Someday 16

“Soojung!”

“Soojung!”

Luna,Vic dan Sulli merasa heran dengan Krystal “Ada apa dengan Soojung, apa dia memiliki masalah?”

“Luna, cobalah bicara dengan Soojung. Aku akan menemui Amber” Luna mengangguk.

Vic berjalan untuk menemui Amber “Aku juga merasa aneh terhadap Amber, wajahnya terlihat sedih” ucap Henry yang ditemui Vic.

“Aku yakin Amber dan Krystal sedang dalam masalah” ucap Vic.

“Kalau kau ingin menemui Amber, dia berada di bawah pohon lapangan basket lama. Kami mencoba untuk bicara padanya, tapi kau tahu Amber begitu keras kepala. Aku harap kau bisa membujuknya” Vic mengangguk dan segera pergi menemui Amber.

Vic menghentikan langkahnya, matanya menatap yeoja tampan yang sedang bersender di pohon. Vic melangkah pelan, menatap wajahnya lebih dekat “Apa yang kau lakukan disni?” Amber tersadar bahwa ada seseorang yang memperhatikannya dan itu adalah Vic.

“Tidak ada” ucap Vic yang langsung duduk di samping Amber.

“Ini sudah bel masuk jam pelajaran, masuklah. Kau bisa terlambat” ucap Amber kembali memejamkan matanya.

“Aku tidak mau, sepertinya disini lebih baik” senyum Vic.

Amber menghela nafas “terserah dirimu”

Vic kembali menatap Amber “Katakan padaku”

Amber membuka matanya “Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi”

“Apa maksutmu” senyum tipis Amber.

“Oh ayolaah Amber, aku kenal kau dan Krystal bukan sehari atau dua hari! aku tahu ada sesuatu yang terjadi padamu dan Krystal” serius Vic.

Amber menundukkan kepalanya, Amber mulai menjelaskan semuanya kepada Vic “PLAK!”

“Aaaghhh!!” Amber menggaruk-garuk kepalanya kesakitan “Mengapa kau memukulku?”

“Dasar bodoh! apa kau tidak tahu saat ini kau sedang mempermainkan perasaan Krystal!” ucap Vic dengan nada tinggi.

Amber hanya diam dengan mengelus kepalanya, diam beberapa saat hingga akhirnya Amber berterus terang kepada Vic “Aku tidak pernah berfikir untuk menyukainya, ya walaupun sedikit. Tapi tetap saja aku tidak pernah tahu akan menyukainya seperti ini, aku hanya menjalani tugasku untuk menjaga Krystal selama 1 tahun dengan imbalan yang begitu besar. Aku tidak membayangkan hal ini terjadi, yang selalu kutakutkan adalah jatuh cinta padanya. Karena aku tahu pada akhirnya aku hanya menyakitinya”

Vic menatap Amber “Lalu, apa perasaanmu itu hanya main-main?”

Amber menatap Vic dengan serius “Tentu saja tidak! aku yakin bahwa aku benar-benar menyukainya”

“Lalu apa kau tidak pernah membayangkan resikonya saat Krystal mengetahui semua ini? mengetahui kau hanyalah suruhan kakeknya untuk menjaga Krystal, dengan memanfaatkan hati Krystal?” ucap Vic serius menatap Amber yang disampingnya.

Amber menggelengkan kepalanya “Aku… aku tidak pernah membayangkan hal seperti itu, aku hanya ingin menjaganya, memberikan perhatian kepadanya seperti perintah Jay Jung. Aku pikir aku tidak akan merasakan apapun saat bersamanya, tapi hati ini tidak bisa. Krystal terlalu spesial, dia berbeda. Wajahnya terlihat dingin tetapi hatinya begitu hangat. Aku pikir, aku harus mendapatkan perhatian Krystal agar dia dapat percaya padaku, agar aku lebih mudah untuk tetap bersamanya untuk menjaganya tapi.. hati ini sudah terlewat batas. Hari demi hari Krystal terlihat begitu berbeda, dia bukan lagi Krystal yang kubenci, karena sikapnya yang bossy tapi dia adalah Krystal yang ingin kuperlakukan seperti layahnya tuan putri”

Vic menghela nafas dengan menatap Amber “Saat ini aku dan yang lainnya tak bisa bicara pada Krystal, kau tahu saat ini perasaanya sedang tidak baik. Kami akan bicara padanya saat waktu yang tepat. Aku yakin ini akan memakan waktu yang lama, karena Krystal benar-benar kecewa padamu. Aku tidak tahu apa yang membuat Krystal dan kecewa terhadapmu hingga seperti ini”

Vic menatap serius Amber “Krystal dikelilingi banyak pria, Krystal sudah beberapa kali berkencan dengan namja yang dia inginkan tapi.. tapi aku tidak melihat cinta di dalam hubungannya. Krystal tak pernah jatuh cinta pada pria-priannya, tatapannya selalu kosong, saat bersama pacarnya dulu dan aku yakin itu hanya untuk bersenang-senang tapi… saat Krystal bersamamu, saat Krystal menatapmu itu berbeda.. dan aku yakin tatapannya padamu adalah sebuah hati yang tulus, Hati yang tengah jatuh hati”

“Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, aku yakin saat ini dia tidak ingin melihatku. Aku yakin saat ini Krystal membenciku karena aku mempermainkan hatinya” Amber menghela nafasnya.

“Aku percaya padamu, hanya saja kau harus jujur” Amber mengangguk mendengar ucapan Vic.

“Bisakah kau menjaga Krystal untukku? terutama dari Kai” Vic terkejut dengan ucapan Amber.

“Kai?” ulangnya. “Kenapa Kai? dia adalah namja yang baik” heran Vic.

“Aku tidak tahu, firasatku merasa tidak enak saja. Saat ini Krystal adalah pewaris tunggal, semua saham jatuh di tangannya. Banyak yang ingin menyingkirkan Krystal, itu sebabnya aku menjadi tameng Krystal. Aku tahu Jay Jung menginginkan aku untuk andil dalam perusahaan karena untuk melindungi Krystal. Krystal tak dizinkan untuk terlalu campur tangan dalam perusahaan karena terlalu bahaya. Itu sebabnya lindungilah Krystal jika aku tak bersamanya” senyum Amber.

Vic mengangguk “Lalu saat ini apa yang akan kau lakukan?”

“Ntahlah, aku ingin sekali menjelaskan semuanya pada Krystal, meminta maaf pada dirinya akan kebodohanku” ucap Amber.

“Dan lagipula aku tidak yakin Krystal menyukaiku, seperti yang kau bilang tadi” senyum tipis Amber.

“Mengapa kau bilang seperti itu? aku ini sudah bersahabat dengannya selama 7 tahun”

“Dan selama 7 tahun juga kau tahu bahwa Krystal tidak akan pernah menyukai seorang wanita! dan itu menjijikan baginya. Aku hanya berharap lebih padanya, bagaimanapun juga Krystal ada yeoja normal. Tentu saja dia harus memiliki keluarga dan anak”

“Aish kau ini bicara apa, Krystal tidak seperti itu hanya saja dia hanya sedikit canggung bila bersama seseorang yeoja tampan sepertimu” goda Vic.

“Ayolah Vic jangan mencoba menghiburku, kau tahu bukan Krystal adalah anak dari seorang CEO ternama Asia dan aku hanya kontrak satu tahun bersamanya. Dan pertunangan kami juga dilakukan diam-diam, tidak banyak orang yang tahu tentang profilku. Aku rasa mereka menganggapku seorang namja tulen. Aku yakin setelah semua berakhir Krystal akan bersama namja yang dia cintai, bukan bersamaku”

“Lalu mengapa bila bersamamu? jika kalian saling mencintai itu tidak masalah!” ucap Vic.

“Sudahlah aku tidak ingin memperkeruh suasana, kembalilah ke kelas” suruh Amber dengan kembali memejamkan matanya.

 

At kantin

Semua murid sedang berkumpul untuk makan siang, begitu juga dengan 4 walls dan Shinee. Krystal terlihat makan bersama sahabat-sahabatnya begitu juga Amber. Seperti biasa mereka duduk di tempat duduk biasa, dimana Krystal dan Amber bisa saling tukar pandang, tapi hari ini tidak terjadi. Krystal tak melirik ke arah Amber sedikitpun seperti hari-hari sebelumnya, yang dia lakukan hanya memainkan sendok makan siangnya dengan wajah dinginnya.

Sedangkan Amber mencoba melirik ke arah Krystal “Yak, ada apa denganmu? biasanya kau makan dengan lahap” tatap Henry yang duduk di samping Amber.

Sedangkan di sisi lain Krystal menghela nafas dengan Amber yang masih melirik ke arahnya “Aku sedang tidak ingin makan!” Krystal meletakan sendoknya dengan kasar, segera bangun dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan kantin.

Luna mencoba bangun tapi Vic melarangnya “Biarkan saja, mungkin dia sedang ingin sendiri” ucap Vic dengan menatap Krystal yang pergi meninggalkan kantin.

Amber menatap Krystal yang berjalan keluar dari kantin, melihat Krystal pergi Amber segera bangun dari tempat duduknya dan mengikuti Krystal.

Krystal terlihat berjalan di koridor sekolah dengan wajah dinginnya, dan Amber secara diam-diam mengikuti Krystal dari belakang.

Kini Krystal duduk di taman sekolah dengan menundukkan kepalanya.

“Jung Soojung” lirih Amber yang menatap Krystal dari jauh.

“Biane”

 

Amber mengerucitkan matanya, melihat sosok namja yang mendekati Krystal.

“Kai?” ucap Amber. Matanya masih mengawasi Krystal dan Kai dari kejauhan.

Menatapnya seperti itu membuat Amber menjadi geram, bagaimana tidak. Kai mengelus-elus rambut Krystal membuat Amber mengepalkan tangannya.

Tapi Amber kembali mengingat kesalahannya “Bagaimanapun juga ini salahku” tatap Amber.

 

Amber berjalan menuju kelas, dengan wajah yang tak bersemangat. Tak ada senyum di wajahnya, tak ada kebahagiaan di dalam dirinya “Aku harap kau menjauhi Krystal”

Langkah kaki Amber terhenti saat mendengar suara seseorang yang dia tak sukai. Amber menatapnya kesal “Kau pikir kau siapa?” Amber menyeringai.

“Bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti itu hah?” tatap geram Kai.

“Apa kau tidak tahu kau telah banyak membuat kekacauan! aku harap dengan kejadian ini kau dapat tersadar akan siapa dirimu. Lebih baik kau pulang kerumah ibumu” senyum Kai.

Amber meraih kerah Kai dan memegangnya dengan kuat “Jika terjadi sesuatu pada Krystal, kau orang pertama yang akan kubunuh Kim Jongin!” geram Amber.

“Kau pikir aku tidak tahu kau siapa, aku tahu ayahmu berusaha menurunkan Jay Jung dari perusahaan. Aku tidak tahu rencana busuk apa yang kalian lakukan tapi tak akan ku biarkan!”

Kai terkejut mendengarnya, bibirnya sedikit tersenyum “Lalukan sesukamu Liu, waktumu tak banyak” Kai menepis tangan Amber.

 

“Kriinggggg Kriiingg” 

bel sekolah berdering, semua murid berjalan meninggalkan kelas.

“Soojung!” dengan cepat Krystal meninggalkan kelas, Amber hanya menatapnya pergi “Apa kau belum bicara padanya?” tanya Henry.

Amber hanya diam dengan merapikan tasnnya “Aku pulang duluan” pamit Amber pada Henry.

Amber berjalan menuju lobi sekolah, kakinya terhenti saat Krystal masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan sekolah. Amber menarik tasnya yang hampir merosot, matanya terlihat kecewa dengan acuhnya Krystal pada dirinya.

“Biasanya kami pulang bersama, begitu cepat waktu berlalu dan tak terduga” senyum pahit Amber yang berjalan menuju motornya.

Saat dalam perjalanan, Amber melihat mobil Krystal menuju arah lain “Mau kemana dia?” dengan cepat Amber mengikuti mobil Krystal, karena biasanya Krystal selalu pulang ke rumah jika pulang dari sekolah.

Amber menghentikan motornya, melepaskan helmnya agar matanya dapat melihat jelas.

Amber melangkah lebih dekat, matanya mengrucit. Jantungnya berdebar kencang saat melihat Krystal yang sedang bersama Kai di dalam restoran.

Amber menggeretakan giginya, memegang helmnya dengan kuat. Kakinya berjalan, ntah apa yang membuat Amber menjadi emosi seperti ini. Cemburukah?

Amber mencoba masuk restoran tersebut tapi ke 6 bodyguard Krystal dengan cepat menghalangi Amber.

img_fp20.jpg

Krystal’s bodyguard

Amber tersenyum sinis “Ada apa ini? kalian menghalangi jalanku?” tatap Amber ke pada Bodyguard Krystal.

Amber kembali mencoba masuk tapi lagi di hadang “Aku ingin menemui Krystal, apa kau tidak tahu siapa aku?”

“Maaf tapi nona muda Jung tidak ingin bertemu siapa-siapa”

Amber tersenyum tipis “Minggir”

“Aku bilang minggir!” kesal Amber.

“Hentikan” Amber menatap sisi kanannya.

“Oh sykurlah kau datang, jelaskan pada mereka bahwa aku adalah tunangan Krystal dan aku ingin bertemu Krystal sekarang juga”

“Tidak bisa Amber”

“Mwo?! hahaha lelucon apa ini Kim Taeyeon? aku ingin bertemu dengan Krystal, aku ingin mengatakan padanya bahwa pria yang bersamanya saat ini, adalah pria yang berbahaya!”

Taeyeon menghela nafas “Tidak bisa, ini perintah nona muda Jung. Lagipula kau tidak perlu khawatir, kami sudah menjaga tempat ini dengan ketat”

Amber kembali melihat ke dalam restoran “Amber, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu dengan nona muda Jung tapi dia terlihat begitu sedih. Sepertinya nona muda Jung sedih karena dirimu, nona muda Jung mengatakan bahwa dia tidak ingin melihatmu sedikitpun”

Amber menghela nafas “Tapi kau tahu aku harus menjaganya”

“Aku tahu, tapi aku yakin saat ini nona muda Jung baik-baik saja”

Amber menatap Taeyeon “Baiklah” Amber kembali berjalan menuju motornya dengan kembali menatap restoran tersebut.

 

9.36 PM 

Amber terlihat mondar-mandir di balkon atas, menunggu mobil Krystal yang tak kunjung datang membuat dirinya khawatir. Terutama saat dia tahu Krystal bersama Kai.

“Tapi aku yakin Taeyeon akan menjaganya” tak lama kemudian mobil mewah Krystal masuk ke perkarangan rumah, membuat Amber merasa lega karena Krystal telah kembali.

Amber memutuskan untuk bersembunyi di dekat pintu balkon, melihat Krystal berjalan dengan wajah lelahnya “Biane” lirih Amber.

Krystal kemudian masuk kamarnya “Kau sudah sampai?” ucap Amber yang berdiri di dekat sofa, Krystal menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamarnya. Wajahnya sama sekali tak melihat ke arah Amber.

“Krystal aku minta maaf, aku..”

“Pergilah, aku tidak ingin melihat wajahmu” sinis Krystal langsung membanting pintu.

Sudah 3 hari ini Amber terlihat diam, pikirannya tak lepas dari Krystal. Berbagai cara  sudah Amber lakukan agar Krystal memaafakan dirinya tapi hanya bentakan dan tatapan sini yang di dapat Amber. Bahkan Projek brilian yang di buatnya menjadi berantakan, kini perushaan sedang krisis ditambah lagi Krystal yang kembali cuek dengan perushaan, membuat Amber tak memiliki kekuatan. Amber penuh tekanan, belum lagi Jay Jung yang tak kunjung datang.

 

Jung’s house

Amber terlihat sedang merangkai sebuah pop up book untuk Krystal “Aku harap Krystal suka” senyum Amber dengan membuka pop up book yang telah dia rangkai dengan sebuah mahktoa dan bertuliskan “Forgive me”

Amber bangun dari duduknya, mendengar suara mobil Krystal yang baru saja sampai. Amber menarik nafasnya, berharap Krystal dapat menerima permohonan maafnya.

Kini Amber dapat mendengar suara langkah kaki Krystal.

Dan Krystal menghentikan langkahnya, menatap Amber yang berada tak jauh dari pandangan matanya.

Amber tersenyum tetap Krystal? tidak.

Krystal membuang wajahnya, tak ingin melihat Amber.

“Krystal. Aku….”

Krystal menghentikan ucapan Amber dengan aba-aba tangannya.

“Baiklah, tapi aku ingin memberikanmu ini. Aku harap kau suka” Amber memberikan hasil pop up booknya di meja, Krystal meliriknya dan mengambilnya.

Membuka nya…

Krystal tersenyum tipis, senyumannya mengejek. Tak tahu apa yang terjadi pada Krystal hingga pada akhirnya Krystal merobek pop art tersebut di depan Amber, dan membuangnya begitu saja seperti sampah.

Amber hanya menundukkan kepalanya, Krystal berjalan melewati Amber “Apa yang harus kulakukan agar kau memaafkan aku Krystal Jung?” ucap Amber tanpa melihat Krystal.

Krystal berhenti melangkah “Aku mengaku, aku salah. Aku telah membohongi mu, seandainya ini tak pernah terjadi….”

Belum selesai berbicara Krystal meninggalkan Amber dengan membanting pintunya.

 

Next day

Kini Amber sedang duduk di bangku taman, sudah tiga hari ini Amber tak makan di kantin dan memilih untuk duduk di taman belakang sekolah untuk menghindari Krystal yang masih membencinya dirinya, membenci dirinya seperti saat pertama kali bertemu. Bahkan rasa benci Krystal kali ini melebihi saat mereka pertama bertemu.

Amber menundukkan kepalanya, matanya menatap kanan jalan taman. Matanya membulat saat melihat Krystal yang berjalan di taman sekolah menuju ke arahnya.

Krystal tak menyadari Amber yang tengah duduk di bangku taman dan memutuskan untuk pergi dari taman tersebut “Krystal!” Amber sedikit berlari menghampiri Krystal.

