Someday 13

Pesawat Korean Air tujuan Seoul-Jeju telah mendarat pada pukul 13.10 waktu setempat, rombongan sekolah Empire berjalan untuk mengambil bagasi mereka. 4 walls berjalan dengan begitu elegan dengan kacamata hitam serta tas branded yang mereka pegang.

4 Walls memainkan rambutnya, jari-jari tangan mereka memainkan rambut yang membuat mereka terlihat seksi. Wangi aroma serta gaya berjalan mereka membuat siapapun menjadi gila.

Krystal berjalan paling depan, kakinya melangkah indah menuju tempat pengambilan bagasi.

Krystal menghentikan langkahnya, membalikan tubuhnya. Matanya mencari-cari seseorang.

Tak butuh waktu lama wajah Krystal tersenyum licik, matanya menatap yeoja yang membuatnya kesal pagi ini. Yeoja yang berpakaian rapih itu sedang asik berjalan bersama teman-temannya.

Tawa serta senyuman di yeoja berambut pendek itu telah sirna saat matanya menatap Krystal.

“Kau” tunjuk Krystal Krystal.

“Bawa barang-barangku” ucap dingin Krystal.

“Hufh”

“Kenapa, bukanya kau sudah berjanji?” dingin Krystal.

Yeoja berambut pendek yang bernama Amber itu tersenyum paksa “Hehe tentu saja aku tidak lupa princess”

“Baguslah, bawa semua jangan sampai ada yang tertinggal. Kau mengerti llama?”

“Ne princess” senyum paksa Amber.

Amber berjalan menuju koper Krystal, mata Amber masih melihat sana-sini “Kau tahu yang mana koper Krystal?” tanya Amber kepada seorang murid yang ikut tour bersama mereka.

“Oh kopernya telah dipisahkan oleh para penjaga, kopernya ada disebelah sana” tunjuknya.

Amber tersenyum ramah “Komawo”

Amber berjalan menuju salah satu penjaga “Permisi, aku ingin mengambil koper milik Krystal Jung”

“Oh silahkan” petugas itu menunjukkan 5 koper di hadapan Amber.

Amber melihat 5 koper tersebut “Ehmm ahjussi, yang mana kopernya?” tanya Amber.

Ahjussi itu tesenyum “Semua ini miliknya”

“Mwo?!!!” kejut Amber dengan matanya terbuka lebar.

Amber menatap 5 koper di depannya “Yeoja ini benar-benar! benar-benar membunuhku pelan-pelan”

Sedangkan Krystal berdiri bersama teman-temannya dengan canda tawa di wajah mereka “Hei Soojung lihat” tunjuk Luna dengan dagunya.

Krystal menoleh ke arah yang Luna maksut, wajah Krystal menahan tawa melihat Amber yang membawa 5 koper besar serta tas kecil lainnya yang membuat Amber seperti tenggelam dalam tas serta koper-koper besar milik Krystal.

“Hei mengapa lama sekali! apa kau tidak lihat semua orang menunggu”

Amber menghela nafasnya dan sedikit merenggangkan ototnya “Haish wanita ini, ya! apa kau tidak lihat bawaanmu ini hah? kau ini mau liburan atau mau pindah ke luar angkasa”

Krystal menatap Amber “Ingat janjimu llama, cepat masukan ke dalam bus!” ucap Krystal yang memakai kacamatanya dan pergi meninggalkan Amber dengan segala kesusahannya.

Amber mengangkat satu persatu koper milik Krystal ke dalam bus “Wah kau memang tunangan yang luar biasa jarang sekali ada pasangan seperti kalian” ucap seorang supir.

“Pujianmu tak bisa membantuku ahjussi, penyihir itu benar-benar membuatku gila” ucap Amber dengan mengangkat koper Louis Vuitton milik Krystal.

“Aaggghh! aku bisa gila!” Amber mengacak-acak rambutnya.

“Awas saja penyihir itu”

Setelah selesai, Amber masuk kedalam bus. Amber masuk kedalam bus dan menatap Krystal yang sedang asik minum jus mangga “Penyihir itu! dia sedang asik-asik meminum jus sedangkan aku susah payah membawa semua kopernya!”

Menyadari Amber yang melihat Krystal, Krystal menatap tajam Amber dengan melepas kacamatanya “Apa?”

Amber membuang tatapannya “Tidak ada”

“Amber!” Amber menatap Henry yang memanggilnya.

“Duduk sini” tunjuk Henry di sampingnya.

Amber berjalan ke belakang menuju tempat duduknya bersama Henry “Hufh” Amber kembali menghela nafasnya.

“Ada apa denganmu?” tanya Henry yang menatap Amber.

“Kau abis lari lapangan?” tanya Henry.

“Lebih dari itu!”

“Minumlah”

Amber meminum air mineral yang diberikan Henry padanya “Selamat siang semuanya!” ucap guru.

“Siang”

“Apa semua sudah lengkap?”

“Sudah!”

“Baiklah kita akan berangkat ke penginapan”

Amber menyenderkan kepalanya “Benar-benar melelahkan, sudah bangun pagi, rapat,  berlarian sepanjang bandara untuk mengejar pesawat dan ditambah mengangkat semua koper penyihir gila itu! aaghhh” batin Amber dengan memejamkan matanya.

45 menit berlalu, bus mulai berhenti di depan lobby Kensington Hotel Jeju. Semua murid mulai turun satu persatu “Amber bangunlah, apa kau ingin tidur di bus”

Amber membuka matanya pelan-pelan “Sudah sampai?” tanya Amber dengan mata yang masih merah.

“Menurutmu?” Henry bergegas bangun “Cepatlah”

Amber merenggakan badannya, mengambil tas ransel hitamnya dan berjalan turun dari bus.

“Hoooaaaaammm” Amber menatap sekeliling tempat, Amber mulai berjalan menelusuri Hotel tempatnya menginap.

“Hmmm” Amber mengertukan dahinya.

“Aku rasa tempat ini tidak asing bagiku” Amber melangkahkan kakinya menuju barisan untuk mendapatkan pengarahan dari gurunya.

Amber terus menatap sekeliling “Oh aku tahu!” ingatnya.

“Ini hotel dimana aku dan Krystal bertunangan hahahaha” semua menatap Amber tak terkecuali Krystal yang menatap Amber begitu marah sekaligus malu, bagaimana tidak bila wajah Krystal begitu merah saat Amber mengucapkan begitu keras ditambah lagi semua murid sedang diam mendengarkan perintah guru.

“Hahahahahha” Amber tertawa paksa menatap semua mata termasuk mata Krystal yang membuatnya ingin memotong lidahnya.

“Apa sudah selesai Amber Liu?” ucap guru dengan memegang secarik kertas putih.

“Su-su sudah” ucap Amber dengan wajah merah.

Setelah berbagi kamar Amber dan Krystal mendapatkan hak istimewa yaitu kamar pribadi “Wah jadi ini tempat kau dan Krystal menjalin hubungan?” goda Key.

Amber hanya diam di dalam lift “Not bad” ucap Jonghyun.

“Sudahlah diam” ucap Amber menghiraukan mereka.

Krystal POV

Sedangkan Krystal sudah masuk ke dalam kamarnya “Dasar llama bodoh! aku tidak tahu apa isi kepalanya itu, errgh benar-benar!”

Ku rebahkan badanku, melepaskan lelahku dengan memejamkan mataku.

“Dreet dreett” ku buka mataku, mengambil ponsel yang ada disampingku.

1 pesan masuk

From: Kai

“Krystal apa kau sudah sampai di Jeju? bagaimana perjalanmu? aku harap Amber tak merusak liburan akhir pekanmu bersama yang lainnya. Maafkan aku karena tidak bisa disampingmu. Jaga kesehatanmu Krystal”

Aku mengkunci ponselku, ntah mengapa aku sedang malas untuk membalas pesan. Aku melihat jamku yang menunjukkan pukul 2 siang, aku ingat bahwa jam 3 nanti kami memiliki jadwal untuk berkunjung ke Teddy Bear Museum.

………………………..

25 menit kemudian “Dreeett dreeeettt”

Errghhh siapa sih yang menelfon? ku raba-raba tempat tidurku, terlalu malas untuk membuka mata “Hallo”

“Jung Soojung apa kau masih tidur? apa kau tidak tahu sekarang jam berapa? ayo cepat buka matamu!”

Damn! aku ketiduran, tanpa menjawab mereka aku langsung mematikan telfonku dan bergegas mencuci mukaku “Haish mengapa aku bisa ketiduran” setelah mencuci muka aku langsung meganti bajuku dan bergegas keluar kamar.

“Ting!”

pintu lift terbuka, aku melihat lobi sudah tidak ada orang lagi. Aku berlari keluar dan melihat bus yang sudah siap-siap mau pergi. Dengan cepat aku berlari dan untung saja aku tidak terlambat “Hufh” ku menarik nafasku. Aku mulai mencari bangku untuk duduk karena aku begitu lelah!

Aku melihat tempat duduk sudah terisi tapi satu yang tidak, haish mengapa harus tempat duduk dia yang kosong!

“Soojungie, apa kau tidak duduk?” aku melihat Luna yang duduk bersama Sulli dan Vic bersama Henry. Apa-apa ini? sejak kapan mereka dekat dengan teman-teman llama bodoh itu?

Apa boleh buat! aku tidak mungkin berdiri sepanjang jalan, aku berjalan mendekati tempat duduk kosong itu dengan hati yang kesal.

Dia menatapku “Wae? kenapa kau menatapku seperti itu” tanyaku padanya.

“Tidak ada, hanya saja aku malas duduk bersamamu”

“Kau kira aku tidak! jika aku bisa menyewa mobil maka aku akan menyewanya detik ini juga. Lagipula aku tidak ingin duduk bersamamu! aku lebih baik berdiri sepanjang jalan daripada duduk disamping orang yang menyebalkan sepertimu!”

“Benarkah? baguslah” hasih llama ini! dan aku tidak tahu bus mulai berjalan hingga aku hampir terjatuh tapi..

Aku menatap lengan ku, tangannya memegang lenganku yang hampir terjatuh. Matanya ku tatap sebentar tapi aku tak ingin larut dan segera melepaskannya.

“Ehmm masih tetap ingin berdiri?” aku mengacuhkannya, tanganku memegang pegangan besi agar aku tidak terjatuh.

“Keras kepala” aku melihatnya berdiri dan keluar dari tempat duduknya.

“Duduklah” aku menatapnya.

“Cepat duduk, perjalanan begitu jauh”

Mau tidak mau aku duduk di sampingnya yang dekat dengan jendela sedangkan llama ini duduk di pinggir. Aku menatap luar jendela, aku rasa musim dingin akan tiba.

35 menit kemudian kami telah sampai di museum Teddy Bear, aku melihatnya berjalan menuruni bus dengan wajah yang lelah.

“Ayo kita masuk!” aku segera masuk bersama sahabat-sahabatku.

Aku melangkah masuk kedalam museum yang dikeliling boneka. Ini pertama kalinya aku ke sini “Lucu sekali”

Aku bejalan mengeliling museum dengan camera digital yang aku bawa, aku mengambil beberapa gambar boneka beruang yang lucu-lucu ini untukku.

“Wah lucu sekali” aku mengambil gambar kembali dan langsung melihat hasilnya, tapi ada sesuatu yang menarik perhatianku yaitu…

Amber dan Irene yang sedang asik berbincang dan kameraku menangkap mereka berdua “Hish risih sekali!”

Aku melihat mereka yang sedang asik berbincang “Sejak kapan mereka jadi dekat?” aku yakin stupid llama itu yang mendekati Irene terlebih dahulu, benar-benar modus. Lihat-lihat, aku yakin llama itu berbicara sok manis pada Irene hingga pipinya memerah “Aigooo benar-benar luar biasa llama itu! biar kuberi pelajaran dia”

“Ya llama!” aku datang mengampiri mereka berdua.

Kuberikan kameraku padanya “Ambil gambarku di sana”

“Sekarang?”

“Tahun depan, tentu saja sekarang!” ucapku dingin.

Dia berjalan mendekatiku “Apa kau tidak lihat aku sedang bicara dengan Irene?”

“Oh aku tidak peduli, aku harap kau masih ingat dengan janjiku yaitu menjagaku selama 24 jam selama di Jeju!” kukeraskan suaraku hingga Irene mendengarnya.

Wajah Amber menjadi berubah “Haish ada apa dengan kau? mengapa kuat sekali suaramu”

“Cepat!” aku meninggalkannya dan tersenyum diam-diam hahaaha. Aku kembali berjalan melihat-lihat teddy bear yang lucu-lucu ini.

“Berdirilah disamping boneka itu” aku melihat Amber yang sedang siap-siap memotertku. Dengan reflek aku tersenyum dengan jari peaceku.

“Bagus tidak?” tanyaku padanya.

“Bagus sekali, begitu harmonis”

“Mwo?” aku melihat boneka teddy bear disampingku dan …

Boneka teddy bear dengan tema purbakala, aku melihatnya yang sedang tertawa mengejekku “Diam! tidak lucu”

“Hhahaha sayangnya di museum ini tidak ada boneka penyihir, hmmm sepertinya aku harus mengajukan saran”

Errgghh ingin sekali ku cekik lehernya “Kau ingin mati?”

“Kalau aku mati kau bisa kesepian dan merindukanku begitu banyak”

“Dalam mimpimu, simpan saja dalam mimpimu llama!” aku pergi meninggalkanya.

Tak terasa waktu terus berlalu, setelah dari museum teddy bear kami pergi ke Chocolate museum dan makan malam dan tak terasa jam menunjukkan pukul 09.10 PM.

Aku kembali menatap luar jendela menatap malam pulau Jeju, aku tidak tahu bahwa aku akan kembali ke tempat ini tempat yang begitu aku benci. Aku tidak tahu, terasa aneh bagiku bisa kembali kesini dengan orang yang sama.

Takdir? haruskah kukatakan seperti itu?

“Dup”

Aku merasakan bahuku menjadi berat seperti ada sesuatu di bahu kananku, ku tolehkan kepalaku ke arah bahuku. Bus begitu gelap, hanya lampu jalan remang yang menyinari, untung saja didalam bus gelap kalau tidak semua orang akan melihat Amber yang sedang tertidur pulas di bahku.

Ku ulangi sekali lagi

AMBER!

BAHUKU!

Aaaaghhhhh bagaimana ini?! apa yang harus kulakukan saat ini? sebaiknya aku bangunkan saja..

Tapi tidak tidak!

Lalu? aku harus apa, membiarkanya tertidur di bahuku! aku tidak sanggup melakukannya! aku merasa gugup, jantungku menjadi berdebar kencang! aaghhh ada apa ini.

Aku kembali menoleh kearahnya, melihat rambutnya yang sedikit menutupi matanya yang tertidur pulas. Sepertinya dia lelah sekali, aku menatapnya yang sedang tertidur, jika seperti ini dia terlihat manis..

Haish Jung Soojung apa yang kau pikirkan! apa aku sudah gila, aku menatap kembali luar jendela berusaha untuk mengalihkan pikirkanku yang tak karuan.

Tapi aku masih ingin melihatnya yang sedang tertidur, ada apa denganku! aku membencinya tapi mengapa aku membiarkan nya tidur di bahuku walaupun aku merasakan bahuku yang mulai keram karena menopang kepalanya dan tubuhnya yang menyender di tubuhku. Haish ada apa ini! mengapa aku merasa panas! apa ACnya tidak hidup.

25 menit berlalu dengan posisi yang sama, posisi dimana aku membiarkan Amber tidur di bahuku tanpa tubuhku bergerak sedikitpun. Aku melihat satu persatu murid-murid turun dan bagaimana dengan aku? hanya aku dan Amber yang tersisa di dalam bus.

“Errgghh” aku menoleh ke arahnya, sepertinya dia terbangun! bagaimana ini, bagaimana aku!”

“Hmmmm” dengan reflek aku menutup mataku dan pura-pura tidur.

“Apa sudah sampai?” aku bisa mendengar suara seraknya.

“Hoaaaaamm mengapa tidurku nyenyak sekali” tentu saja nyenyak!

“Oh apakah dia tertidur?” Amber mencoba membangunkanku, apakah aku harus bangun sekarang? tapi sepertinya terlalu cepat.

“Princess bangunlah kita sudah sampai”

Kubuka mataku perlahan “Oh” aku berusaha untuk berakting sebaik mungkin.

“Kita sudah sampai” ucapnya.

“Benarkah? oh baiklah”

Aku mencoba bangun dari tempat duduku tapi “Ah” aku memegang bahu kananku, terasa begitu pegal! aaghh

“Kwaenchana?” aku melihat kedua matanya, tangannya memegang bahuku dengan rasa khawatir.

“Kwaenchana? apa ada yang sakit? katakan padaku” haish mengapa dia berlebihan sekali, lagipula hanya bahuku saja.

Aku memutuskan tatapanku dengan nya “Tidak apa kau tidak perlu khawatir” aku berjalan keluar dari bus dan “Huffhh” mengapa tiba-tiba dingin, aku menggosok-gosok tubuhku karena dingin.

Tak lama kemudian aku tak lagi merasa kedinginan, aku sedikit merasakan hangat “Pakailah, cuaca di Jeju sangat dingin bila malam tiba” aku menatapnya dengan memakaikan blazer hitam miliknya. Rambutku di rapihkan olehnya aku masih menatapnya, aku tidak tahu mengapa aku membiarkannya melakukan hal ini padaku.

Aku terus menatapnya hingga Amber menatapku dengan tatapan yang sama. Kami saling bertatapan satu sama lain, dibawah langit malam, dinginya angin Jeju, lampu lampu indah yang memperjelas wajahnya dihadapanku.

Ada apa ini?

“Ehmm masuklah, ini sudah malam” dia memalingkan wajahnya tapi aku masih menatapnya.

“Wae? apa ada yang salah?”

“Aku hanya ingin menatapmu saja” aku tidak tahu apa yang kubicarakan tadi, yang jelas aku hanya ingin mengatakan apa yang ada di isi kepalaku.

Dia tersenyum “Aku tahu aku tampan ahahaha” Haish mulai lagi dia.

“Sudalah” aku meninggalkanya “Ya! mau kemana? haish kebiasaan sekali dia”

Author POV

Dua hari telah berlalu, hari ini adalah hari terakhir mereka di pulau Jeju. Sebelum pulang Empire School datang mengunjungi Seongsan Sunrise Peak. Seperti biasa Amber selalu membuntuti kemana Krystal berjalan dan tak hentinya bertikai satu sama lain.

Waktu menunjukan pukul 15.00, semua murid-murid bersiap masuk kedalam bus untuk kembali ke Seoul.

Di dalam bus Vic menghampiri Henry dan teman-temannya “Bagaimana?”

“Sudah tenang saja” jempol Henry.

