Someday 2

Amber POV

Seperti biasa dan seperti hari-hari biasanya aku selalu datang ke tempat ini, tempat yang membuat hatiku tenang dengan meluapkan isi hatiku dan terkadang aku menangis bila mengingat masa laluku dulu. Yap, masa lalu yang begitu kurindukan.

Ku tarik nafas ini dengan memandang pusara yang berada didepanku “Anyeong Appa” senyumku.

“Ntah mengapa akhir-akhir ini aku begitu merindukanmu, apakah itu tandanya kau merindukan ku juga? hahaha”

“Aku begitu merindukan disaat kita saling becanda, apa kau tidak bisa kembali kesini untuk sebentar saja? aku yakin bila ada appa disini semua akan baik-baik saja. Eomma tidak perlu berkerja keras, eomma tidak akan kesepian dan aku akan berjanji akan menjadi Amber yang baik dan tidak akan bolos ataupun tidur didalam kelas lagi. Aku yakin bila ada appa disini maka semua akan baik-baik saja”

Kubunggkukan badanku dengan menyentuh pusara appaku “Tapi, tapi aku yakin Tuhan memiliki rencana lain untuku dan eomma, aku yakin Tuhan memiliki alasan mengapa appa meninggalkan kami begitu cepat. Aku berjanji akan menjaga Eomma, dan Kyu aku akan menjaganya dengan seluruh jiwa ragaku seperti appa menjaga aku dan eomma dulu. Aku berjanji Appa”

“Huft” aku memandang langit yang mulai gelap “Appa, sepertinya aku harus pulang, aku harus mengangakat jemuran. Aku akan datang kembali appa, bye bye”

Aku berjalan dan bergegas mengambil sepedaku, tapi aku merasakan ada sesuatu yang aneh. Apa karena ini tempat pemakaman aku menjadi merasa aneh? tapi bukan itu yang kurasakan, ada sesuatu yang memperhatikan ku.

“Hmmm” aku sedikit menyipitkan mataku dan …

Aku melihat sebuah mobil sedan mewah dengan beberapa orang yang memakai jas hitam dengan kacamata hitam yang menghiasi wajah mereka, hmm siapa mereka? sedikit menyeramkan tapi haish mungkin ada keluarganya juga yang meninggal ah sudahlah aku harus bergegas pergi lagipula tidak mungkin mereka akan menculiku.

25 menit menempuh perjalanan membuat tubuhku lelah “Eomma” aku mencari air mineral dingin dengan langsung meminumnya tanpa gelas.

“Kebiasaan burukmu itu apa tidak bisa diubah?”

Uhk! hampir aku mati tersedak “Eomma! kau mengagetkanku”

“Haish cepat makan, ganti baju dan bantu eomma”

Aku mengerutkan dahiku “Tapi aku ada PR eomma, aku harus mengerjakannya”

“PR? Haish sejak kapan anak pemalas sepertimu mengerjakan PR, ayo cepat”

Haishh lain kali aku harus membuat alasan yang lebih tepat! “Ndeeee”

Setelah selesai aku bergegas membantu ibuku di dapur “Ayo cepat cuci sayurannya” aku segera mencuci sayuran yang eomma pinta.

“Hei aku minta sebotol soju”

Haishh apa dia tidak bisa mengambil sendiri? “Ndeeee”

“Ahjumma aku minta satu piring daging asap lagi”

“Ndeeeeee” sautku

Dan begitulah hingga waktu menunjukan pukul 12 malam “Hoaaahhh akhirnya aku bisa istirahat” ku rebahkan badanku dikursi.

“Kau hari ini kerja dengan keras, akan ku tambah uang jajanmu”

Uang jajan?? “Oaahh benarkah eomma? waaahhh terima kasih”

“Sudah sana istirahat, kau harus tidur karena besok kau akan sekolah”

Hufhh sekolah, menyebalkan sekali mendengarnya “Tapi masih berantakan sekali, aku harus membantu ibu membersihkan ini semua” paksaku.

“Sudah, eomma bisa membersihkannya sendiri. Sudah sana cepat tidur” sejujurnya semenjak appa meninggalkan kami, kondisi keuangan kami sangat buruk bahkan begitu buruk. Hutang kami ada dimana-dimana aku bahkan tidak bisa tidur nyenyak karena takut para rentenir gila itu menagih hutang kami. Aku tidak tega melihat eomma berkerja terlalu keras seperti itu hufh tapi mau bagaimana lagi hanya ini lah sumber mata pencarian kami. Yap, mengelola restoran kecil untuk kelangsungan hidup kami.