“Krystal tunggu!” Amber berlari kecil.

Usaha Amber membuahkan hasil, Krystal menhentikan langkahnya dengan memunggungi Amber yang berada di belakangnya.

Angin bertiup kencang di tengah taman hijau, Amber menatap belakang punggung Krystal dengan rambut dark brownnya.

“Krystal dengarkan aku.. aku sungguh-sungguh minta maaf. Ini semua salahku, tidak seharusnya aku mempermainkan hatimu, aku tidak tahu akan menjadi seperti ini, membuatmu menjadi sedih”

Krystal melangkahkan kakinya menjauhi Amber “Aku menyukaimu Krystal Jung! aku tidak tahu pada akhirnya aku menyukaimu! anioo, aku bahkan mencintaimu!.

Langkah Krystal terhenti, perlahan Krystal membalikan badannya. Matanya menatap Amber tajam “Cinta?” Krystal tersenyum sinis.

“Apa yang kau harapkan dariku? membalas cintamu? kau pikir aku menyukaimu dengan semua yang ku lakukan padamu, berbuat baik padamu, membiarkan dirimu menyentuh tanganku? kau sama dengan yang lainnya Amber Liu, setelah aku bosan maka aku akan membuangmu, kau pikir aku sedih dengan semua yang kau lakukan padaku? kau salah besar, aku tidak  suka dengan seseorang yang berbohong padaku, dan menjadikan diriku bahan permainan, dan aku tidak ingin melihatmu lagi! aku akan segera menelfon kakek dan menghentikan permainan ini. Aku sudah muak denganmu, jangan harap aku menyukai orang aneh seperti mu Amber Liu, karena aku tidak akan” Krystal pergi meninggalkan Amber dengan rasa amarahnya. 

Amber hanya diam, menundukkan kepalanya. Bibirnya tersenyum dengan ucapan Krystal yang baru saja dia dengar.

 

Jung Corpt Amber POV

Aku berjalan menuju lift dengan beberapa proposal yang akan aku ajukan, saat aku menunggu lift tiba-tiba pandanganku menuju seseorang yang sedang berbicara, aku tidak tahu apa yang menarik perhatianku hingga aku mendekat ke dua orang yang sedang asik berbicara, tapi aku rasa pembicaraanya seperti sembunyi-sembunyi. Aku mengerutkan alisku, melihat Kim Bo Kyung yang berbicara pada seorang wanita.

“Siapa dia?” aku tidak bisa melihat wajahnya, aku melihat Kim Bo Kyung menyerahkan sesuatu pada wanita tersebut,

“Yak!” Aku bukan main terkejut saat Taeyeon mengejutkanku “Apa yang kau lakukan”

“Dasar bodoh, kau ingin membuatku mati hah?!” kesalku pada Taeyeon, dan dia tak merasa bersalah.

“Aku tanya apa yang kau lakukan?”

“Aku…” aku kembali melihat ke dua orang tadi dan seketika menghilang begitu saja.

“Aish sudah lupakan” aku berjalan meninggalkan Taeyeon dan masuk ke dalam lift.

 

“Tuan Amber”

“Ne”

“Anda diminta untuk mengambil cap di ruangan CEO Jay Jung” aku menganggukan kepala, dan dengan segera aku masuk ke ruangannya, aku yakin tak sembarang orang dapat masuk ke ruangan Jay Jung.

Wah sudah lama sekali aku tak masuk ruangan ini, rasanya 6 bulan adalah waktu yang begitu cepat.

Aku segera membuka laci untuk mengambil cap perusahaan, aku tahu Jay Jung benar-benar mempercayakan semua ini padaku, untuk itu aku harus bertahan.

Tunggu dulu, apa ini?

Aku melihat sebuah bingkai di dalam laci. Aku mengambilnya karena penasaran, karena aku pikir itu adalah sebuah bingkai                                                                                                                                                                                                                                                                        Aku membalik bingkai itu, dan melihat.. sebuah foto keluarga?

Yap aku yakin ini adalah foto keluarga, karena aku meliahat Jay Jung duduk bersama istrinya dan aku yakin bahwa yang berdiri di belakang adalah anak-anaknya serta istri berserta cucungnya.

Aku semakin memperhatikan foto yang terlihat bahagia ini, aku melihat Krystal kecil yang di gendong oleh ayahnya.. Oh jadi dia adalah Shin Hae Kyung. Aku mengangguk.

Kalau begitu pria yang satunya siapa? dia terlihat lebih tua dari Shin Hae dan memiliki seorang anak yang cantik dan lucu “Wah wajahnya tak jauh berbeda dengan Krystal”

Oh aku baru mengingat! Jay pernah mengatakan bahwa dia memiliki 2 putra, tapi mengapa aku tak pernah melihatnya?? bahkan aku tak pernah mendengar namanya.

Aku kembali menatap foto nya, aku melihat foto gadis kecil yang di pangku ibunya “Aish mengapa aku melihat anak kecil ini tidak asing?” aish sudahlah lupakan saja. Aku kembali meletakan bingkai foto tersebut dan berjalan keluar ruangan.

 

Waktu menunjukkan pukul 10.55 AM dan aku baru saja tiba “Benar-benar melelahkan” seperti biasa, sebelum masuk aku melihat kamar Krystal. Menatap kamarnya lebih lama, mengapa aku begitu merindukannya sedangkan dia hanya beberapa langkah dariku.

Aku membuka tasku, melihat boneka yang kupegang. Haruskah aku memberikan padanya? semua barang yang kuberikan padanya akan berada di tempat yang sama, yaitu tempat sampah tapi tidak ada salahnya mencoba.

Lagi, aku melangkahkan kakiku mendekati kamar Krystal, menatap pintu kamarnya “Maafkan aku” ucapku.

“Aku merindukankumu”

“Maafkan aku yang bodoh ini Krystal” ucapku. Dan aku yakin dia tidak akan mendengarnya.

Aku menyentuh pintunya dengan telapak tanganku “Selamat malam princess” kemudian aku menaruh boneka yang sudah di bungkus rapih ini dan berjalan kembali menuju kamarku.

Best Teddy Bear Day Shayari For Girlfriend On Valentine Day.jpg

Aku membuka pintu kamarku, menatap kosongnya kamar yang besar ini. Tak ada lagi harum tubuh Krystal, tak ada lagi wajahnya yang tertidur lelap di kasurku, tak ada lagi sosok yang mengganggu saat aku tertidur pulas, tak ada lagi senyumnya saat dirinya mulai memukulku dengan bantal.

Damn! mengapa aku begitu merindukannya! setelah apa yang aku lakukan padanya, apa aku pantas merindukannya? apa aku pantas hah?

“Bodoh!” mengapa hal ini terjadi padaku!

Aku menjatuhkan tubuhku di tempat tidur, membayangkan wajah Krystal yang begitu membenciku, senyum sinisnya saat dia mengatakan bahwa aku banyak berharap padanya.

Aku mengangkat tangan kananku, memperhatikan jemariku yang masih dihiasi cincin ikatan dengan Krystal.

“Hufffhhh”

 

 

06.30, aku terbangun dengan baju yang semalam aku pakai, mataku begitu lelah tapi aku harus sekolah karena ujian akan datang.

Tak lama kemudian aku selesai mandi dan bergegas keluar, saat aku keluar aku melihat boneka yang kuberikan nya sudah tidak ada “Aku yakin Krystal sudah membuangnya” dengan cepat aku kebawah. Aku melihat jam, dan aku yakin Krystal saat ini sedang makan di meja makan, aku menundukan kepalaku. Aku tak berani melihat wajah dinginnya karena itu begitu menyakitkan bagiku. Tatapannya seakan aku begitu menjijikan dan segera enyah darinya.

Aku memejamkan mataku, rasanya sakit melihat Krystal seperti itu. Mengapa aku harus menyukainya saat situasi seperti ini! seharusnya aku lebih sadar bahwa aku benar-benar menyukainya dan berkata jujur pada Krystal.

Sudahlah..

Aku menghidupkan motorku, dan segera memakai helm. Aku tak lagi menunggu Krystal karena semua pengawalnya meminta agar aku tak berangkat bersamanya.

Sebegitu bencikah dirinya kepadaku?

 

Next day 10.57

Aku menunggu Krystal “Mengapa jam segini dia belum pulang? apa dia menginap di rumah Luna?” aku segera mengambil ponselku, dan menelfon Luna.

“Hallo Luna”

“Oh Hai Amber” aku mendengar suaranya yang lelah, apa dia sudah tidur?

“Apa kau sudah tidur?”

“Ne…” Sudah tidur?

“Apa Krystal juga sudah tidur, apa dia menginap di tempatmu?” tanyaku.

“Krystal? Krystal tak bersamaku, dia pulang sudah 1 jam yang lalu”

“MWO?!!” satu jam yang lalu??

“Ada apa Amber?”

“Apa kau yakin, Krystal belum sampai rumah hingga sekarang”

“Apa??? bagaimana bisa, dia sudah pulang satu jam yang lalu! aish kemana anak itu”

“Aku mencoba menghubunginya tapi tidak aktif” ucapku panik.

“Oh aku mengingat sesuatu, sepertinya Krystal cerita padaku bahwa dia sedang merasa bosan dan butuh hiburan, Pada saat itu aku tidak terlalu menanggapinya karena aku pikir dia tidak akan pergi ke club lagi”

“Club??”

“Cobalah pergi ke Octagon Club di daerah Gangnam”

“Baik Luna terima kasih” aku segera menutup telfon.

Dengan cepat aku memakai jaketku dan bergegas pergi dengan motorku menuju Gangnam.

 

“Vroomm Vrooomm” ku hentikan motorku, ku langkahkan kakiku masuk menuju club.

“Hei” aku melihat namja yang bertubuh besar sedang menghadangku.

“Kau pria kecil, apa kau tidak melihat antrian? jika kau tamu VVIP, maka tunjukkan ID mu” aku menatapnya kesal, kau meremehkanku hah?

Aku mengeluarkan isi dompetku dan mengambil beberapa ribu WON dari dompetku “Apa ini cukup?”

Wajahnya yang garang terlihat sedikit lebih santai, aku tahu semua orang menyukai uang “Silahkan masuk tuan” dan aku segera masuk, di dalam begitu gelap dan sangat berisik. Jujur saja ini pertama kalinya aku masuk ke dalam Club malam “Hi pria tampan ingin ku temani?” errgg beberapa wanita ini mencoba mendekatiku, sungguh menggelikan.

Aku mencoba mencari Krystal, tapi sangat sulit. Terlalu ramai disini, orang-orang mengatakan bahwa semakin malam maka akan semakin ramai. Errgh dimana kau Krystal?

Aku mencari ke penjuru arah, dan ….. ketemu!

Aku menghela nafas, sedikit lega melihat dirinya yang sedang duduk dengan gelas di tangannya. Ini untuk pertama kalinya aku melihat Krystal meminum alkohol seperti itu.

Tapi kelegaanku hanya bersifat sementara, ketika aku melihat beberapa namja mendekatinya. Tak pikir panjang aku berjalan ke arahnya.

“Lepaskan!”

“Amber?” Krystal melihatku bingung.

“Aku bilang lepaskan Krystal” kini tatapanku beralih ke namja yang menarik tangan Krystal.

“Hahaha siapa pria kurus ini beb?”

“Aku tunangannya”

“Tunangan? hahahhahaha” aku meremas tanganku, dan menarik tangan Krystal.

“Yak! apa yang kau lakukan?” aku menatap tajam namja itu yang masih memegang tangan Krystal.

“Lepaskan tanganmu sebelum ku hancurkan wajahmu” geramku pada pria brengsek ini.

“Oh kau menantangku?”

“Hentikan!” ucap Krystal yang menatapku sekilas dan berjalan keluar, dengan cepat aku mengikuti Krystal.

“Krystal!!” teriakku, aku segernya menyusulnya.

“Krystal Jung Soojung!” aku memegang lengannya agar dia berhenti berjalan dan berhenti menghindariku.

Kini aku bisa melihat matanya, aku memegang lengannya dengan kuat “Lepaskan!” ancamnya.

“Apa yang kau lakukan?!” aku menatap Krystal, cara berpakaiannya lebih berani. Memakai dress mini hitam.

“Aku bilang lepaskan!!” erangnnya.

“Tidak, sebelum kau pulang ke rumah” paksaku.

Krystal tersenyum tipis “Kau pikir kau siapa bisa mengaturku!” tatapan Krystal benar-benar tajam, begitu menyayat hatikku. Benar, aku bukan siapa-siapa baginya.

Aku melepaskan tangannya dengan pelan “Biane” ucapku tulus.

Krystal menatapku “Harus berapa kali aku katakan, enyahlah dari pandangan matakku! ohh atau jangan-jangan kakek masih menyuruhmu untuk menjagaku agar kau masih bisa mendapatkan uang, begitu?” Krystal mengeluarkan sesuatu dari tasnnya.

Dan…

“Ini!” Krystal melempar sejumlah dan melemparnya tepat di wajah Amber.

“Kau ingin uang bukan? ku berikan padamu, jadi pergilah dari hadapanku!!” geram Krystal yang mencoba pergi dari Amber.

Amber memejamkan matanya, harga dirinya sudah hancur di depan wanita yang dia cintai “Krystal, dengarkan aku!” Amber mencoba meraih tangan Krystal tapi Krystal…

“PLAK!!” Suara tamparan menggema, membuat merah pipi Amber.

Krystal menghela nafasnya, menatap Amber yang memegang pipi kanannya.

Amber tersenyum, bibirnya tersenyum walaupun bergetar. Amber mulai mendongakan kepalanya, menatap Krystal dengan mata merahnya.

Amber masih tersenyum “Aku tidak pernah berfikir untuk menyakiti hatimu, aku tahu aku salah. Aku salah besar karena berbohong padamu. Menjadikanmu sebagai permaianan dalam hidupku tapi…..” Amber menghela nafasnya, menahan sesak nafasnya.

“Tapi aku tidak main-main dengan perasaanku, semakin hari aku semakin jatuh hati padamu. Aku tidak peduli apa yang kau rasakan kepadaku tapi pada saat itu, aku merasa bahagia bila bersamamu. Dosa terbesar dalam hidupku adalah jatuh cinta padamu dengan aku siap menanggung semuanya hingga pada akhirnya aku ingin jujur kepadamu, berkata jujur dari awal sampai akhir. Pada saat itu aku tidak peduli apa yang kau pikirkan, kau rasakan kepadaku. Yang aku tahu, aku harus berkata jujur padamu”

Amber menundukkan kepalanya “Tapi aku terlambat, kau membenciku lebih dari hari kemarin” Amber tersenyum.

“Hingga aku sadar, bahwa tak ada ruang untukku” Amber menatap Krystal.

“Kehilangan rasa cinta, jauh lebih sulit daripada jatuh cinta, kau membuatku merasa hidup dan mati kembali Krystal Jung” mata Amber memerah.

“Kau memintaku untuk pergi darimu, tapi tidak ku lakukan karena aku bertahan dengan perasaan ini, perasaan yang besar untukkmu. Aku harap kau bisa mendengarku, mendengar jeritan hatiku bahwa aku mencintaimu.  Tapi hari ini, hari ini aku akan mencobanya. Mencoba melupakanmu walaupun terasa sangat sulit untuk melupakan senyuman serta suaramu” Amber tersenyum.

“Hufffhh mengapa harus seperti ini hahaha, begitu menyakitkan” Amber tersenyum, perlahan langkah kakinya mundur dari hadapan wanita yang dia puja.

 

Empire School Jam istirahat

Hari ini aku ingin mengucapkan salam perpisahan kepada sahabat-sahabatku, aku tidak akan pernah melupakan mereka. kini aku berjalan menuju kantin, tapi aku menghentikan langkahku. Aku melihat semua murid berjalan tergesa-gesa menuju aula, aku mengerutkan alisku “Ada apa?” karena penasaran aku berjalan mengikuti keramaian dengan kedua tanganku di saku celana.

Aku bisa mendengar suara sorakan murid-murid, menurutku lebih ke sorakan dalam menggoda, aku mendekati mereka. Mataku tak bisa melihat apa-apa.

Tapi ntah mengapa saat aku datang mereka menatapku dengan berbisik, apa yang sebenarnya terjadi? mereka seperti membuka jalan untukku.

Kini langkahku terhenti, mataku menatap pemandangan yang tak kusuka. Ku menelan salivaku, dadaku sesak.

Mataku tak berkedip, aku melihat wajahnya dari samping dengan tangannya yang dipegang oleh namja yang ku benci, Kai.

“Terima terima terima!!!” semua orang bersorak. Aku hanya diam mematung, duniaku runtuh.

“Ohh kita kedatangan tamu” Kini mereka berdua menatapku, Krystal melepaskan tangannya dari Kai tapi Kai merangkul Krystal dengan kuat.

Aku tidak tahu mengapa aku mematung seperti ini “Apa yang kau lakukan!” aku mendengar suara Henry dan sahabat-sahabatku.

“Apa kau sudah gila Kai?!” ucap Jonghyun geram.

“Amber” Key memegang bahuku. Aku hanya diam tak merespon, aku tidak bisa berbuat apa-apa karena Krystal bukan milikku. Aku bahkan tak berani menatap wajahnya, wajah yang dulu selalu ku agung-agungkan.

Jonghyun melangkah maju “Kau benar-benar kelewatan! apa kau tidak tahu Krystal sudah bertunangan dengan Amber?!” marah Jonghyun.

Kai tersenyum licik “Benarkah? aku rasa tidak, oh mereka memang tunangan tapi apakah itu benar-benar tunangan hmmm” ucap Kai yang masih merangkul Krystal.

“Aku rasa, dia tidak masalah bila Krystal bersamaku”

Onew menatap Amber “Amber, lakukan sesuatu” Amber hanya diam.

“Benar bukan? apa kalian tidak tahu selama ini kita telah di bohongi olehnya” tunjuk Kai pada Amber.

“Bagaimana bisa Krystal Jung Soojung bertunangan dengan seorang….. WANITA?” Seketika aula menjadi ribut, semua orang saling berbisik dan memandang Amber dengan tatapan aneh.

Shinee terlihat kaget bukan main “Amber…” ucap Taemin.

