Someday 1

Tik tok tik tok tik tok jarum jam berputar mengarah pada angka 11.50 yang dimana 10 menit lagi waktu yang di tunggu oleh seisi kelas ini.

Ruangan A3 yang hanya disi oleh 10 murid pilihan saja. 10 murid yang memiliki keisitimewaan dengan desain kelas klasik dan elegan, ditambah lagi dengan pengajar profesional yang didatangkan dari luar negeri ataupun berasal dari Korea Selatan sendiri, memiliki teknik belajar moderen serta fasilitas super lengkap dalam kelas untuk membuat murid belajar dengan nyaman.

DRRIIIINGGGG suara yang begitu nyaring hingga membuat salah satu murid terbangun dari tidurnya “Selamat siang anak-anak, sampai jumpa lagi di kelas berikutnya” tutup guru.

“Agghh akhirnya!” kulebarkan tangan ini karena tubuhku yang merasa pegal-pegal, ah ntah apa yang Mr tadi jelaskan sungguh membuatku mengantuk! akan kubilang pada kakek agar iya dipecat saja.

“Cuci muka mu sana! kau terlihat buruk sekali”

“Apa kau tidur malam lagi? apa jangan jangan kau pergi ke club lagi ya?!”

“Ssstttt pelankan suaramu Choi Jinri!”

“Lalu benar kau ke club??”

Aku hanya menghela nafas mendengar pertanyaan yang membuatku bosan kudengar “Aku hanya sebentar tak lama”

“Haishh! kau tak bisa apa tidak ke club?”

Aku hanya menguap mendengar ocehan temanku yang tinggi ini! dia tidak tahu bagaimana menikmati hidup “Sudahlah Sull lagipula dia sudah besar, dia bisa jaga dirinya”

“Tapi Luna unnie, itu tidak bagus buat kesehatannya” ohh sahabatku mengkhwatirkanku.

“Sudahlah ayo kita ke kantin!”

Aku bergegas bangun “Aku setuju dengan Vic unnie, kajja” aku mengalungkan tanganku di lengannya dengan berjalan ria.

Ah sial mengapa kantin ramai sekali, aku tidak suka dengan keramaian! “Lihat wajahnya berubah, suruh siapa ke kantin jam segini” saut Luna.

Sulli menyeringai “Hanya tak mau diceramahi akhirnya malah seperti ini, apa boleh buat ayo kita makan” ajak Sulli.

Vic tersenyum melihat sahabat-sahabatnya “Ayo kita makan” aku hanya mengangguk dan tak mau melepas genggamanku.

Kami mulai memilih milih makanan, hari ini aku memilih sushi sebagai makan siangku sedangkan mereka memilih makanan steak dan spageti.

Kami berempat berjalan ketempat biasa kami duduk yang berada didekat jendela karena memiliki view yang bagus dan “Ah!! damn!!” sial apa-apaan ini!

Aku melihat seragamku sudah penuh dengan sup dan baunya “Yakk!”

“Ma-ma-ma-maa”

“Dasar bodoh!! apa kau tidak punya mata hah?! apa kau tidak bisa melihat ada orang yang berjalan didepanmu idiot!” teriaku kesal dan dia hanya diam, haishh sial.

Murid 1 “Dia cari mati”

Murid 2 “Aku yakin umurnya tak akan panjang”

Murid 3 “Aku berdoa untuknya agar selamat”

Aku menatap sekelilingku dan “Ya! mau kau apakan makananku?” ku ambil makanan milik Luna yaitu spageti pedas dan.

“Woaaaaaaaaaaahhhhh” suara murid murid terdengar.

Ku tumpahkan semua spageti itu dari kepalanya, hmmm rasakan itu! aku menyeringai dengan membuka blazer merahku yang sudah terkena kotoran “Ini!” kulempar diwajahnya yang menangis.

“Aku tak  ingin melihat wajahmu disini, pergilah bodoh” perintahku, dengan penuh ketakutan yeoja cupu itu bangun dan pergi dengan menangis, masih saja ada manusia di sekolah ini.

“Apa yang kalian liat!”

