Beautiful Stranger 18

Cuaca hari ini begitu dingin mungkin tak lama lagi salju akan turun, ku tatap luar jendela dengan mengaduk-aduk susu coklat untuk menghangatkan tubuhku yang terasa dingin dengan sejuta tanda tanya di pikiranku.

Ku pangku kepala ini dengan tangan kananku sembari berfikir tentang kejadian semalam saat aku dengan..

Dengan Amber.

Sungguh ini membuatku bingung, berjuta pertanyaan bersarang di kepalaku menanti sebuah jawaban yang pasti dalam hidupku.

Jawaban yang dulu yang ku kira benar belum tentu tepat yang pada akhirnya membuat sebuah ke keliruan.

Jadi..

Apakah Kai benar-benar obat penawarku? bila iya adalah obatku mengapa saat aku bersama Amber semuanya terasa baik-baik saja seperti saat aku tak terkena kutukan kematian ini? kematian yang benar-benar menyakitkan bahkan saat ini aku bisa merasakan bagaimana badan ini terasa begitu sakit serta aliran darahku yang terasa berhenti mengalir.

Sial,mengapa di saat seperti ini kepalaku mulai terasa pusing! tolong malaikat, jangan siksa aku seperti ini. Lebih baik kau langsung membunuhku dari pada menyiksaku seperti ini, sungguh ini begitu menyakitkan! hancurkan saja langsung jantungku dari pada kau menusuknya dengan jarum jarumu yang dingin.

“Krystal”

Aku berusaha membuka mataku serta sedikit menahan sakit di seluruh badanku, mataku sedikit buram tapi aku masih bisa melihatnya “Kai?”

“Krystal, gwenchana?”

Aku berusaha tersenyum menyakinkan diriku baik-baik saja “Aku baik-baik saja kau tidak perlu khawatir” senyumku dengan membalas sentuhan tanganya.

Dan berharap sentuhan nya dapat membuatku baik-baik saja tapi…

Tapi aku tidak kunjung membaik, ada apa ini?

Mengapa saat Amber menyentuhku semua sakit yang kurasakan terasa hilang?

“Krystal?”

Aku menatap kedua matanya, bahkan tatapan matanya saja tak berhasil membuatku membaik atau membuatku sedikit jauh lebih hangat dimana saat Amber menatap kedua mataku.

“Kau akan ku antar pulang oke, kita batalkan kencan kita”

Apakah benar kau obat penawarku?

Kai membawaku keluar cafe dengan menyelimuti badanku dengan jaket miliknya “Mengapa badanmu dingin sekali” tatapnya heran, aku hanya menatapnya dengan senyuman di wajahku, aku tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan nya.

“Baiklah kau istirahat, sebelum pulang kita akan ke toko obat oke” aku hanya mengangguk dan menyenderkan kepalaku di kursi mobil sportnya.

Tak terasa mata ini terpejam untuk beberapa saat hingga rasa sakit ini membangunkan ku kembali untuk menikmati penderitaan yang sedang ku jalani.

Kupikir dengan sedikit tertidur dapat meringkankan rasa ini tetapi aku salah, ternyata tubuhku terasa begitu lemas dan nafasku terasa sesak hingga mau tak mau mulut ini harus membantu pernafasanku yang begitu sesak.

Ku lihat Kai yang tak ada di sampingku, ku lihat arah jendela mobil. Ku tegakan badan ini serta sedikit menyipitkan mataku agar dapat terlihat jelas bayangan yang ku lihat.

Mata ini menangkan sosok namja bertubuh tinggi dengan rambut coklatnya, ya tentu saja  itu Kai dengan memegang sebuah plastik obat miliku tapi siapa namja yang di sampingnya?

Namja yang sedikit membuat wajah Kai menjadi geram.

Ku fokuskan mata ini, berusaha menatap namja yang menjadi lawan bicara Kai.

Namja yang memiliki tubuh kurus dengan hoodie hitam serta sepatu nike hitam yang tentunya tak asing bagiku serta rambut hitamnya dengan sedikit menutup matanya.

“Amber”

Amber…

Amber…

Ku ucap namanya dengan kekuatan yang kumiliki berharap dia bisa mendengarku, bukan untuk diriku.

Tapi untuk hati ini yang jujur begitu merindukan nya, yang begitu menyesal yang telah membuatnya terluka serta mencampakan nya begitu saja.

“Amber”

Jari-jari ku mulai membuka pintu mobil Kai, berusahan dengan sekuat tenaga membawa badanku berdiri tegap.

“Aghh!”

Sial aku terjatuh, tubuhku begitu lemah tak berdaya “Amber”

Author Pov

“Ternyata kau masih hidup, aku kira kau sudah mati”

Amber tersenyum mendengar perkataan Kai “Aku tidak akan mati semudah itu Kai”

Kai menarik sudut bibirnya “Baiklah, selama kau tidak megangguku dengan kekasihku Krystal Jung itu tak masalah bagiku. Malah seharusnya aku bersyukur kalau kau masih hidup jadi kau akan tahu betapa mesranya aku dan dia”

Kai dan Amber saling bertatapan tapi tangan Kai menarik perhatian Amber dengan plastik putih di tanganya.

Amber menatap Kai dengan wajah serius “Apakah Krystal sakit?”

Kai menatapnya dengan tajam “Itu bukan urusanmu”

“Kau hanya perlu menjawab iya atau tidak, itu saja. Jadi aku tanya sekali lagi, apakah Krystal sedang sakit? bukankah dia sudah sembuh?” tanya Amber dengan begitu khawatir.

