Perhaps love 14

IMG_5047

Ku rebahkan tubuhku di bangku taman, kujadikan kedua tanganku sebagai alas kepalaku lalu dengan perlahan ke pejamkan kedua mata ini.

“Hufffhh”

Saat ku pejamkan kedua mata ini, selalu saja terbayang wajah, senyumnya , matanya, bibirnya dan sentuhannya selalu saja membuatku menjadi gila! semakin hari semakin besar rasa ini terhadap dirinya semakin tidak ingin melepaskan dirinya, dia selalu tidak pernah gagal membuatku tersenyum, aku ingin terus dan terus menjaganya dan bisa terus di sampingnya memegang tanganya dan memandangi senyumnya.

Sempurna, sosoknya terlalu sempurna bagiku. Aku akan melakukan apa saja untuk dirinya. Melakukan apa saja? iya aku akan melakukan apa saja bahkan untuk membuatnya bahagia sekalipun aku harus meninggalkan dirinya demi kebahagian nya nanti.

Apa aku bisa melupakan nya? tentu saja tidak, aku benar-benar mencintainya dia adalah segalanya bagiku, tapi aku harus mengakhiri semuanya aku tidak mau dia terus larut dihubungan seperti ini, aku tidak ingin menghancurkan mimpi-mimpirnya.

FLASHBACK

“Amber Liu?” sosok namja tinggi besar menghampiri Amber yang sedang membersihkan meja, Amber menatapnya dari atas sampai bawah.

“Aku adalah Kim” kemudian Amber membungkukan badanya “Apa kau Amber?” Amber hanya mengangguk.

“Bisa kita bicara sebentar?” Amber dan Kim kemudian berjalan ke arah tempat duduk yang kosong.

“Maaf. tapi siapa dirimu? apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Amber penasaran dan Kim tersenyum simpul “Hmm kita belum pernah bertemu”

“Lalu ada apa kau mencariku?” Kim menaruh kedua tanganya di meja dan menatap Amber.

“Sebenarnya banyak sekali yang ingin aku bicarakan, tapi kita langsung saja ke pokok pembicaraan” Kim kemudian mengeluarkan amplop dan menaruhnya di depan Amber, Amber menatap dengan heran “Apa ini?”

“Buka saja” perintah Kim, Amber mengambil amplop besar itu dan membukanya perlahan, dan betapa terkejutnya saat Amber melihat fotonya bersama Krystal sedang berpelukan.

“Tidak ada yang mengetahui sama sekali bahwa sosok yang bersama Krystal malam itu adalah kau Amber Liu” Amber menatap Kim.

“Seperti yang kau ketahui kami memberitahu kepada masyarakat bahwa foto itu adalah Krystal dan Taemin, aku tidak ingin artisku terlibat skandal yang menjijikan” senyum Kim dan Amber meremas kedua tanganya.

“Krystal adalah mesin uang kami dan aku tidak akan membiarkan satu orangpun mengacaukan karirnya termasuk dirimu, dan aku harap kau mengerti bahwa saat ini Krystal sangat populer dan dia berada di puncak popularitasnya tapi, tapi saat foto itu beredar masalah itu sedikit menganggu Krystal dan banyak saham yang putus kontrak dengan kami” Kim melipat kedua tanganya di dada dan menatap Amber.

“Bisa kau bayangkan? hanya foto itu saja bisa membuat karirnya sedikit berantakan, apalagi publik mengetahui hubungan homophobic Krystal dengan seoarang yeoja sepertimu” Kim menggelengkan kepalanya.

“Aku tahu kau menyukainya,mencintainya dan aku juga yakin kau bisa melepaskan bahkan menjauhinya untuk masa depanya, aku yakin kau tidak ingin membuat dirinya menjadi berantakan dan stress akibat semua ini” Kim mengehela nafas.

“Jika kau mencintainya lepaskanlah Krystal dan biarkan dia bahagia” Kim berdiri dan mengacingkan jas hitamnya “Pikirkan semua itu Amber Liu” Kim meninggalkan Amber.