“Baiklah anak-anak ibu akan absen” setelah beberapa nama di sebut “Amber Liu”

“Ada bu dia sedang tertidur” gurupun mengangguk.

“Jung Soojung”

“Ada bu dia sedang sakit gigi jadi tak bisa bicara”

“Baiklah”

4 walls dan rombongan teman Amber tersenyum. Mereka sudah merencakan semua ini, mereka tak tahan melihat Krystal yang selalu bertengkar dan akhirnya mereka sedikit memberi pelajaran kepada mereka berdua.

“apa tidak apa-apa Soojung kita tinggal?” tanya Sulli sedikit khawatir.

“Kau tidak perlu khawatir, Amber akan selalu disampingnya” senyum Luna dan Sulli tersenyum.

Sementara itu…..

“Siapapun tolong aku!” Krystal berusaha menggedor-gedor pintu kamar mandi.

“Dor dor dor” Krystal memukul pintu kamar mandi agar seseorang bisa mendengarnya tapi tak ada satupun yang mendengar.

“Haish bagaimana ini” Krystal mulai cemas ditambah lagi dia bisa ketinggalan bus untuk kembali ke Seoul.

“Tolong! siapapun tolong aku” Krystal mulai pasrah dengan keadaan karena tak satupun orang yang mendengarnya.

“Princess”

Mata Krystal terbuka saat mendengar suara yang tak asing baginya “Amber! Amber aku disini!” jerit Krystal.

“Princess kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa, cepat keluarkan aku dari sini”

“Baiklah, jauhkan badanmu dari pintu. Aku akan mendobraknya” Krystal menuruti kata Amber.

1

2

3

Pintu terbuka..

Mereka saling bertatapan, Krystal berlari kearah Amber dengan memeluknya. Amber tersontak kaget “Aku takut” Krystal memeluk Amber kuat.

“Sudah tidak apa-apa, kau sudah tidak sendiri” ucap Amber.

Krystal melepaskan pelukannya “Kan aku sudah bilang padamu selalu ada disampingku! apa kau lupa kau siapa dan apa janjimu padaku!”

“Biane, aku tadi membantu Key dan yang lainnya” ucap Amber.

“Tapi kenapa kau bisa ada disini?” bingung Amber.

“Aku sedang ingin buang air kecil tapi tiba-tiba pintu kamar mandi tak terbuka dan aku sudah hampir setengah jam teriak dan tak ada satupun orang yang mendengarku” keluh Krystal.

Amber terlihat berfikir “Lalu kau?” tanya balik Krystal.

“Ah Jonghyun menyuruhku untuk mengambil ponselnya yang terjatuh dan tempatny atak jauh dari sini jadi oleh sebab itu aku bisa mendengarmu” mereka berdua saling bertatapan.

“Kenapa bisa seperti itu?” bingung Krystal.

Amber melihat jam nya “Haish! kita terlambat, ayo cepat kita kembali ke bus!” Amber megenggam tangan Krystal dengan erat, mereka berdua berlari bersama dengan tangan yang saling mengikat satu sama lain.

Kini mereka berhenti di tempat bus yang seharusnya menunggu mereka, Krystal dan Amber menarik nafasnya masing-masing. “Bagaimana ini?” resah Krystal.

Amber mencoba berfikir dengan nafas yang tergesa-gesa “Telfon mereka, bilang kalau kau dan aku tertinggal”

“Tapi aku tidak membawa ponsel”

“Mwo?!!”

“Kau saja cepat!”

“Aku juga tidak membawa ponsel, ponselku berada di tas”

“Haish mengapa kau bodoh sekali!”

“Haish wanita ini malah memarahiku”

“Oh bukankah kau memiliki ponsel Jonghyun”

Amber langsung mengambil ponsel Jonghyun yang berada disaku celananya, Amber mencoba menekan layar tapi “Sial ponselnya mati!”

“Mwo?! haish kau benar-benar bodoh!” kesal Krystal.

“Ya! mengapa kau menyalahkanku! kau saja tidak membawa ponselmu bukan?”

Krystal pergi meninggalkan Amber “Princess kau mau kemana?” Amber mengejar Krystal.

“Ahjussi!”

“Apa yang kau lakukan?” bingung Amber.

“Kita naik taxi untuk menyusul ke bandara” gagas Krystal.

Amber memegang lengan Krystal “Percuma, kau tidak tahu sekarang jam berapa?! kita sudah ketinggalan pesawat”

Ya, Krystal dan Amber sudah tertinggal pesawat 15 menit yang lalu. “Bagaimana ini” Krystal terlihat cemas dan Amber memandang nya “Sudah tidak apa-apa” ucap Amber.

Krystal memandang sinis “Tidak apa-apa katamu? apa kau tidak tahu kita tak bisa pulang ke Seoul, apa kau ingin kita terjebak disini”

“Setidaknya kau tidak pulang sendiri! kau seharusnya bersyukur ada aku yang bersamamu!” ucap Amber.

“Bersyukur? apa kau sudah gila, aku lebih baik sendiri daripada harus bersamamu”

Amber tersenyum “Apa kau lupa kejadian barusan? siapa yang tiba-tiba menangis terkunci di kamar mandi sendirian?”

Krystal terdiam “Terkunci saja kau sudah panik dan menangis apalagi kau tersesat di tempat seluas ini, di tempat yang tidak diketahui” ucap Amber.

“Lalu bagaimana?” tanya Krystal bingung.

“Sudahlah tidak perlu khawatir, lagipula para pengawalmu akan mencari kita. Kau tak perlu cemas” Amber melihat jam tangannya “Tunggu saja sejam lagi mereka pasti akan datang”

“Hmm bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu saja? Kajja” ajak Amber yang memegang lengan Krystal.

Krystal dan Amber berjalan, langkah yang mereka pijak tak menentu arahnya. Mereka hanya jalan sesuai dengan keinginan hati mereka mau kemana kaki mereka berpijak.

Kaki mereka berhenti melangkah, Krystal dan Amber berdiri berdampingan memandang pemandangan indah di depan mata mereka “Indah sekali”  kagum Krystal.

p970_d20151110112056.jpg

Krystal dan Amber menikmati pemandangan di depan mata mereka, pemandangan yang jarang sekali mereka lihat. Amber berdiri di samping Krystal dengan jarak yang begitu dekat, Amber bingung dengan perasaanya “Kau jauh lebih indah princess”

Krystal menoleh ke arah Amber “Mwo?” tanya Krystal polos.

“Hah?” bingung Amber.

“Kau bicara apa barusan?”

Angin bertiup kencang, Amber menatap Krystal dengan senyuman diwajahnya “Tidak ada hahaha, ayo kita kembali jalan” Krystal mengikuti perintah Amber dengan berjalan di belakangnya.

Krystal dan Amber menikmati pemandangan yang berada di sekitar mereka hingga lupa dengan waktu yang sudah semakin sore “Ya!”

Amber menghentikan langkahnya dan mentap Krystal yang berada di belakangnya “Wae?”

Krystal berjalan mendekati Amber “Kita mau jalan sampai kapan?”

“Sampai bodyguardmu datang” jawab Amber.

“Haish bagaimana mereka bisa datang jika mereka tidak tahu posisi kita sekarang? dan lihat hari sudah mulai gelap”

“Benar juga” angguk Amber.

“Pabo” ucap Krystal.

Krystal melihat sekelilingnya “Dan lihat! apa kau tahu sekarang kita dimana? kita semakin jauh dari tempat wisata tadi dan tidak tahu dimana”

“Sepertinya kita berjalan terlalu jauh”

“Haish mengapa kau bisa santai begini! apa kau tidak panik” tatap Krystal

Amber menggelengkan kepalanya “Aku suka seperti ini” senyum Amber.

“Seperti apa?”

Amber menatap Krystal “Seperti ini, bersamamu” senyum Amber kepada Krystal.

Dan … “Grrrrrrrr~” Krystal dan Amber saling bertatapan.

Amber menyipitkan matanya dengan senyuman diwajahnya “Waah cacing siapa tuh yang bunyi”

“Diam” tatap dingin Amber yang menahan tawanya.

“Baiklah-baiklah, bagaimana kalau kita berjalan sedikit lagi? sepertinya disana banyak mobil yang lewat. Kita bisa menebeng mereka atau meminjam ponsel mereka” gagas Amber.

“Baiklah” setuju Krystal.

Krystal dan Amber berjalan lagi, waktu sudah menunjukan pukul 6 sore, langit sudah mulai gelap dan jalanan terlihat sepi. Krystal terlihat lesu karena perutnya yang lapar. Krystal menghentikan langkahnya “Lihat! ini semua karena idemu yang bodoh, seharusnya kita diam saja dan tak kemana-mana. Aku yakin mereka pasti akan kembali menyusul kita, kau malah menghancurkan semuanya dengan idemu yang tak berguna itu!” kesal Krystal.

“Kau ini cerewet sekali, semakin banyak kau bicara maka semakin berisik cacing diperutmu itu” ucap Amber dengan menoleh kanan dan kiri.

“Seharusnya aku biarkan saja kau jalan sendiri, dan aku tetap ditempat tadi! ntah setan apa yang merasuki ku hingga aku mengikutimu!” kesal Krystal dengan memegang perutnya yang lapar.

“….Ya llama! apa kau tidak dengar aku bicara? ya!” Amber berjalan meninggalkan Krystal.

“Haish llama itu, Tunggu!” ucap Krystal yang mengikuti Amber.

Langkah Amber terhenti, Amber menundukkan badannya “Annyeong haseyo”

“Oh anak muda”

“Dari tadi aku memperhatikan kakek, apa ada sesuatu yang terjadi?” ucap Amber dengan sopan.

Kakek itu mengelap keringatnya dan menunjuk mesin mobilnya “Mobilku tak bisa berjalan dan tiba-tiba saja mati. Aku tidak tahu kenapa” ucap Kakek tersebut.

Amber melihat mesin mobil tua itu “Boleh aku lihat?”

Kakek itu mengangguk dan memberikan jalan untuk Amber, Amber memperhatikan dengan sekasama dan Krystal hanya memandanginya saja.

Tak lama kemudian “Kakek, bisakah kau menyalakan mobilnya?” ucap Amber berdiri di depan mesin mobil.

“Broomm brroooom” Kakek berambut putih itu tersenyum saat mobilnya kembali menyala.

Amber menutup mesin mobilnya, Amber melihat Krystal yang tertawa tanpa sebab “Wae?”

“Anio” ucap Krystal dengan menahan tawa karena wajah Amber yang hitam dan kotor.

Kakek itu turun dari mobilnya “Anak muda, terima kasih sudah membantuku. Kalau tidak aku bisa seharian disini”

Amber tersenyum “Tidak apa-apa kakek, oh iya apa kakek memiliki ponsel?”

“Ponsel? aahh aku tidak punya. Lagipula aku sudah tua, anak-anakku semua berada diluar kota. Aku tak memerlukan alat seperti itu”

Krystal menghela nafas “Hufh”

“Apa kalian tersesat?” tanya kakek.

“Ehm ne, kami tersesat”

“Kalau begitu kerumahku saja” ajak Kakek.

“Ah tidak apa, kami akan menunggu bus saja” ucap Amber menolak dengan sopan.

“Bus? haha apa kau tidak salah anak muda? bus terakhir yang lewat di desa ini adalah pukul 5 sore dan sekarang sudah jam 6. Kau tidak akan mendapatkan bus hingga besok pagi”

“Mwo? aaghhh”

Kakek itu menatap Krystal “Apakah kalian berdua pasangan?”

Krystal terkejut mendengarnya, saat Krystal ingin bicara tiba-tiba Amber merangkulnya dan “Yap! hahaha kami adalah pasangan. Apa kakek tidak lihat ini” Amber memamerkan cincin yang dia kenakan.

Kakek itu tersenyum “Jadi kalian adalah pasangan yang tersesat, kalau begitu kalian menginap saja dirumahku. Aku tidak akan membiarkan sepasang kekasih yang dimabuk asamara seperti kalian menjadi terlantar seperti ini hahahha” tawa Kakek, dan Krystal menatap tajam Amber.

“Haha benar itu kakek, hahahha”

“Baiklah kalau begitu naiklah mobilku, oh iya tapi sebelumnya siapa namamu anak muda” senyum Kakek.

“Aku adalah Amber Liu dan pasanganku ini adalah Krystal Jung” senyum Amber merangkul Krystal.

“Aku adalah Park Won” senyum Kakek.

“Ayo cepat naik mobil, malam sudah tiba dan akan menjadi dingin”

Mereka bertiga masuk kedalam mobil. Malam sudah tiba, angin mulai dingin.

“Ciiittt” ban mobil berdecit, Krystal dan Amber turun dari mobil “Masuklah” ucap Kakek Won.

“Istriku kita kedatangan tamu” ucap kakek Won dengan senang.

Nenek Won datang “Aigoo pasangan muda” senyumnya.

“Annyeong haseyo” sapa Krystal dan Amber.

“Waah kalian benar-benar serasi sekali, ayo masuklah aku baru saja memasak sup daging”

“Wah pas sekali” senyum Amber menatap Krystal yang berdiri disampingnya.

Krystal dan Amber masuk kedalam rumah yang sederhana tetapi begitu hangat “Ayo duduklah, aku yakin kalian berdua pasti lapar.

Tanpa pikir panjang Krystal langsung duduk, Amber tersenyum melihat Krystal yang langsung duduk tanpa menunggu dirinya.

Krystal memadang seluruh makanan yang tersedia di meja “Waaah” mata Krystal berbinar-binar.

Makanlah dengan pelan-pelan “Siksa hasipsio” ucap Krystal dan Amber.

Krystal dan Amber makan dengan lahap terutama Krystal, Amber sesekali melirik Krystal “Pelan-pelanlah, kau bisa tersedak” ucap Amber yang dihiraukan Krystal.

“Makananya enak sekali” girang Krystal dengan melahap sup daging.

“Haha tentu saja makanan isttriku memang paling enak, habiskanlah” senyum kakek Won.

“Tentu saja” angguk Krystal dengan sup dimulutnya.

“Setelah makan, kami akan menyiapkan kamar untuk kalian berdua. Ehm karena kamar kami cuma ada dua jadi kalian tidur satu kamar”

“Uhuk uhuk uhuk” 

“Soojung, Kwaenchana?”

Krystal terlihat memukul dadanya karena tersedak “Minumlah” Amber memberikan segelas air kepada Krytsal.

“Haish makanlah pelan-pelan”

Krystal menatap kakek dan nenek Won “Tapi aku tidak ingin tidur dengannya” Kakek dan Nenek Won terlihat bingung.

“Mengapa? kalian kan sepasang kekasih bahkan kalian sudah tunangan. Tidak usah malu-malu terhadap kami, aku tahu bagaimana rasanya jatuh cinta seperti di umur kalian. Rasanya berarpi-api”

Wajah Krystal dan Amber menjadi merah “Hahaha tapi kakek…” ucapan Amber dipotong “Sudah tak apa, kami memahaminya. Kalian tunggu sini saja. Biar kami siapkan kamarnya”

Krystal dan Amber terlihat diam satu sama lain “Ottoke” ucap Krystal.

“Kenapa?” tanya Amber.

Krystal memandang sinis “Kenapa katamu? apa kau tidak berfikir bahwa kita akan satu kamar?! satu kamar!”

“Lalu?”

“Lalu? haish! aku tidak ingin satu kamar dengan otak mesum sepertimu!”

“Kau kira aku mau satu kamar dengan penyihir gila sepertimu hah! aku lebih baik tidur di hutan rimba dengan singa-singa dibandingkan tidur denganmu penyihir!”

“Kalau begitu tidurlah sana diluar! tidur sana diluar dan jangan pernah kembali atau terbangun!”

“Ada apa ini?”

Amber langsung tersenyum paksa “Haha tidak apa-apa kakek”

“Oh iya aku dengar kalian membutuhkan ponsel”

“Ne”

“Sayangnya kami tidak memiliki ponsel, tapi kalian bisa menggunkan telfon umum besok pagi. Jaraknya cukup jauh, jadi kalian bisa menggunakan sepeda” senyum kakek Won.

“Terima kasih kakek Won” senyum Krystal.

“Aigooo calon istrimu manis sekali” senyum kakek Won.

“Haha manis apanya? tunggu saja sampai dia berubah menjadi penyihir” tatap Amber kepada Krystal dengan nada nicara yang pelan.

“Akui saja itu llama” balas Krystal.

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.26 PM, kakek dan nenek Won sudah tertidur sedangkan Krystal dan Amber….

“Aaaagggghh!!” Krystal gelisah, daritadi hanya membolak balikan badanya di tempat tidurnya yang kecil.

“Aaaagghhh!!” Amber gelisah, daritadi hanya mengacak-acak rambutnya dengan teh hangat di tangannya.

“Mau sampai kapan aku diluar seperti ini? errgghh begitu dingin” Amber memegang erat gelas tehnya yang hangat.

Amber menatap pintu itu “Haish bagaimana ini! aku tidak mungkin satu kamar dengannya! tapi aku juga tidak mungkin tidur diluar dengan cuaca yang dingin seperti ini”

Amber menggosok-gosok tubuhnya, sesekali Amber meminum teh hangat untuk menghangatkan tubuhnya. Amber menatap perkarangan rumah yang cukup luas di depan matanya. Tidak ada suara bising di telinganya, begitu damai dengan ditemani bintang yang bertaburan di atas langit “Wah malam yang indah, aku belum pernah melihat bintang sebanyak ini” ucap Amber dengan meminum teh hangatnya kembali.

“Kau benar”

“Byyuuurrr~ uhuk uhuk uhuk” Amber memuntahkan teh yang setengah dia telan dan menyebabkan Amber tersedak hingga sedikit memukul dadanya.

“Uhuk uhuk”

“Aigooo” Krystal menggeleng-gelengkan kepalanya dengan berjalan mendekati Amber.

“Ya! kau hampir membuatku mati, apa kau tidak tahu?”

Krystal menatap Amber “Ini bukan pertama kalinya aku membuatmu ingin mati, bukan?”

Amber menatap kesal dengan mengelus-elus dadanya “Ntah setan apa yang merasukimu” ucap Amber pelan.

“Mwo!”

Amber menutup telingnya “Ya Jung Soojung apa kau tidak bisa tidak teriak sehari saja? suaramu begitu nyaring. Apa kau tidak tahu akhir-akhir ini telingaku suka berdenging?”

“Aku tidak akan teriak kalau kau yang tidak memulainya!”

“Memulai apa? apa? kau saja yang terlalu mengambil perasaan” ucap Amber.

“Sudahlah aku tidak ingin bertengkar”

Amber tersenyum menatap Krystal dan pandangannya kini menatap langit. Sesekali Amber melirik Krystal “Wae?” tanya Krystal yang masih menatap bintang-bintang.

Amber terkejut mendengarnya dan langsung mengalihkan pandangannya “Anio” ucap Amber dengan cepat.

