Someday 4 

“Soojung”

“Soojung”

“Hmmm” jawab singkat Krystal.

Luna menggelengkan kepalanya “Aku memanggilmu sudah lebih dari 100x!”

Krystal hanya diam menatap Luna, Luna menatap Krystal curiga “Hmm apa ada sesuatu yang terjadi padamu Soojung? akhir-akhir ini kau terlihat aneh dan terus melamun” curiga Luna. 

Krystal tersenyum, memastikan nya dirinya baik-baik saja “Aku tidak apa-apa”

Luna menatap curiga “Bohong, kau tidak bisa berbohong padaku Jung Soojung! katakan padaku apa yang mengganjal hatimu? kau tahu bukan kita sudah seperti saudara, bila salah satu dari kita memiliki masalah maka kita akan saling membantu, apa kau lupa dengan itu Soojung?” Krystal menatap Luna, iya merasa bersalah karena tidak menceritakan masalahnya kepada Luna,Vic maupun Sulli. 

“Hai ladies” 

“Oh hai Kai” balas Luna. 

“Aku ingin mengundang 4 walls untuk datang ke partyku malam ini. Aku mengundang Dj ternama dan tidak akan membuat kalian kecewa” girang Kai. 

Luna tersenyum mendengarnya sedangkan Krystal? Kai menatap Krystal yang sepertinya tidak mendengar perkataannya.

“Aku harap kalian bisa datang, bila 4 walls tidak datang maka party terasa sepi. Tidak ada bunganya, kalian akan datang kan?” Kai kembali menatap Krystal, tidak biasanya Krystal bereaksi seperti ini. Krystal begitu menyukai party atau clubbing karena musiknya yang bisa membuat beban nya berkurang tapi kali ini Krystal tidak antusias yang membuat Kai sedikit bertanya-tanya. 

“Ehmm aku akan bicara pada Sulli dan Vic mengenai party mu Kai” Kai tersenyum membalas ucapan Luna.

“Bagaimana denganmu Krystal? apakah kau akan datang?” tanya Kai. 

Luna menatap cemas Krystal dengan sigap Luna bangun dari duduknya dan menarik lengan Krystal “Ah sepertinya kami harus pergi, aku lupa kami memiliki janji dengan Vic di perpus. Bye Kai” 

Kai menatap cemas “Ada apa denganmu Krystal?” 

Luna membawa Krystal ke taman belakang sekolah, membawanya ke sebuah bangku dengan pohon rindang yang melindungin dari panas. 

Luna menatap Krystal, menatap lurus matanya “Jung Soojung! katakan padaku apa yang terjadi”

Krystal masih diam “Hufhhh ayolah katakan padaku apa yang mengganjal hatimu dan …”

Mata Krystal memerah, nafasnya terasa sesak. Matanya yang indah mengeluarkan air mata.

“Soojung” lembut suara Luna. 

Luna memeluk Krystal, Krystal menangis di pundak Luna “Tidak apa, menangislah. Menangislah karena itu akan membuatmu jauh lebih baik” Luna mengelus punggung Krystal berusaha untuk menenangkan hatinya. 

Krystal melepaskan pelukannya, menatap Luna yang ada di depanya “Biane” ucap Krystal dengan sendu.

“Tidak perlu meminta maaf” senyum Luna. 

Krystal masih menangis “Apa yang membuatmu seperi ini? apakah ada seseorang yang menyakitimu? katakan padaku” 

Krystal hanya diam, menundukan kepalanya. Luna memandang wajah Krystal “Apakah Kai yang membuatmu menangis?” firasat Luna.

Krystal mengiyakan jawaban Luna.

Seketika wajah Luna menjadi memanas “Waaah benar-benar bajingan kecil itu! dia akan mati ditanganku!!” 

Krystal memegang lengan Luna berusaha untuk menghentikannya “Wae? mengapa kau mengentikanku Soojung? aku akan memotong kepalanya karena sudah menyakitimu!” geram Luna. 

Krystal menatap mata Luna “Bukan Kai yang jadi permasalahnnya unnie” 

Luna menatap Krystal “Huh?”