ENDFLASHBACK

SIal sial sial!! mengapa semua ini harus terjadi? apakah aku salah mencintaimu? apakah aku salah untuk memilikimu?

“Jung Soojung, apa yang harus ku lakukan?” tatap Amber ke langit yang penuh dengan bintang.

“Apakah aku harus menyerah? aku tidak ingin melihatmu menderita hanya karena diriku” Amber kembali memejamkan matanya menahan rasa sesak di dadanya, Amber tersenyum di dalam kesedihanya “Sial! mengapa akhirnya harus seperti ini?” Amber mengusap airmatanya dan bangkit dari bangku taman.

“Haha menyedihkan sekali” Amber menundukan kepalanya “Akan terasa sangat sulit pasti akan sulit tapi aku akan mencobanya”

“Aku akan mencobanya”

Amber berjalan ke arah rumahnya dan di setiap langkahnya Amber selalu memikirkan tentang Krystal “Huffh” Amber menghela nafasnya dan membuka pagar rumahnya yang sangat sederhana.

“Click” Amber membukanya dan Amber sangat terkejut Amber diam sesaat dan tidak melangkah Amber hanya diam dan menatap apa yang ada didepanya, kembali detak jantungnya kembali berdetak dengan cepat matanya tidak bisa lepas dari sosok di depanya yang sedang duduk tertidur di depan pintu rumahnya.

Haruskah aku menghampirinya? haruskah aku membangunkanya? tapi, tapi aku ingin menjadi seseorang yang egois aku ingin lebih lama memandangnya seperti ini, memandang wajahnya yang selalu aku rindukan.  Lihat? lucu sekali saat dia tertidur

Amber melangkah pelan ke arah Krystal yang tertidur di depan pintu Amber,  Amber merendahkan tubuhnya dan menatap Krystal yang jaraknya tidak jauh dari wajahnya. Amber bisa merasakan hangatnya nafas Krystal. Jari-jari Amber ingin sekali menyentuh wajah lembut Krystal tapi sayang Amber urungkan niat itu, ini akan membuat dirinya tambah sulit untuk melupakan Krystal Jung.

“Oh!” Krystal menatap Amber terkejut.

“Hai tukang tidur” sapa Amber yang melihat wajah Krystal terkejut karena jarak mereka yang sangat dekat.

“Ya! ka-kau! kau mengapa tidak bilang kalau sudah pulang!” Krystal gugup.

“Kau sedang tertidur, aku tidak berani membangunkan singa tidur haha” Krystal hanya menatap Amber dengan tatapan yang dalam, Amber menatap Krystal tatapan Krystal kali ini terlihat lelah dan terlihat sedih.

“Amber” Krystal memeluk Amber “Aku merindukanmu bodoh” Krystal tidak dapat menahan rasa rindunya lagi kepada Amber, Krystal memeluk Amber dengan erat sangat erat.

Krystal melepaskan pelukanya dengan Amber dan menatap Amber “Apa kau tidak apa-apa?” tanya Krystal yang heran mengapa Amber tidak membalas pelukanya.

Amber menggelengkan kepalanya dengan senyum di wajahnya “Aku tidak apa-apa Soojung, mengapa kau disini? ini sudah sangat malam kau harus pulang” wajah Krystal berubah saat Amber berbicara seperti itu “Mengapa kau bertanya seperti itu? apa kau tidak merindukanku?”

Amber menghela nafas “Ini sudah malam, kau akan kuantar pulang dan kau juga harus berisitirahat nanti kau bisa sakit karena pekerjaanmu yang padat dan kurang isitirahat” Amber megenggam lengan Krystal dan dan membawanya keluar dari rumah Amber.

Amber menatap Krystal yang melepaskan genggaman Amber “Ada apa dengan dirimu? apa kau tidak ingin lagi bertemu denganku?!” ucap Krystal.

