Someday 12

Jung’s House

Seketaris Kim berdiri menatap Amber yang tengah melempar bola basket “Sudah dua hari kau tidak sekolah”

Amber terlihat sedang asik bermain dengan menghiraukan seketaris Kim yang berbicara padanya “Amber, nona muda akan baik-baik saja. Kau tidak perlu tidak sekolah juga”

Amber menghela nafasnya “Untuk apa aku sekolah bila tidak ada dirinya akan begitu membosankan” ucap Amber tanpa melihat seketaris Kim.

“Tapi…”

Amber menatap seketaris Kim “Aku akan sekolah jika penyihir itu sekolah, arraso!” ucap Amber dengan melempar bolanya kedalam ring.

“Apa penyihir itu sudah meminum obatnya?” tanya Amber dengan bermain basket.

“Nona muda Jung Amber, bukan…”

“Iya iya, apakah Krystal sudah meminum obatnya?” tanya Amber kembali.

“Nona muda akan meminum obat lagi pada pukul 08.00 PM” ucap seketaris Kim.

“Dimana dia sekarang?”

“Dikamarnya”

Amber menghela nafasnya, berjalan ke tepi lapangan untuk mengambil segelas jus jeruk.

“Apa dia selalu seperti itu? selalu mengurung dirinya di kamar? apa sebelum dia bertunangan sepertiku sifatnya seperti ini, Kim?” tanya Amber dengan memegang gelasnya.

“Ehm nona muda Jung sedikit tertutup, dia banyak menghabiskan waktu dikamarnya”

“Haish dasar wanita, apa dia tidak ada aktifitas lain seperti olahraga” ucap Amber.

Seketaris Kim menggelengkan kepalanya “Nona muda Jung tidak menyukai olahraga, nona muda Jung lebih menyukai belanja ataupun jalan bersama teman-temannya”

“Sudah ku duga, anak orang kaya seperti dia lebih suka menghamburkan uang dan bersenang-senang” ucap Amber.

“Ehmm apakah selama ini ada namja yang datang kerumah? maksutku, seperti pacar yang mengantar kerumahnya atau menjemputnya” tanya Amber.

Seketaris Kim beberapa saat diam, wajahnya terlihat berfikir “Ada”

Amber terkejut mendengarnya “Ada? siapa namja itu” tatap Amber kepada Seketaris Kim.

Seketaris Kim tersenyum “Sangat banyak”

“Banyak?!”

“Ya, apa kau tidak tahu nona muda Jung sangat terkenal di kalangan namja? banyak pewaris yang mendekatinya, tapi kau tahu bukan kalau tuan besar Jay Jung melarangnya untuk berpacaran. Tapi setauku, ada namja yang diperbolehkan untuk mendekatinya”

“Siapa dia?”

“Kim Jongin” ucap Kim.

“Kim Jongin, makutmu Kai?!! maksutmu namja yang sedikit hitam itu” jelas Amber.

“Haha iya, lagipula keluarga Kai berkerja sama dengan perusahaan Jung dan aku dengar keluarga Kai begitu dekat dengan tuan besar Jay”

Amber terlihat diam “Lalu apakah mereka menyetujui hubungan Kai dan Krystal?”

“Aku tidak tahu, haha mengapa kau bertanya sebegitu jauh?” senyum seketaris Kim.

“Apa menurutmu sebelum Krystal bertunangan denganku mereka sempat menjalin hubungan?” penasaran Amber.

“Tidak tahu, yang jelas Kai begitu dekat dengan Krystal”

Amber mengangguk “Apakah menurutmu Kai berbahaya?”

“Berbahaya? hmm tidak. Semua orang yang dekat dengan nona muda Jung sudah kami telusuri tentang keluarga mereka dan aku rasa Kai orang yang baik dan tidak memiliki niat buruk” ucap seketaris Kim.

Amber kembali meminum jus jeruknya “Ada apa denganmu?” tanya seketaris Kim sedikit terkekeh.

“Tidak ada, hanya sedikit panas” ucap Amber dengan kembali meminum jus jeruknya.

“Aku lihat bahwa malam ini cuacanya 5 derajat, bagaimana bisa kau bilang panas?” senyum seketaris Kim.

Amber menatap Kim “Apa kau tidak lihat aku habis bermain basket! haish lama-lama kau menjadi menyebalkan”

Seketaris Kim tersenyum “Amber”

“Hmmm”

“Terima kasih sudah menjaga nona muda Jung”

“Sudah kewajibanku”

“Sedang apa kalian berdua?” tiba-tiba Amber dan Kim mendengar suara yang tentunya tak asing bagi mereka. Seketika seketaris Kim membungkuk sebagai tanda hormatnya sedangkan Amber hanya berdiri menatap yeoja yang sedang menghampiri dirinya dengan Kim.

“Nona muda Jung” ucap seketaris Kim, Krystal menyilangkan tangannya menatap mereka berdua.

“Apa kalian sedang membicarakanku?

Amber tersenyum “Ge’er sekali dia” ucap Amber tanpa memandang Krystal.

“Mwo?!”

“Aku bilang kau itu cepat tersanjung, untuk apa aku membicarakanmu. Buang waktu saja”

Krystal terlihat kesal “Ya kau!” tunjuk Krystal.

Seketaris Kim terlihat bingung dan segera meredam amarah nona mudanya “Ah nona muda Jung, sudah waktunya anda minum obat” ucap Kim sopan.

Krystal menatap dingin, moodnya tiba-tiba buruk “Kau saja yang minum obatnya, aku tidak mau!” ucap Krystal marah.

Amber menatap Krystal “Haish kau ini bicara apa! kau yang sakit mengapa Kim yang meminum obatnya! cepat minum obatmu agar kau cepat sembuh”

Krystal menatap Amber jengkel “Apa pedulimu stupid llama”

“Tentu saja aku peduli! kalau aku tidak peduli, untuk apa aku menggendongmu dari lantai atas sampai parkiran, apa kau pikir itu tidak peduli. Apa kau tidak tahu bahwa tubuhmu berat” ucap Amber, Krystal hanya diam tak bicara dengan membuang wajahnya.

“Kim, ambilkan obat untuk nona muda Jung ini” perintah Amber.

“Oh ne!” siap Kim.

“Patulah sedikit, apa kau tidak tahu semua orang mengkhawatirkanmu”

“Jangan memerintahku!” ucap Krystal.

“Aku tidak memerintahmu, aku hanya ingin memberi tahu. Bahwa banyak orang yang peduli padamu”

“Sudahlah! aku tidak butuh ceramahmu” kesal Krystal yang pergi meninggalkan Amber.

“Haish begitu saja marah, hei princess kau mau kemana!” teriak Amber.

“Ke kamar” ucapnya berjalan meninggalkan Amber.

“Ke kamar lagi? apa kau tidak bosan, bagaimana kalau kita bermain basket. Aku akan mengajarimu!” Krystal menghentikan langkahnya.

“Ayolah mari kita bermain sebentar” Krystal membalikan badannya, menatap Amber yang sudah memegang bola.

“Untungnya bagiku apa? aku sangat tidak menyukai olahraga” ucapnya masih dingin.

“Kan aku sudah bilang aku akan mengajarimu, kau hanya perlu berdiri saja dan memegang bola” jelas Amber.

“Itu sangat melelahkan dan aku tidak tertarik!”

“Haish yeoja ini” Amber melangkah sedikit dekat dengan Krystal.

“Begini saja, aku akan mengajarimu selama 5 menit. Lalu aku akan mengujimu sebanyak 5 kali lemparan ke ring. Jika 3 lemparan itu tidak berhasil masuk ke ring basket, maka kau bebas menghukum ku!”

Seketika wajah Krystal sedikit tersenyum dengan menganggukan kepalanya “Baiklah, aku rasa itu menyenangkan”

Amber menghela nafasnya pasrah “Tentu saja dia akan senang jika menyiksakku”

Krystal sudah berdiri di daerah free throw “Ya llama, pali!”

“Lihat, seketika moodnya jadi begitu baik” geleng-geleng Amber melihat Krystal yang begitu semangat.

Amber segera menyusul Krystal dengan bola basket di tangannya, memandang Krystal yang begitu antusias.

“Cepat ajari aku” perintahnya.

Amber memberikan bolanya kepada Krystal “Ini, pegang yang benar” pinta Amber.

Krystal memegang bola basketnya “Lalu” tanya Krystal.

Amber memperaktekan bagaimana dia akan melempar bola “Angkat tanganmu seperti ini” tunjuk Amber.

“Seperti ini?” ikut Krystal.

“Bukan seperti itu, kau harus pegang kuat bolanya, genggam bolanya. Berikan semua tenaga di tangan kananmu”

Krystal mengangakat tangan kanannya, bersiap melempar bola “Perhatikan arah ringnya, bernafaslah lalu shoot!” ucap Amber menunjuk ring basket.

Krystal mengangguk dan bersiap untuk mencoba melempar bola basket sesuai arahan dari Amber “Baiklah”

“Dum dum dum”

Amber menundukan kepalanya “hufhh” jangankan masuk, mengenai ring saja tidak.

“Mungkin kita harus berdiri lebih dekat lagi”

Krystal menuruti kata Amber, mereka maju tiga langkah lebih dekat “Coba lagi” ucap Amber.

Dan…

Dum dum dum” bola kembali jatuh ketanah tanpa sedikitpun melambung ke atas.

“Haish! keluarkan tenagamu, mengapa kau seperti orang yang tidak bertenaga! jika memarahiku saja kau begitu semangat mengapa seperti ini tidak bisa”

Krystal menatap tajam Amber “Ya! aku sudah mengeluarkan isi tenagaku, dasar kau saja yang mengarahkan tidak benar”

Amber menghiraukan kicauan Krystal dan mengambil bolanya kembali “Coba lagi”

Krystal mengambil bolanya, tangan kanannya bersiap melempar bola “Ingat, lihat ringnya dan masukan dengan benar. Keluarkan isi tenagamu..”

“Haish kau bisa diam tidak! bagaimana bisa aku memasukan bola jika kau ribut seperti burung” geram Krystal.

“Haish wanita ini” cibir Amber “Baiklah-baiklah, cepat kau masukan bolanya!”

Krystal melihat lurus arah ring basket, tangannya sedikit mengira-ngira arah ring dan yakin kali ini akan berhasil dan..

“Dum dum dum” bola kembali jatuh ke tanah membuat Amber mengehela nafasnya.

“Haish aku rasa bolanya yang salah” ucap Krystal.

Amber kembali mengambil bola, tangannya memegang bola basket “Lihat aku” ucapnya. Dengan sekali shoot Amber sudah berhasil memasukan bola “Kau lihat? seperti itu memasukannya”

“Oh” jawab singkat Krystal.

“Ini” Amber kembali memberikan bolanya kepada Krystal.

Krystal mengambil bola yang diberikan Amber, tangan kanannya kembali memegang bola “Lekukan sedikit pergelangan tanganmu” Krystal mencoba mendengar apa perkataan Amber tapi dia tidak mengerti, hingga Amber mau tidak mau memegang pergelangan tangan Krystal “Nah seperti ini!”

“Dan…” Amber berdiri di belakang Krystal, membuat Krystal menjadi deg-degan dengan tindakan Amber.

Tangan Amber dan Krystal bersamaan memegang bola basket, wajah Amber tepat berada di samping wajah Krystal bahkan Krystal bisa merasakan nafas hangat Amber.

Krystal terlihat gugup, dia tak mengerti mengapa dia merasa gugup secara tiba-tiba “Haish ada apa denganku? mengapa aku menjadi deg-degan?!”

Krystal menghela nafasnya berusaha mengatur detak jantungnya “Kwaenchana?” tanya Amber yang melihat Krystal dengan tatapan Aneh.

Dengan reflek Krystal memutar kepalanya ke kanan melihat Amber yang juga menatapnya “Hmm”

“Tik Tok Tik Tok” detik demi detik berlalu, tak ada satupun yang mampu mengalihkan pandangan mereka. Saling menatap satu sama lain, semakin jatuh ke dalam hingga membuat mereka lupa akan semuanya. Tak ada satu katapun yang terlontar dari bibir mereka, hanya mata yang berbicara.

“Wae? bahkan aku tidak mampu mengedipkan mataku. Terlalu indah, terlalu sempurna” pikir Amber.

“Romantis sekali” seketika Krystal dan Amber tersadar akan dunia mereka, Amber langsung menjauhkan badannya dari Krystal dan Krystal membuang wajahnya karena tidak ingin dilihat Amber akan pipinya yang memerah tanpa Krystal ketahui.

“Kau?” Amber mulai tersadar akan suara tersebut.

“Kalian?” begitu juga Krystal.

Mereka bertiga berjalan menghampiri Krystal dan Amber yang berada di tengah lapangan “Wah aku kira kau sakit Soojungie, kalau begini caranya kami tak akan menjengukmu” goda Vic.

“Lagipula sekarang Soojung sudah sehat unnie dan terlebih lagi sudah ada yang menjaganya, kita pulang saja unnie” ucap Sulli.

Seketika wajah Krystal kembali memerah, darahnya kembali naik ke kepala “Ya! kalian bicara apa”

Mereka tertawa “Aku kira dia sedang di dalam selimut karena sakit eh ternyata Soojung sedang bermesraan” senyum Luna.

Amber melirik Krystal, Amber tahu Krystal merasa malu di depan sahabat-sahabatnya “Haish bukan seperti itu, aku ingin mengajak Krystal bermain basket karena dia tidak pernah berolahraga aku pikir dengan berolahraga Krystal akan kembali sembuh, betulkan?” tanya Amber kepada Krystal tapi Krystal memutuskan tak menjawabnya.

Seorang namja melangkah dengan membawa mawar putih di tanganya, kakinya melangkah mendekati mereka yang sedang becanda di lapangan. Matanya terus memandang Krystal hingga Krystal menyadari tatapannya.

“Kai?”

Kai tersenyum dengan menghampiri Krystal tanpa menghiraukan sahabat-sahabat Krystal maupun Amber “Sedang apa namja ini?” pikir Amber yang melihat Kai memberikan bunga pada Krystal.

Kai menatap Krystal “Aku begitu mengkhawatirkanmu”

“Aku tidak apa-apa Kai, lagipula aku sudah membaik kau tidak perlu khawatir”

Kai mengerutkan dahinya “Bagaimana aku tidak khawatir jika orang yang aku sayangi sedang sakit”

“Terima kasih sudah mengkhawatirkanku” senyum Krystal.

Kai melihat bunga ditangannya dan memberikan pada Krystal “Ini bunga untukmu” senyumnya.

“Haha” tawa Amber yang membuat Kai dan Krystal menoleh ke arahnya.

Amber menatap mereka berdua “Wae? apa ada yang salah”

Krystal menatap Amber “Tidak ada yang lucu llama” ucap Krystal.

Amber tersenyum “Tidak ada yang lucu? apa kau tidak salah, tentu saja ini lucu! bagaimana bisa orang sakit di berikan bunga, apa kau akan menyuruh penyihir ini memakan bunga? hahahaha”

“Ha-” Sulli menahan tawanya begitu juga dengan Vic.

Kai menatap jengkel Amber yang mengejeknya “Aku tidak tahu kau ada disini, aku harap kau tidak mengacau dan memberi dampak buruk pada Krystal”

Amber berhenti tertawa, kakinya maju selangkah “Hmm asal kau tahu saja, dimana ada Krystal maka disitu juga ada aku, dan asal kau tahu bahwa aku selalu menjaganya, arraso” ucap Amber.

“Apa mereka sedang merebutkan Soojung?” tanya Luna menatap mereka bertiga.

“Sepertinya begitu” ucap Sulli.

“Kalian pilih siapa?” tanya Vic.

“Aku Amber” pilih Luna.

“Tentu saja aku pilih hyung” tegas Sulli.

“Aku juga” angguk Vic.

Seorang pelayan datang dengan membungkukkan badannya kepada mereka “Nona muda Jung, makan malam sudah siap”

“Makan malam! yeahhh” girang Sulli.

“Ayo kita makan malam” ajak Vic yang menggandeng tangan Krystal.

“Urusan kita belum selesai” ucap Kai.

Amber tersenyum tipis “Kita lihat saja nanti” ucap Amber.

Waktu menujukkan pukul 8 malam, meja makan penuh dengan santapan yang lezat ditambah dengan aroma yang membuat perut mereka lapar “Waaahhh”

Mereka mulai duduk di kursi masing-masing, Krystal duduk di bagian kepala meja makan sedangkan di sisi kanan Amber dan kiri Kai.

Amber Sulli, sedangakan di samping Kai ada Vic dan Luna.

Mereka mulai makan malam dengan sedikit perbincangan “Bagaiamana kabar sekolah? tanya Amber.

“Tentu saja aman tanpamu” ucap Kai tanpa melihat Amber sedangkan Amber menatap jengkel dengan pisau makan ditanganya.

“Akan kubunuh dia nanti” cibir Amber.

Amber POV

Lihat untuk apa dia datang kemari bikin rusuh saja, bukanya dia pulang kerumah dan mengerjakan PR malah datang kesini! apa mengirim pesan teks atau menelfon tidak cukup baginya hah? dasar namja gila, apa dia sedang mencari muka kepada penyihir itu?

Lihat dia! sok perhatian sekali kepada Krystal, mengapa dia menjadi sok perhatian dengan membersihkan mulut Krystal dengan tisu! Krystal itu sudah besar dia bisa melakukannya sendiri!

Agh lama-lama mataku bisa katarak melihatnya yang norak dengan menyuapkan Krystal makanan. Hellooowww Krystal bukan anak bayi! mengapa dia tak urus saja dirinya sendiri.

Ingin sekali kutusuk-tusuk wajahnya dengan pisau ini, apa dia tidak bisa pergi dari rumah ini!

Errrghhhh

“Hyung..”

“Hyung!”

Aku menoleh ke arah Sulli, melihat tatapannya yang aneh kepadaku “Wae? mengapa kau teriak”

“Aku sudah memanggilmu 5x tapi kau tidak mendengar, malah kau terus menatap Kai”

Ku hela nafas ini “Apa kau tidak apa-apa hyung?”

“Tidak apa, hanya saja aku sedang ingin menusuk-nusuk wajah seseorang”

Sulli tertawa “Haha, apa kau cemburu?”

Aku menatap Sulli dengan mengerutkan alisku seakan tak percaya dengan apa yang dia katakan padaku, hahaha cemburu “Cemburu? yang benar saja. Untuk apa aku cemburu, ada-ada saja kau Sulli” lanjutku makan.

“Lalu mengapa dari tadi hyung menatap mereka berdua?”

Haish anak ini apakah dia tak bisa berhenti bertanya mengapa berisik sekali “Sudah habiskan saja makananmu” perintahku.

Awas saja namja gila itu macam-macam dengan Krystal, akan kuhabisi dia.

Author POV

Makan malam telah selesai. Amber, Sulli, Luna dan Vic sedang bersantai di dekat kolam ikan dengan bermain-main air sedangkan Krystal dan Kai duduk di kursi taman yang sedikit jauh dari kolam renang.

Sulli dan Vic sedang makan buah di pinggir kolam ikan sedangkan Amber menatap langit, wajahnya terlihat memikirkan sesuatu hingga Luna mendekati Amber.

“Hmm apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Luna kepada Amber.

Amber menoleh ke arah Luna dengan senyuman di wajahnya “Tidak ada” jawabnya singkat.

Luna menatap Amber dengan tatapan tidak percaya “Katakan saja padaku”

“Apa yang harus kukatakan jika dipikiranku benar-benar tidak ada apa-apa” bantah Amber.

Luna mengangguk “Aku kira kau memikirkan Soojungie”

Amber tersenyum mendengar ucapan Luna “Untuk apa aku memikirkan penyihir itu”

Luna terlihat berfikir dengan berpangku tangan “Aku pikir kau menyukainya”

“Menyukai penyihir seperti dia sungguh membuatku tersiksa” jawab Amber dengan meminum boba miliknya.

“Jadi kau tidak menyukai Soojung?” tanya Luna. Amber hanya menggelengkan kepalanya dengan meminum boba.

“Jadi pengrobananmu selama ini untuk apa? aku tidak yakin kau melakukannya begitu saja”

“Mengapa kau cerewet sekali, yang jelas aku tidak akan pernah menyukainya”

“Lalu mengapa kau rela tidak ikut bertanding saat pemilihan tim nasional basket? bukankah diluar sekolah banyak yang menjaga Soojung, kau tidak perlu repot-repot untuk mengantarnya ke rumah sakit hingga bolos sekolah sepeti saat ini. Dan juga kau tak perlu susah payah dihukum saat pelajaran Matematika”

Amber hanya diam untuk beberapa saat “Aku harus melakukannya”

“Untuk apa?”

“Untuk menjaganya, memastikan dirinya baik-baik saja”

“Tanpamu juga Soojung akan baik-baik saja, dan lagipula ada Kai disampingnya”

Amber langsung menatap Luna “Mengapa kau menatapku seperti itu, apa kau tidak suka aku menyebutkan nama Kai?”

“Kau jangan berfikir yang aneh-aneh dulu! maksutku, ehm maksutku kau tahu buka tuan Jay Jung memintaku untuk menjaganya jadi aku tak bisa membiarkan dia dekat dengan siapapun” gugup Amber.

“Sungguh tak bermutu jawabanmu”

Amber kembali meminum bobanya “Tapi aku bersyukur kau berada di sisi Soojung” Amber menatap Luna.

“Aku tahu kau adalah orang yang baik dan aku yakin Soojung juga merasakan hal yang sama”

Amber tersenyum “Merasakan hal yang sama? apa kau tidak tahu setiap harinya hingga detik ini aku dibuat sengsara olehnya? dia tidak akan bahagia jika aku tidak menderita!”

