Beautiful Stranger 17

Ku hela nafas ini berusaha mengatur sesak di dadaku yang mulai terasa berat “Dasar bodoh” aku terlalu berharap yang hal yang tidak akan mungkin terjadi.

“Huffhh” aku membuka mata ini menatap sekelilingku yang masih ramai dengan aktifitas mereka masing-masing.

Tapi hatiku tetap merasa sepi, merasa hampa. Mungkin ragaku sedang berada disini tetapi pikiran serta jiwaku tak lagi satu dengan ragaku.

Segila inikah aku tanpa dirinya?

Segila inikah aku saat dia tak lagi di sampingku?

Ku angkat kepalaku, menatap langit hitam tanpa bintang yang menyinarinya.

Menatap langit hitam yang mengingatkanku pada wajahnya, iya wajahnya saat pertama kali aku bertemu denganya di sungai Han. Aku masih ingat sekali saat dia memkasa diriku untuk ikut denganku ke rumah, aku masih ingat saat dia memakai gaun putih dengan jas hitamku sebagai penghangat di tubuhnya, aku juga masih ingat jelas bagaimana matanya menatapku tajam saat dia mengancamku haha, sungguh kenangan yang indah.

“Huffhh”

Sedang apa kau saat ini?

Apa kau sudah makan?

Apa kau baik-baik saja?

Apa kau masih suka mimpi buruk?

Ku pejamkan kembali mata ini berusaha melupakan nya yang sudah bersama namja, namja yang menjadi pilihan hatinya.

Namja  yang akan membahagiankanya.

Namja yang akan selalu menggengam tanganya.

Namja yang akan selalu melihat senyuman di bibir mungilnya.

Dan semua itu tidak akan terjadi lagi kepada diriku yang malang ini, yang hanya bisa meratapi kenangan nya saat aku bersama dirinya.

Sungguh mengenaskan.

Yeoja yang ku cintai berakhir dengan namja yang ku benci.

“Hmmhh” senyumku dengan hati yang tersayat.

Jessica Pov

Kemana perginya llama bodoh ini! apa dia harus menyerah begitu saja kepada Soojung?! haishhh aku tahu hatinya benar-benar hancur.

3 hari yang lalu aku melihat Amber yang berdiri di depan pintu kamar Krystal dengan membawa bunga untuk Krystal, tapi langkahnya berhenti saat Krystal mengatakan bahwa dia membutuhkan Kai!

Jung Soojung apa yang ada di pikiranmu?!! mengapa harus lelaki itu? apa kau tidak tahu setiap harinya Amber begitu mengharapkanmu dan begitu menyayangimu?

“Eonni”

Aku menatap ke arah suara dimana Soojung yang baru saja pulang dari kencan nya, ya kencan.

“Kau darimana saja? apa kau tidak tahu ini jam berapa?” tanyaku sedikit kesal.

“Ehm biane, di jalan sangat padat dan..”

“Kau tidak tahu bahwa kau baru saja sembuh? bahkan kau baru saja bangun dari koma mu Soojung dan kau malah pergi denganya?” tatapku sinis.

“Aku merasa tak enak, aku harus berada di dekatnya” aku menatapnya bingung.

“Apa maksutmu?”

Dia hanya diam, aku menatapnya yang sedikit kelelahan “Hmm baiklah kau istrhat sana” perintahku.

“Ne”

Aku menatapnya jalan dengan menaiki tangga rumah kami yang menuju kamarnya, walaupun dokter sudah membolehkan nya pulang tetapi aku merasa Soojung belum sembuh sepenuhnya. Terkadang Soojung terlihat pucat bahkan kerap kali tubuhnya terasa dingin, tapi mengapa dokter mengatakan dia baik-baik saja? apa yang sebenarnya terjadi padamu Soojung?

“Driingg driingg” ponselku.

“Yeoboseyo”

“Dia sudah ada disini noona”

“Baiklah aku segera kesana” aku segera mengambil kunci mobilku serta coat hitamku.

35 menit berlalu dan kini aku telah sampai di tempat yang sudah lama tak kunjungi, aku mulai berjalan masuk dengan menunjukan kartu VVIP ku.

“Annyeong haseyo” bungkuk seorang namja.

“Dimana dia?” tanyaku tutup poin.

“Dia sedang berada di lantai atas noona tapi…” tanpa pikir panjang aku langsung naik ke atas untuk menemui llama bodoh itu!

Ku percepat langkahku tak sabar untuk memukul kepalanya!

