Beautiful Stranger 14

Hening..

Sebuah keheningan yang terjadi diantara mereka dengan seribu pertanyaan di pikiran mereka. Mengapa,bagaiamana, dan kenapa ini terjadi.

Sebuah kejadian yang tak pernah terfikirankan akan terjadi saat ini detik ini bahkan sang waktu berpihak kepada mereka, dengan berputar putar di antara mereka melempar pandang satu sama lain, tidak tahu kata apa yang akan mereka ucapkan satu sama lain selain hati yang saling merindukan..

“Apa ini, apa ini semua?” seorang namja yang berkulit coklat itu menatap dengan heran.

“Krystal apa ini? apa yang kau lakukan?” tatapnya tajam.

“Yuri oppa biane aku telah membuatmu khawatir, aku disini untuk mencari Amber”

“Ayo kita pulang!” Yuri terlihat tidak senang dengan situasi saat ini, hingga iya menarik paksa Krystal untuk mengikutinya.

“Oppa” lirih Krystal.

“Hentikan” Yuri menghentikan langkahnya, melihat seorang namja yang memegang erat tangan Krystal dengan wajah yang marah.

“Apa seperti ini kau memperlakukan seorang wanita?”

“Amber” Krystal menatap Amber.

Amber dan Yuri saling melempar pandangan mereka “Aku ingin membawa Krystal pulang, aku tidak ingin dia berada disini” tatap Yuri tidak senang.

“Krystal akan pulang bersamamku” genggam tangan Amber dengan menatap wajah Krystal.

“Kau ingin pulang denganku atau dia Krys?” tanya Yuri yang membuat Krystal menoleh ke arahnya tapi tidak waktu lama Krystal terlihat sedang berfikir dan entah kenapa dia memikirkan Jessica yang tepat di belakang Amber.

“Aku akan pulang bersama Yuri oppa Am” Amber tersenyum lirih mendengarnya.

“Apa? apa maksutmu? apa salahku padamu Krystal, kenapa kau lebih memilih dia dari pada aku?” tanya Amber dengan wajah yang tidak suka.

“Aku tidak ingin menggangumu” Krystal mendundukan kepalanya.

“Mengangguku? kau tidak pernah mengganguku kau salah paham”

“Amber..” sentuhan yeoja berambut blonde itu membuat Amber berhenti bertutur kata.

“Biarkanlah, biarkanlah dia pergi bersamanya” Amber terdiam, sedikit demi sedikit iya melonggarkan jari jemarinya meninggalkan jari jari mungil yang dimiliki sang pujaan hati.

Sedangkan di sisi lain Yuri tak sedikitpun menatap wajah Jessica, iya tidak ingin menatap wajahnya kembali iya tidak ingin ingatan nya kembali yang telah iya kubur sedalam dalamnya di lubuk hatinya.

Sedangkan Jessica menahan airmatanya, menahan rasa rindu yang begitu besar, menahan tangan nya yang ingin sekali menyentuh wajah namja yang selama ini iya rindukan.

Amber melepaskan tangan Krystal menatapnya hingga iya menghilang dari pelupuk mata coklatnya bersama namja lain.

“Apa salahku? apa kau tidak tahu aku begitu merindukanmu?”

Krystal dan Yuri 

Krystal dan Yuri di dalam perjalanan “Oppa,gwaenchanha?” Krystal menatap Yuri khawatir.

“Aku tidak apa-apa Krys” senyum Yuri.

“Apa kau yakin? kau terlihat berbeda oppa, kau terlihat sangat marah itu seperti bukan dirimu oppa. Apakah kau marah kepadaku karena aku pergi begitu saja?”

“Tentu saja tidak, kau adalah adiku Krys mana bisa aku marah kepada adiku sendiri” senyum Yuri.

“Lalu mengapa, mengapa kau marah oppa? apa karena Amber?” Yuri menggelengkan kepalanya.

“Lalu?”

“Hmmm kau hari ini begitu banyak sekali pertanyaan, oh iya kau ingin turun dimana?” Krystal diam sejenak.

“Krys?”

“Ohh ehmm aku tidak ingin pulang” Yuri menatap heran.

“Mwo? mengapa, mengapa tak ingin pulang?”

“Bolehkah aku minap di rumah oppa lagi?” Yuri tersenyum mendengarnya.