Semua murid kembali makan dan aku duduk disamping Sulli untuk mencicipi steaknya “Ah aku benar-benar lapar”

“Makanlah pelan-pelan kau bisa tersedak” ucap Vic unnie.

Luna melihatku dengan memangku tangannya “Mau kau apakan anak itu?”

“Emmm tidak tahu”

“Lepaskan saja lagi pula kita sudah terlalu tua untuk bermain-main seperti dulu, kita sekarang sudah kelas 3 sebaiknya kita fokus kepada sekolah kita bukan membully lagi” aku menatap Vic unnie, hmm ada benarnya juga tapi itu tidak menyenagkan!

“Lalu apa masalahnya kalau kita kelas 3? lagi pula kita tidak membully, kita hanya memberi pelajaran saja, apa kalian tidak lihat seragamku kotor dan bau? dan Vic unnie hidup harus tetap dinikmati” ucap Sulli yang disetujui Luna, Vic hanya menggelengkan kepalanya.

“E-e-e permisi”

Aku menatap namja yang berada di samping meja makan kami dengan membawa sebuah kotak berwarna pink berhias pita ditangannya serta gayanya yang terlalu kuno, maksutku lihatlah dia memakai kacamata yang merosot sampai hidungnya serta baju yang kebesaran hahaha dia ini hidup di tahun kapan? “Ada apa lagi ini?” aku hanya menghela nafas.

“A-a-a-a aku hanya ingin memberikan ini kepada Lu-lu-luna”

“Wah daebak”

“Untuku?” baiklah Luna unnie, bagaimana caramu menolak nya?

“Aku sangat menyukai pemberianmu tapi aku tak bisa menerima”

“Aku membelikanmu sepatu, apakah kau tidak menyukainya?” ucap namja itu.

“Luna unnie bukanya tidak suka, hanya saja dia sudah memiliki sepatu itu bahkan dia sudah membuangnya ke tong sampah, jadi kau pergilah atau tidak kau yang akan kami buang ke tong sampah” ucap Sulli.

Haha itu baru Sulli “Pergilah, kami hari ini terlalu lelah jadi pergilah sebelum kami bersikap buruk” senyum Vic yang bergegas pergi dari meja dan tentu saja kami mengikutinya.

Dan yap inilah kami yang tiap hari harus menerima sesuatu yang tidak menyenangkan, aku tidak tahu mereka tetap saja keras kepala! setiap hari kami menerima hadiah dari para murid di sekolah ini maupun namja ataupun seorang yeoja. Dari yang mahal hingga yang murah.

Layaknya selebrti kedatangan kami selalu di tunggu-tunggu disekolah ini bahkan terkadang mereka sering mengambil foto kami dan menyebarkan nya di SNS tapi untung saja pelaku seperti itu sudah tidak ada lagi, setiap harinya di depan kelas kami selalu banyak surat, coklat, bunga ataupun bingkasan dari hmmmm haruskah aku sebut penggemar atau fans?

Berbicara soal fans kami ber4 memiliki fanclub haha konyol bukan, tidak hanya fans yang kami miliki tapi ada beberapa anak pengusaha lainya iri kepada kami maksutnya mereka selalu mengikuti gaya kami. Kami ber4 menjadi pusat fashion di Empire School, bukan hanya di Empire School bahkan Korea sekalipun.

Aku tidak suka memiliki barang yang sama dengan orang lain jadi sebisa mungkin aku akan membuang barang yang sama dengan orang lain itu seperti tas, baju, sepatu agh menjelngkelkan sekali mereka.

Oh sepertinya dari tadi aku hanya menyebutkan nama “Kami” baiklah aku memiliki tiga sahabat dekat yang sudah 7 tahun terkahir ini terus bersama mereka yaitu, Victoria yang memiliki nama asli Song Qian. Dia adalah keturunan Cina dan memiliki perusahaan besar dan brand fashion terkenal di Cina, tidak salah kalau diantara kami dialah yang paling fashionablle dan selanjutnya adala Luna atau nama aslinya adalah Park Sunyoung, Luna unnie asli orang Korea dengan mengguliti bidang Art dalam keluarganya, Luna unnie memiliki gedung teater, gedung music, musium di seluruh Asia sedangkan Sulli atau Choi Jinri juga asli orang korea, dia adalah pewaris kekayaan keluarga Choi yang mengguluti bidang konsumsi Korea Selatan. Kami memiliki hobi yang sama yaitu bernyanyi, menari, shopping, makan dan clubbing.