“Sekali lagi ku tegaskan itu bukan urusanmu!”

Kai melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan Amber tapi dengan sigap tangan Amber mengunci lengan Kai hingga membuatnya berhenti “Jawab pertanyaanku”

Amber menatap dengan begitu tajam “Krystal adalah nyawaku, jika sesuatu terjadinya padanya aku tidak segan-segan membunuhmu Kai”

Kai dan Amber saling melempar tatapan mata dengan tangan yang bersiap memukul satu sama lain.

“Tolong!!”

Terdengar suara teriakan yang membuat keduanya menoleh “Krystal!!” teriak Amber.

Saat ingin berlari Amber mengurungkan niatnya karena Kai berlari lebih cepat darinya, menggendong Krystal masuk ke dalam mobil dengan bergegas meninggalkan Amber di tepi jalan.

Amber menarik nafasnya dengan menatap mobil Kai yang mulai menghilang dari pandangan matanya “Krystal” satu hembusan nafas yang keluar dari bibir Amber yang bernada lirih yang sungguh mengkhawatirkan Krystal.

Jung’s Home

Terilhat yeoja dengan berambut coklat sedang melipat kedua tanganya dengan menatap dingin yang barang siapapun yang melihat akan mati kedinginan.

“Kau apakan adiku!!” teriaknya yang begitu nyaring.

“Sica dengar–”

Jessica menatap tajam namja yang berada di depan nya “Diam kau Kwon Yuri!” tatapnya pada Yuri.

Tatapan nya kembali kepada namja malang yang sedang menundukan kepalanya “Aku tanya sekali lagi padamu. Kau apakan adiku!! mengapa adiku bisa pingsan seperti itu Kim Jongin!!” teriaknya marah.

Kai masih mendudukan kepalanya karena takut terhadap Jessica “Ak-ak-aku..”

“Bicaralah yang lantang! kau ini lelaki bukan?!”

“Sica tenanglah” bujuk Yuri.

“Diam kau Yuri!”

“Aku tidak tahu noona, tiba-tiba badanya terasa begitu dingin dan Krystal selalu memegang kepalanya dan aku segera mengajaknya pulang dan membelikan obat untuknya noona” ucap Kai yang begitu takut.

“Lihat, Kai tidak bersalah mengapa kau begitu..”

Jessica menatap Yuri “Jika kau sekali lagi bicara ku potong lidahmu!” Yuri langsung diam dengan mendudukan kepalanya.

“Kau tahu bukan Soojung memiliki fisik yang lemah? dan kau tahu bukan belum sampai sebulan iya keluar dari rumah sakit tetapi otakmu yang bodoh itu malah mengajaknya berkencan dan ke tempat yang begitu ramai! apa kau tidak memikirkan hal itu!!”

Sementara itu Krystal masih terbaring di kamarnya yang besar dengan wajah yang masih pucat.

Jari-jari manisnya mulai bergerak, kedua bola matanya mulai berputar hingga matanya yang terpejam menjadi terbuka dengan perlahan.

Matanya indahnya terlihat memerah dengan wajah yang pucat “Agh” Krystal berusaha bangun dari tempat tidurnya walaupun kondisi badan yang tidak memungkinkan.

Krystal diam sejenak dengan melirik jam yang berada di kamarnya “7.46 PM”

Krystal memejamkan matanya merasakan sakit di tubuhnya “Aku bisa, aku pasti bisa” Krystal membuka matanya dan bergegas mengambil coat hitamnya yang berada di atas meja riasnya.

Krystal melangkah keluar pintu dengan sembunyi-sembunyi dengan mengintip dari atas tangga melihat kakaknya yang sedang bertengkar dengan kekasihnya.

Krystal memilih jalan lain dengan melewati pintu belakang dan syukurlah aksi Krystal tidak di ketahui dan bergegas masuk ke dalam taxi.

“Terima kasih paman” ucap Krystal dengan membungkuk.

Krystal menatap sebuah gedung besar dengan kerumunan manusia yang memadati tempat berdirinya Krystal.

Krystal menarik nafasnya sedikit merapihkan rambut serta pakaian nya, begitu selsai Krystal mulai melangkah dengan percaya diri dengan pesona nya yang tidak pernah mati.

“Permisi, apa kau boleh menunjukan tanda pengenalmu?”

Krystal menatap namja yang bertubuh besar dengan berpakai jas hitam sedang berdiri di depan nya “Haruskah? aku rasa tidak perlu karena aku adalah tamu special disini” jawabnya dingin.

“Kalau begitu aku butuh namamu” ucap penjaga dengan membawa sebuah papan nama.

Krystal tetap tenang sembari berfikir “Nama?” ucapnya ulang.

“Jung Sooyeon”

Penjaga bertubuh besar menatap Krystal dan “Silahkan” penjaga itu mempersilahkan Krystal masuk.

Krystal mulai berjalan masuk dengan sambutan dentuman musik yang begitu kencang serta lautan manusia yang sedang asik menikmati musik dengan alunan DJ ternama.

Krystal menatap sekeliling mencari sesuatu yang harus iya temukan “Permisi”

“Ne”

“Apa kau tahu dimana Amber Liu?”

“Oh Amber, dia berada di lantai 4” senyumnya.

“Bagaimana agar aku bisa sampai ke lantai 4?”

“Kau tinggal jalan ke arah utara dan kau akan menemukan lift nona”

Krystal menatap arah yang di tujukan “Terima kasih” ucapnya yang langsung bergegas ke arah lift.

