Someday 3

Author Pov

“Eric”

“Hmmm”

“Mengapa dari tadi Amber hanya diam saja? apa dia sedang sakit?” tanya Ailee menatap Amber.

“Mungkin dia sedang bingung karena belum mengerjakan tugas rumahnya dan aku yakin saat ini dia sedang memikirkan alasan kepada guru nanti” jawab Eric dengan mengunyah makan siangnya.

Ailee menatap curiga Amber, tidak biasanya Amber diam seperti ini. Sudah dua hari ini Amber terlihat diam dan merenung, seperti memikirkan sesuatu “Amber”

“Amber”

“Amber”

Ailee mengambil buku di tasnya dan “Bruuk”

“Ya!! kau ini kenapa goldfish? kenapa kau memukul kepalaku” Amber mengelus kepalanya.

“Katakan pada kami dengan sejujur jujurnya, apakah kau sedang dalam masalah?” tanya Ailee yang membuat Eric berhenti makan dan menatap Amber.

“Benar, aku rasa kau sedang dalam masalah. Akhir-akhir ini kau terlihat diam, bahkan saat ini dia hanya diam saja. Biasanya dia yang paling semangat bila diajak bolos”

Ailee menatap sinis Eric seakan ingin memukulnnya.

“Bruuk” yap benar saja, ternyta Aille benar-benar memukul kepala Eric.

“Ya! kenapa kau memukul kepalaku juga?”

“Apa kau baru sadar bahwa temanmu akhir akhir ini berbeda! dasar bodoh” bentak Ailee.

Amber masih terlihat diam “Jadi, ceritakan pada kami apa yang terjadi padamu Amber”

Amber masih tetap diam dengan menatap kedua sahabatnya, Amber merasa bersalah karena tidak menceritakan masalahnya kepada dua sahabatnya yaitu Eric dan Ailee.

Amber ataupun Ailee Eric tidak pernah menutupi rahasia ataupun  masalah dan akan menyelesaikan secara bersama-sama. Amber begitu beruntung mendapatkan dua sahabat seperti mereka, tapi Amber rasa dia masih belum mampu untuk mengatakan kepada dua sahabatnya bahwa dia akan dijodohkan dengan salah satu cucung pengusaha besar.

“Tidak ada” senyum Amber.

“Berhentilah berbohong, aku mengenalmu bukan dua atau tiga hari yang lalu tapi aku mengenalmu sudah lima tahun Amber, lima tahun!”

“Benar kata Ailee, kami tahu dirimu Amber. Jadi ceritakan pada kami, apa yang menganggu pikiranmu”

Amber kembali menatap kedua temannya “Huffhh aku tidak tahu”

Amber menundukkan kepalanya dengan memeluk kedua kakinya diantara rerumputan hijau.”

Ailee menatap Amber sedih, iya tidak tahu apa yang harus di perbuat. Amber bukanlah seseorang yang mudah untuk cerita tentang masalahnya tapi pada saatnya Amber akan cerita apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya “Jika kau tidak mau cerita, tak apa Amber” ucap Ailee.

Eric merangkul pundak Amber dengan senyuman diwajahnya “Kami akan selalu ada disampingmu! no matter what, seberapapun masalahmu seberapapun berat masalahmu aku dan Ailee akan ada disampingmu buddy!”

Wajah Amber terangkat mendengar kedua sahabatnya, mendengar seruan dari Ailee dan Eric membuatnya menjadi semangat.Karena iya yakin bahwa kedua sahabatnya akan selalu ada untuknya “Kalian memang luar biasa, terima kasih” Amber merangkul Ailee dan Eric.

“Haishh mengapa kau jadi cengeng?”

Amber tertawa dan mereka semua tertawa diantara angin yang bertiup dibawah langit biru sungai Han.

“Aggghhh!!!!” Amber memeluk erat kedua sahabatnya.

“Selamat siang Amber Liu”

Amber, Ailee, Eric tercengang mendengar suara pria yang tepat berada dibelakang mereka bertiga.

Amber, Ailee, dan Eric dengan secara bersamaan melihat sosok asing dibelakangnya. Sosok asing itu berdiri tegap dengan memakai jas hitam rapih yang berjumlah lima orang.

Sedikit ketakutan diwajah Ailee dan Eric karena ini untuk pertama kalinya mereka melihat seseorang seperti yang mereka lihat.

“Si-si-siapa mereka” gugup Eric.

Ailee hanya menggelangkan kepalanya dengan sedikit berbisik kepada Amber dan Eric “Bukankankah paman tadi memanggil namamu?” heran Ailee.

“Apa kau mengenalnya?” tambah Eric.

