Perhaps Love End

Ku genggam minuman bersoda ini di tangan kananku dengan menatap sekumpulan anak-anak kecil yang sedang bermain dan berlarian kesana kemari, aku berpangku tangan melihat sekumpulan remaja yang sedang asik becanda dan saling jahil satu sama lain, kini mataku bergeser ke sepasang orang tua yang sedang berpegengan tangan dengan menatapi burung burung putih di depan nya.

Ku teguk kembali minuman besoda ini untuk membasahi kerongkonganku yang terasa kering lalu ku kembali menatap orang yang di seklilingku melihat mereka yang sedang tertawa, tersenyum, berpelukan, saling memberi kasih sayang dan berbagi kehangatan yap terkadang mereka semua membuatku iri sangat iri.

Tetapi inilah aku yang sudah terbiasa dengan kesendirian “Amber!” aku menoleh ke sumber suara dan melambaikan tanganku.

“Taman ini lagi? kau tidak bosan selalu datang kemari?” tanya nya kepadaku, lihat wajahnya dia terlihat sangat lelah.

“Duduklah dulu wajahmu terlihat lelah, apa kau lembur lagi hah?” tanya ku padanya yang ini telah duduk disampingku dan mengambil minuman sodaku.

“Ah segar sekali!” aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Mengapa kau kesini?” tanyaku padanya.

“Aku sangat penat! seharusnya kau membantuku dalam perushaan ini Am! haishh kau malah memilih usaha membuka toko roti payah sekali!” aku tersenyum mendengarnya yang sedang menggerutu.

“Aku sangat menyukai pekerjaanku yang sekarang dan lagi pula aku sudah paham dengan usahaku yang sekarang jadi aku tidak perlu belajar lagi dari awal” senyumku padanya.

“Jika kau perlu apa-apa kau harus bilang kepadaku!”

“Tentu saja, kau kan kakak ku satu-satunya” aku merangkulnya.

“Hmm mengapa kau menatapku seperti itu? apa ada yang aneh?” tanyaku pada Jackie.

“Tidak ada” aku menatap wajahnya yang sedikit murung.

“Katakan padaku!” aku memukul lenganya.

“Hmm maafkan aku” aku menatapnya bingung.

“Maafkan aku, aku selalu meninggalkanmu dan selalu membuatmu sendirian Am”

“Kau ini bicara apa! kau selalu ada untuku! kau selalu menjagaku! haishh mengapa kau menjadi bodoh seperti ini” aku memberikan senyumku padanya.

“Hmm hanya saja aku tidak memiliki waktu bersamamu saat kau sedang sendiri ataupun memiliki masalah” aku tundukan kepalaku, aku tahu yang Jackie maksut. Iya aku benar-benar kesepian sangat kesepian.

“Am” aku merasakan Jackie memegang tangan kananku dan aku hanya diam tidak merespon, masih tetap berfikir bahwa aku benar-benar kesepian.

“Am, jika kau merasakan tidak nyaman disini kau bisa kembali ke Korea”

“Tidak perlu, aku suka disini aku suka LA”

“Hmm baiklah, apa kau sudah makan siang?” aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Baiklah bagaimana kalau kita makan siang bersama!” ajak Jackie.

“Ide yang bagus”

Setelah makan siang bersama Jackie, aku kembali ke toko rotiku yang kudirikan sendiri dengan hasil tabunganku selama ini. Aku sudah memiliki beberapa cabang di America dan usahaku ini sangat berhasil walaupun Jackie terus membujuku untuk menangani perusahaan dengan nya tetapi aku tetap saja menolak.Selain membuka toko roti aku juga membuka sebuah sekolah musik, dari dulu aku sudah sangat tertarik dengan dunia musik itu sebabnya aku mendirikan sekolah musik yang sudah berdiri selama 4 tahun.

Kehidupan ekonomi ku saat ini sangat sangat jauh lebih baik. Aku bisa membeli rumah sendiri berserta dua mobil mewah hasil kerja kerasku sendiri.

Sudah 6 tahun ini aku menghabiskan waktuku di America, membuat lembaran yang baru dan meninggalkan lembaran yang lama membuat sesuatu yang baru dengan suasana yang berbeda, semenjak aku tinggal di USA aku tidak pernah ingin tahu dan menutup mata berserta telingaku tentang Korea, aku tidak ingin mengingatnya aku ingin membuangnya dan akan kujadikan kenangan di dalam hidupku.

“Hi Am”

“Oh hi Joy” ku sapa temanku yang berkerja di tempatku.

“Melamun lagi?” senyumnya padaku “Haha tidak”

“Kau bohong, apa kau sedang memikirkan seseorang?” matanya menggodaku.

“Haha tidak ada Joy”

“Tidak ada? sampai kapan kau akan terus sendiri Am? di umurmu yang tua ini kau sudah harus berpacaran, apa kau tidak iri?” aku tertawa mendengar ucapanya.

“Hhaha kau ini ada-ada saja” aku menatap luar jendela yang di penuhi dengan pepohonan.

“Bukalah hatimu Am, sampai kapan kau menutup dirimu?” nada Joy berubah menjadi serius.

“Aku akan mencoba” jawabku tanpa melihatnya.

“Aku sudah bosan dengan kata-kata itu, aku akan mencoba aku akan mencoba” Joy menirukan suara Amber.

“Tetapi kau tetap saja seperti ini, lihatlah diluar sana banyak yeoja dan namja yang menanti dirimu! kau sudah menolak begitu banyak hati yeoja. ada apa denganmu? apa kau tidak lelah terus sendiri?” aku tersenyum mendengarnya.

“Ntahlah Joy, saat ini aku ingin sendiri”

“Hmm baiklah Am, oh iya kau tahu tidak tadi pagi aku bertemu dengan yeoja yang sangat sangat sangat cantik!! menurutku dia setangan manusia dan setengah malaikat!” aku menatapnya dengan heran

“Kau kan selalu berlebihan bila melihat wanita”

“Haishh kali ini berbeda sangat berbeda! dia memilik kulit putih susu, hidung yang sempurna, bibir merah muda, aghh semunya sangat sempurna bagiku! dan aku rasa dia bukan orang sini melainkan orang Asian”

“Benarkah? apa kau sempat meminta nomor telfonya hah?” aku menatapnya.

“Saat aku melayani nya tadi, aku benar-benar gugup dan tidak tahu harus berbuat apa dia melihatku sangat dingin, tatapan matanya membuatku mati kedinganan Am huffh bagaimana bisa wanita secantik itu memiliki death glare yang mematikan itu sebabnya aku tidak berani meminta nomor telfonya”

“Lalu?” aku sangat pensaran wanita yang dibicarakan Joy.

“Sepertinya dia sangat suka mangga, dia membeli begitu banyak roti selai mangga, puding mangga, jus mangga, dan roti kacang. Dia bilang itu makanan favoritnya” aku menatap Joy, mangga?? tidak mungkin.

“Dan dia juga bilang, bahwa roti yang kita jual mengingatkan dia kepada seseorang yang sangat sepesial di hatinya Am, dan anehnya dia ingin bertemu denganmu selaku pemilik toko ini Am tapi aku bilang kau sedang pergi di luar mungkin dia akan datang kembali” aku terdiam mendengar apa yang di ucapkan Joy kepadaku, mungkinkah??

“Apa kau mengenalnya?” aku hanya menatap Joy yang menunggu jawabanku.

“Apa kau tahu namanya?” tanyaku penasaran.

“Tidak, aku tidak sempat menanyakan nya”

Mungkinkah? tidak, tidak mungkin. Hal seperti ini sudah sering terjadi di hidupku lagi pula dia tidak tahu keberadaanku tidak mungkin.

“Kalau begitu aku sangat beruntung bisa membuatnya tertarik dengan roti buatanku”

“Kau harus bertemu denganya Am, aku yakin kau pasti akan jatuh cinta kepadanya!” aku merangkul Joy.

“Aku tidak akan tertarik denganya Joy”

“Hmm baiklah, bagaiaman klo malam ini kita pergi minum?” ajak Joy.

“Baiklah”

Author Pov

Hari-hari berikutnya

“Hai”

“Oh hai”

“Biar kutebak, kau pasti akan memesan satu roti kacang coklat dan jus susu mangga? benar bukan?” dia tersenyum mendengar ucapan Joy.

“Ya”

“Baiklah tunggu sebentar” Joy sedang menyiapkan pesanan dan tidak lama kemudian pesanan telah siap.

“Hei nona ini pesananmu” senyum Joy.

“Kau seperti mencari seseorang? apa ada sesuatu yang sedang kau cari?” tanya Joy penasaran.

“Ah tidak ada” Joy menatap penasaran.

“Benarkah? tapi kalau aku boleh tahu mengapa kau mencari bos ku?” senyum Joy.

“Apa? ehmm tidak, aku hanya”

“Dia selalu sibuk dengan pekerjaanya, itu sebabnya bosku jarang sekali kesini dan juga usahanya bukan hanya disini saja tapi banyak” senyum Joy.

“Benarkah?” Joy mengangguk.

“Ehmm kalau aku boleh tahu kau tinggal dimana?” tanya Joy.

“Ehmm aku tinggal di apartmen yang tidak jauh dari sini”

“Benarkah? waah apartmenku juga tidak jauh dari sini, mungkin kita bisa saling bertemu haha” ucap Joy.

“Tapi aku tidak lama tinggal disini” wajah Joy berubah.

“Tidak lama? maksutmu?”

“Aku akan kembali ke Korea”

“Korea?? ohh sudah kuduga kau bukan berasal dari sini, apa kau sedang berlibur disini?” ucap Joy.

“Aku mencari seseorang” ucap yeoja itu dengan menundukan kepalanya.

“Mencari seseorang?”

“Iya, sampai saat ini aku terus mencarinya dan tidak pernah menyerah untuk mencarinya”

“Apakah dia sangat berarti bagimu?”

“Hmm, dia sangat berarti bagiku. Tapi kurasa aku tidak akan pernah menemukanya”

“Apa kau akan menyerah?”

“Aku tidak tahu, 6 tahun aku menunggunya dan aku rasa semua akan sia-sia, aku tidak tahu dimana dia berada, aku tidak tahu diamana dia saat ini, dia tidak pernah memberikan kabar kepadaku” Joy menatap dengan prihatin.

“Kau benar-benar mecintainya, kau luar biasa ehmm boleh ku tahu namamu?” ucap Joy menatap yeoja yang berpakain kemeja putih.

“Jung Soojung, namaku Jung Soojung”

“Jung Soojung??” Joy mengucapkan nama Krystal dan Krystal mengangguk.

“Seperti tidak asing di telingaku? ehmm kau akan kembali ke Korea?”

“Iya, aku akan kembali sore nanti dan aku rasa aku sangat merindukan tempat ini” senyum Krystal.

“tentu saja, kau juga pasti akan merindukanku” senyum Joy.

Krystal Pov

Tempat ini, rasa roti ini sangat mengingatkanku kepada Amber. sudah 8 tahun berlalu dan rasa ini tidak berubah sama sekali “Kau dimana Am?” apakah aku harus menyerah, menyerah? sudah berkali-kali aku mencoba menyerah dan melupakan nya tetapi semua gagal! semua sia-sia! itu malah membuatku tambah tersiksa.

Ntah mengapa saat ini aku merasakan dia berada di dekatku, aku merasakan perasaan yang kuat tetapi lagi-lagi nihil itu hanya sekeda perasaanku saja dan tidak menjadi nyata.

“Soojung, apa kau sudah siap?”

“Ehmm unnie aku sudah siap” aku segera melakukan boarding pass dan segera terbang ke Korea, seseorang memberitahuku bahwa Amber berada di LA tetapi aku tidak juga berhasil menemukanya. Jika kau jodohku kita pasti akan dipertemukan lagi Am.

Hari-hari berikutnya.

“Soojung!!” teriak member f(x) lalu memeluku dengan erat.

“Aghh sudah lama sekali tidak bertemu dengan maknae yang sudah dewasa ini!” aku tersenyum.

Saat ini f(x) telah melakukan kegiatan masing-masing, Sulli kembali ke Busan dan berpacaran dengan Minho, Luna unnie menjadi penyanyi terkenal dan saat ini sedang dekat dengan teman gerejanya dan sedangka Vic unnie dia sudah menikah dengan teman kecilnya di China dan menjadi artis yang terkenal, sedangkan aku? hmm aku berhasil mewujudkan mimpiku.

“Hi Kids!”

“Manager oppa!!” teriak kami semua dan memeluk manager bear kami hehe.

“Oppa kami sangat merindukanmu”

“Hhaha aku juga, aku sangat senang melihat kalian. Oh iya aku memiliki kabar gembira”

“Kabar gembira?”

“Iya, f(x) akan mengadakan konser kembali!”

“Yeaah!!!” kami semuasaling berpelukan dan sangat senang sekali, akhirnya kami bisa bernyanyi kembali di satu panggung dan berjumpa dengan fans kami.

“Siapkan diri kalian kids!”

“Yaa!!!” teriak kami semangat.

f(x) konser

Akhirnya waktu yang di tunggu-tungga datang juga, haishh selalu saja setiap perfrom jantungku selalu berdebar-debar apalagi beberapa tahun ini aku tidak pernah lagi manggung dengan f(x) aku sangat merindukan saat-saat seperti ini..

Auhtor Pov

Konser f(x) di mulai dan banyak sekali fans mereka yang hadir hingga tiket mereka habis dalam waktu 2 menit, semua fans meneriaki f(x) dan lampu sorot mulai menyala menyoroti ke empat wanita yang berkarisma.

Musik mulai dimainkan dan para fans berteriak “ELECTRIC SHOCK!!!”

Dilanjutukan dengan NuAbo, Hotsummer, Aiplane, Rumpumpum dan kali ini mereka melakukan kejutan kepada fans.

“Kami sudah menaruh 10 nama yang beruntung yang akan bernyanyi dengan f(x)!” ucap MC dan fans bersorak.

“Mari kita lihat siapa fans yang akan beruntung duet dengan member f(x)? ehmm Krystal bagaimana kalau kau yang memilih” Krystal mengangguk dan mengacak-acak kertas.

“Aku pilih ini” Krystal memegang kertas berwarna putih.

“Wahh fans mana yang akan beruntung” Krystal menyerahkan kertas itu kepada MC.

“Dan ini dia…..” MC membuka pelan kertas itu.

“Dan orang yang beruntung itu adalah..” member f(x) juga tidak kalah penasaran.

“Amber Josephine Liu!!!” wajah Krystall seketika berubah dan tidak percaya mendengar nama itu di sebutkan, member f(x) semua melihat Krystal yang syok, Krystal tidak tahu harus berbuat apa dia hanya memundurkan langkahnya karena kesimbangan badanya yang tidak stabil karena mendengar nama Amber di sebutkan di telinganya.

“Dan ini dia Amber J Liu fans yang sangat beruntung” Amber mulai menaiki panggung dan menatap Krystal dengan sejuta kerinduan di sorotan matanya, Krystal dan Amber saling bertatapan satu sama lain.

“Okay Amber sudah cukup menatap Krystal seperti itu haha” Amber tersenyum mendengar ucapan MC.

“Okay Amber, kau ingin menyanyikan lagu apa dengan member f(x)?” ucap MC.

“Aku, aku ingin menyanyikan lagu You are my destiny dengan Krystal Jung” senyum Amber dan semua fans bersorak.

“Waah kau begitu romantisnya Amber dan kau berhasil membuat wajah Krystal memerah” wajah Krystal memerah dan suara fans tambah bergemuruh melihat Krystal yang sedang malu-malu.

“Bagaimana Vic, Luna, Sulli? apakah kalian akan menyetujui Amber berduet dengan Amber?”

“Tentu saja!!”

“Haha baiklah, bagaimana denganmu Krystal kau siap?” Krystal hanya diam dan menundukan wajahnya dan Amber mengambil mic.

MC dan member f(x) meninggalkan panggung dan seketika lampu berubah menjadi gelap

Krystal menarik nafasnya dengan dalam

Krystal 

Cho eum majuchin
Nunuel giokhanayo
Cho eum neukkyeotdon
Sollem nan giokhaeyo

Yonghwasok unmyeong
Gateun mannameun ani eodo
Jogeumsshik dagawa
Nalggum guge mandeulreot jyeo

Lampu menyoroti Krystal

Amber

Saramdeul naege
Marhajyeo byeonhaji
Anheungeon eobtdago
Hanaman yaksokhaeyo
Naeson nohji angetdago
Geurolsu itgetjyeo

Lampu menyoroti Amber dan betapa terkejutnya Krystal mendengar suara Amber yang membuat hatinya bergetar.

Krystal

Nan neo hanamyeo dwae
Nae jeonbureuldo
Akkabji anhneungeolyo
Geudaeman isseojumyeon
Geu mueotdo nan gwaenchanayo

Amber

Gyejolri bakkwigo ddo
Sesangi byonhaedo
Onjena nan geudaege ddo
Cause You Are My Destiny!

Amber menatap Krystal.

Krystal

Saramdeul naege marhajyeo
Yeongwonhan sarangeun eobtdago

Krystal melangkah pelan.

Amber 

Hanaman yaksokhaeyo
Yeonwonhi hamkke handago
Geurolsu itgetjyeo

Amber melangkah ke arah Krystal.

Krystal dan Amber

Nan neo hanamyeo dwae
Nae jeonbureuldo
Akkabji anhneungeolyo
Geudaeman isseojumyeon
Geu mueotdo nan gwaenchanayo
Gyejolri bakkwigo ddo

Saling bertatapan satu sama lain.

Amber

Sesangi byonhaedo
Onjena nan geudaege ddo
Cause You Are My Destiny!

Krystal

Deudgo itni naye
Sujubeun gobaekeul
Ojik neomaneul wihaeso
Bureunun I norae

Krystal dan Amber

Nan neo hanamyeo dwae
Nae jeonbureuldo
Akkabji anhneungeolyo
Geudaeman isseojumyeon
Geu mueotdo nan gwaenchanayo

Amber memegang lembut tangan Krystal dan menatapnya dengan sangat dalam dan penuh kasih sayang.

Krystal dan Amber

Gyejolri bakkwigo ddo
Sesangi byonhaedo
Onjena nan geudaege ddo
Cause You Are My Destiny!

Lampu pangung meredup dan Amber mendekati wajah Krystal dan memegang wajahnya “I love you Jung Soojung” Amber mencium lembut bibir  bawah Krystal.

Dan setelah konser berakhir Krystal mencari sosok Amber “Haishh dimana dia? dimana llama bodoh itu?” Krystal terus berlarian mencari Amber.

“Amber kau diamana?” Krystal meneteskan airmatanya.

“Apa kau mencariku?” senyum Amber.

“Amber…” Amber berjalan ke arah Krystal yang menangis dan memeluknya dengan sangat sangat erat.

“Aku merindukanmu, aku benar-benar merindukanmu tolongg jangan tinggalkan aku Am, tinggalah disisiku selamanya” Amber tidak dapat memebalas perkataan Krystal, Amber hanya memeluk Krystal dan sesekali mencium lembut Krystal.

“Maafkan aku, maafkan aku telah mengecewakanmu dan meninggalkanmu Princess aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, aku janji” Amber memegang kedua pipi Krystal dan Krystal mencium bibir Amber dengan lembut dan Amber membalas ciuman Krystal, Ciuman mereka semakin dalam dan dalam hingga mereka harus berhenti untuk mengambil nafas sejenak.

“I love you Jung Soojung”

“I love u too Amber” Krystal kembali mencium bibir Amber.

“Akhirnya kalian bahagia” Krystal dan Amber mendengar suara Sulli yang tidak jauh dari mereka, dan dengan cepat Krystal dan Amber melepaskan pelukan mereka dan wajahnya terlihat merah.

“Aigoo pasangan yang romantis!” teriak Vic unnie.

“Aku tidak ingin melihat kalian berpisah lagi!” ucap Jessica yang mendekati Krystal dan Amber.

“Jessica!” ucap Amber dan Jessica tersenyum kepada Amber.

“Kau tidak boleh menyakiti dan meninggalkan Soojung lagi!! bila itu terjadi lagi maka kau akan kupotong potong menjadi dua!”

“Hahaha kau tenang saja, aku tidak akan pernah menyerah untuk Soojung dan akan selalu disisinya selamanya” senyum Amber kepada Krystal.

“Ya Amber Liu!!” Amber menoleh ke sumber suara.

“Haishh aku mencarimu kemana-mana kau malah disini! aku sangat khawatir”

“Haha maafkan aku” Jessica dan Krystal menatap Amber.

“Oh haha aku lupa memperkenalkanya, dia ada saudaraku dari LA namanya adalah Yuri”

“Hallo aku Yuri” Yuri mengulurkan tangan nya kepada Jessica.

“Ehmm aku Jessica”

“Jessica? senang berkenenalan denganmu” senyum Yuri yang membuat wajah Jessica menjadi merah.

Krystal dan Amber tersenyum melihat Yuri dan Jessica “Bagaiamana kalau kita rayakan hari jadi Krystal dan Amber!” ucap Luna semangat.

“Ide yang bagus” ucap Amber.

“Baiklah kalian sudah resmi berpasangan maka nama couple kalian adalah Kryber!” ucap Vic.

“Kryber?” ucap Krystal.

“Yap Krystal dan Amber” ucap Vic semangat.

“Not bad” ucap Amber yang menatap Krystal lalu kembali mencium bibirnya.

Joy menceritakan tentang Krystal kepada Amber dan Amber tahu bahwa Krystal selalu datang mengahampiri toko roti milik Amber, tidak tahan dengan perasaanya Amber memutuskan kembali ke Korea dengan Yuri untuk menemui Krystal. Dan Amber menyadari betapa kuatnya rasa cinta krystal terhadap dirinya yang tetap menunggu dirinya hingga 6 tahun.

“Maafkan aku yang tidak mepercayaimu Soojung”

“Maafkan aku yang tidak yakin akan perasaanmu terhadapku Jung Soojung, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu”

Aku tahu jarak memisahkanku, aku tahu perbedaan memisahkan diriku dengan dirinya. Seberapa kuatnya diriku, seberapa tegarnya diriku dan seberapa sibuknya diriku untuk melupakanya tetapi perasaan dan cinta ini jauh lebih kuat dan tidak akan pernah berubah. Cinta ini selalu bertahan untuknya, hati ini hanya terisi oleh namanya, mata ini hanya terbuka olehnya dan jantung ini hanya berdebar untuk dirinya.

Aku hanya takut, aku terlalu takut untuk kehilangan nya aku takut dia tidak mecintaiku tapi kini, kini waktu yang membuktikan dan menjawab semuanya bahwa kami saling mencintai satu sama lain.

Jung Soojung wanita yang sangat kucintai yang kini sedang bersandar di bahu kananku dengan tangan kami yang satu sama lain saling mengikat dan juga cincin yang sama di tangan kami.

“Amber” ucap Krystal.

“Ya princess”

“Terima kasih” Amber menatap Krystal.

“Terima kasih sudah hadir di kehidupanku dan membuatku bahagia”

“Aku adalah fans yang paling beruntung di dunia ini” senyum Amber dan Krystal memukul lengan Amber.

“I love you Jung Soojung”

“I love u more Amber Liu”

THE END

———————————————————————————————————–

OAAAHHHH SELESAI JUGA!! haha capeknyee…

sorry readers klo ending nya kurang memuaskan hehe, terima kasih buat para readers yang sudah setia dan komen nih ff terima kasih banget pokoknya hahaha

Terima kasih semua ^^

Perhaps love 14

IMG_5047

Ku rebahkan tubuhku di bangku taman, kujadikan kedua tanganku sebagai alas kepalaku lalu dengan perlahan ke pejamkan kedua mata ini.

“Hufffhh”

Saat ku pejamkan kedua mata ini, selalu saja terbayang wajah, senyumnya , matanya, bibirnya dan sentuhannya selalu saja membuatku menjadi gila! semakin hari semakin besar rasa ini terhadap dirinya semakin tidak ingin melepaskan dirinya, dia selalu tidak pernah gagal membuatku tersenyum, aku ingin terus dan terus menjaganya dan bisa terus di sampingnya memegang tanganya dan memandangi senyumnya.

Sempurna, sosoknya terlalu sempurna bagiku. Aku akan melakukan apa saja untuk dirinya. Melakukan apa saja? iya aku akan melakukan apa saja bahkan untuk membuatnya bahagia sekalipun aku harus meninggalkan dirinya demi kebahagian nya nanti.

Apa aku bisa melupakan nya? tentu saja tidak, aku benar-benar mencintainya dia adalah segalanya bagiku, tapi aku harus mengakhiri semuanya aku tidak mau dia terus larut dihubungan seperti ini, aku tidak ingin menghancurkan mimpi-mimpirnya.

FLASHBACK

“Amber Liu?” sosok namja tinggi besar menghampiri Amber yang sedang membersihkan meja, Amber menatapnya dari atas sampai bawah.

“Aku adalah Kim” kemudian Amber membungkukan badanya “Apa kau Amber?” Amber hanya mengangguk.

“Bisa kita bicara sebentar?” Amber dan Kim kemudian berjalan ke arah tempat duduk yang kosong.

“Maaf. tapi siapa dirimu? apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Amber penasaran dan Kim tersenyum simpul “Hmm kita belum pernah bertemu”

“Lalu ada apa kau mencariku?” Kim menaruh kedua tanganya di meja dan menatap Amber.

“Sebenarnya banyak sekali yang ingin aku bicarakan, tapi kita langsung saja ke pokok pembicaraan” Kim kemudian mengeluarkan amplop dan menaruhnya di depan Amber, Amber menatap dengan heran “Apa ini?”

“Buka saja” perintah Kim, Amber mengambil amplop besar itu dan membukanya perlahan, dan betapa terkejutnya saat Amber melihat fotonya bersama Krystal sedang berpelukan.

“Tidak ada yang mengetahui sama sekali bahwa sosok yang bersama Krystal malam itu adalah kau Amber Liu” Amber menatap Kim.

“Seperti yang kau ketahui kami memberitahu kepada masyarakat bahwa foto itu adalah Krystal dan Taemin, aku tidak ingin artisku terlibat skandal yang menjijikan” senyum Kim dan Amber meremas kedua tanganya.

“Krystal adalah mesin uang kami dan aku tidak akan membiarkan satu orangpun mengacaukan karirnya termasuk dirimu, dan aku harap kau mengerti bahwa saat ini Krystal sangat populer dan dia berada di puncak popularitasnya tapi, tapi saat foto itu beredar masalah itu sedikit menganggu Krystal dan banyak saham yang putus kontrak dengan kami” Kim melipat kedua tanganya di dada dan menatap Amber.

“Bisa kau bayangkan? hanya foto itu saja bisa membuat karirnya sedikit berantakan, apalagi publik mengetahui hubungan homophobic Krystal dengan seoarang yeoja sepertimu” Kim menggelengkan kepalanya.