4 walls adalah julukan untuk kami karena kami bagaikan tembok besar yang tak akan runtuh! dan kami ber4 merupakan anak anak penting dari pengusaha besar Korea Selatan! hahaha. Tentu saja dengan hal seperti ini tidak ada yang berani dengan kami, tidak ada yang berani melawan 4 walls tapi tetap saja mereka mengagumi kami dan mengatakan bahwa kami adalah bunga dari Empire School.

“Agggghhh!!! itu 4 walls datang! ayo siap-siap sambut mereka!!”

“4 walls saranghae!!”

“Ya Tuhan mereka itu malaikat darimana?”

“4 walls lihat aku, aku memiliki tatto baru berwajah kalian ber4!!!!”

“Krystal Jung tolonglah terima cintaku”

“Krystal Jung aku tidak bisa hidup tanpamu”

“Krystal Jung kau adalah bintang dan bulan yang selalu menerangi malam layaknya kau menerangi hatiku”

Hampir setiap hari almost every day!

Berbicara masalah bully? hmm sepertinya itu tidak disebut bully, kami hanya mengerjai beberapa anak yang bernasib sial saja hahaha.

Lalu bagaiman dengan diriku? hmmmm

“Krystal Jung!”

Aku menoleh kearah suara dan namja itu lagi “Aku memanggilmu berkali-kali”

“Maaf aku tidak mendengarmu” senyumku dengan melanjutkan jalan menuju gerbang.

“Nanti malam kau ada acara? bagaimana kalau kita makan malam bersama lagi dan..”

“Tidak bisa, aku memiliki banyak tugas dan aku juga harus istirahat maafkan aku”

Aku pergi meninggalkanya, karena dirinya aku menjadi begitu mengantuk! “Krystal, apa kau marah kepadaku?”

Haishh menyebalkan! “Aku tidak marah denganmu” aku menatapnya.

“Selamat sore nona Krystal Jung, mobil sudah siap” aku melihat supirku yang sudah membukakan mobil untuku, untung saja dia datang tepat waktu kalau tidah ugghh!

“Aku harus pulang, selamat sore Kai”

“Baiklah” aku berjalan menuju mobilku dan “Huffhh menyebalkan sekali” ku sendarkan kepalaku sedikit memijat keningku.

DRIIINGG DRIINGG aku mengambil ponselku “Kakek?”

“Yeoboseyo”

“Soojung kau dimana?”

“Aku sedang berada dijalan mungkin 10 menit lagi akan sampai? kakek, apakah kakek masih di LA? kakek kapan pulang, aku begitu merindukanmu kek~”

Tunggu saja, ttuuuuttt”

“Hallo? yeoboseyo?? haishh apa-apaan kakek ini?!”

10 menit berlalu “Selamat malam nona Krystal”

Aku bergegas masuk, hmm aku merasakan ada sesuatu yang berbeda. Aku berjalan menuju ruang santai dan…..

“Kakek!!!”

“Ohh cucungku yang cantik pulang” ku berlari menuju kakekku dan kuberikan pelukan yang erat serta ciuman di pipinya “Soojung merindukan kakek”

Aku menatap wajah kakekku, wajahnya terlihat lelah dan semakin tua. Kakek selalu berkerja keras “Kakek apa baik-baik saja? wajah kakek terlihat lelah”

“Aku baik-baik saja Soojung, bagaimana sekolahmu?”

“Sekolahku baik kek, kakek tenang saja” senyumku dengan masih menggengam tangannya. Tapi ntah kenapa aku merasakan ada sesuatu yang aneh terhadap kakek.

