Someday 10

Amber POV 

“Oaaahhhh” kurebahkan badanku di kasur yang empuk ini. Tidak ada hari yang melelahkan selain sekolah! haish mengapa di dunia ini harus ada sekolah? benar-benar tidak menyenangkan dan begitu membosankan!

Ku ambil ponsel yang berada disaku celanaku untuk mengecek pesan yang masuk 4 pesan masuk” hmmm Ailee, Eric, Eomma dan Tuan Jay Jung. Yap, tuan Jay Jung hampir setiap hari mengirim pesan teks kepadaku atau pun lewat sosial media lainnya.

From : Tuan Jay Jung

“Amber bagaimana sekolahmu? aku harap kau tidak menimbulkan banyak masalah selama disekolah barumu ini dan jangan lupa pesanku untuk menjaga cucungku tercinta. Aku ingin kau selalu ada di sampingnya, aku tahu ini tak mudah tapi tolong jaga dia untukku Amber, hanya kau yang bisa kupercaya. Kuserahkan Soojung kepadamu, jaga dia baik-baik”

Hufhh tentu saja, setiap hari tuan Jay Jung selalu memintaku untuk menjaga Krystal. Aku tahu ini sudah menjadi tanggung jawabku untuk menjaganya tapi apa kalian tidak lihat Krystal selalu dijaga begitu ketat? lagipula siapa yang akan macam-macam dengannya? haish! merepotkan sekali. Jika penyihir itu terjadi apa-apa maka Tuan Jay Jung akan marah padaku dan semua yang kumiliki saat ini akan sirna!

Tidak akan kubiarkan! ingat hanya 1 tahun Amber Liu! setelah itu kau akan mendapatkan perusahaan di California dan tidak akan jatuh miskin lagi!

Aghh tapi masalahnya dia itu penyihir! aku benar-benar tidak tahan padanya, tidak tahan dengan tatapan serta sikapnya yg membuatku mati kedinginan.

“Oh!” tiba-tiba aku ingat bahwa dia sudah 2 hari ini tidak sekolah.

Aku berjalan menuju arah pintu, ku buka pintu kamarku dan sedikit mengintip kearah pintu kamarnya yang tak begitu jauh dari kamarku.

Hmm lihat, pintu kamarnya masih tertutup rapat. Sebenarnya apa yang dia lakukan? apa dia menjadi depersi? apa dia tidak ingin sekolah lagi? haish pemikirannya mengapa sempit sekali!

“Tuan Amber”

“Oah! kau mengagetkanku!” ku elus dada ini karena seorang pelayan mengagetkanku.

“Maaf membuatmu kaget hanya saja aku ingin memberitahu bahwa makan malam sudah siap”

“Hmh baiklah aku akan segera turun”

Aku masih melihat kamarnya “Kalau dia ada apa-apa tuan Jay Jung akan murka padaku!” ah sudahlah aku makan dulu saja.

Seperti biasa meja makan terasa sepi, hanya aku dimeja sebesar ini dengan makanan yang banyak. Hmm rasanya tidak enak makan sendiri begini, biasanya kalau makan malam aku akan bersama eomma atau adiku, walaupun meja makan dirumahku kecil setidaknya begitu hangat. Tidak seperti ini, apa kehidupan orang kaya seperti ini? merasa sepi dan sunyi.

Saat aku mengunyah makanan ada sesuatu yang menarik perhatianku, seorang pelayan wanita setengah baya membawa makanan ke atas.

Kutaruh sendokku, mataku mencari seseorang tapi tak ada “Mana dia?”

“Hei” panggilku kepada salah satu pelayan.

“Ya tuan muda”

“Bisakah kau panggilkan Tae?” pintaku.

“Tae? oh maksut tuan adalah seketaris Kim?”

“Yap”

“Baiklah tunggu sebentar”

Tak berapa lama kemudian Taeyeon datang, haish lihat dia. Apa dia tidak bosan memakai baju rapih terus?

“Selamat malam tuan muda Amber Liu” ckckck mengapa dia begitu sopan sekali!

“Sudahku bilang panggil saja Amber”

“Ah nde” senyumnya.

“Ada yang bisaku bantu”

Sebelum mulai percakapan aku meminum segelas air putih “Duduklah”

“Aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu Tae”

“Tentu saja”

“Mengapa Krystal tidak makan dibawah? mengapa pelayan harus memberikan makanan ke ruangannya? apa dia tidak diajari tata krama bahwa tidak boleh makan dikamar?” kataku sok pintar haha.

“Nona muda Jung saat ini tidak ingin makan di meja makan”

“Apa karena aku? apa dia masih membenciku? aigooo anak itu” ku gelengkan kepalaku.

“Dan kau tahu kan Tae dia sudah 2 hari tidak sekolah, apa kau tidak bisa membujuknya hah?”

“Kami sudah berusaha, tapi nona muda Jung begitu keras kepala sulit untuk membujuknya. Jika ada sesuatu yang tidak dia suka maka dia bisa berhari-hari didalam kamarnya” ucap Taeyeon.

“Hmmm manja sekali penyihir itu. Mau sampai kapan dia di kamar? mau sampai dia menyukaiku? hahaha, sudahlah nanti juga turun sendiri. Aku kekamar, selamat malam Tae”

Taeyeon membungkukan badanya padaku, dan aku merasa ngantuk.

2 hari kemudian

“Benar-benar keras kepala! apa kepala dia itu terbuat dari batu? sudah 4 hari dia tidak keluar dari kamar! haishh, bikin kepalaku sakit saja”

Aku duduk didepan kamarku, menatap pintunya yang ingin sekali ku dobrak dan menyeretnya keluar.

“Hei hei!”

Aku langsung bangun dari duduk sila ku dan memanggil pelayan yang biasa mengantar Krystal makanan “Kau akan memberikan makanan ini padanya bukan?”

“Ya tuan muda Amber”

“Biar aku saja” aku merebut paksa dari tangannya.

“Tapi tuan, nona muda pasti akan marah”

“Ku antar makanan ini, kau yang mengetuk pintunya oke!”

“Tapi..”

“Haish apa kau mau dia tidak keluar kamar! ayo cepat”

“Ya-ya”

Aku dan pelayan wanita paruh baya ini berjalan menuju kamar Krystal, kulihat menu makanannya malam ini.

“Daging” aku rasa dia menyukai daging, karena sudah beberapa hari ini aku melihat pelayan membawa menu yang sama.

Kini kami berhenti tepat di depan kamar Krystal.

Ku hela nafas ini ntah mengapa aku menjadi cemas. Ku langkahkan kakiku tepat hanya dua jengkal dari pintu kamarnya.

Kuberikan isyarat kepada pelayan agar mengetuk kamar Krystal dan memanggilnya.

“Tok tok tok” pintu kamarnya mulai diketuk.

Sial! mengapa aku menjadi deg-degan!

“Nona muda Krystal, makan malamu sudah kami siapkan” ucap pelayan.

Ku hela lagi nafasku, tanganku sedikit gemetar dengan memgang nampan berisi daging dan jus mangga.

Ku pejamkan mata ini, menunggunya membuka pintu kamar.

Dan…

“Ckrek” Krystal memegang gagang pintu dan bersiap membukanya.

Dan…..

Ntah hal bodoh apa yang kulakukan hingga aku memberikan senyuman untuknya dengan mengucapkan “Hai”

Author Pov

“Duuuummmmmm!!!!” pintu dibanting keras oleh Krystal. Membuat Amber menjadi kaget, bagaimana tidak, wajahnya hanya beberpa inci dari pintu kamar Krystal.

Jantung Amber berdebar-debar “Haishh ya!!! apa kau tidak bisa menutup pintu dengan sopan hah?! kau tidak tahu wajah dan telingaku hampir rusak! haishh dasar penyihir!” Amber mengelus elus dadanya. 

“lihat, lihat aku tidak salah bukan memanggilmu penyihir! lihat sikapmu itu, apa kau tidak tahu semua orang mengkhawatirkanmu! apa kau pikir kau tuan putri! kau bukan tuan putri kau itu penyihir!” teriak Amber kesal.

“Tuan Amber sudah-sudah” leray pelayan.

“Ahjumma kau diam saja, aku akan memberi pelajaran kepada penyihir ini” geram Amber dengan menggulung lengan seragamnya.

“Ya!! kalau berani kau keluar! keluar dari kamarmu itu penyihir, apa kau takut denganku hah? kau penyihir keluarlah, berhentilah bersikap seperti anak kecil! kau pikir kau siapa! kau hanyalah penyihir yang egois dan….”

“Ckrek” pintu kembali terbuka dan…

“Byurrrr”

Mata Amber terpejam, merasakan air dingin yang mengenai wajahnya. Krystal menyiram segelas air ke wajah Amber agar dia berhenti bicara.

“Apa yang kau lakukan!” geram Amber.

“Agar kau diam llama bodoh” dingin Krystal.

Krystal mulai kembali memegang gagang pintunya, berencana menutup kembali pintu kamarnya.

Tapi Amber tidak tinggal diam, Amber menyelipkan kakinya di pintu Krystal saat Krystal ingin menutup pintu kamarnya. Sayangnya Krystal menutup begitu keras kamarnya hingga membuat Amber menjerit kesakitan.

“Aaaaaagggghhhhh!!!”

Krystal terkejut, Amber terjatuh lemas dengan memegang kaki kananya.

“Aaaaghhhh kakiku! kakiku putus!!!” teriak Amber yang membuat satu rumah menjadi datang menghampirinya.

“Tuan muda Amber”

“Kakikuuu, kakikuuuu sangat sakit! aku tidak mau kakiku di amputasi!!” teriak Amber kesakitan dan membuat satu rumah cemas.

“Agghh bagaimana ini! aku tidak ingin memakai kaki palsu!!”

“Kakikuuuuuuuu!!”

Tapi tidak untuk Krystal, Krystal hanya memandang nya dengan ekspresi wajah “WTF?!”

Dengan mata yang merah, Amber menatap wajah Krystal “Ini semua gara-gara kau” ucapnya dengan memegang kaki.

“Aku? apa kau sudah gila? jelas-jelas kakimu yang menghalangi pintuku dan aku tidak tahu kakimu ada di pintuku llama bodoh!”

“Lihat lihat! bukanya minta maaf kau malah mengataiku llama bodoh, mengapa kau begitu jahat! kau begitu jahat dan lihat kakiku hampir putus karenamu”

Krystal memasang wajah jengkel “Sudahlah aku tidak ada waktu untuk berdebat dengan orang sepertimu”

Krystal kembali ingin menutup pintu tapi lagi-lagi Amber mencegahnya dengan tangan kanannya. Kali ini pintu yang ditutup tidak begitu keras.

“Aaaaaaggghhh!!!!” Amber kembali berteriak dan membuat Krystal dan semuanya terkejut.

“Kali ini tanganku!!!” teriak Amber memegang tangan kanannya.

“Tangan dan kakiku putus!!!”

Amber beguling-guling kesakitan hingga badannya menyelinap masuk ke kamar Krystal.

“Ya!! apa yang kau lakukan!” teriak Krystal.

Amber terdiam, dia menjadi diam saat masuk ke kamar Krystal dengan terduduk dilantai megenggam tangannya yang cukup sakit.

“Jadi seperti ini kamarnya, hmm baunya begitu menghipnotis. wangi sekali, kamarnya begitu indah. Benar-benar seperti  kamar putri raja” pikir Amber.

luxury-bedroom-photoreal-3d-model-max.jpg

“Keluar dari kamarku llama bodoh!”

Teriakan Krystal membuat Amber kembali ke dunia nyata, dia menghela nafasnya. Amber berusaha untuk berdiri dengan kakinya yang sakit tentu dengan wajahnya yg merah karena menahan sakit.

“Keluar dari kamarku atau kau kupanggil polisi!”

Amber tertawa kecil “Kau ingin panggil polisi? atas dasar apa? apa kau lupa aku tunanganmu, apakah ada dalam peraturan bahwa tunanganya tidak boleh masuk kekamar pasangannya?” ucap Amber.

Krystal semakin geram, kepalanya mulai berasap “Kalian” tunjuk Krystal kepada pelayan-pelayannya.