“Bukan seperti itu tapi”

“Tapi apa?” kata kata Amber di potong oleh Krystal “Apa kau tidak tahu betapa aku merindukanmu? apa kau tidak tahu betapa tersiksanya diriku selama ini menahan rasa cinta ini kepadamu! kau tidak tahu betapa inginya aku mendengar suaramu, betapa inginya kau kembali memberikanku semangat, betapa aku merindukan senyumu dan tawamu yang selalu membuatku lupa akan semuanya” ucap Krystal kesal dan Amber hanya diam tidak menatap Krystal.

“Aku tidak takut apapun, aku tidak peduli orang bicara apa tentang diriku, aku tidak peduli aku akan berhenti menjadi artis, aku tidak peduli semua kata orang tentang diriku Am” Krystal meneteskan airmatanya.

“Selama kau disisiku, selama kau disampingku itu sudah membuatku bahagia Am, aku mecintaimu” Amber menatap Krystal yang meneteskan airmata.

“Tapi, tapi aku tidak mecintaimu” jawab Amber.

Krystal tersenyum tipis mendengarnya “Kau bohong”

“Aku tidak bohong” jawab Amber.

“Kau mencintaiku Am, kau mencintaiku”

“Dulu aku mecintaimu, tapi saat ini tidak Soojung” Krystal menatap Amber tidak percaya.

“Ada apa dengan dirimu? mengapa kau seperti ini!”

“Tidak ada apa-apa dengan diriku, sebaiknay kau pulang aku tidak ingin melihatmu lagi!” Amber melangkah masuk dan Krystal menahan Amber.

“Berikan aku alasan mengapa kau tidak lagi mencintaiku?”

“Karena aku terlalu sakit hati denganmu dan saat ini aku sadar bahwa rasa ini hanya sesaat aku menyukaimu karena kau adalah idolaku, perasaan ini saja yang berlebihan. Sekarang kau pergi”

“Kau bohong” airmata Krystal menetes tetapi Amber melangkah meninggalkan Krystal.

“Apa kau melakukan semua ini karena karirku?” Amber mengehntikan langkahnya.

“Tak bisakah kau memperjuangkan rasa cintamu kepadaku? tak bisakah kau bertahan untuku? kau pengecut Am! kau pengecut!!” Amber menghiraukan kata-kata Krystal dan masuk keadalam rumahnya.

Setelah meninggalkan Krystal, Amber masuk ke dalam kamarnya menghidupkan lampu kamarnya. Amber menatap sekeliling kamarnya yang di penuhi oleh Krystal, Amber menatap tempat tidurnya.

Amber tersenyum saat iya ingat bahwa Krystal pernah tidur di tempat tidurnya dan itu adalah hari dimana Amber tidak bisa melupakan momen itu seumur hidupnya. Amber berjalan pelahan masuk ke dalam kamarnya dan menatap foto-foto Krystal.

“Maafkan aku Soojung, maafkan aku” Amber megenggam foto Krystal di tanganya.

Next day

Krystal terus memikirkan Amber dan Krystal sangat yakin bahwa Amber berbohong atas perasaanya terhadap Krystal.

“Soojung, kau terlihat pucat ada apa dengan dirimu?” tanya Luna.

“Tidak apa unnie” Krystal menggelangkan kepalanya.

“Okay semua kita siap take!” perintah sutradara.

“Soojung kau yakin tidak apa-apa?” tanya Luna benar-benar khawatir, walaupun sudah di make upa tapi wajah Krystal terlihat sangat lelah.

Krystal hanya menganggukan kepalanya dan saat ingin banun Krystal terjatuh “SOOJUNG!!!!” teriak Luna dan semua mengahmpiri Krystal

“Soojung!! Jung Soojung!!” teriak Vic yang khawatir, Krystal tergeletak lemas dan mereka segera membawa Krystal ke rumah sakit.

“Soojung bertahanlah” ucap Sulli.

“Aku akan menelfon Jessica” ucap Vic.

25 menit kemudian staff dan member f(x) telah sampai di rumah sakit dan Krystal segera di larikan ke UGD “Mohon kalian tunggu disini sebentar” semuanya menunggu Krystal diluar kecuali manager dan Vic.