“Tentu saja boleh tapi kau harus memberi tahu temanmu bahwa kau tidak pulang malam ini nanti dia akan khawatir”

“Tidak perlu”

Yuri langsung membawa Krystal di kediaman nya yang besar “Masuklah” Yuri membereskan kamarnya.

“Krystal malam ini kau tidur disini” tunjuk Yuri.

“Mwo? maksut oppa..” Krystal menatap curiga.

“Haha jangan menatapku seperti itu Krys, malam ini aku tidak tidur di rumah jadi kau akan tidur dikamarku okee, aku harus pergi lagi untuk menyusul mereka jika ada apa apa kau tinggal menghubungiku” senyum Yuri.

“Terima kasih oppa”

Sementara itu Jessica dan Amber.

“Yuri”

“Dia Yuri yang selama ini kau cari bukan?” Jessica menatap Amber.

“Apa maksutmu?”

“Mengapa kau menghindar, mengapa kau bersembunyi di bayanganku Sica? aku tahu isi hatimu, aku tahu itu semua” Amber menatap lurus wajah Jessica yang menahan tangisnya.

“Am….” Jessica tak kuasa menahan tangisnya dan memeluk erat tubuh Amber yang jauh lebih besar darinya.

“Aku tidak bisa, aku tidak bisa. Dia membenciku” Jessica tenggelam di dalam pelukan Amber dengan berlinang air mata.

“Dia bahkan enggan menatapku Am, dia membuang wajahnya dariku” Amber menenangkan Jessica dengan mengelus pundaknya.

“Aku yakin dia tidak membencimu seperti yang kau pikirkan” balas Amber.

“Jessica lihat aku” Amber memegang kedua pundak Jessica.

“Berikan dia waktu, mungkin dia masih syok atau dia merasa belum siap untuk bertemu denganmu Sica. Kau sudah bertahun tahun tidak bertemu dengannya, aku yakin dia juga merindukanmu percayalah padaku” Amber menghapus airmata di pipi Jessica.

“Tapi..” Jessica menatap dengan berbinang air mata.

“Ssttt sudah jangan terlalu di pikirkan itu akan membuatmu sedih, berikan lah Yuri waktu untuk menyadari bahwa kau ada disini, kau ada disini untuk kembali kepadanya” senyum Amber menangkan Jessica.

“Terima kasih, kau benar-benar malaikat penolongku” Jessica kembali memeluk Amber untuk sesaat.

“Ini sudah kewajiban ku sebagai sahabatmu Sica”

“Ehmmm”

“Apa ada lagi yang ingin kau utarakan?” tanya Amber.

“Aku minta maaf”

“Minta maaf untuk apa?” bingung Amber.

“Karena membuat pacarmu cemburu, aku tidak bermaksut mengatakan hal seperti itu kepadamu Am hanya saja pada saat itu aku merasakan kesepian dan membutuhkan seseorang di sampingku, sekali lagi maafkan aku” Amber tersenyum mendengarnya.

“Kau jangan berlebihan seperti ini Sica aku tidak pernah padamu lagi pula dia bukan pacarku juga”

“Aku tahu, dia sudah cerita padaku”

“Cerita padamu? bagaimana bisa” tanya Amber.

“Namanya Krystal bukan? kau beruntung sekali mendapatkan wanita secantik dia, kecantikan nya benar-benar luar biasa tetapi…”

“Tetapi mengapa aku tidak asing denganya aku merasakan ada sesuatu yang begitu dekat denganya tetapi aku baru pertama kali ini bertemu denganya tapi rasanya sangat kuat” heran Jessica.

Amber menatapa Jessica hingga membuat Jessica menjadi tambah bingung “Kau kenapa? kenapa kau melihatku seperti itu Am?” tanyanya bingung.

“Hhaha tidak apa Sica”

“Kau yakin?” tanyanya ulang?

“Ne” jawab singkat Amber.

Back to Krystal 

Krystal terlihat merenung, iya terlihat memikirkan sesuatu di dalam benak pikiran nya membuatnya tidak bisa tidur hingga ia memutuskan untuk bangkit dari tempat tidur berukuran besar dan mulai berjalan mengitar kamar besar milik Yuri.

“Mengapa bisa oppa memiliki kamar sebesar ini? hmmmh” Krystal menatap koleksi mainan Yuri yang terpajang rapi di sebuah lemari kaca yang begitu besar.

“Seperti anak-anak saja” senyum Krystal.

