Promisi video hehe ~

Hi semua sebelumnya author minta maaf karena gak bisa update beautiful stranger di karenakan author lagi buat Movie project Kryber hehe, berhubung movienya sudah selesai author mulai fokus lagi ke ff.

Oh iya temen temen yang mau liat movie buatan author bisa di liat kok ini Linknya :

Judulnya : Kryber – better with you.

Tadinya author mau ngshare videonya dengan lagu Tablo yang eyes nose lips, eh berhubung author lagi ntn drama korea seonam girls author jadi kepikiran buat bikin lagi dengan lagu baru ini hehe.

Okay semua bye bye

ta

Beautiful Stranger 9

Kupandangi selembar foto yang akhir-akhir ini selalu ku pandang. Dia memiliki mata yang indah, ayahku bilang bahwa ibuku mewarisi mata indahnya kepadaku..

Tapi kurasa tidak, mata ibu jauh lebih indah di bandingkan diriku, sisa waktuku adalah 60 hari lagi aku mengharapakan bisa menumkan ibu dan obat penawar itu “Aku ingin bertemu denganmu walaupun itu hanya sekali” ku simpan kembali foto ini di lemari.

“Dringg Driingggg” aku menghampiri bunyi dering ponsel yang tidak jauh dariku, hmm anak ini…

Aku hanya tersenyum melihat panggilan masuk darinya “Ya, kau sudah menelponku sebanyak 3x”

“Apa kau tidak bisa sopan sedikit?” aku mulai malas jika iya mulai ceramah!

“What ever stupid”

“Kau sedang apa? nanti aku akan pulang telat, kau makanlah duluan tidak usah menungguku?”

“Untuk apa aku menunggumu! jika aku lapar ya aku makan” jawabku kesal karena lagi-lagi servant bodoh ini pulang telat.

“Baguslah, apakah kau nanti akan pergi berkerja?”

“Tentu saja, aku benar-benar sibuk hari ini!”

“Bagaimana nanti kalau kauu…” bulan sempat dia bicara aku segera matikan panggilannya.

Dia ini benar-benar cerewet sekali apa dia kira aku ini anak bayi! mengapa dia tidak percaya sedikitpun kepadaku bahwa aku bisa menjaga diriku sendiri errgg benar-benar menyebalkan.

Aku kembali menaruh ponsel yang di berikan oleh Amber untuku, iya sebuah ponsel keluaran terbaru yang khusus di berikan kepadaku, awalnya aku tidak mengerti cara menggunakan nya tetapi lama kelamaan aku bisa menggunakan nya. Hampir setiap jam Amber selalu menelfonku, menanyaakaan apa aku baik-baik saja, apa aku sudah makan dan lainya.

Tapi ntah kenapa aku suka caranya memperhatikanku, aku kembali mengambil ponsel yang ku letakan di atas meja dan menghidupkanya kembali.

Aku selalu tersenyum melihat wallpaper ku, wallpaper dimana aku sedang memegang sebuah teddy bear yang di ambil gambarnya oleh Amber.

Dimana saat itu aku dan Amber menghabiskan waktu bersama, mengapa setiap aku mengingat hal itu selalu membuatku tersenyum malu. Aku beruntung bisa mengenalnya, dia benar-benar orang yang sangat baik.

Aku harap bisa terus bersama Amber.

Maksutku bisa terus berteman dengan Amber.

Iya berteman….

———————————

“Akhir akhir ini kau tidak bisa lepas dari ponselmu” tanya Suzy kepada Amber yang sedang membaca buku.

“Ehmm itu karena aku sedang memiliki urusan” senyum Amber.

“Benarkah?” tanya Suzy curiga.

“Apa jangan jangan kau sudah memiliki pacar??” Amber menatap Suzy kaget.

“Y-ya-ya! apa yang kau bicarakn Suzy? haha aku, aku mana ada pacar. Lagipula siapa yang mau kepadaku? kau ini ada-ada saja” senyum ejek Amber.

“Aku mau denganmu” suara pelan Suzy.

“Apa??” tanya Amber polos.

“Ah tidak lupakan saja, bagaimana kalau kita ke kantin?” ajak Suzy.

“Baiklah” Suzy dan Amber berjalan ke kantin seperti biasa Suzy dan Amber menjadi pusat perhatian terutama Suzy yeoja yang paling cantik dan kaya di sekolah mereka dan kedua adalah Amber namja miskin yang selalu di samping Suzy.

Seluruh namja di sekolah SM di tolak mentah-mentah oleh Suzy termasuk Kai yang menjadi namja yang paling di idamkan di SM. Selain karena miskin Amber di bully karena berani mendekati Suzy tapi Amber terus mengabaikan mereka dan tidak ingin membalas perbuatan mereka yang keji kepada Amber.

Selama Suzy di samping Amber maka tidak ada yang bisa membully Amber kecuali Kai dan teman-temanya.

Suasana kantin yang tenang menjadi ricuh karena suara yang di timbulkan oleh Kai dan teman-temanya yang sedang membully murid lain yang jaraknya hanya dua meja dengan meja Suzy dan Amber.

“Jika kau berani mengadu lagi maka kau akan mati!” gretak Kai dengan mengangakt kerah baju seoarang murid.

“Ma-mafkan aku Kai” Kai langsung mendorong murid itu hingga jatuh ke lantai.

“Ke kanak kanakan” indra pendengaran Kai menangkap suara yang terdengar jelas olehnya.

“Ohh my baby Suzy ada disini” senyum Kai yang langsung menghampiri Suzy dan Amber.

“Maafkan aku baby karena menggangu makan siangmu” ucap Kai yang ingin memegang tangan Suzy tapi langsung di tepis oleh Suzy.

“Aku kenyang, ayo kita pergi Am” ajak Suzy, saat Amber hendak berdiri teman teman Kai malah menghalangi Amber.

“Aku rasa temanmu ini masih lapar” senyum licik Kai kepada Amber.

“Hi nerd, sudah lama kita tidak berjumpa” Amber hanya menundukan kepalanya.

“Hentikan Kai!” Suzy menghampiri kembali Amber dan memegang tanganya untuk meninggalkan Kai dan teman-temanya.

“Aku sudah bilang temanmu ini masih lapar” cegat Kai tepat di depan Suzy yang memegang tangan Amber di belakangnya.

“Guys beri dia makan” Sehun dan Tao menarik paksa Amber hingga genggaman Suzy terlepas darinya.

“Hei mau kemana kau disini saja”

“Lepaskan Kai!” Kai menahan tangan Suzy, sedangkan Amber kembali duduk di kursi tadi.

“Ayo makan sisa makananmu” Sehun duduk di atas meja sedangkan Tao berdiri di samping Amber dengan memegang pundaknya.

“Relax saja kami tahu kau masih lapar” ucap Tao.

“Bagaimana bila kami menyuapimu?” ucap Sehun dengan mengambil semangkuk sup sayur di tanganya.

“Lepaskan Kai!! aku akan mengadukan ini kepada kepala sekolah!” Kai hanya menatap Suzy.

“Kau ingin makan ini tidak?” tanya Sehun tapi Amber hanya diam.

“Baiklah biar aku saja yang memberimu makan” dan byurr semua sup itu di tumpahkan di atas kepala Amber, kini kepala Amber di penuhi dengan sayuran dan bajunya basah karena sup.

“Amber!!” teriak Suzy.

“Kau gila!” bentak Suzy,

“Aku memang gila, bila kau tidak bisa kumiliki maka orang lain tidak boleh memilikimu bahkan mendekatimu” genggam paksa Kai kepada Suzy yang terus memberontak.

“Sepertinya dia haus” ucap Tao.

“Kau haus? baiklah” Sehun mengambil jus strawberry dan lagi-lagi di tumpahkan tepat di atas kepalanya.

“Hahahahaha!!” mereka bertiga tertawa.

“Aku sudah lama tidak bermain seperti ini” ucap Sehun dengan tertawa sedangkan Amber menahan amarahnya dan mencoba untuk sabar.

“Drriiiiinggg” ber masuk berdering.

“Waktu habis” ucap Kai yang melepas tangan Suzy hingga tangan Suzy menjadi merah.

“Amber kau tidak apa-apa?” tanya Suzy yang dibalas senyuman oleh Amber.

“Aku muak melihatnya ayo kita pergi” seketika semua murid meninggalkan kantin yang tersisa hanya Amber dan Suzy.

“Aku tidak apa-apa Suzy kau masuk kelas sana aku bisa membersihkan dirimu”

“Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu ini semua salahku” lirih Suzy.

“Hei bukankah ini memang sudah menjadi kebiasaanku, kau tidak perlu khawatir” senyum Amber yang membangkitkan badanya dari tempat duduk.

“Aku akan membantumu! bisakah kau mendengarku sekali saja!” Amber hanya diam yang melihat Suzy marah.

“Ayo ikut aku” Suzy memegang tangan Amber hingga mereka sampai di parkiran.

“Naiklah” suruh Suzy.

“Tapi”

“Naiklah Amber aku mohon” Amber menghela nafasnya dan masuk ke dalam mobil

458white

Amber masuk kedalam mobil sedan Ferrari Suzy dengan baju yang penuh dengan noda, setelah 20 menit perjalanan mereka sampai tujuan yang Amber tidak ketahui “Suzy, mengapa kita ada disini?” tanya Amber dengan menatap sebuah toko pakaian ternama di Korea.

“Ikuti saja aku”

“Tapi…” Suzy menarik Amber ke dalam toko pakaian mewah tersebut.

“Selamat siang nona Suzy” seorang pelayan berpakaian rapih membungkuk di hadapan Suzy dan Amber.

“Aku ingin mencari pakaian yang cocok untuknya”

“Baiklah ikuti kami” Suzy dan Amber mengikuti pelayan tersebut.

