Someday 18

“Errrhhh!” aku menaruh sendok, menciumnya saja aku tidak selera makan.

“Makanlah, kau membutuhkan tenaga” aku menatap Taeyeon yang duduk disampingku.

Aku melihat beberapa sayuran dan nasi bubur, makanan apa ini? “Apa tidak ada makanan lain? seperti taco atau burger”

“Apa aku harus menyuapimu?” tatapnya, tentu saja aku tidak mau disuapi olehnya.

“Arasso” aku mulai makan dengan terpaksa. Setelah selesai makan, dokter serta beberapa perawat datang ke kamarku. Dokter mengecek serta mengambil darah. Jujur saja aku masih terasa pusing dan mata sedikit buram “Bagaimana keadaanya dok?” tanya Taeyeon.

Aku menatap dokter dengan memegang lenganku yang baru saja disuntik “Apa kau masih merasakan pusing?” tanya dokter.

“Ya, aku merasakannya”

Dokter mengangguk “Benturan di kepalamu cukup kuat. Kau harus banyak istirahat sampai kondisimu benar-benar stabil. Kalau tidak, itu akan membahayakanmu dan sangat fatal. Benturan di kepalamu bisa mengenai saraf otak, dan itu sangat berbahaya. Aku menganjurkan agar kau tidak terlalu banyak beraktifitas sebelum benar-benar sembuh” aku mengangguk paham.

“Kalau begitu aku permisi” ucap dokter yang meninggalkan ruangan, saat dokter meninggalkan ruangan aku dikejutkan dengan kedatangan mereka “AMBRO!!” Haish mereka lagi.

Mereka masuk dengan membawa beberapa balon dan boneka, apa-apaan ini! mereka pikir aku anak kecil hah! “Apa yang kalian lakukan, apa kalian membolos lagi?” ucapku melihat mereka yang mengerumuniku di tempat tidur.

“Apa kau tidak suka? wajahmu terlihat menyedihkan” ucap Key.

Jonghyun tertawa “Haha tentu saja, jika Krystal yang membawa pasti dia akan tersenyum-senyum seperti orang gila” goda Jonghyun.

Aku menghela nafasku mendengar lelucon mereka “Hentikanlah, aku malas mendengarnya”

“Mengapa begitu? apa kau tidak tahu saat pertama kali kau sadar, kau menyebut nama Krystal berkali-kali!” ucap Henry heboh.

Aish apa yang dibicarakan si bodoh ini! aaghh mengapa tiba-tiba pipiku panas.

Henry menyenderkan kepalanya di Taemin “Krystal~ Krystal~~”

Aku mengambil bantalku dan melempar ke arah Henry “Hentikan bodoh” hahahahah semuanya tertawa, senang sekali mereka.

“Lihat wajahmu! mengapa jadi merah seperti itu, hah, kau malu? mengapa kau malu-malu terhadap kami”

“Pergilah!” aish menyebalkan sekali, bukanya aku menjadi sembuh malah menjadi semakin sakit karena ulah mereka, tapi…. tapi apakah yang dikatakan Henry itu benar? maksutku, apa benar aku menyebut nama Krystal??? jika benar.. aaghh aku tidak sanggup melihat wajah Krystal! sungguh memalukan, lagipula mengapa aku harus menyebut namanya, mengapa bukan eomma atau yeoja cantik lainnya. Aish benar-benar!

“Sudah tidak usah dipikirkan, lagipula Krystal sangat senang saat kau memanggil namanya” mataku kini tertuju pada Henry lagi.

Henry menatapku “Baru kali ini aku melihat Krystal begitu khawatir pada seseorang, kau benar-benar beruntung llama!” tunjuk Henry dengan sumpit.

Aku hanya diam, aku tidak menyangka Krystal mengkhawatirkanku. Bukankah dia membenciku, bukankah dia menyuruhku untuk pergi dari hidupnya. Aku bisa gila karena dia.

“Annyeong haseyo” aku melihat ke arah pintu, melihat yeoja yang bernampilan elegan dengan rambut blondenya “Oh noona!!” noona?! mengapa mereka menjadi sok akrab.

“Hi Jessica” sapakku, dia menatapku aneh.

“Haha kau kaku sekali” ucap onew dengan tawannya.

Jessica berjalan ke arahku, menggantikan bunga di sampingku “Bagaimana keadaanmu?”

Aku mengangguk dengan senyuman “Baik”

“Kapan kau akan pulang?” Jessica duduk disamping tempat tidur, kini aku bisa mencium harum badannya.

“Aku tidak tahu, dokter belum mengizinkanku untuk pulang. Dokter mengatakan bahwa aku harus banyak istirahat” tatapku pada Jessica. Terkadang tatapan Jessica juga membuat hatiku tak karuan.. huffh ntahlah.

“Kita seperti obat nyamuk disini” sindir Jonghyun yang membuatku tertawa “Lebih baik kalian pulang saja”

“Jika kau bersama wanita cantik, kau selalu lupa pada kami” tatap Onew.

“Aish!”

 

Empire School Krystal POV

Aku hanya mencoret-coret kertas kosong di buku tulisku, rasanya aku tidak memiliki semangat sama sekali. Huffhh, aku semakin mencoret-coret buku ini. Aku merasa kesal pada diriku sendiri! aku bahkan tidak bisa berfikir apapun kecuali dirinya. Untuk apa aku memikirkannya? memikirkan seseorang yang telah membohongiku, mempermainkanku, membuang-buang waktukku, lagipula dia sudah bersama Jessica unnie.

Haish mengingat Jessica unnie semakin membuat kepalaku ingin meledak! bagaimana bisa dia bicara seperti itu padakku, apa dia lupa bahwa kita bersaudara. Aku tidak mengerti mengapa Jessica unnie bicara seperti itu padakku, mengapa dia begitu khawatir kepada Amber. Apa Jessica unnie benar-benar menyukai Amber?

Sudahlah, untuk apa aku memperdulikan yeoja gila itu! bukankah aku ingin melupakannya, tapi…

Aish apa aku tidak bisa berhenti peduli padanya! kejadian kemarin sangat membuatku malu, untuk apa aku menciumnya. Aku menciumnya tidak sekali, tapi dua kali! benar dua kali..

Ayolaah Krystalll, itu tidak sengaja! itu hanya… agghh

Itu adalah perbuatan terbodoh yang pernah aku lakukan, aku tidak tahu mengapa aku melakukannya, aku hanya melakukannya begitu saja! Aku benar-benar membenci Amber tapi aku tidak tahu mengapa aku masih peduli padanya? ayolah Krystal, mengapa kau bingung dengan dirimu sendiri.

 

“Krrriiiingg Kriiingg Krrriiinggg” lamunanku dibangunkan dengan suara bel pulang sekolah. Semua murid bergegas membereskan meja mereka, begitu juga aku.

Aku segera melangkah meninggalkan kelas “Soojung” Luna unnie  berlari kecil.

“Apa kau tidak ingin ikut bersama kami?”

Ku hela nafas ini, menaikan tasku di tangan “Tidak” jawabkku dengan singkat.

Luna unnie berjalan disampingku “Apa kau yakin? Vic unnie bilang, kau yang paling antusias saat Amber sadar. Apa kau…”

“Tidak unnie” jawabkku menatap lurus Luna unnie, aku tidak tahu mengapa aku sedikit emosi.

Luna menghela nafasnya “Ada apa denganmu? aku yakin kau begitu peduli pada Amber. Baiklah Jung Soojung, aku ingin tahu apa yang kau pikirkan saat ini”

Aku hanya diam, matakku tak berani menatap Luna unnie. Yang kupirkan saat ini adalah Amber sekalipun aku membencinya. Ya Tuhan, apa aku tidak bisa berhenti memikirkannya “Sudahlah unnie aku tidak ada waktu, lagipula aku memiliki pertemuan dengan perusahaan Kwon. Aku pergi” aku meninggalkan Luna unnie dan berjalan lurus menuju mobil.

 

At Hospital  Amber POV

Aku menatap Jessica yang sedang tertidur di sofa, matakku terus menatapnya. Ntah mengapa aku merasa beruntung mengenal dirinya, Jessica selalu hadir saat diriku sedang sedih ataupun saat aku kesusahan, dirinya selalu ada di sampingku dan memberikan senyuman terbaiknya padakku.

Bibirku tersenyum…

Jessica benar-benar berbeda dengan Krystal, aku harap Krystal bisa seperti Jessica, aku tidak bermaksut untuk membandingkan antara Jessica dan Krystal.

Hanya saja…

“Sampai kapan kau menatapkku? membuatku risih” aku mendengar suaranya yang sedikit serak, tangannya sedikit di renggangkan. Matanya mulai terbuka dan menatapkku.

Lagi..

Jessica memberikan senyuman manisnya kepadakku. Terkadang hatikku berdebar kencang saat Jessica bersikap seperti itu padakku.

“Yak! aku bilang jangan menatapku seperti itu”

“Aku menatapmu karena kau mendengkur, itu sangat berisik sekali” aku mulai mengejeknya.

Haha tatapan itu, Jessica menatapku dengan tatapan mematikan “Aish jangan memberianku tatapan seperti itu”

“Aku tidak pernah mendengkur saat tertidur” Jessica mengambil segelas air putih dan duduk di tempat tidurku, aku bisa mencium kembali wangi tubuhnya.

“Jika kau lelah, pulanglah. Aku bisa sendiri disini atau aku bisa menyuruh Henry dan yang lainnya menemaniku”

“Tidak, lagipula hari ini aku sedang tidak ada kerjaan” Jessica menaruh gelasnnya di meja dan duduk kembali dengan kaki menyilang di tempat tidurkku. Terkadang sifatnya sama seperti Krystal, mereka berdua layaknya seperti putri raja.

Haish mengapa aku selalu memikirkan tentang Krystal si penyihir gila itu! untuk apa aku memikirkannya, aku yakin saat ini dia sedang bersenang-senang bersama Kai. Tapi, aku kembali mengingat ucapan Henry.

“Apa yang kau pikirkan?” aku menatap Jessica yang berbicara padakku “Tidak ada” aku menggelengkan kepalaku.

Jessica tersenyum tipis “Tidak usah berbohong, aku yakin kau sedang memikirkan Krystal”

Aku hanya menghela nafasku dan tak menatap Jessica “Benarkan? aku tahu kau pasti memikirkannya, bahkan saat pertama kali kau membuka mata kau menyebut namanya” matakku segera menatap Jessica dengan segera, jadi Henry mengatakan yang sebenarnya.

Jessica tersenyum “Aku yakin Krystal memiliki tempat khusus dihatimu. Aku yakin kau selalu menunggu pintu terbuka dan berharap Krystal datang untuk melihatmu”

Aku tersenyum tipis “Tidak”

“Bibirmu berkata tidak tapi hatimu mengatakan iya”

“Bisakah kita tidak membahas Krystal?” tatapkku serius, aku benar-benar ingin melupakan Krystal. Dirinya sudah bahagia bersama Kai.

“Baiklah terserah padamu” aku menatap Jessica, kami saling bertatapan “Mengapa kau begitu perhatian padakku? bukankah kita baru kenal”

Jessica menghela nafas “Aku tidak tahu, saat pertama kali aku melihatmu menangis. Aku merasa kau adalah orang yang baik, dan aku ingin melindungimu”

“Aku bisa menjaga dirikku sendiri, dan aku tidak menangis pada saat itu!”

Jessica mendekatkan dirinya padakku, menatapku dengan jarak yang dekat. Bahkan aku bisa melihat warna bola matanya yang coklat “Rasanya aneh, aku tidak tahu apa yang kau lakukan padakku tapi.. tapi aku akan menjagamu, aku tidak ingin ada yang tersakiti lagi. Cukup diriku”

“Apa maksutmu” Jessica bangun dari tempat tidur, dan berjalan mengambil tasnnya “Yak apa maksutmu? siapa yang menyakiti dirimu”

Sebelum keluar Jessica menatapku “Selamat malam Amber, cepatlah sembuh! jadi kau bisa menemaniku belanja kembali. Bye”

Aish wanita itu pergi begitu saja! hmmm. Aku mengerti apa yang kau rasakan Jessica tapi melihatmu seperti tadi sungguh membuatku ingin disampingmu. Apa sebenarnya yang terjadi padamu?

 

Krystal POV

“Terima kasih sudah berkerja sama dengan kami nona Jung” aku menjabat tangan CEO Kwon untuk kerjasama dengan kami.

Setelah selesai aku berjalan menuju mobil yang telah menungguku di lobi restoran “Selamat malam nona muda Jung” pengawalku membuka pintu, aku segera menyandarkan kepalaku di kursi mobil. Hari ini benar-benar melelahakan, aku tidak bisa membayangkan bagaimana kakek melalui hari-harinya dengan menjadi CEO.

“Kita langsung pulang”

“Baik nona muda Jung” mobil mulai berjalan, aku menatap gedung-gedung tinggi dengan lampu yang gemerlap.

Melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. Waktu terus berlalu, hari ini tak terasa lama tapi tetap saja aku memikirkannya.

Ntah apa yang masuk ke dalam pikiranku ini, tidak hanya pikiran tapi hatikupun merasa tak karuan. Sesuatu yang mengganjal dalam hatiku tapi aku terlalu gigih untuk tidak melakukannya.

Tapi…. Sampai kapan?

Ku pejamkan mataku, berusaha menenangkan kembali perasaan yang tak karuan ini. Aku tidak bisa terus seperti.

“Putar balik mobil” perintahku.

Tak lama kemudian aku telah sampai di depan Seoul Hospital, mengapa jantungku berdebar kencang.

“Silahkan nona muda Jung” aku keluar dari mobil dengan memegang erat blazerku karena udara malam sangat dingin.

“Ting” aku melangkah keluar dari lift.

IMG_3598.jpg

“Selamat malam nona muda Jung” para pengawal menunduk kepada Krystal yang berjalan mendekati kamar Amber.

“Nona muda Jung” Aku menatap Taeyeon yang memberi salam padakku, aku tidak menyangka Taeyeon begitu perhatian kepada Amber.

Aku menatap pintu kamar Amber, jantungku seribu kali berdebar. Apakah aku harus masuk?

Aku mulai membuka pintu, kakiku melangkah masuk ke kamar Amber yang sudah gelap. Aku pikir saat ini dia sudah tidur karena lampu kamar yang mati, setidaknya aku merasa tenang.

Aku kembali melangkahkan kakiku dengan perlahan agar dia tidak terbangun, Hufffhhh mengapa aku merasa gugup!

Kuhentikan langkahku, sudah cukup jelas untuk melihat wajahnya. Aku melihatnya dari ujung kaki hingga kepala memastikan llama bodoh ini baik-baik saja. Aku menatap wajahnya yang tengah tertidur, aku tak sadar jika bibirku tersenyum hanya dengan melihat wajahnya yang tertidur.

Aku rasa sudah cukup, sudah cukup bagiku untuk melihatnya.

Aku melangkah menuju pintu keluar “Mau kemana?”

“Dup!”  jantungku berdebar! suara seraknya dapat kembali ku dengar, bahkan aku bisa mendengar hela nafasnya.

“Mengapa pergi begitu saja? benar-benar tidak sopan, setidaknya kau berpamitan padakku. Bukan seperti pencuri yang datang dan pergi secara sembunyi-sembunyi” Aish llama ini! apa dia mengajakku ribut?

Amber menghidupkan lampunya, sehingga bisa melihat Krystal dengan jelas.

Aku memutar badankku, menatap Amber yang juga menatapku “Aku datang kesini karena kakek! memastikan dirimu baik-baik saja”

“Tuan Jay Jung? hmmmm” Amber mengangguk.

Kini aku dapat melihatnya lebih jelas, kepalanya masih diperban. Bibirnya masih pucat, tangannya masih di lilit perban “Aku pikir kau merindukanku” godannya.

Aku menaikan alisku, sedikit mendengar apa yang diucapkan si bodoh itu “Mwo?”

“Tidak ada, melihatmu berpakaian seperti itu bisa kutebak kau dari perusahaan. Benar bukan?”

“Kenapa?”

“Bagaimana perusahaan?”

“Baik-baik saja, semua berjalan baik tanpa dirimu”

“Benarkah, baguslah” Aku menatapnya yang sedang merenggangkan badannya.

“Bisakah kau ambilkan aku air putih?”

Aku menatapnya tajam “Apa?!”

“Aish benar-benar tidak berubah” Amber menggosok telinganya.

“Kau berani memerintahku llama?”

“Kenapa tidak? apa kau tidak lihat aku sedang sakit, jadi aku minta tolong padamu”

Benar-benar menyebalkan! aku mengambil segela air putih untukknya “Ini”

“Aish apa kau tidak bisa sopan sedikit terhadap orang sakit?” tatap Amber dengan cibirannya.

“Jangan banyak bicara” tatapku dingin, Amber mulai meminum segelas air putih hingga habis.

“Aaghh aku lapar” aku menghela nafasku, sekarang apalagi?

“Bisakah kau memesan ayam goreng untukku?”

Kali ini aku menatapnya dengan tajam “Beraninya kau!”

“Lagipula kau tidak membawa makanan! semua orang yang menjengukku membawakanku makanan. Hei, kau adalah cucung dari Jay Jung, ku ulangi lagi Jay J.U.N.G! apa kau tidak mampu membeli makanan untukku?”

Aku tersenyum simpul, aku ingin sekali memukul kepalanya yang diperban itu! berdebat dengannya sungguh memakan waktu dan tenaga. Aku mengambil ponselku dan menelfon restoran ayam goreng untuk orang yang menyebalkan ini.

Setelah selesai aku menaruh ponselku dan berjalan menuju pintu “Mau kemana?” sontak Amber yang membuatku menenggok ke arahnya lagi.

Aku hanya menatapnya “Apa kau ingin pulang?”

Aku menghela nafaskku “Ya”

Wajah Amber terlihat sedikit kecewa “Mengapa kau pulang?!”

Aku tersenyum mengejekknya “Kenapa? kau masih merindukanku?”

Matanya tak lagi menatapku, dirinya menjadi salah tingkah “Bukan seperti itu! hanya saja tidak menyenangkan bila makan sendirian, apalagi di rumah sakit yang sepi seperti ini!” aish alasan saja.

Lihat! dia menatapkku dengan tatapan memelas, tatapan apa itu! bukankah dia tidak ingin bersamaku lagi, mengapa sekarang dia memintakku untuk bersamanya?

“Jangan hanya berdiri saja! duduklah” perintah Amber.

Ntah mengapa aku menuruti perintahnya, aku duduk di kursi disamping tempat tidur llama bodoh ini. Aku menatapnya, menatap wajahnya yang tergores luka, aku merasa bahwa Amber belum sepenuhnya pulih, aku yakin dirinya masih lemas tetapi mengapa dirinya masih bisa tersenyum dengan keadaan seperti itu, apa dia tidak takut mati?

“Apa yang kau pikirkan?” tatapnya.

“Dasar bodoh”

Amber menatapku heran “Yap, itulah diriku”

“Kenapa kau membiarkan dirimu naik di dalam perahu karet kemarin, kau tahu bukan itu akan membuat mati, terlebih lagi kau tidak bisa berenang. Kau tidak perlu membahayakan nyawamu”

Amber tersenyum “Aku tidak tahu mengapa aku melakukan hal bodoh seperti itu, haruskah ku bilang itu sebuah naluri? naluri yang dari dulu bertugas untuk melindungimu. Aku sudah berjanji untuk melindungimu, apa kau lupa?”

“Kau tidak perlu melakukannya lagi, aku tidak butuh pertolongan ataupun dirimu lagi” tatapkku lurus ke matanya.

“Iya aku tahu, hanya saja selama kontrakku bersamamu Jay Jung belum berakhir, maka aku tidak bisa menjanjikan untuk tidak menjagamu. Walaupun kau begitu membenciku, aku selalu menepati janjiku” tatapnya serius.

Aku menghela nafaskku, menyederkan tubuhku dengan melipat kedua tanganku “Aku harap waktu itu akan segera datang”

“Ya, aku harap juga begitu. Aku tidak tahan lagi seperti ini”

“Aku tidak akan melakukan hal seperti ini kalau kau tidak bermain-main dengan nyawamu”

Amber mengangguk “Jadi kau masih mengkhawatirkanku?” aku hanya menatapnya.