Krystal melangkah dan mulai memegang alat musik yang cukup besar berwarna putih yang terpajang di kamar Yuri.

“Aku tidak mengetahui kalau Yuri oppa menyukai piano” Krystal sedikit menyentuh satu persatu hingga mengeluarkan suara yang indah.

“Kurasa cukup bermain main denganmu” senyum Krystal yang meninggalkan piano putih besar tersebut, kini langkah Krystal menuju sebuah meja yang di hiasi beberapa foto.

Krystal terseyum melihat nya karena di foto itu Yuri dan para unnies nya terlihat bahagia satu sama lain tapi…

Tapi ada satu foto yang tidak di pajang, satu bingkai foto yang di tutup rapat olehnya. Membuat diriku bertanya siapa di balik bingkai itu?

Perlahan kubalik bingkai foto ini dan…

“Dia?” sungguh membuatku terkejut.

“Apakah dia?” seribu pertanyaan tertancap di benaku.

Wajah Yuri oppa terlihat sangat senang, senyum nya benar-benar memancarkan kebahagiaan bersamanya. Apakah dia wanita yang selama ini kau cintai oppa? wanita yang selalu ada di hatimu hingga sekarang?

“Apakah kau benar-benar menyakiti oppaku Jessica?” tatapku melihat Yuri oppa dengan Jessica saling tertawa satu sama lain, ntah kenapa aku merasa bahagia melihat kenangan ini.

Apakah benar kau menyakiti oppaku? apakah benar kau pergi meninggalkan nya begitu saja? tapi aku rasa itu tidak, mata mereka saling memancarkan rasa cinta yang kuat antar satu sama lain.

Aku rasa ada sebuah alasan di balik kepergian Jessica meninggalkanmu oppa, aku yakin dia memiliki sebuah rahasia yang iya simpan sendiri.

“Apa yang harus ku lakukan agar kau kembali tersenyum oppa? kau terlalu baik kepadaku, untuk itu aku akan membawa kembali dia ke kehidupanmu” senyumku menatap kedua sepasang kekasih ini dengan senyuman di wajah mereka.

Hari ke 18

Author Pov

Krystal mulai terbangun dari tidurnya, Krystal terbangun dengan keadaan yang bingung. Iya merasakan ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang tidak biasanya saat iya menyambut matahari pagi.

Krystal menatap sekeliling, semuanya terasa kosong baginya. Tidak ada harum masakan di pagi hari yang terkadang membangunkan nya, tidak ada susu putih hangat yang iya sukai, tidak ada sepucuk surat yang tertulis di meja makan setiap paginya.

“Berbeda, mengapa seperti ini? mengapa rasanya sangat kosong” Krystal duduk untuk merenung dan mengeluarkan sesuatu dari saku celana nya.

Sebuah kunci gembok yang selalu iya bawa kemanapun, iya menatap kunci itu mengingat kejadian dimana iya dan Amber berjalan berdua di malam hari dengan menulis sebuah tulisan di gembok yang mereka buat.

“Lock love” sebuah kunci cinta yang Krysta tidak ketahui bahwa ini adalah gembok sepasang kekasih.

Krystal terus memandang kunci itu mengingat kejadian iya menghabiskan waktu bersama Amber.

“Bisakah aku melupakanmu? melupakan semua kenangan kita saat menghabiskan waktu bersama? melupakan semua kisah yang telah kita rangkai.

“Kau sungguh menyiksaku, kau sungguh menyiksaku Amber” sedih Krystal.

“Bagaimana bisa…”

“Bagaimana bisa aku menjelaskan semuanya kepadamu, menjelaskan apa yang sebenrnya terjadi pada diriku” hati Krystal mulai bergejolak, tak sanggup lagi menahan sakit di dadanya hingga iya melupakan semuanya dengan tangis di wajahnya.

“Bagaimana bisa Am”

Driingg driinggg” ponsel Krystal berdering.

Krystal menarik panjang nafasnya berusaha menengakan dirinya “Hufhh”

“Ne oppa”

“Kau sudah bangun?”

“Aku sudah bangun” jawab Krystal.

“Biane aku tidak pulang malam tadi karena pekerjaanku yang banyak tapi aku akan segera pulang untuk membuat sarapan untukmu”

“Tidak perlu oppa, aku akan makan di luar saja. Aku tidak ingin merepotkanmu”

“Hmm baiklah, jika kau lapar ada bahan makanan di kulkas kau bisa memasaknya sesuka hatimu” ucap Yuri.

