Someday 17

Aku tidak tahu apa yang dipikiran Jessica saat ini, bagaimana bisa aku dan Jessica bergabung makan malam bersama Kai dan Krystal? bukankah ini sungguh canggung.

Aku menyederkan tubuhku di sofa, mataku melihat ke arah Jessica yang sedang memilih menu makan malam. Aku tak ingin meluruskan pandanganku ke depan, jangan tanya alasannya kenapa karena Krystal duduk di depanku.

“Aku ingin memesan steak and chesee mushroom sauce, bagaimana denganmu?”

“Aku juga sama denganmu” senyumku pada Jessica.

“Tolong di buat dua” ucap Jessica pada pelayan.

Suasana menjadi sedikit canggung, aku sedikit melirik ke arah Jessica yang santai-santai saja. Aish wanita itu.

“Apa kalian sedang berkencan?” seketika telingaku menjadi sangat tajam ketika Kai bodoh itu bertanya pertanyaan itu pada kami, dan ditambah dengan wajahnya yang ingin sekali ku hajar!

Aku melirik ke arah Jessica, seperti biasa Jessica tersenyum santai. Aku rasa mungkin dia sudah dewasa dan bisa mengerti pertanyaan bodoh itu “Aku dan Amber berteman, dia adalah teman pertamaku di Korea” aku mengangguk dengan ucapan Jessica.

“Ehm begitukah? kalian terlihat begitu cocok, betulakan Krystal?” aku melihat tangan Kai yang merangkul erat pundak Krystal. Aku sedikit meliriknya, sepertinya Krystal sedikit risih. Aku tahu Krystal bukan tipe orang yang suka dengan skinship.

“Aku rasa kalian yang berkencan” aku terdiam saat Jessica berakata seperti itu.

Kai tersenyum mengadap Krystal “Ya, kami berkencan” bangga Kai.

“Tapi… bukankah Krystal masih tunangan Amber” aishhh Jessica tolong hentikan ucapan mu itu!

“Aku tidak peduli, karena Krystal dan wanita itu tak saling mencintai. Lagipula bagaimana bisa yeoja dengan yeoja saling menjalin kasih. Bukankah itu terdengar aneh, dan Krystal tak akan melakukan hal bodoh seperti itu, selama ini Krystal hanya dipaksa untuk bertunangan” senyum sinis Kai.

“Jadi menurutmu… yeoja dan yeoja adalah sesuatu yang salah? aku pikir selama saling mencintai dan menjaga satu sama lain itu tak jadi masalah. Cinta tidak memandang siapa dirimu, cinta itu tak masuk akal. Cinta tak bisa dipaksa kemana kita harus mencintai seseorang, maupun itu yeoja atau namja. Percuma jika yeoja dan namja saling bersama tapi cintanya hanya sepihak, hanya sebuah keterpaksaan karena orang-orang sekitar maupun takut akan cibiran orang. Bila seperti itu aku akan menghadapinya, karena tak ada yang lebih baik selain dirinya di dunia ini. Orang-orang hanya bisa bicara tapi perasaan ini kita yang menjalani, aku harap kau dapat memahami kata-kataku” aku tertegun mendengar kata-kata Jessica, sungguh membuatku terhipnotis akan dirinya.

Krystal hanya diam dengan tatapan dinginya, sedangkan Kai masih merangkul Krystal. Tak lama kemudian makanan mereka dan makan dengan suasana diam. Sesekali Kai bersikap romantis untuk Krystal yang sedikit membuat Amber risih.

 

Makan malam sudah selesai, kami bersiap untuk pergi “Biar aku saja yang bayar, ini traktiranku lain kali kalian yang harus traktir” Jessica mengeluarkan kartu kreditnya.

Kami berempat berjalan keluar, Kai memegang tangan Krystal dan Jessica berdiri dekat di sampingku.

Ntah mengapa aku merasa baik-baik saja saat Jessica disampingku.

Aku membuka pintu mobil untuk Jessica “Aku senang bisa makan malam dengan kalian” senyum Jessica pada Krystal dan Kai tapi hanya Kai saja yang tersenyum lebar sedangkan Krystal hanya senyum seadannya.

“Hati-hati di jalan unnie” sopan Krystal.

“Kau juga, oh iya aku pinjam dulu Ambernya” senyum Jessica yang masuk kedalam mobil, aku hanya tersenyum kepada mereka.

Aku melihat Krystal sudah di tunggu oleh para pengawalnya, setidaknya aku merasa lega bila Krystal pulang bersama pengawalnya.

“Vroomm Vrooomm” mobil melaju meninggalkan Krystal dengan Kai.

Aku membawa mobil Jessica, aku tidak bisa membiarkan wanita yang membawanya. Maksutku aku hanya bersikap gentle saja hehe.

“Aku dengar kau sudah kembali ke perusahaan?”

Aku mengangguk dengan memperhatikan jalan “Aku sudah kembali, tuan Jay Jung yang memintanya karena kau tahu bukan Krystal tak bisa setiap saat datang ke perusahaan”

“Apa kau tidak ingin menemui tuan Jay Jung lagi?” tanyaku tanpa menatap Jessica.

“Aku ingin tapi ntahlah”

Aku menatapnya aneh “Bagaimana bisa seperti itu? apa kau tidak merindukannya? aku yakin tuan Jay Jung merindukanmu, aku melihat beberapa foto dari keluarga besar tuan Jay Jung. Aku melihat kau dan Krystal saat masih kecil dan juga orang tua kalian, begitu terlihat bahagia” senyumku, tapi ntah mengapa Jessica hanya diam. Apakah aku salah bicara? aku rasa Jessica tidak ingin menceritakan keluarganya padaku. Aish tapi aku penasaran!

Hmm lebih baik ku urungkan saja, melihatnya membahas tentang keluarga wajahnya terlihat sedih.

“Aku akan pulang naik taxi, jadi aku akan mengantarmu oke, Tidak ada penolakan. Aku tidak akan membiarkanmu membawa mobil malam-malam” Jessica hanya diam, apa aku sudah merusak moodnya?

Tdiak lama kemudian kami telah sampai, aku menghentikan mobil di parkiran aprtemen Jessica. Aku melepas seatbeltku dan melihat Jessica yang masih terdiam “Apa kau tidak apa-apa?” aku menatapnya dengan penuh khawatir, daritadi Jessica hanya diam.

“Aku hanya merasa bingung, aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat” ucapnya sedikit sedih.

Aku memutar badanku agar bisa melihatnya dengan jelas “Sica dengarkan aku, saat ini kau tidak perlu befikir apapun. Kau tidak perlu merencanakan atau berbuat sesuatu, yang kau butuhkan adalah kepercayaan, dan lepaskan semua beban hidupmu dan lihatlah nanti. Biarkan semuanya berjalan tanpa ada yang perlu kau khawtirkan” Jessica menatapku, bibirnya tersenyum sedikit. Pancaran matanya kembali bersinar.

“Kau sedang mencermahiku? apa kau tidak tahu bahwa aku lebih tua darimu hm”

“Apakah aku harus memanggilmu unnie?”

Jessica menunjukkan wajah kesal “Itu sungguh tak cocok denganmu”

“Hahaha, jadi bisakah kita turun sekarang? orang-orang bisa beranggapan bahwa kita sedang berkencan. Aku takut akan ada Dispatch yang memfoto kita” Jessica memukul lenganku, aku senang moodnya kembali lagi.

 

“Itu taximu” tunjuk Jessica, sebelum naix taxi aku melihat wajahnya memastikan dirinya tak sedih lagi.

“Wae? apa kau masih merindukanku” hahahaha wanita ini!

“Bye-bye” aku melambaikan tanganku, dan masuk ke dalam taxi.

 

“Terima kasih” ucapku pada supir taxi, aku berjalan masuk ke dalam rumah yang mewah ini. Jam menunjukkan pukul 9.48 PM

“Apa Krystal sudah pulang?” tanyaku pada salah satu pelayan.

“Nona muda Jung sudah berada di kamarnya” aku mengangguk dan meninggalkan pelayan tersebut.

“Kau sudah pulang” aku melihat Taeyeon yang datang menghampiriku.

“Ya”

“Kau mau minum?” Taeyeon memberikan sekaleng soda untukku.

“Tentu saja”

Glup Glup Glup waah segarnya!!”

“Minumlah pelan-pelan kau bisa tersedak” aku tersenyum lebar pada Taeyeon. Bagiku Taeyeon sudah seperti kakakku sendiri.

“Akhir-akhir ini kau terlihat begitu sibuk”

“Tidak juga”

“Lalu mengapa kau pulang malam terus?” tatapnya padakku.

Aku diam sebentar “Ntahlah, saat ini aku tidak betah di dalam rumah. Lebih menyenangkkan bila menghabiskan waktu diluar”

“Bersama sahabat-sahabat gilamu itu?”

Aku menggelengkan kepalaku “Tidak, kali ini dengan seorang yeoja cantik hahaha” ucapku dengan kembali meminum soda.

“Jessica?”

“Ahhh nde! Jessica Jung, oh bicara tentang dirinya aku yakin kau mengetahui banyak tentang dirinya” tatapku serius pada Taeyeon.

Taeyeon menghela nafasnya, menatap minuman kaleng di tangan kanannya “Tidak tahu”

“Aish jawaban apa itu! aku yakin kau mengenalnya dengan baik, kau menatapnya dengan berbeda”

Taeyeon menatapku “Itu hanya masa lalu”

“Jadi ceritakan padaku! aku ingin sekali menanyakkan hal banyak kepada Jessica. Aku merasa hubungannya dengan tuan Jay Jung tidak baik, di tambah lagi aku tidak pernah melihat kedua orang tuanya padahal Jessica adalah cucung pertama, bukan? aku melihat sebuah foto di ruangan tuan Jay Jung. Aku melihat kedua wajah orang tua Jessica, tapi sampai detik ini aku tidak pernah melihatnya, apakah mereka berada di luar negeri?”

“Kau bersyukur tidak menanyakkan hal itu pada Jessica” senyum tipis Taeyeon.

“Aku berusaha menahannya, jadi apakah kau mengetahui semua itu?” tanyaku penasaran, sungguh ini menjadi teka-teki bagiku sekarang.

“Seharusnya aku bisa menahanya untuk tetap disini, seharusnya dia tidak pernah pergi dan bertahan disini. Aku merasa kecewa pada diriku sendiri karena aku tak dapat melindungi dirinya” Taeyeon menghela nafasnya.

“Tapi apa dayaku, aku tidak bisa berbuat apa-apa selain melihat dirinya yang pergi. Wajahnya.. aku tak bisa melupakan saat terakhir aku bertemu dengannya. Airmatanya mengalir saat keluar dari rumah ini. Aku tak dapat menahan kekesalanku, aku merasa ini tidak adil. Apa yang salah dengan mereka?”

Aku memandang wajah Taeyeon, wajahnya menjadi sedih saat menceritakan tentang Jessica “Lalu, apa kau begitu dekat dengannya?”

Taeyeon mengangguk “Tentu, kemanapun dia berada aku akan selalu ada di belakangnya. Melindunginya dari apapun, seperti dirimu dengan Krystal” senyum Taeyeon.

“Aish tapi kan itu berbeda! aku terpaksa melakukannya dan kau… kau benar-benar dekat dengan Jessica” sontakku.

“Sudahlah, kau tidur saja”

“Aish apa-apaan! kau belum menceritakan semuanya Kim Taeyeon!”

Taeyeon menatapku tajam “Nanti juga kau akan tahu sendiri, cepat sana bersihkan dirimu dan tidur!”

Aish wanita ini! aku bangun dari duduk dan berjalan menuju kamar “Amber”

Aku menghentikan langkahku, menatap Taeyeon yang masih duduk dengan minuman kalengnya “Tolong jaga Jessica” senyumnya.

 

2 hari kemudian Empire School

Aku melihat Henry yang sedang sibuk menulis dan mempersiapkan beberapa perlatan untuk kemping besok “Apa kau yakin tidak ikut?”

“Tidak, aku ingin dirumah saja. Menikmati hari istirahatku” aku menyenderkan badanku di tempat duduk lapangan basket.

“Aku tahu alasanmu tidak ikut karena Krystal”

“Tidak” jawabku singkat.

“Sudah jujur saja!” aku hanya diam, sebenarnya apa yang dikatakan Henry benar. Aku tidak ingin ikut karena aku menghindari Krystal. Aku dengar bahwa Krystal akan ikut kemping tahunan, aku ingin menghindarinya. Lagipula aku yakin Krystal akan baik-baik saja karena 4 walls dan shinee ada bersamanya, jadi aku tak perlu terlalu khawatir.

Aku juga yakin Krystal ikut kemping tahunan karena aku tak ikut, jika aku ikut maka dia tidak akan ikut. Tentu saja dia menghindarku juga, aku tidak yakin sosok Krystal Jung akan ikut begitu saja pada acara ini.

At home 

“Vrooom Vrooomm” aku melepaskan helmku serta jaketku, aku baru saja pulang makan malam dengan Jessica, ntah mengapa akhir-akhir ini aku begitu dekat denganya dan tak bisa menolak ajakannya, aku bergegas masuk. Akan sangat menyenangkan karena besok aku bisa tidur seharian.

Saat aku masuk, aku melihat pelayan yang sibuk menyusun beberapa tas serta makanan. Aku rasa semua ini adalah persiapan Krystal untuk kemping besok. Hmmm dia ini mau kemping atau mau pindah planet?? heran sekali.

Aku melihat sekitar, sepertinya tuan Jay Jung tidak ada.

 

Next Day 

“Drrriiingg Drrrriiiinggg!!!!”

Aaaaghhhh!!! aku menjerit gila! ini sudah puluhan kalinya ponselku berdering! ingin sekali ku lempar tapi sayang karena aku baru membelinya.

Aku benar-benar sangat marah, benar-benar marah! aku mencari ponselku yang ternyta tertutup selimut sebelum mengangkat aku melihat jam yang menujukkan pukul 6 pagi.

Ini masih pukul 8 pagi! dan aku masih ingin tidur!!

Aku melihat ponselku, aku melihat 28 panggilan tak terjawab dari Henry. Ada apa ini?

Ponselku kembali berdering dan tak butuh berfikir aku langsung mengangkat  panggilan dari Henry gila ini!

“YAKKK!!! APA KAU TIDAK TAHU AKU SEDANG TIDUR, APA KAU INGIN MATI!!” teriakku kesal.

“Aish mengapa kau marah-marah! aku ada berita buruk!!” Berita buruk?

“Berita buruk apa?! bukankah saat ini kalian sedang bersenang-senang!”

“Aku ingin memberitahu dirimu bahwa Kai ikut dalam kemping tahunan!” mendengar nama orang itu aku menjadi sadar dari kantukku.

“Apa?!! bagaimana bisa, bukankah nama dia tak terdaftar kemarin!”

“Ntahlah, tiba-tiba dia datang bersama anak-anak EXO. Ini akan menjadi bencana besar Amber!” panik Henry.

“Aish aku tidak peduli!”

“Apa kau tidak khawatir dengan Krystal? kita akan berkemah di tengah hutan dan sungai”

“Aku katakan aku tidak peduli padanya! dia bisa menjaga dirinya sendiri, sudahlah aku ingin tidur lagi!” aku mematikan sambungan, melempar ponselku dan kembali berbaring.

Aku mencoba kembali tidur, berusaha memejamkan mataku

1 menit

2 menit

3 menit

“Aaaaagghhh!!” aku mengacak-acak rambutku, aku tak bisa tidur lagi! aku menjadi begitu gelisah dan khawatir, mungkin?

Aku bangun dari tempat tidurku, melangkah keluar kamar. Aku menatap pintu kamarnya, aish untuk apa aku memperdulikannya! lagipula dia bisa menjaga dirinya sendiri terlebih lagi ada sahabat-sahabatnya tapi mendengar nama Kai dan Exo…..

“Aish!!” aku berjalan menelusuri ruangan “Selamat pagi tuan muda Amber” mataku menatap sana sini.

“Apa kau melihat Taetae?”

“Ada apa kau mencariku?”

Aku menghampirinya “Apa kau mengirim pengawal ke kemping tahunan Krystal?”

Taeyeon menatapku aneh “Aku tahu Krystal adalah seorang anak pewaris, tapi aku tahu dimana aku harus mengirim pengawal atau tidak Amber. Kemping sekolah adalah acara sekolahnya, mana mungkin para pengawal menglilinginya selama perkemahan”

Aghh aku menggaruk-garuk kepalaku, benar juga kata Taeyeon! jadi….

Taeyeon tersenyum “Aku akan siapkan mobil, kau bersiap-siaplah dan bawa beberapa baju. Kau tidak bisa membohongi dirimu” aku menatap Taeyeon. Huffhh sial! seharusnya aku saja yang ikut dan Krystal tetap tinggal. Kalau begini aku yang repot, jika ada apa-apa tuan Jay Jung aku memotong leherku.

Dengan cepat aku naik ke atas dan siap-siap untuk pergi menyusul mereka.

 

11.19, aku sudah berada di jalan. Aish mengapa tempatnya begitu jauh! aku menyenderkan kepalaku di kursi mobil, aku sudah membawa beberapa perlengkapan seadannya seperti sepatu, baju, jaket, dll. Aku yakin Henry sudah menyiapkannya jadi aku akan meminta bantuannya saja.

Aku melihat ponselku, jaringannya begitu sedikit. Mengapa kemah harus di ujung dunia seperti ini!

 

Author POV Sedangkan di tempat Kemah….

Semua murid sedang menaruh barang-barangnya di tenda, tenda perempuan dan laki-laki dipisah dengan jarak yang cukup jauh.

Susana perkemahan sangat begitu sejuk karena berada di tengah hutan yang hijau. Suasana begitu tenang dan damai di tambah lagi terdengar suara air yang tak jauh dari perkemahan.

Krystal membaringkan tubuhnya di tempat tidur, Krystal terlihat lelah dan jujur saja tidak ingin ikut “Aku tahu alasannya mengapa kau ikut kemah” goda Luna.

“Aku ingin tidur” Krystal memejamkan matanya pura-pura. Saat ini Krystal satu tenda dengan Sulli, Luna dan Victoria. Seharusnya satu tenda terisi 6/7 orang tapi karena 4 walls adalah anak-anak yang kaya raya maka tenda mereka di pisahkan.

“Sebenarnya aku ingin bergabung dengan teman-teman yang lain” keluh Sulli.

“Kalau kau tidak suka keluar saja” dingin Krystal. Tentu saja mereka ingin bergabung dengan yang lain tapi mereka memaklumi sifat dari Krystal yang tak mudah dekat atau membaur dengan orang lain.

“Haha sudah-sudah, bukankah nanti malam ada acara api unggun. Kita bisa berkumpul dengan yang lainnya” tambah Vic.

“Benar, aku merindukan Minho oppa” senyum Sulli.

“Aish wanita ini” lirik Luna.

“Cepatlah bergegas, setelah ini kita akan ada acara memasak bersama” ucap Vic yang baru saja memberskan barang-barangnnya.

“Baik ketua tim!” semangat Luna dan Sulli. Vic menjadi ketua tim wanita sedangkan Henry Pria.

Jam menunjukkan pukul 4.33, semua murid sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing. Para namja sibuk dengan kayu bakar, kursi, dan perlatan berat lainnya sedangkan para yeoja sedang sibuk memasak dan merpihkan meja untuk makan bersama.

Suasana sore hari semakin indah dan menjadi dingin, membuat Krystal hanya duduk-duduk santai di kursi “Yak princess! bantulah kami” teriak Luna yang sedang memasukan daging ke tusukan.

“Aku malas, aku ingin tidur” Krystal masih memejamkan matanya, udara di tengah hutan seperti ini membuat Krystal ingin terus tidur.

Saat Krystal mulai ingin tertidur, tiba-tiba suaranya mendengar kebisingan, terdengar suara-suara yeoja yang saling berbisik satu sama lain serta sedikit berteriak.

“Aish ada apa ini, mengapa berisik sekali!” ucap Krystal yang masih memejamkan matanya.

“Benarkah? aku kira dia tidak akan datang, kalau begitu aku jadi semangat akan kedatangannya!” murid 1.

“Untung saja dia yeoja, jadi dia satu bagian bersama kita!” murid 2.

“Aku harap dia satu tenda bersamaku!” murid 3

Krystal menjadi kesal, apa yang mereka bicarakan terdengar di telinganya.

“Sepertinya… sepertinya temanmu itu tidak ingin membantu, jadi aku saja yang bantu” Krystal mengerutkan dahinya, suara yang baru saja bicara itu tak asing bagi telinganya.

“Dengan senang hati…. Amber” dengan cepat Krystal membuka matanya, kalimat terakhrir yang diucapkan Luna membuat dirinya sadar 100%

Krystal membuka matanya, matanya berkedip berkali-kali. Memastikan Amber berada di depan matanya bersama murid-murid lain.

Krystal bangun dari tempat duduknya, menatap Amber yang membantu Luna dan murid-murid lain.

“Oh kau sudah bangun” ucap Luna terhadap Krystal yang masih terdiam.

DE2pv9MVYAAhbYO.jpg

“Aku pikir kau tidak akan bangun sampai malam nanti” senyum Luna.

 

Krystal POV

Apa yang dilakukan bodoh itu disini? bukankah dia tidak ikut dalam perkemahan? aish kalau begitu ini sama saja. Kalau tahu seperti ini, lebih baik aku diam dirumah!

Aku melirik kanan dan kiri, semua yeoja disini sedang membicarakan llama bodoh itu dan berharap satu tenda dengannya. hmh jangan harap dia satu tenda denganku!

“Soojung kau mau kemana?” aku melirik ke arah Luna.

“Ke tenda”

“Yang benar saja? apa kau ingin tidur lagi, lagipula di tenda tidak ada siapa-siapa terlebih lagi hari mulai gelap! apa kau ingin pergi sendirian kesana” aku menghela nafasku, yang dikatakan Luna benar juga.

“Amber! kau datang” aku melihat vic unnie yang begitu senang melihat Amber, sebenarnya bukan hanya Vic unnie tapi hampir seluruh yeoja disini kegirangan. Aku pikir mereka akan membenci Amber saat mengethui indetitas sebenarnya.

7.36 PM

Aku hanya duduk, menatap beberapa namja serta llama bodoh itu yang berusaha sedang menghidupkan api unggun. Lebih baik mereka cepat menghidupkan api unggun karena cuaca semakin dingin.

Sedangkan di sisi lain aku melihat murid-murid yeoja yang mempersiapkan makan malam dan aku…. hufh aku terlalu lelah untuk melakukan semua itu.

“Waaaahhh!!” aku terkejut melihat mereka yang berhasil menghidupkan api unggun, waaah begitu indah dan hangat. Aku menggosok-gosokan tanganku, aku sedikit lebih dekat dengan api unggun. Waaah hangatnya…..

Tidak lama kemudian aku melihat mereka yang mulai membakar beberapa daging dan makanan lainnya. Aku benar-benar lapar.

Aku berjalan menuju Vic unnie yang sedang memanggang daging “Unnie, apakah masih lama?” ucapku dengan sedikit aegyo hehe.

“Tunggulah sebentar lagi” aku mengangguk lemas.

10 menit kemudian makanan sudah siap, dengan cepat aku memakan daging yang sudah selesai di panggang “Waaah enak sekali!”

“Makanlah pelan-pelan” aku terkejut saat Kai datang menghampiriku, jujur saja aku tak mengira Kai akan ikut dalam perkemahan ini.

“Apa kau sudah makan?” tanyaku padanya.

“D.O sedang mengambilkannya untukku” senyumnya.

Tak lama kemudian aku melihat rombongan Shinee datang, untung saja jarakku cukup jauh dari mereka yang sedang menyapa Vic unnie dan Sulli. Mereka sedikit mengborol dengan menyatap BBQ, begitu juga dengan si stupid yang asik makan bersama Shinee dan sahaba-sahabatku.

Suasana perkemahan semakin ramai, semua murid sedang menikmati makan malam mereka bersama. Setelah dirasa selesai makan malam, Henry dan Vic meminta kami untuk melingkari api unggun dengan alas duduk yang sudah disiapkan. Aku duduk bersama Luna dan Sulli sedangkan…. apakah aku harus menyebutkannya juga? hufhh sedangkan si bodoh itu duduk bersama sahabat-sahabatnya di sebrang sana, tentu saja Shinee tetap menjadikan Amber sebagai sahabat mereka. Dan di sisi lain EXO duduk tak jauh dariku.

Henry dan Vic unnie berdiri di tengah-tengah, malam ini begitu indah. Malam ini juga begitu terang karena bulan dan bintang yang menerangi kami.

Henry dan Vic unnie mulai membuka acara kami, mereka sedikit menjelaskan rangkaian acara malam ini.

“Malam ini bagi kalian yang ingin bernyanyi kami persilahkan terutama jika salah satu dari kalian ada yang ingin menyatakan cinta, maka ini adalah momen yang tepat!” seru Henry yang dibalas meriah oleh murid-murid kelas 3.

“Hahaha kalian tahu bukan bahwa ini adalah tahun terakhir kita, kalau bukan malam ini lalu kapan lagi! ayo cepat nyanyikan sebuah lagu atau pernyataan cinta pada seseorang yang kalian sukai!” semangat Henry.

“Aku!” semua terkejut saat salah satu anggota Shinee berdiri dengan penuh percaya diri.

Semua menjadi bersorak, namja tampan itu melangkah penuh percaya diri menuju Henry dan Vic “My brother hahahaha!” Henry memeluknya.

“Jadi kau ingin mengatakan sesuatu, Onew?” tanya Vic. Onew mengangguk percaya diri, semua murid menunggu aksi dari Onew.

Aku memperhatikan Onew yang berdiri di tengah-tengah Henry dan Vic unnie, aku rasa malam ini akan menarik “Ehmm pertama-tama kau sangat setuju dengan apa yang dikatakan Henry, aku rasa ini adalah moment yang tepat untuk menyatakan cintaku padanya yang selama 7 tahun ini aku pendam” seluruh murid bersorak gembira dan Onew terlihat malu-malu. Lucu sekali.

“Waah jadi kau menyukainya selama 7 tahun?” tanya ulang Vic unnie.

7 tahun? apakah…….. aku segera melirik Luna unnie.

“Aku.. aku benar-benar menyukai saat pertama kali kami bertemu, dia berbeda dari yeoja lainnya. Aku benar-benar terpesona akan hatinya yang mulia, aku rasa tak semua orang memiliki hati lembut seperti dia. 7 tahun waktu yang sangat lama, aku rasa aku tak dapat menahan perasaanku lagi padanya” Onew melangkahkan kakinya, mendekat ke arah kami…

Aku melihat wajah Luna unnie yang sedikit malu-malu hahaha benar-benar menarik “Park Sunyeong” Onew mengulurkan tangannya kepada Luna, berharap Luna dapat meraih tangannya dan……

“Waaaaaaaaahh” semua murid bersorak melihat Luna yang menerima genggaman Onew. Onew membawanya ke tengah-tengah dan menyatakan perasaanya pada Luna yang terlihat grogi.

“Maukah kau menjadi kekasiku”

“Terima, terima terima!!”

Luna mengangguk pelan, dan mengatakan ingin menjadi kekasih Onew. Henry dan Vic menghampiri mereka “Aigooo pasangan baru yang hangat! mengapa kalian tidak berpelukan!” goda Henry yang membuat semua tertawa.

Stidaknya aku tak terlalu menyesal untuk mengikuti perkemahan tahun ini “Luna unnie selamat!!! akhirnya kau tidak single lagi” godaku yang langsung memeluknya.

“Soojungieee” Luna meletakan tanganku di jantungnya, hahaha jantung berdebar kencang.

“Haha tidak apa unnie! Onew adalah orang yang baik dan kalian adalah pasangan yang cocok” tambah Sulli yang memeluk Luna juga.

Acara kembali berlanjut “Baiklah-baiklah siapa lagi diantara kalian yang ingin menyatakan perasaan!”

“Aku” dan seketika semua bersorak, tak menyangka yeoja cantik setelah 4 walls itu berdiri. Kulit putihnya masih terlihat di dalam kegelapan, dirinya melangkah dengan memainkan rambutnya.

“Aku ingin menyatakan perasaanku”

“Tentu saja! jadi apa yang ingin kau katakan, Irene?” semangat Vic. Seluruh namja menjadi ribut, melihat yeoja idaman mereka berdiri di tengah-tengah.

“Ehmm mungkin ini terdengar gila tapi aku rasa aku tidak dapat menyembunyikan rasa kagumku padanya, atau mungkin rasa sukaku padanya” wajahnya terlihat malu-malu, aku hanya menatapnya dingin. Apa yang akan dia lakukan? bagaimana mungkin yeoja menyatakan cinta pada namja.

“Jadi siapakah namja beruntung yang meluluhkan sosok Irene?” tanya Henry.

Irene tersenyum “Sebenarnya dia bukan namja” seketika semua menjadi ribut. Bukan namja??

“Dia adalah yeoja, yeoja tampan dengan sifat cerianya. Aku mungkin sudah gila, mana mungkin aku bisa menyukai seorang yeoja tapi bila di pikir-pikir yeoja mana yang tak akan menyukai Amber Liu”

Mataku langsung mengarah ke Amber, Amber terlihat terkejut. Sahabat-sahabatnya menepuk pundak Amber dan memeluknya, sedangkan para namja terlihat iri pada Amber begitu juga para Yeoja.

Aku menatap Amber wajahnya terlihat malu-malu. Hish menyebalkan sekali!

Dengan gentle Amber bangun dari duduknya, menghampiri Irene yang terlihat malu-malu “Terima kasih Irene” senyum Amber yang membuat Irene malu-malu.

Aish!!! “Soojung, apa kau tidak apa-apa?” aku menatap dingin Sulli.

“Yak, mengapa kau terlihat seram sekali”

“Aku tidak apa-apa!” ketusku.

Sulli menatapku dengan menyenggolkan bahunya pada bahuku “Apa kau cemburu”

Aku menatapnya lebih tajam “Cemburu? haha kau pikir aku sudah gila”

“Tapi mereka terlihat cocok juga” angguk Luna.

Aish mengapa aku menjadi gelisah! dan juga mengapa mereka lama sekali hah!!

Aku melihat ke arah mereka, aku terkejut ketika Amber menatapku walaupun hanya sebentar.

Dan tiba-tiba…… “WOAAAAHHHH!!!” semua murid bersorak menggoda Irene yang tiba-tiba memeluk Amber.

Apa-apaan ini! mereka pikir dunia ini milik mereka berdua dengan berpelukan di depan orang banyak! “Woaaahh romantis sekali!!” ini lagi Sulli! mengapa dia terlihat begitu senang! aish seharusnya aku tidak usah datang ke acara gila ini!

Tak terasa acara pernytaan perasaan sudah berakhir, kini Henry dan Vic menyuruh kami berdiri dan mereka menghidupkan lagu yang romantis “Kali ini, untuk menikmati kebersamaan kita. Mari kita berdansa! aku yakin kalian sudah bosan dengan musik-musik keras jadi ku putar lagu yang romantis! nikmati malam kalian bersama orang terkasih!” gembira Henry.

“Sebelum kita berdansa bagaimana kita buka acara dansa kita dengan King and Queen tahun ini!!!” ucap Vic senang.

“Byuurrr!!” aku memuntahkan minumanku dan tersedak.

“Uhuk Uhuk Uhuk” 

“Soojungie! Apa kau tidak apa-apa??” khawatir Luna dan Sulli

“Aku tidak apa-apa”

“Mari kita sambut King and Queen kita!!” semua murid menyambut meriah malam ini. Apa-apaan ini.

Amber terlihat di dorong-dorong oleh Shinee “Kalian gila!” ucap Amber.

“Krystal Amber Krystal Amber Krystal Amber” mereka semua menyorak nama Krystal dan Amber.

Aku melihat Amber yang berjalan menuju tengah-tengah dengan kepala yang menunduk gelisah, dan…. “Aish apa-apaan kalian ini!” Luna dan Sulli mendorongku.

“Woowwwww!!!” sorak murid-murid, untung saja ini malam hari jika tidak wajahku dibuat malu oleh rangkaian acara gila ini.

Aku berjalan pelan, aku meliriknya dikit.

Henry sudah memutar lagu, dan mereka mulai berdansa. Luna dengan Onew, Henry dengan Vic dan Sulli dengan Minho.

Aku hanya diam, aku tidak tahu apa yang akan ku lakukan. Aku menatap bawah tak berani menatap lurus. Aku melihat kaki Amber yang ku rasa mendekatiku “Mari kita lakukan” dia mulai bicara. Apakah aku harus menatapnya? bagaimana ini, mengapa aku menjadi bingung.

Langkah kakinya semakin dekat, bahkan aku bisa merasakan aroma tubuh khasnya. Yak! mengapa aku merasa kepanasan.

“Jika tak kita lakukan maka murid-murid akan menganggap kita menghancurkan acara ini”

Aku tak ingin menjawabnya, aku hanya ingin diam. Aku tak sanggup bicara, bibirku seperti terkunci.

Aku memejamkan mataku kuat. Aku merasakan tangan Amber melingkar di pinggangku, aku merasakan hangat nafasnya, tangannya menggengam tanganku.

“Kita lakukan dengan cepat” bisiknya padakku. Aku di buat gila….

Amber mulai menggerakan langkah, aku mengikuti langkah Amber. Suasana semakin hangat, aku terus mengikuti langkah Amber. Tanganya memegang tanganku dengan lembut, tak sedikitpun Amber membiarkan aku jauh dari dirinya. Apa yang dia lakukan!! seharusnya tidak seperti ini.

“Dup dup dup dup!” apa jantungku ini tidak bisa diam! aku takut Amber dapat mendengarnya.

Detik demi detik aku menikmatinya maksutku aku menikmati musiknya..

Dan tak terasa pesta dansa berakhir, aku masih tak berani melihat ke arah Amber. Aku pergi begitu saja tanpa mengucapkan kata sedikitpun, aku tak tahu mengapa aku bersikap seperti ini. Apakah karena aku membencinya atau karena gugup di depannya?

Waktu menujukkan pukul 10.30 malam, aku berjalan menuju tenda bersama Luna dan Sulli untuk istirahat.

 

Amber POV

“YAK!!!” aaaghhh aku langsung menggosok-gosok telingaku dan memukul Jonghyun.

“Aku isa tuli!”

“Kau memang sudah tuli! kami memanggilmu lebih dari 100 kali tapi kau malah diam saja! aku pikir kau sedang kerasukan tapi aku rasa kau sedang memikirkan Krystal” goda Jonghyun dan yang lainnya. Aku rasa mereka sangat senang menggodaku.

“Dasar gila” gerutuku.

“Jadi apa kita akan satu tenda?” tanya Key.

Aku menatap heran “Wah satu tenda? ahaha aku rasa akan menyenangkan! kita akan begadang sampai malam!” seru Taemin.

“Hei hei! apa kalian lupa siapa aku hah?”

“Tidak peduli!” aish dasar namja namja bodoh.

“Kau masih disini?” aku terkejut saat Vic datang.

“Nde” jawabku.

“Kenapa masih disini? ayo cepat ikut aku”

“Mwo?” apa maksutnya.

Vic menatapku tajam “Kau tidak mungkin satu tenda dengan pria-pria tak waras ini” ahahaha aku tertawa mendengarnya “Mereka memang gila”

“Tapi.. aku akan di tenda siapa”

“Tentu saja tendaku” tendanya? tenda Vic? satu tenda dengan Vic berarti………

“Tidak tidak!!”

“Mengapa tidak?” heran Vic.

“Tentu saja tidak, karena ada Krystal di tenda kalian hahaha” goda anak-anak Shinee.

“Apa tidak bisa di tenda lain? bagaimana tenda Irene?” usulku.

“Semua tenda sudah penuh, hanya tendaku yang masih luas! ayo cepat ini sudah malam!” aish mengapa dia galak sekali.

“Ayo cepat Amber susul penyihir cantikmu itu hahaha” aish apa mereka tak bisa berhenti bicara! kalau tidak di tenda Vic aku bisa tidur diluar dengan cuaca yang dingin ini! aaghh mau bagaimana lagi “Arasso” aku mengambil taskku dan berjalan mengikuti Vic.

Saat aku berjalan aku melihat Kai, aku menghentikan langkahku. Mataku sedikit mengerucut. Apa yang dia lakukan malam-malam ini? dan buknkah itu arah menuju sungai? tidak mungkin dia buang air kecil karena disini sudah ada toilet.

“Ada apa?”

“Oh tidak ada apa-apa” senyumku pada Vic kemudian lanjut berjalan.

Akhirnya aku sampai di tenda 4 walls, aku menatap tenda mereka. Tenda macam apa ini? kalau tendanya seperti ini, ini namanya bukan berkemah! dulu di saat sekolah lama ku tenda yang ku buat sangat kecil, satu tenda kecil bisa 7 orang. Kalau sebesar ini bisa muat 10 orang! aish jadi ini perkemahan dan tenda anak-anak orang kaya!

nt1.jpg
“Mau sampai kapan kau berdiri disana?” aku menatap Vic yang tengah berdiri di depan tenda. Aish mau bagaimana lagi! “Baiklah” ucapku dengan melangkah mendekati tenda. Sebelum masuk tenda aku mendengar tawa gembira.

“Hahaha benarkah! lalu ceritakan lagi hal bodohmu itu Jinri!”

Aku melangkah masuk, aku melihat Luna, Sulli dan… penyihir itu. Mereka sedang asik berbincang dengan beberapa minuman hangat.

“Guys, kita kedatangan satu tamu baru di tenda ini” saat Vic bicara, mereka semua menatapku.

“Hyuungg!!” girang Sulli yang bangun dari duduknya dan menghampiriku.

“Koala!” senang Luna.

Sulli memelukku, haha Sulli sudah ku angga seperti adikku sendiri jadi tak masalah jika kami berpelukan, bukan?

“Wah kalau seperti ini kita bisa tidur sampai pagi!” senang Sulli.

“Minho akan marah padakku jika tahu kekasihnya tidak tidur” godakku.

“Jadikan ini rahasia kita berdua” senyum Sulli.

Aku melihat Luna yang tak henti tersenyum “Amber kau bisa menaruh barang-barangmu disana” aku mendengar arahan Vic, saat aku berjalan aku merasakan aura dingin tenda ini. Aku rasa itu adalah aura dari penyihir itu.

Aku meletakan taskku dan mengganti pakaianku dengan yang lebih hangat. Setelah selesai aku berjalan keluar, aku melihat mereka ber4 sedang bermain kartu “Yak kau kalah lagi!” tunjuk Vic ke Luna.

“Tidak! kau hanya salah lihat” elaknya.

“Hyung! bergabunglah dengan kami” ucap Sulli, apakah aku harus bergabung dengan mereka, bersama Krystal? aish seharusnya aku memakai baju yang lebih tebal dari ini.

“Ayo bergabunglah!” ajak Luna dan Vic, sudahlah lagipula aku tidak memikirkan tentang penyihir itu lagi.

Aku berjalan ke arah mereka, mereka tersenyum kepadaku kecuali penyihir dingin itu. Aku mengambil dudukku diantara Vic dan Luna sedangkan Krystal dan Sulli berada di depanku, kami duduk secara melingkar.

“Aku bosan bermain kartu, bagaimana kita bermain yang lain?” ucul Luna.

“Kira-kira apa? apa kau punya ide, Amber?”

Aku menggelengkan kepalaku ke arah Vic “Aku tidak tahu”

Sulli memasang senyuman di wajahnya, sepertinya dia memiliki ide “Bagaimana kalau kita bermain truth or dare!”

“Waaaahh ide brilian!!” saut Luna.

“Aku sangat setuju!” girang Vic.

“Lagipula ini adalah momen penting bagi kita untuk saling jujur atau melakukan hal lainnya!'” ucap Vic.

“Jujur apalagi, semuanya sudah kalian ketahui tentang diriku” tambah Luna.

“Tap ini berbeda! ini akan lebih menarik, kita juga tidak pernah memainkan permainan ini. Sebelum kita melakukan ujian akhir sekolah, tidak ada salahnya kita mengeluarkan isi hati kita masing-masing” senyum Vic.

Krystal terlihat diam “Bagaimana denganmu Soojungie?” tanya Luna.

“Terserah” singkatnnya.

“Lalu kau Amber?”

“Let’s do this” senyumku.

Aku melihat Luna yang bangun dari duduknya, ingin mengambil sesuatu di atas meja pojok. Tak butuh waktu lama Luna datang membawa sebuah botol kosong, Luna mulai duduk di sampingku dan menaruh botol kosong itu di tengah-tengah.

“Apa kalian siap?” Luna menatap kami semua.

Dan…. “Dreettt drett dretttt” botol itu berputar cukup cepat, ntah mengapa aku menjadi deg-degan haha. Aku belum siap menerima pertanyaan tak masuk akal serta perintah gila dari mereka.

“Dreettt dreetttt dreeettttt” semakin lama putaran botol semakin melambat, kami semua menanti kemana berhentinya botol kosong ini berputar. Dan…..

Botol kosong itu berhenti di depan….

“SULLI!!” wajah Sulli terlihat bingung dan sedikit kesal “Aagh mengapa harus aku yang pertama!”

“Lalu siapa yang akan memberikan tantangan?” tanyakku.

“Aku!” ucap Vic

“Choi Jinri, Truth or dare?” tatap Vic tajam.

Sulli menggaruk kepalanya karena bingung “Aaghh aku… Truth saja”

“Baiklah, kalau begitu aku akan memberikanmu pertanyaan yang harus di jawab dengan sujujur-jujurnya” Sulli mengangguk lemas.

“Describe how you orgaism feels?”

“Yak!! pertanyaan apa itu” wajah Sulli memerah.

“Hahaha” kami semua tertawa, mendengar pertanyaan nakal Vic.

“Jawab saja, lagipula kita semua sudah dewasa” santai Vic.

“Huffh baiklah, rasanya seperti….. seperti di atas awan. Kau melupakan segala yang ada di pikiranmu dan rasanya luar biasa saat kau sudah mencapai puncak!”

“Apa kau membayangi Minho oppa?” goda Luna.

Wajah Sulli memerah “Ehmmm sedikit, kau tahu bukan Minho oppa memiliki badanya yang sexy….”

“Dasar mesum hahahaha”

Botol kembali di putar, permainan semakin seru dengan pertanyaan gila mereka, kini botol berhenti di depan Luna.

Sulli menatap Luna “Jangan menatapku seperti itu Jinri!”

“Truth or dare” ucap Sulli.

“Truth!” tegas Luna.

“Ehmm kau ingin melakukan first kissmu dengan Onew oppa, dimana?”

Luna menghela nafas “Yak Jinri! kami bahkan baru berkencan dan belum saja sehari!”

“Jawab saja unnie”

“Ehmm aku ingin melakukannya di taman, aku pikir itu akan romantis” senyum Luna.

Botol kembali di putar,  dan kali ini berhenti di…..

“SOOJUNGIE!!”

Krystal memejamkan matanya dengan mengigit bibir bawahnya “Huffhhh menyebalkan”

Aku tersenyum simpul menatapnya “Baiklah, Truth or dare!!” tantang Vic.

Krystal sedang berfikir, menatap Vic dengan tajam “Aku pilih dare!”

“Ohh ayolah Soojung! apa kau yakin?” ucap Luna.

“Ya, aku tidak ingin mendengar pertanyaan gila kalian” tatapnya dengan menyilangkan lengannya.

“Ehmm baiklah, kalau begitu tutup matamu” pinta Vic. Vic bangun dari duduknya dan mengambil penutup mata yang di pasangkan pada Krystal.

Krystal berdiri dengan mata yang tertutup dengan penutup mata, Vic memintaku, luna dan Sulli untuk berdiri tak jauh dari Krystal.

“Baiklah tantangannya adalah, kau harus memilih satu diantara kami. Ketika kau sudah memilihnya, kau harus memegang kedua pundaknya memastikan kau tidak akan memilih yang lain. Setelah itu….” Vic tersenyum nakal.

“Kau harus mencium orang yang kau pilih!”

“Aishh apa-apaan! aku tidak mau!”

“Mengapa tidak mau? bukankah kita sering mencium satu sama lain” ucap Luna.

“Benar, lagipula ini sudah dalam peraturan permainan Soojung!” tambah Sulli.

Aku hanya bisa diam, bagaimana jika Krystal…

“Baiklah!” ucap Krystal dengan nada sedikit tinggi dengan kembali memakai penutup mata.

Vic, Luna dan Sulli tahu bahwa Krystal akan menerima tantangan seperti ini, karena Krystal tidak suka jika seseorang ada yang menantangnya.

“Jung Soojung, kau sudah tahu rulesnya bukan? jangan sentuh salah satu diantara kami jika kau belum menentukkan. Dan kami berjarak 10 langkah lurus darimu, kami berjejer ke samping. Jadi temukanlah…

Aku mulai berdiri, aku memilih berdiri di pinggir, Sedangkan di sisi kiri ku adalah Vic. Urutannya adalah Luna, Sulli, Vic dan aku.

Mereka bertiga terlihat menikmati permainan ini, sedangkan aku? aish sama sekali tidak, apa yang mereka lakukan benar-benar konyol.

Aku melihat Krystal mulai melangkahkan kakinya, aku menatap kesamping melihat mereka bertiga yang sedang tersenyum.

Selangkah demi selangkah Krystal mendekati kami dengan menghitung langkah kakinya  dan sekarang sudah mencapai langkah ke 10.

Krystal hanya berdiri 1 langkah dari kami, dan ini semakin membuatku gugup. Jantungku berdetak kencang. Aku tidak tahu mengapa aku menjadi gugup, apa karena aku takut Krystal akan datang padakku? tidak, tidak. Disini aku tidak sendiri, masih ada mereka bertiga. Aku harap Krystal tak mengarah ke kepadaku.

Krystal mulai berjalan, langkahnya penuh hati-hati, Luna sedang menahan tawanya ketika Krystal mendekatinya. Vic mencoba diam saat Krystal mulai menggeser langkahnya menuju Vic. Krystal diam sebentar, diam di depan Vic. Aku harap Krystal memilih Vic karena Krystal cukup lama berdiri di depannya.

Dan sial!!

Krystal melangkahkan kakinya ke arahku, “DUP DUP DUP DUP DUP DUP” aku harap Krystal tak mendengar detak jantungku.

“Tap” langkah kaki Krystal berhenti di depanku, aku menatapnya yang diam di depanku.

“Dup dup dup dup!” detak jantungku sekamin kencang, aku menelan salivaku. Aku merasakan tanganku yang berkeringat. Aku berharap Krystal segera pergi dari hadapanku.

Dan….

Huffhh untung saja, Krystal kembali menggeser langkah kakinya. Aku memejamkan mataku dengan mengucapakan rasa bersyukur terhadap Tuhan.

Dan….

“Cup”

“DUP DUP DUP DUP DUP DUP”

Aku merasakan sesuatu di bibirku, rasanya…. rasanya begitu manis dan lembut.

Aku segera membuka matakku dan…..

“APA YANG DIA LAKUKAN!!!!” AKU MENJERIT DALAM HATI.

Wajahku menjadi panas, aku merasakan seluruh darahku naik ke atas kepalaku, sentuhannya membuatku…. Membuatku gila.

“Waaaaahhhh” ucap Luna, Vic dan Sulli.

Krystal segera melepas ciuman singkatnya pada Amber, dan membuka penutup matanya.

Kini Krystal dan Amber saling bertatapan satu sama lain “Aish! mengapa dia menatapku seperti itu!! apa dia tidak tahu apa yang baru saja dia lakukan! apa dia sudah gila!” 

“Bisa kita lanjutkan permainannya kembali?” tatap sinis Krystal kepada sahabat-sahabatnya.

“Tentu saja!” semangat Vic.

“Hahaha tapi lihat Amber, wajahnya begitu merah” goda Luna.

Aku masih diam di tempat, aku menarik nafasku. Aku sedikit melirik ke arah Krystal yang kembali duduk dengan santainya. Aaaaghh penyihir itu! awas saja dia.

“Aku rasa efek ciumanmu sangat luar biasa Soojung, hingga membuat Amber tak sadar diri” ucap Luna yang membuat mereka tertawa kecuali Krystal.

Bahagia sekali mereka menertawakanku, aku segera bergabung bersama mereka dan memulai kembali permainan gila ini.

 

Tak terasa waktu menujukkan pukul 12 malam, semua memutuskan untuk tidur karena jadwal besok pagi cukup padat.

Aku berusaha memejamkan matakku, tapi mata ini tak bisa membawaku ke alam mimpi. Aku hanya membalikan badanku ke kanan dan kiri, belum lagi aku merasa kesal karena Sulli tidur dengan kakinya yang mengenaiku, hufh benar-benar cobaan!

Aku bangun dari tidurku, aku duduk sebentar. Menatap mereka yang tengah tertidur termasuk penyihir itu.

Ku buka selimutku dan berjalan untuk mengambil segelas teh hangat, benar-benar malam yang dingin! aku menggosok-gosokan tanganku agar menjadi hangat.

Ku tuang penuh teh hangat yang baru saja ku buat, aku berjalan menuju tempat duduk depan.

“Waaah dingin sekali, walaupun dingin suasana di tengah hutan seperti ini cukup menyenangkan. Sangat menyatu dengan alam, belum lagi suara sungai yang mengalir. Seharusnya dengan suasana seperti ini aku bisa tidur dengan pulas” aku kembali meminum teh hangatku, susah sekali jika memiliki insom seperti ini.

“Sreekk sreek sreekk” aku mendengar suara berisik, aku bangun dan menaruh gelasku. Aku berjalan menuju sumber suara dan.. “Woah! kau mengagetkanku!”

Aku benar-benar kaget saat melihat Krystal berdiri dengan rambut yang menutupi wajahnya! aku pikir dia hantu! “Apa yang kau lakukan?” aku bertanya padanya, karena dirinya terlihat bingung.

“Aku mencari lampu penerang” lampu penerang?

“Lampu penerang? untuk apa”

Dia menatapku tajam “Bukan urusanmu” haish wanita itu!

“Baiklah!” jawabku ketus, aku meninggalkannya dan kembali ke tempat duduk depan.

Aku kembali duduk dengan teh hangatku, tak lama kemudian aku melihatnya yang berjalan melintasiku “Yak!” sontak aku memanggilnya. Langkahnya terhenti, matanya menatap kembali diriku. Apa dia tak bisa menatapku seperti itu, disini sudah dingin di tambah lagi dengan tatapannya! aku seperti tinggal di kutub saja.

“Kau mau kemana?” tanyakku pensaran, tentu saja tengah malam begini dia mau kemana, apa dia ingin bertemu dengan pujaan hatinya?

“Bukan urusanmu” haish wanita itu! pergilah sana, lagipula aku tidak peduli!

Tapi… aku melihat sekitar, haish hati dan pikiranku sedang bertentangan. Lagipula dia mengatakan ini bukan urusanku dan juga… aku tidak lagi memperdulikannya!

Aku kembali meminum teh hangat, “ahh!!” aku merasa tidak tenang. Aku melangkahkan kakiku, aku melihat sekitar begitu gelap dan aku lihat dia tidak membawa senter lampu. Aish wanita itu, apa dia tidak taku bahaya? jika ada apa-apa bisa gawat!

Dengan segera aku menyusulnya “Hei tunggu!” aku berjalan menuruni beberapa batuan untuk mengejarnya “Krystal!” dia berhenti.