Krystal menarik nafasnya “Kai memang menolakku saat aku menyatakan bahwa aku ingin dia menjadi kekasihku”

Mata Luna membesar saat mendengarnya “Mwo?!! kau menyatakan cinta kepada Kai?!! ehmm aku tidak heran bila kau suka padanya karena kalian selalu bersama tapi bagaimanapun dia telah menyakitimu!”

“Itu bukan pernytaan cinta, tapi lebih ke sebuah pertolongan agar aku memiliki kesempatan, dan hanya Kai lah satu-satunya namja yang kupercaya” ucap Krystal.

“Kesempatan? hoah aku tidak mengerti maksut dari semua ini. Kesempatan apa maksutmu Soojung?” penasaran Luna dengan menatap lurus Krystal. 

Krystal mengigit bibir bawahnya, merasa bingung dan bimbang. Merasa yang akan dia katakan adalah sebuah mimpi. 

“Kesempatan agar aku tidak di jodohkan”

“MWOOO?!!!!” suara Luna begitu nyaring hingga beberapa siswa menatapnya. 

“Aaahh maaf maaf” sopan Luna.

Luna menarik nafasnya, memegang pundak Krystal “Kau dijodohkan??” 

Krystal menganggukan kepalanya “Oaaahh!” Luna menepuk tangannya. 

“Itu tidak mungkin! aku tidak percaya”

“Kau harus percaya unnie” melas Krystal. 

Luna menatap mata Krystal, merasakan kesedihan didirinya “Jadi kau benar akan dijodohkan?” Krystal mengangguk lemas.

“Mengapa begitu tiba-tiba?”

“Karena perusahaan kakekku saat ini sedang dalam bahaya dan hanya akulah satu satunya yang dapat menyelamatkan perusahaan dari tangan tangan jahat. Dan oleh sebab itu aku harus dijodohkan”

“Soojung” Luna memeluk singkat Krystal.

“Pantas saja akhir-akhir ini kau begitu murung, seharusnya kau cerita pada kami”

“Aku merasa belum siap, aku merasa ini hanyalah kebohongan” 

Luna membelai rambut Krystal “Oh iya, lalu siapa yang akan dijodohkan denganmu?” penasaran Luna. 

Krystal menatap Luna “Tidak tahu” jawabnya lemas. 

“Tidak tahu??! kau tidak tahu calon suamimu?! ya Tuhan Soojung”

“Aku tidak mau tahu”

“Apakah dia adalah pilihan kakekmu?” Krystal menganggukan kepalanya. 

Luna terlihat berfikir “Kau harus mencari tahu siapa calon suamimu Soojung, bagaimana jika dia adalah orang jahat? bagaimana jika dia hanya pura-pura baik dengan kakekmu? kita harus menyelidikinya! jika calon suami adalah seorang penjahat kita bisa membatalkan perjodohan ini. Aku yakin kakekmu tidak akan menyerahkanmu kepada orang jahat, setidaknya kita harus tahu dia memiliki sikap yang buruk hingga kita memiliki alasan kuat agar kau tidak dijodohkan dengan namja asing! atau mungkin kita bisa membujuknya agar perjodohan ini dibatalkan”

Krystal meresap semua kata-kata Luna “Luna unnie benar, selama ini aku tidak ingin tahu siapa calon priaku, mungkin saja aku bisa membatalkan perjodohan ini” pikir Krystal. 

“Apakah kau tahu namanya?” tanya Luna. 

“Ya” 

“Siapa nama namja itu?” tanya Luna. 

Krystal diam sejenak, menatap langit biru yang cerah “Namanya adalah…”

Krystal menalihkan pandangannya ke Luna dengan senyum tipis diwajahnya “Amber Josephine Liu” 

Tiga hari kemudian

“Aaghhh aku bisa gila!”

Satu kelas menatapnnya, menatap yeoja yang duduk di bangku paling belakang dengan mata yang terlihat hitam.

“Siapa yang gila Amber Liu?” tanya guru dengan memegang penggaris panjang ditangannya. 

