Someday 6

Tidak

Tidak

Tidak

“Tidaaakkk!!” aaghh aku bisa gila! aku bisa gila karena dia. Iya dia yang berwajah llama yang sunggu menjengkelkan!

Ya Tuhan apakah keputusanku sudah benar? tapi tawaran yang dia berikan begitu membuatku tersiksa!

Melihat wajahnya saja, aku sudah begitu mual! apalagi aku harus bersamanya. Bagaimana bisa aku bersama dengan yeoja jadi-jadian seperti dia. Bagaimana bisa seorang yeoja berpenampilan seperti layaknya namja? apakah dia merasa hebat dan merasa keren dengan penampilannya itu? tidak hanya penampilan tapi tingkah lakunya sungguh membuat ku jengkel!

“Tok Tok Tok” 

“Silahkan” sautku dengan menatap cermin.

“Nona muda Jung, mobil sudah kami siapkan”

Ku hela panjang nafas ini. Apakah aku harus melakukannya? erggh tapi tidak ada jalan lain, hanya llama itu yang bisa membuat pertunangan ini dibatalkan.

“Baiklah”

Aku menatap cermin, menatap wajahku yang begitu menyedihkan “Sabarlah Krystal, jalani saja dua hari ini bersamanya. Fighting!”

Aku berjalan, berjalan dengan mengenakan kemeja putih dengan celana jeansku serta jam tangan hitam dengan tas yang kutenteng di tangan kananku.

“Silahkan masuk nona muda Jung”

Aku masuk kedalam mobil, mobil yang akan mengantarkanku ke sebuah taman. Erghhh hatiku masih resah, apakah jalan yang kupilih ini sudah benar? tapi kalau tidak ku coba aku tidak akan tahu, lagipula dia sudah mengatakan bahwa dirinya akan membatalkan semua rencana ini.

5 menit

10 menit

25 menit berlalu dan ….

“Kita sudah sampai nona muda Jung”

Aku melihat ke arah luar jendela, menghela nafasku dengan dalam.

Aku terdiam, begitu banyak hal yang kupikirkan.

“Nona muda Jung, apa kau tidak apa-apa?”

Aku menatap supirku hingga membuatnya takut “Ah biane, saya hanya khawatir”

Aku kembali menatap luar jendela, tanganku mulai memegang pintu bersiap untuk membukanya dan keluar dari mobil ini.

Ku tarik nafas ini dan “Klik” pintu terbuka, aku merasakan udara dingin menerpa tubuhku.

Aku berdiri di depan taman yang telah dia janjikan kemarin, aku menatap sekeliling. Daun-daun yang indah serta langit yang cerah. Jujur saja ini pertama kalinya aku pergi ke taman, yap karena aku selalu menghabiskan waktuku di mall ataupun di tempat hiburan lainya, selain itu juga aku tidak terlalu suka tempat yang ramai.

Kakiku mulai melangkah, menelusuri taman yang bisa kubilang indah ini. Mataku melihat sekitar, melihat orang-orang yang tertawa lepas, bahagia sekali melihat mereka sedangkan diriku? agh mengapa sial sekali!

Aku terus berjalan, mencari dimana si bodoh itu! “Haishh dimana dia! apa dia tidak tahu aku tidak suka menunggu?! hufhhh” aku terus berjalan dan…

Aku melihat seseorang yang duduk dengan jaket jeans dengan kaos berwarna putih. Aku memandanginya, mencoba menerka nerka siapa yang sedang kulihat. Butuh beberapa menit untunk mengingatnya, dan ternyata aku sedang memandangi sibodoh itu yang wajahnya begitu menjengkelkan! ingin sekali rasanya ku pukul! errghh

south-korea

(Bayangin Amber lagi duduk di situ nunggu si Soojung hehe)

tumblr_o97ef71di51rlwlm2o1_500

(Dan bayangin Amber lagi pake baju itu)

Aku kembali berjalan, mendekatinya. Memandangi wajahnya, aku tidak bermaksud terus memandanginya hanya saja..

Hanya saja bagaimana bisa yeoja sepertinya bisa berpenampilan seperti itu? siapa yang akan mengira dia adalah seorang yeoja? apakah dia tidak bisa berpenampilan layaknya seorang yeoja. Gaya pakaiannya berbeda sekali saat dia diluar sekolah, gayana begitu maskulin. Sangat jauh dari kesan feminim.

Aku sedikit risih, agh apakah aku seorang yang homophobic? melihat hal seperti ini membuat ku risih tapi aghhhh..

“Sampai kapan kau akan menatapku?”

Suaranya, suara seraknya..

Kunaikan alisku, kembali menatapnya dengan sinis “Hah aku tidak menatapmu, tolong jangan cepat tersanjung”

Dia tersenyum, kini kepalanya mendongak dan menatapku. Sial! mengapa dia harus menatapku.

“Apa kau tidak tahu aku telah menunggumu selama 1 jam”

“Aku tidak tahu, lagi pula aku sangat sibuk”

Haishh! apa dia tidak bisa berhenti menatapku! sungguh ingin ke cungkil matanya!

“Kau kenapa? kenapa wajahmu merah? apa kau sedang sakit?”

Wajahku merah? apakah benar, aku memegang pipiku hmm sedikit ku rasakan panas, tapi aku tidak merasa pusing.

“Haha kiyowo”

“Mwo?”

“Anio” senyumnya. Bisa tidak dia tidak tersenyum!

Dia menatapku, kali ini tidak wajahku tapi seluruh tubuhku, haish! apa dia ini punya otak cabul?

