Someday 15

Diam, menutupi rasa gelisahku.

Aku hanya menatapnya dengan rasa gelisah, matanya masih sendu, tak dapat kulihat wajahnya.

Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu tersenyum lagi?

Aku mendekatinya yang tengah duduk di tepi sungai Han, aku duduk di sampingnya dengan angin yang berhembus menghantam tubuhku.

Aku menoleh ke arahnya, apa yang harus ku perbuat “Princess”

“Maafkan aku” ucapku tulus.

Krystal tak menatapkku, wajahnya cantiknya masih menunduk. Aku bisa mendengar nafasnya yang terisak “Aku tidak ingin kehilangan kakek”

“Kau tidak akan kehilangannya” aku sudah menjelaskan semuanya pada Krystal bahwa tuan Jay terlibat skandal korupsi, yang akhirnya membuat Krystal menangis hingga membuat diriku merasa gila karena tak ingin melihatnya seperti ini.

“Soojung” aku memegang bahunya.

“Aku tidak akan membiarkan ini terjadi, kau tahu bukan tuan Jay telah dijebak oleh seseorang. Aku akan berusaha untuk semua ini”

Saat ini tuan Jay sedang mendapat panggilan dari kepolisian California untuk segera kembali ke Seoul, dalam kasus korupsi yang melibatkan dirinya. Aku dan Taeyeon berusaha untuk memecahkan kasus ini dan meyakinkan bahwa tuan Jay tak bersalah.

“Aku tidak ingin kehilangan kakek, kakek adalah satu-satunya keluarga yang aku punya. Tidak apa aku kehilangan semuanya asal kakek tetap ada untukku. Aku tidak ingin sendiri” tangis Krystal sungguh membuatku kehilangan akal sehat, tak tahan melihatnya menangis, ku dekatkan tubuhhku padanya dengan ku dekap erat tubuhnya, mengelus bahunya membiarkan dia menangis di dadakku. Tangisnnya semakin kuat, ku dekap lagi tubuhnya hingga aku bisa mencium jelas wangi rambutnya.

“Aku berjanji akan membuat semuanya akan kembali baik-baik saja dan juga… dan juga aku tidak akan membiarkanmu sendiri. Aku akan ada untukkmu Soojung” pelukku padanya.

 

 

Waktu menujukkan pukul 4.24 PM, aku membawakkan Krystal makanan karena aku tahu dia belum makan. Aku berjalan cepat untuk kembali ke pinggir sungai Han karena Krystal masih ingin disana.

Aku menatapnya dari jauh, sejujurnya aku merasa sedih karena kejadian ini tapi aku tidak boleh sedih, aku harus terlihat tersenyum “Princess” teriakku dari jauh dengan membawa makanannya untukknya.

Aku kembali duduk disampingnya dengan membuka makanan Seolleongtang serta nasi panas, sedikit ku tiup agar tidak terlalu panas saat di mulut.

“Hufff huffff huffff”

“Makanlah” ku berikan satu suapan padanya tapi Krystal tak memperdulikankku, aku tahu kejadian ini sangat memukullnya tapi bagaimanapun juga Krystal tak boleh terus-terusan seperti ini.

“Princess makanlah, ini daging soup kesukaanmu. Apa kau tidak mau?” Krystal tetap diam tak mengatakan apapun.

“Huffftt, apa kau benar-benar tidak akan makan daging ini? aku dengar sup daging ini paling terkenal! apa kau tahu aku sangat susah mendapatkannya? kau cium aromanya, aigoooo…”

Krystal hanya diam, tapi aku tidak putus asa “Ayolah makan sedikit saja”

“Pergilah”

Aku menghela nafas “Kau ini bicara apa, ayo makan”

“Aku bilang pergi!” Krystal menepis tanganku hingga nasi serta soup menjadi jatuh.

Ku menghela nafas, memandang wajahnya “Aku tahu kau sedang sedih tapi kau tidak boleh seperti ini, apa kau mau jatuh sakit?”

“Aku tidak peduli! pergilah”

“Huffh baiklah kalau itu maumu” aku berdiri, kaki ini berjalan meninggalkan Krystal.

Dia benar-benar keras kepala, aku benar-benar trauma saat Krystal jatuh pingsan karena penyakit anemia yang di deritanya dan aku tidak ingin itu terulang kembali. Tapi saat ini dia benar-benar ingin sendiri, saat ini pasti pikirannya benar-benar kacau. Aku yakin Krystal begitu takut, kau tahu bukan keluarga Jung selalu menjadi sorotan media dan sekarang aku yakin saat ini akan ada banyak orang yang mencela Krystal, apalagi Krystal hidup dengan kemewahaan yang dia punya. Aku juga yakin Krystal tidak akan tahan dengan omongan serta tatapan orang-orang padanya.

Ku hentikan langkah ini, sedikit berfikir sejenak tentang tuan Jay Jung saat pertama kali meminta padaku untuk bertunangan pada krystal, apakah ini waktunya?

Waktu dimana tuan Jay mengatakan bahwa ada seseorang yang menginginkan nya jatuh dan merebut perusahaanya bahkan membayahayakan nyawa Krystal?

Kalau seperti itu, ada seseorang yang sengaja melakukannya, tapi siapa?

“Jadi kau benar-benar meninggalkanku?”

Suaranya membangunkanku dari lamunan “Soojung?” aku terkejut saat melihatnya yang berdiri di belakangku. Kali ini aku bisa melihat wajahnya jelas walaupun masih ada raut kesedihan.

Aku tersenyum padanya dengan mendekati dirinya di sore hari sungai Han “Anio, aku tidak meninggalkanmu, aku hanya memberikanmu waktu untuk sendiri”

“Sama saja”

“Aku tidak akan meninggalkanmu” ucapku dengan memegang kedua pundaknya.

“Bagaimana kalau kita makan sekarang?” ucapku yang di balas anggukkan padanya, kami duduk di tepi sungai Han dan membuka kembali sup daging yang mulai dingin.

“Haish sudah tidak panas lagi, tunggu sebentar aku akan membeli yang baru” Krystal memegang tanganku yang membuatku terkejut, matanya mengisyaratkan bahwa untuk tetap bersamanya.

“Duduk”

“Baiklah, tapi ini sudah tidak panas lagi” dan kemudian Krystal mengambil kotak makan yang kubeli tadi.

Krystal menatap sup daging di tangannya “Aku akan menghabiskannya bila kau disampingku” tatapnya padaku.

“Baiklah”

Krystal mulai menyantap sup dagingnnya, aku merasa senang saat Krystal mulai mengunyah makanannya.

“Buka mulutmu”

“Mwo?”

Aku melihat sendok di tangan Krystal yang mengarah kepadaku “Aku bilang buka mulutmu llama”

“Aaaaaa” ku buka mulut ini dan Krystal menyuapkan makanannya padaku.

Rasanya begitu…… ah sudahlah

“Aku tahu kau belum makan juga, jadi mari kita makan bersama” ucap Krystal tanpa melihat ke arahku. Haha tapi itu lucu, Krystal terlihat malu-malu.

“Wae? kenapa kau menatapku seperti itu” tatapnya dingin.

“Tidak ada” geleng-geleng kepalaku.

Aku dan Krystal menghabiskan makanan bersama dengan menikmati sunset di sungai Han hingga waktu menujukkan pukul 6.43 PM

“Ayo kita pulang”

“Aku tidak mau”

“Kenapa tidak? kita….”

“Aku tidak mau pulang Amber!” aku hanya diam, menatapnya…

“Baiklah, kau ingin kemana?” tanyaku padanya.

“Ntah”

“Kalau begitu kita masuk mobil dulu karena cuaca sangat dingin” ucapku yang disetujui Krystal.

Aku mulai menyalakan mesin mobil dan meninggalkan sungai Han. Kami sudah 1 jam berjalan-jalan tanpa tujuan hingga aku rasa Krystal mulai terasa lelah.

Haruskah aku membawanya ke rumah? aku mengambil ponselku dan mengirimkan pesan kepada eomma.

“Soojung”

“Hmm”

“Kau benar-benar tidak ingin pulang?” tanyaku padanya dengan menghentikan mobil.

“Ya” jawabnnya singkat.

“Hmm kalau begitu, kau akan mengikuti kemana saja?”

“Ya” singkatnya lagi.

“Sekarang sudah malam, kita cari tempat istirahat bagaimana?” tanyakku,

“Ya” huffft wanita ini benar-benar, aku kembali menyalakan mobil.

 

08.16 PM

“Sampai” aku membuka sabuk pengamanku dengan melihat ke arah Krystal yang wajahnya terlihat bingung.

“Dimana ini?” tanyanya melihat sekitar.

“Nanti juga kau tahu” ucapku dengan turun dari mobil, dan seperti biasanya aku membukakkan pintu untuk Krystal sang ice princess hehe.

“Ayo masuk”

“Tapi aku sudah kenyang”

Aku sedikit tertawa, aku tahu Krystal melihat kedai makanan yang sekaligus rumahkku.

“Kita tidak akan makan, sudah ayo masuk saja” ajakku padanya.

“Eommaa”

“Eomma?” aku mendengar suaranya yang mengulang kalimatku.

“Aigoooo kau sudah datang!” aku melihat eommaku yang keluar dari dapur, eomma langsung memelukku dengan erat, aku sangat merindukannya.

“Kau banyak sekali berubah! aaaghh” eomma mengacak-acak rambutkku.

“Dan eomma terlihat makin cantik” godakku.

“Aish bisa saja kau anak nakal hahaha”

Dan seketika eomma ku berhenti tertawa dan matanya berpaling ke arah Krystal, Krystal terlihat sedikit cangungg dan langsung membungkuk serta memperkenalkan dirinya kepada eommaku dengan senyum di wajahnya, eomma langsung menghampiri Krystal dengan tatapan tak percaya.

“Woaah kau cantik sekali” Krystal tersenyum canggung.

“Jadi yeoja cantik ini adalah tunanganmu? aigoooo aku mimpi apa bisa mendapatkan calon mantu sepertimu” seketika pipi Krystal memerah begitu saja dan juga dengan diriku.

“Aish eomma, hentikan” ucapku.

“Bagaimana bisa anak nakal sepertimu mendapatkan gadis seperti ini? kau harus banyak bersyukur dan sering-seringlah ke gereja untuk berterima kasih pada Tuhan” Krystal sedikit tersenyum mendengar ucapan eommaku.

“Krystal kau ingin makan apa? eomma akan menyiapkannya untukkmu!” girang eomma Amber.

“Soojung sudah kenyang, dia hanya butuh istirahat” ucapku.

“Baiklah, kalau begitu aku akan siapkan kamar dengan segera!” senang eomma Amber.

Aku mengajak Krystal untuk masuk ke ruang tamu kami yang begitu kecil, Krystal terlihat melihat kesana kemari “Maaf kalau rumahku membuatmu tak nyaman”

“Anio, aku menyukainya” ucap Krystal melihat beberapa foto.

“Apa kau ingin minum sesuatu Soojung?” tanyaku padanya, seketika perhatian nya teralih kepadaku.

Krystal menatapku “Kau memanggil ku apa?”

“Ehmm Soojung”

Dia hanya diam, apa aku salah? aku hanya suka dengan nama Soojung di bandingkan Krystal “Apa kau tidak suka bila aku memanggilmu Soojung?”

“Hanya orang yang terdekat saja yang bisa memanggilku Soojung” tatapnya.

Jadi aku salah “Biane, aku akan memanggilmu Krystal”

“Tak perlu, kau bisa memanggilku Soojung”

“Benarkah? apa kau yakin” tanyakku.

Kemudian dia asik kembali melihat foto-foto dirumahkku “Baiklah Soojungie” senyumku bangga hahahahhaa.

“Aigoooo ada apa dengan senyuman mu itu”

“Aish eomma!! kau mengagetkanku saja!” aku mengelus dadaku karena terkejut ketika eomma tiba-tiba datang.

 

Author POV

“Nona Krystal kau bisa….”

“Bibi, jangan panggil aku nona. Panggil saja aku Krystal”

“Tapi….” eomma Amber menatap Krystal, dan tatapan Krystal sedikit tak enak “Baiklah Krystal, kau bisa tidur dikamar Amber”

“Kamarku?” kaget Amber.

“Iya kamarmu”

“Tapi eomma…”

“Ayo istirahatlah”

“Ndee” ucap Krystal, Krystal langsung menuju kamar Amber sedangkan ibu Amber kembali ke kedai.

Krystal dan Amber berhenti di depan pintu kamar Amber “Jika kau memerlukan sesuatu bilang saja padaku” ucap Amber.

“Hmm” angguk Krystal.

“Aku tahu kamarku tak senyaman kamarmu, jadi maafkan aku jika kau merasa tak nyaman,  Kalau begitu selamat malam Soojung” ucap Amber.

Krystal masuk kedalam kamar Amber, Krystal berdiri di belakang pintu Amber dengan menatap seisi kamar Amber yang bisa di bilang tak besar.

Tapi ntah mengapa krystal tersenyum, kakinya mulai melangkah menuju tempat tidur Amber.

Krystal duduk di tempat tidur Amber dengan memeluk bantal yang sering di gunakan Amber saat tidur, mata Krystal masih menjelajah ruangan Amber.

“Jadi seperti ini kamarnya?” kamar Amber tak besar, hanya ada satu tempat tidur, meja belajar, lemari pakaian, gitar, skateboard, bola basket, dan beberapa foto lainnya.

Krystal bangun dari duduknya, memegang semua barang-barang Amber. Membuka buku sekolahnya dulu dengan begitu banyak coretan dibandingkan tulisan, melihat beberapa penghargaan yang di dapatkan Amber di bidang olahraga, melihat foto-foto Amber bersama Ailee dan Eric, melihat fotonya bersama keluarganya tercinta, melihat foto Amber yang sedang memakai baju karate dengan di gendong oleh Appanya. Terlihat begitu bahagia hingga terbesit sebuah senyuman di wajah Krystal.

“Kebahagiaan bukan dilihat dari banyak harta atau uangmu tapi dilihat bagaimana kau bahagia dengan orang-orang tercinta dengan kesederhanaan yang ada” senyum Krystal.

“Dreeett dreeett” ponsel Krystal berdering, Krystal mengambil ponselnya yang berada di atas tempat tidur Amber.

“1 message”

Krystal menggeser layar ponselnya

“From : Stupid llama

Apa kau sudah tidur? maaf bila kamarku tidak nyaman”

Krystal tersenyum mendapat pesan dari Amber, dengan segera Krystal membalas pesan Amber.

“Belum, aku tidak bisa tidur karena kamarmu terlalu sempit! kau ingin aku kehabisan oksigen dengan tempat sekecil ini” 

Tentu Krystal hanya menggoda Amber, Krystal bahkan menikmati kamar Amber dengan terus memandang sekitarnya.

“Ting 1 message From: Stupid llama

Benarkah? apa kau mau tuker kamar denganku? aish aku tahu terlalu banyak barang-barang dikamarku yang belum sempat ku bereskan, jika itu membuatmu risih aku bisa memindahkannya sekarang”

Kamar Amber memang sedikit penuh dengan barang-barangnya tapi kamar Amber juga tak terlalu berantakan.

“Tidak perlu, lagipula aku ingin memeriksa kamarmu” senyum Krystal dengan berdiri dari tempat tidur Amber.

“From: Stupid llama

Aish apa yang kau lakukan? jangan sentuh barang-barangku”

“Kenapa, apa kau takut? apa jangan-jangan ada majalah porno di kamarmu” senyum licik Krystal yang menggoda Amber dengan memegang beberapa piala-pialanya.

“Ting from: Stupid llama

Apa kau tidak bisa menyingkirkan pikiran burukmu itu? aku tidak seburuk itu princess, tidurlah ini sudah malam”

Saat membaca pesan Amber mata Krystal menuju kotak besi yang di taruh di sela-sela buku Amber. Kotak itu menarik perhatian Krystal “Apa ini?” Krystal memperhatikan kota tersebut dan melihat sebuah lubang kunci “Apa kotak ini dikunci? aku rasa kota ini menyimpan banyak rahasia” ucap Krystal.

“Ting ponsel Krystal kembali bunyi From: Stupid llama

Apa kau sudah benar-benar tidur?”

Krystal tersenyum “Apa kau mengharapkan aku tidak tidur dan terus mengirim pesan teks padamu hah?” Krystal kembali memandang kotak yang kini di tangannya.

“Mengapa aku begitu penasaran?” bingung krystal.

“Hei stupid, apa isi kotakmu ini?” kirim Krystal berserta kotak yang di tangannya kemudian send pict ke Amber.

Tidak lama Krystal mengirim pesan, ponselnya kembali berdering tapi kali ini bukan deringan pesan masuk melainkan telfon masuk “Mengapa dia menelfonku” kerut alis Krystal.

“Wae?”

“Ya! jangan kau sentuh kotak itu” Kali ini Krystal menjauhkan telinganya dari ponsel.

“Aish mengapa kau teriak-teriak! pabo” ucap Krystal.

“Jangan macam-macam dengan benda itu”

“Wae? apa kau menyimpan bom hah?”

“Taruh di tempatnya sekarang juga”

“Tidak mau, aku ingin tahu apa isinya”

“Aish”  kesal Amber.

“Wah itu kuncinya!” goda Krystal padahal Krystal tak tahu dimana letak kuncinya.

“Ya! Krystal Jung, jangan macam-macam!” panik Amber.

“Baiklah aku akan membukanya” tahan tawa Krystal.

“Duk duk duk” suara langkah kaki terdengar begitu cepat membuat Krystal heran dengan apa yang terjadi.

Hingga pada akhirnya ..

“Dar!” pintu terbuka lebar, membuat Krystal terkejut setengah mati!

“Yak bodoh! apa kau tidak bisa mengetuk pintu! apa kau ingin jantungku copot” kesal Krystal.

Sedangkan Amber menghela nafasnya, kakinya melangkah masuk kedalam kamarnya yang kini ditempati Krystal. Matanya mengarah ke kotak yang di pegang tangan Krystal. Amber menutup pintu kamarnya dan melangkah masuk mendekati Krystal.

“berikan padaku” ucap Amber dengan mengulurkan tangan kanannya.

Krystal menyembunyikan kotak tersebut dibalik badannya “Siro!”

Amber menghela nafasnya “Ayolah Krystal, ini sudah malam. Aku tidak ingin bertengkar denganmu”

“Aku tidak mau! aku ingin tahu apa isi kotak ini”

“Tidak bisa!”

“Wae! apa yang tidak bisa ku lakukan” ucap Krystal. Amber menggaruk-garuk dahinya. Amber tahu bahwa melawan Krystal saat ini sama saja menguras tenaganya.

Amber melaju selangkah mendekati Krystal dengan kamar yang kecil membuat jarak mereka begitu dekat.

Sesekali Krystal menundukkan wajahnya “Mengapa kau menatapku seperti itu” tanya Krystal dengan sedikit mendongak karena Amber lebih tinggi darinya.

“Aku bilang berikan kotak itu atau……”

“Atauuuu” ulang Krystal.

Amber mendekati Krystal dengan mencoba meraih kotak yang berada di belakang pinggangnya, dengan cepat Krystal menghindari Amber membuat Amber kesal “Haha coba saja” goda Krystal.

“Berikan” langkah Amber.

“Tidak” ucap Krystal berhati-hati pada Amber.

“Berikan” ucap Amber untuk mencari cela mendapatkan kotaknya.

“Tidak!” tegas Krytsal, dengan cepat Amber mencoba mengambil tapi kembali gagal membuat Krystal tertawa “Hahahaha pabo” goda Krystal dan Amber semakin agresif karena ejekan Krystal.

Dan lagi Amber mengambil satu langkah mendekati Krystal dengan kedua tangan Amber yang cekatan tapi sayang, langkah Amber terlalu kuat hingga Amber tak bisa menjaga kesimbangan badannya yang membuat badannya terjatuh mengenai tubuh Krystal. Membuat tubuh mereka bertemu satu sama lain karena tak kesimbangan Amber.

“Bruk” beruntunglah Krystal jatuh di atas tempat tidur Amber tapi tidak dengan Amber yang jatuh di atas tubuh Krystal.

“DUG!” Jantung Amber berdetak gila! wajahnya hanya beberapa inci dari wajah Krystal, bahkan hidunga Krystal dan Amber hampir bersentuhan. Amber menelan salivanya, tak tahan melihat bibir tipis Krystal yang sedikit terbuka, membuat gairah mudanya bergejolak tak tahan melihat Krystal yang begitu sempurna di depan matanya. Tak henti-hentinya Amber memuja Krystal di dalam hatinya, matanya begitu indah. Tangan nya begitu lembut hingga Amber sedikit meremas tangan Krystal yang tak lagi memegang kotak rahasia miliknya.

“Ottoke? aku bahkan tak bisa bergerak sama sekali, aku memandang matanya. Melihat lekukan wajahnya yang begitu sempurna di depan mataku. Bagaimana bisa yeoja ini begitu sempurna. Jarak kami begitu dekat hingga aku bisa mencium aroma tubuhnya, aku tidak bisa mengontrol pikiranku. Aku merasakan kedua tangan Amber yang semakin erat memegang kedua tanganku. Tanganya begitu hangat, nafasnya pun juga. Apa yang harus ku lakukan? tubuhnya menindih tubuhku, dada kami bersentuhan. Aku melihat mata Amber yang tak lepas dari mataku.. Bagaimana ini????

“Aish mengapa ribut…..” pintu terbuka.

