Someday 5

Suasana begitu meneganggkan, suhu temperatur ruangan menjadi begitu dingin. Matanya menatap tajam ke empat namja yang berada didepannya. Kakinya melangkah ke kanan dan kekiri dengan tidak melepaskan tatapannya.

“Tap” langkah kakinya berhenti mendekati ke empat namja itu.

Auranya begitu dingin dan tatapannya begitu mematikan hingga namja-namja tersebut tak berani menatap yeoja yang menatap mereka.

“Kesabaranku sudah habis” kesalnya dengan menyilangkan tanganya.

ke empat namja itu saling melempar pandang dengan rasa takut di diri mereka “Ka-ka-kami sunggu tidah tahu nona Jung”

Raut wajahnya masih kesal, merasa tidak puas dengan jawaban yang diberikan “Katakan padaku atau tidak kalian tahu resikonya”

Krystal masih menatap ke empat namja yang didepanya hingga membuat mereka menjadi gemetar. Mereka tahu betul bila perintah Krystal tak dituruti maka kehilangan pekerjaan adalah resiko besar mereka “Kami benar-benar tidak tahu nona, tugas kami adalah menjaga nona Krystal”

Krystal mengigit bibir bawahnya “Haishh, baiklah kalau begitu. Kalian aku….”

“Nona muda Krystal Jung” Krystal menoleh kearah suara. Menatap namja yang mendekatinya.

ke empat namja di depan Krystal membungkukan badannya, memberikan hormat kepada namja tersebut.

Namja berpakain rapih itu membungkuk di depan Krystal sebagai tanda hormatnya, Krystal hanya menatap diam dengan wajah yang masih kesal.

“Kalian boleh pergi” ucapnya kepada empat namja tersebut.

“Mwo? kau tidak memiliki wewenang kepada mereka seketaris Kim”

Seketaris Kim tersenyum kecil kepada Krystal “Kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan nona muda Jung”

“Pergilah”

“Nde!” tegas mereka, dengan  menghela nafas lega karena sudah berhasil keluar dari kandang macan.

Krystal berjalan, kakinya mengarah ke sofa hitam dengan meneguk segela jus mangga di tangannya.

Mr.Kim berdiri di depan Krystal “Kau bisa bertanya langsung kepadaku nona muda Jung”

“Aku tidak yakin kau akan memberitahunya” jawab Krystal dengan menatap gelasnya.

“Aku hanya takut akan ketidaksiapanmu Nona Jung”

Mr. Kim berdiri tegap, menatap Krystal yang duduk didepanya “Namanya adalah Amber Josephine Liu, dia lahir pada tanggal 18 September 1992, dia adalah anak pertama dari dua bersaudara..”

Krystal terlihat mendengarkan apa yang dikatakan Mr.Kim, walaupun iya tak menatap wajahnya “Dia adalah murid kelas 3..”

“Ohh jadi dia sama sepertiku, murid kelas 3 hmmm”

“Amber Liu sekolah di Cheoyoung High School..”

“Cheoyoung High School? aku tidak pernah mendengar nama sekolah itu, aku rasa sekolah itu tidak terkenal dan populer”

“Cukup”

Mr. Kim menatap Krystal “Aku harus kembali ke sekolah, selamat siang Mr.Kim” Krystal berjalan keluar dari rumahnya dengan pengawalnya.

Krystal Pov

“Apa kau yakin”

“Apa kau sudah siap?”

Aku menggigit bibir bawahku, berpangku tangan di meja dengan keputusan yang akan aku ambil.

“Jung Soojung”

Aku menatap mata Vic unnie “Apa kau siap?”

Apakah aku siap? tapi bagaimana bila tidak sesuai dengan apa yang kubayangkan? ya Tuhan tapi aku tidak bisa diam seperti ini terus, aku ingin tau dia, aku ingin melihatnya. Melihat sosok yang bernama Amber Liu.

“Ya, aku siap”

Vic menganggukan kepalanya “Baiklah, kids ayo kita berangkat”

Oh Tuhan semoga ini berjalan dengan lancar, jujur saja ini membuat jantungku begitu bedebar dengan cepat! seumur hidup baru kali ini aku merasakan deg degan yang luar biasa!

Aku menatap luar jendela mobil, membayangkan seperti apa sosok tunanganku. Apakah dia sosok namja yang tinggi? apakah dia tampan? apakah dia pintar? aggghhhh.

“Semuanya akan baik-baik saja” genggam Luna.

“Kuharap begitu” aku kembali menatap luar jendela, menatap jalan yang tak pernah ku lewati.

Mobil berhenti, berhenti di depan sebuah gerbang yang tak terlalu besar.

“Ini adalah sekolah Cheoyoung nona muda Jung” aku membuka jendela mobil, menatap aneh gedung yang di sebut sekolah?? bukan maksut untuk menghina tapi, sekolah ini begitu buruk. Maksutku lihat saja gedungnya yang tak terawat, gerbang sekolah yang sedikit berkarat, lapangan yang tandus. Ya Tuhan, orang seperti apa kau Amber Liu?

“Soojung, apa kau yakin?” tanya luna.

Aku diam sejenak, berfikir apakah aku akan melanjutkan atau tidak. Tapi aku sudah disini dan lagipula aku tidak bisa terus-terusan seperti ini, aku bisa mati penasaran hanya karena orang asing itu!

“Ya”

Mobil mulai masuk kedalam lingkungan sekolah yang kecil ini, mobil berhenti tepat di lapangan depan sekolah. Aku merapihkan rambut serta pakaianku “Baiklah let’s go, kita cari pangeran Soojung” aku menatap Luna dengan jengkel, pangeran? huh lihat saja nanti.

Kulangkahkan kakiku, berdiri disamping mobilku. Terlihat begitu jelas gedung yang ada di depanku, mataku melihat sekitar. Bagaimana bisa dia sekolah di tempat seperti ini? kakek, apa kau yakin tenang pilihanmu ini?

“Hei lihat-lihat!! ada yeoja cantik!!!”

