Beautiful Stranger 12

Amber…

Apakah aku harus mengatakan semuanya kepadamu?

Apakah lidah ini sanggup mengutarakan semua kata kata yang ingin ku ungkapkan kepadamu?

Apakah hati ini siap untuk kehilanganmu?

Apakah mata ini siap untuk tidak melihat senyuman mu lagi?

Apakah aku siap untuk kehilanganmu?

Tidak…

Tentu saja tidak.

Bagaimana bisa aku kehilanganmu Amber.

Ku genggam erat kunci yang selama ini selalu ku simpan, yang selalu melekat di dadaku, yang selalu ku simpan dan ku jaga semua kenangan nya.

“Lucu sekali” tiap kali aku mengingatnya aku selalu tersenyum seperti orang bodoh.

“Huffhh” ku lihat jam yang masih mengarah pukul 5 sore, tinggal satu jam lagi dia pasti akan datang, bersabarlah sedikit Krystal.

“Aghh!” sial, tanganku sangat sulit di gerakan dan begitu sakit.

Selama ku hidup dan selama ku bernafas, ini untuk pertama kalinya aku merasakan sakit di tubuhku.

Ku pejamkan mata ini ku berharap sakit yang kurasakan dapat menghilang tetapi, tetapi aku salah. Semakin hari tubuh ini terasa lemah tak berdaya.

“Creck” ku dengar suara pintu yang terbuka, seseorang yang ku harapakan ternyata datang lebih awal dari biasanya.

Ku buka kedua mata ini dan “Amb….”

“Krystal??” iya melangkah ke arahku dengan membawa bunga yang dapat ku cium baunya.

“Gwaenchanha?” iya menatapku dengan khawatir.

“Aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir Kai” senyumku padanya.

“Oh my god! Krystal!”

“Kau tidak apa-apa? bagaimana bisa seperti ini hah? sudah ku bilang kepadamu kalau terjadi apa-apa kau harus menghubungiku, apa kau lupa?” aku suka wajahnya saat seperti ini.

“Gwaenchanha oppa, kau tidak perlu khawatir. Aku hanya luka sedikit dan aku hanya sedikit butuh istrhat.

“Kau benar-benar mengkhawatirkan kami”

“Maafkan aku unnie” aku benar-benar beruntung karena memiliki mereka semua.

“Lain kali kau harus cepat bilang kepada kami” senyum Sunny.

“Kami bukan hanya sekedar temanmu Krystal tetapi kini kau adalah sahabat kami kau adalah segalanya bagi kami” senyum Yoona yang kubalas dengan senyuman.

“Ehmm ngomong-ngomong Kai terus mengkhawatirkanmu hingga iya tidak berangkat sekolah hari ini” mataku tertuju kepada Kai.

“Ya! hyung! tentu saja aku mengkhawatirkan Krystal, kita semua mengkhawatirkan nya” gugup Kai.

“Aigooo mengapa kau tumben sekali mengelak? biasanya kau selalu jujur, apa kau sekarang sedang gugup hah?” goda Yuri.

“Hhahaha kau rasa dia benar-benar jatuh cinta” goda Sunny unnie yang tak kalah membuat Kai menjadi salah tingkah.

“Sudahlah” sedikit tawaku mengiringi kata-kataku.

Kai melangkah mendekatiku “Kau harus cepat sembuh Krystal” senyumnya kepada ku.

“Komawoyo”

Sentak aku kaget saat Kai mendekatiku “Kai”

“Aku sudah tidak tahan menahan ini semua Krystal” aku hanya menatapnya bingung.

“Krystal Jung” aku hanya menatapnya.

“Saranghaeyo”

“Mwo?”

“Hmm mungkin ini bukan waktu yang tepat, tapi aku tidak sanggup lagi menahan nya. Jadi, maukah kau menjadi pacarku Krys?” aku bingung, aku tidak tahu apa yang harus ku jawab. Aku harus bagaimana??

