Perhaps Love 12

“Bukankah itu mobil Soojung? mengapa lampunya menyala? apakah dia masih di dalam mobil?” aku membuka pintu mobilku dan berjalan ke arah mobilnya yang tidak jauh jaraknya dari mobilku.

“Creck” mobil Soojung terbuka dan “Am-amber” aku terkejut saat melihatnya turun dari mobil Soojung, apa yang iya lakukan? mengapa dia bersama Soojung?”

“Oh Jessica” Amber membungkukan badanya dan tersenyum kepadaku, aku hanya menatap Amber.

“Aku kesini untuk mengantar Soojung pulang, dia sedang tertidur di dalam mobil aku tidak ingin membangunkan tidurnya” 

“Baiklah, kau bisa gendong Soojung ke kamarnya” suruhku pada Amber.

“Baiklah” Amber kembali ke arah mobil Krystal dan perlahan menggendong nya dengan bridal style sedangkan Jessica sudah berada di depan pintu rumahnya.

Setelah masuk ke dalam rumah Amber segera menaruh Krystal di kamar tidurnya dengan di temani Jessica, Aku melihat sesuatu yang aneh di kakinya “Am, ada apa dengan kaki Soojung?” Jessica melihat Amber.

“Ehmm akan ku jelaskan di bawah nanti” Jessica lalu menyelimutkan adiknya yang sedang tertidur pulas, Jessica dan Amber meninggalkan kamar Krystal.

“Kau ingin minum sesuatu?” tanya Jessica kepada Amber yang sedang duduk di depan ruang TV.

“Ah tidak perlu Jess” 

“Ini” Jessica memberikan minuman kaleng kepada Amber, dan Jessica juga meminum minuman kaleng yang sama iya berikan kepada Amber.

“Terima kasih” Amber kemudian meminumnya.

“Ada apa dengan kakinya?” tatap Jessica kepada Amber.

“Aku tidak sengaja bertemu denganya di sungai Han, saat aku melihatnya dia sudah terjatuh dan kakinya terkilir tapi aku rasa itu tidak parah, jaga kau tidak usah khawatir” senyum Amber kepada Jessica dan Jessica kembali meminum minuman nya.

“Aku sangat iri pada Soojung” 

“Apa?” Amber menatap Jessica.

“Hmm, aku iri padanya karena kau selalu ada untuknya” senyum simpul Jessica.

“Kau ini bicara apa? aku juga selalu ada untukmu mengapa kau jadi seperti ini” Amber melihat Jessica bingung.

“Aku tidak tahu” Jessica menghela nafasnya.

Untuk sementara mereka saling diam satu sama lain dan hanya menikmati minuman kaleng mereka “Amber”

“Hmm” 

Jessica memandang wajah Amber yang sedang minum “Ya mengapa kau menatapku seperti itu?” 

“Memang aku tidak boleh memandangmu?”

“Bukan begitu, rasanya aneh saja” 

“Aneh bagaimana?” tanya Jessica.

“Kau banyak tanya sekali” kemudian Amber melihat jamnya “Sepertinya aku harus pulang ini sudah malam, kau istirahat sana besok kau harus berkerja” sebelum Amber meninggalkan Jessica, Jessica meraih lengan Amber yang membuat Amber tidak jadi melangkah, Amber melihat tangan Jessica yang memegang lengan kirinya “Ada apa?”

“Aku ingin menanyakan sesuatu padamu Am” lalu Amber membalikan lurus badanya ke hadapan Jessica.

“Kau ingin bertanya apa?” wajah Jessica terlihat bingung haruskah aku katakan padanya?

“Apakah” 

“Apakah kau menyukai Soojung?” Jessica menatap Amber dan Amber tersenyum mendengarnya “Tentu saja aku menyukainya, siapa yang tidak menyukai Krystal Jung”

“Hentikan lah sandiwaramu Am” Amber terdiam mendengar ucapan Jessica.

“Kau kira aku tidak tahu?”

“Apa maksutmu?” 

“Aku tahu kau menyukai Soojung, kau mencintainya” Amber terdiam menatap Jessica.

“Hentikanlah, itu akan membuat hatimu semakin sakit”

“Aku ingin menghentikannya, tapi rasanya sangat sulit aku bahkan tidak tahu apa aku bisa melupakan nya atau tidak? atau mungkin sebaliknya aku mungkin tidak bisa melupakanya” Amber menundukan kepalanya.

“Sial! mengapa aku harus seperti ini. Aku tidak ingin seperti ini, tapi Jung Soojung membuatku seperti ini haishh yeoja itu, dia bahkan membunuh hatiku tapi aku tetap saja mencintainya” senyum simpul Amber.

“Apa yang harus aku lakukan Jess?” tatap Amber kepada Jessica, lalu Jessica mendekatkan dirinya kepada Amber dan memeluk Amber dengan erat.

“Saat ini aku merasakan apa yang kau rasakan” ucap Jessica di pelukan Amber.

“Apa?” Amber ingin melepas pelukan Jessica “Sebentar saja, aku ingin memelukmu sebentar saja Am”

Dan saat itu mereka tidak mengetahui bahwa Krystal telah memperhatikan mereka, iya Krystal yang sebenarnya tidak tidur melainkan pura-pura tidur di hadapan Amber.

Krystal pov

Aku melangkah pelan keluar dari kamar tidurku dan mendengar percakapan Amber dan Jessica unnie”Aku ingin menghentikannya, tapi rasanya sangat sulit aku bahkan tidak tahu apa aku bisa melupakan nya atau tidak? atau mungkin sebaliknya aku mungkin tidak bisa melupakanya” dasar llama bodoh, aku bisa melihat raut wajahnya yang sedih, ingin sekali aku berlari untuk memeluknya.

Unnie apa yang iya lakukan? unnie memeluk Amber, haishh mengapa aku mersakan rasa seperti ini lagi! lagi lagi aku mersakan sesak di dadaku! aku tidak bisa lebih lama lagi melihat mereka berdua berpelukan.

Sial! mengapa air mata ini kembali terjatuh! mengapa rasanya sakit sekali, mengapa rasanya seperti ini! mengapa aku tidak bisa mengukapkan persaanku sebenarnya? aku terlalu takut! aku terlalu pengecut! haruskah aku berlari padanya dan mengatakan bahwa aku mencintainya!! tapi mengapa rasanya sulit sekali! aku bodoh, aku bodoh!! tapi. tapi Jessica unnie terlihat bahagia bersama Amber dan Amber perlahan demi perlahan belajar untuk melupakan diriku.

Mengapa aku harus seperti ini? haruskah aku mengorbankan rasa cintaku padanya? “Maafkan aku Amber, maafkan aku. Aku terlalu egois, aku terlalu mementingkan diriku sendiri!”

NEXT DAY

“Soojung!”

“Soojung!” Jessica menggoyangkan badan Krystal.

“Soojung”

“Hmm” aku merasa badanku pegal-pegal dan aku mendengar suara Jessica unnie.

“Soojung ayo bangun” aku mencoba membuka mataku dan mencoba bangun.

“Haish mengapa kau bisa tertidur di lantai?” di lantai? apakah aku tertidur di lantai? aku membuka mataku dan melihat “Oh aku tertidur di lantai?” 

“Haishh apakah kau tidur sambil berjalan? dan matamu, mengapa matamu bengkak?” aku menyentuh mataku dan aku rasa ini karena efek aku menangis.

“Oh tidak apa unnie” 

“Ayo aku bantu kau bangun, kakimu masih sakit?” aku melihat kaki yang di perban dan seketika aku mengingat Amber.

“Soojung?” aku menatap unnieku “Ya?”

“Kau kenapa melamun? ayo kita sarapan” unnie kemudian membantuku berjalan “Tidak apa unnie, aku sudah bisa berjalan” kami berjalan menuju meja makan dan sarapan pagi dengan selai roti berserta susu coklat panas.

“Makanlah yang banyak agar kau tidak sakit” aku hanya mengangguk.

“Jika kau dalam masalah atau sedang dalam kesulitan seperti ini kau harus menelfonku Soojung”

“Maaf unnie, aku membuatmu khwatir” 

“Lain kali kau harus menelfonku jadi kau bisa aku jemput kau mengerti?!!” 

“Ya unnie” aku kembali melahap roti selai coklat.

“Aku harus benar-benar berterima kasih kepada Amber” aku melihat ke arah unnieku yang menyebutkan nama Amber.

“Apakah dia membuntutimu? mengapa dia selalu ada jika kau terkena masalah, hebat sekali apakah ikatan batin kalian kuat?” 

“Uhuhk uhuk” aku terbatuk saat mendengar ucapan unnie.

“Ya unnie kau bicara apa?! aku bertemu denganya tidak sengaja”

“Benarkah? tapi Soojung, Amber orang yang sangat baik. Dia orang yang terlalu baik jadi jangan sakiti dia” aku hanya menatap unnie saat berbicara seperti itu.

“Unnie”

“Ya?”

“Apakah kau menyukai Amber?” aku menatap serius Jessica unnie yang kini berhenti makan dan menaruh rotinya.

“iya, aku menyukainya Soojung” senyum Jessica kepada Krystal.

“Tapi, tapi sepertinya Amber tidak sepenuhnya menyukaiku” senyum Jessica kepada Krystal.

“Oh unnie sudah terlambat, unnie pergi dulu” 

“Chup” 

“Hati-hati unnie” 

Jadi unnie menyukai Amber? hmm baiklah “Oh aku harus ke gedung SM” aku segera mandi dan bergegas pergi ke gedung SM.

25 menit dalam perjalanan akhirnya aku sampai dengan disambut fans yang ramai di depan gedung SM dan seperti biasa aku hanya menunduk dan berlari dengan cepat “Unnie! ah aku merindukanmu” aku memeluk Luna unnie.

“Aku juga merindukanmu” akhir-akhir ini aku jarang menghabiskan waktu dengan memberku, karena kami memliki jadwal individu yang padat.

“Unnie aku sangat merindukanmu, bagaimana kalau kita makan siang bersama?” 

“Ah maafkan aku Soojungie, aku hari ini akan memulai drama musicalku” aku kecewa mendengarnya.

“Haishh jangan kecewa seperti itu, kalau aku sedang tidak sibuk aku akan menghampirimu untuk makan siang bersama” Luna melingkarkan tanganya di lenganku.

“Kau harus janji!” 

“Iya, oh kenapa sepagi ini kau sudah ada di kantor?” tanya Luna.

“Aku tidak tahu mungkin akan membicarakan pekerjaanku unnie” Luna unnie mengangguk.

“Oh bagaimana hubunganmu dengan Taemin? apa baik-baik saja? aku melihatmu di TV sangat mesra sekali, aku sangat iri pada kalian menurutku kalian adalah pasangan yang paling serasi di Kpop” 

“Haishh unnie mengapa kau berlebihan sekali, aku biasa saja dengan Taemin oppa” jawabku sambil berjalan ke arah ruanganku.

“Biasa saja bagaimana? kalian itu melebihi pasangan romeo dan juliet mereka saja kalah romantis dengan dirimu dan Taemin” 

“Ya unnie mengapa kau berlebihan sekali lagi pula itu cuma akting!” aku melepas gandengan tangan Luna unnie.

“Apa? akting? kalau itu cuma akting berarti kau benar-benar artis yang super berbakat Soojung” Lune unnie menepuk lenganku.

“Huffh aku hanya melakukan fanservice” jawabku dengan lemas.

“Apa??” 

“Haiishh sudahlah unnie nanti akan ku jelaskan, ak harus masuk ruang rapat bye bye. Oh iya kau harus menelfonku bila tidak ada jadwal oke” aku hanya mengharapkan Luna unnie untuk mendengarkan ceritaku, Sulli dia sedang sibuk dengan film beserta drama terbarunya dan Vic umma dia sedang di China syuting film dan hanya Luna unnie harapanku, bagaimana dengan Jessica unnie? haishh dia kan sedang sibuk dengan pekerjaan nya dan juga sedang bersenang senang dengan Amber.

“Oh Soojung kau sudah datang” 

“Iya” 

“Kau luar biasa, berkat dirimu dan Taemin rating kita menjadi naik” semuanya bertepuk tangan.

“Kau luar biasa, kami akan mengumumkan dating kalian ke publik dan itu akan menambah rating kalian dan juga Soojung kau akan mendapatkan bonus uang dan beberapa tawaran iklan” aku hanya menatap mereka ntah kenapa aku merasa muak akan semua ini, tapi ini sudah menjadi resikoku, suka tidak suka aku harus mejalankanya demi karir tapi, tapi apakah aku harus mengorbankan perasaanku juga?

“Oppa, aku boleh minta sesuatu” semua melirik ke arah Krystal.

“Ya? apa saja untukmu”

“Aku ingin masalah hubunganku dan Taemin tidak usah di sebar ke media dan juga setelah reality show ini berahkir aku ingin mempubilkasikan bahwa aku akan putus dengan Taemin” semua orang menatap heran Krystal.

“Apa yang kau bicarakan? mengapa kau tiba-tiba bicara seperti itu Soojung?”

“Aku, aku hanya lelas melakukan semua ini. Bila rapatnya sudah selesai aku ingin permisi” aku membungkuk di depan mereka dan pergi keluar dari ruangan rapat.

Baru beberapa langkah “Soojung!” teriak manager oppa yang membuat jalanku terhenti.

“Ya oppa” jawabku datar.

“Ada apa denganmu? apa kau tidak enak badan?” wajahnya terlihat khawtir.

“Aku hanya ingin istirhat” 

“Baiklah kau istirahatlah, aku akan mengatur jadwalmu” aku hanya senyum.

Setelah keluar dari SM aku mengendarai mobilku sendiri, lagi lagi aku tidak tahu harus kemana “Apakah aku ke butik unnie? tapi pasti di sedang sibuk” 

“Member juga sedang pada sibuk, haishh mengapa aku ini sedikit sekali memiliki teman!” saat mobilku terhenti aku melihat di layar besar “Oh reality show ku dengan Taemin oppa”

Aku melihatnya dan jujur saja itu terlihat romantis, tapi aku tidak mersakan apa-apa saat berpegangan tangan denganya. Tapi mereka selalu bilang aku dan Taemin oppa adalah pasangan yang sangat romantis “Luna unnie benar, seharusnya aku mendapatkan penghargaan sebagai artis terbaik karena aktingku yang luar biasa melakukan fanservice untuk konsumsi publik!” 

“Tapi, tapi aku merasa bersalah karena telah membohongi perasaanku terhadap Taemin oppa, haishh aku harus bagaimana?! dia sudah terlalu baik kepadaku” aku mengacak-acak rambutku dan “KRING KRING” ponselku berdering.

“Hallo”

“Soojung kau dimana?”

“Aku sedang dijalan”

“Apa kau sedang sibuk?”

“Tidak unnie, ada apa?”

“Kalau begitu kita bisa makan siang bersama”

“Haishh tadi kau bilang kau sedang sibuk”

“Jadwalnya di ganti besok, kita makan siang di tempat biasa ya Soojung bye bye”

“Ya! dia malah mematikan sambunganya, tapi baguslah bila Luna unnie sedang tidak sibuk dengan begini aku tidak kesepian” aku segera mengemudikan kembali mobil Range Rover putih miliku ini.

Setelah 20 menit akhirnya aku sampai di sebuah cafe yang sangat nyaman “Soojung” aku melihat Luna unnie melambaikan tanganya dan aku segera berjalan ke arahnya yang di dekat jendela.

“Mengapa kau lama sekali? aku sudah lama menunggumu!”

“Unnie jangan berlebihan! ayo cepat pesan” aku melihat buku menu.

“Aku ingin pesan corn and potato chowder”

“Ehmm aku ingin pesan meat spek en kaas” 

“Baiklah tunggu sebentar”

“Soojung, kau tidak apa makan daging?”

“Tentu saja, lagipula aku sudah lama tidak makan daging” Lune unnie hanya mengangguk.

“Oh Soojungie! cepat jelaskan maksutmu dan Taemin itu” aku melihat wajah unnie yang begitu penasaran.

“Huffh aku harus mulai darimana?” aku menggaruk kepalaku.

“Dari awal! ayo cepat ceritakan”

“Aku dan Taemin oppa memang benar pacaran tapi, hmh tapi aku sampai saat ini mersakan hal yang biasa saja terhadap dirinya. Aku kira kau bisa menyukainya seiring dengan pekerjaanku yang sama denganya tapi tidak berhasil unnie, aku tidak mersakan hal yang spesial saat aku bersama Taemin oppa”

“Jadi kau yang kau lakukan itu hanyalah pura-pura?! yah Soojung! bagaimana kalau Taemin tahu kalau kau sebenrnya tidak memiliki rasa yang sama terhadap dirinya? mengapa dari awal kau tidak jujur padanya?”

“Aku tidak tahu unnie, Taemin oppa terlalu baik kepadaku dan aku kira aku saat aku menerimanya sebagai pacarku aku bisa menyukainya tetapi tidak, aku hanya menganggap dia sebagai sahabat” jawabku menatap Luna unnie dengan ekspresi yang tidak dapat kujelaskan.

“Apakah manager oppa tahu kalau kau sebenarnya tidak menyukai Taemin? lalu bagaimana dengan reality show kalian? setiap aku jalan dan setiap aku membuka ponsel selalu saja ada berita romantis tentang kalian berdua” 

“Manager oppa belum tahu, malah sekarang SM akan mempublikasikan hubunganku dengan Taemin untuk menaikan rating kami, tapi aku bilang kepada manager oppa untuk tidak menyebarkan nya kepada publik dan bila reality show ini selesai aku akan mengumumkan bahwa aku dan Taemin hanya sekedar sahabat” Luna langsung menepuk jidatnya.

“Jika kau melakukan itu maka akan sangat bahaya, para hatersmu yang gila itu pasti akan tambah gila bahwa ternyta perasaanmu dan Taemin hanya sekedar sahabat! dan itu benar-benar terlihat seperti fanservice Soojung, kau akan menyakiti banyak fans di luar sana, aggh aku tidak bisa membayangkan bahwa akan terjadi fanwar di luar sana”

“Aku, aku juga tidak ingin menyakiti hati seseorang karena kegoisanku” jawabku lirih.

“Maksutmu? hati seseorang, ya Jung Soojung jelaskan apa maksut seseorang itu!”

“Aku, aku…” aku menghela nafas.

“Cepat jelaskan aku apa??” aku menatap Luna unnie.

“Aku menyukai seseorang di luar sana unnie”

“APA?!!” suara Luna unnie membuat perhatian banyak orang “Hehe maaf semua suaraku terlalu besar” Luna kembali duduk.

“Jung Soojung! apa kau sudah gila?!! kau sudah memiliki Taemin dan sekarang kau bilang kau menyukai seseorang di luar sana? oh my GOD! aku tidak bisa bernafas” Luna mengipas ngipas badanya dengan tanganya.

“Unnie, aku benar-benar menyukainya”

“Jung Soojung hentikan lelucon mu itu!” Luna menggelengkan kepalanya.

“Lelucon? unnie aku ini serius!” Luna menatap wajah Krystal.

“Sepertinya kau serius, lalu siapa namja yang kau sukai itu? apakah dia seorang artis, pengusaha? kau harus berhati-hati Soojung siapa tahu dia hanya memanfaatkan ketenaranmu saja” 

“Dia orang baik-baik unnie, dia suka membantuku disaat aku merasakan kesulitan ntah kenapa dia selalu datang untuku seperti Tuhan mengirimkan malaikat pelindungnya untuk melindungiku unnie” tatap wajah Krystal serius kepada Luna.

“Haish sejak kapan ice princess menjadi seperti ini, lalu siapa dia?”

“Dia, haishh apakah harus aku mengatakannya?”

“Tentu saja, ayo cepat katakan!” aku menarik nafasku.

“Dia seorang penjaga toko roti, namanya Amber Josephine Liu tanggal lahir 18 September 1992 tingginya 167, golongan darah B dan dia besar di LA”

“Waah kau sangat paham sekali tentang dirinya” Luna tepuk tangan.

“Tapi tunggu namanya adalah Amber? mengapa namanya sangat girly sekali? apakah orang tuanya salah memberikan nama?” wajah Luna bingung.

“Hmm namanya tidak salah unnie namanya benar-benar Amber dan dia….” Krystal menelan salivanya “Dan dia adalah seorang yeoja”

“OH.MY.GOD.JUNG.SOOJUNG!!!!” kali ini suara Luna benar-benar keras dan dia membungkuk ke semua orang karena membuat keributan dan Krystal mengigit bibir bawahnya.

“Jung Soojung! apa kau ingin mati?? apa kau sudah gila?? ohh apa kau ini sedang bermain-main denganku?” Luna terlihat terkejut “Ahh aku hampir terkena serangan jantung karena dirimu oh my God!” Luna mengelus-elus dadanya.

“Unnie aku benar-benar menyukainya aku selalu memikirkan tentang dirinya, aku tidak ingin menyakitinya lagi” Krystal terlihat sedih.

“Menyakiti?” tanya Luna.

“Iya unnie, dia mengakui dirinya kalau dia mencintaiku tetapi aku, aku menolaknya dan berbohong kepadanya bahwa aku tidak menyukainya dan semenjak itu hubungan ku dan Amber merenggang. Aku benar-benar merindukan nya” Luna melihat Krystal dengan wajah Krystal yang sedih.

“Haishh kenapa kau bertindak bodoh seperti itu! lalu mengapa kau menolaknya?”

“Unnie, aku takut kalau aku menerima nya SM akan tahu hubunganku dengan Amber, bila SM tahu dia tidak akan segan-segan memberi sangsi kepadaku dan kau tahu bukan manager oppa bilang karir ku benar-benar sedang naik dan aku harus menjaga sikapku tidak boleh berbuat ulah dan di tambah lagi Amber adalah seorang yeoja dari kalangan biasa, SM tidak akan tinggal diam dengan hubungan ku dengan Amber unnie. dan di sisi lain aku juga masih terikat oleh Taemin oppa. Aku benar-benar bingung”

“Rumit sekali” Luna menghela nafas.

“Lalu bagaimana saat ini  kau dengan Amber?”

“Kemarin aku baru bertemu denganya tanpa disengaja, itu juga aku sudah lama tidak bertemu denganya semenjak iya menyatakan perasaanya terhadapku unnie. Dan sekarang Amber dekat dengan Jessica unnie”

“Apa?? Jessica kakakmu? Daebak!” Luna memberi jempol.

“Bagaiamana bisa Amber dekat dengan Jessica?”

“Aku lupa ceritanya bagaimana, yang jelas mereka saat ini sangat dekat dan kadang membuatku cemburu!”

Luna menyipitikan matanya kepada Krystal “Apakah Amber menyukai Jessica unnie?” Krystal kemudian menatap luar jendela.

“Aku tidak tahu, aku tidak pernah menanyakan soal itu aku tidak ingin mendengar jawaban nya. Aku rasa Amber menyukainya kau tahu bukan Jessica unnie adalah orang yang sangat baik dan idaman bagi semua pria di luar sana” Krystal berpangku tangan.

“Waah Amber luar biasa bisa menaklukan kedua hati gunung es” 

“Ya! unnie kau ini bicara apa?”

“Haha tidak ada, Soojung aku sangat pensaran terhadap Amber aku ingin melihat dia secara langsung. Aku ingin melihat orang yang meluluhkan kedua hati jungsis!” Krystal hanya menatap malas Luna dengan berpangku tangan.

“Ayoolaaah Soojungie, aku hanya ingin melihatnya aku berjanji tidak akan merebutnya dari kalian hehe” Krystal menatap death glare unnienya.

“Ya! aku hanya becanda, ayolah aku ingin melihat sosok Amber J Liu yang membuatmu tergila-gila. pleasee~~” Luna agyo.

“Hmm baiklah”

“Yes!” dan sebelum berangkat mereka menghabiskan makan siang mereka berdua.

Setelah menghabiskan makanan mereka segera pergi menuju tempat kerja Amber La Bone Tart, 45 menit kemudian mereka sampai di La Bone Tart dan Krystal memparkirkan mobilnya di depan La Bone Tart.

“Kita sudah sampai” lirik Krystal ke Luna yang melihat toko roti yang berada tidak jauh dari padangan nya.

“Dia berkerja disini Soojung?” tanya Luna dan Krystal hanya mengangguk.

“Baiklah ayo kita turun” ajak Luna.

“Kau saja yang turun unnie aku disini saja” Luna menatap Krystal.

“Dan ini” Krystal memberikan topi dan masker kepada Luna “Pakai ini” dan Luna langsung memakainya.

“Kau yakin tidak ikut? apa kau tidak merindukan Ambermu itu?” Krystal hanya menatap death glare unnienya.

“Baiklah baiklah, aku turun dulu” 

Setelah turun dari mobil Luna menunrunkan sedikit topi yang iya kenakan lalu berjalan ke arah toko roti “Selamat datang di La Bone Tart!” teriak semua karyawan di toko roti ini dan Luna tersenyum lalu berjalan melihat roti-roti yang membuatnya sedikit lapar kembali.

“Haishh mengapa roti-roti ini terlihat enak!” Luna masih menatap roti-roti di depan matanya yang membuat dia bingung ingin makan yang mana.

“Ada yang bisa aku bantu” terdengar suara dari samping Luna yang akhirnya membuat Luna menoleh ke arah sumber suara yang sangat dekat dari telinganya.

Pelayan itu tersenyum ke arah Luna yang sedang menatap dirinya terkejut dan sedikit melamun “Nona, apa kau baik-baik saja??” pelayan itu melihat Luna yang hanya diam saja menatap wajahnya.

