Someday 4 

“Soojung”

“Soojung”

“Hmmm” jawab singkat Krystal.

Luna menggelengkan kepalanya “Aku memanggilmu sudah lebih dari 100x!”

Krystal hanya diam menatap Luna, Luna menatap Krystal curiga “Hmm apa ada sesuatu yang terjadi padamu Soojung? akhir-akhir ini kau terlihat aneh dan terus melamun” curiga Luna. 

Krystal tersenyum, memastikan nya dirinya baik-baik saja “Aku tidak apa-apa”

Luna menatap curiga “Bohong, kau tidak bisa berbohong padaku Jung Soojung! katakan padaku apa yang mengganjal hatimu? kau tahu bukan kita sudah seperti saudara, bila salah satu dari kita memiliki masalah maka kita akan saling membantu, apa kau lupa dengan itu Soojung?” Krystal menatap Luna, iya merasa bersalah karena tidak menceritakan masalahnya kepada Luna,Vic maupun Sulli. 

“Hai ladies” 

“Oh hai Kai” balas Luna. 

“Aku ingin mengundang 4 walls untuk datang ke partyku malam ini. Aku mengundang Dj ternama dan tidak akan membuat kalian kecewa” girang Kai. 

Luna tersenyum mendengarnya sedangkan Krystal? Kai menatap Krystal yang sepertinya tidak mendengar perkataannya.

“Aku harap kalian bisa datang, bila 4 walls tidak datang maka party terasa sepi. Tidak ada bunganya, kalian akan datang kan?” Kai kembali menatap Krystal, tidak biasanya Krystal bereaksi seperti ini. Krystal begitu menyukai party atau clubbing karena musiknya yang bisa membuat beban nya berkurang tapi kali ini Krystal tidak antusias yang membuat Kai sedikit bertanya-tanya. 

“Ehmm aku akan bicara pada Sulli dan Vic mengenai party mu Kai” Kai tersenyum membalas ucapan Luna.

“Bagaimana denganmu Krystal? apakah kau akan datang?” tanya Kai. 

Luna menatap cemas Krystal dengan sigap Luna bangun dari duduknya dan menarik lengan Krystal “Ah sepertinya kami harus pergi, aku lupa kami memiliki janji dengan Vic di perpus. Bye Kai” 

Kai menatap cemas “Ada apa denganmu Krystal?” 

Luna membawa Krystal ke taman belakang sekolah, membawanya ke sebuah bangku dengan pohon rindang yang melindungin dari panas. 

Luna menatap Krystal, menatap lurus matanya “Jung Soojung! katakan padaku apa yang terjadi”

Krystal masih diam “Hufhhh ayolah katakan padaku apa yang mengganjal hatimu dan …”

Mata Krystal memerah, nafasnya terasa sesak. Matanya yang indah mengeluarkan air mata.

“Soojung” lembut suara Luna. 

Luna memeluk Krystal, Krystal menangis di pundak Luna “Tidak apa, menangislah. Menangislah karena itu akan membuatmu jauh lebih baik” Luna mengelus punggung Krystal berusaha untuk menenangkan hatinya. 

Krystal melepaskan pelukannya, menatap Luna yang ada di depanya “Biane” ucap Krystal dengan sendu.

“Tidak perlu meminta maaf” senyum Luna. 

Krystal masih menangis “Apa yang membuatmu seperi ini? apakah ada seseorang yang menyakitimu? katakan padaku” 

Krystal hanya diam, menundukan kepalanya. Luna memandang wajah Krystal “Apakah Kai yang membuatmu menangis?” firasat Luna.

Krystal mengiyakan jawaban Luna.

Seketika wajah Luna menjadi memanas “Waaah benar-benar bajingan kecil itu! dia akan mati ditanganku!!” 

Krystal memegang lengan Luna berusaha untuk menghentikannya “Wae? mengapa kau mengentikanku Soojung? aku akan memotong kepalanya karena sudah menyakitimu!” geram Luna. 

Krystal menatap mata Luna “Bukan Kai yang jadi permasalahnnya unnie” 

Luna menatap Krystal “Huh?”

Krystal menarik nafasnya “Kai memang menolakku saat aku menyatakan bahwa aku ingin dia menjadi kekasihku”

Mata Luna membesar saat mendengarnya “Mwo?!! kau menyatakan cinta kepada Kai?!! ehmm aku tidak heran bila kau suka padanya karena kalian selalu bersama tapi bagaimanapun dia telah menyakitimu!”

“Itu bukan pernytaan cinta, tapi lebih ke sebuah pertolongan agar aku memiliki kesempatan, dan hanya Kai lah satu-satunya namja yang kupercaya” ucap Krystal.

“Kesempatan? hoah aku tidak mengerti maksut dari semua ini. Kesempatan apa maksutmu Soojung?” penasaran Luna dengan menatap lurus Krystal. 

Krystal mengigit bibir bawahnya, merasa bingung dan bimbang. Merasa yang akan dia katakan adalah sebuah mimpi. 

“Kesempatan agar aku tidak di jodohkan”

“MWOOO?!!!!” suara Luna begitu nyaring hingga beberapa siswa menatapnya. 

“Aaahh maaf maaf” sopan Luna.

Luna menarik nafasnya, memegang pundak Krystal “Kau dijodohkan??” 

Krystal menganggukan kepalanya “Oaaahh!” Luna menepuk tangannya. 

“Itu tidak mungkin! aku tidak percaya”

“Kau harus percaya unnie” melas Krystal. 

Luna menatap mata Krystal, merasakan kesedihan didirinya “Jadi kau benar akan dijodohkan?” Krystal mengangguk lemas.

“Mengapa begitu tiba-tiba?”

“Karena perusahaan kakekku saat ini sedang dalam bahaya dan hanya akulah satu satunya yang dapat menyelamatkan perusahaan dari tangan tangan jahat. Dan oleh sebab itu aku harus dijodohkan”

“Soojung” Luna memeluk singkat Krystal.

“Pantas saja akhir-akhir ini kau begitu murung, seharusnya kau cerita pada kami”

“Aku merasa belum siap, aku merasa ini hanyalah kebohongan” 

Luna membelai rambut Krystal “Oh iya, lalu siapa yang akan dijodohkan denganmu?” penasaran Luna. 

Krystal menatap Luna “Tidak tahu” jawabnya lemas. 

“Tidak tahu??! kau tidak tahu calon suamimu?! ya Tuhan Soojung”

“Aku tidak mau tahu”

“Apakah dia adalah pilihan kakekmu?” Krystal menganggukan kepalanya. 

Luna terlihat berfikir “Kau harus mencari tahu siapa calon suamimu Soojung, bagaimana jika dia adalah orang jahat? bagaimana jika dia hanya pura-pura baik dengan kakekmu? kita harus menyelidikinya! jika calon suami adalah seorang penjahat kita bisa membatalkan perjodohan ini. Aku yakin kakekmu tidak akan menyerahkanmu kepada orang jahat, setidaknya kita harus tahu dia memiliki sikap yang buruk hingga kita memiliki alasan kuat agar kau tidak dijodohkan dengan namja asing! atau mungkin kita bisa membujuknya agar perjodohan ini dibatalkan”

Krystal meresap semua kata-kata Luna “Luna unnie benar, selama ini aku tidak ingin tahu siapa calon priaku, mungkin saja aku bisa membatalkan perjodohan ini” pikir Krystal. 

