Beautiful Stranger 17

Ku hela nafas ini berusaha mengatur sesak di dadaku yang mulai terasa berat “Dasar bodoh” aku terlalu berharap yang hal yang tidak akan mungkin terjadi.

“Huffhh” aku membuka mata ini menatap sekelilingku yang masih ramai dengan aktifitas mereka masing-masing.

Tapi hatiku tetap merasa sepi, merasa hampa. Mungkin ragaku sedang berada disini tetapi pikiran serta jiwaku tak lagi satu dengan ragaku.

Segila inikah aku tanpa dirinya?

Segila inikah aku saat dia tak lagi di sampingku?

Ku angkat kepalaku, menatap langit hitam tanpa bintang yang menyinarinya.

Menatap langit hitam yang mengingatkanku pada wajahnya, iya wajahnya saat pertama kali aku bertemu denganya di sungai Han. Aku masih ingat sekali saat dia memkasa diriku untuk ikut denganku ke rumah, aku masih ingat saat dia memakai gaun putih dengan jas hitamku sebagai penghangat di tubuhnya, aku juga masih ingat jelas bagaimana matanya menatapku tajam saat dia mengancamku haha, sungguh kenangan yang indah.

“Huffhh”

Sedang apa kau saat ini?

Apa kau sudah makan?

Apa kau baik-baik saja?

Apa kau masih suka mimpi buruk?

Ku pejamkan kembali mata ini berusaha melupakan nya yang sudah bersama namja, namja yang menjadi pilihan hatinya.

Namja  yang akan membahagiankanya.

Namja yang akan selalu menggengam tanganya.

Namja yang akan selalu melihat senyuman di bibir mungilnya.

Dan semua itu tidak akan terjadi lagi kepada diriku yang malang ini, yang hanya bisa meratapi kenangan nya saat aku bersama dirinya.

Sungguh mengenaskan.

Yeoja yang ku cintai berakhir dengan namja yang ku benci.

“Hmmhh” senyumku dengan hati yang tersayat.

Jessica Pov

Kemana perginya llama bodoh ini! apa dia harus menyerah begitu saja kepada Soojung?! haishhh aku tahu hatinya benar-benar hancur.

3 hari yang lalu aku melihat Amber yang berdiri di depan pintu kamar Krystal dengan membawa bunga untuk Krystal, tapi langkahnya berhenti saat Krystal mengatakan bahwa dia membutuhkan Kai!

Jung Soojung apa yang ada di pikiranmu?!! mengapa harus lelaki itu? apa kau tidak tahu setiap harinya Amber begitu mengharapkanmu dan begitu menyayangimu?

“Eonni”

Aku menatap ke arah suara dimana Soojung yang baru saja pulang dari kencan nya, ya kencan.

“Kau darimana saja? apa kau tidak tahu ini jam berapa?” tanyaku sedikit kesal.

“Ehm biane, di jalan sangat padat dan..”

“Kau tidak tahu bahwa kau baru saja sembuh? bahkan kau baru saja bangun dari koma mu Soojung dan kau malah pergi denganya?” tatapku sinis.

“Aku merasa tak enak, aku harus berada di dekatnya” aku menatapnya bingung.

“Apa maksutmu?”

Dia hanya diam, aku menatapnya yang sedikit kelelahan “Hmm baiklah kau istrhat sana” perintahku.

“Ne”

Aku menatapnya jalan dengan menaiki tangga rumah kami yang menuju kamarnya, walaupun dokter sudah membolehkan nya pulang tetapi aku merasa Soojung belum sembuh sepenuhnya. Terkadang Soojung terlihat pucat bahkan kerap kali tubuhnya terasa dingin, tapi mengapa dokter mengatakan dia baik-baik saja? apa yang sebenarnya terjadi padamu Soojung?

“Driingg driingg” ponselku.

“Yeoboseyo”

“Dia sudah ada disini noona”

“Baiklah aku segera kesana” aku segera mengambil kunci mobilku serta coat hitamku.

35 menit berlalu dan kini aku telah sampai di tempat yang sudah lama tak kunjungi, aku mulai berjalan masuk dengan menunjukan kartu VVIP ku.

“Annyeong haseyo” bungkuk seorang namja.

“Dimana dia?” tanyaku tutup poin.

“Dia sedang berada di lantai atas noona tapi…” tanpa pikir panjang aku langsung naik ke atas untuk menemui llama bodoh itu!

Ku percepat langkahku tak sabar untuk memukul kepalanya!

Ku pelankan langkahku, ku tarik nafasku dengan melihatnya yang sedang berdiri menatap lampu lampu kota Seoul.

“Ternyata tempat ini adalah benar-benar tempat favoritmu” ucapku dengan melangkah mendekatinya.

“Jessica?” kejutnya melihatku.

“Wae? kau tidak suka aku disini?”

“Tidak bukan begitu hanya saja…”

Plak

Maaf Amber “Ya! mengapa kau memukul kepalaku? ini benar-benar sakit!”

“Itu karena aku sangat kesal kepadamu llama bodoh!” teriaku padanya, dan llama bodoh ini masih mengelus-elus kepalanya.

“Kau kemana saja hah?! kau ini maunya apa? mengapa kau menghilang begitu saja seperti hantu! apa kau tidak tahu aku terus mencarimu!” marahku padanya.

Lihat! dia malah diam dengan memberikan ekspresi llama nya “Jawab aku Amber Liu! jangan diam saja”

Author Pov

Jessica menatap Amber dengan tatapan dingin nya sedangkan Amber hanya bisa menundukan kepalanya karena tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

“Berhentilah”

“Berhentilah mencariku” ucapnya singkat tanpa menatap Jessica.

Jessica menatap bingung Amber dengan apa yang iya ucapkan “Ya! apa maksutmu itu? kau ini kenapa!”

Amber menghela nafasnya, menatap Jessica yang tepat di sampingnya “Apa karena kejadian di rumah sakit itu kau menjadi seperti ini?”

Amber diam sejenak menatap Jessica dengan senyum tipisnya “Pengecut! kau benar-benar pengecut Amber Liu!”

“Iya, lalu kenapa?”

“Kau adalah namja terbodoh yang pernah aku kenal! apa kau akan menyerah begitu saja? apa kau…”

“Sudah cukup! lagi pula dia sudah bahagia dengan namja lain” saut Amber.

“Dia? huh bahkan kau saja enggan menyebut namanya Am. Kau pernah mengatakan kepadaku bahwa kita harus mengungapkan perasaan kepada orang yang kita cintai, berjuang untuknya! tetapi kau tidak membuktikan itu semua, semua ucapan mu adalah palsu! kau pengecut!” kesal Jessica.

Amber menatap Jessica dengan amarah di wajahnya “Aku harus mengatakan apa? apakah aku harus mengatakan Krystal aku ingin selalu bersamamu atau Krystal maukah kau menjadi miliku sedangkan dia lebih memilih orang lain dari pada diriku? mengucapkan namanya hingga terngiang di telingaku? memeluk tubuhnya di depan mataku?”

Amber tersenyum menatap Jessica “Apalagi yang harus ku katakan Sica? kalaupun ku katakan dia hanya akan membalas dengan senyuman dan mengatakan kalau aku dan Krystal adalah sahabat. Mungkin benar, selama ini hanya perasaanku saja yang berlebihan menanggapi hubunganku dan Krystal adalah hubungan yang special, ya Tuhan aku mengaharapkan yang tidak tidak hahaha”

“Amber”

“Aku yakin Soojung memiliki perasaan yang sama denganmu”

“Buktikan” jawab singkat Amber.

“lihat? tidak bisa bukan? sudahlah Sica tak usah pikirkan diriku. Selama Krystal bahagia aku tidak masalah bilaku terluka, aku hanya ingin dia tersenyum bahagia walaupun tak bersamaku” senyum Amber.

“Amber”

Amber menarik nafas nya “Hoaah malam ini benar-benar sangat dingin, kau pulang sana”

“Bodoh” Jessica meneteskan airmatanya.

“Haish kau malah menangis” Amber menggaruk kepalanya.

“Kau benar-benar bodoh Amber Liu!”

“Inilah aku Sica, aku menjadi manusia bodoh karena ulah adikmu haha”

“Auchhh! sakit!” Amber mengelus tangan nya karena pukulan dari Jessica.

Jessica menatap Amber “Lalu kapan kau akan melihat Soojung?” tanya Jessica yang membuat Amber bingung.

“Aku tidak tahu, aku butuh waktu”

“Soojung belum sepenuhnya sembuh jujur saja aku masih meragukan kesehatanya”

Amber memegang kedua pundak Jessica dan menatap lurus matanya “Krystal akan baik-baik saja bila bersamamu dan ibumu, percayalah. Tolong jaga Krystal untuku Sica” senyum Amber yang di balas pelukan oleh Jessica.

Sementara itu….

Aku tidak tahu apa yang ada di pikiranku saat ini, aku juga tidak tahu mengapa aku mengucapkan namanya begitu saja dari bibir ini “Kai”

Aku tidak dapat berfikir panjang, yang aku pikirkan saat ini adalah dapat bertahan hidup di sisa hidupku.

Aku hanya memikirkan semua perkataan Alish kepadaku. Dan ntah kenapa aku malah memikirkan Kai karena akhir akhir ini dia selalu bersamaku menemaniku setiap hari.

“Obat penawar itu adalah Namja! obat penawar itu begitu hangat hingga iya sangat membenci dingin, obat penawar itu begitu berbeda saat kau menyentuh atau memeluknya, obat penawar itu akan selalu membuatmu baik-baik saja”

Apakah aku merasakan itu semua kepada Kai?

Kai adalah seorang namja.

Kai tidak menyukai dingin.

Saat aku memeluknya aku merasa baik-baik saja.

Tetapi …

Haishh mengapa aku menjadi bingung seperti ini?

Apakah Kai benar-benar obat penawar kematianku? apakah bila aku di dekatnya aku akan terhindar dari kematian?

Kalau begitu aku tidak akan mati bukan?

Kai adalah setengah dari jiwaku jadi dia akan tetap membuatku hidup bukan?

Aku tidak ingin membuat orang orang yang kucintai sedih terutama dirinya.

Krystal melangkahkan kakinya mendekati jendela kamarnya yang berada di lantai 2, menatap luar jendela dengan segala gegundahan hatinya.

“Mengapa malam ini terasa gelap sekali? tak ada satu bintang pun yang terlihat di langit” tatap Krystal.

Ntah kenapa Krystal tersenyum kecil saat memandang langit dari jendela kamarnya “Bodoh” ucap singkat Krystal dimana senyumnya masih terukir di wajah putihnya.

“Mengapa wajahmu selalu hadir di pikiranku?”

“Mengapa senyum bodohmu itu selalu terukir di ingatanku?”

“Mengapa matamu itu selalu terbayang di kepalaku?”

Mata Krystal terus memandang langit hingga tak sadar air mata mengalir di pipinya “Mianhae, jeongmal mianhae”

Sial! dadaku merasa sesak tak sanggup menahan airmata ini karena begitu merindukanmu Amber, aku sungguh merindukanmu.

Maafkan aku karena aku menyakitimu.

Maafkan aku telah membuatmu kecewa.

Aku melakukan semua ini agar aku bisa bertahan hidup, aku tidak ada jalan lain selain Kai yang berada di sampingku.

“Maafkan aku”

“Karena aku begitu merindukanmu, sungguh”

Day-4

“Eonni, eonni bangunlah!” Jessica masih terlihat bersembunyi di dalam selimut pink miliknya sedangkan sang adik sibuk membangunkan kakaknya yang tak kunjung bangun.

“Eonni bangunlah!” paksa Krystal.

Jessica sedikit membuka matanya dengan rambut yang berantakan “Erghh ada apa?” tanyanya lemas.

“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat!” paksa Krystal dengan berusaha menarik selimutnya.

“Aghh ini kan hari libur! aku ingin menghabiskannya dengan tidur!”

“Ini sangat penting! ayo bangunlah! aku akan menunggumu di bawah!”

“Haishh yang benar saja! ini kan hari libur” grutu Jessica yang segera bangun dari hibernasinya.

2 jam berlalu, wajah Krystal mulai terlihat bosan menunggu sang kakak di meja makan “Eomma apakah eonni selalu seperti ini setiap hari?” gerutu Krystal dengan mengaduk-aduk susunya yang mulai dingin.

Ibu Krystal tersenyum menangis mendengar ucapan dari anak bungsunya “Kau tahu bukan eonni mu bila berdandan akan sangat lama apalagi bila dia memilih baju”

Krystal menghela nafasnya “Padahal kan aku hanya mengajaknya keluar sebentar bukan mengajaknya pergi ke mall”

Ibu Krystal menaruh piring dengan berisikan sandwich untuk Krystal “Makanlah dulu selagi menunggu Sica”

“Nee” jawab Krystal malas.

1 jam berlalu

Tap tap tap” suara sepatu berhak tinggi mulai terdengar di telinga Krystal.

“Aku sudah siap” senyum Jessica memandang Krystal yang memangku tanganya.

Memandang Jessica dengan tatapan dingin “Aku menunggumu 3 jam”

Jessica menatap bingung “Lalu?” tanyanya polos.

“Hufhhh sudahlah ayo kita pergi, eomma kami pergi!” teriak Krystal yang menarik tangan Jessica.

“Kalian hati hati!”

“Ne!”

Kebetulan sekali hari ini jalan tidak terlalu padat hingga tak butuh waktu lama untuk sampai tujuan “Kita ini mau kemana Soojung?” tanya Jessica yang melihat Krystal.

Krystal melihat lihat daerah di sekelilingnya berharap tujuan yang iya inginkan tidak salah “Hmmmhh” Krystal melihat jam nya yang menunjukan pukul 11.45

“Ya Jung Soojung”

“Wae?” jawabnya tanpa melihat Jessica.

“Kita ini mau kemana lalu untuk apa kita kesini?” tanya Jessica yang lagi lagi di acuhkan Krystal.

“Ayo kita turun” ajak Krystal yang di turuti oleh Jessica.

