Beautiful Stranger 10

Namja?

Seorang namja?

Tapi siapa, siapa namja itu? siapa namja yang menjadi obat penawarku?

“Krystal”

“Oh?”

“Apa kau tidak apa-apa? kau terlihat melamun, apa kau baik-baik saja?” tanyanya cemas.

“Aku tidak apa-apa oppa” senyumku kepada seorang namja yang sangat baik kepadaku.

“Kalau terjadi apa-apa bilang saja padaku” aku hanya mengangguk sebagai tanda jawabanku kepada Yuri oppa.

Sudah beberapa hari ini aku terus memikirkan apa yang di katakan oleh Alish sehingga mereka semua khawatir padaku, beruntung sekali aku bisa mengenal mereka semua.

“Ya Kai ada apa dengan seragamu?” suara Yuri oppa menarik perhatianku untuk melihat Kai yang baru saja datang dengan wajah hmm bisa di bilang dengan wajah yang kesal.

“Aku tidak apa-apa” jawabnya singkat.

“Wah wah ada apa dengan jagoan satu ini? apa kau habis bertengkar? tanya Sunny unnie menghampiri Kai dengan memberikan Kai segelas air putih.

Aku menghampiri Kai yang seragamnya terlihat kotor, tapi ntah kenapa seragam yang Kai kenakan mengingatkanku kepada Amber.

“Ini untuk pertama kalinya aku melihatmu kesal haha, siapa lagi korbanmu bullymu Kai? apa dia melawanmu hingga kau menjadi kesal seperti ini?” bully? apa itu bully, aku tidak mengerti apa yang Yuri oppa katakan.

“Aku berani bertaruh bahwa iya dan korban bullynya menyukai yeoja yang sama hingga iya berani melawan Kai dan membuatnya menjadi kesal seperti ini” ucapan Sunny unnie membuat Kai melirik ke arahnya.

“Benarkah? waah jadi yeoja mana lagi yang ingin kau mainkan?” canda Yuri.

“Hyeong!” kesal Kai dan seketika iya menatapku, ada apa dengannya?

“Aku akan menghabisinya” mengapa seketika Kai menjadi menyeramkan seperti ini, apa dia terlibat masalah.

Kai bangun dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan kami dan tidak ada satupun yang mencegahnya tapi ntah kenapa aku mengikuti Kai yang terlihat duduk di teras belakang dengan wajah yang masih kesal.

“Apa kau tidak apa-apa?” wajah Kai terkejut saat aku duduk di sampingnya, aku hanya pensaran saja apa yang Kai lakukan hingga membuatnya seperti ini.

“Aku tidak apa-apa. terima kasih sudah mengkhawatirkanku Krys” senyum Kai.

“Lalu kalau tidak apa-apa mengapa kau terlihat kesal, apa ada sesuatu yang meganggumu?” tanyaku penasaran.

“Hmm haruskah aku menceritakanya?” tanya Kai padaku yang kubalas dengan anggukan.

“Ehmm aku menyukai seoarang yeoja di sekolahku, dia benar-benar menarik perhatianku. Dia benar-benar cantik, sangat menawan, pintar dan suka menolong tetapi…” Kai menghembuskan nafasnya.

“Iya tidak membalasku” senyumnya kecut.

“Iya malah menyukai namja sampah yang tidak ada gunanya” aku melihat Kai menggengam amarahnya.

“Namja yang lemah, tidak berguna, namja yang hanya menjadi sampah yang benar-benar merusak semuanya. tapi iya tetap membela namja sialan itu bahkan aku dengar bahwa iya menyukai namja sialan itu!” aku bisa melihat amarah di wajah Kai seakan-akan dia akan membunuh namja yang iya benci itu.

“Lalu, apa kau hari ini berantem denganya hingga bajumu seperti ini?” Kai menatapku, ini untuk pertama kalinya aku melihat sisi yang lain dari sosok Kai yang ku kenal.

“Iya tentu saja, jika aku tidak bisa mendapatkan Suzy maka tidak ada satupun orang yang bisa mendapatkanya” senyum Kai.

“Su-suzy??” mengapa aku seperti tidak asing mendengarnya.

“Iya Suzy, yeoja yang membuatku tergila-gila padanya” ucap Kai dingin.

“Tapi kini, ku rasa aku tidak menyukainya lagi” aku melihat Kai heran. Bagaimana bisa secepat ini dia melupakan sosok yeoja yang iya sukai?

“Apa?” tanyaku padanya dengan heran.

“Iya, aku menyukai seseorang dan kali ini aku harus benar-benar mendapatkanya” senyum Kai kepadaku, senyuman nya benar-benar misterius bagiku.

“Ya! apa yang kalian berdua lakukan?” suara Yuri mengejutkan Kai hingga iya menjauhi wajahnya dariku.

“Tidak ada hyung” senyum Kai kepada Yuri.

“Ayo masuk cuaca malam ini akan sangat dingin”

“Benarkah? haishh aku benci sekali dengan dingin” Kai pergi meninggalkaku dan Yuri dengan terburu-buru.

“Haishh anak itu tidak berubah” Yuri menggelengkan kepalanya dan duduk disampingku.

“Ya Krystal” aku hanya menengok.

“Apa kau menyukai Kai?”

“Apa? hahaha yang benar saja” tawaku.

“Lalu mengapa kau berdua denganya?” haishh ada apa denganya ini.

“Memang aku tidak boleh berdua dengan Kai? lagipula aku hanya ingin tahu apa yang terjadi denganya hanya itu saja”

“Benarkah? haishh anak itu suka membuat onar, sangat susah mengurusnya” Yuri menggelengkan kepalanya.

“Oh iya ketika kalian bicara tentang bully, aku tidak mengetahui bully itu apa?” tanyaku polos.

“Hmmm” Yuri menatapku.

“Tapi kau jangan berfikiran negative tentang Kai okay” aku mengangguk.

“Kai adalah anak satu satunya yang di kelilingi oleh kemewahan serta uang yang berlimpah di hidupnya, bisa kubilang hidupnya sangat sempurnya terlebih lagi iya terlahir dengan fisik yang baik serta kemewahan”

“Tapi kedua orang tua Kai tidak pernah mengurus Kai dan hanya membiarkannya dengan para pelayan di rumah terlebih lagi ibu Kai mendepatkan kekerasan fisik dari ayah Kai. Aku merasa kasihan padanya, mungkin itu sebabnya di sekolah iya merasa paling berkuasa dan suka membuat onar seperti menggangu teman-temanya atau semacamnya. Bully yang di maksud adalah bahwa Kai suka melakukan tindakan yang tidak baik di sekolah seperti memukul atau membuat sekolah menjadi berantakan” aku mengangguk apa yang yuri oppa jelaskan, kasihan sekali Kai pasti dia merasa sangat sendiri.

“Aku sudah memberikan peringtan kepada Kai agar menghentikan tingkah bodohnya itu tapi percuma saja”

“Memukul?” kata kata itu terpintas di pikiranku dan ntah kenapa aku langsung teringat Amber yang wajahnya selalu penuh dengan memar.

