Someday 7

Angin bertiup kencang malam indah dengan beratapkan bintang yang bertabur di langit -langit hitam. Keramaian memecah suasana malam dengan canda tawa gembira. Semua terlihat begitu bahagia, terlihat menikmati malam indah ini. Tapi tunggu, hmm tidak semua terlihat larut dalam kebahagiaan pada malam hari ini. Rambut hitamnya terurai indah, kulitnya putih bersinar, bibirnya merah dan tipis tapi, tapi wajahnya terlihat begitu sedih dan sedikit marah. Marah? yap, wajahnya begitu ketus, matanya terlihat sinis pada setiap orang, dikepal keras tangganya seperti menahan sesuatu di dalam dirinya. Digigit lembut bibir bawahnya secara perlahan hingga membuat bibirnya semakin memerah.

“Soojung, kau tidak apa-apa?”

Yeoja beranama Soojung itu hanya berdiri menatap seseorang yang berada didepannya. Matanya penuh amarah tetapi tak bisa dia luapkan “Apa kau marah?”

Soojung membuang tatapan nya, merasa kecewa dengan apa yang terjadi padanya “Soojung, biane. aku..”

“Sudahlah Luna unnie, lagi pula ini sudah terjadi. Sepertinya takdir berkata lain pada diriku” wajahnya begitu kecewa, dia menarik dalam nafasnya. Memejamkan matanya untuk sebentar.

“Soojungiee” Luna mengelus lengan Soojung, berusaha untuk membuatnya tenang.

Soojung tersenyum tipis “Kwaenchanayo sepertinya ini sudah takdirku”

Amber POV

Ku tatap wajahnya, memandang terus wajahnya dari kejauhan. Entah kenapa hatiku merasa risau. Melihat wajahnya seperti itu aku merasa bersalah. Tapi mau bagaimana lagi? aku harus melakukan semua ini, maaf kalau aku egois. Lagi pula aku melakukan semua ini juga untuk kebaikanmu. Aku tahu kau begitu membenciku tapi.. tapi aku harap pesan kakekmu terhadapku dapatku lakukan.

“Hufffhhh”

“Hmmmm sepertinya dia akan membunuhmu”

Aku tersenyum mendengarnya, menatap Eric yang berada di sampingku “Tentu, mungkin dia akan membunuhku secara perlahan-lahan”

“Lihat, bahkan sahabatnya saja tidak bisa menengakan nya. Aigooo dia memang cantik tapi bila seperti ini dia terlihat seram dan menakutkan. Aku harap umurmu panjang Am”

Aku tersenyum mendengarnya “Semoga saja”

Kumasukan kedua tanganku di saku dengan mata yang masih menatapnya, benar kata Eric aku yakin dia akan membunuhku secara perlahan -lahan. Hahaha tapi sudahlah lagi pula ini hanya permainan. Aku hanya perlu menjaganya lalu aku akan mendapatkan uang.

“Kau disini rupanya”

Kubungkukkan badan ini sebagai rasa hormat padanya, dia berjalan ke arahku. Menatap mataku “Aku harap kau bisa menjaganya, kau ingat pesanku kan?”

Ku tarik nafas ini “Ndee”

“Baguslah, kau harus menepati janji itu” senyumnya.

Dia menatapku, menatap dari ujung kepala sampai kaki, apa ada yang salah denganku?

“Hmm kau terlihat sempurna, bagaimana bisa kau tampan seperti ini haha”

Aku hanya tersenyum mendengarnya “Tuan, semua sudah siap”

Jay Jung mengangguk dengan senyuman lebar diwajahnya “Kajja”

kulangkahkan kaki ini, melangkah ke taman utama dimana aku akan mengikat janji kepadanya.

Ntah kenapa kakiku menjadi gemetar dan tanganku berkeringat “Huffhh” hanya berpura-pura! aku harus rajin mengingat kata-kata itu.

