Beautiful Stranger 15

Hari ke-15 

Hari demi hari sudah ku lewati, ya..

Ku lewati dengan hati yang begitu berat dengan senyum yang kupaksa kan agar aku terlihat baik-baik saja. Benar benar membuatku menderita..

“Driingg Driinng” ini untuk kesekian kalinya ponselku berdering, maafkan aku tidak bisa mengangakat panggilan dari kalian, aku hanya ingin sendiri, menjauhi semuanya.

“Ohh kau lagi?”

“Annyeong haseyo” senyumku dengan wanita paruh baya.

“Kau masih menunggu disini? apa kau tidak lelah nak?”

“Hmm tidak bibi kau tidak perlu khawatir” senyumku.

“Apakah begitu penting sehingga kau harus menunggu selama ini?” tatapnya khawatir.

“Ehmm aku hanya ingin bertanya sesuatu saja bibi”

“Apa kau baik baik saja? wajahmu terlihat pucat nak, apa kau sudah makan?” aku menggigit bibirku, sebenrnya aku belum makan tapi aku harus tetap disini.

“Aku sudah makan, kau tidak perlu khawatir bibi”

“Apa kau yakin? kau jangan berbohong, ayo kita makan dulu di daerah sekitar sini, aku yakin kau pasti sangat lapar” hmm bagaimana ini? tapi erghh perutku.

“Baiklahh” senyumku.

beberapa menit kemudian

“Terima kasih bibi sudah mentraktirku” senyumku padanya tapi ntah kenapa dia malah menatapku diam.

“Ada apa bibi?”

“Mengapa kau begitu mirip dengan keluarga Jung?” aku tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan nya.

“Sudah lupakan, jaga kesehatanmu gadis cantik” aku balas dengan senyuman serta membungkukan tubuhku menunjukan hormat padanya.

“Hati hati bibi” ku lambaikan tangan ini dan kembali ke rumah Jessica unnie.

Untung saja jarak rumah serta  ini cuaca hari ini benar benar sangat menyejukan “Hoahhh” ku renggangkan kedua tanganku menikmati suasana sore hari.

“Aghh!!” sial! kepalaku kembali pusing.

“Aghhh!” ada apa ini, mengapa rasanya begitu sakit bahkan aku tidak sanggup memopang tubuhku.

Sakit, benar benar sakit! kepalaku seperti di pukul dengan benda yang begitu keras.

“Jung Soojung” aku berusaha membuka mata ini tapi terasa sangat berat bhkan terlihat kabur dan tidak jelas.

“Princess Jung Soojung” bisikan itu, bisikan itu membuat sekujur tubuhku menjadi dingin, dan membuat dadaku terasa begitu sesak.

Author Pov

“Aku datang kembali untukmu princess” Krystal terlihat tidak berdaya dnegan memegang lehernya yang begitu sulit untuk bernafas.

“Bagaimana? sangat begitu menderita bukan?” cuaca yang begitu cerah kini berubah menjadi gelap gulita dengan dingin yang begitu menyengat.

“Sayang sekali kau harus menderita seperti ini” malaikat kematian itu berbisik kepada Krystal yang membuat dirinya sangat tersiksa dengan memegang leher serta matanya yang tidak terpejam.

“Kau masih punya 15 hari lagi princess” malaikat kematian itu membelai wajah Krystal hingga Krystal mengalirkan darah segar dari hidungnya.

“Tapi kurasa akhir akhir ini kau terlihat tidak peduli dengan nyawamu” kini tangan sang malaikat kematian mengarah ke detak jantung Krystal.

“Kau ingin ku buat jantung ini tak berdebar lagi? bila itu maumu akan kulakukan dengan gembira hati”

“Tapi sayang, ini buka waktumu” iya melepaskan tanganya yang memiliki kuku yang begitu panjang bak pisau yang sangat tajam yang siap menembus apa saja yang iya mau.

“Aku akan kembali”

“Aku akan kembali lagi padamu princess” senyumnya yang begitu mengerikan.

Krystal masih terlihat tak berdaya, wajahnya begitu pucat dan tubuhnya masih mengigil hebat hingga.

