Beautiful Stranger 3

IMG_6936

 

Aku tidak habis fikir bukankah namja ini menginginkan dirinya mati? mengapa dia sekarang memohon kepada diriku untuk tidak membunuh dirinya? benar-benar lucu sekali, dan yang lebih menggelikan nya lagi namja ini mau menuruti semua perintahku.

“Tapi aku belum mengetahui namamu?”

“Aku?”

“Aku adalah Krystal Jung Soojung” aku menarik sudut bibirku. “Krystal Jung Soojung? nama yang indah”

“Tentu saja!” ucapku dengan nada tinggi dan manusia bodoh ini menutup telinganya.

“Haish mengapa kau berteriak? aku tidak tuli Krystal!”

“Apa kau bilang” aku menatapnya dengan tatapan mematikan.

“A-a-apa? apa aku mengucapkan kata yang salah? mengapa kau menatapku seperti itu” wajah bodohnya mulai ketakutan lagi.

“Kau memanggilku dengan Krystal?” aku melangkah mendekat kepada dirinya.

“Apa? ap-ap-apa aku salah? kau menyebutkan namamu adalah Krystal Jung Soojung, ja-jadi ku panggil saja dengan Krystal” dia benar-benar ketakutan haha aku suka sekali menggodanya.

“Dengar ya stupid! tidak ada yang berani memanggilku dengan namaku kecuali orang tuaku jika kau ingin memanggilku, kau harus memanggilku dengan kata Princess!”

“Apa? princess? bagaimana bisa?! haha apa kau sedang becanda”

“Bagaimana bisa, bagaimana bisa? tentu saja bisa! aku adalah putri dari J’adoreA negri dari para dewa dewi! semua menuruti perintahku dan sangat tunduk kepadaku! dan kau…..” aku menunjuk tepat di depan wajahnya.

“Kau adalah pelayanku! mulai detik ini kau harus memangilku dengan Princess! apa kau mengerti!” wajah Amber terlihat ketakutan.

“Tapi..”

“Tidak ada kata tapi! apa kau ingin menentang perintahku? ohh apa jangan-jangan kau inginku buat mati lagi di sungai?” Amber menggelengkan kepalanya dengan ketakutan.

“Baiklah-baiklah aku mengerti! aku mengerti Krys maksutku Princess Krystal!” Krystal tersenyum lebar dan Amber terlihat takut akan Krystal.

“Jadi, dimana rumahmu servant?” ucap Krystal.

“Disana” tunjuk Amber dengan malas.

“Baiklah ayo kita kerumahmu aku ingin berisitirahat” Krystal melangkah terlebih dahulu dan Amber?

“Haishh! mengapa aku harus bertemu dengan orang seperti dia! makin berat saja beban hidupku! apa yang harus kulakukan? mengapa dia harus tinggal di rumahku?”

“Ya!! kau manusia bodoh! mengapa kau disitu saja! ayo cepat kesini!” teriak Krystal yang membuat Amber menggaruk kepala nya karena kesal terhadap sikap Krystal.

“Lihat? dia sekarang memanggilku dengan sebutan manusia bodoh? benar-benar! haishh Tuhan mengapa kau memberikan ku masalah yang sangat besar” Amber mengangkat kepalanya ke atas langit-langit seraya berdoa.

“Ya!! cepat!!”

“Iya aku segera kesana” teriak Amber mengejar langkah Krystal.

“Bagaimana kalau aku bukan orang yang baik, maksutku kita baru saja bertemu bagaimana kalau tiba-tiba aku berbuat jahat kepadamu atau tiba-tiba di saat kau sedang tertidur aku langsung membungkam wajahmu dengan bantal? atau mungkin aku akan memberikanmu racun hingga kau tidak bisa bangun kembali. apa kau tidak takut?” Langkah Amber terhenti saat Krystal menghentikan langkahnya dan mendekati Amber yang sedikit menjauhi Krystal.

“Tuk Tuk Tuk” langkah Krystal mendekati Amber.

“Sebelum kau membunuhku” Krystal kembali mendekati Amber dan menunjuk letak Jantung Amber dengan jari telunjuknya.

“Aku sudah membunuhmu dan merobek-robek jantungmu” Amber menelan salivanya dan seketika badanya menjadi berkeringat karena ketakutan.

“Jangan pernah macam-macam denganku, apa kau mengerti servant?” Amber menganggukan kepalanya.

“Bagus”

Setelah berjalan 15 menit akhirnya mereka sampai di depan gerbang rumah Amber, selagi Amber membuka kunci gerbangnya Krystal melihat sekeliling lingungkan rumah Amber.

“Jadi seperti ini tempat manusia tinggal? mereka tinggal dengan rumah yang berdekatan? bagaimana bisa mereka tinggal dengan jarak yang berdekatan?” ucap Krystal heran.

“Krys ehm maksutku princess Krystal, apa kau akan terus-terusan di luar? ayo cepat masuk”
Krystal mengikuti langkah Amber tepat di belakangnya yang sedang membuka pintu rumahnya yang sederhana.

“Welcome to my home” Amber membuka pintu rumahnya dan membiarkan Krystal berjalan terlebih dahulu untuk masuk kedalam rumahnya.

Krystal menatap sekeliling rumah Amber dengan wajah yang bingung “Stupid, ini rumahmu?” tanya Krystal yang masih memandangi isi rumah Amber.

“Tentu saja!” jawab Amber yang sedang menuangkan air minum ke gelasnya.

“Kalau ini rumahmu? berarti toliletmu seperti apa?”

“Apa maksutmu?” tanya Amber yang sedang meminum segelas air.

“Rumahmu tidak ada apa-apanya di bandingkan toilet kamarku” ucap Krystal yang masih melihat isi rumah Amber.

“BURRR!” Amber mengeluarkan air yang berada di mulutnya karena terkejut apa yang di bicarakan oleh Krystal.

“Bagaimana bisa kau menyamakan rumahku dengan toiletmu!”

“Bahkan aku sangat kesulitan bergerak di rumahmu ini! kau harus membeli rumah yang besar!” ucap Krystal.

“Ini?” Krystal memandang ruangan kecil yang ada di depanya.

“Ini tempat apa?” tunjuk Krystal dengan bingung.

“Itu kamarku” jawab singkat Amber dengan merapikan baju-bajunya.

“Maksutmu kamar tidur?” ucap krystal dengan menunjuk ruang tidur Amber.

“Yap”

“Yang benar saja? ini 45x lipat dari kamarku, apa kau bisa bernafas di ruangan sempit seperti ini?” tanya Krystal dengan menunjuk kamar Amber.

Amber menggaruk-garuk dahinya “Tentu saja, kau tidak lihat aku masih hidup hingga sekarang?” Krystal mengacuhkan nya dan masuk ke kamar Amber dan melihat foto-foto yang terpajang dan lemari bajunya.

“Apakah bajumu hanya ada 8 pasang? bagaimana bisa bajumu hanya ada 8 pasang? aku bahkan bisa menghabiskan 12x bajuku dalam sehari, dan servant bodoh ini hanya memiliki 8 baju?” Krytsal menggelengkan kepalanya.

Dan kini mata Krystal mencari-cari sesuatu “Hei stupid!” teriak Krystal dari kamar Amber.

“Ada apa lagi? apa lagi yang ingin kau ejek?” tanya Amber yang di luar kamarnya.

“Dimana tempat tidurnya? kau yakin ini kamar tidur?” Krystal kembali melihat sekeliling.

“Mengapa kau banyak sekali bertanya? itu kasurnya” tunjuk Amber ke lantai.

“Ini” tunjuk Krystal dan Amber mengangguk.

“Aku tidak mampu membeli kasur, jadi aku hanya membeli alas tidur tapi kau tenang saja, alas kasur ini cukup hangat dan lembut” Amber merapikan alas tidurnya, Krystal hanya melihat bingung.

“Kau tidur dengan alas tidur seperti ini?” tanya Krystal menatap alas tidur Amber dan Amber mengangguk.

“Mengapa manusia bisa tidur di alas seperti ini? bahkan pelayan kerajaanku saja tidak pernah tidur di alas seperti ini” gumam Krystal dan Amber hanya menggelengkan kepalanya.
Amber melihat ke arah jam yang menunjukan pukul dini hari “Oke princess waktu bertanya sudah selesai, sekarang kau tidur!”

“Kau berani memerintahku?” tatap Krystal.

“Ehmm tidak, hanya saja ini sudah larut malam dan lagi pula besok pagi aku harus sekolah”

“Sekolah? apa itu sekolah?” tanya Krystal yang membuat Amber menyesal mengucapkan kata itu, karena ini akan membuat Krystal terus bertanya.

“Aku akan menjelaskan nya besok pagi, sekarang kita harus istirahat oke”

“Tidak! aku ingin kau jelaskan sekarang servant! cepat apa itu sekolah?” Amber menghela nafasnya.

“Sekolah adalah tempat dimana aku akan menuntut ilmu dan akan menjadi orang yang berhasil dan sukses princess” ucap Amber.

“Hmmm”

“Apa kau mengerti?” tanya Amber.

“Tidak” Krystal menggelengkan kepalanya.

“Haishh, besok akan kujelaskan sekarang kau harus istirahat princess” bujuk Amber.

Krystal menatap alas tempat tidur Amber yang sudah Amber bersihkan “Tenang saja, alasnya sudah kuberishkan dan tidak bau! ini sangat bersih dan steril jadi kau tidak perlu takut” Krytsal hanya menatap Amber.

“Benarkah? bagaimana jika ada kuman? bagaiamana jika ada serangga? apakah tidur di lantai seperti ini akan aman?”

“Tentu saja akan aman percayalah padaku” Amber menatap Krystal.

“Hmm baiklah, tapi jika aku terjadi apa-apa kau akan menanggung akibatnya!” ancam Krystal,Krystal mulai membaringkan tubuhnya di alas tempat tidur Amber.

“Baiklah selamat malam princess Krystal” Amber mematikan lampu kamarnya.

Amber Pov

“Akhirnya dia tidur juga” aku menghela nafasku dan sedikit memijat kepalaku.

Aku berjalan ke arah gudang dengan mengambil selimut yang sedikit kusam dan bantal “Untung saja tidak aku buang” aku sedikit memberishkan selimut dan bantal yang sudah sedikit terkena debu karena kusimpan dalam gudang.
Aku melangkah dengan lelah dan berbaring di sofaku yang sudah kusam dan tentu saja sofa yang sudah berumur ini tidak seempuk dulu “Sial besi-besi sofa tua ini benar-benar menyiksaku”

Aku memejamkan kedua mataku dan berharap apa yang aku hadapi saat ini adalah hanya sebuah mimpi dan aku berharap akan segera di bangunkan dari mimpi buruku ini.