Aku menatap sekeliling, keliatannya tamu tamu yang datang hanyalah orang-orang pilihan. Ku henatikan langkah ini, sedikit merapikan kemejaku dan memakai jas hitam. Sial! mengapa jantungku berdebar-debar!

Kulangkahkan kaki ini kembali, tapi hanya beberapa langkah saja kakiku berhenti secara tak sadar. Aku berhenti, berhenti melangkah. Mataku menatap lurus, menatap matanya yang sepertinya akan membunuhku.

“Huffhh” seram sekali dia.

Uang, uang, uang! aku harus ingat itu!

Author POV

Waktu menunjukan pukul 8 malam, suasana menjadi hikmat ketika Jay Jung memberikan nasihat kepada Krystal dan Amber.

Jarak Krystal dan Amber saling berdekatan. Krystal terus menatap Amber, sedangkan Amber tidak berani menatap mata Krystal yang begitu tajam.

“Baiklah Amber, silahkan pakaikan cincin ini ke Krystal”

Amber menatap cincin itu, tak ingin larut dalam tatapan Krystal, Amber segara mengambil cincin itu dan cepat mengakhiri semua ini.

pic1.jpg

(Seperti ini cincinnya Krystal hehe)

Semua orang bertepuk tangan, Amber dan Krystal tidak saling bertatapan.

Pesta pertunangan dimulai dengan musik musik indah, semua tamu berdansa riang.

Krystal hanya diam, ingin sekali dia menjerit dan mengentikan hal bodoh seperti ini. Krystal menatap sekeliling, melihat mereka tertawa diatas penderitaanya. Rasanya ingin menangis, tapi tak ingin dia tunjukkan ke orang orang, Krystal tidak ingin telihat lemah.

“Soojung”

Krystal tak memberi respon, hanya diam yang dia berikan “Aku melakukan semua ini untuk kebaikanmu”

Krystal masih diam “Aku menyayangimu, kau tahu itu bukan?”

“Jika kakek menyayangiku, kakek tidak akan melakukan hal bodoh seperti ini. Ini benar-benar gila! Kakek menghancurkan semuanya, mengapa melakukan semua ini! kakek hanya peduli terhadap perusahaan kakek, tapi bagaimana denganku? kakek mengorbankanku hanya untuk keegoisan kakek? apakah itu yang disebut sayang?” Krystal menteskan airmatanya.

“Jika kakek tidak melakukan semua ini, kakek akan kehilangan segalanya”

Krystal tersenyum tipis “Tentu saja, kakek bisa kehilangan seluruh persuahaan kakek”

“Soojung, aku harus melakukan semua ini. Jika orang itu datang, jika orang itu datang untuk merebut seluruh yang kakek miliki untukmu maka semuanya sia-sia. Kakek bisa mati ditangganya, dan jika kakek mati maka dia akan menguasai semuanya dan nyawamu bisa terancam karena kau adalah satu satunya pewaris Jung! untuk itu, untuk sementara ini kau adalah pemegang saham Jung, sampai keadaan benar-benar aman. Setidaknya sampai aku tidak terbunuh, untuk itu aku butuh orang yang benar-benar tulus menjagamu, jadi kumohon bertahanlah sampai kudapatkan orang itu dan kukembalikan ke penjara”

Krystal POV

Pikiranku berantakan, aku tidak mengerti semua ini. “Maksut kakek, ada seseorang yang ingin membunuhmu?

“Hmmm, dia ingin mencoba menjatuhkanku bahkan membunuhku. Dia akan melakukan hal gila Soojung, dia adalah orang yang berbahaya”

Kupejamkan mata ini, “Aku ingin ke kamar”

Kuberjalan jauh, menjauhi keramaian ini. “Soojung!” maaf Luna unnie aku tidak ingin di ganggu, ku terus berjalan. Kaki ku berjalan mengarah tepi pantai.

Kupejemkan mata ini, mendengar suara ombak yang sedikit membuatku tenang. Harus berapa lama aku akan merasakan hal ini? berpura-pura akan segalanya. Melakukan sesuatu yang tidak aku sukai! dan….