Rasanya aku ingin berhenti sekolah saja dan membantu eomma, aku rasa aku hanya menghabiskan uang dan waktu saja! hufh..

“Amber, jangan lupa tutup pintu serta jendela depan”

“Ndeeee” sautku.

“Hoaaamm lelah sekali” aku mengunci semua pintu dan jendela restoran sederhana kami.

“Hmmm?” aku mengerucutkan mataku, melihat..

Melihat mobil sedan hitam yang sama saat aku di pemakaman tadi. Haish mengapa mengerikan sekali, mau apa mereka? apa mereka itu rentenir? atau benar-benar ingin menculiku?

“Amber kalau sudah selesai langsung tidur” hmmh mungkin hanya perasaanku saja, sudahlah aku harus berfikir positif.

“Yaaa eomma aku sudah selesai”

Next day

“Aaaaaaaa aku bisa telat minggir minggir minggir” ku kayuh sepeda ini dengan cepat, sial! lagi lagi aku bangun terlalu siang. Hoaaah bisa mati aku kalau terlambat lagi.

“Hoaahh minggir!”

“Ya anak muda hati hati!!”

“Maafkan aku ahjumma!” teriaku dari kejauhan, hampir saja aku menabraknya.

Ayo ayo cepat cepat jangan sampai aku berdiri dengan satu kaki lagi!

“Tiiiinnnnnn!!”

Aku menoleh ke arah suara dan ……

“Aaaaaaaahhhhhhhhhhh”

“Duummmmmm”

Dan seketika aku merasa badanku melayang dan jatuh ke aspal panas dengan lengan serta kakiku yang begitu begitu sakit “aaaahh eomma!!

“Aaaa sakit sekali”

Tangan ku terluka, dan kakiku juga ya Tuhan perih sekali.

“Hei kau tidak apa-apa?” siapa dia?

“Maafkan aku, aku tidak sengaja menabrakmu saat bersepeda” jadi dia yang menabraku?

“Lain kali kau harus hati-hati ahjussi! hampir saja aku mati”

“Baiklah kalau begitu kita pergi ke rumah sakit saja” Haish ke rumah sakit? darimana aku uang?

“Aku yang akan betanggung jawab atas luka-lukamu” jadi dia mau bertanggung jawab, berikan saja uangnya padaku. Aku butuh uang bukan butuh obat.

“Tapi aku ingin sekolah, aku ada ujian dan kurasa aku tidak bisa kerumah sakit”

“Ya!! apa yang kau lakukan?” aku mengerutkan dahiku, siapa dia? menakutkan sekali, apa dia tidak punya sopan santun?

“Apa kau tidak tahu  aku sudah telat?! mengapa lama sekali? berikan saja dia uang!” haishh wanita ini! lihat cara bicaranya menjengkelkan sekali.

“Ya kau!” aku bangun dari aspal dengan melupakan luka-lukaku.

“Apa! kau mau apa!” haishh mengapa dia begitu menyeramkan! baru kali ini aku merasa takut apalagi dengan tatapannya.

“K-k-kau kau kira aku ini pengemis hah? aku tak butuh uangmu! dasar orang kaya sombong!” iya benar dia benar-benar sombong, apa dia merasa bahwa dia adalah orang yang paling kaya di Korea?!.

Yeoja itu menyeringai kepadaku “Apa kau pikir aku tidak tahu orang sepertimu hah? orang sepertimu itu hanya bisa memanfaatkan orang lain apalagi orang seperti ku. Oh apa jangan-jangan kau sengaja menabrakan dirimu ke arah mobilku sehingga kau bisa mendapatakan keuntungan dariku, bukan begitu?!”

Ya Tuhan kata-katanya! dia ini manusia atau penyihir!! “Ya kau!!”

“Aku yakin uang yang akan diberikan nanti untuk bermain games dan lain-lainnya”

“Tidak tentu saja tidak! kau kira aku ini apa!!!”

“Ayo kita pergi, aku sudah terlambat” dia mulai membalikan badannya dan bergegas pergi.

“Hei mau kemana kau!!! ya ahjussi lepaskan aku!!”

“Ahjussi aku bilang lepaskan! kauu wanita penyihir! aku belum selesai bicara denganmu!!! kemari kauuuu!!” teriaku dengan sekuat tenaga tapi sia-sia saja para bodyguardnya telah membawanya pergi dan aku di hadang oleh dua pria berbadan besar.

