

(Mobil yang biasa menjemput Krystal hehe)

Mobil Krystal melaju cepat, kini apa yang di kejarnya telihat di depan matanya. Krystal sedikit menambahkan kecepatan mobilnya.

Kini mobil sedannya berhenti tepat disamping orang yang membuatnya kesal, Krystal membuka kaca mobilnya. Memperhatikan motor hitam dan sosok orang yang menyebalkan baginya.

“Kau llama bodoh!” teriak Krystal yang langsung di respon Amber. Amber membuka helmnya, menatap Krystal dengan terkejut “Waahh sejak kapan anak bayi bisa membawa mobil hahaha daebak!” ejeknya yang semakin membuat Krystal ingin memukulnya.

“Aku tidak ingin bertengkar” ucapnya.

“Baiklah”

“Aku ingin bertaruh denganmu”

“bertaruh denganku? haha apa tidak salah” tawa Amber.

“Tidak, aku ingin bertaruh padamu. Siapa yang duluan sampai di rumah dia akan menang, dan jika salah satu kita ada yang kalah, maka yang kalah harus menuruti permintaan yang menang!  dan yang kalah juga tidak akan mendapatkan makan malam!” ucap Krystal.

Amber mengangguk dengan girang “Aku sangat setuju hahaha, lagipula mana mungkin aku kalah dengan anak bayi sepertimu, tunggu saja kekalahanmu”

Amber kembali memakai helmnya, Krystal menatap lurus jalan.

1

2

3

Ban berdecit, keduanya berjalan dengan cepat. Motor Amber berjalan mendahului Krystal.

Amber tersenyum karena berhasil menyalip mobil Krystal

“Ini akan sangat mudah” ucap Amber dengan menambah kecepatan motornya.

“Jangan senang dulu llama” tak mau kalah dari Amber, Krystal menambah kecepatan mobilnya.

Amber melihat mobil Krystal dari spion motornya yang sudah semakin dekat “Haish!”

Dengan santai Krystal membalap motor Amber. Krystal tersenyum dan kembali menambah kecepatan mobilnya.

Saat menambah kecepatan mobilnya, Krystal tak tahu di depannya ada tikungan yang tajam hingga Krystal menginjak pedal rem mobilnya, untuk menghindari adanya bahaya.

Sedangkan Amber sedikit mengerem, mengimbangkan antara rem dan gas motornya. Alhasil Amber berhasil menyalip mobil Krystal yang berhenti tak jauh dari motornya.

Amber menghentikan motornya, membuka helmnya dan menatap mobil Krystal yang ban nya sedikit keluar asap akibat decitan ban mobilnya.

“Haha kejar aku anak bayi! dasar payah” ejek Amber.

Krystal menjadi geram “Awas kau llama bodoh!” Krystal kembali menginjak pedal gas nya. Krystal dan Amber saling berlapan satu sama lain hingga pada akhirnya mereka sudah mendekati kediaman Jung.

Krystal tersenyum licik, matanya melihat sepion kiri. Krystal membanting stir mobilnya berusaha agar Amber tak menyalip mobilnya. Amber sedikit kehilangan kecepatannya karena mobil Krystal.

Tapi Amber bukanlah sosok yang mudah menyerah, Amber kembali mengegas motornya karena jarak sudah semakin dekat.

Sedangkan Krystal menunggu saat yang tepat untuk menjatuhkan Amber. Kini mereka berdua dapat melihat gerbang rumah yang mulai terbuka.

Amber menambah kecepatannya dan Krystal kembali menghalanginya “Hahha” tawa Krystal.

Mobil Krystal kembali menghadang hingga Amber tak dapat menjaga kesimbangan motornya yang membuat dirinya terjatuh.

Sedangkan mobil Krystal melaju cepat masuk kedalam kediamannya “Wuhuu!! hahahaha” girang Krystal.

Krystal keluar dari mobilnya dengan senyuman bangga, Krystal berdiri disamping mobilnya melihat Amber yang sedang berjalan masuk kedalam rumahnya.