“Ne oppa terima kasih”

“Kalau begitu aku tutup telfon nya, bye Krystal” Krystal menutup telfon nya dan seketika iya kembali mengingat Yuri dengan Jessica.

Krystal kembali membuka ponselnya mencari nama yang iya cari “Ketemu!” Krystal langsung menyentuh layar untuk menghubunginya.

“Yeoboseyo”

Siapa ini?

“Oppa ini aku Krystal!”

“Ohh kau ice! ada apa?” riangnya.

“Oppa, apakah kita bisa bertemu?”

Tentu saja bisa!” sautnya gembira.

“Haha baiklah, kau ku tunggu di cafe tempat oppa Yuri biasa oke” Krystal memutuskan sambungan nya.

Setelah bersiap-siap Krystal bergegas pergi dari rumah Yuri dan pergi ke cafe tempat yang sudah di janjikan.

Krystal duduk menunggu dengan memasan jus manggga kesukaan nya, sesekali iya melihat jam yang sudah menunjukan pukul 12.16.

“Mengapa lama sekali” Krystal mengaduk-aduk jusnya yang sudah hampir habis.

Di tengah tengah kebosanan nya akhirnya ornag yang iya tunggu datang “Tae oppa!” Krystal melambaikan tanganya agar Taeyeon bisa melihatnya.

“Oh!” Taeyeon membalas dengan lamabain dan segera menghampiri Krystal yang duduk di pinggir kaca.

“Biane aku terlambat karena Tiffany memintaku untuk mengantarnya ke mall”

“Haha tidak apa oppa, lagi pula aku merepotkanmu”

“Aniooo, kau tidak merepotkanku sama sekali Krys” senyum Taeyeon.

“Lalu, apa yang ingin kau bicarakan? sepertinya sangat penting” tatap Taeyeon.

“Hmm aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu oppa”

“Kau ingin bertanya apa? pasti akan ku jawab” senyum Taeyeon.

“Ehmm aku ingin mengetahui alamat rumah Jessica”  seketika mendengar kata Jessica wajah Taeyeon sedikit berubah.

“Untuk apa?” serius Taeyeon.

“Aku ingin tahu saja oppa”

“Apa kau benar-benar tertarik padanya? kau tertarik padanya apa karena dia mirip sekali denganmu atau kau ingin membuat Yuri kembali padanya?” Krystal dan Taeyeon saling bertatapan, Krystal sejenak terdiam mendengar apa yang di katakan Taeyeon padanya.

“Kau tidak bisa menjawab?” tanya Taeyeon.

“Aku hanya ingin membuat Yuri oppa bahagia” ucap Krystal pelan.

“Dengan cara seperti itu?” tanya Taeyeon.

“Krystal, kau tahu kami semua berusaha menyingkirkan Jessica dari kehidupan Yuri, kami semua berusaha untuk membuang semua kenangan Jessica di benak Yuri dan kami semua berusaha untuk tidak mengingatnya kembali, tapi…” Taeyeon menatap Krystal.

“Tapi kau menginginkan dia kembali pada Yuri?” tatap serius Taeyeon.

“Kau menginginkan dia kembali kepada Yuri yang hampir saja membuat Yuri mati, yang benar saja” senyum simpul Taeyeon.

“Oppa, aku merasakan bahwa Jessica meninggalkan Yuri oppa karena memiliki alasan yang kuat”

“Iya, alasan dimana iya lebih memilih karir serta hartanya dari pada kami yang 7 tahun bersama nya? dan dia pergi begitu saja tanpa memperdulikan Yuri?! kau tidak tahu betapa sakitnya kami, kau tidak tahu betapa hancurnya Yuri saat iya pergi meninggalkan nya? kau tidak akan pernah tahu rasanya Krystal, karena kenapa? karena kau tidak berada di posisi kami” ucap Taeyeon.

“Tapi oppa, aku merasakan ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang mengganjal di hatiku. Aku hanya ingin bertemu dengan nya”

Taeyeon bangun dari tempat duduknya “Aku tidak bisa Krys, kau minta tolong dengan yang lain saja” Taeyeon berjalan meninggalkan Krystal tapi Krystal memegang lengan Taeyeon yang membuat nya berhenti.