“Ya Krystal kau mau kemana!” kubiarkan Yuri oppa sendirian dan bergegas mengambil ponselku.

Kutekan tombol 1 dan membuat panggilan kontak yang kuberi nama “Stupid llama” lalu kutekan untuk menyambungkan ke ponselnya.

Sudah tiga kali kucoba untuk menelfon tapi tidak di angkat “Haish kemana servant bodoh ini!” tumben sekali llama bodoh ini tidak mengangkat telfon dariku! apa dia mau mati!

“Ada apa denganmu?”

“Tidak ada” aku terus mencoba menelfonnya tapi tetap saja tidak di angkat.

“Haishh kemana dia!”

“Pacarmu?”

“Bukan” mataku masih fokus terhadap layar ponselku.

“Lalu mengapa kau sangat cemas?” haish bisakah dia berhenti bertanya.

“Tidak ada” senyumku paksa.

“Hmm bisakah kau bilang kepada Sunny unnie kalau aku pulang lebih awal, ada sesuatu yang harus aku urus” pintaku kepada Kai.

“Secepat ini?” aku mengabaikan Kai dan bergegas mengambil jaket hitam milik Amber yang suka iya pakai.

“Mau aku antar?” Kai menghalangi jalanku.

“Tidak perlu, lagi pula di luar cuacanya sedang dingin” wajah Kai tiba-tiba berubah dan memberi jalan kepada Krystal yang terburu-buru.

“Aku akan mencari tahu siapa orang yang selalu membuatmu pergi dariku Krystal” senyum Kai.

Sementara itu Krystal terus berjalan menuju halte bus sembari melihat jam tanganya yang menunjukan pukul 19.30 malam.

Haishh tumben sekali bus ini ramai, aku mencari cari kursi yang kosong tapi sayang sekali bus nya penuh hingga aku harus berimpitan dengan orang lain “Bisa tidak jangan dorong-dorong” haishh benar-benar!

Aku menggengam erat gantungan bus ini agar tidak terjatuh sembari melihat jendela dengan menatap kelap kelip lampu yang menarangi jalan kota Seoul, di saat seperti ini aku jadi ingat saat pertama kali aku pergi dengan Amber bersama naik bus. Haishh mengapa aku terus memikirkan nya!

“Cittttt” ban bus berdecit membuat Krystal hampir terjatuh.

“Ahhhh!” ku pejamkan mata ini karena secara tiba-tiba bus mengerem mendadak membuat badanku tidak seimbang yang akan membuatku terjatuh tetapi… tetapi mengapa aku tidak merasakan sakit justru aku merasakan sesuatu yang berdetak “Dup dup dup” bahkan aku bisa mendengar irama nya seperti bunyi detakan jantung.

“Mau sampai kapan kau seperti ini? banyak sekali orang yang melihat” suara itu! aku segera membuka mataku dan…..

Aghhhh!! betapa malunya aku semua orang di bus memperhatikan ku dan…

“Amber?!!” aku tidak sadar ternyata aku masih bersandar di dadanya yang bidang dan dengan cepat aku mendorong badanya.

“Ya! mengapa kau kasar sekali” aku masih syok  dan benar-benar sangat malu aghhh bagaimana ini?

“Kau seharusnya berterima kasih kepadaku, bukan mendorong ku. Kalau tidak ada aku kau pasti sudah terjatuh princess” aku hanya menatapnya jengkel.

“Bagaimana bisa kau ada disini? sejak kapan kau naik?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“Banyak sekali pertanyaamu” Amber menggelengkan kepalanya heran.

“Cepat jawab! apa kau membuntutuiku?” Amber menghembuskan nafasnya.

“Jadi begini princess, sebelum kau naik bus aku sudah naik duluan ke bus ini dan juga aku sudah melihatmu dari kejauhan kalau kau sedang bingung mencari tempat duduk, sedangkan aku sudah duduk di dekat jendela lalu karena ada nenek yang naik bus ini kuberikan tempat duduku dan memutuskan untuk berdiri seperti mu tadi” kami berdua saling melempar tatapan.

“Benarkah?”

“Kau kira aku berbohong? lagi pula tumben sekali kau pulang jam segini?” tanyanya heran.

“Ehmm itu karenaa” haishh anak ini benar-benar.

“Apa kau khawatir padaku?” tanyanya dengan menganggtungkan tangan kanan nya di bus.

“Ap-ap-apa? hahahaa itu hanya terjadi di dalam mimpimu llama!” jawabku dengan menatapnya jengkel.

“Benarkah? lalu mengapa kau menelfonku hingga 15x princess?” senyum Amber.

“15x? kau mengarang ya!” benar-benar memalukan! lagi pula mengapa aku bisa sebodoh ini!

“Kau ingin bukti?” tatap Amber.

“Haishh sebaiknya tidak perlu, aku tidak ingin membuatmu malu di depan orang ramai” aku menggepal tanganku bermaksut untuk memukulnya erggh benar-benar menjengkelkan!

Bus kembali berhenti dan mengangkut penumpang yang mulai naik seketika bus menjadi padat dengan orang orang “Jangan dorong dorong” kesalku karena ramai sekali orang disini! aku benar-benar risih akan keramain.

“Aku tidak akan membiarkan mereka mendorongmu lagi princess” betapa terkejutnya aku saat Amber berdiri tepat di belakangku dengan menaruh tangan nya di pundaku bermaksut untuk mejagaku dari keramaian. Haruskah aku bilang ini sangat manis…??

Aghh tidak tidak tidak! tapi…

“Ya!” aku melihat Amber yang benar-benar melindungiku, jaraku dan Amber benar-benar dekat bahkan aku bisa merasakan aroma tubuhnya  ntah kenapa aku merasakah tubuh ini menjadi satu dengan Amber.

Aghhhhh ada apa denganku!!!!

15 menit berlalu akhirnya mereka sampai di halte bus yang mereka tuju, dengan perlahan Amber membantu Krystal yang turun dari bus lalu melanjutkan jalan menuju rumah.

Krystal menatap punggung Amber yang tepat di belakangknya, Amber berjalan lebih cepat dari Krystal.

Amber menghentikan langkahnya dan secara reflek Krystal juga menghentikan langkahnya, Amber memutar badanya dengan berjalan menuju Krystal.

“Kau ini keong atau kura-kura? mengapa kau jalan lama sekali?” aku hanya menatapnya.

“Haishh dia melamun” Amber menghembuskan nafasnya  dan betapa heranya aku melihat Amber yang jongkok di depanku.

“Naiklah aku tahu kau lelah” Amber menunjuk punggungnya.

Krystal mulai naik di punggung Amber “Kau ini manja sekali, kalau kau malas berjalan kau bisa bilang kepadaku” ucap Amber dengan menggendong Krystal.

Terkadang aku bertanya pada diriku sendiri, mengapa di saat aku bersama Amber aku merasakan rasa yang nyaman, aku merasa diriku akan baik-baik saja bilaku bersamanya dan terlebih lagu aku suka caranya memperalukan diriku.