“Waaaahhhh”

Lihat hanya butuh 10 detik untuk membuat heboh satu sekolah ini, mereka semua heboh melihat kami yang berdiri di sekolah mereka. Lihat mereka, ya Tuhan mereka norak sekali!

“Hei perempuan cantik!!!” 

“Wahh kita seperti artis saja” bisik Sulli.

Aku melihat murid-murid sekolah ini, apa mereka adalah salah satu dari tunangganku? aghhh lihat saja, namja nya pun tidak ada satupun yang tampan! aku bisa gila.

“Wanita cantik! berkencanlah denganku!!!” teriak namja bodoh yang menarik perhatianku keatas gedung.

“Oh?” aku menyipitkan mataku, melihat seseorang yang sepertinya aku kenal tapi dimana ya? sepertinya aku pernah bertemu, tapi dimana?

“Selamat siang” lamunanku buyar saat melihat namja paruh baya di depanku, aku melihatnya dari atas sampai bawah hmmm aku rasa dia adalah seorang guru disini.

“Ada yang bisa kami bantu?” senyumnya.

“Ehmm aku disini untuk mencari seorang murid”

“Murid? murid kami?” tatapnya bingung dan iya menatapku, menatap dari ujung kaki sampai ujung kepala.

“Ohhh bukankah kalian adalah murid dari Empire School, waah ini luar biasa. Apakah kalian datang kesini untuk mencari murid yang akan ditukarkan di sekolah kalian? wah aku tidak tahu sekolah kami berkerja sama dengan Empire school”

“Ahjussi, kami kesini untuk mencari seorang murid yang bernama Amber Josephine Liu” ucap Sulli.

Mengapa raut mukanya berubah? “Amber Liu?! haisshh apa anak itu tidak bisa diam untuk sebentar saja, mengapa dia selalu membuat masalah!”

Aku menatapnya heran, dari perkataannya Amber bukan murid yang baik dan pembuat onar.

“Baiklah ayo ikut denganku” pintanya.

Aku hanya diam, rasanya aku ingin mundur kebelakang karena tak sanggup melihat sosok Amber! aku tak ingin pingsan di tempat umum hanya karena melihatnya, ya Tuhan aku punya firasat buruk akan hal ini. Apakah kakek serius menjodohkanku dengan orang yang seperti dia? belum bertemu dengannya saja sudah membuatku sakit kepala, apalagi kalau aku bertemu dengannya! sungguh dia bukan tipe dan levelku.

“Soojung!”

Aku terbangun dari lamunanku, melihat mereka yang sudah berjalan lebih dulu dariku. Haish mengapa jadi mereka yang semangat?  apa mereka senang aku menderita seperti ini, aku yakin mereka pasti akan mengejekku saat melihat Amber Amber itu.

Aku berjalan perlahan, melirik kiri kanan melihat suasana sekolah ini.

“Soojung berjalan lah yang cepat”

Lihat lihat, mereka semangat sekali! kenapa tidak kalian saja yang tunangan denganya! menyebalkan sekali.

Author Pov

Seketika Cheoyoung menjadi ramai karena 4 walls datang dengan pesona yang luar biasa. Murid-murid tiada henti menggoda mereka. Bahkan mereka tak takut akan aura Krystal yang melihat mereka dingin.

Tapi tak semua murid-murid Cheoyoung ribut akan kedatangan 4 walls, lain halnya dengan tiga murid yang sedang berlari di koridor sekolah.

Yeoja berambut pendek dengan seragam sekolah yang kumal terus berlari, bagaimanapun caranya dia harus tetap berlari untuk keluar dari dalam sekolah.

“Permisi permisi” tanganya mendorong kerumunan murid yang menghalanginnya.

“Amber tunggu!” teriak Eric yang disusul oleh Ailee.

Kaki Amber terus melangkah dan terus melangkah hingga iya tak sadar dengan sesuatu yang ada di depannya dan …..

“Bruukk” Amber merasakan tubuhnya menabrak sesuatu yang keras, merasakan tubuhnya yang tak imbang hingga membuatnya mencium lantai.

“Aaghhh” sial sakit sekali! mengapa aku bisa terjatuh? aaghhh. Pikir Amber 

Suara murid-murid menjadi rusuh, membuat Amber bertanya pada dirinya sendiri “Mengapa ribut sekali? apa mereka tak pernah melihatku jatuh?!”

“Wah Amber kau beruntung sekali bisa tabrakan dengan wanita cantik”

Amber mengerutkan dahinya, dia bingung “Wanita cantik?”

Amber bangun perlahan, dan secara aneh perasaannya menjadi tak enak dan merasa begitu dingin.

Amber menelan salivanya, membalikan badannya dan…

“Dasar stupid!!” Amber langsung memegang jantungnya karena iya begitu terkejut.

“Kau ini bodoh atau idiot? kau kira ini lapangan hingga kau bisa lari dengan seenaknya hah?!!”

Amber mati kedinginan, melihat yeoja yang memarahinya.

Amber menyipitkan matanya, melihat yeoja yang iya tabrak “Bukankah kau penyihir itu!” tunjuk Amber.

“What?! penyihir katamu?!!” yeoja itu maju selangkah, menatap Amber dengan tajam.

“Ohhh aku ingat denganmu, kau kan pembohong yang pura pura sakit agar mendapatkan uang dariku. Dasar tak tau malu” Ketusnya.

“Ya kau, aku tak seperti itu! dasar penyihir!” kesal Amber.

“Kau….” tunjuk Krystal ke wajah Amber.

“Amber Liu!!”

Amber menatap guru yang mendekatinya “Sial” ucap Amber.

“Berhenti ditempat Amber Liu!!”

Suara itu terdengar jelas di kedua telinga Krystal, menatap sosok yang iya nantikan. Tepat berada di depan matanya.

“Amber Liu?” ucap Krystal dengan menatap Amber.

“Kau Amber Liu?” tanya Krystal, Amber dan Krystal saling bertatapan.

“Aku harus pergi” Amber kembali berlari, meninggalkan Krystal yang berdiri dengan wajah yang syok.