Tidak lama kemudian “Bagaimana dengan Soojung?” tanya Manager cemas yang di ikuti oleh Vic “Aku rasa sementara ini Krystal Jung harus dirawat, kesehatanya saat ini sedang menurun dan ditambah lagi Krystal mengidap anemia, jadi Krystal harus di rawat di rumah sakit” ucap dokter.

“Baiklah dok” ucap manager f(x).

Meanwhile

“Oh baiklah baiklah aku akan segera kesana!”

“Ada apa Jess?” tanya Amber yang terlihat khwatir melihat Jessica.

“Soojung masuk rumah sakit”

“Apa?? bagaimana bisa? bagaimana keadaanya sekarang?” ucap Amber cemas.

“Manager oppa bilang kepadaku bahwa dia kelelahan tapi keadaan nya baik-baik saja hanya butuh istirahat”

“Kau ingin ikut denganku?” ajak Jessica.

“Apa? ah tidak perlu, aku tidak ingin menemuinya lagi” Amber menatap luar jendela.

“Kau yakin? aku rasa bila kau datang, Soojung bisa merasa lebih baik”

“Hmh” Amber tersenyum “Jelas-jelas aku yang membuatnya sakit Jess” Amber menatap Jessica “Aku tidak ingin menambah penderitaanya”

“Mengapa kau melakukan semua ini Am? kau mencintainya bukan? kau hanya menyakiti dirimu sendiri!”

“Iya aku mencintainya, itu sebabnya aku harus meninggalkan nya Jess. Jika kau mencintai seseorang kau harus belajar bagaimana cara membiarkan nya pergi untuk kebahagianya” Amber menggeser kursinya dan meninggalkan Jessica yang duduk sendirian menatap kepergian Amber.

Jessica Pov

Aku tahu, aku tahu bagaiamana perasaan Amber saat ini, aku tahu Amber benar-benar mecintai Soojung dia benar-benar mencintai Soojung dengan tulus hingga dia harus mengorbankan perasaanya, benar-benar bodoh! kau orang terbodoh yang pernah ku kenal Am.

“Nona Jessica kita sudah sampai”

“Oh” aku langsung mengelap airmataku.

“Nona Jessica kau tidak apa-apa?”

Aku tersenyum “Aku tidak apa-apa” aku mengambil tasku dan keluar dari mobilku.

Aku berjalan menuju lift ke lantai 8 “TING” aku bergegas keluar dari lift dan mencari kamar 206 VIP room “Creck” aku membuka pintu kamar dan melihat Soojung yang terbaring lemas di tempat tidur pasien “Soojung” aku  melihat Vic unnie yang sedang tertidur pulas.

“Pukul 9 malam” aku mellihat jamku.

“Oh Jessica” aku melihat Vic yang mulai terbangun dengan mata yang masih setengah tertutup.

“Hallo Vic unnie” aku membungkukan badanku dan Vic unnie mulai bangun dari tempat duduk.

“Terima kasih unnie sudah menjaga Soojung”

“Tidak apa, ini sudah kewajibanku mejaganya” senyum Victoria.

“Bagaimana keadaanya saat ini?” aku menatap Soojung yang tengah terbaring.

“Soojung baik-baik saja kau tidak perlu khawatir, dia hanya kelelahan dan dokter bilang Soojung sedikit banyak pikiran”

“Pikiran?” aku melihat ke arah Vic unnie yang kini menatap Soojung.

“Ya” Vic mengangguk dan aku menatap Soojung.

“Jessica” aku menatap Vic unnie.

“Ya unnie”

“Aku rasa” Vic menghela nafasnya “Aku rasa Soojung sangat merindukan Amber dan menginginkan Amber berada di sampingnya saat ini”

Vic unnie benar, yang Soojung butuhkan saat ini adalah Amber dia adalah satu-satunya yang bisa membuat Soojung kembali bersemangat tetapi tidak bisa, Amber terlalu keras kepala “Aku tidak yakin Amber akan datang”

“Soojung terus mengucapkan nama Amber dalam tidurnya” ucap Vic yang terdengar sedih.