“Apakah kau tahu namanya?” tanya Luna. 

“Ya” 

“Siapa nama namja itu?” tanya Luna. 

Krystal diam sejenak, menatap langit biru yang cerah “Namanya adalah…”

Krystal menalihkan pandangannya ke Luna dengan senyum tipis diwajahnya “Amber Josephine Liu” 

Tiga hari kemudian

“Aaghhh aku bisa gila!”

Satu kelas menatapnnya, menatap yeoja yang duduk di bangku paling belakang dengan mata yang terlihat hitam.

“Siapa yang gila Amber Liu?” tanya guru dengan memegang penggaris panjang ditangannya. 

Amber memberikan senyuman maaf kepada guru serta teman-teman kelasnya “Ah tidak ada bu guru, aku sedikit tidak mengerti hehe” gugup Amber.

Guru tersebut melanjutkan penjelasannya sedangkan Amber mengelus-elus dadanya “Untung saja” 

“Pssstttt”

Amber melirik ke arah meja depan kirinya “Apa kau tidak apa-apa?” 

Amber memberikan jempol kepada sahabatnya yaitu Eric Nam. 

Waktu istirahat tiba, layaknya Krystal. Amber terlihat murung membuat Eric dan Ailee curiga hingga pada akhirnya Amber cerita kepada kedua sahabatnya. 

“Dijodohkan?!!!!” kejut Ailee dan Eric. 

“Haish keras sekali suara kalian!”

“Aku tidak percaya!” Ailee menggelengkan kepalanya. 

“Itu tidak mungkin! bagaimana bisa? haish berhentilah membuat lelucon Amber! katakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi”

Amber memijit kepalanya “Aku serius, aku dijodohkan! dan mau tidak mau aku harus menerimanya”

“Okay okay tenang tenang” Eric menarik nafasnya. 

Ailee dan Eric diam sejenak untuk menenangkan diri mereka “Baiklah” Eric memulai. 

“Mengala, Mengapa secara tiba-tiba? mengapa seperti ini? kau masih muda dude! kau bisa memilih siapa saja yang kau mau!” ucap Eric. 

“Aku harus menerimanya Eric” tenang Amber. 

Ailee menambahkan daftar pertanyaan untuk Amber “Atas dasar apa? atas dasar apa kau menerimanya? cinta? yang ku tahu selama kau hidup kau tak pernah jatuh cinta!”

“Atas dasar uang” 

Eric dan Ailee menghela nafas “Kau masih memiliki harga diri Amber! kau menjual harga dirimu hanya karena uang?!! kau gila Amber!” marah Ailee. 

“Aku lelah Ailee, aku lelah dengan keadaan ini. Aku ingin makan enak, aku ingin baju yang bagus, aku ingin mobil mewah. Aku juga tidak mau melihat ibuku terus berkerja hingga sakit, aku tidak ingin setiap harinya rumahku selalu ditagihi hutang, aku tidak ingin nyawaku atau ibuku terancan hanya karena hutang, aku ingin tidur nyenyak dimalam hari, aku ingin adiku bersama kami, sekolah yang layak!” Amber menarik nafasnya. Membuang matanya dari Eric dan Ailee. 

“Aku tidak memiliki pilihan lain” tatap Amber. 

Ailee memeluk Amber “Aku tidak ingin kau tersakiti, kau adalah orang yang baik. Aku tahu kau lelah dengan semua ini tapi aku harap pilihanmu adalah pilihan yang tepat” senyum Ailee. 

“Aku harap kau bisa memanfatkaan uang itu dengan baik” nasihat Eric. 

Amber tersenyum mendengarnya “Kau tahu, mungkin uang yang mereka berikan jauh dari perkiraan kalian”

Eric menatap bingung “Siapa yang akan dijodohkan denganmu?” tanya Eric yang membuat Ailee penasaran. 

Amber kembali tersenyum “Jung”

“Jung Corporation” 

“WHAATT?!!! J-J-JU-JU-NG Corporation?!!!” 

Amber menutup kedua telinganya karena suara Eric dan Ailee yang begitu kerasa “Haishh kalian tidak bisa pelan-pelan”

Eric memegang jantungnya “Jantungku terasa mau copot saat medengarnya!!” 

Sedangakn Ailee duduk hingga lemas dibangku “Amber..”

“Hm” jawab singkat Amber.

“Kau tahu bukan siapa mereka?”

Amber menggelengkan kepalanya “Yang aku tahu mereka akan memberikanku satu perusahaan besar di California” jawabnya polos. 

Eric memegang lehernya “Ya Tuhan aku tidak bisa bernafas”

“Wajar saja bila si bodoh ini tidak tahu, dia tidak pernah menonton berita!” geleng Ailee. 

Eric memegang bahu Amber “Sampai sepuluh keturunan pun kau tidak akan jatuh misikin! kau benar benar beruntung” 

“Jung Corp adalah perusahaan terbesar di Asia dengan jaringan diseluruh dunia” ucap Ailee. 

“Wow” respon Amber.

Mereka bertiga diam, kembali menenangkan pikiran untuk beberapa menit. 

“Lalu” Ailee bangun dari bangkunya. 

“Lalu siapa calonmu? siapa namja yang akan dijodohkan olehmu?” tanya Ailee. 

Amber terdiam “Mengapa diam? apa dia sudah memiliki istri?” tanya Ailee. 

“Tidak, hanya saja”

Ailee dan Eric menatap serius “Hoah bagaimana mengatakannya??”

“Haish cepat katakan bodoh!” saut Eric Ailee.

“Tapi berjanjilah kalian tidak akan menjauhiku” Mereka mengangguk. 

“Hanya saja, ehmm dia adalah seorang…”

Ailee Eric menatap dekat wajah Amber. 

“Seorang yeoja”

“MWOOO?!!!!!!!”

Amber kembali menutup telingnya. 

“Yeo” Ailee. 

“Ja?” Eric. 

“Baiklah biarkan aku berfikir sejenak” Eric menggaruk kepalanya. 

Sedangkan Ailee mematung. 

Dan Amber hanya diam. 

Beberapa menit kemudian

Ailee masih mematung dengan suara datar “Jadi kau akan dijodohkan dengan seorang yeoja?” 

“Yap, dan tuan Jay Jung tidak keberatan selama itu adalah diriku”

“Jadi CEO Jung mengizinkan kau dengan anaknya??” tanya Eric.

Amber mengangguk “Aku sudah menolak permintaanya tapi selain karena uang aku tidak tega melihatnya meminta kepadaku”

“Kau tidak tega dengan seorang CEO terkaya di Asia? Ya Tuhan” Eric menggelengkan Kepalanya. 

“Lalu, apa kau sudah bertemu dengan yeoja itu?” tanya Ailee. 

“Belum” 

“Jadi dia tidak tahu kalau orang yang dijodohkannya adalah seorang yeoja?” 

“Aku rasa tidak Eric”

“OMG”

“Bagaimana kalau dia tidak menyukai mu? bagaimana kalo dia seorang..”

“Homophobic” lanjut Amber. 

Ailee diam dengan ucapanya, benar saja. Amber adalah yeoja tomboy dengan rambut yang pendek, dengan badanya tinggi, dada yang bidang, serta wajahnya yang mendukung. 

“Aku rasa dia akan mengikuti semua perintah Tuan Jay” kira Amber.