“Tapi kau rela menderita karena Soojung bukan?” tatap Luna.

“Ayolah Amber, kau tidak perlu mengingkarinya. Siapa yang tidak tahan dengan pesona Soojung! apa kau tidak bergairah jika dekat dengan Soojung, kau tahu bukan dia sangat seksi terlebih lagi kalian satu rumah dan kamar kalian saling berdekatan”

“Haish kau ini bicara apa! aku tidak seperti itu, haish mengapa setiap orang berfikiran aku mesum” ucap Amber.

“Siapa yang mesum?” tanya Sulli yang tiba-tiba datang.

Luna menunjuk Amber “Dia, Amber membayangkan Soojung yang bukan-bukan” tunjuk Luna.

“Haish! kau ini bicara apa! tentu saja tidak!” Amber menyangkalnya dengan wajah yang panik.

“Jangan berbohong!” ucap Sulli.

“Haish untuk apa aku berbohong” elak Amber.

“Apa kau yakin?” ucap Vic.

“Yakin!”

“Bersumpah?” pinta Sulli.

“Sumpah”

“Kalau begitu pejamkan matamu” Amber memejamkan matanya.

“Tidak mesum?”

“T.I.D.A.K”

“Yakin?

“Yakin, aku tidak pernah berfikiran seperti itu!” ucap Amber dengan memejamkan matanya.

“Kalau begitu, pakaian dalam yang suka dikenakan Soojung berwarna apa?” tanya Vic dengan nada yang begitu cepat.

“Hitam”

Dengan seketika mata Amber terbuka lebar, menatap mereka bertiga dengan tatapan takut sedangkan Vic, Luna dan Sulli menatap Amber dengan senyuman licik.

Mereka bertiga melangkahkan kakinya mendekati Amber “Kau bilang kau tidak mesum?”

Amber menjadi gugup dengan menggelengkan kepalanya serta tawanya yang terpaksa “Haha aku tidak seperti itu! itu hanya pikiranku sedang tak karuan haish mengapa berlebihan sekali”

“Tak karuan karena membayangkan pakaian dalam Soojung?” senyum Vic.

“Haish kalian salah paham, maksutku bukan seperti itu hahaha” Amber semakin gugup, langkahnya semakin mundur untuk menjauhi sahabat Krystal dengan perlahan.

Mereka bertiga terus memajukan langkahnya dengan senyuman evil di wajah mereka “Amber Liu”

“Kau kena sekarang!”

Wajah Amber semakin ketakutan, menggelengkan kepalanya dengan pikiran yang tidak tidak.

“Andwe andwee”

“BOOMM!!” mereka bertiga mengejutkan Amber dengan selangkah mendekati Amber hingga Amber tersontak kaget membuat tubuhnya kehilangan kesimbangan.

“Byuurrr” suara percikan air kolam mengenai tubuh Amber hingga tubuh Amber basah akibat air kolam ikan.

Suara tawa terdengar begitu riuh di tengah malam yang dingin “Hahahahahha!” tentu saja mereka bertiga tak bisa berhenti tertawa karena berhasil mengerjai Amber yang lugu.

“Hahaha kiyowo” ucap Luna dengan memegang perutnya.

Sedangkan Amber mulai berusaha bangun dari kolam dengan menatap kesal sahabat-sahabat jahil Krystal “Haish tidak Krystal tidak teman-temannya sama saja, sama-sama komplotan penyihir” cibir Amber.

Tak mau kalah, Amber tengah memutar otaknya untuk melakukan balas dendam kepada mereka. “Ah!” Amber berpura-pura kesakitan dengan memegang perutnya, tentu saja akting Amber berhasil membuat mereka khawatir.

Vic, Sull dan Lun menatap Amber dengan khawatir “Ada apa dengannya”

“Ahh perutku, seperti perutku mengenai batu kolam. Sakit sekali”

“Benarkah?” panik Sulli.

Luna mendekati Amber “Kalau begitu cepat naik!” perintah Luna.

Amber menggelengkan kepalanya dengan wajahnya yang kesakitan “Tidak bisa”

Mereka bertiga saling lempar pandang, Luna mengulurkan tangannya “Naiklah, biar aku bantu”

Amber berjalan pelahan mendekati Luna dengan memegang perutnya “Apa kau tidak apa-apa?”

Tangan Luna sudah di genggam Amber dengan erat, seketika wajah Amber yang terlihat melas karena kesakita berubah menjadi wajah yang licik “Kena kau!” ucap Amber dengan menarik Luna untuk jatuh ke kolam ikan yang sama.

“Aaaahh!” suara jeritan Luna yang terkena air kolam.

“Hahahaahhahaha” Amber tertawa puas.

Luna menatap Amber dengan tubuhnya yang basah “Ya! apa yang kau lakukan!”

Vic dan Sulli tertawa yang akhirnya membuat Luna dan Amber saling bertatapan. Mata mereka seperti mengisyaratkan sesuatu

“1”

“2”

“3”

“Byur byur byur” Amber dan Luna memberikan percikan air kepada Vic dan Sulli.

“Rasakan ini rasakan ini” ucap Amber dengan senyuman diwajahnya.

Mereka berempat tak berhenti tertawa hingga Vic dan Sulli memutuskan untuk turun ke kolam dengan bermain air bersama. Suara tawa mereka pecah, membuat seorang yeoja merasa heran dengan apa yang mereka lakukan.

Krystal, Krystal hanya diam dengan duduk menatap mereka berlima dari kejauhan. Matanya dapat menangkap kebahagiaan sahabat-sahabatnya bersama sosok yeoja yang tidak dia sukai.

Krystal POV

mengapa mereka bisa tertawa lepas bersama llama bodoh itu sedangkan aku begitu membencinya. Sebenarnya tidak begitu membencinya tapi dia begitu menjengkelkan! melihatnya mereka bersama Amber itu sungguh membuatku senang sekaligus sedih. Aku senang karena mereka bisa tertawa lepas sedangkan aku sedih karena tak bisa seperti mereka.

Aku hanya menatap kebahagiaan mereka, cuaca dingin tak lagi mereka rasa karena kehangatan tawa yang mereka ciptakan. AKu tidak tahu mengapa semua orang begitu dekat dengan Amber.

“Krystal”

Aku bangun dari lamunanku, menatap namja yang sudah kukenal lama “Ne” jawabku.

Matanya menatapku “Apa kau tidak apa-apa? aku memanggilmu berkali-kali”

Benarkah? “Ehm tidak apa-apa” senyumku padanya.

Dia menatapku, kini tangannya memegang tanganku, tangannya begitu dingin “Maafkan aku, maafkan aku karena aku….”

Dia selalu mengucapkan hal ini, aku mungkin sedikit kecewa karena dia menolakku permintaanku “Tidak apa Kai, kita masih bisa menjadi teman bukan?”

Seketika wajahnya berubah, tangannya melepaskan jari jemariku “Hanya sekedar teman?”

Aku menghela nafasku, aku tidak mengerti dengan perasaanku. Apakah aku benar-benar menyukainya atau tidak? Kai adalah namja yang baik, dia tampan, berbakat dan  dia selalu ada untukku. Tapi, tapi ada sesuatu yang mengganjal hatiku. Ada sesuatu yang menghalangi perasaanku pada Kai. Sesuatu yang tak biasa, sesuatu yang begitu kuat.

“Sudahlah tak apa, kau istirahat saja” aku merasa kasihan padanya.

“Kau mau aku antar ke kamar?” aku menggelengkan kepalaku “Tidak usah, kau pulanglah ini sudah malam” senyumku padanya.

“Baiklah, kalau begitu selamat malam Krystal Jung” senyumnya padaku dengan mengelus pipi kananku.

07.00 AM.

Aku keluar dari pintu kamarku untuk menuju meja makan “Selamat pagi Soojjunggiee” haishh yeoja ini.

“Ya! lepaskan pelukanmu, nanti seragamku menjadi tak rapih”

Bukanya melepaskan dia malah memeluku dengan erat “Siro! apa kau tidak tahu aku sangat merindukanmu tapi kau malah asik berduaan dengan Kai!” cibirnya.

Aku menghela nafasku dan melepas paksa tangannya “Kalau aku bergabung dengan kalian, aku pastinya masih dikamar dan berbaring di tempat tidur akibat air kolam yang dingin”

“Apa kau tidak tahu itu begitu menyenangkan? aku baru pertama kali bermain air kolam ikan, tidak terlalu buruk” senyumnya padaku.

“Good morning!”

“Hyung!”

“Good morning Sulli, apa kau sudah sarapan?”

Haish liat tingkahnya yang sok manis itu, dan Sulli malah terlihat manja padanya. Apa Sulli terlalu banyak menelan air hingga menjadi seperti itu?

“Kajja, kita sarapan” mereka berjalan meninggalkanku, sungguh menyebalkan.

“Selamat pagi semua!” aku melihat Vic dan Luna yang sudah lebih dulu duduk kursi meja makan. Yap, mereka tidak pulang kerumah masing-masing dan memilih untuk menginap di rumahku dan jujur saja aku merindukan sahabat-sahabatku ini.

jam sudah menunjukkan pukul 7.33 kami harus segera bergegas ke sekolah, aku berjalan menuju arah mobil.

“Ya apa yang kau lakukan?” aku melihat ke arah Vic yang sepertinya sedang berbicara pada llama bodoh itu.

“Apa kau tidak pergi bersama kami?” kali ini mataku mengarah Luna.

“Haha tidak, aku pergi sekolah dengan motorku ini” senyumnya dengan bersiap memakai helm.

Sulli menghampiri Amber “Hyung! berangkatlah dengan kami” haish sejak kapan Sulli menjadi begitu manja dengan llama bodoh itu, bahkan dia memanggil Amber dengan sebutan hyung.

“Haish tidak bisa, aku tidak nyaman kalau naik mobil” Sulli terlihat kecewa dengan penolakan Amber.

“Ayolah sekali saja, kita pergi bersama-sama. Tidak masalah bukan?” haish tentu itu menjadi masalah bagiku!

“Aku tidak masalah” jawab Vic dan Luna haishh.

“Soojung?” kali ini mereka bertiga menatapku, haish tatapan apa itu! dan ntah mengapa mataku menatap mata Amber.

“Baiklah”

Seketika mereka terlihat girang “Soojung, bagaimana kalau tidak usah memakai supir pribadimu. Itu tidak menyenangkan!” aku pikir itu ide yang bagus, jarang sekali aku bisa berangkat sekolah bersama mereka.

“Baiklah kalau begitu naik mobilku saja” aku meminta pada pelayanku untuk menyiapkan mobil pribadiku yang hanya dipakai olehku.

Tak butuh waktu lama mobilku datang

MY16_Range_Rover_Evoque_EXT_LOC113_PR-630x373.jpg

(Krystal’s car)

“Bagaimana kalau Amber saja yang menyetir mobilnya?” mataku melotot ke arah Luna.

“Mwo?! haahha tidak-tidak”

“Ayolah, apa kau tega melihat tunanganmu yang menyetir hah?!” haish Vic unnie, kau itu bicara apa!

“Baiklah biar aku yang bawa mobilnya” aku melihat Amber yang melangkah masuk mobilku. Haish ini untuk pertama kalinnya orang asing menyetir mobilku!

Tak ingin menghabiskan waktu aku segera berjalan menuju mobil, aku membuka pintu mobilku dan …

Aku menatap aneh Luna yang memukul pelan tanganku “Wae? ada apa denganmu?” tanyaku bingung.

“Kau duduk depan Soojung”

“Mwo! tidak!” haish aku tidak mau duduk di depan bersama llama bodoh itu.

Luna terus memaksaku dan mau tidak mau aku harus masuk kedalam mobil karena mereka semua menunggu dalam mobil “Ayo cepat masuk, kau mau kita berlima dihukum?” teriak Sulli.

“Hufh menyebalkan sekali”

Aku masuk kedalam mobil dan langsung memakai shitbelt, aku hanya duduk diam. Ntah mengapa mobil tak kunjung jalan, akhirnya aku melihat ke arah Amber yang sedang membuka jaketnya.

Dia menatapku “Pakai ini”

“Mwo?” bingungku.

“Hufh”

“Ya apa yang kau lakukan!” Amber meletakan jaketnya di pahaku. Iya, pahaku!

Aku menatap tajam matanya “Haish jangan menatapku seperti itu! hanya saja rok mu terlalu pendek”

“Wah ternyata kau tak mesum seperti yang kami pikirkan” celetuk Vic.

“Sepertinya kami salah paham dengan yang berwarna hitam itu” tambah Luna

“Haish kalian ini bicara apa! sudah nanti kita telat” kenapa wajahnya memerah? aneh sekali dan apa yang mereka bicarakan?

Aku menatap jaketnya, aku tak menyangka llama bodoh ini begitu sopan, haish! tidak, tidak! dia tetap saja menyebalkan.

Selama perjalanan aku mendengarkan lagu yang kusuka, aku menyukai lagu-lagu classic seperti Tchaikovsky, Mozart ataupun Franz Liszt, aku tidak terlalu suka lagu rock atau lagu berisik lainnya.

“Ya apa yang kau lakukan!” aku menatap Amber yang mengganti laguku. Aku sedang asik-asik bernanyi dalam hati mengapa dia menggantinya.

“Lagumu membuatku mengantuk”

Aku kembali mengganti laguku, dan kembali menikmatinya tetapi….

“Ya! kau ini kenapa”

“Aku bosan mendengarnya! apa kau tidak punya lagu yang ceria?”

“Kalau kau tidak suka, keluar saja dari mobilku!”

Dia tersenyum simpul “Tidak, kau saja yang keluar”

Ohh llama ini ingin mengajakku ribut hah?

“Ini masih terlalu pagi untuk bertengkar” geleng-geleng Luna.

llama bodoh ini kembali mengganti lagunya yang berisik! bahkan dia menggoyangkan kepalanya “Wowowow”

Aku mengganti lagunya “Haish penyihir ini! aku bisa tertidur mendengar lagumu yang aneh ini”

“Aneh katamu? ya! apa kau tidak dengar lagumu yang berisik itu, hanya teriak -teriak tidak jelas”

“Justru itu seninya!”

Mataku membulat mendengarnya “Seni darimana hah?”

Author POV

Luna, Vic dan Sulli hanya menghela nafas sepanjang perjalanan menuju sekolah “Hufh lain kali kita jalan kaki saja” ucap Luna memandang Krystal dan Amber.

“Benar, mobil ini terasa seperti arena bertanding” ucap Vic,

“Aku menyerah melihatnya” geleng-geleng Sulli.

Sepanjang perjalanan Krystal dan Amber bertengkar tanpa henti. Hingga pada akhirnya Luna, Sulli dan Vic merasa lega karena sudah tiba disekolah.

“Ya Tuhan terima kasih sudah memberikan keselamatan pada kami” sukur Luna.

“Aku tak menyangka kita selama sampai tujuan setelah perang ketiga terjadi” lega Vic.

“Ini adalah pagi terburuk yang pernah ku alami” lesu Sulli.

Sedangkan Krystal langsung keluar mobil tanpa menghiraukan sahabat-sahabatnya maupun Amber.

Amber turun dari mobil, memakai tas ranselnya menatap Krystal yang berjalan lebih dulu “Kalau setiap hari seperti ini, sama saja membunuhku pelan-pelan”

Sekolah kembali ribut karena Krystal sudah kembali ke sekolah, loker Krystal penuh dengan bunga serta hadiah dari fansnya. Seperti biasa Krystal menghiraukan semua pemberian fansnya dan berjalan masuk ke kelas.

Tepat pukul 08.00 AM bel berdering, semua murid sudah berada di kelas masing-masing. “Selamat pagi semua” sapa guru.

“Ibu ingin mengumumkan sesuatu pada kalian” semua murid menaruh perhatian pada guru muda tersebut.

“Minggu ini kita akan belajar di luar kelas” Seketika semua murid menjadi senang, tentu saja belajar di luar kelas selalu menjadi rutinitas bagi sekolah Empire.

“Kita akan kemana bu?” tanya Henry.

Guru muda nan cantik itu tersenyum “Kita akan pergi ke Jeju Island” seketika suara kelas semakin bergemuruh keras, semua murid senang gembira saat mendengarnya tapi tidak dengan Krystal.

“Jeju, apa tidak ada tempat lain hah?? mengapa aku menjadi benci dengan pulau Jeju! erghh menyebalkan sekali” pikir Krystal.

Sedangkan Amber terlihat bahagia bersama teman-teman kelasnya “Kita akan berangkat pada akhir pekan, kita akan dua hari disana. Tugas kalian adalah membuat makalah selama berada di Jeju, jangan lupa kalian juga harus mengumpulkan catatan kalian mengenai pulau Jeju dan sejarah disana”

“Ndee!” semua murid menjawab tapi tidak dengan Krystal.

“Aku harap kalian semua ikut” senyum guru muda itu.

“Amber apa kau ikut?” Amber menatap yeoja berkulit putih itu.

Amber tersenyum padanya “Tentu aku ikut, bagaimana denganmu?”

“Aku ikut jika kau ikut” pernyataan membuat wajah Amber memerah.

Sedangkan Krystal hanya diam mendengarnya.

Bel berdering, murid-murid keluar kelas. Seperti biasa 4 walls pergi ke kantin sedangkan Amber menghabiskan waktunya di lapangan basket bersama sahabat-sahabatnya.

“Jadi apa kau ikut?” tanya Onew.

“Tentu saja” ucap Amber dengan melempar bola basket.

“Haha tentu saja dia akan ikut, karena Krystal juga akan ikut” tambah Henry.

Jonghyun menatap Henry “Tau darimana kau dia akan ikut? setauku Krystal tidak suka dengan acara-acara seperti itu”

“Hanya menebak, lagi pula ini adalah tahun akhir bukan? jadi menurutku tidak mungkin Krystal tidak ikut, apalagi tunangannya ikut hahaha” goda Henry pada Amber.

“Terlebih lagi Irene menanyakan Amber, aku rasa Irene menyukaimu” goda mereka.

“Haish bicara apa kalian”

“Hahaa lihat wajahmu memerah!”

Amber menatap Henry “Sudah diamlah!”

“Baiklah! kalau begitu sepulang sekolah kita akan menyiapkan apa saja yang akan kita bawa!” ucap Key yang disetujui oleh sahabat-sahabatnya.

Sedangkan di tempat lain

“Apa kau ikut Soojung?” tanya Luna dengan menyantap salad buah miliknya.

Krystal hanya diam “Ayolah ikut, lagipula ini adalah tahun terakhir kita bukan? menurutku sayang kalau tidak ikut, setidaknya kita punya kenangan bersama teman sekelas” ucap Sulli.

“Tidak tahu” ucap Krystal malas.

“Ayolah Soojung” rayu mereka.

“Aku tidak suka Jeju!” ketus Krystal.

Mereka bertiga menghela nafas “Apa karena kejadianmu dengan Amber? haish mengapa kau membenci Jeju hanya karena Amber? lagipula Jeju terlalu indah untuk kau benci” ucap Vic.

Jung’s House

Amber baru tiba dari belanja, para pelayan membawa beberapa barang belanjaan untuk dibawa ke kamarnya. Amber duduk sebentar di ruang tamu dengan meminum segelas jus jeruk.

“Selamat malam” bungkuk seketaris Kim.

“Oh kau Tae, duduklah” senyum Amber.

“Kau darimana saja Amber?”

“Abis belanja untuk kebutuhanku di Jeju nanti, apa kau tidak tahu bahwa kami akan ada belajar di luar kelas”

“Ya aku tahu, itu sudah menjadi jadwal rutin” ucap Tae.

Amber menatap atas “Apa dia ikut?” tanya Amber.

“Hm maksutmu nona muda Jung?”

Amber menatap Tae “Yap”

Tae terlihat berfikir sejenak “Aku rasa tidak”

Amber bangun dari senderan kursinya “Mengapa tidak?”

“Nona muda Jung tidak suka dengan hal seperti itu, nona muda Jung lebih memilih dirumah atau belanja dia luar negri”

“Haish anak itu! baiklah aku akan membujuknya”

Mata Tae membulat kaget “Apa kau yakin?”

Amber mengangguk “Lagipula untuk apa dia menghabiskan waktu sendiri, lebih baik dia bersama sahabat-sahabat gilanya itu” ucap Amber dengan menghabiskan jus jeruk miliknya.

Amber bangun dari tempat duduknya “Kalau begitu aku ke kamar dulu”

Amber berjalan menuju kamarnya dan tak sengaja berpapasan dengan Krystal “Oh annyeong gongjunim” senyum dorky Amber yang di tatap aneh oleh Krystal.

Malas bertengkar Krystal menghiraukan Amber untuk turun ke bawah “Apa kau ikut akhir pekan ini?” pertanyaan Amber membuat Krystal menghentikan langkahnya dan membalikan badannya.

“Tidak” jawabnya singkat.

“Mengapa tidak? haish bukankah akan menyenangkan, lagipula sahabat-sahabatmu akan ikut”

“Aku tidak peduli” Krystal kembali membalikan badannya.

“Ayolah Krystal ikutlah, aku tidak bisa tanpamu. Apa kau ingin membuatku menderita dengan merindukanmu?” ucap Amber.

Amber menghela nafasnya “Aku tidak bisa tanpamu walaupun itu hanya satu atau dua jam, jadi ikutlah denganku”

Krystal membalikan badannya menatap Amber yang serius padanya, mereka saling bertatapan “Ayolah gongjunim” senyum Amber.

