Beautiful Stranger 8

Dum dum dum dum dum” semakin malam club ini semakin panas dengan music yang di aluni oleh DJ ternama yang ada.

“Untungnya telingaku tidak pernah tuli mendengar dentuman musik sekeras ini” Amber menggelengkan kepalanya dengan menyiapkan beberapa wine yang akan dia antar ke meja VVIP.

Amber membawa kereta dorong yang diatasnya di hiasi dengan Red wine serta gelas crystal yang bisa di bilang dengan harga yang fantastis “Huffh aku heran dengan orang orang ini, mengapa mereka rela menghabiskan uang hanya untuk membeli minuman seperti ini” Amber menggelengkan kepalanya.

“Waah wine nya sudah datang” riang salah satu yeoja yang berambut hitam itu.

Haishhh sepertinya aku benar-benar sial mengantar minuman ke meja ini! erggghhh…

“Ya! mengapa kau diam saja di situ?” haishh yeoja itu mengapa menatapku seperti itu.

“Ohh iyaa” ku ambil beberapa botol wine ini dengan tangan yang gemetar, agghh bagaimana tidak? aku selalu takut bila ada ke-6 yeoja ini.

“Mengapa tanganmu bergemetar? apa kau baik-baik saja?” aagghhh lihat dia lihaaatt! dia memegang tangnkuuu.

“Agghh tidak, tidak apa apa nona” sebisa mungkin aku menarik nafasku agar tidak terlihat gugup di depan mereka.

“Kau lucu sekali” yeoja itu memperlihatkan eyes smilenya “Baiklah aku permisi” sudah ku tata meja ini dengan rapih dan akhirnya aku bisa pergi.

“Siapa suruh kau pergi?” ya Tuhan apalagi?

“Ya, a-a-ada yang bisa ku-ku bantu lagi?” baiklah Amber kau benar-benar terlihat bodoh di depan mereka semua.

Ya! Ya! apa yang dia lakukan? mengapa dia mengalungi kedua tanganya di leherku? ya Tuhan selamatkan akuuuu….

“Bisakah kau mengantariku ke toilet, Amber Liu…” Damn! apakah yeoja ini sedang menggodaku, dan bisa tidak dia menyebutkan namaku tanpa desahan.

“Ya-ya nona” “Ssstt jangan memanggilku nona, panggil saja aku Sunny” aku hanya bisa menelan salivaku saat jari telunjuknya menyentuh bibirku, agghh aku bisa gila dengan yeoja-yeoja ini.

“Baiklah Sunny” senyumku dengan sekuat tenaga. gghh mengapa rasanya ke toilet jauh sekali, padahal ini sangat dekat. Aku benar-benar risih denganya aku merasakan dia tidak pernah berhenti menatapku dari belakang.

“Pfftt”

“Kau tidak apa-apa?”

“Oh haha iya aku tidak apa-apa” Amber mengelap keringatnya.

Akhirnya sampai juga! “Ini toiletnya, kalau begitu aku tinggal”

“Kau mau kemana?”

“Apa?” tanyaku bingung, mau apalagi dia?

“Kau harus menungguku kau mengerti” Sunny masuk ke dalam toilet.

“Hufhh yang benar saja!” aku hanya menggelengkan kepalaku menghadapi permintaan mereka, mereka? iya mereka ke 6 yeoja cantik yang selalu menggodaku dan membuatku terlihat sangat bodoh! itu baru salah satu diantara mereka, masih ada 6 yeoja lagi yang benar-benar membuatku ingin teriak lari ke hutan ataupun laut agar melepaskan rasa depresiku.

Aku tidak tahu kesialan apa yang akan ku alami? apakah aku akan membawa mereka ke rumahnya masing-masing? atau jangan jangan aku harus menerima ciuman di pipi oleh Seohyun akibat dia mabuk, atau jangan jangan aku akan di perkosa lagi oleh Yoona dan Tiffany! aghhh.

Maksutku mereka hampir saja memperkosaku karena mabuk berat! untung saja ada Min dan Key yang menyelamatkanku. Aku tidak mau lagi membayangkan mereka, sudah cukup penderitaanku karena mereka, walaupun ku akui mereka semua cantik dan sexy tapi mereka benar-benar menyusahakanku! ”

Tolong” tolong?”

“Tolong!!” suara itu darimana asalnya? apa aku tidak aslah dengar?

“Tolloongg!” sepertinya aku tidak salah dengar.

Brukk!” ada apa di balik pintu itu? aku segera berjalan ke arah sumber suara.

“Tolong!” suara itu semakin jelas! tapi bagaimana ini? ini ruangan private? haishh bagaimana ini!

“Tolong aku siapapun!!” apa boleh buat…

BRAAKK” pintu itu di buka paksa oleh Amber yang membuat keduanya kaget.

God damn! aku tidak percaya apa yang aku lihat “Jessica!”  Amber menarik namja bertubuh besar setengah tua itu untuk menjauhi Jessica dari tubuhnya.

“Bajingan gila!” Amber mengepal tanganya dan mendaratkannya tepat di rahang kanan namja tua itu hingga berdarah, tidak hanya satu pukulan tapi tiga pukulan hingga membuat namja itu terjatuh tak berdaya. Tapi namja itu cukup kuat mendapat serangan dari Amber, Amber yang mendekati Jessica mendapatkan kesempatan namja itu memukul Amber dengan tangan besarnya hingga satu pukulan saja Amber terhempas ke meja.

“Amber!!” teriak Jessica yang tak kuasa melihat Amber di pukul berulang-ulang kali hingga bibir dan pelipis matanya mengeluarkan darah segar dari tubuhnya. Tidak habis akal, Amber berusaha meraih sesuatu yang dekat denganya dan “TRAAZZ” sebotol wine merah mengenai kepala namja itu hingga membuatnya jatuh pingsan.