“Krystal?” sesosok yeoja datang menghampiri Krystal yang tergeletak di depan halaman rumahnya.

“Krystal! apa kau tidak apa apa?” yeoja berambut coklat itu menggoyangkan tubuh Krystal yang tidak sadarkan diri.

“Ya Tuhan! tubuhnya benar-benar dingin, bagaimana ini?”

“Aku harus membawanya!” dengan sekuat tenaga yeoja itu mengangkat lengan Krystal dengan mengalungkan nya di pundak yeoja tersebut.

“Bertahanlah” dengan sekuat tenaga iya membawa Krystal menuju mobilnya.

“Jessica ada apa ini?” Jessica terlihat sedang tergesa-gesa.

“Oh my god Sica ada apa ini, kenapa dia?!” Jessica memasukan tubuhnya dengan sangat hati hati.

“Biane ibu, aku harus ke rumah sakit sekarang juga. Aku akan menghubungimu lagi” Jessica meninggalkan ibunya yang masih terkejut sedangkan Jessica segera masuk ke dalam mobil.

Di dalam perjalanan Jessica terlihat sangat khawatir, sesekali iya memantau Krystal yang berada di kursi belakang.

“Erghh”

“Kumohon bertahanlah” Jessica semakin mempercepat roda mobilnya.

Beberapa lama kemudian

“Suster tolong aku” kelima perawat itu mengikuti langkah Jessica.

Jessica segera membuka pintu “Bertahanlah Krystal”

“Kami akan memeriksanya kau tidak perlu khawatir” Jessica hanya terdiam melihat Krystal yang di bawa ke dalam ruangan untuk di periksa.

“Aku harap dia baik-baik saja” Jessica menyandarkan tubuhnya di kursi dan sedikit memijat keningnya.

“Permisi, apakah kau adalah kakak dari pasien tersebut?” tanya sang dokter yang membuat Jessica bingung,

“Y-y-ya, iya dokter aku adalah kakaknya. Bagaimana dengan keadaaan Krystal?”

“Tubuhnya begitu lemah, aku rasa dia membutuhkan istrahat intensif untuk beberapa hari ini, aku takut terjadi hal yang buruk kepadanya karena pasien terlihat memiliki fisik yang begitu lemah”

“Baiklah tidak masalah, lakukan yang terbaik untuknya dok. Aku yang akan bertanggung jawab” tegas Jessica.

“Baiklah ikut kami”

Sementara itu…

“Amber”

Amber terlihat tak bernyawa, bahkan akhir akhir ini dia banyak melamun hingga membuat teman teman nya menjadi begitu khawatir.

“Amber Liu!”

“Hmm” jawabnya singkat.

“Ya! ada apa denganmu hah?! kau benar-benar membuatku khawatir!”

“AKu tidak apa-apa Key, kau tidak perlu berteriak seperti itu” jawabnya tanpa memandang Key yang di sampingnya.

“Lihat! bagaimana kau tidak berteriak padamu jika akhir akhir ini kau banyak melamun! ada apa denganmu? kau bisa bicara padaku, jangan seperti ini!”

“Aku merindukan nya”

“Aku merindukan nya Key”

“Mwo?? apa maksutmu Am? siapa yang kau rindukan?”

“Siapa yang ku rindukan?” senyum Amber.

“Dia adalah yeoja memiliki tatapan dingin, yeoja yang suka mengatur, yeoja yang begitu manja bila iya menginginkan sesuatu”

“Aku merindukan nya Key” Amber menatap Key dengan mata yang merah.

“Aku begitu merindukan nya. Aku merindukan suaranya, aku merindukan sentuhan nya, aku merindukan tawanya. Aku merindukan nya Key, aku merindukan semua yang ada di dirinya!”

“Tapi dia jahat kepadaku” senyum simpul Amber.

“Apakah dia saat ini mempermainkanku? apa salahku hingga iya meninggalkanku? apakah aku orang yang jahat?”

“Aku harus bagaimana Key? aku tidak sanggup bila harus seperti ini terus, aku bisa gila tanpanya bila tak di sisiku!”