“Kakek, apakah kakek baik-baik saja? apakah ada masalah? kakek harus cerita kepadaku”

Kakek hanya tersenyum kepadaku “Kau ganti baju, mandi, makan dan kita akan bicara oke”

Aku menghela nafasku, apakah akan ada berita buruk? apa yang sebenarnya terjadi?

1 jam berlalu, aku berjalan menuju ruangan kakek “Tok tok tok”

“Masuklah”

“Duduklah Soojung”

Aku duduk di sofa tua milik kakek di ruang kerjanya, kakek duduk di sampingku “Kau tahu bukan sudah beberapa tahun ini perusahaan kita terus meningkat”

Aku mengangguk “Ya kek”

“Kau tahu bukan pribahasa semakin tinggi pohon maka akan semakin kencang pula angin yang berhembus. Hmm, Soojung. Kau adalah satu-satunya keluarga yang kakek miliki saat ini, hanya kau yang selalu bersama kakek”

Aku menarik nafasku “Semakin hari lawan kita semakin banyak dan semakin hari kakek merasa tidak nyaman dengan keadaan kakek”

“Apakah kakek sakit?!”

“Haha tenanglah, kakek merasa semua orang ingin menjatuhkan kakek karena kakek sudah tua dan mereka menganggap kakek sudah tidak pantas lagi menjadi seorang CEO dan karena kakek sudah tua, nyawa kakek selalu merasa terancam. Kakek takut semua akan terlambat dan malah menjadi berantakan.

Kakek Krystal bangun dari tempat duduk dengan membawa dokumen “Ini, ini adalah dokumen penting tentang semua investasi kita dan juga ini adalah dokumen yang harus kau tanda tangani Soojung”

“Harus ku tanda tangani?” ucapku bingung.

Besok pengacara Kim akan datang mengurus segala yang harus diperlukan, tak lama lagi kau akan menandatangani dokumen itu untuk menyatakan bahwa kau ada CEO atau Presiden dari Perusahaan Jung.

“What?! apakah kakek becanda? aku menjadi seorang CEO? kek itu tidak mungkin?” yang benar saja ini gila! aku belum siap untuk menjadi seorang CEO.

“Soojung dengarkan kakek, kau tidak sendiri. Ada kakek yang ada dibelakangkmu, ada pengacara Kim yang membantu kita juga jadi tenanglah”

Bagaimana aku bisa tenang?! ya Tuhan aku belajar saja tidak pernah dan tiba tiba aku menjadi seorang CEO dari perusahaan besar Korea Selatan! tidak, aku bisa mati.

“Soojung, ada satu hal lagi yang kakek ingin beri tahu”

“Ya”

” Kau akan menikah dan akan kakek jodohkan”

“Apa?! kek ini tidak mungkin! ini gila, aku tidak mau kek! Soojung tidak mau!” menjadi CEO dan kini aku harus menikah! demi Neptunus aku tidak mau!! aku masih muda! aku masih kelas 3, aku ingin kuliah! aku masih ingin bermain-main dan tidak ingin menikah! dan ini di jodohkan??? aku dijodohkan dengan siapa???

“Kau akan menikah dan dijodohkan dengan anak teman kakek”

“Tidak, tolong kek aku ingin keluar permisi”

“Soojung”

Ya Tuhan, apa yang saat ini aku alamai aaghhh aku benar-benar gila! baiklah aku masih bisa menerima bila aku menjadi seorang CEO tapi aku tidak bisa terima bila aku dijodohkan! aku bisa memilih pria yang aku inginkan! lagi pula aku memiliki banyak teman pria walaupun aku tak memiliki kekasih tapi setidaknya aku mengenal mereka!

“Agh aku bisa gila! bagaimana ini?”

“Kau tidak akan menjadi gila cucungku”

Aku menghela nafas dengan tubuhku yang lemah, tak dapat menerima kenytaan yang ada “Kakek” kuberjalan mendekati kakekku yang tersenyum melihatku “Kakek becandakan? kakek tidak serius bukan? aku tidak akan menjadi CEO dan menikah muda bukan???”