“Tidak, hanya saja itu beban untukku”

“Beban? tentu saja” Amber mengangguk sedih.

Keadaan semakin membuatku canggung hingga terdengar dering ponsel Amber yang tak jauh darinya, aku melihatnya menatap ponsel dengan senyum di wajahnya. Aku tidak tahu mengapa aku begitu penasaran sekali “Hallo Jessica”

Jessica unnie??

“Hahaha aku belum tidur, mungkin sebentar lagi. Aku sedang menunggu ayamku datang” aku menatapnya, wajahnya berubah 180 derajat dari sebelumnya. Sepertinya dia begitu bahagia karena Jessica unnie menelfonnya.

Dan…..

Mengapa llama bodoh ini tidak menyebut namakku? maksutku, apa dia tidak ingin mengatakan bahwa saat ini aku menemaninya di rumah sakit? semakin membuatku malas saja. Aku bangun dari dudukku tetapi….

Aku melihat tanganku yang di pegang oleh Amber dengan dirinya yang masih berbincang dengan Jessica unnie di ponsel. Hah? apa maksut dirinya, kau pikir dirimu siapa!

Aish, tangannya megenggam tanganku kuat “Baiklah, kau istirahatlah. Selamat malam” Amber mematikan ponselnya, masih memegang tanganku.

“Kau ini mau kemana, mengapa ingin pergi begitu saja?”

Aku menatapnya dingin “Aku lelah, aku ingin istirahat”

“Besok kan hari libur, lagipula kau sudah berjanji akan menemaniku makan ayam bersama” senyumnya dengan memperlihatkan giginya yang semakin membuat dirinya mirip dengan llama.

“Baiklah, tapi sampai kapan kau akan memegang tanganku?” aku melirik ke arah tanganku yang di genggam Amber.

“Oh hahahha aku lupa” wajahnya sedikit merah, apa dia sedang malu?

Aku kembali duduk, menatap Amber yang sedang menyandarkan dirinya “Kau terlihat begitu dekat dengan Jessica unnie” jujur saja aku begitu penasaran.

“Yap, Jessica adalah yeoja yang baik. Aku juga tidak mengerti mengapa aku isa dekat dengan dirinya ehm terjadi begitu saja” senyumnya, tentu senyumnya berbeda saat membicarakan Jessica unnie.

“Tok Tok Tok”

“Masuklah” perintahkku.

“Waaah akhrirnya datang!” girang Amber.

Aku hanya duduk menatapnya melahap beberapa ayam “Waaahh enak sekali” seperti anak kecil saja. Aku hanya menatapnya, apakah Amber menyukai Jessica unnie? aish untuk apa aku memusingkannya. Aku tidak peduli!

“Ini” aku menatap tangan Amber dengan sepotong paha ayam yang dia berikan padaku “Makanlah, aku tidak bisa makan sendiri”

“Aku tidak lapar”

“Ayolaahh” aku mengambil paha ayam yang diberikan Amber.

 

Author POV

“Bagaimana kabar sekolah? aku dengar sebentar lagi ujian dimulai”

Krystal mengangguk “Dan begitu banyak tugas akhir sekolah yang harus di selesaikan” tambahku.

“Benarkah? jika aku terus disini aku tidak bisa lulus kuliah” lesu Amber.

Krystal tersenyum simpul “Kau pasti lulus, selama kakek yang menjadi CEO. Kau tidak perlu khawatir”

Krystal bangun dari duduknya “Sudahlah aku ingin pulang”

“Yak! ayamnya belum habis” protes Amber.

“Makan saja sendiri, masih banyak yang aku kerjakan” Krystal meninggalkan ruangan.

Amber meletakan ayam gorengnya, menatap pintu dengan lesu “Padahal baru hari ini aku ingin  makan”

 

Jessica POV Next day 

“Kau terlihat memikirkan sesuatu” aku tersenyum pada eomma “Tidak ada”

“Benarkah? kau akhir-akhri ini terlihat senyum-senyum, apa aku sedang jatuh cinta?” aku kembali tersenyum dengan meminum teh hangat di pagi hari.

“Eomma bicara apa”

“Eomma harap kau belum terlalu memikirkan tentang percintaan sebelum kau mendapatkan semua hak mu kembali”

Aku menaruh cangkir tehku, aku rasa hal ini terlalu pagi bila di bicarakan “Eomma..”

“Hmm”

“Apakah eomma menyayangi Krystal?” aku menatap eomma, wajahnya sedikit terkejut ketika aku mengucapkan nama Krystal.

“Tentu, bagaimanapun Krystal adalah keponakanku”

“Tapi tuan putri kecil itu mengambil posisimu, Jessica. Dan eomma aku mengembalikan yang seharusnya. Kau adalah cucung pertama dari anak pertama Jung. Kau harus ingat itu” aku bangun dari tempat duduk.

“Apa kau ingin pergi ke rumah sakit lagi?” aku menghentikan langkahku, menatap eomma yang santai membaca koran.

“Eomma mengikutiku??”

“Kau adalah satu-satunya anakku, dan juga terlalu banyak hal berbahaya jika kau tidak diawasi. Aku tahu kau tidak suka jika ada yang menyangkut kehidupan pribadimu, tapi eomma harus melakukannya”

Aku menghela nafaskku, aku tidak suka eomma mencampuri kehidupan peribadiku “Dan juga, eomma sangat senang kau dekat dengan Amber Liu” tatapnya.

“Hanya dia orang terdekat denganku eomma” jujurku bekata.

“Saat ini Amber sedang butuh perawatan, lukanya cukup parah” aku menatap eomma, begitupun sebaliknya. Aku tidak tahu mengapa aku menatap tajam eommaku.

“Kenapa? apa kau sedang berfikir bahwa aku yang melukai teman barumu itu?” ucapnya dengan meminum teh hangat.

Kang Ji Hoon menatap anak tunggalnya “Justru aku senang kau bisa dekat dengan Amber, kau tahu bukan seluruh urusan perusahaan Amber yang mengerjakannya. Serta Mega Projek Amber yang banyak menarik perhatian investor sangat begitu menarik perhatianku. Sangat di sayangkan jika suatu saat dia mengikuti jejak ayahnya”

“Tidak eomma, kalau begitu aku permisi” aku menundukkan kepalaku dan meninggalkan ruang makan.

Sebelum ke rumah sakit, aku datang ke sebuah restoran untuk bertemu seseorang “Nona Jung Sooyeon” pria paruh baya itu membungkuk ke arahku.

“Lama tak bertemu paman” senyumku padanya yang sudah ku anggap sebagai paman sendiri.

“Bagaimana kabarmu? ibumu mengatakan bahwa kau senang berada di Korea” senyumnya.

“Ya, aku senang bisa kembali”

“Aku juga begitu senang bisa melihatmu kembali, Jessica. Oh aku ingin menyerahkan ini padamu, hanya beberapa dokumen penting yang perlu kau ketahui” aku mengambil beberapa dokumen, dan membukanya satu persatu.

“Mega Projek?” tatapku padanya.

Dia tersenyum “Salah satu projek utama kita”

“Aku dengar mega projek dikerjakan dengan Amber Liu”

Kim Bo Kyung mengangguk dengan senyum tipis “Ya, Amber Liu. Tangan kanan Jay Jung, juga tunangan dari Krystal Jung tapi semua tidak berjalan mulus. Saat ini Amber sedang berada di rumah sakit dan Krystal? aku tidak yakin anak itu bisa menyelesaikan mega projek karena tak ada yang mendukungnya, aku pikir hanya Taeyeon yang saat ini di sisinya. Saat ini Krystal hanya berdiri sendiri, Jay Jung sedang terlibat kasus dan Anjing peliharaan Jay Jung sedang sakit”

“Paman!” aku menatapnya geram, aku tidak suka dia menghina Amber.

“Apa?” tatapnya bingung “Apa aku mengatakan hal yang salah” aku menghela nafasku, menahan emosiku.

Kim Bo Kyung tersenyum “Aahh aku lupa bahwa Amber kini adalah salah satu temanmu. Maafkan aku jika aku berkata seperti itu, tapi aku berkata jujur bahwa Amber hanya sebuah…”

“Apa ada lagi yang akan paman bicarakan?” tatapku serius.

Kim Bo Kyung mengangguk “Aku mau kau tidak menyerah, tetap di jalanmu dan tidak merubah tujuanmu. Aku mau kau duduk dikursi emas, bukan anak manja itu. Ingat, kau adalah pewaris yang berhak atas semua aset Jay Jung”

“Terima kasih paman” senyumku.

Aku bangun dari dudukku tapi ada sesuatu yang melintas dipikiranku “Oh paman”

“Ya”

“Kai adalah anak paman, bukan?” tanyakku yang dibalas anggukan olehnya.

“Aku dengar dia dekat dengan Krystal” tanyakku penasaran.

“Ya, mereka sudah dekat sejak lama”

“Apa paman pernah berfikir bahwa Kai menyukai Krystal?”

Kim Bo Kyung terlihat berfikir “Sepertinya begitu, siapa yang tidak menyukai pesona Krystal” senyumnya. Aku mengangguk “Aku harap Kai dapat menjaga Krystal” senyumku dengan meninggalkan Kim Bo Kyung.

 

Jung’s House 

Krystal tengah duduk di kursi kerjanya, kini Krystal telah memiliki ruang kerja pribadi di rumah mewahnya. Krystal menatap lembara-lembaran kertas yang berserakan di meja kerjanya. Tangannya sedikit memijat keninggnya dengan lembut.

“Tok Tok Tok Krystal memandang pintunya “Masuklah” perintahnya.

“Selamat siang nona muda Jung”

“Ada apa, seketaris Kim?” tanya Krystal.

Taeyeon berdiri di depan meja Krystal “Aku hanya ingin mengingatkan…” belum sempat selesai bicara Krystal sudah memotongnya.

“Selasa jam 3 persemian gedung baru serta kerjasama kita dengan Kwon, aku akan selalu mengingatnya, Kim Taeyeon” ketus Krystal.

“Maafkan aku nona muda Jung, aku hanya ingin mengingatkan karena acara kali ini begitu penting. Aku hanya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa kau pantas untuk menggantikan tuan besar Jay Jung dan membuat mereka dekat denganmu”

“Hanya untuk sementara waktu” singkat Krystal.

“Tidak, ini adalah awal. Kau adalah Krystal Jung Soojung, kau adalah pewaris sah dari perusahaan Jung. Banyak orang yang mengincar posisimu, banyak orang yang menginginkan kau jatuh ataupun mati. Jika kau ingin menjadi pemimpin dan bertahan dalam permainan ini, maka buatlah mereka menyukaimu. Buat lawanmu menjadi kawanmu, dan jangan pernah tunjukkan kelemahanmu” Ucap Taeyeon dengan serius. Membuat Krystal terdiam mendengar ucapan Taeyeon.

“Aku tahu kau tidak bisa menerima posisimu sekarang ini, tapi ini adalah takdirmu dan kau harus menjalaninya dan…..  Aku ingin kau jauh lebih baik dari Jay Jung” Krystal menatap Taeyeon.

Taeyeon membungkukkan badannya “Aku permisi nona muda Jung”

“Kim Taeyeon” Taeyeon menghentikan langkahnya, menatap kembali Krystal yang masih duduk di kursinya.

“Apakah kau masih berhubungan dengan Jessica unnie?” tanya Krystal.

Taeyeon sedikit tersenyum pahit dengan gelengan kepalanya “Tidak lagi nona muda Jung, semenjak dia pergi ke luar negeri, aku ataupun Jessica tak pernah saling berhubungan”

“Apa kau tahu sekarang Jessica unnie tinggal dimana?”

“Dia tinggal di apartamen bersama eommanya”

“Eomma? maksutmu bibi Kang Ji Hoon?” Taeyeon mengangguk.

Krystal terdiam “Baiklah, kau boleh pergi” Taeyeon meninggalkan ruang kerja Krystal. Krystal membuka laci mejanya, memandang foto yang sudah lama tidak dia lihat. Foto dimana dirinya sangat bahagia bersama ayah dan ibunya. Foto dimana tidak ada pertikaian satu sama lain.

 

Krystal Pov

Kaki ini melangkah masuk ke dalam kelas, aku menghentikan langkahku. Matakku menatap bangku kosong yang tepat berada di belakangku. Aku menghela nafasku, terbesit bayangan dirinya.

“Soojung! ada apa denganmu?” aku menatap Luna dan menggelengkan kepalaku. Berjalan menuju kursiku.

 

08.08 PM Jung’s House

“Selamat malam nona muda Jung, beristirahatlah” senyum Kim Taeyeon.

“Bagaimana kakek?”

“Sementara ini beliau sedang diamankan untuk diminta keterangan, aku khawatir statusnya yang menjadi saksi bisa menjadi terdakwa”

Aku menghela nafasku “Bukankah di belakang kakek banyak orang-orang hebat yang mendukungnya?”

Taeyeon mengangguk “Tentu nona muda Jung, kita tidak akan membiarkan tuan besar Jay Jung menjadi tersangka”

Aku hanya diam, ada sesuatu yang mengganjal hatikku “Tapi… tapi apakah kakek benar-benar tidak bersalah?” aku menatap Taeyeon, dia sedikit bingung dengan pertanyaanku.

“Tidak nona muda Jung”

Aku berjalan meninggalkan Taeyeon, berjalan menuju kamarku.

 

Next day 

Aku melihat jam yang menujukkan pukul 10 pagi. Aku segera mengganti baju yang sudah disiapkan untuk pertemuan nanti.

“Selamat pagi nona muda Jung” sapa pelayan.

Aku hanya berjalan lurus dan menuju mobil yang sudah terparkir di depan pintu utama.

Pintu dibuka, aku segera masuk. Tunggu dulu, dimana seketaris Kim “Dimana seketaris Kim?” tanyakku pada supir.

“Seketaris Kim berada di rumah sakit, seketaris Kim akan segera datang nona muda Jung”

di rumah sakit? apa terjadi sesuatu?

“Apa kau tahu mengapa seketaris Kim datang ke rumah sakit?”

“Maaf nona muda Jung, aku tidak tahu”

“Hmm baiklah, kita berangkat sekarang”

“Baik” ke-4 mobil pergi meninggalkan halaman rumah Jung’s menuju tempat peresmian gedung baru.

Kusenderkan kepalaku, menatap gedung-gedung bertingkat kota Seoul. Huffhh ntah mengapa akhir-akhir ini aku merasa kesepian. Seperti ada seseuatu yang hilang di dalam dirikku. Aku begitu lelah, tak ada semangat dalam hidupku.

Ku ambil ponsel di dalam taskku, membuka beberapa pesan masuk. Satu-persatu kubaca hingga aku menemukan pesan teks dari “Stupid llama” senyumku membacanya. Aku kembali membuka pesan masuk darinya.

Ntah mengapa dengan membacanya saja sudah cukup membuatku senang, tetapi aku merasa sedih karena…. karena mungkin aku merindukan orang yang menyebalkan ini.

Bila mengingat keselahannya kembali, aku begitu tak bisa mengontrol emosiku. Selama ini dia mempermainkanku, mempermainkan hatiku.

Tapi…

Tapi aku juga tidak bisa menyangkal bahwa di dalam hatiku yang paling dalam masih ada rasa untukknya. Itu sebabnya rasa ini tak karuan.

Tak lama kemudian aku telah sampai, matakku menatap gedung bertingkat ini. Semua orang sedang sibuk menyiapkan acara penting ini. Aku berjalan menuju ruangankku.

“Dreett dreeett” aku melihat ponselku yang berdering. Kai? mengapa dia menelfoku.

“Hallo”

“K-k-rryss-tal” mengapa suaranya begitu?

“Kai, ada apa? mengapa suaramu seperti itu”

“Kry-y-stal tolong aku”

“Yak! ada apa denganmu?!”

“Krys” apa Kai menangis?

sekarang kau dimana, katakan padakku!”

 

Seoul Hospital

Amber menatap Taeyeon yang berjalan masuk ke dalam kamar Amber “Apa kata dokter?”

Taeyeon mengambil segelas air putih “Luka di kepalamu sedikit mengalami penyembuhan”

Amber terlihat girang “Jadi aku boleh pulang!”

Taeyeon menaruh gelasnnya “Belum, kau perlu melakukan dua kali terapi lagi. Memastikan kinerja otakmu kembali lagi. Jika ada kesalahan sedikit maka bisa berakibat fatal, lagipula kau masih suka pusing, bukan? aku tidak mau kau terjadi apa-apa, dokter mengatakan bahwa kau hampir mati karena kecelakaan kemarin, dan untung saja saat kau sadar kau tidak kehilangan fungsi otakmu dan menjadi cacat! beruntunglah dirimu, jadi kau harus menjaga kesehatan!”

Amber memasang wajah jengkel “Aish, kau benar-benar seperti eommaku” cibir Amber.

Taeyeon menatap Amber “Iya aku eomma mu!”

“Oh iya, mengapa kau tidak bersama Krystal? bukankah hari ini ada pertemuan” tanya Amber.

“Ya, pertemuan akan dimulai siang nanti. Lagipula sekarang baru jam 12, nona muda Jung akan datang lebih awal” ucap Taeyeon kembali meminum air putih.

“Aku harap Krystal baik-baik saja. Hari ini pasti sangat ramai, dan banyakk wartawan yang akan mendekatinnya, aku mohon kau terus bersamanya Tae Tae” tatap Amber pada Taeyeon.

Taeyeon mengangguk dengan senyuman “Jadi, apa kau masih menyukainya?”

Amber menaikan alisnya “Apa maksutmu?”

“Krystal Jung” goda Taeyeon.

Amber memutuskan tatapan Taeyeon dan mengambil bantal “Sudahlah aku ingin istirahat”

Taeyeon tersenyum “Drriingg drrriiingg”  

“Hallo” sapa Taeyeon.

“APA??!!!” Suara Taeyeon membuat Amber terkejut, Taeyeon terlihat begitu khawatir dan syok.

“Cepat cari nona muda!!” gagas Taeyeon.

Seketika wajah Amber menjadi panik “Ada apa Taeyeon!”

Taeyeon menelan salivanya “Nona muda tidak ada di tempat, dan mobilnya juga tidak ada”

“Apa?!! bagaimana bisa”

“Aku harus kembali ke kantor, jaga dirimu” Taeyeon dengan cepat keluar dari Rumah sakit. Sedangkan Amber bingung dengan apa yang dilakukan Krystal “Aish! apa yang dilakukan dirinya hingga pergi dari perusahaan di tengah pertemuan penting seperti ini!”

Amber merasa tidak tenang “Aku yakin ada sesuatu yang tak beres, tidak ada yang bisa merubah pikiran Krystal kecuali orang terdekatnya dan sanggup meyakinkan dirinya” Amber segera mengambil ponselnya.

“Hallo”

“Luna, apakah Krystal bersama kalian?” panik Amber.

“Soojung? tentu saja tidak, dari pagi Krystal tak masuk sekolah. Aku dengar hari ini dia memiliki urusan yang sangat penting”

“Huffhh” Amber menghembuksan nafasnya.

“Ada apa Amber?” tanya Luna.

Amber terlihat berfikir “Luna! apa kau melihat Kai hari ini di sekolah?”

Luna diam sejenak “Tidak, hari ini seharusnya ada pertandingan basket dan Kai di tunjuk sebagai kapten tapi dia tidak ada, dan juga dia tidak bersama dengan EXO saat ini” 

“Aish bajingan itu! apa kau tahu alamat Kai?” tanya Amber.

“Ya aku tahu”

Setelah Luna memberitahu alamat Kai, Amber menaruh ponselnya. Amber menatap infus di tangannya, menatap beberapa alat yang tertancap di bagian tubuhnya.

“Aish persetan!” Amber mencabut semua alat yang terhubung di badannya.

Amber berusaha bangun dari tempat tidurnya, tanganya gemetar saat menepong tubuhnya yang ingin bangun.

“Agh!” Amber terjatuh ke lantai, Amber kembali berusaha bangun dengan memegang tempat tidurnya.

“Aaaghh!” Amber berhasil berdiri tegap, dirinya mulai berkeringat. Amber berjalan pelan mengambil topi yang berada di atas meja. Amber memakainya untuk menutupi perban di kepalanya. Tak hanya topi, Amber mengambil jaket untuk menutupi pakaian rumah sakit.