“Jessica kau tidak apa-apa?” Amber memegang kedua pundak Jessica yang menangis Amber melepaskan jaz kerjanya “Pakailah” Amber memakaikan jaz hitam miliknya kepada Jessica yang bajunya telah sobek karena ulah namja tua itu.

“Sudah jangan menangis, aku disini” Jessica memeluk Amber dengan airmata yang terus mengalir.

“Aku takut” Jessica menangis di dada Amber.

“Aku disini jessica, kau jangan takut okay” Amber segera memabawa Jessica keluar dan namja itu diamankan oleh security kami.

“Nona Jessica kau tidak apa-apa?” tanya manager club.

“Aku tidak apa-apa” jawab Jessica dengan menunduk.

“Maafkan kami atas kejadian ini nona Jessica” Jessica hanya diam ketakutan.

“Aku ingin pulang”

“Baiklah, kami akan mengatar nona Jessica dengan bodyguard kami”

“Tidak, aku ingin Amber”

What? aku???

“Aku?” aku melihat wajah managerku untuk menuruti perintah nya.

“Baiklah, aku akan mengantarmu” Sepanjang jalan Jessica terlihat diam, hufh apakah aku harus mengajaknya mengobrol atau apa?? agghh bagaimana ini tidak mungkin akan diam seperti ini terus. Ehmm…” aghh apa ya?

“Kau kenapa?”

“Oh? hahah tidak apa-apa” haishh bodohku mulai keluar.

“Ehmm kau tidak apa-apa?”

“Ya” senyumnya masih terlihat terpaksa. 25 menit kemudian. Amber telah sampai di rumah Jessica, waaah rumahnya sangat besar dan mewah tapi terlihat kosong maksutku terlihat tidak ada siapa-siapa “Terima kasih Am” senyum Jessica.

“Tidak perlu berterima kasih Jess, masuklah dan beristrhat” senyumku padanya aku merasa lega kini dia bisa tersenyum kembali.

“Am..” aku memutar kembali badanku dan….

“Terima kasih, aku benar-benar mengucapkan terima kasih” ya Tuhan aku seperti mimpi saat ini.

“Lukamu?”

“Ah tidak apa-apa aku sudah terbiasa” senyum Amber.

“Tapi….”

“Sudahlah aku tidak apa-apa, masuklah” suruh Amber.

“Baiklah,Kau hati-hati dijalan” aku hanya bisa membalas dengan senyuman karena aku merasa tidak bisa apa-apa saat di peluk olehnya.

“Ehmm jam 10.45” aku berjalan kembali ke tempat kerjaku, setidaknya aku lebih senang berjalan seperti ini jadi aku bisa menghabiskan waktu berjalan dari pada di club “Huffh”

“Driinggg drinnggg”

“Hallo, apa? ehmm baiklah pak terima kasih” aku menutup ponselku.

“Yes!!” hahaha aku tidak perlu ke club karena bosku mengizinkaku pulang, dia pikir pasti aku masih berjama Jessica.

“Baiklah ayo pulang!”

“Tidak seperti biasanya udara bisa sedingin ini” ucap Amber dengan memasukan kedua tanganya di saku celana miliknya.

“Dan juga…” Amber menghentikan langkahnya.

“Mengapa malam ini tidak ada bintang sama sekali??” heran Amber.

“Ah sudahlah” Amber melanjutkan jalanya kembali. Dengan secara tiba-tiba Amber menghentikan langkanya tepat, bukan karena dingin, bukan karena langit tetapi ada sesuatu yang menarik perhatian Amber. Amber berdiri tepat di kedua jalur rumahnya.

“Aku seperti merasakan sesuatu” Amber menoleh ke arah kiri jalan yang terlihat sangat gelap dan menakutkan, tetapi ntah kenapa ada sesuatu yang kuat untuk menarik Amber ke sana.

“Ah sudahlah mungkin ini hanya perasaanku saja” Amber berjalan ke arah timur menuju rumahnya, tapi hanya beberapa langkah Amber kembali menghentikan kakinya.

“Haishh” Amber memutar badanya dan kembali menatap jalan itu kembali. Tidak tahu mengapa, selangkah demi selangkah Amber berjalan ke arah jalan yang begitu gelap dan tak ada satu orangpun yang terlihat disana.

“Mengapa gelap sekali” Amber melihat sekeliling jalan yang kanan dan kirinya hanya di bentengi oleh tembok dan toko-toko yang sudah tutup. Amber kembali menatap sekeliling “Haishh mengapa aku harus kesini? menghabiskan waktu ku saja!” ucap Amber.

Amber memutar arahnya untuk kembali ke jalan rumahnya, tapi matanya seperti menangkap sesuatu. Amber sedikit lebih maju dengan menyipitkan kedua matanya agar terlihat jelas “Apa itu?” heran Amber dengan melihat sesuatu benda yang terjatuh di dekat tiang listrik yang mati.

Amber kembali mendekat dengan sejuta penasaran yang iya rasakan “Ya Tuhan” Amber sangat kaget hingga iya menghentikan langkhnya. “A-a-ap-pakah itu ma-manusia??”

“Bagaimana ini?” Amber meronggoh saku celana nya. “Haishh ponselku tidak ada signal” kesal Amber. Tidak ingin menelantarkan orang itu Amber dengan berani melangkah dengan sangat hati-hati dan takut,

Amber merendahkan badanya dengan berjongkok. Tanganya bergemetar, ingin memegang tapi takut tetap menghantuinya. Tapi apa boleh buat “Hei” Amber menyentuh tubuh yang tergeletak tak berdaya.