Yeoja itu! lihat saja dia!! kau sudah bermain-main denganku.

Pesta telah usai dan pagi telah datang, matahari masuk kedalam celah-celah jendela kamar. Sosok yeoja tertidur pulas dengan mata sembabnya.

“Ah tidak”

Tidurnya menjadi gelisah, tubuhnya berkeringat.

“Tidaak!” teriaknya dengan matanya yang terbuka. Nafasnya terus dielah olehnya berusaha mengatur irama jantungnya yang berdebar-debar.

Yeoja itu menundukan kepalanya “Bahkan di dalam mimpi pun menjadi buruk”

“Ya!! Soojungiieee!”

“Selamat pagi!!”

Author POV

Ke tiga sahabatnya datang ke kamar Krystal “Ada apa denganmu? apa kau tidak apa-apa? kau terlihat pucat” khawatir Vic.

“Sulli ambilkan air putih” Sulli dengan cepat mengambil air putih.

“Soojungie apa kau bermimpi buruk?” tanya Luna yang langsung memeluk Krystal.

“Ya” jawab lesu Krystal.

“Minumlah ini” Krystal mengambil gelas yang diberikan oleh Sulli.

Vic menggeleng-geleng kepalanya “Aigooo kau ini abis lari ya?” gelas yang berisi air itu habis diminum oleh Krystal.

“Apa kau tidak enak badan?” tanya Sulli.

“Tidak tahu”

Luna terlihat berfikir “Hmmm berarti rencana hari ini akan kita batalkan, tidak mungkin kami pergi tanpamu Soojungie?”

Krystal melihat ke arah Luna “Hm? rencana? kalian ada rencana apa?” tanya nya penasaran.

“Hmm kami memiliki rencana untuk scuba diving, dan karena melihat kondisimu tidak baik, aku rasa akan dibatalkan saja”

Krystal terkejut mendengarnya “Dibatalkan? tidak mungkin”

“Tapi…”

“Haishh kalian tahu kan aku ingin sekali scuba diving” tunjuk wajah melasnya.

“Tapi apa kau tidak apa-apa? kau terlihat kacau sekali Soojung” ucap Luna.

“Aku hanya butuh hiburan saja, melupakan kegilaan ini semua. Yang aku butuhkan adalah bersenang-senang unnie” bujuk Krystal dengan memeluk lengan Luna. Mata Luna melihat Vic, berharap Vic memberikan keputusannya karena Vic pintar dalam mengambil keputusan.

“Hmm baiklah”

“Yeyyyyyy!!” teriak Krystal.

“Waah akhirnya kita bisa pergi ke pantai bersama-sama” peluk Sulli.

Vic bangun dari tempat tidur Krystal “Baiklah kalau begitu siapkan perlengkapan yang akan kita bawa dan kau Krystal, cuci wajahmu”

“Neeee”

25 menit berlalu, Sulli, Vic, luna dan Krystal sudah siap berangkat.

Tidak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di kapal boat mewah dan siap menaikinya.

Mereka berempat berlari riang menuju kapal, wajah Krystal tersenyum lebar “Selamat datang” sambut pegawai kapal.

Krystal melihat sekeliling kapal “Kapalnya bagus sekali, kakekmu benar-benar daebak” jempol Sulli.

“Baiklah tunggu apalagi, ayo berangkat” perintah Krystal.

Pegawai kapal datang mengampiri Krystal dengan kepala yang tertunduk “Ehmm kita tidak bisa berangkat sekarang nona”

Krystal heran mendengarnya “Why? apa kapal ini dipesan untuk umum?” tanya Krystal.

Pegawai itu terlihat gugup karena tatapan Krystal “Hmm bukan begitu nona, hanya saja kami mendapatkan perintah dari tuan besar bahwa kapal ini akan siap berangkat bila…” belum saja selesai bicara, suara namja terdengar oleh mereka ber4.