NEXT DAY

“DRRINNNGGGG!!!!!”

Haishh mengapa brisik sekali! aku ingin tidur dan sangat lelah! aku kembali menarik selimut hingga ke ujung kepalaku.

“DRRINNNGG!!!”

“AGGHHH brisik sekali alaram ini!” aku mengambil alaram yang tidak jauh dari jangakau tanganku dan mematikan nya dengan mata yang masih terpejam.

“Kalau begini kan enak, aku bisa tidur kembali” aku kembali menarik selimut.

“KRING KRING!!” aagghh! sekarang apa lagi? aku ingin isitirahat aku sangat lelah!

“KRRINGG KRIIINGG!” haish! aku bangun dari sofaku dan mengambil ponselku ku yang berada di atas meja.

“Hallo?” aku menganakat telfon dengan mata yang masih terpejam, aku benar-benar sangat lelah.

“YA AMBER LIU!! kau dimana! apa kau tidak tahu ini jam berapa?” aku menjauhkan ponselku karena teriakan seorang yeoja, aku berusaha membuka mataku dan melihat siapa yang menelfonku.

“Oh Suzy? ada apa? menelfonku sesubuh ini?” tanyaku dengan nada malas.

“Subuh katamu?? haishh dasar tukang tidur! kau lihat jam dan buka jendela kamarmu Amber! sekarang kau bangun dari tidur panjangmu dan segera mandi karena kau hanya memiliki sisa waktu 20 menit! cepat!” aku langsung membuka mataku dengan lebar dan bergegas melihat jam.

“Damn!” aku segera bangun dan berlari ke kamar mandi, aku segera menyikat gigiku, mencuci muka lalu segera mengambil seragamku yang berada di cucian belakang, hanya 5 menit aku sudah siap dengan seragam sekolahku, aku berlari mengambil tasku dan memakai sepatu dengan tergesa-gesa.

“Haish benar-benar sial!” aku berlari ke luar rumah dengan sekuat tenagaku dengan memegang blazer sekolahku yang berwarna biru tua dengan memakai dasi merah yang masih ku ikat dengan tergesa-gesa.
Kurang lebih dari 8 menit aku sudah sampai di depan gerbang sekolah, aku masih berlari-lari menuju kelasku “Mengapa aku mempunyai halaman sekolah yang sangat luas kalau begini memakan waktu saja!” aku terus berlari.

“YA Amber Liu!!!” teriakan seorang guru dari arah koridor.

“Selamat pagi pak!” aku menyapanya dengan berlarian.

“Akhirnya” aku mengatur nafasku, rasanya aku benar-benar akan mati karena aku sangat susah mengatur nafasku.

“Hufh hufh baiklah, tarik nafas dalam-dalam”

“Keluarkan” huffhh, aku segera merapikan seragamku dan membuka pintu kelas.

“Perimisi” yap sekarang aku merasa semua orang menatapku.

“Amber Liu?” aku menatap guru matematikaku yang super killer.

“Ya pak”

“Kau telat! keluar dari kelasku!” aku segera menutup kembali pintu kelasku dan berjalan menuju taman belakang.

“Huffh” aku merebahkan badanku di bangku taman karena aku benar-benar sangat lelah.

“Sial sekali” aku menatap langit-langit cerah yang terpancar mengenai wajahku dengan daun-daun pohon yang menutupi pancaran sinar matahari yang cerah di pagi hari.
Aku memejamkan mataku tapi ntah kenapa perasaanku seperti ada sesuatu yang aneh “Tapi apa ya?” aku berusaha untuk berfikir “Ehmmmmm”

“Agh aku ingat!” aku terbangun dari bangku taman “Krystal!” aku menepuk dahiku karena baru teringat Krystal yang berada dirumahku sendirian.

“Bagaimana ini? apa aku harus kembali kerumah? tapi mana mungkin?”

“Amber!” aku menoleh ke arah sumber suara dan melihat seserang yang berjalan ke arahku.

“Kau Amber Liu bukan?” aku melihatnya dengan heran.

“Ya, ada apa?” tanyaku kepada yeoja asing.

“Kau di panggil oleh Pak Choi” aku menghela nafasku, aku baru ingat bahwa aku memiliki tunggakan biaya sekolah.

“Baiklah aku akan segera kesana” aku berjalan melangkah ke ruangan pak Choi.

“Tok tok tok”

“Masuklah” aku membuka pintu dan memberi salam kepada guru olahragaku sekaligus wali kelasku.

“Duduk lah Amber” aku mengangguk dan duduk di depanya yang sedang melihat-lihat berkas.

“Amber” aku menatap wajahnya yang sepertinya sedikit kecewa.

“Ya pak guru”

“Aku melihat prestasimu akhir-akhir ini sangat menurun, ada apa denganmu? apa kau memiliki masalah, nilaimu tidak pernah di bawah rata-rata tapi kali ini nilaimu sangat mengecewakanku Am”

“Maafkan aku pak, akhir-akhir ini aku harus berkerja paruh waktu dengan waktu yang sangat padat dan aku tidak memiliki waktu untuk belajar”

“Bagaimanapun juga pendidikanmu nomor 1 Am dan sekarang ini kau sudah menunduduki kelas akhir, jika kau terus terusan seperti ini kau bisa dalam masalah, kau harus membagi waktumu dengan benar Am. Aku tahu kau adalah murid yang sangat cerdas di sekolah ini Am tapi bila terus terusan seperti ini kau bisa di keluarkan dari daftar beasiswa dan kau bisa bisa dikeluarkan dari sekolah ini atau bahkan kau bisa tidak lulus”

“Maafkan aku pak, aku tahu sekarang ini prestasiku sangat mengecewkan karena aku tidak dapat membagi waktu antara berkerja dan pendidikan” aku menghela nafasku.

“Tapi bila aku tidak berkerja bagaimana bisa aku membantu neneku di Busan? bagaimana bisa aku membayar semua urusan urusan sekolah ini? bagaimana bisa aku makan dan minum untuk kehidupanku sehari-hari pak?”

“Aku akan berusaha sekuat tenagaku agar bertahan hingga lulus dan memberi nilai yang memuaskan pak”

“Aku percaya padamu Am, aku tahu bagaimana kondisi keluargamu dan aku juga tahu bagaimana caramu agar bertahan di sekolah ini. Aku hanya tidak ingin mengecewkanmu pada akhir nanti Am” aku tersenyum mendengarnya.

“Tidak usah khawatir pak”

“Dan satu lagi…” aku melihat Pak Choi yang mengeluarkan selembaran kertas yang di taruhnya di depanku.

“Ini, aku sudah melunaskan semua biaya yang belum kau bayar”

“Waah!” aku sangat senang mendengarnya, Pak Choi memang sangat baik terhadapku.

“Jadi kau bisa ikut kembali di pelajaran olahraga dan ini juga adalah hadiahmu karena kau hebat dalam berolahraga” aku mengangguk, akhirnya aku bisa kembali masuk kelas olahraga.
Akhir-akhir ini aku tidak bisa masuk kelas olahraga karena aku tidak memiliki perlatan olahraga seperti stik golf, perlatan kelas hoki atau bahkan dalam kelas berkuda mereka semua selalu membeli alat-alat baru sedangkan diriku? aku harus meminjam sana sini.

“Dan kau bisa membeli buku baru di SM store, aku sudah membayar tunggakan bukumu jadi kau tidak usah khawatir”

“Terima kasih pak terima kasih” aku membungkukan badanku.

“Sekarang kau bisa keluar” aku tersenyum dan keluar dari ruangan.
Untung saja ada pak Choi yang selalu membantuku, bila tidak bagaimana bisa aku melunasi semua keperluan sekolahku yang di mulai dari buku yang harganya bisa membuat rahangku terjatuh lalu harga seragamku yang bisa membuatku bertahan hidup dalam waktu dua bulan, lalu keperluan kelasku yang lainya agghh!

“AMBER!” aku tersenyum mendengar suara yang tidak asing di telingaku.

“Amber! kau dari mana saja? aku mencarimu, mengapa kau bisa terlambat huh? apa kau berkerja hingga pagi hari? bagaimana jika kau sakit?” aku tersenyum mendengarnya.

“Aigooo apa kau benar-benar khawatir kepadaku?” aku mengacak-acak rambutnya.

“Haish! cepat jawab”

“Aku..” apa aku harus menceritakan tentang Krystal kepada Suzy?

“Ehmm semalam aku berkerja hingga larut malam itu sebabnya aku kesiangan dan terlambat”

“Hmm baiklah, jangan sampai kau terlambat bangun lagi! dan jangan berkerja hingga larut malam! kau ini manusia bukan robot” aku hanya mengangguk.

“Baiklah ayo kita ke kantin aku akan mentraktirmu”

Sementara itu…..

“Hoaaammmm” Krystal mengucek-ucek matanya.

“Dimana aku?” Krystal melihat kiri dan kanan.

“Oh aku ingat aku berada di rumah stupid” Krystal mulai bangun dari tidurnya dan melangkah keluar dari kamar Amber.
“Stupid, stupid!” ucap Krystal dengan dengan sedikit menguap.

“Haishh dimana dia?” Krystal mencari sosok Amber tapi tidak iya temukan dan Krystal melihat sofa yang terlihat beratakan karena semalam Amber tidur di sofa tua itu.

“Kemana dia?” Krystal terlihat bingung dan..

“Grrr~~”

“Haishh!” Krystal memegang perutnya karena lapar.

“Aku sangat lapar” Krystal berjalan ke arah dapur tapi iya tidak menemukan apa-apa.

“Bagaimana ini? aku sangat lapar! apa stupid itu tidak membuatkanku makan pagi! awas saja bila iya pulang nanti!” Krystal terlihat kesal.

“Grrr~~”

“Aghhh aku lapar bagaimana ini?” Krystal terus mengelus perutnya yang lapar.

“Biasanya bila aku bangun dari tidur aku sudah disajikan dengan begitu banyak makanan, tapi sekarang satu makananpun saja tidak ada! benar-benar menyebalkan” ucap Krystal.

“Oh” Krystal melihat arah pintu yang terbuka dan melangkah keluar dari rumah Amber.

“Aku akan mencari makan sendiri saja” Krystal berjalan keluar rumah Amber.
Dalam perjalanan nya Krystal selalu menjadi pusat perhatian bukan hanya pakaian yang iya kenakan tetapi juga karena kecantikan wajah yang iya miliki, Setelah cukup lama berjalan akhirnya Krystal menemukan makanan favoritnya.

