Airport (25)

Amber sedang memesan susu hangat coklat untuk menghangatkan suasana dingin di malam hari ini “Ini” Amber memberikan segelas susu hangat untuk Krystal “Terima kasih” mereka langsung menikmati susu hangat tersebut.

“Ya llama, mengapa kau terus tersenyum? apa kau sedang memikirkan yang aneh-aneh?” tanya Krystal.

“Ya tentu saja tidak! aku, aku sangat senang hari ini bisa menghabiskan waktu bersamamu Krystal Jung”

“Terima kasih untuk hadiahnya telah mengajak ku ke taman hiburan, aku tidak akan pernah melupakan hari ini. Hari dimana aku dan kamu memiliki kebahagian bersama Krys” mereka berdua tersenyum.

“Kau seperti malaikat penolong bagiku, berkat dirimu aku mendapatkan nilai terbaik saat ujian dan karena dirimu juga aku bisa merasakan kebahagiaan seperti ini. Aku bahagia bersamamu, apa jadinya bila aku tanpamu?” Krystal menundukan wajahnya, dan dengan perlahan Amber memegang tangan Krystal dan megenggam nya erat, tidak ada perlawanan dari Krystal.

“Am”

“Hmm”

“Kau ingin melanjutkan kuliah dimana?” dengan perlahan Amber melepas genggaman tangan Krystal dan membuat Krystal terkejut melihat ekspresi wajah Amber yang berubah.

“Kau kenapa?” tanya Krystal khawatir dan Amber membalas dengan senyuman tipis “Tidak ada princess”

“Kau berbohong, ayo cepat katakan kepadaku” Amber mengigit bibir bawahnya dan Amber masih terdiam.

“Am katakan” Amber melihat Krystal.

“Ehm Krys, kau tahu bukan bahwa aku adalah satu-satunya pewaris tunggal Liu’s Group” krystal mengangguk.

“Dan kau tahu bukan bahwa aku harus belajar lebih dalam lagi dan lebih menguasai lagi pembelajaran yang akan nanti aku gunakan saat memimpin perushaan” amber menghela nafas.

“Ayahku” 

“Dia ingin” 

“Katakan” Krystal menatap Amber dengan serius lalu Amber menggengam tanganya “Tapi kau berjanji tidak akan marah kepadaku” Krystal mengangguk.

“Ayahku meminta agar aku melanjutkan pendidikanku di Amerika Krys dan juga menangani perushaan ayahku disana” mereka berdua saling bertatapan cukup lama dan Krystal melepaskan genggaman tangan Amber.

“Lalu?” 

“Aku akan kuliah disana”

“Mengapa kau tidak bilang kepadaku?” tanya Krystal tanpa menatap mata Amber.

“Aku baru diberitahu oleh ayahku mengenai ini semua Krys, aku ingin sekali menolaknya aku tidak ingin jauh darimu tetapi aku tidak bisa Krys aku tidak bisa menolaknya apalagi sekarang kesehatan ayahku mulai terganggu” Krystal kembali tediam.

“Kapan kau akan berangkat?” tanya Krystal dengan nada yang terdengar sedih.

“Dua hari lagi aku akan berangkat Krys”

“Aku akan selalu mengabarimu disana, dan”

“Cukup Am” Krystal memotong kalimat Amber.

“Aku tidak peduli kau menghubungiku aku atau tidak dan aku juga tidak peduli kau akan kembali ke Korea atau tidak” Krystal mengatakan tanpa melihat wajah Amber.

“Krys” Amber mencoba memegang tangan Krystal dan di hempasnya tangan Amber.

“Pergilah! aku tidak peduli” suara Krystal terdengar berat dan Krystal bergegas meninggalkan Amber tetap Amber langsung mengejar Krystal.

“Krystal!” 

“Lepas tanganku Am”

“Dengarkan aku!” Amber menatap Krystal yang matanya berubah menjadi kemerahan.

“Ini bukan mauku untuk meninggalkanmu! aku melakukan ini terpaksa, jika aku harus memilih maka aku akan memilihmu! tetapi kau harus mengerti kondisiku saat ini Krys. Kalau kau seperti ini bagaimana aku bisa pergi dengan tenang!”

“Aku menyukaimu Krys, aku menyangimu, aku mencintaimu! aku benar-benar mencintaimu sekalipun kau tidak membalas rasa cintaku padamu, kau tahu aku tidak akan menyerah kepadamu” Krystal terdiam dan Krystal melepas genggaman tangan Amber di bahunya.

Krystal POV

Aku tidak tahu harus berapa lama lagi membendung kesedihan di hatiku saat aku mendengar bahwa Amber akan meninggalkanku, aku tidak sanggup melihat wajahnya aku tidak sanggup mendengar suaranya aku takut semua yang ada pada di diri Amber akan membunuhku dengan perlahan.

“Aku menyukaimu Krys, aku menyangimu, aku mencintaimu! aku benar-benar mencintaimu sekalipun kau tidak membalas rasa cintaku padamu, kau tahu aku tidak akan menyerah kepadamu” dadaku semakin sesak saat Amber mengatakan bahwa dia mencitaiku, tetapi mengapa saat aku sudah mulai menyangimu kau malah pergi meninggalkanku Am? aku tidak bisa berkata apa-apa.

“Krystal! Krys! Krystal!!!” maaf Am, aku tidak sanggup lagi menahan rasa sesak didadaku aku tidak sanggup menahan lebih lama bila di dekatmu aku tidak sanggup mendengar kata perpisahan dari mulutmu Am.

@Jung’s House

“Ya Jung Soojung, mengapa kau hanya membolak balik halaman itu?” aku melihat unnieku “ya?” 

“Haishh bahkan kau tidak mendengar perkataanku, ya! ada apa dengan dirimu?” 

“Tidak apa-apa unnie” aku tersenyum kecil

“Jangan berbohong cepat katakan padaku!” aku melihat unnieku dengan wajah yang sedih.

“Unnie” aku menundukan wajahku.

“Am-am-ber” aku tidak sanggup menahan bendungan airmata di wajahku.

“Ada apa dengan Amber?” aku memeluk unnieku.

“Aku menyukainya, tidak aku tidak menyukainya. Aku jatuh cinta kepadanya aku benar-benar cinta kepadanya” aku menangis di pelukan unnieku dengan terseduh-seduh.

“Lalu apa mengapa kau menangis? unnie tidak akan melarangmu berpacaran dengan Amber dan unnie akan membicrakan ini kepada ayah dan ibu” aku menggelengkan kepalaku “Bukan itu masalahnya”

“Lalu apa Soojung?” aku mengusap airmataku.

“Amber akan pergi ke Amerika dengan waktu yang lama” 

“Mengapa, mengapa saat-saat seperti ini dia harus meninggalkanku unnie? mengapa di saat aku merasa bahagia di samping nya mengapa di saat aku mulai merasakan kehangatan nya dia harus pergi unnie? mengapa?”

“Mengapa dia melakukan ini kepadaku unnie?”

Dua Hari kemudian

Aku kembali merenung aku mencoba beraktifitas agar bisa melupakan Amber tetapi tidak bisa, aku tidak bisa melupakan nya. Ponselku terus berdering dan Amber tiada hentinya mengunjungi rumahku. Dia ingin sekali bicara kepadaku tetapi aku tidak bisa, aku tidak bisa melihat wajahnya itu akan semakin membuatku tersiksa.

“Soojung, apa kau yakin tidak ingin bertemu dengan Amber?” aku hanya diam.

“Amber ingin sekali bertemu denganmu, kau tahu bukan bahwa dia hari ini akan”

“Cukup unnie!” aku pergi meninggalkan unnie ku dan menuju kamar tidurku

Author Pov

Di sisi lain Amber yang sudah tiba di bandara sudah di sambut oleh sahabat-sahabatnya mereka berlima memeluk Amber  “Kami tidak menyangka kita akan berpisah buddy” 

“Ya! mengapa kalian berlebihan sekali, kita pasti akan bertemu kembali! haissh kalian terlalu mendramatisir” mereka semua mendekati Amber dan sedikit berbincang-bincang, Tetapi Minho melihat kesedihan di wajah Amber, dengan bergegas Minho menarik tangan Jonghyun.

“Ya, apa kau tidak melihat wajah Amber yang sedih?” Jonghyun melihat Amber.

“Aku melihatnya, tentu saja dia akan bersedih karena akan berpisah dengan kita” Minho memukul kepala Jonghyun.

“Mengapa kau memukul kepalaku?”

“Lihat? dia tidak pernah sesedih ini bila kita berpisah” mereka berdua sedang berfikir.

“Dimana Krystal?” tanya Minho kepada Jonghyun, dan Jonghyun melihat sekliling “Seprtinya dia tidak ada” mereka berdua saling bertatapan “Kau tahu apa yang kupkirkan bukan? kita butuh waktu 25 menit” Jonghyun menangguk dan Jonghyun lekas berlari ke lapangan parkir.

Jung’s Home

Jonghyun berlari menuju pintu rumah keluarga Jung “Krystal!!” Jonghyun menggedor pintu rumahnya “Krystal Jung!!” Jonghyun kembali menggedor pintu rumah “Krystal tolong buka pintunya!!” 

“Krystal” pintu terbuka “Dimana Krystal?” 

“Dia baru saja pergi, aku tidak tahu di kemana” Jonghyun mengacak-acak rambutnya.

“Noona apakah kau tahu kemana arah dia pergi?” 

“Dia seperti ke arah taman” Jonghyun mengangguk “Terima kasih noona”

Jongyun mengidupkan motornya dan bergegas mencari Krystal “Haissh aku tidak punya banyak waktu!” 

“Dimana kau Krys?” Jonghyun memperlambat kecepatan motornya “Krystal!” Jonghyun menaruh motornya dan berlari ke arah Krystal yang sedang duduk sendiri.

“Krystal” Krystal melihat ke arah Jonghyun dan tanpa basa-basi Jonghyun menarik lengan Krystal.

“Ya! apa yang kau lakukan lepaskan!!” teriak Krystal tetapi jonghyun masih memegang lengan Krystal.

“Jonghyun lepaskan tanganku!” Krystal terus memberontak.

“Jonghyun!!” 

“Apa kau gila!!” teriak Krystal kepada Jonghyun.

“Ya Krystal Jung! aku tidak ingin bedebat denganmu, penerbangan Amber sebentar lagi”

“Amber? Ya!! aku tidak peduli padanya lepaskan!” teriak Krystal.