Eric memandang Amber “Walaupun kau tidak pernah melihatnya setidaknya kau tahu nama yeoja itu bukan?” 

“Ya” 

“Namanya adalah…”

Tergores senyum diwajah Amber “Krystal Jung Soojung” 

Ailee dan Eric terkesima hanya mendengar namanya “Aku rasa dia adalah yeoja yang cantik” ungkap Ailee. 

“Mungkin” jawab Amber. 

Eric tersenyum licik “Bagaimana kalau kita mencari tahu tentangnya?” ide Eric.

Amber mengerutkan alisnya “Untuk apa?”

“Setidaknya saat kau bertemu denganya kau tidak mengeluarkan liur hahhahaha” tawa Eric. 

“Haish!” cibir Amber. 

“Tapi Eric benar, kita harus mencari tahu tentangnya, setidaknya kau tidak gugup”

Amber berfikir “Jujur saja, aku begitu penasaran dengan Jung Soojung”

“Bagaimana?”

“Harus mulai darimana?” tanya Amber. 

“Internet! kita harus mencarinya, aku rasa namanya akan muncul” ide Eric. 

Eric segera mengeluarkan ponselnya dan mencari Krystal Jung Soojung. 

“Ayo cepat-cepat!!” murid-murid berlarian.

“Ayo cepat mereka ada di depan!” 

“Aku dengar mereka cantik-cantik!” 

Sekolah menjadi rusuh, murid-murid belarian menuju halaman depan sekolah. 

Karena penasaran Amber, Ailee dan Eric mengikuti murid-murid menuju halaman sekolah depan. 

“Apa sekolah kita kedatangan idol?” tanya Ailee. 

Amber berusaha melihat tapi tidak keliatan, Mereka bertiga memutuskan untuk melihat dari lantai 2. 

Ramai tapi tak begitu sesak “Ya Tuhan cantik-cantik sekali!!”

“Mereka bukan manusia tapi mereka malaikat”

“Yeoja yang tinggi itu begitu imut”

“Ah tidak, aku suka yang kecil mungil itu”

“Aku suka dengan yeoja yang berdiri di sisi kanan itu! dia begitu menawan!”

“Haishh tentu saja yeoja yang seperti ice itu yang cantik! tatapannya begitu icy! ah aku rela menjadi beku karenanya”

Ailee menerobos murid-murid didepanya hingga iya berghasil melihat ke empat yeoja yang mereka bicara “Wow” Ailee tercengang melihat mereka.

“Tunggu dulu, bukankah itu seragam Empire School? untuk apa mereka kesini?” bingung. 

“Permisi”

“Permisi”

Akhirnya Eric dan Amber berhasil menerobos. 

Amber mengecilkan matanya agar terlihat jelas siapa yeoja yang mereka ributkan.

Amber memperhatian satu persatu wajah mereka dan harus Amber akui bahwa mereka begitu begitu cantik. Hingga matanya berhenti pada satu yeoja yang membekas diingatannya. 

“OH!!!” Amber mulai mengingat. 

“Dia, dia adalah yeoja yang menghinaku!” kesal Amber. 

“Dia adalah penyihir!!” 

Ailee menenangkan Amber “Amber tenanglah kau berisik sekali” 

“Untuk apa mereka kesini?” tanya Amber. 

“Aku rasa mereka mencarimu” jawab Eric. 

“Mencariku? ohh jadi penyihir itu ingin melabrakku! baikalah kalau itu mau dia” kesal Amber. 

“Amber” Eric memegang bahu Amber. 

“Mereka mencarimu bukan karena masalah itu” Amber menatap heran. 

“Aku rasa mereka datang kesini untuk mencarimu, mencari Amber Josephine Liu”

Amber masih bingung “Karena salah satu dari mereka adalah calon tunanganmu” 

“MWOO??!!” kali ini suara Amber yang keras. 

“Tidak mungkin”

Eric menghela nafasnya menunjukan foto dari mesin ponsel pencariannya.

Dan betapa terkejutnya saat Amber melihat “Pe-pe-pe-penyihir itu” 

“Dia bukan penyihir Amber, dia adalah Krystal Jung Soojung. Yeoja yang saat ini sedang berdiri di depan halaman sekolah kita dengan murid-murid yang tergila-gila kepada calon tunanganmu”

“Krystal Jung Soojung”

“Yap. Selamat Amber, kau memiliki calon tunangan dengan wajah malaikat” 

——————————–

Someday 3

Author Pov

“Eric”

“Hmmm”

“Mengapa dari tadi Amber hanya diam saja? apa dia sedang sakit?” tanya Ailee menatap Amber.

“Mungkin dia sedang bingung karena belum mengerjakan tugas rumahnya dan aku yakin saat ini dia sedang memikirkan alasan kepada guru nanti” jawab Eric dengan mengunyah makan siangnya.

Ailee menatap curiga Amber, tidak biasanya Amber diam seperti ini. Sudah dua hari ini Amber terlihat diam dan merenung, seperti memikirkan sesuatu “Amber”

“Amber”

“Amber”

Ailee mengambil buku di tasnya dan “Bruuk”

“Ya!! kau ini kenapa goldfish? kenapa kau memukul kepalaku” Amber mengelus kepalanya.

“Katakan pada kami dengan sejujur jujurnya, apakah kau sedang dalam masalah?” tanya Ailee yang membuat Eric berhenti makan dan menatap Amber.

“Benar, aku rasa kau sedang dalam masalah. Akhir-akhir ini kau terlihat diam, bahkan saat ini dia hanya diam saja. Biasanya dia yang paling semangat bila diajak bolos”

Ailee menatap sinis Eric seakan ingin memukulnnya.

“Bruuk” yap benar saja, ternyta Aille benar-benar memukul kepala Eric.

“Ya! kenapa kau memukul kepalaku juga?”

“Apa kau baru sadar bahwa temanmu akhir akhir ini berbeda! dasar bodoh” bentak Ailee.

Amber masih terlihat diam “Jadi, ceritakan pada kami apa yang terjadi padamu Amber”

Amber masih tetap diam dengan menatap kedua sahabatnya, Amber merasa bersalah karena tidak menceritakan masalahnya kepada dua sahabatnya yaitu Eric dan Ailee.

Amber ataupun Ailee Eric tidak pernah menutupi rahasia ataupun  masalah dan akan menyelesaikan secara bersama-sama. Amber begitu beruntung mendapatkan dua sahabat seperti mereka, tapi Amber rasa dia masih belum mampu untuk mengatakan kepada dua sahabatnya bahwa dia akan dijodohkan dengan salah satu cucung pengusaha besar.

“Tidak ada” senyum Amber.

“Berhentilah berbohong, aku mengenalmu bukan dua atau tiga hari yang lalu tapi aku mengenalmu sudah lima tahun Amber, lima tahun!”

“Benar kata Ailee, kami tahu dirimu Amber. Jadi ceritakan pada kami, apa yang menganggu pikiranmu”

Amber kembali menatap kedua temannya “Huffhh aku tidak tahu”

Amber menundukkan kepalanya dengan memeluk kedua kakinya diantara rerumputan hijau.”

Ailee menatap Amber sedih, iya tidak tahu apa yang harus di perbuat. Amber bukanlah seseorang yang mudah untuk cerita tentang masalahnya tapi pada saatnya Amber akan cerita apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya “Jika kau tidak mau cerita, tak apa Amber” ucap Ailee.