“Kau mau apa” aku melihat sekitar, aku membuka ponselku dan menghidupkan cahaya kameraku “Apa kau tidak lihat ini begitu gelap, terlebih lagi kita berada di tengah hutan. Lihat jalanmu, banyak sekali jalan yang tak rata”

“Pergilah! aku tidak butuh bantuanmu” ketusnya

“Aku tidak akan pergi! aku.. aku akan pergi jika kau sudah bersama Kai. Paling tidak kau tidak berjalan sendiri, di tempat gelap seperti ini” ucapku tanpa melihat matanya. Aku pikir sekarang Krystal sedang memasang wajah yang mengerikan.

“Apa kau takut akan kakek? tenang saja aku tidak akan bilang pada kakek, dan kau akan tetap mendapatkan uangmu”

Aku menghela nafas, hatiku sedikit sakit ketika Krystal berbicara seperti itu “Aku tidak ingin bertengkar Krystal Jung” tatapku lurus padanya.

Aku mendengar langkah kakinya, dengan cepat aku mengikutinya dari belakang. Aku menyenter jalan, jarakku dari Krystal tak jauh.

Kini Krystal menghentikan langkahnya, aku melihat sekitar. Aku melihat sebuah pintu…

“Toilet??!!”

Dan lagi Krystal menatapku “Kau pikir?” tatapnya tajam, sial! aku pikir dia akan menemui Kai! benar-benar bikin malu saja.

Aku duduk diantara bebatuan, malam ini benar-benar dingin “Crek”  Krystal membuka pintunya, dan berjalan begitu saja. Benar-benar wanita itu “Hei tunggu” ucapku yang langsung mengejarnya.

Aku berjalan kembali di belakang Krystal, memberikan cahaya ponselku untuk menerangi jalannya. Jalan di sini tidak terlalu bagus, ntah apa yang aku lakukan saat ini begitu bodoh! aku benar-benar menjadi orang bodoh jika bersama dirinya, aku selalu terbawa suasana jika bersamanya.

“Tap tap tap” Krystal melangkahkan kakinya, sayang kakinya tak berpijak di tempat yang tak berbatuan hingga membuat dirinya tak seimbang “Ah!” Krystal sedikit berteriak.

Dengan sigap, Amber melepaskan ponselnya. Menangkap tubuh Krystal yang akan terjatuh “Bruk!” Krystal dan Amber terjatuh di antara tanah dan bebatuan.

“Aaahh” Amber sedikit meringis dengan mata yang terpejam, sedangkan Krystal masih memejamkan matanya.

“Mengapa aku tidak merasakan sakit?” pikir Krystal.

Krystal membuka matanya pelan, begitu juga Amber. Mata Krystal dan Amber saling bertemu dengan jarak yang begitu dekat, hingga mereka bisa merasakan hangatnya nafas.

Amber hanya diam begitu juga Krystal, posisi mereka masih sama dengan Krystal yang menindih Amber diatas, dan Amber seketika lupa dengan rasa sakitnya.

1

2

3

4

5

6

7

8

….. Krystal dengan cepat bangun dari atas tubuh Amber, Krystal merapihkan pakaiannya serta tangannya yang sedikit kotor. Sedangkan Amber berusaha bangun “Aaaahh!” Amber berusaha bangun, Krystal hanya memperhatikan Amber dan tak membantunya.

Aku menatap kesal Krystal, aku sudah membantunya mengapa dia tidak membantukku! seharusnya dia yang sakit, mengapa jadi aku?

“Apa? mengapa kau menatapku seperti itu” ucapnya dingin.

“Ini semua gara-gara dirimu, penyihir!”

Krystal tersenyum tipis “Aku? aku tidak pernah memintamu untuk menemaniku”

Aku kembali berusaha bangun tapi “Ah!” aku rasa pergelangan kakiku sedikit terkilir.

“Apa kau sedang berpura-pura lagi?” ucap Krystal dengan menatap Amber yang masih duduk di bawah.

Aku menatapnya “Pura-pura?”

“Iya, seperti yang kau lakukan dulu pada saat kau menabrak mobilku. Dan kau meminta ganti rugi untuk bermain game”

Waaah penyihir ini benar-benar! “Aku tidak pura-pura pada saat itu maupun saat ini! apa kau tidak lihat kakiku benar-benar terkilir!”

“Oh benarkah? yasudah” Mataku membesar, Krystal meninggalkanku begitu saja! wanita itu! aku menyesal membantunya!

“Ah!” aku kembali berusaha bangun, rasanya kakiku benar-benar sakit terlebih lagi sikap penyihir itu.

“Ah!” aku kembali lagi terjatuh, aku membuka mataku. Aku sedikit terkejut ketika melihat sebuah tangan yang seakan mengulurkan tangannya padakku. Perlahan aku memperhatikan tangan tersebut ke atas dan….

“Cepat, sebelum aku berubah pikiran” ntah mengapa aku menjadi tersenyum. Ada apa ini?

Aku menatap tangan putihnya, kupegang tangannya erat. Begitu juga dirinya, aku merasakan Krystal menarik tanganku, dia benar-benar membantuku “Ah! apa kau tidak bisa pelan-pelan”

“Cepat bodoh” aish tetap saja dia kasar. Aku memegang tangan Krystal erat, dan kali ini aku tak terjatuh lagi.

“Apa kau bisa berjalan?” tatapnya.

“Aku rasa…. tidak”

Krystal menghela nafasnya, tanganku di taruh nya di pundak. Aku seperti merangku Krystal, untung saja dia lebih pendek dariku.

Krystal melangkahkan kakinya pelan, begitu juga aku dengan memegang ponselku yang menerangi jalan.

Ntah mengapa suasana menjadi canggung, aish! mengapa sekarang menjadi panas. Belum lagi sentuhan tangan Krystal, rasanya aku ingin berlari sekuat-kuatnya!

“Tunggu” Krystal menghentikan langkahnya, aku menyipitkan matakku.

“Aku seperti melihat cahaya kuning” ucapkku

“Aku rasa disana banyak kunang-kunang!” senangku menatapnya.

“Hufh yang benar saja? aku ingin tidur!”

“Ayolah! aku tidak pernah melihat kunang-kunang seumur hidupku, aku rasa akan menyengkan” aku mencoba merayunya, ayolah Krystal…

“Aish! sebentar saja! lagipula kau benar-benar berat!” aku tersenyum lebar.

Aku dan Krystal melangkah ke arah cahaya kuning, dan benar! ini kunang-kunang.

“Waaaahh” kagumkku.

2016-summer-firefly-selects-spoon-and-tamago-1.jpg

Kunang-kunang mulai mengitari kami “Waaaahh!” aku tersenyum lebar, ini pertama kalinya dalam hidupku.

Aku merasa Krystal memegang tanganku erat, aku melirik ke arahnya. Wajahnya sedikit takut “Tidak apa, ini tidak akan mengigit” senyumku.

Aku kembali meliriknya, seharusnya tidak melakukan hal ini. Bukankah aku ingin melupakanmu, bukankah aku begitu membencimu tapi.. tapi rasa sakit yang begitu teramat sakit begitu saja hilang saat aku bersamamu. Bersama seseorang yang telah menghancurkan hatiku, lucu sekali.

“Mengapa kau tersenyum?” aku menatapnya “Kajja, kita kembali” aku dan Krystal kembali ke tenda.

“Aku harap aku tidak dapat bertemu denganmu lagi” aku tersenyum singkat.

“Tenang saja, setelah ini kau tidak akan bertemu denganmu lagi Krys. Kau tidak perlu khawatir” ucapku.

“Aku harap kau bahagia bersama Kai”

“Tentu” singkat Krystal.

 

 

08.30 AM, aku keluar dari tenda dan bergegas untuk sarapan pagi “Darimana saja kalian semalam?” tanya Sulli yang melingkarkan tangannya di lenganku.

“Hanya menemaninya ke toilet” jawabku.

“Benarkah? mengapa lama sekali, aku pikir kalian melakukan sesuatu di luar sana” goda Sulli.

“Hei Ambro!” sapa mereka semua.

“Kenapa dengan jalanmu?” tanya Onew.

“Karena Soojungie, hyung menjadi seperti ini”

Aish wanita ini bicara begitu sembarangan! “Waaahh, apa Krystal main kasar padamu” goda Jonghyun.

“Dasar gila” mereka semua tertawa.

Tak lama kemudian kami mulai sarapan pagi, aku memilih untuk duduk bersama Shinee “Jadi apa yang akan kita lakukan hari ini capten Henry?” tanyakku dengan menyantap sandwich.

Henry membuka kertas “Hari ini kita akan banyak kegiatan bersama, salah satunya bermain arum jeram!” semua menjadi senang.

“A-a-arum jeram?”

“Yap! ini akan menyenangkan!”

Aish mengapa harus arum jeram? mengapa berhubungan dengan air “Ada apa denganmu? apa kau tidak ingin ikut” tanya Key.

“Awas saja jika kau tidak ikut!” tambah Minho.

“Kau akan satu group denganku, Jonghyun, Minho dan Taemin” ucap Henry.

Aku hanya bisa diam, bagaimana ini “Ayoolaah! ini akan menyenangkan”

“Apa kau kecewa karena tidak satu team dengan Krystal?” goda Taemin.

“Kau ini bicara apa” tatapku.

“Lagipula 4 walls ikut” ucap Henry yang melihat kertasnya.

Setelah selesai sarapan, kami berkumpul. Membagi team kami untuk bermain arum jeram, aku bisa melihat mereka semua merasa senang tapi aku? aish sudah kaki sakit, harus bermain air!

Kami mulai berjalan menuju tempat bermain arum jeram, tapi secara tiba-tiba aku menghentikan langkahku. Aku menatap ke arah lain, ingatanku mengingat kejadian semalam saat Kai pergi dari acara api unggun. Aku melihat arah jalan Kai berjalan semalam dan itu menuju arah sungai tempat kami bermain nanti.

“Apa yang dia lakukan?” heranku.

“Apa yang kau lakukan disana! ayo cepat” Henry datang padakku dan membantuku berjalan, tapi mengapa perasaanku tidak enak terhadap Kai.

“Henry”

“Wae?”

“Apa Kai ikut?”

“Kenapa? kau cemburu? lagipula Kai tidak satu team dengan Krystal” tidak satu team dengan Krystal?

“Benarkah?” tanyaku memastikan ucapan Henry.

“Kau tidak perlu cemburu seperti itu” aku menatapnya kesal.

Kini kami telah sampai, beberapa murid telah menaiki boat mereka. Aku melihat beberapa perlengkapan untuk bermain arum jeram. Hufhh setidaknya aku masih bisa memakai pelampung.

Di sisi lain, aku melihat ke arah Krystal. Ntah mengapa aku merasakan Krystal memperhatikanku “Hei pakailah” Minho memberikan pelampung serta helm untukku.

Huffhh ntah apa yang kursakan saat ini begitu membuatku khawatir, aku tidak mengkhawatirkan arum jeram. Aku mengkhawatirkan apa yang telah Kai lakukan semalam.

Aku melihat kembali ke arah 4 walls bersama yang lainnya, ntah mengapa aku berjalan ke arah mereka dan menemui Vic yang mengatur group “Vic, apa kita bisa bertukar perahu karet?” Vic menatapku aneh.

“Tentu saja” senyumnya, aku segera meminta seseorang untuk menukar perahu karet mereka dengan groupku. Dan untung saja Henry tidak mempermasalahkannya.

Aku tengah berdiri di pinggir sungai yang cukup deras, aku memperhatikan Krystal dan yang lainnya mulai menaiki perahu karet, mereka terlihat senang. Aku tahu Krystal sangat menyukai tantangan, aku melihat perahu karet mereka mulai mengarungi sungai.

“Amber, kau siap?” ucap Henry. Aku segera mengikuti Henry dan yang lainnya, kami adalah team terkahir karena Henry merupakan seorang ketua yang bertanggung jawab pada lainnya.

Aku mulai menaiki perahu karet, rasanya begitu menyeramkan “Apakah ini bisa menapung kita semua?” rasanya perahu karet ini seperti ingin tenggelam. Aku duduk di paling belakang, Henry duduk di depan, Minho dan Taemin berada di depanku dan aku hanya sendirian.

 

Author POV

“Ayo kita mulai!!!” perlahan arus sungai membawa perahu karet team terakhir yaitu Amber dan teman-temannya.

“Wohoo!!” mereka semua berteriak dengan semangat, perahu karet team terakhir kini telah sampai di tengah sungai, semaki lama arus semakin kuat.

“Waah!” mereka terus mendayung, sedangkan Amber terlihat takut. Bahkan Amber tak mendayung, Amber terlihat takut dengan permainan ini.

Tubuh Amber mulai basah karena percikan sungai yang deras. Arus semakin kencang, sudah sekian kalinya perahu karet mereka menghantam batu tajam. Amber sedikit khawatir akan benturan tersebut, Amber merasa  ada yang tak beres dengan perahu karet milik timnya.

“Henry!!” teriak Amber.

“Taemin!!” Teriak Amber kembali, Amber melihat sesuatu yang janggal di perahu karetnya.

Hingga pada akhirnya perahu karet team terkahir menghantam tebing dengan kuat yang membuat perahu karet mereka terbalik di antara derai arus sungai “Aaaahhh!!” semua berteriak.

“Byuuurrr” mereka semua tenggelam dalam arus sungai.

“Aaah tolong!” Amber terseret arus air, berkali-kali dirinya tenggelam dalam sungai. Amber berusaha mengendalikan dirinya, tapi itu sulit karena arus yang deras.

“TOLONG!” Amber berusaha sekuat tenaga, tangannya berusaha menggapai apapun di sekitarnya untuk bisa menahan dirinya.

“Aaahh!!” Kepala Amber kembali masuk ke dalam sungai, tubuhnya di tarik lemas dengan aliran sungai yang deras.

Sedangkan di tempat lain

Krystal tersenyum lebar “Waah benar-benar menyenangkan!”

“Kita harus mencobanya lagi!” ujar Suli.

“Tapi.. mengapa team Henry belum sampai juga?” mendengar Vic bicara, membuat Krystal sadar bahwa perahu karet team Henry belum datang.

Krystal berjalan ke tepi sungai “Aku rasa ini sudah melebihi waktu” tambah Luna.

Seketika Krystal menjadi khawatir, Krystal melihat bahwa semua murid-murid sudah berkumpul tetapi team Henry tidak.

“Tolong!!!” seseorang murid berteriak dengan kencang, berlari menuju kerumunan murid dan petugas arum jeram.

Krystal memperhatikan murid tersebut, murid itu terlihat ketakutan serta gugup. Dengan cepat Krystal dan tim arum jeram menghampiri murid tersebut “Ada apa?” tanya tim arum jeram.

Murid itu berusaha menenangkan diri karena nafasnya yang menggebu-gebu “Perahu karet Henry terbalik di tengah arus sungai!!”

“APA?!!!!” Krystal seperti tersambar petir, tubuhnya menjadi lemas.

Dengan sigap tim penyelamat berlari untuk menyelamatkan Henry dan teman-temannya.

Vic ikut berlari “Aku ikut!” Krystal memegang tangan Vic “Kau tunggu saja disini, aku tidak ingin terjadi apa-apa” Vic melepaskan tangan Krystal.

 

Tak lama kemudian suara ribut terdengar, Krystal berjalan menuju kerumunan.

Henry, Taemin, Minho dan Jonghyun datang. Mereka terlihat baik-baik saja, mata Krystal mencari-cari sosok Amber “Dimana Amber?” tanya Krystal yang membuat semuanya diam.

“Jawab aku!!” ucap Krystal emosi.

Henry melangkah mendekati Krystal “Aku dan yang lainnya sudah berusaha mencari Amber, aku rasa Amber tenggelam atau mungkin dia tersangkut. Aku sudah berusaha mencarinya Krystal, kami tidak akan berhenti! Amber adalah sahabatku”

“Apa kau tidak tahu dia tidak bisa berenang! seharusnya kau bisa menjaganya” mata Krystal berkaca-kaca.

Krystal hampir terjatuh “Soojung!” Luna langsung memeluk Krystal.

Wajah Sulli menjadi sedih dan khawatir, Luna memeluk Krystal. Sedangkan yang lain mulai mencari Amber.

Henry dan sahabat-sahabatnya terlihat begitu cemas, mereka tak berhenti mencari ke segala arah “Aish!! seharusnya aku tahu bahwa si bodoh itu tidak bisa berenang!” kesal Henry.

“Sudahlah yang penting saat ini kita menemukan Amber” ucap Onew yang melihat arah bebatuan.

Onew menghentikan langkahnya, matanya menatap tajam sesuatu yang tersangkut di antara bebatuan. Dengan perlahan onew melangkah menuju batu besar itu, satu demi satu bebatuan telah Onew lewati “Amber!!!” teriak Onew. Tanpa pikir panjang Onew menyelamatkan Amber yang tersangkut “Amber!!!” Onew menarik tubuh Amber, menariknya dari sungai “Amber!” Onew menarik tubuh Amber yang sudah tak beradaya.

Dengan cepat Henry dan lainnya menghampiri Onew, membawa Amber ke tim penyelamat.

“Amber bertahanlah! bertahanlah buddy!” ucap Jonghyun yang membawa Amber.

 

Krystal terlihat mondar-mandir, tak hentinya Krystal mengigit bibir bawahnya. Betapa khawatirnya sosok Krystal Jung saat Amber menghilang.

“Itu mereka!” saut Luna.

Krystal menatap Jonghyun yang menggendong Amber, Krystal berlari menuju Amber.

Tim penyelamat dengan cepat datang membantu, tubuh Amber di baringkan. Tangan Krystal terlihat gemetar, matanya mulai berkaca-kaca melihat Amber yang tak sadarkan diri.

Tim penyelamat membuka jaket pelampung Amber, berusaha memompa jantung Amber untuk kembali berdetak.

Luna merangkul erat Krystal, Krystal menatap Amber yang tak sadarkan diri dengan beberapa luka di wajah serta tangannya.

“Ayolah Amber!!” ucap Henry yang memegang tubuh Amber.

Krystal memejamkan matanya, berdoa pada Tuhan agar yeoja yang membuatnya gila ini kembali bernafas “Tuhan, aku masih ingin melihat dirinya. Tolong cabut kata-katakku bahwa aku tidak ingin melihatnya lagi. Aku ingin melihatnya lagi, melihat senyuman di bibirnya. Jangan berikan aku hukuman seperti ini, karena aku tak bisa melawatinya. Tolong Tuhan”

“Uhuk Uhuk!!” mendengar itu, Krystal membuka matanya. Tangan Krystal memegang pipi Amber yang setengah sadar “Amber” mata Krystal tak henti menatap Amber yang mulai bernafas, tangan Krystal memegang lembut pipi Amber yang dingin. Airmata Krystal jatuh di wajah pucat Amber “Dasar bodoh!” ucap pelan Krystal.

“Kita harus segera membawa Amber ke rumah sakit, aku yakin masih banyak air yang belum keluar dan terlebih lagi kondisi Amber yang terluka” ucap tim penyelamat”

Henry dan ketua penyelamat menelfon rumah sakit terdekat, tak butuh lama mereka menunggu Amber segera di bawa ke rumah sakit. Henry, Taemin dan Key ikut membawa Amber ke rumah sakit. Sedangkan yang lain tinggal di perkemahan.

Krystal menundukkan kepalanya, matanya memerah “Dasar bodoh”

“Soojung” Vic duduk disamping Krystal, mengosok-gosok pundak Krystal agar lebih tenang.

“Unnie tahu bukan dia tidak bisa berenang”

Vic mengangguk “Aku tahu”

“tapi.. tapi aku merasa heran. Bukankah arus sungai disini tidak terlalu bahaya bagi pemula? tapi mengapa perahu karet Amber bisa terbalik. Apakah itu aneh?” pikir Vic.

Krystal bangun dari duduknya “Aku ingin pergi ke rumah sakit”

“Soojung!”

Krystal mengambil ponselnya, menelfon seketaris Kim untuk segera menjemputnya.

 

Sedangkan di tempat lain

Wanita paruh baya itu menaruh secangkir teh hangat di mejanya, matanya menatap yeoja cantik yang duduk di depannya “Apa yang sedang kau pikirkan Jessica?”

Yeoja bernama Jessica itu tersenyum “Tidak ada eomma”

“Apa kau sudah membaca beberapa dokumen kemarin?”

“Sudah” senyum Jessica.

Eomma Jessica menatap serius anaknya, sedikit menghela nafas menatap anak satu-satunya tersebut “Aku dengar kau dekat dengan tunangan Krystal”

“Tidak juga”

Wanita elegan yang bernama Kang Ji Hoon mengangguk pelan “Benarkah? sayang sekali jika kau tidak dekat dengannya, kau tahu saat ini yeoja tampan itu sedang mendapatkan posisi penting di perusahaan Jung. Dan lebih menariknya lagi, ternyata dia adalah anak Josh Liu” senyum Kang Ji Hoon yaitu Eomma Jessica dengan mengambil kembali cangkir tehnya.

“Josh Liu?” tanya Jessica.

“Iya Josh Liu, dia adalah pria yang baik tapi sayangnya dia berpihak ke tempat yang salah. Aku harap nasib Amber tidak sama seperti ayahnya”

Jessica menatap eommanya “Apa yang terjadi pada Josh?” tanya penasaran Jessica.

“Sangat rumit, kakekmu itu bisa memutar keadaan. Memang benar kekuasaan bisa mengubah segalanya. Aku merasa heran, bagaimana caranya membuat pria tua itu menderita”

“Eomma!”

Eomma Jessica menarik nafas, tak suka dengan ucapan eomma nya “Kenapa? apa kau masih membelanya, setelah apa yang dia lakukan pada kita Jessica Jung! aku bahkan membenci nama Jung di nama belakangmu”

Jessica hanya diam “Tapi.. bagaimanapun dia adalah kakek…”

“Kakek macam apa yang membuat cucung serta mantunya di buang begitu saja! bahkan setelah kematian ayahmu, pria yang bernama Jay Jung itu tidak ingin melihat kita! Dengan kekuasaan, dia tidak mengizinkan kita untuk tinggal di Korea dan membuang jauh kita ke negeri orang, bagaimana bisa kau membelannya Jessica?!” eomma Jessica menghela nafasnya, mulai bangun dari duduknya. Menatap Jessica yang masih terdiam, kakinya mendekati Jessica, tangannya mengelus lembut rambut blondenya.

“Maafkan eomma yang berteriak di depanmu, Eomma hanya terbawa emosi. Kenangan dulu begitu pahit. Selama ini kita hanya lalui berdua tanpa bantuan siapapun, eomma tidak akan tinggal diam dengan apa yang dia lakukan pada kita, pada ayahmu! jadi untuk itu kita kembali kesini, kita kembali untuk mengambil apa yang seharusnya kau miliki dari dulu. Dulu dia bisa mengusir kita, bisa berbicara semaunya pada kita tapi kali ini tidak, kini kita jauh lebih kuat! Jadi bantulah eomma” Jessica menatap eommanya, dan memeluk eomma nya erat.

“Biane eomma, aku akan melakukannya”

“Drriing drriiing” Kang Ji Hoon mengangkat telfon.

“Bagaimana?” tanya langsung Kang Ji Hoon.

Jessica menatap eommanya “Mwo! bagaimana bisa! apa kau tidak tahu waktunya sebentar lagi, bagaimana bisa hal kecil seperti itu gagal!” geram Kang Ji Hoon.

Jessica menatap penasaran eommanya “Benarkah? lalu bagaimana keadaannya sekarang” Kang Ji Hoon menatap Jessica dan pergi meninggalkannya.

Melihat eommanya yang sedang sibuk di telfon, Jessica memangku tangannya. Menatap luar jendela yang basah karena hujan.

“Kapan dia akan pulang dari kemping sekolah?” tanya Jessica pada dirinya.

Jessica menghela nafasnya, dirinya bangun dan mengambil kunci mobil. Saat sedang keluar Jessica tak sengaja mendengar percakapan eommanya “Rumah sakit Seoul? lalu bagaiamana keadaanya sekarang?” Jessica diam, berdiri di belakang pintu tak jauh dari eommanya.

“Di jaga ketat?? aku tidak mau tahu!”

“Apa yang sedang eomma bicarakan? rumah sakit Seoul? mengapa perasaanku tak enak” pikir Jessica.

 

Seoul Hospital 

Amber dibawa ke ruangan gawat darurat “Mohon tunggu disini” ucap salah satu perawat kepada Henry.

Henry, Taemin dan Key meyenderkan kepalanya ke kursi, berusaha untuk menengakan diri mereka.

“Tap tap tap” suara langakah kaki terdengar di telinga mereka. Langkah kaki yang terdengar buru-buru.

Henry membuka matanya, kini dia berdiri menatap seorang yeoja dengan berpakaian rapih “Jelaskan padaku apa yang terjadi!”

Henry menjelaskan semuanya “Seperti itu seketaris Kim”

“Siapa disini wali dari Amber J Liu?” tanya seorang dokter.

“Saya!” jawab Taeyeon yang segera menghampiri dokter tersebut.

“Bagaimana keadaan dokter, Amber?” cemas Taeyeon.

“Untung saja Amber segera dapat pertolongan pertama, kalau tidak.. Mungkin dia sudah tiada. Tapi… tapi permasalahnnya sekarang ini Amber tidak 100% sadarkan diri, ini akibat dari benturan kuat di kepalanya. Amber membutuhkan waktu untuk sadar sepenuhnya”

“Aku mohon bantuannya” Taeyeon membungkukkan badannya.

Taeyeon menghela nafasnnya, kini Amber dibawa ke ruangan VVIP dengan pengawalan ketat.

“Seketaris Kim”

“Ya” jawab singkat Taeyeon.

“Nona muda Jung meminta kami untuk menjemputnya, bagaimana seketaris Kim?” tanya salah satu pengawal.

“Jangan, biarkan saja nona muda disana. Aku ingin Amber istirahat, tidak ada yang boleh mengganggunya. Dan juga, jangan beritahu keluarganya, aku tidak ingin membuat mereka cemas”

“Baik seketaris Kim”

“Oh satu lagi, tolong perketat penjagaan ruangan Amber” tambah Taeyon.

 

8.26 PM Jessica POV

Ku buka kaca mobilkku, kini aku menatap gedung rumah sakit yang kudengar dari eomma. Ntah angin apa yang membawaku kesini, yang jelas aku sangat gelisah.

Kaki ini melangkah keluar dari mobil, berjalan menelusuri koridor rumah sakit yang sibuk dan ramai. Ku bertanya pada salah satu ruang informasi rumah sakit “Ada yang bisa saya bantu nona?”

“Ya, ehmmm….” bagaimana ini? aku saja tidak tahu mengapa aku harus datang kesini.

“Nona”

“Ohh iya, aku mencari seseorang”

“Seseorang? boleh aku tahu namanya?”

Aish aku mau mencari siapa? “Ehmm aku menerima telfon dari seseorang, orang itu mengatakan ada suatu kejadian yang terjadi pukul 11 pagi tadi dan dilarikan di rumah sakit ini, apakah suster tahu nama-nama orang yang masuk ke rumah sakit di gawat darurat pada pukul 11?”

“Biar saya cek dulu” senyum perawat.

Tak lama kemudian perawat datang, membawa catatan di tangannya “Pada pukul 11, ada beberapa yang masuk yaitu:….” suster tersebut menyebutkan beberapa nama, hingga aku mendengar nama yang begitu membuatku terkejut.

“Mwo!”

Suster itu menatap heran Jessica “Amber J Liu?” ulang Jessica.

“Ne, Amber Josephine Liu. Hari ini dia masuk ke ruangan gawat darurat akibat perahu karet yang dia naiki terbalik”

Jessica menghela nafasanya, wajahnya terlihat begitu khawtir akan keadaan Amber “Lalu dimana dia sekarang?” panik Jessica.

” Amber Liu berada di ruangan VVIP lantai 9″ dengan cepat aku berlari, aku menuju lift menuju ke atas.

Bagaimana ini bisa terjadi! aku memejamkan matakku, teringat senyumnya di wajahku. Aku tak menyangka akan dirinya yang bernasib sial seperti ini.

“Apakah?”

Lift terbuka, aku segera berjalan mencari kamar Amber. Aku menelisiri beberapa koridor hingga akhirnya langkahku terhenti dengan melihat beberapa bodyguard yang sedang berjaga di depan pintu.

Aku yakin itu adalah kamar Amber, aku kembali melangkahkan kakiku “Tap Tap Tap Tap”

“Permisi” langkahku terhenti, matakku menatap salah satu bodyguard Amber.

“Minggir” ucapku singkat.

“Maaf anda siapa?”

Aku tersenyum tipis “Apakah sekarang ini penting tentang siapa diriku!”

“Maaf nona tapi saat ini tuan muda Amber tak bisa bertemu dengan siapapun”

Aku mulai geram “Aku bilang minggir!” aku berusaha jalan tapi lagi bodyguard Amber menghadangku.

“Tidak bisa nona, silahkan pergi”

“Tidak ada yang bisa melarangku!” aku terus memaksa masuk, hingga beberapa bodyguard memegang lenganku.

“Lepaskan!” suara itu…

Mereka mulai melepaskanku, aku menatap yeoja yang sudah lama tak kulihat. Wajahnya terlihat sama saat pertama kali aku melihatnya. Hanya saja, tatapanya jauh lebih kuat dan tajam.

“Seketaris Kim” bodyguard menunduk kepada Taeyeon, Taeyeon melangkah mendekati Jessica.

Aku menatap Taeyeon “Aku ingin bertemu dengan Amber”

Dia menatapku “Hanya sebentar” ucapnya.

“Biarkan dia masuk” seketika bodyguarnya memberikan jalan padakku, sebelum aku membuka pintu kamar, aku menatap Tayeon.

“Krek”

Pintu kubuka, jantungku berdebar begitu kencang. Kakiku melangkah masuk ruangan yang hening ini. Hanya suara monitor detak jantung yang dapat ku dengar, langkah kakiku menjadi lemas, ketika matakku menatap nanar Amber yang terbaring di tempat tidur dengan luka di kepalanya.

Aku memandanginya, memandangi yeoja yang penuh tawa ini seketika lemah tak berdaya dengan luka-luka di wajahnya “Apa yang kau lakukan” aku menatap tangannya yang sedang di infus, ku pegang tangannya yang terasa dingin.

Ku pegang erat tangannya, mata ini tak henti menatap wajahnya “Amber…” ku pejamkan mata ini, dengan tangan Amber yang terus kugenggam.

Tayeon menatap Jessica yang tengah bersama Amber, matanya sedikit mengintip betapa terlukanya hati Jessica.

“Seketaris Kim, jam jenguk sudah habis. Bagaimana?” ucap salah satu bodyguard.

Taeyeon diam sejenak “Biarkan saja” singkat Taeyeon.

Waktu menunjukkan 11 malam, aku keluar dari ruangan Amber “Taeyeon” sebuah nama, sebuah nama yang tak lama ku ucapkan.

“Bisa kita bicara” aku dan Taeyeon berjalan menuju taman atas rumah sakit.

“Minumlah” aku mengambil segelas coffe hangat yang diberika Taeyeon “Terima kasih” senyumku padanya.

Ku hirup coffe hangat ini dengan menatap jalanan kota bersama Taeyeon di sampingku, aku tidak tahu harus bicara apa padanya. Sudah bertahun-tahun aku tak memberikan kabarku padanya, sudah bertahun-tahun aku tak bicara padanya. Rasanya sangat canggung untukku “Bagaimana kabarmu?” aku melirik ke arahnya.

“Baik, bagaimana denganmu?” tanyaku dengan senyum.

“Seperti biasa” senyum baliknya, untuk beberapa saat aku seperti kembali ke masa lalu, masa dimana aku bersama yeoja yang duduk disampingku ini.

Kami diam sesaat hingga Taeyeon mulai lagi bicara “Aku pikir kau tidak akan kembali”

“Bagaimana bisa? bagaimanapun Seoul adalah rumahku” ucapku padanya.

Taeyeon mengangguk “Aku dengar, kau sudah menjadi designer baju terkenal” senyumnya.

Aku mengangguk “Iya”

“Aku senang mendengarnya, kau bisa menggapai mimpimu”

Aku menaruh gelasku dan menatap Taeyeon “Lalu bagaimana denganmu? mengapa kau tak menggapai mimpimu untuk menjadi penyanyi terkenal?”

Dia tersenyum tipis “Aku menunggumu”

Aku terkejut mendengarnya “Apa?”

Taeyeon tak menatapkku, bibirnya masih tersenyum “Aku memiliki dua pilihan, mengejar mimpiku atau… atau tetap berdiri di tempat yang sama. Aku memilih untuk berdiri di tempat yang sama, walaupun umurku terus bertambah, musim terus berganti bahkan setelah semua telah berganti, aku belum bisa untuk pergi kemanapun karena aku menunggu seseorang untuk kembali”

“Taeyeon..” lirihku.

“Aku.. aku merasa hancur ketika kau pergi Jessica” Taeyeon menatapku, tatapannya menjadi sedih.

“Hari-hariku begitu membosankan, hari-hariku terasa hampa. aku hanya ditemani oleh kenangan serta bayanganmu.. Hufffhhh bisakah kita membahas yang lain?”

“Maafkan aku.. aku…”

“Aku dengar kau akan buka di Seoul, kapan?” Taeyeon mengalihkan pembicaraan.

“Dua minggu lagi”

Kami diam sejenak “Oh bagaimana Soojung?”

“Nona muda? aku rasa dia masih di tempat kemping, aku tak mengizinkan nya untuk datang. Aku pikir dia harus menyelesaikan dulu kewajibannya disana, aku tahu nona muda Jung khawatir terhadap Amber”

“AKu tidak menyangka wanita tertutup seperti dia bisa luluh pada Amber”

“Begitu juga dengan dirimu” aku menatap Taeyeon “Jujur saja, kau dan nona muda Jung hampir memiliki sifat yang sama. yaitu tak mudah dekat dengan orang baru. Tapi saat aku melihat kau dan Amber, kau terasa mengenal lama dirinya. Aku merasa iri”

Aku menghela nafas “Aku tidak tahu, mungkin karena Amber adalah orang yang baik” senyumku.

Next day 10.00 Am

Aku datang lebih awal, mengganti bunga di ruangannya. Menatap kembali wajah yang masih tertidur pulas “Cepatlah bangun” aku kembali duduk di sampingnya, memegang kembali tangannya.

Author POV

Mobil sedan mewah telah berhenti di depan rumah sakit, para pengawal sibuk membukakkan pintuk untuk Krystal Jung.

Krystal turun dari mobilnya, tangannya membawa bunga yang wangi. Kakinya melangkah masuk dengan kelima pengawal yang berdiri di belakangnya.

“Ting” pintu lift terbuka, Krystal melangkah dengan cepat.

“Selamat pagi nona muda Jung” para pengawal memberikan salam nya pada pewaris Jung’s corpt.

Krystal melangkah ke arah pintu “Maaf sebelumnya nona muda Jung” Krystal menatap tajam “Ada apa?”

“Ada tamu di dalam”

“Tamu?” ulang Krystal.

“Iya”

Krystal menggeser pelan pintu, matanya mencari seseorang yang dibicarakan pengawalnya.

Mata Krystal berkedip, sedikit menghela nafasnya.

 

B0DR696CMAEYkKn.jpg

(Kek begini kurang lebih ekspersinya hahaha)

Krystal memundurkan langkahnya, digigit bibir bawahnya. Tangannya menggengam kuat tangkai bunga yang dia bawa. Kakinya terus melangkah mundur, hingga akhirnya Krystal membalikan badannya “Nona muda Jung?” heran pengawal yang melihat Krystal meninggalkan ruangan.

Krystal melangkah, langkahnya terlihat lesu. Matanya tak bersinar “Soojung” Krystal mengentikan langkahnya.

“Aku pikri kau akan masuk ke dalam” Krystal membalikan badannya, melihat sosok Jessica yang kini berdiri di depan matanya.

“Tap tap tap” langkah kaki Jessica yang mendekati Krystal, kedua mata mereka saling bertatapan.

“Bisa kita bicara sebentar?” ajak Jessica.

Kini Jessica dan Krystal berada di tempat yang jauh lebih tenang, dengan rumput serta pohon-pohon rindang taman rumah sakit “Apa yang ingin kau katakan unnie?” tanya Krystal.

“Aku tidak ingin hal ini terjadi lagi pada Amber”

Krystal menatap Jessica “Kenapa? sepertinya kau sangat peduli padanya”

“Tentu, aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi” Jessica mendekati Krystal dengan menatap matanya “Suatu hari ada seseorang yang akan mengganti posisimu di hati Amber, suatu hari ada seseorang yang mengganganti kenanganmu di hati Amber, suatu hari nanti ada seseorang yang jauh lebih mencintai Amber daripada orang lain. Aku akan membuat Amber sadar akan semuanya, kau telah merebut semuanya Krystal Jung. Seharusnya tempatmu adalah tempatku. Suatu saat nanti, aku akan ada di posisimu.

“Dan.. berhentilah menyakiti Amber, dia telalu berharga untukmu”

Krystal menatap Jessica “Tidak akan kubiarkan”

Jessica tersenyum “Lalu kau serakah? hidup bahagialah bersama lelakimu, karena kau adalah pengecut. Jika kau masih menyukai Amber untuk apa kau repot-repot datang sepagi ini dengan bunga indah di tanganmu. Kau bukanlah Krystal Jung yang ku kenal, tidak akan kubiarkan kau menyakiti hati Amber dengan setelah apa yang kau lakukan padanya”

“Bicaralah sepuasmu, karena itu tidak akan pernah terjadi” tatap Krystal, kemudian Jessica meninggalkan Krystal, Krystal menggengam kuat tangannya. Merasa kesal dengan Jessica.

Krystal kembali ke ruangan Amber, membawa bunga yang dibawa olehnya. Bunga di dekat Amber di ganti oleh Krystal.

Krystal menatap Amber, tangannya mengelus lembut rambut Amber. Sedikit mengelus pipi Amber “Stupid” senyum nanar Krystal.

Krystal menundukkan kepalanya, memejamkan matanya dengan memegang erat tangan Amber. Kata-kata Jessica berputar-putar di telinga Krystal.

“Tidak…” Krystal menatap Amber dengan tangan Amber di pipi Krystal.

“Biane..” Krystal memejamkan matanya, merasakan dingin tangan Amber dipipinya.

Aku tidak tahu apa yang kulakukan, aku merasa bodoh. Aku merasa dipermainkan oleh perasaanku, Amber… apakah aku menyukaimu? aku tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menyukaimu, di sisi lain aku merasa takut. Aku benar-benar tidak mengerti! aku benci diriku sendiri.

Jam terus berganti, tanpa sadar Krystal tertidur dengan memegang tangan Amber “Nona muda Jung” Mata Krystal sedikit bergerak, matanya perlahan terbuka.

“Maaf menggangu anda nona muda Jung” Krystal menatap Taeyeon yang berdiri di belakangnya.

“Ada apa?” tanya Krystal setengah sadar.

“Maaf nona, anda memiliki jadwal rapat sore ini dengan perusahaan Kwon”

Krystal menghela nafasnya “Haruskah aku datang?” ucap Krystal dengan memijit kepalanya.

“Iya nona muda Jung” Krystal mengangguk “Pergilah, aku akan turun 5 menit lagi” Taeyeon membungkuk pada Krystal.

Krystal bangun dari duduknya, menatap jam tangannya yang menunjukkan pukul 3 siang. Mata Krystal kembali menatap Amber, tatapannya seakan tak ingin berpisah darinya.

 “Tap tap tap” Krystal melangkah keluar, semua bodyguard membungkuk ke arah Krystal dan beberapa dari mereka mengikuti Krystal menuju mobilnya.

Taeyeon membuka pintu untuk Krystal, saat Krystal ingin melangkah dirinya melihat Jessica yang baru saja datang dengan supirnya.

Jessica tersenyum pada Krystal “Sepertinya kau sangat sibuk”

Krystal tersenyum tipis “Begitulah” Krystal masuk ke dalam mobil dan Jessica masuk ke dalam rumah sakit untuk menjenguk Amber.

14 hari kemudian, adalah hari yang sama seperti sebelumnya. Amber masih terbaring tak berdaya dalam tidur panjangnya.

Kali ini Taeyeon mengizinkan sahabat-sahabatnya untuk menjenguk Amber, kamar rawat Amber di hiasi hiasan lucu oleh Henry dan kawan-kawan.

“Aku tidak tahu Amber tak bisa berenang, seharusnya aku tidak membiarkannya dan terus memaksanya untuk ikut” ucap Henry menatap Amber.

“Sudahlah, yang penting saat ini adalah bagaiamana Amber bisa sembuh dan bergabung bersama kita” ucap Jonghyun dengan memegang bahu Amber.

“Greeeekk” pintu bergeser, Henry, Jonghyun, Luna dan Vic segera membungkuk untuk memberi salam.

“Annyeong haseyo” Sapa mereka ber-enam.

“Ohh annyeong haseyo” balas Jessica dengan senyuman.

“kalian pasti teman-teman Amber, bukan?”

“Benar noona” senyum Henry.

“Oh iya aku membawakan makanan, makanlah”

“Terima kasih unnie!” mereka semua tersenyum. Jessica berjalan ke arah Amber, menatap matanya yang tengah terpejam.

Luna menatap Jessica “Oh aku tidak tahu jika Krystal memiliki saudara perempuan” ucap Luna.

Jessica tersenyum “Itu karena aku tinggal di luar negeri” balas Jessica.

Tak lama kemudian Jessica dan teman-teman Amber sedikit berbincang “Noona, kau benar-benar berbeda dengan Krystal, kau jauh lebih ramah” puji Henry.

“Karena kalian teman Amber, aku menjadi ramah” senyum Jessica.

“Grreeekkk” pintu kembali bergeser, mereka semua menatap tamu yang datang. Seketika  tak ada tawa serta senyum lagi diantara mereka “Soojung” ucap Luna.

Bukanya menatap Luna, Krystal menatap Jessica yang sedang duduk diantara sahabat-sahabatnya.

“Aku tidak tahu kau akan datang, kau bilang kau akan pergi ke Jepang setelah pulang sekeloh” ucap Luna.

“Jika rapatmu batal karena Amber, kau tidak perlu khawatir soal Amber. Aku akan menjaganya” ucap Jessica.

Krystal melangkah mendekati tempat tidur Amber, Krystal memegang tangan Amber yang masih terasa dingin “Aku ingin melakukannya sendiri”

“Lagipula ini semua salahku, jika Vic unnie tak menukar perahu karetnya dengan Amber. Maka semua ini tak akan terjadi”

Jessica sedikit terkjeut dengan ucapan Krystal “Apa maksutmu?”

Krystal menatap Jessica “Seharusnya saat ini aku yang berbaring di rumah sakit, bukan Amber. Ada seseorang yang ingin membuatku celaka tapi Amber melindungiku” tatap Krystal, mendengar hal itu Jessica menjadi terkejut.

“Aku harap kita bisa menemukan pelakunya” ucap Vic yang disetujui Henry “Tentu saja kita harus menemukannya”

Jessica terlihat diam, Krystal duduk disamping Amber. Jessica menatap Krystal yang peduli pada Amber “Setelah apa yang kau lakukan, mengapa kau menjadi peduli pada Amber” senyum tipis Jessica.

Jessica bangun dari duduknya, melangkah berjalan mendekati Amber “Bagaimana bisa seseorang seperti Amber menjadi rapuh dan mengeluarkan airmata hanya karenamu, apa kau tidak tahu bagaimana saat pertama kali aku bertemu dengannya? Amber menyediri duduk di tengah-tengah keramaian, matanya memerah, matanya penuh dengan kekosongan, aku tidak tahu apa yang telah kau lakukan padanya hingga kau membuatnya seperti itu,  dan sekarang.. sekarang kau peduli padanya? aku tidak mengerti apa maksutmu Krystal” tiba-tiba suasana menjadi panas, Krystal menghela nafasnya.

“Mengapa kau tidak bersama kekasihmu saja, pergilah dan menjauh dari Amber karena semakin Amber di dekatmu itu akan membuatnya lebih menderita. Ini bukan apa-apa, ini baru awal” tatap Jessica.

Krystal melepas genggaman tangan Amber dengan perlahan, Krystal bangun dari duduknya. Matanya menatap Jessica “Ya, aku salah. Aku egois, tapi aku rasa kau tidak bisa bicara seperti itu. Kau tidak tahu apa-apa Jessica unnie”

“Benarkah?” Jessica tersenyum tipis.

“Nona muda Jung”

“Mobil telah siap, kita harus berangkat menuju Jepang” lanjut Taeyeon.

“Aku akan menjaga Amber” ucap Jessica.

Krystal tidak harus berbuat apa-apa, Krystal harus berangkat ke Jepang dan pergi meninggalkan Amber.

Krystal menatap Amber kembali, tangannya megenggam erat tangan Amber. Krystal sedikit menundukkan kepalanya, mendekati wajah Amber. Menatapnya lebih dekat, bibir Krystal mendekati telinga Amber “Maafkan aku, cepatlah bangun karena aku merindukanmu”

Krystal menatap Amber dengan jarak yang begitu dekat, bibirnya mendekati bibir Amber.

“Cup” Krystal memberikan ciuman singkat pada Amber. Tangannya mengelus pipi Amber dengan senyuman di wajahnya.

Krystal melangkah menjauhi Amber, langkahnya terasa berat.

Krystal berjalan menuju pintu, Taeyeon telah membuka pintu untuk Krystal tapi…

“Kry…….” Krystal menghentikan langkahnya.

Amber menggerakan jarinya, detak jantungnya berdetak dengan cepat di monitor detak jantung “Krys……”

Semua menjadi terkejut mendengar lirih suara Amber “Krystal”

Krystal mengeluarkan airmatanya, di genggam erat tangan Amber oleh “Ya, ya aku disini Amber. Aku disini” Krystal mengeluarkan airmatanya.

Vic segera memanggil dokter, Jessica hanya mematung, antara senang dan sedih campur di dalam hatinya.

“Krystal” lirih Amber.

“Aku disini stupid” senyum Krystal dengan airmatanya “Mengapa lama sekali kau bangunnya, dasar bodoh”

Melihat Krystal yang mendekati Amber, Jessica mundur dan pergi keluar ruangan. Jessica melangkah ke luar rumah sakit dan pergi dengan mobil mewahnya.

“Apa kita bisa bertemu?” ucap Jessica dengan menyetir, Jessica menuju ke sebua restoran yang sudah di janjikan sebelumnya.

Jessica turun dan masuk ke dalam restoran, seorang namja telah menunggunya “Apa aku membuatmu menunggu?”

“Tentu saja tidak” senyum namja itu.

“Bagaimana keadaanya?” tanya namja itu.

“Dia sudah sadar” namja itu terlihat kecewa mendengarnya dengan tersenyum tipis di bibirnya.

“Mengapa kau ingin bertemu denganku noona?”

Jessica menatap serius namja yang di depannya “Kau ingin mendapatkan Krystal, bukan?” namja itu terkejut mendengarnya.

“Mari kita berkerja sama, Kai…”

 


Maaf ya kalo updatenya super lama hahaha, author lagi sakit soalnya huhu. Maaf kalau ada salah-salah kata dan penulisan yang kurang jelas.

Selamat membaca readers..

 

 

Someday 16

“Soojung!”

“Soojung!”

Luna,Vic dan Sulli merasa heran dengan Krystal “Ada apa dengan Soojung, apa dia memiliki masalah?”

“Luna, cobalah bicara dengan Soojung. Aku akan menemui Amber” Luna mengangguk.

Vic berjalan untuk menemui Amber “Aku juga merasa aneh terhadap Amber, wajahnya terlihat sedih” ucap Henry yang ditemui Vic.

“Aku yakin Amber dan Krystal sedang dalam masalah” ucap Vic.

“Kalau kau ingin menemui Amber, dia berada di bawah pohon lapangan basket lama. Kami mencoba untuk bicara padanya, tapi kau tahu Amber begitu keras kepala. Aku harap kau bisa membujuknya” Vic mengangguk dan segera pergi menemui Amber.

Vic menghentikan langkahnya, matanya menatap yeoja tampan yang sedang bersender di pohon. Vic melangkah pelan, menatap wajahnya lebih dekat “Apa yang kau lakukan disni?” Amber tersadar bahwa ada seseorang yang memperhatikannya dan itu adalah Vic.

“Tidak ada” ucap Vic yang langsung duduk di samping Amber.

“Ini sudah bel masuk jam pelajaran, masuklah. Kau bisa terlambat” ucap Amber kembali memejamkan matanya.

“Aku tidak mau, sepertinya disini lebih baik” senyum Vic.

Amber menghela nafas “terserah dirimu”

Vic kembali menatap Amber “Katakan padaku”

Amber membuka matanya “Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi”

“Apa maksutmu” senyum tipis Amber.

“Oh ayolaah Amber, aku kenal kau dan Krystal bukan sehari atau dua hari! aku tahu ada sesuatu yang terjadi padamu dan Krystal” serius Vic.

Amber menundukkan kepalanya, Amber mulai menjelaskan semuanya kepada Vic “PLAK!”

“Aaaghhh!!” Amber menggaruk-garuk kepalanya kesakitan “Mengapa kau memukulku?”

“Dasar bodoh! apa kau tidak tahu saat ini kau sedang mempermainkan perasaan Krystal!” ucap Vic dengan nada tinggi.

Amber hanya diam dengan mengelus kepalanya, diam beberapa saat hingga akhirnya Amber berterus terang kepada Vic “Aku tidak pernah berfikir untuk menyukainya, ya walaupun sedikit. Tapi tetap saja aku tidak pernah tahu akan menyukainya seperti ini, aku hanya menjalani tugasku untuk menjaga Krystal selama 1 tahun dengan imbalan yang begitu besar. Aku tidak membayangkan hal ini terjadi, yang selalu kutakutkan adalah jatuh cinta padanya. Karena aku tahu pada akhirnya aku hanya menyakitinya”

Vic menatap Amber “Lalu, apa perasaanmu itu hanya main-main?”

Amber menatap Vic dengan serius “Tentu saja tidak! aku yakin bahwa aku benar-benar menyukainya”

“Lalu apa kau tidak pernah membayangkan resikonya saat Krystal mengetahui semua ini? mengetahui kau hanyalah suruhan kakeknya untuk menjaga Krystal, dengan memanfaatkan hati Krystal?” ucap Vic serius menatap Amber yang disampingnya.