“Mengapa kau diam saja? apa kau sudah mengantuk?” suara Amber membangkitkan ku dari pikiran yang benar-benar delima.

“Tidak” jawabku singkat.

“Lalu? apa kau tidak enak badan?” aku hanya menggelengkan kepalaku, secara diam-diam aku melirik ke wajah Amber yang jaraknya begitu dekat denganku.

Rasanya detik seakan berhenti saat aku melihat betapa sempurnya nya hidung, mata, bibir yang dimiliki Amber.

“Berhentilah memandangku, aku bisa jatuh pingsan jika kau terus memandangku terus menerus” senyum Amber malu yang membuat wajah krystal berubah menjadi merah.

“Tidak! ya servant kau jangan berkhayal!”

“Haha baiklah” tawa Amber.

Tapi ada sesuatu yang menarik perhatianku “Bibirmu?”

“Apa?” aku memandang sekitar wajahnya saat lampu jalan menyinari kami.

“llama aku ingin turun!” perintahku.

“Rumah kita masih jauh mengapa kau minta turun”

Author Pov

“Aku ingin turun!” Amber menghentikan langkahnya, dengan sangat hati-hati Amber menuruni Krystal.

Amber masih memunggungi Krystal di bawah sinar lampu “Ayo kembali jalan” perintah Amber tanpa melihat Krystal tapi Krystal meraih tangan Amber membuat Amber terkejut atas tindakan Krystal kepadanya.

“Bisakah kau melihat ke arahku?” pinta Krystal kepada Amber, Amber menghembuskan nafasnya yang dingin.

“Amber!” dengan perlahan Amber membalikan badanya dan betapa terkejutnya saat Krystal menatap wajah Amber yang penuh memar di sekitar wajahnya dan juga seragam yang iya kenakan sangat kotor dan sedikit bercak darah.

“Apa yang terjadi?” Krystal benar-benar syok.

“Aku tidak apa-apa kau tidak perlu khawatir” senyum Amber dengan mengaruk kepalanya.

“Kau bilang tidak apa-apa? kau selalu bilang kepadaku jangan pernah membuatmu khawatir! tapi kau… tapi kau selalu membuatku khawatir!” Amber kaget dengan apa yang di utarakan oleh Krystal.

“Kau tidak tahu betapa khawatirnya aku bila aku melihat wajahmu yang selalu penuh memar, bila melihat bajumu menjadi penuh darah! lalu kau bilang kau baik-baik saja? kau selalu bilang jangan membuatmu khawatir kepadaku tapi apa yang kau lakukan kepadaku? kau selalu membuatku khawatir!” Krystal dan Amber saling betatapan cukup lama membuat Amber terjatuh di bola mata Krystal yang berwarna biru nan indah.

“Maaf princess membuatmu khawatir tapi sungguh ini sudah biasa bagiku” senyum Amber.

“Aku tidak apa-apa aku bisa menjaga diriku” senyum Amber meyakinkan dirinya baik-baik saja.

“Apa?” senyum simpul Krystal.

“Kau bisa menjaga dirimu tapi hampir setiap hari kau pulang dengan wajah yang memar! jika kau ingin menjagaku pastikan kau bisa menjaga dirimu sendiri! dan juga…”

“Kau tidak perlu khawatir kepadaku karena aku bisa menjaga diriku sendiri!” Krystal pergi meninggalkan Amber tapi kali ini Amber menahan Krystal dengan memegang lenganya yang membuat Krystal menatap Amber.

“Aku sudah biasa tersakiti aku sudah biasa di tindas dan di kucilkan aku tidak ingin itu terjadi kepada orang yang di sekitarku karena aku merasakan bagaimana rasanya menjadi sampah seperti ini” Krystal menatap Amber.

“Aku akan tetap menjagamu, suka atau tidak. Aku tidak akan membiarkanmu terluka sedikitpun. Aku tidak akan membiarkan kau seperti diriku princess Krystal” Krystal menghempas tangan Amber dan pergi meninggalkanya.

Amber Pov

“Tidak apa aku terluka selagi itu bukan dirimu Krystal” aku hanya menatapnya yang berjalan menjahuiku, aku tidak tahu mengapa perasaan ini semakin hari semakin kuat bila bersamanya. Apakah, apakah aku menyukainya? tapi bagaimana bisa?

Tidak bisa kubohongi bahwa aku ingin terus bersama di sisinya, aku ingin terus di sampingnya menjaganya membuatnya tertawa saat bersamaku tapi di sisi lain, pantaskah dia untuku?

Apakah aku benar-benar menyukainya?

Amber’s home

Krystal masuk kedalam kamarnya “Apakah dia marah kepadaku?” tidak biasanya jam segini dia tidur lebih awal, aku melihat jam yang menunjukan pukul 9 malam.

“Princess” aku mengetuk pintu kamarnya.

“Princess” ku ketuk kembali tapi tidak ada jawaban.

“Kau sudah tidur ya?” tanyaku tapi tetap saja tidak ada jawaban, mungkin saja dia sudah tidur.

Dringg dringg” aku segera mengambil ponsel di saku celanaku.

“Suzy?” aku segera menggeser layar berwarna hijau.

“Hallo”

“Amber kau kemana saja? mengapa kau tidak mengakat telfonku? apa kau baik-baik saja?” Suzy, yeoja yang tidak pernah tidak berhasil membuatku tersenyum.

“Ya aku baik-baik saja kau tidak perlu khawtir seperti ini” jawabku.

“Kau selalu bilang kalau dirimu tidak apa-apa padahal kau sedang dalam masalah! Amber J Liu aku lebih mengenal dirimu dari pada dirimu sendiri!” teriaknya.

“Kau ini cerewet sekali, aku sudah tidak apa-apa. Aku sudah mengompres memar jadi aku baik-baik saja”

“Sampai kapan Kai dan teman teman nya itu membullymu Am? apakah aku perlu melaporkan mereka ke polisi atas tindakan yang mereka lakukan kepadamu!” ucap Suzy marah.

“Tidak perlu, hanya beberapa bulan lagi kita akan pergi dari sekolah itu jadi biarkan aku bertahan untuk beberapa bulan ke depan. Kau tahu bukan siapa yang ku hadapai? aku tidak ingin membuat masalah terhadap Kai dan teman-temanya”

“Tapi Am…”

“Sudah kau tidur saja sana ini sudah malam kau bisa kesiangan bye bye Suzy” aku segera mematikan ponselku dan..

“Hoaaahh!!”

“Apa yang kau lakukan!” teriaku melihat Krystal yang berdiri di belakangku dengan wajah yang membuatku takut terlebih lagi sorotoan matanya membuat siapapun yang melihat akan takut.

“Air”

“Apa?” tanyaku ulang.

“Aku ingin air! apa kau tuli?” haishh yeoja itu yang benar saja, ada apa lagi denganya? segera ku ambil segelas air putih untuknya yang sedang duduk menonton televisi.

“Ini airmu” ku taruh air minum itu di meja, haishh ada apa denganya? mengapa tiba-tiba suasana menjadi begitu seram?

“Princess” baiklah aku mencoba mencari topik untuk bicara denganya.