“Haishh anak itu kabur lagi!” keluh sang guru.

Krystal masih menatap Amber yang berlari menjauhnya.

“Kau tidan apa-apa?” tanya guru ke Krystal.

Krystal menganggukan kepalanya “Haish aku tidak tahu mesti melakukan apalagi terhadap Amber. Dia benar benar murid yang sulit diatur, pemalas, aghh aku benar-benar menyerah bila harus berurusan dengannya” keluh guru.

“Seharusnya dia belajar yang rajin dan menjadi murid yang berprestasi. Hanya dia murid perempuan yang begitu keras kepala dan tak bisa diatur”

Krystal membulatkan matanya, terkejut dengan apa yang dia dengar “Murid perempuan??” 

“Kau bilang apa?”

“Hah? apa maksutmu?” tanya balik.

“Kau bilang murid perempuan???” bingung Krystal.

Guru itu tertawa “Haha ya seorang yeoja, Amber adalah seorang yeoja. Kau pasti terkecoh ya? ya begitulah. Amber adalah seorang yeoja yang berpenampilan boysih, memakai celana panjang, rambut pendek, pemain basket dan karate. Semua orang akan menyangka bahwa dia adalah namja, harus ku akui bila menjadi seorang namja dia akan begitu tampan” senyum guru.

Krystal memegang kepalanya, badannya terasa lemas tak berdaya “Hei apa kau tidak apa-apa??” tanya guru yang melihat Krystal pucat.

“Soojung apa kau tidak apa-apa?” Krystal mengabaikannya, dia berjalan pergi menuju mobil dengan lunglai.

Sulli, Luna dan Vic mengucapkan terima kasih atas informasi yang mereka berikan.

“Soojung..”

“Aku ingin sendiri”

“Baiklah kalau begitu hati-hati”

Krystal Pov

Kusandarkan kepala ini di pintu, tak bisa membayangkan apa yang terjadi terhadap diriku.

Bagaimana bisa??

Aku bisa gila, sungguh.

Tidak, tidak mungkin. Tidak mungkin aku bertunangan dengan seorang yeoja.

Kulang sekali lagi, YEOJA!

Aku masih normal, aku ingin memiliki keluarga dan anak! bagaimana bisa aku melakukan itu bersama yeoja?!!!

Tidak, tidak. Ini tidak bisa dibiarkan. Aku akan bilang kepada kakek, dan aku tidak akan mau menyetujui semua hal bodoh ini!!

“Nonda muda Jung kita sudah sampai”

Aku bangun dari lamunanku dan bergegas masuk kedalam rumah.

Aku menaiki anak tangga, menuju ruangan kakek “Tok tok tok” 

“Masuklah”

Aku membuka gagang pintu, melihat kakek yang sedang santai dengan membaca buku, apa dia tidak tahu perasaanku saat ini?

“Kek..”

“Duduklah dulu, kau terlihat begitu lelah” tentu saja aku lelah, aku lelah dengan semuanya.

“Kek aku ingin bicara serius”

“Sejak kapan cucungku bicara serius?” senyumnya.

“Uhh kek!”

“Haha baiklah baiklah cucungku yang cantik, katakan padaku. Apa yang kau inginkan dari pria tua ini”

Aku menarik nafasku “Aku ingin pertunangan ini dibatalkan!” tegasku.

“Hmmm, aku rasa itu akan sulit”

Aku menggigit bibirku “Mengapa sulit?! kakek tinggal membatalkannya apa itu susah?”

“Itu sangat sulit Soojung, hanya dia yang bisa menjagamu”

Aku tertawa mendengarnya “Menjagaku? dari apa kek? Apa yeoja seperti dia bisa menjagaku? Dia adala seorang yeoja, bukan namja kek!” geramku.

“Tapi aku percaya padanya, aku percaya ketulusannya. Untuk apa kau bersama seorang namja jika itu membuatmu hancur Jung Soojung? walaupun Amber adalah seorang yeoja, dia akan…”

“Stop! mengapa kakek begitu egois! kakek hanya melihat ke arahnya saja! begitu banyak orang yang baik kepadaku. Banyak namja yang begitu sopan kepadaku, bahkan aku tidak sempat memperkenalkannya kepada kakek. Jika kakek memiliki seseorang yang kakek percaya begitu juga denganku kek! aku punya pilihanku sendiri.  Kakek egois!”

“Apakah pilihanmu sudah benar? dia bahkan menolakmu”

Aku terkejut mendengarnya, darimana kakek tau??

“Aku ingin kau bahagia, bahagia bersamanya. Aku tahu ini berat untukmu, tapi jika waktu sudah berjalan maka kau akan tahu bagaimana rasanya”

“Tapi dia seorang yeoja, bagaimana bisa aku bahagia, merasakan cinta kepada sesama yeoja?? itu tidak mungkin kek, ditambah lagi dia sangat bodoh di sekolahnya dan apa kakek tidak tahu gaya nya seperti apa? dia itu yeoja tapi mengapa bergaya seperti seorang namja? aneh sekali! aku bisa muak kek”

“Apa kau seorang homophobic?”

“Tidak, hanya saja itu membuatku risih”

“Soojung, kau tidak bisa menilai seseorang dari luar, kau belum tahu bagaimana dia sebernya bukan?”

Aku hanya diam, males menjawab.

“Suatu saat nanti kau akan berterima kasih kepada kakek karena telah menjodohkanmu dengan Amber” senyumnya.

Aku tersenyum tipis “Lihat saja nanti” aku pergi dari ruangan kakek. Aku tidak tahu harus berbuat apa selain menerima nasibku!

Mengapa harus dia??

Aggghhhhh

Author Pov 

Malam sudah tiba, Amber terlihat membersihkan meja makan dengan wajah yang penuh pikiran.

“Huffhh” Amber duduk sejenak, memangku tangannya dengan menatap jendela.

“Agghhh!!” Amber mengacak-acak rambutnya dengan kesal.