Amber menggelengkan kepalanya “Aku… aku tidak pernah membayangkan hal seperti itu, aku hanya ingin menjaganya, memberikan perhatian kepadanya seperti perintah Jay Jung. Aku pikir aku tidak akan merasakan apapun saat bersamanya, tapi hati ini tidak bisa. Krystal terlalu spesial, dia berbeda. Wajahnya terlihat dingin tetapi hatinya begitu hangat. Aku pikir, aku harus mendapatkan perhatian Krystal agar dia dapat percaya padaku, agar aku lebih mudah untuk tetap bersamanya untuk menjaganya tapi.. hati ini sudah terlewat batas. Hari demi hari Krystal terlihat begitu berbeda, dia bukan lagi Krystal yang kubenci, karena sikapnya yang bossy tapi dia adalah Krystal yang ingin kuperlakukan seperti layahnya tuan putri”

Vic menghela nafas dengan menatap Amber “Saat ini aku dan yang lainnya tak bisa bicara pada Krystal, kau tahu saat ini perasaanya sedang tidak baik. Kami akan bicara padanya saat waktu yang tepat. Aku yakin ini akan memakan waktu yang lama, karena Krystal benar-benar kecewa padamu. Aku tidak tahu apa yang membuat Krystal dan kecewa terhadapmu hingga seperti ini”

Vic menatap serius Amber “Krystal dikelilingi banyak pria, Krystal sudah beberapa kali berkencan dengan namja yang dia inginkan tapi.. tapi aku tidak melihat cinta di dalam hubungannya. Krystal tak pernah jatuh cinta pada pria-priannya, tatapannya selalu kosong, saat bersama pacarnya dulu dan aku yakin itu hanya untuk bersenang-senang tapi… saat Krystal bersamamu, saat Krystal menatapmu itu berbeda.. dan aku yakin tatapannya padamu adalah sebuah hati yang tulus, Hati yang tengah jatuh hati”

“Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, aku yakin saat ini dia tidak ingin melihatku. Aku yakin saat ini Krystal membenciku karena aku mempermainkan hatinya” Amber menghela nafasnya.

“Aku percaya padamu, hanya saja kau harus jujur” Amber mengangguk mendengar ucapan Vic.

“Bisakah kau menjaga Krystal untukku? terutama dari Kai” Vic terkejut dengan ucapan Amber.

“Kai?” ulangnya. “Kenapa Kai? dia adalah namja yang baik” heran Vic.

“Aku tidak tahu, firasatku merasa tidak enak saja. Saat ini Krystal adalah pewaris tunggal, semua saham jatuh di tangannya. Banyak yang ingin menyingkirkan Krystal, itu sebabnya aku menjadi tameng Krystal. Aku tahu Jay Jung menginginkan aku untuk andil dalam perusahaan karena untuk melindungi Krystal. Krystal tak dizinkan untuk terlalu campur tangan dalam perusahaan karena terlalu bahaya. Itu sebabnya lindungilah Krystal jika aku tak bersamanya” senyum Amber.

Vic mengangguk “Lalu saat ini apa yang akan kau lakukan?”

“Ntahlah, aku ingin sekali menjelaskan semuanya pada Krystal, meminta maaf pada dirinya akan kebodohanku” ucap Amber.

“Dan lagipula aku tidak yakin Krystal menyukaiku, seperti yang kau bilang tadi” senyum tipis Amber.

“Mengapa kau bilang seperti itu? aku ini sudah bersahabat dengannya selama 7 tahun”

“Dan selama 7 tahun juga kau tahu bahwa Krystal tidak akan pernah menyukai seorang wanita! dan itu menjijikan baginya. Aku hanya berharap lebih padanya, bagaimanapun juga Krystal ada yeoja normal. Tentu saja dia harus memiliki keluarga dan anak”

“Aish kau ini bicara apa, Krystal tidak seperti itu hanya saja dia hanya sedikit canggung bila bersama seseorang yeoja tampan sepertimu” goda Vic.

“Ayolah Vic jangan mencoba menghiburku, kau tahu bukan Krystal adalah anak dari seorang CEO ternama Asia dan aku hanya kontrak satu tahun bersamanya. Dan pertunangan kami juga dilakukan diam-diam, tidak banyak orang yang tahu tentang profilku. Aku rasa mereka menganggapku seorang namja tulen. Aku yakin setelah semua berakhir Krystal akan bersama namja yang dia cintai, bukan bersamaku”

“Lalu mengapa bila bersamamu? jika kalian saling mencintai itu tidak masalah!” ucap Vic.

“Sudahlah aku tidak ingin memperkeruh suasana, kembalilah ke kelas” suruh Amber dengan kembali memejamkan matanya.

 

At kantin

Semua murid sedang berkumpul untuk makan siang, begitu juga dengan 4 walls dan Shinee. Krystal terlihat makan bersama sahabat-sahabatnya begitu juga Amber. Seperti biasa mereka duduk di tempat duduk biasa, dimana Krystal dan Amber bisa saling tukar pandang, tapi hari ini tidak terjadi. Krystal tak melirik ke arah Amber sedikitpun seperti hari-hari sebelumnya, yang dia lakukan hanya memainkan sendok makan siangnya dengan wajah dinginnya.

Sedangkan Amber mencoba melirik ke arah Krystal “Yak, ada apa denganmu? biasanya kau makan dengan lahap” tatap Henry yang duduk di samping Amber.

Sedangkan di sisi lain Krystal menghela nafas dengan Amber yang masih melirik ke arahnya “Aku sedang tidak ingin makan!” Krystal meletakan sendoknya dengan kasar, segera bangun dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan kantin.

Luna mencoba bangun tapi Vic melarangnya “Biarkan saja, mungkin dia sedang ingin sendiri” ucap Vic dengan menatap Krystal yang pergi meninggalkan kantin.

Amber menatap Krystal yang berjalan keluar dari kantin, melihat Krystal pergi Amber segera bangun dari tempat duduknya dan mengikuti Krystal.

Krystal terlihat berjalan di koridor sekolah dengan wajah dinginnya, dan Amber secara diam-diam mengikuti Krystal dari belakang.

Kini Krystal duduk di taman sekolah dengan menundukkan kepalanya.

“Jung Soojung” lirih Amber yang menatap Krystal dari jauh.

“Biane”

 

Amber mengerucitkan matanya, melihat sosok namja yang mendekati Krystal.

“Kai?” ucap Amber. Matanya masih mengawasi Krystal dan Kai dari kejauhan.

Menatapnya seperti itu membuat Amber menjadi geram, bagaimana tidak. Kai mengelus-elus rambut Krystal membuat Amber mengepalkan tangannya.

Tapi Amber kembali mengingat kesalahannya “Bagaimanapun juga ini salahku” tatap Amber.

 

Amber berjalan menuju kelas, dengan wajah yang tak bersemangat. Tak ada senyum di wajahnya, tak ada kebahagiaan di dalam dirinya “Aku harap kau menjauhi Krystal”

Langkah kaki Amber terhenti saat mendengar suara seseorang yang dia tak sukai. Amber menatapnya kesal “Kau pikir kau siapa?” Amber menyeringai.

“Bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti itu hah?” tatap geram Kai.

“Apa kau tidak tahu kau telah banyak membuat kekacauan! aku harap dengan kejadian ini kau dapat tersadar akan siapa dirimu. Lebih baik kau pulang kerumah ibumu” senyum Kai.

Amber meraih kerah Kai dan memegangnya dengan kuat “Jika terjadi sesuatu pada Krystal, kau orang pertama yang akan kubunuh Kim Jongin!” geram Amber.

“Kau pikir aku tidak tahu kau siapa, aku tahu ayahmu berusaha menurunkan Jay Jung dari perusahaan. Aku tidak tahu rencana busuk apa yang kalian lakukan tapi tak akan ku biarkan!”

Kai terkejut mendengarnya, bibirnya sedikit tersenyum “Lalukan sesukamu Liu, waktumu tak banyak” Kai menepis tangan Amber.

 

“Kriinggggg Kriiingg” 

bel sekolah berdering, semua murid berjalan meninggalkan kelas.

“Soojung!” dengan cepat Krystal meninggalkan kelas, Amber hanya menatapnya pergi “Apa kau belum bicara padanya?” tanya Henry.

Amber hanya diam dengan merapikan tasnnya “Aku pulang duluan” pamit Amber pada Henry.

Amber berjalan menuju lobi sekolah, kakinya terhenti saat Krystal masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan sekolah. Amber menarik tasnya yang hampir merosot, matanya terlihat kecewa dengan acuhnya Krystal pada dirinya.

“Biasanya kami pulang bersama, begitu cepat waktu berlalu dan tak terduga” senyum pahit Amber yang berjalan menuju motornya.

Saat dalam perjalanan, Amber melihat mobil Krystal menuju arah lain “Mau kemana dia?” dengan cepat Amber mengikuti mobil Krystal, karena biasanya Krystal selalu pulang ke rumah jika pulang dari sekolah.

Amber menghentikan motornya, melepaskan helmnya agar matanya dapat melihat jelas.

Amber melangkah lebih dekat, matanya mengrucit. Jantungnya berdebar kencang saat melihat Krystal yang sedang bersama Kai di dalam restoran.

Amber menggeretakan giginya, memegang helmnya dengan kuat. Kakinya berjalan, ntah apa yang membuat Amber menjadi emosi seperti ini. Cemburukah?

Amber mencoba masuk restoran tersebut tapi ke 6 bodyguard Krystal dengan cepat menghalangi Amber.

img_fp20.jpg

Krystal’s bodyguard

Amber tersenyum sinis “Ada apa ini? kalian menghalangi jalanku?” tatap Amber ke pada Bodyguard Krystal.

Amber kembali mencoba masuk tapi lagi di hadang “Aku ingin menemui Krystal, apa kau tidak tahu siapa aku?”

“Maaf tapi nona muda Jung tidak ingin bertemu siapa-siapa”

Amber tersenyum tipis “Minggir”

“Aku bilang minggir!” kesal Amber.

“Hentikan” Amber menatap sisi kanannya.

“Oh sykurlah kau datang, jelaskan pada mereka bahwa aku adalah tunangan Krystal dan aku ingin bertemu Krystal sekarang juga”

“Tidak bisa Amber”

“Mwo?! hahaha lelucon apa ini Kim Taeyeon? aku ingin bertemu dengan Krystal, aku ingin mengatakan padanya bahwa pria yang bersamanya saat ini, adalah pria yang berbahaya!”

Taeyeon menghela nafas “Tidak bisa, ini perintah nona muda Jung. Lagipula kau tidak perlu khawatir, kami sudah menjaga tempat ini dengan ketat”

Amber kembali melihat ke dalam restoran “Amber, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu dengan nona muda Jung tapi dia terlihat begitu sedih. Sepertinya nona muda Jung sedih karena dirimu, nona muda Jung mengatakan bahwa dia tidak ingin melihatmu sedikitpun”

Amber menghela nafas “Tapi kau tahu aku harus menjaganya”

“Aku tahu, tapi aku yakin saat ini nona muda Jung baik-baik saja”

Amber menatap Taeyeon “Baiklah” Amber kembali berjalan menuju motornya dengan kembali menatap restoran tersebut.

 

9.36 PM 

Amber terlihat mondar-mandir di balkon atas, menunggu mobil Krystal yang tak kunjung datang membuat dirinya khawatir. Terutama saat dia tahu Krystal bersama Kai.

“Tapi aku yakin Taeyeon akan menjaganya” tak lama kemudian mobil mewah Krystal masuk ke perkarangan rumah, membuat Amber merasa lega karena Krystal telah kembali.

Amber memutuskan untuk bersembunyi di dekat pintu balkon, melihat Krystal berjalan dengan wajah lelahnya “Biane” lirih Amber.

Krystal kemudian masuk kamarnya “Kau sudah sampai?” ucap Amber yang berdiri di dekat sofa, Krystal menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamarnya. Wajahnya sama sekali tak melihat ke arah Amber.

“Krystal aku minta maaf, aku..”

“Pergilah, aku tidak ingin melihat wajahmu” sinis Krystal langsung membanting pintu.

Sudah 3 hari ini Amber terlihat diam, pikirannya tak lepas dari Krystal. Berbagai cara  sudah Amber lakukan agar Krystal memaafakan dirinya tapi hanya bentakan dan tatapan sini yang di dapat Amber. Bahkan Projek brilian yang di buatnya menjadi berantakan, kini perushaan sedang krisis ditambah lagi Krystal yang kembali cuek dengan perushaan, membuat Amber tak memiliki kekuatan. Amber penuh tekanan, belum lagi Jay Jung yang tak kunjung datang.

 

Jung’s house

Amber terlihat sedang merangkai sebuah pop up book untuk Krystal “Aku harap Krystal suka” senyum Amber dengan membuka pop up book yang telah dia rangkai dengan sebuah mahktoa dan bertuliskan “Forgive me”

Amber bangun dari duduknya, mendengar suara mobil Krystal yang baru saja sampai. Amber menarik nafasnya, berharap Krystal dapat menerima permohonan maafnya.

Kini Amber dapat mendengar suara langkah kaki Krystal.

Dan Krystal menghentikan langkahnya, menatap Amber yang berada tak jauh dari pandangan matanya.

Amber tersenyum tetap Krystal? tidak.

Krystal membuang wajahnya, tak ingin melihat Amber.

“Krystal. Aku….”

Krystal menghentikan ucapan Amber dengan aba-aba tangannya.

“Baiklah, tapi aku ingin memberikanmu ini. Aku harap kau suka” Amber memberikan hasil pop up booknya di meja, Krystal meliriknya dan mengambilnya.

Membuka nya…

Krystal tersenyum tipis, senyumannya mengejek. Tak tahu apa yang terjadi pada Krystal hingga pada akhirnya Krystal merobek pop art tersebut di depan Amber, dan membuangnya begitu saja seperti sampah.

Amber hanya menundukkan kepalanya, Krystal berjalan melewati Amber “Apa yang harus kulakukan agar kau memaafkan aku Krystal Jung?” ucap Amber tanpa melihat Krystal.

Krystal berhenti melangkah “Aku mengaku, aku salah. Aku telah membohongi mu, seandainya ini tak pernah terjadi….”

Belum selesai berbicara Krystal meninggalkan Amber dengan membanting pintunya.

 

Next day

Kini Amber sedang duduk di bangku taman, sudah tiga hari ini Amber tak makan di kantin dan memilih untuk duduk di taman belakang sekolah untuk menghindari Krystal yang masih membencinya dirinya, membenci dirinya seperti saat pertama kali bertemu. Bahkan rasa benci Krystal kali ini melebihi saat mereka pertama bertemu.

Amber menundukkan kepalanya, matanya menatap kanan jalan taman. Matanya membulat saat melihat Krystal yang berjalan di taman sekolah menuju ke arahnya.

Krystal tak menyadari Amber yang tengah duduk di bangku taman dan memutuskan untuk pergi dari taman tersebut “Krystal!” Amber sedikit berlari menghampiri Krystal.

“Krystal tunggu!” Amber berlari kecil.

Usaha Amber membuahkan hasil, Krystal menhentikan langkahnya dengan memunggungi Amber yang berada di belakangnya.

Angin bertiup kencang di tengah taman hijau, Amber menatap belakang punggung Krystal dengan rambut dark brownnya.

“Krystal dengarkan aku.. aku sungguh-sungguh minta maaf. Ini semua salahku, tidak seharusnya aku mempermainkan hatimu, aku tidak tahu akan menjadi seperti ini, membuatmu menjadi sedih”

Krystal melangkahkan kakinya menjauhi Amber “Aku menyukaimu Krystal Jung! aku tidak tahu pada akhirnya aku menyukaimu! anioo, aku bahkan mencintaimu!.

Langkah Krystal terhenti, perlahan Krystal membalikan badannya. Matanya menatap Amber tajam “Cinta?” Krystal tersenyum sinis.

“Apa yang kau harapkan dariku? membalas cintamu? kau pikir aku menyukaimu dengan semua yang ku lakukan padamu, berbuat baik padamu, membiarkan dirimu menyentuh tanganku? kau sama dengan yang lainnya Amber Liu, setelah aku bosan maka aku akan membuangmu, kau pikir aku sedih dengan semua yang kau lakukan padaku? kau salah besar, aku tidak  suka dengan seseorang yang berbohong padaku, dan menjadikan diriku bahan permainan, dan aku tidak ingin melihatmu lagi! aku akan segera menelfon kakek dan menghentikan permainan ini. Aku sudah muak denganmu, jangan harap aku menyukai orang aneh seperti mu Amber Liu, karena aku tidak akan” Krystal pergi meninggalkan Amber dengan rasa amarahnya. 

Amber hanya diam, menundukkan kepalanya. Bibirnya tersenyum dengan ucapan Krystal yang baru saja dia dengar.

 

Jung Corpt Amber POV

Aku berjalan menuju lift dengan beberapa proposal yang akan aku ajukan, saat aku menunggu lift tiba-tiba pandanganku menuju seseorang yang sedang berbicara, aku tidak tahu apa yang menarik perhatianku hingga aku mendekat ke dua orang yang sedang asik berbicara, tapi aku rasa pembicaraanya seperti sembunyi-sembunyi. Aku mengerutkan alisku, melihat Kim Bo Kyung yang berbicara pada seorang wanita.

“Siapa dia?” aku tidak bisa melihat wajahnya, aku melihat Kim Bo Kyung menyerahkan sesuatu pada wanita tersebut,

“Yak!” Aku bukan main terkejut saat Taeyeon mengejutkanku “Apa yang kau lakukan”

“Dasar bodoh, kau ingin membuatku mati hah?!” kesalku pada Taeyeon, dan dia tak merasa bersalah.

“Aku tanya apa yang kau lakukan?”

“Aku…” aku kembali melihat ke dua orang tadi dan seketika menghilang begitu saja.

“Aish sudah lupakan” aku berjalan meninggalkan Taeyeon dan masuk ke dalam lift.

 

“Tuan Amber”

“Ne”

“Anda diminta untuk mengambil cap di ruangan CEO Jay Jung” aku menganggukan kepala, dan dengan segera aku masuk ke ruangannya, aku yakin tak sembarang orang dapat masuk ke ruangan Jay Jung.

Wah sudah lama sekali aku tak masuk ruangan ini, rasanya 6 bulan adalah waktu yang begitu cepat.

Aku segera membuka laci untuk mengambil cap perusahaan, aku tahu Jay Jung benar-benar mempercayakan semua ini padaku, untuk itu aku harus bertahan.

Tunggu dulu, apa ini?

Aku melihat sebuah bingkai di dalam laci. Aku mengambilnya karena penasaran, karena aku pikir itu adalah sebuah bingkai                                                                                                                                                                                                                                                                        Aku membalik bingkai itu, dan melihat.. sebuah foto keluarga?

Yap aku yakin ini adalah foto keluarga, karena aku meliahat Jay Jung duduk bersama istrinya dan aku yakin bahwa yang berdiri di belakang adalah anak-anaknya serta istri berserta cucungnya.

Aku semakin memperhatikan foto yang terlihat bahagia ini, aku melihat Krystal kecil yang di gendong oleh ayahnya.. Oh jadi dia adalah Shin Hae Kyung. Aku mengangguk.

Kalau begitu pria yang satunya siapa? dia terlihat lebih tua dari Shin Hae dan memiliki seorang anak yang cantik dan lucu “Wah wajahnya tak jauh berbeda dengan Krystal”

Oh aku baru mengingat! Jay pernah mengatakan bahwa dia memiliki 2 putra, tapi mengapa aku tak pernah melihatnya?? bahkan aku tak pernah mendengar namanya.

Aku kembali menatap foto nya, aku melihat foto gadis kecil yang di pangku ibunya “Aish mengapa aku melihat anak kecil ini tidak asing?” aish sudahlah lupakan saja. Aku kembali meletakan bingkai foto tersebut dan berjalan keluar ruangan.

 

Waktu menunjukkan pukul 10.55 AM dan aku baru saja tiba “Benar-benar melelahkan” seperti biasa, sebelum masuk aku melihat kamar Krystal. Menatap kamarnya lebih lama, mengapa aku begitu merindukannya sedangkan dia hanya beberapa langkah dariku.

Aku membuka tasku, melihat boneka yang kupegang. Haruskah aku memberikan padanya? semua barang yang kuberikan padanya akan berada di tempat yang sama, yaitu tempat sampah tapi tidak ada salahnya mencoba.

Lagi, aku melangkahkan kakiku mendekati kamar Krystal, menatap pintu kamarnya “Maafkan aku” ucapku.

“Aku merindukankumu”

“Maafkan aku yang bodoh ini Krystal” ucapku. Dan aku yakin dia tidak akan mendengarnya.

Aku menyentuh pintunya dengan telapak tanganku “Selamat malam princess” kemudian aku menaruh boneka yang sudah di bungkus rapih ini dan berjalan kembali menuju kamarku.

Best Teddy Bear Day Shayari For Girlfriend On Valentine Day.jpg

Aku membuka pintu kamarku, menatap kosongnya kamar yang besar ini. Tak ada lagi harum tubuh Krystal, tak ada lagi wajahnya yang tertidur lelap di kasurku, tak ada lagi sosok yang mengganggu saat aku tertidur pulas, tak ada lagi senyumnya saat dirinya mulai memukulku dengan bantal.

Damn! mengapa aku begitu merindukannya! setelah apa yang aku lakukan padanya, apa aku pantas merindukannya? apa aku pantas hah?

“Bodoh!” mengapa hal ini terjadi padaku!

Aku menjatuhkan tubuhku di tempat tidur, membayangkan wajah Krystal yang begitu membenciku, senyum sinisnya saat dia mengatakan bahwa aku banyak berharap padanya.

Aku mengangkat tangan kananku, memperhatikan jemariku yang masih dihiasi cincin ikatan dengan Krystal.

“Hufffhhh”

 

 

06.30, aku terbangun dengan baju yang semalam aku pakai, mataku begitu lelah tapi aku harus sekolah karena ujian akan datang.

Tak lama kemudian aku selesai mandi dan bergegas keluar, saat aku keluar aku melihat boneka yang kuberikan nya sudah tidak ada “Aku yakin Krystal sudah membuangnya” dengan cepat aku kebawah. Aku melihat jam, dan aku yakin Krystal saat ini sedang makan di meja makan, aku menundukan kepalaku. Aku tak berani melihat wajah dinginnya karena itu begitu menyakitkan bagiku. Tatapannya seakan aku begitu menjijikan dan segera enyah darinya.

Aku memejamkan mataku, rasanya sakit melihat Krystal seperti itu. Mengapa aku harus menyukainya saat situasi seperti ini! seharusnya aku lebih sadar bahwa aku benar-benar menyukainya dan berkata jujur pada Krystal.

Sudahlah..

Aku menghidupkan motorku, dan segera memakai helm. Aku tak lagi menunggu Krystal karena semua pengawalnya meminta agar aku tak berangkat bersamanya.

Sebegitu bencikah dirinya kepadaku?

 

Next day 10.57

Aku menunggu Krystal “Mengapa jam segini dia belum pulang? apa dia menginap di rumah Luna?” aku segera mengambil ponselku, dan menelfon Luna.

“Hallo Luna”

“Oh Hai Amber” aku mendengar suaranya yang lelah, apa dia sudah tidur?

“Apa kau sudah tidur?”

“Ne…” Sudah tidur?

“Apa Krystal juga sudah tidur, apa dia menginap di tempatmu?” tanyaku.

“Krystal? Krystal tak bersamaku, dia pulang sudah 1 jam yang lalu”

“MWO?!!” satu jam yang lalu??

“Ada apa Amber?”

“Apa kau yakin, Krystal belum sampai rumah hingga sekarang”

“Apa??? bagaimana bisa, dia sudah pulang satu jam yang lalu! aish kemana anak itu”

“Aku mencoba menghubunginya tapi tidak aktif” ucapku panik.

“Oh aku mengingat sesuatu, sepertinya Krystal cerita padaku bahwa dia sedang merasa bosan dan butuh hiburan, Pada saat itu aku tidak terlalu menanggapinya karena aku pikir dia tidak akan pergi ke club lagi”

“Club??”

“Cobalah pergi ke Octagon Club di daerah Gangnam”

“Baik Luna terima kasih” aku segera menutup telfon.

Dengan cepat aku memakai jaketku dan bergegas pergi dengan motorku menuju Gangnam.

 

“Vroomm Vrooomm” ku hentikan motorku, ku langkahkan kakiku masuk menuju club.

“Hei” aku melihat namja yang bertubuh besar sedang menghadangku.

“Kau pria kecil, apa kau tidak melihat antrian? jika kau tamu VVIP, maka tunjukkan ID mu” aku menatapnya kesal, kau meremehkanku hah?

Aku mengeluarkan isi dompetku dan mengambil beberapa ribu WON dari dompetku “Apa ini cukup?”

Wajahnya yang garang terlihat sedikit lebih santai, aku tahu semua orang menyukai uang “Silahkan masuk tuan” dan aku segera masuk, di dalam begitu gelap dan sangat berisik. Jujur saja ini pertama kalinya aku masuk ke dalam Club malam “Hi pria tampan ingin ku temani?” errgg beberapa wanita ini mencoba mendekatiku, sungguh menggelikan.

Aku mencoba mencari Krystal, tapi sangat sulit. Terlalu ramai disini, orang-orang mengatakan bahwa semakin malam maka akan semakin ramai. Errgh dimana kau Krystal?

Aku mencari ke penjuru arah, dan ….. ketemu!

Aku menghela nafas, sedikit lega melihat dirinya yang sedang duduk dengan gelas di tangannya. Ini untuk pertama kalinya aku melihat Krystal meminum alkohol seperti itu.

Tapi kelegaanku hanya bersifat sementara, ketika aku melihat beberapa namja mendekatinya. Tak pikir panjang aku berjalan ke arahnya.

“Lepaskan!”

“Amber?” Krystal melihatku bingung.

“Aku bilang lepaskan Krystal” kini tatapanku beralih ke namja yang menarik tangan Krystal.

“Hahaha siapa pria kurus ini beb?”

“Aku tunangannya”

“Tunangan? hahahhahaha” aku meremas tanganku, dan menarik tangan Krystal.

“Yak! apa yang kau lakukan?” aku menatap tajam namja itu yang masih memegang tangan Krystal.

“Lepaskan tanganmu sebelum ku hancurkan wajahmu” geramku pada pria brengsek ini.

“Oh kau menantangku?”

“Hentikan!” ucap Krystal yang menatapku sekilas dan berjalan keluar, dengan cepat aku mengikuti Krystal.

“Krystal!!” teriakku, aku segernya menyusulnya.

“Krystal Jung Soojung!” aku memegang lengannya agar dia berhenti berjalan dan berhenti menghindariku.

Kini aku bisa melihat matanya, aku memegang lengannya dengan kuat “Lepaskan!” ancamnya.

“Apa yang kau lakukan?!” aku menatap Krystal, cara berpakaiannya lebih berani. Memakai dress mini hitam.

“Aku bilang lepaskan!!” erangnnya.

“Tidak, sebelum kau pulang ke rumah” paksaku.

Krystal tersenyum tipis “Kau pikir kau siapa bisa mengaturku!” tatapan Krystal benar-benar tajam, begitu menyayat hatikku. Benar, aku bukan siapa-siapa baginya.

Aku melepaskan tangannya dengan pelan “Biane” ucapku tulus.

Krystal menatapku “Harus berapa kali aku katakan, enyahlah dari pandangan matakku! ohh atau jangan-jangan kakek masih menyuruhmu untuk menjagaku agar kau masih bisa mendapatkan uang, begitu?” Krystal mengeluarkan sesuatu dari tasnnya.

Dan…

“Ini!” Krystal melempar sejumlah dan melemparnya tepat di wajah Amber.

“Kau ingin uang bukan? ku berikan padamu, jadi pergilah dari hadapanku!!” geram Krystal yang mencoba pergi dari Amber.

Amber memejamkan matanya, harga dirinya sudah hancur di depan wanita yang dia cintai “Krystal, dengarkan aku!” Amber mencoba meraih tangan Krystal tapi Krystal…

“PLAK!!” Suara tamparan menggema, membuat merah pipi Amber.

Krystal menghela nafasnya, menatap Amber yang memegang pipi kanannya.

Amber tersenyum, bibirnya tersenyum walaupun bergetar. Amber mulai mendongakan kepalanya, menatap Krystal dengan mata merahnya.

Amber masih tersenyum “Aku tidak pernah berfikir untuk menyakiti hatimu, aku tahu aku salah. Aku salah besar karena berbohong padamu. Menjadikanmu sebagai permaianan dalam hidupku tapi…..” Amber menghela nafasnya, menahan sesak nafasnya.

“Tapi aku tidak main-main dengan perasaanku, semakin hari aku semakin jatuh hati padamu. Aku tidak peduli apa yang kau rasakan kepadaku tapi pada saat itu, aku merasa bahagia bila bersamamu. Dosa terbesar dalam hidupku adalah jatuh cinta padamu dengan aku siap menanggung semuanya hingga pada akhirnya aku ingin jujur kepadamu, berkata jujur dari awal sampai akhir. Pada saat itu aku tidak peduli apa yang kau pikirkan, kau rasakan kepadaku. Yang aku tahu, aku harus berkata jujur padamu”

Amber menundukkan kepalanya “Tapi aku terlambat, kau membenciku lebih dari hari kemarin” Amber tersenyum.

“Hingga aku sadar, bahwa tak ada ruang untukku” Amber menatap Krystal.

“Kehilangan rasa cinta, jauh lebih sulit daripada jatuh cinta, kau membuatku merasa hidup dan mati kembali Krystal Jung” mata Amber memerah.

“Kau memintaku untuk pergi darimu, tapi tidak ku lakukan karena aku bertahan dengan perasaan ini, perasaan yang besar untukkmu. Aku harap kau bisa mendengarku, mendengar jeritan hatiku bahwa aku mencintaimu.  Tapi hari ini, hari ini aku akan mencobanya. Mencoba melupakanmu walaupun terasa sangat sulit untuk melupakan senyuman serta suaramu” Amber tersenyum.

“Hufffhh mengapa harus seperti ini hahaha, begitu menyakitkan” Amber tersenyum, perlahan langkah kakinya mundur dari hadapan wanita yang dia puja.

 

Empire School Jam istirahat

Hari ini aku ingin mengucapkan salam perpisahan kepada sahabat-sahabatku, aku tidak akan pernah melupakan mereka. kini aku berjalan menuju kantin, tapi aku menghentikan langkahku. Aku melihat semua murid berjalan tergesa-gesa menuju aula, aku mengerutkan alisku “Ada apa?” karena penasaran aku berjalan mengikuti keramaian dengan kedua tanganku di saku celana.

Aku bisa mendengar suara sorakan murid-murid, menurutku lebih ke sorakan dalam menggoda, aku mendekati mereka. Mataku tak bisa melihat apa-apa.

Tapi ntah mengapa saat aku datang mereka menatapku dengan berbisik, apa yang sebenarnya terjadi? mereka seperti membuka jalan untukku.

Kini langkahku terhenti, mataku menatap pemandangan yang tak kusuka. Ku menelan salivaku, dadaku sesak.

Mataku tak berkedip, aku melihat wajahnya dari samping dengan tangannya yang dipegang oleh namja yang ku benci, Kai.

“Terima terima terima!!!” semua orang bersorak. Aku hanya diam mematung, duniaku runtuh.

“Ohh kita kedatangan tamu” Kini mereka berdua menatapku, Krystal melepaskan tangannya dari Kai tapi Kai merangkul Krystal dengan kuat.

Aku tidak tahu mengapa aku mematung seperti ini “Apa yang kau lakukan!” aku mendengar suara Henry dan sahabat-sahabatku.

“Apa kau sudah gila Kai?!” ucap Jonghyun geram.

“Amber” Key memegang bahuku. Aku hanya diam tak merespon, aku tidak bisa berbuat apa-apa karena Krystal bukan milikku. Aku bahkan tak berani menatap wajahnya, wajah yang dulu selalu ku agung-agungkan.

Jonghyun melangkah maju “Kau benar-benar kelewatan! apa kau tidak tahu Krystal sudah bertunangan dengan Amber?!” marah Jonghyun.

Kai tersenyum licik “Benarkah? aku rasa tidak, oh mereka memang tunangan tapi apakah itu benar-benar tunangan hmmm” ucap Kai yang masih merangkul Krystal.

“Aku rasa, dia tidak masalah bila Krystal bersamaku”

Onew menatap Amber “Amber, lakukan sesuatu” Amber hanya diam.

“Benar bukan? apa kalian tidak tahu selama ini kita telah di bohongi olehnya” tunjuk Kai pada Amber.

“Bagaimana bisa Krystal Jung Soojung bertunangan dengan seorang….. WANITA?” Seketika aula menjadi ribut, semua orang saling berbisik dan memandang Amber dengan tatapan aneh.

Shinee terlihat kaget bukan main “Amber…” ucap Taemin.

Kai menatap Shinee “Dasar bodoh kalian, apa kalian tak menyadari semua itu?! bagaimana bisa Krystal bertunangan dengan seorang wanita?! dan kalian bisa lihat Krystal tak pernah memakai cincin tunangan, karena Krystal di paksa menikah oleh kakeknya! dan wanita aneh itu… jelas saja dia menyukai Krystalku”

Krystal menatap Kai dan kini matanya menatap Amber yang menjadi bahan omongan dan tersudut.

Benar saja, selama ini Amber merahasiakan indetitasnya, dan lagipula mereka tak akan menyangka bahwa Amber adalah seorang yeoja karena dia begitu seperti namja dengan fisiknya yang begitu mendukung. Hal ini dilakukan karena Jay meminta agar gender Amber dirahasiakan karena Korea Selatan masih tabu dalam hal sepert ini. Jay takut itu akan membuat presepsi yang buruk bagi Krystal dan perusahaan.

Dan pada waktu yang sama perusahaan menjadi ribut karena status Amber. Membuat Taeyeon menjadi kelabakan, apalagi saat ini projek Amber sedang dijalankan. Taeyeon berusaha keras untuk membujuk mereka tapi tentu saja di balik semua ini ada seorang provokator. Taeyeon yakin masalah gender tak dimasalahkan dalam perusahaan mengingat mereka semua adalah pengusaha hebat dan pasti memahaminya.

 

 

Aku memejamkan mataku, aku meraskan semua mata menatapku, berbisik ke arahku. Aku mundur selangkah, mataku menjadi panas.

Dadaku merasa pengap, kecewanya hatiku saat orang yang aku cintai hanya diam tak berkata apapun. Aku menatap wajahnya, wajanya tak berubah.

Apa kau puas?

Aku melangkah pergi, berjalan keluar sekolah tanpa memperdulikan siapapun.

 

Krystal menatap Amber yang pergi menjauhi kerumunan, sedangkan Kai masih melingkarkan tangannya di pundak Krystal.

Mata Krystal tak berkedip “Krystal”

“Hmmm?”

“Kau tidak apa-apa?” tanya Kai.

“Aku ingin ke toilet” Krystal melepaskan tangan Kai.

Krystal berjalan menuju belakang sekolah tempat dimana dirinya dan Amber kabur dari sekolah.

Krystal menghentikan langkahnya, matanya menatap cincin yang tergeletak di lantai. Dengan perlahan Krystal mengambilnya dan menatap cincin itu, cincin yang tak asing baginya, tentu saja karena itu adalah cincin milik Amber.

“Apa yang kau lakukan?” Krystal menatap ketiga sahabatnya yang datang menghampiri Krystal.

“Jung Soojung” ucap Sulli.

Krystal hanya diam, kepalanya menunduk “Tak seharusnya kau melakukan semua itu, benar-benar di lewat batas! dan Kai brengsek itu! aku akan membunuhnya!” geram Luna.

 

Kini aku duduk di halte bus, menatap kermumunan jalan yang ramai. Ku terus menghela nafasku, begitu sesak rasanya.

Aku membuang nomor ponselku agar tidak ada yang bisa menghubungiku. Soal Jay Jung, aku rasa aku tidak ingin memikirkan hal itu. Aku sendiri yang akan mencari uang jika Jay Jung mencabut semua kontraknya.

Aku menundukkan kepalaku, melihat jariku yang kini kosong tanpa cincin yang menjadi kenangan indah bagiku. Aku benar-benar menyerah, aku tidak akan bisa mendapatkan dirinya bahkan dalam mimpiku sekalipun.

Sudahlah lupakan saja, biarkan dirinya hidup dihatiku saja.

“Permisi”

“Permisi!”

Aku menghela nafasku, suaranya??

Aku mendongakan kepalaku, huh? “Bukankah kau??”

“Kau lagi?!”

Aku segera berdiri dari dudukku dan menatapnya yang lebih pendek dari ku “Apa kau tersesat lagi hm?”

Dia tersenyum dikit dengan anggukan yang dia berikan padaku “Aku akan mengantarmu, mengapa kau bisa lupa tempat tinggalmu”

Matanya menatapku tajam, sial! mengapa tatapannya seperti Krystal, hanya saja kali ini lebih mengerikan “Aku tidak bodoh! dan aku masih ingat aprtmenku, lagipula aku tidak ingin pulang”

Amber menaikan alis “Tidak ingin pulang, lalu kau ingin kemana? apa kau ingin menemui kekasihmu?” goda Amber.

“Aish mengapa kau menyebalkan sekali!”

“Hahaha maafkan aku Jessica” senyum bodoh Amber.

“Jadi kau mengingat namaku dengan baik?” tentu saja aku mengingatnya dengan baik, karena nama belakangnya terdapat nama JUNG. Apa dia berhubungan dengan keluarga JUNG? tapi…

“Yak! mengapa kau menatapku seperti itu, dasar mesum”

“Aish wanita ini, mengapa kau sama dengan dirinya”

“Dengan siapa maksutmu?” Jessica menaikan alisnya.

“Tidak ada” singkat Amber.

“Jadi kau ingin kemana nona muda?” tanya Amber yang membuat Jessica memandangnya.

“Ke sini” Jessica menunjukkan alamat cafe di daerah Apgujeong, aku mengangguk membacanya.

“Baiklah akan ku antar tapi…”

“Wae?”

“Tapi kali ini aku tidak membawa kendaraan, bagaimana kalau kita naik bus saja?” aku menatapnya, dirinya sedikit terkejut. Melihat penampilannya.. tentu saja Jessica bukanlah anak sembarangan, aku yakin keluarganya sangat kaya melihat gaya serta kulit putih susunya.

“Baiklah”

Aku tidak menyangka dia mau diajak naik bus bersamaku, wah kebetulan sekali bus datang dengan waktu yang tepat!

Dengan segera aku dan Jessica naik ke dalam bus, aku membiarkan Jessica duduk terlebih dahulu di dekat jendela.

Bus mulai melaju pelan, sesekali aku menatap jendela dan tak sengaja menatap wajahnya.

Hmmm ntah mengapa dirinya begitu sama dengan Krystal.

“Aku sangat suka musim semi” aku menatap wajahnya yang melihat pemandangan luar kota Seoul.

“Bunga-bunga mekar dengan indah, sangat terlihat segar di pandang” senyumnya.

“Kau suka bunga apa?” tanyaku padanya, dan seketika tatapan matanya berpaling padakku dan sungguh membuatku sedikit panik!

“Ehhmm aku suka bunga Rose, wae? apa kau ingin membelikannya untukku?” aku menelan salivaku, matanya menatap lurus matakku. Dengan gugup aku mengalihkan mataku “Anio!”

“Ada apa denganmu?”

“Tidak ada” jawabku singkat, aigooo ada apa denganku?

Tidak lama kemudian kami bersiap-siap untuk turun dan menuju cafe yang akan di tuju “Selamat datang!” sapa pelayan cafe La Lee, ini untuk pertama kalinya aku ke cafe ini. Nuansanya sangat nyaman dengan nuansa classic.

Aku mengikuti langkah Jessica yang duduk di sudut cafe. Jessica mulai memilih beberapa cake yang akan dia makan, tentu saja kami berada di cafe yang terkenal dengan cakenya.

“Kau ingin pesan apa?”

“Ehhmm sama denganmu” senyumku yang dibalas anggukan olehnya.

Selang beberapa menit tak ada percakapan diantara kami karena Jessica sibuk dengan ponselnya, hmmm apa dia sedang mengirim pesan teks kepada pacarnya? aish! mengapa aku berfikiran seperti ini!

“Pesanan anda” pelayan restoran telah datang, menaruh cake di masing-masing piring kami. Waaah kelihatannya begitu lezar, pas sekali aku belum makan dari pagi.

Aku menatapnya yang sedang ingin menyantap cake yang berada di depan matanya, haha begitu lucu.

tumblr_mr1v7r0kg71qitdj1o1_500.jpg

Depannya Amber adalah Jessica hehe.

Kami mulai menyantap cake yang telah dipesan “Waah aku benar-benar rindu akan hal ini” senyumnya dengan mengunyah.

“Seoul benar-benar berbeda” ucapnya memandang luar jendela.

Aku menatapnya, banyak sekali pertanyaan yang ingin ku lontarkan padanya “Apa yang kau rindukan?”

Matanya masih menatap luar jendela “Semuanya, semua kenangan indah yang pernah kulewati pada saat itu, ingin sekali rasanya diriku memutar waktu kembali. Aku tak ingin di waktu ini, aku ingin abadi di waktu itu. Di waktu aku dapat tertawa lepas, di waktu aku dapat merasakan kasih sayang serta cinta dan kehangatan. Tak ada kemarahan, tak ada airmata, tak ada dendam, yang ada hanya cinta dan kasih sayang” aku menatapnya, aku merasakan sesuatu yang buruk pada masa lalunya.

“Tapi… tapi aku datang kembali ke Seoul untuk mendapatkan semua yang seharusnya kumiliki. Aku sudah cukup lama berdiam diri” kini matanya melihatku, aku tak tahu apa maksut dari perkataanya.

“Ohh seperti itu, lalu kau selama ini tinggal dimana?”

“Aku tinggal di San Francisco”

“Kau besar disana?”

Jessica mengangguk “Seharusnya tidak tapi.. sudahlah. Bagaimana dengan dirimu.. Amber?”

Wajahnya menatapku, ketika dia menyebut namaku mimik wajahnya terlihat aneh hahaha “Aku? aahh tidak ada yang spesial di dalam hidupku” aku menyederkan tubuhku di sofa.

“Tidak ada yang spesial, benarkah? bukankah saat pertama kali kita bertemu, kau menangis?”

“Aish aku tidak menangis!” aish wanita ini lebih menyebalkan, dia tertawa sedikit. Apa dia tidak tahu bahwa aku seorang yeoja?? bagaimana kalau dia tahu?

“Ehmm aku ingin mengatakan sesuatu padamu”

Dia menatapku serius dengan menaruh cangkir di mejanya “Apa?” tatapnya dingin.

Tapi apakah aku harus mengatakannya? tapi sudahlah, lagipula aku yakin tidak akan bertemu dengan dirinya lagi karena ini hari terakhirku di Seoul “Aku adalah seorang yeoja” ucapku.

Matanya menatapku, tatapan apa itu??! “Itu saja?” datarnya. Apa dia tidak terkejut?

“Aish aku kira ada sesuatu yang lebih mengejutkan” dia kembali mengambil cangkirnya.

“Kau tidak terkejut? maksutku, apa kau tidak merasa…..”

“Merasa aneh? tentu saja tidak, untuk apa? kau tidak perlu khawatir, aku sangat open minded. Ayolaaahh apa tidak ada topik yang lebih menarik lagi?”

Aku sangat lega Jessica bisa menerimaku, hufh tentu saja dia dapat menerima karena dia tinggal di luar negeri.

“Oh iya, apa kau hari ini tidak sekolah? mengapa jam segini kau sudah pulang, apa kau membolos?”

Aku menghela nafasku “Aku berhenti sekolah”

“WHAT?!”

Aku menutup kupingku, ntah mengapa sifatnya begitu sama dengan Krystal, hanya saja suara Jessica seperti suara lumba-lumba yang begitu nyaring “Ada apa denganmu? mengapa kau heboh seperti itu!”

“Tidak juga, hanya saja mengapa kau berhenti begitu saja? apa kau ini anak orang kaya di Korea Selatan, hingga bisa memutuskan begitu saja?”

Huffhh dia tidak tahu dengan siapa aku berurusan “Ceritanya panjang”

“Lalu apa rencanamu? aahh apa kau sedang memberontak kepada orang tuamu? anak orang kaya sepertimu sangat manja” Jessica menggeleng-gelengkan kepalanya.

Aku kembali menghela nafas “Pertama, aku bukan anak orang kaya seperti apa yang kau pikirkan dan yang kedua ceritanya sangat panjang dan yang ketiga aku ingin hidup seperti dulu. Aaaagghh seharusnya aku tidak melakukan semua ini”

“Melakukan apa? apa kau habis membunuh seseorang?” tanyanya datar.

“Aish! seharusnya aku tidak usah mengantarmu, jadi aku bisa langsung pulang dan tidur dengan nyenyak!” tiba-tiba matanya menatapku begitu tajam! JLEB! Sangat menusuk jantungku hingga beku, tatapan apa itu!!

“Hahahaha aku becanda, mengapa kau menanggapinya serius”

“Baguslah” hufffhh aku mengelus dadaku, jantungku berdebar kencang ketika dia menatapku seperti itu, brrrrr sungguh mengerikan!

“Ohh apa kau tinggal bersama orang tuamu disini?” dirinya sedikit diam, apa pertanyaanku melukai hatinya?

“Ehmm iya, aku tinggal bersama ibuku” lalu appanya??? aish sepertinya sangat sensitiv jika bertanya mengenai keluarganya.

“Apa kau memiliki adik atau kakak?”

“Aku anak tunggal” jawabnya singkat. Ehhmm aku ingin sekali bertanya mengenai nama belakangnya, apakah aku harus bertanya?

“Ehmmm apakah kau memiliki hubungan dengan….”

“Drrriingg drrriiiinggg” aku melihat ponselnya yang berdiring, tangannya langsung menggeser layar. Aku melihatnya yang berjalan keluar cafe, aku menatapnya dari luar jendela. Mataku menatap Jessica dengan beberapa orang dengan berpakaian rapih, mereka semua membungkuk kepada Jessica, aku menatap beberapa pria berjas hitam dan…. seorang wanita?? apakah dia ibunya Jessica, aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas tapi sepertinya tak asing…. Saat aku ingin menatap jendela, aku tak tahu Jessica menatapku dari luar jendela, dengan cepat aku mengambil buku menu untuk pura-pura membaca.

Tak lama kemudian Jessica datang, tentu saja aku tahu dia datang karena wangi parfumnya yang begitu khas “Kajja” aku melihatnya yang menaruh uang di meja dan mengajakku pergi meninggalkan cafe ini, dengan segera aku bangun dan mengikutinya dari belakang.

Aku melihat jam yang menunjukkan pukul 5 sore, bagaimana ini? jam 6 aku harus sudah berada di statsiun kereta untuk kembali ke Gangdong-Gu.

“Yak! apa kau tidak bisa berjalan dengan cepat” aku melihatnya yang jaraknya lumayan jauh dari jarakku, haish wanita itu! sejak kapan dia memerintahku seenaknya! dia pikir dia siapa! aish mengapa aku seperti orang bodoh saja.

“Apa kau tidak dengar!” aku menghela nafas, dan memberikan lambayan tanganku padanya, memberika isyarat bahwa aku akan menyusulnya dengan berlari ke arahnya.

“Kita mau kemana?” tanyakku padanya.

“Ikut saja” ucapnya ketus.

“Tapi…..” dia menatapku.

“Apa” tatapnya datar.

“Aku harus pulang ke rumah” jawabku.

Dia menatapku “Lalu?” pertanyaan apa itu? apa dia tidak mengizinkan aku pulang.

“Aku harus segera ke stasiun kereta, kalau tidak aku tidak bisa pulang”

“Oh” aku menatapnya yang langsung berjalan meninggalkanku, aishhh apa maksutnya.

“Yakk!! tunggu aku” aku berlari mengejarnya.

Jessica dan Amber terlihat jalan bersama.

Aish ntah apa yang aku lakukan sekarang? mengapa aku harus mengikutinya, mengapa aku harus bersamanya sedangkan aku harus segera pulang. Untuk apa aku memperdulikannya! lagipula dia bukan siapa-siapa, ayolah Amber jangan terlalu lemah dengan orang lain.

Kini langkahnya berhenti, aku menatapnya yang berada di depanku. Matanya menatap pedagang permen kapas, apakah dia menginginkan permen kapas itu?

Dia terus menatapnya “Apa kau mau?”

Kini matanya menatapku, tanpa menunggu jawaban dari nya aku segera berjalan menuju permen kapas tersebut dan membeli satu untuk dirinya.

“Ini” aku memberikan nya, Jessica hanya menatap “Untukmu, ku belikan untukmu”

“Kenapa?”

“Karena kau terlihat ingin memakannya” ucapku.

Kini Jessica mengambil permen kapas itu dari Amber, dan mulai memakannya. Tergores senyuman di wajah Jessica, tapi ada juga kesedihan di matanya.

“Apa rasanya tidak enak?” tanyaku karena dia hanya diam.

“Tidak, aku menyukainya. Aku sangat menyukainya” tapi mengapa dia terlihat sedih.

“Terima kasih, aku sudah lama tidak memakan permen ini. Terkahir aku makan pada saat aku berumur 7 tahun, aku memakan permen ini bersama ayahku dan sepenjang jalan, aku menyuapi ayahku permen kapas ini. Benar-benar indah” aku menatapnya, aku ingin sekali bertanya padanya tapi aku rasa itu bukan urusanku, dan aku yakin Jessica buka tipe orang yang suka privasinya di ganggu, aish melihatnya seperti ini sungguh tidak tega bila di tinggal sendirian, dirinya terlihat begitu kesepian.

Aku menarik nafasku, matahari mulai tenggelam dan cuaca mulai dingin. Aku menggosok-gosok tanganku. Aku kembali meliriknya, aku melihat Jessica yang hanya memakai kaos polos putih, aishh bagaimana bisa dia bertahan dengan kaos seperti itu.

Aku membuka jaketku “Pakailah” aku memberikan jaketku pada Jessica.saint_laurent_varsity_jacket.jpg

Amber’s Jacket

Jessica menatapku, jujur saja tatapanya begitu menakutkan “Makustku, cuaca Seoul akan dingin bila malam tiba dan aku melihat kau tidak membawa pakaian hangat lainnya jadi aku meminjamkan jaketku padamu” jelasku padanya.

“Tidak ada maksut lain?”

Apa dia sedang mencurigaiku? “Aish”

“Apa kau selalu baik dengan semua orang?”

“Ehmmm tidak tahu, aku hanya ingin melakukan hal yang baik saja” senyumku padanya yang akhirnya jaketku di ambil dan di pakai oleh Jessica, walaupun agar kebesaran sedikit karena tubuhku lebih besar darinya.

 

Author POV

“Mwo? mengapa kau tertawa, apa aku lucu?” tatapnya datar.

“Tidak ada” jawabku cepat.

“Aku rasa, kekasihmu begitu senang memiliki kekasih sepertimu”

“Hahaha kau ini bicara apa? aku tidak memiliki kekasih”

“Benarkah?” tanya Jessica.

“Ya”

“Bukankah kau sudah bertunangan??” Amber terlihat terkejut mendengarnya.

“Aku melihat cincin di jari manismu, bukankah itu artinya kau sudah terikat dengan seseorang, dan….” Jessica melihat tangan Amber “Cincin itu sudah tiada, apa kau bertengkar dengan kekasihmu?”

“Aish wanita ini, ini sangat sulit di jelaskan. Lagipula aku sudah melupakannya. Aku tidak ingin berharap terlalu tinggi” ucap Amber dengan memandang jalan raya.

“Aku juga sudah tidak ingin terlalu berharap, karena semua harapan yang ku mau selalu saja tidak berhasil. Semua yang ku inginkan tidak akan pernah aku dapatkan, sangat menyedihkan. Aku tidak ingin terlalu memikirkan hal itu, untung saja eomma selalu mendukungku dengan baik kalau tidak, mungkin aku tidak akan kembali ke Seoul. Sangat tidak menyenangkan jika kau berharap tinggi tapi tidak sesuai dengan apa yang kau inginkan, lebih baik jalani saja tanpa skenario” ucap Jessica dengan senyuman.