Amber memberikan senyuman maaf kepada guru serta teman-teman kelasnya “Ah tidak ada bu guru, aku sedikit tidak mengerti hehe” gugup Amber.

Guru tersebut melanjutkan penjelasannya sedangkan Amber mengelus-elus dadanya “Untung saja” 

“Pssstttt”

Amber melirik ke arah meja depan kirinya “Apa kau tidak apa-apa?” 

Amber memberikan jempol kepada sahabatnya yaitu Eric Nam. 

Waktu istirahat tiba, layaknya Krystal. Amber terlihat murung membuat Eric dan Ailee curiga hingga pada akhirnya Amber cerita kepada kedua sahabatnya. 

“Dijodohkan?!!!!” kejut Ailee dan Eric. 

“Haish keras sekali suara kalian!”

“Aku tidak percaya!” Ailee menggelengkan kepalanya. 

“Itu tidak mungkin! bagaimana bisa? haish berhentilah membuat lelucon Amber! katakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi”

Amber memijit kepalanya “Aku serius, aku dijodohkan! dan mau tidak mau aku harus menerimanya”

“Okay okay tenang tenang” Eric menarik nafasnya. 

Ailee dan Eric diam sejenak untuk menenangkan diri mereka “Baiklah” Eric memulai. 

“Mengala, Mengapa secara tiba-tiba? mengapa seperti ini? kau masih muda dude! kau bisa memilih siapa saja yang kau mau!” ucap Eric. 

“Aku harus menerimanya Eric” tenang Amber. 

Ailee menambahkan daftar pertanyaan untuk Amber “Atas dasar apa? atas dasar apa kau menerimanya? cinta? yang ku tahu selama kau hidup kau tak pernah jatuh cinta!”

“Atas dasar uang” 

Eric dan Ailee menghela nafas “Kau masih memiliki harga diri Amber! kau menjual harga dirimu hanya karena uang?!! kau gila Amber!” marah Ailee. 

“Aku lelah Ailee, aku lelah dengan keadaan ini. Aku ingin makan enak, aku ingin baju yang bagus, aku ingin mobil mewah. Aku juga tidak mau melihat ibuku terus berkerja hingga sakit, aku tidak ingin setiap harinya rumahku selalu ditagihi hutang, aku tidak ingin nyawaku atau ibuku terancan hanya karena hutang, aku ingin tidur nyenyak dimalam hari, aku ingin adiku bersama kami, sekolah yang layak!” Amber menarik nafasnya. Membuang matanya dari Eric dan Ailee. 

“Aku tidak memiliki pilihan lain” tatap Amber. 

Ailee memeluk Amber “Aku tidak ingin kau tersakiti, kau adalah orang yang baik. Aku tahu kau lelah dengan semua ini tapi aku harap pilihanmu adalah pilihan yang tepat” senyum Ailee. 

“Aku harap kau bisa memanfatkaan uang itu dengan baik” nasihat Eric. 

Amber tersenyum mendengarnya “Kau tahu, mungkin uang yang mereka berikan jauh dari perkiraan kalian”

Eric menatap bingung “Siapa yang akan dijodohkan denganmu?” tanya Eric yang membuat Ailee penasaran. 

Amber kembali tersenyum “Jung”

“Jung Corporation” 

“WHAATT?!!! J-J-JU-JU-NG Corporation?!!!” 

Amber menutup kedua telinganya karena suara Eric dan Ailee yang begitu kerasa “Haishh kalian tidak bisa pelan-pelan”

Eric memegang jantungnya “Jantungku terasa mau copot saat medengarnya!!” 

Sedangakn Ailee duduk hingga lemas dibangku “Amber..”

“Hm” jawab singkat Amber.

“Kau tahu bukan siapa mereka?”

Amber menggelengkan kepalanya “Yang aku tahu mereka akan memberikanku satu perusahaan besar di California” jawabnya polos. 

Eric memegang lehernya “Ya Tuhan aku tidak bisa bernafas”

“Wajar saja bila si bodoh ini tidak tahu, dia tidak pernah menonton berita!” geleng Ailee. 