Amber menatap dengan detail “Dia yeoja??” Ambber tidak bisa menatap wajahnya karena badanya berbalik.

Dengan sangat hati-hati Amber mulai memegang pundak yeoja itu “Mengapa? mengapa rasanya tidak asing?” pikir Amber. Denga  perlahan Amber membalikan badan yeoja tersebut.

“Apa!” wajah Amber terlihat kaget dan tidak percaya dan seketikas Amber menjadi panik.

“Princess!!” Amber menggoyangkan tubuh Krystal.

“Princess bangunlah!!” Amber menaruh kepala Krystal di lenganya.

“Ya Tuhan mengapa kau menjadi seperti ini!” Amber nyaris tidak percaya apa yang iya lihat sekarang.

“Princess!” Amber melihat tubuh Krystal yang kaku tak berdaya dengan wajah yang sangat pucat dan begitu dingin.

“Bertahanlah!” dengan sekuat tenaga Amber menggendong krystal di punggungnya.

Krystal benar-benar tidak berdaya, tubuhnya lemas hingga kepalanya langsung terjatuh di pundak Amber.

“Bertahanlah princess” Amber menggondong Krystal dengan tenaga yang tersisa.

Amber berlari kecil dengan hembusan nafas yang dingin dari dalam tubuhnya, iya tidak peduli seberapa dingin nya malam, iya tidak peduli dengan luka di wajahnya, iya tidak peduli dengan darah yang mengering di wajahnya serta badanya yang terasa sakit.

“Aku mohon bertahanlah princess” Setelah berjalan cukup jauh Amber telah sampai “Suster tolong!”  para perawat rumah sakit itu segera menghampiri Amber yang menggendong Krystal.

“Tunggulah disini kami akan memeriksanya” Amber hanya diam melihat Krystal yang di bawa oleh perawat dan dokter ke dalam ruangan. Amber mengatur nafasnya berulang-ulang kali, benar benar kelelahan yang Amber rasakan tapi iya tidak peduli, yang iya pedulikan saat ini adalah Krystal. “Permisi” Amber membuka matanya yang hampir terlelap.

“Ya? bagaimana keadaanya? apa dia baik-baik saja?” tanya Amber dengan bangun dari tempat duduk.

“Keadaanya baik, hanya saja dia belum sadar” ucap dokter.

“Syukurlah, lalu dokter mengapa dia bisa pingsan seperti itu? apa dia memiliki penyakit?” tanya lagi Amber.

“Sepertinya ia hanya pingsan biasa dan sedikit syok dan selebihnya baik-baik saja kau tidak perlu khawatir, dia hanya perlu istrhat dan aku juga telah memberikan dia obat penenang” senyum dokter.

“Terima kasih” Amber membungkukan badanya. Amber berjalan masuk kedalam ruangan dimana Krystal berada, Amber berdiri tepat di samping Krystal yang wajahnya sedikit membaik.

“Berhentilah membuatku cemas princess” ucap Amber yang masih menatap wajah Krystal. Pagi hari 08.12 Mengapa kepalaku terasa sangat pusing dan begitu berat, tapi… Tapi mengapa jantungku berdebar-debar, mengapa aku merasakan sentuhan ini lagi. Sentuhan nya rasanya sangat berbeda dari yang lain.

Aku mencoba membuka mata ini dengan perlahan dan…

Aku dimana? mengapa semuanya sangat putih, aku dimana. ku berusaha untuk bangun dari tempat ini tapi ada sesuatu yang mengganjal di tanganku.

Aku hanya diam, aku menatapnya, aku memandangnya yang tengah tertidur pulas di samping sisi ranjang ini, dan aku tahu apa yang membuat perasaanku seperti ini. Iya, aku melihat tangan kiriku yang di genggam erat oleh Amber, aku memandang kedua tangan kami yang saling terikat satu sama lain.

Aku tidak tahu mengapa aku merasakan nyaman melihat tanganya yang terus menggeggam tanganku. Tapi… Ada apa dengan wajahnya? mengapa wajahnya ada darah yang sudah mengering? “Ergghh” Amber mulai mengerang.

Mata Amber masih belum bisa melihat jelas karena iya baru saja terbangun dari tidurnya, iya masih belum sadar bahwa Krystal sedari tadi memperhatikan nya. Jadi seperti ini dia bangun tidur? “Princess! kau sudah bangun?”

“Menurutmu?” tatap Krystal.

“Haishh kau benar-benar membuatku khawtir! aku hampir terkena serangan jantung ketika melihatmu pingsan di jalan! haishhh apakah aku harus menjagamu 24 jam agar aku tidak kahwatir padamu!” aku suka melihat dia seperti ini,aku suka saat dia mulai memberikanku ceramah karena aku yang selalu mengkwatirkanya, wajahnya benar-benar lucu.

“Sudah bicaranya?” ucap Krystal dingin.

“Sebenarnya masih banyak tapi aku sudah lelah!” jengkel Amber.

“Benarkah?”

“Ya!” tegas Amber.

“Kau yakin benar-benar lelah?”

“Tentu saja” “Kalau kau lelah mengapa kau terus memegang tangaku?” tatap Krystal tepat di mata Amber.

“Apa?” Amber melihat tanganya yang masih megenggam tangan putih princessnya.

“Kya!!!” kaget Amber Hahaha lihat wahjahnya hahaha aku benar-benar ingin tertawa melihatnya. “Haishh a-a-aku aku tidak tahu! maksutku aku tidak tahu mengapa tanganku…..”