“Ya!!!” teriak Amber kesal dengan bajunya yang kotor.

“Kau licik!” teriak Amber yang berjalan menghampiri Krystal.

Krystal hanya tersenyum bangga dan tidak memperdulikan Amber “Kau benar-benar licik!”

“Licik? apa aku tidak salah dengar, bukankah di dalam taruhan ini tidak ada peraturan? kau kira ini balapan resmi?”

Amber menjadi kesal dengan menatap Krystal “Kau!”

“Apa? sudahlah yang jelas aku menang” senyum Krystal dengan meninggalkan Amber.

“Oh ya” Krystal membalikan badannya menatap Amber dengan memegang helmnya “Persiapkan dirimu, loser dan jangan pernah remehkan aku” senyum bahagia Krystal.

11.47 PM

Krystal tak berhenti tersenyum karena berhasil mengalahkan Amber, dirinya begitu puas karena Amber begitu menyebalkan.

Krystal menaiki anak tangga menuju kamarnya, dengan masih tersenyum.

Tidak tahu mengapa langkahnya terhenti melihat Amber yang sedang berdiri di balkon ruangan atas “Hi loser”

Amber menatap Krystal “Oh kau penyihir licik” ucap Amber yang seketika membuat Krystal kembali kesal.

“Kau masih tidak  bisa terima dengan kekalahanmu llama bodoh? apa kau tidak terima kalah dengan bayi sepertiku, hmm”

“Haish menjengkelkan sekali, mengapa kau begitu kejam! padahal aku sudah baik padamu” ucap Amber.

“Baik? permisi llama bodoh, tapi baik mana yang kau maksud?”

“Aku sudah membantumu dalam pelajaran MTK, bahkan aku yang harus menerima hukuman itu dan apa kau tidak tahu bahwa aku harus mati-matian mengantri untuk mango cakemu itu!”

Krystal mendekati Amber “Tapi aku tidak memintanya, bukankah kau yang mau? mengapa kau menjadi menyalahkanku dan juga aku tidak menyukai mango cakemu itu!”

Amber menaikan alisnya “Kau tidak menyukainya? bahkan Irene saja menyukainya, berarti lidahmu yang aneh”

Krystal menatap Amber “Jadi kau bersama Irene?” tanya Krystal.

“Yap, aku bersamanya kemarin. Wae?”

Krystal membuang mukanya “Tidak ada”

Amber tersenyum “Kau cemburu hah?”

Krystal menatap Amber “Cemburu? hahaha itu hayalanmu saja llama! simpan saja di dalam mimpimu itu, dan jangan berharap menjadi kenyataan!”

“Ckckc lihat, kau bahkan tidak mau mengaku”

Krystal menghela nafasnya “Sudahlah, aku tidak ingin menghabiskan waktuku untuk berdebat denganmu” Krystal meninggalkan Amber.

“Gruuukkk grruuuukk” Krystal menghentikan langkahnya, menahan tawanya dengan kuat.

Wajah Amber menjadi merah dengan memegang perutnya. Krystal kembali melihat Amber “Kasihan sekali, cacing llama kelaparan”

Amber menatap jengkel “Pergilah, cacingku sedang tidak bersahabat”

“Baiklah, aku hanya ingin mengingatkan saja.Bahwa yang kalah harus mengikuti segala segala permintaan yang menang, aku harap kau bisa memahaminya dan juga kau tidak  boleh makan malam” senyum Krystal.

Amber hanya diam, dan Krystal meninggalkan Amber yang kelaparan.

 

 

 

Empire School

Henry, Jonghyun, Key dan Onew terlihat heran yang melihat Amber makan dengan lahap

“Dia seperti tidak makan selama ratusan tahun”

“Mengapa dia seperti monster?”

Amber makan dengan lahap dengan tidak memperdulikan kelima sahabatnya yang dari tadi sudah merasa kenyang hanya karena melihat Amber yang makan.

“Apa di rumah kau tidak makan?”