“Mau sampai kapan kau berbohong? mau sampai kapan?” tatap Krystal.

“Apa maksutmu?” tanya Taeyeon.

“Kau tahu alasan nya mengapa aku memilih bertanya kepadamu dari pada dengan yang lain?” mereka berdua saling melempar padangan.

“Itu karena kau tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang Jessica katakan pada saat itu, kau tidak sepenuhnya membenci dirinya seperti yang mereka lakukan terhadap Jessica, kau tidak percaya atas Jessica yang lakukan saat ini dan aku yakin sepenuhnya bahwa kau yakin, Jessica masih menyimpan rahasia yang lain terhadap kalian” kini Krystal dan Taeyeon saling bertatapan membuat Taeyeon tidak bisa berkata apa-apa, hanya senyum tipis yang terukir di wajahnya.

Taeyeon melepaska genggaman Krystal “Hufhh anak ini” Taeyeon menggelengkan kepalanya.

“Mana ponselmu?” pinta Taeyon.

“Mwo?” bingung Krystal.

“Cepat mana sebelum aku berubah pikiran” Krystal segera memberikan ponselnya kepada Taeyeon.

Krystal melihat Taeyeon yang sednag mengetik sesuatu di ponselnya “ini”

Krystal menatap layar ponselnya “Aku tidak tahu itu masih alamat rumahnya atau bukan, kau coba saja kesana” mata Krystal berbinar binar senang menadapatkan alamat rumah Jessica.

“Gomawo oppa” Krystal memeluk Taeyeon karena begitu senang.

“Semoga berhasil” senyum Taeyeon memegang kedua pundak Krystal.

Krystal mulai bergegas mencari alamat yang di berikan Taeyon padanya “Nona, ini alamat yang kau tuju” Krystal menatap dari luar jendela, merasa tidak yakin akan tempatnya.

“Ahjussi apa kau yakin ini alamatnya?” tanya Krystal heran.

“Tentu nona”

Krystal kembali menatap rumah yang terlihat tidak berpenghuni “Baiklah Ahjussi terima kasih”

Krystal berdiri di depan rumah yang tidak terawat “Apakah ini benar rumahnya?” Krystal melangkah mendekati pagar rumah yang tidak terkunci, tanpa rasa ragu Krystal melangkah ke pintu utama rumah dan mencoba mengetuk pintu rumah yang sudah di kelilingi rumput rumput liar.

“Permisi” Krystal diam menunggu akan jawaban sang tuan rumah.

“Permisi” Krystal kembali mengetuk.

“Permisi” Krystal mulai terlihat resah.

“Nona apa yang kau lakukan disana?” Krystal terkejut mendengar suara yang datang.

“Ohh annyeong haseyo” Krystal membungkukan badanya.

“Apa bibi pemilik rumah ini?” tanya Krystal.

“Tentu saja bukan nak” wajah Krystal seketika menjadi berubah.

“Aku hanya tetangganya, sudah 3 tahun ini mereka meninggalkan rumah ini dengan begitu saja. Aku dengar mereka semua pindah ke China” jelas bibi tersebut.

“Benarkah?” Krystal menghela nafasnya.

“Tapi, tapi aku pernah melihat anak perempuan nya datang kesini”

“Kau melihatnya? kapan kau melihatnya bibi?” tanya penasaran Krystal.

“Dua hari yang lalu, sepertinya iya membawa bingkai foto di tanganya, sepertinya mereka tidak tinggal di tempat ini lagi”

“Bibi, apa kau tahu alamat rumah baru mereka?”

“Ehmm aku tidak tahu nak, keluarga mereka jarang sekali untuk dekat dengan tetangga tapi sepertinya mereka saat ini ada di Seoul tapi aku tidak tahu dimana” ucap sang bibi.

“Hmm baiklah terima kasih bibi” senyum Krystal dengan membungkuk pergi meninggalkan rumah tersebut.

“Huffh” Krystal terlihat kecewa dna tidak tahu harus berbuat apa.

“Aku harus cari kemana?” Krystal berdiri merenung melihat kembali alamat yang di berikan Taeyeon.

“Aghhh!” seketika Krystal memegang kepalanya.

“Tolong jangan sekarang” Krystal terus memegang kepalanya.

“Krystal” Krystal berusaha melihat seseorang yang menghampirinya.

“Krystal, kwaenchana??”

“Kai?” Krystal terkejut melihat Kai yang kini berdiri di dekatnya.