“Unnie, kau bisa pulang aku akan menjaga Soojung disini” ucapku dengan memegang tangan Soojung.

“Apa kau tidak apa-apa sendiri?”

“Aku tidak apa-apa, pulanglah aku sudah terlalu merepotkanmu” senyumku.

“Baiklah aku akan pulang, jika ada sesuatu yang kau perlukan kau bisa hubungi kami”

“Ya unnie terima kasih”

“Baiklah aku pergi” Vic meninggalkan ku dan kini hanya aku dan Soojung, aku duduk di samping Soojung yang tertidur pulas, mataku melihat ke arah meja yang tepat di sampingku. Aku melihat beberapa piring di meja yang masih terisi dengan penuh bubur dan beberapa sayuran.

“Amm”

“Soojung” aku memandangi wajahnya.

“Amber”

“Amber” ucap lirih Krystal.

“Soojung” aku membelai rambut Soojung, aku tidak bisa melihat adiku menderita seperti ini.

“Un-unie” suara Soojung terdengar serak.

“Ya Soojung unnie disini” aku masih membelai rambutnya dan Soojung perlahan membuka matanya.

“Unnie akan mengambilkan mu air” aku seger mengambilkan air untuk Soojung.

“Ayo minumlah” Soojung segera menghabiskan segelas air putih.

“Soojung kau tidak boleh seperti ini lagi, kau membuatku sangat khawatir kau sudah berjanji bukan akan menjaga kesehatanmu?” aku menatap Soojung yang masih terlihat lemas.

“Kau sudah makan? aku akan menyuapimu”

“Tidak perlu” aku menoleh ke arah Soojung “Aku tidak lapar”

“Kau belum makan seharian ini, kau mau kesehatanmu akan bertambah parah? Soojung tolonglah jangan membuatku khawatir, kau harus makan walaupun hanya sesuap”

“Aku tidak mau, aku tidak nafsu makan”

“Lalu mau apa? kau mau terus terusan sakit? kau mau semua orang mengkhawatirkanmu? jangan keras kepala!” aku segera mengambil piring dan sendok.

“Aku tidak peduli, aku tidak lagi peduli dengan semuanya”

“Kau ini bicara apa? mengapa kau seperti ini hah?!” aku menatap Soojung dengan marah, aku benar-benar tidak ingin melihatnya sakit seperti ini.

“Ayo cepat makan” kupelankan sedikit nadaku dan menyuapinya makan.

“Soojung” dia tidak membuka mulutnya.

“Sudah cukup! ada apa dengan dirimu hah?! mengapa kau seperti ini! kau mau membuatku gila! kau mau membuat unniemu ini menjadi gila!” bentaku pada Soojung, aku mengela nafasku.

“Jawab aku Jung Soojung! mengapa kau seperti ini!” aku menatapnya dan wajahnya terlihat sedikit pucat dan sedih.

Amber? Amber yang membuatmu seperti ini?” saat aku mengucapkan nama Amber, Soojung melihat ke arahku.

“Ya unnie, Amber yang membuatku seperti ini! dia yang membuatku menjadi sakit dia yang membuatku menjadi gila dia yang membuatku menjadi seperti ini! apakah dia saat ini sedang mempermainkan perasaanku! setiap waktu aku selalu memikirkan tentangnya, aku tidak melawati satu haripun untuk tidak memikirkan tentangnya! aku mencintainya unnie, aku benar-benar mencintainya! tetapi ini semua tidak adil, aku sudah lelah unnie dengan semua ini aku sudah lelah menyimpan perasaan ini kepada Amber!” aku segera memeluk Soojung.

“Dulu aku terlalu takut akan popularitasku, aku takut akan semua orang akan perasaanku terhadap seoarang yeoja, aku takut semua orang akan mengangap diriku menjijikan, aku takut semua orang membicarakan tentangku” aku melepas pelukan Soojung dan mengusap pipinya yang kini basah karena airmatanya yang terus berjatuhan menghiasi wajah pucatnya.