Ku pelankan langkahku, ku tarik nafasku dengan melihatnya yang sedang berdiri menatap lampu lampu kota Seoul.

“Ternyata tempat ini adalah benar-benar tempat favoritmu” ucapku dengan melangkah mendekatinya.

“Jessica?” kejutnya melihatku.

“Wae? kau tidak suka aku disini?”

“Tidak bukan begitu hanya saja…”

Plak

Maaf Amber “Ya! mengapa kau memukul kepalaku? ini benar-benar sakit!”

“Itu karena aku sangat kesal kepadamu llama bodoh!” teriaku padanya, dan llama bodoh ini masih mengelus-elus kepalanya.

“Kau kemana saja hah?! kau ini maunya apa? mengapa kau menghilang begitu saja seperti hantu! apa kau tidak tahu aku terus mencarimu!” marahku padanya.

Lihat! dia malah diam dengan memberikan ekspresi llama nya “Jawab aku Amber Liu! jangan diam saja”

Author Pov

Jessica menatap Amber dengan tatapan dingin nya sedangkan Amber hanya bisa menundukan kepalanya karena tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

“Berhentilah”

“Berhentilah mencariku” ucapnya singkat tanpa menatap Jessica.

Jessica menatap bingung Amber dengan apa yang iya ucapkan “Ya! apa maksutmu itu? kau ini kenapa!”

Amber menghela nafasnya, menatap Jessica yang tepat di sampingnya “Apa karena kejadian di rumah sakit itu kau menjadi seperti ini?”

Amber diam sejenak menatap Jessica dengan senyum tipisnya “Pengecut! kau benar-benar pengecut Amber Liu!”

“Iya, lalu kenapa?”

“Kau adalah namja terbodoh yang pernah aku kenal! apa kau akan menyerah begitu saja? apa kau…”

“Sudah cukup! lagi pula dia sudah bahagia dengan namja lain” saut Amber.

“Dia? huh bahkan kau saja enggan menyebut namanya Am. Kau pernah mengatakan kepadaku bahwa kita harus mengungapkan perasaan kepada orang yang kita cintai, berjuang untuknya! tetapi kau tidak membuktikan itu semua, semua ucapan mu adalah palsu! kau pengecut!” kesal Jessica.

Amber menatap Jessica dengan amarah di wajahnya “Aku harus mengatakan apa? apakah aku harus mengatakan Krystal aku ingin selalu bersamamu atau Krystal maukah kau menjadi miliku sedangkan dia lebih memilih orang lain dari pada diriku? mengucapkan namanya hingga terngiang di telingaku? memeluk tubuhnya di depan mataku?”

Amber tersenyum menatap Jessica “Apalagi yang harus ku katakan Sica? kalaupun ku katakan dia hanya akan membalas dengan senyuman dan mengatakan kalau aku dan Krystal adalah sahabat. Mungkin benar, selama ini hanya perasaanku saja yang berlebihan menanggapi hubunganku dan Krystal adalah hubungan yang special, ya Tuhan aku mengaharapkan yang tidak tidak hahaha”

“Amber”

“Aku yakin Soojung memiliki perasaan yang sama denganmu”

“Buktikan” jawab singkat Amber.

“lihat? tidak bisa bukan? sudahlah Sica tak usah pikirkan diriku. Selama Krystal bahagia aku tidak masalah bilaku terluka, aku hanya ingin dia tersenyum bahagia walaupun tak bersamaku” senyum Amber.

“Amber”

Amber menarik nafas nya “Hoaah malam ini benar-benar sangat dingin, kau pulang sana”

“Bodoh” Jessica meneteskan airmatanya.

“Haish kau malah menangis” Amber menggaruk kepalanya.

“Kau benar-benar bodoh Amber Liu!”

“Inilah aku Sica, aku menjadi manusia bodoh karena ulah adikmu haha”

“Auchhh! sakit!” Amber mengelus tangan nya karena pukulan dari Jessica.

Jessica menatap Amber “Lalu kapan kau akan melihat Soojung?” tanya Jessica yang membuat Amber bingung.

“Aku tidak tahu, aku butuh waktu”

“Soojung belum sepenuhnya sembuh jujur saja aku masih meragukan kesehatanya”

Amber memegang kedua pundak Jessica dan menatap lurus matanya “Krystal akan baik-baik saja bila bersamamu dan ibumu, percayalah. Tolong jaga Krystal untuku Sica” senyum Amber yang di balas pelukan oleh Jessica.