“Hallo semuaa!! good morning!” sapa Eric dengan kemeja, celana pendek serta topi pantainya.

“Kau?” bingung Krystal, tak hanya Krystal tapi teman-temannya juga bingung.

Krystal menatap tiga sahabatnya dengan tajam “Tidak Soojung! mana mungkin, percayalah”

Krystal memejamkan matanya “Aku rasa tidak mungkin mereka, karena aku tahu mereka tidak akan mengacaukan semua ini” pikir Krystal.

Eric menatap mereka semua “Hei hei ada apa? kalian lucu sekali hahaha”

“Selamat datang” ucap pelayan kapal.

“Hallo” senyum Ailee.

“Dan hallo kalian semua” senyum lebar Ailee dengan memakai kacamata hitam.

“Kacau sudah” hela Krystal.

Kini mata mereka menatap sosok yeoja yang berpakaian kaos dengan topi hitam, masuk kedalam kapal milik Krystal “Kau!” geram Krystal.

“Aku” ucapnya.

Krystal maju selangkah “Aku, aku tidak mengizinkanmu untuk naik kapal ini!” ketusnya.

Amber menghela nafasnya, menggaruk kepalanya seakan malas berdebat “Jadi kau ingin mengusirku dari kapal ini nona Jung?”

Amber menyilangkan tangannya dibadannya “Hmm biar kuluruskan, kapal ini tidak akan berangkat atas kehendakku. arasso”

Krystal tersenyum tipis “Kau kira kau siapa?”

“Aku adalah Amber Liu, orang kepercayaan kakekmu” senyum Amber.

Luna, Vic dan Sulli menghampiri Krystal. Sulli sedikit berbisik kepada Krystal “Soojung biarkan saja mereka, lagi pula kapal ini besar”

“Kita tidak mungkin membatalkannya hanya karena mereka bukan?” bisik Luna.

Krystal menghela nafas menatap mereka bertiga, tetapi tatapan mereka aneh.

“Ya! apa yang kalian lihat?”

“Tidak ada” jawab Amber.

Krystal merasa aneh dan dia baru tersadar langsung menutupi tubuhnya dengan tangannya karena baju kemeja putihnya yang terlihat menerawang dengan pakaian dalam hitam yang dia kenakan.

“Ya! kau mesum!!” teriak Krystal.

Amber tertawa geli “Dasar wanita gila” pelan suaranya.

Krystal menggepal tangganya seakan ingin memukul Krystal “Apa!!” dengan cepat ketiga sahabatnya menahan Krystal “Soojung sabarlah”

“Pelayan, mari kita berlayar” perintah Amber yang langsung dikerjakan pelayan kapal dan pergi meninggalkan Krystal yang kesal.

Kapal mulai berlayar, angin bertiup dengan kencang dengan langit yang cerah. Amber duduk dengan menatap lautan yang berada di depan matanya dengan sekaleng soda ditangan kanannya.

Sedangkan Krystal dan teman-temannya serta Eric dan Ailee bersiap-siap melakukan diving.

Luna melihat Ailee dan Eric yang sedang bersiap-siap “Dimana Amber?” tanya Luna.

“Oh dia tidak suka dengan hal yang seperti ini” jawab Ailee.

“Syukurlah” jawab Krystal dengan memasang sepatu renang miliknya.

Mereka sudah bersiap-siap “Waah cuacanya indah sekali” ucap Krystal dengan merentangkan tangganya.

Amber POV

Haishh apa yang kulakukan disini? begitu membosankan, seharusnya aku tolak saja perintah tuan Jay! lebih baik aku bersantai di kamar dengan bermain games saja.

Laut, ergh sungguh mual ditambah lagi dengan satu kapal dengan dirinya. Sungguh lengkap penderitaanku.

Apa kau sudah siap?”