“Princess kau sedang apa?” tanyaku berusaha mencairkan suasana yang begitu dingin.

“Princess Krystal~”

Haishhh dia malah membalas dengan tatapan yang super menyeramkan “Haish ada apa denganya?”

“Drinng dringg” ponselku kembali berdering dan ntah kenapa saat ponselku berdering Krystal melihat ke arah ponselku seperti ingin  tahu siapa yang menelfonku.

“Diva?” aku menggeser tombol hijau.

“Yo!”

“Kau dimana Amber Liu? apa kau tidak tahu sekarang tamu sangat ramai!” aggh mengapa dia harus berteriak?

“Maafkan aku, aku akan segera kesana”

“Cepatlah! wanita wanita disini sudah mulai menggila mecarimu, arasso!” belum sempat ku bicara dia segera mematikan ponselnya.

“Yang benar saja” aku bangkit dari tempat duduk dan mengganti bajuku dengan seragam kerjaku yang ku lapisi dengan jaket serta coat karena cuaca sangat dingin.

Sebelum aku pergi, aku kembali melihat Krystal yang terlihat kesal, haish aku tidak tahu apa yang ada dipikiran nya? dengan sekejap dia bisa merubah moodnya 360 derajat.

“Princess, aku berangkat kerja” baiklah dia mengacuhkanku.

“Aku berangkat” aku mengambil tas ranselku dengan memakai sepatu nike hitamku.

25 menit aku berjalan dan sampai lah aku di Panic Pasco “Mengapa hari ini ramai sekali?” aku melangkah masuk lewat pintu belakang dan kembali berkerja seperti biasa.

Seperti biasa aku melayani para tamu yang semakin malam semakin ramai di club ini “Vielle Bon Secours”

“Baiklah” saat aku berbalik betapa kagetnya aku melihat Jessica yang duduk di bar dengan memangku tanganya serta memberika senyuman kepadaku.

“Jessica”

“Ya mengapa kau terkejut sekali melihatku?” senyumnya yang membuatku mengingatkan kepada Krystal.

“Tidak haha maksutku apa kau sekarang baik-baik saja?” tanyaku cemas.

“AKu baik-baik saja lagi pula aku sudah melupakan kejadian kemarin”

“Baiklah, oh iya aku menyipakan pesananmu dulu okay” senyumku kepada Jessica, yap malam ini bagian ku adalah melayani para tamu di bar tapi tentu saja tidak sembarangan tamu yang dapat masuk keadalam bar vvip panic pasco.

Dengan cepat aku menyipakan minuman alkhol yang di pesan oleh Jessica yang membuatku merinding, hmm bagaimana tidak minuman yang di pesan nya seharga 750$

“Nikmatilah”

“Terima kasih” dengan perlahan Jessica meminumnya.

“Waah nikmat sekali” aku hanya tersenyum melihatnya, aku tidak tahu mengapa gadis seperti dia sering kali menghabiskan waktu di club.

“Mengapa kau melihatku seperti itu?”

“Hmm” tanyaku bingung.

“Apa kau memiliki pertanyaan kepadaku?”

“Haha tidak” apakah aku begitu mencolok sedang memikirkan nya.

“Sudah jangan berbohong apa yang sedang kau pikirkan?” apakah aku harus mengatakanya?

“Ehmm aku hanya heran mengapa gadis sepertimu suka menghabiskan waktu di club” dan secara tiba-tiba wajahnya berubah aghhh! wajahnya kembali mengingatkanku kepada penyihir itu!

“Ahh kau jangan salah paham! maksutku kau sangat cantik dan sangat baik aku hanya heran mengapa kau terus menghabiskan waktumu di club hanya itu saja aku tidak pernah memikirkan pikiran yang buruk tentangmu sungguh aku tidak berbohong” seharusnya aku tidak menanykan hal ini, erghh sekarang dia jadi marah.

“Hahaahha” apa? mengapa dia tertawa?

“Mengapa kau tertawa?” tanyaku bingung.

“Kau benar-benar lucu”

“Lucu?” dia hanya membalas anggukan dengan tawa di wajahnya.

“Yang benar saja, lalu kenapa?” kini tawanya berhenti sedang memikirkan sesuatu.

“Hanya saja di rumahku terasa sangat kosong dan membosankan” jawabnya dengan wajah yang secara tibatiba berubah menjadi sedikit murung mungkin.

“Mengapa bisa begitu?”

“Hmm ayahku jarang sekali pulang dia selalu mengurus pekerjaan nya di luar negri sedangkan ibuku..” Jessica menghela nafasnya.

“Dia selalu menyendiri di teras rumah dengan memandang langit, dia hampir melakukan itu setiap hari hingga membuatku bosan”

“Aku rasa ibumu sangat menyukai ketenangan” tebaku.

“Tidak, kau salah Amber” senyum simpul Jessica.

“Lalu apa yang dia lakukan?” tanyaku penasaran.

 

Krystal Pov

Kini yang ada dipikiranku benar-benar random! ku langkahkan kaki ini melihat kalender yang melekat di dinding dapur. Ku ambil spidol yang terselip di celah celah meja. Kupandingi semua angka-angka di kalender ini.

“Aku harus apa?” kulingkarkan tanggal hari ini yang dimana hari ini tepat setangah dari batas hidupku di bumi.

“50”

“Hari ke 50” senyumku melihat tanggal yang kubulatkan.

“Obat penawar itu ada di sekitarmu dan obat penawar itu adalah seoarang namja” terpintas kata kata Alish mengingatkanku akan obat penawar yang kucari selama ini di bumi.

“Hmmh namja?” ku pejamkan mata ini dan sedikit memijat keningku.

“Bagaimana bisa aku mencari namja dengan jumlahnya yang sangat banyak di bumi ini” ku hela nafas ini karena benar-benar terasa penat di kepalaku.

Tapi…

“Tapi bukankah namja itu berada di sekitarku? lalu siapa namja itu?” aku berfikir sejenak.

“Kai?”

“Yuri?”

Atau….

“Amber?”

 

Back to Amber Pov

“Apa katamu!”

“Mengapa kau pake teriak? haishh” Jessica mengusap-usap telinganya.

“Kau pikir pasti ibuku gila bukan?” Aku menggelengkan kepalaku atas ucapan Jessica.

“Aku tidak berfikir begitu, apa kau memiliki pikiran seperti itu?” tanyaku pada Jessica dengan memainkan gelasnya.

“Ya” jawabnya singkat.

“Tapi bagaimana bisa? apa kau tidak mempercayai ibumu?”

“Haha mempercayai ibuku? apa kau gila? siapa yang akan percaya padanya dengan omong kosong yang iya katakan”

“Aku mempercayainya” jawabku membuat Jessica kaget.

“Berarti kau sama gilanya dengan ibuku” Jessica meneguk minumannya.

“Karena aku percaya bahwa malaikat ataupun dewa sekalipun dapat turun ke bumi dengan memiliki rupa seperti manusia yang benar-benar membuat siapapun yang melihat akan jatuh hati” Jessica memandang ku dengan tatapan death glare nya ergghhh apa dia tidak percaya dengan kata-kataku? aku sudah mengalaminya.