Sementara itu….

Aku tidak tahu apa yang ada di pikiranku saat ini, aku juga tidak tahu mengapa aku mengucapkan namanya begitu saja dari bibir ini “Kai”

Aku tidak dapat berfikir panjang, yang aku pikirkan saat ini adalah dapat bertahan hidup di sisa hidupku.

Aku hanya memikirkan semua perkataan Alish kepadaku. Dan ntah kenapa aku malah memikirkan Kai karena akhir akhir ini dia selalu bersamaku menemaniku setiap hari.

“Obat penawar itu adalah Namja! obat penawar itu begitu hangat hingga iya sangat membenci dingin, obat penawar itu begitu berbeda saat kau menyentuh atau memeluknya, obat penawar itu akan selalu membuatmu baik-baik saja”

Apakah aku merasakan itu semua kepada Kai?

Kai adalah seorang namja.

Kai tidak menyukai dingin.

Saat aku memeluknya aku merasa baik-baik saja.

Tetapi …

Haishh mengapa aku menjadi bingung seperti ini?

Apakah Kai benar-benar obat penawar kematianku? apakah bila aku di dekatnya aku akan terhindar dari kematian?

Kalau begitu aku tidak akan mati bukan?

Kai adalah setengah dari jiwaku jadi dia akan tetap membuatku hidup bukan?

Aku tidak ingin membuat orang orang yang kucintai sedih terutama dirinya.

Krystal melangkahkan kakinya mendekati jendela kamarnya yang berada di lantai 2, menatap luar jendela dengan segala gegundahan hatinya.

“Mengapa malam ini terasa gelap sekali? tak ada satu bintang pun yang terlihat di langit” tatap Krystal.

Ntah kenapa Krystal tersenyum kecil saat memandang langit dari jendela kamarnya “Bodoh” ucap singkat Krystal dimana senyumnya masih terukir di wajah putihnya.

“Mengapa wajahmu selalu hadir di pikiranku?”

“Mengapa senyum bodohmu itu selalu terukir di ingatanku?”

“Mengapa matamu itu selalu terbayang di kepalaku?”

Mata Krystal terus memandang langit hingga tak sadar air mata mengalir di pipinya “Mianhae, jeongmal mianhae”

Sial! dadaku merasa sesak tak sanggup menahan airmata ini karena begitu merindukanmu Amber, aku sungguh merindukanmu.

Maafkan aku karena aku menyakitimu.

Maafkan aku telah membuatmu kecewa.

Aku melakukan semua ini agar aku bisa bertahan hidup, aku tidak ada jalan lain selain Kai yang berada di sampingku.

“Maafkan aku”

“Karena aku begitu merindukanmu, sungguh”

Day-4

“Eonni, eonni bangunlah!” Jessica masih terlihat bersembunyi di dalam selimut pink miliknya sedangkan sang adik sibuk membangunkan kakaknya yang tak kunjung bangun.

“Eonni bangunlah!” paksa Krystal.

Jessica sedikit membuka matanya dengan rambut yang berantakan “Erghh ada apa?” tanyanya lemas.

“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat!” paksa Krystal dengan berusaha menarik selimutnya.

“Aghh ini kan hari libur! aku ingin menghabiskannya dengan tidur!”

“Ini sangat penting! ayo bangunlah! aku akan menunggumu di bawah!”

“Haishh yang benar saja! ini kan hari libur” grutu Jessica yang segera bangun dari hibernasinya.

2 jam berlalu, wajah Krystal mulai terlihat bosan menunggu sang kakak di meja makan “Eomma apakah eonni selalu seperti ini setiap hari?” gerutu Krystal dengan mengaduk-aduk susunya yang mulai dingin.

Ibu Krystal tersenyum menangis mendengar ucapan dari anak bungsunya “Kau tahu bukan eonni mu bila berdandan akan sangat lama apalagi bila dia memilih baju”

Krystal menghela nafasnya “Padahal kan aku hanya mengajaknya keluar sebentar bukan mengajaknya pergi ke mall”

Ibu Krystal menaruh piring dengan berisikan sandwich untuk Krystal “Makanlah dulu selagi menunggu Sica”

“Nee” jawab Krystal malas.

1 jam berlalu

Tap tap tap” suara sepatu berhak tinggi mulai terdengar di telinga Krystal.

“Aku sudah siap” senyum Jessica memandang Krystal yang memangku tanganya.

