Raining (19)

Author Pov

Terlihat yeoja yang sedang menikmati teh hangat miliknya di pinggir jendela, yeoja itu melihat kanan dan kiri dan sesekali melihat jam nya seperti menunggu seseorang yang datang untuk menemui yeoja itu, iya kembali meminum teh hangat nya yang sudah hampir habis. Terlihat raut wajah kecewa di wajah yeoja itu dan yeoja itu mengambil tasnya bergegas meninggalkan tempat tersebut, tetapi langkah nya terhenti ketika dia melihat seseorang yang iya harapkan telah datang. seseorang itu memberikan senyuman hangat terhadap yeoja itu.

“Apakah kau masih ingin meminum secangkir teh lagi?” mereka berdua saling tersenyum dan kembali duduk.

“Maafkan aku bila aku telah membuatmu lama menunggu, maukah kau memaafkan ku?”

“Hmmh, baiklah kali ini kau akan ku maafkan tetapi bila kau terlambat lagi aku akan menghukumu! kau mengerti”

“Haha aku mengerti Suzy” mereka berdua pun kembali tersenyum dan memesan beberapa makanan untuk makan malam mereka , mereka berdua bercanda bersama dan tertawa bersama.

“Waah hujan” Suzy melihat keluar jendela.

“Amber” Suzy memanggil Amber tetapi Amber masih menatap luar jendela “Amber” Suzy kembali memanggil Amber dan Amber menatap Suzy bingung “Ya?” jawab singkat Amber “Kau kenapa? apa ada sesuatu yang meganggumu?” tanya Suzy kepada Amber.

“Tidak” jawab singkat Amber, dan sesekali Amber melihat jam nya dan kembali melihat luar jendela, Amber khawatir dengan seseorang yang ada dipikiranya.

“Suzy” Suzy melihat ke arah Amber “Ya”

“Ehmm, aku sepertinya ada urusan mendadak” Suzy menatap Amber “Aku ada janji dengan seseorang” Amber bangun dari tempat duduknya “Tapi!” Amber melihat ke arah Suzy “Maaf Suzy aku harus buru-buru, kau jaga dirimu” Amber meninggalkan Suzy yang duduk sendiri.

Dengan kecepatan yang tinggi Amber menerjang derasnya hujan, sesekali Amber melihat jam tangan nya.
Setelah 45menit dalam perjalanan Amber keluar dari mobilnya dan bergegas lari.

“Dimana kau?” Amber terus berlari kecil mencari seseorang, bajunya terlihat basah. Amber kembali berlari dan melihat sekelilingnya “Haishh!” Amber kembali menerjang hujan tetapi langkah Amber terhenti dan Amber diam sejenak.

“Dasar anak keras kepala” Amber kembali melangkah dan mendekati sosok yang iya cari, Amber menatapnya yang sedang berteduh di bawah prostotan dengan wajah yang berharap hujan akan segera berhenti dan Amber mendekatinya dengan perlahan.

“Amber??” mereka berdua saling bertatapan.

“Kenapa kau keras kepala sekali? kau tau ini jam berapa? dan lihat dirimu, pakaian mu basah kau bisa sakit!” teriak Amber.

“Aku percaya kau akan datang Am, itu sebabnya aku menunggumu” Amber mendekatinya dan membelai rambutnya.

“Jangan membuatku khawatir Krys, jangan bertindak bodoh seperti ini! aku bisa gila kalau tejadi apa-apa dengan dirimu. Jadi jangan buat aku khawatir kau mengerti?” Krystal menatap Amber

“Aku berjanji tidak akan membuatmu khawatir, tetapi dengan satu syarat” Amber mengerutkan dahinya “Apa itu?” tanya Amber.

“Kau harus memafaakan ku” jawab Krystal dengan raut wajah sedih dan Amber diam sejenak.

“Ya llama jawab pertanyaanku!!” teriak Krystal kepada Amber tetapi Amber masih menatap Krystal, Amber mengangguk tersenyum kepada Krystal, wajah Krystal terlihat bahagia “Benarkah? benarkah kau memafaakan ku?” Amber kembali mengangguk “Iya princess” dengan reflek Krsytal memeluk Amber.

“Maaf” Amber menatap Krystal yang sedang tertunduk, Amber tersenyum melihatnya.

“Jadi kita akan pergi dari tempat ini atau akan tetap tinggal di tempat ini?” tanya Amber dengan senyuman

“Tentu saja kita akan pergi dari tempat ini, aku tidak mau berduaan dengan mu llama!”