Kai menatap Shinee “Dasar bodoh kalian, apa kalian tak menyadari semua itu?! bagaimana bisa Krystal bertunangan dengan seorang wanita?! dan kalian bisa lihat Krystal tak pernah memakai cincin tunangan, karena Krystal di paksa menikah oleh kakeknya! dan wanita aneh itu… jelas saja dia menyukai Krystalku”

Krystal menatap Kai dan kini matanya menatap Amber yang menjadi bahan omongan dan tersudut.

Benar saja, selama ini Amber merahasiakan indetitasnya, dan lagipula mereka tak akan menyangka bahwa Amber adalah seorang yeoja karena dia begitu seperti namja dengan fisiknya yang begitu mendukung. Hal ini dilakukan karena Jay meminta agar gender Amber dirahasiakan karena Korea Selatan masih tabu dalam hal sepert ini. Jay takut itu akan membuat presepsi yang buruk bagi Krystal dan perusahaan.

Dan pada waktu yang sama perusahaan menjadi ribut karena status Amber. Membuat Taeyeon menjadi kelabakan, apalagi saat ini projek Amber sedang dijalankan. Taeyeon berusaha keras untuk membujuk mereka tapi tentu saja di balik semua ini ada seorang provokator. Taeyeon yakin masalah gender tak dimasalahkan dalam perusahaan mengingat mereka semua adalah pengusaha hebat dan pasti memahaminya.

 

 

Aku memejamkan mataku, aku meraskan semua mata menatapku, berbisik ke arahku. Aku mundur selangkah, mataku menjadi panas.

Dadaku merasa pengap, kecewanya hatiku saat orang yang aku cintai hanya diam tak berkata apapun. Aku menatap wajahnya, wajanya tak berubah.

Apa kau puas?

Aku melangkah pergi, berjalan keluar sekolah tanpa memperdulikan siapapun.

 

Krystal menatap Amber yang pergi menjauhi kerumunan, sedangkan Kai masih melingkarkan tangannya di pundak Krystal.

Mata Krystal tak berkedip “Krystal”

“Hmmm?”

“Kau tidak apa-apa?” tanya Kai.

“Aku ingin ke toilet” Krystal melepaskan tangan Kai.

Krystal berjalan menuju belakang sekolah tempat dimana dirinya dan Amber kabur dari sekolah.

Krystal menghentikan langkahnya, matanya menatap cincin yang tergeletak di lantai. Dengan perlahan Krystal mengambilnya dan menatap cincin itu, cincin yang tak asing baginya, tentu saja karena itu adalah cincin milik Amber.

“Apa yang kau lakukan?” Krystal menatap ketiga sahabatnya yang datang menghampiri Krystal.

“Jung Soojung” ucap Sulli.

Krystal hanya diam, kepalanya menunduk “Tak seharusnya kau melakukan semua itu, benar-benar di lewat batas! dan Kai brengsek itu! aku akan membunuhnya!” geram Luna.

 

Kini aku duduk di halte bus, menatap kermumunan jalan yang ramai. Ku terus menghela nafasku, begitu sesak rasanya.

Aku membuang nomor ponselku agar tidak ada yang bisa menghubungiku. Soal Jay Jung, aku rasa aku tidak ingin memikirkan hal itu. Aku sendiri yang akan mencari uang jika Jay Jung mencabut semua kontraknya.

Aku menundukkan kepalaku, melihat jariku yang kini kosong tanpa cincin yang menjadi kenangan indah bagiku. Aku benar-benar menyerah, aku tidak akan bisa mendapatkan dirinya bahkan dalam mimpiku sekalipun.

Sudahlah lupakan saja, biarkan dirinya hidup dihatiku saja.

“Permisi”

“Permisi!”

Aku menghela nafasku, suaranya??

Aku mendongakan kepalaku, huh? “Bukankah kau??”

“Kau lagi?!”

Aku segera berdiri dari dudukku dan menatapnya yang lebih pendek dari ku “Apa kau tersesat lagi hm?”

Dia tersenyum dikit dengan anggukan yang dia berikan padaku “Aku akan mengantarmu, mengapa kau bisa lupa tempat tinggalmu”

Matanya menatapku tajam, sial! mengapa tatapannya seperti Krystal, hanya saja kali ini lebih mengerikan “Aku tidak bodoh! dan aku masih ingat aprtmenku, lagipula aku tidak ingin pulang”

Amber menaikan alis “Tidak ingin pulang, lalu kau ingin kemana? apa kau ingin menemui kekasihmu?” goda Amber.

“Aish mengapa kau menyebalkan sekali!”

“Hahaha maafkan aku Jessica” senyum bodoh Amber.

“Jadi kau mengingat namaku dengan baik?” tentu saja aku mengingatnya dengan baik, karena nama belakangnya terdapat nama JUNG. Apa dia berhubungan dengan keluarga JUNG? tapi…

“Yak! mengapa kau menatapku seperti itu, dasar mesum”

“Aish wanita ini, mengapa kau sama dengan dirinya”

“Dengan siapa maksutmu?” Jessica menaikan alisnya.

“Tidak ada” singkat Amber.

“Jadi kau ingin kemana nona muda?” tanya Amber yang membuat Jessica memandangnya.

“Ke sini” Jessica menunjukkan alamat cafe di daerah Apgujeong, aku mengangguk membacanya.

“Baiklah akan ku antar tapi…”

“Wae?”

“Tapi kali ini aku tidak membawa kendaraan, bagaimana kalau kita naik bus saja?” aku menatapnya, dirinya sedikit terkejut. Melihat penampilannya.. tentu saja Jessica bukanlah anak sembarangan, aku yakin keluarganya sangat kaya melihat gaya serta kulit putih susunya.

“Baiklah”

Aku tidak menyangka dia mau diajak naik bus bersamaku, wah kebetulan sekali bus datang dengan waktu yang tepat!

Dengan segera aku dan Jessica naik ke dalam bus, aku membiarkan Jessica duduk terlebih dahulu di dekat jendela.

Bus mulai melaju pelan, sesekali aku menatap jendela dan tak sengaja menatap wajahnya.

Hmmm ntah mengapa dirinya begitu sama dengan Krystal.

“Aku sangat suka musim semi” aku menatap wajahnya yang melihat pemandangan luar kota Seoul.

“Bunga-bunga mekar dengan indah, sangat terlihat segar di pandang” senyumnya.

“Kau suka bunga apa?” tanyaku padanya, dan seketika tatapan matanya berpaling padakku dan sungguh membuatku sedikit panik!

“Ehhmm aku suka bunga Rose, wae? apa kau ingin membelikannya untukku?” aku menelan salivaku, matanya menatap lurus matakku. Dengan gugup aku mengalihkan mataku “Anio!”

“Ada apa denganmu?”

“Tidak ada” jawabku singkat, aigooo ada apa denganku?

Tidak lama kemudian kami bersiap-siap untuk turun dan menuju cafe yang akan di tuju “Selamat datang!” sapa pelayan cafe La Lee, ini untuk pertama kalinya aku ke cafe ini. Nuansanya sangat nyaman dengan nuansa classic.

Aku mengikuti langkah Jessica yang duduk di sudut cafe. Jessica mulai memilih beberapa cake yang akan dia makan, tentu saja kami berada di cafe yang terkenal dengan cakenya.

“Kau ingin pesan apa?”

“Ehhmm sama denganmu” senyumku yang dibalas anggukan olehnya.

Selang beberapa menit tak ada percakapan diantara kami karena Jessica sibuk dengan ponselnya, hmmm apa dia sedang mengirim pesan teks kepada pacarnya? aish! mengapa aku berfikiran seperti ini!

“Pesanan anda” pelayan restoran telah datang, menaruh cake di masing-masing piring kami. Waaah kelihatannya begitu lezar, pas sekali aku belum makan dari pagi.

Aku menatapnya yang sedang ingin menyantap cake yang berada di depan matanya, haha begitu lucu.

tumblr_mr1v7r0kg71qitdj1o1_500.jpg

Depannya Amber adalah Jessica hehe.

Kami mulai menyantap cake yang telah dipesan “Waah aku benar-benar rindu akan hal ini” senyumnya dengan mengunyah.

“Seoul benar-benar berbeda” ucapnya memandang luar jendela.

Aku menatapnya, banyak sekali pertanyaan yang ingin ku lontarkan padanya “Apa yang kau rindukan?”

Matanya masih menatap luar jendela “Semuanya, semua kenangan indah yang pernah kulewati pada saat itu, ingin sekali rasanya diriku memutar waktu kembali. Aku tak ingin di waktu ini, aku ingin abadi di waktu itu. Di waktu aku dapat tertawa lepas, di waktu aku dapat merasakan kasih sayang serta cinta dan kehangatan. Tak ada kemarahan, tak ada airmata, tak ada dendam, yang ada hanya cinta dan kasih sayang” aku menatapnya, aku merasakan sesuatu yang buruk pada masa lalunya.

“Tapi… tapi aku datang kembali ke Seoul untuk mendapatkan semua yang seharusnya kumiliki. Aku sudah cukup lama berdiam diri” kini matanya melihatku, aku tak tahu apa maksut dari perkataanya.

“Ohh seperti itu, lalu kau selama ini tinggal dimana?”

“Aku tinggal di San Francisco”

“Kau besar disana?”

Jessica mengangguk “Seharusnya tidak tapi.. sudahlah. Bagaimana dengan dirimu.. Amber?”

Wajahnya menatapku, ketika dia menyebut namaku mimik wajahnya terlihat aneh hahaha “Aku? aahh tidak ada yang spesial di dalam hidupku” aku menyederkan tubuhku di sofa.

“Tidak ada yang spesial, benarkah? bukankah saat pertama kali kita bertemu, kau menangis?”

“Aish aku tidak menangis!” aish wanita ini lebih menyebalkan, dia tertawa sedikit. Apa dia tidak tahu bahwa aku seorang yeoja?? bagaimana kalau dia tahu?

“Ehmm aku ingin mengatakan sesuatu padamu”

Dia menatapku serius dengan menaruh cangkir di mejanya “Apa?” tatapnya dingin.

Tapi apakah aku harus mengatakannya? tapi sudahlah, lagipula aku yakin tidak akan bertemu dengan dirinya lagi karena ini hari terakhirku di Seoul “Aku adalah seorang yeoja” ucapku.

Matanya menatapku, tatapan apa itu??! “Itu saja?” datarnya. Apa dia tidak terkejut?

“Aish aku kira ada sesuatu yang lebih mengejutkan” dia kembali mengambil cangkirnya.

“Kau tidak terkejut? maksutku, apa kau tidak merasa…..”

“Merasa aneh? tentu saja tidak, untuk apa? kau tidak perlu khawatir, aku sangat open minded. Ayolaaahh apa tidak ada topik yang lebih menarik lagi?”

Aku sangat lega Jessica bisa menerimaku, hufh tentu saja dia dapat menerima karena dia tinggal di luar negeri.

“Oh iya, apa kau hari ini tidak sekolah? mengapa jam segini kau sudah pulang, apa kau membolos?”

Aku menghela nafasku “Aku berhenti sekolah”

“WHAT?!”

Aku menutup kupingku, ntah mengapa sifatnya begitu sama dengan Krystal, hanya saja suara Jessica seperti suara lumba-lumba yang begitu nyaring “Ada apa denganmu? mengapa kau heboh seperti itu!”

“Tidak juga, hanya saja mengapa kau berhenti begitu saja? apa kau ini anak orang kaya di Korea Selatan, hingga bisa memutuskan begitu saja?”

Huffhh dia tidak tahu dengan siapa aku berurusan “Ceritanya panjang”

“Lalu apa rencanamu? aahh apa kau sedang memberontak kepada orang tuamu? anak orang kaya sepertimu sangat manja” Jessica menggeleng-gelengkan kepalanya.

Aku kembali menghela nafas “Pertama, aku bukan anak orang kaya seperti apa yang kau pikirkan dan yang kedua ceritanya sangat panjang dan yang ketiga aku ingin hidup seperti dulu. Aaaagghh seharusnya aku tidak melakukan semua ini”

“Melakukan apa? apa kau habis membunuh seseorang?” tanyanya datar.

“Aish! seharusnya aku tidak usah mengantarmu, jadi aku bisa langsung pulang dan tidur dengan nyenyak!” tiba-tiba matanya menatapku begitu tajam! JLEB! Sangat menusuk jantungku hingga beku, tatapan apa itu!!

“Hahahaha aku becanda, mengapa kau menanggapinya serius”

“Baguslah” hufffhh aku mengelus dadaku, jantungku berdebar kencang ketika dia menatapku seperti itu, brrrrr sungguh mengerikan!

“Ohh apa kau tinggal bersama orang tuamu disini?” dirinya sedikit diam, apa pertanyaanku melukai hatinya?

“Ehmm iya, aku tinggal bersama ibuku” lalu appanya??? aish sepertinya sangat sensitiv jika bertanya mengenai keluarganya.

“Apa kau memiliki adik atau kakak?”

“Aku anak tunggal” jawabnya singkat. Ehhmm aku ingin sekali bertanya mengenai nama belakangnya, apakah aku harus bertanya?

“Ehmmm apakah kau memiliki hubungan dengan….”

“Drrriingg drrriiiinggg” aku melihat ponselnya yang berdiring, tangannya langsung menggeser layar. Aku melihatnya yang berjalan keluar cafe, aku menatapnya dari luar jendela. Mataku menatap Jessica dengan beberapa orang dengan berpakaian rapih, mereka semua membungkuk kepada Jessica, aku menatap beberapa pria berjas hitam dan…. seorang wanita?? apakah dia ibunya Jessica, aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas tapi sepertinya tak asing…. Saat aku ingin menatap jendela, aku tak tahu Jessica menatapku dari luar jendela, dengan cepat aku mengambil buku menu untuk pura-pura membaca.

Tak lama kemudian Jessica datang, tentu saja aku tahu dia datang karena wangi parfumnya yang begitu khas “Kajja” aku melihatnya yang menaruh uang di meja dan mengajakku pergi meninggalkan cafe ini, dengan segera aku bangun dan mengikutinya dari belakang.

Aku melihat jam yang menunjukkan pukul 5 sore, bagaimana ini? jam 6 aku harus sudah berada di statsiun kereta untuk kembali ke Gangdong-Gu.

“Yak! apa kau tidak bisa berjalan dengan cepat” aku melihatnya yang jaraknya lumayan jauh dari jarakku, haish wanita itu! sejak kapan dia memerintahku seenaknya! dia pikir dia siapa! aish mengapa aku seperti orang bodoh saja.

“Apa kau tidak dengar!” aku menghela nafas, dan memberikan lambayan tanganku padanya, memberika isyarat bahwa aku akan menyusulnya dengan berlari ke arahnya.

“Kita mau kemana?” tanyakku padanya.

“Ikut saja” ucapnya ketus.

“Tapi…..” dia menatapku.

“Apa” tatapnya datar.

“Aku harus pulang ke rumah” jawabku.

Dia menatapku “Lalu?” pertanyaan apa itu? apa dia tidak mengizinkan aku pulang.

“Aku harus segera ke stasiun kereta, kalau tidak aku tidak bisa pulang”

“Oh” aku menatapnya yang langsung berjalan meninggalkanku, aishhh apa maksutnya.

“Yakk!! tunggu aku” aku berlari mengejarnya.

Jessica dan Amber terlihat jalan bersama.

Aish ntah apa yang aku lakukan sekarang? mengapa aku harus mengikutinya, mengapa aku harus bersamanya sedangkan aku harus segera pulang. Untuk apa aku memperdulikannya! lagipula dia bukan siapa-siapa, ayolah Amber jangan terlalu lemah dengan orang lain.

Kini langkahnya berhenti, aku menatapnya yang berada di depanku. Matanya menatap pedagang permen kapas, apakah dia menginginkan permen kapas itu?

Dia terus menatapnya “Apa kau mau?”

Kini matanya menatapku, tanpa menunggu jawaban dari nya aku segera berjalan menuju permen kapas tersebut dan membeli satu untuk dirinya.

“Ini” aku memberikan nya, Jessica hanya menatap “Untukmu, ku belikan untukmu”

“Kenapa?”

“Karena kau terlihat ingin memakannya” ucapku.

Kini Jessica mengambil permen kapas itu dari Amber, dan mulai memakannya. Tergores senyuman di wajah Jessica, tapi ada juga kesedihan di matanya.

“Apa rasanya tidak enak?” tanyaku karena dia hanya diam.

“Tidak, aku menyukainya. Aku sangat menyukainya” tapi mengapa dia terlihat sedih.

“Terima kasih, aku sudah lama tidak memakan permen ini. Terkahir aku makan pada saat aku berumur 7 tahun, aku memakan permen ini bersama ayahku dan sepenjang jalan, aku menyuapi ayahku permen kapas ini. Benar-benar indah” aku menatapnya, aku ingin sekali bertanya padanya tapi aku rasa itu bukan urusanku, dan aku yakin Jessica buka tipe orang yang suka privasinya di ganggu, aish melihatnya seperti ini sungguh tidak tega bila di tinggal sendirian, dirinya terlihat begitu kesepian.

Aku menarik nafasku, matahari mulai tenggelam dan cuaca mulai dingin. Aku menggosok-gosok tanganku. Aku kembali meliriknya, aku melihat Jessica yang hanya memakai kaos polos putih, aishh bagaimana bisa dia bertahan dengan kaos seperti itu.

Aku membuka jaketku “Pakailah” aku memberikan jaketku pada Jessica.saint_laurent_varsity_jacket.jpg

Amber’s Jacket

Jessica menatapku, jujur saja tatapanya begitu menakutkan “Makustku, cuaca Seoul akan dingin bila malam tiba dan aku melihat kau tidak membawa pakaian hangat lainnya jadi aku meminjamkan jaketku padamu” jelasku padanya.

“Tidak ada maksut lain?”

Apa dia sedang mencurigaiku? “Aish”

“Apa kau selalu baik dengan semua orang?”

“Ehmmm tidak tahu, aku hanya ingin melakukan hal yang baik saja” senyumku padanya yang akhirnya jaketku di ambil dan di pakai oleh Jessica, walaupun agar kebesaran sedikit karena tubuhku lebih besar darinya.