“Apa yang terjadi denganmu?” tatap Amber begitu saja, karena Amber terlalu penasaran dengan Jessica.

Jessica tersenyum tipis “Tidak enak rasanya bila kau tidak di anggap, tidak enak rasanya bila kau dianggap tidak ada. Itu sangat sulit dijelaskan, seperti kau sulit menjelaskan ceritamu”

Amber tersenyum mengangguk “Oke oke, 1 sama Jessica Jung”

“Jadi kau ingin pergi kemana lagi?” tawar Amber.

Jessica terlihat berfikir “Ehmm Namsan Tower?”

“Namsan Tower?”

Jessica mengangguk “Sebulan sekali aku selalu menghabiskan waktu disana bersama orang yang kucintai, dan aku ingin mengingatnya kembali”

Amber segera bangun “Baiklah! ayo kita pergi, lagipula aku tidak ingin berdiam diri saja. Meratapi kesedihan hatiku! Kalau begitu ayo kita bersenang-senang!” girang Amber.

Jessica hanya tersenyum melihat tingkah Amber yang seperti anak kecil “Baiklah, aku akan menelfon supirku untuk menjemput kita”

“Baiklah” ucap Amber.

Tak berapa lama kemudian mobil mewah berwarna hitam tersebut berhenti di depan Jessica dan Amber “Kajja” ucap Jessica.

Kini Jessica dan Amber menuju Namsan Tower, roda mobil melaju cepat hingga tak terasa mereka telah tiba di tempat tujuan.

“Waaahh sudah lama sekali” tatap Jessica melihat Namsan Tower.

Amber melihat Jessica yang terlihat senang, ntah kenapa Amber tersenyum saat melihat kebahagiaan Jessica. Jessica dan Amber melangkah untuk menaiki kereta kabel, melihat pemandangan kota Seoul yang begitu indah.

Amber terus mengikuti Jessica kemanapun kakinya melangkah, menuju musium teddy bear maupun ke love lock “Banyak sekali pasangan disini” ucap Jessica melihat sekitar.

“Apa kau sudah pernah kesini sebelumnya?” tanya Jessica tanpa melihat Amber.

Amber memasukan tangannya di saku celana “Ehmm belum, jujur saja ini adalah pertama kalinya aku ke Namsan Tower”

Mata Jessica membulat dengan menatap Amber yang berada di sampingnya “Benarkah?? aigooo kau ini tinggal di bawah batu ya?”

Amber menatap jengkel “Tidak menyenangkan bagiku” keluh Amber.

“Ehmm bagaimana kalau kita coba love locks?” tatap Jessica.

Dan kali ini mata Amber yang membulat “Mwo??!! yak! tidak, aku tidak mau” Amber terlihat gugup.

Jessica menatap tajam Amber “Mengapa tidak mau? saat aku menonton drama Korea, aku ingin sekali mencobanya!”

“Lakukan saja sendiri” usul Amber.

“Tidak! kau harus mau”

“Kenapa harus aku?” elak Amber.

“Tentu saja kau! apakah aku harus mengajak orang asing disini?”

Amber menghela nafas “Tapi, apa kau tidak lihat maksutku saat kau menonton drama koreamu itu, apa kau tidak memperhatikan mereka saat di lock love? kau… kau lihat mereka. Mereka semua berpasangan, dan lock love adalah gembok cinta”

“Lalu?” datar Jessica.

Amber menggaruk dahinya, melihat Jessica yang keras kepala.

“Aku tidak peduli” dingin Jessica.

“Lagipula aku melakukannya hanya ingin saja, bukan berarti kita saling jatuh cinta. Mengapa kau cepat sekali tersanjung” ejek Jessica yang membuat wajah Amber merah.

“Baiklah baiklah ayo kita lakukan Jessica Jung” ucap Amber.

Jessica tersenyum puas karena Amber menuruti kemauannya.

Matahari mulai terbenam, pemandangan sore hari di Namsan Tower sungguh terlihat indah, rambut Jessica terlihat indah dengan warna blondenya, sedangkan Amber terlihat berjalan untuk menghampiri Jessica di pinggir lock love. Kini Jessica dan Amber sedang menulis di gemboknya masing-masing dengan terbenamnya matahari.

“Selesai!” ucap Jessica, yang kemudian menatap Amber yang masih asik menulis.

Jessica terlihat mendekati Amber, penasaran dengan apa yang dia tulis “Aish! kau tidak boleh mengintip”

Jessica memasang wajah kesal “Lagipula aku pasti akan melihatnya”

“Baiklah ayo kita gembok” ajak Amber.

Jessica dan Amber mulai menggembok, Jessica memperhatikan tulisan di gembok Amber “Tersenyumlah karena aku menyukainya :)” tentu saja itu membuat Jessica tersenyum, dan Amber juga membaca tulisan Jessica “Terima kasih untuk ada bersamaku ^^”

“Selesai” ucap Amber.

“Simpanlah” Amber memberikan kunci itu pada Jessica.

“Aku tidak menyangka kau akan menulis seperti itu” goda Amber.

“Karena hanya kau yang saat ini aku kenal!” Kemudian Jessica berjalan meninggalkan Amber.

“Aish bahkan sifat mereka hampir sama” Amber menggelengkan kepalanya.

Setelah puas berjalan-jalan Jessica menelfon kembali supirnya, sambil menunggu Jessica dan Amber terlihat berjalan di bawah pohon-pohon rindang dengan lampu taman yang indah “Aneh, rasanya sangat aneh. Mengapa aku bisa menghabiskan waktu bersamamu? padahal aku hanya bertemu denganmu sekali, itu rasanya sangat aneh” ucap Jessica menatap lurus jalan.

“Itu karena pesonaku hahahaha” canda Amber.

Jessica menatap Amber “Apa kau tidak takut denganku?”

“Takut kenapa?”

“Kita baru saja kenal, bagaimana tiba-tiba aku membunuhmu atau menghipnotismu?”

Amber tertawa mendengar ucapan Jessica yang konyol “Hahaha, aku percaya kau tidak akan melakukan hal itu. Tapi jika kau ingin melakukannya, lakukan saja. Aku sudah lelah dengan hidup ini”

“Kau harus cerita jika memiliki masalah jika terus kau pendam, kau bisa gila Amber. Aku tahu kau menangis di dalam, kau hanya memasang senyum palsu” Amber menatap Jessica, terkejut dengan ucapan Jessica.

“Aku hanya lelah saja, aku terlalu banyak membuang waktu. Aku selalu meremehkan segala sesuatu, aku hanya mementingkan diriku saja hingga pada akhirnya aku menyesal” senyum pahit Amber.

“Kalau begitu kau harus berjanji pada dirimu untuk menjadi orang yang lebih baik” Kini Amber menghentikan langkahnya, menatap Jessica di bawah lampu taman.

“Aku mencoba, tapi aku tak diberi kesempatan. Aku menyerah… ini untuk pertama kalinya aku menyerah karena aku telah menyakiti hati seseorang”

Jessica memegang bahu Amber “Aku yakin suatu saat dia akan mengerti dan memaafkanmu, tersenyumlah karena aku menyukainya” ucap Jessica kepada Amber yang akhirnya membuat Amber tersenyum “Jadi kau menyukaiku?” goda Amber yang dibalas pukulan kecil oleh Jessica “Ah! sakit sekali”

“Tin tin” suara klakson mobil Jessica telah terdengar.

Supir Jessica membukakkan pintu “Masuklah” ucap Jessica.

“Bagaimana denganmu?” tanya Amber.

“Aku bisa naik taxi, apa kau pikir aku anak TK?”

“Tapi aku bisa….”

“Sudah naik saja!” paksa Jessica.

Sebelum naik mobil Amber menatap Jessica “Aku harap aku bisa bertemu denganmu lagi Jessica” senyum Amber yang kemudian masuk ke mobil Jessica menuju stasiun terdekat.

Jessica melihat mobilnya yang telah menjauh “Kita pasti akan bertemu lagi, Amber Liu”

 

Jessica POV

Jessica berjalan masuk menuju apartemen pribadinya yang baru beberapa minggu dia tunggu “Kau sudah pulang?”

Aku memeluk wanita yang aku cintai ini dengan erat serta memberi ciuman di pipinya “Darimana saja?” eomma menatapku khawatir.

“Aku keliling kota Seoul”

“Benarkah? dengan siapa”

“Rahasia” senyumku pada eomma.

“Aigoo aku pikir kau tidak akan lagi menyukai Seoul”

“Tadinya” ucapku singkat.

Aku bergegas bangun untuk membersihkan badanku “Sica”

“Ne eomma”

“Apa kau sudah membacanya?”

Aku menggelengkan kepalaku, aku belum sempat membaca dokumen yang diberikan tadi sore “Aku akan membacanya dikamar”

“Eomma harap kau dapat mempelajarinya dengan baik, saat ini saham mereka sedang naik tapi eomma dengar penanggung jawab dari projek mereka melepas tanggung jawab begitu saja. Aku harap kau mengerti Jung Sooyeon, aku harap kau tak lupa akan tujuan kita” aku mengangguk mendengar ucapan eomma.

“Aku permisi eomma” bungkukku.

Aku melepaskan jaket milik Amber dan menaruhnya di sofa, aku mengambil air putih dan menaruh amplop coklat itu di mejaku.

Aku menatap jalanan kota Seoul yang ramai “Aku tak menyangka aku akan kembali” senyumku. Jika mengingat kejadian dulu, sungguh aku tak ingin menginjak tanah ini.

Aku berjalan mengambil amplop coklat yang diberikan oleh salah satu orang kepercayaan eommaku disini. Aku membukanya dengan duduk di atas tempat tidur.

Aku membaca beberapa dokumen penting dari perusahaan ternama di Asia. Aku hanya bisa tersenyum saat melihat nama Jay Jung dan Jung Soojung “Bagaimana bisa?” senyumku.

Kini aku mengganti lembaran “Kim Taeyeon” aku tersenyum saat membaca namanya, sungguh aku tidak melupakannya.

Dan berganti lembaran lagi, kini lembaran ini berisi tentang mega projek yang dilakukan Jung Corpt baru-baru ini. Aku membaca detai setiap rinciannya dan…

“Benarkah??” betapa terkejutnya aku melihat ketua penanggung jawab dari mega projek ini.

“Amber Josephine Liu” aku mengedipkan mataku, wajahnya terbayang di benakku.

Tergores senyuman di bibirku “Sepertinya kita akan bertemu lagi”

 

Krystal POV

“Apa ini yang kau sebut makanan!!” kasar Krystal melempar piring ke lantai, semua pelayannya terlihat takut, Krystal segera bangun dari tempat duduknya.

Sudah dua hari ini Krystal terlihat berbeda, sifat dingin serta arogannya kembali ke dalam dirinya dan marah tanpa sebab yang jelas.

“Bagaimana ini? nona muda Jung benar-benar berubah” keluh salah satu pelayan.

Taeyeon menghembuskan nafasnya yang lelah akan tingkah Krystal “Sepertinya, nona muda Jung seperti itu karena Amber”

Taeyeon melirik pelayan yang berbicara tentang Amber “Sepertinya kau harus membujuk Amber kembali seketaris Kim”

“Aku rasa itu akan sulit, aku tidak bisa melacak keberadaan Amber. Aku mencoba datang kerumahnya tapi ibunya saja tidak tahu”

“Lalu apa yang harus kita lakukan? hari ini nona muda Jung sudah memecat 10 pelayan di rumah. Apakah kita harus melapor pada tuab besar?”

“Jangan, aku akan menangani hal ini” ucap Taeyeon.

 

“Dum!!” pintu di banting kuat oleh Krystal.

“Errghhh!!!” apa yang membuatku seperti ini! aku merasa kesal, aku merasa marah! aku merasa ingin berteriak!

Apa aku seperti ini karena…. karena Amber?

“Tidak! untuk apa aku memikirkan pembohong seperti dia!” tapi ntah mengapa pikiranku tak lepas darinya.

Dia yang berbuat salah tapi mengapa aku yang harus menerima hukuman! bahkan sahabat-sahabatku membel si pembual itu! dan shinee… mereka bahkan membenciku.

Apa aku sudah keteraluan? anio! aku melakukan hal yang benar, mereka tahu bahwa Amber telah membohongiku!

“Aaaagghhh!!! aku tidak peduli! aku tidak peduli akan dirinya”

 

Next day 07.10 AM

Aku membuka kamarku, mulai melangkah keluar dari kamar. Langkahku terhenti saat menatap pintu kamarnya. Pintu kamar yang biasanya selalu terbuka untukku “Ergh apa yang kau pikirkan Krystal Jung!” aku berjalan untuk makan pagi.

Hari-hari yang membosankan kembali terulang, hanya ada aku di meja makan besar ini Terasa sangat hampa, aku melirik ke tempat duduk kosong di kanannku. Kosong…..

Setelah ku rasa cukup, aku segera berangkat ke sekolah. Kini mobilku berhenti di lampu merah, mataku menatap jendela luar.

Terbesit bayangan dirinya “Yak Jung Soojung, semangat!!”

Tak ada lagi motor hitam dengan pengendaranya yang biasanya selalu menyemangatiku di pagi hari, tingkah konyolnya yang selalu menarik perhatianku.

Dan aku benci itu…

Aku benci mengingat senyumannya!

 

At Empire School

Aku berjalan masuk, setelah berita mengenai Amber sekolah menjadi begitu heboh. Beberapa orang menghina Amber sebagai pembohong besar, menghina Amber dengan seseorang yang tidak normal, begitu banya berita yang ku dengar semenjak kejadian itu. Bahkan Shinee terlihat syok mendengar berita tersebut.

“Krystal” aku menghentikan langkahku, melihat namja yang menghampiriku. Namja yang diberitakan menjadi kekasihku. tapi aku tidak tahu… apakah aku bisa menerimanya atau tidak.

Aku menatapnya, menatap namja yang begitu dibenci Amber dan namja ini berhasil menyingkirkan Amber dari hidupku. Aneh, rasanya terasa aneh dan mengganjal hatiku.

“Aku pikir aku akan menjemputmu”

Aku menggelengkan kepalaku “Tidak perlu” senyumku seadannya, semua orang menatap kami.

“Bagaimana bila pulang nanti kita menonton, jika kau mau”

“Baiklah” aku menerimanya, aku merasa bosan dan butuh sedikit hiburan. Aku harap aku bisa membuka hati untuk dirinya.

Hmmmm.. aku melihat Luna, vic dan Sulli yang melihatku. Mereka tak menegurku, selalu seperti itu bila aku berasam Kai semenjak adanya Amber. Aku tak tahu mengapa mereka membenci Kai, dulu tak seperti ini.

“Mau aku antar ke kelas?”

“Tidak perlu, aku pergi”

“Baiklah” aku pergi berjalan menuju kelas.

 

Semenjak kejadian Amber, kelas terasa sepi, Tak pernah ada keributan di dalam kelas maupun hukuman saat tertidur di dalam kelas.

Aku menulis acak di kertasku, menulis tulisan tak jelas. Biasanya aku selalu menulis pesan untuk Amber melalui kertas putih ini.

Ntah apa yang kupikirkan, aku selalu memikirkannya tapi aku membencinya!

“Krystal Jung”

“Ne?”

“Apa kau tidak memperhatikanku saat menjelaskan?”

“Ehmm aku sedikit pusing” bohongku.

“Kalau begitu keluarlah dan pergi ke ruang kesehatan” aku segera pergi dan keluar dari kelas.

Aku berjalan.. aku berjalan sendiri di koridor sekolah.

Aku tak merasa waspada, aku tak merasa takut, aku tak merasa dibuntuti tapi ntah mengapa aku menghentikan langkahku, membalikan badanku menatap belakang arahku.

Kosong…

“Aku tidak mengikutimu! mengapa kau cepat sekali tersanjung! aku hanya mengikuti arah angin berhembus!” 

Aku tersenyum, iya aku tersenyum. Mengingat tingkah konyolnya, sekarang aku tahu mengapa kau selalu mengikuti kemana saja. Karena kau di tugaskan untuk menjagaku, melindungiku untuk kepentinganmu.

“Hufffhhh” aku tak perlu sejauh ini memikirkan tentang dirinya.

Tapi aku juga merasa kesal dengan diriku yang tak bisa melupakannya! ada apa denganku!

“I hate myself”

 

08.47 PM at Cinema

Aku menunggu Kai yang sedang membelikan tiket “Ayo” ajaknya.

Aku duduk bersama Kai “Film apa yang kita tonton?” tanyakku.

“Film Insidious” lampu theater mulai padam.

Film mulai berjalan, beberapa menit kemudian orang-orang teriak karena seram. Tapi tidak untukku, teriakan mereka mengingatkanku pada si bodoh itu.

Aku sungguh tidak tahan dengan semua ini “Kai, apa kita bisa pergi?”

“Pergi? tapi…”

“Ku mohon” Kai menatapku.

“Baiklah” senyumnya.

 

“Krystal, apa kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa hanya saja aku merasa lelah”

“Baiklah, kalau begitu istirahatlah. Akan ku antar”

“Tidak perlu, supirku sudah menunggu. Selamat malam Kai” aku langsung pergi meninggalkan Kai.

 

Jung’s house

“Selamat datang nona muda Jung” seperti biasa aku menghiraukan mereka dan berjalan begitu saja.

“Nona muda Jung” aku menghentikan langkahku, menatap orang kepercayaan kakekku ini.

“Ada apa” tanyakku dingin.

“Besok hari akan ada rapat, aku harap nona muda Jung bisa datang ke rapat tersebut” aku menatapnya.

“Ya” aku langsung pergi meninggalkannya, aku tahu tanggung jawabku sebagai seorang CEO dan aku tidak akan membiarkan perusahaanku begitu saja.

 

Jung Corpt

“Kalau seperti ini terus maka perusahaan akan mengalami kerugian besar presdir” aku melihat laporan hasil mingguan yang turun.

“Bagaimana ini presdir?” aku menghela nafas, aku bahkan tidak bisa berfikir saat ini. Begitu banyak tekanan yang kudapat. Aku melihat projek Amber akan membuahkan hasil tapi bagaimanapun juga ini adalah alur pikirknya, aku tak bisa menerka-nerka rencananya.

“Sepertinya presdir kita tak  bisa menjawab, bagaimana nasib perusahaan kita?” semua orang jadi ribut. Aku benci hal ini! errghhh..

“Nona muda Jung, kau tidak apa?” tiba-tiba aku merasa pusing.

“Rapat kali ini kita tunda” ucap Kim Taeyeon segera.

 

“Nona muda Jung kau tidak apa?” aku mengangguk, berdiri dengan segelas airputih.

“Nona muda Jung, kau terlihat pucat”

“Aku tidak apa-apa” erghh sial! ada apa dengan kepalaku.

“Nona muda Jung” kenapa pandanganku menjadi gelap….

“Brukk!” Krystal terjatuh membuat Taeyeon menjadi panik.

“Cepat panggil dokter!!” panik Taeyeon yang langsung membawa Krystal ke ruang kesehatan kantor.

 

 

Errrghh pusing sekali… ku mencoba membuka mata hm…

“Nona muda Jung, kau sudah bangun?” aku melihat Taeyeon yang berdiri di sampingku, Taeyeon membantuku untuk bersandar dengan bantal.

“Aku rasa anemia nona muda Jung sedang kambuh, nona muda Jung harus banyak istirahat dan makanlah dengan banyak”

“Bisa kau tinggalkan aku” perintahku tanpa menatap matanya.

Taeyeon membungkuk untuk Krystal “Baik nona muda Jung, aku menaruh obat di mejamu. Aku permisi” Taeyeon meninggalkan kamar Krystal.

Krystal memejamkan matanya, tersenyum tipis.

Krystal membuka matanya, kakinya mulai turun dengan kaki telanjang. Kaki putihnya melangkah keluar kamar.

Krystal terlihat kurus, wajahnya masih pucat. Kakinya melangkah ke kamar yang tak jauh dari kamarnya.

“Krek” pintu mulai terbuka, kamarnya begitu gelap. Krystal menghidupkan lampu kamar yang sudah lama tak dia singgahi.

“Krek” Krystal menutup pintu kamar, kaki polosnya berjalan menuju tempat tidur yang biasa dia tiduri.

Tubuh Krystal mulai menyatu di dalam alas tidur lembutnya. Matanya mulai di pejamkan dengan memeluk bantal yang memiliki harum khas seseorang.

Seseorang yang meganggu pikirannya, seseorang yang membuat dirinya gelisah, seseorang yang membuat dirinya marah.

Krystal menutup erat matanya, berusaha menghilangkan ingatannya akan kenangan indah yang dia lalui dengan mencoba menghapusnya dengan rapih.

Krystal tersenyum, mengingat dirinya yang selalu memukul Amber dengan bantal, mengingat Amber yang selalu mengalah untuk tidur di sofa. Begitu spesialnya Krystal bagi Amber…

“Pabo….” lirih Krystal.

“Amber pabo….” senyum Krystal dengan memeluk erat bantalnnya.

 

Hari-hari telah berlalu, ujian akan segera tiba dan sudah seminggu ini Amber tak ikut dalam pelajaran.

“Krystal” aku menghentikan langkahku, menatap Henry yang berjalan ke arahku.

“Ya” jawabku singkat, ini adalah percakapan pertamaku dengan salah satu Shinee, semenjak kejadian itu mereka tak sama sekali berbicara padakku, tak seperti dulu.

Henry menghela nafas, menatap Krystal yang dulu dia puja “Mengapa kau tidak memberithau pada kami? mengapa kau tidak memberithau kami dengan semua apa yang terjadi?”

Krystal menatap Henry “Apa maksutmu”

Henry tersenyum tipis “Sebegitu bencikah kau terhadap Amber, hingga kau tak mau tahu tentangnya? aku tidak tahu apa yang Amber perbuat padamu hingga kau mempermalukan Amber di depan umum, tapi yang ku tahu Amber memiliki alasan dan dia adalah orang yang baik. Maaf telah membuang waktumu Krystal Jung” Henry pergi meninggalkan Krystal.

 

3 hari kemudian

Hari ini sangat melelahkan, aku baru saja pulang makan malam dengan Kai. Akhir-akhir ini aku menghabiskan waktu bersama Kai, aku tidak tahu status kami apa, aku hanya menjalaninya saja. Setidaknya aku tidak terlalu kesepian walaupun aku membohongi diirku sendiri.

“Aku melangkah menuju kamarku, aku selalu berhenti di depan kamarnya. Ntah mengapa aku berbuat seperti ini. Apa yang membuatku selalu memikirannya? aku membuka pintu kamarnya, ini sudah ketiga kalinya aku masuk ke dalam kamarnya. Aku pandangi seluruh kamarnya, tak ada yang berubah. Beberapa buku tersusun rapih, piano masih di tempat yang sama. Aku duduk di sofanya, sofa yang biasa dia tiduri.

Sungguh aku membenci diriku! aku benci diriku sendiri.

Ku buka mata ini, tak lagi ku lihat wajahnya. Tak lagi ku dengar suaranya. Aku membencinya tapi ada sesuatu rasa yang lebih besar daripada kebenciaan.

Apa yang harus aku lakukan?

 

Next Day 08.10 AM

“Nona muda Jung” aku terbangun di kamar Amber. Aku mengucek matakku, ini adalah hari minggu. Tidak biasanya pelayan membangunkan tidurku apalagi tidak mengetuk pintu atau seizinku.

“Yak! mengapa kau ada disini” marahku.

“Maaf nona muda Jung, tapi tuan besar sudah menunggu anda daritadi”

Tuan besar? aku langsung terkejut “Maksutmu kakek?!!”

“Ya nona muda” aku langsung segera keluar kamar, dan turun tangga. Aku tak sabar melihat kakek!!

“Kakek!!!” teriakku dari jauh.

“Ohhh cucungku tercantik!!” aku belari ke arahnya, dan memeluknya erat. Ya Tuhan aku benar-benar merindukan kakek!

Aku menatapnya, wajah kakek tidak berubah hanya saja lebih kurus “Mengapa kakek lama sekali! apa kakek tidak tahu aku begitu menderita!”

“Haha maafkan kakek Soojung, kasus ini benar-benar menghabiskan waktu kakek”

“Apa kakek akan pergi lagi?”

“Ehmm untuk saat ini kakek akan bersamamu”

Kakek menjelaskan semua permasalahnya, untuk saat ini kakek sedang dalam proses pengadilan dan itu benar-benar menyita waktunya tapi aku bersyukur kakek baik-baik saja dan aku menetap di Seoul.

“Aku dengar Amber tak ada disini, benarkah itu?”

Aku diam beberapa saat, aku tidak tahu apa yang harus kukatakan “Apa kau bertengkar dengannya?”

 

Author POV

“Kakek seharusnya tidak perlu khawatir akan diriku, aku bisa menjaga diriku” ucapku tanpa menatap kakek.

“Hmmmm jadi kau sudah mengetahuinya”

“Aku tidak suka itu, aku tidak suka kebohongan dan aku akan baik-baik saja”

Kakek Jung menatap Krystal “Jangan salahkan dirinya, salahkan saja kakek. Amber adalah anak yang baik, aku yang memintanya untuk menjagamu”

“Tapi apakah harus seperti itu?? ini benar-benar sudah kelewat batas” marah Krystal.

Kakek Jung menatap tajam cucung kesayangannya itu “Mengapa reaksimu berlebihan seperti itu? seharusnya kau akan baik-baik saja sekalipun Amber membohongimu, sekalipun dia hanya suruhanku. Apa kau menyukai Amber?”

“Kakek bicara apa?”

Kakek Jung tersenyum “Kakek memilih Amber karena dia adalah anak dari sahabat kakek sekaligus salah satu pendiri dari Jung Corpt. Josh Liu adalah salah satu pendiri dari perusahaan ini, dia membantu banyak. Mendengar berita keluarganya jatuh miskin sangat membuatku terpukul, terlebih lagi Amber selalu dipukuli oleh penagih hutang, melindungi keluarganya dengan sekuat tenaga. Dia benar-benar anak yang penuh dengan perjuangan dan kemudian perusahaan kita dalam bahaya, seseorang mengincarku dan kamu Soojung. Amber adalah satu-satunya yang dapat ku percaya. Pada dasarnya Amber tak mau, tapi aku terus membujuknya hingga dia menandatangani kontrak selama 1 tahun untuk menjagmu. Aku yakin yang dilakukan Amber selama ini adalah untuk keluarganya, untuk ibu dan adiknya. Tidak semata mempermainkan perasaanmu”

Krystal hanya diam “Setahun?” ulang Krystal menangkap kata-kata kakeknya.

“Ya, aku rasa setahun cukup untuk menyelesaikan masalah ini”

“Lalu apa yang terjadi bila setahun itu tiba?” tatap Krystal serius.

“Kubiarkan Amber di sisimu untuk menjagamu, kubiarkan Amber di sisimu karena aku tahu Amber bisa melewati semua masalah ini. Aku dengar perusahaan kita naik karena ide jeniusnya, itu luar biasa bagi remaja muda seperti dia, tapi terlalu bahaya karena ada seseorang yang ingin menjatuhkanku dan kau Soojung. Itu sebabnya aku membiarkan Amber mengambil alih perusahaan agar bisa melindungimu, banyak orang yang ingin menjatuhkanmu Soojung, banyak orang yang ingin menyingkirkanmu, aku tidak mungkin menyerahkan perusahaan begitu saja dengan keadaan seperti ini, saat ini situasi begitu mengerikan. Banyak orang yang telah mengkhianati kita dan bila pelaku nya tertangkap maka kau akan menjadi CEO tetap”

Krystal tersenyum tipis “Apakah kakek sedang memanfaatkannya? kalau begitu apakah Amber dalam bahaya juga?”

Jay Jung meminum segelas wine “Aku lakukan untukkmu”

Krystal bangun dari duduknya “Kakek hanya lakukan untuk perusahaan. Aku permisi”

“Jung Soojung” Krystal menghiraukan Jay Jung dan beranjak ke kamarnya.

Krystal duduk terdiam di atas tempat tidurnya, mencerna kembali ucapan Jay Jung “Aku bisa gila”

 

 di tempat lain 

“Aku dengar Jay Jung sudah kembali ke Seoul”

“Ya Kang Ji Hoon” wanita bernama Kang Ji Hoon itu tersenyum dengan minuman di tangannya.

“Ini akan menarik, aku tak sabar melihatnya dalam TV”

“Aku rasa hakim akan kembali melakukan sidang minggu depan, untuk saat ini Jay Jung tidak bisa pergi ke perusahaan ataupun melakukan bisnis yang lainnya. Saat ini hanya Krystal Jung Soojung yang memiliki semua hak kuasa Jung Corpt” ucap pria yang tak dikenal itu.

Kang Ji Hoon tersenyum tipis, menatap jendela apartemen mewahnya “Krystal Jung Soojung” ulangnya.

“Aku tak sabar untuk melihat wajahnya” senyum wanita itu.

 

3 hari kemudian di tempat lain

“Apa kau sudah berhenti sekolah?” ucap Eric terhadap Amber yang sedang berbaring di rumput.

“Sepertinya begitu, aku tidak ingin kembali lagi Seoul”

Eric sedikit terkejut dengan jawaban Amber “Kenapa begitu? apa kau tidak merindukan kekasihmu Krystal Jung?”

Amber tersenyum kecil “Ntahlah, saat ini aku tidak ingin memikirkan hal itu? lagipula dia bukan kekasihku Eric”

“Tapi aku yakin Krystal akan memafaakanmu” tambah Ailee

Amber menatap Ailee dengan tatapan aneh “Tidak mungkin, kau tidak lihat tatapannya”

“Lalu bagaimana teman-temanmu yang berada di Seoul?” tanya Eric.

Amber menghela nafas, Amber tak tahu apa yang shinee pikirkan tentang terungkap dirinya “Aku rasa mereka tak ingin berteman dengan ku lagi” keluh Amber menatap sungai Han

“Jadi kau tidak ingin bertemu kami lagi??” kelima namja itu berdiri di belakang Amber. menatap wajah Amber yang begitu terkejut.

“Ka-kalian” gugup Amber.

“Yak! eksprsi apa itu, kau kira kami hantu!”  canda Jonghyun.

“Dasar bodoh, jika kau ingin meninggalkan kami setidaknya kau izin pada kami! jika kami mengizinkan kau pergi, kau boleh pergi tapi kami tidak akan mengizinkan kau pergi dari kami!” ucap Henry.

“Karena kau adalah bagian dari kami” tambah Onew.

“Kemari kau bodoh!” Minho berlari kecil mengejar Amber.

“Yak! yak apa ini!” seketika shinee memeluk Amber.

“Aaaaghhh aku merindukanmu nona tampan hahahah” seketika semua tertawa sedangkan Amber masih di peluk oleh Shinee.

“Pantas saja kau tidak ingin satu kamar mandi bersama kami! hahahaha” goda Taemin.

“Ak ak ak lepaskan aku Henry!” Henry mengapit kepala Amber di lengannya “Tidak! kau tidak boleh meninggalkan kami!” seketika semua tertawa, melihat mereka bahagia satu sama lain. Melepas kerinduan bersama orang terkasih dapat mengubur rasa sedih Amber yang selama ini dia rasakan.

 

Di balik kebahagiaan Amber dengan para sahabatnya, tanpa sadar seseorang yeoja menatapnya dari kejauhan. Matanya tak lepas dari tawa Amber, matanya menatap jauh sosok yang sudah lama tak dia jumpai.

Matanya tak terpejam, terus menatap Amber seakan waktu benar-benar membunuh waktunya dalam beberapa minggu ini. Melihatnya tertawa, membuat yeoja itu mengulang lagi ingatannya sama bersama Amber yang tengah tertawa lepas.

“Nona muda Jung, apa kita pergi sekarang?”

Krystal memejamkan matanya untuk beberapa saat, menghela panjang nafasnya dengan sekali lagi menatap Amber “Jalan” perintah singkat Krystal.

 

10.42 Amber’s home 

“Ayo kita minum sepuasnya!!” Shinee, Eric dan Ailee menaikan gelas untuk minum bersama di kedai Amber.

“Jangan minum terlalu banyak! kalian masih dibawah umur!” larang ibu Amber.

“Tenang saja bibi, kami hanya minum sedikit saja” senyum Taemin.

“Terima kasih bibi atas makanan dan minumannya” senyum Ailee.

“Aish lagipula kenapa kau tidak pulang? apa kau lupa kau wanita”

“Apa bibi juga lupa amber adalah wanita, aku yakin Amber akan menjagaku!” ucap Ailee yang merangkul lengan Amber.

“Baiklah, ayo kita bersenang-senang!” girang Henry dengan mengangkat gelas.

Kedai malam ini bergitu ramai dengan suara dan tawa sahabat-sahabat Amber. Amber begitu senang melihat sahabatnya dapat berkumpul. Untung saja Eric dan Ailee cepat bersahabat dengan Shinee sehingga tak ada rasa canggung satu sama lain.

Dan lebih bersyukurnya lagi dengan ketulusan persahabatan yang diberikan Shinee pada Amber tanpa melihat Gender.

Henry menatap sahabat sebangkunya itu, menatap Amber yang terkadang melamun.

“Apa kau akan kembali ke Seoul? apa kau tahu sebentar lagi kita akan ada ujian kelulusan!” celetuk Henry.

“Benar! selama seminggu lebih ini kami menutupi absen dan tugasmu!” Jonghyun yang meletakan gelasnya.

“Aish apa yang kalian bicarakan” tatap Amber.

“Tentu saja kami bicarakan tentang dirimu bodoh! apa kau tidak ingin lulus sekolah, dan mengulang?” tambah Onew.

“Tidak tahu, aku disini saja”

Shinee menghela nafas dengan menggelengkan kepala mereka.

“Yak! apa yang kau pikirkan! bagaimanapun masa depanmu begitu penting, lagipula kau hanya mengikuti ujian. Hargai lah teman-temanmu yang sudah menyemangati dirimu yang bodoh ini, Amber Liu!” marah Ailee yang membuat mereka diam.

Tentu saja saat Ailee marah terlihat seram “Aish mengapa jadi marah-marah!” kesal Amber.

“Aku tidak mau, malam ini kau harus kembali ke Seoul!” paksa Ailee.

Amber menatap nanar Ailee “Kau sudah tahu bukan, aku tidak bisa kembali ke Seoul. Aku tidak bisa melanjutkan semua ini. Aku tidak akan kembali ke sana” Amber pergi meninggalkan mejanya.

Mereka melihat Amber yang meninggalkan meja “Mengapa begitu rumit sekali? apa masalahnya begitu besar hingga dia tidak ingin kembali ke Seoul?” ucap Jonghyun. Eric dan Ailee hanya saling tatap, saat ini hanya Ailee dan Eric yang tahu tentang masalah Amber.

 

Next day Jung’s house

Krystal berjalan menuju meja makan, menyapa kakeknya dengan sebuah pelukan “Selamat pagi kakek” senyum Krystal yang masih memeluk kakeknya.

“Pagi cucungku tercantik” balas Jay Jung.

Krystal mengambil duduk di samping kakeknya dengan mengambil beberapa roti dan segelas susu “Aku dengar sebentar lagi kau akan ujian”

Krystal mengangguk “Ya” jawabnya singkat.

“Belajarlah dengan benar Soojung, kau adalah calon pewaris” ucap Jay Jung dengan membaca koran.

Jay Jung menatap Krystal “Apa Amber belum kembali?”

“Aku tidak tahu”

“Amber harus mengikuti ujian kelulusan, kalau tidak dia tidak bisa memimpin perusahaan dan aku juga berhutang budi pada ayahnya” ucap Jay Jung santai.

Krystal menatap kakeknya, ntah mengapa sifat kakeknya menjadi berubah. Seperti mementingkan dirinya sendiri “Kakek”

“Ya Jung Soojung”

“Apa kakek menyayangiku?” tanya Krystal.

“Aigooo kau ini bicara apa? kakek akan melakukan apa saja untukkmu, kau tahu itu kan” tatap Jay Jung kepada cucung kesayangannya.

Jay Jung melihat jam tangannya “Pergilah, kau bisa terlambat”

Krystal bangun dari tempat duduknya dan pergi.

Jay Jung menghela nafasnya “Kim Taeyeon”

“Ya tuan besar”

“Perketat pengawalan cucungku, jika ada sesuatu yang terjadi pada dirinya. Nyawa kalian yang menjadi taruhannya dan juga, cari Amber dan bujuk dia untuk kembali”

Taeyeon membungkukan badannya “Akan saya laksanakan”

 

Amber’s house 17.50 PM

Amber menggaruk-garuk kepalanya, melihat rumahnya yang berantakan karena Shinee, Ailee dan Eric “YAK! apa kalian tidak punya rumah hah?! kalian sudah 1 hari 1 malam di rumahku! rumahku sudah kecil, ditambah lagi dengan adanya kalian bahkan saat ini aku sangat suli bernafas karena kalian” kesal Amber yang tidak diperdulikan mereka.

“Setidaknya kedaimu semakin ramai karena kami” Senyum bangga Henry.

“Kami tidak akan pergi dan tetap disini hingga kau kembali ke Seoul” ucap Taemin yang berbaring di tempat duduk.

“Sudah kubilang aku tidak akan kembali ke Seoul! mengapa kalian keras kepala sekali!”

Jonghyun menatap Amber dengan menaruh majalah yang dia baca “Apa kau tidak ingin kembali karena Krystal?”

Amber menatap Jonghyun “Apa?”

“Benar bukan? kau pengecut, seharusnya kau berani menghadapi masalahmu. Bukan berlari seperti ini” Jonghyun berdiri dari duduknya.

“Kau tidak tahu apa-apa Jonghyun”

“Aku tidak tahu apa-apa tentang dirimu sekarang ini tapi setidaknya selesaikan apa yang harus kau selesaikan Amber” serius Jonghyun.

“Aku tidak akan kembali! apa kalian dengar itu” geram Amber.

“Kau harus kembali Amber Josephine Liu”

Suara tersebut terdengar oleh mereka semua,semua menatap sosok yang datang dengan beberapa bodyguard dengan berpakaian rapih.

“Taeyeon?” Amber menaikan alisnya, bingung melihat Taeyon yang berada di depan matanya.

“Kau harus kembali ke Seoul Amber”

Amber tersenyum tipis “Tidak”

“Kemas barang-barangmu sekarang, karena Jay Jung menunggumu di rumah”

Amber membulatkan matanya “Jay Jung?”

“Apa? kau terkejut, dia sudah kembali”

“Jay Jung?” ucap Onew.

“Dia kakek Krystal, bukan?” tanya Minho.

“Cepat kemasi barangmu” perintah Ailee yang menatap Amber “Kau bisa, kau punya aku, eric dan Shinee dan ingat keluargamu. Kau sudah berjalan terlalu jauh, lakukan apa yang perlu kau selesaikan” Ailee memegang bahu Amber. Amber menatap Shinee yang kini menjadi bagian dari hidupnya, Amber menatap eommanya yang sedang melayani pembeli, Amber menatap seisi rumahnya yang jauh lebih baik.

Henry tersenyum “Kau siap?”

 

11.20 PM Jung’s House

Mobil mewah berwarna hitam itu kini berhenti di depan pintu utama masuk Jung’s house.

Amber menarik nafasnya, menatap rumah yang beberapa minggu ini tak dia singgahi. Seperti biasa, para pelayan memberi salam pada Amber.

Amber menghentikan langkahnya, menatap tangga yang menuju kamar tidurnya “Amber, istirahatlah” senyum Taeyeon yang meninggalkan Amber.

Amber menarik tasnya menuju lantai atas.

Setapak demi setapak Amber pijak.

Amber mematung.

Wajah yang tak lama dia lihat, kini berada di depan matanya.

Amber menatapnya..

Mencium aroma tubuhnya yang tak berubah.

Warna rambutnya masih hitam.

Tatapannya masih dingin seperti pertama kali bertemu.

Tapi rasa ini tak sekuat dulu, jantungnya tak berdebar kencang seperti dulu, rasa kecewa masih bersarang di hati Amber pada.

Krystal Jung.

 

Yeoja yang berawajah dingin itu berdiri di depan pintu kamarnya, menatap yeoja tampan yang tak berubah sama sekali.

Yeoja yang selama ini membuatnya marah.

Yeoja yang selama ini membuatnya tak karuan.

Yeoja yang selama ini membuatnya terus menyalahkan dirinya.

Amber Liu….

 

Amber memutuskan pandangannya dengan Krystal, Amber masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Krystal menatap Amber yang masuk ke dalam kamarnya.

 

Pagi menjelang, matahari besinar indah. Pagi ini sarapan begitu banyak, dan pria tua sudah duduk di kursi meja makan dengan korannya.

Amber membungkuk di depan Jay Jung “Ohhh Josh!” sapanya karena Amber mirip sekali dengan Josh Liu.

Amber hanya tersenyum “Duduklah” perintahnya yang langsung di turuti Amber.

“Sudah lama sekali” ucap Jay Jung.

“Oh dimana cucungku, Taeyeon?”

Tak lama kemudian Krystal turun dengan wajah datarnya “Apa cucungku tidak ingin memberikan kakek tuanya ini sebuah pelukan?”

Mendengar hal itu Krystal memeluk kakeknya dan duduk bersama Jay Jung dan Amber.

“Sarapanlah yang banyak” lalu mereka semua memulai makan paginya.

“Amber, aku harap kau bisa belajar dengan giat karena kau sudah banya tertinggal”

“Maafkan aku” ucap Amber.

“Tidak apa, yang penting kau sudah ada disini” senyum Jay Jung.

“Kakek, sepertinya aku sudah kenyang. Aku berangkat lebih dulu” Krystal bangun dari duduknya.

“Soojung”

“Ya?”

“Berangkatlah bersama Amber” lirik Jay Jung.

“Apa?” kaget Amber.

“Aku bisa berangkat sendiri tuan Jay…”

“Cepat bangun dari tempat dudukmu”

“Tapi kakek…”

“Tidak ada penolakan” ucap Jay Jung.

Mendengar hal itu Krystal berjalan lebih dulu, sedangkan Amber berjalan di belakangnya,

Pelayan membukakan pintu Krystal dan Amber.

Kini mereka satu mobil, tak ada percakapan di dalam mobil. Dua-duanya hanya menatap jendela.

 

Empire School

Krystal dan Amber berjalan terpisah.

Amber berjalan lebih dulu, sedangkan Krystal berjalan di belakang Amber dengan jarak cukup jauh.

Krystal melihat semua orang sedang berbisik menatap Amber, Amber hanya menundukkan kepalanya. Rasa percaya diri Amber tidak sebesar dulu.

Krystal hanya menatap “Bukankah itu Amber?” Krystal melihat Luna yang tiba-tiba datang.

“Ya”

“Akhirnya dia kembali!” girang Luna.

“Amber!!!” Shinee berteriak ke arah Amber, membuat Amber sedikit terkejut.

Shinee memeluk Amber dan menggandeng tangan Amber “Kajja kita jalan bersama!” Amber tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.

“Nanti kita main basket! sudah lama kita tak bermain basket” ujar Shinee yang ramai.

 

 

Amber menjadi bahan pembicaraan semua siswa, kini Amber tengah menikmati makan siangnya di kantin bersama teman-temannya.

Semua orang menatap Amber, pesona serta karismanya masih memikat banyak orang. Masih ada bisikan pujian, masih ada bisikan kagum dan masih ada bisikan betapa tampannya seorang Amber Liu.

“Ahh sayangnya dia wanita, mengapa Amber bisa setampan itu?” murid 1

“Benar, tapi tetap saja dia tampan! aku bahkan sulit untuk berpaling darinya! pantas saja Krystal Jung terpesona padanya, tidak akan ada yang menyangka bahwa dia adalah yeoja” murid 2.

“Jujur saja, Krystal lebih cocok bersama Amber daripada Kai” murid 3.

“Meskipun Amber adalah wanita tapi tetap saja aku menyukainya dan ingin memilikinya!” murid 4.

Satu kantin membicarakan tentang Amber yang sedang makan di meja biasanya.

“Apa kalian dengar? semua orang sedang membicarakan Amber, aku pikir mereka akan menyela tapi mereka tetap memuji Amber” ucap Sulli.

“Aku pikir juga begitu, mungkin karena dia terlalu tampan. Terlebih lagi gaya rambutnya yang baru. Membuatnya terlihat segar” tatap nakal Vic.

“Kalian ini bicara apa” dingin Krystal yang langsung berhenti makan.

“Membicarakan tunanganmu” tunjuk Luna dengan sendok.

“Dia bukan tunanganku!”

“Tetap saja” lanjut Luna makan.

Tidak lama kemudian Krystal bangun dari duduknya “Mau kemana?” tanya Sulli yang melihat Krystal berdiri.

“Menemui Kai” jawabnya.

“Selalus saja” keluh Vic.

“Aku pergi” singkat Krystal, Krystal tahu bahwa sahabat-sahabatnya tak menyukai Kai.

Krystal berjalan menuju taman sekolah belakang untuk menemui Kai “Oh kau datang” senyum Kai.

Krystal tersenyum “Apa kau sudah makan?” tanya Krystal yang duduk di samping Kai.

“Aku sudah, oh iya aku dengar wanita aneh itu mulai sekolah lagi disini. Mengapa bisa dia di izinkan untuk sekolah disini” ungkap Kai dengan kesal.

“Biarkan saja”

Kai menatap Krystal “Apa dia masih satu rumah denganmu?” tanya Kai.

“Ehm sepertinya begitu” singkat Krystal yang melirik-lirik sekitarnya.

Kai menatap aneh Krystal “Ada apa? apa kau mencari sesuatu?”

“Ah tidak ada Kai”

“Bagaimana kalau pulang nanti kita menonton?”

“Sepertinya tidak bisa, malam ini aku akan makan malam dengan kakek” senyum Krystal.

“Kakekmu sudah pulang dari US?”

Krystal hanya mengangguk.

 

07.15 PM Jung’s House

Malam ini seluruh pelayan terlihat sibuk, terutama pelayan dalam urusan masak-memasak. Perintah Jay Jung membuat mereka terlihat sibuk karena pria paruh baya tersebut ingin makan malam special dengan Krystal serta Amber.

Tatanan meja makan dibuat begitu mewah dengan berbagai macam makanan, mungkin terlihat berlebihan mengingat hanya mereka bertiga yang berada di meja makan seperti itu.

Langkah kaki mulai terdengar, suara hentakan sepatu membuat pelayan memberikan hormat pada Amber yang lebih dulu datang ke meja makan.

“Selamat malam tuan muda” sapa pelayan.

“Selamat malam” senyum Amber yang membuat hampir semua pelayan wanita terpesona.

Tidak lama kemudian Jay Jung datang “Wah kau selalu tepat waktu Liu” senyum Jay. Amber segera bangun dari duduknya dan membungkuk kepada Jay Jung.

“Haha duduklah” perintah Jay Jung.

Jay Jung menatap kursi yang masih kosong, kursi yang biasanya Krystal duduki “Benar-benar seperti tuan putri, panggilkan Soojung” perintah Jay yang langsung di kerjakan.

Tak lama Krystal datang, tentu dengan wajah dinginnya yang hanya memberikan senyuman kepada kakeknya tercinta, setelah itu dia akan kembali menjadi dingin.

“Sudah lama aku tidak merasakan makan malam seperti ini” senyum Jay Jung.

“Selama ini aku hanya makan malam sendiri, sangat menyedihkan untuk pria tua sepertiku haha” Krystal dan Amber hanya diam dan tersenyum.

“Mari makan” senyum Jay yang mulai makan”

“Selamat makan” ucap Krystal dan Amber yang mulai mengambil makanan mereka.

“Makanlah yang banyak, tubuhmu begitu kurus Amber” ucap Jay.

Krystal melirik kakeknya yang terlihat baik pada Amber “Amber, aku ingin kau berkonsentrasi untuk mengguluti dunia perusahaan, karena kau memiliki bakat yang luar biasa” saran Jay.

“Aku ku pertimbangkan” senyum Amber.

“Sayang sekali jika talent mu itu tak kau gunakan dengan baik, apalagi kau menaiki angkat pendapatan. Aku harap kau dapat melanjutkan projekmu”

Amber mengangguk “Baik, tuan Jay” senyum Amber.

Krystal melirik ke arah Amber, hanya sebentar “Lalu, kapan kakek akan kembali ke perusahaan?” tanya Krystal.

“Saat ini tak bisa, kau tahu bukan kasus kakek masih di usut oleh pengadilan” Krystal mengangguk.

“Bagaimana kalau kita jangan membicarakan hal ini, bagaimana kalau kita bicara tentang kalian” ucap Jay Jung menatap Krystal dan Amber.

“Mwo?”

“Kenapa kau kabur dari sekolahanmu Amber? apa kau tidak tahu Krystal mengkhawatirkanmu” goda Jay Jung.

“Kakek!” sangkal Krystal.

“Haha dasar anak muda, jika kalian memiliki masalah pecahkanlah dengan kepala dingin” saran Jay Jung.

Mereka bertiga berbicara secara acak, mulai dari sekolah, perusahaan, bahkan hal-hal lucu lainnya yang membuat Krystal sedikit tersenyum “Hahahaha” tawa Jay lucu mendengar lelucon Amber, sedangkan krystal menahan tawannya.

 

“Selamat malam” seketika Jay, Krystal dan Amber berhenti tertawa. Kini mereka fokus kepada suara seorang yeoja yang begitu lembut. Suara yang asing bagi mereka bertiga, hingga menarik perhatian mata mereka untuk melihat siapa sosok tersebut.

Seorang yeoja berparas cantik tengah berdiri dengan anggun. Kulitnya putih, rambutnya blonde, bibirnya tersenyum dengan mata yang indah.

Jessica-Jung-2-600x400.jpg

Yeoja cantik itu membungkukkan badannya sebagai tanda hormatnya “Lama tidak bertemu,…..”

“Kakek” senyum yeoja itu dengan hangat.

Jay Jung terlihat begitu syok, tak ada lagi tawa serta senyuman di wajahnya saat melihat yeoja yang memanggilnya kakek tersebut.

Tak kalah dengan Jay Jung, Krystal terlihat terkejut dengan kedatangan yeoja yang sudah begitu lama tak dia lihat.

Sedangkan Amber mengerutkan alisnya, tak menyangka bahwa dirinya akan bertemu lagi “Jessica?” ucap Amber yang menarik perhatian Krystal.

Krystal menautkan alisnya, merasa heran mengapa Amber mengenal Jessica.

“Apa aku menggangu kakek?” tanya Jessica.

Jay tersenyum “Ohh tidak, tentu saja tidak. Makanlah bersama kami”

Jessica berjalan mendekati meja makan dengan langkah yang elegan “Lama tak bertemu Krystal Jung. Kau tumbuh dengan cantik”

“Kau juga Jessica unnie” senyum Krystal.

Dan kini Jessica menatap yeoja tampan yang tak berhenti menatap dirinya sedari tadi “Sudah kubilang kita akan bertemu lagi Amber” senyum Jessica yang membuat Amber tersenyum “Daebak!” ucap Amber.

Jessica duduk di samping Amber, mata Krystal diam-diam menatap mereka.

Meja makan terasa canggung “Bagaimana keadaanmu Sooyeon?” tanya Jay Jung terlihat serius.

“Aku baik-baik saja kakek, aku merasa senang bisa melihat kakek kembali” senyum Jessica.