“Menggenggam tanganmu” Amber menudukan wajahnya karena malu sedangkan Krystal menahan tawanya. “Hei apa pagi ini kau tidak pergi?” tanyaku heran.

“Ohh maskutmu sekolah?” aku mengangguk.

“Tidak” aku menatap heran.

“Kenapa? bukankah kau tidak pernah tidak pergi pagi? mengapa sekarang tidak?”

“Ehmmm…”

“Haishh kau banyak sekali bertanya, sudah kau siap-siap sana” Amber pergi meninggalkan Krystal.

Amber Pov

Aku mengeluarkan ponselku untuk mengirim pesan teks kepada Suzy untuk bilang kepada guru bahwa aku tidak masuk karena sakit.

“Tuan Amber Liu”

“Oh iya”

“Ini pengeluaran yang harus di bayar” aku  mengambil kertas yang berisikan total perawatan Krystal, untung saja ini tidak terlalu mahal.

“Silahkan tanda tangan disini” tunjuknya.

“Terima kasih” ucapku.

Aku kembali ke ruangan Krystal dan memperhatikanya dari kejauhan, aku rasa dia sudah membaik wajahnya sudah tidak pucat lagi, dan aku rasa badanya sudah kembali normal.

“Kau sudah siap?” Krystal menganggukan kepalanya.

“Ayo kita pulang, aku akan memasakan bubur hangat untukmu” Krystal turun dari ranjangnya dan mengikuti jalan Amber yang tepat di depanya.

Aku tidak mungkin membiarkan Krystal berjalan kaki, apalagi dia baru saja sembuh “Taxi!”

“Naiklah” aku membukakan pintu untuk Krystal.

“Apa?”

“Aku bilang naik” Krystal hanya diam.

“Apa kita tidak berjalan kaki saja?” tanya Krystal. “Aku malas jalan kaki! ayo naik, kalau kau tidak mau naik yasudah..” Krystal langsung naik kedalam mobil taxi.

Selama di perjalanan aku dan Krystal hanya diam, ya walaupun sesekali aku meliriknya untuk memastikan dia baik-baik saja. Tidak beberapa lama kemudian kami sampai, Krystal bergegas masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa sedangkan aku langsung ke dapur untuk menyiapkan bubur untuk Krystal.

“Sial sekali bahanya hanya sedikit” Aku kembali mengecek Krystal di celah-celah lemari lemari, dia terlihat menyederkan kepalanya dengan menonton televisi.

“Baiklah” aku menggulung kemejaku dan menyiapkan bahan, pertama aku siapkann kacang hijau, gula, tepung, vanilla, dan gula pasir. “Selanjutnya” kudidihkan air. Tidak lama kemudian jadilah bubur kacang

 

BUBUR-KACANG-HIJAU

hijau.  “Princess makanlah” aku membawa semangkuk hangat bubur kacang yang aku buat untuknya.

“Makanlah selagi hangat” ucapku dengan masih memegang mangkuk tetapi dia hanya melihat wajahku, ada apa denganya? apa ada sesuatu yang aneh di wajahku?

“Aku tidak ingin makan” ucapnya dingin.

“Apa? haishh kau belum makan jadi kau harus makan agar tubuhmu hangat, ayo makanlah” kudekatkan mangkuk ini tetapi dia mengelak.

“Aku bilang tidak mau!” haishh wanita ini benar-benar.

“Makanlah sedikit, aku sudah membuatkanya untukmu” dia kembali menatapku dengan tatapan yang menurutku menakutkan.

“Aku tidak menyuruhmu untuk memasak untuku bukan? lalu mengapa kau membuatnya? jika aku tidak ingin makan itu bukan salahku karena aku tidak pernah menyuruhmu!”

“Kau memang tidak menyuruhku tapi aku khawatir padamu dan…”

“Bisakah kau berhenti mengkhawatirkanku?!” ku letakan mangkuk ini.

“Urus saja ursanmu sendiri! berhentilah mengkhawatirkanku, berhentilah!” ucap Krystal dengan bangun dari sofa itu meninggalkan Amber.

“Kau bilang berhenti?” aku tersenyum pahit mendengarnya.

“Siapa yang memulai semua ini?” tegas Amber yang ikut bangun dari sofanya.

“Kau yang datang kepadaku bukan? kau yang meminta untuk tinggal bersamaku bukan?” Krystal diam yang masih memunggungkan Amber.

“Aku ini manusia, aku punya perasaan, aku punya hati. Aku memang tidak sempurna tapi aku memiliki rasa tanggung jawab aku memiliki rasa kepudulian” Amber menghela nafasnya.

Krystal membalikan badanya “Kalau kau peduli terhadap seseorang setidaknya kau harus peduli dengan dirimu sendiri!” ucap Krystal.

“Aku tidak ingin terus menyushkanmu” Krystal berjalan ke arah pintu.

“Berhenti” Krystal tetap berjalan. “Aku bilang berhenti!” tegas Amber yang membuat Krystal berhenti.

“Kau sudah masuk ke dalam kehidupanku dan sekarang kau akan pergi begitu saja?” Amber berjalan mendekati Krystal.

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja setelah apa kau lakukan kepadaku” Krystal memutar badanya menatap Amber dengan wajah yang masih memar.

“Aku sudah bosan mengatakanya, aku sudah lelah mengatakanya aku memang tidak tahu siapa dirimu, aku tidak tahu latar belakang kehidupanmu tapi aku tidak peduli! aku…” Amber menghela nafasnya.

“Aku lelah, aku tidak ingin sendiri jadi aku mohon…” tatap Amber.

“Aku mohon tetaplah bersamaku”

“Jujur, mungkin kau merasa aneh atas sikapku yang begitu menjagamu. Aku hanya mengikuti perasaanku, aku hanya mengikuti kata hatiku bahwa aku ingin terus menjagamu” Krystal dan Amber saling bertatapan.