“Aku tahu kau menyukainya,mencintainya dan aku juga yakin kau bisa melepaskan bahkan menjauhinya untuk masa depanya, aku yakin kau tidak ingin membuat dirinya menjadi berantakan dan stress akibat semua ini” Kim mengehela nafas.

“Jika kau mencintainya lepaskanlah Krystal dan biarkan dia bahagia” Kim berdiri dan mengacingkan jas hitamnya “Pikirkan semua itu Amber Liu” Kim meninggalkan Amber.

ENDFLASHBACK

SIal sial sial!! mengapa semua ini harus terjadi? apakah aku salah mencintaimu? apakah aku salah untuk memilikimu?

“Jung Soojung, apa yang harus ku lakukan?” tatap Amber ke langit yang penuh dengan bintang.

“Apakah aku harus menyerah? aku tidak ingin melihatmu menderita hanya karena diriku” Amber kembali memejamkan matanya menahan rasa sesak di dadanya, Amber tersenyum di dalam kesedihanya “Sial! mengapa akhirnya harus seperti ini?” Amber mengusap airmatanya dan bangkit dari bangku taman.

“Haha menyedihkan sekali” Amber menundukan kepalanya “Akan terasa sangat sulit pasti akan sulit tapi aku akan mencobanya”

“Aku akan mencobanya”

Amber berjalan ke arah rumahnya dan di setiap langkahnya Amber selalu memikirkan tentang Krystal “Huffh” Amber menghela nafasnya dan membuka pagar rumahnya yang sangat sederhana.

“Click” Amber membukanya dan Amber sangat terkejut Amber diam sesaat dan tidak melangkah Amber hanya diam dan menatap apa yang ada didepanya, kembali detak jantungnya kembali berdetak dengan cepat matanya tidak bisa lepas dari sosok di depanya yang sedang duduk tertidur di depan pintu rumahnya.

Haruskah aku menghampirinya? haruskah aku membangunkanya? tapi, tapi aku ingin menjadi seseorang yang egois aku ingin lebih lama memandangnya seperti ini, memandang wajahnya yang selalu aku rindukan.  Lihat? lucu sekali saat dia tertidur

Amber melangkah pelan ke arah Krystal yang tertidur di depan pintu Amber,  Amber merendahkan tubuhnya dan menatap Krystal yang jaraknya tidak jauh dari wajahnya. Amber bisa merasakan hangatnya nafas Krystal. Jari-jari Amber ingin sekali menyentuh wajah lembut Krystal tapi sayang Amber urungkan niat itu, ini akan membuat dirinya tambah sulit untuk melupakan Krystal Jung.

“Oh!” Krystal menatap Amber terkejut.

“Hai tukang tidur” sapa Amber yang melihat wajah Krystal terkejut karena jarak mereka yang sangat dekat.

“Ya! ka-kau! kau mengapa tidak bilang kalau sudah pulang!” Krystal gugup.

“Kau sedang tertidur, aku tidak berani membangunkan singa tidur haha” Krystal hanya menatap Amber dengan tatapan yang dalam, Amber menatap Krystal tatapan Krystal kali ini terlihat lelah dan terlihat sedih.

“Amber” Krystal memeluk Amber “Aku merindukanmu bodoh” Krystal tidak dapat menahan rasa rindunya lagi kepada Amber, Krystal memeluk Amber dengan erat sangat erat.

Krystal melepaskan pelukanya dengan Amber dan menatap Amber “Apa kau tidak apa-apa?” tanya Krystal yang heran mengapa Amber tidak membalas pelukanya.

Amber menggelengkan kepalanya dengan senyum di wajahnya “Aku tidak apa-apa Soojung, mengapa kau disini? ini sudah sangat malam kau harus pulang” wajah Krystal berubah saat Amber berbicara seperti itu “Mengapa kau bertanya seperti itu? apa kau tidak merindukanku?”

Amber menghela nafas “Ini sudah malam, kau akan kuantar pulang dan kau juga harus berisitirahat nanti kau bisa sakit karena pekerjaanmu yang padat dan kurang isitirahat” Amber megenggam lengan Krystal dan dan membawanya keluar dari rumah Amber.

Amber menatap Krystal yang melepaskan genggaman Amber “Ada apa dengan dirimu? apa kau tidak ingin lagi bertemu denganku?!” ucap Krystal.

“Bukan seperti itu tapi”

“Tapi apa?” kata kata Amber di potong oleh Krystal “Apa kau tidak tahu betapa aku merindukanmu? apa kau tidak tahu betapa tersiksanya diriku selama ini menahan rasa cinta ini kepadamu! kau tidak tahu betapa inginya aku mendengar suaramu, betapa inginya kau kembali memberikanku semangat, betapa aku merindukan senyumu dan tawamu yang selalu membuatku lupa akan semuanya” ucap Krystal kesal dan Amber hanya diam tidak menatap Krystal.

“Aku tidak takut apapun, aku tidak peduli orang bicara apa tentang diriku, aku tidak peduli aku akan berhenti menjadi artis, aku tidak peduli semua kata orang tentang diriku Am” Krystal meneteskan airmatanya.

“Selama kau disisiku, selama kau disampingku itu sudah membuatku bahagia Am, aku mecintaimu” Amber menatap Krystal yang meneteskan airmata.

“Tapi, tapi aku tidak mecintaimu” jawab Amber.

Krystal tersenyum tipis mendengarnya “Kau bohong”

“Aku tidak bohong” jawab Amber.

“Kau mencintaiku Am, kau mencintaiku”

“Dulu aku mecintaimu, tapi saat ini tidak Soojung” Krystal menatap Amber tidak percaya.

“Ada apa dengan dirimu? mengapa kau seperti ini!”

“Tidak ada apa-apa dengan diriku, sebaiknay kau pulang aku tidak ingin melihatmu lagi!” Amber melangkah masuk dan Krystal menahan Amber.

“Berikan aku alasan mengapa kau tidak lagi mencintaiku?”

“Karena aku terlalu sakit hati denganmu dan saat ini aku sadar bahwa rasa ini hanya sesaat aku menyukaimu karena kau adalah idolaku, perasaan ini saja yang berlebihan. Sekarang kau pergi”

“Kau bohong” airmata Krystal menetes tetapi Amber melangkah meninggalkan Krystal.

“Apa kau melakukan semua ini karena karirku?” Amber mengehntikan langkahnya.

“Tak bisakah kau memperjuangkan rasa cintamu kepadaku? tak bisakah kau bertahan untuku? kau pengecut Am! kau pengecut!!” Amber menghiraukan kata-kata Krystal dan masuk keadalam rumahnya.

Setelah meninggalkan Krystal, Amber masuk ke dalam kamarnya menghidupkan lampu kamarnya. Amber menatap sekeliling kamarnya yang di penuhi oleh Krystal, Amber menatap tempat tidurnya.

Amber tersenyum saat iya ingat bahwa Krystal pernah tidur di tempat tidurnya dan itu adalah hari dimana Amber tidak bisa melupakan momen itu seumur hidupnya. Amber berjalan pelahan masuk ke dalam kamarnya dan menatap foto-foto Krystal.

“Maafkan aku Soojung, maafkan aku” Amber megenggam foto Krystal di tanganya.

Next day

Krystal terus memikirkan Amber dan Krystal sangat yakin bahwa Amber berbohong atas perasaanya terhadap Krystal.

“Soojung, kau terlihat pucat ada apa dengan dirimu?” tanya Luna.

“Tidak apa unnie” Krystal menggelangkan kepalanya.

“Okay semua kita siap take!” perintah sutradara.

“Soojung kau yakin tidak apa-apa?” tanya Luna benar-benar khawatir, walaupun sudah di make upa tapi wajah Krystal terlihat sangat lelah.

Krystal hanya menganggukan kepalanya dan saat ingin banun Krystal terjatuh “SOOJUNG!!!!” teriak Luna dan semua mengahmpiri Krystal

“Soojung!! Jung Soojung!!” teriak Vic yang khawatir, Krystal tergeletak lemas dan mereka segera membawa Krystal ke rumah sakit.

“Soojung bertahanlah” ucap Sulli.

“Aku akan menelfon Jessica” ucap Vic.

25 menit kemudian staff dan member f(x) telah sampai di rumah sakit dan Krystal segera di larikan ke UGD “Mohon kalian tunggu disini sebentar” semuanya menunggu Krystal diluar kecuali manager dan Vic.

Tidak lama kemudian “Bagaimana dengan Soojung?” tanya Manager cemas yang di ikuti oleh Vic “Aku rasa sementara ini Krystal Jung harus dirawat, kesehatanya saat ini sedang menurun dan ditambah lagi Krystal mengidap anemia, jadi Krystal harus di rawat di rumah sakit” ucap dokter.

“Baiklah dok” ucap manager f(x).

Meanwhile

“Oh baiklah baiklah aku akan segera kesana!”

“Ada apa Jess?” tanya Amber yang terlihat khwatir melihat Jessica.

“Soojung masuk rumah sakit”

“Apa?? bagaimana bisa? bagaimana keadaanya sekarang?” ucap Amber cemas.

“Manager oppa bilang kepadaku bahwa dia kelelahan tapi keadaan nya baik-baik saja hanya butuh istirahat”

“Kau ingin ikut denganku?” ajak Jessica.

“Apa? ah tidak perlu, aku tidak ingin menemuinya lagi” Amber menatap luar jendela.

“Kau yakin? aku rasa bila kau datang, Soojung bisa merasa lebih baik”

“Hmh” Amber tersenyum “Jelas-jelas aku yang membuatnya sakit Jess” Amber menatap Jessica “Aku tidak ingin menambah penderitaanya”

“Mengapa kau melakukan semua ini Am? kau mencintainya bukan? kau hanya menyakiti dirimu sendiri!”

“Iya aku mencintainya, itu sebabnya aku harus meninggalkan nya Jess. Jika kau mencintai seseorang kau harus belajar bagaimana cara membiarkan nya pergi untuk kebahagianya” Amber menggeser kursinya dan meninggalkan Jessica yang duduk sendirian menatap kepergian Amber.

Jessica Pov

Aku tahu, aku tahu bagaiamana perasaan Amber saat ini, aku tahu Amber benar-benar mecintai Soojung dia benar-benar mencintai Soojung dengan tulus hingga dia harus mengorbankan perasaanya, benar-benar bodoh! kau orang terbodoh yang pernah ku kenal Am.

“Nona Jessica kita sudah sampai”

“Oh” aku langsung mengelap airmataku.

“Nona Jessica kau tidak apa-apa?”

Aku tersenyum “Aku tidak apa-apa” aku mengambil tasku dan keluar dari mobilku.

Aku berjalan menuju lift ke lantai 8 “TING” aku bergegas keluar dari lift dan mencari kamar 206 VIP room “Creck” aku membuka pintu kamar dan melihat Soojung yang terbaring lemas di tempat tidur pasien “Soojung” aku  melihat Vic unnie yang sedang tertidur pulas.

“Pukul 9 malam” aku mellihat jamku.

“Oh Jessica” aku melihat Vic yang mulai terbangun dengan mata yang masih setengah tertutup.

“Hallo Vic unnie” aku membungkukan badanku dan Vic unnie mulai bangun dari tempat duduk.

“Terima kasih unnie sudah menjaga Soojung”

“Tidak apa, ini sudah kewajibanku mejaganya” senyum Victoria.

“Bagaimana keadaanya saat ini?” aku menatap Soojung yang tengah terbaring.

“Soojung baik-baik saja kau tidak perlu khawatir, dia hanya kelelahan dan dokter bilang Soojung sedikit banyak pikiran”

“Pikiran?” aku melihat ke arah Vic unnie yang kini menatap Soojung.

“Ya” Vic mengangguk dan aku menatap Soojung.

“Jessica” aku menatap Vic unnie.

“Ya unnie”

“Aku rasa” Vic menghela nafasnya “Aku rasa Soojung sangat merindukan Amber dan menginginkan Amber berada di sampingnya saat ini”

Vic unnie benar, yang Soojung butuhkan saat ini adalah Amber dia adalah satu-satunya yang bisa membuat Soojung kembali bersemangat tetapi tidak bisa, Amber terlalu keras kepala “Aku tidak yakin Amber akan datang”

“Soojung terus mengucapkan nama Amber dalam tidurnya” ucap Vic yang terdengar sedih.

“Unnie, kau bisa pulang aku akan menjaga Soojung disini” ucapku dengan memegang tangan Soojung.

“Apa kau tidak apa-apa sendiri?”

“Aku tidak apa-apa, pulanglah aku sudah terlalu merepotkanmu” senyumku.

“Baiklah aku akan pulang, jika ada sesuatu yang kau perlukan kau bisa hubungi kami”

“Ya unnie terima kasih”

“Baiklah aku pergi” Vic meninggalkan ku dan kini hanya aku dan Soojung, aku duduk di samping Soojung yang tertidur pulas, mataku melihat ke arah meja yang tepat di sampingku. Aku melihat beberapa piring di meja yang masih terisi dengan penuh bubur dan beberapa sayuran.

“Amm”

“Soojung” aku memandangi wajahnya.

“Amber”

“Amber” ucap lirih Krystal.

“Soojung” aku membelai rambut Soojung, aku tidak bisa melihat adiku menderita seperti ini.

“Un-unie” suara Soojung terdengar serak.

“Ya Soojung unnie disini” aku masih membelai rambutnya dan Soojung perlahan membuka matanya.

“Unnie akan mengambilkan mu air” aku seger mengambilkan air untuk Soojung.

“Ayo minumlah” Soojung segera menghabiskan segelas air putih.

“Soojung kau tidak boleh seperti ini lagi, kau membuatku sangat khawatir kau sudah berjanji bukan akan menjaga kesehatanmu?” aku menatap Soojung yang masih terlihat lemas.

“Kau sudah makan? aku akan menyuapimu”

“Tidak perlu” aku menoleh ke arah Soojung “Aku tidak lapar”

“Kau belum makan seharian ini, kau mau kesehatanmu akan bertambah parah? Soojung tolonglah jangan membuatku khawatir, kau harus makan walaupun hanya sesuap”

“Aku tidak mau, aku tidak nafsu makan”

“Lalu mau apa? kau mau terus terusan sakit? kau mau semua orang mengkhawatirkanmu? jangan keras kepala!” aku segera mengambil piring dan sendok.

“Aku tidak peduli, aku tidak lagi peduli dengan semuanya”

“Kau ini bicara apa? mengapa kau seperti ini hah?!” aku menatap Soojung dengan marah, aku benar-benar tidak ingin melihatnya sakit seperti ini.

“Ayo cepat makan” kupelankan sedikit nadaku dan menyuapinya makan.

“Soojung” dia tidak membuka mulutnya.

“Sudah cukup! ada apa dengan dirimu hah?! mengapa kau seperti ini! kau mau membuatku gila! kau mau membuat unniemu ini menjadi gila!” bentaku pada Soojung, aku mengela nafasku.

“Jawab aku Jung Soojung! mengapa kau seperti ini!” aku menatapnya dan wajahnya terlihat sedikit pucat dan sedih.

Amber? Amber yang membuatmu seperti ini?” saat aku mengucapkan nama Amber, Soojung melihat ke arahku.

“Ya unnie, Amber yang membuatku seperti ini! dia yang membuatku menjadi sakit dia yang membuatku menjadi gila dia yang membuatku menjadi seperti ini! apakah dia saat ini sedang mempermainkan perasaanku! setiap waktu aku selalu memikirkan tentangnya, aku tidak melawati satu haripun untuk tidak memikirkan tentangnya! aku mencintainya unnie, aku benar-benar mencintainya! tetapi ini semua tidak adil, aku sudah lelah unnie dengan semua ini aku sudah lelah menyimpan perasaan ini kepada Amber!” aku segera memeluk Soojung.

“Dulu aku terlalu takut akan popularitasku, aku takut akan semua orang akan perasaanku terhadap seoarang yeoja, aku takut semua orang akan mengangap diriku menjijikan, aku takut semua orang membicarakan tentangku” aku melepas pelukan Soojung dan mengusap pipinya yang kini basah karena airmatanya yang terus berjatuhan menghiasi wajah pucatnya.

“Tapi aku sadar, aku sadar”

“Aku sadar bahwa yang benar-benar  ku takutkan dalam hidupku adalah kehilangan nya unnie”

“Aku takut kehilangan nya unnie, aku takut kehilanga Amber unnie” aku kembali memeluknya dengan erat.

“Aku tidak peduli dengan semuanya, aku tidak peduli unnie. Aku hanya ingin Amber berada di sampingku aku hanya ingin dia menemaniku hingga sisa hidupku”

“Maafkan aku Soojung, maafkan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Maafkan aku”

Amber Pov

Ku kepalkan kedua tangan ini, kutarik nafas ini, ku pejamkan mata ini “Haruskah?” kutanya kepada diriku sendiri, kulihat jam sudah menunjukan pukul 3 pagi dan aku sudah berdiri di depan pintu putih ini selama 15 menit “Sial!” aku terus menarik nafasku ku masukan tangan kananku ke saku celana dan mengeluarkan sebuah amplop berwarna biru muda.

“Ini yang terakhir, aku berjanji ini yang terakhir Tuhan” aku pejamkan mataku dan “Creck” ku buka pelan-pelan dan berjalan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara.

Kini aku berdiri di sampingnya, aku menatap nya dari ujung kaki hingga ujung kepala. aku melangkahkan langkah ku agar aku bisa lebih jelas melihat wajahnya.

Mengapa wajahmu begitu pucat? apa kau baik-baik saja? maafkan aku, maafkan aku telah membuatmu seperti ini, seharusnya dari awal aku tidak pernah datang ke kehidupanmu.

aku menarik nafasku menahan luapan di dadaku, aku kembali memasukan tangan kananku di saku dan mengeluarkan surat berwarna biru muda aku sedikit menatap lama surat ini kemudian mata ini beralih ke arah Soojung yang tengah tertidur pulas.

Senyum, aku tersenyum melihat wajahnya untuk terakhir kalinya. aku hanya memandangnya aku sudah kehabisan kata-kata untuk menjelaskan bahwa begitu sayangnya diriku terhadap dirinya, yang kulakukan saat ini hanyalah menatap wajahnya agar selalu terekam dibenaku.

Ku bungkukan tubuhku dan kurendahkan kepalaku, ku arahkan bibirku ke arah keningnya “Chup” aku menatapnya dengan sangat dekat. matanya, bibirnya hidurngnya kau terlalu sempurna untuku.

Aku rapihkan selimutnya dan sedikit merapihkan rambutnya “Aku akan merindukanmu, cepatlah sembuh Jung Soojung” ucapku dengan pelan.

Aku segera mengambil tas ranselku yang berada di lantai dan memakai kembali topiku, aku melihat Jessica yang sedang tertidur pulas “Jaga Soojung untuku Jessica” aku bergegas meninggalkan Soojung dan Jessica “Selamat tinggal Soojung”

Author Pov

07.00

Jessica membuka matanya dengan perlahan “Hoaam” iya merentangkan kedua tanganya “Sudah jam 7?” Jessica melihat Soojung “Soojungie!” Jessica mengahmpiri Krystal yang tengah menangis “Soojung ada apa denganmu mengapa kau menangis?” Jessica memeluk Krystal.

“Unnie” suara Krystal serak “Aku memimpikan Amber datang menghampiriku” Jessica mengusap pipi Krystal.

“Tenanglah”

“Terasa begitu nyata, aku merasakan dia benar-benar disampingku unnie” Jessica hanya diam tidak tahu harus merespon Krystal, sebenarnya Jessica tahu bahwa Amber mengahampiri Krystal semalam.

“Sudahlah kau tenang, unnie akan mengambilkanmu airputih” Krystal hanya diam.

“Mengapa semua begitu terasa nyata? bila itu hanya mimpi di dalam tidurku, aku ingin meminta agar aku tidak di bangunkan agar bisa terus bersama Amber” mataku terus memanas bila mengingat Amber.

“Ayo Soojung minum airputihnya”

“Terima kasih unnie”

“Soojung, aku keluar sebentar” aku hanya mengangguk dan unnie meninggalkan ku sendiri.

Setelah selesai minum segelas airputih aku menaruhnya di meja sampingku, saat aku menaruh gelas aku melihat sesuatu yang berwarna biru muda. Kuangkat sedikit badanku “Surat?” untuk surat itu tidak terlalu jauh sehingga aku tidak perlu repot-repot untuk turun.

Aku menatap surat ini dan kemudian membukanya

Untuk : Princess Soojung ^^

Hei princess, aku tidak tahu harus mulai darimana untuk menulis semua ini hehe, saat kau membaca surat ini aku yakin kau pasti sudah bangun dengan rambut yang berantakan dan wajah yang jelek haha tidak tidak aku hanya becanda jangan menatapku seperti itu aku bisa mati kedinginan karena tatapanmu yang mematikan itu. Soojung maafkan aku karena telah menyakiti perasaanmu maafkan aku yang bodoh ini, maukah kau memaafkanku? berjanjilah kepadaku kau harus rajin makan, istirahat yang cukup aku tidak ingin melihat kau sakit seperti ini lagi, ini sungguh menyiksaku. Berjanjilah kepadaku klo kau harus tetap meraih mimpimu menjadi artis internasional, berjanjilah kepadaku untuk membuka pintu hati untuk namja dan belajar untuk mecintai seseorang dan ingat kau harus banyak senyum kekeke….

Goodbye…

Tertanda : AJL ^^

“Amber” tetesan airmata Krystal menjatuhi surat biru muda dari Amber “Amber” Krystal terus mengucap nama Amber.

Krystal bangun dari tempat tidurnya menghempaskan selimut yang menyelimuti setengah tubuhnya, Krystal melepaskan infusnya yang tertancap di nadi kirinya.

“Soojungie!

“Soojung apa yang kau lakukan!”

“Minggir!”

“Soojung kau mau kemana?” tanya Luna cemas yang melihat Krystal seperti orang deprsi.

“Ku bilang minggir!!!” Krystal mengeraskan suaranya.

“Soojung tanganmu berdarah!” teriak Sulli.

“Lepaskan aku!” Luna, Sulli dan Vic memegang tubuh Krystal.

“Luna panggil suster”

“Kumohon lepaskan aku! aku ingin mencari Amber, aku tahu dia masih disini tolong lepaskan aku!” teriak Krystal dengan menangis, darah Krystal terus mengalir di nadi kirinya.

“Soojung!” teriak Jessica yang melihat adiknya memberontak.

“Soojung apa yang kau lakukan!” Jessica memegang badan Krystal.

“Tolong lepaskan aku!” lutut Krystal melemas sehingga iya terjatuh.

“Soojung”

“Unnie, aku tahu dia berada disini aku hanya ingin melihatnya aku ingin mengatakan bahwa aku begitu mencintainya!”

Wajah Krystal menjadi pucat dan untung suster segera datang menghampiri Krystal yang tanganya sudah memerah karena darah.

Meanwhile

“Maafkan aku Soojung, maafkan aku…

————————————————————————————————

Sorry klo update nya lama author lagi keasikan maen get rich hahaha

Perhaps Love 13

Akibat kejadian kemarin kini Krystal harus menginap di dorm bersama member f(x) lainya dan managernya diam diam sedang mencari tahu siapa sosok yang bersama Krystal sedangkan SM sampai saat ini masih bungkam atas kejadian yang menimpah Krystal dan SM hanya fokus terhadap karir Krystal dan menjaganya dari orang-orang yang bertindak tidak baik pada drinya, terlebih lagi saat ini Krystal sudah menandatangani kontrak drama, pemotretan dan lain-lain.

“Soojungie”

“Hmm” jawab Krystal dengan wajah yang tidak bersemangat.

“Apa kau baik-baik saja?” tanya Sulli dengan memegang pundak Krystal.

“Aku tidak apa-apa” jawab Krystal.

“Apa kau sudah makan? Vic umma sedang memasak daging untuk makan malam kita” tapi Krystal tidak merespon dah hanya melamun memikirkan masalah nya terutama iya memikirkan tentang Amber.

“Ini untuk pertama kalinya kau tidak senang dan gembira saat mendengar kata daging”

“Kids! makan malam nya sudah siap! ayo kita makan!” teriak Victoria.

“Iya! ayo Soojung kita makan” Sulli menarik lengan Krystal untuk memaksa nya makan.

Semua member f(x) sudah tahu kejadian yang menimpah Krystal saat ini dan para member f(x) sudah mengetahui siapa yang ada di foto itu, karena Krystal tidak ingin menceritakan tentang Amber makan Luna menceritakan semunya kepada member f(x) tentang siapa Amber sebenarnya dan lagi lagi mereka semua kaget saat Luna memberi tahu bahwa yang Soojung cintai adalah seorang yeoja dari kalangan menengah bawah, itu membuat para member semuanya menjadi syok tapi mereka semua mendukung Krystal dan memberi semangat kepada maknae mereka.

“Luna unnie”

“Iya”

“Aku ingin melihat seperti apa yeoja yang Soojungku cintai?” tanya Sulli.

“Aku juga, karena di foto wajahnya tidak terlalu jelas” ucap Vic.

“Amber? hmm kalian tidak akan pernah mengira bahwa dia adalah yeoja, dia sangat sangat tampan, ramah, lucu dan aku suka saat dia tersenyum”

“Haish unnie! apa kau menyukai Amber juga?”

“Haha aku hanya menyukai sebatas kagum Sull, aku berani bertaruh bila kalian melihat Amber pasti kalian akan mengatakan hal yang sama sepertiku!”

“Tidak penting dia yeoja atau namja, tidak penting dia kaya atau miskin yang penting adalah dia bisa menjaga Soojung kita dan juga dapat membuat Soojung kita bahagia!” ucap Vic menatap Luna dan Sulli sedangkan Krystal sedang berada di kamarnya.

“Kau benar umma, aku tidak bisa membayangkan saat ini bila di posisi Soojung hufh” ucap Sulli dengan berpangku tangan.

“Cintanya terhalang dengan benteng yang sangat besar” ucap Luna.

“Kau benar unnie, Jessica unnie dan Soojung mencintai orang yang sama dan kini perusahaan kita yang melarangnya berpacaran haish! mengapa dunia ini seperti ini!” ucap kesal Sulli.

“Ya! apa kalian tidak bisa diam, mengapa ribut sekali?”

“Oh Soojung? haha ini kami baru mau tidur” jawab Luna.

“Ayo kita tidur!” ajak Vic dengan tergesa-gesa, Krystal tahu bahwa member sangat khawatir kepadanya dan Krystal sangat beruntung memiliki keluarga seperti f(x).

Amber meneguk beberapa minuman soda di tangan kiri nya dengan memakai kemeja serta Jacket untuk menghangatkan tubuhnya di malam yang dingin ini, Amber terus berjalan menelusuri malam yang dingin dengan Krystal yang kini sedang berada di dalam pikiran nya.