“Bagaimana bisa penyihir itu adalah calon tunanganku?! aaaghh aku bisa gila”

Amber memejamkan matanya, terbesit wajah Krystal yang memandang wajahnya “Aku berani bersumpah bahwa dia tidak akan menyukaiku! dan begitu juga dengan diriku, tapi aku harus terima karena aku sudah menandatangai kontrak dengan tuan Jay Jung”

Amber menaruh kepalanya di meja, matanya terlihat lelah “Mau bagaimana lagi? aku harus menjalaninya. Hanya satu Amber, satu tahun!”

Amber bangun dari duduknya, menyemangatkan dirinya tapi.. “Tapi satu tahun itu adalah waktu yang lama. Bagaimana bisa aku hidup dengan penyihir seperti dia! erggh mengingat tatapan nya saja sudah membuatku merinding apalag harus bersamanya selama satu tahun! hoaaahhh bagaimana iniiii”

Jung’s House 

Layaknya Amber, Krystal hanya berbaring di tempat tidur memikirkan hal yang sama yaitu “Bagaimana bisa aku hidup dengan yeoja aneh berwajah llama itu! bahkan dia memanggilku nenek sihir!! aaggghhh ingin ku acak-acak wajahnya!” Krystal memukul-mukul gulingnya.

“Sampai mulutku berbusapun kakek tidak akan membatalkannya, percuma saja. Apakah ini adalah akhir dari hidupku? aagghhh aku kan masih muda, aku bisa mencari pendamping hidupku sendiri” Krystal menegelamkan kepalanya di bantal dan berteriak “Aaaaaaaaaaaaaaaa”

Next day

Luna, Sulli, Vic menatap sedih sahabatnya “Soojung”

Luna, Sulli dan Vic sudah mengetahui bahwa tunangannya adalah seorang yeoja. Mereka tidak menyangka bahwa sahabatnya akan dijodohkan dengan seorang yeoja boyish.

“Apa dia Soojung sedang memikirkan Amber?” bisik Sulli.

Luna melirik Sulli “Sepertinya iya”

Sulli sedikit menggeser duduknya mendekati Luna “Apakah unnie kemarin melihat Amber Amber itu?”

“Ya aku melihatnya” saut Luna.

Sulli sedikit menutup mulutnya dengan suara yang hanya bisa didengar Luna “Bagaimana menurutmu unnie?

Luna melirik Sulli “Bagaimana apanya?”

“Penampilannya dan wajahnya, bagaimana menurutmu?”

Luna terlihat sedang berfikir “Hmmm”

Sulli menatap penasaran “Sepertinya kau penasaran sekali?” tanya Luna yang dibalas senyum oleh Sulli.

“Menurutku dia tidak begitu jelek hanya saja stylenya yang terlihat kuno dan tidak keren. Kalau gurunya tak berkata dia adalah yeoja, aku tidak akan pernah tahu dia adalah seorang yeoja karena dia cukup tampan untuk mejadi seorang namja”

Mata Sulli berbinar “Kau satu pikiran denganku unnie! aku juga berpikir seperti itu. Kalau aku bertemu denganya lagi, aku akan memanggil dia hyung” senyum sulli.

“Hey!” Luna dan Sulli terdiam.

“Kalian berdua bukanya memberi semangat kepada Soojung malah bergosip” ucap Vic.

“Hehe biane” ucap mereka.

“Soojung bertahanlah kami akan membantumu” ucap Vic.

“Bagaimana caranya unnie?” tanya Sulli polos.

“Soojung sendiri saja tidak bisa, apalagi kita yang menggagalkannya”

Luna memberikan pukulan kecil di kepala Sulli “Ah sakit!”

“Kau ini meperburuk suasana saja” wajah Sulli cemberut.

Vic, Luna dan Sulli sedang berfikir agar Krystal tak lagi sedih. Sedangkan Krystal masih melamun, tak sedikitpun dia menyetuh makanannya.

“Aaa!” Luna memukul meja membuat mereka terkejut kecuali Krystal.

“Aku punya ide!”

“Aku harap idemu bagus Lulu” saran Vic.

“Unnie, bukankah kau pernah bilang bahwa kita akan memaksa Amber untuk tidak tunangan dengan Soojung?” Vic mengangguk.

“Bagaimana kalau kita menemuinya dan meminta padanya agar pergi menjauhi Soojung”

“Ide yang bagus!” angguk Vic.

“Bagaimana menurutmu Soojung?”

“Aku tidak tahu” Krystal menegelamkan kepalanya di meja.

“Baiklah Soojung, kau diam saja dan menunggu kabar baiknya oke!”

Luna, Vic dan Sulli bergegas menemui Amber “Ah itu dia!” tunjuk Luna yang melihat Amber keluar dari sekolahnya.

“Ya Tuhan mengapa dia seperti namja” heran Luna.

“Wajahnya lucu” saut Sulli.

“Ayo kita ikuti”

Mereka mengikuti arah Amber pulang ke rumahnya, berjalan menelusuri jalan besar hingga ke jalan yang kecil.

“Unnie, mengapa kita tidak turun?” tanya Sulli.

“Ayo kita turun” mereka meninggalkan mobil di pinggir jalan.

Amber terlihat lesu dan tidak bergairah “Mengapa dia seperti orang stres begitu?” mereka lanjut mengikuti Amber hingga dia masuk ke dalam sebuah rumah makan.

“Aku rasa dia akan makan malam, kita ini bodoh atau apa?! mengapa kita tak bertanya langsung saja sekarang?”

Vic memegang tangan Luna “Tunggu waktu yang tepat”

“Haishh unnie, apakah kita akan menunggunya hingga dia selesai makan? dia pikir dia siapa?!”

Sulli menatap lurus “Aku rasa dia tidak makan unnie”

“Mwo?”

Luna terkejut saat melihat Amber yang melayani pengunjung rumah makan tersebut “Jadi dia adalah seorang pelayan?”tanya Luna.

“Pantas saja dia pulang naik bus” tambah Sulli.

“Bagaimana bisa Soojung dijodohkan dengan orang seperti itu? apa kakeknya tidak salah?” bingung Luna.

