Someday 8

Krrriiiiinnnnggg krrrriiiinggg krrriiinnnggg

Ahhhhh mengapa ribut sekali!

“Amber bangunlah! ini sudah jam 7!!”

“Apa jam 7?!!” shit! aku bisa telat lagi.

Amber berlari ke kamar mandi dengan membasuh wajahnya dengan mengosok giginya dengan cepat lalu dengan mengambil sedikit air, Amber membasuh rambutnya agar terlihat segar “Oke mandi selesai”

Dengan cepat Amber memakai Kemeja putih sekolahnya yang tergantung di lemari, Amber memakai seragamnya sekolah tanpa mengancing seragamnya, membiarkan baju dalaman hitam yang dia pakai tidur terlihat. Yap itulah kebiasaan buruk Amber, selain tidak mandi, dalam mengenakan seragam Amber sangat kacau. Maksutku, lihatlah dia. Memakai seragam tak rapih, baju keluar tanpa dikancing ,untung saja dia memakai baju daleman. Ditambah lagi memakai kaos kaki yang selalu dia pakai berhari-hari.

“Amber cepatlah kau bisa terlambat!”

Dengan tergesa-gesa Amber turun dari kamarnya dengan mata yang semabab “Ya ampun! kau ini niat sekolah atau tidak?” heran ibunya.

Amber mengambil sepotong roti dengan memakai sepatu nike hitam milikinya “Eomma aku berangkat!” Amber sedikit berlari dengan roti yang masih dia kunyah.

Jam 7 pagi, jam yang paling Amber benci karena tidurnya yang terganggu. “Hufhh Hah” Amber menghela nafasnya. Berlari cepat melewati orang-orang yang berada di depannya.

Sesekali Amber melihat jam nya “Haishh aku bisa telat lagi!” umpatnya.

Amber menambah kecepatannya dan “Ciiittt” terdengar suara ban berdecit.

Dengan hitungan detik, Amber menghentikan larinya yang cepat. Dengan kecepatan lari yang dilakukan Amber, membuat Amber tidak dapat memopang berat badannya yang berakibat tubuh Amber menabrak mobil mewah hitam.

“Dummm”

“Ya!! dimatamu! dasar bodoh” tunjuk Amber.

“Aku heran sekali, mengapa orang kaya seperti mereka ini suka sekali semena-mena!” kesal Amber dengan memukul mobil hitam mewah dengan kesal.

Amber terlihat kesal, dan seseorang turun dari mobil dengan memakai pakaian hitam.

Mata Amber melihatnya, melihat bingung “Siapa lagi manusia yang kuhadapi”

Seseorang itu tersenyum kepada Amber, Amber menatap heran. Tidak hanya tersenyum tapi seseorang yang dia tak kenali itu membungkuk yang artinya menunjukkan rasa hormat kepada Amber.

Amber menaikan alisnya “Waah baru kali ini ada orang kaya yang mau meminta maaf duluan” Amber menepuk tangganya.

“Kami tidak bermaksud untuk melukaimu” ucapnya.

Amber mengangguk “Baguslah, kalau begitu aku pergi dulu. Lain kali hati-hati lah!” Amber meninggalkan seseorang yang tidak dia kenal itu.

“Kau harus ikut dengan kami”

Amber menghentikan langkahnya, menatap kembali orang itu “Ikut denganmu? haha apa kau ingin menculikku?”

Amber menunjukkan isi kantongnya “Lihat, bahkan kantong ku saja tidak ada uang saku. Sudahlah tidak ada waktu” Amber kembali bergegas.

“Kau harus ikut kami Amber Liu”

Amber menoleh kearahnya, menatapnya heran “Kau tahu namaku?” tunjuk jarinya tepat di depan wajahnya.

Dia tersenyum, menghampiri Amber “Kami di beri tugas oleh tuan besar Jay Jung untuk menjemputmu Amber Liu, kau akan ke pergi Seoul”

“Seoul?” kejut Amber.