“Hanya mengingat senyum nya saja itu sudah cukup membuatku lebih baik” senyum Amber dengan kembali meneguk minuman soda di tanganya.

“Tapi kenapa? kenapa sekarang harus seperti ini?”

FLASHBACK

“Amber! Amber!!” suara Key menggema di telinga Amber yang sedang membersihkan piring-piring.

“ada apa?! mengapa kau berisik sekali!”

“Kau harus melihat sesuatu! ini penting sekali!” ucap Key dengan tergesa-gesa.

“Nanti saja, kau tidak lihat aku masih sibuk!”

“Ini penting sekali bodoh! ini tentang Krystal Jung!!” Amber langsung mengentikan pekerjaanya dan menatap Key “Apa!”

“Ayo ikut aku!” Key kemudian mengajak Amber keruangan dan menunjukan sesuatu di depan laptop milik Key, Key hanya menatap Amber dengan terkejut.

“Jelaskan ini kepadaku!” ucap Key dan Amber masih terdiam apa yang iya lihat kini.

“Ya Amber Liu!” Amber masih terdiam dan masih tidak percaya apa yang iya lihat di layar laptop milik Key.

“Amber! jelaksan padaku apa maksut foto ini?” Amber kemdian menatap Key “Maksutmu?”

“Haishh jangan berlaga bodoh! aku tahu yang di foto ini adalah kau dan Krystal!” ucap Key dengan menunjuk layar laptop miliknya.

“Amber Liu, kau adalah sahabatku! bagaimana bisa aku tidak mengenalimu! aku tahu ini kau, jadi jelaskan….”

“Iya itu aku Key, itu aku” jawab Amber dengan menatap dirinya sedang berperlukan dan Krystal yang sedang mencium mesra dirinya.

Key menghela nafas panjang dan mengacak-acak rambutnya “Haha kau gila Amber Liu, kau gila!” Key menatap Amber tidak percaya.

“Ya Key aku gila”

“Lalu, lalu apa yang kini kau lakukan hah? dia adalah Krystal Jung Amber, dia adalah Krystal Jung Soojung!! dan kini kau sedang mengencani nya?! kau gila!” Key mondar mandir di depan Amber dengan memegang kepalanya.

“Dan oh bagaimana dengan Jessica noona hah? bagaimana? Jessica noona sangat baik padamu dan perhatian sekali kepada dirimu” Key menatap Amber tapi tidak ada respon.

“Apakah kau mengencaninya juga?! oh Tuhan aku tidak bisa bernafas, kau benar-benar gila Amber Liu kau benar-benar luar biasa! kini kau terlibat masalah besar Amber” Key menepuk kedua tanganya.

Amber melihat foto dirinya di laptop “Untung saja wajahmu tidak terlalu jelas” ucap Key.

“Kini apa yang akan kau lakukan?” tanya Key sedikit tenang.

“Aku tidak tahu Key” jawab Amber sangat frustasi.

“Am, kau adalah sahabatku mengapa kau melakukan hal bodoh seperti ini? aku tidak masalah bila kau berpacaran dengan siapapun tapi kau tidak boleh menyakiti hati seseorang Am” Amber masih terdiam.

“Bagaimana dengan Jessica noona dan Krystal? apa kau mencintai mereka berdua?” tanya Key yang kini duduk di samping Amber.

“Aku bingung, aku tidak mengerti Key” Amber menghela nafasnya.

“Jessica sangat baik kepadaku dia selalu memberiku semangat, dia selalu ada bila aku mengalami kesulitan dan bahkan dia rela menghabiskan waktunya dengan orang bodoh sepertiku dan sedangkan Krystal, aku tidak memiliki asalan tidak untuk tidak menyukainya Key, kau tahu bukan dia seperti first love bagiku saat aku belum mengenalnya dengan sepenuhnya dan kini semua berbuah ketika aku benar-benar bisa menyentuh nya tanpa harus berdesak-desakan, dapat memandang wajahnya dengan dekat tanpa harus berdiri berjam-jam, bahkan kini aku bisa memeluknya. Ini semua terasa seperti mimpi Key, Krystal sangat sempurna bagiku sangat sulit untuk tidak membayangkan senyumnya”

Key menepuk pundak Amber “Kau harus bersabar, waktu yang akan menjawab semunya Am”

ENDFLASHBACK

Amber mengentikan langkahnya dan menatap lurus kedepan dengan jantung yang berdetak cepat, suara langkah itu mendekatinya. Semakin dekat dan semakin dekat “Hi Am”

“Hi Jess” jawab Amber dan Jessica senyum simpul.

“Mengapa kau berada diluar? ini sudah sangat malam” saat ini langkah Amber terhenti di dekat rumah Krystal dan Jessica, Amber sengaja ingin lewat rumah mereka.

“Aku tidak bisa tidur dan aku juga butuh udara segar” jawab Jessica, suasana kemudian menjadi canggung.

“Bagaimana denganmu? bukankah rumah mu tidak lewat sini?” tanya Jessica kepada Amber yang menaruh kedua tanganya di jacket.

“Aku tidak tahu, kaki in yang membawaku kesini” jawab Amber.

“Hmm baiklah, kalau begitu aku ingin masuk” Jessica kemudia melangkah kan kakinya meninggalkan Amber.

“Jessica” ucap Amber, Jessica menghentikan langkahnya.

“Tuk”

“Tuk”

“Tuk”

“Tuk” suara langkah itu mendekati Jessica dan “Maafkan aku” Amber memeluk belakang Jessica “Maafkan aku Jessica” Amber menucapkan dengan sangat pelan, Jessica hanya diam tidak dapat berbuat apa-apa.

Aku kembali merasakan hangat dari tubuhnya, aku dapat kembali mencium harum dari badanya dan suara seraknya yang selalu terngiang di telingaku “Maafkan aku Jessica”

Aku mengigit bibir bawahku dan meremas kedua tanganku karena menahan airmata ini agar tidak jatuh “Ke-kenapa kau minta maaf Am?” aku melepas pelukan nya dan menatap matanya, aku bisa melihat matanya yang begitu lelah dan wajahnya yang sedikit sedih. Aku ingin sekali menyentuh wajahnya, aku ingin sekali mencium nya dan membuat dia jatuh di pelukan ku.

“Aku, aku telah menyakiti hatimu Jess” Tuhan tolong jangan biarkan air mata ini terjatuh.

“Kau ini bicara apa Am?” aku berusaha sekuat tenaga agar bersikap normal seperti biasanya.

“Soojung, kau pasti sudah tahu bukan masalahnya dan kau juga tahu bukan bahwa Krystal mencintaiku?” aku tidak ingin menatapnya sungguh tidak ingin!

“Jessica, aku tahu kau menyukaiku. Aku tahu kau terluka karena diriku!”

“Jessica” Amber memegang kedua pundak Jessica.

“Jessica lihat aku” perlahan aku melihat ke arah mata Amber yang kini menatap mataku.

“Aku tidak ingin menyakitimu lagi, aku tidak ingin membuatmu tersakiti hanya karena aku! kau orang yang baik, kau terlalu baik! aku sangat beruntung bisa mengenalmu, aku sangat senang bisa dekat denganmu canda tawa bersama semua terasa sangat bahagia bila bersamamu” Amber menghela nafas.

“Kau bisa menemukan orang yang jauh lebih baik dari pada diriku Jess, aku tidak ingin membuatmu terus terusan seperti ini Jess” mataku mulai terasa panas dan berair, dadaku terasa sesak menahan ini semua!

“Tik” airmata ini mulai terjatuh, aku sulit bernafas aku tidak bisa menahan ini semua!

“Maafkan aku Jessica” Amber memeluk erat Jessica, di saat Amber mulai memeluk Jessica. air matanya mengalir deras. Jessica menangis terisak-isak di pelukan yeoja yang iya cintai tapi kini yeoja yang iya cintai menyuruhnya untuk berhenti mecintainya.

“Mengapa Amber, mengapa aku begitu mencintaimu? mengapa aku tidak bisa membuatmu mencintaiku!” ucap Jessica di pelukan Amber, Amber semakin erat memeluk Jessica dan mengusap-usap rambut Jessica, Amber tidak mampu berkata apa-apa, Amber tahu bahwa Jessica menyukainya tapi Amber? hatinya sangat sulit berpaling dari sosok Krystal Jung, Amber ingin melupakan Krystal dan berusaha menyukai Jessica tapi sayang semua gagal dan rasa cinta Amber semakin kuat dan kuat terhadap Krystal.

Amber melepas pelukan Jessica, jari jari manis Amber mengusap pipinya yang basah karena airmatanya yang terus berjatuhan. Jessica dan Amber saling berpelukan “Bisakah aku terus seperti ini bersamamu? canda tawa bersamamu? bermain bersama, mengobrol bersama, mengahabiskan waktu bersama Am?” Amber tersenyum mendengar ucapan Jessica “Tentu saja, aku akan selalu ada untukmu”

“Janji?”

“Aku janji Jessica, jadi sekarang berhentilah menangis” Jessica mengusap airmatanya, Amber tersenyum melihatnya.

“Am” tatap Jessica kepada Amber.

“Iya”

“Aku boleh minta sesuatu”

“Tentu saja”

Jessica mengalungkan kedua tanganya di badan Amber, sedikit mendekatkan wajahnya dan memiringkan wajahnya kepada Amber. Kini Jessica bisa mersakan hangatnya nafas Amber dan kini Jessica bisa merasakan lembutnya bibir Amber. Jessica mencium mesra Amber, tapi di saat Jessica mencium bibir Amber airmatany kembali terjatuh, Amber mendorong pelan tubuh Jessica, Jessica kembali menangis terisak-isak “Maafkan aku Jes”

“Kau tidak perlu meminta maaf, dasar bodoh!” Jessica menundukan kepalanya.

“Terima kasih Am, terima kasih sudah membuat ku bahagia terima kasih sudah hadir di kehidupanku” Amber kembali memeluk Jessica tidak terlalu lama dan melepas pelukanya kembali “Sudah jangan menangis, kau terlihat sangat jelek!” Jessica memukul lengan Amber, dan kembali Amber mengapus airmata Jessica.

“Am, kau harus berjanji padaku kalau kau tidak akan meninggalkan ku dan akan selalu ada untuku”

“Tentu saja!”

“Janji?”

“Aku janji”

“Sahabat?” Amber memberikan jari kelingkingnya kepada Jessica dan Jessica mengambil nafas panjang lalu tersenyum “Sahabat” Jessica melingkarkan kelingking nya ke jari kelingking Amber dan mereka berdua tersenyum.

“Ehmm apa kau ingin ddukbokki, aku sangat lapar Jess” Amber mengusap-usap perutnya.

“Mengapa kau yang lapar? seharusnya aku yang lapar bukan kau”

“Haha, ayo kita makan!” Amber merangkul Jessica dan mereka berjalan berdua dengan saling tersenyum.

NEXT DAY

Hari demi hari berlalu Amber benar-benar merasa hampa tanpa adanya Krystal di sisinya, Amber berjalan menatap lurus jalan yang sangat ramai sesekali Amber menabrak orang yang berada di depan nya “Maafkan aku” Amber kembali berjalan tanpa memiliki tujuan, Amber menghiraukan orang-orang yang berjalan Amber menghiraukan suara-suara yang berada di sekitarnya Amber menghiraukan semuanya dan hanya memikirkan tentang Krystal.

Selama Amber berjalan, Amber tidak menyadari bahwa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Orang itu memakai kemeja hitam, memakai topi dan kaca mata “Aku sedang mengikutinya” seseorang itu sedang berbicara dalam telfon “Hmm baiklah aku segera kesana” untuk terakhir kalinya orang itu melihat dengan menatap Amber yang sedang duduk melamun dan kemudian iya meninggalkan Amber.

Setelah berjalan 16 menit seseorang itu sampai di tempat tujuan dan mulai masuk ke dalam ruangan yang hanya berisi 3 orang.

“Ini” iya melempar sebuah amplop besar dan seseorang yang sedang duduk mengambil amplop besar itu lalu membukanya.

“Aku sudah mengikutinya selama tiga hari dan aku  mendapatkan seluruh informasi tentang dirinya” jelas namja yang berbaju hitam yang bernama Shin.

“Namanya adalah Amber Josephine Liu, dia lahir di Amerika. Orang tuanya membuang nya saat iya masih kecil dan kini di asuh oleh orang tua angkatnya yang berasal dari Korea tapi sayang kini kedua nya telah meninggal. Amber memliki kakak perempuan yang saat ini berada di LA, Amber berkerja sebagai pelayan di toko roti La Bone Tart dan terkadang dia berkerja part time sebagai penyanyi. Amber sudah 3 tahun mengidolakn Krystal bahkan dia selalu hadir di semua event yang di adakan f(x) ataupun Krystal pribadi” jelas Shin kepada manager dan staff SM yang menangani Krystal.

Mereka semua memperhatikan foto Amber dengan seksama “Amber dari keluarga yang sangat sederhana, dia berhenti sekolah karena iya tidak mampu membayar uang sekolahnya. Dia sangat periang dan sangat ramah kepada semua orang. Dia sangat pandai bermain musik bahkan dia sering menciptkan sebuah lagu, dia memiliki banyak teman di Korea dan dia suka bermain skateboard” ucap Shin.

“Lalu bagaimana dia bisa dekat dengan Krystal?” tanya salah satu staff SM.

“Karena Amber yang menolong Krystal saat Krystal sedang berada di kediaman Taemin, sejak kejadian itu ntah kenapa takdir terus mempertemukan mereka”

“Dan juga, Amber saat ini sangat dekat dengan kakak dari Krystal yaitu Jessica Jung” Daniel salah satu staff SM menatap Shin “Jessica? bagaimana bisa?” tanya nya pensaran.

“Ada suatu kejadian dimana Amber menolong Jessica, aku tidak tahu lengkap ceritanya tapi aku rasa Amber adalah orang yang baik” ucap Shin.

“Dan ehmmm…” Shin menghela nafas.

“Amber”

“Amber dia”

“Dia adalah seoarang yeoja” ucap Shin menatap manager f(x)

“APA?!!” semua menatap Shin dengan bingung “Kau bilang yeoja?!!” ucap manager f(x).

“Ya, Amber adalah seorang yeoja. Hampir semua orang mengenal sosoknya dan juga banyak yeoja namja yang menyukai dirinya terutama sosok yeoja, Amber dikenal sebagai sosok yang gentlewoman dan juga dia sangat tampan”

Mereka semua menjadi lemas dan tidak berdaya saat mendengar apa yang telah di ucapkan Shin “Kalau publik sampai tahu bahwa Krystal Jung mencium seoarang yeoja? aghh aku tidak tahu dan tidak bisa membayangkan! ini sangat berbahaya bagi Krystal!” ucap Kim staff SM.

“Kalian semua tahu Korea sangat homophobic terhadap hal yang seperti itu! kita harus melakukan sesuatu” ucap Young staff SM.

“Apakah dia sangat berbahaya bagi Krystal, maksutku apakah selama ini Krystal merakan tertekan atau hal-hal negatif dalam dirinya?”

“Tidak ada, sebelum foto-foto itu ada Soojung sangat ceria dan bersemangat dan wajahnya..” Manager menghembuskan nafas panjangnya “Wajahnya sangat berseri-seri seperti orang yang sedang jatuh cinta, hmm aku kira dia sedang jatuh cinta kepada Taemin tapi saat ini orang yang membuat Soojung jatuh cinta bukan Taemin” ucap manager yang terlihat syok.

“Kalau dia adalah seorang namja aku tidak terlalu mempermasalahkan ini, tapi bila publik tahu dia adalah yeoja? tamat sudah karirnya!”

“Bukankah foto itu tidak terlalu terlihat seperti seorang yeoja?”

“Terlihat ataupun tidak terlihat nyatanya adalah dia seoarang yeoja, dan Krystal mencintai seorang yeoja gila yang menjadi fansnya selama tiga tahun! oke kita bisa mengubur masalah ini tapi bila Krystal terlihat kembali dengan yeoja itu bagaimana hah? bagaimana bila dia tertangkap paparazi lagi bagaimana??! kita harus mengentikan hubungan Krystal dengan yeoja itu sekarang!!” ucap Kim.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya Young.

“Kita harus membuat Amber dan Krystal menjauh, kalau bisa kita buat Amber pergi dari Korea dan buat dia kembali ke LA! aku tidak ingin managementku hancur! dan buat Krystal sibuk akan perkejaan nya dan juga biarkan dia tinggal di dorm untuk beberapa bulan ini” ucap Kim.

“Dan juga segera umumkan hubungan Krystal dan Taemin ke publik, dan kita akan menjawab semua pertanyaan dari media bahwa sosok itu adalah Taemin! bagaimana pun caranya kita harus membuat publik percaya!” ucap Kim dengan nada tinggi.

Manager f(x) tidak tahu harus berbuat apa, manager tahu bahwa Krystal sangat mencintai Amber.  Sebenarnya Manager sudah tahu bahwa Amber adalah seoarang yeoja karena manager selalu mengantar Krystal ke toko roti La Bone Tart.

“Amber bukanlah orang lah jahat, mengapa kita harus menyingkirkan nya dengan cara yang kasar?”

“Bila iya tidak di singkirkan dia sangat menganggu Krystal. kau ini managernya apa, kau ingin membuat Krystal depresi karena hujatan para orang-orang dan tidak mendapatkan job dimana pun hah!” ucap Kim marah.

“Amber terlihat sangat mencinta Krystal” ucap Shin di tengah sela-sela perbincangan mereka.

“Apa?

“Iya, dia terlihat sangat mecintai Krytsal. Dia tiada henti memadang poster besar Krystal di jalan, tiada henti membaca majalah tentang Krystal dan raut wajahnya seperti orang depresi aku bisa melihat itu semua, dia sepertinya tidak main-main akan perasaanya kepada Krystal”

“Haha aku tidak peduli!” ucap Kim.

“Dan kau! buat jadwal Krystal menjadi padat dan satu lagi, aku akan menemui yeoja itu secara pribadi” ucap Kim lalu meinggalkan mereka bertiga dalam ruangan.

“Kau benar, Amber sangat mencintai Soojung” ucap Manager f(x) yang membuat Young dan Shin menatapnya.

“Aku juga bisa melihatnya, aku bisa melihat mereka berdua saling mecintai satu sama lain. Dan Amber, aku sangat yakin dia bisa menjaga Soojung dengan baik” manager oppa menghela nafas.

Seperti hari-hari biasanya Amber melakukan aktifitasnya berkerja di salah satu toko roti “Hei Amber, mengapa kau melamun?” Amber menatap Key yang kini berada di sampingnya “Apa kau tidak enak badan?” tanya Key menatap Amber yang dari tadi pagi terlihat banyak melamun.

“Aku tidak apa-apa kau tidak perlu khawatir” senyum simpul Amber.

Key menatap curiga “Kau bohong, kau bisa cerita kepadaku bila kau memiliki masalah kalau kau terus-terusan seperti ini toko roti ini bisa sepi karena maskot dari toko ini sedang banyak melamun” Key menepuk bahu Amber.

“Haishh sudah sana, aku tidak apa-apa” Amber mendorong badan Key untuk menjauhi dirinya dan Amber kembali mengelap kaca.

 “Apa yang sedang iya lakukan saat ini? apa dia baik-baik saja?” Amber mengeluarkan ponselnya dan membuka kontak handphonenya dan menyentuh layar hijau “Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi” Amber menghela nafasnya dan kembali menyimpan ponselnya di saku celana.

Amber kembali mengelap kaca saat Amber mengelap kaca “Woh!!” Amber memegang dadanya karena terkejut secara tiba-tiba Jessica berada di luar kaca yang iya bersihkan “Hi” gerak bibir Jessica terbaca oleh Amber “Hi juga” balas Amber dan mereka saling tersenyum.

“Selamat siang Jessica noona, ingin pesan apa?” tanya Key di meja kasir.

“Ehm seperti biasa”

“Haha baiklah, kau bisa tunggu sebentar” Jessica mengangguk dengan senyum di wajahnya, dan setelah pesanan nya selesai Jessica duduk di kursi dekat jendela yang sedang Amber bersihkan.

“Sampai kapan kau menatapku terus?” Jessica tersenyum mendengar Amber.

“Sampai kau bersedia menemaniku makan siang” jawab Jessica dengan berpangu tangan.

“Baiklah” Amber menaruh lap nya dan mencuci tangan, Amber berjalan ke arah Jessica dan duduk di depanya. Ini sudah menjadi rutinitas Amber menemani Jessica makan yang kini menjadi sahabat baiknya.

“Ayo cepat makan dan habiskan!” perintah Amber dan Jessica mulai makan roti yang berisi kacang dan coklat. Amber menatap lucu Jessica yang makan seperti anak kecil.

“Kenapa kau senyum-senyum? kau kira aku ini badut!” Jessica menatap Amber yang masih mengunyah roti.

“Kau lucu saja” senyum Amber, tapi kemudian senyum nya pudar karena kembali mengingat Krystal, Jessica menatap Amber “Ada apa dengan wajah itu?” tanya Jessica.

“Tidak ada” senyum Amber, dan Jessica kembali melanjutkan makanya dengan menatap Amber yang terlihat sedih.

“Aku juga merindukan nya” Amber menatap bingung Jessica.

“Iya, aku juga merindukan dan mengkhawatikannya” tatap Jessica kepada Amber, Jessica tahu bahwa saat ini Amber memikirkan tentang adiknya.

“Sampai saat ini Soojung belum menghubungiku mungkin saat ini dia tidak boleh memegang ponsel tapi kau tidak tenang saja, managernya selalu menghubungiku dan mengabari tentang Soojung, Soojung saat ini baik-baik saja”

Kata-kata Jessica sedikit membuat Amber menjadi tenang karena kini Krystal baik-baik saja “Kau tidak perlu khawatir, member f(x) , manager oppa dan semuanya akan melindungi Soojung mungkin saat ini sedang tidak memungkinkan bila Soojung tidak dapat pengawalan dari SM, kau tahu bukan Soojung saat ini sedang berada di puncak popularitas semakin dia di kenal maka tidak menutup kemungkinan hatersnya akan semakin banyak”

“Ini semua salahku, seharusnya aku tidak pernah hadir di dalam kehidupannya”

“Kau ini bicara apa!”

“Bila aku tidak hadir di dalam kehidupanya mungkin saat ini dia akan baik-baik saja”

“Jadi kau menyesal menyukai Soojung? kau menyesal mengenalnya!” tatap Jessica kepada Amber yang memutuskan diam.

“Hufhh jadi kau ingin menyerah? dengar, aku sudah mengetahui dari awal bahwa Soojung menyukaimu. Aku sudah tahu semua! dan untuk pertama kalinya aku melihat matanya yang menatap seseorang dengan berbeda, menatap dengan penuh rasa sayang penuh rasa cinta! dan kini kau menyerah”

“Aku, aku hanya..” Amber tidak sanggup berkata-kata, Amber sangat bingung “Aku hanya tidak ingin membuat karirnya hancur Jess, aku tidak ingin semuanya hancur karena diriku. Soojung sudah berkerja keras, dia mengorbankan waktunya karena cita-citanya, dia rela membuang waktu bersenang-senang nya dengan teman-teman sebayanya karena dia ingin cita-citanya tercapai dan aku kini aku datang untuk menghancurkan semuanya” Amber tertunduk.

“Kau tahu bukan Soojung mencintaimu, dia tidak menyukai Taemin ataupun mecintainya di benaknya adalah dirimu Am. Soojung dan Taemin tidak memiliki hubungan apa-apa, jadi tolong jangan sakiti Soojung berjuanglah untuknya”

DI TEMPAT LAIN

Krystal POV

“Soojung”

“Soojung”

“Hmm” aku menatap Luna unnie.

“Aku memanggilmu lebih dari lima kali! aigooo”

“Maaf unnie” akhir-akhir ini aku lebih suka melamun karena memikirkan Amber.

“Apa kau sudah makan?”

“Belum” jawabku singkat, ntah kenapa aku malas sekali untuk berbicara kepada siapapun dan aku benar-benar tidak bersemangat sama sekali.

“Soojungie, kau harus makan! lihat badanmu menjadi kurus seperti ini, bagaimana kalau kau sakit?”

“Aku tidak peduli unnie, aku tidak peduli aku jatuh sakit atau tidak aku sungguh tidak peduli unnie” bibirku mulai bergetar dan dadaku sedikit sesak tapi aku mencoba menenangkan diriku.

“Soojung” Luna mendekati Krystal dan membelai rambutnya “Kau tidak boleh terus terusan seperti ini, bila kau terus seperti ini kau akan jatuh sakit dan fans mu akan sangat mengkhawatikan kesehatanmu”

“Fans?” aku menatap Luna unnie dan aku teringat Amber, dimana Amber selalu mendukungku dan memberiku semangat dimana Amber selalu meneriaki namaku dimana Amber rela berdiri berjam-jam hanya untuk menyapaku dimana Amber selalu membuatkan ku roti dan jus mangga, sial!! aku sangat merindukanya! aku benar merindukannya.

“Soojung”

“Aku benar-benar merindukan nya, aku merindukan nya unnie” aku menatap Luna unnie dengan pandangan ku yang sedikit berair.

“Soojungie” Luna memeluk Krystal dan Krystal mulai menangis.

“Maafkan aku tidak bisa berbuat apa-apa Soojung” Luna membelai rambut Krystal.

Setelah beberapa menit mereka berbincang

“Terima kasih unnie”

“Ini sudah menjadi tanggung jawabku sebagai unniemu”

“Gara-garaku menangis bajumu menjadi basah”

“Kau harus menggantinya!”  aku hanya tersenyum medengar ucapan Luna unnie.

Setelah aku berbincang dengan Luna unnie, aku harus kembali berkerja untuk pemotretan majalah Vogue untuk edisi bulan depan. Akhir-akhir ini jadwalku sangat padat bahkan aku hanya sedikit memeliki waktu untuk tidur tetapi semua itu tidak lekas membuat Amber hilang dari pikiranku, llama bodoh itu selalu terekam di pikiranku “Lucu sekali” aku benar-benar di buat gila olehnya.

“Soojung”

“Ya” jawabku melihat manager oppa memberikan ponsel kepadaku.

“Ini kakakmu menelfon” aku mengambil ponsel dari tangan manager oppa “Kau memiliki waktu 10 menit setelah itu kau harus segera make up okay” aku hanya mengangguk.

“Hallo unnie”

“SOOOJJUNGGIEE!!” haish aku menjauhkan ponselku dari telinga kanan ku.

“Unnie mengapa kau berteriak? haishh kau bisa membuatku tuli!”

“Hhehe maafkan aku, kau sedang apa? apa kau sedang sibuk?”

“Aku sedang di lokasi pemotertan, kau sedang apa unnie?”

“Aku sedang mendesain sebuah baju, kau kapan akan pulang ke rumah? aku sangat merindukanmu!” haishh mengapa dia sangat suka berteriak.