Amber merasakan suasana yang berbeda ketika Jessica datang “Ada apa dengan mereka?” dalam hati Amber.

 

Makan malam sudah selesai, Jessica terlihat duduk di taman belakang kediaman Jung. Melihat Jessica yang sendiri membuat Amber ingin menemaninya.

Amber duduk di samping Jessica dengan menatapnya “Wae? mengapa kau menatapku seperti itu hah?”

Amber menghela nafas “Mengapa kau tidak bilang bahwa kau cucung dari tuan Jay Jung!” kesal Amber.

Jessica tak menatap Amber “Aku juga tak pernah berfikir bahwa kau adalah tunangan dari Krystal”

“Jadii wanita yang selama ini kau tangisi adalah Krystal?” goda Jessica.

“Aish! tidak, tentu saja tidak! aku hanya ada masalah dan aku tidak menangis!”

“Baiklah-baiklah” angguk Jessica.

Di sisi lain, Krystal menatap Jessica dengan Amber yang saling becanda satu sama lain. Krystal terlihat begitu serius menatap mereka dari lantai atas.

“Sejak kapan mereka dekat?” ucap Krystal dengan menatap Jessica dan Amber.

 

“Nona Jessica”

“Oh nde”

“Nona Jessica di tunggu tuan besar Jay Jung di ruangannya” sopan pelayan.

Jessica tersenyum “Baik” Jessica segera berdiri dari duduknya.

“Mau ku antar?” tawar Amber “Rumah ini terlalu besar” tambah Amber.

“Tidak perlu. Selamat malam Amber” Jessica meninggalkan Amber yang sendiri.

 

Jay Jung’s room

Jessica melangkah masuk ke dalam ruangan kerja Jay Jung “Selamat malam kakek” bungkuk Jessica memberi salam.

Jay Jung tersenyum di kursinya dengan memegang sebuah cerutu “Duduklah, apa kau ingin minum sesuatu Sooyeon?”

Jessica menggelengkan kepalanya “Tidak perlu”

Jay Jung melangkah mendekati Jessica sembari menghisap cerutu yang di pegangnnya “Bagaiamana kabarmu?”

“Aku baik-baik saja, aku menjalani hidup dengan baik”

Jay Jung mengangguk “Aku dengar kau saat ini sedang menjalani bisnis fashion?”

“Benar, aku adalah CEO dari Blanc and Eclare. Aku sudah membuka beberapa cabang di Asia dan Amerika” senyum Jessica.

Jay Jung mengangguk “Aku sangat bangga mendengarnya, kau bisa menjadi anak yang sukses seperti ini”

“Tentu, aku berkerja dengan keras kakek”

Jay Jung bangun dari duduknya, mengambil gelas yang berisi wine “Ehmm lalu, apa kehadiranmu disini untuk berbisnis?”

Jessica menatap Jay Jung, tatapannya merasa heran “Apa, apa kakek merasa tidak senang akan kehadiranku?”

“Pertanyaan apa itu, tentu saja aku senang! kau adalah cucungku. Namaku masih melekat di namamu”

“Hanya sebuah nama” lirih Jessica.

“Lalu bagaimana kabar kakek selama ini?”

“Ehmmm aku baik-baik saja, semua berjalan dengan lancar”

“Aku senang mendengar kakek baik-baik saja” senyum hangat Jessica.

“Lalu kapan kau akan kembali ke San Francisco?”

Jessica terdiam mendengarnya “Aku belum tahu, aku rasa aku akan cukup lama tinggal disini. Lagipula sudah 10 tahun lebih aku tidak disini, aku merindukan Seoul”

“Lalu saat ini kau tinggal dimana?”

“Aku tinggal di apartemen bersama eomma”

Jay Jung mengangguk “Baiklah”

“Apa kakek masih membenci eomma?” Jessica menghela nafasnya.

Jay Jung menatap Jessica dalam “Ehmm pulanglah ini sudah malam” Jay Jung membelakangi Jessica dengan menatap luar jendela ruangannya.

Jessica bangun dari duduknya, menatap punggung kakeknya “Selamat malam kakek” sopan Jessica yang meninggalkan ruangan.

Jessica berjalan keluar ruangan, banyak hal yang dia pikirkan saat ini. Hatinya bercampur aduk antara sedih dan bahagia.

“Sudah selesai bicaranya?” Jessica sedikit terkejut ketika Amber menyapanya.

Jessica menatap Amber yang datang mendekatinya “Kau mau pulang?” tanya Amber.

“Ya, ini sudah malam” balas Jessica.

“Mau ku antar?” tawar Amber.

“Tidak perlu, lagipula kau harus sekolah bukan” ejek Jessica.

“Aish apa salahnya jika aku sekolah besok? kau menganggapku anak kecil, ingat kita hanya beda 3 tahun”

“Tetap saja kau anak kecil” Jessica dan Amber berhenti di pintu utama rumah, supir Jessica membukakkan pintu untuk Jessica.

“Apa kau akan kesini lagi?”

“Apa kau mengarapkan itu?”

“Aish, aku hanya bertanya. Sudah pulanglah. Ahjussi! tolong bawa mobil pelan-pelan” seyum Amber.

“Dasar” lirik Jessica yang meninggalkan Amber.

“Hati-hati dijalan orang asing” senyum Amber dengan melambaikan tangannya.

Mobil Jessica sudah tak terlihat lagi, Amber mulai masuk ke dalam rumah “Ah!! kau mengagetkanku!” Amber memegang dadanya, dirinya terkejut melihat Tayeon yang berdiri persis di belakang Amber.

“Yak! ada apa denganmu?”

Taeyeon menatap Amber “Bagaimana bisa kau akrab dengan Sica?”

“Tentu saja bisa!” bangga Amber.

“Sica bukanlah seseorang yang mudah berteman pada orang lain, sangat sulit untuk bicara padanya jika bukan orang yang dia kenal” ucap Taeyeon.

Amber menyipitkan matanya kepada Taeyeon “Kau mengenal Jessica? aku rasanya kau mengenalnya”

Taeyeon menatap lurus Amber “Lebih dari yang kau pikirkan” kemudian Taeyeon pergi meninggalkan Amber.

“Aish Taetae apa maksutmu! jelaskan semuanya padaku”

Taeyeon mengacuhkannya dan pergi ke ruangannya “Aish! ada apa dengannya”

 

Next Day Empire School

Jam pelajaran masih berjalan, murid-murid terlihat serius belajar untuk menghadapi ujian akhir sekolah yang 2 bulan lagi akan segera di laksanakan.

Semua terlihat konsentrasi kecuali… tentu saja kecuali Amber yang asik menyoret-nyoret bukunya.

“Benar-benar membosankan” ucap Amber.

“Lebih baik aku kabur saja seperti dulu daripada harus di kelas yang membosankan ini”

“Huffhh menyebalkan, aku saja tidak mengerti apa yang guru itu jelaskan? anio, aku bahkan tidak mengerti dari peratama kali aku masuk sekolah mengenai pelajaran-pelajaran” celotoh Amber ternyata terdengar oleh Krystal yang alhasil membuat Krystal menjadi terganggu dan kesal karena suara Amber.

“Dan aku….” belum selesai Amber bicara tiba-tiba Krystal membanting pena nya di mejad sehingga membuat seluruh perhatian satu kelas termasuk guru. Wajah Krystal terlihat kesal, bahkan Amber merasa bingung dengan apa yang terjadi pada Krystal”

“Krystal Jung, apa ada masalah?” tanya guru.

Krystal menghela nafasnya “Aku tidak bisa berfikir karena manusia bodoh dibelakangku ini tidak bisa diam pak guru”

Mendengar hal itu Amber terkejut “Yak! kau ini bicara apa, aku bahkan hanya diam”

Krystal geram. Kini dia bangun dari duduknya dan menatap Amber dengan dingin. Krystal tak memperdulikan seisi kelas karena Krystal merasa kesal dengan Amber.

Krystal menunjuk Amber “Kau llama bodoh! kau tidak bisa diam! suaramu begitu menggangguku, jika kau tidak ingin sekolah lebih baik berhenti saja! jangan pernah membuat suara yang bising!” geram Krystal

Tak mau kalah dengan Krystal, Amber bangun dari duduknya “Aish dasar penyihir! apa kau tidak lihat tidak ada yang merasa terganggu! mengapa kau berlebihan sekali hah!”

Krystal memajukan langkahnya, menujuk Amber dengan pena nya “Yak kau! aku ku rebus lidahmu agar kau tidak bisa bicara lagi!” kesal Krystal.

“Lakukan saja jika kau bisa!” Amber menjulurkan lidahnya. Suasana semakin panas, bahkan kelas menjad ribut karena pertengkaran Krystal dan Amber yang kembali terulang.

Merasa kesal, Krystal bersiap memukul Amber “Yak yak yak hentikan!” dengan cepat Luna memegang tangam Krystal yang di ikuti oleh Vic dan Sulli.

“Ayo sini pukul aku! dasar penyihir” ejek Amber yang semakin membuat Krystal panas.

“Lepaskan aku, akan kubunuh llama bodoh itu!”

“Soojung tenanglah!”

Henry hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat aksi konyol sahabatnya itu.

“KRYSTAL AMBER! KELUAR DARI KELAS!” marah guru yang akhirnya bisa melerai Krystal dan Amber.

Tak cukup keluar dari kelas, Krystal dan Amber di beri hukuman untuk membersihkan aula sekolah.

Krystal terlihat melipat tangannya di dada, tak ingin tangannya menyentuh kain pel dan ember air.

Sedangkan Amber mulai membersihkan lantai, melihat Krystal yang tak kunjung berkerja membuat Amber menjadi sedikit kesal “Kerjakan hukumanmu”

Krystal menatap Amber sini “Hukumanku? haha” Krystal tertawa sinis.

“Bukankah ini semua gara-gara dirimu!” pekik Krystal.

“Kau saja yang merasa heboh” sangkal Amber.

Krystal menatap Amber dingin “Aku sungguh tak ingin bertemu denganmu lagi, mengapa kau harus datang lagi!”

Amber menaruh kain pelnya dan menatap Krystal yang dia pikir kata-katanya begitu menyakitkan diirnya “Kau pikir aku senang hah? Jika bukan kakekmu, aku tidak akan pernah kembali!” lanjut Amber membersihkan lantai tanpa memperdulikan Krystal.

 

Tak terasa bel pulang sekolah berdering, semua murid keluar kelas dengan cepat. Amber terlihat lelah dengan hukuman yang diberikan plus hukuman Krystal yang di tanggungnya “Kau benar-benar terlihat kacau” tatap Henry.

“Kau pikir saja aku membersihkan satu aula besar, SEN-DI-RI!” sindir Amber.

Amber mulai keluar dari kelas bersama sahabat-sahabatnya “Ada apa? mengapa begitu ramai?” heran Onew yang tiba-tiba melihat kerumunan orang-orang.

“Apa sekolah kita kedatangan artis?” heran Minho.

Sedangkan Amber tidak terlalu mempermasalahkannya karena dirinya terlalu lelah “Hiraukan saja, ayo kita pulang” ajak Amber.

Ketika mereka berjalan beberapa murid sedang berbisik-bisik “Bukankah dia pemilik Black and Eclare?” murid 1.

“Waaah cantik sekali, terlihat mempesona!” murid 2.

“Sepertinya ada kedatang wanita cantik” seru Henry yang semangat.

“Ayo kita lihat!!” Amber hanya menghela nafas.

Saat berjalan menuju luar sekolah, langkahnya terhenti. Mata Amber membesar ketika melihat yeoja yang di bicarakan murid-murid ternyata adalah yeoja yang dia kenal.

“Annyeong!” sapanya, sapanya kepada Amber, yang membuat semua orang menatap Amber. C3-6zQHUcAA1U0E.jpg

Penampakan Jessica di depan sekolah Amber hehe

“Jessica” senyum Amber.

Shinee menatap Amber “Kau mengenalnya?” tanya Taemin yang tak dijawab Amber. Amber berjalan mendekati Jessica.

Amber tersenyum “Aish untuk apa kau kesini?”

“Memangnya tidak boleh?” Jessica menaikan alisnya sebelah.

Tak lama kemudian Krystal dan sahabat-sahabatnya keluar “Ohh Krystal” sapa Jessica dengan melambaikan tangan.

Krystal terkejut dengan kedatangan Jessica di sekolah “Oh bukankah dia Jessica? pemilik Blanc and Eclare??” ucap Sulli.

Tak lama kemudian Kai datang dengan merangkul Krystal “Ada apa?” tanya Kai.

“Tidak ada” jawab singkat Krystal.

Melihat Kai yang merangkul Krystal, membuat Amber menatap keduanya hanya sebentar.

“Krystal, apa kau tidak keberatan jika Amber pulang bersamaku?” tanya Jessica kepada Krystal.

“Tentu saja unnie” senyum Krystal.

“Kajja” ajak Jessica yang kemudian di susul Amber di belakangnya.

“Unnie?” tanya Luna.

Krystal hanya diam menatap Jessica dan Amber.

“Naiklah” Amber menatap mobil Jessica dengan tatapan kagum “Waah aku tak menyangka wanita imut sepertimu memiliki selera mobil yang luar biasa” puji Amber.

DEnw5p4VYAEjhl1.jpg

Jessica’s car

“Tunggu sampai kau melihatku membawanya” senyum tipis Jessica.

“Vrrroooommm Vroooooommm” mobil Jessica melaju meninggalkan halaman sekolah Empire.

Krystal hanya diam, memandang mobil Jessica yang mulai meninggalkan sekolah “Aku tidak tahu jika Amber kenal dengan Jessica” saut Vic.

“Aku tidak peduli” dingin Krystal yang bergegas masuk ke dalam mobil.

 

“Vrrooommm Vrooommm” mobil Jessica melaju cepat di jalanan Seoul “Mau kemana kita?” tanya Amber yang melihat Jessica menyetir.

“Aku lapar, kau harus menemaniku makan malam”

“Ingin makan dimana?”

“Ntahlah, menurutmu? aku sudah lama tidak mencicipi makanan Korea”

Amber menatap nanar Jessica “Aigooo, kau ini seperti dari planet luar saja!” Jessica tersneyum mendengar ucapan Amber.

Tak lama kemudian mobil Jessica berhenti di restoran daerah Gangnam-gu “Selamat datang” sapa pegawai restoran.

Amber mengikuti langkah Jessica untuk ,mengambil tempat duduk, Jessica dan Amber mulai memesan makanan “Wah makanmu banyak juga” tatap Amber.

“Aku lapar” singkat Jessica.

Tak lama kemudian makanan datang, Amber tersenyum melihat Jessica yang makan dengan lahap “Makanlah pelan-pelan, tidak ada yang akan mengambil makananmu”

“Apakah pria tadi kekasih Krystal?” tanya Jessica sambil mengunyah.

Amber sedikit terkejut mendengarnya “Mwo?? ahh, sepertinya begitu. Aku dengar mereka sudah menjalin hubungan” ucap Amber yang memegang sumpit.

“Benarkah? lalu kau membiarkannya?” kini Jessica menatap Amber.

“Apa maksutmu?”

Jessica menaruh sendoknya, dan menatap serius Amber yang duduk di depannya “Bukankah Krystal masih tunanganmu, dan kau membiarkan Krystal bersama pria lain”

Amber tersenyum tipis “Tunangan? hufffhhh, itu hanya status, selebihnya kami tidak lebih dan aku juga tidak peduli lagi padanya” santai Amber yang mulai mengunyah makanannya.

“Benarkah? aku pikir kau jatuh cinta dengan Krystal”

“Uhuk Uhuk” 

Jessica tersenyum “Tuh kan benar”

“Kau ini bicara apa?”

“Rasanya tidak mungkin jika seseorang tak menyukai seorang Krystal Jung, sekalipun seorang yeoja”

Amber memberishkan mulutnya yang kotor “Dengar, Krystal memang di puja banyak orang tapi… tapi aku tidak menyukainya! aku sudah lelah padanya! dan dia itu penyihir kejam”

Jessica mengangguk “Baiklah-baiklah, aku percaya padamu”

Setelah selesai makan Jessica dan Amber bergegas pergi, kali ini mobil mereka melaju di pinggiran sungai Han.

Amber membawa minuman hangat untuk Jessica yang sedang duduk di pinggir sungai “Minumlah” ucap Amber.

“Waaahh aku sudah lama tidak kesini” tatap Jessica melihat indahnya sungai Han di malam hari.

“Aku juga sudah lama tidak kesini bila pada malam hari” senyum Amber.

Amber menatap Jessica “Mengapa kau harus meninggalkan Seoul? mengapa kau harus pindah ke San Francisco jika kau begitu menyukai tempat ini” tatap Amber dengan memgang boba nya.

Jessica mulai meminum teh hangatnya, sedikit menghembuskan nafasnya “Ntahlah, aku tidak tahu mengapa aku harus pergi, seharusnya aku tetap disini. Mempertahankan semuanya, mungkin karena dulu aku terlalu lemah”

Amber tak mengerti maksut dari kata-kata Jessica “Apa ada seseorang yang memaksamu untuk pergi?”

Mendengar hal itu, wajah Jessica terlihat murung “Ntah” jawabnya singkat.

“Aish mengapa tuan Jay Jung membiarkanmu pergi begitu saja! sedangkan kau juga cucungnya” protes Amber.

Jessica tersenyum menghadap Amber “Mengapa kau yang kesal”

“Aku merasa itu tidak adil, kau memiliki rumah di Seoul tapi mengapa kau harus pindah ke San Francisco. Bukankah, itu tidak adil.” protes Amber.

“Sudahlah, tak usah kau pikirkan. Itu sangat rumit” ucap Jessica dengan meminum kembali teh hangatnya.

“Apa kau dekat dengan kakek?” tanya Jessica.

“Ehmm tidak juga, aku dekat dengannya bila ada sesuatu yang ingin dibicarakan, selebihnya tidak, tapi aku rasa tuan Jay Jung adalah pribadi yang baik, dia begitu baik pada semua orang”

Jessica tersenyum tipis “Begitukah”

“Oh mengapa kau tidak tinggal saja di rumah tuan Jay Jung? aku rasa dia akan senang jika semua cucungnya berkumpul”

“Ehmm tidak tahu, aku tidak memikirkan tentang hal itu” Amber mengangguk mendengar penjelasan Jessica.

“Aku dengar bahwa saat ini kau yang memimpin Jung’s corpt, benarkah itu?” tanya Jessica.

Amber terlihat berfikir sejenak “Ehmm sebenarnya bukan aku yang memimpin, aku hanya sebagai tangan kanan saja. Saat ini perusahaan di pimpin oleh Krystal, semua perintah tergantung dari dirinya. Aku hanya membantu dan mejalankannya saja” jelas Amber.

“Lalu apakah Krystal berada tetap di kantor?”

“Tidak, sangat jarang sekali melihat Krystal di perusahaan. Sebenarnya aku juga jarang ke perusahaan karena kau tahu bukan, aku dan Krystal masih sekolah” ucap Amber dengan meminum boba nya.

“Tapi ya begitulah, perusahaan tetap tanggung jawab kami. Di tambah lagi masalah yang menyeret tuan Jay Jung”

Jessica mengangguk “Banyak sekali bebanmu haha” Jessica menepuk pundak Amber.

“Tapi aku senang menjalaninya, ya walaupun sangat menyita pikiranku, waktuku dan kesabaranku mengadapi penyihir itu”

“Penyihir?” heran Jessica.

“Hahaha iya, penyihir. Penyihir yang bersikap semuanya dan manja sikapnya”

“Tapi kau menyayangingnya, bukan?” goda Jessica.

“Kau ini bicara apa, aku melakukan semua ini karena tuan Jay Jung” jujur Amber.

“Karena kakek? jadi kau benar-benar tak menyukai Krystal?”

Amber mengangguk, Jessica semakin bingung “Lalu, mengapa kau mau bertunangan dengan Krystal dan mengurus semua perusahaan?” tanya Jessica heran.

“Ceritanya panjang, lagipula ini semua tak akan lama lagi” senyum lebar Amber.

“Setelah ini selesai, aku akan hidup dengan damai bersama eomma dan adikku” Jessica memilih diam, matanya menatap Amber yang tengah tersenyum.

“Wae? mengapa kau menatapku seperti itu?” Amber mengedipkan matanya.

“Tidak ada, oh… apakah orang rumah tak mencarimu?”

Amber meminum bobannya, dan menaruh di bangku sampingnya “Tidak ada, kau tidak perlu khawatir. Mereka tak memperdulikanku” senyum Amber.

“Bagaimanapun juga ini sudah malam, ayo kita pulang” ajak Jessica.

“Sekarang?” wajah melas Amber.

“Ayo cepat bangun!” tatap Jessica.

Amber bangun dari duduknya, Jessica dan Amber berjalan menuju arah mobil.

 

09.17 PM Jung’s House.

Mobil Jessica mulai masuk perkarangan rumah milik Jung. Jessica menghentikan mobilnya  depan pintu utama, beberapa pelayan siap menyambut Amber.

“Apa kau tidak ingin mampir?” tawar Amber.

“Ini sudah malam, eommaku akan khawatir jika aku pulang malam”

“Seharusnya aku yang mengantarmu, lain kali biar aku saja yang membawa mobil”

Jessica menyipitkan matannya “Ehmm jadi kau ingin mengajakku jalan?”

“Hahaha mungkin, selamat malam Sica”

“Malam Amber” balas Jessica.

Amber berdiri di samping mobil Jessica dengan melambaikan tangan padanya.

Amber tak merasa bahwa ada yang mengawasinya dari kejauhan. Matanya menatap tajam dengan menyilangkan tangannya di dada.

Di lain tempat, seseorang yang memakai jas hitam sedang menatap Amber yang terlihat begitu akrab dengan Jessica. Matanya seperti iri bisa bercengkrma dengan yeoja yang dulu pernah dekat dengannya.

 

Next Day Empire School 

“Selamat siang” sapa guru.

“Hari ini aku akan mengumumkan hal penting bagi kalian, seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebelum ujian berlangsung kita akan mengadakan kemping tahunan!” seketika murid menjadi sorak-sorak.

“Kemping tahunan?” bingung Amber.

“Ini akan menjadi hal yang menyenangkan” ucap Henry pada Amber dengan menepuk bahunya.

“Hei-hei tenang! pengumuman selanjutnya akan ada di pengumuman mading sekolah. Hari ini pendaftaran akan dibuka, pendaftaran di buka selama 3 hari dan satu kelas masing-masing memiliki ketua kelompok satu orang “Aku siap!!” dengan cepat Henry menaikan tangannya “Ahh selalu saja dia” keluh Luna. Sudah tiga tahun Henry menjadi ketua kemping tahunan dan dia terlihat senang menjadi ketua.

“Baiklah Henry, kau bisa datang ke kantor guru. Catat murid-murid yang akan ikut serta bikin kelompok pria dan wanita” perintah guru.

“Apa kau akan ikut lagi?” tanya Luna pada Krystal yang terlihat biasa saja. Tahun kemarin Krystal ikut kemping.

“Ntahlah” singkat Krystal dengan memangku tangannya.

“Driing driingg” Amber membuka ponselnya, setelah membaca pesan Amber merapihkan tasnya.

Amber menatap Amber dengan tatapan yang membosankan “Tugas negara lagi?” Amber hanya mengangguk.

“Lain kali aku tidak ingin punya teman sebangku seperti dirimu” cibir Henry.

“Haha maaf snopy, aku pergi” Amber segera pergi dari kelas, Krystal sedikit meliriknya.

 

Jung’s corpt. 

Amber kembali ke Jung corpt, projek yang sempat terhenti kini di lanjutkan kembali olehnya. Beberapa kendala dia temukan di perusahaan, membuat Amber sedikit pusing akan tugasnya “Aku heran mengapa Jay Jung sajangnim membebankanmu pada tugas seperti ini” tatap pria tua itu.

Amber sedikit terkejut dengan kedatangan pria tersebut yang tak bukan adalah ayah dari Kai “Oh tuan Kim” Amber membungkukkan badannya.

“Apa kau sudah mempersiapkan peresmian gedung baru kita?” tanya Kim.

“Sudah”

“Aku harap dia bisa datang untuk peresmian 3 minggu lagi, bagaimanapun juga saat ini dia adalah seorang CEO, bukan dia memiliki tanggung jawab penuh akan hal ini. Aku harap aku bisa mempercayai CEO kita yang sekarang

Amber menatap tajam Kim, kata-katanya sedikit membuat dirinya kesal “Apa baru saja dia meremehkan Krystal?”

“Tentu Krystal jangnim akan datang”

Kim mengangguk “Aku dengar malam ini Krystal sajangnim akan makan malam bersama anakku, apakah benar? mengapa kau membiarkan pasanganmu makan bersama pria lain? ah aku lupa jika kau adalah wanita tampan. Aku sempat terkecoh denganmu”

Amber terdiam, dengan segera Amber merapihkan beberapa filenya “Aku permisi” Amber membungkuk sopan.

 

08.10 PM

Amber terlihat menyetir mobilnya menuju rumah, Amber menolak tawaran sahabat-sahabatnya untuk bermain basket tapi saat ini Amber sedang tidak mood. Ntah mengapa Amber terlihat begitu banyak melamun.

“Ciiitttt” Amber menghentikan mobilnya, memejamkan matanya dengan sedikit memijat keningnya “Ada apa ini? haish!”

“Mengapa tiba-tiba aku merasa ingin marah, apakah ini semua karena ucapan Kim bo Kyung tadi?”

“Drriingg drriiinggg” ponsel Amber berdering, jujur saja saat ini dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun tapi ntah kenapa deringan telfon itu membuatnya merubah pikiran.

Amber mengambil ponselnya, menatap heran layar ponselnya “Nomor siapa ini?” bingungnya.

“Hallo” ucap Amber.

“Mengapa lama sekali mengangkat telfonku hah!” Amber mengerutkan dahinya, mencerna suara yang tak asing baginya.

“Jessica?!!”

“Wae? suaramu terdengar bahagia”

“Bagaimana kau tahu nomorku?” tanya Amber.

“Apa yang tak bisa ku ketahui, kau dimana?”

“Aku berada di pinggir jalan”

“Temani aku makan”

“Begitu tiba-tiba?” tanya Amber.

“Jemput aku di apartemen, 5 menit lagi kau harus sudah tiba! tuuuttttt tutttt

Amber menatap ponselnya berkali-kali “Aish wanita ini! mengapa semua wanita sama saja! dan.. apa dia sudah gila menyuruhku datang selama 5 menit! aish”

Dengan cepat Amber mengemudikan mobilnya menuju apartemen Jessica.

 

Amber dengan cepat menggas mobilnya memasuki lobi Apartemen dan Jessica sudah menunggu “Yak! kau ini nenek atau siput? mengapa kau lama sekali” geram Jessica.

“Aish yang benar saja! jaraknya sangat jauh dari tempat tinggalmu” protes Amber.

“Cepat aku lapar!” Amber menghela nafas mendengar perintah Jessica.

“Kita mau makan dimana” tanya Amber yang dari tadi memutar-mutar jalan.

“Terserah” Amber menatap kesal Jessica “Jawaban apa itu”

Amber melihat kanan dan kiri, saat ini mereka berada di daerah Gangnam “Ehm bagaimana kalau kita makan steak saja?”

“Ide bagus”

Tak lama kemudian Amber menemukan restoran yang cukup.

Jessica dan Amber turun dari mobil, Amber memaka jaketnya “Kajja” ajak Amber.

“Wah ramai sekali, sepertinya makanan disini sangat enak” ucap Jessica melihat sekitar.

“Apakah ada tempat kosong?” Amber juga melihat sekitar.

Saat menatap sekitar, mata Amber tertuju pada seseorang.

“Dup” hati Amber sedikit sakit. Tangannya sedikit berkeringat, suara keramaian tak lagi terdengar di telingannya, banyaknya orang tak lagi terlihat di matanya.

Amber diam mematung, matanya tak berkedip. Melihat senyum di wajahnya membuat Amber tersayat, melihat dirinya begitu nyaman dengan orang lain selain dirinya.

“Untuk apa aku seperti ini? aku tak peduli padamu lagi Krystal Jung” hati Amber.

“Amber!” Amber menatap pelan Jessica, Jessica menatap Amber dengan tatapan heran. Mata Amber yang ceria berganti dengan kesedihan, dan itu dapat dirasakan Jessica.

“Ada apa denganmu?” lembut Jessica.

“Bisa… bisa kita mencari restoran lain?” senyum paksa Amber.

Melihat Amber yang tiba-tiba sedih membuat Jessica melihat ke arah yang membuat Amber mematung dalam beberapa saat.

Jessica tersenyum tipis “Krystal?”

“Oh dan Kai..”

“Kajja” Jessica menahan lengan Amber dengan kuat dan menariknya.

“Jessica! apa yang kau lakukan!” Jessica terus berjalan.

“Jessica, apa kau sudah gila!” Jessica tak memperdulikan ucapan Amber.

Hingga akhirnya Jessica dan Amber menghentikan langkahnya di samping meja Krystal dengan Kai.

“Annyeonghaseyo” sapa Jessica dengan memegang lengan Amber. Amber tak menatap Krystal maupun Kai yang menatap mereka berdua.

Krystal menatap tangan Jessica yang melingkar di lengan Amber “Maaf aku menggangu kalian, aku lihat tidak ada kursi kosong lagi disini. Bolehkah aku dan Amber bergabung bersama kalian” senyum ramah Jessica.

Wajah Krystal terlihat dingin “Tentu saja” senang Kai.

“Kau tidak keberatan kan Krystal?” tanya Jessica.

Krystal tersenyum kecil “Tidak…”

“Tidak sama sekali”

 

…………………………………………………………………………………………………………………..

Akhirnya update jugaaaa hahahaha…

Maaf kalau author suka update lama karena bingung mau nulis apa hehe soalnya author spontan saja nulisnya, gak pake coret-coretan dan itu sebabnya juga author suka bingung atau lupa sama jalan cerita author sendiri, dan males kalau mau baca dari awal  hahahaa. Itu kelemahan author dan sulit untuk memperbaikinya hahaha.

Masih bingung tujuan Jessica balik ke Seoul dan perasaan antara Krystal dan Amber yang masih memanas semuanya akan di jawab di chap berikutnya. Sebenarnya mau sekalian dengan chap ini tapi terlalu kelamaan hahahaha.

Doakan author mendapatkan ide yang cemerlang.

Chap selanjutnya bakal panjang juga (bakal lama) hahaha becanda, scepat mungkin author jelaskan as fast as i can hehe

Maaf kalau masih ada typo atau kata-kata yang gak nyambung, dan terima kasih atas semua kritik dan saran yang membangun author dan menyemangati author dalam menulis ff someday yang terbilang rumit, jujur aja bingung mau dibawa kemana endingnya hahaha. Mau sad kah atau happy kah? tapi jujur aja author lebih suka sad ending hahaha

Salam K R Y B E R  S H I P P E R ^^

Someday 14

Krystal POV

Kusenderkan kepalaku dengan menatap luar jendela mobil yang akan mengantarku kembali ke sekolah, kembali ke rutinitasku setelah 2 hari lamanya aku pergi dari dunia yang membosankan ini, aku tidak tahu mengapa 2 hari bersamanya begitu menyenangkan seaakan aku merasa bebas, aku merasa bahagia saat hari-hari bersama llama bodoh itu. Aku tidak tahu apa yang membuatku senang, apakah pulau Jeju ataukah karena bersama dirinya? apakah jika aku bersama orang lain, akan sama bahagianya?

Mobil berhenti, aku rasa ini lampu merah karena aku dapat melihatnya disamping mobilku dengan sepeda motornya. Aku menatapnya dari dalam mobil, dia membuka helmnya dan seperti biasa dia akan menyapaku dengan senyuman noraknya itu. Aku terus menatapnya, menatap bibirnya yang mengatakan sesuatu kepadaku dasar llama gila.

07.48 aku tiba di sekolah, aku mulai berjalan masuk kedalam sekolah dengan tatapan murid-murid yang menatapku dengan penuh gairah serta mereka berbisik ke arahku.

“Soojungie!!” aku menghentikan langkahku, aku menoleh ke arah suara dan melihat Luna unnie yang menghampiriku.

Luna unnie memelukku dan menatapku khawatir “Apa kau tidak apa-apa?”

Aku tersenyum “Aku tidak apa-apa, unnie tak perlu khawatir”

“Apa kau tidak tahu kau kami mengkhawatirkanmu? sukurlah kalau kau tak apa, aku juga yakin Amber pasti menjagamu” goda Luna.

“Haish Unnie kau ini bicara?” ucapku sambil berjalan.

“Tidak perlu, lagipula gosipmu sudah tersebar luas bahwa kau dan Amber menghabiskan waktu bersama di Jeju. Apa kau tidak tahu seketika sekolah menjadi heboh, untung saja tidak ada kerusuhan. Walaupun kalian adalah sepasang kekasih tapi tetap saja popularitas kalian begitu tinggi”

Aku menghentikan jalanku “Unnie, hentikan”

Luna Unnie tersenyum “Ceritakan padaku, apa kalian melakukan sesuatu?”

Aku kembali berjalan “Kau ini bicara apa?” jawabku menatap lurus.

“Haish masa kau tidak tahu maksutku, kalian kan menghabiskan malam bersama apa tidak ada yang terjadi? seperti…” Luna memajukan bibirnya.

Haish ntah apa yang di pikirannya “Aku tidak seperti yang kau pikirkan”

“Jadi kalian tidak kissing?”

Aku menghentikan langkahku karena suara Luna unnie yang terlalu kencang “Ya! unnie kau ini bicara apa? tentu saja tidak, haish sudahlah” aku pergi berjalan lebih cepat karena Luna unnie pikirannya sudah tak beres.

Aku melambatkan jalanku, kepalaku sedikit keatas karena dia jauh lebih tinggi dariku. Kami saling bertatapan hingga akhirnya dia memelukku begitu kuat “Aku mengkhawatirkanmu Krystal, janganlah seperti ini” Aku hanya diam tak berkata apapun. Hingga akhirnya dia melepaskan pelukannya, aku menatap wajahnya yang begitu khwatir kepadaku “Aku tidak apa, kau tak perlu khawatir Kai” senyumku padanya.

“Seharusnya aku berada disampingmu untuk menjagamu, maafkan aku Krystal” aku tersenyum mendengarnya, aku tahu Kai pasti menghawatirkanku karena kami begitu dekat satu sama lain.

“Untuk apa kau minta maaf, lagipula aku tidak apa-apa”

“Mulai sekarang aku akan terus menjagamu”

“Bukankah kau memang terus menjagaku, hanya saja kali ini kau lebih begitu protektif” iya akui semenjak Kai menolak untuk menjadi kekasihku dia berubah menjadi drastis, ntah mengapa perhatiannya menjadi lebih kepadaku tidak seperti sebelumnya.

“Kau tahu bukan aku menyukaimu” aku menatapnya, ini sudah sekian kali Kai mengucapkan hal kata-kata itu kepadaku, tapi.. ntah mengapa perasaanku masih ragu padanya. Aku dan Kai memang dekat tapi aku tak mengerti perasaanku padanya.

“Krystal Jung!” suaranya menarik perhatianku dan Kai. Aku melihatnya yang berjalan ke arahku .

“Apa kau tidak ingin masuk ke kelas?” tatapnya padaku.

Amber memegang lenganku tapi….

“Apa yang kau lakukan? mengapa kau terus meganggu kami” aku menatap Kai yang memegang lengan Amber. Aku melihat Kai begitu marah kepada Amber, tentu ini bukan sekali atau dua kali Amber melakukan hal ini.

Amber menatap Kai dengan senyuman tipisnya “Permisi, apa kau tidak tahu sekarang jam berapa? apa kau ingin membuat Krystal di hukum dari kelasnya hanya karena kau?” tatapan Amber tak kalah mengerikan dari Amber.

“Kajja” Amber menarik lenganku dan berjalan meninggalkan Kai. Amber terus memegang lenganku hingga menarik perhatian banyak murid “Lepaskan!” pintaku tapi dia terus memegang lenganku hingga kami tiba di depan kelas dengan bel yang berbunyi “Jika aku tak menarikmu mungkin kau masih bicara padanya dan terlambat, kau seharusnya terima kasih kepadaku” ucapnya yang lalu meninggalkan ku di depan kelas, Haish dasar llama!

Jam sudah menunjukkan jam 12, kami berjalan menuju kantin “Wah kantin kita kembali ramai lagi” ucap Vic.

“Awas-awas ada 4 walls”

“Minggir-minggir”

“Aku merindukan Krystal, senang sekali bisa melihatnya” ucap murid-murid.

Seperti biasa kami makan di meja biasa, aku menyantap spageti sebagai makan siangku. Saat aku menyantap makan siangku, aku tak sengaja menatap llama itu bersama teman-temannya yang mejanya tak jauh dariku, aku melihatnya yang sedang menerima telfon. Aku lihat bahwa akhir-akhir ini dia menjadi sibuk karena perusahaan yang dia tangani.

Jam pelajaran sudah dimulai dan guru sudah masuk, tapi aku melihat bangku Amber yang masih kosong terlebih lagi tas dan buku-bukunya tak ada di meja, kemana dia? apakah dia pergi ke kantor lagi?

09116338267e79c570d9cde141413522.jpg

(Ekspresi Krystal hehe saat Amber tak ada di bangkunya)

Malam sudah tiba, aku hanya duduk di sofa kamarku dengan memainkan ponsel “Agh aku bosan!” aku berdiri dan keluar dari kamar. Aku menatap pintu kamarnya “Sepertinya stupid llama itu belum pulang, aish ntah apa yang dia kerjakan?”

Aku turun kebawah, aku merasa bosan jadi aku jalan-jalan saja. Aku berjalan ke taman belakang. Menatap lapangan basket tempat favorit llama itu “Hufh ntah apa yang membuatku kesini”

Aku memanggil pelayanku “Ya nona muda Jung”

“Panggil seketaris Kim untung menghadapku” perintahku tanpa melihat pelayan.

“Baik nona muda Jung”

Tak butuh waktu lama “Selamat malam nona muda Jung, adakah yang bisa saya bantu” ucapnya sopan.

“Jelaskan padaku apa yang dilakukan llama itu di perushaan kakek” tanyaku tanpa menatapnya.

“Ehhm aku tidak tahu nona muda Jung, Tuan besar Jay Jung hanya memerintahkanku untuk Amber turut dalam andil urusan perusahaan”

“Aku tidak suka jawaban tidak tahu seketaris Kim. Cepat jelaskan padaku” tanyaku lagi.

“Saya benar-benar tidak tahu nona muda Jung, saya hanya mendapatkan perintah” seketika aku menatap seketaris Kim tapi matanya tak berani menatapku.

“Baiklah jika kau tidak ingin memberitahuku, aku akan mencari tahu sendiri” seketaris Kim hanya diam, aku tahu dia sedang menyimpan sesuatu.

“Lalu mengapa kakek lama sekali di San Francisco? apa yang kakek lakukan disana”

“Tuan besar Jay Jung sedang membangun bisnis barunya dan juga sedang menjalin kerjasama disana, nona muda Jung” aku hanya mengangguk, aku tahu perusahaan kakek memang besar dan investasinya dimana-mana.

“Kau boleh pergi”

“Baik nona muda Jung”

Ntah mengapa aku merasa bingung, kakek menjodohkanku dengan Amber dan Amber sekarang berperan dalam perusahaan kakek. Padahal aku tahu kakek bukanlah orang yang mudah percaya pada siapapun tapi mengapa dengan Amber dia begitu percaya? dan juga Amber masih sekolah dan masih harus banyak belajar, apa kakek tidak mempercayaiku dalam memegang perusahaan? haish bikin pusing saja.

Amber POV

Aku melihat jam yang menujukkan pukul 11.35 PM. Aku berdiri di depan jendela dengan teh hangat di tangan kananku. outside-views-of-Expressive-Office-Interior-in-Luxury-and-Warmth-Design.jpg

(Ruangan kantor Amber)

Ku pejamkan mata ini karena aku merasa begitu penat, aku tidak tahu mengapa aku harus ikut campur dengan semua ini. Apakah tuan Jay mencoba untuk mengetesku agar aku bisa memegang perushaannya di Amerika, nanti? tapi tidak mungkin, tidak mungkin tuan Jay Jung menyerahkan begitu saja perusahaanya di tanganku. Kalaupun dia mengetesku, tidak mungkin aku menjadi Vice president disini yang seharusnya Krystal yang bertanggung jawab. Bukankah ini aneh? apa dia tidak ingin Krystal campur tangan dengan semua ini, tapi bagaimanapun juga Krystal adalah satu-satunya pewaris tunggal Jung’s corpt.

“Aghh!” aku mengacak-acak rambutku, ku taruh gelas ini dan mengambil beberapa dokumen di meja kerjaku. Kepalaku semakin pusing melihat turunnya saham yang memerah diatas 1 persen! belum lagi aku mendengar bahwa adanya berita penyuapan yang terjadi oleh tuan Jay yang merugikan negara, apakah itu benar? apakah tuan Jay masuk kedalam jaringan kotor seperti itu? bahkan bukan hal itu saja, masih banyak yang kudengar mengenai hal yang membuatku tidak percaya saat mendengarnya. Apakah aku harus mencari tahu atau diam saja mengikuti perintahnya?

“Drriingg drriingg” 

Aku mengambil ponselku “TaeTae” aku menggeser layarku.

“Yeoboseyo”

“Kau dimana?”

Aku menghela nafasku, bangun dari tempat duduku dan menatap luar jendela “Masih di kantor”

“Mengapa kau belum pulang juga?”

“Aigoo mengapa kau seperti ibu yang mencari anaknya haha” candaku.

“Aku bertanya, jawab”

“Ada hal yang harus ku tangani Tae, kau tak perlu khawatir. Mungkin aku tidak akan pulang, jadi bisakah kau mengantar sergam sekolahku ke sini? aku akan menunggunya”

“Baiklah, aku akan menyuruh pelayan untuk mengantar sergammu”

“Baiklah kalau begitu”

“Selamat malam”

“Tae!” teriaku agar dia dapat mendengar suaraku sebelum dia matikan.

“Wae?”

“Ehhmmmm…” haruskah aku menanyakannya?

“Ada apa? cepat katakan aku ingin tidur”

Haish anak ini! “Krystal sedang apa?” tanyaku deg-degan.

“Mwo? hahaha aku tak salah dengar” lihat dia malah tertawa!

“Tidak ada yang lucu, cepat jawab”

“Mengapa tak kau tanya sendiri saja? bukankah kalian sudah menghabiskan waktu bersama? mengapa masih saja kaku” tawanya di ujung.

“Sudahlah aku menyesal bertanya padamu!” aku segera menutup telfon dari Tae karena aku menjadi malu.

“Ting” aku melihat ponselku dengan 1 pesan masuk, aku segera membukanya.

“Tanya saja langsung 01xxx-xxxx-xx” ntah mengapa aku menjadi tersenyum saat Tae mengirimkan nomor ponsel Krystal.

Aku tidak tahu mengapa dia selalu ada di kepalaku, bahkan saat ini aku sedang membayangi wajahnya yang tengah tersenyum “Cantik” haish! ada apa ini, aku menelfonya hanya untuk memastikan bahwa dia baik-baik saja! bagaimanapun juga Krystal adalah tanggung jawabku.

“Baiklah” aku langsung mengetik nomor Krystal, tapi apa dia sudah tidur? aku meliat jam yang menujukkan pukul 12.20 AM.

“Aku rasa dia sudah tidur” keluhku.

“Tapi…” aku menatap ponselku, tinggal mengetuk warna hijau di ponselku.

“Tidak ada salahnya untuk mencoba” aku langsung menelfon Krystal yang nomornya telah aku save di ponselku.

Ku taruh ponselku di telingaku, masih nada angkat. Apa dia sudah tidur? ntah mengapa aku berharap dia belum tidur.

“The Number…” hufh tidak di angkat, aku rasa sudah tidur. Aku menaruh ponselku di meja dan berjalan untuk mengambil segelas air putih.

Saat air putih ini sudah masuk kedalam tenggorokanku tiba-tiba ponselku berbunyi yang akhirnya membuatku tersedak hebat.

“Uhuk Uhuk Uhuk!” aku berjalan dengan terbatuk-batuk untuk mengambil ponselku.

“Princess Soojung” 

C9CtR1UV0AADk1o.jpg

Bagaiamana ini, bagaimana ini! aaghh seketika aku menjadi panas dingin “Tenang Amber tenang, tarik nafasmu dalam-dalam” aku menarik nafasku dan menatap layar ponselku yang berdering.

“Yeoboseyo” Suaranya… ku pejamkan mataku.

“Yeoboseyo” sial, mengapa dengan mendengar suaranya saja sungguh membuatku begitu merindukannya.

“Jangan bermain-main denganku atau kau…”

“Princess” ucapku lembut. Aku tersenyum menatap luar jendela kantorku.

“Biane aku menelfonmu semalam ini” ucapku, tapi dia tidak berbicara. Ada apa? aku melihat layar ponselku yang masih menyambung.

“Apa kau sudah tertidur?” tanyaku karena krystal tak kunjung juga menjawabku

“Baiklah kalau kau sudah tertidur aku…”

“Belum”

“Aku belum tertidur, pabo” aku tersenyum mendengarnya.

“Lalu apa yang kau lakukan?”

“Tidak ada”

“Haish aku kira kau memikirkanku” godaku.

“Jangan berharap”

“Tidak ada salahnya bukan?” aku terus menggodanya karena itu adalah hal yang kusuka.

Sudah 1 jam lebih kami berbincang di telfon sungguh tak membuatku bosan hingga aku tak mendengar suara Krystal lagi, aku pikir dia sudah benar-benar tertidur karena jam sudah menujukkan pukul 2 pagi. “Selamat tidur princess, mimpikan aku” senyumku yang mematikan ponselku.

“Hoaaaahh” aku merentangkan tubuhku dan kembali ke meja kerja.

Author POV

“Krriiinggggg” suara alaram membangunkan Amber dari tidurnya “Aaagghh berisik sekali.

Tak lama dari suara alaram kini pintu ruangannya diketuk “Bangunlah Am, kau mau terlambat sekolah?”

Amber membuka matanya pelan-pelan “Sekarang pukul berapa?” tanyanya lesu.

“07.35” Amber terkejut mendengarnya “Haish mengapa kau tidak membangunkanku lebih pagi!” gegas Amber yang langsung mengambil blazer seragamnya “Kau tidak mengganti baju?”

“Tidak ada waktu Tae, aku bisa terlambat”

“Wah sejak kapan kau jadi memperdulikan sekolah? kau ingin tidak terlambat sekolah atau tidak ingin terlambat melihat nona muda Jung?”

Amber menatap Taeyeon yang sedang berdiri memegang beberapa dokumen “Jadi sekarang kau menggodaku huh?”

Amber segera bergegas ke lobi, langkahnya terhenti saat melihat mobil di depan matanya “Apa ini?”

Taeyeon melemparkan kunci mobil kepada Amber “Bawalah, kami tidak bisa menemukan kunci motormu, jadi bawa saja dulu mobil ini” ucap Taeyeon.

Amber berhenti melangkah, matanya berbinar-binar saat melihat mobil yang begitu cantik berada di depan matanya “Apa kau becanda?” ucap Amber tanpa melihat Taeyeon dengan mulut yang masih terbuka.

“Kau harus berterima kasih kepada tuan besar Jung, dia begitu menyukaimu” tepuk pundak Amber.

“Terima kasih” senyum Amber yang langsung masuk mobil dan pergi meninggalkan perusahaan.

Krystal POV

“Silahkan turun nona” aku keluar dari mobilku, aku tak tahu mengapa rasanya begitu sepi, biasanya llama bodoh itu ada disisiku tapi… Sudahlah.

Aku berjalan masuk ke dalam kelas, duduk begitu saja tanpa menyapa sahabat-sahabatku. Moodku sedang tidak bagus, jadi lebih baik jangan ganggu aku.

“Soojung, kau tak apa?” aku hanya diam, menaruh kepalaku di atas meja dengan lengan sebagai alasku. Tak lama kemudian jam sekolah dimulai, apa dia tidak akan sekolah lagi? apa dia pikir ini sekolah miliknya! haish benar-benar menyebalkan!

Waktu telah berlalu, tak terasa bel istirahat berdering “Ayo kita makan” aku segera bangun dan menerima ajakan sahabat-sahabatku untuk ke kantin, sungguh moodku sedang tidak bagus, aku berharap tidak ada yang mencari masalah padaku hari ini.

“Soojung kau ingin pesan apa?” aku merasa tidak lapar tapi.. haish ada apa denganku!

“Apa saja” aku membalikan tubuhku untuk berjalan ke tempat duduk kami tapi….

“Oh my Gosh!!” aku melihat seragamku yang terkena tumpahan kopi hitam.

“Apa kau sudah gila!” marahku pada seorang yeoja yang memakai kacamata besar. Aku bisa merasakan semua mata tertuju kepada kami, seketika suasana kantin menjadi diam karena aku benar-benar marah.

Aku melangkah maju mendekati yeoja aneh ini, aku menatapnya begitu tajam hingga dia tidak berani menatap matakku “Ma-ma-mafkan a-aku Kry-krystal Jung..”

“Kau kira maaf saja sudah cukup?” tatapku tajam padanya, aku kira saat ini dia menangis karena aku bisa melihat airmatanya yang jatuh. Tapi aku tidak peduli, tidak ada orang yang bisa macam-maca denganku!

Author POV

Semua murid menatap Krystal dan yeoja yang baru saja membuat ulah kepadanya, Vic, Luna dan Sulli tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka tahu Krystal dalam keadaan mood yang tidak baik jadi percuma saja untuk menghentikan semua ini karena mereka berjanji tidak akan membully lagi.

Yeoja berkacamata besar itu hanya menunduk di hadapan Krystal dengan airmata yang membasahi pipinya, tak satu orangpun yang membelanya.

Murid 1 : “Ku rasa dia akan mati, kau tahu bukan murid terakhir yang macam-macam dengan krystal bernasib sial”

Murid 2 : “Aku berani bertaruh, yeoja itu tidak akan lama di sekolah ini”

Murid 3 : “Aku pikir mereka tidak akan membully lagi karena mereka jarang berbuat onar tapi aku salah, mereka tetap 4 walls yang dulu. Yang ditakuti semua orang”

Murid 4 : “Sudahlah kita tidak bisa berbuat apa-apa jika mereka sudah bermain dengan mainannya, tidak ada satupun yang bisa melawan mereka terutama Krytsal Jung”

Semua murid hanya menatap dan berbisik”Kau kira maaf saja sudah cukup?” tatap Krystal dingin.

“A-a-aku harus melakukan apa, Krystal Jung?” Krystal tersenyum tipis.

Seketika kantin kembali ribut saat Kai dan group EXOnya masuk kedalam kantin, Kai berjalan menuju Krystal “Ada apa ini?” tatap Kai pada Krystal tapi Krystal tak menjawab dan menatap lurus yeoja yang membuatnya kesal “Oh jadi ada yang bikin masalah dengan kekasihku” ucap Kai yang membuat Krystal kaget.

“Apa kau sudah bosan hidup?” yeoja yang sedang menangis itu menjadi santapan bagi 4 walls maupun EXO.

Kai menatap Krystal “Kau telah membuat Krystalku menjadi marah, apa yang harus kulakukan agar Krystal tak lagi marah?”