“Sudah diam aku sudah makan!” ucap Amber dengan melahap dua ayam di tangannya.

“Hei cepat-cepat! ada sesuatu yang terjadi”

“Benarkah? ayo cepat kita kesana”

Kelima sahabatnya menatap suasana kantin yang tiba-tiba menjadi ramai, murid-murid berjalan menuju keluar kantin “Ada apa ini?” bingung Henry.

Jonghyun bangun dari tempat duduknya “Ada apa ini?” tanya Jonghyun kepada seorang murid.

“Ada yang bikin masalah dengan group EXO”

“Exo?” ucap ulang Jonghyun.

Mendengar hal itu Amber menghetikan kegiatannya, menatap murid-murid yang berjalan menuju keramaian.

“Ya Amber kau mau kemana!” tanya Onew, dan di ikuti oleh sahabat-sahabatnya.

Mereka berenam berjalan menuju tempat keramaian, Amber berusaha menyelinap diantara murid-murid.

“Apa kau tuli?”

“Tapi aku tidak sengaja”

Amber menyipitikan matanya, menerka-nerka orang tersebut “Aku bilang bersihkan!” teriaknya.

“Kai?” ucap Amber.

“Apa kau tidak mendengar kata-kataku hah? cepat bersihkan sepatuku, dasar yeoja berwajah jelek!” yeoja itu menangis, menangis tersendu-sendu dengan mengambil sapu tangan di kantongnya.

“Ini kelewatan!” ucap Amber.

“Amber” Henry memegang lengan Amber “Kalau aku jadi kau, aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti ada yang di otakmu saat ini!”

“Aku tidak peduli, ini sudah kelewatan!”

Henry kembali mencegah”Mereka adalah EXO! mereka itu anak emas, kita tidak bisa berbuat apa-apa! ”

Kai dan Exo tertawa. Yeoja itu sudah berlutut di depan Kai, yeoja itu sudah memegang sapu tangan miliknya untuk memberishkan sepatu Kai.

“Hei!” yeoja itu menengok.

“Bersihkan dengan lidahmu” ucap Kai.

“Mwo?”

“Apa kau tidak dengar!” teriak Kai yang membuat yeoja itu semakin menangis tak karuan. Mau tidak mau yeoja itu harus menuruti perkataan Kai, karena kalau tidak dia akan dalam bahaya besar.

Yeoja itu mulai mendekatkan kepalanya ke sepatu hitam milik Kai dengan air mata yang menetes “Haha” tawa Exo.

“Bangunlah, sedang apa kau ini?”

Kai menatap Amber “Kau?”

“Berdirilah, cepat masuk kedalam kelas. Belajar lah dengan benar” Amber membantu yeoja itu berdiri. Dan seluruh murid berbisik-bisik membicarakan Amber.

“Sudah jangan menangis, kalau kau menangis kau tidak cantik lagi” senyum Amber.

“Sekarang masuklah ke dalam kelas, aku akan mengatasi namja bodoh ini” yeoja itu tersenyum kepada Amber.

Amber menghela nafasnya, melihat sekelilingnya “Sungguh kekanak-kanakan”

“Kau mau apa?”

Amber menatap Kai “Aku ingin menggantikan posisi yeoja tadi”

Kai tersenyum licik “Kalau begitu jilat sepatuku” Kai mengangakat kakinya, meminta Amber untuk membersihkan sepatunya.

Amber tersenyum “Tentu saja” angguk Amber.

“Tapi sebelumnya, aku merasa tenggorokan aku merasa tidak enak” Amber memegang tenggorokannya dan melihat seseorang yang memegang ice cream “Ah!”

Amber menghampiri orang tersebut “Boleh aku minta ice creammu?” tanya Amber.

“Ten-ten-tentu” yeoja itu memberikan ice cream kepada Amber.

Amber mulai menjilat ice cream vanilla tersebut “Wah enak sekali”

Amber berjalan mendekati Kai dan “Ups!”