Amber membuka pintu dengan pelan, matanya memeriksa keadaan sekitar memastikan bahwa tak ada yang melihatnya.

Amber mulai berjalan dengan sekuat tenaganya, topinya sedikit diturunkan untuk menutupi wajahnya. Amber menahan sakit di kepalanya dengan mengigit bibirnya yang mulai pucat.

“Ting!” Lift terbuka, Amber bergagas jalan dan menghentikan taxi di depan rumah sakit.

Setelah masuk ke dalam taxi, Amber menyenderkan kepalanya. Amber mulai berkeringat, pandangan matanya sedikit buram.

Setelah sampai Amber menatap rumah yang besar dengan pagar yang tinggi, Amber melihat sekitar. Mencari cara agar dia bisa masuk sedangkan taxi menunggu di dekat rumah Kai.

“Aish!” Amber melihat ponselnya yang sudah menunjukkan pukul 2.

 

Jung Corpt

Semua tamu telah kumpul, sebuah aula besar telah dipersiapkan untuk persemian gedung serta kerjasama Mega projek antara Jung’s sebagai perusahaan besar di Korea dan Kwon’s sebagai perusahaan paling berpengaruh di Jepang.

Taeyeon terlihat khawatir, bukan pertemuan yang dia khawatirkan tapi Krystal.

“Bagaimana?” panik Taeyeon bertanya pada anak buahnya.

“Kami tidak berhasil menemukannya”

“Yang benar saja!!” marah Taeyeon.

“Cepat temukan nona muda Jung!” perintah Taeyeon.

Taeyeon memijat kepalanya, dirinya mulai bingung dengan keadaan yang dihadapi “Aku tidak melihat CEO Krystal” Taeyeon menatap Kim Bo Kyung yang menghampirinya.

“Dimana dia?” tanyannya dengan menatap sekitar.

“Nona muda Jung akan segera datang” tenang Taeyeon menatap lurus Kim Bo Kyung.

“Benarkah? aku harap dia datang tepat waktu, karena semua orang menunggu kehardirannya” Taeyeon hanya diam dan tak menanggapinya.

 

Sedangkan Krystal…

“Kai”

Kai menatap Krystal yang berdiri tak jauh dari sofanya “Aku senang bisa melihatmu disini” senyumnnya.

“Apa yang terjadi? apa yang terjadi padamu” tatap Krystal khawatir.

Krystal menghampiri Kai, menatap wajah Kai yang memiliki luka di bibirnya “Siapa yang melakukan ini padamu!”

Kai tersenyum, memegang tangan Krystal dengan erat “Tetaplah disini”

“Kai, kau harus ke rumah sakit” Krystal menarik tangan Kai untuk bangun.

Kai menatap Krystal “Kau adalah orang yang baik” senyumnya.

“Kau terluka parah! ayo cepat” Kai bangun dari duduknya, Krystal terdiam saat melihat jam yang menujukkan pukul 1.30

“Kenapa?”

“Aku tidak memiliki banyak waktu, aku harus kembali ke perusahaan setelah mengantarmu ke rumah sakit” jelas Krystal.

“Baiklah” ucap Kai, mereka segera pergi dari rumah “Pakai mobilkku” pinta Kai.

Kai membuka pintu untuk Krystal, dan Kai berada di bangku kemudi, pintu terbuka lebar dan mobil Kai berjalan keluar”

 

Amber sembunyi saat mobil Kai keluar dari perkarangan rumahnya, setelah mobil melewati dirinya. Amber menatap mobil Kai “Bukankah itu mobil Kai? dia pasti bersama Krystal!” Amber segera berjalan menuju taxi dan mengikuti mobil Kai.

Taxi yang ditumpangi Amber melaju cepat mengikuti mobil Kai, Amber terlihat khawatir dengan Krystal “Apa yang akan dia lakukan pada Krystal!” ucap Amber.

“Aaaghh!” Amber kembali memegang kepalanya yang terasa sakit, tentu saja luka di kepala Amber belum sepenuhnya sembuh.

“Anda tidak apa-apa?”

“Tidak apa-apa” ucap Amber.

 

Sedangkan di mobil Kai, Krystal terlihat begitu cemas “Apa kita tidak terlalu jauh untuk pergi ke rumah sakit?” tanya Krystal menatap Kai.

Kai hanya diam dan fokus menyetir, Kai menambah kecepatan mobilnya “Kai!” tatap Krystal.

“Kita mau kemana?”

“Kita akan pergi jauh” ucapnya.

“Apa maksutmu!” Krystal merasa ada sesuatu yang aneh pada Kai. Terlebih lagi sekarang sudah jam 2.

“Kai, hentikan mobilnya” Kai tidak menanggapi Krystal.

“Kai hentikan! aku ingin turun!” Krystal menaikan suaranya.

Kai tersenyum tipis “Tidak” bukanya berhenti, Kai menambah kecepatan mobilnya.

“Apa yang kau lakukan! Kai hentikan!!” mobil Kai melaju menjauhi kerumunan orang, Kai menuju sebuah gedung tua yang tak di tempati orang lagi.

“Dimana kita” Kai kembali diam, mobilnya semakin dalam memasuki gedung tua tersebut.

“Kai!”

 

Jung’s Corpt

Jam sudah menunjukkan pukul 3, semua tamu menjadi tak nyaman karena Krystal tak kunjung datang. Sedangkan CEO Kwon sudah tiba dan duduk dengan staffnya di ballroom Jung Corpt.

“Bagaimana ini?” ucap salah satu staff terhadap Taeyeon sebagai penanggung jawab.

“Aku tidak peduli! saat ini aku memperdulikan Krystal, kau dengar itu!” geram Taeyeon.

“Tapi kau harus memperdulikan perusahaan, ini adalah kerjasama penting! apa kau ingin menghancurkannya begitu saja?” Taeyeon menghela nafas, dirinya merasa bingung. Seketika suara menjadi ribut, terdengar suara bisikan serta pandangan orang yang menuju pintu utama ballroom.

Taeyeon menatap tajam, dirinya begitu terkejut “Apa yang dia lakukan?!!”

Semua petinggi menatap kedua yeoja yang masuk dengan anggun ke ballroom pertemuan Kwon dengan bodyguard yang menjaga mereka.

“Apa yang kalian lihat! bagaimana bisa kalian tidak memberi hormat kepada pewaris sah Jung’s corpt!” ucap Kim Bo Kyung terhadap semua staff Jung’s corpt.

“Jessica dan Kang Ji Hoon” tatap Taeyeon.

Semua staff membungkuk kepada mereka berdua dan kembali berjalan “Apa yang kau lakukan” tanya Taeyeon kepada Kim Bo Kyung.

Kim Bo Kyung tersenyum simpul “Aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi”

Taeyeon megenggam tangan Kim Bo Kyung “Kau tidak bisa melakukan ini!”

“Tidak bisa, mengapa tidak bisa? Jessica Jung adalah pewaris SAH dari Jung’s corpt! kau tidak berhak untuk melarangnya” Kim Bo Kyung tersenyum tipis.

“Lagipula kita tidak akan mungkin membiarkan kerjasama ini batal begitu saja, hanya karena Krystal sajangnim tidak hadir. Ohh ketua macam apa dirinya hingga tidak hadir? apa dia sedang asik shooping atau jalan-jalan? dasar anak manja”

“Kim Bo Kyung!” Taeyeon terlihat marah.

“Minggir Kim Taeyeon”

Jessica hanya diam berdiri, sedangkan ibunya menebar senyuman kepada orang-orang dengan menjabat tangan mereka “Aku pikir kau tidak akan kembali ke Korea” ucap salah satu staff Jung corpt.

“Tentu saja aku akan kembali” senyumnya.

Semua mata menatap mereka berdua, Jessica menebar senyuman kepada mereka

“Jadi wanita itu adalah pewaris sah Jung Corpt?” staff 1.

“Waah bagaimana bisa? aku tidak pernah melihatnya” staff 2.

“Banyak rumor yang mengatakan bahwa Jay sajangnim mengusir mereka dan membuat mereka menetap di Amerika” staff 3.

“Benarkah? lalu jika dia adalah pewaris sah Jung corpt, bagaimana dengan Krystal sajangnim?” ucap staff 1.

 

Kai menghentikan mobilnya di sebuah gedung tua yang tak terurus, hanya ada mobilnya di dalam gedung yang tak terpakai lagi.

“Kai!” Kai menatap Krystal “Ini semua karena dirimu” tatap Kai.

“Ada apa denganmu! untuk apa kita disini, aku ingin kembali! jika tidak aku akan teriak!” ancam Krystal.

“Hahaha teriaklah, tidak akan ada yang mendengarmu!”

Krystal mencoba membuka pintu mobil, tapi sayang Kai telah mengunci pintu Krystal hingga membuat pintu krystal sulit terbuka.

Kai mendekati Krystal “Kai hentikan!!” Kai mencoba memegang bahu Krystal.

“Yak!!” Krystal mencoba mengelak.

“Kenapa kau lebih memilih yeoja jadi-jadian itu dibanding diriku, kenapa ayahkku begitu mengaggumi yeoja jadi-jadian itu dibandingkan aku anaknya sendiri!! karena dirimu juga aku seperti ini!” kesal Kai yang masih berusaha mencium paksa Krystal.

“Kai lepaskan!!”

“PLAK!!” Krystal menampar Kai, membuat Kai semakin geram “Beraninya kau wanita jalang!!” marah Kai yang semakin membabi buta kepada Krystal, Kai memegang kuat tangan Krystal hingga tangan Krystal memerah.

Kai membuka paksa baju Krystal, sedikit demi sedikit blazer yang dikenakan Krystal terlepas dari tubuhnya hingga kemeja polos putihnya yang masih menutupi bagaian atas tubuhnya.

“Kai hentikan!!!” Krystal mulai meneteskan airmatanya, tak menyangka Kai sahabat serta orang yang dia sayangi menjadi seperti ini.

“Kai pleaseee” Krystal memohon pada Kai untuk menghentikannya.

Kai membuka bajunya, dan kembali membuka kemeja Krystal dengan paksaan hingga membuat tubuh Krystal memerah.

“Aku mohon” pasrah Krystal, Kai sudah membuka setengah baju Krystal dan berusaha untuk mencium tubuh Krystal.

“DRASSSSTTT!!!” terdengar suara pecahan kaca mobil Kai yang pecah. Kai terkejut hingga membuatnya melepaskan Krystal, sedangkan Krystal masih menangis dengan menutupi tubuhnya.

“Dasar bajingan!!” Kai di paksa keluar.

“Bruk Bruk Bruk!!” pukulan keras menghantam wajahnya berkali-kali tanpa ampun.

“Beraninya kau!!!!” teriaknya dengan masih memukul Kai.

“Aaghh!” Kai mulai melawan, tangannya memukul balik wajah lawannya hingga satu pukulan dapat membuatnya jatuh ke tanah dengan membentur kepalanya.

“AMBER!!” Teriak Krystal.

“Kau yang bajingan!” Kai balas memukul Amber yang tersungkur di tanah.

“TAP” Amber memegang gempalan tangan Kai, dan memukul wajah Kai.

“Brengsek!” Lagi dan lagi Amber memukul Kai, tak hanya pukulan. Amber memberikan sebuah tendangan tepat di perutnya hingga membuat Kai terjatuh tak berdaya.

Amber memegang leher Kai “Sekali lagi kau sentuh Krystal, ku pastikan kau mati!!” Amber memukul kuat wajah Kai yang sudah berlumuran darah.

Amber membalikan badannya, wajahnya penuh darah. Amber tersenyum… Iya, dia tersenyum “Princess, maaf aku terlambat”

“Dup!!” Amber terjatuh tak berdaya.

“Amber!!!” Krystal berlari, memeluk Amber yang tak berdaya.

“Amber!!”

 

Jung’s Corpt

“Kita tidak bisa menunggu” ucap staff.

Taeyeon melihat tamu sudah kecewa, Taeyeon melihat Jessica dan Kang Ji Hoon yang akan menaiki panggung.

“Ini tidak bisa, jika seperti ini maka posisi Krystal dalam bahaya”

“Drriingg Drrriiingg” Taeyeon mengambil ponselnya, matanya membulat. Betapa terkejutnya saat dirinya melihat nama Krystal muncul di layar ponselnya.

“Nona muda Jung, apa kau tidak apa-apa???” Taeyeon berusaha tenang.

“MWO?!!!” Suara Taeyeon mengundang perhatian beberapa tamu.

“Baiklah aku segera kesana!!” dengan cepat Taeyeon berjalan menuju Kwon, dan membungkuk ke arahnya.

“Aku minta maaf, acara ini akan di batalkan karena Krystal sajangnim mengalami luka-luka. Sekali lagi aku selaku seketaris Kim Taeyeon selaku penanggung jawab sangat minta maaf, saat ini nyawa Krystal sajangnim sedang dalam bahaya”

Kwon menarik nafasnya, matanya menatap lurus Taeyeon, Kim Bo Kyung menatap Taeyeon kesal.

Kwon mengangguk “Kita akan mengatur ulang” senyum Kwon.

“Terima kasih” Taeyeon kembali membungkuk dan mengucapkan beribu terima kasih karena kemurahan hatinya.

“Ayo ikut aku!!” ajak Taeyeon kepada para bodyguard Jung’s.

Kang Ji Hoon mengepal tangannya dengan kesal, sedangkan Jessica hanya diam dan tak tau apa yang harus di lakukan.

 

“Mohon tunggu disini” Krystal menghentikan langkahnya, menatap Amber yang masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.

Krystal duduk di dekat pintu, kepalanya tertunduk dengan mata yang merah.

“Pabo” lirihnya.

“Dasar pabo”

Suara hentakan kaki terdengar, semakin dekat dengan Krystal “Nona muda Jung!” Krystal menaikan kepalanya, menatap wajah Taeyeon yang berada di depannya.

“Taeyeon”

Taeyeon memegang bahu Krystal “Kwaenchana?” tatap Taeyeon.

Krystal memeluk Taeyeon untuk pertama kalinya “Amber” ucap Krystal di pelukan Taeyeon.

Taeyeon mengelus punggung Krystal “Amber akan baik-baik saja, percayalah”

 

Kang Ji Hoon terlihat marah “Bagaimana bisa! aku pikir anak mu sudah cukup pintar! bagaimana bisa dia tidak becus untuk mengurus anak ingusan seperti itu!” marah Ji Hoon.

Kim Bo Kyung berusaha menjelaskan “Kai mengatakan bahwa Amber membantu Krystal”

“Amber?” kaget Jessica.

“Ya, Amber Liu. Kalau saja bajingan itu tidak datang, maka kita sudah mendapatkan semuanya!” tatap Kim Bo Kyung.

Jessica terdiam, dirinya menjadi khawatir. Jessica berjalan ke kamar dan mengambil ponselnya untuk mencoba menghubungi Amber.

“Sial! ponselnya tidak aktif, Amber…. apa yang terjadi” khawatir Jessica.

 

Krystal Pov

Aku kembali ke rumah sakit, aku kembali menatap Amber yang terbaring di tempat tidur dengan tak sadarkan diri. Dokter mengatakan bahwa Amber begitu membahayakan nyawanya.

Bagaimana bisa kau membahayakan nyawamu untukku, Am? apa kau melakukan semua ini untuk kakek atau….. atau karena diriku?

Aku mengelus rambut hitamnya, duduk disampingnya dengan menatap wajahnya. Amber adalah orang terbodoh yang pernah aku kenal, benar-benar bodoh.

Ku ambil tangannya, ku genggam erat tangannya yang dingin. Ku taruh telapak tangannya di pipikku “Maafkan aku” aku kembali meneteskan airmata.

“Aku egois, aku benar-benar egois. Hatimu lebih sakit daripada hatikku. Apa kau tahu aku mencari cara untuk membencimu? berusaha untuk mengingat kembali perbuatannya yang kau lakukan padakku agar aku dapat terus membencimu, tetapi itu menyakitkan. Semakin aku membencimu semakin gila aku padamu. Aku mencoba menghapus kenangan kita tapi aku berkahir dengan tangisan. Semua itu kulakukan karena suatu saat kau akan meninggalkanku. Itu sangat menyakitkan bagiku”

Krystal kembali membelai rambut Amber “Tidak ada yang tidak bahagia jika itu bersamamu, Am” senyum Krystal.

“Maafkanku”

 

Next day 

“Ehmm” aku mencoba membuka matakku, ah pegal sekali leherku.

“Selamat pagi princess” suara itu….

“Amber?” senyumnya, aku kembali lagi melihat senyumnya. Ini adalah pagi hari terindah untuk beberapa minggu ini.

“Bodoh” dia tersenyum lagi, aku mengigit bibir bawahku. Berusaha menahan airmata ini!

“Hei” Amber memegang tanganku.

“Aku disini” senyumnya.

“Jangan lakukan hal bodoh lagi” tatapku tajam.

“Akan ku usahakan” dasar bodoh.

“Terima kasih” ucapkku tulus.

“Jika tidak ada dirimu….”

“Ssstttt, saat ini kau baik-baik saja. Aku tidak akan membiarkan seseorang melukaimu! ingat itu” tatap Amber.

“Dan juga…. aku minta maaf”

Amber membulatkan matanya “Mwo? apa aku tidak salah dengar? Seorang Krystal Jung Soojung meminta maaf?! DAEBAK!!”

Aish menyebalkan sekali, aku secara reflek memukul bahunya “AAAGHH!” sontak aku terkejut.

“Kwaenchana??!!!” panikku.

“Aaaaghhh agghhh hahahahhaa lihat wajahmu princess” aish!!

“Benar-benar menyebalkan!” aku meninggalkan Amber dan mengambil segelas air putih.

“Jadi semalaman kau menjagakku dengan memegang erat tanganku?”

Uhuk uhuk uhuk “Yak!”

“Haha wae? kau tidak perlu malu, lagipula kita masih tunangan” seketika wajahkku menjadi begitu panas! bisanya dia menggodaku seperti itu!.

“Diam atau kau kusiram dengan air llama bodoh!” tatapku dingin.

“Waaahh ini baru Krystal Jung hahaha”

“Tok Tok Tok” pintu terbuka “Maaf meganggu” pelayan rumah sakit datang untuk mengganti baju Amber.

“Aku keluar sebentar”

“Jangan lama-lama” pinta Amber.

Aku keluar dari ruangannya untuk membeli makanan, saat aku berjalan. Aku melihat “Jessica unnie”

Jessica dan Krystal menghentikan langkahnya, saling melempar pandang “Krystal” senyumnya padakku, aku melihat Jessica unnie membawa buah untuk Amber, aku tahu selama ini Jessica unnie yang menjaga Amber saat sakit.

“Ehmm aku ingin bertemu Amber”

“Oh, ehmm Amber sedang membersihkan badannya jadi.. sepertinya untuk sekarang tidak bisa”

“Baiklah aku menunggu”

“Bisa kita bicara?”

Jessica unnie menatapku “Tentu”

 

“Minumlah” aku memberikan minuman kaleng untukknya dan duduk di taman rumah sakit.

“Bagaimana keadaan Amber?” aku menatap Jessica unnie, apa dia begitu mengkhawatirkan Amber tanpa harus berbasa-basi?

“Amber baik-baik saja, dia butuh istirahat”

Jessica mengangguk “Aku dengar kejadian yang kau alami dan Amber kemarin, itu benar-benar di luar perkiraan. Untung saja kalian baik-baik saja sekarang” senyum Jessica unnie padakku, aku merasa saat ini dia baik-baik saja maksutku tidak seperti kemarin yang begitu ketus padakku.

“Ya, aku juga sangat bersyukur bahwa kami tidak apa-apa, hmm Aku dengar kau datang ke acara kemarin?”

Jessica tersenyum “Ya” jawabnya singkat.

“Wae?” tanyaku berani.

“Apa aku tidak boleh datang?” tatap Jessica.

Aku menatapnya “Tentu boleh, aku tidak pernah melarang siapapun untuk masuk ke dalam perusahaan. Aku adalah CEO yang baik hati unnie, tidak mungkin aku jahat kepada saudaraku sendiri”

“Aku bersyukur perusahaan Kwon dapat mengulang jadwal pertemuan” aku tersenyum.

Kami diam beberapa saat..