“Ya, apa yang kau lihat!”

“Kau tidak membawa pesananku?”

Pesanan?

“Haishh apa kau tidak bawa? apa kau tahu di luar ini sangat dingin dan ditambah lagi aku tidak sarapan pagi karena menunggu ddukbokki buatanmu”

ddukbokki?

“Aaahhhh aku lupa” aku benar-benar lupa.

“Aghhh kau benar-benar menyiksaku. Bagaimana kalau aku mati?”

“Kalau kau mati aku sangat berterima kasih kepada Tuhan” senyumku padanya.

“Dasar penyihir”

Aku masih bisa sedikit mendengar ucapannya “Mwo? kau bilang apa?”

“Hahaha tidak ada”

Author Pov

Amber duduk dengan wajah yang kelaparan dan Krystal menatap dingin Amber dengan berdiri di depannya.

Krystal mengerutkan wajahnya, iya tidak tahan terus bersama Amber “Apa yang kau inginkan? apa tidak bisa langsung kita percepat saja pertemuan ini?”

“Mengapa buru-buru sekali, lagi pula aku tidak bisa berfikir karena aku belum makan” Amber memegang perutnya dengan menatap Krystal.

“Lagi pula ini salahmu tidak membawa ddukbokki”

Krystal memejamkan matanya, menggaruk keningnya serta menghela nafasnya.

“Sabar Jung Soojung, ini semua akan cepat berakhir”

Amber tersenyum menatapnya, dan bangun dari tempat duduknya. Berdiri di depan Krystal dengan  tubuh Amber yang lebih tinggi dari Krystal. Jarak mereka begitu dekat hingga Amber bisa mencium jelas wangi tubuh Krystal.

“Hmm pertama-tama ayo kita cari makan”

Krystal hanya diam “Ya, apa kau tidak apa-apa?” tanya Amber.

“Ehmm aku tidak apa-apa” Krystal berjalan meninggalkan Amber yang masih berdiri.

Amber tersenyum kecil, menatap Krystal yang berjalan menjauhinya “Mengapa dia lucu sekali?” Amber menggelengkan kepalanya menyusul Krystal yang berjalan lebih dulu darinya.

Krystal dan Amber berjalan bersama, yap walaupun mereka berjalan bersama tapi Amber tidak berani untuk berjalan sejajar dengan Krystal. Amber hanya bisa menatap Krystal dari belakang dengan rambut hitamnya yang tergerai menghiasi punggungnya.

Amber terus mengikuti jalan Krystal, kepala Krystal menoleh ke kiri dan kanan. Amber merasakan bahwa Krystal sangat menikmati suasana taman ini.

“Aku rasa dia tidak pernah ke taman? dia seperti orang kampung saja” senyum Amber.

Angin bertiup kencang, daun daun goyang hingga membuat daun-daun indah itu jatuh ke tanah.

Amber sedikit melangkahkan kakinya, mendekati Krystal.

Hanya lima jengkal jaraknya dari Krystal, Amber menaikan kedua tangganya di atas kepala Krystal. membuat kedua tangannya menjadi pelindung dari daun-daun agar tak mengotori rambut indah milik calon tunangannya itu.

Amber memperthatikan langkahnya, sebisa mungkin tidak menginjak kaki Krystal karena tidak ingin membuatnya marah.

Amber terkejut, kaki Krystal berhenti melangkah. Dia menadahkan tangannya, melihat daun-daun cantik ini berjatuhan. Tapi dia merasa aneh karena tak satupun iya mersakan daun itu jatuh ke tubuhnya atau ke kepalanya.

Krystal melihat kanan dan kiri dan…

Krystal melihat ke atas.

Krystal merasa bingung ada sebuah tangan yang berada diatas kepalanya. Dengan cepat Krystal membalikan badannya.

“Ya!! kau sedang apa!!” Krystal terkejut melihat Amber yang berada dibelakangnya, memberikan senyum bodohnya.

“Melindungimu dari daun daun nakal ini” senyumnya.

Krystal menatap kesal Amber, “Aku tidak butuh! lagi pula mengapa kau terus mengikutiku?” Krystal menjadi salah tingkah.

“Mengikutimu? tentu saja aku harus mengikutimu karena taman ini berbahaya? apa kau tidak tahu taman ini banyak hantunya?”

Krystal menatap aneh Amber “Tidak ada hantu disiang hari stupid”

“Tentu saja ada!” Amber memberikan mimik muka seram kepada Krystal dengan suara yang sedikit ia ubah “Krystaalll, Krystall ~ aku akan mengantuimu~~~~”

Krystal menghela nafasnya “Apa salahku padamu Tuhan”

“Krystal~~ Krystal~~”

Krystal pergi melangkah meninggalkan kembali Amber “Hei mau kemana!” Amber kembali mengejar Krystal.

“Apa kau ini pelari? mengapa kau suka sekali berlari?”

Krystal hanya diam.

“Apa jangan jangan kau atlit?”

Krystal hanya diam.

“Tapi tidak mungkin, aku tidak pernah melihatmu di tv” pikir Amber.

Krystal hanya diam.

“Lalu apakah kau…”

“Ya!!!”

Amber kembali diam dengan terkejut, tatapan Krystal membuatnya menjadi kedinginan.

“Sekali lagi kau bicara, akan ku potong lidahmu llama!”

“llama?” ucap ulang Amber.

“Kau bilang aku llama?” tunjuk Amber kepada dirinya.

“Ya, kau llama!”

“Haishh wanita ini, bagaimana bisa wajah tampan seperti ini kau bilang llama?” tatap Amber.