“Tapi aku sadar, aku sadar”

“Aku sadar bahwa yang benar-benar  ku takutkan dalam hidupku adalah kehilangan nya unnie”

“Aku takut kehilangan nya unnie, aku takut kehilanga Amber unnie” aku kembali memeluknya dengan erat.

“Aku tidak peduli dengan semuanya, aku tidak peduli unnie. Aku hanya ingin Amber berada di sampingku aku hanya ingin dia menemaniku hingga sisa hidupku”

“Maafkan aku Soojung, maafkan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Maafkan aku”

Amber Pov

Ku kepalkan kedua tangan ini, kutarik nafas ini, ku pejamkan mata ini “Haruskah?” kutanya kepada diriku sendiri, kulihat jam sudah menunjukan pukul 3 pagi dan aku sudah berdiri di depan pintu putih ini selama 15 menit “Sial!” aku terus menarik nafasku ku masukan tangan kananku ke saku celana dan mengeluarkan sebuah amplop berwarna biru muda.

“Ini yang terakhir, aku berjanji ini yang terakhir Tuhan” aku pejamkan mataku dan “Creck” ku buka pelan-pelan dan berjalan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara.

Kini aku berdiri di sampingnya, aku menatap nya dari ujung kaki hingga ujung kepala. aku melangkahkan langkah ku agar aku bisa lebih jelas melihat wajahnya.

Mengapa wajahmu begitu pucat? apa kau baik-baik saja? maafkan aku, maafkan aku telah membuatmu seperti ini, seharusnya dari awal aku tidak pernah datang ke kehidupanmu.

aku menarik nafasku menahan luapan di dadaku, aku kembali memasukan tangan kananku di saku dan mengeluarkan surat berwarna biru muda aku sedikit menatap lama surat ini kemudian mata ini beralih ke arah Soojung yang tengah tertidur pulas.

Senyum, aku tersenyum melihat wajahnya untuk terakhir kalinya. aku hanya memandangnya aku sudah kehabisan kata-kata untuk menjelaskan bahwa begitu sayangnya diriku terhadap dirinya, yang kulakukan saat ini hanyalah menatap wajahnya agar selalu terekam dibenaku.

Ku bungkukan tubuhku dan kurendahkan kepalaku, ku arahkan bibirku ke arah keningnya “Chup” aku menatapnya dengan sangat dekat. matanya, bibirnya hidurngnya kau terlalu sempurna untuku.

Aku rapihkan selimutnya dan sedikit merapihkan rambutnya “Aku akan merindukanmu, cepatlah sembuh Jung Soojung” ucapku dengan pelan.

Aku segera mengambil tas ranselku yang berada di lantai dan memakai kembali topiku, aku melihat Jessica yang sedang tertidur pulas “Jaga Soojung untuku Jessica” aku bergegas meninggalkan Soojung dan Jessica “Selamat tinggal Soojung”

Author Pov

07.00

Jessica membuka matanya dengan perlahan “Hoaam” iya merentangkan kedua tanganya “Sudah jam 7?” Jessica melihat Soojung “Soojungie!” Jessica mengahmpiri Krystal yang tengah menangis “Soojung ada apa denganmu mengapa kau menangis?” Jessica memeluk Krystal.

“Unnie” suara Krystal serak “Aku memimpikan Amber datang menghampiriku” Jessica mengusap pipi Krystal.

“Tenanglah”

“Terasa begitu nyata, aku merasakan dia benar-benar disampingku unnie” Jessica hanya diam tidak tahu harus merespon Krystal, sebenarnya Jessica tahu bahwa Amber mengahampiri Krystal semalam.

“Sudahlah kau tenang, unnie akan mengambilkanmu airputih” Krystal hanya diam.

“Mengapa semua begitu terasa nyata? bila itu hanya mimpi di dalam tidurku, aku ingin meminta agar aku tidak di bangunkan agar bisa terus bersama Amber” mataku terus memanas bila mengingat Amber.