Amber hanya menatap bingung seklilingnya “Ini pasti pakaian mahal semua” takjub Amber.

“Nona, ini adalah pakain keluaran terbaru kami” Suzy melihat beberapa pakaian seperti kaos, kemeja, jaket, jas, dll sedangkan Amber hanya menatap bingung dan terkejut melihat harganya yang luar biasa.

“Cobalah yang ini”

“Apa??” Amber menatap kemeja putih yang di pegang oleh Suzy dan tidak sengaja iya melihat sebuah harga di kemeja itu.

“Woooo!” Amber menutup mulutnya karena terkejut melihat harga kemeja tersebut.

“Yang benar saja! hanya kemeja seperti itu bisa membeli sebuah 2 motor!” Suzy hanya menggelengkan kepalanya.

“Tidak usah banyak bicara cepat pakai dan ganti bajumu!” lempar kemeja itu kepada Amber.

“Tapi..”

“Tidak ada kata tapi ayo cepat sana!” Amber menuruti kata Suzy lalu cepat mengganti bajunya, setelah beberapa menit kemudian.

“Bagaimana?” tanya Amber.

“Bagus” angguk Suzy.

“Dan pakai ini” Suzy melempar sebuah jaket elegan berwarna hitam kulit dengan list hijau merah hijau yang melambangkan warna dari merek jaket itu.

“Aku bosan melihat jaketmu itu terus jadi pakai itu”

“Ta-ta” Suzy langsung meninggalkan Amber dan berjalan ke arah kasir untuk membayar semuanya.

“Suzy!” kejar Amber.

“Apa?”

“Aku akan mengganti semunya” Suzy hanya menghela nafas.

“Kau sudah banyak membantuku jadi anggap saja itu imbalanmu Am”

“Tapi..”

“Tolong terimalah” mohon Suzy.

“Dan…” Suzy menatap Amber.

“Ayo ikut aku” ajak lagi Suzy ke sebuah salon yang terkenal.

“Salon??” tanya Amber.

“Yap! lihat rambutmu seperti orang tua, ini sudah 2015 dan rambutmu sangat kuno!” Suzy meminta hairstylis untuk menata rambut Amber agar jauh lebih bagus dan segar. Beberapa lama kemudian…

“Bagaimana?” Suzy hanya diam menatap Amber yang begituu..

“Tampan”

“Benarkah? wah aku suka gaya rambutku sekarang” senyum Amber dengan rambut hitamnya yang pendek dan tertata di tambah lagi dengan gaya Amber yang terlihat elegan.

Sementara itu Krystal….

Krystal yang tengah memakai sepatu casual miliknya dan memakai coat abu abu tua milik Amber lalu Krystal bergegas pergi meninggalkan rumah Amber untuk berkerja.

Iya, Krystal sudah menceritakan semuanya kepada Amber bahwa iya mendapatkan sebuah pekerjaan dan mendapatkan teman baru, awalanya Amber tidak menyetujui tapi lama kelamaan Amber setuju karena iya tidak tega melihat Krystal yang terus murung.

Tidak butuh waktu lama untuk Krystal sampai di kedai makan Sunny yang kini menjadi tempat kerjanya “Hallo unnie” peluk Krystal kepada Sunny yang terkejut.

“Yahh mengapa kau cepat sekali datang kesini?” heran Sunny.

“Aku merasa bosan di rumah jadi aku datang lebih awal” senyum Krystal.

Tidak lama dari itu “Hallo”

“Ohh kalian sudah datang!” girang Sunny.

“Kami membawakan ini untukmu” iya menunjukan sebuah plastik putih yang berisikan makanan.

“Waah terima kasih” senyum Sunny girang, tapi kini perhatian mereka tidak ke Sunny melainkan seorang yeoja yang berada di belakangnya yang sedang menatap balik mereka.

“Dia siapa?” tanya salah satu temanya.

Sunny mengikuti arah mata teman-temanya “Ohh” Sunny menghampirinya yang tengah berdiri.

“Dia adalah Krystal” senyum Sunny dengan merangkul Krystal yang lebih tinggi darinya.

“Hallo aku adalah Krystal senang bertemu dengan kalian” bungkuk Krystal.

“Oh hai Krystal” jawab mereka bersamaan.

“Mereka semua adalah sahabatku Krys. Yang tinggi itu Yoona, di sampingnya Tiffany lalu di sampingnya adalah pacarnya yang dorky yaitu Taeyeon kemudian Seohyun, Suyeong dan Hyoyeon” mereka semua tersenyum dengan Krystal.

Setelah berkenalan mereka saling berbincang satu sama lain Krystal merasa senang bisa berkenalan dengan mereka dan menambah temannya.

“Ya Tae! mengapa kau menatap Krystal seperti itu!” tanya Sunny yang semuanya tertuju kepada Taeyeon terutama Tiffany yang di sampingnya.

“Haishh jangan salah paham, hanya saja…” Taeyeon berfikir sejenak.

“Terbesit di bayangan ku kalau Krystal mirip sekali dengan Jessica” suasana yang tadinya ceria menjadi tegang karena ucapan Taeyeon.

“Jessica?” ulang Krystal.

“Tidak salah bila Yuri tidak ingin melepaskanmu” senyum Taeyeon.

“Tidak, aku dan Yuri hanya berteman saja dan dia sudah menganggapku adiknya” jelas Krystal.

“Benarkah? aku kira si bodoh itu menyukaimu. Ternyta dia belum bisa melupakn yeoja itu”

“Bisakah kita tidak usah membahasnya, aku sudah muak denganya” ketus Yoona.

Mereka kembali bersenang senang bercanda satu sama lain tapi mata Krystal menatap Taeyeon yang duduk sendirian dengan menikmati minuman kalengnya, tanpa pikir panjang Krystal menghampiri Taeyeon.

“Bolehkah aku duduk disini?” tanya Krystal.

“Haha tentu saja, ayo duduk” suruh Taeyeon.

“Ini minumlah” Krystal mengambil sekaleng minuman soda dari tangan Taeyeon.

“Oaah segar sekali”

“Kau benar-benar lucu sekali” tawa kecil Taeyeon dengan meminum minuman soda miliknya.

“Ehmm bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” Taeyeon hanya menganggukan kepalanya.

“Aku ingin bertanya soal Jessica” Taeyeon tersenyum mendengarnya.

“Sudah kutebak kau akan bertanya hal itu” Taeyeon kembali meminum sodanya.

“Harus darimana aku memulainya?” tanya Taeyeon dengan dirinya sendiri, Taeyeon menghembuskan nafasnya.

“Jessica Jung Sooyeon, yeoja yang cerewet, penyuruh, tukang tidur dan berhati dingin” senyum Taeyeon.

“Tetapi di balik itu semua dia adalah orang yang memiliki kepribadian yang hangat kepada semua orang” Taeyeon menghela nafasnya dengan memainkan minuman kalengnya.

“Kami dulu berjumlah 9 orang, sejak SMP kami selalu bersama hingga kami lulus kuliah aku benar-benar tidak tahu bahwa Tuhan mentakdirkan kami ber9 dengan persahabatn yang benar-benar erat hingga sekarang dan kami menyebut group kami adalah SNSD, kedengaran nya sangat girly tapi aku tidak peduli”

“Di dalam persahabatan kami tidak semuanya berjalan dengan mulus, ada kalanya kami bertengkar, beradu mulu, beradu argumen dan termasuk saling menyukai satu sama lain” senyum Taeyeon.

“Aku dan Yuri saling memendam rasa kepada sahabat kami, aku sangat menyukai Tiffany hingga pada pertama kalinya aku mengutarakan perasaanku pada saat aku akan pergi Ke London sedangkan Yuri hahaha dia cukup pengecut untuk mengutarakan sesuatu di hatinya karena iya benar-benar takut kehilangan Jessica” Taeyeon meneguk kembali minuman sodanya.

“Tapi pada suatu hari, Yuri bodoh itu membawa mawar putih dengan pakaian yang sangat rapih” senyum Taeyeon mengingat kejadian itu.

“Lalu dengan langkah yang penuh percaya diri iya melangkah ke arah Jessica yang duduk di bangku taman yang pada saat itu sangat ramai, kau mau tau selanjutnya?” tanya Taeyeon dan di balas anggukan oleh Krystal.

“Yuri berlutut tepat di depan Jessica dengan mawar putih di tanganya dan dia mengatakan…

Flashback

“I love you so much, and you don’t even sometimes i get scared about showing it. It feels like when you come around me my mouth lock tight and the words i want to say are just stisfd. My lips lock up because my love is so strong and the words that i want to say just can’t be expressed. Sometimes i want to open up and tell you how i feel but i guess i’m just too scared…”

“But now  i want to tell you i’m so in love with you”

“I love you Jessica”

“Will you be my girl?” Jessica meneteskan airmatanya, dengan memegang pundak Yuri untuk membantunya berdiri dan mengatakan “Yes i will” Yuri mencium Jessica tepat di keningnya.

“I love you too Kwon Yuri”

End flashback

“Jessica dan Yuri menjalin kasih cukup lama mereka selalu bersama sama dan begitu juga dengan kami yang selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul” Taeyeon menghela nafasnya dengan menatap langit malam.

“Tapi…”

“Tapi ntah apa yang merubah sikap Jessica hingga iya menjadi sensitif bahkan iya sempat menghilang begitu saja selama beberapa bulan bahkan Yuri saja tidak mengetahui dimana Jessica berada hingga pada akhirnya Jessica datang kepada kami bahwa dia akan pergi China dengan seorang namja yang di gandeng olehnya” senyum meringai.