Jessica unnie hanya diam “Aku ingin bertemu Amber” Jessica bangun dari duduknya.

“Unnie”

Jessica menghentikan langkahnya, menatapku serius “Aku… aku tidak akan menyerah untuk Amber. Sekarang aku sadar, dan tahu”

Jessica tersenyum simpul “Aku pergi”

Aku tidak dapat berkata apapun, aku tidak mengerti apa yang dikatakan Jessica unnie padakku. Apakah dia benar-benar menyukai Amber?

 

Author POV

Jessica duduk disamping Amber, menatap Amber yang sedang menyantap makannya “Errghh aku tidak suka makanan rumah sakit, sungguh” Amber memasang wajah kesal sedangkan Jessica tersenyum melihatnya.

“Habiskanlah, agar kau cepat sembuh”

Amber menghela nafasnya “Aku harap aku bisa segera keluar dari tempat ini tapi nyatanya aku bakal lebih lama lagi berada disini” tatap Amber ke seluruh penjuru kamar.

“Itu semua salahmu!”

Amber menatap Jessica “Apa kau ingin bilang aku bodoh?”

“Ya! itulah dirimu”

Amber mengaduk-aduk buburnya “Sama saja kau dengan Krystal”

“Apa?”

Amber tersenyum “Tidak ada”

“Terima kasih Jess, kau selalu menemaniku”

“Hanya kau yang ku punya”

Amber tertawa “Hahaha jangan seperti itu”

Amber menatap Jessica yang terlihat melamun “Apa yang kau pikirkan?”

“Kau” tatap Jessica.

Amber tersenyum “Kau selalu memikirkan tentangku, bukan? apa kau menyukaiku?” goda Amber.

“Mungkin… ntahlah, aku merasa nyaman bersamamu. Aku tidak ingin kau terluka ataupun tersakiti” Jessica dan Amber saling bertatapan hingga mereka tak menyadari Krystal yang mengintip di belakang pintu, menatap kebersamaan serta percakapan antara Jessica dan Amber.

“Terima kasih Jess, kau yang terbaik” mereka saling melempar senyum dan Krystal memutuskan untuk pergi.

 

1 Minggu berlalu, Amber telah keluar dari rumah sakit “Amber!!!!” Amber tersenyum dengan menampakkan giginya, Shinee memeluk Amber yang telah kembali ke sekolah “Woaaahh my bro!!” peluk mereka “Akhirnya kita bisa berkumpul lagi” Shinee senang Amber bisa kembali, satu sekolah melihat ke arah Amber yang telah kembali dari kejadian yang mengrikan kemarin.

Amber berjalan menuju kelas dengan senyuman serta semangat, langkahnya mulai memasuki kelas.

Menatap seisi kelas hingga matanya menatap Krystal yang sedari tadi memandang wajah Amber.

Waktu seakan berhenti, seperti hanya ada mereka berdua saja di ruangan itu. Amber menatap lembut Krystal yang duduk di kursinya. Krystal menatap dalam Amber yang berdiri di depan kelas dengan memegang tasnnya.

“Drrriingg drriingg!!!” suara bel mebangunkan lamunan mereka. Amber berjalan menuju kursinya kembali “Welcome back bro!” ucap Henry.

Guru mulai datang, memberikan pengumuman bahwa ujian akhir akan di mulai minggu depan “Cepat sekali, tak terasa kita sebentar lagi akan lulus” ucap Henry yang di setujui Amber “Rasanya baru kemarin aku masuk kelas ini” tambah Amber.

12.00 AM semua murid berjalan keluar dari kelas masing-masing “Ayo kita ke kantin” ajak Henry pada Amber.

“Kau duluan saja” Henry mengangguk.

Amber mengeluarkan sesuatu dari tasnya, Krystal dan sahabat-sahabatnya mulai beranjak dari tempat duduk “Krystal” ucap Amber dengan cepat.

Mereka semua menengok padahal hanya Krystal yang dipanggil, Krystal menatap datar Amber, Ammber merasa canggung “Ehhmmm….” Amber menggaruk-garuk rambutnya.

“Wae?” dingin Krystal.

“Soojung, kami duluan ya. Bye!” ucap Vic, Sulli dan Luna meninggalkan Krystal.

Krystal melipat kedua tangannya di dada, menatap Amber yang tampak salah tingkah “Wae?”

“Ehmmm….” Amber tak berani menatap Krystal.

“Ehmmm….”

Krystal rolled her eyes “Bisakah kau mengatakan sesuatu selain Ehmm?”

“Mau makan siang denganku? ehmmm ya begitu… maksutku.. kau tahu bukan aku saat ini tak bisa makan makanan yang lainnya selain bubur dan buah. Aku takut saat makan di kantin aku….”

“Baiklah” Krystal meninggalkan Amber yang kalimatnya terpotong oleh Krystal. Amber segera mengikuti Krystal yang berjalan lebih dulu darinya.

Seperti biasa Krystal memilih tempat yang jauh dari keramaian, Krystal duduk di bangku taman dengan pohon rindang yang menutupi mereka dari sinar matahari. Suara burung serta percikan kolam air membuat suasana semakin nyaman.

Amber duduk disamping Krystal dengan mengeluarkan beberapa kotak makanan, Krystal memperhatikan Amber “Aku tidak tahu kau menyiapkan semua ini” ucap Krystal.

“Itu karena kau terlalu sibuk dengan perkerjanmu sajangnim” ucap Amber yang masih meletakan kotak makan. Yap, akhir-akhir ini Krystal disibukan dengan kerjaanya karena mengatur ulang jadwal pertemuan dengan Kwon Corpt.

“Makanlah!” senyum Amber yang memberikan sendok pada Krystal.

Amber membawakan daging serta sandwich kesukaan Krystal sedangkan Amber memakan bubur dan buah yang harus dia makan untuk kesehatannya “Makanan kesukanmu” senyum Amber.

Krystal menatap Amber yang tersenyum bodoh, Krystal mulai mengambil makanannya begitu juga Amber.

“Ehmmm mengapa kau tidak pernah mengunjungiku di rumah sakit lagi pada saat itu?”

Krystal masih mengunyah “Karena aku sibuk” Amber mangangguk.

“Lagipula sudah ada yang menemanimu bukan?” Amber menatap Krystal, merasa bingung dengan ucapannya.

“Tapi…. ehmmm”

Krystal menatap Amber “Apa? apa kau berharap kehadiranku?”

“Tidak! aku bersyukur kau tidak datang, aku bisa semakin lama sakit jika bersamamu” elak Amber.

“Kalau begitu pergilah dariku” balas Krystal tanpa melihat Amber.

“Tak lama lagi” senyum simpul Amber.

Krystal berhenti mengunyah “Tak lama lagi keinginanmu akan tercapai, tak melihatku lagi selamanya” senyum Amber.

Krystal menggengam erat sendoknya “Berapa lama lagi?”

“Aku rasa kontraknya 2 bulan lagi, lagipula kakekmu akan segera bebas dari jeratan pengadilan. Dan juga kau telah berhasil menjadi seorang CEO dalam menggantikan kakekmu serta berhasil mengajak Kwon Corpt berkerjasama denganmu” puji Amber.

“Tapi itu idemu” tatap Krystal.

“Tapi kau yang menjalani, benar-benar sudah pantas menjadi CEO” senyum Amber.

Mereka diam beberapa menit hingga Amber membuka kembali percakapan “Krystal”

“Hmm” gumam Krystal yang membersihkan mulutnya dengan tisu.

“Apa Kai masih mendekatimu?”

Krystal menatap Amber dengan tatapan tajam “Beberapa kali tapi selalu ku tolak, dia berusaha menjalaskan padakku bahwa dia melakukan semua itu dengan terpaksa”

Amber menaikkan alisnya “Dengan terpaksa?”

“Iya, Kai mengatakan bahwa jika dia tidak melakukan hal tersebut padakku, maka dia akan mati. Dia juga mengatkan bahwa dia melakukan semua itu karena diriku, aku sungguh tak paham maksutnya”

Krystal berfikir sejenak “Menurutmu siapa yang melakukan hal itu? jelas dia ingin aku hancur” tatap Krystal.

“Mungkinkah…. mungkingkan Kim Bo Kyung?” lanjut Krystal

Amber tersenyum “Tidak mungkin, dia sudah kau anggap paman sendiri, bukan?”

Krystal menatap Amber serius “Lalu siapa? kau tahu bukan pada saat pertemuan dengan Kwon corpt, Kim Bo Kyung berdiri disamping Jessica dan ibunya. Dan mengatakan bahwa Jessica unnie merupakan pewaris sah Jung corpt terlebih lagi aku curiga bahwa Kim Bo Kyung melakukan kekerasan pada Kai” ucap Krystal serius.

Amber tersenyum “Maksutmu Jessica akan mengambil alih posisimu?”

Krystal menghela nafasnya “Semua orang menginginkan posisiku Am, terlebih lagi saat ini kakek sedang rentan untuk diserang”

“Tapi tidak mungkin, Jessica adalah saudaramu”

Krystal tersenyum simpul “Kau terus membelanya”

Amber menggelengkan kepalanya “Bukan seperti itu…”

“Sudahlah” Krystal pergi meninggalkan Amber, Amber merasa heran dengan perbuatan Krystal “Mengapa dia jadi marah?” bingung Amber.

“Driing driingg” ponsel Amber berdering, bibirnya tersenyum melihat panggilan dari Jessica.

“Hallo” senyum Amber.

“Apa kau sedang sibuk?” suara Jessica dari kejauhan.

“Anio, aku baru saja selesai makan siang”

“Hmmm, apa pulang sekolah nanti kau memiliki waktu?”

Amber menaikan kedua alisnya “Tentu”

“Baiklah, nanti kau akan ku jemput. Bye Am” 

 

At Blanc and Eclare 

Amber menatap Jessica yang sedang merapihkan rak baju yang baru saja keluar hari ini, Amber menatap Jessica dengan dalam hingga membuat Jessica sadar dengan tatapan Amber “Kenapa menatapku seperti itu?” Amber menggelengkan kepalanya.

“Aku merasa heran, kau cantik, pintar, kaya dan itu sempurna tapi mengapa tak ada pria yang mendekatimu?”

Jessica tersenyum “Kenapa? ini pilihanku”

Mereka berjalan menuju tempat duduk yang lebih nyaman untuk bicara, Jessica mengambil minuman untuk Amber “Apa tidak ada pria yang mendekatimu?”

Jessica menaruh minuman kalengnya, menatap Amber yang berada di sampingnya “Tidak, dan aku tidak tertarik”

Amber mengangguk “Apa kau tidak kesepian?”

“Tidak, bukankah ada dirimu” senyum Jessica.

“Hahaha aku? aishh apa tidak ada yang lain? apa kau tahu kau begitu menyusahkan” canda Amber.

“Aku tidak melihat ke arah manapun, hatiku tak terbuka untuk siapapun. Hanya kau, Amber Liu”

Jessica dan Amber saling bertatapan, wajah Jessica menjadi serius “Aku tidak peduli dengan siapapun, aku tak peduli apa kata orang terhadap diriku. Aku… aku hanya ingin bahagia dan bahagiaku adalah dirimu”

Amber menatap dalam Jessica, bibir Amber tak dapat berkata apa-apa. Jantungnya bedetak dengan kencang, tangannya berkeringat “Nona Jessica” suasana menjadi kembali seperti semula saat asisten Jessica memanggil dirinya “Baiklah” anggun Jessica.

Jessica bangun dari duduknya, menatap Amber yang masih melamun “Pulanglah, hari mulai gelap. Selamat malam Amber” Jessica meninggalkan Amber.

 

Jung’s House Amber POV

“Hei Amber” aku menatap Taeyeon yang berdiri di depanku.

“Hmm”

Taeyeon menatapku aneh “Ada apa denganmu? aku sudah memanggilmu lebih dari 3x, dan kau tetap saja melamun. Apa ada sesuatu yang mengganggumu?”

Tentu saja, aku memikirkan ucapan Jessica padakku, apa dia berkata serius “Tidak ada” senyumku. Kemudian aku berjalan menuju kamar.

“Amber” aku kembali menoleh.

“Ini” aku melihat tas yang diberikan Taeyeon padakku, sepertinya aku kenal tas ini.

“Milik nona muda Jung, dia meninggalkanya di mobil”

Amber menaikan alisnya “Maksutmu?”

Taeyeon tersenyum “Kau bisa memberikan padanya bukan?”

Aku menghela nafas “Baiklah, aku harap dia belum tidur kalau tidak, dia akan melemparku dengan bantalnya” Taeyeon tersenyum dan aku berjalan ke atas menuju kamarnya yang tak jauh dari kamarku.

Aku menghentikan langkahkku, menatap sekeliling ruangan yang luas ini, Waah sudah berapa minggu aku tak pulang ke rumah, aku tidak tahu mengapa aku merindukan rumah ini terutama pintu berwarna coklat yang sedang ku tatap ini.

Aku melangkahkan kakikku, menatap pintu kamarnya. Ku tersenyum… mengingat kembali kejadian bodoh yang kulakukan pada Krystal, hahaha bila mengingatnya sangat lucu, bagaimana bisa saat itu aku rela melukai kakikku hanya untuk membujuknya sekolah, hahaha bodoh….  Dia benar-benar layaknya seorang tuan putri.

Ku hela nafas ini, memegang tasnya dengan erat. Aku mulai mengetuk kamarnya, diam beberapa saat untuk menunggunya membuka pintu. Jujur saja, sangat sulit untuk membuka pintu ini jika bukan perintah dari Krystal sendiri.

Aku kembali mengetuk, apa dia sudah tidur? huffhhh mengapa aku jadi gugup seperti itu, jantung ini selalu tak bersahabat jika menyangkut Krystal Jung.

“Hmmmm” sepertinya dia sudah tidur, besok pagi saja.

Aku menatap tasnya, melangkah mundur dari berjalan menjauhi pintu kamarnya.

“Klek”

“Apa?” sontak langkah ini terhenti, aku mendengar suara lembutnya. Segera aku membalik badan. Kini matakku menatap Krystal yang berdiri di belakang pintunya dengan baju kemeja putih yang kebesaran untukknya, jujur saja dia terlihat begitu…. ah sudahlah!

Aku melangkah mendekatinya, baru beberapa langkah saja aku sudah mencium bau khas tubuhnya. Aku merasakan Krystal menatapku dengan tajam karena aku merasa dingin dan gugup.

Aku menelan salivaku, menatap Krystal yang masih menatapkku dengan wajah datarnya “Ehhmmmm…” aish! selalu saja seperti ini, Ayolah Amber! bukankah kau sudah tidak menyukai Krystal lagi?!

“Jika tidak ada yang ingin dikatakan…”

Dengan cepat aku memberikan tasnya yang tertinggal “Ini” Krystal menatap tanganku dan diambil tas merah tua miliknya.

Aku menjadi reflek ketika Krystal ingin menutupnya pintu kamarnya hingga aku menahan pintunya kembali, seperti dulu.

Krystal menatapku dingin “Apalagi?”

Aku diam sejenak “Hmmm apa Kai masih menganggumu?” ya, aku masih mengkhwatirkan Krystal, terutama dengan Kai. Karena pria itu akan melakukan apa saja untuk menyakiti Krystal.

“Tidak, jika dia mendekatiku juga maka tangan ini akan segera memukul wajahnya” aku tersenyum mendengarnya.

“Wae? aku benar-benar serius, jika dia menujukkan wajahnya di depanku maka tak segan tangan ini memukul wajahnya”

“Woaaahhh kau begitu menakutkan hahaha” aku berhenti tertawa karena tatapan Krystal, sejujurnya aku masih ingin bicara padanya.

“Apa ada lagi yang ingin kau bicarakan?” aku hanya menggelengkan kepalaku, menatap wajahnya dan tersenyum padanya “Selamat malam princess” aku meninggalkan pintu kamarnya dan menuju ke kamarku.

 

Next day 

Aku sedang berdiri, menatap Krystal yang begitu manja dengan tuan Jay Jung. Ya, Jay Jung berada disini. Aku dengar dia akan melakukan sidang atas bersalah atau tidak dirinya. Selama ini tuan Jay Jung tak berada di rumah ini karena sedang dalam pengawasan negara.

“Hei anak muda” sapa Jay Jung, dengan segera aku membungkuk. Dia menepuk bahuku “Waah kau sekarang sudah sembuh total, sepertinya?”

Aku mengangguk “Ya, aku sudah sembuh” senyumku.

Hari ini aku tak terlalu banyak bicara, akhir-akhir ini aku merasa canggung pada Krystal. Ntahlah…

Hingga pada akhirnya malam tiba, aku duduk di taman belakang dengan minuman kaleng soda. Aku menatap langit malam dengan penuh bintang “Ting” ponselku berdering kembali, menerima pesan masuk dari yeoja yang akhir-akhir ini membuatku dag-dig-dug hehehe.

“Yak!”

“Aish!!!” aku terkejut saat Tae mengejutkanku “Kau gila!!” dia hanya tertawa, senang sekali dia!

“Kau di panggil tuan besar, datanglah ke ruangannya”

“Benarkah?” mengapa dia memanggilku? setiap tuan Jay Jung memanggilku secara pribadi, aku merasa takut akan sesuatu.

“Baiklah” aku beralan menuju ruangan pribadinya.

 

Author POV

“Masuklah” ucap Jay Jung.

Amber membungkuk, Jay Jung memberikan izin masuk Amber dengan duduk di sofanya “Duduklah” ucap Jay dengan cerutu di tangannya.

“Kau mau?” tawar Jay.

Amber menggelengkan kepalanya dengan senyum “Aku tidak merokok tuan Jay Jung”

Jay Jung duduk di depan Amber, menatap Amber “Aku sangat berterima kasih padamu karena melindungi Soojung, aku tidak bisa membayangkan jika tidak ada dirimu pada saat itu. Aku tidak menyangka Kai akan melakukan hal buruk terhadap cucungku!” marah Jay Jung.

“Aku ingin kau terus mengawasi Soojung, tidak peduli malam, pagi, sore kau harus ada disisinya. Apa kau mengerti Liu?”

Amber mengangguk “Aku mengerti tuan Jay Jung”

“Dan juga…. aku dengar kau dekat dengan Jessica” tatap Jay.

“Ya tuan Jay, aku dekat dengan Jessica”

Jay Jung bangun dari duduknya, menuang wine di gelasnya “Baguslah, aku ingin kau mencari tahu apa tujuannya kesini” Amber menatap Jay heran.

“Aku ingin semua informasi tentangnya, terutama berkaitan dengan perusahaan” ucap Jay meneguk winenya.

Amber hanya menatap Jay bingung “Mengapa begitu?”

Jay tersenyum tipis “Baru kali ini aku mendengar kau bertanya  mengenai tugasmu, Liu”

Amber menghela nafasnya “Aku.. aku hanya heran saja. Untuk apa aku melakukannya, untuk apa aku mencari tahu tentang Jessica? bukankah dia salah satu cucungkmu tuan Jay Jung. Kau seharusnya….”

Jay menatap tajam Amber hingga membuat Amber terdiam “Dia bukan keluargaku, kau mengerti itu? kau tahu, tujuannya datang ke Seoul adalah merebut Jung Corpt dan melukai Soojung! apa kau tidak lihat kejadian kemarin? mereka memanfaatkan situasi dengan datang ke pertemuan penting?!”

Amber tersenyum simpul “Tidak mungkin, Jessica bukan orang yang seperti itu”

“Iya, aku tahu dia hanyalah anak polos tapi dia sudah berbubah menjadi monster karena Kang Ji Hoon. Wanita gila yang haus akan kekuasaan, wanita yang ingin menghancurkan segalanya!”

“Aku tidak menyangka mereka berani masuk ke dalam perusahaan dan mencoba mengambil alih semuanya! dan… semua orang mengkhianatiku” geram Jay.

Jay kembali meneguk winenya “Yang terpenting saat ini adalah Soojung, jika Soojung terjadi apa-apa, maka semua akan jatuh padanya. Wanita itu ingin membalas dendam dan merebut segalanya, seharusnya dia berterima kasih padakku karena telah memberikan kehidupan yang layak di Amerika!” Jay megenggam kuat gelasnnya.

“Wanita murahan” ucap Jay.

“Jika aku sudah selesai dengan kasus ini, aku yang akan langsung mengusir mereka” tambah Jay.