“Hingga pada akhirnya kita akan benar-benar berpisah tapi tolong untuk sementara ini biarkan aku terus menjagamu hingga aku merasa lelah, hingga hati dan perasaan ini mengatakan aku untuk berhenti terhadapmu” Krystal hanya diam menatap Amber, Krystal sendiri bingung dengan perasaanya.

Krystal dan Amber sama sama sadar bahwa mereka adalah orang asing yang baru saja saling mengenal, tapi ntah mengapa mereka memiliki perasaan yang sangat kuat, sama-sama bingung apa yang mereka rasakan.

“Satu syarat” ucap Krystal.

“Katakan padaku”

“Biarkan aku membersihkan lukamu” Amber tersenyum simpul.

Aku duduk di sofa dengan menunggu Krystal datang, huffh mengapa aku merasa deg-degan?? Dia datang! ya Tuhan aku harus tenang.

Krystal sedang menyiapkan kain dengan di dalamnya berisikan es batu “Biarku liat wajahmu” Aku menarik nafasku diam-diam, dengan perlahan ku hadapkan wajahku ini ke hadapan Krystal “Kau bisa tidak agak sedikit mendekat?” perintahnya dingin.

“Apa? oh baiklah” aku dan Krystal semakin dekat jarak di antara kami, hingga aku menyadari betapa indahnya mata yang dimiliki oleh Krystal. Ini untuk pertama kalinya aku melihat mata yang begitu indah.

“Ehheemm” batuk yang dibuat Krystal membangunkan lamunanku dan dengan segera aku tidak berani menatap wajahnya karena aaaghh karena aku malu! Tanpa basa basi Krystal mulai membersihkan luka kering Amber di dahinya dengan sangat hati-hati. Haiishh mengapa suasana nya menjadi canggung seperti ini?! aghhh aku tidak kuat rasanya menahan jantung ini! rasanya ingin meledak.

“Aku heran denganmu” “Apa kau tidak merasa sakit atau merasa bosan dengan wajah yang terus berantakan seperti ini?” ucap Krystal yang masih fokus terhadap luka di wajah Amber.

“Tidak, aku seperti ini kan karena membantu” ucap Amber.

“Kau ingin menjadi pahlawan? kau ingin terus-terusan melukai dirimu sendiri?” ucap Krystal dengan mengambil es batu yang di lapis kain untuk mengompres luka memar Amber.

“Iya aku adalah pahlawan, namaku adalah Amberman hahaha”

“Aghhhh!!” teriak Amber.

“Ya!! sakit sekali!” Amber memegang pelipis matanya yang tengah di kompres Krystal. “Apa kau sengaja melakukanya?” Krystal menatap sinis.

“Bukankah kau pahlawan? masa begitu saja sakit, bagaimana kau ingin melindungi seseorang?” Amber hanya diam menahan sakitnya sedangkan Krystal melanjutkan mengompres bagian pelipis Amber.

Amber hanya diam, menatap Krystal yang wajahnya sangat dekat denganya. Matanya, hidungnya dan bibirnya, aku sekarang percaya bahwa malaikat itu nyata dan ada di dunia.

“Auchhh! Ya!! ada apa denganmu!” Amber mengelus-elus kepalanya.

“Kau kompres saja lukamu sendiri” Krystal meninggalkan Amber yang masih terlihdat bingung.

“Haishh Ya! aghhh kenapa dia itu! aduh sakit sekali.

Krystal pov

Aku segera masuk ke kamar dan membaringkan tubuh ini untuk beberapa saat “Aghh” aku memejamkan mata ini tapiiii.

“Agghh!!” aku mengacak-acak rambutku karena kesal! “Baiklah tarik nafas….”

“Hembuskaann” aku kembali membaringkan tubuh ini tapi tidak lama kemudian…

“Agghh! mengapa wajahnya terus ada di pikiranku!” aku benar-benar kesal! saat aku berusaha memejamkan mata selalu saja terlihat wajah Amber di bayanganku! Ada apa dengan dirimu Krystal Jung?

Aku yakin aku pasti sudah gila, iya aku benar-benar sudah gila hingga terus membayangkan wajah llama itu! Dia adalah Amber, Amber llama! dia adalah servantku dan stupid! Amber llama, amber llama dan dia sangat buruk iya benar-benar buruk. Okay tenang Krystal jung tenang…

Tapi, tidak ada llama yang wajahnya begitu mempesona! “Aghhh!!” aku bangun dari tempat tidurku untuk menyegarkan pikiranku yang mulai di racuni oleh senyumanya.

Greeckk” pintu di buka kasar Krystal.

“Ya!!!!!!” teriak Amber dari dalam.

“Ap-ap-apa apa yang kau lakukan!!” dengan sisa busa odol di mulutnya.

“Aku ingin ke kamar mandi” jawabku ketus karena kesal.

“Iy-iy-iya tapi apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu! apa kau tidak lihat aku mandi!”  teriak Amber, dan Krystal hanya memutarkan matanya.

“Kau sedang tidak mandi stupid , kau hanya menggosok gigimu” jawab Krystal yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.

“Tapi kau tidak lihat aku sudah membuka baju!”

“Kau hanya membuka baju kan ,bukan membuka semuanya?” ucap Krystal yang melihat tingkah Amber yang menutup bagian atas tubuhnya dengan kedua tanganya.

“Cepat pergi aku ingin menggunakan kamar mandi!”

“Haishh wanita ini, aku duluan yang berada di kamar mandi ini jadi aku duluan yang mandi buka kau!” tunjuk Amber dengan sikat giginya.