“Aku tidak tahu unnie, kau tahu bukan saat ini aku belum bisa pulang ke rumah”

“Hmm begitu”

“Soojung”

“Ya?”

“Ada lagi yang ingin kau bicarakan tidak?”

“Sepertinya tidak unnie” apa unnie mencoba memancingku dengan bertanya seperti itu? haishh aku ingin sekali menanyakan tentang Amber tapi aku merasa tidak enak, unnie sangat menyukai Amber.

“Kau yakin?”

“Iya” aku mengigit bibir bawahku.

“Baiklah aku tutup” aggh bagaimana ini

“Unnie tunggu!!”

“Hmm jadi sekarang kau yang berteriak hah?”

“Hehe maafkan aku”

“Apa? kau ingin bicara apa?”

“Ehmm” haruskah aku mengatakan nya?

“Aku ingin bertanya tentang..”

“Amber” aku memejamkan mataku.

“Hmmm” hanya itu jawaban nya? apakah dia marah aku menayakan tentang Amber?

“Kenapa tidak dari tadi kau tidak menanyakan hal itu? apa aku harus berpura-pura menutup telfon?” aku tersenyum mendengarnya.

“Llama stupidmu itu baik-baik saja, dia sangat merindukanmu” ntah kenapa saat aku mendengar perkataan unnie membuatku jauh lebih baik”

“Hei mengapa kau diam saja? apa sekarang wajahmu sedang memerah?”

“Ti-ti-tidak!” jawabku gugup.

“Lihat kau malah berbohong!”

“Soojung!” aku melihat manger oppa yang menunjukan jamnya ke arahku dan aku menagngguk.

“Unnie, aku akan menelfonmu lagi i love u unnie”

“Haish little rascal! love u too” aku tersenyum mendengarnya dan menutup ponsel kemudian aku berjalan ke ruang make-up.

Saat ini aku seperti patung yang hanya diam dan pasrah saat mereka sedang menyuruhku untuk ganti baju dan menata pakaian serta make up ku, sangat lelah sekali dan membosankan!

“Dukk!!” aku melihat ke arah pintu dan melihat ke arah pintu, aku melihat asisten melangkah mendekat ke arahku dengan memegang ipad.

“Soojungie! selamat!” aku melihat tangan nya “Apa maksutmu?”

“Selamat karena kau sudah resmi pacaran dengan Taemin!” semua orang menatapku.

“Taemin?” dia mengangguk dan memberikak ipad itu kepadaku.

“SM secara resmi mengumumkan f(x) Krystal dan Shinne Taemin berpacaran selama 6 bulan”  aku hanya bingung membaca artikel ini dan sangat terkejut.

“SM telah menjelaskan bahwa foto Krystal yang sedang berpelukan itu adalah Krystal bersama Taemin”

“WHAT?!!” apakah mereka sudah gila! aku segera bangun dari kursi tanpa memperdulikan mereka semua, aku berjalan cepat menengok kanan dan kiri “Oppa!!” teriaku pada managerku yang sedang berdiri memegang ponsel di sudut ruangan.

“Oppa, ini apa? apa maksut semua ini!”

“Soojung kau harus tenang”

“Tenang? aku sudah bilang kalau aku tidak mau hubunganku dan Taemin di publikasikan dan oppa tahu bahwa aku dan Taemin benar-benar tidak berpacaran” aku menarik nafasku.

“Kami semua melakukan ini karena untukmu Soojung, ini adalah keputusan terbaik untuk karirmu! mereka tidak akan membiarkan yeoja itu mendekatimu”

“Apa?! yeoja?” aku sangat kaget mendengarnya “Yeoja? maksut oppa adalah Amber? tapi…”

“Mereka semua sudah tahu hubunganmu dengan Amber” lututku melemas saat aku mendengar ucapan oppa.

“Mereka semua sudah tahu siapa Amber dan siapa yang ada di foto itu” aku duduk lemas di kursi.

“Mereka tidak akan tinggal diam dan terlebih lagi dia adalah sosok yeoja kau tahu bukan hubungan seperti itu tidak lazim di Korea dan bila publik tahu hubunganmu dengan Amber maka karirmu akan hancur dengan seketika” aku menundukan kepalaku dan memejamkan mataku.

“Itu sebabnya hubungan mu dan Taemin di publikasikan, lagi pula tidak ada yang tahu sebenarnya hubunganmu dengan Taemin yang publik tahu kau adalah pacarnya”

“Aku sudah melakukan apa yang mereka perintahkan kepadaku, aku sudah melakukan semua hingga aku tidak memiliki waktu untuk diriku sendiri! tapi mengapa mereka seperti ini kepadaku oppa! mengapa mereka yang mengatur semuanya!!” teriak ku dengan meneteskan airmata.

“Mereka sangat berkuasa Soojung, aku tidak dapat berbuat apa-apa mereka semua yang mengatur mereka, mereka hanya fokus terhadap karirmu dan terlebih lagi saat ini kau menjadi peringakat pertama di Asia Soojung. Aku tahu kau mencintai Amber, tapi aku juga tahu bagaimana kerja keras mu selama ini. Aku tidak ingin kau terlena dengan cinta yang sesaat” aku menatap manager oppa.

“Karir? kerja? aku tidak lagi memperdulikan semuanya! aku lelah aku capek!” aku berjalan keluar dan mengambil tasku.

“Soojung!!” aku berlari ke arah mobilku yang tidak terlalu jauh parkirnya.

“Soojung berhenti!!” aku mengabaikan manager oppa.

“Soojung!!”

Amber Pov

“Aku pulang duluan kau hati-hati!” teriak Key padaku.

“Kau yang hati-hati!” aku melihat di membawa motor, aku sangat khawatir padanya karena ini untuk pertama kalinya dia membawa motor.

Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam dan aku sedang melepas rantai sepedaku ini, aku mengeluarkan ipod biru miliki dan memakai headset beats merah ke telingaku, segera aku menaiki sepeda teteapi sebelum aku mengayuh sepeda aku membuka daftar lagu “Lagu apa ya?” tangaku berhenti ketika melihat lagu f(x) all night “Baiklah ini saja” senyumku dan “Let’s go!” aku mulai mengayuh sepedaku dengan membawa ras ransel di punggungku.

Seperti malam-malam sebelumnya aku selalu menikmati malamku dengan menikmati lagu f(x) yap suara mereka benar-benar membuatku semangat terutama suara dari hmm kau tahu lah suara siapa, aku tidak perlu menyebutkan namanya karena hanya menyebutkan namanya saja itu sudah membuat ku rindu setengah mati.

Aku mengentikan sepedaku dan melepas headsetku, aku berjalan dan duduk di sebuah bangku dengan melihat orang-orang yang berlalu di depanku “Hmm aku malas sekali pulang” aku melihat sekililing yang masih saja ramai, aku melihat beberapa orang yang sedang makan, sedang becanda dengan teman-temanya, melihat sepasang kekasih yang berpegangan tangan aku hanya tersenyum melihatnya.

“Ayo kita duduk disini” aku melihat 2 yeoja berpakain seragam sekolah duduk di sampingku dengan memegang ponsel mereka.

Girl 1 : “Wahh ternyta ini bukan gosip, mereka benar-benar berpacaran! waaah mereka sangat serasi sekali”

Girl 2 : “Aku sangat iri kepada Krystal bisa berpacaran dengan Taemin huhu”

Girl 1 : “Lihat foto mereka saat berpelukan dan kissing! agggh sangat romantis sekali”

Girl 2 : “Tapi sayang fotonya tidak terlalu jelas, apakah ini benar-benar Taemin?”

Girl 1 : “Tentu saja!”

Girl 2 : “Hmm tapi mengapa ada yang sedikit berbeda”

Girl 1 : “Apa kau tidak percaya itu Taemin?”

Girl 2 : “Percaya hanya saja ada yang sedikit aneh”

“Haishh mengapa kalian berdua tidak bisa diam!”

Girl 1 : “Ya oppa mengapa kau berteriak!” aku menatap mereka “Karena kalian sangat berisik! mengapa hal seperti itu saja kalian pusingkan hah? mau itu Taemin atau bukan itu bukan urusan kalian! lebih baik kalian pulang dan kerjakan PR kalian! haishh” aku mengacak-acak rambutku karena kesal mendengar pembicaraan mereka.

Girl 2 : “Tentu saja ini urusan kami da sangat penitng! Krystal unnie adalah idolaku! aku harus benar-benar tahu dengan siapa dia berhubungan!”

“Ya! kau pikir kau saja yang mengidolan Soojung! aku tidak hanya mengidolakan nya aku bahkan mencintainya! apa kau tahu itu!”

Girl 2 : “Semua orang mencintai Krysal unnie bukan hanya kau saja! dan siapa dirimu memanggil Krystal unnie dengan sebutan Soojung! apa kau ini teman akrabnya!” aku menarik nafasku.

“Kau mau tahu siapa diriku? aku adalah pacarnya Jung Soojung! dan foto yang kau lihat adalah fotoku saat bersamanya!”

Girl 1 dan 2 : “Hahahahaha” Girl 2 : “Oppa ini benar-benar gila! apa kau ini sasaeng fans! aku akan melaporkan polisi bila Krystal unnie terjadi apa-apa pada dirinya! ayo kita pergi!

“Haishh ya! kau mau kemana! kita belum selesai!” aku berteriak ke arah ke dua anak sekolahn itu dan aku kembali duduk dan menyederkan kepalaku di bangku.

Aku sudah tahu mengenai artikel bahwa SM secara resmi mengumumkan hubungan Taemin dan Soojung “Haishh!” aku sangat kesal mendengarnya!

———————————————-

Sorry klo updatenya lama hehe author lagi dengan tugas kuliah, oh iya ini ff yang ini sebentar lagi akan mendekati ending hehe kira kira 2-3 chap lagi bakal tamat…

Makin lama makin gaje ceritanya haha maklum author lagi banyak pikiran karena tugas hehe

Oh iya author udah punya cerita baru buat ff selanjutnya haha tapi masih gaje sih dan belum jelas jalan ceritanya…

Author pengen tahu nih, kira-kira readers pengen cerita ff selanjutnya yang kek gimna? siapa tahu ide kalian bisa buat insprasi author hahaha…

Ya sudah author pamit dulu mau ngelanjut tugas dulu, maafkan author yang gaje ini ya hahaha

Perhaps Love 12

“Bukankah itu mobil Soojung? mengapa lampunya menyala? apakah dia masih di dalam mobil?” aku membuka pintu mobilku dan berjalan ke arah mobilnya yang tidak jauh jaraknya dari mobilku.

“Creck” mobil Soojung terbuka dan “Am-amber” aku terkejut saat melihatnya turun dari mobil Soojung, apa yang iya lakukan? mengapa dia bersama Soojung?”

“Oh Jessica” Amber membungkukan badanya dan tersenyum kepadaku, aku hanya menatap Amber.

“Aku kesini untuk mengantar Soojung pulang, dia sedang tertidur di dalam mobil aku tidak ingin membangunkan tidurnya” 

“Baiklah, kau bisa gendong Soojung ke kamarnya” suruhku pada Amber.

“Baiklah” Amber kembali ke arah mobil Krystal dan perlahan menggendong nya dengan bridal style sedangkan Jessica sudah berada di depan pintu rumahnya.

Setelah masuk ke dalam rumah Amber segera menaruh Krystal di kamar tidurnya dengan di temani Jessica, Aku melihat sesuatu yang aneh di kakinya “Am, ada apa dengan kaki Soojung?” Jessica melihat Amber.

“Ehmm akan ku jelaskan di bawah nanti” Jessica lalu menyelimutkan adiknya yang sedang tertidur pulas, Jessica dan Amber meninggalkan kamar Krystal.

“Kau ingin minum sesuatu?” tanya Jessica kepada Amber yang sedang duduk di depan ruang TV.

“Ah tidak perlu Jess” 

“Ini” Jessica memberikan minuman kaleng kepada Amber, dan Jessica juga meminum minuman kaleng yang sama iya berikan kepada Amber.

“Terima kasih” Amber kemudian meminumnya.

“Ada apa dengan kakinya?” tatap Jessica kepada Amber.

“Aku tidak sengaja bertemu denganya di sungai Han, saat aku melihatnya dia sudah terjatuh dan kakinya terkilir tapi aku rasa itu tidak parah, jaga kau tidak usah khawatir” senyum Amber kepada Jessica dan Jessica kembali meminum minuman nya.

“Aku sangat iri pada Soojung” 

“Apa?” Amber menatap Jessica.

“Hmm, aku iri padanya karena kau selalu ada untuknya” senyum simpul Jessica.

“Kau ini bicara apa? aku juga selalu ada untukmu mengapa kau jadi seperti ini” Amber melihat Jessica bingung.

“Aku tidak tahu” Jessica menghela nafasnya.

Untuk sementara mereka saling diam satu sama lain dan hanya menikmati minuman kaleng mereka “Amber”

“Hmm” 

Jessica memandang wajah Amber yang sedang minum “Ya mengapa kau menatapku seperti itu?” 

“Memang aku tidak boleh memandangmu?”

“Bukan begitu, rasanya aneh saja” 

“Aneh bagaimana?” tanya Jessica.

“Kau banyak tanya sekali” kemudian Amber melihat jamnya “Sepertinya aku harus pulang ini sudah malam, kau istirahat sana besok kau harus berkerja” sebelum Amber meninggalkan Jessica, Jessica meraih lengan Amber yang membuat Amber tidak jadi melangkah, Amber melihat tangan Jessica yang memegang lengan kirinya “Ada apa?”

“Aku ingin menanyakan sesuatu padamu Am” lalu Amber membalikan lurus badanya ke hadapan Jessica.

“Kau ingin bertanya apa?” wajah Jessica terlihat bingung haruskah aku katakan padanya?

“Apakah” 

“Apakah kau menyukai Soojung?” Jessica menatap Amber dan Amber tersenyum mendengarnya “Tentu saja aku menyukainya, siapa yang tidak menyukai Krystal Jung”

“Hentikan lah sandiwaramu Am” Amber terdiam mendengar ucapan Jessica.

“Kau kira aku tidak tahu?”

“Apa maksutmu?” 

“Aku tahu kau menyukai Soojung, kau mencintainya” Amber terdiam menatap Jessica.

“Hentikanlah, itu akan membuat hatimu semakin sakit”

“Aku ingin menghentikannya, tapi rasanya sangat sulit aku bahkan tidak tahu apa aku bisa melupakan nya atau tidak? atau mungkin sebaliknya aku mungkin tidak bisa melupakanya” Amber menundukan kepalanya.

“Sial! mengapa aku harus seperti ini. Aku tidak ingin seperti ini, tapi Jung Soojung membuatku seperti ini haishh yeoja itu, dia bahkan membunuh hatiku tapi aku tetap saja mencintainya” senyum simpul Amber.

“Apa yang harus aku lakukan Jess?” tatap Amber kepada Jessica, lalu Jessica mendekatkan dirinya kepada Amber dan memeluk Amber dengan erat.

“Saat ini aku merasakan apa yang kau rasakan” ucap Jessica di pelukan Amber.

“Apa?” Amber ingin melepas pelukan Jessica “Sebentar saja, aku ingin memelukmu sebentar saja Am”

Dan saat itu mereka tidak mengetahui bahwa Krystal telah memperhatikan mereka, iya Krystal yang sebenarnya tidak tidur melainkan pura-pura tidur di hadapan Amber.

Krystal pov

Aku melangkah pelan keluar dari kamar tidurku dan mendengar percakapan Amber dan Jessica unnie”Aku ingin menghentikannya, tapi rasanya sangat sulit aku bahkan tidak tahu apa aku bisa melupakan nya atau tidak? atau mungkin sebaliknya aku mungkin tidak bisa melupakanya” dasar llama bodoh, aku bisa melihat raut wajahnya yang sedih, ingin sekali aku berlari untuk memeluknya.

Unnie apa yang iya lakukan? unnie memeluk Amber, haishh mengapa aku mersakan rasa seperti ini lagi! lagi lagi aku mersakan sesak di dadaku! aku tidak bisa lebih lama lagi melihat mereka berdua berpelukan.

Sial! mengapa air mata ini kembali terjatuh! mengapa rasanya sakit sekali, mengapa rasanya seperti ini! mengapa aku tidak bisa mengukapkan persaanku sebenarnya? aku terlalu takut! aku terlalu pengecut! haruskah aku berlari padanya dan mengatakan bahwa aku mencintainya!! tapi mengapa rasanya sulit sekali! aku bodoh, aku bodoh!! tapi. tapi Jessica unnie terlihat bahagia bersama Amber dan Amber perlahan demi perlahan belajar untuk melupakan diriku.

Mengapa aku harus seperti ini? haruskah aku mengorbankan rasa cintaku padanya? “Maafkan aku Amber, maafkan aku. Aku terlalu egois, aku terlalu mementingkan diriku sendiri!”

NEXT DAY

“Soojung!”

“Soojung!” Jessica menggoyangkan badan Krystal.

“Soojung”

“Hmm” aku merasa badanku pegal-pegal dan aku mendengar suara Jessica unnie.

“Soojung ayo bangun” aku mencoba membuka mataku dan mencoba bangun.

“Haish mengapa kau bisa tertidur di lantai?” di lantai? apakah aku tertidur di lantai? aku membuka mataku dan melihat “Oh aku tertidur di lantai?” 

“Haishh apakah kau tidur sambil berjalan? dan matamu, mengapa matamu bengkak?” aku menyentuh mataku dan aku rasa ini karena efek aku menangis.

“Oh tidak apa unnie” 

“Ayo aku bantu kau bangun, kakimu masih sakit?” aku melihat kaki yang di perban dan seketika aku mengingat Amber.

“Soojung?” aku menatap unnieku “Ya?”

“Kau kenapa melamun? ayo kita sarapan” unnie kemudian membantuku berjalan “Tidak apa unnie, aku sudah bisa berjalan” kami berjalan menuju meja makan dan sarapan pagi dengan selai roti berserta susu coklat panas.

“Makanlah yang banyak agar kau tidak sakit” aku hanya mengangguk.

“Jika kau dalam masalah atau sedang dalam kesulitan seperti ini kau harus menelfonku Soojung”

“Maaf unnie, aku membuatmu khwatir” 

“Lain kali kau harus menelfonku jadi kau bisa aku jemput kau mengerti?!!” 

“Ya unnie” aku kembali melahap roti selai coklat.

“Aku harus benar-benar berterima kasih kepada Amber” aku melihat ke arah unnieku yang menyebutkan nama Amber.

“Apakah dia membuntutimu? mengapa dia selalu ada jika kau terkena masalah, hebat sekali apakah ikatan batin kalian kuat?” 

“Uhuhk uhuk” aku terbatuk saat mendengar ucapan unnie.

“Ya unnie kau bicara apa?! aku bertemu denganya tidak sengaja”

“Benarkah? tapi Soojung, Amber orang yang sangat baik. Dia orang yang terlalu baik jadi jangan sakiti dia” aku hanya menatap unnie saat berbicara seperti itu.

“Unnie”

“Ya?”

“Apakah kau menyukai Amber?” aku menatap serius Jessica unnie yang kini berhenti makan dan menaruh rotinya.

“iya, aku menyukainya Soojung” senyum Jessica kepada Krystal.

“Tapi, tapi sepertinya Amber tidak sepenuhnya menyukaiku” senyum Jessica kepada Krystal.

“Oh unnie sudah terlambat, unnie pergi dulu” 

“Chup” 

“Hati-hati unnie” 

Jadi unnie menyukai Amber? hmm baiklah “Oh aku harus ke gedung SM” aku segera mandi dan bergegas pergi ke gedung SM.

25 menit dalam perjalanan akhirnya aku sampai dengan disambut fans yang ramai di depan gedung SM dan seperti biasa aku hanya menunduk dan berlari dengan cepat “Unnie! ah aku merindukanmu” aku memeluk Luna unnie.

“Aku juga merindukanmu” akhir-akhir ini aku jarang menghabiskan waktu dengan memberku, karena kami memliki jadwal individu yang padat.

“Unnie aku sangat merindukanmu, bagaimana kalau kita makan siang bersama?” 

“Ah maafkan aku Soojungie, aku hari ini akan memulai drama musicalku” aku kecewa mendengarnya.

“Haishh jangan kecewa seperti itu, kalau aku sedang tidak sibuk aku akan menghampirimu untuk makan siang bersama” Luna melingkarkan tanganya di lenganku.

“Kau harus janji!” 

“Iya, oh kenapa sepagi ini kau sudah ada di kantor?” tanya Luna.

“Aku tidak tahu mungkin akan membicarakan pekerjaanku unnie” Luna unnie mengangguk.

“Oh bagaimana hubunganmu dengan Taemin? apa baik-baik saja? aku melihatmu di TV sangat mesra sekali, aku sangat iri pada kalian menurutku kalian adalah pasangan yang paling serasi di Kpop” 

“Haishh unnie mengapa kau berlebihan sekali, aku biasa saja dengan Taemin oppa” jawabku sambil berjalan ke arah ruanganku.

“Biasa saja bagaimana? kalian itu melebihi pasangan romeo dan juliet mereka saja kalah romantis dengan dirimu dan Taemin” 

“Ya unnie mengapa kau berlebihan sekali lagi pula itu cuma akting!” aku melepas gandengan tangan Luna unnie.

“Apa? akting? kalau itu cuma akting berarti kau benar-benar artis yang super berbakat Soojung” Lune unnie menepuk lenganku.

“Huffh aku hanya melakukan fanservice” jawabku dengan lemas.

“Apa??” 

“Haiishh sudahlah unnie nanti akan ku jelaskan, ak harus masuk ruang rapat bye bye. Oh iya kau harus menelfonku bila tidak ada jadwal oke” aku hanya mengharapkan Luna unnie untuk mendengarkan ceritaku, Sulli dia sedang sibuk dengan film beserta drama terbarunya dan Vic umma dia sedang di China syuting film dan hanya Luna unnie harapanku, bagaimana dengan Jessica unnie? haishh dia kan sedang sibuk dengan pekerjaan nya dan juga sedang bersenang senang dengan Amber.

“Oh Soojung kau sudah datang” 

“Iya” 

“Kau luar biasa, berkat dirimu dan Taemin rating kita menjadi naik” semuanya bertepuk tangan.

“Kau luar biasa, kami akan mengumumkan dating kalian ke publik dan itu akan menambah rating kalian dan juga Soojung kau akan mendapatkan bonus uang dan beberapa tawaran iklan” aku hanya menatap mereka ntah kenapa aku merasa muak akan semua ini, tapi ini sudah menjadi resikoku, suka tidak suka aku harus mejalankanya demi karir tapi, tapi apakah aku harus mengorbankan perasaanku juga?

“Oppa, aku boleh minta sesuatu” semua melirik ke arah Krystal.

“Ya? apa saja untukmu”

“Aku ingin masalah hubunganku dan Taemin tidak usah di sebar ke media dan juga setelah reality show ini berahkir aku ingin mempubilkasikan bahwa aku akan putus dengan Taemin” semua orang menatap heran Krystal.

“Apa yang kau bicarakan? mengapa kau tiba-tiba bicara seperti itu Soojung?”

“Aku, aku hanya lelas melakukan semua ini. Bila rapatnya sudah selesai aku ingin permisi” aku membungkuk di depan mereka dan pergi keluar dari ruangan rapat.

Baru beberapa langkah “Soojung!” teriak manager oppa yang membuat jalanku terhenti.

“Ya oppa” jawabku datar.

“Ada apa denganmu? apa kau tidak enak badan?” wajahnya terlihat khawtir.

“Aku hanya ingin istirhat” 

“Baiklah kau istirahatlah, aku akan mengatur jadwalmu” aku hanya senyum.

Setelah keluar dari SM aku mengendarai mobilku sendiri, lagi lagi aku tidak tahu harus kemana “Apakah aku ke butik unnie? tapi pasti di sedang sibuk” 

“Member juga sedang pada sibuk, haishh mengapa aku ini sedikit sekali memiliki teman!” saat mobilku terhenti aku melihat di layar besar “Oh reality show ku dengan Taemin oppa”

Aku melihatnya dan jujur saja itu terlihat romantis, tapi aku tidak mersakan apa-apa saat berpegangan tangan denganya. Tapi mereka selalu bilang aku dan Taemin oppa adalah pasangan yang sangat romantis “Luna unnie benar, seharusnya aku mendapatkan penghargaan sebagai artis terbaik karena aktingku yang luar biasa melakukan fanservice untuk konsumsi publik!” 

“Tapi, tapi aku merasa bersalah karena telah membohongi perasaanku terhadap Taemin oppa, haishh aku harus bagaimana?! dia sudah terlalu baik kepadaku” aku mengacak-acak rambutku dan “KRING KRING” ponselku berdering.

“Hallo”

“Soojung kau dimana?”

“Aku sedang dijalan”

“Apa kau sedang sibuk?”

“Tidak unnie, ada apa?”

“Kalau begitu kita bisa makan siang bersama”

“Haishh tadi kau bilang kau sedang sibuk”

“Jadwalnya di ganti besok, kita makan siang di tempat biasa ya Soojung bye bye”

“Ya! dia malah mematikan sambunganya, tapi baguslah bila Luna unnie sedang tidak sibuk dengan begini aku tidak kesepian” aku segera mengemudikan kembali mobil Range Rover putih miliku ini.

Setelah 20 menit akhirnya aku sampai di sebuah cafe yang sangat nyaman “Soojung” aku melihat Luna unnie melambaikan tanganya dan aku segera berjalan ke arahnya yang di dekat jendela.

“Mengapa kau lama sekali? aku sudah lama menunggumu!”

“Unnie jangan berlebihan! ayo cepat pesan” aku melihat buku menu.

“Aku ingin pesan corn and potato chowder”

“Ehmm aku ingin pesan meat spek en kaas” 

“Baiklah tunggu sebentar”

“Soojung, kau tidak apa makan daging?”

“Tentu saja, lagipula aku sudah lama tidak makan daging” Lune unnie hanya mengangguk.

“Oh Soojungie! cepat jelaskan maksutmu dan Taemin itu” aku melihat wajah unnie yang begitu penasaran.

“Huffh aku harus mulai darimana?” aku menggaruk kepalaku.

“Dari awal! ayo cepat ceritakan”

“Aku dan Taemin oppa memang benar pacaran tapi, hmh tapi aku sampai saat ini mersakan hal yang biasa saja terhadap dirinya. Aku kira kau bisa menyukainya seiring dengan pekerjaanku yang sama denganya tapi tidak berhasil unnie, aku tidak mersakan hal yang spesial saat aku bersama Taemin oppa”

“Jadi kau yang kau lakukan itu hanyalah pura-pura?! yah Soojung! bagaimana kalau Taemin tahu kalau kau sebenrnya tidak memiliki rasa yang sama terhadap dirinya? mengapa dari awal kau tidak jujur padanya?”