Amber hanya diam, matanya menatap Jay. Pikirannya kini menjadi kacau, merasa bingung apa yang sebenarnya terjadi.

“Aku ingin kau menyingkirkan Kang Ji Hoon, tidak peduli bagaimana caranya! kau adalah orang terdekat Jessica saat ini, buat dia kembali ke Amerika dan aku kuberikan apa saja yang kau mau” Amber dan Jay saling bertatapan “Saat ini terus dampingi Krystal dan kembali ke perusahaan, apa kau mengerti”

Amber bangun dari duduknya “Mengerti tuan, aku permisi” Amber keluar dari ruangan yang panas tersebut.

 

Di tempat lain.

Kang Ji Hoon tersenyum pahit dengan minuman di tangannya “Dasar bodoh”

“Maafkan aku, ini tidak akan terjadi lagi” seseorang membungkuk meminta maaf.

Kang Ji Hoon bangun dari duduknya, menaruh gelas dan mengambil selembar foto di amplop “Jika kau ingin membunuh majikannya, maka bunuhlah terlebih dulu anjingnya” tatap Kang Ji Hoon terhadap foto yang di genggamnya.

 

Next Day 

Krystal hanya diam terduduk di kursi taman “Ada apa denganmu?” tatap Luna

“Banyak sekali yang aku pikirkan” Krystal menghelan nafasnya.

“Apa kau sedang memikirkan ujian yang seminggu lagi akan dimulai?”

Krystal menggelengkan kepalanya “Kali ini lebih berat”

Luna menepuk pundak Krystal “Kau bisa cerita padaku”

Secara reflek mata Krystal menatap Amber yang berjalan menelusuri koridor sekolah “Hmmm aku rasa, aku tahu permasalahnmu” tebak Luna yang menatap Amber juga.

Krystal terus menatap Amber yang berjalan sendiri dengan tampan, jantungnya berdetak kencang “Unnie..”

“Wae?”

“Apa kau pernah mencintai seseorang?” tanya Krystal tanpa menatap Luna.

“Pernah, bahkan aku rela melakukan apa saja untuk membuatnya bahagia, aku rela dia menyakiti hatiku, akupun rela jika dia membohongiku. Itu sangat bodoh, cinta itu bodoh” senyum Luna.

“Apa yang harus aku lakukan? keadaanya begitu rumit”

Luna tersenyum “Lindungi dia, buat dia tersenyum. Buat dia mencintaimu lagi”

Krystal menatap Luna dengan senyum.

“Apa kau tahu Amber sebentar lagi akan berulang tahun?”

Krystal menatap Luna kaget “Benarkah?” Luna mengangguk.

 

2 hari kemudian Krystal POV

Aku hanya berdiri, menatap para petinggi perusahaan yang sedang beradu argumen “Hentikan!” semua menjadi diam. Aku menatap mereka  semua “Saat ini aku adalah pewaris sah dari Jung’s corpt!” aku berbicara tegas.

Mataku melirik seseorang yang tertawa “Haha tapi bagaimana bisa? kau adalah cucung kedua, selagi pewaris pertama masih hidup maka akan jatuh ke pertama, lagipula Jay Sajangnim belum meninggal jadi kau hanya sementara Krystal sajangnim” ucapnya menatap remeh Krystal.

“Dan juga saat ini Jay sajangnim terlibat skandal korupsi terlebih lagi CEO kita yang sekarang tak bisa berkerja” tambah manager lain.

Aku mereasa tertekan, saat ini mereka sedang memojokkanku. Ruangan semakin ramai dengan suara yang menekan diriku, semua mata menatapkku. Aku memejamkan mataku kepalaku mulai terasa pusing.

 

Aku menatap jendela mobil, menatap jalan raya yang padat “Hmmm” aku benar-benar tidak bergairah karena kejadian di kantor tadi. Ehmm aku tidak mengharapkannya tapi alangkah lebih baik pada saat itu Amber di sisiku Ntahlah. Berbicara tentang Amber, beberapa hari yang lalu aku melihatnya masuk ke ruangan kakek. Sebenarnya apa yang mereka bicarakan? semenjak itu juga Amber terlihat banyak diam dan tak menggangguku. Ada apa sebenarnya?

“Drriingg driiingg” aku mengambil ponselku, hmmm dia lagi! sudah kesekian kalinya Kai menelfonku. Tentu saja dia meminta maaf padakku dan tidak berniat melakukannya! aku benar-benar kecewa padanya, bagaimana bisa namja yang kupercayai begitu jahat padakku.

Tapi ntah mengapa aku sedikit menaruh curiga pada ayah Kai, mungkinkah….

 

Tak terasa aku telah sampai, aku segera masuk ke dalam tapi langkahku terhenti melihat Amber dan Taeyeon yang sedang serius membicarakan sesuatu. Aku mendekati mereka, berusaha mendengar apa yang mereka bicarakan. Aku berjalan hati-hati dan bersembunyi di balik tembok.

“Setelah semua ini berakhir kau tidak akan berada lagi disini, namamu tak akan pernah ada, wajahmu tak akan di ingat. Kau tidak akan pernah lagi menginkakkan kaki di Korea” Krystal membualatkan matanya, begitu terkejut mendengar ucapan Taeyeon pada Amber.

Amber tersenyum “Aku tahu, begitulah perjanjiannya”

“Lalu bagaimana denganku? apa kau akan meninggalkanku? Aku sudah menganggapmu sebagai adik Am, aku begitu mempercayaimu daripada diriku sendiri”

“Hahaha kau bisa datang kapanpun kau mau!” tawa Amber.

Taeyeon tersenyum “Lalu apa rencanamu sekarang”

Amber menghela nafas “Yang ada di pikiranku hanya Krystal, menyelamatkanya dari situasi berbahaya ini”

Aku hanya terdiam mendengar Amber yang mempertaruhkan nyawanya untukku “Kau mencintainya?” aku terkejut dengan pertanyaan Taeyeon.

“Ntahlah, dulu begitu tapi aku rasa saat ini tidak. Kalaupun iya, itu sangat menyakitkan diriku karena Krystal membenciku. Setelah semua ini berakhir aku harap Krystal jauh lebih bahagia, mencari pria yang mampu menjaganya, yang mampu membuatnya tersenyum dan meluluhkan hatinya”

Cukup! dasar bodoh.

 

Amber POV

Kami diam sejenak dengan meminum kaleng di taman belakang “Tae”

“Hmm”

“Apa yang sebenarnya terjadi pada tuan Jay dengan Jessica dan ibunya” aku begitu penasaran, akhir-akhir ini ucapan Jay berputar di kepalaku.

“Hmmm itu sangat sulit Am”

Aku menatap Taeyeon “Aku tahu kau mengetahui semuanya”

Taeyeon menatap Amber “Kau akan tahu nanti Am, aku rasa ini bukan saatnya” ucap Taeyeon.

“Baiklah, kalau begitu aku masuk kamar. Selamat malam eonnie~” haha aku menggodanya dengan aegyo dan tentu saja Tae memasang wajah jelek.

“Hahahaha” aku berjalan menujur kamar, saat aku berjalan aku melihat Krystal yang ingin masuk kamarnya “Kau sudah pulang?” sapaku.

Krystal hanya diam memunggungiku “Apa kau sudah makan? ada makanan kesukaanmu daging dan jus mangga” senyumku. Aku memandangnya aneh, Krystal hanya diam. Ada apa dengannya? aku berjalan mendekatinya.

“Diam di tempat!” aku menghentikan langkahku, ada sesuatu yang aneh dari dirinya. Suaranya seperti sedang menangis.

“Soojung, apa kau tidak apa-apa” kini Krystal menundukkan kepalanya, aku bisa meliat tangannya yang seperti mengusap sesuatu di wajahnya.

“Katakan padaku apa yang terjadi?” ku coba kembali melangkah.

“Stop!” tegasnya.

“Kau….. kau tahu….” Suara Krystal sedikit terisak.

“Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah mengenalmu”

Krystal…. aku merasakan kesedihan di hatinya, aku tak sanggup “Hentikan langkahmu!”

“Yak hentikan!” semakin ku percepat langkah ini, Krystal mulai melangkah tapi kaki ini selangkah lebih maju darinya hingga tubuh ini memeluk Krystal erat, aku memeluknya.. meletakan kepalaku di pundaknya, melingkarkan tanganku di bahunya. Aku memeluknya erat.

Kenapa dia menangis? aku melirik wajahnya dari samping, ku hirup aroma tubuhnya yang tak berubah selalu dan selalu menghipnotisku.

“Tidak apa, aku disini” ku peluk tubuhnya dari belakang.

 

Krystal POV

Airmataku tak bisa berhenti, aku merasakan sesak di dadaku. Ntahlah mengapa aku menjadi seperti ini, aku hanya merasa sedih dan ingin menangis. Amber memelukku semakin erat. Sentuhannya semakin membuat hatikku teriris, tak tahu apakah aku harus sedih atau senang saat dirinya memelukku.

Kupejamkan mata ini, merasakan sentuhan serta hangat tubuhnya kembali. Begitu kurindukan… Amber, mengapa kau lakukan ini padakku? aku tidak tahu apakah aku bisa melewati hal ini atau tidak? aku tidak tahu apakah aku bisa berjuang untukkmu atau tidak?

“Sudah?” Amber melepaskan pelukannya, tanganya memutar badanku. Kurasakan tatapan matanya, tanganya menyentuh daguku dan dapat kulihat mata serta senyumannya untukku.

“Mengapa Princess menangis?” aku menatapnya, mulutku terkunci rapat. Aku hanya ingin memandangnya.

Apakah kau akan meninggalkanku, sungguh? apakah karena aku suka mengusirmu pergi itu sebabnya kau benar-benar ingin pergi?

Jari-jarinya menghangatkan pipiku, mengelus lembut kedua pipiku yang memanas. Aku benci Amber melakukan hal ini.

“Hei” aku masih menatapnya.

“Biane” senyumnya. Aku hanya diam menatap dirinya.

 

Author POV

Amber membelai rambut Krystal “Aku ingin melihatmu bahagia, tak apa aku sakit asalahkan jangan dirimu” senyum Amber.

“Berhentilah menangis, karena melihatmu menangis membuat diriku menderita”

“Sekarang tidurlah, aku yakin kau pasti sangat lelah. Selamat malam” Krystal hanya diam. Amber melangkah mundur meninggalkan Krystal.

“Amber…” Amber menghentikan langkahnya, menatap kembali Krystal.

“Boleh aku tidur denganmu?”

“Dup Dup Dup” jantung Amber berdetak hebat, pipinya sedikit merah membuat Amber menjadi salah tingkah “De-de-dengan ku?”

“Apa kau tuli?”

Amber tersenyum lebar, tanpa persetujuan Amber. Krystal melangkah menuju kamar Amber.

“Aish wanita itu” senyum Amber.

 

Krystal mulai masuk kamar Amber, melepas blazer hitamnya “Yak! apa yang kau lakukan?” kaget Amber.

Krystal menatap Amber aneh “Kenapa? apa ada yang salah, aku hanya membuka blazerku, kau pikir aku akan membuka semuanya?” goda Krystal yang berhasil membuat pipi Amber memerah.

Setelah membuka blazer, Krystal menjatuhkan badannya di tempat tidur Amber. Memeluk bantal dan memejamkan matanya.

Sedangkan Amber duduk di sofanya, menatap Krystal yang kembali tidur di tempatnya “Aku senang kau kembali” ucap Amber menatap Krystal.

“Hmmm aku ingin mengatakan sesuatu….”

“Katakanlah” balas Krystal yang masih memejamkan matanya.

“Sejujurnya kau belum bisa memaafkan diriku saat membohongi dirimu, aku rasa beribu kata maaf tidak bisa menebus rasa dosaku padamu. Saat kau mengatakan bahwa kau tidak ingin meliahatku lagi dan jangan berharap padamu lagi itu sangat menyakitkan, sakitnya melebihi tamparan yang kau berikan padakku hahaha.. Pada saat itu aku berjanji akan menjaga jarak darimu, aku sedikit membencimu dan mencoba untuk melupakanmu. Tapi….. itu sangat sulit” Amber diam sejenak, Amber memang tidak pandai dalam mengungkapkan isi hatinya.

“Kau ingat bukan bahwa aku akan menjagamu, jadi biarkan aku menjagamu sampai akhir” Amber tak mendengar jawaban, dirinya bangun dan melihat Krystal yang tertidur pulas. Amber merapikan selimut Krystal dan menatapnya “Aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini” tatap Amber.

 

Next day 21.00 PM

Amber terlihat mondar-mandir di kamarnya, hatinya kini jauh lebih tenang karena Krystal tak cuek seperti dulu “Aish sudahlah aku tidak peduli!” Amber membuka pintu kamar, berjalan ke arah kamar Krystal dengan beberapa buku yang di bawa “Tok Tok Tok” 

“Klik” pintu terbuka. Seperti biasa Krystal menatap Amber dingin “Wae?”

Amber memberikan senyum noraknya “Hahaha aku… aku….. sebenarnya aku tidak mengerti PR Matematika ini, aku masih belum mengerti” gugup Amber.

“Lalu?” singkat Krystal.

“Aish wanita ini, mengapa dia jutek sekali” ucap Amber dalam hati.

“Aku dengar bahwa kau paling pintar soal mengerjakan Matematika? pas sekali bukan hahaha untung kita satu rumah hahaha” tawa renyah Amber.

Krystal hanya menatap dengan tatapan tajam “Aish sama saja aku bunuh diri melakukan hal ini” ucap Amber pelan.

“Apa?”

“Haha tidak ada, ayolaahh Krys…. aku tidak mengerti sama sekali. Apa kau tidak tahu minggu depan kita akan mulai ujian” rayu Amber.

Krystal menaikan alisnya sebelah “Masuklah”

Amber tersenyum lebar dan semangat masuk ke dalam kamar Krystal. Seperti biasa Amber selalu terhipnotis oleh kamar Krystal “Seandainya kamarku rapih seperti ini, aku bakal betah dikamar” tatap Amber.

Krystal duduk di sofa, menatap Amber yang masih memperhatikan kamarnya “Sudah?”

Amber tersenyum canggung, berjalan mendekati Krystal. Amber memulai membuka bukunya “Yang ini” tunjuk Amber.

Krystal mengamati soal yang di tunjuk Amber dan kemudian di mulailah penjelasan Krystal mengenai soal yang tidak di pahami Amber, Amber menatap Krystal dengan berpangku tangan.

Amber tersenyum menatap Krystal, menatap wajahnya, menatap bibirnya yang bergerak, matanya yang sesekali menatap Amber.

Dan Krystal menatap Amber, mereka saling bertatapan. Tatapan Krystal berbeda, matanya menyipit dan tangannya mengambil buku tebal “PLAK!”  buku tersebut mendarat di bahu Amber “AAH!!”

“Apa yang kau lakukan?!!” ucap Amber dengan memegang bahunya.

“Apa kau mengerti dengan apa yang ku ucapkan?!” Krystal terlihat mengerikan dengan buku yang masih dia genggam.

Amber menghela nafasnya “Te-te-tentu! aku mengerti”

Krystal menatap tajam Amber “Lalu jelaskan apa yang ku jelaskan tadi!” pinta Krystal.

Amber menundukkan kepalanya, bibirnya komat-kamit tak jelas “Cepat!”

Amber memegang jantungnya “Aish! apa kau ingin membunuhku hah?! aku bisa mati muda jika seperti ini terus”

“Tidak usah banyak bicara! cepat jelaskan” Krystal bersiap memukul Amber.

“Sejujurnya….. Sejujurnya aku tidak mengerti apa yang kau katakan hahahha” Amber langsung bangun dari sofa dan sigap Krystal ikut bangun “Yak!!! jangan lari kau stupid!!” Amber tertawa melihat Krystal yang marah, Krystal dan Amber mulai berlarian kecil

“Mau kemana kau!”

“Kejar aku penyihir” ejek Amber yang semakin membuat Krystal panas.

“Kau akan mati!” kesal Krystal “Berhenti di tempat!”

“Hahaha kau lucu sekali” tawa Amber.

“Kena kau!”

“Bruk bruk bruk” Krystal mulai memukul Amber.

“Yak!! sakit sekali! kau ini tukang pukul atau apa! hentikan!”

“Tidak akan!” kesal Krystal.

“Krystal Jung! sadarlah” Amber melindungi dirinya dengan tangan.

“Tidak akan!” Krystal terlihat senang saat menyiksa Amber.

Tidak tahan dengan pukul Krystal, Amber memegang kedua lengan tangan Krystal dengan kuat “Yak!” Amber menatap licik Krystal, Amber memajukan langkahnya membuat Krystal mundur dan bersandar ke tembok kamarnya “Yak kau stupid!!”

Amber mengunci tangan Krystal dengan genggamannya, membiarkan kedua tangan Krystal terbuka “Kau ingin mati!”

Amber tidak mendengarkan kata-kata Krystal, genggaman Amber semakin kuat. Amber mendekatkan wajahnya ke Krystal. Membuat wajah Krystal menjadi merah “YAK!!”

Amber tersenyum “Apa?”

“Lepaskan!”

“Tidak, ini hukumanmu karena sudah memukulku” Amber terus menatap Krystal.

“Lepaskan atau aku akan teriak!”

Amber tersenyum lagi “Teriak saja, jika mereka membuka pintu dan melihat posisi kita seperti ini. Aku yakin mereka akan menutup pintu kembali”

Amber semakin mendekatkan wajahnya, matanya menatap setiap inci wajah Krystal dengan begitu dekat. Betapa terpesonya Amber dengan Krystal.

Krystal tak berani menatap mata Amber “Tatap aku” pinta Amber.

“Tidak” kini suara Krytsal jauh lebih pelan.

“Kenapa, apa kau malu? apa kau tidak ingat kita pernah ciuman” goda Amber.

Dengan reflek Krystal menatap Amber “Itu hanya kecelakaan dan terlalu terbawa suasana!”

Amber tersenyum “Benarkah? bagaimana dengan sekarang?” Amber mendekatkan bibirnya ke Krystal. Hidungnya sedikit bersentuhan dengan Krystal hingga mereka bertukar nafas.

Krystal dan Amber saling bertatapan, tangan Amber tak lagi megenggam lengan Krystal tetapi meremas kedua telapak tangan Krystal dengan lembut.

Amber sedikit memajukan wajahnya, hidungnya menghirup wangi pipi Krystal dengan sedikit memberikan ciuman lembut dipipinya.

Krystal memejamkan matanya, merasa geli dengan apa yang Amber lakukan “Aku suka wangimu” ucap Amber tepat di telinga Krystal.

Amber kembali mencium Krystal, mencium bagian pipinya hingga telinga Krystal “Hentikan”

Bibir Amber mulai mencium dagu Krystal, dan semakin turun ke leher Krystal yang putih bersih serta wangi membuat Amber semakin dalam mencium leher Krystal dengan perlahan.

“Amber…. Pleasee hentikan”

Leher Krystal sedikit memerah karena ulah Amber.

Amber berhenti..

Kini dia kembali menatap Krystal, menatap lebih dalam. Amber mencium kening Krystal, mata, hidung membuat Krystal tersenyum.

“Wae?” tanya Amber.

Krystal hanya menggelengkan kepalanya dengan tersenyum, Amber kembali mendekatkan bibirnya. Sedikit memberikan ciuman singkat pada Krystal, tentu Amber menggodanya.

Mereka berdua saling melempar senyum.

Kali ini Krystal..

Krystal mendekatkan bibirnya dan mencium bibir bawah Amber dengan lembut. Keduanya saling memejamkan mata, Amber membuka bibirnya membiarkan Krystal melumat bibirnya dengan leluasa. Menekan bibir Krystal dengan lembut.

Tangan Amber kini melepas genggamannya. Tangannya kini berada di pinggang Krystal dan tangan Krystal melingkar di leher Amber,  dan sedikit menekan kepala Amber untuk memperdalam ciuman mereka.

Amber mendekap Krystal seakan tidak ingin melepaskan Krystal, Amber sedikit nakal dengan mengigit bibir bawah Krystal membuat Krystal sedikit mendesah. Desahan Krystal semakin membuat Amber panas.

Lidahnya mulai bermai-main di bibir Krystal, kini ciuman mereka semakin panas, kedua badan mereka seperti menyatu.