Haishh kesabaran ku benar-benar habis, aku memang tak punya uang tapi penyihir itu tak bisa menghinaku! “Maafkan atas sikap nona muda Jung” lihat, bahkan kedua bodyguardnya membungkuk maaf kepadaku! sedangkan dia pergi begitu saja.

“Aku harap kau memaafkannya, dan ini” aku melihat segenggam uang di tangannya.

“Ini uang untuk..”

“Tidak, tidak perlu! terima kasih” aku membawa sepedaku dan sialnya sepedaku rusak akibat tabrakan tadi! mengapa sial sekali hari ini.

Aku berjalan ke sungai Han untuk membersihkan lukaku dan lagi aku harus membolos. Dan sepedaku.. aaaaah mengapa sial sekali, aku tidak punya uang lagi untuk memperbaikinya.

“Dreeettt dreeeetttt”  aku mengambil ponselku.

“Ailee” haish paling dia menelfon hanya untuk memarahiku karena aku tak sekolah.

“Ah sakit sekali! eeghhh aku tidak akan pernah melupakan penyihir itu! lihat saja nanti”

“Dreeeettt dreeeetttt” Haish berisik sekali! ku biarkan saja.

“Ting”  1 pesan masuk Ailee.

Hmmmm “Kau dimana! mengapa kau tidak mengangakat telefonku? ini sangat penting, aku tidak akan memarahimu hanya karena kau tidak sekolah tapi ini adalah berita yang besar! cepat telefon aku kau koala bodoh!”

Berita besar?

“Hallo Amber kau dimana?” 

“Aku berada di tempat biasa, ada apa? apa berita besarnya”

“Ada seseorang yang mencarimu!” mencariku?

“Mencariku?”

“Kau tidak berbuat ulah kan?!”

“Tentu saja tidak! lalu mengapa mereka mencariku?”

Aku tidak tahu, yang jelas mereka seperti kalangan berkelas maksutku gaya pakaian mereka seperti orang kaya terutama pria paruh baya yang mencarimu”

“Pria paruh baya?” kakek-kakek? bingung sekali.

“Iya, bahkan pak kepala sekolah dan staf guru lainya sangat hormat kepada kakek itu! aku rasa dia adalah orang penting”.

“Apa jangan-jangan dia yakuza!”.

“Tidak, mereka terlihat seperti pengusaha besar. Sudahlah nanti kan ku telfon kembali Miss. Byul sudah masuk ke dalam kelas bye Amber”.

“Tuuuuuttt”

Haish siapa mereka? untuk apa mereka mencariku? aku tidak melakukan kesalahan apapun terutama dengan orang dewasa.

Sial!

Krystal Pov

“Mengapa dari tadi kau diam saja? apa kau sedang ada masalah?”

“Hmm tidak ada” aku tidak mungkin mengatakan kepada mereka bahwa aku akan dijodohkan.

“Apa kau sedang bertengkar dengan Kai?”

“Tidak”

Ahhh pikiranku benar-benar tak karuan, oh Kai??

“Aku harus pergi” aku pergi meninggalkan mereka dan berjalan menuju lapangan basket. Mataku mencari Kai yang biasanya menghabiskan waktunya di lapangan basket.

“Mencari Kai?”

“Oh Suho oppa, ya aku mencarinya” senyumku kepada seniorku.

“Tunggu akan ku panggilkan”

“Terima kasih” senyumku.

Tak butuh waktu lama Kai datang menghampiriku “Hai” sapanya.

“Hai, ehmm aku ingin bicara denganmu”

“Tentu, ada apa?”

Haishh haruskah aku mengatakannya? tapi rasanya.. “Apa kau baik-baik saja?”

Aku membalasnya dengan senyuman “Katakan saja kepadaku, kau tahu bukan aku selalu ada untukmu” senyumnya.

“Sebelumnya aku minta maaf atas kejadian kemarin” tatapku.

“Haha tak usah dipikirkan, aku tidak apa-apa. Lagi pula aku begitu mengenalmu, mungkin saja saat itu kau sedang bad mood”

Huffh untung saja dia mengerti “Jadi itu yang ingin kau katakan kepadaku?”

“Ehmm tidak”

“Lalu?”

Aku tidak ada pilihan lain “Maukah kau menjadi kekasihku” aaahhhhh!!! rasanya aku ingin teriak!! bagaimana ini, dia memasang wajah yang bingung.

“Hah? apa kau sedang bergurau?”