Kai menatap geram Amber, melihat sepatunya tambah kotor karena tumpahan ice cream.

“Aku tidak sengaja” ucap Amber.

“Kau!!” Kai mengepal tangannya, mencoba memukul Amber tapi Amber berhasil menepisnya.

Tak mau kalah, Amber berusaha memukul Kai dan kena di wajahnya “Yeaah!!” seketika murid-murid sorak sorai, karena selama ini tak ada yang berani melawan mereka, Tentu saja pukulan Amber adalah pukulan yang mewakili mereka.

Kai memegang wajahnya, kembali menyerang Amber dengan mengenai bibir Amber hingga berdarah, Amber menatap Kai “Dasar kau!” Amber menghujani Kai dengan pukulan hingga membuatnya terjatuh.

“Hentikan!!” Kai dan Amber melihat ke arah sumber suara.

Matanya melihat sosok yeoja yang berdiri tak jauh dari mereka, Amber bangun dari tubuh Kai yang baru saja dia pukuli karena merasa kesal.

Amber menatap Krystal, begitu juga dengan Krystal yang menatap Amber. Tapi tatapan Krystal tak lama, “Kwaenchana?” ucap Krystal pada Kai dan membantunya bangun.

Amber tersenyum tipis dengan menarik nafasnya “Pas sekali, sungguh menyenangkan melihat kalian berdua bersama”

“Hentikan semua kegilaanmu, apa kau tidak puas dengan terus meganggu?”

Amber hanya diam, ntah apa yang membuatnya kali in diam.

“Ada apa ini!!” teriak guru.

“Bubar semua!!”

“Krystal tolong bawa Kai ke ruang kesehatan dan kau Amber, ikut aku ke ruangan” ucap guru tersebut.

Tapi Amber hanya diam, matanya menatap Krystal yang membantu Kai. “Amber Liu apa kau dengar?!” Amber hanya tersenyum tipis.

Ruang Kepala Sekolah

“Aku kira kau akan berubah Amber Liu” tatap kepala sekolah kepada Amber yang duduk di depannya.

“Kau selalu mendapatkan catatan buruk, dan sekarang kau mengulang kembali. Tuan Jay menitipkanmu kepadaku agar kau bisa berubah”

“Aku hanya memberikan pelajaran kepada namja breng…”

“Hentikan! jaga sikapmu Amber Liu, kau hanya anak titipan dari Tuan Jay. Kalau bukan tuan Jay yang meminta kau tidak akan bisa sekolah disini. Lagi pula kau bukan siapa-siapa, kau bukan anak orang kaya maupun pewaris kekayaan. Jaga perilakmu Amber Liu!”

Amber keluar dari ruangan kepala sekolah, Amber berjalan sepanjang koridor dan memutuskan untuk tidak masuk kelas. Amber duduk kursi taman, “Aneh sekali, mengapa hatiku seperti ini. Rasanya seperti marah, sedih, ingin meluapkan semuanya tapi tak bisa. Aku merasa hati ini tak enak, seperti tak memiliki gairah. Aku seperti ini bukan karena aku menjadi sok pahlawan, wajahku yang lebam atau kepala sekolah yang memarahiku tapi, tapi aku merasakan hati yang tak karuan karena dirinya, iya karena Krystal. Aku tidak tahu mengapa aku bisa menyebut namanya tapi aku tahu alasan mengapa aku seperti ini adalah karena dia.

At class

Krystal Pov

Bel sudah berdering, gurupun sudah masuk kedalam kelas tapi aku masih belum melihatnya. Mengapa dia begitu lama di ruang kepala sekolah? apa dia dapat hukuman? haish lagi pula mengapa dia menjadi ikut campur!

Aggh aku tidak bisa berhenti membayangkan tatapan matanya padaku, matanya begitu sedih. Bahkan aku bisa merasakannya, aku tidak bermaksud untuk tidak menolongnya, hanya saja jika tidak ku hentikan maka Kai akan terus memukulnya, dan juga aku merasa tak pantas untuk menolongnya karena aku dan Kai adalah orang yang sama. Bagaimana bisa aku menolong Amber yang ingin membela seseorang sedangkan aku adalah orang yang sama kejamnya seperti Kai.