Kai menatap yeoja tersebut “Kalau begitu kau harus menerima hukuman” senyum Kai.

“Berlutut” ucap Kai dengan kedua tangannya di saku celana.

“Aku bilang berlutut!” ucapnya semakin tegas membuat yeoja itu menangis dan berlutut di hadapan Krystal.

Semua murid menatap yeoja itu, tidak ada yang bisa mereka lakukan selain menonton pertunjukkan tersebut kecuali…

“Ada apa ini?” Krystal menatap suara yang tak asing baginya, mata Krystal membulat. Yeoja berambut pendek itu berjalan mendekati mereka.

“Apa yang kau lakukan? bangunlah” ucap santai Amber.

“Ini bukan urusanmu” dingin Kai.

Amber tersenyum tipis “Lalu apa urusanmu disini Kim Jongin? bukankah yeoja ini sudah minta maaf kepada Krystal, lalu apa lagi?” tatap Amber tak kalah menyeramkan kepada Kai. Susana kantin semakin panas ketika Kai dan Amber berdebat.

Amber menatap yeoja yang sedang menangis itu, Amber memegang bahunya “Bangunlah, kau tidak perlu melakukan hal ini”

Kai tersenyum tipis “Jika kau bangun kau akan keluar dari sekolah ini” ancam Kai.

“Kau pikir kau siapa?” geram Amber “Bukankah dia sudah minta maaf”

Amber membantunya berdiri “Ini bukan urusanmu” Amber menatap Krystal yang mulai bicara.

Amber menatap yeoja disampingnya “Pergilah, biar aku yang mengurus ini” Kai tersenyum simpul.

“Te-terima kasih Amber” yeoja bernasib sial itu pergi meninggalkan mereka.

“Mau jadi pahlawan?” ejek Kai.

“Kita perlu bicara” Amber memegang lengan Krystal.

“Ya apa yang kau lakukan!” marah Kai karena Amber menarik lengan Krystal.

“Minggir, ini bukan urusanmu” tatap Amber, Amber memegang lengan Krystal tanpa memberontak.

Semua murid menatap Kai, Krystal dan Amber. Murid-murid memberi jalan kepada Krystal dan Amber.

“Brukk” Kai menendang kursi di sampingnya “Awas saja kau nanti” marah Kai.

Krystal dan Amber saling bertatapan satu sama lain di belakang taman sekolah mereka.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Amber dengan menatap Krystal serius.

“Apa maksutmu”

“Hentikanlah, aku tidak suka melihatmu seperti itu dan juga… dan juga aku tahu kau bukan orang seperti itu. Menindas yang lemah dan menjadi sombong dan lagipula yeoja tadi sudah minta maaf padamu, dan lihat.. Bajumu hanya sedikit terkena noda, mengapa kau menjadi berapi-api” ucap Amber.

Krystal membuang matanya dari tatapan Amber “Kau tidak perlu mengaturku dan menceramahiku”

Amber menghela nafasnya “Aku bukan mengaturmu atau yang lainnya hanya saja..”

“Sudah sana pergi! urus saja dirimu sendiri” Amber menaikan alisnya, wajahnya terlihat bingung ketika Krystal tiba-tiba menjadi marah.

“Ya! mengapa kau tiba-tiba mengusirku?” tanya Amber bingung.

“Aku malas melihatmu” jawab Krystal tanpa menatap Amber.

Amber menggelengkan kepalanya “Haish wanita ini, aku tidak memiliki salah tapi dia marah padaku” cibir Amber.

“Apa kau bilang tidak punya salah? Ya kau llama  jelek, apa kau tidak ingat dengan janjimu hah?”

Amber mengedipkan matanya dengan berfikir “Janji?”

“Lihat kau saja lupa! kau punya janji padaku akan memberikan ku ice cream mangga setiap minggunya! dan sekarang mana janjimu! kau malah menghilang begitu saja dan malah sibuk dengan urusanmu itu! kalau tidak bisa menepati, lebih baik tidak usah berjanji!” kesal Krystal.

“Aigoo, jadi kau memendam rasa marah? dan wanita tadi menjadi korbanmu dan sekarang giliran aku yang menjadi korban ocehanmu?”

“SMACK”

“Aaaah!” Amber mengosok-gosok kepalanya yang habis dipukul Krystal.

“Tolong jangan alihkan pembicaraan llama! moodku sedang tidak bagus”

Amber menghela nafasnya “Baiklah kalau begitu kita beli ice creamnya sekarang saja, bagaimana?”

Krystal menatap Amber “Sekarang?”

Amber mengangguk “Lagipula saat ini hanya ice cream mangga yang bisa membuat sisi baikmu kembali lagi” ucap Amber yang masih memegang kepalanya.

“Tidak mau! aku tidak akan meninggalkan sekolah, aku ingin belajar” tolak Krystal.

Amber tersenyum simpul “Apa kau takut?”

Krystal menatap Amber “Mwo?”

Amber tersenyum “Bilang saja kalau takut, tidak perlu banyak alasan”

Krystal tertawa paksa “Haha aku takut? tidak ada yang kutakutkan di dunia ini llama”

“Kalau begitu tunggu apalagi” Amber memegang lengan Krystal dengan segera.

“Ya llama!” Krystal mengikuti Amber menuju belakang sekolah.

Krystal melihat sekitar “Aku tidak tahu dibelakang sekolah ada tempat seperti ini” ucap Krystal yang masih memandang sekitar yang ditumbuhi oleh pohon-pohon serta tanaman liar.

Krystal dan Amber berhenti di dekat pintu gerbang yang terlihat sudah karatan “Ini pintu rahasia” tunjuk Amber.

Amber mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, Amber mendekati gerbang yang terlihat tua itu dengan kunci yang dia punya “Apa yang kau lakukan?” tanya Krystal.

“Membuka gerbang” jawab Amber yang mendorong gerbang.

“Bagaimana bisa? darimana kau tahu?” bingung Krystal.

“Ceritanya panjang”

“Ayo kemari” lanjut Amber yang berjalan melalui semak-semak.

“Hati-hati” ucap Amber dengan memegang tangan Krystal. Dan akhirnya mereka sampai di sebuah jalan.

“Waaahh aku tidak tahu bahwa akan tembus di tempat ini” kaget Krystal.

“Kau tunggu sini”

“Kau mau kemana?!” Amber pergi meninggalkan Krystal “Haish stupid itu malah meninggalkanku!”

1 menit kemudian “Brroommm Brooomm”

Mata Krystal membulat, sedikit terkejut melihat mobil sport hitam yang berhenti di depan matanya.

“Masuklah” ucap Amber dengan membuka kaca mobil. Krystal masih diam beberapa saat.

Krystal melihat Amber yang berada di bangku supir “Ini mobilmu?” tanya Krystal.

Amber tersenyum dengan sedikit anggukan, Krystal menarik nafasnya. Tangannya membuka pintu mobil dengan Amber duduk disampingnya.

“Kau menyukainya?” tanya Amber dengan menghadap Krystal.

“Iya aku menyukainya” jawab krystal tanpa melihat Amber.

“Dan apa kau menyukaiku?” goda Amber dengan senyuman di wajahnya.

“Eerrrrghhhh” Krystal rolled her eyes.

Amber tertawa “Hahaha aku tahu kau akan seperti itu, apa kau siap princess?”

Krystal mengangguk dengan memakai seat belt dan Amber mulai menjalankan mobil sport miliknya yang diberikan oleh Jay Jung.

“Brroomm Broomm” mobil melaju cepat meninggalkan Empire school.

Krystal POV

“Hufftt” aku menatap luar jendela, aku tidak tahu mengapa aku merasa…

Merasa gugup, mungkin?

Apakah karena aku hanya berdua dengan Amber di dalam mobil layaknya sepasang kekasih?

Haishh apa yang kau pikirkan! seharusnya aku menolak ajakannya ini dan memilih untuk tetap di sekolah!

Aku melihat jalan, mau dibawa kemana aku? “Mau kemana kita?” tanyaku padanya yang sedang menyetir mobil dengan sangat keren.

“Nanti juga kau tahu” haish dia tidak perlu tersenyum seperti itu.

Aku kembali menghadap jendela, aku tidak tahu sampai kapan aku menghadap jendela, karena aku merasa gugup jika sedikit saja melihat wajah llama ini.

“Driingg drriingg” aku mengambil ponselku yang berada di tas, aku bisa merasakan Amber sedang memperhatikanku.

“Siapa yang menelfon?” aku menatapnya, tumben sekali Amber bertanya siapa.

Aku melihat layar ponselku dan melihat Luna unnie yang menghubungiku.

“Drriingg driingg” ponselku masih berdering.

“Matikan”

Aku terkejut mendengarnya “Mwo?”

Dia menghela nafasnya “Aku bilang matikan, matikan ponselmu”

Aku mengerutkan dahiku “Untuk apa aku mematikannya?”

“Ini waktumu bersamaku, lagipula kita kan sedang kabur”

Aku hanya menatapnya, apa maksut dari perkataanya itu? apa dia ingin bersamaku?

“Cepat matikan” pintannya.

“Haish mengapa kau cerewet sekali, iya iya aku matikan” llama itu tersenyum puas, dan aku mematikan ponselku. Aku merasa baik-baik saja bila llama ini disampingku jadi sepertinya aku tidak perlu khawatir.

Aku kembali melihat luar jendela, hingga aku merasa mataku begitu berat dan ….

………………

……………..

…………….

Ku berusaha membuka mataku tapi rasanya begitu berat karena angin yang mengenai wajahku membuatku tak ingin membuka mata, terlebih lagi aku bisa merasa suara kicauan burung yang semakin memperdalam rasa kantukku.

Ku perlahan membuka mataku, matakku masih sedikit kabur dan aku mengucek kedua mataku agar dapat memperjelas pengelihatanku.

Saat aku dapat melihat jelas, aku melihat taman yang indah berada di depan mataku “Dimana ini?” aku melihat Amber yang tidak ada disampingku.

Aku membuka pintu dengan menaruh blazer sekolah Amber yang menutupi rok sekolahku. Aku berjalan perlahan, udaranya begitu segar. Aku memperhatikan pemandangan di depanku. Ternyata aku berada di pinggir jalan dengan pemandangan pohon hijau. Begitu indah..

“Sudah bangun” aku mendengar suaranya, dia tersenyum padaku dan menghampiriku dengan kemeja putih polos seragam kami.

Aku menatapnya yang berdiri di sampingku, aku sedikit mendongak karena tentu saja llama ini lebih tinggi daripadaku “Kau ingin membawaku kemana?”

“Ke tempat favoritku”

Tempat favorit? aku kira tempat favoritnya adalah lapangan basket “Kita akan menuju Gangdong-gu”

Aku terkejut saat mendengarnya “Gangdong-gu?”

Amber mengangguk, bukankah Gangdong-gu merupakan tempat tinggalnya. Apa llama ini merindukan tempat tinggalnya? atau mungkin dia merindukan ibu dan adiknya? atau mungkin…

kekasihnya?

“Ada apa denganmu? kau terlihat melamun”

Aku tersenyum paksa “Anio, ehm untuk apa kita ke Gangdong-gu?”

“Hanya ingin saja, aku sudah lama tidak kesana. Aku benar-benar merindukan tempatku”

“Kau merindukan Gangdong-gu atau merindukan seseorang?” aku tidak tahu mengapa aku bertanya seperti ini dan tentu saja reaksi sangat lucu dengan kedua alisnya yang terangkat.

“Haha kau ini bicara apa, aku akan menujukkan beberapa tempat yang sering ku kunjungi saat aku tinggal disana”

“Baiklah”

“Dan juga tempat itu menjadi tempat dengan banyak kenangan” aku melihatnya yang tersenyum manis, ada apa dengan wajahnya?

“Bukankah kau pernah ke Gangdong-gu?”

Aku mengangguk, ya aku pernah kesini saat aku ingin mengetahui sosok apa sebenarnya Amber Liu yang menjadi tunanganku “Ya, dan itu sangat buruk”

“Hahahaha apa kau tidak keberatan kita kembali lagi?”

Aku menggelengkan kepalaku “Tidak apa”

“Apa kau yakin? bukankah kau begitu membenci tempat dimana kita pernah bertemu. Seperti Jeju, ….”

“Jangan sampai aku memintamu untuk kembali pulang” tatapku dingin.

 “Grrrr grrrr” pipikku memerah, aaaghh bikin malu saja. “Hahahhahhaha” haish llama itu malah menertawakanku!

“PLAK!”

“Aaagh kepalaku!” keluhnya dengan memegang kepala.

“Itu karena kau berisik”

“Yang berisik itu cacingmu! mengapa aku?” tunjuk Amber ke arah perut Krystal.

“Kau yang berisik!”

“Ya ya ya ya aku akuuuuu”

Hahaha aku suka saat dia mengalah “Kalau begitu kita cari makan dan membeli ice cream” aku mengangguk. Kami berdua kembali ke mobil, dan mobil segera melaju cepat. Gangdong-gu terletak di sisi Timur kota Seoul.

12-aston-martin-db11-843-photo-667946-s-original.jpg

(Anggep aja Amber yang bawa terus Krystal di sampingnya hehehe)

Mobil Amber melaju cepat dan tak terasa kami telah sampai di sebuah jalan dengan kanan kiri rumah yang terlihat begitu asri dan indah. Tidak ada rumah mewah dan megah di sekitar sini yang ada hanya rumah yang asri dan indah walaupun tak besar tapi tetap mempesona.

Amber menghentikkan mobilnya di depan sebuah kedai yang menjual beberapa makanan tapi yang tertulis bahwa best sellernya adalah ice cream. Apakah harus sejauh ini dia mentraktirku “Kita sampai” aku segera turun.

Amber lebih dulu masuk “Ahjummaaaaa” ucap Amber dengan melihat kanan dan kiri. Aku melihat bahwa tempat ini begitu nyaman. Aku melihat beberapa orang yang mengenakan seragam sedang menyatap ice cream dengan lahap. Aku rasa ini adalah tempat favorit para pelajar.

“Ahjummaa” ucap Amber lagi.

“Selamat dat…..” Ahjumaa yang terlihat tua itu keluar dengan serbet di tangannya. Tanpa pikir panjang Amber membungkuk sebagai hormatnya.

“Ya! kau anak nakal!” Amber hanya tersenyum, sedangkan ahjumma berjalan menghampiri kami dengan tatapan terkejut.

Amber tersenyum dan …

“Plak Plak Plak” aku menahan tawa saat ahjumma ini memukul Amber dengan serbet di tangannya.

“Aw aw aw aw” keluh Amber.

“Kau anak nakal! kau darimana saja hah?! sudah beberapa bulan ini kau tidak terlihat!”

Amber tersenyum dengan mengelus pundaknya yang baru saja dipukul “Haha apa kau merindukanku ahjumma?”

Ahjumma tersebut mengglengkan kepalanya “Omo!” dia mendekati Amber, memegang badannya dan memutar-mutar badan Amber dengan melihatnya dari ujung kaki sampai kepala.

“Aigooo! kau juga sudah berubah, lihat gayamu! rambutmu, dan kulitmu! kau pasti melakukan perwatan yang mahal, apa kau sekarang menjadi anggota mafia? sehingga kau bisa berubah seperti ini”

“Haish mengapa setiap orang berfikir yang tidak-tidak pada diriku” aku tertawa mendengarnya.

Saat aku tertawa ahjumma ini menatapku dengan tatapan yang menurutku sedikit membuatku canggung, tentu saja karena dia menatapku begitu detail hingga aku menjadi risih.

“Aigoooo dan sekarang kau sudah memiliki kekasih” aku menundukkan kepalaku untuk menyembunyikkan rasa malukku.

“Bagaimana bisa anak nakal sepertimu memiliki kekasih secantik nona ini” tunjuknya padaku.

“Namanya Krystal, ahjumma”

“Lihat! bahkan namanya saja begitu indah. Jauh berbeda darimu!”

“Haish sudah sudah, aku ingin memesan ice mangga. Buatkan 2 porsi ahjumma” Amber mendorong ahjumma tersebut masuk kedalam dapur.

“Haish tunggu dulu, aku masih ingin melihat kekasihmu” aku hanya tersenyum.

Dan kemudian Amber kembali datang padaku “Biane, dia memang cerewet. Ayo kita duduk”

Aku dan Amber memilih duduk di dekat jendela, aku melihat tamu semakin ramai “Aku rasa tempat ini sangat terkenal”

“Tentu saja! ini adalah tempat biasaku menghabiskan waktu, jika aku sedang dihukum atau membolos aku akan kesini”

Aku menatapnya yang berada di depanku “Jadi kau memang sudah biasa membolos? tak heran banyak yang berfikiran yang tidak-tidak padamu karena kau pemalas dan tak pernah belajar”

Amber menggaruk-garuk kepalanya “Tapi tidak setiap hari, lagipula sekolah begitu membosankan! tidak ada yang menarik, lagipula aku sekarang sudah berubah, aku tidak pernah membolos lagi semenjak sekolah di Empire”

Aku memangku tanganku dan menatap llama di depanku ini “Jadi sekarang kau sudah rajin sekolah?”

“Yap” angguknya.

“Berarti ada sesuatu yang menarik perhatianmu di sekolah, itu sebabnya kau menjadi rajin, benarkan?” tanyaku padanya yang membuat dirinya menjadi salah tingkah.

“Ehmmm ya seperti itu”

“Jadi apa yang menarik perhatianmu?” tanyaku padanya.

Wajahnya terlihat bingung, matanya tak berani menatap matakku “Apa kau tertarik karena yeoja-yeoja di sekolah kita lebih cantik daripada sekolah lamamu, hah? itu sebabnya kau betah disekolahan jadi kau bisa menggoda mereka” godaku yang membuatnya panik.

Amber menggelengkan kepalanya “Anio! aku tidak pernah menggoda yeoja-yeoja di sekolahan”

Aku menatapnya tajam, jelas-jelas aku melihatnya serta rombongan teman-temannya yang bodoh itu menggoda para wanita di sekolah dan kau mengelaknya llama? “Sudahlah tidak perlu berbohong, aku tahu isi pikiranmu”

“Haish wanita ini, aku tidak menggoda yeoja-yeoja di sekolah! haish ini semua gara-gara Minho dan Henry yang suka mengajakku dan menjadikan ku pancingan mereka”

Tidak lama kemudian pesanan datang “Tadaaaa” aku menatap ahjumma dengan membawa dua porsi ice serut mangga dan tteokbokki yang membuat liurku seakan ingin keluar dari mulutku! aaaghhhh aku tak sabar menyantapnya.

“Makanlah yang kenyang” senyum Ahjumma.

“Neeeeee!”

Aku segera mencoba ice mangga yang benar-benar menggiurkan ini dan …

EEEEEMMMMMMMM

“Daebak!” ini adalah ice mangga yang terenak yang pernah ku makan!

“Hahaha enak bukan? aku sudah yakin kau pasti akan menyukainya, makanlah pelan-pelan princess”

Baru kali ini aku menyukai Amber! maksutku, aku menyukainya karena dia memberikan ice mangga yang begitu luar biasa!

Aku terus melahap dan menahan rasa dingin hingga ke kepalaku, tapi aku tak memperdulikannya.

“Haha” aku melihat Amber yang tengah tersenyum dengan sendok di tangannya.

Apa dia menertawakanku? “Wae?” tanyaku dingin.

“Lucu saja, wajahmu berubah 360 derajat ketika kau menyantap makanan terutama mangga. Aaahh andai saja wajahku seperti mangga, apa kau akan menyukaiku?”

Aku menatapnya heran, aku tidak tahu mengapa akhir-akhir llama bodoh ini suka sekali mengatakan hal seperti itu “Wajahmu lebih mirip llama daripada mangga”

“Huffhh” aku menatapnya sebentar dan menyantap kembali mangga serta tteokbokki yang dipesan Amber.

Tak lama kemudian makanan kami habis, dan perutku begitu kenyang dan merasa bahagia hahaha.

“Sudah kenyang?” aku mengangguk dengan senyuman.

“Daebak” ku berikan jempol kepada llama di depanku ini.

“Kajja” aku menatap Amber yang bangun dari bangkunya.

“Mau kemana?” tanyaku padanya tapi dia tak menjawab dan pergi begitu saja! haish anak itu.

Aku berjalan keluar, menunggu Amber di luar karena di dalam ramai dan aku benci keramaian.

“Maaf aku lama” senyumnya.

“Hmm” jawabku malas.

“Ayo kita pergi” Amber membukakan pintu untukku.

“Silahkan princess” aku menatapnya, aku sedikit malu dan … deg deg deg. Haish ntah apa yang terjadi padaku! ini bukan pertama kalinya seseorang membukakkan pintu untukkmu Krystal!

Amber mulai menghidupkan mobilnya untuk pergi meninggalkan kedai yang tidak akan ku lupakan ini.

Aku melihat Amber yang tengah tersenyum menatap sepion mobil, mengapa dia tersenyum? untuk membunuh rasa penasaranku, aku melihat kaca spion mobil dan….

“Ya kau anak nakal!” teriak ahjumma dengan memegang amplop di tangannya.

“Kebiasaan nya tidak pernah berubah, selalu saja pergi tanpa berpamitan! benar-benar tidak berubah dan…” ahujmma itu melihat amplop yang di taruh Amber di meja kasirnya.

Ahjumma itu segera membuka dan …

“Ahjumma, Komawo ^^” tulis Amber serta tak lupa Amber menyelipkan sejumlah uang dengan jumlah yang besar. Ahjumma itu hampir meneteskan airmatanya karena Amber.

“Haish anak nakal itu!” ucap ahjumma dengan melambaikan tangannya kepada mobil yang telah menjauhi kedai milikknya.

Sedangkan di mobil, Krystal terlihat menikmati pemandangan sekitar dengan membuka jendela mobilnya.

Aku tidak tahu stupid ini akan membawaku kemana, tapi yang jelas aku merasa senang. Ini untuk pertama kalinya aku merasa tidak bosan bila berjalan dengan seseorang tapi dengan stupid ini…. hmm entahlah bahkan aku seperti pasrah saja dengan keadaan karena aku merasa nyaman.

Hmm mungkin karena aku terlalu penat belajar jadi aku bahagia seperti ini, ah sudahlah stupid mengatakan bahwa aku tidak boleh memikirkan tentang apapun dan nikmati perjalanan dengannya. senyumku….

“Ciiitttt” mobil berhenti di pinggir sungai yang indah dengan pohon-pohon serta burung-burung yang terbang bebas.

Amber dan Krystal turun dari mobil, Amber berjalan menuju pinggir sungai yang di ikuti oleh Krystal.

Amber berdiri, terbesit senyuman di wajahnya. Kedua tangannya di lebarkan, merasakan angin sejuk yang masuk kedalam tubuh serta pikiriannya.

“Ahh suka sekali disini” ucap Amber tanpa membuka matanya. Krystal berdiri di samping Amber, menyaksikan Amber yang begitu menikmati waktu ini.

Tak kalah dengan Amber, Krystal juga memejamkan matanya. Membiarkan pikirannya melayang bebas tanpa beban di pikirannya, membuat Krystal tersenyum tanpa sepengetahuannya.

Wah rasanya aku seperti melupakan segalanya, yang aku nikmati adalah kebebasan. Tak ada peraturan, tak ada kerumunan orang banyak, tak ada kebisingan dan yang ada hanya ketenangan. Aku menyukainya.

Krystal dan Amber sama-sama membuka mata dengan senyuman di wajah mereka. Waktu menujukkan pukul 4 sore, suasana pinggir sungai semakin indah dengan matahari yang berwarna orange.

“Ini adalah tempat favoritku, Sungai Han. Hampir setiap hari aku kesini maupun itu sendiri atau bersama sahabat-sahabatku. Disini adalah tempatku untuk menenangkan diri, jika aku ada masalah atau sedang sedih aku akan datang kesini” senyum Amber terhadapku. Aku merasa canggung dan aku tak ingin menatapnya lebih lama karena aku tak bisa, hanya tak bisa menahan sesuatu di dalam diriku.

Amber memasukan kedua tanganya di saku celana “Aku merindukan mereka” ucap Amber dengan raut wajah yang sedih.

“Biasanya kami selalu menghabiskan waktu bersama” aku melihat raut wajah Amber yang sedih, aku tahu dia pasti merindukan sahabat-sahabatnya.

“Kalau begitu temuilah mereka”

Amber tersenyum “Tidak perlu, kita bisa pulang kemalaman jika bertemu dengan mereka”

“Jadi kau tidak ingin bertemu dengan kami?”

Aku mendengar suara di belakangku, suara seorang namja yang akhirnya membuatku menoleh ke belakang dan ….

Dan aku melihat seorang namja dan yeoja, hmmm wajahnya tak asing bagiku.

“Eric, Ailee!!” girang Amber. Aku melihat Amber yang seketika wajahnya begitu bahagia, Amber berlari ke arah mereka dan memeluk mereka dengan erat, ergh apakah wanita itu tidak bisa tidak memeluk Amber dengan erat hah? apa tidak bisa dengan berjabat tangan saja?

“Kami merindukanmu!” ucap Ailee.

“Jadi kau tidak ingin bertemu dengan kami lagi, mengapa kau begitu jahat!” ucap Eric.

“Hahaha biane, aku sungguh merindukan kalian” mereka bertiga berpelukan kembali hingga akhirnya, salah satu namja yang bernama Eric menatapku. Tatapannya seperti kaget atau seperti terkejut melihat hantu? ntahlah aku rasa dia begitu aneh dan mengerikan.

“Krystal Jung, the goddess!” ucapnya yang langsung melepas pelukan Amber.

Amber menatap sini dan “PLAK!” 

“Ya! sakit sekali!” keluh Eric.

“Jaga matamu” ucap Amber.

“Kenalkan kami padanya” bisik Eric.

Aku melihat mereka yang mulai mendekatiku “Soojung, kenalkan ini adalah sahabat-sahabat sejatiku”

“Hallo aku Eric” Aku melihat matanya yang seperti ingin memangsaku, dan dia mengulurkan tangannya ingin berjabat tangan denganku.

“Aku Krystal” senyumku canggung dengan kusambut jabat tanganya, tapi hanya 1 detik di bagian jari jariku saja.

“Hi aku Ailee” aku menjabat tangannya, salah satu sahabat wanita llama yang bisa kubilang cukup cantik.

“Krystal”

“Jadi kalian berdua sedang berkencan?” senyum bodoh Eric.

Seketika wajahku memerah “Anio!” jawabku sama dengan Amber.

“Haha lihat wajah kalian berdua, lucu sekali” goda Ailee.

“Aku pikir kalian sudah saling jatuh cinta, apa sama sekali belum ada kemajuan?” haish mulut namja ini, ingin sekali ku siram air keras!

“Jangan bicara yang aneh-aneh, aku disni menemani Krystal untuk makan ice mangga di kedai biasa” aku hanya mengigit bibir bawahku ketika Amber mulai mengklarifikasi kedatangan kami kesini.

“Menemai Krystal dengan membolos sekolah” tatap Ailee menggoda, haish aku bisa gila dengan teman-teman nya ini.

“Sudah sudah cukup! lebih baik kita pergi jalan saja, bagaimana? menyewa sepeda atau bermain skateboard?” ide Amber.

Ailee dan Eric menyetujui “Bagaimana princess?”

“Hah? oh baiklah aku ikut saja” senyumku pada Amber.

“Baiklah kau tunggu disini dengan Ailee, aku akan menyewa sepeda bersama Eric untuk berkeliling disini, okay? kau tidak apa-apa kan jika ku tinggal?”

“Haish aku bukan anak kecil lagipula aku akan bersama Ailee” Amber mengangguk menyetujui Krystal.

“Kajja” Amber dan Eric pergi meninggalkanku dan Ailee.

“Bagaimana kalau kita duduk disana?” Aku melihat sebuah bangku di pinggir sungai.

“Baiklah”

Aku dan Ailee duduk dengan menikmati pemandangan sore hari di pinggir sungai “Aku senang kau terlihat baik-baik saja kepada Amber” aku menatap Ailee.

“Sebenarnya Amber adalah orang yang sedikit pemalu” pemalu? haha pemalu my ass!

“Ehmm kau sudah berapa lama bersahabat dengan llama bodoh itu?” Ailee tertawa.

“Aku, Amber dan Eric dibesarkan di daerah yang sama, bahkan rumah kami berdekatan. Mungkin sudah 8 tahun lebih, jadi aku tahu seperti apa Amber sebenarnya”

Lama juga..

Ailee menghela nafas “Amber adalah orang yang pandai dalam menutupi kesedihannya. Dia akan membuatmu tertawa sekalipun dirinya tak bisa tertawa, dia akan membuat dirimu bahagia meskipun dirinya tak bahagia, dia akan menahan airmata untuk membuatmu bahagia, dia adalah sosok yang akan berdiri disampingmu sekalipun kau akan meninggalkannya, dia akan melakukan apa saja untuk orang lain meskipun orang lain tak memperdulikannya” aku menatap Ailee dengan penuh keseriusan, apakah Amber adalah orang yang seperti itu.

“Dia adalah orang yang sangat tulus, dia akan menjagamu tak peduli dengan apapun. Jadi kau tak perlu khawatir, Amber mungkin anak yang jahil dan menyebalkan tapi itulah yang membuatmu merindukannya” senyum Ailee.

“Aku rasa Amber menyukaimu”

“Mwo?!” sontakku kaget, apa aku tak salah dengar?

“Haha kau ini bicara apa?”

“Mungkin ini terdengar aneh, terdengar tak masuk akal bagaimana yeoja menyukai yeoja. Tapi, tapi mata tak bisa di bohongi Krystal, saat aku menatap Amber matanya tak pernah ingin lepas darimu dan ini untuk pertama kalinya aku melihat Amber seperti itu. Amber tak pernah jatuh cinta, kau tahu Amber hanya sibuk dengan dunianya sendiri seperti bermain game dan basket ataupun hal-hal lainnya. Bahkan jika aku dan Eric ingin bermain dengannya kami harus menunggu atau menunda karena Amber sedang asik dengan dunianya dan tak ingin di ganggu tapi aku rasa, jika Amber di ganggu olehmu dia akan melupakan segalanya dan berlari ke arahmu”

Aku meantap Ailee, aku mencoba mengingat bahwa Amber rela tak ikut turnamen basket karena diriku dan saat aku masuk kamarnya dia berhenti bermain game karena aku mengganggunya, apa itu kebetulan saja?

“HOOOII” aku dan Ailee mendengar teriakan Amber dan Eric, mereka melambaikan tangan kepada kami dari kejauhan.

Aku tersenyum melihat si bodoh itu yang hampir terjatuh karena keisengan Eric “Krystal” aku menatap Ailee, aku menatapnya serius.

“Ya”

“Berjanjilah untuk menjaga Amber” senyum Ailee.

“Anak itu terlihat tegar di luar tapi sebenarnya hatinya begitu rapuh, jadi tolong jaga dia” mohon Ailee.

Aku mengangguk dan tersenyum “Janji” ini untuk pertama kalinya aku mengucap kata janji yang benar-benar tulus ku katakan, bukan hanya sekedar bualan diriku. Aku tidak tahu mengapa aku berjanji kepada Ailee untuk menjaga Amber. Apakah karena aku memang ingin melindunginya? apakah aku ingin tidak ingin Amber terluka hingga aku mengucapkan kata janji pada Ailee?

Ada apa dengan diriku?

“Princess”

“Hah?”

“Haish aku sudah memanggilmu 3x tapi kau tidak merespon, apa ada sesuatu yang mengganjal pikiranmu?” tanya Amber.

“Tidak apa, aku tidak apa-apa” ucapku pada Amber yang duduk diatas sepedanya.

“Ayo naik, kita akan jalan-jalan sore” ajak Amber.

Amber bersama Krystal sedangkan Eric bersama Ailee, mereka bersepeda di sepanjang sungai Gyeongju di sore hari dengan pantulan matahari terhadap sungai yang membuat indah suasana.

Canda tawa menghiasi sore hari mereka, Amber merasa senang melihat Krystal yang tertawa berasama dirinya dan kedua sahabatnya. Krystal begitu lepas dan tak memikirkan apapun selain tawa di senyumnya, hingga akhirnya mereka harus berpisah.

Krystal, Amber, Eric dan Ailee mulai mengucapkan kata perpisahan. Krystal menatap mereka bertiga dengan senyuman “Aaaagghh aku akan begitu merindukanmu” peluk Ailee.

“Haish jangan main peluk saja! apa kau tidak lihat ada tunangannya!” iseng Eric.

Krystal tersenyum “Kwaenchana”

Eric mengacak-acak rambut Amber “Aku akan merindukan mu little rascal!”

Ailee memelukku, dan aku memeluk Ailee balik. Aku tidak tahu mengapa aku begitu nyaman bersama teman-teman stupid ini, aku biasanya tidak mudah dekat dengan seseorang tapi dengan mereka berdua itu terasa berbeda “Aku juga akan merindukanmu Krystal” ucap Ailee.

“Aku juga” ucapku. Kami melepas pelukan dan Eric tiba-tiba melebarkan tangannya seakan ingin memelukku tapi Amber kembali memukul kepalanya.

Hahahaha “Mau mati?” tatap Amber yang membuat Eric takut haha lucu sekali.

“Kau harus sering datang kesini, karena kami akan merindukan kalian” ucap Eric yang kujabat tangannya.

“Kalian juga harus berkunjung ke Seoul, aku akan merasa senang jika kalian dapat berkunjung” ucapku yang dibalas senyuman kepada mereka.

Amber berdiri disampingku “Baiklah kami pamit”

“Kajja” ajak Amber.

Dan lagi Amber membukakkan pintuk untukku, Amber mulai menghidupkan mesin mobil. Sebelum pergi aku membuka kaca mobil untuk sekedar melambaikan tangan kepada sahabat Amber.

“Bye-bye! hati-hati dijalan!” ucap Ailee.

“Krystal, jika Amber macam-macam denganmu bilang saja pada kami, aku dan Ailee tak akan segan-segan untuk memukulnya, arraso!” hahaha aku tertawa mendengarnya.

“Terima kasih, bye” ucapku dan mobil melaju meninggalkan mereka sekaligus meninggalakan Gangdong-gu.

Oh aku lupa bertanya sesuatu “Apa kau tidak ingin ke rumahmu?” tanyaku pada Amber yang serius menyetir.

“Tidak ada waktu princess, lain kali kita akan kembali kesini” senyumnya padaku yang dimana aku sangat membenci dirinya jika tersenyum kepadaku.

“Baiklah”

“Aku menyukaimu”

Seketika seluruh darah di tubuhku naik begitu saja ke kepala yang akhirnya membuat pipiku seperti wajan panas “Mwo?”

“Haha aku menyukaimu bila seperti ini, maksutku kau terlihat bahagia dan lebih banyak tersenyum”

“PLAK!”

“Ya! mengapa kau memukul kepalaku? aish aku bisa gegar otak gara-gara dirimu!”

Aku tidak percaya apa yang dia katakan! apa dia tidak tahu jantungku mau copot saat dia mengatakan hal seperti itu “Lain kali katakanlah dengan jelas!”

“Haish mengapa kau jadi teriak-teriak? apa kau kecewa dengan ucapanku barusan hmmm” lihat llama bodoh ini menggodaku lagi, rasakan ini…

“PLAK!” 

“Aghh hentikan!” Amber mengelus bahunya.

“Mengapa sifat aslinya cepat sekali kembali” bisik Amber.

“Kau ingin mati?” tatapku dingin.

“Hahha aku becanda princess” senyum Amber.

Perjalanan dari Seoul-Gangdong-gu atau sebaliknya memakan waktu 45 menit  “Princess..” ucap Amber.

“Hmmm”

“Apa aku boleh meminta sesuatu”

Aku menatap Amber “Apa itu?”

“Ehm aku ingin ke suatu tempat yang begitu kurindukan” wajah Amber terlihat sendu, ada apa dengan dia. Hmm aku tidak bisa menolaknya bila melihat wajahnya seperti itu.

“Baiklah”

Wajahnya terlihat terkejut “Benarkah??” aku hanya membalas dengan angukkan.

 

Tak lama kemudian mobil Amber menepi di depan toko bunga, aku melihatnya yang sedang melepaskan sabuk pengaman dan menatapku “Tunggu sebentar” apa yang dia lakukan di toko bunga? haish tentu saja membeli bunga tapi untuk siapa? apa untuk kekasihnya??

Aku melihat Amber yang sedang memegang bunga mawar putih di tangan kanannya, Amber mulai masuk mobil dengan senyuman di wajahnya.

Apa jangan-jangan bunga itu untukku??

“Princess”

“Hmmm” mengapa aku jadi deg-deggan seperti ini.

Amber tersenyum kepadaku dengan menatap lurus mataku “Princess…”

“Ya” jawabku.

“Hmm maukah kau…

Damn! mengapa aku jadi gugup.

“Maukah kau memegangi bunga ini?”

WTF!

“What?!!”

Amber menutup telinganya karena suara krystal yang terdengar nyaring “Haish wanita ini” keluh Amber.

“Kau bilang apa!” geram Krystal.

“Aku bilang, bisakah kau memegangi bunga ini sebentar saja? aku takut bila di taruh di belakang akan rusak”

Seketika emosiku menjadi naik, beraninya dia menyuruhku untuk memegangi bunga! “Ini”

Tanpa ku bilang ya, Amber meletakan mawar putih ini di pahaku. Amber melihat jam nya “Kita harus cepat-cepat sebelum gelap” Amber langsung melajukan mobilnya.

Sedangkan wajah Krystal terlihat tidak menyenangkan.

Ingin sekali rasanya ku buang mawar ini! errgg benar-benar menyebalkan.

Aku melihat arah jalan, jalanan terlihat sepi. Apa kekasihnya tinggal di hutan?

Aku semakin heran ketika Amber menghentikan mobilnya di ….

“Kita sampai”

“Pemakaman?” tatapku heran padanya.

Amber hanya membalas dengan anggukkan dan membuka pintukku “Ayo, aku ingin memperkenalkan kau dengan seseorang”

Seseorang? aku segera turun dari mobil dengan mawar putih di tanganku, Aku dan Amber berjalan berdampingan di sebuah pemakaman yang cukup luas dengan rerumputan hijau.

Amber menghentikan langkah kakinya, angin bertiup pelan melantunkan nada-nada indah yang membuat pikiran terjebak dalam kesedihan, kutatap Amber yang sedikit mengoreskan senyuman diwajahnya, matanya tampak sendu wajahnya terlihat lelah.

“Appa, aku datang”

Appa?

Amber menatap mataku “Krystal, biskah kau memberikan mawar itu pada appaku?” pintanya, tanpa pikir panjang aku menaruh bunga mawar ini di atas pusaranya.

“Apa kau tidak ingin memperkenalkan dirimu pada appaku?”

“Oh?” aku tersenyum kaku, aku membukkan badanku dan mulai memperkenalkan diriku pada mendiang ayah Amber “Annyeong Haseyo, namaku Krystal. Aku senang bisa mengunjungimu appa Amber”

Amber tersenyum “Mengapa kau menjadi sok manis di depan appaku?”

“Aku memang manis”

“Oh, sebentar lagi juga sifat penyihirmu akan datang” goda Amber,

“Mwo!”

“Haish, kau ingin memukulku di depan appaku? jahat sekali”

Krystal menatap kesal “Awas saja nanti”

Amber kembali menatap pusara ayahnya “Aku merindukanmu appa, aku datang kesini untukmu memberithu padamu bahwa aku baik-baik saja, appa tidak perlu khawatir akan eomma dan Kyu. Aku tidak akan membiarkan eomma dan Kyu menderita seperti dulu” Amber menghela nafasnya.

“Seperti yang appa lihat, keadaanku saat ini jauh lebih baik. Aku akan melakukan apapun untuk melindungi keluarga kita, appa bisa mempercayaiku. Aku bukan Amber yang dulu, aku akan berubah menjadi Amber yang lebih baik dan dewasa. Aku tidak akan membiarkan eomma menangis lagi, aku tidak akan membiarkan eomma di campakkan lagi, aku tidak akan membiarkan eomma menderita lagi. Aku berjanji, aku berjanji akan membahagiakan eomma dan Kyu”

Krystal terus menatap Amber yang tengah bicara kepada appanya. Apa sesulit itu hidupmu? apa kau selama ini menderita? bagaimana bisa kau menyembunyikan penderitaanmu sedemikian rapih. Benar kata Ailee, kau rapuh.

“Dan juga…”

Apa yang dia lakukan! tangan Amber merangkul tubuhku dengan kuat, telapak tangannya berada di bahuku dan aku bisa merasakan tubuhnya. Apa ini!

“Aku ingin memperkenalkan Krystal dengan ayah, agar ayah tahu alasannya mengapa aku menjadi jauh lebih baik. Mungkin dia terlihat kasar di luar, tapi appa tak perlu khawatir, Krystal bukanlah orang yang seperti itu” Amber menatap matakku, jarak kami begitu dekat. Aku bahkan tak bisa menghindari tatapan matanya, aku tak bisa menghindari harum tubuhnya karena Amber begitu mendekapku kuat.

Amber tersenyum “Terima kasih” senyumnya, perlahan Amber merenggakkan dekapannya dan memegang tanganku “Appa, aku harap appa merestui hubungan kami” Aku menatapnya tajam “Wae? mengapa kau menatapku begitu? bukankah kita memang sepasang kekasih?”

“Haish llama ini!”

Waktu menujukkan pukul 07.46 PM, Amber melaju mobilnya untuk kembali ke Seoul. Di dalam perjalanan kami hanya diam, aku tidak tahu mengapa Amber melakukan hal seperti tadi?

Aish aku merasa bersalah pada Amber karena aku kira dia akan pergi menemui kekasihnya, hmmm…

“Ada apa? kau terlihat gelisah”

“Tidak ada”

“Benarkah?”

“Ya” jawabku singkat.

“Gomawo”

“Untuk apa?” tanyaku.

“Untuk menemaniku, jarang sekali ada yang ingin menemaniku di makam appa selama 1 jam kecuali dirimu Krystal” senyumnya.

“Bahkan Eric dan Ailee tak betah untuk menemaniku, untuk itu aku sangat berterima kasih, hatiku sedikit lega” senyumnya

Aku melihat jari Amber yang masih mengenakan cincin tunangan kami, mengapa dia begitu keras kepala?

“Sampai kapan kau memakai cincin itu?”

“Bukankah hal ini sudah kita bahas? aku tidak akan melepaskannya. Aku tidak peduli kau menyukainya atau tidak, tapi aku tetap memaksa” ucapnya yang fokus pada jalan.

Aku menghela nafas, kusandarkan kepalaku di kursi mobil. Pikiranku benar-benar berantakan. Ada sisi lain dari Amber yang tak ku ketahui, aku selama ini menilainya begitu buruk sehingga tidak ada sisi baik di dalam dirinya. Tapi setelah bersamanya akhir-akhir ini,aku rasa Amber adalah anak yang cukup baik, dia memiliki rasa yang cukup kuat, hatinya begitu lembut, kakinya tak pernah lelah, tangannya tak pernah diam untuk membantu orang lain, senyumnya tak pudar walaupun dia menahan tangis di depan makam ayahnya dengan semua isi curahan hatinya yang kudengar.

Tak lama kemudian kami sampai rumah, semua pelayan keluar dari rumah. Amber menghentikan mobilnya di depan pintu utama. Salah satu pelayan membukakkan pintu untukku dan aku segera turun.

Aku melihat wajah mereka terutama bodyguardku “Nona muda Jung” hormat mereka dengan membungkuk.

“Nona muda Jung kami mencarimu, kami…” tanpa menyelesaikan kata-kata mereka, aku langsung naik ke atas karena aku lelah dan tak ada waktu untuk mendengarkan mereka.

“Nona muda Jung” bungkuk seketaris Kim.

“Aku ingin istirahat” jawabku dingin yang membuat seketaris Kim membungkuk kembali.

“Ya nona muda Jung, silahkan beristirahat”

Aku berjalan ke atas menuju kamarku karena aku merasa butuh memberishkan badan dengan segera.

“Haish aku lupa ponselku tertinggal di tas” aku kembali turun untuk mengambil tasku, aku sebenarnya tidak manja, selagi aku bisa melakukan sendiri, aku akan melakukannya.

Saat aku turun dari tangga aku menghentikan langkahku, mataku fokus kepada Amber dan seketaris Kim yang sedang berbincang tapi.. tapi Amber menundukkan wajahnya, seketaris Kim terlihat seperti marah kepada Amber. Haish beraninya dia!! aku segera turun dengan cepat dan menghampiri mereka dengan tatapan death glare ku.

“Nona muda Jung” mereka berdua kaget akan kehadiranku.

“Ada apa ini?”

“Tidak ada apa-apa nona muda” senyum canggung Taeyeon.

Aku semakin menatapnya hingga dia tak berani menatapku “Jangan berbohong Kim Taeyeon! apa kau sedang memarahi llama bodoh ini karena aku bolos sekolah dan pulang malam?!”

Wajahnya terlihat kaget “Ti-ti-tidak tidak nona muda, bukan seperti” Taeyeon terlihat gugup, begitu gugup hingga tangannya berkeringat karena tatapan Krystal.

“Tidak usah berbohong! lagipula aku yang meminta stupid ini untuk pergi bersamaku! jadi jangan macam-macam, apa kau mengerti!”

Taeyeon mengangguk dengan cepat serta membungkuk.

“Bagus” dan aku kini menatap Amber yang seperti menahan tawa.

“Ada apa? mengapa kau cengar-cengir llama bodoh” tatapku tak kalah dingin.

“Tidak ada princess”

“Masuk ke kamarmu dan bersihkan dirimu! kau terlihat begitu berantakan!” perintaku kepada Amber.

“Ne Gongjunim” Amber segera lari ketakutan sedangkan Taeyeon.

“Kau, ambil tasku di mobil Amber dan bawa ke atas”

“Ba-ba-baik nona muda”

Amber POV

Hoaaahh lelahnya, walaupun lelah aku merasa senang hahaha tidak tahu mengapa. Hari ini begitu menyenangkan, mungkin hari ini adalah hari terbanyakku dalam tersenyum.

“Ya nona muda Jung, silahkan beristirahat” aku melihatnya yang berjalan menuju kamarnya, pasti Krystal begitu lelah. Aku melihat Taeyeon yang menyuruhku untuk menghampirinya, haish aku yakin aku pasti akan habis dengannya!

Aku menghela nafas “Hmmm”

Taeyeon menatapku serius “Haish aku tahu aku salah, hanya saja aku memiliki janji padanya untuk setiap minggu mentraktirnya ice cream, dan kebutulan ada salah satu ice cream mangga yang enak di tempat asalku, itu sebabnya aku membawa Krystal” ucapku tak berani menatap Taeyeon.

“Apa kau tidak tahu bagaimana kami mengkhawatirkan kalian berdua? bagaimana jika terjadi sesuatu Am?”

Aku tidak berani menatap Taeyeon karena aku tahu aku salah. Taeyeon mengelus dahinya “Hanya saja.. hanya saja lain kali kau harus bilang padaku”

“Maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya” tundukku.

Taeyeon tersenyum “Selamat”

Kali ini aku berani menatapnya “Mwo?”

“Aku bilang selamat! hahahahaha”

Haish apa maksut dia! “Mengapa kau tertawa”

“Kau sudah mencairkan gunung es” tawa Taeyeon dan aku masih tidak percaya dengan apa yang dia katakan.

“Jadi kau tidak marah? kau tidak menghukumkku? atau bahkan mengadu kepada Tuan Jay?” takutku.

Taeyeon memukul pundakku “Tentu saja tidak, kau ini berlebihan sekali! lagipula aku tahu kau akan menjaga nona muda Jung dan lagipula aku sudah memasang GPS di mobilmu jadi aku tahu kemana kau dan nona muda Jung berkencan” goda Taeyeon yang membuatku menunduk karena malu, haish benar-benar.

“Ada apa ini?”  Krystal? aku kira dia sudah di kamar dan tidur.

“Tidak ada apa-apa nona muda” mengapa dia terlihat seram sekali, apa ada sesuatu hal yang menganggu moodnya?

“Jangan berbohong Kim Taeyeon! apa kau sedang memarahi llama bodoh ini karena aku bolos sekolah dan pulang malam?!” seketika suhu ruangan begitu begitu dingin di tambah lagi dengan suaranya yang membuat suasana semakin mencekam!

“Ti-ti-tidak tidak nona muda, bukan seperti” hahaha kau benar-benar akan mati Kim Taeyeon. Ini pembalasan karena kau menggodakku.

“Tidak usah berbohong! lagipula aku yang meminta stupid ini untuk pergi bersamaku! jadi jangan macam-macam, apa kau mengerti!” aku menatap Krystal, apa aku tidak salah dengar?

Krystal Jung

Membelaku??

DAEBAK!

Dan lihat wajah Taeyeon hahahahaha. Wajahnya begitu gugup, lihat bahkan bibirnya saja bergetar, apa begitu dinginnya sampai seperti itu hahaha.

“Bagus”

“Ada apa? mengapa kau cengar-cengir llama bodoh”

Haish mengapa dia begitu seram! “Tidak ada princess” jawabku takut.

“Masuk ke kamarmu dan bersihkan dirimu! kau terlihat begitu berantakan!”

“Ne Gongjunim” dengan cepat aku berlari, aku takut nanti aku akan menjadi korban Kegelapan Krystal. Haha poor Taeyeon.

Author POV

Amber menatap langit-langit kamarnya, kembali mengingat kejadian yang beberapa hari ini yang dia alami bersama Krystal.

“Hahaha” Amber tersenyum dan tertawa sendiri tanpa sebab, tubuhnya bolak balik dari ujung tempat tidur ke ujung lainnya. Amber terlihat gelisah, senyumnya masih menempel di wajah llama nya.

“Aigooo Amber, ada apa denganmu!” ucapnya sendiri.

Amber menepuk-nepuk pipinya “Haish jangan berfikir yang tidak-tidak! jangan berharap lebih pada Krystal, apa kau tidak tahu tugasmu adalah menjaganya selama satu tahun! haish tapi….”

“AAAAGHHHH!!” Amber teriak di dalam bantal.

“Tapi mengapa wajahnya terus ada di dalam pikiranku! dan juga mengapa sikapnya menjadi manis. Apa penyihir itu salah minum obat atau apa? aaghhh tenang Amber tenang….”

Hingga pagi menjelang, Amber hanya setengah tidur hingga matanya terlihat hitam. Amber segera bergegas mandi, mengganti bajunya dengan seragam hari ini. Wajahnya terliat kacau dengan menuruni tangga rumah Jung’s.

Amber berjalan bagaikan zombie.

Krystal menatap dari meja makan, Amber mengambil sebuah roti dari meja makan yang di duduki Krystal.

Krystal menghela nafasnya dengan garpu yang di remasnya “Hei kau llama!” ucap Krystal.

Amber membalikan badannya dengan malas “Wae?”

Krystal berdehem “Ehem.. ehmm mau kemana kau?”

“Aku? seperti biasa, aku akan makan sarapanku di halaman depan” ucap Amber malas, dan kembali berjalan.

Krystal kembali menghela nafasnya “Duduklah”

Amber menghentikan langkahnya “Mwo?”

Krystal mengigit bibir bawahnya “Aku bilang duduk”

“Duduk dimana?” tanya Amber.