“Cepat keluarkan llama bodoh ini dari kamarku!!” tegas Krystal.

Krystal menatap bingung, tak ada satupun pelayannya yang patuh “Tinggalkan kami” ucap Amber kepada pelayan.

“What??” Krystal semakin heran karena mereka semua menuruti perintah Amber. Ini semua adalah perintah dari Jay Jung, bahwa perintah Amber harus dituruti bila untuk kebaikan Krystal.

Amber menatap sekeliling kamar Krystal dengan rambut yang sedikit basah, tangan yang merah serta kakinya yang sedikit bengkak.

“Keluar dari kamarku! aku tidak suka bila ada orang lain masuk kedalam kamarku!”

Amber masih terdiam, Amber masih terpesona oleh kamar Krystal.

“Apa kau tuli?”

Amber menghela nafasnya, menatap wajah Krystal “Aku tidak ingin keluar”

Krystal tertawa sini “Mwo? keluarlah, aku tidak ingin bermain-main!”

“Apa kau pikir aku main-main hah? apa kau tidak lihat tanganku! lihat kakiku dan lihat ini bajuku serta rambutku yang kau siram dengan air dingin!” Krystal membuang muka.

“Aku tidak main-main, aku melakukan semua ini agar kau keluar dari kamar! apa kau tidak sadar kau tidak keluar dari kamar selama 4 hari berturut-turut?”

“Apa pedulimu, urus saja dirimu” Ketus Krystal.

“Haishh anak ini, jangan keras kepala. Apa kau tidak tahu teman-temanmu mencarimu! apa kau tidak tahu semua fans-fansmu menayai keberadaanmu! dan apa kau mau kepala sekolah melapor bahwa kau tidak sekolah selama 4 hari kepada tuan Jay Jung? dan terlebih lagi tidak ada yang menutupiku saat aku tertidur di kelas” jelas Amber.

“Keluar dari kamarku!”

“Tidak”

“Keluar!

“Tidak”

“Keluar!

“Tidak, tidak dan tidak sebelum kau berjanji akan pergi ke sekolah besok pagi!”

Krystal menghela nafasnya “Kalau tidak, aku tidak akan keluar dari kamar ini dan tentunya tidur disini” senyum Amber.

“Apa? haishhh!” kesal Krystal.

Krystal terlihat berfikir keras “Agh! kau!”

“Bagaimana? tidak apa-apa jika kau tidak ingin sekolah tapi aku akan tidur disini bersama…”

“Stop!! oke baiklah! aku akan pergi sekolah, puas?!”

Amber tersenyum lebar “Haha baiklah, tapi jika kau berbohong aku akan melakukan hal gila lainnya”

“Aku berjanji, puas”

“Baiklah” Amber keluar dari kamar Krystal dan setelah Amber keluar Krystal segera menutup pintu kamarnya.

“Huffh perjuangan yang begitu keras, kalau tidak seperti ini maka tuan Jay akan marah dan aku akan kehilangan segalanya” ucap Amber.

Next day Krystal Pov

Benar-benar membuatku gila! mengapa aku harus bertemu dengan orang yang menyebalkan seperti dia! bagaimana bisa dia mengancamku dengan tidur dikamar ini, bersamaku, apa itu tidak gila?

Aku bercemin, menatap diriku di kaca “Mengapa kau bernasib sial” ku pejamkan mata ini, tak tahan akan sikapnya.

“Awas saja dia”

Aku segera keluar dari kamar, menuruni anak tangga untuk menuju meja makan tapi langkahku terhenti saat melihatnya di meja makan. Pagi-pagi melihat wajahnya sudah tidak membuatku bergairah dan terlebih lagi aku satu meja dengannya? yang benar saja, aku lebih baik mati kelaparan dari pada satu meja bersamanya.

“Hei!” ntah mengapa langkah kakiku terhenti.

“Aku tahu kau tidak akan makan bersamaku, jadi aku mengalah” kubalikan badan ini.

“Sarapanlah, aku akan makan roti ini di halaman depan saja” llama bodoh itu mengunyah roti yang di pegangnnya. dan…

Ada apa dengan jalannya? dan tangan kanannya di perban? oh aku lupa, dia semalam melakukan hal gila untuk membuatku pergi kesekolah.

“Selamat pagi nona muda Jung” sapa Taeyeon. Aku tak bermaksud untuk mengabaikan kaki tangan ayahku ini, hanya saja aku terlalu malas untuk berbicara di pagi hari.

Setelah selesai makan aku begegas masuk mobil, untung saja aku tidak satu mobil dengannya! setauku dia pergi membawa motornya. Motor saat pertama kali dia kendarai disekolah pada hari pertamanya. Bukan bermaksud untuk mengingatnya hanya saja aku memiliki ingatan yang kuat.

Tak butuh lama aku sampai Empire school, sekolah yang sudah 4 hari tak ku singgahi karena aku malas melihat wajah llama bodoh itu dan marah terhadap kakek!

Aku berjalan masuk, seperti biasa mereka melihatku bagaikan diriku adalah seorang idol, mereka selalu berbisik di dekatku. Hal ini membuatku tidak suka, aku tidak suka saat orang menatapku, aku tidak suka orang berbisik menghadapku, aku tidak suka keramaian dan aku tidak suka mereka!

“Soojunggiiee!!!”

“Oh!”

“Waaaaahhh”

Tanpa pikir panjang aku memeluk mereka semua! aagh aku begitu merindukan mereka

“Ahh aku merindukanmu!!”

“Kau darimana saja! apa kau tahu kami begitu merindukanmu!”

“Jangan seperti ini lagi”

Aku hanya tersenyum mendengarnya, aghh sahabat memang bisa membuat luka pergi “Bianee aku hanya ingin menyendiri”

Kami berpelukan lagi “Ayo kita ke kelas” aku mengangguk tapi tiba-tiba ada seseorang yang menarik perhatian mereka.

Mereka melihatnya, melihat bingung “Amber kenapa? setauku kemarin dia baik-baik saja?” bingung Luna.

“Sudahlah biarkan saja, kajja!” ajaku ke kelas.

Jam pelajaran dimulai, saat ini sedang mata pelajaran bahasa inggris salah satu mata pelajaran wajib sekolah ini. Hmm aku merasa bosan, jujur saja bahasa inggrisku bagus karena aku besar di San Francisco. Jadi untuk apa aku belajar lagi.

“Krookk Krookk Krookkk” suara apa itu? seperti suara dengkuran? sepertinya suara itu tepat di belakangku.

Hmmmmm…

Ku miringkan sedikit badanku, sedikit menggeser bangku ku ke kanan. Suara dengkurannya semakin besar, lihat saja nanti.

“Baiklah anak-anak….”

Kena kau!

“Amber Liu!!” teriak guru dengan memukul penggaris ke meja.

“Aku berjanji akan menjadi anak yang rajin, pintar, sopan, rama tamah dan rajin menabung!!”

Seketika satu kelas tertawa keras, matanya masih sedikit sayu dan ditambah rambutnya yang berantakan.

Hahahhaah dasar stupid!

“Keluar dari kelas!” perintah guru.

“Huffhh arasso” aku menahan tawaku, hahahhahahha sungguh rasanya puas sekali.

Sementara itu Amber

Amber membasuh mukanya, menatap wajahnya di cermin “Haish sungguh memalukan! dia pasti sengaja tak menutupiku saat tidur tadi! awas saja dia”

 

“Krrriiingggggggg!!!”

Yes istirahat! kami bergegas menuju kantin “Wah aku begitu lapar”

Seperti biasa kami makan siang bersama, tertawa bersama dan bergosip hehe.

Ntah mengapa mataku mengarah padanya, yap. Aku tahu dia duduk di kursi tengah bersama teman-teman barunya.

“Soojungie”

“Hmm”

“Apa kau tahu akhir-akhir ini tunanganmu…”

Aku menatap Sulli dingin.

“Haha maksutku Amber, apa kau tidak tahu akhir-akhir ini dia menjadi populer?”

Populer?

“Bagaimana bisa?”

“Saat berada di gedung olahraga dia menujukkan skillnya dalam bermain basket dan itu hebat sekali! dan kau tahu, dia akan masuk tim utama Empire School”

“Tim utama?” aku tidak menyangka.

“Dan juga dia jago taekwondo” tambah Vic.

“Aku tidak peduli” lanjutku makan.

“Apa kau tidak cemburu? kudengar dia sudah memiliki fans club disekolah ini”

“Mwo? llama bodoh seperti dia memiliki fans club?” kejutku! bagaimana bisa! apa mereka semua buta.

“Aku dengar juga begitu, aku dengar anak kelas 1 banyak yang menyukainya” tambah Vic.

Aku kembali menatapnya secara tersembunyi. Haish bagaimana bisa wajah menjengkelkan seperti dia ada yang menyukai!

“Tapi Soojungie, mengapa kau tidak pernah memakai cincin tunangan kalian? Aku selalu melihat Amber memakai cincin di jarinya” polos Sulli.

“Aku tidak mau! kalau kau mau kau pakai saja” lanjutku makan.

“Krystal”

“Kai?”

“Boleh kita bicara sebentar?” aku melihat ketiga sahabatku.

“Hmm baiklah”

Ntah mengapa aku melihat tatapan llama bodoh itu terhadap diriku dan Kai. Sudahlah biarkan saja.

Aku mengikuti arah Kai berjalan dengan menuju taman belakang tempat kami biasanya menghabiskan waktu di bawah pohon rindang.

“Ada apa?”

“Aku mengkhwatirkanmu” tatapnya.

“Aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir” senyumku.

“Aku merindukanmu Krystal, apa kau tidak tahu?” aku tidak menjawab pertanyaannya. Aku tidak tahu apakah aku merindukannya juga atau tidak.

“Krystal” dia melangkah ke arahku, bahkan aku bisa mencium bau badannya. Dia memegang tanganku.

“Apa kau benar-benar mencintai tunanganmu itu?”

“Mengapa kau bertanya seperti itu?”

“Karena kau tidak pernah memakai cincin di jarimu”

Aku hanya diam, tak ingin menjawab pertanyaanya “Aku tahu kau tidak mencintainya”

Kai semakin memegang tanganku dengan erat “Biane karena aku menolakmu”

Kai semakin mendekatkan dirinya kepadaku, aku tidak tahu maksutnya apa tapi sepertinya dia ingin… ingin menciumku. Bagaimana ini? Aku tidak tahu perasaanku saat ini kepadanya tapi aku tidak bisa menerima ciumannya, aku ingin menghindar tapi dia memegangku begitu erat. Aku bingung dengan perasaanku.

Tuhan tolong selamatkan aku!

“Brruuukkkk!!”

Aku mendengar suara, dan untung saja suara itu dapat mengalihkan situasi kami saat ini. Kami sama-sama melihat ke arah sumber suara yang cukup kuat, seperti ada sesuatu yang jatuh.

Dan benar saja…..

“Amber??” What?!! apa yang dia lakukan disini!! datang dari mana dia?!! apa dari tadi dia bersembunyi di atas pohon? tentu saja aku melihat rambutnya yang penuh daun dan ranting.

“Apa yang kau lakukan!” kesal Kai.

Dia bangun dan merapihkan bajunya tentu saja dengan wajah bodohnya “Hahahaha tidak ada! hahahha benar-benar tidak ada”

“Apa kau menguping?” tanya Kai.

“Menguping? bu-bu-buat apa! aku tidak peduli dengan urusan kalian! aku juga memiliki banyak urusan!” aku hanya menatapnya yang begitu berantakan.

“Lalu apa yang kau lakukan, apa yang kau lakukan dari tadi hingga kau jatuh dari pohon kalau bukan menguping dan mengintip!”

“Aigoooo namja ini mengapa dia menggila? ya! aku ke sini karena aku sedang dalam tugas karya ilmiah yaitu meneliti telur burung yang berada di atas pohon! apa kau tidak mengerti? pabo”

Telur burung? dasar bodoh, aku ingin tertawa mendengar buwalannya.

“Kau kira aku bodoh sepertimu hah?”

“Haishh sudah menuduhku sekarang kau bilang aku bodoh!”

llama bodoh ini melangkah maju mendekati kami “Kalau kau tidak percaya tanya saja Krystal!”