“Aku harus cari kemana Key, Aku harus cari kemana?!”

“Am, tengangkanlah dirimu”

“Tenang? bagaimana bisa Key? aku harus bagaimana?” Amber menatap Key.

“Key”

“Ya”

“Aku butuh daftar tamu VVIP!”

“Daftar tamu? untuk apa?”

“Aku harus mencari mereka, cari daftar mereka” perintah Amber.

“Mereka siapa Am?” bingung Key.

“SNSD”

Dengan cepat Key mencari informasi tentang mereka, tak butuh waktu lama Key menemukan apa yang di butuhkan Amber.

“Bagaimana?”

“Aku menemukannya”

“Ini adalah daftar nama-nama mereka, dan ini ada satu alamat yang mereka tinggalkan” Amber membaca alamat yang Key tunjukan.

“Ya! Amber liu kau mau kemana!” Amber pergi meninggalkan Key pergi keluar Club menuju alamat yang ingin di tuju olehnya.

Amber berjalan cukup jauh hingga menghabiskan waktu 25 menit untuk sampai “Huffhh” Amber menarik nafasnya, menatap sebuah tempat makan yang ramai mobil di depan nya.

Amber melangkah masuk ke dalamnya “Selamat datang!” Amber menatap sosok yeoja yang mungil yang sedang menyambutnya.

“K-k-kau?”

Amber menghampirinya “Dimana teman mu?” tanya Amber.

“Apa maksutmu?” tanya nya heran.

“Aku bilang di mana teman mu yang membawa Krystal!!” semua tamu menoleh ke arah Amber.

“Apa aku harus bertanya sekali lagi padamu?” tatap Amber yang membaut Sunny takut.

“Ada apa ini?” mata Amber menoleh ke arah suara.

“Kau” Amber menghampirinya.

Dengan kasar Amber meraih kerah baju namja itu “Dimana Krystal?!” namja itu hanya diam.

“Aku katakan sekali lagi dimana Krystal?! mengapa kau menyembunyikan nya dariku hah?!”

“Aku tak menyembunyikan nya darimu” Amber tersenyum kecut dan gempalan tanganya mengenai wajah namja itu hingga membutanya hampir terjatuh ke lantai.

“Yuri!” teriak Sunny yang datang membantunya.

“Ya! apa kau sudah gila!”

“Kau tidak perlu ikut campur, kau hanya ingin tahu dimana kau sembunyikan Krystal?! mengapa kau seperti ini hah? jika kau menyukai nya kau tidak perlu seperti ini!” amarah Amber semakin memuncak.

“Krystal tidak bersama Yuri”

“Lalu dimana dia? bukankah temanmu yang membawa Krystal pergi dariku?”

“Lalu mengapa kau membiarkan nya pergi darimu?” Amber menatap kesal.

“Aku tidak ingin bermain-main”

“Aku juga tidak ingin bermain-main denganmu Amber Liu”

“Hentikan Tiffany” Yuri mengusap darah yang membekas di bibirnya.

“Iya, aku yang membawa Krystal saat kita berada di club, aku ingin mengantarnya pulang tapi iya mengatakan bahwa iya tidak ingin pulang. Hingga iya bermalam di rumahku, dan saat aku kembali pulang aku tidak menemukan nya lagi, aku pikir dia pergi untuk mencari sarapan tetapi dia tak kunjung balik” Yuri menghampiri Amber.

“Kau kira aku tak mengkhwatirkan Krystal?”

“Kwon yuri” ucap Amber.

Back to Krystal.

Jessica menatap Krystal yang terbaring di tempat tidur, Jessica menatap seluruh lekukan wajah Krystal.dari mata hingga dagu yang dimilikinya.

“Krystal?” Jessica menatap Krystal dengan begitu dalam.

“Siapa dirimu? siapa dirimu Krystal, mengapa kau ada di rumahku? apa yang kau inginkan dariku?”

