Someday 14

Krystal POV

Kusenderkan kepalaku dengan menatap luar jendela mobil yang akan mengantarku kembali ke sekolah, kembali ke rutinitasku setelah 2 hari lamanya aku pergi dari dunia yang membosankan ini, aku tidak tahu mengapa 2 hari bersamanya begitu menyenangkan seaakan aku merasa bebas, aku merasa bahagia saat hari-hari bersama llama bodoh itu. Aku tidak tahu apa yang membuatku senang, apakah pulau Jeju ataukah karena bersama dirinya? apakah jika aku bersama orang lain, akan sama bahagianya?

Mobil berhenti, aku rasa ini lampu merah karena aku dapat melihatnya disamping mobilku dengan sepeda motornya. Aku menatapnya dari dalam mobil, dia membuka helmnya dan seperti biasa dia akan menyapaku dengan senyuman noraknya itu. Aku terus menatapnya, menatap bibirnya yang mengatakan sesuatu kepadaku dasar llama gila.

07.48 aku tiba di sekolah, aku mulai berjalan masuk kedalam sekolah dengan tatapan murid-murid yang menatapku dengan penuh gairah serta mereka berbisik ke arahku.

“Soojungie!!” aku menghentikan langkahku, aku menoleh ke arah suara dan melihat Luna unnie yang menghampiriku.

Luna unnie memelukku dan menatapku khawatir “Apa kau tidak apa-apa?”

Aku tersenyum “Aku tidak apa-apa, unnie tak perlu khawatir”

“Apa kau tidak tahu kau kami mengkhawatirkanmu? sukurlah kalau kau tak apa, aku juga yakin Amber pasti menjagamu” goda Luna.

“Haish Unnie kau ini bicara?” ucapku sambil berjalan.

“Tidak perlu, lagipula gosipmu sudah tersebar luas bahwa kau dan Amber menghabiskan waktu bersama di Jeju. Apa kau tidak tahu seketika sekolah menjadi heboh, untung saja tidak ada kerusuhan. Walaupun kalian adalah sepasang kekasih tapi tetap saja popularitas kalian begitu tinggi”

Aku menghentikan jalanku “Unnie, hentikan”

Luna Unnie tersenyum “Ceritakan padaku, apa kalian melakukan sesuatu?”

Aku kembali berjalan “Kau ini bicara apa?” jawabku menatap lurus.

“Haish masa kau tidak tahu maksutku, kalian kan menghabiskan malam bersama apa tidak ada yang terjadi? seperti…” Luna memajukan bibirnya.

Haish ntah apa yang di pikirannya “Aku tidak seperti yang kau pikirkan”

“Jadi kalian tidak kissing?”

Aku menghentikan langkahku karena suara Luna unnie yang terlalu kencang “Ya! unnie kau ini bicara apa? tentu saja tidak, haish sudahlah” aku pergi berjalan lebih cepat karena Luna unnie pikirannya sudah tak beres.

Aku melambatkan jalanku, kepalaku sedikit keatas karena dia jauh lebih tinggi dariku. Kami saling bertatapan hingga akhirnya dia memelukku begitu kuat “Aku mengkhawatirkanmu Krystal, janganlah seperti ini” Aku hanya diam tak berkata apapun. Hingga akhirnya dia melepaskan pelukannya, aku menatap wajahnya yang begitu khwatir kepadaku “Aku tidak apa, kau tak perlu khawatir Kai” senyumku padanya.

“Seharusnya aku berada disampingmu untuk menjagamu, maafkan aku Krystal” aku tersenyum mendengarnya, aku tahu Kai pasti menghawatirkanku karena kami begitu dekat satu sama lain.

“Untuk apa kau minta maaf, lagipula aku tidak apa-apa”

“Mulai sekarang aku akan terus menjagamu”

“Bukankah kau memang terus menjagaku, hanya saja kali ini kau lebih begitu protektif” iya akui semenjak Kai menolak untuk menjadi kekasihku dia berubah menjadi drastis, ntah mengapa perhatiannya menjadi lebih kepadaku tidak seperti sebelumnya.

“Kau tahu bukan aku menyukaimu” aku menatapnya, ini sudah sekian kali Kai mengucapkan hal kata-kata itu kepadaku, tapi.. ntah mengapa perasaanku masih ragu padanya. Aku dan Kai memang dekat tapi aku tak mengerti perasaanku padanya.

“Krystal Jung!” suaranya menarik perhatianku dan Kai. Aku melihatnya yang berjalan ke arahku .

“Apa kau tidak ingin masuk ke kelas?” tatapnya padaku.

Amber memegang lenganku tapi….

“Apa yang kau lakukan? mengapa kau terus meganggu kami” aku menatap Kai yang memegang lengan Amber. Aku melihat Kai begitu marah kepada Amber, tentu ini bukan sekali atau dua kali Amber melakukan hal ini.

Amber menatap Kai dengan senyuman tipisnya “Permisi, apa kau tidak tahu sekarang jam berapa? apa kau ingin membuat Krystal di hukum dari kelasnya hanya karena kau?” tatapan Amber tak kalah mengerikan dari Amber.

“Kajja” Amber menarik lenganku dan berjalan meninggalkan Kai. Amber terus memegang lenganku hingga menarik perhatian banyak murid “Lepaskan!” pintaku tapi dia terus memegang lenganku hingga kami tiba di depan kelas dengan bel yang berbunyi “Jika aku tak menarikmu mungkin kau masih bicara padanya dan terlambat, kau seharusnya terima kasih kepadaku” ucapnya yang lalu meninggalkan ku di depan kelas, Haish dasar llama!

Jam sudah menunjukkan jam 12, kami berjalan menuju kantin “Wah kantin kita kembali ramai lagi” ucap Vic.

“Awas-awas ada 4 walls”

“Minggir-minggir”

“Aku merindukan Krystal, senang sekali bisa melihatnya” ucap murid-murid.

Seperti biasa kami makan di meja biasa, aku menyantap spageti sebagai makan siangku. Saat aku menyantap makan siangku, aku tak sengaja menatap llama itu bersama teman-temannya yang mejanya tak jauh dariku, aku melihatnya yang sedang menerima telfon. Aku lihat bahwa akhir-akhir ini dia menjadi sibuk karena perusahaan yang dia tangani.

Jam pelajaran sudah dimulai dan guru sudah masuk, tapi aku melihat bangku Amber yang masih kosong terlebih lagi tas dan buku-bukunya tak ada di meja, kemana dia? apakah dia pergi ke kantor lagi?

09116338267e79c570d9cde141413522.jpg

(Ekspresi Krystal hehe saat Amber tak ada di bangkunya)

Malam sudah tiba, aku hanya duduk di sofa kamarku dengan memainkan ponsel “Agh aku bosan!” aku berdiri dan keluar dari kamar. Aku menatap pintu kamarnya “Sepertinya stupid llama itu belum pulang, aish ntah apa yang dia kerjakan?”

Aku turun kebawah, aku merasa bosan jadi aku jalan-jalan saja. Aku berjalan ke taman belakang. Menatap lapangan basket tempat favorit llama itu “Hufh ntah apa yang membuatku kesini”

Aku memanggil pelayanku “Ya nona muda Jung”

“Panggil seketaris Kim untung menghadapku” perintahku tanpa melihat pelayan.

“Baik nona muda Jung”

Tak butuh waktu lama “Selamat malam nona muda Jung, adakah yang bisa saya bantu” ucapnya sopan.

“Jelaskan padaku apa yang dilakukan llama itu di perushaan kakek” tanyaku tanpa menatapnya.

“Ehhm aku tidak tahu nona muda Jung, Tuan besar Jay Jung hanya memerintahkanku untuk Amber turut dalam andil urusan perusahaan”

“Aku tidak suka jawaban tidak tahu seketaris Kim. Cepat jelaskan padaku” tanyaku lagi.

“Saya benar-benar tidak tahu nona muda Jung, saya hanya mendapatkan perintah” seketika aku menatap seketaris Kim tapi matanya tak berani menatapku.

“Baiklah jika kau tidak ingin memberitahuku, aku akan mencari tahu sendiri” seketaris Kim hanya diam, aku tahu dia sedang menyimpan sesuatu.

“Lalu mengapa kakek lama sekali di San Francisco? apa yang kakek lakukan disana”

“Tuan besar Jay Jung sedang membangun bisnis barunya dan juga sedang menjalin kerjasama disana, nona muda Jung” aku hanya mengangguk, aku tahu perusahaan kakek memang besar dan investasinya dimana-mana.

“Kau boleh pergi”

“Baik nona muda Jung”

Ntah mengapa aku merasa bingung, kakek menjodohkanku dengan Amber dan Amber sekarang berperan dalam perusahaan kakek. Padahal aku tahu kakek bukanlah orang yang mudah percaya pada siapapun tapi mengapa dengan Amber dia begitu percaya? dan juga Amber masih sekolah dan masih harus banyak belajar, apa kakek tidak mempercayaiku dalam memegang perusahaan? haish bikin pusing saja.

Amber POV

Aku melihat jam yang menujukkan pukul 11.35 PM. Aku berdiri di depan jendela dengan teh hangat di tangan kananku. outside-views-of-Expressive-Office-Interior-in-Luxury-and-Warmth-Design.jpg

(Ruangan kantor Amber)

Ku pejamkan mata ini karena aku merasa begitu penat, aku tidak tahu mengapa aku harus ikut campur dengan semua ini. Apakah tuan Jay mencoba untuk mengetesku agar aku bisa memegang perushaannya di Amerika, nanti? tapi tidak mungkin, tidak mungkin tuan Jay Jung menyerahkan begitu saja perusahaanya di tanganku. Kalaupun dia mengetesku, tidak mungkin aku menjadi Vice president disini yang seharusnya Krystal yang bertanggung jawab. Bukankah ini aneh? apa dia tidak ingin Krystal campur tangan dengan semua ini, tapi bagaimanapun juga Krystal adalah satu-satunya pewaris tunggal Jung’s corpt.

“Aghh!” aku mengacak-acak rambutku, ku taruh gelas ini dan mengambil beberapa dokumen di meja kerjaku. Kepalaku semakin pusing melihat turunnya saham yang memerah diatas 1 persen! belum lagi aku mendengar bahwa adanya berita penyuapan yang terjadi oleh tuan Jay yang merugikan negara, apakah itu benar? apakah tuan Jay masuk kedalam jaringan kotor seperti itu? bahkan bukan hal itu saja, masih banyak yang kudengar mengenai hal yang membuatku tidak percaya saat mendengarnya. Apakah aku harus mencari tahu atau diam saja mengikuti perintahnya?

“Drriingg drriingg” 

Aku mengambil ponselku “TaeTae” aku menggeser layarku.

“Yeoboseyo”

“Kau dimana?”

Aku menghela nafasku, bangun dari tempat duduku dan menatap luar jendela “Masih di kantor”

“Mengapa kau belum pulang juga?”

“Aigoo mengapa kau seperti ibu yang mencari anaknya haha” candaku.

“Aku bertanya, jawab”

“Ada hal yang harus ku tangani Tae, kau tak perlu khawatir. Mungkin aku tidak akan pulang, jadi bisakah kau mengantar sergam sekolahku ke sini? aku akan menunggunya”

“Baiklah, aku akan menyuruh pelayan untuk mengantar sergammu”

“Baiklah kalau begitu”

“Selamat malam”

“Tae!” teriaku agar dia dapat mendengar suaraku sebelum dia matikan.

“Wae?”

“Ehhmmmm…” haruskah aku menanyakannya?

“Ada apa? cepat katakan aku ingin tidur”

Haish anak ini! “Krystal sedang apa?” tanyaku deg-degan.

“Mwo? hahaha aku tak salah dengar” lihat dia malah tertawa!

“Tidak ada yang lucu, cepat jawab”

“Mengapa tak kau tanya sendiri saja? bukankah kalian sudah menghabiskan waktu bersama? mengapa masih saja kaku” tawanya di ujung.

“Sudahlah aku menyesal bertanya padamu!” aku segera menutup telfon dari Tae karena aku menjadi malu.

“Ting” aku melihat ponselku dengan 1 pesan masuk, aku segera membukanya.

“Tanya saja langsung 01xxx-xxxx-xx” ntah mengapa aku menjadi tersenyum saat Tae mengirimkan nomor ponsel Krystal.

Aku tidak tahu mengapa dia selalu ada di kepalaku, bahkan saat ini aku sedang membayangi wajahnya yang tengah tersenyum “Cantik” haish! ada apa ini, aku menelfonya hanya untuk memastikan bahwa dia baik-baik saja! bagaimanapun juga Krystal adalah tanggung jawabku.