Jessica dan Krystal berjalan menuju sebuah tempat yang suka sekali di kunjungi oleh Krystal.

Krystal menggengam tangan Jessica “Ayo kita masuk” senyumnya.

Krystal mulai membuka pintu dan melangkahkan kakinya masuk kedalam, “Aku sungguh merindukan tempat ini” batin Krystal.

Seorang yeoja datang dengan menaymbut tamu yang baru saja datang “Selamat dat–” kalimatnya terputus saat yeoja bertubuh mungil itu melihat Krystal.

Bukan, bukan Krystal yang membuatnya terkejut tetapi yeoja yang di genggam tanganya oleh Krystal.

“Sunny eonni” senyum Krystal.

Sunny masih bingung tak percaya apa yang telah di lihat, matanya tak terpejam menatap sosok yeoja yang dulunya selalu bersama sama menghabiskan waktu bersama dengan sejuta kegilaan yang mereka lakukan.

“K-k-kau”

Jessica tak sanggup lagi berdiri lebih lama lagi hingga iya memutuskan untuk pergi tapi sayang tangan nya terikat oleh genggaman kuat Krystal.

“Berhentilah berlari eonni” ucap Krystal.

“Sunny mengapa kau lama sekal—” yeoja yang baru saja menegur Sunny kini terdiam menatap tatapan yang sama heran dengan Sunny.

Krystal tersenyum menatap yeoja yang membawa keranjang roti dengan sopan Krystal membungkuk “Annyeong haseyo Yoona eonni”

Yoona hanya diam tak merespon Krystal sedangkan Jessica hanya menundukan kepalanya dengan menggengam erat tangan Krystal.

Krystal tau bahwa situasi ini sangat berat mengingat hubungan mereka di selimuti dengan amarah tapi Krystal yakin bahwa mereka masih saling menyayangi satu sama lain.

Tidak tahan dengan situasi ini Jessica melepaskan genggaman Krystal yang membuat Krystal terkejut “Eonni!”

Jessica melangkah keluar pintu.

“Jessica”

Seketika langkahnya terhenti mendengar suara yang sudah lama tak iya dengar, suara yang selalu memberinya semangat, suara yang selalu membuatnya tegar, suara yang iya rindukan.

Namja berkulit putih itu melangkah kan kakinya mendekati Sunny dan Yoona.

Dengan senyuman di bibirnya “Lama tak berjumpa”

Jessica hanya diam tak berani memutar badan nya, memejamkan matanya berharap kejadian ini adalah sebuah mimpi buruk di dalam tidurnya.

“Eonni” Krystal menyentuh pundak Jessica.

Menatap mata Jessica mengisyaratkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Jessica pov

Tuhan.

Apa yang harus ku lakukan?

Apa aku harus keluar dari ruangan ini dan berlari sejauh mungkin?!

Aku tak sanggup dengan semua ini, aku tak sanggup!

Tapi..

Tapi aku tidak mungkin berlari di dalam kesalahan ku, aku tidak bisa seperti ini. Bagaimanapun juga mereka pernah menjadi orang yang begitu ku sayangi.

Ku putar kaki ini, menatap kembali wajah mereka yang sudah bertahun tahun tak ku tatap.

Sedikit menaikan dagu ini agar aku kembali bisa melihat jelas wajah mereka.

“Dup dup dup dup dup” jantung ini rasanya mau meledak saat di hadapkan oleh mereka tepat di kedua mataku.

Ku buka mata ini perlahan, menatap wajah mereka yang membuat hatiku teriris mengingat kenangan indah yang pernah ku habiskan bersama-sama.

Sungguh tak mudah melupakan setiap detiknya waktu bersama mereka.

“Sunny” aku merindukanmu.

“Yoona” aku merindukanmu.

Dan…

“Taeyeon” leader kid yang begitu ku rindukan, senyumnya masih hangat seperti saat pertama kali ku bertemu denganya.

“Selamat datang kembali…”

“Jessica” senyum Taeyeon.

“Ada apa ini?” suara itu?

Aku melihat ke arah sumber suara itu dan…

Tebakan ku benar.

Dia tak berubah, sama sekali tak berubah.

Auhor Pov

“Jessica eonni?” ucap Seohyun terkejut.

“Tidak mungkin” ucap Sooyoung.

“Waw” ucap Hyoyeon.

“….” Tiffany hanya membulatkan matanya.

Taeyeon hanya tersenyum melihat mereka menatap Jessica “Sepertinya kita sudah berkumpul, bisakah aku sebut ini sebagai reunian?”

Mata Jessica terlihat merah, bibirnya mulai bergetar tak sanggup menahan rindu di dalam dadanya.

“Mianhae”ucap Jessica menahan airmata.

Jessica menarik nafasnya berusaha menenangkan dirinya yang mulai guncang “Jeongmal mianhae”

Mereka hanya diam menatap Jessica tidak tahu apa yang akan mereka lakukan.

Mengusirnyakah?

Memarahinyakah?

Membencinyakah?

Atau..

Melupakan semua kejadian yang telah kami lewati.

Kini perasaan mereka campur aduk saat melihat Jessica yang menteskan airmatanya.

“Aku tidak pantas disini, aku akan pergi. Maafkan aku” Jessica mengusap airmatanya menghindari mata dari para sahabatnya dulu, ingin pergi menjauhi mereka sejauh-jauh mungkin!

Bruk

Langkah Jessica terhenti, langkahnya terhenti karena sesuatu yang menghadangnya hingga jatuh ke pelukan namja yang lebih tinggi darinya.

“Mianhae” Jessica meminta maaf karena telah menabrak namja tersebut dengan menatap wajahnya.

Wajahnya yang membuat Jessica menghentikan langkahnya, membuatnya terhipnotis karena karena matanya yang begitu tajam.

“Aku merindukan tatapan itu” ucap Taeyeon yang menatap Jessica dan sahabatnya.

“Maaf, tidak ada yang boleh keluar dari tempat ini” Jessica hanya menatap bingung.

“Mianhae” ucap namja berkulit coklat tersebut.

“Maafkan kami karena kami bukan sahabat yang baik untukmu” Jessica terkejut mendengar perkataan yang yang iya dengar.

“Dan maafkan aku karena pada saat itu aku hanay peduli pada diriku sendiri, aku tidak melihat kesedihan orang lain di sekitarku yang pada saat itu membutuhkan diriku” ucapnya menatap lurus mata Jessica.

“Ini adalah kesalahan yang begitu besar, tapi di dalam kesalahan ini kita dapat belajar apa arti dari persahabatan kita selama ini.Pada saat itu kami egois karena tidak memahami situasimu pada saat itu, yang hanya kami tahu adalah bahwa kau meninggalkan kami begitu saja, melupakan semua kenangan yang telah kita buat. Aku terlalu berfikit negatif akan dirimu hingga membuat sakit diriku sendiri, maafkanlah kami. Maafkan aku Jessica”

Jessica menangis terisak-isak dan tangisan nya membuat Sunny, Hyo, Sooyoung, Yoona, Tiff, Seo ikut menangis melihat sahabatnya yang sudah bertahun tahun tak mereka lihat.

“Selamat datang kembali Jessica” ucap Yuri dengan senyuman di wajahnya.

“Jes-jes-jessica” mereka semua berlarian memeluk Jessica dengan airmata yang terus mengalir deras.

“Aku begitu merindukanmu ice princess”

“Maafkan kami”

“Aku merindukanmu Sica”

“Jessica!!” mereka semua saling berpelukan.

“Terima kasih” ucap Taeyeon menghampiri Krystal yang berdiri di sudut ruangan.

“Kau yang terbaik Krystal” senyum Yuri.

“Terima kasih karena sudah menerima kembali kakakku dan percaya kepadanya” senyum Krystal kepada Yuri dan Taeyeon.

Terpancar senyuman di wajah mereka dengan kembalinya sahabat yang begitu di rindukan Jessica Jung.

“Melihat eonni tersenyum seperti ini sunggu membuatku senang, dengan begini aku bisa tenang” senyum Krystal yang memandang Jessica bersama para sahabat sahabatnya.

Tiada hentinya mereka saling berbincang serta tertawa satu sama lain hingga tak terasa waktu menunjukan pukul 8 malam, Krystal masih duduk terdiam melihat eonni serta para sahabatnya merayakan pesta kecil dengan secara mendadak pada malam ini.

Di dalam canda tawa yang begitu menggema terliat Krystal yang terlihat pucat “Gwaenchanha?”

Krystal memejamkan matanya, kepalanya mulai terasa pusing tetapi sebisa mungkin dia menahan karena tak ingin melihat mereka khawatir “Aku tidak apa-apa Kai” senyum Krystal kepada Kai yang menemaninya.

“Tapi wajahmu begitu pucat Krys dan tubuhmu begitu dingin” tatap Kai dengan memegang dahi Krystal.

Tak pikir panjang Krystal memegang erat tangan Kai “Tetaplah disini” ucap Krystal.

“Aku tidak akan kemana-mana” Kai membalas genggaman Krystal.

“Krys kau mulai berkeringat, aku harus membawamu pulang”

“Kai” Krystal menarik tangan Kai berusahan menghentikan nya.

Krystal terlihat pucat memohon kepada Kai “Jangan beritahu kepada mereka, bisakah kau panggilkanku taxi saja? aku hanya kelelahan” senyum Krystal.

“Aku akan mengantarmu pulang!”

Krystal menggelengkan kepalanya “Kau tidak perlu berlebihan seperti ini aku akan baik-baik saja, lagi pula rumahku dekat percayalah padaku Kai. Aku akan baik-baik saja” senyum Krystal yang berhasil meyakinkan Kai.

Kai mengantar Krystal hingga masuk kedalam taxi “Telfon aku jika kau sudah sampai”

Krystal membalas senyuman dengan pelukan oleh Kai “Aku pergi” senyum Krystal dengan coat hitam panjang miliknya.

Selama di perjalanan Krystal menyederkan kepalanya di jendela karena bayangan matanya mulai terlihat kabur “Nona apa kau tidak apa-apa?”

Krystal memejamkan matanya “Aku tidak apa-apa. Pak bisakah kau mengantarku ke sungai Han?”

“Baiklah”

Tak butuh waktu lama mobil taxi yang Krystal tumpangi telah sampai “Terima kasih paman” senyum Krystal.

“Nona apa kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa, sekali lagi terima kasih” bungkuk Krystal.

Krystal berjalan, melangkah kan kakinya di pinggir sungai Han yang begitu dingin di malam hari.

Berjalan dengan perlahan membiarkan udara dingin masuk ke dalam tubuhnya.

Krystal Pov

Ku tarik nafas ini.

Ku biarkan rasa sakit ini terus menyiksa tubuhku.

Ku buka perlahan mata yang mulai terasa berat ini, berusaha menatap sungai Han yang berada tepat di depan mataku. Berusaha mengingat sesuatu di benak kepala ini.

Ku keluarkan sebuah kalung dari bajuku, iya sebuah kalung dengan berliontin kunci.

Lucu bukan?

Ku simpan kunci ini di dalam tubuhku agar kenangan indah itu akan selalu terukir di dalam pikiran serta perasaanku.

Perasaan bahagia yang tak akan pernah ku lupakan saat bersamanya.

Perasaan yang tak akan pernah ku dapatkan dengan orang lain selain dirinya.

Ku tatap kunci gembok ini, ku genggam dengan kuat hingga teringat saat kenanganku bersamanya.

“Berikan gemboknya” Amber meminta gembok yang ada di tangan Krystal.

Dengan perlahan Krystal memberikan gembok itu ketangan Amber “Baiklah ayo kita pasang” Amber mengajak Krystal untuk memasang gembok itu di pohon.

“Ehmm sebelum kita pasang gembok ini, kita harus menulis pesan di gembok yang akan kita kunci di pohon ini” Krystal mengeluarkan spidol yang diberikan paman tadi dan memberikan kepada Amber.

“Kau jangan mengintip!” ucap Amber dengan mulai menulis pesan di gemboknya setelah selesai iya memberikan spidol itu kepada Krystal.

“Putar badanmu! aku tidak ingin kau mengintip tulisanku!” perintah Krystal yang membuat Amber langsung memutar badanya.

“Baiklah selesai” ucap Krystal.

“Lock Love”  sebuah gembok cinta, betapa bodohnya pada saat itu aku memaksa kepada Amber padahal pada saat itu aku dan dia bukan pasangan.

Iya, bukan pasangan.

Ku buka mata ini, aku tak ingin mengingatnya kembali karena itu membuatku sakit.

Amber.

Kau dimana?

Maafkan aku karena bagitu mengecewakanmu.

Andai kau tahu bahwa sesungguhnya aku lebih mencintaimu dari pada orang lain.

Andai kau tahu aku begitu mengharapkanmu dari pada orang lain.

Tetapi apa dayaku? aku tak bisa.

Aku tak bisa Am.

Aku harus memilih yang lain untuk hidupku..

Author Pov

Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, Krystal bangun dari lamunan nya dan kembali berjalan menelusuri sungai Han.

Saat iya berjalan, matanya menangkap sesuatu yang tak jauh dari dirinya. Dengan sisa tenaga yang Krystal miliki, Krystal melangkah mendekati sosok namja yang berdiri di pinggir sungai Han. Menatap namja bertubuh tinggi dengan jaket hitam miliknya, dengan sepatu nike yang tak asing bagi Krystal serta tas ransel hitam yang selalu dia pakai.

Ntah kenapa bayangan namja itu membuat Krystal tersenyum dengan menggengam kunci di tanganya.

Krystal yang terlihat pucat menghampiri namja yang memunggunginya.

“Apakah kau ingin bunuh diri lagi?”

“Amber Liu?”

Amber Pov

Sejujurnya aku lebih suka tempat ini, begitu tenang dan begitu damai.

Dan…

Tempat dimana pertama kali aku bertemu denganya.

Haish sial!

Kenangan ini terlalu sempurna bila ku lupakan! mengapa kau terus memikirkan nya Am? dia sudah bersama namja lain! dia tidak akan pernah menjadi milikmu!