“Woaaahh!!” eomma Amber menutup matanya, suara eomma Amber menyadarkan Krystal dan Amber ke dunia nyata dengan cepat Amber bangun dari atas tubuh Krystal.

“Biane biane aku tak bermaksut..  aish sudah-sudah” Eomma Amber langsung cepat menutup pintu kamar Amber.

Krystal dan Amber saling salah tingkah, tak  berani menatap satu sama lain hingga wajah mereka begitu merah.

Amber menghela nafas “Be-be-berikan pa-padaku” ucap Amber berdiri menyampingi Krystal yang tengah duduk.

“Ini” ucap Krystal dengan memberikan kota tersebut pada Amber.

Amber telah memegang kotak rahasianya “Kalau begitu tidurlah, selamat malam” ucap Amber yang langsung bergegas meninggalkan kamar Krystal.

Krystal masih diam duduk di pinggir tempat tidur Amber. Matanya tak berkedip, tangannya memegang detak jantung yang masih berdetak cepat “Apa apaan ini?” heran Krystal.

“Aaaaghhhh!!” Krystal menenggelamkan kepalanya di bantal Amber dengan menggerak-gerakan kakinya udara.

“Tidak tidak!!” Krystal memegang kepalanya dengan mengacak rambut hitamnya.

“Ya Jung Soojung, apa kau sudah gila?” Krystal terlihat tak karuan, begitu juga dengan Amber yang berguling-gulingan di tempat tidurnya tak lupa dengan senyum bodohnya yang terlihat dirinya begitu menyeramkan.

“Hahahaha ada apa ini!” Amber terlihat seperti kehilangan akal sehat.

Hingga pada akhirnya pagi tiba dengan pukul 07.30 AM.

“Bangunlah Amber!” ucap Eomma Amber yang memukul pantat Amber agar bangun dari tidurnya.

“Aaahh eomma aku masih mengantuk!” Amber kembali menenggelamkan kepalanya di bantal.

“Bangun! ajak nona Krystal sarapan, mengapa kau ini malas sekali!”

“Haish dia sudah dewasa! dia bisa makan sendiri” keluh Amber.

“Cepat bangun!”

“Aaaagghhh!!” Amber mengacak-acak rambutnya, Amber berjalan keluar kamar menuju toilet untuk membasuh wajah serta menggosok giginya.

Kini Amber berada di depan pintu kamarnya, seketika Amber ingat kejadian kemarin yang membuat pipinya merah “Mau sampai kapan kau berdiri di depan pintu?” ucap Eomma Amber.

Amber menarik lengan Eommanya “Eomma, apa tidak bisa eomma saja yang membangunkan Soojung?” pinta Amber.

Eomma Amber menatapnya “Haish baiklah, ke meja makan sana” Amber tersenyum dan segera menuju meja makan.

Amber menghela nafasnya, sedari tadi tangannya tak bisa diam memainkan sendok makan. Ntah mengapa Amber terlihat gugup “Ayo ayo duduklah” ucap Eomma Amber dengan memberikan tempat duduk kepada Krystal.

Amber menatap Krystal, ini untuk pertama kalinya Amber melihat Krystal yang begitu natural maksutnya Amber selama ini melihat Krystal yang rapih dan sedikit melakukan make-up tapi kali ini Amber terkagum melihat wajah Krystal yang baru saja bangun dari tidurnya dan masih terlihat “Sempurna”

Krystal dan Eomma Amber menatap Amber “Mwo?”

“Anio eomma! hahhaha ayo makan”

“Selamat makan” Amber, Krystal dan Eommanya mulai sarapan pagi. Mata Krystal dan Amber saling tak bertemu karena masih canggung akan kejadian yang baru saja menimpa mereka.

Setelah makan Amber begitu terkejut saat Krystal membantu eomma Amber untuk menyuci piring “Biar aku bantu bibi”

“Aish tidak perlu! biar aku saja”

“Biar aku bantu” senyum Krystal.

Eomma Amber tersenyum hangat “Kita lakukan bersama” sedangkan Amber melihat keduanya dari meja makan.

Amber memangku tangannya melihat kedekatan Krystal dengan eommanya “Kau anak pemalas, ayo bantu kami juga!”

Amber tersenyum dan membantu eomma serta Krystal mencuci piring “Teruskan, eomma harus siap-siap untuk membuka kedai” Eomma Amber meninggalkan mereka berdua. Lagi-lagi suasana menjadi canggung antara Krystal dan Amber. Amber tak tahan dengan situasi canggung seperti ini hingga Amber memutuskan untuk membuka topik terlebih dahulu “Hmm bagaimana tidurmu?” tanya Amber yang mengelap piring.

“Baik” jawab singkat Krystal.

“Haha baguslah” canggung Amber.

Krystal dan Amber sudah selesai mencuci piring, Krystal dan Amber berinisiatif untuk membantu eomma Amber.

“Amber bisakah kau membeli beberapa sayuran di toko depan?”

“Nde!”

“Ajak Krystal”

Amber terdiam sebentar “Baiklah”

Amber menghampiri Krystal yang tengah merapihkan kursi-kursi “Soojung” tegur Amber.

“Hmm” saut Krystal.

“Kau mau menemaniku untuk pergi membeli sayur?” tanya Amber dengan sedikit salah tingkah.

Krystal diam sejenak “Baiklah”

Krystal dan Amber mulai berjalan, Krystal melihat sekitar dengan raut wajah yang begitu menikmati pagi hari ini “Apa kau besar disini?” tanya Krystal yang masih sibuk melihat sekitar dengan burung-burung berkicau.

“Ya, aku besar disini” ucap Amber dengan menatap Krystal “Sepertinya kau menyukai tempat ini?”

Krystal mengangguk “Sangat berbeda bila di Seoul, bosan dengan gedung-gedung tinggi dan kebisingannya”

“Syukurlah kau menyukainnya, aku takut kau tak betah” ucap Amber.

“Oh iya, aku sudah menghubungi Taeyeon kalau kita berada di rumahkku” sambung Amber.

“Mengapa kau memberitahu mereka”

“Aku tidak ingin membuat mereka khawatir dan juga besok kakekmu akan kembali ke Seoul”

Krystal menghentikan langkahnya “Benarkah?”

“Ya, dan juga besok aku akan pergi ke perusahaan. Aku sudah berjanji padamu untuk menyelesaikan ini bukan?”

“Kau tidak perlu repot sejauh ini, lagipula untuk apa kau membantu” ucap Krystal kembali berjalan.

“Karena aku tidak ingin melihatmu sedih” ucap Amber pelan dengan memperhatikan Krystal berjalan.

“Hei stupid! mengapa kau diam saja?” Amber tersenyum dengan berlari mengejar Krystal, untung saja suasana antara mereka berdua sudah kembali cair.

Krystal dan Amber tiba di pasar untuk membeli beberapa sayuran, semua orang menatap Krystal dan Amber. Krystal dan Amber sedang memilih beberapa sayuran yang segar “Wah ada mangga!” mata Krystal membulat saat Amber mengucapkan kata mangga.

“Kau mau?”

“Tentu saja!” mata Krystal berbinar-binar.

“Waah apa istrimu sedang hamil?”

Krystal dan Amber terkejut setengah mati saat seorang ahjumma menghampiri mereka, Krystal dan Amber saling bertatapan “Hahahaha” Amber tertawa canggung.

“Tidak seperti itu ahjumma…”

Ahjumma itu menepuk bahu Amber “Biar aku pilihkan untuk istrimu” senyum Ahjumma dengan Krystal yang berwajah super merah.

Amber menggaruk-garuk kepalanya “Naaaah ini untuk istrimu yang sedang hamil” Ahjumma itu memberikan begitu banyak mangga kepada Amber.

“Tapi ini banyak sekali” kaget Amber.

“Sudah tak apa, lagipula istrimu sedang hamil muda. Dia butuh banyak asupan vitamin! jadi terimalah”

Amber mengeluarkan uang dari saku celanannya “Aish sudah ambil saja! dan jaga istrimu” senyum Ahjumma yang langsung melayani tamu yang lain.

Sedangkan Krystal dan Amber kembali ke situasi yang canggung, Amber menatap takut Krystal “Hahaha princess, sepertinya kita sudah mendapatkan semuanya”

“Hmmm, kalau gitu ayo pulang” Krystal langsung pergi begitu saja tanpa menatap Amber.

“Apa dia marah?” tentu saja Krystal tidak marah hanya saja Krystal sedang berusaha kuat untuk menyembunyikan rasa malunya pada Amber.

“Princess”

“Hmmm”

“Aku tak menyangka kau bisa melakukan semuanya”

“Maksutmu membereskan rumah dan lain-lain” kerut alisnya.

Amber mengangguk takut karena nada bicara Krystal menjadi seram “Kau pikir aku anak manja! aku tahu aku hidup dengan serba ada tapi bukan berarti aku tak bisa melakukan apa-apa. Mencuci piring, ke pasar, bangun pagi, dan merapihkan semuanya aku bisa!”

Amber mengangguk “Kau benar-benar istri idaman” ucap Amber begitu saja dengan memberikan jempol kepada Krystal.

“Mwo!” sontak Krystal menghentikan langkahnya dan menatap Amber.

“Hahahha maksutku, kau benar-benar daebak!” Amber memberikan jempol lagi kepada Krystal dan Krystal memberikan tatapan mengerikan.

Tak lama kemudian Krystal dan Amber sampai, Amber membantu eomma nya di dapur sedangkan Krystal tak boleh berkerja pada eomma Amber dan hanya disuruh duduk. Kedai mulai ramai pengunjung, Krystal tak ingin duduk saja karena eomma Amber begitu baik padanya.

“Bibi, izinkan aku membantumu” mohon Krystal.

“Tapi….”

“Pleasee…”

Eomma Amber tersenyum “Baiklah tapi jika kau lelah, kau tidur saja biarkan Amber yang kerjakan” Krystal tersenyum.

Jujur saja ini pertama kalinya Krystal melakukan hal seperti ini, seperti mencuci sayuran, memberikan pesanan yang begitu melelahkan. Krystal hidup bergelimpah uang, hal seperti ini tidak akan pernah terfikir dalam hidupnya.

“Ini pesananmu tuan”

“Tunggu”

“Ya?”

“Bukankah cucung dari seorang pencuri?” ucap seorang pria, dan teman-temannya kemudian menatap Krystal.

“Haha apa sekarang kau sedang berkerja karena seluruh hartamu akan habis untuk mengganti uang negara?” ucap namja 2.

Namja 3 menatap dengan sinis “Bagaimana rasanya Krystal Jung? menjadi orang rendahan seperti ini, tidak enak bukan?”

“L?” ucap Krystal.

“Kau mengenalnya?” tanya temannya.

“Tentu saja, siapa yang tak kenal Krystal Jung. Seorang yeoja yang bisa berbuat apapun bahkan membuangku begitu saja seperti sampah”

Krystal menatap sinis “Kau pikir kau siapa? kau yang mendekatiku, kau yang berlebihan. Bukan salahku jika aku menolak pria sepertimu”

“Ternyata rasa sombongmu masih seperti dulu, dengar Krystal Jung. Sekarang kau bukan siapa-siapa, kau akan menjadi gelandangan, kau akan sendiri,  atau kau bahkan tidak akan sanggup mengganti uang negara bahkan dengan menjual tubuhmu hahaha” semua tertawa. Krystal menahan air mata, Krystal sadar bahwa saat ini dia tidak bisa melakukan apa-apa.

Tawa yang begitu nyaring kini tak lagi di dengar, mereka menatap seseorang yang berdiri di samping Krystal dengan merangkul erat tubuhnya “Jika sekali lagi aku dengar kata-kata itu dari mulutmu, kujamin kau tidak akan bisa bicara lagi”

“Amber?”

“Pergilah sebelum kuhancurkan lagi wajahmu” dengan cepat L dan rombongannya pergi meninggalkan kedai Amber.

Amber menatap Krystal “Kwaenchana?” Krystal mengangguk.

Amber membawa Krystal keluar dari rumah, Krystal dan Amber menuju sungai Han dan duduk di tepi sungai, Amber datang membawa ice cream mangga kesukaan Krystal “Makanlah” ucap Amber memberikan ice cream mangga pada Krystal.

Amber tersenyum saat Krystal menerima ice creamnya, Amber menghela nafas “Mereka benar-benar bajingan kecil” geram Amber.

“Bagaimana kau tahu mereka?” tanya Krystal.

“Dulu sekolah kami suka ribut dengan mereka, mereka selalu kalah tapi masih saja keras kepala” geleng-geleng Amber.

“Jadi kau preman?”

“Bukan seperti itu, aku hanya membela sekolahku itu saja”

“Apa kau menyesal pindah ke Empire?” tanya Krystal.

Amber tersenyum “Tidak”

“Kenapa? bukankah kau sempat memberontak” tatap Krystal dengan memegang ice creamnya.

“Awalnya aku tak bisa terima tapi saat ini aku begitu bersyukur bisa pindah”

Krystal menatap Amber “Wae? apa karena wanita disana lebih cantik-cantik?” tatap tajam Krystal.

Amber menatap Krystal dengan senyum diwajahnya “Apa kau tidak bisa sehari saja tanpa berfikir buruk padakku?”

“Tidak!”

“Aish, seperti itu”

Krystal mengerutkan alisnya “Seperti itu apa? jelaskan padaku”

“Harus?”

“Tentu saja, pabo”

“Aish tidak tahu aku pusing” elak Amber.

“Seperti itu? baiklah!” Amber menatap Krystal yang suasana hatinya mulai berubah.

“Baiklah-baiklah” Amber menyerah.

“Jadi?”

“Ehmmmm…”

“Aish sudah kalau begitu!”

“Karena aku bisa dekat denganmu!” lantang Amber yang membuat Krystal terkejut.

“Awalnya bagiku itu adalah musibah terbesar dalam hidupku tapi… tapi setelah semua berlalu aku rasa aku begitu beryukur. Walaupun kau sedikit menyeramkan, mengerikan, dingin, jutek, galak, angkuh…”

“PLAK!”

“Aaaaghhhhh! wae!” Amber mengosok-gosok kepalanya yang sakit akibat Krystal.

“Kalau begitu pergilah sana jika aku seperti itu!”

“Hahaha aku hanya bencanda, aku pikir kau seperti itu. Saat pertama kali bertemu denganmu aku merasa begitu kacau, aku tidak tahu kau akan menerimaku dalam hidupmu atau tidak, matamu penuh dengan amarah saat melihatku, wajahmu selalu menujukkan bahwa kau begitu membenciku. Bahkan dulu kau hampir mau membunuhku dengan menabrak sepedaku”

Krystal hanya diam mendengar ucapan Amber.

“Tapi waktu demi waktu aku bisa melakukannya, aku bisa meyakinkanmu bahwa aku tak seburuk yang kau pikirkan. Aku tidak pernah berfikir bahwa aku bisa berbicara padamu, bisa bersamamu seperti saat ini karena yang aku tahu kau begitu membenciku dan…”

“Aku tidak membencimu” ucap Krystal yang membuka suara.

Krystal menatap sungai Han “Aku hanya tak bisa menerima kenyataan pada saat itu, bagaimana bisa aku menerima kenyataan bahwa aku akan bertunangan dengan seseorang yang tak ku kenal sama sekali, bahkan dia adalah seorang yeoja. Saat aku bertemu denganmu aku begitu risih, tak ada ruang untuk dirimu selain membencimu, tapi aku tidak tahu mengapa aku bisa dekat denganmu, padahal aku sangat berhati-hati pada seseorang. Aku bahkan tak mengerti dan paham terhadap diriku, bagaimana bisa aku begitu mempercayaimu sedangkan saat pertama kali aku datang ke sekolahmu ingin rasanya aku mencabik-cabik wajahmu saat kau menabrakku di koridor sekolahmu. Saat aku mendengar nama Amber, hatiku tersontak hebat. Bagaimana bisa orang seperti ini menjadi tunanganku kelak” Krystal menghela nafas.

“Dan untuk pertama kalinya aku begitu membenci kakek karena perjodohan gila ini, sampai pada akhirnya waktu berlalu dan kau selalu ada untukku..” Amber tersenyum mendengarnya.

“Yeoja boyish, berantakan, tukang tidur, menjengkelkan sepertimu membuat presepsi burukku padamu sedikit menghilang” kini Krystal menatap Amber.

“Kau jangan bangga pada kata-kataku tadi, itu hanya kesan saat pertama kali kita bertemu” tatap jengkel Krystal.

“Haha jadi sekarang?”

“Mwo?”

Krystal dan Amber bertatapan di pinggir sungai Han “Bagaimana kalau kita memulai dari awal?”

Krystal hanya diam, Amber mengulurkan tangannya “Hi, namaku Amber Josephine Liu. Kau bisa memanggilku Amber” senyum dorky Amber dengan menujukkan giginya.

Krystal tersenyum melihat tingkah konyol Amber, ntah mengapa Krystal mengikuti permainan Amber “Aku Krystal Jung Soojung, kau harus memanggilku princess”

Amber mengerutkan wajahnya “Tidak adil, mengapa seperti itu?”

“Tentu seperti itu! kau adalah servant dan aku adalah princess”

“Baiklah-baiklah” Krystal dan Amber saling berjabat tangan dengan senyuman di wajah mereka masing-masing.

“Senang berkenalan denganmu Princess”

“Me too Amber” ucap lembut Krystal.

Tak lama kemudian Krystal dan Amber kembali pulang, Amber merasa lega karena Krystal sudah kembali tersenyum.

Saat sampai Krystal dan Amber memutuskan untuk kembali ke Seoul “Apa kau yakin?” tanya Amber.

“Tentu saja, selama kau disampingku” ucap Krystal tanpa melihat Amber.

Amber tersenyum, kemudian mereka berpamitan kepada eomma Amber dengan di bawakan sup daging kesukaan Krystal “Eomma mu begitu baik”

“Sepertiku” ucap Amber dengan menyetir mobil.

Kali ini jalan di guyur hujan dengan suasana malam hari, ntah mengapa Krystal tak lagi melihat jendela samping pintunya. Kepalanya menghadap lurus jalan, dan sesekali menatap Amber yang sedang menyetir mobil.

“Wae?” tanya Amber yang merasa di tatap Krystal.

“Anio” ucap Krystal yang langsung meluruskan padangannya ke arah depan.

“Apa kau kedinginan?” tanya Amber.

“Hmm sedikit” ucap Krystal.

Amber menepi jalan dengan hujan yang membasahi mobil mereka, Amber melepas jaket hitamnya dan memberikan pada Krystal “Pakailah”

Krystal menatap jaket Amber “Bagaimana denganmu?” tanya Krystal yang sedikit khawatir.

“Aku tidak apa, aku tahan terhadap dingin. Kau tak perlu khawatir” senyum Amber, Krystal mulai memakai jaket Amber dengan memakainya erat.

“Sudah merasa hangat?” tatap Amber memastikan Krystal tak lagi kedinginan.

“Hmmm” Krystal mengangguk, Amber kembali menyetir mobilnya menuju Seoul.

 

9.49 PM Jung’s house 

Mobil Amber mulai memasuki perkarangan rumah Jung, semua pelayan bersiap-siap karena Krystal telah pulang.

“Cittt” mobil berhenti tepat di depan pintu, pelayan berjalan dan membuka pintu untuk Krystal.

Krystal keluar dari mobil dengan semua pelayan membungkuk padanya, Amber melihat Krystal yang masuk ke dalam rumah besarnya.

Amber mulai berjalan masuk dengan masih melihat Krystal yang menaiki tangga “Aigooo apa kau masih ingin dekat dengan nona muda Jung” goda Taeyeon denga menyikut lengan Amber.

“Diamlah, aku ingin bicara padamu” ajak Amber ke taman belakang.

Amber membawa dua kaleng soda untuk dirinya dan Taeyeon “Hoaaahhh” Amber dan Taeyeon duduk di taman belakang dengan memandang langit malam.

“Bagaimana perusahaan?” tanya Amber dengan meneguk soda.

Taeyeon menghela nafasnya dengan meremas kaleng soda di tangan kanannya “Keadaan semakin rumit Am, investor mencabut beberapa kerjasama, di tambah lagi tuan Jay sedang dalam masalah. Semua pegawai saat ini sedang cemas terhadap nasib mereka, dan mengenai kasus tuan Jay saat ini sedang di usut”

“Apa kau menemui fakta baru?”

“Belum” keluh Taeyeon.

Amber menepuk pundak Taeyeon “Tenang saja aku akan membantumu, apa kau tidak tahu bahwa aku ini cerdasa, hah?”

Taeyeon menatap sini Amber “Cerdas darimana?”

“Baiklah aku akan membuktikannya padamu” Amber kembali meneguk sodanya.

Taeyeon menatap Amber “Aku pikir nona muda Jung mulai menyukaimu”

“Burrrrr!!”

“Uhuk uhuk uhuk” Amber memukul dadanya yang tersedak.

“Aish kau ini bicara apa!”

“Aku hanya bicara sejujurnya” polos Taeyeon.

“Bukankah kita disini untuk membahas peruhsaan, mengapa jadi aku?”