“Kai?” suara itu…

“Amber??” aku menatap Kai yang menatap lurus ke arah pintu.

Amber..

Aku menatap Amber dengan wajah yang kesal, ada apa dengan nya? dan…

Kai…

Begitu juga dengan Kai dan seketika Kai meremas tanganya seakan menahan sesuatu di dirnya.

Jadi, Amber dan Kai??

“Ya ada apa ini? apa kalian berdua saling kenal?” tanya Yuri bingung.

“Ne” senyum simpul Kai.

“Dia adalah teman dekatku, benar bukan?” geram Kai, ada apa dengan mereka. Mereka tidak seperti saling berteman, mereka malah melempar pandangan dengan kebencian.

“Amber..”

“Ne princess” senyumnya padaku dengan melangkah mendekatiku tanpa menghiraukan teman-temanku.

“Bagaimana keadaanmu?” Amber membelai lembut rambutku.

“Aku merasa lebih baik” senyumku.

“Baguslah, ehmm aku hanya ingin mengantar ini untukmu. Aku akan pergi” aku menahan nya dengan tanganku.

“Kau mau kemana?” jujur aku tidak ingin dia pergi, aku ingin dia bersamaku disampingku saat ini..

“Sudah banyak yang menjagamu princess, aku akan kembali oke” aku mengangguk dengan pelan dan mata ini terus mengawasinya hingga iya hilang dari pandanganku.

“Dia sudah pergi Krys” aku menatap Yuri oppa.

“Mwo?” tanyaku bingung.

“Dia sudah pergi tapi kau tetap saja menatap pintu itu seakan kau tidak merelakan nya pergi” aku tersenyum canggung, kau benar oppa aku ingin dia bersamaku.

Author Pov

Kai terlihat geram, iya terlihat tidak suka dengan kehadiran Amber “Kai kau ingin kemana?” tahan Yuri.

“Aku ingin membeli sesuatu hyung” senyum Kai.

“Baiklah cepat kembali” Kai mengangguk.

Kai berjalan dengan cepat saat iya keluar dari kamar Krystal, Kai seperti ingin mengejar sesuatu yang sepertinya membuat dirinya menjadi kesal “Kemana dia?” kesal Kai.

Kai terus berlarian kecil sepanjang jalan dan…

“Ya!!” teriak Kai dengan menghampiri seseorang yang dapat iya kenal jelas.

“Ada apa Kai? jika kau ingin ribut denganku, aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk menghajarku” ucap Amber.

“Aku tidak akan memukulmu, aku ingin bertanya kepadamu!” tatap Kai dengan tajam.

Kai selangkah mendekati Amber “Kau..”

“Bagaimana bisa kau mengenal Krystal?”

Amber tersenyum mendengarnya “Jawab aku bodoh!” bentak Kai dengan memegang kerah baju Amber.

“Itu bukan urusanmu, urus saja dirimu sendiri” Amber menghempas tangan Kai.

“Kau sudah mulai berani denganku?” tantang Kai.

“Aku tidak punya waktu untuk bermain-main denganmu lagi” Amber kembali berjalan dan membelakanginya.

“Ya!!”

Bruk!” satu pukulan mengenai wajah Amber, tidak puas dengan memukul Kai menarik baju Amber agar iya tidak lolos.

“Jawab pertanyaanku!!” teriak Kai kepada Amber yang bibirnya mulai berdarah.

“Apa kau menyukai Krystal?!!” Kai menguatkan genggaman nya kepada Amber.

“Lalu apa urusanmu bila aku menyukai Krystal” senyum Amber dengan darah di bibirnya.

“Brukk!” kembali di layangkan pukulan kuat kepada Amber hingga iya mengeluarkan darah dari bibirnya.

“Kau ingin mati?!” Kai menatap tajam Amber.

“Kuperingtakan kepadamu, jika kau berani menyukai Krystal ataupun mendekatinya aku akan mengakhiri hidupmu!” teriak Kai marah.

