Someday 10

Amber POV 

“Oaaahhhh” kurebahkan badanku di kasur yang empuk ini. Tidak ada hari yang melelahkan selain sekolah! haish mengapa di dunia ini harus ada sekolah? benar-benar tidak menyenangkan dan begitu membosankan!

Ku ambil ponsel yang berada disaku celanaku untuk mengecek pesan yang masuk 4 pesan masuk” hmmm Ailee, Eric, Eomma dan Tuan Jay Jung. Yap, tuan Jay Jung hampir setiap hari mengirim pesan teks kepadaku atau pun lewat sosial media lainnya.

From : Tuan Jay Jung

“Amber bagaimana sekolahmu? aku harap kau tidak menimbulkan banyak masalah selama disekolah barumu ini dan jangan lupa pesanku untuk menjaga cucungku tercinta. Aku ingin kau selalu ada di sampingnya, aku tahu ini tak mudah tapi tolong jaga dia untukku Amber, hanya kau yang bisa kupercaya. Kuserahkan Soojung kepadamu, jaga dia baik-baik”

Hufhh tentu saja, setiap hari tuan Jay Jung selalu memintaku untuk menjaga Krystal. Aku tahu ini sudah menjadi tanggung jawabku untuk menjaganya tapi apa kalian tidak lihat Krystal selalu dijaga begitu ketat? lagipula siapa yang akan macam-macam dengannya? haish! merepotkan sekali. Jika penyihir itu terjadi apa-apa maka Tuan Jay Jung akan marah padaku dan semua yang kumiliki saat ini akan sirna!

Tidak akan kubiarkan! ingat hanya 1 tahun Amber Liu! setelah itu kau akan mendapatkan perusahaan di California dan tidak akan jatuh miskin lagi!

Aghh tapi masalahnya dia itu penyihir! aku benar-benar tidak tahan padanya, tidak tahan dengan tatapan serta sikapnya yg membuatku mati kedinginan.

“Oh!” tiba-tiba aku ingat bahwa dia sudah 2 hari ini tidak sekolah.

Aku berjalan menuju arah pintu, ku buka pintu kamarku dan sedikit mengintip kearah pintu kamarnya yang tak begitu jauh dari kamarku.

Hmm lihat, pintu kamarnya masih tertutup rapat. Sebenarnya apa yang dia lakukan? apa dia menjadi depersi? apa dia tidak ingin sekolah lagi? haish pemikirannya mengapa sempit sekali!

“Tuan Amber”

“Oah! kau mengagetkanku!” ku elus dada ini karena seorang pelayan mengagetkanku.

“Maaf membuatmu kaget hanya saja aku ingin memberitahu bahwa makan malam sudah siap”

“Hmh baiklah aku akan segera turun”

Aku masih melihat kamarnya “Kalau dia ada apa-apa tuan Jay Jung akan murka padaku!” ah sudahlah aku makan dulu saja.

Seperti biasa meja makan terasa sepi, hanya aku dimeja sebesar ini dengan makanan yang banyak. Hmm rasanya tidak enak makan sendiri begini, biasanya kalau makan malam aku akan bersama eomma atau adiku, walaupun meja makan dirumahku kecil setidaknya begitu hangat. Tidak seperti ini, apa kehidupan orang kaya seperti ini? merasa sepi dan sunyi.

Saat aku mengunyah makanan ada sesuatu yang menarik perhatianku, seorang pelayan wanita setengah baya membawa makanan ke atas.

Kutaruh sendokku, mataku mencari seseorang tapi tak ada “Mana dia?”

“Hei” panggilku kepada salah satu pelayan.

“Ya tuan muda”

“Bisakah kau panggilkan Tae?” pintaku.

“Tae? oh maksut tuan adalah seketaris Kim?”

“Yap”

“Baiklah tunggu sebentar”

Tak berapa lama kemudian Taeyeon datang, haish lihat dia. Apa dia tidak bosan memakai baju rapih terus?

“Selamat malam tuan muda Amber Liu” ckckck mengapa dia begitu sopan sekali!

“Sudahku bilang panggil saja Amber”

“Ah nde” senyumnya.