Bangun!

Bangun dari mimpimu Am!

“Aggghhh!!” aku gila.

Aku mencintainya!

Tidak..

Aku rela mati untuknya!

Sungguh..

Hanya dialah sumber kebahagiaanku.

Hanya dialah cahayaku!

Hanya dialah jantungku!

Bagaimana bisa?

Bagaiamana bisa aku tanpa senyumnya?

Bagaimana bisa aku tanpa sentuhannya?

“Apakah kau ingin bunuh diri lagi?”

Suara itu…

“Amber Liu”

Suara itu, apakah??

“Princess”

Apakah itu kau? apakah ini nyata?

Kau tak pernah tak berhasil menghipnotisku dengan aura mu Krystal Jung.

“Ya” jawabku singkat.

Iya melangkahkan kakinya, aku dapat melihat jelas wajahnya. Matanya yang indah, bibirnya yang tipis, hidungnya yang sempurna.

Tapi, mengapa dia terlihat pucat?

“Lalu, apa yang kali ini akan kau perbuat?”

Tatapan nya…

“Aku akan menenggelami tubuhku di sungai Han” jawabku tanpa lepas dari mata indahnya.

Iya tersenyum mendengarnya, iya senyuman nya!

“Sama seperti dulu?”

Aku menganggukan kepalaku.

“Kalau begitu lakukanlah” ucapnya.

“Kalau aku melakukan nya kembali, akankah kau menyelamatkanku dan bersamaku sama seperti dulu?”

Pertanyaanku membuatnya terdiam, iya terdiam menatapku hingga ku dekatkan langkah kaki ini ke arahnya agar mata ini dapat melihat jelas kembali dirinya yang begitu ku rindukan.

“Bila hal tersebut dapat terulang, aku akan mengulanginya kembali tanpa penyesalan sedikitpun di hidupku princess” senyumku menatap wajahnya, menatap matanya yang begitu lelah, menatap wajahnya yang begitu putih bagaikan salju, menatap bibirnya yang begitu merah.

“Akankah kau menyelamatkanku kembali?”

Jaraku dan Krystal begitu dekat hingga aku bisa leluasa menatap nya.

Ingin sekali ku menyentuhnya.

Ingin sekali ku peluknya dirinya.

Ku tatap dalam matanya, mengapa matanya terpancar kesedihan? apa yang kau rasakan saat ini princess?

Ku gerakan jari-jariku, ingin sekali jari jari ini bermain di wajah cantiknya.

“Ini sudah malam, aku ingin pulang” senyumnya padaku yang perlahan meninggalkanku.

Senyum yang penuh tanda tanya.

Aku yakin ada yang terjadi sesuatu di dirinya

“Ada apa dengan dirimu?” aku menghadang jalan nya, iya kembali menatapku. Jujur aku benci tatapan itu! tatapan kosong, tatapan yang penuh dengan kesedihan.

“Aku tidak apa-apa pergilah!” iya kembali berjalan menjauhiku, tetapi ada sesuatu yang aneh dari dirinya.

“Aku tidak mungkin meninggalkan nya sendiri, ini sudah hampir jam 12 malam”

“Princess tunggu aku!” aku meraih tangan nya tapi mengapa dia menepisnya??

Iya menatapku tajam tapi tatapan nya tak lama “Aghh kepalaku”

“Krystal!” aku berusaha menahan tubuhnya yang hampir saja jatuh ke tanah.

Apa Krystal benar-benar sudah sembuh total? mengapa dia masih sakit seperti ini dan juga tubuhnya begitu dingin.

“Tubuhmu begitu dingin” aku mengambil kedua tanganya, menggosok gosokan tangan nya agar tetap hangat.

Aku bisa merasakan tatapan nya yang sedang menatapku “Llama”

aku menatapnya “Ya princess”

“Ini jam berapa?”

aku melihat arlojiku yang menunjukan pukul “00.10”

“3 hari lagi”

3 hari lagi? apa maksutnya?

“Princess! tubuhmu benar-benar dingin” Krystal hanya diam.

Sungguh tubuhnya begitu dingin, haishh!

Tak pikir panjang aku langsung memeluk tubuhnya, memeluknya dengan erat begitu erat.

Ku jatuhkan dagu ini di pundaknya merasakan aroma tubuhnya yang begitu ku sukai, merasakan kembali sentuhan nya, mersakan kembali hembusan nafasnya.

Waktu seakan berhenti, ku biarkan waktu ini larut dalam perasaan ku terhadap Krystal.

“Bruk” 

“Princess?” aku menatapnya heran yang tiba-tiba mendorong tubuhku untuk melepaskan pelukan nya.

Ah aku lupa bahwa dia sudah memiliki Kai “Mianhae, aku tak bermaksut seperti ini. Aku hanya kwatir kepadamu” tatapku lurus.

“Kau ini siapa?” aku menatapnya bingung.

“Kau ini siapa!”

“Apa maksutmu?” tanyaku bingung.

“Tidak mungkin”

“Ini tidak mungkin”

Aku menatapnya bingung “Apa maksutmu princess?”

“Kau ini siapa”

“Aku tidak mengerti maksutmu”

“Mengapa menjadi seperti ini? mengapa?!” kesal Krystal.

“Princess maafkan aku”

“Tidak, tidak mungkin” elak Krystal.

“Kau tidak mungkin obat penawarku”

“Obat penawar?” ucap Amber.

———————————————————–

sorry banyak typo hahaha

 

 

 

Beautiful Stranger 16

Aku benar-benar terkejut atas tindakan Jessica yang tiba-tiba ingin begitu saja mengakhiri hidupnya, tentu saja aku tidak akan membiarkan itu terjadi kepadanya! aku tidak ingin pengorbanan dia selama ini menjadi sia sia.

“Bagaimana dengan adikmu!!” ku keraskan suaraku agar dia bisa mendengar suaraku dengan jelas.

“Bagaimana dengan adikmu Sica?” aku harap dengan aku mengatakan ini dapat menghentikan niat buruknya, God help me! aku tidak ingin dia mati sia-sia.

“Bagaimana dengan Krystal!” tak ragu aku sebut saja namanya agar dapat menyadarkan dirinya bahwa selama ini yang iya cari dan iya dengar setiap harinya adalah Krystal, yang tepat berada di depan matanya..

“Krystal, Krystal Jung Soojung! itu nama lengkapnya” aku melangkahkan kakiku dengan hati hati berusaha mendekatinya yang masih berdiri bebas.

“Nama yang selalu kau dengar, nama yang selalu kau cari kebenaran nya, nama yang selalu ibumu ucapkan” kini hanya sedikit langkahan kaki untuk mendekatinya.

“Krystal adalah adikmu, apakah kau tega meninggalkan nya begitu saja?”

“Tidak mungkin” aku dapat mendengar suaranya, suara yang terdengar syok setelah apa yang ku katakan.

“Dia adalah adikmu, dia adalah anak dari ibumu” kini aku bersiap-siap di belakangnya, dengan penuh hati hati aku tidak melepaskan pandanganku darinya.

“Sica” ku panggil namanya berharap dia baik-baik saja setelah mendengar semua ini, aku tahu ini tidak mudah di terima olehnya. Aku tahu ini bukan waktu yang tepat untuknya tapi aku harus bagaimana lagi? hanya ini jalan satu satunya agar iya mengurungkan niat buruknya. Agar iya tahu bahwa saat ini adik satu satunya sedang sakit dan begitu membutuhkan nya.

“Sica aku tahu ini sangat sulit untuk di percaya, tapi bila kau jatuh dari gedung ini apa kau tidak tega kepada adikmu? apa kau tidak tega kepada ibumu? kau tahu Krystal sedang sakit, dia membutuhkanmu! kau tidak tahu setiap harinya iya selalu ingin bertemu dengan ibumu. Dia selalu membawa foto ibumu kemanapun dia pergi dan di tambah lagi jika Krystal mengetahui dia memiliki seorang kakak wanita dia pasti bahagia bila mendengarnya. Kau tidak sendiri Sica, masih banyak orang yang akan selalu berdiri di sampingmu!” aku berusaha dengan semampuku agar dapat meluluhkan hatinya.

Aku bisa mendengar desahan tangisnya, semakin dalam iya menangis semakin membuat hatiku teriris, aku tidak menyangka hidup yang iya jalani begitu rumit “Sica”

Ku ulurkan tanganku “Percayalah aku akan selalu ada untukmu kita akan menyelesaikan masalah ini bersama-sama, aku berjanji akan terus di sisimu”

Perlahan Sica mulai membalikan badannya, wajahnya terlihat begitu sedih. Matanya yang indah terlihat begitu merah karena air mata yang di teteskan olehnya.

“Hold my hand” ku tatap matanya, mata yang penuh kesedihan. Tapi aku berjanji ini untuk yang terakhir kalinya kau menderita Sica.

Sebuah sentuhan lembut kini dapat kembali kurasakan, seakan tidak mau membiarkan nya lari dariku segera ku genggam erat tanganya yang sedikit berkeringat. Kini ku genggam kedua tanganya berusaha membawanya turun dari tempat yang bahaya.

“Jangan lakukan ini lagi” tatapku padanya yang di balas dengan pelukan.

Menangislah Sica, mengangislah. Lepaskan semua beban yang ada di pundakmu, lepaskan semua amarah yang tersimpan di dadamu.

Ku balas pelukan nya dengan membelai rambutnya agar iya sedikit lebih tenang “Kwaenchana”

Aku tidak melepaskan pelukan nya hingga iya berhenti menangis di pelukan ku “Sudah?” tanyaku padanya yang kini berhenti memeluku.

“Aigoo, bahkan saat menangis wajah kalian terlihat sangat mirip” godaku padanya yang di balas dengan pukulan ringan di dadaku. Mereka berdua benar-benar lucu.

“Mengapa kau tidak mengatakan nya?” pertanyaan Jessica membuatku berfikir sejenak.

“Mengapa baru sekarang kau mengatakan nya Am?”

Ku tarik panjang nafasku “Biane Sica, maafkan aku baru sekarang mengatakan nya padamu. Hanya saja aku merasa belum siap mengatakan nya padamu, kau tahu kau selalu membahas soal ibumu dan Krystal. Saat kau membahas itu, kau seperti merasa tidak senang dan kau merasa itu hal yang tidak mungkin terjadi seolah kau muak dengan semua yang kau katakan, itu sebabnya aku belum mengatakan nya kepadamu” aku memegang kedua pundaknya, menatap wajahnya yang begitu sedih.

“Berjanjilah jangan melakukan hal bodoh seperti ini lagi” kini kedua bola matanya menatapku.

“Ne” aku tersenyum mendengarnya.

“Kalau begitu kita kembali ke rumah sakit oke” syukurlah Jessica berhasil ku bujuk.

Kini aku sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit bersama Jessica, hatiku merasa begitu lega karena kini dia berada di sampingku dalam keadaan sehat tanpa luka satupun di tubuhnya. Sesekali aku melirik ke arahnya memastikan dia baik-baik saja tapi rasanya tidak mungkin, aku yakin dia masih belum bisa terima kenyataan yang dia hadapai saat ini tapi setidaknya ini lebih baik dari pada dia harus mengakhiri hidupnya.

“Amber” suaranya membangunkan lamunanku yang sedari tadi menatap ke arahnya.

“Ne” jawabku gugup.

Wajahnya terlihat sedang memikirkan sesuatu “Ada yang ingin kau tanyakan padaku?”

Dia membalasku dengan senyuman kecil di bibirnya, aku tidak tahu mengapa aku begitu senang bisa melihatnya kembali tersenyum.

Aku tersentak kaget saat Jessica memegang tanganku dengan senyuman yang masih menghiasi wajahnya “Terima kasih” kalimat singkat tapi penuh dengan makna.

“Terima kasih untuk segalanya” aku tersenyum mendengarnya dan ku balas genggaman tanganya.

“Kau adalah sahabatku Sica, aku tidak akan membiarkan kau menderita” kami berdua saling tersenyum.

“Ohh jadi selama ini Krystal tinggal bersamamu?”

“Iya selama ini dia tinggal bersamaku Sica tapi akhir akhir ini dia tidak bersamaku lagi, aku tidak tahu dia dimana. Aku kira dia tinggal di rumah Yuri tapi setelah aku bertanya kepada Yuri dia tidak tinggal bersamanya bahkan Yuri mencari Krystal” aku menatap Jessica, apakah aku salah menyebutkan nama Yuri di depan nya pada saat seperti ini?

“Apakah Yuri dekat dengan Krystal?” dari pertanyaan saja sudah bisa ku simpulkan bahwa Jessica masih peduli kepada Yuri.

“Ya, Yuri begitu dekat dengan Krystal bahkan Yuri memberikan pekerjaan kepada Krystal” setelah aku menjawab pertanyaan nya secara tiba tiba dia menjadi diam, apakah dia cemburu?

Aku menarik nafasku “Ya!” aku sedikit meninggikan suaraku.

“Kau tidak sedang becanda bukan?” tanyaku dengan sedikit candaan.

“Apa maksutmu?”

“Haishh, kau saat ini tidak berfikir bahwa Yuri menyukai Krystal bukan?” tanyaku yang membuatnya menjadi diam, haha lucu sekali apa dia sedang cemburu terhadap adiknya sendiri?

“Lihat kau malah diam saja, aigoooo” aku menggelengkan kepalaku.

Wajah Jessica menjadi gugup hingga suaranya terdengar terbatah batah “Y-yya! tentu saja tidak! bagaimana mungkin aku berfikiran seperti itu llama bodoh” haishh dia menatapku dengan death glare!

“Kau jangan menatapku seperti itu, itu membuatku mati kedinginan” aku memeluk tubuhku seakan akan aku akan mati kedinginan akan tatapan matanya.

“Itu semua karena dirimu! jika kau tidak bicara seperti itu kan aku tidak akan mengutukmu menjadi es!” hasihh mengapa dia yang sekarang menggunakan nada tinggi.