Memandang Jessica dengan tatapan dingin “Aku menunggumu 3 jam”

Jessica menatap bingung “Lalu?” tanyanya polos.

“Hufhhh sudahlah ayo kita pergi, eomma kami pergi!” teriak Krystal yang menarik tangan Jessica.

“Kalian hati hati!”

“Ne!”

Kebetulan sekali hari ini jalan tidak terlalu padat hingga tak butuh waktu lama untuk sampai tujuan “Kita ini mau kemana Soojung?” tanya Jessica yang melihat Krystal.

Krystal melihat lihat daerah di sekelilingnya berharap tujuan yang iya inginkan tidak salah “Hmmmhh” Krystal melihat jam nya yang menunjukan pukul 11.45

“Ya Jung Soojung”

“Wae?” jawabnya tanpa melihat Jessica.

“Kita ini mau kemana lalu untuk apa kita kesini?” tanya Jessica yang lagi lagi di acuhkan Krystal.

“Ayo kita turun” ajak Krystal yang di turuti oleh Jessica.

Jessica dan Krystal berjalan menuju sebuah tempat yang suka sekali di kunjungi oleh Krystal.

Krystal menggengam tangan Jessica “Ayo kita masuk” senyumnya.

Krystal mulai membuka pintu dan melangkahkan kakinya masuk kedalam, “Aku sungguh merindukan tempat ini” batin Krystal.

Seorang yeoja datang dengan menaymbut tamu yang baru saja datang “Selamat dat–” kalimatnya terputus saat yeoja bertubuh mungil itu melihat Krystal.

Bukan, bukan Krystal yang membuatnya terkejut tetapi yeoja yang di genggam tanganya oleh Krystal.

“Sunny eonni” senyum Krystal.

Sunny masih bingung tak percaya apa yang telah di lihat, matanya tak terpejam menatap sosok yeoja yang dulunya selalu bersama sama menghabiskan waktu bersama dengan sejuta kegilaan yang mereka lakukan.

“K-k-kau”

Jessica tak sanggup lagi berdiri lebih lama lagi hingga iya memutuskan untuk pergi tapi sayang tangan nya terikat oleh genggaman kuat Krystal.

“Berhentilah berlari eonni” ucap Krystal.

“Sunny mengapa kau lama sekal—” yeoja yang baru saja menegur Sunny kini terdiam menatap tatapan yang sama heran dengan Sunny.

Krystal tersenyum menatap yeoja yang membawa keranjang roti dengan sopan Krystal membungkuk “Annyeong haseyo Yoona eonni”

Yoona hanya diam tak merespon Krystal sedangkan Jessica hanya menundukan kepalanya dengan menggengam erat tangan Krystal.

Krystal tau bahwa situasi ini sangat berat mengingat hubungan mereka di selimuti dengan amarah tapi Krystal yakin bahwa mereka masih saling menyayangi satu sama lain.

Tidak tahan dengan situasi ini Jessica melepaskan genggaman Krystal yang membuat Krystal terkejut “Eonni!”

Jessica melangkah keluar pintu.

“Jessica”

Seketika langkahnya terhenti mendengar suara yang sudah lama tak iya dengar, suara yang selalu memberinya semangat, suara yang selalu membuatnya tegar, suara yang iya rindukan.

Namja berkulit putih itu melangkah kan kakinya mendekati Sunny dan Yoona.

Dengan senyuman di bibirnya “Lama tak berjumpa”

Jessica hanya diam tak berani memutar badan nya, memejamkan matanya berharap kejadian ini adalah sebuah mimpi buruk di dalam tidurnya.

“Eonni” Krystal menyentuh pundak Jessica.

Menatap mata Jessica mengisyaratkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Jessica pov

Tuhan.

Apa yang harus ku lakukan?

Apa aku harus keluar dari ruangan ini dan berlari sejauh mungkin?!

Aku tak sanggup dengan semua ini, aku tak sanggup!

Tapi..

Tapi aku tidak mungkin berlari di dalam kesalahan ku, aku tidak bisa seperti ini. Bagaimanapun juga mereka pernah menjadi orang yang begitu ku sayangi.

Ku putar kaki ini, menatap kembali wajah mereka yang sudah bertahun tahun tak ku tatap.

Sedikit menaikan dagu ini agar aku kembali bisa melihat jelas wajah mereka.

“Dup dup dup dup dup” jantung ini rasanya mau meledak saat di hadapkan oleh mereka tepat di kedua mataku.