“Ah aku takut”

“Tenang saja kami akan di dekatmu”

Hmh lihat mereka, ke empat gadis manja. Apalagi si penyihir itu, lihat dia! haishh sungguh menyebalkan. Aku berharap bila dia menyelam nanti dia bertemu dengan Hiu! atau monster laut! tapi… rasanya tidak mungkin. Dia saja sudah begitu menakutkan! siapa yang berani memakan dirinya.

“1..2…3..”

Harus berapa lama lagi aku menunggu. Sudahlah ku pejamkan saja mata ini.

10 menit

20 menit

35 menit

40 menit

dan ….

Ku buka mata ini, aghh wajahku terasa panas. Pantas saja, aku tidur menghadap matahari yang berada tepat di atas wajahku!

“Hoaaaammmm” mengapa tiba-tiba aku haus, sepertinya sekaleng soda akan menyegarkan tenggorokanku.

Ku kumpulkan seluruh tenagaku agar badan ini bisa berdiri, “Ahhhh pegal sekali” kulangkahkan kaki ini untuk menuruni anak tangga di kapal boat yang bisa ku bilang mewah. Tentu saja, apa yang tidak bisa dibeli dengan keluarga Jung hahaha, bahkan harga diriku saja ku jual padanya. Menyedihkan sekali diriku.

“Haishh dimana letah lemari pendinginnya?”

Ku terus berjalan hingga kaki ini berhenti melangkah, tidak tidak. Aku tidak percaya apa yang kulihat. Tidak hanya kakiku, bahkan jantungku berhenti berdetak. Aku tidak tahu apa yang Tuhan lakukan kepadaku hingga tanganku menjadi gemetar dan mata ini tak berkedip. Nafasku, nafasku terasa berat. Badanku menjadi panas, apa yang harus kulakukan?

“AAAAAAHHHHHHHH!!!”

Ku tutup telinga ini mendengar jeritannya, kurasa satu lautan ini dapat mendengar suara sumbangnya!

“Dasar kau cabull!!!!”

Mulutku tidak bisa berakata-apa “A-a-aa-ku tidak cabul!”

“Auch!” dilemparnya semua barang yang berada disekitarnya kepadaku.

“Hentikan! ini sakit sekali Krystal”

“Sakit hah? itu adalah ganjaran untuk orang yang cabul sepertimu!”

Cabul? “Haish aku tidak cabul! lagi pula aku.. akuu”

Dia memajukan langkahnya! haishh bagaimana ini “Tidak cabul, hahaha tidak cabul?”

Aku menelan salivaku, melihat dirinya yang mendekatiku dengan handuk putih di tubuhnya.

“Lalu mengapa matamu dari tadi tidak terpejam hah?”

Haishh wanita gila ini! haishh.

“Apa kau menikmatinya hah?”

“Haishh hentikan! hentikan langkahmu” peringatku padanya.

“Kenapa? bukanya kau senang?”

Dia semakin mendekat dan aku sudah kehabisan langkah.

“BOOOOMMM!!” Kejutnya dan…

“BYUUURRR”

Badanku terasa sakit, terasa dingin, terasa basah. Nafasku sesak, aku merasakan air yang masuk ke dalam hidung maupun mulutku.

Aku tidak bisa bernafas, aku butuh udara tapi aku tidak bisa menghirupnya.

Aku melihat cahaya, ingin kugapai tapi terasa sulit bagiku. Ku gerakan kaki ini tapi tak berhasil. Kepalaku mulai pusing, nafasku mulai sesak. Apakah aku akan mati?

AUTHOR POV

Amber tak sengaja melihat Krystal yang mengganti pakaian, Krystal terlihat marah dengan apa yang Amber lakukan. Bahkan Amber tak mengucapkan maaf sedikitpun padanya.

“Kenapa bukanya kau senang?” Krystal semakin mendekati Amber, dan Amber terperangkap oleh langkah Krystal dengan Laut yang berada di belakang Amber.