“Ada yang bisaku bantu”

Sebelum mulai percakapan aku meminum segelas air putih “Duduklah”

“Aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu Tae”

“Tentu saja”

“Mengapa Krystal tidak makan dibawah? mengapa pelayan harus memberikan makanan ke ruangannya? apa dia tidak diajari tata krama bahwa tidak boleh makan dikamar?” kataku sok pintar haha.

“Nona muda Jung saat ini tidak ingin makan di meja makan”

“Apa karena aku? apa dia masih membenciku? aigooo anak itu” ku gelengkan kepalaku.

“Dan kau tahu kan Tae dia sudah 2 hari tidak sekolah, apa kau tidak bisa membujuknya hah?”

“Kami sudah berusaha, tapi nona muda Jung begitu keras kepala sulit untuk membujuknya. Jika ada sesuatu yang tidak dia suka maka dia bisa berhari-hari didalam kamarnya” ucap Taeyeon.

“Hmmm manja sekali penyihir itu. Mau sampai kapan dia di kamar? mau sampai dia menyukaiku? hahaha, sudahlah nanti juga turun sendiri. Aku kekamar, selamat malam Tae”

Taeyeon membungkukan badanya padaku, dan aku merasa ngantuk.

2 hari kemudian

“Benar-benar keras kepala! apa kepala dia itu terbuat dari batu? sudah 4 hari dia tidak keluar dari kamar! haishh, bikin kepalaku sakit saja”

Aku duduk didepan kamarku, menatap pintunya yang ingin sekali ku dobrak dan menyeretnya keluar.

“Hei hei!”

Aku langsung bangun dari duduk sila ku dan memanggil pelayan yang biasa mengantar Krystal makanan “Kau akan memberikan makanan ini padanya bukan?”

“Ya tuan muda Amber”

“Biar aku saja” aku merebut paksa dari tangannya.

“Tapi tuan, nona muda pasti akan marah”

“Ku antar makanan ini, kau yang mengetuk pintunya oke!”

“Tapi..”

“Haish apa kau mau dia tidak keluar kamar! ayo cepat”

“Ya-ya”

Aku dan pelayan wanita paruh baya ini berjalan menuju kamar Krystal, kulihat menu makanannya malam ini.

“Daging” aku rasa dia menyukai daging, karena sudah beberapa hari ini aku melihat pelayan membawa menu yang sama.

Kini kami berhenti tepat di depan kamar Krystal.

Ku hela nafas ini ntah mengapa aku menjadi cemas. Ku langkahkan kakiku tepat hanya dua jengkal dari pintu kamarnya.

Kuberikan isyarat kepada pelayan agar mengetuk kamar Krystal dan memanggilnya.

“Tok tok tok” pintu kamarnya mulai diketuk.

Sial! mengapa aku menjadi deg-degan!

“Nona muda Krystal, makan malamu sudah kami siapkan” ucap pelayan.

Ku hela lagi nafasku, tanganku sedikit gemetar dengan memgang nampan berisi daging dan jus mangga.

Ku pejamkan mata ini, menunggunya membuka pintu kamar.

Dan…

“Ckrek” Krystal memegang gagang pintu dan bersiap membukanya.

Dan…..

Ntah hal bodoh apa yang kulakukan hingga aku memberikan senyuman untuknya dengan mengucapkan “Hai”

Author Pov

“Duuuummmmmm!!!!” pintu dibanting keras oleh Krystal. Membuat Amber menjadi kaget, bagaimana tidak, wajahnya hanya beberpa inci dari pintu kamar Krystal.

Jantung Amber berdebar-debar “Haishh ya!!! apa kau tidak bisa menutup pintu dengan sopan hah?! kau tidak tahu wajah dan telingaku hampir rusak! haishh dasar penyihir!” Amber mengelus elus dadanya. 

“lihat, lihat aku tidak salah bukan memanggilmu penyihir! lihat sikapmu itu, apa kau tidak tahu semua orang mengkhawatirkanmu! apa kau pikir kau tuan putri! kau bukan tuan putri kau itu penyihir!” teriak Amber kesal.