“Mengapa, mengapa rasanya begitu tak asing. Aku merasakan begitu dekat denganmu, begitu menyatu kepadamu padahal ini baru kedua kalinya kita bertemu tapi rasa ini benar-benar kuat”

Jessica menatap Krystal yang tertidur “Mengapa saat seperti ini, kau mirip seklai dengan..” 

“Dengan ibuku”

“Apakah, apakah kau Krystal yang…”

Jessica tersenyum tak percaya apa yang dia pikirkan “Tidak mungkin, itu tidak mungkin terjadi. Mana mungkin ada sesosok manusia setengah dewa di dunia ini. Aku rasa aku benar-benar gila”

“Tapi aghh sial, aku tidak bisa berhenti memikirkan nya! lalu siapa dirimu? Krystal…”

Jessica terlihat merengungkan siapa yang ada di hadapan nya ini, “Oh!” Jessica seperti mengingat sesuatu “Amber!”

Amber dan Yuri cs

“Lalu mengapa kau membiarkan nya pergi dan membuatnya sedih, lagi pula mengapa iya merasa lebih nyaman bersama Yuri” ucap Tiffany dengan meninggikan suaranya.

“Dengar, aku tidak pernah membuatnya sedih bahkan aku tidak pernah menyakitinya sedikit pun! aku lebih yang menderita dari pada harus Krystal yang merasakan nya. Kau mengerti? aku pun tidak tahu mengapa dia pergi meninggalkan ku begitu saja” ucap Amber.

“Sudah hentikan, di sini kami semua mengkhwatirkan Krystal dan kami juga tidak tahu dia dimana sekarang” tanggap Yuri.

“Driingg driingg”  Amber langsung mengambil ponsel yang berada di saku nya.

“Hallo”

“Amber, kau dimana?”

“Aku berada di luar, ada apa? mengapa kau menelfon malam malam begini, apa ada sesuatu yang terjadi?” Yuri, Sunny dan Tiffany menyimak pembicaraan Amber.

Amber, aku hanya ingin memberi tahu bahwa aku saat ini bersama Krystal”

“Mwo?! kau bersama Krystal? kau ada dimana sekarang? aku akan segera kesana!” Yuri, Tiffany dan Sunny terkejut saat mendengar nama Krystal.

“Baiklah tunggu Aku!” Amber bergegas pergi.

“Kau mau kemana?” Yuri mencegat jalan nya.

“Aku mendengar nama Krystal, dia ada dimana?” tanya Yuri.

“Itu bukan urusanmu!” Amber mulai berjalan tapi Yuri kembali menghadang.

“Itu urusan ku Amber! bagaimana pun juga Krystal sudah ku anggap sebagai adik!” mereka berdua saling bertatapan.

“Dia ada di rumah sakit” betapa terkejutnya mereka saat mendengar Krystal berada di rumah sakit.

“Baiklah kita akan kesana sekarang!” Yuri dan Amber bergagas pergi menuju rumah sakit.

Tak membutuhkan waktu lama, Yuri dan Amber tiba di rumah sakit pukul 22.30.

Amber lebih berjalan menuju ruangan yang di tuju tanpa memperdulikan Yuri, Amber begitu khwatir kepada Krystal, dengan berlari kecil Amber menelusuri setiap ruangan yang di hiasi cat berwarna putih

“Grek” pintu yang bergagang dingin itu kini di buka pelan oleh Amber dengan jantung yang tak berirama.

“Amber” suara lembut itu memanggil namanya tapi sayang, suara itu di hiraukan begitu saja olehnya. Iya hanya menatap fokus yeoja yang begitu iya sayangi dengan wajah pucat yang iya miliki.

“Princess” sebuah panggilan yang begitu Amber rindukan.

“Mengapa seperti ini? dasar bodoh” tak bisa menahan kuasa, Amber memeluk Krystal yang masih belum sadarkan diri.

“Bogo shipo” Amber memeluk tubuh yang begitu dingin dengan erat hingga aliran darah nya yang hangat bisa membuat tubuh Krystal menjadi jauh lebih baik.

“Aku disini princess, aku disini” Amber semakin erat memeluk tubuh Krystal seakan tubuh mereka menjadi satu.