“Tap-tap-tapi”

“Masalah sekolahmu sudah kami urus, kau tidak perlu khawatir. Kami sudah meminta izin”

Amber sedikit lega, setidaknya hari ini dia tidak dihukum “Baiklah” Amber berjalan menuju sedan mewah dengan pengawal yang membukkan pintu untuknya.

Amber menyenderkan bahunya “Wah memang beda kalau berada di mobil mewah hahaha” Amber melebarkan kakinya. Membuat dirinya nyaman.

“Amber liu”

“Hmm”

“Aku lupa memperkenalkan namaku” Amber menoleh ke arahnya.

“Aku adalah Kim Taeyeon” senyumnya.

“Oh Hi Kim Taeyeon” senyum lebar Amber.

“Aku harap kita bisa berkerja sama” senyumnya pada Amber.

“Tentu saja”

Amber membuka jendela mobil, menikmati susana pagi hari “Waah udaranya begitu sejuk, baru kali ini pagiku terasa menyenangkan. Kau tahu Tae, biasa jam segini aku sedang berlari di tengah lapangan atau berdiri di depan kelas hahaha”

Taeyeon tersenyum menanggapi kicauan Amber, dan Amber kembali menikmati perjalanannya “Bisa kau besarkan volume musiknya?” perintah Amber kepada supir.

“Ndee”

Suara musik Don’t speak milik Fast East Movement feat Tiffanya menggema dimobil mewah hitam miliki keluarga Jung “Hahaha ini menyengakan, kita harus semangat Tae!”

“Wowowowow” teriak Amber dari luar mobil.

Waktu terus berputar tak terasa mereka masuk kedalam lingkungan Real Estate Seoul, Amber kembali membuka kacanya. Melihat sebuah rumah mewah yang akan iya tuju.

Pintu mulai terbuka, mata Amber membulat heran “Apakah ini disebut rumah? ini bukan seperti rumah. Ini seperti istana!” ucapnya dalam hati.

Mobil melaju menuju pintu utama rumah Jay Jung, Amber masing tak percaya apa yang dia lihat.

Pintu mobil di buka, Amber turun dari mobil dengan mata yang masih membulat “Selamat datang tuan Amber Liu” bungkuk semua pelayan.

interiorim.com_cars_great_luxurious_sportscar_mansion_7839.jpg

(Jung’s house)

Amber membalas dengan membungkuk, sang pelayan mengarahkan Amber untuk masuk “Masuklah” suruh Taeyeon.

Amber mulai masuk, matanya melihat kesana-kemari. Begitu takjub dengan kediaman Jung “Wah jadi seperti ini rumah orang terkaya di Asia” Amber menggelengkan kepalanya.

Taeyeon tersenyum melihatnya “Akan ku tunjukkan kamarmu”

“Apa!” teriak Amber, Taeyeon langsung menutup telinganya. Amber menghampiri Taeyeon dengan mata yang bulat.

“K-k-kau kau bilang kamar? kamarku??” bingung Amber.

“Yap, jadi ayo ikut aku”

Amber mengikuti arah Taeyeon berjalan, “Kira-kira ada berapa pelayan dirumah sebesar ini? pasti repot sekali mengurusnya” pikir Amber.

Taeyeon berhenti dan Amberpun berhenti melangkah “Ini kamarmu, kamarmu dilengkap pengamanan yang super ketat. Bila ada waktu, kau akan ku ajarkan mengenai kamarmu ini”

Amber memandang pintu di depannya “Masuklah” Taeyeon membukkan pintunya untuk Amber.

Dan lagi Amber dibuat takjub dengan apa yang dia lihat.

“Ini gila”

luxury-bedrooms-17-620x418.jpg

(Amber’s bedroom)

“Ini benar-benar kamarku Tae?” bingung Amber.

“Ya tuan Amber”

“Daebak” senyum lebar Amber.

“Kamar ini sama saja dengan rumahku hahaha”

Amber melompat ke tempat tidur barunya “Wahhh nyaman sekaliiii” Amber menggosok gosokan tubuhnya ke tempat tidurnya.

Setelah puas dengan tempat tidurnya, Taeyeon kembali mengajak Amber melihat sekeliling rumah milik Jay Jung.