Ku buka mata ini perlahan, menatap wajah mereka yang membuat hatiku teriris mengingat kenangan indah yang pernah ku habiskan bersama-sama.

Sungguh tak mudah melupakan setiap detiknya waktu bersama mereka.

“Sunny” aku merindukanmu.

“Yoona” aku merindukanmu.

Dan…

“Taeyeon” leader kid yang begitu ku rindukan, senyumnya masih hangat seperti saat pertama kali ku bertemu denganya.

“Selamat datang kembali…”

“Jessica” senyum Taeyeon.

“Ada apa ini?” suara itu?

Aku melihat ke arah sumber suara itu dan…

Tebakan ku benar.

Dia tak berubah, sama sekali tak berubah.

Auhor Pov

“Jessica eonni?” ucap Seohyun terkejut.

“Tidak mungkin” ucap Sooyoung.

“Waw” ucap Hyoyeon.

“….” Tiffany hanya membulatkan matanya.

Taeyeon hanya tersenyum melihat mereka menatap Jessica “Sepertinya kita sudah berkumpul, bisakah aku sebut ini sebagai reunian?”

Mata Jessica terlihat merah, bibirnya mulai bergetar tak sanggup menahan rindu di dalam dadanya.

“Mianhae”ucap Jessica menahan airmata.

Jessica menarik nafasnya berusaha menenangkan dirinya yang mulai guncang “Jeongmal mianhae”

Mereka hanya diam menatap Jessica tidak tahu apa yang akan mereka lakukan.

Mengusirnyakah?

Memarahinyakah?

Membencinyakah?

Atau..

Melupakan semua kejadian yang telah kami lewati.

Kini perasaan mereka campur aduk saat melihat Jessica yang menteskan airmatanya.

“Aku tidak pantas disini, aku akan pergi. Maafkan aku” Jessica mengusap airmatanya menghindari mata dari para sahabatnya dulu, ingin pergi menjauhi mereka sejauh-jauh mungkin!

Bruk

Langkah Jessica terhenti, langkahnya terhenti karena sesuatu yang menghadangnya hingga jatuh ke pelukan namja yang lebih tinggi darinya.

“Mianhae” Jessica meminta maaf karena telah menabrak namja tersebut dengan menatap wajahnya.

Wajahnya yang membuat Jessica menghentikan langkahnya, membuatnya terhipnotis karena karena matanya yang begitu tajam.

“Aku merindukan tatapan itu” ucap Taeyeon yang menatap Jessica dan sahabatnya.

“Maaf, tidak ada yang boleh keluar dari tempat ini” Jessica hanya menatap bingung.

“Mianhae” ucap namja berkulit coklat tersebut.

“Maafkan kami karena kami bukan sahabat yang baik untukmu” Jessica terkejut mendengar perkataan yang yang iya dengar.

“Dan maafkan aku karena pada saat itu aku hanay peduli pada diriku sendiri, aku tidak melihat kesedihan orang lain di sekitarku yang pada saat itu membutuhkan diriku” ucapnya menatap lurus mata Jessica.

“Ini adalah kesalahan yang begitu besar, tapi di dalam kesalahan ini kita dapat belajar apa arti dari persahabatan kita selama ini.Pada saat itu kami egois karena tidak memahami situasimu pada saat itu, yang hanya kami tahu adalah bahwa kau meninggalkan kami begitu saja, melupakan semua kenangan yang telah kita buat. Aku terlalu berfikit negatif akan dirimu hingga membuat sakit diriku sendiri, maafkanlah kami. Maafkan aku Jessica”

Jessica menangis terisak-isak dan tangisan nya membuat Sunny, Hyo, Sooyoung, Yoona, Tiff, Seo ikut menangis melihat sahabatnya yang sudah bertahun tahun tak mereka lihat.

“Selamat datang kembali Jessica” ucap Yuri dengan senyuman di wajahnya.

“Jes-jes-jessica” mereka semua berlarian memeluk Jessica dengan airmata yang terus mengalir deras.

“Aku begitu merindukanmu ice princess”

“Maafkan kami”

“Aku merindukanmu Sica”

“Jessica!!” mereka semua saling berpelukan.

“Terima kasih” ucap Taeyeon menghampiri Krystal yang berdiri di sudut ruangan.

“Kau yang terbaik Krystal” senyum Yuri.

“Terima kasih karena sudah menerima kembali kakakku dan percaya kepadanya” senyum Krystal kepada Yuri dan Taeyeon.