“Aku tidak peduli padanya!!” lalu Jonghyun melepaskan lengan Krystal.

“Apa? kau tidak peduli denganya? kau tidak peduli denganya? Ya Krystal Jung lihat dirimu!! apa kau akan terus menyiksa dirimu? apa kau akan terus diam disini tanpa mengatakan apa-apa kepada Amber?!!” Krystal hanya diam.

“Aku tidak banyak waktu untuk menjelaskan betapa bodohnya dirimu Krys, sekarang kau ikut aku okay” Krystal dan Jonghyun bergegas pergi.

25 Menit kemudian mereka telah sampai di Bandara, Krystal dan Jonghyun berlari ke arah penerbangan internasional langkah mereka terhenti saat melihat Key, Taemin, Minho dan Onew. Krystal berjalan pelan mengampiri mereka dan mencari sosok yang iya cari 

“Krystal” ucap Key yang melihat Krystal terlihat sangat sedih.

“Dimana Amber?” tanya Krystal yang matanya memulai memerah.

“Amber, dia sudah pergi Krys” jawab Onew.

“Pergi?” airmata Krystal jatuh membasahi pipinya.

“Bagaimana dia bisa pergi begitu saja” Krystal menundukan wajahnya dan menangis.

“Maafkan aku Am, aku terlalu egois” Krystal kembali terisak-isak.

“Maafkan aku, maafkan aku yang terlalu takut untuk kehilanganmu” airmata Krystal tidak bisa berhenti dan Krystal mendengar langkah kaki yang menuju ke arahnya.

Langkah kaki itu mendekati Krystal yang sedang meneteskan airmata, dan perlahan tangan tersebut mengusap airmata yang jatuh di pipi Krystal tangan itu kemudian memegang dagu Krystal untuk mengarah ke wajahnya.

“Amber?” Amber tersenyum kepada Krystal, mereka kemudian berpelukan dengan erat dan Krystal kembali menangis di pelukan Amber, Amber membelai rambut Krystal dengan lembut.

“Berhentilah menangis, kalo kau terus menangis aku tidak akan tenang meninggalkanmu”

“Amber maaf” kata-kata Krystal terputus saat Amber menaruh jarinya di bibir mungil krystal.

“Ssst kau tidak perlu meminta maaf princess” Amber mengelus pipi lembut Krystal.

“Seandainya waktu dapat bisa kuhentikan, aku ingin jauh lebih lama memandangmu dan bersamamu saat ini princess” Amber tersenyum kepada Krystal.

“Panggilan terakhir kepada Amber Josephine Liu dengan tujuan penerbangan San Francisco di tunggu kedatanganya di pintu A terima kasih”

“Haishh mengapa cepat sekali” Amber kembali menatap Krystal dan Amber memegang pipi krystal “Princess, aku akan pergi. Kau jaga dirimu baik-baik” Krystal tersenyum kepada Amber.

“Aku mencintaimu Soojung” Amber mencium pelan kening Krystal dengan waktu yang cukup lama sehingga rasanya Amber tidak ingin mengakhiri semua ini, mereka kembali bertatapan mata “Tunggu aku” Amber memberikan senyuman kepada Krystal.

Dan dengan perlahan tangan mereka berdua terlepas, Krystal melihat Amber yang berjalan menuju pintu keberangkatan dan sesekali Amber menengok belakang memberikan lambaian kepada Krystal dan sahabat-sahabatnya.

Tetapi seperti ada yang meganjal di hatinya, Krystal berlari ke arah Amber dan memeluknya kembali.

“Princess” 

Krystal memeluk Amber dengan erat lalu Krystal mendekati wajah Amber dengan perlahan dan memejamkan matanya, Krystal mencium lembut bibir Amber.

Amber terpaku apa yang di perbuat oleh Krystal, Krystal tersenyum “Aku akan menunggumu Am, kalau kau ingin jawaban barusan kau harus segera pulang kau paham” Amber tersenyum dan memeluk singat Krystal.

“Aku pasti akan kembali” lalu Krystal melepaskan tangan Amber dan membiarkan Amber pergi.

 

Advertisements

Everland (24)

Amber yang sedang membaca sebuah buku terganggu karena pelayanya mengetuk pintu “Aku sudah bilang bukan bahwa aku tidak ingin di ganggu?” pelayannya membungkukan diri “Maafkan aku master Amber tetapi tuan besar sudah datang dan menunggu master Amber di ruang makan” Amber meletakan bukunya dan wajahnya berubah menjadi riang “Ayah pulang?” pelayannya tersenyum, Amber bergegas bangkit dari tempat duduknya dan berlari kecil ke ruang makan.

Langkah Amber terhenti saat melihat ayahnya yang sedang memberskan meja makan, dengan perlahan Amber mendekati ayahnya dan memberikan pelukan di punggung ayahnya “Hmhh kau pasti merindukanku?” Amber mengangguk dengan tersenyum, ayahnya membalikan badanya dan mereka saling berpelukan.

“Kau tahu bukan ayah sangat sibuk dengan perusahaan kita di Amerika” Amber mengerutkan wajahnya “Tetapi ayah dan ibu sudah terlalu sibuk”

“Jangan cemberut seperti itu kau terlihat jelek, lagipula ini semua untukmu bukan?” Amber hanya mengangguk malas “Ayok kita makan” ajak ayahnya.

“Bagaimana sekolahmu Am?” tanya ayahnya yang menatap Amber sedang melahap makanan.

“Sangat baik, hari ini adalah hari terakhir aku ujian dan besok akan diumumkan” ayah Amber mengangguk.

“Ayah sudah banyak mendengar hal positif terhadap dirimu selama di sekolah, aku harap kau bisa lulus ujian dengan sempurna” Amber tersenyum

“Hmhh kurasa Krystal Jung sangat mengubah dirimu, aku dengar kalian sangat akrab” senyum ayahnya yang melihat Amber terlihat malu.

“Ya begitu ayah” jawab Amber setengah menunduk.

Setelah mereka selesai makan ayah Amber mengajak Amber untuk ke ruang kerja ayahnya, bukan hal tabu bagi Amber melihat ruangan ayahnya yang banyak sekali berkas-berkas ataupun file-file yang tersusun rapih di meja kerjanya

“Am” 

“Ya ayah” jawab Amber singkat dengan melihat ayahnya yang duduk di meja kerjanya.

“Ada yang ingin ayah bicarakan serius terhadapmu” Amber menatap ayahnya dan menyuruh Amber duduk.

“Kau tahu bukan bahwa saat ini perusahaan kita sedang mengalami peningkatan dan juga akhir-akhir ini ayah sangat sibuk” Amber menatap serius ayahnya, Amber sadar bahwa perusahaan mereka mengalami peningkatan dan Amber juga sadar bahwa dia melihat ayahnya yang terlihat sangat lelah, Amber melihat ayahnya yang sedang memegang beberapa file dan ayahnya tersenyum saat membaca file tersebut.

“Kau banyak mengalami peningkatan Am” Amber tersenyum “Aku bangga denganmu”

“Am” Ayahnya menatap Amber dengan serius.

“Kau tahu bukan bahwa kau adalah anak satu-satunya dari keluarga Liu’s”

“Dan kau juga tahu bahwa kau adalah pewaris tunggal seluruh perusahaan Liu’s Group” ayah Amber bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Amber.

“Setelah lulus nanti aku ingin kau belajar lebih dalam lagi Am, dan aku telah mempersiapkanya untukmu” Amber menatap ayahnya yang tersenyum dan Amber hanya terdiam mendengar kata-kata ayahnya.

@school

Semua murid berkumpul dengan wajah yang cemas menanti-nanti pengumuman kelulusan mereka, Amber yang terlihat sangat tegang dan berkeringat  “Apakah aku akan lulus, apakah aku akan lulus? bagaimana jika tidak?” Amber bersama teman-teman nya sedang menunggu cemas pengumuman “Jonghyun! apa kau tidak bisa duduk tenang? kalian membuatku bertambah pusing” teriak Key kepada Jonghyun, tetapi mata Jonghyun melihat Amber yang heran seperti mencari seseorang.

“Ya Amber apa yang kau cari?” tanya Key “Aku tidak mencari apa-apa haha” Key menatap Amber curiga.

Sedangkan Sulli dan Krystal mereka berdua sedang berpegangan tangan “Harus berapa lama lagi aku menunggu pengumuman ini! aku bisa gila!” teriak Sulli yang mengacak-acak rambutnya “Ya! apakah kau tidak bisa tenang sedikit?” Sulli yang menatap Krystal sedang sibuk mencari-cari dan menengok dari segala arah “Ya Soojung, apa kau sedang mencari seseorang?” Krystal hanya menggelengkan kepalanya.

Dan tiba-tiba suara ribut terdengar dari gedung serba guna, para murid-murid berlarian menuju kesana karena kepala sekolah akan mengumumkan hasil kelulusan mereka. Seluruh murid berkumpul dan berbaris dengan rapih kepala sekolah mulai bersiap-siap di podium. setelah 15 menit kepala sekolah berceramah kini kepala sekolah mulai dengan hasil pengumuman.

“Apa kalian semua siap dengan hasil pengumuman ini?” semua murid menjawab dengan semangat dan mereka terlihat sangat tegang “Sebelumnya saya tidak menyangka bahwa ada satu murid yang menurut saya dia tidak akan lulus ujian sekolah ini” semua murid ribut  wajah Amber terlihat pucat dan di sisi lain wajah Krystal terlihat cemas.

“Murid itu nakal, tidak tahu aturan, dan semena-mena seharusnya murid seperti dia tidak bisa lulus” kepala sekolah tersenyum “Tetapi anak nakal itu telah berubah 360 derajat dan harus ku akui dia sangat luar biasa” 

“Baiklah sebelum saya memberi tahu hasi kelulusan saya akan memberi tahu satu nama yan berhasil mendapatka nilai yang sangat sempurna di ujian ini” semua murid kembali ribut.

“Soojung, aku yakin itu pasti kau. Kau selalu mendapatkan nilai sempurna dan mendapatkan juara kelas” Krystal tersenyum kecil “Kita lihat saja sulli” mereka berdua saling tersenyum dan kembali berpegangan tangan.

Dan di sisi lain Amber mengepalkan tangan nya yang berkeringat dan memejamkan matanya untuk berdoa agar dia bisa lulus “Tuhan, izinkanlah aku lulus sekalipun aku mendapatkan nilai yang paling bawah itu tidak masalah bagiku asalakan aku lulus” Amber berdoa dalam hatinya.