Krystal tersenyum licik, Krystal memperhatikan Amber yang dimana Krystal melihat bahwa Amber memakai baju yang sama saat pergi. Itu artinya Amber tidak ikut diving dengan baju yang masih kering. Amber terus melihat langkahnya yang sudah semakin ujung dan…

“BOOOOMMM!! teriak Krystal yang menakuti Amber.

“BYUUURRR” Mendengar kejutan dari Krystal, Amber terpeleset dan terjatuh ke dalam air.

“Hahaha rasakan itu llama bodoh” senyum Krystal.

Krystal berniat meninggalkan Amber yang terjebur didalam air. Tetapi ntah kenapa Krystal merasa aneh karena Amber tak kunjung menampakan kepalanya.

“Hei aku mendengar ada suara teriakan, ada apa?” tanya Vic.

Krystal hanya diam, dia bingung. “Soojung, apa yang terjadi?” tanya Vic.

“Dimana Amber?” tanya Ailee.

“Tol-lo-long”

“Amber?!!!” teriak Ailee.

Tak berfikir panjang Ailee langsung menyelamatkan Amber.

“Ya!! apa yang kau lakukan! apa yang kau lakukan kepada Amber?! apa kau ingin membunuhnya hah?” teriak Eric.

“Aku hanya becanda” santai Krystal.

“Becanda katamu? apa kau tidak tahu Amber tidak bisa berenang! apa yang ini yang kau bilang becanda! jika tidak ada Ailee, mungkin kau akan membiarkannya mati!” kesal Eric.

“Amber tidak bisa berenang?” pikir Krystal.

“Hei tenanglah!” bela Sulli.

“Tenang katamu! hei, jika kau ada diposisiku kau akan melakukan hal yang sama!”

“Lagipula temanmu mengintipku, dan dia merasa tidak bersalah akan hal itu! apa itu tidak memuakan” kesal Krystal.

“Hahaha, hei kau nona muda. Kau adalah yeoja dan Amber adalah yeoja. Mengapa kau ini aneh sekali? ohh aku tahu, apa karena Amber seperti seorang namja kau bersikap seperti ini? jika kau tidak merasa risih tolong hentikan sikapmu!”

Eric membantu Ailee dan Amber.

Tubuh Amber direbahkan.

“Bangunlah Am”

Krystal mengigit bibir bawahnya.

“Ayo bangunlah” Ailee memberi nafas buatan kepada Amber.

Krystal terlihat begitu khawatir “Uhuk uhuuukk” Krystal menghela nafas, merasa lega Amber sudah sadar.

“Tolong ambilkan minum” perintah Ailee.

Amber bersandar disisi kapal “Ini minumlah” ucap Luna.

“Kau ini bodoh sekali” ucap Ailee.

Setelah melihat Amber selamat Krystal pergi meninggalkan Amber dan sahabat-sahabatnya.

Krystal POV

Sial! aku tidak bermaksud untuk membunuhnya! aku bahkan tidak tahu dia tidak bisa berenang.  Lagi pula itu salah dia, mengapa dia malah jalan mundur!

Aku memperhatikannya dari kejauhan, untung saja dia masih bisa bernafas hufh…

Kapal kembali pelabuhan,  dan malam telah tiba Krystal terlihat melamun menatap langit di balkon kamarnya “Soojung, minumlah” tawar Luna.

“Gomawo unnie” senyumku

“Malam ini dingin sekali” ucap Luna.

“Kau tidak apa-apa” aku memandang Luna unnie, “Aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir”

Apa aku harus menanyakan hal ini padanya? hmmmmh.

“Unnie”

“Ne..”

Hmmm “Apa dia baik-baik saja?”