Jessica hanya menatap Amber yang begitu meluapkan kasih nya kepada Krystal “Jadi dia wanita yang selama ini kau cintai Amber” senyum Jessica yang mulai meninggalkan Amber dan Krystal.

“Grek” pintu itu di buka oleh Jessica.

Ntah perasaan apa yang Jessica rasakan saat ini, rasa yang begitu lama yang tak iya rasakan, jantung yang kemarin tak begitu cepat berdetak tapi detik ini jantung itu terasa sedang berlari-lari, indra penciuman yang dulu selalu mencium bau khasanya kini bisa kembali iya hirup, matanya yang begitu iya sukai kini bisa kembali iya tatap.

“Sudah berapa lama aku tak merasakan ini?”

“Yuri” sebuah nama yang selalu ku ucapkan dengan air mata yang selalu berlinang di pipiku. Bagaimana tidak, hanya nama itu lah sumber kebahagiaanku.

Jessica dan Yuri saling bertatapan satu sama lain, ntah perasaan apa yang kini di rasakan. Kerinduan kah? atau sebuah kebencian?

“Kau” Yuri senyum tipis, tak percaya apa yang iya lihat.

Yuri mengepalkan tanganya, seketika rasa sakit di dadanya datang dengan luka yang begitu menyakitkan. Kenangan yang buruk kembali menggrayangi Yuri yang di lupakan oleh emosi.

Tak sanggup lagi menatapnya, Yuri pergi meninggalkan Jessica begitu saja.

“kau harus mencobanya, aku tahu kau masih menyukainya Sica” kalimat itu terpintas di pikiran Jessica yang membuat hatinya tegerak untuk menyusul Yuri yang mulai jauh dari pandangan matanya.

“Yuri!” Jessica berjalan menelusuri koridor yang begitu panjang, tak tahu harus melangkah kemana. Hanya mengikuti kata hati  serta perasaan nya yang kuat kepada Yuri. Jessica kembali berlari kecil hingga iya keluar dari pintu rumah sakit. Jessica sedikit mengatur nafasnya dengan menengok kanan dan kiri berharap iya masih bisa mengejar Yuri.

“Yuri!” Jessica kembali berlari mengejar Yuri yang mau masuk ke dalam mobilnya.

“Yuri!” Jessica kembali teriak karena Yuri sudah masuk ke dalam mobilnya

“Cliittt” suara ban mobil sport Yuri siap melaju pergi tapi..

“Dup” Jessica menahan mobil Yuri dengan tubuhnya hingga membuatnya terjatuh.

Tak pikir panjang, Yuri langsung keluar dari mobil untuk melihat keadaan Jessica.

“Ya!!”teriak Yuri.

“Apa kau gila?!! apa kau ingin mati hah?!!” teriak Yuri dengan amarah di dadanya.

“Aku hanya ingin bicara padamu Yul” Jessica berusaha bangun dengan luka di lututnya, dapat terlihat jelas karena lampu sorot mobil Yuri yang menarangkan cahaya.

“Apa? apa katamu? bicara denganku? hoaaah kau benar-benar wanita yang luar biasa Jung Sooyeon!” Yuri memutar badan nya untuk kembali masuk kedalam mobil.

“Yuri” Jessica memegang lengan Yuri, yang membuat Yuri sangat terkejut atas sentuhan nya.

“Yuri berikan aku waktu untuk menjelaskan semuanya padamu, aku mohon” Jessica melinangkan air matanya.

“Kumohon Yuri berikan aku kesempatan, aku tidak ingin tersiksa seperti inii terus”

“Apa? apa yang ingin kau katakan, mengapa tak dari dulu kau katakan semuanya? mengapa harus sekarang di saat aku benar-benar melupakanmu! dan sekarang kau datang se enaknya tanpa rasa bersalah di dirimu dan meminta maaf kepadaku?! setelah apa yang kau perbuat padaku hingga aku benar-benar tersiksa setiap harinya!!” bibir Yuri bergetar dan matanya meluapkan kekesalan dengan berkaca-kaca.