“Ah maafkan aku haha” Luna langsung menggaruk kepalanya dengan malu-malu “Ehmm aku disini mencari roti untuk temanku yang berada di dalam mobil hehe” 

“Oh baiklah, bagaiamana dengan roti kacang dan kelapa coklat? kami baru saja mengeluarkan nya dari oven” saat pelayan itu menawarkan roti kepada Luna, Luna kembali terdiam dan melihat ke arah nam tag pelayan itu dengan mulut yang terbuka berserta mata yang besar.

Pelayan itu bingung dan menatap nam tagnya “Apakah ada yang salah dengan namtag ku?” 

“Tidak ada” jawab Luna yang masih menatap namtag dengan mata yang belum terpejam.

“Nona, apakah kau baik-baik saja? kau terlihat sangat…”

“Apakah itu nama mu?” tanya Luna yang melihat wajahnya.

“Tentu saja” senyumnya kepada Luna yang membuat Luna kembali meleleh.

“Amber J Liu” sebut Luna dengan suara pelan.

“Yes i am” senyum kembali Amber dan Luna menutup mulutnya karena terkejut mendengar nama Amber.

“Jadi nona kau ingin membeli roti yang mana?” tanya Amber “Ehmm yang tadi kau sebutkan aku ingin itu” lalu Amber mengambil beberapa roti untuk Luna dan membawanya ke meja kasir.

“Ohh jadi dia yang membuatmu jatuh hati Jung Soojung, hmm aku kira wajar kau jatuh hatinya padanya! haishh mengapa namja itu ehm maksutku yeoja itu begitu tampan dan sangat sopan terlebih lagi saat dia tersenyum di depanku!” pikir Luna dengan melihat Amber yang kembali melayani para pembeli.

Luna lalu kembali ke dalam mobil dan duduk dengan lemas melepas topi dan masker yang iya kenakan lalu Luna bersender ke pintu mobil.

“Unnie! unnie! bagaimana Amber?? dia sedang apa?? apa dia dekat-dekat dengan yeoja?” Luna masih tak habis pikir saat iya melihat Amber dan Krystal menggoyong-goyangkan badan Luna yang masih mengingat wajah Amber “Haishh UNNIE!!”

“Apa?” tanya Luna tidak menatap Krystal.

“Bagaimana dengan Amber?” wajah Krystal melihat Luna.

“Tampan” jawab Luna melirik Krystal.

“Haishh!” 

“Ya mengapa kau memukul lenganku?” tanya Luna.

“Unnie! dia miliku kau tidak boleh merebutnya!”

“Haishh aku tidak akan merebutnya hanya saja, haishh mengapa ada manusia seperti dia?? dia benar-benar aghh aku tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata!! dia benar-benar luar biasa, Jung Soojung aku ingin mengenalnya lebih jauh” Luna pegang tangan Krystal seperti memohon.

“Ya unnie!!”

“Haha aku hanya becanda, tetapi hanya dengan melihatnya saja aku sudah bisa menilai bahwa dia adalah orang yang baik. wajar saja bila Jessica unnie jatuh hati padanya bukan hanya kalian tetapi, siapa saja yang melihatnya pasti akan jatuh hati” dan krystal terlihat tidak berdaya dan bersender ke jendela mobilnya.

“Apa yang harus aku lakukan unnie? apakah Amber masih menyukaiku?” 

“Hmm aku yakin dia masih menyukaimu Soojung” 

“Tapi aku telah menyakitinya dan dia sudah membenciku bahkan ingin melupakanku” 

“Sebelum semua terlambat kau harus bergerak capet Soojung, buat Amber jatuh hati kepadamu lagi” Luna mengusap-usap rambut Krystal.

“Tapi unnie” Krystal mengahadap Luna “Itu tidak mudah, bagaimana dengan SM? dan bagaimana dengan Jessica unnie yang juga menyukai Amber” wajah Krystal terlihat sedih.

“Soal SM, kau bilang saja Amber adalah temanmu dan jika kau sudah siap dengan hatimu katakan sebenarnya kepada SM dan masalah Jessica unnie…” Luna terlihat berfikir “Haishh mengapa harus Jessica unniemu!” Luna mengacak-acak rambuntnya.

“Sudahlah yang penting sekarang kau buat dirimu dekat seperti dulu dengan Amber, kau mengerti! dan kali ini kau harus menguakapkan apa yang kini kau rasakan” Krystal memeluk Luna.

Hari-Hari kemudian

Seiring berjalanya waktu Jessica dan Amber semakin hari semakin dekat, mereka sering menghabiskan waktu bersama makan malam bersama bermain bersama dan Amber semakin bisa melupakan Krystal walaupun susah baginya untuk melupakan sosok yeoja yang iya cintai dan Krystal masih di sibukan dengan pekerjaan nya yang tiada henti menghantuinya terlebih lagi dia sangat merindukan Amber, Krystal merasakan ada sosok yang hilang dari hidupnya. Setiap f(x) atau Krystal mengadakan acara, Krystal selalu menunggu sosok Amber untuk memberiknya dukungan tetapi sosok itu tak kunjung datang Krystal benar-benar kehilangan sosok Amber.

“Hallo Soojung kau dimana?”

“Aku sedang di jalan unnie”

“Oh kau ingin kemana? bagaimana kalau malam ini kita makan malam bersama?”

“Hmm maaf unnie aku tidak bisa, aku sekarang sedan menuju lokasi syuting dan aku rasa aku akan pulang larut malam”

“Hmmh baiklah, kau jangan lupa makan dan jaga kesehatanmu! love you Soojung”

“Love u too”

Jessica mematikan ponselnya dan berjalan menuju taxi karena pekerjaan nya sudah selesai “Kurasa aku akan makan malam di rumah saja” Jessica kemudian meninggalkan butiknya dan berjalan pergi menuju rumahnya. Tiba-tiba dalam perjalanan iya teringat Amber dan mengambil ponselnya.

“Hallo”

“Hi Jess!”

“Semangat sekali, kau ada dimana? apa kau sudah selesai berkerja?” tanya Jessica.

Aku sedang merapikan piring-piring, mungkin sebentar lagi aku akan selesai ada apa?”

“Apa kau sudah makan malam?” tanya Jessica dengan gugup.

“Apa kau ingin mengajak ku makan malam hahaha, aku belum makan malam”

“Haishh aku mengajakmu makan malam karena tema-temanku semuanya sedang sibuk”

“Haha baiklah-baiklah, kau ada dimana? kau akan ku jemput”

“Kau ingin menjemputku? aku berada di halte bus dekat toko rotimu, aku akan tunggu kau disini”

“Baiklah! aku akan segera kesana, jangan kemana-mana!

“Ahjussi, aku turun di halte bus depan saja” perintah Jessica.

“Baiklah”

Setelah turun dari taxi Jessica duduk di bangku bus halte menunggu Amber menjemputnya, Jessica tidak bisa berhenti tersenyum saat bertemu dengan Amber.

Dan di sisi lain Amber sedang bersiap-siap ingin pulang, dan saat iya ingin melangkah keluar tiba-tiba langkahnya terhenti saat “Kau mau kemana?” tanya nya dengan dingin.

“Aku?” tunjuk Amber dengan jarinya sendiri.

“Iya kau stupid! kau kira kau bicara pada siapa? bangku itu? meja itu?” jawabnya ketus.

“Mau apa kau kemari? kami sudah tutup” Amber melangkah ke arah Krystal yang berdiri di depan pintu toko rotinya, tetapi Krystal terus menjegatnya “Haishh aku ingin keluar! apa kau tidak bisa minggir!” kesal Amber.

“Aku tidak akan mengizinkan ku keluar sebelum” 

“Apa? sebelum apa?” 

“Sebelum kau menemaniku makan malam” 

“Apa?!!” mata Amber membulat dan Krystal melipat tangan di dadanya seperti bos.

“Iya menemaniku makan malam, apa kau tidak dengar?”

“Haishh kau makan malam saja sendiri, lagi pula aku sudah ada janji” Amber melihat ke arah jamnya.

“Kau ada janji dengan siapa? aku ingin makan malam denganmu tidak mau yang lain!” teriak Krystal.

Tetapi Amber mengacuhkan Krystal dan berjalan keluar tokonya dengan melihat jamnya “Amber!!” teriak Krystal tetapi Amber terus berjalan dan tiba tiba “AGHH!!” Langkah Amber terhenti saat iya membalikan badanya dan menemukan Krystal terjatuh “Soojung!!” teriak Amber dengan berlari ke arah Krystal.

“Soojung, Soojung!” Amber memegang badan Krystal “Bangunlah!! Soojung!” tidak ada reaksi dari Krystal Amber menggendongnya dengan bridal style “Bertahanlah!” Amber berjalan ke rumah sakit “Erghh” Krystal mengerang.

“Soojung kau tidak apa apa? tahanlah sebentar” panik Amber.

“Kita mau kemana?” tanya Krystal.

“Kita harus ke rumah sakit!” 

“Aku sudah tidak apa-apa” jawab Krystal.

“Tidak apa-apa bagaimana? jelas-jelas kau tadi pingsan!” ujar Amber dengan menggendong Krystal di malam hari yang dingin.

“Aku bilang aku tidak apa-apa! tadi aku hanya pusing karena lapar!” mendengar itu Amber berhenti.

“Haishh turun kau!” Amber menunrunkan paksa Krystal “Ya!! apa kau tidak bisa sopan sedikit!” teriak Krystal.

“Haishh wanita ini, lagi-lagi aku tertipu karena akting pingsanmu itu! jadi kau ini berbohong!” tunjuk Amber.

“Aku tidak berbohong! aku benar-benar pusing karena lapar! dan karena sikapmu itu aku jadi pingsan! jadi semua ini salah kau stupid!!” wajah jengkel Krystal dan Amber mengacak-acak rambutnya.

“Aku?? kenapa bisa aku?? haishh” Amber kali ini menghela nafas “Janganlah membuat seseorang khawatir”

“Jadi kau masih khawatir kepadaku?” 

“Tentu saja, kalau kau ku biarkan pingsan di depan toko ku lalu ada seseorang yang ingin jahat denganmu bagaimana?! dan aku bisa jadi tersangka karena mu Krystal Jung!”

“Aghh!!” Krystal menendang kaki Amber.

“Aku membencimu!!” wajah marah Krystal meninggalkan Amber “Ya! kau mau kemana?” Krystal terus berjalan menghiraukan Amber “Soojung! haishh anak itu kenapa jalan nya cepat sekali!” 

“Ya! kau kenapa!” Amber meraih tangan Krystal dan terkejut saat iya menangis.

“So-so-soojung” Krystal menangis dan Amber masih menggengam lengan Krystal, Amber merasa tidak enak terhadap Krystal “Hei hei kenapa kau menangis?? maafkan aku jika aku membuatmu menangis” 

“Ti-tidak! bukan kau yang mem-membuatku menangis” terisak-isak Krystal.

“Lalu?” tanya Amber melihat wajah Krystal yang merah.

“Aku menangis karena diriku sendiri! karena aku yang begitu bodoh! aku tidak bisa menahan ini semua” Krystal menundukan kepalanya

“Aku”

“Aku merindukanmu Am” dan Krystal kembali menangis, Amber menatap Krystal dan menarik lengan Krystal mendekati tubuhnya dan Krystal terkejut saat Amber memeluknya.

Amber memeluk Krystal dengan erat seperti tidak ingin melepas pelukanya dan Krystal masih syok dengan perlakuan Amber yang tiba-tiba memeluknya, tubuh mereka seperti menjadi satu dan dapat merasakan detak jantung masing-masing. Krystal membalas pelukan Amber dengan erat “Aku merindukan mu stupid! aku benar-benar merindukanmu” Krystal menangis terisak-isak di dada Amber.

Krystal tidak dapat lagi menahan rasa rindunya terhadap Amber yang kini mejauh dari dirinya, saat Krystal merasa tenang Amber merengganggkan pelukan mereka “Hei sampai kapan kau akan menangis? bajuku akan basah” mendengar kata-kata Amber Krystal langsung melepas pelukan mereka dan memekul Amber.

“Haishh lihat! kau malah memukulku!” Amber mengelus-elus tangannya dan Krystal hanya menatap Amber.

“Am” tatap Krystal yang sedikit mendongak karena tubuh Amber lebih tinggi dari Krystal.

“Iya princess” senyum Amber dan Krystal memeluk Amber kembali “Aku mohon jangan membenci diriku, jangan jauhi diriku. Aku membutuhkanmu Am” Amber tersenyum mendengarnya Krystal melepas pelukan nya dan kembali menatap yeoja yang sudah lama ini tidak iya lihat.

“Am”

“Hmm” gumam Amber menatap Krystal.

“Apakah, apakah kau masih menyukaiku?” tanya Krystal dan Amber tersenyum.

“Tentu saja aku masih menyukaimu”

“Benarkah?”

“Iya, aku kan fansmu ingat bukan aku adalah fansmu nomor 1” Krystal lalu memukul kembali lengan Amber.

“Haishh bukan itu maksutku!” 

“Lalu apa?” tanya Amber dan Krystal terlihat malu-malu.

“Tidak jadi!”

“Mengapa tidak jadi? agh pemarah sekali dia ini” Amber menggelangkan kepalanya.

“Itu semua karena kau stupid!”

“Aku lagi aku lagi”

“Pokoknya kamu!” tunjuk Krystal kepada Amber.

“Baiklah aku aku, jadi sekarang kau tidak lapar lagi?” tanya Amber.

“Oh iya! hasih aku jadi lupa makan” Amber menggelengkan kepalanya.

“Ayo pergi”

“Am!” Krystal menahan langkah Amber dengan memegang tangan Amber.

“Iya princess” jawab Amber dan

Tiba-tiba Krystal mendekati Amber dengan perlahan dan Krystal menijinjitkan kakinya agar sepadan dengan Amber dan “Chup” Krystal mencium bibir Amber dengan cepat.

Krystal Amber saling bertatapan satu sama lain dan wajah Amber terlihat merah dan jarak mereka hanya dua jengkal.

“Aku menyukaimu Am, aku benar-benar menyukaimu. Jangan tinggalkan aku lagi, aku tidak bisa berhenti memikirkan tentang dirimu semakin hari semakin membuatku gila!”

“Maafkan aku yang bodoh ini Amber”

“I love you” Krystal kembali mencium Amber.

—————————————————————————–

Bagaimana perasaan Amber terhadap Krystal saat ini? akankah Amber akan kembali kepada Krystal atau akan lebih memilih Jessica yang selalu ada buat Amber?

Maaf yang kalo ceritanya muter-muter ahaha gw ngerasa kok klo nih ff bikin bingung dan aneh, dan lagi lagi gue yang nulis gue juga yang bingung haha

buat next ff author bakal buat catetan di buku khusus biar ceritanya gak muter-muter dan gak bertele-tele kek gini hahaha, maafkanlah author yang baru belajar ini hahaha

Banyak yang minta req yulsic nih hehe tapi author belum dapet feelnya yulsic haha, gw dah punya bayangan ending buat nih ff ada dua nih yang satu endingnya bahagia dan yang satu ending nya sedih.

Tapi gw pengen ending nih ff sedih haha tapi gak tau juga masih bingung….

SALAM KRYBER!!!

 

 

 

 

Perhaps love 11

Hari ini konser SM akan di mulai, aku sedang bersiap-siap merapikan pakaian ku dan mengatur detak jantungku yang berdebar-debar sesekali aku mengintip ke arah penonton untuk mencari dia, tetapi aku ingat bahwa dia tidak datang ke konser SM itu sedikit membuatku kecewa “Soojungie, ayo cepat bersiap-siap 15 menit lagi f(x) akan tampil”

“Baik oppa” aku segera menuju panggung depan VIP, setelah sampai di pinggir panggung aku kembali mencari sosok dirinya  “Soojungie, apa ada yang sedang kau cari?”

“Oh tidak ada Luna unnie” senyumku padanya.

“Anak-anak segera bersiap-siap!”

“Ya oppa”

Dan kami segera naik ke atas panggung dan bersiap-siap menyanyikan lagu dari album terbaru kami Red Light, di sela-sela aku tampil aku melihat wajahnya! iya wajahnya tepat di depan panggung VIP sedang memegang lightstick, aku sedikit tersenyum saat melihatnya datang menonton konser kami setelah kurang lebih 3 menit tampil kami mengakhiri lagu kami dan segera meninggalkan panggung tapi saat aku melihat ke arah bangku nya aku melihat seperti terjadi keributan, aku ingin sekali berhenti melangkah tapi tidak bisa.

“Soojung apa kau tidak apa-apa? kau seperti memikirkan sesuatu?” tanya Sulli kepadaku dengan wajahnya yang khawatir.

“Tidak ada”

“Kau berbohong” haishh anak ini keras kepala sekali.

“DREET DREET” aku melihat ponsel ku yang bergetar

1 message

“Soojungie maafkan unnie tidak bisa menonton konsermu hingga akhir, unnie harus segera ke kantor polisi”

“What??! kantor polisi?!! aku harus segera menelfon unnie!” aku segera menekan tombol panggil.

“Anak-anak segeralah bersiap-siap kalian akan segera tampil lagi!”

“Haishh mengapa tidak di angkat?” aku sangat khawatir, apakah unnie dalam bahaya?

“Soojungie ayo cepat!”

“Iya unnie” aku segera bersiap-siap kembali ke atas panggung.

Setelah menyelesaikan lagu Vacance dan Hot Summer aku segera berlari ke ruangan khusus f(x) dan mengambil ponselku dan segera menelfon unnieku.

“Ayoolah unnie angkatlah!” aku mengigit bibir bawahku karena gugup dan bolak balik dalam ruangan.

“Hallo”

“Unnie!! kau dimana? apa kau tidak apa-apa?!! aku benar-benar mencemaskanmu!”

“Maafkan unnie telah membuatmu khawatir, unnie sedang dalam perjalanan menuju kantor polisi aku tidak apa-apa jadi kau tidak perlu khawtir”

“Tidak khawatir bagaimana? untuk apa unnie ke kantor polisi?”

“Unnie ke kantor polisi karena unnie melihat Amber sedang mengalami masalah dengan salah satu penonton sehingga iya harus di bawa ke kantor polisi” aku terkejut saat nama Amber terdengar di telingaku.

“Am-am-amber?? Amber di kantor polisi?”

“Iya Soojungie aku harus segera ke kantor polisi, Soojungie aku akan menelfonmu lagi jalan sangat padat”

“Baik unnie” sambungan telfon terputus.

“Amber? apakah dia baik-baik saja??” stupid itu apa yang dia lakukan sampai iya harus masuk kantor polisi! benar-benar bodoh!

Aku berjalan keluar ruangan untuk mencari managerku dan untungnya dia tidak jauh dari ruanganku “Oppa!”

“Ya Soojung ada apa?”

“Oppa, ehmm kira-kira berapa lama lagi konser akan berakhir?” tanyaku padanya.

“Mungkin sekitar 1 jam lagi, ada apa?”

“Ehmm bolehkah aku pergi sebentar? aku berjanji sebelum konser selesai aku akan kembali oppa!”

“Haishh tidak! kau harus tetap disini”

“Oppa tolonglah sekali ini saja, Jessica unnie sedang ada di kantor polisi dan aku ingin menghampirinya!”

“Apa kantor polisi?!!”

“Ya oppa, please bantu aku”

“Baiklah, aku akan pergi denganmu” kami segera berlari ke arah parkiran belakang dan aku mengambil topi dan jaket bserta masker.

“Apa kau tau kantor polisinya dimana?”

“Ehmm aku tidak tahu, tapi yang pasti kantor polisi di dekat sini oppa” manager oppa langsung mengangguk, untung saja f(x) sudah selesai tampil dan aku tidak perlu terlalu khawatir.

“Oh oppa sebaiknya kita jangan lewat jalan ini, karena tadi unnie bilang iya terkena macet kita harus memutar jalan agar dapat menghemat waktu”

“Baiklah, kau berpegengan!” aku segera memegang sabuk pengamanku, managerku ini sangat pintar dalam mengemudikan mobil, aku rasa managerku ini adalah mantan pembalap.

Hanya membutuhkan waktu 25 menit kami sampai di kantor polisi dan aku melihat mobil Jessica unnie yang terparkir tanpa pikir panjang aku langsung masuk ke dalam kantor polisi yang ramai ini, aku memutar-mutar badaku mencari Jessica unnie dan Amber, aku kembali melangkah dan tiba-tiba langkahku terhenti karena melihat apa yang sedang kulihat saat ini.

Aku mersakan tubuhku menjadi lemas, aku mersakan lututku bergetar, tanganku tidak bisa bergerak, aku mersakan kesedihan, aku ingin sekali berhenti menatapnya tapi tidak bisa mata ini, mata ini terus melihat ke arahnya! aku seperti patung tidak dapat bergerak tetapi mataku tiba-tiba menjadi sangat panas.

Dengan perlahan aku memutar badanku dan kembali berjalan ke pintu keluar

“Soojung” sentuhan tanganya, aku sangat ingat setiap sentuhan nya, aku membalikan badanku dan melihat kembali wajahnya yang sudah lama ini tak ku lihat hanya bisa ku bayangkan dalam mimpiku.

“Soojung, kenapa kau ada disini?” aku melihat wajahnya yang khawatir, mengapa harus dia yang khawatir dasar bodoh!

“Tidak apa” aku kembali berjalan tapi sial! genggaman tanganya terlalu kuat.

“Kau bohong!” aku sungguh tidak berani menatapnya.

“Aku kesini hanya untuk memastikan Jessica unnie baik-baik saja” jawabku tanpa melihat wajahnya.

“Jangan berbohong kepadaku”

“Dia tida berbohong Am” aku melihat unnie yang melangkah ke arahku dan Amber.

“Soojung kira aku terkena masalah hingga aku harus ke kantor polisi” Jessica unnie menatapku lurus tanpa melhat Amber.

“Itu sebabnya dia datang kemari Am” tatap Jessica kepada Amber, dan Amber perlahan melepaskan genggaman tangan Krystal.

“Unnie aku harus kembali ke konser” senyumku pada Jessica unnie dan Jessica unnie memeluku.

“Kau harus hati-hati” dan aku membalasnya dengan senyuman.

Setelah konser selesai aku segera di antar pulang oleh managerku, dan setelah membuka pintu aku melihat unnieku yang menyiapkan makan untuk “Unnie”

“Oh kau sudah pulang, sebelum kau mandi kau harus makan” aku segera menaruh tasku dan duduk di depan meja makan, unnieku sedang menyiapkan piring untuku dan beberapa lauk makanan.

“Jangan banyak-banyak unnie aku sedang tidak ingin makan”

“Kau harus banyak makan, kalau kau tidak banyak makan nanti kau menjadi lemas dan jadi jatuh sakit sudah jangan membantah kau harus menghabiskan semuanya kau mengerti?!”

“Ya” aku segera menghabiskan makan malam ku dengan unnie di meja makan.

“Bagaimana konsermu tadi Soojung?”

“Berjalan dengan lancar unnie” jawabku menatap unnie yang juga menyantap makan malamnya.

“Maafkan aku tidak melihatmu sampai akhir”

“Tidak apa unnie” senyumku padanya, suasana menjadi tenang dan diam.

“Ehmm unnie”

“Ya?”

“Ehmm bagai-bagaimana keadaan Amber?” tanyaku sedikit terbata-bata.

“Dia baik-baik saja dan dilepaska, kau tenang saja” senyum unnie kepadaku, dan aku kembali melanjutkan makanku.

“Soojung”

“Ya unnie”

“Maafkan aku harus berbohong kepada Amber”

“Aku melakukan itu agar aku dapat menutupi persaanmu terhadapnya” aku melihat Jessica unnie dan kami saling bertatapan.

“Apa yang unnie bicarakan” senyumku padanya.

“Sampai kapan, sampai kapan kau harus menutupi perasaanmu terhadap Amber?” pertanyaan unnie membuatku diam dan aku tidak berani menatapnya.

“Apa, apa yang unnie bicarakan? aku tidak mengerti”

“Aku tahu kau menyukainya, aku tahu kau peduli padanya tapi semua yang kau lakukan menuntumu untuk mengubur persaanmu terhadapnya, tapi pada kenyataanya kau tidak bisa”

“Aku hanya menganggapnya sebagai teman biasa unnie” jawabku dengan menunduk.

“Teman?” Jessica menghembuskan nafasnya.

“Lalu berikan alasanmu kenapa kau datang ke kantor polisi dengan panik?” tanya Jessica.

“Padahal saat itu kau sedang mengadakan konser? dan kau datang ke kantor polisi hanya untuk melihat keadaan Amber? kau khawatir padanya bukan?” tanya lagi Jessica dan Krystal hanya diam.

“Kenapa hanya diam Soojung? apakah pertanyaanku sangat sulit untukmu?”

Jessica bangun dari meja makanya “Jika, jika kau benar-benar menyerah untuknya. maka aku, aku tidak akan segan-segan untuk membuatnya melupakanmu Soojung”

“Kau tahu bukan bahwa aku menyukainya”

“Tapi sayang, aku harus berusaha dengan keras agar dia bisa berpaling darimu karena dia benar-benar menyukaimu” Krystal kembali diam dan Jessica meninggaklan Krystal “Kau berisitirahatlah ini sudah malam”

krystal menteskan airmatanya dan tidak mampu berkata apa-apa.