Aku? mengapa aku? Kai menatapku bingung.

“Kita punya tugas karya ilmiah mengenai telur burung bukan? kau tidak lupa tugas itu kan?” aku menatapnya bicara.

“Krystal benarkah itu?” tanya Kai

Aku tidak tahu harus jawab apa, tetapi…

“Y-y-ya”

“Haha sudahku bilang aku tidak berbohong! kau malah menuduhku, hati hati bila bicara!”

Kai masih heran dan masih tidak percaya.

“Ayo Krystal kita kerjakan tugas kita, kau tahu bukan guru yang mengajar begitu galak! ayo cepat kita kerjakan”

Aku benar-benar di buat bingung akan situasi saat ini “Ayo! apa kau ingin dihukum?”

“Tidak”

“Jadi ayo kita kerjakan, kita cari pohon lain. Kita cari pohon yang lebih indah” senyumnya.

Ntah mengapa dan tak kusadari aku mengikuti langkahnya.

Aku, aku meninggalkan Kai begitu saja, meninggalkannya seperti dia tak ada.

Dan aku..

Aku mengikuti langkah kaki llama bodoh ini untuk pergi menjauhi Kai.

Mengapa harus Kai yang ku jauhi? mengapa bukan kau? mengapa bukan llama bodoh ini yang selalu membuatku kesal? selalu membuatku ingin mencekiknya.

Aku tidak tahu, aku terus mengikuti langkahnya. Mendengarnya bicara tapi tak bisa ku dengar dengan jelas karena aku terlalu larut dalam pikiranku.

Mengapa aku memilih llama bodoh ini, mengapa aku meninggalkan Kai?

Jangan tanyakan aku alasannya.

Karena aku tidak tahu.

 

————————————————————————

Advertisements

Someday 9

 

Empire School

Bel berdiring, murid-murid mulai masuk gerbang sekolah Empire School

“Hei minggir-minggir mereka datang”

“Itu Krystal, aku dengar dia baru tunangan”

“Benarkah? wah mengapa aku tidak tahu”

“Namja yang beruntung, bagaimana caranya bisa menaklukkan hatinya?”

“Krystal milikku! tidak ada satupun yang boleh menyentuhnya”

Sudah beberapa hari ini semua murid menjadi ribut dan ricuh ketika berita Krystal muncul bahwa dia sudah bertunangan. Banyak namja dan yeoja menjadi patah hati karena Krystal. Krystal, Vic, Sull dan Luna mulai memasuki pintu utama sekolah. Semua mata tertuju kepada mereka ber4.

“Aku langsung masuk kelas saja” pinta Krystal.

Krystal memandang sekitar, Krystal merasa risih dengan tatapan orang-orang padanya, Krystal mulai mempercepat.

“Krystal”

Krystal menatap matanya “Ada apa?”

“Bisa kita bicara sebentar?” ucap Kai.

Krystal mengikuti langkah Kai menuju lorong yang sepi, Kai menghentikan langkahnya dan menatap Krystal yang berada di belakangnya.

Kai menghela nafasnya “Beberapa hari ini kau selalu mengindar dariku, aku menelfon tapi tidak kau angkat aku mengirim pesan singkat juga tak kau balas. Ada apa denganmu?”

“Tidak ada”

Kai menatap Krystal serius “Tidak mungkin, tidak mungkin kau secepat ini tunangan Krystal. Kau hanya main-main kan?”

Krystal menatap Kai “Lalu apa urursanmu?”

“Tentu saja ini menjadi urusanku! kau…”

“Kita hanya sekedar teman bukan? tidak usah berlebihan seperti itu Kai. Bukankah kau bilang kita hanya teman” senyum sinis Krystal.

“Aku tidak bermaksud untuk menolakmu” ucap Kai.

“Lalu apa?” tatap Krystal.

“Hanya saja kau tidak percaya dengan apa yang kau katakan, maksutku kita sudah lama berteman. Sangat kau mengatakan hal seperti itu sedikit membuatku syok. Aku…”

“Sudahlah”

Kai memegang tangan Krystal “Krystal, apa kau tahu saat aku mendengar beritamu itu sungguh membuatku patah hati”

Kai mendekati Krystal “Mungkin cinta datang terlambat, aku baru menyadari perasaan ini saat kau sudah menjadi milik orang lain”

“Krystal aku sadar, aku sadar bahwa saat ini aku benar-benar menyukaimu. Menyukaimu lebih dari seorang teman” tatap Kai serius.

Krystal hanya diam, tidak merespon Kai “Maafkan aku karena telah menolakmu karena aku adalah namja yang bodoh! bagaimana bisa aku menolak yeoja sebaik dirimu Krystal”

Kai semakin mendekati Krystal “Krystal aku menyukaimu, maukah kau…..”

“Waaaaaaahhhhh!!!!!”  Krystal dan Kai menoleh kearah sumber suara.

“Ayo cepat keluar!!!” Semua murid berlarian menuju pintu sekolah.

Krystal dan Kai heran dengan apa yang terjadi saat ini.

Kai menghentikan salah satu murid dengan tangannya “Katakan padaku ada apa ini?”

Yeoja itu menarik nafasnya “Ada anak baru, aku rasa dia adalah seorang chaebol karena gaya dan motor mewahnya, sunggu tampan! sudah ya aku mau lihat dulu!!”

Kai yang biasanya sangat di idamankan para yeoja kini di tinggal begitu saja “Anak baru?”

“Aahhhhhh!!!” semua kembali berteriak seketika sekolah menjadi ramai dan bising.

Rasa penasaran Krystal begitu tinggi, baru kali ini satu sekolah berteriak karena orang lain selain bukan dirinya maupun 4 walls.

Krystal dan Kai melangkahkan kakinya, melangkah ke tempat keramaian.

“Wahhhh tampan sekalii!!”

“Sepertinya dia anak baru!”

Krystal menatap yeoja-yeoja di depannya yang kegirangan, Krystal mencari celah untuk berjalan.

“Minggir!”  Krystal terus menyelinap, menerobos orang-orang yang ada didepannya.

Hingga pada akhirnya Krystal berdiri di barisan paling depan, dengan Kai yang menyusulnya.

Krystal menghela nafasnya. Matanya sedikit menyipit, memperhatikan seseorang yang berada tak jauh didepannya. Memperhatikan dengan seksama, memperhatikan dari atas sampai bawah.

Memperhatikan gayanya yang keren. memakai seragam empire dengan Jaket kulit hitam yang dia kenakan, cincin di jari-jarinya, sepatu nike putih, rambut dark brown dengan tatanan yang rapih dengan motor mewah miliknya semakin membuat yeoja-yeoja berteriak tak karuan.

ecosse-titanium-series-rr-limited-edition_awhXE_48.jpg

(Amber’s motorcycle)

Krystal semakin pensaran, semakin mengira-ngira siapa sosok namja tersebut!

Sosok itu mulai membuka helmnya, rambutnya sedikit berantakan dengan merapihkan sedikit rambutnya. Dia mulai merapihkan pakaiannya.

Dagunya diangkat ke atas, dadanya di busungkan. Wajahnya terlihat jelas, Dan tak butuh waktu lama semua murid terpesona akan dirinya.

“Waaaahhhh”

Tapi tidak dengan Krystal.

Matanya membulat, mulutnya sedikit terbuka. Jantungnya berdebar begitu cepat! matanya tak berkedip sedetikpun. Kakinya terasa lumpuh, terasa lemas dan rasanya ingin jatuh.

Dengan sedikit gelagapan, Krystal memundurkan langkahnya. Semakin mundur hingga tubuhnya dapat ditutupi oleh orang lain.

“Krystal kau tidak apa-apa?” tanya Kai yang bingung melihat Krystal.

Krystal melihat sekeliling, Krystal memutar badannya tak memperdulikan orang yang berada di sekitarnya. Berjalan cukup cepat untuk menjauhi kerumunan murid-murid yang ricuh.

Krystal semakin mempercepat langkahnya karena dia merasa sosok itu berada dibelakangnya.

“Bruukk”  

“Soojungie apa kau tidak apa-apa?” tanya Luna.

“Kau bahkan tidak melihat jalan, kau ini kenapa? kau habis melihat hantu ya?” bingung Sulli.

Sedangkan Luna melihat seseorang yang tak asing baginya. Berjalan dengan senyuman diwajahnya, berjalan layaknya model bintang terkenal dengan yeoja-yeoja yang melihatnya.

Tak kalah dengan Krystal, Luna menjadi syok. Matanya mereka saling bertemu.

“Luna unnie, apa kau tidak apa-apa? haishhh mengapa sekarang semua orang menjadi seperti ini?” heran Sulli.

“Luna unnieee!”

Tak bisa berkata apa-apa, Luna memegang kepala Sulli. Memberikan alasan mengapa Luna dan Krystal menjadi batu.

“Ttt-ttt-tt-iddaak mungkin” ucap Sulli gemetar.

Sosok iu tersenyum “Lama tak bertemu Luna, Sulli dan Victoria”

Mereka bertiga hanya diam, sedangkan Krystal diam-diam berjalan menutupi wajahnya dengan tangannya.

Dia kembali tersenyum melihat tingkah Krystal.

“Lama tak bertemu….”

“……..”

“Tunanganku” senyumnya.

Dan seketika murid-murid menjadi ribut “Tunangan??!!”

“Apa aku tidak salah dengar?”

“Bagaimana bisa?”

“Waahh sial sekali!”

“Jadi dia tunangannya Krystal kita?”

Krystal memejamkan matanya, mengigit bibir bawahnya. Tak sanggup membuka matanya.

“Krrriiingggg” bel berdering.

“Ada apa ini rame-rame, Hei kalian semua cepat masuk kelas!” perintah guru.

Dan dengan cepat Krystal berlari ke kelasnya yang disusul Vic, Luna dan Sulli.

Amber hanya diam, menatap Krystal dari belakang “Haha aku rasa ini akan menarik”

“Kau siapa?”

Amber menatap guru yang berada disampingnya “Kau tidak kenal aku?”

“Haishh kau! kau kurang ajar sekali! siapa namamu hah! dan lihat kau memarkir motormu sembarangan, kau kira sekolah ini milikmu!” teriaknya.

Amber menggosok-gosok telingnya “Haish tidak di sekolah lama tidak di sekolah baru, tetap saja aku diteriaki. Emang aku ini maling?”

“Apa kau berkata apa?” Guru itu menggulung lengan bajunya.

Amber menatap aneh “Sudahlah aku tidak ingin membuang waktu” Amber membungkukan badannya “Annyeong haseyo Amber Liu imnida, aku adalah murid baru”

“Amber liu?” pikir guru.

“Ooooh kau adalah Amber Liu dari Jung Corp?”

Amber menghela nafas “Nde” jawabnya singkat.

Guru tersebut tertawa canggung “Hahahaha mengapa kau tidak bilang hahaha”

“Hufh yang benar saja” keluh Amber.

“Baiklah Amber kau bisa ikut saya”

Amber mengikuti guru tersebut.

Sedangkan di kelas

Krystal terlihat melamun, dia tidak tahu harus berbuat apa “Apa aku harus pindah sekolah? aku tidak ingin melihat wajahnya!” batin Krystal.

“Luna unnie”

“Hmmm” jawab Luna yang menulis.

Sulli sedikit mendekati Luna yang memperhatikan papan tulis “Apakah itu Amber?”

Luna memandang Sulli “Menurutmu?”

“Hmm tentu saja dia, hanya saja.. hanya saja mengapa dia begitu tampan” tatap Sulli dengan mata yang berbinar-binar.

Luna dengan seketika menghentikan kegiatannya “Kau benar, kau tau. Sebenarnya dari tadi aku memikirkanya” bisik Luna.

“Tapi Soojungie tidak menyukainya, padahal dia lucu. Apalagi dengan penampilannya yang sekarang” bisik Sulli.

Luna menoleh arah sampingnya, melihat Krystal yang seperti mayat hidup.

“Kasian sekali Soojungie”

“Tok tok tok”

Guru berhenti menulis dan semua murid melihat arah pintu yang terbuka.

“Maaf aku meganggu waktumu”

“Tidak apa” jawab guru.