Seketika langkah Amber terhenti, melihat satu pintu yang tidak berada jauh dari kamarnya “Itu ruangan apa?” tunjuknya pada Taeyeon.

Taeyeon menoleh ke arah yang Amber maksud “Itu kamar kosong”

“Ohhh”

Setelah puas dengan berkeliling, Taeyeon mengajak makan Amber.

“Bagaimana makananya?” tanya Taeyeon.

“Enak sekali!” jawab Amber dengan daging di mulutnya.

“Riingg rinngg” ponsel Amber berdering.

“Eric?”

“Kau dimana!!”

Amber menjauhkan ponsel miliknya karena telinganya begitu sakit mendengar Eric teriak “Haish! mengapa kau teriak hah? aku tidak tuli”

“Jadi kau dimana!”

“Aku ada di Seoul, aku berada di rumah tuan Jay Jung”

“Haish disaat seperti ini kau malah bersenang-senang! apa kau tidak tahu sekolah kita sedang di serang dengan sekolah Namdyong! kami butuh bantuanmu!” 

Amber berdiri dari duduknya “Apa? bagaimana bisa terjadi? haish mengapa mereka tidak pernah berhenti menyerah sekolah kita!”

“Untuk itu kau harus cepat datang!”

“Baiklah aku akan segera kesana!”

“Kau mau kemana?” heran Taeyeon.

“Maaf Tae aku harus buru-buru!”

Amber bergegas keluar.

Amber adalah sosok yang tidak asing akan kekerasan, bahkan wajahnya pernah terluka karena bertengkar dengan SMA lain. Amber akan membela mati-matian sekolahnya dan terlebih lagi Amber pandai dalam berkelahi karena dia memang sabuk hitam. Wajar saja bila dia sudah banyak memukul wajah namja-namja yang berani melawannya. Walaupun Amber adalah yeoja, tapi dia paling ditakuti. Amber juga adalah preman di sekolahnya, tak jarang banyak yang takut padanya bukan karena gayanya saja tapi sifatnya yang berani melawan siapapun yang tak sesuai kehendak dia.

“Amber!!”

“Akhirnya kau datang juga!”

Sambut teman-temannya “Jadi, siapa yang berani melawan kita?”

“Dia”

Amber melangkah maju, melepas seragam sekolahnya “Aigoo kalian lagi, sudah 3x kalian kami kalahkan dan sekarang masih berani menginjak daerah kami?”

“Kau akan mati!”

Mereka semua bertengkar, Amber terlihat terluka di wajahnya.

Tak butuh lama untuk menjatuhkan mereka “Sekali lagi kau berani datang kesini, kakimu akan kupatahkan dan kubuang ke laut! apa kau mengerti!” ucap Amber dengan menginjak tubuh lawannya.

“Ba-ba-baik Amber”

Semuanya merayakan kemenangan dan saling berpelukan, tak akan ada yang menyangka bahwa Amber adalah seorang yeoja.

“YA KALIAN SEMUA!”

“Damn!” ucap Amber.

Sudah merayakan kemenangan mereka tertangkap oleh guru-guru karena ada seseorang yang melaporkan hingga dibawa keruangan.

Ailee berdiri di depan ruangan, menunggu kedua sahabatnya keluar.

“Dasar bodoh! kapan mereka akan sadar?”

Keesokan harinya

Amber, Ailee dan Eric jalan berdampingan “Jadi tolonglah hentikan tingkah gila kalian! kalian itu sudah tua, jadi tidak bisa tawuran lagi?”

“Mana bisa!” jawab Eric dan Amber.

“Lihat wajahmu!” tunjuk Ailee pada Amber, wajah Amber terlihat memar di bagian pelipis dengan memakai plester luka di bagian pipi kananya.

“Aku lebih heran padamu Amber, kapan kau akan tobat?”

“Hahahaha, tidak akan Ailee” tawa Amber yang disusul Eric.

“Amber Liu!!”

Mereka bertiga berhenti melangkah, membalikan badannya. Melihat seorang guru yang datang menghampiri mereka “Hufhh kini apalagi?” kesah Amber.