“Dia mengatakan akan pergi ke China dan akan meninggalkan kami semua termasuk Yuri, Iya meninggalkan kami karena merasa bosan dan ingin mencari suasana yang baru, terlebih lagi keinginan Jessica yang ingin sekolah fashion dan membuat brand sendiri.  Dan lebih parahnya lagi iya memperkenalkan namja itu kepada kami semua sebagai pacar barunya” Tayeon menggenggam tanganya.

“Aku tidak masalah dia pergi tapi bisakah dia tidak menyakiti perasaan seseorang yang sangat tulus mencintainya? yang selalu ada untuknya di kala suka dan duka? semenjak saat itu kami semua membencinya bahkan kami tidak ingin lagi mendengar namanya!”

“Melihat Yuri yang begitu menderita membuat kami semua sangat menderita! Yuri hampir kehilangan akal sehatnya dan mencoba bunuh diri karena tidak bisa melupakan Jessica tapi beberapa lama ini dia berhasil melupakan nya tapi…” Taeyeon memandang Krystal.

“Kau hadir” mereka berdua saling bertatapan.

“Kau kembali mengingatkan kami denganya”

“Tapi kau berbeda denganya, hanya saja tatapan kalian sama” Taeyeon menaruh minuman kalengnya.

“Lalu dimana Jessica sekarang?” tanya Krystal dengan penasaran.

“Aku tidak tahu, ada yang mengatakan dia sangat sukses di pasaran Asia terutama China hingga iya memutuskan untuk tinggal disana tapi ada juga yang mengatakan bahwa iya berada di Seoul”

“Sepertinya kaua sangat tertarik padanya?” lirik Taeyeon yang di balas senyuman oleh Krystal.

“Ya Kim Taeyeon apa sekarang kau sedang mendekati yeoja lain hah!” Krystal dan Taeyeon mengarah ke arah sumber suara yang membuat mereka berdua saling terkejut.

“Ya!! kau pikir aku sudah gila apa! sampai mati aku tidak akan selingkuh dengan wanita lain” tegas Taeyeon.

“Benarkah itu? Krystal, apakah Tae sempat merayumu?”

“Haha tentu saja, Taeyeon oppa sangat baik kepadaku” senyum Krystal.

“Lalu mengapa kalau aku menggodanya? apa kau akan cemburu Kwon Yuri?” Taeyeon melipat tanganya.

“Aku yang akan cemburu” senyumnya kepada Krystal.

“Ya kau bocah nakal! apa kau menyukai Krystal?” Taeyeon mendekatinya dengan menggepit kepalanya dengan lengan Taeyeon.

“Ya ya! hyung sakit!” Krystal dan Yuri hanya tertawa melihatnya, Krystal merasa senang karena kini iya memiliki banyak teman dan peduli kepadanya.

“Tae hentikan, kau bisa membunuh Kai” perintah Yuri yang melihat saudaranya di siksa Taeyeon.

“Kalau kau ingin berkencan dengan Krystal, kau harus melewatiku dulu! arraso!” ancam Taeyeon yang tiba-tiba menjadi protect dengan Krystal.

“Ya! mengapa kau yang repot” tanya Yuri.

“Karena aku tahu kalau dia ini playboy, sama sepertimu Yul!” tunjuk Taeyeon.

Krystal menghabiskan malam yang panjang bersama teman teman barunya dengan penuh canda tawa hingga Krystal tidak sadar bahwa Amber terus menghubunginya.

Drringg drinngg” Krystal mengambil ponselnya yang berada di saku celananya, betapa terkejutnya Amber menghubunginya sebanyak 25x.

“Aku permisi sebentar” Krystal bangun dari duduknya meninggalkan mereka yang asik bercanda.

“Hallo”

Ya kau penyihir! kau kemana saja!” Krystal menjauhkan ponselnya dari telinga kanan nya.

“Ya! bisa tidak kau yang sopan sedikit tidak perlu berteriak seperti orang gila”

Kau baru tahu kalau aku gila! kau dimana cepat pulang! apa kau tidak bisa melihat jam”  Krystal memasang wajah jengkel saat Amber mulai bersikap overprotect padanya.

“Mengapa kau bawel sekali! iya, iya aku akan pulang servant bodoh” Krystal langsung menutup panggilan dari Amber dan kembali masuk ke dalam untuk pamit dengan teman-teman barunya.

“Woaahh! kau mengaggetkanku!” disaat Krystal berbalik badanya iya kaget melihat Kai yang berdiri di belakangnya.

“Maaf membuatmu terkejut” senyum Kai tetapi Krystal mengabaikan senyuman Kai dan melihat jam kulit hitam di tangan kirinya yang menunjukan pukul 10.09

“Haish aku harus buru-buru sebelum llama bodoh itu semakin menggila” Kai hanya melihat Krystal heran.

“Ehmm Kai bisakah kau bilang kepada mereka kalau aku pulang terlebih dahulu, aku harus buru-buru” Krystal membalikan badanya tapi Kai memegang lengan Krystal.

“Bagaimana kalau kau ku antar pulang? ini sudah larut malam tidak baik bila yeoja sepertimu berjalan sendirian di malam hari” Krystal tersentak kaget saat Kai memegang lengan nya, Krystal menatap genggaman tangan Kai dan melihat matanya.

“Tidak perlu aku bisa pulang sendiri” Krystal melepas paksa tangan nya.

“Tunggu” Kai kembali memegang lengan Krystal yang membuat iya kembali berhenti.

“Apakah itu pacarmu?” tanya Kai yang membuat Krystal bingung.

“Maksutku apakah yang menelfon itu pacarmu? hingga kau harus buru buru pulang” tatap Kai pensaran.

“Maaf Kai aku harus buru buru” Krystal menghempas tangan Kai.

Selama di jalan Krystal memegang ponselnya dan terus melihat arah jam, Krystal merasa tidak enak kepada Amber karena membuatnya khawatir, Krystal sudah di dekat rumah Amber dan tiba tiba ponselnya kembali berdering. Krystal memutuskan untuk berhenti dan menarik nafasnya karena cukup lelah.

“Hallo”

Mengapa kau lama sekali? apa kau tidak apa-apa? apa jangan jangan kau tersesat lagi ya” Krystal kembali berjalan dengan mendengarkan ocehan Amber.

“Mengapa kau ini seperti nenek-nenek! aku bukan anak kecil! lagi pula ini aku sudah di jalan apa kau tidak bisa sabar sedikit” ucap Krystal dengan menghembuskan nafas yang dingin.

Iya aku nenek-nenek lalu kenapa! ini semua salahmu karena kau pulang larut malam, apa kau tidak tahu sekarang sedang banyak tindakan kriminal” Amber menarik nafasnya.

Aku tahu kau sudah besar dan tumbuh sempurna tapi jalan pikiranmu masih kekanak-kanakan!

“Ya! stupid apa maksut perkataanmu itu!”

Iya kau seperti anak anak! di ajak pergi oleh orang asing kau malah mengiyakan! bagaimana kalau dia jahat kepadamu! bagaimana kalau dia awalnya pura-pura baik tetapi sebenarnya dia adalah  seorang pembunuh berdarah dingin!” 

“Amber llama! Yuri oppa adalah namja yang baik! berkat dia aku tidak merasakan mati kebosanan di rumahmu yang kecil seperti rumah kurcaci itu! dan berkat Yuri oppa juga aku memiliki banyak teman!” Krystal terus berjalan.

“Ohhhh jadi sekarang kau memanggilnya dengan sebutan oppa!” Amber menghela nafas yang dapat di dengan Krystal.

“Aku, aku juga lebih tua darimu tapi kau tidak memanggilku dengan sebutan oppa dan kau sama sekali tidak sopan kepadaku, apakah kau ini memiliki kepribadian ganda!” 

“Apa kau tidak bisa bicara pelan sedikit, kau ingin membuat telingaku menjadi tuli! kau dengar baik-baik ya, aku adalah princess dan kau adalah servantku yang stupid! apa kau paham?” Amber tidak menjawab.

“Hallo” Krystal melihat sambungan telfonya yang masih tersambung.

“llama, apa kau mendengarku!”

Apa kau menyukai Yuri?” aku menghentikan langkahku dan pandanganku menatap lurus.

“Apa kau masih disana?”

“Mengapa kau bertanya seperti itu?”

Ehmm aku hanya penasaran saja, apakah kau menyukainya?” tanya Amber ulang.

“Kalau aku menyukainya bagaimana?” tanya Krystal masih dengan pandangan yang sama.

Ehmm tidak apa-apa hahaha” tawa Amber paksa.

“Apa kau cemburu?” secara tiba-tiba tawa Amber berhenti.

“Apa! haha tentu saja, maksutku tentu saja tidak! aku tidak melarangmu dekat dengan siapapun itu saja!”  Krystal hanya tersenyum.

Haishh mengapa kau lama sekali! kau ini dimana? kau ini seperti keong saja” 

“Apa kau menungguku ?”

Ti-ti-tidak! untuk apa aku menunggumu cepatlah pulang

“Sepertinya aku akan pulang telat”

Ya! apa maks—” Krystal mematikan ponselnya.

Krystal masih berdiri tegap dengan memandang seseorang yang tidak jauh dari arahnya, Krystal hanya tersenyum menatapnya yang sepertinya sedang kesal karena sambungan telfonnya baru saja dimatikan oleh Krystal.

Dring dring” ponsel Krystal kembali berdering.

“Hallo”

Kau dimana aku akan menjemputmu!

“Tidak perlu, kau tidak usah menungguku aku akan pulang telat”

“Kau pulang telat! bukankah tadi kau bilang kau sedang di jalan pulang”

“Tiba-tiba aku ada urusan, jadi kau tidak usah menungguku”

“Aku akan menunggumu!”

“Mengapa kau keras kepala sekali”

“Aku akan menunggumu sampai kau pulang apa kau mengerti princess!” kali ini Amber yang mematikan sambungan telfonya. Krystal kembali tersenyum melihat tingkah Amber.