“Ehm kau tidak bisa tidur?” tanya Amber.

“Hmmm”

“Kenapa? aku tahu tempat tidurnya tidak senyaman kamarmu, tapi setidaknya kita bersyukur dapat tidur disini bukan dijalan”

Krystal menatap Amber “Bukan itu masalahnya”

Amber menatap Krystal “Lalu?”

Krystal dan Amber saling bertatapan..

……

…..

…..

“Karena apa?” ucap Amber.

Krystal mengalihkan pandanganya “Ti-ti-tidak bisa tidur saja”

Amber menatap heran “Ada apa denganmu?”

“Kenapa kau banyak sekali bertanya! ini sudah malam, aku tidak ingin otakku berfikir terlalu berat hanya karenamu”

“Haish lihat dia, dia mulai menjerit lagi” Amber menggelengkan kepalanya.

Amber memperhatikan Krystal, memperhatikan tangannya yang terlihat kedinganan. Krystal mulai mengigit bibir bawahnya dengan sedikit menggoyangkan tubuhnya karena malam begitu dingin.

“Hufh” Amber bangun dari duduknya.

“Mau kemana kau llama?”

“Tunggu sebentar” ucap Amber dan Krystal menunggu.

Tidak lama kemudian Amber kembali duduk disamping Krystal “Ini” Amber memberikan segelas teh hangat untuk Krystal “Minumlah selagi hangat” senyum Amber.

Krystal mengambil gelas yang diberikan oleh Amber “Minumlah pelan-pelan” Krystal mulai meminum teh yang dibuat oleh Amber.

“Dan…” Amber menyelimuti tubuh Krystal dengan selimut “Di luar sangat dingin, jadi pakailah” ucap Amber dengan merapikan selimut yang dia kenakan kepada Krystal.

Krystal menatap Amber dengan gelas di tangannya “Wae? mengapa kau menatapku seperti itu?” ucap Amber.

“Tidak” Krystal kembali meminum tehnya.

“Apa kau tidak ingin mengucapkan terima kasih?”

“Untuk apa? aku tidak memintamu”

“Hufh ya ya, baiklah princess”

Tidak ada kata-kata keluar dari mulut mereka, hanya kesunyian dan malam yang mereka rasakan. Kedua hati serta pikiran mereka menjadi campur aduk dengan suasana ini, Krystal menatap Amber “Kenapa? mengapa kau seperti orang gelisah”

“Tidak ada” jawab Amber.

“Bohong, cepat katakan padaku”

Amber menelan salivanya, “Ehmmm apa kau masih membenciku seperti saat kita pertama bertemu?” ucap Amber tanpa melihat Krystal.

Krystal tersontak kaget mendengar ucapan Amber, Krystal tak menyangka bahwa Amber akan bertanya hal seperti itu Krystal “Tidak tahu”

Amber menatap Krystal “Tidak tahu? jawaban apa itu”

“Hmm iya aku membencimu, tidak. Aku sangat membencimu. Kau menyebalkan, kau merusak semuanya, kau seperti merusak kehidupanku dengan menjadi tunanganku. Rasanya hati ini begitu ingin meledak, aku ingin teriak tapi tak bisa, aku ingin berlari tapi tak cukup kuat. Aku sungguh membencimu dimana aku harus melihatmu setiap hari bersamaku, aku sungguh membencimu karena kau sok menjadi pahlawan, aku sungguh membencimu karena kau mencampuri semua urusanku, aku membencimu karena kau begitu dekat dengan kakek, aku begitu membencimu karena perhatian yang kau berikan kepadaku”

“Biane” ucap Amber singkat.

“Aku tahu kau begitu membenciku, kau tidak menyukaiku. Tapi aku tidak tahu mengapa aku bisa bertahan denganmu. Bertahan dengan sikapmu yang keras kepala, bertahan dengan sikapmu yang sombong, bertahan dengan sikapmu yang semena-mena, bertahan dengan sikapmu yang dingin dan semua perintah gilamu tapi aku tetap melakukannya untukmu. Aku mungkin adalah orang yang bodoh, bagaimana bisa aku begitu tunduk padamu sedangkan kau tidak memperdulikanku, tidak melihat ke arahku” senyum Amber.

“Tapi tidak apa, mungkin ini sudah jalannya. Aku tidak peduli seberapa besar kau membenciku, aku akan terus disampingmu berdiri untukmu dan menghapus airmatamu” senyum Amber.

Krystal menatap jari Amber “Sampai kapan kau memakainya”

Amber melihat jarinya dengan senyuman di wajahnya “Tidak tahu, mungkin sampai waktu memisahkan kita. Cincin ini menjadi sejarah dalam hidupku, sejarah perjalananku bersamamu, aku ingin suatu saat nanti saat kau tak bersamaku, aku ingin cincin ini menjadi saksi kebersamaanku bersamamu. Saat aku menatap maupun mengenakannya aku akan teringat kepadamu, teringat kemarahanmu, teringat wajah jutekmu” senyum Amber. Krystal hanya menatap Amber, tatapannya begitu dalam.

Krystal menghela nafasnya “Pabo”

“Ya itu aku” senyum Amber.

“Aku memiliki semuanya, apapun yang ku inginkan pasti akan kudapatkan tak peduli sebarapa susah atau semahal apapun. Tak ada kekurangan di dalam hidupku, semua orang memujaku, semua orang mengatakan bahwa Krystal Jung Soojung adalah orang yang sempurna tapi..” Krystal menatap Amber.

“Tapi aku tidak tahu mengapa saat ini aku begitu takut, aku merasa bingung. Pikiranku menjadi berantakan dan aku tidak tahu mengapa aku seperti ini. Aku merasa hal buruk akan terjadi kepadaku, aku.. aku tidak mengapa. Aku sudah cukup kehilangan dan aku tidak ingin hal itu terjadi lagi” ucap Krystal pelan dengan kepala yang tertunduk.

Amber menatap Krystal, wajahnya murung, matanya terlihat sendu, banyak hal yang dipikirkan oleh Krystal, dan Amber dapat membacanya “Kwaenchana” ucap Amber dengan memegang pundak Krystal tanpa perlawanan.

“Dengar, apapun yang terjadi aku akan selalu ada untukmu. Apapun yang terjadi tak peduli seberapa sakitnya aku, tak peduli seberapa menderitanya aku. Aku akan ada untukkmu, Princess” senyum Amber.

Krystal dan Amber saling bertatapan, Amber memberikan senyumannya untuk Krystal. Krystal memberikan jari kelingking kepada Amber “Yakso?” Amber mentapa jari kelilingking Krystal dan melingkarkan jarinya dengan jari Krystal “Yakso” senyum Amber.

“Kalau begitu ikuti kataku” Amber menangguk.

“Aku berjanji akan selalu ada untuk princess Krystal tak peduli apapun masalahnya”

“Aku berjanji akan selalu ada untuk princess Krystal tak peduli apapun masalahnya” ucap ulang Amber.

“Aku berjanji akan melakukan hal apapun untuk princess Krystal” senyum Krystal.

“Aku berjanji akan melakukan hal apapun untuk princess Krystal” ucap Amber.

“Haish mengapa janjimu itu berat sekali! kau ini ingin menyiksaku?”

“Sudah diam saja dan ikuti kataku! apa kau tidak lihat kita dalam perjanjian sakral?” Amber hanya mengangguk pasrah tak berani menentang princessnya.

Krystal dan Amber larut dalam canda tawa mereka, membuat malam yang dingin menjadi hangat karena kebersamaan yang mereka ciptakan “Princess..” Amber menoleh ke arah Krystal, Amber kembali menatapnya menatap wajah Krystal yang tengah tertidur di pundaknya. Terlukis sebuah senyuman di wajah Amber, membiarkan Krystal tertidur dipundaknya dengan lelap. Amber menatap wajah Krystal, menatap matanya yang terpejam menatap hidungnya menatap bibirnya yang tipis sungguh membuat Amber terhipontis akan kecantikan Krystal.

“Hufhh ada apa ini” Amber menghela nafasnya, jantunganya berdetak dengan kencang.

“Haish mengapa tiba-tiba menjadi panas?” Amber mengipas-ngipas wajahnya.

Amber kembali melihat Krystal dan memutuskan untuk membawa Krystal ke kamar. Amber mengangkat tubuh Krystal dengan sangat perlahan karena takut sang putri tebangun dari mimpi indahnya.

“Hufh” Krystal sudah di dekap Amber, semakin jelas wajah Krystal membuat Amber kembali tak karuan.

Amber berjalan perlahan, kakinya masuk kedalam kamar yang tak terlalu lebar namun nyaman. Amber membaringkan Krystal di tempat tidur dengan menutupi tubuhnya dengan selimut agar tidak kedinginan. Amber kembali menatap Krystal, sudah tak terhitung berapa kali Amber terus menatap yeoja yang selalu membuatnya marah tersebut.

“Have a nice dream princess” ucap Amber dengan meninggalkan Krystal.

“Tap” langkah Amber terhenti, jantungnya berdetak dengan cepat. Tanganya merasakan sentuhan lembut yang membuat dirinya merasa begitu nyaman akan sentuhan tersebut. genggaman tangannya semakin kuat, seakan tak ingin melepas tangan Amber untuk pergi meninggalkannya.

“Jangan pergi” suaranya terdengar serak dan lelah membuat Amber membalikan arahnya, menatapnya yang masih memejamkan matanya.

“Jangan pergi, tidurlah bersamaku”

Amber tersenyum, mata Krystal masih terpejam. Amber berdiri cukup lama hingga dia memutuskan untuk berbaring di samping Krystal yang sudah tertidur.

“Ada apa ini? rasanya aku teriak sekencang-kencangnya, rasanya aku berlari sekuat-kuatnya karena perasaanku seperti mau meledak! aaaghhh!! bagaimana ini? aku tidak pernah sedekat ini jika bersamanya, dan sekarang tiba-tiba dia…. dia tidur di sampingku! aku bahka bisa merasakan nafasnya yang begitu hangat! bagaimana bisa aku tidur dengan cara seperti ini!!” Amber terus membuka matanya, pikirannya sedang kacau.

07.14 PM JeJu’s time

Suara burung mulai terdengar ramai, sinar matahari masuk kedalam celah-celah fentilasi kamar membuat Krystal terbangun. Krystal membuka matanya perlahan dan ….

“Amber??? ya Tuhan! bagaimana ini” Krystal berusaha agar tidak panik ketika melihat wajah Amber di depan matanya. Krystal dan Amber tidur berhadapan saling menatap satu sama lain.

Wajah Krystal sekita menjadi merah “Apakah semalaman aku tidur bersamanya? jadi aku tidur bersama Amber? aaaghhhh!!!”

Krystal menatap Amber yeng tengah tertidur, rambutnya sedikit menutupi matanya. Krystal memperhatikan wajah Amber, matanya, dagunya, hidungnya bahkan bibirnya “Ya Krystal Jung apa yang kau pikirkan!!” Krystal memukul-mukul kepalanya.

“Ada apa denganmu?” mata Amber terbuka dengan mata yang masih sayu karena mendengar suara Krystal yang cukup kuat hingga membuatnya terbangun.

Krystal menatap Amber dan Amber menatap Krystal di tempat tidur yang sama dan selimut yang sama “Aaaaaghhh!!!” melihat Amber yang terbangun sontak Krystal menjadi kaget dan …..

“Bruukk!” 

“Aaaagghhh pinggangku!!” Amber mengeluh kesakitan karena Krystal mendangnya hingga jatuh.

Amber mengeluh kesakitan di lantai dan menatap Krystal “Ya! apa kau sudah gila hah?! ada apa denganmu! mengapa kau tiba-tiba mendendangku, kau pikir aku apa hah!” kesal Amber.

Krystal berdiri di atas tempat tidur “Ini semua salahmu!”

“Salahku?! ya kau penyihir! aku baru saja bangun dari tidur dan kau mengatakan aku melakukan kesalahan! kau benar-benar sudah kehilangan akal sehat, dasar penyihir!”

“Apa, kau bilang apa? jadi kau menyalahiku” Krystal mengambil bantal dan memegangnya bersiap untuk memukul Amber.

“Haish! bukan seperti itu, maksutku.. haish wanita ini mengapa kejam sekali! aku yang menjadi korban mengapa aku yang salah”

“Kau bilang penyihir? jadi aku penyihir hah? kejam dan tidak memiliki akal sehat, begitu? baiklah sekarang aku menjadi gila!”

Amber bergegas bangun untuk menghindari pukulan Krystal dengan tangannya yang masih memegang pinggang “Kembali kau llama bodoh!” ucap Krystal yang mengejar Amber dengan bantal tidurnya.

09.00

“Aigoo anak muda, apa kau tidak tidur semalaman? mengapa matamu begitu gelap sekali” ucap kakek Won, Amber tersenyum mendengar ucapan kakek Won karena dia terlalu lelah karena semalaman tidak tidur di tambah lagi Krystal berbuat ulah pada dirinya.

Setelah sarapan dan mandi Krystal Amber berjalan menuju halaman depan “Pakailah sepedanya, jika kalian jalan kaki akan terasa sangat jauh” ucap kakek Won yang memberikan sepeda kepada Amber.

“Terima kasih kakek” ucap Amber yang mulai naik sepeda.

Amber menatap Krystal “Wae? cepat naik” suruh Amber.

Krystal mulai duduk di kursi belakang sepeda “Pegangan, apa kau ingin terjatuh?”

Krystal memegang baju Amber “Kakek kami jalan dulu” pamit Amber yang mulai mengayuh sepeda tua milik kakek Won.

Krystal memegang baju Amber dengan kuat karena dia takut terjatuh “Haish! kau ingin membuat bajuku sobek apa? pegang pinggangku” ucap Amber dengan mengayuh sepeda.

“Pinggamu?” Krystal mengigit bibir bawahnya merasa ragu dengan keputusannya tapi setelah dipikir lagi apa boleh buat.

Krystal melingkarkan tangannya di pinggang Amber membuat Amber tersenyum. Amber dan Krystal menikmati pemandangan sepanjang jalan hingga tak terasa mereka telah sampai di telfon umum.

Amber menghentikan sepedanya “Berhati-hatilah” Krystal turun dari sepeda dan memandang pemandangan di sekitarnya “Indah sekali” senyum Krystal.

Amber memandang Krystal yang menikmati alam sekitar, benar saja bahwa Seoul jauh berbeda dari Jeju yang lebih tenang dan damai.

“Hallo”

“Yeoboseyo”

“Ya! kalian dimana! mengapa kalian tidak mencariku, apa kalian ingin ku pecat hah!” marah Krystal di telfon umum hingga mencuri perhatian banyak orang.

Amber menepuk pundak Krystal “Gongjunim sabarlah, bicara pelan-pelan” ucap Amber.

Krystal menghela nafasnya menahan rasa emosinya “Cepat jemput aku sekarang juga”

“Maaf ini siapa?”

Wajah Krystal berubah kesal “Ya! kalian pikir aku siapa! apa kalian ingin mati”

“Maaf nona muda Jung, kami ingin memastikan saja”

“Apa sekarang sudah paham”

“Sudah nona” takut mereka di sana.

Krystal menjelaskan dimana dia berada kepada para pengawalnya “Baik nona muda Jung, kami akan tiba 5 jam lagi”

“5 Jam lagi?! mengapa lama sekali, aku sudah tidak tahan”

“Maaf nona, saat ini Seoul sedang ada badai jadi untuk sementara penerbangan sedang di cancel” Ucap pengawal Krystal dengan takut.

“Haish aku tidak mau tahu!” Krystal langsung menutup gagang telfon.

Amber menatap Krystal “Bagaimana?” tanya Amber.

Krystal menghela nafas “Mereka akan datang 5 jam lagi” kesal Krystal.

“Oh baiklah” santai Amber.

Krystal menatap heran “Mengapa kau terlihat santai saja?”

Amber berjalan mengambil sepedanya “Setidaknya aku masih memiliki waktu bersamamu” senyum Amber.

“Ayo naik”

Krystal menatap Amber “Kita mau kemana?”

Amber terlihat berfikir “Hmm bagaimana kalau kita melihat air terjut di Cheonjiyeon? tidak jauh dari sini” usul Amber.

“Tidak mau, tidak menarik! aku lebih baik tidur di rumah saja”

“Haish mengapa kau selalu menghabiskan waktumu untuk tidur? lagipula kita sudah disini, apa kau tidak ingin menikmatinya? ayolah princess” bujuk Amber.

Krystal mengigit bibir bawahnya “Hmm baiklah”

Krystal mulai naik sepeda dan melingkarkan kembali tangannya di pinggang Amber “Baiklah, Let’s go!”

10 menit berlalu, Amber menaruh sepedanya dan Krystal menunggu Amber, Krystal memperhatikan Amber dari kejauhan “Ayo masuk” ajak Amber.

“Aku yakin kau pasti akan menyukainya” senyum Amber.

“Benarkah?”

“Yap” angguk Amber.

“Kajja” Amber memegang lengan Krystal mengajaknya masuk kedalam taman wisata air terjun.

“Waaaahhh” mata Krystal terbuka lebar dengan pemandangan di depan matanya.

Amber tersenyum lebar melihat Krystal yang begitu girang melihatnya “Aku bilang juga apa, kau pasti akan menyukainya”

cheonjiyeon-waterfall-jeju-island-south-korea_main.jpgKrystal memejamkan matanya, menikmati percikan air yang terjatuh membuatnya merasa jauh lebih tenang dan melupakan semua kepenatannya.

Amber Pov

Tak berhentiku menatapnya, apakah ini akan menjadi hobi baruku? haha lucu sekali, bagaimana bisa aku seperti ini. Tapi…

Tapi perasaan apa yang kurasakan saat ini? aku hanya bertugas untuk menjaganya, memastikan dirinya baik-baik saja dan tentu saja aku melakukan ini atas uang yang kuterima dari tuan Jay Jung.

Tapi apakah aku melakukan semua ini atas dasar uang? aku bahkan melakukan apa saja untukknya.

Agghh Amber Liu ada apa denganmu! lihat, aku bahkan tidak bisa berhenti menatapnya, aku tidak pernah bosan untuk memandangnya.

Apakah..

Apakah aku menyukainya?

Tidak tidak tidak! itu tidak mungkin.

Ingat Amber Liu, kau lakukan ini hanya untuk uang dan ingat aku memiliki kontrak selama satu tahun untuk semua ini! ayolah Amber, kau hanya melakukan drama. Kau hanya bermain-main. Aku melakukan semua ini hanya untuk uang, uang dan uang!

“Sampai kapan kau menatapku?”

“Mwo?”

Dia membuka matanya, matanya yang indah menatapku dengan alunan air terjun “Pabo”

Haish wanita itu “Hei mau kemana tunggu aku”

Aku berjalan menyusulnya, dia jalan di depanku menatap alam sekitar. Aku ingat saat pertama kali bertemu denganya  di sebuah taman, aku benar-benar tidak percaya bahwa dia tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang indah seperti ini.