“Aku tidak tahu unnie, Taemin oppa terlalu baik kepadaku dan aku kira aku saat aku menerimanya sebagai pacarku aku bisa menyukainya tetapi tidak, aku hanya menganggap dia sebagai sahabat” jawabku menatap Luna unnie dengan ekspresi yang tidak dapat kujelaskan.

“Apakah manager oppa tahu kalau kau sebenarnya tidak menyukai Taemin? lalu bagaimana dengan reality show kalian? setiap aku jalan dan setiap aku membuka ponsel selalu saja ada berita romantis tentang kalian berdua” 

“Manager oppa belum tahu, malah sekarang SM akan mempublikasikan hubunganku dengan Taemin untuk menaikan rating kami, tapi aku bilang kepada manager oppa untuk tidak menyebarkan nya kepada publik dan bila reality show ini selesai aku akan mengumumkan bahwa aku dan Taemin hanya sekedar sahabat” Luna langsung menepuk jidatnya.

“Jika kau melakukan itu maka akan sangat bahaya, para hatersmu yang gila itu pasti akan tambah gila bahwa ternyta perasaanmu dan Taemin hanya sekedar sahabat! dan itu benar-benar terlihat seperti fanservice Soojung, kau akan menyakiti banyak fans di luar sana, aggh aku tidak bisa membayangkan bahwa akan terjadi fanwar di luar sana”

“Aku, aku juga tidak ingin menyakiti hati seseorang karena kegoisanku” jawabku lirih.

“Maksutmu? hati seseorang, ya Jung Soojung jelaskan apa maksut seseorang itu!”

“Aku, aku…” aku menghela nafas.

“Cepat jelaskan aku apa??” aku menatap Luna unnie.

“Aku menyukai seseorang di luar sana unnie”

“APA?!!” suara Luna unnie membuat perhatian banyak orang “Hehe maaf semua suaraku terlalu besar” Luna kembali duduk.

“Jung Soojung! apa kau sudah gila?!! kau sudah memiliki Taemin dan sekarang kau bilang kau menyukai seseorang di luar sana? oh my GOD! aku tidak bisa bernafas” Luna mengipas ngipas badanya dengan tanganya.

“Unnie, aku benar-benar menyukainya”

“Jung Soojung hentikan lelucon mu itu!” Luna menggelengkan kepalanya.

“Lelucon? unnie aku ini serius!” Luna menatap wajah Krystal.

“Sepertinya kau serius, lalu siapa namja yang kau sukai itu? apakah dia seorang artis, pengusaha? kau harus berhati-hati Soojung siapa tahu dia hanya memanfaatkan ketenaranmu saja” 

“Dia orang baik-baik unnie, dia suka membantuku disaat aku merasakan kesulitan ntah kenapa dia selalu datang untuku seperti Tuhan mengirimkan malaikat pelindungnya untuk melindungiku unnie” tatap wajah Krystal serius kepada Luna.

“Haish sejak kapan ice princess menjadi seperti ini, lalu siapa dia?”

“Dia, haishh apakah harus aku mengatakannya?”

“Tentu saja, ayo cepat katakan!” aku menarik nafasku.

“Dia seorang penjaga toko roti, namanya Amber Josephine Liu tanggal lahir 18 September 1992 tingginya 167, golongan darah B dan dia besar di LA”

“Waah kau sangat paham sekali tentang dirinya” Luna tepuk tangan.

“Tapi tunggu namanya adalah Amber? mengapa namanya sangat girly sekali? apakah orang tuanya salah memberikan nama?” wajah Luna bingung.

“Hmm namanya tidak salah unnie namanya benar-benar Amber dan dia….” Krystal menelan salivanya “Dan dia adalah seorang yeoja”

“OH.MY.GOD.JUNG.SOOJUNG!!!!” kali ini suara Luna benar-benar keras dan dia membungkuk ke semua orang karena membuat keributan dan Krystal mengigit bibir bawahnya.

“Jung Soojung! apa kau ingin mati?? apa kau sudah gila?? ohh apa kau ini sedang bermain-main denganku?” Luna terlihat terkejut “Ahh aku hampir terkena serangan jantung karena dirimu oh my God!” Luna mengelus-elus dadanya.

“Unnie aku benar-benar menyukainya aku selalu memikirkan tentang dirinya, aku tidak ingin menyakitinya lagi” Krystal terlihat sedih.

“Menyakiti?” tanya Luna.

“Iya unnie, dia mengakui dirinya kalau dia mencintaiku tetapi aku, aku menolaknya dan berbohong kepadanya bahwa aku tidak menyukainya dan semenjak itu hubungan ku dan Amber merenggang. Aku benar-benar merindukan nya” Luna melihat Krystal dengan wajah Krystal yang sedih.

“Haishh kenapa kau bertindak bodoh seperti itu! lalu mengapa kau menolaknya?”

“Unnie, aku takut kalau aku menerima nya SM akan tahu hubunganku dengan Amber, bila SM tahu dia tidak akan segan-segan memberi sangsi kepadaku dan kau tahu bukan manager oppa bilang karir ku benar-benar sedang naik dan aku harus menjaga sikapku tidak boleh berbuat ulah dan di tambah lagi Amber adalah seorang yeoja dari kalangan biasa, SM tidak akan tinggal diam dengan hubungan ku dengan Amber unnie. dan di sisi lain aku juga masih terikat oleh Taemin oppa. Aku benar-benar bingung”

“Rumit sekali” Luna menghela nafas.

“Lalu bagaimana saat ini  kau dengan Amber?”

“Kemarin aku baru bertemu denganya tanpa disengaja, itu juga aku sudah lama tidak bertemu denganya semenjak iya menyatakan perasaanya terhadapku unnie. Dan sekarang Amber dekat dengan Jessica unnie”

“Apa?? Jessica kakakmu? Daebak!” Luna memberi jempol.

“Bagaiamana bisa Amber dekat dengan Jessica?”

“Aku lupa ceritanya bagaimana, yang jelas mereka saat ini sangat dekat dan kadang membuatku cemburu!”

Luna menyipitikan matanya kepada Krystal “Apakah Amber menyukai Jessica unnie?” Krystal kemudian menatap luar jendela.

“Aku tidak tahu, aku tidak pernah menanyakan soal itu aku tidak ingin mendengar jawaban nya. Aku rasa Amber menyukainya kau tahu bukan Jessica unnie adalah orang yang sangat baik dan idaman bagi semua pria di luar sana” Krystal berpangku tangan.

“Waah Amber luar biasa bisa menaklukan kedua hati gunung es” 

“Ya! unnie kau ini bicara apa?”

“Haha tidak ada, Soojung aku sangat pensaran terhadap Amber aku ingin melihat dia secara langsung. Aku ingin melihat orang yang meluluhkan kedua hati jungsis!” Krystal hanya menatap malas Luna dengan berpangku tangan.

“Ayoolaaah Soojungie, aku hanya ingin melihatnya aku berjanji tidak akan merebutnya dari kalian hehe” Krystal menatap death glare unnienya.

“Ya! aku hanya becanda, ayolah aku ingin melihat sosok Amber J Liu yang membuatmu tergila-gila. pleasee~~” Luna agyo.

“Hmm baiklah”

“Yes!” dan sebelum berangkat mereka menghabiskan makan siang mereka berdua.

Setelah menghabiskan makanan mereka segera pergi menuju tempat kerja Amber La Bone Tart, 45 menit kemudian mereka sampai di La Bone Tart dan Krystal memparkirkan mobilnya di depan La Bone Tart.

“Kita sudah sampai” lirik Krystal ke Luna yang melihat toko roti yang berada tidak jauh dari padangan nya.

“Dia berkerja disini Soojung?” tanya Luna dan Krystal hanya mengangguk.

“Baiklah ayo kita turun” ajak Luna.

“Kau saja yang turun unnie aku disini saja” Luna menatap Krystal.

“Dan ini” Krystal memberikan topi dan masker kepada Luna “Pakai ini” dan Luna langsung memakainya.

“Kau yakin tidak ikut? apa kau tidak merindukan Ambermu itu?” Krystal hanya menatap death glare unnienya.

“Baiklah baiklah, aku turun dulu” 

Setelah turun dari mobil Luna menunrunkan sedikit topi yang iya kenakan lalu berjalan ke arah toko roti “Selamat datang di La Bone Tart!” teriak semua karyawan di toko roti ini dan Luna tersenyum lalu berjalan melihat roti-roti yang membuatnya sedikit lapar kembali.

“Haishh mengapa roti-roti ini terlihat enak!” Luna masih menatap roti-roti di depan matanya yang membuat dia bingung ingin makan yang mana.

“Ada yang bisa aku bantu” terdengar suara dari samping Luna yang akhirnya membuat Luna menoleh ke arah sumber suara yang sangat dekat dari telinganya.

Pelayan itu tersenyum ke arah Luna yang sedang menatap dirinya terkejut dan sedikit melamun “Nona, apa kau baik-baik saja??” pelayan itu melihat Luna yang hanya diam saja menatap wajahnya.

“Ah maafkan aku haha” Luna langsung menggaruk kepalanya dengan malu-malu “Ehmm aku disini mencari roti untuk temanku yang berada di dalam mobil hehe” 

“Oh baiklah, bagaiamana dengan roti kacang dan kelapa coklat? kami baru saja mengeluarkan nya dari oven” saat pelayan itu menawarkan roti kepada Luna, Luna kembali terdiam dan melihat ke arah nam tag pelayan itu dengan mulut yang terbuka berserta mata yang besar.

Pelayan itu bingung dan menatap nam tagnya “Apakah ada yang salah dengan namtag ku?” 

“Tidak ada” jawab Luna yang masih menatap namtag dengan mata yang belum terpejam.

“Nona, apakah kau baik-baik saja? kau terlihat sangat…”

“Apakah itu nama mu?” tanya Luna yang melihat wajahnya.

“Tentu saja” senyumnya kepada Luna yang membuat Luna kembali meleleh.

“Amber J Liu” sebut Luna dengan suara pelan.

“Yes i am” senyum kembali Amber dan Luna menutup mulutnya karena terkejut mendengar nama Amber.

“Jadi nona kau ingin membeli roti yang mana?” tanya Amber “Ehmm yang tadi kau sebutkan aku ingin itu” lalu Amber mengambil beberapa roti untuk Luna dan membawanya ke meja kasir.

“Ohh jadi dia yang membuatmu jatuh hati Jung Soojung, hmm aku kira wajar kau jatuh hatinya padanya! haishh mengapa namja itu ehm maksutku yeoja itu begitu tampan dan sangat sopan terlebih lagi saat dia tersenyum di depanku!” pikir Luna dengan melihat Amber yang kembali melayani para pembeli.

Luna lalu kembali ke dalam mobil dan duduk dengan lemas melepas topi dan masker yang iya kenakan lalu Luna bersender ke pintu mobil.

“Unnie! unnie! bagaimana Amber?? dia sedang apa?? apa dia dekat-dekat dengan yeoja?” Luna masih tak habis pikir saat iya melihat Amber dan Krystal menggoyong-goyangkan badan Luna yang masih mengingat wajah Amber “Haishh UNNIE!!”

“Apa?” tanya Luna tidak menatap Krystal.

“Bagaimana dengan Amber?” wajah Krystal melihat Luna.

“Tampan” jawab Luna melirik Krystal.

“Haishh!” 

“Ya mengapa kau memukul lenganku?” tanya Luna.

“Unnie! dia miliku kau tidak boleh merebutnya!”

“Haishh aku tidak akan merebutnya hanya saja, haishh mengapa ada manusia seperti dia?? dia benar-benar aghh aku tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata!! dia benar-benar luar biasa, Jung Soojung aku ingin mengenalnya lebih jauh” Luna pegang tangan Krystal seperti memohon.

“Ya unnie!!”

“Haha aku hanya becanda, tetapi hanya dengan melihatnya saja aku sudah bisa menilai bahwa dia adalah orang yang baik. wajar saja bila Jessica unnie jatuh hati padanya bukan hanya kalian tetapi, siapa saja yang melihatnya pasti akan jatuh hati” dan krystal terlihat tidak berdaya dan bersender ke jendela mobilnya.

“Apa yang harus aku lakukan unnie? apakah Amber masih menyukaiku?” 

“Hmm aku yakin dia masih menyukaimu Soojung” 

“Tapi aku telah menyakitinya dan dia sudah membenciku bahkan ingin melupakanku” 

“Sebelum semua terlambat kau harus bergerak capet Soojung, buat Amber jatuh hati kepadamu lagi” Luna mengusap-usap rambut Krystal.

“Tapi unnie” Krystal mengahadap Luna “Itu tidak mudah, bagaimana dengan SM? dan bagaimana dengan Jessica unnie yang juga menyukai Amber” wajah Krystal terlihat sedih.

“Soal SM, kau bilang saja Amber adalah temanmu dan jika kau sudah siap dengan hatimu katakan sebenarnya kepada SM dan masalah Jessica unnie…” Luna terlihat berfikir “Haishh mengapa harus Jessica unniemu!” Luna mengacak-acak rambuntnya.

“Sudahlah yang penting sekarang kau buat dirimu dekat seperti dulu dengan Amber, kau mengerti! dan kali ini kau harus menguakapkan apa yang kini kau rasakan” Krystal memeluk Luna.

Hari-Hari kemudian

Seiring berjalanya waktu Jessica dan Amber semakin hari semakin dekat, mereka sering menghabiskan waktu bersama makan malam bersama bermain bersama dan Amber semakin bisa melupakan Krystal walaupun susah baginya untuk melupakan sosok yeoja yang iya cintai dan Krystal masih di sibukan dengan pekerjaan nya yang tiada henti menghantuinya terlebih lagi dia sangat merindukan Amber, Krystal merasakan ada sosok yang hilang dari hidupnya. Setiap f(x) atau Krystal mengadakan acara, Krystal selalu menunggu sosok Amber untuk memberiknya dukungan tetapi sosok itu tak kunjung datang Krystal benar-benar kehilangan sosok Amber.

“Hallo Soojung kau dimana?”

“Aku sedang di jalan unnie”

“Oh kau ingin kemana? bagaimana kalau malam ini kita makan malam bersama?”

“Hmm maaf unnie aku tidak bisa, aku sekarang sedan menuju lokasi syuting dan aku rasa aku akan pulang larut malam”

“Hmmh baiklah, kau jangan lupa makan dan jaga kesehatanmu! love you Soojung”

“Love u too”

Jessica mematikan ponselnya dan berjalan menuju taxi karena pekerjaan nya sudah selesai “Kurasa aku akan makan malam di rumah saja” Jessica kemudian meninggalkan butiknya dan berjalan pergi menuju rumahnya. Tiba-tiba dalam perjalanan iya teringat Amber dan mengambil ponselnya.

“Hallo”

“Hi Jess!”

“Semangat sekali, kau ada dimana? apa kau sudah selesai berkerja?” tanya Jessica.

Aku sedang merapikan piring-piring, mungkin sebentar lagi aku akan selesai ada apa?”

“Apa kau sudah makan malam?” tanya Jessica dengan gugup.

“Apa kau ingin mengajak ku makan malam hahaha, aku belum makan malam”

“Haishh aku mengajakmu makan malam karena tema-temanku semuanya sedang sibuk”

“Haha baiklah-baiklah, kau ada dimana? kau akan ku jemput”

“Kau ingin menjemputku? aku berada di halte bus dekat toko rotimu, aku akan tunggu kau disini”

“Baiklah! aku akan segera kesana, jangan kemana-mana!

“Ahjussi, aku turun di halte bus depan saja” perintah Jessica.

“Baiklah”

Setelah turun dari taxi Jessica duduk di bangku bus halte menunggu Amber menjemputnya, Jessica tidak bisa berhenti tersenyum saat bertemu dengan Amber.

Dan di sisi lain Amber sedang bersiap-siap ingin pulang, dan saat iya ingin melangkah keluar tiba-tiba langkahnya terhenti saat “Kau mau kemana?” tanya nya dengan dingin.

“Aku?” tunjuk Amber dengan jarinya sendiri.

“Iya kau stupid! kau kira kau bicara pada siapa? bangku itu? meja itu?” jawabnya ketus.

“Mau apa kau kemari? kami sudah tutup” Amber melangkah ke arah Krystal yang berdiri di depan pintu toko rotinya, tetapi Krystal terus menjegatnya “Haishh aku ingin keluar! apa kau tidak bisa minggir!” kesal Amber.

“Aku tidak akan mengizinkan ku keluar sebelum” 

“Apa? sebelum apa?” 

“Sebelum kau menemaniku makan malam” 

“Apa?!!” mata Amber membulat dan Krystal melipat tangan di dadanya seperti bos.

“Iya menemaniku makan malam, apa kau tidak dengar?”

“Haishh kau makan malam saja sendiri, lagi pula aku sudah ada janji” Amber melihat ke arah jamnya.

“Kau ada janji dengan siapa? aku ingin makan malam denganmu tidak mau yang lain!” teriak Krystal.

Tetapi Amber mengacuhkan Krystal dan berjalan keluar tokonya dengan melihat jamnya “Amber!!” teriak Krystal tetapi Amber terus berjalan dan tiba tiba “AGHH!!” Langkah Amber terhenti saat iya membalikan badanya dan menemukan Krystal terjatuh “Soojung!!” teriak Amber dengan berlari ke arah Krystal.

“Soojung, Soojung!” Amber memegang badan Krystal “Bangunlah!! Soojung!” tidak ada reaksi dari Krystal Amber menggendongnya dengan bridal style “Bertahanlah!” Amber berjalan ke rumah sakit “Erghh” Krystal mengerang.

“Soojung kau tidak apa apa? tahanlah sebentar” panik Amber.

“Kita mau kemana?” tanya Krystal.

“Kita harus ke rumah sakit!” 

“Aku sudah tidak apa-apa” jawab Krystal.

“Tidak apa-apa bagaimana? jelas-jelas kau tadi pingsan!” ujar Amber dengan menggendong Krystal di malam hari yang dingin.

“Aku bilang aku tidak apa-apa! tadi aku hanya pusing karena lapar!” mendengar itu Amber berhenti.

“Haishh turun kau!” Amber menunrunkan paksa Krystal “Ya!! apa kau tidak bisa sopan sedikit!” teriak Krystal.

“Haishh wanita ini, lagi-lagi aku tertipu karena akting pingsanmu itu! jadi kau ini berbohong!” tunjuk Amber.

“Aku tidak berbohong! aku benar-benar pusing karena lapar! dan karena sikapmu itu aku jadi pingsan! jadi semua ini salah kau stupid!!” wajah jengkel Krystal dan Amber mengacak-acak rambutnya.

“Aku?? kenapa bisa aku?? haishh” Amber kali ini menghela nafas “Janganlah membuat seseorang khawatir”

“Jadi kau masih khawatir kepadaku?” 

“Tentu saja, kalau kau ku biarkan pingsan di depan toko ku lalu ada seseorang yang ingin jahat denganmu bagaimana?! dan aku bisa jadi tersangka karena mu Krystal Jung!”

“Aghh!!” Krystal menendang kaki Amber.

“Aku membencimu!!” wajah marah Krystal meninggalkan Amber “Ya! kau mau kemana?” Krystal terus berjalan menghiraukan Amber “Soojung! haishh anak itu kenapa jalan nya cepat sekali!” 

“Ya! kau kenapa!” Amber meraih tangan Krystal dan terkejut saat iya menangis.

“So-so-soojung” Krystal menangis dan Amber masih menggengam lengan Krystal, Amber merasa tidak enak terhadap Krystal “Hei hei kenapa kau menangis?? maafkan aku jika aku membuatmu menangis” 

“Ti-tidak! bukan kau yang mem-membuatku menangis” terisak-isak Krystal.

“Lalu?” tanya Amber melihat wajah Krystal yang merah.

“Aku menangis karena diriku sendiri! karena aku yang begitu bodoh! aku tidak bisa menahan ini semua” Krystal menundukan kepalanya

“Aku”

“Aku merindukanmu Am” dan Krystal kembali menangis, Amber menatap Krystal dan menarik lengan Krystal mendekati tubuhnya dan Krystal terkejut saat Amber memeluknya.

Amber memeluk Krystal dengan erat seperti tidak ingin melepas pelukanya dan Krystal masih syok dengan perlakuan Amber yang tiba-tiba memeluknya, tubuh mereka seperti menjadi satu dan dapat merasakan detak jantung masing-masing. Krystal membalas pelukan Amber dengan erat “Aku merindukan mu stupid! aku benar-benar merindukanmu” Krystal menangis terisak-isak di dada Amber.

Krystal tidak dapat lagi menahan rasa rindunya terhadap Amber yang kini mejauh dari dirinya, saat Krystal merasa tenang Amber merengganggkan pelukan mereka “Hei sampai kapan kau akan menangis? bajuku akan basah” mendengar kata-kata Amber Krystal langsung melepas pelukan mereka dan memekul Amber.

“Haishh lihat! kau malah memukulku!” Amber mengelus-elus tangannya dan Krystal hanya menatap Amber.

“Am” tatap Krystal yang sedikit mendongak karena tubuh Amber lebih tinggi dari Krystal.

“Iya princess” senyum Amber dan Krystal memeluk Amber kembali “Aku mohon jangan membenci diriku, jangan jauhi diriku. Aku membutuhkanmu Am” Amber tersenyum mendengarnya Krystal melepas pelukan nya dan kembali menatap yeoja yang sudah lama ini tidak iya lihat.

“Am”

“Hmm” gumam Amber menatap Krystal.

“Apakah, apakah kau masih menyukaiku?” tanya Krystal dan Amber tersenyum.

“Tentu saja aku masih menyukaimu”

“Benarkah?”

“Iya, aku kan fansmu ingat bukan aku adalah fansmu nomor 1” Krystal lalu memukul kembali lengan Amber.

“Haishh bukan itu maksutku!” 

“Lalu apa?” tanya Amber dan Krystal terlihat malu-malu.

“Tidak jadi!”

“Mengapa tidak jadi? agh pemarah sekali dia ini” Amber menggelangkan kepalanya.

“Itu semua karena kau stupid!”

“Aku lagi aku lagi”

“Pokoknya kamu!” tunjuk Krystal kepada Amber.

“Baiklah aku aku, jadi sekarang kau tidak lapar lagi?” tanya Amber.

“Oh iya! hasih aku jadi lupa makan” Amber menggelengkan kepalanya.

“Ayo pergi”

“Am!” Krystal menahan langkah Amber dengan memegang tangan Amber.

“Iya princess” jawab Amber dan

Tiba-tiba Krystal mendekati Amber dengan perlahan dan Krystal menijinjitkan kakinya agar sepadan dengan Amber dan “Chup” Krystal mencium bibir Amber dengan cepat.

Krystal Amber saling bertatapan satu sama lain dan wajah Amber terlihat merah dan jarak mereka hanya dua jengkal.

“Aku menyukaimu Am, aku benar-benar menyukaimu. Jangan tinggalkan aku lagi, aku tidak bisa berhenti memikirkan tentang dirimu semakin hari semakin membuatku gila!”

“Maafkan aku yang bodoh ini Amber”

“I love you” Krystal kembali mencium Amber.

—————————————————————————–

Bagaimana perasaan Amber terhadap Krystal saat ini? akankah Amber akan kembali kepada Krystal atau akan lebih memilih Jessica yang selalu ada buat Amber?

Maaf yang kalo ceritanya muter-muter ahaha gw ngerasa kok klo nih ff bikin bingung dan aneh, dan lagi lagi gue yang nulis gue juga yang bingung haha

buat next ff author bakal buat catetan di buku khusus biar ceritanya gak muter-muter dan gak bertele-tele kek gini hahaha, maafkanlah author yang baru belajar ini hahaha

Banyak yang minta req yulsic nih hehe tapi author belum dapet feelnya yulsic haha, gw dah punya bayangan ending buat nih ff ada dua nih yang satu endingnya bahagia dan yang satu ending nya sedih.

Tapi gw pengen ending nih ff sedih haha tapi gak tau juga masih bingung….

SALAM KRYBER!!!

 

 

 

 

Perhaps love 11

Hari ini konser SM akan di mulai, aku sedang bersiap-siap merapikan pakaian ku dan mengatur detak jantungku yang berdebar-debar sesekali aku mengintip ke arah penonton untuk mencari dia, tetapi aku ingat bahwa dia tidak datang ke konser SM itu sedikit membuatku kecewa “Soojungie, ayo cepat bersiap-siap 15 menit lagi f(x) akan tampil”

“Baik oppa” aku segera menuju panggung depan VIP, setelah sampai di pinggir panggung aku kembali mencari sosok dirinya  “Soojungie, apa ada yang sedang kau cari?”

“Oh tidak ada Luna unnie” senyumku padanya.

“Anak-anak segera bersiap-siap!”

“Ya oppa”

Dan kami segera naik ke atas panggung dan bersiap-siap menyanyikan lagu dari album terbaru kami Red Light, di sela-sela aku tampil aku melihat wajahnya! iya wajahnya tepat di depan panggung VIP sedang memegang lightstick, aku sedikit tersenyum saat melihatnya datang menonton konser kami setelah kurang lebih 3 menit tampil kami mengakhiri lagu kami dan segera meninggalkan panggung tapi saat aku melihat ke arah bangku nya aku melihat seperti terjadi keributan, aku ingin sekali berhenti melangkah tapi tidak bisa.

“Soojung apa kau tidak apa-apa? kau seperti memikirkan sesuatu?” tanya Sulli kepadaku dengan wajahnya yang khawatir.

“Tidak ada”

“Kau berbohong” haishh anak ini keras kepala sekali.

“DREET DREET” aku melihat ponsel ku yang bergetar

1 message

“Soojungie maafkan unnie tidak bisa menonton konsermu hingga akhir, unnie harus segera ke kantor polisi”

“What??! kantor polisi?!! aku harus segera menelfon unnie!” aku segera menekan tombol panggil.

“Anak-anak segeralah bersiap-siap kalian akan segera tampil lagi!”

“Haishh mengapa tidak di angkat?” aku sangat khawatir, apakah unnie dalam bahaya?

“Soojungie ayo cepat!”

“Iya unnie” aku segera bersiap-siap kembali ke atas panggung.

Setelah menyelesaikan lagu Vacance dan Hot Summer aku segera berlari ke ruangan khusus f(x) dan mengambil ponselku dan segera menelfon unnieku.

“Ayoolah unnie angkatlah!” aku mengigit bibir bawahku karena gugup dan bolak balik dalam ruangan.

“Hallo”

“Unnie!! kau dimana? apa kau tidak apa-apa?!! aku benar-benar mencemaskanmu!”

“Maafkan unnie telah membuatmu khawatir, unnie sedang dalam perjalanan menuju kantor polisi aku tidak apa-apa jadi kau tidak perlu khawtir”

“Tidak khawatir bagaimana? untuk apa unnie ke kantor polisi?”