“Ah akhirnya ketemu juga, sulit sekali aku mencarinya” Krystal segera masuk ke dalam restoran itu dan segera mencari tempat duduk.

“Ahjummaaa aku ingin memesan satu daging penuh!” teriak Krystal.

“Baiklah!” balas bibi pelayan.

“Ini silahkan menikmati” mata Krystal terbuka sangat lebar saat melihat daging asap yang ada di depan wajahnya.

“Mari makan!” ucap Krystal dengan bahagia.

Back to SM school

Mengapa aku terus memikirkan Krystal? apa dia sudah bangun? aku melihat jam yang menunjukan pukul 1, ini sudah pukul 1 dan waktunya makan siang, apakah dia sudah makan? haishh! mengapa aku begitu mengkhawatirkanya?! makan atau tidak makan itu bukan urusanku! lagipula siapa suruh dia ikut denganku? tapi bagaimana jika saat aku pulang nanti dia akan marah kepadaku? atau jangan jangan dia malah akan memakan dagingku? agghhh! tidak tidak tidak! itu sangat mengerikan sekali! Aghh Tuhan mengapa kau harus mempertemukanku dengan penyihir itu.

“Am apa kau tidak apa-apa?”

“Eh? ehmm aku baik-baik saja”

“Benarkah? apa kau yakin?” aku mengangguk kepada Suzy dan Suzy melanjutkan tulisanya.
Mengapa perasaanku tidak enak? mengapa aku terus mengkhatirkanya? “Haishh!” aku segera merapikan bukuku memasukan ya ke dalam tas ransel hitamku.

“Kau mau kemana?” tanya Suzy bingung yang melihat ku berjalan dengan membawa tas.

“Aku sedang tidak enak badan sepertinya aku harus izin pulang, bye Suzy”

“Tap-tapi” aku segera meninggalkan Suzy dan berlari ke luar sekolah.

Sementara itu….

“Nona, kau sudah menghabiskan 4 porsi besar daging dan kau masih ingin menambahnya?” tanya namja asing yang kini sedang melihat Krystal melahap daging.

“Waah kau benar-benar luar biasa” ucap lagi seoarang namja yang meliahat Krystal mengunyah daging.

“ahjumma tambah lagi satu porsi daging!” ucap namja yang berada di samping Krystal.

“Aku baru tahu yeoja cantik sepertimu makanya sangat banyak” ketiga namja itu menggelengkan kepalanya.

“Tapi walaupun kau makan sangat banyak kau masih terlihat sangat cantik”

“Tentu saja!” ucap Krystal dengan mengunyah daging.

“Ayo habiskan aku yang akan membayar semuanya” mereka ber4 bersorak dan namja-namja asing itu menikmati daging bersama Krystal.

Back to Amber
Amber segera membuka pintu rumahnya yang tidak terkunci “Princess!” teriak Amber dengan menyari Krystal dari seluruh penjuru arah tapi sialnya Amber tidak menemukan sosok yang iya cari.

“Haishh dimana penyihir itu?” Amber menggaruk kepalanya.

“Tunggu dulu! apa jangan-jangan iya sudah pergi meninggalkan rumah ini? atau mungkin dia sudah pergi dari bumi ini! hahahaha akhirnya aku bebas! kalau begitu aku sangat senang” wajah Amber terlihat sangat senang karena iya pikir Krystal sudah pergi meninggalkanya, Amber berjalan kembali keluar rumah dan berencana kembali ke sekolah dengan wajah yang berseri-seri.

“Amber”

“Ya ahjussi!” jawab Amber kepada pria paruh baya yang sedang membawa sapu.
“Hei anak muda, mengapa kau sekarang menjadi nakal seperti ini” ucap pria itu yang membuat Amber bingung.

” Apa maksut ahjussi?” wajah Amber terlihat bingung.

“Haishh kau malah pura-pura tidak mengetahui! kau ini masih di bawah umur mengapa kau berani-beraninya membawa masuk seorang yeoja di dalam rumahmu! dasar anak nakal!!”

“Apa??” Amber terkejut.

“Kau tidak bisa mengelak, walaupun aku sudah tua tapi pengheliatanku sangat bagus! yeoja itu keluar dari rumahmu dengan wajah yang marah! aku kau memperlakukan nya dengan kasar! mengapa kau sangat kasar kepada yeoja cantik seperti dia”

“Ahjussi kau melihatnya berjalan ke arah mana?” ucap Amber cemas.

“Aku melihatnya ke arah sana” tunjuknya.

“Baiklah terima kasih!” Amber segera berlari ke arah yang di tunjuk oleh pria tua itu.

Haishh aku harus menemukanya! dimana dia? Amber berjalan menelusuri jalan demi jalan hingga tiba matahari tenggelam Amber tak juga menemukan Krystal “Dimana dia?” Amber mulai kelelahan di tambah lagi cuaca yang sangat dingin yang membuat nafas Amber mengeluarkan uapan dingin dari mulutnya.

Amber kembali berlari kecil dengan menembus dingin nya malam Seoul “Haishh mengapa dingin sekali?! apakah akan turun salju?” Amber menggosok-gosok tanganya.

“Dimana dia?” Amber benar-benar khwatir kepada Krystal, ntah mengapa Amber khawatir terhadap yeoja yang baru saja iya kenal dan bahkan Amber tidak menyukainya.

Di saat Amber sedang berisitirhat tiba-tiba matanya menangkap seseorang yang iya cari, yang jarak pandangya tidak jauh dari matanya “Haishh penyihir itu!” Amber sedikit lega melihatnya dan segera menghampirinya.

Tapi langkah Amber berhenti saat ketiga pria mendekatinya, dan wajahnya terlihat sangat gembira “Wanita itu! yang benar saja!” Amber mempercepat langkahnya.

“Princess!” teriak Amber yang membuat Krystal menoleh ke arah belakang.

“Oh stupid!” Krystal terkejut saat melihat Amber yang berjalan ke arahnya.

Amber melangkah mendekati Krystal “Kau darimana saja! apa kau tidak tahu aku mengkhawatirkanmu setengah mati hah! bagaimana jika terjadi apa-apa denganmu! bagaimana jika kau tersesat! bagaimana jika kau tiba-tiba pingsan karena dinginnya malam! bagaimana jika ada penjahat yang mendekatimu!” ucap Amber yang membuat Krystal hanya terdiam menatap Amber.

Amber membuka tas hitamnya dan memberikan baju hangat kepada Krystal “Pakai ini kau bisa mati kedinginan bila kau berpakain seperti itu! dan mulai sekarang jangan pakai baju terbuka seperti itu, itu sangat tidak baik!”

“Cepat pakai” Krystal mengambil sweater rajut berawarna merah yang ada di tangan Amber, dan kemudian Krystal memakainya.

“Untunglah itu terlihat pas denganmu” ucap Amber.

“Kau membelinya?” tanya Krystal.

“Iya”

“Dasar stupid stupid stupid! kau itu adalah manusia bodoh!”

“Ya! mengapa kau berkata seperti itu!”

“Aku seperti ini karena dirimu! jika kau menyiapkan makanan untuku mungkin aku tidak akan keluar rumah dan mencari makan sendiri! itu semua salahmu stupid!” teriak Krystal kepada Amber.

“Maafkan aku, tadi pagi aku kesiangan itu sebabnya aku lupa”

“Maaf katamu? kau tidak tahu betapa laparnya perutku! apa kau sengaja membuatku agar mati kelaparan!”

“Haissh mengapa kau teriak-teriak” ucap Amber dengan melihat sekelilingnya yang mulai memperhatikan tingkah Krystal dan Amber.

“Itu semua karena salahmu! apa kau lupa kau adalah seorang servant dan aku adalah princess!”

“Iya iya ini semua salahku karena telah membuatmu lapar, kalau begitu maafkan lah aku dan jangan marah lalu berteriak seperti ini apa kau tidak lihat semua orang melihat kita?”

“Maaf saja tidak cukup Amber Liu!” Krystal melipat kedua tangan di dadanya.

“Haishh lalu apa? apa yang harus aku lakukan? apa yang harus ku lakukan agar kau mau memaafkanku?” Krystal terlihat berfikir.

“Mengapa dia tersenyum seperti itu? apakah dia merencakan yang aneh-aneh?” pikir Amber.

“Hmm baiklah kau akan ku maafkan tapi kau harus menggendongku hingga sampai rumah” senyum Krystal yang menatap Amber.

“WHAT? sampai rumah? apa kau becanda, kau tidak tahu jaraknya sangat jauh dan lagi pula aku sangat lelah karena mencarimu seharian”

“Jadi kau tidak mau?” senyum Krystal tiba-tiba pudar dengan menatap dingin Amber.

“Aku benci tatapan itu, membuatku sangat mati rasa” pikir Amber.

“Huffh” Amber menghela nafasnya, Amber membungkuk rendahkan tubuhnya “Naiklah” ajak Amber.

Krystal menahan tawa saat melihat Amber yang kini sedang jongkok di depanya “Ayo cepat naik” Krystal mulai memeluk punggung Amber.

“Apa kau siap, pegang yang erat” Krystal kemudian memegang erat.

“Aggghh princess! lehe-leh-leherku!” Amber memegang tangan Krystal yang mengikat leher Amber.

“Ada apa? bukankah kau bilang pegang yang erat?”

“Haishh kau memang harus berpegangan yang erat tapi jangan kau memegang leher ku dengan sangat kuat, kau pegang saja kedua pundaku kau mengerti?” Krystal hanya mengangguk dan kedua tanganya mulai memegang pundak Amber.

” 1 2 3″ Amber menstabilkan tubuhnya “Berat juga” ucap pelan Amber.

“Aku mendengarnya stupid” Krystal dengan nada dingin.

“Haha aku hanya becanda, baiklah let’s go home”

Di dalam perjalanan ke rumah, Amber dan Krystal hanya diam tanpa bicara satu katapun. Dengan perlahan Amber memutar kepalanya ke arah kanan dan Amber tersenyum saat melihat Krystal yang sedang tertidur pulas pundaknya “Mengapa wajahnya terlihat sangat lelah?” senyum Amber.

“Wajahnya terlihat sangat lucu saat sedang tertidur” ucap Amber dengan berjalan menelusuri lampu-lampu jalan rumahnya.

“Tapi bila iya sudah bangun ergghh dia malah terlihat menyeramkan” Amber menggelengkan kepalanya karena membayangkan wajah Krystal yang seram saat marah.

“Sampai juga” Amber membuka pintu dengan mendorongnya dengan lengan kirinya.

Dengan perlahan Amber menurunkan tubuh Krystal yang tengah tertidur pulas, tidak ingin Krystal kedinginan Amber mulai mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Krystal agar hangat.