“Aku tidak peduli, aku tidak peduli semua kata katamu. Aku mungkin selama ini mengalah untukmu tapi untuk kali ini tidak, aku tidak akan mengalah ataupun menyerah untukmu!”

“Bruk”

“Bruk”

“Bruk”

“Hentikan!!”

“Bruk” Kai dan Amber saling memukul.

“Kubilang hentikan!!”

“Lepaskan aku!!” teriak Kai kesal dengan hidungnya yang mengalirkan darah.

“Kai sudah!!”

“Lepaskan aku hyung!!” Kai terus memberontak sedangkan Amber kembali berjalan dengan memberikan senyum simpul kepada Kai.

“Lepaskan aku!!”

Sementara itu…

“Mengapa Kai dan Yuri lama sekali?” bingung Yoona.

“Apa ada sesuatu yang terjadi?”

Dring dringg

“Mwo?” aku menatap Sunny yang sedang menerima telfon.

“Haishh baiklah baiklah” Sunny menutup telfonnya.

“Ada apa?” tanya Krystal.

“Yuri mengatakan Kai sedang tidak enak badan jadi dia memutuskan untu pulang terlebih dahulu” Krystal mengangguk mendengarnya.

“Aku harap mereka baik-baik saja”

Kembali ke Kai dan Yuri

“Ada apa denganmu Kai?”

“Tidak ada” jawab Kai dengan memandang luar jendela.

“Tidak ada katamu? lalu mengapa kau memukul namja itu dan bukankah kau saling mengenal satu sama lain?”

“Kau tidak usah ikut campur hyung” kesal Kai.

“Tidak usah ikut campur? ya, kau adalah tanggung jawabku! kau adalah saudaraku bagaimanapun juga kau adalah tanggung jawabku” ucap Yuri.

“Aku tahu namja itu bukan dari salah satu temanmu, dia korban bullymu bukan?”

“Kalau kau tahu mengapa kau bertanya” jawab Kai tanpa melihat Yuri di sampingnya.

“Bukan itu yang menjadi pertanyaanku, yang menjadi pertanyaanku adalah mengapa kau memukulnya? mengapa kau memukul nya di rumah sakit? apa kau ini gila atau dia yang membuatmu gila hingga kau tidak mengenal tempat untuk memukulnya hah?!” Yuri menghentikan mobilnya.

“Jawab aku Kai! mengapa kau melakukan itu? apa kau tidak lelah seperti ini terus? kau bukan anak kecil lagi, kau sudah dewasa!” kesal Yuri.

“Dia merebut semuanya dariku hyung! dia merebut semua apa yang ku inginkan! kali ini aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi lagi! Krystal miliku hyung, dia miliku!” saut Kai yang tidka kalah kesal.

“Tetapi bukan seperti itu Kai, bukan seperti itu cara lelaki! kau seperti pengecut, kau hanya memanfaatkan kekuatanmu bukan perasaanmu!” tatap Yuri.

“Lalu seperti apa caranya hyung? apa aku hanya diam begitu saja lalu membiarkan dia pergi dengan orang lain?” tanya Kai.

“Ah aku lupa..” tatap Kai

“Bukankah itu benar benar caramu. Pantas saja Jessica meninggalkanmu dan dia bersama orang lain, sekarang siapa yang pengecut disini? kau atau aku?”

“Hentikan!!” marah Yuri.

“Benar bukan? aku tidak ingin seperti mu memiliki nasib yang malang dan..”

Bruukk” Kai memegang pipinya yang terasa sakit.

“Hyung” senyum tipis Kai.

“Keluar dari mobilku” usir Yuri tanpa memandang Kai yang di sampingnya.

Tanpa pikir panjang Kai turun dari mobil Yuri “Kau akan membalas semuanya Amber”

 

Amber pov

Mengapa harus Kai?

Mengapa harus namja brengsek itu yang berada di sisi Krystal?

Aku tidak akan membiarkan ini terjadi, aku tidak akan membiarkan Krystal bersama namja brengsek seperti dia!