“Hei nona cantik mau kemana?”

Krystal terpaksa menghentikan langkahnya, menatap pemuda yang berada tepat di depan nya “Minggir” perintahnya dingin.

“Wooow mengapa kau jutek sekali nona cantik”

“Bagaimana kalau kita minum dulu, aku akan mentraktirmu apapun yang kau mau” ucap namja bertato.

“Tolong minggirlah” ucap Krystal melewati kedua namja tersebut.

“Aghh!” Krystal terjatuh lemas di lantai dengan memegang kepalanya yang mulai terasa sakit.

“Apa kau tidak apa-apa?” Krystal menepis tangan namja yang merayunya.

“Ya!! aku membantumu, mengapa kau malah bersikap sombong seperti itu!”

Krystal bersuaha bangun sedangkan namja itu menggeretu karena sikap Krystal yang kasar.

“Dasar yeoja tak tau di untung!” namja itu mulai bermain kasar kepada Krystal dengan berkeinginan melukai Krystal.

“Tuan jangan!”

“Ya kau siapa!! beraninya kau melarangku!” ucap namja bertubuh besar itu.

“Aku mohon jangan tuan, dia adalah temanku maafkan atas tingkahnya” namja dengan memakai baju pelayan itu membungkuk berkali kali dengan membantu Krystal berdiri.

“Sekali lagi mohon maaf” namja itu membawa Krystal ke sebuah ruangan yang tak seramai dan sepadat tadi.

Iya menyenderkan Krystal ke sebuah sofa “Ayo minumlah agar kau jauh lebih baik”

Krystal mengambil segelas air putih dan meminum nya hingga habis “Ya Tuhan tubuhmu begitu dingin, apa kau sedang demam? mengapa disaat demam seperti ini kau malah ke club bukanya istirahat di rumah saja”

Krystal menatap namja yang tepat di sampingnya “Kau siapa?” tanyanya.

“Aku Key, kau yeoja yang pernah menyelinap masuk ke dalam club ini bukan dan juga kau adalah teman dari Amber yang bodoh itu bukan?”

“Kau kenal Amber?”

Key memasang muka jengkel “Haish tentu saja aku kenal si llama bodoh itu! aku dan dia sudah berteman dari seumur jagung”

Krystal menatap mata Key “Dimana dia? aku ingin bertemu denganya” tatapi serius Krystal.

Key melihat jam yang iya kenakan “Jam segini dia belum datang atau mungkin dia tidak berkerja lagi”

“Apa?” heran Krystal.

“Akhir-akhir ini Amber tidak berkerja, aku tidak tahu mengapa dia menjadi seperti ini aku rasa saat ini dia sedang ada masalah” ucap Key.

Krystal terdiam mendengarnya dia tidak tahu harus mencari Amber kemana “Tapi..”

Key menatap Krystal “Kau coba saja mencarinya di atap, biasanya dia selalu disana untuk menyendiri tapi aku tak tahu pasti coba saja kau lihat” saran Key.

Tak pikir panjang Krystal bangun dari duduknya “Apa kau tidak apa-apa? kau terlihat begitu pucat” Key memegang lengan Krystal yang di balas dengan senyuman olehnya.

“Apa kau yakin?”

Krystal menganggukan kepalanya “Kalau begitu kita lewa lift belakang saja, lift depan terlalu ramai” ajak Key yang segera naik ke dalam lift.

Ting” pintu lift terbuka, Krystal dan Key berjalan menuju pintu keluar.

“Kau naiklah ke atas” perintah Key dengan membukakan pintu untuk Krystal.

“Apa kau yakin kau tidak apa-apa?” tanya sekali lagi Key.

“Aku tidak apa-apa, terima kasih Key” senyum Krystal.

“Sama-sama Krystal” senyum Key dan Krystal menatapnya untuk beberapa saat yang kemudian memutuskan untuk menaiki beberapa tangga hingga iya sampai di atap club besar ini.

“Click” Krystal membuka pintu perlahan dengan angin yang berhembus kencang menerpa dirinya.

Krystal melangkahkan kakinya maju meninggalkan pintu di belakangnya melangkah maju di atas gedung dengan beratapan langit hitam tanpa bintang.

Krystal berdiri menatap kota Seoul yang hidup dengan lampu-lampu yang berkilau “Apa yang harus ku lakukan?”

“Apa yang harus ku lakukan? aku tidak ingin berakhir seperti ini, aku tidak ingin meninggalkan mereka begitu saja”

Krystal hanya terdiam menatap langit dengan airmata di pipinya “Aku lelah, aku lelah” Krystal memejamkan matanya, kakinya bergerak otomatis mendekati pagar pembatas gedung tinggi ini.

Melangkah maju dengan hembusan angin yang menerpa rambutnya yang terurai dengan lembut. Membuka kedua tangan nya membiarkan udara masuk ke dalam pori-pori kulit putihnya.

“Sunyi, tenang dan sepi. Setidaknya sebelum aku mati aku bisa merasakan hal ini yang begitu membuat hati ini lepas tanpa beban” ucapnya dalam hati.

“Kau tidak akan melompot kan?”

Krystal membuka kedua matanya bahkan iya hampir hilang kesimbangan badan nya saat mendengar suara di belakangnya.