“Dan yang mendapatkan nilai terbaik adalah…” kepala sekolah mulai membuka sebuah kertas putih di tanganya dengan tersenyum. 

“Selamat untuk” semua murid terlihat sangat gugup dan memejamkan mata seraya berdoa.

“Selamat untuk Amber Josephine Liu!!” suasana menjadi hening dan semua mata tertuju kepada Amber yang masih meremas tanganya dan menutup matanya.

“Am-am-ber?” Key menggoyangkan badan Amber “Ya! buka matamu!” teriak Key yang membuat “Ya kenapa kau berteriak!” saat menatap Key Amber baru sadar bahwa hampir satu gedung itu menatapnya semua.

“Kau murid nakal!” teriak kepala sekolah kepada Amber “Aku?” tanya Amber polos.

“Iya kau siapa lagi?! ayo maju kedepan dan ambil piagamu ini!” Amber membulatkan matanya “Piagam?” Minho memukul kepala Amber “Dasar bodoh cepat maju kedepan sebelum di rebut orang lain” 

“Amber Liu kau adalah murid yang mendapatkan nilai terbaik” Amber perlahan demi perlahan mulai tersenyum “Benarkah?” wajah Amber berseri-seri.

“Ayo cepat ambil atau tidak piagam ini akan hangus!” semua murid tertawa dan mereka memberikan Amber jalan untuk maju ke atas panggung.

“Selamat untukmu Amber Liu kau luar biasa” Amber menerima piagamnya dan dia masih tidak percaya, 

“Dan bukan hanya Amber Liu saja yang lulus tetapi murid-murid SM school lulus dengan 100%” mereka semua berteriak dan saling berpelukan, semua murid-murid mengucapkan selamat kepada Amber yang menjadi murid terbaik.

“Eh Krystal?” Amber melihat Krystal yang tersenyum dari kejauhan dan memberikan dua jempol untuk Amber, Amber ingin menghampirinya tetapi murid-murid ini terlalu ramai hingga Amber sulit melangkah. Amber kembali mencari sosok Krystal tetapi sosoknya menghilang, wajah Amber terlihat kecewa.

Dengan berjalan pelan Amber mencari sosok Krystal dari segala sudut “Haishh kemana anak itu?” Amber menghela nafasnya dan dia mendengar ponselnya berbunyi.

From : Princess Soojung

Hi stupid llama, aku tunggu kau di taman dekat rumah pukul 3 siang. jangan sampai terlambat!

Amber tersenyum membalas pesan singkat dari Krystal, tetapi senyuman Amber memudar saat iya menyadari perintah dari ayahnya, Amber tidak tahu apakah saat ini dia harus bahagia atau justru bersedih hati?

Pukul 3.15 siang

Dengan bergaya casual Krystal terlihat sedang mengayun-ayunkan kakinya dan melihat sekeliling taman yang indah ini, Krystal sesekali melihat ponselnya dan menengok kanan dan kiri, Krystal terlihat sedikit bosan karena Amber datang terlambat tetapi Krystal tidak sadar bahwa sedari tadi ada seseorang yang telah memperhatikan nya dari kejauhan

“Lucu sekali dia” Amber tersenyum melihat Krystal yang sedang duduk sendiri, tetapi saat Krystal sedang duduk sendiri tiba-tiba ada sosok namja yang ingin mendekati Krystal.

Boy : “Hi yeoja cantik mengapa kau sendirian saja? mau kami temani?” mereka semua mendekati Krystal

“Aku sedang menunggu seseorang” namja-namja itu masih mendekati Krystal, Krystal terlihat sangat takut.

“Benarkah? waah tetapi sepertinya dia tidak akan datang, bagaimana kalo kau beresenang-senang dengan kami” saat namja itu ingin menyentuh Krystal tangan Amber terlebih dahulu memegang tangan namja tersebut.

“Kau sentuh pacarku, ku jamin tanganmu akan berakhir di meja oprasi” namja itu kesakitan saat Amber memelintir tangan namja tersebut dengan kencang “Ya! ya! lepaskan!” Amber melepaskan tangan nya “Pergi!” mereka semua pergi dengan terburu-buru.

Amber menatap Krystal dari ujung kaki ke ujung kepala “Kau tidak apa-apa?” wajah Krystal terlihat takut “Maafkan aku datang terlambat” Amber lalu memeluk Krystal dan membelai rambutnya, Amber melepaskan pelukan Krystal dan memegang kedua bahunya “Ya Krystal Jung, mengapa tadi kau di sekolah menghilang? kau tahu bukan aku mencari dirimu! haishh” Krystal masih terdiam.

“Ehmm kau tahu bukan kalau aku adalah lulusan terbaik di sekolah” 

“Aku ingin menagih janjimu” Amber tersenyum dan Krystal masih terdiam.

“Apa kau marah karena aku datang terlambat?” tanya Amber dan Krystal masih diam tidak menjawab.

“Baiklah-baiklah aku harus melakukan apa agar kau tidak lagi marah padaku Princess?” Krystal menatap Amber.

“Piggyback”

“Apa?” tanya Amber, dan Krystal menghela nafasnya “Piggyback stupid llama apa kau tidak mendengar?” 

“Haishh anak ini mengapa manja sekali” jawab Amber pelan.

“Apa kau bilang?” Amber teratawa “Haha tidak ada Princess” 

Amber membungkukan badanya agar Krystal bisa naik ke punggungnya “Ayo naik” Krystal mulai mendekati badan Amber dan menaiki punggungnya.

“Kita mau kemana princess?” tanya Amber yang berjalan di taman

“Kita ke halte bus” Amber mengerutkan dahinya “Halte bus?” Krystal memukul bahu Amber “Tidak usah banyak tanya ayo cepat jalanya!” 

Amber menggerutu “Haishh dia kira badanya ini tidak berat?” 

“Apa kau bilang llama?” Amber kembali tertawa “Tidak ada princess.

Setelah 8 menit menggendong Krystal akhirnya mereka sampai di halte bus dan naik bus, Amber menyenderkan badanya dengan lelah dan Krystal tertawa kecil melihat Amber yang lelah “Ya! mengapa begitu saja sudah lelah? bukankah kau ini atlit?” Amber masih mengatur nafasnya “Ya kau tahu bukan akhir-akhir ini aku jarang berolahraga dan apalagi aku harus mengangkat beban” Krystal menatap Amber tajam.

“Jadi aku beban bagimu?” tanya Krystal dingin, Amber langsung menggelangkan kepalanya dengan cepat “Tidak Tidak bukan seperti itu! haha aku becanda” 

Selama perjalanan, Krystal menatap luar jendela dengan senyuman saat iya sedang menikmati pemandangan di luar jendela bus Krystal merasakan ada sesuatu yang jatuh di bahunya dengan perlahan Krystal mengarah bahu kirinya, Krystal tersenyum saat mengetahui bahwa bahu kirinya terasa berat karena Amber yang jatuh tertidur di bahu milik Krystal.

Krystal menatap pulas Amber yang sedang tidur, Krystal menatap Amber dengan leluasa tanpa harus takut ketahuan oleh Amber. dengan sangat perlahan Krystal merapihkan rambut Amber yang sedikit berantakan dan membelainya dengan peralahan, Krystal kembali tersenyum melihat Amber.

Setelah 45 menit dalam perjalanan “Ya llama! bangun!” Amber mengucek-ucek matanya dan menguap “Haishh! ayo cepat bangun dan buka matamu stupid kita sudah sampai!” 

“Agh aku masih mengantuk princess, bolehkah aku tidur lagi selama 5 menit saja?” Krystal bangun dari tempat duduknya dan menarik lengan Amber “Haishhh bangun llama pemalas!!” dengan tidak bertenaga Amber turun dari bus.

Dengan perlahan Amber membuka matanya dan dia tidak menyangka apa yang dilihatnya

“Taman hiburan Everland!!” teriak Amber dengan senang seperti anak kecil dan Krystal hanya tersenyum melihat tingkah Amber.

“Oaahh ini akan menjadi hari yang menyenangkan! aku akan menaiki semua wahana yang ada di sini” teriak Amber dengan penuh semangat.

“Aku kira kau masih mengantuk”

“Kau tidak lihat mataku sudah terbuka lebar hahaha ayo masuk aku sudah tidak sabar!” Amber menarik tangan Krystal.

Dengan bergandengan tangan mereka mulai memasuk taman hiburan Everland, mereka terlihat sangat gembira. Krystal dan Amber bergandengan tangan dengan memakan permen gula.

“Ya Jung Soojung, apa aku tidak boleh memintanya?” Krystal sangat menikmati permen gulanya “Haish mengapa kau pelit sekali” Krystal menatap Amber dengan tersenyum licik Krystal memoletkan permen gula itu ke arah wajah Amber “Hahaha!” 

“Ya Jung Soojung!” Amber mengejar Krystal yang berlari menghindari Amber.

“Aku ingin naik wahana itu” Amber melihat wahana yang ditunjuk oleh Krystal dan Amber tepaku melihatnya “Ka-k-kau yakin mau naik itu?” Krystal mengangguk dan menatap Amber dengan devil smirk

“Kau takut?” 

“haha tentu saja tidak haha” Amber terlihat setengah pucat.

“Baiklah ayo kita naik” Krystal menarik lengan Amber menuju wahana roller coaster, setelah naik mereka bersiap-siap memakai sabuk pengaman.

“Krys” Krystal menatap Amber yang sedang takut, lalu Krystal megenggam tangan Amber dan Amber melihat Krystal.

“Jangan takut aku ada di sampingmu” Krystal memberikan senyuman kepada Amber dan membuat Amber jauh lebih tenang.

Setelah mereka naik wahana Krystal melihat bando yang lucu, bando itu berbentuk telinga kucing “Bagiaman? aku lucu memakai ini?” tanya Krystal kepada Amber “Kau selalu terlihat lucu” Amber mencubit pipi Krystal.

“Amber pakai ini” Amber menggelangkan kepalanya “Aku tidak mau! aku tidak suka!” Amber menolak bando yang diberikan oleh Krystal “Cepat pakai!” dengan mengehela nafas Amber mengangguk dan Krystal memakaikanya “Hahah kau lucu sekali llama”

Krystal mengeluarkan ponselnya “Ayo sini” 

“Kau mau apa?” tanya Amber.

“Aku ingin mengabadikan moment ini, ayo cepat menghadap camera” perintah Krystal.

“Haishh aku terlihat jelek!” Amber kembali menjauh karena terlihat jelek di camera Krystal.