Krystal menatapnya lebih fokus, ini untuk pertama kalinya Krystal dapat leluasa melihat Amber tanpa harus takut ketahuan olehnya.

“llama bodoh” Krystal menatap Amber.

“Sepertinya ada yang berbeda darinya?” Krystal menatap Amber yang memiliki perubahan di rambutnya yang membuat Krystal…

Dup dup” apa ini? apa yang kurasakan?

Jantung Krystal berdebar “Haishh mengapa aku seperti ini lagi?” Krystal mengakui kepada dirinya sendiri bahwa Amber jauh lebih tampan dari sebelumnya dengan rambut baru.

Krystal kembali menatap Amber yang menunggunya dengan bolak-balik di depan pager rumahnya sambil memainkan rubik di tangan nya.

“Sampai kapan kau akan menungguku?” ucap Krystal.

“Dia itu bodoh atau apa? cuaca benar-benar sangat dingin dan dia malah menungguku di luar tanpa mengenakan pakaian hangat!” Krystal menggelengkan kepalanya.

5 menit kemudian.

Amber mendudukan kepalanya dengan duduk di depan pager rumahnya, Amber benar-benar merasa dingin karena coat miliknya di pakai oleh Krystal.

Di saat iya merasakan kedinginan dan merasa tidak kuat lagi, iya tiba-tiba merasakan sesuatu yang hangat menyelimuti tubuhnya yang dingin.

Amber membuka matanya pelan “Princess” Amber menatap Krystal yang tepat di depan wajahnya dengan menyelimuti tubuhnya dengan coat milik Amber.

“Kau benar-benar bodoh, sudah ku bilang jangan menungguku. Kau bisa mati kedinginan” tatap Krystal.

“Aku lebih baik mati kedinginan dari pada aku mati karena terus mengkhawatrikanmu princess” mereka berdua saling bertatapan.

Hingga Krystal memutuskan kontak mata mereka berdua “Bangunlah! ayo kita masuk” ajak Krystal yang di ikuti oleh Amber.

“Kau tidak berkerja?” tanya Krystal.

“Tidak, bagaimana pekerjaanmu?” tanya Amber dengan memberikan segelas airputih kepada princessnya.

“Menyenangkan”

“Benarkah? ceritakan kepadaku!”

“Aku lelah besok saja!” Krystal meninggalkan Amber.

“Haishh anak itu”

Waktu sudah menunjukan pukul 1 pagi, dimana hampir semua orang sedang tertidur pulas tapi tidak untuk Amber yang sedang membolak balik lembaran kertas dan memutar-mutar pena nya.

“Haishh soal macam apa ini! aku bisa gilaa” Amber mengacak-acak rambutnya karena kesal tidak bisa menjawab tugas sekolahnya.

“Ahhh!!” Amber terkejut saat mendengar sebuah teriakan dari kamarnya.

“Princess!” Amber bergegas bangun dengan cepat iya menghampiri Krystal.

“Princess!” Amber terkejut melihat Krystal yang penuh dengan keringat dan meneteskan airmata.

“Lepaskan aku!!” Krystal membrontak.

“Princess ini aku!” Amber berusaha menenangkan Krystal.

“Tolong jangan bunuh aku!!”

“Princess ini aku Amber!” saat Krystal mendengar kata Amber iya perlahan membaik.

“Princess lihat aku” Amber memegang kedua pundak Krystal dan menatap kedua bola matanya yang merah karena air mata yang iya keluarkan.

“Amber” lirih Krystal dan langsung memeluk Amber.

“Princess tenanglah aku ada disini” Krystal masih menangis di pelukan Amber.

“Aku takut” Krystal memeluk erat Amber dengan airmata yang masih mengalir.

“Kau tidak perlu takut, aku ada disini aku ada disampingmu. Aku tidak akan membiarkan seseorang menyakitimu” Amber membalas pelukan Krystal dengan mengelus punggung Krystal agar iya menjadi lebih tenang.

Amber melepas pelukan nya merasakan keadaan Krystal sudah sedikit tenang “Princess tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa denganmu itu hanya mimpi percayalah padaku. Aku akan melindungimu”

Amber mengusap Airmata yang membasahi pipi lembut Krystal “Sekarang tidurlah” senyum Amber, Amber bangun dari tempat tidur Krystal.

Langkah Amber terhenti karena tangan Krystal menahanya “Tidurlah denganku” pinta Krystal yang membuat Amber kaget.

Krystal menggengam erat lengan Amber “Malam ini saja, aku takut dia akan kembali” pinta Krystal, mereka berdua saling bertatapan satu sama lain.

Amber kembali duduk di tempat tidurnya yang kini menjadi milik Krystal “Tidurlah, aku akan bersamamu” senyum Amber dengan menyelimutkan kembali Krystal.

“Kau tidak boleh pergi” Amber melihat tanganya yang di pegang erat oleh Krystal.

“Aku tidak akan pergi, tidurlah yang nyenyak princess” senyum Amber dengan membalas genggaman tangan Krystal yang berhasil membuat princessnya tersenyum.

Pagi Hari

Sinar matahari mulai memasuki celah celah rumah Amber yang berhasil membangunkan sang putri cantik dari tidurnya yang nyenyak.

Krystal membuka kedua matanya, dan saat matanya terbuka iya langsung melihat Amber yang tertidur pulas di samping tempat tidurnya dengan tangan Krystal yang masih di pegang erat oleh kedua tangan Amber.

“Terima kasih servant” senyum Amber yang perlahan melepaskan tanganya dari Amber.

Krystal memberikan selimut kepada Amber dan perlahan iya keluar dari kamarnya, sebagai ucapan terima kasih Krystal membuatkan sarapan untuk Amber dengan menyiapkan segelas susu hangat dan sandwich buatanya.

“Princess Krystal” Krystal terkejut saat mendengar suara yang iya rindukan.

“Alish” Krystal memeluk Alish dengan erat.

“Alish aku merindukanmu”

“Aku juga princess, kami semua merindukanmu” senyum Alish.

“Bagiamana keadaan ayah dan sahabat-sahabatku?” tanya Krystal.

“Mereka semua baik princess, bagaimana denganmu?”

“Aku baik tapi akhir-akhir ini aku selalu mimpi buruh dan terlebih lagi iya datang kepadaku dan membuatku setengah mati Alish” wajah Krystal seketika berubah.

“Princess” Alish menaikan dagu Krystal.

“Aku tidak akan membiarkan kutukan itu terjadi padamu”

“Tapi bagaimana Alish? bagaimana? sampai saat ini aku tidak bisa menemukan obat penawarku”

“Kau tidak perlu takut princess, aku akan selalu membantumu untuk menemukanya tapi aku butuh waktu untuk menjawab teka teki yang di buat oleh malaikat kematian, itu sangat sulit untuk di tebak” jawab Alish.

“Princess, kau ingat bukan bahwa obat penawar itu ada di sekelilingmu?” Krystal menganggukan kepalanya.

“Kini aku memiliki klu lagi, dan klu kedua adalah…”

“Seoarang namja”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

HAHAHAHAHA

 

 

 

 

Beautiful Stranger 8

Dum dum dum dum dum” semakin malam club ini semakin panas dengan music yang di aluni oleh DJ ternama yang ada.

“Untungnya telingaku tidak pernah tuli mendengar dentuman musik sekeras ini” Amber menggelengkan kepalanya dengan menyiapkan beberapa wine yang akan dia antar ke meja VVIP.

Amber membawa kereta dorong yang diatasnya di hiasi dengan Red wine serta gelas crystal yang bisa di bilang dengan harga yang fantastis “Huffh aku heran dengan orang orang ini, mengapa mereka rela menghabiskan uang hanya untuk membeli minuman seperti ini” Amber menggelengkan kepalanya.

“Waah wine nya sudah datang” riang salah satu yeoja yang berambut hitam itu.

Haishhh sepertinya aku benar-benar sial mengantar minuman ke meja ini! erggghhh…

“Ya! mengapa kau diam saja di situ?” haishh yeoja itu mengapa menatapku seperti itu.

“Ohh iyaa” ku ambil beberapa botol wine ini dengan tangan yang gemetar, agghh bagaimana tidak? aku selalu takut bila ada ke-6 yeoja ini.

“Mengapa tanganmu bergemetar? apa kau baik-baik saja?” aagghhh lihat dia lihaaatt! dia memegang tangnkuuu.

“Agghh tidak, tidak apa apa nona” sebisa mungkin aku menarik nafasku agar tidak terlihat gugup di depan mereka.

“Kau lucu sekali” yeoja itu memperlihatkan eyes smilenya “Baiklah aku permisi” sudah ku tata meja ini dengan rapih dan akhirnya aku bisa pergi.

“Siapa suruh kau pergi?” ya Tuhan apalagi?

“Ya, a-a-ada yang bisa ku-ku bantu lagi?” baiklah Amber kau benar-benar terlihat bodoh di depan mereka semua.

Ya! Ya! apa yang dia lakukan? mengapa dia mengalungi kedua tanganya di leherku? ya Tuhan selamatkan akuuuu….

“Bisakah kau mengantariku ke toilet, Amber Liu…” Damn! apakah yeoja ini sedang menggodaku, dan bisa tidak dia menyebutkan namaku tanpa desahan.

“Ya-ya nona” “Ssstt jangan memanggilku nona, panggil saja aku Sunny” aku hanya bisa menelan salivaku saat jari telunjuknya menyentuh bibirku, agghh aku bisa gila dengan yeoja-yeoja ini.

“Baiklah Sunny” senyumku dengan sekuat tenaga. gghh mengapa rasanya ke toilet jauh sekali, padahal ini sangat dekat. Aku benar-benar risih denganya aku merasakan dia tidak pernah berhenti menatapku dari belakang.

“Pfftt”

“Kau tidak apa-apa?”