“Oh begitu baiklah kalau itu maumu llama” Krystal melangkah masuk ke dalam kamar mandi.

“Ya! ya! apa yang kau lakukan!” wajah Amber seketika merah.

“Mandi” jawab singkat Krystal.

“Haishh tapi aku duluan yang mandi baru kau”

“Kalau begitu kita mandi berdua” tatap Krystal nakal dan wajah Amber seketika menjadi mendidih.

“Oh my god! baiklah, baiklah kau mandilah! aku menyerah aku benar-benar menyerah” Krystal menahan tawa melihat Amber yang wajahnya sangat merah.

“Hahahaha dasar bodoh! ya ampun lucu sekali dia”

beberapa lama kemudian Aku hanya duduk di sofa menonton televisi, benar-benar membosankan! “Aku rasa ada yang bosan” aku melihat Amber yang menghampiriku.

“Menurutmu?” jawabku tanpa melihat llama bodoh itu.

“Waah aku rasa benar-benar bosan” jawab Amber.

“Bagaimana kalau kau ikut denganku” mataku langung mengarah ke Amber.

“Apa? kemana??” tanyaku penasaran.

“Ehmm itu rahasia, ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu” seketika badmoodku menjadi hilang seketika!

“Baiklah! ayo kita pergi” Amber dan Krystal pergi meninggalkan rumah. “Kita ingin kemana stupid?” tanyaku penasaran.

“Kau ikut saja” aku hanya mengangguk, ntah kenapa saat aku berjalan denganya aku merasa sangat terlindungi tetapi aku tidak suka bila ada yeoja yang menatapnya errghh mereka tidak tahu kalau dia adalah servant bodohku!

“Tumben sekali sepi, mungkin karena ini masih hari sekolah” aku hanya menatapnya bingung. “Aku akan memanfaatkan waktu bolos ini dengan baik” senyumnya. 15 menit berlalu.

Aku tidak tahu dimana sekarang aku berada, yang aku tahu adalah sekelilingku di penuhi dengan baju-baju, sepatu dan masih banyak lagi.

“Stupid ini dimana?” tanyaku.

“Kita berada di pusat perbelanjaan” senyumnya.

“Pusat perbelanjaan?” dia hanya mengangguk.

Aku hanya mengikuti Amber kemanapun dia berjalan hingga pada akhirnya kami berhenti.

“Selamat sore ada yang bisa kami bantu” jawab pelayan yang berseragam hitam.

“Ehmm iya, aku melihat beberapa ponsel keluaran terbaru” aku hanya diam memperhatikan Amber yang bertanya, Amber memegang dua benda yang sama seperti dia punya.

“Baiklah bungkus satu yang ini” ucap Amber.

“Itu apa?” Amber menatap Krystal yang tengah berbicara.

“Itu ponsel”

“Ponsel” dia kembali mengangguk.

“Nanti akan ku ajarkan” aku hanya diam dan mengikutinya kembali.

“Grrrrrr” Krystal memegang perutnya.

“Bilang kepada cacing-cacingmu untuk menunggu sebentar lagi” senyum Amber. Dan tidak lama kemudian Amber menyuruhku untuk duduk di bangku taman yang sekelilingnya di penuhi dengan pohon-pohon yang hijau, aku melihat Amber yang sedang membuka ras ransel hitamnya.

“Tadaaaaa” senyum Amber.

“Aku sudah membawakan makanan dari rumah” aku terkejut saat Amber mengeluarkan bekal nasi dengan botol minuman.

“Ini makanlah” waaaahhh dia sangat luar biasa bisa memasak seperti ini, tidak seperti biasanya dia

 

bento-lunch-box-24

membuat yang seperti ini!  Aku mengambil sendok yang di berikan oleh Amber dan aku mulai memakanya…

“Bagaiamana?” tanya Amber pensaran.

“Enak tidak??” tanyanya kembali. Aku menaruh sendoknya.

“Apa kau sebut ini makanan??” cetusku.

“Apa?”

“Kau ingin meracuniku?? ini makanan yang sangat aneh yang pernah ku makan dalam hidupku!”

“Haishh ya! aku sudah mencoba makanan ini dan rasanya sangat enak! aku rasa lidahmu yang aneh” jengkel Amber.

“Tapi ini benar-benar aneh!” aku kembali menyuap makanan yang di buat oleh Amber.

“Lihat rasanya aneh” ucapku sambil mengunyah.

“Kalau aneh mengapa kau terus memakan nya princess?” tatap Amber.

“Itu karena aku kasihan padamu karena telah membuat ini dengan susah payah, jadi setidaknya aku menghargai kerja kerasmu stupid” ucapku sambil makan tanpa menatap Amber yang tidak ku bagi denganya.

“Kau bilang itu racun tapi kau sangat lahap memakan nya” Amber menggelengkan kepalanya.

“Kapan kau membuat ini? aku tidak melihatnya”

“Saat kau mandi” jawab Amber yang berpangku tangan melihat Krystal.

“Benarkah??” “Iya, kau kan mandi 1 jam, lagi pula aku sudah biasa membuat ini”

“Sudah biasa? tapi ini untuk pertama kalinya aku melihat kau membuat ini”

“Iya, saat aku kecil. Ibuku sering membuat nasi dengan menghiasinya agar terlihat lucu seperti itu agar aku nafsu makan” senyum Amber.

“Dan semenjak ibuku membuatkan nya untuku terus aku jadi suka makan, dan aku memintanya untuk mengajariku dan ku rasa itu tidak sulit hanya butuh sedikit skill” Krystal menatap Amber, wajah Amber seketika menjadi sedih.