“Cepat llama!” 

“Baiklah”

“1 2 3” click mereka berdua mengabadikan foto bersama dengan menggunakan bando bertelinga kucing

Mereka berdua kembali menikmati wahana-wahana yang ada di Everland, Krystal dan Amber terlihat sangat bahagia. Keduanya tidak pernah sadar bahwa mereka saling berpegangan tangan layaknya seperti orang berpacaran.

 

 

 

Exam (23)

Hari terus berlalu tidak terasa sebentar lagi ujian akhir sekolah akan dimulai, Krystal dan Amber semakin giat dalam belajar dan setiap harinya mereka selalu bertemu untuk membahas pelajaran yang akan dujikan nantinya. Krystal merasakan bahwa Amber sudah banyak mengalami perubahan dan peningkatan dalam belajar, Krystal tahu bahwa sebenarnya Amber sangat cerdas tetapi dia hanya malas dan terlalu dimanjakan. Walaupun sesekali Amber masih suka malas tetapi Krystal selalu memberi semangat kepada Amber.

Krystal melangkah dengan penuh senyuman dan semangat di wajahnya, iya berjalan dengan sangat menikmati suasana sore hari tetapi di dalam hatinya sedikit berat hati karena ini adalah hari terakhirnya dia mengajar Amber, Krystal tidak mengerti mengapa dia saat ini merasa tidak enak di dalam hatinya.

Krystal menghela nafasnya dan masuk kekediaman rumah Liu, dan seperti biasanya Krystal selalu disambut dengan hangat oleh keluarga Liu. Selagi Krystal menunggu Amber, Krystal berkeliling kerumah Amber “Lucu sekali foto ini” Krystal tersenyum saat iya menemukan foto Amber semasa kecil.

Lalu Krystal teringat dimana dia pertama kali bertemu dengan Amber semasa iya kecil dan betapa menjengkelkan nya seorang Amber Liu dan Krystal juga mengingat dimana seorang Amber selalu mengacuhkan sosok Krystal Jung, Krystal kembali menatap foto Amber “Kini aku tahu alasanya mengapa kau begitu menjengkelkan Amber Liu” Krystal mengatakan dengan senyuman.

Krystal berjalan menuju taman belakang dan memandangi tanaman-tanaman indah ini dan sesekali iya menyentuhnya dan menghirup segar bunga-bunga yang sedang bermekaran di seklilingnya “Sangat indah sekali” Krystal menyentuh beberapa bunga.

“Kau seribu kali lebih indah Krystal Jung” Krystal menoleh kaget ke arah sumber suara, dan dia melihat sosok Amber yang sedang berdiri dengan kedua tanganya di saku celana dan tentu senyuman Amber yang selalu menghipnotis Krystal.

“Ya, apa kau sudah lama berdiri di situ?” tanya Krystal yang melihat Amber masih tersenyum manis.

“Iya, mataku tidak bisa lepas dari sosok yang begitu sempurna dia antara bunga-bunga di sekelilingnya” Krystal tersenyum malu Akhir-akhir  ini ntah mengapa mereka berdua selalu tampak canggung satu sama lain.

“Ehm apakah kita bisa mulai belajar sekarang?” tanya Krystal kepada Amber “Baiklah” mereka berdua bergegas ke ruang belajar Amber yang begitu nyaman dan rapih, mereka belajar dengan tenang dan tentunya Amber selalu tidak bisa berkonsentrasi bila Krystal sedang menjelaskan dan begitu juga Krystal yang terkadang menatap Amber sedang menulis sebuah jawaban sehingga iya sering ketahuan oleh Amber bahwa Krystal menatapnya. Setelah 2 jam belajar mereka memutuskan untuk makan malam bersama dan tentunya berbincang di taman rumah Amber

“Tidak terasa ini adalah hari terakhir dimana aku bisa menatapmu dengan dekat” Amber melihat ke atas langit dan Krystal menoleh ke arahnya “Stupid” Amber tersenyum.

“Aku akan merindukan hari-hari seperti ini Krys” Krystal hanya diam dan tidak menjawab Amber, Krystal merasakan hal yang sama seperti Amber.

“Aku harap kau tidak melupakanku” Krystal memukul lengan Amber “Kau berlebihan sekali llama! mana mungkin aku bisa melupakan stupid llama seperti mu” mereka berdua saling tersenyum.

“Apa kau siap ujian nanti Am?” Amber menghela panjang “Huffh aku tidak tahu aku merasa gugup” Amber mengosok-gosok tanganya dan Krystal megenggam tangan Amber.

“Kau harus tenang Am, jangan gugup. Aku tahu kau cerdas dan aku tahu kau bisa melakukanya” Amber menatap Krystal yang memberi senyum padanya.

“Tapi aku tidak yakin aku takut gagal Krys” Krystal semakin menggenggam kuat tangan Amber “Kau harus yakin dan kau pasti bisa, aku percaya padamu Am” Krystal masih melihat Amber yang masih sedikit khawatir.

“Baiklah, aku akan memberikan hadiah jika kamu berhasil mendapatkan nilai sempurna” mata Amber terbuka lebar saat mendengarnya “Benarkah? apa, hadiah apa??”

“Itu rahasia, akan ku berikan jika kau mendapatkan nilai yang sempurna dan juga lulus dengan nilai yang sempurna” Amber tersenyum dan menagngguk “Baiklah baiklah!” teriak Amber dengan semangat.

“Aku akan mendapatkan nilai yang sempurna” Krystal tersenyum melihat wajah Amber yang kini kembali semangat, Krystal tidak mau Amber gagal dalam ujian nya dan Krystal juga ingin merayakan kelulusan mereka bersama-sama.

“Janji?” Krystal memberikan kelingkingnya kepada Amber “Aku janji akan mendapatkan nilau yang baik princess” mereka saling berjanji satu sama lain mereka berdua saling diam.

“Krys”

“Ya” jawab Krystal singkat

“Terima kasih, terima kasih sudah datang di kehidupanku” Krystal tersenyum malu “Aku terlalu pengecut dan terlalu takut untuk mengenalmu” Amber menghela nafasnya.

“Bila saja saat itu aku memiliki keberanian untuk mendekatimu, mungkin saat ini kau sudah menjadi miliku” Krystal menatap Amber yang sedang tersenyum “Dari dulu sampai sekarang ini perasaanku tidak pernah berubah Krys” Krystal hanya terdiam.

“Aku menyukaimu” Amber tersenyum menatap Krystal.

“Haha kau mungkin bosan dengan kata-kata itu, tetapi aku tidak pernah bosan mengatakan bahwa aku benar-benar menyukaimu Krystal Jung” Krystal tersenyum kepada Amber .

“Jangan tersenyum, itu membuatku semakin menyukaimu” Krystal memukul lengan Amber dan mereka berdua tertawa.

“Terima kasih Am” Amber menatap heran Krystal.

“Terima kasih sudah menyukaiku” Krystal tersenyum kepada Amber.

Dan beberapa lama kemudian “Ehmm Krys”

“Ya llama” Amber mencoba menengkan dirinya.

“Kau tahu bukan aku menyukaimu” Krystal mengangguk pelan.

“Apakah kamu memiliki perasaan yang sama?” mereka berdua saling bertatapan mata untuk beberapa lama.

“Ehmm Am”

“Kau tidak perlu menjawab Krys” Amber terlihat salah tingkah dan jantungnya berdetak seperti tidak siap dengan jawaban Krystal.

“Aku akan menjawab” Amber menatap serius Krystal.

“Tapi beri aku waktu” Amber tersenyum kepada krystal.

“Tentu princess, aku akan menunggu sampai mengatakan bahwa kau menyukaiku”

Keesokan harinya

Sehabis bangun tidur Amber langsung bergegas mandi dan belajar apa yang sudah iya pelajari, Amber terlihat sangat giat belajar, Amber juga berhasil memecahkan soal yang sulit.

“Aku pasti bisa, aku tidak akan mengecewakanmu Krystal Jung” Amber kembali membaca buku dan terdengar ponselnya berdering, Amber melihat ada sebuah pesan masuk.

From : Princess Soojung 🙂

Hai Amber, bagaimana kabarmu? aku harap sekarang kau sedang membaca buku hehe, jaga kesehatanmu llama.

To : Princess Soojung 🙂

Kau tahu Krys, sepertinya saat ini aku sangat bersemangat haha. kau juga jaga kesehatanmu, dan jangan lupa hadiah yang kau akan berikan kepadaku princess hehe.

Yap, mereka berdua sudah saling bertukar nomor dan terkadang mereka suka mengirim pesan teks bila sedang tidak bersama.

School

Ini adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu yaitu ujian akhir sekolah dimana ujian ini akan membawa mereka keluar dari sekolah atau tetap akan di sekolah ini.

“Hei Am” Krystal melihat Amber yang sedang berjalan menuju kelas “Hei princess” senyum Amber kepada Krystal.

“Kau sudah membaca semuanya?” tanya Krystal yang melihat Amber memegang buku.

“Tidak ada satu halaman yang aku lewati” mereka berdua tersenyum.

“Kau gugup?” tanya Krystal dan Amber tersenyum “Tidak” Amber menghela nafas, sebelum masuk kelas Krystal megenggam tangan Amber “Am, kau ingat pesanku bukan?” Amber mengangguk “Tidak boleh gugup” Krystal tersenyum.

“Kau ingat janjimu bukan?” tanya Amber kepada Krystal “Tentu saja, good luck Am” mereka berdua masuk kelas dan memulai ujian.

Amber dan Krystal terlihat tidak memiliki masalah saat mengerjakan soal tetap Amber sedikit berkeringat dan sedikit gugup tetapi Amber bisa mengatasi semua itu lalu kembali fokus kepada soal yang iya kerjakan.

Mereka saling memberi semangat satu sama lain sehingga tidak terasa bahwa hari ini hari dimana ujian akan berakhir “okay Am selangkah lagi kita akan selesai” Amber menghela nafas “Baiklah kita mulai!” mereka berdua masuk ke kelas dan memulai ujian mereka di hari terakhir.

 

 

Hello guys, diperkirakan beberapa chap lagi nih ff akan berakhir hehe, walaupun ceritanya agak sedikit monoton karena gak ada perkembangan sama sekali di hubungan mereka, maklum masih SMA masih malu-malu gtu haha, sorry juga kalo jarang update soalnya lagi ada ujian nih dan banyak tugas kuliah ergghhh

okay see u guys ^^

 

Picnic (22)

Author Pov

“Soojungie”

“Soojungie~~”

“Soojung”

“Ya Sulli mengapa kau tidak bisa diam?” Sulli mengerutkan wajahnya.