“Aku akan melakukan apa saja untukmu asal kau ikut, aku akan menjagamu selama 24 jam disana dan tak akan membiarkan fans gilamu mendekatimu” ucap Amber.

“Akan kupirkan” ucap Krystal meninggalakan Amber.

“Kalau begitu aku masih ada harapan! aku harap dia akan ikut, jadi aku bisa tetap mengawasinya” ucap Amber.

Next day 

waktu 12.40 PM, Krystal terlihat berjalan menuju lokernya untuk menaruh beberapa buku ditangannya.

Krystal membuka kode lokernya dan menaruh ketiga buku yang dia bawa, setelah selesai Krystal menutup lokernya dan …

“Ba!”

Krystal terontak kaget, tangannya mengepal dam memukul kepala Amber “Kau mau aku mati hah?!” kesal Krystal.

Amber memberikan senyuman dorkynya kepada Krystal “Hehe bian” Krystal meninggalkan Amber “Haish wanita itu” Amber mengejar Krystal dan berjalan di sampingnya.

Krystal menatap lurus jalan “Aku sedang tidak mood bertengkar denganmu” jawabnya ketus.

“Haish siapa yang ingin bertengkar? aku hanya ingin memastikan bahwa kau akan ikut perjalanan akhir pekan  ini” ucap Amber sambil menatap Krystal yang terus melangkah.

Krystal terus melangkah lurus dengan Amber yang berjalan menyamping menghadapnya “Aku tidak mau”

Wajah Amber terlihat kecewa “Wae? kau bilang semalam akan kau pikirkan” Krystal hanya diam.

“Ayolah Gongjunim” rayu Amber.

“Aku bilang tidak mau” ucap Krystal tanpa memandang Amber.

Amber tak kehabisan cara, Amber mengeluarkan sesuatu dari kantongnya “Ini?” Amber memegang sebuah permen di tangannya dan memberikan kepada Krystal, tapi sayang permen tak cukup menarik perhatian seorang Krystal Jung.

Amber kembali merogoh kantongnya “Kalau ini?” Amber mengeluarkan coklat dan Krystal sedikit meliriknya tapi Krystal tak tertarik.

Amber menggaruk-garuk kepalanya, ini adalah kesempatan terakhir karena untuk mengambil satu lagi makanan yang akan diberikan kepada Krystal “Bagaimana dengan ini?” senyum Amber.

Krystal menghentikan langkahnya dan menatap ice cream rasa mangga di tangan Amber “Jika kau ikut, aku berjanji akan meneraktirmu ice cream setiap minggunya” senyum Amber berharap Krystal menerimanya.

Krystal menatap Amber “Kenapa kau ingin sekali aku ikut? apa fans-fansku membayarmu dengan jumlah yang banyak hingga kau seperti ini”

Amber menghela nafasnya “Apa kau tidak bisa berhenti memikirkan hal seperti itu padaku? tentu saja tidak! aku benar-benar ingin kau ikut, lagipula aku dengar kau tak pernah ikut sama sekali dalam sekolah akhir pekan dan juga ini tahun akhir kita, apa kau akan melewatkannya begitu saja? aku juga sudah berjanji padamu kalau aku akan menjagamu selama 24 jam bila disana”

Krystal menatap tajam Amber tapi Amber sebiasa mungkin bertahan dari tatapan mematikan Krystal “Hmmm” Krystal mengambil ice cream dari tangan Amber dan pergi begitu saja.

“Hei! jawabanmu apa? mengapa kau pergi begitu saja!” teriak Amber.

Jung’s House

Amber terlihat duduk di kursinya dengan ponsel ditangannya, Amber membuka satu pesan masuk yang tentu saja dari tuan Jay.

“Haish tuan Jay benar-benar membuatku gila. Lama-lama dia seperti menerorku. Haish kalau Krystal tidak ikut maka aku juga tidak ikut! yang benar saja, ini adalah kesempatan besar untuk bersenang-senang! aaghhhh

Next day

Hari ini adalah hari pendaftaran terkahir untuk liburan akhir pekan sekolah selama dua hari. Amber dan teman-temannya sudah memeng kartu untuk menukarnya dengan tiket keberangkatan serta indetitas selama di Jeju.

Amber dan teman-temannya sedikit kecewa “Hufh dia tidak ikut” lesu Jonghyun.

“Setidaknya Sulli, Luna dan Vic ikut” senyum Henry.

“Tetap saja tidak lengkap, padahal ini adalah tahun terkahir” mereka semua berkeluh kesah.

Amber mencoba menyemangati para fanboy Krystal “Sudahlah, mengapa begitu saja menjadi sedih setidaknya masih banyak yeoja-yeoja yang cantik”

“Kau sih enak bisa melihat Krystal setiap hari”

Seketika satu aula menjadi ribuat, membuat Amber dan teman-temannya merasa heran “Ada apa ini?” bingung Key.

Murid-murid yang berjajar rapih untuk mendaftar seketika membuka jalan seseorang untuk berjalan. Auranya begitu kuat, setiap langkahnya menjadi perhatian tapi tak ada yang berani untuk menyentuhnya.

“Woaaahhhh!!!” murid-murid itu hanya gila dengan mengaguminya.

Yeoja berwajah dingin itu membawa selembar kertas yang berisikan biodatanya. Mata Amber membulat, hatinya begitu senang ketika yeoja yang selalu membuatnya kesal datang untuk mendaftar.

Panitia penyelenggara menjadi diam saat yeoja itu memberikan kertas kepada mereka “Ini, jangan sampai ada yang terlewatkan” ucapnya dingin.

“Te-te-tentu saja Kry-kry-Krystal Jung” gugupnya.

Krystal tak ingin larut dalam kerumunan tersebut, langkahnya mulai meninggalkan tempat pendaftaran tapi langkahnya terhenti saat melihat wajah yang begitu membuatnya kesal.

Krystal menatap wajahnya, antara kesal dan tak percaya dengan apa yang dilakukan. Tak mau larut dalam keramaian Krystal bergegas pergi.

Amber tersenyum puas, tak menyangka dia berhasil membujuk seorang yang keras kepala.

Jung’s House

Amber POV

Aku menjatuhkan tubuhku diatas tempat tidur, hari ini begitu lelah! hmm setidaknya dua hari lagi aku bisa liburan, benar-benar terasa penat!

Ah ada apa ini, mengapa aku tersenyum tiba-tiba? ada apa denganku? mengapa aku menjadi senyum sendiri saat memikirkann Krystal yang ikut belajar akhir pekan.

Hmm tidak tahulah, aku tak peduli dengan diriku yang penting dia bisa ikut.

“Tok Tok Tok” Aku bangun dari tempat tidurku karena seseorang yang mengtuk pintu kamarku, apa dia tidak tahu aku begitu ngantuk.

“Masuklah”

Pintu terbuka dan ..

“Ada apa malam-malam begitu Tae?” tanyaku dengan kembali merebahkan badanku di kasur empuk.

“Apa aku menganggumu?”

“Lumayan, ada apa? apakah ada sesuatu yang penting” tanyaku dengan memejamkan mata.

“Tuan besar Jay Jung baru saja menelfonku, beliau meminta kau untuk bersiap-siap besok pagi”

Aku membuka mataku “Bersiap-siap untuk apa? apa dia sudah kembali dari US?”

“Tuan Jay masih di US”

“Lalu untuk apa?”

“Kau besok akan pergi ke perusahaan Jung Corp”

Mendengar ucapan Tae aku langsung bangun dari tempat tidurku “Mwo??!! apa maksutmu!”

“Kau besok akan ke perusahaan Jung untuk mengurus beberapa dokumen penting”

Aku menggaruk-garuk kepalaku “Mengapa harus aku, mengapa bukan Krystal si penyihir pemalas itu?!”

Tae bangun dari tempat duduknya “Ini perintah Amber”

“Lalu bagaimana dengan sekolahku?”

Tae tersenyum “Sejak kapan kau memikirkan sekolahmu tuan Amber”

Haish apa-apaan ini!

“Oh iya, aku sudah menyiapkan pakaian untuk kau kenakan, pakai pakaianlah yang rapih” senyum Tae.

Haish mengapa harus aku? bukankah yang punya perusahaan adalah cucungnya! haish menyebalkan sekali, aku tidak mengerti sama sekali tentang perusahaan.

Ah sudahlah, paling tidak besok aku bisa lolos dari mata pelajaran kakek goku.

…. ……. ……..

Aaaagghh mengapa berisik sekali! aaagghhh aku bisa menjadi gila “Bangun Amber, ganti bajumu” haish apa-apaan ini. Aku berusaha sekuat tenaga untuk membuka mataku.

“Ini masih malam Tae, apa kau sudah gila?”

“Ini sudah jam 5 pagi, bersiap-siaplah”

Aggghhh aku paling benci bangun pagi buta! “Dan jangan lupa mandi” aku menatap Tae yang sudah meninggalkan kamarku.

Aku berusaha bangun dari tempat tidurku, mataku masih memerah bahkan nyawaku saja belum kumpul erghh.

2 menit kemudian

Aku keluar dari kamar mandi dan masuk ke ruangan pakaianku. Aku melihat satu set pakaian yang di gantung rapih.

“Hufh”

Author POV

Amber mulai memakai pakaiannya, menatanya dengan rapih. Menatap dirinya di cermin besar dengan sedikit memutar badannya “Wah mengapa aku begitu tampan hahahha” tawanya bangga.

Amber merapihkan rambutnya serta memakai parfum agar terlihat segar “Baiklah aku siap”

Jam menunjukkan pukul 06.00, Amber menatap pintu kamar Krystal “Pasti penyihir itu masih tidur, seharusnya dia yang melakukan hal ini bukan aku, sungguh menyebalkan” gerutu Amber.

Amber turun dari tangga bersiap-siap untuk sarapan, semua pelayan melihat Amber dengan tatapan takjub dan tak percaya. Amber menatap mereka heran “Wae? apa ada yang aneh” tanya Amber.

“Tidak tuan muda, hanya saja kau begitu tampan” puji pelayan.

Amber hanya tersenyum “Aku tahu itu”

Amber terlihat begitu sempurna dengan tampilan serta pakaiannya, Amber benar-benar terlihat seperti anak pewaris kaya raya.

Setelah selesai sarapan dengan roti dan susu, Amber berjalan menuju pintu utama rumah Jung, Amber berdiri dengan salah satu pegawai Jung yang berkewarganegaraan asing.

Wajah Amber terlihat cemas, ini untuk pertama kalinya Amber akan datang ke perusahaan terbesar di Asia, Daniel berusaha menenangkan Amber yang gugup sambil menunggu mobil datang. Semua pelayan berusaha menengakan Amber dan mengatakan kepada Amber bahwa semua akan baik-baik saja

C5w5wDEU8AEVGL8.jpg

(Maaf kalo editannya masih berantakan hehehe maklum masih pemula)

Mobil Amber sudah datang, pelayan membukakan pintu untuknya “Silahkan masuk Tuan muda Amber” Amber melangkah masuk kedalam mobil bersama seketaris Kim.

Selama di perjalanan Amber hanya diam tak bicara, Amber terlihat gugup. Amber tak bisa membayangkan bagaimana dia harus menghadapi ratusan pegawai yang berada di perusahaan Jung terlebih lagi Amber tidak menguasai apa-apa.

“Tenanglah, aku berada disampingmu, kau tak perlu khawatir” ucap Tae berusaha menenangkan Amber yang berada di sampingnya.

Tak lama kemudian Amber telah sampai di depan gedung utama Jung’s Corp. Amber menatap gedung pencakar langit tersebut dengan tatapan takjub.

Seorang pelayan membuka pintu mobil Amber, Amber menghela nafasnya. Kakinya melangkah keluar dengan Seketaris Kim yang berdiri di belakangnya.

Amber melangkah masuk dengan disambut oleh seluruh pegawai, merasa tak enak Amber membungkukan badanya juga sebagai saling menghormati “Annyeong haseyo”

“Annyeong haseyo” bungkuk Amber lagi yang membuat seluruh pegawai menjadi takjub kepada Amber.

Seketaris Kim segera membawa Amber ke lantai atas “Ting” suara pintu lift terbuka dan Amber melangkah keluar menuju ruangan.

“Annyeong haseyo” Bungkuk seorang pria kepada Amber.

“Annyeong haseyo” balas Amber.

“Dia adalah Kim Bo Kyung, dia adalah Manager utama sekaligus penanggung jawab disini. Kau akan sering bertemu dengan beliau” Senyum seketaris Kim.

“Pak Kyung, anda sudah tahu buka siapa Amber?”

“Tentu seketaris Kim”

Seketaris Kim mengangguk “Tuan muda Amber, silahkan ikuti saya” Amber mengikuti Tae untuk masuk kedalam ruangan yang cukup besar.

Ukx5uyj.jpg

(Seketaris Kim Taeyeon)

“Duduklah, kau ingin minum sesuatu?” tawar Tae.

“Susu coklat” ucap Amber dengan menyederkan kepalanya ke sofa.

Setelah memesan, Tae membawa beberapa dokumen “Bacalah” Tae memberikan beberapa dokumen dengan duduk disamping Amber.

“Apa ini?” bingung Amber.

“Kau harus membacanya, jam 10 nanti kita ada rapat”

Amber seketika kaget “Mwo rapat? apa kau sudah gila”

“Ini harus, ini adalah rapat seluruh dewan direksi. Kau akan kukenalkan sebagai tunangan Krystal dan kau akan ikut campur tangan dalam segala hal perusahaan Jung atas perintah Jung Sajanim. Ingat, kau adalah orang yang berpengaruh setelah Jungs” Amber mengacak-acak kepalanya, Amber tak menyangka dia akan masuk kedalam lubang yang dalam.

Di tempat lain Jung’s House

Krystal berhenti di depan mobilnya, matanya menangkap motor Amber yang masih terparkir di teras rumah “Dimana llama bodoh itu?” tanya Krystal.

“Ne?”

Krystal menatap dingin pelayannya “Aku bilang dimana llama bodoh itu?”

Pelayan itu ketakutan “Maksut nona muda adalah tuan muda Amber? ehm tuan muda Amber sudah pergi dari pukul 6 pagi tadi nona muda”

Krystal mengerutkan alisnya “Mwo? pergi kemana dia”

“Tuan muda Amber pergi bersama seketaris Kim menuju Jung’s corp”

“Ke perusahaan? buat apa”

“Maaf aku tidak tahu nona muda Jung”

Krystal terlihat berfikir “Mengapa dia ke perusahaan kakek?”

10.15 PM

Amber berjalan ke atas dengan wajah yang begitu lelah, 10x lebih lelah daripada dia sekolah. Mata Amber sudah merah karena mengantuk dengan jalannya yang malas-malasan.

Amber menghentikan langkahnya, mendengar tawa seorang yang dia kenal “Mengapa kau tertawa, apa ada yang lucu” ketus Amber.

Krystal menutup bukunya dengan duduk di sofa ruang tengah “Kau terlihat buruk sekali”

“Seharusnya kau yang melakukan semua ini, kau yang pewarisnya mengapa aku yang tersiksa” keluh Amber.

Krystal berpangku tangan menatap Amber yang berdiri di depan pintunya “Benarkah, aku tak peduli”

“Haish menyebalkan sekali”

“Lagi pula kau harus melakukannya jika tidak kakek akan marah padamu”

Mendengar kata-kata itu membuat Amber tambah lemas, tentu saja dia harus mengikuti semua perintah Jay Jung karena hidupnya bergantung pada Jay “Sudahlah aku ingin tidur”

Krystal bangun dari tempat duduknya “Hei! apa kau akan datang pada akhir pekan nanti, aku yakin akhir-akhir ini kau akan sibuk”

Amber menatap Krystal “Memang kenapa? apakah kalau aku tidak ikut kau akan sedih dan merindukanku?” senyum Amber.

Krystal tersenyum tipis “Aku tidak ingin membuang waktuku!” Krystal pergi ke kamarnya dan Amber hanya tersenyum “Mana mungkin aku tidak ikut Krystal Jung”

Next day Empire School 02.35

Jam pelajaran sedang dimulai, murid-murid terlihat serius dalam belajarnya tetapi tidak dengan Amber yang hanya berpangku tangan memainkan pena hitamnya “Gongjunim, aku tidak sabar untuk hari esok akhirnya bisa liburan juga” ucap Amber yang duduk dibelakang Krystal.

“Aku harap saat di Jeju kau tak merepotkanku! aku tahu aku sudah berjanji tapi…”

Krystal membalikan badannya, tangannya melempar kertas tepat di wajah Amber “Haish wanita ini mengapa kasar sekali” cibir Amber.

Amber membuka kertas yang dilempar Krystal “Apa kau tidak bisa diam stupid llama?” Amber tersenyum membacanya.

“Tidak bisa, aku benar-benar merasa bosan. Apa kau tidak bosan? oh iya aku sudah menyiapkan list tempat-tempat indah yang akan kita kunjungi bila ada waktu kosong, kau tahu bukan saat acara tunangan kita kemarin kita tak sempat liburan kemana-mana”

Krystal tak lagi menyenderkan tubuhnya di bangku dan menatap papan tulis, Amber menatap cincin yang selalu dia pakai “Aku rasa Jeju menyukai kita, oh iya bagaimana kalau pulang nanti kita membeli kacamata atau membeli sesuatu yang baru. Aku yang traktir kamu, tenang saja gongjunum” senyum Amber.

Krystal kembali melemparkan kertas “Tidak”

“Tok Tok Tok” pelajaran seketika terhenti karena salah satu staf sekolah masuk dan berbicara kepada guru mereka, guru mengangguk-angguk dengan menatap Amber.

“Amber Liu” semua menatap Amber tapi tidak dengan Krystal.

“Ne”

“Segera ke ruangan kepala sekolah” Amber bangun dari tempat duduknya “Dan bawa tasmu juga” Amber terlihat bingung, Amber merapihkan seluruh buku dan alat tulisnya.

Amber berjalan menuju depan kelas, Amber menatap Krystal. Tatapan Krystal seketika menjadi dingin dan tak mau menatap Amber.

Amber segera keluar kelas dan berjalal menuju ruangan, baru setengah berjalan “Tae?”

“Ayo ikut aku” ajak Tae.

“Mau kemana kita?”

“Ke perusahaan, ada rapat yang harus kau datangi” Amber menghela nafasnya, Amber tak tahu harus senang atau sedih karena dia tak belajar.

“Sudahlah, kau hanya cukup mendengarkannya saja. Bukan rapat yang besar, tidak perlu khawatir” ucap Tae.

“Bukannya khawatir hanya saja aku malas” ucap Amber.

Jung’s House 11.02 PM

Amber POV

Ku buka blazerku, sedikit melepas kancing kemeja putihku. Aku merasa lelah, aghhh aku benar-benar bisa gila.

Sedikit ku pijat kepalaku, kakiku menuju kamar tak sabar untuk berbaring di tempat tidurku.

Hmm, langkahku terhenti saat melihat Krystal yang sedang duduk dengan buku di tangannya. Sepertinya dia sedang tidak ingin dikamar, aku berjalan mendekatinya dengan blazer di tanganku “Kau menungguku lagi?” aku sedikit menggodanya, dan ntah mengapa wajahnya memerah. Haha aku suka sekali melihatnya seperti ini

“Jangan berharap terlalu tinggi Amber Liu” aku hanya tersenyum mendengarnya, sudah dua hari ini aku tak bicara padanya dan selalu sekolah setengah hari, aku tidak ada waktu untuk menggodanya.

“Buku apa yang kau baca?” tanyaku padanya. Haish malah diam, Aku tersenyum dan duduk disampingnya “Ya apa yang kau lakukan!”

“Tidak ada, apakah aku tidak boleh duduk disini? disampingmu” hahaha tatapanya lucu sekali.

“Tidak! duduk saja di sofa lain!” ketusnya.

“Tidak mau, aku ingin duduk disini” tatapku padanya.

“Pergilah! kau bau” aku mencium badanku.

“Aku tidak bau, aku wangi, niii” aku mendekatkan tubuhku padanya tapi sialnya penyihir ini memukul kepalaku “Aw!” aku mengosok-gosok kepalaku “Mengapa kau kejam sekali!”

“Itu pantas untukmu” cibirnya yang kemudian bangun dari sofa, haish padahal aku masih ingin menggodanya “Kau mau kemana? mengapa cepat sekali tidurnya” ucapku.

Dan penyihir itu menatapku dengan tatapan yang luar biasa dingin hingga membuatku mengigil “Istirahat, besok bukankah hari akhir pekan sekolah”

What?!!

“Aku harap kau tak lupa, jika kau lupa. Kau tak akan bisa melihat matahari lagi” Krystal menatapku dengan tajam dan pergi begitu saja.

Aaaaghhh sial!! Krystal bisa membunuhku, aku yang mengajaknya tapi aku malah tak bisa! Besok aku ada rapat jam 8 pagi dan tak mungkin dibatalkan! bagaimana ini, aghh mati aku!

Author POV 

Sekolah sudah ramai, semua murid berkumpul di aula besar. Krystal terlihat bersama sahabat-sahabatnya tapi tidak dengan wajah yang senang “Soojungie, apa kau tidak apa-apa?” khawatir Luna.

“Aku hanya sedikit ngantuk” senyum Krystal.

“Oh iya, dimana Amber?” tanya Vic.

“Mati” jawab kesal Krystal.

“Ayo anak-anak bersiaplah!” teriak guru.

Krystal dan yang lainnya bersiap-siap untuk naik bus menuju bandara untuk menuju Jeju, sebelum naik bus mata Krystal melirik sana sini, hatinya terasa kesal!