“Baiklah” aku langsung mengetik nomor Krystal, tapi apa dia sudah tidur? aku meliat jam yang menujukkan pukul 12.20 AM.

“Aku rasa dia sudah tidur” keluhku.

“Tapi…” aku menatap ponselku, tinggal mengetuk warna hijau di ponselku.

“Tidak ada salahnya untuk mencoba” aku langsung menelfon Krystal yang nomornya telah aku save di ponselku.

Ku taruh ponselku di telingaku, masih nada angkat. Apa dia sudah tidur? ntah mengapa aku berharap dia belum tidur.

“The Number…” hufh tidak di angkat, aku rasa sudah tidur. Aku menaruh ponselku di meja dan berjalan untuk mengambil segelas air putih.

Saat air putih ini sudah masuk kedalam tenggorokanku tiba-tiba ponselku berbunyi yang akhirnya membuatku tersedak hebat.

“Uhuk Uhuk Uhuk!” aku berjalan dengan terbatuk-batuk untuk mengambil ponselku.

“Princess Soojung” 

C9CtR1UV0AADk1o.jpg

Bagaiamana ini, bagaimana ini! aaghh seketika aku menjadi panas dingin “Tenang Amber tenang, tarik nafasmu dalam-dalam” aku menarik nafasku dan menatap layar ponselku yang berdering.

“Yeoboseyo” Suaranya… ku pejamkan mataku.

“Yeoboseyo” sial, mengapa dengan mendengar suaranya saja sungguh membuatku begitu merindukannya.

“Jangan bermain-main denganku atau kau…”

“Princess” ucapku lembut. Aku tersenyum menatap luar jendela kantorku.

“Biane aku menelfonmu semalam ini” ucapku, tapi dia tidak berbicara. Ada apa? aku melihat layar ponselku yang masih menyambung.

“Apa kau sudah tertidur?” tanyaku karena krystal tak kunjung juga menjawabku

“Baiklah kalau kau sudah tertidur aku…”

“Belum”

“Aku belum tertidur, pabo” aku tersenyum mendengarnya.

“Lalu apa yang kau lakukan?”

“Tidak ada”

“Haish aku kira kau memikirkanku” godaku.

“Jangan berharap”

“Tidak ada salahnya bukan?” aku terus menggodanya karena itu adalah hal yang kusuka.

Sudah 1 jam lebih kami berbincang di telfon sungguh tak membuatku bosan hingga aku tak mendengar suara Krystal lagi, aku pikir dia sudah benar-benar tertidur karena jam sudah menujukkan pukul 2 pagi. “Selamat tidur princess, mimpikan aku” senyumku yang mematikan ponselku.

“Hoaaaahh” aku merentangkan tubuhku dan kembali ke meja kerja.

Author POV

“Krriiinggggg” suara alaram membangunkan Amber dari tidurnya “Aaagghh berisik sekali.

Tak lama dari suara alaram kini pintu ruangannya diketuk “Bangunlah Am, kau mau terlambat sekolah?”

Amber membuka matanya pelan-pelan “Sekarang pukul berapa?” tanyanya lesu.

“07.35” Amber terkejut mendengarnya “Haish mengapa kau tidak membangunkanku lebih pagi!” gegas Amber yang langsung mengambil blazer seragamnya “Kau tidak mengganti baju?”

“Tidak ada waktu Tae, aku bisa terlambat”

“Wah sejak kapan kau jadi memperdulikan sekolah? kau ingin tidak terlambat sekolah atau tidak ingin terlambat melihat nona muda Jung?”

Amber menatap Taeyeon yang sedang berdiri memegang beberapa dokumen “Jadi sekarang kau menggodaku huh?”

Amber segera bergegas ke lobi, langkahnya terhenti saat melihat mobil di depan matanya “Apa ini?”

Taeyeon melemparkan kunci mobil kepada Amber “Bawalah, kami tidak bisa menemukan kunci motormu, jadi bawa saja dulu mobil ini” ucap Taeyeon.

Amber berhenti melangkah, matanya berbinar-binar saat melihat mobil yang begitu cantik berada di depan matanya “Apa kau becanda?” ucap Amber tanpa melihat Taeyeon dengan mulut yang masih terbuka.

“Kau harus berterima kasih kepada tuan besar Jung, dia begitu menyukaimu” tepuk pundak Amber.

“Terima kasih” senyum Amber yang langsung masuk mobil dan pergi meninggalkan perusahaan.

Krystal POV

“Silahkan turun nona” aku keluar dari mobilku, aku tak tahu mengapa rasanya begitu sepi, biasanya llama bodoh itu ada disisiku tapi… Sudahlah.

Aku berjalan masuk ke dalam kelas, duduk begitu saja tanpa menyapa sahabat-sahabatku. Moodku sedang tidak bagus, jadi lebih baik jangan ganggu aku.

“Soojung, kau tak apa?” aku hanya diam, menaruh kepalaku di atas meja dengan lengan sebagai alasku. Tak lama kemudian jam sekolah dimulai, apa dia tidak akan sekolah lagi? apa dia pikir ini sekolah miliknya! haish benar-benar menyebalkan!

Waktu telah berlalu, tak terasa bel istirahat berdering “Ayo kita makan” aku segera bangun dan menerima ajakan sahabat-sahabatku untuk ke kantin, sungguh moodku sedang tidak bagus, aku berharap tidak ada yang mencari masalah padaku hari ini.

“Soojung kau ingin pesan apa?” aku merasa tidak lapar tapi.. haish ada apa denganku!

“Apa saja” aku membalikan tubuhku untuk berjalan ke tempat duduk kami tapi….

“Oh my Gosh!!” aku melihat seragamku yang terkena tumpahan kopi hitam.

“Apa kau sudah gila!” marahku pada seorang yeoja yang memakai kacamata besar. Aku bisa merasakan semua mata tertuju kepada kami, seketika suasana kantin menjadi diam karena aku benar-benar marah.

Aku melangkah maju mendekati yeoja aneh ini, aku menatapnya begitu tajam hingga dia tidak berani menatap matakku “Ma-ma-mafkan a-aku Kry-krystal Jung..”

“Kau kira maaf saja sudah cukup?” tatapku tajam padanya, aku kira saat ini dia menangis karena aku bisa melihat airmatanya yang jatuh. Tapi aku tidak peduli, tidak ada orang yang bisa macam-maca denganku!

Author POV

Semua murid menatap Krystal dan yeoja yang baru saja membuat ulah kepadanya, Vic, Luna dan Sulli tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka tahu Krystal dalam keadaan mood yang tidak baik jadi percuma saja untuk menghentikan semua ini karena mereka berjanji tidak akan membully lagi.

Yeoja berkacamata besar itu hanya menunduk di hadapan Krystal dengan airmata yang membasahi pipinya, tak satu orangpun yang membelanya.

Murid 1 : “Ku rasa dia akan mati, kau tahu bukan murid terakhir yang macam-macam dengan krystal bernasib sial”

Murid 2 : “Aku berani bertaruh, yeoja itu tidak akan lama di sekolah ini”

Murid 3 : “Aku pikir mereka tidak akan membully lagi karena mereka jarang berbuat onar tapi aku salah, mereka tetap 4 walls yang dulu. Yang ditakuti semua orang”

Murid 4 : “Sudahlah kita tidak bisa berbuat apa-apa jika mereka sudah bermain dengan mainannya, tidak ada satupun yang bisa melawan mereka terutama Krytsal Jung”

Semua murid hanya menatap dan berbisik”Kau kira maaf saja sudah cukup?” tatap Krystal dingin.

“A-a-aku harus melakukan apa, Krystal Jung?” Krystal tersenyum tipis.

Seketika kantin kembali ribut saat Kai dan group EXOnya masuk kedalam kantin, Kai berjalan menuju Krystal “Ada apa ini?” tatap Kai pada Krystal tapi Krystal tak menjawab dan menatap lurus yeoja yang membuatnya kesal “Oh jadi ada yang bikin masalah dengan kekasihku” ucap Kai yang membuat Krystal kaget.

“Apa kau sudah bosan hidup?” yeoja yang sedang menangis itu menjadi santapan bagi 4 walls maupun EXO.

Kai menatap Krystal “Kau telah membuat Krystalku menjadi marah, apa yang harus kulakukan agar Krystal tak lagi marah?”

Kai menatap yeoja tersebut “Kalau begitu kau harus menerima hukuman” senyum Kai.

“Berlutut” ucap Kai dengan kedua tangannya di saku celana.

“Aku bilang berlutut!” ucapnya semakin tegas membuat yeoja itu menangis dan berlutut di hadapan Krystal.

Semua murid menatap yeoja itu, tidak ada yang bisa mereka lakukan selain menonton pertunjukkan tersebut kecuali…

“Ada apa ini?” Krystal menatap suara yang tak asing baginya, mata Krystal membulat. Yeoja berambut pendek itu berjalan mendekati mereka.

“Apa yang kau lakukan? bangunlah” ucap santai Amber.

“Ini bukan urusanmu” dingin Kai.

Amber tersenyum tipis “Lalu apa urusanmu disini Kim Jongin? bukankah yeoja ini sudah minta maaf kepada Krystal, lalu apa lagi?” tatap Amber tak kalah menyeramkan kepada Kai. Susana kantin semakin panas ketika Kai dan Amber berdebat.

Amber menatap yeoja yang sedang menangis itu, Amber memegang bahunya “Bangunlah, kau tidak perlu melakukan hal ini”

Kai tersenyum tipis “Jika kau bangun kau akan keluar dari sekolah ini” ancam Kai.

“Kau pikir kau siapa?” geram Amber “Bukankah dia sudah minta maaf”

Amber membantunya berdiri “Ini bukan urusanmu” Amber menatap Krystal yang mulai bicara.

Amber menatap yeoja disampingnya “Pergilah, biar aku yang mengurus ini” Kai tersenyum simpul.

“Te-terima kasih Amber” yeoja bernasib sial itu pergi meninggalkan mereka.

“Mau jadi pahlawan?” ejek Kai.

“Kita perlu bicara” Amber memegang lengan Krystal.

“Ya apa yang kau lakukan!” marah Kai karena Amber menarik lengan Krystal.

“Minggir, ini bukan urusanmu” tatap Amber, Amber memegang lengan Krystal tanpa memberontak.

Semua murid menatap Kai, Krystal dan Amber. Murid-murid memberi jalan kepada Krystal dan Amber.

“Brukk” Kai menendang kursi di sampingnya “Awas saja kau nanti” marah Kai.

Krystal dan Amber saling bertatapan satu sama lain di belakang taman sekolah mereka.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Amber dengan menatap Krystal serius.

“Apa maksutmu”

“Hentikanlah, aku tidak suka melihatmu seperti itu dan juga… dan juga aku tahu kau bukan orang seperti itu. Menindas yang lemah dan menjadi sombong dan lagipula yeoja tadi sudah minta maaf padamu, dan lihat.. Bajumu hanya sedikit terkena noda, mengapa kau menjadi berapi-api” ucap Amber.

Krystal membuang matanya dari tatapan Amber “Kau tidak perlu mengaturku dan menceramahiku”

Amber menghela nafasnya “Aku bukan mengaturmu atau yang lainnya hanya saja..”

“Sudah sana pergi! urus saja dirimu sendiri” Amber menaikan alisnya, wajahnya terlihat bingung ketika Krystal tiba-tiba menjadi marah.

“Ya! mengapa kau tiba-tiba mengusirku?” tanya Amber bingung.

“Aku malas melihatmu” jawab Krystal tanpa menatap Amber.

Amber menggelengkan kepalanya “Haish wanita ini, aku tidak memiliki salah tapi dia marah padaku” cibir Amber.

“Apa kau bilang tidak punya salah? Ya kau llama  jelek, apa kau tidak ingat dengan janjimu hah?”

Amber mengedipkan matanya dengan berfikir “Janji?”

“Lihat kau saja lupa! kau punya janji padaku akan memberikan ku ice cream mangga setiap minggunya! dan sekarang mana janjimu! kau malah menghilang begitu saja dan malah sibuk dengan urusanmu itu! kalau tidak bisa menepati, lebih baik tidak usah berjanji!” kesal Krystal.

“Aigoo, jadi kau memendam rasa marah? dan wanita tadi menjadi korbanmu dan sekarang giliran aku yang menjadi korban ocehanmu?”

“SMACK”

“Aaaah!” Amber mengosok-gosok kepalanya yang habis dipukul Krystal.