“Kau tidak apa-apa? kau terlihat tidak baik” Kai menatap Krystal khawatir.

“Aku tidak apa-apa, mungkin aku hanya sedikit kelelahan” jawab Krystal dengan berusaha tersenyum.

“Kalau begitu kau akan ku antar pulang oke” Krystal hanya mengangguk.

Krystal Pov

Pandanganku terasa kabur, aku benar-benar merasa lemas tapi untung saja ada Kai yang segera menolongku.

“Ini”

“Terima kasih” aku mengambil sebotol air putih yang dia berikan kepadaku, setidaknya air ini bisa sedikit membuatku baik.

“Apa kau terus seperti ini?”

“Maksutmu?” tanyaku bingung.

“Maksutku kau selalu terlihat tidak enak badan”

“Aku tidak apa-apa Kai, kau tidak perlu khwatir” senyumku.

Aku menarik nafasku dan kembali meminum air putih “Kau ingin ku antar kemana?”

“Ehmm aku tidak tahu” jawabku menatap luar jendela.

“Tidak tahu? jadi kau saat ini tidak memiliki tujuan?” aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Ehmm Kai”

“Ne”

“Apa kau mengetahui tentang Jessica?” aku menatap Kai yang cukup lama menjawab pertanyaanku, aku rasa mereka semua akan syok bila ku tanya hal ini.

“Tentu saja, tentu saja aku mengetahui Jessica noona. Dia sangat hangat dan baik hati, ya walaupun dia sedikit dingin haha tapi dia benar-benar noona yang baik kepada hyeong ku” jawab Kai dengan menyetir

Hmm jadi Jessica lebih tua dariku “Lalu Kai, apa kau tahu dimana tempat mereka biasa berkumpul bersama?”

“Hmmm aku tahu” angguk Kai.

“Benarkah?”

“Kau mau ku antar kesana?” aku segera mengangguk senang, kau harap bisa menemukan Jessica unnie disana, karena beberapa hari ini dia berada di Seoul aku yakin dia pasti mengunjungi beberapa tempat yang dulu suka iya kunjungi.

“Krystal” aku berusaha membuka mata ini, aghh mata ini terasa berat sekali.

“Krystal kita sudah sampai” aku membuka mata ini dan sedikit menguceknya agar aku bisa melihat dengan jelas.

“Kau tertidur, kau terlihat sangat lelah. Oh iya kita sudah sampai” aku melihat sekeliling, aku segera membuka pintu ini.

Hembusan angin ini benar-benar sangat menyejukan, aku menghirup udara yang begitu segar dengan pepohonan hijau di sekelilingku yang di hiasi dengan danau indah “Ini tempatnya” suara Kai membangunkan dan kubuka kembali mata ini.

“Benar-benar menyejukan hati”

“Ya, itu sebabnya SNSD menjadikan tempat ini sebagai tempat favorite mereka termasuk hyeong dan Jessica noona”

Aku berjalan, mendekati danau yang begitu indah dengan burung burung berkicau yang menambah ketengan di jiwa.

“Krystal”

“Ne”

“Mengapa kau mencari Jessica noona?”

“Aku tidak tahu, hatiku berakata bahwa aku harus menemuinya dan memperbaiki semuanya” jawabku yang tidak mengalihkan padangan ku.

“Krystal”

“Ya” jawabku tanpa melihatnya tapi aku yakin dari tadi Kai memandangiku.

“Apa kau pernah menyukai seseorang?” aku diam sejenak mendengar pertanyaan Kai.

“Aku tidak tahu”

“Tidak tahu bagaimana? itu tandanya kau pernah menyukai seseorang tapi kau masih belum yakin apa kau benar-benar menyukainya atau tidak, bukan?” jawab Kai.

“Kau ingin lari? kau ingin lari dari kenyataan bahwa kau menyukai seseorang tapi kau terlalu takut untuk mengakuinya?”

“Kau tidak tahu tentang diriku Kai, kau tidak tahu apa-apa” aku menatapnya dengan serius, aku tidak tahan dengan kata katanya dan segera pergi meninggalkan nya. Aku tidak ingin setiap ucapan yang iya keluarkan mengingatkanku kepadanya.

“Krystal” kulihat tangan Kai menggengam lenganku.