 

Author POV

“Mwo? mengapa kau tertawa, apa aku lucu?” tatapnya datar.

“Tidak ada” jawabku cepat.

“Aku rasa, kekasihmu begitu senang memiliki kekasih sepertimu”

“Hahaha kau ini bicara apa? aku tidak memiliki kekasih”

“Benarkah?” tanya Jessica.

“Ya”

“Bukankah kau sudah bertunangan??” Amber terlihat terkejut mendengarnya.

“Aku melihat cincin di jari manismu, bukankah itu artinya kau sudah terikat dengan seseorang, dan….” Jessica melihat tangan Amber “Cincin itu sudah tiada, apa kau bertengkar dengan kekasihmu?”

“Aish wanita ini, ini sangat sulit di jelaskan. Lagipula aku sudah melupakannya. Aku tidak ingin berharap terlalu tinggi” ucap Amber dengan memandang jalan raya.

“Aku juga sudah tidak ingin terlalu berharap, karena semua harapan yang ku mau selalu saja tidak berhasil. Semua yang ku inginkan tidak akan pernah aku dapatkan, sangat menyedihkan. Aku tidak ingin terlalu memikirkan hal itu, untung saja eomma selalu mendukungku dengan baik kalau tidak, mungkin aku tidak akan kembali ke Seoul. Sangat tidak menyenangkan jika kau berharap tinggi tapi tidak sesuai dengan apa yang kau inginkan, lebih baik jalani saja tanpa skenario” ucap Jessica dengan senyuman.

“Apa yang terjadi denganmu?” tatap Amber begitu saja, karena Amber terlalu penasaran dengan Jessica.

Jessica tersenyum tipis “Tidak enak rasanya bila kau tidak di anggap, tidak enak rasanya bila kau dianggap tidak ada. Itu sangat sulit dijelaskan, seperti kau sulit menjelaskan ceritamu”

Amber tersenyum mengangguk “Oke oke, 1 sama Jessica Jung”

“Jadi kau ingin pergi kemana lagi?” tawar Amber.

Jessica terlihat berfikir “Ehmm Namsan Tower?”

“Namsan Tower?”

Jessica mengangguk “Sebulan sekali aku selalu menghabiskan waktu disana bersama orang yang kucintai, dan aku ingin mengingatnya kembali”

Amber segera bangun “Baiklah! ayo kita pergi, lagipula aku tidak ingin berdiam diri saja. Meratapi kesedihan hatiku! Kalau begitu ayo kita bersenang-senang!” girang Amber.

Jessica hanya tersenyum melihat tingkah Amber yang seperti anak kecil “Baiklah, aku akan menelfon supirku untuk menjemput kita”

“Baiklah” ucap Amber.

Tak berapa lama kemudian mobil mewah berwarna hitam tersebut berhenti di depan Jessica dan Amber “Kajja” ucap Jessica.

Kini Jessica dan Amber menuju Namsan Tower, roda mobil melaju cepat hingga tak terasa mereka telah tiba di tempat tujuan.

“Waaahh sudah lama sekali” tatap Jessica melihat Namsan Tower.

Amber melihat Jessica yang terlihat senang, ntah kenapa Amber tersenyum saat melihat kebahagiaan Jessica. Jessica dan Amber melangkah untuk menaiki kereta kabel, melihat pemandangan kota Seoul yang begitu indah.

Amber terus mengikuti Jessica kemanapun kakinya melangkah, menuju musium teddy bear maupun ke love lock “Banyak sekali pasangan disini” ucap Jessica melihat sekitar.

“Apa kau sudah pernah kesini sebelumnya?” tanya Jessica tanpa melihat Amber.

Amber memasukan tangannya di saku celana “Ehmm belum, jujur saja ini adalah pertama kalinya aku ke Namsan Tower”

Mata Jessica membulat dengan menatap Amber yang berada di sampingnya “Benarkah?? aigooo kau ini tinggal di bawah batu ya?”

Amber menatap jengkel “Tidak menyenangkan bagiku” keluh Amber.

“Ehmm bagaimana kalau kita coba love locks?” tatap Jessica.

Dan kali ini mata Amber yang membulat “Mwo??!! yak! tidak, aku tidak mau” Amber terlihat gugup.

Jessica menatap tajam Amber “Mengapa tidak mau? saat aku menonton drama Korea, aku ingin sekali mencobanya!”

“Lakukan saja sendiri” usul Amber.

“Tidak! kau harus mau”

“Kenapa harus aku?” elak Amber.

“Tentu saja kau! apakah aku harus mengajak orang asing disini?”

Amber menghela nafas “Tapi, apa kau tidak lihat maksutku saat kau menonton drama koreamu itu, apa kau tidak memperhatikan mereka saat di lock love? kau… kau lihat mereka. Mereka semua berpasangan, dan lock love adalah gembok cinta”

“Lalu?” datar Jessica.

Amber menggaruk dahinya, melihat Jessica yang keras kepala.

“Aku tidak peduli” dingin Jessica.

“Lagipula aku melakukannya hanya ingin saja, bukan berarti kita saling jatuh cinta. Mengapa kau cepat sekali tersanjung” ejek Jessica yang membuat wajah Amber merah.

“Baiklah baiklah ayo kita lakukan Jessica Jung” ucap Amber.

Jessica tersenyum puas karena Amber menuruti kemauannya.

Matahari mulai terbenam, pemandangan sore hari di Namsan Tower sungguh terlihat indah, rambut Jessica terlihat indah dengan warna blondenya, sedangkan Amber terlihat berjalan untuk menghampiri Jessica di pinggir lock love. Kini Jessica dan Amber sedang menulis di gemboknya masing-masing dengan terbenamnya matahari.

“Selesai!” ucap Jessica, yang kemudian menatap Amber yang masih asik menulis.

Jessica terlihat mendekati Amber, penasaran dengan apa yang dia tulis “Aish! kau tidak boleh mengintip”

Jessica memasang wajah kesal “Lagipula aku pasti akan melihatnya”

“Baiklah ayo kita gembok” ajak Amber.

Jessica dan Amber mulai menggembok, Jessica memperhatikan tulisan di gembok Amber “Tersenyumlah karena aku menyukainya :)” tentu saja itu membuat Jessica tersenyum, dan Amber juga membaca tulisan Jessica “Terima kasih untuk ada bersamaku ^^”

“Selesai” ucap Amber.

“Simpanlah” Amber memberikan kunci itu pada Jessica.

“Aku tidak menyangka kau akan menulis seperti itu” goda Amber.

“Karena hanya kau yang saat ini aku kenal!” Kemudian Jessica berjalan meninggalkan Amber.

“Aish bahkan sifat mereka hampir sama” Amber menggelengkan kepalanya.

Setelah puas berjalan-jalan Jessica menelfon kembali supirnya, sambil menunggu Jessica dan Amber terlihat berjalan di bawah pohon-pohon rindang dengan lampu taman yang indah “Aneh, rasanya sangat aneh. Mengapa aku bisa menghabiskan waktu bersamamu? padahal aku hanya bertemu denganmu sekali, itu rasanya sangat aneh” ucap Jessica menatap lurus jalan.

“Itu karena pesonaku hahahaha” canda Amber.

Jessica menatap Amber “Apa kau tidak takut denganku?”

“Takut kenapa?”

“Kita baru saja kenal, bagaimana tiba-tiba aku membunuhmu atau menghipnotismu?”

Amber tertawa mendengar ucapan Jessica yang konyol “Hahaha, aku percaya kau tidak akan melakukan hal itu. Tapi jika kau ingin melakukannya, lakukan saja. Aku sudah lelah dengan hidup ini”

“Kau harus cerita jika memiliki masalah jika terus kau pendam, kau bisa gila Amber. Aku tahu kau menangis di dalam, kau hanya memasang senyum palsu” Amber menatap Jessica, terkejut dengan ucapan Jessica.

“Aku hanya lelah saja, aku terlalu banyak membuang waktu. Aku selalu meremehkan segala sesuatu, aku hanya mementingkan diriku saja hingga pada akhirnya aku menyesal” senyum pahit Amber.

“Kalau begitu kau harus berjanji pada dirimu untuk menjadi orang yang lebih baik” Kini Amber menghentikan langkahnya, menatap Jessica di bawah lampu taman.

“Aku mencoba, tapi aku tak diberi kesempatan. Aku menyerah… ini untuk pertama kalinya aku menyerah karena aku telah menyakiti hati seseorang”

Jessica memegang bahu Amber “Aku yakin suatu saat dia akan mengerti dan memaafkanmu, tersenyumlah karena aku menyukainya” ucap Jessica kepada Amber yang akhirnya membuat Amber tersenyum “Jadi kau menyukaiku?” goda Amber yang dibalas pukulan kecil oleh Jessica “Ah! sakit sekali”

“Tin tin” suara klakson mobil Jessica telah terdengar.

Supir Jessica membukakkan pintu “Masuklah” ucap Jessica.

“Bagaimana denganmu?” tanya Amber.

“Aku bisa naik taxi, apa kau pikir aku anak TK?”

“Tapi aku bisa….”

“Sudah naik saja!” paksa Jessica.

Sebelum naik mobil Amber menatap Jessica “Aku harap aku bisa bertemu denganmu lagi Jessica” senyum Amber yang kemudian masuk ke mobil Jessica menuju stasiun terdekat.

Jessica melihat mobilnya yang telah menjauh “Kita pasti akan bertemu lagi, Amber Liu”

 

Jessica POV

Jessica berjalan masuk menuju apartemen pribadinya yang baru beberapa minggu dia tunggu “Kau sudah pulang?”

Aku memeluk wanita yang aku cintai ini dengan erat serta memberi ciuman di pipinya “Darimana saja?” eomma menatapku khawatir.

“Aku keliling kota Seoul”

“Benarkah? dengan siapa”

“Rahasia” senyumku pada eomma.

“Aigoo aku pikir kau tidak akan lagi menyukai Seoul”

“Tadinya” ucapku singkat.

Aku bergegas bangun untuk membersihkan badanku “Sica”

“Ne eomma”

“Apa kau sudah membacanya?”

Aku menggelengkan kepalaku, aku belum sempat membaca dokumen yang diberikan tadi sore “Aku akan membacanya dikamar”

“Eomma harap kau dapat mempelajarinya dengan baik, saat ini saham mereka sedang naik tapi eomma dengar penanggung jawab dari projek mereka melepas tanggung jawab begitu saja. Aku harap kau mengerti Jung Sooyeon, aku harap kau tak lupa akan tujuan kita” aku mengangguk mendengar ucapan eomma.

“Aku permisi eomma” bungkukku.

Aku melepaskan jaket milik Amber dan menaruhnya di sofa, aku mengambil air putih dan menaruh amplop coklat itu di mejaku.

Aku menatap jalanan kota Seoul yang ramai “Aku tak menyangka aku akan kembali” senyumku. Jika mengingat kejadian dulu, sungguh aku tak ingin menginjak tanah ini.

Aku berjalan mengambil amplop coklat yang diberikan oleh salah satu orang kepercayaan eommaku disini. Aku membukanya dengan duduk di atas tempat tidur.

Aku membaca beberapa dokumen penting dari perusahaan ternama di Asia. Aku hanya bisa tersenyum saat melihat nama Jay Jung dan Jung Soojung “Bagaimana bisa?” senyumku.

Kini aku mengganti lembaran “Kim Taeyeon” aku tersenyum saat membaca namanya, sungguh aku tidak melupakannya.

Dan berganti lembaran lagi, kini lembaran ini berisi tentang mega projek yang dilakukan Jung Corpt baru-baru ini. Aku membaca detai setiap rinciannya dan…

“Benarkah??” betapa terkejutnya aku melihat ketua penanggung jawab dari mega projek ini.

“Amber Josephine Liu” aku mengedipkan mataku, wajahnya terbayang di benakku.

Tergores senyuman di bibirku “Sepertinya kita akan bertemu lagi”

 

Krystal POV

“Apa ini yang kau sebut makanan!!” kasar Krystal melempar piring ke lantai, semua pelayannya terlihat takut, Krystal segera bangun dari tempat duduknya.

Sudah dua hari ini Krystal terlihat berbeda, sifat dingin serta arogannya kembali ke dalam dirinya dan marah tanpa sebab yang jelas.

“Bagaimana ini? nona muda Jung benar-benar berubah” keluh salah satu pelayan.

Taeyeon menghembuskan nafasnya yang lelah akan tingkah Krystal “Sepertinya, nona muda Jung seperti itu karena Amber”

Taeyeon melirik pelayan yang berbicara tentang Amber “Sepertinya kau harus membujuk Amber kembali seketaris Kim”

“Aku rasa itu akan sulit, aku tidak bisa melacak keberadaan Amber. Aku mencoba datang kerumahnya tapi ibunya saja tidak tahu”

“Lalu apa yang harus kita lakukan? hari ini nona muda Jung sudah memecat 10 pelayan di rumah. Apakah kita harus melapor pada tuab besar?”

“Jangan, aku akan menangani hal ini” ucap Taeyeon.

 

“Dum!!” pintu di banting kuat oleh Krystal.

“Errghhh!!!” apa yang membuatku seperti ini! aku merasa kesal, aku merasa marah! aku merasa ingin berteriak!

Apa aku seperti ini karena…. karena Amber?

“Tidak! untuk apa aku memikirkan pembohong seperti dia!” tapi ntah mengapa pikiranku tak lepas darinya.

Dia yang berbuat salah tapi mengapa aku yang harus menerima hukuman! bahkan sahabat-sahabatku membel si pembual itu! dan shinee… mereka bahkan membenciku.

Apa aku sudah keteraluan? anio! aku melakukan hal yang benar, mereka tahu bahwa Amber telah membohongiku!

“Aaaagghhh!!! aku tidak peduli! aku tidak peduli akan dirinya”

 

Next day 07.10 AM

Aku membuka kamarku, mulai melangkah keluar dari kamar. Langkahku terhenti saat menatap pintu kamarnya. Pintu kamar yang biasanya selalu terbuka untukku “Ergh apa yang kau pikirkan Krystal Jung!” aku berjalan untuk makan pagi.

Hari-hari yang membosankan kembali terulang, hanya ada aku di meja makan besar ini Terasa sangat hampa, aku melirik ke tempat duduk kosong di kanannku. Kosong…..

Setelah ku rasa cukup, aku segera berangkat ke sekolah. Kini mobilku berhenti di lampu merah, mataku menatap jendela luar.

Terbesit bayangan dirinya “Yak Jung Soojung, semangat!!”

Tak ada lagi motor hitam dengan pengendaranya yang biasanya selalu menyemangatiku di pagi hari, tingkah konyolnya yang selalu menarik perhatianku.

Dan aku benci itu…

Aku benci mengingat senyumannya!

 

At Empire School

Aku berjalan masuk, setelah berita mengenai Amber sekolah menjadi begitu heboh. Beberapa orang menghina Amber sebagai pembohong besar, menghina Amber dengan seseorang yang tidak normal, begitu banya berita yang ku dengar semenjak kejadian itu. Bahkan Shinee terlihat syok mendengar berita tersebut.

“Krystal” aku menghentikan langkahku, melihat namja yang menghampiriku. Namja yang diberitakan menjadi kekasihku. tapi aku tidak tahu… apakah aku bisa menerimanya atau tidak.

Aku menatapnya, menatap namja yang begitu dibenci Amber dan namja ini berhasil menyingkirkan Amber dari hidupku. Aneh, rasanya terasa aneh dan mengganjal hatiku.

“Aku pikir aku akan menjemputmu”

Aku menggelengkan kepalaku “Tidak perlu” senyumku seadannya, semua orang menatap kami.

“Bagaimana bila pulang nanti kita menonton, jika kau mau”

“Baiklah” aku menerimanya, aku merasa bosan dan butuh sedikit hiburan. Aku harap aku bisa membuka hati untuk dirinya.

Hmmmm.. aku melihat Luna, vic dan Sulli yang melihatku. Mereka tak menegurku, selalu seperti itu bila aku berasam Kai semenjak adanya Amber. Aku tak tahu mengapa mereka membenci Kai, dulu tak seperti ini.

“Mau aku antar ke kelas?”

“Tidak perlu, aku pergi”

“Baiklah” aku pergi berjalan menuju kelas.

 

Semenjak kejadian Amber, kelas terasa sepi, Tak pernah ada keributan di dalam kelas maupun hukuman saat tertidur di dalam kelas.

Aku menulis acak di kertasku, menulis tulisan tak jelas. Biasanya aku selalu menulis pesan untuk Amber melalui kertas putih ini.

Ntah apa yang kupikirkan, aku selalu memikirkannya tapi aku membencinya!

“Krystal Jung”

“Ne?”

“Apa kau tidak memperhatikanku saat menjelaskan?”

“Ehmm aku sedikit pusing” bohongku.

“Kalau begitu keluarlah dan pergi ke ruang kesehatan” aku segera pergi dan keluar dari kelas.

Aku berjalan.. aku berjalan sendiri di koridor sekolah.

Aku tak merasa waspada, aku tak merasa takut, aku tak merasa dibuntuti tapi ntah mengapa aku menghentikan langkahku, membalikan badanku menatap belakang arahku.

Kosong…

“Aku tidak mengikutimu! mengapa kau cepat sekali tersanjung! aku hanya mengikuti arah angin berhembus!” 

Aku tersenyum, iya aku tersenyum. Mengingat tingkah konyolnya, sekarang aku tahu mengapa kau selalu mengikuti kemana saja. Karena kau di tugaskan untuk menjagaku, melindungiku untuk kepentinganmu.

“Hufffhhh” aku tak perlu sejauh ini memikirkan tentang dirinya.

Tapi aku juga merasa kesal dengan diriku yang tak bisa melupakannya! ada apa denganku!

“I hate myself”

 

08.47 PM at Cinema

Aku menunggu Kai yang sedang membelikan tiket “Ayo” ajaknya.

Aku duduk bersama Kai “Film apa yang kita tonton?” tanyakku.

“Film Insidious” lampu theater mulai padam.

Film mulai berjalan, beberapa menit kemudian orang-orang teriak karena seram. Tapi tidak untukku, teriakan mereka mengingatkanku pada si bodoh itu.

