Beautiful Stranger 9

Kupandangi selembar foto yang akhir-akhir ini selalu ku pandang. Dia memiliki mata yang indah, ayahku bilang bahwa ibuku mewarisi mata indahnya kepadaku..

Tapi kurasa tidak, mata ibu jauh lebih indah di bandingkan diriku, sisa waktuku adalah 60 hari lagi aku mengharapakan bisa menumkan ibu dan obat penawar itu “Aku ingin bertemu denganmu walaupun itu hanya sekali” ku simpan kembali foto ini di lemari.

“Dringg Driingggg” aku menghampiri bunyi dering ponsel yang tidak jauh dariku, hmm anak ini…

Aku hanya tersenyum melihat panggilan masuk darinya “Ya, kau sudah menelponku sebanyak 3x”

“Apa kau tidak bisa sopan sedikit?” aku mulai malas jika iya mulai ceramah!

“What ever stupid”

“Kau sedang apa? nanti aku akan pulang telat, kau makanlah duluan tidak usah menungguku?”

“Untuk apa aku menunggumu! jika aku lapar ya aku makan” jawabku kesal karena lagi-lagi servant bodoh ini pulang telat.

“Baguslah, apakah kau nanti akan pergi berkerja?”

“Tentu saja, aku benar-benar sibuk hari ini!”

“Bagaimana nanti kalau kauu…” bulan sempat dia bicara aku segera matikan panggilannya.

Dia ini benar-benar cerewet sekali apa dia kira aku ini anak bayi! mengapa dia tidak percaya sedikitpun kepadaku bahwa aku bisa menjaga diriku sendiri errgg benar-benar menyebalkan.

Aku kembali menaruh ponsel yang di berikan oleh Amber untuku, iya sebuah ponsel keluaran terbaru yang khusus di berikan kepadaku, awalnya aku tidak mengerti cara menggunakan nya tetapi lama kelamaan aku bisa menggunakan nya. Hampir setiap jam Amber selalu menelfonku, menanyaakaan apa aku baik-baik saja, apa aku sudah makan dan lainya.

Tapi ntah kenapa aku suka caranya memperhatikanku, aku kembali mengambil ponsel yang ku letakan di atas meja dan menghidupkanya kembali.

Aku selalu tersenyum melihat wallpaper ku, wallpaper dimana aku sedang memegang sebuah teddy bear yang di ambil gambarnya oleh Amber.

Dimana saat itu aku dan Amber menghabiskan waktu bersama, mengapa setiap aku mengingat hal itu selalu membuatku tersenyum malu. Aku beruntung bisa mengenalnya, dia benar-benar orang yang sangat baik.

Aku harap bisa terus bersama Amber.

Maksutku bisa terus berteman dengan Amber.

Iya berteman….

———————————

“Akhir akhir ini kau tidak bisa lepas dari ponselmu” tanya Suzy kepada Amber yang sedang membaca buku.

“Ehmm itu karena aku sedang memiliki urusan” senyum Amber.

“Benarkah?” tanya Suzy curiga.

“Apa jangan jangan kau sudah memiliki pacar??” Amber menatap Suzy kaget.

“Y-ya-ya! apa yang kau bicarakn Suzy? haha aku, aku mana ada pacar. Lagipula siapa yang mau kepadaku? kau ini ada-ada saja” senyum ejek Amber.

“Aku mau denganmu” suara pelan Suzy.

“Apa??” tanya Amber polos.

“Ah tidak lupakan saja, bagaimana kalau kita ke kantin?” ajak Suzy.

“Baiklah” Suzy dan Amber berjalan ke kantin seperti biasa Suzy dan Amber menjadi pusat perhatian terutama Suzy yeoja yang paling cantik dan kaya di sekolah mereka dan kedua adalah Amber namja miskin yang selalu di samping Suzy.

Seluruh namja di sekolah SM di tolak mentah-mentah oleh Suzy termasuk Kai yang menjadi namja yang paling di idamkan di SM. Selain karena miskin Amber di bully karena berani mendekati Suzy tapi Amber terus mengabaikan mereka dan tidak ingin membalas perbuatan mereka yang keji kepada Amber.

Selama Suzy di samping Amber maka tidak ada yang bisa membully Amber kecuali Kai dan teman-temanya.

Suasana kantin yang tenang menjadi ricuh karena suara yang di timbulkan oleh Kai dan teman-temanya yang sedang membully murid lain yang jaraknya hanya dua meja dengan meja Suzy dan Amber.

“Jika kau berani mengadu lagi maka kau akan mati!” gretak Kai dengan mengangakt kerah baju seoarang murid.

“Ma-mafkan aku Kai” Kai langsung mendorong murid itu hingga jatuh ke lantai.