Eric merangkul pundak Amber dengan senyuman diwajahnya “Kami akan selalu ada disampingmu! no matter what, seberapapun masalahmu seberapapun berat masalahmu aku dan Ailee akan ada disampingmu buddy!”

Wajah Amber terangkat mendengar kedua sahabatnya, mendengar seruan dari Ailee dan Eric membuatnya menjadi semangat.Karena iya yakin bahwa kedua sahabatnya akan selalu ada untuknya “Kalian memang luar biasa, terima kasih” Amber merangkul Ailee dan Eric.

“Haishh mengapa kau jadi cengeng?”

Amber tertawa dan mereka semua tertawa diantara angin yang bertiup dibawah langit biru sungai Han.

“Aggghhh!!!!” Amber memeluk erat kedua sahabatnya.

“Selamat siang Amber Liu”

Amber, Ailee, Eric tercengang mendengar suara pria yang tepat berada dibelakang mereka bertiga.

Amber, Ailee, dan Eric dengan secara bersamaan melihat sosok asing dibelakangnya. Sosok asing itu berdiri tegap dengan memakai jas hitam rapih yang berjumlah lima orang.

Sedikit ketakutan diwajah Ailee dan Eric karena ini untuk pertama kalinya mereka melihat seseorang seperti yang mereka lihat.

“Si-si-siapa mereka” gugup Eric.

Ailee hanya menggelangkan kepalanya dengan sedikit berbisik kepada Amber dan Eric “Bukankankah paman tadi memanggil namamu?” heran Ailee.

“Apa kau mengenalnya?” tambah Eric.

“Siapa kalian?” lantang Amber yang bangun dari duduknya.

Dengan senyuman ramah serta dengan sopan santun kelima pria itu membungkuk dengan mengucapkan salam “Maaf kami mengganggu waktumu” senyumnya.

Ailee berbisik kepada Amber “Kau mengenal mereka?”

Ailee dan Eric memandang mereka dari atas sampa bawah “Apa kau terlibat hutang lagi dengan preman?” tanya Eric.

“Tapi preman tak mungkin serapih ini” bingung Ailee.

Ailee dan Eric megenggam erat lengan Amber “Tenang saja, kami akan membantumu. Aku hitung sampe tiga kita harus kabur dari sini arasso” bisik Eric.

1

2

“Aku harap kau tak lupa denganku Amber-ssi”

Amber menghela nafasnya “Tentu saja aku tidak lupa denganmu Mr.Kim”

Ailee dan Eric saling melempar pandang “Kau mengenal mereka?”

“Ya” jawab singkat Amber.

Amber melepaskan tangan Ailee dan Eric “Aku tidak apa-apa, kalian tidak perlu khawatir” tenang Amber.

“Ada apa Mr.Kim?” tanya Amber.

Mr. Kim melangkahkan kakinya selangkah lebih dekat dengan Amber “Ada yang ingin bertemu denganmu”

“Hmm bertemu denganku?”

“Apa aku akan bertemu dengannya sekarang?” batin Amber dengan wajah cemas diwajahnya.

“Kau akan bertemu dengan tuan Jay Jung”

Jay Jung? aahh iya aku ingat

“Baiklah”

Eric memegang lengan Amber “Apa kau yakin? kau mengenal mereka, bagaimana jika mereka berbuat buruk padamu?” cemas Eric.

Ailee memegang lengan Amber seakan tak mau meninggalkan sahabatnya pergi dengan orang asing “Jangan khawatir, aku mengenal mereka” senyum Amber kepada kedua sahabatnya dengan melepaskan tangan mereka dari lengannya.

“Kalian kembalilah kesekolah, aku akan kembali kesana jangan khawatirkan aku” ucap Amber.

“Baiklah, tapi jika ada apa-apa kau segera hubungi kami”

Amber mengangguk dengan mengikuti seketaris Kim ke arah mobil sedan BMW hitam milik mereka dan menaikinya.

“Wah mobilnya mewah sekali, ini untuk pertama kalinya aku naik mobil semewah ini”

“Baiklah kita berangkat”

Dengan melewati gedung-gedung tingkat kota Seoul membuat Amber menikmati perjalanannya, seakan saat ini Amber adalah seorang anak orang kaya dengan mobil mewah yang berjalan di tengah kota Seoul.

“5 menit lagi kita akan sampai” ucap seketaris Kim.

Amber menatap seketaris Kim dari belakang “Dari mana ahjussi tahu aku berada di sungai Han?” tanyanya heran.

“Apa kalian mengikutiku lagi?”

Mr.Kim tersenyum mendengar ucapan Amber “Maafkan kami jika kau merasa risih Amber Liu, hanya saja pagi tadi kami menuju sekolahmu dan kau tidak ada disana dengan kedua temanmu jadi aku rasa kau berada ditempat biasa kau dan kedua sahabatmu mengahbiskan waktu bersama”

“Aku ingin tahu mengapa kalian mengikutiku?” tanya Amber.

Citt” ban mobil berhenti.

“Kita sudah sampai”

Dengan cepat bodyguard keluarga Jung membukakan pintu untuk Amber.

“Tempat apa ini?” herannya.

“Masuklah”

Amber mengikuti seketaris Kim masuk kedalam sebuah gedung supermegah.

“Apa ini sebuah kantor?” bingung Amber.

“Ting” pintu lift terbuka dan mempersilahkan Amber masuk kedalam lift terlebih dahulu.

“Ting”  Amber melangkah keluar.

“Waaahh” Amber melihat sekelilingnya “Interior ruang yang luar biasa” batinnya.

Amber melihat Mr. Kim yang sedang berbicara kepada seseorang, selagi menunggu perintah selanjutnya Amber melihat lihat sekitar ruangan. Berjalan menuju arah kaca besar dengan pemandangan jalan pada kota Seoul.

Amber menghela nafasnya “Ntah apa yang kulakukan saat ini”

“Amber Liu”

“Hmm” jawab Amber malas dengan mengikuti langkah seketaris Kim.

Langkah tersebut berhenti di sebuah pintu “Masuklah” pintanya.

Amber memandang seketaris Kim untuk beberapa detik hingga iya memegang gagang pintu dan membukanya.

Saat kakinya melangkah, Amber masuk keadalam ruangan yang cukup besar dengan sofa berwarna hitam dengan rak buku yang menghiasinya, mata Amber menjelajah ruangan dengan kaca yang besar dan matanya terhenti saat melihat meja besar dengan seseorang yang memunggunginya.

Amber mengerutkan alisnya, bertanya-tanya “Siapa dia?”

“Sudah lama aku mencarimu”

Suaranya terdengar berat dan berwibawa “Dari suaranya saja dia bukan sosok yang biasa”

Amber hanya berdiri diam, Amber menerka-nerka siapa sosok yang berada didepannya.

Dia memutar badannya dengan memberikan senyuman kepada Amber “Senang bertemu denganmu Amber Josephine Liu”

“Oh, ternyata dia adalah pria paruh baya”

“Ah ne” Amber membungkuk atas tanda hormatnya kepada orang yang lebih tua.

Pria paruh baya itu menatap Amber “Kau mengingatkanku pada Josh Liu, kau benar-benar sama denganya. Rasanya, Josh seperti hidup kembali”

Amber hanya tersenyum tipis mendengarnya “Ah aku lupa memperkenalkan diriku” dia mendakati Amber.