“Wah lihat lihat ada banyak ikan!” aku tersenyum melihatnya, seperti anak kecil saja.

Aku berjalan menghampirinya, melihat arah telunjuknya yang menunjuk ikan di sebuah kolam yang begitu jernih.

“Apa kita bisa membawanya? atau membelinya”

Aku menghela nafas, yang benar saja “Tidak bisa, ini punya negara” ucapku padanya.

“Tapi aku bisa membelinya? aku memiliki uang yang banyak, apa kau tidak tahu siapa aku”

“Tidak semua yang kau inginkan dapat di beli dengan uang Princess” sepertinya ucapanku membuatnya kesal, lagi pula yang benar saja?

Haish bagaimana ini, kau harus membuatnya tersenyum lagi. Hanya masalah ikan dia jadi marah “Hmm bagaimana kalau kita membeli ice cream?”

“Ice cream?”

Aku mengangguk “Iya ice cream, kajja” aku memegang kembali lengan tangannya untuk mengajaknya pergi dari sini. Aku tidak tahu mengapa aku memegang lengannya, aku hanya refleks saja.

“Sekarang kau pilih mau ice cream yang mana?” untuk saja moodnya sudah kembali seperti semula, kalau tidak bisa panjang ceritanya.

Aku melirik ke arahnya yang sedang duduk “Mwo? apa kau kurang?”

Dia menggelengkan kepalanya “Aku lapar”

Ternyata dia lapar, aku merogoh saku celanaku. Haish bagaimana ini? duitku tinggal sedikit, aku rasa hanya cukup untuk Krystal saja.

Aku menatapnya kembali yang sedang memegang perutnya “Baiklah ayo kita makan” ajakku.

Haish wanita ini kembali mengangguk dengan wajahnya yang seperti anak kecil “Kajja”

Aku mencari tempat makan terdekat dan aku menemukan kedai makanan khas pulau Jeju.

“Annyeong haseyo” sapa mereka dan aku membungkuk.

Krystal mulai melihat menu makanan “Aku ingin makanan special disini” senyumnya.

“Makanan special kami adalah Jeonbokjuk yang merupakan khas pulau Jeju dengan yang terdiri dari bubur nasi dan abalon”

“Baiklah aku pesan itu, bagaimana denganmu stupid?”

“Hah?” ehmm…

“Aku tidak, aku masih kenyang” senyumku tapi dia menatapku heran.

“Apa kau yakin?”

“Aku benar-benar sudah kenyang, percayalah” senyumku.

“Baiklah”

5 menit berlalu, makanan yang dipesan Krystal sudah disajikan di meja. Wah sepertinya enak sekali..

“Selamat makan” girang Krystal.

“Makanlah pelan-pelan” tatapku padanya yang sedang meniup bubur hangat.

Sepertinya akhir-akhir ini aku merasa diriku aneh, ntah mengapa aku selalu tersenyum. Apa aku sudah gila?

Aku berpangku tangan, menatapnya menyantap bubur sendok demi sesendok. Errghh aku hanya bisa menelan ludah melihatnya memakan bubur hangat.

“Wah enak sekali”

Haish wanita ini, apa dia sedang ingin membuatku iri.

“Ini adalah bubur terenak yang pernah kumakan, nyam nyam”

Aku hanya menghela nafas “Apa kau mau?”

Aku terkejut mendengarnya “Mwo?”

Krystal meletakan sendoknya, dan tangannya menepuk tempat duduk disampingnya “Kemarilah”

“Mwo?” kagetku.

“Aku bilang sini, duduk disampingku”

Haish wanita ini, hmmm “Baiklah” aku segera bangun dan duduk disampingnya.

Dia menatapku, tangannya menggeser mangkuk bubur yang dia makan. Tangannya kini memegang sendok dan memberikannya padaku?”

“Makanlah”

“Haish aku bilang aku sudah kenyang”

Krystal mengambil tangan Amber dan meletakan sendok itu di tangan Amber “Aku tahu kau lapar jadi makanlah”

Tanpa pikir panjang aku langsung menyantap bubur yang masih hangat ini “Woaaaahh” rasanya enak sekali! aku kembali menyuap mulutku dengan sesendok bubur.

“Haish makanlah pelan-pelan, kau ingin mati tersedak?”

“Hehe” aku hanya memberikan senyuman padanya.

Setelah selesai makan, kami melanjutkan perjalanan “Lain kali bilang kalau kau tidak punya uang”

“Aku memiliki uang hanya saja tidak cukup untuk kita berdua”

“Hmm jadi kau rela kelaparan demi diriku?” godanya.

“Anio, aku takut jika kau lapar kau malah berisik dan terus merengek-rengek”

Aku menghindar dari pukulannya hahaha “Lalu sekarang apa?”

“Tidak tahu gelengku”

“Sudahlah ayo kita balik saja, satu jam lagi mereka akan datang menjemput kita” ajaknya.

“Baiklah, tapi kau yang bawa sepedanya ya?”

Krystal terkejut mendengarnya “Mwo? mengapa harus aku”

“Tentu saja kau, aku sudah terlalu lelah untuk memboncengmu. Apa kau kira perjalanan kita tidak jauh?”

“Bukankah kau sudah makan, aku rasa itu cukup untuk mengisi energimu lagi”

Aku menggelengkan kepalaku “Bukankah kau yang makannya paling banyak?”

“Haish!” haha wajahnya terlihat jengkel, haha aku suka ekspersinya saat ini walaupun sedikit seram hehe.

“Ini bawa sepedanya” aku memberikan sepeda ini padanya.

“Cepat bawa” Krystal hanya menatapnya.

“Kenapa hanya di tatap?” tanyaku, lagi-lagi Krystal mengigit bibir bawahnya.

“Ehmm aku tidak bisa mengendarai sepeda” suaranya begitu pelan, aku tidak cukup jelas mendengarnya.

“Apa?” tanyaku ulang.

Dia memandangku dengan sedikit tertunduk “Aku tidak bisa naik sepeda”

“Tidak bisa? yang benar saja” heranku.

Krystal hanya diam, aku ingin tertawa tapi kutahan karena raut wajahnya yang sedikit sedih “Hmm kalau begitu aku akan mengajarimu naik sepeda, bagaimana?”

Kali ini kepala serta matanya melihatku jelas “Benarkah?”

Aku mengangguk “Tentu saja, naiklah” aku mempersilahkan Krystal naik.

Krystal sudah mulai memegang sepeda dan menaruh kakinya di penggoes sepeda, aku melihat wajahnya yang sedikit cemas dan tangannya begitu kuat memegang sepeda “Tidak usah takut, aku tidak akan membiarkanmu terjatuh” senyumku padanya.

“Baiklah, sekarang kau kayuh pelan-pelan dan jaga kesimbangan badanmu” aku berdiri di samping Krystal, memegang stang sepeda serta jok sepedanya untuk menyimbangkan posisinya karena ini pertama kalinya Krystal mengendari sepeda.

Krystal mulai mengayuh, aku memegang kuat sepedanya agar tidak terlalu miring kanan dan kiri “Aaa bagaimana ini, aku takut”

“Tidak apa, terus lah mengayuh sepeda” aku berusaha menyimbangkan agar Krystal tidak terjatuh. Krystal mengayuh sepeda dengan pelan, aku melihat tangannya yang masih sedikit kaku.

“Agh llama bagaimana ini”

“Teru saja, aku kan disampingmu” ucapku padanya.

Sudah 10 menit berlalu, aku melihat Krystal sudah bisa menguasai sedikit, aku menghela nafasku karena aku begitu lelah “Ayo lagi!” aku berjalan ke arahnya.

“Sekarang aku akan memegangimu dari belakang”

“Ya! aku tidak mau, bagaimana kalau aku jatuh!” cemasnya.

“Apa kau tidak percaya padaku?” aku menatapnya.

“Tapi kau janji tidak akan melepaskannya”

“Aku berjanji” aku mulai memegang jok belakang sepeda, Krystal mulai mengayuh sepeda.

“Pertahankan posisinya”

“Sedang ku usahakan”

Aku berusaha sekuat tenaga untuk menyimbangkan sepeda ini, aku tidak ingin membuatnya terjatuh. Aku akui Krystal begitu cepat belajar.

“Waah” aku bisa merasakan bahwa saat ini Krystal sedang bahagia, haha anak manja seperti dia masih saja seperti anak kecil.

Krystal mengayuh sepedanya sedikit lebih cepat “Princess pelan-pelan saja”

“Ndee” aku terus memegangi sepedanya hingga pada akhirnya aku merasakan bahwa aku harus melepasnya. Aku sudah terlalu lelah berlari dan aku yakin bahwa Krystal bisa berjalan lebih cepat.

“Waaaah stupiidd” aku tersenyum mendengarnya.

“Apa kau tidak lelah?”

“Tidak!” aku sedikit berteriak.

“Kau masih di belakangku kan?”

“Masih!” sedikit ku keraskan suaraku.

“Jangan lepaskan aku”

“Tidak akan kulepaskan princess!” aku teriak agar dia bisa mendengarnya.

Tapi saat aku teriak sepedanya sedikit oleng, tanpa pikir panjang aku berlari mengejarnya tapi Krystal bisa mengatasinya “Kau berbohong!”

“Tidak”

“Kau melepaskan sepeda ini, bukan?”

Aku hanya tersenyum “Hahaha”

“Jadi aku bisa naik sepeda” girangnya, aku berlari kecil mengikuti arahnya berjalan, aku merasa lelah tapi aku ingin terus berlari mengejarnya untuk melindunginya sekalipun aku tahu bahwa Krystal bisa tanpa diriku.

Aku menghela nafasku, sedikit mengusap keringat di dahiku. Aku berjalan pelan mengahampiri Krystal yang berdiri di samping sepedanya “Haish mengapa lama sekali kau jalannya? apa kau sudah menua?” haish wanita ini, apa dia tidak tahu aku begitu kelelahan karena dirinya.

Aku melihatnya berjalan “Mau kemana?” tanyaku tapi tak dijawab olehnya dan meninggalkan sepedanya, aku memilih untuk mengikutinya.

Krystal duduk di bangku taman dan aku juga duduk di sampingnya, aku melihat wajahnya yang tersenyum. Aku rasa karena dia puas bermain sepeda “Menyenangkan?”

Dia hanya mengangguk “Lagipula bagaimana bisa kau tidak bisa bermain sepeda? apa yang kau lakukan saat kau masih kecil, apa saat masih kecil kau sudah mulai shooping dan menghabiskan uang?”

Dia menatapku tajam, aish tatapannya sungguh membuatku takut “Haha aku tidak bermaksut berkata seperti itu hanya saja…”

“Ayahku”

Seketika aku menatapnya, senyum diwajahnya memudar dan kesedihan lah yang tampak diwajahnya “Saat aku berulang tahun, ayahku memberikanku sepeda dan berjanji akan mengajariku setiap sore hari, pada saat itu aku begitu bahagia. Aku sangat menanti waktuku bersamanya, setiap hari aku menunggunya untuk pulang kerja dan mengajariku tapi hari itu tak kunjung datang hingga ayahku pergi meningallkanku untuk selamanya” senyum sedih Krystal.

“Itu sebabnya aku tidak bisa naik sepeda dan memutuskan untuk membuang sepeda pemberian ayahku karena dia tidak memenuhi janjinya dan pergi meninggalkanku”

Aku menatapnya yang sedih menceritakan masa kecilnya, aku bisa melihat bahwa Krystal begitu menyayangi ayahnya. Aku bisa melihat luka di matanya sangat mengatakan bahwa ayahnya pergi untuk selamanya “Aku rasa sekarang ayahmu bangga pada dirimu karena saat ini putrinya sudah bisa bermain sepeda dengan begitu baik” dia tersenyum sedikit, walaupun sedikit setidaknya dia tersenyum.

“Dulu ibuku selalu memberikanku boneka dan baju dress tapi ayahku malah membelikanku sebuah robotan besar serta bola untuk bermain bersama dirinya. Hampir setiap akhir pekan aku bermain bola bersamanya hingga ibuku marah mengapa anak perempuan malah bermain bola bukan boneka, tapi ayahku tidak memperdulikannya yang dia pikirkan adalah bagaimana aku bisa tersenyum dan tumbuh dengan sehat hingga pada akhir pekan berikutnya aku tak bermain bola lagi karena ayahku pergi ke tempat yang sangat jauh yang tak mungkin bisa ku jumpai. Itu adalah akhir pekan yang buruk bagiku”

“Aku yakin ayahmu tersenyum melihatmu sekarang” aku menoleh kearahnya dan Krystal memberikan senyuman padaku.

“Apa kau tahu ayahku dan ayahmu bersahabat?”

“Aku tidak begitu banyak mendengar cerita tentang ayahmu tapi kakek selalu membicarakan tentang ayahku dan ayahmu, kakek mengatakan bahwa ayahmu adalah orang yang sangat baik, setia, rela berkorban, dan begitu pintar. Kakek dan ayah sangat percaya pada ayahmu yaitu Josh Liu Aku rasa itu sebabnya kau dijodohkan denganku karena kakek tahu seperti apa ayahmu dan tahu bahwa dirinya tidak akan mengkhianati siapapun”

Aku mengangguk dan berfikir sejenak “Jika…”

“Jika ayahku tidak mengenali keluargamu, bagaimana?”

Krystal menatapku bingung “Akankah kita bisa saling bertemu? akankah kau dan aku bisa bersama seperti ini?” aku tersenyum, aku tidak tahu mengapa aku berbicara seperti ini, hanya saja aku membayangkan bahwa semua ini tidak pernah terjadi dalam diriku.

“Apa kau menyesal?” aku mendengar suaranya yang memecah lamunanku.

Aku menggelengkan kepalaku dengan senyum “Jika aku memiliki pilihan untuk kembali ke masa lalu, aku akan memilih jalan yang sama” senyumku menatap kedua matanya.

“Aku juga” ucapnya dengan mengalihkan matanya dariku, aku terkejut mendengarnya!

“Kau tidak menyesal?” tanyaku ulang.

“Ya walaupun tidak sepenuhnya” haish wanita ini.

“Kau tidak menyesal karena kau bisa menyiksakku kan?” dia tersenyum menghadapku.

“Tumben kau pintar haha” wanita ini!

“Saat ini aku hanya memiliki kakek, hanya dia tempatku bergantung. Mendengar kakek sudah tak sehat seperti dulu begitu membuatku khawatir di tambah lagi perusahaan sedang dalam krisis yang mau tidak mau aku harus menyelamatkannya juga. Aku melakukan semua ini untuk kakek, walaupun aku sangat tersiksa bersama llama bodoh sepertimu”

“Tersiksa? ya! yang yang tersiksa itu aku bukan dirimu! jika aku tahu aku bertunangan dengan wanita berisik sepertimu lebih baik aku tidak menerima permintaan tuan Jay Jung. Sama sekali buka ntipeku”

Aku mersakan udara seketika menjadi dingin dan merasakan merinding “Kau kira kau siapa hah! kalau bukan kakek yang meminta aku tidak akan mau bertunangan dengan yeoja jorok, bau, pemalas, dan aneh sepertimu! apa kau tidak tahu banyak namja yang mengantri untuk menjadi kekasihku?! apa kau tidak tahu saat kau menjadi tunanganku, repotasi ku menjadi turun karena mereka kira seleraku yang rendahan”

Wanita ini benar-benar bagaimana bisa dia merendahkanku begitu saja “Apa kau tidak tahu aku sekarang menjadi populer! semua yeoja mengejarku dan memintaku untuk berkencan dengan mereka! kau seharusnya beruntung Krystal Jung”

Dia menatapku marah “Beruntung? beruntung katamu llama, apa kau tidak tahu aku sedang ketimpahan sial! seharusnya aku bisa mendapatkan tunangan yang tampan dan pintar tidak seperti dirimu!”

“Kau pikir Kai pintar dan tampan!”

Krystal menatapku aneh, aagghhh Amber bodoh! mengapa aku bisa mengucapkan namanya!! bodoh bodoh bodoh.

“Kau bilang Kai? kenapa kau membawa namanya? apa masalahmu dengan Kai?”

Haish wanita ini banyak tanya “Tidak ada” aku mengalihkan pandanganku, aku tidak ingin melihat wajahnya.

“Kau cemburu?” sial dia menggodaku.

“Haha untuk apa! untuk apa aku cemburu dengan namja hitam seperti dirinya! bermain basket saja tidak bisa”

“Tapi Kai bisa membuatku bahagia”

Aku menghela nafas, aku tidak tahu mengapa aku sedih sangat medengarnya “Baguslah, kalau begitu pergi saja sana bersama dirinya”

Krystal tersenyum “Sayangnya Kai tidak disini jadi untuk sementara aku bersamamu saja”

Aku meliriknya “Sudah sana aku tidak ingin bersamamu” ucapku pelan, aku tidak tahu mengapa aku seperti ini.

“Bukankah kau menginginkan bersama Kai, yasudah sana pergilah bersamanya”

Aku mersakan dia mendekatiku “Kau tahu, ucapan dan tingkahmu begitu berbeda. Kau bilang kau tidak cemburu tapi tingkahmu seperti…”

“Sudah cukup” hentiku.

Haish dia menertawakanku “Hahaha baiklah-baiklah, lucu sekali”

“Apa kau menyukai Kai?”

“Hmmm iya aku menyukainya, dia adalah satu-satunya namja yang dekat denganku maksutnya dia adalah namja yang paling lama bertahan denganku dan aku begitu mempercayainya karena dia begitu baik walaupun aku tidak tahu status hubungan kami apakah itu pertemanan atau lebih. Kai adalah namja yang baik, sopan dan menghargai wanita mungkin itu sebabnya aku menyukainya” bertanya hal seperti ini sungguhku sesali! sungguh membuatku sesak saja.

Kami diam untuk sementara waktu dengan memandangi pemandangan bunga indah “Apa kau pernah jatuh cinta?” aku menoleh ke arahnya, pandangannya mengarah kedepan.

“Ehm belum” jawabku pelan.

Jawabanku membuatnya menoleh ke arahku “Benarkah?” aku mengangguk.

“Sekalipun?” aku kembali mengangguk, aku berkata jujur bahwa aku belum pernah merasakan rasanya jatuh cinta jadi aku tidak tahu bagaimana rasanya.

“Baik itu yeoja ataupun namja?” aku kembali mengangguk.

“Daebak!”

“Kenapa memangnya” tanyaku.

“Tidak, hanya penasaran saja”

“Bagaimana denganmu?” tanyaku pada Krystal.

“Aku? haha aku sudah bosan” hmm tentu saja mengingat Krystal merupakan playgirl di sekolah kami.

“Berarti kau sudah sering merasakan jatuh cinta?”