“Kau benar-benar sama gilanya dengan ibuku” Jessica menggelengkan kepalanya.

“Berhentilah mengatakan ibumu gila Sica” Jessica menatap Amber.

“Bagaimana tidak ku katakan gila bila setiap harinya dia menunggu seseorang yang turun dari langit dan dia selalu menyebut namanya”

“Nama?” tanyaku bingung.

“Iya, ibuku bilang sampai mati dia tidak akan melupakan sosok tersebut” aku semakin bingung dengan apa yang Jessica katakan.

“Sosok apa maksutmu? lalu bolehkah aku tahu nama yang ibumu sebutkan?”  tanyaku dengan super penasaran.

“Dia adalah sosok yang sangat wibawa, sangat mempesona, begitu rupawan dan namanya adalah Kim Tae Jung”

“Kim Tae Jung?” ulangku menyebut namanya.

“Ibuku benar-benar gila, dia megatakan bahwa dia adalah cinta pertama nya yang benar-benar iya rindukan dan sepertinya gara gara orang itu dia tidak memperdulikan ayahku. Dia hanya duduk menunggu yang tak pasti dan sangat gila! aku memang pantas bukan memanggilnya gila” Jessica menatap Amber dengan tatapan sedih, kini aku tahu mengapa Jessica merasa sendiri.

“Dan juga ada satu nama yang iya sebutkan, selalu iya sebutkan dan dia bilang bahwa dia masih memiliki hubungan darah denganku” senyum simpul Jessica yang membuat Amber sangat terkejut dengan ucapanya.

“Maksutmu? siapa dia?? namanya?” kini hatiku merasa ingin meledak karena pensaran!

“Namanya adalah”

Dring dring” ponsel Jessica berdering.

“Hallo, oh? baiklah aku akan segera kesana tunggu aku” Jessica menutup telfonya.

“Aku harus pergi” pergi?!

“Sica! bagaimana dengan…”

“Nanti akan ku lanjutkan lagi ceritanya bye Amber” haishh dia malah pergi aghhh aku benar-benar pensaran! ergggggh.

Author Pov

Waktu menunjukan pukul 2 pagi dengan mata yang terlihat lelah Amber membuka jaket dan tas ranselnya, Amber melangkah ke dapur untuk mengambil segelas air putih untuk menghilangkan rasa lelahnya.

“Princess?” Amber melangkah mendekati Krystal yang sepertinya sedang tertidur di atas meja makan dengan lengan yang menjadi alas kepalanya.

“Mengapa bisa dia tertidur disini, disini kan sangat dingin dia bisa sakit”

“Ayah” Amber mengurungkan niatnya untuk membawa Krystal ke dalam kamar.

“Ayah” Amber menatap Krystal yang tertidur dengan meneteskan airmata di pipinya.

Amber hanya memandangi Krystal yang terus meneteskan airmatanya “Ada apa denganmu princess?” ucap Amber dengan nada lirih sedih melihat Krystal yang menangis, Amber hanya diam menatap Krystal iya tidak tahu apa yang harus iya lakukan, iya hanya melihat sisi lain dari Krystal yang begitu menyedihkan untuknya.

Jujur aku tidak sanggup melihatnya menangis” batin Amber.

“Apa yang membuatmu seperti ini princess?”

“Apa yang saat ini kau rasakan?” tatap Amber.

“Apa yang harus ku lakukan untukmu princess?”

Next Day

Matahari mulai membangunkan yeoja yang tertidur pulas, tapi sepertinya bukan karena sinar matahari pagi yang membangunkan nya tetapi indra penciuman nya mencium sesuatu yang sangat lezat sehingga membuatnya terbangun dari tidur pulasnya, yeoja berkulit putih bagaikan salju ini bangun dari tidurnya dengan mengikuti bau aroma yang membuatnya tergoda.

“Kau sudah bangun?” suara yang setiap hari iya dengar membuatnya kini saar 100% dari tidurnya.

“Stupid?” Krystal melihat bingung Amber yang sedang menyiapkan makanan  untuknya, bukan hidangan biasa yang Amber siapkan tetapi Amber membuat hidangan special untuk Krystal.

“Selamat pagi princess” senyum Amber yang secerah matahari, tetapi Krystal masih melihat Amber bingung.

“Mengapa kau ada disini?”

“Haha tentu saja aku disini bodoh” sibuk Amber dengan memasak omlet daging.

“Maksutku, bukankah sepagi ini kau sudah pergi dari rumah? dan..” Krystal memperhatikan Amber.

“Kau tidak memakai seragamu?” tanya heran Krystal.

Amber menghentikan aktifitasnya dan sejenak membalikan badanya “Princess, hari ini aku tidak sekolah karena aku akan menghabiskan waktuku bersama mu hari ini” senyum lebar Amber.

“Lagi pula akhir akhir ini kita selalu sibuk dan jarang bertemu itu sebabnya aku ingin meluangkan waktuku bersamamu” senyum Amber yang ntah kenapa membuat jantung Krystal kembali berdebar debar.

“Hmmh, bagiaman dengan lukamu?” tanya Krystal yang masih khwatir kepada Amber.

“Ohh tenang saja, lukaku sudah kering” Amber melanjutkan masaknya.

“Princess kau bersiap-siaplah kita akan pergi”

“Pergi?” ulang Krystal.

“Yap, ayo cepat” perintah Amber.

“Ohh okay” Krystal langsung bergegas mandi sedangkan Amber masih menyusun makanan yang akan di bawa olehnya.

20 menit kemudian

“Princess ayo cepat kita bisa ketinggalan bus!” teriak Amber yang sudah rapih dengan tas ransel serta topi hitam yang iya kenakan.

“Tunggu” Krystal datang dengan style nya yang casual dengan memakai kemeja putih serta jeans miliknya.

“Dasar wanita” Amber hanya menggelengkan kepalanya.

“Let’s go” Krystal dan Amber mulai berjalan menuju halte bus, untung saja mereka datang dengan tepat waktu karena bus ini hanya beroprasi setidaknya hanya sehari sekali.

Krystal dan Amber segera mencari tempat duduk di bus dan seperti biasa Krystal memilih duduk di dekat jendela dengan melihat pemandangan di sekitarnya.

“Oh iya aku belum tahu kita akan kemana” tanya Krystal dengan menatap wajah Amber yang tepat di sisi kanan nya.

“Ikuti saja, kau pasti akan suka” senyum Amber yang menghiasi wajah Krystal, dengan menahan rasa malu Krystal segera berhenti menoleh ke arah Amber dan kembali melihat luar jendela.

Satu 1,5 jam berlalu kini mereka sampai dan segera turun dari bus “Woaaah” Amber merenggangkan badan nya.

“Ini tempatnya?” tanya Krystal penasaran.

“Tidak” Amber menggelengkan kepalanya.

“Kita harus naik kapal dan setelah itu kita sampai di tempat tujuan” senyum Amber dan segera merangkul Krystal berjalan ke arah dermaga.