“Duduk di sini bersamaku, stupid!” kesal Krystal yang membuat Amber tersenyum.

Amber berjalan menuju meja makan, Krystal duduk di kursi utama sedangkan Amber duduk di bagian sisi kanan Krystal.

“Apa kau tidak salah untuk satu meja denganku? apa kau tidak akan kehilangan selera makan?” tanya Amber untuk meyakinkan Krystal bahwa dia tidak salah, tentu saja selama ini Amber selalu tidak pernah satu meja makan bersama Krystal.

“Makanlah sebelum moodku berubah” tatap Krystal.

“Ndeeee!” semangat Amber.

Krystal menatap Amber yang melahap roti serta buah-buahan. Sedikit senyuman di wajah Krystal, dengan meminum jus mangganya.

Jam menujukkan pukul 7 pagi, Krystal dan Amber siap berangkat sekolah. Amber tak mengethui bahwa sedari tadi Krystal memperhatikannya “Apa dia tidak tidur semalaman?” pikir Krystal.

Amber berjalan dengan malas, matanya masih sayup karena tidak tidur semalaman. Krystal memperhatikan Amber yang mulai naik sepeda motornya. Krystal sedikit khawatir melihat Amber yang terlihat buruk “Apa dia bisa membawa motor dengan keadaan seperti itu?”  tatap Krystal.

“Nona muda Jung, mobil sudah siap” ucap pelayan.

Krystal melangkahkan kakinya, pintu mobil telah di buka tapi Krystal masih menatap Amber yang bahkan tidak dapat menopang kepalanya karena kurang tidur.

“Aish!” kesal Krystal.

Krystal menghela nafas “Hei llama!”

Amber membuka matanya pelan, menatap Krystal yang berdiri disamping pintu mobil mewahnya “Hmm”

“Naiklah”

“Mwo?”

“Aish apa kau ini tuli? cepat naik!” ucap Krystal yang langsung masuk ke dalam mobil.

Sedangkan Amber turun dari motornya, para pengawal membungkuk saat Amber berjalan menuju mobil Krystal.

Amber masuk kedalam mobil, kepalanya langsung disenderkan di kursi mobil belakang. Krystal menatap heran “Ya, ada apa denganmu?”

“Hmmm tidak apa-apa, aku hanya sedikit mengantuk saja” ucap Amber dengan memejamkan matanya.

“Apa kau tidak tidur semalaman?” tanya Krystal.

“Hmmm seperti itu”

Krystal menggelengkan kepalanya, kini pandangan nya menatap luar jendela menuju Empire School.

Krystal merasa aneh pada dirinya, bagaimana bisa dia begitu dekat dengan seseorang seperti ini. Bahkan Krystal termasuk orang yang begitu pemilih kepada siapa dia dekat. Tapi dengan Amber?

Krystal bahkan mengizinkan nya untuk makan bersama, pergi bersama, atau lebih tepatnya menghabiskan waktu bersama?

Bahkan Krystal jarang menghabiskan waktu bersama dengan sahabat-sahabatnya, selalu banyak alasan yang Krystal lakukan jika mereka mengajak pergi tapi dengan Amber…

Krystal bahkan bolos dari sekolah.

Krystal termasuk yeoja yang tidak mudah untuk bicara kepada orang lain tapi dengan Amber, Krystal berbincang banyak bersama Amber selama di Jeju.

Krystal tak mudah untuk percaya pada siapapun tapi dengan Amber, Krystal merasa yakin bahwa Amber tak akan menyakiti dirinya.

Amber adalah orang asing bagi Krystal.

Tapi sekarang?

“Errgghhh!” sepanjang jalan pikiran Krystal tak karuan, tak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Pada Krystal yang merupakan sosok pemilih.

“Bukk”

“DUP DUP DUP” Jantung Krystal berdetak kencang, lagi-lagi Amber terjatuh di pundak Krystal dengan mata terpejam.

“Llama ini! aaaghhh!” Krystal terlihat salah tingkah, bibir bawahnya di gigir bertanda dirinya bingung tak tahu harus bagaimana.

“Hmmmm” Amber semakin memperdalam tidurnya, kepala Amber mengenai pipi Krystal membuat Krystal dapat mencium aroma Amber.

Krystal tak bergerak.

Tubunya terlihat kaku, Krystal berusaha mempertahankan posisi duduknya karena tak ingin Amber tak nyaman dalam tidurnya.

“Aaagh Krystal Jung! aku benar-benar mengutuk dirimu!” perasaan serta pikiran Krystal sedang beradu. Disisi lain Krystal merasa bahwa ini tidak benar! tapi di dalam perasaannya Krystal ingin membuat Amber nyaman dalam tidurnya.

“Bagaimana bisa aku membiarkan seseorang yang aku benci tidur di pundakku? bahkan hanya dia satu-satunya orang yang berani tidur di pundakku! dan aku tidak mempermasalahkannya? Sumpah demi apapun ada yang tidak beres terhadap diriku! apakah aku harus pergi ke dokter?!! apakah aku harus terapi?!” pikir Krystal.

“Nona muda Jung”

Krystal bangun dari lamunanya, matanya menatap kaca spion mobilnya “Kita sudah sampai nona muda” ucap sang supir yang takut dengan tatapan Krystal.

“Heol! bahkan aku  tak tahu bahwa kita sudah sampai sekolah!” 

“Apa saya harus membuka pintunya sekarang?” izin supir.

Krystal terlihat diam sebentar, Krystal tak ingin Amber terbangun dengan dirinya yang tidur di pundak Krystal.

“Ya, buka pintunya” perintah Krystal yang langsung dijalankan oleh supirnya.

Pintu telah di buka, Krystal tak membangunkan Amber. Kepala Amber di tegakkan kebelakang dengan pelan. Krystal merpihkan seragam serta rambutnya yang berantkan. Setelah dirasa cukup rapih, Krystal berjalan keluar mobil “Bangunkan dia” perintah Krystal kepada supir.

“Siap nona muda”

Krystal melangkahkan kakinya dan menuju kelas.

am sudah menujukkan pukul 4 sore hari, Krystal terlihat berjalan menuju mobilnya. Langkah Krystal sedikit pelan berharap ada seseorang yang berjalan bersamanya atau sekedar menggodanya.

“Tuk tuk tuk” suara langkah kaki berlari menuju arah Krystal, yeoja berambut pendek berlari ke arah Krystal dengan kemeja putih seragamnya.

“Haih mengapa jalanmu cepat sekali!” ucap Amber dengan menghela nafasnya.

Krystal hanya diam, karena biasanya Amber akan selalu berjalan di belakangnya tapi Amber malah sibuk dengan sahabat-sahabatnya.

“Sudah selesai urusanmu?” ucap Krystal tanpa melihat Amber.

“Kau tahu bukan akhir-akhir ini aku sibuk, aku tidak memiliki waktu bersama mereka jadi sebelum pulang sekolah aku menyempatkan diri untuk bertemu dengan mereka”

“Oh” ucap singkat Krystal.

Krystal dan Amber sudah berada di parkiran, Krystal melangkah menuju arah mobil. Krystal berdiri di samping mobil dengan menatap Amber yang masih berdiri dengan senyuman kakunya “Wae? mengapa kau tidak masuk?” tatap Krystal.

“Ehmm saat aku bertemu dengan mereka tadi, kami berencana untuk makan bersama” takut Amber. Amber tidak tahu apa yang dia takutkan, biasanya Amber yang selalu melawan Krystal.

“Oh baiklah”

“Apa kau marah?”

Krystal memasang wajah dingin “Tidak” pintu mobil di tutup, mobil mewah Krystal melaju meninggalkan sekolah, sedangkan Amber berdiri menatap mobil Krystal yang mulai menjauhi pandangan matanya.

8.01 PM

“Hahahahha” suara tawa pecah saat Amber kumpul bersama teman-teman barunya, Amber terlihat membolak balikan daging yang sedang di panggang sedangkan Henry, Onew, Key, Minho, Taemin, Jonghyun sedang asik minum soju dengan sedikit candaan.

Henry menatap Amber dengan gelas di tangannya “Ya! ada apa dengan wajahmu? kau tampak seperti tidak bahagia” dan mereka semua menatap Amber dengan menyetujui ucapan Henry.

Minho menyikut lengan Amber “Ada apa denganmu, apa aku kau sedang dalam masalah? ceritakan pada kami!” ucap Minho.

Amber menghela nafas “Tidak ada” jawabnnya.

Mata Jonghyun menyipit “Aku rasa dia sedang memikirkan seseorang” gonda Jonghyun.

“Aish kau ini bicara apa” elak Amber.

Henry menggaruk-garuk dagunyya “Apa yang dikatakan Jonghyun benar, ragamu mungkin disini tapi pikiranmu mungkin memikirkan……” mereka semua saling bertatapan.

Dan senyum licik terhadap Amber..

Dan …..

“KRYSTAL JUNG!” saut mereka berbarengan.

“HAHAHAHAHA” tawa mereka bersama kecuali Amber.

“Hahaha ayolah Amber akui saja kau sedang memikirkan Krystal kami!” tawa Onew.

“Dasar gila” ucap Amber tanpa melihat mereka.

“Jadi kau sedang memikirkannya? apa kau merindukannya? ayolah Amber, baru saja 2 jam kau tanpa Krystal mengapa jadi galau seperti ini? bukankah kemarin kalian sudah menghabiskan waktu bersama!” ucap Henry dengan melakukan high 5 kepada mereka.

“Makanlah, jadi mulut kalian tidak bicara sembarangan” Amber memberikan daging satu-satu ke mangkuk mereka ber6.

“Kau tak perlu salah tingkah seperti itu, aku yakin cepat atau lambat kau akan jatuh ke pelukan Krystal. Kali ini kau tak bisa menyangkalnya!” ucap Jonghyun dengan menunjuk Amber dengan sumpit di tangan kanannya.

“Sudah hentikan, wajah Amber sudah merah” ucap Minho.

Mereka mulai makan, sesekali Amber melihat ponselnya, seperti mengharapkan ponselnya berdering.

“Jadi apa yang kau lakukan kemarin bersama krystal? bagaimana mungkin kau kencan pada jam sekolah, apa kau ingin Krystal menjadi anak nakal sepertimu” tatap Taemin.

“Tidak ada, kami hanya makan ice cream dan jalan-jalan di sungai Han” ucap Amber dengan mengunyah dagingnnya.

Key terkejut “Apa?! hanya itu?”

“PLAK”

“YA! ada apa denganmu” kesal Amber terhadap Henry yang tiba-tiba memukul kepalanya.

“Kau ini bodoh atau apa! kau mengajaknya kencan hanya melakukan hal seperti itu saja! dan yang kau ajak kencan itu adalah Krystal Jung, ku ulangi sekali lagi K-R-Y-S-T-A-L J-U-N-G!!” kesal Henry terhadap Amber.

“Itu bukan kencan!”

“Jika kau pergi berdua dan menghabiskan waktu yang lama itu artinya adalah sebuah kencan!” ucap Henry.

“Dengarnkan aku…” ucap Jonghyun dengan menarik kursinya mendekati Amber.

“Kau seharusnya mengajaknya pergi menonton, seperti menonton film romantis atau kau bisa mengajaknya dinner romantis, bisa juga dengan pergi ke taman bermain bersama. Bukan mengajaknya dengan sesuatu yang membosankan!” tegas Jonghyun.

Amber menghela nafasnya “Seperti itu?”

“Tentu saja!” jawab mereka bersama.

“Dreeett dreeeeett” ponsel Amber berdering, dengan cepat Amber mengambil ponselnya yang berada di saku celanannya, wajah Amber terlihat senang saat telfonnya berdering tapi senyum wajahnya memudar saat Taeyeon yang menelfonnya bukan Krystal.

“Haish ku kira siapa” keluh Amber.

“Hallo”

“Kau dimana?”

“Aku di restoran bersama mereka, kenapa?” tak semangat Amber.

“Aku ingin kau ke kantor sekarang juga”

Amber menundukkan kepalanya karena begitu malas mendengar kata kantor “Ini sudah malam, apa tidak bisa besok saja? aku benar-benar lelah Tae” lemas Amber.

“Ini menyangkut masalah tuan Jay”

Seketika Amber yang terduduk lemas langsung tegap “Tuan Jay Jung?”

“Datanglah secepat mungkin!” 

“Baiklah” Amber langsung menutup telfonnya.

“Ada apa? mengapa kau terlihat kaget seperti itu” tanya Taemin.

“Aku harus pergi sekarang”

“Kemana?”

“Jung corpt” ucap Amber dengan memakai jaketnya.

Henry melihat keluar jendela yang sedang hujan “Dengan cuaca seperti ini?” tanyanya yang seketika Amber baru sadar.

“Aku akan memakai taxi”

“Hei bodoh” ucap Jonghyun yang menghentikan Amber.

“Kau ini punya teman! pake mobilku saja” Jonghyun melemparkan kunci mobilnya kepada Amber karena Amber tidak membawa kendaraan.

“Baiklah” senyum Amber yang pergi langsung menuju kantor.

……

Amber tiba di kantor Jung, Amber sedikit berjalan cepat menuju ruangannya. Waktu sudah menujukkan pukul 09.27 PM, Amber masuk kedalam ruangannya.

Saat membuka pintu Amber melihat Taeyeon dan 3 staff yang tak dia kenal “Ada apa?”

“Duduklah” pinta Taeyeon dengan memegang kertas ditangannya.

“Katakan padaku” tatap serius Amber.

Taeyeon memberikan kertas kepada Amber, Amber menerima nya dan membaca secara seksama “Apa ini?”

 

Amber begitu terkejut, matanya melebar dengan jantung yang berdebar cepat. Amber tak percaya dengan apa yang dia lihat “Tidak mungkin” ucap Amber dengan masih membaca secarik kertas di tangannya.

“Tidak mungkin tuan Jay Jung terlibat kasus korupsi Tae!”

“Aku tidak menyangka bahwa tuan Jay benar-benar terlibat dalam penyuapan, apakah akan ada skandal lagi pada dirinya?” pikir Amber.

Taeyeon menghela nafasnya “Aku juga tidak mengerti Am, aku juga tidak percaya bahwa tuan Jay terlibat kasus korupsi dengan Choi soon sil dalam penyalahgunaan kekuasaan untuk mendapakan keuntungan dari mereka”

Amber bangun dari duduknya, Amber membuka laptopnya untuk membuka beberapa data “Aku ingin semua data keuangan kita di rekap dengan lengkap” ucap Amber tegas kepada 3 staffnya.

“Sekarang!” tegas Amber.

“Baik” 3 staff tersebut keluar dari ruangan.

“Kita harus mencari tahu Tae” ucap Amber.

“Aku yakin ada seseorang yang menjebak kita Am, aku tahu seperti apa perusahaan ini. Aku tahu akan tuan Jay yang tidak akan bermain dengan uang kotor. Aku yakin ada seseorang yang ingin menjatuhkan kita dengan melibatkan skandal dengan Choi soon sil” ucap Taeyeon.

Pagi hari

Amber, Taeyeon dan beberapa staff kepercayaan tidak tidur semalaman, mereka mengulas semua data keuangan perusahaan Jung

“Jung corpt benar memberikan investasi kepada mereka, tapi untuk kepentingan negara dan itu sudah terbukti dengan beberapa investasi yang kita berikan” ucap staff.

“Data kita telah bocor”

“Mwo?”

“Ada seseorang yang memanipulasi data keuangan kita selama ini, kau bisa lihat kita mengalami penurunan keuangan yang besar, dan dalam penurunan uang tersebut kita melihat bahwa ada seseorang yang mengunakan uang tersebut dengan penyalahgunaan”

“Penyalahgunaan?”

“Ya, uang tersebut tersalurkan kepada Choi Soon il secara pribadi” ucap staff.

“Aku yakin ini adalah ulang orang dalam” ucap Amber.

Taeyeon menatap Amber “Aku yakin pagi ini berita akan tersebar dengan luas, investor kita mungkin akan menarik beberapa kerjasama serta pegawai pasti akan menutut kepasatian karena kasus ini. Ini adalah masalah besar Am” ucap Taeyeon khawatir.

Sedangkan di Jung’s house

Raut wajah Krystal terlihat sedang tidak baik, Krystal menghabiskan sarapan paginya dengan membosankan seperti hari-hari sebelumnya.

Tak lama Krystal berjalan menuju mobil untuk berangkat ke Empire School.

Tak butuh waktu lama Krystal sampai di sekolah, seperti biasa Krystal selalu menjadi pusat perhatian setiap murid tapi kali ini berbeda, Krystal merasa bingung dengan tatapan mereka yang begitu sini, mereka semua berbisik ke arah Krystal dengan tatapan yang menjijikan. Hal itu membuat Krystal menjadi takut, ntah apa yang terjadi pada saat ini sungguh membuatnya bingung.

“Ada apa ini? ada apa dengan mereka? apa ada yang salah denganku?” pikir Krystal.

Krystal berhenti, menatap semua mata sinis kepada dirinya. Krystal meremas tangan nya kuat, mengigit bibir bawahnya dengan mata yang sedikit menunduk. Krystal mengharapakan ada seseorang yang menolongnya dari hal ini, Krystal berhadap ada seseorang yang membawanya dari lingkaran setan ini karena dia tak sanggup dengan semua mata serta bisikan setiap murid pada dirinya.

“Jadi wanita yang di banggakan ini merupakan darah dari koruptor” mata Krystal membulat ketika seorang murid berani bicara.

Murid itu seperti menghina Krystal “Kekayaanmu adalah hasil uang haram!”

“Seharusnya kau pulang dan tak usah tunjukkan wajahmu anak koruptor!”

“Masih berani kau injak sekolah ini setelah kau makan uang rakyat!”

“Pergi kau dari sini, kau begitu menjijikkan! kau sama saja dengan sampah”

Semua murid memberikan kata kasar kepada Krystal, Krystal tidak tahu bahwa pagi ini adalah pagi terburuk dalam hidupnya. Matanya menahan airmata, sebisa mungkin dia tahan.

“Hentikan”

C_ElHf0VoAI2SPC.jpg

(Tadaaaa Amber datang)

Semua menatap yeoja yang kini berdiri di antara mereka, mereka semua berbisik ke arahnya “Mereka berdua sama saja”

“Amber…” lirih Krystal.

Amber tersenyum, kakinya melangkah mendekati Krystal dan tak memperdulikan orang di sekitarnya.

Amber menghela nafasnya. Kedua tangannya memegang bahu krystal untuk mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.

Amber POV

Ku gas penuh mobil ini agar aku bisa segera tiba di sekolah, aku teringat kata-kata Taeyeon kepadaku …

FLASHBACK

“Amber”

“Hmmm”

“Lindungilah nona muda Jung, berita ini akan membuatnya syok. Teruslah disampingnya sampai badai ini hilang”

END FLASHBACK

“BROOOMMM” kupercepat lagi kecepatan mobilku, aku tidak bisa membayangkan Krystal saat ini. Aku juga yakin murid-murid di sekolah akan mencemoohnya, tidak peduli dia Krystal atau bukan tapi saat ini Krystal sedang terkena masalah dan akan dimanfaatkan oleh orang yang membencinya.

“BROOOM” ku hentikan mobilku tepat di depan gerbang, aku tak peduli satpam meneriakiku, yang aku pedulikan adalah Krystal.

Aku berjalan secepat mungkin saat pada akhirnya aku menemukan dirinya di tengah kerumunan orang banyak, aku menatap jauh wajahnya. Wajahnya begitu murung, matanya memerah, tangannya gugup. Hatinya seperti ingin menjerit tapi tak bisa, aku mendekati dirinya. Aku bisa mendengar semua kata-kata kasar yang diterima Krystal.

“Hentikan”

Kini mata Krystal menatapku, aku bisa merasakan kesedihan medalam dari dirinya. Maafkan aku Krystal…

Aku berjalan mendekatinya, aku memandang wajahnya. Pundaknya tak terlihat tegap seolah dirinya merasa lelah akan saat ini. Kedua tanganku memegang pundak Krystal hingga dirinya menatapku, kuberikan senyuman ku padanya “Aku disini” ucapku padanya.

Aku mengelus rambutnya, untuk memastikan bahwa aku benar-benar ada untukknya “Jangan dengarkan mereka” senyumku lagi.

“Aku akan melindungimu” mata kami saling bertatapan, aku rindu matanya. Ingin sekali ku peluk tubuhnya dan mengatakan semua akan berlalu.

Aku tersenyum, aku memegang tangan Krystal dengan erat

)superthumb.jpg

(Pegangan tangannnya kek begini nih hehhe)

Ku genggam erat tangannya, tak peduli semua orang menatap aku dan Krystal. Terus ku genggam tangannya, hingga Krystal seperti menarik tanganku. Aku segera menatap wajahnya tanpa melepaskan tangannya “Wae?”

Kepalanya menunduk “Ada apa princess” ucapku.

“Aku…” Krystal mengigit bibir bawahnya, aku mengangguk.

“Baiklah” ucapku.

Kami kembali berjalan dengan tangan yang masih mengikat satu sama lain, aku dan Krystal berjalan menuju belakang sekolah. Aku tahu saat ini krystal butuh waktu jadi aku akan membawanya pergi dari sekolah. Lagi, Krystal ku suruh tunggu di gerbang biasa untuk menungguku mengambil mobil.

Tak lama, aku datang. Aku turun dari mobil dengan segera untuk membukakan pintu Krystal.

“BRRROOOM” kini aku dan Krystal kembali meninggalkan sekolah, aku tak tahu harus membawanya kemana tapi tidak akan ku biarkan mereka menyakiti Krystal.

Sesekali aku melihat arahnya, seperti biasa wajahnya selalu menghadap jendela. Tak satu katapun terucap dari bibirnya.

“Princess..”

Krystal tak menjawab.

“Apa kau menginginkan sesuatu?” haish apakah pertanyaanku tidak salah.

……

…..

“Bawa aku pergi”

“Sejauh mungkin”

————————————————————————————————————————————-

 

Late update hahahaa.

Kira-kira author tetep stay di WP atau pindah ke Wattpad ya? tapi author belum tau cara gunaiin wattpad jadi author bakal update di WP sampai someday tamat. Setelah tamat author coba untuk nulis di wattpad hehe..

Maaf typo bertebaran dan terlalu panjang ceritanya.

Terimakasih yang udah setia baca ff author ^^

 

 

 

Someday 8

Krrriiiiinnnnggg krrrriiiinggg krrriiinnnggg

Ahhhhh mengapa ribut sekali!

“Amber bangunlah! ini sudah jam 7!!”

“Apa jam 7?!!” shit! aku bisa telat lagi.

Amber berlari ke kamar mandi dengan membasuh wajahnya dengan mengosok giginya dengan cepat lalu dengan mengambil sedikit air, Amber membasuh rambutnya agar terlihat segar “Oke mandi selesai”

Dengan cepat Amber memakai Kemeja putih sekolahnya yang tergantung di lemari, Amber memakai seragamnya sekolah tanpa mengancing seragamnya, membiarkan baju dalaman hitam yang dia pakai tidur terlihat. Yap itulah kebiasaan buruk Amber, selain tidak mandi, dalam mengenakan seragam Amber sangat kacau. Maksutku, lihatlah dia. Memakai seragam tak rapih, baju keluar tanpa dikancing ,untung saja dia memakai baju daleman. Ditambah lagi memakai kaos kaki yang selalu dia pakai berhari-hari.

“Amber cepatlah kau bisa terlambat!”

Dengan tergesa-gesa Amber turun dari kamarnya dengan mata yang semabab “Ya ampun! kau ini niat sekolah atau tidak?” heran ibunya.

Amber mengambil sepotong roti dengan memakai sepatu nike hitam milikinya “Eomma aku berangkat!” Amber sedikit berlari dengan roti yang masih dia kunyah.

Jam 7 pagi, jam yang paling Amber benci karena tidurnya yang terganggu. “Hufhh Hah” Amber menghela nafasnya. Berlari cepat melewati orang-orang yang berada di depannya.

Sesekali Amber melihat jam nya “Haishh aku bisa telat lagi!” umpatnya.

Amber menambah kecepatannya dan “Ciiittt” terdengar suara ban berdecit.

Dengan hitungan detik, Amber menghentikan larinya yang cepat. Dengan kecepatan lari yang dilakukan Amber, membuat Amber tidak dapat memopang berat badannya yang berakibat tubuh Amber menabrak mobil mewah hitam.

“Dummm”

“Ya!! dimatamu! dasar bodoh” tunjuk Amber.

“Aku heran sekali, mengapa orang kaya seperti mereka ini suka sekali semena-mena!” kesal Amber dengan memukul mobil hitam mewah dengan kesal.

Amber terlihat kesal, dan seseorang turun dari mobil dengan memakai pakaian hitam.

Mata Amber melihatnya, melihat bingung “Siapa lagi manusia yang kuhadapi”

Seseorang itu tersenyum kepada Amber, Amber menatap heran. Tidak hanya tersenyum tapi seseorang yang dia tak kenali itu membungkuk yang artinya menunjukkan rasa hormat kepada Amber.

Amber menaikan alisnya “Waah baru kali ini ada orang kaya yang mau meminta maaf duluan” Amber menepuk tangganya.

“Kami tidak bermaksud untuk melukaimu” ucapnya.

Amber mengangguk “Baguslah, kalau begitu aku pergi dulu. Lain kali hati-hati lah!” Amber meninggalkan seseorang yang tidak dia kenal itu.

“Kau harus ikut dengan kami”

Amber menghentikan langkahnya, menatap kembali orang itu “Ikut denganmu? haha apa kau ingin menculikku?”

Amber menunjukkan isi kantongnya “Lihat, bahkan kantong ku saja tidak ada uang saku. Sudahlah tidak ada waktu” Amber kembali bergegas.

“Kau harus ikut kami Amber Liu”

Amber menoleh kearahnya, menatapnya heran “Kau tahu namaku?” tunjuk jarinya tepat di depan wajahnya.

Dia tersenyum, menghampiri Amber “Kami di beri tugas oleh tuan besar Jay Jung untuk menjemputmu Amber Liu, kau akan ke pergi Seoul”

“Seoul?” kejut Amber.

“Tap-tap-tapi”

“Masalah sekolahmu sudah kami urus, kau tidak perlu khawatir. Kami sudah meminta izin”

Amber sedikit lega, setidaknya hari ini dia tidak dihukum “Baiklah” Amber berjalan menuju sedan mewah dengan pengawal yang membukkan pintu untuknya.

Amber menyenderkan bahunya “Wah memang beda kalau berada di mobil mewah hahaha” Amber melebarkan kakinya. Membuat dirinya nyaman.

“Amber liu”

“Hmm”

“Aku lupa memperkenalkan namaku” Amber menoleh ke arahnya.

“Aku adalah Kim Taeyeon” senyumnya.

“Oh Hi Kim Taeyeon” senyum lebar Amber.

“Aku harap kita bisa berkerja sama” senyumnya pada Amber.

“Tentu saja”

Amber membuka jendela mobil, menikmati susana pagi hari “Waah udaranya begitu sejuk, baru kali ini pagiku terasa menyenangkan. Kau tahu Tae, biasa jam segini aku sedang berlari di tengah lapangan atau berdiri di depan kelas hahaha”

Taeyeon tersenyum menanggapi kicauan Amber, dan Amber kembali menikmati perjalanannya “Bisa kau besarkan volume musiknya?” perintah Amber kepada supir.

“Ndee”

Suara musik Don’t speak milik Fast East Movement feat Tiffanya menggema dimobil mewah hitam miliki keluarga Jung “Hahaha ini menyengakan, kita harus semangat Tae!”

“Wowowowow” teriak Amber dari luar mobil.

Waktu terus berputar tak terasa mereka masuk kedalam lingkungan Real Estate Seoul, Amber kembali membuka kacanya. Melihat sebuah rumah mewah yang akan iya tuju.

Pintu mulai terbuka, mata Amber membulat heran “Apakah ini disebut rumah? ini bukan seperti rumah. Ini seperti istana!” ucapnya dalam hati.

Mobil melaju menuju pintu utama rumah Jay Jung, Amber masing tak percaya apa yang dia lihat.

Pintu mobil di buka, Amber turun dari mobil dengan mata yang masih membulat “Selamat datang tuan Amber Liu” bungkuk semua pelayan.

interiorim.com_cars_great_luxurious_sportscar_mansion_7839.jpg

(Jung’s house)

Amber membalas dengan membungkuk, sang pelayan mengarahkan Amber untuk masuk “Masuklah” suruh Taeyeon.

Amber mulai masuk, matanya melihat kesana-kemari. Begitu takjub dengan kediaman Jung “Wah jadi seperti ini rumah orang terkaya di Asia” Amber menggelengkan kepalanya.

Taeyeon tersenyum melihatnya “Akan ku tunjukkan kamarmu”

“Apa!” teriak Amber, Taeyeon langsung menutup telinganya. Amber menghampiri Taeyeon dengan mata yang bulat.

“K-k-kau kau bilang kamar? kamarku??” bingung Amber.

“Yap, jadi ayo ikut aku”

Amber mengikuti arah Taeyeon berjalan, “Kira-kira ada berapa pelayan dirumah sebesar ini? pasti repot sekali mengurusnya” pikir Amber.

Taeyeon berhenti dan Amberpun berhenti melangkah “Ini kamarmu, kamarmu dilengkap pengamanan yang super ketat. Bila ada waktu, kau akan ku ajarkan mengenai kamarmu ini”

Amber memandang pintu di depannya “Masuklah” Taeyeon membukkan pintunya untuk Amber.

Dan lagi Amber dibuat takjub dengan apa yang dia lihat.

“Ini gila”

luxury-bedrooms-17-620x418.jpg

(Amber’s bedroom)

“Ini benar-benar kamarku Tae?” bingung Amber.

“Ya tuan Amber”

“Daebak” senyum lebar Amber.

“Kamar ini sama saja dengan rumahku hahaha”

Amber melompat ke tempat tidur barunya “Wahhh nyaman sekaliiii” Amber menggosok gosokan tubuhnya ke tempat tidurnya.

Setelah puas dengan tempat tidurnya, Taeyeon kembali mengajak Amber melihat sekeliling rumah milik Jay Jung.

Seketika langkah Amber terhenti, melihat satu pintu yang tidak berada jauh dari kamarnya “Itu ruangan apa?” tunjuknya pada Taeyeon.

Taeyeon menoleh ke arah yang Amber maksud “Itu kamar kosong”

“Ohhh”

Setelah puas dengan berkeliling, Taeyeon mengajak makan Amber.

“Bagaimana makananya?” tanya Taeyeon.

“Enak sekali!” jawab Amber dengan daging di mulutnya.

“Riingg rinngg” ponsel Amber berdering.

“Eric?”

“Kau dimana!!”

Amber menjauhkan ponsel miliknya karena telinganya begitu sakit mendengar Eric teriak “Haish! mengapa kau teriak hah? aku tidak tuli”

“Jadi kau dimana!”

“Aku ada di Seoul, aku berada di rumah tuan Jay Jung”

“Haish disaat seperti ini kau malah bersenang-senang! apa kau tidak tahu sekolah kita sedang di serang dengan sekolah Namdyong! kami butuh bantuanmu!” 

Amber berdiri dari duduknya “Apa? bagaimana bisa terjadi? haish mengapa mereka tidak pernah berhenti menyerah sekolah kita!”

“Untuk itu kau harus cepat datang!”

“Baiklah aku akan segera kesana!”

“Kau mau kemana?” heran Taeyeon.

“Maaf Tae aku harus buru-buru!”

Amber bergegas keluar.

Amber adalah sosok yang tidak asing akan kekerasan, bahkan wajahnya pernah terluka karena bertengkar dengan SMA lain. Amber akan membela mati-matian sekolahnya dan terlebih lagi Amber pandai dalam berkelahi karena dia memang sabuk hitam. Wajar saja bila dia sudah banyak memukul wajah namja-namja yang berani melawannya. Walaupun Amber adalah yeoja, tapi dia paling ditakuti. Amber juga adalah preman di sekolahnya, tak jarang banyak yang takut padanya bukan karena gayanya saja tapi sifatnya yang berani melawan siapapun yang tak sesuai kehendak dia.

“Amber!!”

“Akhirnya kau datang juga!”

Sambut teman-temannya “Jadi, siapa yang berani melawan kita?”

“Dia”

Amber melangkah maju, melepas seragam sekolahnya “Aigoo kalian lagi, sudah 3x kalian kami kalahkan dan sekarang masih berani menginjak daerah kami?”

“Kau akan mati!”

Mereka semua bertengkar, Amber terlihat terluka di wajahnya.

Tak butuh lama untuk menjatuhkan mereka “Sekali lagi kau berani datang kesini, kakimu akan kupatahkan dan kubuang ke laut! apa kau mengerti!” ucap Amber dengan menginjak tubuh lawannya.

“Ba-ba-baik Amber”

Semuanya merayakan kemenangan dan saling berpelukan, tak akan ada yang menyangka bahwa Amber adalah seorang yeoja.

“YA KALIAN SEMUA!”

“Damn!” ucap Amber.

Sudah merayakan kemenangan mereka tertangkap oleh guru-guru karena ada seseorang yang melaporkan hingga dibawa keruangan.

Ailee berdiri di depan ruangan, menunggu kedua sahabatnya keluar.

“Dasar bodoh! kapan mereka akan sadar?”

Keesokan harinya

Amber, Ailee dan Eric jalan berdampingan “Jadi tolonglah hentikan tingkah gila kalian! kalian itu sudah tua, jadi tidak bisa tawuran lagi?”

“Mana bisa!” jawab Eric dan Amber.

“Lihat wajahmu!” tunjuk Ailee pada Amber, wajah Amber terlihat memar di bagian pelipis dengan memakai plester luka di bagian pipi kananya.

“Aku lebih heran padamu Amber, kapan kau akan tobat?”

“Hahahaha, tidak akan Ailee” tawa Amber yang disusul Eric.

“Amber Liu!!”

Mereka bertiga berhenti melangkah, membalikan badannya. Melihat seorang guru yang datang menghampiri mereka “Hufhh kini apalagi?” kesah Amber.

“Ikut aku”

Amber menghela nafasnya “Ndee”

Tiba di ruang kepala sekolah “Duduklah” perintahnya.

Amber duduk, ini sudah puluhan kalinya Amber dipanggil “Hmmm, bagaimana kemarin? apakah sekolah kita menang?”

Amber terkejut mendengarnya “Tentu saja pak! aku tidak akan membiarkan…”

“Itu akan menjadi hari terkahir untukmu untuk bertengkar”

“Tapi, tapi bagaimana bisa aku diam saja bila anak-anak sekolah ini di minta uang danlagi pula aku harus membela sekolah ini..”

Belum selesai bicara, Pak kepala sekolah menatap Amber “Kau tidak perlu lagi membela sekolah ini”

“Apa?”

“Tidak perlu”

“Haha bagaimana bisa pak, dan lagi pula…”

“Kau akan pindah sekolah”

Amber terdiam, diam cukup lama. Bibirnya tersenyum “Kau tidak bisa melakukan ini pak”

“Kau akan pindah sekolah, dan mulai besok kau tidak perlu sekolah disini lagi”

Amber berdiri dari duduknya “Tapi pak, jangan seperti ini. Jangan seperti ini hukuman yang kau berikan padaku”

“Ini bukan hukuman Amber Liu”

“Lalu apa?”

“Kau akan pindah sekolah yang jauh lebih baik”

Amber menghela nafasnya “Sekolah ini adalah yang terbaik untuku! sekolah mana lagi yang pantas untukku pak? tidak ada”

“Kau akan pindah sekolah ke salah satu sekolah terbaik”

Mata Amber membulat “terbaik?”

“Ya. luar biasa bukan”

Amber diam, Amber tersenyum tipis “Apa mereka tidak bisa mengizinkanku untuk lulus disini saja”

“Aku harap kau bisa berubah”

Amber terlihat kecewa “Semua berkas sudah diurus, jadi mulai hari ini kau tidak usah sekolah”

Amber terlihat kesal, Amber keluar dari ruangan kepala sekolah dan tiba-tiba ponselnya berdering “Eomma?”

“Kau, jaga dirimu baik-baik. Aku sudah membawakan beberapa baju hangat untukmu. Dan juga sudah kutitipkan boneka beard mu kepada pengawal pribadimu. Jaga dirimu baik-baik”

“Haishh eomma! kau ini bicara apa?”

“Kau belajarlah dengan giat! ingat, kau harus sukses. Jangan pikirkan eomma dan adikmu. Jagar dirimu baik-baik arasso. Sudah dulu ya, ibu banya pekerjaan

Panggilan terputus “Haishh apa-apaan ini!”

“Amber”

“Kau”

“Sudah waktunya”

Amber tersenyum simpul “Sudah waktunya? ya! mengapa kau tidak bicara sebelumnya kepadaku?”

“Aku mencoba bicara padamu, tapi pada saat itu kau pergi saat makan. Kau ingat?”

Amber memegang ponselnya “Apa kau tidak bisa menelfonku hah?!”

Amber terlihat kesal, Amber beridiri di depan lapangan sepak bola. Suasana sekolah begitu sunyi karena jam pelajaran sudah dimulai.

Amber menatap lantai kelas miliknya “Aku bahkan belum mengucapkan selamat tinggal pada sahabat-sahabatku” lirihnya.

Mobil sedan hitam sudah terparkir rapih di depannya “Kita berangkat sekarang”

“Bahkan aku belum memeluk eommaku”

“Kau bisa kembali kapan pun kau mau tuan Amber” ucap Taeyeon.

“Tapi mengapa begitu mendadak!”

Taeyeon hanya diam, Amber mengacak-acak rambutnya “Hufhh” dengan pasrah Amber masuk kedalam mobil.

Mobil mulai berjalan meninggalkan daerah Amber, Amber menulis pesan untuk kedua sahabatnya yaitu Eric dan Ailee.

“Adikmu sudah mulai sekolah hari ini” ucap Taeyeon.

“Kami akan terus menjaga keluargamu, jadi kau tidak perlu khawatir”

Amber hanya diam, dan memejamkan matanya.

Amber kembali kerumah super mewah milik Jay Jung.

“Ntah aku harus sedih atau senang” ucap Amber saat semua pelayan menduduk kearahnya.

Taeyeon berhenti melangkah, dan membungkukkan badannya”Sekarang rumah ini adalah milikmu”

“Apa??!! aku kira ini adalah rumah tuan besar Jay Jung!”

Taeyeon tersenyum “Ini adalah hadiah untukmu dari tuan besar Jay Jung, jadi terima lah rumah ini”

“Daebak! bagaimana bisa aku menolaknya” girang Amber.

“Kau masih ingat kamarmu bukan? ganti lah bajumu, kami sudah mengganti semua baju-bajumu dengan baju baru”

Amber mengganti bajunya, sebelumnya kehidupan Amber sangat sederhana. Bahkan Amber bisa memakai baju yang sama selama 3 hari di pakai berturut-turut, tapi tidak untuk sekarang. Segala model baju dan perancang terkenal nampak di lemarinya. Jam tangan branded, sepatu yang berderet rapih membuatnya sejenak melupakan kesedihan yang melandanya.

Walk-in-Closet-for-Men-Masculine-closet-design-11.jpg

Waktu menunjukan pukul 8 malam, Amber turun dengan baju barunya.

Taeyeon tersenyum melihatnya “Sepertinya kita harus mengobati lukamu tuan Amber”

“Tidak perlu, nanti juga sembuh sendiri. Aku sudah biasa dengan hal ini Tae” ucap Amber.

Amber menatap Taeyeon “Ada apa?” bingung Taeyeon.

“Kau tidak perlu memanggil ku dengan kata Tuan, lagi pula kau lebih tua dariku”

“Baiklah” ucap sopan Taeyeon.

“Tapi mengapa aku dipanggil tuan?”

“Karena kau saat ini adalah orang terpenting dalam keluarga Jung, dan lagi pula tidak mungkin kami memanggilmu nona” tawa Taeyeon.

“Dan aku minta kau tidak tidur larut malam” ucap Taeyeon.

“Kenapa? aku mana bisa tidur cepat”

“Karena besok pagi kau akan sekolah”

Amber meletakan pisau dan garpunya “Sekolah?”

“Ya” jawab singka Taeyeon.

“Baiklah, hanya sekolah. Tidak masalah bagiku” lanjut makan Amber.

“Apa kau tidak penasaran akan sekolah dimana?”

Amber sejenak berfikir “Ehmm mungkin aku akan sekolah di Hanlim” jawab Amber dengan mengunyah.

Taeyeon tersenyum “Kau salah”

“Salah? lalu aku akan sekolah dimana?”

Taeyeon menatap Amber “Kau akan sekolah di Empire School”

“Apa Empire School!!” kejut Amber.

“Ya, salah satu sekolah elit dan terbaik di Asia”

“Aku akan sekolah di Empire School?” ucap Amber.

“Empire School”

Empire School adalah salah satu sekolah kalangan elit, tapi bukan itu yang kupermasalahkan, yang kupermasalahkan adalah..

Aku…

Akan…

Satu sekolah…

dengan..

KRYSTAL JUNG!

————————————————————————-

Someday 3

Author Pov

“Eric”

“Hmmm”

“Mengapa dari tadi Amber hanya diam saja? apa dia sedang sakit?” tanya Ailee menatap Amber.

“Mungkin dia sedang bingung karena belum mengerjakan tugas rumahnya dan aku yakin saat ini dia sedang memikirkan alasan kepada guru nanti” jawab Eric dengan mengunyah makan siangnya.

Ailee menatap curiga Amber, tidak biasanya Amber diam seperti ini. Sudah dua hari ini Amber terlihat diam dan merenung, seperti memikirkan sesuatu “Amber”

“Amber”

“Amber”

Ailee mengambil buku di tasnya dan “Bruuk”

“Ya!! kau ini kenapa goldfish? kenapa kau memukul kepalaku” Amber mengelus kepalanya.

“Katakan pada kami dengan sejujur jujurnya, apakah kau sedang dalam masalah?” tanya Ailee yang membuat Eric berhenti makan dan menatap Amber.

“Benar, aku rasa kau sedang dalam masalah. Akhir-akhir ini kau terlihat diam, bahkan saat ini dia hanya diam saja. Biasanya dia yang paling semangat bila diajak bolos”

Ailee menatap sinis Eric seakan ingin memukulnnya.

“Bruuk” yap benar saja, ternyta Aille benar-benar memukul kepala Eric.

“Ya! kenapa kau memukul kepalaku juga?”

“Apa kau baru sadar bahwa temanmu akhir akhir ini berbeda! dasar bodoh” bentak Ailee.

Amber masih terlihat diam “Jadi, ceritakan pada kami apa yang terjadi padamu Amber”

Amber masih tetap diam dengan menatap kedua sahabatnya, Amber merasa bersalah karena tidak menceritakan masalahnya kepada dua sahabatnya yaitu Eric dan Ailee.

Amber ataupun Ailee Eric tidak pernah menutupi rahasia ataupun  masalah dan akan menyelesaikan secara bersama-sama. Amber begitu beruntung mendapatkan dua sahabat seperti mereka, tapi Amber rasa dia masih belum mampu untuk mengatakan kepada dua sahabatnya bahwa dia akan dijodohkan dengan salah satu cucung pengusaha besar.

“Tidak ada” senyum Amber.

“Berhentilah berbohong, aku mengenalmu bukan dua atau tiga hari yang lalu tapi aku mengenalmu sudah lima tahun Amber, lima tahun!”

“Benar kata Ailee, kami tahu dirimu Amber. Jadi ceritakan pada kami, apa yang menganggu pikiranmu”

Amber kembali menatap kedua temannya “Huffhh aku tidak tahu”

Amber menundukkan kepalanya dengan memeluk kedua kakinya diantara rerumputan hijau.”

Ailee menatap Amber sedih, iya tidak tahu apa yang harus di perbuat. Amber bukanlah seseorang yang mudah untuk cerita tentang masalahnya tapi pada saatnya Amber akan cerita apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya “Jika kau tidak mau cerita, tak apa Amber” ucap Ailee.

Eric merangkul pundak Amber dengan senyuman diwajahnya “Kami akan selalu ada disampingmu! no matter what, seberapapun masalahmu seberapapun berat masalahmu aku dan Ailee akan ada disampingmu buddy!”

Wajah Amber terangkat mendengar kedua sahabatnya, mendengar seruan dari Ailee dan Eric membuatnya menjadi semangat.Karena iya yakin bahwa kedua sahabatnya akan selalu ada untuknya “Kalian memang luar biasa, terima kasih” Amber merangkul Ailee dan Eric.

“Haishh mengapa kau jadi cengeng?”

Amber tertawa dan mereka semua tertawa diantara angin yang bertiup dibawah langit biru sungai Han.

“Aggghhh!!!!” Amber memeluk erat kedua sahabatnya.

“Selamat siang Amber Liu”

Amber, Ailee, Eric tercengang mendengar suara pria yang tepat berada dibelakang mereka bertiga.

Amber, Ailee, dan Eric dengan secara bersamaan melihat sosok asing dibelakangnya. Sosok asing itu berdiri tegap dengan memakai jas hitam rapih yang berjumlah lima orang.

Sedikit ketakutan diwajah Ailee dan Eric karena ini untuk pertama kalinya mereka melihat seseorang seperti yang mereka lihat.

“Si-si-siapa mereka” gugup Eric.

Ailee hanya menggelangkan kepalanya dengan sedikit berbisik kepada Amber dan Eric “Bukankankah paman tadi memanggil namamu?” heran Ailee.

“Apa kau mengenalnya?” tambah Eric.

“Siapa kalian?” lantang Amber yang bangun dari duduknya.

Dengan senyuman ramah serta dengan sopan santun kelima pria itu membungkuk dengan mengucapkan salam “Maaf kami mengganggu waktumu” senyumnya.

Ailee berbisik kepada Amber “Kau mengenal mereka?”

Ailee dan Eric memandang mereka dari atas sampa bawah “Apa kau terlibat hutang lagi dengan preman?” tanya Eric.

“Tapi preman tak mungkin serapih ini” bingung Ailee.

Ailee dan Eric megenggam erat lengan Amber “Tenang saja, kami akan membantumu. Aku hitung sampe tiga kita harus kabur dari sini arasso” bisik Eric.

1

2

“Aku harap kau tak lupa denganku Amber-ssi”

Amber menghela nafasnya “Tentu saja aku tidak lupa denganmu Mr.Kim”

Ailee dan Eric saling melempar pandang “Kau mengenal mereka?”

“Ya” jawab singkat Amber.

Amber melepaskan tangan Ailee dan Eric “Aku tidak apa-apa, kalian tidak perlu khawatir” tenang Amber.

“Ada apa Mr.Kim?” tanya Amber.

Mr. Kim melangkahkan kakinya selangkah lebih dekat dengan Amber “Ada yang ingin bertemu denganmu”

“Hmm bertemu denganku?”

“Apa aku akan bertemu dengannya sekarang?” batin Amber dengan wajah cemas diwajahnya.

“Kau akan bertemu dengan tuan Jay Jung”

Jay Jung? aahh iya aku ingat

“Baiklah”

Eric memegang lengan Amber “Apa kau yakin? kau mengenal mereka, bagaimana jika mereka berbuat buruk padamu?” cemas Eric.

Ailee memegang lengan Amber seakan tak mau meninggalkan sahabatnya pergi dengan orang asing “Jangan khawatir, aku mengenal mereka” senyum Amber kepada kedua sahabatnya dengan melepaskan tangan mereka dari lengannya.

“Kalian kembalilah kesekolah, aku akan kembali kesana jangan khawatirkan aku” ucap Amber.

“Baiklah, tapi jika ada apa-apa kau segera hubungi kami”

Amber mengangguk dengan mengikuti seketaris Kim ke arah mobil sedan BMW hitam milik mereka dan menaikinya.

“Wah mobilnya mewah sekali, ini untuk pertama kalinya aku naik mobil semewah ini”

“Baiklah kita berangkat”

Dengan melewati gedung-gedung tingkat kota Seoul membuat Amber menikmati perjalanannya, seakan saat ini Amber adalah seorang anak orang kaya dengan mobil mewah yang berjalan di tengah kota Seoul.

“5 menit lagi kita akan sampai” ucap seketaris Kim.

Amber menatap seketaris Kim dari belakang “Dari mana ahjussi tahu aku berada di sungai Han?” tanyanya heran.

“Apa kalian mengikutiku lagi?”

Mr.Kim tersenyum mendengar ucapan Amber “Maafkan kami jika kau merasa risih Amber Liu, hanya saja pagi tadi kami menuju sekolahmu dan kau tidak ada disana dengan kedua temanmu jadi aku rasa kau berada ditempat biasa kau dan kedua sahabatmu mengahbiskan waktu bersama”

“Aku ingin tahu mengapa kalian mengikutiku?” tanya Amber.

Citt” ban mobil berhenti.

“Kita sudah sampai”

Dengan cepat bodyguard keluarga Jung membukakan pintu untuk Amber.

“Tempat apa ini?” herannya.

“Masuklah”

Amber mengikuti seketaris Kim masuk kedalam sebuah gedung supermegah.

“Apa ini sebuah kantor?” bingung Amber.

“Ting” pintu lift terbuka dan mempersilahkan Amber masuk kedalam lift terlebih dahulu.

“Ting”  Amber melangkah keluar.

“Waaahh” Amber melihat sekelilingnya “Interior ruang yang luar biasa” batinnya.

Amber melihat Mr. Kim yang sedang berbicara kepada seseorang, selagi menunggu perintah selanjutnya Amber melihat lihat sekitar ruangan. Berjalan menuju arah kaca besar dengan pemandangan jalan pada kota Seoul.

Amber menghela nafasnya “Ntah apa yang kulakukan saat ini”

“Amber Liu”

“Hmm” jawab Amber malas dengan mengikuti langkah seketaris Kim.

Langkah tersebut berhenti di sebuah pintu “Masuklah” pintanya.

Amber memandang seketaris Kim untuk beberapa detik hingga iya memegang gagang pintu dan membukanya.

Saat kakinya melangkah, Amber masuk keadalam ruangan yang cukup besar dengan sofa berwarna hitam dengan rak buku yang menghiasinya, mata Amber menjelajah ruangan dengan kaca yang besar dan matanya terhenti saat melihat meja besar dengan seseorang yang memunggunginya.

Amber mengerutkan alisnya, bertanya-tanya “Siapa dia?”

“Sudah lama aku mencarimu”

Suaranya terdengar berat dan berwibawa “Dari suaranya saja dia bukan sosok yang biasa”

Amber hanya berdiri diam, Amber menerka-nerka siapa sosok yang berada didepannya.

Dia memutar badannya dengan memberikan senyuman kepada Amber “Senang bertemu denganmu Amber Josephine Liu”

“Oh, ternyata dia adalah pria paruh baya”

“Ah ne” Amber membungkuk atas tanda hormatnya kepada orang yang lebih tua.

Pria paruh baya itu menatap Amber “Kau mengingatkanku pada Josh Liu, kau benar-benar sama denganya. Rasanya, Josh seperti hidup kembali”

Amber hanya tersenyum tipis mendengarnya “Ah aku lupa memperkenalkan diriku” dia mendakati Amber.

“Aku adalah Jay Jung”

“Jay Jung?” ulang Amber dan .. “Oh my GOD! jadi dia adalah Jay Jung?!! daebak!”

“Oh maafkan aku, aku tidak tahu” Amber membungkukan dirinya.