“Kau tahu, saat ini aku merasa 100 kali lipat menderita. Kau tahu karena apa? karena kau kembali, karena aku harus melihat wajahmu lagi!! wajah yang dulu setiap harinya selalu memberikan senyuman kepadaku! wajah yang selalu membuatku semangat dalam menjalani semua hidupku,  wajah yang begitu ku rindukan hingga aku harus menangis di dalam mimpiku?!!” Yuri meneteskan airmatanya.

“Dan sekarang kau kembali begitu saja tanpa sadar apa yang telah kau lakukan kepadaku? begitu sulit aku melupakanmu hingga rasanya aku ingin menghabisi diri ini!”

“Apa kau tidak puas menyiksaku? apa kau tidak puas dengan membunuhku pelan-pelan? sangat sakit, begitu sakit nya yang kurasakan di hati ini Jessica”

“Yuri maafkan aku, aku melakukan semua ini karena”

“Cukup, aku tidak ingin mendengar semua ucapan darimu”

“Yuri! dengarkan aku” Yuri masuk ke dalam mobilnya.

“Yuri!” Yuri langsung pergi tanpa memperdulikan Jessica.

“Yuri maafkan aku, sungguh maafkan aku” Jessica menangis terisak-isak.

Hari ke-14

Matahari mulai memancarkan hangatnya ke celah-celah ruangan hingga menyinari wajah Krystal yang membuatnya terbangun dari tidur panjangnya.

“Mengapa rasanya begitu hangat, begitu nyaman hingga rasanya aku ingin kembali tidur lagi. Tapi mengapa hangatnya terasa berbeda dan hmmhh aku dapat mencium bau yang begitu khas dan rasanya begitu dekat dengan ku”

Krystal membuka matanya perlahan “Apa ini?” telunjuk Krystal menyentuh lembut sesuatu yang ada di depanya,tidak cukup menyentuh Krystal mendongakan kepalanya..

“Hoaaahhhh!!! ada apa ini! mengapa dia ada disini?”

Krystal merasakan sentuhan tangan Amber yang melingkari tubuhnya “Apa ini! tidak tidak! aku harus bangun tapi bagaimana? sejak kapan ini terjadi? apakah semalaman ini aku dan Amber, berpelukan dalam tidur..?”

“Erghh” mendengar suara Amber, Krystal kembali pura pura tertidur.

“Hoaah” Amber sedikit merenggangkan tubuhnya.

“Selamat pagi dunia” senyum Amber dengan lebar dan begitu semagat.

Amber menengok ke arah kanan nya dengan senyuman yang luar biasa indahnya “Dia masih tertidur” Amber meletakan tangan nya ke kening Krystal.

“Aku rasa badan nya sudah kembali hangat, hoaahh aku rasa ini karena pelukan ku hahaha”  tawa Amber.

“Ergghh dasar llama bodoh! ingin sekali rasanya saat ini aku memukul kepalamu yang bodoh itu!” batin Krystal.

Amber mulai bangun dari tidurnya, merapikan selimut Krystal yang sedikit berantakan untuk kembali menghangatkan tubuh sang princess “Cepat sembuh Princess Jung” sedikit sentuhan Amber untuk merapikan rambutnya.

“Oh!”

Amber berjalan keluar ruangan “Dia dimana?” mencari cari setiap sudut rumah sakit, tak kunjung menemukan Amber mencoba menelfon nya tapi sial handphone nya tertinggal di kamar.

“Haishh dimana dia?”

Tak putus asa Amber mencari di sekeliling rumah sakit, dengan mengitari taman hingga harus balik ke dalam rumah sakit tapi tak kunjung iya temui.

“Dimana kau” Amber menarik nafasnya dan sejenak berfikir.

“Atap club! iya, dia mengatakan bila dia ada masalah dia akan selalu kesana!” Amber segera menuju club nya dimana dia dan Jessica sering menhabsikan waktu bersama.

Ternyta Amber membuahkan hasil, tak di sangka iya berhasil menemukan nya. Amber menatap dari jauh, “Ada apa dengan wajahnya? mengapa pagi pagi begini dia sudah terlihat sedih?”