“Aku adalah Jay Jung”

“Jay Jung?” ulang Amber dan .. “Oh my GOD! jadi dia adalah Jay Jung?!! daebak!”

“Oh maafkan aku, aku tidak tahu” Amber membungkukan dirinya.

“Aku adalah Amber Liu, maaf atas ketidaksopananku”

“Haha santai saja Liu” dia menepuk pundak Amber.

“Duduklah”

Ntah mengapa Amber menuruti perintahnya dan segera duduk “Santai saja, kau ingin minum apa?”

“Ehm air putih saja” senyum kaku Amber.

“Aku kira anak muda sepertimu menyukai jus atau soda atau mungkin alkohol?”

Amber menggelengkan kepalanya “Baiklah”

Jay Jung memerintahkan seketarisnya untuk membawa airputih.

“Bagaimana sekolahmu Amber?”

Amber menggaruk dahinya “Ehmm baik”

“Aku harap kau bisa meningkatkan prestasimu disekolah karena nantinya kau akan memiliki pekerjaan yang besar” Amber tidak mengerti apa yang dia katakan.

Jay Jung menyenderkan kepala ke sofa dengan menatap Amber “Aku ingin sedikit bercerita kepadamu”

Amber menarik nafasnya dan menatap serius “Kau tahu betapa susahnya saat kita membangun sesuatu dari 0 hingga menjadi 100?”

Amber menggelengkan kepalanya.

“Aku membangun semua ini dari 0 tapi saat ini banyak sekali yang ingin menjatuhkanku, mereka semua ingin merebut semua perusahaanku. Perusahaan yang dibangun olehku, anakku serta ayahmu”

“Jadi aku ingin kau berperan dalam semua ini, aku membutuhkanmu”

“Aku membutuhkanmu, agar semua yang telah dibangun tidak jatuh ke tangan yang salah”

Jay Jung berdiri dari sofanya, berjalan mengambil sebuah foto di lacinya “Aku sudah terlalu tua, mereka mulai meragukan kemampuanku dan terlebih lagi aku tidak memiliki siapa-siapa yang dapat mengurus semua urusan perusahaan.

Jay Jung tersenyum tipis “Ada seseorang yang berbahaya yang menginginkan perusahaan ini, dia adalah orang yang berbahaya. Aku tidak ingin perusahaanku menjadi ajang ladang bisinis kotor yang akan iya perbuat. Dia akan melakukan apa saja untuk merebut semua ini, bahkan dia tidak memandang bulu”

“Karena keadaan yang semakin parah, untuk saat ini aku harus memberikan semua yang kumiliki pada cucungku”

 

“Untuk itu aku membutuhkanmu untuk menjaga Soojung”

“Soojung?”

“Aku ingin kau menjaganya, menemaninyya”

“Aku ingin kau bertunangan dengannya bahkan bila perlu kau menikah dengan cucungku”

Amber bingung, iya bingung setengah mati.

“Tunggu dulu tuan Jay Jung, kau mengatakan Soojung?

“Ya, cucung kesayanganku” senyumnya.

Amber mengertukan dahinya “Tapi mengapa namanya seperti nama yeoja?” bingung Amber.

“Karena dia adalah yeoja”

Amber tersentak kaget “WHAT??!!!”

Amber terasa dunia terbelah dua, kepalanya terasa tersambar petir “Ta-ta-ta-tapi kau tahu bukan bahwa aku adalah..”

“Seorang yeoja” angguknya.

Amber mengangah kaget “Itu tidak masalah bagiku selagi kau menjaga Soojung, menjaganya dari bahaya diluar sana. Aku percara padamu Amber Liu, sangat percaya padamu”

“Tapi itu tidak mungkin, aku adalah yeoja dan cucungmu juga adalah…”

“Kau hanya berpura-pura”

“Berpura-pura?”

Jay Jung mengangguk “Hanya satu tahun Amber Liu, hanya satu tahun bersama Soojung. Aku tahu siapa dirimu, anak yang berbakat, jujur, cerdas dan pintar just like ur father lagi pula aku tidak ingin merebut hak hidupmu, hak kebebasanmu itu sebabnya aku memutuskan hal ini” senyumnya.

Jay Jung berjalan menuju kursi Amber dengan membawa buku hitam yang didalamnya terdapat secarik kertas “Ini”

Amber mengambilnya dan membuka “apa ini?”

Jay Jung menganggukkan kepalanya “Hanya satu tahun bersamanya, menjaganya dari bahaya hingga keadaan kembali membaik, dan sebagai gantinya  aku akan membiayai kehidupanmu serta keluargamu, serta memberikan satu perusahaan ku yang berada di California atas namamu” senyumnya.

Amber menghela nafas, berfikir begitu keras. Memejamkan matanya, membayangkan wajah ibu serta adiknya yang begitu sengsara “Aku tidak seperti ini terus, aku tidak bisa melihat eomma dan Kyu menderita”

“Tapi mengapa aku harus menjadi tunangganya? aku bisa menjaganya tanpa harus bertunangan ataupun menikah”

“Tidak bisa, kau dianggap tidak mampu dan belum dewasa”

Amber berfikir kembali, menatap secarik kertas yang ada didepannya.

“Hanya satu tahun?”

“Satu tahun”

“Tapi aku tidak ingin menikah” ucap Amber.

“Hanya jaga-jaga Amber Liu”

“Semua yang kau butuhkan Amber Liu, semua yang kau mau, semua yang kau butuhkan akan jatuh atas namamu”

Amber bisa melihat jelas namanya sebagai 1 pemiliki Jung corp “Aku tidak bermaksut untuk memanfaatkanmu hanya saja kaulah orang yang kupercaya yang dapat menjaga Soojung, aku tidak bisa percaya pada orang lain selain dirimu. Walaupun kau adalah seorang yeoja tapi aku yakin kau memiliki hati yang tulus yang dapat menjaga Soojung” tatap Jay Jung.

Amber memejamkan matanya, menarik nafasnya menatap kembali kertas yang akan menjadi penentu hidupnya.

Secara tak sadar tangan Amber mulai bergerak mengambil pena hitam di samping kertas tersebut.

“Aku tidak ingin memaksamu Amber Liu, kau boleh menolaknya jika kau mau”

Amber menatap Jay Jung, menatap pria paruh baya yang memiliki mata sayu hingga tergoyahlah hati Amber.

Amber tersenyum, tangannya mulai bergerak. Memberikan coretan tinta hitam di kertas yang begitu penting.

“Terima kasih, terima kasih Amber Liu”

Amber menyenderkan tubuhnya ke sofa “Aku harap keputusanku sudah benar”

“Tidak ada yang tahu tentang semua ini Liu, hanya kau dan aku yang tahu”

“Tapi tuan Jay Jung”

Jay Jung menatap Amber “Aku takut cucungmu tak mau menerimaku, kau tahu bukan aku terlihat aneh dan aku tidak bisa membayangku wajahnya saat dia tahu bahwa tunangannya adalah yeoja”

Jay Jung tersenyum “Soojung akan menerimamu Amber”

———————————————————————-

 

Someday 2

Amber POV

Seperti biasa dan seperti hari-hari biasanya aku selalu datang ke tempat ini, tempat yang membuat hatiku tenang dengan meluapkan isi hatiku dan terkadang aku menangis bila mengingat masa laluku dulu. Yap, masa lalu yang begitu kurindukan.