Luna Unnie tersenyum “Aku tidak akan menyangka  kau menanyakan keadaanya”

Haishh seharusnya kau tidak usah bertanya “Tenang saja Soojung, tadi saat terakhir aku lihat dia sedang menyantap makanan dengan lahap hahaha”

“Hufh syukurlah”

“Aku tahu kau melakukan hal itu tidak sengaja, aku mengerti Soojung. Lagi pula aku akan malu bila ada seseorang seperti Amber yang mengintipku hahahha”

Haishh apa-apaan dia ini “Unnieeee! kau ini bicara apa”

“Haha lucu saja, Eric berkata benar. Buat apa kau merasa malu jika kalian berdua adalah seorang yeoja”

“Yeoja? dia itu yeoja jadi-jadian! mana ada yeoja seperti dia di planet ini. Hanya saja aku merasa risih, kau tahu bukan aku tidak suka dengan seseorang yang tidak ku kenal”

“Aku kira kau homophobic”

Aku tersenyum mendengarnya “Hmmm aku tidak tahu apakah aku seseorang yang kau bicarakan atau bukan unnie, tetapi aku hanya risih saja”

“Aku harap kau bisa berfikir positif tentangnya Soojung”

“Lihat saja nanti”

Amber POV

“Hoaah malam ini malam terakhir  kita bersenang-senang”

Senang-senang kepalamu! aku hampir mati karena Krystal Jung! “Ya Amber ada apa dengan wajahmu? apa kau belum bisa melupakan kejadian hari ini? hahahaha”

Ckckck lihat tawanya, seperti hantu saja “Sepertinya kau senang sekali Eric Nam!”

Eric merangkulku dengan botol minum di tangannya “Hei, kalau aku jadimu aku akan begitu senang!”

Aku menatapnya heran “Mengapa seperti itu?”

“Karena kau melihat Krystal Jung naked! hahaha”

Mendengar hal itu, Kepalaku terasa panas, bukan kepala saja tapi seluruh tubuhku. Seakan-akan seluruh darah naik ke kepalaku.

“Hahaha lihat wajahmu merah hahaha”

Haishhh namja bodoh ini!

“Bagaimana tubuhnya? putih mulus, apa kau tidak ingin menyentuhnya?”

“Haish kau ini sudah gila ya!”

“Hahaha kau ini kan tunangannya, kau bisa memegang bahkan menciumnya! buka matamu, dia itu Krystal. K-R-Y-S-T-A-L yeoja yang paling di idam-idamkan!”

Aku hanya menghela nafas mendengar ucapan Eric yang bodoh “Sudahlah aku ingin tidur”

“Kau ingin menikmatinya sendiri di dalam kamar ya? haha, kontrol hormonmu”

Dasar orang gila! mana mungkin aku membayangkan penyihir itu naked. Naked? oke baiklah, aku menjadi salah tingkah! agghhh! tidak bisa ku pungkiri tubuhnya begitu ….. “Agghhh!!”

“Lihat-lihat kau menggila hahaha”

“Sudah-sudah hentikan oborolan bodoh kalian” huffh untung ada Ailee.

“Sekali lagi terima kasih goldfish, kalau tidak ada dirimu mungkin aku sudah dimakan ikan”

“Mana ada ikan yang mau memakan daging llama hahahha”

Dan seketika kami bertiga tertawa, tetapi ada sesuatu yang aneh. Mataku mengarah ke sebuah balkon yang bisa ku jangkau jaraknya. Apa sudah lama dia berdiri disana? apa dari tadi dia mengawasiku?

Mataku menatap matanya, mata kami saling bertemu.

Matanya begitu tajam, tapi kutahan untuk terus menatapnya. Tak kubiarkan mataku berkedip.

Aku tidak tahu mengapa, tapi..

Kuberikan senyum terbaik untuknya, untuk malam ini.

 


Sorry bgt bgt bgt kalau updatenya terlalu lama hehe, biasa author anak kuliahan jadi lagi banyak beban.

 

Advertisements

5 thoughts on “Someday 7

  1. saling benci bencian nih kryber nyata tp cute abis moment nya thor,.dan hhahha .. Ngelawak bener amber dikirain intipin krystal tp dapat aji mumpung bener si amber mah ..😂😅 lihat sikit” la x tuhh
    good job slalu krya nya thor,fighting yaa suka dgn alur nya bener” daebak 👍👏👏👏

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s