“Hmm tidak juga, terkadang hanya untuk bersenang-senang”

“Jadi kau tidak mencintai dengan tulus” ucapku dan dia hanya diam.

“Apa kau tidak ingin mencari kekasih?” tanya Krystal padaku.

“Kekasih? hmm ntahlah, aku belum memikirkannya” jawabku.

“Jadi kau tertarik dengan yeoja atau namja?” aku menatapnya, pertanyaannya langsung blak-blakan yang membuatku berfikir sejenak, aku tidak ingin membuatnya canggung karena kau tahu Krystal adalah seorang yang homophobic.

“Aku menyukai namja tapi yeoja lebih menarik” senyumku padanya hahaha lihat wajahnya. Tapi yang ku katakan adalah sebuah kejujuran “Aku tahu kau akan menjadi risih kepadaku. Jujur saja aku menyukai namja, aku suka melihat namja tampan tapi menurutku yeoja menarik perhatianku dengan amat dalam, seperti ingin melindunginya, seperti ingin menjaganya dan tak menyakitinya”

“Jadi, apakah ada seorang yeoja yang kau sukai saat ini?” aku menatap matanya, pertanyaan yang diberikan padaku membuatnya ingin segera mengetahui jawaban dari mulutku.

“Ada”

Matanya terbuka lebar “Ada?! siapa” haha mengapa dia seperti girang sekali.

“Hmmm rahasia”

“Mwo? cepat katakan padaku” paksanya.

“Yang jelas bukan dirimu karena aku tahu kau tidak akan menyukaiku” jawabku lesu.

“Apakah yeoja itu Irene?” aku menatapnya.

“Irene? mengapa kau berfikir yeoja itu Irene”

“Tidak, hanya kepikiran saja”

“Aku belum memastikan apakah aku menyukai yeoja itu atau tidak karena aku takut dia tidak membalas cintaku jadi nanti saja kuberi tahu padamu jika hatiku sudah mantap” Krystal hanya diam, aku melihat jam tanganku.

“Princess, sepertinya kita harus pulang”

“Baiklah”

Aku dan Krystal kembali kerumah kakek Won, aku mengendari sepeda dan Krystal memegang pinggangku erat. Aku tidak tahu mengapa aku menyukai sentuhannya “Llama, mengapa kau mengendari sepedanya lama sekali?”

“Aku tidak ingin saat indah seperti ini berakhir” jawabku.

“Tidak ada keributan, tidak ada suara, tidak ada kebisingan, hanya ada aku dan kau Princess” senyumku dengan mengayun sepeda dan Krystal semakin erat memegang pinggangku dan aku mersakan kepalanya yang bersender di punggungku. Sial! aaghhh aku ingin terbang ahahahahha wanita ini benar-benar.

04.36 PM kami tiba di rumah Kakek Won, benar saja setelah kami tiba para pengawal Krystal telah menunggu termasuk Tae. Aku dan Krystal segera pamit kepada kakek dan nenek Won dan mengucapkan terima kasih begitu banyak kepada mereka, setelah pamit kami pergi menuju bandara untuk kembali ke Seoul. Di dalam perjalanan aku menatap luar jendela, menatap pulau Jeju yang akan ku tinggalkan. Pulau yang begitu melukiskan banyak kenangan sedih dan bahagia bersama Krystal, yeoja yang manja yang sedang duduk disampingku melakukan hal yang sama sepertiku, menatap luar jalan. Sepertinya kami berdua tengah larut dalam pikiran masing-masing.  Aku tidak akan melupakan 2 hari yang begitu berkesan untukku bersama dirinya. 2 hari yang membuatku bingung akan perasaanku padanya, perasaan antara suka atau aku yang terlalu larut akan permainanku sendiri. Yang pasti aku ingin terus bersamanya, melihat wajahnya dan menghabiskan waktu bersama. Agahh Amber Liu! ada apa ini, mengapa aku seperti ini. Ingat kau adalah Amber Liu! kau bukan siapa-siapa! ingat alasanmu mengapa kau terus bersama Krystal adalah karena perintah tuan Jay Jung. Tentu saja, otak dan hatiku saling bertolak belakang aaagghhh….

10.45 PM SEOUL JUNG’S HOUSE 

Akhirnya kami sampai, aku dan Krystal berjalan menuju kamar kami masing-masing dan saat aku ingin membuka pintu kamar ….

“Amber”

“Dup” jantungku berdetak hebat, ini untuk pertama kalinya Krystal memanggil namaku.

“Ya princess” ucapku.

Wajah cantiknya memberikan senyuman padaku yang membuat jantungku tak karuan, aku rasa senyumannya kali ini benar-benar membunuhku “Terima kasih” singkat tapi mematikan.

“Sama-sama Soojung” aku mengucapkan nama Koreanya, nama yang begitu ingin ku ucapkan karena aku tahu tak sembarang orang memanggil Krystal dengan nama aslinya dan Krystal tak masalah aku memanggilnya Soojung.

“Aku harap kita bisa bersama lagi seperti hari kemarin” Krystal kemudian masuk ke kamarnya meninggalkanku dengan senyuman bodoh di wajahku.

Apa aku sudah gila?

Apa aku sudah tidak waras?

“Woaaahh mengapa aku kepanasan?” aku mengipas-ngipas badanku.

“Woaaahh mengapa aku menjadi semangat” aku kemudian loncat-loncat serta berlarian tak karuan.

“Hahahaha” aku juga tidak tahu mengapa aku tertawa tapi yang jelas aku bahagia.

Sedangkan Krystal tersenyum di dalam kamarnya, melihat Amber dari celah pintunya yang di buka sedikit, melihat Amber yang berlarian, lompat-lompat seperti orang bodoh.

“Stupid” senyum manis Krystal.

 

 

 

 

Di tempat lain …

“PLAK!” tamparan keras memerah di pipi kanannya, tangannya memegang pipi kanan dengan rasa takut di hatinya “Aku sudah bilang kepadamu berkali-kali untuk tetap disampingnya apapun yang terjadi!”

Namja paruh baya itu mendekatinya dengan marah di matanya “Lihat aku!”

Matanya melihat namja yang dia hormati itu “Jika kau tidak bisa mendapatkannya, maka kita akan mati. Apa kau mengerti, Kai?”

———————————————————————————————-

Advertisements

Someday 12

Jung’s House

Seketaris Kim berdiri menatap Amber yang tengah melempar bola basket “Sudah dua hari kau tidak sekolah”

Amber terlihat sedang asik bermain dengan menghiraukan seketaris Kim yang berbicara padanya “Amber, nona muda akan baik-baik saja. Kau tidak perlu tidak sekolah juga”

Amber menghela nafasnya “Untuk apa aku sekolah bila tidak ada dirinya akan begitu membosankan” ucap Amber tanpa melihat seketaris Kim.

“Tapi…”

Amber menatap seketaris Kim “Aku akan sekolah jika penyihir itu sekolah, arraso!” ucap Amber dengan melempar bolanya kedalam ring.

“Apa penyihir itu sudah meminum obatnya?” tanya Amber dengan bermain basket.

“Nona muda Jung Amber, bukan…”

“Iya iya, apakah Krystal sudah meminum obatnya?” tanya Amber kembali.

“Nona muda akan meminum obat lagi pada pukul 08.00 PM” ucap seketaris Kim.

“Dimana dia sekarang?”

“Dikamarnya”

Amber menghela nafasnya, berjalan ke tepi lapangan untuk mengambil segelas jus jeruk.

“Apa dia selalu seperti itu? selalu mengurung dirinya di kamar? apa sebelum dia bertunangan sepertiku sifatnya seperti ini, Kim?” tanya Amber dengan memegang gelasnya.

“Ehm nona muda Jung sedikit tertutup, dia banyak menghabiskan waktu dikamarnya”

“Haish dasar wanita, apa dia tidak ada aktifitas lain seperti olahraga” ucap Amber.

Seketaris Kim menggelengkan kepalanya “Nona muda Jung tidak menyukai olahraga, nona muda Jung lebih menyukai belanja ataupun jalan bersama teman-temannya”

“Sudah ku duga, anak orang kaya seperti dia lebih suka menghamburkan uang dan bersenang-senang” ucap Amber.

“Ehmm apakah selama ini ada namja yang datang kerumah? maksutku, seperti pacar yang mengantar kerumahnya atau menjemputnya” tanya Amber.

Seketaris Kim beberapa saat diam, wajahnya terlihat berfikir “Ada”

Amber terkejut mendengarnya “Ada? siapa namja itu” tatap Amber kepada Seketaris Kim.

Seketaris Kim tersenyum “Sangat banyak”

“Banyak?!”

“Ya, apa kau tidak tahu nona muda Jung sangat terkenal di kalangan namja? banyak pewaris yang mendekatinya, tapi kau tahu bukan kalau tuan besar Jay Jung melarangnya untuk berpacaran. Tapi setauku, ada namja yang diperbolehkan untuk mendekatinya”

“Siapa dia?”

“Kim Jongin” ucap Kim.

“Kim Jongin, makutmu Kai?!! maksutmu namja yang sedikit hitam itu” jelas Amber.

“Haha iya, lagipula keluarga Kai berkerja sama dengan perusahaan Jung dan aku dengar keluarga Kai begitu dekat dengan tuan besar Jay”

Amber terlihat diam “Lalu apakah mereka menyetujui hubungan Kai dan Krystal?”

“Aku tidak tahu, haha mengapa kau bertanya sebegitu jauh?” senyum seketaris Kim.

“Apa menurutmu sebelum Krystal bertunangan denganku mereka sempat menjalin hubungan?” penasaran Amber.

“Tidak tahu, yang jelas Kai begitu dekat dengan Krystal”

Amber mengangguk “Apakah menurutmu Kai berbahaya?”

“Berbahaya? hmm tidak. Semua orang yang dekat dengan nona muda Jung sudah kami telusuri tentang keluarga mereka dan aku rasa Kai orang yang baik dan tidak memiliki niat buruk” ucap seketaris Kim.

Amber kembali meminum jus jeruknya “Ada apa denganmu?” tanya seketaris Kim sedikit terkekeh.

“Tidak ada, hanya sedikit panas” ucap Amber dengan kembali meminum jus jeruknya.

“Aku lihat bahwa malam ini cuacanya 5 derajat, bagaimana bisa kau bilang panas?” senyum seketaris Kim.

Amber menatap Kim “Apa kau tidak lihat aku habis bermain basket! haish lama-lama kau menjadi menyebalkan”

Seketaris Kim tersenyum “Amber”

“Hmmm”

“Terima kasih sudah menjaga nona muda Jung”

“Sudah kewajibanku”

“Sedang apa kalian berdua?” tiba-tiba Amber dan Kim mendengar suara yang tentunya tak asing bagi mereka. Seketika seketaris Kim membungkuk sebagai tanda hormatnya sedangkan Amber hanya berdiri menatap yeoja yang sedang menghampiri dirinya dengan Kim.

“Nona muda Jung” ucap seketaris Kim, Krystal menyilangkan tangannya menatap mereka berdua.

“Apa kalian sedang membicarakanku?

Amber tersenyum “Ge’er sekali dia” ucap Amber tanpa memandang Krystal.

“Mwo?!”

“Aku bilang kau itu cepat tersanjung, untuk apa aku membicarakanmu. Buang waktu saja”

Krystal terlihat kesal “Ya kau!” tunjuk Krystal.

Seketaris Kim terlihat bingung dan segera meredam amarah nona mudanya “Ah nona muda Jung, sudah waktunya anda minum obat” ucap Kim sopan.

Krystal menatap dingin, moodnya tiba-tiba buruk “Kau saja yang minum obatnya, aku tidak mau!” ucap Krystal marah.

Amber menatap Krystal “Haish kau ini bicara apa! kau yang sakit mengapa Kim yang meminum obatnya! cepat minum obatmu agar kau cepat sembuh”

Krystal menatap Amber jengkel “Apa pedulimu stupid llama”

“Tentu saja aku peduli! kalau aku tidak peduli, untuk apa aku menggendongmu dari lantai atas sampai parkiran, apa kau pikir itu tidak peduli. Apa kau tidak tahu bahwa tubuhmu berat” ucap Amber, Krystal hanya diam tak bicara dengan membuang wajahnya.

“Kim, ambilkan obat untuk nona muda Jung ini” perintah Amber.

“Oh ne!” siap Kim.

“Patulah sedikit, apa kau tidak tahu semua orang mengkhawatirkanmu”

“Jangan memerintahku!” ucap Krystal.

“Aku tidak memerintahmu, aku hanya ingin memberi tahu. Bahwa banyak orang yang peduli padamu”

“Sudahlah! aku tidak butuh ceramahmu” kesal Krystal yang pergi meninggalkan Amber.

“Haish begitu saja marah, hei princess kau mau kemana!” teriak Amber.

“Ke kamar” ucapnya berjalan meninggalkan Amber.

“Ke kamar lagi? apa kau tidak bosan, bagaimana kalau kita bermain basket. Aku akan mengajarimu!” Krystal menghentikan langkahnya.

“Ayolah mari kita bermain sebentar” Krystal membalikan badannya, menatap Amber yang sudah memegang bola.

“Untungnya bagiku apa? aku sangat tidak menyukai olahraga” ucapnya masih dingin.

“Kan aku sudah bilang aku akan mengajarimu, kau hanya perlu berdiri saja dan memegang bola” jelas Amber.

“Itu sangat melelahkan dan aku tidak tertarik!”

“Haish yeoja ini” Amber melangkah sedikit dekat dengan Krystal.

“Begini saja, aku akan mengajarimu selama 5 menit. Lalu aku akan mengujimu sebanyak 5 kali lemparan ke ring. Jika 3 lemparan itu tidak berhasil masuk ke ring basket, maka kau bebas menghukum ku!”

Seketika wajah Krystal sedikit tersenyum dengan menganggukan kepalanya “Baiklah, aku rasa itu menyenangkan”

Amber menghela nafasnya pasrah “Tentu saja dia akan senang jika menyiksakku”

Krystal sudah berdiri di daerah free throw “Ya llama, pali!”

“Lihat, seketika moodnya jadi begitu baik” geleng-geleng Amber melihat Krystal yang begitu semangat.

Amber segera menyusul Krystal dengan bola basket di tangannya, memandang Krystal yang begitu antusias.

“Cepat ajari aku” perintahnya.

Amber memberikan bolanya kepada Krystal “Ini, pegang yang benar” pinta Amber.

Krystal memegang bola basketnya “Lalu” tanya Krystal.

Amber memperaktekan bagaimana dia akan melempar bola “Angkat tanganmu seperti ini” tunjuk Amber.

“Seperti ini?” ikut Krystal.

“Bukan seperti itu, kau harus pegang kuat bolanya, genggam bolanya. Berikan semua tenaga di tangan kananmu”

Krystal mengangakat tangan kanannya, bersiap melempar bola “Perhatikan arah ringnya, bernafaslah lalu shoot!” ucap Amber menunjuk ring basket.

Krystal mengangguk dan bersiap untuk mencoba melempar bola basket sesuai arahan dari Amber “Baiklah”

“Dum dum dum”

Amber menundukan kepalanya “hufhh” jangankan masuk, mengenai ring saja tidak.

“Mungkin kita harus berdiri lebih dekat lagi”

Krystal menuruti kata Amber, mereka maju tiga langkah lebih dekat “Coba lagi” ucap Amber.

Dan…

Dum dum dum” bola kembali jatuh ketanah tanpa sedikitpun melambung ke atas.

“Haish! keluarkan tenagamu, mengapa kau seperti orang yang tidak bertenaga! jika memarahiku saja kau begitu semangat mengapa seperti ini tidak bisa”

Krystal menatap tajam Amber “Ya! aku sudah mengeluarkan isi tenagaku, dasar kau saja yang mengarahkan tidak benar”

Amber menghiraukan kicauan Krystal dan mengambil bolanya kembali “Coba lagi”

Krystal mengambil bolanya, tangan kanannya bersiap melempar bola “Ingat, lihat ringnya dan masukan dengan benar. Keluarkan isi tenagamu..”

“Haish kau bisa diam tidak! bagaimana bisa aku memasukan bola jika kau ribut seperti burung” geram Krystal.

“Haish wanita ini” cibir Amber “Baiklah-baiklah, cepat kau masukan bolanya!”

Krystal melihat lurus arah ring basket, tangannya sedikit mengira-ngira arah ring dan yakin kali ini akan berhasil dan..

“Dum dum dum” bola kembali jatuh ke tanah membuat Amber mengehela nafasnya.

“Haish aku rasa bolanya yang salah” ucap Krystal.

Amber kembali mengambil bola, tangannya memegang bola basket “Lihat aku” ucapnya. Dengan sekali shoot Amber sudah berhasil memasukan bola “Kau lihat? seperti itu memasukannya”

“Oh” jawab singkat Krystal.

“Ini” Amber kembali memberikan bolanya kepada Krystal.

Krystal mengambil bola yang diberikan Amber, tangan kanannya kembali memegang bola “Lekukan sedikit pergelangan tanganmu” Krystal mencoba mendengar apa perkataan Amber tapi dia tidak mengerti, hingga Amber mau tidak mau memegang pergelangan tangan Krystal “Nah seperti ini!”

“Dan…” Amber berdiri di belakang Krystal, membuat Krystal menjadi deg-degan dengan tindakan Amber.

Tangan Amber dan Krystal bersamaan memegang bola basket, wajah Amber tepat berada di samping wajah Krystal bahkan Krystal bisa merasakan nafas hangat Amber.

Krystal terlihat gugup, dia tak mengerti mengapa dia merasa gugup secara tiba-tiba “Haish ada apa denganku? mengapa aku menjadi deg-degan?!”

Krystal menghela nafasnya berusaha mengatur detak jantungnya “Kwaenchana?” tanya Amber yang melihat Krystal dengan tatapan Aneh.

Dengan reflek Krystal memutar kepalanya ke kanan melihat Amber yang juga menatapnya “Hmm”

“Tik Tok Tik Tok” detik demi detik berlalu, tak ada satupun yang mampu mengalihkan pandangan mereka. Saling menatap satu sama lain, semakin jatuh ke dalam hingga membuat mereka lupa akan semuanya. Tak ada satu katapun yang terlontar dari bibir mereka, hanya mata yang berbicara.

“Wae? bahkan aku tidak mampu mengedipkan mataku. Terlalu indah, terlalu sempurna” pikir Amber.

“Romantis sekali” seketika Krystal dan Amber tersadar akan dunia mereka, Amber langsung menjauhkan badannya dari Krystal dan Krystal membuang wajahnya karena tidak ingin dilihat Amber akan pipinya yang memerah tanpa Krystal ketahui.

“Kau?” Amber mulai tersadar akan suara tersebut.

“Kalian?” begitu juga Krystal.

Mereka bertiga berjalan menghampiri Krystal dan Amber yang berada di tengah lapangan “Wah aku kira kau sakit Soojungie, kalau begini caranya kami tak akan menjengukmu” goda Vic.