“Tolong jangan alihkan pembicaraan llama! moodku sedang tidak bagus”

Amber menghela nafasnya “Baiklah kalau begitu kita beli ice creamnya sekarang saja, bagaimana?”

Krystal menatap Amber “Sekarang?”

Amber mengangguk “Lagipula saat ini hanya ice cream mangga yang bisa membuat sisi baikmu kembali lagi” ucap Amber yang masih memegang kepalanya.

“Tidak mau! aku tidak akan meninggalkan sekolah, aku ingin belajar” tolak Krystal.

Amber tersenyum simpul “Apa kau takut?”

Krystal menatap Amber “Mwo?”

Amber tersenyum “Bilang saja kalau takut, tidak perlu banyak alasan”

Krystal tertawa paksa “Haha aku takut? tidak ada yang kutakutkan di dunia ini llama”

“Kalau begitu tunggu apalagi” Amber memegang lengan Krystal dengan segera.

“Ya llama!” Krystal mengikuti Amber menuju belakang sekolah.

Krystal melihat sekitar “Aku tidak tahu dibelakang sekolah ada tempat seperti ini” ucap Krystal yang masih memandang sekitar yang ditumbuhi oleh pohon-pohon serta tanaman liar.

Krystal dan Amber berhenti di dekat pintu gerbang yang terlihat sudah karatan “Ini pintu rahasia” tunjuk Amber.

Amber mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, Amber mendekati gerbang yang terlihat tua itu dengan kunci yang dia punya “Apa yang kau lakukan?” tanya Krystal.

“Membuka gerbang” jawab Amber yang mendorong gerbang.

“Bagaimana bisa? darimana kau tahu?” bingung Krystal.

“Ceritanya panjang”

“Ayo kemari” lanjut Amber yang berjalan melalui semak-semak.

“Hati-hati” ucap Amber dengan memegang tangan Krystal. Dan akhirnya mereka sampai di sebuah jalan.

“Waaahh aku tidak tahu bahwa akan tembus di tempat ini” kaget Krystal.

“Kau tunggu sini”

“Kau mau kemana?!” Amber pergi meninggalkan Krystal “Haish stupid itu malah meninggalkanku!”

1 menit kemudian “Brroommm Brooomm”

Mata Krystal membulat, sedikit terkejut melihat mobil sport hitam yang berhenti di depan matanya.

“Masuklah” ucap Amber dengan membuka kaca mobil. Krystal masih diam beberapa saat.

Krystal melihat Amber yang berada di bangku supir “Ini mobilmu?” tanya Krystal.

Amber tersenyum dengan sedikit anggukan, Krystal menarik nafasnya. Tangannya membuka pintu mobil dengan Amber duduk disampingnya.

“Kau menyukainya?” tanya Amber dengan menghadap Krystal.

“Iya aku menyukainya” jawab krystal tanpa melihat Amber.

“Dan apa kau menyukaiku?” goda Amber dengan senyuman di wajahnya.

“Eerrrrghhhh” Krystal rolled her eyes.

Amber tertawa “Hahaha aku tahu kau akan seperti itu, apa kau siap princess?”

Krystal mengangguk dengan memakai seat belt dan Amber mulai menjalankan mobil sport miliknya yang diberikan oleh Jay Jung.

“Brroomm Broomm” mobil melaju cepat meninggalkan Empire school.

Krystal POV

“Hufftt” aku menatap luar jendela, aku tidak tahu mengapa aku merasa…

Merasa gugup, mungkin?

Apakah karena aku hanya berdua dengan Amber di dalam mobil layaknya sepasang kekasih?

Haishh apa yang kau pikirkan! seharusnya aku menolak ajakannya ini dan memilih untuk tetap di sekolah!

Aku melihat jalan, mau dibawa kemana aku? “Mau kemana kita?” tanyaku padanya yang sedang menyetir mobil dengan sangat keren.

“Nanti juga kau tahu” haish dia tidak perlu tersenyum seperti itu.

Aku kembali menghadap jendela, aku tidak tahu sampai kapan aku menghadap jendela, karena aku merasa gugup jika sedikit saja melihat wajah llama ini.

“Driingg drriingg” aku mengambil ponselku yang berada di tas, aku bisa merasakan Amber sedang memperhatikanku.

“Siapa yang menelfon?” aku menatapnya, tumben sekali Amber bertanya siapa.

Aku melihat layar ponselku dan melihat Luna unnie yang menghubungiku.

“Drriingg driingg” ponselku masih berdering.

“Matikan”

Aku terkejut mendengarnya “Mwo?”

Dia menghela nafasnya “Aku bilang matikan, matikan ponselmu”

Aku mengerutkan dahiku “Untuk apa aku mematikannya?”

“Ini waktumu bersamaku, lagipula kita kan sedang kabur”

Aku hanya menatapnya, apa maksut dari perkataanya itu? apa dia ingin bersamaku?

“Cepat matikan” pintannya.

“Haish mengapa kau cerewet sekali, iya iya aku matikan” llama itu tersenyum puas, dan aku mematikan ponselku. Aku merasa baik-baik saja bila llama ini disampingku jadi sepertinya aku tidak perlu khawatir.

Aku kembali melihat luar jendela, hingga aku merasa mataku begitu berat dan ….

………………

……………..

…………….

Ku berusaha membuka mataku tapi rasanya begitu berat karena angin yang mengenai wajahku membuatku tak ingin membuka mata, terlebih lagi aku bisa merasa suara kicauan burung yang semakin memperdalam rasa kantukku.

Ku perlahan membuka mataku, matakku masih sedikit kabur dan aku mengucek kedua mataku agar dapat memperjelas pengelihatanku.

Saat aku dapat melihat jelas, aku melihat taman yang indah berada di depan mataku “Dimana ini?” aku melihat Amber yang tidak ada disampingku.

Aku membuka pintu dengan menaruh blazer sekolah Amber yang menutupi rok sekolahku. Aku berjalan perlahan, udaranya begitu segar. Aku memperhatikan pemandangan di depanku. Ternyata aku berada di pinggir jalan dengan pemandangan pohon hijau. Begitu indah..

“Sudah bangun” aku mendengar suaranya, dia tersenyum padaku dan menghampiriku dengan kemeja putih polos seragam kami.

Aku menatapnya yang berdiri di sampingku, aku sedikit mendongak karena tentu saja llama ini lebih tinggi daripadaku “Kau ingin membawaku kemana?”

“Ke tempat favoritku”

Tempat favorit? aku kira tempat favoritnya adalah lapangan basket “Kita akan menuju Gangdong-gu”

Aku terkejut saat mendengarnya “Gangdong-gu?”

Amber mengangguk, bukankah Gangdong-gu merupakan tempat tinggalnya. Apa llama ini merindukan tempat tinggalnya? atau mungkin dia merindukan ibu dan adiknya? atau mungkin…

kekasihnya?

“Ada apa denganmu? kau terlihat melamun”

Aku tersenyum paksa “Anio, ehm untuk apa kita ke Gangdong-gu?”

“Hanya ingin saja, aku sudah lama tidak kesana. Aku benar-benar merindukan tempatku”

“Kau merindukan Gangdong-gu atau merindukan seseorang?” aku tidak tahu mengapa aku bertanya seperti ini dan tentu saja reaksi sangat lucu dengan kedua alisnya yang terangkat.

“Haha kau ini bicara apa, aku akan menujukkan beberapa tempat yang sering ku kunjungi saat aku tinggal disana”

“Baiklah”

“Dan juga tempat itu menjadi tempat dengan banyak kenangan” aku melihatnya yang tersenyum manis, ada apa dengan wajahnya?

“Bukankah kau pernah ke Gangdong-gu?”

Aku mengangguk, ya aku pernah kesini saat aku ingin mengetahui sosok apa sebenarnya Amber Liu yang menjadi tunanganku “Ya, dan itu sangat buruk”

“Hahahaha apa kau tidak keberatan kita kembali lagi?”

Aku menggelengkan kepalaku “Tidak apa”

“Apa kau yakin? bukankah kau begitu membenci tempat dimana kita pernah bertemu. Seperti Jeju, ….”

“Jangan sampai aku memintamu untuk kembali pulang” tatapku dingin.

 “Grrrr grrrr” pipikku memerah, aaaghh bikin malu saja. “Hahahhahhaha” haish llama itu malah menertawakanku!

“PLAK!”

“Aaagh kepalaku!” keluhnya dengan memegang kepala.

“Itu karena kau berisik”

“Yang berisik itu cacingmu! mengapa aku?” tunjuk Amber ke arah perut Krystal.

“Kau yang berisik!”

“Ya ya ya ya aku akuuuuu”

Hahaha aku suka saat dia mengalah “Kalau begitu kita cari makan dan membeli ice cream” aku mengangguk. Kami berdua kembali ke mobil, dan mobil segera melaju cepat. Gangdong-gu terletak di sisi Timur kota Seoul.

12-aston-martin-db11-843-photo-667946-s-original.jpg

(Anggep aja Amber yang bawa terus Krystal di sampingnya hehehe)

Mobil Amber melaju cepat dan tak terasa kami telah sampai di sebuah jalan dengan kanan kiri rumah yang terlihat begitu asri dan indah. Tidak ada rumah mewah dan megah di sekitar sini yang ada hanya rumah yang asri dan indah walaupun tak besar tapi tetap mempesona.

Amber menghentikkan mobilnya di depan sebuah kedai yang menjual beberapa makanan tapi yang tertulis bahwa best sellernya adalah ice cream. Apakah harus sejauh ini dia mentraktirku “Kita sampai” aku segera turun.

Amber lebih dulu masuk “Ahjummaaaaa” ucap Amber dengan melihat kanan dan kiri. Aku melihat bahwa tempat ini begitu nyaman. Aku melihat beberapa orang yang mengenakan seragam sedang menyatap ice cream dengan lahap. Aku rasa ini adalah tempat favorit para pelajar.

“Ahjummaa” ucap Amber lagi.

“Selamat dat…..” Ahjumaa yang terlihat tua itu keluar dengan serbet di tangannya. Tanpa pikir panjang Amber membungkuk sebagai hormatnya.

“Ya! kau anak nakal!” Amber hanya tersenyum, sedangkan ahjumma berjalan menghampiri kami dengan tatapan terkejut.

Amber tersenyum dan …

“Plak Plak Plak” aku menahan tawa saat ahjumma ini memukul Amber dengan serbet di tangannya.

“Aw aw aw aw” keluh Amber.

“Kau anak nakal! kau darimana saja hah?! sudah beberapa bulan ini kau tidak terlihat!”

Amber tersenyum dengan mengelus pundaknya yang baru saja dipukul “Haha apa kau merindukanku ahjumma?”

Ahjumma tersebut mengglengkan kepalanya “Omo!” dia mendekati Amber, memegang badannya dan memutar-mutar badan Amber dengan melihatnya dari ujung kaki sampai kepala.

“Aigooo! kau juga sudah berubah, lihat gayamu! rambutmu, dan kulitmu! kau pasti melakukan perwatan yang mahal, apa kau sekarang menjadi anggota mafia? sehingga kau bisa berubah seperti ini”

“Haish mengapa setiap orang berfikir yang tidak-tidak pada diriku” aku tertawa mendengarnya.

Saat aku tertawa ahjumma ini menatapku dengan tatapan yang menurutku sedikit membuatku canggung, tentu saja karena dia menatapku begitu detail hingga aku menjadi risih.

“Aigoooo dan sekarang kau sudah memiliki kekasih” aku menundukkan kepalaku untuk menyembunyikkan rasa malukku.

“Bagaimana bisa anak nakal sepertimu memiliki kekasih secantik nona ini” tunjuknya padaku.

“Namanya Krystal, ahjumma”

“Lihat! bahkan namanya saja begitu indah. Jauh berbeda darimu!”

“Haish sudah sudah, aku ingin memesan ice mangga. Buatkan 2 porsi ahjumma” Amber mendorong ahjumma tersebut masuk kedalam dapur.

“Haish tunggu dulu, aku masih ingin melihat kekasihmu” aku hanya tersenyum.

Dan kemudian Amber kembali datang padaku “Biane, dia memang cerewet. Ayo kita duduk”

Aku dan Amber memilih duduk di dekat jendela, aku melihat tamu semakin ramai “Aku rasa tempat ini sangat terkenal”

“Tentu saja! ini adalah tempat biasaku menghabiskan waktu, jika aku sedang dihukum atau membolos aku akan kesini”

Aku menatapnya yang berada di depanku “Jadi kau memang sudah biasa membolos? tak heran banyak yang berfikiran yang tidak-tidak padamu karena kau pemalas dan tak pernah belajar”

Amber menggaruk-garuk kepalanya “Tapi tidak setiap hari, lagipula sekolah begitu membosankan! tidak ada yang menarik, lagipula aku sekarang sudah berubah, aku tidak pernah membolos lagi semenjak sekolah di Empire”

Aku memangku tanganku dan menatap llama di depanku ini “Jadi sekarang kau sudah rajin sekolah?”