“Oh haha iya aku tidak apa-apa” Amber mengelap keringatnya.

Akhirnya sampai juga! “Ini toiletnya, kalau begitu aku tinggal”

“Kau mau kemana?”

“Apa?” tanyaku bingung, mau apalagi dia?

“Kau harus menungguku kau mengerti” Sunny masuk ke dalam toilet.

“Hufhh yang benar saja!” aku hanya menggelengkan kepalaku menghadapi permintaan mereka, mereka? iya mereka ke 6 yeoja cantik yang selalu menggodaku dan membuatku terlihat sangat bodoh! itu baru salah satu diantara mereka, masih ada 6 yeoja lagi yang benar-benar membuatku ingin teriak lari ke hutan ataupun laut agar melepaskan rasa depresiku.

Aku tidak tahu kesialan apa yang akan ku alami? apakah aku akan membawa mereka ke rumahnya masing-masing? atau jangan jangan aku harus menerima ciuman di pipi oleh Seohyun akibat dia mabuk, atau jangan jangan aku akan di perkosa lagi oleh Yoona dan Tiffany! aghhh.

Maksutku mereka hampir saja memperkosaku karena mabuk berat! untung saja ada Min dan Key yang menyelamatkanku. Aku tidak mau lagi membayangkan mereka, sudah cukup penderitaanku karena mereka, walaupun ku akui mereka semua cantik dan sexy tapi mereka benar-benar menyusahakanku! ”

Tolong” tolong?”

“Tolong!!” suara itu darimana asalnya? apa aku tidak aslah dengar?

“Tolloongg!” sepertinya aku tidak salah dengar.

Brukk!” ada apa di balik pintu itu? aku segera berjalan ke arah sumber suara.

“Tolong!” suara itu semakin jelas! tapi bagaimana ini? ini ruangan private? haishh bagaimana ini!

“Tolong aku siapapun!!” apa boleh buat…

BRAAKK” pintu itu di buka paksa oleh Amber yang membuat keduanya kaget.

God damn! aku tidak percaya apa yang aku lihat “Jessica!”  Amber menarik namja bertubuh besar setengah tua itu untuk menjauhi Jessica dari tubuhnya.

“Bajingan gila!” Amber mengepal tanganya dan mendaratkannya tepat di rahang kanan namja tua itu hingga berdarah, tidak hanya satu pukulan tapi tiga pukulan hingga membuat namja itu terjatuh tak berdaya. Tapi namja itu cukup kuat mendapat serangan dari Amber, Amber yang mendekati Jessica mendapatkan kesempatan namja itu memukul Amber dengan tangan besarnya hingga satu pukulan saja Amber terhempas ke meja.

“Amber!!” teriak Jessica yang tak kuasa melihat Amber di pukul berulang-ulang kali hingga bibir dan pelipis matanya mengeluarkan darah segar dari tubuhnya. Tidak habis akal, Amber berusaha meraih sesuatu yang dekat denganya dan “TRAAZZ” sebotol wine merah mengenai kepala namja itu hingga membuatnya jatuh pingsan.

“Jessica kau tidak apa-apa?” Amber memegang kedua pundak Jessica yang menangis Amber melepaskan jaz kerjanya “Pakailah” Amber memakaikan jaz hitam miliknya kepada Jessica yang bajunya telah sobek karena ulah namja tua itu.

“Sudah jangan menangis, aku disini” Jessica memeluk Amber dengan airmata yang terus mengalir.

“Aku takut” Jessica menangis di dada Amber.

“Aku disini jessica, kau jangan takut okay” Amber segera memabawa Jessica keluar dan namja itu diamankan oleh security kami.

“Nona Jessica kau tidak apa-apa?” tanya manager club.

“Aku tidak apa-apa” jawab Jessica dengan menunduk.

“Maafkan kami atas kejadian ini nona Jessica” Jessica hanya diam ketakutan.

“Aku ingin pulang”

“Baiklah, kami akan mengatar nona Jessica dengan bodyguard kami”

“Tidak, aku ingin Amber”

What? aku???

“Aku?” aku melihat wajah managerku untuk menuruti perintah nya.

“Baiklah, aku akan mengantarmu” Sepanjang jalan Jessica terlihat diam, hufh apakah aku harus mengajaknya mengobrol atau apa?? agghh bagaimana ini tidak mungkin akan diam seperti ini terus. Ehmm…” aghh apa ya?

“Kau kenapa?”

“Oh? hahah tidak apa-apa” haishh bodohku mulai keluar.

“Ehmm kau tidak apa-apa?”

“Ya” senyumnya masih terlihat terpaksa. 25 menit kemudian. Amber telah sampai di rumah Jessica, waaah rumahnya sangat besar dan mewah tapi terlihat kosong maksutku terlihat tidak ada siapa-siapa “Terima kasih Am” senyum Jessica.

“Tidak perlu berterima kasih Jess, masuklah dan beristrhat” senyumku padanya aku merasa lega kini dia bisa tersenyum kembali.

“Am..” aku memutar kembali badanku dan….

“Terima kasih, aku benar-benar mengucapkan terima kasih” ya Tuhan aku seperti mimpi saat ini.

“Lukamu?”

“Ah tidak apa-apa aku sudah terbiasa” senyum Amber.

“Tapi….”

“Sudahlah aku tidak apa-apa, masuklah” suruh Amber.

“Baiklah,Kau hati-hati dijalan” aku hanya bisa membalas dengan senyuman karena aku merasa tidak bisa apa-apa saat di peluk olehnya.

“Ehmm jam 10.45” aku berjalan kembali ke tempat kerjaku, setidaknya aku lebih senang berjalan seperti ini jadi aku bisa menghabiskan waktu berjalan dari pada di club “Huffh”

“Driinggg drinnggg”

“Hallo, apa? ehmm baiklah pak terima kasih” aku menutup ponselku.

“Yes!!” hahaha aku tidak perlu ke club karena bosku mengizinkaku pulang, dia pikir pasti aku masih berjama Jessica.

“Baiklah ayo pulang!”

“Tidak seperti biasanya udara bisa sedingin ini” ucap Amber dengan memasukan kedua tanganya di saku celana miliknya.

“Dan juga…” Amber menghentikan langkahnya.

“Mengapa malam ini tidak ada bintang sama sekali??” heran Amber.

“Ah sudahlah” Amber melanjutkan jalanya kembali. Dengan secara tiba-tiba Amber menghentikan langkanya tepat, bukan karena dingin, bukan karena langit tetapi ada sesuatu yang menarik perhatian Amber. Amber berdiri tepat di kedua jalur rumahnya.

“Aku seperti merasakan sesuatu” Amber menoleh ke arah kiri jalan yang terlihat sangat gelap dan menakutkan, tetapi ntah kenapa ada sesuatu yang kuat untuk menarik Amber ke sana.

“Ah sudahlah mungkin ini hanya perasaanku saja” Amber berjalan ke arah timur menuju rumahnya, tapi hanya beberapa langkah Amber kembali menghentikan kakinya.

“Haishh” Amber memutar badanya dan kembali menatap jalan itu kembali. Tidak tahu mengapa, selangkah demi selangkah Amber berjalan ke arah jalan yang begitu gelap dan tak ada satu orangpun yang terlihat disana.

“Mengapa gelap sekali” Amber melihat sekeliling jalan yang kanan dan kirinya hanya di bentengi oleh tembok dan toko-toko yang sudah tutup. Amber kembali menatap sekeliling “Haishh mengapa aku harus kesini? menghabiskan waktu ku saja!” ucap Amber.

Amber memutar arahnya untuk kembali ke jalan rumahnya, tapi matanya seperti menangkap sesuatu. Amber sedikit lebih maju dengan menyipitkan kedua matanya agar terlihat jelas “Apa itu?” heran Amber dengan melihat sesuatu benda yang terjatuh di dekat tiang listrik yang mati.

Amber kembali mendekat dengan sejuta penasaran yang iya rasakan “Ya Tuhan” Amber sangat kaget hingga iya menghentikan langkhnya. “A-a-ap-pakah itu ma-manusia??”

“Bagaimana ini?” Amber meronggoh saku celana nya. “Haishh ponselku tidak ada signal” kesal Amber. Tidak ingin menelantarkan orang itu Amber dengan berani melangkah dengan sangat hati-hati dan takut,

Amber merendahkan badanya dengan berjongkok. Tanganya bergemetar, ingin memegang tapi takut tetap menghantuinya. Tapi apa boleh buat “Hei” Amber menyentuh tubuh yang tergeletak tak berdaya.

Amber menatap dengan detail “Dia yeoja??” Ambber tidak bisa menatap wajahnya karena badanya berbalik.

Dengan sangat hati-hati Amber mulai memegang pundak yeoja itu “Mengapa? mengapa rasanya tidak asing?” pikir Amber. Denga  perlahan Amber membalikan badan yeoja tersebut.

“Apa!” wajah Amber terlihat kaget dan tidak percaya dan seketikas Amber menjadi panik.

“Princess!!” Amber menggoyangkan tubuh Krystal.

“Princess bangunlah!!” Amber menaruh kepala Krystal di lenganya.

“Ya Tuhan mengapa kau menjadi seperti ini!” Amber nyaris tidak percaya apa yang iya lihat sekarang.

“Princess!” Amber melihat tubuh Krystal yang kaku tak berdaya dengan wajah yang sangat pucat dan begitu dingin.

“Bertahanlah!” dengan sekuat tenaga Amber menggendong krystal di punggungnya.

Krystal benar-benar tidak berdaya, tubuhnya lemas hingga kepalanya langsung terjatuh di pundak Amber.

“Bertahanlah princess” Amber menggondong Krystal dengan tenaga yang tersisa.