“Ke kanak kanakan” indra pendengaran Kai menangkap suara yang terdengar jelas olehnya.

“Ohh my baby Suzy ada disini” senyum Kai yang langsung menghampiri Suzy dan Amber.

“Maafkan aku baby karena menggangu makan siangmu” ucap Kai yang ingin memegang tangan Suzy tapi langsung di tepis oleh Suzy.

“Aku kenyang, ayo kita pergi Am” ajak Suzy, saat Amber hendak berdiri teman teman Kai malah menghalangi Amber.

“Aku rasa temanmu ini masih lapar” senyum licik Kai kepada Amber.

“Hi nerd, sudah lama kita tidak berjumpa” Amber hanya menundukan kepalanya.

“Hentikan Kai!” Suzy menghampiri kembali Amber dan memegang tanganya untuk meninggalkan Kai dan teman-temanya.

“Aku sudah bilang temanmu ini masih lapar” cegat Kai tepat di depan Suzy yang memegang tangan Amber di belakangnya.

“Guys beri dia makan” Sehun dan Tao menarik paksa Amber hingga genggaman Suzy terlepas darinya.

“Hei mau kemana kau disini saja”

“Lepaskan Kai!” Kai menahan tangan Suzy, sedangkan Amber kembali duduk di kursi tadi.

“Ayo makan sisa makananmu” Sehun duduk di atas meja sedangkan Tao berdiri di samping Amber dengan memegang pundaknya.

“Relax saja kami tahu kau masih lapar” ucap Tao.

“Bagaimana bila kami menyuapimu?” ucap Sehun dengan mengambil semangkuk sup sayur di tanganya.

“Lepaskan Kai!! aku akan mengadukan ini kepada kepala sekolah!” Kai hanya menatap Suzy.

“Kau ingin makan ini tidak?” tanya Sehun tapi Amber hanya diam.

“Baiklah biar aku saja yang memberimu makan” dan byurr semua sup itu di tumpahkan di atas kepala Amber, kini kepala Amber di penuhi dengan sayuran dan bajunya basah karena sup.

“Amber!!” teriak Suzy.

“Kau gila!” bentak Suzy,

“Aku memang gila, bila kau tidak bisa kumiliki maka orang lain tidak boleh memilikimu bahkan mendekatimu” genggam paksa Kai kepada Suzy yang terus memberontak.

“Sepertinya dia haus” ucap Tao.

“Kau haus? baiklah” Sehun mengambil jus strawberry dan lagi-lagi di tumpahkan tepat di atas kepalanya.

“Hahahahaha!!” mereka bertiga tertawa.

“Aku sudah lama tidak bermain seperti ini” ucap Sehun dengan tertawa sedangkan Amber menahan amarahnya dan mencoba untuk sabar.

“Drriiiiinggg” ber masuk berdering.

“Waktu habis” ucap Kai yang melepas tangan Suzy hingga tangan Suzy menjadi merah.

“Amber kau tidak apa-apa?” tanya Suzy yang dibalas senyuman oleh Amber.

“Aku muak melihatnya ayo kita pergi” seketika semua murid meninggalkan kantin yang tersisa hanya Amber dan Suzy.

“Aku tidak apa-apa Suzy kau masuk kelas sana aku bisa membersihkan dirimu”

“Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu ini semua salahku” lirih Suzy.

“Hei bukankah ini memang sudah menjadi kebiasaanku, kau tidak perlu khawatir” senyum Amber yang membangkitkan badanya dari tempat duduk.

“Aku akan membantumu! bisakah kau mendengarku sekali saja!” Amber hanya diam yang melihat Suzy marah.

“Ayo ikut aku” Suzy memegang tangan Amber hingga mereka sampai di parkiran.

“Naiklah” suruh Suzy.

“Tapi”

“Naiklah Amber aku mohon” Amber menghela nafasnya dan masuk ke dalam mobil

458white

Amber masuk kedalam mobil sedan Ferrari Suzy dengan baju yang penuh dengan noda, setelah 20 menit perjalanan mereka sampai tujuan yang Amber tidak ketahui “Suzy, mengapa kita ada disini?” tanya Amber dengan menatap sebuah toko pakaian ternama di Korea.

“Ikuti saja aku”

“Tapi…” Suzy menarik Amber ke dalam toko pakaian mewah tersebut.

“Selamat siang nona Suzy” seorang pelayan berpakaian rapih membungkuk di hadapan Suzy dan Amber.

“Aku ingin mencari pakaian yang cocok untuknya”

“Baiklah ikuti kami” Suzy dan Amber mengikuti pelayan tersebut.

Amber hanya menatap bingung seklilingnya “Ini pasti pakaian mahal semua” takjub Amber.