“Aku tidak ingin melihat Soojung kurus karenanya!”

“Aku rasa tuan Jung memiliki alasan mengapa dia menjodohkannya dengan Amber” ucap Vic.

“Tidak ada alasan unnie, lihat saja walaupun dia yeoja setidaknya dia adalah orang kaya layaknya Soojung”

“Wah wah wah bukankah kalian murid Empire School”

Luna, Vic dan Sulli terkejut mendengar suara namja yang berada di belakang mereka.

“Wah mereka semua cantik-cantik” ucap namja tersebut dengan kelima teman-temannya.

“Siapa kalian!” seru Vic, Sulli memegang tangan Vic.

“Haish mengapa kalian kasar sekali? bukankah anak-anak Empire School terkenal dengan kesopanannya? aku tidak menyangka anak orang kaya seprti kalian bisa datang kesini hahaha”

Mereka bertiga ketakutan “Kami akan teriak jika kalian macam-macam” ucap Vic.

Namja itu mendekati mereka “Teriak? apa kalian yakin? teriak di tempat seperti ini hahahaha” mereka semua tertawa.

“Kalau kalian mau uang, akan kuberikan!” seru Luna.

“Aku tidak butuh uang kalian, tapi aku butuh belaian kalian”

Namja itu mulai mendekati mereka “Hahaha santai saja, kita akan bersenang-senang”

Namja itu mengambil lengan Luna “Aghhhhh” teriak Luna.

“Luna unnie!!”

“Lepaskan Luna! aghhhhh”

Kelima namja itu mulai bersikap kasar kepada mereka “Agghhhh!”

“Bruukk”  wajah namja itu terkena pukulan yang begitu kuat tepat di wajahnya hingga membuatnya jatuh.

Lagi dan lagi, namja itu menerima begitu banyak pukulan “Kubilang jauhi mereka!!”

“Amber?”

Dengan sigap Amber menangkis pukulan namja dengan tangannya, tapi sayang Amber hanya sendiri hingga dia terkena pukulan, ketiga namja memegang tubuh Amber hingga dia jatuh ke tanah.

Tapi itu tidak membuatnya melemah, justru Amber membalas dengan pukulan yang lebih kuat dengan mengambil kayu yang berada disampingnya.

Dengan tangannya serta gerakan yang cepat Amber berhasil mengelak lawan dan membuat pukulan dan tendangan hingga membuat kepala geng mereka terjatuh.

Nafas Amber tak karuan, bibirnya bedarah serta pelipis mata yang mengluarkan darah “Ayo kita pergi” namja-namja itu pergi.

Vic, Luna dan Sulli mengahampiri Amber “Kwenchana?” Amber menganggukan kepalanya.

“Kita harus ke rumah sakit!” saran Luna.

“Tidak, tidak. Tidak perlu. Aku tidak apa-apa” ucap Amber.

“Tapi wajahmu..”

“Aku tidak apa-apa percayalah” Amber mulai berjalan, melangkahkan kakinya tapi..

“Agh” Amber hampir terjatuh.

“Biar kami bantu” Vic dan Sulli membantu Amber berjalan hingga sampai rumahnya.

Amber duduk di kursi dan ibunya membawa kotak P3K “Biar kami saja” ucap Vic.

“Oh maaf, kami lupa memperkenalkan diri kami. Aku adalah Victoria” Vic membungkuk.

“Aku Luna”

“Dan aku Sulli”

“Kami adalah… kami adalah teman Amber” senyum Vic.

“Teman Amber? aku tidak tahu bahwa Amber memiliki teman selain Ailee dan Eric” bingung eommanya. Mereka bertiga tersenyum.

“Biarkan kami yang mengurus”

“Baiklah”

“Biar aku saja” Amber mengelap lukanya dan mereka bertiga memperhatikan Amber.

Amber menghela nafasnya “Mau apa kalian?”

“Hmm?” mereka bertiga bingung.

“Aku tahu kalian mengikuti sejak dari sekolah” mereka bertiga tersenyum canggung.

“Jadi katakan, mau kalian apa?” tanya Amber.

“Ehmm sebenrnya kami ingin menolong Soojung”

Amber mengerutkan dahinya “Menolong Soojung? maksut kalian?”

“Menolong Soojung agar dia tidak dijodohkan denganmu” ucap Sulli.

Amber menyeringai “Sudah kuduga” ucapnya kecil.

“Lalu?”

“Laluuuu..”

Amber tersenyum “Kalian akan memaksaku?” mereka bertiga mengangguk.

“Baiklah ayo paksa aku” ucap Amber.

“Haishh, unnie bagaimana ini?”

“Kau harus menjauhi Soojung, karena dia sudah memiliki pacar!” ucap Vic.

Amber mengangguk “Hmm begitu, lalu?”

“Dan..” Amber menatap Luna yang membuatnya berhenti berbicara.

“Berhenti menatapku seperti itu!”

“Baiklah-baiklah”

“Grrrrr~”

Amber menahan tawanya “Sebelum kau melanjutkan bicaramu, terlebih dahulu kau harus mengisi perutmu” senyum Amber kepada Luna dengan wajah yang merah.

Amber bangun dari tempat duduknya, merapihkan meja yang menjadi tempat makan”Duduklah, aku akan membuatkan sesuatu untuk kalian” senyumnya yang ntah mengapa membuat mereka bertiga luluh.

“Kau bikin malu saja!” ucap Vic.

“Biane” ucap Luna.

“Mengapa kita menuruti kata-katanya? mengapa tak kita acak-acak saja tempat ini dan memaksanya untuk menjauhi Soojung” ucap Sulli dengan berpangku tangan.

Wajah Luna terlihat bingung “Aku tidak tahu, mungkin karena dia terlalu tampan” senyumnya.

“Haishh jangan bilang kau menyukainya!” lirik Vic.

“Bau apa ini” mereka mencium aroma masakan.

“Tadaaaaa” Amber membawa tiga sup daging hangat untuk mereka.

“Waaaahh” mata mereka bertiga berbinar.