“Aku ingin memperkenalkan murid baru untuk kelas ini”

“Murid baru?” pikir Sulli.

“Apa jangan-jangan!” Sulli dan Luna saling bertatapan dan …..

“Annyeong haseyo Amber Liu imnida” bungkuk Amber dengan senyumnya.

Krystal tersenyum jengkel “Bunuh saja aku”

Tampan sekali”

“Wah kita beruntung bisa satu kelas dengganya”

“Hei semua tenang-tenang!” pinta guru.

“Amber kau bisa duduk di belakang Krystal Jung”

“Ne”

Krystal memijat dahinya, kepalanya terasa mau pecah. Sedangkan Amber berjalan menuju bangku baru miliknya.

Amber menaruh tasnya dan menyenderkan tubuhnya di kursi, menatap Krystal dari belakang dengan senyuman di wajahnya.

Sebenarnya Amber tak berhenti tertawa di dalam hatinya.

Krystal POV

Ahhhh!!!!! aku gila! bagaimana bisa aku satu sekolah dengannya! belum lagi sekarang semua orang tahu bahwa dia adalah tunangannku dan terlebih lagi di depan Kai! apa dia sudah gila? ya ya aku lupa bahwa dia memang orang gila!

Lihat wajah bodohnya! apa dia tidak bsia berhenti tersenyum, rasanya ingin sekali ku cabik-cabik wajahnya!

Terlebih lagi dia duduk dibelakangku, apa tidak ada tempat lain di kelas ini! sungguh aku merasa risih.

“Baiklah pelajaran akan kita mulai”

Amber POV

“Hoaaaammm” membosankan sekali, ntah apa yang dibicarakan guru ini. Egh malah perutku lapar!

“Krriiingg krriiingggg” suara bel berdering.

“Yeay!” girangku.

Tapi tunggu dulu mengapa mereka menatapku? apakah suaraku terlalu kencang? “Apa lihat lihat?”

“Ehmm baiklah kita akhiri mata pelajaran hari ini, selamat siang semua”

Ku senderkan tubuh ini, sedikit ku renggangkan otot-ototku “Hoaah lelah sekali”

“Krystal tunggu” ada apa dengannya? ckckc lihat bahkan teman-temannya ditinggal olehnya.

Baiklah ayo kita ke kantin.

Aku berjalan menuju kantin, ntah mengapa semua orang menatapku. Aku tidak merasa risih, hanya saja tatapan mereka ada yang marah dan ada yang berbinar-binar.

“Hmm aku makan apa ya?” pilihku.

“Hei hei lihat itu tunangan Krystal”

“Oh jadi ini orangnya”

Haishh apa mereka membicarakanku? huffhh benar-benar luar biasa.

Makan siangku kali ini adalah hamburger dan kentang goreng, benar-benar seperti orang kaya bukan? aku mengitari kantin ini, harusku bilang bahwa kantin mewah ini cukup besar.

“Ah itu bangku kosong” ku berjalan menuju 4 bangku kosong.

Saat aku ingin duduk seseorang menarik lenganku “Ya! apa yang kau lakukan?” haish siapa orang ini? mengapa orang-orang di sekolah ini aneh-aneh.

“Kau tidak boleh duduk disini”

“Mwo? haha yang benar saja, mengapa aku tidak boleh? bukankah tempat ini kosong?” heranku.

“Haishh pokoknya tidak boleh, tempat duduk itu sudah ada yang menempati”

Menempati? aku kembali melihat, dan masih kosong. Apa namja ini gila “Siapa yang menempati? hantu? haha sudah aku ingin makan”

“Haishh tidak bisa, ayo ikut aku”

Seragamku ditarik olehnya “Yayaya! apa-apaan ini!”

Haish apa-apaan dia ini “Kau ingin ribut denganku!”

Dia menatapku “Ayo duduk, sebentar lagi juga kau tahu mengapa aku tidak mengizinkanmu duduk disana”

Hmm aneh sekali, tapi mau bagaimana lagi perutku sudah lapar.

“Baiklah selamat makan” saat aku ingin memakan hamburger double beef ku, tiba-tiba kantin menjadi ribut. Ku melihat sekeliling, ada apa ini? apa ada kebakaran?

Seketika mataku menatapnya, berjalan bagaikan model dengan wajah dinginnya, mengabaikan orang-orang disekitarnya dengan menatapnya penuh harapan, berharap tatapannya di balas olehnya. Semua murid memberi jalan kepada mereka. Haish memang dia pikir dia siapa!

“Kau lihat bukan? itu yang kumaksud”

Kutatap namja yang disampingku “Sungguh aku masih tidak mengerti”

“Haishh kau ini bodoh sekali, kau lihat kan ke4 yeoja super duper cantik! mereka itu adalah 4 walls!”

4 walls?

“Hmm bagaimana ya menjelaskannya” bingung namja tersebut.

“Jelaskan saja pelan-pelan”

“Baiklah, mereka ada 4 walls. Mereka sangat berkuasa di sekolah ini!” aku melihat wajahnya yang begitu antusias.

“Tak ada satupun yang berani kepada mereka, karena mereka bisa melakukan apa saja, kau tahu kan mereka ber4 adalah anak-anak dengan keluarga yang berpengaruh di Korea Selatan dan terlebih lagi mereka ber4 adalah yeoja yang berwajah seperti dewi dewi kayangan! selain kaya, mereka sangat di idolakan di seluruh Korea Selatan”

Hmmm jadi seperti itu, jadi mereka bagaikan ratu di sekolah ini. “Dan lihat, bangku yang ingin kau duduki tadi adalah bangku mereka. Tidak ada yang berani duduk ditempat  mereka, kalau tidak..”

“Kalau tidak?”

“Kalau tidak mereka dapat masalah”

“Haishh mereka itu preman atau apa?” bingungku.

“Ya mengapa kau berkata seperti itu! bukankah salah satu diantara mereka adalah tunanganmu, mana bisa kau berkata seperti itu!”

ckckckc lihat namja bodoh ini “Kau membela mereka?”

“Tentu saja!”

“Untungnya bagimu apa?”

“Hmm tidak ada, hanya saja aku fans berat mereka! terutama Krystal Jung! aku tahu semua tentangnya, tidak hanya Krystal tapi mereka semua Luna, Vic dan Sulli! tapi karena Krystal sudah ada yang punya, jadi kuputuskan biasku saat ini adalah Victoria” jelasnya.

Aku tatap mereka ber4 dari kejauhan, jujur saja aku tak heran mereka di idolakan “Hei, bagaimana bisa kau menjadi tunangannya Krystal kami?”

Krystal kami? mengapa banyak sekali orang-orang bodoh akhir-akhir ini “Bukankah kau tadi bicara kau tahu banyak tentang Krystal”

“Hmm tentu saja! hanya saja Krystal sedikit tertutup, sedikit sulit mengorek kepribadiannya” ucapnya.

“Jadi kau tahu banyak tentang Krystal?”

“Yap! tak hanya Krystal tapi semua nya!”

Aku mengangguk “Baiklah, apa kau bisa menjelaskan kepadaku tentang sekolah ini termasuk 4 walls”

“Tentu saja! aku akan membantu, oh iya aku lupa memperkenalkan namaku. Namaku adalah Henry, sebenrnya kita ini sebangku hahaha, hanya saja tadi aku telat. Beritamu langsung tersebar luas”

Sebegitunya apa mereka terhadap Krystal “Kurasa aku akan mati jika menyakiti Krystal”

“Haha tentu saja buddy! tapi tenang saja aku akan melindungimu”

Aku menatapnya aneh “Kenapa? bukankah kau fansnya mereka”

“Aku memang fansnya mereka, tapi bagaimanapun aku tidak bisa mendapatkan mereka. Lagi pula aku bukan sasaeng fans, dan juga lihat dirimu! haish aku rasa wajah-wajah sepertimu tidak akan mempermainkan Krystal. Dan aku juga yakin Krystal tidak akan mempermainkankmu seperti dia mempermainkan perasaan namja namja lain”

Namja-namja? “Apakah sebelumnya Krystal memiliki kekasih?” tanyaku.

Henry mengangguk “Krystal tunangnmu itu adalah seorang playgirl, banyak hanti namja yang dia patahkan hanya untuk bersenang-senang”

Hmmm jadi kau adalah seorang player Krystal Jung, “Ayo ku antar keliling” ajak Henry.

Ku berjalan menelusuri sekolah mewah ini bersama teman baruku Henry, “Hei Henry what’s up!”

Aku rasa dia cukup populer di sekolah ini “Hei” dia memang bahuku.

“Kau lihat itu?” tunjuknya mengarah ke sebuah taman, ku sedikit menyipitkan mataku.

“Lihat bukan” aku mengangguk, aku melihat beberapa yeoja-yeoja yang bisa kubilang cantik.

“Mereka adalah Red Velvet, mereka adalah yeoja-yeoja populer setela 4 walls. Mereka adalah Irene, Seulgi, Wendy, Joy dan Yeri. Cantik-cantik bukan? haha mereka adalah anak anak dari pengusaha besar dan pemilik stasiun tv”

Kami kembali berjalan, berhenti di sebuah ruangan “Kau tahu ini ruangan apa?” ku gelengkan kepalaku.

“Ruang fans club!”

What? hahaha ini sekolah atau tempat agensi hiburan? “Yang benar saja!”

“Tentu saja! di ruangan ini tempat kami membicarakan 4 walls dan kelompok lainnya! tapi kebanykan 4 walls. Disini kami berdiskusi mengenai mereka dimulai dari hari ulang tahun mereka, barang kesukaan mereka, dll”

Ku hela nafas ini, tidak percaya apa yang ku dengar “Kau ingin masuk?”

“Kau yakin menyuruhku masuk? apa kau tidak lihat mereka menatap dengan tajam seperti ingin membuangku ke laut” kulihat mereka dari luar jendela yang menatapku sinis.

“Aaah iya, mereka masih terluka karena Krystal. Ayo lanjut lagi”

Kami lanjut berjalan, kali ini kami berhenti di lapangan basket “Mereka adalah namja-namja yang populer di sekolah ini, mereka adalah Exo tapi mereka tak sekaya 4 walls”

Aku menatap mereka yang sedang asik bermain basket “Dan kau lihat namja yang berbadan tinggi itu”

Ku anggungkan kepalaku “Dia adalah Kai, dia adalah namja yang paling dekat dengan Krystal. Banyak yang mengatakan mereka berkencan tapi yang kudengar adalah hmm kalau tidak salah beberapa minggu yang lalu bahwa Krystal menyatakan cinta nya pada Kai”

Aku terkejut mendengarnya “Aku rasa itu tidak mungkin”

“Hmm aku juga tidak tahu, dan Kai menolak cintanya dan sekarang Kai kembali mengejar Krystal”

Ku berfikir sejenak “Kau mengatakan Krystal menyatakan cinta belum lama ini?”

“Yap”

Hmmm aku rasa aku tahu mengapa Krystal berbuat seperti itu.

“Krriiing kriiinggg!”

Bel berunyi, aku dan Henry kembali ke kelas.

Semua murid duduk di bangku nya masing-masing tapi bangku di depanku masih kosong. Kemana dia?

Ohh baru saja ku bicarakan. Aku malas melihatnya, kubuang wajahku untuk tidak bertatapan dengannya.

Author POV

Semua murid mulai keluar dari kelas dengan membawa tasnya masing-masing. Amber terlihat lelah di hari pertamanya sekolah. Sedangkan Krystal berusaha untuk menghindari Amber.

Amber berjalan “Tuan Amber”

“Kau?” mereka memberikan salam kepada Amber.

“Sedang apa kau disini Tae?” bingung Amber.

“Kami disini untuk menjemput nona muda Jung”  ucap Tae.

“Ohh menjemput si penyihir, ckckc menjemput satu orang saja mengapa begitu banyak orang hufh” Tae hanya tersenyum mendengar Amber.

“Baiklah kalau begitu aku pulang duluan”

“Hati-hati tuan Amber”

Amber mulai menaiki helmnya dan mulai menghidupkan mesin. Semua bodyguard membungkuk kepada Amber sebelum motonya melaju cepat.