“Yap” angguknya.

“Berarti ada sesuatu yang menarik perhatianmu di sekolah, itu sebabnya kau menjadi rajin, benarkan?” tanyaku padanya yang membuat dirinya menjadi salah tingkah.

“Ehmmm ya seperti itu”

“Jadi apa yang menarik perhatianmu?” tanyaku padanya.

Wajahnya terlihat bingung, matanya tak berani menatap matakku “Apa kau tertarik karena yeoja-yeoja di sekolah kita lebih cantik daripada sekolah lamamu, hah? itu sebabnya kau betah disekolahan jadi kau bisa menggoda mereka” godaku yang membuatnya panik.

Amber menggelengkan kepalanya “Anio! aku tidak pernah menggoda yeoja-yeoja di sekolahan”

Aku menatapnya tajam, jelas-jelas aku melihatnya serta rombongan teman-temannya yang bodoh itu menggoda para wanita di sekolah dan kau mengelaknya llama? “Sudahlah tidak perlu berbohong, aku tahu isi pikiranmu”

“Haish wanita ini, aku tidak menggoda yeoja-yeoja di sekolah! haish ini semua gara-gara Minho dan Henry yang suka mengajakku dan menjadikan ku pancingan mereka”

Tidak lama kemudian pesanan datang “Tadaaaa” aku menatap ahjumma dengan membawa dua porsi ice serut mangga dan tteokbokki yang membuat liurku seakan ingin keluar dari mulutku! aaaghhhh aku tak sabar menyantapnya.

“Makanlah yang kenyang” senyum Ahjumma.

“Neeeeee!”

Aku segera mencoba ice mangga yang benar-benar menggiurkan ini dan …

EEEEEMMMMMMMM

“Daebak!” ini adalah ice mangga yang terenak yang pernah ku makan!

“Hahaha enak bukan? aku sudah yakin kau pasti akan menyukainya, makanlah pelan-pelan princess”

Baru kali ini aku menyukai Amber! maksutku, aku menyukainya karena dia memberikan ice mangga yang begitu luar biasa!

Aku terus melahap dan menahan rasa dingin hingga ke kepalaku, tapi aku tak memperdulikannya.

“Haha” aku melihat Amber yang tengah tersenyum dengan sendok di tangannya.

Apa dia menertawakanku? “Wae?” tanyaku dingin.

“Lucu saja, wajahmu berubah 360 derajat ketika kau menyantap makanan terutama mangga. Aaahh andai saja wajahku seperti mangga, apa kau akan menyukaiku?”

Aku menatapnya heran, aku tidak tahu mengapa akhir-akhir llama bodoh ini suka sekali mengatakan hal seperti itu “Wajahmu lebih mirip llama daripada mangga”

“Huffhh” aku menatapnya sebentar dan menyantap kembali mangga serta tteokbokki yang dipesan Amber.

Tak lama kemudian makanan kami habis, dan perutku begitu kenyang dan merasa bahagia hahaha.

“Sudah kenyang?” aku mengangguk dengan senyuman.

“Daebak” ku berikan jempol kepada llama di depanku ini.

“Kajja” aku menatap Amber yang bangun dari bangkunya.

“Mau kemana?” tanyaku padanya tapi dia tak menjawab dan pergi begitu saja! haish anak itu.

Aku berjalan keluar, menunggu Amber di luar karena di dalam ramai dan aku benci keramaian.

“Maaf aku lama” senyumnya.

“Hmm” jawabku malas.

“Ayo kita pergi” Amber membukakan pintu untukku.

“Silahkan princess” aku menatapnya, aku sedikit malu dan … deg deg deg. Haish ntah apa yang terjadi padaku! ini bukan pertama kalinya seseorang membukakkan pintu untukkmu Krystal!

Amber mulai menghidupkan mobilnya untuk pergi meninggalkan kedai yang tidak akan ku lupakan ini.

Aku melihat Amber yang tengah tersenyum menatap sepion mobil, mengapa dia tersenyum? untuk membunuh rasa penasaranku, aku melihat kaca spion mobil dan….

“Ya kau anak nakal!” teriak ahjumma dengan memegang amplop di tangannya.

“Kebiasaan nya tidak pernah berubah, selalu saja pergi tanpa berpamitan! benar-benar tidak berubah dan…” ahujmma itu melihat amplop yang di taruh Amber di meja kasirnya.

Ahjumma itu segera membuka dan …

“Ahjumma, Komawo ^^” tulis Amber serta tak lupa Amber menyelipkan sejumlah uang dengan jumlah yang besar. Ahjumma itu hampir meneteskan airmatanya karena Amber.

“Haish anak nakal itu!” ucap ahjumma dengan melambaikan tangannya kepada mobil yang telah menjauhi kedai milikknya.

Sedangkan di mobil, Krystal terlihat menikmati pemandangan sekitar dengan membuka jendela mobilnya.

Aku tidak tahu stupid ini akan membawaku kemana, tapi yang jelas aku merasa senang. Ini untuk pertama kalinya aku merasa tidak bosan bila berjalan dengan seseorang tapi dengan stupid ini…. hmm entahlah bahkan aku seperti pasrah saja dengan keadaan karena aku merasa nyaman.

Hmm mungkin karena aku terlalu penat belajar jadi aku bahagia seperti ini, ah sudahlah stupid mengatakan bahwa aku tidak boleh memikirkan tentang apapun dan nikmati perjalanan dengannya. senyumku….

“Ciiitttt” mobil berhenti di pinggir sungai yang indah dengan pohon-pohon serta burung-burung yang terbang bebas.

Amber dan Krystal turun dari mobil, Amber berjalan menuju pinggir sungai yang di ikuti oleh Krystal.

Amber berdiri, terbesit senyuman di wajahnya. Kedua tangannya di lebarkan, merasakan angin sejuk yang masuk kedalam tubuh serta pikiriannya.

“Ahh suka sekali disini” ucap Amber tanpa membuka matanya. Krystal berdiri di samping Amber, menyaksikan Amber yang begitu menikmati waktu ini.

Tak kalah dengan Amber, Krystal juga memejamkan matanya. Membiarkan pikirannya melayang bebas tanpa beban di pikirannya, membuat Krystal tersenyum tanpa sepengetahuannya.

Wah rasanya aku seperti melupakan segalanya, yang aku nikmati adalah kebebasan. Tak ada peraturan, tak ada kerumunan orang banyak, tak ada kebisingan dan yang ada hanya ketenangan. Aku menyukainya.

Krystal dan Amber sama-sama membuka mata dengan senyuman di wajah mereka. Waktu menujukkan pukul 4 sore, suasana pinggir sungai semakin indah dengan matahari yang berwarna orange.

“Ini adalah tempat favoritku, Sungai Han. Hampir setiap hari aku kesini maupun itu sendiri atau bersama sahabat-sahabatku. Disini adalah tempatku untuk menenangkan diri, jika aku ada masalah atau sedang sedih aku akan datang kesini” senyum Amber terhadapku. Aku merasa canggung dan aku tak ingin menatapnya lebih lama karena aku tak bisa, hanya tak bisa menahan sesuatu di dalam diriku.

Amber memasukan kedua tanganya di saku celana “Aku merindukan mereka” ucap Amber dengan raut wajah yang sedih.

“Biasanya kami selalu menghabiskan waktu bersama” aku melihat raut wajah Amber yang sedih, aku tahu dia pasti merindukan sahabat-sahabatnya.

“Kalau begitu temuilah mereka”

Amber tersenyum “Tidak perlu, kita bisa pulang kemalaman jika bertemu dengan mereka”

“Jadi kau tidak ingin bertemu dengan kami?”

Aku mendengar suara di belakangku, suara seorang namja yang akhirnya membuatku menoleh ke belakang dan ….

Dan aku melihat seorang namja dan yeoja, hmmm wajahnya tak asing bagiku.

“Eric, Ailee!!” girang Amber. Aku melihat Amber yang seketika wajahnya begitu bahagia, Amber berlari ke arah mereka dan memeluk mereka dengan erat, ergh apakah wanita itu tidak bisa tidak memeluk Amber dengan erat hah? apa tidak bisa dengan berjabat tangan saja?

“Kami merindukanmu!” ucap Ailee.

“Jadi kau tidak ingin bertemu dengan kami lagi, mengapa kau begitu jahat!” ucap Eric.

“Hahaha biane, aku sungguh merindukan kalian” mereka bertiga berpelukan kembali hingga akhirnya, salah satu namja yang bernama Eric menatapku. Tatapannya seperti kaget atau seperti terkejut melihat hantu? ntahlah aku rasa dia begitu aneh dan mengerikan.

“Krystal Jung, the goddess!” ucapnya yang langsung melepas pelukan Amber.

Amber menatap sini dan “PLAK!” 

“Ya! sakit sekali!” keluh Eric.

“Jaga matamu” ucap Amber.

“Kenalkan kami padanya” bisik Eric.

Aku melihat mereka yang mulai mendekatiku “Soojung, kenalkan ini adalah sahabat-sahabat sejatiku”

“Hallo aku Eric” Aku melihat matanya yang seperti ingin memangsaku, dan dia mengulurkan tangannya ingin berjabat tangan denganku.

“Aku Krystal” senyumku canggung dengan kusambut jabat tanganya, tapi hanya 1 detik di bagian jari jariku saja.

“Hi aku Ailee” aku menjabat tangannya, salah satu sahabat wanita llama yang bisa kubilang cukup cantik.

“Krystal”

“Jadi kalian berdua sedang berkencan?” senyum bodoh Eric.

Seketika wajahku memerah “Anio!” jawabku sama dengan Amber.

“Haha lihat wajah kalian berdua, lucu sekali” goda Ailee.

“Aku pikir kalian sudah saling jatuh cinta, apa sama sekali belum ada kemajuan?” haish mulut namja ini, ingin sekali ku siram air keras!

“Jangan bicara yang aneh-aneh, aku disni menemani Krystal untuk makan ice mangga di kedai biasa” aku hanya mengigit bibir bawahku ketika Amber mulai mengklarifikasi kedatangan kami kesini.

“Menemai Krystal dengan membolos sekolah” tatap Ailee menggoda, haish aku bisa gila dengan teman-teman nya ini.

“Sudah sudah cukup! lebih baik kita pergi jalan saja, bagaimana? menyewa sepeda atau bermain skateboard?” ide Amber.

Ailee dan Eric menyetujui “Bagaimana princess?”

“Hah? oh baiklah aku ikut saja” senyumku pada Amber.

“Baiklah kau tunggu disini dengan Ailee, aku akan menyewa sepeda bersama Eric untuk berkeliling disini, okay? kau tidak apa-apa kan jika ku tinggal?”

“Haish aku bukan anak kecil lagipula aku akan bersama Ailee” Amber mengangguk menyetujui Krystal.

“Kajja” Amber dan Eric pergi meninggalkanku dan Ailee.

“Bagaimana kalau kita duduk disana?” Aku melihat sebuah bangku di pinggir sungai.

“Baiklah”

Aku dan Ailee duduk dengan menikmati pemandangan sore hari di pinggir sungai “Aku senang kau terlihat baik-baik saja kepada Amber” aku menatap Ailee.

“Sebenarnya Amber adalah orang yang sedikit pemalu” pemalu? haha pemalu my ass!

“Ehmm kau sudah berapa lama bersahabat dengan llama bodoh itu?” Ailee tertawa.

“Aku, Amber dan Eric dibesarkan di daerah yang sama, bahkan rumah kami berdekatan. Mungkin sudah 8 tahun lebih, jadi aku tahu seperti apa Amber sebenarnya”

Lama juga..

Ailee menghela nafas “Amber adalah orang yang pandai dalam menutupi kesedihannya. Dia akan membuatmu tertawa sekalipun dirinya tak bisa tertawa, dia akan membuat dirimu bahagia meskipun dirinya tak bahagia, dia akan menahan airmata untuk membuatmu bahagia, dia adalah sosok yang akan berdiri disampingmu sekalipun kau akan meninggalkannya, dia akan melakukan apa saja untuk orang lain meskipun orang lain tak memperdulikannya” aku menatap Ailee dengan penuh keseriusan, apakah Amber adalah orang yang seperti itu.

