Basket ball (11)

Hari demi hari aku merasa dekat dengat Krystal Jung, aku sering menganggunya ataupun memberi perhatian padanya ya walaupun dia terkadang dingin kepadaku. Krystal bilang aku sudah ada peningkatan dalam mengerjakan soal matematika, dan Krystal juga bilang kalo aku lebih serius belajar dia yakin aku akan mendapatkan nilai terbaik di kelas. Jujur saat aku mengerjakan rumus-rumus dan soal soal yang tidak jelas itu aku merasa pusing dan penat tetapi saat aku sudah selesai mengerjakan nya dan di koreksi oleh Krystal sepertinya hidup ku kembali normal dan sangat bersemangat hehe tentu saja, saat Krystal mengoreksi jawaban ku aku diam-diam melihatnya hehe dan itu adalah hal yang paling aku sukai dalam pembelajaran bersamanya.

Aku suka saat dia berbicara, aku suka saat dia marah bila aku tidak mengerti, aku suka bila dia sabar menghadapiku, aku suka dia saat tersenyum karena kekonyolan ku,

apakah aku menyukai Krystal Jung? aku tidak mengerti dengan perasaan ku saat ini.

Aku kembali melemparkan bola ke ring basket, dan sesekali lay up dan 3point kalian tahu bukan kalo aku jago dalam basket? aku kembali melihat jam “Mengapa belum datang?” lalu aku kembali mendrible bola dan mencoba memasukan nya.

“Jadi begini kapten kebanggan sekolah? memasukan bola yang begitu dekat saja tidak bisa?”

“Krystal Jung? sejak kapan kau disitu?” aku melihatnya yang sedang memasukan tangan nya di jeansnya “Tidak begitu lama, permainan mu sangat buruk” dia menggelengkan kepalanya “Ya! kau seharusnya berkaca, kau mendribel bola saja tidak bisa?” Aku yang menunjuk arahnya dengan bola basket “Apa kau bilang? Ya! waktu di sekolah itu, aku a-aku belum makan! iya belum makan itu sebabnya aku tidak begitu baik saat bermain!” akupun tersenyum kecil melihatnya “Bukankah kau selalu jelek dalam berolahraga?” akupun mengejeknya dan sepertinya dia mulai kesal.

“Huffh sudahlah Amber Liu aku tidak ingin berdebat denganmu. cepat kita ke ruang belajarmu” Krystal membalikan badanya “Ya Krystal Jung, kalau kau hebat seperti yang kau katakan ayo lawan aku” aku berteriak agar dia mendengarku tetapi dia masih berjalan.

“Ya penyihir! kau pengecut hahaha” aku pun tertawa “Hahahaa” dan tiba-tiba Krystal membalikan badanya dan memberikan aku tatapan yang mematikan “Haiishh mengapa dia menatap ku seperti itu lagi, aku bisa-bisa mati kedinginan. Apa dia itu adalah adik dari Elsa? haish seharusnya bukan Elsa yang menjadi ratu es tetapi Krystal Jung” Krystal semakin dekat mendekatiku dan,

“Kau bisa ulang perkataanmu itu stupid?” ya tuhan aku bisa mati kedinginan ditatap olehnya “Ti-ti tidak ada, tidak ada aku tidak mengucapkan apa-apa princess haha” Akupun tertawa bodoh lalu dia membalikan badanya seperti ingin meninggalkan ku.

“Ehm Krystal” dia menengok dengan tatapan yang sama “Aku tidak ingin belajar, maksutku aku terlalu penat aku butuh sedikit penyegaran otak. Bagaimana kalo kita bermain basket? karena kau sudah mengajariku matematika, maka aku akan mengajarimu basket, bagaimana? lagi pula besok kita ada penilaian olahraga” senyumku padanya dan aku berharap dia mau dengan tawaran ku, dia sedang berfikir sejenak “Bagaimana?” tanya ku padanya “Baiklah” akupun tersenyum “Yes!” Krystal pun meletakan tasnya dan aku memberikan bola basket kepadanya.

“Ayo masukan” suruhku padanya dan “Haishh!” aku melihat ke arahnya, kau tahu? bolanya sama sekali tidak menyentuh ring ataupun papan basket “Apa?” tanya nya singkat aku menggaruk-garuk kepalaku “Kau harus melempar bola dengan power Krys, kau kurang gizi atau bagaimana?” dia kembali menatapku dengan dingin “Maaf aku becanda, ayo kita ulang. Kau harus mengeluarkan powermu dan arahkan bola tepat ke arah ring, kau mengerti?” aku berdiri di samping nya yang menunggu dia melempar bola ke arah ring dan kembali gagal!! aku menggaruk dahiku.

“Baiklah kita coba sekali lagi, kau harus fokus Krys” diapun mengangguk dan tidak masuk lagi “Ya!!” haishhh aku menatapnya.

“Krys fokus, dan pergelangan tangan mu jangan kaku” lalu Krystal mencoba dan kembali gagal “agghh mengapa tidak pernah masuk, dasar bola bodoh!” teriak Krystal “Kau salah dalam melempar bola Krys, seperti ini” secara reflek aku berdiri di belakang Krystal dan mendekatkan badanku dengan nya lalu aku memegang tangan kanannya “Lemaskan tanganmu Krys” bisiku padanya.