“Nona, ini adalah pakain keluaran terbaru kami” Suzy melihat beberapa pakaian seperti kaos, kemeja, jaket, jas, dll sedangkan Amber hanya menatap bingung dan terkejut melihat harganya yang luar biasa.

“Cobalah yang ini”

“Apa??” Amber menatap kemeja putih yang di pegang oleh Suzy dan tidak sengaja iya melihat sebuah harga di kemeja itu.

“Woooo!” Amber menutup mulutnya karena terkejut melihat harga kemeja tersebut.

“Yang benar saja! hanya kemeja seperti itu bisa membeli sebuah 2 motor!” Suzy hanya menggelengkan kepalanya.

“Tidak usah banyak bicara cepat pakai dan ganti bajumu!” lempar kemeja itu kepada Amber.

“Tapi..”

“Tidak ada kata tapi ayo cepat sana!” Amber menuruti kata Suzy lalu cepat mengganti bajunya, setelah beberapa menit kemudian.

“Bagaimana?” tanya Amber.

“Bagus” angguk Suzy.

“Dan pakai ini” Suzy melempar sebuah jaket elegan berwarna hitam kulit dengan list hijau merah hijau yang melambangkan warna dari merek jaket itu.

“Aku bosan melihat jaketmu itu terus jadi pakai itu”

“Ta-ta” Suzy langsung meninggalkan Amber dan berjalan ke arah kasir untuk membayar semuanya.

“Suzy!” kejar Amber.

“Apa?”

“Aku akan mengganti semunya” Suzy hanya menghela nafas.

“Kau sudah banyak membantuku jadi anggap saja itu imbalanmu Am”

“Tapi..”

“Tolong terimalah” mohon Suzy.

“Dan…” Suzy menatap Amber.

“Ayo ikut aku” ajak lagi Suzy ke sebuah salon yang terkenal.

“Salon??” tanya Amber.

“Yap! lihat rambutmu seperti orang tua, ini sudah 2015 dan rambutmu sangat kuno!” Suzy meminta hairstylis untuk menata rambut Amber agar jauh lebih bagus dan segar. Beberapa lama kemudian…

“Bagaimana?” Suzy hanya diam menatap Amber yang begituu..

“Tampan”

“Benarkah? wah aku suka gaya rambutku sekarang” senyum Amber dengan rambut hitamnya yang pendek dan tertata di tambah lagi dengan gaya Amber yang terlihat elegan.

Sementara itu Krystal….

Krystal yang tengah memakai sepatu casual miliknya dan memakai coat abu abu tua milik Amber lalu Krystal bergegas pergi meninggalkan rumah Amber untuk berkerja.

Iya, Krystal sudah menceritakan semuanya kepada Amber bahwa iya mendapatkan sebuah pekerjaan dan mendapatkan teman baru, awalanya Amber tidak menyetujui tapi lama kelamaan Amber setuju karena iya tidak tega melihat Krystal yang terus murung.

Tidak butuh waktu lama untuk Krystal sampai di kedai makan Sunny yang kini menjadi tempat kerjanya “Hallo unnie” peluk Krystal kepada Sunny yang terkejut.

“Yahh mengapa kau cepat sekali datang kesini?” heran Sunny.

“Aku merasa bosan di rumah jadi aku datang lebih awal” senyum Krystal.

Tidak lama dari itu “Hallo”

“Ohh kalian sudah datang!” girang Sunny.

“Kami membawakan ini untukmu” iya menunjukan sebuah plastik putih yang berisikan makanan.

“Waah terima kasih” senyum Sunny girang, tapi kini perhatian mereka tidak ke Sunny melainkan seorang yeoja yang berada di belakangnya yang sedang menatap balik mereka.

“Dia siapa?” tanya salah satu temanya.

Sunny mengikuti arah mata teman-temanya “Ohh” Sunny menghampirinya yang tengah berdiri.

“Dia adalah Krystal” senyum Sunny dengan merangkul Krystal yang lebih tinggi darinya.

“Hallo aku adalah Krystal senang bertemu dengan kalian” bungkuk Krystal.

“Oh hai Krystal” jawab mereka bersamaan.

“Mereka semua adalah sahabatku Krys. Yang tinggi itu Yoona, di sampingnya Tiffany lalu di sampingnya adalah pacarnya yang dorky yaitu Taeyeon kemudian Seohyun, Suyeong dan Hyoyeon” mereka semua tersenyum dengan Krystal.

Setelah berkenalan mereka saling berbincang satu sama lain Krystal merasa senang bisa berkenalan dengan mereka dan menambah temannya.

“Ya Tae! mengapa kau menatap Krystal seperti itu!” tanya Sunny yang semuanya tertuju kepada Taeyeon terutama Tiffany yang di sampingnya.

“Haishh jangan salah paham, hanya saja…” Taeyeon berfikir sejenak.