“Tuan Amber sudah-sudah” leray pelayan.

“Ahjumma kau diam saja, aku akan memberi pelajaran kepada penyihir ini” geram Amber dengan menggulung lengan seragamnya.

“Ya!! kalau berani kau keluar! keluar dari kamarmu itu penyihir, apa kau takut denganku hah? kau penyihir keluarlah, berhentilah bersikap seperti anak kecil! kau pikir kau siapa! kau hanyalah penyihir yang egois dan….”

“Ckrek” pintu kembali terbuka dan…

“Byurrrr”

Mata Amber terpejam, merasakan air dingin yang mengenai wajahnya. Krystal menyiram segelas air ke wajah Amber agar dia berhenti bicara.

“Apa yang kau lakukan!” geram Amber.

“Agar kau diam llama bodoh” dingin Krystal.

Krystal mulai kembali memegang gagang pintunya, berencana menutup kembali pintu kamarnya.

Tapi Amber tidak tinggal diam, Amber menyelipkan kakinya di pintu Krystal saat Krystal ingin menutup pintu kamarnya. Sayangnya Krystal menutup begitu keras kamarnya hingga membuat Amber menjerit kesakitan.

“Aaaaaagggghhhhh!!!”

Krystal terkejut, Amber terjatuh lemas dengan memegang kaki kananya.

“Aaaaghhhh kakiku! kakiku putus!!!” teriak Amber yang membuat satu rumah menjadi datang menghampirinya.

“Tuan muda Amber”

“Kakikuuu, kakikuuuu sangat sakit! aku tidak mau kakiku di amputasi!!” teriak Amber kesakitan dan membuat satu rumah cemas.

“Agghh bagaimana ini! aku tidak ingin memakai kaki palsu!!”

“Kakikuuuuuuuu!!”

Tapi tidak untuk Krystal, Krystal hanya memandang nya dengan ekspresi wajah “WTF?!”

Dengan mata yang merah, Amber menatap wajah Krystal “Ini semua gara-gara kau” ucapnya dengan memegang kaki.

“Aku? apa kau sudah gila? jelas-jelas kakimu yang menghalangi pintuku dan aku tidak tahu kakimu ada di pintuku llama bodoh!”

“Lihat lihat! bukanya minta maaf kau malah mengataiku llama bodoh, mengapa kau begitu jahat! kau begitu jahat dan lihat kakiku hampir putus karenamu”

Krystal memasang wajah jengkel “Sudahlah aku tidak ada waktu untuk berdebat dengan orang sepertimu”

Krystal kembali ingin menutup pintu tapi lagi-lagi Amber mencegahnya dengan tangan kanannya. Kali ini pintu yang ditutup tidak begitu keras.

“Aaaaaaggghhh!!!!” Amber kembali berteriak dan membuat Krystal dan semuanya terkejut.

“Kali ini tanganku!!!” teriak Amber memegang tangan kanannya.

“Tangan dan kakiku putus!!!”

Amber beguling-guling kesakitan hingga badannya menyelinap masuk ke kamar Krystal.

“Ya!! apa yang kau lakukan!” teriak Krystal.

Amber terdiam, dia menjadi diam saat masuk ke kamar Krystal dengan terduduk dilantai megenggam tangannya yang cukup sakit.

“Jadi seperti ini kamarnya, hmm baunya begitu menghipnotis. wangi sekali, kamarnya begitu indah. Benar-benar seperti  kamar putri raja” pikir Amber.

luxury-bedroom-photoreal-3d-model-max.jpg

“Keluar dari kamarku llama bodoh!”

Teriakan Krystal membuat Amber kembali ke dunia nyata, dia menghela nafasnya. Amber berusaha untuk berdiri dengan kakinya yang sakit tentu dengan wajahnya yg merah karena menahan sakit.

“Keluar dari kamarku atau kau kupanggil polisi!”

Amber tertawa kecil “Kau ingin panggil polisi? atas dasar apa? apa kau lupa aku tunanganmu, apakah ada dalam peraturan bahwa tunanganya tidak boleh masuk kekamar pasangannya?” ucap Amber.