Tidak lama kemudian, Krystal telihat dengan wajah dinginnya.

“Nona muda Jung” salam Tae.

Krystal menghiraukan Tae dan melaju masuk kedalam mobil mewah miliknya. Taeyeon memberikan isyarat untuk segera berangkat.

Di dalam perjalanan Krystal hanya diam, tetapi ada sesuatu yang aneh “Mengapa kita lewat sini? bukankah kita akan pulang kerumah” tanya Krystal kepada Taeyeon.

“Tentu nona muda Jung, hanya saja kita akan kerumah barumu”

Wajah Krystal menjadi berubah “Mwo? apa maksutmu!”

“Nona muda Jung akan tinggal dirumah baru, semua perlengkapan sudah kami siapkan untukmu”

“Tidak-tidak, untuk apa kau pindah? memang ada apa dengan rumah yang lama?” bingung Krystal.

“Ini perintah dari tuan besar Jay Jung” ucap Taeyeon.

“Perintah kakek?” Krystal tersneyum tipis, perasaanya tidak enak.

“Ya! putar mobilnya!” perintahnya kepada supir.

Supir Krystal hanya menoleh “Ya! ku bilang putar arahnya atau kalian aku pecat!” geram Krystal.

“Maaf nona muda Jung” ucap Taeyon.

Ban mobil berdercit, mobil mewah Krystal kini tengah berhenti di perkarangan yang luas. Semua pelayan sibuk berdiri di depan pintu dengan membukkan pintu mobil Krystal “Selamat datang nona muda Jung” bungkuknya.

Krystal hanya diam tak merespon, kakinya melangkah masuk. Matanya melihat sekeliling, ini untuk pertama kalinya Krystal tahu bahwa kakeknya memiliki rumah.

Krystal mulai masuk, matanya melihat kiri dan kanan. Melihat sekeliling rumah barunya. luxury-house-interior-bedroom-elegant-home-interiors-villas-design.jpg

“Bisa kau jelaskan mengapa aku harus pindah seketaris Kim” tanyanya kepada Taeyeon.

“Maaf nona muda Jung, saya hanya dapat perintah dan….”

Belum menyelsaikan kata-katanya, Krystal melihat sosok orang yang saat ini paling dia tidak sukai! masih mengenakan seragam dengan sepotong roti di tangan kanannya.

Mata Krystal membulat tak percaya dengan apa yang dia lihat.

“Kau sudah datang?” senyum bodohnya.

“Kau”

“Hei Krystal welcome to our house” senyumnya lagi dengan mengunyah roti.

Krystal seperti terkena serangan jantung, “rencana gila apalagi yang kakek perbuat!”

“K-k-k-au bilang our house?”

“Yap, rumah kita”

Krystal memegang kepalanya, pengelihatnya kabur.

“Nona muda Jung kau tidak apa-apa?”

“Satu sekolah”

“Dan satu rumah!!”

“Bunuh saja aku”

 

———————————————————————–

Someday 8

Krrriiiiinnnnggg krrrriiiinggg krrriiinnnggg

Ahhhhh mengapa ribut sekali!

“Amber bangunlah! ini sudah jam 7!!”

“Apa jam 7?!!” shit! aku bisa telat lagi.

Amber berlari ke kamar mandi dengan membasuh wajahnya dengan mengosok giginya dengan cepat lalu dengan mengambil sedikit air, Amber membasuh rambutnya agar terlihat segar “Oke mandi selesai”

Dengan cepat Amber memakai Kemeja putih sekolahnya yang tergantung di lemari, Amber memakai seragamnya sekolah tanpa mengancing seragamnya, membiarkan baju dalaman hitam yang dia pakai tidur terlihat. Yap itulah kebiasaan buruk Amber, selain tidak mandi, dalam mengenakan seragam Amber sangat kacau. Maksutku, lihatlah dia. Memakai seragam tak rapih, baju keluar tanpa dikancing ,untung saja dia memakai baju daleman. Ditambah lagi memakai kaos kaki yang selalu dia pakai berhari-hari.

“Amber cepatlah kau bisa terlambat!”

Dengan tergesa-gesa Amber turun dari kamarnya dengan mata yang semabab “Ya ampun! kau ini niat sekolah atau tidak?” heran ibunya.

Amber mengambil sepotong roti dengan memakai sepatu nike hitam milikinya “Eomma aku berangkat!” Amber sedikit berlari dengan roti yang masih dia kunyah.

Jam 7 pagi, jam yang paling Amber benci karena tidurnya yang terganggu. “Hufhh Hah” Amber menghela nafasnya. Berlari cepat melewati orang-orang yang berada di depannya.

Sesekali Amber melihat jam nya “Haishh aku bisa telat lagi!” umpatnya.

Amber menambah kecepatannya dan “Ciiittt” terdengar suara ban berdecit.

Dengan hitungan detik, Amber menghentikan larinya yang cepat. Dengan kecepatan lari yang dilakukan Amber, membuat Amber tidak dapat memopang berat badannya yang berakibat tubuh Amber menabrak mobil mewah hitam.

“Dummm”

“Ya!! dimatamu! dasar bodoh” tunjuk Amber.

“Aku heran sekali, mengapa orang kaya seperti mereka ini suka sekali semena-mena!” kesal Amber dengan memukul mobil hitam mewah dengan kesal.

Amber terlihat kesal, dan seseorang turun dari mobil dengan memakai pakaian hitam.

Mata Amber melihatnya, melihat bingung “Siapa lagi manusia yang kuhadapi”

Seseorang itu tersenyum kepada Amber, Amber menatap heran. Tidak hanya tersenyum tapi seseorang yang dia tak kenali itu membungkuk yang artinya menunjukkan rasa hormat kepada Amber.

Amber menaikan alisnya “Waah baru kali ini ada orang kaya yang mau meminta maaf duluan” Amber menepuk tangganya.

“Kami tidak bermaksud untuk melukaimu” ucapnya.

Amber mengangguk “Baguslah, kalau begitu aku pergi dulu. Lain kali hati-hati lah!” Amber meninggalkan seseorang yang tidak dia kenal itu.

“Kau harus ikut dengan kami”

Amber menghentikan langkahnya, menatap kembali orang itu “Ikut denganmu? haha apa kau ingin menculikku?”

Amber menunjukkan isi kantongnya “Lihat, bahkan kantong ku saja tidak ada uang saku. Sudahlah tidak ada waktu” Amber kembali bergegas.

“Kau harus ikut kami Amber Liu”

Amber menoleh kearahnya, menatapnya heran “Kau tahu namaku?” tunjuk jarinya tepat di depan wajahnya.

Dia tersenyum, menghampiri Amber “Kami di beri tugas oleh tuan besar Jay Jung untuk menjemputmu Amber Liu, kau akan ke pergi Seoul”

“Seoul?” kejut Amber.

“Tap-tap-tapi”

“Masalah sekolahmu sudah kami urus, kau tidak perlu khawatir. Kami sudah meminta izin”

Amber sedikit lega, setidaknya hari ini dia tidak dihukum “Baiklah” Amber berjalan menuju sedan mewah dengan pengawal yang membukkan pintu untuknya.

Amber menyenderkan bahunya “Wah memang beda kalau berada di mobil mewah hahaha” Amber melebarkan kakinya. Membuat dirinya nyaman.

“Amber liu”

“Hmm”

“Aku lupa memperkenalkan namaku” Amber menoleh ke arahnya.

“Aku adalah Kim Taeyeon” senyumnya.

“Oh Hi Kim Taeyeon” senyum lebar Amber.

“Aku harap kita bisa berkerja sama” senyumnya pada Amber.

“Tentu saja”

Amber membuka jendela mobil, menikmati susana pagi hari “Waah udaranya begitu sejuk, baru kali ini pagiku terasa menyenangkan. Kau tahu Tae, biasa jam segini aku sedang berlari di tengah lapangan atau berdiri di depan kelas hahaha”

Taeyeon tersenyum menanggapi kicauan Amber, dan Amber kembali menikmati perjalanannya “Bisa kau besarkan volume musiknya?” perintah Amber kepada supir.

“Ndee”

Suara musik Don’t speak milik Fast East Movement feat Tiffanya menggema dimobil mewah hitam miliki keluarga Jung “Hahaha ini menyengakan, kita harus semangat Tae!”

“Wowowowow” teriak Amber dari luar mobil.

Waktu terus berputar tak terasa mereka masuk kedalam lingkungan Real Estate Seoul, Amber kembali membuka kacanya. Melihat sebuah rumah mewah yang akan iya tuju.

Pintu mulai terbuka, mata Amber membulat heran “Apakah ini disebut rumah? ini bukan seperti rumah. Ini seperti istana!” ucapnya dalam hati.

Mobil melaju menuju pintu utama rumah Jay Jung, Amber masing tak percaya apa yang dia lihat.

Pintu mobil di buka, Amber turun dari mobil dengan mata yang masih membulat “Selamat datang tuan Amber Liu” bungkuk semua pelayan.

interiorim.com_cars_great_luxurious_sportscar_mansion_7839.jpg

(Jung’s house)

Amber membalas dengan membungkuk, sang pelayan mengarahkan Amber untuk masuk “Masuklah” suruh Taeyeon.

Amber mulai masuk, matanya melihat kesana-kemari. Begitu takjub dengan kediaman Jung “Wah jadi seperti ini rumah orang terkaya di Asia” Amber menggelengkan kepalanya.

Taeyeon tersenyum melihatnya “Akan ku tunjukkan kamarmu”

“Apa!” teriak Amber, Taeyeon langsung menutup telinganya. Amber menghampiri Taeyeon dengan mata yang bulat.

“K-k-kau kau bilang kamar? kamarku??” bingung Amber.

“Yap, jadi ayo ikut aku”

Amber mengikuti arah Taeyeon berjalan, “Kira-kira ada berapa pelayan dirumah sebesar ini? pasti repot sekali mengurusnya” pikir Amber.

Taeyeon berhenti dan Amberpun berhenti melangkah “Ini kamarmu, kamarmu dilengkap pengamanan yang super ketat. Bila ada waktu, kau akan ku ajarkan mengenai kamarmu ini”

Amber memandang pintu di depannya “Masuklah” Taeyeon membukkan pintunya untuk Amber.

Dan lagi Amber dibuat takjub dengan apa yang dia lihat.

“Ini gila”

luxury-bedrooms-17-620x418.jpg

(Amber’s bedroom)

“Ini benar-benar kamarku Tae?” bingung Amber.

“Ya tuan Amber”

“Daebak” senyum lebar Amber.

“Kamar ini sama saja dengan rumahku hahaha”

Amber melompat ke tempat tidur barunya “Wahhh nyaman sekaliiii” Amber menggosok gosokan tubuhnya ke tempat tidurnya.

Setelah puas dengan tempat tidurnya, Taeyeon kembali mengajak Amber melihat sekeliling rumah milik Jay Jung.

Seketika langkah Amber terhenti, melihat satu pintu yang tidak berada jauh dari kamarnya “Itu ruangan apa?” tunjuknya pada Taeyeon.

Taeyeon menoleh ke arah yang Amber maksud “Itu kamar kosong”

“Ohhh”

Setelah puas dengan berkeliling, Taeyeon mengajak makan Amber.

“Bagaimana makananya?” tanya Taeyeon.

“Enak sekali!” jawab Amber dengan daging di mulutnya.

“Riingg rinngg” ponsel Amber berdering.

“Eric?”

“Kau dimana!!”

Amber menjauhkan ponsel miliknya karena telinganya begitu sakit mendengar Eric teriak “Haish! mengapa kau teriak hah? aku tidak tuli”

“Jadi kau dimana!”

“Aku ada di Seoul, aku berada di rumah tuan Jay Jung”

“Haish disaat seperti ini kau malah bersenang-senang! apa kau tidak tahu sekolah kita sedang di serang dengan sekolah Namdyong! kami butuh bantuanmu!” 

Amber berdiri dari duduknya “Apa? bagaimana bisa terjadi? haish mengapa mereka tidak pernah berhenti menyerah sekolah kita!”

“Untuk itu kau harus cepat datang!”

“Baiklah aku akan segera kesana!”