“Fokus kepada ringnya” Krystal kembali mengangguk “Kau siap, sekarang lempar bolanya” bisiku padanya dan “DUMM!!” Krystal pun berteriak senang dan tidak sengaja dia memuluk ku? Krystal memeluku! memelukku!! agghh!! aku ingin menjerit aku rasanya ingin menjerit!!! “Sorry” aku melihat ke arah Krystal yang melihat pipinya merah “It’s okay Krys” senyumku padanya.

Aku dan Krystal pun bermain bersama sangat menyenangkan benar-benar menyenangkan, aku bisa melihatnya tertawa bebas.

“Aku lelah bagaimana kalo kita istirahat?” Krystalpun mengangguk dan di duduk di halaman belakang rumahku “Kau tunggu sini, akan ku ambilkan minum”

“Tadaaa ini dia jus spesial untuk Princess” aku melihat raut wajahnya begitu senang “Waahh jus mangga! ya stupid darimana kau tahu aku suka jus mangga?” aku tersenyum melihatnya yang sedang meminum seperti anak kecil “Dulu saat kau sering bermain kerumahku kau suka memesan jus mangga kepada pelayanku itu sebabnya aku tahu” dia masih terus meminum dan menganguk “Daebak!” aku kembali tersenyum dan meminum jusku.

“Am” aku menoleh ke arahnya “Yap princess” aku masih meminum jusku “Aku ingin bertanya sesuatu padamu?” Krystal melihat kearahku “Apa?” Krystal diam sejenak “Mengapa, mengapa dlu saat pertama kali kau kabur melihatku? dan tidak pernah menyapaku dan menganggapku seperti tidak ada?” aku pun batuk mendengar pertanyaan nya dan aku menghela nafas

“Kau mungkin menganggap aku adalah orang yang paling sombong dan angkuh yang pernah ada di dunia” aku menatapnya.

“Kau tahu? saat aku pertama kali bertemu dengan mu aku merasa, ehhm aku merasa sesuatu yang aneh di dalam badanku. seperti berkeringat yang berleihan, detak jantung yang tidak stabil, tangaku ku yang bergemetar, suaraku yang gemetar. itu sebabnya aku tidak ingin berkenalan dengan mu ataupun dekat dengan mu Krys. Tetapi kita menjadi satu sekolah dan satu kelas itu semakin membuat ku ehm bisa dibilang menderita, aku tidak bisa mengontrol diriku bila ada di dekatmu. itu adalah alasan mengapa aku selalu menghindarimu” aku menatap mata Krystal dan dia tersenyum “Stupid” akupun tersenyum “Kau benar, aku benar-benar stupid”

“Jadi, sekarang kau sudah bisa mengontrol dirimu?” aku menggelengkan kepala ku “Menurutku ini semakin parah, detak jantungku benar-benar tidak stabil bila di dekatmu” aku memegang dada ku dan Krystal memukul lengan ku dan tertawa

“Sorry princess, bila selama ini aku menyakitimu aku terlalu pengecut” Krystal mengangguk dan sepertinya pipi nya memerah.

“Am, sepertinya aku harus pulang kau tahu bukan besok kita harus kelas pagi” aku menganguk dan mengantar Krystal kedepan pintu rumahku “Hati-hati princess” dia melambaikan tangan nya kepadaku.

@School

Krystal Pov

Aku melihat Amber yang sedang ingin melempar bola, saat serius dia memang terlihat sangat keren dari biasanya dan “Dumm” Amber berhasil memasukan bola, dan para yeoja berteriak tanpa hentinya dan aku hanya menatapnya dengan jengkel.

“Krystal Jung giliranmu” semua pun bersorak, yap mereka bersorak karena aku memang payah dalam olahraga dan di saat aku masuk ke lapangan Amber seperti membisikan sesuatu kepadaku “Kau pasti bisa” dan dia kembali berjalan, bisikan selalu membuat hatiku melayang dan aku menarik nafas agar bisa menenagkan hatiku dan aku memejam kan mataku mengingat apa yang sudah di ajari Amber olehku dan aku menatap ring “Fokus Krys”.

aku memjamkan mataku dan membuka kembali dan tiba-tiba aku merasakan Amber berada di belakang ku dan memegang tanganku seperti halnya kemarin yang kami lakukan “Fokus kepada ringnya” dan kata-katanya kembali membisikan telingaku dan saat aku mencoba melempar “Dummm!!!” aku meloncat di lapangan dan untuk pertama kalinya aku bisa memasukan bola basket dan aku menoleh ke arah Amber dan Amber memberikan dua jari jempolnya kepadaku dan aku membalas dengan senyuman.

“Am!” aku memanggilnya dan berusaha mengejarnya “iya princess” aku selalu merasakan panas di pipi bila dia memanggilku dengan princess di tambah lagi dengan senyumnya “Ehmm” apa aku harus mengatakan nya? “Ada apa?” aku menatapnya “Terima kasih sudah mengajariku Am, berkat dirimu aku bisa” Amber membalas dengan senyuman, senyuman yang membuat hatiku meleleh. “Sama-sama Krys”

 

Liu’s House

Gambar

 

Advertisements

9 thoughts on “Basket ball (11)

  1. Gila Amber so sweet banget ama krystal,,
    Yg paling aku suka pas amber ngajarin krystal maen basket,, pokoknya aku suka semua..

    Penasaran gimana yaa ama endingnya

    Next, Next, Next

  2. vitha_Taenyulsictae says:

    hahahah
    krystal kan emang adenya elsa… ibaratkan krystal tuh si anna. dan elsanya si Jessica …
    thor. saya bacanya dari belakang jadinya hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s