“Lagipula sekarang Soojung sudah sehat unnie dan terlebih lagi sudah ada yang menjaganya, kita pulang saja unnie” ucap Sulli.

Seketika wajah Krystal kembali memerah, darahnya kembali naik ke kepala “Ya! kalian bicara apa”

Mereka tertawa “Aku kira dia sedang di dalam selimut karena sakit eh ternyata Soojung sedang bermesraan” senyum Luna.

Amber melirik Krystal, Amber tahu Krystal merasa malu di depan sahabat-sahabatnya “Haish bukan seperti itu, aku ingin mengajak Krystal bermain basket karena dia tidak pernah berolahraga aku pikir dengan berolahraga Krystal akan kembali sembuh, betulkan?” tanya Amber kepada Krystal tapi Krystal memutuskan tak menjawabnya.

Seorang namja melangkah dengan membawa mawar putih di tanganya, kakinya melangkah mendekati mereka yang sedang becanda di lapangan. Matanya terus memandang Krystal hingga Krystal menyadari tatapannya.

“Kai?”

Kai tersenyum dengan menghampiri Krystal tanpa menghiraukan sahabat-sahabat Krystal maupun Amber “Sedang apa namja ini?” pikir Amber yang melihat Kai memberikan bunga pada Krystal.

Kai menatap Krystal “Aku begitu mengkhawatirkanmu”

“Aku tidak apa-apa Kai, lagipula aku sudah membaik kau tidak perlu khawatir”

Kai mengerutkan dahinya “Bagaimana aku tidak khawatir jika orang yang aku sayangi sedang sakit”

“Terima kasih sudah mengkhawatirkanku” senyum Krystal.

Kai melihat bunga ditangannya dan memberikan pada Krystal “Ini bunga untukmu” senyumnya.

“Haha” tawa Amber yang membuat Kai dan Krystal menoleh ke arahnya.

Amber menatap mereka berdua “Wae? apa ada yang salah”

Krystal menatap Amber “Tidak ada yang lucu llama” ucap Krystal.

Amber tersenyum “Tidak ada yang lucu? apa kau tidak salah, tentu saja ini lucu! bagaimana bisa orang sakit di berikan bunga, apa kau akan menyuruh penyihir ini memakan bunga? hahahaha”

“Ha-” Sulli menahan tawanya begitu juga dengan Vic.

Kai menatap jengkel Amber yang mengejeknya “Aku tidak tahu kau ada disini, aku harap kau tidak mengacau dan memberi dampak buruk pada Krystal”

Amber berhenti tertawa, kakinya maju selangkah “Hmm asal kau tahu saja, dimana ada Krystal maka disitu juga ada aku, dan asal kau tahu bahwa aku selalu menjaganya, arraso” ucap Amber.

“Apa mereka sedang merebutkan Soojung?” tanya Luna menatap mereka bertiga.

“Sepertinya begitu” ucap Sulli.

“Kalian pilih siapa?” tanya Vic.

“Aku Amber” pilih Luna.

“Tentu saja aku pilih hyung” tegas Sulli.

“Aku juga” angguk Vic.

Seorang pelayan datang dengan membungkukkan badannya kepada mereka “Nona muda Jung, makan malam sudah siap”

“Makan malam! yeahhh” girang Sulli.

“Ayo kita makan malam” ajak Vic yang menggandeng tangan Krystal.

“Urusan kita belum selesai” ucap Kai.

Amber tersenyum tipis “Kita lihat saja nanti” ucap Amber.

Waktu menujukkan pukul 8 malam, meja makan penuh dengan santapan yang lezat ditambah dengan aroma yang membuat perut mereka lapar “Waaahhh”

Mereka mulai duduk di kursi masing-masing, Krystal duduk di bagian kepala meja makan sedangkan di sisi kanan Amber dan kiri Kai.

Amber Sulli, sedangakan di samping Kai ada Vic dan Luna.

Mereka mulai makan malam dengan sedikit perbincangan “Bagaiamana kabar sekolah? tanya Amber.

“Tentu saja aman tanpamu” ucap Kai tanpa melihat Amber sedangkan Amber menatap jengkel dengan pisau makan ditanganya.

“Akan kubunuh dia nanti” cibir Amber.

Amber POV

Lihat untuk apa dia datang kemari bikin rusuh saja, bukanya dia pulang kerumah dan mengerjakan PR malah datang kesini! apa mengirim pesan teks atau menelfon tidak cukup baginya hah? dasar namja gila, apa dia sedang mencari muka kepada penyihir itu?

Lihat dia! sok perhatian sekali kepada Krystal, mengapa dia menjadi sok perhatian dengan membersihkan mulut Krystal dengan tisu! Krystal itu sudah besar dia bisa melakukannya sendiri!

Agh lama-lama mataku bisa katarak melihatnya yang norak dengan menyuapkan Krystal makanan. Hellooowww Krystal bukan anak bayi! mengapa dia tak urus saja dirinya sendiri.

Ingin sekali kutusuk-tusuk wajahnya dengan pisau ini, apa dia tidak bisa pergi dari rumah ini!

Errrghhhh

“Hyung..”

“Hyung!”

Aku menoleh ke arah Sulli, melihat tatapannya yang aneh kepadaku “Wae? mengapa kau teriak”

“Aku sudah memanggilmu 5x tapi kau tidak mendengar, malah kau terus menatap Kai”

Ku hela nafas ini “Apa kau tidak apa-apa hyung?”

“Tidak apa, hanya saja aku sedang ingin menusuk-nusuk wajah seseorang”

Sulli tertawa “Haha, apa kau cemburu?”

Aku menatap Sulli dengan mengerutkan alisku seakan tak percaya dengan apa yang dia katakan padaku, hahaha cemburu “Cemburu? yang benar saja. Untuk apa aku cemburu, ada-ada saja kau Sulli” lanjutku makan.

“Lalu mengapa dari tadi hyung menatap mereka berdua?”

Haish anak ini apakah dia tak bisa berhenti bertanya mengapa berisik sekali “Sudah habiskan saja makananmu” perintahku.

Awas saja namja gila itu macam-macam dengan Krystal, akan kuhabisi dia.

Author POV

Makan malam telah selesai. Amber, Sulli, Luna dan Vic sedang bersantai di dekat kolam ikan dengan bermain-main air sedangkan Krystal dan Kai duduk di kursi taman yang sedikit jauh dari kolam renang.

Sulli dan Vic sedang makan buah di pinggir kolam ikan sedangkan Amber menatap langit, wajahnya terlihat memikirkan sesuatu hingga Luna mendekati Amber.

“Hmm apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Luna kepada Amber.

Amber menoleh ke arah Luna dengan senyuman di wajahnya “Tidak ada” jawabnya singkat.

Luna menatap Amber dengan tatapan tidak percaya “Katakan saja padaku”

“Apa yang harus kukatakan jika dipikiranku benar-benar tidak ada apa-apa” bantah Amber.

Luna mengangguk “Aku kira kau memikirkan Soojungie”

Amber tersenyum mendengar ucapan Luna “Untuk apa aku memikirkan penyihir itu”

Luna terlihat berfikir dengan berpangku tangan “Aku pikir kau menyukainya”

“Menyukai penyihir seperti dia sungguh membuatku tersiksa” jawab Amber dengan meminum boba miliknya.

“Jadi kau tidak menyukai Soojung?” tanya Luna. Amber hanya menggelengkan kepalanya dengan meminum boba.

“Jadi pengrobananmu selama ini untuk apa? aku tidak yakin kau melakukannya begitu saja”

“Mengapa kau cerewet sekali, yang jelas aku tidak akan pernah menyukainya”

“Lalu mengapa kau rela tidak ikut bertanding saat pemilihan tim nasional basket? bukankah diluar sekolah banyak yang menjaga Soojung, kau tidak perlu repot-repot untuk mengantarnya ke rumah sakit hingga bolos sekolah sepeti saat ini. Dan juga kau tak perlu susah payah dihukum saat pelajaran Matematika”

Amber hanya diam untuk beberapa saat “Aku harus melakukannya”

“Untuk apa?”

“Untuk menjaganya, memastikan dirinya baik-baik saja”

“Tanpamu juga Soojung akan baik-baik saja, dan lagipula ada Kai disampingnya”

Amber langsung menatap Luna “Mengapa kau menatapku seperti itu, apa kau tidak suka aku menyebutkan nama Kai?”

“Kau jangan berfikir yang aneh-aneh dulu! maksutku, ehm maksutku kau tahu buka tuan Jay Jung memintaku untuk menjaganya jadi aku tak bisa membiarkan dia dekat dengan siapapun” gugup Amber.

“Sungguh tak bermutu jawabanmu”

Amber kembali meminum bobanya “Tapi aku bersyukur kau berada di sisi Soojung” Amber menatap Luna.

“Aku tahu kau adalah orang yang baik dan aku yakin Soojung juga merasakan hal yang sama”

Amber tersenyum “Merasakan hal yang sama? apa kau tidak tahu setiap harinya hingga detik ini aku dibuat sengsara olehnya? dia tidak akan bahagia jika aku tidak menderita!”

“Tapi kau rela menderita karena Soojung bukan?” tatap Luna.

“Ayolah Amber, kau tidak perlu mengingkarinya. Siapa yang tidak tahan dengan pesona Soojung! apa kau tidak bergairah jika dekat dengan Soojung, kau tahu bukan dia sangat seksi terlebih lagi kalian satu rumah dan kamar kalian saling berdekatan”

“Haish kau ini bicara apa! aku tidak seperti itu, haish mengapa setiap orang berfikiran aku mesum” ucap Amber.

“Siapa yang mesum?” tanya Sulli yang tiba-tiba datang.

Luna menunjuk Amber “Dia, Amber membayangkan Soojung yang bukan-bukan” tunjuk Luna.

“Haish! kau ini bicara apa! tentu saja tidak!” Amber menyangkalnya dengan wajah yang panik.

“Jangan berbohong!” ucap Sulli.

“Haish untuk apa aku berbohong” elak Amber.

“Apa kau yakin?” ucap Vic.

“Yakin!”

“Bersumpah?” pinta Sulli.

“Sumpah”

“Kalau begitu pejamkan matamu” Amber memejamkan matanya.

“Tidak mesum?”

“T.I.D.A.K”

“Yakin?

“Yakin, aku tidak pernah berfikiran seperti itu!” ucap Amber dengan memejamkan matanya.

“Kalau begitu, pakaian dalam yang suka dikenakan Soojung berwarna apa?” tanya Vic dengan nada yang begitu cepat.

“Hitam”

Dengan seketika mata Amber terbuka lebar, menatap mereka bertiga dengan tatapan takut sedangkan Vic, Luna dan Sulli menatap Amber dengan senyuman licik.

Mereka bertiga melangkahkan kakinya mendekati Amber “Kau bilang kau tidak mesum?”

Amber menjadi gugup dengan menggelengkan kepalanya serta tawanya yang terpaksa “Haha aku tidak seperti itu! itu hanya pikiranku sedang tak karuan haish mengapa berlebihan sekali”

“Tak karuan karena membayangkan pakaian dalam Soojung?” senyum Vic.

“Haish kalian salah paham, maksutku bukan seperti itu hahaha” Amber semakin gugup, langkahnya semakin mundur untuk menjauhi sahabat Krystal dengan perlahan.

Mereka bertiga terus memajukan langkahnya dengan senyuman evil di wajah mereka “Amber Liu”

“Kau kena sekarang!”

Wajah Amber semakin ketakutan, menggelengkan kepalanya dengan pikiran yang tidak tidak.

“Andwe andwee”

“BOOMM!!” mereka bertiga mengejutkan Amber dengan selangkah mendekati Amber hingga Amber tersontak kaget membuat tubuhnya kehilangan kesimbangan.

“Byuurrr” suara percikan air kolam mengenai tubuh Amber hingga tubuh Amber basah akibat air kolam ikan.

Suara tawa terdengar begitu riuh di tengah malam yang dingin “Hahahahahha!” tentu saja mereka bertiga tak bisa berhenti tertawa karena berhasil mengerjai Amber yang lugu.

“Hahaha kiyowo” ucap Luna dengan memegang perutnya.

Sedangkan Amber mulai berusaha bangun dari kolam dengan menatap kesal sahabat-sahabat jahil Krystal “Haish tidak Krystal tidak teman-temannya sama saja, sama-sama komplotan penyihir” cibir Amber.

Tak mau kalah, Amber tengah memutar otaknya untuk melakukan balas dendam kepada mereka. “Ah!” Amber berpura-pura kesakitan dengan memegang perutnya, tentu saja akting Amber berhasil membuat mereka khawatir.

Vic, Sull dan Lun menatap Amber dengan khawatir “Ada apa dengannya”

“Ahh perutku, seperti perutku mengenai batu kolam. Sakit sekali”

“Benarkah?” panik Sulli.

Luna mendekati Amber “Kalau begitu cepat naik!” perintah Luna.

Amber menggelengkan kepalanya dengan wajahnya yang kesakitan “Tidak bisa”

Mereka bertiga saling lempar pandang, Luna mengulurkan tangannya “Naiklah, biar aku bantu”

Amber berjalan pelahan mendekati Luna dengan memegang perutnya “Apa kau tidak apa-apa?”

Tangan Luna sudah di genggam Amber dengan erat, seketika wajah Amber yang terlihat melas karena kesakita berubah menjadi wajah yang licik “Kena kau!” ucap Amber dengan menarik Luna untuk jatuh ke kolam ikan yang sama.

“Aaaahh!” suara jeritan Luna yang terkena air kolam.

“Hahahaahhahaha” Amber tertawa puas.

Luna menatap Amber dengan tubuhnya yang basah “Ya! apa yang kau lakukan!”

Vic dan Sulli tertawa yang akhirnya membuat Luna dan Amber saling bertatapan. Mata mereka seperti mengisyaratkan sesuatu

“1”

“2”

“3”

“Byur byur byur” Amber dan Luna memberikan percikan air kepada Vic dan Sulli.

“Rasakan ini rasakan ini” ucap Amber dengan senyuman diwajahnya.

Mereka berempat tak berhenti tertawa hingga Vic dan Sulli memutuskan untuk turun ke kolam dengan bermain air bersama. Suara tawa mereka pecah, membuat seorang yeoja merasa heran dengan apa yang mereka lakukan.

Krystal, Krystal hanya diam dengan duduk menatap mereka berlima dari kejauhan. Matanya dapat menangkap kebahagiaan sahabat-sahabatnya bersama sosok yeoja yang tidak dia sukai.

Krystal POV

mengapa mereka bisa tertawa lepas bersama llama bodoh itu sedangkan aku begitu membencinya. Sebenarnya tidak begitu membencinya tapi dia begitu menjengkelkan! melihatnya mereka bersama Amber itu sungguh membuatku senang sekaligus sedih. Aku senang karena mereka bisa tertawa lepas sedangkan aku sedih karena tak bisa seperti mereka.

Aku hanya menatap kebahagiaan mereka, cuaca dingin tak lagi mereka rasa karena kehangatan tawa yang mereka ciptakan. AKu tidak tahu mengapa semua orang begitu dekat dengan Amber.

“Krystal”

Aku bangun dari lamunanku, menatap namja yang sudah kukenal lama “Ne” jawabku.

Matanya menatapku “Apa kau tidak apa-apa? aku memanggilmu berkali-kali”

Benarkah? “Ehm tidak apa-apa” senyumku padanya.

Dia menatapku, kini tangannya memegang tanganku, tangannya begitu dingin “Maafkan aku, maafkan aku karena aku….”

Dia selalu mengucapkan hal ini, aku mungkin sedikit kecewa karena dia menolakku permintaanku “Tidak apa Kai, kita masih bisa menjadi teman bukan?”

Seketika wajahnya berubah, tangannya melepaskan jari jemariku “Hanya sekedar teman?”

Aku menghela nafasku, aku tidak mengerti dengan perasaanku. Apakah aku benar-benar menyukainya atau tidak? Kai adalah namja yang baik, dia tampan, berbakat dan  dia selalu ada untukku. Tapi, tapi ada sesuatu yang mengganjal hatiku. Ada sesuatu yang menghalangi perasaanku pada Kai. Sesuatu yang tak biasa, sesuatu yang begitu kuat.

“Sudahlah tak apa, kau istirahat saja” aku merasa kasihan padanya.

“Kau mau aku antar ke kamar?” aku menggelengkan kepalaku “Tidak usah, kau pulanglah ini sudah malam” senyumku padanya.

“Baiklah, kalau begitu selamat malam Krystal Jung” senyumnya padaku dengan mengelus pipi kananku.

07.00 AM.

Aku keluar dari pintu kamarku untuk menuju meja makan “Selamat pagi Soojjunggiee” haishh yeoja ini.

“Ya! lepaskan pelukanmu, nanti seragamku menjadi tak rapih”

Bukanya melepaskan dia malah memeluku dengan erat “Siro! apa kau tidak tahu aku sangat merindukanmu tapi kau malah asik berduaan dengan Kai!” cibirnya.

Aku menghela nafasku dan melepas paksa tangannya “Kalau aku bergabung dengan kalian, aku pastinya masih dikamar dan berbaring di tempat tidur akibat air kolam yang dingin”

“Apa kau tidak tahu itu begitu menyenangkan? aku baru pertama kali bermain air kolam ikan, tidak terlalu buruk” senyumnya padaku.

“Good morning!”

“Hyung!”

“Good morning Sulli, apa kau sudah sarapan?”

Haish liat tingkahnya yang sok manis itu, dan Sulli malah terlihat manja padanya. Apa Sulli terlalu banyak menelan air hingga menjadi seperti itu?

“Kajja, kita sarapan” mereka berjalan meninggalkanku, sungguh menyebalkan.

“Selamat pagi semua!” aku melihat Vic dan Luna yang sudah lebih dulu duduk kursi meja makan. Yap, mereka tidak pulang kerumah masing-masing dan memilih untuk menginap di rumahku dan jujur saja aku merindukan sahabat-sahabatku ini.

jam sudah menunjukkan pukul 7.33 kami harus segera bergegas ke sekolah, aku berjalan menuju arah mobil.

“Ya apa yang kau lakukan?” aku melihat ke arah Vic yang sepertinya sedang berbicara pada llama bodoh itu.

“Apa kau tidak pergi bersama kami?” kali ini mataku mengarah Luna.

“Haha tidak, aku pergi sekolah dengan motorku ini” senyumnya dengan bersiap memakai helm.

Sulli menghampiri Amber “Hyung! berangkatlah dengan kami” haish sejak kapan Sulli menjadi begitu manja dengan llama bodoh itu, bahkan dia memanggil Amber dengan sebutan hyung.

“Haish tidak bisa, aku tidak nyaman kalau naik mobil” Sulli terlihat kecewa dengan penolakan Amber.