“Kau mau kemana?” heran Taeyeon.

“Maaf Tae aku harus buru-buru!”

Amber bergegas keluar.

Amber adalah sosok yang tidak asing akan kekerasan, bahkan wajahnya pernah terluka karena bertengkar dengan SMA lain. Amber akan membela mati-matian sekolahnya dan terlebih lagi Amber pandai dalam berkelahi karena dia memang sabuk hitam. Wajar saja bila dia sudah banyak memukul wajah namja-namja yang berani melawannya. Walaupun Amber adalah yeoja, tapi dia paling ditakuti. Amber juga adalah preman di sekolahnya, tak jarang banyak yang takut padanya bukan karena gayanya saja tapi sifatnya yang berani melawan siapapun yang tak sesuai kehendak dia.

“Amber!!”

“Akhirnya kau datang juga!”

Sambut teman-temannya “Jadi, siapa yang berani melawan kita?”

“Dia”

Amber melangkah maju, melepas seragam sekolahnya “Aigoo kalian lagi, sudah 3x kalian kami kalahkan dan sekarang masih berani menginjak daerah kami?”

“Kau akan mati!”

Mereka semua bertengkar, Amber terlihat terluka di wajahnya.

Tak butuh lama untuk menjatuhkan mereka “Sekali lagi kau berani datang kesini, kakimu akan kupatahkan dan kubuang ke laut! apa kau mengerti!” ucap Amber dengan menginjak tubuh lawannya.

“Ba-ba-baik Amber”

Semuanya merayakan kemenangan dan saling berpelukan, tak akan ada yang menyangka bahwa Amber adalah seorang yeoja.

“YA KALIAN SEMUA!”

“Damn!” ucap Amber.

Sudah merayakan kemenangan mereka tertangkap oleh guru-guru karena ada seseorang yang melaporkan hingga dibawa keruangan.

Ailee berdiri di depan ruangan, menunggu kedua sahabatnya keluar.

“Dasar bodoh! kapan mereka akan sadar?”

Keesokan harinya

Amber, Ailee dan Eric jalan berdampingan “Jadi tolonglah hentikan tingkah gila kalian! kalian itu sudah tua, jadi tidak bisa tawuran lagi?”

“Mana bisa!” jawab Eric dan Amber.

“Lihat wajahmu!” tunjuk Ailee pada Amber, wajah Amber terlihat memar di bagian pelipis dengan memakai plester luka di bagian pipi kananya.

“Aku lebih heran padamu Amber, kapan kau akan tobat?”

“Hahahaha, tidak akan Ailee” tawa Amber yang disusul Eric.

“Amber Liu!!”

Mereka bertiga berhenti melangkah, membalikan badannya. Melihat seorang guru yang datang menghampiri mereka “Hufhh kini apalagi?” kesah Amber.

“Ikut aku”

Amber menghela nafasnya “Ndee”

Tiba di ruang kepala sekolah “Duduklah” perintahnya.

Amber duduk, ini sudah puluhan kalinya Amber dipanggil “Hmmm, bagaimana kemarin? apakah sekolah kita menang?”

Amber terkejut mendengarnya “Tentu saja pak! aku tidak akan membiarkan…”

“Itu akan menjadi hari terkahir untukmu untuk bertengkar”

“Tapi, tapi bagaimana bisa aku diam saja bila anak-anak sekolah ini di minta uang danlagi pula aku harus membela sekolah ini..”

Belum selesai bicara, Pak kepala sekolah menatap Amber “Kau tidak perlu lagi membela sekolah ini”

“Apa?”

“Tidak perlu”

“Haha bagaimana bisa pak, dan lagi pula…”

“Kau akan pindah sekolah”

Amber terdiam, diam cukup lama. Bibirnya tersenyum “Kau tidak bisa melakukan ini pak”

“Kau akan pindah sekolah, dan mulai besok kau tidak perlu sekolah disini lagi”

Amber berdiri dari duduknya “Tapi pak, jangan seperti ini. Jangan seperti ini hukuman yang kau berikan padaku”

“Ini bukan hukuman Amber Liu”

“Lalu apa?”

“Kau akan pindah sekolah yang jauh lebih baik”

Amber menghela nafasnya “Sekolah ini adalah yang terbaik untuku! sekolah mana lagi yang pantas untukku pak? tidak ada”

“Kau akan pindah sekolah ke salah satu sekolah terbaik”

Mata Amber membulat “terbaik?”

“Ya. luar biasa bukan”

Amber diam, Amber tersenyum tipis “Apa mereka tidak bisa mengizinkanku untuk lulus disini saja”

“Aku harap kau bisa berubah”

Amber terlihat kecewa “Semua berkas sudah diurus, jadi mulai hari ini kau tidak usah sekolah”

Amber terlihat kesal, Amber keluar dari ruangan kepala sekolah dan tiba-tiba ponselnya berdering “Eomma?”

“Kau, jaga dirimu baik-baik. Aku sudah membawakan beberapa baju hangat untukmu. Dan juga sudah kutitipkan boneka beard mu kepada pengawal pribadimu. Jaga dirimu baik-baik”

“Haishh eomma! kau ini bicara apa?”

“Kau belajarlah dengan giat! ingat, kau harus sukses. Jangan pikirkan eomma dan adikmu. Jagar dirimu baik-baik arasso. Sudah dulu ya, ibu banya pekerjaan

Panggilan terputus “Haishh apa-apaan ini!”

“Amber”

“Kau”

“Sudah waktunya”

Amber tersenyum simpul “Sudah waktunya? ya! mengapa kau tidak bicara sebelumnya kepadaku?”

“Aku mencoba bicara padamu, tapi pada saat itu kau pergi saat makan. Kau ingat?”

Amber memegang ponselnya “Apa kau tidak bisa menelfonku hah?!”

Amber terlihat kesal, Amber beridiri di depan lapangan sepak bola. Suasana sekolah begitu sunyi karena jam pelajaran sudah dimulai.

Amber menatap lantai kelas miliknya “Aku bahkan belum mengucapkan selamat tinggal pada sahabat-sahabatku” lirihnya.

Mobil sedan hitam sudah terparkir rapih di depannya “Kita berangkat sekarang”

“Bahkan aku belum memeluk eommaku”

“Kau bisa kembali kapan pun kau mau tuan Amber” ucap Taeyeon.

“Tapi mengapa begitu mendadak!”

Taeyeon hanya diam, Amber mengacak-acak rambutnya “Hufhh” dengan pasrah Amber masuk kedalam mobil.

Mobil mulai berjalan meninggalkan daerah Amber, Amber menulis pesan untuk kedua sahabatnya yaitu Eric dan Ailee.

“Adikmu sudah mulai sekolah hari ini” ucap Taeyeon.

“Kami akan terus menjaga keluargamu, jadi kau tidak perlu khawatir”

Amber hanya diam, dan memejamkan matanya.

Amber kembali kerumah super mewah milik Jay Jung.

“Ntah aku harus sedih atau senang” ucap Amber saat semua pelayan menduduk kearahnya.

Taeyeon berhenti melangkah, dan membungkukkan badannya”Sekarang rumah ini adalah milikmu”

“Apa??!! aku kira ini adalah rumah tuan besar Jay Jung!”

Taeyeon tersenyum “Ini adalah hadiah untukmu dari tuan besar Jay Jung, jadi terima lah rumah ini”

“Daebak! bagaimana bisa aku menolaknya” girang Amber.

“Kau masih ingat kamarmu bukan? ganti lah bajumu, kami sudah mengganti semua baju-bajumu dengan baju baru”

Amber mengganti bajunya, sebelumnya kehidupan Amber sangat sederhana. Bahkan Amber bisa memakai baju yang sama selama 3 hari di pakai berturut-turut, tapi tidak untuk sekarang. Segala model baju dan perancang terkenal nampak di lemarinya. Jam tangan branded, sepatu yang berderet rapih membuatnya sejenak melupakan kesedihan yang melandanya.

Walk-in-Closet-for-Men-Masculine-closet-design-11.jpg

Waktu menunjukan pukul 8 malam, Amber turun dengan baju barunya.

Taeyeon tersenyum melihatnya “Sepertinya kita harus mengobati lukamu tuan Amber”

“Tidak perlu, nanti juga sembuh sendiri. Aku sudah biasa dengan hal ini Tae” ucap Amber.

Amber menatap Taeyeon “Ada apa?” bingung Taeyeon.

“Kau tidak perlu memanggil ku dengan kata Tuan, lagi pula kau lebih tua dariku”

“Baiklah” ucap sopan Taeyeon.

“Tapi mengapa aku dipanggil tuan?”

“Karena kau saat ini adalah orang terpenting dalam keluarga Jung, dan lagi pula tidak mungkin kami memanggilmu nona” tawa Taeyeon.

“Dan aku minta kau tidak tidur larut malam” ucap Taeyeon.

“Kenapa? aku mana bisa tidur cepat”

“Karena besok pagi kau akan sekolah”

Amber meletakan pisau dan garpunya “Sekolah?”

“Ya” jawab singka Taeyeon.

“Baiklah, hanya sekolah. Tidak masalah bagiku” lanjut makan Amber.

“Apa kau tidak penasaran akan sekolah dimana?”

Amber sejenak berfikir “Ehmm mungkin aku akan sekolah di Hanlim” jawab Amber dengan mengunyah.

Taeyeon tersenyum “Kau salah”

“Salah? lalu aku akan sekolah dimana?”

Taeyeon menatap Amber “Kau akan sekolah di Empire School”

“Apa Empire School!!” kejut Amber.

“Ya, salah satu sekolah elit dan terbaik di Asia”

“Aku akan sekolah di Empire School?” ucap Amber.

“Empire School”

Empire School adalah salah satu sekolah kalangan elit, tapi bukan itu yang kupermasalahkan, yang kupermasalahkan adalah..

Aku…

Akan…

Satu sekolah…

dengan..

KRYSTAL JUNG!

————————————————————————-

Someday 7

Angin bertiup kencang malam indah dengan beratapkan bintang yang bertabur di langit -langit hitam. Keramaian memecah suasana malam dengan canda tawa gembira. Semua terlihat begitu bahagia, terlihat menikmati malam indah ini. Tapi tunggu, hmm tidak semua terlihat larut dalam kebahagiaan pada malam hari ini. Rambut hitamnya terurai indah, kulitnya putih bersinar, bibirnya merah dan tipis tapi, tapi wajahnya terlihat begitu sedih dan sedikit marah. Marah? yap, wajahnya begitu ketus, matanya terlihat sinis pada setiap orang, dikepal keras tangganya seperti menahan sesuatu di dalam dirinya. Digigit lembut bibir bawahnya secara perlahan hingga membuat bibirnya semakin memerah.

“Soojung, kau tidak apa-apa?”

Yeoja beranama Soojung itu hanya berdiri menatap seseorang yang berada didepannya. Matanya penuh amarah tetapi tak bisa dia luapkan “Apa kau marah?”

Soojung membuang tatapan nya, merasa kecewa dengan apa yang terjadi padanya “Soojung, biane. aku..”

“Sudahlah Luna unnie, lagi pula ini sudah terjadi. Sepertinya takdir berkata lain pada diriku” wajahnya begitu kecewa, dia menarik dalam nafasnya. Memejamkan matanya untuk sebentar.

“Soojungiee” Luna mengelus lengan Soojung, berusaha untuk membuatnya tenang.

Soojung tersenyum tipis “Kwaenchanayo sepertinya ini sudah takdirku”

Amber POV

Ku tatap wajahnya, memandang terus wajahnya dari kejauhan. Entah kenapa hatiku merasa risau. Melihat wajahnya seperti itu aku merasa bersalah. Tapi mau bagaimana lagi? aku harus melakukan semua ini, maaf kalau aku egois. Lagi pula aku melakukan semua ini juga untuk kebaikanmu. Aku tahu kau begitu membenciku tapi.. tapi aku harap pesan kakekmu terhadapku dapatku lakukan.