“Terbesit di bayangan ku kalau Krystal mirip sekali dengan Jessica” suasana yang tadinya ceria menjadi tegang karena ucapan Taeyeon.

“Jessica?” ulang Krystal.

“Tidak salah bila Yuri tidak ingin melepaskanmu” senyum Taeyeon.

“Tidak, aku dan Yuri hanya berteman saja dan dia sudah menganggapku adiknya” jelas Krystal.

“Benarkah? aku kira si bodoh itu menyukaimu. Ternyta dia belum bisa melupakn yeoja itu”

“Bisakah kita tidak usah membahasnya, aku sudah muak denganya” ketus Yoona.

Mereka kembali bersenang senang bercanda satu sama lain tapi mata Krystal menatap Taeyeon yang duduk sendirian dengan menikmati minuman kalengnya, tanpa pikir panjang Krystal menghampiri Taeyeon.

“Bolehkah aku duduk disini?” tanya Krystal.

“Haha tentu saja, ayo duduk” suruh Taeyeon.

“Ini minumlah” Krystal mengambil sekaleng minuman soda dari tangan Taeyeon.

“Oaah segar sekali”

“Kau benar-benar lucu sekali” tawa kecil Taeyeon dengan meminum minuman soda miliknya.

“Ehmm bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” Taeyeon hanya menganggukan kepalanya.

“Aku ingin bertanya soal Jessica” Taeyeon tersenyum mendengarnya.

“Sudah kutebak kau akan bertanya hal itu” Taeyeon kembali meminum sodanya.

“Harus darimana aku memulainya?” tanya Taeyeon dengan dirinya sendiri, Taeyeon menghembuskan nafasnya.

“Jessica Jung Sooyeon, yeoja yang cerewet, penyuruh, tukang tidur dan berhati dingin” senyum Taeyeon.

“Tetapi di balik itu semua dia adalah orang yang memiliki kepribadian yang hangat kepada semua orang” Taeyeon menghela nafasnya dengan memainkan minuman kalengnya.

“Kami dulu berjumlah 9 orang, sejak SMP kami selalu bersama hingga kami lulus kuliah aku benar-benar tidak tahu bahwa Tuhan mentakdirkan kami ber9 dengan persahabatn yang benar-benar erat hingga sekarang dan kami menyebut group kami adalah SNSD, kedengaran nya sangat girly tapi aku tidak peduli”

“Di dalam persahabatan kami tidak semuanya berjalan dengan mulus, ada kalanya kami bertengkar, beradu mulu, beradu argumen dan termasuk saling menyukai satu sama lain” senyum Taeyeon.

“Aku dan Yuri saling memendam rasa kepada sahabat kami, aku sangat menyukai Tiffany hingga pada pertama kalinya aku mengutarakan perasaanku pada saat aku akan pergi Ke London sedangkan Yuri hahaha dia cukup pengecut untuk mengutarakan sesuatu di hatinya karena iya benar-benar takut kehilangan Jessica” Taeyeon meneguk kembali minuman sodanya.

“Tapi pada suatu hari, Yuri bodoh itu membawa mawar putih dengan pakaian yang sangat rapih” senyum Taeyeon mengingat kejadian itu.

“Lalu dengan langkah yang penuh percaya diri iya melangkah ke arah Jessica yang duduk di bangku taman yang pada saat itu sangat ramai, kau mau tau selanjutnya?” tanya Taeyeon dan di balas anggukan oleh Krystal.

“Yuri berlutut tepat di depan Jessica dengan mawar putih di tanganya dan dia mengatakan…

Flashback

“I love you so much, and you don’t even sometimes i get scared about showing it. It feels like when you come around me my mouth lock tight and the words i want to say are just stisfd. My lips lock up because my love is so strong and the words that i want to say just can’t be expressed. Sometimes i want to open up and tell you how i feel but i guess i’m just too scared…”

“But now  i want to tell you i’m so in love with you”

“I love you Jessica”

“Will you be my girl?” Jessica meneteskan airmatanya, dengan memegang pundak Yuri untuk membantunya berdiri dan mengatakan “Yes i will” Yuri mencium Jessica tepat di keningnya.

“I love you too Kwon Yuri”

End flashback

“Jessica dan Yuri menjalin kasih cukup lama mereka selalu bersama sama dan begitu juga dengan kami yang selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul” Taeyeon menghela nafasnya dengan menatap langit malam.

“Tapi…”

“Tapi ntah apa yang merubah sikap Jessica hingga iya menjadi sensitif bahkan iya sempat menghilang begitu saja selama beberapa bulan bahkan Yuri saja tidak mengetahui dimana Jessica berada hingga pada akhirnya Jessica datang kepada kami bahwa dia akan pergi China dengan seorang namja yang di gandeng olehnya” senyum meringai.