“Arasso arasso!” aku kembali menatap jalan, dan seketika aku ingat Krystal. Sekarang sudah pukul 10, apakah dia sudah bangun? aku merogoh saku celanaku untuk mengambil ponsel.

“Ah sial ponselku mati!” aku mengetuk ngetuk ponselku berharap bisa hidup.

“Ada apa?”

“Ponselku mati, aku ingin menelfon Krystal” aku masih mengetuk ngetuk ponselku.

“Kau mau ponselmu rusak? jelas-jelas ponselmu mati karena batrenya habis, kau gunakan ponselku saja untuk menelfon Krystal” aku menghentikan tindakan bodohku dan menunggu Jessica memberikan ponselnya tetapi seketika iya menjadi panik, ada apa denganya?

“Ada apa Sica?”

Jessica menghela nafasnya “Sepertinya ponselku tertinggal di rumah sakit”

“Yasudahlah lagi pula sebentar lagi kita akan sampai” senyumku padanya dan kembali melihat luar jendela yang dengan langit yang begitu cerah.

Sungguh aku tidak sabar bertemu dengan Krystal, aku ingin tahu bagaimana eksprisnya saat iya mengetahui bahwa kakak dan ibunya tepat berada di sisinya,  Krystal tunggu aku.

Tidak butuh lama kami menunggu akhirnya kami sampai di lobi utama rumah sakit Seoul, aku bergegas berjalan melalu lobi utama dengan menggunakan lift menuju lantai atas. Aku menatap Jessica wajahnya sedikit gugup di tambah lagi iya mengigit bibir bawahnya layaknya Krystal.

“Gwenchana” aku menyentuh pundaknya agar iya bisa tenang.

“Huffhh aku merasa gugup”

“Tenang saja, akan ku jelaskan semuanya kepada Krystal okay” senymku padanya.

Ting” tepat di lantai 9 pintu lift terbuka otomatis “Kau siap?” tanyaku pada Jessica yang di balas anggukan olehnya.

Aku dan Jessica melangkah keluar menuju kamar yang terletak tak jauh dari pintu lift.

“923” kini kami tepat berdiri di pintu kamar Krystal, kembali lagi aku melihat Jessica “Ayo masuk”  aku membuka perlahan pintu kamarnya.

Entah mengapa aku merasakan ada sesuatu yang aneh, segera aku masuk lebih dalam ruangan ini mencari Krystal yang tak ku temui di tempat tidurnya.

“Princess” aku mengetuk pintu kamar mandi memastikan ada atau tidaknya dia di dalam.

“Princess apa kau di dalam?” aku kembali mengetuk tetapi sepertinya tidak ada jawaban dari dalam, tak bermaksut lancang aku segera membuka pintu kamar mandi.

Dan benar saja tidak ada Krystal di dalamnya “Kemana dia?” tanyaku heran.

“Dimana Krystal?” aku melihat wajah Jessica yang tak kalah khawatir denganku.

“Kau tunggu disini aku akan bertanya pada suster” segeraku beranjak dari kamar ini dan segera bertanya kepada suster yang tak jauh dari kamar Krystal.

“Suster”

“Ya”

“Apa kau tahu pasien yang beranama Krystal sedang dimana?” suster itu memasang wajah yang bingung.

“Maksut tuan apa?”

Aku menghela nafasku “Pasien yang bernama Krystal tidak ada di dalam kamarnya!” haish aku menjadi emosi, bagaimana bisa seorang suster tidak memeperhatikan pasien nya.

“Suster jawab dimana Krystal!” bentaku yang membuat semuanya menoleh ke arahku.

“Seorang pasien hilang dan kalian tidak mengetahuinya?!” tatapku marah kepada mereka.

“Tuan tenanglah kami akan mencarinya”

“Tenang katamu? dammit!!” aku segera berlari menuruni anak tangga.

“Kemana dia!” aku berlarian kecil menelusuri setiap lorong maupun koridor rumah sakit hingga aku mencari sampai di luar bahkan ke jalan.

“Dimana kau princess” aku menarik nafasku, aku tidak tahu harus mencari kemana? dengan keadaan yang sakit seperti itu sungguh membuatku khwatir! bagaiamana bisa iya kabur dari rumah sakit, apakah aku memiliki salah padanya! sial, aku benci diriku sendiri!

Aku terus mencari ke segala penjuru arah berharap dapat menemukan nya di tengah keramaian yang mengelilingi sekitarku “Dimana kau Krystal?” aku benar-benar merasa frustasi, aku benar benar di buat gila olehnya!

“Aghhh!!” ku lampiaskan kekesalan ini ke sebuah tembok yang tepat di depan mataku, aku merasa kesal aku merasa benci kepada diriku sendiri! nafasku sungguh menggebu gebu seiring dengan amarah di dadaku “Ku mohon jangan seperti ini Krystal”

Ku pejamkan mata ini berusaha menenangkan diriku tapi itu tidak berhasil, terbesit senyuman nya di wajahku. Begitu rupawan, begitu menawan, sangat sempurna dan begitu indah. Tak kuat lagi dengan bayangan itu ku kembali membuka kedua klopak mata ini dengan mata yang begitu merah yang berusaha menahan air di mataku agar tidak terjatuh.

“Toloonggg!!” terdengar suara yang begitu melingking masuk kedalam telingaku yang membuat perhatianku mengarah kepada sumber suara, seketika semua orang berlari ke arah sumber suara. Apa yang terjadi?

Ntah mengapa aku mengikuti langkah kaki orang orang itu, terdengar suara orang yang berbisik bisik tapi sial aku tidak mengetahui apa yang terjadi. Dengan rasa pensaran aku menerobos kerumunan orang yang berada di depanku “Permisi, permisi”

Dan….

Aku berdiri terkejut melihat seorang yeoja yang terbaring pucat dengan seorang paruh bayah yang menopang tubuhnya dengan air mata.

Tak perlu pikir panjang aku langsung menghampiri nya yang terlihat begitu tak beradaya, ku guncangkan sedikit tubuhnya agar iya sadar dari tidur panjangnya “Krystal!” sebuah nama yang selalu membuatku khawatir.

“Krystal bangunlah!! apa yang terjadi denganmu!” tubuhnya begitu dingin, tak ingin semakin parah aku segera mengendongnya “Bertahanlah princess” aku segera membawanya kembali ke rumah sakit dimana iya di rawat.

Aku berlari dengan tenaga yang tersisa di tubuhku membawa Krystal ke ruang UGD untuk mendapatkan pertolongan “Amber! ya Tuhan Krystal apa yang terjadinya denganya?” Jessica terlihat menangis melihat adiknya yang pingsan.

“Tenanglah Sica aku akan membawanya ke ruangan”

Krystal Pov

Begitu tenang, begitu melegakan dengan menghirup udara segar di tengah ladang hijau yang menyelimuti tubuhku. Kurasakan sebuah kedamain yang tak pernah ku dapatkan akhir akhir ini. Ku buka mata ini memandang padang rumput hijau dengan matahari yang begitu hangat. Tapi, tapi tidak lama aku merasakan kedamaian ntah mengapa angin menjadi begitu kuat hingga ladang hijau yang begitu tenang menjadi ribut akan suara angin, tak kalah dengan angin yang begitu ribut langitpun berubah menjadi gelap dengan petir yang begitu menakutkan. Ada apa ini? aku merasa takut, aku berlari kencang untuk menyelamatkan diriku.

“Ah!” kakiku! kakiku terkilir dan arah angin itu semakin mendaktiku dengan petir yang mengiringinya. Aku memjemakan mataku tidak ingin mengethui kejadian apa yang akan menimpahku.

Seketika tubuhku menjadi sakit yang tak ku ketahui apa penybabnya “Ada apa ini?” tanganku merasa dingin bagaikan es yang telah membeku, detak jantungku berdetak dengan cepat, tubuhku lemas hingga  membuatku tersungkur di tanah.

Aku berusaha membuka kedua mata ini, mata ini begitu berat dan begitu panas. Saat mataku terbuka padanganku begitu buram tapi aku masih bisa mengenali bayangan yang ada di sekitarku. Dengan langit yang masih berwarna hitam dengan gemuruh angin yang kuat aku melihat sosok berjubah hitam yang tubuhnya begitu besar “Siapa kau?” tanyaku dengan sisa kekuatanku.

“Kita bertemu lagi princess” suara yang begitu mengerikan hingga membuat bulu ku merinding saat mendengar nada suaranya.

“Akhir akhir ini kau terlihat begitu menderita” aku hanya diam terbujur kaku, aku tidak dapat melakukan apapun.

“Hmmmm, haruskah aku mengambil jantungmu sekarang?” aghhhhhh!! aku tidak bisa berteriak, aku tidak bisa melakukan apa apa kecuali menahan rasa sakit di bagian jantungku. Ini begitu sakit! tolong lepaskan tanganmu dari tubuhku! sungguh ini sangat menyiksaku!

“Bagaimana rasanya? sakit bukan? hahaha, jika kau tidak ingin merasakan sakit yang lebih dalam lagi segera kau temukan obat penawarnmu princess karena kalau tidak, aku tidak segan segan membawamu ke neraka dan merobek seluruh tubuhmu hahahaha”

Aku hanya bisa menatap malaikat kematianku, aku bisa merasakan sakitnya saat jari jarinya yang tajam menyentuh tubuhku. Rasanya begitu sakit.

“Ohh jangan menangis princess, kau masih memiliki waktu untuk menemukan obatmu. Tapi… ntah mengapa aku merasakan bahwa aku….” malaikat kematian mendakti diriku dengan aura yang begitu dingin dan begitu mencengkam.

“Aku akan membawamu pergi hahahha” tawanya yang begitu besar membuat langit pecah hingga memunculkan suara petir yang begitu besar.

“Sampai bertemu 13 hari lagi princess hahahaha”

Tidak, tidak! aku tidak ingin mati.

Author Pov

Krystal terbaring dengan beberapa alat di tubuhnya dengan alat alat yang tersambung langsung ke tubuhnya serta alat pernafasan yang menghiasi wajah cantiknya, dokter mengatakan bahwa iya mengalami koma hingga iya harus masuk ruang intensif.

Harumnya bunga mawar merah mengelilingi ruangan besar ini, tapi sepertinya bunga itu tak sewangi saat pertama kali di petik hingga sesosok yeoja menggantinya dengan bunga yang baru “Hmm” gumamnya dengan senyuman.

Di letakan kembali vas bunga mawar baru itu di samping adiknya yang masih belum sadarkan diri, ingin lebih lama di samping orang yang iya cintai, yeoja berambut coklat itu duduk di samping tempat tidur adiknay dengan memegang lembut tanganya.

“Krystal” di genggam lembut tangan adik satusatunya itu dengan penuh kasih sayang

“Mianhae” yeoja itu meneteskan airmata di tangan adiknya.

“Maafkan aku karena tidak bisa menjagamu, maafkan aku menjadi kakak yang buruk bagimu! aku benar-benar sangat bodoh! bagaimana bisa aku tidak mengenali adiku sendiri? bagaimana bisa aku tidak mengetahui bahwa adiku sedang merasakan kesulitan, bagaimana aku tidak mengetahui pengorbanan mu terhadap hidupmu yang begitu membuatku terluka!” ia menangis dengan tersedak-sedak dengan tangan yang masih menggengam lembut tangan adiknya.

“Aku begitu egois, aku memiliki akal yang pendek hingga aku hampir memutuskan untuk mengakhiri hidupku tanpa adanya masalah yang bagitu besar tapi kau.. kau bertahan hingga sejauh ini, maafkan aku Krystal. Aku bukan kakak yang baik untukmu”

“Jessica”

“Jessica sudahlah jangan menangis, jangan menyalahkan dirimu sendiri” Jessica tetapi menghiraukan suara namja yang tepat berdiri di belakangnya.

“Jessica sudahlah jangan seperti itu”

“Krystal…”

“Krystal Jung..”

“Krystal Jung Soojung, anaku..” wanita paruh baya itu menangis di tubuh Krystal.

“Mengapa disaat seperti ini kita di pertemukan? mengapa di saat kau seperti ini! setiap hari aku selalu memikirkan tentangmu, berharap dapat menyentuh wajahmu, berharap dapat mendengar suaramu sayang” wanita paruh baya itu mengelus pipi Krystal. Jessica dan ibunya menangis dengan penuh airmata.

“Bangunlah nak, kumohon”

Secara perlahan tubuhku Krystal sedikit memberikan reaksi, matanya terpejam mulai menggerakan bola matanya. Jari jemarinya mulai sedikit bergerak walaupun itu terasa sangat susah untuknya.

“Krystal!” Jessica lantas kaget melihat reaksi yang di berikan kepada adiknya.

“Krystal” denyut jantung Krystal berdetak dengan cepat.

“Cepat panggil dokter!” perintah Krystal.

“Krystal anaku”

Tak butuh lama dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Krystal, seisi ruangan terlihat cemas melihat keadaan Krystal.

Dokter mengecek seluruh tubuhnya dengan hati hati “Bagaimana dok?” tanya sang ibu.

“Saat ini dia baik-baik saja, dia hanya mengalami sedikit syok dalam alam sadarnya tapi itu tidak apa-apa. Kami akan mengawasinya terus jadi tak perlu khawatir”

Krystal Pov

Kepalaku terasa pusing, sekujur tubuhku terasa sangat sulit untuk di gerakan tapi aura dingin itu telah menghilang dan tak kurasakan lagi. Kali ini jauh lebih hangat yang sungguh menengangkan jiwaku yang terguncang.

“Krystal” aku dapat mendengar, seseorang menyebutkan namaku tapi aku terlalu sulit untuk membalasnya.

“Krystal” aku berusaha lebih keras untuk membuka mata ini, sedikit demi sedikit usahaku berhasil. Mata ini akhirnya menurut denganku, perlahan aku membuka mata ini tetapi sayang bayangan nya masih terlihat kabur tapi aku bisa melihat ada beberapa orang yang berdiri di sekitarku.