“Ayolah sekali saja, kita pergi bersama-sama. Tidak masalah bukan?” haish tentu itu menjadi masalah bagiku!

“Aku tidak masalah” jawab Vic dan Luna haishh.

“Soojung?” kali ini mereka bertiga menatapku, haish tatapan apa itu! dan ntah mengapa mataku menatap mata Amber.

“Baiklah”

Seketika mereka terlihat girang “Soojung, bagaimana kalau tidak usah memakai supir pribadimu. Itu tidak menyenangkan!” aku pikir itu ide yang bagus, jarang sekali aku bisa berangkat sekolah bersama mereka.

“Baiklah kalau begitu naik mobilku saja” aku meminta pada pelayanku untuk menyiapkan mobil pribadiku yang hanya dipakai olehku.

Tak butuh waktu lama mobilku datang

MY16_Range_Rover_Evoque_EXT_LOC113_PR-630x373.jpg

(Krystal’s car)

“Bagaimana kalau Amber saja yang menyetir mobilnya?” mataku melotot ke arah Luna.

“Mwo?! haahha tidak-tidak”

“Ayolah, apa kau tega melihat tunanganmu yang menyetir hah?!” haish Vic unnie, kau itu bicara apa!

“Baiklah biar aku yang bawa mobilnya” aku melihat Amber yang melangkah masuk mobilku. Haish ini untuk pertama kalinnya orang asing menyetir mobilku!

Tak ingin menghabiskan waktu aku segera berjalan menuju mobil, aku membuka pintu mobilku dan …

Aku menatap aneh Luna yang memukul pelan tanganku “Wae? ada apa denganmu?” tanyaku bingung.

“Kau duduk depan Soojung”

“Mwo! tidak!” haish aku tidak mau duduk di depan bersama llama bodoh itu.

Luna terus memaksaku dan mau tidak mau aku harus masuk kedalam mobil karena mereka semua menunggu dalam mobil “Ayo cepat masuk, kau mau kita berlima dihukum?” teriak Sulli.

“Hufh menyebalkan sekali”

Aku masuk kedalam mobil dan langsung memakai shitbelt, aku hanya duduk diam. Ntah mengapa mobil tak kunjung jalan, akhirnya aku melihat ke arah Amber yang sedang membuka jaketnya.

Dia menatapku “Pakai ini”

“Mwo?” bingungku.

“Hufh”

“Ya apa yang kau lakukan!” Amber meletakan jaketnya di pahaku. Iya, pahaku!

Aku menatap tajam matanya “Haish jangan menatapku seperti itu! hanya saja rok mu terlalu pendek”

“Wah ternyata kau tak mesum seperti yang kami pikirkan” celetuk Vic.

“Sepertinya kami salah paham dengan yang berwarna hitam itu” tambah Luna

“Haish kalian ini bicara apa! sudah nanti kita telat” kenapa wajahnya memerah? aneh sekali dan apa yang mereka bicarakan?

Aku menatap jaketnya, aku tak menyangka llama bodoh ini begitu sopan, haish! tidak, tidak! dia tetap saja menyebalkan.

Selama perjalanan aku mendengarkan lagu yang kusuka, aku menyukai lagu-lagu classic seperti Tchaikovsky, Mozart ataupun Franz Liszt, aku tidak terlalu suka lagu rock atau lagu berisik lainnya.

“Ya apa yang kau lakukan!” aku menatap Amber yang mengganti laguku. Aku sedang asik-asik bernanyi dalam hati mengapa dia menggantinya.

“Lagumu membuatku mengantuk”

Aku kembali mengganti laguku, dan kembali menikmatinya tetapi….

“Ya! kau ini kenapa”

“Aku bosan mendengarnya! apa kau tidak punya lagu yang ceria?”

“Kalau kau tidak suka, keluar saja dari mobilku!”

Dia tersenyum simpul “Tidak, kau saja yang keluar”

Ohh llama ini ingin mengajakku ribut hah?

“Ini masih terlalu pagi untuk bertengkar” geleng-geleng Luna.

llama bodoh ini kembali mengganti lagunya yang berisik! bahkan dia menggoyangkan kepalanya “Wowowow”

Aku mengganti lagunya “Haish penyihir ini! aku bisa tertidur mendengar lagumu yang aneh ini”

“Aneh katamu? ya! apa kau tidak dengar lagumu yang berisik itu, hanya teriak -teriak tidak jelas”

“Justru itu seninya!”

Mataku membulat mendengarnya “Seni darimana hah?”

Author POV

Luna, Vic dan Sulli hanya menghela nafas sepanjang perjalanan menuju sekolah “Hufh lain kali kita jalan kaki saja” ucap Luna memandang Krystal dan Amber.

“Benar, mobil ini terasa seperti arena bertanding” ucap Vic,

“Aku menyerah melihatnya” geleng-geleng Sulli.

Sepanjang perjalanan Krystal dan Amber bertengkar tanpa henti. Hingga pada akhirnya Luna, Sulli dan Vic merasa lega karena sudah tiba disekolah.

“Ya Tuhan terima kasih sudah memberikan keselamatan pada kami” sukur Luna.

“Aku tak menyangka kita selama sampai tujuan setelah perang ketiga terjadi” lega Vic.

“Ini adalah pagi terburuk yang pernah ku alami” lesu Sulli.

Sedangkan Krystal langsung keluar mobil tanpa menghiraukan sahabat-sahabatnya maupun Amber.

Amber turun dari mobil, memakai tas ranselnya menatap Krystal yang berjalan lebih dulu “Kalau setiap hari seperti ini, sama saja membunuhku pelan-pelan”

Sekolah kembali ribut karena Krystal sudah kembali ke sekolah, loker Krystal penuh dengan bunga serta hadiah dari fansnya. Seperti biasa Krystal menghiraukan semua pemberian fansnya dan berjalan masuk ke kelas.

Tepat pukul 08.00 AM bel berdering, semua murid sudah berada di kelas masing-masing. “Selamat pagi semua” sapa guru.

“Ibu ingin mengumumkan sesuatu pada kalian” semua murid menaruh perhatian pada guru muda tersebut.

“Minggu ini kita akan belajar di luar kelas” Seketika semua murid menjadi senang, tentu saja belajar di luar kelas selalu menjadi rutinitas bagi sekolah Empire.

“Kita akan kemana bu?” tanya Henry.

Guru muda nan cantik itu tersenyum “Kita akan pergi ke Jeju Island” seketika suara kelas semakin bergemuruh keras, semua murid senang gembira saat mendengarnya tapi tidak dengan Krystal.

“Jeju, apa tidak ada tempat lain hah?? mengapa aku menjadi benci dengan pulau Jeju! erghh menyebalkan sekali” pikir Krystal.

Sedangkan Amber terlihat bahagia bersama teman-teman kelasnya “Kita akan berangkat pada akhir pekan, kita akan dua hari disana. Tugas kalian adalah membuat makalah selama berada di Jeju, jangan lupa kalian juga harus mengumpulkan catatan kalian mengenai pulau Jeju dan sejarah disana”

“Ndee!” semua murid menjawab tapi tidak dengan Krystal.

“Aku harap kalian semua ikut” senyum guru muda itu.

“Amber apa kau ikut?” Amber menatap yeoja berkulit putih itu.

Amber tersenyum padanya “Tentu aku ikut, bagaimana denganmu?”

“Aku ikut jika kau ikut” pernyataan membuat wajah Amber memerah.

Sedangkan Krystal hanya diam mendengarnya.

Bel berdering, murid-murid keluar kelas. Seperti biasa 4 walls pergi ke kantin sedangkan Amber menghabiskan waktunya di lapangan basket bersama sahabat-sahabatnya.

“Jadi apa kau ikut?” tanya Onew.

“Tentu saja” ucap Amber dengan melempar bola basket.

“Haha tentu saja dia akan ikut, karena Krystal juga akan ikut” tambah Henry.

Jonghyun menatap Henry “Tau darimana kau dia akan ikut? setauku Krystal tidak suka dengan acara-acara seperti itu”

“Hanya menebak, lagi pula ini adalah tahun akhir bukan? jadi menurutku tidak mungkin Krystal tidak ikut, apalagi tunangannya ikut hahaha” goda Henry pada Amber.

“Terlebih lagi Irene menanyakan Amber, aku rasa Irene menyukaimu” goda mereka.

“Haish bicara apa kalian”

“Hahaa lihat wajahmu memerah!”

Amber menatap Henry “Sudah diamlah!”

“Baiklah! kalau begitu sepulang sekolah kita akan menyiapkan apa saja yang akan kita bawa!” ucap Key yang disetujui oleh sahabat-sahabatnya.

Sedangkan di tempat lain

“Apa kau ikut Soojung?” tanya Luna dengan menyantap salad buah miliknya.

Krystal hanya diam “Ayolah ikut, lagipula ini adalah tahun terakhir kita bukan? menurutku sayang kalau tidak ikut, setidaknya kita punya kenangan bersama teman sekelas” ucap Sulli.

“Tidak tahu” ucap Krystal malas.

“Ayolah Soojung” rayu mereka.

“Aku tidak suka Jeju!” ketus Krystal.

Mereka bertiga menghela nafas “Apa karena kejadianmu dengan Amber? haish mengapa kau membenci Jeju hanya karena Amber? lagipula Jeju terlalu indah untuk kau benci” ucap Vic.

Jung’s House

Amber baru tiba dari belanja, para pelayan membawa beberapa barang belanjaan untuk dibawa ke kamarnya. Amber duduk sebentar di ruang tamu dengan meminum segelas jus jeruk.

“Selamat malam” bungkuk seketaris Kim.

“Oh kau Tae, duduklah” senyum Amber.

“Kau darimana saja Amber?”

“Abis belanja untuk kebutuhanku di Jeju nanti, apa kau tidak tahu bahwa kami akan ada belajar di luar kelas”

“Ya aku tahu, itu sudah menjadi jadwal rutin” ucap Tae.

Amber menatap atas “Apa dia ikut?” tanya Amber.

“Hm maksutmu nona muda Jung?”

Amber menatap Tae “Yap”

Tae terlihat berfikir sejenak “Aku rasa tidak”

Amber bangun dari senderan kursinya “Mengapa tidak?”

“Nona muda Jung tidak suka dengan hal seperti itu, nona muda Jung lebih memilih dirumah atau belanja dia luar negri”

“Haish anak itu! baiklah aku akan membujuknya”

Mata Tae membulat kaget “Apa kau yakin?”

Amber mengangguk “Lagipula untuk apa dia menghabiskan waktu sendiri, lebih baik dia bersama sahabat-sahabat gilanya itu” ucap Amber dengan menghabiskan jus jeruk miliknya.

Amber bangun dari tempat duduknya “Kalau begitu aku ke kamar dulu”

Amber berjalan menuju kamarnya dan tak sengaja berpapasan dengan Krystal “Oh annyeong gongjunim” senyum dorky Amber yang di tatap aneh oleh Krystal.

Malas bertengkar Krystal menghiraukan Amber untuk turun ke bawah “Apa kau ikut akhir pekan ini?” pertanyaan Amber membuat Krystal menghentikan langkahnya dan membalikan badannya.

“Tidak” jawabnya singkat.

“Mengapa tidak? haish bukankah akan menyenangkan, lagipula sahabat-sahabatmu akan ikut”

“Aku tidak peduli” Krystal kembali membalikan badannya.

“Ayolah Krystal ikutlah, aku tidak bisa tanpamu. Apa kau ingin membuatku menderita dengan merindukanmu?” ucap Amber.

Amber menghela nafasnya “Aku tidak bisa tanpamu walaupun itu hanya satu atau dua jam, jadi ikutlah denganku”

Krystal membalikan badannya menatap Amber yang serius padanya, mereka saling bertatapan “Ayolah gongjunim” senyum Amber.

“Aku akan melakukan apa saja untukmu asal kau ikut, aku akan menjagamu selama 24 jam disana dan tak akan membiarkan fans gilamu mendekatimu” ucap Amber.

“Akan kupirkan” ucap Krystal meninggalakan Amber.

“Kalau begitu aku masih ada harapan! aku harap dia akan ikut, jadi aku bisa tetap mengawasinya” ucap Amber.

Next day 

waktu 12.40 PM, Krystal terlihat berjalan menuju lokernya untuk menaruh beberapa buku ditangannya.

Krystal membuka kode lokernya dan menaruh ketiga buku yang dia bawa, setelah selesai Krystal menutup lokernya dan …

“Ba!”

Krystal terontak kaget, tangannya mengepal dam memukul kepala Amber “Kau mau aku mati hah?!” kesal Krystal.

Amber memberikan senyuman dorkynya kepada Krystal “Hehe bian” Krystal meninggalkan Amber “Haish wanita itu” Amber mengejar Krystal dan berjalan di sampingnya.

Krystal menatap lurus jalan “Aku sedang tidak mood bertengkar denganmu” jawabnya ketus.

“Haish siapa yang ingin bertengkar? aku hanya ingin memastikan bahwa kau akan ikut perjalanan akhir pekan  ini” ucap Amber sambil menatap Krystal yang terus melangkah.

Krystal terus melangkah lurus dengan Amber yang berjalan menyamping menghadapnya “Aku tidak mau”

Wajah Amber terlihat kecewa “Wae? kau bilang semalam akan kau pikirkan” Krystal hanya diam.

“Ayolah Gongjunim” rayu Amber.

“Aku bilang tidak mau” ucap Krystal tanpa memandang Amber.

Amber tak kehabisan cara, Amber mengeluarkan sesuatu dari kantongnya “Ini?” Amber memegang sebuah permen di tangannya dan memberikan kepada Krystal, tapi sayang permen tak cukup menarik perhatian seorang Krystal Jung.

Amber kembali merogoh kantongnya “Kalau ini?” Amber mengeluarkan coklat dan Krystal sedikit meliriknya tapi Krystal tak tertarik.

Amber menggaruk-garuk kepalanya, ini adalah kesempatan terakhir karena untuk mengambil satu lagi makanan yang akan diberikan kepada Krystal “Bagaimana dengan ini?” senyum Amber.

Krystal menghentikan langkahnya dan menatap ice cream rasa mangga di tangan Amber “Jika kau ikut, aku berjanji akan meneraktirmu ice cream setiap minggunya” senyum Amber berharap Krystal menerimanya.

Krystal menatap Amber “Kenapa kau ingin sekali aku ikut? apa fans-fansku membayarmu dengan jumlah yang banyak hingga kau seperti ini”

Amber menghela nafasnya “Apa kau tidak bisa berhenti memikirkan hal seperti itu padaku? tentu saja tidak! aku benar-benar ingin kau ikut, lagipula aku dengar kau tak pernah ikut sama sekali dalam sekolah akhir pekan dan juga ini tahun akhir kita, apa kau akan melewatkannya begitu saja? aku juga sudah berjanji padamu kalau aku akan menjagamu selama 24 jam bila disana”

Krystal menatap tajam Amber tapi Amber sebiasa mungkin bertahan dari tatapan mematikan Krystal “Hmmm” Krystal mengambil ice cream dari tangan Amber dan pergi begitu saja.

“Hei! jawabanmu apa? mengapa kau pergi begitu saja!” teriak Amber.

Jung’s House

Amber terlihat duduk di kursinya dengan ponsel ditangannya, Amber membuka satu pesan masuk yang tentu saja dari tuan Jay.

“Haish tuan Jay benar-benar membuatku gila. Lama-lama dia seperti menerorku. Haish kalau Krystal tidak ikut maka aku juga tidak ikut! yang benar saja, ini adalah kesempatan besar untuk bersenang-senang! aaghhhh

Next day

Hari ini adalah hari pendaftaran terkahir untuk liburan akhir pekan sekolah selama dua hari. Amber dan teman-temannya sudah memeng kartu untuk menukarnya dengan tiket keberangkatan serta indetitas selama di Jeju.

Amber dan teman-temannya sedikit kecewa “Hufh dia tidak ikut” lesu Jonghyun.

“Setidaknya Sulli, Luna dan Vic ikut” senyum Henry.

“Tetap saja tidak lengkap, padahal ini adalah tahun terkahir” mereka semua berkeluh kesah.

Amber mencoba menyemangati para fanboy Krystal “Sudahlah, mengapa begitu saja menjadi sedih setidaknya masih banyak yeoja-yeoja yang cantik”

“Kau sih enak bisa melihat Krystal setiap hari”

Seketika satu aula menjadi ribuat, membuat Amber dan teman-temannya merasa heran “Ada apa ini?” bingung Key.

Murid-murid yang berjajar rapih untuk mendaftar seketika membuka jalan seseorang untuk berjalan. Auranya begitu kuat, setiap langkahnya menjadi perhatian tapi tak ada yang berani untuk menyentuhnya.

“Woaaahhhh!!!” murid-murid itu hanya gila dengan mengaguminya.

Yeoja berwajah dingin itu membawa selembar kertas yang berisikan biodatanya. Mata Amber membulat, hatinya begitu senang ketika yeoja yang selalu membuatnya kesal datang untuk mendaftar.

Panitia penyelenggara menjadi diam saat yeoja itu memberikan kertas kepada mereka “Ini, jangan sampai ada yang terlewatkan” ucapnya dingin.

“Te-te-tentu saja Kry-kry-Krystal Jung” gugupnya.

Krystal tak ingin larut dalam kerumunan tersebut, langkahnya mulai meninggalkan tempat pendaftaran tapi langkahnya terhenti saat melihat wajah yang begitu membuatnya kesal.

Krystal menatap wajahnya, antara kesal dan tak percaya dengan apa yang dilakukan. Tak mau larut dalam keramaian Krystal bergegas pergi.

Amber tersenyum puas, tak menyangka dia berhasil membujuk seorang yang keras kepala.

Jung’s House

Amber POV

Aku menjatuhkan tubuhku diatas tempat tidur, hari ini begitu lelah! hmm setidaknya dua hari lagi aku bisa liburan, benar-benar terasa penat!

Ah ada apa ini, mengapa aku tersenyum tiba-tiba? ada apa denganku? mengapa aku menjadi senyum sendiri saat memikirkann Krystal yang ikut belajar akhir pekan.

Hmm tidak tahulah, aku tak peduli dengan diriku yang penting dia bisa ikut.

“Tok Tok Tok” Aku bangun dari tempat tidurku karena seseorang yang mengtuk pintu kamarku, apa dia tidak tahu aku begitu ngantuk.

“Masuklah”

Pintu terbuka dan ..

“Ada apa malam-malam begitu Tae?” tanyaku dengan kembali merebahkan badanku di kasur empuk.

“Apa aku menganggumu?”

“Lumayan, ada apa? apakah ada sesuatu yang penting” tanyaku dengan memejamkan mata.

“Tuan besar Jay Jung baru saja menelfonku, beliau meminta kau untuk bersiap-siap besok pagi”

Aku membuka mataku “Bersiap-siap untuk apa? apa dia sudah kembali dari US?”