“Kau sedang merindukan ibumu?” tanyaku.

“Aku merindukanya setiap hari” tatap Amber.

“Lalu mengapa kau membuat ini untuku”

“Karena kau special” Krystal hanya dia mendengar ucapan Amber.

“Ini untuk pertama kali aku membuatnya setelah ibuku meninggal, dulu aku suka membuatkan nasi ini juga kepada ibuku ketika dia mulai sakit.

Tubuhnya mulai kurus dan sangat sulit untuk memakan sesuatu. Aku tidak ingin dia jatuh sakit, aku tidak ingin dia pergi meninggalkanku. Ibuku sangat berarti untuku princess” senyum Amber dengan Krystal yang menatap Amber.

“Aku harap kau menyukainya” tatap Amber.

“Karena selain ibuku, kau lah yang memakan nasi buatanku” senyum Amber yang membuat Krystal diam. “Tik Tik Tik Tik” rintikan hujan mulai membasahi bumi.

“Waah turun hujan ayo kita berteduh!” Amber merapihkan tasnya dan memegang tangan Krystal mengajaknya untuk ke tempat yang teduh.

“Agh! sial sekali, mengapa saat seperti ini menjadi hujan”  hujan benar-benar sangat lebat, Amber menatap Krystal yang diam dan sedikit menundukan kepalanya.

“Princess kau tidak apa-apa? apakah bajumu basah?” tanya Amber yang di balas anggukan oleh Krystal.

“DAARRR”

“Ahh!” Amber terkejut dengan tindakan Krystal yang tiba-tiba memeluknya.

Dub Dub Dub Dub” jantung Amber berdetak cepat.

“Princess” ucap Amber yang melihat Krystal memeluknya dengan rasa takut.

DAAARRR!!” petir kembali menyambar pelukan Krystal semakin erat.

Amber Pov

“Stupid aku takut” tangan Krystal melingkar di lengan Amber dengan menyembunyikan kepalanya di lengan Amber karena takut.

“Tenanglah princess aku ada disini kau tidak perlu khawatir” Amber mengelus bahu Krystal, aku baru tahu kalau dia takut dengan petir.

Oh? sepertinya baju dia sedikit basah “Stupid apa yang kau lakukan?” tanyanya bingung, tanpa ku jawab pertanyaan nya ku langsung pakaikan jaketku di badan Krystal yang terkena percikan air hujan.

“Pakailah” “Lalu bagaimana denganmu bajumu juga basah” aku hanya tersenyum mendengarnya aku baru sadar ternyta dia mengkhawatirkanku juga.

“Aku tidak apa-apa tenang saja” senyumku kepadanya yang masih melingkarkan tanganya di lenganku, aku tidak tahu berapa lama lagi hujan ini berhenti.

Selagi menungu hujan kami berdua duduk dengan melihat hujan yang masih saja deras dan tentu saja Krystal yang masih belum melepaskan tanganya di lenganku, aku rasa dia benar-benar takut akan petir.

“Stupid”

“Hmm”

“Apa kau menyukai hujan?”

“Aku menyukainya”

“Kenapa?” suara lembut Krystal.

“Menurutku romantis” aku tersenyum lebar saat menjawabnya, aku hanya mengatakan apa yang ada di isi kepalaku itu saja.

“Hmm” gumam Krystal.

“Bagaimana denganmu princess?” tanyaku balik. “Aku tidak menyukainya” mataku mengarah ke arahnya yang bersender di bahuku.

“Kenapa?” butuh beberapa detik untuk menjawab pertanyaanku.

“Karena dia pergi meninggalkanku” aku kembali melihat ke arahnya.

“Pergi meninggalkanku begitu saja” suara Krystal mulai terdengar sedih.

“Aku bahkan belum pernah melihat wajahnya tetapi dia pergi begitu saja meninggalkanku” Krystal menghela nafasnya.

“Terkadang aku merasa iri kepada teman-temanku dan juga dirimu”

“Apa? aku? apa yang membuatmu iri kepadaku?” tanyaku kaget mendengar ucapan Krystal.

“Kau tahu bukan aku tidak memiliki apa-apa” tawaku kecil.

“Setidaknya kau pernah merasakan hangatnya belaian seorang ibu” tawaku seketika berhenti ketika mendengar perkataan Krystal.

“Aku iri padamu servant” suaranya terdengar lirih.

“Aku iri padamu karena kau bisa berbagi canda tawa kepada ibumu, mendapatkan sentuhan dan kecupan hangat ibumu” aku hanya diam mendengar ucapan Krystal, mendengarnya seperti ini aku ikut merasa sedih, aku merasakan kesepian di dalam hatinya.

“Lalu dimana ibumu sekarang princess?” tanyaku penasaran.

“Aku tidak tahu, dia pergi meninggalkanku dan ayahku saat aku kecil” tatap Krystal yang melihat butiran air yang jatuh ke tanah.

“Ayahku bilang, dengan sangat berat hati Ibuku memilih tinggal di bumi di bandingkan tinggal bersamaku dan ayah. karena ibuku tidak ingin hidup di tempatku berasal aku tidak tahu alasanya kenapa, ayahku benar-benar mencintainya hingga dia ikhlas pergi meninggalkan ibuku tinggal di bumi di bandingkan di tempat asalku” Krystal menghela nafasnya.

“Ayahku benar-benar mencintai ibuku sehingga iya tidak mau melihat ibuku menderita bila iya disampingnya, iya mengatakan kepadaku bahwa kita harus belajar ikhlas untuk melepaskan seseorang untuk kebahagian nya” Krystal mengeratkan kembali pelukan di lengan Amber.