Tidak berapa lama kemudian Krystal dan Amber telah sampai di tempat tujuan mereka, dengan wajah yang berseri seri dan kagum Krystal tiada hentinya memandang pemadangan di sekitarnya.

“Selamat datang di pulau Nami princess” senyum Amber kepada Krystal.

“Waaaah tempat ini indah sekali” decak kagum Krystal melihat pohon-pohon hijau yang tinggi menjulang ke atas.

“Ayo!” ajak Amber untuk melihat sekitar.

Tiada hentinya krystal memuji pulau ini “Indah sekali disini, stupid! ambilkan gambarku” Krystal memberikan ponselnya kepada Amber.

“Haishh aku juga ingin foto!” keluh Amber sedangkan Krystal sudah mulai bergaya di antara pohon pohon yang rindang.

“1..2..3”

“Princess aku juga ingin foto!” tetapi Krystal menghiraukan Amber dan masih bergaya.

“Anak itu!”

“Kau ingin berfoto dengan pacarmu?” Amber terkejut saat seeorang kakek tua yang bertanya padanya.

“Apa? ahh tidak perlu kek” senyum Amber.

“Ah tidak perlu sungkan, abidakan lah momen ini bersama kekasihmu. Ayo cepat” Amber tersenyum lalu memberikan ponselnya kepada kakek tersebut.

“Mengapa kau disini” tanya Krystal.

“Aku ingin foto juga” ketus Amber.

“Aku dulu baru kau!” Krystal mendorong badan Amber.

“Tidak!”

“Pergi sanaaa” usir Krystal.

“Anak muda kenapa kalian jadi bertengkar? kenapa kalian tidak mengabadikan nya berdua, bukankah kalian sepasang kekasih” senyum kakek yang bersiap memfoto Krystal dan Amber.

“Sepasang kekasih?” tanya bingung Krystal.

“Ahh hahahaha iya kita kan sepasang kekasih” Amber merangkul Krystal dengan erat.

“Betulkan?” senyum Amber kepada Krystal yang bingung.

“Apa?”

“1…..2……3…..” Krystal dan Amber mengabadikan foto mereka bersama dengan wajah Amber yang hampir mencium pipi Krystal.

“Terima kasih kakek” Amber membungkukan badan nya.

“Kalian benar-benar sepasang kekasih yang cocok” senyum kakek tersebut yang membuat wajah keduanya menjadi merah.

“Baiklah anak muda selama bersenang-senang” kakek tersebut pergi dan Amber melambaikan tanganya kepada kakek tersebut dengan wajah yang berseri seri.

“Aghhh!!!”

“Rasakan itu bodoh!”

“Aghhhh!! ya kau nenek sihir!!” Amber masih mengeluh kesakitan karena kakinya yang di injak kuat oleh Krystal.

“Aghhh kakiku rasanya ingin putus” Amber mengerang kesakitan dan Krystal menatapnya dengan jengkel.

“Kau tidak usah berlebihan!”

“Mengapa kau seperti ini hah! apalagi salahku denganmu??” Amber masih memegang kakinya.

“Itu karena kau memiliki otak yang cabul!” tatap dingin Krystal.

“Cabul darimana? lagi pula itu tidak kena pipimu” wajah Krystal kembali memerah saat Amber mengingatkan hal tersebut dan Krystal memutuskan pergi meninggalkan Amber.

“princess kau mau kemana!”

“Haha lucu sekali wajahnya bila sedang malu malu” senyum Amber.

“Princess tunggu aku!” Amber berjalan menyusul Krystal.

Beberapa lama kemudian Krystal mengentikan langkahnya dan menatap apa yang ada di depan nya “Sangat indah” senyum Krystal dengan memejam kan matanya dan Amber berjalan pelahan ke arah Krystal yang sedang menikmati indahnya alam.

Amber menarik dalam nafasnya “Luar biasa” senyum Amber dan melihat sekitar.

“Princess bagaimana kalau kita duduk di sana” ajak Amber dan Krystal hanya mengangguk malas.

“Ayo”
53nami island

Krystal dan Amber mulai duduk di tepi danau yang indah “Kau suka tempatnya?” Krystal hanya mengangguk yang matanya tidak lepas dari alam sekitarnya.

“Aku tidak tahu bahwa bumi bisa seindah ini” senyum Krystal.

“Kau juga tidak kalah indah dengan semua ini” senyum Amber.

“Apa?”

“Apa? hahah tidak ada princess, apa kau lapar?” tanya Amber yang dbalas anggukan.

“Oke tunggu sebentar” Amber mulai membuka tas ranselnya dan mengeluarkan beberapa kotak makan yang iya siapkan dari rumah.

“Taddaaaaa!!” Amber membuka satu persatu makanan yang iya bawa dari rumahnya

“Woaaahhh”

“Ini makan siang kita, kau pasti sudah sangat lapar. ini” Amber memberikan sendok kepada Krystal.

“Daging!” senyum Krystal.

“Aku memasakan daging asap khusus untukmu princess”

“Terima kasih stupidku” senyum lebar Krystal yang langsung menyatap makanan kesukaan nya.

Sedangkan Amber hanya menatap Krystal dengan berpangku tangan “Mengapa kau melihatku seperti itu? apa kau tidak lapar?” tanya Krystal yang masih mengunyah daging di mulutnya.

“Tidak” senyum Amber.

“Baiklah” Krystal melanjutkan makanan nya dan Amber tiada hentinya memandang Krystal.

“Aku tidak tahu apa yang kurasakan saat ini, yang jelas saat aku bersamamu itu membuatku sangat senang aku ingin terus bisa bersamamu dan menghabiskan waktuku bersamamu princess” pikir Amber yang matanya masih tetap menatap Krystal yang tepat di depan nya.

“Aku sudah selesai” Krystal merapihkan bekas makan nya.

“llama” Krystal menatap Amber yang masih berpangku tangan menatapnya.

“Ada apa dengan dirinya? apa dia kerasukan?” Krystal mengambil sendok di meja dan..

“Tuk!”

“Aghhh!!” Amber mengelus kepalanya.

“Ya! apa yang kau lakukan ini sangat sakit!” Amber terus mengelus kepalanya.

“Aku takut kau kerasukan karena terus melamun!” ucap Krystal yang masih memegang sendok.

“Ayo kita berjalan-jalan lagi” Krystal segera menarik Amber untuk berjalan-jalan.

Krystal berjalan di depan sedangkan Amber jalan di belakang dengan memegang ransel serta ponselnya untuk mengabadikan momen nya bersama Krystal.

“Ya!” Amber menabrak tubuh Krystal karena bermain ponsel.

“Haish mengapa kau berhenti?” tanya Amber.

“Aku heran denganmu karena dari tadi kau senyum senyum sendiri!”

“Tidak, itu hanya perasaanmu saja” elak Amber.

“Jangan berbohong kau llama bodoh” Krystal segera mengambil ponsel Amber dan secara tiba-tiba wajah Krystal menjadi merah.

“Haha liat wajahmu” tunjuk Amber.

“Apa!” bentak Krystal.

