Beautiful Stranger END

Tidak, tidak mungkin. Mengapa semua ini terjadi kepadaku! mengapa ini tidak adil!

Sial nafasku mulai sesak, mataku terasa panas, telapak tanganku berkeringat “Princess, kau tidak apa-apa?” aku menatapnya menyentuh kedua pipinya yang membuatku jauh lebih baik “Amber”

Ku kuatkan hati ini, memberikan senyuman kepada namja yang begitu kucintai. Namja yang membuatku bertahan hidup hingga saat ini “Aku disini” Amber yang kucintai memberikan senyuman nya kepadaku. Akankah aku dapat terus melihat senyumnya? akakah aku dapat merasakan hangat sentuhannya serta merasakan harum aroma tubuhnya.

“Princess ada apa? katakan padaku apa yang terjadi?”

Ku depkapkan tubuhku erat denganya, membiarkan aku jatuh di pelukannya “Aku mencintaimu” sebuah kalimat yang selalu ingin ku ucapkan padanya “Sungguh mencintaimu”

Amber merenggangkan depakan nya menatap lurus mataku yang sungguh membuatku jatuh lebih dalam dikedua matanya “Aku juga mencintaimu Krystal Jung Soojung, begitu mencintaimu”

Aku tersenyum mendengarnya, aku tidak tahu harus sedih atau senang saat mendengarnya “Amber”

“Hmm”

“Boleh aku meminta sesuatu kepadamu” pintaku.

Amber mengecup tanganku “Tentu saja princess”

“Kau harus berjanji kepadaku kalau kau akan tetap hidup dan bahagia selalu”

Amber menatap aneh, matanya menatap dengan curiga “Apa maksutmu? tentu saja aku akan bahagia, aku akan bahagia bersamamu princess. Kita akan hidup bersama selamanya”

Ku pejamkan mata ini menahan rasa sakit didadaku, bukan sakit karena luka tapi sakit karena kata-kata Amber yang sungguh membuatku berat untuk meninggalkanya “Bodoh”

Amber menghela nafasnya, mencium keningku “Aku adalah Amber Liu, Amber Josephine Liu manusia yang paling bodoh di dunia ini. Manusia bodoh yang jatuh cinta kepada seorang Krystal Jung yang bahkan nyawa ini akan kuberikan kepadanya”

Aku terkejut dengan perkataan Amber “Jangan tinggalkan aku Jung Soojung, aku lebih baik mati daripada aku hidup tanpa dirimu”

Krystal mulai meneteskan airmatanya, tak kuasa mendengar apa yang Amber ucapakan padanya “Berjanjilah padaku kau akan hidup bahagia dan memiliki sebuah keluarga yang indah” senyumku.

Amber tertawa kecil “Bagaimana bisa aku bahagia bila sumber kebahagiaanku adalah dirimu”

Krystal melepaskan genggaman Amber “Tak kan kubiarkan itu terjadi kepadamu, kau sudah cukup menderita” Krystal melepaskan genggaman nya dari Amber hingga iya jatuh lemas tak berdaya.

“Princess!” Krystal menjauhi Amber.

“Aku ingin tidur” senyum Krystal bergegas masuk kedalam ruangan.

Krystal terlihat tersiksa tetapi iya harus tetap tersenyum di depan keluarganya “Krystal apa kau tidak apa-apa? wajahmu terlihat pucat?” tanya Yuri yang.

“Aku tidak apa-apa oppa, sudah sana temani Jessica unnie” pintaku padanya yang dibalas senyuman olehnya. Krystal menatap sisi ruangan yang tersenyum lepas bahagia. Ibunya, kakaknya dan teman-temnanya yang selalu ada untuknya.

Aku ingin sekali melihat mereka seperti ini, tetapi ku rasa ini tak akan lama tapi tak apa setidkanya ini sudah cukup membuatku bahagia melihat tawa mereka.