“Dia adalah orang yang sangat tulus, dia akan menjagamu tak peduli dengan apapun. Jadi kau tak perlu khawatir, Amber mungkin anak yang jahil dan menyebalkan tapi itulah yang membuatmu merindukannya” senyum Ailee.

“Aku rasa Amber menyukaimu”

“Mwo?!” sontakku kaget, apa aku tak salah dengar?

“Haha kau ini bicara apa?”

“Mungkin ini terdengar aneh, terdengar tak masuk akal bagaimana yeoja menyukai yeoja. Tapi, tapi mata tak bisa di bohongi Krystal, saat aku menatap Amber matanya tak pernah ingin lepas darimu dan ini untuk pertama kalinya aku melihat Amber seperti itu. Amber tak pernah jatuh cinta, kau tahu Amber hanya sibuk dengan dunianya sendiri seperti bermain game dan basket ataupun hal-hal lainnya. Bahkan jika aku dan Eric ingin bermain dengannya kami harus menunggu atau menunda karena Amber sedang asik dengan dunianya dan tak ingin di ganggu tapi aku rasa, jika Amber di ganggu olehmu dia akan melupakan segalanya dan berlari ke arahmu”

Aku meantap Ailee, aku mencoba mengingat bahwa Amber rela tak ikut turnamen basket karena diriku dan saat aku masuk kamarnya dia berhenti bermain game karena aku mengganggunya, apa itu kebetulan saja?

“HOOOII” aku dan Ailee mendengar teriakan Amber dan Eric, mereka melambaikan tangan kepada kami dari kejauhan.

Aku tersenyum melihat si bodoh itu yang hampir terjatuh karena keisengan Eric “Krystal” aku menatap Ailee, aku menatapnya serius.

“Ya”

“Berjanjilah untuk menjaga Amber” senyum Ailee.

“Anak itu terlihat tegar di luar tapi sebenarnya hatinya begitu rapuh, jadi tolong jaga dia” mohon Ailee.

Aku mengangguk dan tersenyum “Janji” ini untuk pertama kalinya aku mengucap kata janji yang benar-benar tulus ku katakan, bukan hanya sekedar bualan diriku. Aku tidak tahu mengapa aku berjanji kepada Ailee untuk menjaga Amber. Apakah karena aku memang ingin melindunginya? apakah aku ingin tidak ingin Amber terluka hingga aku mengucapkan kata janji pada Ailee?

Ada apa dengan diriku?

“Princess”

“Hah?”

“Haish aku sudah memanggilmu 3x tapi kau tidak merespon, apa ada sesuatu yang mengganjal pikiranmu?” tanya Amber.

“Tidak apa, aku tidak apa-apa” ucapku pada Amber yang duduk diatas sepedanya.

“Ayo naik, kita akan jalan-jalan sore” ajak Amber.

Amber bersama Krystal sedangkan Eric bersama Ailee, mereka bersepeda di sepanjang sungai Gyeongju di sore hari dengan pantulan matahari terhadap sungai yang membuat indah suasana.

Canda tawa menghiasi sore hari mereka, Amber merasa senang melihat Krystal yang tertawa berasama dirinya dan kedua sahabatnya. Krystal begitu lepas dan tak memikirkan apapun selain tawa di senyumnya, hingga akhirnya mereka harus berpisah.

Krystal, Amber, Eric dan Ailee mulai mengucapkan kata perpisahan. Krystal menatap mereka bertiga dengan senyuman “Aaaagghh aku akan begitu merindukanmu” peluk Ailee.

“Haish jangan main peluk saja! apa kau tidak lihat ada tunangannya!” iseng Eric.

Krystal tersenyum “Kwaenchana”

Eric mengacak-acak rambut Amber “Aku akan merindukan mu little rascal!”

Ailee memelukku, dan aku memeluk Ailee balik. Aku tidak tahu mengapa aku begitu nyaman bersama teman-teman stupid ini, aku biasanya tidak mudah dekat dengan seseorang tapi dengan mereka berdua itu terasa berbeda “Aku juga akan merindukanmu Krystal” ucap Ailee.

“Aku juga” ucapku. Kami melepas pelukan dan Eric tiba-tiba melebarkan tangannya seakan ingin memelukku tapi Amber kembali memukul kepalanya.

Hahahaha “Mau mati?” tatap Amber yang membuat Eric takut haha lucu sekali.

“Kau harus sering datang kesini, karena kami akan merindukan kalian” ucap Eric yang kujabat tangannya.

“Kalian juga harus berkunjung ke Seoul, aku akan merasa senang jika kalian dapat berkunjung” ucapku yang dibalas senyuman kepada mereka.

Amber berdiri disampingku “Baiklah kami pamit”

“Kajja” ajak Amber.

Dan lagi Amber membukakkan pintuk untukku, Amber mulai menghidupkan mesin mobil. Sebelum pergi aku membuka kaca mobil untuk sekedar melambaikan tangan kepada sahabat Amber.

“Bye-bye! hati-hati dijalan!” ucap Ailee.

“Krystal, jika Amber macam-macam denganmu bilang saja pada kami, aku dan Ailee tak akan segan-segan untuk memukulnya, arraso!” hahaha aku tertawa mendengarnya.

“Terima kasih, bye” ucapku dan mobil melaju meninggalkan mereka sekaligus meninggalakan Gangdong-gu.

Oh aku lupa bertanya sesuatu “Apa kau tidak ingin ke rumahmu?” tanyaku pada Amber yang serius menyetir.

“Tidak ada waktu princess, lain kali kita akan kembali kesini” senyumnya padaku yang dimana aku sangat membenci dirinya jika tersenyum kepadaku.

“Baiklah”

“Aku menyukaimu”

Seketika seluruh darah di tubuhku naik begitu saja ke kepala yang akhirnya membuat pipiku seperti wajan panas “Mwo?”

“Haha aku menyukaimu bila seperti ini, maksutku kau terlihat bahagia dan lebih banyak tersenyum”

“PLAK!”

“Ya! mengapa kau memukul kepalaku? aish aku bisa gegar otak gara-gara dirimu!”

Aku tidak percaya apa yang dia katakan! apa dia tidak tahu jantungku mau copot saat dia mengatakan hal seperti itu “Lain kali katakanlah dengan jelas!”

“Haish mengapa kau jadi teriak-teriak? apa kau kecewa dengan ucapanku barusan hmmm” lihat llama bodoh ini menggodaku lagi, rasakan ini…

“PLAK!” 

“Aghh hentikan!” Amber mengelus bahunya.

“Mengapa sifat aslinya cepat sekali kembali” bisik Amber.

“Kau ingin mati?” tatapku dingin.

“Hahha aku becanda princess” senyum Amber.

Perjalanan dari Seoul-Gangdong-gu atau sebaliknya memakan waktu 45 menit  “Princess..” ucap Amber.

“Hmmm”

“Apa aku boleh meminta sesuatu”

Aku menatap Amber “Apa itu?”

“Ehm aku ingin ke suatu tempat yang begitu kurindukan” wajah Amber terlihat sendu, ada apa dengan dia. Hmm aku tidak bisa menolaknya bila melihat wajahnya seperti itu.

“Baiklah”

Wajahnya terlihat terkejut “Benarkah??” aku hanya membalas dengan angukkan.

 

Tak lama kemudian mobil Amber menepi di depan toko bunga, aku melihatnya yang sedang melepaskan sabuk pengaman dan menatapku “Tunggu sebentar” apa yang dia lakukan di toko bunga? haish tentu saja membeli bunga tapi untuk siapa? apa untuk kekasihnya??

Aku melihat Amber yang sedang memegang bunga mawar putih di tangan kanannya, Amber mulai masuk mobil dengan senyuman di wajahnya.

Apa jangan-jangan bunga itu untukku??

“Princess”

“Hmmm” mengapa aku jadi deg-deggan seperti ini.

Amber tersenyum kepadaku dengan menatap lurus mataku “Princess…”

“Ya” jawabku.

“Hmm maukah kau…

Damn! mengapa aku jadi gugup.

“Maukah kau memegangi bunga ini?”

WTF!

“What?!!”

Amber menutup telinganya karena suara krystal yang terdengar nyaring “Haish wanita ini” keluh Amber.

“Kau bilang apa!” geram Krystal.

“Aku bilang, bisakah kau memegangi bunga ini sebentar saja? aku takut bila di taruh di belakang akan rusak”

Seketika emosiku menjadi naik, beraninya dia menyuruhku untuk memegangi bunga! “Ini”

Tanpa ku bilang ya, Amber meletakan mawar putih ini di pahaku. Amber melihat jam nya “Kita harus cepat-cepat sebelum gelap” Amber langsung melajukan mobilnya.

Sedangkan wajah Krystal terlihat tidak menyenangkan.

Ingin sekali rasanya ku buang mawar ini! errgg benar-benar menyebalkan.

Aku melihat arah jalan, jalanan terlihat sepi. Apa kekasihnya tinggal di hutan?

Aku semakin heran ketika Amber menghentikan mobilnya di ….

“Kita sampai”

“Pemakaman?” tatapku heran padanya.

Amber hanya membalas dengan anggukkan dan membuka pintukku “Ayo, aku ingin memperkenalkan kau dengan seseorang”

Seseorang? aku segera turun dari mobil dengan mawar putih di tanganku, Aku dan Amber berjalan berdampingan di sebuah pemakaman yang cukup luas dengan rerumputan hijau.

Amber menghentikan langkah kakinya, angin bertiup pelan melantunkan nada-nada indah yang membuat pikiran terjebak dalam kesedihan, kutatap Amber yang sedikit mengoreskan senyuman diwajahnya, matanya tampak sendu wajahnya terlihat lelah.

“Appa, aku datang”

Appa?

Amber menatap mataku “Krystal, biskah kau memberikan mawar itu pada appaku?” pintanya, tanpa pikir panjang aku menaruh bunga mawar ini di atas pusaranya.

“Apa kau tidak ingin memperkenalkan dirimu pada appaku?”

“Oh?” aku tersenyum kaku, aku membukkan badanku dan mulai memperkenalkan diriku pada mendiang ayah Amber “Annyeong Haseyo, namaku Krystal. Aku senang bisa mengunjungimu appa Amber”

Amber tersenyum “Mengapa kau menjadi sok manis di depan appaku?”

“Aku memang manis”

“Oh, sebentar lagi juga sifat penyihirmu akan datang” goda Amber,

“Mwo!”

“Haish, kau ingin memukulku di depan appaku? jahat sekali”

Krystal menatap kesal “Awas saja nanti”

Amber kembali menatap pusara ayahnya “Aku merindukanmu appa, aku datang kesini untukmu memberithu padamu bahwa aku baik-baik saja, appa tidak perlu khawatir akan eomma dan Kyu. Aku tidak akan membiarkan eomma dan Kyu menderita seperti dulu” Amber menghela nafasnya.

“Seperti yang appa lihat, keadaanku saat ini jauh lebih baik. Aku akan melakukan apapun untuk melindungi keluarga kita, appa bisa mempercayaiku. Aku bukan Amber yang dulu, aku akan berubah menjadi Amber yang lebih baik dan dewasa. Aku tidak akan membiarkan eomma menangis lagi, aku tidak akan membiarkan eomma di campakkan lagi, aku tidak akan membiarkan eomma menderita lagi. Aku berjanji, aku berjanji akan membahagiakan eomma dan Kyu”

Krystal terus menatap Amber yang tengah bicara kepada appanya. Apa sesulit itu hidupmu? apa kau selama ini menderita? bagaimana bisa kau menyembunyikan penderitaanmu sedemikian rapih. Benar kata Ailee, kau rapuh.

“Dan juga…”

Apa yang dia lakukan! tangan Amber merangkul tubuhku dengan kuat, telapak tangannya berada di bahuku dan aku bisa merasakan tubuhnya. Apa ini!

“Aku ingin memperkenalkan Krystal dengan ayah, agar ayah tahu alasannya mengapa aku menjadi jauh lebih baik. Mungkin dia terlihat kasar di luar, tapi appa tak perlu khawatir, Krystal bukanlah orang yang seperti itu” Amber menatap matakku, jarak kami begitu dekat. Aku bahkan tak bisa menghindari tatapan matanya, aku tak bisa menghindari harum tubuhnya karena Amber begitu mendekapku kuat.

Amber tersenyum “Terima kasih” senyumnya, perlahan Amber merenggakkan dekapannya dan memegang tanganku “Appa, aku harap appa merestui hubungan kami” Aku menatapnya tajam “Wae? mengapa kau menatapku begitu? bukankah kita memang sepasang kekasih?”