“Hufffhhh”

“Hmmmm sepertinya dia akan membunuhmu”

Aku tersenyum mendengarnya, menatap Eric yang berada di sampingku “Tentu, mungkin dia akan membunuhku secara perlahan-lahan”

“Lihat, bahkan sahabatnya saja tidak bisa menengakan nya. Aigooo dia memang cantik tapi bila seperti ini dia terlihat seram dan menakutkan. Aku harap umurmu panjang Am”

Aku tersenyum mendengarnya “Semoga saja”

Kumasukan kedua tanganku di saku dengan mata yang masih menatapnya, benar kata Eric aku yakin dia akan membunuhku secara perlahan -lahan. Hahaha tapi sudahlah lagi pula ini hanya permainan. Aku hanya perlu menjaganya lalu aku akan mendapatkan uang.

“Kau disini rupanya”

Kubungkukkan badan ini sebagai rasa hormat padanya, dia berjalan ke arahku. Menatap mataku “Aku harap kau bisa menjaganya, kau ingat pesanku kan?”

Ku tarik nafas ini “Ndee”

“Baguslah, kau harus menepati janji itu” senyumnya.

Dia menatapku, menatap dari ujung kepala sampai kaki, apa ada yang salah denganku?

“Hmm kau terlihat sempurna, bagaimana bisa kau tampan seperti ini haha”

Aku hanya tersenyum mendengarnya “Tuan, semua sudah siap”

Jay Jung mengangguk dengan senyuman lebar diwajahnya “Kajja”

kulangkahkan kaki ini, melangkah ke taman utama dimana aku akan mengikat janji kepadanya.

Ntah kenapa kakiku menjadi gemetar dan tanganku berkeringat “Huffhh” hanya berpura-pura! aku harus rajin mengingat kata-kata itu.

Aku menatap sekeliling, keliatannya tamu tamu yang datang hanyalah orang-orang pilihan. Ku henatikan langkah ini, sedikit merapikan kemejaku dan memakai jas hitam. Sial! mengapa jantungku berdebar-debar!

Kulangkahkan kaki ini kembali, tapi hanya beberapa langkah saja kakiku berhenti secara tak sadar. Aku berhenti, berhenti melangkah. Mataku menatap lurus, menatap matanya yang sepertinya akan membunuhku.

“Huffhh” seram sekali dia.

Uang, uang, uang! aku harus ingat itu!

Author POV

Waktu menunjukan pukul 8 malam, suasana menjadi hikmat ketika Jay Jung memberikan nasihat kepada Krystal dan Amber.

Jarak Krystal dan Amber saling berdekatan. Krystal terus menatap Amber, sedangkan Amber tidak berani menatap mata Krystal yang begitu tajam.

“Baiklah Amber, silahkan pakaikan cincin ini ke Krystal”

Amber menatap cincin itu, tak ingin larut dalam tatapan Krystal, Amber segara mengambil cincin itu dan cepat mengakhiri semua ini.

pic1.jpg

(Seperti ini cincinnya Krystal hehe)

Semua orang bertepuk tangan, Amber dan Krystal tidak saling bertatapan.

Pesta pertunangan dimulai dengan musik musik indah, semua tamu berdansa riang.

Krystal hanya diam, ingin sekali dia menjerit dan mengentikan hal bodoh seperti ini. Krystal menatap sekeliling, melihat mereka tertawa diatas penderitaanya. Rasanya ingin menangis, tapi tak ingin dia tunjukkan ke orang orang, Krystal tidak ingin telihat lemah.

“Soojung”

Krystal tak memberi respon, hanya diam yang dia berikan “Aku melakukan semua ini untuk kebaikanmu”

Krystal masih diam “Aku menyayangimu, kau tahu itu bukan?”

“Jika kakek menyayangiku, kakek tidak akan melakukan hal bodoh seperti ini. Ini benar-benar gila! Kakek menghancurkan semuanya, mengapa melakukan semua ini! kakek hanya peduli terhadap perusahaan kakek, tapi bagaimana denganku? kakek mengorbankanku hanya untuk keegoisan kakek? apakah itu yang disebut sayang?” Krystal menteskan airmatanya.

“Jika kakek tidak melakukan semua ini, kakek akan kehilangan segalanya”

Krystal tersenyum tipis “Tentu saja, kakek bisa kehilangan seluruh persuahaan kakek”

“Soojung, aku harus melakukan semua ini. Jika orang itu datang, jika orang itu datang untuk merebut seluruh yang kakek miliki untukmu maka semuanya sia-sia. Kakek bisa mati ditangganya, dan jika kakek mati maka dia akan menguasai semuanya dan nyawamu bisa terancam karena kau adalah satu satunya pewaris Jung! untuk itu, untuk sementara ini kau adalah pemegang saham Jung, sampai keadaan benar-benar aman. Setidaknya sampai aku tidak terbunuh, untuk itu aku butuh orang yang benar-benar tulus menjagamu, jadi kumohon bertahanlah sampai kudapatkan orang itu dan kukembalikan ke penjara”

Krystal POV

Pikiranku berantakan, aku tidak mengerti semua ini. “Maksut kakek, ada seseorang yang ingin membunuhmu?

“Hmmm, dia ingin mencoba menjatuhkanku bahkan membunuhku. Dia akan melakukan hal gila Soojung, dia adalah orang yang berbahaya”

Kupejamkan mata ini, “Aku ingin ke kamar”

Kuberjalan jauh, menjauhi keramaian ini. “Soojung!” maaf Luna unnie aku tidak ingin di ganggu, ku terus berjalan. Kaki ku berjalan mengarah tepi pantai.

Kupejemkan mata ini, mendengar suara ombak yang sedikit membuatku tenang. Harus berapa lama aku akan merasakan hal ini? berpura-pura akan segalanya. Melakukan sesuatu yang tidak aku sukai! dan….

Yeoja itu! lihat saja dia!! kau sudah bermain-main denganku.

Pesta telah usai dan pagi telah datang, matahari masuk kedalam celah-celah jendela kamar. Sosok yeoja tertidur pulas dengan mata sembabnya.

“Ah tidak”

Tidurnya menjadi gelisah, tubuhnya berkeringat.

“Tidaak!” teriaknya dengan matanya yang terbuka. Nafasnya terus dielah olehnya berusaha mengatur irama jantungnya yang berdebar-debar.

Yeoja itu menundukan kepalanya “Bahkan di dalam mimpi pun menjadi buruk”

“Ya!! Soojungiieee!”

“Selamat pagi!!”

Author POV

Ke tiga sahabatnya datang ke kamar Krystal “Ada apa denganmu? apa kau tidak apa-apa? kau terlihat pucat” khawatir Vic.

“Sulli ambilkan air putih” Sulli dengan cepat mengambil air putih.

“Soojungie apa kau bermimpi buruk?” tanya Luna yang langsung memeluk Krystal.

“Ya” jawab lesu Krystal.

“Minumlah ini” Krystal mengambil gelas yang diberikan oleh Sulli.

Vic menggeleng-geleng kepalanya “Aigooo kau ini abis lari ya?” gelas yang berisi air itu habis diminum oleh Krystal.

“Apa kau tidak enak badan?” tanya Sulli.

“Tidak tahu”

Luna terlihat berfikir “Hmmm berarti rencana hari ini akan kita batalkan, tidak mungkin kami pergi tanpamu Soojungie?”

Krystal melihat ke arah Luna “Hm? rencana? kalian ada rencana apa?” tanya nya penasaran.

“Hmm kami memiliki rencana untuk scuba diving, dan karena melihat kondisimu tidak baik, aku rasa akan dibatalkan saja”

Krystal terkejut mendengarnya “Dibatalkan? tidak mungkin”

“Tapi…”

“Haishh kalian tahu kan aku ingin sekali scuba diving” tunjuk wajah melasnya.

“Tapi apa kau tidak apa-apa? kau terlihat kacau sekali Soojung” ucap Luna.

“Aku hanya butuh hiburan saja, melupakan kegilaan ini semua. Yang aku butuhkan adalah bersenang-senang unnie” bujuk Krystal dengan memeluk lengan Luna. Mata Luna melihat Vic, berharap Vic memberikan keputusannya karena Vic pintar dalam mengambil keputusan.

“Hmm baiklah”

“Yeyyyyyy!!” teriak Krystal.

“Waah akhirnya kita bisa pergi ke pantai bersama-sama” peluk Sulli.

Vic bangun dari tempat tidur Krystal “Baiklah kalau begitu siapkan perlengkapan yang akan kita bawa dan kau Krystal, cuci wajahmu”

“Neeee”

25 menit berlalu, Sulli, Vic, luna dan Krystal sudah siap berangkat.

Tidak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di kapal boat mewah dan siap menaikinya.

Mereka berempat berlari riang menuju kapal, wajah Krystal tersenyum lebar “Selamat datang” sambut pegawai kapal.

Krystal melihat sekeliling kapal “Kapalnya bagus sekali, kakekmu benar-benar daebak” jempol Sulli.

“Baiklah tunggu apalagi, ayo berangkat” perintah Krystal.

Pegawai kapal datang mengampiri Krystal dengan kepala yang tertunduk “Ehmm kita tidak bisa berangkat sekarang nona”

Krystal heran mendengarnya “Why? apa kapal ini dipesan untuk umum?” tanya Krystal.

Pegawai itu terlihat gugup karena tatapan Krystal “Hmm bukan begitu nona, hanya saja kami mendapatkan perintah dari tuan besar bahwa kapal ini akan siap berangkat bila…” belum saja selesai bicara, suara namja terdengar oleh mereka ber4.

“Hallo semuaa!! good morning!” sapa Eric dengan kemeja, celana pendek serta topi pantainya.

“Kau?” bingung Krystal, tak hanya Krystal tapi teman-temannya juga bingung.

Krystal menatap tiga sahabatnya dengan tajam “Tidak Soojung! mana mungkin, percayalah”

Krystal memejamkan matanya “Aku rasa tidak mungkin mereka, karena aku tahu mereka tidak akan mengacaukan semua ini” pikir Krystal.

Eric menatap mereka semua “Hei hei ada apa? kalian lucu sekali hahaha”

“Selamat datang” ucap pelayan kapal.

“Hallo” senyum Ailee.

“Dan hallo kalian semua” senyum lebar Ailee dengan memakai kacamata hitam.

“Kacau sudah” hela Krystal.

Kini mata mereka menatap sosok yeoja yang berpakaian kaos dengan topi hitam, masuk kedalam kapal milik Krystal “Kau!” geram Krystal.

“Aku” ucapnya.

Krystal maju selangkah “Aku, aku tidak mengizinkanmu untuk naik kapal ini!” ketusnya.

Amber menghela nafasnya, menggaruk kepalanya seakan malas berdebat “Jadi kau ingin mengusirku dari kapal ini nona Jung?”

Amber menyilangkan tangannya dibadannya “Hmm biar kuluruskan, kapal ini tidak akan berangkat atas kehendakku. arasso”

Krystal tersenyum tipis “Kau kira kau siapa?”

“Aku adalah Amber Liu, orang kepercayaan kakekmu” senyum Amber.

Luna, Vic dan Sulli menghampiri Krystal. Sulli sedikit berbisik kepada Krystal “Soojung biarkan saja mereka, lagi pula kapal ini besar”

“Kita tidak mungkin membatalkannya hanya karena mereka bukan?” bisik Luna.

Krystal menghela nafas menatap mereka bertiga, tetapi tatapan mereka aneh.

“Ya! apa yang kalian lihat?”

“Tidak ada” jawab Amber.

Krystal merasa aneh dan dia baru tersadar langsung menutupi tubuhnya dengan tangannya karena baju kemeja putihnya yang terlihat menerawang dengan pakaian dalam hitam yang dia kenakan.

“Ya! kau mesum!!” teriak Krystal.

Amber tertawa geli “Dasar wanita gila” pelan suaranya.

Krystal menggepal tangganya seakan ingin memukul Krystal “Apa!!” dengan cepat ketiga sahabatnya menahan Krystal “Soojung sabarlah”

“Pelayan, mari kita berlayar” perintah Amber yang langsung dikerjakan pelayan kapal dan pergi meninggalkan Krystal yang kesal.

Kapal mulai berlayar, angin bertiup dengan kencang dengan langit yang cerah. Amber duduk dengan menatap lautan yang berada di depan matanya dengan sekaleng soda ditangan kanannya.