Ku tarik nafas ini dengan memandang pusara yang berada didepanku “Anyeong Appa” senyumku.

“Ntah mengapa akhir-akhir ini aku begitu merindukanmu, apakah itu tandanya kau merindukan ku juga? hahaha”

“Aku begitu merindukan disaat kita saling becanda, apa kau tidak bisa kembali kesini untuk sebentar saja? aku yakin bila ada appa disini semua akan baik-baik saja. Eomma tidak perlu berkerja keras, eomma tidak akan kesepian dan aku akan berjanji akan menjadi Amber yang baik dan tidak akan bolos ataupun tidur didalam kelas lagi. Aku yakin bila ada appa disini maka semua akan baik-baik saja”

Kubunggkukan badanku dengan menyentuh pusara appaku “Tapi, tapi aku yakin Tuhan memiliki rencana lain untuku dan eomma, aku yakin Tuhan memiliki alasan mengapa appa meninggalkan kami begitu cepat. Aku berjanji akan menjaga Eomma, dan Kyu aku akan menjaganya dengan seluruh jiwa ragaku seperti appa menjaga aku dan eomma dulu. Aku berjanji Appa”

“Huft” aku memandang langit yang mulai gelap “Appa, sepertinya aku harus pulang, aku harus mengangakat jemuran. Aku akan datang kembali appa, bye bye”

Aku berjalan dan bergegas mengambil sepedaku, tapi aku merasakan ada sesuatu yang aneh. Apa karena ini tempat pemakaman aku menjadi merasa aneh? tapi bukan itu yang kurasakan, ada sesuatu yang memperhatikan ku.

“Hmmm” aku sedikit menyipitkan mataku dan …

Aku melihat sebuah mobil sedan mewah dengan beberapa orang yang memakai jas hitam dengan kacamata hitam yang menghiasi wajah mereka, hmm siapa mereka? sedikit menyeramkan tapi haish mungkin ada keluarganya juga yang meninggal ah sudahlah aku harus bergegas pergi lagipula tidak mungkin mereka akan menculiku.

25 menit menempuh perjalanan membuat tubuhku lelah “Eomma” aku mencari air mineral dingin dengan langsung meminumnya tanpa gelas.

“Kebiasaan burukmu itu apa tidak bisa diubah?”

Uhk! hampir aku mati tersedak “Eomma! kau mengagetkanku”

“Haish cepat makan, ganti baju dan bantu eomma”

Aku mengerutkan dahiku “Tapi aku ada PR eomma, aku harus mengerjakannya”

“PR? Haish sejak kapan anak pemalas sepertimu mengerjakan PR, ayo cepat”

Haishh lain kali aku harus membuat alasan yang lebih tepat! “Ndeeee”

Setelah selesai aku bergegas membantu ibuku di dapur “Ayo cepat cuci sayurannya” aku segera mencuci sayuran yang eomma pinta.

“Hei aku minta sebotol soju”

Haishh apa dia tidak bisa mengambil sendiri? “Ndeeee”

“Ahjumma aku minta satu piring daging asap lagi”

“Ndeeeeee” sautku

Dan begitulah hingga waktu menunjukan pukul 12 malam “Hoaaahhh akhirnya aku bisa istirahat” ku rebahkan badanku dikursi.

“Kau hari ini kerja dengan keras, akan ku tambah uang jajanmu”

Uang jajan?? “Oaahh benarkah eomma? waaahhh terima kasih”

“Sudah sana istirahat, kau harus tidur karena besok kau akan sekolah”

Hufhh sekolah, menyebalkan sekali mendengarnya “Tapi masih berantakan sekali, aku harus membantu ibu membersihkan ini semua” paksaku.

“Sudah, eomma bisa membersihkannya sendiri. Sudah sana cepat tidur” sejujurnya semenjak appa meninggalkan kami, kondisi keuangan kami sangat buruk bahkan begitu buruk. Hutang kami ada dimana-dimana aku bahkan tidak bisa tidur nyenyak karena takut para rentenir gila itu menagih hutang kami. Aku tidak tega melihat eomma berkerja terlalu keras seperti itu hufh tapi mau bagaimana lagi hanya ini lah sumber mata pencarian kami. Yap, mengelola restoran kecil untuk kelangsungan hidup kami.

Rasanya aku ingin berhenti sekolah saja dan membantu eomma, aku rasa aku hanya menghabiskan uang dan waktu saja! hufh..

“Amber, jangan lupa tutup pintu serta jendela depan”

“Ndeeee” sautku.

“Hoaaamm lelah sekali” aku mengunci semua pintu dan jendela restoran sederhana kami.

“Hmmm?” aku mengerucutkan mataku, melihat..

Melihat mobil sedan hitam yang sama saat aku di pemakaman tadi. Haish mengapa mengerikan sekali, mau apa mereka? apa mereka itu rentenir? atau benar-benar ingin menculiku?

“Amber kalau sudah selesai langsung tidur” hmmh mungkin hanya perasaanku saja, sudahlah aku harus berfikir positif.

“Yaaa eomma aku sudah selesai”

Next day

“Aaaaaaaa aku bisa telat minggir minggir minggir” ku kayuh sepeda ini dengan cepat, sial! lagi lagi aku bangun terlalu siang. Hoaaah bisa mati aku kalau terlambat lagi.

“Hoaahh minggir!”

“Ya anak muda hati hati!!”

“Maafkan aku ahjumma!” teriaku dari kejauhan, hampir saja aku menabraknya.

Ayo ayo cepat cepat jangan sampai aku berdiri dengan satu kaki lagi!

“Tiiiinnnnnn!!”

Aku menoleh ke arah suara dan ……

“Aaaaaaaahhhhhhhhhhh”

“Duummmmmm”

Dan seketika aku merasa badanku melayang dan jatuh ke aspal panas dengan lengan serta kakiku yang begitu begitu sakit “aaaahh eomma!!

“Aaaa sakit sekali”

Tangan ku terluka, dan kakiku juga ya Tuhan perih sekali.

“Hei kau tidak apa-apa?” siapa dia?

“Maafkan aku, aku tidak sengaja menabrakmu saat bersepeda” jadi dia yang menabraku?

“Lain kali kau harus hati-hati ahjussi! hampir saja aku mati”

“Baiklah kalau begitu kita pergi ke rumah sakit saja” Haish ke rumah sakit? darimana aku uang?

“Aku yang akan betanggung jawab atas luka-lukamu” jadi dia mau bertanggung jawab, berikan saja uangnya padaku. Aku butuh uang bukan butuh obat.

“Tapi aku ingin sekolah, aku ada ujian dan kurasa aku tidak bisa kerumah sakit”

“Ya!! apa yang kau lakukan?” aku mengerutkan dahiku, siapa dia? menakutkan sekali, apa dia tidak punya sopan santun?

“Apa kau tidak tahu  aku sudah telat?! mengapa lama sekali? berikan saja dia uang!” haishh wanita ini! lihat cara bicaranya menjengkelkan sekali.

“Ya kau!” aku bangun dari aspal dengan melupakan luka-lukaku.

“Apa! kau mau apa!” haishh mengapa dia begitu menyeramkan! baru kali ini aku merasa takut apalagi dengan tatapannya.