Amber berlari kecil dengan hembusan nafas yang dingin dari dalam tubuhnya, iya tidak peduli seberapa dingin nya malam, iya tidak peduli dengan luka di wajahnya, iya tidak peduli dengan darah yang mengering di wajahnya serta badanya yang terasa sakit.

“Aku mohon bertahanlah princess” Setelah berjalan cukup jauh Amber telah sampai “Suster tolong!”  para perawat rumah sakit itu segera menghampiri Amber yang menggendong Krystal.

“Tunggulah disini kami akan memeriksanya” Amber hanya diam melihat Krystal yang di bawa oleh perawat dan dokter ke dalam ruangan. Amber mengatur nafasnya berulang-ulang kali, benar benar kelelahan yang Amber rasakan tapi iya tidak peduli, yang iya pedulikan saat ini adalah Krystal. “Permisi” Amber membuka matanya yang hampir terlelap.

“Ya? bagaimana keadaanya? apa dia baik-baik saja?” tanya Amber dengan bangun dari tempat duduk.

“Keadaanya baik, hanya saja dia belum sadar” ucap dokter.

“Syukurlah, lalu dokter mengapa dia bisa pingsan seperti itu? apa dia memiliki penyakit?” tanya lagi Amber.

“Sepertinya ia hanya pingsan biasa dan sedikit syok dan selebihnya baik-baik saja kau tidak perlu khawatir, dia hanya perlu istrhat dan aku juga telah memberikan dia obat penenang” senyum dokter.

“Terima kasih” Amber membungkukan badanya. Amber berjalan masuk kedalam ruangan dimana Krystal berada, Amber berdiri tepat di samping Krystal yang wajahnya sedikit membaik.

“Berhentilah membuatku cemas princess” ucap Amber yang masih menatap wajah Krystal. Pagi hari 08.12 Mengapa kepalaku terasa sangat pusing dan begitu berat, tapi… Tapi mengapa jantungku berdebar-debar, mengapa aku merasakan sentuhan ini lagi. Sentuhan nya rasanya sangat berbeda dari yang lain.

Aku mencoba membuka mata ini dengan perlahan dan…

Aku dimana? mengapa semuanya sangat putih, aku dimana. ku berusaha untuk bangun dari tempat ini tapi ada sesuatu yang mengganjal di tanganku.

Aku hanya diam, aku menatapnya, aku memandangnya yang tengah tertidur pulas di samping sisi ranjang ini, dan aku tahu apa yang membuat perasaanku seperti ini. Iya, aku melihat tangan kiriku yang di genggam erat oleh Amber, aku memandang kedua tangan kami yang saling terikat satu sama lain.

Aku tidak tahu mengapa aku merasakan nyaman melihat tanganya yang terus menggeggam tanganku. Tapi… Ada apa dengan wajahnya? mengapa wajahnya ada darah yang sudah mengering? “Ergghh” Amber mulai mengerang.

Mata Amber masih belum bisa melihat jelas karena iya baru saja terbangun dari tidurnya, iya masih belum sadar bahwa Krystal sedari tadi memperhatikan nya. Jadi seperti ini dia bangun tidur? “Princess! kau sudah bangun?”

“Menurutmu?” tatap Krystal.

“Haishh kau benar-benar membuatku khawtir! aku hampir terkena serangan jantung ketika melihatmu pingsan di jalan! haishhh apakah aku harus menjagamu 24 jam agar aku tidak kahwatir padamu!” aku suka melihat dia seperti ini,aku suka saat dia mulai memberikanku ceramah karena aku yang selalu mengkwatirkanya, wajahnya benar-benar lucu.

“Sudah bicaranya?” ucap Krystal dingin.

“Sebenarnya masih banyak tapi aku sudah lelah!” jengkel Amber.

“Benarkah?”

“Ya!” tegas Amber.

“Kau yakin benar-benar lelah?”

“Tentu saja” “Kalau kau lelah mengapa kau terus memegang tangaku?” tatap Krystal tepat di mata Amber.

“Apa?” Amber melihat tanganya yang masih megenggam tangan putih princessnya.

“Kya!!!” kaget Amber Hahaha lihat wahjahnya hahaha aku benar-benar ingin tertawa melihatnya. “Haishh a-a-aku aku tidak tahu! maksutku aku tidak tahu mengapa tanganku…..”

“Menggenggam tanganmu” Amber menudukan wajahnya karena malu sedangkan Krystal menahan tawanya. “Hei apa pagi ini kau tidak pergi?” tanyaku heran.

“Ohh maskutmu sekolah?” aku mengangguk.

“Tidak” aku menatap heran.

“Kenapa? bukankah kau tidak pernah tidak pergi pagi? mengapa sekarang tidak?”

“Ehmmm…”

“Haishh kau banyak sekali bertanya, sudah kau siap-siap sana” Amber pergi meninggalkan Krystal.

Amber Pov

Aku mengeluarkan ponselku untuk mengirim pesan teks kepada Suzy untuk bilang kepada guru bahwa aku tidak masuk karena sakit.

“Tuan Amber Liu”

“Oh iya”

“Ini pengeluaran yang harus di bayar” aku  mengambil kertas yang berisikan total perawatan Krystal, untung saja ini tidak terlalu mahal.

“Silahkan tanda tangan disini” tunjuknya.

“Terima kasih” ucapku.

Aku kembali ke ruangan Krystal dan memperhatikanya dari kejauhan, aku rasa dia sudah membaik wajahnya sudah tidak pucat lagi, dan aku rasa badanya sudah kembali normal.

“Kau sudah siap?” Krystal menganggukan kepalanya.

“Ayo kita pulang, aku akan memasakan bubur hangat untukmu” Krystal turun dari ranjangnya dan mengikuti jalan Amber yang tepat di depanya.

Aku tidak mungkin membiarkan Krystal berjalan kaki, apalagi dia baru saja sembuh “Taxi!”

“Naiklah” aku membukakan pintu untuk Krystal.

“Apa?”

“Aku bilang naik” Krystal hanya diam.

“Apa kita tidak berjalan kaki saja?” tanya Krystal. “Aku malas jalan kaki! ayo naik, kalau kau tidak mau naik yasudah..” Krystal langsung naik kedalam mobil taxi.

Selama di perjalanan aku dan Krystal hanya diam, ya walaupun sesekali aku meliriknya untuk memastikan dia baik-baik saja. Tidak beberapa lama kemudian kami sampai, Krystal bergegas masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa sedangkan aku langsung ke dapur untuk menyiapkan bubur untuk Krystal.

“Sial sekali bahanya hanya sedikit” Aku kembali mengecek Krystal di celah-celah lemari lemari, dia terlihat menyederkan kepalanya dengan menonton televisi.

“Baiklah” aku menggulung kemejaku dan menyiapkan bahan, pertama aku siapkann kacang hijau, gula, tepung, vanilla, dan gula pasir. “Selanjutnya” kudidihkan air. Tidak lama kemudian jadilah bubur kacang

 

BUBUR-KACANG-HIJAU

hijau.  “Princess makanlah” aku membawa semangkuk hangat bubur kacang yang aku buat untuknya.

“Makanlah selagi hangat” ucapku dengan masih memegang mangkuk tetapi dia hanya melihat wajahku, ada apa denganya? apa ada sesuatu yang aneh di wajahku?

“Aku tidak ingin makan” ucapnya dingin.

“Apa? haishh kau belum makan jadi kau harus makan agar tubuhmu hangat, ayo makanlah” kudekatkan mangkuk ini tetapi dia mengelak.

“Aku bilang tidak mau!” haishh wanita ini benar-benar.

“Makanlah sedikit, aku sudah membuatkanya untukmu” dia kembali menatapku dengan tatapan yang menurutku menakutkan.

“Aku tidak menyuruhmu untuk memasak untuku bukan? lalu mengapa kau membuatnya? jika aku tidak ingin makan itu bukan salahku karena aku tidak pernah menyuruhmu!”

“Kau memang tidak menyuruhku tapi aku khawatir padamu dan…”

“Bisakah kau berhenti mengkhawatirkanku?!” ku letakan mangkuk ini.

“Urus saja ursanmu sendiri! berhentilah mengkhawatirkanku, berhentilah!” ucap Krystal dengan bangun dari sofa itu meninggalkan Amber.

“Kau bilang berhenti?” aku tersenyum pahit mendengarnya.

“Siapa yang memulai semua ini?” tegas Amber yang ikut bangun dari sofanya.

“Kau yang datang kepadaku bukan? kau yang meminta untuk tinggal bersamaku bukan?” Krystal diam yang masih memunggungkan Amber.

“Aku ini manusia, aku punya perasaan, aku punya hati. Aku memang tidak sempurna tapi aku memiliki rasa tanggung jawab aku memiliki rasa kepudulian” Amber menghela nafasnya.

Krystal membalikan badanya “Kalau kau peduli terhadap seseorang setidaknya kau harus peduli dengan dirimu sendiri!” ucap Krystal.

“Aku tidak ingin terus menyushkanmu” Krystal berjalan ke arah pintu.

“Berhenti” Krystal tetap berjalan. “Aku bilang berhenti!” tegas Amber yang membuat Krystal berhenti.

“Kau sudah masuk ke dalam kehidupanku dan sekarang kau akan pergi begitu saja?” Amber berjalan mendekati Krystal.

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja setelah apa kau lakukan kepadaku” Krystal memutar badanya menatap Amber dengan wajah yang masih memar.

“Aku sudah bosan mengatakanya, aku sudah lelah mengatakanya aku memang tidak tahu siapa dirimu, aku tidak tahu latar belakang kehidupanmu tapi aku tidak peduli! aku…” Amber menghela nafasnya.

“Aku lelah, aku tidak ingin sendiri jadi aku mohon…” tatap Amber.