Aku sungguh tidak tahan dengan semua ini “Kai, apa kita bisa pergi?”

“Pergi? tapi…”

“Ku mohon” Kai menatapku.

“Baiklah” senyumnya.

 

“Krystal, apa kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa hanya saja aku merasa lelah”

“Baiklah, kalau begitu istirahatlah. Akan ku antar”

“Tidak perlu, supirku sudah menunggu. Selamat malam Kai” aku langsung pergi meninggalkan Kai.

 

Jung’s house

“Selamat datang nona muda Jung” seperti biasa aku menghiraukan mereka dan berjalan begitu saja.

“Nona muda Jung” aku menghentikan langkahku, menatap orang kepercayaan kakekku ini.

“Ada apa” tanyakku dingin.

“Besok hari akan ada rapat, aku harap nona muda Jung bisa datang ke rapat tersebut” aku menatapnya.

“Ya” aku langsung pergi meninggalkannya, aku tahu tanggung jawabku sebagai seorang CEO dan aku tidak akan membiarkan perusahaanku begitu saja.

 

Jung Corpt

“Kalau seperti ini terus maka perusahaan akan mengalami kerugian besar presdir” aku melihat laporan hasil mingguan yang turun.

“Bagaimana ini presdir?” aku menghela nafas, aku bahkan tidak bisa berfikir saat ini. Begitu banyak tekanan yang kudapat. Aku melihat projek Amber akan membuahkan hasil tapi bagaimanapun juga ini adalah alur pikirknya, aku tak bisa menerka-nerka rencananya.

“Sepertinya presdir kita tak  bisa menjawab, bagaimana nasib perusahaan kita?” semua orang jadi ribut. Aku benci hal ini! errghhh..

“Nona muda Jung, kau tidak apa?” tiba-tiba aku merasa pusing.

“Rapat kali ini kita tunda” ucap Kim Taeyeon segera.

 

“Nona muda Jung kau tidak apa?” aku mengangguk, berdiri dengan segelas airputih.

“Nona muda Jung, kau terlihat pucat”

“Aku tidak apa-apa” erghh sial! ada apa dengan kepalaku.

“Nona muda Jung” kenapa pandanganku menjadi gelap….

“Brukk!” Krystal terjatuh membuat Taeyeon menjadi panik.

“Cepat panggil dokter!!” panik Taeyeon yang langsung membawa Krystal ke ruang kesehatan kantor.

 

 

Errrghh pusing sekali… ku mencoba membuka mata hm…

“Nona muda Jung, kau sudah bangun?” aku melihat Taeyeon yang berdiri di sampingku, Taeyeon membantuku untuk bersandar dengan bantal.

“Aku rasa anemia nona muda Jung sedang kambuh, nona muda Jung harus banyak istirahat dan makanlah dengan banyak”

“Bisa kau tinggalkan aku” perintahku tanpa menatap matanya.

Taeyeon membungkuk untuk Krystal “Baik nona muda Jung, aku menaruh obat di mejamu. Aku permisi” Taeyeon meninggalkan kamar Krystal.

Krystal memejamkan matanya, tersenyum tipis.

Krystal membuka matanya, kakinya mulai turun dengan kaki telanjang. Kaki putihnya melangkah keluar kamar.

Krystal terlihat kurus, wajahnya masih pucat. Kakinya melangkah ke kamar yang tak jauh dari kamarnya.

“Krek” pintu mulai terbuka, kamarnya begitu gelap. Krystal menghidupkan lampu kamar yang sudah lama tak dia singgahi.

“Krek” Krystal menutup pintu kamar, kaki polosnya berjalan menuju tempat tidur yang biasa dia tiduri.

Tubuh Krystal mulai menyatu di dalam alas tidur lembutnya. Matanya mulai di pejamkan dengan memeluk bantal yang memiliki harum khas seseorang.

Seseorang yang meganggu pikirannya, seseorang yang membuat dirinya gelisah, seseorang yang membuat dirinya marah.

Krystal menutup erat matanya, berusaha menghilangkan ingatannya akan kenangan indah yang dia lalui dengan mencoba menghapusnya dengan rapih.

Krystal tersenyum, mengingat dirinya yang selalu memukul Amber dengan bantal, mengingat Amber yang selalu mengalah untuk tidur di sofa. Begitu spesialnya Krystal bagi Amber…

“Pabo….” lirih Krystal.

“Amber pabo….” senyum Krystal dengan memeluk erat bantalnnya.

 

Hari-hari telah berlalu, ujian akan segera tiba dan sudah seminggu ini Amber tak ikut dalam pelajaran.

“Krystal” aku menghentikan langkahku, menatap Henry yang berjalan ke arahku.

“Ya” jawabku singkat, ini adalah percakapan pertamaku dengan salah satu Shinee, semenjak kejadian itu mereka tak sama sekali berbicara padakku, tak seperti dulu.

Henry menghela nafas, menatap Krystal yang dulu dia puja “Mengapa kau tidak memberithau pada kami? mengapa kau tidak memberithau kami dengan semua apa yang terjadi?”

Krystal menatap Henry “Apa maksutmu”

Henry tersenyum tipis “Sebegitu bencikah kau terhadap Amber, hingga kau tak mau tahu tentangnya? aku tidak tahu apa yang Amber perbuat padamu hingga kau mempermalukan Amber di depan umum, tapi yang ku tahu Amber memiliki alasan dan dia adalah orang yang baik. Maaf telah membuang waktumu Krystal Jung” Henry pergi meninggalkan Krystal.

 

3 hari kemudian

Hari ini sangat melelahkan, aku baru saja pulang makan malam dengan Kai. Akhir-akhir ini aku menghabiskan waktu bersama Kai, aku tidak tahu status kami apa, aku hanya menjalaninya saja. Setidaknya aku tidak terlalu kesepian walaupun aku membohongi diirku sendiri.

“Aku melangkah menuju kamarku, aku selalu berhenti di depan kamarnya. Ntah mengapa aku berbuat seperti ini. Apa yang membuatku selalu memikirannya? aku membuka pintu kamarnya, ini sudah ketiga kalinya aku masuk ke dalam kamarnya. Aku pandangi seluruh kamarnya, tak ada yang berubah. Beberapa buku tersusun rapih, piano masih di tempat yang sama. Aku duduk di sofanya, sofa yang biasa dia tiduri.

Sungguh aku membenci diriku! aku benci diriku sendiri.

Ku buka mata ini, tak lagi ku lihat wajahnya. Tak lagi ku dengar suaranya. Aku membencinya tapi ada sesuatu rasa yang lebih besar daripada kebenciaan.

Apa yang harus aku lakukan?

 

Next Day 08.10 AM

“Nona muda Jung” aku terbangun di kamar Amber. Aku mengucek matakku, ini adalah hari minggu. Tidak biasanya pelayan membangunkan tidurku apalagi tidak mengetuk pintu atau seizinku.

“Yak! mengapa kau ada disini” marahku.

“Maaf nona muda Jung, tapi tuan besar sudah menunggu anda daritadi”

Tuan besar? aku langsung terkejut “Maksutmu kakek?!!”

“Ya nona muda” aku langsung segera keluar kamar, dan turun tangga. Aku tak sabar melihat kakek!!

“Kakek!!!” teriakku dari jauh.

“Ohhh cucungku tercantik!!” aku belari ke arahnya, dan memeluknya erat. Ya Tuhan aku benar-benar merindukan kakek!

Aku menatapnya, wajah kakek tidak berubah hanya saja lebih kurus “Mengapa kakek lama sekali! apa kakek tidak tahu aku begitu menderita!”

“Haha maafkan kakek Soojung, kasus ini benar-benar menghabiskan waktu kakek”

“Apa kakek akan pergi lagi?”

“Ehmm untuk saat ini kakek akan bersamamu”

Kakek menjelaskan semua permasalahnya, untuk saat ini kakek sedang dalam proses pengadilan dan itu benar-benar menyita waktunya tapi aku bersyukur kakek baik-baik saja dan aku menetap di Seoul.

“Aku dengar Amber tak ada disini, benarkah itu?”

Aku diam beberapa saat, aku tidak tahu apa yang harus kukatakan “Apa kau bertengkar dengannya?”

 

Author POV

“Kakek seharusnya tidak perlu khawatir akan diriku, aku bisa menjaga diriku” ucapku tanpa menatap kakek.

“Hmmmm jadi kau sudah mengetahuinya”

“Aku tidak suka itu, aku tidak suka kebohongan dan aku akan baik-baik saja”

Kakek Jung menatap Krystal “Jangan salahkan dirinya, salahkan saja kakek. Amber adalah anak yang baik, aku yang memintanya untuk menjagamu”

“Tapi apakah harus seperti itu?? ini benar-benar sudah kelewat batas” marah Krystal.

Kakek Jung menatap tajam cucung kesayangannya itu “Mengapa reaksimu berlebihan seperti itu? seharusnya kau akan baik-baik saja sekalipun Amber membohongimu, sekalipun dia hanya suruhanku. Apa kau menyukai Amber?”

“Kakek bicara apa?”

Kakek Jung tersenyum “Kakek memilih Amber karena dia adalah anak dari sahabat kakek sekaligus salah satu pendiri dari Jung Corpt. Josh Liu adalah salah satu pendiri dari perusahaan ini, dia membantu banyak. Mendengar berita keluarganya jatuh miskin sangat membuatku terpukul, terlebih lagi Amber selalu dipukuli oleh penagih hutang, melindungi keluarganya dengan sekuat tenaga. Dia benar-benar anak yang penuh dengan perjuangan dan kemudian perusahaan kita dalam bahaya, seseorang mengincarku dan kamu Soojung. Amber adalah satu-satunya yang dapat ku percaya. Pada dasarnya Amber tak mau, tapi aku terus membujuknya hingga dia menandatangani kontrak selama 1 tahun untuk menjagmu. Aku yakin yang dilakukan Amber selama ini adalah untuk keluarganya, untuk ibu dan adiknya. Tidak semata mempermainkan perasaanmu”

Krystal hanya diam “Setahun?” ulang Krystal menangkap kata-kata kakeknya.

“Ya, aku rasa setahun cukup untuk menyelesaikan masalah ini”

“Lalu apa yang terjadi bila setahun itu tiba?” tatap Krystal serius.

“Kubiarkan Amber di sisimu untuk menjagamu, kubiarkan Amber di sisimu karena aku tahu Amber bisa melewati semua masalah ini. Aku dengar perusahaan kita naik karena ide jeniusnya, itu luar biasa bagi remaja muda seperti dia, tapi terlalu bahaya karena ada seseorang yang ingin menjatuhkanku dan kau Soojung. Itu sebabnya aku membiarkan Amber mengambil alih perusahaan agar bisa melindungimu, banyak orang yang ingin menjatuhkanmu Soojung, banyak orang yang ingin menyingkirkanmu, aku tidak mungkin menyerahkan perusahaan begitu saja dengan keadaan seperti ini, saat ini situasi begitu mengerikan. Banyak orang yang telah mengkhianati kita dan bila pelaku nya tertangkap maka kau akan menjadi CEO tetap”

Krystal tersenyum tipis “Apakah kakek sedang memanfaatkannya? kalau begitu apakah Amber dalam bahaya juga?”

Jay Jung meminum segelas wine “Aku lakukan untukkmu”

Krystal bangun dari duduknya “Kakek hanya lakukan untuk perusahaan. Aku permisi”

“Jung Soojung” Krystal menghiraukan Jay Jung dan beranjak ke kamarnya.

Krystal duduk terdiam di atas tempat tidurnya, mencerna kembali ucapan Jay Jung “Aku bisa gila”

 

 di tempat lain 

“Aku dengar Jay Jung sudah kembali ke Seoul”

“Ya Kang Ji Hoon” wanita bernama Kang Ji Hoon itu tersenyum dengan minuman di tangannya.

“Ini akan menarik, aku tak sabar melihatnya dalam TV”

“Aku rasa hakim akan kembali melakukan sidang minggu depan, untuk saat ini Jay Jung tidak bisa pergi ke perusahaan ataupun melakukan bisnis yang lainnya. Saat ini hanya Krystal Jung Soojung yang memiliki semua hak kuasa Jung Corpt” ucap pria yang tak dikenal itu.

Kang Ji Hoon tersenyum tipis, menatap jendela apartemen mewahnya “Krystal Jung Soojung” ulangnya.

“Aku tak sabar untuk melihat wajahnya” senyum wanita itu.

 

3 hari kemudian di tempat lain

“Apa kau sudah berhenti sekolah?” ucap Eric terhadap Amber yang sedang berbaring di rumput.

“Sepertinya begitu, aku tidak ingin kembali lagi Seoul”

Eric sedikit terkejut dengan jawaban Amber “Kenapa begitu? apa kau tidak merindukan kekasihmu Krystal Jung?”

Amber tersenyum kecil “Ntahlah, saat ini aku tidak ingin memikirkan hal itu? lagipula dia bukan kekasihku Eric”

“Tapi aku yakin Krystal akan memafaakanmu” tambah Ailee

Amber menatap Ailee dengan tatapan aneh “Tidak mungkin, kau tidak lihat tatapannya”

“Lalu bagaimana teman-temanmu yang berada di Seoul?” tanya Eric.

Amber menghela nafas, Amber tak tahu apa yang shinee pikirkan tentang terungkap dirinya “Aku rasa mereka tak ingin berteman dengan ku lagi” keluh Amber menatap sungai Han

“Jadi kau tidak ingin bertemu kami lagi??” kelima namja itu berdiri di belakang Amber. menatap wajah Amber yang begitu terkejut.

“Ka-kalian” gugup Amber.

“Yak! eksprsi apa itu, kau kira kami hantu!”  canda Jonghyun.

“Dasar bodoh, jika kau ingin meninggalkan kami setidaknya kau izin pada kami! jika kami mengizinkan kau pergi, kau boleh pergi tapi kami tidak akan mengizinkan kau pergi dari kami!” ucap Henry.

“Karena kau adalah bagian dari kami” tambah Onew.

“Kemari kau bodoh!” Minho berlari kecil mengejar Amber.

“Yak! yak apa ini!” seketika shinee memeluk Amber.

“Aaaaghhh aku merindukanmu nona tampan hahahah” seketika semua tertawa sedangkan Amber masih di peluk oleh Shinee.

“Pantas saja kau tidak ingin satu kamar mandi bersama kami! hahahaha” goda Taemin.

“Ak ak ak lepaskan aku Henry!” Henry mengapit kepala Amber di lengannya “Tidak! kau tidak boleh meninggalkan kami!” seketika semua tertawa, melihat mereka bahagia satu sama lain. Melepas kerinduan bersama orang terkasih dapat mengubur rasa sedih Amber yang selama ini dia rasakan.

 

Di balik kebahagiaan Amber dengan para sahabatnya, tanpa sadar seseorang yeoja menatapnya dari kejauhan. Matanya tak lepas dari tawa Amber, matanya menatap jauh sosok yang sudah lama tak dia jumpai.

Matanya tak terpejam, terus menatap Amber seakan waktu benar-benar membunuh waktunya dalam beberapa minggu ini. Melihatnya tertawa, membuat yeoja itu mengulang lagi ingatannya sama bersama Amber yang tengah tertawa lepas.

“Nona muda Jung, apa kita pergi sekarang?”

Krystal memejamkan matanya untuk beberapa saat, menghela panjang nafasnya dengan sekali lagi menatap Amber “Jalan” perintah singkat Krystal.

 

10.42 Amber’s home 

“Ayo kita minum sepuasnya!!” Shinee, Eric dan Ailee menaikan gelas untuk minum bersama di kedai Amber.

“Jangan minum terlalu banyak! kalian masih dibawah umur!” larang ibu Amber.

“Tenang saja bibi, kami hanya minum sedikit saja” senyum Taemin.

“Terima kasih bibi atas makanan dan minumannya” senyum Ailee.

“Aish lagipula kenapa kau tidak pulang? apa kau lupa kau wanita”

“Apa bibi juga lupa amber adalah wanita, aku yakin Amber akan menjagaku!” ucap Ailee yang merangkul lengan Amber.

“Baiklah, ayo kita bersenang-senang!” girang Henry dengan mengangkat gelas.

Kedai malam ini bergitu ramai dengan suara dan tawa sahabat-sahabat Amber. Amber begitu senang melihat sahabatnya dapat berkumpul. Untung saja Eric dan Ailee cepat bersahabat dengan Shinee sehingga tak ada rasa canggung satu sama lain.

Dan lebih bersyukurnya lagi dengan ketulusan persahabatan yang diberikan Shinee pada Amber tanpa melihat Gender.

Henry menatap sahabat sebangkunya itu, menatap Amber yang terkadang melamun.

“Apa kau akan kembali ke Seoul? apa kau tahu sebentar lagi kita akan ada ujian kelulusan!” celetuk Henry.

“Benar! selama seminggu lebih ini kami menutupi absen dan tugasmu!” Jonghyun yang meletakan gelasnya.

“Aish apa yang kalian bicarakan” tatap Amber.

“Tentu saja kami bicarakan tentang dirimu bodoh! apa kau tidak ingin lulus sekolah, dan mengulang?” tambah Onew.

“Tidak tahu, aku disini saja”

Shinee menghela nafas dengan menggelengkan kepala mereka.

“Yak! apa yang kau pikirkan! bagaimanapun masa depanmu begitu penting, lagipula kau hanya mengikuti ujian. Hargai lah teman-temanmu yang sudah menyemangati dirimu yang bodoh ini, Amber Liu!” marah Ailee yang membuat mereka diam.

Tentu saja saat Ailee marah terlihat seram “Aish mengapa jadi marah-marah!” kesal Amber.

“Aku tidak mau, malam ini kau harus kembali ke Seoul!” paksa Ailee.

Amber menatap nanar Ailee “Kau sudah tahu bukan, aku tidak bisa kembali ke Seoul. Aku tidak bisa melanjutkan semua ini. Aku tidak akan kembali ke sana” Amber pergi meninggalkan mejanya.