“K-k-kau kau kira aku ini pengemis hah? aku tak butuh uangmu! dasar orang kaya sombong!” iya benar dia benar-benar sombong, apa dia merasa bahwa dia adalah orang yang paling kaya di Korea?!.

Yeoja itu menyeringai kepadaku “Apa kau pikir aku tidak tahu orang sepertimu hah? orang sepertimu itu hanya bisa memanfaatkan orang lain apalagi orang seperti ku. Oh apa jangan-jangan kau sengaja menabrakan dirimu ke arah mobilku sehingga kau bisa mendapatakan keuntungan dariku, bukan begitu?!”

Ya Tuhan kata-katanya! dia ini manusia atau penyihir!! “Ya kau!!”

“Aku yakin uang yang akan diberikan nanti untuk bermain games dan lain-lainnya”

“Tidak tentu saja tidak! kau kira aku ini apa!!!”

“Ayo kita pergi, aku sudah terlambat” dia mulai membalikan badannya dan bergegas pergi.

“Hei mau kemana kau!!! ya ahjussi lepaskan aku!!”

“Ahjussi aku bilang lepaskan! kauu wanita penyihir! aku belum selesai bicara denganmu!!! kemari kauuuu!!” teriaku dengan sekuat tenaga tapi sia-sia saja para bodyguardnya telah membawanya pergi dan aku di hadang oleh dua pria berbadan besar.

Haishh kesabaran ku benar-benar habis, aku memang tak punya uang tapi penyihir itu tak bisa menghinaku! “Maafkan atas sikap nona muda Jung” lihat, bahkan kedua bodyguardnya membungkuk maaf kepadaku! sedangkan dia pergi begitu saja.

“Aku harap kau memaafkannya, dan ini” aku melihat segenggam uang di tangannya.

“Ini uang untuk..”

“Tidak, tidak perlu! terima kasih” aku membawa sepedaku dan sialnya sepedaku rusak akibat tabrakan tadi! mengapa sial sekali hari ini.

Aku berjalan ke sungai Han untuk membersihkan lukaku dan lagi aku harus membolos. Dan sepedaku.. aaaaah mengapa sial sekali, aku tidak punya uang lagi untuk memperbaikinya.

“Dreeettt dreeeetttt”  aku mengambil ponselku.

“Ailee” haish paling dia menelfon hanya untuk memarahiku karena aku tak sekolah.

“Ah sakit sekali! eeghhh aku tidak akan pernah melupakan penyihir itu! lihat saja nanti”

“Dreeeettt dreeeetttt” Haish berisik sekali! ku biarkan saja.

“Ting”  1 pesan masuk Ailee.

Hmmmm “Kau dimana! mengapa kau tidak mengangakat telefonku? ini sangat penting, aku tidak akan memarahimu hanya karena kau tidak sekolah tapi ini adalah berita yang besar! cepat telefon aku kau koala bodoh!”

Berita besar?

“Hallo Amber kau dimana?” 

“Aku berada di tempat biasa, ada apa? apa berita besarnya”

“Ada seseorang yang mencarimu!” mencariku?

“Mencariku?”

“Kau tidak berbuat ulah kan?!”

“Tentu saja tidak! lalu mengapa mereka mencariku?”

Aku tidak tahu, yang jelas mereka seperti kalangan berkelas maksutku gaya pakaian mereka seperti orang kaya terutama pria paruh baya yang mencarimu”

“Pria paruh baya?” kakek-kakek? bingung sekali.

“Iya, bahkan pak kepala sekolah dan staf guru lainya sangat hormat kepada kakek itu! aku rasa dia adalah orang penting”.

“Apa jangan-jangan dia yakuza!”.

“Tidak, mereka terlihat seperti pengusaha besar. Sudahlah nanti kan ku telfon kembali Miss. Byul sudah masuk ke dalam kelas bye Amber”.

“Tuuuuuttt”

Haish siapa mereka? untuk apa mereka mencariku? aku tidak melakukan kesalahan apapun terutama dengan orang dewasa.

Sial!

Krystal Pov

“Mengapa dari tadi kau diam saja? apa kau sedang ada masalah?”

“Hmm tidak ada” aku tidak mungkin mengatakan kepada mereka bahwa aku akan dijodohkan.

“Apa kau sedang bertengkar dengan Kai?”

“Tidak”

Ahhh pikiranku benar-benar tak karuan, oh Kai??

“Aku harus pergi” aku pergi meninggalkan mereka dan berjalan menuju lapangan basket. Mataku mencari Kai yang biasanya menghabiskan waktunya di lapangan basket.

“Mencari Kai?”

“Oh Suho oppa, ya aku mencarinya” senyumku kepada seniorku.

“Tunggu akan ku panggilkan”

“Terima kasih” senyumku.

Tak butuh waktu lama Kai datang menghampiriku “Hai” sapanya.

“Hai, ehmm aku ingin bicara denganmu”

“Tentu, ada apa?”

Haishh haruskah aku mengatakannya? tapi rasanya.. “Apa kau baik-baik saja?”

Aku membalasnya dengan senyuman “Katakan saja kepadaku, kau tahu bukan aku selalu ada untukmu” senyumnya.

“Sebelumnya aku minta maaf atas kejadian kemarin” tatapku.

“Haha tak usah dipikirkan, aku tidak apa-apa. Lagi pula aku begitu mengenalmu, mungkin saja saat itu kau sedang bad mood”

Huffh untung saja dia mengerti “Jadi itu yang ingin kau katakan kepadaku?”

“Ehmm tidak”

“Lalu?”

Aku tidak ada pilihan lain “Maukah kau menjadi kekasihku” aaahhhhh!!! rasanya aku ingin teriak!! bagaimana ini, dia memasang wajah yang bingung.

“Hah? apa kau sedang bergurau?”

Bergurau? aku menatapnya serius “Tentu saja tidak, hanya saja ehmm kau tahu bukan kita sudah dekat selama 3 tahun dan aku merasa nyaman denganmu”

Kai tersenyum menatapku dengan memegang kedua pundakku “Harus ku akui aku begitu nyaman dekat denganmu, kau adalah yeoja yang begitu baik, dan aku tidak bisa melupakan di saat kita saling canda tawa bersama” senyumnya.

“Tapi..”

“Tapi aku merasakan hal yang berbeda padamu Krystal, aku mungkin tak bisa hidup tanpamu atau aku tak bisa hidup tanpa kehadiranmu disisiku. Tapi saat ini aku bingung, aku tidak tahu apa yang kurasakan saat ini. Aku hanya tidak ingin menyakitimu.”

“Aku, aku merasa sebaiknya kita berteman saja”

Ku hela nafas ini, sedikit memberikan senyuman walaupun hatiku kecewa atas jawabannya “Begitukah? hmm kalau begitu kita berteman”

“Kau tidak apa-apa kan? kau tidak marah kan? kau adalah yeoja yang paling sempurna yang pernah kulihat”

Tak ada gunanya kau memuji ku Kai “Baiklah kalau begitu aku harus pergi, bye”

Aku pergi meninggalkan Kai walaupun aku masih bisa mendengar suaranya yang meminta maaf kepadaku karena menolaknya.

Sungguh aku kecewa, aku begitu kecewa.