“Kau selalu sibuk dengan buku-bukumu, ini sudah jam makan siang apa kau tidak lapar? jangan-jangan kau sudah kenyang karena membaca buku-buku ini” Krystal tidak memperdulikan Sulli dan masih tetap membaca buku.

“Haishh sekarang kau malah lebih peduli dengan buku-buku itu daripada sahabatmu ini? baiklah baiklah aku pergi makan saja sendiri” Sulli langsung berdiri dari bangkunya.

“Ya Choi Jinri, mengapa kau tidak bisa bersabar?” Sulli memegang perutnya “Aku lapar, dan kau malah asik dengan buku-bukumu itu”

“Haishh kau tau sendiri bukan bahwa  lima lagi kita akan ujian, aku harus belajar dengan giat” Sulli melipat tangannya “Tapi bisa kan kita makan dulu? kau tidak dengar cacing cacing diperutku sudah berteriak” Krystal melihat Sulli yang sedang mengelus perutnya dan Krystal menggelengkan kepalanya “Dasar Giantbaby! baiklah-baiklah” Krystal merapikan buku-bukunya dan bangkit dari kursinya.

“Ya Sulli mengapa kau melamun?” Krystal yang melihat Sulli tidak bergerak sama sekali seperti melihat sesuatu “Sulli” Krystal mengayunkan tangan nya di depan wajah Sulli “So-so-sojung-ie” Krystal melihat Sulli heran “Apa kau sakit?” Sulli menggelengkan kepalanya “Lalu apa? katakan padaku” lalu Sulli membalikan badan Krystal.

“Ooo” Krystal langsung membukam mulutnya karena terkejut melihat sosok yang di depan nya, bukan hanya Krystal yang terkejut melihatnya tetapi hampir seluruh manusia yang berada di perpustakaan kaget melihatnya berada di lingkungan seperti ini.

“A-a-amm-be-ber??” Krystal masih membulatkan matanya dan Amber mengangkat tangan nya “Hallo Krys” sapa Amber terhadap Krystal, Krystal masih diam.

“Ehmm” Amber melihat sekelilingnya dan dia merasa aneh karena semua orang menatapnya “Ehmm Krys, apakah ada sesuatu yang aneh kepadaku? mengapa mereka menatapku terus menerus?” Krystal menggelengkan kepalanya “Tentu saja aneh, seorang Amber Liu yang sangat populer masuk ke kalangan kutu buku” Amber tersenyum “Sudah kugduga, aku selalu menjadi pusat perhatian. repot sekali menjadi seorang Amber”

“Ya mengapa kau memukulku?” Amber mengelus lengan tangan nya “Untuk apa kau kemari?” Amber terlihat bingung “Ehmm” Amber menggaruk-garuk kepalanya “Ten-tentu saja meminjam buku haha” Krystal melihat Amber yang salah tingkah “Benarkah? seorang pemalas seperti mu ingin meminjam buku?” Krystal menggelengkan kepalanya dan melipat kedua tangannya di dadanya.

“Ya! sebentar lagi ujian, jadi aku harus membaca buku!” Amber menundukan kepalanya “Lalu buku apa yang ingin kau pinjam?” Amber menatap Krystal dan Krystal tersenyum curiga terhadap Amber “Ehmm” Krystal terus menatap Amber “Ya! jangan menatap ku seperti itu! Krystal Jung!”

“Aku tahu kau berbohong Amber llama” Amber menundukan kepalanya dan mengigit bibir bawahnya “Ayo mengaku saja!” Amber menghela nafas “Baiklah” Amber sejenak terdiam dan Krystal masih menatap Amber.

“Aku”

“Ehmm”

“Aku”

“Haishh”

“Ya cepat katakan Amber! kau tidak tahu sahabatku menunggu?” teriak Krystal dan Amber masih terlihat gugup.

“Aku”

“Aku ingin, ingin mengajak” Amber kembali mengigit bibir bawahnya, Amber kembali menghela nafasnya.

“Kalau kau tidak ingin mengatakannya aku akan pergi!” Krystal dan Sulli lalu melewati Amber dan tiba-tiba Amber.

“Aku ingin mengajakmu makan siang bersamaku Krystal Jung!” Krystal dan Sulli mengentikan langkahnya dan melihat kembali ke arah Amber, Amber berjalan ke arah Krystal dan Sulli.

“Kau Sulli bukan?” Sulli mengangguk pelan.

Amber tersenyum kepada Sulli “Bolehkah meminjam sahabatmu sebentar saja? aku berjanji akan mengembalikan nya kepadamu” Sulli kembali mengangguk pelan “Ya!! Choi Jinri! bukan kah kita akan makan siang bersama?” Sulli menggelengkan kepalanya yang masih melihat Amber tersenyum “Ehm Soojungie sepertinya aku sekarang sudah kenyang” Krystal melihat Sulli seperti orang bodoh.

Dan Amber langsung menarik lengan Krystal dan melambaikan tangan kepada Sulli “Terima kasih Sulli”

Amber dan Krystal berjalan berdua di koridor sekolah, Amber terlihat sangat bahagia sehingga dia tidak bisa berhenti tersenyum sedangkan Krystal mendundukan kepalanya dan terkadang menutup wajahnya dengan tangannya karena malu dilihat oleh banyak orang.

Girl 1 : “Ya! apakah itu Amber dan Krystal?! apa aku tidak salah lihat?”

Girl 2 : “Itu Amber Liu bukan? dengan Krystal Jung? apakah mereka pacaran?”

Girl 3 : “Mereka berdua sangat cocok”

Girl 4 : “Aku iri sekali”

Amber merangkul Krystal “Jangan dengarkan mereka” bisik Amber kepada Krystal “Mereka semua iri kepadaku karena aku bisa berjalan dengan yeoja secantik dirimu, itu sebabnya mereka melihatmu terus” Krystal menatap Amber.

“Kita mau kemana?” Krystal bingung karena saat ini mereka sedang berada di parkiran mobil, Amber membukaka pintu untuk Krystal “Ya Amber llama kita mau kemana?! kau tahu bukan kita masih ada jam sekolah?” Amber tersenyum “Sudah masuk saja, kita tidak akan lama” senyuman Amber membuat Krystal yakin dan akhirnya Krystal masuk kedalam mobil Amber.

Setelah 35 menit dalam perjalanan

“Akhirnya kita sampai” senyum Amber melihat sekeliling nya dan membukakan pintu untuk Krystal, Krystal hanya terdiam karena kagum melihat taman yang sangat sejuk dan asri “Kau suka?” Krystal tersenyum melihat Amber, lalu Amber megenggam tangan Krystal menuju tempat yang telah iya siapkan.

“Kenapa berhenti?” tanya Krystal kepada Amber Amber seperti mengeluarkan sesuatu dari kantongnya “Aku akan menutup matamu”

“Ya! untuk apa?” tanya Krystal “Sudah ikuti saja oke” Krystal hanya diam dan Amber memasangkan pentup mata kepada Krystal “Pegang tanganku” Krystal mengangguk, Amber megenggam erat tangan Krystal.

“Ya Amber llama kau tidak akan menculiku bukan?” Amber tersenyum.

“Sebentar lagi” dan akhirnya langkah mereka terhenti Amber mengehela nafasnya “Kau siap princess?” Krystal menganggukan kepalanya dan Amber membuka pelan penutup matanya.

Krystal kembali tidak bisa mengatakan apa-apa dan hanya kagum apa yang sedang dia lihat “Kau suka” Amber melihat Krystal yang masih tidak percaya saat melihatnya “Apa kau menyiapkan semua ini” tanya Krystal yang tidak melihat ke arah Amber.

“Tentu saja aku menyiapkan semua ini untukmu” jawab Amber dengan bangga, Krystal terkejut mendengar Amber “Untuk ku?” Amber mengangguk.

“Tapi Am, ini terlalu berlebihan dan kita bisa makan siang yang biasa saja” Amber memegang kedua pundak Krystal “Kau spesial bagiku Krys” mereka berdua bertatapan “Kau spesial bagiku, itu sebabnya aku menyiapkan semua ini untukmu” Amber memberikan senyuman kepada Krystal “Terima kasih Am” Krystal menundukan kepalanya untuk menyembunyikan wajah merahnya.

“Ayo makan aku lapar” mereka berdua tersenyum.

Mereka berduapun menyantap makan siang dengan penuh canda dan tawa mereka berdua telihat sangat bahagia dan senang, Amber yang sesekali menggoda Krystal dan Krystal membalasnya dengan pukulan kecil di lengan Amber, Krystal yang tertawa sangat lepas karena Amber yang selalu menceritakan hal lucu kepada Krystal dan terkadang wajah putih Krystal bisa terlihat memerah dan sikap Amber yang periang bisa berubah menjadi salah tingkah saat bersama Krystal. Saat Amber asik bercerita tiba-tiba Amber merasakan sesuatu di pundak kanan nya dan dia tersenyum melihatnya.

Amber tersenyum melihat Krystal yang sedang tertidur di pundak Amber, dengan perlahan Amber mencoba merangkul Krystal dan membelai rambutnya dengan lembut.

“Kau begitu cantik Soojung” Amber kembali membelai lembut rambut Krystal dan tidur Krystal terilhat sangat nyaman

Amber terus menatap Krystal, dengan penuh keberanian dengan perlahan dan perlahan Amber mecoba mencium dahi Krystal dengan detak jantung yang tidak beraturan dan gugup Amber berhasil dengan mulus mencium dahi Krystal yang sedang tertidur.

“Bagaimana bisa aku jatuh kepadamu Jung Soojung?”

@ Krystal’s Home

Krystal POV

Mataku terasa berat dan rasanya males sekali untuk bergerak, mengapa sangat nyaman sekali seperti di tempat tidur? tunggu dulu, tempat tidur? aku langsung membuka mataku dan melihat sekeliling “Ya! mengapa aku disini?” sejak kapan aku di rumah? bukan kah aku.

“Kau sudah bangun? pasti mimpimu sangat indah hingga kau sangat lama bangunnya” aku melihat unnieku yang sedang mengeringkan rambutnya.

“Mengapa aku bisa disini? bukankah aku tadi di sekolah dan sedang piknik dengan” aku menghentikan kalimat terakhirku dan melirik unnieku.