Terpancar senyuman di wajah mereka dengan kembalinya sahabat yang begitu di rindukan Jessica Jung.

“Melihat eonni tersenyum seperti ini sunggu membuatku senang, dengan begini aku bisa tenang” senyum Krystal yang memandang Jessica bersama para sahabat sahabatnya.

Tiada hentinya mereka saling berbincang serta tertawa satu sama lain hingga tak terasa waktu menunjukan pukul 8 malam, Krystal masih duduk terdiam melihat eonni serta para sahabatnya merayakan pesta kecil dengan secara mendadak pada malam ini.

Di dalam canda tawa yang begitu menggema terliat Krystal yang terlihat pucat “Gwaenchanha?”

Krystal memejamkan matanya, kepalanya mulai terasa pusing tetapi sebisa mungkin dia menahan karena tak ingin melihat mereka khawatir “Aku tidak apa-apa Kai” senyum Krystal kepada Kai yang menemaninya.

“Tapi wajahmu begitu pucat Krys dan tubuhmu begitu dingin” tatap Kai dengan memegang dahi Krystal.

Tak pikir panjang Krystal memegang erat tangan Kai “Tetaplah disini” ucap Krystal.

“Aku tidak akan kemana-mana” Kai membalas genggaman Krystal.

“Krys kau mulai berkeringat, aku harus membawamu pulang”

“Kai” Krystal menarik tangan Kai berusahan menghentikan nya.

Krystal terlihat pucat memohon kepada Kai “Jangan beritahu kepada mereka, bisakah kau panggilkanku taxi saja? aku hanya kelelahan” senyum Krystal.

“Aku akan mengantarmu pulang!”

Krystal menggelengkan kepalanya “Kau tidak perlu berlebihan seperti ini aku akan baik-baik saja, lagi pula rumahku dekat percayalah padaku Kai. Aku akan baik-baik saja” senyum Krystal yang berhasil meyakinkan Kai.

Kai mengantar Krystal hingga masuk kedalam taxi “Telfon aku jika kau sudah sampai”

Krystal membalas senyuman dengan pelukan oleh Kai “Aku pergi” senyum Krystal dengan coat hitam panjang miliknya.

Selama di perjalanan Krystal menyederkan kepalanya di jendela karena bayangan matanya mulai terlihat kabur “Nona apa kau tidak apa-apa?”

Krystal memejamkan matanya “Aku tidak apa-apa. Pak bisakah kau mengantarku ke sungai Han?”

“Baiklah”

Tak butuh waktu lama mobil taxi yang Krystal tumpangi telah sampai “Terima kasih paman” senyum Krystal.

“Nona apa kau tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa, sekali lagi terima kasih” bungkuk Krystal.

Krystal berjalan, melangkah kan kakinya di pinggir sungai Han yang begitu dingin di malam hari.

Berjalan dengan perlahan membiarkan udara dingin masuk ke dalam tubuhnya.

Krystal Pov

Ku tarik nafas ini.

Ku biarkan rasa sakit ini terus menyiksa tubuhku.

Ku buka perlahan mata yang mulai terasa berat ini, berusaha menatap sungai Han yang berada tepat di depan mataku. Berusaha mengingat sesuatu di benak kepala ini.

Ku keluarkan sebuah kalung dari bajuku, iya sebuah kalung dengan berliontin kunci.

Lucu bukan?

Ku simpan kunci ini di dalam tubuhku agar kenangan indah itu akan selalu terukir di dalam pikiran serta perasaanku.

Perasaan bahagia yang tak akan pernah ku lupakan saat bersamanya.

Perasaan yang tak akan pernah ku dapatkan dengan orang lain selain dirinya.

Ku tatap kunci gembok ini, ku genggam dengan kuat hingga teringat saat kenanganku bersamanya.

“Berikan gemboknya” Amber meminta gembok yang ada di tangan Krystal.

Dengan perlahan Krystal memberikan gembok itu ketangan Amber “Baiklah ayo kita pasang” Amber mengajak Krystal untuk memasang gembok itu di pohon.

“Ehmm sebelum kita pasang gembok ini, kita harus menulis pesan di gembok yang akan kita kunci di pohon ini” Krystal mengeluarkan spidol yang diberikan paman tadi dan memberikan kepada Amber.

“Kau jangan mengintip!” ucap Amber dengan mulai menulis pesan di gemboknya setelah selesai iya memberikan spidol itu kepada Krystal.

“Putar badanmu! aku tidak ingin kau mengintip tulisanku!” perintah Krystal yang membuat Amber langsung memutar badanya.