Amber Pov

Mengapa mataku tidak bisa lepas dari dirinya? yang aku bingungkan adalah mengapa aku sangat peduli pada dirinya? mengapa aku sangat mengkhawatirkanya? sangat aneh.

“DRING”

“Hallo?”

“AMBER KAU DIMANA?!” aku menjauhkan ponselku.

“Haishh aku berada dirumah”

“Di rumah katamu?!! cepat kesini sebelum bos tahu kau telat datang kerja!” aku menepuk dahiku.

“Haishh baiklah!” aku segera mengambil tasku dan memakai jaket, sebelum aku keluar dari rumah kau membuka pelan pintu kamar tidurku “Aku berkerja dulu princess” Amber kembali menutup pintu dengan pelan agar Krystal tidak terbangun dari tidurnya.

Setelah 15 menit berlari Amber tiba di club tempat iya berkerja “Amber!”

“Hei Key” jawab Amber.

“Cepat! kita banyak pelanggan” aku mengangguk dengan membenarkan dasiku.

KEMUDIAN JAM 1 MALAM

Tidak terasa pukul sudah menunjukan pukul satu malam, aku bergegas melepas seragam ku “Kau buru-buru sekali pulangnya”

“Aku harus mengerjakan tugas rumah, aku pergi” aku segera meninggalkan tempat kerja ku.

“Huffh sampai juga” dengan menempuh waktu 15 menit aku telah sampai dirumahku, aku meletakan kedua sepatuku dan melepas jaketku kemudian ke dapur untuk mengambil air putih.

“Ah lelah sekali” aku memutar-mutar lenganku dan sedikit memijat pundaku yang lelah.
Aku berjalan menuju sofaku dan duduk sejenak tapi ntah kenapa aku merasakan ada sesuatu yang sedari tadi memperhatikanku, dan aku merasakan ada sesuatu yang aneh di dekatku. Aku segera mengeluarkan ponselku untuk menghidupkan senter agar dapat melihat apa yang ada di sekitarku dan…

“AAGHHH!!!” aku berlari menjauhi sofa yang biasanya aku tiduri dan mencari lampu ruangan ini.

Setelah aku menghidupkan lampu betapa terkejutnya aku saat melihat “Krystal! ehm maskutku princess Krystal apa, apa yang sedang kau lakukan disitu? apa kau ingin membuatku terkena serangan jantung!”

“Dasar bodoh, seharusnya kau menghidupkan lampumu! bukan nya menyalahiku! jika kau menghidupkan lampu kau pasti akan tahu aku ada disini” aku hanya menghela nafasku karena saat ini aku sangat malas berdebat denganya.

“Tapi mengapa kau tidak bilang??”

“Aku hanya ingin kau menyadari dengan sendirinya bahwa aku dari tadi ada disini!” aku berjalan mendekatinya yang duduk di sofa tua miliku.

“Lalu mengapa kau duduk disini? bukankah kau tadi sudah tidur?” tanyaku padanya.

“Aku terbangun dan bermimpi buruk” wajahnya sedikit tertunduk, ada apa dengan wajahnya? apakah dia habis menangis?

“Aku mencarimu! tapi kau tidak ada! apa kau tidak tahu betapa takutnya diriku saat mimpi buruk itu datang di tidurku! aku benar-benar sangat takut dan mimpi itu sangat terasa nyata bagiku” wajahnya menjadi merah dan nada bicaranya sedikit aneh.

“Princess apa kau tidak apa-apa?” dia tidak menjawab.

“Maafkan aku karena meninggalkanmu, aku memiliki pekerjaan pada malam hari. Aku ingin memberi tahu kepadamu tapi kau sudah tertidur dan aku tidak ingin membangunkanmu” kini aku melangkah dan duduk di sampingnya.

“Aku berjanji mimpi buruk itu tidak akan datang lagi dan tidak akan membuatmu takut seperti ini” Krystal menatapku.

“Benarkah?”

“Iya, aku berjanji”

“Selama aku hidup aku tidak pernah mendapatkan mimpi buruk”

“Mimpi adalah hanya sebuah bunga tidur jadi kau tidak usah khawatir princess” aku memberi senyuman padanya.

“Tetapi hal yang buruk akan terjadi kepadaku servant. Aku takut, aku takut kehilangan ayah dan sahabat-sahabatku”

“Kau tidak akan pernah kehilangan mereka princess, percayalah. Kau harus yakin kepada dirimu dan aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada dirimu” Krystal menatapku dan “DUG” tiba-tiba jantung ini.

“Bagaimana bisa aku percaya pada dirimu huh? kau mengurus dirimu saja tidak bisa! apalagi kau harus menjagaku! Kau bahkan membiarkan diriku kelaparan! haishh menyebalkan, aku tahu manusia itu hanya bisa berbicara tapi pada kenyataanya mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Haishh aku benci manusia”

Haishh wanita ini! yang benar saja! baru saja iya tadi terlihat manis tetapi dengan hitungan detik dia kembali ke wujud aslinya sebagai penyihir!

“Apa! mengapa kau melihatku seperti itu? mulai detik ini kau harus selalu ada di sampingku! bila tidak, kau akan terima akibatnya apa kau mengerti servant?” aku hanya menghela nafas menahan rasa sabar yang terasa amat dalam.

“Ya princess Krystal” jawabku malas.

“Dan besok kita harus bicarakan soal waktumu, kau harus memberi tahu waktumu di saat kau meninggalkanku karena urusanmu tapi bila aku meminta kau datang, kau harus datang detik itu juga dan meninggalkan semua urusanmu apa kau mengerti!” aku hanya diam melihatnya yang mengatur diriku, haishh dia kira dia siapa mengatur-atur diriku! dan haishh wanita itu malah meninggalkan ku seperti llama bodoh.

“Sabar Amber sabar, mengapa kau sangat bodoh sekali! mengapa aku harus meneruti semua perintahnya?! agghhhh kepalaku benar-benar sakit dibuat olehnya”

Pagi hari…

Percaya atau tidak sekarang ini waktu menunjukan pukul 6.30 pagi dengan memasak telur mata sapi dan menyiapkan segelas susu putih hangat.

“Hoaaamm” ini sudah ke-6 kalinya aku menguap “Selesai juga” aku segera merapikan meja makan yang terlihat kecil dan segera mandi. Setelah mandi aku segera mengenakan seragam sekolah, sebelum aku berangkat sekolah aku menuliskan catatan kecil di meja makan.

“Okay selesai” aku segera pergi meninggalkan rumah.

Krystal Pov

Perlahan aku membuka mata ini karena sinar matahari mulai menyinari wajahku “Ehmmm” aku mengucek-ucek kedua mataku, aku sangat lega karena aku tidak lagi bermimpi buruk. Aku segera bangun dari alas tidurku yang selalu menghangatkan tubuhku.

Saat aku membuka pintu, aku tidak menemukan sosok Amber “Apakah dia pergi lagi? mengapa sangat pagi sekali, sebenarnya apa yang iya lakukan pada pagi dan malam hari?”

Aku segera mencuci mukaku dan menggosok gigi setelah selesai aku tidak sengaja melihat isi meja yang sudah di lengkapi dengan segelas susu putih beserta piring yang berisi sandwich. Apakah stupid ini yang membuat semuanya? aku melihat sebuah kertas kecil yang letaknya tidak jauh dari gelas susu.

“Good morning princess selamat menikmati sarapanmu ^^” ntah kenapa aku tersenyum saat membacanya.

“Stupid” aku mulai duduk dan mulai melahap sarapan yang dibuat oleh servant.

“Mengapa mimpi semalam begitu menakutkan? huffh aku harap aku tidak akan memimpikan kematian lagi” aku benar-benar takut pada saat itu, iya aku memimpikan bahwa aku akan mati dan ayah beserta sahabatku menangis di depan jasadku.
Aku melihat tanggal “Ini sudah hari ke 4 tapi aku masih belum tahu harus mencari obat penawar itu dimana, bagaimana ini?”

“Alish apakah kau mendengarkanku? aku butuh bantuanmu bukankah kau akan membantuku untuk mencari obat penawar itu?hufff” aku merebahkan badanku di sofa.

“Bagaimana bisa aku mencarinya? bentuknya saja aku tidak tahu dan aku juga tidak tahu harus mencarinya kemana? apakah pada akhirnya aku akan benar-benar mati?”

“TOK TOK Amber Liu!!” aku mendengar suara seseorang yang berada di luar pintu.

“Amber buka pintunya” aku melangkahkan langkahku mendekati pintu.

“Amber cepat buka pintunya! haish” kemudian aku membuka pintunya.

“Mengapa kau lam….” aku menatapnya dengan bingung.

“Siapa kau?” tanyaku padanya yang masih melihatku dengan mulut yang terbuka, mengapa namja ini menjijikan sekali apakah dia sedang mengences?

“A-a-a-apa?”

“Kau ini siapa?” tanyaku ulang, dia seperti orang bodoh.

“Aku adalah princess Krystal, kau ini siapa? mengapa kau teriak teriak di depan rumah orang sepagi ini? apa kau tidak memiliki sopan santun?” haishh dia malah menatapku dengan heran.

“Haishh mengapa dia sangat galak sekali, aku adalah teman kerja Amber. Aku ingin memberikan ini” dia mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.

“Ini, ponselnya tertinggal saat iya sedang berkerja” aku sedikit menatap benda aneh yang ada di tanganya.

“Tenang saja ini bukan bom, ini benar-benar ponsel Amber” aku menatap wajahnya dan aku mengambil ponsel milik Amber.

“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu”

“Tunggu”

“Ada apa?”

“Kau teman kerja Amber?” dia hanya mengangguk.

“Teman kerja, maskutmu teman kerja yang seperti apa?” tanyaku penasaran.

“Aku adalah teman kerja Amber di club, namaku adalah Key”

“Club?”

“Iya club” aku hanya mengangguk pelan.

“Baiklah bila tidak ada yang ingin kau tanya lagi aku pulang bye” aku membiarkan nya pergi.

Sementara itu..

“Amber!”

“Ada apa?”

“Haish mengapa kau buru-buru sekali pulangnya?” Suzy mengejar langkah Amber.

“Ehmm ada sesuatu yang ingin aku kerjakan itu sebabnya aku harus buru-buru maafkan aku Suzy aku pulang duluan” Amber melambaikan tanganya dengan meninggalkan Suzy.
Amber berjalan dengan tergesa-gesa tapi saat Amber berjalan “Aggh!” Amber terjatuh.

“Oh maafkan aku telah menabrakmu anak miskin haha” Amber memegang kakinya yang terkena mobil Kai dan teman-temanya.