“Perusahaan membosankan, jadi ceritakan saja tentang dirimu dan nona muda Jung”

Amber menatap jengkel Taeyeon yang mulah menggodanya “Mengapa tidak tentang dirimu saja? mengapa kau begitu setia terhadap keluarga Jung padahal kau masih muda, kau bisa mencari pekerjaan yang lain seperti seorang idol mungkin”

“Sudah memang jalanku disini, aku dibesarkan di lingkungan keluarga Jung. Ayahku adalah mantan kepala pelayan dirumah ini dan tuan Jay mengizinkanku untuk tinggal dirumah ini bersamanya”

“Jadi kau balas budi?” tanya Amber.

“Tidak juga” ucap Taeyeon dengan meneguk soda.

“Lalu? apa jangan-jangan alasannya kau tetap disini karena kau menyukai Krystal?!!” tunjuk Amber ke wajah Taeyeon.

“PLAK!”

“Aaaaaaaaaa!” Amber mengosok-gosok kepalanya.

“Aku sudah menganggap nona muda Jung seperti adikku sendiri”

Amber terlihat berfikir “Jadi kau tahu betul seperti apa keluarga Jung?” tanya Amber tanpa menatap Taeyeon.

“Yap seperti itu, bahkan aku juga mengenal ayahmu. Tuan Josh sangat baik, dia sudah seperti anak sendiri bagi tuan besar Jay”

“Ya aku tahu, tuan Jay pernah menceritakannya padaku dan bagaimana dengan ayah Krystal?” tanya Amber penasaran.

Taeyeon terlihat canggung saat Amber menanyakan hal itu “Hmm tuan Shin Hae menderita kelainan jantung, beliau sangat dekat dengan ayahmu. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama untuk membahas perusahaan, secara tak langsung ayahmu juga sangat berperan terhadap suksesnya Jung corpt” Taeyeon menghela nafasnya dengan meneguk sodanya.

“Bagaimana tuan Shin Hae bisa meninggal?” tanya Amber.

“Tuan besar Jay sangat menyayangi beliau, bahkan tuan Jay melakukan apapun untuk membuat umur Shin Hae panjang. Kau tahu bukan ayahmu mendonorkan jantungnya untuk beliau, tapi tidak berlangsung lama karena tuan Shin Hae….”

Taeyeon terlihat ragu dalam mengatakannya “Wae? ada apa dengannya?”

“Tewas begitu saja”

“Mwo!!” kejut Amber.

“Aku pikir tuan Shin Hae akan hidup normal dengan transplantasi jantung ayahku” tatap Amber.

“Tidak” jawab singkat Taeyeon.

“Sudah sana tidur! ini sudah malam, bukankah kau harus sekolah” usir Taeyeon.

Amber menatap taeyeon dengan tatapan heran “Aku yakin tuan Jay banyak menyimpan rahasia di dalam dirinya” ucap Amber yang mengejutkan Taeyeon.

“Haish mengapa kau memikirkan hal seperti itu? sudah sana tidur”

Amber menuju kamarnya, pikirannya menjadi campur aduk.

“Mengapa tuan Shin Hae mati begitu saja setelah umurnya dapat di perpanjang? apa ada seseorang yang berniat buruk untuk keluarga ini? apakah masalah kekuasaan?” ucap Amber yang duduk di pinggir tempat tidurnya.

“Saat ini keluarga yang tersisa adalah Krystal, jika orang tersebut masih berkeliaran diluar sana maka dengan pasti nyawa Krystal dalam bahaya karena dia adalah satu-satunya pewatis Jung corpt” ucap Amber.

Pagi telah tiba, Krystal menghentikan langkahnya saat ingin masuk kedalam mobil, Amber memperhatikan Krystal “Wae?”

“Tidak”

“Aku akan ada disampingmu, tenang saja” senyum Amber.

“Masuklah kita bisa telat” suruh Amber dan Krystal masuk kedalam mobil mewahnya bersama Amber.

Mobil Krystal serta para pengawalnya masuk kedalam perkarangan Empire School, Krystal terlihat gugup akan sikap orang-orang padanya.

“Hei aku disini” senyum Amber dengan memegang tangan Krystal walaupun hanya sebentar.

Amber segera turun dari mobilnya untuk membukakkan pintu untuk Krystal.

Pintu terbuka dengan senyuman Amber, Krystal sedikit tersenyum dengan melangkah keluar dari mobilnya. Seketika semua orang menatap Krystal dan Amber.

Amber memandang geram murid-murid yang menatap mereka, sedangkan Krystal terlihat bersembunyi di bahu belakang Amber.

Krystal dan Amber mulai berjalan dan seketika “Jung Soojung!!!”

Krystal dan Amber melihat ke arah suara. Vic, Sulli dan Luna berlari menghampiri Krystal dan segera memeluknya.

“Kau darimana saja, pabo!” peluk Luna yang mudah sekali menangis.

“Jangan tinggalkan kami lagi!” peluk Sulli erat.

“Apa kau tidak tahu kami begitu mengkhawatirkanmu!” peluk Vic.

Amber terlihat tersenyum melihat mereka berpelukan, Amber bersyukur karena sahabat-sahabatnya tak meninggalkan Krystal pada kondisi seperti ini dan Amber lega akan itu.

Mereka berempat menangis bersama tanpa memperdulikan orang-orang “Terima kasih” ucap Krystal yang tersentuh akan sahabat-sahabatnya.

“Jangan seperti ini lagi walaupun kau bersama Amber kami tetap khawatir” goda Luna.

“Aish sempat-sempatnya dia menggoda” cibir Amber.

Luna dan Sulli menggandeng tangan Krystal menuju kelas sedangkan Vic berjalan menuju Amber yang berdiri dengan memegang tas ranselnya.

Vic tersenyum pada Amber “Terima kasih” senyum Vic.

Amber tersipu malu “Sudah kewajibanku”

Vic menggandeng tangan Amber di lengannya “Kajja!” Amber dan Vic berjalan bersama menuju kelas.

“Selamat pagi semua” girang Vic yang menggandeng lengan Amber.

Tentu saja hal itu menarik perhatian semua murid termasuk Krystal yang kemudian menatap tajam mereka berdua.

“Aigooo tatapan apa itu Soojungie” goda Vic.

“Anio” Krystal mengalihkan perhatiannya.

Bel berdering, kelas dimulai.

 

Jam menujukkan pukul 12.00 DRRRIIIINNGGGG bel berdering, semua murid menutup buku untuk segera bersiap-siap istirahat.

Krystal memperhatikan Amber yang berjalan melewatinya, tanpa berfikir panjang Krystal bangun dari tempat duduknya yang membuat sahabatnya menjadi heran “Mau kemana?” tanya Luna.

“Toilet” jawab singkat Krystal.

Krystal melihat kiri dan kanan, mencari Amber yang dia cari. Krystal sedikit melangkah cepat dan …

“Llama!” teriak Krystal yang membuat Amber menoleh kearah suara.

Krystal sedikit berlari mengejar Amber yang sedang berdiri dengan memasukan kedua tangannya di saku celana.

“Wae? apa ada sesuatu” tanya Amber.

“Mau kemana kau” tanya Krystal yang sedikit terengah-engah.

“Aku mau ke lapangan Key membawa makanan untuk makan siang kami, wae? kau mau ikut?”

Krystal mengigit bibir bawahnya “Haish kajja!” Amber menarik lengan Krystal begitu saja tanpa persetujuannya terlebih dahulu.

Setelah sampai sisi lapangan, Krystal menarik lengan Amber “Wae?” tanya Amber.

Wajah Krystal sedikit ragu untuk menghampiri mereka, karena Krystal takut akan menjadi bahan ejekan. Amber memegang tangan Krystal “Mereka tidak akan macam-macam denganmu, percayalah” senyum Amber yang bisa meyakinkan Krystal untuk ikut dengannya.

“Aaa! sakit!”

“Apa kau tidak  bisa menunggu Amber sedikit, Jonghyun?” ucap Key.

“Arasso” ucap Jonghyun.

Henry terlihat gelisah karena sudah mulai lapar “Aish mengapa dia lama sekali?” keluh Henry.

“Tunggulah sebentar mungkin dia sedang di toilet” tambah Taemin dengan memainkan ponselnya.

“Woaaaahhh!!!” seketika Onew bangun dari duduknya serta menjadi histeris.

“Ya!!! ada apa denganmu” Minho menendang pantat Onew menggunakan kakinya karena bingung melihat Onew yang tiba-tiba terkejut.

“Palingan dia baru saja melihat mangsa baru” ucap Jonghyun yang sedang membaringkan badannya.

“Hajjajdjahjsaiera” Onew tak dapat berkata apa-apa.

Henry melihatnya kesal dan langsung berdiri disamping Onew “Apa apa! apa yang kau lihat hah?!”

Onew menatap Henry dan memegang kepalanya dan …

“Aaaaghhhh!!!” teriak Henry tak kalah histertis.

Seketika mereka semua menjadi ikut penasaran dan …

“Woaaaahhh!!!”

“Tidak mungkin”

“Daebak!!!”

“Krystalkuuu”

Krystal dan Amber berjalan menghampiri mereka, tentu saja wajah Amber terus tersenyum “Ada apa dengan kalian?” tanya heran Amber, bukannya menatap Amber tatapan mereka hanya fokus pada Krystal.

“Apa kita mimpi?” ucap Minho.

“Jauh lebih cantik jika dari dekat seperti ini” ucap Jonghyun.

“Apa aku sudah di surga?” bodoh Henry.

Amber menghela nafas dengan tangannya yang menggaruk-garuk dahinya “Benar-benar”

“Hei hei hei hei hei sadar sadar sadar! apa kalian ingin membuat Krystal takut hah?” tatap Amber kepada mereka.

Seketika mereka semua tersenyum seperti orang bodoh “Haish memalukan saja”

“Haha kami hanya gugup saja Ambro” ucap Taemin.

“Oh iya Soojung, perkenalkan mereka adalah sahabat-sahabatku”

“Hallo” sapa singkat Krystal.

“Haiiiiii” sapa mereka begitu senang.

Amber kemudian mengenalkan satu satu kepada Krystal hingga akhirnya memutuskan untuk makan bersama Krystal di bawah pohon dekat lapangan basket “Selamat makan!” ucap mereka bebarengan.

Krystal duduk berdekatan dengan Amber, Amber mengambil beberapa makanan untuk Krystal “Makanlah” ucap Amber.

“Makanlah Krystal” ucap Key yang dibalas anggukan oleh Krystal.

Seketika suasana menjadi cair, semua tertawa begitu bahagia termasuk Krystal yang melihat lelucon teman-teman Amber.

“Hahahahahha” Amber mencuri-curi perhatiannya kepada Krystal yang tengah tertawa, ntah mengapa tawa Krystal menjadi energi untuknya.

Krystal semakin tertawa melihat Henry dan Jonghyun berlarian, tentu perhatian Amber hanya untuk Krystal yang duduk disampingnya.

Di pandangnya Krystal, melihat hidungnya, matanya, bibirnya yang tersenyum sungguh membuat damai Amber melebihi apapun dari hidupnya.

“Dup!”  mata Krystal menatap Amber, Krystal tersenyum padanya yang membuat Amber membalas senyumannya tapi…

“Aaaaaghhh!!”

“Hahaha” Krystal tertawa saat Amber di gendong oleh Jonghyun dan menjatuhkannya di rumput yang kemudian dijahili oleh Taemin, Henry, Onew, Minho “Ya ya ya!! lepaskan aku!” ucap Amber.

“Tidak akan!” ucap mereka semua yang membuat Krystal tertawa melihat kelakuan bodoh mereka.

Waktu telah berlalu, waktu menunjukkan pukul 7 malam, Krystal dan Amber telah sampai di kediaman mereka. Krystal dan Amber menuju lantai atas untuk masuk ke kamar mereka masing-masing. Amber memegang gagang pintunya dan …

“Llama”

Amber menatap Krystal yang memanggil namanya “Ya”

“Selamat malam” ucap Krystal yang langsung masuk kekamar untuk menyembunyikan rasa malunya.

Amber tersenyum bodoh “Malam princess”

Pagi telah tiba, Krystal dan Amber tengah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah “Kau sudah mengerjakan PR?” tanya Amber sambil berjalan menuju arah mobil.

“Sudah” jawab Krystal.

“Amber” saut Taeyeon yang mengahampiri Krystal dan Amber, Taeyeon membungkukkan badannya.

“Selamat pagi”

“Ada apa?” tanya Krystal dingin.

“Maaf nona muda Jung, aku ingin bicara pada Amber”

Krystal menatap Amber “Bicaralah disini” perintah Krystal.

“Ehmm hari ini kami sedang menyelidiki masalah tuan besar Jay di perusahaan jadi kami membutuhkan Amber untuk menghandle beberapa urusan”

Krystal menaikan alisnya “Jadi?”

“Jadi Amber akan ikut dengan kami ke perusahaan, sangat mendesak nona muda Jung” bungkuk Taeyeon.

Amber menatap Krystal “Tidak apa, lagipula ada Vic, Luna dan Sulli bukan?”

“Maksutmu?” tatap Krystal.

“Maksutmu aku tak bisa tanpamu? aish pergi sana!” Krystal langsung masuk ke dalam mobil dan mobil Krystal meninggalkan perkarangan rumahnya sedangkan Amber menatap mobil Krystal hingga menghilang dari matanya.

“Ganti bajumu” pinta Taeyeon.

“Apa dia marah?” tanya Amber tanpa melihat Taeyeon.

“Tentu saja hahhaa”

“Aish” kesal Amber.

Amber dan Taeyeon segera berangkat ke perusahaan Jung yang saat ini sedang dalam krisis

 

Sedangkan di tempat lain …

Jung’s Corpt

Suasana ruang rapat begitu ribut, para pemegang jabatan di perusahaan merasa resah karena kasus yang mereka timpa di tambah lagi tuan Jay tak ada sebagai CEO.

“Bagaimana ini, bagaimana nasib kita” ucap salah satu manager.

“Kita harus demo, bisa-bisa karir kita bisa hancur” ucap lainnya.

“Sepertinya kita harus mengganti seseorang yang pantas memegang perusahaan ini, kau tahu bukan sajangnim saat ini sedang terlibat skandal dan cucungnya?” dia tersenyum licik.

“Cucungnya yang manja itu tidak mengerti apa-apa tentang perusahaan” semua menyetujui saran dari Kim Bo Kyung.

Amber dan Taeyeon sampai di perusahaan Jung, mereka bergegas masuk dengan membawa dokumen penting untuk mereka bahas.

Selama rapat Amber di cecar dengan pertanyaan gila, Amber berusaha untuk tidak terpancing emosi pada saat rapat dan mencoba menanggapi dengan kepala dingin. Saat Amber menjelaskan rencana kerja mereka, rencana Amber untuk menarik investor kembali cukup sulit tapi tidak semua menolak rencana Amber dan akan dibahas lagi di rapat berikutanya. Tak semua orang menghormati Amber karena bagi mereka Amber bukanlah siapa-siapa.

Jam menujukkan pukul 7 malam, Amber tengah sibuk di meja kerjanya dengan lengan bajunya yang tergulung serta meja yang begitu banyak dokumen penting.

“Driing driing”  ponsel Amber terus berdering, Amber terlalu fokus dengan pekerjaanya hingga dia hanya fokus terhadap pekerjaannya.

“Tok Tok Tok”  

“Masuk” ucap Amber.

Taeyeon melangkah masuk dengan menggelengkan kepalanya melihat Amber yang tak ada hentinya berkerja, Taeyeon sudah memahami Amber bahwa dia adalah sosok yang pekerja keras “Mau sampai kapan kau bersama dokumen-dokuemen itu? kau butuh istirahat” suruh Taeyeon.

“Apa kau sudah menelfon investor kita yang di Jepang?” tanya Amber tanpa melihat Taeyeon.

“Sudah, aish! apa kau tidak bisa berhenti sebentar?”

“Apa ada hal lain yang ingin kau bicarakan?” sibuk Amber.

Taeyeon menghela nafas “Aku tahu kau begitu sibuk, tapi tidak bisakah kau memperdulikan nona muda Jung!”

Mendengar kata Krystal, Amber mengarahakan pandangannya kepada Taeyeon “Aish giliran nona muda Jung saja kau cepat” cibir Taeyeon.

“Kau tadi bilang apa Tae?” tanya Amber.

“Periksa ponselmu! jangan mengecewakannya!” Taeyeon langsung keluar dari ruangan Amber, dengan cepat Amber mencari ponselnya yang dimana Amber lupa menaruh.

“Aish dimana ponselku!” Amber mengacak-acak mejanya hingga akhrinya ponselnya ketemu.

Amber segera membuka ponselnya dan banyak menerima pesan, tapi semua pesan tak diperdulikan oleh Amber. Matanya mengarah pada Krystal yang menelfonnya 5x.

Dengan cepat Amber menelfon Krystal, tapi sayang telfon Amber tak diangkat oleh Krystal hingga Amber memutuskan untuk mengirim pesan teks padanya.

“To Princess Krystal

Maafkan aku karena tak mengangkat panggilanmu, aku benar-benar sibuk. Apa kau sudah tidur?” Amber mengirim pesan nya.

Amber berdiri memandang jalanan padat dengan memegang ponselnya menunggu balasan dari Krystal. Kini Amber tak peduli lagi dengan dokumen-dokumen yang berserakan dimejanya.

“Aish apa dia marah?” bingung Amber.

Amber membuka kembali ponselnya “To Princess Krystal 

Apa kau benar-benar sudah tidur? jika belum bisakah kau membalas pesanku”

Amber kembali menunggu pesan Krystal “Ting!” ponsel Amber bunyi dengan girang Amber membuka ponselnya dan …..

“Selamat Anda Terpilih sebagai Pemenang undian….”

“Aish apa-apaan ini!” kesal Amber.

Amber menunggu cukup lama hingga dia sudah lelah menunggu dan memutuskan untuk berbaring di sofanya “Ting” ponselnya kembali berdering, ini sudah deringan ke 5 dia menerima pesan teks yang tidak penting membuat Amber malas untuk membuka ponselnya. Tapi Amber tak putus asa, walaupun matanya sudah sayup Amber tetap berusaha untuk meraih ponselnya yang berada di meja sampingnya.

Amber membuka malas ponselnya dan ….

“Waaaahhh dibalas!!” mata Amber langsung terbuka lebar dengan berdiri di atas sofa yang tadinya dia tiduri.

“From Princess Krystal

Belum” jawab singkatnya.

Amber dengan cepat membalas pesan Krystal dengan senyuman di wajahnya “Apa aku boleh menelfonmu?” Amber mengirim pesannya.

Ponsel Amber berdering, Amber menggeser layarnya “From: Princess Krystal 

YA”

Dengan cepat Amber menelfon Krystal, hatinya menjadi dag dig dug “Aish tenanglah Amber!” Amber berjalan kesana kemari untuk menghilangkan rasa gelisahnya.

“Hallo” dub jantung Amber semakin berdebar saat mendengar suara Krystal.

“Ha-ha-hallo princess” gugup Amber.

“Apa” jawabnya singkat.

“Kau sedang apa?” Amber memukul jidatnya, apakah pertanyaannya salah atau tidak.

“Menurutmu?” Amber menelan salivanya karena nada suara Krystal yang mengerikan.

“Ehmm biane, aku sangat sibuk tadi dan…”

“Kalau begitu kerjakan saja pekerjaanmu, bye…”

Belum sempat ngomong panggilan sudah dimatikan “Aish!” Amber mengacak-acak rambutnya.

Amber mencoba menelfon Krystal kembali tapi tak diangkat “Apa dia benar-benar marah? ini akan menjadi masalah besar jika Krystal marah”

Amber kembali duduk di sofanya dengan memegang ponsel miliknya, Amber terlihat berfikir. Amber melihat jam yang berada di ponselnya “07.05” ucapnya.

Amber bergegas keluar dari ruangan untuk menuju parkiran mobil, Amber mulai memacu mobilnya.

10 menit telah berlalu, Amber turun dari mobilnya dengan jas hitam membuat dirinya menjadi pusat perhatian karena ketampanannya.

“Selamat datang” ucap salah satu pelayan.

Amber tersenyum manis “Ne”

Pelayan wanita itu mendekati Amber “Ada yang bisa dibantu tuan?”

Amber melihat sekeliling “Ehmm sesuatu yang indah”

Pelayan itu mengangguk “Bagaimana dengan ini?” tunjuknya.

Amber terlihat terpesona “Baiklah aku ingin ini”

“Untuk kekasihmu?” ucap pelayan dengan merapihkan barang yang dibeli Amber.

Amber tersenyum malu “Ehm sebenarnya untuk tunanganku”

Pelayan itu membulatkan matanya “Waah selamat kalau begitu”

Amber tersenyum dengan salah tingkah “Kau benar-benar lelaki yang romantis” ucapnya dengan memberikannya kepada Amber.

“Haha tidak juga, kalau begitu terima kasih” ucap Amber yang bergegas masuk kedalam mobil menuju Jung’s House.

Tak lama kemudian mobil Amber tiba di perkarangan rumah Jung’s. Pelayan membukakkan pintu untuk Amber dengan tersenyum

“Wae?” tanya Amber dengan memegang sesuatu di tangannya.

“Tidak ada tuan”

Amber masuk kedalam rumah dan memandang lantai atas, jantungnya berdegup kencang. Amber mulai menaiki tangga dengan gugup.

 

Krystal’s bedroom

Krystal terlihat sedang bermalas-malasan di atas tempat tidurnya dengan remote TV di tangan kanannya, jari-jarinya tak henti menekan tombol remote TVnya “Aish mengapa tidak ada yang menarik! membuatku bosan saja!” kesalnya.