“Aaa tiba-tiba aku menjadi sangat lapar” Sulli mengelus perutnya.

“Makanlah yang banyak” perintah Amber.

“Selamat makan!”

Sup daging hangat mulai masuk kedalam kerongkongan mereka “Oaaahh daebak! rasanya begitu enak, bahkan sup ini kalah dengan sup yang ku makan kemarin di hotel berbintang” Sulli memberikan jempol kepada Amber.

Amber tersenyum melihat mereka bertiga  dan bahkan mereka menghabiskan dua mangkuk sekaligus.

“Oaaaaaa aku kenyang” Vic menyederkan tubuhnya di kursi.

“Makanannya lezat sekali, apa kau yang membuat” tanya Luna.

“Tentu saja”

“Daebak”

“Hei! apa kalian lupa tujuan kita kesini?!” tanya Vic kepada Luna dan Sulli.

“Oh! kau harus menjauhi Soojung kami! kau tidak pantas denganya, jika kau tidak menjauhi Soojung maka hoaaaaaammmm”

“Sudahlah unnie, besok lagi saja kita mengancamnya. Aku sudah mengantuk” Luna mulai memejamkan matanya.

Amber menggelengkan kepalanya.

10 menit berlalu, tiga mobil mewah parkir tepat di depan rumah Amber “Hoaaah lelah sekali hari ini” mereka berjalan keluar dari rumah Amber yang diikuti oleh Amber.

“Lain kali berhati-hatilah, jika kalian ingin menemuiku temu saja. Tidak perlu seperti tadi”

“Tunggu saja, kami akan datang kembali mengancamu!” gretak Luna.

“Baiklah, hati-hati dijalan” mobil mereka bertiga mulai pergi.

Hari-hari berikutnya

“Jadi? bagaimana hasilnya” tanya Krystal dengan menyilangkan tangannya.

Mereka bertiga tersenyum bodoh “Ehmmm tentu saja. Ehmmm ya seperti itu” senyum canggung Sulli.

“Bisa kau mengatakannya dengan benar Choi Jinri?”

“Ehmm mungkin kami harus mencobanya sekali lagi” saran Luna.

“Ya benar sekali lagi, masakannya begitu enak” ceplos Sulli.

“Masakan?! apa kalian sudah akrab”

“Haishh kau bodoh sekali!” pukul Vic.

Krystal memegang keningnya “Soojung tenang saja, kami akan..”

“Kalian ada di pihak ku bukan? mengapa kalian jadi dekat dengannya? bukankah kalian yang akan membantuku untuk membatalkan semua ini?”

“Tentu saja Soojung, kami butuh sedikit..”

Krystal menggelengkan kepalanya “Enough, terima kasih atas bantuan kalian”

Krystal pergi meninggalkan Vic, Luna dan Sulli.

Krystal berjalan ke arah mobil yang teparkir di depan pintu sekolahnya “Jalan” ucapnya dingin.

Mobil Krystal berjalan ke arah yang pernah iya tuju sebelumnya, tak butuh waktu lama. Krystal sudah sampai di depan pintu gerbang sekolah yang ramai karena baru saja sekolah tersebut memulangkan murid-muridnya.

Krystal berdiri disamping mobilnya dengan seragam Empire School berwana merah dan rok cream membuat seluruh sekolah kembli heboh, melihat bidadari di depan sekolah mereka.

Screen Shot 2016-07-16 at 11.33.22 PM.png

Screen Shot 2016-07-16 at 11.34.26 PM.png

(Author seneng ngeliat Krystal pake seragam ini hehe, jadi bayangin aja ya Krystal kek gini nunggu didepan sekolah Amber)

Krystal terlihat begitu dingin dengan tatapan matanya, semua murid berbisik-bisik saat melihatnya membuat Krystal semakin risih.

“Haishh dimana si bodoh itu?”

Krystal terus memperhatikan murid-murid yang keluar hingga pada akhirnya dia melihat seseorang yang dia cari dengan kancing baju yang dia lepas hingga baju dalamnya yang berwana hitam terlihat jelas, ditambah lagi dengan sepatu yang terlihat kotor dan tas ransel yang iya kenakan.

Krystal memperhatikannya, memperhatikan nya yang sedang merangkul seorang namja dan yeoja. Mereka bertiga tertawa bersama.

“Apakah dia benar-benar tunanganku? ya tuhaannn” sedih Krystal.

Tawa mereka berhenti saat ketiganya menyadari akan Krystal yang menatap mereka.

“Bukankah dia tunanganmu?” tanya Eric tanpa memejamkan matanya.

“Cantik sekali” senyum bodoh Amber.

“Apakah kau kali ini akan belari lagi?” tanya Ailee.

Amber menarik nafasnya “Tidak, kalian pulang sana”

“Waah kau sudah berani mengusir kami? daebak kau Amber! mengapa kau tidak mengajak kami atau memperkenalkan kami dengannya?!” seru Eric.

“Kau pikir dia akan senang? kau tidak tatapannya kepadaku? kepada kita? kau pikir dia senang? sudah sana” usir Amber.

Amber kembali menarik nafasnya, berjalan menuju arah Krystal.

Amber menyeringai “Aku kira kau akan mengutus teman-temanmu lagi”

Krystal menaikan alisnya “Itu bukan menjadi urusan mereka lagi” ucapnya dingin.

“Baiklah”

“Sepertinya kau sudah tahu kedatanganku kesini”

Amber mengerutkan dahinya “Sayangnya aku tidak tahu, sudah jangan berbasi-basi aku memiliki jadwal yang padat” sombong Amber yang membuat Krystal jengkel.

“Stupid”

“Mwo? kau bilang apa?”

“Kau stupid! S.T.U.P.I.D”

“Jika aku stupid maka kau adalah penyihir”

“Sudahlah aku tidak ingin bertengkar”

“Jadi katakan maumu, ayo cepat aku tidak punya waktu”

Krystal memandang Amber jengkel “Ayo katakan, mengapa lama sekali? aku tidak punya waktu banyak”

“Kau”

“Ya aku”

“Apa kau”

“Ya kau apa?”