Dimana aku? mengapa ada banyak orang disini?

“Ya Tuhan terima kasih kau telah membalikan anakku”

Mata yang menangkap bayangan buram ini perlahan mulai menampakan visual yang sesungguhnya “Krystal” aku menatap wajahnya, wajahnya begitu merah dengan airmata yang mengalir deras di pipinya.

“Krystal ini aku, ini aku ibumu”

“Ibu?” saat aku mendengarnya ntah mengapa aku seperti mendapatkan kekuatanku kembali.

“Ibu” ucapku sekali lagi meyakinkan bahwa beliau adalah benar-benar ibuku, ibu yang selama ini kucari.

“Iya nak” aku tersenyum mendengarnya lalu ku rasakan sebuah pelukan hangat, apakah ini rasanya di peluk oleh seorang ibu? begitu luar biasa hangat yang iya berikan, aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan hingga membuatku menangis karena sentuhan nya.

“Ibu”

“Iya” kedua telapak tanganya mengelus pipiku.

“Adiku” aku terdiam mendengarnya dan menoleh ke arah suara.

“Adiku” mungkinkah?

“Mianhae aku tidak bisa menjagamu dengan baik” ia memeluku dengan erat, adik? apakah dia kakaku? apakah aku selama ini memiliki kakak?

“Sica unnie” tanyaku bingung.

“Kau adalah adiku Krystal dan aku adalah kakakmu”

Aku tidak tahu harus mengatakan apa, aku tidak tahu harus berbuat apa. Betapa bahagianya hidupku saat mendengar kabar bahagia ini, melihat ibu serta kakaku yang berada di sampingku.

“Ibu, kakak” aku menangis bahagia melihat mereka berdua, aku menangis hingga sulit rasanya bernafas. Aku merasa bahagia dengan kehadiran mereka. Kami bertiga saling melempar senyum.

“Mulai sekarang kita akan hidup bahagia” ucap ibuku yang kubalas dengan senyuman.

“Sepertinya kita harus merayakan semua ini?” suara itu…

“Yuri oppa!” senyumku melihatnya.

“Sudah cukup tidurnya! mulai sekarang kita akan bersenang senang apa kau mengerti” aku tersenyum mendengarnya.

Aku melihat ibuku, Jessica kakaku, Yuri oppa yang berdiri tidak jauh dariku dengan Kai yang ada disampingnya serta Tiffanya yang memberikanku senyuman, mereka semua ada untuku. Aku sungguh berterima kasih.

“Aku senang kau bisa tersenyum kembali Krystal” ucap Kai.

“Ya! Krystal baru saja bangun kau sudah menggodanya! apa kau ingin mati?” hahahaha aku tertawa mendengarnya Yuri oppa benar-benar protec kepadaku.

Tapi….

Ntah mengapa hati ini merasa hampa, seperti ada sesuatu yang hilang dari hatiku.

“Klik” suara pintu terbuka.

Aku segera menengok ke arah pintu dan…

Dia..

Matanya..

Bibirnya..

Rambutnya..

Aku menatap dalam matanya, mata yang sayu karena terlalu lelah berkerja.

Aku menatap bibirnya yang selalu menceritakan hal konyol hingga membuat perutku sakit tak karuan.

Aku menatap rambutnya yang berantakan karena kau tahu dia sangat malas untuk menyisir rambutnya yang hitam itu.

Aku menatap, terus menatap dan menatapnya tanpa seditik pun ku lewati, aku merasakan berat di hatiku, aku merasakan luapan emosi di dadaku, aku merasakan pikiranku yang kembali akan kenangan manis yang terkadang membuatku gila. Ingin rasanya aku berlari, ingin rasanya jari jari ini menyentuh kembali wajahnya, ingin rasanya tangan ini di genggam olehnya saat aku merasa kedinginan.

Author Pov

Suasana seketika menjadi canggung, semua mata tertuju kepada Amber dan Krystal yang saling melempar pandang “Ehem ehem” Yuri mengisyaratkan Amber agar bangun dari lamunan nya.

“Ohh Annyeong haseyo” Amber membungkuk dengan kikuk.

“Yah llama mengapa kau menjadi canggung seperti itu?” Amber menggaruk kepalanya tidak tahu apa yang harus iya katakan.

“Ehmm aku kesini hanya ingin mengantar sesuatu” Amber berjalan menuju arah meja dan menaruh plasti mangga yang iya beli di jalan.

“Aku permisi”

“Ya! ada apa denganmu?” Amber menghentikan langkahnya.

“Llama bodoh, kau ini kenapa? apa kau tidak bahagia melihat adiku bangun dari komanya? mengapa kau sangat aneh seperti ini?” bentak Jessica yang bingung melihat sikap Amber.

“Aku tidak apa-apa aku hanya sedikit tak enak badan” senyum paksa Amber.

“Aku permisi”

“Ya!” Sica ingin mengejarnya tapi Yuri lebih dulu menyusul Amber keluar.

“Haishh ada apa dengan llama itu?” heran Sica.

Krystal hanya diam tak tau harus berbuat apa dan terus menatap kepergian Amber.

Sementara itu Yuri berusaha mengejar Amber “Ya! hentikan langkahmu!” teriak Yuri tapi Amber yang keras kepala tidak memperdulikan nya.

“Amber!!” kesal tak di tanggapai, Yuri menarik bahu Amber dengan kasar.

“Ada apa denganmu hah?!” tatap Yuri marah tapi Amber tak berkutik bahkan iya tak melihat wajah Yuri yang berada di depannya.

“Kau ini kenapa? ada apa denganmu?!” ucap Yuri.

“Ini bukan urusanmu” Amber membalikan badanya tapi Yuri kembali menahan pundaknya.

“Bukan urusanku? jika itu menyankut Krystal maka itu adalah urusanku! ada apa denganmu? mengapa kau bersikap seperti itu kepada Krystal?! apa kau ingin menyakitinya? apa kau ingin menyakitinya dengan sikap seperti itu! kau tahu bukan Krystal koma selama 3 hari, dan aku yakin Krystal lebih mengharapkan kehadirmu dari pada yang lain!” bentak Yuri.

“Aku tidak ingin menyakitinya! itu sebabnya aku tidak ingin berada di sekitarnya, Krystal sudah bangun dari komanya itu sudah cukup bagiku!” tatap Amber.

“Lalu sekarang kau akan pergi meninggalkan nya, begitu? setelah selama ini kau menjaganya, setelah selama ini kau melindunginya? setelah selama ini kau selalu berada di sisinya, ada apa dengamu? mengapa kau seperti ini!”

“Aku seperti ini karena aku tidak ingin melihatnya menderita! aku tidak ingin terus menerus melihatnya menderita karena aku!”

“Karenamu? apa yang kau perbuat? kau tidak berbuat apa-apa, mengapa kau menyudutkan dirimu dengan merasa bahwa kau yang paling bersalah!” tanya Yuri.

“Krystal tidak akan seperti ini kalau aku tidak bersamanya, itu sebabnya iya pergi meninggalkanku”

“Kau gila!” tawa ejek Yuri.

“Jika kau berfikir sepeti itu kau benar-benar bodoh! kau beranggapan bahwa kau adalah penyebab dari semua ini? beranggapan bahwa kau adalah pembawa malapetaka dari setiap kejadian yang di hadapi Krystal?” tatap Yuri.

“Kau bahkan tidak tahu mengapa Krystal meninggalkanmu, bukan? kau tidak boleh berfikir seperti itu! sekarang dengarkan aku, Krystal kini telah sadar dan iya kini bertemu dengan ibu sekaligus kakaknya. Apa kau tidak lihat raut wajahnya yang begitu gembira? jadi tolong, jangan memperkeruh suasana hanya karena tindakan serta sikapmu yang bodoh itu Am!” ucap Yuri marah dan pergi meninggalkan Amber.

Sementara itu…

“Apa kau tidak apa-apa” Krystal terkejut dan hanya mengangguk senyum.

“Kau terlihat melamun, apa ada sesuatu yang menganggumu?” tanyanya khawatir.

“Tidak ada, kau tidak perlu khawatir Kai” senyum Krystal kepada sosok namja yang di sampingnya.

“Aku senang bisa melihatmu tersenyum kembali” ucap Kai yang menatap Krystal.

“Terima kasih Kai”

“Kau tidak perlu berterima kasih Krys, melihatmu seperti ini saja aku sudah senang jadi tolong jaga kesehatanmu” Kai dengan sekietika memegang tangan Krystal, Krystal tersontak kaget atas sikap Kai.

“Maaf” ucap Kai.

“Ehmm mengapa Yuri oppa belum datang?”

“Aku tidak tahu, aku akan mencoba menelfonya” Krystal mengangguk dan Kai meninggalkan Krystal.

“Sepertinya dia menyukaimu”

“Unnie”

“Lihat saja dari tingkah serta pandangan matanya” ucap Jessica yang mengaduk aduk bubur hangat untuk adiknya.

“Tapi aku dan Kai hanya berteman”

“Apa kau yakin?” Krystal mengangguk yakin.

“Hmm baiklah, ayo makan ini aaaa” Krystal menatap sendok yang berisikan bubur hangat, seketika memornya kembali akan ingatan nya bersama Amber saat Amber jatuh sakit.

“Krystal”

“Ne?” bingungnya.

“Sampai kapan kau menatap buburnya? ayo cepat makan” Krystal langsung memasukan suapan pertama bubur hangat dari kakaknya.

“Apakah enak?” Krystal mengangguk.

“Jika kau menganggap Kai hanya sebagai teman lalu bagaimana dengan Amber?”

“Uhukk uhuuukk uhuukk” melihat adiknya yang tersedak Jessica menggambilkan segelas air mineral untuknya.

“Haishh makan lah dengan perlahan”

Krystal menarik panjang nafasnya “Apa kau terkejut atas pertanyaanku tadi?” goda sang kakak.

Krystal menatap Jessica dengan mata yang membulat “Tentu saja tidak unnie! untuk apa aku terkejut?” malu Krystal.

“Hmm baiklah, lalu?”

“Lalu apa?” tanya balik Krystal.

“Bagaimana dengan Amber? apa kau menyukainya?”

Krystal terlihat terdiam mendengar pertanyaan unnienya “Hahaha kau lucu sekali aigooo” Jessica mengacak acak rambut adiknya.

“Unnie rambutku! haishh” di dalam canda tawa mereka, Krystal masih terbesit akan pertanyaan Jessica kepadanya “Amber? sepertinya aku tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata, itu sangat sulit bagiku”

“Krystal”

“Yuri oppa!” senyum lebar Krystal.

“Apa kau sudah membaik?” tanya Yuri yang memegang dahi Krystal.

“Tentu saja oppa, kau tidak perlu khawatir”

Mendengar Krystal berkata seperti itu membuat Yuri mencubit pipi Krystal “Oppa sakit!”

“bagaimana bisa aku tidak khawatir padamu Krys?” tatap Yuri.

“Unnie kau ingin kemana?”

Jessica menghentikan langkahnya “Ehmm aku ingin keluar sebentar” senyumnya.

“Tapi unnie aku ingin bersamamu” pinta Krystal.

“Ehmm sebaiknya aku pergi,  aku dan Kai akan pergi. Jaga kesehatanmu, besok aku akan kembali melihat keadaanmu oke. Cepat sembuh” senyum Yuri.

Yuri melangkah menuju arah pintu dimana Jessica juga bediri di depan pintu, tanpa sengaja mereka berdua saling berpapasan yang membuat keduanya terlihat bingung. Saat Jessica melangkah ke kanan maka Yuri melangkah ke kanan, saat Jessica melangkah ke kiri Yuripun mengikutinya hingga mereka berdua saling bertatapan dari mata ke mata.

“Eheeemm oppa jika kau terlalu bingung untuk lewat pintu kau bisa lewat jendela” goda Krystal yang membuat Yuri menjadi malu.

Karena gugupnya Yuri iya langusng bergegas pergi keluar dari ruangan Krystal “Lucu sekali hahaha” tawa Krystal.

“Mengapa kau tertawa?” tanya Jessica.

“Yuri oppa benar-benar lucu, aku baru kali ini melihatnya seperti itu, malu malu seperti tadi hahaha” tawa Krystal.

Jessica melangkah maju mendekati adiknya “Apa kau benar-benar dekat dengan Yuri?” tanya Jessica.

“Yap, Yuri oppa benar-benar namja yang baik. Bahkan selama aku kabur dari rumah Amber dia yang memberikan ku tempat tinggal dan pekerjaan di restoran Sunny unnie”

“Sunny?” Krystal mengangguk.

Seketika wajah Jessica berubah menjadi sedih “Unnie, gwenchana?” tanya Krystal.

Jessica sedikit memaksakan senyumnya dan berkata “Gwenchana”

“Oh iya aku akan mengambil beberapa baju di rumah dan juga menjemput ibu, kau tidak apa-apa kan sendiri?”

Krystal menghela nafasnya “Huffh yang benar saja, aku baru saja bangun dari tidur panjangku dan sekarang aku malah di tinggal” cemberut Krystal.

“Aku harus mengambil beberapa barang di rumah” Jessica mengkemas isi tasnya.

“Oh iya, jika kau kesepian aku akan menelfon Amber” mata Krystal membulat saat mendengar nama Amber.

“Tidak perlu unnie”

“Mengapa tidak perlu?”

“Kau tahu bukan Amber sangat sibuk, aku hanya tidak ingin menggangunya” pelan suara Krystal.

Jessica melipat kedua tanganya dan menatap bingung Krystal “Aku begitu banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan padamu”

Krystal menatap kakaknya diam “Tapi nanti saja, kau ingin titip apa?” tawar Jessica.

“Tidak usah unnie”

“Baiklah kalau begitu aku pergi sebentar okay” senyum Jessica yang mencium kening adiknya.

Langkah kaki Jessica perlahan meninggalkan Krystal yang sendiri di kamar, sudah 10 jam iya terbangun dari komanya, kini Krystal mulai merasakan bosan di tepat pukul 8 malam.