“Haish llama ini!”

Waktu menujukkan pukul 07.46 PM, Amber melaju mobilnya untuk kembali ke Seoul. Di dalam perjalanan kami hanya diam, aku tidak tahu mengapa Amber melakukan hal seperti tadi?

Aish aku merasa bersalah pada Amber karena aku kira dia akan pergi menemui kekasihnya, hmmm…

“Ada apa? kau terlihat gelisah”

“Tidak ada”

“Benarkah?”

“Ya” jawabku singkat.

“Gomawo”

“Untuk apa?” tanyaku.

“Untuk menemaniku, jarang sekali ada yang ingin menemaniku di makam appa selama 1 jam kecuali dirimu Krystal” senyumnya.

“Bahkan Eric dan Ailee tak betah untuk menemaniku, untuk itu aku sangat berterima kasih, hatiku sedikit lega” senyumnya

Aku melihat jari Amber yang masih mengenakan cincin tunangan kami, mengapa dia begitu keras kepala?

“Sampai kapan kau memakai cincin itu?”

“Bukankah hal ini sudah kita bahas? aku tidak akan melepaskannya. Aku tidak peduli kau menyukainya atau tidak, tapi aku tetap memaksa” ucapnya yang fokus pada jalan.

Aku menghela nafas, kusandarkan kepalaku di kursi mobil. Pikiranku benar-benar berantakan. Ada sisi lain dari Amber yang tak ku ketahui, aku selama ini menilainya begitu buruk sehingga tidak ada sisi baik di dalam dirinya. Tapi setelah bersamanya akhir-akhir ini,aku rasa Amber adalah anak yang cukup baik, dia memiliki rasa yang cukup kuat, hatinya begitu lembut, kakinya tak pernah lelah, tangannya tak pernah diam untuk membantu orang lain, senyumnya tak pudar walaupun dia menahan tangis di depan makam ayahnya dengan semua isi curahan hatinya yang kudengar.

Tak lama kemudian kami sampai rumah, semua pelayan keluar dari rumah. Amber menghentikan mobilnya di depan pintu utama. Salah satu pelayan membukakkan pintu untukku dan aku segera turun.

Aku melihat wajah mereka terutama bodyguardku “Nona muda Jung” hormat mereka dengan membungkuk.

“Nona muda Jung kami mencarimu, kami…” tanpa menyelesaikan kata-kata mereka, aku langsung naik ke atas karena aku lelah dan tak ada waktu untuk mendengarkan mereka.

“Nona muda Jung” bungkuk seketaris Kim.

“Aku ingin istirahat” jawabku dingin yang membuat seketaris Kim membungkuk kembali.

“Ya nona muda Jung, silahkan beristirahat”

Aku berjalan ke atas menuju kamarku karena aku merasa butuh memberishkan badan dengan segera.

“Haish aku lupa ponselku tertinggal di tas” aku kembali turun untuk mengambil tasku, aku sebenarnya tidak manja, selagi aku bisa melakukan sendiri, aku akan melakukannya.

Saat aku turun dari tangga aku menghentikan langkahku, mataku fokus kepada Amber dan seketaris Kim yang sedang berbincang tapi.. tapi Amber menundukkan wajahnya, seketaris Kim terlihat seperti marah kepada Amber. Haish beraninya dia!! aku segera turun dengan cepat dan menghampiri mereka dengan tatapan death glare ku.

“Nona muda Jung” mereka berdua kaget akan kehadiranku.

“Ada apa ini?”

“Tidak ada apa-apa nona muda” senyum canggung Taeyeon.

Aku semakin menatapnya hingga dia tak berani menatapku “Jangan berbohong Kim Taeyeon! apa kau sedang memarahi llama bodoh ini karena aku bolos sekolah dan pulang malam?!”

Wajahnya terlihat kaget “Ti-ti-tidak tidak nona muda, bukan seperti” Taeyeon terlihat gugup, begitu gugup hingga tangannya berkeringat karena tatapan Krystal.

“Tidak usah berbohong! lagipula aku yang meminta stupid ini untuk pergi bersamaku! jadi jangan macam-macam, apa kau mengerti!”

Taeyeon mengangguk dengan cepat serta membungkuk.

“Bagus” dan aku kini menatap Amber yang seperti menahan tawa.

“Ada apa? mengapa kau cengar-cengir llama bodoh” tatapku tak kalah dingin.

“Tidak ada princess”

“Masuk ke kamarmu dan bersihkan dirimu! kau terlihat begitu berantakan!” perintaku kepada Amber.

“Ne Gongjunim” Amber segera lari ketakutan sedangkan Taeyeon.

“Kau, ambil tasku di mobil Amber dan bawa ke atas”

“Ba-ba-baik nona muda”

Amber POV

Hoaaahh lelahnya, walaupun lelah aku merasa senang hahaha tidak tahu mengapa. Hari ini begitu menyenangkan, mungkin hari ini adalah hari terbanyakku dalam tersenyum.

“Ya nona muda Jung, silahkan beristirahat” aku melihatnya yang berjalan menuju kamarnya, pasti Krystal begitu lelah. Aku melihat Taeyeon yang menyuruhku untuk menghampirinya, haish aku yakin aku pasti akan habis dengannya!

Aku menghela nafas “Hmmm”

Taeyeon menatapku serius “Haish aku tahu aku salah, hanya saja aku memiliki janji padanya untuk setiap minggu mentraktirnya ice cream, dan kebutulan ada salah satu ice cream mangga yang enak di tempat asalku, itu sebabnya aku membawa Krystal” ucapku tak berani menatap Taeyeon.

“Apa kau tidak tahu bagaimana kami mengkhawatirkan kalian berdua? bagaimana jika terjadi sesuatu Am?”

Aku tidak berani menatap Taeyeon karena aku tahu aku salah. Taeyeon mengelus dahinya “Hanya saja.. hanya saja lain kali kau harus bilang padaku”

“Maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya” tundukku.

Taeyeon tersenyum “Selamat”

Kali ini aku berani menatapnya “Mwo?”

“Aku bilang selamat! hahahahaha”

Haish apa maksut dia! “Mengapa kau tertawa”

“Kau sudah mencairkan gunung es” tawa Taeyeon dan aku masih tidak percaya dengan apa yang dia katakan.

“Jadi kau tidak marah? kau tidak menghukumkku? atau bahkan mengadu kepada Tuan Jay?” takutku.

Taeyeon memukul pundakku “Tentu saja tidak, kau ini berlebihan sekali! lagipula aku tahu kau akan menjaga nona muda Jung dan lagipula aku sudah memasang GPS di mobilmu jadi aku tahu kemana kau dan nona muda Jung berkencan” goda Taeyeon yang membuatku menunduk karena malu, haish benar-benar.

“Ada apa ini?”  Krystal? aku kira dia sudah di kamar dan tidur.

“Tidak ada apa-apa nona muda” mengapa dia terlihat seram sekali, apa ada sesuatu hal yang menganggu moodnya?

“Jangan berbohong Kim Taeyeon! apa kau sedang memarahi llama bodoh ini karena aku bolos sekolah dan pulang malam?!” seketika suhu ruangan begitu begitu dingin di tambah lagi dengan suaranya yang membuat suasana semakin mencekam!

“Ti-ti-tidak tidak nona muda, bukan seperti” hahaha kau benar-benar akan mati Kim Taeyeon. Ini pembalasan karena kau menggodakku.

“Tidak usah berbohong! lagipula aku yang meminta stupid ini untuk pergi bersamaku! jadi jangan macam-macam, apa kau mengerti!” aku menatap Krystal, apa aku tidak salah dengar?

Krystal Jung

Membelaku??

DAEBAK!

Dan lihat wajah Taeyeon hahahahaha. Wajahnya begitu gugup, lihat bahkan bibirnya saja bergetar, apa begitu dinginnya sampai seperti itu hahaha.

“Bagus”

“Ada apa? mengapa kau cengar-cengir llama bodoh”

Haish mengapa dia begitu seram! “Tidak ada princess” jawabku takut.

“Masuk ke kamarmu dan bersihkan dirimu! kau terlihat begitu berantakan!”

“Ne Gongjunim” dengan cepat aku berlari, aku takut nanti aku akan menjadi korban Kegelapan Krystal. Haha poor Taeyeon.

Author POV

Amber menatap langit-langit kamarnya, kembali mengingat kejadian yang beberapa hari ini yang dia alami bersama Krystal.

“Hahaha” Amber tersenyum dan tertawa sendiri tanpa sebab, tubuhnya bolak balik dari ujung tempat tidur ke ujung lainnya. Amber terlihat gelisah, senyumnya masih menempel di wajah llama nya.

“Aigooo Amber, ada apa denganmu!” ucapnya sendiri.

Amber menepuk-nepuk pipinya “Haish jangan berfikir yang tidak-tidak! jangan berharap lebih pada Krystal, apa kau tidak tahu tugasmu adalah menjaganya selama satu tahun! haish tapi….”

“AAAAGHHHH!!” Amber teriak di dalam bantal.

“Tapi mengapa wajahnya terus ada di dalam pikiranku! dan juga mengapa sikapnya menjadi manis. Apa penyihir itu salah minum obat atau apa? aaghhh tenang Amber tenang….”

Hingga pagi menjelang, Amber hanya setengah tidur hingga matanya terlihat hitam. Amber segera bergegas mandi, mengganti bajunya dengan seragam hari ini. Wajahnya terliat kacau dengan menuruni tangga rumah Jung’s.

Amber berjalan bagaikan zombie.

Krystal menatap dari meja makan, Amber mengambil sebuah roti dari meja makan yang di duduki Krystal.

Krystal menghela nafasnya dengan garpu yang di remasnya “Hei kau llama!” ucap Krystal.

Amber membalikan badannya dengan malas “Wae?”

Krystal berdehem “Ehem.. ehmm mau kemana kau?”

“Aku? seperti biasa, aku akan makan sarapanku di halaman depan” ucap Amber malas, dan kembali berjalan.

Krystal kembali menghela nafasnya “Duduklah”

Amber menghentikan langkahnya “Mwo?”

Krystal mengigit bibir bawahnya “Aku bilang duduk”

“Duduk dimana?” tanya Amber.

“Duduk di sini bersamaku, stupid!” kesal Krystal yang membuat Amber tersenyum.

Amber berjalan menuju meja makan, Krystal duduk di kursi utama sedangkan Amber duduk di bagian sisi kanan Krystal.

“Apa kau tidak salah untuk satu meja denganku? apa kau tidak akan kehilangan selera makan?” tanya Amber untuk meyakinkan Krystal bahwa dia tidak salah, tentu saja selama ini Amber selalu tidak pernah satu meja makan bersama Krystal.

“Makanlah sebelum moodku berubah” tatap Krystal.

“Ndeeee!” semangat Amber.

Krystal menatap Amber yang melahap roti serta buah-buahan. Sedikit senyuman di wajah Krystal, dengan meminum jus mangganya.

Jam menujukkan pukul 7 pagi, Krystal dan Amber siap berangkat sekolah. Amber tak mengethui bahwa sedari tadi Krystal memperhatikannya “Apa dia tidak tidur semalaman?” pikir Krystal.

Amber berjalan dengan malas, matanya masih sayup karena tidak tidur semalaman. Krystal memperhatikan Amber yang mulai naik sepeda motornya. Krystal sedikit khawatir melihat Amber yang terlihat buruk “Apa dia bisa membawa motor dengan keadaan seperti itu?”  tatap Krystal.

“Nona muda Jung, mobil sudah siap” ucap pelayan.

Krystal melangkahkan kakinya, pintu mobil telah di buka tapi Krystal masih menatap Amber yang bahkan tidak dapat menopang kepalanya karena kurang tidur.

“Aish!” kesal Krystal.

Krystal menghela nafas “Hei llama!”

Amber membuka matanya pelan, menatap Krystal yang berdiri disamping pintu mobil mewahnya “Hmm”

“Naiklah”

“Mwo?”

“Aish apa kau ini tuli? cepat naik!” ucap Krystal yang langsung masuk ke dalam mobil.

Sedangkan Amber turun dari motornya, para pengawal membungkuk saat Amber berjalan menuju mobil Krystal.

Amber masuk kedalam mobil, kepalanya langsung disenderkan di kursi mobil belakang. Krystal menatap heran “Ya, ada apa denganmu?”

“Hmmm tidak apa-apa, aku hanya sedikit mengantuk saja” ucap Amber dengan memejamkan matanya.