“Sebelum aku ke bumi ayah memberikan foto kepadaku, ayahku bilang aku bisa mencari ibu di bumi” senyum simpul Krystal.

“Tapi aku tidak tahu bisa menumakan atau tidak” lirih Krystal. Aku merasakan kesedihan di nada bicaranya.

“Ehmm bagaimana kalau aku membantu mencari ibumu?” tawarku padanya.

“Tidak perlu, aku bisa mencarinya sendiri” hmm aku memutuskan untuk diam.

15 menit kemudian

“Aghh” leherku terasa sakit dan merasa pegal tapi ntah kenapa bahuku juga terasa agak sedikit berat dan tidak bisa kugerakan, aku mencoba membuka pelan mata ini mencoba mencari tahu apa yang terjadi.

“Ohh ternyta aku ketiduran” aku melihat hujan yang sudah berhenti.

“Prin..” aku langsung mengunci mulutku karena Krystal kini terlelap di bahu kanan ku, rambutnya sedikit menutupi wajahnya. Ku rapihkan rambutnya yang sedikit berantakan semoga saja belaian tangan ini tidak membuatnya bangun, aku tidak tahu bagaimana cara mendeskrpsikan bagaimana sempurna wajah yang iya miliki.

Sungguh aku benar-benar mengaguminya, iya ku tegaskan hanya mengagumi! Dan kini aku melihat kelima jariku saling bersentuhan dengan jari jemari Krystal yang, agghh tidak bisa ku ceritakan tanganya benar benar sangat lembut dan jari jarinya lebih kecil daripadaku. dan wangi rambutnya benar-benar membuatku melayang di udara aku rasa wanginya seperti wangi strawberry.

Hufhh..

Apa yang kursakan saat ini? agghh kontrol perasaanmu Amber! tapi mengapa jantung ini terus berdebar-debar! Baiklah Amber tenang, aku memejamkan mataku berusaha menenangkan pikiran dan perasaanku yang saling beradu!

Aku membuka mata ini dan aku tidak tahu mengapa mata ini terus mengarahnya yang tertidur pulas di bahuku dan juga lihat jari jari kami saling bergenggaman erat seakan-akan tidak mau saling kehilangan satu sama lain…

Amber Liu kau harus melepaskan tanganya! tapi mengapa tidak bisa? Tidak Tidak Tidak Tidak bisa! aku tidak bisa melepaskan tangan ini. Ntah kenapa aku menyukai saat seperti ini. Aku tidak akan melepaskan nya sampai iya yang melepaskan genggaman ini.

couple_holding_hands-2801

 

————————————————————-

Sorry late update hehehe, thnks semua yang udah comment ff gw maaf ya author bukanya gak mau bales tapi author bingung mau bales apa hehe. maaf semua kalau ada kesalahan dalam penulisan thnks semua ^^

Advertisements

22 thoughts on “Beautiful Stranger 8

  1. kecil says:

    akhirnya yg di tunggu2 muncul juga….. yeeeee,,,, seneng banget gue bacanya… semoga amber dan krystal bersatu …. huahhahahahahah……. kerenn thorr lanjut…. ^_^

  2. cindi says:

    haha gak papa thor lu gak bls komen2 readers cuman lu harus update chap selanjutnya dengan cepat yaa? hehe makin bagus kok ceritanya

  3. ailua says:

    wuhuu .. itu servent llama banyak bgt yg sukanya .. tapi tetep ya hatinya mah buat princess .. hihiw ..

    jgn lama ” thor updatenya .. kalo bisa tiap hari 😀 haha .. ^ehh

  4. Jaeger says:

    Thor lama sekali updatenya😁
    tp chap 8 nya renyaaah sekali ..
    saya setia nungguin next chapnya kelanjutaanx,
    gomawo semangat terus ..

  5. haha says:

    gw udh nunggu dri kemaren2 akhirnya keluar juga.. wkwkwk gilaa keren banget!!! lanjut thor,, jangan lama2 yaa.. gw makin penasaran nih kapan kryber jadian.. wkwkwk

  6. ken hendrawan says:

    so sweet bgt thorr… keren kryber adalah couple teromantiss .. semoga mereka cepat cepat sadar dg perasaan mrka .. lanjut thor keren

  7. Putri says:

    ciee cieee yg lagi jtuh cinta.kryber msih malu2 nih bwt ngungkapin’y.
    Ibu’y krys ada d bumi.?? Haduuh tmbah pnasaran aja nih.
    Lanjut terus thor

  8. sandika fitri says:

    Wah udah update lagi…ibunya kristal ada d bumi jangan jangan kristal adik kaka dengan jesika hihi…

  9. isnaeni says:

    kryber romantis bgt sihh
    gue seneng nih liat mereka berdua
    thorr amber kagak bakal kaya ya???
    kan klau dia kaya tu orang makin bisa bahagiain krystal#itu saran ya thor
    oke lanjut deh

  10. ajolaskha says:

    aku rasa ibunya krystal itu ibunya jessica mungkin,kan jess d bumi heheh sotoy gue
    tp btw segera lanjutkan ff ini thor plis yah

  11. dhea ariftya says:

    ahhhhhhhhhhhhhhhh, amber bener2 stupid!!! kapan dia peka kalo krystal dan dia sendiri suka sama krystal???? aku berharap kryber cepet jadian,kkkkk. dan moment kryber gila cute sama so sweet bgt. baca ni chap kyk ntn drama korea.

  12. NW says:

    Isshhh… Amber coba ajja kalo dia ngomong kalo dia tuh suka sama Krystal.. Di chap ini KryBer nya sweet bgt Thor.. ^^
    Ya ampun… SNSD di sini jdi wanita centil yg godain Amber yah…
    Semangat terus ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s