“Tampan? hallooww kau adalah seorang yeoja. Ku ulangi y-e-o-j-a.

Amber mengangguk “Iya aku tahu aku yeoja, tapi sayangnya aku terlalu tampan hahaha”

Krystal hanya diam tidak tahu harus berbuat apa melihat sikap Amber yang sunggu membuat kepalanya ingin meledak.

“Huffh aku bisa gila kalau seperti ini terus”

“Aku rasa kau sudah gila”

Krystal kembali menatap Amber dengan dingin “Upss aku becanda” senyum Amber.

“Pergi sana aku tidak ingin melihatmu”

“Haishh arogan sekali dia”Amber menggelengkan kepalanya.

“Bagaimana bisa kau menyuruhku pergi sedangakan semua ini aku yang merencakannya, kau malah menyuruhku pergi. Bukankah ini waktu kita untuk berdua”

Krystal menatap Amber dengan curiga “Aku ingin bertanya padamu”

“Wae?”

“Apa kau serius akan membatalkan semua ini?”

“Tentu saja, dengan syarat kau akan melakukan apa saja yang ku mau” senyum licik Amber.

“Jadi jagalah sikapmu nona Jung jika kau tidak ingin melihatku setiap hari hahaha” senyum puas Amber.

“Lalu kau mau apa? kau mau apa dariku?” kesal Krystal.

Amber terlihat berfikir “Hmm untuk saat ini, aku ingin kita makan” senyum Amber.

“Baiklah, lalu? berapa syarat yang kau mau?”

“Tidak tahu lihat saja nanti” senyum licik Amber.

“Ayo kita pergi makan, aku lapar” kali ini Amber yang berjalan mendahului Krystal.

Krystal terlihat megenggam tanganya seakan ingin memukul Amber.

Krystal dan Amber terus berjalan hingga mereka menemukan ddukbokki di pinggir jalan.

Amber masuk terlibih dahulu ke dalam tenda sedangkan Krystal hanya diam. Menatap tenda kecil yang berada di depannya.

“Bagaimana bisa orang orang makan di tempat seperti ini? lihat saja lingkungannya yang tidak steril! apakah makanan ini aman?” batin Krystal.

Amber keluar dari tenda menatap Krystal dengan aneh”Hei masukalah, aku lapar!”

“Masuk?”

“Iya masuk”

“Ayoooo” Amber memaksa masuk Krystal.

“Selamat datang!” ucap ahjumma yang melayani mereka.

“Duduklah, akan kusiapkan makanannya” senyum ahjumma tersebut yang dibalas canggung oleh Krystal.

Krystal masih melihat sekeliling sedangkan Amber mengambil sumpit bersiap-siap untuk makan.

“Tadaaa, nikmatilah makanan ini” ucap ahjumma tersebut.

“Selama makan!!” riang Amber. Amber mulai melahap ddukbokki yang dipesannya sedangkan Krystal masih menatap aneh makanan yang ada di depannya matanya, ditambah lagi Amber yang makan dengan lahap sungguh membuatnya mual.

“Oahhh enak sekali! ayo cepat makan” suruh Amber.

“Bagaimana bisa kau makan di tempat seperti ini?” bingung Krystal.

“Haishh dasar orang kaya, apakah orang kaya sepertimu tidak pernah makan ddukbokki? tidak pernah makan di tenda seperti ini? ckckc miris sekali hidupmu”

Krystal hanya diam, hanya menatap Amber yang melahap makananya.

“Melihatmu saja aku sudah kenyang” ucap Krystal. 

Amber menatap Krystal dengan mengunyah “Benarkah?? kalau begitu ddukbokki nya akan kuhabiskan!” riangnya. 

“Habiskan! habiskan hingga piring piringnya!” kesal Krystal. 

“Nyam”

“Nyam”

“Nyam” 

Amber terus mengunyah hingga menghabiskan 3 piring. 

Krystal hanya menatap Amber hingga ponselnya berdering. Krystal melihat siapa yang menelfonnya “Kai?” heran Krystal. 

“Hallo”

“Hi krys, apa kabar?” tanya Kai. 

“Kabarku baik, ada apa kau menelfonku?” heran Krystal. 

“Ah tidak, aku hanya ingin bertemu denganmu. Kita sudah lama tidak bertemu, akhir akhir ini kau sangat sibuk jadi aku tak sempat untuk bertemu denganmu” 

Krystal menatap Amber hanya sebentar “Sepertinya aku tidak bisa, saat ini aku sedang sibuk. Lain kali saja bagaimana?”

“Ahjumma aku minta satu piring lagi!” teriak Amber yang membuat Krystal terkejut. 

“Kau sedang bersama pria??” tanya heran Kai. 

Krystal menggigit bibir bawahnya, iya merasa bingung atas pertanyaan yang Kai berikan padanya. 

“Krystal apa kau yakin tidak ingin makan?” suara Amber semakin kencang dan Krystal yakin bahwa Kai dapat mendengarnya. 

“Kai nanti akan kutelfon lagi bye!” Krystal langsung mematikan sambungan telfonnya dan menatap Amber. 

“Ya! apa kau tidak bisa bicara dengan nada yang pelan saja?! apa kau tidak lihat aku sedang menerima telfon?!” 

Amber menghiraukan Krystal dan malah melanjutkan makannya. 

“Ya llama! apa kau dengar?!”

Amber menghela nafasnya, menaruh sumpitnya dan menatap Krystal “Mengapa kamu panik? aku hanya meminta satu piring lagi”

“Tapi bisakah kau sopan sedikit! kau sangat megangguku”

“Ohh aku menganggumu pacaran?” tatap Amber.