Eric memegang bahu Amber “Sampai sepuluh keturunan pun kau tidak akan jatuh misikin! kau benar benar beruntung” 

“Jung Corp adalah perusahaan terbesar di Asia dengan jaringan diseluruh dunia” ucap Ailee. 

“Wow” respon Amber.

Mereka bertiga diam, kembali menenangkan pikiran untuk beberapa menit. 

“Lalu” Ailee bangun dari bangkunya. 

“Lalu siapa calonmu? siapa namja yang akan dijodohkan olehmu?” tanya Ailee. 

Amber terdiam “Mengapa diam? apa dia sudah memiliki istri?” tanya Ailee. 

“Tidak, hanya saja”

Ailee dan Eric menatap serius “Hoah bagaimana mengatakannya??”

“Haish cepat katakan bodoh!” saut Eric Ailee.

“Tapi berjanjilah kalian tidak akan menjauhiku” Mereka mengangguk. 

“Hanya saja, ehmm dia adalah seorang…”

Ailee Eric menatap dekat wajah Amber. 

“Seorang yeoja”

“MWOOO?!!!!!!!”

Amber kembali menutup telingnya. 

“Yeo” Ailee. 

“Ja?” Eric. 

“Baiklah biarkan aku berfikir sejenak” Eric menggaruk kepalanya. 

Sedangkan Ailee mematung. 

Dan Amber hanya diam. 

Beberapa menit kemudian

Ailee masih mematung dengan suara datar “Jadi kau akan dijodohkan dengan seorang yeoja?” 

“Yap, dan tuan Jay Jung tidak keberatan selama itu adalah diriku”

“Jadi CEO Jung mengizinkan kau dengan anaknya??” tanya Eric.

Amber mengangguk “Aku sudah menolak permintaanya tapi selain karena uang aku tidak tega melihatnya meminta kepadaku”

“Kau tidak tega dengan seorang CEO terkaya di Asia? Ya Tuhan” Eric menggelengkan Kepalanya. 

“Lalu, apa kau sudah bertemu dengan yeoja itu?” tanya Ailee. 

“Belum” 

“Jadi dia tidak tahu kalau orang yang dijodohkannya adalah seorang yeoja?” 

“Aku rasa tidak Eric”

“OMG”

“Bagaimana kalau dia tidak menyukai mu? bagaimana kalo dia seorang..”

“Homophobic” lanjut Amber. 

Ailee diam dengan ucapanya, benar saja. Amber adalah yeoja tomboy dengan rambut yang pendek, dengan badanya tinggi, dada yang bidang, serta wajahnya yang mendukung. 

“Aku rasa dia akan mengikuti semua perintah Tuan Jay” kira Amber.

Eric memandang Amber “Walaupun kau tidak pernah melihatnya setidaknya kau tahu nama yeoja itu bukan?” 

“Ya” 

“Namanya adalah…”

Tergores senyum diwajah Amber “Krystal Jung Soojung” 

Ailee dan Eric terkesima hanya mendengar namanya “Aku rasa dia adalah yeoja yang cantik” ungkap Ailee. 

“Mungkin” jawab Amber. 

Eric tersenyum licik “Bagaimana kalau kita mencari tahu tentangnya?” ide Eric.

Amber mengerutkan alisnya “Untuk apa?”

“Setidaknya saat kau bertemu denganya kau tidak mengeluarkan liur hahhahaha” tawa Eric. 

“Haish!” cibir Amber. 

“Tapi Eric benar, kita harus mencari tahu tentangnya, setidaknya kau tidak gugup”

Amber berfikir “Jujur saja, aku begitu penasaran dengan Jung Soojung”

“Bagaimana?”

“Harus mulai darimana?” tanya Amber. 

“Internet! kita harus mencarinya, aku rasa namanya akan muncul” ide Eric. 

Eric segera mengeluarkan ponselnya dan mencari Krystal Jung Soojung. 

“Ayo cepat-cepat!!” murid-murid berlarian.