Bergurau? aku menatapnya serius “Tentu saja tidak, hanya saja ehmm kau tahu bukan kita sudah dekat selama 3 tahun dan aku merasa nyaman denganmu”

Kai tersenyum menatapku dengan memegang kedua pundakku “Harus ku akui aku begitu nyaman dekat denganmu, kau adalah yeoja yang begitu baik, dan aku tidak bisa melupakan di saat kita saling canda tawa bersama” senyumnya.

“Tapi..”

“Tapi aku merasakan hal yang berbeda padamu Krystal, aku mungkin tak bisa hidup tanpamu atau aku tak bisa hidup tanpa kehadiranmu disisiku. Tapi saat ini aku bingung, aku tidak tahu apa yang kurasakan saat ini. Aku hanya tidak ingin menyakitimu.”

“Aku, aku merasa sebaiknya kita berteman saja”

Ku hela nafas ini, sedikit memberikan senyuman walaupun hatiku kecewa atas jawabannya “Begitukah? hmm kalau begitu kita berteman”

“Kau tidak apa-apa kan? kau tidak marah kan? kau adalah yeoja yang paling sempurna yang pernah kulihat”

Tak ada gunanya kau memuji ku Kai “Baiklah kalau begitu aku harus pergi, bye”

Aku pergi meninggalkan Kai walaupun aku masih bisa mendengar suaranya yang meminta maaf kepadaku karena menolaknya.

Sungguh aku kecewa, aku begitu kecewa.

Aku bukan kecewa karena Kai menolakku tapi aku kecewa kepada diriku sendiri. Kai adalah satu satunya namja yang begitu dekat denganku itu sebabanya aku menyatakan perasaanku kepadanya agar Kai bisa ku kenalkan kepada kakek ,bahwa aku sudah memiliki kekasih! setidaknya Kai dapat menolongku dengan perjodohan ini.

“Seharusnya aku mengatakan kepadanya bahwa aku dijodohkan! haish tapi aku… Aghhh Krystal Jung! bodoh bodoh”

Sekarang apa yang harus kulakukan? aku tidak ada harapan selain..

Selain bertunangan dengan orang asing.

Author Pov

Hari-hari telah berlalu, Amber berjalan menelusuri jalan rumahnya tanpa sepeda kesayangannya yang sudah rusak.

Langkah Amber terhenti, iya melihat mobil sedan hitam mewah yang akhir-akhir ini selalu mengikutinya, Amber mengerutkan dahinya mulai berfikir “Sedang apa mobil itu didepan rumahku? haish kali ini benar-benar kelewatan! aku harus tahu siapa yang mengikutiku terus.

Amber masuk dengan tergesa-gesa kedalam rumahnya “Eomma aku pulang” rumahnya terlihat sunyi sepi bahkan lampu rumahnya masih dalam keadaan mati “Eomma, kau dimana?”.

“Jangan-jangan ada sesuatu yang buruk terjadi pada eomma!” Amber mencari eommanya ke seluruh penjuru rumah dan akhirnya Amber menemukan eommanya yang sedang duduk di meja restoran mereka “Eomma!!” teriak Amber yang melihat 4 pria yang sedang berbicara kepada eommanya.

“Eomma, apa kau tidak apa-apa? apa kau terluka??”

“Aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir” senyumnya.

Amber melihat sekelilingnya, melihat 4 orang asing yang sedang memperhatikannya “Siapa mereka? apakah kalian adalah lintah darat yang akan menyita rumah kami?! sudah kubilang kami akan membayar semua hutang kalian! jadi bersabarlah dan jangan ganggu eommaku!” kesal Amber tanpa melepas pandangannya terhadap 4 orang asing.

“Amber tenanglah, mereka ada orang yang baik” bujuk eommanya.

Amber menyeringai “Orang yang baik? eomma aku tahu mereka, mereka selalu mengikutiku beberapa hari ini. Aku tahu mereka adalah orang yang jahat!”

“Maafkan kami sebelumnya telah membuatmu menjadi risih” bungkuknya.

“Sebelumnya perkenalkan aku adalah Mr.Kim kepala seketaris dari Jung Corporation”

“Jung Corporation?”

“Ya” Amber merasa bingung.

“Untuk apa kalian kesini?” tanyanya bingung.

“Aku datang kemari mewakili daripada Mr.Jay Jung selaku CEO kami, dan kami datang kemari untuk mencari seseorang yang bernama Amber Josephine Liu”

Mata Amber terbuka lebar “Aku??”

“Ohh jadi kau yang bernama Amber J. Liu? suatu kehormatan bisa bertemu denganmu” mereka kembali membungkuk kepada Amber.