“Krystal ayo gabung!” aku hanya menggelangkan kepalaku “Aku ingin tidur”

Krystal bergegas jalan ke kamarnya membiakan tubuhnya jatuh ketempat tidurnya, Krystal mulai merasakan nafasnya yang terasa tercekik, mulai merasakan jantungnya yang berdepar dengan kencang, mulai merasakan pengheliatan yang kabur “Apakah aku akan mati sekarang? aku mohon lakukan dengan cepat.

Last Day

Hari telah berlalu, baru semalam mereka bersenang-senang karena Krystal lepas dari kutukannya tapi kini telah terbalik, mereka kembali menemukan Krystal dengan wajah yang begitu pucat dengan darah yang mengalir dari hidungnya.

“Jung Soojung bangun! aku mohon bangun” semua merasa panik, tak tahu harus berbuat apa.

“Mengapa ini bisa terjadi? bukankah Krystal sudah terlepas dari kutukan? akankah dia akan tetap mati?”

Suasana menjadi pecah tak terkendali “Aku tidak apa-apa” lirih Krystal. Semua kembali menangis melihat Krystal tak berdaya bahkan jauh lebih buruk.

Jessica menjadi tak karuan menangisi adiknya yang terbaring “Soojung tenanglah, aku akan menemukan obat penawarnya!”

“Unnie” Jessica menatap adiknya “Tidak perlu, biarkan aku seperti ini”

“Tidak, aku akan mencarinya! aku akan mencarinya dan membuatmu hidup kembali!” Jessica berlari keluar kamar Krystal dengan airmata yang begitu deras dipipinya.

Langkah Jessica terhenti saat seseorang memegang tangannya “Lepaskan aku Amber!” kesalnya.

Amber menatap sedih Jessica “Kau ingin kemana Sica?”

Jessica menghela nafasnya “Aku akan mencari obat penawar Soojung! jadi tolong lepaskan aku!!”

Amber masih menahan Jessica “Kau akan cari kemana?”

“Kemana saja, kemana saja Amber asalkan adiku tetap hidup!! lepaskan aku, aku mohon” Jessica jatuh berlutut di depan Amber, tak dapat menguasai emosinya “Aku harus bagaimana Amber?” Amber menatap Jessica dengan senyuman diwajahnya “Sica, apa aku boleh meminta satu saja permintaan kepadamu” Jessica bingung menatap Amber dengan sedikit anggukan.

Amber terus tersenyum “Tolong jaga Krystal untuku” senyum Amber.

“Jaga dia untukku Jessica”

“Amber..” Amber hanya tersenyum dengan memberikan pelukan kepad Jessica “Berjanjilah” Amber berjalan menuju ruangan Krystal, menatap Krystal seperti mayat.

“Bisakah kalian tinggalkan aku dengan Krystal” pinta Amber dengan menatap Krystal.

Ruangan terasa sunyi, Amber melangkahkan kakinya menatap sedih Krystal yeoja yang begitu iya cintai “Kau terlihat jelek” godanya.

“Bangunlah princess, hiduplah bahagia” senyum Amber dengan mengelus rambutnya, memberikan ciuman di kening dan bibirnya “Aku tidak tahan melihatmu seperti ini, melihatmu seperti ini sungguh membuat ku tersiksa”

Krystal sudah tak berdaya bahkan nyawa sudah di ujung tanduk dengan malaikat kematian yang berdiri di sampingnya “Apa kau ingat perkataanku?” genggam tangan Amber.

“Aku mencintaimu dengan seluruh hidupku, bahkan kuberikan nyawa ini hanya untukmu karena aku Amber bodoh ini begitu mecintaimu” senyum Amber dengan memasukan tanganya ke sakunya mencari sesuatu di saku celana nya.

“Hufh seandainya aku memiliki satu hari lagi bersamamu, takakan kupejamkan mata ini hanya untuk melihatmu” Amber mendekatkan dirinya ke tubuh Krystal.