Mereka melihat Amber yang meninggalkan meja “Mengapa begitu rumit sekali? apa masalahnya begitu besar hingga dia tidak ingin kembali ke Seoul?” ucap Jonghyun. Eric dan Ailee hanya saling tatap, saat ini hanya Ailee dan Eric yang tahu tentang masalah Amber.

 

Next day Jung’s house

Krystal berjalan menuju meja makan, menyapa kakeknya dengan sebuah pelukan “Selamat pagi kakek” senyum Krystal yang masih memeluk kakeknya.

“Pagi cucungku tercantik” balas Jay Jung.

Krystal mengambil duduk di samping kakeknya dengan mengambil beberapa roti dan segelas susu “Aku dengar sebentar lagi kau akan ujian”

Krystal mengangguk “Ya” jawabnya singkat.

“Belajarlah dengan benar Soojung, kau adalah calon pewaris” ucap Jay Jung dengan membaca koran.

Jay Jung menatap Krystal “Apa Amber belum kembali?”

“Aku tidak tahu”

“Amber harus mengikuti ujian kelulusan, kalau tidak dia tidak bisa memimpin perusahaan dan aku juga berhutang budi pada ayahnya” ucap Jay Jung santai.

Krystal menatap kakeknya, ntah mengapa sifat kakeknya menjadi berubah. Seperti mementingkan dirinya sendiri “Kakek”

“Ya Jung Soojung”

“Apa kakek menyayangiku?” tanya Krystal.

“Aigooo kau ini bicara apa? kakek akan melakukan apa saja untukkmu, kau tahu itu kan” tatap Jay Jung kepada cucung kesayangannya.

Jay Jung melihat jam tangannya “Pergilah, kau bisa terlambat”

Krystal bangun dari tempat duduknya dan pergi.

Jay Jung menghela nafasnya “Kim Taeyeon”

“Ya tuan besar”

“Perketat pengawalan cucungku, jika ada sesuatu yang terjadi pada dirinya. Nyawa kalian yang menjadi taruhannya dan juga, cari Amber dan bujuk dia untuk kembali”

Taeyeon membungkukan badannya “Akan saya laksanakan”

 

Amber’s house 17.50 PM

Amber menggaruk-garuk kepalanya, melihat rumahnya yang berantakan karena Shinee, Ailee dan Eric “YAK! apa kalian tidak punya rumah hah?! kalian sudah 1 hari 1 malam di rumahku! rumahku sudah kecil, ditambah lagi dengan adanya kalian bahkan saat ini aku sangat suli bernafas karena kalian” kesal Amber yang tidak diperdulikan mereka.

“Setidaknya kedaimu semakin ramai karena kami” Senyum bangga Henry.

“Kami tidak akan pergi dan tetap disini hingga kau kembali ke Seoul” ucap Taemin yang berbaring di tempat duduk.

“Sudah kubilang aku tidak akan kembali ke Seoul! mengapa kalian keras kepala sekali!”

Jonghyun menatap Amber dengan menaruh majalah yang dia baca “Apa kau tidak ingin kembali karena Krystal?”

Amber menatap Jonghyun “Apa?”

“Benar bukan? kau pengecut, seharusnya kau berani menghadapi masalahmu. Bukan berlari seperti ini” Jonghyun berdiri dari duduknya.

“Kau tidak tahu apa-apa Jonghyun”

“Aku tidak tahu apa-apa tentang dirimu sekarang ini tapi setidaknya selesaikan apa yang harus kau selesaikan Amber” serius Jonghyun.

“Aku tidak akan kembali! apa kalian dengar itu” geram Amber.

“Kau harus kembali Amber Josephine Liu”

Suara tersebut terdengar oleh mereka semua,semua menatap sosok yang datang dengan beberapa bodyguard dengan berpakaian rapih.

“Taeyeon?” Amber menaikan alisnya, bingung melihat Taeyon yang berada di depan matanya.

“Kau harus kembali ke Seoul Amber”

Amber tersenyum tipis “Tidak”

“Kemas barang-barangmu sekarang, karena Jay Jung menunggumu di rumah”

Amber membulatkan matanya “Jay Jung?”

“Apa? kau terkejut, dia sudah kembali”

“Jay Jung?” ucap Onew.

“Dia kakek Krystal, bukan?” tanya Minho.

“Cepat kemasi barangmu” perintah Ailee yang menatap Amber “Kau bisa, kau punya aku, eric dan Shinee dan ingat keluargamu. Kau sudah berjalan terlalu jauh, lakukan apa yang perlu kau selesaikan” Ailee memegang bahu Amber. Amber menatap Shinee yang kini menjadi bagian dari hidupnya, Amber menatap eommanya yang sedang melayani pembeli, Amber menatap seisi rumahnya yang jauh lebih baik.

Henry tersenyum “Kau siap?”

 

11.20 PM Jung’s House

Mobil mewah berwarna hitam itu kini berhenti di depan pintu utama masuk Jung’s house.

Amber menarik nafasnya, menatap rumah yang beberapa minggu ini tak dia singgahi. Seperti biasa, para pelayan memberi salam pada Amber.

Amber menghentikan langkahnya, menatap tangga yang menuju kamar tidurnya “Amber, istirahatlah” senyum Taeyeon yang meninggalkan Amber.

Amber menarik tasnya menuju lantai atas.

Setapak demi setapak Amber pijak.

Amber mematung.

Wajah yang tak lama dia lihat, kini berada di depan matanya.

Amber menatapnya..

Mencium aroma tubuhnya yang tak berubah.

Warna rambutnya masih hitam.

Tatapannya masih dingin seperti pertama kali bertemu.

Tapi rasa ini tak sekuat dulu, jantungnya tak berdebar kencang seperti dulu, rasa kecewa masih bersarang di hati Amber pada.

Krystal Jung.

 

Yeoja yang berawajah dingin itu berdiri di depan pintu kamarnya, menatap yeoja tampan yang tak berubah sama sekali.

Yeoja yang selama ini membuatnya marah.

Yeoja yang selama ini membuatnya tak karuan.

Yeoja yang selama ini membuatnya terus menyalahkan dirinya.

Amber Liu….

 

Amber memutuskan pandangannya dengan Krystal, Amber masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Krystal menatap Amber yang masuk ke dalam kamarnya.

 

Pagi menjelang, matahari besinar indah. Pagi ini sarapan begitu banyak, dan pria tua sudah duduk di kursi meja makan dengan korannya.

Amber membungkuk di depan Jay Jung “Ohhh Josh!” sapanya karena Amber mirip sekali dengan Josh Liu.

Amber hanya tersenyum “Duduklah” perintahnya yang langsung di turuti Amber.

“Sudah lama sekali” ucap Jay Jung.

“Oh dimana cucungku, Taeyeon?”

Tak lama kemudian Krystal turun dengan wajah datarnya “Apa cucungku tidak ingin memberikan kakek tuanya ini sebuah pelukan?”

Mendengar hal itu Krystal memeluk kakeknya dan duduk bersama Jay Jung dan Amber.

“Sarapanlah yang banyak” lalu mereka semua memulai makan paginya.

“Amber, aku harap kau bisa belajar dengan giat karena kau sudah banya tertinggal”

“Maafkan aku” ucap Amber.

“Tidak apa, yang penting kau sudah ada disini” senyum Jay Jung.

“Kakek, sepertinya aku sudah kenyang. Aku berangkat lebih dulu” Krystal bangun dari duduknya.

“Soojung”

“Ya?”

“Berangkatlah bersama Amber” lirik Jay Jung.

“Apa?” kaget Amber.

“Aku bisa berangkat sendiri tuan Jay…”

“Cepat bangun dari tempat dudukmu”

“Tapi kakek…”

“Tidak ada penolakan” ucap Jay Jung.

Mendengar hal itu Krystal berjalan lebih dulu, sedangkan Amber berjalan di belakangnya,

Pelayan membukakan pintu Krystal dan Amber.

Kini mereka satu mobil, tak ada percakapan di dalam mobil. Dua-duanya hanya menatap jendela.

 

Empire School

Krystal dan Amber berjalan terpisah.

Amber berjalan lebih dulu, sedangkan Krystal berjalan di belakang Amber dengan jarak cukup jauh.

Krystal melihat semua orang sedang berbisik menatap Amber, Amber hanya menundukkan kepalanya. Rasa percaya diri Amber tidak sebesar dulu.

Krystal hanya menatap “Bukankah itu Amber?” Krystal melihat Luna yang tiba-tiba datang.

“Ya”

“Akhirnya dia kembali!” girang Luna.

“Amber!!!” Shinee berteriak ke arah Amber, membuat Amber sedikit terkejut.

Shinee memeluk Amber dan menggandeng tangan Amber “Kajja kita jalan bersama!” Amber tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.

“Nanti kita main basket! sudah lama kita tak bermain basket” ujar Shinee yang ramai.

 

 

Amber menjadi bahan pembicaraan semua siswa, kini Amber tengah menikmati makan siangnya di kantin bersama teman-temannya.

Semua orang menatap Amber, pesona serta karismanya masih memikat banyak orang. Masih ada bisikan pujian, masih ada bisikan kagum dan masih ada bisikan betapa tampannya seorang Amber Liu.

“Ahh sayangnya dia wanita, mengapa Amber bisa setampan itu?” murid 1

“Benar, tapi tetap saja dia tampan! aku bahkan sulit untuk berpaling darinya! pantas saja Krystal Jung terpesona padanya, tidak akan ada yang menyangka bahwa dia adalah yeoja” murid 2.

“Jujur saja, Krystal lebih cocok bersama Amber daripada Kai” murid 3.

“Meskipun Amber adalah wanita tapi tetap saja aku menyukainya dan ingin memilikinya!” murid 4.

Satu kantin membicarakan tentang Amber yang sedang makan di meja biasanya.

“Apa kalian dengar? semua orang sedang membicarakan Amber, aku pikir mereka akan menyela tapi mereka tetap memuji Amber” ucap Sulli.

“Aku pikir juga begitu, mungkin karena dia terlalu tampan. Terlebih lagi gaya rambutnya yang baru. Membuatnya terlihat segar” tatap nakal Vic.

“Kalian ini bicara apa” dingin Krystal yang langsung berhenti makan.

“Membicarakan tunanganmu” tunjuk Luna dengan sendok.

“Dia bukan tunanganku!”

“Tetap saja” lanjut Luna makan.

Tidak lama kemudian Krystal bangun dari duduknya “Mau kemana?” tanya Sulli yang melihat Krystal berdiri.

“Menemui Kai” jawabnya.

“Selalus saja” keluh Vic.

“Aku pergi” singkat Krystal, Krystal tahu bahwa sahabat-sahabatnya tak menyukai Kai.

Krystal berjalan menuju taman sekolah belakang untuk menemui Kai “Oh kau datang” senyum Kai.

Krystal tersenyum “Apa kau sudah makan?” tanya Krystal yang duduk di samping Kai.

“Aku sudah, oh iya aku dengar wanita aneh itu mulai sekolah lagi disini. Mengapa bisa dia di izinkan untuk sekolah disini” ungkap Kai dengan kesal.

“Biarkan saja”

Kai menatap Krystal “Apa dia masih satu rumah denganmu?” tanya Kai.

“Ehm sepertinya begitu” singkat Krystal yang melirik-lirik sekitarnya.

Kai menatap aneh Krystal “Ada apa? apa kau mencari sesuatu?”

“Ah tidak ada Kai”

“Bagaimana kalau pulang nanti kita menonton?”

“Sepertinya tidak bisa, malam ini aku akan makan malam dengan kakek” senyum Krystal.

“Kakekmu sudah pulang dari US?”

Krystal hanya mengangguk.

 

07.15 PM Jung’s House

Malam ini seluruh pelayan terlihat sibuk, terutama pelayan dalam urusan masak-memasak. Perintah Jay Jung membuat mereka terlihat sibuk karena pria paruh baya tersebut ingin makan malam special dengan Krystal serta Amber.

Tatanan meja makan dibuat begitu mewah dengan berbagai macam makanan, mungkin terlihat berlebihan mengingat hanya mereka bertiga yang berada di meja makan seperti itu.

Langkah kaki mulai terdengar, suara hentakan sepatu membuat pelayan memberikan hormat pada Amber yang lebih dulu datang ke meja makan.

“Selamat malam tuan muda” sapa pelayan.

“Selamat malam” senyum Amber yang membuat hampir semua pelayan wanita terpesona.

Tidak lama kemudian Jay Jung datang “Wah kau selalu tepat waktu Liu” senyum Jay. Amber segera bangun dari duduknya dan membungkuk kepada Jay Jung.

“Haha duduklah” perintah Jay Jung.

Jay Jung menatap kursi yang masih kosong, kursi yang biasanya Krystal duduki “Benar-benar seperti tuan putri, panggilkan Soojung” perintah Jay yang langsung di kerjakan.

Tak lama Krystal datang, tentu dengan wajah dinginnya yang hanya memberikan senyuman kepada kakeknya tercinta, setelah itu dia akan kembali menjadi dingin.

“Sudah lama aku tidak merasakan makan malam seperti ini” senyum Jay Jung.

“Selama ini aku hanya makan malam sendiri, sangat menyedihkan untuk pria tua sepertiku haha” Krystal dan Amber hanya diam dan tersenyum.

“Mari makan” senyum Jay yang mulai makan”

“Selamat makan” ucap Krystal dan Amber yang mulai mengambil makanan mereka.

“Makanlah yang banyak, tubuhmu begitu kurus Amber” ucap Jay.

Krystal melirik kakeknya yang terlihat baik pada Amber “Amber, aku ingin kau berkonsentrasi untuk mengguluti dunia perusahaan, karena kau memiliki bakat yang luar biasa” saran Jay.

“Aku ku pertimbangkan” senyum Amber.

“Sayang sekali jika talent mu itu tak kau gunakan dengan baik, apalagi kau menaiki angkat pendapatan. Aku harap kau dapat melanjutkan projekmu”

Amber mengangguk “Baik, tuan Jay” senyum Amber.

Krystal melirik ke arah Amber, hanya sebentar “Lalu, kapan kakek akan kembali ke perusahaan?” tanya Krystal.

“Saat ini tak bisa, kau tahu bukan kasus kakek masih di usut oleh pengadilan” Krystal mengangguk.

“Bagaimana kalau kita jangan membicarakan hal ini, bagaimana kalau kita bicara tentang kalian” ucap Jay Jung menatap Krystal dan Amber.

“Mwo?”

“Kenapa kau kabur dari sekolahanmu Amber? apa kau tidak tahu Krystal mengkhawatirkanmu” goda Jay Jung.

“Kakek!” sangkal Krystal.

“Haha dasar anak muda, jika kalian memiliki masalah pecahkanlah dengan kepala dingin” saran Jay Jung.

Mereka bertiga berbicara secara acak, mulai dari sekolah, perusahaan, bahkan hal-hal lucu lainnya yang membuat Krystal sedikit tersenyum “Hahahaha” tawa Jay lucu mendengar lelucon Amber, sedangkan krystal menahan tawannya.

 

“Selamat malam” seketika Jay, Krystal dan Amber berhenti tertawa. Kini mereka fokus kepada suara seorang yeoja yang begitu lembut. Suara yang asing bagi mereka bertiga, hingga menarik perhatian mata mereka untuk melihat siapa sosok tersebut.

Seorang yeoja berparas cantik tengah berdiri dengan anggun. Kulitnya putih, rambutnya blonde, bibirnya tersenyum dengan mata yang indah.

Jessica-Jung-2-600x400.jpg

Yeoja cantik itu membungkukkan badannya sebagai tanda hormatnya “Lama tidak bertemu,…..”

“Kakek” senyum yeoja itu dengan hangat.

Jay Jung terlihat begitu syok, tak ada lagi tawa serta senyuman di wajahnya saat melihat yeoja yang memanggilnya kakek tersebut.

Tak kalah dengan Jay Jung, Krystal terlihat terkejut dengan kedatangan yeoja yang sudah begitu lama tak dia lihat.

Sedangkan Amber mengerutkan alisnya, tak menyangka bahwa dirinya akan bertemu lagi “Jessica?” ucap Amber yang menarik perhatian Krystal.

Krystal menautkan alisnya, merasa heran mengapa Amber mengenal Jessica.

“Apa aku menggangu kakek?” tanya Jessica.

Jay tersenyum “Ohh tidak, tentu saja tidak. Makanlah bersama kami”

Jessica berjalan mendekati meja makan dengan langkah yang elegan “Lama tak bertemu Krystal Jung. Kau tumbuh dengan cantik”

“Kau juga Jessica unnie” senyum Krystal.

Dan kini Jessica menatap yeoja tampan yang tak berhenti menatap dirinya sedari tadi “Sudah kubilang kita akan bertemu lagi Amber” senyum Jessica yang membuat Amber tersenyum “Daebak!” ucap Amber.

Jessica duduk di samping Amber, mata Krystal diam-diam menatap mereka.

Meja makan terasa canggung “Bagaimana keadaanmu Sooyeon?” tanya Jay Jung terlihat serius.

“Aku baik-baik saja kakek, aku merasa senang bisa melihat kakek kembali” senyum Jessica.

Amber merasakan suasana yang berbeda ketika Jessica datang “Ada apa dengan mereka?” dalam hati Amber.

 

Makan malam sudah selesai, Jessica terlihat duduk di taman belakang kediaman Jung. Melihat Jessica yang sendiri membuat Amber ingin menemaninya.

Amber duduk di samping Jessica dengan menatapnya “Wae? mengapa kau menatapku seperti itu hah?”

Amber menghela nafas “Mengapa kau tidak bilang bahwa kau cucung dari tuan Jay Jung!” kesal Amber.

Jessica tak menatap Amber “Aku juga tak pernah berfikir bahwa kau adalah tunangan dari Krystal”

“Jadii wanita yang selama ini kau tangisi adalah Krystal?” goda Jessica.

“Aish! tidak, tentu saja tidak! aku hanya ada masalah dan aku tidak menangis!”

“Baiklah-baiklah” angguk Jessica.

Di sisi lain, Krystal menatap Jessica dengan Amber yang saling becanda satu sama lain. Krystal terlihat begitu serius menatap mereka dari lantai atas.

“Sejak kapan mereka dekat?” ucap Krystal dengan menatap Jessica dan Amber.