“Hei hei tidak perlu berlebihan seperti itu”

“Kami hanya ingin memberikan ini”

Mr.Kim mengeluarkan sebuah amplop besar kepada Amber “Apa ini?”

“Kau akan tahu isinya nanti”

“Eomma bolehkah aku membukanya?”

Amber membuka amplop besar itu dengan perlahan, Amber kembali mengertukan dahinya “Foto?”

Amber melihat beberapa foto ayahnya dengan seseorang yang tak pernah iya lihat “Bukankankah ini appa?”

“Iya, itu adalah appa mu. Mr. Josh Liu”

“Dan yang disampingnya siapa? terlihat akrab sekali”

“Dia adalah Shin Hae Jung” Amber menoleh kearah eommnya.

“Shin Hae Jung?” ulang Amber.

“Dia adalah sahabat dekat appamu”

Amber menatap kembali foto kedekatan mereka.

“Mr. Josh Liu sangat berjasa bagi kami, bila tidak ada dirinya kami tidak akan seperti ini. Tidak akan ada Jung Corp di Asia”

“Ayahmu sangat berperan besar dalam perusahaan Jung Corp. Dia juga sangat berjasa pada keluarga Jung. Dia adalah orang yang pintar, sederhana, cerdas dan luar biasa” senyum Mr.Kim.

“Tapi sayangnya beliau tak berumur panjang dan mengorbankan jantungnya kepada Shin Hae, itu adalah suatu pengorbanan yang besar”

“Lalu apa hubungannya denganku?” Tanya Amber.

“Hmmm setelah ayahmu mendonorkan jantungnya kepada Shin Hae Jung, Tuan Shin Hae Jung masih bisa bertahan tapi itu tidak lama dan takdir berkata lain. Tuan Shin Hae meninggal setelah 1 tahun kematian ayahmu, Amber”

Amber terdiam mendengarnya “Setelah kematian Shin Hae, tuan Jay merasa begitu kesepian karena kehilangan anak keduanya yang begitu iya sayangi. Tuan besar Jay tahu benar bagaimana ayahmu dan ibumu oleh sebab itu…”

Mereka terdiam sejenak “Oleh sebab itu Tuan besar Jung akan menjodohkanmu dengan dengan cucungnya yaitu anak dari Shin Hae Jung”

Mendengar kalimat tersebut rasanya tubuh Amber terasa tersambar petir “MWO??!!!!!!” teriak Amber.

“Hahahahahaaha lucu sekali, eomma dia lucu bukan?” Amber menggelengkan kepalanya dengan sambil tertawa geli.

“Sudah sudah sudah, ini sudah malam aku ingin tidur” Amber berjalan pergi untuk ke kamarnya.

“Jika kau bersedia, maka perusahaan Jung siap membayar semua hutangmu serta membiayai kehidupanmu Amber Liu”

Amber berhenti melangkahkan kakinya, otaknya sedang berputar dan mencerna kata kata dari seketaris Kim “Melunasi semua hutang hutang kami?”  batin Amber.

Amber menatap sinis “Kau ingin bernegoisasi?”

Mr. Kim tersenyum “Ya, saat ini perusahaan kami sedang dalam kesulitan. Oleh sebab itu kami membutuhkanmu, seberapa besar hutangmu atau yang lainya akan kami bayar. Tidak hanya itu, kami akan membiayai semua kehidupanmu terutama eomma dan adikmu yang berada di Busan, untuk sekolah di sekolah terbaik di Seoul tanpa khawatir akan biayanya”

Amber menghela nafas “Bagaimana dia tahu bahwa Kyu berada di Busan? mereka sepertinya benar-benar tahu kondisi keluarga ku”

“Mengapa harus aku?” tatap Amber.

“Karena kau adalah satu-satunya orang yang dapat kami percaya Amber Liu”

Amber terdiam, pikirannya menjadi campur aduk “Sudahlah, anakku tidak mau. Aku tidak mau hanya karena uang Amber menjadi sengasara. Aku memang miskin tapi aku tidak akan membuat Amber sengsara sepertiku” ucap Eommanya.

“Aku mau”

Semua menoleh kepada Amber, Amber menatap Eomma serta seketaris Kim dengan tenang “Aku mau”

“Aku mau di jodohkan dengan cucung dari..”

“Jung Corporation”

 


Selamat berpuasa semua 🙂

Advertisements

8 thoughts on “Someday 2

  1. kenhendrawan says:

    hahaha keren lah thor sorry telat comen coz gua readers baru yang gak tau malu hahaha
    izin baca ya thor fighting ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s