“Apa kau tidak bisa melihat ke arahku? apa kau tidak bisa melihat sedikit saja kepadaku, mengapa kau selalu mengacuhkanku? apa aku memiliki salah padamu?” aku menatap Kai, aku benar-benar tidak mood untuk beradu mulut dengan nya.

“Aku menyukaimu Krystal, aku benar-benar menyukaimu! apa kau tidak tahu itu, aku di buat gila olehmu. Setiap harinya aku selalu menunggumu di restoran berharap bisa berjumpa denganmu, membuang waktu hanya untuk melihatmu dari kejauhan berharap kau bisa melihat keberadaanku, berharap aku bisa sepenuhnya memilikimu dan menyangimu” aku terkejut dengan apa yang dikatakan Kai kepadaku.

“Ini tidak lucu Kai” aku hanya tersenyum simpul mendengarnya.

“Aku menyukaimu saat kita pertama kali bertemu, aku benar-benar ingin bersamamu Krystal tapi kau tidak pernah memberikanku waktu untuk bersamamu walaupun itu hanya sedetik saja” tatap Kai.

“Maaf Kai, aku..” sial! kepala ini mulai terasa sakit lagi.

“Aku hanya menganggapmu sebagai teman dekat, aku tahu kau orang yang baik  kau adalah namja yang begitu menghargai wanita tapi, tapi hanya sebatas itu aku menggagumi Kai tidak lebih” aku melepaskan genggaman tangan Kai.

“Sungguh aku tidak ingin menyakitimu”

“Berikan aku waktu untukmu membuatmu jatuh ke pelukan ku Krys, aku janji aku akan berubah aku janji tidak akan pernah melakukan hal buruk lagi” Kai mengiba kepada Krystal berharap iya diberikan kesempatan.

“Kai aku…”

“Apa ini semua karena Amber?” aku terkejut mendengarnya.

“Amber?”

“Namja sampah itu? dia tidak berguna Krys, kau tidak akan bahagia bersamanya” ucapnya.

“Apa yang kau katakan?”

“Lihat, aku benar bukan? Suzy dan sekarang kau Krystal hahaha mengapa dia merebut semuanya dariku?! apa yang kau lihat darinya, aku mencintaimu lebih dari namja sampah itu!” Kai terlihat tidak senang.

“Kai!!” ku tinggikan suaraku, begitu kesalnya hati ini mendengar ucapan Kai yang ku dengar.

“Kau tidak pantas mengatakan hal itu. Aku tahu kau jauh lebih baik dari Amber kau jauh lebih sempurna dari Amber, kau memiliki segalanya  tapi..” aku menarik nafasku.

“Tapi hanya dia yang bisa membuat jantungku berdebar dengan cepat. Dengan segala kekurangan yang iya miliki, iya berhasil membuatku menjadi yeoja yang bahagia, iya berhasil membuatku tersenyum walaupun itu hanya sebuah hal kecil, iya membuatku merasakan betapa indahnya dunia di saat kami berjalan bersama” aku menatap Kai.

“Aku tidak peduli betapa hebatnya seseorang, aku tidak peduli betapa tampan nya seseorang itu atau bahkan aku tidak peduli dia kaya atau populer. Yang kubutuhkan adalah hangat serta kasih sayang tulus dari seseorang yang benar-benar mencintaiku, menjagaku sepenuhnya bahkan iya sanggup merelakan semuanya untuk kebahagiaanku. Tidak peduli siapa dirinya serta status yang iya miliki!”

“Dan dia adalah Amber, Amber Liu namja bodoh yang tidak sempurna sepertimu”

“Tapi iya memiliki hati yang lebih dari siapapun yang pernah ku kenal, jadi tolong jangan hina Amber atau menyakitinya di depanku Kai” aku pergi meninggalkan Kai.

Setelah berjalan cukup jauh aku mengistirahatkan tubuh ini “20.01” tidak terasa ini sudah malam.

Aku membuka ponselku melihat ratusan missed call dari Amber serta pesan singkat darinya “Biane stupid” aku mematikan ponsel ini. Aku tahu pasti saat ini dia mengkhwatirkanku, aku tidak bisa membayangkan wajahnya saat iya mulai mencemaskanku pasti lucu sekali.

Aku memandang langit “Ayah, apa kau bisa melihat dan mendengarku?” tatapku ke langit.