Jung’s House

Aku membuka pintu kamarku, kakiku melangkah mendekati kamarnya yang tak jauh dari kamarku. Sudah 3 hari aku tak berbicara padanya, apakah dia marah padaku? rasanya begitu aneh jika dia tidak megangguku, ntahlah seperti ada sesuatu yang kurindukan walaupun menjengkelkan.

Sudah 4 hari ini juga dia pulang malam, aku dengar dari Sulli dia sedang berlatih keras untuk pemilihan tim nasional dan pemilihan timnya adalah besok. Aku yakin dia begitu kerja keras.

Next day 

Author Pov

Tak seperti biasanya Krystal terlihat bangun pagi dan siap-siap berangkat sekolah, Krystal sudah rapih dengan seragamnya dan membuka pintu kamarnya.

Krystal melangkah keluar dari kamarnya dengan kotak di tangannya, Krystal melangkah dengan matanya yang menatap pintu Amber.

Krystal menatap pintu Amber, menatap nya cukup lama hingga Krystal memutuskan untuk menaruh kotak berwarna putih di depan pintu kamarnya.

Krystal menghela nafasnya, kembali menatap pintu kamarnya hingga dia memutuskan untuk pergi.

Tak lama kemudian Amber membuka pintu kamarnya bersiap untuk pergi, tetapi langkahnya terhenti ketika melihat kotak putih di depan pintu kamarnya.

“Apa ini?” bingung Amber.

Amber mengambil kotak putih itu, menatapnya heran dan memutuskan untuk membukanya.

“Wah!” Amber terkejut ketika isinya adalah “Sandwich!! daebak!!” girang Amber.

“Oh apa ini?” Amber melihat kertas berwarna putih kotak tersebut.

“Makanlah sebelum bertanding dan harus di habiskan karena ini buatanku! Semangat stupid llama ^^”

Ntah mengapa Amber tersenyum lebar, hatinya berbunga-bunga bahagia hanya karena kotak ini “Haish! ada apa denganku”

Empire School

Amber berjalan menuju gedung olahraga dengan senyuman di wajahnya, membuat murid-murid heran dengan tingkah Amber.

Kelima sahabatnya menatap aneh “Ada apa dengannya?”

“Apa dia jadi gila?”

“Beberapa hari yang lalu wajahnya terlihat buruk dan hari ini dia tersenyum seperti orang yang kehilangan akal sehat”

Amber hanya diam, menghiraukan perkataan dari sahabat-sahabatnya.

Henry mendekati Amber, mencoba mengambil kotak yang selalu di pegang Amber “Ya!”

“Ya! mengapa kau galak sekali” Amber langsung menjauhkan kotak makannya tersebut dari Henry.

“Aku cuma ingin tahu itu apa? apa itu kotak makanan? sepertinya itu sangat enak” ucap Henry.

“Tidak!”

“Haish berbagilah, pelit sekali”

Ketika mereka asik berbicara, seorang murid belari dengan cepat menuju Amber.

“Amber!” teriaknya dari kejauhan hingga membuat dirinya menengok.

Amber menatap heran namja yang belari itu “Amber!”

“Ada apa denganmu?” tanya Amber.

“Gawat!”

“Gawat apanya?” tanya Amber.

“Krystal…”

Saat mendengar namanya, hati Amber menjadi gusar “Ada apa dengannya?!”

“Krystal pingsan!”

Amber begitu terkejut mendegarnya hingga dia langsung belari tanpa memikirkan apapun selain Krystal.

Amber belari dengan kotak makan yang dia pegang terjatuh, Amber terus belari.

Kelas begitu ramai, “Amber!” teriak Luna.

Amber diam mematung, melihat wajah Krystal yang begitu pucat. Amber belari ke arah Krystal, memegang kepalanya. Mengangkat tubuhnya yang terasa dingin.