Tetapi…

Tetapi Kai telah mengungkapkan perasaan nya kepada Krystal sedangkan aku…

Aku hanya bisa berdiri dan menatap Kai yang ingin merebut Krystal dariku.

Apakah Krystal memiliki perasaan yang sama dengan Kai?

Tidak!

Aku tidak ingin kehilangan Krystal, aku tidak ingin dia jatuh kepelukan yang salah!

Tetapi aku! aghh aku terlalu pengecut!! aku benci diriku! mengapa perasaan ini sulit sekali untuk di utarakan! mengapa sullit sekali mengatakan bahwa aku ingin disisinya bersamanya hidup selamanya!

“Amber Liu, aku benci dirimu!” erghhhhh

“Drinnggn driinggg” ponselku.

“Yeoboseyo”

Kau dimana?

“Ah Key mianhaeyo kali ini aku tidak bisa berangkat kerja karena aku akan menjaga Krystal di rumah sakit”

“Hmm baiklah kalau begitu sampai jumpa”

Aku mematikan sambungan nya dan melihat jam yang menunjukan pukul 23.11 “Semoga saja mereka sudah pulang” aku kembali melangkah menuju ruangan Krystal.

Kubuka pintu ini dengan perlahan, melihat situasi di dalam “Ternyta mereka sudah pergi” aku menutup pintu ini dengan pelan karena aku melihat Krystal yang tengah memejamkan matanya.

Ku langkahkan kaki ini dengan hati-hati agar iya tidak terbangun karenaku, syukurlah dia sudah tertidur. Seperti biasanya kau masih terlihat cantik saat kau tertidur princess, kau benar-benar seorang putri bagiku. Ini suatu kehormatan bagiku bisa mengenalmu princess..

Sentuhan lembut tanganya membuat diriku nyaman dan melupakan segala hal, hanya sentuhan nya saja membuat hilang semua rasa lelah di tubuhku, menghangatkan kembali jiwa ku yang beku serta membangkitkan lagi semangatku yang mulai luntur.

Ku genggam sedikit lebih erat tangan ini, sedikit mengelus tanganya dengan jari jemariku agar tangan nya kembali pulih dan tidak merasakan sakit lagi karena itu membuatku menderita sekali.

“Cepat lah sembuh princess”

kuberikan kecupan hangat tanganya agar tangan ini bisa kembali membalas sentuhan ku yang membuatku menjadi hangat.

Kuertakan kedua tanganku dengan penuh ketulusan di tanganya, cepatlah sembuh princess aku ingin kembali menghabiskan hari hariku bersamamu lagi..

“Amber..” terkejutlah aku saat mendengar suaranya yang lembut.

“Princess, kembali tidurlah” ku elus kembali tanganya dengan jari jemariku.

“Aku tidak mau” jawabnya dengan mata yang masih terpejam.

“Kau harus tidur agar kau bisa cepat bermain bersamaku”

“Tapi kau tidak boleh meninggalkanku sendiri”

“Aku tidak akan meninggalkanmu princess, aku berjanji” ku cium kembali tangan ini agar kembali membuatnya tidur.

“Good night” senyumku padanya yang mulai kembali tertidur.

Author Pov

Malam yang begitu dingin gini telah bergulir menjadi pagi yang begitu cerah dengan suara alunan burung yang berkicau indah dengan merdunya hingga membuat sang putri bangun dari tidur panjangnya dengan senyuman yang tak kalah cerah dengan sang matahari.

“Amber” bukan selamat pagi yang iya ucapkan pada dunia tapi satu nama yang membuatnya tersenyum di pagi hari dengan mengelus sedikit rambut hitamnya yang terlihat berantakan karena tidurnya yang begitu nyenyak.

“Sepertinya kau tidur dengan sangat nyenyak”

“Komawoyo Amber”

Eerrgghhhhh, sosok yang terlihat tertidur pulas kini mulai bangun dari mimpinya yang indah “Hoaaahmm selamat pagi princess” iya mengucapkan selamat pagi dengan sedikit mengucek kedua matanya.