“Dia mengatakan akan pergi ke China dan akan meninggalkan kami semua termasuk Yuri, Iya meninggalkan kami karena merasa bosan dan ingin mencari suasana yang baru, terlebih lagi keinginan Jessica yang ingin sekolah fashion dan membuat brand sendiri.  Dan lebih parahnya lagi iya memperkenalkan namja itu kepada kami semua sebagai pacar barunya” Tayeon menggenggam tanganya.

“Aku tidak masalah dia pergi tapi bisakah dia tidak menyakiti perasaan seseorang yang sangat tulus mencintainya? yang selalu ada untuknya di kala suka dan duka? semenjak saat itu kami semua membencinya bahkan kami tidak ingin lagi mendengar namanya!”

“Melihat Yuri yang begitu menderita membuat kami semua sangat menderita! Yuri hampir kehilangan akal sehatnya dan mencoba bunuh diri karena tidak bisa melupakan Jessica tapi beberapa lama ini dia berhasil melupakan nya tapi…” Taeyeon memandang Krystal.

“Kau hadir” mereka berdua saling bertatapan.

“Kau kembali mengingatkan kami denganya”

“Tapi kau berbeda denganya, hanya saja tatapan kalian sama” Taeyeon menaruh minuman kalengnya.

“Lalu dimana Jessica sekarang?” tanya Krystal dengan penasaran.

“Aku tidak tahu, ada yang mengatakan dia sangat sukses di pasaran Asia terutama China hingga iya memutuskan untuk tinggal disana tapi ada juga yang mengatakan bahwa iya berada di Seoul”

“Sepertinya kaua sangat tertarik padanya?” lirik Taeyeon yang di balas senyuman oleh Krystal.

“Ya Kim Taeyeon apa sekarang kau sedang mendekati yeoja lain hah!” Krystal dan Taeyeon mengarah ke arah sumber suara yang membuat mereka berdua saling terkejut.

“Ya!! kau pikir aku sudah gila apa! sampai mati aku tidak akan selingkuh dengan wanita lain” tegas Taeyeon.

“Benarkah itu? Krystal, apakah Tae sempat merayumu?”

“Haha tentu saja, Taeyeon oppa sangat baik kepadaku” senyum Krystal.

“Lalu mengapa kalau aku menggodanya? apa kau akan cemburu Kwon Yuri?” Taeyeon melipat tanganya.

“Aku yang akan cemburu” senyumnya kepada Krystal.

“Ya kau bocah nakal! apa kau menyukai Krystal?” Taeyeon mendekatinya dengan menggepit kepalanya dengan lengan Taeyeon.

“Ya ya! hyung sakit!” Krystal dan Yuri hanya tertawa melihatnya, Krystal merasa senang karena kini iya memiliki banyak teman dan peduli kepadanya.

“Tae hentikan, kau bisa membunuh Kai” perintah Yuri yang melihat saudaranya di siksa Taeyeon.

“Kalau kau ingin berkencan dengan Krystal, kau harus melewatiku dulu! arraso!” ancam Taeyeon yang tiba-tiba menjadi protect dengan Krystal.

“Ya! mengapa kau yang repot” tanya Yuri.

“Karena aku tahu kalau dia ini playboy, sama sepertimu Yul!” tunjuk Taeyeon.

Krystal menghabiskan malam yang panjang bersama teman teman barunya dengan penuh canda tawa hingga Krystal tidak sadar bahwa Amber terus menghubunginya.

Drringg drinngg” Krystal mengambil ponselnya yang berada di saku celananya, betapa terkejutnya Amber menghubunginya sebanyak 25x.

“Aku permisi sebentar” Krystal bangun dari duduknya meninggalkan mereka yang asik bercanda.

“Hallo”

Ya kau penyihir! kau kemana saja!” Krystal menjauhkan ponselnya dari telinga kanan nya.

“Ya! bisa tidak kau yang sopan sedikit tidak perlu berteriak seperti orang gila”

Kau baru tahu kalau aku gila! kau dimana cepat pulang! apa kau tidak bisa melihat jam”  Krystal memasang wajah jengkel saat Amber mulai bersikap overprotect padanya.

“Mengapa kau bawel sekali! iya, iya aku akan pulang servant bodoh” Krystal langsung menutup panggilan dari Amber dan kembali masuk ke dalam untuk pamit dengan teman-teman barunya.

“Woaahh! kau mengaggetkanku!” disaat Krystal berbalik badanya iya kaget melihat Kai yang berdiri di belakangnya.

“Maaf membuatmu terkejut” senyum Kai tetapi Krystal mengabaikan senyuman Kai dan melihat jam kulit hitam di tangan kirinya yang menunjukan pukul 10.09

“Haish aku harus buru-buru sebelum llama bodoh itu semakin menggila” Kai hanya melihat Krystal heran.