Krystal menatap samping tempat tidurnya, melihat ponselnya yang tak lagi berdering “Ini semua gara-gara llama bodoh itu! awas saja dia! tak akan ku beri ampun” kesal Krystal yang kembali menekan tombol TVnya.

“Ting!”

Krystal menatap ponselnya, kini jari-jarinya tak lagi menekan tombol remote TVnya. Krystal menatap sebentar ponselnya “Aish pasti juga dari anak-anak 4 walls atau tidak dari Kai. Tidak penting” cuek Krystal.

“Ting!”  ponselnya kembali menerima pesan masuk, Krystal kembali menatap ponselnya dengan tajam.

“Kalau bukan sesuatu yang penting akan ku buang ponsel ini!” kesal Krystal dengan mengambil ponselnya yang tak jauh dari dirinya.

Saat memegang ponselnya, Krystal terkejut melihat dua pesan masuk dari “Stupid llama” Amber segera menggeser layar ponselnya dan membaca pesan singkat dari Amber.

From: Stupid llama 

Bangun dari tempat tidurmu dan buka pintu kamarmu” Krystal mengerutkan alisnya, tidak tahu apa yang dimaksud Amber.

From: Stupid llama

Ayolah jangan malas bangun”

Krystal menatap pintu kamarnya, sudah 2 jam lebih Krystal tak bangun dari tempat tidurnya dan kini kakinya menyentuh lantai kamar mewahnya. Krystal berjalan menuju pintu dan…

“krek” pintu terbuka.

Mata Krystal membulat, tak percaya dengan apa yang dia lihat. Krystal membungkukkan badanya mengambil bunga yang berada di depan kamarnya.

Krystal mencium bunganya dengan senyuman di wajahnya membuat dirinya merasa begitu senang. Krystal kembali masuk ke dalam kamar dengan menaruh bunga tersebut di kursinya.

ded8b09fe5ebda0c040097a712a136d5.jpg

Krystal tak henti tersenyum dengan memegang sebuah kertas kecil yang bertuliskan “Princess, forgive me :(“

Tentu saja hal ini membuat Krystal tak henti tersenyum “Ting!” Krystal mengambil ponselnya.

“From: Stupid llama

Kau menyukainya? aku yakin kau pasti menyukainya, berhentilah tersenyum bodoh seperti itu”

“Haish! apa dia ada disini?” Krystal langsung bangun dari tempat duduknya dan berjalan keluar kamar. Krystal menoleh kanan dan kiri “Tentu saja dia tak ada disini” ucap Krystal yang ingin kembali masuk ke dalam kamar.

“Kau mencariku?” krystal menoleh, melihat Amber yang berjalan menghampirinya, ntah mengapa Krystal menjadi gugup saat melihat Amber.

“Wae? kenapa kau seperti melihat hantu” kerut wajah Amber.

“Tidak” Krystal tak menatap Amber, kini Amber berdiri tepat di depan Krystal.

“Kau menyukainya?”

“Tidak”

“Tidak?” ulang Amber.

“Bagaimana bisa?”

“Tentu saja bisa!” ucap Krystal.

“Aku kira kau akan menyukainya” keluh Amber dengan menundukkan kepalanya.

Krystal tersenyum melihat Amber yang menjadi cemberut “Kau menertawakanku?”

“Aku tidak menyangka kau akan mengirim langsung, aku kira kau akan sibuk dengan PEKERJAANMU itu” ucap Krystal dengan di akhir kalimat dengan penuh penekanan.

“Bagaimanapun juga kau yang terpenting”

“Benarkah? aku tidak yakin” ucap Krystal menatap Amber.

“Percayalah”

Krystal mengangguk “Baiklah, kalau benar aku yang terpenting kalau begitu hari minggu kau harus menemaniku nonton di bioskop”

“Minggu?”

Krystal menatap sinis “Lihat, sepertinya ada yang lupa dengan kalimat yang baru saja kau lontarkan”

“Aish, tapi kau tahu bukan aku sedang mengurus perusahaan kakekmu dan..

“Dan jika kau tidak bisa maka aku akan bersama KAI!”

Amber terkejut mendengarnya, tentu saja Amber tidak akan membiarkan Krystal bersama Kai “Baiklah baiklah!” cepat Amber.

“Minggu jam 7” ucap Krystal yang langsung meninggalkan Amber sendiri di ruang tengah.

“Aish wanita itu! mengapa juga aku harus menerimanya” keluh Amber.

“Tapi juga aku tidak bisa membiarkan dirinya bersama Kai”

Tak lama kemudian Krystal keluar dari kamar “Apa dia sudah pergi? apa dia tidak tahu aku begitu bosan! ergh”

 

4 Hari kemudian 11.33 AM

Seperti biasa Krystal  berjalan menuju kantin, Krystal berjalan bersama sahabat-sahabatnya. Tentu saja semua mata masih tertuju pada Krystal tapi untungnya Krystal memiliki sahabat-sahabat yang setia, berbicara lain hal Sebenarnya Krystal berbohong pada Amber bahwa Kai mengajaknya menonton  nanti, ntah apa yang ada dipikiran Krystal untuk berbohong pada Amber. 

“Krystal” Krystal dan sahabat-sahabatnya berhenti saat melihat Kai yang sedang berdiri di depan mereka. Krystal dan sahabat-sahabatnya terkejut saat melihat wajah Kai yang terluka, tentu saja beberapa hari ini Kai tidak terlihat di sekolah.

Kai menatap Krystal seakan ingin berbicara padanya, 4 walls meninggalkan Krystal bersama Kai.

Kai dan Krystal sedang duduk di taman sekolah, mereka duduk bersampingan “Ada apa Kai?” ucap Krystal yang memulai obrolan.

Kai hanya diam dengan memegang tangannya terlihat gugup “Kau tidak apa-apa?” tanya Krystal yang khawatir pada Kai, tentu saja krystal khawatir karena baginya Kai adalah seseorang yang dekat dengannya.

Kai berusaha tersenyum dengan bibirnya yang terluka “Tidak apa-apa”

Krystal menatap iba, tentu saja ini bukan untuk pertama kalinya Krystal melihat wajah Kai terluka, Krystal tidak tahu mengapa Kai wajahnya terluka karena Kai tidak ingin cerita, seperti ada yang ditutupi olehnya.

“Apa ada yang memukulimu lagi?” tanya Krystal pelan.

Kai hanya tersenyum “Kenapa kau tidak lapor polisi saja?” tanya Krystal.

“Aku tidak bisa”

“Kenapa tidak bisa? kau terluka parah Kai! aku tidak bisa melihatmu seperti ini”

Kai tersenyum menatap Krystal “Apa sekarang kau sudah memperdulikan aku lagi?”

Krystal menghela nafas “Tentu saja, tentu saja aku peduli padamu Kai” ucap Krystal. Sampai saat ini Krystal maupun sahabat-sahabat Kai tidak tahu mengapa Kai selalu dengan tiba-tiba memiliki bekas luka diwajahnya, Krystal merasa ini bukan suatu pertengkaran terhadap orang lain karena Krystal tahu bahwa exo tidak akan tinggal diam melihat Kai terluka tapi exo pun tidak tahu mengapa Kai seperti  ini.

“Kai, katakanlah yang terjadi padaku apa yang terjadi?”

Kai menyederkan kepalanya di pundak Krystal “Aku hanya lelah” Kai memejamkan matanya.

“Baiklah, aku tidak akan memaksamu” ucap Krystal.

Krystal kembali ke dalam kelas, matanya melihat bangku kosong yang berada di belakangnya “Apa dia tidak masuk lagi?”

“Tidak” ucap Krystal.

Pihak sekolah sudah memberikan izin khusus terhadap Amber, sehingga Amber memiliki izin untuk tidak sekolah.

 

Hari yang ditunggu telah datang waktu menunjukkan pukul 06.30

Krystal sudah mengirim pesan teks kepada Amber bahwa dia akan menunggunya di bioskop.

Sedangkan Amber masih sibuk dengan segala dokumen penting yang akan dia presntasikan besok pagi, tentu hal ini tak kalah penting dengan Krystal karena ini menyangkut paut perusahaan Jung yang tengah krisis.

Amber tak hentinya melihat jam, Amber terlihat berantakan dengan baju serta rambut yang sedikit tak rapih “Amber, aku harap kau tak lupa dengan janjimu” ucap Taeyeon mengingatkan pada Amber.

“Ne” Amber kembali melihat jamnya, Amber mulai bergegas meninggalkan kantor.

“Tuan Amber!” ucap salah satu manager.

“Ada apa?” tanya Amber dengan bergegas pergi.

“Mr. Logan ingin bicara pada anda”

Amber menghentikan kakinya “Mr. Logan? maksutmua investor dari Amerika?” tanya Amber.

“Ya tuan, aku rasa dia tertarik pada projekmu kemarin” dengan cepat Amber mengangkat panggilan kerja, membuat waktu semakin sempit.

Sedangkan di tempat lain Krystal telah tiba terlebih dahulu, Krystal menatap sekitarnya mencari-cari sosok Amber. Krystal menghela nafasnya “Nona muda Jung apa kami harus…”

“Pergilah, aku tidak apa-apa” pinta Krystal.

Para penjaga Krystal membungkukan badannya “Baik nona muda”

Krystal terlihat berdiri menunggu Amber, wajahnya sedikit bosan dan kesal karena Amber tak kunjung datang.

DA1au5yVwAAfsc_.jpg

“Ciiitttt” ban mobil berdecit membuat Krystal melihat ke arah mobil tersebut “Tolong parkirkan, aku terlambat” ucap Amber.

Amber berlari kecil ke arah Krystal, Krystal menatap dingin Amber yang nafasnya terengah-engah “Apa, apa aku terlambat?” tanya Amber dengan nafas yang belum stabil.

“Menurutmu?” dingin Krystal.

“Biane”

Krystal berjalan meninggalkan Amber “Princess!” Amber mengejarnya. Kini mereka sudah masuk gedung bioskop. Amber terlihat sedang memberli minuman dan popcorn untuk mereka.

Krystal dan Amber berjalan menuju teater 1. Krystal dan Amber duduk bersebelahan “Kita mau nonton apa?” tanya Amber dengan mengunyah popcorn.

Krystal menatap datar “Conjuring”

Amber mengangguk dan 3 detik kemudian “WHAT?!”

Krystal menatap aneh Amber “Ada apa denganmu?”

“Kau bilang Conjuring?” kaget Amber.

Krystal mengangguk “Apa tidak ada film lain?” tanya Amber cemas yang membuat Krystal bertanya-tanya, mata Krystal menyipit “Takut hah?” senyumnya devil.

Amber dengan cepat menggelengkan kepalanya “Haha anio! untuk apa aku takut”

Krystal melipat tanganya di dada “Lalu mengapa kau begitu panik?”

Amber terlihat berfikir “Ehmm hanya saja aku sudah pernah menonton film ini!” sangkal Amber.

Krystal mengangguk “Ohh seperti itu”

“Tentu saja! jadi ayo kita pergi”

“PLAK!”

“Aaaghhh!” Amber menggosok-gosok kepalanya.

“Kau kira aku  bodoh? film ini baru tayang perdana, bilang saja kau takut!” ejek Krystal.

“Tidak!” dan lampu gedung teater 1 sudah mulai meredup, wajah Amber seketika berubah dengan suara gedung teater yang mulai mencekam.

Adegan demi adegan mulai menjadi tegang, tumbuh Amber semakin merosot ke bawah karena rasa takutnya “AAAAAGGHHH!!!” Amber menjerti ketakutan karena hantu yang tiba-tiba muncul begitu saja.

Krystal menahan tawannya, Krystal menoleh ke arah kanannya. Melihat Amber yang ketakutan dengan memegang lengan Krystal.

“Mau sampai kapan?” Amber melihat Krystal bingung, dan matanya melihat tangannya yang memegang erat lengan Krystal, dengan cepat Amber melepasnya dan duduk normal kembali.

“Hufffh kenapa film ini tidak pernah pagi!” keluh Amber.

“AAAGHHHHH!!!” Amber kembali menjerit kali ini Amber memeluk Krystal.

Membuat Krystal tak bisa bernafas “Aish lepaskan llama bodoh!”

“Agggh kenapa hantu suster itu begitu seram!” ucap Amber dengan dipelukan Krystal.

Sepanjang film berlangsung Amber tak melepaskan kepalanya dari lengan Krystal membuat Krystal menjadi tak konsen menonton karena ulah Amber. Tak terasa film berakhir, Krystal dan Amber keluar gedung teater dan menunggu mobil mereka datang.

“Lain kali aku tidak ingin menonton denganmu!”

Amber menghela nafasnya “Seharusnya kau bilang padaku akan menonton film horror”

Krystal melipat tangannya di dada “Dasar  pengecut”

Amber menatap tajam “Tidak! hanya saja hantunya begitu seram”

“Ohh seperti itu?” angguk Krystal.

“Tapi lebih menyeramkan dirimu” pelan Amber.

Krystal menatap dingin siap memukul Amber “Apa kau bilang?!”

“Wah itu mobil kita sudah datang hahaha” Amber langsung berlari mengambil mobil dan berhasil kabur dari pukulan Krystal.

Sebelum pulang Krystal dan Amber mereka menyempatkan untuk makan malam.

“Ahjumma pesan 2 porsi tteokbokki”

“Ne Amber-ya ~”

Krystal melihat sekitar membuat Amber memperhatikan Krystal “Aku harap kau tak lupa tempat ini” tatap Amber.

Krystal menatap Amber “Bagaimana aku bisa lupa kalau tempat ini adalah salah satu kenangan buruk bagiku” tentu saja tenda makanan tteokbokki ini tempat pertama kali Krystal dan Amber makan bersama atas permintaan Amber.

Amber menatap Krystal “Kenapa kau menatapku?” sinis Krystal.

“Syukurlah kau sudah terbiasa makan di tempat seperti ini, bukan tempat mewah dan aku lebih bersyukur lagi karena kita bisa makan bersama” senyum Amber.

“Makanan datang” 2 piring telah disiapkan, Krystal dan Amber menyantap makanan bersama.

Amber memperhatikan Krystal dengan senyum diwajanya “Berhentilah menatapku” ucap Krystal tanpa melihat Amber dengan tteokbokki di mulutnya.

Amber menghela nafas “Kau tahu, salah satu hal yang membuatku bahagia adalah bisa melihatmu makan dengan banyak” mendengar perkataan Amber, Krystal melihat ke arahnya “Makanlah llama, tak usah banyak bicara”  Amber mengangguk “Ne Gongjunim” Senyum Amber yang membuat Krystal tersenyum padanya.

“Drriingg Drrriiinggg” Amber melihat ke arah Krystal yang mengambil ponselnya di tas.

“Hallo”

“Oh Kai, ada apa?” seketika Amber menghentikan makannya.

“Apa kau tidak apa-apa? apa ada sesuatu yang terjadi padamu?” Amber menghela nafas melihat wajah Krystal yang terlihat khawatir.

“Oh sepertinya saat ini tidak bisa, kau tahu buka ini sudah malam” Krystal terlihat serius bicara dengan Kai membuat Amber merasa tak lapar lagi dan menaruh sumpitnya.

“Jika kau sakit istirahatlah…. Ehmm benarkah? baiklah kita bicara di tempat biasa saja. Istirahatlah Kai. Selamat malam”

Wajah Amber seketika berubah “Mengapa tiba-tiba dia bertingkah sok manis” cibir Amber dengan meminum segelas air putih.

“Kenapa? kau tidak suka”

“Tidak biasa saja” ucap Amber tanpa melihat Krystal.

“Baguslah, kalau begitu habiskan makananmu”

Amber berdiri dari tempat duduknya “Sudah kenyang” Krystal menatap aneh Amber “Aish llama itu!” setelah membayar Amber pergi begitu saja membuat Krystal mengejarnya.

Krystal merasa heran karena biasanya Amber selalu membukakan pintu untukknya tapi Amber lebih dulu masuk kedalam mobil “Ada apa dengan dirinya” cibir Krystal.

Saat di dalam mobil Krystal dan Amber saling diam membuat Krystal merasa sedikit canggung karena biasanya Amber selalu bicara padanya. Krystal melihat ke arah Amber yang sedang menyetir mobil “Ya llama! ada apa denganmu?”

“Tidak ada” ucapnya singkat.

“Lalu mengapa daritadi kau diam saja?” tanya Krystal.

“Hanya ingin” ucap Amber yang konsen menyetir.

Krystal semakin dalam menatap Amber dengan senyum tipis di wajahnya “Kau cemburu?”

Amber langsung melirik Krystal “Buat apa?”

“Mana tahu” senyum tipis Krystal.

“Untuk apa aku cemburu padamu dengan pangeran kodokmu itu”

“Namanya Kai, bukan pangeran kodok” komplen Krystal.

“Kalau begitu namaku Amber, bukan llama” lirik Amber pada Krystal.

Krystal tersenyum menghadap jendela “Kau benar-benar mirip llama, jadi bukan salahku jika aku memanggilmu llama”

“Jadi kau membelanya?”

“Tentu saja”

Mereka diam beberapa detik “Jadi kau menyukainya?”

Krystal menatap Amber dengan menaikan alisnya “Mengapa kau bertanya seperti itu?”

“Hanya ingin tahu saja, jadi kau menyukainya?” tanya Amber menatap lurus jalan.

“Ehm menurutmu?” goda Krystal.

Amber diam sesaat “Iya”

“Baguslah kalau kau menyadarinya” senyum Krystal.

“Jadi benar? pantas saja kau berubah menjadi sok manis padanya, tapi terhadapku kau begitu kejam! kau bahkan tidak pernah bertanya padaku apakah aku baik-baik saja, apakah aku sakit, apakah aku sudah makan atau belum. Kau benar-benar menyebalkan” selama Amber bicara, Krystal terus menatap Amber “Sudah marah-marahnya?” tanya Krystal.

Krystal menyederkan badannya di kursi dengan menatap jendela “Aku seperti itu karena aku khawatir pada Kai, dia adalah namja yang baik. Aku sudah cukup lama mengenalnya, aku merasa Kai memiliki masalah pribadi yang tak ingin dia ceritakan. Hari ini untuk kesekian kalinya aku melihat wajahnya penuh luka”

Amber tersenyum licik “Mungkin saja dia abis bertengkar dengan orang lain dan dia hanya berbohong padamu untuk mendapatkan perhatianmu”

Krystal menatap Amber “Tidak, karena aku yakin exo akan ada untuk membantunya dan terlebih lagi pasti sudah menjadi berita besar di sekolah. Aku yakin ini adalah masalah keluarga yang tak ingin dia ceritakan” Krystal menghela nafas.

Amber melirik Krystal “Kau begitu mengkhawatirkannya?”

“Tentu saja” lantang Krystal yang membuat Amber semakin kesal.

“Aish”

Tak lama kemudian mereka sampai, mobil telah berhenti di perkarangan rumah Jung. Setelah mobil dimatikan Amber langsung turun tanpa menunggu Krystal, membuat Krystal merasa lucu dengan sikap Amber “Dasar aneh” senyum Krystal yang langsung di bukakkan pintu oleh salah satu pelayan.

Amber langsung menuju ke atas membuat Taeyeon bingung melihatnya “Ada apa dengan anak itu?”

 

9.35 PM Amber’s bedroom

Amber terlihat bermain PS 4, Amber terlihat menekan-nekan tombol stiknya karena Amber sedang bermain game perang-perangan “Ya!! aaaghh mengapa aku kalah lagi! dasar gila, sudah aku tidak ingin bermain lagi!” kesal Amber yang langsung melempar stik PSnya di sofa. Amber bangun dari tempat duduknya, kakinya hanya mondar-mandir dikamar besarnya. Amber terlihat gelisah “Aish! mengapa saat ini aku begitu marah?” heran Amber.

Amber berhenti di depan kaca, menatap dirinya yang berantakan “Ada apa ini? ya ada apa dengan dirimu, kau begitu kacau!” tatap Amber di kaca.

Amber memegang dadanya “Mengapa aku seperti ini, seperti tidak tenang!” Amber berjalan menuju tempat tidur dan mengambil ponselnya.

Amber melihat nomor ponsel Krystal, ntah mengapa dia ingin menelfon Krystal tapi …

“Haha aku pasti sudah gila! kau gila Amber” Amber kembali mengacak-acak rambutnya.

Amber berjalan ke arah pintu kamarnya, tanganya sudah memegang gagang pintu “Huffhh” Amber membuka pintunya dan menutup dengan pelan. Mata Amber menatap pintu kamar yang tak jauh dari pandangan matanya.

“Kalau seperti ini terus aku tidak akan bisa tidur” Amber berjalan, kakinya melangkah pelan menuju pintu kamar yang sempat membuat tangan dan kakinya bengkak.

Amber terus menghela nafasnya, kini jaraknya dengan pintu hanya beberapa jengkal. Amber memejamkan matanya.

Dengan penuh kenekatan dan keberanian, Amber mengetuk pintu kamar Krystal “Tok Tok Tok” Amber melihat jam yang menujukkan pukul 11.16 PM

Amber kembali mengetuk “Princess, apa kau sudah tidur?” Amber kembali mengetuk berharap Krystal belum tertidur.

“Sepertinya sudah” Amber sedikit kecewa.

“Cklek” langkah Amber terhenti saat mendengar pintu kamar terbuka.

Amber membalikan badannya, wajahnya tersenyum melihat Krystal yang membuka pintu dengan wajah datarnya “Ada apa? apa kau tidak bisa lihat ini jam berapa?” dinginnya.