“Kyeopta” lucu Krystal.

“Bagaimana tidurmu princess?” tanya Amber dengan mata yang masih belum terbuka lebar.

“Tidurku sangat nyenyak” senyum Krystal.

“Benarkah? woaaahh syukurlah” Amber bangkit dari tempat duduknya untuk mengambil sesuatu.

“Ini” Krystal mengambil segelas air putih yang di berikan oleh Amber untuknya.

“Komawoyo”

“Princess”

“Ne” bingung Krystal tapi Amber tak kalah bingung denganya.

Amber memegang lengan Krystal “Bagaimana bisa?!”

“Mwo?” bingung Krystal.

“Bukankah tanganmu masih sakit? tapi kenapa sekarang?”

“Waah!!” kejut Krystal.

“Bagaimana bisa??” Krystal memainkan tanganya yang sakit.

“Bagaimana? apakah masih terasa sakit?” tanya pensaran Amber.

Krystal menatap Amber untuk beberapa detik “Aku tidak merasakan sakit sama sekali” bingung Krystal.

“Bagaimana bisa? ini benar-benar luar biasa!” kagum Krystal.

“Sepertinya itu berkat sentuhan tanganku haha” Krystal kembali menatap Amber.

“Mungkin” jawab Krystal yang membuat Amber diam.

“Permisi”

“Ah yaa dokter”

“selamat pagi nona Krystal, bagaimana kau pagi ini?” tanya dokter.

“Luar biasa, kau lihat tanganku? ini sudah tidak terasa sakit”

“Waah luar biasa” kejut dokter.

“Kalau begitu aku akan periksa keadaan tubuhmu okay” balas angguk Krystal.

“Ehmm luar biasa”

“Bagiamana dok?” tanya Amber.

“Nona Krystal sembuh dengan sangat cepat ini luar biasa sekali”

Krystal dan Amber saling bertatapan dengan senyum di wajah mereka.

“Jadi apakah Krystal sudah boleh meninggalkan rumah sakit?”

“Tentu saja”

“Woaah baiklah! terima kasih dokter” bungkuk Amber.

“Stupid, berarti aku sudah boleh pulang?” Angguk Amber.

“Dan berarti aku tidak akan makanan rumah sakit lagi kan??” anggung kembali Amber.

“Asiikkkk!!” seru Krystal.

Amber dengan segera mengurus segala keperluan Krystal agar iya bisa langsung pulang ke rumah dan 25 menit kemudian.

“Kau tunggu sini, aku akan memanggil taxi” tidak lama kemudian..

“Masuklah, hati hati princess”

Kini Amber dan Krystal pulang menuju rumah mereka “Waah sudah lama sekali aku tidak melihat pemandangan kota” senyum Krystal bahagia.

“Hoaaahh stupid, aku ingin keluar nanti malam boleh tidak?”

“Tidak boleh, kau masih butuh istrhat princess”

“Tapi kata dokter aku sudah sembuh” cemeberut Krystal.

“Iya, kau baru sembuh dari sakit tapi kau harus perlu istrhat lagi okay. Aku janji akan mengajakmu besok jalan jalan” senyum Amber.

“Baiklah, yaksokhaejwo!”

“Ne, yakso” Amber dan Krystal saling melingkarkan kelingking mereka dengan lucu.

Beberapa kemudian…

“Princesss kita sudah samp…” Amber terkejut saat Krystal tengah tertidur di pundaknya, dengan hati-hati Amber menggendong Krystal di pundaknya.

“Gomawo ahjussi”

Amber menghela nafasnya dengan menggendong Krystal di pundaknya “Mengapa jarak rumahnya dekat sekali? huuffh apa tidak bisa jauh sedikit hingga aku bisa lebih lama menggendongnya” keluh Amber.

Dengan perlahan Amber memasuki rumahnya dengan membaringkan Krystal di tempat tidur miliknya “Welcome home princess” senyum Amber dengan meninggalkan krystal yang tidur.