Tolong kek jawablah bahwa ini akan terjadi 40 tahun lagi, aku belum siap! “Soojung ini untuk kebaikanmu”

Aaaaahhhhhh aku ingin menangis “Tapi kek mengapa secepat ini? lagi pula aku masih sekolah, aku masih ingin belajar kek aku masih ingin bermain dan sebagainya”

“Kau akan masih seperti dulu, kau masih bisa bermain kau masih bisa bersama teman-temanmu hanya saja posisi mu saat ini dan nanti akan berbeda percayalah jalani saja Soojung, aku percaya bahwa keputusanku ini tidak salah untukmu. Tidak hanya menyelamatkan perusahaan kita tetapi kakek yakin dengan memberikanmu pelajaran seperti ini akan membuat Soojung kakek menjadi dewasa”

Sungguh aku belum bisa menerima, aku masih ingin menikmati hidup. Aku tidak ingin menghabiskan waktu di kantor! dikelilingi oleh orang-orang ramai membuatku tak betah akan semua itu! terlebih lagi pria yang akan dijodohkan kakekku! aaggghh.

“Kek, boleh aku bertanya sesuatu?”

“Tentu saja Soojung”

“Bolehkah aku tahu pria mana yang akan kau jodohkan padaku??” dub dub dub dub haishh kakek mengapa hanya tersenyum? apakah calon priaku wajahnya seperti badut makanya kakek tersenyum seperti itu?

“Tunanganmu nanti atau pasangan hidup nanti adalah orang yang begitu baik, dia sangat ceria, begitu hangat sederhana dan memiliki jiwa yang baik. Dia adalah anak dari teman kakek, kau tidak akan menyesal Soojung.

Tidak akan menyesal? yang benar saja, bagaimana kalau aku tidak cocok dengannya? bagaimana kalau dia bukan tipeku?! bagaimana kalau dia jelek, hitam, memiliki tubuh pendek dan tidak memiliki hidup yang bagus? aaaaahh itu kan memalukan? seluruh mantan kekasihku memiliki wajah yang begitu tampan layaknya aktor!

“Tenanglah, percaya dengan kakek”

“Lalu siapa namanya kek?” walaupun aku tidak mengethui wajahnya setidaknya aku mengetahui namanya.

“Namanya…”

Di lain tempat

“Amber Liu!!!”

“Kembali kesini anak nakal!!”

“Hahahaha” suara tawa terdengar nyaring dengan mengenggam sebuah es di tangannya, kaki terus berjalan dengan cepat.

“Ah aku lelah”

“Haha kau gila, sampai kapan kau tidak membayar es ahjumma itu? kau kelewatan sekali Amber”

“Aku sudah membayat tapi uangku kurang lagi pula ahjumma itu kalau berjualan harganya begitu mahal jadi jangan salah kan aku Ailee”

“Suatu saat nanti kau harus mengantinya”

“Tentu saja Eric haha hanya saja saat ini aku masih miskin tak memiliki uang banyak nanti kalau aku sudah memiliki banyak uang, tidak hanya ku ganti es ini tapi akan ku beli semua isi tokonya hahaha”

“Masalahnya kapan kau akan kaya? sekolah saja kau tidur dasar bodoh”

“Lihat saja nanti! ayo habiskan es nya”

Amber, Ailee dan Eric menikmati es yang diberikan oleh Amber dengan menikmatinya dipinggir sungai Han.

“Segar!! hahaha”

Setelah menikmati es dan berbincang-bincang sedikit tak terasa waktu sudah hampir siang “Sepertinya kita harus kembali ke sekolah kalau tidak guru-guru bisa tahu kita bolos lagi” ucap Ailee.

“Baiklah, kajja” ajak Amber.

Setelah menghabiskan waktu bersama Amber, Eric, Ailee kembali ke sekolah melewati tembok belakang sekolah “Haish untung saja aku pake celana hahaha” tawa Amber yang membersihkan tanganya dari tanah.

“Ailee, apa kau bisa turun?”

Amber melihat Ailee yang masih diatas tembok “Seharusnya kau pakai celana sepertiku jadi tak usah takut luka”

“Diam kau koala!”