Krystal semakin geram, kepalanya mulai berasap “Kalian” tunjuk Krystal kepada pelayan-pelayannya.

“Cepat keluarkan llama bodoh ini dari kamarku!!” tegas Krystal.

Krystal menatap bingung, tak ada satupun pelayannya yang patuh “Tinggalkan kami” ucap Amber kepada pelayan.

“What??” Krystal semakin heran karena mereka semua menuruti perintah Amber. Ini semua adalah perintah dari Jay Jung, bahwa perintah Amber harus dituruti bila untuk kebaikan Krystal.

Amber menatap sekeliling kamar Krystal dengan rambut yang sedikit basah, tangan yang merah serta kakinya yang sedikit bengkak.

“Keluar dari kamarku! aku tidak suka bila ada orang lain masuk kedalam kamarku!”

Amber masih terdiam, Amber masih terpesona oleh kamar Krystal.

“Apa kau tuli?”

Amber menghela nafasnya, menatap wajah Krystal “Aku tidak ingin keluar”

Krystal tertawa sini “Mwo? keluarlah, aku tidak ingin bermain-main!”

“Apa kau pikir aku main-main hah? apa kau tidak lihat tanganku! lihat kakiku dan lihat ini bajuku serta rambutku yang kau siram dengan air dingin!” Krystal membuang muka.

“Aku tidak main-main, aku melakukan semua ini agar kau keluar dari kamar! apa kau tidak sadar kau tidak keluar dari kamar selama 4 hari berturut-turut?”

“Apa pedulimu, urus saja dirimu” Ketus Krystal.

“Haishh anak ini, jangan keras kepala. Apa kau tidak tahu teman-temanmu mencarimu! apa kau tidak tahu semua fans-fansmu menayai keberadaanmu! dan apa kau mau kepala sekolah melapor bahwa kau tidak sekolah selama 4 hari kepada tuan Jay Jung? dan terlebih lagi tidak ada yang menutupiku saat aku tertidur di kelas” jelas Amber.

“Keluar dari kamarku!”

“Tidak”

“Keluar!

“Tidak”

“Keluar!

“Tidak, tidak dan tidak sebelum kau berjanji akan pergi ke sekolah besok pagi!”

Krystal menghela nafasnya “Kalau tidak, aku tidak akan keluar dari kamar ini dan tentunya tidur disini” senyum Amber.

“Apa? haishhh!” kesal Krystal.

Krystal terlihat berfikir keras “Agh! kau!”

“Bagaimana? tidak apa-apa jika kau tidak ingin sekolah tapi aku akan tidur disini bersama…”

“Stop!! oke baiklah! aku akan pergi sekolah, puas?!”

Amber tersenyum lebar “Haha baiklah, tapi jika kau berbohong aku akan melakukan hal gila lainnya”

“Aku berjanji, puas”

“Baiklah” Amber keluar dari kamar Krystal dan setelah Amber keluar Krystal segera menutup pintu kamarnya.

“Huffh perjuangan yang begitu keras, kalau tidak seperti ini maka tuan Jay akan marah dan aku akan kehilangan segalanya” ucap Amber.

Next day Krystal Pov

Benar-benar membuatku gila! mengapa aku harus bertemu dengan orang yang menyebalkan seperti dia! bagaimana bisa dia mengancamku dengan tidur dikamar ini, bersamaku, apa itu tidak gila?

Aku bercemin, menatap diriku di kaca “Mengapa kau bernasib sial” ku pejamkan mata ini, tak tahan akan sikapnya.

“Awas saja dia”

Aku segera keluar dari kamar, menuruni anak tangga untuk menuju meja makan tapi langkahku terhenti saat melihatnya di meja makan. Pagi-pagi melihat wajahnya sudah tidak membuatku bergairah dan terlebih lagi aku satu meja dengannya? yang benar saja, aku lebih baik mati kelaparan dari pada satu meja bersamanya.

“Hei!” ntah mengapa langkah kakiku terhenti.

“Aku tahu kau tidak akan makan bersamaku, jadi aku mengalah” kubalikan badan ini.