NEXT DAY

Krystal kembali melanjutkan aktifitas barunya bersama Taemin, saat ini Krystal sedang melakukan reality show dengan Taemin “Ingat kalian harus benar-benar terlihat mesra di depan camera”

“Itu hal yang mudah, bukankah kita selalu bermesraan benar kan?” senyum Taemin kepada Krystal yang menggengm tangan Krystal dan Krystal hanya tersenyum.

“Okay syuting akan kita mulai”

Syuting akhirnya di mulai Taemin dan Krystal terlihat bahagia satu sama lain tetapi Krystal, mungkin Krystal terlihat bahagia bersama Taemin tapi hatinya dan persaanya sebenarnya adalah tidak. Dia sadar bahwa selama ini persaanya ke Taemin hanya sebatas teman.

Saat ini Krystal dan Taemin sedang melakukan syuting membuat kue saat Taemin ingin mengaduk adonan tiba-tiba Krsytal memegang tangan Taemin “Oppa kau salah dalam mengaduk adonan nya, bila seperti itu adonan nya tidak akan jadi. sini aku ajarkan” Krystal memegang tangan Taemin dan Taemin terlihat sangat senang.

“Wah kau hebat, sypa yang mengajarkanmu?” tanya Taemin.

“Amber” jawab reflek Krystal dan Taemin sedikit bingung.

“Amber??” Krystal lalu mengigit bibir bawahnya.

“Ah sudah lupakan, mari kita buat lagi” senyum Taemin dan Krystal mengangguk.

Setelah melakukan syuting Krystal bergegas pulang “Krystal” Taemin menghampirinya “Ya oppa”

“Ehmm saat kita syuting tadi kau menyebutkan nama Amber, siapa dia?”

“Ehmm dia temanku yang mengajarkan ku membuat kue oppa, kau tenang saja”

“Oh benarkah? hmm baiklah, kau mau ku antar pulang?” ajak Taemin.

“Tidak usah aku akan pulang sendiri” senyum Krystal.

“Baiklah kau hati-hati ya, kirim pesan teks kepadaku bila kau sudah sampai jangan membuatku khawatir okay” Krystal membalas dengan senyuman dan berjalan ke arah mobil putihnya yang terparkir tidak jauh dari lokasi syuting.

21.00

Sudah lebih dari 20 menit Krystal memutar-mutar arah mobilnya tidak tahu tujuan dirinya akan kemana, saat ini Krystal malas untuk kembali pulang ke rumahnya dan ingin menghirup segarnya udara malam hari, dan setelah cukup lama di dalam mobil Krystal mengentikan mobilnya dan membuka kaca mobilanya menghirup segarnya udara malam dan suasana yang tenang.

Krystal kemudian turun dari mobilnya lalu berjalan dan melihat indahnya sungai Han pada malam hari “Indah” senyum Krystal melihat sekelilingnya dan Krytsal merentangkan kedua tanganya juga memejamkan kedua matanya menikmati udara yang dingin, Krystal merasakan ketenangan dan sekejap melupakan seluruh masalahnya, Krystal mersakan kebebesan karena selama ini dia selalu mengahabiskan waktunya di depan camera dan juga tidak peranh lepas dari sorotan camera yang selalu ingin tahu kegiatan nya.

Saat Krystal mersakan ketenangan nya tiba-tiba iya mendengar suara canda tawa seseorang yang membuat dia membuka matanya “Haishh menganggu saja!”

Suara tawa itu semakin dekat dan Krystal melihat beberapa namja sedang bermain skateboard dengan canda tawa, dan Krystal hanya memandangi mereka dari jauh “Bahagia sekali mereka” hela nafas Krystal.

Para namja itu berhenti untuk berisitirahat dan sedang berbincang-bincang tetapi ada satu namja yang menarik perhatian Krytsal, namja itu memakai topi, jaket merah dan memakai celana jeans biru. Krystal meyipitkan matanya agar dapat melihat jelas tapi sayang namja itu masih tidak terlihat jelas oleh Krystal karena pensaran Krystal melangkah kan kakinya untuk lebih dekat.

Tetapi saat Krystal ingin melangkahkan kaki tidak sengaja iya terplest dan membuat dia terjatuh dengan memegang telapak kanan kakinya “Aaaghhh” Krystal mengerang sakit yang membuat para namja itu menoleh ke arahnya.

Namja 1 : “Hei ada apa dengan yeoja itu?”

Namja 2 : “Apakah dia baik-baik saja? sepertinya iya terjatuh, ayo kita kesana.

Dan mereka berlima akhirnya mendekati Krystal dan melihat keadaanya “Nona apa kau tidak apa-apa?” tanya salah satu namja yang membungkuk melihat keadaan Krystal “Aku tidak apa-apa” jawab Krystal dengan menundukan kepalanya agar wajahnya tidak terlihat.

“Kau yakin?” tanya teman namja itu dengan melihat wajah Krystal.

“Iya” jawab Krystal singkat.

Dan salah satu namja berbisik ke arah temanya “Wajahnya seperti tidak asing bagiku, tapi siapa ya?” 

Krystal ingin sekali berdiri tetapi sayang kakinya tidak bisa bergerak “Dia seperti salah satu member f(x)” wajah Krystal semakin di sembunyikan karena sepertinya mereka mulai mengenali wajah Krystal.

“Apakah kau adalah salah satu member f(x) yaitu Krystal Jung?” tanya polos namja.

“Kalian salah orang” Krystal lalu berusaha bangun.

“Kau benar-benar Krystal Jung! aku sering menemani temanku nonton konsermu, aku mengenalimu!” tunjuk salah satu namja ke arah Krystal dan Krystal masih diam berusaha bangun.

“Hei minggir!!” terdengar suara yang tidak asing bagi Krystal, para namja itu menoleh ke arah sumber suara.

“Oh kau dari mana saja! hei liat disini ada idolamu! Krystal Jung!” Krystal kembali menyembunyikan wajahnya dengan memejamkan mata “Mati aku, bagaimana ini? aku harap mereka bukan lah sasaeng fansku yang akan menyakitiku Tuhan tolong aku” 

Krystal masih memejamkan matanya dengan suara langkah kaki yang mendekatinya “Kau tidak apa-apa? kaki mu sepertinya sedikit tercetit” Krystal kemudian membuka matanya karena iya mendengar suara yang benar-benar tidak asing baginya.

Dan kemudian Krystal membuka matanya dan menoleh ke arah sumber suara dan betapa terkejutnya iya melihat “AMBER!” di depan matanya dengan tersenyum.

“Apa kakimu masih sakit?” Amber melihat ke arah kaki kanan Krystal dan Krystal mengangguk.

“Ya apa kalian saling kenal??!!” tanya semua teman-teman Amber.

“Amber dia adalah Krystal Jung salah satu idolamu yang ingin sekali kau peluk dan cium!” wajah Amber seketika merah mendengar Peniel berbicara.

“Apa kau bilang Krystal Jung? dia bukan Krystal Jung apa kalian ini sedang mabuk?” Amber langsung berdiri dan menutupi Krystal untuk menghalang teman-temanya melihat Krystal lebih dekat.

“Tapi aku yakin dia adalah Krystal” 

“Yakin darimana? aku ini adalah fansnya! aku tahu yang mana Krystal dan yang mana bukan dasar bodoh!” 

“Haishh dia malah marah-marah” 

“Kalian pergi saja, aku  akan menyusul lagi pula dia adalah temanku ayo cepat sana!” usir Amber.

“Baiklah baiklah ayo kita pergi” Peniel, Jackson dan Rome meninggalkan Amber dengan Krystal.

Setelah mereka pergi Amber kembali melihat kaki Krystal “Auuchh! jangan di sentuh stupid! itu sangat sakit!” 

“Haishh aku tahu, tapi kau tidak perlu memukulku!” Amber mengelus-elus bahu kirinya.

“Apa kau bisa jalan” tanya Amber.

“Kau pikir saja sendiri aku bisa jalan atau tidak!” ketus Krystal dan Amber hanya menggelangkan kepalanya.

“Wanita ini, aku tadinya berniat untuk menolongmu, Karena sikapmu yang seperti ini aku akan mengurungkan niatku!” Amber kemudian bangkit dan pergi meninggalkan Krystal.

“YA stupid kau mau kemana!!” teriak Krystal dan Amber tidak menjawab.

“Amber llama!! haishh jangan tinggalkan aku!! aku takut sendiri! Amber kembalilah, tolong aku!” Amber kemudia menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Krystal yang terlihat sedih.

“Anak ini tidak tahu bagaimana cara meminta tolong?” Amber menghela nafas dan menghampiri Krystal kembali.

Amber kemudian jongkok dan melihat wajah Krystal yang menangis “Ya Krystal Jung mengapa kau menangis?” 

Krystal menangis terseduk-seduk “K-k-kar-karna kau me-meninggalkan a-aku, dasar stupid!” Krystal terisak-isak.

“Haishh aku cuma becanda kepadamu mana mungkin aku meninggalkanmu sendirian disini lagipula kau juga malah bersikap  jutek kepadaku” Amber masih memperhatikan Krystal yang menangis karena perbuatanya.

“Sudah jangan menangis, aku nanti di kira akan menculikmu jika kau menangis terus”

Krystal kemudian menatap Amber dan memukul mukul badanya “Dasar stupid stupid stupid!” kemudian Amber memegang tangan Krystal dan secara langsung Amber mengalungkan tangan Krystal ke badanya dan mengangkat tubuhnya “Ya stupid apa yang kau lakukan!!” 

Kemudian Amber menggendong Krystal dengan bridal style “llama apa yang kau lakukan!!” teriak Krystal yang terihat gugup karena Amber.

“Kau mau aku turunkan dan aku tinggalkan? kakimu tidak bisa jalan kan, jadi aku melakukan nya” 

Krytsal hanya diam dan melihat Amber yang jaraknya sangat dekat dengan dirinya bahkan Krystal dapat merasakan hangat nay nafas Amber dan tubuhnya.

Sedangkan Amber sangat gugup “Am”

“Ya”

“Jangan tinggalkan aku lagi” jawab Krystal yang bersender di dada Amber.

“Iya princess aku tidak akan meninggalkanmu” jawab Amber menatap lurus jalan dan Krystal tersenyum mendengarnya.

“Makanya kau lain kali harus berhati-hati dalam berjalan!” lalu Krystal menatap dingin Amber dan memukul kepalanya.

“Ya! apa kau tidak tahu terima kasih sudah kutolong malah memukul kepalaku!”Krystal kembali diam.

Ntah kenapa Krystal sangat nyaman dalam keadaan seperti ini meskipun kakinya terkilir rasanya seperti tidak sakit “Amber stupid” ucap lembut Kyrstal.

” Amber Stupid”

” Amber Stupid” Krystal mengucapkan dengan senyum.

“Ada apa denganmu?” tanya Amber.

“Kenapa jantungmu sangat berdebar debar” dan seketika wajah Amber merasa panas dan iya menelan salivanya.

“Mengapa sekarang jantungmu malah berdebar lebih kuat? kenapa kau terlihat gugup?”

“Haishh anak ini apakah dia sekarang sedang menggodaku??”

“Itu, itu karena aku lelah! kau tidak lihat aku menggendongmu dan juga tubuhmu sangat berat!”

“Apa kau bilang tubuhku berat??!”

“Ya” 

Setelah 8 menit berjalan akhirnya Amber menemukan mini market dan menaruh Krystal di bangku pinggir sungai Han

“Kau tunggu sini princess, aku akan ke mini market” Krystal mengangguk kemudian Amber segera berlari, Amber tidak mungkin meninggalkan Krystal di tempat iya jatuh karena terlalu jauh dengan mini market itu sebabnya iya harus menggendong Krystal dengan jarak mini market yang tidak jauh.

Kurang dari 5 menit Amber telah kembali dan berlari ke arah Krystal dengan membawa sebuah kotak “Apa itu?” tanya Krystal , lalu Amber jongkok di depan kaki Krystal dan melepas sepatunya “Agh!”

“Tahan sedikit”

Amber melihat kaki Krystal yang terkilir kemudian Amber membuka sebuah kotak yang berisi es batu dan menaruhnya di pergelangan kaki Krystal yang terkilir.

“Ah” Krystal sedikit merintih dengan mengigit bibir bawahnya, Amber mengusap usap es batu di kaki Krystal “Tahanlah sedikit hanya dua menit untuk mengurangi memar di kakimu” Amber terus mengusap-usap kaki Krystal dengan es batu yang sudah di pecahkan.

Krystal terus menatap Amber, matanya tidak lepas dari sosok yeoja tampan yang kini sedang mengobati kakinya dengan memakai topi. 

“Aku sangat rindu senyuman nya”

“Aku sangat rindu tawanya”

“Aku rindu suaranya”

“Aku merindukanmu Am”

“Maafkanku” kata-kata itu langsung terucap di bibir Krystal yang membuat Amber melihat ke arah Krystal.

“Maaf?” ulang Amber.

“Iya, maafkan aku Am. Maafkan aku karena aku menyakitimu” tunduk Krystal.

“Menyakiti? hmm kau tidak pernah menyakitiku princess sungguh, kau tidak pernah menyakitiku.” senyum Amber.

“Akulah yang menyakiti persaanku sendiri, akulah yang membuat diriku semakin jatuh di kehidupanmu, aku yang tidak tahu diri karena aku tidak pantas untukmu”

“AM!!”

“Aku yang tidak berkaca siapa diriku dan siapa dirimu” senyum Amber.

“Aku ini hanya lah fansmu yang gila haha” 

“Amber hentikan!!” teriak Krystal.

“Aku, aku akan berdiri dimana sepantasnya aku berdiri princess. Aku tidak pantas untukmu, tapi tenang saja aku akan tetap menjadi fans setiamu dan selalu mendukungmu apapun yang kau lakukan sekalipun sering kali membuat ku cemburu!” canda Amber dengan tawa.

“Amber aku” 

“Aku….”

“Okay sudah selesa!! lihat kakimu tidak terasa sakit bukan?” Amber membalut kaki Krystal.

“Okay, sekarang aku akan mengantarmu pulang lagi pula ini sudah malam” Amber jongkok di depan Krystal “Sekarang naik punggungku”

“Dasar bodoh!”

“Haishh iya aku bodoh, ayo cepat naik” Krystal kemudian naik ke punggung Amber dan memeluk Amber dengan erat.

Kemudian mereka berjalan menelusuri sungai Han di malam hari “Indah sekali malam ini” senyum Amber melihat sekeliling.

“Aku tidak akan melupakan malam ini” 

“Mengapa?”

“Tidak tahu, aku merasa sangat senang dan tidak ingin malam ini cepat berlalu” 

“Benarkah? kalau begitu pikiran kita sama” senyum Amber.

“Apa kau ini suka tersenyum? kenapa kau tersenyum terus?” 

“Aku tidak tahu, ntah kenapa saat ini aku ingin terus tersenyum” senyum Amber yang menghadap Krystal yang hampir saja mengenai pipi Krystal, dan Amber segera memutar kembali kepalanya menghadap depan dengan sedikit batuk dan Krystal merespon dengan tersenyum, Krystal semakin mengeratkan tubuhnya dengan Amber dengan menaruh kepalanya di bahu kanan Amber dan menyandarkan kepalanya di kepala kanan Amber.

“Hei princess”

“Hmm” 

“Sepertinya kau sangat nyaman di punggungku” Krystal tersenyum mendengarnya, Krystal hanya tersenyum dan hanya ingin diam menikmati malam bersama Amber.

Tidak lama kemudian akhirnya mereka sampai di depan mobil Krystal “Princess”

“Princess” Amber melihat ke arah Krystal yang terlelap tidur.

“Aigoo anak ini malah tidur sepertinya dia menganggap punggungku ini adalah tempat tidurnya” tidak ingin menggangu Krystal tidur, Amber mengambil kunci mobil di tas Krystal yang iya kalungkan di lenganya.

Setelah pintu mobil terbuka Amber menaruh hati-hati Krystal di tempat duduknya dan menatap Krystal “Jadi seperti ini jika kau sedang tidur” ucap Amber, lalu Amber membuka jaketnya lalu menyelimutkan ke tubuh Krystal, dengan pelan Amber menutup pintu mobil agar Krystal tidak terbangun.

Setelah itu Amber menyalakan mobil milik Krystal dan segera menuju rumah Krystal, selama di perjalanan Amber selalu melirik ke arah Krystal dan bila mobil tengah berhenti Amber merapikan rambut Krystal yang terjatuh mengenai wajahnya dan merapikan jaket miliknya untuk memastikan bahwa Krystal tidak kedinginan.

Setelah 40 menit dalam perjalanan akhrnya sampai tetapi Amber tidak ingin membangunkan Krystal yang tertidur pulas, Amber melepas shitbeltnya dan memiringkan badanya dan menepang kepalanya dengan tangan kirinya agar bisa melihat Krystal tertidur di sampingnya dengan wajah yang berhadapan.

“Perasaan ini, bagaimana bisa aku melupakanmu? bagaimana caranya agar aku dapat hidup seperti dulu tanpa harus terus memikirkan tentang dirimu, tanpa harus merasakan kehilangan dan kecewa yang kini aku rasakan Soojung? kau sungguh membuatku gila, benar benar seperti orang gila. Apa yang harus aku lakukan? apa yang harus aku lakukan untuk benar-benar melupakanmu.  setiap aku ingin melupakanmu dan lepas dari bayang bayangmu, kau selalu datang dengan wajah yang benar-benar kurindukan senyum yang selalu membuat waktu ku terhenti. Aku melakukan kegiatanku hampir satu hari penuh agar aku bisa melupakanmu tapi kenapa sekarang, kenapa sekarang kau hadir kembali?? Soojung, bisakah kau mengajariku untuk melupakanmu?” Amber menghela nafas.

“Amber” 

“Amber” 

Amber terkejut saat mendengar Krystal menyebutkan nama Amber dalam tidurnya “Apa kau sedang memimpikanku princess?” senyum Amber.

“Bagaimana aku di mimpimu? apakah aku tetap tampan?”

“Apakah dalam mimpimu aku bisa memilikimu?” 

“Apakah aku bisa menggengam tanganmu?”

“Apakah aku bisa terus ada di sampingmu?” senyum Amber, dan dengan perlahan tangan kanan Amber bergerak menyentuh rambut Krystal dan membelai pipinya dengan sangat lembut.

“Seperti ini, seperti ini saja sudah cukup bagiku. Tidak apa aku tidak bisa memlikimu tapi izinkan aku agar aku selalu dapat melihatmu tersenyum dan bahagia Soojung, aku selalu menerima keputusanmu”

“Bila kau bahagia aku akan seribu kali lebih bahagia Soojung”

———————————————————————————————————————————-

Sorry short update dan kalo ceritanya gak jelas hehe, author udah mulai kuliah jadi fokusnya udah kebagi sama kegiatan maaf ya semua tapi tenang aja nih ff bakal terus berlanjut walaupun hanya short update, maafin author juga kalau updatenya agak lama karena alasan kegiatan author dan juga maaf kalau makin kesini ceritanya kurang jelas dan bikin bingung.

Auhtor aja sekarang nih bingung sebenarnya perasaan Amber ini kek gimna sama Krystal? terus Jessica nya gimna? gue yang mikir gue juga yang bingung hahaha!

Sebenrnya Amber ini masih sayang sama Krystal tapi gimna ya? bingung juga sih perasaan gak bisa dibohongin sekalipun udah di sakitin tp masih ada rasa apalagi tipe-tipe kek Amber kyak gini, yang keliatan banget klo dah sayang sama orang itu pasti sayang banget…

Walaupun Amber deket banget dan perhatian sama temen-temen nya tapi saat Amber sama pasangan nya pasti serius dan ngasih perhatian nya tuh beda dan penuh kasih sayang! aggh anjir lah Amber ini bikin gue gak normal hahaha

Dan tipe kek Amber ini keliatan klo dia bakal ngelakuin apa aja buat pasangan nya bahagia, sekalipun Amber harus ninggalin pasangan nya…

Dan Amber ini dewasa dalam berhubungan dalam arti pacaran dan keliatan pengertian nya wahahahaha sok paham gini gue…

Sebenrnya gue pengen nanya nanya ke kalian tentang kryber tapi ntar ajalah hahah yasudahlah mau pamit dulu bye-bye maafkan lah author yang gak jelas dan sok tahu ini tapi baik kok hatinya ^^

SALAM KRYBER!

Perhaps love 10

Sinar matahari perlahan demi perlahan mulai menyinari dan memberi kehangatan, suara burung mulai berkicau bertengger dari satu pohon ke pohon lain dengan kicauan yang sangat gembira yang membuat pagi hari ini menjadi indah. Pagi hari ini Krystal memulai aktifitasnya dengan meeting bersama staff SMent untuk membahas reality show yang akan iya lakukan dengan Taemin.

Dengan di temani teh hangat Krystal menyimak apa yang manager dan staff nya jelaskan kepada dirinya dan Taemin, mungkin Krystal terlihat seperti memperhatikan dengan serius tetapi di dalam pikiran nya iya sedang memikirkan sesuatu yang membuat dirinya benar-benar kecewa dan bila mengingatnya Krystal sering kali meneteskan airmatanya.

“Aku menyukaimu Jung Soojung”

“Aku mencintaimu”

Bila Krystal mengingat perkataan itu dirinya menjadi sangat sedih.

“Soojung”

“Ya?” 

“Apa kau tidak memperhatikan kami lagi?” 

“Maafkan aku” Krystal menundukan kepalanya.

“Apa kau sedang sakit?” tanya manager dan Taemin terlihat sangat khwatir “Kau tidak apa-apa?” genggam tangan Taemin kepada Krystal.

“Aku tidak apa-apa maafkan aku” 

“Baiklah langsung saja ke pokoknya, kau dan Taemin akan melakukan reality show bersama dan aku harap kau bisa melakukan adegan romantis seperti skinship, ini semua kami lakukan untuk menaikan rating reality show pertama yang akan di buat oleh SM dan lagi pula kalian sudah berpacaran jadi tidak ada kesulitan bukan? dan ini juga penting untuk karir kalian dengan melakukan fanservice kalian akan mendapatkan banyak job terutama kau Krystal sekarang kau adalah artis yang paling top di Korea dan aku harap kau tidak membuat kesalahan, pentingkan karirimu kau mengerti?”

“Ya oppa” jawab Krystal.

“Dan jangan lupa persiapkan diri kalian untuk konser SM dan jaga kesehatan!”

Jessica Pov

Akhir-akhir ini aku selalu melihat Soojung dengan wajah sedih ada apa dengan dirinya? setiap aku tanya dia pasti mengatakan bahwa dia akan baik-baik saja, apakah dia putus dengan Taemin? tetapi sepertinya tidak, aku benar-benar khawatir terhadap dirinya.

Aku segera mengambil ponselku dan menelfon adik kesayanganku ini

“Hallo Soojungie”

“Ya unnie”

“Kau sedang apa? apa kau sudah makan?”

“Aku sedang latihan untuk konser Sm nanti, aku belum makan unnie”

“Haiish mengapa kau belum makan?! kau harus makan nanti kau malah jatuh sakit dan jadwalmu sekarang ini sedang padat!”

“Unnie tidak perlu khawatir memberku sudah membawa makanan jadi unnie tidak perlu khawatir, oh iya unnie sudah dulu ya aku akan mulai latihan lagi bye unnie love you”

“Baiklah, love u too Soojungie”

Akhir-akhir Soojung sangat sibuk aku benar-benar khawatir terhadap kesehatanya, aku melihat jam yang menunjukan pukul 12 siang “Waktunya makan siang” aku bergegas pergi tetapi saat aku dalam perjalanan aku melihat kedai saat aku makan dengan Amber aku tersenyum bila mengingatnya.

Aku memutuskan untuk meminggirkan mobilku dan membeli ddukbokki, aku tidak tahu mengapa aku harus membeli ddukbokki padahal aku ingin makan sandwich.

Setelah membungkus ddukbokki aku mencari tempat yang enak untuk menghabiskan makan siangku untungnya dalam perjalananku aku melihat sebuah taman yang indah “Sepertinya makan di taman ini menyenangkan” aku terlalu bosan untuk makan di ruanganku.

“Waah aku memang tidak salah memilih taman ini” sangat indah dan banyak pohon di kanan dan kiri yang membuat taman ini sejuk dan ditambah lagi kicauan burung yang membuat suasana hati menjadi tenang, aku berjalan menelusuri taman ini dengan memegang makan siangku “Haish mengapa disini banyak sekali orang yang berkencan” 

Aku terus melangkah hingga aku menumakan tempat yang menurutku sangat nyaman dengan bangku kayu yang di kelilingi pohon hijau dan terdapat air mancur yang jaraknya tidak terlalu jauh.

Setelah duduk aku membuka makan siangku “Waah terlihat lezat” sebenarnya dulu aku tidak menyukai ddukbokki tapi ntah kenapa sekarang ini aku menyukainya itu semua karena Amber hehe.

“Wah lezat” sebelum makan aku meniupnya dan mengunyahnya pelan-pelan karena masih panas.

“Uhuk uhuk!!” sial aku tersedak! aku lupa membawa air mineral!”

“Uhuk uhuk” 

“Ini” aku melihat tangan seseorang yang memberikan ku air mineral, apakah air mineral ini aman? bagaimana kalau di campur dengan obat tidur?”

“Uhuk uhuk!” haish sudah dari pada aku mati tersedak!

“GLUP GLUP GLUP GLUP” ahhh segar sekali. rasanya aku hampir benar-benar mati.

“Terima—“

“YA!! KAU!”