“Baiklah selesai” ucap Krystal.

“Lock Love”  sebuah gembok cinta, betapa bodohnya pada saat itu aku memaksa kepada Amber padahal pada saat itu aku dan dia bukan pasangan.

Iya, bukan pasangan.

Ku buka mata ini, aku tak ingin mengingatnya kembali karena itu membuatku sakit.

Amber.

Kau dimana?

Maafkan aku karena bagitu mengecewakanmu.

Andai kau tahu bahwa sesungguhnya aku lebih mencintaimu dari pada orang lain.

Andai kau tahu aku begitu mengharapkanmu dari pada orang lain.

Tetapi apa dayaku? aku tak bisa.

Aku tak bisa Am.

Aku harus memilih yang lain untuk hidupku..

Author Pov

Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, Krystal bangun dari lamunan nya dan kembali berjalan menelusuri sungai Han.

Saat iya berjalan, matanya menangkap sesuatu yang tak jauh dari dirinya. Dengan sisa tenaga yang Krystal miliki, Krystal melangkah mendekati sosok namja yang berdiri di pinggir sungai Han. Menatap namja bertubuh tinggi dengan jaket hitam miliknya, dengan sepatu nike yang tak asing bagi Krystal serta tas ransel hitam yang selalu dia pakai.

Ntah kenapa bayangan namja itu membuat Krystal tersenyum dengan menggengam kunci di tanganya.

Krystal yang terlihat pucat menghampiri namja yang memunggunginya.

“Apakah kau ingin bunuh diri lagi?”

“Amber Liu?”

Amber Pov

Sejujurnya aku lebih suka tempat ini, begitu tenang dan begitu damai.

Dan…

Tempat dimana pertama kali aku bertemu denganya.

Haish sial!

Kenangan ini terlalu sempurna bila ku lupakan! mengapa kau terus memikirkan nya Am? dia sudah bersama namja lain! dia tidak akan pernah menjadi milikmu!

Bangun!

Bangun dari mimpimu Am!

“Aggghhh!!” aku gila.

Aku mencintainya!

Tidak..

Aku rela mati untuknya!

Sungguh..

Hanya dialah sumber kebahagiaanku.

Hanya dialah cahayaku!

Hanya dialah jantungku!

Bagaimana bisa?

Bagaiamana bisa aku tanpa senyumnya?

Bagaimana bisa aku tanpa sentuhannya?

“Apakah kau ingin bunuh diri lagi?”

Suara itu…

“Amber Liu”

Suara itu, apakah??

“Princess”

Apakah itu kau? apakah ini nyata?

Kau tak pernah tak berhasil menghipnotisku dengan aura mu Krystal Jung.

“Ya” jawabku singkat.

Iya melangkahkan kakinya, aku dapat melihat jelas wajahnya. Matanya yang indah, bibirnya yang tipis, hidungnya yang sempurna.

Tapi, mengapa dia terlihat pucat?

“Lalu, apa yang kali ini akan kau perbuat?”

Tatapan nya…

“Aku akan menenggelami tubuhku di sungai Han” jawabku tanpa lepas dari mata indahnya.

Iya tersenyum mendengarnya, iya senyuman nya!

“Sama seperti dulu?”

Aku menganggukan kepalaku.

“Kalau begitu lakukanlah” ucapnya.

“Kalau aku melakukan nya kembali, akankah kau menyelamatkanku dan bersamaku sama seperti dulu?”

Pertanyaanku membuatnya terdiam, iya terdiam menatapku hingga ku dekatkan langkah kaki ini ke arahnya agar mata ini dapat melihat jelas kembali dirinya yang begitu ku rindukan.

“Bila hal tersebut dapat terulang, aku akan mengulanginya kembali tanpa penyesalan sedikitpun di hidupku princess” senyumku menatap wajahnya, menatap matanya yang begitu lelah, menatap wajahnya yang begitu putih bagaikan salju, menatap bibirnya yang begitu merah.

“Akankah kau menyelamatkanku kembali?”

Jaraku dan Krystal begitu dekat hingga aku bisa leluasa menatap nya.

Ingin sekali ku menyentuhnya.

Ingin sekali ku peluknya dirinya.

Ku tatap dalam matanya, mengapa matanya terpancar kesedihan? apa yang kau rasakan saat ini princess?

Ku gerakan jari-jariku, ingin sekali jari jari ini bermain di wajah cantiknya.