“Kau menggangu jalanku dasar bodoh! hahaha” teriak Kai dari dalam mobil dengan teman-temanya yang ikut menertawai Amber yang terjatuh hingga seragam nya menjadi kotor.

“Ayo Kai kita tidak punya waktu untuk bermain-main denganya” kemudian Kai meninggalkan Amber yang masih memegang kakinya.

“Aghh” Amber masih mengerang kesakitan “Damn! lukanya cukup banyak” Amber melihat kaki sebelah kanan nya terluka karena gesekan kulitnya dengan aspal panas. Amber berusaha berdiri tapi gagal karena kakinya benar-benar sakit.

“Sial!” Amber sangat kesal, di saat Amber sedang terjatuh tiba-tiba mata Amber melihat uluran tangan dari seseorang yang iya tidak kenal “Kau akan meraih tanganku atau kau akan terus-terusan seperti itu?” Amber diam sejenak dengan memandang tangan putih mulus yang berada di depan matanya dan pada akhirnya tangan itu di raih “Pelan-pelan” ucap orang yang membantu Amber, iya memegang tubuh Amber agar tidak terjatuh.

“Lain kali kau harus hati-hati” Amber hanya menatapnya “Kau akan ku antar ke rumah sakit”

“Tidak perlu!” ucap Amber dengan cepat.

“Mengapa tidak perlu? apa kau tidak lihat lukamu sangat parah?”

“Aku tidak apa-apa, aku akan membersihkan luka ini di rumahku saja. terima kasih sudah membantuku” Amber melepaskan genggamannya dan mencoba berjalan tapi “Agh!” Amber kembali terjatuh.
Yeoja asing itu hanya menggelengkan kepalanya dan langkah kakinya kembali mendekati Amber yang terjatuh “Mengapa kau sangat keras kepala sekali?” yeoja asing itu kembali membantu Amber berdiri.

“Kau harus benar-benar ke rumah sakit jika di biarkan maka akan semakin parah” kali ini Amber menyerah dan mengikuti yeoja itu ke rumah sakit.

Setelah sampai di rumah sakit kaki Amber segera di obat dan mendapatkan sedikit jaitan di kakinya, ternyta selain di kakinya Amber mendapatkan luka di lenganya yang iya tidak sadari lukanya cukup parah.

“Hmm aku heran, mengapa seseorang tega menabrakmu seperti ini tanpa ada rasa tanggung jawab” ucap yeoja asing yang kini duduk di samping Amber dengan melihat luka-luka di tubuh Amber.

“Biarkan saja lagipula aku yang salah”

“Apa kau yakin kau salah?” Amber hanya mengganguk.

“Kalau begitu lain kali kau harus hati-hati agar tidak seperti ini lagi” Amber hanya menatap bingung “Bagaimana bisa yeoja yang baru ku kenal begitu perhatian pada diriku?” pikir Amber.

1 jam Amber dalam pengobatanya, kini iya telah selesai dan di izinkan pulang “Permisi”

“Iya ada yang bisa saya bantu”

“Ehm apakah suster melihat yeoja yang tadi bersamaku?” tanya Amber kepada salah satu suster di ruang unit gawar darurat.

“Maksutmu yeoja berambut coklat?” Amber mengangguk.

“Kurang lebih 5 menit yang lalu iya telah meninggalkan rumah sakit ini” ucap suster yang membuat Amber kaget karena yeoja itu pergi meninggalkanya.

“Dia sudah pergi? haishh aku belum mengucapkan terima kasih kepadanya, mengapa dia main pergi saja dan aku juga tidak mengetahui namanya” ucap Amber yang sedikit kecewa.

“Oh princess!” Amber menepuk dahinya dan segera keluar dari rumah sakit.
Setelah 1 jam dalam perjalanan Amber tiba dirumahnya “Princess” Amber menghidupkan lampu rumahnya “Princess dimana kamu?” Amber berjalan mengelilingi isi rumahnya tapi sayang iya tidak menemui sosok yang iya cari “Princess” Amber membuka pintu belakang rumahnya.

“Prin….” kata-kata Amber terputus saat melihat Krystal yang sedang duduk menatap langit-langit “Hufhh aku kira dia hilang lagi” Amber melangkah mendekati Krystal yang sedang duduk.

“Princess maafkan aku karena aku pulang terlambat” ucap Amber tapi Krystal masih menatap langit-langit.

“Karena kakiku sedikit sakit jadi aku memakan waktu untuk sampai di rumah” tetapi Krystal tetap mengacuhkan Amber.

“Apa kau marah padaku?” Amber masih menatap Krystal.

“Princess Krystal”

“Apa kau tidak apa-apa?” Amber sangat bingung dengan tingkah Krystal yang hanya diam menatap langit-langit malam.

“Princess” Amber menatap Krystal.

“Kau benar-benar membuatku bingung” Amber menggelengkan kepalanya

“Baiklah aku masuk saja” dan Amber berjalan meninggalkan Krystal.

“Aku merindukan ayah” ucap Krystal yang membuat langkah Amber terhenti.

“Aku merindukan ayah” Amber memutar kembali badanya dan melihat Krystal yang terlihat sangat sedih.
Amber melangkahkan kakinya mendakti Krystal. Amber menatap Krystal yang sedang menatap langit-langit malam dengan wajah yang sedih. Amber hanya diam duduk di samping Krystal, Amber tidak tahu apa yang harus iya lakukan bila melihat seseorang di dekatnya sedang sedih.

“Biasanya setiap malam ayah selalu datang ke kamarku untuk membacakan dongeng untuku dan juga ayah selalu menemaniku hingga diriku terelelap tidur karena ayah takut bila aku bermimpi buruk” ucap Krystal.

“Ayahmu sangat luar biasa princess pasti dia benar-benar menyayangimu sehingga kau selalu merindukan sosoknya” Krystal tersenyum mendengar ucapan Amber.

“Aku lebih baik kehilangan semua yang kumilki dari pada aku harus kehilangan sosok ayahku, dia sangat berharga bagiku”

“Kau benar-benar beruntung memiliki sosok ayah yang benar-benar menyangimu” ucap Amber.

“Walaupun kau dan ayahmu kini sedang berpisah tapi aku yakin ayahmu pasti merindukanmu juga, pasti iya selalu menjagamu walaupun jarak sangat memisahkan kalian princess” Krystal menoleh kearah Amber yang tepat di sampingnya.

“Itu sebabnya kau tidak boleh mengecewakan ayahmu dan buat dia bangga terhadap dirimu” senyum Amber yang membuat Krystal hanya diam menatap kedua bola mata Amber.
Kedua bola matanya, kedua bola matanya benar-benar indah dan ntah mengapa aku sangat betah menatap matanya seperti ini

“Grrukkk~~~”

“Hmmmppp” aku menatap servant bodoh ini yang membungkam mulutnya.

“Jika kau mengeluarkan suara tawamu, aku akan memotong pita suaramu!” aku menatap nya dengan deathglare sehingga dia sebisa mungkin menahan tawanya.

Haishh benar-benar memalukan! “Princess kau mau kemana?” aku segera bangun dan pergi meninggalkan servant stupid.
“Princess aku akan menyiapkanmu makan malam” suara Amber yang masih bisa kudengar.

“Kau benar-benar lucu” senyum Amber.

Aku hanya duduk menatap layar kecil yang ada di depanku sedangkan Amber sedang memasak makan malam untuku, harus ku akui Amber bodoh itu sangat pintar memasak dan bau masakanya “Hmmm” semakin membuatku lapar.

“Haishh mengapa lama sekali! kau tidak tahu aku lapar? seharusnya kau menyiapkan makan malam dari tadi jadi aku tidak perlu menunggu seperti ini” ucapku kepada Amber yang sedang mengaduk-aduk panci.

“Tunggulah sebentar lagi” aku hanya melipat kedua tanganku dan melihat Amber yang sedang memasak untuku, tetapi aku melihat sesuatu yang aneh di kaki nya “Ada apa dengan kakinya?”

“Ayo duduk dulu disini” Amber menarik kursi kayu dan mempersilahkanku duduk di meja yang sangat kecil ini, Amber segera mengambil piring untuku serta menungakan segelas airputih.

Aku hanya berpangku tangan menunggu hidanganku datang “Tadaaaa” Amber membawa panci dengan bau yang sangat membuat cacingku gelisah.dengan perlahan Amber menungakan semangkuk sup hangat untuku.

“Ayo makanlah selagi hangat” ucap Amber yang kini duduk tepat di depanku.

“Apakah ini aman?” Amber menghela nafasnya.

“Tentu saja! kau tidak perlu takut kepadaku, aku tidak menaruh racun ataupun obat tidur di sup itu walaupun makanan ini sangat sederhana tapi rasanya sangat luar biasa” aku hanya menatap Amber yang terlihat lucu saat menjelaskan bahwa sup yang akan kumakan ini aman, ntah kenapa aku sangat suka saat menggodanya hehe.

“Hmm baiklah akan kumakan” baiklah suapan pertama.

“Hmm bagaimana? enak tidak?” aku menatap Amber yang menunggu jawabanku atas masakanya, matanya sangat mengisyaratkan bahwa makanan yang iya buat sangat enak.

“Kau bilang ini adalah sup?” tunjuk Krystal ke arah mangkuk dengan wajah jengkel dan Amber hanya mengangguk.

“Apa kau mencoba membunuhku dengan sup aneh yang rasanya tidak karuan ini!”

“Haishh yang benar saja?” Amber segera mengambil mangkuk, dan mencoba sup buatanya.

“Ini enak! ini seperti sup yang biasanya ku buat” Amber mengangguk karena supnya yang terasa enak.

“Enak katamu? darimana bisa kau bilang ini enak? dasar stupid” Krystal meninggalkan meja makan.

“Aghhhh wanita ini membuatku gila!!” Amber mengacak-acak rambutnya.
Krystal Pov

Waktu sudah menunjukan pukul 2 malam tapi aku tidak bisa tidur karena perutku sangat lapar! aghh mengapa hidupku begitu tersiksa sampai harus menahan lapar seperti ini.

“Apakah servant bodoh itu sudah tidur?” aku bangun dari alas tidurku dan membuka pintu dengan melangkah sangat pelan menuju dapur “Ah untung saja dia tidak membuang makananya” aku segera mengambil sendok dan mulai melahapnya, jujur saja makanan nya sangat enak aku hanya gengsi dan malu bila mengakui bahwa makanan servant bodoh ini sangat lezat dan aku juga snagat malu bila menghabiskan semua sup yang iya telah buat.