“Kau”

“Kau kau kau” ulang Amber.

“Aghhh aku bisa gila”

“Sepertinya kau sudah gila”

“Diam kau llama face!” kesal Krystal.

Amber menggelengkan kepalanya “Lihat, kau malah mengataiku! ya ampun” 

“Nona muda Jung”

“Wae!” pengawalnya seketika merinding ketakutan melihat nona mudanya sedang marah. 

“Maaf, tuan besar menelfon” Krystal mengambil ponselnya. 

“Hallo”

“Hallo cucung kakek tersayang dan yang paling cantik di dunia ini” 

“Ada apa kek?” 

“Apa kau tidak senang kakek menelfon?”

Krystal menghela nafasnya “Bukan begitu, hanya saja moodku sedang buruk kek” jujur Krystal. 

“Kakek hanya ingin memberitahu bahwa kakek sedang menuju California dan kakek juga ingin memberitahukan bahwa seminggu lagi kau akan tunangan dengan Amber Liu”

Krystal memejamkan matanya, tak membayangkan bahwa tak lama lagi dia akan memakai cincin ikatan dengan orang yang paling ia benci “Mengapa begitu cepat kek?! haishh aku bahkan belum ujian. Aku harus ujian dulu kek, biarkan aku fokus”

“Tidak usah khawatir serahkan semuanya pada kakek, lagipula ini hanya sebuah tunangan bukan pernikahan hahaha”

“Bisa-bisanya disaat seperti ini kakek tertawa” 

“Soojung kakek akan mematikan telfonnya. Jaga dirimu baik-baik”

Krystal menutup telfonnya “Haish bagaimana ini!”

Setelah mematikan telfon Krystal tak sadar jika Amber tak lagi di sampingnya “Hei! dimana llama itu!” kesalnya. 

Kakinya menghentak tanak karena kesal “Ya kau!” tunjuk Krystal kepada pegawalnya. 

“Ya nona muda Jung”

“Dimana llama itu?”

pengawal itu terlihat ketakutan “Ehmm dia sudah pergi lima menit yang lalu nona muda Jung”

Krystal menatap dingin “Dan kau membiarkannya pergi?!”

“Ma-ma-maaf nona..”

“Haish sudah diam!” 

Krystal berjalan menuju mobil dengan raut wajah yang kesal. 

Krystal kembali ke kediamannya, Krystal merasa tak mendapatkan hasil apa-apa saat bertemu Amber. 

Krystal Pov

“Drettt dretttt” krystal mengambil ponsel dari tasnya. 

“Puppy Lulu”

Melihat itu dari Luna, Krystal segera mengangkatnya “Hmmm” 

“Ya, mengapa mau menjawab telfonku seperti itu?”

“Aku sedang tidak mood. Moodku begitu buruk, rasanya aku ingin mencabik-cabik seseorang” jujurku, tentu saja aku ingin mencabik llama bodoh itu. 

“Haha siapa seseorang itu?”

“Kau tidak perlu tahu”

“Apakah Amber?”

Ya benar sekali Luna unnie! “Hufh seperti itu”

“Apa dia membuatmu kesal? bagaimana kau saat bertemu dengannya? apa dia setuju atas pembatalan tunangan serta pernikahan kalian nangi?”

Aggghhh Luna unnie tolong jangan sebut tunangan ataupun pernikahan! membuat amarahku semakin memuncak “Belum saja aku membicarakan hal itu dia malah pergi! dia itu tidak punya sopan santun! bahkan dia memanggilku penyihir, dia kira dirinya bagus! dirinya begitu urakan!” kesalku.

“Hahaha benarkah? dia memang seperti itu”

Seperti itu? haha oke Luna unnie sepertinya kalian begitu akrab dengan llama bodoh itu. 

“Tapi percayalah Soojung, Amber adalah orang yang baik. Awalnya emang aneh melihat tingkahnya yang kada begitu garing haha tapi itu lucu”

Ku gelengkan kepalaku “Apa saat ini kau membela llama  bodoh itu?! aku tidak menyangka kalian begitu akrab. Apa sekarang kalian akan mendukungku bersamanya?” kesalku. Yang benar saja, mereka adalah sahabatku bagaimana bisa mereka tak dipihakku?! 

“Mungkin jika kejadian pada malam hari itu tak terjadi, aku takan menilai dia dengan mengatakan dia adalah orang yang baik Soojung”

Kejadian? kejadian apa “Maksutmu?”

“Apa kau ingat saat aku,Luna dan Vic pergi menemui Amber saat pulang sekolah? pada saat kau murung diam?”

“Ah ya”

“Kami mengikuti Amber hingga malam hari. Saat malam hari tiba ditambah lagi rumahnya yang gelap dan sepi. Kami diganggu oleh namja namja gila”

Oh my God, mengapa aku tidak mengetahui hal ini?

“Kami hampir saja mati atau diperkosa oleh mereka hingga akhirnya Amber datang membantu kami. Kau tahu? Amber memukul semua namja-namja itu. Amber membantu kami pada malam hari itu. Wajahnya penuh luka tapi dia masih tetap tersenyum dan membiarkan kami masuk kedalam rumah makannya. Melihat tatapannya Amber menyadarkanku bahwa dia adalah sosok pelindung dan hangat”

Sungguh aku tak percaya apa yang dikatakan Luna unnie “Apa kau serius? kau tidak berbohong kan?” 

“Yang benar saja, kapan aku berbohong padamu Soojung”

Pantas saja aku melihat bekal luka di pelipis matanya, dan tangannya yang di perban. Apakah benar llama bodoh itu melindungi mereka? melindungi Vic,Luna dan Sulli. Ketiga yeoja bahkan tak iya kenal. 

“Soojung? apakah kau masih disitu”

“Unnie nanti akan kutelfon lagi” aku mematikan sambungan ponselku. 

Walaupun begitu, itu tak akan membuat hatiku luluh! 

4 Hari kemudian 

Sial, ternyata kakek mempercepat tanggal ujian kami! aghhh. 