“Kalau kau melompat ke bawah aku tidak bisa mengejarmu lagi, kalau kau jatuh ke bawah siapa yang akan mengganti rugi semua keperluanmu? siapa yang akan mengganti semua kebutuhanmu saat kau tinggal denganku? kau tahu kan kau hampir menghabisi semua gajiku hanya karena membelikanmu daging,  kau harus membayar semunya Jung Soojung, dunia ini tidak ada yang gratis” ucap Amber dengan memasukan kedua tanganya di jaket nike miliknya.

Krystal hanya diam masih menatap gelapnya malam tanpa berani memandang Amber yang berada di belakangnya.

Selangkah demi selangkah Amber mulai mendekati Krystal dengan bersandar di besi dengan menatap punggung Krystal “Kau tahu, dulu aku ingin sekali menenggelamkan diriku untuk mengakhiri hidupku yang begitu berat yang sungguh tak mampu lagi aku bebani. Melompat jatuh hingga aku bisa melupakan semua masalahku serta kesendirianku tetapi ada sesuatu yang menyadarkanku bahwa kematian bukanlah jawaban dari semua masalahku hingga kau pada akhirnya..” Amber menarik bibirnya dengan menatap Krystal yang masih berdiri di pinggir gedung.

“Hingga pada akhirnya kau datang dengan dress berwarna putih serta jas hitamku yang melindungi tubuh indahmu, kau datang bagaikana malaikat yang menyelamatkanku dari kematian. Tatapanmu begitu dingin tetapi begitu menghipnotis siapapun yang melihatnya”

“Aku sempat berfikir bahwa kehadiranmu sungguh akan membuat hari hariku menjadi kacau dan berharap kau bisa pergi dari pandanganku tetapi sayang semua terbalik tanpa sadar kehadiranmu sungguh membuat hidupku lebih berwarna dengan canda tawamu yang kau lontarkan padaku princess” Amber mendekati Krystal dengan tenang.

“Dan ini untuk pertama kalinya aku tak lagi mencoba bunuh diri, aku sungguh berterima kasih kepada Tuhan telah mencegahku dari kematian yang sebelumnya selalu ku lakukan jika tidak, aku tidak akan pernah merasakan rasa yang begitu bahagia yaitu saat bersamamu haha aku merasakan benar-benar hidup saat bersamamu”

Krystal hanya diam menahan airmatanya “Hingga pada akhirnya ada sesuatu yang tak pernah ku rasakan sebelumnya dalam hidupku. Aku merasakan jantungku yang berdetak begitu cepat saat menatap matamu, merasakan keringat yang berlebihan saat aku berada di sampingmu, merasakan waktu yang berhenti saat menatap matamu” senyum Amber.

“Aku bingung terhadap apa yang ku rasakan hingga teman-temanku mengatakan Amber, sepertinya kau sedang jatuh cinta. Aku hanya diam dan bertanya pada diriku sendiri apakah benar aku sedang jatuh cinta? jatuh cinta kepada yeoja yang berwajah dingin tapi berhati hangat dan jawabanya adalah…”

“Ya, aku mencintainya sungguh mencintainya. Aku tak bisa hidup tanpa senyumnya aku tak bisa hidup tanpa suaranya aku tak bisa hidup tanpa sentuhan nya dan Tuhan tolong satukan lah aku padanya, buatlah dia menjadi miliku dan kan ku jaga dirinya melebihi diriku sendiri! aku bersumpah Tuhan”

Krystal meneteskan airmatanya “Tetapi, Tuhan tak mengabulkan doaku. Apakah aku tak pantas untuknya? apakah aku tak cukup untuknya? aku bahkan rela mati untuknya, ku serahkan jantungku untuknya karena aku tak sanggup tanpanya” senyum Amber.

“Tetapi jika itu membuatnya bahagia aku harus belajar melepaskan nya untuk bersama orang lain”

Krystal meneteskan airmatanya tak sanggup mendengar ucapan Amber.

“Princess”

Amber membungkukan badan nya berlutut di hadapan Krystal “Aku mencintaimu”

“Aku sungguh mencintaimu Jung Soojung”

Krystal terdiam dengan matanya yang memerah dengan seketika tubuhnya kembali tak berdaya “Princess” ucap Amber khawatir.

Dan….

Krystal Pov

Kosong, hampa, gelap dan terasa dingin.

“Princess”

Ku terus berlajan mencari suara yang begitu ke kenal hingga kegelapan berubah menjadi setitik cahaya dan cahaya itu adalah “Alish” mataku terbuka lebar, betapa tidak aku terkejut melihat Alish yang berada di depan mataku.

“Alish” aku ingin memeluknya tetapi tidak bisa, mengapa?

Aku menatap Alish “Mengapa aku tak bisa menyentuhmu?”

“Aku tidak tahu princess maafkan aku”

“Tidak apa, aku begitu merindukanmu”

Alish tersenyum, sudah lama sekali aku tak melihat senyumnya “Aku juga merindukanmu princess, aku berharap kau bisa kembali bersama kami”

Kuberikan senyumku padanya “Tentu, tentu kita akan bersama lagi” yakinku padanya.

“Princess”

“Ya”

“Semakin hari tubuhmu akan melemah, dengan sangat perlahan malaikat kematian mengambil semua energi di tubuhmu hingga habis tak tersisa” aku hanya tersenyum mendengar perkataan Alish yang memang benar sedang terjadi padaku saat ini.

“Princess, aku harap kau bisa kembali kepada kami dan memilih untuk hidup”

Aku menatap Alish yang wajahnya sedikit khawatir “Tentu saja Alish lagi pula aku sudah menemukan obat penawarku kau tidak perlu khawatir” senyumku padanya tetapi ntah mengapa wajahnya masih menyimpan keraguan.