 

“Nona Jessica”

“Oh nde”

“Nona Jessica di tunggu tuan besar Jay Jung di ruangannya” sopan pelayan.

Jessica tersenyum “Baik” Jessica segera berdiri dari duduknya.

“Mau ku antar?” tawar Amber “Rumah ini terlalu besar” tambah Amber.

“Tidak perlu. Selamat malam Amber” Jessica meninggalkan Amber yang sendiri.

 

Jay Jung’s room

Jessica melangkah masuk ke dalam ruangan kerja Jay Jung “Selamat malam kakek” bungkuk Jessica memberi salam.

Jay Jung tersenyum di kursinya dengan memegang sebuah cerutu “Duduklah, apa kau ingin minum sesuatu Sooyeon?”

Jessica menggelengkan kepalanya “Tidak perlu”

Jay Jung melangkah mendekati Jessica sembari menghisap cerutu yang di pegangnnya “Bagaiamana kabarmu?”

“Aku baik-baik saja, aku menjalani hidup dengan baik”

Jay Jung mengangguk “Aku dengar kau saat ini sedang menjalani bisnis fashion?”

“Benar, aku adalah CEO dari Blanc and Eclare. Aku sudah membuka beberapa cabang di Asia dan Amerika” senyum Jessica.

Jay Jung mengangguk “Aku sangat bangga mendengarnya, kau bisa menjadi anak yang sukses seperti ini”

“Tentu, aku berkerja dengan keras kakek”

Jay Jung bangun dari duduknya, mengambil gelas yang berisi wine “Ehmm lalu, apa kehadiranmu disini untuk berbisnis?”

Jessica menatap Jay Jung, tatapannya merasa heran “Apa, apa kakek merasa tidak senang akan kehadiranku?”

“Pertanyaan apa itu, tentu saja aku senang! kau adalah cucungku. Namaku masih melekat di namamu”

“Hanya sebuah nama” lirih Jessica.

“Lalu bagaimana kabar kakek selama ini?”

“Ehmmm aku baik-baik saja, semua berjalan dengan lancar”

“Aku senang mendengar kakek baik-baik saja” senyum hangat Jessica.

“Lalu kapan kau akan kembali ke San Francisco?”

Jessica terdiam mendengarnya “Aku belum tahu, aku rasa aku akan cukup lama tinggal disini. Lagipula sudah 10 tahun lebih aku tidak disini, aku merindukan Seoul”

“Lalu saat ini kau tinggal dimana?”

“Aku tinggal di apartemen bersama eomma”

Jay Jung mengangguk “Baiklah”

“Apa kakek masih membenci eomma?” Jessica menghela nafasnya.

Jay Jung menatap Jessica dalam “Ehmm pulanglah ini sudah malam” Jay Jung membelakangi Jessica dengan menatap luar jendela ruangannya.

Jessica bangun dari duduknya, menatap punggung kakeknya “Selamat malam kakek” sopan Jessica yang meninggalkan ruangan.

Jessica berjalan keluar ruangan, banyak hal yang dia pikirkan saat ini. Hatinya bercampur aduk antara sedih dan bahagia.

“Sudah selesai bicaranya?” Jessica sedikit terkejut ketika Amber menyapanya.

Jessica menatap Amber yang datang mendekatinya “Kau mau pulang?” tanya Amber.

“Ya, ini sudah malam” balas Jessica.

“Mau ku antar?” tawar Amber.

“Tidak perlu, lagipula kau harus sekolah bukan” ejek Jessica.

“Aish apa salahnya jika aku sekolah besok? kau menganggapku anak kecil, ingat kita hanya beda 3 tahun”

“Tetap saja kau anak kecil” Jessica dan Amber berhenti di pintu utama rumah, supir Jessica membukakkan pintu untuk Jessica.

“Apa kau akan kesini lagi?”

“Apa kau mengarapkan itu?”

“Aish, aku hanya bertanya. Sudah pulanglah. Ahjussi! tolong bawa mobil pelan-pelan” seyum Amber.

“Dasar” lirik Jessica yang meninggalkan Amber.

“Hati-hati dijalan orang asing” senyum Amber dengan melambaikan tangannya.

Mobil Jessica sudah tak terlihat lagi, Amber mulai masuk ke dalam rumah “Ah!! kau mengagetkanku!” Amber memegang dadanya, dirinya terkejut melihat Tayeon yang berdiri persis di belakang Amber.

“Yak! ada apa denganmu?”

Taeyeon menatap Amber “Bagaimana bisa kau akrab dengan Sica?”

“Tentu saja bisa!” bangga Amber.

“Sica bukanlah seseorang yang mudah berteman pada orang lain, sangat sulit untuk bicara padanya jika bukan orang yang dia kenal” ucap Taeyeon.

Amber menyipitkan matanya kepada Taeyeon “Kau mengenal Jessica? aku rasanya kau mengenalnya”

Taeyeon menatap lurus Amber “Lebih dari yang kau pikirkan” kemudian Taeyeon pergi meninggalkan Amber.

“Aish Taetae apa maksutmu! jelaskan semuanya padaku”

Taeyeon mengacuhkannya dan pergi ke ruangannya “Aish! ada apa dengannya”

 

Next Day Empire School

Jam pelajaran masih berjalan, murid-murid terlihat serius belajar untuk menghadapi ujian akhir sekolah yang 2 bulan lagi akan segera di laksanakan.

Semua terlihat konsentrasi kecuali… tentu saja kecuali Amber yang asik menyoret-nyoret bukunya.

“Benar-benar membosankan” ucap Amber.

“Lebih baik aku kabur saja seperti dulu daripada harus di kelas yang membosankan ini”

“Huffhh menyebalkan, aku saja tidak mengerti apa yang guru itu jelaskan? anio, aku bahkan tidak mengerti dari peratama kali aku masuk sekolah mengenai pelajaran-pelajaran” celotoh Amber ternyata terdengar oleh Krystal yang alhasil membuat Krystal menjadi terganggu dan kesal karena suara Amber.

“Dan aku….” belum selesai Amber bicara tiba-tiba Krystal membanting pena nya di mejad sehingga membuat seluruh perhatian satu kelas termasuk guru. Wajah Krystal terlihat kesal, bahkan Amber merasa bingung dengan apa yang terjadi pada Krystal”

“Krystal Jung, apa ada masalah?” tanya guru.

Krystal menghela nafasnya “Aku tidak bisa berfikir karena manusia bodoh dibelakangku ini tidak bisa diam pak guru”

Mendengar hal itu Amber terkejut “Yak! kau ini bicara apa, aku bahkan hanya diam”

Krystal geram. Kini dia bangun dari duduknya dan menatap Amber dengan dingin. Krystal tak memperdulikan seisi kelas karena Krystal merasa kesal dengan Amber.

Krystal menunjuk Amber “Kau llama bodoh! kau tidak bisa diam! suaramu begitu menggangguku, jika kau tidak ingin sekolah lebih baik berhenti saja! jangan pernah membuat suara yang bising!” geram Krystal

Tak mau kalah dengan Krystal, Amber bangun dari duduknya “Aish dasar penyihir! apa kau tidak lihat tidak ada yang merasa terganggu! mengapa kau berlebihan sekali hah!”

Krystal memajukan langkahnya, menujuk Amber dengan pena nya “Yak kau! aku ku rebus lidahmu agar kau tidak bisa bicara lagi!” kesal Krystal.

“Lakukan saja jika kau bisa!” Amber menjulurkan lidahnya. Suasana semakin panas, bahkan kelas menjad ribut karena pertengkaran Krystal dan Amber yang kembali terulang.

Merasa kesal, Krystal bersiap memukul Amber “Yak yak yak hentikan!” dengan cepat Luna memegang tangam Krystal yang di ikuti oleh Vic dan Sulli.

“Ayo sini pukul aku! dasar penyihir” ejek Amber yang semakin membuat Krystal panas.

“Lepaskan aku, akan kubunuh llama bodoh itu!”

“Soojung tenanglah!”

Henry hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat aksi konyol sahabatnya itu.

“KRYSTAL AMBER! KELUAR DARI KELAS!” marah guru yang akhirnya bisa melerai Krystal dan Amber.

Tak cukup keluar dari kelas, Krystal dan Amber di beri hukuman untuk membersihkan aula sekolah.

Krystal terlihat melipat tangannya di dada, tak ingin tangannya menyentuh kain pel dan ember air.

Sedangkan Amber mulai membersihkan lantai, melihat Krystal yang tak kunjung berkerja membuat Amber menjadi sedikit kesal “Kerjakan hukumanmu”

Krystal menatap Amber sini “Hukumanku? haha” Krystal tertawa sinis.

“Bukankah ini semua gara-gara dirimu!” pekik Krystal.

“Kau saja yang merasa heboh” sangkal Amber.

Krystal menatap Amber dingin “Aku sungguh tak ingin bertemu denganmu lagi, mengapa kau harus datang lagi!”

Amber menaruh kain pelnya dan menatap Krystal yang dia pikir kata-katanya begitu menyakitkan diirnya “Kau pikir aku senang hah? Jika bukan kakekmu, aku tidak akan pernah kembali!” lanjut Amber membersihkan lantai tanpa memperdulikan Krystal.

 

Tak terasa bel pulang sekolah berdering, semua murid keluar kelas dengan cepat. Amber terlihat lelah dengan hukuman yang diberikan plus hukuman Krystal yang di tanggungnya “Kau benar-benar terlihat kacau” tatap Henry.

“Kau pikir saja aku membersihkan satu aula besar, SEN-DI-RI!” sindir Amber.

Amber mulai keluar dari kelas bersama sahabat-sahabatnya “Ada apa? mengapa begitu ramai?” heran Onew yang tiba-tiba melihat kerumunan orang-orang.

“Apa sekolah kita kedatangan artis?” heran Minho.

Sedangkan Amber tidak terlalu mempermasalahkannya karena dirinya terlalu lelah “Hiraukan saja, ayo kita pulang” ajak Amber.

Ketika mereka berjalan beberapa murid sedang berbisik-bisik “Bukankah dia pemilik Black and Eclare?” murid 1.

“Waaah cantik sekali, terlihat mempesona!” murid 2.

“Sepertinya ada kedatang wanita cantik” seru Henry yang semangat.

“Ayo kita lihat!!” Amber hanya menghela nafas.

Saat berjalan menuju luar sekolah, langkahnya terhenti. Mata Amber membesar ketika melihat yeoja yang di bicarakan murid-murid ternyata adalah yeoja yang dia kenal.

“Annyeong!” sapanya, sapanya kepada Amber, yang membuat semua orang menatap Amber. C3-6zQHUcAA1U0E.jpg

Penampakan Jessica di depan sekolah Amber hehe

“Jessica” senyum Amber.

Shinee menatap Amber “Kau mengenalnya?” tanya Taemin yang tak dijawab Amber. Amber berjalan mendekati Jessica.

Amber tersenyum “Aish untuk apa kau kesini?”

“Memangnya tidak boleh?” Jessica menaikan alisnya sebelah.

Tak lama kemudian Krystal dan sahabat-sahabatnya keluar “Ohh Krystal” sapa Jessica dengan melambaikan tangan.

Krystal terkejut dengan kedatangan Jessica di sekolah “Oh bukankah dia Jessica? pemilik Blanc and Eclare??” ucap Sulli.

Tak lama kemudian Kai datang dengan merangkul Krystal “Ada apa?” tanya Kai.

“Tidak ada” jawab singkat Krystal.

Melihat Kai yang merangkul Krystal, membuat Amber menatap keduanya hanya sebentar.

“Krystal, apa kau tidak keberatan jika Amber pulang bersamaku?” tanya Jessica kepada Krystal.

“Tentu saja unnie” senyum Krystal.

“Kajja” ajak Jessica yang kemudian di susul Amber di belakangnya.

“Unnie?” tanya Luna.

Krystal hanya diam menatap Jessica dan Amber.

“Naiklah” Amber menatap mobil Jessica dengan tatapan kagum “Waah aku tak menyangka wanita imut sepertimu memiliki selera mobil yang luar biasa” puji Amber.

DEnw5p4VYAEjhl1.jpg

Jessica’s car

“Tunggu sampai kau melihatku membawanya” senyum tipis Jessica.

“Vrrroooommm Vroooooommm” mobil Jessica melaju meninggalkan halaman sekolah Empire.

Krystal hanya diam, memandang mobil Jessica yang mulai meninggalkan sekolah “Aku tidak tahu jika Amber kenal dengan Jessica” saut Vic.

“Aku tidak peduli” dingin Krystal yang bergegas masuk ke dalam mobil.

 

“Vrrooommm Vrooommm” mobil Jessica melaju cepat di jalanan Seoul “Mau kemana kita?” tanya Amber yang melihat Jessica menyetir.

“Aku lapar, kau harus menemaniku makan malam”

“Ingin makan dimana?”

“Ntahlah, menurutmu? aku sudah lama tidak mencicipi makanan Korea”

Amber menatap nanar Jessica “Aigooo, kau ini seperti dari planet luar saja!” Jessica tersneyum mendengar ucapan Amber.

Tak lama kemudian mobil Jessica berhenti di restoran daerah Gangnam-gu “Selamat datang” sapa pegawai restoran.

Amber mengikuti langkah Jessica untuk ,mengambil tempat duduk, Jessica dan Amber mulai memesan makanan “Wah makanmu banyak juga” tatap Amber.

“Aku lapar” singkat Jessica.

Tak lama kemudian makanan datang, Amber tersenyum melihat Jessica yang makan dengan lahap “Makanlah pelan-pelan, tidak ada yang akan mengambil makananmu”

“Apakah pria tadi kekasih Krystal?” tanya Jessica sambil mengunyah.

Amber sedikit terkejut mendengarnya “Mwo?? ahh, sepertinya begitu. Aku dengar mereka sudah menjalin hubungan” ucap Amber yang memegang sumpit.

“Benarkah? lalu kau membiarkannya?” kini Jessica menatap Amber.

“Apa maksutmu?”

Jessica menaruh sendoknya, dan menatap serius Amber yang duduk di depannya “Bukankah Krystal masih tunanganmu, dan kau membiarkan Krystal bersama pria lain”

Amber tersenyum tipis “Tunangan? hufffhhh, itu hanya status, selebihnya kami tidak lebih dan aku juga tidak peduli lagi padanya” santai Amber yang mulai mengunyah makanannya.

“Benarkah? aku pikir kau jatuh cinta dengan Krystal”

“Uhuk Uhuk” 

Jessica tersenyum “Tuh kan benar”

“Kau ini bicara apa?”

“Rasanya tidak mungkin jika seseorang tak menyukai seorang Krystal Jung, sekalipun seorang yeoja”

Amber memberishkan mulutnya yang kotor “Dengar, Krystal memang di puja banyak orang tapi… tapi aku tidak menyukainya! aku sudah lelah padanya! dan dia itu penyihir kejam”

Jessica mengangguk “Baiklah-baiklah, aku percaya padamu”

Setelah selesai makan Jessica dan Amber bergegas pergi, kali ini mobil mereka melaju di pinggiran sungai Han.

Amber membawa minuman hangat untuk Jessica yang sedang duduk di pinggir sungai “Minumlah” ucap Amber.

“Waaahh aku sudah lama tidak kesini” tatap Jessica melihat indahnya sungai Han di malam hari.

“Aku juga sudah lama tidak kesini bila pada malam hari” senyum Amber.

Amber menatap Jessica “Mengapa kau harus meninggalkan Seoul? mengapa kau harus pindah ke San Francisco jika kau begitu menyukai tempat ini” tatap Amber dengan memgang boba nya.

Jessica mulai meminum teh hangatnya, sedikit menghembuskan nafasnya “Ntahlah, aku tidak tahu mengapa aku harus pergi, seharusnya aku tetap disini. Mempertahankan semuanya, mungkin karena dulu aku terlalu lemah”

Amber tak mengerti maksut dari kata-kata Jessica “Apa ada seseorang yang memaksamu untuk pergi?”

Mendengar hal itu, wajah Jessica terlihat murung “Ntah” jawabnya singkat.

“Aish mengapa tuan Jay Jung membiarkanmu pergi begitu saja! sedangkan kau juga cucungnya” protes Amber.

Jessica tersenyum menghadap Amber “Mengapa kau yang kesal”

“Aku merasa itu tidak adil, kau memiliki rumah di Seoul tapi mengapa kau harus pindah ke San Francisco. Bukankah, itu tidak adil.” protes Amber.

“Sudahlah, tak usah kau pikirkan. Itu sangat rumit” ucap Jessica dengan meminum kembali teh hangatnya.

“Apa kau dekat dengan kakek?” tanya Jessica.

“Ehmm tidak juga, aku dekat dengannya bila ada sesuatu yang ingin dibicarakan, selebihnya tidak, tapi aku rasa tuan Jay Jung adalah pribadi yang baik, dia begitu baik pada semua orang”

Jessica tersenyum tipis “Begitukah”

“Oh mengapa kau tidak tinggal saja di rumah tuan Jay Jung? aku rasa dia akan senang jika semua cucungnya berkumpul”

“Ehmm tidak tahu, aku tidak memikirkan tentang hal itu” Amber mengangguk mendengar penjelasan Jessica.

“Aku dengar bahwa saat ini kau yang memimpin Jung’s corpt, benarkah itu?” tanya Jessica.

Amber terlihat berfikir sejenak “Ehmm sebenarnya bukan aku yang memimpin, aku hanya sebagai tangan kanan saja. Saat ini perusahaan di pimpin oleh Krystal, semua perintah tergantung dari dirinya. Aku hanya membantu dan mejalankannya saja” jelas Amber.

“Lalu apakah Krystal berada tetap di kantor?”

“Tidak, sangat jarang sekali melihat Krystal di perusahaan. Sebenarnya aku juga jarang ke perusahaan karena kau tahu bukan, aku dan Krystal masih sekolah” ucap Amber dengan meminum boba nya.

“Tapi ya begitulah, perusahaan tetap tanggung jawab kami. Di tambah lagi masalah yang menyeret tuan Jay Jung”

Jessica mengangguk “Banyak sekali bebanmu haha” Jessica menepuk pundak Amber.