11.09 PM Gimpo International Airport

Semua rombongan kelas 3 sudah masuk ke dalam pesawat termasuk 4 walls yang sudah duduk di pesawat Korean Air

Krystal terlihat duduk di dekat jendela menatap jendela pesawat “Haish! mengapa aku begitu kesa! ini sudah kesekian kalinya aku tertipu olehnya! kalau tidak bisa pergi mengapa dia berjanji dan membujuku untuk pergi. Kalau seperti ini jadinya lebih baik aku dirumah saja” batin Krystal.

“Mengapa pesawatnya belum berangkat juga?” ucap Luna yang duduk disamping Krystal tapi Krystal menghiraukannya.

Bukan hanya Luna yang komplen, mengapa pesawat terlambat tapi hampir semua penumpang menjadi bingung dan marah. Suara semakin ramai, jadwal penerbangan terlambat 2 menit.

“Wuuuuu!!!” semua penumpang bersorak seperti menyoraki seseorang. Krystal tak memperdulikannya dan masih menatap jendela pesawat.

Seorang yang terlambat itu hanya tersenyum sambil meminta maaf kepada penumpang karena dirinya pesawat menjadi delay, langkah kakinya menuju tempat duduk 11F dengan membawa tas ransel serta tiket di tangannya. Nafasnya menggebu-gebu karena lelah.

Langkahnya berhenti tepat disamping Luna, Luna hanya diam menatap yeoja berambut pendek itu. Yeoja itu tersenyum pada Luna dengan senyuman khasnya.

C51tmqLVMAEcIlY.jpg

(Seperti ini Amber saat telat naik pesawat untuk menyusul Krystal hehe)

“Luna bisakah kita bertukar tempat duduk?” senyumnya pada Luna, dan Luna bangun dari tempat duduknya dan mempersilahkan yeoja itu duduk disamping Krystal. Krystal tidak tahu bahwa teman duduknya sudah berganti orang, yeoja itu menatap Krystal dengan tatapan penyesalan.

Masih tidak menyadari keberadaannya, yeoja itu menoel-noel tubuh Krystal dengan telunjuk “Hei Hei”

Masih tak merespon “Hei Hei, apa yang kau pikirkan”

Krystal terlihat kesal dan kepalanya menghadap yang menoelnya “Lun…..”

“Hai” senyum lebarnya.

“Ya!!!!” tunjuk Krystal ke wajahnya “Sejak kapan kau disini!”

“Ehmmm sudah lama sekali” senyumnya.

“Pergi sana! aku tak mau melihat wajah llama mu itu!” kesal Krystal.

Amber tersenyum “Biane, kau tahu bukan aku benar-benar sibuk tapi sesibuk apapun itu kau tetap yang paling utama bagiku. Apa kau tidak tahu pengorbananku? apa aku tidak tahu aku harus berlari di bandara yang besar ini hanya untukmu” ucap Amber.

“Aku tak merkasut untuk mempermainkanmu, percayalah. Maafkan aku princess” senyum Amber.

Krystal menatap Amber “Dengan satu syarat”

“Apa?”

“Kau harus membawa semua koper-koper serta perlengkapanku”

Amber tersenyum lebar “Siap nona muda princess Krystal Jung” senyum Amber.

Krystal menatap Amber, bibirnya tak terlihat tersenyum tapi hatinya begitu senang karena Amber berada disampingnya.

“Aneh, sungguh aneh. Aku tak paham dengan perasaanku. Kau membuatku marah tapi kau juga yang membuatku gembira” batin Krystal.

Di tempat lain.

San Francisco 11.35 PM 

Terlihat seorang wanita anggun dengan ponsel di telinga kanannya, menelfon dari kejauhan dengan pemandangan indah lewat kaca apartment mewah miliknya “Bagaimana?”

“Sepertinya mereka sudah memulainya” jawab seorang namja dari kejauhan

Yeoja yang terlihat  tua namun masih terlihat menawan itu menarik sudut bibirnya “Benarkah, haruskah aku?”

“Kau tidak akan membiarkan semua ini bukan?” jawab pria misterius.

Yeoja itu tersenyum dengan meminum segelas wine di tangannya “Tentu saja tidak” dengan senyum dibibir merahnya.

“Kalau begitu kapan kita akan memulainya nyonya besar?”

Dia menatap gedung-gedung bertingkat dengan lampu yang indah “Secapatnya”

“Secepatnya aku akan kembali ke Korea”


Hehe maaf updatenya lama.

Advertisements

Beautiful Stranger 17

Ku hela nafas ini berusaha mengatur sesak di dadaku yang mulai terasa berat “Dasar bodoh” aku terlalu berharap yang hal yang tidak akan mungkin terjadi.

“Huffhh” aku membuka mata ini menatap sekelilingku yang masih ramai dengan aktifitas mereka masing-masing.

Tapi hatiku tetap merasa sepi, merasa hampa. Mungkin ragaku sedang berada disini tetapi pikiran serta jiwaku tak lagi satu dengan ragaku.

Segila inikah aku tanpa dirinya?

Segila inikah aku saat dia tak lagi di sampingku?

Ku angkat kepalaku, menatap langit hitam tanpa bintang yang menyinarinya.

Menatap langit hitam yang mengingatkanku pada wajahnya, iya wajahnya saat pertama kali aku bertemu denganya di sungai Han. Aku masih ingat sekali saat dia memkasa diriku untuk ikut denganku ke rumah, aku masih ingat saat dia memakai gaun putih dengan jas hitamku sebagai penghangat di tubuhnya, aku juga masih ingat jelas bagaimana matanya menatapku tajam saat dia mengancamku haha, sungguh kenangan yang indah.

“Huffhh”

Sedang apa kau saat ini?

Apa kau sudah makan?

Apa kau baik-baik saja?

Apa kau masih suka mimpi buruk?

Ku pejamkan kembali mata ini berusaha melupakan nya yang sudah bersama namja, namja yang menjadi pilihan hatinya.

Namja  yang akan membahagiankanya.

Namja yang akan selalu menggengam tanganya.

Namja yang akan selalu melihat senyuman di bibir mungilnya.

Dan semua itu tidak akan terjadi lagi kepada diriku yang malang ini, yang hanya bisa meratapi kenangan nya saat aku bersama dirinya.

Sungguh mengenaskan.

Yeoja yang ku cintai berakhir dengan namja yang ku benci.

“Hmmhh” senyumku dengan hati yang tersayat.

Jessica Pov

Kemana perginya llama bodoh ini! apa dia harus menyerah begitu saja kepada Soojung?! haishhh aku tahu hatinya benar-benar hancur.

3 hari yang lalu aku melihat Amber yang berdiri di depan pintu kamar Krystal dengan membawa bunga untuk Krystal, tapi langkahnya berhenti saat Krystal mengatakan bahwa dia membutuhkan Kai!

Jung Soojung apa yang ada di pikiranmu?!! mengapa harus lelaki itu? apa kau tidak tahu setiap harinya Amber begitu mengharapkanmu dan begitu menyayangimu?

“Eonni”

Aku menatap ke arah suara dimana Soojung yang baru saja pulang dari kencan nya, ya kencan.

“Kau darimana saja? apa kau tidak tahu ini jam berapa?” tanyaku sedikit kesal.

“Ehm biane, di jalan sangat padat dan..”

“Kau tidak tahu bahwa kau baru saja sembuh? bahkan kau baru saja bangun dari koma mu Soojung dan kau malah pergi denganya?” tatapku sinis.

“Aku merasa tak enak, aku harus berada di dekatnya” aku menatapnya bingung.

“Apa maksutmu?”

Dia hanya diam, aku menatapnya yang sedikit kelelahan “Hmm baiklah kau istrhat sana” perintahku.

“Ne”

Aku menatapnya jalan dengan menaiki tangga rumah kami yang menuju kamarnya, walaupun dokter sudah membolehkan nya pulang tetapi aku merasa Soojung belum sembuh sepenuhnya. Terkadang Soojung terlihat pucat bahkan kerap kali tubuhnya terasa dingin, tapi mengapa dokter mengatakan dia baik-baik saja? apa yang sebenarnya terjadi padamu Soojung?

“Driingg driingg” ponselku.

“Yeoboseyo”

“Dia sudah ada disini noona”

“Baiklah aku segera kesana” aku segera mengambil kunci mobilku serta coat hitamku.

35 menit berlalu dan kini aku telah sampai di tempat yang sudah lama tak kunjungi, aku mulai berjalan masuk dengan menunjukan kartu VVIP ku.

“Annyeong haseyo” bungkuk seorang namja.

“Dimana dia?” tanyaku tutup poin.

“Dia sedang berada di lantai atas noona tapi…” tanpa pikir panjang aku langsung naik ke atas untuk menemui llama bodoh itu!

Ku percepat langkahku tak sabar untuk memukul kepalanya!

Ku pelankan langkahku, ku tarik nafasku dengan melihatnya yang sedang berdiri menatap lampu lampu kota Seoul.

“Ternyata tempat ini adalah benar-benar tempat favoritmu” ucapku dengan melangkah mendekatinya.

“Jessica?” kejutnya melihatku.

“Wae? kau tidak suka aku disini?”

“Tidak bukan begitu hanya saja…”

Plak

Maaf Amber “Ya! mengapa kau memukul kepalaku? ini benar-benar sakit!”

“Itu karena aku sangat kesal kepadamu llama bodoh!” teriaku padanya, dan llama bodoh ini masih mengelus-elus kepalanya.

“Kau kemana saja hah?! kau ini maunya apa? mengapa kau menghilang begitu saja seperti hantu! apa kau tidak tahu aku terus mencarimu!” marahku padanya.

Lihat! dia malah diam dengan memberikan ekspresi llama nya “Jawab aku Amber Liu! jangan diam saja”

Author Pov

Jessica menatap Amber dengan tatapan dingin nya sedangkan Amber hanya bisa menundukan kepalanya karena tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

“Berhentilah”

“Berhentilah mencariku” ucapnya singkat tanpa menatap Jessica.

Jessica menatap bingung Amber dengan apa yang iya ucapkan “Ya! apa maksutmu itu? kau ini kenapa!”

Amber menghela nafasnya, menatap Jessica yang tepat di sampingnya “Apa karena kejadian di rumah sakit itu kau menjadi seperti ini?”

Amber diam sejenak menatap Jessica dengan senyum tipisnya “Pengecut! kau benar-benar pengecut Amber Liu!”

“Iya, lalu kenapa?”

“Kau adalah namja terbodoh yang pernah aku kenal! apa kau akan menyerah begitu saja? apa kau…”

“Sudah cukup! lagi pula dia sudah bahagia dengan namja lain” saut Amber.

“Dia? huh bahkan kau saja enggan menyebut namanya Am. Kau pernah mengatakan kepadaku bahwa kita harus mengungapkan perasaan kepada orang yang kita cintai, berjuang untuknya! tetapi kau tidak membuktikan itu semua, semua ucapan mu adalah palsu! kau pengecut!” kesal Jessica.

Amber menatap Jessica dengan amarah di wajahnya “Aku harus mengatakan apa? apakah aku harus mengatakan Krystal aku ingin selalu bersamamu atau Krystal maukah kau menjadi miliku sedangkan dia lebih memilih orang lain dari pada diriku? mengucapkan namanya hingga terngiang di telingaku? memeluk tubuhnya di depan mataku?”

Amber tersenyum menatap Jessica “Apalagi yang harus ku katakan Sica? kalaupun ku katakan dia hanya akan membalas dengan senyuman dan mengatakan kalau aku dan Krystal adalah sahabat. Mungkin benar, selama ini hanya perasaanku saja yang berlebihan menanggapi hubunganku dan Krystal adalah hubungan yang special, ya Tuhan aku mengaharapkan yang tidak tidak hahaha”

“Amber”

“Aku yakin Soojung memiliki perasaan yang sama denganmu”

“Buktikan” jawab singkat Amber.

“lihat? tidak bisa bukan? sudahlah Sica tak usah pikirkan diriku. Selama Krystal bahagia aku tidak masalah bilaku terluka, aku hanya ingin dia tersenyum bahagia walaupun tak bersamaku” senyum Amber.

“Amber”

Amber menarik nafas nya “Hoaah malam ini benar-benar sangat dingin, kau pulang sana”

“Bodoh” Jessica meneteskan airmatanya.

“Haish kau malah menangis” Amber menggaruk kepalanya.

“Kau benar-benar bodoh Amber Liu!”

“Inilah aku Sica, aku menjadi manusia bodoh karena ulah adikmu haha”

“Auchhh! sakit!” Amber mengelus tangan nya karena pukulan dari Jessica.

Jessica menatap Amber “Lalu kapan kau akan melihat Soojung?” tanya Jessica yang membuat Amber bingung.

“Aku tidak tahu, aku butuh waktu”

“Soojung belum sepenuhnya sembuh jujur saja aku masih meragukan kesehatanya”

Amber memegang kedua pundak Jessica dan menatap lurus matanya “Krystal akan baik-baik saja bila bersamamu dan ibumu, percayalah. Tolong jaga Krystal untuku Sica” senyum Amber yang di balas pelukan oleh Jessica.

Sementara itu….

Aku tidak tahu apa yang ada di pikiranku saat ini, aku juga tidak tahu mengapa aku mengucapkan namanya begitu saja dari bibir ini “Kai”

Aku tidak dapat berfikir panjang, yang aku pikirkan saat ini adalah dapat bertahan hidup di sisa hidupku.

Aku hanya memikirkan semua perkataan Alish kepadaku. Dan ntah kenapa aku malah memikirkan Kai karena akhir akhir ini dia selalu bersamaku menemaniku setiap hari.

“Obat penawar itu adalah Namja! obat penawar itu begitu hangat hingga iya sangat membenci dingin, obat penawar itu begitu berbeda saat kau menyentuh atau memeluknya, obat penawar itu akan selalu membuatmu baik-baik saja”

Apakah aku merasakan itu semua kepada Kai?

Kai adalah seorang namja.

Kai tidak menyukai dingin.

Saat aku memeluknya aku merasa baik-baik saja.

Tetapi …

Haishh mengapa aku menjadi bingung seperti ini?

Apakah Kai benar-benar obat penawar kematianku? apakah bila aku di dekatnya aku akan terhindar dari kematian?

Kalau begitu aku tidak akan mati bukan?

Kai adalah setengah dari jiwaku jadi dia akan tetap membuatku hidup bukan?

Aku tidak ingin membuat orang orang yang kucintai sedih terutama dirinya.

Krystal melangkahkan kakinya mendekati jendela kamarnya yang berada di lantai 2, menatap luar jendela dengan segala gegundahan hatinya.

“Mengapa malam ini terasa gelap sekali? tak ada satu bintang pun yang terlihat di langit” tatap Krystal.

Ntah kenapa Krystal tersenyum kecil saat memandang langit dari jendela kamarnya “Bodoh” ucap singkat Krystal dimana senyumnya masih terukir di wajah putihnya.

“Mengapa wajahmu selalu hadir di pikiranku?”

“Mengapa senyum bodohmu itu selalu terukir di ingatanku?”

“Mengapa matamu itu selalu terbayang di kepalaku?”

Mata Krystal terus memandang langit hingga tak sadar air mata mengalir di pipinya “Mianhae, jeongmal mianhae”

Sial! dadaku merasa sesak tak sanggup menahan airmata ini karena begitu merindukanmu Amber, aku sungguh merindukanmu.

Maafkan aku karena aku menyakitimu.

Maafkan aku telah membuatmu kecewa.

Aku melakukan semua ini agar aku bisa bertahan hidup, aku tidak ada jalan lain selain Kai yang berada di sampingku.

“Maafkan aku”

“Karena aku begitu merindukanmu, sungguh”

Day-4

“Eonni, eonni bangunlah!” Jessica masih terlihat bersembunyi di dalam selimut pink miliknya sedangkan sang adik sibuk membangunkan kakaknya yang tak kunjung bangun.

“Eonni bangunlah!” paksa Krystal.

Jessica sedikit membuka matanya dengan rambut yang berantakan “Erghh ada apa?” tanyanya lemas.

“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat!” paksa Krystal dengan berusaha menarik selimutnya.

“Aghh ini kan hari libur! aku ingin menghabiskannya dengan tidur!”

“Ini sangat penting! ayo bangunlah! aku akan menunggumu di bawah!”

“Haishh yang benar saja! ini kan hari libur” grutu Jessica yang segera bangun dari hibernasinya.

2 jam berlalu, wajah Krystal mulai terlihat bosan menunggu sang kakak di meja makan “Eomma apakah eonni selalu seperti ini setiap hari?” gerutu Krystal dengan mengaduk-aduk susunya yang mulai dingin.

Ibu Krystal tersenyum menangis mendengar ucapan dari anak bungsunya “Kau tahu bukan eonni mu bila berdandan akan sangat lama apalagi bila dia memilih baju”

Krystal menghela nafasnya “Padahal kan aku hanya mengajaknya keluar sebentar bukan mengajaknya pergi ke mall”

Ibu Krystal menaruh piring dengan berisikan sandwich untuk Krystal “Makanlah dulu selagi menunggu Sica”

“Nee” jawab Krystal malas.

1 jam berlalu

Tap tap tap” suara sepatu berhak tinggi mulai terdengar di telinga Krystal.

“Aku sudah siap” senyum Jessica memandang Krystal yang memangku tanganya.

Memandang Jessica dengan tatapan dingin “Aku menunggumu 3 jam”

Jessica menatap bingung “Lalu?” tanyanya polos.

“Hufhhh sudahlah ayo kita pergi, eomma kami pergi!” teriak Krystal yang menarik tangan Jessica.

“Kalian hati hati!”

“Ne!”

Kebetulan sekali hari ini jalan tidak terlalu padat hingga tak butuh waktu lama untuk sampai tujuan “Kita ini mau kemana Soojung?” tanya Jessica yang melihat Krystal.

Krystal melihat lihat daerah di sekelilingnya berharap tujuan yang iya inginkan tidak salah “Hmmmhh” Krystal melihat jam nya yang menunjukan pukul 11.45

“Ya Jung Soojung”

“Wae?” jawabnya tanpa melihat Jessica.

“Kita ini mau kemana lalu untuk apa kita kesini?” tanya Jessica yang lagi lagi di acuhkan Krystal.

“Ayo kita turun” ajak Krystal yang di turuti oleh Jessica.

Jessica dan Krystal berjalan menuju sebuah tempat yang suka sekali di kunjungi oleh Krystal.

Krystal menggengam tangan Jessica “Ayo kita masuk” senyumnya.

Krystal mulai membuka pintu dan melangkahkan kakinya masuk kedalam, “Aku sungguh merindukan tempat ini” batin Krystal.

Seorang yeoja datang dengan menaymbut tamu yang baru saja datang “Selamat dat–” kalimatnya terputus saat yeoja bertubuh mungil itu melihat Krystal.

Bukan, bukan Krystal yang membuatnya terkejut tetapi yeoja yang di genggam tanganya oleh Krystal.

“Sunny eonni” senyum Krystal.

Sunny masih bingung tak percaya apa yang telah di lihat, matanya tak terpejam menatap sosok yeoja yang dulunya selalu bersama sama menghabiskan waktu bersama dengan sejuta kegilaan yang mereka lakukan.

“K-k-kau”

Jessica tak sanggup lagi berdiri lebih lama lagi hingga iya memutuskan untuk pergi tapi sayang tangan nya terikat oleh genggaman kuat Krystal.

“Berhentilah berlari eonni” ucap Krystal.

“Sunny mengapa kau lama sekal—” yeoja yang baru saja menegur Sunny kini terdiam menatap tatapan yang sama heran dengan Sunny.

Krystal tersenyum menatap yeoja yang membawa keranjang roti dengan sopan Krystal membungkuk “Annyeong haseyo Yoona eonni”

Yoona hanya diam tak merespon Krystal sedangkan Jessica hanya menundukan kepalanya dengan menggengam erat tangan Krystal.

Krystal tau bahwa situasi ini sangat berat mengingat hubungan mereka di selimuti dengan amarah tapi Krystal yakin bahwa mereka masih saling menyayangi satu sama lain.

Tidak tahan dengan situasi ini Jessica melepaskan genggaman Krystal yang membuat Krystal terkejut “Eonni!”

Jessica melangkah keluar pintu.

“Jessica”

Seketika langkahnya terhenti mendengar suara yang sudah lama tak iya dengar, suara yang selalu memberinya semangat, suara yang selalu membuatnya tegar, suara yang iya rindukan.

Namja berkulit putih itu melangkah kan kakinya mendekati Sunny dan Yoona.

Dengan senyuman di bibirnya “Lama tak berjumpa”

Jessica hanya diam tak berani memutar badan nya, memejamkan matanya berharap kejadian ini adalah sebuah mimpi buruk di dalam tidurnya.

“Eonni” Krystal menyentuh pundak Jessica.

Menatap mata Jessica mengisyaratkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Jessica pov

Tuhan.

Apa yang harus ku lakukan?

Apa aku harus keluar dari ruangan ini dan berlari sejauh mungkin?!

Aku tak sanggup dengan semua ini, aku tak sanggup!

Tapi..

Tapi aku tidak mungkin berlari di dalam kesalahan ku, aku tidak bisa seperti ini. Bagaimanapun juga mereka pernah menjadi orang yang begitu ku sayangi.

Ku putar kaki ini, menatap kembali wajah mereka yang sudah bertahun tahun tak ku tatap.

Sedikit menaikan dagu ini agar aku kembali bisa melihat jelas wajah mereka.

“Dup dup dup dup dup” jantung ini rasanya mau meledak saat di hadapkan oleh mereka tepat di kedua mataku.

Ku buka mata ini perlahan, menatap wajah mereka yang membuat hatiku teriris mengingat kenangan indah yang pernah ku habiskan bersama-sama.