Amber melangkahkan kakinya mendekati sosok yeoja yang terdiam menatap indahnya kota di pagi hari “Kau dan Krystal memang benar-benar sama” Amber berdiri tepat di samping Jessica dengan menatap jalan di bawahnya.

“Amber?” tatap kejut Jessica.

Amber menoleh ke arah Jessica, menatapnya begitu dalam “Ada apa denganmu?” lirih Amber.

“Aku tidak apa-apa kau tidak usah khwatir” senyum paksa Jessica.

“Kau tau bukan di saat kau berkata seperti itu aku tidak akan pernah percaya kalau kau baik-baik saja” Amber tak melepas pandangan nya.

“Kau dari mana saja semalaman ini? mengapa kau tak kembali ke kamar Krystal?” Jessica memilih diam tak menjawab pertanyaan Amber.

“Aku ingin pergi jauh Am”

“Apa maksutmu Sica?” heran Amber.

“Aku tak ingin ada disini”

“Jessica, aku sudah pernah bilang padamu bukan? kalau kau memiliki masalah kau bisa cerita padaku. Aku akan selalu ada untukmu” tatap serius Amber.

“Kau tak akan pernah mengerti Am!” seketika Jessica menjadi emosi.

“sampai matipun dia tidak akan pernah memaafakanku!” tegas Jessica.

“Yuri” Jessica menatap Amber.

“Jadi dia orangnya?” senyum simpul Amber.

“Lalu sekarang kau mau pergi begitu saja darinya? kau sudah terlalu lama menunggu Sica, kau sudah terlalu lama untuk menutupi semuanya tapi di saat dia depan matamu kau ingin lari begitu saja dan menyerah begitu saja? kau menyayanginya bukan, tidak. Kau bukan menyayangingya tapi kau mencintainya” ucap Amber.

“Jessica” Amber memegang tangan Jessica.

“Aku tahu Yuri begitu membencimu, aku tahu Yuri begitu muak dengan mu tapi di hati kecilnya dia begitu mencintaimu itu sebabnya dia begitu marah kepadamu, karena iya kehilangan belahan jiwanya” Jessica meneteskan airmata.

“Aku tidak bisa Am, aku tidak tahan. Aku sudah terlalu menyakitinya, ini adalah sebuah kesalahan! seharusnya aku tidak usah kembali ke Korea! seharusnya aku tidak pernah untuk mencari Yuri!” Jessica begitu emosi hingga wajahnya memerah.

“Kau tidak tahu bagaimana sakitnya Yuri saat iya ku tinggalkan, dan sekarang dimana iya sudah melupakan ku dan kini dia sudah hidup bahagia, aku malah hadir kembali di depan matanya. Seharusnya itu tidak pernah aku lakukan Am! kau tidak tahu bagaimana sakit yang iya rasakan, aku bisa meraskaan itu dari bola matanya Am.  Seharusnya aku membawa perasaan ini sampai aku mati!”

Jessica melangkah maju mendekati pagar pembatas “Jessica! apa yang kau lakukan!” teriak Amber.

“Aku lelah Am, aku lelah menghadapi ini semua!” Jessica mulai mendekati pinggir gedung yang begitu curam tanpa adanya pengamanan.

“Jessica! apa yang kau lakukan! apa kau sudah gila?! kita bisa mencari jalan lain” teriak Amber yang ingin mendekati Jessica.

“Aku sudah bertahan bertahun tahun untuk semua ini Am! aku lelah! aku ingin mengakhiri semua ini!”

“Jessica!”

“Jika kau maju selangkah, aku akan melompat” ucap Jessica dengan angin yang berhembus kuat.

“Jessica dengarkan aku! kau tidak boleh putus asa seperti ini! masih ada jalan keluar Sica, aku akan membantumu! aku akan di sampingmu! jika kau mati, semua penderitaanmu selama ini adalah sia-sia, semua pengorbanan yang kau lakukan juga sia-sia! apa kau tidak ingin membayarnya dengan sebuah kebahagiaan?”