“Bukankah kita di foto ini serasi sekali” senyum bodoh Amber.

“Serasi katamu?” tanya ulang Krystal.

“Yap, seperti sepasang kekasih” senyum Amber kepada Krystal yang tambah membuat wajah Krystal menjadi merah.

“Dalam mimpimu stupid!”

Krystal pov

Aghhhh! dasar llama bodoh! kata katanya membuatku seperti orang bodoh! aku benar-benar membencinya, tapi tidak bisa kuelak bahwa foto ku bersama Amber benar-benar seperti sepasang kekasih.

Apa…

Sepasang..

Kekasih…

“Agghh!!” Aku mengacak-acak rambutku.

“Princess kau tidak apa-apa?” kini aku menatap wajahnya yang seperti hewan llama dengan memakai topi.

“Ya” jawabku singkat karena aku tidak mau terlihat grogi di depan nya.

Aku memutuskan untuk duduk melihat pohon pohon yang menjulang tinggi dengan udara yang benar-benar sejuk.

Kupejamkan mataku untuk kembali menikmati indahnya pulau ini “Akankah aku bisa merasakan hal seperti ini selamanya”

“Tentu saja bisa” aku membuka mataku perlahan dan melihat Amber yang tersenyum bodoh tepat di sampingku.

“Aku akan mengajakmu setiap bulan nya kesini atau tidak seminggu sekali bila kau mau princess” senyum bodohnya selalu membuatku merasa tenang.

“Benarkah?”

“Atau tidak kita tinggal saja disini!” aku tersenyum mendengarnya.

“Dasar bodoh”

Selamanya..

Selamanya seperti ini? menghabiskan waktu bersamamu? aku rasa itu tidak akan pernah terjadi…

Detik demi detik terus berlalu dan tidak akan pernah berhenti bahkan untuk sesaat, apakah aku bisa seperti ini untuk selamanya? hidup, bernafas, tertawa bahkan melakukan hal bodoh bersama Amber?

“Princess kau tidak apa-apa?” aku menatap wajahnya, apakah aku bisa bersamamu?

“Kau tidak enak badan?” dasar bodoh, mengapa iya terus mengkhwatirkan diriku.

“Kalau kau butuh sesuatu atau apapun itu kau harus bilang kepadaku, kau mengerti?” ku anggukan kepalaku.

“Aku akan melakukan apa saja untukumu”

“Mengapa seperti itu stupid?” tanyaku yang masih memperhatikan wajahnya.

“Karena aku adalah servantmu” senyum Amber lebar.

“Benarkah?”

“Yap!” jawab Amber semangat.

“Kalau begitu aku meminta sesuatu kepadamu”

“Apa itu princess?” tanya Amber yang masih melekatkan senyuman nya di wajah.

“Bisakah kau menghantikan waktu untuku llama?” Amber menatap bingung Krystal.

Amber memutar badanya menghadap Krystal dengan menatap lurus matanya.

“Aku tidak bisa menghentikan waktumu untukmu princess” Amber menghela nafas.

“Maafkan aku” aku menundukan kepalaku.

“Hei” Amber meraih dagu Krystal untuk kembali menatapnya.

“Aku tidak bisa memutar waktu, aku tidak bisa mengembalikan waktu ataupun seperti keinginan mu yaitu menghantikan waktu tapi..” Amber menatap dalam mata Krystal.

“Aku tidak peduli dengan berjalan nya detik, menit, jam, hari ataupun tahun. yang aku tahu saat ini adalah  aku akan terus bersamamu, aku akan terus di sisimu setiap menit, setiap hari dan setiap waktu”

“Untukmu princess”

Amber…

Bagaimana bisa ada manusia sepertimu? apakah selama ini ayah berbohong bahwa manusia adalah makhluk yang jahat dan tidak memiliki perasaan? tapi mengapa Amber jauh berbeda dengan sosok yang dibicarakan Ayah ataupun sahabat-sahabatku.

“Terima kasih” senyumku padanya yang dimana mata kami masih saling terikat satu sama lain.

Keadaan ini semakin membuat diriku jatuh di kedua bola mata coklat milik Amber, mata yang selalu membuatku terpanah akan keindahan nya, kini kedua mata itu terlihat lebih jelas dan kini aku semakin terperangkan di kedua matanya dan semakin dalam aku memasukinya, bahkan aku bisa merasakan nafas yang dimiliki Amber begitu harum dan membuatku ingin lebih dalam untuk menghirup aromnya, ku pejamakan mata ini perlahan agar aku bisa menikmatinya…

“Driiingggg drinnggg”

“Fck!” aku membuka mataku terkejut, agghhh!!! wajahku seketika menjadi panas benar benar panas!!

“Hallo!! ya! apa kau tidak tahu waktu hah! apa kau gila!!” aku melihat Amber yang sedang marah marah di telfon dan wajahnya hahaha wajahnya juga tidak kalah merah dengan wajahku bahkan wajahnya lebih merah hahaha.

Amber Pov

Aghh apa yang sudah ku lakukan? aku hampir saja…

Hampir saja…

Hampir saja…

Menciumnya!!

Aku benar-benar sudah gila! tapi, matanya yang indah benar-benar seperti magnet.

“Princess kau ingin kemana? jangan tinggalkan aku” haish anak itu mau kemana lagi?

Sial! suasana menjadi sangat canggung, agh ini semua gara gara perbuatan bodohku! apakah aku harus meminta maaf kepadanya?”

“Princess” Amber

“llama” Krystal

“Kau dulu, kau ingin bicara apa?” lihat kebiasaan nya selalu mengigit bibir bawahnya.

“Princess”

“Ya? ehmm aku ingin…” aku menatapnya, sepertinya tatapanku membuatnya kembali bingung.

“Aku ingin ice cream”

“I-i-ice cream?”

“Iya ice cream! aku sudah lama ingin ice cream” senyumnya ceriah.

“Tapi princess sepertinya disini tidak ada yang menjual ice cream” aku menggaruk dahiku.

“Aku tadi melihat disana ada yang menjual ice cream, belikan aku satuuu llama” mengapa dia seketika menjadi seperti anak kecil dengan menarik narik lenganku.

“Belikan aku satuuuu” aghh anak ini, bagaimana bisa aku menolaknya dengan wajah yang seperti itu.

“Baiklah baiklah ayo kita beli ice cream”

“Yee!!” teriaknya riang dengan melingkarkan tangan nya di lenganku hahaha benar-benar lucu sekali dia.

“Kau ingin ice cream rasa apa?” tanyaku pada Krystal yang melihat warna warni ice cream yang berada di depanya dengan jari telunjuk di dagunya.

“Aku ingin rasa mangga” senyumnya lebar kepadaku.

“Mangga? baiklah, aku beli ice cream rasa mangga satu”

“Satu? bagaimana denganmu?”

“Ehmm aku tidak suka ice cream” senyumku padanya.

“Kenapa? mana ada di dunia ini yang tidak menyukai ice cream” Krystal menaikan alisnya.