Amber menggaruk-garuk kepalanya “Ah maaf aku mengganggu tidurmu, hanya saja aku tidak bisa tidur” ucap Amber sambil melangkah mendekati Krystal.

Krystal menatap aneh Amber “Lalu urusannya denganku apa?”

“Aku… akuu, aku tidak bisa tidur karena filmu itu! seperti ada yang mengikutiku, seperti ada yang menatapku. Aku merasa takut, aku tidak bisa tidur”

Krystal menghela nafas “Lalu?” tanya Krystal yang masih berdiri di pintunya.

“Kau harus bertanggung jawab”

Krystal melihat Amber serius dengan tatapan dinginnya “Tanggung jawab?” senyumnya tipis.

“Aku tidak bisa tidur sendiri, jadi… jadi….. jadi aku akan tidur di kamarmu”

Seketika Krystal terkejut dengan ucapan Amber “Mwo? apa kau gila hah?”

Amber menggosok telinganya “Itu.. itu semua karenamu! besok pagi aku ada rapat besar dan jika aku tidak tidur maka aku bisa terlambat!”

“Tidur saja dengan yang lain, atau tidak kau tidur saja dengan seketaris Kim!”

“Aish apa kau tidak tahu kalau Tae suka mendengkur keras?! aku tidak akan tahan!”

Krystal menatap Amber “Tidak akan!” Krystal menutup pintu kamarnya tapi dengan cepat Amber menerobos masuk kamar Krystal untuk yang kedua kalinya.

“Ya!! apa yang kau lakukan!” geram Krystal.

Lagi…

Amber sangat terhipnotis dengan kamar Krystal, dari suasana hingga aroma wangi kamar yang begitu khas “Keluar dari kamarku!” tunjuk Krystal ke arah pintu.

Amber menatap Krystal “Tidak! hahaha” Amber kemudian berjalan menuju sofa Krystal dan berbaring diatasnya “Waaah lembut sekali”

Krystal melipat tangannya “Aku tidak ingin bermain-main denganmu, cepat keluar karena aku ingin istirahat!”

Amber memejamkan matanya “Malam ini saja, aku benar-benar lelah”

Krystal terlihat jengkel, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan “Bukankah kau tadi bersikap aneh kepadaku, jadi keluarlah stupid”

Amber menghela nafasnya dengan mata yang masih terpejam “Hmm aku seperti itu karena aku tidak suka mendengar namanya dari bibirmu, membuatku gelisah dan terus memikirkan nya”

Krystal memandang Amber “Jadi alasanmu tidak bisa tidur karena film tadi atau Kai?”

“Sudahlah aku ingin tidur” Amber membalik badannya, sedangkan Krystal mengepal tangannya seakan ingin memukul Amber.

 

 

1.20 AM Krystal’s bedroom

Amber terlihat gelisah, berkali-kali dia memutar badannya tapi tetap saja tak bisa tidur “Errgghhh” Amber menatap langit-langit kamar Krystal dan kini Amber memeringinkan badannya untuk melihat Krystal yang tidur dengan memunggunginya.

Amber tersenyum “Bagaimana bisa aku tidur dengan seperti ini” pelan suara Amber.

 

Krystal POV

Mata ini terpejam tapi tak kunjung tertidur, padahal aku sudah mengantuk. Haish apa karena ada stupid llama itu? apa dia tidak bisa tidur dikamarnya saja dan mengapa aku mengizinkannya untuk tidur dikamarku! erghh bodoh sekali, mengapa akhir-akhir ini aku menjadi bodoh. Tak ada yang bisa masuk kamarku begitu saja kecuali llama bodoh itu.

Hmmm jadi dia cemburu? hahaha lucu sekali, aish apa yang aku katakan ini! ergh Krystal Jung kau harus segera pergi ke dokter. Aku rasa aku sedang tidak baik tapi ntahlah akhir-akhir aku begitu dekat dengannya, paling tidak dia menuruti semua perintahku haha.

Sudahlah aku ingin tidur saja..

 

07.00 AM

“Hoaaaaaaammm” ku sedikit membuka mataku, ntah mengapa mata ini langsung menuju sofa yang di tidur oleh llama bodoh itu.

Huffhh dia sudah pergi, aku begitu penasaran dengan apa yang dia kerjakan di perusahaan kakek.

Haruskah aku mencari tahu? bagaimanapun juga itu adalah perusahaanku dan menjadi tanggung jawabku.

Aku langsung bergegas mandi dan mengganti seragam, aku melangkah menuju meja makan untuk sarapan pagi yang membosankan.

Setelah selesai dengan sarapanku, aku berjalan menuju perkarangan rumah dan melihat seketaris Kim, hm kebetulan sekali “Seketaris Kim” panggilku, dan dengan cepat dia menghampiriku. Tentu saja aku tidak perlu memerintah dalam dua kali.

“Ya nona muda Jung” bungkuknya.

“Aku ingin tahu laporan mengenai perusahaan”

Aku melihatnya, sepertinya dia terkejut dengan permintaanku “Maaf nona?”

“Apa kau tidak dengar? aku malas untuk berbicara dua kali. Aku ingin semua laporan sudah ada siang ini” aku langsung masuk ke dalam mobil tanpa mendengar penjelasan seketaris Kim.

 

Empire School  12.10 PM

Ku lihat beberapa dokumen-dokumen di taman belakang sekolah, satu persatu ku perhatikan. Jangan pikir aku tak mengerti tentang perusahaan karena aku dilahirkan untuk ini hanya saja aku malas.

Aku melihat satu laporan terbaru mengenai projek yang akan dikerjakan oleh Amber, aku tahu Amber sangat berusaha keras untuk membangun perusahaan ini, sama seperti ayahnya dulu.

“Pasti Amber mengalami banyak kesusahaan”

“Krystal” aku menatap ke sumber suara, aku memberikan senyuman padanya dan menutup dokumen perusahaan ini.

“Boleh aku duduk disampingmu?” aku mengangguk.

Aku menatapnya “Bagaimana, apa kau sudah membaik?”

Dia mengangguk “Sudah” senyumnya.

“Syukurlah”

“Ehm aku turun prihatin dengan apa yang menimpamu saat ini Krys”

Aku tersenyum “Tak apa Kai”

“Lalu bagaimana dengan kakekmu?”

Aku mengehela nafas, sedikit berat untuk membahas kakek karena aku begitu merindukannya “Saat ini dia baik-baik saja, kakek akan segera kembali ke Korea untuk menyelesaikan semua ini”

Kai mengangguk “Ayahku mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir”

“Aku harap begitu” aku menatap lurus taman.

“Ehmm Krys, bagaimana bisa Amber menggantikan posisimu?”

Aku menatapnya “Aku tidak tahu, tapi dia tidak menggantikanku Kai. Kakek yang meminta untuk Amber menghandle semua ini. Aku rasa kakek belum yakin dengan diriku”

“Benarkah? aku rasa kau jauh lebih pintar daripada dia, kau tahu bukan dia melakukan hal gila untuk menarik investor kembali. Aku rasa itu akan memperburuk perusahaanmu Krys, belum lagi kasus kakekmu yang masih belum selesai”

Aku menatap Kai serius “Aku percaya dengannya, Amber tak seburuk yang kau kira Kai”

“Kau menyukainya?” Aku terkejut dengan pertanyaan Kai, aku berusaha tersenyum “Haha kau ini bicara apa?”

“Aku tahu kau dan Amber tak saling memiliki rasa satu sama lain tapi, tapi saat ini aku begitu khawatir karena aku rasa kau menyukainya” Aku hanya diam, tak ingin menjawab pertanyaan Kai.

Seketika Kai memegang tanganku yang membuatku menatapnya “Kau masih mempercayaiku kan?” tatapnya dalam.

Aku mengangguk “Kau ini bicara apa, tentu saja!” senyumku.

“Terima kasih Krys”

 

Ke esokan harinya

Aku bangun dari tidurku lebih pagi dari sebelumnya, aku segera mencari pakaian yang pas untukku nanti. Aku segera mandi dan sedikit berdandan.

Aku melihat jam yang menujukkan pukul 08.00

“Tok Tok Tok” 

“Nona muda Jung, apa kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa” jawabku dari dalam.

“Tapi nona muda, ini sudah melebihi jam masuk sekolah. Apa nona hari ini tidak masuk sekolah?”

“Tidak” jawabku hanya singkat dengan merapihkan pakaianku.

Tak lama kemudian aku turun ke bawah, semua pelayan menatapku dengan terkejut “Siapkan mobil” perintahku yang langsung di laksanakan.

Mobil telah siap “Nona muda Jung”

Aku menatap spion dalam mobil “Antar aku ke perusahaan”

Dan mobil mulai berjalan, ntah mengapa aku harus pergi ke perusahaan padahal aku begitu gugup akan mereka tapi.. tapi setelah membaca dokumen kemarin aku tidak bisa membiarkan Amber melakukan hal ini sendiri, aku tahu rasanya bagaimana semua orang menatapmu dengan tatapan tak suka, dan aku rasa hari ini Amber akan menerima semua itu. Aku tidak akan membiarkan nya terjadi.

Tak butuh waktu lama mobilku berhenti di depan lobi perusahaan “Nona muda Jung, kita sudah sampai”

Hufffhh aku menatap gedung milikku dari dalam mobil, sudah berapa lama aku tidak kesini membuatku begitu jantungan! hufffhh kau tidak perlu gugup Krystal, ingat kau adalah Krystal Jung! kau adalah pewaris serta pemilik Jung Corpt dan tak ada satupun yang bisa menghalangi dirimu!

“Baiklah, buka pintunya”

“Baik nona muda”

 

Author POV

Krystal mulai turun dari mobil, Krystal berjalan dengan anggun membuat dirinya begitu mempesona. Semua mata menatap dirinya dengan 9 pengawal yang berdiri di belakangnya.

DBAHjFZU0AAkhUH.jpg

“Oh bukankah dia cucung dari Jay Jung?” pegawai 1

“Lihat dia! ya Tuhan cantik sekali, dia tumbuh sangat sempurnya” pegawai 2

“Wajahnya begitu dingin, tak ada senyuman sama sekali diwajahnya! benar-benar mengerikan, bagaimana bisa kita di pimpin olehnya” pegawai 3

“Benar-benar cantik! tak masalah bagiku untuk kerja disini semumur hidup” pegawai 4

Dan tentu saja kantor menjadi ribut karena kedatangan Krystal ke perusahaan, Krystal berjalan dengan penuh percaya diri tanpa memperdulikan sekelilingnya. Krystal berjalan menuju lift, saat lift terbuka. Lift sudah terisi penuh, dan Krystal berdiri menatap dingin para pegawai yang ada di lift tersebut.

“Ayo cepat keluar, dia adalah cucung presdir Jung” ucap pegawai pelan.

Dan seketika lift yang terisi penuh menjadi kosong “Selamat pagi Nona Krystal” bungkuk salah satu pegawai yang tak dibalas oleh Krystal.

“Wah kejam sekali” ucap pegawai.

Krystal menuju lantai atas, dimana ruangan rapat dimulai.

 

Sedangkan di ruang rapat

Amber terlihat frustasi, dirinya merasa gagal dalam mempresentasikan hasil pemikirannya yang jenius tapi tak bisa dia luapkan karena tekanan yang begitu kuat, Amber terlihat pucat dan gugup. Ruangan kantor menjadi ribut tak karuan “Bisa hancur perusahaan kita bila seperti ini terus!” ucap salah satu manager.

“Kau tidak becus! lebih kau keluar saja sana! rencanamu tidak masuk akal, apa kau sudah gila?!” ucap yang lain.

“Kita butuh CEO yang lebih baik dari ini! kita harus mengganti yang baru!” seketika semua setuju, Taeyeon berusaha untuk menengkan tapi suasana semakin panas karena tentu saja Amber tak memiliki kekuatan, hanya amanah Jay lah yang bisa membuatnya disini.

“BRUK!!” suara pintu terbuka hebat, ruangan yang ricuh kini menjadi hening hanya dalam 1 detik.

Krystal melangkah masuk ruangan dengan tatapan yang begitu dingin, seketika semua para manager, direksi dll berdiri dari tempat duduk mereka dan membungkuk pada Krystal sebagai tanda hormat mereka, termasuk Amber dan Taeyeon yang sangat sangat tak menyangka kedatangan Krystal.

Kini Krystal duduk di kursi Chief Executive Officer. Kursi dengan jabatan tertinggi, Krystal menatap satu-satu para bawahanya, mereka semua takut dengan aura Krystal yang mengingatkan mereka pada Jay Jung kakeknya sendiri.

Krystal kini menatap Amber yang tengah berdiri dengan kertas di tangannya, Krystal menghela nafasnya “Berikan padaku” ucapnya dingin, Amber sedikit bingung tapi untung saja dia langsung sadar dan memberikan kertas itu kepada Krystal.

Krystal membacanya dengan teliti, tangannya kini mengambil pena di sampingnya dan mengoreskan tanda tangan di kertas milik Amber, seketika ruangan kembali ramai atas tindakan Krystal. Setelah selesai tanda tangan Krystal kembali mengangkat kepalanya “Ada yang tidak setuju?” ucapnya dingin, semua menjadi diam.

“Saya rasa ini terlalu beresiko presdir”

Krystal menatap “Lalu apa kita akan diam saja? dan kau, apa kau memiliki rencana yang lebih brilian daripada ini? jika tidak punya kau diam saja” manager tersebut hanya diam.

“Tapi bagaimana dengan persetujuan presdir Jay Jung” ucap salah satu manager.

Krystal menatapnya “Aku rasa itu tidak perlu, aku yang memegang semua ini. Semua atas perintahku. Kalian cukup kerjakan dan jangan banyak bicara. Saya yakin kalian adalah orang yang hebat, jadi kerjakan saja. Jika tidak suka, pergilah” merasa cukup, Krystal bangun dari tempat duduknya.

“Dan satu lagi, tolong hargai orang lain saat seseorang menyempaikan pendapat” dan Terakhir Krystal menatap Amber. Dan Krystal meninggalkan ruangan dengan semua pegawai memberikan hormat kepadanya.

Kini Krystal duduk di ruangan kakeknya, membuka setiap dokumen-dokumen penting perusahaan “Masuklah” ucap Krystal.

“Nona muda Jung” Taeyeon memberikan sebuah dokumen untuk di tanda tangani Krystal.

“Bagaimana ini bisa terjadi?” tatap Krystal.

“Kenapa kau tidak bilang padaku jika perusahaan sedang dalam krisis? kau pikir aku tidak mampu? apa kau tidak tahu aku dibesarkan disini Kim Taeyeon!” Taeyeon hanya diam menunduk.

“Maafkan aku nona muda, hanya saja Tuan besar Jay belum mengizinkan anda untuk menghandle perusahaan..”

“Dan membiarkan Amber yang mengerjkan?” Taeyeon kembali diam.

Krystal bangun dari tempat duduk kakeknya “Aku tidak tahu mengapa kakek selalu berusaha menjauhkanku dari perushaan? dan membiarkan aku bertungan dengan Amber, apa kakek pikir aku tidak bisa melakukannya?”

“Mungkin bukan seperti itu nona muda Jung, hanya saja tuan Jay merasa takut kalau nona muda belum siap untuk semua ini jadi tuan Jay membiarkan Amber untuk mengurus semuanya”

“Aku benar-benar tidak mengerti” ucap Krystal.

“Pergilah” perintah Krystal.

“Baik” bungkuk Taeyeon.

Krystal keluar dari ruangan kakeknya, saat berjalan Krystal melihat ruangan yang baru dia lihat. Krystal mendekati ruangan tersebut “Ini ruangan siapa?” tanya Krystal kepada salah satu pegawai.

“Ini adalah ruangan Amber Liu” Krystal mengangguk.

“Jadi llama ini sudah memiliki ruangan sendiri”

“Cklek” Krystal membuka pintu tanpa mengetuk.

“Ya! mengagetkanku saja!” kejut Amber memegang jantungnya.

Krystal berjalan memasuki ruangan Amber, melihat-lihat ruangannya “Not bad”

“Apa kau tidak bisa mengetuk terlebih dahulu?” jawaban Amber tak dijawab Krystal yang asik melihat-lihat ruangan Amber.

“Bagaimana bisa yeoja tukang tidur, pemalas seperti mu bisa melakukan semua ini”

Amber menatap Krystal dengan beberapa kertas di tangannya “Tentu saja bisa, aku memang malas tapi bukan berarti aku bodoh. Jika aku benar-benar menginginkan sesuatu maka aku akan berkerja dengan keras”

Krystal mengangguk “Aku harap projekmu dapat dikerjakan dengan baik, karena aku sudah mempertaruhkan harga diriku”

Amber menruh semua kertasnya dan menatap Krystal “Percayalah” ucapnya.

“Bagusalah” Krystal duduk di sofa Amber.

“Jadi hari ini kau tidak sekolah?”

Krystal menggelengkan kepalanya “Lalu bagaimana dengan Kai?” pertanyaan Amber mengundang perhatian Krystal.

“Mengapa kau tiba-tiba bertanya tentang dirinya?”

Amber langsung mengambil dokumen yang berada di atas mejanya “Tidak ada”

“Ehmmm kau ingin makan siang denganku?” ajak Amber yang mengalihkan pembicaraan.

“Aku mau jika kau yang traktir”

“Aish bukankah kau yang bosnya”

“Lalu jangan ajaku makan” ucap Krystal.

“Baiklah-baiklah aku yang traktir, kajja”

Krystal dan Amber semakin dekat satu sama lain, mereka tertawa bersama, kadang bertengkar, kadang menyebalkan dan saling mendukung satu sama lain.

 

Setelah selesai makan siang..

“Kau ingin ku antar ke rumah atau?” ucap Amber menyetir mobil.

“Aku ingin ke kembali ke perushaan sebentar”

“Baiklah” Krystal dan Amber kembali ke perusahaan.

“Ting” pintu lift terbuka, Krystal melangkah keluar “Selamat siang Presdir” Krystal menghentikan langkahnya.

“Oh manager Kim”

“Sudah lama tidak bertemu” senyumnya. Krystal mengangguk “Ya seperti itu”

“Saya benar-benar tidak menyangka bahwa nona muda sepertimu akan datang ke perusahaan”

“Tentu saja aku harus datang, saat ini benar-benar dalam keadaan tidak baik. Bagaimana bisa aku diam dan duduk saja, Manager Kim”

“Kedatanganmu benar-benar di waktu yang tepat presdir, kau adalah satu-satunya yang pantas menggantikan presdir Jay Jung, aku yakin kau bisa menghadapi semua ini” ucapnya.

“Tapi aku tidak bisa sendiri, aku butuh orang lain untuk membantukku. Bagaimanapun aku belum memiliki pengalaman apapun paman”

Krystal telah menganggap Kim Bo Kyung sebagai pamannya sendiri karena Kim Bo Kyung berkerja cukup lama di bawah Jay Jung “Kau tidak perlu khawatir, aku akan membantumu”

“Tapi aku rasa tidak banyak yang menyukai Amber” tatap Krystal.

Kim menghela nafas “Amber? oh maksut presdir, orang kepercayaan presdir Jung? aku mendengar banyak tentang dirinya, aku tak menyangka dia mirip sekali dengan Josh Liu. Aku yakin bakatnya akan sama seperti ayahnya, tapi bagaimanapun juga kau harus berhati-hati. Kita tidak tahu mana yang benar-benar di sisi kita atau tidak, jika kau sudah masuk maka akan sangat terasa sulit untuk bernafas. Tapi kurasa Amber adalah anak yang baik dan cerdas, saat pertama kali aku melihatnya datang kesini dia begitu lugu dengan seragam sekolahnya” senyum Kim.

Krystal mengerutkan alisnya “Seragam sekolah?”

Kim menatap Krystal “Iya, saat pertama kali dia datang kesini. Aku rasa itu sudah beberapa bulan yang lalu” senyumnya.

“Beberapa bulan yang lalu? jadi sebelumnya Amber sudah pernah datang ke perusahaan? untuk apa” pikir Krystal.

Manager Kim mengangguk “Jika perlu sesuatu bilang saja padaku” senyumnya.

Manager Kim membungkuk pada Krystal, manager Kim meninggalkan Krystal untuk beberapa langkah sebelum Krystal memanggilnya “Manager Kim”

“Ya presdir” bungkuknya, Krystal berjalan beberapa langkah.

“Aku ingin tahu apa yang terjadi pada Kai” ucap Krystal serius.

“Ehmmm, aku tidak mengerti maksutmu presdir” senyumnya kaku.

“Kai selalu terlihat terluka, bahkan beberapa hari ini dia begitu buruk, apa anda tidak tahu itu?” tanya Krystal.

“Seperti yang presdir tahu, bahwa Kai adalah anak yang keras kepala. Karena percaraianku dengan istriku sifatnya menjadi pemberontak. Aku juga tidak tahu apa yang dia lakukan, aku mencoba menjadi ayah yang baik tapi dia terlalu keras kepala. Maafkan jika anakku merepotkanmu” bungkuknya.

“Tidak, Kai adalah sahabatku. Aku hanya ingin tahu saja” ucap Krystal.

“Syukurlah, tolong jaga Kai. Anak itu selalu berbicara banyak tentang dirimu. Aku rasa dia akan menuruti kata-katamu presdir, jadi kumohon jaga Kai”

Krystal mengangguk dan manager Kim meninggalkan Krystal.