“Pastikan dia benar-benar obat penawarmu, dan tetapkan hatimu untuk memilih hidup bukan kematian. Waktumu tinggal dua hari princess, buatlah kepastian”

Author Pov

Waktu menunjukan pukul 9 pagi tapi pagi ini tak secerah pagi pagi sebelumnya, pagi ini terasa begitu gelap seakan awan menunjukan sisi kegelapan nya pada pagi hari.

Jessica yang berdiri menatap jendela dengan sejuta ke khawatiran di dalam dirinya dan Yuri yang tertidur karena semalam suntuk menjaga Krystal dan Jessica.Dan Kai yang memejamkan matanya di samping Yuri.

“Apa yang kau lakukan semalam Soojung? mengapa kau pergi tanpa seizinku dan ibu? apa yang ada di pikiranmu? mengapa kau melakukan semua ini, adakah sebuah rahasia yang tak ingin ku ketahui? aku harus bagaimana, semua dokter menyerah karena penyakitmu yang aneh. Apa yang kau rasakan saat ini?” Jessica menggengam tangan adiknya dengan menaruh di pipinya berharap adiknya lekas sembuh.

Tanpa sadar Krystal mengerutkan dahinya, keringat bercucuran di badannya dan tanganya menjadi gemetar tanpa sebab yang membuat Jessica khawatir “Soojung”

“Tolong” bisik Krystal.

“Tolong aku” Krystal menjadi resah, badanya mulai bergerak tanpa control dari otaknya.

“Soojung, ini aku bangunlah” Jessica mulai terlihat panik.

“Aku tidak ingin mati, aku tidak ingin mati!” Krystal mulai mengeraskan suaranya yang berhasil membuat Yuri dan Kai terbangun.

“Soojung! Yuri bantu aku!!” Yuri bergegas bangun dari tidurnya.

Yuri menatap Krystal heran “Ada apa dengan nya Sica?”

“Aku tidak tahu, cepat panggil dokter!!” teriak Jessica khawatir.

“Aku tidak ingin mati, tolong jangan siksa aku seperti ini! ini begitu  menyakitkan agggghh!!!” Krystal mulai teriak karena sakit di tubuhnya.

“Soojung!!!”

“Eomma”

“Soojung anaku” Krystal kini di dekap ibunya berharap keadaan nya akan membaik tapi sayang Krystal masih meronta hebat

“Obat penawar”

“Aku butuh obat penawar, obat yang akan menyelamatkanku agghhhh!!!” Jessica dan Yuri bingung atas apa yang di ucapkan oleh Krystal.

“Obat penawar?”

“Amber” bisiknya.

“Amber!”

“Aghhh!!!” Krystal merasakan rasa yang teramat sakit.

“Amber?” ulang Sica.

“Cepat panggil Amber!!” perintah Jessica yang langsung di kerjakan oleh Yuri.

Yuri bergegas mencari Amber dengan mobil sportnya, mencari Amber ke segara penjuru kota “Damn! dimana kau Amber!” kesal Yuri.

Hingga akhirnya Yuri berhasil menemukan Amber di sebuah halte bus dengan tas ransel miliknya, tak pikir panjang Yuri mempercepat mobilnya yang hampir saja menabrak mobil lain tapi iya tak peduli, yang iya pedulikan saat ini adalah Krystal.

“Amber!!” teriak Yuri yang berhasil membuat Amber berhenti.

Yuri berlari kencang menghampiri Amber yang hampir saja naik bus menuju Busan “Kau!” Yuri meremas kerah baju Amber yang ingin sekali memukul wajahnya dengan kuat.

“Apa kau gila hah!!!” teriak Yuri kesal.

“Apa kau tidak tahu Krystal membutuhkanmu! apa kau tidak tahu Krystal menyebutkan namamu!” kesal Yuri.

Amber menepis tangan Yuri “Aku tak ingin di sampingnya, aku yang menyebabkan nya seperti itu! aku tidak tahan melihat Krystal seperti itu!”

“Bruk” sebuah pukulan besar mendarat di wajah Amber yang menyebabkan bibirnya sobek.

“Kau pikir kau hebat! kau pikri kau siapa meninggalkan Krystal begitu saja di saat dia membutuhkanmu Amber Liu! Krystal membutuhkanmu!! apa kau tidak dengar perkataanku hah!” teriak Yuri.

“Kau kesal karena Krystal bersama Kai? kau kesal karena Krystal menjadi sakit? bila kau seperti itu, kau pengecut! kau bodoh! aku tahu kau mencintainya, aku tahu! Krystal sangat membutuhkanmu, iya tidak peduli kepada siapapun kecuali dirimu! aku tahu Krystal tak pernah serius dengan Kai aku tahu hatinya tak pernah untuk Kai. Dia hanya melihat ke arahmu Amber! di hatinya hanya ada dirimu jadi tolong, Krystal membutuhkanmu aku tidak tahu apa yang ada dipikiran nya tapi saat ini dia membutuhkanmu” mohon Yuri kepada Amber.

Amber menatap Yuri, Yuri tahu Amber begitu mencintai Krystal dan begitupun sebaliknya “Baiklah”

Yuri dan Amber bergegas kembali ke rumah Krystal, di dalam perjalanan Amber terlihat sedih memikirkan Krystal “Bagaimana bisa aku berfikir seperti ini, pergi meninggalkannya disaat dia membutuhkanku”

“Amber” ucap Yuri.