“Jessica ingat, kau tidak sendiri di dunia ini! masih ada ibumu, masih ada aku!” tegas Amber.

“Berhenti membujuku Am! terima kasih Am, terima kasih selama ini kau menemaniku” Jessica memejamkan matanya, mengangakat kedua tanganya. Membiarkan angin menghempas tubuhnya di gedung yang begitu tinggia.

“Biane” Jessica meneteskan airmatanya.

Jessica mulai melemaskan semua otot di tubuhnya, membiarkan angin membawa tubuhnya jatuh ke tanah dengan kuat.

“Maafkan aku”

“Bagaimana dengan adikmu!!” teriak Amber.

“Bagaimana dengan adikmu Sica?”

“Bagaimana dengan Krystal!” Jessica membuka matanya.

Amber melangkah mendekati Jessica “Krystal, Krystal Jung Soojung! itu nama lengkapnya” Amber menarik nafasnya.

“Nama yang selalu kau dengar, nama yang selalu kau cari kebenaran nya, nama yang selalu ibumu ucapkan” Jessica terdiam tak mampu berkata apa-apa, iya tak percaya apa yang di katakan Amber kepadanya.

“Krystal adalah adikmu, apakah kau tega meninggalkan nya begitu saja?”

“Tidak mungkin”

“Dia adalah adikmu, dia adalah anak dari ibumu”

Sementara itu krystal

Krystal terlihat sedang menikmati sarapan nya seorang diri “Aku benci makanan ini” haishh mengapa aku harus bertemu dengan dia lagi? benar benar menyebalkan! 

“Drinngg driiingg” Krystal menghentikan makan nya karena suara yang menarik perhatian nya.

“Apakah itu suara ponsel?” Krystal mencari cari sumber suaranya.

“Oh itu” Krystal menggapai ponselnya yang berada di sampingnya.

“Apakah ini ponsel Amber?” Krystal memriksa ponselnya itu dengan melihat ponselnya.

“Dringg driingg” ponsel itu kembali berdering.

“Apa ini?” Krystal terkejut saat layar dari ponsel itu mengeluarkan sebuah foto dimana sosok yeoja bersama wanita paruh baya sedang berpelukan dengan senyum di wajah mereka.

Seketika tangan Krystal menjadi gemetar, bahkan tubuhnya drastis menjadi lemas saat apa yang iya lihat. Secara reflek Krystal menggeser warna hijau di layar ponsel tersebut, dengan gugupnya iya mendekati ponsel itu ke telingnya.

“Hallo” Krystal terdiam mendengarnya, Krystal hanya diam tak mampu berakata apa-apa.

“Hallo, Jung Sooyeon kau dimana? mengapa kau tidak ada kabar? mata Krystal berkaca-kaca, jantung nya berdebar hebat! tanganya seketika menjadi dingin.

“Hallo, Jung Sooyeon? cepat pulang , ibu sangat mengkhwatirkanmu” Krystal meneteskan airmatanya.

“Hallo”

“Hallo” bibir Krystal bergetar.

“Hallo”

“Eomma”

“Jung Sooyeon?”

“Eommaaa…”

———————————————————————————————————–

Hoaaaahh pegel! hahahaha..

Advertisements

12 thoughts on “Beautiful Stranger 15

  1. emping says:

    aduhhhhh thor bikin deg degan thor seneg akhir nya jesica tau kalo krystal ade nya asyik bentar lgi tpi siapa sih obat beby jung hmmmmmmmm trus yuri lgi kenapa sih sebener nya ada apa sama yulsic sampe gitu banget semanggat thor lanjut jangan lama2 yah thor

  2. sn says:

    Baby king tinggal 14 hari tersisa , cepet cepet dapetin obatnya deh, n ketemu sama keluarga nya deh, yuri mudah mudahan bali kan lagi sama sica dengan secepatnya.

  3. AA says:

    Loh kok aku blm komen ya? Hahaha. Padahal aku udh baca, ini yg kedua kali karena dikirain part ini blm di baca. Mian thor:v aku menunggu kelanjutannya ;3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s