“Ehmm Kai bisakah kau bilang kepada mereka kalau aku pulang terlebih dahulu, aku harus buru-buru” Krystal membalikan badanya tapi Kai memegang lengan Krystal.

“Bagaimana kalau kau ku antar pulang? ini sudah larut malam tidak baik bila yeoja sepertimu berjalan sendirian di malam hari” Krystal tersentak kaget saat Kai memegang lengan nya, Krystal menatap genggaman tangan Kai dan melihat matanya.

“Tidak perlu aku bisa pulang sendiri” Krystal melepas paksa tangan nya.

“Tunggu” Kai kembali memegang lengan Krystal yang membuat iya kembali berhenti.

“Apakah itu pacarmu?” tanya Kai yang membuat Krystal bingung.

“Maksutku apakah yang menelfon itu pacarmu? hingga kau harus buru buru pulang” tatap Kai pensaran.

“Maaf Kai aku harus buru buru” Krystal menghempas tangan Kai.

Selama di jalan Krystal memegang ponselnya dan terus melihat arah jam, Krystal merasa tidak enak kepada Amber karena membuatnya khawatir, Krystal sudah di dekat rumah Amber dan tiba tiba ponselnya kembali berdering. Krystal memutuskan untuk berhenti dan menarik nafasnya karena cukup lelah.

“Hallo”

Mengapa kau lama sekali? apa kau tidak apa-apa? apa jangan jangan kau tersesat lagi ya” Krystal kembali berjalan dengan mendengarkan ocehan Amber.

“Mengapa kau ini seperti nenek-nenek! aku bukan anak kecil! lagi pula ini aku sudah di jalan apa kau tidak bisa sabar sedikit” ucap Krystal dengan menghembuskan nafas yang dingin.

Iya aku nenek-nenek lalu kenapa! ini semua salahmu karena kau pulang larut malam, apa kau tidak tahu sekarang sedang banyak tindakan kriminal” Amber menarik nafasnya.

Aku tahu kau sudah besar dan tumbuh sempurna tapi jalan pikiranmu masih kekanak-kanakan!

“Ya! stupid apa maksut perkataanmu itu!”

Iya kau seperti anak anak! di ajak pergi oleh orang asing kau malah mengiyakan! bagaimana kalau dia jahat kepadamu! bagaimana kalau dia awalnya pura-pura baik tetapi sebenarnya dia adalah  seorang pembunuh berdarah dingin!” 

“Amber llama! Yuri oppa adalah namja yang baik! berkat dia aku tidak merasakan mati kebosanan di rumahmu yang kecil seperti rumah kurcaci itu! dan berkat Yuri oppa juga aku memiliki banyak teman!” Krystal terus berjalan.

“Ohhhh jadi sekarang kau memanggilnya dengan sebutan oppa!” Amber menghela nafas yang dapat di dengan Krystal.

“Aku, aku juga lebih tua darimu tapi kau tidak memanggilku dengan sebutan oppa dan kau sama sekali tidak sopan kepadaku, apakah kau ini memiliki kepribadian ganda!” 

“Apa kau tidak bisa bicara pelan sedikit, kau ingin membuat telingaku menjadi tuli! kau dengar baik-baik ya, aku adalah princess dan kau adalah servantku yang stupid! apa kau paham?” Amber tidak menjawab.

“Hallo” Krystal melihat sambungan telfonya yang masih tersambung.

“llama, apa kau mendengarku!”

Apa kau menyukai Yuri?” aku menghentikan langkahku dan pandanganku menatap lurus.

“Apa kau masih disana?”

“Mengapa kau bertanya seperti itu?”

Ehmm aku hanya penasaran saja, apakah kau menyukainya?” tanya Amber ulang.

“Kalau aku menyukainya bagaimana?” tanya Krystal masih dengan pandangan yang sama.

Ehmm tidak apa-apa hahaha” tawa Amber paksa.

“Apa kau cemburu?” secara tiba-tiba tawa Amber berhenti.

“Apa! haha tentu saja, maksutku tentu saja tidak! aku tidak melarangmu dekat dengan siapapun itu saja!”  Krystal hanya tersenyum.

Haishh mengapa kau lama sekali! kau ini dimana? kau ini seperti keong saja” 

“Apa kau menungguku ?”

Ti-ti-tidak! untuk apa aku menunggumu cepatlah pulang

“Sepertinya aku akan pulang telat”

Ya! apa maks—” Krystal mematikan ponselnya.

Krystal masih berdiri tegap dengan memandang seseorang yang tidak jauh dari arahnya, Krystal hanya tersenyum menatapnya yang sepertinya sedang kesal karena sambungan telfonnya baru saja dimatikan oleh Krystal.