Sedangkan Krystal dan teman-temannya serta Eric dan Ailee bersiap-siap melakukan diving.

Luna melihat Ailee dan Eric yang sedang bersiap-siap “Dimana Amber?” tanya Luna.

“Oh dia tidak suka dengan hal yang seperti ini” jawab Ailee.

“Syukurlah” jawab Krystal dengan memasang sepatu renang miliknya.

Mereka sudah bersiap-siap “Waah cuacanya indah sekali” ucap Krystal dengan merentangkan tangganya.

Amber POV

Haishh apa yang kulakukan disini? begitu membosankan, seharusnya aku tolak saja perintah tuan Jay! lebih baik aku bersantai di kamar dengan bermain games saja.

Laut, ergh sungguh mual ditambah lagi dengan satu kapal dengan dirinya. Sungguh lengkap penderitaanku.

Apa kau sudah siap?”

“Ah aku takut”

“Tenang saja kami akan di dekatmu”

Hmh lihat mereka, ke empat gadis manja. Apalagi si penyihir itu, lihat dia! haishh sungguh menyebalkan. Aku berharap bila dia menyelam nanti dia bertemu dengan Hiu! atau monster laut! tapi… rasanya tidak mungkin. Dia saja sudah begitu menakutkan! siapa yang berani memakan dirinya.

“1..2…3..”

Harus berapa lama lagi aku menunggu. Sudahlah ku pejamkan saja mata ini.

10 menit

20 menit

35 menit

40 menit

dan ….

Ku buka mata ini, aghh wajahku terasa panas. Pantas saja, aku tidur menghadap matahari yang berada tepat di atas wajahku!

“Hoaaaammmm” mengapa tiba-tiba aku haus, sepertinya sekaleng soda akan menyegarkan tenggorokanku.

Ku kumpulkan seluruh tenagaku agar badan ini bisa berdiri, “Ahhhh pegal sekali” kulangkahkan kaki ini untuk menuruni anak tangga di kapal boat yang bisa ku bilang mewah. Tentu saja, apa yang tidak bisa dibeli dengan keluarga Jung hahaha, bahkan harga diriku saja ku jual padanya. Menyedihkan sekali diriku.

“Haishh dimana letah lemari pendinginnya?”

Ku terus berjalan hingga kaki ini berhenti melangkah, tidak tidak. Aku tidak percaya apa yang kulihat. Tidak hanya kakiku, bahkan jantungku berhenti berdetak. Aku tidak tahu apa yang Tuhan lakukan kepadaku hingga tanganku menjadi gemetar dan mata ini tak berkedip. Nafasku, nafasku terasa berat. Badanku menjadi panas, apa yang harus kulakukan?

“AAAAAAHHHHHHHH!!!”

Ku tutup telinga ini mendengar jeritannya, kurasa satu lautan ini dapat mendengar suara sumbangnya!

“Dasar kau cabull!!!!”

Mulutku tidak bisa berakata-apa “A-a-aa-ku tidak cabul!”

“Auch!” dilemparnya semua barang yang berada disekitarnya kepadaku.

“Hentikan! ini sakit sekali Krystal”

“Sakit hah? itu adalah ganjaran untuk orang yang cabul sepertimu!”

Cabul? “Haish aku tidak cabul! lagi pula aku.. akuu”

Dia memajukan langkahnya! haishh bagaimana ini “Tidak cabul, hahaha tidak cabul?”

Aku menelan salivaku, melihat dirinya yang mendekatiku dengan handuk putih di tubuhnya.

“Lalu mengapa matamu dari tadi tidak terpejam hah?”

Haishh wanita gila ini! haishh.

“Apa kau menikmatinya hah?”

“Haishh hentikan! hentikan langkahmu” peringatku padanya.

“Kenapa? bukanya kau senang?”

Dia semakin mendekat dan aku sudah kehabisan langkah.

“BOOOOMMM!!” Kejutnya dan…

“BYUUURRR”

Badanku terasa sakit, terasa dingin, terasa basah. Nafasku sesak, aku merasakan air yang masuk ke dalam hidung maupun mulutku.

Aku tidak bisa bernafas, aku butuh udara tapi aku tidak bisa menghirupnya.

Aku melihat cahaya, ingin kugapai tapi terasa sulit bagiku. Ku gerakan kaki ini tapi tak berhasil. Kepalaku mulai pusing, nafasku mulai sesak. Apakah aku akan mati?

AUTHOR POV

Amber tak sengaja melihat Krystal yang mengganti pakaian, Krystal terlihat marah dengan apa yang Amber lakukan. Bahkan Amber tak mengucapkan maaf sedikitpun padanya.

“Kenapa bukanya kau senang?” Krystal semakin mendekati Amber, dan Amber terperangkap oleh langkah Krystal dengan Laut yang berada di belakang Amber.

Krystal tersenyum licik, Krystal memperhatikan Amber yang dimana Krystal melihat bahwa Amber memakai baju yang sama saat pergi. Itu artinya Amber tidak ikut diving dengan baju yang masih kering. Amber terus melihat langkahnya yang sudah semakin ujung dan…

“BOOOOMMM!! teriak Krystal yang menakuti Amber.

“BYUUURRR” Mendengar kejutan dari Krystal, Amber terpeleset dan terjatuh ke dalam air.

“Hahaha rasakan itu llama bodoh” senyum Krystal.

Krystal berniat meninggalkan Amber yang terjebur didalam air. Tetapi ntah kenapa Krystal merasa aneh karena Amber tak kunjung menampakan kepalanya.

“Hei aku mendengar ada suara teriakan, ada apa?” tanya Vic.

Krystal hanya diam, dia bingung. “Soojung, apa yang terjadi?” tanya Vic.

“Dimana Amber?” tanya Ailee.

“Tol-lo-long”

“Amber?!!!” teriak Ailee.

Tak berfikir panjang Ailee langsung menyelamatkan Amber.

“Ya!! apa yang kau lakukan! apa yang kau lakukan kepada Amber?! apa kau ingin membunuhnya hah?” teriak Eric.

“Aku hanya becanda” santai Krystal.

“Becanda katamu? apa kau tidak tahu Amber tidak bisa berenang! apa yang ini yang kau bilang becanda! jika tidak ada Ailee, mungkin kau akan membiarkannya mati!” kesal Eric.

“Amber tidak bisa berenang?” pikir Krystal.

“Hei tenanglah!” bela Sulli.

“Tenang katamu! hei, jika kau ada diposisiku kau akan melakukan hal yang sama!”

“Lagipula temanmu mengintipku, dan dia merasa tidak bersalah akan hal itu! apa itu tidak memuakan” kesal Krystal.

“Hahaha, hei kau nona muda. Kau adalah yeoja dan Amber adalah yeoja. Mengapa kau ini aneh sekali? ohh aku tahu, apa karena Amber seperti seorang namja kau bersikap seperti ini? jika kau tidak merasa risih tolong hentikan sikapmu!”

Eric membantu Ailee dan Amber.

Tubuh Amber direbahkan.

“Bangunlah Am”

Krystal mengigit bibir bawahnya.

“Ayo bangunlah” Ailee memberi nafas buatan kepada Amber.

Krystal terlihat begitu khawatir “Uhuk uhuuukk” Krystal menghela nafas, merasa lega Amber sudah sadar.

“Tolong ambilkan minum” perintah Ailee.

Amber bersandar disisi kapal “Ini minumlah” ucap Luna.

“Kau ini bodoh sekali” ucap Ailee.

Setelah melihat Amber selamat Krystal pergi meninggalkan Amber dan sahabat-sahabatnya.

Krystal POV

Sial! aku tidak bermaksud untuk membunuhnya! aku bahkan tidak tahu dia tidak bisa berenang.  Lagi pula itu salah dia, mengapa dia malah jalan mundur!

Aku memperhatikannya dari kejauhan, untung saja dia masih bisa bernafas hufh…

Kapal kembali pelabuhan,  dan malam telah tiba Krystal terlihat melamun menatap langit di balkon kamarnya “Soojung, minumlah” tawar Luna.

“Gomawo unnie” senyumku

“Malam ini dingin sekali” ucap Luna.

“Kau tidak apa-apa” aku memandang Luna unnie, “Aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir”

Apa aku harus menanyakan hal ini padanya? hmmmmh.

“Unnie”

“Ne..”

Hmmm “Apa dia baik-baik saja?”

Luna Unnie tersenyum “Aku tidak akan menyangka  kau menanyakan keadaanya”

Haishh seharusnya kau tidak usah bertanya “Tenang saja Soojung, tadi saat terakhir aku lihat dia sedang menyantap makanan dengan lahap hahaha”

“Hufh syukurlah”

“Aku tahu kau melakukan hal itu tidak sengaja, aku mengerti Soojung. Lagi pula aku akan malu bila ada seseorang seperti Amber yang mengintipku hahahha”

Haishh apa-apaan dia ini “Unnieeee! kau ini bicara apa”

“Haha lucu saja, Eric berkata benar. Buat apa kau merasa malu jika kalian berdua adalah seorang yeoja”

“Yeoja? dia itu yeoja jadi-jadian! mana ada yeoja seperti dia di planet ini. Hanya saja aku merasa risih, kau tahu bukan aku tidak suka dengan seseorang yang tidak ku kenal”

“Aku kira kau homophobic”

Aku tersenyum mendengarnya “Hmmm aku tidak tahu apakah aku seseorang yang kau bicarakan atau bukan unnie, tetapi aku hanya risih saja”

“Aku harap kau bisa berfikir positif tentangnya Soojung”

“Lihat saja nanti”

Amber POV

“Hoaah malam ini malam terakhir  kita bersenang-senang”

Senang-senang kepalamu! aku hampir mati karena Krystal Jung! “Ya Amber ada apa dengan wajahmu? apa kau belum bisa melupakan kejadian hari ini? hahahaha”

Ckckck lihat tawanya, seperti hantu saja “Sepertinya kau senang sekali Eric Nam!”

Eric merangkulku dengan botol minum di tangannya “Hei, kalau aku jadimu aku akan begitu senang!”

Aku menatapnya heran “Mengapa seperti itu?”

“Karena kau melihat Krystal Jung naked! hahaha”

Mendengar hal itu, Kepalaku terasa panas, bukan kepala saja tapi seluruh tubuhku. Seakan-akan seluruh darah naik ke kepalaku.

“Hahaha lihat wajahmu merah hahaha”

Haishhh namja bodoh ini!

“Bagaimana tubuhnya? putih mulus, apa kau tidak ingin menyentuhnya?”

“Haish kau ini sudah gila ya!”

“Hahaha kau ini kan tunangannya, kau bisa memegang bahkan menciumnya! buka matamu, dia itu Krystal. K-R-Y-S-T-A-L yeoja yang paling di idam-idamkan!”

Aku hanya menghela nafas mendengar ucapan Eric yang bodoh “Sudahlah aku ingin tidur”

“Kau ingin menikmatinya sendiri di dalam kamar ya? haha, kontrol hormonmu”

Dasar orang gila! mana mungkin aku membayangkan penyihir itu naked. Naked? oke baiklah, aku menjadi salah tingkah! agghhh! tidak bisa ku pungkiri tubuhnya begitu ….. “Agghhh!!”

“Lihat-lihat kau menggila hahaha”

“Sudah-sudah hentikan oborolan bodoh kalian” huffh untung ada Ailee.

“Sekali lagi terima kasih goldfish, kalau tidak ada dirimu mungkin aku sudah dimakan ikan”

“Mana ada ikan yang mau memakan daging llama hahahha”

Dan seketika kami bertiga tertawa, tetapi ada sesuatu yang aneh. Mataku mengarah ke sebuah balkon yang bisa ku jangkau jaraknya. Apa sudah lama dia berdiri disana? apa dari tadi dia mengawasiku?

Mataku menatap matanya, mata kami saling bertemu.

Matanya begitu tajam, tapi kutahan untuk terus menatapnya. Tak kubiarkan mataku berkedip.

Aku tidak tahu mengapa, tapi..

Kuberikan senyum terbaik untuknya, untuk malam ini.

 


Sorry bgt bgt bgt kalau updatenya terlalu lama hehe, biasa author anak kuliahan jadi lagi banyak beban.