“Ayo Soojung minum airputihnya”

“Terima kasih unnie”

“Soojung, aku keluar sebentar” aku hanya mengangguk dan unnie meninggalkan ku sendiri.

Setelah selesai minum segelas airputih aku menaruhnya di meja sampingku, saat aku menaruh gelas aku melihat sesuatu yang berwarna biru muda. Kuangkat sedikit badanku “Surat?” untuk surat itu tidak terlalu jauh sehingga aku tidak perlu repot-repot untuk turun.

Aku menatap surat ini dan kemudian membukanya

Untuk : Princess Soojung ^^

Hei princess, aku tidak tahu harus mulai darimana untuk menulis semua ini hehe, saat kau membaca surat ini aku yakin kau pasti sudah bangun dengan rambut yang berantakan dan wajah yang jelek haha tidak tidak aku hanya becanda jangan menatapku seperti itu aku bisa mati kedinginan karena tatapanmu yang mematikan itu. Soojung maafkan aku karena telah menyakiti perasaanmu maafkan aku yang bodoh ini, maukah kau memaafkanku? berjanjilah kepadaku kau harus rajin makan, istirahat yang cukup aku tidak ingin melihat kau sakit seperti ini lagi, ini sungguh menyiksaku. Berjanjilah kepadaku klo kau harus tetap meraih mimpimu menjadi artis internasional, berjanjilah kepadaku untuk membuka pintu hati untuk namja dan belajar untuk mecintai seseorang dan ingat kau harus banyak senyum kekeke….

Goodbye…

Tertanda : AJL ^^

“Amber” tetesan airmata Krystal menjatuhi surat biru muda dari Amber “Amber” Krystal terus mengucap nama Amber.

Krystal bangun dari tempat tidurnya menghempaskan selimut yang menyelimuti setengah tubuhnya, Krystal melepaskan infusnya yang tertancap di nadi kirinya.

“Soojungie!

“Soojung apa yang kau lakukan!”

“Minggir!”

“Soojung kau mau kemana?” tanya Luna cemas yang melihat Krystal seperti orang deprsi.

“Ku bilang minggir!!!” Krystal mengeraskan suaranya.

“Soojung tanganmu berdarah!” teriak Sulli.

“Lepaskan aku!” Luna, Sulli dan Vic memegang tubuh Krystal.

“Luna panggil suster”

“Kumohon lepaskan aku! aku ingin mencari Amber, aku tahu dia masih disini tolong lepaskan aku!” teriak Krystal dengan menangis, darah Krystal terus mengalir di nadi kirinya.

“Soojung!” teriak Jessica yang melihat adiknya memberontak.

“Soojung apa yang kau lakukan!” Jessica memegang badan Krystal.

“Tolong lepaskan aku!” lutut Krystal melemas sehingga iya terjatuh.

“Soojung”

“Unnie, aku tahu dia berada disini aku hanya ingin melihatnya aku ingin mengatakan bahwa aku begitu mencintainya!”

Wajah Krystal menjadi pucat dan untung suster segera datang menghampiri Krystal yang tanganya sudah memerah karena darah.

Meanwhile

“Maafkan aku Soojung, maafkan aku…

————————————————————————————————

Sorry klo update nya lama author lagi keasikan maen get rich hahaha

Advertisements

12 thoughts on “Perhaps love 14

  1. NW says:

    Yah .. Amber ko gampang bgt nyerah nya sih ..
    Coba liat Krystal ,, dia kn uddh rela ngelepas semuanya .. demi bsa bersatu sma Amber ..
    Oh .. Jdi Author lgi suka gamr itu yah .. pantesan ajja lama update nya ..
    Semangat terus .. ^^

  2. jung febryliu says:

    Gara2 ngakpunya plsa bru skarang deh bca ang commentnya.

    Msa krystal di blang msin uang sih..
    Amber jgan tnggalinkrystal dong..

  3. jung febryliu says:

    Gara2 ngak punya plsa bru skarang deh bca and commentnya.

    Msa krystal di blang msin uang sih..
    Amber jgan tnggalin krystal dong..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s