Sungguh tak mudah melupakan setiap detiknya waktu bersama mereka.

“Sunny” aku merindukanmu.

“Yoona” aku merindukanmu.

Dan…

“Taeyeon” leader kid yang begitu ku rindukan, senyumnya masih hangat seperti saat pertama kali ku bertemu denganya.

“Selamat datang kembali…”

“Jessica” senyum Taeyeon.

“Ada apa ini?” suara itu?

Aku melihat ke arah sumber suara itu dan…

Tebakan ku benar.

Dia tak berubah, sama sekali tak berubah.

Auhor Pov

“Jessica eonni?” ucap Seohyun terkejut.

“Tidak mungkin” ucap Sooyoung.

“Waw” ucap Hyoyeon.

“….” Tiffany hanya membulatkan matanya.

Taeyeon hanya tersenyum melihat mereka menatap Jessica “Sepertinya kita sudah berkumpul, bisakah aku sebut ini sebagai reunian?”

Mata Jessica terlihat merah, bibirnya mulai bergetar tak sanggup menahan rindu di dalam dadanya.

“Mianhae”ucap Jessica menahan airmata.

Jessica menarik nafasnya berusaha menenangkan dirinya yang mulai guncang “Jeongmal mianhae”

Mereka hanya diam menatap Jessica tidak tahu apa yang akan mereka lakukan.

Mengusirnyakah?

Memarahinyakah?

Membencinyakah?

Atau..

Melupakan semua kejadian yang telah kami lewati.

Kini perasaan mereka campur aduk saat melihat Jessica yang menteskan airmatanya.

“Aku tidak pantas disini, aku akan pergi. Maafkan aku” Jessica mengusap airmatanya menghindari mata dari para sahabatnya dulu, ingin pergi menjauhi mereka sejauh-jauh mungkin!

Bruk

Langkah Jessica terhenti, langkahnya terhenti karena sesuatu yang menghadangnya hingga jatuh ke pelukan namja yang lebih tinggi darinya.

“Mianhae” Jessica meminta maaf karena telah menabrak namja tersebut dengan menatap wajahnya.

Wajahnya yang membuat Jessica menghentikan langkahnya, membuatnya terhipnotis karena karena matanya yang begitu tajam.

“Aku merindukan tatapan itu” ucap Taeyeon yang menatap Jessica dan sahabatnya.

“Maaf, tidak ada yang boleh keluar dari tempat ini” Jessica hanya menatap bingung.

“Mianhae” ucap namja berkulit coklat tersebut.

“Maafkan kami karena kami bukan sahabat yang baik untukmu” Jessica terkejut mendengar perkataan yang yang iya dengar.

“Dan maafkan aku karena pada saat itu aku hanay peduli pada diriku sendiri, aku tidak melihat kesedihan orang lain di sekitarku yang pada saat itu membutuhkan diriku” ucapnya menatap lurus mata Jessica.

“Ini adalah kesalahan yang begitu besar, tapi di dalam kesalahan ini kita dapat belajar apa arti dari persahabatan kita selama ini.Pada saat itu kami egois karena tidak memahami situasimu pada saat itu, yang hanya kami tahu adalah bahwa kau meninggalkan kami begitu saja, melupakan semua kenangan yang telah kita buat. Aku terlalu berfikit negatif akan dirimu hingga membuat sakit diriku sendiri, maafkanlah kami. Maafkan aku Jessica”

Jessica menangis terisak-isak dan tangisan nya membuat Sunny, Hyo, Sooyoung, Yoona, Tiff, Seo ikut menangis melihat sahabatnya yang sudah bertahun tahun tak mereka lihat.

“Selamat datang kembali Jessica” ucap Yuri dengan senyuman di wajahnya.

“Jes-jes-jessica” mereka semua berlarian memeluk Jessica dengan airmata yang terus mengalir deras.

“Aku begitu merindukanmu ice princess”

“Maafkan kami”

“Aku merindukanmu Sica”

“Jessica!!” mereka semua saling berpelukan.

“Terima kasih” ucap Taeyeon menghampiri Krystal yang berdiri di sudut ruangan.

“Kau yang terbaik Krystal” senyum Yuri.

“Terima kasih karena sudah menerima kembali kakakku dan percaya kepadanya” senyum Krystal kepada Yuri dan Taeyeon.

Terpancar senyuman di wajah mereka dengan kembalinya sahabat yang begitu di rindukan Jessica Jung.

“Melihat eonni tersenyum seperti ini sunggu membuatku senang, dengan begini aku bisa tenang” senyum Krystal yang memandang Jessica bersama para sahabat sahabatnya.

Tiada hentinya mereka saling berbincang serta tertawa satu sama lain hingga tak terasa waktu menunjukan pukul 8 malam, Krystal masih duduk terdiam melihat eonni serta para sahabatnya merayakan pesta kecil dengan secara mendadak pada malam ini.

Di dalam canda tawa yang begitu menggema terliat Krystal yang terlihat pucat “Gwaenchanha?”

Krystal memejamkan matanya, kepalanya mulai terasa pusing tetapi sebisa mungkin dia menahan karena tak ingin melihat mereka khawatir “Aku tidak apa-apa Kai” senyum Krystal kepada Kai yang menemaninya.

“Tapi wajahmu begitu pucat Krys dan tubuhmu begitu dingin” tatap Kai dengan memegang dahi Krystal.

Tak pikir panjang Krystal memegang erat tangan Kai “Tetaplah disini” ucap Krystal.

“Aku tidak akan kemana-mana” Kai membalas genggaman Krystal.

“Krys kau mulai berkeringat, aku harus membawamu pulang”

“Kai” Krystal menarik tangan Kai berusahan menghentikan nya.

Krystal terlihat pucat memohon kepada Kai “Jangan beritahu kepada mereka, bisakah kau panggilkanku taxi saja? aku hanya kelelahan” senyum Krystal.

“Aku akan mengantarmu pulang!”

Krystal menggelengkan kepalanya “Kau tidak perlu berlebihan seperti ini aku akan baik-baik saja, lagi pula rumahku dekat percayalah padaku Kai. Aku akan baik-baik saja” senyum Krystal yang berhasil meyakinkan Kai.

Kai mengantar Krystal hingga masuk kedalam taxi “Telfon aku jika kau sudah sampai”

Krystal membalas senyuman dengan pelukan oleh Kai “Aku pergi” senyum Krystal dengan coat hitam panjang miliknya.

Selama di perjalanan Krystal menyederkan kepalanya di jendela karena bayangan matanya mulai terlihat kabur “Nona apa kau tidak apa-apa?”

Krystal memejamkan matanya “Aku tidak apa-apa. Pak bisakah kau mengantarku ke sungai Han?”

“Baiklah”

Tak butuh waktu lama mobil taxi yang Krystal tumpangi telah sampai “Terima kasih paman” senyum Krystal.

“Nona apa kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa, sekali lagi terima kasih” bungkuk Krystal.

Krystal berjalan, melangkah kan kakinya di pinggir sungai Han yang begitu dingin di malam hari.

Berjalan dengan perlahan membiarkan udara dingin masuk ke dalam tubuhnya.

Krystal Pov

Ku tarik nafas ini.

Ku biarkan rasa sakit ini terus menyiksa tubuhku.

Ku buka perlahan mata yang mulai terasa berat ini, berusaha menatap sungai Han yang berada tepat di depan mataku. Berusaha mengingat sesuatu di benak kepala ini.

Ku keluarkan sebuah kalung dari bajuku, iya sebuah kalung dengan berliontin kunci.

Lucu bukan?

Ku simpan kunci ini di dalam tubuhku agar kenangan indah itu akan selalu terukir di dalam pikiran serta perasaanku.

Perasaan bahagia yang tak akan pernah ku lupakan saat bersamanya.

Perasaan yang tak akan pernah ku dapatkan dengan orang lain selain dirinya.

Ku tatap kunci gembok ini, ku genggam dengan kuat hingga teringat saat kenanganku bersamanya.

“Berikan gemboknya” Amber meminta gembok yang ada di tangan Krystal.

Dengan perlahan Krystal memberikan gembok itu ketangan Amber “Baiklah ayo kita pasang” Amber mengajak Krystal untuk memasang gembok itu di pohon.

“Ehmm sebelum kita pasang gembok ini, kita harus menulis pesan di gembok yang akan kita kunci di pohon ini” Krystal mengeluarkan spidol yang diberikan paman tadi dan memberikan kepada Amber.

“Kau jangan mengintip!” ucap Amber dengan mulai menulis pesan di gemboknya setelah selesai iya memberikan spidol itu kepada Krystal.

“Putar badanmu! aku tidak ingin kau mengintip tulisanku!” perintah Krystal yang membuat Amber langsung memutar badanya.

“Baiklah selesai” ucap Krystal.

“Lock Love”  sebuah gembok cinta, betapa bodohnya pada saat itu aku memaksa kepada Amber padahal pada saat itu aku dan dia bukan pasangan.

Iya, bukan pasangan.

Ku buka mata ini, aku tak ingin mengingatnya kembali karena itu membuatku sakit.

Amber.

Kau dimana?

Maafkan aku karena bagitu mengecewakanmu.

Andai kau tahu bahwa sesungguhnya aku lebih mencintaimu dari pada orang lain.

Andai kau tahu aku begitu mengharapkanmu dari pada orang lain.

Tetapi apa dayaku? aku tak bisa.

Aku tak bisa Am.

Aku harus memilih yang lain untuk hidupku..

Author Pov

Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, Krystal bangun dari lamunan nya dan kembali berjalan menelusuri sungai Han.

Saat iya berjalan, matanya menangkap sesuatu yang tak jauh dari dirinya. Dengan sisa tenaga yang Krystal miliki, Krystal melangkah mendekati sosok namja yang berdiri di pinggir sungai Han. Menatap namja bertubuh tinggi dengan jaket hitam miliknya, dengan sepatu nike yang tak asing bagi Krystal serta tas ransel hitam yang selalu dia pakai.

Ntah kenapa bayangan namja itu membuat Krystal tersenyum dengan menggengam kunci di tanganya.

Krystal yang terlihat pucat menghampiri namja yang memunggunginya.

“Apakah kau ingin bunuh diri lagi?”

“Amber Liu?”

Amber Pov

Sejujurnya aku lebih suka tempat ini, begitu tenang dan begitu damai.

Dan…

Tempat dimana pertama kali aku bertemu denganya.

Haish sial!

Kenangan ini terlalu sempurna bila ku lupakan! mengapa kau terus memikirkan nya Am? dia sudah bersama namja lain! dia tidak akan pernah menjadi milikmu!

Bangun!

Bangun dari mimpimu Am!

“Aggghhh!!” aku gila.

Aku mencintainya!

Tidak..

Aku rela mati untuknya!

Sungguh..

Hanya dialah sumber kebahagiaanku.

Hanya dialah cahayaku!

Hanya dialah jantungku!

Bagaimana bisa?

Bagaiamana bisa aku tanpa senyumnya?

Bagaimana bisa aku tanpa sentuhannya?

“Apakah kau ingin bunuh diri lagi?”

Suara itu…

“Amber Liu”

Suara itu, apakah??

“Princess”

Apakah itu kau? apakah ini nyata?

Kau tak pernah tak berhasil menghipnotisku dengan aura mu Krystal Jung.

“Ya” jawabku singkat.

Iya melangkahkan kakinya, aku dapat melihat jelas wajahnya. Matanya yang indah, bibirnya yang tipis, hidungnya yang sempurna.

Tapi, mengapa dia terlihat pucat?

“Lalu, apa yang kali ini akan kau perbuat?”

Tatapan nya…

“Aku akan menenggelami tubuhku di sungai Han” jawabku tanpa lepas dari mata indahnya.

Iya tersenyum mendengarnya, iya senyuman nya!

“Sama seperti dulu?”

Aku menganggukan kepalaku.

“Kalau begitu lakukanlah” ucapnya.

“Kalau aku melakukan nya kembali, akankah kau menyelamatkanku dan bersamaku sama seperti dulu?”

Pertanyaanku membuatnya terdiam, iya terdiam menatapku hingga ku dekatkan langkah kaki ini ke arahnya agar mata ini dapat melihat jelas kembali dirinya yang begitu ku rindukan.

“Bila hal tersebut dapat terulang, aku akan mengulanginya kembali tanpa penyesalan sedikitpun di hidupku princess” senyumku menatap wajahnya, menatap matanya yang begitu lelah, menatap wajahnya yang begitu putih bagaikan salju, menatap bibirnya yang begitu merah.

“Akankah kau menyelamatkanku kembali?”

Jaraku dan Krystal begitu dekat hingga aku bisa leluasa menatap nya.

Ingin sekali ku menyentuhnya.

Ingin sekali ku peluknya dirinya.

Ku tatap dalam matanya, mengapa matanya terpancar kesedihan? apa yang kau rasakan saat ini princess?

Ku gerakan jari-jariku, ingin sekali jari jari ini bermain di wajah cantiknya.

“Ini sudah malam, aku ingin pulang” senyumnya padaku yang perlahan meninggalkanku.

Senyum yang penuh tanda tanya.

Aku yakin ada yang terjadi sesuatu di dirinya

“Ada apa dengan dirimu?” aku menghadang jalan nya, iya kembali menatapku. Jujur aku benci tatapan itu! tatapan kosong, tatapan yang penuh dengan kesedihan.

“Aku tidak apa-apa pergilah!” iya kembali berjalan menjauhiku, tetapi ada sesuatu yang aneh dari dirinya.

“Aku tidak mungkin meninggalkan nya sendiri, ini sudah hampir jam 12 malam”

“Princess tunggu aku!” aku meraih tangan nya tapi mengapa dia menepisnya??

Iya menatapku tajam tapi tatapan nya tak lama “Aghh kepalaku”

“Krystal!” aku berusaha menahan tubuhnya yang hampir saja jatuh ke tanah.

Apa Krystal benar-benar sudah sembuh total? mengapa dia masih sakit seperti ini dan juga tubuhnya begitu dingin.

“Tubuhmu begitu dingin” aku mengambil kedua tanganya, menggosok gosokan tangan nya agar tetap hangat.

Aku bisa merasakan tatapan nya yang sedang menatapku “Llama”

aku menatapnya “Ya princess”

“Ini jam berapa?”

aku melihat arlojiku yang menunjukan pukul “00.10”

“3 hari lagi”

3 hari lagi? apa maksutnya?

“Princess! tubuhmu benar-benar dingin” Krystal hanya diam.

Sungguh tubuhnya begitu dingin, haishh!

Tak pikir panjang aku langsung memeluk tubuhnya, memeluknya dengan erat begitu erat.

Ku jatuhkan dagu ini di pundaknya merasakan aroma tubuhnya yang begitu ku sukai, merasakan kembali sentuhan nya, mersakan kembali hembusan nafasnya.

Waktu seakan berhenti, ku biarkan waktu ini larut dalam perasaan ku terhadap Krystal.

“Bruk” 

“Princess?” aku menatapnya heran yang tiba-tiba mendorong tubuhku untuk melepaskan pelukan nya.

Ah aku lupa bahwa dia sudah memiliki Kai “Mianhae, aku tak bermaksut seperti ini. Aku hanya kwatir kepadamu” tatapku lurus.

“Kau ini siapa?” aku menatapnya bingung.

“Kau ini siapa!”

“Apa maksutmu?” tanyaku bingung.

“Tidak mungkin”

“Ini tidak mungkin”

Aku menatapnya bingung “Apa maksutmu princess?”

“Kau ini siapa”

“Aku tidak mengerti maksutmu”

“Mengapa menjadi seperti ini? mengapa?!” kesal Krystal.

“Princess maafkan aku”

“Tidak, tidak mungkin” elak Krystal.

“Kau tidak mungkin obat penawarku”

“Obat penawar?” ucap Amber.

———————————————————–

sorry banyak typo hahaha

 

 

 

Beautiful Stranger 13

“huffhhh” hembusan nafas ini menandakan tubuhku yang terasa dingin, hampir 15 menit aku menunggu llama bodoh itu tapi iya tidak kunjung datang.

“Kemana dia?” dan sial, ponselnya jga mengapa tidak aktif?

“Apa dia ingin membunuhku secara diam-diam?” aku terus menggosok kedua tanganku agar terasa hangat, tapi tetap saja udara malam terus menusuk tulang rusuku ini.

“Agh! aku susul saja dia!” aku segera bangkit dari bangku taman ini untuk menyusul si llama bodoh itu dengan mengikuti arah perginya tadi.

“Hufh yang benar saja dengan udara sedingin ini aku harus mencarinya! lihat saja kalau ketemu kau akan ku jadikan daging asap!” aku terus berjalan mengikuti naluriku yang mengatakan bahwa Amber ada di sebrang sana dan benar saja, tidak lama aku berjalan aku melihat llama bodoh itu di dekat mesin minuman tersebut.

“Llam….” dan seketika mulutku terbungkam, mulutku terkunci melihat sosok yeoja yang mendakti llamaku.

“Siapa dia?” aku melangkah sedikit lebih dekat agar bisa melihat jelas siapa sosok yeoja yang membuat llamaku tak berkutik.

Sepertinya mereka berdua saling mengenal, dan…

Aku sedikit menyipitkan mataku agar dapat melihat lebih jelas wajahnya dan ntah mengapa wajahnya mirip seperti..

Seperti ayahku, bentuk wajahnya serta kedua matanya mengapa begitu mirip ayahku? dan sorotan matanya begitu mengingatkanku kepada ayah..

“Siapa dia? siapa yeoja itu?” aku pensaran sekali denganya aku sedikit melangkah maju untuk mengetahui siapa dia dan tentu saja untuk mengakhiri percakapan mereka karena ini sudah malam serta sangat dingin!

Aku menyukaimu Amber” aku menghentikan langkahku ntah mengapa saat aku mendengarnya hatiku terasa berat, suaranya yang begitu lembut membuat telingku merasa terbakar saat iya mengatakan itu kepada Amber.

“Tidak” aku tidak ingin melihatnya, aku tidka ingin melihat apa yang ada di depan mataku saat ini, mengapa..

Mengapa terasa sesak, mengapa rasanya begitu berat aku tidak ingin meliahtnya dengan orang lain. Aku ingin sekali berteriak dan mengatakan hentikan semua ini! tetapi tidak bisa, tidak bisa..

Aku tidak tahan

Aku tidak tahan dengan semua ini..

Hentikan..

Hentikan, Amber..

Henatikan semua ini.

Aku tidak ingin melihatnya lagi

“Amber…”

“Krystal?”

Aku menatap matanya yang coklat itu dengan mataku yang terasa panas serta terasa berair.

Cukup, aku rasa sudah cukup aku tidak ingin melihatnya lagi. Segera ku palingkan pandanganku dan pergi menjauh darinya agar iya tidak melihat air yang jatuh dari kedua bola mataku.

“Krystal!” kupercepat langkah ini agar iya tidak dapat mengjarku.

“Princess tunggu!”

Author Pov

“Princess” Amber menghela nafasnya memutuskan untuk menghentikan langkahnya.

“Itu tidak seperti yang kau bayangkan”

Hari yang ke 19

Amber menatap kamarnya berharap Krystal menyambutnya dengan senyuman pagi tapi sayang Krystal tak kunjung keluar dari kamarnya akibat kejadian semalam yang membuat dirinya salah paham.

“Princess apa kau sudah bangun?” Amber berbicara di depan pintu kamarnya yang kini di miliki oleh Krystal.

“Jika kau lapar aku telah menyiapkan pancake serta susu hangat untukmu, aku akan pulang telat malam ini karena aku harus berkerja” Amber diam sejenak menunggu respon Krystal.

“Princess, jika terjadi apa-apa kau harus segera menelfonku” Amber tetap menunggu respon Krystal tetapi tetap tidak di jawab olehnya.

“Aku pergi” Amber melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumahnya yang sederhana ini.

17.28

Click” suara pintu terbuka dengan seorang yeoja cantik mengenakan kemeja putih yang sedikit besar serta celana hitam yang iya kenakan terasa sangat cocok di tubuhnya.

Krystal bergegas pergi untuk berkerja di kedai Sunny, tidak membutuhkan waktu lama akhirnya iya sampai dengan di sambut oleh teman-teman nya.

“Krystal!!” semuanya memeluk Krystal.

“Kami sangat merindukanmu! apa saat ini kau sudah merasa baikan?” Krystal membalas dengan anggukan.

“Hari ini sebaiknya kau tidak perlu banyak berkerja, aku takut kau akan sakit lagi”

“Kau tidak usah berlebihan oppa, aku akan baik-baik saja percayalah padaku” balas Krystal kepada Yuri.

“Tidak, tidak kau harus tetap istrhat dan tidak boleh kerja” rangkul Yoona.

“Hmm bagaimana kalau kita pergi ke Panic Pasco saja!” seru Taeyeon.

“Waah! itu ide yang sangat bagus! lagi pula kita sudah lama tidak kesana!”

“Baiklah malam ini kita akan kesana!” mereka semua semangat termasuk Krystal yang kini gabung bersama anak-anak yang termasuk hobi clubing.

Di dalam perjalanan mereka membawa 4 mobil skaligus dan tentu saja Krystal bersama Yuri.

“Apa kau baik-baik saja?” tanya Yuri dengan sedikit memandang Krystal yang disampingnya.

“Aku baik-baik saja oppa” senyum Krystal.

“Krystal”

“Ne”

“Namja yang menghampirimu di rumah sakit, apakah aku boleh tahu dia siapa?” pertanyaan Yuri sedikit membuat Krystal berfikir keras.

“Ehmm dia adalah temanku oppa”

“Benarkah? tapi mengapa aku merasakan hal yang berbeda? maksutku bukan seperti teman biasa” goda Yuri.