“Sarapanlah, aku akan makan roti ini di halaman depan saja” llama bodoh itu mengunyah roti yang di pegangnnya. dan…

Ada apa dengan jalannya? dan tangan kanannya di perban? oh aku lupa, dia semalam melakukan hal gila untuk membuatku pergi kesekolah.

“Selamat pagi nona muda Jung” sapa Taeyeon. Aku tak bermaksud untuk mengabaikan kaki tangan ayahku ini, hanya saja aku terlalu malas untuk berbicara di pagi hari.

Setelah selesai makan aku begegas masuk mobil, untung saja aku tidak satu mobil dengannya! setauku dia pergi membawa motornya. Motor saat pertama kali dia kendarai disekolah pada hari pertamanya. Bukan bermaksud untuk mengingatnya hanya saja aku memiliki ingatan yang kuat.

Tak butuh lama aku sampai Empire school, sekolah yang sudah 4 hari tak ku singgahi karena aku malas melihat wajah llama bodoh itu dan marah terhadap kakek!

Aku berjalan masuk, seperti biasa mereka melihatku bagaikan diriku adalah seorang idol, mereka selalu berbisik di dekatku. Hal ini membuatku tidak suka, aku tidak suka saat orang menatapku, aku tidak suka orang berbisik menghadapku, aku tidak suka keramaian dan aku tidak suka mereka!

“Soojunggiiee!!!”

“Oh!”

“Waaaaahhh”

Tanpa pikir panjang aku memeluk mereka semua! aagh aku begitu merindukan mereka

“Ahh aku merindukanmu!!”

“Kau darimana saja! apa kau tahu kami begitu merindukanmu!”

“Jangan seperti ini lagi”

Aku hanya tersenyum mendengarnya, aghh sahabat memang bisa membuat luka pergi “Bianee aku hanya ingin menyendiri”

Kami berpelukan lagi “Ayo kita ke kelas” aku mengangguk tapi tiba-tiba ada seseorang yang menarik perhatian mereka.

Mereka melihatnya, melihat bingung “Amber kenapa? setauku kemarin dia baik-baik saja?” bingung Luna.

“Sudahlah biarkan saja, kajja!” ajaku ke kelas.

Jam pelajaran dimulai, saat ini sedang mata pelajaran bahasa inggris salah satu mata pelajaran wajib sekolah ini. Hmm aku merasa bosan, jujur saja bahasa inggrisku bagus karena aku besar di San Francisco. Jadi untuk apa aku belajar lagi.

“Krookk Krookk Krookkk” suara apa itu? seperti suara dengkuran? sepertinya suara itu tepat di belakangku.

Hmmmmm…

Ku miringkan sedikit badanku, sedikit menggeser bangku ku ke kanan. Suara dengkurannya semakin besar, lihat saja nanti.

“Baiklah anak-anak….”

Kena kau!

“Amber Liu!!” teriak guru dengan memukul penggaris ke meja.

“Aku berjanji akan menjadi anak yang rajin, pintar, sopan, rama tamah dan rajin menabung!!”

Seketika satu kelas tertawa keras, matanya masih sedikit sayu dan ditambah rambutnya yang berantakan.

Hahahhaah dasar stupid!

“Keluar dari kelas!” perintah guru.

“Huffhh arasso” aku menahan tawaku, hahahhahahha sungguh rasanya puas sekali.

Sementara itu Amber

Amber membasuh mukanya, menatap wajahnya di cermin “Haish sungguh memalukan! dia pasti sengaja tak menutupiku saat tidur tadi! awas saja dia”

 

“Krrriiingggggggg!!!”

Yes istirahat! kami bergegas menuju kantin “Wah aku begitu lapar”

Seperti biasa kami makan siang bersama, tertawa bersama dan bergosip hehe.

Ntah mengapa mataku mengarah padanya, yap. Aku tahu dia duduk di kursi tengah bersama teman-teman barunya.

“Soojungie”

“Hmm”

“Apa kau tahu akhir-akhir ini tunanganmu…”

Aku menatap Sulli dingin.