“Ikut aku”

Amber menghela nafasnya “Ndee”

Tiba di ruang kepala sekolah “Duduklah” perintahnya.

Amber duduk, ini sudah puluhan kalinya Amber dipanggil “Hmmm, bagaimana kemarin? apakah sekolah kita menang?”

Amber terkejut mendengarnya “Tentu saja pak! aku tidak akan membiarkan…”

“Itu akan menjadi hari terkahir untukmu untuk bertengkar”

“Tapi, tapi bagaimana bisa aku diam saja bila anak-anak sekolah ini di minta uang danlagi pula aku harus membela sekolah ini..”

Belum selesai bicara, Pak kepala sekolah menatap Amber “Kau tidak perlu lagi membela sekolah ini”

“Apa?”

“Tidak perlu”

“Haha bagaimana bisa pak, dan lagi pula…”

“Kau akan pindah sekolah”

Amber terdiam, diam cukup lama. Bibirnya tersenyum “Kau tidak bisa melakukan ini pak”

“Kau akan pindah sekolah, dan mulai besok kau tidak perlu sekolah disini lagi”

Amber berdiri dari duduknya “Tapi pak, jangan seperti ini. Jangan seperti ini hukuman yang kau berikan padaku”

“Ini bukan hukuman Amber Liu”

“Lalu apa?”

“Kau akan pindah sekolah yang jauh lebih baik”

Amber menghela nafasnya “Sekolah ini adalah yang terbaik untuku! sekolah mana lagi yang pantas untukku pak? tidak ada”

“Kau akan pindah sekolah ke salah satu sekolah terbaik”

Mata Amber membulat “terbaik?”

“Ya. luar biasa bukan”

Amber diam, Amber tersenyum tipis “Apa mereka tidak bisa mengizinkanku untuk lulus disini saja”

“Aku harap kau bisa berubah”

Amber terlihat kecewa “Semua berkas sudah diurus, jadi mulai hari ini kau tidak usah sekolah”

Amber terlihat kesal, Amber keluar dari ruangan kepala sekolah dan tiba-tiba ponselnya berdering “Eomma?”

“Kau, jaga dirimu baik-baik. Aku sudah membawakan beberapa baju hangat untukmu. Dan juga sudah kutitipkan boneka beard mu kepada pengawal pribadimu. Jaga dirimu baik-baik”

“Haishh eomma! kau ini bicara apa?”

“Kau belajarlah dengan giat! ingat, kau harus sukses. Jangan pikirkan eomma dan adikmu. Jagar dirimu baik-baik arasso. Sudah dulu ya, ibu banya pekerjaan

Panggilan terputus “Haishh apa-apaan ini!”

“Amber”

“Kau”

“Sudah waktunya”

Amber tersenyum simpul “Sudah waktunya? ya! mengapa kau tidak bicara sebelumnya kepadaku?”

“Aku mencoba bicara padamu, tapi pada saat itu kau pergi saat makan. Kau ingat?”

Amber memegang ponselnya “Apa kau tidak bisa menelfonku hah?!”

Amber terlihat kesal, Amber beridiri di depan lapangan sepak bola. Suasana sekolah begitu sunyi karena jam pelajaran sudah dimulai.

Amber menatap lantai kelas miliknya “Aku bahkan belum mengucapkan selamat tinggal pada sahabat-sahabatku” lirihnya.

Mobil sedan hitam sudah terparkir rapih di depannya “Kita berangkat sekarang”

“Bahkan aku belum memeluk eommaku”

“Kau bisa kembali kapan pun kau mau tuan Amber” ucap Taeyeon.

“Tapi mengapa begitu mendadak!”

Taeyeon hanya diam, Amber mengacak-acak rambutnya “Hufhh” dengan pasrah Amber masuk kedalam mobil.

Mobil mulai berjalan meninggalkan daerah Amber, Amber menulis pesan untuk kedua sahabatnya yaitu Eric dan Ailee.

“Adikmu sudah mulai sekolah hari ini” ucap Taeyeon.