“Kenyang” aku mengusap-usap perutku lalu bergegas kembali ke kamar tapi saat aku ingin berjalan ke kamar, aku melihat kaki Amber yang di balut oleh perban. Aku menghela nafasku dan menghampirinya yang tengah tertidur pulas.

Sedikitku bungkukan tubuhku agar bisa melihat jelas kakinya “Apa yang baru saja iya lakukan hingga kakinya bisa seperti ini?” ku pegang kaki Amber yang terluka dengan telapak tangan kananku, aku menarik nafasku dengan dalam kemudian ku pejamkan mataku beberapa saat.

Dan setelah kubuka mataku luka Amber sudah menghilang “Syukurlah” aku menatap wajah Amber yang sedang tertidur pulas “Lain kali kau harus hati-hati servant” aku menggelengkan kepalaku dan kembali ke kamar tidur Amber.

Next day

“Ingat waktumu hanya 100 hari Krystal hanya 100 hari, bila kau tidak menemukan obat penawar itu maka kau akan mati”

“Aghh!” aku terbangun dari mimpi buruku, jantungku berdetak sangat kencang dan aku berkeringat.

“Aku tidak ingin mati, aku tidak ingin mati” aku terus menghembuskan nafasku dengan menggebu-gebu seperti habis berlarian tanpa henti.

Aku pejamkan mataku dan berusaha kembali menenangkan diriku, tidak butuh waktu lama keadaan tubuhku kembali normal aku bergegas ke dapur dan meminum segelas air putih “Hufh” kini aku merasa lebih baik.

“DRINGG DRIING” bunyi apa itu?

“DRINGG DRINGG” aku mencari ke arah sumber suara yang mengarah ke kamar tidurku.

“DRINGGG DRIINGG” aku menemukan sumber suara tersebut, mengapa benda ini berbunyi?

Aku mengambil benda yang berbunyi ini dan aku melihat tulisan di layar benda ini “Suzy??” apa itu Suzy? aku mematuk matuk layar ini agar berhenti berdering tapi bukan suara deringan lagi yang keluar melainkan suara wanita?”

“Hallo Amber kau dimana?” benda ini mengluarkan suara yang berbeda seperti suara manusia, aku mendekatkan telingaku ke arah benda ini “Hallo hallo Amber! apa kau mendengarkanku”

“Hallo” mengapa dia diam saja?

“Hallo?” aku masih menunggu jawabanya.

“K-k-kau kau siapa?” aku mengerutkan dahiku.

“Aku adalah princess Krystal, kau siapa?”

“Aku, aku adalah Suzy”

“Suzy?”

“Iya, apakah Amber ada?”

“Servant bodoh itu tidak ada disini, dia selalu pergi meninggalkanku setiap paginya dan aku tidak tahu di kemana”

“Oh begitukah” hmm mengapa dia menjawab begitu lama.

“Apa kau teman Amber?” tanyaku padanya.

“Iya, aku teman sekolahnya. Baiklah terima kasih atas informasinya”

“Tung– haishh mengapa suaranya mengilang?” aku mengetuk-ngetuk benda ini tapi tetap saja tidak bunyi lagi.

“Siapa Suzy? apakah dia kekasih servant bodoh itu?” haishh sudahlah untuk apa kupikirkan

Author Pov

“Hmmm” aku terus menatap kakiku dengan sangat heran “Mengapa bekas lukanya hilang? mengapa aku tidak merasakan sakit sama sekali dengan kaki ini? aneh sekali apakah kemarin aku hanya bermimpi sedang tertabrak mobil milik Kai?”

Sudah berjalan 15 menit akhirnya aku sampai di bank, aku segera mengeluarkan dompet beserta kartu ATM ku untuk mentransfer uang bulanan neneku di desa. Setiap bulanya aku harus mengerimkan uang untuk neneku aku bahkan rela tidak makan untuk kelangsungan hidup neneku di desa aku tidak ingin melihat neneku menjadi susah seperti diriku.

Setelah berjalan keluar dari bank aku membuka buku tabunganku “Huffh mengenaskan sekali uang ini hanya cukup untuk satu minggu saja” aku menarik nafas.

“Haishh!” aku menepuk dahiku bahwa aku lupa kini aku tidak hidup sendiri “Penyihir itu aghh! mungkin uang ini akan hanya cukup selama tiga hari! dan dia makan sehari 3x dan aku hanya sehari sekali! agghh kepalaku tiba-tiba sakit memikirkan nya” aku mengusap-usap dahiku “Mengapa kau tidak membiarkanku mati saja Tuhan? bagaimana bisa aku bertahan hidup dengan keadaan seperti ini”

Aku kembali berjalan “Tunggu dulu” aku meraba kantong celanaku “Mana?” aku membuka tasku “Dimana ponselku??” pantas saja ada sesuatu yang hilang di dalam hidupku ternyta dari kemarin kau tidak memegang ponsel, tapi kemana ponselku??

“Apa mungkin?”

8 menit kemudian

“Key!!” aku terus mengetuk pintu rumahnya.

“Key!! buka pintunya” apakah dia masih tidur?

“Key!! buka pintunya!”

“Haishh mengapa kau ribut sekali!!” akhirnya dia membuka pintu rumahnya dengan wajah yang berantakan.

“Dimana ponselku? aku ingat bahwa aku meninggalkan ponselku di lokermu! apa kau menjualnya? mengapa kau tidak membalikanya kepadaku!”

“Haishh dasar kau gila! aku sudah membalikan ponselmu!”

“Apa? tapi, tapi ponselnya tidak ada diriku kau jangan berbohong kepadaku! cepat kembalikan aku ingin menelfon neneku”

“Haishh sudah kubilang sudah ku kembalikan ponselmu! aku memberikan nya kepada yeoja yang ada dirumahmu itu!”

“Apa?? yeoja” ucap Amber.

“Iya yeoja cantik dengan tatapan mata yang mengerikan! aku memberikan ponselmu kepadanya” Amber diam sejenak, Key menatap curiga.

“Siapa yeoja itu? apakah dia pacarmu? dia benar-benar sangat cantik haha” goda Key.

“Ya kau! haishh sudah aku ada urusan penting”

“Amber Liu! kau membangunkan ku sepagi ini lalu kau pergi begitu saja! lihat saja kau akan ku balas!” teriak Key yang di tinggalkan oleh Amber.

Tak lama kemudian Amber kembali kerumahnya, Amber segera melepas sepatu dan menaruh tasnya di kursi “Krystal, maksutku princess Krystal” Amber berjalan menuju dapur dan melihat sarapanya yang iya bikin telah di habiskan oleh Krystal “Baguslah bila iya sudah sarapan”

“OAH!!” Amber hampir terjatuh karena melihat Krystal yang tiba-tiba muncul di belakangnya.

“Haishh mengapa kau mengagetkanku!” Amber mengelus-elus dadanya dan Krystal hanya menatapnya dan berjalan melewati Amber untuk mengambil segelas air putih.

“Kau darimana? mengapa pakaian mu kotor seperti itu?” tanya Amber yang melihat baju Krystal sedikit kotor.

“Mengapa kau sudah pulang? aku kira kau akan pulang sore nanti dan pergi kembali hingga datang kembali kerumah pada tengah malam” ucap Krystal dengan menaruh gelas di meja.

“Aku hari ini tidak sekolah karena aku harus ke bank untuk mentransfer uang untuk neneku” ucap Amber.

“Nenekmu?” tanya krystal

“Iya neneku, dia tinggal di Busan”

“Busan? dimana itu Busan? bisakah kita kesana stupid?” tanya Krystal dengan duduk di sofa.

“Tidak, kalau kita ingin kesana kita memerlukan uang yang banyak lagipula Busan sangat jauh dan aku banyak pekerjaan disini” jelas Amber dengan menatap Krystal.

“Kau belum jawab pertanyaanku, dari mana saja kau hingga pakainmu tertutup oleh debu?” tanya Amber.

“Ehmm, aku dari gudang”

“Gudang?” tanya kembali Amber dan Krystal menganggukan kepalanya.

“Untuk apa kau kesana? disana tempatnya sangat kotor”

“Aku sangat bosan dan tidak tahu harus berbuat jadi aku melihat-lihat gudangmu” ucap Krystal.

“Kalau kau ingin ke gudang kau harus hati-hati ada banyak barang tajam disana kau bisa terluka” ucap Amber.

“Baiklah aku ingin ganti baju” Amber bangkit dari tempat duduknya.

“Servant” langkah Amber berhenti “Ada apa?” tanya Amber.

“Mengapa kau menaruh semua foto keluargamu di gudang??” Amber terdiam saat mendengar pertanyaan Krystal.

“Ehmm tidak apa”

“Tidak apa bagaimana? itu kan foto keluargamu mengapa kau menaruhnya di sembarang tempat? kau ini anak macam apa! mengapa kau melakukan hal seperti itu? kau..”

“Cukup!!” Amber meninggikan suaranya membuat Krystal terdiam melihat Amber.

“Kau tidak perlu tahu urusan pribadiku! urus saja dirimu sendiri! aku sudah lelah dengan semuanya! ditambah lagi dengan dirimu yang sangat menyusahkan ku!” Amber pergi meninggalkan Krystal, Krystal hanya diam tidak dapat berbuat apa-apa, seumur hidupnya iya tidak pernah di bentak seperti ini.

MALAM HARI

Amber membuka pintu rumahnya “Mengapa gelap sekali” Amber menghidupkan lampu dan berjalan ke arah kamarnya membuka pintu kamarnya dengan sangat pelan “Dimana dia?”

“Princess” Amber berjalan ke arah dapur, belakang rumahnya tapi iya tidak menemukan Krystal.

“Kemana dia?” Amber melihat jam yang menunjukan pukul 8 malam “Haishh apa jangan jangan dia marah kepadaku karena aku membentaknya? aghh mengapa akhir-akhir ini aku cepat sekali emosi! aku harus mencarinya” Amber mengambil jaketnya dan pergi mencari Krystal.

“Krystal!!” teriak Amber ke penjuru arah.

“Krystal Jung Soojung!!!” ini sudah puluhan kalinya Amber meneriaki nama Krystal tapi Amber tidak kunjung menemukan sosok Krystal.

“Dimana kau Krystal Jung?” Amber mengatur nafasnya dan kembali mencari Krystal.

“Princess Krystal!” agghhh mengapa aku sangat bodoh sekali! ini mungkin hal yang kecil bagiku tapi untuk dia, dia adalah anak dari seorang raja pasti seumur hidupnya tidak pernah di bentak seperti itu! haishh dia pasti sangat marah sekali.

“Krystal Jung kau dimana? aku benar-benar minta maaf karena telah membentakmu seperti itu” ucap Amber dengan nada yang sangat lelah.