Aku bukan kecewa karena Kai menolakku tapi aku kecewa kepada diriku sendiri. Kai adalah satu satunya namja yang begitu dekat denganku itu sebabanya aku menyatakan perasaanku kepadanya agar Kai bisa ku kenalkan kepada kakek ,bahwa aku sudah memiliki kekasih! setidaknya Kai dapat menolongku dengan perjodohan ini.

“Seharusnya aku mengatakan kepadanya bahwa aku dijodohkan! haish tapi aku… Aghhh Krystal Jung! bodoh bodoh”

Sekarang apa yang harus kulakukan? aku tidak ada harapan selain..

Selain bertunangan dengan orang asing.

Author Pov

Hari-hari telah berlalu, Amber berjalan menelusuri jalan rumahnya tanpa sepeda kesayangannya yang sudah rusak.

Langkah Amber terhenti, iya melihat mobil sedan hitam mewah yang akhir-akhir ini selalu mengikutinya, Amber mengerutkan dahinya mulai berfikir “Sedang apa mobil itu didepan rumahku? haish kali ini benar-benar kelewatan! aku harus tahu siapa yang mengikutiku terus.

Amber masuk dengan tergesa-gesa kedalam rumahnya “Eomma aku pulang” rumahnya terlihat sunyi sepi bahkan lampu rumahnya masih dalam keadaan mati “Eomma, kau dimana?”.

“Jangan-jangan ada sesuatu yang buruk terjadi pada eomma!” Amber mencari eommanya ke seluruh penjuru rumah dan akhirnya Amber menemukan eommanya yang sedang duduk di meja restoran mereka “Eomma!!” teriak Amber yang melihat 4 pria yang sedang berbicara kepada eommanya.

“Eomma, apa kau tidak apa-apa? apa kau terluka??”

“Aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir” senyumnya.

Amber melihat sekelilingnya, melihat 4 orang asing yang sedang memperhatikannya “Siapa mereka? apakah kalian adalah lintah darat yang akan menyita rumah kami?! sudah kubilang kami akan membayar semua hutang kalian! jadi bersabarlah dan jangan ganggu eommaku!” kesal Amber tanpa melepas pandangannya terhadap 4 orang asing.

“Amber tenanglah, mereka ada orang yang baik” bujuk eommanya.

Amber menyeringai “Orang yang baik? eomma aku tahu mereka, mereka selalu mengikutiku beberapa hari ini. Aku tahu mereka adalah orang yang jahat!”

“Maafkan kami sebelumnya telah membuatmu menjadi risih” bungkuknya.

“Sebelumnya perkenalkan aku adalah Mr.Kim kepala seketaris dari Jung Corporation”

“Jung Corporation?”

“Ya” Amber merasa bingung.

“Untuk apa kalian kesini?” tanyanya bingung.

“Aku datang kemari mewakili daripada Mr.Jay Jung selaku CEO kami, dan kami datang kemari untuk mencari seseorang yang bernama Amber Josephine Liu”

Mata Amber terbuka lebar “Aku??”

“Ohh jadi kau yang bernama Amber J. Liu? suatu kehormatan bisa bertemu denganmu” mereka kembali membungkuk kepada Amber.

“Hei hei tidak perlu berlebihan seperti itu”

“Kami hanya ingin memberikan ini”

Mr.Kim mengeluarkan sebuah amplop besar kepada Amber “Apa ini?”

“Kau akan tahu isinya nanti”

“Eomma bolehkah aku membukanya?”

Amber membuka amplop besar itu dengan perlahan, Amber kembali mengertukan dahinya “Foto?”

Amber melihat beberapa foto ayahnya dengan seseorang yang tak pernah iya lihat “Bukankankah ini appa?”

“Iya, itu adalah appa mu. Mr. Josh Liu”

“Dan yang disampingnya siapa? terlihat akrab sekali”

“Dia adalah Shin Hae Jung” Amber menoleh kearah eommnya.

“Shin Hae Jung?” ulang Amber.

“Dia adalah sahabat dekat appamu”

Amber menatap kembali foto kedekatan mereka.

“Mr. Josh Liu sangat berjasa bagi kami, bila tidak ada dirinya kami tidak akan seperti ini. Tidak akan ada Jung Corp di Asia”

“Ayahmu sangat berperan besar dalam perusahaan Jung Corp. Dia juga sangat berjasa pada keluarga Jung. Dia adalah orang yang pintar, sederhana, cerdas dan luar biasa” senyum Mr.Kim.

“Tapi sayangnya beliau tak berumur panjang dan mengorbankan jantungnya kepada Shin Hae, itu adalah suatu pengorbanan yang besar”

“Lalu apa hubungannya denganku?” Tanya Amber.

“Hmmm setelah ayahmu mendonorkan jantungnya kepada Shin Hae Jung, Tuan Shin Hae Jung masih bisa bertahan tapi itu tidak lama dan takdir berkata lain. Tuan Shin Hae meninggal setelah 1 tahun kematian ayahmu, Amber”

Amber terdiam mendengarnya “Setelah kematian Shin Hae, tuan Jay merasa begitu kesepian karena kehilangan anak keduanya yang begitu iya sayangi. Tuan besar Jay tahu benar bagaimana ayahmu dan ibumu oleh sebab itu…”

Mereka terdiam sejenak “Oleh sebab itu Tuan besar Jung akan menjodohkanmu dengan dengan cucungnya yaitu anak dari Shin Hae Jung”

Mendengar kalimat tersebut rasanya tubuh Amber terasa tersambar petir “MWO??!!!!!!” teriak Amber.

“Hahahahahaaha lucu sekali, eomma dia lucu bukan?” Amber menggelengkan kepalanya dengan sambil tertawa geli.

“Sudah sudah sudah, ini sudah malam aku ingin tidur” Amber berjalan pergi untuk ke kamarnya.

“Jika kau bersedia, maka perusahaan Jung siap membayar semua hutangmu serta membiayai kehidupanmu Amber Liu”

Amber berhenti melangkahkan kakinya, otaknya sedang berputar dan mencerna kata kata dari seketaris Kim “Melunasi semua hutang hutang kami?”  batin Amber.

Amber menatap sinis “Kau ingin bernegoisasi?”

Mr. Kim tersenyum “Ya, saat ini perusahaan kami sedang dalam kesulitan. Oleh sebab itu kami membutuhkanmu, seberapa besar hutangmu atau yang lainya akan kami bayar. Tidak hanya itu, kami akan membiayai semua kehidupanmu terutama eomma dan adikmu yang berada di Busan, untuk sekolah di sekolah terbaik di Seoul tanpa khawatir akan biayanya”

Amber menghela nafas “Bagaimana dia tahu bahwa Kyu berada di Busan? mereka sepertinya benar-benar tahu kondisi keluarga ku”

“Mengapa harus aku?” tatap Amber.

“Karena kau adalah satu-satunya orang yang dapat kami percaya Amber Liu”

Amber terdiam, pikirannya menjadi campur aduk “Sudahlah, anakku tidak mau. Aku tidak mau hanya karena uang Amber menjadi sengasara. Aku memang miskin tapi aku tidak akan membuat Amber sengsara sepertiku” ucap Eommanya.

“Aku mau”

Semua menoleh kepada Amber, Amber menatap Eomma serta seketaris Kim dengan tenang “Aku mau”

“Aku mau di jodohkan dengan cucung dari..”

“Jung Corporation”

 


Selamat berpuasa semua 🙂