“Aku mohon tetaplah bersamaku”

“Jujur, mungkin kau merasa aneh atas sikapku yang begitu menjagamu. Aku hanya mengikuti perasaanku, aku hanya mengikuti kata hatiku bahwa aku ingin terus menjagamu” Krystal dan Amber saling bertatapan.

“Hingga pada akhirnya kita akan benar-benar berpisah tapi tolong untuk sementara ini biarkan aku terus menjagamu hingga aku merasa lelah, hingga hati dan perasaan ini mengatakan aku untuk berhenti terhadapmu” Krystal hanya diam menatap Amber, Krystal sendiri bingung dengan perasaanya.

Krystal dan Amber sama sama sadar bahwa mereka adalah orang asing yang baru saja saling mengenal, tapi ntah mengapa mereka memiliki perasaan yang sangat kuat, sama-sama bingung apa yang mereka rasakan.

“Satu syarat” ucap Krystal.

“Katakan padaku”

“Biarkan aku membersihkan lukamu” Amber tersenyum simpul.

Aku duduk di sofa dengan menunggu Krystal datang, huffh mengapa aku merasa deg-degan?? Dia datang! ya Tuhan aku harus tenang.

Krystal sedang menyiapkan kain dengan di dalamnya berisikan es batu “Biarku liat wajahmu” Aku menarik nafasku diam-diam, dengan perlahan ku hadapkan wajahku ini ke hadapan Krystal “Kau bisa tidak agak sedikit mendekat?” perintahnya dingin.

“Apa? oh baiklah” aku dan Krystal semakin dekat jarak di antara kami, hingga aku menyadari betapa indahnya mata yang dimiliki oleh Krystal. Ini untuk pertama kalinya aku melihat mata yang begitu indah.

“Ehheemm” batuk yang dibuat Krystal membangunkan lamunanku dan dengan segera aku tidak berani menatap wajahnya karena aaaghh karena aku malu! Tanpa basa basi Krystal mulai membersihkan luka kering Amber di dahinya dengan sangat hati-hati. Haiishh mengapa suasana nya menjadi canggung seperti ini?! aghhh aku tidak kuat rasanya menahan jantung ini! rasanya ingin meledak.

“Aku heran denganmu” “Apa kau tidak merasa sakit atau merasa bosan dengan wajah yang terus berantakan seperti ini?” ucap Krystal yang masih fokus terhadap luka di wajah Amber.

“Tidak, aku seperti ini kan karena membantu” ucap Amber.

“Kau ingin menjadi pahlawan? kau ingin terus-terusan melukai dirimu sendiri?” ucap Krystal dengan mengambil es batu yang di lapis kain untuk mengompres luka memar Amber.

“Iya aku adalah pahlawan, namaku adalah Amberman hahaha”

“Aghhhh!!” teriak Amber.

“Ya!! sakit sekali!” Amber memegang pelipis matanya yang tengah di kompres Krystal. “Apa kau sengaja melakukanya?” Krystal menatap sinis.

“Bukankah kau pahlawan? masa begitu saja sakit, bagaimana kau ingin melindungi seseorang?” Amber hanya diam menahan sakitnya sedangkan Krystal melanjutkan mengompres bagian pelipis Amber.

Amber hanya diam, menatap Krystal yang wajahnya sangat dekat denganya. Matanya, hidungnya dan bibirnya, aku sekarang percaya bahwa malaikat itu nyata dan ada di dunia.

“Auchhh! Ya!! ada apa denganmu!” Amber mengelus-elus kepalanya.

“Kau kompres saja lukamu sendiri” Krystal meninggalkan Amber yang masih terlihdat bingung.

“Haishh Ya! aghhh kenapa dia itu! aduh sakit sekali.

Krystal pov

Aku segera masuk ke kamar dan membaringkan tubuh ini untuk beberapa saat “Aghh” aku memejamkan mata ini tapiiii.

“Agghh!!” aku mengacak-acak rambutku karena kesal! “Baiklah tarik nafas….”

“Hembuskaann” aku kembali membaringkan tubuh ini tapi tidak lama kemudian…

“Agghh! mengapa wajahnya terus ada di pikiranku!” aku benar-benar kesal! saat aku berusaha memejamkan mata selalu saja terlihat wajah Amber di bayanganku! Ada apa dengan dirimu Krystal Jung?

Aku yakin aku pasti sudah gila, iya aku benar-benar sudah gila hingga terus membayangkan wajah llama itu! Dia adalah Amber, Amber llama! dia adalah servantku dan stupid! Amber llama, amber llama dan dia sangat buruk iya benar-benar buruk. Okay tenang Krystal jung tenang…

Tapi, tidak ada llama yang wajahnya begitu mempesona! “Aghhh!!” aku bangun dari tempat tidurku untuk menyegarkan pikiranku yang mulai di racuni oleh senyumanya.

Greeckk” pintu di buka kasar Krystal.

“Ya!!!!!!” teriak Amber dari dalam.

“Ap-ap-apa apa yang kau lakukan!!” dengan sisa busa odol di mulutnya.

“Aku ingin ke kamar mandi” jawabku ketus karena kesal.

“Iy-iy-iya tapi apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu! apa kau tidak lihat aku mandi!”  teriak Amber, dan Krystal hanya memutarkan matanya.

“Kau sedang tidak mandi stupid , kau hanya menggosok gigimu” jawab Krystal yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.

“Tapi kau tidak lihat aku sudah membuka baju!”

“Kau hanya membuka baju kan ,bukan membuka semuanya?” ucap Krystal yang melihat tingkah Amber yang menutup bagian atas tubuhnya dengan kedua tanganya.

“Cepat pergi aku ingin menggunakan kamar mandi!”

“Haishh wanita ini, aku duluan yang berada di kamar mandi ini jadi aku duluan yang mandi buka kau!” tunjuk Amber dengan sikat giginya.

“Oh begitu baiklah kalau itu maumu llama” Krystal melangkah masuk ke dalam kamar mandi.

“Ya! ya! apa yang kau lakukan!” wajah Amber seketika merah.

“Mandi” jawab singkat Krystal.

“Haishh tapi aku duluan yang mandi baru kau”

“Kalau begitu kita mandi berdua” tatap Krystal nakal dan wajah Amber seketika menjadi mendidih.

“Oh my god! baiklah, baiklah kau mandilah! aku menyerah aku benar-benar menyerah” Krystal menahan tawa melihat Amber yang wajahnya sangat merah.

“Hahahaha dasar bodoh! ya ampun lucu sekali dia”

beberapa lama kemudian Aku hanya duduk di sofa menonton televisi, benar-benar membosankan! “Aku rasa ada yang bosan” aku melihat Amber yang menghampiriku.

“Menurutmu?” jawabku tanpa melihat llama bodoh itu.

“Waah aku rasa benar-benar bosan” jawab Amber.

“Bagaimana kalau kau ikut denganku” mataku langung mengarah ke Amber.

“Apa? kemana??” tanyaku penasaran.

“Ehmm itu rahasia, ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu” seketika badmoodku menjadi hilang seketika!

“Baiklah! ayo kita pergi” Amber dan Krystal pergi meninggalkan rumah. “Kita ingin kemana stupid?” tanyaku penasaran.

“Kau ikut saja” aku hanya mengangguk, ntah kenapa saat aku berjalan denganya aku merasa sangat terlindungi tetapi aku tidak suka bila ada yeoja yang menatapnya errghh mereka tidak tahu kalau dia adalah servant bodohku!

“Tumben sekali sepi, mungkin karena ini masih hari sekolah” aku hanya menatapnya bingung. “Aku akan memanfaatkan waktu bolos ini dengan baik” senyumnya. 15 menit berlalu.

Aku tidak tahu dimana sekarang aku berada, yang aku tahu adalah sekelilingku di penuhi dengan baju-baju, sepatu dan masih banyak lagi.

“Stupid ini dimana?” tanyaku.

“Kita berada di pusat perbelanjaan” senyumnya.

“Pusat perbelanjaan?” dia hanya mengangguk.

Aku hanya mengikuti Amber kemanapun dia berjalan hingga pada akhirnya kami berhenti.

“Selamat sore ada yang bisa kami bantu” jawab pelayan yang berseragam hitam.

“Ehmm iya, aku melihat beberapa ponsel keluaran terbaru” aku hanya diam memperhatikan Amber yang bertanya, Amber memegang dua benda yang sama seperti dia punya.

“Baiklah bungkus satu yang ini” ucap Amber.

“Itu apa?” Amber menatap Krystal yang tengah berbicara.

“Itu ponsel”

“Ponsel” dia kembali mengangguk.

“Nanti akan ku ajarkan” aku hanya diam dan mengikutinya kembali.

“Grrrrrr” Krystal memegang perutnya.

“Bilang kepada cacing-cacingmu untuk menunggu sebentar lagi” senyum Amber. Dan tidak lama kemudian Amber menyuruhku untuk duduk di bangku taman yang sekelilingnya di penuhi dengan pohon-pohon yang hijau, aku melihat Amber yang sedang membuka ras ransel hitamnya.

“Tadaaaaa” senyum Amber.

“Aku sudah membawakan makanan dari rumah” aku terkejut saat Amber mengeluarkan bekal nasi dengan botol minuman.

“Ini makanlah” waaaahhh dia sangat luar biasa bisa memasak seperti ini, tidak seperti biasanya dia

 

bento-lunch-box-24

membuat yang seperti ini!  Aku mengambil sendok yang di berikan oleh Amber dan aku mulai memakanya…

“Bagaiamana?” tanya Amber pensaran.

“Enak tidak??” tanyanya kembali. Aku menaruh sendoknya.

“Apa kau sebut ini makanan??” cetusku.

“Apa?”

“Kau ingin meracuniku?? ini makanan yang sangat aneh yang pernah ku makan dalam hidupku!”