“Unnie ke kantor polisi karena unnie melihat Amber sedang mengalami masalah dengan salah satu penonton sehingga iya harus di bawa ke kantor polisi” aku terkejut saat nama Amber terdengar di telingaku.

“Am-am-amber?? Amber di kantor polisi?”

“Iya Soojungie aku harus segera ke kantor polisi, Soojungie aku akan menelfonmu lagi jalan sangat padat”

“Baik unnie” sambungan telfon terputus.

“Amber? apakah dia baik-baik saja??” stupid itu apa yang dia lakukan sampai iya harus masuk kantor polisi! benar-benar bodoh!

Aku berjalan keluar ruangan untuk mencari managerku dan untungnya dia tidak jauh dari ruanganku “Oppa!”

“Ya Soojung ada apa?”

“Oppa, ehmm kira-kira berapa lama lagi konser akan berakhir?” tanyaku padanya.

“Mungkin sekitar 1 jam lagi, ada apa?”

“Ehmm bolehkah aku pergi sebentar? aku berjanji sebelum konser selesai aku akan kembali oppa!”

“Haishh tidak! kau harus tetap disini”

“Oppa tolonglah sekali ini saja, Jessica unnie sedang ada di kantor polisi dan aku ingin menghampirinya!”

“Apa kantor polisi?!!”

“Ya oppa, please bantu aku”

“Baiklah, aku akan pergi denganmu” kami segera berlari ke arah parkiran belakang dan aku mengambil topi dan jaket bserta masker.

“Apa kau tau kantor polisinya dimana?”

“Ehmm aku tidak tahu, tapi yang pasti kantor polisi di dekat sini oppa” manager oppa langsung mengangguk, untung saja f(x) sudah selesai tampil dan aku tidak perlu terlalu khawatir.

“Oh oppa sebaiknya kita jangan lewat jalan ini, karena tadi unnie bilang iya terkena macet kita harus memutar jalan agar dapat menghemat waktu”

“Baiklah, kau berpegengan!” aku segera memegang sabuk pengamanku, managerku ini sangat pintar dalam mengemudikan mobil, aku rasa managerku ini adalah mantan pembalap.

Hanya membutuhkan waktu 25 menit kami sampai di kantor polisi dan aku melihat mobil Jessica unnie yang terparkir tanpa pikir panjang aku langsung masuk ke dalam kantor polisi yang ramai ini, aku memutar-mutar badaku mencari Jessica unnie dan Amber, aku kembali melangkah dan tiba-tiba langkahku terhenti karena melihat apa yang sedang kulihat saat ini.

Aku mersakan tubuhku menjadi lemas, aku mersakan lututku bergetar, tanganku tidak bisa bergerak, aku mersakan kesedihan, aku ingin sekali berhenti menatapnya tapi tidak bisa mata ini, mata ini terus melihat ke arahnya! aku seperti patung tidak dapat bergerak tetapi mataku tiba-tiba menjadi sangat panas.

Dengan perlahan aku memutar badanku dan kembali berjalan ke pintu keluar

“Soojung” sentuhan tanganya, aku sangat ingat setiap sentuhan nya, aku membalikan badanku dan melihat kembali wajahnya yang sudah lama ini tak ku lihat hanya bisa ku bayangkan dalam mimpiku.

“Soojung, kenapa kau ada disini?” aku melihat wajahnya yang khawatir, mengapa harus dia yang khawatir dasar bodoh!

“Tidak apa” aku kembali berjalan tapi sial! genggaman tanganya terlalu kuat.

“Kau bohong!” aku sungguh tidak berani menatapnya.

“Aku kesini hanya untuk memastikan Jessica unnie baik-baik saja” jawabku tanpa melihat wajahnya.

“Jangan berbohong kepadaku”

“Dia tida berbohong Am” aku melihat unnie yang melangkah ke arahku dan Amber.

“Soojung kira aku terkena masalah hingga aku harus ke kantor polisi” Jessica unnie menatapku lurus tanpa melhat Amber.

“Itu sebabnya dia datang kemari Am” tatap Jessica kepada Amber, dan Amber perlahan melepaskan genggaman tangan Krystal.

“Unnie aku harus kembali ke konser” senyumku pada Jessica unnie dan Jessica unnie memeluku.

“Kau harus hati-hati” dan aku membalasnya dengan senyuman.

Setelah konser selesai aku segera di antar pulang oleh managerku, dan setelah membuka pintu aku melihat unnieku yang menyiapkan makan untuk “Unnie”

“Oh kau sudah pulang, sebelum kau mandi kau harus makan” aku segera menaruh tasku dan duduk di depan meja makan, unnieku sedang menyiapkan piring untuku dan beberapa lauk makanan.

“Jangan banyak-banyak unnie aku sedang tidak ingin makan”

“Kau harus banyak makan, kalau kau tidak banyak makan nanti kau menjadi lemas dan jadi jatuh sakit sudah jangan membantah kau harus menghabiskan semuanya kau mengerti?!”

“Ya” aku segera menghabiskan makan malam ku dengan unnie di meja makan.

“Bagaimana konsermu tadi Soojung?”

“Berjalan dengan lancar unnie” jawabku menatap unnie yang juga menyantap makan malamnya.

“Maafkan aku tidak melihatmu sampai akhir”

“Tidak apa unnie” senyumku padanya, suasana menjadi tenang dan diam.

“Ehmm unnie”

“Ya?”

“Ehmm bagai-bagaimana keadaan Amber?” tanyaku sedikit terbata-bata.

“Dia baik-baik saja dan dilepaska, kau tenang saja” senyum unnie kepadaku, dan aku kembali melanjutkan makanku.

“Soojung”

“Ya unnie”

“Maafkan aku harus berbohong kepada Amber”

“Aku melakukan itu agar aku dapat menutupi persaanmu terhadapnya” aku melihat Jessica unnie dan kami saling bertatapan.

“Apa yang unnie bicarakan” senyumku padanya.

“Sampai kapan, sampai kapan kau harus menutupi perasaanmu terhadap Amber?” pertanyaan unnie membuatku diam dan aku tidak berani menatapnya.

“Apa, apa yang unnie bicarakan? aku tidak mengerti”

“Aku tahu kau menyukainya, aku tahu kau peduli padanya tapi semua yang kau lakukan menuntumu untuk mengubur persaanmu terhadapnya, tapi pada kenyataanya kau tidak bisa”

“Aku hanya menganggapnya sebagai teman biasa unnie” jawabku dengan menunduk.

“Teman?” Jessica menghembuskan nafasnya.

“Lalu berikan alasanmu kenapa kau datang ke kantor polisi dengan panik?” tanya Jessica.

“Padahal saat itu kau sedang mengadakan konser? dan kau datang ke kantor polisi hanya untuk melihat keadaan Amber? kau khawatir padanya bukan?” tanya lagi Jessica dan Krystal hanya diam.

“Kenapa hanya diam Soojung? apakah pertanyaanku sangat sulit untukmu?”

Jessica bangun dari meja makanya “Jika, jika kau benar-benar menyerah untuknya. maka aku, aku tidak akan segan-segan untuk membuatnya melupakanmu Soojung”

“Kau tahu bukan bahwa aku menyukainya”

“Tapi sayang, aku harus berusaha dengan keras agar dia bisa berpaling darimu karena dia benar-benar menyukaimu” Krystal kembali diam dan Jessica meninggaklan Krystal “Kau berisitirahatlah ini sudah malam”

krystal menteskan airmatanya dan tidak mampu berkata apa-apa.

NEXT DAY

Krystal kembali melanjutkan aktifitas barunya bersama Taemin, saat ini Krystal sedang melakukan reality show dengan Taemin “Ingat kalian harus benar-benar terlihat mesra di depan camera”

“Itu hal yang mudah, bukankah kita selalu bermesraan benar kan?” senyum Taemin kepada Krystal yang menggengm tangan Krystal dan Krystal hanya tersenyum.

“Okay syuting akan kita mulai”

Syuting akhirnya di mulai Taemin dan Krystal terlihat bahagia satu sama lain tetapi Krystal, mungkin Krystal terlihat bahagia bersama Taemin tapi hatinya dan persaanya sebenarnya adalah tidak. Dia sadar bahwa selama ini persaanya ke Taemin hanya sebatas teman.

Saat ini Krystal dan Taemin sedang melakukan syuting membuat kue saat Taemin ingin mengaduk adonan tiba-tiba Krsytal memegang tangan Taemin “Oppa kau salah dalam mengaduk adonan nya, bila seperti itu adonan nya tidak akan jadi. sini aku ajarkan” Krystal memegang tangan Taemin dan Taemin terlihat sangat senang.

“Wah kau hebat, sypa yang mengajarkanmu?” tanya Taemin.

“Amber” jawab reflek Krystal dan Taemin sedikit bingung.

“Amber??” Krystal lalu mengigit bibir bawahnya.

“Ah sudah lupakan, mari kita buat lagi” senyum Taemin dan Krystal mengangguk.

Setelah melakukan syuting Krystal bergegas pulang “Krystal” Taemin menghampirinya “Ya oppa”

“Ehmm saat kita syuting tadi kau menyebutkan nama Amber, siapa dia?”

“Ehmm dia temanku yang mengajarkan ku membuat kue oppa, kau tenang saja”

“Oh benarkah? hmm baiklah, kau mau ku antar pulang?” ajak Taemin.

“Tidak usah aku akan pulang sendiri” senyum Krystal.

“Baiklah kau hati-hati ya, kirim pesan teks kepadaku bila kau sudah sampai jangan membuatku khawatir okay” Krystal membalas dengan senyuman dan berjalan ke arah mobil putihnya yang terparkir tidak jauh dari lokasi syuting.

21.00

Sudah lebih dari 20 menit Krystal memutar-mutar arah mobilnya tidak tahu tujuan dirinya akan kemana, saat ini Krystal malas untuk kembali pulang ke rumahnya dan ingin menghirup segarnya udara malam hari, dan setelah cukup lama di dalam mobil Krystal mengentikan mobilnya dan membuka kaca mobilanya menghirup segarnya udara malam dan suasana yang tenang.

Krystal kemudian turun dari mobilnya lalu berjalan dan melihat indahnya sungai Han pada malam hari “Indah” senyum Krystal melihat sekelilingnya dan Krytsal merentangkan kedua tanganya juga memejamkan kedua matanya menikmati udara yang dingin, Krystal merasakan ketenangan dan sekejap melupakan seluruh masalahnya, Krystal mersakan kebebesan karena selama ini dia selalu mengahabiskan waktunya di depan camera dan juga tidak peranh lepas dari sorotan camera yang selalu ingin tahu kegiatan nya.

Saat Krystal mersakan ketenangan nya tiba-tiba iya mendengar suara canda tawa seseorang yang membuat dia membuka matanya “Haishh menganggu saja!”

Suara tawa itu semakin dekat dan Krystal melihat beberapa namja sedang bermain skateboard dengan canda tawa, dan Krystal hanya memandangi mereka dari jauh “Bahagia sekali mereka” hela nafas Krystal.

Para namja itu berhenti untuk berisitirahat dan sedang berbincang-bincang tetapi ada satu namja yang menarik perhatian Krytsal, namja itu memakai topi, jaket merah dan memakai celana jeans biru. Krystal meyipitkan matanya agar dapat melihat jelas tapi sayang namja itu masih tidak terlihat jelas oleh Krystal karena pensaran Krystal melangkah kan kakinya untuk lebih dekat.

Tetapi saat Krystal ingin melangkahkan kaki tidak sengaja iya terplest dan membuat dia terjatuh dengan memegang telapak kanan kakinya “Aaaghhh” Krystal mengerang sakit yang membuat para namja itu menoleh ke arahnya.

Namja 1 : “Hei ada apa dengan yeoja itu?”

Namja 2 : “Apakah dia baik-baik saja? sepertinya iya terjatuh, ayo kita kesana.

Dan mereka berlima akhirnya mendekati Krystal dan melihat keadaanya “Nona apa kau tidak apa-apa?” tanya salah satu namja yang membungkuk melihat keadaan Krystal “Aku tidak apa-apa” jawab Krystal dengan menundukan kepalanya agar wajahnya tidak terlihat.

“Kau yakin?” tanya teman namja itu dengan melihat wajah Krystal.

“Iya” jawab Krystal singkat.

Dan salah satu namja berbisik ke arah temanya “Wajahnya seperti tidak asing bagiku, tapi siapa ya?” 

Krystal ingin sekali berdiri tetapi sayang kakinya tidak bisa bergerak “Dia seperti salah satu member f(x)” wajah Krystal semakin di sembunyikan karena sepertinya mereka mulai mengenali wajah Krystal.

“Apakah kau adalah salah satu member f(x) yaitu Krystal Jung?” tanya polos namja.

“Kalian salah orang” Krystal lalu berusaha bangun.

“Kau benar-benar Krystal Jung! aku sering menemani temanku nonton konsermu, aku mengenalimu!” tunjuk salah satu namja ke arah Krystal dan Krystal masih diam berusaha bangun.

“Hei minggir!!” terdengar suara yang tidak asing bagi Krystal, para namja itu menoleh ke arah sumber suara.

“Oh kau dari mana saja! hei liat disini ada idolamu! Krystal Jung!” Krystal kembali menyembunyikan wajahnya dengan memejamkan mata “Mati aku, bagaimana ini? aku harap mereka bukan lah sasaeng fansku yang akan menyakitiku Tuhan tolong aku” 

Krystal masih memejamkan matanya dengan suara langkah kaki yang mendekatinya “Kau tidak apa-apa? kaki mu sepertinya sedikit tercetit” Krystal kemudian membuka matanya karena iya mendengar suara yang benar-benar tidak asing baginya.

Dan kemudian Krystal membuka matanya dan menoleh ke arah sumber suara dan betapa terkejutnya iya melihat “AMBER!” di depan matanya dengan tersenyum.

“Apa kakimu masih sakit?” Amber melihat ke arah kaki kanan Krystal dan Krystal mengangguk.

“Ya apa kalian saling kenal??!!” tanya semua teman-teman Amber.

“Amber dia adalah Krystal Jung salah satu idolamu yang ingin sekali kau peluk dan cium!” wajah Amber seketika merah mendengar Peniel berbicara.

“Apa kau bilang Krystal Jung? dia bukan Krystal Jung apa kalian ini sedang mabuk?” Amber langsung berdiri dan menutupi Krystal untuk menghalang teman-temanya melihat Krystal lebih dekat.

“Tapi aku yakin dia adalah Krystal” 

“Yakin darimana? aku ini adalah fansnya! aku tahu yang mana Krystal dan yang mana bukan dasar bodoh!” 

“Haishh dia malah marah-marah” 

“Kalian pergi saja, aku  akan menyusul lagi pula dia adalah temanku ayo cepat sana!” usir Amber.

“Baiklah baiklah ayo kita pergi” Peniel, Jackson dan Rome meninggalkan Amber dengan Krystal.

Setelah mereka pergi Amber kembali melihat kaki Krystal “Auuchh! jangan di sentuh stupid! itu sangat sakit!” 

“Haishh aku tahu, tapi kau tidak perlu memukulku!” Amber mengelus-elus bahu kirinya.

“Apa kau bisa jalan” tanya Amber.

“Kau pikir saja sendiri aku bisa jalan atau tidak!” ketus Krystal dan Amber hanya menggelangkan kepalanya.

“Wanita ini, aku tadinya berniat untuk menolongmu, Karena sikapmu yang seperti ini aku akan mengurungkan niatku!” Amber kemudian bangkit dan pergi meninggalkan Krystal.

“YA stupid kau mau kemana!!” teriak Krystal dan Amber tidak menjawab.

“Amber llama!! haishh jangan tinggalkan aku!! aku takut sendiri! Amber kembalilah, tolong aku!” Amber kemudia menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Krystal yang terlihat sedih.

“Anak ini tidak tahu bagaimana cara meminta tolong?” Amber menghela nafas dan menghampiri Krystal kembali.

Amber kemudian jongkok dan melihat wajah Krystal yang menangis “Ya Krystal Jung mengapa kau menangis?” 

Krystal menangis terseduk-seduk “K-k-kar-karna kau me-meninggalkan a-aku, dasar stupid!” Krystal terisak-isak.

“Haishh aku cuma becanda kepadamu mana mungkin aku meninggalkanmu sendirian disini lagipula kau juga malah bersikap  jutek kepadaku” Amber masih memperhatikan Krystal yang menangis karena perbuatanya.

“Sudah jangan menangis, aku nanti di kira akan menculikmu jika kau menangis terus”

Krystal kemudian menatap Amber dan memukul mukul badanya “Dasar stupid stupid stupid!” kemudian Amber memegang tangan Krystal dan secara langsung Amber mengalungkan tangan Krystal ke badanya dan mengangkat tubuhnya “Ya stupid apa yang kau lakukan!!” 

Kemudian Amber menggendong Krystal dengan bridal style “llama apa yang kau lakukan!!” teriak Krystal yang terihat gugup karena Amber.

“Kau mau aku turunkan dan aku tinggalkan? kakimu tidak bisa jalan kan, jadi aku melakukan nya” 

Krytsal hanya diam dan melihat Amber yang jaraknya sangat dekat dengan dirinya bahkan Krystal dapat merasakan hangat nay nafas Amber dan tubuhnya.

Sedangkan Amber sangat gugup “Am”

“Ya”

“Jangan tinggalkan aku lagi” jawab Krystal yang bersender di dada Amber.

“Iya princess aku tidak akan meninggalkanmu” jawab Amber menatap lurus jalan dan Krystal tersenyum mendengarnya.

“Makanya kau lain kali harus berhati-hati dalam berjalan!” lalu Krystal menatap dingin Amber dan memukul kepalanya.

“Ya! apa kau tidak tahu terima kasih sudah kutolong malah memukul kepalaku!”Krystal kembali diam.

Ntah kenapa Krystal sangat nyaman dalam keadaan seperti ini meskipun kakinya terkilir rasanya seperti tidak sakit “Amber stupid” ucap lembut Kyrstal.

” Amber Stupid”

” Amber Stupid” Krystal mengucapkan dengan senyum.

“Ada apa denganmu?” tanya Amber.

“Kenapa jantungmu sangat berdebar debar” dan seketika wajah Amber merasa panas dan iya menelan salivanya.

“Mengapa sekarang jantungmu malah berdebar lebih kuat? kenapa kau terlihat gugup?”

“Haishh anak ini apakah dia sekarang sedang menggodaku??”

“Itu, itu karena aku lelah! kau tidak lihat aku menggendongmu dan juga tubuhmu sangat berat!”

“Apa kau bilang tubuhku berat??!”

“Ya” 

Setelah 8 menit berjalan akhirnya Amber menemukan mini market dan menaruh Krystal di bangku pinggir sungai Han

“Kau tunggu sini princess, aku akan ke mini market” Krystal mengangguk kemudian Amber segera berlari, Amber tidak mungkin meninggalkan Krystal di tempat iya jatuh karena terlalu jauh dengan mini market itu sebabnya iya harus menggendong Krystal dengan jarak mini market yang tidak jauh.

Kurang dari 5 menit Amber telah kembali dan berlari ke arah Krystal dengan membawa sebuah kotak “Apa itu?” tanya Krystal , lalu Amber jongkok di depan kaki Krystal dan melepas sepatunya “Agh!”

“Tahan sedikit”

Amber melihat kaki Krystal yang terkilir kemudian Amber membuka sebuah kotak yang berisi es batu dan menaruhnya di pergelangan kaki Krystal yang terkilir.

“Ah” Krystal sedikit merintih dengan mengigit bibir bawahnya, Amber mengusap usap es batu di kaki Krystal “Tahanlah sedikit hanya dua menit untuk mengurangi memar di kakimu” Amber terus mengusap-usap kaki Krystal dengan es batu yang sudah di pecahkan.

Krystal terus menatap Amber, matanya tidak lepas dari sosok yeoja tampan yang kini sedang mengobati kakinya dengan memakai topi. 

“Aku sangat rindu senyuman nya”

“Aku sangat rindu tawanya”

“Aku rindu suaranya”

“Aku merindukanmu Am”

“Maafkanku” kata-kata itu langsung terucap di bibir Krystal yang membuat Amber melihat ke arah Krystal.

“Maaf?” ulang Amber.

“Iya, maafkan aku Am. Maafkan aku karena aku menyakitimu” tunduk Krystal.

“Menyakiti? hmm kau tidak pernah menyakitiku princess sungguh, kau tidak pernah menyakitiku.” senyum Amber.

“Akulah yang menyakiti persaanku sendiri, akulah yang membuat diriku semakin jatuh di kehidupanmu, aku yang tidak tahu diri karena aku tidak pantas untukmu”

“AM!!”

“Aku yang tidak berkaca siapa diriku dan siapa dirimu” senyum Amber.

“Aku ini hanya lah fansmu yang gila haha” 

“Amber hentikan!!” teriak Krystal.

“Aku, aku akan berdiri dimana sepantasnya aku berdiri princess. Aku tidak pantas untukmu, tapi tenang saja aku akan tetap menjadi fans setiamu dan selalu mendukungmu apapun yang kau lakukan sekalipun sering kali membuat ku cemburu!” canda Amber dengan tawa.

“Amber aku” 

“Aku….”

“Okay sudah selesa!! lihat kakimu tidak terasa sakit bukan?” Amber membalut kaki Krystal.

“Okay, sekarang aku akan mengantarmu pulang lagi pula ini sudah malam” Amber jongkok di depan Krystal “Sekarang naik punggungku”

“Dasar bodoh!”

“Haishh iya aku bodoh, ayo cepat naik” Krystal kemudian naik ke punggung Amber dan memeluk Amber dengan erat.

Kemudian mereka berjalan menelusuri sungai Han di malam hari “Indah sekali malam ini” senyum Amber melihat sekeliling.

“Aku tidak akan melupakan malam ini” 

“Mengapa?”

“Tidak tahu, aku merasa sangat senang dan tidak ingin malam ini cepat berlalu” 

“Benarkah? kalau begitu pikiran kita sama” senyum Amber.

“Apa kau ini suka tersenyum? kenapa kau tersenyum terus?” 

“Aku tidak tahu, ntah kenapa saat ini aku ingin terus tersenyum” senyum Amber yang menghadap Krystal yang hampir saja mengenai pipi Krystal, dan Amber segera memutar kembali kepalanya menghadap depan dengan sedikit batuk dan Krystal merespon dengan tersenyum, Krystal semakin mengeratkan tubuhnya dengan Amber dengan menaruh kepalanya di bahu kanan Amber dan menyandarkan kepalanya di kepala kanan Amber.

“Hei princess”

“Hmm” 

“Sepertinya kau sangat nyaman di punggungku” Krystal tersenyum mendengarnya, Krystal hanya tersenyum dan hanya ingin diam menikmati malam bersama Amber.

Tidak lama kemudian akhirnya mereka sampai di depan mobil Krystal “Princess”

“Princess” Amber melihat ke arah Krystal yang terlelap tidur.

“Aigoo anak ini malah tidur sepertinya dia menganggap punggungku ini adalah tempat tidurnya” tidak ingin menggangu Krystal tidur, Amber mengambil kunci mobil di tas Krystal yang iya kalungkan di lenganya.

Setelah pintu mobil terbuka Amber menaruh hati-hati Krystal di tempat duduknya dan menatap Krystal “Jadi seperti ini jika kau sedang tidur” ucap Amber, lalu Amber membuka jaketnya lalu menyelimutkan ke tubuh Krystal, dengan pelan Amber menutup pintu mobil agar Krystal tidak terbangun.

Setelah itu Amber menyalakan mobil milik Krystal dan segera menuju rumah Krystal, selama di perjalanan Amber selalu melirik ke arah Krystal dan bila mobil tengah berhenti Amber merapikan rambut Krystal yang terjatuh mengenai wajahnya dan merapikan jaket miliknya untuk memastikan bahwa Krystal tidak kedinginan.

Setelah 40 menit dalam perjalanan akhrnya sampai tetapi Amber tidak ingin membangunkan Krystal yang tertidur pulas, Amber melepas shitbeltnya dan memiringkan badanya dan menepang kepalanya dengan tangan kirinya agar bisa melihat Krystal tertidur di sampingnya dengan wajah yang berhadapan.

“Perasaan ini, bagaimana bisa aku melupakanmu? bagaimana caranya agar aku dapat hidup seperti dulu tanpa harus terus memikirkan tentang dirimu, tanpa harus merasakan kehilangan dan kecewa yang kini aku rasakan Soojung? kau sungguh membuatku gila, benar benar seperti orang gila. Apa yang harus aku lakukan? apa yang harus aku lakukan untuk benar-benar melupakanmu.  setiap aku ingin melupakanmu dan lepas dari bayang bayangmu, kau selalu datang dengan wajah yang benar-benar kurindukan senyum yang selalu membuat waktu ku terhenti. Aku melakukan kegiatanku hampir satu hari penuh agar aku bisa melupakanmu tapi kenapa sekarang, kenapa sekarang kau hadir kembali?? Soojung, bisakah kau mengajariku untuk melupakanmu?” Amber menghela nafas.

“Amber” 

“Amber” 

Amber terkejut saat mendengar Krystal menyebutkan nama Amber dalam tidurnya “Apa kau sedang memimpikanku princess?” senyum Amber.

“Bagaimana aku di mimpimu? apakah aku tetap tampan?”

“Apakah dalam mimpimu aku bisa memilikimu?” 

“Apakah aku bisa menggengam tanganmu?”

“Apakah aku bisa terus ada di sampingmu?” senyum Amber, dan dengan perlahan tangan kanan Amber bergerak menyentuh rambut Krystal dan membelai pipinya dengan sangat lembut.

“Seperti ini, seperti ini saja sudah cukup bagiku. Tidak apa aku tidak bisa memlikimu tapi izinkan aku agar aku selalu dapat melihatmu tersenyum dan bahagia Soojung, aku selalu menerima keputusanmu”

“Bila kau bahagia aku akan seribu kali lebih bahagia Soojung”

———————————————————————————————————————————-

Sorry short update dan kalo ceritanya gak jelas hehe, author udah mulai kuliah jadi fokusnya udah kebagi sama kegiatan maaf ya semua tapi tenang aja nih ff bakal terus berlanjut walaupun hanya short update, maafin author juga kalau updatenya agak lama karena alasan kegiatan author dan juga maaf kalau makin kesini ceritanya kurang jelas dan bikin bingung.

Auhtor aja sekarang nih bingung sebenarnya perasaan Amber ini kek gimna sama Krystal? terus Jessica nya gimna? gue yang mikir gue juga yang bingung hahaha!