“Aku adalah Amber Liu, maaf atas ketidaksopananku”

“Haha santai saja Liu” dia menepuk pundak Amber.

“Duduklah”

Ntah mengapa Amber menuruti perintahnya dan segera duduk “Santai saja, kau ingin minum apa?”

“Ehm air putih saja” senyum kaku Amber.

“Aku kira anak muda sepertimu menyukai jus atau soda atau mungkin alkohol?”

Amber menggelengkan kepalanya “Baiklah”

Jay Jung memerintahkan seketarisnya untuk membawa airputih.

“Bagaimana sekolahmu Amber?”

Amber menggaruk dahinya “Ehmm baik”

“Aku harap kau bisa meningkatkan prestasimu disekolah karena nantinya kau akan memiliki pekerjaan yang besar” Amber tidak mengerti apa yang dia katakan.

Jay Jung menyenderkan kepala ke sofa dengan menatap Amber “Aku ingin sedikit bercerita kepadamu”

Amber menarik nafasnya dan menatap serius “Kau tahu betapa susahnya saat kita membangun sesuatu dari 0 hingga menjadi 100?”

Amber menggelengkan kepalanya.

“Aku membangun semua ini dari 0 tapi saat ini banyak sekali yang ingin menjatuhkanku, mereka semua ingin merebut semua perusahaanku. Perusahaan yang dibangun olehku, anakku serta ayahmu”

“Jadi aku ingin kau berperan dalam semua ini, aku membutuhkanmu”

“Aku membutuhkanmu, agar semua yang telah dibangun tidak jatuh ke tangan yang salah”

Jay Jung berdiri dari sofanya, berjalan mengambil sebuah foto di lacinya “Aku sudah terlalu tua, mereka mulai meragukan kemampuanku dan terlebih lagi aku tidak memiliki siapa-siapa yang dapat mengurus semua urusan perusahaan.

Jay Jung tersenyum tipis “Ada seseorang yang berbahaya yang menginginkan perusahaan ini, dia adalah orang yang berbahaya. Aku tidak ingin perusahaanku menjadi ajang ladang bisinis kotor yang akan iya perbuat. Dia akan melakukan apa saja untuk merebut semua ini, bahkan dia tidak memandang bulu”

“Karena keadaan yang semakin parah, untuk saat ini aku harus memberikan semua yang kumiliki pada cucungku”

 

“Untuk itu aku membutuhkanmu untuk menjaga Soojung”

“Soojung?”

“Aku ingin kau menjaganya, menemaninyya”

“Aku ingin kau bertunangan dengannya bahkan bila perlu kau menikah dengan cucungku”

Amber bingung, iya bingung setengah mati.

“Tunggu dulu tuan Jay Jung, kau mengatakan Soojung?

“Ya, cucung kesayanganku” senyumnya.

Amber mengertukan dahinya “Tapi mengapa namanya seperti nama yeoja?” bingung Amber.

“Karena dia adalah yeoja”

Amber tersentak kaget “WHAT??!!!”

Amber terasa dunia terbelah dua, kepalanya terasa tersambar petir “Ta-ta-ta-tapi kau tahu bukan bahwa aku adalah..”

“Seorang yeoja” angguknya.

Amber mengangah kaget “Itu tidak masalah bagiku selagi kau menjaga Soojung, menjaganya dari bahaya diluar sana. Aku percara padamu Amber Liu, sangat percaya padamu”

“Tapi itu tidak mungkin, aku adalah yeoja dan cucungmu juga adalah…”

“Kau hanya berpura-pura”

“Berpura-pura?”

Jay Jung mengangguk “Hanya satu tahun Amber Liu, hanya satu tahun bersama Soojung. Aku tahu siapa dirimu, anak yang berbakat, jujur, cerdas dan pintar just like ur father lagi pula aku tidak ingin merebut hak hidupmu, hak kebebasanmu itu sebabnya aku memutuskan hal ini” senyumnya.

Jay Jung berjalan menuju kursi Amber dengan membawa buku hitam yang didalamnya terdapat secarik kertas “Ini”

Amber mengambilnya dan membuka “apa ini?”

Jay Jung menganggukkan kepalanya “Hanya satu tahun bersamanya, menjaganya dari bahaya hingga keadaan kembali membaik, dan sebagai gantinya  aku akan membiayai kehidupanmu serta keluargamu, serta memberikan satu perusahaan ku yang berada di California atas namamu” senyumnya.

Amber menghela nafas, berfikir begitu keras. Memejamkan matanya, membayangkan wajah ibu serta adiknya yang begitu sengsara “Aku tidak seperti ini terus, aku tidak bisa melihat eomma dan Kyu menderita”

“Tapi mengapa aku harus menjadi tunangganya? aku bisa menjaganya tanpa harus bertunangan ataupun menikah”

“Tidak bisa, kau dianggap tidak mampu dan belum dewasa”

Amber berfikir kembali, menatap secarik kertas yang ada didepannya.

“Hanya satu tahun?”

“Satu tahun”

“Tapi aku tidak ingin menikah” ucap Amber.

“Hanya jaga-jaga Amber Liu”

“Semua yang kau butuhkan Amber Liu, semua yang kau mau, semua yang kau butuhkan akan jatuh atas namamu”

Amber bisa melihat jelas namanya sebagai 1 pemiliki Jung corp “Aku tidak bermaksut untuk memanfaatkanmu hanya saja kaulah orang yang kupercaya yang dapat menjaga Soojung, aku tidak bisa percaya pada orang lain selain dirimu. Walaupun kau adalah seorang yeoja tapi aku yakin kau memiliki hati yang tulus yang dapat menjaga Soojung” tatap Jay Jung.

Amber memejamkan matanya, menarik nafasnya menatap kembali kertas yang akan menjadi penentu hidupnya.

Secara tak sadar tangan Amber mulai bergerak mengambil pena hitam di samping kertas tersebut.

“Aku tidak ingin memaksamu Amber Liu, kau boleh menolaknya jika kau mau”

Amber menatap Jay Jung, menatap pria paruh baya yang memiliki mata sayu hingga tergoyahlah hati Amber.

Amber tersenyum, tangannya mulai bergerak. Memberikan coretan tinta hitam di kertas yang begitu penting.

“Terima kasih, terima kasih Amber Liu”

Amber menyenderkan tubuhnya ke sofa “Aku harap keputusanku sudah benar”

“Tidak ada yang tahu tentang semua ini Liu, hanya kau dan aku yang tahu”

“Tapi tuan Jay Jung”

Jay Jung menatap Amber “Aku takut cucungmu tak mau menerimaku, kau tahu bukan aku terlihat aneh dan aku tidak bisa membayangku wajahnya saat dia tahu bahwa tunangannya adalah yeoja”

Jay Jung tersenyum “Soojung akan menerimamu Amber”

———————————————————————-

 

Someday 2

Amber POV

Seperti biasa dan seperti hari-hari biasanya aku selalu datang ke tempat ini, tempat yang membuat hatiku tenang dengan meluapkan isi hatiku dan terkadang aku menangis bila mengingat masa laluku dulu. Yap, masa lalu yang begitu kurindukan.

Ku tarik nafas ini dengan memandang pusara yang berada didepanku “Anyeong Appa” senyumku.

“Ntah mengapa akhir-akhir ini aku begitu merindukanmu, apakah itu tandanya kau merindukan ku juga? hahaha”

“Aku begitu merindukan disaat kita saling becanda, apa kau tidak bisa kembali kesini untuk sebentar saja? aku yakin bila ada appa disini semua akan baik-baik saja. Eomma tidak perlu berkerja keras, eomma tidak akan kesepian dan aku akan berjanji akan menjadi Amber yang baik dan tidak akan bolos ataupun tidur didalam kelas lagi. Aku yakin bila ada appa disini maka semua akan baik-baik saja”

Kubunggkukan badanku dengan menyentuh pusara appaku “Tapi, tapi aku yakin Tuhan memiliki rencana lain untuku dan eomma, aku yakin Tuhan memiliki alasan mengapa appa meninggalkan kami begitu cepat. Aku berjanji akan menjaga Eomma, dan Kyu aku akan menjaganya dengan seluruh jiwa ragaku seperti appa menjaga aku dan eomma dulu. Aku berjanji Appa”

“Huft” aku memandang langit yang mulai gelap “Appa, sepertinya aku harus pulang, aku harus mengangakat jemuran. Aku akan datang kembali appa, bye bye”

Aku berjalan dan bergegas mengambil sepedaku, tapi aku merasakan ada sesuatu yang aneh. Apa karena ini tempat pemakaman aku menjadi merasa aneh? tapi bukan itu yang kurasakan, ada sesuatu yang memperhatikan ku.

“Hmmm” aku sedikit menyipitkan mataku dan …

Aku melihat sebuah mobil sedan mewah dengan beberapa orang yang memakai jas hitam dengan kacamata hitam yang menghiasi wajah mereka, hmm siapa mereka? sedikit menyeramkan tapi haish mungkin ada keluarganya juga yang meninggal ah sudahlah aku harus bergegas pergi lagipula tidak mungkin mereka akan menculiku.

25 menit menempuh perjalanan membuat tubuhku lelah “Eomma” aku mencari air mineral dingin dengan langsung meminumnya tanpa gelas.

“Kebiasaan burukmu itu apa tidak bisa diubah?”

Uhk! hampir aku mati tersedak “Eomma! kau mengagetkanku”

“Haish cepat makan, ganti baju dan bantu eomma”

Aku mengerutkan dahiku “Tapi aku ada PR eomma, aku harus mengerjakannya”

“PR? Haish sejak kapan anak pemalas sepertimu mengerjakan PR, ayo cepat”

Haishh lain kali aku harus membuat alasan yang lebih tepat! “Ndeeee”

Setelah selesai aku bergegas membantu ibuku di dapur “Ayo cepat cuci sayurannya” aku segera mencuci sayuran yang eomma pinta.

“Hei aku minta sebotol soju”

Haishh apa dia tidak bisa mengambil sendiri? “Ndeeee”

“Ahjumma aku minta satu piring daging asap lagi”

“Ndeeeeee” sautku

Dan begitulah hingga waktu menunjukan pukul 12 malam “Hoaaahhh akhirnya aku bisa istirahat” ku rebahkan badanku dikursi.

“Kau hari ini kerja dengan keras, akan ku tambah uang jajanmu”

Uang jajan?? “Oaahh benarkah eomma? waaahhh terima kasih”

“Sudah sana istirahat, kau harus tidur karena besok kau akan sekolah”

Hufhh sekolah, menyebalkan sekali mendengarnya “Tapi masih berantakan sekali, aku harus membantu ibu membersihkan ini semua” paksaku.

“Sudah, eomma bisa membersihkannya sendiri. Sudah sana cepat tidur” sejujurnya semenjak appa meninggalkan kami, kondisi keuangan kami sangat buruk bahkan begitu buruk. Hutang kami ada dimana-dimana aku bahkan tidak bisa tidur nyenyak karena takut para rentenir gila itu menagih hutang kami. Aku tidak tega melihat eomma berkerja terlalu keras seperti itu hufh tapi mau bagaimana lagi hanya ini lah sumber mata pencarian kami. Yap, mengelola restoran kecil untuk kelangsungan hidup kami.

Rasanya aku ingin berhenti sekolah saja dan membantu eomma, aku rasa aku hanya menghabiskan uang dan waktu saja! hufh..

“Amber, jangan lupa tutup pintu serta jendela depan”

“Ndeeee” sautku.

“Hoaaamm lelah sekali” aku mengunci semua pintu dan jendela restoran sederhana kami.

“Hmmm?” aku mengerucutkan mataku, melihat..

Melihat mobil sedan hitam yang sama saat aku di pemakaman tadi. Haish mengapa mengerikan sekali, mau apa mereka? apa mereka itu rentenir? atau benar-benar ingin menculiku?

“Amber kalau sudah selesai langsung tidur” hmmh mungkin hanya perasaanku saja, sudahlah aku harus berfikir positif.

“Yaaa eomma aku sudah selesai”

Next day

“Aaaaaaaa aku bisa telat minggir minggir minggir” ku kayuh sepeda ini dengan cepat, sial! lagi lagi aku bangun terlalu siang. Hoaaah bisa mati aku kalau terlambat lagi.

“Hoaahh minggir!”

“Ya anak muda hati hati!!”

“Maafkan aku ahjumma!” teriaku dari kejauhan, hampir saja aku menabraknya.

Ayo ayo cepat cepat jangan sampai aku berdiri dengan satu kaki lagi!

“Tiiiinnnnnn!!”

Aku menoleh ke arah suara dan ……

“Aaaaaaaahhhhhhhhhhh”

“Duummmmmm”

Dan seketika aku merasa badanku melayang dan jatuh ke aspal panas dengan lengan serta kakiku yang begitu begitu sakit “aaaahh eomma!!

“Aaaa sakit sekali”

Tangan ku terluka, dan kakiku juga ya Tuhan perih sekali.

“Hei kau tidak apa-apa?” siapa dia?

“Maafkan aku, aku tidak sengaja menabrakmu saat bersepeda” jadi dia yang menabraku?

“Lain kali kau harus hati-hati ahjussi! hampir saja aku mati”

“Baiklah kalau begitu kita pergi ke rumah sakit saja” Haish ke rumah sakit? darimana aku uang?

“Aku yang akan betanggung jawab atas luka-lukamu” jadi dia mau bertanggung jawab, berikan saja uangnya padaku. Aku butuh uang bukan butuh obat.

“Tapi aku ingin sekolah, aku ada ujian dan kurasa aku tidak bisa kerumah sakit”

“Ya!! apa yang kau lakukan?” aku mengerutkan dahiku, siapa dia? menakutkan sekali, apa dia tidak punya sopan santun?

“Apa kau tidak tahu  aku sudah telat?! mengapa lama sekali? berikan saja dia uang!” haishh wanita ini! lihat cara bicaranya menjengkelkan sekali.

“Ya kau!” aku bangun dari aspal dengan melupakan luka-lukaku.

“Apa! kau mau apa!” haishh mengapa dia begitu menyeramkan! baru kali ini aku merasa takut apalagi dengan tatapannya.

“K-k-kau kau kira aku ini pengemis hah? aku tak butuh uangmu! dasar orang kaya sombong!” iya benar dia benar-benar sombong, apa dia merasa bahwa dia adalah orang yang paling kaya di Korea?!.

Yeoja itu menyeringai kepadaku “Apa kau pikir aku tidak tahu orang sepertimu hah? orang sepertimu itu hanya bisa memanfaatkan orang lain apalagi orang seperti ku. Oh apa jangan-jangan kau sengaja menabrakan dirimu ke arah mobilku sehingga kau bisa mendapatakan keuntungan dariku, bukan begitu?!”

Ya Tuhan kata-katanya! dia ini manusia atau penyihir!! “Ya kau!!”

“Aku yakin uang yang akan diberikan nanti untuk bermain games dan lain-lainnya”

“Tidak tentu saja tidak! kau kira aku ini apa!!!”

“Ayo kita pergi, aku sudah terlambat” dia mulai membalikan badannya dan bergegas pergi.

“Hei mau kemana kau!!! ya ahjussi lepaskan aku!!”

“Ahjussi aku bilang lepaskan! kauu wanita penyihir! aku belum selesai bicara denganmu!!! kemari kauuuu!!” teriaku dengan sekuat tenaga tapi sia-sia saja para bodyguardnya telah membawanya pergi dan aku di hadang oleh dua pria berbadan besar.

Haishh kesabaran ku benar-benar habis, aku memang tak punya uang tapi penyihir itu tak bisa menghinaku! “Maafkan atas sikap nona muda Jung” lihat, bahkan kedua bodyguardnya membungkuk maaf kepadaku! sedangkan dia pergi begitu saja.

“Aku harap kau memaafkannya, dan ini” aku melihat segenggam uang di tangannya.

“Ini uang untuk..”

“Tidak, tidak perlu! terima kasih” aku membawa sepedaku dan sialnya sepedaku rusak akibat tabrakan tadi! mengapa sial sekali hari ini.

Aku berjalan ke sungai Han untuk membersihkan lukaku dan lagi aku harus membolos. Dan sepedaku.. aaaaah mengapa sial sekali, aku tidak punya uang lagi untuk memperbaikinya.

“Dreeettt dreeeetttt”  aku mengambil ponselku.

“Ailee” haish paling dia menelfon hanya untuk memarahiku karena aku tak sekolah.

“Ah sakit sekali! eeghhh aku tidak akan pernah melupakan penyihir itu! lihat saja nanti”

“Dreeeettt dreeeetttt” Haish berisik sekali! ku biarkan saja.

“Ting”  1 pesan masuk Ailee.

Hmmmm “Kau dimana! mengapa kau tidak mengangakat telefonku? ini sangat penting, aku tidak akan memarahimu hanya karena kau tidak sekolah tapi ini adalah berita yang besar! cepat telefon aku kau koala bodoh!”

Berita besar?

“Hallo Amber kau dimana?” 

“Aku berada di tempat biasa, ada apa? apa berita besarnya”

“Ada seseorang yang mencarimu!” mencariku?

“Mencariku?”

“Kau tidak berbuat ulah kan?!”

“Tentu saja tidak! lalu mengapa mereka mencariku?”

Aku tidak tahu, yang jelas mereka seperti kalangan berkelas maksutku gaya pakaian mereka seperti orang kaya terutama pria paruh baya yang mencarimu”

“Pria paruh baya?” kakek-kakek? bingung sekali.

“Iya, bahkan pak kepala sekolah dan staf guru lainya sangat hormat kepada kakek itu! aku rasa dia adalah orang penting”.

“Apa jangan-jangan dia yakuza!”.

“Tidak, mereka terlihat seperti pengusaha besar. Sudahlah nanti kan ku telfon kembali Miss. Byul sudah masuk ke dalam kelas bye Amber”.

“Tuuuuuttt”

Haish siapa mereka? untuk apa mereka mencariku? aku tidak melakukan kesalahan apapun terutama dengan orang dewasa.

Sial!

Krystal Pov

“Mengapa dari tadi kau diam saja? apa kau sedang ada masalah?”

“Hmm tidak ada” aku tidak mungkin mengatakan kepada mereka bahwa aku akan dijodohkan.

“Apa kau sedang bertengkar dengan Kai?”

“Tidak”

Ahhh pikiranku benar-benar tak karuan, oh Kai??

“Aku harus pergi” aku pergi meninggalkan mereka dan berjalan menuju lapangan basket. Mataku mencari Kai yang biasanya menghabiskan waktunya di lapangan basket.

“Mencari Kai?”

“Oh Suho oppa, ya aku mencarinya” senyumku kepada seniorku.

“Tunggu akan ku panggilkan”

“Terima kasih” senyumku.

Tak butuh waktu lama Kai datang menghampiriku “Hai” sapanya.

“Hai, ehmm aku ingin bicara denganmu”

“Tentu, ada apa?”

Haishh haruskah aku mengatakannya? tapi rasanya.. “Apa kau baik-baik saja?”

Aku membalasnya dengan senyuman “Katakan saja kepadaku, kau tahu bukan aku selalu ada untukmu” senyumnya.

“Sebelumnya aku minta maaf atas kejadian kemarin” tatapku.

“Haha tak usah dipikirkan, aku tidak apa-apa. Lagi pula aku begitu mengenalmu, mungkin saja saat itu kau sedang bad mood”

Huffh untung saja dia mengerti “Jadi itu yang ingin kau katakan kepadaku?”

“Ehmm tidak”

“Lalu?”

Aku tidak ada pilihan lain “Maukah kau menjadi kekasihku” aaahhhhh!!! rasanya aku ingin teriak!! bagaimana ini, dia memasang wajah yang bingung.

“Hah? apa kau sedang bergurau?”

Bergurau? aku menatapnya serius “Tentu saja tidak, hanya saja ehmm kau tahu bukan kita sudah dekat selama 3 tahun dan aku merasa nyaman denganmu”

Kai tersenyum menatapku dengan memegang kedua pundakku “Harus ku akui aku begitu nyaman dekat denganmu, kau adalah yeoja yang begitu baik, dan aku tidak bisa melupakan di saat kita saling canda tawa bersama” senyumnya.

“Tapi..”

“Tapi aku merasakan hal yang berbeda padamu Krystal, aku mungkin tak bisa hidup tanpamu atau aku tak bisa hidup tanpa kehadiranmu disisiku. Tapi saat ini aku bingung, aku tidak tahu apa yang kurasakan saat ini. Aku hanya tidak ingin menyakitimu.”

“Aku, aku merasa sebaiknya kita berteman saja”

Ku hela nafas ini, sedikit memberikan senyuman walaupun hatiku kecewa atas jawabannya “Begitukah? hmm kalau begitu kita berteman”

“Kau tidak apa-apa kan? kau tidak marah kan? kau adalah yeoja yang paling sempurna yang pernah kulihat”

Tak ada gunanya kau memuji ku Kai “Baiklah kalau begitu aku harus pergi, bye”

Aku pergi meninggalkan Kai walaupun aku masih bisa mendengar suaranya yang meminta maaf kepadaku karena menolaknya.

Sungguh aku kecewa, aku begitu kecewa.

Aku bukan kecewa karena Kai menolakku tapi aku kecewa kepada diriku sendiri. Kai adalah satu satunya namja yang begitu dekat denganku itu sebabanya aku menyatakan perasaanku kepadanya agar Kai bisa ku kenalkan kepada kakek ,bahwa aku sudah memiliki kekasih! setidaknya Kai dapat menolongku dengan perjodohan ini.

“Seharusnya aku mengatakan kepadanya bahwa aku dijodohkan! haish tapi aku… Aghhh Krystal Jung! bodoh bodoh”

Sekarang apa yang harus kulakukan? aku tidak ada harapan selain..

Selain bertunangan dengan orang asing.

Author Pov

Hari-hari telah berlalu, Amber berjalan menelusuri jalan rumahnya tanpa sepeda kesayangannya yang sudah rusak.

Langkah Amber terhenti, iya melihat mobil sedan hitam mewah yang akhir-akhir ini selalu mengikutinya, Amber mengerutkan dahinya mulai berfikir “Sedang apa mobil itu didepan rumahku? haish kali ini benar-benar kelewatan! aku harus tahu siapa yang mengikutiku terus.

Amber masuk dengan tergesa-gesa kedalam rumahnya “Eomma aku pulang” rumahnya terlihat sunyi sepi bahkan lampu rumahnya masih dalam keadaan mati “Eomma, kau dimana?”.

“Jangan-jangan ada sesuatu yang buruk terjadi pada eomma!” Amber mencari eommanya ke seluruh penjuru rumah dan akhirnya Amber menemukan eommanya yang sedang duduk di meja restoran mereka “Eomma!!” teriak Amber yang melihat 4 pria yang sedang berbicara kepada eommanya.

“Eomma, apa kau tidak apa-apa? apa kau terluka??”

“Aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir” senyumnya.

Amber melihat sekelilingnya, melihat 4 orang asing yang sedang memperhatikannya “Siapa mereka? apakah kalian adalah lintah darat yang akan menyita rumah kami?! sudah kubilang kami akan membayar semua hutang kalian! jadi bersabarlah dan jangan ganggu eommaku!” kesal Amber tanpa melepas pandangannya terhadap 4 orang asing.

“Amber tenanglah, mereka ada orang yang baik” bujuk eommanya.

Amber menyeringai “Orang yang baik? eomma aku tahu mereka, mereka selalu mengikutiku beberapa hari ini. Aku tahu mereka adalah orang yang jahat!”

“Maafkan kami sebelumnya telah membuatmu menjadi risih” bungkuknya.

“Sebelumnya perkenalkan aku adalah Mr.Kim kepala seketaris dari Jung Corporation”

“Jung Corporation?”

“Ya” Amber merasa bingung.

“Untuk apa kalian kesini?” tanyanya bingung.

“Aku datang kemari mewakili daripada Mr.Jay Jung selaku CEO kami, dan kami datang kemari untuk mencari seseorang yang bernama Amber Josephine Liu”

Mata Amber terbuka lebar “Aku??”

“Ohh jadi kau yang bernama Amber J. Liu? suatu kehormatan bisa bertemu denganmu” mereka kembali membungkuk kepada Amber.

“Hei hei tidak perlu berlebihan seperti itu”

“Kami hanya ingin memberikan ini”

Mr.Kim mengeluarkan sebuah amplop besar kepada Amber “Apa ini?”

“Kau akan tahu isinya nanti”

“Eomma bolehkah aku membukanya?”

Amber membuka amplop besar itu dengan perlahan, Amber kembali mengertukan dahinya “Foto?”

Amber melihat beberapa foto ayahnya dengan seseorang yang tak pernah iya lihat “Bukankankah ini appa?”

“Iya, itu adalah appa mu. Mr. Josh Liu”

“Dan yang disampingnya siapa? terlihat akrab sekali”

“Dia adalah Shin Hae Jung” Amber menoleh kearah eommnya.

“Shin Hae Jung?” ulang Amber.

“Dia adalah sahabat dekat appamu”

Amber menatap kembali foto kedekatan mereka.

“Mr. Josh Liu sangat berjasa bagi kami, bila tidak ada dirinya kami tidak akan seperti ini. Tidak akan ada Jung Corp di Asia”

“Ayahmu sangat berperan besar dalam perusahaan Jung Corp. Dia juga sangat berjasa pada keluarga Jung. Dia adalah orang yang pintar, sederhana, cerdas dan luar biasa” senyum Mr.Kim.

“Tapi sayangnya beliau tak berumur panjang dan mengorbankan jantungnya kepada Shin Hae, itu adalah suatu pengorbanan yang besar”

“Lalu apa hubungannya denganku?” Tanya Amber.

“Hmmm setelah ayahmu mendonorkan jantungnya kepada Shin Hae Jung, Tuan Shin Hae Jung masih bisa bertahan tapi itu tidak lama dan takdir berkata lain. Tuan Shin Hae meninggal setelah 1 tahun kematian ayahmu, Amber”

Amber terdiam mendengarnya “Setelah kematian Shin Hae, tuan Jay merasa begitu kesepian karena kehilangan anak keduanya yang begitu iya sayangi. Tuan besar Jay tahu benar bagaimana ayahmu dan ibumu oleh sebab itu…”

Mereka terdiam sejenak “Oleh sebab itu Tuan besar Jung akan menjodohkanmu dengan dengan cucungnya yaitu anak dari Shin Hae Jung”

Mendengar kalimat tersebut rasanya tubuh Amber terasa tersambar petir “MWO??!!!!!!” teriak Amber.

“Hahahahahaaha lucu sekali, eomma dia lucu bukan?” Amber menggelengkan kepalanya dengan sambil tertawa geli.

“Sudah sudah sudah, ini sudah malam aku ingin tidur” Amber berjalan pergi untuk ke kamarnya.

“Jika kau bersedia, maka perusahaan Jung siap membayar semua hutangmu serta membiayai kehidupanmu Amber Liu”

Amber berhenti melangkahkan kakinya, otaknya sedang berputar dan mencerna kata kata dari seketaris Kim “Melunasi semua hutang hutang kami?”  batin Amber.

Amber menatap sinis “Kau ingin bernegoisasi?”

Mr. Kim tersenyum “Ya, saat ini perusahaan kami sedang dalam kesulitan. Oleh sebab itu kami membutuhkanmu, seberapa besar hutangmu atau yang lainya akan kami bayar. Tidak hanya itu, kami akan membiayai semua kehidupanmu terutama eomma dan adikmu yang berada di Busan, untuk sekolah di sekolah terbaik di Seoul tanpa khawatir akan biayanya”

Amber menghela nafas “Bagaimana dia tahu bahwa Kyu berada di Busan? mereka sepertinya benar-benar tahu kondisi keluarga ku”

“Mengapa harus aku?” tatap Amber.

“Karena kau adalah satu-satunya orang yang dapat kami percaya Amber Liu”

Amber terdiam, pikirannya menjadi campur aduk “Sudahlah, anakku tidak mau. Aku tidak mau hanya karena uang Amber menjadi sengasara. Aku memang miskin tapi aku tidak akan membuat Amber sengsara sepertiku” ucap Eommanya.

“Aku mau”

Semua menoleh kepada Amber, Amber menatap Eomma serta seketaris Kim dengan tenang “Aku mau”

“Aku mau di jodohkan dengan cucung dari..”

“Jung Corporation”

 


Selamat berpuasa semua 🙂

Someday 1

Tik tok tik tok tik tok jarum jam berputar mengarah pada angka 11.50 yang dimana 10 menit lagi waktu yang di tunggu oleh seisi kelas ini.

Ruangan A3 yang hanya disi oleh 10 murid pilihan saja. 10 murid yang memiliki keisitimewaan dengan desain kelas klasik dan elegan, ditambah lagi dengan pengajar profesional yang didatangkan dari luar negeri ataupun berasal dari Korea Selatan sendiri, memiliki teknik belajar moderen serta fasilitas super lengkap dalam kelas untuk membuat murid belajar dengan nyaman.

DRRIIIINGGGG suara yang begitu nyaring hingga membuat salah satu murid terbangun dari tidurnya “Selamat siang anak-anak, sampai jumpa lagi di kelas berikutnya” tutup guru.

“Agghh akhirnya!” kulebarkan tangan ini karena tubuhku yang merasa pegal-pegal, ah ntah apa yang Mr tadi jelaskan sungguh membuatku mengantuk! akan kubilang pada kakek agar iya dipecat saja.

“Cuci muka mu sana! kau terlihat buruk sekali”

“Apa kau tidur malam lagi? apa jangan jangan kau pergi ke club lagi ya?!”

“Ssstttt pelankan suaramu Choi Jinri!”

“Lalu benar kau ke club??”

Aku hanya menghela nafas mendengar pertanyaan yang membuatku bosan kudengar “Aku hanya sebentar tak lama”

“Haishh! kau tak bisa apa tidak ke club?”

Aku hanya menguap mendengar ocehan temanku yang tinggi ini! dia tidak tahu bagaimana menikmati hidup “Sudahlah Sull lagipula dia sudah besar, dia bisa jaga dirinya”

“Tapi Luna unnie, itu tidak bagus buat kesehatannya” ohh sahabatku mengkhwatirkanku.

“Sudahlah ayo kita ke kantin!”

Aku bergegas bangun “Aku setuju dengan Vic unnie, kajja” aku mengalungkan tanganku di lengannya dengan berjalan ria.

Ah sial mengapa kantin ramai sekali, aku tidak suka dengan keramaian! “Lihat wajahnya berubah, suruh siapa ke kantin jam segini” saut Luna.

Sulli menyeringai “Hanya tak mau diceramahi akhirnya malah seperti ini, apa boleh buat ayo kita makan” ajak Sulli.

Vic tersenyum melihat sahabat-sahabatnya “Ayo kita makan” aku hanya mengangguk dan tak mau melepas genggamanku.

Kami mulai memilih milih makanan, hari ini aku memilih sushi sebagai makan siangku sedangkan mereka memilih makanan steak dan spageti.

Kami berempat berjalan ketempat biasa kami duduk yang berada didekat jendela karena memiliki view yang bagus dan “Ah!! damn!!” sial apa-apaan ini!

Aku melihat seragamku sudah penuh dengan sup dan baunya “Yakk!”

“Ma-ma-ma-maa”

“Dasar bodoh!! apa kau tidak punya mata hah?! apa kau tidak bisa melihat ada orang yang berjalan didepanmu idiot!” teriaku kesal dan dia hanya diam, haishh sial.

Murid 1 “Dia cari mati”

Murid 2 “Aku yakin umurnya tak akan panjang”

Murid 3 “Aku berdoa untuknya agar selamat”

Aku menatap sekelilingku dan “Ya! mau kau apakan makananku?” ku ambil makanan milik Luna yaitu spageti pedas dan.

“Woaaaaaaaaaaahhhhh” suara murid murid terdengar.

Ku tumpahkan semua spageti itu dari kepalanya, hmmm rasakan itu! aku menyeringai dengan membuka blazer merahku yang sudah terkena kotoran “Ini!” kulempar diwajahnya yang menangis.

“Aku tak  ingin melihat wajahmu disini, pergilah bodoh” perintahku, dengan penuh ketakutan yeoja cupu itu bangun dan pergi dengan menangis, masih saja ada manusia di sekolah ini.

“Apa yang kalian liat!”

Semua murid kembali makan dan aku duduk disamping Sulli untuk mencicipi steaknya “Ah aku benar-benar lapar”

“Makanlah pelan-pelan kau bisa tersedak” ucap Vic unnie.

Luna melihatku dengan memangku tangannya “Mau kau apakan anak itu?”

“Emmm tidak tahu”

“Lepaskan saja lagi pula kita sudah terlalu tua untuk bermain-main seperti dulu, kita sekarang sudah kelas 3 sebaiknya kita fokus kepada sekolah kita bukan membully lagi” aku menatap Vic unnie, hmm ada benarnya juga tapi itu tidak menyenagkan!

“Lalu apa masalahnya kalau kita kelas 3? lagi pula kita tidak membully, kita hanya memberi pelajaran saja, apa kalian tidak lihat seragamku kotor dan bau? dan Vic unnie hidup harus tetap dinikmati” ucap Sulli yang disetujui Luna, Vic hanya menggelengkan kepalanya.

“E-e-e permisi”

Aku menatap namja yang berada di samping meja makan kami dengan membawa sebuah kotak berwarna pink berhias pita ditangannya serta gayanya yang terlalu kuno, maksutku lihatlah dia memakai kacamata yang merosot sampai hidungnya serta baju yang kebesaran hahaha dia ini hidup di tahun kapan? “Ada apa lagi ini?” aku hanya menghela nafas.

“A-a-a-a aku hanya ingin memberikan ini kepada Lu-lu-luna”

“Wah daebak”

“Untuku?” baiklah Luna unnie, bagaimana caramu menolak nya?

“Aku sangat menyukai pemberianmu tapi aku tak bisa menerima”

“Aku membelikanmu sepatu, apakah kau tidak menyukainya?” ucap namja itu.

“Luna unnie bukanya tidak suka, hanya saja dia sudah memiliki sepatu itu bahkan dia sudah membuangnya ke tong sampah, jadi kau pergilah atau tidak kau yang akan kami buang ke tong sampah” ucap Sulli.

Haha itu baru Sulli “Pergilah, kami hari ini terlalu lelah jadi pergilah sebelum kami bersikap buruk” senyum Vic yang bergegas pergi dari meja dan tentu saja kami mengikutinya.

Dan yap inilah kami yang tiap hari harus menerima sesuatu yang tidak menyenangkan, aku tidak tahu mereka tetap saja keras kepala! setiap hari kami menerima hadiah dari para murid di sekolah ini maupun namja ataupun seorang yeoja. Dari yang mahal hingga yang murah.

Layaknya selebrti kedatangan kami selalu di tunggu-tunggu disekolah ini bahkan terkadang mereka sering mengambil foto kami dan menyebarkan nya di SNS tapi untung saja pelaku seperti itu sudah tidak ada lagi, setiap harinya di depan kelas kami selalu banyak surat, coklat, bunga ataupun bingkasan dari hmmmm haruskah aku sebut penggemar atau fans?

Berbicara soal fans kami ber4 memiliki fanclub haha konyol bukan, tidak hanya fans yang kami miliki tapi ada beberapa anak pengusaha lainya iri kepada kami maksutnya mereka selalu mengikuti gaya kami. Kami ber4 menjadi pusat fashion di Empire School, bukan hanya di Empire School bahkan Korea sekalipun.

Aku tidak suka memiliki barang yang sama dengan orang lain jadi sebisa mungkin aku akan membuang barang yang sama dengan orang lain itu seperti tas, baju, sepatu agh menjelngkelkan sekali mereka.

Oh sepertinya dari tadi aku hanya menyebutkan nama “Kami” baiklah aku memiliki tiga sahabat dekat yang sudah 7 tahun terkahir ini terus bersama mereka yaitu, Victoria yang memiliki nama asli Song Qian. Dia adalah keturunan Cina dan memiliki perusahaan besar dan brand fashion terkenal di Cina, tidak salah kalau diantara kami dialah yang paling fashionablle dan selanjutnya adala Luna atau nama aslinya adalah Park Sunyoung, Luna unnie asli orang Korea dengan mengguliti bidang Art dalam keluarganya, Luna unnie memiliki gedung teater, gedung music, musium di seluruh Asia sedangkan Sulli atau Choi Jinri juga asli orang korea, dia adalah pewaris kekayaan keluarga Choi yang mengguluti bidang konsumsi Korea Selatan. Kami memiliki hobi yang sama yaitu bernyanyi, menari, shopping, makan dan clubbing.

4 walls adalah julukan untuk kami karena kami bagaikan tembok besar yang tak akan runtuh! dan kami ber4 merupakan anak anak penting dari pengusaha besar Korea Selatan! hahaha. Tentu saja dengan hal seperti ini tidak ada yang berani dengan kami, tidak ada yang berani melawan 4 walls tapi tetap saja mereka mengagumi kami dan mengatakan bahwa kami adalah bunga dari Empire School.

“Agggghhh!!! itu 4 walls datang! ayo siap-siap sambut mereka!!”

“4 walls saranghae!!”

“Ya Tuhan mereka itu malaikat darimana?”

“4 walls lihat aku, aku memiliki tatto baru berwajah kalian ber4!!!!”

“Krystal Jung tolonglah terima cintaku”

“Krystal Jung aku tidak bisa hidup tanpamu”

“Krystal Jung kau adalah bintang dan bulan yang selalu menerangi malam layaknya kau menerangi hatiku”

Hampir setiap hari almost every day!

Berbicara masalah bully? hmm sepertinya itu tidak disebut bully, kami hanya mengerjai beberapa anak yang bernasib sial saja hahaha.

Lalu bagaiman dengan diriku? hmmmm

“Krystal Jung!”

Aku menoleh kearah suara dan namja itu lagi “Aku memanggilmu berkali-kali”

“Maaf aku tidak mendengarmu” senyumku dengan melanjutkan jalan menuju gerbang.

“Nanti malam kau ada acara? bagaimana kalau kita makan malam bersama lagi dan..”

“Tidak bisa, aku memiliki banyak tugas dan aku juga harus istirahat maafkan aku”

Aku pergi meninggalkanya, karena dirinya aku menjadi begitu mengantuk! “Krystal, apa kau marah kepadaku?”

Haishh menyebalkan! “Aku tidak marah denganmu” aku menatapnya.

“Selamat sore nona Krystal Jung, mobil sudah siap” aku melihat supirku yang sudah membukakan mobil untuku, untung saja dia datang tepat waktu kalau tidah ugghh!

“Aku harus pulang, selamat sore Kai”

“Baiklah” aku berjalan menuju mobilku dan “Huffhh menyebalkan sekali” ku sendarkan kepalaku sedikit memijat keningku.

DRIIINGG DRIINGG aku mengambil ponselku “Kakek?”

“Yeoboseyo”

“Soojung kau dimana?”

“Aku sedang berada dijalan mungkin 10 menit lagi akan sampai? kakek, apakah kakek masih di LA? kakek kapan pulang, aku begitu merindukanmu kek~”

Tunggu saja, ttuuuuttt”

“Hallo? yeoboseyo?? haishh apa-apaan kakek ini?!”

10 menit berlalu “Selamat malam nona Krystal”

Aku bergegas masuk, hmm aku merasakan ada sesuatu yang berbeda. Aku berjalan menuju ruang santai dan…..

“Kakek!!!”

“Ohh cucungku yang cantik pulang” ku berlari menuju kakekku dan kuberikan pelukan yang erat serta ciuman di pipinya “Soojung merindukan kakek”

Aku menatap wajah kakekku, wajahnya terlihat lelah dan semakin tua. Kakek selalu berkerja keras “Kakek apa baik-baik saja? wajah kakek terlihat lelah”

“Aku baik-baik saja Soojung, bagaimana sekolahmu?”

“Sekolahku baik kek, kakek tenang saja” senyumku dengan masih menggengam tangannya. Tapi ntah kenapa aku merasakan ada sesuatu yang aneh terhadap kakek.

“Kakek, apakah kakek baik-baik saja? apakah ada masalah? kakek harus cerita kepadaku”

Kakek hanya tersenyum kepadaku “Kau ganti baju, mandi, makan dan kita akan bicara oke”

Aku menghela nafasku, apakah akan ada berita buruk? apa yang sebenarnya terjadi?

1 jam berlalu, aku berjalan menuju ruangan kakek “Tok tok tok”

“Masuklah”

“Duduklah Soojung”

Aku duduk di sofa tua milik kakek di ruang kerjanya, kakek duduk di sampingku “Kau tahu bukan sudah beberapa tahun ini perusahaan kita terus meningkat”

Aku mengangguk “Ya kek”

“Kau tahu bukan pribahasa semakin tinggi pohon maka akan semakin kencang pula angin yang berhembus. Hmm, Soojung. Kau adalah satu-satunya keluarga yang kakek miliki saat ini, hanya kau yang selalu bersama kakek”

Aku menarik nafasku “Semakin hari lawan kita semakin banyak dan semakin hari kakek merasa tidak nyaman dengan keadaan kakek”

“Apakah kakek sakit?!”

“Haha tenanglah, kakek merasa semua orang ingin menjatuhkan kakek karena kakek sudah tua dan mereka menganggap kakek sudah tidak pantas lagi menjadi seorang CEO dan karena kakek sudah tua, nyawa kakek selalu merasa terancam. Kakek takut semua akan terlambat dan malah menjadi berantakan.

Kakek Krystal bangun dari tempat duduk dengan membawa dokumen “Ini, ini adalah dokumen penting tentang semua investasi kita dan juga ini adalah dokumen yang harus kau tanda tangani Soojung”

“Harus ku tanda tangani?” ucapku bingung.

Besok pengacara Kim akan datang mengurus segala yang harus diperlukan, tak lama lagi kau akan menandatangani dokumen itu untuk menyatakan bahwa kau ada CEO atau Presiden dari Perusahaan Jung.

“What?! apakah kakek becanda? aku menjadi seorang CEO? kek itu tidak mungkin?” yang benar saja ini gila! aku belum siap untuk menjadi seorang CEO.

“Soojung dengarkan kakek, kau tidak sendiri. Ada kakek yang ada dibelakangkmu, ada pengacara Kim yang membantu kita juga jadi tenanglah”

Bagaimana aku bisa tenang?! ya Tuhan aku belajar saja tidak pernah dan tiba tiba aku menjadi seorang CEO dari perusahaan besar Korea Selatan! tidak, aku bisa mati.

“Soojung, ada satu hal lagi yang kakek ingin beri tahu”

“Ya”

” Kau akan menikah dan akan kakek jodohkan”

“Apa?! kek ini tidak mungkin! ini gila, aku tidak mau kek! Soojung tidak mau!” menjadi CEO dan kini aku harus menikah! demi Neptunus aku tidak mau!! aku masih muda! aku masih kelas 3, aku ingin kuliah! aku masih ingin bermain-main dan tidak ingin menikah! dan ini di jodohkan??? aku dijodohkan dengan siapa???

“Kau akan menikah dan dijodohkan dengan anak teman kakek”

“Tidak, tolong kek aku ingin keluar permisi”

“Soojung”

Ya Tuhan, apa yang saat ini aku alamai aaghhh aku benar-benar gila! baiklah aku masih bisa menerima bila aku menjadi seorang CEO tapi aku tidak bisa terima bila aku dijodohkan! aku bisa memilih pria yang aku inginkan! lagi pula aku memiliki banyak teman pria walaupun aku tak memiliki kekasih tapi setidaknya aku mengenal mereka!

“Agh aku bisa gila! bagaimana ini?”

“Kau tidak akan menjadi gila cucungku”

Aku menghela nafas dengan tubuhku yang lemah, tak dapat menerima kenytaan yang ada “Kakek” kuberjalan mendekati kakekku yang tersenyum melihatku “Kakek becandakan? kakek tidak serius bukan? aku tidak akan menjadi CEO dan menikah muda bukan???”

Tolong kek jawablah bahwa ini akan terjadi 40 tahun lagi, aku belum siap! “Soojung ini untuk kebaikanmu”

Aaaaahhhhhh aku ingin menangis “Tapi kek mengapa secepat ini? lagi pula aku masih sekolah, aku masih ingin belajar kek aku masih ingin bermain dan sebagainya”

“Kau akan masih seperti dulu, kau masih bisa bermain kau masih bisa bersama teman-temanmu hanya saja posisi mu saat ini dan nanti akan berbeda percayalah jalani saja Soojung, aku percaya bahwa keputusanku ini tidak salah untukmu. Tidak hanya menyelamatkan perusahaan kita tetapi kakek yakin dengan memberikanmu pelajaran seperti ini akan membuat Soojung kakek menjadi dewasa”

Sungguh aku belum bisa menerima, aku masih ingin menikmati hidup. Aku tidak ingin menghabiskan waktu di kantor! dikelilingi oleh orang-orang ramai membuatku tak betah akan semua itu! terlebih lagi pria yang akan dijodohkan kakekku! aaggghh.

“Kek, boleh aku bertanya sesuatu?”

“Tentu saja Soojung”

“Bolehkah aku tahu pria mana yang akan kau jodohkan padaku??” dub dub dub dub haishh kakek mengapa hanya tersenyum? apakah calon priaku wajahnya seperti badut makanya kakek tersenyum seperti itu?

“Tunanganmu nanti atau pasangan hidup nanti adalah orang yang begitu baik, dia sangat ceria, begitu hangat sederhana dan memiliki jiwa yang baik. Dia adalah anak dari teman kakek, kau tidak akan menyesal Soojung.

Tidak akan menyesal? yang benar saja, bagaimana kalau aku tidak cocok dengannya? bagaimana kalau dia bukan tipeku?! bagaimana kalau dia jelek, hitam, memiliki tubuh pendek dan tidak memiliki hidup yang bagus? aaaaahh itu kan memalukan? seluruh mantan kekasihku memiliki wajah yang begitu tampan layaknya aktor!

“Tenanglah, percaya dengan kakek”

“Lalu siapa namanya kek?” walaupun aku tidak mengethui wajahnya setidaknya aku mengetahui namanya.

“Namanya…”

Di lain tempat

“Amber Liu!!!”

“Kembali kesini anak nakal!!”

“Hahahaha” suara tawa terdengar nyaring dengan mengenggam sebuah es di tangannya, kaki terus berjalan dengan cepat.

“Ah aku lelah”

“Haha kau gila, sampai kapan kau tidak membayar es ahjumma itu? kau kelewatan sekali Amber”

“Aku sudah membayat tapi uangku kurang lagi pula ahjumma itu kalau berjualan harganya begitu mahal jadi jangan salah kan aku Ailee”

“Suatu saat nanti kau harus mengantinya”

“Tentu saja Eric haha hanya saja saat ini aku masih miskin tak memiliki uang banyak nanti kalau aku sudah memiliki banyak uang, tidak hanya ku ganti es ini tapi akan ku beli semua isi tokonya hahaha”

“Masalahnya kapan kau akan kaya? sekolah saja kau tidur dasar bodoh”

“Lihat saja nanti! ayo habiskan es nya”

Amber, Ailee dan Eric menikmati es yang diberikan oleh Amber dengan menikmatinya dipinggir sungai Han.

“Segar!! hahaha”

Setelah menikmati es dan berbincang-bincang sedikit tak terasa waktu sudah hampir siang “Sepertinya kita harus kembali ke sekolah kalau tidak guru-guru bisa tahu kita bolos lagi” ucap Ailee.

“Baiklah, kajja” ajak Amber.

Setelah menghabiskan waktu bersama Amber, Eric, Ailee kembali ke sekolah melewati tembok belakang sekolah “Haish untung saja aku pake celana hahaha” tawa Amber yang membersihkan tanganya dari tanah.

“Ailee, apa kau bisa turun?”

Amber melihat Ailee yang masih diatas tembok “Seharusnya kau pakai celana sepertiku jadi tak usah takut luka”

“Diam kau koala!”

“Ayo turun kau akan kami tangkap”

Amber dan Eric bersiap-siap menolonng Ailee “Ayo turun”

Ailee terlihat gugup, ini untuk pertama kalinya mereka lewat tembok belakang sekolah karena sebelumnya pintu rahasia mereka sudah ditutup oleh sekolah “Baiklah aku datang”

“Aaaaghhhhh” teriak Ailee.

“Bruk” seketika mereka bertiga jatuh dengan Ailee menimpah Amber dan Eric dibawah.

“Aghh badanku”

“Kau ini meteor atau manusia! mengapa berat sekali!”

“Ya!!”

“Ah! mengapa kau memukul kepalaku??”

“Karena kau berisik Amber!”

Mereka beriga bergegas bangun dengan merapikan seragam abu-abu tua milik mereka “Tapi ini seru juga haha”

“Kau benar Eric haha, hanya saja kau yang merepotkan Ailee”

“Diam kau!”

“Hei kalian bertiga!!!”

Amber, Eric dan Ailee kaget saat mendengar suara yang tak jauh dari mereka “Berhenti kalian disitu!”

“Sial kita ketahuan”

“1 2 3, lari!!”

Mereka bertiga lari masuk kedalam perkarangan sekolah yang tak terlalu besar dengan melewati lapangan bola berpasir “Hei! hati-hati langkah kalian!”

“Hei berhenti kalian bertiga!” guru juga tak mau kalah berlari untuk mengejar mereka bertiga.

Lari dan lari hingga masuk ke dalam gedung sekolah yang sudah cukup tua bahkan warna catnya saja sudah luntur “Ayo kita berpencar!” tegas Amber.

Amber berlari keatas melalui tangga, dengan cepat kakinya melangkah untuk menghindari hukuman yang akan di dapati olehnya “Sial!” gerutu Amber.

Amber berhenti sejenak di depan kelas “Harus lari kemana lagi? haish! mengapa juga sekolah ini kecil dan sempit jadi aku tak bisa terus berlari!. Tapi setidaknya disini sudah cukup aman hahhaha” Amber duduk di lantai dengan kaki yang iya panjangi dengan sedikit memijatnya.

“Ck ck ck ck”

“Dup” jantung Amber merasakan ada sesuatu yang tidak menyengkan.

“Amber Josephine Liu, murid kelas 3F yang suka membolos, pemalas, tukang tidur, tidak pernah ada dikelas dan memakai seragam yang tidak semestinya!” benar saja Amber didapati oleh guru lainnya.

Amber menggaruk kepalanya dan bangkit dari duduknya “Annyeong haseyo” bungkuk Amber.

“Sudah ratusan atau bahkan ribuan kali jangan memakai seragam Namja! Mulutku sampai keram hanya karena hal ini”

Amber mengaruk telinganya karena suara guru yang begitu kuat di dengarnya “Rok itu sangat berbahaya pak guru apa pak guru tidak tahu jaman sekarang..”

“Cukup Amber Liu! ya Tuhan aku bisa terkena serangan jantung memiliki murid sepertimu”

“Murid lucu dan tampan sepertiku?” senyum Amber dengan dua jari telunjuk dipipinya.

“Ya Tuhan obatku mana?”

“Amber Liu!!!!” teriak suara dari kejauhan.

Amber menghela nafas “Apalagi?”

“Berhenti kau disana” guru itu terlihat berantkan karena mengejar Amber, Ailee dan Eric tapi sayang dia tidak berhasil mendapatkan Ailee dan Eric. Kasian Amber tertangkap dengan dua guru sekaligus.

“Kau dihukum Amber Liu!” ucap kedua guru didepannya.

“Mau bagaimana lagi”

—————————————————————–