“Hmmmhh” Krystal menyandarkan kepalanya di bantal memandang sekitar kamarnya yang begitu kosong.

Merasa bosan Krystal mengambil ponselnya di meja sampingnya, Krystal mulai menghidupkan ponselnya dan begitu terkejutnya saat begitu banyak pesan serta telfon yang iya terima.

Krystal mengusap ponselnya miliknya melihat beberapa pesan yang iya terima

Dari : Stupid llama 

“Princess kau dimana? aku mohon angkat telfonku”

Dari : Stupid llama

“Kau di mana! apa kau tidak tahu aku begitu mengkhawatirkanmu!”

Dari : Stupid llama

“Aku mohon angkat telfonku, kita bisa bicara baik-baik mengapa kau menjadi seperti ini?”

“Kau tidak pernah berubah, kau selalu saja mengkhawatirkanku” senyum Krystal.

Krystal mulai membuka galeri foto di ponsel miliknya, wajahnya terlihat tersenyum lebar dan sedikit tertawa saat iya melihat beberapa fotonya bersama Amber, tetapi di balik senyum nya terdapat kesedihan yang tak bisa di bohongi oleh kedua matanya.

“Stupid”

Foto dimana Krystal dan Amber menghabiskan waktu berdua di pulau Nami, tak satu fotopun di lewati Krystal dengan senyum di bibirnya tapi semakin jauh dia memandang foto itu semakin membuat matanya berkaca-kaca.

“Ada apa ini?” Krystal menarik nafasnya tapi sayang itu tak berhasil membendung air di matanya.

“Mengapa aku seperti ini?

Nafasnya mulai terasa berat, airmatanya mulai mengalir deras “Aku ini kenapa!” kesalnya dengan terus menangis.

Krystal menangis dengan terisak-isak dengan memeluk ponselnya yang berlatar belakang fotonya dengan Amber.

Hari ke-9

Jam sudah menunjukan pukul 9 pagi matahari mulai menyirami sinar hangatnya yang masuk celah celah kecil kamar Krystal.

Sayangnya sinar yang hangat itu tidak bisa membantu sang putri bangun dari tidurnya “Dia belum bangun juga?”

Jessica melirik ke arah adiknya “Dia masih tertidur pulas” senyum Jessica yang membelai lembut adiknya.

“Biarkan dia istirahat” ucap sang ibu dengan merapihkan selimut di sofa.

“Oh” Jessica mengambil ponsel Krystal yang terselip di tanganya.

“Haish anak ini, bagaimana bisa dia tidur dengan memegang ponsel” Jessica menggelengkan kepalanya dengan ponsel Krystal di tanganya.

Merasa penasaran Jessica menatap ponsel adiknya lalu mengusap layar ponsel Krystal dan betapa terkejutnya Jessica saat menemukan foto Amber dan Krystal yang terlihat bahagia.

Melihat foto itu Jessica menatap Krystal yang masih tertidur “Jung Soojung” batin nya yang masih memegang ponsel Krystal.

“Apakah kau merindukan nya? tapi mengapa kau menghindarinya? mengapa kau menjauhinya?”

Jessica Pov

Aku benar-benar terkejut saat melihat foto Soojung bersama Amber, aku melihat begitu banyak kenangan yang mereka habiskan bersama di dalam galeri ini.

Soojung, apakah kau menyukai Amber?

“Apa kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa bu, ehmm sepertinya aku harus pergi?”

“Kau ingin pergi kemana?”

“Ehmm aku ada urusan sebentar bu” aku segera mengambil tas serta kunci mobil.

“Sepagi ini?” aku hanya mengangguk dan memberikan kecupan kepada ibu.

“Dadah ibu”

Saat di dalam perjalanan aku tiada henti menghubungi Amber “Haishh mengapa dia tidak mengangkat telfonku!” aku kesal karena sudah 10 kali lebih Amber tak mengangkat panggilanku.

Baiklah aku langsung kesana saja, aku segera melaju cepat dengan mobil sportku. Tak butuh waktu lama akhirnya aku sampai di sebuah sekolah yang terlihat begitu mewah “Pantas saja dia banting tulang untuk bisa sekolah disini” aku hanya menggelengkan kepalaku membayangakan Amber yang sekolah di tempat kalangan elit ini.

Aku segera masuk ke pintu sekolah “Waaah cantik sekali” aku hanya memandang mereka.

“Noona kau begitu cantik” haishh anak anak ini!

“Tapi dia terlihat seram!”

“Ya!!” haishh anak-anak itu!

“Ohh nona Jessica Jung” sambut sang guru muda.

“Ohh Annyeong haseyo” bungkuku sopan.

“Suatu kehormatan anda bisa mengunjungi sekolah kami” senyumnya yang telihat menggodaku, erghhh!

“Ada yang bisa ku bantu nona Jung?” senyumnya lagi.

“Aku datang kesini untuk mencari seseorang murid” jawabku.

“Murid? apakah dia memiliki kesahalan padamu? atau dia mencuri barangmu atau dia..”

“Bukan!” haish aku jadi naik emosi.

“Aku mencari Amber Liu”

“Amber Liu?” aku mengangguk.

“Ohh dia adalah anak yang paling cerdas di sekolah ini, apakah dia memiliki kesalahan padamu nona Jung? jadi aku bisa menghukumnya dan…”

“Bisakah kau memanggilnya!” tatapku dingin yang seketika membuat guru muda ini menjadi diam.

“Neee, tunggu sebentar nona” wajahnya terlihat pucat, apa seketika dia menjadi sakit.

“Baiklah” aku menunggu dengan duduk di taman sekolah ini, harus ku akui SM school benar-benar luar biasa.

“Hmmm” aku melihat jam yang menunjukan pukul 11, sambil menunggu aku melihat lihat taman sekililing yang begitu indah.

“Teman teman! ada berita besar!” aku menoleh ke seorang murid yang hendak memberitahu teman teman nya akan sesuatu, bukan maksutku untuk menguping tapi suaranya benar-benar besar.

“Ada apa mengapa kau terlihat tergesa gesa?”

“Kai!”

“Ada apa dengan nya? apa dia menyatakan cinta lagi kepada seorang yeoja? haish lebih baik kau tidak usah memberitahu kami!” aku masih memperhatikan mereka.

“Bukan! Amber dan Kai sedang bertengkar!”

“Haish itu sudah biasa, tidak menarik”

“Lagi pula itu hal yang biasa melihat si pencundang itu jadi bahan bullian hahaha”

“Tapi kali ini Amber melawan Kai!” seketika semuanya menjadi kaget.

“Apa kau becanda? mana mungkin pencundang itu berani!” oloknya.

“Ayo cepat!” Aku melihat mereka yang pergi dengan terburu-buru.

“Kai? Amber? apa aku tidak salah dengar?” aku merasa heran, mengapa nama Kai dan Amber di sebutkan? hmmmh aku harus kesana!

Aku berjalan menuju keramaian yang di dominasi oleh para murid-murid “Sial tidak terlihat” aku berusaha menerobos masuk anak anak “Permisi permisi”

Dan….

“Sudah ku bilang jauhi dia”

“Kai?” aku begitu terkejut, sungguh terkejut! aku tidak sanggup berkata apa apa lagi saat Kai menginjak badan Amber dengan kakinya.

“Haha tidak akan” Amber… wajahnya terlihat berdarah, apa yang dia lakukan!

“Aku sudah memperingatkanmu, sekali lagi kau muncul di hadapan nya benar-benar ku hancurkan hidupmu” gretak Kai.

“Hahaha seperti ini caramu? kau benar-benar kekanak kanakan, Krystal tidak akan pernah menyukaimu”

Krystal?

“Ya!” Kai kembali memukul Amber tapi kali ini pukulan Kai di tepis oleh Amber hingga membuat murid murid yang menontonya terkejut begitu pula dengan Amber.

“Sudah ku bilang padamu bukan? untuk yang satu ini aku tidak akan pernah menyerah sekalipun nyawaku menjadi taruhannya” senyum tipis Amber.

“Dasar brengsek!” Kai memukul wajah Amber tapi tak kalah kuat, Amber memukul Kai dua kali di wajahnya.

“Woaaahh!! Amber Amber!” sorak murid-murid.

Aku tidak tahan menlihat semua ini “Hentikan!!!” teriaku yang berhasil menarik perhatian mereka berdua.

“Jess-jessica??”

“Jessica noona??”

“Apa yang kalian berdua lakukan!” teriaku kesal, tidak tahan melihat semua ini aku pergi meninggalkan mereka.

“Jessica tunggu!!” teriak suara Amber yang masih bisa kudengar, kupercepat langkah ini agar iya tidak bisa menghampiriku.

“Jessica! berhentilah”

“Jessica” Amber menggengam lenganku hingga membuat langkahku berhenti.

Ku balikan badan ini, melihat bibirnya yang mengeluarkan darah segar serta pipinya yang lebam di tambah lagi pelipis matanya yang tergores luka.

“Jessica dengarkan aku” aku tidak sanggup berkata apa-apa, melihatnya seperti ini sungguh membuatku menderita.

“Jessica”

“Mengapa kau seperti ini? mengapa?” tanyaku yang sunggguh membuatku menderita.

“Kita bicarakan di tempat lain saja oke”

Kini aku dan Amber duduk di bangku taman dengan kotak obat untuk membersihkan lukanya.

“Aghh! sakit!” aku langsung memukul kepalanya.

“Ya! mengapa kau memukulku?”

“Itu karena kau bodoh! mengapa bisa kau seperti ini hah?! jadi ini alasan nya mengapa hampir setiap hari wajahmu penuh dengan luka?” teriaku kesal.

“Kau sama saja dengan Krystal”

“Mwo?!”

“Haha tidak ada”

Aku menarik nafasku dan melempar sapu tangan ke arahnya “Bersihkan sendiri!” aku benar benar kesal padanya.

“Haha kalian benar benar mirip” aku menatapnya.

“Apa maksutmu? maksutmu aku mirip Soojung?” dia mengangguk, tapi seketika wajahnya menjadi sedih. Ada apa dengan mereka berdua?

“Ada apa dengan wajahmu?” tanyaku padanya.

“Wajahku? aku sedang membersihkan luka luka ini” jawabnya yang membuatku menghela nafas.

“Maksutku mengapa dengan ekspresi wajahmu!”

“Tidak ada” jawabnya singkat.

Author Pov

“Jangan bohong”

“Tidak ada Sica,kau ini keras kepala sekali”

“Lalu jelaskan padaku mengapa kemarin kau pergi begitu saja meninggalkan Soojung?” Amber langsung menghentikan tangannya yang sedang membersihkan luka.

Amber sedikit tersenyum dengan pernyataan Jessica “Itu karena aku sedang terburu-buru, kau tahu bukan kalau aku harus berkerja?”

“Jangan berbohong, bagaimana bisa cinta pertamamu di lupakan begitu saja hanya karena sebuah pekerjaan?” Amber hanya diam.

“Haha kau ini bicara apa?” Amber menggelengkan kepalanya.

“Aku hanya bicara dengan jujur itu saja, tapikau malah membohongi dirimu sendiri” tatap Jessica.

“Aku tak membohongi diriku Sica” tatap balik Amber.

“Kau menyukainya kan?”

Amber menatap heran Jessica “Hah apa yang kau bicarakan?”

“Sudahalah Amber aku tau itu, mengapa kau pergi meninggalakan nya? mengapa kau pergi menjauhinya? mengapa kau…”

“Itu karena aku tidak ingin menyakitinya! aku tidak ingin menyakitinya dan berhenti mengkhawatirkanya”

“Amber, aku tahu kau tidak pernah menyakiti Soojung. Aku tahu kau begitu menjaganya, kau begitu menyanginya”

“Tapi mengapa dia menghindariku? mengapa dia pergi begitu saja?” kesal Amber.

“Itu karena aku memiliki kesalahan padanya itu sebabnya dia seperti itu Sica”

Jessica menghela nafasnya “Amber dengarkan aku, saat ini kondisi Soojung belum 100% stabil, dokter bilang iya bisa saja jatuh pingsan atau mungkin lebih parah dari itu. Jadi aku mohon jangan seperti ini, jangan menghindari Soojung. Bicaralah padanya, dia begitu merindukanmu Am” Amber terlihat diam.

“Mau sampai kapan kau seperti ini? Aku tahu kau begitu khawatir padanya” Jessica dan Amber saling bertatapan.

“Aku hanya tidak ingin melihat Soojung sedih hanya karena merindukan llama bodoh sepertimu” Amber tersenyum mendengarnya.

Sementara itu….

“Hoaaaaaaammmm aku bosaaannnn” Krystal merenggakan tubuhnya.

“Apa aku belum boleh pulang bu?”

“Belum nak, dokter belum mengizinkanmu pulang. Kau harus bersabar okay” Krystal mengangguk dengan mengelus kepalanya di paha ibunya.

“Ibu”

“Ya nak”

“Tidak apa” senyum Krystal.

“Ada apa? apa ada yang ingin kau bicarakan?” elus tangan nyonya Jung di rambut Krystal.

“Aku merasa senang karea akhirnya aku bisa bertemu dengan ibu dan unnie. Hmmmm, sentuhan ibu benar-benar membuatku nyaman” Krystal memejamkan matanya.

“Apa kau suka saat ibu mengelus rambutmu?” Krystal menangguk manja.

“Dulu ayah juga suka melakukan hal ini padaku” seketika raut wajah nyonya Jung berubah.

“Ibu…”

“Ya”

“Kau tahu bahwa ayah begitu mencintaimu, ayah selalu mengatakan bahwa ibu begitu cantik” nyonya Jung tersenyum mendengarnya.

“Benarkah? lalu apalagi yang ayahmu katakan?”

“Ayah mengatakan bahwa dia akan selalu mencintai ibu walaupun jarak dan ruang benar-benar memisahkan ayah dan ibu, sebelum tidur ayah selalu menceritakan tentang ibu bagaimana saat pertama kali bertemu dengan ibu lalu bagaimana pertama kali ayah jatuh cinta dengan ibu haha pokoknya banyak sekali” girang Krystal.