“Ehmm itu karena aku tidak menyukai rasanya yang membuat gigiku menjadi linu hhahaha” yap aku memang aneh karena tidak menyukai ice cream, aku memiliki alasan lain kenapa aku tidak menyukai ice cream yang memiliki tekstur lembut dan dingin seperti itu.

“Bagaimana ice creamnya?” tanyaku padanya yang sedang menikmati ice cream mangga nya.

“Sangat luar biasa” dia memberikan jempolny kepadaku hahaha dasar.

“Habiskanlah” tidak terasa hari mulai gelap aku dan Krystal kembali berjalan menuju dermaga bersama wisatwan lainya, tentu saja perjalanan kami ke pulau Nami tidak akan pernah kulupakan. Bayangkan saja hampir satu hari penuh aku bersamanya, melihatnya tersenyum bahagia, melihatnya tertawa, melihatnya berjalan dengan girang dan di tambah lagi kejadian yang hampir membuat jantungku meledak! aghhhhh hahahahaha.

“Mengapa kau senyum senyum seperti itu?” Krystal menatapku heran.

“Anio, hanya perasaanmu saja mungkin” senyumku padanya.

“Baiklah”

Waktu terus berlalu dan tak terasa waktu sudah menunjukan jam 7:54 PM dan sampai detik ini Krystal masih di sampingku.

“Kau tidak apa-apa?” tanyaku padanya karena wajahnya sedikit pucat.

“Aku tidak apa-apa” senyumnya ,tapi aku tidak percaya padanya.

“Apa kau yakin?” aku menghentikan langkahnya dengan memegang kedua pundaknya.

“Aku yakin” aku menatap wajahnya yang sedikit pucat dan memegang keningnya.

“Mengapa suhu tubuhmu dingin sekali?”

“Benarkah? tapi aku merasa baik-baik saja” kulepaskan coatku dan kukenakan ke tubuh Krystal agar tubuhnya menjadi hangat.

“Ya stupid apa yang kau lakukan?!” tanyanya heran atas tindakanku.

“Menjaga tubuhmu agar tetap hangat” aku menggosok kedua pundaknya.

“Aku sudah bilang kalau aku tidak apa-apa, kau bisa kedinganan hanya memakai kaos seperti itu” tatapnya khawatir.

“Aku ini superman! aku tidak akan apa-apa! ayo jalan lagi” aku kembali berjalan, haish yang benar saja. Cuaca saat ini sangat dingin! errghh tapi apa boleh buat lebih baik aku yang kedinginan dari pada harus Krystal yang merasakan kedinginan!

Seketika aku merasakan hangat di tanganku “Apa yang kau lakukan?” tanyaku sangat heran kepada Krystal karena iya menggenggam tangan kananku dan memasukan nya ke dalam kantong coatknya yang hangat.

Yap benar-benar hangat.

“Kau tidak perlu sok tegar, aku tahu kau kedinganan llama” aku tersenyum mendengarnya.

“Kau tidak masalah kalau tangan kita menjadi satu sepert ini?” tanyaku padanya yang membuat dirinya salah tingkah.

“Tidak, lagi pula nanti kalau kau sakit sypa yang akan membelikanku mangga! aku tidak mau lagi merawatmu karena kau sangat menyusahkan!” hasihh penyihir ini apakah dia tidak bisa romatis sedikit?

“Baiklah-baiklah ayo kita kembali jalan” aku dan Krystal berjalan dengan tangan yang saling menggenggam tangan satu sama lain, rasanya ak ingin seperti ini terus berjalan bersamanya dengan bergandengan tangan seperti ini…

Tidak terasa kami sudah sampai depan pintu rumah dan yap tanganku masih menggengam erat tangan mungil yang dimiliki Krystal.

“Ehmm Ehmmm” aku menoleh ke arah Krystal.

“Kau tidak apa-apa?” tanyaku khawatir dan dia hanya menatapku. ada apa denganya?

“Dasar stupid” lihat! dia tambah membuatku bingung.

Krystal memainkan matanya menunjuk ke arah saku coat yang iya kenakan dan ups! aku segera melepas tanganku dengan nya aghhh! aku terlalu nyaman dengan sentuhan nya.

“hehe maafkan aku” senyumku minta maaf tapi kenapa wajahnya menjadi merah?

“Cepat buka pintunya aku sangat mengantuk” aku segera mengambil kunci rumah di ranselku.

Waktu menunjukan pukul 10.20 pm dan aku harus segera bersiap-siap untuk berkerja haish benar-benar menyebalkan tapi mau bagaimana lagi bila tidak seperti ini aku tidak akan mendapatkan uang untuk hidupku dan juga princess Krystal.

Aku segera mengambil tas ranselku dan bergegas pergi

“llama!” aku mengentikan langkahku dan melihat Krystal yang memegang segelas teh hangat dan coat yang iya kenakan.

“Dasar bodoh” haish bisa tidak dia berhenti mengucapkan hal itu.

“Minum ini selagi hangat”

“Apa?”

“Ayo cepat!” aku segera mengambil gelas yang berisikan teh hangat dan meminumnya. huaah tubuhku merasa lebih baik dan jauh lebih segar dan hangat.

“Terima kasih princess” senyumku padanya.

“Dan ini pakai coatnya cuaca malam ini sangat dingin” aku tersenyum mendengarnya.

“Sekali lagi terima kasih princess” aku segera memakai coat yang iya berikan kepadaku.

“Baiklah aku pergi”

“llama” aku kembali menghentikan langkahku dan berbalik badan.

“Ya princess”

“Aku yang seharusnya terima kasih kepadamu” senyumnya yang membuat hatiku berbunga-bunga.

“Terima kasih kasih llama”

“Sama-sama princess”

“Jaga dirimu baik-baik” ucap Krystal.

“Kau juga, kau jangan tidur malam-malam” senyumku padanya.

“Dan kau juga jangan pulang terlalu dini hari”

“Apa kau mengkhwatirkanku?” tanyaku padanya dengan senyum nakalku.

“Tentu saja jika tidak ada kau siapa yang akan membuat sarapan pagi untuku?” lihat lucu sekali dia.

“Apa? kenapa kau menatapku seperti itu?”

“Kau itu lucu sekali princess”

“Jadi kau mau berangkat kerja atau tidak??” aku menepuk dahiku hahahaha

“Hahahha aku lupa kalau aku harus berangkat kerja, jaga dirimu princess aku akan segera pulang”

“Aku akan menunggumu”

“Kau jangan menungguku”

“Sudah sana pergi!” usirinya dengan mendorong badanku.

“Baiklah-baiklah tapi kau janji jangan menungguku dan kau harus istrhat kau mengerti?” dia menganggukan kepalanya.

“Aigooo lucu sekali” aku mengacak-acak rambutnya.

“Haish! sudah sana” usirnya lagi.

“Baiklah aku pergi bye” aku melambaikan tangan kepadanya yang berdiri di depan pintu, mengapa akhir akhir ini aku merasa berat untuk meniggalkannya? aghh sudahlah…

————————————————————————-

Sorry super late update, author lagi sibuk kuliah di tambah lagi author lagi sakit 😦 maafin ya semua..