 

Next day

Seperti biasa Krystal sudah sampai di sekolah. Krystal terlihat jalan sendiri di koridor sekolah untuk menuju aula.

“Wah tuan putri jalan sendiri” goda seorang murid.

“Sombong sekali, jangan menjadi yeoja yang sombong. Apa kau tidak takut akan jatuh miskin?” semua tertawa, Krystal hanya diam.

“Apa yang kalian lakukan!” teriak seseorang. Seketika semua murid menjadi diam, ketika mereka datang untuk Krystal.

“Kau tidak apa-apa?”

Krystal tersenyum “Aku tidak apa-apa Henry”

“Jika ada yang menggangu Krystal Jung lagi, kalian berhadapan dengan kami! mengerti!” tegas Minho yang membuat mereka pergi.

“Sudah tidak apa-apa”

“Kami tidak akan membiarkanmu tersakiti!” ucap Key.

“Kami juga tidak mau dimarahi Amber! jika kau terjadi apa-apa maka matilah kita di tangan Amber” ucap Jonghyun yang membuat Krystal tertawa.

Tentu saja, semenjak kejadian ini, Krystal lebih terbuka dan menjalin hubungan baik dengan orang lain. Bahkan Krystal tak menyangka bisa berteman baik dengan sahabat-sahabat Amber yang selalu melindunginya.

Kini Shinee dan 4 walls berjalan menuju aula untuk mendengar pengumuman “Seminggu lagi sekolah kita akan mengadakan pesta tahunan” semua murid bersorak.

“Pesta tahunan?” ulang Krystal.

“Iya pesta tahunan, dan itu sangat menyenangkan” girang Luna.

“Aku benci hal itu” datar Krystal.

“Dan tentu akan ada raja dan ratu pesta tahunan sekolah EMPIRE!” Semua bersorak gila, siapa yang tidak mau menjadi King and Queen di sekolah terkenal sekelas Empire. Tentu saja King and Queen hanya diperuntungkan untuk anak-anak yang memiliki style dan penampilan yang luar biasa, tidak hanya penampilan tetapi reputasi di sekolah juga menentukan mereka.

“Apakah tahun ini aku akan menjadi Queen lagi?” ucap Victoria dengan percaya diri. Yap, Vic menjadi Queen di tahun kemarin sedangkan Luna menjadi Queen di tahun sebelum Vic.

“Kali ini aku akan menjadi Queen” ucap Sulli tak kalah percaya diri.

“Aish kau malah sibuk dengan minumanmu hingga kau mabuk, jadi itu sebabnya kau tidak terpilih” tatap Luna.

“Kali ini tidak akan” balas Sulli.

Krystal menghela nafas dengan nada bosan “Apakah ini penting?”

“Tentu saja” ucap mereka bertiga semangat.

“Ini adalah suatu kebanggan bisa menjadi raja dan ratu sekolah, Krystal Jung!”

“Membuang waktu saja” Krystal tak pernah datang ke acara pesta tahunan sekolah karena menurutnya itu sangat membosankan, belum lagi dia akan menolak ratusan namja yang mengajaknya berpasangan, sungguh sangat merepotkan dirinya.

“Hi semua!” sapa Henry kepada 4 Walls.

“Hi shinee”

“Apa kalian akan ikut?” tanya Minho.

“Tentu saja oppa!” balas Sulli.

“Oppa? heol, aku tidak menyangka kalian akrab begitu cepat”

“Ini diluar dugaanmu Soojung” senyum Sulli.

“Jadi, apakah kau siap tahun ini kita akan menang lagi?” ucap Onew.

“Tentu saja!” Luna dan Onew melakukan High 5. Onew dan Luna menjadi King and Queen tahun lalu, sedangkan Victoria bersama Nichkhun, yang kini Nichkhun sudah kembali ke Thailand.

“Dan bagaimana denganmu Krystal, apa kau ikut?” tanya Key.

Krystal menghembuskan nafasnya “Lebih baik aku tidur dirumah”

“Seperti biasa” ucap Vic.

“Dan bagaimana kalau Amber datang, apa kau akan datang juga?” goda Jonghyun dengan senyum devilnya.

Krystal menatap Jonghyun “T-I-D-A-K” semua tertawa.

“Ting” Krystal membuka ponselnya.

“From: Kim Jongin 

Bisa kita bicara di taman belakang? aku menunggumu”

“Krystal kau mau kemana?” tanya Henry.

“Toilet”

“Mau ku temani?” tanya Vic.

“Tidak usah” tolaknya, Krystal berjalan menuju taman belakang tempat biasa dirinya dan Kai berbicara.

“Kau sudah datang” senyum Kai.

“Ada apa?” tanya Krystal.

Kai tersenyum “Apakah aku memanggilmu hanya untuk hal penting saja? aku merindukanmu, dulu kita saling bertemu tanpa memiliki alasan, apakah sekarang harus ada alasan?”

Krystal menatap Kai “Bukan seperti itu, hanya saja…”

“Akhir-akhir ini kau benar-benar sibuk, apa kau tidak tahu aku merindukanmu?”

Krystal tersenyum “Kau berlebihan” Kai selangkah mau mendekati Krystal, memandangnya lebih dalam.

“Apa kau merindukanku juga?” tanya Kai. Krystal diam sesaat.

“Aku rasa tidak” Krystal dan Kai mendengar suara yang tak asing bagi mereka.

Dirinya tersenyeum dengan kedua tangan di saku celananya “Karena Krystal merindukanku begitu banyak, bukan?” ucap Amber.

Amber melangkah maju mendekati Krystal dan memegang tangannya, Krystal kaget dengan aksi Amber “Teganya kau berbohong hanya untuk bertemu dengan dirinya” tatap Amber dengan senyum. Krystal hanya diam tanpa perlawanan “Kajja”

Kai memegang tangan Krystal, Amber melihat Kai geram “Ada apa?”

“Aku akan bicara lagi denganmu” ucap Kai pada Krystal yang kemudian tanganya dilepas.

Krystal dan Amber jalan berdampingan “Jadi selama aku tidak ada disini, kau terus bersamanya?” tanya Amber dengan tidak menatap Krystal.

“Iya, lalu?”

Amber menghentikan langkahnya “Aish, hanya saja.. hanya saja aku tidak suka!”

Krystal mengerutkan dahinya “Ada apa denganmu? kenapa kau jadi teriak” tatap Krystal aneh.

Amber menggaruk-garuk kepalanya tanpa melihat Krystal “Bukan seperti itu, hanya saja aish! bagaimana ini”

“Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan” senyum devil Krystal.

 “Hahaha tentu saja tidak”

“Lalu mengapa kau panik?”

“Amber!!” Amber menoleh ke arah lapangan basket dan Amber memberikan isyarat kepada sahabat-sahabatnya bahwa dia akan segera kesana.

“Kau cemburu?”

Amber menatap Krystal dengan mata membulat dan pipinya yang sedikit merah, Amber berjalan mundur menjauhi Krystal dengan pelan.

Amber tersenyum melihat Krystal, Krystal menatap Amber dengan tangan menyilang di dadanya. Amber terus berjalan mundur tanpa memutuskan pandangannya terhadap Krystal “Siapa yang tidak menyukai sosok Krystal Jung” teriak Amber yang jaraknya tak lagi dekat dengan Krystal.

Seketika pipi Krystal terasa panas, Krystal menarik nafasnya agar tenang “Itu bukan jawaban!”

Amber menghentikan langkahnya “Kalau begitu kau tahu artinya bukan” senyum Amber yang meninggalkan Krystal dengan berlari ke arah lapangan basket.

“Dup dup dup” jantung Krystal tak karuan “Aish aku benci hal ini!”

“Jung Soojung!” Krystal menoleh ke samping, pandanganya melihat sahabat-sahabatnya yang menghampiri dirinya.

“Kau darimana saja?” tanya Luna “Mengapa dari toilet lama sekali?”

“Ada sedikit masalah” ucap Krystal tanpa menatap mereka.

Vic memandang aneh, tangannya memegang dahi Krystal “Unnie, wae?” heran Krystal.

“Badanmu tidak panas, tapi mengapa pipimu merah” heran Vic.

Krystal memutuskan untuk diam saja “Ayo kita ke lapangan”

“Mengapa harus kesana?”

“Kita lihat Shinee bermain basket dan aku lihat juga ada Amber hyung” jawab Sulli.

“Aku tidak mau, aku ingin ke kelas”

“Ayolah Soojung, mengapa kau tidak menikmati hidup sama sekali? apa kau tidak bosan di kantin ataupun di kelas terus?” Krystal menatap mereka bertiga.

“Huffhhh” akhirnya 4 walls berjalan ke pinggir lapangan basket, seketika lapangan basket ramai dengan kedatangan 4 walls. Tentu saja sampai saat ini kepopuleran mereka tetap nomor satu sekalipun Krystal terlibat masalah.

4 Walls duduk di pinggir lapangan, mereka melihat Shinee yang bermain basket. Shinee melambaikan tangan pada 4 walls “Kami datang” lambai Sulli.

Dan tentu saja mata Krystal dan Amber saling bertemu kembali tapi tidak untuk waktu yang lama karena Amber mulai bermain basket.

“Berikan bolanya padaku” pinta Amber pada Taemin.

Amber berdiri dengan memegang bola, tapi pandanganya menatap Krystal. Bola sudah di tangannya, Amber bersiap-siap memasukan bola tanpa melihat ke ring tapi melihat ke arah Krystal, dengan mengisyaratkan mulutnya “Lihat ini” bibirnya berkata. Amber sudah siap melempar bola dengan menatap Krystal dan sebelum memasuka bola, Amber menyebutkan nama “Krystal Jung”

“Dum” bola masuk dengan sempurna.

Amber tersenyum, sedangkan Krystal berusaha sekuat mungkin untuk tidak tersenyum “Wah Amber luar biasa, aku rasa dia begitu menyukaimu hingga seperti itu hahaha” goda Luna.

“Daebak, hyung!” teriak Sulli pada Amber.

Krystal hanya diam karena dia tidak ingin terlihat gugup.

Jam sekolah berakhir, Krystal terlihat meninggalkan kelas.

“Princess” buru-buru Amber mengejar Krystal.

Amber menatap Krystal yang berjalan disampingnya “Aku tidak tahu kau akan datang ke lapangan basket”

“Itu karena dipaksa” jawabnya tanpa melihat Amber.

“Hmm aku kira karena diriku, hufh sayang sekali” kecewa Amber.

“Bagaimana kalau kita makan malam diluar?” ajak Amber.

“Tidak mood” jawab dingin Krystal.

Amber telihat bingung “Aish apa aku ada salah denganmu” tanya Amber dengan berjalan menatao Krystal.

“Aku pikir kau akan kembali ke perusahaan”

Amber menggelengkan kepalanya “Tentu saja tidak! bagaimanapun juga sekolah nomor 1, dan lagipula aku merindukanmu” senyum Amber.

“Funny”

“Aku tidak memiliki waktu banyak denganmu, jadi ayolah makan malam bersama”

“Kalau begitu tinggalkan pekerjaanmu” dingin Krystal.

“Saat ini sedang ku tinggalkan dan memilihmu. Kau ingat bukan bahwa kau adalah yang nomor 1”

“Nomor 1? tapi kau mengabaikan telfonku selama 5 kali”

Amber menghembuskan nafasnya “Aku benar-benar sedang sibuk pada saat itu, jadi ayolah”

Krystal mengentikan langkahnya dengan menatap Amber “Baiklah jam 7”

Amber langsung senang mendengarnya dan Krystal meninggalkan Amber, tapi Amber heran karena jalan yang di pijak Krystal bukan jalan menuju pintu sekolah “Princess kau mau kemana?” Kejar Amber.

“Menemui seseorang”

“Seseorang? siapa”

“Bukan urusanmu” jawan Krystal yang terus berjalan.

Kemudian Amber menghentikan langkah Krystal dengan berdiri di depannya “Kau ingin bertemu dengan Kai?”

Kini mereka berdua bertatapan “Baguslah jika kau tahu, jadi minggir”

“Tidak!” Amber kembali mencegah Krystal.

“Minggir llama, aku sedang tidak ingin bermain-main”

Amber menghela nafasnya “Jika kau ingin bertemu dengannya, maka aku ikut denganmu”

Krystal menatap Amber aneh “Pergilah”

“Tidak! aku tidak akan pergi, aku tidak akan membiarkanmu sendiri” tatap Amber.

“Dia adalah Kai, dia adalah..”

“Aku tidak peduli! aku tidak peduli dia sahabat, musuh atau bahkan kekasihmu, yang jelas aku tidak akan membiarkanmu sendiri”

“Ada apa dengamu?”

“Kumohon” serius Amber.

Krystal menghela nafas dan menyerah dengan sikap Amber “Baiklah”

Krystal berjalan lebih dulu sedangkan Amber berjalan di belakangnya “Kau tunggu sini” perintah Krystal yang langsung di turuti Amber.

Amber menatap Kai yang duduk di taman belakang, Amber menatap serius.

 

FLASHBACK

“Amber aku mohon kau harus berhati-hati” ucap Taeyeon yang langsung membantu Amber berdiri karena menghindari hantaman benda keras dari atas gedung.

“Ini gila” ucap Amber dengan masih tak percaya.

“Bawa tuan muda ke tempat yang aman!” perintah Taeyeon. Amber langsung dibawa menuju mobil sedangkan Taeyeon menghubungi security serta polisi untuk mengurus masalah ini.

“Apa kau terluka?” tanya Taeyeon yang kini sedang berada di mobil.

“Tidak, hanya saja.. hanya saja aku tak menyangka ini terjadi”

Taeyeon menghela nafas “Mulai sekarang kau harus berhati-hati. Banyak yang menginginkan posisimu. Kau adalah ancaman besar”

Amber tersenyum licik “Ancaman untuk siapa?”

“Aku yakin ada seseorang yang ingin menjatuhkan perusahaan ini dan menyingkirkan semuanya. Dan menurutku ini adalah waktu yang tepat, dimana tuan besar Jay terlibat masalah dan semua akan terancam”

Taeyeon menatap Amber “Aku tidak ingin kau mempercayai siapapun.. Dan yang paling penting adalah tetap di sisi nona muda Jung, karena dia adalah sasaran empuk para predator”

“Aku percaya denganmu, karena aku yakin kau akan menjaga nona muda Jung. Hanya kau yang bisa melindunginya saat ini. Aku, aku tidak bisa melindunginya karena nona muda Jung tidak menyukaiku. Kau tidak memiliki batas untuk dekat dengan dirinya sedangkan aku punya”

Amber tersenyum menatap Taeyeon “Masih sempat saja kau menggodaku”

“Tapi aku serius, jangan percaya siapapun. Aku mohon jaga Jung Soojung” pinta Taeyeon.

“Bawa aku ke Empire School”

“Baik tuan”

END FLASHBACK

 

Amber terus menatap Krystal dan Kai dari kejauhan “Apa yang dia lakukan disana? apa dia sedang memperhatikan kita”

Krystal menatap Amber “Biarkan saja, ada apa kau memanggilku”

Kai kini menatap Krystal “Aku ingin mengajakmu makan malam, bagaimana?” tawar Kai.

Krystal menggigit bibir bawahnya “Ehm aku tidak bisa”

Kai sedikit terkejut “Kenapa? biasanya kau selalu bisa”

“Aku akan makan malam di luar bersama Amber”

Kai tersenyum dengan mengangguk “Jadi kau sudah dekat dengan dirinya?”

“Akhir-akhir ini aku menghabiskan waktu bersamanya, di tambah lagi masalah perusahaan”

“Aku bisa membantumu”

Krystal tersenyum “Tidak apa Kai, kalau begitu aku pulang dulu”

“Kau menyukainya?” Krystal menghentikan langkahnya “Tidak tahu” Krystal kembali berjalan menghampiri Amber.

“Mengapa lama sekali? apa yang kalian bicarakan” tanya Amber dengan berjalan di samping Krystal.

“Kai mengajakku makan malam” jawab Krystal.

“Hahaha sayangnya dia kalah cepat” bangga Amber.

“Jangan terlalu senang, aku adalah tipe orang yang menepati janji. Jika kai mengajakku lebih dulu, maka aku lebih memilih bersamanya!” ucap Krystal dengan menatap Amber kesal.

Krystal dan Amber berjalan menuju mobil “Berikan kunci mobilnya” pinta Amber yang membuat Krystal melihat ke arahnya.

“Masuklah, aku yang akan menyetir” perintah Amber kepada Krystal.

Kedua bodyguard Krystal menghampiri Krystal yang berdiri tak jauh dari mobil “Bagaimana nona muda?”

“Aku pulang bersamanya” jawab Krystal.

“Baik nona muda Jung” Bodyguard Krystal membukakkan pintu untukknya.

“Apa kau tidak suka jika kita pulang bersama seperti ini?” tanya Amber melirik Krystal.

“Kenapa kau melakukan ini?” tanya Krystal menatap jalanan depan.

“Bukankah aku sudah bilang, bahwa aku merindukanmu. Aku ingin punya waktu berdua bersamamu, itu saja”

Krystal menggigit bibir bawahnya “Oh”

“Apa kau tidak merindukankau?” lirik Amber.

“Tidak”

“Aish, jadi ini adalah rindu sepihak saja?”

Krystal tersenyum “Pabo”

“Yes I’m” senyum Amber.

Krystal dan Amber menghabiskan waktu bersama sampai malam, hingga mereka tiba dirumah pukul 10 malam. Krystal bergegas masuk ke kamarnya dan mengucapkan selamat malam pada Amber.

Krystal membaringkan tubuhnya di tempat tidur, pikirannya penuh dengan bayangan Amber.

“Bagaimana bisa, bagaimana bisa? ini benar-benar aneh. Lagi dan lagi, aku merasa bingung dengan perasaanku. Merasa bingung dengan apa yang terjadi padakku. Akhir-akhir ini dia begitu mencuri perhatianku, dan ntah mengapa aku dibuat dag dig dug karenanya. Dan lebih anehnya, jika aku tak bersamanya rasanya ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang ingin terus ku cari dan kutemukan.”

Krystal berdiri, menatap cermin hiasnya. Memegang dadanya yang bedetak kencang “Tiap kali aku bersamamnya, aku merasa aneh seperti… seperti aaaghh! ayolah Krystal, kau tidak mungkin menyukainya!”

“Aku tidak mungkin menyukai llama gila seperti dirinya! ingat, bahwa aku begitu membencinya. Iya aku begitu membencinya, aku membencinya, aku membencinya” Krystal menghela nafas.

“Tapi…. aaaaghhh!!! bagaimana ini” Krystal duduk di meja riasnya, kini mata Krystal menatap kotak kecil yang tak jauh dari matanya.

Krystal memandang kota tersebut, kini tangan nya mengambil kota berwarna merah tua itu. Kotak kecil itu di putar-putar oleh Krystal dengan menatapnya.

“Huffhh” Krystal berusaha menenangkan dirinya.

Kini matanya kembali menatap kotak di tangan kanannya, Tangannya mulai membuka isi kotak kecil tersebut dan ….

Isi kotak tersebut sangat berkilau dan indah, terbesit kenangan Krystal saat pertama kali bertemu Amber kembali membuatnya tersenyum.

Krystal terus menatap cincin tunanganya tersebut “Seperti mimpi saja” ucapnya yang kemudian menutup pelan kotak di tangannya.

“Ntahlah, biar waktu yang menjawabnya” senyum Krystal.

Hari-hari telah berlalu, Krystal dan Amber terlihat semakin dekat dan menghabiskan waktu bersama.

Krystal terlihat lelah saat pulang dari sekolah, kakinya berhenti di depan pintu kamar Amber. Krystal menatap pintu kamar Amber untuk beberapa saat hingga akhirnya Krystal membuka pintu kamar Amber untuk yang kedua kalinya.

Krystal melangkahkan kakinya masuk, menatap sekitar kamar Amber. Krystal berjalan menuju tempat tidur Amber dan berbaring di atasnya.

Krystal memejamkan matanya hingga akhirnya Krystal tidur terlelap di tempat tidur Amber.

 

11.41 PM

Wajah Amber terlihat lelah akan kegiatannya hari ini “Baiklah sampai besok” ucapnya pada Taeyeon.

Amber melangkahkan kakinya menuju kamarnya “Benar-benar hari melelahkan” ucap Amber. Kini langkahnya terhenti, langkahnya terhenti untuk menatap pintu kamar Krystal “Selamat malam princess” senyum Amber.

Amber membuka pintunya dan ….

“Soojung?” kagetnya, Amber melangkah pelan “Apa dia tidur?” Amber menatap Krystal yang tertidur pulas dengan masih menggunakan seragam sekolah.

“Bagaimana bisa dia tidur dengan tak mengganti baju” tatap Amber. Amber memberikan selimut pada Krystal agar tidak kedinginan.

Amber sedikit jongkok agar bisa melihat wajah Krystal secara dekat. Senyuman manis tergores di bibir Amber, tak ada lagi raut lelah di wajahnya, tangannya mengelus rambut Krystal dengan lembut.

 

1.47 AM

Krystal perlahan membuka matanya dengan sedikit merenggangkan tubuhnya. Badannya di miringkan dan terkejut melihat Amber yang tengah tidur pulas di sofa. Melihat Amber tertidur membuat Krystal tersenyum.

“Ehhhmmm” Amber mengucek-ucek matanya.

“Kau sudah bangun?” tanya Amber yang memiringkan badannya agar dapat melihat Krystal.