Krystal hanya diam, dia tidak tahu jawaban apa yang akan diberikannya kepada Amber. Dulu Krystal menyukai Kai tapi semenjak kejadian perjodohan ini dia tak lagi menyukainya.

“Ah sudahlah aku kenyang” Amber bangun dari tempat duduknya. “Cepat bayar” perintah Amber. 

Krystal mengerutkan dahinya “Bayar?”

Amber mengangguk “Iya bayar, kau ingin aku membatalkan pertunangan ini bukan?”  

Amber berjalan keluar dan Krystal membayar semua makanan Amber. 

“Sekarang kau sudah kenyang bukan, jadi katakan padaku apa rencanamu! aku ingin semua ini dibatalkan” 

Amber menghela nafasnya “Hufhh kau ini buru buru sekali, kita cari tempat untuk bicara”

Amber berjalan dan Krystal mengikutinya. Amber masuk ke dalam toko buku, Amber mihat buku buku untuk anak anak. 

“Jadi apa rencanamu” tanya Krystal. 

“Ehmm tidak tahu”

“Tidak tahu? ya!! kau harus berfikir” kesal Krystal sedangkan Amber memilih buku buku yang iya lihat. 

Krystal memberikan ponselnya kepada Amber, Amber menatap bingung “Telfon kakek dan katakan kau akan membatalkan pertunangan ini!” 

Amber kembali memilih buku, mengabaikan Krystal yang berada disampingnya “Apa kau tidak bisa pintar sedikit? kakekmu tak akan membatalkannya hanya karena aku bicara, apalagi lewat telfon!” 

Krystal terlihat berfikir “Lalu bagaimana? haishh kakek juga sedang berada di luar negeri, kau tidak bisa menemuinya secara langsung” 

Amber menatap Krystal dengan tumpukan buku di tangannya. Kali ini Amber menatap lurus mata Krystal “Kita akan kabur”

Krystal membulatkan matanya, terkejut apa yang Amber ucpakan padanya “Kabur???!!!”

Amber mengangguk “Iya, aku yakin kakekmu tidak akan mempan dengan ucapan. Maka dari itu kita haru melakukan tindakan dan itu adalah kita harus kabur. Kita akan kabur di hari tunangan kita” 

Krystal diam. 

Otaknya sedang berfikir. 

“Baiklah aku setuju” ucap Krystal, Amber tersenyum mendengarnya. 

“Baiklah jika kau setuju” senyum Amber. 

Amber menatap Krystal “Temui aku besok di taman jam 9 pagi. Dan tolong jangan telat” Senyum Amber. 

Tapi Krystal masih belum puas akan jawaban Amber “Tapi kita mau kemana??” 

“Akan kuberitahu besok, percayalah aku tidak akan menyakitimu. Lagi pula jika aku menyakitimu, aku bisa di penjara oleh kakekmu hahaha”

Krystal hanya diam, kali ini dia setuju dengan apa yang dikatakan Amber “Ini jalan satu-satunya. Llama bodoh ini berkata benar, hanya ini satu satunya jalan agar tunangan ini dibatalkan. Maafkan aku kek”

“Hei mengapa diam saja” Krystal menatap Amber. 

“Cepat bayar semua ini” perintah Amber. 

“Aku yang bayar?” 

“Iya kau, kau ingi aku membatalkannya tidak?” 

Krystal menggerutu kesal, untung saja Krystal cucung dari pengusaha besar jadi dia tak mempermasalahkan seberapa besar yang akan iya bayar. 

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Amber terlihat menenteng belanjaan yang begitu banyak. Benar saja, Amber menyuruh Krystal untuk berbelanja agar tunanganya dapat dibatalkan. 

Kini Krystal dan Amber berdiri di depan mall. Krystal menatap Amber dengan tatapan aneh “Mengapa kau terus tersenyum? kau sunggu mengerikan” 

Amber tersenyum “Haha tidak, hanya saja aku berhasil untuk membatalkan ini semua” 

Krystal menghela nafas, kembali menatap jalan raya seraya menunggu mobil menjemputnya. 

“Ah itu mobilmu” tunjuk Amber. 

Mobil sedan mewah itu berhenti di depan Krystal, seorang supir membukakan pintu untuk nona muda Jung.  

“Hei” panggil Amber. 

“Besok jangan sampai terlambat, karena besok adalah hari besar untuk kita” senyum Amber yang tak dibalas oleh Krystal. 

Amber menatap Krystal dari luar, mobilnya mulai berjalan meninggalkan Amber dengan belanjaanya. 

Amber tersenyum “Aku yakin besok akan menajdi hari yang menyenangkan” 

1 jam kemudian 

“Aku pulang”

“Ya darimana saja kau!” teriak ibu Amber.

“Eomma apa kau tidak bisa tidak teriak?” 

Eomma nya mendekati Amber, menatap heran anaknya yang membawa banyak begitu belanjaan. 

“Darimana semua ini?” tanya eomma Amber.

“Ini hadiah dari Krystal Jung” senyum Amber. 

“Iya”

Amber sudah menceritakan semuanya kepada Eomma nya, bahwa dia akan dijodohkan dengan putri pengusaha terkaya di Korea Selatan. 

“Wah dia baik sekali”

“Tentu saja, dan aku membelikan buku buku serta alat tulis untuk Kyu. Besok ibu telfon Kyu untuk sekolah di Seoul” 

“Tapi darimana kita uang?”