“Hai Jessica” senyum dorky

“Kau sedang apa disini?!” aku benar-benar terkejut bahwa dia ada disini.

“Aku? ehmm aku sedang berisitirahat dan ingin menghirup udara segar” aku hanya melihatnya dengan terkejut.

“Boleh aku duduk disini?” tunjuk tanganya di samping ku.

“Kenapa diam saja? apa kau tidak mengizinkanku duduk denganmu? dan lagi pula sepanjang aku jalan orang-orang berjalan dengan pasanganya dan hanya kau yang duduk sendiri” 

“Ya kau!!” tunjuk ku padanya.

“Jadi biarkan aku duduk denganmu” dia langsung duduk di sampingku dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

“Oh, sepertinya akhir-akhir kau suka ddukbokki” senyumnya padaku.

“Oh ini, aku hanya kebetulan lewat kedai ddukbokki lalu aku membelinya lagi pula aku bena-benar sudah kelaparan jadi apa boleh buat”

“Hmm aku kira kau membeli ddukbokki karena merindukanku haha” aku menatapnya dengan tatapan mematikan dan dia langsuung diam.

“GRUUUKKKK~” aku mendengar suara, seperti suara perut? hahaha aku menahan tawa dengan dengan tanganku.

Aku melihat ke arah Amber dan seketika wajahnya memerah “Hahaha”

“Berhenti tertawa! tidak ada yang lucu”

“Ya! bagaimana aku tidak tertawa bila cacing di perutmu itu berteriak meminta makan?” haha lihat wajahnya semakin lucu dan dia menyembunyikan wajahnya.

“Ini” aku memberikan nya ddukbokki.

“Ayo cepat makan” dia masih diam saja dan hanya memandangi ddukbokki di tanganku.

“Tapi itu makan siangmu”

“Kita makan bersama! mana mungkin aku memberikan semuanya” dia masih menatap.

“Kalau tidak mau akan ku habiskan sendiri”

“Hei hei hei tunggu tunggu aku mau aku hehe” kemudian aku menaruhnya di sela sela antara aku dan Amber.

“Selamat makan!” ucap Amber.

“Waah sangat lezat!” senyumnya padaku.

“Seperti anak kecil” aku menggelengkan kepala.

“Oh Jess, akhir-akhir aku jarang melihat mu ke toko ku apa sekarang kau benar-benar sibuk?” 

“Apa kau merindukanku?” 

“Iya” haishh yeoja ini selalu saja membuat pipiku merah!

“Akhir-akhir ini aku sangat sibuk bahkan aku tidak memiliki waktu untuk bersama Soojung” saat aku mengatakan nama Soojung aku melihat wajah Amber yang seketika berubah, ada apa denganya?

“Ya, kau tidak apa-apa?”

“Hmm tidak apa” 

“Akhir-akhir ini aku sangat khawatir padanya, dia terlihat sangat sedih tetapi dia tidak ingin cerita kepadaku” aku melihat Amber yang hanya diam saja.

“Apa kau tau dia kenapa?” tanyaku pada Amber yang berhenti mengunyah.

“Maaf Jess aku tidak tahu”

“Bagaimana kau bisa tidak tahu? bukankah kau adalah fansnya nomor 1 haishh kau payah sekali!”

“Aku memang fans nya tetapi aku tidak berhak untuk mencampuri urusan pribadinya, haishh nenek sihir”

“Apa kau bilang??!”

“Haha tidak ada aku hanya bilang Jessica cantik” 

“Kau bohong kau tidak berkata seperti itu kau kira aku tuli!”

“Haishh aku benar-benar mengatakan Jessica cantik mengapa kau tidak percaya!”

“Kembalikan ddukbokkiku!” aku ingin merebut ddukbokki dari tanganya.

“Ya! ddukbokki ini juga sekarang menjadi miliku! haishh benar-benar pelit lagi pula aku masih lapar!” 

“Kembalikan ddubokkiku!” saat aku ingin merebut ddukbokki itu tiba-tiba ddukbokki itu jatuh mengenai kemeja putih Amber.

“Oh God!” aku terkejut saat ddukbokki itu jatuh di kemeja Amber dan Amber terlihat terkejut.

“Amber, Amber maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja aku benar-benar minta maaf” aku segera mengambil sapu tangan miliku dan membersihkan kemejanya yang terkena noda, aku benar-benar panik aku takut Amber marah terhadapku, saat aku membersihkan kemeja nya tiba-tiba aku merasakan hangat dari sentuhan tanganya.

“Sudah tidak apa Jess biar aku bersihkan sendiri” senyumnya kepadaku.

“Tapi..”

“Tidak ada kata tapi, lagi pula aku yang salah bukan dirimu” Amber mengambil sapu tangan dari tanganku dan membersihkan kemejanya.

“Maafkan aku Amber” aku benar-benar menyesal.

“Hei ini tidak apa Jess kau tidak perlu khawatir lagu pula aku bisa mencucinya” senyum nya selalu membuat ku tenang dan menjadi lebih baik dan aku membalas dengan mengangguk.

Kemudian aku menoleh ke arah Amber yang sedang membuka kancing bajunya “Ya apa yang kau lakukan!!” teriaku padanya yang sedang melepas kancing kedua.

“Aku? aku ingin melepas kemeja ini, kenapa?” wajah polos Amber.

“Apa kau gila? kau ingin membuka baju di tempat umum seperti ini!” aku menutup mataku dengan kedua tanganku walaupun aku masih mengintip-intip.

“Haishh aku masih waras Jessica Jung mana mungkin aku melapas baju di tempat umum seperti ini”

“Lalu mengapa kau membuka kancing bajumu!”

“Haihh yeoja ini, aku berani melepas karena aku memakai baju lapis, lihat ini”

“Ya!!” lalu Amber membuka kemejanya dan alhasil memang benar Amber memakai baju dalam berwarna hitam yang membuat dia terlihat Tampan…..

“See?”

“Huffh” aku menarik nafas.

“Ada apa? kau pikir aku akan telanjang? atau jangan jangan kau tidak rela badanku yang sexy ini dilihat banyak orang?” haishh dia menggodaku dengan mata yang curiga.

“Kau benar-benar gila!” aku meninggalkan nya.

“Ya Jessica Jung kau ingin kemana!” Amber segera merapikan tasnya dan berjalan menuju Jessica.

“Haishh mengapa jalanmu cepat sekali, apa kau ini dulu mantan pelari?” aku menatapnya dengan death glare.

“Aku becanda, kau ingin kemana? apa kau akan kembali berkerja?” sebenarnya aku tidak tahu ingin kemana, lagipula aku sudah tidak lagi memiliki pekerjaan,

“Aku tidak tahu, aku ingin jalan saja” dan Amber hanya mengangguk.

Aku melihat Amber yang mengikuti dari belakang “Ya mengapa kau mengikutiku!”

“Aku tidak tahu harus apa jadi aku hanya mengikutimu” Dorky smile

“Apa kau tidak memiliki pekerjaan?” tanyaku padanya dan dia hanya menggelengkan kepalanya.

“Kau yakin?”

“Iya, aku sedang malas berkerja aku sedang ingin menikmati suasana yang baru” haishh ada apa dengan dirinya.

“Kau sendiri?”

“Aku juga tidak memiliki pekerjaan” Amber kembali mengangguk.

“Bagaimana kalau kita ke kebun binatang?!!” tanyaku heran.

“Iya kebun binatang, aku ingin sekali kesana ayolah aku yang traktir” 

“Hmm baiklah”

“Kita naik bus saja, aku ingin menikmati kota seoul” 

Akhirnya kami berjalan berdua menuju halte bus, saat naik bus tumben sekali isinya sangat padat mungkin mereka semua ingin berkreasi ke kebun binatang. Aku dan Amber berdiri di dalam bus dan sial mengapa bus ini berjalan dengan mengerem terus?! apakah supir ini baru belajar mobil, aku hampir saja terjatuh.

“Kau pegang lenganku”

“Apa?” aku melihat Amber yang menyuruhku memegang lenganya.

“Nanti kau bisa jatuh lagi” aku mengigit bibir bawahku dan perlahan memegang lengan kanan nya.

Dan saat bus berhenti banyak sekali mahasiswa yang masuk ke dalam bus yang membuatku hampir jatuh karena terdorong mereka.

“Hei dude perhatikan langkahmu!” aku melihat Amber yang marah terhadap salah satu orang yang mendorongku dan secara spontan Amber memegang bahuku dan mendekatkan pada dirinya.

Aku hanya menatap Amber yang matanya lurus kedepan, jaraku dan Amber benar-benar dekat bahkan aku bisa mersakan hangat tubuhnya dan baunya  yang khas, aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Aku benar-benar tidak tahan dengan posisi seperti ini rasanya dadaku ingin meledak!!

Setelah 35 menit perjalanan akhirnya kami sampai di Seoul Zoo, “akhirnya kita sampai!” ucap Amber, ini pertama kalinya aku masuk ke dalam kebun binatang.

“Ayo masuk” aku masih berdiri melihat kebun binatang ini.

“Hei mengapa kau diam saja?” 

“Apakah kebun binatang ini aman?” tanyaku khawatir.

“Haha tentu saja, apa kau sebelumnya tidak pernah ke kebun binatang?” aku hanya menggelangkan kepala.

“Kuno sekali kau, ini tidak apa-apa tidak akan ada yang mengigitmu nona Jung, ayo” 

“Baiklah” aku melangkah masuk bersama Amber, saat melangkah masuk aku sudah di sambut dengan beberapa hewan yang lucu-lucu.

“Waah binatang itu tinggi sekali lehernya” aku kagum melihatnya dan sangat lucu.

“Itu jerapah, apa kau tidak pernah melihat jerapah?” aku hanya menggelangkan kepala.

“Boleh kah aku menyentuhnya?” 

“Kau tidak bisa” mendengar Amber berkata seperti itu aku menjadi sedih.

“Tapi kau bisa memberinya makan” 

“Benarkah!” senyum ku pada Amber.

“Tentu saja, ayo kita beli makanan untuk jerapah-jerapah itu”

Setelah membeli beberapa sayuran aku sedikit takut untuk memberi mereka makan “Mengapa tidak kau beri makananya? tadi kau sangat bersemangat sekali”

“Ehhm aku sedikit takut” 

“Ayo sini aku temani” Amber kemudia memberi makan jerapah jerapah yang lucu ini.

“Kau jangan takut, ayo sini mereka sangat lucu” aku melangkah mendekati Amber dan kawanan jerapah yang lucu.

“Ayo berikan mereka makanan” lalu aku memberi mereka makanan.

“Waah! mereka memakan nya Am!! lucu sekali” aku benar-benar sangat senang.

Setelah memberi makanan jerapah aku dan Amber kembali berjalan melihat binatang-binatang yang lucu tetapi langkahku terhenti saat melihat binatang yang mirip dengan Amber ahaha.

“Amber tunggu!”

“Ada apa?”

“Binatang itu mirip denganmu hahahha” 

“Haihh bagaimana bisa aku mirip dengan llama!”

“Haha coba kau berdiri di sampingnya, kau benar-benar mirip haha Amber llama”

“Sudah cukup ayo kita lihat yang lain”

“Baik llama” senyumku pada Amber yang terlihat kesar karena aku goda hehe.

Setelah berjalan-jalan melihat binatang-binatang yang lucu tidak terasa waktu sudah malam tapi aku sangat bahagia “Terima kasih Am” 

“Untuk apa?”

“Karena hari ini aku sangat senang”

“Aku juga harus berterima kasih kepadamu karena hari ini aku bisa bersenang-senang denganmu Jess” aku dan Amber saling tersenyum satu sama lain, kami berjalan menelusuri jalan menuju halte.

“Ehmm Jess”

“Yaa?”

“Ehmm maukah kau menemaniku minum?” aku terkejut saat mendengar permintaanya.

“Hanya satu atau dua gelas saja, aku berjanji dan lagi pula ini belum terlalu malam” aku melihatnya curiga.

“Baiklah tapi jangan sampai mabuk! kau mengerti llama”

“Ayayay capten!” aku dan Amber menuju kedai yang tidak terlalu jauh dari sisi jalan kami.

“Ahjumma aku pesan dua botol soju” 

“Yah Amber! mengapa banyak sekali! aku tidak minum”

“Hanya sedikit saja Jess aku benar-benar lelah” ada apa sebenarnya dengan Amber?

“Terima kasih Ahujmma” Amber mulai menuang segelas Soju dan meminumnya.

“Agghh luar biasa!!” Amber kembali menuangnya lagi.

“Am, minumlah dengan pelan-pelan nanti kau cepat mabuk” tetapi Amber tidak mendengarkanku.

Sudah 4 gelas Amber teguk “Amber! ada apa dengan dirimu?!” Amber menatapku dengan gelas di tanganya.

“Aku hanya ingin melupakan sesuatu Jess” aku melihat kesedihan dimatanya.

Amber kembali meminum sojunya, aku benar-benar tidak ingin melihat Amber seperti ini! “Amber hentikan! jika kau memiliki masalah kau bisa cerita! bukan begini caranya!” berteriak ke arah Amber tapi dia tidak mendengarkan ku dia malah meminum soju hingga wajahnya memerah.

“Amber hentikan!” aku mengambil gelas dari tanganya dan dia menatapku, tatapan matanya saat ini sangat sedih matanya memerah.

“Jess, hanya sekali ini saja jangan larang aku” Amber kembali meminum soju, aku hanya melihatnya dengan sedih ada apa denganmu Am! tubuhnya sudah mulai lemas.

“Am hentikan! kau sudah minum terlalu banyak!” kali ini aku mengambil botol soju agar dia berhenti minum.

“Berikan botol itu kepadaku Jess” pintanya kepadaku dengan suara pelan.

“Tidak Am, aku akan membawamu pulang!” aku berjalan ke arah Amber tetapi Amber malah menepis tanganku.

“Ahjumma, berikan aku dua botol lagi!” teriak Amber.

“Amber!! apa kau sudah gila!”

“Ya aku gila! lalu kenapa!” teriak Amber, dia benar-benar sudah mabuk.

Author pov

“Amber aku mohon jika kau memiliki masalah kau bisa cerita kepadaku, aku akan membantumu” Amber kemudia menatapku.

“Masalahku? huh bagaimana kalau saat ini masalahku adalah mengenai adikmu?” suara Amber terdengar serak.

“Apa?” Jessica terkejut saat mendengarnya.

“Krystal, Jung Soojung membuatku seperti orang gila! aku benar-benar mencintainya!” Amber meneteskan airmata di hadapan Jessica.

“Apakah aku tidak pantas untuk mencintanya?!!” Amber menatap Jessica dengan tangis di pipinya.

“Tapi mengapa dia tidak mersakan hal yang sama seperti diriku kepadanya?! apa aku terlalu hina untunknya!!” teriak Amber dengan menangis, bibir Jessica mulai bergetar dan mengedipkan matanya beberapa kali.

“Jawab aku Jessica!!”

Amber terjatuh berlutut di depan Jessica yang kali ini tidak bisa menahan airmatanya.

“Jung Soojung!” Amber menangis dengan kepala tertunduk dan berlutut.

Jessica merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan Amber, Jessica menyentuh pipi Amber dan menghapus airmatanya “Kau tidak salah Am, kau pantas untuk mencintai seseorang” Amber menatap Jessica dengan terisak-isak.

Jessica kemudian memeluk tubuh Amber yang lemas, Jessica memeluk Amber sangat erat benar-benar erat “Aku akan membantu mu Am”

“Aku akan membantumu melupakan Soojung dan membuatmu tersenyum kembali”

NEXT DAY

Tubuhnya sangat lemas dan tidak berdaya, wajahnya terlihat lelah dan matanya memancarkan kesedihan di wajah cerianya. Ini untuk pertama kalinya aku melihatnya menderita seperti ini, aku tidak menyangka selama ini dia menyukai adiku. Mengapa kau menyakitinya Soojung? dia benar-benar mencintaimu, tetapi aku disini aku membuatnya kembali tersenyum.

Aku membelai rambut hitamnya yang sedikit berantakan saat ini dia sedang tertidur pulas di kamarnya, iya kamar Amber yang begitu banyak terpajang foto Soojung di setiap sisi kamarnya, benar-benar membuatku iri.

“Chup” aku mendaratkan sebuah ciuman di keningnya dan aku segera bangkit dari tempat tidurnya…

11.10 AM

“Erhhh” Amber mulai mengerang dan perlahan iya membuka selimutnya dan kedua matanya yang begitu berat “Arggh!” Amber memijat kepalanya yang terasa sakit, Amber duduk di sisi tempat tidurnya dan menatap jendela kamarnya yang bersinar terang “Haishh jam berapa ini?” Amber melihat jam nya dan “Oh shit!! jam 11 siang! yang benar saja!!” 

Amber bergegas bangun dan terlihat panik karena dia sudah terlambat berkerja tapi sebelum dia masuk ke dalam kamar mandi iya melihat sebuah kertas tertempel di lemarinya “Apa itu?” Amber mendekat dan terdapat tulisan.

Untuk : Amber llama bodoh

Apa sekarang kau sudah bangun? hmm biar ku tebak pasti sekarang rambutmu berantakan dan tambah terlihat seperti llama hahaha Haishh wanita ini sempat sekali mengataiku!

Kau pasti saat ini sedang terburu-buru untuk berangkat kerja? tenang saja, aku telah memberi izin ke tempat kerjamu karena kau sakit, aku harap kau berisitirahat karena kau semalam benar-benar mabuk berat dan aku telah menyiapkan bubur untukmu, bila buburnya dingin kau hangatkan saja…

bye bye llama

Dari : Jessica Jung

“Huff terima kasih Jessica” senyum Amber, dan tiba-tiba iya teringat bahwa kemarin sehabis jalan-jalan dengan Jessica iya mabuk berat “Saat aku mabuk, aku mengatakan yang aneh-aneh tidak ya?” pikir Amber dengan menggaruk kepalanya.

“Tapi terima kasih Jess, aku merasa jauh lebih baik” senyum Amber dan menyimpat surat itu di dalam lacinya.

Setelah mandi Amber memakan bubur yang telah di siapkan oleh Jessica dengan menonton televisi, saat menonton televisi Amber melihat promisi yang dilakukan SM untuk konsernya untuk beberapa detik Amber berhenti memakan buburnya tetapi iya kembali melanjutkan nya.

“Kriing kriing” suara ponsel Amber berdering.

“Oh Min?” Amber lalu mengangkatnya “Yo whats up Min!”

“Ya llama kau dimana? apa kau masih sakit?”

“Aku ada di rumah sedang menikmati bubur, tenang saja sakitku tidak parah”

“Baguslah, aku punya kabar bahagia untukmu!”

“Kabar apa??”

“Besok akan kuberitahu! bye bye llama!”

“Haish apa apaan wanita ini tidak jelas sekali!” Amber kembali melanjutkan makannya.

Dan “Kriing Krinng” ponselnya kembali berdering dan melihat Jessica yang menelfonya.

“Hi Jess!”

“Bagaimana keadaanmu? apa kamu masih pusing?”

“Aku baik-baik saja oh iya terima kasih kau telah mengizinkan hari kerja ku hehe”

“Kau benar-benar merepotkan!”

“Hehe maaf dan aku juga terima kasih atas bubur buatanmu ini, tetapi sayang rasanya sedikit aneh” 

“Apa kau bilang??!”

“Haha aku becanda, rasanya benar-benar enak! lihat saja mangkukny sampai bersih!” senyum Amber mengangkat mangkok buburnya.

“Goog boy! kalau begitu istirahatlah bye Am”

“Bye Jess” aku mematikan saluran ponselnya dan kembali berisitiraht.

NEXT DAY

“Selamat pagi!!” Amber menyambut teman-temanya dengan senyuman.

“Waah Am, aku kira kau masih berisitirahat” kejut Key

“Aku ini kuat jadi tenang saja” pukul 9 pagi toko roti La bone Tart telah di buka dan seperti biasa Amber selalu melayani tamu-tamu dengan ramah dan sopan.

“Hi handsome girl! dari mana saja kau kenapa kau tidak berkerja apa kau sedang sakit?” tanya yeoja cantik berambut blonde.

“Ah aku hanya pusing saja tidak sakit berat, kau ingin pesan?”

“Seperti biasa” Amber kemudian melayani pelanggannya.

Jam 12 siang

“Amber!!” teriak Min kepada Amber yang baru saja duduk ingin menikmati makan siangnya.

Ailee, Min dan Eric menghampiri Amber “Haiishh mengapa kalian mengejutkan ku! aku hampir saja terkena serangan jantung!” mereka bertiga tersenyum.

“Ya Amber kau tidak lupa kan akan memberimu kejutan!” Amber menatap Min dan menepuk dahinya “Oh iya! apa? kejutan apa?”

“Apa dia harus kita beritahu?” tanya Eric.

“Haha tentu saja” tawa Min.

 “Biar kutebak, pasti kali ini dia akan benar-benar terkena serangan jantung haha” mereka tertawa saat mendengar lelucon Ailee.

“Haiissh sudah sudah jangan banyak becanda, ada apa dengan kalian?” 

Min menyembunyikan sesuatu di balik tanganya “Pejamkan matamu” perintah Ailee.

“Hmm baiklah!” lalu Amber memejamkan matanya.

Dan Min sudah menyiapkan kejutaan yang akan di berikan oleh Amber “Saat kami hitung sampai tiga baru kau buka mata” perintah Eric dan Amber mengangguk.

“1” Eric

“2” Ailee

“3!” Min

“Tadaaa!!” teriak mereka bertiga, Amber benar-benar speechless saat melihatnya.

“Woaaahh!” Amber tersenyum.

“Bagaimana kau suka?” tanya Ailee dan Amber hanya mengangguk masih menatap tiket di tangan Min.

“Kami susah sekali mendapatkan tiket VIP ini!” 

“Tiket VIP?!!! bagaimana bisa?!! itu kan mahal sekali!” teriak Amber tidak percaya.

“Haish mengapa kau berlebihan sekali, ini  adalah hadiah dari kami bertiga karena kau terlalu baik kepada kami, kami bingung harus membalas kebaikanmu seperti apa jadi untuk sementara kami balas dengan tiket VIP ini” ujar Ailee.

“Dan lagi pula kau suka f(x) kan? aku dengar dari teman ku bahwa f(x) akan tampil di dekat panggung VIP jadi kau bisa melihat mereka dengan puas dude!” rangku Eric kepada Amber, tetapi mendengar perkataan Eric Amber teringat f(x) terutama Krystal.

“Yah Amber mengapa kau diam saja?” 

“Oh tidak apa” senyum Amber.

“Apa ku tidak suka?” tanya khawatir Min.

“Haishh tentu saja aku suka! berikan tiketnya!” Amber segera mengambil tiket dari tangan Min, mau tidak mau dia harus menonton konser SM, lagi pula ini adalah tiket VIP selama ini Amber selalu menonton dengan tiket yang murah hehe.

“Cepat ganti bajumu! konser akan mulai pukul 5 sore!” 

“Oh baiklah!” Amber segera mengganti seragam kerjanya dengan baju casual berwarna hitam dan berlampis kemeja flanel berwarna merah hitam, lalu Amber memakai topi bertuliskan LA miliknya dan memakai sepatu air jordan merah dengan memakai jeans hitam.

Sebelum pergi Amber memeluk sahabat-sahabatnya “Guys terima kasih” peluk Amber.

“Sama sama Am, pergi sana kau bisa telat!” 

“Baik bye semua!” Amber segera berlari ke arah belakang tokonya untuk mengambil sepeda hitam miliknya, Amber memakai tas ransel dan mulai menggoes sepedanya dengan cepat, setelah 20 menit bersepeda kini Amber telah sampai di Seoul World Cup Stadium.

“Oaahh seperti biasa sangat ramai!” Amber menaruh sepedanya dan berlari menuju stadium, tapi sebelum masuk Amber melihat lihat merchandies f(x) “Mengapa harganya mahal-mahal sekali?” untung saja Amber selalu siap membawa lightstick f(x).

“Haishh” Amber menggaruk-garuk kepalanya lalu dia melihat kipas dengan 4 member f(x) “Aku harus beli!” yap Amber memaksakan diri untuk membelinya.

Tidak lama kemudia Amber masuk kedalam dan duduk di seat yang sudah di tentukan “Baru kali ini aku mersakan duduk di VIP guys terima kasih ingin rasanya aku memeluk kalian lagi!” tempat duduk Amber terletak paling depan dan di tengah tengah panggung, Amber segera mengeluarkan lightsticknya dan menunggu konser akan di mulai.

Setelah 35 menit menunggu acara di mulai teriakan mulai bergemuru keras tapi sayang bukan f(x) yang tampil, tapi ntah kenapa kali ini dia tidak seantusias dulu sebelum iya mengenal dekat Krystal, kali ini dia menonton untuk melihat 4 member f(x) bukan hanya Krystal! yap Krystal adalah satu satunya di hati Amber walaupun f(x) ada 4 tapi dia hanya ingin melihat Krystal.

Tapi kali ini Amber tidak terlalu antusias dan tiba-tiba Amber melihat ada 4 orang yang berdiri di depan panggungnya tapi tidak dapat terlihat karena lampunya masih mati dan tiba tiba!”

“f(x)!!!!!!!!!” teriak semua orang saat lampu di panggung depan hidup dan Amber terkejut karena mereka sangat dekat!

“OH.MY.GOD KRYSTAL!!!!!!!!!!” teriak Amber melihat Krystal.

“AY AY ITS A RED LIGHT LIGHT!!” teriak Amber sekuat tenaga.