“Drriingg drriinngg” suara ponsel Krystal berdering yang membuat Amber menghentikan langkahnya.

Amber mengambil ponselnya dari tas Krystal yang masih bunyi dan…

Driiingg driiingg” Amber menatap layar ponsel milik Krystal dengan cukup lama, memandang nama yang kembali membuatnya geram.

“Yeoboseyo, Krystal aku berada di rumah sakit tapi suster bilang kau sudah pulang apakah itu benar? mengapa kau tidak memberitahuku?”

Amber tersenyum simpul.

“Krystal? apa kau baik-baik saja? aku mengkhawatirkanmu sungguh”

“Dia baik-baik saja, jadi jangan ganggu dia” ucap dingin Amber.

“Kau” singkat Kai.

“Menjauhlah darinya Kai, menjauhlah karena aku tidak akan membiarkan Krystal mendekatimu” Amber langsung menutup telfon nya dan mematikan ponsel Krystal.

Amber memandang Krystal “Aku tidak akan membiarkan Kai menyakitimu princess, tidak akan”

19.10 jam kemudian

“Hoaaaahhhmmm” Krystal mulai bangun dari tidurnya yang lumayan panjang.

Krystal melangkah ke arah dapur karena indra penciuman nya mencium bau yang begitu membuat perutnya berbunyi “Kau sudah bangun?” senyum Amber.

“Duduklah” pinta Amber dan segera Krystal mengikutinya.

“Taadaaaaaa”

“Woaaaahhh! daging!” riang Krystal.

“Gomawo stupid llama!”

“Hati-hati itu masih panas” Amber mengambil daging dan meniupkan nya agar panasnya dapat menghilang.

“Aaaaaaaaa” dengan otomastis Krystal membuka mulutnya lalu mengunyah makanan kesukaan nya.

“Amasta!!”

“Cheoncheoni mani deuseyo” senyum Amber kembali meniupkan daging untuk princessnya.

Hari demi hari di habiskan oleh Amber bersama dengan Krystal. Semua permintaan Krystal di penuhi oleh Amber, di mulai pergi ke taman bermain, ke kebun bunga, berjalan-jalan di sungai Han bahkan Amber menruti perintah Krystal agar iya tidak berkerja untuk sementara waktu, semakin hari semakin kuat dan tumbuh di perasaan mereka masing-masing yang sangat terlihat bahwa Amber dan Krystal saling nyaman satu sama lain hingga Krystal tidak menyadari bahwa hari ini adalah sisa harinya yang ke 20, tapi semakin sempit waktunya di bumi Krystal semakin tidak peduli dengan semuanya.

Hingga pada malam hari…

“Princess tunggulah sebentar aku akan membelikanmu teh hangat” Krystal mengangguk dengan memakai sweater pemberian Amber.

Amber berjalan cukup jauh karena iya harus membeli teh hangat untuk princessnya yang terlihat kedinginan, dengan bibir yang mengeluarkan uap Amber mulai memasukan koin untuk memesan teh serta kopi yang hangat untuk mereka berdua.

Tidak butuh waktu lama Amber mengambil pesanan nay di mesin kopi “Hoaah mengapa hari ini dingin sekali”

“Amber!!” Amber mengentikan langkahnya dan mengarahkan pengeliatahan nya ke arah sumber suara.

“Jessica!” senyum Amber.

“Amber, kau kemana saja?!” cemas Jessica.

“Haha biane, akhir akhir ini aku sangat sibuk Sica jadi aku tidak bisa berkerja untuk sementara waktu”

“Apa kau tidak tahu aku mencarimu? aku benar-benar kesepian Am, aku benar-benar membtuhkanmu” tatap Jessica.

“Biane Sica, tapi kau tidak usah khawatir besok aku akan mulai berkerja” senyum Amber.

“Benarkah? aku sangat senang mendengarnya!” riang Jessica.

“Ehmm ngomong-ngomong mengapa kau membeli dua gelas?” tanya Jessica.