“Tenang saja, semua biaya akan di tanggung oleh tuan Jay Jung” senyum Amber. 

Amber menghela nafasnya dan memeluk eommanya “Eomma tidak perlu takut lagi dan eomma akan tidur nyenyak setiap malam” senyum Amber. 

“Tapi eomaa ada ibu yang tidak baik”

“Sstt jangan berkata seperti itu, eomma sudah membesarkan aku dan Kyu. Dan kini saatnya aku membalas semua kebaikan eomma” 

Eomma Amber memeluk kembali. 

“Oh iya eomma, besok aku akan pergi untuk beberapa hari. Dan ini ponsel terbaru untuk eomma, aku akan menelfon eomma untuk memberikan kabar. Aku istrhat dulu, selamat malam” 

Amber bergegas ke kamarnya, berbaring di tempat tidurnya yang kecil dengan senyuman diwajannya. 

Amber segera mengambil ponsel dari saki celananya, mencari kontak kedua sahabatnya. 

Amber menelfon Eric dan Ailee secara bersamaan “Tuutt tuuuttt” 

“Amber!!” ucap Ailee.

“What’s up!” sapa Eric. 

“Hei sahabat sahabatku!” riang Amber. 

“Wah kau terdengar begitu bahagia” ucap Eric. 

“Apa kau menang lotre?”  ucap Ailee. 

“Haha lebih dari itu! aku hanga mengingatkan kepada kalian, jangan lupa untuk hari esok!” 

“Haha tentu saja kami tidak akan lupa” tawa Eric. 

“Ini adalah momen yang penting, apakah kita harus memasukan ini ke buku sejarah? haha” tawa Ailee. 

“Haishh pokoknya kalian harus ada! sudah dulu aku ingin tidur”

Amber mematikan ponselnya dan memejamkan matanya. 

Sedangkan di tempat lain…  

Krystal Pov 

Kurebahkan badan ini, menatap langit langit kamarku. Kepalaku penuh dengan masalah, masalah yang sungguh membuatku gila. Kapan semua penderitaan ini akan berakhir?? 

“Driingg Dringg”

Ku rabah saku celanaku, melihat siapa yang malam malam begini menghubungiku. 

“Luna?” heranku. 

“Hallo” 

“Ya, ada apa denganmu? mengapa suaramu lemas sekali? apa kau sedang sakit?” 

Huffhhh “Tidak, aku baik baik saja. Kau tidak perlu khawatir puppy” jawabku lemas.

“Apa kau sedang ada masalah? katakan saja padaku Soojung” 

Apakah aku harus mengatakannya? “Hmmm”

“Cepat katankan” paksanya. 

“Tapi jangan beri tahu siapa-siapa” 

Aku harap, Luna dapat kupercayai “Aku berjanji Soojung, sejak kapan aku membocorkan rahasiamu” 

Aku bangun, dan duduk di atas tempat tidurku dengan guling yang  ku peluk. 

“Aku..”

Ahh bagaimana ini, aku malu mengatakannya.

“Ehmmm”

“Haishh katakan saja, tidak apa”

“Hari ini aku pergi bersama llama”

“Llama??”

Haishh aku lupa menyebut namanya “Maksutku Am-am-amber”

“Mwoooooooo?!!! jinja?!! haha bagaimana bisa? apa kau sudah menyukainya? ya Tuhan aku tidak sangka kau menyukainya dengan cepat”

Haishhh menyebalkan sekali! mana mungkin aku suka dengan llama aneh seperti dia! “Haish kau ini bicara apa! aku tidak menyukainya, lagi pula aku bertemu dengannya hari ini karena kami sedang merencakan pembatalan tunangan ini”

“Apa!!” 

Ku jauhkan ponselku dari telinga karena suara Luna yang begitu nyaring erghh 

“Apa kau gila???!! kau tidak akan bisa membatalkannya”

“Tentu saja aku bisa, besok aku akan kabur bersama llama bodoh itu”

“Kau gila! Kakek Jung akan marah besar denganmu jika kau membatalkan semua ini, lagi pula bagaimana bisa kau percaya dengan Amber?” 

“Aku tidak ada jalan lain Luna unnie, aku harus melakukannya! lagipula aku yakin llama bodoh itu tidak akan macam macam padaku karena kami berdua adalah wanita, jadi menurutku aman aman saja. Dan mengapa sekarang kau ingin sekali aku tunangan? dan tumben sekali kau tidak membela llama itu?”

“Tidak Soojung, hanya saja ini berbahaya. Kakekmu akan marah besar”

Huffhh “Ku tanggung semua ini Luna unnie! aku yakin kakek akan memafaankan ku”

“Lalu kau akan pergi kemana besok? haishh bagaimana jika kau di bawa kabur olehnya? lalu fans fans mu pasti akan ricuh karena dirimu hilang dari sekolah!”

Haishh wanita ini mengapa berlebihan sekali “Aku tidak tahu, sudahlah aku ingin istrhat dan menyiapkan untuk besok. Bye!” Langsung ku tutup panggilannya. 

Aku bangun dari tempat dudukku menuju lemari kaca dikamarku. 

Membuka lemari untuk mengambil beberapa baju yang akan ku siapkan. 

Haishh mengapa hatiku begitu sedih, mengapa aku harus melakukan semua ini? Tuhan jika kau ingin menghukumku janganlah seperti ini, sungguh aku tidak kuat.. 

Ku tatap kamar ini, kamar yang akan beberapa hari atau minggu tidak akan ku tempati. Ini untuk pertama kalinya aku pergi dari rumah. Kakek maafkan aku, 4 walls maafkan aku.. 