Tapi saat iya melihat Krystal iya kembali teringat luka hatinya dan Amber kembali diam “Haishh aku disini untuk bersenang-senang aku tidak ingin sedih!” hibur hatinya.

“Victoria!!!!!!! kau terlihat cantik!!” teriak Amber.

“Lunaa I love u!!!”

“Sulli!!! i’m yours!!!!” Amber kembali bersemangat tapi kali ini dia tidak meneriaki nama Krystal.

“Ya kau” Amber merasakan orang di sampingnya menggoyangkan tubuhnya.

“Ada apa?” 

“Sebenarnya siapa yang kau suka diantara mereka ber4? awal tadi kau berteriak nama Krystal dengan keras seperti orang gila tapi sekarang kau tidak lagi meneriaki namanya?” Amber menatap jengkel yeoja yang disampingnya.

“Aku tidak akan lagi meneriaki nama Krystal” jawab Amber dengan jengkel.

“Kenapa?”

“Karena dia telah menyakiti hatiku dan aku membencinya! sangat membencinya” jawab Amber menatap yeoja asing di sampingnya yang terlihat mengidolakan Shinee.

“Apa kau akan menjadi haters Krystal? aku tidak membenci f(x) aku hanya membenci yeoja sombong itu!” Amber menatap yeoja itu dengan aneh.

“Aku akan menjadi hatersnya” jawab Amber tanpa melihat yeoja itu.

“Baguslah, kau bisa bergabung di komunitas kami! aku bersyukur kalau wanita murahan yang sombong itu sekarang memiliki banyak haters” saat mendengar perkataan yeoja di sampingnya Amber terlihat marah.

“Apa kau bilang murahan?!!” nada tinggi Amber.

“Iya murahan dan dia sok jual mahal bila di dekat namja padahal di belakangnya semua namja di dekatinya dan tiba-tiba dia pacaran dengan Taemin oppa!”

“YA KAU!!” teriak Amber dengan berdiri.

“Jaga bicaramu!! Princessku tidak murahan dan tidak seburuk yang kau pikirkan!!! kalau kau iri dengan nya kau bilang saja dasar gila!!” teriak Amber yang marah yang membuat Amber menjadi pusat perhatian,

“Ya! kau yang gila!! kau bilang kau membencinya kenapa kau membelanya dan lagi pula ini benar-benar kenyataan!” teriak yeoja asing.

“Aku membencinya bukan berarti kau bisa menghina nya wanita gila!!” teriak Amber dengan emosi.

“Ya kau!!” yeoja asing itu berdiri dan ingin memukul Amber tapi tiba-tiba petugas keamanan datang menghampiri mereka berdua.

“YA LEPASKAN AKU!! Aku ingin menghajar yeoja aneh yang gila itu!! berani sekali kau menghina Princessku!! kemari kau!!” teriak Amber yang berusaha melepaskan diri dari petugas keamanan.

“Kau yang gila!!” yeoja itu tidak kalah berteriak.

“Jika aku bertemu denganmu akan ku cincang-cincang badanmu dan akan ku lempar ke sungai amazon!!” teriak Amber.

Dan seketika Amber dilarikan ke kantor polisi terdekat karena membuat ulah di konser SM, Amber yang sedang duduk di meja introgasi.

“Mengapa kau bertengkar” tanya polisi.

“Karena dia menghina princessku” jawab Amber kesal.

“Siapa princessmu itu! kau kira kau ini siapa!” teriak polisi dengan menggebrak meja.

Dan Amber mengosok-gosok telingnya “Dia menghina Soojung ku Ahjussi! dia mengatakan Soojungku murahan! tentu saja aku marah!” Amber langsung berdiri dari tempat duduknya,

“Coba ahjussi bayangkan bila istri ahjussi di katakan murahan oleh wanita lain!” polisi itu terlihat sedang berfikir.

“Aku akan marah” jawab polisi itu polos.

“Lihat kau saja akan marah! itulah yang aku rasakan ahjussi!!”

“Tapi kau membuat kericuhan dasar bodoh!!” Ahjussi itu memukul kepala Amber sebanyak tiga kali “Dasar bodoh”

“AMBER!!” Amber menoleh ke sumber suara.

“Jessica??!!!” Amber terkejut, dan Jessica langsung mendekati Amber dan memegang wajahnya “Apa kau baik-baik saja?” tanya Jessica yang melihat badan Amber memastikan dia baik-baik saja.

“Aku tidak apa-apa Jess” senyum Amber.

“Kenapa kau bisa disini?” tanya Amber yang melihat Krystal khawatir.

“Saat konser tadi aku melihat mu di giring oleh petugas keamanan dan aku mengikutimu hingga sampai disini, aku benar-benar khawatir padamu” Jessica memeluk Amber.

“Aku tidak apa-apa Jess tenang saja” Jessica memeluk Amber dengan erat.

Tapi seketika Amber terdiam dan melihat sosok yeoja yang berdiri tidak jauh dari dirinya.

“Am kau tidak apa-apa?” Jessica melihat Amber yang hanya diam dan seperti menatap sesuatu dan Jessica mengikuti arah bola mata Amber.

Betapa terkejutnya Jessica saat melihat yeoja yang berdiri tidak jauh dari Jessica dan Amber

“Soojungie” 

 

 

Perhaps Love 9

Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam, tetapi kegiatan Krystal belum selesai dan masih banyak sesi lagi yang akan iya kerjakan “Baiklah kita break dulu!” 

Krystal melangkah ke arah kursinya dan mengambil ponsel 

4 message

2 missed calls

“Unnie, Taemin oppa, Luna unnie dan Vic unnie” satu persatu pesan singkat itu di baca oleh Krystal dan membalasnya dan dua telfon tak terjawab dari kakaknya yaitu Jessica.

“Soojung apa kau sudah makan?” tanya manager oppa.

“Belum” jawab Krystal malas.

“Kalau begitu kau akan kubelikan makanan karena aku tidak tahu kalau breaknya tidak sesuai jadwal, kau tunggu sebentar okay” Krysatl berlari ke arah managernya.

“Oppa tunggu!” 

“Ada apa?”

“Bisakah aku membelinya sendiri? aku terlalu bosan makan di lokasi ini” mohon Krystal kepada managernya.

“Tapi…”

“Please oppa, aku bisa mati kebosanan bila disini terus” wajah sedih Krystal membuat managernya menjadi luluh.

“Hmmh baiklah tapi aku harus ikut denganmu, okay?”

“Baiklah!” senyum Krystal.

Setelaj 10 menit akhirnya mereka sampai di tempat tujuan Krystal.

“Soojung” Managernya melihat toko tersebut.

“Ya?”

“Sepertinya toko itu sudah tutup dan lihat pengunjungnya saja sudah tidak ada” managernya melihat toko tersebut sudah sepi dan tutup, wajah Krystal terlihat kecewa.

“Bagaimana kalau kau makan di tempat lain saja” usul manager.

“Tidak! aku ingin makan di tempat ini” 

“Tapi toko itu sudah mau tutup Soojung” bujuk manager.

“Akan kubuka toko itu kembali! kau tunggu disini saja oppa” managernya hanya menggelangkan kepala melihat tingkah keras kepala dari Krystal.

Krystal melangkah ke arah la bone tart yang sangat sepi, Krystal melihat sekitarnya dan melihat tanda Close di depan pintu , tanpa pikir panjang Krystal memasuki toko itu tanpa menghiraukan tanda tutup. Krystal melangkah masuk la bone tart yang sudah sepi ini bahkan bangku bangku sudah di rapihkan dan Krystal tidak melihat satupun cake yang ada di meja.

Krystal kembali melihat sekeliling “Kemana orang-orang?” Krystal kembali berjalan mengelilingi la bone tart dan ketika Krystal berjalan langaknya melambat saat mendengar suara dari dalam “Suara apa itu?” Krystal menengok ke arah sumber suara yang terdengar dari arah dapur.

Krystal melangkah pelan menuju dapur dan suara itu lama kelamaan terdengar jelas “All Night All Night neoui saegkkallo nareul saegchilhaejwo” Krystal menaikan alisnya dan membuka telinganya karena tertutup dengan rambut, Krystal kembali berjalan dan masuk ke dalam dapur.

“All Night All Night neoui saegkkallo nareul saegchilhaejwo All Night All Night I sesange hanabakke eobke” Krystal menahan tawanya dengan membungkam mulutnya dengan tangan mungilnya.

“Ssuk ne soni bulssuk neoui du bari jugeumssik ne mami deuleowa naui sigane” perut Krystal benar-benar sakit menahan tawa saat melihat yeoja yang sedang menari nari lagu band miliknya dengan menggunakan kayu pel yang iya gunakan sebagai mic dan berputar-putar mengikuti irama lagu.

“AGGHHHHH!!!” Amber baru tersadar bahwa dari tadi Krystal memperhatikan nya.

“Ya!! sedang apa kau disini!!” teriak Amber dengan mengayunkan kayu pel miliknya karena terkejut.

“Hishh kenapa kau harus berteriak! dasar stupid” ketus Krystal kepada Amber dengan melipat kedua tangan di dadanya.

“Tentu saja aku berteriak karena aku sangat terkejut! kau, kau mengapa tiba-tiba ada disini? apa kau tidak lihat bahwa toko ini sudah tutup! haishh apa jangan-jangan kau diam-diam ingin mencuri!” Amber menyipitkan matanya.

“Brukk!” Krystal melempar panci kecil ke arah Amber.

“Ya kau!! kenapa melempar ku! haishh wanita ini” keluh Amber.

“Karena kau sudah menuduhku ingin mencuri toko mu ini! apa kau sudah gila? seharusnya kau berterima kasih kepadaku karena aku yang masuk kedalam toko mu ini bukan orang lain! kalau saja orang lain mungkin toko ini benar-benar akan dicuri dan kau akan dibunuh!” Krystal mengarahkan tangan kanannya ke arah lehernya saat mengatakan dibunuh ke arah Amber yang membuat Amber sedikit takut mendengar kata-kata Krystal.

“Lalu, lalu untuk apa kau ke sini?” tanya Amber dengan menurunkan kayu pel miliknya.

“Untuk makan” 

“Kau tidak lihat bahwa kami sudah tutup dan lagi pula cake nya sudah pada habis” Amber menunjuk meja tempat roti.

“Kalau sudah habis berarti harus membuatnya lagi” 

“Apa??” mata Amber membulat.

“Apa kau tidak dengar? kau harus membuat roti lagi stupid” Krystal kembali melipat kedua tangan didadanya.

“Tak bisakah kau mencari toko lain, di toko depan halte bus itu masih buka dan sangat ramai”

“Aku  ingin roti buatan toko ini! jika kau tidak membuatkan nya untuku maka kau akan ku laporkan kepada atasan mu!” ancam Krystal.

“Ya! mengapa kau sekarang mengancamku?? haishh wanita ini benar-benar” Amber menggaruk kepalanya dan Krystal tersenyum puas.

“Ayo cepat bikin rotinya aku benar-benar lapar stupid” suruh Krystal.

“Ya” jawab singkat Amber yang membuat Krystal tersenyum puas.

Amber berjalan ke lemari untuk mengambil beberapa keperluan untuk membuat roti untung saja Amber pandai dalam membuat segala macam roti selagi Amber sedang mempersiapkan beberapa bahan Krystal memperhatiakan Amber yang sedang sibuk membuat adonan roti “Kau ingin roti rasa apa?” tanya Amber tanpa melihat Krystal.

“Ehm apa saja tapi sepertinya malam ini aku ingin makan roti isi coklat keju”

“Baiklah” senyum Amber.

Krystal mendekat ke arah Amber yang sedang sibuk di mejanya dengan mempersiapkan beberapa bahan seperti tepung terigu,baking powder, gula pasir, susu bubuk, telur, air es, margarin dan garam. Krystal memperhatikan Amber cara membuat roti dengan menarik bangku kecil lalu duduk di depan meja Amber berkerja.

“Apa kau yakin bisa membuat roti?” 

“Tentu saja!” jawab percaya diri Amber lalu Krystal menyipitkan matanya “Lalu kenapa kau menjadi pelayan bukan seorang pembuat roti?”

“Itu karena aku memiliki daya tarik itu sebabnya aku tidak di taruh di dapur” Krystal memasang wajah jengkel saat Amber berkata seperti itu.

“Princess”

“Hmm” jawab Krystal dengan masih menatap adonan di depan matanya.

“Apa kau bisa membantuku?” tanya Amber kepada Krystal yang duduk di depan mejanya.

“Membantumu?” tanya Krystal menatap Amber.

“Iya membantuku, kau hanya perlu mencampurkan tepung terigu, baking powder, gula dan susu bubuk ini hingga menjadi rata” Krystal menarik nafas lalu berdiri ke arah samping Amber.

“Ini campurkan hingga rata”

“Ya” jawab Krystal malas dan Amber tersenyum melihatnya.

Krystal mulai meratakan seluruh adonan hingga tanganya menjadi kotor, Amber sesekali menatap Krystal “Kau sepertinya memiliki bakat dalam membuat roti” tanya Amber dengan senyum.

“Waktu kecil aku sering membuat roti bersama unnia dan ibuku tetapi semenjak aku sibuk dan unnie sibuk kami tidak pernah membuat roti lagi” jawab Krystal yang masih fokus terhadap adonan nya.

“Ohh aku juga dulu sering membuat roti bersama orang tua angkatku itu sebabnya aku bisa membuat roti”

“Orang tua angkatmu?” tatap Krystal ke Amber.

“Iya, orang tua angkatku yang mengurusku dan Jackie hingga aku berumur 20 tahun setidaknya mereka sangat menyangiku dibanding kedua orang tuaku yang meninggalkan ku dan Jackie di panti asuhan” Amber menghela nafas panjang.

“Tapi sayang kini orang tua angkatku meninggalkan diriku dan Jackie untuk selamanya”

Krystal bisa melihat kesedihan di mata Amber, Krystal ingin sekali memeluk Amber tetapi iya tidak memiliki keberanian “Maafkan aku karena kau bertanya hal seperti ini kepadamu Am” 

“Tidak apa princess, lagi pula ini semua ada hikmahnya. Dengan begini aku bisa mengenal Krystal Jung the sexy girl in Asian!” 

“Yah kau!!” Krystal mengepalkan tanganya kepada Amber.

“Haha aku becanda, tetapi aku serius aku harus berterima kasih kepada orang tua angkatku karena membawa ku Korea dan bisa mengenal dirimu dan apalagi saat ini kau berada di sampingku sedang membuat roti bersama” Amber kembali menghela nafas dan menatap ke langit atas untuk mengambil nafasnya.

“Sampai detik ini aku tidak percaya bahwa aku bisa dekat denganmu atau bahkan bisa berbicara langsung dengan yeoja yang selama ini selaluku impikan yang selalu aku ingin tahui beritanya yang selalu ingin aku ketahui tentang kegiatan nya dan kenyataan nya sekarang dia berada di sampingku! aku benar-benar beruntung” senyum lebar Amber dengan menaruh kedua tanganya di pinggang kanan dan kirinya.

“Ya stupid”

“Hmm” Amber masih tersenyum dengan mata terpejam dan tiba tiba “Byurrrr” 

“Hahahahaha” Krystal tertawa melihat wajah Amber yang di penuhi dengan tepung dan Amber masih berdiri dengan mata terpejam.

“Hahahahahahaaha” Krystal tertawa hingga mengeluarkan airmata.

Dan Amber membersihkan tepung yang berada di daerah matanya “Ya Jung Soojung!! kau benar-benar!”

“Kau tidak bisa diam jadi aku siram saja kau dengan tepung lagi pula kau lucu stupid hahaha” Krystal tertawa dengan memegang perutnya.

“Kemari kau Soojung!!”

“Wow wow wow” Krystal mulai berlari untuk menghindari Amber yang berlumuran tepung putih.

“Haha tangkap saja kalau bisa stupid!” Krystal menjulurkan lidahnya untuk menggoda Amber.

“Haishh kalau kau ketangakap awas saja!” Krystal masih tertawa melihat Amber yang masih mengejar-ngejar Krystal dan sesekali Amber terpeleset karena tepung yang licin.

Sebenarnya Krystal melakukan ini terhadap Amber karena iya takut Amber akan melihat wajah merahnya karena kata-kata dari Amber itu sebabnya Krystal menyiram tepung di wajah Amber, tetapu di sisi lain Amber merasa senang karena Krystal dapat tertawa dengan lepas sekalipun Amber harus mandi tepung.

Setelah 10 menit berlalu akhirnya roti keju coklat jadi “TING!” suara oven berbunyi dan Amber lekas membuka oven dan mengambil roti buatan Krystal dan dirinya, Amber menaruhnya di piring dan membawa susu coklat hangat untuk Krystal yang sedang duduk di atas atap toko roti ini dimana tempat ini adalah tempat fav Amber bila sedang isitirhat karena udara yang dingin.

“Tadaaaa roti nya sudah datang”

“Waah akhirnya” Amber menaruh di samping Krystal yang sedang duduk bersilang “Hmmm baunya sangat lezat!” Krystal mulai mengambil roti hangat dan Amber juga mulai mengambilnya.

“Hmmmmh sangat enak!!” riang Krystal saat mencoba roti buatan mereka berdua.

“Benarkah?” lalu Amber mencoba.

“Enak bukan?” Amber mengangguk dan memberi jempol kepada Krystal.

Amber menatap Krystal yang tepat di sampin yang sedang menikmati roti “Makanlah dengan pelan-pelan princess, kau bisa tersedak”

“Ya servant” jawab Krystal.

“What??”

“Apa? kau tidak suka?” tanya Krystal berhenti mengunyah.

“Tida tidak, aku sangat suka” senyum Amber dengan terpaksa.

“Bagus” Krystal kembali melanjutkan makanya dan Amber menatap langit-langit.

“Jung Soojung”

“Apa?”

“Aku tidak memanggilmu” jawab Amber.

“Ya jelas-jelas tadi kau bilang Jung Soojung? kau ingin mempermainkanku?”

“Tidak, aku hanya melihat bintang terang itu” tunjuk Amber ke arah bintang yang bersinar.

“Dan kuberi nama bintang itu Jung Soojung” Krystal melihat ke arah Amber yang masih menatap langit-langit.

“Kenapa harus Jung Soojung? itu kan namaku”

“Bila suatu saat nanti aku tidak bisa lagi di sisi mu, tidak bisa lagi melindungimu aku masih bisa mengingatmu atau masih bisa memanggil namamu di langit-langit dengan bintang yang paling terang seperti bintang itu” tunjuk Amber dengan senyum.

“Kenapa kau bicara seperti itu? apa kau menginginkan perpisahan!” 

“Princess, aku bisa mengenalmu saja itu sudah cukup aku bisa berbicara bahkan duduk di sampingmu saat ini adalah benar-benar suatu keajaiban untuku” Amber menghela nafas.

“Aku hanya takut untuk kehilanganmu aku hanya takut untuk tidak bisa lagi berbicara kepadamu atau bertemu denganmu seperti ini, aku takut kita tidak bisa selamanya seperti ini” tatap Amber kepada Krystal.

“Hentikan Amber, aku tidak ingin mendengar kata katamu lagi! saat ini waktu ini detik ini aku bersamamu”

“Tapi kita tidak tahu bagaimana hari esok bagaimana minggu depan atau bahkan setahun kemudian”

Krystal terlihat kesal dan memutuskan berdiri “Aku ingin pulang terima kasih untuk rotimu” 

Amber bangkit dari duduknya dan meraih tangan Krystal “YA!!” teriak Krystal.

“Lepaskan Am!” Amber masih memegang kuat lengan Krystal.

“Amber!!”

“Kau tidak tahu rasanya saat kau bersama orang lain, kau tidak tahu rasanya hati ini saat kau bergandengan tangan dengan orang lain! kau tidak tahu bagaimana hancurnya hatiku saat aku melihatmu bersama Taemin!” mata Amber mulai berkaca-kaca.

“Aku, aku benar-benar gila dibuat olehmu! semakin dalam aku mengenalmu semakin dalam rasa sayang ini kepadamu!” Amber menarik dalam nafasnya.

“Aku yeoja gila yang berani menyukai yeoja sepertimu, yeoja yang tidak pantas untuk mencintai orang seperti mu dan hanya bisa bermimpi, tapi bisakah mimpiku berakhir dengan indah? atau kah aku saat ini hanya bermimpi bisa berbicara denganmu, menggengam tanganmu dan becanda dengamu? kalau ini benar-benar mimpi biarkan saja aku hidup dalam mimpi agar aku bisa selalu seperti ini denganmu” Amber mulai meneteskan airmatanya.

“Aku menyukaimu Jung Soojung” 

“Aku mencintaimu” Krystal dan Amber bertatapan mata.

Tetapi Krystal memutuskan tatapan nya dengan Amber “Maaf Amber”

“Aku tidak bisa” suara Krystal terdengar serak.

“Aku” Krystal menarik nafasnya dan tidak menatap Amber.

“Aku hanya menganggapmu sebagai teman dan tidak lebih” Amber meneteskan airmatanya dan perlahan genggaman tanganya melemah hingga tangan Krystal terpelas dari tanganya.

Krystal tidak melihat wajah Amber “Maafkan aku Amber” 

“Jung Soojung” Amber tersenyum dalam tangisnya.

“Aku menerima keputusan hatimu, aku harap kau bisa berjalan lama dengan Taemin” Amber melangkah pergi meninggalkan Krystal yang berdiri kaku. tidak lama Amber pergi, lutut Krystal menjadi gemetar tidak dapat menopang badanya hingga iya jatuh berlutut dan airmata yang iya pendam mengalir deras.

Krystal menangis dengan meluapkan seluruh emosinya “Maafkan aku Am, maafkan aku” Krystal menangis dengan terisak-isak hingga iya sulit untuk bernafas.

“Aku menyukaimu Am, aku menyukaimu tetapi aku tidak bisa aku benar-benar tidak bisa, maafkan aku”

 

 

So bagaiamana kelanjutanya : Jessica yang berani menyukai Amber

                                                 Amber yang ternyata lebih menaruh rasa ke Krystal (tapi gak tau ya kedepan nya gimna haha)

                                                 Krystal yang terlalu takut buat cinta ke Amber…

Nih cerita ribet banget haha, ya begitulah hidup…

 

Sorry kalau ceritnya gaje hahaha 

 

Perhaps Love 8

Krystal Pov

Mengapa aku tidak pernah berhenti memikirkan Jessica unnie dan llama bodoh itu? apakah unnie menyukai Amber? tapi dia bilang dia belum tahu menyukainya atau tidak? tapi sepertinya iya menyukai Amber? lalu kenapa aku selalu memikirkan Amber? 

“KRYSTAL!!”

“Haishh oppa mengapa kau berteriak?” 

“Kau tidak memperhatikanku berbicara? kau benar-benar!” 

“Maaf oppa” aku tersenyum dan oppa menggelangkan kepalanya.

“Ingat satu hari lagi konser akan dimulai pukul 7 malam dan kalian akan menyanyikan 5 lagu, di peringatkan sekali lagi kalian harus menjaga kesehatan tubuh dan jangan tidur malam! dan kau Krystal…” Aku menatap manager oppa.

“Kau tidur di dorm dan Vic awasi makane yang nakal ini” aku menundukan kepala.

“Ya oppa” Vic unnie menatapku dengan tajam.

Rapat telah selesai dan lagi lagi aku tidak memiliki jadwal benar-benar membosankan “Hai Krystal” aku terkejut saat Taemin oppa merangkulku “Oh oppa, kau bikin kaget saja!” aku memukul lengan nya “Hehe maaf, ehmm Krys apakah kau memiliki waktu nanti malam?”

“Tidak ada oppa, ada apa?” Taemin oppa mengehntikan langkahnya.

“Bisakah nanti malam kita dinner bersama?” wajahnya terlihat gugup

“Tapi Vic unnie tak akan mengizinkanku untuk keluar malam, apalagi minggunya kita harus mengadakan konser oppa”

“Aku akan meminta izin kepada Vic noona lagi pula hanya malam ini saja, aku tidak pernah mengajakmu makan malam bersama Krys?” aku mengigit bibir bawahku.

“Lagipula aku rindu padamu” Taemin menatap lurus mataku.

“Apa?”

“Aku rindu padamu Krystal, aku ingin menghabiskan waktu bersamamu” aku memang jarang menghabiskan waktu bersama Taemin oppa.

“Krys?”

“Aku akan mencoba bilang kapada Vic unnie” 

“Yes haha, baiklah aku akan menjemputmu, kau kabari saja aku jika kau sudah siap”

“Ya oppa” wajahnya terlihat sangat gembira.

@ dorm 18.00

“Hanya sekali ini saja dan kau tidak akan kuizinkan keluar malam lagi!”

“Iya unnie lagi pula aku benar-benar jarang menghabiskan waktu dengangnya, mungkin aku juga akan berusaha untuk membuka penuh hatiku untuknya” 

“Apa? membuka hatimu?” 

“Oh Taemin oppa sudah berada di parkiran aku akan turun bye umma!”

“Ya Jung Soojung!! apa maksut perkataanmu itu!”

Aku berjalan memakai topi ke arah mobil Taemin oppa yang menungguku “Maaf oppa aku membuatmu menunggu” senyumku padanya.

“Tidak masalah, kau sangat cantik malam ini” 

“Terima kasih” 

Tak lama kemudian kami berangkat ke salah satu restoran yang menurutku mewah tapi memiliki kesan yang santai dan diringi dengan music yang membuat suasana semakin nyaman.