“Menurutmu?”

“Aish baru saja bangun dari tidur, mengapa kau jutek sekali. Apa kau baru bermimpi buruk?”

“Tidak juga” jawab Krystal yang masih menatap Amber.

Amber bangun dari tempat tidurnya, dan mengambil segelas air putih “Jika kau ingin tidur, alangkah lebih baiknya kau mengganti baju terlebih dahulu. Kau bisa kedingnan memakai baju seperti itu” ucap Amber mengambil air putih.

Krystal bangun dari tidurnya dan duduk di tempat tidur Amber dengan selimut di pahanya “Aku ketiduran”

Amber duduk di dekat Krystal “Minumlah”

Amber mengambil gelas yang berisi air putih, meminumnya sampai habis “Wah kau benar-benar haus ya? apa di dalam mimpimu kau sedang di kejar-kejar?” ucap Amber dengan memegang gelas yang diminum Krystal.

“Tidak” ucap Krystal.

“Lalu apa yang kau mimpikan? aku berharap kau memimpikan aku” senyum Amber.

“itu sih maumu stupid”

“Lalu untuk apa kau tidur dikamarku jika tidak ingin memimpikanku karena merindukanku” goda Amber.

Seketika wajah Krystal sedikit merah “Aku hanya bosan saja, memang kau saja yang bisa masuk kamarku hah”

Amber mengangguk “Baiklah princess, kau bossnya” Amber bangun dari tempat tidurnya.

“Tidurlah, kau bisa terlambat sekolah”

Krystal menatap Amber “Kau besok tidak sekolah lagi?”

Amber kembali duduk di sofanya “Sepertinya tidak, ada investor dari Jepang yang akan datang”

“Baiklah”

“Kalau begitu tidurlah” Krystal menuruti kata Amber, Krystal kembali membaringkan badannya di tempat tidur Amber.

“Mimpi indah Princess”

“Kau juga” ucap Krystal yang memejamkan matanya.

Pagi hari Empire School “Tapi nona”

“Wae? kau melarangku untuk ke perusahaan?” dingin Krystal.

“Lagipula sudah tidak ada mata pelajaran lagi, jadi siapkan mobil untukku”

“Ba-baik nona muda Jung” bungkuk Taeyeon.

Krystal kini menuju perusahaan Jung.

Mobil telah berhenti di depan gedung, bodyguard turun untuk membuka pintu Krystal. Taeyeon menatap Krystal “Awasi nona muda”

“Baik”

Krystal melangkah masuk perusahaan, semua staff mapun yang lainnya memberikan hormat kepada Krystal Jung.

Krystal hanya berjalan saja dengan bodyguard serta Taeyeon di belakangnya. Krystal mulai masuk ruangan kakeknya. Tentunya hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ruangan Jay Jung.

aaaa4606d138ec7457aa195c61e521ed.jpg

Krystal duduk di kursinya dengan membaca beberapa dokumen yang dibawa Taeyeon “Lalu bagaimana projek Amber?”

“Sejauh ini baik-baik saja presdir”

Krystal diam sesaat “Seketaris Kim”

“Ya presdir”

Krystal menatap Taeyeon “Aku ingin tahu mengapa Amber datang ke sini? maksutku sebelum aku mengenal dirinya”

“Ehm aku tidak tahu presdir, saat pertama kali aku bertemu dengan tuan Amber disaat menjemputnya di rumah” ucap Taeyeon.

“Baiklah kalau begitu keluar”

Krystal terlihat membaca serta mendalami tentang perusahaan yang kini dipegangnya “Tok Tok Tok

“Masuklah” perintah Krystal yang masih fokus dengan lembarannya.

“Aku yakin jika Tuan Jay Jung melihatmu seperti ini, dia akan bangga”

Suara tersebut menarik perhatian Krystal “Hallo” senyumnya.

“Apa sikapmu seperti itu pada presdir?”

“Yang benar saja”

“Mwo?”

Amber menghela nafas dan membungkuk pada Krystal yang sedang duduk “Selamat siang presdir Krystal Jung, aku ingin menyarahkan ini. Ini adalah laporan investor kita” Amber memberikan dokumen pada Krystal.

Krystal membacanya dengan seksama “Good job” puji Krystal.

“Apa ada yang ingin kau katakan lagi?” tanya Krystal dengan sikap coolnya.

“Ehmm sebenarnya tujuan utamaku adalah untuk mengajak presdir makan siang, bersamaku” senyum Amber.

“Bagaimana ya?”

“Apa kau sibuk?”

“Tidak juga, kajja”

Amber tersenyum “Baiklah”

Krystal dan Amber berjalan menuju lobi perusahaan “Selamat siang presdir” Krystal dan Amber menghentikan langkahnya “Oh manager Kim”

“Senang bisa melihatmu lagi presdir”

Krystal tersenyum seadanya “Aku juga”

“Aku ingin memberi tahu bahwa projek yang kita lakukan saat ini akan mengalami penurunan dalam waktu dekat” Kim Bo Kyung menjelaskan beberapa masalah perusahaan yang membuat Amber heran padanya.

“Baiklah, masukanmu akan ku terima dan ku pertimbangkan, Terima kasih manager Kim” Krystal dan Amber segera meninggalkan perusahaan.

Mobil Krystal dan Amber sudah meninggalkan perusahaan “Awasi mereka” ucap Taeyeon.

“Baik”

Krystal dan Amber sudah selesai maka siang bersama “Kajja” ajak Amber.

“Aku tidak ingin langsung ke kantor, apa kita tidak bisa jalan-jalan dulu?”

“Baiklah princess” senyum Amber.

Krystal dan Amber berjalan menelusuri jalan dengan melihat beberapa hal yang menarik “Aku sudah lama tidak berjalan kaki” ucap Amber.

“Aku juga, aku jarang sekali keluar seperti ini. Jika aku berjalan di tempat seperti ini maka semua bodyguard kakek akan melindungi, benar-benar meresahkan” keluh Krystal.

“Haha karena kakekmu sangat mencintaimu, princess” senyum Amber.

“Bruk!”

“AW!” Krystal memegang pundaknya.

“Hei hati-hati!” teriak Amber kepada namja yang menabrak Krystal.

“Kau tidak apa-apa?”

Krystal mengangguk

“Jangan jauh dariku, aku akan melindungimu” dan seketika Amber memegang tangan Krystal.

Perbuatan Amber dibilang sangat nekat karena memegang tangan Krystal, tapi Amber bersyukur karena Krystal  tak melawan atau memukulnya “Kalau jalan seperti ini akan terasa lebih aman” senyum Amber. Tanpa sadar wajah keduanya memerah.

Krystal dan Amber terus berjalan dengan tangan yang saling menyatu, membuat mereka menjadi pusat perhatian karena terlihat begitu serasi “Aku rasa semua orang melihat ke arah kita” ucap Krystal dengan sedikit menundukkan kepalanya.

Amber melihat sekitar “Benarkah? hmm aku rasa karena kita telah membuat cemburu mereka” senyum Amber.

DBsQNzQWAAEowVG.jpg

Sepanjang jalan Krystal dan Amber tak melepaskan tangan mereka, Krystal dan Amber terlihat seperti pasangan serasi “Mau jalan sampai kapan?”

“Apa kau sudah lelah?” tanya Amber.

“Ti-tidak juga” ucap pelan Krystal.

Amber tersenyum “Tapi aku rasa kita harus kembali ke perusahaan, aku takut mereka akan mencarimu”

“Baiklah”

Krystal dan Amber kembali ke perusahaan dan menjalankan rutinitas mereka seperti biasa.

Hari demi hari berlalu, Krystal dan Amber terlihat terus bersama. Tak ada jarak lagi diantara mereka berdua “Hi llama!” kejut Krystal dengan membuka pintu kamar Amber.

“Ya!!!” Amber teriak dengan menutup badannya dengan handuk putih.

“Ya!! apa yang kau lakukan!” cemas Amber.

Krystal menatap jengkel Amber “Aish mengapa kau sekarang jadi suka teriak-teriak?”

“Apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu?” wajah Amber terlihat merah dengan rambutnya yang masih basah, belum lagi Krystal yang terus menatap dirinya.

“Mwo, mwo! apa yang kau lakukan! berhenti di tempatmu!” Krystal berjalan mendekati Amber dengan senyum Devilnya.

“Jung Soojung aku memperingatkanmu!” gugup Amber.

“Kenapa? apa ada yang salah” ucap Krystal yang terus menggoda Amber.

“Keluar dari kamarku!”

“Kenapa aku harus keluar?” bingung Krystal.

“Aku ingin memakai baju”

Krystal duduk di sofa Amber dengan duduk manis “Ganti saja”

“Tidak bisa” panik Amber.

Krystal mengerutkan dahinya “Kenapa tidak bisa? bukankah kita sama-sama yeoja” goda Krystal.

Krystal terus menatap Amber dengan tatapan menggoda “Bukalah dan pakai lah pakaianmu”

Melihat Krystal seperti itu sungguh membuat Amber kesal karena malu, tak tahan dengan kondisi yang seperti ini. Amber berjalan mendekati Krystal “Baiklah kalau itu maumu, aku akan mengganti baju di depanmu” kini Amber yang menggoda Krystal.

Krystal menelan salivanya dengan menegakkan duduknya “1…..” Amber mulai menghitung.

“2….” wajah Krystal semakin merah saat Amber bersiap melepas handuknya.

“Tii….”

“Arraso arrasoo!” Krystal buru-buru berdiri dengan wajah yang merah, di sisi lain Amber tersenyum melihat Krystal yang menjadi canggung.

Tidak sampai 1 menit, Amber membuka pintu kamarnya “Masuklah” ucap Amber kepada Krystal yang duduk.

Krystal kembali masuk ke kamar Amber dan langsung merebahkan badannya ke tempat tidur Amber “Aaahhh” senyum Krystal dengan memeluk bantal Amber.

Sedangkan Amber duduk di sofa “Ada apa? mengapa kau tiba-tiba masuk kamarku”

“Ehmm tidak ada” ucap Krystal yang memejamkan matanya.

“Apa kau ingin tidur dikamarku lagi?”

Krystal membuka matanya, badanya di miringkan untuk bisa melihat Amber “Sebenarnya ada yang ingin kuceritakan”

“Apa? katakan padaku” Amber menatap serius.

“Aku bingung apakah aku harus mengikuti pesta tahunan sekolah atau tidak”

“Oh masalah itu, mengapa kau memikirkannya? aku yakin kau pasti tidak akan ikut” Amber menyenderkan tubuhnya di sofa.

“Tadinya, tapi sepertinya aku akan memikirkan ulang karena Kai mengajakku untuk menjadi pasangannya”

Mendengar nama Kai, Amber langsung berdiri dari sofanya “Tidak, tidak dan tidak!”

Krystal juga bangun dari tidurnya dan duduk di atas tempat tidur Amber “Kau ini kenapa? mengapa begitu sensitif sekali dengan Kai, apa dia punya salah denganmu?” bingung Krystal.

“Tidak, hanya saja aku tidak suka dia bersamamu”

“Mengapa seperti itu?”

Wajah Amber terlihat bingung “Aish! memang kapan acaranya dimulai?” tanya Amber.

“2 hari lagi” santai Krystal.

Amber terlihat berfikir “Aku yakin kau tidak akan bisa datang, aahh daripada aku dirumah lebih baik aku menerima ajakan Kai. Lagipula ini adalah tahun terakhir sekolah”

Amber duduk di tempat tidurnya berasama Krystal “Haish di rumah saja! apa kau tidak tahu itu pasti akan ramai. Aku yakin kau tidak akan berlama-lama disana!”

“Kita lihat saja nanti!” Krystal langsung bangun dari tempat tidur Amber dan meninggalkan kamarnya.

“Ya Jung Soojung! aish, pergi begitu saja”

 

Di tempat lain

Pria paruh baya itu terlihat duduk dengan sebatang rokok di tangan kanannya “Apa kau berhasil mendekatinya?” tanyanya pada namja yang berdiri di depannya.

“Ya appa, hanya saja Krystal belum memberi jawaban tapi aku yakin bahwa dia tidak akan menolakku”

“Pastikan itu benar Kai” pria itu bangun dari duduknya dan meminum segela wine.

“Rencana kita sudah semakin sempurna, hanya saja masih ada beberapa kendala yang perlu kau dan aku bereskan, apa kau mengerti?”

“Ya appa, aku mengerti”

 

 

 

Malam pesta tahunan 

Semua murid Empire masuk ke dalam gedung mewah yang sudah di sewa mereka, semua murid merangkul pasangan masing-masing, semua terlihat bahagia dengan tawa mereka.

Setiap namja berpakaian dengan begitu rapih, dengan memakai tuxedo maupun suit. Sedangkan para yeoja terlihat begitu menawan dengan dress yang mereka kenakan. Pesta tahunan Empire layaknya seperti medan perang dengan gaya, kecantikan, ketampanan mereka masing-masing untuk mendapatkan gelar raja dan ratu Empire.

4 walls dan Shinee terlihat berbincang bersama, Vic berpasangan dengan Henry, Luna dengan Onew dan tentu saja Sulli dengan Minho “Dimana Krystal?” tanya Jonghyun.

“Sepertinya dia tidak datang” lesu Luna.

“Lalu bagaimana dengan Amber, apa dia akan datang?” tanya Vic pada Jonghyun.

“Aish anak itu, dia akhir-akhir ini sangat sibuk jadi aku rasa dia tidak akan datang” jelas Jonghyun.

Sebelum mereka masuk kedalam gedung, 4 walls dan Shinee melakukan sesi foto. Mereka tersenyum di depan kamera dengan melambaikan tangan bagaikan selebrti Korea.

Sudah selesai melakukan sesi foto, 4 walls dan Shinee mulai masuk ke dalam gedung tapi secara tiba-tiba suara begitu ribut, teriakan para yeoja menjadi bergema membuat 4 walls dan Shinee menoleh ke arah suara “Ada apa? apa ada pencuri” bingung Onew.

“Sepertinya tidak”

Sulli menyipitkan matanya dengan melangkah lebih dekat ke arah kilatan kamera “JUNG SOOJUNG!” kaget Sulli.

Lampu kamera tak hentinya menyinari Krystal yang tengah berdiri dengan anggun

uif1453430562.jpg

380042_171592_1740.jpg

Tak henti-hentinya semua orang memuja-muji sosok Krystal Jung yang begitu sangat luar biasa cantik.

“Apa?!!” kaget Luna.

“Ada apa?” tanya Onew.

“Soojung bersama Kai?” mereka semua melihat ke arah Kai yang menyusul Krystal berfoto, membuat kembali kericuhan pesta tahunan.

“Aku rasa, aku sudah tahu siapa yang akan menjadi King an Queen tahun ini” lemas Henry.

“Kenapa tidak bersama Amber! mengapa temanmu itu bodoh sekali!” marah Vic.

“Dia memang bodoh, kalau saja dia melihat Krystal seperti ini aku yakin dia akan mengeluarkan liur dari mulutnya” tatap Henry ke Krystal.

Krystal dan Kai berjalan menuju 4 walls dan Shinee, Kai memegang tangan Krystal “Hai semua” sapa Krystal dengan senyum paksa.

“Aku kira kau tidak akan datang” ucap Luna.

“Mau bagaimana lagi” Vic memperhatikan wajah Krystal yang sedikit murung “Ada apa dengannya? dia terlihat seperti tidak bahagia” pikir Vic.

 

Krystal POV

Pesta tahunan benar-benar ramai dan meriah, dan tentu saja semua orang menatapku dengan tatapan yang membuatku tak menyukainya. Di tambah lagi dengan moodku yang sedang buruk! aku tidak tahu mengapa aku harus datang ke acara ini, aish sebenarnya aku datang karena…

Karena ingin membuat Amber cemburu kepada Kai dan berhadap llama bodoh itu datang, tapi sampai detik ini dia tak datang! benar-benar menyebalkan!! apa dia itu tidak memiliki perasaan.

“Kenapa kau terlihat begitu murung? daritadi kau sama sekali tidak tersenyum” aku melihat ke arah Vic eomma yang datang menghampiriku.

“Aku tidak apa-apa” saat ini tidak ada yang bisa membuatku tersenyum atau membuat moodku kembali lagi.

“Dimana Kai?”

“Sedang mengambil minum” jawabku datar, benar-benar membosankan.

“Aku tidak menyangka kau akan datang, apa alasanmu bisa datang ke pesta ini Jung Soojung? aku tahu kau memiliki misi lain”

Aku menatap Vic eomma “Ntahlah, mungkin aku sudah gila”

“Haha besenang-senanglah, kau sudah cantik-cantik seperti ini malah terlihat dingin. Ayolah Soojung, ini adalah pesta tahunan terakhir kita. Nikmatilah

Bagaimana bisa aku menikmatinya, jika moodku sedang tidak bagus. Ditambah lai semua orang yang menatapku seakan aku adalah santapan mereka.

Suara alunan musik dimulai dan aku melihat Key yang sedang naik panggung “Hallo semua, bagaimana kabar kalian?”

“Aku harap kalian akan menikmati pesta kali ini! dan seperti yang kalian tahu, inti dari acara ini akan segera dimulai yaitu pemilihan King and Queen Empire School 2017!!”

Seketika semua menjadi heboh kecuali diriku.

“Maka dari itu nikmatilah pesta, dan musik dimulai!”

Alunan musik dimulai, alunannya begitu lembut dengan lampu yang mulai meredup. Semua orang berdansa di lantai dansa dengan pasangannya masing-masing. Aku bisa melihat sahabatku yang sedang menikmati waktunya sedangkan aku? hufh. lebih baik aku pulang saja.

Saat aku sedang membalikan badanku tiba-tiba Kai datang menarik tanganku menuju lantai dansa, aku menatap tangannya tapi rasanya berbeda…

Dan juga, apa Kai mengganti tuxedonya?

Kini kami berhenti di tengah lantai dansa, aku menatapnya aneh. Mengapa Kai memakai topeng?

Tangannya mulai memegang tanganku, tangannya yang lain memegang punggungku. Jarak kami begitu begitu dekat tapi…

Tapi mengapa aku begitu deg-degan. Tidka biasanya aku seperti ini jika bersama Kai. Aku merasa ingin mati, rasanya begitu berbeda.. Sentuhannya begitu lembut membuat hatiku menjadi tenang.

Aku mengikuti langkah kaki Kai menari, alunan lagu semakin romantis di tambah lagi aku bisa merasakan nafas hangat di leherku. Aaaghhhh aku benar-benar gila.

“Bagaimana bisa aku membiarkan yeoja cantik sepertimu bersamanya”

WHAT?!! suaranya!!

Dia tersenyum, topengnya mulai di buka dan ….

“Tak akan kubiarkan dia menyentuhmu karena kau milikku Krystal Jung”

“Amber….”

Dia tersenyum Dia tersenyum Dia tersenyum!!!! aku menatap matanya, Amber begitu sempurna dengan tuxedo hitam yang dia kenakan. Dia begitu..

Tampan.

“Tapi bukankah kau…”

“Sssstt” Amber menempelkan jarinya dibibirku dan jarinya berjalan ke arah pipiku.

“Aku bersamamu” senyumnya, aku tak bisa menahan senyumkku dengan menatapnya.

“Kau terlihat begitu cantik, sangat cantik”

“Terima kasih” ucapku lembut, dan untung saja tidak terlalu terang jadi Amber tak bisa melihat wajahku yang memanas.

Amber kembali mendekap diriku, aku bisa mencium wangi tubuhnya yang begitu khas. Jari kami saling bermain-main, jarinya saling menyatu denganku.

Begitu nyaman.

Sentuhannya membuatku masuk ke dimensi yang dimana hanya aku dan..

Dia…

Kini matanya menatapku, aku tak kuasa untuk menatapnya. Kami berdua tersenyum dengan jarak yang hanya beberapa inci.

Amber semakin menarik tanganya agar aku semakin dekat dengannya.

Jantungku tak karuan, wajahnya begitu dekat. Dia terlihat begitu manis, matanya begitu indah..

Amber, apa yang telah kau lakukan padaku?

Waktu seakan berhenti, aku tak mendengar suara kerumunan ataupun alunan musik. Yang ada dipikiranku saat ini hanyalah Amber..

Amber menatapku, jarak kami semakin dekat hingga aku bisa merasakan hangat hembusan nafasnya.

Bagaimana ini?

Aku gugup..

Aku…..

Aku memejamkan mata, dan …

Amber menciumku!!

Ku ulangi!

Amber menciumku, mencium bibirku!!

Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan. Aku terlalu gugup.

Amber terus mencium bibirku, bukan mencium tapi kali ini Amber melumat bibirku dengan begitu lembut sehingga aku larut dalam ciumannya.

Ntah mengapa aku membalas bibir Amber, rasanya begitu manis.

Hingga pada akhirnya …

“Prok prok prok prok” aku melepas bibir Amber, aku mendengar suara tepuk tangan serta siulan untuk kami. Aku tidak tahu lampu lantai dansa menjadi terang kembali, dan hanya aku dan Amber yang berada di lantai dansa.

Aaahh bagaimana ini! aku begitu malu!

Aku merasakan tangan Amber di daguku “Tidak perlu malu” senyumnya yang membuatku tersenyum.

Semua orang tersenyum melihat Krystal dan Amber, begitu banyak yang iri pada dua pasangan tersebut.

“Sepertinya kita sudah menemukan King anda Queen untuk tahun ini” cuap Key di atas panggung.