“Ya”

“Apa kau tahu mengapa Krystal tak kunjung sembuh?”

“Aku tidak tahu, saat pertama kali aku bertemu dengan nya iya baik-baik saja bahkan dirinya tak pernah sakit”

“Apakah Krystal pernah mengatakan sesuatu yang aneh kepadamu seperti mengatakan obat penawar?”

Amber menatap Yuri “Obat penawar?” ulang Amber dengan berfikir sejenak teringat perkataan Krystal pada malam sebelumnya.

“Ya, ya dia pernah mengatakan hal itu padaku tapi aku tidak tahu maksutnya, apa kau tahu?” tanya Amber.

“Aku tidak tahu” jawab Yuri.

Mobil Yuri melesat masuk ke dalam perkarangan rumah Jung’s dengan terburu buru Amber turun dari mobil Yuri mengahampiri Krystal.

“Aghhhhh!!!” suara teriakan Krystal terdengar jelas di kedua telinga Amber.

Amber yang terpaku melihat Krystal yang meronta-ronta kesakitan “Aghhhh aku lebih baik mati aku tidak kuat” Krystal mengeluarkan airmatanya yang tambah membuat hati Amber tersayat begitu perih melihat orang yang iya amat cintai begitu menderita.

Amber melangkahkan kakinya melihat Jessica dan nyonya Jung memeluk Krystal “Amber” ucap Jessica dengan pipi yang basah.

Amber merendahkan tubuhnya dengan duduk di pinggir tempat tidur Krystal, memandangi sang tuan putri dengan begitu mengharukan tak bisa membayangkan betapa sakit yang iya rasakan.

“Princess” ucap lembut Amber.

Tangan Amber mulai bergerak mendekati tangan putih Krystal yang basah karena keringatnya.

“Princess”

“Jung Soojung, aku Amber”

“Aku disini”

Amber menggengam erat tangan Krystal dengan kedua tanganya yang lebih besar dari Krystal.

Jessica, nyonyan Jung, Yuri serta Kai hanya bisa terdiam melihat Krystal yang meronta hebat kini menjadi diam hanya karena sentuhan Amber.

“Bagaimana bisa?” bingung Yuri.

Amber menatap Krystal jari jarinya kini menghapus airmata Krystal dan mulai mengelus wajah Krystal dengan penuh kasih sayang “Jauh lebih baik?” Krystal sedikit menganggukan kepalanya.

Amber tersenyum mendengarnya, Amber mulai menarik tangan Krystal mendekatkan dirinya dengan tubuh Krystal dengan sebuah pelukan.

Pelukan yang teramat sangat kuat, membiarkan kepala Amber jatuh di pundak Krystal dengan mencium rambutnya serta tangan nya yang memeluk erat tubuh Krystal seakan tak ingin melepaskan diri satu dengan nya.

“Apa yang telah kau perbuat Amber?” Jessica menatap wajah Krystal yang seketika berubah menjadi segar kembali, melihat bibirnya yang kembali berwarna merah serta kulitnya tak begitu pucat.

Yuripun berfikir demikian “Ini gila”

“Amber”

Amber membuka matanya mendengar suara Krystal yang kembali seperti dulu, perlahan Amber merenggangkan pelukan nya menatap Krystal yang hanya beberapa inci dari wajahnya.

“Sudah membaik?” senyum Amber.

“Ya” tatap Krystal.

Jari Krystal memegang lembut wajah Amber dengan menyentuh bibir Amber yang sedang tersenyum untuknya.

“Maafkan aku” ucap Krystal menatap lurus mata Amber.

Amber masih tersenyum “Untuk apa?”

“Karena aku tak percaya pada hatiku, karena aku telalu egois hanya mementingkan diriku sendiri. Aku telah menghabiskan waktuku, kalaupun kau bukan penawarnya itu tak masalah bagiku. Bilapun aku harus mati itu tak masalah asalakan aku berada terus di sampingmu sampai aku mati dengan bahagia Amber”

Amber menatap bingung Krystal “Kau ini bicara apa? apa maksutmu? mengapa kau berkata seperti itu? apa maksutmu dengan kematian dan penawar?”

Krystal bangun dari tempat tidurnya menatap Yuri, Kai,Nyonya Jung serta Jessica yang berada di kamarnya.

“Mianhe”

Krystal berdiri dan menatap sekitar “Maafkan aku selama ini tak memberitahu kalian karena kau tak ingin membuat kalian khawatir”

“Apa yang terjadi nak?” tanya nyonya Jung.

“Aku adalah Krystal Jung Soojung, aku adalah putri dari anak tunggal raja Kim Tae Jung di planet J’AdoreA planet dengan sejuta keajaiban”

Krystal melangkah mendekati jendela kamarnya “Aku adalah anak dewa Kim Tae Jung, dewa yang paling kuat yang tak akan pernah terkalahkan. Dewa yang begitu mecintai anak perempuan nya yang setiap malamnya iya harus menceritakan sebuah dongeng untuk setiap malamnya”

“Semua orang mematuhi perintahku, semua orang begitu memujaku, semua orang begitu kagum akan diriku. Selama aku hidup aku tak pernah merasakan air mata, selama aku hidup aku selalu di limpahi dengan kenikmatan yang tiada tara, selama aku hidup aku tak pernah merasakan rasa kesusahan”