“Amber yang mengantramu ke rumah, dia tidak berani mebangunkanmu karena kau terlihat sangat lelah dan akhirnya llama itu menggendongmu hingga kamar, aku tidak menyangka dia bisa baik juga” aku terkejut mendengar kata-kata unnie.

“Aku tidak masalah jika kau jalan bersamanya” mataku membulat saat unnie berkata seperti itu.

“Tapi sekolahmu tetap paling utama Soojung”

“Ya Jung Soojung, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu?” aku melihat ke arah unnieke “Ya?”

“Apakah kau menyukai llama itu?”

“Unnie! namanya Amber bukan llama!”

“Lihat sekarang kau malah marah karena aku memanggilnya llama, haishh kau benar-benar menyukainya” kata-kata unnie ku membuat jantungku berdetak cepat.

“Apa kau menyukainya?” aku hanya menatap unnieku dan tidak berani menjawab.

“Jika kau menyukainya kau harus berfikir dengan benar Soojung, dan juga kau baru putus dengan JongSuk aku tidak ingin kau disakiti lagi” aku terdiam mendengar kata-kata unnieku.

“Aku tidak ingin melihatmu terluka lagi” aku tersenyum kepada unnieku “Baik unnie” unnie sangat menjagaku dia tidak akan membiarkan aku disakiti oleh orang lain. Apakah aku menyukai Amber? jujur, hati ini tidak bisa dibohongi bahwa aku benar-benar menyukai Amber tetapi aku belum siap untuk kembali jatuh cinta dan kembali terluka.

“Kau masih melamun? kau lebih baik mandi, bau badanmu kemana mana Soojung” aku melempar guling ke arah unnieku

 

Dekorasi Amber 🙂 

Gambar

 

I think i (21)

Hari-hariku kini kembali ditemani oleh Yeoja yang aku sukai. kini aku bisa kembali menatap matanya, bisa kembali menjahilinya, bisa kembali melihat senyumnya, dan semua semua semuanya yang ada pada dirinya. Aku bisa melupakan segala masalah bila aku melihat wajahnya aggh aku benar-benar gila dibuat yeoja ini.

“Ya! kenapa kau memukul kepalaku?”

“Aku bicara kepadamu dan menjelaskan rumus-rumus ini hingga mulutku berbusa tetapi kau hanya senyum senyum seperti llama bodoh!” Haishh wanita ini mengapa harus dengan berteriak.

“Ya! kenapa kau berteriak, aku mendengarkanmu dan memperhatikanmu dari awal sampai akhir” aku masih mengelus-elus kepalaku yang dipukul dengan buku tebal miliknya.

“Ah benarkah kau mendengarkan dan memperhatikanku? baiklah Josephine, coba kau jelaskan semua ini” Haishh rumus-rumus ini, baru melihatnya saja aku sudah pusing apalagi harus menjelaskan.

“Ehmm jadi, ehmmm x1 dan x2 sama dengan ehhmm” haishh mengapa aku tidak bisa berfikir.

“Ya!! mengapa kau memukul kepalaku lagi?! mengapa kau begitu kejam Krystal Jung?!! haishh wanita ini”

“Itu karena kau tidak mengerti penjelasanku llama Josephine!” wanita inibenar-benar!

“Baiklah-baiklah aku tidak bisa menjelaskan karena aku tidak bisa berkonsentrasi karena wajahmu, kau mengerti?”

“Ada apa dengan wajahku?” lihat, dia langsung mengambil kaca.

“Apa ada sesuatu yang aneh? sepetinya tidak ada?” aku hanya bisa menggelengkan kepalaku dan tersenyum padanya.

“Ya! kau mempermainkanku!” hmm dia kembali berteriak

“Aku berkata serius, ini semua salahmu sehingga aku tidak bisa berfikir” dia melihatku dengan bingung.

“salahku?” aku mengangguk

“Ini semua salahmu karena kau memiliki wajah yang cantik, matamu yang indah, aku suka saat bibirmu berbicara, aku suka hidungmu, aku suka pipimu yang terkadang bisa memerah, aku suka semua yang ada di dirimu Krystal Jung” lihat wajahnya, berubah sedikit memerah haha lucu sekali dia.

“Haruskah aku memakai topeng agar aku kau bisa berfikir dan berkonsentrasi llama face?”

“Kau sudah terlambat, wajahmu sudah terekam di pikiranku. Krystal Jung Krystal Jung dan Krystal Jung dimana mana ada Krystal Jung huffh kau membuatku gila” wajahnya kembali memerah dan aku tersenyum padanya hingga dia salah tingkah.

“Sebaiknya pelajaran hari ini kita akhiri saja Amber llama” aku melihatnya yang sedang merapikan buku-bukunya dan memasukan kedalam tas, lalu Krystal bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan ku, tetapi dia tidak akan ku biarka pergi begitu saja. Aku berjalan menghampirinya dan menarik lengannya.

“Ya Stupid apa yang kau lakukan!” aku hanya menarik lengan nya walaupun dia sedikit memberontak.

“Ya!!” aku menarik nya dan menyuruhnya untuk duduk.

“Amber ini sudah malam! aku harus pulang” aku masih merapikan tempat duduku dan menatapnya.

“Aku akan menelfon keluarga Jung bahwa kau akan pulang telat, karena kau akan malam dulu denganku”

“Tapi aku tidak lapar, aku ingin pulang” lalu aku megenggam tanganya yang membuat dia kaget melihatku.

“Akhir-akhir ini aku selalu makan malam sendiri, bisakah kau malam ini menemaniku Krystal Jung?” aku tersenyum kepadanya dan aku memanggil pelayanku untuk menyiapkan makan malam kami. Makanan akhirnyapun datang, makan malam hari ini adalah daging asap. aku tersenyum melihat wajahnya karena dia sepertinya sangat tidak sabar untuk menyantap makan malamnya.

“Boleh aku makan ini sekarang?” aku mengangguk dan Krystal mulai memotong dagingnya dan menyuapkan ke dalam mulutnya, haha lihat wajahnya dia seperti anak kecil.

“Krystal Jung”

“Hmmhh”

“Sepertinya tadi ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak lapar? hmm kenapa mood nya cepat sekali berubah” aku melihat Krystal yang sedang menundukan kepalanya dan menatapku.

“Bila daging ini tidak dimakan kan sayang, jadi mau tidak mau aku makan lagipula aku sangat menyukai daging” dia kembali menyantap daging asap miliknya.

“Aku baru tau kau menyukai daging” aku lebih tertarik melihatnya dari pada aku menyantap makan malamku, dia mengangguk dengan lucu.

“Iya aku benar-benar sangat menyukai daging” aku menggelengkan kepalaku.

“Makanlah pelan-pelan kau bisa tersedak” dia hanya mengangguk dan aku kembali menyantap makan malamku.

“Krystal” dia menengok ke arahku, aku sedikit bangun dari tempat duduku dan mengambil serbet

“Sorry” aku membersihkan bibirnya yang terlihat kotor, selama beberapa detik aku dan Krystal bertatapan tetapi sayang Krystal sepertinya tidak tahan dengan tatapanku dan mengambil serbet lalu membersihkan nya sendiri.

“Makanlah dengan pelan-pelan, kau seperti anak kecil saja” dia masih terlihat malu-malu dan menundukan sedikit kepalanya.

Setalah kami makan malam, aku mengajak Krystal untuk ke taman rumahku untuk meminum sekaleng soda.

“Ini” aku memberikan sekaleng soda kepadanya yang sedang duduk menatap langit-langit.

“Terima kasih” akupun duduk di samping Krystal dan menikmati minuman soda.

“Waah segar sekali” dia kembali tersenyum dan kami terdiam dalam beberapa menit.

“Ya Krystal Jung mengapa kau terus menatapku” aku melihat ke arahnya dan dia segera membuang wajahnya, aku menyadarinya bahwa Krystal sudah cukup lama memandang wajahku.

“Ti-ti tidak” dan kami kembali terdiam.

“Amber” aku melihat ke arahnya “Ya Jung Soojung”

“Rumahmu sepi sekali, apa kau tidak merasa” Krystal berhenti berbicara dan aku tertawa kecil.

“Kesepian?” tanyaku padanya yang mengangguk pelan.

“Dari kecil aku sudah terbiasa seperti in. selalu di tinggal sendiri, dan aku hanya dibesarkan oleh pelayanku dan tentu saja uang, kau tahu bukan bahwa ayah dan ibuku sangat sibuk mereka tidak memiliki waktu untuku. Bahkan sampai saat ini aku belum pernah ke taman hiburan”

“Apa? kau tidak pernah ke taman hiburan? ya! kau ini hidup di hutan atau dimana Amber Liu?” aku tertawa mendengarnya.

“Orang lain pasti berfikir bahwa hidupku sangatlah sempurna, aku memiliki segalanya, apa yang aku mau aku tinggal menyebutkan nya saja dan aku adalah anak tunggal dari keluarga Liu dan pewaris tunggal dari Liu group. Sempurna bukan?” Krystal menatapku dan aku tersenyum kepadanya dengan meminum kembali soda di tanganku ini.

“Tetapi satu yang aku tidak punya” Aku menatap Krystal

“Aku tidak memiliki kasih sayang, jujur aku iri padamu” Krystal membulatkan matanya yang sedikit terkejut.

“Padaku?” aku mengangguk.

“Kau memiliki keluarga yang utuh, saat aku masuk rumahmu aku bisa merasakan hangatnya kasih sayang dan harmonisnya keluarga. Walaupun itu sangat sederhana tetapi itu sangat nyaman, sedangkan diriku kau bisa lihat bukan? aku seperti hidup sendiri, apapun sendiri” aku menghela nafas.

“Amber”

“Iya” jawabku singkat.

“Seharusnya kita seperti ini sudah sejak lama, bila saja kau berani mengajak ku berbicara dan mengajak ku bermain sewaktu kecil. Pasti kau tidak akan kesepian seperti ini” aku terkejut saat Krystal memegang tanganku.

“Karena aku akan selalu menemanimu” aku sangat terkejut mendengar kata-kata Krystal lalu Krsytal melepaskan tangan nya tetapi aku langsung megenggam tanganya.

“Maukah kau mulai sekarang terus menemaniku?” kamipun saling bertatapan, God! aku terpaku melihat mata Krystal, aku tidak berkedip menatap matanya dan tanpa aku sadari aku mendekatkan wajahku kepadanya seperti ada sesuatu yang menarik diriku kearahnya. sehingga wajahku semakin dekat dengan Krystal lalu aku memejamkan mataku dan aku bisa merasakan hangatnya nafas Krystal dan.