“Oppa kau ini bicara apa? tentu saja dia temanku” gugup Krystal.

“Benarkah? kau yakin dia hanya temanmu? sayang sekali bila namja setampan dia hanya sebatas pertemanan Krys”

“Dia Amber bukan?” Krystal menatap Yuri.

“Dia adalah Amber Liu” lengkap Yuri.

“Oppa bagaimana kau bisa tau?!”

“Haha tentu saja, bagaimana aku tidak tahu kalau dia adalah pujaan setiap yeoja di panic pasco! termasuk unnies mu! yang tiada hari tanpa hentinya mengatakan hal gila tentang Amber” Krystal hanya diam tercengang mendengar apa yang di katakan Yuri, Krystal mengakui bahwa llama bodohnya itu sangat mempesona.

“Aku tidak menyangka bahwa temanmu itu adalah Amber, kau tahu kami semua kaget termasuk Kai” seketika wajah Yuri berubah.

“Oppa”

“Ne”

“Apakah Amber dan Kai saling berteman?” Yuri menatap Krystal.

“Aku rasa iya” jawab Yuri.

“Aku berharap Amber dan Kai berteman dengan baik, dan aku berharap tidak ada kejadian apapun diantara mereka berdua” pernyataan Yuri membuat Krystal bingung.

“Mengapa kau berkata seperti itu? oppa mengatakan seperit itu seolah-olah akan terjadi sesuatu diantara mereka berdua”

“Tenang saja, aku tidak akan keduanya saling menyakiti satu sama lain” senyum Yuri.

Tidak lama kemudian mereka telah sampai di Panic Pasco, Krystal masih ingat bagaimana iya menyelinap masuk ke dalam gedung yang di jaga super ketat ini, hanya saja saat ini dia masuk dari pintu utama bukan dengan cara menyelinap seperti dulu.

Saat masuk ke dalam club mereka langsung di sambut dengan musik yang begitu keras “Mari kita bersenang senang wuhuuuu” seru Taeyeon menarik tangan Tiffanya untuk ke lantai dansa.

“Apa kau tidak ingin turun?” Krystal mengglengkan kepalanya menolak ajakan Yuri.

“Baiklah kalau begitu kau disini saja jangan kemana mana oke” pinta Yuri yang langsung menyusul teman teman nya di lantai dansa.

Krystal memandang teman-teman nya dengan beberapa minuman non alkhol yang mereka sajikan, tentu saja mereka sengaja menyajikan non alkohol karena Krystal bersama mereka.

Mata Krystal menatap seluruh penjuru arah mencari seseorang yang kebutulan berkerja di tempat ini “Permisi!” Krystal memanggil seorang pelayan.

“Apa ada yang bisa saya bantu?” tanya sang pelayan.

“Ehmm apa kau mengetahui dimana Amber Liu?” tanya Krystal dengan nada yang sedikit keras.

“Ohh mungkin dia berada di Ultra Organic”

“Ultra Organic? dimana itu?”

“Kau bisa naik satu lantai lagi menggunakan lift di sana” tunjuk pelayan.

“Baiklah terima kasih senyum Krystal”

Krystal melihat kembali keadaan teman-teman nay yang terlihat masih happy serta bersenang senang sedangkan dirinya penasaran dengan Amber, apa yang dia lakukan saat ini.

Krystal mulai bangkit dari tempat duduknya dengan bergegas berjalan menuju lift yang di tuju, walaupun memiliki rasa takut tetapi Krystal menghiraukan rasa takutnya dan beberpa kali iya di goda namja untuk menemani mereka berdansa, dan untung saja Krystal berhasil masuk ke dalam lift dan meninggalkan XXL.

Ting” suara lift berbunyi dengan pintu otomatis yang di sambut dengan alunan musik yang bernuansa jazz.

Krystal melangkahkan kakinya, berjalan dengan penuh percaya diri dengan menghiraukan semua orang yang menatap nya dengan kagum.

Bisa di bayangkan bukan seorang manusia setengah malaikat membuat seluruh  perhatian serta aktifitas terhenti karena semua mata tertuju kepadanya dengan wajah yang begitu polos masuk ke dalam sebuah club.

“Apa yang membawamu kesini nona cantik?” goda namja yang terlihat mencegar jalan Krysatl.

“Aku ingin bertemu seseorang” jawabnya dingin.

“Oh benarkah? apa dia kekasihmu?”

“Itu bukan urusanmu” Krystal kembali berjalan tapi langkahnay kembali di cegah oleh namja yang menggodanya tadi.

“Kau sepetinya terburu-buru? santai saja kami tidak akan macam-macam denganmu percayalah” senyum nya dengan wajah yang menggoda.

“Maaf aku tidak ada waktu” Krystal menepis tanganya namja itu.

“Ya! apa kau tidak memiliki sopan santun?”

“Hentikan!” terdengar suara yeoja yang membuat mereka menoleh ke arahnya.

“Hentikan Siwon dia tidak ingin bersamamu”

“Ohh ice princess ada disini” Siwon menepuk tanganya.

“Hei tunggu dulu! mengapa wajah kalian sangat mirip? lucu sekali” Jessica dan Krystal saling melempar pandangan.

“Sudah pergilah sana” usir Jessica kepada Siwon dan kawan-kawanya.

“Apa kau orang baru disini?” tanya Jessica

“Ne” jawab Krystal singkat dengan mata mereka yang saling memandang satu sama lain.

“Mengapa rasanya tidak asing sekali? dan wajahnya begitu mirip denganku”  pikir Jessica Krystal.

“Ehmm iya aku orang baru disini” jawab Krystal.

“Kau sebaiknya harus berhati-hati karena disini banyak namja brengsek yang siap menggoda wanita lugu sepertimu”

“Benarkah? hmm terima kasih” senyum Krystal.

“Jessica” Jessica mengulurkan tanganya.

“Aku adalah Krystal” Jessica sedikit terkejut saat mendengar namanya.

“Kr-kry-krystal??” Krystal mengangguk dengan senyuman.

“Ne”

“Nama yang indah”

“Kau juga” senyum Krystal.

“lalu, apa yang membuatmu datang kesini Krystal?” tanya heran Jessica.

“Aku sedang mencari seseorang tapi kurasa itu tidak penting”

“Tidak penting? apa kau yakin orang itu tidak penting, aku rasa orang itu penting bagimu”

“Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?” tanya Krystal.

“Kalau dia tidak penting bagimu, bagaimana mungkin kau menerobos masuk tempat ini apalagi kau tau tempat ini pasti sangat menyeramkan bagimu” senyum Jessica yang membuat Krystal terpaku melihatnya.

“Kau benar” Krystal mengangguk malu.

“Jadi dia siapa? apakah dia pacarmu?”

Krystal menatap Jessica “Anio”

“Wae? lalu dia siapa? apa dia buka seorang namja?” tanyanya penasaran Jessica.

“Dia adalah temanku seorang namja yang saat ini sedang berkerja di club ini”

“Benarkah? waahh, apa kau yakin sekedar teman? aku rasa tidak” goda Jessica.

“Lihat kau malah jadi malu malu bukan? haha aku yakin sebenarnya kau sangat menyukai dia tetapi kau tidak punya cukup keberanian untuk mengutarakan nya bukan?” Krystal menatap Jessica.

“Lihat tatapanmu sudah bisa menjawab semuanya” tebak Jessica.

“Aku rasa dia menyukai yeoja lain?” tatap Krystal.

“Bagiamana bisa kau megatakan hal itu?”

“Karena aku melihatnya bersama yeoja lain”

“Hmm mungkin saja mereka hanya berteman, kau tidak boleh salah paham dulu” ujar Jessica.

“Tapi mereka berepelukan di depan mataku” sedih Krystal.

“Berperlukan?” Krystal mengangguk.

“Membuat dadaku menjadi sesak” senyum Krystal.

“Itu tandanya kau menyukai dia, apa kau sudah bertanya kepadanya siapa yeoja yang iya peluk itu?” tanya Jessica.

“Belum?”

“Jadi kau tidak bertanya padanya? haishh mengapa seperti itu, kau harus bertanya kepadanya agar semua dapat jelas”

“Apa yang harus ku katakan? apakah aku harus mengatakan hal yang sama kepada dia saat yeoja itu mengatakan kepada dia?” ucap Krystal.

“Apa yang di ucapkan yeoja itu?”

“Dia mengatakan…”

“Aku menyukaimu Amber” Krystal dan Jessica saling bertatapan dengan cukup lama membuat kedua jantung mereka berdebar-debar.

“Krystal” Jessica dan Krystal menengok ke arah yang sama.

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Amber..”

“Jessica?”

“Krystal! Krystal kami mencarimu kau dari……”

“Yuri..”

“Jessica??”

————————————————

hehe sorry semua short update, maaf yang kalau agak rumit dan susah di pahami hehe..

Sebelum cerita ini di mulai author udah nyiapin ending buat nih ff hehe pokoknya bakal seru deh.

Ada yang bisa nebak gak endingnya gimna?

Oh iya ff ini juga gak lama lagi bakal selesai sekitar, author juga lagi sibuk urusan kampus yang gak abis-abis huhuhu.

Dan jangan lupa ya buat kalian semua tetep dukung f(x) sekalipun sekarng mereka f(4) tapi kita harus teteap kasih semangat mereka dan juga terus kasih semangat buat Sulli yang kini udah milih solo karir.

Dan semoga saja comeback f(x) tahun ini lebih di perhatiin sama SM dan termasuk fandom name dan sukur sukur bisa ada solo konser hehe.

thnks semua yang udah setia baca nih ff..

Beautiful Stranger 10

Namja?

Seorang namja?

Tapi siapa, siapa namja itu? siapa namja yang menjadi obat penawarku?

“Krystal”

“Oh?”

“Apa kau tidak apa-apa? kau terlihat melamun, apa kau baik-baik saja?” tanyanya cemas.

“Aku tidak apa-apa oppa” senyumku kepada seorang namja yang sangat baik kepadaku.

“Kalau terjadi apa-apa bilang saja padaku” aku hanya mengangguk sebagai tanda jawabanku kepada Yuri oppa.

Sudah beberapa hari ini aku terus memikirkan apa yang di katakan oleh Alish sehingga mereka semua khawatir padaku, beruntung sekali aku bisa mengenal mereka semua.

“Ya Kai ada apa dengan seragamu?” suara Yuri oppa menarik perhatianku untuk melihat Kai yang baru saja datang dengan wajah hmm bisa di bilang dengan wajah yang kesal.

“Aku tidak apa-apa” jawabnya singkat.

“Wah wah ada apa dengan jagoan satu ini? apa kau habis bertengkar? tanya Sunny unnie menghampiri Kai dengan memberikan Kai segelas air putih.

Aku menghampiri Kai yang seragamnya terlihat kotor, tapi ntah kenapa seragam yang Kai kenakan mengingatkanku kepada Amber.

“Ini untuk pertama kalinya aku melihatmu kesal haha, siapa lagi korbanmu bullymu Kai? apa dia melawanmu hingga kau menjadi kesal seperti ini?” bully? apa itu bully, aku tidak mengerti apa yang Yuri oppa katakan.

“Aku berani bertaruh bahwa iya dan korban bullynya menyukai yeoja yang sama hingga iya berani melawan Kai dan membuatnya menjadi kesal seperti ini” ucapan Sunny unnie membuat Kai melirik ke arahnya.

“Benarkah? waah jadi yeoja mana lagi yang ingin kau mainkan?” canda Yuri.

“Hyeong!” kesal Kai dan seketika iya menatapku, ada apa dengannya?

“Aku akan menghabisinya” mengapa seketika Kai menjadi menyeramkan seperti ini, apa dia terlibat masalah.

Kai bangun dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan kami dan tidak ada satupun yang mencegahnya tapi ntah kenapa aku mengikuti Kai yang terlihat duduk di teras belakang dengan wajah yang masih kesal.

“Apa kau tidak apa-apa?” wajah Kai terkejut saat aku duduk di sampingnya, aku hanya pensaran saja apa yang Kai lakukan hingga membuatnya seperti ini.

“Aku tidak apa-apa. terima kasih sudah mengkhawatirkanku Krys” senyum Kai.

“Lalu kalau tidak apa-apa mengapa kau terlihat kesal, apa ada sesuatu yang meganggumu?” tanyaku penasaran.

“Hmm haruskah aku menceritakanya?” tanya Kai padaku yang kubalas dengan anggukan.

“Ehmm aku menyukai seoarang yeoja di sekolahku, dia benar-benar menarik perhatianku. Dia benar-benar cantik, sangat menawan, pintar dan suka menolong tetapi…” Kai menghembuskan nafasnya.

“Iya tidak membalasku” senyumnya kecut.

“Iya malah menyukai namja sampah yang tidak ada gunanya” aku melihat Kai menggengam amarahnya.

“Namja yang lemah, tidak berguna, namja yang hanya menjadi sampah yang benar-benar merusak semuanya. tapi iya tetap membela namja sialan itu bahkan aku dengar bahwa iya menyukai namja sialan itu!” aku bisa melihat amarah di wajah Kai seakan-akan dia akan membunuh namja yang iya benci itu.

“Lalu, apa kau hari ini berantem denganya hingga bajumu seperti ini?” Kai menatapku, ini untuk pertama kalinya aku melihat sisi yang lain dari sosok Kai yang ku kenal.

“Iya tentu saja, jika aku tidak bisa mendapatkan Suzy maka tidak ada satupun orang yang bisa mendapatkanya” senyum Kai.

“Su-suzy??” mengapa aku seperti tidak asing mendengarnya.

“Iya Suzy, yeoja yang membuatku tergila-gila padanya” ucap Kai dingin.

“Tapi kini, ku rasa aku tidak menyukainya lagi” aku melihat Kai heran. Bagaimana bisa secepat ini dia melupakan sosok yeoja yang iya sukai?

“Apa?” tanyaku padanya dengan heran.

“Iya, aku menyukai seseorang dan kali ini aku harus benar-benar mendapatkanya” senyum Kai kepadaku, senyuman nya benar-benar misterius bagiku.

“Ya! apa yang kalian berdua lakukan?” suara Yuri mengejutkan Kai hingga iya menjauhi wajahnya dariku.

“Tidak ada hyung” senyum Kai kepada Yuri.

“Ayo masuk cuaca malam ini akan sangat dingin”

“Benarkah? haishh aku benci sekali dengan dingin” Kai pergi meninggalkaku dan Yuri dengan terburu-buru.

“Haishh anak itu tidak berubah” Yuri menggelengkan kepalanya dan duduk disampingku.

“Ya Krystal” aku hanya menengok.

“Apa kau menyukai Kai?”

“Apa? hahaha yang benar saja” tawaku.

“Lalu mengapa kau berdua denganya?” haishh ada apa denganya ini.

“Memang aku tidak boleh berdua dengan Kai? lagipula aku hanya ingin tahu apa yang terjadi denganya hanya itu saja”

“Benarkah? haishh anak itu suka membuat onar, sangat susah mengurusnya” Yuri menggelengkan kepalanya.

“Oh iya ketika kalian bicara tentang bully, aku tidak mengetahui bully itu apa?” tanyaku polos.

“Hmmm” Yuri menatapku.

“Tapi kau jangan berfikiran negative tentang Kai okay” aku mengangguk.

“Kai adalah anak satu satunya yang di kelilingi oleh kemewahan serta uang yang berlimpah di hidupnya, bisa kubilang hidupnya sangat sempurnya terlebih lagi iya terlahir dengan fisik yang baik serta kemewahan”

“Tapi kedua orang tua Kai tidak pernah mengurus Kai dan hanya membiarkannya dengan para pelayan di rumah terlebih lagi ibu Kai mendepatkan kekerasan fisik dari ayah Kai. Aku merasa kasihan padanya, mungkin itu sebabnya di sekolah iya merasa paling berkuasa dan suka membuat onar seperti menggangu teman-temanya atau semacamnya. Bully yang di maksud adalah bahwa Kai suka melakukan tindakan yang tidak baik di sekolah seperti memukul atau membuat sekolah menjadi berantakan” aku mengangguk apa yang yuri oppa jelaskan, kasihan sekali Kai pasti dia merasa sangat sendiri.

“Aku sudah memberikan peringtan kepada Kai agar menghentikan tingkah bodohnya itu tapi percuma saja”

“Memukul?” kata kata itu terpintas di pikiranku dan ntah kenapa aku langsung teringat Amber yang wajahnya selalu penuh dengan memar.

“Ya Krystal kau mau kemana!” kubiarkan Yuri oppa sendirian dan bergegas mengambil ponselku.

Kutekan tombol 1 dan membuat panggilan kontak yang kuberi nama “Stupid llama” lalu kutekan untuk menyambungkan ke ponselnya.

Sudah tiga kali kucoba untuk menelfon tapi tidak di angkat “Haish kemana servant bodoh ini!” tumben sekali llama bodoh ini tidak mengangkat telfon dariku! apa dia mau mati!

“Ada apa denganmu?”

“Tidak ada” aku terus mencoba menelfonnya tapi tetap saja tidak di angkat.

“Haishh kemana dia!”

“Pacarmu?”

“Bukan” mataku masih fokus terhadap layar ponselku.

“Lalu mengapa kau sangat cemas?” haish bisakah dia berhenti bertanya.

“Tidak ada” senyumku paksa.

“Hmm bisakah kau bilang kepada Sunny unnie kalau aku pulang lebih awal, ada sesuatu yang harus aku urus” pintaku kepada Kai.

“Secepat ini?” aku mengabaikan Kai dan bergegas mengambil jaket hitam milik Amber yang suka iya pakai.

“Mau aku antar?” Kai menghalangi jalanku.

“Tidak perlu, lagi pula di luar cuacanya sedang dingin” wajah Kai tiba-tiba berubah dan memberi jalan kepada Krystal yang terburu-buru.

“Aku akan mencari tahu siapa orang yang selalu membuatmu pergi dariku Krystal” senyum Kai.

Sementara itu Krystal terus berjalan menuju halte bus sembari melihat jam tanganya yang menunjukan pukul 19.30 malam.

Haishh tumben sekali bus ini ramai, aku mencari cari kursi yang kosong tapi sayang sekali bus nya penuh hingga aku harus berimpitan dengan orang lain “Bisa tidak jangan dorong-dorong” haishh benar-benar!

Aku menggengam erat gantungan bus ini agar tidak terjatuh sembari melihat jendela dengan menatap kelap kelip lampu yang menarangi jalan kota Seoul, di saat seperti ini aku jadi ingat saat pertama kali aku pergi dengan Amber bersama naik bus. Haishh mengapa aku terus memikirkan nya!

“Cittttt” ban bus berdecit membuat Krystal hampir terjatuh.

“Ahhhh!” ku pejamkan mata ini karena secara tiba-tiba bus mengerem mendadak membuat badanku tidak seimbang yang akan membuatku terjatuh tetapi… tetapi mengapa aku tidak merasakan sakit justru aku merasakan sesuatu yang berdetak “Dup dup dup” bahkan aku bisa mendengar irama nya seperti bunyi detakan jantung.

“Mau sampai kapan kau seperti ini? banyak sekali orang yang melihat” suara itu! aku segera membuka mataku dan…..

Aghhhh!! betapa malunya aku semua orang di bus memperhatikan ku dan…

“Amber?!!” aku tidak sadar ternyata aku masih bersandar di dadanya yang bidang dan dengan cepat aku mendorong badanya.

“Ya! mengapa kau kasar sekali” aku masih syok  dan benar-benar sangat malu aghhh bagaimana ini?

“Kau seharusnya berterima kasih kepadaku, bukan mendorong ku. Kalau tidak ada aku kau pasti sudah terjatuh princess” aku hanya menatapnya jengkel.

“Bagaimana bisa kau ada disini? sejak kapan kau naik?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“Banyak sekali pertanyaamu” Amber menggelengkan kepalanya heran.

“Cepat jawab! apa kau membuntutuiku?” Amber menghembuskan nafasnya.

“Jadi begini princess, sebelum kau naik bus aku sudah naik duluan ke bus ini dan juga aku sudah melihatmu dari kejauhan kalau kau sedang bingung mencari tempat duduk, sedangkan aku sudah duduk di dekat jendela lalu karena ada nenek yang naik bus ini kuberikan tempat duduku dan memutuskan untuk berdiri seperti mu tadi” kami berdua saling melempar tatapan.

“Benarkah?”

“Kau kira aku berbohong? lagi pula tumben sekali kau pulang jam segini?” tanyanya heran.

“Ehmm itu karenaa” haishh anak ini benar-benar.

“Apa kau khawatir padaku?” tanyanya dengan menganggtungkan tangan kanan nya di bus.

“Ap-ap-apa? hahahaa itu hanya terjadi di dalam mimpimu llama!” jawabku dengan menatapnya jengkel.

“Benarkah? lalu mengapa kau menelfonku hingga 15x princess?” senyum Amber.

“15x? kau mengarang ya!” benar-benar memalukan! lagi pula mengapa aku bisa sebodoh ini!

“Kau ingin bukti?” tatap Amber.

“Haishh sebaiknya tidak perlu, aku tidak ingin membuatmu malu di depan orang ramai” aku menggepal tanganku bermaksut untuk memukulnya erggh benar-benar menjengkelkan!

Bus kembali berhenti dan mengangkut penumpang yang mulai naik seketika bus menjadi padat dengan orang orang “Jangan dorong dorong” kesalku karena ramai sekali orang disini! aku benar-benar risih akan keramain.