“Baiklah, baiklah ayo kita pergi” Amber pun mengambil payung dan mereka pergi dari taman itu, Amber melihat baju Krystal yang sedikit basah, Amber sedikit memiringkan payungnya ke arah Krystal sehingga Krystal tidak kebasahan.

Krystal menatap Amber “Mengapa kau menatapku?” Krystal langsung memalingkan wajahnya “Ti-ti-tidak” Amber tersenyum, Krystal kembali menatap Amber “Amber bajumu basah” Amber melihat bajunya “Tidak apa, nanti juga akan kering”

“Ya! kau bisa sakit bila bajumu basah” teriak Krystal kepada Amber “Tidak apa aku sakit asalkan bukan dirimu yang sakit” senyum Amber kepada Krystal yang membuat Krystal kembali menundudukan kepalanya.

Mereka akhirnya sampai di mobil, Amber segera menghidupkan mobilnya dan melepaskan jaketnya yang basah, Amber memasangkan shitbelt Krystal yang membuat Krystal sedikit terkejut karena wajah mereka berdekatan, lagi lagi mereka berdua kembali dengan rasa yang canggung sesekali Amber menatap Krystal yang sedang melihat luar jendela.

Setelah 35 menit dalam perjalanan Amber telah sampai di rumah Krystal, Amber tersenyum melihat Krystal yang sedang tertidur. Amber terus menatap Krystal dan secara reflek jari-jari Amber bergerak pelan menuju wajah lembut Krystal, Amber ingin sekali menyentuh wajahnya tetapi sayang Krystal sepertinya terbangun. Amber mengatur nafasnya agar tenang dan tidak gugup.

“Apa kita sudah sampai stupid?” tanya Krystal yang matanya masih belum sepenuhnya terbuka, Amber menatap perlahan Krystal.

“Ehm ya kita sudah sampai” jawab Amber yang sedikit grogi.

“Mengapa kau tidak membangunkan ku?” Krystal mengucek matanya dan Amber tertawa melihatnya karena Krystal terlihat lucu.

“Ya! mengapa kau tertawa”

“Lihat wajahmu Krystal Jung, jelek sekali” Amber tertawa melihat Krystal

“Ya!! mengapa kau memukul ku?! haishh anak ini” Amber mengelus lengan nya

“Itu karena kau bilang aku jelek stupid!” teriak Krystal kepada Amber

“Kau memang jelek, liat rambutmu yang berantakan itu dan juga lihat! kau mengences di mobilku!” teriak Amber menunjuk jok mobilnya, Krystal langsung melihat kaca dan merapikan rambutnya dan memukul Amber kembali.

“Ya!! aku tidak pernah mengences saat tidur!”

“Haishh mengapa kau terus memukulku? apa kau ini petinju?” tanya Amber sambil mengelus kembali lengan nya

“Iya aku petinju, dan aku akan terus memukulmu!” jawab Krystal dengan mengepalkan tangan nya.

“Kejam” Krystal melihat Amber “Apa kau bilang llama?” Amber tertawa canggung “Haha tidak ada princess, kau salah dengar”

Krystal mengambil tasnya dan melepaskan shitbeltnya, Krystal berjalan menuju gerbang rumahnya tetapi sebelum masuk Krystal kembali menengok.

“Mengapa kau belum pergi?” tanya Krystal yang melihat Amber masih di depan rumahnya “Aku hanya ingin memastikan kau benar-benar selamat sampai dalam rumah” Amber tesenyum bodoh dan saat Krystal membuka pintu iya kembali menengok ke arah Amber yang masih menunggu di dalam mobil dengan membuka jendela.

Krystal mengigit bibir bawahnya dan meremas tangan nya “Ehmm” Krystal menggaruk kepalanya “Ada apa?” tanya Amber.

“Terima kasih” mereka berdua saling bertatapan mata “Terima kasih sudah memaafkan ku Am” Amber tersenyum dan Krystal terlihat malu-malu “Kau hati-hati” Krystal tersenyum dan masuk ke dalam rumahnya, setelah itu Amber bergegas meninggalkan rumah Krystal dan kembali pulang kerumahnya dengan penuh senyuman di wajahnya.

Gambar

 

Advertisements

13 thoughts on “Raining (19)

  1. jae_hyun01 says:

    lanjut ah thor..nyang cepet yah update ya..hehehe.

    Ah kenapa cuman ma’apan sekalian jadianya..hahaha.

    Ane kena diabetes..Sweet~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s