“Siapa kalian?” lantang Amber yang bangun dari duduknya.

Dengan senyuman ramah serta dengan sopan santun kelima pria itu membungkuk dengan mengucapkan salam “Maaf kami mengganggu waktumu” senyumnya.

Ailee berbisik kepada Amber “Kau mengenal mereka?”

Ailee dan Eric memandang mereka dari atas sampa bawah “Apa kau terlibat hutang lagi dengan preman?” tanya Eric.

“Tapi preman tak mungkin serapih ini” bingung Ailee.

Ailee dan Eric megenggam erat lengan Amber “Tenang saja, kami akan membantumu. Aku hitung sampe tiga kita harus kabur dari sini arasso” bisik Eric.

1

2

“Aku harap kau tak lupa denganku Amber-ssi”

Amber menghela nafasnya “Tentu saja aku tidak lupa denganmu Mr.Kim”

Ailee dan Eric saling melempar pandang “Kau mengenal mereka?”

“Ya” jawab singkat Amber.

Amber melepaskan tangan Ailee dan Eric “Aku tidak apa-apa, kalian tidak perlu khawatir” tenang Amber.

“Ada apa Mr.Kim?” tanya Amber.

Mr. Kim melangkahkan kakinya selangkah lebih dekat dengan Amber “Ada yang ingin bertemu denganmu”

“Hmm bertemu denganku?”

“Apa aku akan bertemu dengannya sekarang?” batin Amber dengan wajah cemas diwajahnya.

“Kau akan bertemu dengan tuan Jay Jung”

Jay Jung? aahh iya aku ingat

“Baiklah”

Eric memegang lengan Amber “Apa kau yakin? kau mengenal mereka, bagaimana jika mereka berbuat buruk padamu?” cemas Eric.

Ailee memegang lengan Amber seakan tak mau meninggalkan sahabatnya pergi dengan orang asing “Jangan khawatir, aku mengenal mereka” senyum Amber kepada kedua sahabatnya dengan melepaskan tangan mereka dari lengannya.

“Kalian kembalilah kesekolah, aku akan kembali kesana jangan khawatirkan aku” ucap Amber.

“Baiklah, tapi jika ada apa-apa kau segera hubungi kami”

Amber mengangguk dengan mengikuti seketaris Kim ke arah mobil sedan BMW hitam milik mereka dan menaikinya.

“Wah mobilnya mewah sekali, ini untuk pertama kalinya aku naik mobil semewah ini”

“Baiklah kita berangkat”

Dengan melewati gedung-gedung tingkat kota Seoul membuat Amber menikmati perjalanannya, seakan saat ini Amber adalah seorang anak orang kaya dengan mobil mewah yang berjalan di tengah kota Seoul.

“5 menit lagi kita akan sampai” ucap seketaris Kim.

Amber menatap seketaris Kim dari belakang “Dari mana ahjussi tahu aku berada di sungai Han?” tanyanya heran.

“Apa kalian mengikutiku lagi?”

Mr.Kim tersenyum mendengar ucapan Amber “Maafkan kami jika kau merasa risih Amber Liu, hanya saja pagi tadi kami menuju sekolahmu dan kau tidak ada disana dengan kedua temanmu jadi aku rasa kau berada ditempat biasa kau dan kedua sahabatmu mengahbiskan waktu bersama”

“Aku ingin tahu mengapa kalian mengikutiku?” tanya Amber.

Citt” ban mobil berhenti.

“Kita sudah sampai”

Dengan cepat bodyguard keluarga Jung membukakan pintu untuk Amber.

“Tempat apa ini?” herannya.

“Masuklah”

Amber mengikuti seketaris Kim masuk kedalam sebuah gedung supermegah.

“Apa ini sebuah kantor?” bingung Amber.

“Ting” pintu lift terbuka dan mempersilahkan Amber masuk kedalam lift terlebih dahulu.

“Ting”  Amber melangkah keluar.

“Waaahh” Amber melihat sekelilingnya “Interior ruang yang luar biasa” batinnya.

Amber melihat Mr. Kim yang sedang berbicara kepada seseorang, selagi menunggu perintah selanjutnya Amber melihat lihat sekitar ruangan. Berjalan menuju arah kaca besar dengan pemandangan jalan pada kota Seoul.

Amber menghela nafasnya “Ntah apa yang kulakukan saat ini”

“Amber Liu”

“Hmm” jawab Amber malas dengan mengikuti langkah seketaris Kim.

Langkah tersebut berhenti di sebuah pintu “Masuklah” pintanya.

Amber memandang seketaris Kim untuk beberapa detik hingga iya memegang gagang pintu dan membukanya.