Aku harus meninggalkan kalian untuk kebaikanku.. 

Author Pov 

Pagi telah tiba, hari ini adalah hari yang besar bagi mereka, yap bagi Krystal dan Amber yang seharusnya mengikat janji satu sama lain. 

Jam menunjukan pukul 7 pagi, Dari tempat yang berbeda Krystal dan Amber bergegas menyiapkan segala keperluan yang akan mereka bawa. 

Amber terlihat bersemangat dan senyuman menghiasi wajahnya,  sedangkan Krystal wajahnya terlihat sendu dengan lingkaran hitam di matanya karena Krystal tak tidur hingga pagi datang. 

Krystal mulai menyiapkan tasnya dan mengenakan kacamata hitam serta masker untuk menutupi wajahnya, membawa keperluan nya untuk kabur dari rumah. 

Krystal mulai berjalan secara diam diam. Krystal berjalan dengan hati hati agar langkahnya tidak di ketahui oleh para pelayannya. 

Krystal hampir sampai ke pintu keluar, sedikit mempercepat langkahnya “Oh! Nona muda Jung?” Krystal menghentikan langkahnya, terkejut seseorang yang memanggilnya dari belakang. 

Krystal berusaha tak tampil dengan gugup “Wae?” jawab Krystal dingin. 

Pelayan itu menatap Krystal aneh, matanya seolah berjata “Mengapa nona muda Jung berpakain sperti ini? dan juga mengapa tumben sekali bangun pagi?” 

“Mengapa kau melihatku seperti itu hah?” sinis Krystal. 

“Ah tidak ada nona muda Jung, hanya saja…”

“Aku tidak punya waktu” 

Krystal mempercepat langkahnya, membawa mobil range rover putih miliknya.

“Mau kemana nona muda Jung?” ucap salah satu supir. 

“Aku tidak tahu, terlihat buru buru sekali. Tumben sekali dia menyetir sendiri”

25 menit berlalu, Krystal turun dari mobil mewahnya. 

Berjalan kembali menelusuri taman yang kemarin baru saja dia datangi. 

Berjalan dan terus berjalan, Krystal melangkahkan kakinya ke tempat duduk yang kemarin, tempat duduk yang dimana Amber menunggunya. 

Benar saja, Krystal menemukan Amber yang duduk mengenakan topi hitam, sweater hitam serta jeans dan separtu jordan biru yang iya kenakan. 

“Aku kira kau tidak akan datang” ucap Amber yang menatap Krystal. 

Krystal hanya diam, tak mau berdebat dengan Amber. 

“Baiklah ayo kita pergi” 

Amber berjalan dengan arah yang berbeda “Pergi kemana?” tanya heran Krystal. 

“Sudah ikut saja” 

Krystal mengikuti Amber dan berdiri di depan halte bus. 

“Kita akan naik bus?” heran Krystal. 

“Yap” jawab singkat Amber. 

Krystal menghela nafasnya “Mengapa kita harus naik bus? kita bisa menggunakan mobilku! mengapa kau membuat semua ini menjadi susah?” kesal Krystal. 

“Haish manja sekali, lagi pula kita ini naik bus. Bukan naik singa ataupun macan. Jadi kau tidak perlu khawatir” 

“Ingin sekali aku membunuhmu” ucap pelan Krystal. 

“Oke busnya sudah tiba” 

Amber naik ke dalam bus “Ya!!” teriak Krystal. 

“Ada apa?” toleh Amber. 

“Apa kau tidak ingin membantuku?” 

Amber tersenyum kecil “Salah siapa kau membawa barang sebanyak itu nona muda Jung” tawa kecil Amber yang meninggalkan Krystal dengan kesusahannya. 

Satu persatu Krystal menaiki kopernya kedalam bus. 

“Ah lelah sekali!” keluhnya. 

Krystal menyederkan kepalanya ke kaca, ini untuk pertama kali dalam hidupnya menaiki sebuah bus. 

“Begitu saja capek” 

Krystal menatap sinis Amber “Ini semua gara gara kau llama! gara gara kau aku menderita” 

Amber mengerutkan dahinya “Kenapa aku? hahaha, baiklah kalau begitu kita kerumah mu saja dan melaksanakan pertunangan kita” 

Mendengar hal itu Krystal langsung merinding, dia tak bisa membayangkan dirinya bersama Amber bertukar cincin. 

1 jam berlalu. 

Bus telah sampai, Amber menatap Krystal yang tertidur “Apa dia semalam tidak tidur? haish, kalau begini bisa telat” 

Amber membangunkan Krystal dengan menggoyangkan badannya dengan jari telunjuknya “Hei penyihir”

“Hei bangun” 

Krystal berusaha membuka matanya yang begitu berat “Dimana ini?” 

Krystal mengucek matanya, melihat luar jendela. 

“Bandara??” herannya. 

“Yap, ayo cepat turun” 

Lagi, Amber meninggalkan Krystal dan berjalan lebih dulu. 

“Hei kau stupid!” panggil Krystal dengan repot memabawa barang barangnya. 

Amber menatap Krystal “Apa lagi?”

“Katakan padaku, katakan padaku sebernya mau kemana tujuan kita! apa kau ingin mempermainkanku hah? apa kau tidak tahu aku siapa? aku bisa melaporkan mu karena tindakanmu ini!” 

“Perhatian kepada seluruh penumpang dengan tujuan Jeju dimohon segera menuju pintu 29F terima kasih” 

“Itu tujuan kita”

“Mwo??” 