Sebenrnya Amber ini masih sayang sama Krystal tapi gimna ya? bingung juga sih perasaan gak bisa dibohongin sekalipun udah di sakitin tp masih ada rasa apalagi tipe-tipe kek Amber kyak gini, yang keliatan banget klo dah sayang sama orang itu pasti sayang banget…

Walaupun Amber deket banget dan perhatian sama temen-temen nya tapi saat Amber sama pasangan nya pasti serius dan ngasih perhatian nya tuh beda dan penuh kasih sayang! aggh anjir lah Amber ini bikin gue gak normal hahaha

Dan tipe kek Amber ini keliatan klo dia bakal ngelakuin apa aja buat pasangan nya bahagia, sekalipun Amber harus ninggalin pasangan nya…

Dan Amber ini dewasa dalam berhubungan dalam arti pacaran dan keliatan pengertian nya wahahahaha sok paham gini gue…

Sebenrnya gue pengen nanya nanya ke kalian tentang kryber tapi ntar ajalah hahah yasudahlah mau pamit dulu bye-bye maafkan lah author yang gak jelas dan sok tahu ini tapi baik kok hatinya ^^

SALAM KRYBER!

Perhaps love 10

Sinar matahari perlahan demi perlahan mulai menyinari dan memberi kehangatan, suara burung mulai berkicau bertengger dari satu pohon ke pohon lain dengan kicauan yang sangat gembira yang membuat pagi hari ini menjadi indah. Pagi hari ini Krystal memulai aktifitasnya dengan meeting bersama staff SMent untuk membahas reality show yang akan iya lakukan dengan Taemin.

Dengan di temani teh hangat Krystal menyimak apa yang manager dan staff nya jelaskan kepada dirinya dan Taemin, mungkin Krystal terlihat seperti memperhatikan dengan serius tetapi di dalam pikiran nya iya sedang memikirkan sesuatu yang membuat dirinya benar-benar kecewa dan bila mengingatnya Krystal sering kali meneteskan airmatanya.

“Aku menyukaimu Jung Soojung”

“Aku mencintaimu”

Bila Krystal mengingat perkataan itu dirinya menjadi sangat sedih.

“Soojung”

“Ya?” 

“Apa kau tidak memperhatikan kami lagi?” 

“Maafkan aku” Krystal menundukan kepalanya.

“Apa kau sedang sakit?” tanya manager dan Taemin terlihat sangat khwatir “Kau tidak apa-apa?” genggam tangan Taemin kepada Krystal.

“Aku tidak apa-apa maafkan aku” 

“Baiklah langsung saja ke pokoknya, kau dan Taemin akan melakukan reality show bersama dan aku harap kau bisa melakukan adegan romantis seperti skinship, ini semua kami lakukan untuk menaikan rating reality show pertama yang akan di buat oleh SM dan lagi pula kalian sudah berpacaran jadi tidak ada kesulitan bukan? dan ini juga penting untuk karir kalian dengan melakukan fanservice kalian akan mendapatkan banyak job terutama kau Krystal sekarang kau adalah artis yang paling top di Korea dan aku harap kau tidak membuat kesalahan, pentingkan karirimu kau mengerti?”

“Ya oppa” jawab Krystal.

“Dan jangan lupa persiapkan diri kalian untuk konser SM dan jaga kesehatan!”

Jessica Pov

Akhir-akhir ini aku selalu melihat Soojung dengan wajah sedih ada apa dengan dirinya? setiap aku tanya dia pasti mengatakan bahwa dia akan baik-baik saja, apakah dia putus dengan Taemin? tetapi sepertinya tidak, aku benar-benar khawatir terhadap dirinya.

Aku segera mengambil ponselku dan menelfon adik kesayanganku ini

“Hallo Soojungie”

“Ya unnie”

“Kau sedang apa? apa kau sudah makan?”

“Aku sedang latihan untuk konser Sm nanti, aku belum makan unnie”

“Haiish mengapa kau belum makan?! kau harus makan nanti kau malah jatuh sakit dan jadwalmu sekarang ini sedang padat!”

“Unnie tidak perlu khawatir memberku sudah membawa makanan jadi unnie tidak perlu khawatir, oh iya unnie sudah dulu ya aku akan mulai latihan lagi bye unnie love you”

“Baiklah, love u too Soojungie”

Akhir-akhir Soojung sangat sibuk aku benar-benar khawatir terhadap kesehatanya, aku melihat jam yang menunjukan pukul 12 siang “Waktunya makan siang” aku bergegas pergi tetapi saat aku dalam perjalanan aku melihat kedai saat aku makan dengan Amber aku tersenyum bila mengingatnya.

Aku memutuskan untuk meminggirkan mobilku dan membeli ddukbokki, aku tidak tahu mengapa aku harus membeli ddukbokki padahal aku ingin makan sandwich.

Setelah membungkus ddukbokki aku mencari tempat yang enak untuk menghabiskan makan siangku untungnya dalam perjalananku aku melihat sebuah taman yang indah “Sepertinya makan di taman ini menyenangkan” aku terlalu bosan untuk makan di ruanganku.

“Waah aku memang tidak salah memilih taman ini” sangat indah dan banyak pohon di kanan dan kiri yang membuat taman ini sejuk dan ditambah lagi kicauan burung yang membuat suasana hati menjadi tenang, aku berjalan menelusuri taman ini dengan memegang makan siangku “Haish mengapa disini banyak sekali orang yang berkencan” 

Aku terus melangkah hingga aku menumakan tempat yang menurutku sangat nyaman dengan bangku kayu yang di kelilingi pohon hijau dan terdapat air mancur yang jaraknya tidak terlalu jauh.

Setelah duduk aku membuka makan siangku “Waah terlihat lezat” sebenarnya dulu aku tidak menyukai ddukbokki tapi ntah kenapa sekarang ini aku menyukainya itu semua karena Amber hehe.

“Wah lezat” sebelum makan aku meniupnya dan mengunyahnya pelan-pelan karena masih panas.

“Uhuk uhuk!!” sial aku tersedak! aku lupa membawa air mineral!”

“Uhuk uhuk” 

“Ini” aku melihat tangan seseorang yang memberikan ku air mineral, apakah air mineral ini aman? bagaimana kalau di campur dengan obat tidur?”

“Uhuk uhuk!” haish sudah dari pada aku mati tersedak!

“GLUP GLUP GLUP GLUP” ahhh segar sekali. rasanya aku hampir benar-benar mati.

“Terima—“

“YA!! KAU!”

“Hai Jessica” senyum dorky

“Kau sedang apa disini?!” aku benar-benar terkejut bahwa dia ada disini.

“Aku? ehmm aku sedang berisitirahat dan ingin menghirup udara segar” aku hanya melihatnya dengan terkejut.

“Boleh aku duduk disini?” tunjuk tanganya di samping ku.

“Kenapa diam saja? apa kau tidak mengizinkanku duduk denganmu? dan lagi pula sepanjang aku jalan orang-orang berjalan dengan pasanganya dan hanya kau yang duduk sendiri” 

“Ya kau!!” tunjuk ku padanya.

“Jadi biarkan aku duduk denganmu” dia langsung duduk di sampingku dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

“Oh, sepertinya akhir-akhir kau suka ddukbokki” senyumnya padaku.

“Oh ini, aku hanya kebetulan lewat kedai ddukbokki lalu aku membelinya lagi pula aku bena-benar sudah kelaparan jadi apa boleh buat”

“Hmm aku kira kau membeli ddukbokki karena merindukanku haha” aku menatapnya dengan tatapan mematikan dan dia langsuung diam.

“GRUUUKKKK~” aku mendengar suara, seperti suara perut? hahaha aku menahan tawa dengan dengan tanganku.

Aku melihat ke arah Amber dan seketika wajahnya memerah “Hahaha”

“Berhenti tertawa! tidak ada yang lucu”

“Ya! bagaimana aku tidak tertawa bila cacing di perutmu itu berteriak meminta makan?” haha lihat wajahnya semakin lucu dan dia menyembunyikan wajahnya.

“Ini” aku memberikan nya ddukbokki.

“Ayo cepat makan” dia masih diam saja dan hanya memandangi ddukbokki di tanganku.

“Tapi itu makan siangmu”

“Kita makan bersama! mana mungkin aku memberikan semuanya” dia masih menatap.

“Kalau tidak mau akan ku habiskan sendiri”

“Hei hei hei tunggu tunggu aku mau aku hehe” kemudian aku menaruhnya di sela sela antara aku dan Amber.

“Selamat makan!” ucap Amber.

“Waah sangat lezat!” senyumnya padaku.

“Seperti anak kecil” aku menggelengkan kepala.

“Oh Jess, akhir-akhir aku jarang melihat mu ke toko ku apa sekarang kau benar-benar sibuk?” 

“Apa kau merindukanku?” 

“Iya” haishh yeoja ini selalu saja membuat pipiku merah!

“Akhir-akhir ini aku sangat sibuk bahkan aku tidak memiliki waktu untuk bersama Soojung” saat aku mengatakan nama Soojung aku melihat wajah Amber yang seketika berubah, ada apa denganya?

“Ya, kau tidak apa-apa?”

“Hmm tidak apa” 

“Akhir-akhir ini aku sangat khawatir padanya, dia terlihat sangat sedih tetapi dia tidak ingin cerita kepadaku” aku melihat Amber yang hanya diam saja.

“Apa kau tau dia kenapa?” tanyaku pada Amber yang berhenti mengunyah.

“Maaf Jess aku tidak tahu”

“Bagaimana kau bisa tidak tahu? bukankah kau adalah fansnya nomor 1 haishh kau payah sekali!”

“Aku memang fans nya tetapi aku tidak berhak untuk mencampuri urusan pribadinya, haishh nenek sihir”

“Apa kau bilang??!”

“Haha tidak ada aku hanya bilang Jessica cantik” 

“Kau bohong kau tidak berkata seperti itu kau kira aku tuli!”

“Haishh aku benar-benar mengatakan Jessica cantik mengapa kau tidak percaya!”

“Kembalikan ddukbokkiku!” aku ingin merebut ddukbokki dari tanganya.

“Ya! ddukbokki ini juga sekarang menjadi miliku! haishh benar-benar pelit lagi pula aku masih lapar!” 

“Kembalikan ddubokkiku!” saat aku ingin merebut ddukbokki itu tiba-tiba ddukbokki itu jatuh mengenai kemeja putih Amber.

“Oh God!” aku terkejut saat ddukbokki itu jatuh di kemeja Amber dan Amber terlihat terkejut.

“Amber, Amber maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja aku benar-benar minta maaf” aku segera mengambil sapu tangan miliku dan membersihkan kemejanya yang terkena noda, aku benar-benar panik aku takut Amber marah terhadapku, saat aku membersihkan kemeja nya tiba-tiba aku merasakan hangat dari sentuhan tanganya.

“Sudah tidak apa Jess biar aku bersihkan sendiri” senyumnya kepadaku.

“Tapi..”

“Tidak ada kata tapi, lagi pula aku yang salah bukan dirimu” Amber mengambil sapu tangan dari tanganku dan membersihkan kemejanya.

“Maafkan aku Amber” aku benar-benar menyesal.

“Hei ini tidak apa Jess kau tidak perlu khawatir lagu pula aku bisa mencucinya” senyum nya selalu membuat ku tenang dan menjadi lebih baik dan aku membalas dengan mengangguk.

Kemudian aku menoleh ke arah Amber yang sedang membuka kancing bajunya “Ya apa yang kau lakukan!!” teriaku padanya yang sedang melepas kancing kedua.

“Aku? aku ingin melepas kemeja ini, kenapa?” wajah polos Amber.

“Apa kau gila? kau ingin membuka baju di tempat umum seperti ini!” aku menutup mataku dengan kedua tanganku walaupun aku masih mengintip-intip.

“Haishh aku masih waras Jessica Jung mana mungkin aku melapas baju di tempat umum seperti ini”

“Lalu mengapa kau membuka kancing bajumu!”

“Haihh yeoja ini, aku berani melepas karena aku memakai baju lapis, lihat ini”

“Ya!!” lalu Amber membuka kemejanya dan alhasil memang benar Amber memakai baju dalam berwarna hitam yang membuat dia terlihat Tampan…..

“See?”

“Huffh” aku menarik nafas.

“Ada apa? kau pikir aku akan telanjang? atau jangan jangan kau tidak rela badanku yang sexy ini dilihat banyak orang?” haishh dia menggodaku dengan mata yang curiga.

“Kau benar-benar gila!” aku meninggalkan nya.

“Ya Jessica Jung kau ingin kemana!” Amber segera merapikan tasnya dan berjalan menuju Jessica.

“Haishh mengapa jalanmu cepat sekali, apa kau ini dulu mantan pelari?” aku menatapnya dengan death glare.

“Aku becanda, kau ingin kemana? apa kau akan kembali berkerja?” sebenarnya aku tidak tahu ingin kemana, lagipula aku sudah tidak lagi memiliki pekerjaan,

“Aku tidak tahu, aku ingin jalan saja” dan Amber hanya mengangguk.

Aku melihat Amber yang mengikuti dari belakang “Ya mengapa kau mengikutiku!”

“Aku tidak tahu harus apa jadi aku hanya mengikutimu” Dorky smile

“Apa kau tidak memiliki pekerjaan?” tanyaku padanya dan dia hanya menggelengkan kepalanya.

“Kau yakin?”

“Iya, aku sedang malas berkerja aku sedang ingin menikmati suasana yang baru” haishh ada apa dengan dirinya.

“Kau sendiri?”

“Aku juga tidak memiliki pekerjaan” Amber kembali mengangguk.

“Bagaimana kalau kita ke kebun binatang?!!” tanyaku heran.

“Iya kebun binatang, aku ingin sekali kesana ayolah aku yang traktir” 

“Hmm baiklah”

“Kita naik bus saja, aku ingin menikmati kota seoul” 

Akhirnya kami berjalan berdua menuju halte bus, saat naik bus tumben sekali isinya sangat padat mungkin mereka semua ingin berkreasi ke kebun binatang. Aku dan Amber berdiri di dalam bus dan sial mengapa bus ini berjalan dengan mengerem terus?! apakah supir ini baru belajar mobil, aku hampir saja terjatuh.

“Kau pegang lenganku”

“Apa?” aku melihat Amber yang menyuruhku memegang lenganya.

“Nanti kau bisa jatuh lagi” aku mengigit bibir bawahku dan perlahan memegang lengan kanan nya.

Dan saat bus berhenti banyak sekali mahasiswa yang masuk ke dalam bus yang membuatku hampir jatuh karena terdorong mereka.

“Hei dude perhatikan langkahmu!” aku melihat Amber yang marah terhadap salah satu orang yang mendorongku dan secara spontan Amber memegang bahuku dan mendekatkan pada dirinya.

Aku hanya menatap Amber yang matanya lurus kedepan, jaraku dan Amber benar-benar dekat bahkan aku bisa mersakan hangat tubuhnya dan baunya  yang khas, aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Aku benar-benar tidak tahan dengan posisi seperti ini rasanya dadaku ingin meledak!!

Setelah 35 menit perjalanan akhirnya kami sampai di Seoul Zoo, “akhirnya kita sampai!” ucap Amber, ini pertama kalinya aku masuk ke dalam kebun binatang.

“Ayo masuk” aku masih berdiri melihat kebun binatang ini.

“Hei mengapa kau diam saja?” 

“Apakah kebun binatang ini aman?” tanyaku khawatir.

“Haha tentu saja, apa kau sebelumnya tidak pernah ke kebun binatang?” aku hanya menggelangkan kepala.

“Kuno sekali kau, ini tidak apa-apa tidak akan ada yang mengigitmu nona Jung, ayo” 

“Baiklah” aku melangkah masuk bersama Amber, saat melangkah masuk aku sudah di sambut dengan beberapa hewan yang lucu-lucu.

“Waah binatang itu tinggi sekali lehernya” aku kagum melihatnya dan sangat lucu.

“Itu jerapah, apa kau tidak pernah melihat jerapah?” aku hanya menggelangkan kepala.

“Boleh kah aku menyentuhnya?” 

“Kau tidak bisa” mendengar Amber berkata seperti itu aku menjadi sedih.

“Tapi kau bisa memberinya makan” 

“Benarkah!” senyum ku pada Amber.

“Tentu saja, ayo kita beli makanan untuk jerapah-jerapah itu”

Setelah membeli beberapa sayuran aku sedikit takut untuk memberi mereka makan “Mengapa tidak kau beri makananya? tadi kau sangat bersemangat sekali”

“Ehhm aku sedikit takut” 

“Ayo sini aku temani” Amber kemudia memberi makan jerapah jerapah yang lucu ini.

“Kau jangan takut, ayo sini mereka sangat lucu” aku melangkah mendekati Amber dan kawanan jerapah yang lucu.

“Ayo berikan mereka makanan” lalu aku memberi mereka makanan.

“Waah! mereka memakan nya Am!! lucu sekali” aku benar-benar sangat senang.

Setelah memberi makanan jerapah aku dan Amber kembali berjalan melihat binatang-binatang yang lucu tetapi langkahku terhenti saat melihat binatang yang mirip dengan Amber ahaha.

“Amber tunggu!”

“Ada apa?”

“Binatang itu mirip denganmu hahahha” 

“Haihh bagaimana bisa aku mirip dengan llama!”

“Haha coba kau berdiri di sampingnya, kau benar-benar mirip haha Amber llama”

“Sudah cukup ayo kita lihat yang lain”

“Baik llama” senyumku pada Amber yang terlihat kesar karena aku goda hehe.

Setelah berjalan-jalan melihat binatang-binatang yang lucu tidak terasa waktu sudah malam tapi aku sangat bahagia “Terima kasih Am” 

“Untuk apa?”

“Karena hari ini aku sangat senang”

“Aku juga harus berterima kasih kepadamu karena hari ini aku bisa bersenang-senang denganmu Jess” aku dan Amber saling tersenyum satu sama lain, kami berjalan menelusuri jalan menuju halte.

“Ehmm Jess”

“Yaa?”

“Ehmm maukah kau menemaniku minum?” aku terkejut saat mendengar permintaanya.

“Hanya satu atau dua gelas saja, aku berjanji dan lagi pula ini belum terlalu malam” aku melihatnya curiga.

“Baiklah tapi jangan sampai mabuk! kau mengerti llama”

“Ayayay capten!” aku dan Amber menuju kedai yang tidak terlalu jauh dari sisi jalan kami.

“Ahjumma aku pesan dua botol soju” 

“Yah Amber! mengapa banyak sekali! aku tidak minum”

“Hanya sedikit saja Jess aku benar-benar lelah” ada apa sebenarnya dengan Amber?

“Terima kasih Ahujmma” Amber mulai menuang segelas Soju dan meminumnya.

“Agghh luar biasa!!” Amber kembali menuangnya lagi.

“Am, minumlah dengan pelan-pelan nanti kau cepat mabuk” tetapi Amber tidak mendengarkanku.

Sudah 4 gelas Amber teguk “Amber! ada apa dengan dirimu?!” Amber menatapku dengan gelas di tanganya.

“Aku hanya ingin melupakan sesuatu Jess” aku melihat kesedihan dimatanya.

Amber kembali meminum sojunya, aku benar-benar tidak ingin melihat Amber seperti ini! “Amber hentikan! jika kau memiliki masalah kau bisa cerita! bukan begini caranya!” berteriak ke arah Amber tapi dia tidak mendengarkan ku dia malah meminum soju hingga wajahnya memerah.

“Amber hentikan!” aku mengambil gelas dari tanganya dan dia menatapku, tatapan matanya saat ini sangat sedih matanya memerah.

“Jess, hanya sekali ini saja jangan larang aku” Amber kembali meminum soju, aku hanya melihatnya dengan sedih ada apa denganmu Am! tubuhnya sudah mulai lemas.

“Am hentikan! kau sudah minum terlalu banyak!” kali ini aku mengambil botol soju agar dia berhenti minum.

“Berikan botol itu kepadaku Jess” pintanya kepadaku dengan suara pelan.

“Tidak Am, aku akan membawamu pulang!” aku berjalan ke arah Amber tetapi Amber malah menepis tanganku.

“Ahjumma, berikan aku dua botol lagi!” teriak Amber.

“Amber!! apa kau sudah gila!”

“Ya aku gila! lalu kenapa!” teriak Amber, dia benar-benar sudah mabuk.

Author pov

“Amber aku mohon jika kau memiliki masalah kau bisa cerita kepadaku, aku akan membantumu” Amber kemudia menatapku.

“Masalahku? huh bagaimana kalau saat ini masalahku adalah mengenai adikmu?” suara Amber terdengar serak.

“Apa?” Jessica terkejut saat mendengarnya.

“Krystal, Jung Soojung membuatku seperti orang gila! aku benar-benar mencintainya!” Amber meneteskan airmata di hadapan Jessica.

“Apakah aku tidak pantas untuk mencintanya?!!” Amber menatap Jessica dengan tangis di pipinya.

“Tapi mengapa dia tidak mersakan hal yang sama seperti diriku kepadanya?! apa aku terlalu hina untunknya!!” teriak Amber dengan menangis, bibir Jessica mulai bergetar dan mengedipkan matanya beberapa kali.

“Jawab aku Jessica!!”

Amber terjatuh berlutut di depan Jessica yang kali ini tidak bisa menahan airmatanya.

“Jung Soojung!” Amber menangis dengan kepala tertunduk dan berlutut.

Jessica merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan Amber, Jessica menyentuh pipi Amber dan menghapus airmatanya “Kau tidak salah Am, kau pantas untuk mencintai seseorang” Amber menatap Jessica dengan terisak-isak.

Jessica kemudian memeluk tubuh Amber yang lemas, Jessica memeluk Amber sangat erat benar-benar erat “Aku akan membantu mu Am”

“Aku akan membantumu melupakan Soojung dan membuatmu tersenyum kembali”

NEXT DAY

Tubuhnya sangat lemas dan tidak berdaya, wajahnya terlihat lelah dan matanya memancarkan kesedihan di wajah cerianya. Ini untuk pertama kalinya aku melihatnya menderita seperti ini, aku tidak menyangka selama ini dia menyukai adiku. Mengapa kau menyakitinya Soojung? dia benar-benar mencintaimu, tetapi aku disini aku membuatnya kembali tersenyum.

Aku membelai rambut hitamnya yang sedikit berantakan saat ini dia sedang tertidur pulas di kamarnya, iya kamar Amber yang begitu banyak terpajang foto Soojung di setiap sisi kamarnya, benar-benar membuatku iri.

“Chup” aku mendaratkan sebuah ciuman di keningnya dan aku segera bangkit dari tempat tidurnya…

11.10 AM

“Erhhh” Amber mulai mengerang dan perlahan iya membuka selimutnya dan kedua matanya yang begitu berat “Arggh!” Amber memijat kepalanya yang terasa sakit, Amber duduk di sisi tempat tidurnya dan menatap jendela kamarnya yang bersinar terang “Haishh jam berapa ini?” Amber melihat jam nya dan “Oh shit!! jam 11 siang! yang benar saja!!” 

Amber bergegas bangun dan terlihat panik karena dia sudah terlambat berkerja tapi sebelum dia masuk ke dalam kamar mandi iya melihat sebuah kertas tertempel di lemarinya “Apa itu?” Amber mendekat dan terdapat tulisan.

Untuk : Amber llama bodoh

Apa sekarang kau sudah bangun? hmm biar ku tebak pasti sekarang rambutmu berantakan dan tambah terlihat seperti llama hahaha Haishh wanita ini sempat sekali mengataiku!

Kau pasti saat ini sedang terburu-buru untuk berangkat kerja? tenang saja, aku telah memberi izin ke tempat kerjamu karena kau sakit, aku harap kau berisitirahat karena kau semalam benar-benar mabuk berat dan aku telah menyiapkan bubur untukmu, bila buburnya dingin kau hangatkan saja…

bye bye llama

Dari : Jessica Jung

“Huff terima kasih Jessica” senyum Amber, dan tiba-tiba iya teringat bahwa kemarin sehabis jalan-jalan dengan Jessica iya mabuk berat “Saat aku mabuk, aku mengatakan yang aneh-aneh tidak ya?” pikir Amber dengan menggaruk kepalanya.

“Tapi terima kasih Jess, aku merasa jauh lebih baik” senyum Amber dan menyimpat surat itu di dalam lacinya.

Setelah mandi Amber memakan bubur yang telah di siapkan oleh Jessica dengan menonton televisi, saat menonton televisi Amber melihat promisi yang dilakukan SM untuk konsernya untuk beberapa detik Amber berhenti memakan buburnya tetapi iya kembali melanjutkan nya.

“Kriing kriing” suara ponsel Amber berdering.

“Oh Min?” Amber lalu mengangkatnya “Yo whats up Min!”

“Ya llama kau dimana? apa kau masih sakit?”

“Aku ada di rumah sedang menikmati bubur, tenang saja sakitku tidak parah”

“Baguslah, aku punya kabar bahagia untukmu!”

“Kabar apa??”

“Besok akan kuberitahu! bye bye llama!”

“Haish apa apaan wanita ini tidak jelas sekali!” Amber kembali melanjutkan makannya.

Dan “Kriing Krinng” ponselnya kembali berdering dan melihat Jessica yang menelfonya.

“Hi Jess!”

“Bagaimana keadaanmu? apa kamu masih pusing?”

“Aku baik-baik saja oh iya terima kasih kau telah mengizinkan hari kerja ku hehe”

“Kau benar-benar merepotkan!”

“Hehe maaf dan aku juga terima kasih atas bubur buatanmu ini, tetapi sayang rasanya sedikit aneh” 

“Apa kau bilang??!”

“Haha aku becanda, rasanya benar-benar enak! lihat saja mangkukny sampai bersih!” senyum Amber mengangkat mangkok buburnya.

“Goog boy! kalau begitu istirahatlah bye Am”

“Bye Jess” aku mematikan saluran ponselnya dan kembali berisitiraht.

NEXT DAY

“Selamat pagi!!” Amber menyambut teman-temanya dengan senyuman.

“Waah Am, aku kira kau masih berisitirahat” kejut Key

“Aku ini kuat jadi tenang saja” pukul 9 pagi toko roti La bone Tart telah di buka dan seperti biasa Amber selalu melayani tamu-tamu dengan ramah dan sopan.

“Hi handsome girl! dari mana saja kau kenapa kau tidak berkerja apa kau sedang sakit?” tanya yeoja cantik berambut blonde.

“Ah aku hanya pusing saja tidak sakit berat, kau ingin pesan?”

“Seperti biasa” Amber kemudian melayani pelanggannya.

Jam 12 siang

“Amber!!” teriak Min kepada Amber yang baru saja duduk ingin menikmati makan siangnya.

Ailee, Min dan Eric menghampiri Amber “Haiishh mengapa kalian mengejutkan ku! aku hampir saja terkena serangan jantung!” mereka bertiga tersenyum.

“Ya Amber kau tidak lupa kan akan memberimu kejutan!” Amber menatap Min dan menepuk dahinya “Oh iya! apa? kejutan apa?”

“Apa dia harus kita beritahu?” tanya Eric.

“Haha tentu saja” tawa Min.

 “Biar kutebak, pasti kali ini dia akan benar-benar terkena serangan jantung haha” mereka tertawa saat mendengar lelucon Ailee.