“DRRIINGG DRRRIIINGGG” mereka menghiraukan suara ponsel tapi suara ponsel Amber terus bunyi hingga Krystal melepas ciumannya “Wae?!!” bingung Amber.

Krystal menatap kesal Amber “Angkat ponselmu jika tidak ingin kurusak!”

“Tidak penting” Amber bermaksut mencium Krystal kembali tapi tangan Krystal memegang bahu Amber “Am…” mata Krystal menunjuk ponsel Amber yang berada di meja.

Amber menghela nafas “Kita lanjutkan nanti” Krystal menghela nafas dengan merapikan rambutnya.

Amber berjalan malas untuk mengambil ponselnya, ponsel Amber terus berdering “Siapa sih!” dilihat lah nama layar di ponsel Amber.

“Hallo” senyum Amber.

“Apakah ini Amber?” Amber mengerutkan dahinya bingung.

“Ya” singkatnya.

“Apa kau teman yang punya ponsel ini?” 

Seketika Amber menjadi cemas “Ada apa, apa yang terjadi?”

“Nona ini sedang mabuk berat, aku tidak tahu harus menelfon siapa karena hanya ada namamu di ponselnya” 

“Dimana? …. baiklah aku segera kesana”

Krystal menatap Amber heran “Ada apa?”

“Jessica sedang mabuk” mendengar nama Jessica raut wajah Krystal berubah.

“Dia sedang mabuk berat, aku akan menjemputnya”

Krystal terlihat kesal “Apa tidak ada yang lain?! mengapa harus dirimu”

“Kau tahu bukan Jessica tidak memiliki siapa-siapa, hanya aku temannya” jelas Amber.

“Aku akan kembali” Amber meninggalkan Krystal, Krystal terlihat kecewa dan begitu kesal pada Amber.

Matanya menatap pintu kamar, menatap kepergian Amber.

 

Amber POV

Sedangkan Amber mengemudi dengan cepat, tak lama kemudian Amber sampai. Dengan cepat kakinya melangkah masuk ke dalam club.

Kepalanya menengok kanan dan kiri, mencari sosok Jessica yang saat ini dia khawatirkan “Dimana kau Jessica” cemas Amber.

Matanya menangkap Jessica yang tertidur di meja dengan tangan sebagai alasnya “Apa kau teman nona ini?” tanya bartender.

“Ya, terima kasih”

“Nona ini minum terlalu banyak, aku sudah melarangnya tapi dia terus minum. Kalau begitu aku serhakan padamu”

“Terima kasih” Amber membungkukan badanya ke bartender.

“Jess..” Ada apa denganmu? mengapa kau seperti ini.

“Lepaskan!” aku berusaha membangunkan dirinya tapi Jessica terus berontak.

“Lepaskan! aku ingin sendiri”

“Jessica! ini aku Amber” seketika Jessica tak melawan, matanya menatapku. Lagi-lagi matanya terlihat sedih, aku merasakan luka begitu dalam di hatinya. Tatapan matanya menyayat hatiku.

“Amber? apakah itu kau” lirih nya.

“Ya ini aku” dia tersenyum, aku segera memegang tanganya dan memopang badanya.

Aku memeluk tubuh Jessica yang mulai lemas dan membawanya pergi dari tempat ini.

Dengan sangat perlahan, aku memasukan Jessica ke dalam mobil dan memakaikan shit beltnya.

“Brrroomm Broooomm”

“Mau kemana kita?”

“Membawamu pulang” bau alkoholnya begitu kuat, Jessica minum terlalu banyak.

“Mulai sekarang kau tidak boleh minum sendiri, kau akan kutemani! apa kau mengerti”

Jessica tersenyum “Benarkah? ahh aku rasa kau berbohong, aku tidak mempercayaimu Amber”

“Aku tidak berbohong, kau bisa pegang kata-kataku”

Jessica tersenyum tipis “Kau tidak akan pergi, karena Krystal akan melarangmu! yeoja itu akan melakukan apa saja yang dia mau!! apa dia tidak puas dengan apa yang dia miliki! apa dia tidak puas dengan kekuasaanya! aku yakin gadis manja itu tidak pernah menangis, hidupnya terlalu sempurna! lalu aku? dari dulu aku tidak pernah merasakan cinta, Eomma dan appa.. mereka berdua sangat egois! dan kakek? hahahha pria tua itu  bahkan membuang cucungnya sendiri demi kekuasaan”

Jessica merintihkan airmata “Pria gila itu membiarkan ayahkku mati! dia tidak ingin nama Jung’s corpt ternodai!! apa kau tahu… Pria tua itu hanya peduli dengan hartanya. Dia tidak ingin hartanya di sentuh oleh tangan kotor”

Ku hentikan mobil, menatap Jessica yang menangis terisak-isak, tak tahan melihatnya aku segera memeluknya erat. Mengelus punggungnya yang terasa dingin, Jessica menangis di dadakku “Tidak apa, menangislah”

“Aku disini”

 

At Jessica apartemen

“Ting” pintu lift terbuka, Sediki kunaikan tubuh Jessica yang sedikit turun di punggungku.

Kini aku berdiri di depan pintu apartemenya “Ting Tong”

Tak butuh waktu lama pintu terbuka “Annyeong haseyo” sapakku kepada.

“Jessica!!” aku melihat seorang wanita yang terkejut melihatku dan Jessica.

“Jessica, anakku” Aku segera menaruh Jessica ke sofa.

“Apa yang terjadi?” paniknya.

“Jessica… Jessica mabuk berat”

“Mabuk?” dia menatapku tak percaya.

“Bawa Jessica ke kamar” perintahnya.

“Baik nona besar”

Aku hanya diam, menatap sekeliling apartemen Jessica yang begitu mewah. Manisnya foto Jessica waktu semasa dia kecil, melihatnya bersama appa dan eommanya. Terlihat beitu bahagia “Aku rasa itu adalah kenangan terindah pada saat itu” aku menoleh terkejut, melihat eomma Jessica yang tersenyum padakku.

“Biane, aku tidak bermaksud…”

“Tidak apa” ucap Kang Ji Hoon berjalan menghampiri Amber, tangannya kini mengambil bingkai foto dimana dirinya serta anak dan suami terlihat tersenyum bahagia “Jujur saja, aku merindukan masa itu” senyumnya pahit.

Kang Ji Hoon menghela nafas dan menaruh kembali bingkai fotonya, kini tatapanya beralih ke Amber “Terima kasih”

Aku membungkuk  “Aku sangat senang bisa membantu Jessica”

Kang Ji Hoon mengangguk “Hmm sepertinya sekarang sudah malam, aku harus pulang”

Kang Ji Hoon melihat ke arah jam “Aku rasa ini sudah terlalu larut malam, bagaimana kau tidur disini. Aku yakin mereka tidak keberatan jika kau tidur disini semalam saja”

Hmmm bagaimana ini? aku tidak mungkin menolak permintaanya tapi….

“Bagaimana?” hmm mau bagaimana lagi.

“Baiklah”

Eomma Jessica terlihat senang “Aku ku siapkan kamarnya, tunggulah”

Aku duduk di sofa, oh Krystal! aku harus segera mengirim pesan teks padanya jika tidak dia akan marah. Aku harap dia tidak marah padakku tapi tunggu… mengapa harus marah? aku hanya tidur di tempat Jessica, bukan wanita lain.

Aku rasa eomma Jessica adalah wanita yang baik, aku bisa melihat dirinya begitu khawatir pada Jessica, setidaknya dia sayang terhadap anaknya. Hmm yang sangat kupertanyakan adalah mengapa tuan Jay begitu membenci Eomma Jessica? dan juga… Jessica mengatakan bahwa tuan Jay membiarkan ayahnya mati begitu saja.

Mungkinkah…

Mungkinkah orang jahat yang menginginkan perusahaan Jung serta ingin membunuhnya adalah Jessica dan eommanya??

“Hei apa kau tidak apa-apa?” OMG! sungguh mengagetkanku.

“Kau terlihat melamun”

“Haha tidak tidak, aku hanya memikirkan sekolah besok” bohongku pada Eomma Jessica.

“Aku membuatkan teh hangat untukkmu, minumlah”

“Terima kasih”

Kang Ji Hoon kembali menatap Amber “Kau benar-benar mirip dengan ayahmu”

“Kau mengenal ayahku?”

Kang Ji Hoon tersenyum “Tentu, Josh sangat dekat dengan suamiku, Jung Jae Min”

Jadi nama ayah Jessica Jung Jae Min “Aku harap Jay memperlakukanmu dengan baik”

“Tuan Jay sangat baik padakku”

Kang Ji Hoon tersenyum simpul “Berhati-hatilah, sebaiknya kau tidur” Kang Ji Hoon meninggalkan Amber.

 

“Woaaahh” empuk sekali, aku tidak menyangka akan menginap di apartemen Jessica bersama eommanya. Aku dengar eomma Jessica begitu galak dan seram, ya walaupun aku bisa merasakan aura yang begitu meneganggkan.

Tapi.. aku begitu penasaran dengan apa yang terjadi.

Tujuanku tunangan dengan Krystal adalah untuk menjaganya dari orang jahat dan merebut Jung’s corpt dari tangan kotor.

Aish!

 

Author POV

“Hoaaaammm” Amber merenggangkan badannya “Waah mengapa aku tidur nyenak sekali” senyumnya lebar.

Amber diam sejenak hingga “AAAAHHH!!!” seketika Amber melempar selimutnya dan bergegas keluar kamar.

“Selamat pagi” sapa Jessica.

“Jessica, kau sudah bangun”

Jessica merapikan meja makan “Sarapanlah”

“Aku tidak memiliki waktu, aku harus pergi ke sekolah” panik Amber.

“Apa kau tidak bisa libur sehari saja?” tatapnya.

Amber terlihat berfikir “Tapi ujian akan dimulai minggu depan”

“Hmm baiklah aku akan mengantarmu, tapi sarapanlah terlebih dahulu”

Amber mengambil tempat duduknya, kini dia menatap Jessica yang menyiapkan sarapan untukknya, mata Amber tak lepas dari Jessica dengan memakai kemeja putih yang terlihat kebesaran untukknya.

“Selamat makan”

Meja makan terlihat begitu sepi, hanya ada Amber dan Jessica “Dimana eommamu?” tanya Amber.

“Ada sesuatu yang sedang dia kerjakan” balas Jessica dengan fokus pada rotinya.

“Eomma mengatakan bahwa dia senang bertemu denganmu dan berharap akan bertemu denganmu lagi” Amber mengangguk.

 

Jessica car’s

“Brrooomm Broommm” mobil Jessica melaju cepat.

“Seharusnya kau tidak perlu mengantarku, aku bisa menyuruh Taeyeon untuk menjemputku”

“Ini ucapan terima kasih padamu” fokus Jessica menyetir.

Amber memasang wajah kecewa “Jadi ucapan terima kasihnya hanya seperti ini? aish tau begitu aku lebih memilih bolos sekolah saja”

Jessica tersenyum “Baiklah, aku akan mentraktirmu makan”

Amber mengangguk “Baiklah!”

Tak lama kemudian mobil Jessica masuk perkarangan Empire School, Jessica menghentikan mobilnya “Terima kasih” senyum Amber.

“Seharusnya aku yang mengucapkan terima kasih”

Jessica dan Amber saling bertatapan “Ehmmm” tangan Jessica mengelus pipi Amber “Aku harap… aku harap bisa selalu disampingmu”

“Kau ini bicara apa?! aku akan selalu ada untukmu”

“Benarkah? ehmm jika harus memilih antara aku dan Krystal. Kau pilih yang mana Am?” Amber terkejut dengan pertanyaan Jessica.

“Ehmmmm.. akan kupikirkan nanti hahaha”

“Kalau begitu aku pergi” Amber keluar dari mobil.

Saat Amber keluar dari mobil, seketika senyumnya memudar.

Kini matanya menatap Krystal yang berdiri di depan sekolah.

cf4646dc1bbbc48e2a4d71252fa854250655ad5c_hq.gif

Tak lama kemudian Krystal berjalan masuk ke dalam sekolah, Amber menghela nafasnya dan mobil Jessica meninggalkan perkarangan sekolah.

“Ini seragamu”

“Apa dia melihatnya?” ucap Amber untuk dirinya sendiri.

Amber mengacak-acak rambutnya “Pabo!”

“Cepat pakai seragammu!”

Amber menatap Taeyeon “Apa.. apa daritadi Krystal berdiri di sini?”

“Menurutmu?”

“Huffhh”

“Apa Jessica baik-baik saja?” tanya Taeyeon.

Amber mengangguk sambil memakai blazer sekolahnya “Aku rasa Jessica sedikit tertekan”

“Tertekan?” ulang Taeyeon.

Amber diam sejenak “Mengapa keluarga Jung begitu rumit”

Amber berjalan masuk “Wae?!” Taeyeon menahan Amber dengan megenggam tanganya.

“Apa yang dia katakan? apa kau sudah bertemu dengan Kang Ji Hoon?”

Amber tersenyum simpul “Kenapa? apa kau sudah ingin menceritakan tentang keluarga Jung? dan ya, aku sudah bertemu dengan eomma Jessica. Aku rasa dia orang yang baik, aku tidak masalah dengannya”

Amber melepas tangan Taeyeon dan masuk ke dalam sekolah.

 

12.00 PM Waktu istirahat.

Amber menyenderkan tubuhnya di kursi lapangan basket “Hei, apa kau tidak apa-apa?” tanya Henry yang duduk disamping Amber.

“Apa kau bertengkar lagi dengan Krystal?” tanya Jonghyun yang sedang bermain basket.

“Ya. Mungkin itu menjadi salah satunya”

Key menghela nafasnya “Huffhh masalah hidupmu tak jauh-jauh dari Krystal Jung”

“Hahha benar” tambah Minho.

“Aaaaghhhh aku bisa gila!!” teriak Amber.

“Bukankah kau memang sudah gila, hahaha” tawa Onew.

Henry merangkul Amber “Jika waita sedang marah padamu, maka berikan dia sesuatu yang manis”

Amber menaikan alisnya sambil menatap Henry “Sesuatu yang manis?”

“Yap! seperti coklat atau bunga mungkin”

“Aku udah pernah memberinya seperti itu tapi malah dibuang olehnya!” keluh Amber.

“Waah Krystal adalah gadis yang rumit”

“Yak! bukankah tadi pagi kau diantar oleh seorang wanita?!” tunjuk Henry.

Semua menatap Amber “Benarkah?! waah kau benar-benar luar biasa”

“Siapa yeoja bernasib sial itu?” tanya Jonghyun.

“Jessica noona!” semangat Henry.

“WAAHH DAEBAK!!” Seru mereka, Amber hanya menghela nafas.

“Jessica Jung Vs Krystal Jung! waaaahh” Onew menepuk tangannya.

“Apa kalian tidak bisa diam?”

Minho merangkul Amber “Lalu… siapa yang akan kau pilih? Jessica atau Krystal?” godanya.

Amber melepas tangan Minho “Aish, aku tambah gila bersama kalian” Amber memilih untuk pergi dari sahabat-sahabatnya.

“Benar-benar orang gila! bukanya membantu malah membuatku bingung” keluh Amber yang berjalan di taman sekolah.

Amber menghentikan langkahnya, matanya menangkap Krystal yang berjalan ke arahnya. Pandangan Krystal hanya lurus dan tak menatap balik Amber, seolah-olah Amber tak ada di depan matanya.

Krystal tetap tak menatap Amber hingga mereka berpapasan “Tap” tangan Amber memegang lengan Krystal membuat Krystal menghentikan langkahnya “Apa aku ini hantu?”

Krystal masih diam tak mau menatap Amber “Jung Soojung”

“Huffh baiklah, aku minta maaf”

Krystal tersenyum simpul “Aku bosan mendengarnya”

Amber menarik tangan Krystal agar dirinya bisa melihat wajah Krystal lebih jelas “Aku tidak bermaksud untuk meninggalkanmu semalam, Jessica butuh bantuanku. Semalam dia begitu mabuk dan menangis. Dia membutuhkanku….” belum sempat melanjutkan bicara, Krystal memotongnya “Dan pergilah bersamanya”

Amber berlari kecil menuyusul Krystal “Apa kau marah? baru saja kita berbaikan”

Krystal menghentikan langkahnya dan kali ini menatap Amber “Baikan?”

“Ya” senyum Amber.

“Dalam mimpimu!” dengan cepat Krystal meninggalkan Amber.

“Aish wanita itu!”

 

Krystal POV

Beraninya!! beraninya dia meninggalkanku setelah apa yang dia perbuat semalam dan pergi begitu saja! rasanya inginku cincang-cincang wajahnya, aaaghhh menyebalkan sekali! terlebih lagi dia menginap di rumah Jessica unnie dan Jessica unnie mengantarnya ke sekolah!

Amber Liu!!! kau benar-benar mau mati.

Kau pikir aku wanita apa yang setelah kau cium lalu pergi ke wanita lain!! Benar-benar!!

“Soojung”

Aku menatap Sulli yang disampingku “Apa kau tidak apa-apa? kau terlihat menyeramkan, dan lihat.. kau sudah meremukan 3 botol kaleng minuman”

Ini semua gara-gara llama gila itu “Apa kau bertengkar dengan Amber?”

Matakku menatap tajam Sulli “Ahh aku tahu jawabannya”

“Aku dengar pagi ini Amber diantar oleh wanita cantik, apa itu benar?”

“Kreeekk” terdengar suara remukan minuman kaleng.

“Aaahh aku tahu jawabannya ” angguk Sulli.

“Tapi bukankah kau tidak menyukai Amber”

“Memang benar”

“Lalu mengapa kau terlihat cemburu?” tatap Sulli.

Krystal melirik Sulli “Apa kau ingin ku remukkan juga?”

Sulli menelan salivannya.

Jam pulang sekolah selesai, kini aku sedang dalam perjalanan menuju perusahaan bersama llama bodoh itu hanya saja kami beda mobil. Aku sedang tidak mood melihat wajahnya.

Tak lama kemudian aku telah sampai “Selamat datang Presdir”

Semua membungkuk padakku, aku melihat Amber yang telah menunggu dalam gedung. Hari ini akan ada rapat lagi dan itu menyebalkan.

Krystal berjalan masuk perusahaanya “Lama tak bertemu” seketika kaki Krystal berhenti melangkah.

Matanya menatap wanita yang sudah lama tak dia jumpai. Wanita itu membungkuk pada Krystal sebagai tanda hormatnya walaupun Krystal jauh lebih muda darinya.

“Bibi Ji Hoon” sedang apa dia disini?

“Sudah lama sekali bibi” senyumku, bibi Ji Hoon benar-benar tidak berubah. Gayanya masih high class sama seperti dulu. Sudah bertahun-tahun aku tak melihatnya, aku tidak tahu aku harus merasa sedih atau senang.

 

Author POV

“Kau… kau tumbuh dewasa dan sangat-sangat cantik Soojung” senyumnya.

“Terima kasih bibi Ji Hoon”

“Bisa kita bicara sebentar? aku sudah lama tak bertemu denganmu”

“Ne” aku meminta Taeyeon untuk mengundur waktu rapat selama 20 menit.

Krystal dan Kang Ji Hoon sedang duduk di ruangan Presdir yaitu ruangan Krystal sendiri.

Kang Ji Hoon menatap ruangan Krystal “Kau benar-benar luar biasa, di umur yang muda kau sudah bisa menjadi CEO”

Krystal menatap bibinya di sofa “Ini semua karena kakek, bibi” senyum Krystal.

“Ohh ya tentu saja” angguknya.

“Bagaimana dengan Jay Jung?”

“Besok kakek akan menjalani sidang kedua, dan saat ini keadaanya baik-baik saja”

Kang Ji Hoon mengangguk “Aku senang mendengarnya”

“Apa bibi tidak ingin bertemu dengan kakek?” tanya Krystal polos.

Kang Ji Hoon tersenyum dan duduk di depan Krystal “Apakah kau benar-benar bertanya seperti itu?”

Krysta mengangguk “Hmmm kau terlalu dini pada saat itu, kau tidak tahu apa-apa. Kau tidak tahu pada saat itu apa yang ku hadapakan setelah atau sebelum kematian suamiku, Krystal Jung”

“Lalu mengapa bibi datang kesini?”