Saat kakinya melangkah, Amber masuk keadalam ruangan yang cukup besar dengan sofa berwarna hitam dengan rak buku yang menghiasinya, mata Amber menjelajah ruangan dengan kaca yang besar dan matanya terhenti saat melihat meja besar dengan seseorang yang memunggunginya.

Amber mengerutkan alisnya, bertanya-tanya “Siapa dia?”

“Sudah lama aku mencarimu”

Suaranya terdengar berat dan berwibawa “Dari suaranya saja dia bukan sosok yang biasa”

Amber hanya berdiri diam, Amber menerka-nerka siapa sosok yang berada didepannya.

Dia memutar badannya dengan memberikan senyuman kepada Amber “Senang bertemu denganmu Amber Josephine Liu”

“Oh, ternyata dia adalah pria paruh baya”

“Ah ne” Amber membungkuk atas tanda hormatnya kepada orang yang lebih tua.

Pria paruh baya itu menatap Amber “Kau mengingatkanku pada Josh Liu, kau benar-benar sama denganya. Rasanya, Josh seperti hidup kembali”

Amber hanya tersenyum tipis mendengarnya “Ah aku lupa memperkenalkan diriku” dia mendakati Amber.

“Aku adalah Jay Jung”

“Jay Jung?” ulang Amber dan .. “Oh my GOD! jadi dia adalah Jay Jung?!! daebak!”

“Oh maafkan aku, aku tidak tahu” Amber membungkukan dirinya.

“Aku adalah Amber Liu, maaf atas ketidaksopananku”

“Haha santai saja Liu” dia menepuk pundak Amber.

“Duduklah”

Ntah mengapa Amber menuruti perintahnya dan segera duduk “Santai saja, kau ingin minum apa?”

“Ehm air putih saja” senyum kaku Amber.

“Aku kira anak muda sepertimu menyukai jus atau soda atau mungkin alkohol?”

Amber menggelengkan kepalanya “Baiklah”

Jay Jung memerintahkan seketarisnya untuk membawa airputih.

“Bagaimana sekolahmu Amber?”

Amber menggaruk dahinya “Ehmm baik”

“Aku harap kau bisa meningkatkan prestasimu disekolah karena nantinya kau akan memiliki pekerjaan yang besar” Amber tidak mengerti apa yang dia katakan.

Jay Jung menyenderkan kepala ke sofa dengan menatap Amber “Aku ingin sedikit bercerita kepadamu”

Amber menarik nafasnya dan menatap serius “Kau tahu betapa susahnya saat kita membangun sesuatu dari 0 hingga menjadi 100?”

Amber menggelengkan kepalanya.

“Aku membangun semua ini dari 0 tapi saat ini banyak sekali yang ingin menjatuhkanku, mereka semua ingin merebut semua perusahaanku. Perusahaan yang dibangun olehku, anakku serta ayahmu”

“Jadi aku ingin kau berperan dalam semua ini, aku membutuhkanmu”

“Aku membutuhkanmu, agar semua yang telah dibangun tidak jatuh ke tangan yang salah”

Jay Jung berdiri dari sofanya, berjalan mengambil sebuah foto di lacinya “Aku sudah terlalu tua, mereka mulai meragukan kemampuanku dan terlebih lagi aku tidak memiliki siapa-siapa yang dapat mengurus semua urusan perusahaan.

Jay Jung tersenyum tipis “Ada seseorang yang berbahaya yang menginginkan perusahaan ini, dia adalah orang yang berbahaya. Aku tidak ingin perusahaanku menjadi ajang ladang bisinis kotor yang akan iya perbuat. Dia akan melakukan apa saja untuk merebut semua ini, bahkan dia tidak memandang bulu”

“Karena keadaan yang semakin parah, untuk saat ini aku harus memberikan semua yang kumiliki pada cucungku”

 

“Untuk itu aku membutuhkanmu untuk menjaga Soojung”

“Soojung?”

“Aku ingin kau menjaganya, menemaninyya”

“Aku ingin kau bertunangan dengannya bahkan bila perlu kau menikah dengan cucungku”

Amber bingung, iya bingung setengah mati.

“Tunggu dulu tuan Jay Jung, kau mengatakan Soojung?

“Ya, cucung kesayanganku” senyumnya.

Amber mengertukan dahinya “Tapi mengapa namanya seperti nama yeoja?” bingung Amber.

“Karena dia adalah yeoja”

Amber tersentak kaget “WHAT??!!!”

Amber terasa dunia terbelah dua, kepalanya terasa tersambar petir “Ta-ta-ta-tapi kau tahu bukan bahwa aku adalah..”