“Aku juga begitu mencintai ayahmu Soojung, begitu mencintai ayahmu. Ibu berharap bisa bersatu dengan nya dan hidup bahagia tapi takdir berkata lain tapi bagaimanapun juga ibu sangat bersyukur bisa mencintai ayahmu apalagi saat ini kau berada di sisi ibu. Kehadiranmu disini sudah cukup bagiku nak” Krystal bangun dari tidurnya lalu menatap sang ibu.

“Ibu, aku tidak akan meninggalkanmu dan akan tetapi disini bersama ibu dan Jessica unnie” Krystal langsung memeluk erat ibunya.

“Luar biasa” Krystal menghentikab pelukan yang iya berikan kepada ibunya karena mendengar suara yang tidak jauh darinya.

Betapa riangnya saat dia melihat “Oppa!!” senyum Krystal.

“Hallo princess” senyum Yuri dengan membawa bunga.

“Annyeong hasimnikka” bungkuk Yuri.

“Yuri?” Yuri membalas dengan senyuman kepada ibu Krystal.

“Ehmm bagaimana keadaanmu Krystal?”

“Aku benar-benar bosan oppa”

“Aigoo lucu sekali”

“Soojung, ibu tinggal sebentar ya”

“Ibu mau kemana?” tanya Krystal.

“Ibu ingin membeli sesuatu untuk kalian” senyumnya.

“Baiklah tapi jangan lama lama” nyonya Jung membalas dengan senyuman.

“Apa kau sudah makan?” tanya Yuri yang duduk di samping Krystal.

“Aku tidak suka makanan disini”

“Tapi kau harus makan Krys, bagaimana bisa kau sembuh jika makan saja kau tidak mau” ucap Yuri.

“Bagaimana kalau kau pesankan sesuatu? mangga mungkin atau daging?” senyum Yuri.

“Apa kau sedang membujukku?” tatap Krystal.

“Drriingg drrinngg” ponsel Krystal berdering.

“Ohh ini dari unnie, Hallo unnie kau dimana? mengapa disaat aku bangun kau tidak ada?” cemberut Krystal.

“Cepatlah pulang aku begitu merindukanmu!” Yuri hanya diam menyimak pembicaraan Krystal dengan kakaknya.

“Ohh ibu sedang membeli sesuatu di luar saat ini aku bersama Yuri oppa” Yuri menatap Krystal tak percaya apa yang di katakan Krystal.

“Hallo unnie”

“Hallo unnie apa kau baik-baik saja? mengapa kau tidak bicara? hmmm baiklah jika kau sedang sibuk tapi kau harus cepat pulang! arasso!” Krystal menutup telfon nya.

“Apakah unnieku selalu sibuk?” tanya Krystal pada dirinya sendiri.

Kemudian Krystal menatap bingung Yuri yang diam “Oppa”

“Ya” jawabnya singkat.

“Apa kau tidak apa-apa?”

Yuri tersenyum “Aku tidak apa-apa, ehm sebaiknya aku pergi” Yuri bangun dari tempat duduknya.

“Ya! kau baru saja datang dan ingin pergi?”

“Aku lupa kalau aku memiliki janji, aku pergi” pamit Yuri.

“Apa karena Jessica unnie kau bersikap sepeti ini?” cetus Krystal.

Mendengar perkataan Krystal membuat Yuri menghentikan langkahnya “Tentu saja tidak, kau ini bicara apa?” senyum Yuri.

“Apa kau masih membenci Sica unnie?” Yuri hanya menatap diam Krystal.

“Jawab aku oppa, apakah seburuk itu unnieku hingga kau enggan melihatnya lagi?”

Yuri tersenyum sedikit “Hentikan Krys aku tidak ingin membahasnya”

“Tapi kau tidak bisa terus terusan seperti ini, mau sampai kapan kau membohongi perasaanmu? mau sampai kapan kau berbohong”

“Krystal hentikan!” bentak Yuri.

“Kau tidak tahu apa-apa Krys! kau tidak tahu apa apa!”

“Tidak tahu apa-apa?” Krystal tersenyum tipis.

“Aku ingin bertanya padamu oppa” tatap Krystal.

“Mengapa, mengapa sampai saat ini kau masih menyimpan album kenanganmu bersama Jessica unnie? mengapa kau masih menyimpan semua barang yang mengingatkanmu padanya? apakah itu yang kau sebut benci? apakah itu yang kau sebut tidak membohongi perasaanmu?” tanya Krystal.

“Kalau aku jadi kau, aku akan mengubur semua kenangan yang ku lewati bersama Jessica unnie” ucap Krystal yang masih membuat Yuri diam.

“Tapi kau… Kau tidak melakukan nya oppa karena kau takut kehilanga nya! karena kau tidak ingin melupakan nya semua kenangan manis bersamanya dan karena kau terlalu mencintainya!” Krystal sedikit emosi karena Yuri yang bersikap keras kepala.

“Kau tidak tahu hatiku sehancur apa saat dia meninggalkanku Krys” tatap Yuri.

“Bagaimana bisa di saat aku benar-benar mencintainya, di saat aku begitu di mabuk asmara olehnya dan secara tiba tiba dia datang bersama namja lain, bagaimana jika saat itu kau berada di posisiku Krys?” teriak Yuri kesal.

“Kau tidak tahu setiap harinya aku berusaha melupakan nya, bahkan airmata ini sudah habis karena terus menangisinya!” Yuri tersenyum tipis.

“Aku adalah orang yang benar-benar bodoh, kau benar-benar bodoh Kwon Yuri. Kau membiarkan hatimu jatuh kepada orang yang salah, kau membiarkan cinta itu terus melayang sedangkan kau tahu itu akan jatuh hingga membuatku sakit!”

“Itulah aku, mecintai Jessica Jung seperti orang yang hilang akal sehatnya! ku ucapakan terima kasih kepada Jessica karena telah membuatku seperti ini” senyum pahit Yuri.

“Oppa, biarkan Sica unnie menjelaskan semuanya padamu” Yuri menatap Krystal.

“Aku yakin Sica unnie memiliki alasan mengapa dia seperti itu, tolong berikan dia kesempatan! aku yakin dia juga mencintaimu seperti kau mencintainya!”

“Hentikan! aku mohon hentikan Krys! aku tidak ingin mendengar nama itu lagi bahkan dari mulutmu” tatap kesal Yuri.

Cukup adu mulut dengan Krystal, Yuri memutuskan untuk pergi meninggalkan nya “Oppa tunggu!” Yuri menghela nafasnya.

Krystal terdiam untuk beberapa detik memastikan apakah pertanyaan yang ingin sekali iya ajukan akan di jawab oleh Yuri atau tidak?

“Apakah kau masih mencintai Jessica?” kalimat itu terlontar dari bibir Krystal yang membuat Yuri tersenyum paksa.

“Cinta? rasa ini sudah mati rasa Krys. Aku bahkan tidak tahu lagi bagaimana rasanya jantung ini berdebar ketika iya ada di depanku, menatapku dengan tatapan nya” Yuri menatap Krystal untuk beberapa saat hingga iya benar-benar memutuskan untuk pergi.

“Click” pintu di buka oleh Yuri, tapi ntah kenapa Yuri hanya diam saat membuka pintu tersebut hingga membuat Krystal heran apa yang membuat oppanya berdiri di depan pintu yang telah di buka olehnya.

“Oppa” Krystal menatap heran Yuri.

“Yuri” Krystal terkejut saat mendengar suara yang tak jauh darinya.

Yuri Pov

Apa yang salah denganku, mengapa aku tidak bisa menggerakan seluruh anggota badanku? bahkan mata ini pun tak bisa berhenti menatap gadis yang pernah membuat hatiku terluka.

“Yuri” aku hanya menatapnya, tak satupun kalimat keluar dari mulutku, aku seperti orang bisu dan lumpuh dengan seketika. Aku bahkan tidak bisa menghindari tatapan matanya yang membuatku tersihir oleh mata tajamnya.

Yuri, tenangkan pikiranmu.

Ingat, dia adalah wanita yang pernah menyakitimu, dia adalah wanita yang membuatmu menderita, dia adalah wanita yang tak layak kau cintai!

Kini perasaan serta pikrianku sedang beradu satu sama lain, aku tidak bisa mengontrol diriku.

“Yuri”

“Tolong, berhentilah menyebut namaku!” sungguh aku tidak bisa menahan diriku lagi hingga aku memtuskan untuk pergi meninggalkannya.

“Yuri tunggu aku!”

Ku percepat langkah ini karena aku muak dengan segala tinggkahnya! aku muak dengan cara dia mempermainkan hatiku! kau pikir aku apa Jessica? kau pikir aku apa?

“Yuri tolong berhentilah dengarkan aku!”

“Yuri aku masih mencintaimu!!”

Apa yang kudengar? apa yang ku dengar barusan, apa aku tidak salah mendengarnya? haha benar-benar lucu, mengapa bisa dia berkata seperti itu?

“Yuri kumohon, aku sungguh mecintaimu”

Ku pejamkan mata ini, menahan rasa perih di hati ini. Kali ini apa yang akan dia lakukan? membuatku kembali melayang lalu mejnatuhkanku hingga hancur?

“Hentikan leluconmu” senyumku tipis.

“Aku sungguh mecintaimu Yuri, rasa ini tidak pernah berubah masih sama saat kita pertama kali bertemu”

Apa kau kali ini sedang bersandiwara? kau tidak perlu mengeluarkan airmata hanya untuk membuatku terhanyut.

“Aku tidak peduli itu”

Author Pov

Jessica dan Yuri saling bertatapan, Yuri menatap Jessica dengan penuh amarah sedangkan Jessica berlinang airmata karena begitu merindukan Yuri di sisinya.

“Aku tidak peduli itu” Yuri membalikan badanya berniat meninggalkan Jessica yang menangis.

“Aku terpaksa melakukan semua ini” suara sendu Jessica yang berhasil kembali membuat Yuri menghentikna langkahnya.

Jessica menarik nafasnya, ingin mengatakan sesuatu yang sudah lama ingin dia katakan “Aku terpaksa melakukan semua ini Kwon Yuri” Jessica melangkahkan kakinya.

“Kau tidak tahu betapa hampanya hidupku tanpamu? kau tidak tahu betapa aku merindukan tawamu? kau tidak tahu betapa rindunya tangan ini akan sentuhanmu? ini sungguh berat bagiku Yuri, begitu berat! aku tahu ini adalah keputusan yang paling bodoh yang pernah aku lakukan tapi pada saat itu aku tidak tahu harus bagaimana lagi” Jessica menteskan airmatanya.

Sedangkan Yuri berdiri dengan menaruh tanganya di saku celana dengan menatap Jessica “Hentikan, aku tidak ingin mendengar itu sekarang”

“Aku tahu ini terlambat Yuri, aku tahu. Aku tahu kau tidak akan pernah menerimaku lagi di hidupmu, aku tahu kau begitu membenciku tapi aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sunggu mencintaimu”

“Mencintaiku??! kau bilang kau mencintaiku? ohh come on Jessica Jung, lelucon apa yang kali ini kau mainkan hah? kau pikir aku bonekamu yang kapan saja bisa kau permainkan? waah kau lucu sekali” cemooh Yuri.

“Lalu kau ingin aku apa? menjadikanku bonekamu lagi? apa kau sudah bosan dengan mainan barumu?”

“Hentikan Yuri! aku tahu aku salah, aku tidak berniat untuk menyakitimu” jelas Jessica.

“Lalu mengapa kau meninggalkanku hah?!! lalu mengapa kau pergi meninggalkanku di saat aku begitu mengharapkanmu! mengapa kau pergi meninggalkanku di saat aku bahagia bersamamu! mengapa Jessica? apa dosaku padamu hingga kau berbuat seperti ini kepadaku?? kau tidak tahu betapa gilanya aku saat kau pergi dengan lelaki lain? kau tidak tahu setiap malamnya aku begitu merindukanmu??! kau tidka tahu semuanya Jessica, kau tidak akan pernah tahu apa yang kurasakan!!” kesal Yuri dengan meneteskan airmatanya.

Yuri menggengam tanganya, berusaha menahan amarah di dadanya “Kau adalah kelemahanku, kau adalah bagian hidupku, aku mati tanpamu Sica. Aku mati tanpamu” Yuri menteskan airmatanya.

“Bagaimana bisa kau pergi dengan lelaki lain? bagaimana bisa kau melupakan segalanya? hentikan semua ini Jessica”

Jessica menatap iba Yuri, Jessica ingin sekali memeluk Yuri dan menggengam tanganya “Yuri, aku melakukan semua ini karena terpaksa. apa kau tahu mengapa di saat bangku sekolah aku selalu bolos di saat jam pelajaran atau tertidur di kelas, apa kau tahu mengapa aku jarang bekumpul dengan kalian? itu buka karena lelaki lain itu karena aku sedang berkerja untuk mencari uang”

Yuri terkejut dengan apa yang Jessica katakan “Di saat itu aku mengalami kesulitan uang, kau tahu bukan saat itu ibuku mengalami deprsi berat hingga keluarga kami tak teurus? kau tahu bukan pada saat itu juga ayahku sedang mengalami masalah ekonomi hingga membuat keluarga kami jatuh misikin di tambah lagi dengan sikap ibuku yang seperti itu? kau tidak tahu bukan aku mengalami masa sulit itu sendirian. Pada saat itu aku merasa takut karena bila aku jujur pada kalian bahwa aku adalah broken home di tambah lagi dengan keluargaku yang mengalami gulung tikar, apakah kalian masih ingin bermain denganku? aku takut bila pada saat itu aku menceritakan nya semua pada kalian, aku takut kalian akan menjauhiku, aku tidak ingin kehilangan kalian apalagi dirimu Yuri”

Yuri hanya diam menyimak semua kata kata yang Jessica utarakan “Saat aku mengalami tekanan dalam ekonomi, akhirnya aku bertemu dengan Taylor. Dia adalah namja yang baik, aku menganggap dia sebagai kakakku karena Taylor selalu membantu keluargaku bahkan dia memberikan kehidupan baru untuk kami di Cina, pada saat itu aku tidak memiliki apa-apa aku tidak tahu harus bagaimana dan pada akhirnya aku memutuskan untuk ikut dengan nya ke Cina untuk kelangsungan hidupku dan ibuku” Jessica menatap Yuri.