Dring dring” ponsel Krystal kembali berdering.

“Hallo”

Kau dimana aku akan menjemputmu!

“Tidak perlu, kau tidak usah menungguku aku akan pulang telat”

“Kau pulang telat! bukankah tadi kau bilang kau sedang di jalan pulang”

“Tiba-tiba aku ada urusan, jadi kau tidak usah menungguku”

“Aku akan menunggumu!”

“Mengapa kau keras kepala sekali”

“Aku akan menunggumu sampai kau pulang apa kau mengerti princess!” kali ini Amber yang mematikan sambungan telfonya. Krystal kembali tersenyum melihat tingkah Amber.

Krystal menatapnya lebih fokus, ini untuk pertama kalinya Krystal dapat leluasa melihat Amber tanpa harus takut ketahuan olehnya.

“llama bodoh” Krystal menatap Amber.

“Sepertinya ada yang berbeda darinya?” Krystal menatap Amber yang memiliki perubahan di rambutnya yang membuat Krystal…

Dup dup” apa ini? apa yang kurasakan?

Jantung Krystal berdebar “Haishh mengapa aku seperti ini lagi?” Krystal mengakui kepada dirinya sendiri bahwa Amber jauh lebih tampan dari sebelumnya dengan rambut baru.

Krystal kembali menatap Amber yang menunggunya dengan bolak-balik di depan pager rumahnya sambil memainkan rubik di tangan nya.

“Sampai kapan kau akan menungguku?” ucap Krystal.

“Dia itu bodoh atau apa? cuaca benar-benar sangat dingin dan dia malah menungguku di luar tanpa mengenakan pakaian hangat!” Krystal menggelengkan kepalanya.

5 menit kemudian.

Amber mendudukan kepalanya dengan duduk di depan pager rumahnya, Amber benar-benar merasa dingin karena coat miliknya di pakai oleh Krystal.

Di saat iya merasakan kedinginan dan merasa tidak kuat lagi, iya tiba-tiba merasakan sesuatu yang hangat menyelimuti tubuhnya yang dingin.

Amber membuka matanya pelan “Princess” Amber menatap Krystal yang tepat di depan wajahnya dengan menyelimuti tubuhnya dengan coat milik Amber.

“Kau benar-benar bodoh, sudah ku bilang jangan menungguku. Kau bisa mati kedinginan” tatap Krystal.

“Aku lebih baik mati kedinginan dari pada aku mati karena terus mengkhawatrikanmu princess” mereka berdua saling bertatapan.

Hingga Krystal memutuskan kontak mata mereka berdua “Bangunlah! ayo kita masuk” ajak Krystal yang di ikuti oleh Amber.

“Kau tidak berkerja?” tanya Krystal.

“Tidak, bagaimana pekerjaanmu?” tanya Amber dengan memberikan segelas airputih kepada princessnya.

“Menyenangkan”

“Benarkah? ceritakan kepadaku!”

“Aku lelah besok saja!” Krystal meninggalkan Amber.

“Haishh anak itu”

Waktu sudah menunjukan pukul 1 pagi, dimana hampir semua orang sedang tertidur pulas tapi tidak untuk Amber yang sedang membolak balik lembaran kertas dan memutar-mutar pena nya.

“Haishh soal macam apa ini! aku bisa gilaa” Amber mengacak-acak rambutnya karena kesal tidak bisa menjawab tugas sekolahnya.

“Ahhh!!” Amber terkejut saat mendengar sebuah teriakan dari kamarnya.

“Princess!” Amber bergegas bangun dengan cepat iya menghampiri Krystal.

“Princess!” Amber terkejut melihat Krystal yang penuh dengan keringat dan meneteskan airmata.

“Lepaskan aku!!” Krystal membrontak.

“Princess ini aku!” Amber berusaha menenangkan Krystal.

“Tolong jangan bunuh aku!!”

“Princess ini aku Amber!” saat Krystal mendengar kata Amber iya perlahan membaik.

“Princess lihat aku” Amber memegang kedua pundak Krystal dan menatap kedua bola matanya yang merah karena air mata yang iya keluarkan.

“Amber” lirih Krystal dan langsung memeluk Amber.

“Princess tenanglah aku ada disini” Krystal masih menangis di pelukan Amber.

“Aku takut” Krystal memeluk erat Amber dengan airmata yang masih mengalir.

“Kau tidak perlu takut, aku ada disini aku ada disampingmu. Aku tidak akan membiarkan seseorang menyakitimu” Amber membalas pelukan Krystal dengan mengelus punggung Krystal agar iya menjadi lebih tenang.