“Apa kau tidak tidur semalaman?” tanya Krystal.

“Hmmm seperti itu”

Krystal menggelengkan kepalanya, kini pandangan nya menatap luar jendela menuju Empire School.

Krystal merasa aneh pada dirinya, bagaimana bisa dia begitu dekat dengan seseorang seperti ini. Bahkan Krystal termasuk orang yang begitu pemilih kepada siapa dia dekat. Tapi dengan Amber?

Krystal bahkan mengizinkan nya untuk makan bersama, pergi bersama, atau lebih tepatnya menghabiskan waktu bersama?

Bahkan Krystal jarang menghabiskan waktu bersama dengan sahabat-sahabatnya, selalu banyak alasan yang Krystal lakukan jika mereka mengajak pergi tapi dengan Amber…

Krystal bahkan bolos dari sekolah.

Krystal termasuk yeoja yang tidak mudah untuk bicara kepada orang lain tapi dengan Amber, Krystal berbincang banyak bersama Amber selama di Jeju.

Krystal tak mudah untuk percaya pada siapapun tapi dengan Amber, Krystal merasa yakin bahwa Amber tak akan menyakiti dirinya.

Amber adalah orang asing bagi Krystal.

Tapi sekarang?

“Errgghhh!” sepanjang jalan pikiran Krystal tak karuan, tak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Pada Krystal yang merupakan sosok pemilih.

“Bukk”

“DUP DUP DUP” Jantung Krystal berdetak kencang, lagi-lagi Amber terjatuh di pundak Krystal dengan mata terpejam.

“Llama ini! aaaghhh!” Krystal terlihat salah tingkah, bibir bawahnya di gigir bertanda dirinya bingung tak tahu harus bagaimana.

“Hmmmm” Amber semakin memperdalam tidurnya, kepala Amber mengenai pipi Krystal membuat Krystal dapat mencium aroma Amber.

Krystal tak bergerak.

Tubunya terlihat kaku, Krystal berusaha mempertahankan posisi duduknya karena tak ingin Amber tak nyaman dalam tidurnya.

“Aaagh Krystal Jung! aku benar-benar mengutuk dirimu!” perasaan serta pikiran Krystal sedang beradu. Disisi lain Krystal merasa bahwa ini tidak benar! tapi di dalam perasaannya Krystal ingin membuat Amber nyaman dalam tidurnya.

“Bagaimana bisa aku membiarkan seseorang yang aku benci tidur di pundakku? bahkan hanya dia satu-satunya orang yang berani tidur di pundakku! dan aku tidak mempermasalahkannya? Sumpah demi apapun ada yang tidak beres terhadap diriku! apakah aku harus pergi ke dokter?!! apakah aku harus terapi?!” pikir Krystal.

“Nona muda Jung”

Krystal bangun dari lamunanya, matanya menatap kaca spion mobilnya “Kita sudah sampai nona muda” ucap sang supir yang takut dengan tatapan Krystal.

“Heol! bahkan aku  tak tahu bahwa kita sudah sampai sekolah!” 

“Apa saya harus membuka pintunya sekarang?” izin supir.

Krystal terlihat diam sebentar, Krystal tak ingin Amber terbangun dengan dirinya yang tidur di pundak Krystal.

“Ya, buka pintunya” perintah Krystal yang langsung dijalankan oleh supirnya.

Pintu telah di buka, Krystal tak membangunkan Amber. Kepala Amber di tegakkan kebelakang dengan pelan. Krystal merpihkan seragam serta rambutnya yang berantkan. Setelah dirasa cukup rapih, Krystal berjalan keluar mobil “Bangunkan dia” perintah Krystal kepada supir.

“Siap nona muda”

Krystal melangkahkan kakinya dan menuju kelas.

am sudah menujukkan pukul 4 sore hari, Krystal terlihat berjalan menuju mobilnya. Langkah Krystal sedikit pelan berharap ada seseorang yang berjalan bersamanya atau sekedar menggodanya.

“Tuk tuk tuk” suara langkah kaki berlari menuju arah Krystal, yeoja berambut pendek berlari ke arah Krystal dengan kemeja putih seragamnya.

“Haih mengapa jalanmu cepat sekali!” ucap Amber dengan menghela nafasnya.

Krystal hanya diam, karena biasanya Amber akan selalu berjalan di belakangnya tapi Amber malah sibuk dengan sahabat-sahabatnya.

“Sudah selesai urusanmu?” ucap Krystal tanpa melihat Amber.

“Kau tahu bukan akhir-akhir ini aku sibuk, aku tidak memiliki waktu bersama mereka jadi sebelum pulang sekolah aku menyempatkan diri untuk bertemu dengan mereka”

“Oh” ucap singkat Krystal.

Krystal dan Amber sudah berada di parkiran, Krystal melangkah menuju arah mobil. Krystal berdiri di samping mobil dengan menatap Amber yang masih berdiri dengan senyuman kakunya “Wae? mengapa kau tidak masuk?” tatap Krystal.

“Ehmm saat aku bertemu dengan mereka tadi, kami berencana untuk makan bersama” takut Amber. Amber tidak tahu apa yang dia takutkan, biasanya Amber yang selalu melawan Krystal.

“Oh baiklah”

“Apa kau marah?”

Krystal memasang wajah dingin “Tidak” pintu mobil di tutup, mobil mewah Krystal melaju meninggalkan sekolah, sedangkan Amber berdiri menatap mobil Krystal yang mulai menjauhi pandangan matanya.

8.01 PM

“Hahahahha” suara tawa pecah saat Amber kumpul bersama teman-teman barunya, Amber terlihat membolak balikan daging yang sedang di panggang sedangkan Henry, Onew, Key, Minho, Taemin, Jonghyun sedang asik minum soju dengan sedikit candaan.

Henry menatap Amber dengan gelas di tangannya “Ya! ada apa dengan wajahmu? kau tampak seperti tidak bahagia” dan mereka semua menatap Amber dengan menyetujui ucapan Henry.

Minho menyikut lengan Amber “Ada apa denganmu, apa aku kau sedang dalam masalah? ceritakan pada kami!” ucap Minho.

Amber menghela nafas “Tidak ada” jawabnnya.

Mata Jonghyun menyipit “Aku rasa dia sedang memikirkan seseorang” gonda Jonghyun.

“Aish kau ini bicara apa” elak Amber.

Henry menggaruk-garuk dagunyya “Apa yang dikatakan Jonghyun benar, ragamu mungkin disini tapi pikiranmu mungkin memikirkan……” mereka semua saling bertatapan.

Dan senyum licik terhadap Amber..

Dan …..

“KRYSTAL JUNG!” saut mereka berbarengan.

“HAHAHAHAHA” tawa mereka bersama kecuali Amber.

“Hahaha ayolah Amber akui saja kau sedang memikirkan Krystal kami!” tawa Onew.

“Dasar gila” ucap Amber tanpa melihat mereka.

“Jadi kau sedang memikirkannya? apa kau merindukannya? ayolah Amber, baru saja 2 jam kau tanpa Krystal mengapa jadi galau seperti ini? bukankah kemarin kalian sudah menghabiskan waktu bersama!” ucap Henry dengan melakukan high 5 kepada mereka.

“Makanlah, jadi mulut kalian tidak bicara sembarangan” Amber memberikan daging satu-satu ke mangkuk mereka ber6.

“Kau tak perlu salah tingkah seperti itu, aku yakin cepat atau lambat kau akan jatuh ke pelukan Krystal. Kali ini kau tak bisa menyangkalnya!” ucap Jonghyun dengan menunjuk Amber dengan sumpit di tangan kanannya.

“Sudah hentikan, wajah Amber sudah merah” ucap Minho.

Mereka mulai makan, sesekali Amber melihat ponselnya, seperti mengharapkan ponselnya berdering.

“Jadi apa yang kau lakukan kemarin bersama krystal? bagaimana mungkin kau kencan pada jam sekolah, apa kau ingin Krystal menjadi anak nakal sepertimu” tatap Taemin.

“Tidak ada, kami hanya makan ice cream dan jalan-jalan di sungai Han” ucap Amber dengan mengunyah dagingnnya.

Key terkejut “Apa?! hanya itu?”

“PLAK”

“YA! ada apa denganmu” kesal Amber terhadap Henry yang tiba-tiba memukul kepalanya.

“Kau ini bodoh atau apa! kau mengajaknya kencan hanya melakukan hal seperti itu saja! dan yang kau ajak kencan itu adalah Krystal Jung, ku ulangi sekali lagi K-R-Y-S-T-A-L J-U-N-G!!” kesal Henry terhadap Amber.

“Itu bukan kencan!”

“Jika kau pergi berdua dan menghabiskan waktu yang lama itu artinya adalah sebuah kencan!” ucap Henry.

“Dengarnkan aku…” ucap Jonghyun dengan menarik kursinya mendekati Amber.

“Kau seharusnya mengajaknya pergi menonton, seperti menonton film romantis atau kau bisa mengajaknya dinner romantis, bisa juga dengan pergi ke taman bermain bersama. Bukan mengajaknya dengan sesuatu yang membosankan!” tegas Jonghyun.

Amber menghela nafasnya “Seperti itu?”

“Tentu saja!” jawab mereka bersama.

“Dreeett dreeeeett” ponsel Amber berdering, dengan cepat Amber mengambil ponselnya yang berada di saku celanannya, wajah Amber terlihat senang saat telfonnya berdering tapi senyum wajahnya memudar saat Taeyeon yang menelfonnya bukan Krystal.

“Haish ku kira siapa” keluh Amber.

“Hallo”

“Kau dimana?”

“Aku di restoran bersama mereka, kenapa?” tak semangat Amber.

“Aku ingin kau ke kantor sekarang juga”

Amber menundukkan kepalanya karena begitu malas mendengar kata kantor “Ini sudah malam, apa tidak bisa besok saja? aku benar-benar lelah Tae” lemas Amber.

“Ini menyangkut masalah tuan Jay”

Seketika Amber yang terduduk lemas langsung tegap “Tuan Jay Jung?”

“Datanglah secepat mungkin!” 

“Baiklah” Amber langsung menutup telfonnya.

“Ada apa? mengapa kau terlihat kaget seperti itu” tanya Taemin.

“Aku harus pergi sekarang”

“Kemana?”

“Jung corpt” ucap Amber dengan memakai jaketnya.

Henry melihat keluar jendela yang sedang hujan “Dengan cuaca seperti ini?” tanyanya yang seketika Amber baru sadar.

“Aku akan memakai taxi”

“Hei bodoh” ucap Jonghyun yang menghentikan Amber.

“Kau ini punya teman! pake mobilku saja” Jonghyun melemparkan kunci mobilnya kepada Amber karena Amber tidak membawa kendaraan.

“Baiklah” senyum Amber yang pergi langsung menuju kantor.

……

Amber tiba di kantor Jung, Amber sedikit berjalan cepat menuju ruangannya. Waktu sudah menujukkan pukul 09.27 PM, Amber masuk kedalam ruangannya.

Saat membuka pintu Amber melihat Taeyeon dan 3 staff yang tak dia kenal “Ada apa?”

“Duduklah” pinta Taeyeon dengan memegang kertas ditangannya.

“Katakan padaku” tatap serius Amber.

Taeyeon memberikan kertas kepada Amber, Amber menerima nya dan membaca secara seksama “Apa ini?”

 

Amber begitu terkejut, matanya melebar dengan jantung yang berdebar cepat. Amber tak percaya dengan apa yang dia lihat “Tidak mungkin” ucap Amber dengan masih membaca secarik kertas di tangannya.

“Tidak mungkin tuan Jay Jung terlibat kasus korupsi Tae!”

“Aku tidak menyangka bahwa tuan Jay benar-benar terlibat dalam penyuapan, apakah akan ada skandal lagi pada dirinya?” pikir Amber.

Taeyeon menghela nafasnya “Aku juga tidak mengerti Am, aku juga tidak percaya bahwa tuan Jay terlibat kasus korupsi dengan Choi soon sil dalam penyalahgunaan kekuasaan untuk mendapakan keuntungan dari mereka”

Amber bangun dari duduknya, Amber membuka laptopnya untuk membuka beberapa data “Aku ingin semua data keuangan kita di rekap dengan lengkap” ucap Amber tegas kepada 3 staffnya.

“Sekarang!” tegas Amber.

“Baik” 3 staff tersebut keluar dari ruangan.

“Kita harus mencari tahu Tae” ucap Amber.