“Tapi aku senang menjalaninya, ya walaupun sangat menyita pikiranku, waktuku dan kesabaranku mengadapi penyihir itu”

“Penyihir?” heran Jessica.

“Hahaha iya, penyihir. Penyihir yang bersikap semuanya dan manja sikapnya”

“Tapi kau menyayangingnya, bukan?” goda Jessica.

“Kau ini bicara apa, aku melakukan semua ini karena tuan Jay Jung” jujur Amber.

“Karena kakek? jadi kau benar-benar tak menyukai Krystal?”

Amber mengangguk, Jessica semakin bingung “Lalu, mengapa kau mau bertunangan dengan Krystal dan mengurus semua perusahaan?” tanya Jessica heran.

“Ceritanya panjang, lagipula ini semua tak akan lama lagi” senyum lebar Amber.

“Setelah ini selesai, aku akan hidup dengan damai bersama eomma dan adikku” Jessica memilih diam, matanya menatap Amber yang tengah tersenyum.

“Wae? mengapa kau menatapku seperti itu?” Amber mengedipkan matanya.

“Tidak ada, oh… apakah orang rumah tak mencarimu?”

Amber meminum bobannya, dan menaruh di bangku sampingnya “Tidak ada, kau tidak perlu khawatir. Mereka tak memperdulikanku” senyum Amber.

“Bagaimanapun juga ini sudah malam, ayo kita pulang” ajak Jessica.

“Sekarang?” wajah melas Amber.

“Ayo cepat bangun!” tatap Jessica.

Amber bangun dari duduknya, Jessica dan Amber berjalan menuju arah mobil.

 

09.17 PM Jung’s House.

Mobil Jessica mulai masuk perkarangan rumah milik Jung. Jessica menghentikan mobilnya  depan pintu utama, beberapa pelayan siap menyambut Amber.

“Apa kau tidak ingin mampir?” tawar Amber.

“Ini sudah malam, eommaku akan khawatir jika aku pulang malam”

“Seharusnya aku yang mengantarmu, lain kali biar aku saja yang membawa mobil”

Jessica menyipitkan matannya “Ehmm jadi kau ingin mengajakku jalan?”

“Hahaha mungkin, selamat malam Sica”

“Malam Amber” balas Jessica.

Amber berdiri di samping mobil Jessica dengan melambaikan tangan padanya.

Amber tak merasa bahwa ada yang mengawasinya dari kejauhan. Matanya menatap tajam dengan menyilangkan tangannya di dada.

Di lain tempat, seseorang yang memakai jas hitam sedang menatap Amber yang terlihat begitu akrab dengan Jessica. Matanya seperti iri bisa bercengkrma dengan yeoja yang dulu pernah dekat dengannya.

 

Next Day Empire School 

“Selamat siang” sapa guru.

“Hari ini aku akan mengumumkan hal penting bagi kalian, seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebelum ujian berlangsung kita akan mengadakan kemping tahunan!” seketika murid menjadi sorak-sorak.

“Kemping tahunan?” bingung Amber.

“Ini akan menjadi hal yang menyenangkan” ucap Henry pada Amber dengan menepuk bahunya.

“Hei-hei tenang! pengumuman selanjutnya akan ada di pengumuman mading sekolah. Hari ini pendaftaran akan dibuka, pendaftaran di buka selama 3 hari dan satu kelas masing-masing memiliki ketua kelompok satu orang “Aku siap!!” dengan cepat Henry menaikan tangannya “Ahh selalu saja dia” keluh Luna. Sudah tiga tahun Henry menjadi ketua kemping tahunan dan dia terlihat senang menjadi ketua.

“Baiklah Henry, kau bisa datang ke kantor guru. Catat murid-murid yang akan ikut serta bikin kelompok pria dan wanita” perintah guru.

“Apa kau akan ikut lagi?” tanya Luna pada Krystal yang terlihat biasa saja. Tahun kemarin Krystal ikut kemping.

“Ntahlah” singkat Krystal dengan memangku tangannya.

“Driing driingg” Amber membuka ponselnya, setelah membaca pesan Amber merapihkan tasnya.

Amber menatap Amber dengan tatapan yang membosankan “Tugas negara lagi?” Amber hanya mengangguk.

“Lain kali aku tidak ingin punya teman sebangku seperti dirimu” cibir Henry.

“Haha maaf snopy, aku pergi” Amber segera pergi dari kelas, Krystal sedikit meliriknya.

 

Jung’s corpt. 

Amber kembali ke Jung corpt, projek yang sempat terhenti kini di lanjutkan kembali olehnya. Beberapa kendala dia temukan di perusahaan, membuat Amber sedikit pusing akan tugasnya “Aku heran mengapa Jay Jung sajangnim membebankanmu pada tugas seperti ini” tatap pria tua itu.

Amber sedikit terkejut dengan kedatangan pria tersebut yang tak bukan adalah ayah dari Kai “Oh tuan Kim” Amber membungkukkan badannya.

“Apa kau sudah mempersiapkan peresmian gedung baru kita?” tanya Kim.

“Sudah”

“Aku harap dia bisa datang untuk peresmian 3 minggu lagi, bagaimanapun juga saat ini dia adalah seorang CEO, bukan dia memiliki tanggung jawab penuh akan hal ini. Aku harap aku bisa mempercayai CEO kita yang sekarang

Amber menatap tajam Kim, kata-katanya sedikit membuat dirinya kesal “Apa baru saja dia meremehkan Krystal?”

“Tentu Krystal jangnim akan datang”

Kim mengangguk “Aku dengar malam ini Krystal sajangnim akan makan malam bersama anakku, apakah benar? mengapa kau membiarkan pasanganmu makan bersama pria lain? ah aku lupa jika kau adalah wanita tampan. Aku sempat terkecoh denganmu”

Amber terdiam, dengan segera Amber merapihkan beberapa filenya “Aku permisi” Amber membungkuk sopan.

 

08.10 PM

Amber terlihat menyetir mobilnya menuju rumah, Amber menolak tawaran sahabat-sahabatnya untuk bermain basket tapi saat ini Amber sedang tidak mood. Ntah mengapa Amber terlihat begitu banyak melamun.

“Ciiitttt” Amber menghentikan mobilnya, memejamkan matanya dengan sedikit memijat keningnya “Ada apa ini? haish!”

“Mengapa tiba-tiba aku merasa ingin marah, apakah ini semua karena ucapan Kim bo Kyung tadi?”

“Drriingg drriiinggg” ponsel Amber berdering, jujur saja saat ini dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun tapi ntah kenapa deringan telfon itu membuatnya merubah pikiran.

Amber mengambil ponselnya, menatap heran layar ponselnya “Nomor siapa ini?” bingungnya.

“Hallo” ucap Amber.

“Mengapa lama sekali mengangkat telfonku hah!” Amber mengerutkan dahinya, mencerna suara yang tak asing baginya.

“Jessica?!!”

“Wae? suaramu terdengar bahagia”

“Bagaimana kau tahu nomorku?” tanya Amber.

“Apa yang tak bisa ku ketahui, kau dimana?”

“Aku berada di pinggir jalan”

“Temani aku makan”

“Begitu tiba-tiba?” tanya Amber.

“Jemput aku di apartemen, 5 menit lagi kau harus sudah tiba! tuuuttttt tutttt

Amber menatap ponselnya berkali-kali “Aish wanita ini! mengapa semua wanita sama saja! dan.. apa dia sudah gila menyuruhku datang selama 5 menit! aish”

Dengan cepat Amber mengemudikan mobilnya menuju apartemen Jessica.

 

Amber dengan cepat menggas mobilnya memasuki lobi Apartemen dan Jessica sudah menunggu “Yak! kau ini nenek atau siput? mengapa kau lama sekali” geram Jessica.

“Aish yang benar saja! jaraknya sangat jauh dari tempat tinggalmu” protes Amber.

“Cepat aku lapar!” Amber menghela nafas mendengar perintah Jessica.

“Kita mau makan dimana” tanya Amber yang dari tadi memutar-mutar jalan.

“Terserah” Amber menatap kesal Jessica “Jawaban apa itu”

Amber melihat kanan dan kiri, saat ini mereka berada di daerah Gangnam “Ehm bagaimana kalau kita makan steak saja?”

“Ide bagus”

Tak lama kemudian Amber menemukan restoran yang cukup.

Jessica dan Amber turun dari mobil, Amber memaka jaketnya “Kajja” ajak Amber.

“Wah ramai sekali, sepertinya makanan disini sangat enak” ucap Jessica melihat sekitar.

“Apakah ada tempat kosong?” Amber juga melihat sekitar.

Saat menatap sekitar, mata Amber tertuju pada seseorang.

“Dup” hati Amber sedikit sakit. Tangannya sedikit berkeringat, suara keramaian tak lagi terdengar di telingannya, banyaknya orang tak lagi terlihat di matanya.

Amber diam mematung, matanya tak berkedip. Melihat senyum di wajahnya membuat Amber tersayat, melihat dirinya begitu nyaman dengan orang lain selain dirinya.

“Untuk apa aku seperti ini? aku tak peduli padamu lagi Krystal Jung” hati Amber.

“Amber!” Amber menatap pelan Jessica, Jessica menatap Amber dengan tatapan heran. Mata Amber yang ceria berganti dengan kesedihan, dan itu dapat dirasakan Jessica.

“Ada apa denganmu?” lembut Jessica.

“Bisa… bisa kita mencari restoran lain?” senyum paksa Amber.

Melihat Amber yang tiba-tiba sedih membuat Jessica melihat ke arah yang membuat Amber mematung dalam beberapa saat.

Jessica tersenyum tipis “Krystal?”

“Oh dan Kai..”

“Kajja” Jessica menahan lengan Amber dengan kuat dan menariknya.

“Jessica! apa yang kau lakukan!” Jessica terus berjalan.

“Jessica, apa kau sudah gila!” Jessica tak memperdulikan ucapan Amber.

Hingga akhirnya Jessica dan Amber menghentikan langkahnya di samping meja Krystal dengan Kai.

“Annyeonghaseyo” sapa Jessica dengan memegang lengan Amber. Amber tak menatap Krystal maupun Kai yang menatap mereka berdua.

Krystal menatap tangan Jessica yang melingkar di lengan Amber “Maaf aku menggangu kalian, aku lihat tidak ada kursi kosong lagi disini. Bolehkah aku dan Amber bergabung bersama kalian” senyum ramah Jessica.

Wajah Krystal terlihat dingin “Tentu saja” senang Kai.

“Kau tidak keberatan kan Krystal?” tanya Jessica.

Krystal tersenyum kecil “Tidak…”

“Tidak sama sekali”

 

…………………………………………………………………………………………………………………..

Akhirnya update jugaaaa hahahaha…

Maaf kalau author suka update lama karena bingung mau nulis apa hehe soalnya author spontan saja nulisnya, gak pake coret-coretan dan itu sebabnya juga author suka bingung atau lupa sama jalan cerita author sendiri, dan males kalau mau baca dari awal  hahahaa. Itu kelemahan author dan sulit untuk memperbaikinya hahaha.

Masih bingung tujuan Jessica balik ke Seoul dan perasaan antara Krystal dan Amber yang masih memanas semuanya akan di jawab di chap berikutnya. Sebenarnya mau sekalian dengan chap ini tapi terlalu kelamaan hahahaha.

Doakan author mendapatkan ide yang cemerlang.

Chap selanjutnya bakal panjang juga (bakal lama) hahaha becanda, scepat mungkin author jelaskan as fast as i can hehe

Maaf kalau masih ada typo atau kata-kata yang gak nyambung, dan terima kasih atas semua kritik dan saran yang membangun author dan menyemangati author dalam menulis ff someday yang terbilang rumit, jujur aja bingung mau dibawa kemana endingnya hahaha. Mau sad kah atau happy kah? tapi jujur aja author lebih suka sad ending hahaha

Salam K R Y B E R  S H I P P E R ^^

Advertisements

23 thoughts on “Someday 16

  1. reisyanurani says:

    Akhirnya… Aaa suka ceritanya thour kryber kembali musuh-musuhan skrng tpi sbnernya mereka msih menyangkal klo ada rasa wkwk. Pngen cepet-cepet baca lagi sampe tamat deh wkwk

  2. SicaBaby says:

    krystal kok keras kepala banget sih, ga ngerti kondisi amber.. makin lengket aja tuh jessber biar makin cemburu krystal nya hahah

  3. Jessber jadian aja sekalian biar krystal makin panas,
    Happy ending dong thor jgn sad
    Oh iya klo bisa update nya jgn sebulan sekali keburu penasaran soalnya

  4. Coffee says:

    Thor bagian ini jalan ceritanya menarik dan benar benar bagus yang baca pun ikut merasakan emosi ceritanya hahaha
    Daaaaaan thor buat kryber bersama dong, buat Happy ending jangan buat pembaca jafi nangis guling guling hahaha

    Dan thor kalau boleh updatenya jangan sekali sebulan thor aku ga bisa digantung gantung kaya gini ~
    Hahahaha

  5. Kha~
    Author-nim…. chap ini sungguh mengaduk-aduk emosi,, masa dari awal cerita ku bacanya sambil mewek :’v
    Chap ini sedih ya? Terus cincin nya amber dibawa Krys?
    Thor? Happy ending ya thor *kedip manja
    Happy ending lah- jangan ada jesber diantara kita *yosh*
    Mangats author- jangan lama-lama updatenya,,
    Fighting !!

  6. Gua penasaran ,awalnya gua kira disini krystal dan jessica saudara kandung tapi penjelasan foto yg ditemukan amber menghancurkan segalanya,jay jung memiliki 2 anak ? Berarti jessica dan krystal mungkin sepupu karna ayah atau tidak ibu mereka saudara.sungguh rumit permasalahannya .. Jgn bilang kembalinya jessica adalah utk merebut yg menjadi hak nya. Jessber atau kryber wkwkw menanti hal itu .

      • Dan sekarang ,gua tau status mereka apa ckck ,perkataan jessica perlu diselidiki “bahwa kau ada tapi tidak seperti dianggap ada” intinya gitu makanya jessica tidak pernah di publish kan oleh jay jung mungkin karna masalah dulunya,dan eomma jessica ini berencana merebut kembali perusahan itu dgn dibantu oleh ayah kai ?? Mungkin..karna amber pernah melihat ayah kai dgn wanita misterius. Daebaak thor gua jadi makin penasaran dgn masalah masa lalu jessica dan jay jung, terus bagimana dgn kryber selanjutnya jgn sampai ada orang ketiga😂

  7. sn says:

    Hal paling nyesek adalah ketika lu udah ngetik komen panjang panjang tiba tiba ga ada. Itu hal terkampret yang pernah ada. 😑😑😑😑😑

  8. Ah…seru ini.. bales2an ntar. Cemburu2an lagi ntar dah. Ini jesber lama2 kok sweet juga ya. Banyakin dulu lah gpp thor. Masih kasian sama amber soalnya
    Apdetannya di tunggu juga ya thor. Kalo bisa jgn lama2
    Hehehehhe

  9. Hahahah akhir nya km update juga thor buat krystal cemburu terus biar dia nyesal telah acuhkan amber semangat thor jangan lama2 update nya biar ngk gantung gtu hahahah usahain update nya bulan ini thor😊😊😊semangat

  10. AUTHORRRR !!!!! KEMNAAA AJAAAA
    WKWKWKWKW
    DUHH KANGENNMM BNGTTT DAHH
    FAST UPDATE YA THORRR
    INI KERENNNM BNGTT FF NYA
    KWKWKW
    OMGGGG
    UNTUNG AD JESSICA WKWKW
    CMN KEKNY BAKALAN KRYBER SMA TAENGSIC KAH?
    SKAKAKKAAKKAKAA
    UHHHH
    MNTEPPPP2

  11. Wuuaah akhirnya author is back 🙌🙌🙌
    Ni begitu luas bikin kenyang full terbayarkan dengan karya yg luas bger ide nya

    Ni mah makin keren uda hadir jessica,,ahaiy jungsis sifat nya mirip bget ya poor la amber jungsis mah layak jd princess mau y smua dituruti 😅
    Tp ku seneng amber sedikit lepas penat y dpt tersenyum bahagia dgn akrab dgn jessica
    Part akhir,ide brilian lg tuh dr ratu fashion pasti mau buat krystal beraksi apa gk dgn skinship jessber
    Kadang jessber manis jg klo di ikuti alur bahagia nya dr awal jumpa mereka ja cute nya 😄😅
    yoo yoo authornim makin kece yee fighting lanjut dgn karya nya yg bikin saya penasaran dan terkagum kepada anda..😊☺ thanks kryber emg slalu di hati

    Oh ya yg melihat dr kejauhan dgn moment saat mengantar amber pulang itu apaa itu taeyeon yaa?? Ku yakin tu pasti taeyeon

  12. livi says:

    Daeeeebbbbbaaakkkkk !!!! 😍😍
    Keren bngt lah thorr..
    Crita nya ky turun naek gunung,ada sedih nya lah,tega amat krystal sama amber 😢😢
    Kasi cerita krystal nya nyesel gt udah memperlakukan amber seperti itu,thorr..hahahaa
    Pkok nya lnjut thoorr,jangan lama’ dong thorr..😁😁
    Semangat thorr,gomawo..😁😁

  13. Kenhendrawan says:

    Akhirnya update juga lu thor, penantian gua membuahkan hasil, kayaknya jessber lebih asik nih abis soojung galak terus, entar amber di ambil sica loh,
    gua penasaran bgt kenapa jay jung benci sama eommanya sica, dan apa jungsis itu adik kakak ? Aduh semoga aja lu cepet update lagi thor gak sabar gua sama kelanjutannya

  14. kryberlove3424 says:

    ceritanya keren, feelnya dapat banget… semoga cepat kryber bersatu lagu,, jangan lama2 ya thor updatenya huhuhuu

  15. Jungie says:

    Yalord :v ngakak kesel akutuh~ wkwk
    Semangat author >!!!!<
    Apapun akhir ceritanya aku usahakan takkan mewek hwhw~
    Kasian Sica eonni ga disayang kek Krystal:')) ini lama" aku beneran jadi benci ama si Kai :3 .gg
    Semangat ya author!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s