“Dan….. selamat untuk pasangan terfenomenal Krystal dan Amber!!!” semua orang tepuk tangan gembira.

“Selamat!!” aku tersenyum, begitu juga Amber. Amber tak melepaskan matanya dariku.

“Eheem eheem dimohon untuk Kryber untuk naik ke atas panggung” ucap Key dengan memegang mahkota.

“Kryber?” ulang Amber.

“Not bad” ucapku.

Aku dan Amber naik ke atas panggung, tentu saja Amber tak melepaskan tangannya dariku.

Setelah menerima penghargaan sebagai King anda Queen, aku dan Amber bergabung dengan 4 walls dan shinee.

“Waah tak kusangka posisi kita direbut” ucap Onew.

“Jika aku dan Soojung datang ke pesta dalam 3 tahun berturut-turut aku yakin kami akan memecahkan rekor sebagai pasangan romantis” senyum Amber.

“Hahahah” semua tertawa, aku kembali melihat tanganku yang terus di genggam erat oleh Amber.

Sedangkan Vic, Luna dan Sulli menatapku dengan tatapan menggoda “Apa?” ucapku pelan.

“Bagaimana rasanya?” aish mereka mulai lagi!

Tak terasa waktu menujukkan pukul 10.30 PM. Aku dan Amber berjalan menuju mobil, aku melihat Amber yang melepaskan blazernya dan memakaikannya padakku “Gomawo” senyumku. Dan seperti biasa Amber akan membukakkan pintu mobil “Silahkan Princess” ucapnya.

Tak lama kemudian mobil meninggalkan tempat, kini suasana canggung kembali muncul diantara kami.

Tapi….

Amber memegang tanganku dan aku membalas genggaman tangannya

0a213f9fa97444572e3d788ee09c151d.jpg

(Ilustrasi hahaha)

Tak terasa kami sudah tiba di rumah, Aku segera turun dari mobil dengan Amber yang membukakkan pintunya. Aku berdiri di depan pintu menunggu Amber untuk masuk ke dalam rumah “Kajja”

“Selamat malam nona muda Jung” sapa seketaris Kim.

Ntah mengapa aku masih merasa canggung atas kejadian di pesta tahunan tadi, aku ingin sekali bertanya mengapa dia tiba-tiba menciumku..

Aish mengingat hal itu sungguh membuat pipiku panas “Princess, kau tidak apa-apa?” aku menatap Amber yang berdiri di sampingku.

“Oh aku tidak apa-apa” senyumku.

“Beristirahatlah”

“Kau juga, selamat malam Am”

 

 

Hari-hari berlalu, semakin hari semakin tak terpisahkan diriku dengan Amber, tapi saat ini Aku tidak tahu status hubunganku dengan dirinya, tapi bukankah kami sudah bertunangan? tapi… aish Jung Soojung! apakah aku menyukainya? tapi yang jelas aku tidak ingin jauh darinya jadi itu artinya apa?

Apakah aku menyukaimu Amber Liu?

Apakah aku telah jatuh hati padamu?

Sepertinya..

Seperti itu.

“Kau tidak apa-apa?” aku menatap Amber yang tengah berkeringat.

“Ini” kuberikan sapu tanganku untukknya.

“Aku tanya apa kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa” jawabku.

“Minumlah” kuberikan sebotol air mineral untukkunya karena aku yakin dia begitu lelah karena bermain basket.

Menemani Amber bermain basket kini sudah menjadi kebiasaan baruku, setiap sore aku menemaninya untuk bermain basket dengan sahabat-sahabatnya.

Sesekali Amber tersenyum padaku dan melambaikan tangannya padaku.

Aku tidak tahu isi hatinya sekarang karena kau tahu, aku tidak berani bertanya. Apakah aku menyukai Amber?? itu adalah pertanyaan terbesar dalam diriku saat ini, apakah aku menyukainya, menyukai Amber sosok yeoja yang dulu begitu ku benci?

 

 

Waktu sudah menujukkan pukul 8 malam sebelum kembali ke rumah, aku dan Amber berjalan-jalan di taman dengan bergandengan tangan.

“Malam ini begitu indah”

“Ya” jawabku singkat.

Kini kami berhenti menatap lampu-lampu kota di atas bukit “Waah indahnya” kagumku.

“Tapi kau jauh lebih indah”

Aku tersenyum mendengarnya, aku rasa aku menyukaimu Amber Liu..

 

 

Next day Amber POV

Aku segera bersiap-siap untuk pergi “Kau mau kemana?”

Aku melihat Krystal yang baru saja bangun dari tempat tidurku “Aku harus pergi, aku memiliki janji, aku segera kembali” senyumku.

“Hmmm” dan Krystal melanjutkan tidurnya.

Aku berjalan menuju mobil dengan mengenakan jaket hitam, dan kemudian aku melaju cepat meninggalkan kediaman Jung.

1 jam kemudian aku telah sampai, ku buka pintu mobil dan menatap sungai Han yang tak jauh dari jangkauan mataku.

“Hoi!!!” aku melihat ke arah suara dan melambaikan tangan kepada mereka, berjalan ke arahnya.

“Mengapa kau lama sekali!”

“Aku hanya telat 5 menit” sangkalku.

“Duduklah” kini mereka berdua menatapku.

“Apa kau tidak  mengajak Krystal?” aku menggelengkan kepalaku “Aish benar-benar tidak menyenangkan” aku tersenyum melihat Eric.

“Kau bilang ada sesuatu yang ingin kau katakan, aku rasa itu sangat penting hingga kau tidak mengajak Krystal” aku menatap Ailee, ucapan dia begitu benar.

Aku menghela nafas, saat ini aku benar-benar membutuhkan mereka “Apa ada sesuatu di antara kalian?” tanya Eric.

“Tidak ada, justru semuanya berjalan dengan lancar” senyumku.

 

Author POV

“Aku menyukainya, kami selalu menghabiskan waktu bersama” Eric dan Ailee terlihat terkejut sekaligus senang mendengarnya.

“Apa kau sudah mengatakan cintamu pada Krystal?” tanya Ailee.

“Belum” jawabku pelan.

“Ya! mengapa belum?! tunggu apalagi” ucap Eric.

Aku tersenyum mendengarnya, aku memiliki alasan mengapa aku belum menyatakan perasaanku pada Krystal atau aku takut untuk jatuh cinta padanya “Amber?” aku melihat Ailee “Katakan, apa yang terjadi”

“Ada sesuatu yang mengganjal hatiku, ada sesuatu hal yang membuatku takut untuk jatuh cinta padanya” ucap Amber.

Amber menghela nafas, kepalanya tertunduk “Aku, aku berbohong padanya”

Eric dan Ailee terkejut “berbohong? maksutmu”

Amber menatap kedua sahabatnya “Kalian tahu bukan aku dijodohkan dengan Krystal karena tuan Jay Jung” mereka mengangguk.

“Sebelum aku dijodohkan dengan Krystal, aku telah membuat perjanjian pada Jay Jung” ucap Amber yang membuat Eric dan Ailee terkejut.

“Perjanjian?” ulang mereka.

“Iya, aku memiliki perjanjian kepada Jay Jung….”

Amber menundukkan kepalanya, rasa berdosa berkecamuk di hatinya “Aku melakukan perjanjian satu tahun kontrak bersama Krystal dan berpura-pura menjadi tunangannya”

“APA?!!” Eric dan Ailee tercengang dengan ucapan Amber “Apa kau sudah gila! mengapa kau tidak mengatakan pada kami?”

“Aku kira semua akan baik-baik saja, aku tak pernah menyangka bahwa aku akan jatuh cinta kepada Krystal karena yang terpenting bagiku adalah bagaimana aku bisa hidup dengan bergelimang harta”

Mereka bertiga diam sejenak “Apakah Krystal mengetahuinya?” tatap Ailee.

“Tidak”

“Dasar bodoh, apa kau tidak tahu bahwa Krystal telah menyukaimu? dan kau tidak jujur padanya” marah Ailee.

“Aku terlalu takut, sebisa mungkin aku tidak jatuh kepadanya! apa kau tidak tahu bagaimana menderita diriku saat melihat wajahnya”

Eric mengampiri Amber dan memegang bahunya “Kalau kau mencintai Krystal maka katakanlah, katakan bahwa kau mencintainya dan jujur pada dirinya. Aku yakin Krystal akan mencoba memahamimu” tatap Eric.

“Lalu, berapa lama lagi kontrakmu habis?”

“4 bulan” singkat Amber.

“Dan setelah itu aku akan berangkat ke Los Angeles” Eric dan Ailee menatap Amber.

“Sekarang pergilah, katakan pada Krystal yang sebenarnya”

Amber menatap Ailee dan Eric “Baiklah, terima kasih” senyum Amber.

“Ting” Amber membuka ponselnya yang berisi pesan dari Krystal “From Princess Soojung

Aku sudah dijalan, aku harap kau tepat waktu bila tidak awas saja!”

Amber tersenyum, tentu saja hari ini adalah hari minggu. Amber mengajak Krystal untuk pergi ke taman sore hari ini, terlebih lagi Amber ingin mengatakan sesuatu pada Krystal Dan juga Amber akan menceritakan semuanya pada Krystal.

“Ting” ponsel Amber kembali menerima pesan singkat, pesan tersebut bukan dari Krystal melainkan dari Jay Jung yang mengatakan bahwa Amber harus menjaga Krystal karena perusahaan sedang kacau.

Amber terbebani dengan semua perintah Jay Jung dan itu membuatnya gila, sedangkan hatinya telah jatuh kepada Krystal, yeoja yang seharusnya tak dia cintai.

 

Sedangkan di tempat lain

Krystal terlihat menawan dengan rambut yang terurai, sepanjang jalan Krystal terlihat tersenyum dengan memegang cincin yang telah dia kenakan, cincin yang selama ini hanya di tatap olehnya, cincin yang selama ini menjadi barang yang dibenci olehnya, tapi situasi kini berubah. Cincin pengikat janji tersebut telah melekat di jari manis seorang Krystal Jung.

“Aku rasa cincin ini sebagai jawaban isi hatiku, ntah mengapa aku ingin begitu memakainya” isi hati Krystal.

“Ting” ponsel Krystal menerima pesan masuk, wajah Krystal tersenyum saat melihat pesan masuk, tapi setelah melihat nomor yang tak dikenal seketika senyumannya memudar. Dengan penasaran Krystal menggeser layar ponselnya dan mulai membaca pesan singkat “From: Unknown

Aku memberikanmu sebuah kejutan, aku yakin kau akan menyukainya. Datanglah ke ruangan terpenting di perusahaan, carilah dan temukan rahasia yang tak kau ketahui”

Krystal menatap layar ponselnya “Apa ada yang ingin bermain-main denganku? tapi… apakah yang dimaksud ruangan kakek?” Krystal melihat jam, sepertinya Krystal masih memiliki waktu”

“Antar aku ke perusahaan”

“Maaf nona?”

Krystal menatap spion mobil “Apa kau tidak dengar?” dinginnya.

“Baik nona muda” dengan segera mobil Krystal memutar balik jalan menuju perusahaan Jung.

Tak lama kemudian Krystal turun dari mobilnya dan menuju ruangan kakeknya. Krystal menatap pintu ruangan Jay Jung, Krystal menghela nafas.

“Cklek” pintu terbuka, Krystal mulai masuk ke ruangan terpenting di perusahaan ini. Matanya menelusuri ruangan. Kakinya melangkah pelan, kakinya menuju meja kerja Jay Jung “Apa aku sedang di permainkan? bodoh sekali kau Krystal” ucapnya.

Tapi masih ada yang mengganjal di hati Krystal, Krystal kembali menelusuri dan kini matanya sedang menelusuri buku-buku yang tertata rapih di rak buku “Aku heran mengapa kakek suka sekali membaca buku” heran Krystal mengambil satu buku di tangannya. Krystal kembali melihat buku lain dan mengambilnya tapi anehnya buku tersebut tak bisa diambil, membuat Krystal menjadi heran. Krystal memegang buku tersebut dan mendorong masuk buku yang terlihat tua tersebut dan seketika rak buku tersebut terbelah menjadi dua, membuat Krystal terkejut.

Kini matanya menarah pada sebuah lemari besi “Apa ini?” bingung Krystal. Tangannya menyentuh lemari kokoh tersebut dan melihat tombol password digital “Aku tidak tahu kakek menyembunyikan hal ini padaku” senyum Krystal, untuk membukanya Krystal membutuhkan kode, Krystal berfikir keras hingga akhirnya dia menemukan ide dengan menggambungkan tanggal ulang tahun ayahnya dengan kakeknya. layar mulai di pencet dan lemari besi terbuka…

Krystal terlihat terkejut, dia tidak tahu bahwa lemari tersebut terbuka “Aku harap kakek tidak marah denganku” ucapp Krystal. Kini matanya menelusuri lemari besi tersebut.

Matanya menangkap beberapa benda. Krystal melihat emas batangan, batu berlian, uang dollar serta beberapa dokumen.

Tangan Krystal mengambil pelan dokumen tersebut, Krystal duduk di sofa dan membaca dokumen-dokumen rahasia tersebut.

Dokumen itu terdiri dari saham kakeknya, dan urusan lainnya yang begitu rahasia. Tapi ada satu dokumen yang membuat Krystal pensaran.

Krystal memegang dokumen tersebut dan membukanya.

Matanya menelisir tajam setiap kalimat.

Kata demi kata Krytsal baca, kini tangannya menjadi gemetar.

Matanya membulat.

Nafasnya tak karuan “Apa ini?”

Matanya menjadi panas.

Di gigit bibir bawahnya untuk menahan amarah serta kesedihan di hatinya.

Krystal tersenyum sedih, matanya terpejam.

 

 

09.40 PM taman

Amber mengosok-gosok tangannya dengan bunga mawar merah di sampingnya “Hufhh dingin sekali, aish mengapa lama sekali?” tak lama kemudian Amber bangun dari tempat duduknya dengan memegang mawar merah di tangannya, tak lupa memberikan senyuman kepada Krystal yang mulai mendekatinya.

Krystal menatap Amber begitupun Amber “Mengapa kau lama sekali? apa kau tidak tahu aku bisa mati kedinginan?”

Krystal hanya diam, membuat Amber sedikit khawatir “Apa kau tidak apa-apa?” tanya Amber.

Krystal tersenyum tipis, mata Amber tak sengaja menatap tangan Krystal yang sudah memakai cincin tunangan mereka. Membuat Amber begitu gembira.

Tapi tidak dengan Krystal “Apa yang ingin kau bicarakan?” serius Krystal.

Amber tersenyum “Aku…” Amber menundukkan kepalanya.

“Aku menyukaimu” senyum Amber.

“Ah sudah lama sekali aku ingin mengatakan ini tapi aku tidak berani, aku…”

“Karena kau mempermainkanku..” tatap Krystal tajam.

Krystal menggigit bibir bawahnya, menggengam tangannya “Apa kau sudah puas? apa kau sudah puas bermain-main denganku? apa kau sudah puas dengan apa yang diberikan kakek selama ini? apalagi yang kau inginkan, uang? mobil? pakaian?” Krystal tersenyum tipis.

“Bodoh, bagaimana bisa aku percaya denganmu. Kau… kau adalah tamengku. Dan setelah semua ini selesai kau akan pergi. Satu tahun? selama itukah? ohh tentu saja kau akan melakukan apapun untuk uang. Kau ingin uang? akan kuberikan semua yang kumiliki padamu Amber Liu, tapi jangan pernah kau muncul di depan wajahku”

“Soojung” Amber memegang tangan Krystal yang hendak pergi tapi “Plak!” sebuah tamparan mengenai wajah Amber, mata Krystal berair. Tanganya melepas cincin yang sempat membuatnya tersenyum, kini cincin tersebut di buangnya “Kau kira aku peduli padamu? kau bukan siapa-siapa bagiku! kau kira aku adalah perempuan gila yang akan jatuh hati pada seorang yeoja? aku.. aku tidak sakit. Aku tidak sakit sepertimu! ini sangat menjijikan! apa kau tahu itu? jangan pernah berharap lebih dariku Amber Liu, dan jangan pernah muncul di hadapanku. Karena aku muak melihatmu!” Krystal berjalan meninggalkan Amber dengan bunga ditangannya.

Amber menundukkan kepalanya “Ini semua salahku, tidak seharusnya aku jatuh hati padamu. Seharusnya aku hanya menjalankan tugasku, tidak lebih tapi.. tapi aku sudah jatuh di pelukanmu Krystal Jung. Maafkan aku bila aku melukaimu, tapi hati ini sungguh tulus kepadamu” ucap Amber yang membuat Krystal menghentikan langkahnya tapi tidak di perdulikan oleh Krystal dan pergi menjauhi Amber seorang.

 

11.01 PM

Amber terlihat berjalan tanpa arah tujuan, sesekali dadanya terasa sesak hingga airmata jatuh di pipinya “Tidak seharusnya aku mempermainkan hatinya, bila pada akhirnya aku meninggalkannya” Amber termenung.

“Maafkan aku Krystal Jung, lagipula kau tidak akan mencintaiku karena aku adalah seorang yeoja sepertimu, seperti yang kau bilang bahwa aku hanya berharap lebih padamu” senyum Amber.

“Krystal membenciku, dia tidak akan kembali padaku. Tidak seperti dulu, jika Krystal terus bersamaku maka akan membuatnya sengsara. Haruskah aku melupakannya?”

Amber menundukkan kepalanya, angin berhembus kencang “Permisi” Amber menadahkan kepalanya, melihat seorang yeoja yang berdiri di depannya.

 

 

“Permisi”

Amber menatap yeoja tersebut, dengan segera Amber berdiri dari duduknya dan menatap yeoja yang sedang membawa koper dan beberapa tas tersebut. Amber menatap wajah yeoja tersebut, mengingatkannya pada seseorang “Permisi”

“Oh ya”

“Apa kau tahu alamat ini” Amber mengambil kertas di tangan yeoja tersebut dan membacanya “Sepertinya kau sudah tersesat jauh nona”

“Hufh sudah kuduga, seharusnya aku tahu bahwa taxi tadi menipuku” kesal yeoja tersebut.

“Aku bisa mengantarmu” yeoja tersebut melihat ke arah Amber dengan tatapan sedikit curiga.

“Aish aku tidak akan membohongimu, kau bisa memegang kartu pelajarku jadi kau bisa mencariku”

Yeoja tersebut menatap Amber dari ujung kaki sampai ujung kepala “Percayalah” ucap Amber.

“Lagipula kalaupun kau bersikeras tidak mau ku antar, aku akan tetap mengantarmu. Aku tidak akan membiarkanmu sendiri, bila ada sesuatu bagaimana?”

Yeoja itu terus menatap Amber “Baiklah”

Amber tersenyum “Biarku bantu” Amber dan yeoja tersebut berjalan untuk menuju mobil “Sepertinya kau bukan orang Korea” tanya Amber.

“Kenapa kau bilang seperti itu?”

“Karena kau bisa tertipu oleh pengendara taxi dan terlebih lagi bahasa Koreamu sedikit tak lancar” yeoja itu tersenyum mendengar ucapan Amber.

“Sudah lebih dari 20 tahun aku tidak kembali, banyak perubahan yang terjadi selama aku tidak ada disini” ucapnya.

“Lalu kau selama ini tinggal dimana?” tanya Amber dengan membawa koper.

Yeoja itu menatap Amber “Apa kau begitu penasaran? ingat, kau hanyalah orang asing”

Amber tersenyum “Lagipula kita tidak akan pernah bertemu lagi”

“Benarkah? kita lihat saja nanti”

Kini Amber dan yeoja tersebut masuk ke dalam mobil dan menuju Galleria Foret Seongdong-gu.

 

“Apa kau habis menangis?”

“Jadi kau penasaran denganku?” tanya Amber dengan mengendari mobil.

“Apa kau baru saja mengakhiri hubunganmu dengan kekasihmu?” Amber hanya diam.

“Cinta itu menyakitkan, kau harus terima semua resikonya”

“Sok tau” ucap Amber.

 

25 menit berlalu, mobil Amber berhnti di depan lobi. Amber dan yeoja itu turun, Amber membantu beberapa barang yeoja tersebut “Kau ini mau pindahan? mengapa banyak sekali” ucap Amber membawa beberapa tas.

Yeoja itu tersenyum “Sepertinya aku akan lama disini”

“Benarkah?” angguk Amber.

Amber menutup bagasi mobilnya dan menatap yeoja berambut blonde tersebut “Masuklah” senyum Amber.

Yeoja tersebut tersenyum “Baiklah orang asing”

Amber membalikan badannya, kakinya melangkah menuju pintu mobil “Hei orang asing!”

Amber menghentikan langkahnya dan menatap yeoja bertubuh mungil tersebut “Sepertinya aku akan merasa bersalah jika aku tidak mengetahui namamu”

Amber tersenyum “Aku Amber, Amber Josephine Liu. Kau bisa memanggilku Amber”

Yeoja tersebut tersenyum “Terima kasih Amber ”

“Sama-sama.. hmmmm” Amber mengerutkan alisnya.

“Jung Sooyeon atau kau bisa memanggilku..

“Jessica Jung”

jessica-jung-harpers-bazaar4.jpg

 


 

Update tan terpanjang! hahaha maaf author lama, karena buat ngerjain ff butuh mood yang bagus hehe.

Selamat membaca, dan maaf kalau masih ada typo yang bertebaran ^^

Advertisements