“Haiissh sudah sudah jangan banyak becanda, ada apa dengan kalian?” 

Min menyembunyikan sesuatu di balik tanganya “Pejamkan matamu” perintah Ailee.

“Hmm baiklah!” lalu Amber memejamkan matanya.

Dan Min sudah menyiapkan kejutaan yang akan di berikan oleh Amber “Saat kami hitung sampai tiga baru kau buka mata” perintah Eric dan Amber mengangguk.

“1” Eric

“2” Ailee

“3!” Min

“Tadaaa!!” teriak mereka bertiga, Amber benar-benar speechless saat melihatnya.

“Woaaahh!” Amber tersenyum.

“Bagaimana kau suka?” tanya Ailee dan Amber hanya mengangguk masih menatap tiket di tangan Min.

“Kami susah sekali mendapatkan tiket VIP ini!” 

“Tiket VIP?!!! bagaimana bisa?!! itu kan mahal sekali!” teriak Amber tidak percaya.

“Haish mengapa kau berlebihan sekali, ini  adalah hadiah dari kami bertiga karena kau terlalu baik kepada kami, kami bingung harus membalas kebaikanmu seperti apa jadi untuk sementara kami balas dengan tiket VIP ini” ujar Ailee.

“Dan lagi pula kau suka f(x) kan? aku dengar dari teman ku bahwa f(x) akan tampil di dekat panggung VIP jadi kau bisa melihat mereka dengan puas dude!” rangku Eric kepada Amber, tetapi mendengar perkataan Eric Amber teringat f(x) terutama Krystal.

“Yah Amber mengapa kau diam saja?” 

“Oh tidak apa” senyum Amber.

“Apa ku tidak suka?” tanya khawatir Min.

“Haishh tentu saja aku suka! berikan tiketnya!” Amber segera mengambil tiket dari tangan Min, mau tidak mau dia harus menonton konser SM, lagi pula ini adalah tiket VIP selama ini Amber selalu menonton dengan tiket yang murah hehe.

“Cepat ganti bajumu! konser akan mulai pukul 5 sore!” 

“Oh baiklah!” Amber segera mengganti seragam kerjanya dengan baju casual berwarna hitam dan berlampis kemeja flanel berwarna merah hitam, lalu Amber memakai topi bertuliskan LA miliknya dan memakai sepatu air jordan merah dengan memakai jeans hitam.

Sebelum pergi Amber memeluk sahabat-sahabatnya “Guys terima kasih” peluk Amber.

“Sama sama Am, pergi sana kau bisa telat!” 

“Baik bye semua!” Amber segera berlari ke arah belakang tokonya untuk mengambil sepeda hitam miliknya, Amber memakai tas ransel dan mulai menggoes sepedanya dengan cepat, setelah 20 menit bersepeda kini Amber telah sampai di Seoul World Cup Stadium.

“Oaahh seperti biasa sangat ramai!” Amber menaruh sepedanya dan berlari menuju stadium, tapi sebelum masuk Amber melihat lihat merchandies f(x) “Mengapa harganya mahal-mahal sekali?” untung saja Amber selalu siap membawa lightstick f(x).

“Haishh” Amber menggaruk-garuk kepalanya lalu dia melihat kipas dengan 4 member f(x) “Aku harus beli!” yap Amber memaksakan diri untuk membelinya.

Tidak lama kemudia Amber masuk kedalam dan duduk di seat yang sudah di tentukan “Baru kali ini aku mersakan duduk di VIP guys terima kasih ingin rasanya aku memeluk kalian lagi!” tempat duduk Amber terletak paling depan dan di tengah tengah panggung, Amber segera mengeluarkan lightsticknya dan menunggu konser akan di mulai.

Setelah 35 menit menunggu acara di mulai teriakan mulai bergemuru keras tapi sayang bukan f(x) yang tampil, tapi ntah kenapa kali ini dia tidak seantusias dulu sebelum iya mengenal dekat Krystal, kali ini dia menonton untuk melihat 4 member f(x) bukan hanya Krystal! yap Krystal adalah satu satunya di hati Amber walaupun f(x) ada 4 tapi dia hanya ingin melihat Krystal.

Tapi kali ini Amber tidak terlalu antusias dan tiba-tiba Amber melihat ada 4 orang yang berdiri di depan panggungnya tapi tidak dapat terlihat karena lampunya masih mati dan tiba tiba!”

“f(x)!!!!!!!!!” teriak semua orang saat lampu di panggung depan hidup dan Amber terkejut karena mereka sangat dekat!

“OH.MY.GOD KRYSTAL!!!!!!!!!!” teriak Amber melihat Krystal.

“AY AY ITS A RED LIGHT LIGHT!!” teriak Amber sekuat tenaga.

Tapi saat iya melihat Krystal iya kembali teringat luka hatinya dan Amber kembali diam “Haishh aku disini untuk bersenang-senang aku tidak ingin sedih!” hibur hatinya.

“Victoria!!!!!!! kau terlihat cantik!!” teriak Amber.

“Lunaa I love u!!!”

“Sulli!!! i’m yours!!!!” Amber kembali bersemangat tapi kali ini dia tidak meneriaki nama Krystal.

“Ya kau” Amber merasakan orang di sampingnya menggoyangkan tubuhnya.

“Ada apa?” 

“Sebenarnya siapa yang kau suka diantara mereka ber4? awal tadi kau berteriak nama Krystal dengan keras seperti orang gila tapi sekarang kau tidak lagi meneriaki namanya?” Amber menatap jengkel yeoja yang disampingnya.

“Aku tidak akan lagi meneriaki nama Krystal” jawab Amber dengan jengkel.

“Kenapa?”

“Karena dia telah menyakiti hatiku dan aku membencinya! sangat membencinya” jawab Amber menatap yeoja asing di sampingnya yang terlihat mengidolakan Shinee.

“Apa kau akan menjadi haters Krystal? aku tidak membenci f(x) aku hanya membenci yeoja sombong itu!” Amber menatap yeoja itu dengan aneh.

“Aku akan menjadi hatersnya” jawab Amber tanpa melihat yeoja itu.

“Baguslah, kau bisa bergabung di komunitas kami! aku bersyukur kalau wanita murahan yang sombong itu sekarang memiliki banyak haters” saat mendengar perkataan yeoja di sampingnya Amber terlihat marah.

“Apa kau bilang murahan?!!” nada tinggi Amber.

“Iya murahan dan dia sok jual mahal bila di dekat namja padahal di belakangnya semua namja di dekatinya dan tiba-tiba dia pacaran dengan Taemin oppa!”

“YA KAU!!” teriak Amber dengan berdiri.

“Jaga bicaramu!! Princessku tidak murahan dan tidak seburuk yang kau pikirkan!!! kalau kau iri dengan nya kau bilang saja dasar gila!!” teriak Amber yang marah yang membuat Amber menjadi pusat perhatian,

“Ya! kau yang gila!! kau bilang kau membencinya kenapa kau membelanya dan lagi pula ini benar-benar kenyataan!” teriak yeoja asing.

“Aku membencinya bukan berarti kau bisa menghina nya wanita gila!!” teriak Amber dengan emosi.

“Ya kau!!” yeoja asing itu berdiri dan ingin memukul Amber tapi tiba-tiba petugas keamanan datang menghampiri mereka berdua.

“YA LEPASKAN AKU!! Aku ingin menghajar yeoja aneh yang gila itu!! berani sekali kau menghina Princessku!! kemari kau!!” teriak Amber yang berusaha melepaskan diri dari petugas keamanan.

“Kau yang gila!!” yeoja itu tidak kalah berteriak.

“Jika aku bertemu denganmu akan ku cincang-cincang badanmu dan akan ku lempar ke sungai amazon!!” teriak Amber.

Dan seketika Amber dilarikan ke kantor polisi terdekat karena membuat ulah di konser SM, Amber yang sedang duduk di meja introgasi.

“Mengapa kau bertengkar” tanya polisi.

“Karena dia menghina princessku” jawab Amber kesal.

“Siapa princessmu itu! kau kira kau ini siapa!” teriak polisi dengan menggebrak meja.

Dan Amber mengosok-gosok telingnya “Dia menghina Soojung ku Ahjussi! dia mengatakan Soojungku murahan! tentu saja aku marah!” Amber langsung berdiri dari tempat duduknya,

“Coba ahjussi bayangkan bila istri ahjussi di katakan murahan oleh wanita lain!” polisi itu terlihat sedang berfikir.

“Aku akan marah” jawab polisi itu polos.

“Lihat kau saja akan marah! itulah yang aku rasakan ahjussi!!”

“Tapi kau membuat kericuhan dasar bodoh!!” Ahjussi itu memukul kepala Amber sebanyak tiga kali “Dasar bodoh”

“AMBER!!” Amber menoleh ke sumber suara.

“Jessica??!!!” Amber terkejut, dan Jessica langsung mendekati Amber dan memegang wajahnya “Apa kau baik-baik saja?” tanya Jessica yang melihat badan Amber memastikan dia baik-baik saja.

“Aku tidak apa-apa Jess” senyum Amber.

“Kenapa kau bisa disini?” tanya Amber yang melihat Krystal khawatir.

“Saat konser tadi aku melihat mu di giring oleh petugas keamanan dan aku mengikutimu hingga sampai disini, aku benar-benar khawatir padamu” Jessica memeluk Amber.

“Aku tidak apa-apa Jess tenang saja” Jessica memeluk Amber dengan erat.

Tapi seketika Amber terdiam dan melihat sosok yeoja yang berdiri tidak jauh dari dirinya.

“Am kau tidak apa-apa?” Jessica melihat Amber yang hanya diam dan seperti menatap sesuatu dan Jessica mengikuti arah bola mata Amber.

Betapa terkejutnya Jessica saat melihat yeoja yang berdiri tidak jauh dari Jessica dan Amber

“Soojungie” 

 

 

Perhaps Love 9

Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam, tetapi kegiatan Krystal belum selesai dan masih banyak sesi lagi yang akan iya kerjakan “Baiklah kita break dulu!” 

Krystal melangkah ke arah kursinya dan mengambil ponsel 

4 message

2 missed calls

“Unnie, Taemin oppa, Luna unnie dan Vic unnie” satu persatu pesan singkat itu di baca oleh Krystal dan membalasnya dan dua telfon tak terjawab dari kakaknya yaitu Jessica.

“Soojung apa kau sudah makan?” tanya manager oppa.

“Belum” jawab Krystal malas.

“Kalau begitu kau akan kubelikan makanan karena aku tidak tahu kalau breaknya tidak sesuai jadwal, kau tunggu sebentar okay” Krysatl berlari ke arah managernya.

“Oppa tunggu!” 

“Ada apa?”

“Bisakah aku membelinya sendiri? aku terlalu bosan makan di lokasi ini” mohon Krystal kepada managernya.

“Tapi…”

“Please oppa, aku bisa mati kebosanan bila disini terus” wajah sedih Krystal membuat managernya menjadi luluh.

“Hmmh baiklah tapi aku harus ikut denganmu, okay?”

“Baiklah!” senyum Krystal.

Setelaj 10 menit akhirnya mereka sampai di tempat tujuan Krystal.

“Soojung” Managernya melihat toko tersebut.

“Ya?”

“Sepertinya toko itu sudah tutup dan lihat pengunjungnya saja sudah tidak ada” managernya melihat toko tersebut sudah sepi dan tutup, wajah Krystal terlihat kecewa.

“Bagaimana kalau kau makan di tempat lain saja” usul manager.

“Tidak! aku ingin makan di tempat ini” 

“Tapi toko itu sudah mau tutup Soojung” bujuk manager.

“Akan kubuka toko itu kembali! kau tunggu disini saja oppa” managernya hanya menggelangkan kepala melihat tingkah keras kepala dari Krystal.

Krystal melangkah ke arah la bone tart yang sangat sepi, Krystal melihat sekitarnya dan melihat tanda Close di depan pintu , tanpa pikir panjang Krystal memasuki toko itu tanpa menghiraukan tanda tutup. Krystal melangkah masuk la bone tart yang sudah sepi ini bahkan bangku bangku sudah di rapihkan dan Krystal tidak melihat satupun cake yang ada di meja.

Krystal kembali melihat sekeliling “Kemana orang-orang?” Krystal kembali berjalan mengelilingi la bone tart dan ketika Krystal berjalan langaknya melambat saat mendengar suara dari dalam “Suara apa itu?” Krystal menengok ke arah sumber suara yang terdengar dari arah dapur.

Krystal melangkah pelan menuju dapur dan suara itu lama kelamaan terdengar jelas “All Night All Night neoui saegkkallo nareul saegchilhaejwo” Krystal menaikan alisnya dan membuka telinganya karena tertutup dengan rambut, Krystal kembali berjalan dan masuk ke dalam dapur.

“All Night All Night neoui saegkkallo nareul saegchilhaejwo All Night All Night I sesange hanabakke eobke” Krystal menahan tawanya dengan membungkam mulutnya dengan tangan mungilnya.

“Ssuk ne soni bulssuk neoui du bari jugeumssik ne mami deuleowa naui sigane” perut Krystal benar-benar sakit menahan tawa saat melihat yeoja yang sedang menari nari lagu band miliknya dengan menggunakan kayu pel yang iya gunakan sebagai mic dan berputar-putar mengikuti irama lagu.

“AGGHHHHH!!!” Amber baru tersadar bahwa dari tadi Krystal memperhatikan nya.

“Ya!! sedang apa kau disini!!” teriak Amber dengan mengayunkan kayu pel miliknya karena terkejut.

“Hishh kenapa kau harus berteriak! dasar stupid” ketus Krystal kepada Amber dengan melipat kedua tangan di dadanya.

“Tentu saja aku berteriak karena aku sangat terkejut! kau, kau mengapa tiba-tiba ada disini? apa kau tidak lihat bahwa toko ini sudah tutup! haishh apa jangan-jangan kau diam-diam ingin mencuri!” Amber menyipitkan matanya.

“Brukk!” Krystal melempar panci kecil ke arah Amber.

“Ya kau!! kenapa melempar ku! haishh wanita ini” keluh Amber.

“Karena kau sudah menuduhku ingin mencuri toko mu ini! apa kau sudah gila? seharusnya kau berterima kasih kepadaku karena aku yang masuk kedalam toko mu ini bukan orang lain! kalau saja orang lain mungkin toko ini benar-benar akan dicuri dan kau akan dibunuh!” Krystal mengarahkan tangan kanannya ke arah lehernya saat mengatakan dibunuh ke arah Amber yang membuat Amber sedikit takut mendengar kata-kata Krystal.

“Lalu, lalu untuk apa kau ke sini?” tanya Amber dengan menurunkan kayu pel miliknya.

“Untuk makan” 

“Kau tidak lihat bahwa kami sudah tutup dan lagi pula cake nya sudah pada habis” Amber menunjuk meja tempat roti.

“Kalau sudah habis berarti harus membuatnya lagi” 

“Apa??” mata Amber membulat.

“Apa kau tidak dengar? kau harus membuat roti lagi stupid” Krystal kembali melipat kedua tangan didadanya.

“Tak bisakah kau mencari toko lain, di toko depan halte bus itu masih buka dan sangat ramai”

“Aku  ingin roti buatan toko ini! jika kau tidak membuatkan nya untuku maka kau akan ku laporkan kepada atasan mu!” ancam Krystal.

“Ya! mengapa kau sekarang mengancamku?? haishh wanita ini benar-benar” Amber menggaruk kepalanya dan Krystal tersenyum puas.

“Ayo cepat bikin rotinya aku benar-benar lapar stupid” suruh Krystal.

“Ya” jawab singkat Amber yang membuat Krystal tersenyum puas.

Amber berjalan ke lemari untuk mengambil beberapa keperluan untuk membuat roti untung saja Amber pandai dalam membuat segala macam roti selagi Amber sedang mempersiapkan beberapa bahan Krystal memperhatiakan Amber yang sedang sibuk membuat adonan roti “Kau ingin roti rasa apa?” tanya Amber tanpa melihat Krystal.

“Ehm apa saja tapi sepertinya malam ini aku ingin makan roti isi coklat keju”

“Baiklah” senyum Amber.

Krystal mendekat ke arah Amber yang sedang sibuk di mejanya dengan mempersiapkan beberapa bahan seperti tepung terigu,baking powder, gula pasir, susu bubuk, telur, air es, margarin dan garam. Krystal memperhatikan Amber cara membuat roti dengan menarik bangku kecil lalu duduk di depan meja Amber berkerja.

“Apa kau yakin bisa membuat roti?” 

“Tentu saja!” jawab percaya diri Amber lalu Krystal menyipitkan matanya “Lalu kenapa kau menjadi pelayan bukan seorang pembuat roti?”

“Itu karena aku memiliki daya tarik itu sebabnya aku tidak di taruh di dapur” Krystal memasang wajah jengkel saat Amber berkata seperti itu.

“Princess”

“Hmm” jawab Krystal dengan masih menatap adonan di depan matanya.

“Apa kau bisa membantuku?” tanya Amber kepada Krystal yang duduk di depan mejanya.

“Membantumu?” tanya Krystal menatap Amber.

“Iya membantuku, kau hanya perlu mencampurkan tepung terigu, baking powder, gula dan susu bubuk ini hingga menjadi rata” Krystal menarik nafas lalu berdiri ke arah samping Amber.

“Ini campurkan hingga rata”

“Ya” jawab Krystal malas dan Amber tersenyum melihatnya.

Krystal mulai meratakan seluruh adonan hingga tanganya menjadi kotor, Amber sesekali menatap Krystal “Kau sepertinya memiliki bakat dalam membuat roti” tanya Amber dengan senyum.

“Waktu kecil aku sering membuat roti bersama unnia dan ibuku tetapi semenjak aku sibuk dan unnie sibuk kami tidak pernah membuat roti lagi” jawab Krystal yang masih fokus terhadap adonan nya.

“Ohh aku juga dulu sering membuat roti bersama orang tua angkatku itu sebabnya aku bisa membuat roti”

“Orang tua angkatmu?” tatap Krystal ke Amber.

“Iya, orang tua angkatku yang mengurusku dan Jackie hingga aku berumur 20 tahun setidaknya mereka sangat menyangiku dibanding kedua orang tuaku yang meninggalkan ku dan Jackie di panti asuhan” Amber menghela nafas panjang.

“Tapi sayang kini orang tua angkatku meninggalkan diriku dan Jackie untuk selamanya”

Krystal bisa melihat kesedihan di mata Amber, Krystal ingin sekali memeluk Amber tetapi iya tidak memiliki keberanian “Maafkan aku karena kau bertanya hal seperti ini kepadamu Am” 

“Tidak apa princess, lagi pula ini semua ada hikmahnya. Dengan begini aku bisa mengenal Krystal Jung the sexy girl in Asian!” 

“Yah kau!!” Krystal mengepalkan tanganya kepada Amber.

“Haha aku becanda, tetapi aku serius aku harus berterima kasih kepada orang tua angkatku karena membawa ku Korea dan bisa mengenal dirimu dan apalagi saat ini kau berada di sampingku sedang membuat roti bersama” Amber kembali menghela nafas dan menatap ke langit atas untuk mengambil nafasnya.

“Sampai detik ini aku tidak percaya bahwa aku bisa dekat denganmu atau bahkan bisa berbicara langsung dengan yeoja yang selama ini selaluku impikan yang selalu aku ingin tahui beritanya yang selalu ingin aku ketahui tentang kegiatan nya dan kenyataan nya sekarang dia berada di sampingku! aku benar-benar beruntung” senyum lebar Amber dengan menaruh kedua tanganya di pinggang kanan dan kirinya.

“Ya stupid”

“Hmm” Amber masih tersenyum dengan mata terpejam dan tiba tiba “Byurrrr” 

“Hahahahaha” Krystal tertawa melihat wajah Amber yang di penuhi dengan tepung dan Amber masih berdiri dengan mata terpejam.

“Hahahahahahaaha” Krystal tertawa hingga mengeluarkan airmata.

Dan Amber membersihkan tepung yang berada di daerah matanya “Ya Jung Soojung!! kau benar-benar!”

“Kau tidak bisa diam jadi aku siram saja kau dengan tepung lagi pula kau lucu stupid hahaha” Krystal tertawa dengan memegang perutnya.

“Kemari kau Soojung!!”

“Wow wow wow” Krystal mulai berlari untuk menghindari Amber yang berlumuran tepung putih.

“Haha tangkap saja kalau bisa stupid!” Krystal menjulurkan lidahnya untuk menggoda Amber.

“Haishh kalau kau ketangakap awas saja!” Krystal masih tertawa melihat Amber yang masih mengejar-ngejar Krystal dan sesekali Amber terpeleset karena tepung yang licin.

Sebenarnya Krystal melakukan ini terhadap Amber karena iya takut Amber akan melihat wajah merahnya karena kata-kata dari Amber itu sebabnya Krystal menyiram tepung di wajah Amber, tetapu di sisi lain Amber merasa senang karena Krystal dapat tertawa dengan lepas sekalipun Amber harus mandi tepung.

Setelah 10 menit berlalu akhirnya roti keju coklat jadi “TING!” suara oven berbunyi dan Amber lekas membuka oven dan mengambil roti buatan Krystal dan dirinya, Amber menaruhnya di piring dan membawa susu coklat hangat untuk Krystal yang sedang duduk di atas atap toko roti ini dimana tempat ini adalah tempat fav Amber bila sedang isitirhat karena udara yang dingin.

“Tadaaaa roti nya sudah datang”

“Waah akhirnya” Amber menaruh di samping Krystal yang sedang duduk bersilang “Hmmm baunya sangat lezat!” Krystal mulai mengambil roti hangat dan Amber juga mulai mengambilnya.

“Hmmmmh sangat enak!!” riang Krystal saat mencoba roti buatan mereka berdua.

“Benarkah?” lalu Amber mencoba.

“Enak bukan?” Amber mengangguk dan memberi jempol kepada Krystal.

Amber menatap Krystal yang tepat di sampin yang sedang menikmati roti “Makanlah dengan pelan-pelan princess, kau bisa tersedak”

“Ya servant” jawab Krystal.

“What??”

“Apa? kau tidak suka?” tanya Krystal berhenti mengunyah.

“Tida tidak, aku sangat suka” senyum Amber dengan terpaksa.

“Bagus” Krystal kembali melanjutkan makanya dan Amber menatap langit-langit.

“Jung Soojung”

“Apa?”

“Aku tidak memanggilmu” jawab Amber.

“Ya jelas-jelas tadi kau bilang Jung Soojung? kau ingin mempermainkanku?”

“Tidak, aku hanya melihat bintang terang itu” tunjuk Amber ke arah bintang yang bersinar.

“Dan kuberi nama bintang itu Jung Soojung” Krystal melihat ke arah Amber yang masih menatap langit-langit.

“Kenapa harus Jung Soojung? itu kan namaku”

“Bila suatu saat nanti aku tidak bisa lagi di sisi mu, tidak bisa lagi melindungimu aku masih bisa mengingatmu atau masih bisa memanggil namamu di langit-langit dengan bintang yang paling terang seperti bintang itu” tunjuk Amber dengan senyum.

“Kenapa kau bicara seperti itu? apa kau menginginkan perpisahan!” 

“Princess, aku bisa mengenalmu saja itu sudah cukup aku bisa berbicara bahkan duduk di sampingmu saat ini adalah benar-benar suatu keajaiban untuku” Amber menghela nafas.

“Aku hanya takut untuk kehilanganmu aku hanya takut untuk tidak bisa lagi berbicara kepadamu atau bertemu denganmu seperti ini, aku takut kita tidak bisa selamanya seperti ini” tatap Amber kepada Krystal.

“Hentikan Amber, aku tidak ingin mendengar kata katamu lagi! saat ini waktu ini detik ini aku bersamamu”

“Tapi kita tidak tahu bagaimana hari esok bagaimana minggu depan atau bahkan setahun kemudian”

Krystal terlihat kesal dan memutuskan berdiri “Aku ingin pulang terima kasih untuk rotimu” 

Amber bangkit dari duduknya dan meraih tangan Krystal “YA!!” teriak Krystal.

“Lepaskan Am!” Amber masih memegang kuat lengan Krystal.

“Amber!!”

“Kau tidak tahu rasanya saat kau bersama orang lain, kau tidak tahu rasanya hati ini saat kau bergandengan tangan dengan orang lain! kau tidak tahu bagaimana hancurnya hatiku saat aku melihatmu bersama Taemin!” mata Amber mulai berkaca-kaca.

“Aku, aku benar-benar gila dibuat olehmu! semakin dalam aku mengenalmu semakin dalam rasa sayang ini kepadamu!” Amber menarik dalam nafasnya.

“Aku yeoja gila yang berani menyukai yeoja sepertimu, yeoja yang tidak pantas untuk mencintai orang seperti mu dan hanya bisa bermimpi, tapi bisakah mimpiku berakhir dengan indah? atau kah aku saat ini hanya bermimpi bisa berbicara denganmu, menggengam tanganmu dan becanda dengamu? kalau ini benar-benar mimpi biarkan saja aku hidup dalam mimpi agar aku bisa selalu seperti ini denganmu” Amber mulai meneteskan airmatanya.

“Aku menyukaimu Jung Soojung” 

“Aku mencintaimu” Krystal dan Amber bertatapan mata.

Tetapi Krystal memutuskan tatapan nya dengan Amber “Maaf Amber”

“Aku tidak bisa” suara Krystal terdengar serak.

“Aku” Krystal menarik nafasnya dan tidak menatap Amber.

“Aku hanya menganggapmu sebagai teman dan tidak lebih” Amber meneteskan airmatanya dan perlahan genggaman tanganya melemah hingga tangan Krystal terpelas dari tanganya.

Krystal tidak melihat wajah Amber “Maafkan aku Amber” 

“Jung Soojung” Amber tersenyum dalam tangisnya.

“Aku menerima keputusan hatimu, aku harap kau bisa berjalan lama dengan Taemin” Amber melangkah pergi meninggalkan Krystal yang berdiri kaku. tidak lama Amber pergi, lutut Krystal menjadi gemetar tidak dapat menopang badanya hingga iya jatuh berlutut dan airmata yang iya pendam mengalir deras.

Krystal menangis dengan meluapkan seluruh emosinya “Maafkan aku Am, maafkan aku” Krystal menangis dengan terisak-isak hingga iya sulit untuk bernafas.

“Aku menyukaimu Am, aku menyukaimu tetapi aku tidak bisa aku benar-benar tidak bisa, maafkan aku”

 

 

So bagaiamana kelanjutanya : Jessica yang berani menyukai Amber

                                                 Amber yang ternyata lebih menaruh rasa ke Krystal (tapi gak tau ya kedepan nya gimna haha)

                                                 Krystal yang terlalu takut buat cinta ke Amber…

Nih cerita ribet banget haha, ya begitulah hidup…

 

Sorry kalau ceritnya gaje hahaha