“Selamat datang tuan Taemin silahkan” seorang pelayan menunjukan kami sebuah meja yang di hiasi lilin-lilin cantik, Taemin mempersilahkan ku duduk “Terima kasih” senyumku padanya.

Suasana nya benar-benar romantis aku benar-benar suka “Krys, kau ingin pesan apa?” 

“Ehm samakan saja denganmu oppa” senyumku padanya.

“Baiklah”

Kami duduk di dekat jendela dan di luar sana aku bisa menikmati lampu-lampu yang begitu indah dab berawarna warni “Kau suka tempat ini” aku tersenyum padanya “Aku suka, terima kasih sudah mengajaku kesini oppa”

Tak lama kemudian makan malam tiba dan kami menikmati makan malam ini, suara alunan piano mulai terdengar lembut di telinga menambah suasana romantis makan malam saat ini 

“Hmmh lagu ini” aku tesenyum mendengar lagu ini mengingatkanku pada masa kecil.

“Ini lagu kesukaanmu semasa kecil bukan?” senyum Taemin kepadaku.

“Dari mana oppa tahu?” 

“Karena aku adalah pacarmu, bagaimana bisa aku tidak tahu” 

“Oh berarti oppa yang…”

“Iya aku yang meminta pianis itu memainkan lagu ini” senyum Taemin.

Aku benar-benar suka alunan piano yang iya mainkan benar-benar terdengar lembut, aku mencoba memejamkan mataku dan lebih menghayatinya membuatku seperti melayang di udara saat mendengar alunan piano lagu Disney beauty and the beast tale as old the time.

Mataku perlahan terbuka saat lagu ini berakhir “Aku ingin tahu siapa yang bermain piano itu” suaraku pelan “Apakah kau menyukainya?”

“Iya, aku suka cari dia bermain benar-benar lembut dan menghayati”

“Akan ku kenalkan padamu” mataku membulat.

“Benarkah??”

“Wahh mengapa kau sangat gembira sekali? membuatku cemburu, sepertinya mulai sekarang aku harus belajar piano”

“Haishh apa yang bicarakan oppa”

“Kita akan menemuinya setelah makan” 

“Oppa” 

“Ya?”

“Bolehkah dia memainkan tale as old the time lagi?” Taemin oppa tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya seperti mengetik pesan.

Dan tak lama kemudian aku mendengar kembali alunan music ini membuat ku tersenyum, aku benar-benar ingin melihat nya langsung cara dia bermain piano. Akupun bangkit dari kursi dan melangkah pelan menuju piano besar berwarna putih, aku tidak bisa melihat wajahnya karena tertutup piano tapi aku menikmatinya, karena lagunya akan berakir aku kembali melangkah mendekati pianis ini.

Selangkah demi selangkah aku bisa melihat jari jemarinya dan melihat pakainya yang memakai kemeja putih dengan jas hitam dan setelah nada terakhir dimainkan membuat waktu ku berhenti dan membuat langkahku mundur saat aku melihatnya.

Semua orang bertepuk tangan untuknya dan aku menghiraukan semua suara dan hanya terkejut apa yang aku lihat sekarang aku tidak dapat berkata apa-apa aku seperti bisu dan lumpuh saat melihatnya.

“Soojung???” iya melangkah ke arahku dan memberikan senyumnya yang membuat  jantungku berlari dengan kecang.

“Aku tidak tahu kau ada disini?” aku masih menatapnya lagi-lagi aku terhipnotis olehnya.

“Kau, kau sangat cantik malam ini” aku merasakan panas di pipiku dan aku segera menundukan kepalaku.

“Kenapa kau menundukan kepalamu? aku jadi tidak bisa melihat wajahmu yang lucu itu” haishh mengapa dia malah menggodaku!

“Krystal”

“Oh Taemin” aku melihat Taemin yang merangkulku dan Amber sedikit terkejut melihatnya.

“Hei, kau bukanya yang haishh aku lupa!” 

“Aku yang di sangka maling saat masuk rumahmu” jawab Amber

“Ah iya aku ingat! salam kenal aku Taemin” Taemin memberikan tanganya kepada Amber.

“Amber J Liu” Amber menatapku dan aku tidak berani menatap matanya.

“Krys, apa kau ingat dia?” aku menganggukan kepalaku.

“Terima kasih karena waktu itu kau menyelamatkan kami kalau tidak maka beritanya akan semakin buruk saja” balas Amber senyum.

“Oh iya Krystal sangat menyukai saat kau bermain piano kau sangat hebat, aku sudah banyak mendengar tentangmu kalau kau pandai dalam bermain musik kau luar biasa, kau membuatku cemburu” Amber senyum saat mendengar perkataan Taemin.

“Oh kalau begitu kami pergi dulu, kau masih disini Amber?”

“Ah iya pekerjaanku belum selesai” jawab Amber dengan menggaruk kepala belakangnya

“Oh iya apa kau akan menonton konser kami?” pertanyaa Taemin adalah perwakilan dari pertanyaanku.

“Ehmm sepertinya tidak” aku melihat ke arahnya yang tersenyum kaku.

“Kenapa?” tanya Taemin.

“Aku tidak mempunyai uang” Taemin menganguk.

“Sayang sekali, baiklah kami pulang aku harus mengantar pacarku ini bye Amber senang berkenalan denganmu” Taemin megenggam tanganku dan meninggalkan Amber yang masih berdiri di samping piano putih, aku bisa merasakan Amber masih melihatku.

“Krys, mengapa kau dari tadi diam saja? apa kau tidak enak badan?”

“Aku tidak apa-apa, mungkin aku hanya lelah” senyumku padanya.

“Kau tidur saja nanti akan ku bangunkan jika sudah sampai” 

Aku coba memejamkan mataku, mengapa perasaanku saat ini merasa tidak enak rasanya saat ini aku ingin sekali berlari ke arah restoran tadi dan menemui Amber.

Author Pov

Amber mengasingkan dirinya dari keramain para tamu dan berjalan  ke arah bangku taman yang di kelilingi lampu lampu taman yang indah, Amber membuka jas hitamnya dan menaruh di samping tepat iya duduk, sesekali Amber merengkangkan otot-otot di tubuhnya karena terlalu lelah karena terlalu lelah Amber merebahkan badanya di bangku taman ini “Agghhh lelah sekali” Amber menarik-narik tanganya lalu menjadikan tanganya sebagai alas kepalanya.

“Malam ini sangat indah” Amber menatap langit-langit yang penuh dengan bintang dengan senyum di wajahnya.

Saat Amber menatap indahnya bintang-bintang tergores wajah Krystal yang tiba-tiba muncul di langit-langit yang membuat Amber semakin nyaman untuk melihat ke arah langit-langit tapi sayang dalam bayangan Amber kini Krystal tidak sendiri melainkan ditemani oleh Taemin dengan berpegangan tangan, senyum di wajah Amber mulai memudar dan Amber kembali mengingat kejadian yang terjadi saat makan malam.

“Huffh” Amber menghela nafasnya dan memegang dada sebelah kirinya “Mengapa rasanya aneh saat membayangkan nya dengan yang lain saat tepat di depan mataku bahkan aku sangat sulit tersenyum saat di depan mereka” 

“Mengapa aku seperti ini? aku merasa tidak suka saat iya dekat dengan yang lain tapi, tapi mungkin rasa ini hanya rasa seorang fans yang tidak menyukai idolanya kencan dengan orang lain” Amber tersenyum.

“Tapi mengapa rasanya seperti ini haha” Amber tertawa dengan paksa dan kembali membayangkan saat Taemin menggenggan tangan Krystal sangat erat seperti tidak ingin melepaskan Krystal.

“Haish Jung Soojung mengapa aku mengidolakanmu?” Amber menghela nafasnya dan mencoba memejamkan matanya untuk menghilangkan bayangan Krystal dan Taemin di benaknya.

Saat Amber mulai memejamkan matanya bayangan Jessica muncul dengan senyuman di wajahnya yang membuat Amber membuka matanya karena terkejut saat sosok Jessica hadir dengan senyum yang indah di wajahnya, Amber terheran dan iya mencoba kembali memejamkan matanya.

Dan kembali, sosok Jessica datang dengan senyum di wajahnya dan sosok Jessica mengulurkan tanganya kepada Amber seperti ingin mengajak Amber ke suatu tempat dan Amber memegang tangan Jessica. Sosok Jessica sangat indah dan berlari-lari di sekitar Amber dengan taman bunga yang indah yang menambah cantik wajah dari Jessica, Amber semakin tenggelam dari pesona Jessica yang membawa dia ke alam mimpi yang sangat indah.

Dan tiba-tiba “BRUK!!” Amber terjatuh dari lamunan nya yang indah “Agghh! sakit sekali bokongku!” Amber berusaha bangun dan kembali duduk dengan mengelus bokongnya yang sakit “Haishh mengapa aku harus terjatuh!!” Amber terlihat kesal dan mengacak-acak rambutnya.

Tak lama kemudian Amber bangkit dan mengambil jasnya dan menaruh di pergelangan tanganya lalu berjalan menuju rumahnya dengan langkah yang pelan menatap sekililing lingkungan nya, langkah Amber terhenti saat melihat poster besar Krystal yang terpampang di sisi jalan. Amber melangkah pelan ke arah poster besar milik Krystal dan menghentikan langkahnya tepat di depan poster Krystal.

Amber tersenyum melihatnya dengan perlahan Amber mengangkat tangan kanan nya dan memainkan jari jari manisnya untuk menyentuh wajah Krystal, memain mainkan jari manisnya di pipi Krystal “Aku benar-benar gila” Amber tersenyum.

“Hanya dengan poster mu hati ini masih berdebar debar” Amber kembali menatap poster besar Krystal.

“Apakah, apakah aku benar-benar menyukaimu?”

“Bukan, bukan sebagai rasa seorang fans terhadap idolnya tetapi rasa yang benar-benar berbeda” Amber kembali tersenyum.

“Yah oppa!” Amber menoleh ke sosok anak kecil yang sedang mengemut permen.

“Apa kau benar-benar menyukai Krystal unnie?” anak kecil itu membuat Amber tertawa dan merendahkan badanya agar sejajar dengan yeoja kecil itu.

“Iya, aku menyukainya dari mana kau tahu itu?”

“Tentu saja aku tahu, sejak dari tadi aku memperhatikan mu menatap Krystal unnie dengan senyum-senyum” Amber tersenyum dan membelai rambut anak kecil itu “Kau lucu sekali”

“Apa oppa benar-benar menyukainya? apa jangan jangan oppa adalah sasaeng fans dari Krystal unnie?” matanya meniyipit menatap Amber.

“Aku benar-benar menyukainya kau tahu? hampir setengah dari pikiranku adalah memikirkan tentang dirinya apakah dia baik-baik saja, apakah dia sudah makan, apakah dia sudah berisitirahat dan masih banyak lagi tentang dirinya di isi kepalaku dan aku mungkin adalah salah satu sasaeng fans nya haha”

“Wah oppa kau benar-benar terlihat menyukainya” Amber mengangguk.

“Tapi oppa bukankah Krystal unnie mempunyai pacar? kenapa oppa masih mau denganya?” tanya yeoja kecil itu dengan menatap Amber serius.

“Ehmm aku benar-benar menyukainya, aku tidak peduli dia memiliki pacar atau tidak ataupun aku tidak peduli dia akan menyukaiku atau tidak, yang jelas aku disini akan selalu melindunginya dan akan selalu membuat dia tersenyum bagaimanapun caranya aku akan selalu membuat dia bahagia” senyum Amber.

“Oppa kau luar biasa, suatu saat nanti aku akan mencari pacar seperti oppa!” yeoja kecil memeluk Amber dan Amber memeluk yeoja kecil itu dan setelah melepas pelukannya yeoja kecil itu meninggalkan Amber karena ibunya telah memanggil “Oppa aku pulang dulu aku harap bisa bertemu denganmu lagi” Amber tersenyum dan melambaikan tangan kepada yeoja kecil itu.

Dan di sisi lain Krystal menatap luar jendelanya dan terukir wajah Amber di matanya lalu Krystal memejamkan matanya dan menarik nafasnya “Apa yang harus aku lakukan?” 

Krystal terlihat bingung “Soojung, apa kau belum tidur?”

“Oh unnie, kau sudah pulang aku tidak mendengarmu” 

“Apa kau memiliki masalah? mengapa wajahmu terlihat bingung?” tanya Jessica yang menatap Krystal berdiri di depan jendela kamarnya.

“Tidak ada unnie” jawab Krystal tanpa melihat Jessica.

“Bagaimana kencanmu dengan Taemin?” 

Krystal menghela nafasnya “Seperti itu unnie” jawab Krystal dengan malas.

“Soojung” 

“Ya”

“Apa kau benar-benar menyukai Taemin?” tanya Jessica yang membuat Krystal sedikit terkejut.

“Jawab Soojung, apa kau benar-benar menyukai Taemin? atau kau hanya menerima dia hanya karena kau kasihan padanya karena selalu mengejarmu terus menerus?” pertanyaan Jessica membuat Krystal bingung dan tidak tahu harus menjawab apa.

“Aku tidak tahu unnie” jawab Krystal tanpa melihat Jessica.

“Soojung, tatap mataku” 

“Soojung” 

“Soojung” Jessica bangkit dari tempat tidur Krystal dan menatap Krystal dengan menaruh kedua tanganya di bahu Krystal.

“Soojungie, apa kau benar-benar menyukainya?” Jessica menatap lurus mata Krystal, mata Krystal terlihat berputar tidak berani menatap Jessica.

“Soojungie!”

“Tidak unnie” jawab Krystal pelan.

Lalu Jessica melepaskan kedua tanganya “Lalu mengapa kau menerimanya Soojung?”

“Itu karena dia terus memaksa diriku dan lagipula Taemin oppa sangat baik terhadapku jadi tidak ada salahnya kalau aku menerimanya unnie dan juga aku akan memiliki project dengan Taemin oppa dengan begitu ratingku akan naik”

Jessica menggelangkan kepalanya “Kau berpacaran denganya karena kasihan dan juga karena karirmu Soojung??” Jessica memijat dahinya dan Krystal menundukan kepalanya.

“Maafkan aku unnie” 

“Seharusnya kau meminta maaf kepada Taemin, bukan kepada diriku” wajah Krystal terlihat sangat menyesal.

“Aku harap kau tidak lagi melukai hati seseorang Soojung dan aku juga mengharapkan kejujuranmu terhadap Taemin bahwa kau tidak mencintainya” tegas Jessica dan keluar dari kamar Krystal.

“Unnie” langkah Jessica terhenti tepat di depan pintu.

“Ya?”

Krystal mengigit bibir bawahnya “Unnie, apakah” Krystal menghela nafasnya.

“Apakah unnie menyukai Amber?” Krystal menatap Jessica serius dan Jessica menatap Krystal “Sepertinya iya” Krystal senyum kaku “Kau tidur sana kau besok ada jadwal bukan? goodnight Soojungie” senyum Jessica.

“Goodnight too unnie”

NEXT DAY

@SmEnt

Saat ini Krystal sedang menghadiri rapat dengan Taemin membicarakan soal reality show mereka berdua “Aku memilih kalian berdua karena kalian sedang hangat di bicarakan, dan banyak juga yang menyukai hubungan kalian berdua, dan kami akan mengumumkan hubungan kalian secara resmi bila reality show ini mengalami peningkatan, dan kalian harus terus bersama-sama agar karir kalian mengalami peningkatan dan jangan sampai kalian tertangkap kamera dengan orang lain” Krystal hanya menatap Managernya dan Taemin tersenyum bahagia saat mendengarnya.

“Tentu saja ini akan berjalan dengan lancar karena kami benar-benar saling mencintai, benarkan Krys” Krystal hanya tersenyum dan menundukan kepalanya.

Setelah break Krystal berjalan keluar dengan managernya menuju tempat pemotertan, saat menuju perjalanan mobil Krystal berhenti tepat di depan toko roti tempat Amber berkerja, Krystal menatap lewat jendela mobilnya dan menyipitkan matanya mencari cari sosok yang baru-baru ini selalu iya pikirkan.

Dan mata Amber membulat saat melihat sosok yang iya cari mengenakan seragam dengan senyum ramah di wajahnya yan sedang mengantarkan roti dari meja ke meja. Wajah Krystal sangat dekat dengan jendela mobilnya agar iya bisa dapat melihat Amber dengan jelas.

“Unnie???” Krystal terkejut saat sosok Jessica datang dari belakang punggung Amber dengan kedua tanganya menutup mata Amber.

Krystal menundukan kepalanya tetapi ntah kenapa matanya masih ingin melihat ke arah Amber dan Jessica, Krystal melihat Amber dan Jessica tertawa satu sama lain dengan bahagia.

Tak lama kemudian senyum mereka berdua menjauh dan semakin mejauh, membuat Krystal terduduk lemas “Soojung, kau tidak apa-apa?” tanya manager oppa dan Krystal hanya menggelangkan kepalanya.

“Mengapa tiba-tiba dadaku terasa sesak? mengapa mataku menjadi panas?” Krystal mengedipkan matanya agar tidak ada satupun airmata mengalir di wajah cantiknya “Unnie benar-benar menyukai Amber”

Jessica Pov

Aku benar-benar terkejut saat Soojung mengatakan bahwa iya menerima Taemin bukan dilandaskan kasih sayang, aku sangat berharap agar Soojung dapat jujur terhadap Taemin akan persaanya “Hei mengapa kau melamun saja?” 

“Apa?”

“Apa yang kau pikirkan? kau memikirkan tentangku?” haishh aku benci saat dia tersenyum seperti ini! itu membuatku semakin gila!”

“Tidak ada waktu untuk memikirkan mu” jawabku dingin.

“Aigoo mengapa kau galak sekali, hmm kau tunggu disini sebentar ya aku mau melayani tamu sebentar” aku mengangguk, dan melihat iya berlari kecil melayani tamu.

Amber, sosok yeoja yang tidak jauh jarak nya dari pandangan mataku, rambut hitamnya yang sesekali menutupi matanya, senyum nya yang manis yang tidak pernah tidak berhasil membuat jantungku berlari, suaranya yang serak, badanya yang lebih tinggi daripada diriku yang akhir-akhir ini selalu membuat tidurku nyenyak, aku sangat suka melihat iya berkerja tersenyum sangat ramah, bersikap sangat sopan dan sangat gentle.

Aku tidak pernah bosan melihatnya dengan menikmati green tea dan cake hangat yang di berikan olehnya ini selalu menjadi rutinitasku bila aku sedang break kerja. Semakin hari aku semakin ingin tahu tentang dirinya semakin ingin jatuh di dalam pelukanya, apakah aku menyukai Amber? jujur saja aku menyukainya aku tidak peduli siapa dirinya atau apapun yang iya lakukan yang aku tahu saat ini aku sangat menyukainya.

Tapi aku tidak pernah mengungkapkan persaanku terhadapnya, aku takut akan membuat diriku dan Amber menjadi canggung dan hal yang lebih aku takuti adalah aku takut bila Amber tidak menyukaiku bahkan Amber lebih menyukai Soojung di bandingkan diriku.

Itu akan terasa sakit lebih baik aku menutup telingaku, aku benar-benar takut dan tidak ingin tahu. Aku pengecut? tentu saja, aku tidak siap akan jawaban Amber atau bahkan aku tidak siap atas persaan Amber terhadapku saat ini.

Tapi aku berani untuk menyukai bahkan mencintaimu Amber…

Kisah cinta yang rumit hahaha

sorry banget author baru update soalnya baru pulang dari liburan hehe…

Author milih tale as old the time karena tuh cartoon fav author hehe jadi author pilih tuh lagu…

Perhaps Love chap 7

“Aku akan mengantarmu pulang”

“Tapi sebelumnya kita harus membersihkan darah di tanganmu, kita akan ke rumah sakit” ajak Krystal.

“Tidak perlu, aku akan mengobatinya sendiri” Amber melilit tanganya dengan menggunakan sapu tangan miliknya “Sementara aku akan menggunakan ini” Krystal terlihat khawatir melihat Amber “Ayo, aku akan mengantarmu pulang kau parkir dimana mobilmu?” 

“Disana”

“Baiklah” Amber menarik lengan Krystal.

Setelah dalam perjalanan menuju rumah Krystal, Krystal sesekali melihat wajah Amber yang sedikit terkena luka dan melihat tangan kanannya yang terluka “Apa kau baik-baik saja? aku saja yang menyetir” Amber menggelngkan kepalanya dengan memberikan senyum di wajah Krystal “Aku tidak apa-apa lagi pula ini hanya luka kecil”

“Ya!! kau bilang ini luka kecil?! lihat wajahmu lihat tanganmu penuh dengan luka! hasihh dasar stupid!” 

“Apa kau bilang stupid?!”

“YA” tunjuk Krytsal ke wajah Amber dan Amber melirik ke jari Krystal dan ingin mengigitnya.

“Ya! apa kau gila! kau ini kanibal?” Krystal menyembunyikan jarinya di bekalang punggungnya.

“Iya aku kanibal dan aku akan memakan mu Krystal Jung hahahha” 

“AUCH! kau kenapa memukul kepalaku!” Amber mengosok-gosok kepalanya karena sakit.

“Itu karena kau stupid, stupid, stupid dan stupid!” Krystal menggelangkan kelapanya.

“Ya aku stupid! aku terlalu bodoh sehingga wajah dan tanganku luka seperti ini karenamu” 

“Jadi kau tidak ikhlas menolongku! tadi kau bilang kau melakukan ini karena menyangiku?” Krystal melipat tanganya di dadanya dengan mengahadap Amber.

“Kapan aku bilang? kepalamu terbentur apa Krystal Jung?” 

“Auch! kenapa kau memukul lenganku! haishh benar-benar violent”

“I hate u Amber!” Krystal terlihat sedikit marah dengan wajah yang lucu sehingga Amber tertawa kecil saat Amber menggoda Krystal sedikit.

“Oke kita sampai princess” setelah berjalan ke luar mobil “Ini kuncinya, aku pulang” Krystal hanya diam melihat Amber “Am!” Amber memutar badanya dan melihat Krystal yang masih berdiri di depan mobilnya, mata Krystal mengisyratkan bahwa Krystal tidak ingin di tinggal olehnya, akhirnya Amber melangkah mendekat ke arah Krystal.

“Iya princess, ini sudah malam ayo cepat masuk”

“Aku takut” tunduk wajah Krystal.

“Takut? kau takut apa?”

“Ya aku takut, aku tinggal sendiri” jawab Krystal.

“Tinggal sendiri? dimana Jessica?” 

“Dia akan pulang telat” Amber mengangguk.

“Lalu?”

“Haishh!” Krytsal menatap Amber dan Amber tertawa melihat kembali wajah kesal Krystal.

“Kenapa kau tertawa!” 

“Kau lucu”

“Dan kau stupid!”

“Yes i am”

Krytsal menarik nafas nya “Ada yang ingin kau katakan lagi? aku ingin pulang” Krystal mengigit bibir bawahnya.

“Baiklah aku pulang” Amber mulai meninggalkan Krystal.

“Ishh” Krystal mengehentakan kakinya.

“Amber jangan tinggalkan aku tidak bisakah kau menemaniku?” suara Krystal pelan dengan wajah yang tertunduk.

“Mengapa dia tega sekali meninggalkan ku seperti ini” 

Tiba-tiba Krystal merasakan kembali hangat sentuhan dari Amber yang menggengam tanganya “Ayo masuk” ajak Amber masuk ke dalam rumah Krystal, Krystal hanya diam saat Amber menggenggam tanganya dan wajah Krystal sedikit memerah.

“Krystal Jung, apa lehermu tidak pegal menunduk terus?” 

“Apa?” tanya Krystal wajah polos.

“Password rumahmu” 

“Oh” senyum bodoh Krystal.

Setelah pintu terbuka mereka dua masuk kedalam rumah Krystal dan Amber langsung duduk di sofa “Siapa yang menyuruhmu duduk?” tanya dingin Krystal.

“Tidak ada aku hanya lelah saja” Amber memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya di sofa. 

“Berikan tanganmu” Amber membuka matanya dan melihat Krystal yang berada di sampingnya memegang kotak obat.

“Aku akan membersihkan lukamu, kalau tidak di bersihkan bisa bahaya” Krystal menyiapkan kapas dan air alkohol dan juga obat merah beserta perban.

“Apa kau yakin bisa mengobati tanganku? aku takut nantinya tanganku tambah parah dan yang ada nanti tanganku malah di amputasi?” Krystal melirik Amber dengan dingin.

“Hehe aku bencanda, ini” Amber memberikan tangan kanan nya kepada Krystal.

DUB DUB DUB secara bersamaan jantung mereka berdetak saat melakukan skinship “Kau tahan ya” Amber hanya mengangguk dengan perlahan Krystal membersihkan luka Amber dan Amber meringis menaha rasa sakit dan perlahan Krystal membersihkan tangan Amber dari luka luka dan setelah di bersihkan Krystal mulai melilitkan perban di tangan Amber.

Di sisi lain Amber tiada hentinya memandang wajah Krystal, Amber benar-benar kagum dengan kecantikan yang dimiliki Krystal di mulai dari wajahnya, senyumnya, matanya semua tentang dirinya selalu membuat Amber menjadi tidak sadar diri.

“Mengapa kau menatapku seperi itu?” Amber tersadar dari lamunan nya dan pura-pura batuk “Uhuk uhuk! tidak ada”

“Tanganmu sudah selesai sekarang giliran wajahmu” Amber hanya terdiam “Wajahku?” 