Krystal menghela nafasnya “Tapi itu semua tak abadi, pada umurku yang ke 17 aku mendapatkan berita yang buruk yang dimana aku harus turun ke bumi. Iya bumi, tempat yang begitu ku benci karena bumi telah memisahkan aku dengan ibuku, tempat dimana orang orang serakah, egois, jahat dan bertindak semena-mena tinggal di tempat itu sungguh membuatku muak! tapi setidaknya saat aku turun ke bumi aku bisa mencari ibuku”

Senyum Krystal menatap ibunya “Saat aku turun ke bumi sungguh sangat membuatku bingung, apa yang harus ku lakukan? apa yang aku lakukan disini? hingga akhirnya waktu mempertemukan aku dengan sosok namja yang sedang di kejar-kejar oleh beberapa orang bertubuh besar, aku tak bisa membayangkan wajahnya pada saat itu tapi aku yakin namja itu adalah orang yang baik. Dan kemudian aku bertemu lagi dengan namja itu tapi kali ini berbeda namja itu terlihat ingin menenggelamkan dirinya ke sungai Han sunggu perilaku yang bodoh, tapi aku tidak bisa membiarkan nya mati karena dia adalah namja yang baik, namja yang polos yang berhasil ku ancam agar aku bisa ikut dengan nya hahaha namja bodoh yang bernama Amber”

“Aku pikir bumi tak begitu buruk karena saat itu aku bertemu dengan Yuri oppa. Dia adalah namja yang baik, namja yang begitu tulus yang akhirnya mempertemukanku dengan Jessica kakak kandungku serta ibuku yang selama ini begitu ku rindukan serta teman-teman nya yang membuat diriku tak kesepian” tatap Krystal.

Yuri menatap serius Krystal “Lalu apa yang membuatmu datang ke bumi Krystal?”

Krystal terdiam sejenak, sedikit menghela nafasnya agar dirinya bisa jauh lebih tenang “Aku turun ke bumi karena aku mencari sesuatu yang berharga sesuatu yang benar-benar harus ku temukan. Sesuatu yang berharga dalam hidupku, sesuatu yang berbeda saat aku menyentuhnya, sesuatu yang beda saat aku menatap matanya, sesuatu yang beda saat berada di pelukan nya, sesuatu yang hangat yang bisa membuatku kembali hidup”

“Dan…”

“Dan bagaimana jika kau tidak menemukan nya?” tanya Amber menatap Krystal.

Krystal tersenyum mendengarnya “Maka aku akan mati” jawabnya menatap Amber.

Amber tertawa mendengarnya “Kau lucu”

“100 hari, hanya 100 hari malaikat kematian memberikanku waktu untuk menemukan obat penawar tersebut”

“Jika aku tak menemukan nya dalam 100 hari…”

“Maka aku akan mati, malaikat kematian itu tak akan ada hentinya menyiksaku sampai iya berhasil menyeretku ke dalam neraka miliknya”

“Soojung!” teriak Jessica.

“Kau becanda kan! apa kau sadar apa yang kau bicarakan hah?!” ucap Jessica.

“Itu sebabnya aku selalu lemah, itu sebabnya aku selalu merasa sakit di sekujur tubuhku dan itu sebabnya dokter tak bisa menyembuhkan ku karena kematian itu tak akan bisa merubah semuanya”

“Kau tidak boleh mati nak tidak! lebih baik aku yang mati!” teriak nyonya Jung dengan air mata yang berlinang.

“Bagaimana bisa aku melihatmu pergi meninggalkanku di saat aku merasa bahagia seperti ini” ucap nyonya Jung.

Amber menela saliva nya, merasa bingung akan keadaan Krystal “Mengapa kau tidak bicara dari dulu? kalau kau bicara kita bisa mencari obat penawar itu princess!” kesal Amber.

“Karena kau tak pernah bertanya tujuanku Amber” senyum Krystal.

“Lalu, berapa hari lagi yang tersisa?” tanya Amber dengan suara yang gemetar tak sanggup mendengar jawaban dari Krystal.

“Besok adalah hari terakhirku”

Seketika suasana menjadi pecah, Jessica dan ibunya menangis sedangkan Yuri dan Kai tak tahu harus berbuat apa dan Amber…

Amber hanya menatap Krystal, menatap dalam kedua bola matanya.

“Aku adalah obat penawarmu bukan?”

Amber berjalan mendekati Krystal memegang lembut kedua pipi Krystal, merasakan hangat nafas Krystal merasuki kulitnya “Katakan bahwa aku adalah obat penawarmu Soojung” tatap Amber.

“Tolong katakan”

Krystal menganggukan kepalanya yang membuat Amber tersenyum dengan jawaban Krystal “Terima kasih Tuhan” Amber memeluk erat Krystal.

“Apakah itu berarti kau tidak akan mati? benar bukan?” ucap nyonya Jung.

“Ya” jawab singkat Krystal yang setiap sentuhan Amber selalu membuatnya jauh jauh lebih baik.

“Aku tidak akan meninggalkanmu, tidak akan Jung Soojung”

Malam telah tiba, waktu menunjukan pukul 8 malam.

Nyonya Jung memasak daging asap karena Krystal sudah jauh membaik sedangkan Kai memilih mundur dan membiarkan Krystal bahagia bersama Amber.

Sedangkan Yuri dan Jessica.

Yuri membawakan segelas teh hangat untuk Jessica “Terima kasih” ucap Jessica.

Yuri duduk di samping Jessica dengan meneguk segelas teh hangat “Aku kira cerita seperti ini hanya akan ada di dongeng saja ternyata ini benar-benar nyata” tatap Yuri ke langit.