“Seorang yeoja” angguknya.

Amber mengangah kaget “Itu tidak masalah bagiku selagi kau menjaga Soojung, menjaganya dari bahaya diluar sana. Aku percara padamu Amber Liu, sangat percaya padamu”

“Tapi itu tidak mungkin, aku adalah yeoja dan cucungmu juga adalah…”

“Kau hanya berpura-pura”

“Berpura-pura?”

Jay Jung mengangguk “Hanya satu tahun Amber Liu, hanya satu tahun bersama Soojung. Aku tahu siapa dirimu, anak yang berbakat, jujur, cerdas dan pintar just like ur father lagi pula aku tidak ingin merebut hak hidupmu, hak kebebasanmu itu sebabnya aku memutuskan hal ini” senyumnya.

Jay Jung berjalan menuju kursi Amber dengan membawa buku hitam yang didalamnya terdapat secarik kertas “Ini”

Amber mengambilnya dan membuka “apa ini?”

Jay Jung menganggukkan kepalanya “Hanya satu tahun bersamanya, menjaganya dari bahaya hingga keadaan kembali membaik, dan sebagai gantinya  aku akan membiayai kehidupanmu serta keluargamu, serta memberikan satu perusahaan ku yang berada di California atas namamu” senyumnya.

Amber menghela nafas, berfikir begitu keras. Memejamkan matanya, membayangkan wajah ibu serta adiknya yang begitu sengsara “Aku tidak seperti ini terus, aku tidak bisa melihat eomma dan Kyu menderita”

“Tapi mengapa aku harus menjadi tunangganya? aku bisa menjaganya tanpa harus bertunangan ataupun menikah”

“Tidak bisa, kau dianggap tidak mampu dan belum dewasa”

Amber berfikir kembali, menatap secarik kertas yang ada didepannya.

“Hanya satu tahun?”

“Satu tahun”

“Tapi aku tidak ingin menikah” ucap Amber.

“Hanya jaga-jaga Amber Liu”

“Semua yang kau butuhkan Amber Liu, semua yang kau mau, semua yang kau butuhkan akan jatuh atas namamu”

Amber bisa melihat jelas namanya sebagai 1 pemiliki Jung corp “Aku tidak bermaksut untuk memanfaatkanmu hanya saja kaulah orang yang kupercaya yang dapat menjaga Soojung, aku tidak bisa percaya pada orang lain selain dirimu. Walaupun kau adalah seorang yeoja tapi aku yakin kau memiliki hati yang tulus yang dapat menjaga Soojung” tatap Jay Jung.

Amber memejamkan matanya, menarik nafasnya menatap kembali kertas yang akan menjadi penentu hidupnya.

Secara tak sadar tangan Amber mulai bergerak mengambil pena hitam di samping kertas tersebut.

“Aku tidak ingin memaksamu Amber Liu, kau boleh menolaknya jika kau mau”

Amber menatap Jay Jung, menatap pria paruh baya yang memiliki mata sayu hingga tergoyahlah hati Amber.

Amber tersenyum, tangannya mulai bergerak. Memberikan coretan tinta hitam di kertas yang begitu penting.

“Terima kasih, terima kasih Amber Liu”

Amber menyenderkan tubuhnya ke sofa “Aku harap keputusanku sudah benar”

“Tidak ada yang tahu tentang semua ini Liu, hanya kau dan aku yang tahu”

“Tapi tuan Jay Jung”

Jay Jung menatap Amber “Aku takut cucungmu tak mau menerimaku, kau tahu bukan aku terlihat aneh dan aku tidak bisa membayangku wajahnya saat dia tahu bahwa tunangannya adalah yeoja”

Jay Jung tersenyum “Soojung akan menerimamu Amber”

———————————————————————-

 

Advertisements

10 thoughts on “Someday 3

  1. Soojung akan menerima Amber, cuma cewek totol yg gak nerima Amber dalam fiksi maupun real , tp kalau real universal aja lah.. cowom cewek begok kalau nolak Amber.
    Ohh yaaa, kalau boleh nyaranin, kalau boleh tapi ya. Bukanya mau menggurui. Cuma rasanya gak nyaman baca orang ke-tiga yang diceritain harusnya Ia tapi justru Iya, tadi sempet bingung gehh.. maaf ya kalau ini salah 😁 kekekekeke

  2. Yeiiy,,point emas jg amber akhirnya mau…tinggal waktu yg tepat pertemukn amber krystal lagi _😂 jd ikut deg deg’an nihh..udah kaya’ makan buah simalakama ja si amber,beri keputusannya tu greget gue nya 😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s