“Ayo cepat mereka ada di depan!” 

“Aku dengar mereka cantik-cantik!” 

Sekolah menjadi rusuh, murid-murid belarian menuju halaman depan sekolah. 

Karena penasaran Amber, Ailee dan Eric mengikuti murid-murid menuju halaman sekolah depan. 

“Apa sekolah kita kedatangan idol?” tanya Ailee. 

Amber berusaha melihat tapi tidak keliatan, Mereka bertiga memutuskan untuk melihat dari lantai 2. 

Ramai tapi tak begitu sesak “Ya Tuhan cantik-cantik sekali!!”

“Mereka bukan manusia tapi mereka malaikat”

“Yeoja yang tinggi itu begitu imut”

“Ah tidak, aku suka yang kecil mungil itu”

“Aku suka dengan yeoja yang berdiri di sisi kanan itu! dia begitu menawan!”

“Haishh tentu saja yeoja yang seperti ice itu yang cantik! tatapannya begitu icy! ah aku rela menjadi beku karenanya”

Ailee menerobos murid-murid didepanya hingga iya berghasil melihat ke empat yeoja yang mereka bicara “Wow” Ailee tercengang melihat mereka.

“Tunggu dulu, bukankah itu seragam Empire School? untuk apa mereka kesini?” bingung. 

“Permisi”

“Permisi”

Akhirnya Eric dan Amber berhasil menerobos. 

Amber mengecilkan matanya agar terlihat jelas siapa yeoja yang mereka ributkan.

Amber memperhatian satu persatu wajah mereka dan harus Amber akui bahwa mereka begitu begitu cantik. Hingga matanya berhenti pada satu yeoja yang membekas diingatannya. 

“OH!!!” Amber mulai mengingat. 

“Dia, dia adalah yeoja yang menghinaku!” kesal Amber. 

“Dia adalah penyihir!!” 

Ailee menenangkan Amber “Amber tenanglah kau berisik sekali” 

“Untuk apa mereka kesini?” tanya Amber. 

“Aku rasa mereka mencarimu” jawab Eric. 

“Mencariku? ohh jadi penyihir itu ingin melabrakku! baikalah kalau itu mau dia” kesal Amber. 

“Amber” Eric memegang bahu Amber. 

“Mereka mencarimu bukan karena masalah itu” Amber menatap heran. 

“Aku rasa mereka datang kesini untuk mencarimu, mencari Amber Josephine Liu”

Amber masih bingung “Karena salah satu dari mereka adalah calon tunanganmu” 

“MWOO??!!” kali ini suara Amber yang keras. 

“Tidak mungkin”

Eric menghela nafasnya menunjukan foto dari mesin ponsel pencariannya.

Dan betapa terkejutnya saat Amber melihat “Pe-pe-pe-penyihir itu” 

“Dia bukan penyihir Amber, dia adalah Krystal Jung Soojung. Yeoja yang saat ini sedang berdiri di depan halaman sekolah kita dengan murid-murid yang tergila-gila kepada calon tunanganmu”

“Krystal Jung Soojung”

“Yap. Selamat Amber, kau memiliki calon tunangan dengan wajah malaikat” 

——————————–

Advertisements

18 thoughts on “Someday 4 

  1. sn says:

    Nah Amber udah tau calon tunangannya krystal wkwkkwkw. Gimana ya kalo krystal tau tunangannya Amber n dia adalah cewe astaga.

  2. Omo,,ternyata lebih penasaran dr krystal ngebet mw liat calon nya 😄 amber kamu bener” beruntung,daebak !!
    Uda makin seru ja di part ni thor,kesan nya lucu dgn ekspresi perkataan amber yg tau yeoja yg di katakan nya itu calonnya nanti 😂 cie cie marahnya di sudahi ja amber,,heum makin penasaran,thanks thor menyenangkan update’n
    fighting 😊😀

  3. kenhendrawan says:

    seru thor gua tunggu kelanjutan ceritanya….
    oh ya salam kenal thor gua readers baru ,,,,
    yang ngefans sma ff lu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s