“Taylor begitu baik padaku hingga dia memberikan sebuah brand untuk pekerjaanku sebagai desginer terkenal, Taylor adalah orang yang baik, dia begitu sempurna sangat sempurna tetapi kesempuraan nya tidak bisa meluluhkan hatiku, tidak bisa membuat jantungku berdetak dengan kencang, aku tidak bisa mencintainya seperti aku mecintaimu Kwon Yuri”

“Aku begitu mecintaimu dan itu tidak akan pernah berubah” Jessica san Yuri saling bertatapan satu sama lain.

Tidak tahu apa yang akan mereka lakukan, “Huffhh” Yuri menghembuskan nafasnya tidak percaya apa yang dikatakan Jessica kepadanya.

“Bodoh” ucap Yuri.

Yuri menggengam tanganya seakan menahan sesuatu di dalam dadanya yang ingin iya luapkan “Yuri” Yuri menghindari kontak mata Jessica karena tak sanggup menatapnya.

“Biarkan aku sendiri Sica, biarkan aku sendiri. Aku butuh waktu untuk berfikir” Yuri meninggalkan Jessica dengan air mata di pipinya.

Amber Pov

Hari demi hari berlalu, waktu terasa begitu cepat hingga musim dinginpun tiba. Ku masukan kedua tanganku di saku celana karena dingin yang begitu masuk ke dalam tubuhku, haishh lagipula mengapa aku bisa lupa membawa sarung tangan dan jaket tebal?

Kupercepat langkahku karena tubuhku mulai mengigil karena suhu mencapai -8 derajat. “Brrrrrr benar benar luar biasa udara malam ini”

Kuhentikan langkahku mengatur nafasku yang mulai menggebu-gebu karena langakah kakiku sendiri, ku lihat jam di ponselku yang menunjukan pukul 9.37 PM.

“Sial!” ku hela nafasku merasa kesal karena baru saja bus terakhir pergi meninggalkanku pada 2 menit yang lalu!

Ku sandarkan tubuh ini di bangku tunggu bus, sedikit mengistirahatkan tubuhku dan memejamkan mataku sejenak.

Membiarkan mata ini terpejam dengan hembusan udara malam yang menyelimuti malamku. membiarkan kegelepan malam masuk ke dalam pikiranku, membiarkan kebisingan yang perlahan menjadi sunyi untuk larut dalam pikiranku.

Pikiran yang akhir akhir ini selalu bertentangan dengan egoku, pikiran yang selalu bertentangan dengan hati ini.

Pikiran yang selalu saja di hantui oleh nya.

Selalu senyumnya.

Selalu tawanya.

Selalu matanya.

Selalu suaranya.

Hal-hal kecil yang selalu membuatku gila akan dirinya, dirinya yang selalu menghantuiku. Aku seperti kehilangan setengah dari ragaku, tak bisa hidup tanpa senyumnya.

Gila bukan? iya, dia membuatku gila.
“Dreett dreeett” ku buka mata ini mengambil ponsel di saku celanaku.

“1 Pesan Singkat”

From : Jessica

“Amber kau dimana, tolong balas pesanku ini sangat penting”

Aku hanya menatap pesan dari Jessica, hanya menatapnya tanpa membalas pesanya. Ini sudah kesekian kalinya Jessica mengirimkan pesan kepadaku berharap aku datang untuk menemui adiknya.

“Aku tidak bisa, rasanya begitu sakit” ku pejamkan lagi mata ini mengingat kejadian 3 hari yang lalu dimana kejadian itu sunggu membuat hatiku sakit.

Flashback

Jessica Pov

Jessica menatap sosok namja yang sedang membawakan bunga untuk adiknya “Aku harap kau bisa cepat sembuh” senyumnya pada Krystal.

“Terima kasih Kai” senyum Krystal dengan mencium bunga pemberian Kai.

“Bagaimana keadaanmu?”

“Aku baik-baik saja kau tidak perlu khawatir” senyum Krystal.

“Lalu kapan kau akan pulang? aku ingin sekali mengajakmu jalan Krys”

Akhir-akhir ini Kai selalu menemani Krystal di rumah sakit, Jessica tidak bisa melakukan apa-apa selain membiarkan Kai menemani Krystal karena tak ingin Krystal menjadi kesepian bahkan Kai sering tertidur di rumah sakit karena Krystal tapi ntah mengapa aku tetap tidak menyukainya, aku tidak tahu mengapa? mungkin karena perlakuan nya yang kasar kepada Amber.

Tetapi Amber?

Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran nya? sudah 3 hari dia tidak datang untuk menjenguk Krystal, tidak hanya itu bahkan llama bodoh itu tidak juga mengabariku atau mengirim pesan teks kepadaku atau Krystal.

Apa yang ada di pikiran llama bodoh itu? mengapa dia merasa bersalah karena Krystal menderita?

“Unnie, gwenchana?” aku membalasnya dengan senyuman.

“Mengapa akhir-akhir ini kau terlihat melamun? apa yang sedang kau pikirkan?” tatapnya padaku.

Haruskah aku mengatakan bahwa aku begitu mengkhawatirkanmu dan Amber? “Hanya urusan pekerjaan Soojung, kau tidak perlu khwatir” senyumku meyankinkan nya.

Aku mengambil ponselku kembali mengirim pesan teks kepada Amber berharap dia datang kembali untuk Krystal, datang kembali untuk menjaganya bukan Kai yang terus di sisinya.

“Krystal!”

Aku terkejut saat Kai meneriaki nama Krystal “Soojung!”

“Soojung!”

“Panggil dokter!!” teriaku pada Kai.

“Soojung ada apa denganmu?” aku tidak tahu harus berbuat apa, aku bingung melihat Krystal yang tiba-tiba merasakan kesakitan hingga harus berteriak.

“Aghhhhhh!!!!” ku peluk dirinya dengan airmata di pipiku, berusaha menengkan Krystal yang merasa begitu tersiksa.

“Jessica” aku terus memeluk adiku yang tiada henti teriak seakan dirinya mengalamai siksaan yang begitu luar biasa.

“Jessica, biarkan dokter memeriksa Krystal” tubuhku mulai mejauhi Krystal tapi mata ini masih tidak lepas darinya, Soojung apa yang terjadi padamu “Soojung!!”

“Jessica tenanglah!” aku meronta-ronta, membiarkan genggaman tangan ini melepaskan ku untuk memeluk adiku yang meronta-ronta kesakitan!

“Jessica aku mohon tenanglah!” nafasku terasa sesak, mataku terasa panas, tubuhku terasa lemah tak beradaya.

“Dia akan baik-baik saja, tenanglah” belaiannya membuatku sedikit lebih tenang, ku jatuhkan kepala ini di dadanya bersandar dengan seluruh kesedihanku, terus menangis dan menangis.

“Gwenchana” ucap Yuri

Krystal Pov

“Bangunlah”

“Bangunlah tuan putri”

Bisikan itu terasa dingin hingga tubuh ini menjadi kaku bagaikan es, hanya mata yang dapat ku gerakan melihat sekeliling yang begitu gelap dan dingin.

“Princess”

Aku mencari suara itu tapi tak kutemukan karena semua terasa begitu gelap “Princess Soojung”

Suara itu “Alice!” teriaku.

“Alice kau dimana!” mata ini mencari ke seluruh penjuru arah tapi tak kutemukan sosoknya hanya bayangan hitam yang kulihat serta dingin yang begitu menyengat tubuhku.

“Princess apa kau tidak apa-apa?”

“Alish kau dimana? aku sangat takut Alish”

“Princess tenanglah”

“Alish” rintihku.

“Princess Soojung aku disini selalu ada untukmu”

“Rasanya begitu sakit Alish seperti beribu pisau menancap di tubuhmu”

“Princess aku akan membantumu, kita akan menemukan obat penawarnya”

AKu tersenyum tipis mendengarnya “Sudahlah Alish aku tidak akan bisa menemukan obat penawar itu. Lagipula ini sudah hari ke-7 ku dan aku tidak memiliki harapan untuk hidup”

“Princess kau ini bicara apa! bukankah sudah ku katakan bahwa aku akan membantumu? apa kau sudha lupa dengan janjimu bahwa kau akan pulang ke J’AdoreA dan bertemu dengan ayahmu?”

Kupejamkan mata ini berusaha menahan sesuatu di mataku “Alish kau tahu, saat ini aku sudah merasa bahagia aku merasa bahwa aku adalah makhluk yang begitu bahagia yang pernah ada” senyumku simpul.

“Princess!”

“Ayah, sahabat-sahabatku, J’AdoreA dan…” aku menghela nafasku.

“Dan bumi, Yuri oppa, Taeyeon oppa, Kai, ibu, Jessica unnie kebahagiaanku terasa begitu sempurna Alish, terasa begitu lekat di hatiku saat mereka tertawa bersamaku menghabiskan waktu bersama, menghabiskan waktu bersama dengan orang-orang yang kucintai”

Ku gigit bibir bawah ini, sebegitu kerasanya aku menahan air mata “Terkadang aku berfikir, bahwa kematianku adalah sumber kebahagiaanku. Jika ramalan kematian itu tidak ada mungkin saat ini aku merasa hampa serta kekosongan yang kurasakan di hati ini. Tak ada kebahagiaan serta kasih sayang yang kurasakan, tak ada canda tawa, tak ada air mata, tak ada cinta” senyumku dengan mengusap airmataku.

“Kau tahu Alish, aku ingin berterima kasih kepada malaikat kematian karena telah memberikan ramalan kematian ini kepadaku, memberikan ujian besar ini kepadaku yang pada awalnya aku bersi keras akan menemukan obat penawar dan kembali ke J’AdoreA dan kembali menjadi tuan putri nan kekal abadi disana tetapi kini telah berubah, kini berkat ramalan kematian aku tahu bagaimana rasanya hidup, bagaimana rasanya sedih, bagaimana rasanya air mata yang selalu jatuh di pipi, bagaimana kau tahu apa arti dari sebuah hidup, bagaimana kau tahu arti dari sebuah persahabatan serta cinta dan bagaimana kau tahu jantung ini berdetak seribu kali lebih cepat dari biasanya”

“Dan aku sungguh sungguh sangat berterima kasih karena berkat ramalan kematian ini aku bertemu dengan sosok namja yang memutar balikan hidupku, membuat hari-hariku yang biasanya kini jauh lebh berwarna, membuat jantung ini berdetak cepat, membuat tanganku berkeringat untuk pertama kalinya, membuat bibirku terus tersenyum saat di sisinya. Sosok namja yang tiada hentinya membuatku bahagia, sosok namja yang akan selalu menjagaku, sosok namja yang akan selalu menuruti apa kataku, sosok namja yang membuat hati ini merasakan cinta dan kasih sayang”

“Amber…”

“Terima kasih kematian”

“Terima kasih kau telah mempertemukanku dengan Amber”

“Princess, apa kau lupa dengan semua apa yang ku ucapkan padamu? kau masih ada kesempatan hidup, obat penawar itu ada di sekitarmu! obat penawar itu begitu berharga bagimu! obat penawar itu adalah Namja! obat penawar itu begitu hangat hingga iya sangat membenci dingin, obat penawar itu begitu berbeda saat kau menyentuh atau memeluknya, obat penawar itu akan selalu membuatmu baik-baik saja”

“Obat penawar itu adalah setangah dari jiwamu yang hilang, yang akan melengkapi seluruh jiwa dan ragamu yang mati”

End Krystal

“Tuuttt tuuuttt tuuuuttt

Jessica terus berdoa di samping adiknya, ibunya yang tak berhenti menangis dengan menggengam lembut tangan Krystal, Yuri yang berusaha menengangkan Jessica, Kai yang khawatir akan keselamatan yeoja yang iya sukai.

“Eom-eom-eomaa”

“Soojung”

“Soojung adiku!”

Krystal masih meringis kesakitan “Krystal jangan banyak bergerak, aku akan memanggil dokter” sigap Yuri.

“Soojung” sang ibu memegang erat tangan Krystal.

“Aku tidak apa-apa kalian tidak perlu khwatir” senyum Krystal.

“Ya!! tidak perlu khawatir bagaimana?! jangan seperti ini!” ucap Jessica.

“Unnie, mengapa kau teriak-teriak?” canda Krystal.

Hanya beberapa menit Krystal sadar dan matanya sedikit berputar melihat orang-orang yang di sekelilingnya termasuk “Kai”

“Ya Krystal aku disini” seketika Kai memegang tangan Krystal dengan erat dengan mata Krystal yang terpejam untuk beberapa detik.

Krystal menarik panjang nafasnya dan sejenak untuk merasakan sesuatu di dalam tubuhnya “Kai” ucapnya sekali lagi dengan lembut.

“Bisakah kau memeluku?” ucap Krystal yang membuat kaget Jessica dan ibunya.

“Ten-tentu” Kai sedikit ragu tapi Krystal seperti mengisyaratkan agar Kai memeluknya.

Krystal kembali memejamkan matanya merasakan pelukan yang dirasakan oleh Kai terhadap dirinya dan kembali menatapnya.

“Kai” tangan mereka masih menyatu satu sama lain.

“Aku ingin kau selalu di sampingku”

“Aku ingin kau terus ada untuku”

“Aku mohon”

“Jangan tinggalakan aku”

“Karena kau adalah separuh dari jiwaku”

end flashback

——————————————————-

Maaf semua author sempat menghilang karena author sempet di rawat di RS jadi terbengkalai dah di ff nya 😦

Maaf ya semua ceritanya jadi gak maksimal dan banyak kesalahan.

Terima kasih semua yang selama ini udah baca ff author hehe.