Amber melepas pelukan nya merasakan keadaan Krystal sudah sedikit tenang “Princess tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa denganmu itu hanya mimpi percayalah padaku. Aku akan melindungimu”

Amber mengusap Airmata yang membasahi pipi lembut Krystal “Sekarang tidurlah” senyum Amber, Amber bangun dari tempat tidur Krystal.

Langkah Amber terhenti karena tangan Krystal menahanya “Tidurlah denganku” pinta Krystal yang membuat Amber kaget.

Krystal menggengam erat lengan Amber “Malam ini saja, aku takut dia akan kembali” pinta Krystal, mereka berdua saling bertatapan satu sama lain.

Amber kembali duduk di tempat tidurnya yang kini menjadi milik Krystal “Tidurlah, aku akan bersamamu” senyum Amber dengan menyelimutkan kembali Krystal.

“Kau tidak boleh pergi” Amber melihat tanganya yang di pegang erat oleh Krystal.

“Aku tidak akan pergi, tidurlah yang nyenyak princess” senyum Amber dengan membalas genggaman tangan Krystal yang berhasil membuat princessnya tersenyum.

Pagi Hari

Sinar matahari mulai memasuki celah celah rumah Amber yang berhasil membangunkan sang putri cantik dari tidurnya yang nyenyak.

Krystal membuka kedua matanya, dan saat matanya terbuka iya langsung melihat Amber yang tertidur pulas di samping tempat tidurnya dengan tangan Krystal yang masih di pegang erat oleh kedua tangan Amber.

“Terima kasih servant” senyum Amber yang perlahan melepaskan tanganya dari Amber.

Krystal memberikan selimut kepada Amber dan perlahan iya keluar dari kamarnya, sebagai ucapan terima kasih Krystal membuatkan sarapan untuk Amber dengan menyiapkan segelas susu hangat dan sandwich buatanya.

“Princess Krystal” Krystal terkejut saat mendengar suara yang iya rindukan.

“Alish” Krystal memeluk Alish dengan erat.

“Alish aku merindukanmu”

“Aku juga princess, kami semua merindukanmu” senyum Alish.

“Bagiamana keadaan ayah dan sahabat-sahabatku?” tanya Krystal.

“Mereka semua baik princess, bagaimana denganmu?”

“Aku baik tapi akhir-akhir ini aku selalu mimpi buruh dan terlebih lagi iya datang kepadaku dan membuatku setengah mati Alish” wajah Krystal seketika berubah.

“Princess” Alish menaikan dagu Krystal.

“Aku tidak akan membiarkan kutukan itu terjadi padamu”

“Tapi bagaimana Alish? bagaimana? sampai saat ini aku tidak bisa menemukan obat penawarku”

“Kau tidak perlu takut princess, aku akan selalu membantumu untuk menemukanya tapi aku butuh waktu untuk menjawab teka teki yang di buat oleh malaikat kematian, itu sangat sulit untuk di tebak” jawab Alish.

“Princess, kau ingat bukan bahwa obat penawar itu ada di sekelilingmu?” Krystal menganggukan kepalanya.

“Kini aku memiliki klu lagi, dan klu kedua adalah…”

“Seoarang namja”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

HAHAHAHAHA

 

 

 

 

Advertisements

21 thoughts on “Beautiful Stranger 9

  1. Udah pasti amber lah jwban obat nya.. *sotoy wkakaka
    Aduh kryber kapan jadian
    Kesian suzy jg sih ._.
    Kok jdi focus ke mobil ya wkakaka
    Si kai rese abisss
    Lanjut aja thorrr wwkwka

  2. ajolaskha says:

    Gue rasa obat pnawarnya amber dan krystal kyanya punya hbungan deh sma jessica, mungkin ibunya krystal punya anak juga, yauda lanjut deh thor penasaran cepet fin yah hehhe

  3. Obat penawar nya adalah seorang namja.. Masalahnya adalah bisa aja disini kristal salah paham dan mengira itu yul… Amber kan slalu ketemu Dg Jessica yah… Makin seru nih thor… Update nya jng lama2 yah

  4. Bombom says:

    Wohohoho..Amber dibully trs.sekali2 dilawan aja tuh kai jhat bngt. Kryber saling suka tpi kgak mau ngakuin atau bingung tuh. Makin seru neh..

  5. LOLY says:

    Gue kira obat penawarnya jessica terus si amber tuh bonus haha kali gitu ibunya krystal si jessica yg reinkanasi *bikinceritasendiri wkwk lanjut terus thor 😀

  6. dhea ariftya says:

    obat penawarnya namja?? amber doang thor??? aku tahu obat penawarnya, ciuman dari amber, mungkin??? pervert mode on, lol.

  7. mutiaa says:

    Obat penawarnya udah pasti amber cuma princess gak ngeh ajh ..
    Pasti krystal ad hubungannya dengan jessica..
    Lanjut deh thor 😀cepet update fighthin😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s