“Tuan Jay masih di US”

“Lalu untuk apa?”

“Kau besok akan pergi ke perusahaan Jung Corp”

Mendengar ucapan Tae aku langsung bangun dari tempat tidurku “Mwo??!! apa maksutmu!”

“Kau besok akan ke perusahaan Jung untuk mengurus beberapa dokumen penting”

Aku menggaruk-garuk kepalaku “Mengapa harus aku, mengapa bukan Krystal si penyihir pemalas itu?!”

Tae bangun dari tempat duduknya “Ini perintah Amber”

“Lalu bagaimana dengan sekolahku?”

Tae tersenyum “Sejak kapan kau memikirkan sekolahmu tuan Amber”

Haish apa-apaan ini!

“Oh iya, aku sudah menyiapkan pakaian untuk kau kenakan, pakai pakaianlah yang rapih” senyum Tae.

Haish mengapa harus aku? bukankah yang punya perusahaan adalah cucungnya! haish menyebalkan sekali, aku tidak mengerti sama sekali tentang perusahaan.

Ah sudahlah, paling tidak besok aku bisa lolos dari mata pelajaran kakek goku.

…. ……. ……..

Aaaagghh mengapa berisik sekali! aaagghhh aku bisa menjadi gila “Bangun Amber, ganti bajumu” haish apa-apaan ini. Aku berusaha sekuat tenaga untuk membuka mataku.

“Ini masih malam Tae, apa kau sudah gila?”

“Ini sudah jam 5 pagi, bersiap-siaplah”

Aggghhh aku paling benci bangun pagi buta! “Dan jangan lupa mandi” aku menatap Tae yang sudah meninggalkan kamarku.

Aku berusaha bangun dari tempat tidurku, mataku masih memerah bahkan nyawaku saja belum kumpul erghh.

2 menit kemudian

Aku keluar dari kamar mandi dan masuk ke ruangan pakaianku. Aku melihat satu set pakaian yang di gantung rapih.

“Hufh”

Author POV

Amber mulai memakai pakaiannya, menatanya dengan rapih. Menatap dirinya di cermin besar dengan sedikit memutar badannya “Wah mengapa aku begitu tampan hahahha” tawanya bangga.

Amber merapihkan rambutnya serta memakai parfum agar terlihat segar “Baiklah aku siap”

Jam menunjukkan pukul 06.00, Amber menatap pintu kamar Krystal “Pasti penyihir itu masih tidur, seharusnya dia yang melakukan hal ini bukan aku, sungguh menyebalkan” gerutu Amber.

Amber turun dari tangga bersiap-siap untuk sarapan, semua pelayan melihat Amber dengan tatapan takjub dan tak percaya. Amber menatap mereka heran “Wae? apa ada yang aneh” tanya Amber.

“Tidak tuan muda, hanya saja kau begitu tampan” puji pelayan.

Amber hanya tersenyum “Aku tahu itu”

Amber terlihat begitu sempurna dengan tampilan serta pakaiannya, Amber benar-benar terlihat seperti anak pewaris kaya raya.

Setelah selesai sarapan dengan roti dan susu, Amber berjalan menuju pintu utama rumah Jung, Amber berdiri dengan salah satu pegawai Jung yang berkewarganegaraan asing.

Wajah Amber terlihat cemas, ini untuk pertama kalinya Amber akan datang ke perusahaan terbesar di Asia, Daniel berusaha menenangkan Amber yang gugup sambil menunggu mobil datang. Semua pelayan berusaha menengakan Amber dan mengatakan kepada Amber bahwa semua akan baik-baik saja

C5w5wDEU8AEVGL8.jpg

(Maaf kalo editannya masih berantakan hehehe maklum masih pemula)

Mobil Amber sudah datang, pelayan membukakan pintu untuknya “Silahkan masuk Tuan muda Amber” Amber melangkah masuk kedalam mobil bersama seketaris Kim.

Selama di perjalanan Amber hanya diam tak bicara, Amber terlihat gugup. Amber tak bisa membayangkan bagaimana dia harus menghadapi ratusan pegawai yang berada di perusahaan Jung terlebih lagi Amber tidak menguasai apa-apa.

“Tenanglah, aku berada disampingmu, kau tak perlu khawatir” ucap Tae berusaha menenangkan Amber yang berada di sampingnya.

Tak lama kemudian Amber telah sampai di depan gedung utama Jung’s Corp. Amber menatap gedung pencakar langit tersebut dengan tatapan takjub.

Seorang pelayan membuka pintu mobil Amber, Amber menghela nafasnya. Kakinya melangkah keluar dengan Seketaris Kim yang berdiri di belakangnya.

Amber melangkah masuk dengan disambut oleh seluruh pegawai, merasa tak enak Amber membungkukan badanya juga sebagai saling menghormati “Annyeong haseyo”

“Annyeong haseyo” bungkuk Amber lagi yang membuat seluruh pegawai menjadi takjub kepada Amber.

Seketaris Kim segera membawa Amber ke lantai atas “Ting” suara pintu lift terbuka dan Amber melangkah keluar menuju ruangan.

“Annyeong haseyo” Bungkuk seorang pria kepada Amber.

“Annyeong haseyo” balas Amber.

“Dia adalah Kim Bo Kyung, dia adalah Manager utama sekaligus penanggung jawab disini. Kau akan sering bertemu dengan beliau” Senyum seketaris Kim.

“Pak Kyung, anda sudah tahu buka siapa Amber?”

“Tentu seketaris Kim”

Seketaris Kim mengangguk “Tuan muda Amber, silahkan ikuti saya” Amber mengikuti Tae untuk masuk kedalam ruangan yang cukup besar.

Ukx5uyj.jpg

(Seketaris Kim Taeyeon)

“Duduklah, kau ingin minum sesuatu?” tawar Tae.

“Susu coklat” ucap Amber dengan menyederkan kepalanya ke sofa.

Setelah memesan, Tae membawa beberapa dokumen “Bacalah” Tae memberikan beberapa dokumen dengan duduk disamping Amber.

“Apa ini?” bingung Amber.

“Kau harus membacanya, jam 10 nanti kita ada rapat”

Amber seketika kaget “Mwo rapat? apa kau sudah gila”

“Ini harus, ini adalah rapat seluruh dewan direksi. Kau akan kukenalkan sebagai tunangan Krystal dan kau akan ikut campur tangan dalam segala hal perusahaan Jung atas perintah Jung Sajanim. Ingat, kau adalah orang yang berpengaruh setelah Jungs” Amber mengacak-acak kepalanya, Amber tak menyangka dia akan masuk kedalam lubang yang dalam.

Di tempat lain Jung’s House

Krystal berhenti di depan mobilnya, matanya menangkap motor Amber yang masih terparkir di teras rumah “Dimana llama bodoh itu?” tanya Krystal.

“Ne?”

Krystal menatap dingin pelayannya “Aku bilang dimana llama bodoh itu?”

Pelayan itu ketakutan “Maksut nona muda adalah tuan muda Amber? ehm tuan muda Amber sudah pergi dari pukul 6 pagi tadi nona muda”

Krystal mengerutkan alisnya “Mwo? pergi kemana dia”

“Tuan muda Amber pergi bersama seketaris Kim menuju Jung’s corp”

“Ke perusahaan? buat apa”

“Maaf aku tidak tahu nona muda Jung”

Krystal terlihat berfikir “Mengapa dia ke perusahaan kakek?”

10.15 PM

Amber berjalan ke atas dengan wajah yang begitu lelah, 10x lebih lelah daripada dia sekolah. Mata Amber sudah merah karena mengantuk dengan jalannya yang malas-malasan.

Amber menghentikan langkahnya, mendengar tawa seorang yang dia kenal “Mengapa kau tertawa, apa ada yang lucu” ketus Amber.

Krystal menutup bukunya dengan duduk di sofa ruang tengah “Kau terlihat buruk sekali”

“Seharusnya kau yang melakukan semua ini, kau yang pewarisnya mengapa aku yang tersiksa” keluh Amber.

Krystal berpangku tangan menatap Amber yang berdiri di depan pintunya “Benarkah, aku tak peduli”

“Haish menyebalkan sekali”

“Lagi pula kau harus melakukannya jika tidak kakek akan marah padamu”

Mendengar kata-kata itu membuat Amber tambah lemas, tentu saja dia harus mengikuti semua perintah Jay Jung karena hidupnya bergantung pada Jay “Sudahlah aku ingin tidur”

Krystal bangun dari tempat duduknya “Hei! apa kau akan datang pada akhir pekan nanti, aku yakin akhir-akhir ini kau akan sibuk”

Amber menatap Krystal “Memang kenapa? apakah kalau aku tidak ikut kau akan sedih dan merindukanku?” senyum Amber.

Krystal tersenyum tipis “Aku tidak ingin membuang waktuku!” Krystal pergi ke kamarnya dan Amber hanya tersenyum “Mana mungkin aku tidak ikut Krystal Jung”

Next day Empire School 02.35

Jam pelajaran sedang dimulai, murid-murid terlihat serius dalam belajarnya tetapi tidak dengan Amber yang hanya berpangku tangan memainkan pena hitamnya “Gongjunim, aku tidak sabar untuk hari esok akhirnya bisa liburan juga” ucap Amber yang duduk dibelakang Krystal.

“Aku harap saat di Jeju kau tak merepotkanku! aku tahu aku sudah berjanji tapi…”

Krystal membalikan badannya, tangannya melempar kertas tepat di wajah Amber “Haish wanita ini mengapa kasar sekali” cibir Amber.

Amber membuka kertas yang dilempar Krystal “Apa kau tidak bisa diam stupid llama?” Amber tersenyum membacanya.

“Tidak bisa, aku benar-benar merasa bosan. Apa kau tidak bosan? oh iya aku sudah menyiapkan list tempat-tempat indah yang akan kita kunjungi bila ada waktu kosong, kau tahu bukan saat acara tunangan kita kemarin kita tak sempat liburan kemana-mana”

Krystal tak lagi menyenderkan tubuhnya di bangku dan menatap papan tulis, Amber menatap cincin yang selalu dia pakai “Aku rasa Jeju menyukai kita, oh iya bagaimana kalau pulang nanti kita membeli kacamata atau membeli sesuatu yang baru. Aku yang traktir kamu, tenang saja gongjunum” senyum Amber.

Krystal kembali melemparkan kertas “Tidak”

“Tok Tok Tok” pelajaran seketika terhenti karena salah satu staf sekolah masuk dan berbicara kepada guru mereka, guru mengangguk-angguk dengan menatap Amber.

“Amber Liu” semua menatap Amber tapi tidak dengan Krystal.

“Ne”

“Segera ke ruangan kepala sekolah” Amber bangun dari tempat duduknya “Dan bawa tasmu juga” Amber terlihat bingung, Amber merapihkan seluruh buku dan alat tulisnya.

Amber berjalan menuju depan kelas, Amber menatap Krystal. Tatapan Krystal seketika menjadi dingin dan tak mau menatap Amber.

Amber segera keluar kelas dan berjalal menuju ruangan, baru setengah berjalan “Tae?”

“Ayo ikut aku” ajak Tae.

“Mau kemana kita?”

“Ke perusahaan, ada rapat yang harus kau datangi” Amber menghela nafasnya, Amber tak tahu harus senang atau sedih karena dia tak belajar.

“Sudahlah, kau hanya cukup mendengarkannya saja. Bukan rapat yang besar, tidak perlu khawatir” ucap Tae.

“Bukannya khawatir hanya saja aku malas” ucap Amber.

Jung’s House 11.02 PM

Amber POV

Ku buka blazerku, sedikit melepas kancing kemeja putihku. Aku merasa lelah, aghhh aku benar-benar bisa gila.

Sedikit ku pijat kepalaku, kakiku menuju kamar tak sabar untuk berbaring di tempat tidurku.

Hmm, langkahku terhenti saat melihat Krystal yang sedang duduk dengan buku di tangannya. Sepertinya dia sedang tidak ingin dikamar, aku berjalan mendekatinya dengan blazer di tanganku “Kau menungguku lagi?” aku sedikit menggodanya, dan ntah mengapa wajahnya memerah. Haha aku suka sekali melihatnya seperti ini

“Jangan berharap terlalu tinggi Amber Liu” aku hanya tersenyum mendengarnya, sudah dua hari ini aku tak bicara padanya dan selalu sekolah setengah hari, aku tidak ada waktu untuk menggodanya.

“Buku apa yang kau baca?” tanyaku padanya. Haish malah diam, Aku tersenyum dan duduk disampingnya “Ya apa yang kau lakukan!”

“Tidak ada, apakah aku tidak boleh duduk disini? disampingmu” hahaha tatapanya lucu sekali.

“Tidak! duduk saja di sofa lain!” ketusnya.

“Tidak mau, aku ingin duduk disini” tatapku padanya.

“Pergilah! kau bau” aku mencium badanku.

“Aku tidak bau, aku wangi, niii” aku mendekatkan tubuhku padanya tapi sialnya penyihir ini memukul kepalaku “Aw!” aku mengosok-gosok kepalaku “Mengapa kau kejam sekali!”

“Itu pantas untukmu” cibirnya yang kemudian bangun dari sofa, haish padahal aku masih ingin menggodanya “Kau mau kemana? mengapa cepat sekali tidurnya” ucapku.

Dan penyihir itu menatapku dengan tatapan yang luar biasa dingin hingga membuatku mengigil “Istirahat, besok bukankah hari akhir pekan sekolah”

What?!!

“Aku harap kau tak lupa, jika kau lupa. Kau tak akan bisa melihat matahari lagi” Krystal menatapku dengan tajam dan pergi begitu saja.

Aaaaghhh sial!! Krystal bisa membunuhku, aku yang mengajaknya tapi aku malah tak bisa! Besok aku ada rapat jam 8 pagi dan tak mungkin dibatalkan! bagaimana ini, aghh mati aku!

Author POV 

Sekolah sudah ramai, semua murid berkumpul di aula besar. Krystal terlihat bersama sahabat-sahabatnya tapi tidak dengan wajah yang senang “Soojungie, apa kau tidak apa-apa?” khawatir Luna.

“Aku hanya sedikit ngantuk” senyum Krystal.

“Oh iya, dimana Amber?” tanya Vic.

“Mati” jawab kesal Krystal.

“Ayo anak-anak bersiaplah!” teriak guru.

Krystal dan yang lainnya bersiap-siap untuk naik bus menuju bandara untuk menuju Jeju, sebelum naik bus mata Krystal melirik sana sini, hatinya terasa kesal!

11.09 PM Gimpo International Airport

Semua rombongan kelas 3 sudah masuk ke dalam pesawat termasuk 4 walls yang sudah duduk di pesawat Korean Air

Krystal terlihat duduk di dekat jendela menatap jendela pesawat “Haish! mengapa aku begitu kesa! ini sudah kesekian kalinya aku tertipu olehnya! kalau tidak bisa pergi mengapa dia berjanji dan membujuku untuk pergi. Kalau seperti ini jadinya lebih baik aku dirumah saja” batin Krystal.

“Mengapa pesawatnya belum berangkat juga?” ucap Luna yang duduk disamping Krystal tapi Krystal menghiraukannya.

Bukan hanya Luna yang komplen, mengapa pesawat terlambat tapi hampir semua penumpang menjadi bingung dan marah. Suara semakin ramai, jadwal penerbangan terlambat 2 menit.

“Wuuuuu!!!” semua penumpang bersorak seperti menyoraki seseorang. Krystal tak memperdulikannya dan masih menatap jendela pesawat.

Seorang yang terlambat itu hanya tersenyum sambil meminta maaf kepada penumpang karena dirinya pesawat menjadi delay, langkah kakinya menuju tempat duduk 11F dengan membawa tas ransel serta tiket di tangannya. Nafasnya menggebu-gebu karena lelah.

Langkahnya berhenti tepat disamping Luna, Luna hanya diam menatap yeoja berambut pendek itu. Yeoja itu tersenyum pada Luna dengan senyuman khasnya.

C51tmqLVMAEcIlY.jpg

(Seperti ini Amber saat telat naik pesawat untuk menyusul Krystal hehe)

“Luna bisakah kita bertukar tempat duduk?” senyumnya pada Luna, dan Luna bangun dari tempat duduknya dan mempersilahkan yeoja itu duduk disamping Krystal. Krystal tidak tahu bahwa teman duduknya sudah berganti orang, yeoja itu menatap Krystal dengan tatapan penyesalan.

Masih tidak menyadari keberadaannya, yeoja itu menoel-noel tubuh Krystal dengan telunjuk “Hei Hei”

Masih tak merespon “Hei Hei, apa yang kau pikirkan”

Krystal terlihat kesal dan kepalanya menghadap yang menoelnya “Lun…..”

“Hai” senyum lebarnya.

“Ya!!!!” tunjuk Krystal ke wajahnya “Sejak kapan kau disini!”

“Ehmmm sudah lama sekali” senyumnya.

“Pergi sana! aku tak mau melihat wajah llama mu itu!” kesal Krystal.

Amber tersenyum “Biane, kau tahu bukan aku benar-benar sibuk tapi sesibuk apapun itu kau tetap yang paling utama bagiku. Apa kau tidak tahu pengorbananku? apa aku tidak tahu aku harus berlari di bandara yang besar ini hanya untukmu” ucap Amber.

“Aku tak merkasut untuk mempermainkanmu, percayalah. Maafkan aku princess” senyum Amber.

Krystal menatap Amber “Dengan satu syarat”

“Apa?”

“Kau harus membawa semua koper-koper serta perlengkapanku”

Amber tersenyum lebar “Siap nona muda princess Krystal Jung” senyum Amber.

Krystal menatap Amber, bibirnya tak terlihat tersenyum tapi hatinya begitu senang karena Amber berada disampingnya.

“Aneh, sungguh aneh. Aku tak paham dengan perasaanku. Kau membuatku marah tapi kau juga yang membuatku gembira” batin Krystal.

Di tempat lain.

San Francisco 11.35 PM 

Terlihat seorang wanita anggun dengan ponsel di telinga kanannya, menelfon dari kejauhan dengan pemandangan indah lewat kaca apartment mewah miliknya “Bagaimana?”

“Sepertinya mereka sudah memulainya” jawab seorang namja dari kejauhan

Yeoja yang terlihat  tua namun masih terlihat menawan itu menarik sudut bibirnya “Benarkah, haruskah aku?”

“Kau tidak akan membiarkan semua ini bukan?” jawab pria misterius.

Yeoja itu tersenyum dengan meminum segelas wine di tangannya “Tentu saja tidak” dengan senyum dibibir merahnya.

“Kalau begitu kapan kita akan memulainya nyonya besar?”

Dia menatap gedung-gedung bertingkat dengan lampu yang indah “Secapatnya”

“Secepatnya aku akan kembali ke Korea”


Hehe maaf updatenya lama.