Kang Ji Hoon kembali melihat seklilingnya “Apakah kau melarangku datang kesini seperti halnya kau melarang Jessica?”

“Tentu tidak” jawab Krystal.

“Aku hanya ingin melihat bagaimana perusahaan Jung, kau tahu bukan suamiku juga turut andil dalam perusahaan ini” Kang Ji Hoon mengeluarkan rokoknya dan menghirup dengan santai.

“Kau adalah anak yang pintar tapi belum cukup kuat untuk hal seperti ini”

Krystal menatap serius bibinya “Aku tidak tahu bahwa bibi akan datang pada pertemuan dengan Kwon group”

Ji Hoon menatap Krystal “Itu hanya kebetulan”

“Benarkah? dan juga apakah sebuah kebetulan dengan mengatakan bahwa aku bukanlah pewaris sah?”

Kalimat itu membuat Ji hoon sedikit geram “Kau memang bukan pewaris Krystal Jung, bukan dirimu”

Krystal tersenyum simpul “Tapi inilah aku, bibi”

“Tok Tok Tok”

“Presdir Jung, rapat akan segera dimulai” ucap Taeyeon.

“Kim Taeyeon”

“Nyonya Kang Ji Hoon” bungkuk Taeyeon.

“Kau sudah tumbuh dewasa sekarang” Taeyeon hanya tersenyum.

Krystal bangun dari duduknya dan merapihkan blazer birunya “Kalau begitu aku permisi bibi Ji Hoon” Krystal membungkuk dan keluar dari ruangannya.

“Krystal Jung” panggil Ji Hoon yang membuat Krystal diam sejenak “Aku menyukai Amber, dan berharap bisa bertemu dengannya lagi” Krystal hanya tersenyum dan keluar ruangan.

Kang Ji Hoon bangun dari duduknya “Kim Taeyeon”

“Ya” jawabnya.

“Kau luar biasa, sekarang kau menjadi seketaris, bukan?”

“Ya” senyumnya.

“Apa kau sudah menemui Jessica?” tanyanya.

Taeyeon diam sejenak “Belum”

“Kalau begitu temuilah, aku yakin banyak cerita diantara kalian yang belum selesai” senyum Ji Hoon yang meninggalkan ruangan Krystal.

 

Krystal memijat kepalanya, hari ini benar-benar melelahkan baginya “Kau tidak apa-apa?” tanya Amber yang berjalan di samping Krystal.

“Menurutmu?”

Amber menatap serius “Apa kau sudah makan? kau terlihat pucat”

Krystal berfikir sejenak “Aish kau pasti belum makan! ayo kita makan terlebih dahulu sebelum pulang”

“Berikan kuncinya padakku” pinta Amber pada supir. Amber membukakkan pintu untuk Krystal.

Dalam perjalanan Krystal hanya diam “Apa kau tidak apa-apa?”

“Apa tidak ada pertanyaan lain?” jutek Krystal.

“Ehmmm kalau begitu apa kau masih marah?”

“Marah? mengapa aku harus marah” tanya Krystal yang menatap luar jendela.

“Karena.. karena aku meninggalkanmu”

Krystal diam tak bicara “Lupakan saja, anggap saja tak pernah terjadi”

Amber terkejut “Bagaimana bisa! ciuman  kemarin itu tak akan pernah kulupakan!!”

Krystal menatap Amber dengan menajamkan matanya “Hahahaha maksutku… aishh hahhaa maaf aku salah bicara”

Krystal kembali melihat ke arah jendela “Hei” Amber menggenggam tangan Krystal yang dingin “Semua akan baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir. Aku akan siap membantmu, kau tidak lupa dengan janjiku bukan?”

“Maksutmu kontrakmu?” sindir Krystal.

“Hahaha bukan.. sudah-sudah tak usah dibahas” Amber kembali fokus menyetir.

“Mengapa mereka membenciku?” Krystal menyenderkan kepalanya ke jendela.

“Tidak! mereka tidak membencimu, percayalah”

“Apa kau tidak lihat mereka menatapku dengan tatapan tak suka. Aku sudah melakukan yang terbaik untuk perusahaan”

Amber kembali memegang tangan Krystal, kali ini lebih erat “Hei.. dengarkan aku. Kau adalah yang terbaik, saat ini kau adalah seorang CEO. Jangan biarkan mereka menjatuhkan dirimu, lawan mereka dengan kekuatanmu!”

Krystal hanya diam, begitu banyak yang dia pikirkan “Aku tidak ingin pulang”

“Baiklah”

Tak lama kemudian Amber menghentikan mobilnya, membuka pintu untuk Krystal “Pakailah” Amber melepaskan jaketnya dan memasangkan pada Krystal karena malam yang dingin.

Krystal dan Amber berjalan menuju kursi yang tak jauh dari sungai Han, suasana malam hari begitu indah dengan lampu warna warni yang menerangi mereka “Makanlah” Amber membawa ramen untuk dirinya dan Krystal.

“Makanlah pelan-pelan” senyum Amber.

Krystal makan dengan lahap membuat Amber lega melihatnya “Ntah mengapa aku menjadi suka tempat ini” tatap Krystal ke depan.

“Benarkah? ternyata sekarang tempat favoritku menjadi tempat favoritmu”

“Sepertinya” Krystal menatap ke depan, Amber menatap Krystal “Apa yang kau pikirkan saat ini?”

“Aku.. aku lelah”

“Kalau begitu bersandarlah di dadakku” canda Amber dengan merenggangkan kedua tanganya lebar.

“Bruk” Amber terkejut, Krystal meletakan kepalanya di dada Amber dengan memeluk pinggang Amber dengan erat.

“Dup Dup Dup”

Krystal mengerutkan alisnya “Ada apa?”

“Hmm? ahaha tidak ada”

“Mengapa kau menjadi gugup?”

“Ti-tidak sama sekali!”

“Kau pikir aku tidak bisa mendengar detak jantungmu? dasar stupid” ucap Krystal yang masih bersandar di dada Amber.

Amber tersenyum malu, tanganya memegang pundak Krystal dan menyenderkan kepalanya di atas kepala Krystal.

“Kita seperti sepasang kekasih saja”

Wajah Krystal memerah “Aku melakukan ini karena aku kedinginan”

“Benarkah, lalu yang kemarin?” goda Amber.

“Hentikan, atau aku gigit tanganmu!”

Amber tersenyum “Daripada kau mengigit tangankku, lebih kau mengigit bibirku seperti kemarin hahaha”

“Diam stupid!!”

“Baiklah-baiklah” Krystal dan Amber saling berpelukan satu sama lain, hingga membuat orang di sekitar mereka merasa iri akan kemesraan mereka berdua.

Jari-jari Amber mengelus bahu Krystal “Sudah merasa baikan?”

“Em” Angguk Krystal.

Amber mencium kening Krystal dan kembali menaruh kepalanya di atas kepala Krystal “Apa kita sudah bisa pulang? aku takut besok kita akan terlambat.

Krystal melepas pelukannya “Baiklah”

 

Next day  

 

“Akhir-akhir ini aku kembali dekat dengan Amber, tidak. Bukan hanya itu, bahkan aku lebih dekat dari sebelumnya”

Krystal menatap dirinya di cermin dengan memegang bibirnya “Bahkan kami telah berciuman…. aagghhhh!” Krystal mengaca-acak rambutnya dan seketika pipinya merasa panas.

“Sial! apa ini? mungkinkah aku kembali menyukainya? tapi… bagaimana ini! aku benar-benar tidak bisa mengontrol diriku lagi saat bersamanya! bahkan aku lebih liar dari sebelumnya seakan Amber adalah milikku seorang! aku bahkan tidak ingin melepas pelukannya semalam. Aku sudah tidak bisa menahan perasaanku lagi, rasanya ingin meledak dan begitu tersiksa”

Krystal memegang jantungnya “Mungkinkah… aku menyukainya?”

Krystal mematung di depan cermin “Tapi… apakah Amber memiliki rasa yang sama? bagaimana dengan Jessica unnie? saat aku melukai hatinya, Jessica unnielah yang selalu ada untuknnya”

“Dan juga…. Amber akan meninggalkanku karena kontraknya akan habis. Huffhh bagaimana?”

“Yak Jung Soojung!!”

Krystal terkejut saat Luna membuka pintu WC dengan kuat “Yak!! kau mengagetkanku!”

“Mengapa kau lama sekali di dalam!” kesal Luna “Aku sudah menunggumu sampai minumanku habis”

Krystal merapihkan rambutnya “Baiklah-baiklah”

 

Hari-hari telah berlalu, hingga hari terkahir ujianpun tiba dan telah selesai “Drrriiingg!!”  bel terakhir telah berdering, semua murid merasa lega dengan ujian sekolah yang telah berakhir “Apakah kita akan lulus?” tanya Henry pada Amber.

“Ntahlah, yang penting kita sudah melakukan yang terbaik” Amber menepuk pundak Henry.

“Ya kau benar” Henry dan Amber keluar dari kelas.

Luna menatap Amber dan Henry yang meninggalkan kelas “Apa kau sudah mencari kado untuk Amber?” tanya Luna.

“Ntahlah”

Luna protes “Yak! kau harus memberinya hadiah, hari minggu dia berulang tahun. Itu artinya kau hanya mimiliki satu hari lagi”

Krystal memakai tasnya dan berjalan keluar kelas “Apa yang harus aku berikan?”

“Barang kesukaannya, bukankah Amber menyukai sepatu atau topi”

“Itu terlalu pasaran” ucap Krystal.

“Benar juga, lalu apa?”

“Ntahlah”

 

Sedangkan di tempat lain

Jessica menatap luar jendela yang tengah di basahi hujan, tanganya memangku dagunya yang sedikit melamun di sebuah cafe bernuansa classic.

“Hai”

Jessica terbangun dari lamunannya, bibirnya tersenyum melihat yeoja yang dulu selalu ada untukknya “Aku pikir kau takkan datang, Kim Taeyeon”

Taeyeon hanya tersenyum, Jessica dan Taeyeon mulai memesan makanan untu mereka berdua “Seleramu tidak berubah” tatap Taeyeon sekitar “Selalu penuh dengan seni”

Jessica tersenyum “Bagaimana kabarmu?”

“Aku baik, sangat baik”

“Biane karena aku baru menghubungimu, aku takut kau masih terluka padakku”

Taeyeon tersenyum simpul “Itu masa lalu Sica, lagipula kau tidak memiliki pilihan selain meninggalkanku sendiri”

“Untuk itu aku minta maaf”

Taeyeon menaruh kedua tanganya di meja dan menatap Jessica “Kau tidak perlu minta maaf, itu bukan salahmu”

“Terima kasih, aku pikir kau tidak ingin melihatkku lagi setelah perpisahan kita”

“Itu masa lalu, yang penting adalah sekarang kau berada di depanku” senyum Taeyeon.

Taeyeon menghela nafas “Seandainya pada saat itu aku bisa menahanmu untuk tak pergi dari sini, pasti tidak akan terjadi hal seperti ini”

“Seperti yang kau katakan, aku tidak memiliki pilihan. Kakek mengusir eomma dan diriku karena membawa aib keluarga kakek. Pada saat itu aku dan eomma benar-benar terpukul karena kehilangan appa tapi kakek malah mengusir kami, aku tidak tahu apa salah kami. Aku pikir kakek menyayanggi kami… ternyata tidak” senyum pahit Jessica.

Taeyeon bangun dari duduknya, berpindah di samping Jessica dan merangkulnya “Maafkanku pada saat itu, aku tidak bisa melakukan apa-apa untukkmu”

Jessica dan Taeyeon bertatapan “Tidak apa, aku sudah melawatinya”

“Aku tidak menyangka kau bisa bertahan dengan kakek hingga sejauh ini”

Taeyeon menghela nafas “Aku tidak punya pilihan, sama seperti dirimu”

“Apakah Amber juga sepertimu?” tanya Jessica.

Taeyeon heran “Apa?”

“Bukankah Amber sama sepertimu, hanya saja sedikit berbeda. Kau tahu bukan seperti apa posisi Amber, kalian berdua seperti boneka Jay Jung”

Taeyeon tersenyum “Terkadang aku lelah, aku ingin keluar dan bebas melakukan apa saja tapi aku tidak bisa, sungguh tidak bisa. Kau tahu bukan seperti apa sosok kakekmu”

Jessica terlihat melamun “Apa ada yang mengganggu pikirkanmu?” tanya Taeyeon.

“Amber membahayakan nyawanya” tatap Jessica.

“Aku tahu, dia adalah satu-satunya kunci Krystal. Krystal begitu banyak menaruh kepercayaan kepada Amber”

“Aku pikir tidak hanya itu saja, aku bisa lihat mereka berdua saling menyukai” senyum lirih Jessica.

Taeyeon menatap Jessica “Apa… apa kau menyukai Amber?”

Mereka berdua saling melempar tatap “Amber adalah orang yang baik, aku tidak ingin dia tersakiti atau bahkan seperti ayahnya”

“Tuan besar Jay akan melakukan apa saja, aku takut ini akan terulang lagi. Seperti apa yang Josh lakukan pada Shin Hae”

Jessica menundukkan kepalanya “Itu akan terjadi”

Taeyeon hanya diam.

“Bagaimanapun aku adalah pewaris sah, aku tak pantas dibuang begitu saja! sudah terlalu banyak airmata yang kujatuhkan, Kim Taeyeon. Dan juga aku tidak ingin melukai siapapun”

Jessica memegang tangan Taeyeon “Tetaplah disisiku, sama seperti dulu”

 

Dua hari kemudian 19.00 PM

Shinee dan 4 walls sedang mendekor ruangan “Kau ini bisa tidak meniup balon?!” pekik Key pada Jonghyun.

“Tentu saja bisa!”

Mereka semua sedang sibuk untuk menyiapkan kejutan untuk Amber “Hyung sudah dimana?” tanya Sulli.

“Sebentar lagi akan sampai” jawab Minho yang menata meja.

Sedangkan Krystal sedang menata kue tart yang dia buat khusus untuk Amber “Waaahh!!”

“Plak!” Krystal memukul tangan Henry yang mau mencicipi kue tart.

“Jika kau berani sentuh, kupotong jari-jarimu dan ku jadikan umpan ikan di lautan!” ancam Krystal yang membuat Henry ketakutan.

“Hei Hei ada apa ini!” terdengar suara yang tak asing di dengar mereka.

“Aish mengapa harus memakai penutup mata, aku tidak bisa melihat!” Taemin menuntun Amber menuju ruangan yang sudah disiapkan mereka.

“Apa yang kau lakukan!”

Shinee dan 4 walls sudah berada di posisi masing-masing. Taemin bersiap membuka penutup mata Amber dan…..

“Saengil chukahamnida, Saengil chukahamnida Saranghaneun Amber Liu.. Saengil chukahamnida”

Amber tersenyum lebar, saat matanya terbuka wajah Krystal sudah berada di depannya dengan memegang kue buatannya. Wajah Amber memerah dan malu-malu “Ayo berdoalah” suruh Krystal.

Amber memejamkan matanya, tak lama Amber meniup lilin dan menyuapi Krystal dan sahabat-sahabatnya kue.

Malam ini terasa begitu menyenangkan bagi Amber, karena seluruh teman-temannya datang “Aille Eric!!!” senang Amber yang langsung memeluk kedua sahabatnya itu.

“Kalian membuatku terharu!”

“Hahha mana mungkin kami tidak datang ke acara ulang tahunmu” Ailee mengacak-acak rambut Amber.

“Ini kado dari kami” Amber mengambil sebuah bingkisan dari Eric dan Ailee “Kalian tidak perlu repot-repot”

Suasana semakin ramai, semua penuh dengan canda tawa “Hahahha” tak lama dari itu, Sesuatu menarik perhatian Eric “Waah yeppooo!” Eric hampir mengeluarkan air liurnya.

“Happy birthday Amber”

“Jessica?!” Amber terlihat begitu senang dan langsung menghampiri Jessica yang tak jauh darinya.

“Darimana kau tahu?”

Jessica menatap tajam Amber “Apa yang tidak ku tahu”

“Ini” Jessica memberikan kado untuk Amber “Apa ini? kau tidak perlu memberikanku apa-apa, kehadiranmu saja sudah cukup bagiku”

Di sisi lain Krystal terlihat memperhatikan Jessica dan Amber yang asik bercengkrama “Waah tatapan apa itu?” goda Sulli.

“Diam kau Jinri” dingin Krystal.

“Aku pikir Jessica unnie membuat kemajuan yang pesat, Jessica unnie selangkah lebih maju” ucapan Sulli membuat Krystal panas “Hahaha aku hanya berkata apa adanya Soojung, lagipula kau sendiri yang mengatakan bahwa kau tidak menyukai Amber dan membencinya, apa kau lupa?”

Amber memperkenalkan Jessica pada Eric dan Ailee “Senang bertemu denganmu”

Jessica memandang sekitar “Ehmm aku tidak melihat Krystal, dimana dia?” Amber juga melihat sekitar “Mungkin dia sedang bersama Luna”

Henry mulai menghidupkan musik “Ayo kita berdansa” Amber Jessica tertawa melihatnya, Shinee 4 walls Eric dan Ailee sedang asik berdansa dengan musik yang membuat mereka enjoy.

Amber menatap Jessica “Bagaimana? sepertinya menyenangkan” ajak Amber.

“Tapi aku tidak bisa”

“Ayolaaahh, ayo bersenang-senang” Jessica menerima ajakan Amber, kini mereka semua sedang asik berpesta sedangkan Krystal…

Krystal hanya duduk di kejauhan dengan minuman di tangannya “Aish! apa-apaan ini, apa mereka tidak memperdulikanku? dan lihat si bodoh itu! haha dia terlihat begitu menikmati waktunya dengan Jessica unnie!

“Hahaha” Jessica tertawa lepas, begitu juga dengan Amber.

“Awas saja kau llama!”

Jessica masih asik berdansa dengan yang lainnya, Amber memutuskan untuk mengambil minum hingga dia tersadar “Mengapa aku tidak melihat Krystal?”

“Dimana dia?” bingung Amber, Amber segera mencari Krystal.

“Krystal! penyihir, kau dimana?” Amber mencari sekitar hingga….

“Disana” Amber melangkah mendekati Krystal yang duduk di depan kolam air.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Amber, Krystal hanya diam menatap pancuran air di depannya. Melihat Krystal yang diam, Amber segera duduk disamping Krystal “Kau terlihat tidak menikmati hari ulang tahunku”

“Memang tidak” jawabnya ketus.

Amber tersenyum “Wae? apa ada yang salah, semua menikmatinya”

“Pergilah, aku tidak ingin bicara padamu”

“Apa kau yakin? baiklah, aku akan kembali berdansa dengan mereka dan membiarkanmu sendiri disini” Amber mulai bangun dari duduknya.

“Jika kau berani melangkah….. akan ku patahkan kakimu!”

Amber menahan tawanya “Baiklah-baiklah, sesuai permintaanmu Princess Krystal”

Krystal melirik ke arah Amber “Apa itu?”

Amber menunjukkan kotak di tangannya “Ini? ohh ini hadiah dari Jessica” bangga Amber yang semakin membuat Krystal geram.

“Oh” singkatnya.

“Yaahh setidaknya Jessica memberikanku hadiah daripada tidak sama sekali” sindir Amber.

Mendengar hal itu Krystal menatap tajam Amber “Apa maksutmu”

“Apa kau tidak ingin memberikan sesuatu padakku?”

Krystal hanya diam “Aish kau benar-benar tidak romantis Krystal Jung”

Krystal terlihat berfikir “Aku sudah menyiapkanya”

Mata Amber membulat “Benarkah?!!” girangnya.

Krystal mengangguk “Lalu mana?” tanya Amber.

“Tidak akan kuberikan sekarang”

Wajah Amber terlihat kecewa “Kenapa?”

Krystal menatap Amber “Temui aku besok di taman tempat pertama kali kita bertemu, dan aku akan memberikannya” Krystal bangun dari duduknya dan meninggalkan Amber “Jangan terlambat”

Amber tersenyum seperti orang bodoh “Jadi dia ingin memberikanku kejutan sendiri, waaahh Jung Soojung”

Pesta telah berakhir, Amber mengantar Jessica ke mobilnya “Terima kasih Jess”

Jessica menatap Amber “Kau ini berlebihan sekali, kau adalah orang yang spesial untukku. Apa kau lupa?”