“Aku tidak akan membiarkan mereka mendorongmu lagi princess” betapa terkejutnya aku saat Amber berdiri tepat di belakangku dengan menaruh tangan nya di pundaku bermaksut untuk mejagaku dari keramaian. Haruskah aku bilang ini sangat manis…??

Aghh tidak tidak tidak! tapi…

“Ya!” aku melihat Amber yang benar-benar melindungiku, jaraku dan Amber benar-benar dekat bahkan aku bisa merasakan aroma tubuhnya  ntah kenapa aku merasakah tubuh ini menjadi satu dengan Amber.

Aghhhhh ada apa denganku!!!!

15 menit berlalu akhirnya mereka sampai di halte bus yang mereka tuju, dengan perlahan Amber membantu Krystal yang turun dari bus lalu melanjutkan jalan menuju rumah.

Krystal menatap punggung Amber yang tepat di belakangknya, Amber berjalan lebih cepat dari Krystal.

Amber menghentikan langkahnya dan secara reflek Krystal juga menghentikan langkahnya, Amber memutar badanya dengan berjalan menuju Krystal.

“Kau ini keong atau kura-kura? mengapa kau jalan lama sekali?” aku hanya menatapnya.

“Haishh dia melamun” Amber menghembuskan nafasnya  dan betapa heranya aku melihat Amber yang jongkok di depanku.

“Naiklah aku tahu kau lelah” Amber menunjuk punggungnya.

Krystal mulai naik di punggung Amber “Kau ini manja sekali, kalau kau malas berjalan kau bisa bilang kepadaku” ucap Amber dengan menggendong Krystal.

Terkadang aku bertanya pada diriku sendiri, mengapa di saat aku bersama Amber aku merasakan rasa yang nyaman, aku merasa diriku akan baik-baik saja bilaku bersamanya dan terlebih lagu aku suka caranya memperalukan diriku.

“Mengapa kau diam saja? apa kau sudah mengantuk?” suara Amber membangkitkan ku dari pikiran yang benar-benar delima.

“Tidak” jawabku singkat.

“Lalu? apa kau tidak enak badan?” aku hanya menggelengkan kepalaku, secara diam-diam aku melirik ke wajah Amber yang jaraknya begitu dekat denganku.

Rasanya detik seakan berhenti saat aku melihat betapa sempurnya nya hidung, mata, bibir yang dimiliki Amber.

“Berhentilah memandangku, aku bisa jatuh pingsan jika kau terus memandangku terus menerus” senyum Amber malu yang membuat wajah krystal berubah menjadi merah.

“Tidak! ya servant kau jangan berkhayal!”

“Haha baiklah” tawa Amber.

Tapi ada sesuatu yang menarik perhatianku “Bibirmu?”

“Apa?” aku memandang sekitar wajahnya saat lampu jalan menyinari kami.

“llama aku ingin turun!” perintahku.

“Rumah kita masih jauh mengapa kau minta turun”

Author Pov

“Aku ingin turun!” Amber menghentikan langkahnya, dengan sangat hati-hati Amber menuruni Krystal.

Amber masih memunggungi Krystal di bawah sinar lampu “Ayo kembali jalan” perintah Amber tanpa melihat Krystal tapi Krystal meraih tangan Amber membuat Amber terkejut atas tindakan Krystal kepadanya.

“Bisakah kau melihat ke arahku?” pinta Krystal kepada Amber, Amber menghembuskan nafasnya yang dingin.

“Amber!” dengan perlahan Amber membalikan badanya dan betapa terkejutnya saat Krystal menatap wajah Amber yang penuh memar di sekitar wajahnya dan juga seragam yang iya kenakan sangat kotor dan sedikit bercak darah.

“Apa yang terjadi?” Krystal benar-benar syok.

“Aku tidak apa-apa kau tidak perlu khawatir” senyum Amber dengan mengaruk kepalanya.

“Kau bilang tidak apa-apa? kau selalu bilang kepadaku jangan pernah membuatmu khawatir! tapi kau… tapi kau selalu membuatku khawatir!” Amber kaget dengan apa yang di utarakan oleh Krystal.

“Kau tidak tahu betapa khawatirnya aku bila aku melihat wajahmu yang selalu penuh memar, bila melihat bajumu menjadi penuh darah! lalu kau bilang kau baik-baik saja? kau selalu bilang jangan membuatmu khawatir kepadaku tapi apa yang kau lakukan kepadaku? kau selalu membuatku khawatir!” Krystal dan Amber saling betatapan cukup lama membuat Amber terjatuh di bola mata Krystal yang berwarna biru nan indah.

“Maaf princess membuatmu khawatir tapi sungguh ini sudah biasa bagiku” senyum Amber.

“Aku tidak apa-apa aku bisa menjaga diriku” senyum Amber meyakinkan dirinya baik-baik saja.

“Apa?” senyum simpul Krystal.

“Kau bisa menjaga dirimu tapi hampir setiap hari kau pulang dengan wajah yang memar! jika kau ingin menjagaku pastikan kau bisa menjaga dirimu sendiri! dan juga…”

“Kau tidak perlu khawatir kepadaku karena aku bisa menjaga diriku sendiri!” Krystal pergi meninggalkan Amber tapi kali ini Amber menahan Krystal dengan memegang lenganya yang membuat Krystal menatap Amber.

“Aku sudah biasa tersakiti aku sudah biasa di tindas dan di kucilkan aku tidak ingin itu terjadi kepada orang yang di sekitarku karena aku merasakan bagaimana rasanya menjadi sampah seperti ini” Krystal menatap Amber.

“Aku akan tetap menjagamu, suka atau tidak. Aku tidak akan membiarkanmu terluka sedikitpun. Aku tidak akan membiarkan kau seperti diriku princess Krystal” Krystal menghempas tangan Amber dan pergi meninggalkanya.

Amber Pov

“Tidak apa aku terluka selagi itu bukan dirimu Krystal” aku hanya menatapnya yang berjalan menjahuiku, aku tidak tahu mengapa perasaan ini semakin hari semakin kuat bila bersamanya. Apakah, apakah aku menyukainya? tapi bagaimana bisa?

Tidak bisa kubohongi bahwa aku ingin terus bersama di sisinya, aku ingin terus di sampingnya menjaganya membuatnya tertawa saat bersamaku tapi di sisi lain, pantaskah dia untuku?

Apakah aku benar-benar menyukainya?

Amber’s home

Krystal masuk kedalam kamarnya “Apakah dia marah kepadaku?” tidak biasanya jam segini dia tidur lebih awal, aku melihat jam yang menunjukan pukul 9 malam.

“Princess” aku mengetuk pintu kamarnya.

“Princess” ku ketuk kembali tapi tidak ada jawaban.

“Kau sudah tidur ya?” tanyaku tapi tetap saja tidak ada jawaban, mungkin saja dia sudah tidur.

Dringg dringg” aku segera mengambil ponsel di saku celanaku.

“Suzy?” aku segera menggeser layar berwarna hijau.

“Hallo”

“Amber kau kemana saja? mengapa kau tidak mengakat telfonku? apa kau baik-baik saja?” Suzy, yeoja yang tidak pernah tidak berhasil membuatku tersenyum.

“Ya aku baik-baik saja kau tidak perlu khawtir seperti ini” jawabku.

“Kau selalu bilang kalau dirimu tidak apa-apa padahal kau sedang dalam masalah! Amber J Liu aku lebih mengenal dirimu dari pada dirimu sendiri!” teriaknya.

“Kau ini cerewet sekali, aku sudah tidak apa-apa. Aku sudah mengompres memar jadi aku baik-baik saja”

“Sampai kapan Kai dan teman teman nya itu membullymu Am? apakah aku perlu melaporkan mereka ke polisi atas tindakan yang mereka lakukan kepadamu!” ucap Suzy marah.

“Tidak perlu, hanya beberapa bulan lagi kita akan pergi dari sekolah itu jadi biarkan aku bertahan untuk beberapa bulan ke depan. Kau tahu bukan siapa yang ku hadapai? aku tidak ingin membuat masalah terhadap Kai dan teman-temanya”

“Tapi Am…”

“Sudah kau tidur saja sana ini sudah malam kau bisa kesiangan bye bye Suzy” aku segera mematikan ponselku dan..

“Hoaaahh!!”

“Apa yang kau lakukan!” teriaku melihat Krystal yang berdiri di belakangku dengan wajah yang membuatku takut terlebih lagi sorotoan matanya membuat siapapun yang melihat akan takut.

“Air”

“Apa?” tanyaku ulang.

“Aku ingin air! apa kau tuli?” haishh yeoja itu yang benar saja, ada apa lagi denganya? segera ku ambil segelas air putih untuknya yang sedang duduk menonton televisi.

“Ini airmu” ku taruh air minum itu di meja, haishh ada apa denganya? mengapa tiba-tiba suasana menjadi begitu seram?

“Princess” baiklah aku mencoba mencari topik untuk bicara denganya.

“Princess kau sedang apa?” tanyaku berusaha mencairkan suasana yang begitu dingin.

“Princess Krystal~”

Haishhh dia malah membalas dengan tatapan yang super menyeramkan “Haish ada apa denganya?”

“Drinng dringg” ponselku kembali berdering dan ntah kenapa saat ponselku berdering Krystal melihat ke arah ponselku seperti ingin  tahu siapa yang menelfonku.

“Diva?” aku menggeser tombol hijau.

“Yo!”

“Kau dimana Amber Liu? apa kau tidak tahu sekarang tamu sangat ramai!” aggh mengapa dia harus berteriak?

“Maafkan aku, aku akan segera kesana”

“Cepatlah! wanita wanita disini sudah mulai menggila mecarimu, arasso!” belum sempat ku bicara dia segera mematikan ponselnya.

“Yang benar saja” aku bangkit dari tempat duduk dan mengganti bajuku dengan seragam kerjaku yang ku lapisi dengan jaket serta coat karena cuaca sangat dingin.

Sebelum aku pergi, aku kembali melihat Krystal yang terlihat kesal, haish aku tidak tahu apa yang ada dipikiran nya? dengan sekejap dia bisa merubah moodnya 360 derajat.

“Princess, aku berangkat kerja” baiklah dia mengacuhkanku.

“Aku berangkat” aku mengambil tas ranselku dengan memakai sepatu nike hitamku.

25 menit aku berjalan dan sampai lah aku di Panic Pasco “Mengapa hari ini ramai sekali?” aku melangkah masuk lewat pintu belakang dan kembali berkerja seperti biasa.

Seperti biasa aku melayani para tamu yang semakin malam semakin ramai di club ini “Vielle Bon Secours”

“Baiklah” saat aku berbalik betapa kagetnya aku melihat Jessica yang duduk di bar dengan memangku tanganya serta memberika senyuman kepadaku.

“Jessica”

“Ya mengapa kau terkejut sekali melihatku?” senyumnya yang membuatku mengingatkan kepada Krystal.

“Tidak haha maksutku apa kau sekarang baik-baik saja?” tanyaku cemas.

“AKu baik-baik saja lagi pula aku sudah melupakan kejadian kemarin”

“Baiklah, oh iya aku menyipakan pesananmu dulu okay” senyumku kepada Jessica, yap malam ini bagian ku adalah melayani para tamu di bar tapi tentu saja tidak sembarangan tamu yang dapat masuk keadalam bar vvip panic pasco.

Dengan cepat aku menyipakan minuman alkhol yang di pesan oleh Jessica yang membuatku merinding, hmm bagaimana tidak minuman yang di pesan nya seharga 750$

“Nikmatilah”

“Terima kasih” dengan perlahan Jessica meminumnya.

“Waah nikmat sekali” aku hanya tersenyum melihatnya, aku tidak tahu mengapa gadis seperti dia sering kali menghabiskan waktu di club.

“Mengapa kau melihatku seperti itu?”

“Hmm” tanyaku bingung.

“Apa kau memiliki pertanyaan kepadaku?”

“Haha tidak” apakah aku begitu mencolok sedang memikirkan nya.

“Sudah jangan berbohong apa yang sedang kau pikirkan?” apakah aku harus mengatakanya?

“Ehmm aku hanya heran mengapa gadis sepertimu suka menghabiskan waktu di club” dan secara tiba-tiba wajahnya berubah aghhh! wajahnya kembali mengingatkanku kepada penyihir itu!

“Ahh kau jangan salah paham! maksutku kau sangat cantik dan sangat baik aku hanya heran mengapa kau terus menghabiskan waktumu di club hanya itu saja aku tidak pernah memikirkan pikiran yang buruk tentangmu sungguh aku tidak berbohong” seharusnya aku tidak menanykan hal ini, erghh sekarang dia jadi marah.

“Hahaahha” apa? mengapa dia tertawa?

“Mengapa kau tertawa?” tanyaku bingung.

“Kau benar-benar lucu”

“Lucu?” dia hanya membalas anggukan dengan tawa di wajahnya.

“Yang benar saja, lalu kenapa?” kini tawanya berhenti sedang memikirkan sesuatu.

“Hanya saja di rumahku terasa sangat kosong dan membosankan” jawabnya dengan wajah yang secara tibatiba berubah menjadi sedikit murung mungkin.

“Mengapa bisa begitu?”

“Hmm ayahku jarang sekali pulang dia selalu mengurus pekerjaan nya di luar negri sedangkan ibuku..” Jessica menghela nafasnya.

“Dia selalu menyendiri di teras rumah dengan memandang langit, dia hampir melakukan itu setiap hari hingga membuatku bosan”

“Aku rasa ibumu sangat menyukai ketenangan” tebaku.

“Tidak, kau salah Amber” senyum simpul Jessica.

“Lalu apa yang dia lakukan?” tanyaku penasaran.

 

Krystal Pov

Kini yang ada dipikiranku benar-benar random! ku langkahkan kaki ini melihat kalender yang melekat di dinding dapur. Ku ambil spidol yang terselip di celah celah meja. Kupandingi semua angka-angka di kalender ini.

“Aku harus apa?” kulingkarkan tanggal hari ini yang dimana hari ini tepat setangah dari batas hidupku di bumi.

“50”

“Hari ke 50” senyumku melihat tanggal yang kubulatkan.

“Obat penawar itu ada di sekitarmu dan obat penawar itu adalah seoarang namja” terpintas kata kata Alish mengingatkanku akan obat penawar yang kucari selama ini di bumi.

“Hmmh namja?” ku pejamkan mata ini dan sedikit memijat keningku.

“Bagaimana bisa aku mencari namja dengan jumlahnya yang sangat banyak di bumi ini” ku hela nafas ini karena benar-benar terasa penat di kepalaku.

Tapi…

“Tapi bukankah namja itu berada di sekitarku? lalu siapa namja itu?” aku berfikir sejenak.

“Kai?”

“Yuri?”

Atau….

“Amber?”

 

Back to Amber Pov

“Apa katamu!”

“Mengapa kau pake teriak? haishh” Jessica mengusap-usap telinganya.

“Kau pikir pasti ibuku gila bukan?” Aku menggelengkan kepalaku atas ucapan Jessica.

“Aku tidak berfikir begitu, apa kau memiliki pikiran seperti itu?” tanyaku pada Jessica dengan memainkan gelasnya.

“Ya” jawabnya singkat.

“Tapi bagaimana bisa? apa kau tidak mempercayai ibumu?”

“Haha mempercayai ibuku? apa kau gila? siapa yang akan percaya padanya dengan omong kosong yang iya katakan”

“Aku mempercayainya” jawabku membuat Jessica kaget.

“Berarti kau sama gilanya dengan ibuku” Jessica meneguk minumannya.

“Karena aku percaya bahwa malaikat ataupun dewa sekalipun dapat turun ke bumi dengan memiliki rupa seperti manusia yang benar-benar membuat siapapun yang melihat akan jatuh hati” Jessica memandang ku dengan tatapan death glare nya ergghhh apa dia tidak percaya dengan kata-kataku? aku sudah mengalaminya.

“Kau benar-benar sama gilanya dengan ibuku” Jessica menggelengkan kepalanya.

“Berhentilah mengatakan ibumu gila Sica” Jessica menatap Amber.

“Bagaimana tidak ku katakan gila bila setiap harinya dia menunggu seseorang yang turun dari langit dan dia selalu menyebut namanya”

“Nama?” tanyaku bingung.

“Iya, ibuku bilang sampai mati dia tidak akan melupakan sosok tersebut” aku semakin bingung dengan apa yang Jessica katakan.

“Sosok apa maksutmu? lalu bolehkah aku tahu nama yang ibumu sebutkan?”  tanyaku dengan super penasaran.

“Dia adalah sosok yang sangat wibawa, sangat mempesona, begitu rupawan dan namanya adalah Kim Tae Jung”

“Kim Tae Jung?” ulangku menyebut namanya.

“Ibuku benar-benar gila, dia megatakan bahwa dia adalah cinta pertama nya yang benar-benar iya rindukan dan sepertinya gara gara orang itu dia tidak memperdulikan ayahku. Dia hanya duduk menunggu yang tak pasti dan sangat gila! aku memang pantas bukan memanggilnya gila” Jessica menatap Amber dengan tatapan sedih, kini aku tahu mengapa Jessica merasa sendiri.

“Dan juga ada satu nama yang iya sebutkan, selalu iya sebutkan dan dia bilang bahwa dia masih memiliki hubungan darah denganku” senyum simpul Jessica yang membuat Amber sangat terkejut dengan ucapanya.

“Maksutmu? siapa dia?? namanya?” kini hatiku merasa ingin meledak karena pensaran!

“Namanya adalah”

Dring dring” ponsel Jessica berdering.

“Hallo, oh? baiklah aku akan segera kesana tunggu aku” Jessica menutup telfonya.

“Aku harus pergi” pergi?!

“Sica! bagaimana dengan…”

“Nanti akan ku lanjutkan lagi ceritanya bye Amber” haishh dia malah pergi aghhh aku benar-benar pensaran! ergggggh.

Author Pov

Waktu menunjukan pukul 2 pagi dengan mata yang terlihat lelah Amber membuka jaket dan tas ranselnya, Amber melangkah ke dapur untuk mengambil segelas air putih untuk menghilangkan rasa lelahnya.

“Princess?” Amber melangkah mendekati Krystal yang sepertinya sedang tertidur di atas meja makan dengan lengan yang menjadi alas kepalanya.

“Mengapa bisa dia tertidur disini, disini kan sangat dingin dia bisa sakit”

“Ayah” Amber mengurungkan niatnya untuk membawa Krystal ke dalam kamar.

“Ayah” Amber menatap Krystal yang tertidur dengan meneteskan airmata di pipinya.

Amber hanya memandangi Krystal yang terus meneteskan airmatanya “Ada apa denganmu princess?” ucap Amber dengan nada lirih sedih melihat Krystal yang menangis, Amber hanya diam menatap Krystal iya tidak tahu apa yang harus iya lakukan, iya hanya melihat sisi lain dari Krystal yang begitu menyedihkan untuknya.

Jujur aku tidak sanggup melihatnya menangis” batin Amber.

“Apa yang membuatmu seperti ini princess?”

“Apa yang saat ini kau rasakan?” tatap Amber.

“Apa yang harus ku lakukan untukmu princess?”

Next Day

Matahari mulai membangunkan yeoja yang tertidur pulas, tapi sepertinya bukan karena sinar matahari pagi yang membangunkan nya tetapi indra penciuman nya mencium sesuatu yang sangat lezat sehingga membuatnya terbangun dari tidur pulasnya, yeoja berkulit putih bagaikan salju ini bangun dari tidurnya dengan mengikuti bau aroma yang membuatnya tergoda.

“Kau sudah bangun?” suara yang setiap hari iya dengar membuatnya kini saar 100% dari tidurnya.

“Stupid?” Krystal melihat bingung Amber yang sedang menyiapkan makanan  untuknya, bukan hidangan biasa yang Amber siapkan tetapi Amber membuat hidangan special untuk Krystal.

“Selamat pagi princess” senyum Amber yang secerah matahari, tetapi Krystal masih melihat Amber bingung.

“Mengapa kau ada disini?”

“Haha tentu saja aku disini bodoh” sibuk Amber dengan memasak omlet daging.

“Maksutku, bukankah sepagi ini kau sudah pergi dari rumah? dan..” Krystal memperhatikan Amber.

“Kau tidak memakai seragamu?” tanya heran Krystal.

Amber menghentikan aktifitasnya dan sejenak membalikan badanya “Princess, hari ini aku tidak sekolah karena aku akan menghabiskan waktuku bersama mu hari ini” senyum lebar Amber.

“Lagi pula akhir akhir ini kita selalu sibuk dan jarang bertemu itu sebabnya aku ingin meluangkan waktuku bersamamu” senyum Amber yang ntah kenapa membuat jantung Krystal kembali berdebar debar.

“Hmmh, bagiaman dengan lukamu?” tanya Krystal yang masih khwatir kepada Amber.

“Ohh tenang saja, lukaku sudah kering” Amber melanjutkan masaknya.

“Princess kau bersiap-siaplah kita akan pergi”

“Pergi?” ulang Krystal.

“Yap, ayo cepat” perintah Amber.

“Ohh okay” Krystal langsung bergegas mandi sedangkan Amber masih menyusun makanan yang akan di bawa olehnya.

20 menit kemudian

“Princess ayo cepat kita bisa ketinggalan bus!” teriak Amber yang sudah rapih dengan tas ransel serta topi hitam yang iya kenakan.

“Tunggu” Krystal datang dengan style nya yang casual dengan memakai kemeja putih serta jeans miliknya.

“Dasar wanita” Amber hanya menggelengkan kepalanya.

“Let’s go” Krystal dan Amber mulai berjalan menuju halte bus, untung saja mereka datang dengan tepat waktu karena bus ini hanya beroprasi setidaknya hanya sehari sekali.