“Haha maksutku Amber, apa kau tidak tahu akhir-akhir ini dia menjadi populer?”

Populer?

“Bagaimana bisa?”

“Saat berada di gedung olahraga dia menujukkan skillnya dalam bermain basket dan itu hebat sekali! dan kau tahu, dia akan masuk tim utama Empire School”

“Tim utama?” aku tidak menyangka.

“Dan juga dia jago taekwondo” tambah Vic.

“Aku tidak peduli” lanjutku makan.

“Apa kau tidak cemburu? kudengar dia sudah memiliki fans club disekolah ini”

“Mwo? llama bodoh seperti dia memiliki fans club?” kejutku! bagaimana bisa! apa mereka semua buta.

“Aku dengar juga begitu, aku dengar anak kelas 1 banyak yang menyukainya” tambah Vic.

Aku kembali menatapnya secara tersembunyi. Haish bagaimana bisa wajah menjengkelkan seperti dia ada yang menyukai!

“Tapi Soojungie, mengapa kau tidak pernah memakai cincin tunangan kalian? Aku selalu melihat Amber memakai cincin di jarinya” polos Sulli.

“Aku tidak mau! kalau kau mau kau pakai saja” lanjutku makan.

“Krystal”

“Kai?”

“Boleh kita bicara sebentar?” aku melihat ketiga sahabatku.

“Hmm baiklah”

Ntah mengapa aku melihat tatapan llama bodoh itu terhadap diriku dan Kai. Sudahlah biarkan saja.

Aku mengikuti arah Kai berjalan dengan menuju taman belakang tempat kami biasanya menghabiskan waktu di bawah pohon rindang.

“Ada apa?”

“Aku mengkhwatirkanmu” tatapnya.

“Aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir” senyumku.

“Aku merindukanmu Krystal, apa kau tidak tahu?” aku tidak menjawab pertanyaannya. Aku tidak tahu apakah aku merindukannya juga atau tidak.

“Krystal” dia melangkah ke arahku, bahkan aku bisa mencium bau badannya. Dia memegang tanganku.

“Apa kau benar-benar mencintai tunanganmu itu?”

“Mengapa kau bertanya seperti itu?”

“Karena kau tidak pernah memakai cincin di jarimu”

Aku hanya diam, tak ingin menjawab pertanyaanya “Aku tahu kau tidak mencintainya”

Kai semakin memegang tanganku dengan erat “Biane karena aku menolakmu”

Kai semakin mendekatkan dirinya kepadaku, aku tidak tahu maksutnya apa tapi sepertinya dia ingin… ingin menciumku. Bagaimana ini? Aku tidak tahu perasaanku saat ini kepadanya tapi aku tidak bisa menerima ciumannya, aku ingin menghindar tapi dia memegangku begitu erat. Aku bingung dengan perasaanku.

Tuhan tolong selamatkan aku!

“Brruuukkkk!!”

Aku mendengar suara, dan untung saja suara itu dapat mengalihkan situasi kami saat ini. Kami sama-sama melihat ke arah sumber suara yang cukup kuat, seperti ada sesuatu yang jatuh.

Dan benar saja…..

“Amber??” What?!! apa yang dia lakukan disini!! datang dari mana dia?!! apa dari tadi dia bersembunyi di atas pohon? tentu saja aku melihat rambutnya yang penuh daun dan ranting.

“Apa yang kau lakukan!” kesal Kai.

Dia bangun dan merapihkan bajunya tentu saja dengan wajah bodohnya “Hahahaha tidak ada! hahahha benar-benar tidak ada”

“Apa kau menguping?” tanya Kai.

“Menguping? bu-bu-buat apa! aku tidak peduli dengan urusan kalian! aku juga memiliki banyak urusan!” aku hanya menatapnya yang begitu berantakan.

“Lalu apa yang kau lakukan, apa yang kau lakukan dari tadi hingga kau jatuh dari pohon kalau bukan menguping dan mengintip!”

“Aigoooo namja ini mengapa dia menggila? ya! aku ke sini karena aku sedang dalam tugas karya ilmiah yaitu meneliti telur burung yang berada di atas pohon! apa kau tidak mengerti? pabo”

Telur burung? dasar bodoh, aku ingin tertawa mendengar buwalannya.