Amber megendong Krystal dengan bridal style menuju mobil Krystal, seketika semua bodyguard Krystal menjadi panik, “Cepat buka pintunya!” perintah Amber.

Amber memasukan Krystal ke dalam mobil, “Cepat bawa ke rumah sakit terdekat!”

“Krystal bertahanlah”

Hospital

Tak butuh lama, Krystal segera dimasukan kedalam ruangan khusus.

Amber duduk di depan ruangan dengan menududkan kepalanya, hatinya begitu cemas. Baru kali ini dirinya melihat Krystal yang begitu lemah.

Amber terlihat mondar-mandir di depan ruangan Krystal dengan seketaris Kim yang berusaha menengakan Amber.

“Keluaraga Jung”

Seketaris Kim dan Amber menemui dokter “Bagaimana dengan Krystal?”

“Aku rasa nona Jung mengalami kelelahan akibat anemia yang di idapnya”

“Anemia?” ucap Amber.

“Ya. Untuk beberapa hari ini, nona Jung harus banya istirahat dan harus menjaga kesehatannya” ucap dokter.

Jung’s House 10.30 PM

Krystal Pov

“Erghhh” mengapa aku begitu lemas, kepalaku sedikit pusing dan tenggorokan ku sedikit sakit.

“Nona muda Jung”

Ku buka mata ini perlahan, “Kau sudah sadar?”

“Seketaris Kim”

“Syukurlah”

“Ada apa ini?” tanyaku padanya.

Seketaris Kim menatapku “Kau pingsan nona muda Jung”

“Pingsan?!!” bagaimana bisa aku pingsan?

“Kau kelelahan, kau pingsan di dalam kelas dan untung saja Amber segera membawamu ke Rumah sakit”

“Apa?! Amber membawaku ke Rumah sakit?!!”

Amber membawaku ke rumah sakit? lalu bagaimana dengan pertandingannya! dasar llama bodoh!

“Dimana dia sekarang?”

“Amber berada di kamarnya nona muda Jung”

Aku bangun dari tempat tidurku “Nona muda Jung, tapi anda harus istirahat”

“Aku hanya ke kamarnya, seketaris Kim”

Aku berjalan menuju kamarnya, haish bagaimana ini? apa aku harus mengetuk kamarnya? dan masuk begitu saja. Tapi aku aaaghhhh bagaimana ini!

Tenanglah Krystal tenang, dia hanya Amber, yap Amber llama!

Author Pov

Dengan berani Krystal membuka pintu kamar Amber “Click”

Krystal membuka kamar Amber, kamar yang tak pernah dia masuki sebelumnya.

“Waaah” ternyata suara Krystal membuat Amber kaget.

“Ya! apa yang kau lakukan di kamarku!” kaget Amber dengan langsung meletakan stik PS4 milikinya.

“Tidak ada, hanya ingin ke kamarmu saja, emang tidak boleh?”

“Tidak boleh! aku tidak mengizinkamu masuk kamarku!”

Krystal mulai berjalan melihat-lihat kamar Amber “Mengapa tidak boleh? aku kan tunanganmu” ntah mengapa ucapan Krystal membuat wajah Amber menjadi memerah.

“Haish terserah dirimu, tapi kau tidak boleh mengacak!” ucap Amber yang di hiraukan Krystaal.

“Wah aku tidak tahu kau suka membaca buku” Krystal memperhatikan rak buku kecil Amber yang terusun rapih.

“Haish jangan disentuh!” Amber mendekati Krystal.

“Mengapa tidak boleh? apa jangan-jangan ada majalah prono?” lirik Krystal curiga.

“Haish jangan menatapku seperti itu! mengapa kau ini selalu berfikir buruk tentangku” bela Amber,

“Karena itu memang dirimu” lanjut Krystal menglilingi kamar Amber.

Krystal tersenyum saat memegang sebuah bingkai foto “Wajahmu lucu saat masih kecil tapi mengapa kau berubah menjadi jelek dan menyebalkan”

Amber hanya menghela nafasnya mencoba untuk sabar.