Krystal dan Amber segera mencari tempat duduk di bus dan seperti biasa Krystal memilih duduk di dekat jendela dengan melihat pemandangan di sekitarnya.

“Oh iya aku belum tahu kita akan kemana” tanya Krystal dengan menatap wajah Amber yang tepat di sisi kanan nya.

“Ikuti saja, kau pasti akan suka” senyum Amber yang menghiasi wajah Krystal, dengan menahan rasa malu Krystal segera berhenti menoleh ke arah Amber dan kembali melihat luar jendela.

Satu 1,5 jam berlalu kini mereka sampai dan segera turun dari bus “Woaaah” Amber merenggangkan badan nya.

“Ini tempatnya?” tanya Krystal penasaran.

“Tidak” Amber menggelengkan kepalanya.

“Kita harus naik kapal dan setelah itu kita sampai di tempat tujuan” senyum Amber dan segera merangkul Krystal berjalan ke arah dermaga.

Tidak berapa lama kemudian Krystal dan Amber telah sampai di tempat tujuan mereka, dengan wajah yang berseri seri dan kagum Krystal tiada hentinya memandang pemadangan di sekitarnya.

“Selamat datang di pulau Nami princess” senyum Amber kepada Krystal.

“Waaaah tempat ini indah sekali” decak kagum Krystal melihat pohon-pohon hijau yang tinggi menjulang ke atas.

“Ayo!” ajak Amber untuk melihat sekitar.

Tiada hentinya krystal memuji pulau ini “Indah sekali disini, stupid! ambilkan gambarku” Krystal memberikan ponselnya kepada Amber.

“Haishh aku juga ingin foto!” keluh Amber sedangkan Krystal sudah mulai bergaya di antara pohon pohon yang rindang.

“1..2..3”

“Princess aku juga ingin foto!” tetapi Krystal menghiraukan Amber dan masih bergaya.

“Anak itu!”

“Kau ingin berfoto dengan pacarmu?” Amber terkejut saat seeorang kakek tua yang bertanya padanya.

“Apa? ahh tidak perlu kek” senyum Amber.

“Ah tidak perlu sungkan, abidakan lah momen ini bersama kekasihmu. Ayo cepat” Amber tersenyum lalu memberikan ponselnya kepada kakek tersebut.

“Mengapa kau disini” tanya Krystal.

“Aku ingin foto juga” ketus Amber.

“Aku dulu baru kau!” Krystal mendorong badan Amber.

“Tidak!”

“Pergi sanaaa” usir Krystal.

“Anak muda kenapa kalian jadi bertengkar? kenapa kalian tidak mengabadikan nya berdua, bukankah kalian sepasang kekasih” senyum kakek yang bersiap memfoto Krystal dan Amber.

“Sepasang kekasih?” tanya bingung Krystal.

“Ahh hahahaha iya kita kan sepasang kekasih” Amber merangkul Krystal dengan erat.

“Betulkan?” senyum Amber kepada Krystal yang bingung.

“Apa?”

“1…..2……3…..” Krystal dan Amber mengabadikan foto mereka bersama dengan wajah Amber yang hampir mencium pipi Krystal.

“Terima kasih kakek” Amber membungkukan badan nya.

“Kalian benar-benar sepasang kekasih yang cocok” senyum kakek tersebut yang membuat wajah keduanya menjadi merah.

“Baiklah anak muda selama bersenang-senang” kakek tersebut pergi dan Amber melambaikan tanganya kepada kakek tersebut dengan wajah yang berseri seri.

“Aghhh!!!”

“Rasakan itu bodoh!”

“Aghhhh!! ya kau nenek sihir!!” Amber masih mengeluh kesakitan karena kakinya yang di injak kuat oleh Krystal.

“Aghhh kakiku rasanya ingin putus” Amber mengerang kesakitan dan Krystal menatapnya dengan jengkel.

“Kau tidak usah berlebihan!”

“Mengapa kau seperti ini hah! apalagi salahku denganmu??” Amber masih memegang kakinya.

“Itu karena kau memiliki otak yang cabul!” tatap dingin Krystal.

“Cabul darimana? lagi pula itu tidak kena pipimu” wajah Krystal kembali memerah saat Amber mengingatkan hal tersebut dan Krystal memutuskan pergi meninggalkan Amber.

“princess kau mau kemana!”

“Haha lucu sekali wajahnya bila sedang malu malu” senyum Amber.

“Princess tunggu aku!” Amber berjalan menyusul Krystal.

Beberapa lama kemudian Krystal mengentikan langkahnya dan menatap apa yang ada di depan nya “Sangat indah” senyum Krystal dengan memejam kan matanya dan Amber berjalan pelahan ke arah Krystal yang sedang menikmati indahnya alam.

Amber menarik dalam nafasnya “Luar biasa” senyum Amber dan melihat sekitar.

“Princess bagaimana kalau kita duduk di sana” ajak Amber dan Krystal hanya mengangguk malas.

“Ayo”
53nami island

Krystal dan Amber mulai duduk di tepi danau yang indah “Kau suka tempatnya?” Krystal hanya mengangguk yang matanya tidak lepas dari alam sekitarnya.

“Aku tidak tahu bahwa bumi bisa seindah ini” senyum Krystal.

“Kau juga tidak kalah indah dengan semua ini” senyum Amber.

“Apa?”

“Apa? hahah tidak ada princess, apa kau lapar?” tanya Amber yang dbalas anggukan.

“Oke tunggu sebentar” Amber mulai membuka tas ranselnya dan mengeluarkan beberapa kotak makan yang iya siapkan dari rumah.

“Taddaaaaa!!” Amber membuka satu persatu makanan yang iya bawa dari rumahnya

“Woaaahhh”

“Ini makan siang kita, kau pasti sudah sangat lapar. ini” Amber memberikan sendok kepada Krystal.

“Daging!” senyum Krystal.

“Aku memasakan daging asap khusus untukmu princess”

“Terima kasih stupidku” senyum lebar Krystal yang langsung menyatap makanan kesukaan nya.

Sedangkan Amber hanya menatap Krystal dengan berpangku tangan “Mengapa kau melihatku seperti itu? apa kau tidak lapar?” tanya Krystal yang masih mengunyah daging di mulutnya.

“Tidak” senyum Amber.

“Baiklah” Krystal melanjutkan makanan nya dan Amber tiada hentinya memandang Krystal.

“Aku tidak tahu apa yang kurasakan saat ini, yang jelas saat aku bersamamu itu membuatku sangat senang aku ingin terus bisa bersamamu dan menghabiskan waktuku bersamamu princess” pikir Amber yang matanya masih tetap menatap Krystal yang tepat di depan nya.

“Aku sudah selesai” Krystal merapihkan bekas makan nya.

“llama” Krystal menatap Amber yang masih berpangku tangan menatapnya.

“Ada apa dengan dirinya? apa dia kerasukan?” Krystal mengambil sendok di meja dan..

“Tuk!”

“Aghhh!!” Amber mengelus kepalanya.

“Ya! apa yang kau lakukan ini sangat sakit!” Amber terus mengelus kepalanya.

“Aku takut kau kerasukan karena terus melamun!” ucap Krystal yang masih memegang sendok.

“Ayo kita berjalan-jalan lagi” Krystal segera menarik Amber untuk berjalan-jalan.

Krystal berjalan di depan sedangkan Amber jalan di belakang dengan memegang ransel serta ponselnya untuk mengabadikan momen nya bersama Krystal.

“Ya!” Amber menabrak tubuh Krystal karena bermain ponsel.

“Haish mengapa kau berhenti?” tanya Amber.

“Aku heran denganmu karena dari tadi kau senyum senyum sendiri!”

“Tidak, itu hanya perasaanmu saja” elak Amber.

“Jangan berbohong kau llama bodoh” Krystal segera mengambil ponsel Amber dan secara tiba-tiba wajah Krystal menjadi merah.

“Haha liat wajahmu” tunjuk Amber.

“Apa!” bentak Krystal.

“Bukankah kita di foto ini serasi sekali” senyum bodoh Amber.

“Serasi katamu?” tanya ulang Krystal.

“Yap, seperti sepasang kekasih” senyum Amber kepada Krystal yang tambah membuat wajah Krystal menjadi merah.

“Dalam mimpimu stupid!”

Krystal pov

Aghhhh! dasar llama bodoh! kata katanya membuatku seperti orang bodoh! aku benar-benar membencinya, tapi tidak bisa kuelak bahwa foto ku bersama Amber benar-benar seperti sepasang kekasih.

Apa…

Sepasang..

Kekasih…

“Agghh!!” Aku mengacak-acak rambutku.

“Princess kau tidak apa-apa?” kini aku menatap wajahnya yang seperti hewan llama dengan memakai topi.

“Ya” jawabku singkat karena aku tidak mau terlihat grogi di depan nya.

Aku memutuskan untuk duduk melihat pohon pohon yang menjulang tinggi dengan udara yang benar-benar sejuk.

Kupejamkan mataku untuk kembali menikmati indahnya pulau ini “Akankah aku bisa merasakan hal seperti ini selamanya”

“Tentu saja bisa” aku membuka mataku perlahan dan melihat Amber yang tersenyum bodoh tepat di sampingku.

“Aku akan mengajakmu setiap bulan nya kesini atau tidak seminggu sekali bila kau mau princess” senyum bodohnya selalu membuatku merasa tenang.

“Benarkah?”

“Atau tidak kita tinggal saja disini!” aku tersenyum mendengarnya.

“Dasar bodoh”

Selamanya..

Selamanya seperti ini? menghabiskan waktu bersamamu? aku rasa itu tidak akan pernah terjadi…

Detik demi detik terus berlalu dan tidak akan pernah berhenti bahkan untuk sesaat, apakah aku bisa seperti ini untuk selamanya? hidup, bernafas, tertawa bahkan melakukan hal bodoh bersama Amber?

“Princess kau tidak apa-apa?” aku menatap wajahnya, apakah aku bisa bersamamu?

“Kau tidak enak badan?” dasar bodoh, mengapa iya terus mengkhwatirkan diriku.

“Kalau kau butuh sesuatu atau apapun itu kau harus bilang kepadaku, kau mengerti?” ku anggukan kepalaku.

“Aku akan melakukan apa saja untukumu”

“Mengapa seperti itu stupid?” tanyaku yang masih memperhatikan wajahnya.

“Karena aku adalah servantmu” senyum Amber lebar.

“Benarkah?”

“Yap!” jawab Amber semangat.

“Kalau begitu aku meminta sesuatu kepadamu”

“Apa itu princess?” tanya Amber yang masih melekatkan senyuman nya di wajah.

“Bisakah kau menghantikan waktu untuku llama?” Amber menatap bingung Krystal.

Amber memutar badanya menghadap Krystal dengan menatap lurus matanya.

“Aku tidak bisa menghentikan waktumu untukmu princess” Amber menghela nafas.

“Maafkan aku” aku menundukan kepalaku.

“Hei” Amber meraih dagu Krystal untuk kembali menatapnya.

“Aku tidak bisa memutar waktu, aku tidak bisa mengembalikan waktu ataupun seperti keinginan mu yaitu menghantikan waktu tapi..” Amber menatap dalam mata Krystal.

“Aku tidak peduli dengan berjalan nya detik, menit, jam, hari ataupun tahun. yang aku tahu saat ini adalah  aku akan terus bersamamu, aku akan terus di sisimu setiap menit, setiap hari dan setiap waktu”

“Untukmu princess”

Amber…

Bagaimana bisa ada manusia sepertimu? apakah selama ini ayah berbohong bahwa manusia adalah makhluk yang jahat dan tidak memiliki perasaan? tapi mengapa Amber jauh berbeda dengan sosok yang dibicarakan Ayah ataupun sahabat-sahabatku.

“Terima kasih” senyumku padanya yang dimana mata kami masih saling terikat satu sama lain.

Keadaan ini semakin membuat diriku jatuh di kedua bola mata coklat milik Amber, mata yang selalu membuatku terpanah akan keindahan nya, kini kedua mata itu terlihat lebih jelas dan kini aku semakin terperangkan di kedua matanya dan semakin dalam aku memasukinya, bahkan aku bisa merasakan nafas yang dimiliki Amber begitu harum dan membuatku ingin lebih dalam untuk menghirup aromnya, ku pejamakan mata ini perlahan agar aku bisa menikmatinya…

“Driiingggg drinnggg”

“Fck!” aku membuka mataku terkejut, agghhh!!! wajahku seketika menjadi panas benar benar panas!!

“Hallo!! ya! apa kau tidak tahu waktu hah! apa kau gila!!” aku melihat Amber yang sedang marah marah di telfon dan wajahnya hahaha wajahnya juga tidak kalah merah dengan wajahku bahkan wajahnya lebih merah hahaha.

Amber Pov

Aghh apa yang sudah ku lakukan? aku hampir saja…

Hampir saja…

Hampir saja…

Menciumnya!!

Aku benar-benar sudah gila! tapi, matanya yang indah benar-benar seperti magnet.

“Princess kau ingin kemana? jangan tinggalkan aku” haish anak itu mau kemana lagi?

Sial! suasana menjadi sangat canggung, agh ini semua gara gara perbuatan bodohku! apakah aku harus meminta maaf kepadanya?”

“Princess” Amber

“llama” Krystal

“Kau dulu, kau ingin bicara apa?” lihat kebiasaan nya selalu mengigit bibir bawahnya.

“Princess”

“Ya? ehmm aku ingin…” aku menatapnya, sepertinya tatapanku membuatnya kembali bingung.

“Aku ingin ice cream”

“I-i-ice cream?”

“Iya ice cream! aku sudah lama ingin ice cream” senyumnya ceriah.

“Tapi princess sepertinya disini tidak ada yang menjual ice cream” aku menggaruk dahiku.

“Aku tadi melihat disana ada yang menjual ice cream, belikan aku satuuu llama” mengapa dia seketika menjadi seperti anak kecil dengan menarik narik lenganku.

“Belikan aku satuuuu” aghh anak ini, bagaimana bisa aku menolaknya dengan wajah yang seperti itu.

“Baiklah baiklah ayo kita beli ice cream”

“Yee!!” teriaknya riang dengan melingkarkan tangan nya di lenganku hahaha benar-benar lucu sekali dia.

“Kau ingin ice cream rasa apa?” tanyaku pada Krystal yang melihat warna warni ice cream yang berada di depanya dengan jari telunjuk di dagunya.

“Aku ingin rasa mangga” senyumnya lebar kepadaku.

“Mangga? baiklah, aku beli ice cream rasa mangga satu”

“Satu? bagaimana denganmu?”

“Ehmm aku tidak suka ice cream” senyumku padanya.

“Kenapa? mana ada di dunia ini yang tidak menyukai ice cream” Krystal menaikan alisnya.

“Ehmm itu karena aku tidak menyukai rasanya yang membuat gigiku menjadi linu hhahaha” yap aku memang aneh karena tidak menyukai ice cream, aku memiliki alasan lain kenapa aku tidak menyukai ice cream yang memiliki tekstur lembut dan dingin seperti itu.

“Bagaimana ice creamnya?” tanyaku padanya yang sedang menikmati ice cream mangga nya.

“Sangat luar biasa” dia memberikan jempolny kepadaku hahaha dasar.

“Habiskanlah” tidak terasa hari mulai gelap aku dan Krystal kembali berjalan menuju dermaga bersama wisatwan lainya, tentu saja perjalanan kami ke pulau Nami tidak akan pernah kulupakan. Bayangkan saja hampir satu hari penuh aku bersamanya, melihatnya tersenyum bahagia, melihatnya tertawa, melihatnya berjalan dengan girang dan di tambah lagi kejadian yang hampir membuat jantungku meledak! aghhhhh hahahahaha.

“Mengapa kau senyum senyum seperti itu?” Krystal menatapku heran.

“Anio, hanya perasaanmu saja mungkin” senyumku padanya.

“Baiklah”

Waktu terus berlalu dan tak terasa waktu sudah menunjukan jam 7:54 PM dan sampai detik ini Krystal masih di sampingku.

“Kau tidak apa-apa?” tanyaku padanya karena wajahnya sedikit pucat.

“Aku tidak apa-apa” senyumnya ,tapi aku tidak percaya padanya.

“Apa kau yakin?” aku menghentikan langkahnya dengan memegang kedua pundaknya.

“Aku yakin” aku menatap wajahnya yang sedikit pucat dan memegang keningnya.

“Mengapa suhu tubuhmu dingin sekali?”

“Benarkah? tapi aku merasa baik-baik saja” kulepaskan coatku dan kukenakan ke tubuh Krystal agar tubuhnya menjadi hangat.

“Ya stupid apa yang kau lakukan?!” tanyanya heran atas tindakanku.

“Menjaga tubuhmu agar tetap hangat” aku menggosok kedua pundaknya.

“Aku sudah bilang kalau aku tidak apa-apa, kau bisa kedinganan hanya memakai kaos seperti itu” tatapnya khawatir.

“Aku ini superman! aku tidak akan apa-apa! ayo jalan lagi” aku kembali berjalan, haish yang benar saja. Cuaca saat ini sangat dingin! errghh tapi apa boleh buat lebih baik aku yang kedinginan dari pada harus Krystal yang merasakan kedinginan!

Seketika aku merasakan hangat di tanganku “Apa yang kau lakukan?” tanyaku sangat heran kepada Krystal karena iya menggenggam tangan kananku dan memasukan nya ke dalam kantong coatknya yang hangat.

Yap benar-benar hangat.

“Kau tidak perlu sok tegar, aku tahu kau kedinganan llama” aku tersenyum mendengarnya.

“Kau tidak masalah kalau tangan kita menjadi satu sepert ini?” tanyaku padanya yang membuat dirinya salah tingkah.

“Tidak, lagi pula nanti kalau kau sakit sypa yang akan membelikanku mangga! aku tidak mau lagi merawatmu karena kau sangat menyusahkan!” hasihh penyihir ini apakah dia tidak bisa romatis sedikit?

“Baiklah-baiklah ayo kita kembali jalan” aku dan Krystal berjalan dengan tangan yang saling menggenggam tangan satu sama lain, rasanya ak ingin seperti ini terus berjalan bersamanya dengan bergandengan tangan seperti ini…

Tidak terasa kami sudah sampai depan pintu rumah dan yap tanganku masih menggengam erat tangan mungil yang dimiliki Krystal.

“Ehmm Ehmmm” aku menoleh ke arah Krystal.

“Kau tidak apa-apa?” tanyaku khawatir dan dia hanya menatapku. ada apa denganya?

“Dasar stupid” lihat! dia tambah membuatku bingung.

Krystal memainkan matanya menunjuk ke arah saku coat yang iya kenakan dan ups! aku segera melepas tanganku dengan nya aghhh! aku terlalu nyaman dengan sentuhan nya.

“hehe maafkan aku” senyumku minta maaf tapi kenapa wajahnya menjadi merah?

“Cepat buka pintunya aku sangat mengantuk” aku segera mengambil kunci rumah di ranselku.

Waktu menunjukan pukul 10.20 pm dan aku harus segera bersiap-siap untuk berkerja haish benar-benar menyebalkan tapi mau bagaimana lagi bila tidak seperti ini aku tidak akan mendapatkan uang untuk hidupku dan juga princess Krystal.

Aku segera mengambil tas ranselku dan bergegas pergi

“llama!” aku mengentikan langkahku dan melihat Krystal yang memegang segelas teh hangat dan coat yang iya kenakan.

“Dasar bodoh” haish bisa tidak dia berhenti mengucapkan hal itu.

“Minum ini selagi hangat”

“Apa?”

“Ayo cepat!” aku segera mengambil gelas yang berisikan teh hangat dan meminumnya. huaah tubuhku merasa lebih baik dan jauh lebih segar dan hangat.

“Terima kasih princess” senyumku padanya.

“Dan ini pakai coatnya cuaca malam ini sangat dingin” aku tersenyum mendengarnya.

“Sekali lagi terima kasih princess” aku segera memakai coat yang iya berikan kepadaku.

“Baiklah aku pergi”

“llama” aku kembali menghentikan langkahku dan berbalik badan.

“Ya princess”

“Aku yang seharusnya terima kasih kepadamu” senyumnya yang membuat hatiku berbunga-bunga.

“Terima kasih kasih llama”

“Sama-sama princess”

“Jaga dirimu baik-baik” ucap Krystal.

“Kau juga, kau jangan tidur malam-malam” senyumku padanya.

“Dan kau juga jangan pulang terlalu dini hari”

“Apa kau mengkhwatirkanku?” tanyaku padanya dengan senyum nakalku.

“Tentu saja jika tidak ada kau siapa yang akan membuat sarapan pagi untuku?” lihat lucu sekali dia.

“Apa? kenapa kau menatapku seperti itu?”

“Kau itu lucu sekali princess”

“Jadi kau mau berangkat kerja atau tidak??” aku menepuk dahiku hahahaha

“Hahahha aku lupa kalau aku harus berangkat kerja, jaga dirimu princess aku akan segera pulang”

“Aku akan menunggumu”

“Kau jangan menungguku”

“Sudah sana pergi!” usirinya dengan mendorong badanku.

“Baiklah-baiklah tapi kau janji jangan menungguku dan kau harus istrhat kau mengerti?” dia menganggukan kepalanya.

“Aigooo lucu sekali” aku mengacak-acak rambutnya.

“Haish! sudah sana” usirnya lagi.

“Baiklah aku pergi bye” aku melambaikan tangan kepadanya yang berdiri di depan pintu, mengapa akhir akhir ini aku merasa berat untuk meniggalkannya? aghh sudahlah…

————————————————————————-

Sorry super late update, author lagi sibuk kuliah di tambah lagi author lagi sakit 😦 maafin ya semua..