“Yap, Jeju” senyum Amber. 

Krystal masih bingung, tak percaya apa yang dia dengar. 

Amber melihat jamnya yang menunjukan pukul 11 siang “Kalau begini bisa terlambat” Amber mengambil 2 koper milik Krystal dan membawanya. 

Tapi Krystal masih diam tak sadarkan diri “Haishh penyihir itu!” 

“Ayo cepat kita bisa terlambat” 

“Oh baiklah” 

Krystal dan Amber berjalan menuju pesawat. Amber terus memperhatikan Krystal, wajahnya seperti lelah dan mengantuk. 

“Apa kau tidak apa apa?” tanya Amber berjalan untuk boarding pass. 

“Menurutmu” 

Amber menghela nafasnya “Bersenang senanglah sedikit. Ini akan menjadi hal yang menyenangkan! percayalah padaku”

Krystal menatap Amber sinis “Menyenangkan my ass” 

Amber menelan salivanya melihat Krystal yang begitu seram. 

Krystal dan Amber masuk kedalam pesawat. Krystal heran dengan tempat duduk yang dipesan “Kenapa? apa ada yang salah?” 

Krystal menatap aneh “Ini sempit sekali! mengapa tak mengambil kelas bisnis saja!” 

Amber kembali menghela nafasnya “Bawel sekali, ayo cepat duduk” 

Krystal memilih duduk di dekat jendela sedangkan Amber duduk di tengah. 

“Ergh sempit sekali! lihat kaki ku saja sudah mulai keram karena tempat duduknya terlalu kecil” 

“Ini sudah lebar, lihat aku bisa melebarkan tanganku. Sudah nikmati saja perjalanan ini” senyum Amber.

Krystal menatap kesal. 

Pesawat segera take off dan penumpang terakhir masuk kedalam pesawat yang ternyta penumpang itu duduk di samping Amber. 

Amber menatap takut, dan “Brukk”  badan Amber tergencit. Bagaimana tidak, seorang wanita bertubuh sangat besar duduk di sampinya mengenai separuh dari lengannya. 

“Erghh aku tidak bisa bernafas” 

Krystal menahan tawa melihat Amber yang tegencet wanita bertubuh besar disampingnya. 

“Hei llama, nikmati saja perjalanan ini” bisik Krystal dengan tawanya. 

“Awas kau, Agh tanganku” 

1 jam berlalu, mereka telah sampai di pulau Jeju. Amber merenggangkan badannya “Wah aku hampir mati!” 

Krystal dan Amber berjalan, mencari taxi untuk menuju tempat yang mereka tuju. 

“Masuklah” Amber membukakan pintunya untuk Krystal. Amber tahu bahwa Krystal begitu lelah. 

Di dalam taxi Krystal dan Amber tak begitu banyak bicara. 

Krystal menatap luar jendela, ini pertama kalinya Krystal datang ke Jeju karena Krystal selalu berlibur ke luar negerti dan tak pernah belibur di negaranya sendiri. 

Tanpa sadar Krystal membuka jendela taxi tersebut. Rambutnya terurai indah dengan udara yang begitu segar. 

Amber menatap Krystal, “Syukurlah kalau dia suka” batin Amber. 

“Indah sekali” ucap Krystal. 

Krystal terus menatap pemandangan laut yang membentang indah sepanjang jalan. 

Tak terasa mereka telah sampai di hotel dan di sambut oleh pelayan. 

Lagi, Amber mendapatkan Krystal yang tengah tertidur pulas. 

“Hmm bagaimana ini? kalo ini tidurnya begitu pulas” 

Amber telihat berfikir “Mau bagaimana lagi” 

Dengan sangat sangat sangat hati hati Amber mengangkat kepala Krystal ke lenganya. 

“Hufhh” hela nafas Amber. 

Perlahan mengangkat tubuhnya hingga kepala Krystal bersender di dada Amber. 

“Hufhh mengapa aku berkeringat? mengapa terasa panas?” bingung Amber. 

“Apa aku sedang sakit?” bingungnya lagi. 

Amber berjalan menuju kamar dan …. 

3 jam kemudian 

“Aghh mengapa kepalaku terasa pusing? ughhh badanku juga pegal pegal semua” Krystal mulai bangun. 

Krystal menatap ruangannya “dimana ini?” 

Tubuhnya merasakan angin yang segar, Krystal berjalan menuju datangnya angin tersebut “Hmm sejuk sekali” 

Krystal melangkah dan “Waaahhhhh luar biasa”  

  (View kamar Krystal) 

“this is so beautiful” senyumnya. 

Wajahnya lelah kini tak tampak lagi di wajahnya “Seperti surga” senyumnya. 

“Tapi bagamana aku bisa disini?? bukankah aku tadi tertidur didalam mobil? dan…” Krystal berfikir keras. 

“Tidak mungkin, tidak mungkin dia yang mengendongku!” 

“Tapi kalau bukan dia siapa lagi??” wajah Krystal seketika merah.

“Aku harap kau menyukainya” Krystal menoleh ke suara yang tak asing baginya. 

Menatapnya dengan membawa nampan di tangannya “Aku berani bertaruh bila kau saat ini lapar” senyumnya. 

“Mengapa dia bisa tahu aku lapar?”  Krystal hanya diam tak membalas ucapan Amber. 

“Makanlah lalu istirahat” Amber pergi dari ruangan. 

“Aku tidak tahu bahwa kau memiliki banyak uang” 

Amber menghentikan langkahnya, menatap Krystal yang berada di belakangnya. 