“Soojung!”

Aku menoleh ke arah suara, melihat sahabat-sahabatku yang berjalan ke arahku “Kau mau kemana? apa kau langsung pulang?”

Apa aku harus berkata jujur? “Ah ya, aku mengantuk sekali karena belajar seharian” senyumku. 

Aku segera berjalan kearah mobil dan memeluk mereka sebelum aku masuk kedalam mobil. 

Tak terasa aku sudah sampai, aku sedkit terkejut karena murid-murid sudah keluar dari sekolahnya “Apa jangan jangan dia sudah pulang?” aku terus melihat ke arah gerbang sekolah dan… 

“Itu dia!!” aku keluar dari mobil. 

“Hei kau!” teriaku. 

“Hei kau llama bodoh!!” haish dia menaiki sepedanya dan bergegas pergi. 

“Hei kau mau kemana!!” 

Haishh dia malah pergi dengan melambaikan tangannya kepadaku! aaghhh dasar orang gila. 

“Berhenti kau llama bodoh!!” 

Aku segera masuk kedalam mobil “Kejar llama bodoh itu!” perintahku. 

“Baik nona muda Jung”

Ban mobil berdecit, mobilku berjalan sedikit cepat mengejar llama itu. 

Aku membuka kaca “Hei berhenti!!” tunjukku. 

“Kejar saja kalau bisa hahaha” 

Ohhh dia menantangku hah? jika itu maumu! 

“Jika kau tidak berhasil menghentikan sepeda itu. Maka bersiaplah menganggur!” 

“Ba-baik nona muda Jung”

“Kalau bisa tabrak saja llama bodoh itu!” kesalku. 

Mobilku melaju cepat, tapi dia membawa sepedanya ke jalan jalan kecil. membuat mobilku susah mengejarnya. 

“Apakah aku harus menghubungi polisi agar manusia bodoh itu berhenti?”

“Citttttt” mobil mengerem. 

Si bodoh itu diam di depan mobilku dengan sepedanya. 

Dia membuka mulutnya dan mengatakan “Kejar aku kalau bisa penyihir” dan dia menjulurkan lidahnya. 

Agghhhhhh “Kejar dia!” 

Mobilku terus berkejar kejaran dengan sepeda, ya ku ulangi dengan sepeda! 

Aku melihat arahnya berjalan “Kita potong jalan ke kanan” perintahku. 

“Baik nona Jung” dan segera mobilku memotong arah jalan agar bisa menjegatnya dan tentu saja ini berhasil. 

“Aaaghhhh!!!” 

“Ciiitttttt” ban sepedanya berdecit. 

Dan segera aku keluar mobil “Ya! kau ingin aku mati?!” 

“Ya benar itu tujuanku!” 

Dia menaruh sepedanya “Kau mau apa?”

“Aku mau kau membatalkan tunangan yang sudah direncanakan kakek!” tegasku. 

“Kalau aku tidak mau?” 

“Haishh kau harus mau! karena waktu kita hanya 3 hari lagi! dan aku sudah lelah mengejarmu!

Dia tersenyum simpul “Ooohh Lalu? kau akan memberiku apa, jika aku membatalkanya?”

Ohh jadi menawar? “Akan kuberikan apa saja. Asalakan kau menolak tunangannya” 

Dia berfikir sejenak, ku harap ini akan berhasil “Kau akan memberikan semuanya?” tatapnya nakal. Haish seharusnya aku tak mengatakan hal itu. Tapi mau bagaimana lagi. 

“Ya, apapun yang kau mau”

“Hmm baiklah”

Mataku membulat, apa aku tak salah dengar? “Jadi kau menyetujuinya?”

“Ya asalakan kau memberikan apa yang kumau” senyumnya. 

“Baiklah” ku ulurkan tanganku. Dia menatap tanganku dan dia menyambut tangunku. 

Saat berjabat tangan dengannya, aku menatap matanya. Tanganya begitu hangat. 

“Deal?” 

“Deal” senyumnya.

“Kalau begitu temui aku dua hari lagi di taman”

“Taman?” tanyaku ulang. 

“Iya, kau harus membantuku berfikir untuk memberikan alasan kepada kakekmu. Dan jangan lupa bawakan aku kue beras.”

“Apa? kue beras?!”

“Yap, jika tidak aku tidak mau” senyumnya licik.

 Huffhh Aku menangguk “Baiklah”

“Temui aku jam 9 pagi”

Aku menganguk. 

“Tapi kau benarkan?” aku bertanya ulang. “Kau benar kan akan membatalkannya?” aku bertanya lagi memastikan bahwa iya tidak bohong. 

“Iya”

“Akan kubatalkan tunangan ini” 

————————

Maaf kalo updatenya lama hehehe. Selamat membaca, maaf kalo banyak typo hehe

Advertisements

17 thoughts on “Someday 5

  1. Yeiiy akhirnya author update πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™Œ
    hhahhaha di part ni lucu banget thor,ngakak terus gua nya dengan tingkah konyol sahabat krystal..πŸ˜‚πŸ˜… ngancam apaan itu pake ditunda tunda πŸ˜†

    Kayak nya thor malah yg disebut “penyihir ” itu kakek nya krystal ja dehh πŸ˜‚ abis y ngetawain cucu nya yg merasa menderita dgn tu perjodohan

    Ahhh,,kryber aku padamu lahh..cuiit cuit cute kalo bertengkar” gitu

    Thanks thor,luangkn waktunya buat update’n krya nya ☺😊

  2. sn says:

    Ini bener bener bikin gemes gemes gimana gitu kryber kekekek. Iya Thor kok update nya lama lagi sibuk ya Thor? Tapi makasih udah lanjutin ffnya. Makin penasaran sama kelanjutannya sih…πŸ˜‚πŸ˜‚

  3. aww biar sekarang seperti itu tapi lama kelamaan akan jadi cinta wkwk, mianhae sebelumnya rasanya ak pernah baca ff ini tapi lupa dimana. apakah authornya memiliki wp selain ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s