Krystal mendekatkan dirinya kepada Amber karena Krystal akan membersihkan luka di pelipis mata Amber dan bibirnya dengan sangat berhati-hati Krystal memberishkan luka Amber di mulai dari pelipis matanya.

Tatapan Amber tidak bisa lepas dari Krystal matanya tidak terpejam dan terus menatap Krystal yang jarak nya sangat sangat dekat dengan wajahnya, Amber tidak merasa sakit di wajahnya padahal luka di pelipis matanya cukup dalam.

Setelah selesai Krystal memberikan plester di pelipis mata Amber dan Amber hanya diam seperti patung dan setelah selesai kini Krystal membersihkan bibir Amber yang terluka, perasaan Krystal sangat gugup dan jantungnya hampir berhenti saat menyentuh bibir Amber.

Dan tidak di sengaja Krystal menatap Amber dimana Amber juga menatap wajah Krystal mereka berdua saling bertatapan dengan wajah yang sangat sangat dekat.

“Aku bisa merasakan nafasnya yang hangat, aku bisa melihat tatapan matanya dengan dekat” pikir Krystal.

“Apakah aku sedang melihat salah satu bidadarimu Tuhan? aku merasa seperti ada di surga” pikir Amber.

Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain hingga akhirnya Krystal tersadar dan bangkit dari sofa “Kau bersihkan sendiri lukamu!” Krystal segera meninggalkan Amber dengan wajah yang merah dan gugup sehingga iya menabrak meja tamu miliknya.

Dan Amber tersenyum melihat Krystal, Amber memegang dada sebelah kirinya “Hei apa kau sekarang bisa lebih tenang?” jantung Amber masih berdetak dengan kencang “Aku benar-benar gila!” 

Sedangkan Krystal duduk di atas tempat tidurnya dan tiba-tiba terbayang wajah Amber yang sangat dekat dengan wajahnya “Aghh! aku bisa gila!” Krystal berjalan ke kamar mandinya dan memabasuh wajahnya, Krystal menatap cermin tiba-tiba muncul kembalo wajah Amber dan bibirnya “Aghh!” Krystal mengacak-acak rambutnya.

Setelah 15 menit kemudian Krystal keluar dari kamar tidurnya dan perlahan menuruni tangga rumahnya langkah Krystal terhenti saat iya melihat Amber yang tertidur pulas di sofa miliknya, Krystal kembali ke kamarnya untuk mengambil selimut dan bantal miliknya.

dengan langkah yang perlahan Krystal menghampiri Amber yang tertidur, Krystal mengangkat pelan kepala Amber dan menyelipkan bantal miliknya untuk menjadi bantal Amber kemudian Krystal menyelimuti Amber.

“Nyenyak sekali tidurnya” Krystal tersenyum saat melihat Amber yang tertidur.

“Bagaimana bisa ada orang yang seperti dirimu Am? apa aku harus berterima kasih kepada Tuhan karena telah mempertemukan dirimu denganku?” pikir Krystal.

PAGI HARI

Krystal dengan perlahan membuka matanya dan melihat ponselnya untuk melihat jam, kemudian iya melangkah ke kamar mandinya untuk menggosok gigi dan mencuci muka setelah selesai iya kembali ke tempat tidurnya untuk tidur kembali mata Krystal masih sedikit terpejam.

“AGh!!” Krystal terbangun.

“Aku lupa!” Krystal menepuk keningnya.

“Amber!” Krystal melangkah keluar dan menuruni tangga, Krystal mencari-cari sosok Amber “Amber llama dimana kau?” Krystal mencari-cari tetapi tidak ketemu, tapi Krystal menemukan sebuah roti dan susu hangat yang berada di atas meja makanya, krystal juga melihat sebuah surat di sampingnya.

“Good morning princess, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu. maaf aku tidak berpamitan kepadamu karena aku rasa kau masih tidur pulas hehe jadi aku tidak ingin mengganggumu.. have a nice day my princess

From : Amber J Liu ^^

“Soojungie”

“Oh unnie!” Krystal berlari ke arah kakaknya dan memeluknya.

“Maafkan unnie tidak bisa pulang dan meninggalkanmu sendiri” Krystal menatap Jessica.

“Tidak apa unnie, ayo kita sarapan dlu” Jessica mengangguk.

“Waah kenapa sepagi ini sudah banyak makanan? apa kau yang membuat semua sarapan ini?” Krystal tersenyum dan menyuruh kakaknya untuk duduk di meja makan.

“Unnie sebenarnya tadi malam aku tidak tinggal sendirian” Jessica melihat Krystal dengan terkejut.

“Benarkah? apakah member f(x) menemanimu?” tebak Jessica.

“Tidak unnie mereka sedang sangat sibuk” Krystal sedang mengoleskan rotinya dengan selai nanas.

“Lalu??” tanya Jessica pensaran dan Krystal hanya tersenyum.

“Ohh! jangan bilang kalau???” Krystal tersenyum.

“iya unnie dia menemaniku” Jessica sedikit syok mendengarnya.

“Bagaiamna bisa?” Krystal menceritakan semua kejadian yang iya alami kemarin dan Jessica memakluminya.

“Kenapa kau tidak menelfonku? haishh anak ini!”

“Maafkan aku unnie, aku tidak ingin membuatmu khawatir lagi pula Amber sudah menjagaku” Jessica hanya menghela nafasnya dan menggelangkan kepalanya.

Suasana kemudian menjadi hening “Unnie”

“Ya”

“Boleh aku bertany sesuatu padamu” Jessica mengangguk.

“Ehmm apakah, apakah yeoja yang pernah unnie bicarakan itu adalah Amber?” Jessica berhenti memakan rotinya dan menatap Krystal.

“Ya Soojungie” Krystal tertunduk.

“Ehmm apa unnie menyukai Amber?” suara pelan Krystal dan Jessica tersenyum mendengar pertanyaan Krystal.

“Ehmm aku tidak tahu aku menyukainya atau tidak?” Krystal kemudia menatap Jessica.

“Haishh unnie mengapa bisa tidak tahu??” 

“Ehmm bagaiamana kalau aku tidak menyukainya?” Krystal terlihat sedang berfikir.

“Ya tidak apa jika unnie tidak menyukainya”

“Tapi bagaimana jika aku menyukai Amber, Soojungie???” Krystal menatap Jessica dan mereka saling bertatapan.

Jessica tersenyum “Amber benar-benar orang yang baik”

“Jadi kau menyukainya??!” tanya Krystal dengan serius.

“Iya aku menyukainya” Jessica mengangguk dan Krystal terlihat lemas dan sedih.

“Apa kau cemburu Soojungie?” Jessica menatap Krysatl curiga.

“Ah ti-tidak” 

“Jangan berbohong lihat wajahmu sekarang ini” wajah Krystal tertunduk

“Dan lagi pula aku menyukai Amber sebagai teman” Krystal lalu menatap lurus Jessica.

“Benarkah?? sebagai teman???” 

“Lihat lihat kau menjadi semangat kembali! aku curiga kepadamu, apa kau yang menyukai Amber?” Krystal hanya diam dan memakan rotinya.

“Pastikan hatimu, ingat kau sudah memiliki Taemin” saat mendengar perkataan unnienya Krystal menjadi sadar bahwa iya telah memiliki Taemin dan Taemin sangat menyukai Krystal tetapi Krystal? dia belum tahu akan perasaanya.

@la bone tart 19.30

“Amber!”

“Ada apa?”

“Ini” aku melihat sebuah kertas yang diberikan Key kepadaku.

“Hasih aku menjadi pesan antar lagi?”

“Ya” senyum Key

“Lalu bagaimana dengan…”

“Aku yang akan membereskan semuanya ayo cepat” Amber langsung mengambil pesanan itu lalu menaruhnya di sepeda miliknya, karena jaraknya tidak terlalu jauh jadi Amber menggunakan sepeda.

setelah 8 menit bersepeda akhirnya Amber sampai di alamat yang iya tuju, iya kembali melihat alamatnya “Okay ini benar, ayo selesaikan pekerjaan ini dengan cepat”

Amber membawa masuk dua keranjang roti di tanganya “Permisi pesanan roti la bone tart”

“Oh iya taruh disini saja”

“Baik aku segera menaruh pesanan di meja besar”

“Tunggu sebentar”

“Baik” selagi aku menunggu aku melihat-lihat isi butik pakaian ini “Waah pasti harganya mahal-mahal” Amber hanya menggelengkan kepala melihat baju-baju mewah ini dan Amber hampir pingsan saat melihat harga-harga yang sangat mahal baginya

“Oh?” Amber menghampiri salah satu yeoja yang sedang melihat dress hitam.

“Jess-jessica??” 

“Amber???” mereka berdua saling tersenyum.

“Waah kita bertemu lagi haha, bagaimana kabarmu?” tanya Amber.

“Aku baik-baik saja, bagaimana dengan wajah dan tanganmu?” tanya Jessica sambil menunjuk tangan dan wajah Amber.

“Oh ini sudah membaik, aku harus berterima kasih kepada Krystal karena lukaku sembuh dengan cepat” senyum Amber.

“Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu karena kau sudah mnyelamatkan Soojungku, aku heran kepadamu kau selalu ada bila iya mengalami bahaya”

“Itu karena kami memiliki ikatan batin yang kuat hahaha” tawa Amber.

“Oh iya, apa kau sedang belanja disini?” tanya Amber kepada Jessica.

“Jangan belanja disini, disini barang-barangnya terlalu mahal dan tidak ada diskonnya” bisik Amber.

“Benarkah?? lalu?”

Amber melihat dress hitam yang di pegang oleh Jessica “Apa kau akan membeli ini” Jessica hanya diam dan Amber mengambil dress hitam itu dari tangan Jessica.

“Ya Tuhan! lihat harganya! harganya saja melebihi upahku! akan ku tunjukan baju yang bagus, murah dan berkualitas” bisik Amber kepada Jessica.

“Dimana?”

“Di tempat langgananku, kalau kau membeli baju ini kau akan mendapatkan 10 pasang baju di tempat biasa aku beli”

“Hahaha” Jessica tertawa.

“Aku serius” 

“Permisi ini uangnya” salah satu pelayan butik ini menghampiri Amber.

“Oh terima kasih” Amber membungkuk.

“Ayo cepat pergi dari sini aku akan menutupimu jadi kau tidak perlu malu karena tidak jadi beli, ayo cepat” Amber memegang lengan Jessica yang membuat Jessica terkejut.

Amber melangkah menutupi tubuh Jessica “Sedikit lagi kita sampai di depan pintu” senyum Amber kepada Jessica dan Jessica hanya diam melihat tngkah Amber.

“Permisi!” langakah Amber dan Jessica terhenti.

“Permisi ponselmu tertinggal” 

“Ponsel? ah ponselku ada di kantongku” jawab Amber.

“Aku tidak bicara denganmu tetapi aku bicara dengan bosku, ini ponselmu nona Jessica”

Wajah Amber terlihat bingung “Bos??” 

“Ops!” Amber terlihat salah tingkah.

“Hahahaha” Jessica tertawa.

“Hahaha Amber kau lucu sekali hahahaha ya Tuhan perutku sakit sekali melihat tingkahmu hahaha” wajah Amber terlihat merah seperti udang.

“Ya Jessica Jung berhenti tertawa!” 

“Hahaha aku tidak bisa haha kau benar-benar bodoh” 

“Haishh wanita ini!”

“Baiklah-baiklah aku berhenti” Jessica masih menahan tawanya.

“Apakah kita jadi melihat toko baju yang kau rekomendasikan Am?” tanya Jessica kepada Amber dnegan masih menahan tawa.

“Haishh tidak jadi! kita makan saja!” Amber pergi keluar.

“Ya! haishh mengapa dia yang marah?”

Jessica mengejar Amber “Ya apa kau marah?” tanya Jessica kepada Amber.

“Ya” jawab singkat Amber.

“Haishh kenapa kau yang marah? seharusnya aku yang marah!” 

“Kenapa kau tidak bilang kalau butik itu milikmu?!! haishh memalukan saja” Jessica kembali menahan tawanya.

“Lihat kau malah ingin teratawa lagi benar-benar” Amber menggelngkan kepalanya.

“Aku tidak akan menertawakanmu lagi” Jessica mengunci mulutnya dengan tanganya.

“Baiklah” 

“Apa kita jadi makan? aku lapar” Amber mengangguk.

Jessica mengajak Amber makan di sajian cepat saji Amber memakan dua potong ayam dan satu  porsi kentang besar dan Jessica memakan satu burger besar dan kentang.

“Makanlah pelan-pelan” Amber melihat Jessica yang lapar.

“Apa kau belum makan?” Jessica menggelangkan kepalanya.

“Jadi itu sebabnya kau memesan rotiku?” Jessica menatap Amber.

“Aku tidak tahu bahwa karyawanku akan memesan ditoko roti milikmu, mungkin karena toko kita dekat jadi mereka memilih toko rotimu” Amber mengangguk.

“Lalu kenapa tadi tidak memakan rotiku dulu?” tanya Amber.

“Bagaiamana mau makan rotimu bila kau menyeretku keluar” Jessica tersenyum dan Amber memasang wajah jengkel.

Saat makan Amber melihat bekas saus di pinggir bibir Jessica dan Amber secara reflek membersihkan nya.

“Oh maaf jika membuatku kaget, ada saus di wajahmu kau benar-benar seperti anak kecil” Jessica membersihkan wajahnya.

“Terima kasih” Amber tersenyum melihatnya.

“Waah aku benar-benar kenyang!” 

“Kau seperti monster” 

“Aku tidak peduli!” jawab Jessica.

“Aku ingin ice cream, bisakah kau membelikan ku ice cream Amber?” wajah melas Jessica.

“Haish apa perutmu tidak kenyang?” Jessica menggelangkan kepalanya dengan senyum.

“Baiklah tunggu disini” 

“Terima kasih” senyum Jessica.

Saat menunggu Amber ponsel Jessica bergetar.

“Hallo Soojungie”

“Unnie kau dimana? apa kau akan pulang atau akan tidur diluar?”

“Aku akan pulang kerumah, aku sedang makan malam diluar jadi kau tidak usah menungguku”

“Makan malam diluar? bersama siapa unnie?”

“Apa kau benar-benar ingin tahu aku makan malam dengan siapa?”

“Ya”

“Aku makan malam dengan Amber”

“Apa?!!!!” 

“Haishh mengapa kau berteriak!” 

“Baiklah unnie nikmati makan malamu bye”

“Soojungie, haish mengapa iya mematikan sambunganya!”

“Ini ice creamnnya”

“Ada apa dengan wajahmu?” tanya Amber.

“Soojung tadi menelfon” Amber mengangguk.

“Mengapa kau menatapku seperti itu?”

“Dia sepertinya cemburu kepadaku” 

“Hahahahahaha” Amber tertawa.

“Cemburu? hahaha” Jessica melihat Amber jengkel.

“Berhenti tertawa Amber Liu!” Jessica menatap dingin Amber.

“Baiklah, lalu mengapa kau bisa bilang seperti itu bahwa Krystal cemburu?” Amber berpangku tangan menunggu jawaban Jessica.

“Dia seperti tidak suka bila aku dekat denganmu tiba-tiba aku mersakan mood nya yang berubah” 

“Mungkin itu hanya persaanmu saja, lagi pula mana mungkin dia menyukai ku hahaha. Lihat siapa diriku? orang-orang akan menganggap Krystal gila kalau dia menyukaiku haha lucu sekali”

“Bagaimana kalau Soojung benar-benar menyukaimu?”

“Dunia akan terbalik”

“Bagaimana jika aku menyukaimu?”

“Dunia akan terbelah menjadi dua” Jessica menatap death glare Amber.

“Haishh baiklah, Krystal dia adalah idola yang sangat terkenal semua orang menyukainya dan dia juga sudah mempunyai pacar, hidupnya sangat sempurna dan kau lihat dirimu kau sangat cantik, kau sangat kaya, kau memiliki apa yang kau mau dan yang pasti semua namja akan menyukaimu. apa kata dunia jika Jungsis menyukai orang seperti itu ku? hahaha lucu sekali”

Jessica hanya menatap Amber “Jangan menatapku seperti itu aku sudah berkata jujur”

“Amber”

“Ya?”

“Apa kau saat ini mempunyai pacar?”

“Tidak ada aku sama sekali tidak mempunyai pacar”

“Kau yakin?” Amber hanya mengangguk.

“Apa saat ini kau dekat dengan seseorang?”

“Ya” Amber mengangguk.

“Siapa?”

“Kau dan Krystal hahaha” Jessica kembali menatap Amber.

“Haish aku berkata jujur saat ini aku hanya dekat dengan kalian berdua”

“Apa kau pernah menyukai seseorang?”

“Pernah”

“Seorang yeoja atau namja?” 

“Yeoja” Jessica mengangguk.

“Kenapa pertanyaanmu banyak sekali! kau seperti polisi yang sedang mengintrogasi seorang pencuri!” 

“Lalu bagaimana denganmu Jessica? apa kau saat ini dekat dengan seseorang? atau sedang menyukai seseorang?” tanya Amber

“Hmm aku tidak tahu”

“Haishh jawaban apa itu!” 

“Kenapa? kau tidak suka dengan jawabanku?” 

“Aku suka aku suka” jawab Amber lemas.

“Bagus, kalau begitu aku ingin pulang Soojung pasti menungguku” 

Jessica dan Amber berjalan bersama kembali ke butik Jessica “Kenapa kau melamun? apa kau sedang ada masalah?” tanyanya kepada Jessica

“Tidak ada” Amber mengangguk.

“Mengapa di saat aku bersama Amber selalu merasakan deg degan, aku merasa nyaman bila di dekatnya. Apa aku benar-benar menyukainya? aku seperti tidak ingin berpisah dengannya, aku ingin bisa lebih lama lagi bersamanya haishh bagaimana ini?” pikir Jessica.

“Jessica Jung!!” Jessica melihat ke arah Amber dan Jessica baru tersadar bahwa langkahnya tertinggal oleh Amber.

Amber berlari menghampiri Jessica dan melihat Jessica khawatir “Kau tidak apa-apa? kau terus terusan melamun ada apa denganmu?”

“Aku, aku hanya sedikit lelah” jawab Jessica.

“Benarkah?” lalu Amber membungkukan badanya di depan Jessica.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Jessica heran.

“Sudah naik saja ke punggungku, aku tidak ingin kau sakit karena kelelahan ayo cepat!”

“Haishh padahal aku benar-benar tidak lelah” pikir Jessica.

“Ayo cepat” 

Dengan perlahan Jessica mulai naik ke punggung Amber dan Amber berdiri dengan hati-hati. Jessica mengalungkan kedua tanganya di pundak Amber, Amber bisa merasakan hangatnya hembusan nafas Jessica yang membuat Amber semakin grogi.

“Mengapa Jungsis selalu membuatku menjadi gila!” pikir Amber.

“Kalau kau lelah kau bisa berhenti”

“Aku sebenarnya ingin berhenti tapi aku malas untuk mengangkat mu kembali karena kau berat!” Jessica memukul lengan Amber.

“Lihat! kau malah memukul lenganku, benar-benar!” Jessica dan Amber saling tersenyum.

“Oke kita sampai” 

“Terima kasih” Amber membalas dengan senyuman.

“Ayo cepat masuk ke dalam mobil”

“Kau hati-hati Am”

“Iya Jessica kau juga” Jessica melangkah ke masuk ke dalam mobilnya dan Amber melambaikan tanganya kepada Jessica.

Di dalam mobil Jessica tidak bisa berhenti memikirkan Amber “Aku tidak pernah bosan bertanya kepada diriku sendiri apakah aku benar-benar menyukainya? tapi Soojung, aku rasa Soojung menyukai Amber. Aku bisa melihat sikapnya dan sorotan matanya”

Apa aku harus mengalah untuknya?

Atau…

Aku harus merebut Amber dari dirinya?

 

So Jessica

IMG_4516

 

Or

Krystal?

IMG_4518

 

 

Perhaps Love chap 6

IMG_5078

“Jessica??”

“Amber??”

Jessica dan Amber cukup lama saling bertatapan satu sama lain, Krystal terlihat bingung melihat Jessica dan Amber, terukir senyum kecil dari wajah Jessica “Unnie ada apa ini? kau mengenal Amber?”

Amber menarik nafasnya dan berkata “Ya!” Amber tersenyum lebar saat mengatakan nya “Aku mengenalnya aku mengenal Jessica Jung” Amber tersenyum ke arah Jessica yang membuat Jessica tertunduk malu dengan senyum di wajahnya.

“Bagaimana bisa kau mengenal unnieku?” tanya krystal.

“Dan unnie mengapa bisa kau mengenal Amber?”

“Haishh kau banyak tanya sekali, apa kita tidak bisa makan dulu? aku benar-benar lapar” Amber mendorong tubuh Krystal untuk menyuruhnya untuk makan malam karena Amber lapar.

“Uaaaahh ddukbokki!!” mata Amber bersinar-sinar saat melihat makanan kesukaanya.

“Apa kau yang membuat ini?” tanya Amber dengan riang kepada Krystal, Krystal menggelengkan kepalanya “Tidak, unnie yang membuatnya” jawab Krystal jutek.

“Jessica? waah benarkah? kau tidak pernah mencritakan padaku bila kau bisa membuat ini?” Jessica hanya tersenyum saat Amber mencicipi makananya.

Amber merasakan bahwa suasanan makan malam saat ini sangat canggung dan Jessica Krystal terlihat diam “Haishh aku tidak tahan dengan suasana yang seperti ini”

“Ehmm apa kalian hanya tinggal berdua disini?” Amber berusaha mencarikan suasana.

“Ya” Jessica menjawab pertanyaan Amber.

“Ohh apa kalian tidak takut hanya tinggal berdua saja? bagaimana kalau tiba-tib ada hantu atau ada alien yang ingin menculik kalian” Krystal menatap Amber.

Amber tesenyum kaku “Jangan menatapku seperti itu, aku bisa mati kedinginan” Amber kembali melanjutkan makanya.

“Aku sudah selesai” Krystal bangkit dari tempat duduknya.

“Soojungie mengapa kau makan dikit sekali?” tanya Jessica dan Krystal tidak menjawab, Amber melihatnya dengan heran.

Setelah selesai makan malam Jessica membereskan meja makan dan mencuci piring dan Krystal sedang duduk di ruang tengah yang sedang asik menonton televisi.

“Apakah sehabis makan dia seperti itu? aku benar-benar tidak salah memberi julukan princess” Amber menggelengkan kepalanya dan Amber melihat Jessica yang sedang memberskan meja makan.

“Ada yang bisa aku bantu?”

“Tidak perlu Am, kau adalah tamu di rumah ini” Amber membantah perkataan Jessica dan mengambil piring di tangan Jessica dan mencuci piringnya.

“Aku membantumu karena kau suka membantuku” senyum Amber kepada Jessica, keduanya sedang mencuci piring secara bersama-sama.

Saat ingin mengambil piring tidak sengaja tangan Jessica dan Amber bersentuhan

DUB DUB DUB jantung Jessica berdetak kencang saat tangan Amber memegang tanganya yang mungil.

“Ah maaf” Amber meminta maaf kepada Jessica.

“Untuk apa kau meminta maaf?” tanya Jessica kepada Amber yang sedang menggaruk dahinya.

“Ehmm itu karena, karena aku ehhm” Jessica melihat Amber.

“Karena aku, haishh! itu karena piring terakhir jadi kau yang harus mencuci piringnya” Jessica menatap Amber heran dan sedikit lucu melihat tingkahnya.

“Hanya itu?” tanya Jessica yang membuat Amber semakin salah tingkah.

“Y-y-yaa, ayo cepat cuci piringnya” suruh Amber.

“Kalau aku tidak mau?” Jessica melipat tanganya di dada.

“Kalau kau tidak mau…” Amber menatap busa-busa di spoon miliknya.

“Aku akan beri ini” Amber menaruh busa-busa itu di pipi Jessica sehingga membuat Jessica terkejut.

“Ya!! Amber Liu!” Amber tertawa melihat Jessica yang dimana wajahnya terdapat busa-busa.

“Kau lucu sekali Jessica hahaha” saat Amber tertawa Jessica menaruh kedua spoon yang penuh dengan busa di kedua pipi Amber.

“Hahahahhaha!!” Jessica tertawa melihat Amber yang wajahnya di penuhi dengan busa.

“Ya! ini tidak lucu!” Jessica masih tertawa melihat Amber.

“Siapa bilang ini tidak lucu! ini benar-benar lucu!”

“Haishh lihat wanita ini senang sekali seperti mendapat undian”

Amber membasuh wajahnya “Ini” Jessica memberikan tissue kepada Amber “Terima kasih”

Jessica menatap Amber yang sedang mengelap wajahnya “Apakah semua tatapan Jung seperti itu?” Jessica tersadar perkataan Amber dan memalingkan wajahnya.

Saat mereka kembali ke ruang tengah mereka heran karena tidak ada Krystal “Kemana anak itu? bukankah tadi dia disini?” tanya Amber heran.

“Apa dia tidur?” tanya Amber kepada Jessica.

“Aku tidak tahu, aku melihat kamarnya kau tunggu disini saja” Amber mengangguk.

Amber menunggu dengan bolak-balik “Ada apa dengan dia? apa dia sedang sakit?” Amber memang sedikit khawatir melihat Krsytal yang hanya diam.