“Kau kira aku bodoh sepertimu hah?”

“Haishh sudah menuduhku sekarang kau bilang aku bodoh!”

llama bodoh ini melangkah maju mendekati kami “Kalau kau tidak percaya tanya saja Krystal!”

Aku? mengapa aku? Kai menatapku bingung.

“Kita punya tugas karya ilmiah mengenai telur burung bukan? kau tidak lupa tugas itu kan?” aku menatapnya bicara.

“Krystal benarkah itu?” tanya Kai

Aku tidak tahu harus jawab apa, tetapi…

“Y-y-ya”

“Haha sudahku bilang aku tidak berbohong! kau malah menuduhku, hati hati bila bicara!”

Kai masih heran dan masih tidak percaya.

“Ayo Krystal kita kerjakan tugas kita, kau tahu bukan guru yang mengajar begitu galak! ayo cepat kita kerjakan”

Aku benar-benar di buat bingung akan situasi saat ini “Ayo! apa kau ingin dihukum?”

“Tidak”

“Jadi ayo kita kerjakan, kita cari pohon lain. Kita cari pohon yang lebih indah” senyumnya.

Ntah mengapa dan tak kusadari aku mengikuti langkahnya.

Aku, aku meninggalkan Kai begitu saja, meninggalkannya seperti dia tak ada.

Dan aku..

Aku mengikuti langkah kaki llama bodoh ini untuk pergi menjauhi Kai.

Mengapa harus Kai yang ku jauhi? mengapa bukan kau? mengapa bukan llama bodoh ini yang selalu membuatku kesal? selalu membuatku ingin mencekiknya.

Aku tidak tahu, aku terus mengikuti langkahnya. Mendengarnya bicara tapi tak bisa ku dengar dengan jelas karena aku terlalu larut dalam pikiranku.

Mengapa aku memilih llama bodoh ini, mengapa aku meninggalkan Kai?

Jangan tanyakan aku alasannya.

Karena aku tidak tahu.

 

————————————————————————

Advertisements

18 thoughts on “Someday 10

  1. Dork nya amberπŸ˜…πŸ˜†
    jurus jitu bualannya,,tp se gk nya krystal slmt dr kai yg sok kecakepan
    Dan lucu nya bener” ni part suka rela bget bikin kaki&tangan tu jd korban amukkan krystal,πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„
    kryber saya suka mereka yg saling benci” gana gitu 😁

  2. Ngebujuk krystal sekolah aja sampe rela luka tangan dan kaki. Semoga bisa sabar terus yah ber ngadepin krystal πŸ˜‚ ini baru permulaan, jadi siapin mental aja buat sakit sakit berikutnya karena ulah krystal πŸ˜‚

  3. Krna krystal sudah mulai ad rasa sma amber (?)
    Wkwkwkwkw
    Ksian kaki dan tangan amber
    Demi krystal atau demi hartanya
    Wkakakakakaa
    Kamar krystal mntep amatt thorr
    Wkwkwkwkwkwkw
    Duh gaasabar
    Lanjutttt

  4. sn says:

    Krystal nya keras kepala banget ya. Kocak pas Amber kaki sama tangan nya luka cara nya kocak njiiiir. Dan jatoh dari pohon Amber ya ampun

  5. RandaKim12 says:

    Kasian πŸ˜”πŸ˜” amber,, supaya krystal keluar dia rela ngelakuin apapun sampe dari disiram air dingin, kaki kejepit trus tangan ny,, krystal ny mlh biasa” aja ngeliat amber kyk gitu πŸ˜”..
    Tpi akhirny Krystal mau juga keluar kamar sma kesekolah walaupun terpaksa ☺☺
    Figthing πŸ’ͺπŸ’ͺ✊✊

  6. Demi incess yang ngambek ga mau sekolah si ember rela sengsara wkwkwk
    Cieee udah ada yg mulai ehemm ehemm nih hahaha
    Yalord kenapa gemes sama kelakuan mereka bedua sih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s