Kini matanya tertarik pada piano hitam di ujung kamarnya “Kau bisa main piano?”

“Tentu saja, kalau tidak bisa buat apa aku menaruhnya dikamar”

“Kalau begitu mainkan satu lagu untukku!” pinta Krystal.

“Tidak mau, ini sudah malam!” tolak Amber.

“Cepat mainkan! apa kau lupa dengan perjanjian kita. Bahwa siapa yang kalah maka..”

“Arrasso arrasso!”

Krystal tersenyum puas ketika Amber menururi perintahnya “Duduk” perintah Amber kepada Krystal.

Krystal dan Amber duduk bersebelahan dengan Amber yang bersiap memainkan piano miliknya.

Amber mulai memainkan jarinya, alunan lagu mulai terdengar indah di telinga Krystal. Jari-jari Amber bermain dengan indah, Krystal sedikit melirik wajah Amber, rambutnya sedikit menutupi bagaian samping wajahnya tapi Krystal masih bisa sedikit melihat ekspresi wajahnya.

Krystal larut dalam alunan musik yang diberikan Amber padanya, suasana menjadi hangat dan begitu indah.

(Amber mainkan lagu Bruno Mars yang Versace on the floor hehe)

Setelah bermain piano dalam 4 menit Amber mengakhiri pianonya “Bagaiamana baguskan?” ucap Amber dengan melihat ke arah Krystal.

Tak disangka mata mereka bertemu, menatap satu sama lain. Tenggelam dalam pikiran masing-masing. Matanya begitu menghanyutka, begitu damai hanya melihat matanya.

Tak ingin terus larut Amber berhenti menatap Krystal karena dia tak sanggup jatuh lebih dalam “Haish bagaimana menurutmu?”

“Bagus” senyum Krystal yang semakin membuat Amber tak karuan.

“Tentu saja” bangga Amber.

“Biane”

Amber langsung terkejut dengan ucapan Amber “Mwo?”

“Tidak ada” ucap Krystal yang membuang wajahnya.

Amber tersenyum “Kiyowo”

“Apa?” tanya Krystal

“Kau lucu, apa kau tidak tahu itu?”

Krystal hanya diam wajahnya sedikit memerah “Biane stupid llama, karena diriku kau tak bisa…”

“Sssstt sudah tidak usah dibahas, yang terpenting adalah kau saat ini baik-baik saja” senyum Amber meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja

“Apa kau yakin? bukankah kau ingin sekali masuk tim nasional” tatap Krystal.

“Sudahlah, mungkin bukan jalanku. Lagi pula jika aku masuk tim, aku tidak ada waktu lagi untuk meganggumu hahaha”

Krystal memukul lengan Amber “Dasar stupid llama”

“Apa tidak ada panggilan yang lain? seperti pangeran atau apa begitu” komplen Amber.

Krystal terlihat berikir “Bagaimana kalau servant!”

“Servant? yang benar saja, mengapa tidak pangeran atau raja tampan?”

“Itu tidak cocok padamu! lagi pula kau harus menuruti semua perintahku!”

“Hufhh baiklah princess” keluh Amber.

“Mwo?”

Amber menatap Krystal “Ehmm sebenarnya sudah lama aku ingin memanggil princess, hanya saja aku takut kepalamu menjadi besar hahaha”

“Ya!”

“Lihat-lihat belum apa-apa kepalamu sudah keluar tanduk!” ejek Amber dengan kabur menjauhi Krystal.

“Sini kau stupid llama!”

Amber memasang wajah jelek kepada Krystal “Weeee, sini kejar aku penyihir hahaha”

“Kemari kau llama!!”

“Hahahaha”


 

Sorry author updatenya lama, seharusnya minggu kemarin sudah di share tapi pas author publish eh malah gak bisa alhasil jadi pada gak ke save dan harus ngulang lagi dari awal.

 

Advertisements