“Aku harap Amber dapat menjaga Krystal dengan baik” ucap Yuri yang tak sadar Jessica menatap ke arahnya.

“Terima kasih Kwon Yuri”

Yuri menatap Jessica “Untuk apa? untuk apa kau mengucapkan hal itu kepada namja seperti ku? aku tak pantas mendapatkan kata-kata itu Sica” tatap Yuri.

“Mengapa kau berkata seperti itu?”

“Karena aku tak mempercayaimu, karena aku terlalu pengecut! aku tenggelam di dalam amarahku tanpa memperdulikanmu”

Yuri menatap Jessica “Maafkan aku Jessica”

Jessica tersenyum mendengar ucapan Yuri.

“Maukah kau menerima permintaan maafku?” pinta Yuri.

“Tentu saja bodoh!” tawa Jessica.

Sementara itu 

Krystal dan Amber saling berpelukan di bawah sinar bulan, Krystal menjadikan dada Amber sebagai alas kepalanya dengan tangan Amber yang melilit tubuhnya.

“Ada yang ingin kau katakan?”

“Tidak ada”

“Mengapa tidak ada?”

“Aku hanya ingin mendengar nafasmu” senyum Amber yang semakin memperat pelukan nya.

“Amber llama”

“Hmm”

“Amber llama”

“Hmm”

Krystal memegang pipi Amber, menatap mata,hidung serta bibirnya “Aku ingin tahu satu hal”

Amber menatap Krystal “Apa itu katakan padaku princess”

“Sejak kapan kau menyukaiku?” Krystal menatap Amber nakal.

“Hmm tidak tahu, tiba-tiba terjadi begitu saja kepadaku” senyum Amber dengan memegang pipi Krystal dengan sedikit mengelus pipi halusnya.

“Mengapa baru sekarang kau berani mengungkapkannya padaku princesss?” tanya Amber.

“Haruskah aku mengatakan nya duluan? lagi pula ini untuk pertama kalinya kau jatuh cinta jadi aku sedikit malu” wajah Krystal menjadi merah.

“Aku mecintaimu Jung Soojung”

Amber menatap mata Krystal “Sungguh mencintaimu”

Krystal tersenyum dengan wajah yang sedikit memerah “Aku juga mencintaimu…”k

“Amber Liu”

Jarak kini tak lagi memisahkan mereka hingga perlahan Amber merasakan nafas Krystal, memejamkan kedua mata mereka dan mulai merasakan bibir Krystal dengan menciumnya dengan lembut.

Krystal memejamkan matanya dan….

“Alish?”

“Princess!”

Alish memeluk tubuh Krystal, Krystal hanya terdiam “Bagaimana bisa kau memeluk ku Alish? bahkan aku bisa menyentuhmu” heran Krystal.

Alish tersenyum “Itu karena princess telah berhasil menemukan obat penawar kematian nya” Alish dan Krystal sangat riang gembira mendengar Krystal telah menemukan obat penawarnya.

“Jadi aku tidak akan mati kan? aku akan tetap hidup kan Alish?”

Alish hanya terdiam “Mengapa kau diam?”

“Aku sudah menemukan obat penawarnya dan aku tidak akan mati bukan?” tanya Krystal.

“Kau sudah menemukan obat penawarnya tapi apa kau lupa satu hal princess?”

Krystal menatap heran “Obat penawar itu sangat berharga bagimu sesuatu yang hidup, obat penawar itu akan menggantikan darahmu yang dingin menjadi hangat, obat penawar itu akan selalu membuatmu baik-baik saja hanya satu sentuhan, obat penawar itu adalah setengah dari ragamu itu sebabnya saat kau memeluknya kau merasa aneh dan berbeda, obat penawar itu akan menggantikan jantungmu yang beku menjadi berfungsi kembali”

Krystal semakin bingung “Obat penawar itu adalah kehidupan, kehidupan baru untukmu!”

“Kehidupan?” ucap ulang Krystal.

“Princess kau berhasil menemukan obat penawarnya tapi kau belum menggunakan nya dan besok adalah hari terakhirmu”

“Apa yang harus ku lakukan Alish? saat ini aku merasa baik-baik saja dan..”

Alish memotong kata -kata Krystal “Dengar Princess! saat ini kau merasa baik-baik saja karena dia adalah sumber kehidupanmu! setengah dari jiwa serta nyawamu! dia adalah sumber kehidupanmu, kau harus mengambil kehidupan nya untukmu!”

“Kau gila!” bentak Krystal.

Krystal terlihat cemas “Princess lihat aku!”

“Kau harus melakukan nya!”

“Kau harus melakukan nya princess”

“Apa yang harus ku lakuan Alish!”

“Kau harus mengambil kehidupan nya”

Alish menatap mata kaca Krystal “Kau…”

“Kau harus membunuhnya”

“Dia harus mati”

“Dia harus mati dan kau akan hidup”

Krystal diam seribu bahasa hanya airmata yang mengalir di matanya “Tidak”

“Dia harus mati!”

“Dia harus mati princess atau tidak….”

“Kau yang akan mati”

“Kau akan mati”

Amber melepaskan ciumannya “Princess, mengapa kau menangis?”

“Maafkan aku, aku tidak bermaksut…”

Krystal memeluk erat Amber begitu erat “Kau tidak akan mati Amber, aku tidak bisa hidup tanpamu!”

“Kau tidak akan mati”

“Tidak akan!”

 

————————————————–

Haduuhh author gak bisa bikin adegan romantis hahahaha

 

Advertisements