“Ayo turun kau akan kami tangkap”

Amber dan Eric bersiap-siap menolonng Ailee “Ayo turun”

Ailee terlihat gugup, ini untuk pertama kalinya mereka lewat tembok belakang sekolah karena sebelumnya pintu rahasia mereka sudah ditutup oleh sekolah “Baiklah aku datang”

“Aaaaghhhhh” teriak Ailee.

“Bruk” seketika mereka bertiga jatuh dengan Ailee menimpah Amber dan Eric dibawah.

“Aghh badanku”

“Kau ini meteor atau manusia! mengapa berat sekali!”

“Ya!!”

“Ah! mengapa kau memukul kepalaku??”

“Karena kau berisik Amber!”

Mereka beriga bergegas bangun dengan merapikan seragam abu-abu tua milik mereka “Tapi ini seru juga haha”

“Kau benar Eric haha, hanya saja kau yang merepotkan Ailee”

“Diam kau!”

“Hei kalian bertiga!!!”

Amber, Eric dan Ailee kaget saat mendengar suara yang tak jauh dari mereka “Berhenti kalian disitu!”

“Sial kita ketahuan”

“1 2 3, lari!!”

Mereka bertiga lari masuk kedalam perkarangan sekolah yang tak terlalu besar dengan melewati lapangan bola berpasir “Hei! hati-hati langkah kalian!”

“Hei berhenti kalian bertiga!” guru juga tak mau kalah berlari untuk mengejar mereka bertiga.

Lari dan lari hingga masuk ke dalam gedung sekolah yang sudah cukup tua bahkan warna catnya saja sudah luntur “Ayo kita berpencar!” tegas Amber.

Amber berlari keatas melalui tangga, dengan cepat kakinya melangkah untuk menghindari hukuman yang akan di dapati olehnya “Sial!” gerutu Amber.

Amber berhenti sejenak di depan kelas “Harus lari kemana lagi? haish! mengapa juga sekolah ini kecil dan sempit jadi aku tak bisa terus berlari!. Tapi setidaknya disini sudah cukup aman hahhaha” Amber duduk di lantai dengan kaki yang iya panjangi dengan sedikit memijatnya.

“Ck ck ck ck”

“Dup” jantung Amber merasakan ada sesuatu yang tidak menyengkan.

“Amber Josephine Liu, murid kelas 3F yang suka membolos, pemalas, tukang tidur, tidak pernah ada dikelas dan memakai seragam yang tidak semestinya!” benar saja Amber didapati oleh guru lainnya.

Amber menggaruk kepalanya dan bangkit dari duduknya “Annyeong haseyo” bungkuk Amber.

“Sudah ratusan atau bahkan ribuan kali jangan memakai seragam Namja! Mulutku sampai keram hanya karena hal ini”

Amber mengaruk telinganya karena suara guru yang begitu kuat di dengarnya “Rok itu sangat berbahaya pak guru apa pak guru tidak tahu jaman sekarang..”

“Cukup Amber Liu! ya Tuhan aku bisa terkena serangan jantung memiliki murid sepertimu”

“Murid lucu dan tampan sepertiku?” senyum Amber dengan dua jari telunjuk dipipinya.

“Ya Tuhan obatku mana?”

“Amber Liu!!!!” teriak suara dari kejauhan.

Amber menghela nafas “Apalagi?”

“Berhenti kau disana” guru itu terlihat berantkan karena mengejar Amber, Ailee dan Eric tapi sayang dia tidak berhasil mendapatkan Ailee dan Eric. Kasian Amber tertangkap dengan dua guru sekaligus.

“Kau dihukum Amber Liu!” ucap kedua guru didepannya.

“Mau bagaimana lagi”

—————————————————————–

Advertisements

9 thoughts on “Someday 1

  1. hhahha malang nya nasib amber tertangkap basah oleh 2 guru..#poor amber
    dork bener amber disini thor,kryber nya kompa’an bener ye malas belajar nyaa 😂
    makin menarik ja thor,gue jg penasaran terlalu banyak nihh 😁 thanks thor update’an daebak 👍👍👍 figthing 💪 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s