Saat Amber mengatur nafasnya, Amber mengecilkan padangan nya agar dapat melihat jelas “Princess” ucap Amber yang melihat Krystal yang tengah duduk di sebuah halte bus dengan memainkan kedua kakinya seraya menundukan kepalanya

“Syukurlah” Amber bernafas lega dan tanpa pikir panjang Amber berjalan menghampiri Krystal.

“Maafkan aku” Amber berlutut di hadapan Krystal, Krystal berhenti memainkan kakinya dan menatap Amber yang kini berlutut di depanya.

“Princess maafkan aku, aku tidak bermaksud…” belum selesai bicara Krystal pergi meninggalkan Amber.

“Princess” Amber berjalan mengejar Krystal yang tepat di depanya “Maafkan aku” Krystal terus berjalan menghiraukan perkataan Amber, Krystal sangat kesal terhadap Amber yang mengucapkan kata kasar kepada dirinya.

“Princess tolong maafkan aku” Amber mencoba meraih lengan Krystal tapi Amber malah terhempas jatuh di jalan.

“Aghh” Amber mengerang kesakitan memegang tanganya. Krystal memutar arah dan melihat Amber yang jatuh akibat perbuatanya  yang tidak ingin Amber menyentuh tanganya.

“Mengapa kau terus mengejarku! bukankah kau yang bilang harus urus diriku sendiri! bukankah kau yang bilang kalau aku sangat merepotkan!! mengapa kau terus mengejarku, mengapa!!” Krystal meneteskan airmatanya karena kesal terhadap sikap Amber.

“Kau kira hanya kau saja yang menderita di hidup ini! kau kira hanya kau saja yang paling menyedihkan di hidup ini!! kau kira hanya kau saja yang ingin bertahan hidup!! kau kira hanya kau saja yang memiliki begitu banyak masalah!!” teriak Krystal dengan meneteskan airmata.

“Princess maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membentakmu ataupun memarahimu dan berkata kasar seperti itu” Amber menghela nafasnya.

“Aku terlalu terbawa emosi, aku terlalu terbawa amarah masalahku. Maafkan aku bila kata-kataku menyakitimu, aku tidak bermaksud berkata seperti itu, aku hanya lelah dengan semuanya dan” Amber menundukan kepalanya.

“Aku tidak suka masalah keluarga ku di ungkit kembali, saat kau bercerita mengenai ayahmu aku sangat iri aku benar-benar iri padamu aku juga sangat iri bagaimana sahabat-sahabatmu selalu menemanimu dan selalu membuatmu tersenyum tapi tidak denganku sejak aku kecil ayah dan ibu selalu bertengkar membuatku selalu menangis bila mengingatnya hingga pada akhirnya ayah dan ibu memutuskan untuk bercerai karena ayahku kasar terhadap ibuku, hingga pada suatu hari ibuku harus pergi meninggalkanku selama-lamanya di sini, dan aku harus tinggal bersama ayahku yang pemabuk, penjudi, menghalalkan segala cara agar dapat mendapatkan uang yang banyak untuk memenuhi hasratnya, aku tidak tahan bila iya membawa para gadis kerumah ibuku, aku tidak tahan bagaiaman iya berpesat sabu di rumah ibuku! semenjak saat itu aku pergi meninggalkan ayahku dan tinggal bersama neneku di Busan” Amber menghela nafasnya dengan panjang untuk menahan air matanya.

“Itu sebabnya, itu sebabnya aku menaruh semua foto keluarga di gudang. Aku tidak ingin mengingat kenangan buruk lagi, aku tidak ingin kembali ke masa itu! aku takut, aku takut melihat masa lalu itu kembali di tidurku” Amber menatap Krystal dengan mata yang berkaca-kaca.

“Jadi, maafkanlah aku princess semua yang ku katakan kepadamu adalah bohong, tidak tahu mengapa aku sangat peduli terhadapmu mungkin saat ini hanya kaulah orang yang paling dekat denganku, Terdengar aneh tapi ntah mengapa hatiku berkata seperti itu. Kita baru saling bertemu satu sama lain tapi pada kenyataanya aku benar-benar peduli terhadapmu” Amber melangkahkan kakinya mendekati Krystal yang kini sedikit tenang.

“Jadi maafkanlah servantmu yang bodoh ini princess Krystal” Krystal dan Amber saling bertatapan satu sama lain.

“Sebagai gantinya aku akan membelikan mu coklat! bagaimana?” mata Krystal terbuka lebar saat mendengar kata coklat.

“Baiklah” ucap Krystal menahan rasa senangnya.

Krystal dan Amber berjalan menelusuri malam dengan lampu lampu jalan yang menemani mereka, tanpa sengaja tangan Krystal dan Amber saling menyentuh

“Ehhm” Amber terlihat salah tingkah dan menyembunyikan tanganya di saku jaketnya.

“Ada apa denganmu?” tanya Krystal yang menatap Amber.

“Tidak ada” senyum Amber.

“Mengapa wajamu memerah? apa kau sedang sakit stupid?”

“Tidak aku tidak apa-apa” Amber menggelengkan kepalanya.

Krystal dan Amber kembali berjalan “Stupid”

“Ehmmm”

“Maafkan aku” Amber menghentikan langkahnya dan menatap Krystal yang sedikit menundukan wajahnya dengan mengigit bibir bawahnya.

“Mengapa kau meminta maaf? apa aku tidak salah dengar??”

“Jadi kau tidak suka bila aku meminta maaf?!”

“Tidak, tidak bukan seperti itu! maksutku..”

“Haishh sudah sudah aku menyesal mengatakannya!” Krystal berjalan meninggalkan Amber.

“Apa aku salah lagi? aghh princess tunggu aku!” Amber kembali mengejar Krystal.

Setelah membeli coklat untuk Krystal, Amber memutuskan untuk pulang “Kita mau kemana?” tanya Krystal.

“Tentu saja pulang” jawab Amber, Krystal melihat jam di ponsel Amber “Ini sudah pukul 10, bukankah kau memiliki pekerjaan malam stupid?”

“Iya, tapi terlebih dahulu aku harus mengantarmu pulang princess” jawab Amber menoleh ke arah Krystal.

“Ya!!!” teriak Amber.

“Kenapa kau teriak!”

“Itu ponselku!” tunjuk Amber ke arah tangan krystal.

“Ini? oh iya benda ini di berikan oleh temanmu tapi aku lupa untuk memberitahumu, aku sangat menyukai benda ini”

“Haishh berikan padaku, itu benda yang sangat penting” pinta Amber.

“Tapi aku ingin memilikinya” pinta Krystal.

“Itu adalah merek lama, kau akan kuberikan ponsel yang lebih bagus. Ehmm nanti akan ku belikan kau Iphone okee”

“Apakah itu lebih bagus dari benda ini?”

“Tentu saja! ponsel itu adalah merek lama, bila aku mendapatkan uang kau akan kuberikan ponsel yang jauh lebih bagus” Krystal menatap benda yang di tanganya “Baiklah ini” Krystal menyerahkannya kepada Amber.

Amber segera mengecek pesan masuk dan panggilan masuk “Nenek, Key, Jonghyun, Suzy”

“Suzy” Amber menoleh ke arah Krystal.

“Dia menelfonmu”

“Lalu kau bilang apa kepada Suzy??” panik Amber.

“Aku bilang kau sedang pergi itu saja” jawab Krystal.

“Benarkah? kau tidak bilang yang aneh-aneh bukan??” tanya Amber dengan penasaran.

“Tentu saja tidak, mengapa kau begitu khawatir? apakah dia…” Amber menatap Krystal.

“Dia apa?” tanya Amber.

“Tidak, tidak ada! ayo cepat jalanya servant! aku benar-benar lelah dan mengantuk”

AMBER’S HOME

“Akhirnya sampai juga” ucap Krystal yang langsung duduk di sofa sekaligus tempat tidur Amber.

Krystal menatap Amber yang sedang merapikan tasnya “Stupid” ucap Krystal dengan berpangku tangan.

“Hmm”

“Apa kau tidak lelah?”

“Tidak, aku harus berkerja princess bila tidak bagaimana aku bisa memberi uang kepada neneku dan juga bila aku tidak berkerja bagaimana bisa kita makan dan tinggal” ucap Amber yang masih sibuk mengemas tasnya.

“Aku ingin tahu apa pekerjaanmu? mengapa kau selalu berkerja pada malam hari? apa tidak ada pekerjaan yang lain”

“Pekerjaanku sebagai pelayan club dan upahnya sangat besar, jadi tidak masalah bagiku bila aku harus bekerja pada malam hari dan pulang pada pagi hari” senyum Amber dengan memakai tas ransel Nike hitam miliknya.

“Kau tidurlah ini sudah malam, bukankah kau tadi mengantuk” Krystal masih diam.

“Aku akan pulang cepat kau tidak usah khawatir” senyum Amber yang seakan-akan bisa menebak pertanyaan Krystal.

“Baiklah” Krystal berjalan ke kamar Amber.

“Selamat malam princess”

“Selamat malam servant”

“Ehm princess!” Amber memegang pintu kamar Krystal sebelum di tutup rapat olehnya.

Krystal menunggu Amber berbicara “Ehmm aku hanya ingin mengatakan…” Krystal masih menatap Amber.

“Aku tidak tahu mengapa kau bisa ada di sini di bumi, aku juga tidak tahu masalah yang kau alami saat ini dan aku juga tidak tahu mengapa kau menyelamatkanku dari tindakan bodohku kemarin. Aku tidak perlu tahu alasanya mengapa kau ada disini, aku juga tidak akan memaksa dirimu untuk bercerita tentang masalamu tapi…” Amber menatap Krystal.

“Tapi bila kau sudah lelah dengan keadaan yang kau jalani, bila kau sudah tidak lagi sanggup menampung masalahmu aku siap untuk membantumu dan juga aku siap untuk menjadi pendengar yang baik untukmu, Princess” senyum Amber. Krystal hanya diam mendengar ucapan Amber.

“Baiklah it’s time to sleep nice dream Princess Krystal Jung” Krystal hanya menganggukan kepalanya.

Aku terus memikirkan ucapan Amber, mengapa ucapan nya membuatku tidak bisa tidur! aghhh mengapa saat aku menatap matanya jantung ku menjadi bedebar-debar? sebelumnya aku tidak merasakan hal seperti ini, apakah aku sedang sakit? dari ribuan namja yang mendekatiku mengapa hanya Amber yang membuatku seperti ini? ada apa ini? mengapa seperti ini?

“Tidak tidak!” aku menggelengkan kepalaku “Tapi tunggu dulu? siapa Suzy itu sebnarnya? apa dia benar-benar pacar servant bodoh itu? haishh sudah lupakan saja!”