“Ehmm aku sedang bersama temanku” senyum kaku Amber.

“Hmm begitukah?”

“Kalau begitu aku pamit dulu, sampai bertemu besok Sica” senyum serta bungkuk Amber.

“Amber!” langkah Amber kembali berhenti.

Jessica mendekati Amber dan mengambil kedua gelas plastiknya dan menaruhnya “Sica?” bingung Amber.

Dan..

“Bogo siepoyo” tatap Jessica kepada Amber yang tidak jauh darinya.

“Sica”

“Jangan pergi, aku ingin bersamamu. Aku sangat lelah Amber” Jessica memeluk erat tubuh Amber.

“Sica, aku disini dan kau akan baik-baik saja” Amber berusaha menangkan Jessica.

“Tidak, aku benar-benar membutuhkanmu”

“Sica tapi..”

“Aku mohon, aku mohon sebentar saja. Biarkanlah seperti ini Amber, berikanlah aku waktu” Jessica semakin erat memeluk tubuh Amber dan Amber tidak tahu apa yang harus iya lakukan tetapi iya tidak bisa meninggalkan Jessica yang membutuhkan nya.

Perlahan Jessica mulai merenggakan pelukan nya dan menatap wajah Amber dengan dekat “Tetaplah bersamaku Amber”

“Tetaplah disisiku seperti ini”

“Ada apa denganmu?”

“Nega andwae?” Amber hanya menatap Jessica tanpa berkata apa-apa.

“Aku menyukaimu Amber, aku menyukaimu” Jessica dan Amber saling bertatapan satu sama lain.

Jessica kembali memeluk erat Amber seakan tidak merelakan nya untuk pergi  “Johahaeyo”

Amber perlahan melepaskan pelukan Jessica dan menatapnya tapi ada sesuatu yang mengganjal di hatinya seperti ada seseorang yang memperhatikan mereka.

“Amber…” mata Amber sedikit terbuka karena mendengar suara yang setiap hari iya dengar, suara yang selalu memerintah nya untuk melakukan apa saja sesuai kehendaknya, suara yang terkesan manja saat iya menginginkan sesuatu, suara yang tak pernah gagal untuk membuatnya tersenyum. Kini suara itu dekat denganya, berdiri bagaikan patung yang tak sedikit pun menggerakan badanya, hanya mata yang menyorotkan rasa kesdihan serta kepedihan di matanya yang kini menatap Amber.

“Amber….”

“Krystal?”

——————————————————————————————–

Hehe peace.

Advertisements

13 thoughts on “Beautiful Stranger 12

  1. sn says:

    Kapan kryber jadian thor, ya ampun kasian banget kryber. Gue sebel banget sama kai. Udah sica ketemu lagi aja sama yul yaelah. Lama amat kryber jadiannya. Kasian mereka thor

  2. rkrystal24 says:

    Kyaaaaa omoooo Krystal liat Amber dipeluk Unnie nya aigoooo .. Peluk My SooJung 😀 au tunggu chap slanjutnya thor

  3. AA says:

    Isshhhh greget banget nih jungsis. Jessica sm yuri ajaa, biar krystal sm amber! Hahaha. Maunya cepet2 jadian krybernya, trs yulsicnya balikin thor hehe:v Lanjutkan thor! Semangat!^^

  4. LOLY says:

    Aaaaaaaah kupret jessiiii why? why?! Itu tuh mending liat ade mu jess! Terus temuin deh sama mama jung. Gemes banget ampun kapan kryber bisa jadian dan bersatu. Kai nya di matiin aja napa thor, sebel banget peran dia disini wkwk

  5. putri says:

    o’ow krystal liat sica peluk amber,bgaimna ini..??pliss bkin kryber cpet jdian thor.
    Kai d bkin insyaf aja atau gk sruh sma suzy.
    bwt yulsic kmbali brsatu,biar sica gk ganggu kbungan kryber
    semangat terus thor.
    Next chap d tnggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s