“Ini sudah malam, aku ingin pulang” senyumnya padaku yang perlahan meninggalkanku.

Senyum yang penuh tanda tanya.

Aku yakin ada yang terjadi sesuatu di dirinya

“Ada apa dengan dirimu?” aku menghadang jalan nya, iya kembali menatapku. Jujur aku benci tatapan itu! tatapan kosong, tatapan yang penuh dengan kesedihan.

“Aku tidak apa-apa pergilah!” iya kembali berjalan menjauhiku, tetapi ada sesuatu yang aneh dari dirinya.

“Aku tidak mungkin meninggalkan nya sendiri, ini sudah hampir jam 12 malam”

“Princess tunggu aku!” aku meraih tangan nya tapi mengapa dia menepisnya??

Iya menatapku tajam tapi tatapan nya tak lama “Aghh kepalaku”

“Krystal!” aku berusaha menahan tubuhnya yang hampir saja jatuh ke tanah.

Apa Krystal benar-benar sudah sembuh total? mengapa dia masih sakit seperti ini dan juga tubuhnya begitu dingin.

“Tubuhmu begitu dingin” aku mengambil kedua tanganya, menggosok gosokan tangan nya agar tetap hangat.

Aku bisa merasakan tatapan nya yang sedang menatapku “Llama”

aku menatapnya “Ya princess”

“Ini jam berapa?”

aku melihat arlojiku yang menunjukan pukul “00.10”

“3 hari lagi”

3 hari lagi? apa maksutnya?

“Princess! tubuhmu benar-benar dingin” Krystal hanya diam.

Sungguh tubuhnya begitu dingin, haishh!

Tak pikir panjang aku langsung memeluk tubuhnya, memeluknya dengan erat begitu erat.

Ku jatuhkan dagu ini di pundaknya merasakan aroma tubuhnya yang begitu ku sukai, merasakan kembali sentuhan nya, mersakan kembali hembusan nafasnya.

Waktu seakan berhenti, ku biarkan waktu ini larut dalam perasaan ku terhadap Krystal.

“Bruk” 

“Princess?” aku menatapnya heran yang tiba-tiba mendorong tubuhku untuk melepaskan pelukan nya.

Ah aku lupa bahwa dia sudah memiliki Kai “Mianhae, aku tak bermaksut seperti ini. Aku hanya kwatir kepadamu” tatapku lurus.

“Kau ini siapa?” aku menatapnya bingung.

“Kau ini siapa!”

“Apa maksutmu?” tanyaku bingung.

“Tidak mungkin”

“Ini tidak mungkin”

Aku menatapnya bingung “Apa maksutmu princess?”

“Kau ini siapa”

“Aku tidak mengerti maksutmu”

“Mengapa menjadi seperti ini? mengapa?!” kesal Krystal.

“Princess maafkan aku”

“Tidak, tidak mungkin” elak Krystal.

“Kau tidak mungkin obat penawarku”

“Obat penawar?” ucap Amber.

———————————————————–

sorry banyak typo hahaha

 

 

 

Advertisements

18 thoughts on “Beautiful Stranger 17

  1. sn says:

    Thor serius lu harus coretan update jangan lama lama dan bikin readers penasaran gila huaaaaaaa krys lu lama banget sih nyadarnya obat penawar lu itu amber kyaaa pingin gue makan idup idup jadinya krys.

  2. putri says:

    3 hari lagi..?? brarti ini ff akn segera berakhir,owh please thor buat smua’y berakhir indah.
    Yeess sudah aku duga amber adlah obat pnawar’y.
    Sykurlah mreka mw mnerima jessica kembali.
    Lanjut terus thor.
    Smoga author sllu sehat.

  3. taeny says:

    Sebel ma sikap amber yg pengecut….

    Ketemu juga sica ma soosun,taeny,yooseu n yuri
    N kembali menjadi sahabat nh smua berkat krystal…

    Akhir nya ktmu juga amber n krystal…

    Akhir nya krystal tau klo amber obat penawar nya…

  4. Fatmi says:

    Cie yg udah mulai sadar amber yg jadi obat penawarnya -..- lola bngt si krys, syukur deh jessica bisa lg dterima
    jaga kesehatan thor

  5. thejaeger18 says:

    sumpah ini cerita bikin geregetan
    keren bgt thor,
    alur bikin buat saya ngrasaiin dginx bdn krystal
    hahaaahhhaa
    keren thor.
    next chap hrus lebih oke yaa
    gomawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s