Amber mengangguk dengan senyumanya “Cup!” Jessica mencium bibir Amber “Selamat ulang tahun tampan” goda Jessica yang langsung masuk dalam mobil, sedangkan Amber diam mematung dengan wajah yang memerah.

“Hufffhhh” Amber mengelus dadanya.

 

Next day Krystal Pov

Apa kau pikir hanya Jessica unnie saja yang bisa memberimu hadiah? aku bisa memberikan apa saja untukkmu Amber Liu!

Aku menatap beberapa pakaian yang akan ku pakai untuk bertemu dengan Amber, karena cuaca begitu dingin lebih baik aku memakai baju yang hangat tapi tetap harus terlihat cantik.

1 jam kemudian Krystal sudah siap, Krystal berjalan masuk ke dalam mobil dan bergegas menuju taman yang telah dia janjikan.

Dalam perjalanan Krystal tak henti tersenyum membalas pesan singkat dari Amber “Stupid” senyumnya.

“Drringg Driingg” ponsel Krystal berdering.

Aku pikir telfon dari Amber, nomor siapa ini? apa harus aku angkat?

“Hallo”

“Hallo” balasnya dengan suara yang serak.

“Benarkah ini Krystal Jung?” tanyannya.

Aku menghela nafas “Ya”

“Aku ingin bicara sesuatu padamu”

“Bicaralah”

“Aku ingin kau mengambil sesuatu di gedung yang tak jauh dari jalanmu, aku menaruh sesuatu di dekatnya”

“Apa maksutmu”

“Ambil saja, kalau tidak kau akan menyeseal” sial ponselnya mati! siapa orang itu.

Hmm bagaimana ini? apa aku harus mendengarkan perintahnya,  tapi dia mengancamku jika tidak mengambilnya.

“Ahjussi, tolong antar aku ke depan gedung itu dan masuk ke arah parkiran”

“Baik nona muda Jung”

“Ciitttt” mobil berhenti, Krystal turun dari mobilnya.

“Drriingg Drriingg” ponsel Krystal kembali berdering.

“Aku menaruh sebuah amplop coklat, ambilah” aku mengikuti perintahnya.

Apa ini? apa aku harus membukanya? jujur saja, hal seperti  ini sungguh membuatku trauma.

“Hmmm” Krystal mulai membuka amplopnya.

Tangannya mulai mengambil isi amplop tersebut.

Raut wajahnya berubah, Krystal terlihat begitu bingung. Tanganya memegang beberapa foto yang saat ini sangat dia sayangi.

“Amber…”

Tanganku memegang lembaran foto Amber, foto-foto yang diambil secara tak sengaja. Fotonya saat disekolah, saat bermain basket, dan dimanapun Amber berada. Mereka mengikuti Amber “Drriinggg Drriinggg” ponselku kembali berdering, dari pria misterius ini lagi.

“Apa kau sudah menerimanya? Amber tidaklah sulit untuk dicari, sangat mudah untuk menemukannya dan juga sangat mudah untuk membunuhnya”

“Yak! siapa dirimu!!” Krystal terlihat marah.

“Hahaha apa kau marah? aku pikir kau tidak peduli padanya. Josh Liu sudah mati dan anaknya pun akan menyusul dirinya. Hahaha ayolah Krystal, nyawa Amber tidak ada apa-apanya bagi Jay Jung. Tapi aku pikir kau sangat menyukainya jadi aku akan bernegoisasi padamu”

“Apa yang kau inginkan!” geram Krystal dengan memegang foto Amber.

“Sangat sederhana”

Krystal tersenyum tipis “Aku tahu siapa kau”

“Benarkah? walaupun kau tahu, kau tidak bisa berbuat apa-apa. Apa yang bisa kau lakukan saat ini Krystal Jung? kakekmu sedang dalam proses pengadilan dan Amber? haha dia akan segera ku bunuh jika kau tidak menyerah. Sangat mudah, bukan? apa kau tidak lelah dengan banyaknya orang yang kau cintai mati di depan matamu? Selama anjing penjagamu itu bersamamu, maka nyawanya akan sangat berbahaya”

“Brengsek!”

“Hahaha bagaimana penawaranku?”

“Hentikan!! kalau kau ingin aku, silahkan bunuh aku tapi jangan lukai Amber!”

“Hmm membunuhmu? aish itu terlalu cepat, daripada membunuhmu lebih baik menjualmu dan menjadikanmu pelacur agar Jay Jung merasakan penderitaan yang teramat dalam! buatlah keputusanmu”

Sambungan mati, Krystal jatuh terlemas. Airmatanya mengalir, Krystal meremas foto-foto Amber.

 

Ku buka mata ini, menatap taman dimana pertama kali aku bertemu denganya. Lucu sekali bila mengingatnya, aku tak menyangka bahwa ceritanya begitu panjang.

Ku buka genggam kuat kotak ini dengan kuat, ingatan ku kembali saat pertama kali bertemu denganya, saat kami sama-sama tersesat di Jeju, saat kami bertengkar.

“Princess” suaranya…

Mataku menatapnya, senyumnya tak pernah berubah masih seperti dulu. Senyum yang selalu membuat hatiku luluh bila melihatnya. Melihat yeoja yang selama ini ku cintai, aku tidak ingin lagi mengelak perasaanku padanya. Aku pengecut, takut akan keadaan tapi sekarang aku inginkan dirinya “Apa kau sudah dari tadi?”

Aku hanya diam, hanya ingin menatap wajahnya saja “Ada apa denganmu?”

Amber…

“Apa ada sesuatu yang terjadi?”

Bibirku tersenyum, senyum yang begitu pahit “Lalu… lalu mana kadoku?”

“Tidak ada”

Amber menatap heran “Apa? aish yang benar saja”

“Amber…” lirih Krystal.

“Ya”

“Apa kau akan melakukan apa saja untukku?” pinta Krystal.

“Tentu saja! kau adalah nomor 1 dalam hidupku”

 

Author POV

Krystal tersenyum “Bisakah kau menjauh dariku?”

Senyum di bibir Amber memudar “Apa yang sebenarnya terjadi”

Krystal bangun dari duduknya “Pergilah”

Amber megenggam tangan Krystal “Katakan padaku apa yang terjadi? apa aku ada salah lagi? jika iya, maafkan aku. Aku tidak akan..”

Krystal melepas pelan tangan Amber “Pergilah” mata Krystal memerah.

Amber tersenyum simpul “Aku pikir kita bisa dekat seperti dulu, mengapa tiba-tiba seperti ini? apa sekarang kau sedang balas dendam padakku karena telah mempermainkanmu?”

Krystal berjalan meninggalkan Amber “Krystal Jung!!” teriak Amber.

 

Sudah 3 hari Krystal tak tinggal di rumah, Krystal benar-benar menjauhi Amber dan tak membiarkan Amber untuk bertemu denganya. Apartemen Krystal di jaga ketat oleh pengawalnya dan tak ada yang boleh masuk satupun termasuk Amber Liu.

“Tok Tok Tok” Krystal membuka pintu “Mobil sudah siap nona muda Jung”

Krystal segera keluar dengan ke-4 Bodyguard yang menemaninya.

Mobil Krystal mulai berjalan meninggalkan Apartemen.

 

“Apa?!!” teriak Amber.

“Ya benar, nona muda Jung meminta untuk rapat darurat. Aku tidak tahu apa yang terjadi yang jelas kita harus segera ke perusahaan” dengan cepat Amber dan Taeyeon bergegas pergi.

“Jung Soojung, ada apa denganmu?” bingung Amber.

 

At Jung’s Corpt

Suasana ruang rapat semakin menegang, banyak yang tak setuju dengan jabatan Krystal yang sekarang belum lagi perusahaan sedang dalam krisis “Aku tidak ingin berkerja jika dia yang menjadi pemimpin!”

Krystal hanya diam menatap para petinggi perusahaanya mengeluh padanya, Amber dan Taeyeon berusaha untuk menenangkan.

Krystal hanya diam, begitu banyak yang dia pikirkan hingga akhirnya Krystal bangun dari duduknya.

Semua orang menjadi diam saat Krystal berdiri, Krystal menatap tajam semuanya “Hmmm” Krystal menghela nafas, Dirinya terlia sangat lelah.

“Aku sangat berterima kasih karena kalian sudah mau berkerjasama denganku, walaupun aku begitu banyak kekurangan tapi aku sudah berusaha melakukan yang terbaik. Mungkin aku bukanlah pemimpin yang baik untuk kalian. Maka dari itu….

Krystal diam beberapa saat.

“Saya Jung Soojung selaku CEO Jung Corpt akan mengundurkan diri sebagai CEO”

Seketika ruangan menjadi ribut, Amber menatap Krystal seakan tak percaya dengan apa yang dia ucapkan.

“Aku…”

“Jung Soojung, akan memberikan posisiku pada Jung Sooyeon” Krystal membungkuk dan begegas pergi dari ruangan.

“Krystal!” Amber berusaha mengejar Krystal tapi Krystal berjalan cepat dengan pengawalnya.

“Aish!” Amber menjadi kesal “Ada apa ini! apa yang terjadi padamu” Amber mengacak-acak rambutnya.

“Aghh!!” Amber merasa kesal tanpa tak sengaja mata Amber melihat sebuah kota kecil.

Amber melangkah mendekati kotak tersebut, di ambilah kotak tersebut dan di buka.

“Dup Dup” jantung Amber berdetak cepat, Amber membaca sebuah kertas kecil yang terdapat di kotak tersebut.

“Pakailah kembali, dan buatlah kenangan indah bersamaku lagi :)” 

Amber tersenyum, tangannya mengambil cincin dari kotaknya. Cincin yang begitu banyak kenangan pahit dan manis di dalam hidupnya.

“Krystal” lirih Amber.

 


 

Heheh maaf super late update.

Advertisements

31 thoughts on “Someday 18

  1. Akhirnya update jugaaa 😍😍😍
    Ini ko amber jdi suka sama Jessica ya ? Cinta segitiga dong
    Tuh kan giliran krystal mau nerima amber pasti ada aja halangannya
    Ga sabar buat liat kelanjutannya,next chapter nya jgn lama” ya Thor penasaran nih

  2. Coffee says:

    Thoooooor ceritaaanyaa baguuus
    Tak sia sia menunggu lamaaa
    Thoor kasihan perasaan krystal thor, jangan buat krystal menderita thor, buat krystal bahagia dengan amber thorr 😔😔

    Dan thor kalau boleeh updatenya jangan lama ya thor ini udah hampir 3 bulan saya nunggunya hahaha

  3. Hampir 4 bulan ya thor perkataan doa ternyata bener kamu lama update thor😢.. Menghela nafas dulu akhirnya selesai membuat hati ku tak karuan di chap ini ternyata banyak pov dari sisi krystal ,knpa tidak jujur dgn hati mu krys? But jessica vs krystal . Thor kapan dijelaskan knpa jay jung membenci jessica dan eomma nya ,padahal jessica mungkin tidak ingin melukai siapa pun kalo di pikir pikir bnr jg jessica kan cucu pertama memang dia yg harus nya menjabat jadi Ceo tapi… Dan bagaimana jadi nya antara jess dan krystal jika tau amber akan dibunuh. Masih banyak yg blm terpecahkan teka teki nya, utn kryber mah cukup saling mencintai udah bagus hehehe udh seneng hati aku😊 jgn bilang thor nanti next chap malah ada action nya wkwkw amber dalam bahaya gawatt siaga 1😂

  4. Dybpss says:

    Akhirnya update juga thor😢. Makin greget bacanya wkwkwk masalah makin rumit, semoga kryber cepet bersatu ga ada jessber2 an wkwkwk.
    Di tunggu kelanjutannya thor. Semangat 💪

  5. Yampunn akhirnya uodate juga setelah sekian lama 😭😭😭 dan aku tuh sampe ga bisa bekata2 loh 😭
    Thanks udah update sepanjang ini thor jadi bener2 puas bacanya 😚😚😚

    Ini sumpah sampe ga speechless banget mau komen apa saking nikmatin bacanya cuman ah oh ah oh sendiri ngebatin sendiri sama jalan ceritanya 👏👏👏
    Dan yang masih bikin penasaran itu ya hubungan jay jung sama sica kok sampe sebegitunya lebih detailnya bijimane masih terngiang2
    Kapan juga si ital udah ga lelah gitu masih bocah udah mikirin begituan ampun dah 😩😩 segera ilangin penderitaannya thor kasian juga mau sama amber susah banget deh

    Berharap cepatlah updatr kembali thor
    Semangat 💪💪💪😊😊

  6. Yeiiyy akhirnya update’an author pun memuaskan.
    semakin rumit dgn jung sister.ku yakin jessica itu sangat baik dia terlalu diracuni pikiran nya dgn eommanya..bener” mslh org kaya warisan kekuasaan ja sampai saling membunuh pun solusi nya,,ngerihh thor dgn posisi krystal yg masih muda dgn banyak ancaman di kanan kiri.
    heum kakek jay jung otak dr ni biang masalah,satu posisi kesal jg dgn cerita jessica dan eomma y yg di usir dr rumah pa lg gk di anggap keluarga lg.

    pokok nyaa daebak la amber bener bener idamam dr princess jung sister.sifat nya aja beda tipis..ahhahaha ku tp masih tetap setuju kryber bersama..ku harap taeyeon bs dekati jessica kembali.
    pertemuan ketika sudag dewasa bukankah itu sangat baik taengsic heum itu cocok jg
    thanks author..puas dgn update’an super panjang saya senang.benar benar kangen bget dgn aktivitas nya..ditunggu terus update’an lagi author ..fighting

  7. jazz lin says:

    Gue nggak sia” nuggu chap ini yang hampir 4 bulan nggak update…
    Kasihan krystalnya thor😭disaat mau kasih suprise ke amber, malah ada ancaman untuk krystal kalo amber mau dibunuh.
    Ditunggu chap selanjutnya ya thor jangan lama” updatenya😂😂

  8. livi says:

    Akhirnya update jg thorr.. Kmn aja thorr? Sekian lama nunggu akhir nya terbayar jg..hahaha
    Keren lah,biar lama,crita nya mantab markotop lah..heehee

    Jangan lama’ thorr update nya lagi,greget ma kelanjutan crita nya nie,keren abiz lah pkok nyaa..
    Cuss update lagi yaa thorr,semangattttt !!! 🙂

  9. engin14 says:

    Ternyata 4 bln menunggu Lama banget,,tapi ko gak sesuai sama harapan gue y thor,
    Gue kira Krystal bakal balikan sma amber eh ini lebih parah dri sebelumnya 😢😢😢
    Tapi gpp thor
    Semangat y thor 💪💪💪💪
    Cma kurang sikit aj ko cemistrynya kurang,,waktu gue baca kurang pas dihati 😀😀😀
    Tapi over all good 👌👌👌👌

  10. Adududududhdhddudhd
    Wkwkkwkww
    Gakuaattt thorrrr
    Klo gni jdi ksian krystal jg
    Wkwkwkwk
    Aduh
    Makny jessi jht
    Gimna ya
    Kryber susa bngt bersatu
    Wwkwkwkwkkww

  11. putri says:

    Akhirnya author update jga.betapa rindunya kami pada karyamu ini thor.hehe*abaikanreadersyglebayini
    Fix skrang jdi krustal yg harus berjuang.haah semoga mereka akan bahagia.
    Thanks sudah update dan thanks juga udh mnculin kryber moments nya.
    Semangat terus thor

  12. putri says:

    Akhirnya author update jga.betapa rindunya kami pada karyamu ini thor.hehe*abaikanreadersyglebayini
    Fix skrang jdi krystal yg harus berjuang.haah semoga mereka akan bahagia.
    Thanks sudah update dan thanks juga udh mnculin kryber moments nya.
    Semangat terus thor

  13. Melissa says:

    Author nungguinnya lama banget ampe lumutan dipojok kamar. Sejujurnya aku kurang suka jung sis rebutan amber kasihan slnya salah satu pasti akan terluka. Amber juga plin plan kiri kanan mau. Tapi tetap sih di hati amber pemilik utama si incess krystal udh berulang kali amber mengorbankan nyawanya utk krystal bukan cuma atas nama pekerjaan tapi juga cinta hehe. Aku tahu krystal emg egois dan suka kasar ke amber trs munafik pula bilang benci tapi cinta tp konflik batin krystal itu yg kusuka diantara gengsi dan cinta
    Sejujurnya ya menurutku agak aneh sih jessica kok cepat banget jatuh cinta ma amber. Secara dia usianya lebih tua dan udh dewasa cara pemikirannya juga beda kan kok segitu mudahnya jatuh pada pesona amber. Gak ada yg memungkiri kl amber itu mempesona tp kesannya kok membuat jesicca jatuh cinta seolah2 cm menjentikkan jari doank n jessica nya yg ngebet banget. berbanding trbalik banget ma krystal krn amber hrs usaha sampai jungkir balik baru krystal sadar cintanya ma amber n tetap ya si krystal walaupun dia cinta banget ma amber tetap aza bermain susah di dapat. Jujur entah apa motif jessica dekatin amber apa hanya krn balas dendam dan iri hati dgn krystal. Dia mau mendapatkan haknya sbg pewaris jung corp dan juga mengambil semua yg krystal punya termasuk amber. Jessica selalu membuat alasan dia tdk punya teman di korea selain amber pdhl kn gak etis bepergian dgn seseorang yg terikat hub dgn org lain dlm hal ini status amber adalah tunangan krystal. Pdhl sebenarnya jessica mengenal org lain yaitu taeyeon cm si jess menutup mata bahkan menjauh dari org itu. Kasihan taeyeon spt org yg tdk dianggap oleh jess. amber dgn mulut manisnya yg kdg justru bumerang utk dirinya. Mungkin benar saat ini krystal yg hrs berjuang utk amber. Aku cuma berharap di saat spt ini amber tetap berusaha terus berada di sisi krystal krn krystal benar2 sendirian semua org mengincar apa yg jadi miliknya. Jika amber prg dari krystal maka dia pasti akan hancur banget walau dia sendiri yg minta amber prg. Ku berharap amber segera tahu kl krystal berkorban utk dia. Skrg setelah sekian lama jess kembali membuka diri kpd taeyeon yg tdk akan berpikir 2x utk mengorbankan nyawa utk dia. Ku berharap kali ini jess tdk memanfaatkan taeyeon krn taeyeon yg pantas berada disisinya dan walau setelah kontrak selesai amber masih tetap melindungi krystal spt sebelumnya kali ini atas nama cinta. Jujur aku gak sanggup melihat krystal menderita n berharap kryber menemukan jalan utk bisa bersama dan bahagia. Kryber pantas utk bahagia. Jujur untukku jika chapter2 selanjutnya mengidentifikasi kryber tdk bisa berakhir bersama mungkin aku terpaksa berhenti baca drpd menghancurkan hatiku terlalu dalam krn aku gak sanggup. Cintaku yg terlalu besar utk kryber walau cuma bisa melihat kebahagiaan mrk dlm ff itu sdh membuat aku bahagia. Maaf banget author panjang komennya. Masih menunggu lanjutan chapternya nih. Semangat ya author

  14. Kenhendrawan says:

    Akhirnya author kesayangan gua update juga, semoga kryber cepet bersatu author gak kasian apa sama kryber baru juga deket lagi eh dikasih badai lagi

  15. Lala says:

    AUTHOR FAV KU!
    Sungguh makasih bgt udh mau update n lanjut ini cerita..
    Sangat sangat sangat ditunggu kelanjutannya aku makin suka krn makin kompleks alurnya

    Smg authornim ga lama buat update certa lanjutanya :)))
    Sungguh bagus bgt alur ceritanya aku suka :)))

  16. Anyeoongggg… halooo salam kenal🤗🤗
    Sebenernya bukan reader baru, tapi reader yg baru komen…✌️ maaf baru komen sekarang😶
    Aku slalu nunggu ff ini, ff nya bagus, sekarang udah susah nemuin ff kryber, kalo bisa sih lebih cepet updatenya thor😁😂
    FIGHTING!! 💃💃💃

  17. Kapan update lagi thor uda setengah th thor update dong kangen kryber ni sma author nya juga plese update cepet thor
    semangat i love you thor😁😁😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s