“Kriingg Kriinggg!!” Damn! aku langsung menjauhkan diriku dari Krystal dan sedikit salah tingkah.

“Ha-ha-hallo” haiishh siapa yang menelfon dia!

“Apa? baiklah aku akan segera pulang” aku melihat wajah Krystal yang panik.

“Ada apa Krys?”

“Jessica unnie terkena demam, aku harus pulang sekarang”

“Aku akan mengantarmu, oke?” Krystal mengangguk dan aku mengantrakan nya pulang, setelah 25 menit kami telah sampai di depan pintu rumah Krystal, Krystal terlihat sangat terburu-buru karena Unnie nya terkena demam.

“Terima kasih Am sudah mengantarku pulang”

“Iya Krys, selamat malam” Krystal tersenyum malu-malu dan pergi masuk ke dalam rumahnya.

“Tadi itu??” aku menyentuh bibirku “Agghh! hampir saja!!” aku mengacak-acak rambutku.

Hug (20)

Author Pov

Krystal berdiri di depan sebuah pintu dengan megenggam sebuah kertas putih di tangan nya, Krystal kembali menatap pintu itu dan menghembuskan nafasnya “Tok Tok Tok” Krystal membuka perlahan pintu dan membungkuk.

“Krystal?” 

“Apa kabar Jongsuk oppa?” Jongsuk berdiri dan menghampiri Krystal “Kau, kau kemana saja? aku sudah lama tidak melihatmu, aku mencoba menelfonmu tetapi kau tidak pernah mengangkatnya ataupun membalas pesanku. Ada apa dengan dirimu?” tanya Jongsuk melihat Krystal. Krystal terlihat menghindari Jongsuk

“Aku tidak ingin berlama-lama disni” Krystal memberikan sebuah kertas kepada Jongsuk.

“Apa ini? apa maksutmu?” tanya Jongsuk dengan megenggam kertas yang diberikan oleh Krystal.

“Jawab aku Krys! mengapa kau seperti ini” Krystal menatap Jongsuk

“Aku ingin berhenti, aku ingin fokus kepada sekolah. Oppa tau bukan bahwa sebentar lagi aku akan ada ujian itu sebabnya aku ingin fokus” Jongsuk pun tersenyum kecil.

“Kau bohong, aku tahu kau bohong Krys!” Krystal lalu membungkuk ke arah Jongsuk “Aku harus pergi, aku memiliki janji”

Krystal bergegas meninggalkan ruangan milik Jongsuk dan segera keluar dari kedai cofe tetapi sayang Jongsuk menarik lengan Krystal “Ada apa dengan dirimu? jawab aku Krystal Jung! jika kau memiliki masalah kau bisa bilang padaku, jangan seperti ini! aku adalah pacarmu” teriak Jongsuk kepada Krystal dan Krystal tersenyum mendengarnya.

“Pacarmu?” tanya Krystal lalu Krystal melepaskan tangan Jongsuk “Mulai detik ini kita bukan apa-apa lagi” Krystal kembali meninggalkan Jongsuk tapi sayang Jongsuk belum menyerah dan kembali mengejar Krystal.

“Apa maksutmu? kau ingin kita putus? tidak Krys, aku menyangimu aku mecintaimu mengapa kau berubah seperti ini?” 

“Kau yang membuatku berubah oppa, jika kau mecintai dan menyangiku kau pasti tidak akan membuat hatiku terluka dan kau pasti akan menjaga ku” mata Krystal pun berkaca-kaca.

“Aku begitu percaya padamu, aku begitu menyangimu tetapi mengapa kau membalasku dengan seperti ini oppa? kenapa? apa salahku kepadamu? mengapa kau melakukan ini kepadaku? mengapa kau membagi hatimu sedangkan aku tetap berusaha keras menjaga hatiku untukmu!” Krystal meneteskan airmatanya dan Jongsuk hanya terdiam.

“Krystal” Krystal menghempaskan tangan Jongsuk “Krystal maafkan aku, aku benar-benar minta maaf” Jongsuk kembali mengejar Krystal “Krystal maafkan aku” dan kali ini kedua lengan Krystal di pegang kuat oleh Jongsuk.

“Dengarkan aku!” Krystal berusaha melepaskan tangan nya tetapi Jongsuk terlalu kuat “Lepaskan aku!” Jongsuk masih memegang lengan Krystal “Aku tidak akan melepaskan sebelum kau memaafkan ku” Krystal masih berusaha melepaskan tangan nya.

“Lepaskan!!” 

“Kau!” tanya Jongsuk 

“Apa begini cara kau memperlakukan orang yang kau sayangi, oh aku salah kau tidak menyanginya kau malah membuatnya kecewa, orang sepertimu tidak pantas untuknya”

Jongsuk dengan perlahan melepaskan tangan Krystal “Amber” Amber melangkah mendekati Krystal dan Jongsuk “Kau tidak apa-apa? mengapa kau menangis?” Jongsuk tersenyum melihatnya dan Jongsuk mendorong Amber.

Jongsuk memberikan pukulan kepada Amber dan megenggam kerah baju Amber “Jadi kau yang merusak hubunganku dengan Krystal!!” Jongsuk kembali memukul wajah Amber tetapi Amber langsung membalas pukulan Jongsuk dengan keras “Dasar gila!!” Amber kembali memukul Jongsuk dengan berulang kali.

“Hentikan!!” teriak Krystal “Amber hentikan!!” teriak Krystal yang membuat Amber berhenti memukul Jongsuk dan menatap Krystal yang sedang menangis, Amber bangkit dan menjatuhkan badan Jongsuk.

“Mulai sekarang jauhi Krystal, jika aku melihatmu lagi ku pastikan kau akan berakhir di rumah sakit!”

Amber mengahampiri Krystal yang sedang menangis, Amber mengusap airmata Krystal “Dasar stupid!” Amber menaikan dagu Krystal “Dasar bodoh!” Krystal memukul badan Amber tetapi Amber langsung memegang kedua tangan Krystal.

Amber memeluk Krystal dan Krystal menangis di pelukan Amber “Ya mengapa kau menangis? aku sudah menghajar Jongsuk” Amber membelai rambut halus Krystal tetapi Krystal masih menangis dan tenggelam dipelukan Amber, Amber masih memeluk erat Krystal seperti tidak ingin melepasnya tetapi Krystal melepaskan pelukan Amber.

“Berhenti menangis, kau sangat jelek bila menangis lagi pula aku sudah memberi pelajaran kepada Jongsuk” Krystal menatap Amber yang wajah Amber yang sedikit berdarah.

“Aku tidak ingin melihat wajahmu seperti ini, aku tidak sanggup melihatnya itu sebabnya aku menangis” Amber tersenyum melihat Krystal “Nanti juga akan sembuh kau tidak usah khawatir princess”

 Dan pada akhirnya mereka berduapun duduk di taman, Krystal membersihkan wajah Amber dengan sapu tangan miliknya “Argh!” Amber merasa sakit “Ya! siapa suruh kau berantem! kau harus menahan rasa sakitnya” Krystal kembali membersihkan wajah Amber, jarak wajah mereka saling berdekatan satu sama lain.

“Ehmm” mereka berdua saling jaga jarak karena canggung dan salah tingkah “Ehmm aku akan membersihkan luka ku sendiri” Krystal memberikan saputangan nya kepada Amber dan mereka saling diam satu sama lain.

Angin malam ini lumayan dingin sehingga membuat Krystal mengosok-gosokan badanya “Pakai ini” Krystal menatap Amber yang memberikan jaket hitam milik Amber “Aku tahu kau kedinginan jadi pakailah” lalu Krystal memakai jaket hitam milik Amber yang terlihat sedikit kebesaran oleh Krystal.

“Ehm Krys” Krystal melihat ke arah Amber “Jadi bagaimana pekerjaanmu?” 

“Aku akan mencari pekerjaan lagi, aku tidak ingin bertemu Jongsuk oppa lagi” wajah Krystal terlihat sedih.

“Mengapa kau melihatku seperti itu?” tanya Krystal kepada Amber “Ehmm wajahmu terlihat sedih” Krystal hanya tersenyum tipis “Apa kau masih menyukai Jongsuk?” Krystal menatap Amber.

“Tidak, aku hanya menyesal telah menyia-nyiakan waktuku untuknya” Amber hanya mengangguk “Aku harus berterima kasih kepadamu” Amber tersenyum.

“Sekalipun wajahku menjadi korban” jawab Amber pelan “Apa?” tanya Krystal “Haha tidak ada”

“Oh iya, mengapa kau tahu aku berada di kedai cofe? aaahh kau membuntutiku lagi ya?” tunjuk Krystal kepada Amber “Te-tentu saja tidak!” teriak Amber.

“Kau malah menyangkalnya” Krystal menggelengkan kepalanya.

 Kemudian Amber dengan segera melihat jam nya yang menunjukan pukul 9 malam”Sepertinya kita harus pulang, orang tua mu akan khawatir padamu dan Jessica unnie akan membunuhku bila dia tau bahwa adiknya belum pulang dan malah menghabiskan waktu dengan ku” Krystal memukul lengan Amber “Stupid” 

Krystal Pov

Amber seperti malaikat penolong bagiku, dia selalu ada untuku ketika aku mengalami kesulitan dan aku tidak menyangka dia rela melakukan ini terhadapku  karena dia tidak ingin melihatku terluka, awalnya aku tidak menyukainya sama sekali tetapi mengapa sekarang? ah aku tidak bisa berkata apa-apa.

Aku merasa sedih saat di menghindariku aku sangat terpukul saat dia mengatakan bahwa dia akan berhenti menyukai ku. Tunggu dulu, apakah aku berharap Amber menyukaiku?

Aku kembali melihatnya yang kini di sampingku yang sedang menyetir mobil dengan serius, wajahnya masih sedikit memar karena pukulan tadi tapi itu tidak mengubah wajah tampan nya.

“Ya mengapa kau senyum-senyum?” akupun langsung mempalingkan wajahku dan menatap jendela “Ya Jung Soojung, jika kau menatapku seperti itu lagi maka perjalanan kita akan cukup lama” haissh mengapa pipiku seperti memanas “Berhenti tertawa stupid!” 

“Kring Kring” terdengar suara ponsel Amber yang berdering

“Hallo Suzy ada apa?” Suzy? sepertinya aku pernah mendengarnya.