“Kami akan terus menjaga keluargamu, jadi kau tidak perlu khawatir”

Amber hanya diam, dan memejamkan matanya.

Amber kembali kerumah super mewah milik Jay Jung.

“Ntah aku harus sedih atau senang” ucap Amber saat semua pelayan menduduk kearahnya.

Taeyeon berhenti melangkah, dan membungkukkan badannya”Sekarang rumah ini adalah milikmu”

“Apa??!! aku kira ini adalah rumah tuan besar Jay Jung!”

Taeyeon tersenyum “Ini adalah hadiah untukmu dari tuan besar Jay Jung, jadi terima lah rumah ini”

“Daebak! bagaimana bisa aku menolaknya” girang Amber.

“Kau masih ingat kamarmu bukan? ganti lah bajumu, kami sudah mengganti semua baju-bajumu dengan baju baru”

Amber mengganti bajunya, sebelumnya kehidupan Amber sangat sederhana. Bahkan Amber bisa memakai baju yang sama selama 3 hari di pakai berturut-turut, tapi tidak untuk sekarang. Segala model baju dan perancang terkenal nampak di lemarinya. Jam tangan branded, sepatu yang berderet rapih membuatnya sejenak melupakan kesedihan yang melandanya.

Walk-in-Closet-for-Men-Masculine-closet-design-11.jpg

Waktu menunjukan pukul 8 malam, Amber turun dengan baju barunya.

Taeyeon tersenyum melihatnya “Sepertinya kita harus mengobati lukamu tuan Amber”

“Tidak perlu, nanti juga sembuh sendiri. Aku sudah biasa dengan hal ini Tae” ucap Amber.

Amber menatap Taeyeon “Ada apa?” bingung Taeyeon.

“Kau tidak perlu memanggil ku dengan kata Tuan, lagi pula kau lebih tua dariku”

“Baiklah” ucap sopan Taeyeon.

“Tapi mengapa aku dipanggil tuan?”

“Karena kau saat ini adalah orang terpenting dalam keluarga Jung, dan lagi pula tidak mungkin kami memanggilmu nona” tawa Taeyeon.

“Dan aku minta kau tidak tidur larut malam” ucap Taeyeon.

“Kenapa? aku mana bisa tidur cepat”

“Karena besok pagi kau akan sekolah”

Amber meletakan pisau dan garpunya “Sekolah?”

“Ya” jawab singka Taeyeon.

“Baiklah, hanya sekolah. Tidak masalah bagiku” lanjut makan Amber.

“Apa kau tidak penasaran akan sekolah dimana?”

Amber sejenak berfikir “Ehmm mungkin aku akan sekolah di Hanlim” jawab Amber dengan mengunyah.

Taeyeon tersenyum “Kau salah”

“Salah? lalu aku akan sekolah dimana?”

Taeyeon menatap Amber “Kau akan sekolah di Empire School”

“Apa Empire School!!” kejut Amber.

“Ya, salah satu sekolah elit dan terbaik di Asia”

“Aku akan sekolah di Empire School?” ucap Amber.

“Empire School”

Empire School adalah salah satu sekolah kalangan elit, tapi bukan itu yang kupermasalahkan, yang kupermasalahkan adalah..

Aku…

Akan…

Satu sekolah…

dengan..

KRYSTAL JUNG!

————————————————————————-

Advertisements

7 thoughts on “Someday 8

  1. kenhendrawan says:

    akhirnya lu update juga thor… 😀
    HAHAHA matilah lu mber satu sekolahan sama ice princess
    siap siap lu akan dii…….

  2. Daebak ni yg ditunggu” kayaknya bakal banyak surprise lagi dr mu author ku selalu trhanyut dgn alur nya ..dasar amber kocak ya thor sempat” lg disuguhi yg istimewa malah ada tugas berperang antar sekolah memanggil 😂😆
    Bukan amber ja thir yg kaget dapat tuh rumah yg mewah bener yaa..
    Ciee BBC bentar lg bakal 1 school ini😆
    author nim gomawo cerita nya makin keren jaa fighting yaa buat karya lanjutn y😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s