Tidak lama kemudian Jessica turun dari tangga “Apa Krystal baik-baik saja? apa dia sakit?” Jessica tersenyum melihat Amber yang begitu khawatir kepada adiknya.

“Soojungie baik-baik saja dia hanya ingin istirahat”

“Benarkah? baiklah kalau begitu” wajah Amber terlihat kecewa.

“Terima kasih” Amber menatap Jessica.

“Terima kasih kau selalu menjaga Soojungku” Amber tersenyum bangga.

“Aku kira fans yang iya suka bicarakan itu adalah seorang fans yang benar-benar fanatik padanya, ternyta aku salah kau adalah fans yang benar-benar menyanginya”

“Yang iya suka bicarakan?? Krysatl suka berbicara tentangku?” tunjuk Amber kepada dirinya.

“Ya” Jessica mengangguk dan Amber senyum malu.

“Aku benar-benar fans yang beruntung ah tidak maskutku bukan fans tapi aku adalah orang yang paling beruntung di dunia ini karena bisa dekat dengan Krystal” saat Amber mengatakan hal itu Jessica tertunduk.

“Dan juga beruntung bisa kenal dengan kakaknya yang baik” senyum Amber kepada Jessica.

“Oh tetapi mengapa kau tidak pernah bilang kepadaku kalau adikmu adalah Jung Soojung seorang artis terkenal yang memiliki body sexy..”

“Aucchh!! ya mengapa kau memukul kepalaku?” Amber mengelus-elus kepalanya yang baru saja dipukul oleh Jessica.

“Agar kau tidak membayangkan adiku yang aneh-aneh! haishh dasar pervert!”

“Kau tidak pernah bertanya kepadaku itu sebabnya aku tidak memberitahumu” Amber memasang wajah jengkel.

“Kakak adik sama-sama menyebalkan” suara pelan Amber.

“Aku mendengarmu Amber Liu” Amber tersenyum kepada Jessica dengan peace di tanganya.

“Sebaiknya aku harus pulang, aku harus kerja besok pagi” Jessica mengangguk dan mengantarkan Amber sampai pintu.

“Kau hati-hati” Amber memberikan jempol kepada Jessica.

“Terima kasih makan malamnya, bilang kepada Krystal bahwa dia harus makan yang banyak jangan seperti tadi dan juga jaga kesehatanya”

“Ehmm”

“Ada apa?” tanya Jessica, Amber mengeluarkan sesuatu dari dalam jacketnya.

“Ehmm bisa kau berikan ini kepada Krystal, aku tidak sempat memberinya karena dia berisitirahat”

“Baiklah” senyum Jessica kepada Amber.

Lalu Amber pergi meninggalkan rumah jungsis

Krystal Pov

Aku benar-benar terkejut saat Unnie dan Amber saling mengenal satu sama lain mengapa unnie tidak pernah cerita kepadaku?

“Haishh mengapa jusnya habis” aku berjalan menuju dapur dan aku melihat unnie dan Amber sedang becandaa satu sama lain dengan bermain busa di wajah mereka masing-masing.

DUB DUB haishh apa yang aku rasakan ini? mengapa rasanya aneh sekali! aku seperti tidak ingin melihat mereka saling tertawa satu sama lain, aku memutuskan untuk berlari ke kamar.

“Haishh ada apa denganku!” aku berusaha menenangkan diriku.

“Seharusnya aku bersama Amber mengapa dia harus bersama unnie?”

“Haishh mengapa aku seperti ini? Ya kau ini adalah Krystal Jung! the best famous in Asian mengapa hanya karena hal seperti ini aku menjadi pusing! haish apa aku sudah gila?!”

Tok

Tok

Tok

“Soojungie” 

Aku membuka pintu “Ya unnie”

“Mengapa kau dikamar? apa kau sedang tidak enak badan?” aku menggelngkan kepalaku.

“Tidak unnie”

“Lalu kenapa? mengapa kau dikamar? bagaimana dengan Amber kau yang mengundangnya tetapi kau malah mengacuhkanya, ada apa denganmu?”

“Aku, aku sedang ingin istirahat unnie besok jadwalku sangat padat jadi aku harus istirahat dari sekarang”

“Tapi bagaimana dengan….” aku langsung menutup pintuku, dan melangkah ke arah tempat tidur.

Tidak lama kemudian aku mendengar suara pintu kamarku terbuka dan aku langsung pura-pura tidur.

“Soojungie, apa kau sudah tidur?” aku mendengar langkah kaki yang mendekati tempat tidurku.

“Jika kau sudah tidur, aku akan menaruh ini di atas mejamu”

“Good night Soojungie”

Aku mendengar suara pintu kamarku sudah tertutup, aku lekas bangun dan melihat sepucuk surat di atas mejaku. Aku bangun dari tempat tidurku dan mendekati meja yang diatasnya terdapat kertas surat yang berwarna pink.

To : Princess Soojung

Aku membuka perlahan surat yang berwarna pink ini

Hi princess Soojung, aku memberikan surat ini kepadamu karena aku ingin mengucapkan terima kasih padamu karena telah mengundangku makan malam, aku tahu kau sangat lelah dalam berkerja jadi aku pikir kau harus memiliki waktu istirahat yang banyak. Sayang sekali aku tidak bisa berbincang banyak denganmu padahal banyak sekali yang ingin aku sampaikan padamu tapi tidak apa 🙂 good night princess

From : The fans of number one Krystal Jung ( Amber J Liu )

“Kau tidak pernah tidak berhasil untuk membuatku tersenyum”

Next day

“Pagi unnie”

“Pagi Soojungie makan dulu rotinya”

aku mengambil roti panggang dan mengoleskanya dengan selai coklat “Bagaimana tidurmu?”

“Nyenyak unnie” Jessica unnie hanya mengangguk.

“Kau ada jadwal hari ini?”

“Aku akan ke kantorku untuk membicarakan konser Smtown bulan ini dan sudah itu tidak ada lagi” Jessica unnie kembali mengangguk.

“Hari ini aku akan pulang larut malam karena temanku mengajaku ke pesta ulang tahunya, kau tidak apa kan?”

“Ya unnie”

“Kalau begitu aku pergi dlu bye Soojungie”

“Ya”

Aku segera mandi karena pukul 10 nanti aku akan pergi ke gedung SM “Dreet Drettt” aku melihat ponselku yang bergetar.

“Hallo”

“Selamat pagi Soojung”

“Pagi Taemin oppa”

“Kau sudah sarapan?”

“Sudah, bagaimana denganmu?”

“Sudah, Soojung kita akan mengadakan rapat untuk Smtown konser apa kau ingin aku jemput?”

“Ah tidak perlu oppa, aku akan membawa mobilku sendiri lagi pula aku takut fans akan mengetahui kita”

“Haha bukankah mereka sudah mengetahui”

“Iya aku tahu, tapi aku…”

“Aku tahu para fans sedang mengomentarimu dengan pedas soal hubungan kita, Soojung aku tidak perduli apa kata mereka aku akan selalu menyangimu dan menjagamu” aku tersenyum kecil mendengarnya.

“Terima kasih oppa”

“Baiklah kau harus berhati-hati saat menyetir kalau kau ada apa-apa kau bisa langsung menelfonku”

“Iyaa”

“Baiklah aku tutup telfonya, bye”

“Bye”

Aku segera meletakan ponselku dan bergegas mandi setelah hampir satu jam mandi aku segera berangkat menuju gedung SM, setelah 20 menit aku sampai di gedung SM banyak sekali fans di depan gedung SM, hmmh aku agak sedikit takut untuk turun.

Setelah memarkirkan mobilku aku segera mengambil masker hitam dan topi hitam “Hufffh semangat!” aku bergegas turun dari mobil dengan berlari kecil.

Setelah masuk ke dalam gedung aku segera masuk ke ruang rapat yang sepertinya sudah mau dimulai, aku segera mengambil tempat duduk di samping Vic unnie dan Sulli kemudian rapatpun di mulai.

Setelah dua jam berlalu akhirnya rapatpun selesai “Anak-anak kalian harus jaga kesehatan kalian! jangan tidur terlalu malam dan makan yang teratur”

“Ya oppa!” teriak kami berempat kepada manager kami.

“Ya Choi Jinri”

“Apa?”

“Apa kau ada jadwal setelah ini?” rangkulku ke pundak Sulli yang tinggi.

“Setelah ini aku ada jadwal pemotertan Soojung”

“Baiklah” aku langsung mendorong badanya.

“Ya! kau benar-benar!”

Aku lalu berjalan ke arah Luna dan Vic unnie yang sedang asik berbincang berdua “Yah Soojungie ada apa dengan wajahmu?”

“Aku mati kebosanan” jawabku lemas.

“Apa kau tidak ada jadwal?” tanya Luna unnie dan aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Waah biasanya kau yang paling sibuk diantara kami”

“Apakah kalian memiliki jadwal?” tanyaku dengan wajah sedih.

“Ya, kami memliki jadwal pemotretan majalah”

“Huffh baiklah”

“Tapi kau tunggu saja kami di dorm kami tidak terlalu lama Soojungie” aku hanya menghela nafas.

“Ya” aku berjalan ke arah managerku “Oppa apa kau bisa mengantarku ke dorm? aku malas menyetir”

“Baiklah” aku dan managerku berjalan keluar dari gedung SM dan masuk kedalam mobilku dengan cepat.

Aku benar-benar sangat bosan dan tidak tahu harus berbuat apa akhir-akhir ini jadwalku tidak terlalu pada tidak seperti kemarin yang hampir setiap harinya aku harus menghabiskan waktu ku diluar lokasi.

“Baiklah kita sampai” managerku membukakan pintu untuku “Ini kuncimu kau harus hati-hati aku pergi”

“Terima kasih oppa” aku berjalan masih ke dalam gedung dimana dorm ku berada.

Aku membuka pintu dormku dan menhidupkan lampunya “Tidak ada yang berubah” sudah hampir satu bulan ini aku tidak menghampiri dorm yang memiliki banyak cerita bersama member-memberku.

Aku merebahkan badanku di sofa dan menyetel televisi sudah berulang-ulang kali aku mengganti chanel tv tapi tidak ada yang menarik akhirnya aku bangun dari sofa dan berjalan ke kamar Sulli “Kamar anak ini mengapa berantakan sekali!” aku melihat sekeliling kamarnya benar-benar berantakan aku kembali menutup pintu kamarnya dan berjalan ke kamar Luna unnie.

Setelah aku membuka pintunya “Luna unnie memang rapih sekali aku melihat sekeliling kamarnya.

“Oh?” aku berjalan menuju mejanya.

“Aku baru melihatnya, apa dia baru saja membeli ini?” aku memegang sebuah macbook pro milik Luna unnie.

“Apakah ini hidup?” aku memencet salah satu tombol dari mac ini dan ternyta benar mac ini hidup “Apa dia lupa mematikan nya? haishh ceroboh sekali dia” tapi bukanya aku mematikan mac nya aku malah melihat sebuah berita.

“f(x) mendapatkan lima penghargaan sekaligus dalam minggu ini”  sepertinya aku tertarik untuk membacanya akhirnya aku duduk di depan mac milik Luna unnie dan membaca artikel ini.

“Haha kami memang hebat!” setelah habis membaca artikel ini aku tidak sengaja meihat komenan dari pada netizen.

“Haishh apa aku perlu melihatnya?” aku benar-benar trauma atas krtitikan pedas orang-orang terhadap kami terutama diriku yang tidak tahan dengan tindakan mereka dan perkataan mereka yang benar-benar menyakitiku.

“Haishh tapi aku benar-benar penasaran!” dengan perlahan aku scroll kebawah artikel ini dan membuka perlahan mataku untuk melihat komenan mereka.

f(x)_123 : f(x) daebak! kami akan selalu mendukung kalian

Lovelunamoon : f(x) memang sangat luar biasa semangat unnie ^^

Ice_krystal : f(x) jjang! Krystal jjang! ^^

Vicqian23 : Love u f(x)!

Skyf(x)blue : Vic noona bear-benar anggun, Luna noona benar-benar luar biasa, Sulli aku suka senyum nya tapi Krystal kurang sedikit tersenyum tapi aku menyukai kalian semua!”

“Haishh aku ini tidak mudah untuk tersenyum” aku kembali membaca komen dan aku tersenyum senang karena isinya bersifat positive aku benar-benar sangat senang, setelah aku melihat artikel ini aku tidak sengaja melihat berita yang lain dan aku terkejut saat melihatnya.

“f(x) Krystal dan Shinee Taemin terlihat bersama” aku sedikit terpaku melihat artikel ini “Apakah aku harus membukanya? haishh!” aku mengacak-acak rambutku “Tapi pasti mereka akan mengomentari ngative kepadaku!” aku benar-benar trauma saat para fans G-dragon memanbjiri komen yang pedas terhadapku sehingga membuatku merasa takut dan trauma, aku kembali memandangi artikel ini.

“Buka, tidak, buka, tidak, buka, tidak, buka, tidak?” tapi aku benar-benar penasaran! bila aku membukanya aku pasti akan stress terhadap komentar para netizen tetapi kalau aku tidak buka aku akan mati penasaran!

Aku menarik panjang nafasku dan mengclick artikel yang berisi tentang diriku aku menutup mataku dengan kedua tanganku, ku buka sedikit jari jemari di wajahku dan mengintipnya sedikit demi sedikit, yap aku melihat foto-foto disaat kami berada di taman terdapat 2 foto yang terlampir di artikel ini.

“f(x) Krystal dan Shinee Taemin dating? SM belum mengkonfrimasi tentang hubungan mereka” aku kembali scroll kebawah dan ini dia bagian yang kutakuti yaitu melihat komenan para netizen yang sangat pedas dan menusuk! aku kembali menutup mataku dengan tanganku dan kembali perlahan membuka jari jemariku.

ForeverTaemin : What? tidak mungkin! aku tidak akan mengizinkan oppaku untuk berkencan!

“Haishh mengapa wanita ini berlebihan?” aku kembali membaca dan scroll dengan perlahan.

Taeminhearts34 : oppa mengapa kau memilih wanita seperti itu! dia itu sangat sombong!

“YA! haishh” aku menujuk mac milik Luna unnie.

Toybuzz_xx : Menurutku mereka sangat cocok jadi tidak masalah.

Taemin_lovegirl : cocok? kau gila atau buta? jelas jelas oppaku tidak cocok dengan wanita dingin dan tidak ramah seperti dia!” aku meremas tanganku dan menarik nafasku.

Lovelyboy25 : bagaimana bisa Taemin dengan Krystal? bukankah Krystal selalu gonta ganti pasangan menurutku dia tidak baik untuk Taemin, Taemin akan sakit hati bila bersama Krystal!

KrystalAmber_Kryber : haishh benar-benar, dengar ya pertama aku juga tidak setuju kalau princessku berpacaran dengan oppamu! kedua : bila kau tidak mengetahui banyak tentang princess Krytsal sebaiknya jaga mulutmu! ketiga : seluruh manusia di dunia ini tahu bahwa princess Krystal sangat cantik berwajah malaikat! jadi wajar saja bila banyak pria yang mendekatinya! dan lagipula sepertinya oppamu itu yang selalu mengejar-ngejar princessku, mungkin dia menerima oppamu karena terpaksa!

“Aku setuju dengan perkataanmu! mereka selalu berbicara semena-mena!” aku menganggukan kepalaku dan tersenyum “Tapi tunggu dulu” aku kembali membaca komen nya “Princess????” aku menaikan kedua alisku “Amber???” apakah dia Amber Liu?

“Haiishh! mengapa nama itu lagi yang muncul!” aku memutuskan untuk keluar dari ruangan Luna unnie dan melihat jam di tangaku “Pukul 4 sore? aku lapar sekali” aku mencari-cari makanan di kulkas tapi tidak ada yang bisa dimasak “Huffh”

Aku segera megambil kunci mobilku untuk mencari makanan diluar sendirian yap sendirian “Hmm enaknya makan apa di sore hari ini?” aku melihat kanan dan kiri mencari-cari sesuatu yang enak “Sepertinya tempat ini tidak asing” aku melihat tempat yang ramai pengunjung dan mencoba mengingatnya.

“Aha!! ini adalah toko roti tempat Amber stupid berkerja!” aku menganggukan kepalaku dan mengarahkan mobilku ke depan tokonya “Selalu ramai” aku mencari sosok yang aku cari dan ketemu! “Itu dia!” aku melihatnya yang sedang menyusun roti-roti yang sepertinya baru saja keluar dari oven.

“Ya ahjumma! kepalamu menghalangi pemadanganku!” mengapa dia terlihat akrab sekali “Mengapa sikapnya menjadi sok manis seperti itu? menyebalkan!”

Aku ingin sekali turun dan menghampirinya tetapi tidak mungkin, disana terlalu banyak orang dan aku sedang terlibat scandal aku harus berhati-hati, aku memutusakn meninggalkan toko roti tempat Amber berkerja dan mencari makanan drive thru untuk makan di dalam mobil.

“Untuk makan saja aku harus makan di dalam mobil huffh~” aku memakan burger dan mlikshake coklat saat aku makan aku melihat pasangan yang sedang bergandengan tangan menelusuri jalan “Kalau aku seperti itu di depan umum mungkin hidupku tidak akan selamat” aku kembali memakan burger berisi double beef.

“Aku ingin sekali seperti mereka, bebas, tidak perlu diatur, tidak perlu takut sorotan kamera, tidak perlu takut kritik dari banyak orang huffh aku ingin sekali berjalan bebas tanpa harus mengenakan masker kacamata dan topi! benar-benar tidak menyengakan!”

Tidak terasa langit mulai gelap dan aku masih melihat aktivitas orang-orang yang berlalu lalang di jalan “Aku benar-benar iri terhadap mereka” aku melihat langit mulai gelap “Apakah mereka akan mengenaliku bila langit sudah gelap seperti ini?” aku melihat sekeliling jalan yang cukup ramai, aku hanya mengambil topiku dan berjalan keluar.

Aku benar-benar deg degan apakah mereka akan mengenaliku? aku berjalan perlahan menuju toko roti Amber karena jaraknya tidak jauh aku memutuskan untuk berjalan karena aku juga ingin menikmati suasana malam hari tanpa harus adanya bodyguard ataupun manager disampingku, aku melihat kanan dan kiri banyak sekali jajanan makanan, baju, dan sebagainya.

Saat aku berjalan di tengah keramaian tidak sengaja topiku terjatuh “Haishh!” aku mencari-cari topiku.

Boy 1 : “Apakah itu Krytsal f(x)??”

Boy 2 : “Benarkah?? sepertinya iya”

Aku mulai merasa gugup karena mereka sepertinya mulai mengenaliku

Girl 1 : “Itu Krystal Jung!” aku berlari kecil dan menutupi wajahku dengan tanganku “Bagaimana ini?”

Girl anda Boy : “Itu Krystal Jung!!” aku kembarli berlari kecil untuk menghindari mereka, jalanku terhalang karena pejalan kaki yang sangat padat, haishh bagaimana ini? aku rasanya ingin menangis!

Tiba-tiba aku merasakan seseorang yang memegang pundaku dari belakang “Terus jalan jangan melihat kebelakang” bisiknya padaku dan tiba-tiba iya menutupi badanku dengan jacket merah miliknya dan menutup kepala ku dengan topi jacketny “Pakai ini lagi” dia memberikan topi dan aku memakainya untuk benar-benar menutupiku.

Mengapa suaranya tidak asing bagiku dia memegang kedua pundaku dengan kedua tanganya, aku bisa merasakan tubuhnya aku rasa jarak kami berdua sangat sangat dekat “Terus jalan” bisiknya lagi kepadaku dan aku hanya mengangguk menuruti perintahnya.

Boy 1 2 3 4 5 : “Haishh dimana Krystal Jung tadi?!!” aku mendengar nada bicara mereka yang kesal.

“Huffh hampir saja” aku mengelus dadaku saat aku membalikan badan

“Terima kas….” bola mataku membesar saat aku melihat sosok yang tingginya sedikit lebih tinggi daripada diriku dan senyum hangat nya yang selalu membuat waktu berhenti.

“Terima kasihnya nanti saja, kita harus tetap berjalan disini masih ramai” dia memutar kembali badanku dan kembali memegang kedua pundaku.

Aggghhh!! rasanya aku ingin berteriak! benar-benar ingin berteriak! haishh jantung ini mengapa tidak bisa tenang, tenang lah sedikit!

Ntah kenapa aku bisa merasakan hangat tubuhnya “Auchh!” tanganku terkena tas seseorang, haishh pasar ini benar-benar padat.

“Kau tidak apa-apa?” bisik suara seraknya terhadapku yang membuatku menelan saliva.

“Ya” jawabku singkat.

“OH.MY.GOD” kali ini dia memeluku dari belakang dan menaruh kedua tanganya di tanganku sehingga tangan kami sejajar “Tenang princess aku akan menjagamu” haishhh aku bisa gila!! aku benar-benar gila!

Akhirnya kami sampai di taman yang tempatnya tidak sepadat di pasar tadi dan aku tidak merasakan hangat tubuhnya lagi karena sepertinya iya melepaskan backhugnya terhadapku

“Duduk disini aku akan membelikanmu susu hangat” aku mengangguk tersenyum.

Tidak lama kemudia “Ini”

“Terima kasih” aku meminum susu oreo hangat.

“Apa kau selalu melakukan hal gila?” aku terbatuk mendengarnya.

“Apa??”

“Haish kau tidak lihat tadi itu sangta bahaya sekali! dan kau malah nekat berjalan sendiri dipasar seperti itu! kalau mereka mengenalimu kau bisa-bisa habis Krystal Jung!”

“Ya! aku melakukan itu karena..”

“Karena apa?” aku mengigir bibir bawahku.

“Karena aku ingin merasakan kebebasan dan hidup normal” jawabku sedih.

“Aku tahu kau adalah idola kau mungkin butuh refreshing mungkin juga kau bosan terhadap pola hidupmu yang selalu di atur tapi princess kau tidak perlu bertindak seperti tadi berjalan sendirian dan hanya menggunakan topi tanpa pengawalan dari managermu atau yang lain, bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?”

“Haishh mengapa kau sangat crewet! aku benar-benar bosan!”

“Aku tahu tapi tidak seperti ini itu sangat bahaya!”

“Haishh ini adalah hidupku! bahaya atau tidaknya itu semua tanggung jawabku!! lagi pula siapa dirimu mencramahiku!” aku berbicara dnegan nada tinggi padanya aku tidak tahu mengapa kau bertindak seperti ini, aku melihatnya bangkit dari tempat duduk.

“Baiklah aku pergi terserah diirmu” haish mengapa dia benar-benar pergi?

“Menyebalkan!” aku kembali melihat ke arahnya tetapi sudah tidak ada, aku hanya duduk menatapi sekeliling dan tiba-tiba ada pemuda yang mendekatiku aku ingin pergi tetapi mereka mengahadangku.

Boy 1 : “Kau Krystal idol terkenal itu bukan?”

Boy 2 : “Haha malam ini kita benar-benar beruntung”

Boy 3 : “Malam-malam seperti ini apa yang kau lakukan? apa kau ingin kami temani?” mereka mulai mendaktiku

Boy 4 : “Hei kau mau kemana? jadi begini sikap idola yang, kami adalah fansmu hahaha”

“Lepaska!” mereka mulai menyentuh tanganku.

Boy 2 : “Haish mengapa kau sombong sekali ayo ikut dengan kami”

“TOLONG!” aku berteriak karena mereka mulai bertindak tidak sopan terhadapku.

Boy 3 : “Tidak ada yang mendengarmu, sudah malam ini saja kau temani kami” mereka mulai menarik tangaku.

“AMBERR!!” aku meneriaki namanya karena aku merasa takut

Boy 2 : “Amber siapa dia? namja mana lagi yang kau permainkan? haha” mereka mulai menarik-narik badanku

“HAHAHA” mereka semua menertawaiku.

Boy1 : “Hei jangan menangis kami tidak akan berlama-lama bermain denganmu haha”

“TRASSS!!” Aku mendengar suara pecahan botol.

Boy 1 : “YA KAU!!”

Author POV

Amber memegang pecahan botol beling di tanganya yang mengenai teman dari preman itu “Lepaskan dia”

“Hajar dia!!”

Amber terkena pukulan di wajahnya dengan keras sehingga membuat bibirnya robek. Amber kembali membalas dengan menendang mereka dan memukulnya dengan sangat kuat sehingga tanganya merah dan sedikit terluka.

“AMBER AWAS!!” Amber langsung membalikan badanya dan memegang pisau yang hampir saja menusuk pundaknya, Amber menahan rasa sakit tetapi Amber langsung menendang preman sehingga membuatnya terjatuh dan memukulnya berkali-kali.

Krystal terlihat diam tidak berdaya melihat Amber yang dipukuli, dadanya semakin sesak saat wajah dan tangan Amber dibanjiri darah segar miliknya.

Amber kembali memukuli preman itu sehingga membuat preman itu pergi meninggalkan mereka berdua, Amber menatap Krystal yang terbaring lemas menatap dirinya. Amber berjalan pelan ke arahnya dan Krystal bangkit lalu berjalan ke arah Amber.

“Amber” Isak tangis Kyrstal memeluk Amber.

“Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf” tangis Krystal

“Jangan tingalkan aku seperti ini” Amber memecahkan pelukan mereka dan Amber menatap lurus mata Krystal.

“Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu seperti ini lagi princess” Krystal masiih nangis terisak-isak dan Amber kembali memeluk erat tubuh Krystal.

“Sikapku seperti tadi karena aku menyangimu Soojung”