“Tapi aku rasa ini sudah cukup, lebih dari cukup. Aku sunggu berterima kasih kepada Tuhan karena aku bisa mengenalmu bisa mencintaimu” senyum Amber.

Amber memeluk tubuh Krystal dengan begitu erat, mencium wangi tubuhnya yang begitu iya sukai “Kau.. Kau begitu jahat Jung Soojung, kau begitu jahat karena sudah membuatku jatuh cinta. Terima kasih Tuhan, terima kasih kau telah memberikan hadiah terindah dalam hidupku” Amber membuka sebuah tutup botol kecil di tangan kanan nya.

Amber mencium kembali Krystal dengan lembut, Amber tersenyum menatap Krystal yang koma “Terima kasih Tuhan, terima kasih Jung Soojung”

Amber tersenyum “Aku mencintaimu” Amber mulai meneguk sebuah air berwarna biru muda dengan begitu cepat.

Senyum diwajah Amber sudah tak menghiasi wajahnya, lidahnya mulai kaku tapi matanya tetap menatap Krystal tak melapaskan pelukan nya sampai malaikat kematian mencabut nyawa “Saranghae Soojung”

Hanya angin yang berhembus menamani kematian Amber dengan tetap memegang erat tangan Krystal “Kau bebas”

Sang putri membuka kedua matanya, merasa seperti lahir kembali ke dunia “Amber”

“Amber” Krystal membaringkan tubuh Amber di sisinya “Amber, ada apa ini?” Krystal meneteskan airmatanya.

“Amber bangunlah” airmatanya mulai jatuh.

“Amber bangunlah! berhenti bermain-main!” teriaknya.

“Amber!!” suara Krystal membuat kaget Jessica, Yuri dan ibunya.

“Krystal!!” kejut mereka.

“Amber!!”

Jessica menatap Amber yang tak bernyawa dengan airmata diwajahnya “Aku akan memegang janjimu Amber”

“Amber!!!”

Flashback

“Kau adalah obat penawar Princess Soojung anak muda”

“Benarkah?” tanya Amber.

“Kumohon padamu..”

“Kau tak perlu memohon, tanpa memohonpun ku serahkan nyawa ini untuknya” senyum Amber.

End flashback

Sudah satu minggu, satu minggu yang kelabu tanpa dirinya, tanpa senyumnya, suaranya, sikapnya yang bodoh yang selalu membuatku tertawa dan nyaman bila di dekatnya.

Ingin sekali aku memeluknya dan membisikan di telingnya bahwa aku mencintainya tapi kini aku tak dapat menyentuhnya tak dapat memukulnya yang dapat kulakukan adalah memandang fotonya, mengingat kembali kenangan bersamanya dan hanya bisa berdiri di pusara makam nya.

Ku genggam kalung kunci dimana kalung ini adalah simbol kencan pertamaku denganya, tak akan pernah kulupakan kejadian manis itu saat bersamanya.

Terima kasih Amber, aku tahu sebuah ucapan tak cukup untuk membalasnya. Rasanya ingin sekali aku bersamamu saat ini, tapi kau sudah memberikan kehidupanmu kepadaku dan aku akan terus bertahan hidup untukmu Amber.

Ku langkahkan kaki ini mendekati makamnya, ku kalungkan sebuah kalung di makamnya “Kau akan selalu hidup didalam jiwaku, kau akan selalu ada dipikiranku, tawa mu akan selalu terngiang ku telingaku. Jantung serta hati ini adalah milikmu, aku tak bisa ke lain hati selain dirimu”

“Aku mecintaimu”

“Aku mencintaimu Amber Josephine Liu”


End hahaha.

okay Author udah siap cerita baru dan segera Move on dari Beautiful Stranger, Kira kira kalian punya ide gak mengenai next ffnya?

Maaf ya kalo endingnya kurang greget dan kesannya malah aneh dan maksa hahaha, author udah kelamaan gak update dan jujur author udah ilang feelny 😦 maaf bgt ya…

Advertisements