“Aku yakin ada seseorang yang menjebak kita Am, aku tahu seperti apa perusahaan ini. Aku tahu akan tuan Jay yang tidak akan bermain dengan uang kotor. Aku yakin ada seseorang yang ingin menjatuhkan kita dengan melibatkan skandal dengan Choi soon sil” ucap Taeyeon.

Pagi hari

Amber, Taeyeon dan beberapa staff kepercayaan tidak tidur semalaman, mereka mengulas semua data keuangan perusahaan Jung

“Jung corpt benar memberikan investasi kepada mereka, tapi untuk kepentingan negara dan itu sudah terbukti dengan beberapa investasi yang kita berikan” ucap staff.

“Data kita telah bocor”

“Mwo?”

“Ada seseorang yang memanipulasi data keuangan kita selama ini, kau bisa lihat kita mengalami penurunan keuangan yang besar, dan dalam penurunan uang tersebut kita melihat bahwa ada seseorang yang mengunakan uang tersebut dengan penyalahgunaan”

“Penyalahgunaan?”

“Ya, uang tersebut tersalurkan kepada Choi Soon il secara pribadi” ucap staff.

“Aku yakin ini adalah ulang orang dalam” ucap Amber.

Taeyeon menatap Amber “Aku yakin pagi ini berita akan tersebar dengan luas, investor kita mungkin akan menarik beberapa kerjasama serta pegawai pasti akan menutut kepasatian karena kasus ini. Ini adalah masalah besar Am” ucap Taeyeon khawatir.

Sedangkan di Jung’s house

Raut wajah Krystal terlihat sedang tidak baik, Krystal menghabiskan sarapan paginya dengan membosankan seperti hari-hari sebelumnya.

Tak lama Krystal berjalan menuju mobil untuk berangkat ke Empire School.

Tak butuh waktu lama Krystal sampai di sekolah, seperti biasa Krystal selalu menjadi pusat perhatian setiap murid tapi kali ini berbeda, Krystal merasa bingung dengan tatapan mereka yang begitu sini, mereka semua berbisik ke arah Krystal dengan tatapan yang menjijikan. Hal itu membuat Krystal menjadi takut, ntah apa yang terjadi pada saat ini sungguh membuatnya bingung.

“Ada apa ini? ada apa dengan mereka? apa ada yang salah denganku?” pikir Krystal.

Krystal berhenti, menatap semua mata sinis kepada dirinya. Krystal meremas tangan nya kuat, mengigit bibir bawahnya dengan mata yang sedikit menunduk. Krystal mengharapakan ada seseorang yang menolongnya dari hal ini, Krystal berhadap ada seseorang yang membawanya dari lingkaran setan ini karena dia tak sanggup dengan semua mata serta bisikan setiap murid pada dirinya.

“Jadi wanita yang di banggakan ini merupakan darah dari koruptor” mata Krystal membulat ketika seorang murid berani bicara.

Murid itu seperti menghina Krystal “Kekayaanmu adalah hasil uang haram!”

“Seharusnya kau pulang dan tak usah tunjukkan wajahmu anak koruptor!”

“Masih berani kau injak sekolah ini setelah kau makan uang rakyat!”

“Pergi kau dari sini, kau begitu menjijikkan! kau sama saja dengan sampah”

Semua murid memberikan kata kasar kepada Krystal, Krystal tidak tahu bahwa pagi ini adalah pagi terburuk dalam hidupnya. Matanya menahan airmata, sebisa mungkin dia tahan.

“Hentikan”

C_ElHf0VoAI2SPC.jpg

(Tadaaaa Amber datang)

Semua menatap yeoja yang kini berdiri di antara mereka, mereka semua berbisik ke arahnya “Mereka berdua sama saja”

“Amber…” lirih Krystal.

Amber tersenyum, kakinya melangkah mendekati Krystal dan tak memperdulikan orang di sekitarnya.

Amber menghela nafasnya. Kedua tangannya memegang bahu krystal untuk mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.

Amber POV

Ku gas penuh mobil ini agar aku bisa segera tiba di sekolah, aku teringat kata-kata Taeyeon kepadaku …

FLASHBACK

“Amber”

“Hmmm”

“Lindungilah nona muda Jung, berita ini akan membuatnya syok. Teruslah disampingnya sampai badai ini hilang”

END FLASHBACK

“BROOOMMM” kupercepat lagi kecepatan mobilku, aku tidak bisa membayangkan Krystal saat ini. Aku juga yakin murid-murid di sekolah akan mencemoohnya, tidak peduli dia Krystal atau bukan tapi saat ini Krystal sedang terkena masalah dan akan dimanfaatkan oleh orang yang membencinya.

“BROOOM” ku hentikan mobilku tepat di depan gerbang, aku tak peduli satpam meneriakiku, yang aku pedulikan adalah Krystal.

Aku berjalan secepat mungkin saat pada akhirnya aku menemukan dirinya di tengah kerumunan orang banyak, aku menatap jauh wajahnya. Wajahnya begitu murung, matanya memerah, tangannya gugup. Hatinya seperti ingin menjerit tapi tak bisa, aku mendekati dirinya. Aku bisa mendengar semua kata-kata kasar yang diterima Krystal.

“Hentikan”

Kini mata Krystal menatapku, aku bisa merasakan kesedihan medalam dari dirinya. Maafkan aku Krystal…

Aku berjalan mendekatinya, aku memandang wajahnya. Pundaknya tak terlihat tegap seolah dirinya merasa lelah akan saat ini. Kedua tanganku memegang pundak Krystal hingga dirinya menatapku, kuberikan senyuman ku padanya “Aku disini” ucapku padanya.

Aku mengelus rambutnya, untuk memastikan bahwa aku benar-benar ada untukknya “Jangan dengarkan mereka” senyumku lagi.

“Aku akan melindungimu” mata kami saling bertatapan, aku rindu matanya. Ingin sekali ku peluk tubuhnya dan mengatakan semua akan berlalu.

Aku tersenyum, aku memegang tangan Krystal dengan erat

)superthumb.jpg

(Pegangan tangannnya kek begini nih hehhe)

Ku genggam erat tangannya, tak peduli semua orang menatap aku dan Krystal. Terus ku genggam tangannya, hingga Krystal seperti menarik tanganku. Aku segera menatap wajahnya tanpa melepaskan tangannya “Wae?”

Kepalanya menunduk “Ada apa princess” ucapku.

“Aku…” Krystal mengigit bibir bawahnya, aku mengangguk.

“Baiklah” ucapku.

Kami kembali berjalan dengan tangan yang masih mengikat satu sama lain, aku dan Krystal berjalan menuju belakang sekolah. Aku tahu saat ini krystal butuh waktu jadi aku akan membawanya pergi dari sekolah. Lagi, Krystal ku suruh tunggu di gerbang biasa untuk menungguku mengambil mobil.

Tak lama, aku datang. Aku turun dari mobil dengan segera untuk membukakan pintu Krystal.

“BRRROOOM” kini aku dan Krystal kembali meninggalkan sekolah, aku tak tahu harus membawanya kemana tapi tidak akan ku biarkan mereka menyakiti Krystal.

Sesekali aku melihat arahnya, seperti biasa wajahnya selalu menghadap jendela. Tak satu katapun terucap dari bibirnya.

“Princess..”

Krystal tak menjawab.

“Apa kau menginginkan sesuatu?” haish apakah pertanyaanku tidak salah.

……

…..

“Bawa aku pergi”

“Sejauh mungkin”

————————————————————————————————————————————-

 

Late update hahahaa.

Kira-kira author tetep stay di WP atau pindah ke Wattpad ya? tapi author belum tau cara gunaiin wattpad jadi author bakal update di WP sampai someday tamat. Setelah tamat author coba untuk nulis di wattpad hehe..

Maaf typo bertebaran dan terlalu panjang ceritanya.

Terimakasih yang udah setia baca ff author ^^

 

 

 

Advertisements

30 thoughts on “Someday 14

  1. Coffee says:

    Wohooo daebak thor, perkembangannya lebih banyak
    Terimakasih untuk cerita panjangnya thor

    Tapi kenapa ya thor update WP nya 15 april munculnya baru bulan mei ?

  2. reisyanurani says:

    Cepet2 tamatin someday deh wkwk. Thour kalo wattpad itu lebih enak loh jamin deh ceritanya athour ini banyak yg baca dan pasti bnyak yg suka hhehe

  3. Yoongber says:

    tenang thor…update panjang malah bagus….banyak reader yg suka…apalagi klo fast update…malah lebih bagus…hehhee…
    semangat thor updatenya😉

  4. Mungkin disni kenapa tuan jay menyukai amber ,buktinya aja amber selalu bisa menjaga krystal ,dipikir-pikir memang ada yg mau menjebak tuan jay dgn memanipulasi bahwa tuan jay korupsi,mungkin kah appa Kai?? Atau ada seseorang lagi. Tuan jay sudah mempersiapkan diri bahwa jika hal tidak diinginkan terjadi ,krystal harus aman dan Tuan Jay memilih amber karena amber orang yg bertanggung jawab.. Dan amber bisa mengurus perusahaan. Finish.😊 daebakk thor ff nya udh mulai klimaks penasaran apa yg akan terjadi selanjutnya.

  5. Wattpad lebi enak thor
    Wkakakakakakakaa
    Thor update ny fast yyayayaa
    Wkakkaa
    Bnr2 penasarann wkwkwkw
    Wkwkwk
    Gasabar thor bnr dh
    Kryber sweett mygod
    Wkwkw

  6. Aaaaaaaaa ><
    Hiyah di part ini so sweet banget
    Amber strong banget ya? Udah nanggung banyak beban tapi Krystal tetep prioritas hwhw-
    Semoga kasusnya cepat terselesaikan jadi Krystal ga sedih lagi 😀
    Kenapa mesti lama-lama sih thor update nya? '-'
    Next nya thor- fighting^^

  7. Kerenn banget thor..👍👍 cepet” update lagi yahh. Penasaran bangett nih kelanjutannya.
    Iya thor wattpad lebih enak kalau dipakai.. jamin deh pembacanya makin banyak. Apalagi kryber❤.
    Author daebak👌👍

  8. SicaBaby says:

    semoga krystal kuat yah, dan semoga kryber cepet official .. kalo mau pindah lapak ke wattpad..kabarin info2 nya disini yah kak author..aku psti meluncur ke sana^^

  9. sn says:

    Kalo di wp kok belum ada pemberitahuan update dari ff ini ya thor. Ini gue baru buka karena penasaran kok belum update eh taunya pas buka ff ini yang chap sebelumnya baru muncul Chap selanjutnya. Ah bikin kesel padahal udah dari april ya updatenya

  10. kenhendrawan says:

    ciee amber udah bisa mencairkan gunung es..
    stay strong krys amber selalu ada buat lu seberat apapun itu …
    mau di wp ataupun di wattapad gua akan tetep ikutin lu thor…
    tpi kayaknya lebih enak klo di dua duanya update hehehe

  11. JungiLii says:

    AAAAAAAAAA!!!! Daebak ><
    Lanjutin disini aja thor sampe someday tamat ❤ tapi kalo tamatnya kecepetan pasti sedih akunya.gg u_u kalo someday udah selesai baru ke wattpad^
    SEMANGAT!!! Kalo ke wattpad ntr ajak" jungie ya thor :v

  12. Omg 🙌 kryber telah kembali,,drastis bener thor terpaan badai yg dihadapi kryber,,ku rasa ni ada kaitan nya dgn kai yg di minta appa y tuk dekati krystal terus

    Waktu kryber moment makin manis ja rasa y hidup ikutn ketawa gaje jg 😅😆
    Ni part uodate’an author bikin memuaskan rasa rindu ke kryber moment..next gomawo thor oh ya ni makin buat sy penasaran bagaimana lg yg bakal dijalani kryber ..poor krystal 😣

  13. RandaKim12 says:

    Akhiny amber bisa mencairkan gunung es scr perlahan-lahan ☺☺,, kasian krystal tpi jgn khawatir amber akan slalu ada kok buat princess soojung ☺☺ dlm keadaan apapun,, amber pasti akan nyelesain semua mslh ini 💪✊
    Aku rasa ini semua perbuatan kai sma orang tua ny deh,, kyk udah direncanakan dari awal 😡😡
    Figthing 💪✊

  14. Aaaaa ga bisa bekata2 sih sama momennya si kryber ini yampun 😍😍😍
    Kek kucing anjing tapi saling butuhin hoho
    Udah mulai kacau balau nih
    Dan dengg deng deng pahlawan datang untuk membasmi kejahatan hahaha
    Kok curigation sama org yg di kantor jung corp ya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s