“Oh, aku sedang berada di jalan” oh iya aku mengingatnya dia adalah yeoja yang berada di rumah Amber, sepertinya Amber dengan yeoja itu sangat dekat? apakah mereka saudara? 

“Aku akan menelfonmu lagi setelah aku sampai di rumah” mengapa dia terlihat sangat gembira, apakah Suzy itu pacarnya? tetapi aku tidak pernah mendengar gosip bahwa seorang Amber memiliki pacar.

“Baiklah Suzy selamat malam” haishh mengapa dia terlihat sangat sopan sekali dan lihat wajah bodohnya.

“Apa?” aku langsung membuang muka saat Amber menengok ke arahku “Apa, apanya?” pertanyaan bodoh keluar dari mulutku.

“Selama aku menelfon kau terus memandangiku?” 

“Ya llama face, aku tidak memandangimu itu perasaanmu saja!” teriak ku pada Amber.

“Haissh lihat kau malah membantahnya, jelas jelas aku merasakan kalau kau menatapku” 

“Aku bilang itu perasaanmu saja!” aku kembali berteriak kepada Amber dengan gugup.

“Baiklah baiklah itu hanya perasaanku saja”

“Bagus” jawabku singkat dan sedikit menarik nafas tetapi aku masih penasaran hubungan antara Amber dengan Suzy.

“Apa kau sedang memikirkan sesuatu” aku menggelengkan kepalaku

“Dia adalah temanku, malah sudah ku anggap sebagai adiku jadi kau tidak usah khawatir” mataku membulat setelah mendengarnya, ntah kenapa aku ingin berteriak sekencang-kencangnya bahwa dia dan Suzy hanya berteman.

“Lihat lihat kau kembali tersenyum lagi Krystal Jung” aku kembali membuang muka ke arah jendela dan sedikit menundukan kepalaku, haish untung saja ini malam jadi dia tidak bisa melihat wajahku yang memerah dan memutuskan tidak menjawab nya karena dia akan tahu nada bicaraku yang gugup.

Gambar

Cr pict IG : Keenanllama

 

 

Raining (19)

Author Pov

Terlihat yeoja yang sedang menikmati teh hangat miliknya di pinggir jendela, yeoja itu melihat kanan dan kiri dan sesekali melihat jam nya seperti menunggu seseorang yang datang untuk menemui yeoja itu, iya kembali meminum teh hangat nya yang sudah hampir habis. Terlihat raut wajah kecewa di wajah yeoja itu dan yeoja itu mengambil tasnya bergegas meninggalkan tempat tersebut, tetapi langkah nya terhenti ketika dia melihat seseorang yang iya harapkan telah datang. seseorang itu memberikan senyuman hangat terhadap yeoja itu.

“Apakah kau masih ingin meminum secangkir teh lagi?” mereka berdua saling tersenyum dan kembali duduk.

“Maafkan aku bila aku telah membuatmu lama menunggu, maukah kau memaafkan ku?”

“Hmmh, baiklah kali ini kau akan ku maafkan tetapi bila kau terlambat lagi aku akan menghukumu! kau mengerti”

“Haha aku mengerti Suzy” mereka berdua pun kembali tersenyum dan memesan beberapa makanan untuk makan malam mereka , mereka berdua bercanda bersama dan tertawa bersama.

“Waah hujan” Suzy melihat keluar jendela.

“Amber” Suzy memanggil Amber tetapi Amber masih menatap luar jendela “Amber” Suzy kembali memanggil Amber dan Amber menatap Suzy bingung “Ya?” jawab singkat Amber “Kau kenapa? apa ada sesuatu yang meganggumu?” tanya Suzy kepada Amber.

“Tidak” jawab singkat Amber, dan sesekali Amber melihat jam nya dan kembali melihat luar jendela, Amber khawatir dengan seseorang yang ada dipikiranya.

“Suzy” Suzy melihat ke arah Amber “Ya”

“Ehmm, aku sepertinya ada urusan mendadak” Suzy menatap Amber “Aku ada janji dengan seseorang” Amber bangun dari tempat duduknya “Tapi!” Amber melihat ke arah Suzy “Maaf Suzy aku harus buru-buru, kau jaga dirimu” Amber meninggalkan Suzy yang duduk sendiri.

Dengan kecepatan yang tinggi Amber menerjang derasnya hujan, sesekali Amber melihat jam tangan nya.
Setelah 45menit dalam perjalanan Amber keluar dari mobilnya dan bergegas lari.

“Dimana kau?” Amber terus berlari kecil mencari seseorang, bajunya terlihat basah. Amber kembali berlari dan melihat sekelilingnya “Haishh!” Amber kembali menerjang hujan tetapi langkah Amber terhenti dan Amber diam sejenak.

“Dasar anak keras kepala” Amber kembali melangkah dan mendekati sosok yang iya cari, Amber menatapnya yang sedang berteduh di bawah prostotan dengan wajah yang berharap hujan akan segera berhenti dan Amber mendekatinya dengan perlahan.

“Amber??” mereka berdua saling bertatapan.

“Kenapa kau keras kepala sekali? kau tau ini jam berapa? dan lihat dirimu, pakaian mu basah kau bisa sakit!” teriak Amber.

“Aku percaya kau akan datang Am, itu sebabnya aku menunggumu” Amber mendekatinya dan membelai rambutnya.

“Jangan membuatku khawatir Krys, jangan bertindak bodoh seperti ini! aku bisa gila kalau tejadi apa-apa dengan dirimu. Jadi jangan buat aku khawatir kau mengerti?” Krystal menatap Amber

“Aku berjanji tidak akan membuatmu khawatir, tetapi dengan satu syarat” Amber mengerutkan dahinya “Apa itu?” tanya Amber.

“Kau harus memafaakan ku” jawab Krystal dengan raut wajah sedih dan Amber diam sejenak.

“Ya llama jawab pertanyaanku!!” teriak Krystal kepada Amber tetapi Amber masih menatap Krystal, Amber mengangguk tersenyum kepada Krystal, wajah Krystal terlihat bahagia “Benarkah? benarkah kau memafaakan ku?” Amber kembali mengangguk “Iya princess” dengan reflek Krsytal memeluk Amber.

“Maaf” Amber menatap Krystal yang sedang tertunduk, Amber tersenyum melihatnya.

“Jadi kita akan pergi dari tempat ini atau akan tetap tinggal di tempat ini?” tanya Amber dengan senyuman

“Tentu saja kita akan pergi dari tempat ini, aku tidak mau berduaan dengan mu llama!”

“Baiklah, baiklah ayo kita pergi” Amber pun mengambil payung dan mereka pergi dari taman itu, Amber melihat baju Krystal yang sedikit basah, Amber sedikit memiringkan payungnya ke arah Krystal sehingga Krystal tidak kebasahan.

Krystal menatap Amber “Mengapa kau menatapku?” Krystal langsung memalingkan wajahnya “Ti-ti-tidak” Amber tersenyum, Krystal kembali menatap Amber “Amber bajumu basah” Amber melihat bajunya “Tidak apa, nanti juga akan kering”

“Ya! kau bisa sakit bila bajumu basah” teriak Krystal kepada Amber “Tidak apa aku sakit asalkan bukan dirimu yang sakit” senyum Amber kepada Krystal yang membuat Krystal kembali menundudukan kepalanya.

Mereka akhirnya sampai di mobil, Amber segera menghidupkan mobilnya dan melepaskan jaketnya yang basah, Amber memasangkan shitbelt Krystal yang membuat Krystal sedikit terkejut karena wajah mereka berdekatan, lagi lagi mereka berdua kembali dengan rasa yang canggung sesekali Amber menatap Krystal yang sedang melihat luar jendela.

Setelah 35 menit dalam perjalanan Amber telah sampai di rumah Krystal, Amber tersenyum melihat Krystal yang sedang tertidur. Amber terus menatap Krystal dan secara reflek jari-jari Amber bergerak pelan menuju wajah lembut Krystal, Amber ingin sekali menyentuh wajahnya tetapi sayang Krystal sepertinya terbangun. Amber mengatur nafasnya agar tenang dan tidak gugup.

“Apa kita sudah sampai stupid?” tanya Krystal yang matanya masih belum sepenuhnya terbuka, Amber menatap perlahan Krystal.

“Ehm ya kita sudah sampai” jawab Amber yang sedikit grogi.

“Mengapa kau tidak membangunkan ku?” Krystal mengucek matanya dan Amber tertawa melihatnya karena Krystal terlihat lucu.

“Ya! mengapa kau tertawa”

“Lihat wajahmu Krystal Jung, jelek sekali” Amber tertawa melihat Krystal

“Ya!! mengapa kau memukul ku?! haishh anak ini” Amber mengelus lengan nya

“Itu karena kau bilang aku jelek stupid!” teriak Krystal kepada Amber

“Kau memang jelek, liat rambutmu yang berantakan itu dan juga lihat! kau mengences di mobilku!” teriak Amber menunjuk jok mobilnya, Krystal langsung melihat kaca dan merapikan rambutnya dan memukul Amber kembali.

“Ya!! aku tidak pernah mengences saat tidur!”

“Haishh mengapa kau terus memukulku? apa kau ini petinju?” tanya Amber sambil mengelus kembali lengan nya

“Iya aku petinju, dan aku akan terus memukulmu!” jawab Krystal dengan mengepalkan tangan nya.

“Kejam” Krystal melihat Amber “Apa kau bilang llama?” Amber tertawa canggung “Haha tidak ada princess, kau salah dengar”

Krystal mengambil tasnya dan melepaskan shitbeltnya, Krystal berjalan menuju gerbang rumahnya tetapi sebelum masuk Krystal kembali menengok.

“Mengapa kau belum pergi?” tanya Krystal yang melihat Amber masih di depan rumahnya “Aku hanya ingin memastikan kau benar-benar selamat sampai dalam rumah” Amber tesenyum bodoh dan saat Krystal membuka pintu iya kembali menengok ke arah Amber yang masih menunggu di dalam mobil dengan membuka jendela.

Krystal mengigit bibir bawahnya dan meremas tangan nya “Ehmm” Krystal menggaruk kepalanya “Ada apa?” tanya Amber.

“Terima kasih” mereka berdua saling bertatapan mata “Terima kasih sudah memaafkan ku Am” Amber tersenyum dan Krystal terlihat malu-malu “Kau hati-hati” Krystal tersenyum dan masuk ke dalam rumahnya, setelah itu Amber bergegas meninggalkan rumah Krystal dan kembali pulang kerumahnya dengan penuh senyuman di wajahnya.

Gambar