“Haishh ya! aku sudah mencoba makanan ini dan rasanya sangat enak! aku rasa lidahmu yang aneh” jengkel Amber.

“Tapi ini benar-benar aneh!” aku kembali menyuap makanan yang di buat oleh Amber.

“Lihat rasanya aneh” ucapku sambil mengunyah.

“Kalau aneh mengapa kau terus memakan nya princess?” tatap Amber.

“Itu karena aku kasihan padamu karena telah membuat ini dengan susah payah, jadi setidaknya aku menghargai kerja kerasmu stupid” ucapku sambil makan tanpa menatap Amber yang tidak ku bagi denganya.

“Kau bilang itu racun tapi kau sangat lahap memakan nya” Amber menggelengkan kepalanya.

“Kapan kau membuat ini? aku tidak melihatnya”

“Saat kau mandi” jawab Amber yang berpangku tangan melihat Krystal.

“Benarkah??” “Iya, kau kan mandi 1 jam, lagi pula aku sudah biasa membuat ini”

“Sudah biasa? tapi ini untuk pertama kalinya aku melihat kau membuat ini”

“Iya, saat aku kecil. Ibuku sering membuat nasi dengan menghiasinya agar terlihat lucu seperti itu agar aku nafsu makan” senyum Amber.

“Dan semenjak ibuku membuatkan nya untuku terus aku jadi suka makan, dan aku memintanya untuk mengajariku dan ku rasa itu tidak sulit hanya butuh sedikit skill” Krystal menatap Amber, wajah Amber seketika menjadi sedih.

“Kau sedang merindukan ibumu?” tanyaku.

“Aku merindukanya setiap hari” tatap Amber.

“Lalu mengapa kau membuat ini untuku”

“Karena kau special” Krystal hanya dia mendengar ucapan Amber.

“Ini untuk pertama kali aku membuatnya setelah ibuku meninggal, dulu aku suka membuatkan nasi ini juga kepada ibuku ketika dia mulai sakit.

Tubuhnya mulai kurus dan sangat sulit untuk memakan sesuatu. Aku tidak ingin dia jatuh sakit, aku tidak ingin dia pergi meninggalkanku. Ibuku sangat berarti untuku princess” senyum Amber dengan Krystal yang menatap Amber.

“Aku harap kau menyukainya” tatap Amber.

“Karena selain ibuku, kau lah yang memakan nasi buatanku” senyum Amber yang membuat Krystal diam. “Tik Tik Tik Tik” rintikan hujan mulai membasahi bumi.

“Waah turun hujan ayo kita berteduh!” Amber merapihkan tasnya dan memegang tangan Krystal mengajaknya untuk ke tempat yang teduh.

“Agh! sial sekali, mengapa saat seperti ini menjadi hujan”  hujan benar-benar sangat lebat, Amber menatap Krystal yang diam dan sedikit menundukan kepalanya.

“Princess kau tidak apa-apa? apakah bajumu basah?” tanya Amber yang di balas anggukan oleh Krystal.

“DAARRR”

“Ahh!” Amber terkejut dengan tindakan Krystal yang tiba-tiba memeluknya.

Dub Dub Dub Dub” jantung Amber berdetak cepat.

“Princess” ucap Amber yang melihat Krystal memeluknya dengan rasa takut.

DAAARRR!!” petir kembali menyambar pelukan Krystal semakin erat.

Amber Pov

“Stupid aku takut” tangan Krystal melingkar di lengan Amber dengan menyembunyikan kepalanya di lengan Amber karena takut.

“Tenanglah princess aku ada disini kau tidak perlu khawatir” Amber mengelus bahu Krystal, aku baru tahu kalau dia takut dengan petir.

Oh? sepertinya baju dia sedikit basah “Stupid apa yang kau lakukan?” tanyanya bingung, tanpa ku jawab pertanyaan nya ku langsung pakaikan jaketku di badan Krystal yang terkena percikan air hujan.

“Pakailah” “Lalu bagaimana denganmu bajumu juga basah” aku hanya tersenyum mendengarnya aku baru sadar ternyta dia mengkhawatirkanku juga.

“Aku tidak apa-apa tenang saja” senyumku kepadanya yang masih melingkarkan tanganya di lenganku, aku tidak tahu berapa lama lagi hujan ini berhenti.

Selagi menungu hujan kami berdua duduk dengan melihat hujan yang masih saja deras dan tentu saja Krystal yang masih belum melepaskan tanganya di lenganku, aku rasa dia benar-benar takut akan petir.

“Stupid”

“Hmm”

“Apa kau menyukai hujan?”

“Aku menyukainya”

“Kenapa?” suara lembut Krystal.

“Menurutku romantis” aku tersenyum lebar saat menjawabnya, aku hanya mengatakan apa yang ada di isi kepalaku itu saja.

“Hmm” gumam Krystal.

“Bagaimana denganmu princess?” tanyaku balik. “Aku tidak menyukainya” mataku mengarah ke arahnya yang bersender di bahuku.

“Kenapa?” butuh beberapa detik untuk menjawab pertanyaanku.

“Karena dia pergi meninggalkanku” aku kembali melihat ke arahnya.

“Pergi meninggalkanku begitu saja” suara Krystal mulai terdengar sedih.

“Aku bahkan belum pernah melihat wajahnya tetapi dia pergi begitu saja meninggalkanku” Krystal menghela nafasnya.

“Terkadang aku merasa iri kepada teman-temanku dan juga dirimu”

“Apa? aku? apa yang membuatmu iri kepadaku?” tanyaku kaget mendengar ucapan Krystal.

“Kau tahu bukan aku tidak memiliki apa-apa” tawaku kecil.

“Setidaknya kau pernah merasakan hangatnya belaian seorang ibu” tawaku seketika berhenti ketika mendengar perkataan Krystal.

“Aku iri padamu servant” suaranya terdengar lirih.

“Aku iri padamu karena kau bisa berbagi canda tawa kepada ibumu, mendapatkan sentuhan dan kecupan hangat ibumu” aku hanya diam mendengar ucapan Krystal, mendengarnya seperti ini aku ikut merasa sedih, aku merasakan kesepian di dalam hatinya.

“Lalu dimana ibumu sekarang princess?” tanyaku penasaran.

“Aku tidak tahu, dia pergi meninggalkanku dan ayahku saat aku kecil” tatap Krystal yang melihat butiran air yang jatuh ke tanah.

“Ayahku bilang, dengan sangat berat hati Ibuku memilih tinggal di bumi di bandingkan tinggal bersamaku dan ayah. karena ibuku tidak ingin hidup di tempatku berasal aku tidak tahu alasanya kenapa, ayahku benar-benar mencintainya hingga dia ikhlas pergi meninggalkan ibuku tinggal di bumi di bandingkan di tempat asalku” Krystal menghela nafasnya.

“Ayahku benar-benar mencintai ibuku sehingga iya tidak mau melihat ibuku menderita bila iya disampingnya, iya mengatakan kepadaku bahwa kita harus belajar ikhlas untuk melepaskan seseorang untuk kebahagian nya” Krystal mengeratkan kembali pelukan di lengan Amber.

“Sebelum aku ke bumi ayah memberikan foto kepadaku, ayahku bilang aku bisa mencari ibu di bumi” senyum simpul Krystal.

“Tapi aku tidak tahu bisa menumakan atau tidak” lirih Krystal. Aku merasakan kesedihan di nada bicaranya.

“Ehmm bagaimana kalau aku membantu mencari ibumu?” tawarku padanya.

“Tidak perlu, aku bisa mencarinya sendiri” hmm aku memutuskan untuk diam.

15 menit kemudian

“Aghh” leherku terasa sakit dan merasa pegal tapi ntah kenapa bahuku juga terasa agak sedikit berat dan tidak bisa kugerakan, aku mencoba membuka pelan mata ini mencoba mencari tahu apa yang terjadi.

“Ohh ternyta aku ketiduran” aku melihat hujan yang sudah berhenti.

“Prin..” aku langsung mengunci mulutku karena Krystal kini terlelap di bahu kanan ku, rambutnya sedikit menutupi wajahnya. Ku rapihkan rambutnya yang sedikit berantakan semoga saja belaian tangan ini tidak membuatnya bangun, aku tidak tahu bagaimana cara mendeskrpsikan bagaimana sempurna wajah yang iya miliki.

Sungguh aku benar-benar mengaguminya, iya ku tegaskan hanya mengagumi! Dan kini aku melihat kelima jariku saling bersentuhan dengan jari jemari Krystal yang, agghh tidak bisa ku ceritakan tanganya benar benar sangat lembut dan jari jarinya lebih kecil daripadaku. dan wangi rambutnya benar-benar membuatku melayang di udara aku rasa wanginya seperti wangi strawberry.

Hufhh..

Apa yang kursakan saat ini? agghh kontrol perasaanmu Amber! tapi mengapa jantung ini terus berdebar-debar! Baiklah Amber tenang, aku memejamkan mataku berusaha menenangkan pikiran dan perasaanku yang saling beradu!

Aku membuka mata ini dan aku tidak tahu mengapa mata ini terus mengarahnya yang tertidur pulas di bahuku dan juga lihat jari jari kami saling bergenggaman erat seakan-akan tidak mau saling kehilangan satu sama lain…

Amber Liu kau harus melepaskan tanganya! tapi mengapa tidak bisa? Tidak Tidak Tidak Tidak bisa! aku tidak bisa melepaskan tangan ini. Ntah kenapa aku menyukai saat seperti ini. Aku tidak akan melepaskan nya sampai iya yang melepaskan genggaman ini.

couple_holding_hands-2801

 

————————————————————-

Sorry late update hehehe, thnks semua yang udah comment ff gw maaf ya author bukanya gak mau bales tapi author bingung mau bales apa hehe. maaf semua kalau ada kesalahan dalam penulisan thnks semua ^^