Amber tersenyum “Uang bukan segalanya, yang penting saat ini kau bahagia” 

Krystal tersenyum simpul “Apa kau pikir saat ini aku bahagia?” 

Amber melangkah mendekati Krystal, menatapnya “Kau begitu membenciku” senyumnya. 

“Kalau aku boleh tahu, jika 1-10 angka berapa yang akan kau berikan kepadaku?” tanya Amber. 

“Tak terhingga” ketus Krystal. 

“Kau membenciku karena aku berbeda? kau membenciku karena aku adalah tunanganmu? kau membenciku karena aku telah merusak hidupmu? tanya Amber. 

Krystal hanya diam, Krystal bahkan tidak tahu pasti mengapa iya tak menyukai Amber. 

“Aku tidak membencimu, sungguh tidak membencimu tapi tolong, jangan sampai kau membuat aku membencimu” senyum Amber. 

Amber berjalan keluar pintu “Dan oh aku lupa, jangan terlalu membenciku, karena suatu saat orang yang sangat kau benci ini bisa menjadi orang yang sangat kau cintai” 

Krystal tertawa mengejek “Jangan mimpi terlalu tinggi. Simpan saja kata katamu itu dalam mimpimu dan jangan berharap menjadi kenyataan” 

“Baiklah” 

Amber meninggalkan ruangan. 

Krystal mulai memakan makanan yang di berikan oleh Amber “Apa boleh buat aku sangat lapar” 

Saat makan Krystal melihat secarik kertas yang bertuliskan “Temui aku di taman hotel pukul 19.00” 

“Dasar gila” cemooh Krystal. 

Malam telah datang, Krystal merasa bosan. Dia mencoba menelfon seluruh sahabatnya tapi tidak ada yang diangkat “Kemana mereka? apakah mereka sedang bersenang senang disaat aku seperti ini?!” kesal Krystal. 

Krystal merebahkan tubuhnya di tempat tidur, matanya menatap kembalo kertas yang tadi dia baca. 

“Apa dia benar benar menungguku? haishh buat apa aku memikirkannya! aku tidak peduli” 

1 jam berlalu, Krystal merasa bosan “Haish apa boleh buat!” krystal berjalan keluar kamar. 

Menuju pantai yang djanjikan oleh Amber, Krystal merasa heran karena malam ini begitu ramai “Apakah malam ini ada acara?” bingungnya. 

Krystal terus berjalan, iya berjalan menuju taman. 

“Mengapa tempatnya menjadi romantis sekali?” Krystal terus berjalan, Krystal dapat mendengar suara tawa dari seseorang. 

“Apakah aku salah jalan? sepertinya taman ini akan di pakai oleh orang lain” pikirnya. 

“Hahaha” Krystal kembali mendengar tawa, tapi kali ini tak asing baginya. 

Krystal mengikuti tawa tersebut, semakin ramai yang iya dengar. 

Hingga…. 

“Soojjunnggiieeeee!!!”

“WHAT THE HELL IS THAT?!” kejut Krystal. 

“Luna unnie?!!!” 

“Aghhh baby Soojung” 

“Vic unnie?!!!”

“Lama sekali kau turun” 

“Sulli?!!!!” 

Krystal semakin gila, kepalanya mau pecah “Ada apa ini?!! mengapa kalian bisa disini? seharusnya kalian tak disini” 

“Kau ini bicara apa? mana mungkin kami tidak datang ke acara pertunanganmu” 

Mata Krystal membulat, jantungnya hampir berenti mendengar apa yang diucpakan Vic padanya “TUNANGAN?!!!” 

Krystal melihat sekelilingnya 

  
(Seperti ini kira kira hahaha) 

Krystal hampir jatuh pingsan, hal yang iya takuti akan menjadi kenyataan! 

“Kau sudah datang cucuku” 

“Kakek??!!!” 

“Tidak tidak!! ini hanya mimpi!!!” 

“Selamat Soojung, kau akan bertunangan dengan Amber” 

“Amber?” Krystal sudah kacau, rasanya dia ingin teriak yang keras tapi mulutnya seperti terkunci. 

“Amber?” Krystal kembali mengucap namanya, membayangkan wajah yang saat ini ingin dia habisi. Krystal tak habis pikir bahwa iya telah di tipu oleh Amber. 

“Amber!!!!” 

“Kau akan mati di tanganku!!!!” 

—————————

Hehe sorry late update. dan sorry kalo typo dimana mana hehehe. Kryber jjang! 

Advertisements

15 thoughts on “Someday 6

  1. Akhir nyaaa update jg author hhahha..ga nyangka thor ternyata amber rencana kibulli krystal ๐Ÿ˜‚ bayangi krystal shock jaa lucu thor๐Ÿ˜† dasar amber kayak nya dia uda mulai ada rasa x yaa dgn baby jung ๐Ÿ˜Šโ˜บ
    great job la thor,slalu daebak & penasaran gue makin makin lohh dgn karyamu yg satu nihh ,
    fighting next chap nya ditunggu thor ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜„

  2. kenhendrawan says:

    akhirnya lu update juga thorrr setelah gua lumutan nunggu updatetan lu…
    ternyata amber ngejebak krystal hahaha…
    krystal homophobic kli ya smape segitunya sama amber..
    bener kata amber jangan terlalu membenci seseorang karena dari benci bisa jadi cinta..

  3. Hey author,,senang dengan karya nya author yg bikin greget krybernya,oh yaa “someday 7 ” memang tidak ada ya thor,senang bisa gabung disini,salam kenal author

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s