PAGI HARI

Seperti biasa sebelum berangkat sekolah Amber menyiapkan sarapan untuk Krystal dan seperti biasa juga Krystal selalu bangun siang dan langsung menyantap sarapan yang dibuat oleh Amber

Waktu menunjukan pukul 4 sore Krystal sangat terlihat bosan “Aghh bosan sekali! aku ingin sekali keluar tapi servant bodoh itu terus melarangku keluar!” Krystal masih terus memainkan remot tv tua milik Amber.

“TOK TOK TOK” Krystal menoleh ke arah sumber suara.

“TOK TOK TOK” Krystal bergegas bangun dan membuka pintu.

Dan saat pintu terbuka kedua yeoja ini menatap dengan saling heran “Kau siapa?”

“Kau yang siapa? mengapa kau berada di rumah Amber?”

“Aku adalah princess Krystal” ucap Krystal dan Krystal menatap yeoja di depan nya dengan heran karena menahan tawa.

“Princess?” Krystal menganggukan kepalanya “Lalu kau siapa?” tanya Krystal jutek.

“Aku adalah Bae Suzy, Suzy teman dekat Amber” Krystal menatap Suzy.

“Oh jadi kau yang bernama Suzy” ucap Krystal dengan melipat kedua tanganya.

“Kenapa? ada masalah? aku ingin bertemu Amber”

“Servant bodoh itu tidak ada dirumah” Suzy menatap Krystal.

“Maaf, kau bilang apa? servant bodoh?” senyum jengkel Suzy.

“Kau kira dirimu siapa memanggil Amber seperti itu!”

“Kau kira kau siapa berani bicara keras kepadaku!” Suzy dan Krystal saling emosi.

“Suzy”

“Amber!”

“Sedang apa kau disini?” tanya Amber.

“Bukumu tertinggal di meja aku harus memberikan nya kepadamu karena besok kita akan ada ujian” Krystal hanya menatap Amber dan Suzy saling berbicara.

“Mengapa wajah servant bodoh itu terlihat berbeda bila dengan yeoja gila itu? wajahnya seketika menjadi penuh senyuman”  pikir Krystal.

“Dia siapa?” tanya Suzy.

“Ehmm dia adalah Krystal” senyum Amber kaku.

“Lalu? mengapa dia ada dirumahmu? lalu mengapa dia memanggil dirinya dengan sebutan princess?”

“Dia, dia adalah sepupuku iya sepupuku yang berasal dari Busan. haha dia memang suka becanda harap maklum” ucap Amber dengan grogi.

“Benarkah? mengapa aku tidak pernah tahu?” Suzy menatap curiga.

“Itu karena kau tidak pernah main ke Busan, sudah kau pulanglah ini sudah sore ayo cepat pulang” Amber mendorong paksa tubuh Suzy agar pergi.

“YA! apa kau mengusirku”

“Hati-hati Suzy byeee!!” teriak Amber dan segera masuk kedalam rumah.

“Huffh” Amber menghela nafasnya.

“Princess”

“Princess” Amber membuka kamarnya dan melihat Krystal yang sedang menyelimutkan dirinya.

“Princess apa kau tidak apa-apa?” Krystal tidak menjawab, Amber melangkahkan kakinya mendekati Krystal.

“Apa kau sedang sakit? mengapa kau tidur dengan sangat cepat?” Krystal masih diam.

“Princess”

“Haishh! mengapa kau berisik sekali! kau tidak lihat aku sedang tidur!” Amber terkejut saat mendengar Krystal teriak “Haishh baiklah-baiklah tapi apa kau tidak apa-apa?”

“Hmm baiklah, kau akan ku buatkan bubur” Amber pergi meninggalkan kamar Krystal.

“Menyebalkan!” ucap Krystal.

Beberapa menit kemudian

“Princess buburnya sudah siap ayo kita makan bersama” ajak Amber.

“Kau masih tidur baiklah?”

Amber segera duduk di meja makan tapi tak lama kemudian Amber tersenyum melihat Krystal menghampirinya “Duduklah, aku menyiapkan bubur yang sangat spesial!” senyum Amber tapi Krystal membalas dengan death glare.

Selama makan Krystal dan Amber hanya diam satu sama lain, suasana menjadi sangat canggung.

“Ehmm bagaimana buburnya enak tidak?” lagi lagi Krystal hanya menatap dengan mematikan yang membuat Amber tertunduk.

Amber menatap Krystal heran “Princess mengapa tidak kau habiskan?”

“Habiskan saja sendiri!” ucap Krystal meninggalkan Amber sendiri di meja makan yang kecil.

“Haishh aku salah apa lagi??” setelah selesai mencuci piring Amber memperhatikan Krystal dengan diam-diam “Ada apa dengan dirinya? mengapa iya terlihat menyeramkan?”

Amber memberanikan diri kembali mendekati Krystal “Princess kau sedang menonton apa?” tanya Amber membuka topik.

“Waah aku suka reality show ini benar-benar sangat menghibur hahaha” tawa bodoh Amber.

“Haishh! aku sudah tidak tahan, mengapa kau terus mendiami ku? aku salah apa?” tanya Amber dan Krystal masih menatap layar TV.

“Princess katakan padaku”

“Pikir saja sendiri apa salahmu!”

“Haishh aku tidak melakukan apa-apa mengapa kau menjadi marah?” Amber berfikir sejenak.

“Oh! apakah kau marah gara-gara Suzy?” tanya Amber yang menunggu jawaban Krystal.

“Jadi benar gara-gara Suzy? ah maafkan lah dia, dia memang seperti itu bila bertemu dengan orang yang baru iya kenal terkesan sangat jutek”

“Aku tidak peduli” jawab singkat Krystal.

“Dia adalah sahabatku jadi wajar saja bila iya memiliki kesan buruk terhadapmu”

“Sahabat?”

“Iya Suzy adalah sahabatku dia selalu membantuku” ucap Amber dan seketika suhu ruangan nya kembali normal dan tidak dingin lagi.

“Mengapa cuaca hari ini sangat aneh?” ucap Amber pelan dan Krystal tertawa kecil mendengarnya.

“Jadi princess jangan marah lagi oke”

“Aku tidak akan marah lagi”

“Syukurlah”

“Tapi ada syaratnya”

“Apa?”

“Belikan aku jus mangga cepat! aku sangat haus!!” perintah Krystal.

“Minum air putih jauh lebih sehat princess”

“Aku ingin jus mangga! cepaat servant bodoh! apa kau tidak mendengar ucapanku” perintah Krystal.

“Baiklah”

“5 menit kau harus sudah sampai!” ucap Krystal dengan menatap Amber.

“Yang benar saja?”

“Jadi kau ingin aku marah lagi?”

“Agghh baiklah-baiklah kau tunggu dsini” Amber segera berlari ke luar rumah untuk membeli jus mangga untuk Krystal.

“Sahabat? mengapa aku sedikit lega saat mendengarnya?” senyum krystal.

“Princess” mata Krystal membulat saat mendengar suara yang tak asing di telinganya membua Krystal bangun dari tempat duduknya.

“Alish!!” Krystal mencari-cari sumber suara.

“Alish aku tahu itu kau!”

“Princess apa kau bisa mendengarku?”

“Iya Alish aku bisa mendengarmu, kau ada dimana?”

“Maaf princess aku tidak bisa di sampingmu aku hanya bisa menggunakan suaraku agar bisa berkomunikasi denganmu. Bagaimana keadaamu princess?”

“Aku baik-baik saja, bagaimana keadaan ayah Alish??” tanya Krystal cemas.

“Yang mulia baik-baik saja princess Krystal tidak perlu khawatir” Krystal lega mendengarnya.

“Apa yang harus ku lakukan? sampai sekarang aku tidak bisa menemukan obat penawarnya”

“Obat penawar itu adalah sesuatu yang sangat berharga yang berada di seklilingmu. Maafkan hamba princess, untuk sementara ini hamba hanya mengetahui itu saja, princess sekali lagi maafkan hamba”

“Tidak apa Alish itu sudah cukup membantuku, terima kasih sudah membantuku”

“Ini sudah kewajibanku princess, jaga dirimu baik-baik kami selalu mengawasimu princess kau tidak perlu khawatir dan hamba akan memberitahu secapatnya bila hamba mendapat bayangan tentang obat penawar itu princess”

“Terima kasih Alish” Krystal menjatuhkan tubuhnya di sofa tua milik Amber.

“Sesuatu yang berharga?”

“Sesuatu yang berharga?”

—————————————————————————————————————————————–

Hai semua, maaf banget nih updatenya lama soalnya gw lagi sibuk ngurusin kuliah aggghh! dan juga laptop lagi rada error jadi gak bisa update, maaf ya semua udah menunggu lama…

 

 

 

 

 

 

Advertisements

12 thoughts on “Beautiful Stranger 3

  1. jung febryliu says:

    Akhirnya….
    Poor Amber…Yah begitulah nsib jdi pelayan, hrus siap siaga setiap saat nggak boleh ngelu kayak amber gitu

  2. Bombom says:

    Aduhh thor kangen neh terutama ff nya hehe.. Sekali update panjang..
    Krystal gk nyadar tuh udah mulai suka ma amber..
    Obatnya sesuatu yg brharga,jngn2 amber obatnya.
    Makin penasaran..

    ditunggu next chap nya thor

  3. diant_d.o.. says:

    salam kenal chingu ..
    aku pendatang baru..
    mohon izin baca ya ..
    ceritanya seru kok..
    disini amber jadi namja ya, amber oppa saranghae…
    ceritanya keren dan seru..
    krytal onnie jangan galak-galak sama amber oppa ..
    kan kasihan amber oppanya..
    ceyeh princes cemburu ni yeh…
    makin penasaran sama lanjutannya..
    ditunggu ya chingu…
    semangat.

  4. dhea ariftya says:

    akhirnya update juga thor. obat penawar buat krystal sesuatu yang berharga disekitar krystal,berarti amber doang?lanjut thor tambah penasaran.kalo bisa jangan lama lama ya

  5. NW says:

    Akhirnya .. Loe dateng jga Thor ..
    Ciyee Krystal uddh mulai cemburu sama Suzy nih .. Itu jga Amber kayanya uddh mulai suka sama Krystal .. ^^
    Semangat terus ^_^

  6. mutiaa says:

    yee Akhirnya author update lg hehe,
    Hhmm princess udh mulai ad rasa tuh sm amber :), dan obat penawarnya ada di sekitar krystal #pasti amber(hehe sotoy) :p

    Oke thor next chap, fighthing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s