“Kau tahu ayah, aku begitu menikmati waktuku di bumi. Disini benar-benar menyenangkan, dan aku memiliki begitu banyak pengalaman suka dan duka. Begitu banyak pelajaran yang ku hadapi dari hidup ini ayah. Tangis, tawa, bahagia, kecewa, bahkan untuk pertama kalinya aku merasakan cinta” senyumku.

“Ayah, aku ingin sekali kembali kesana aku ingin sekali kembali bersama sahabat sahabtku di langit tapi aku juga tidak ingin meninggalkan bumi yang begitu banyak mengajarkanku tentang hidup”

“Aku hanya tidak ingin menyakiti siapapun, aku tidak ingin menyakiti ayah, Alish, atau bahkan aku tidak ingin menyakiti sahabat-sahabatku disini dan terutama aku tidak ingin menyakiti Amber” senyumku lirih.

“Apakah aku harus pergi dari kehidupan mereka? apakah aku harus berlari kencang agar mereka tidak bisa menemukanku?” ku pejamkan mata ini.

“Aku tidak ingin membuat mereka sedih, aku tidak ingin membuat mereka kecewa. Aku tidak ingin membuat mereka sedih karena nyawaku hanya bertahan 17 hari lagi” kubuka mata ini dengan air mata yang mengalir di pipiku.

“Aku memiliki ambisi yang sangat kuat. Sebelum aku jatuh ke bumi, aku sudah berjanji kepada diriku bahwa aku akan menemukan obat penawar itu dan kembali kepada ayah”

“Tapi ayah, bukan maksutku tidak menyayangimu tapi bisakah aku menikmati sisa hariku bersama orang orang yang ku sayangi? menghabiskan sisa waktuku bersama mereka dengan canda tawa bahagia? aku lelah, aku tidak tahu harus mencari kemana obat penawar itu. Aku tidak ingin menghabiskan waktuku hanya karena mencari obat itu! aku tidak ingin menghabiskan waktuku dengan sesuatu yang tidak akan ku temukan!”

“Ayah, aku hanya ingin bersama mereka”

“bersama Amber”

“Maafkan aku”

————————————————————————————————————————

Jadi kira kira Krystal berhasil gak nemuin obat penawarnya?

kalau berhasil kira-kira siapa nih obat penawarnya? hehe yang jelas namja lah ya antara Kai, Yuri dan Amber.

Tapi yakin nih obat penawarnya bakal di temuin?

Dan yakin juga nih kalau obat penawarnya Amber? hahaha

Terus Jessica Yuri gimana? bakal balikan lagi gak nih? hehe..

 

 

Advertisements

12 thoughts on “Beautiful Stranger 14

  1. emping says:

    yakin amber thor duhhh beby jung makkin manis kaya gulali Plaaaalkkk (dtabok sica) hehehehhehehehehehheje lanjut thor semanggat

  2. dyb says:

    Yg di tunggu” akhir nya muncul.. gua yakin obat penawar nya amber wkwkkw…
    Persatukan kryber nya cepat thorr dd udh ga tahan wkwk..
    Lanjut thor

  3. betul bgt tuh kata krystal walaupun amber gak sekaya dan sepopuler kai tapi dia selalu tulus dan ikhlas menolong seseorang apa lagi itu sudah menyangkut Krystal pasti nyawanya pun pasti akan diberikan kepadanya.. kira2b sica berhasil gak yah mendaptkan yul kembali harus dengan bantuan krystal ini.

  4. putri says:

    gue gak mw nebak2 dlu,tkut ntar skit hti.kkkk
    Tpi gue hrap krystal & amber bahagia,bsa sling ngungkpin prasaan’y msing2.dan bwt yulsic mga blikan lagi.dan gue hrap kai bsa berubah.
    Semangat terus thor.

  5. sn says:

    Udah yakin lah Amber obatnya kekeke. Mudah mudahan cepet cepet deh mereka official . N yulsic bali kan lagi dong biar greget gitu hehehe

  6. LOLY says:

    wow update! :”) kurang panjang huhu abis seru sih ceritanya.. Thor pls jgn lama-lama ya updatenya :3 ku selalu menunggu dan pehliz bangetz (pake z) happy ending kryber 🙂

  7. Vivi Cynthia says:

    Duh duh makin seru ajah tiap part.y ,, blom ada KRYBER moment lgi.. Jdi kangen.. Di.tunggu yah.. Moga2 gk lama.. Gk sabar.. Hehe .. fighting thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s